P. 1
KEJAR PAKET

KEJAR PAKET

|Views: 913|Likes:
Published by Mohammed Taufik

More info:

Published by: Mohammed Taufik on Jun 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

A.

Pendahuluan Pembagunan pada hakikatnya adalah proses perubahan yang terus menerus, yang merupakan kemajuan dan perbaikan kearah tujuan yang ingin dicapai. Pelaksanaan pembangunan itu sendiri melibatkan seluruh lapisan masyarakat serta ditujukan untuk kepentingan manusia. Oleh karena itu menunda sebagai faktor yang dapat menentukan arah keberhasilan pembangunan dimana pendidikan mempunyai peranan sangat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan hidup bangsa. Pendidikan merupakan sektor penting yang berperan aktif dalam

meningkatkan pembangunan bangsa. Apabila melihat kondisi masyarakat Indonesia sekarang ini masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan terutama untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah. Mahalnya biaya pendidikan menjadi faktor utama bagi masyarakat sehingga mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan bahkan sampai sekolah dasar sekalipun. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan mengakibatkan semakin meningkatnya angka kemiskinan dan kebodohan. Tidak jarang masyarakat yang mengalami buta huruf sebagai konsekuensi dari kurangnya pendidikan bagi mereka. Untuk mengurangi masalah tersebut perlu adanya layanan pendidikan yang dapat menyentuh masyarakat hingga lapisan bawah, dimana pendidikan tidak hanya memusatkan pada jalur pendidikan formal saja, melainkan melalui jalur pendidikan lain yaitu pendidikan non formal dan pendidikan informal. Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal atau Pendidikan Luar Sekolah dimaksudkan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat yang tidak mungkin terlayani pendidikannya di jalur pendidikan formal. Program yang diselenggarakan dalam Pendidikan Non Formal (PNF) meliputi PAUD, Program Kesetaraan Pendidikan Dasar Luar Sekolah, Program Pemberantasan Buta Huruf melalui Keaksaraan Fungsional, Program Taman Bacaan Masyarakat, Program Pendidikan Perempuan, Program Pendidikan Berkelanjutan, Program Pemberdayaan dan Pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Program Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Pengelola program PLS dari, oleh dan untuk masyarakat. Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mengembangkan program pendidikan di jalur Pendidikan Luar Sekolah adalah terbentuknya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di tingkat daerah yang dikelola oleh lembaga
1

atau bagi siswa yang belajar di sekolah berbasis kurikulum non pemerintah seperti Cambridge.hlm.23 2 hlm. Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. Pusat kegiatan belajar Masyarakat (PKBM). Dengan adanya batasan pengertian tersebut. PKBM merupakan salah satu ujung tombak pengembangan program PLSP ditingkat lapangan karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Jakrta:Bumi Aksara. Setiap peserta Kejar dapat mengikuti Ujian Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. 2001. dan IB (International Baccalureate). maka salah satu upaya yang ditempuh untuk memperluas akses pendidikan guna mendukung pendidikan sepanjang hayat adalah melalui pendidikan kesetaraan. Kejar terdiri atas tiga paket: Paket A.2 Pendidikan Kesetaraan adalah salah satu satuan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal yang meliputi kelompok belajar (kejar) Program Paket A setara SD/MI. Pengertian Kelompok Belajar atau Kejar adalah jalur pendidikan nonformal yang difasilitasi oleh Pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur sekolah. Pendidikan kesetaraan ini merupakan kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu sub sistem pendidikan non formal. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. CV Wirakarsa. nonformal. 1992. Paket B dan Paket C. dan Program Paket C setara SMA/MA yang dapat diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). atau satuan sejenis lainnya. Pendidikan kesetaraan merupakan program 1 Sihombing U. Pendidikan Luar Sekolah Masalah dan Peluang. Jakarta Soelaiman Joesoef.kemasyarakatan daerah setempat. Program Paket B setara SMP/MTs.79 2 . Yang dimaksud pendidikan non formal adalah ³ pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat´. Dari sini diharapkan pengelola PKBM mampu mengembangkan dirinya secara maksimal 1 dalam melayani dan mengembangkan program pemberdayaan di masyarakat. dan informal yang dapat saling melengkapi dan mengganti. Berkenaan dengan hal tersebut di atas. rupanya pendidikan non formal tersebut berada antara pendidikan formal dan pendidikan informal. B.

Perbedaan ini oleh kekhasan karateristik peserta didik yang karena berbagai hal tidak mengikuti jalur pendidikan formal karena memerlukan substansi praktikal yang relevan dengan kehidupan nyata. Dengan demikian pada standar kompetensi lulusan diberi catatan khusus. 3 Definisi mengenai setara adalah sepadan dalam civil effect. berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan mafaat dari ilmu 3 http://www.´ Pasal 28B ayat 1 ³Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. UUD 1945 ´ «Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan Kesejahteraan umum. Pasal 26 Ayat (6) bahwa " Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. dan pendekatan untuk mencapai standar kompetensi lulusan tersebut lebih memberikan konsep terapan. «. pemilikan keterampilan untuk memenuhi tuntutan dunia kerja. tetapi kontens. konteks.suaramerdeka. Catatan khusus ini meliputi: pemilikan keterampilan dasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (Paket A).htm 4 3 . mencerdaskan kehidupan bangsa.skbskh. induktif."4 Oleh karena itu pengertian pendidikan kesetaraan adalah jalur pendidikan nonformal dengan standar kompetensi lulusan yang sama dengan sekolah formal. Sebagaimana yang tercantum dalam UU No 20 / 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan Kemerdekaan. metodologi. Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMU).php?vidmenu=1 http://www.com/harian/0607/04/opi03. Perdamaian abadi dan keadilan sosial. C. ukuran.. pengaruh. dan pemilikan keterampilan berwirausaha (Paket C).pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan umum yang mencakup Paket A (setara SD).id/utama.sch. yang terkait dengan permasalahan lingkungan dan melatihkan kecakapan hidup berorientasi kerja atau berusaha sendiri. tematik. fungsi dan kedudukan. Landasan hukum 1.

pendidikan kepemudaan. nonformal. UU. ayat (1.3. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.5) 1) Setiap Warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.6): 1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti. dan SMA/MA untuk mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi. Paket C mempunyai hak eligibilitas yang sama dan setara dengan pemegang ijazah SD/MI.pengetahuan dan teknologi. Pasal 13 ayat (1) 1) Jalur Pendidikan terdiri atas pendidikan formal. pendidikan pemberdayaan perempuan. penambah dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. pendidikan kesetaraan. SMP/MTs. 3. ‡ Penjelasan Pasal 17 dan Pasal 18 menyatakan bahwa pendidikan yang sederajat dengan SD/MI adalah program Paket A dan yang sederajat dengan SMP/MTs adalah program paket B. pendidikan keaksaraan. 3) Pendidikan non formal meliputi pendidikan kecakapan hidup. Sedangkan pendidikan yang sederajat dengan SMA/MA adalah program paket C. NO. 6) Hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional penilaian. pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. ayat (1. 5) Setiap Warga Negara berhak mendapatkan kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. Paket B. pendidikan anak usia dini. 20 Tahun 2003 SISDIKNAS Pasal 26. UU TAHUN 2003 SISDIKNAS Pasal 5 . seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia´ 2. ‡ Setiap peserta didik yang lulus ujian program Paket A. 4 .

d Pasal 27 tentang Standar Kompetensi Lulusan. 8. 73 Tahun 1991 Pasal 18: Pendidikan Luar Sekolah yang setara dengan pendidikan dasar diselenggarakan pada kelompok belajar Paket A dan Kejar Paket C . yang meliputi SD/MI/SDLB/Paket A dan SMP/MTs. 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2007 Tentang Standar Isi untuk program paket A. Peraturan Pemerintah No. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 5 s. 0131/U/1991 tentang Program Paket A dan Kejar Paket C ./SMPLB/Paket B bertujuan: Meletakkan dasar kecerdasan. Program Paket A setara Sekolah Dasar dan Program Kejar Paket C setara Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.d Pasal 18 tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dan 5 . 5. akhlak mulia. pengetahuan. 6. program paket B. yakni: a. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah menegaskan beberapa poin penting berikut : Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) dikembangkan berdasarkan tujuan setiap satuan pendidikan. dan program paket C yang mencakup: ‡ Beban Belajar dan Struktur Kurikulum ‡ Beban Belajar. kepribadian. Pendidikan Dasar. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Kalender Pendidikan. pengetahuan. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. Pasal 25 s. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut 9. akhlak mulia. kepribadian.4. Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMA/MA/SMALB/Paket C bertujuan: Meningkatkan kecerdasan.

bpplsp-reg-1. Wawasan.id/buletin/read.6 Sedangkan tujuan dari pendidikan kesetaraan adalah Pendidikan Kesetaraan Paket A dan B diarahkan untuk mempercepat penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun Pendidikan Kesetaraan Paket C ditujukan untuk memperluas akses pendidikan menengah Pendidikan Kesetaraan untuk meningkatkan rata-rata lama belajar dan produktivitas warga negara (Indeks Pembangunan Manusia/ IPM) E.peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. (3) pendidikan kesetaraan sebagai alternatif bagi pendidikan sekolah dan (4) model tempat pembuangan ´sampah´7. http://www. Model Program Pendidikan Kesetaraan Bila dicermati lebih mendalam. Penyelenggaraan program ini terutama ditujukan bagi masyarakat putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan Luar Sekolah. B dan C sangat strategis dalam rangka pemberian bekal pengetahuan. dan peningkatan mutu pendidikan. dan daerah yang terisolir yang belum memiliki fasilitas pendidikan yang memadai bahkan juga bagi TKI di luar negeri dan calon TKI. Falsafah & Teori Pendukung. penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan dimaksudkan sebagai upaya untuk mendukung dan mensukseskan program pendidikan wajib belajar 9 tahun yang merupakan penjabaran dari ren cana strategis Departemen Pendidikan Nasional yang meliputi perluasan akses. Bandung: Falah Production 2000 7 6 5 6 . Persiapan Rencana Kerja Nasional.5 D. Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Departemen Pendidikan Nasional RI. daerah bencana. serta Asas. (2002). Memahami nilai dan manfaat program pendidikan kesetaraan bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masyarakat untuk berpartisipasi pada program yang diselenggarakan dengan antusias. Sejarah Perkembangan.go.php?id=64&dir=5&idstatus=0 Sudjana. pemerataan. masyarakat yang bertempat tinggal di daerah-daerah khusus. Departemen Pendidikan Nasional. (2) pendidikan kesetaraan yang pararel dengan pendidikan sekolah. seperti daerah perbatasan. Untuk skala nasional. Peranan dan tujuan Peran pendidikan Kesetaraan yang meliputi program Paket A. Education for All Pendidikan Untuk Semua. sedikitnya ada tiga model pendidikan kesetaraan yang sudah dilakukan oleh Depdiknas antara lain: (1) pendidikan kesetaraan sebagai pelengkap pendidikan sekolah.

Model keempat. tidak semua penduduk usia sekolah memiliki kesempatan untuk sekolah di pendidikan formal. Seakan-akan program Paket C ini dianggap tempat pembuangan sampah bagi anak-anak yang tidak lulus Ujian Nasional. penekanannya pada kedua jalur pendidikan formal dan nonformal berjalan berdampingan dan saling menunjang antara yang satu dengan lainnya hal ini dapat dilihat seperti di PKBM Miftahul Jannah di Jakarta Timur dan PKBM lainnya yang sudah memiliki sarana belajar yang memadai. serta murid-muridnya dalam membuat alat-alat pelajaran IPA dengan menggunakan bahan yang terdapat di daerah setempat. Para siswanya adalah mereka yang tidak memiliki kesempatan atau bosan dengan sistem sekolah. warga belajar dapat belajar keterampilan anyaman. maka tidaklah salah persepsi masyarakat bahwa program kesetaraan ini mutunya lebih rendah dari program sekolah 7 . oleh sebab itu pendidikan kesetaraan dipandang perlu untuk memantapkan peranannya sebagai pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.Model pertama. di Indonesia juga sudah dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tanjungpura Tasikmalaya. lahir dari sebuah kasus dan kebijakan yaitu siswa-siswa yang tidak lulus di Ujian Nasional terutama siswa SMA secara otomatis dibolehkan mengikuti ujian nasional Paket C. pemasaran. (2) pendidikan kesetaraan mempunyai fungsi untuk mengembangkan kemampuan masyarakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat akan kemampuannya sendiri. Kebebasan ini penting karena (1) pendidikan formal (sekolah) tidak dap at memecahkan secara tuntas masalah siswa. Kalau kebijakan ini terus dilakukan. namun di sisi lainnya semakin memperburuk citra program Paket C itu sendiri. umumnya sudah dilakukan oleh negara-negara maju. Selain itu. Program semacam kelas masyarakat ini dilakukan bersamaan dengan program peningkatan kemampuan para guru Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam. harganya terjangkau. sebagai alternatif berarti pendidikan kesetaraan ada semacam kebebasan pendidikan untuk mengembangkan sistem dan program-programnya sendiri. pemeliharaan kesehatan dan lainnya dengan menggunakan sumber-sumber yang terdapat di dalam masyarakat desa Tanjungpura. Model ketiga. Termasuk sekolah-sekolah home schooling yang sedang menjamur di kota-kota besar termasuk Jakarta. Kebijakan ini di satu sisi. termasuk juga di dalamnya anak-anak yang putus sekolah. dapat membantu anakanak yang tidak lulus ini memperoleh Ijazah setara SMA. dan mudah dalam pembuatan serta penggunaannya Model kedua.

Bermasalah. F. sekolah rumah. Sasaran Program Pendidikan Kesetaraan Berikut ini dikemukakan sasaran dari program pendidikan kesetaraan yang dirangkum dari beberapa sumber. Penduduk usia 15-44 yang belum tuntas wajar Dikdas 9 tahun h. Saul Alnsky dan Julius Nyrere. Penduduk usia SMA/MA berminat mengikuti program Paket C i. pelukis. Penduduk usia sekolah yang tergabung dengan komunitas e-learning. dll. Model kedua. Model pertama dianut oleh para pakar dan perencana pendidikan untuk pembangunan yang berada di negara-negara maju (industri). (sosial. Sedangkan model keempat uniknya hanya ada di Indonesia belum ada para ahli yang menganggap model keempat ini perlu dimasukkan sebagai salah satu model. Penduduk usia sekolah yang terkendala masuk jalur formal karena: ekonomi terbatas dan waktu terbatas d. Penduduk tiga tahun di atas usia SD/MI ( 13-15) Paket A dan tiga tahun di atas usia SMP/MTS ( 16 -18 ) Paket B b. pendidikan kesetaraan yang pararel dengan pendidikan sekolah dianut antara lain oleh Philip H Coombs dan Lyran Srinivasan. suku terasing) e. Penduduk di atas usia 18 tahun yang berminat mengikuti Program Paket C karena berbagai alasan 8 http://pkbm.com/kebijakan-pemerintah-dalam-pengembangan-pendidikan- kesetaraan/ 8 . komunitas berpotensi khusus seperti pemusik. dianut antara lain oleh Poule Freire.8 a. hukum) g.blogdetik. Model pertama sampai model ketiga banyak dianut oleh para ahli pendidikan luar sekolah. Padahal saat ini sudah mulai banyak tumbuh di masyarakat program kesetaraan yang berkualitas. Geografis ( etnik minoritas.formal. atlet. sekolah alternatif. Model pendekatan ketiga pendidikan luar sekolah sebagai alternatif pendidikan sekolah. agar jelas kepada siapakah sesungguhnya program ini ditujukan. c. Keyakinan seperti Ponpes f.

media pembelajaran 5.memenuhi tuntutan dunia kerja c. penilaian hasil belajar dan pengawasan. alat peraga. yang di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Jakarta. beban belajar. Standar Pengelolaan Standar pengelolaan pendidikan kesetaraan merupakan standar minimal meliputi: perencanaan program. buku perpustakaan. Standar Isi Standar isi mencakup kerangka dasar dan struktur kurikulum . dan berorientasi kecakapan hidup 2. tematik. Paket B .G. memiliki keterampilan berwirausaha 3. buku teks pelajaran. Paket C (S1) 4. Paket A lulusannya memiliki keterampilan dasar untuk memenuhi kebutuhan hidup b. Paket C. kompetensi kepribadian. penyusunan KTSP. Standar Sarana dan Prasarana Proses belajar mengajar pendidikan kesetaraan dapat dilakukan di berbag lokasi ai yang memiliki standar sarana pendukung meliputi: lahan dan bangunan. Kurikulum kesetaraan lebih memuat konsep terapan. Paket B (DII). pengelolaan sarana prasarana. Standar Kompetensi Lulusan SKL Pendidikan Kesetaraan sama dengan SKL pendidikan formal akan tetapi memiliki kekhasan sendiri meliputi: a. dan kalender pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan kesetaraan pada satuan pendidikan nonformal. kemandirian. Pengelolaan pendidikan menerapkan manajemen berbasis satuan pendidikan dengan ciri. Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pendidik Kesetaraan harus memiliki Kualifikasi akademik dan kompetensi paedagogik dan adragogi. kompetensi propesional dan kompetensi sosial. 9 . Kualifikasi Akademik : Paket A ( SMA) . keterbukaan dan akuntabilitas 9 Departemen Pendidikan Nasional RI (2005) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Th 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. kemitraan. Acuan Standar Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Menurut PP. kegiatan pembelajaran. partisipasi.19 tahun 2005 pemerintah telah menetapkan standar yang digunakan sebagai acuan untuk menyelenggarakan pendidikan kesetaraan9. No.

Standar Penilaian Standar penilaian pendidikan meliputi: a. tampaknya ada kecenderungan adanya tuntutan pencapaian kompetensi yang sama antara pendidikan kesetaraan dengan pendidikan formal. Dan dengan adanya penyetaraan antara pendidikan formal dan nonformal (kejar paket) ini juga memudahkan bagi masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan lanjutan atau untuk mencari pekerjaan yang layak. diadakannya program ini tentunya akan sangat membantu untuk bisa mengecam dunia pendidikan. Standar Pembiayaan Pembiayaan pendidikan kesetaraan terdiri atas: a. Biaya personal 7. banyak terungkap kasus sindikat pemalsuan ijazah. Masalah yang muncul kemudian adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar apa yang harus dicapai untuk memenuhi standar kelulusan agar peserta didik dapat lulus ujian. bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional dan pemerataan pendidikan nasional kemudian pemerintah melegalkan pendidikan nonformal kedalam draft hukum. perbatasan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik b. Analisis Kalau kita lihat pada sejarah dibentuknya program pendidikan kejar paket ini kita harus mengapresiasi pemerintah. Kemudian yang perlu diperhatikan dengan serius adalah maraknya pemalsuan Ijazah kejar paket.10 Bahkan yang 10 http://www. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan c. Bagi warga di pedalaman.komisikepolisianindonesia. atau yang sulit secara ekonomi. Biaya inverstasi b.com/sindikat-ijazah-palsu/ 10 . dikarenakan kemudahan yang diberikan pemerintah bagi pemegang ijazah kejar paket dengan mengakuinya setara dengan ijazah pendidikan formal membuat beberapa oknum menempuh segala cara untuk meraih apa yang diinginkan. Biaya oprasional c.6. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah H. Apakah kesetaraan ini berarti semuanya sama dengan pendidikan formal ? Berdasarkan kajian Permen No 14 Tahun 2007 dan Permen 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.

portibionline. tidak punya kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan tetapi harus mengikuti UN pada tahun ajaran berikutnya. Mereka juga diwajibkan mengulang pelajaran di kelas terakhir secara penuh. Jika demikian halnya muncul sebuah pertanyaan. Bantuan itu diberikan untuk program kerjar paket A.com/2010/04/kebijakan-anggaran-kejar-paket.html 12 11 . Anggaran tahun ini untuk propinsi jatim misalnya. padahal diadakannya program ini sejatinya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.11 Belum lagi ketidakjelasan kebijakan penerimaan anggaran. ini juga membuka pintu korupsi terbuka lebar. malah amanah undangundang tadi.memperihatinkan ada beberapa kasus caleg yang mendaftarkan menggunakan ijazah kejar paket yang palsu.com/berita-1112-fiktifnya-paket-kesetaraan-. di beberapa kabupaten Sumatera Utara.majalahsketsa. ada kebijakan yang cukup melegakan bagi mereka yang gagal dalam UN yakni bisa menjadikan ujian kejar paket B (SMP) dan kejar paket C (SMA/SMK) sebagai alternatif. Ada beberapa kasus yang menyangkut korupsi anggaran pendidikan kejar paket. akan tetapi diperbolehkan untuk tidak menerima. Ini dikhawatirkan akan membuat sekolah menarik uang dari para peserta didik. Dikucurkan untuk menjamin program kejar paket kesetaraan tersebut berjalan tanpa membebani anak bangsa ini.B dan C dengan total peserta 4669.000 untuk 2680 orang.000. dimanfaatkan untuk memperkaya diri. mengkorupsi anggaran dimaksud dengan berbagai jenis modus pula. Namun apa yang terjadi. Ratusan miliaran anggaran dari APBN didampingi anggaran dari masingmasing pemerintah daerah kabupaten dan kota. Seperti yang kita ketahui.381.html http://. untuk bantuan operasional telah disediakan sebanyak 2.000. dulu peserta UN yang tidak lulus.445. Ditambah dengan kebijakan yang menggunakan anggaran besar akan tetapi tidak ditopang dengan pengawasan yang ketat. Ditambah lagi biaya ujian sebesar 402. baik penggerogotan angka anggaran maupun langsung memfiktifkan kegiatan dan anggarannya dipindahkan ke kantong masingmasing. karena dalam kebijakan ini pemerintah tidak mewajibkan sekolah untuk menerima bantuan dana.blogspot. Namun.12 Yang tidak kalah kontroversial adalah model kejar paket yang awalnya didesain untuk meningkatkan dan memeratakan pendidikan nasional berubah menjadi ³tempat sampah´. tidakkah kebijakan ini justru akan memanjakan siswa? Sebab ada 11 http://www.

Jika siswa dimanjakan seperti ini maka mutu pendidikan akan selamanya tetap rendah. I. Dalam kontes ini kebijakan kejar paket ini kurang tepat dan akan mengaburkan tujuan pendidikan Yang pada . yang pada akhirnya toh akan lulus juga. Biarlah penyetaraan ini diperuntukkan bagi para peserta program pendidikan ini. Karena bagaimanapun kondisi sosial ekonomi kita masih sangat membutuhkan program ini. Ini adalah sesuatu yang sangat tidak masuk akal jika dikaitkan dengan tuntutan dan persaingan dunia global yang selalu menuntut kualitas untuk bisa eksis dalam pergaulan dan persaingan internasional. Kontroversi standar nilai yang ditetapkan dan materi yang diujikan untuk menghasilkan produk pendidikan yang berkualitas ternyata kembali dimentahkan dengan kebijakan kejar paket. Mereka akan berpikir santai saja dan tidak usah belajar karena sudah ada alternatif. Sehingga peserta didik bisa memilih sendiri program pendidikan yang diinginkan dengan siap menanggung segala resiko yang ada. Saran Kebijakan kejar paket ini tidak serta merta harus dihapuskan dikarenakan ada beberapa kekurangan dan penyelewengan. 12 . Dengan adanya kebijakan seperti ini maka motivasi belajar bagi anak-anak akan berkurang. karena hal ini akan mengurangi motivasi siswa untuk mencoba secara maksimal. karena seperti yang kita tahu bahwa penduduk miskin yang ada di Negara ini kebanyakan beragama Islam. Ini adalah sebuah pembodohan kembali. sehingga dengan kondisi apapun masyarakat bisa menikmati pendidikan. perbaikan bisa dilakukan dengan menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang jelas dan juga pengawasan yang jelas. Dan untuk yang sudah mengikuti UN tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian penyetaraan. J. Dan kembalikan pada pola dasar yang ada sebelumnya. Program yang bertujuan untuk menunjang wajib belajar 9 tahun ini merupakan kebijakan yang sesungguhnya sangat membantu orang Islam.kemudahan bagi mereka. Penutup Program pendidikan paket adalah merupakan sebuah alternatif bagi masyarakat untuk bisa mengenyam pendidikan yang bermutu. Yang harus dilakukan adalah menyempurnakan kebijakan yang sudah ada. Jika hal ini terjadi berarti pendidikan yang bertujuan mendidik menjadi seolaholah tidak mendidik. kenyataanya sudah mulai muncul program pendidikan kejar paket yang bermutu akan tetapi dengan kebijakan ini pemerintah merusaknya kembali.

Akan tetapi perlu dipikirkan cara yang lebih mendidik. Kebijakan baru yang dibuat pemerintah yang memperbolehkan peserta UN yang gagal bisa mengikuti ujian penyetaraan pada program kejar paket berpotensi merusak program ini. Perlu peninjauan kembali dari pemerintah untuk memperbaiki kebijakan. yang dulunya program pendidikan yang tidak dilirik menjadi program yang dicari-cari untuk mengejar kepentingan sesaat. 13 . yang sesungguhnya ini tidaklah mendidik dan tidak memajukan pendidikan nasional.Akan tetapi kebijakan yang sejatinya bagus ini pada perkembangannya akhirakhir ini mendapat ujian yang berat. agar tidak ada yang dikorbankan. yang tidak hanya memikirkan gejolak pada masyarakat atau orang tua yang tidak terima anaknya tidak lulus UN kemudian dicarikan solusi singkat.

blogdetik. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah.skbskh. Sejarah Perkembangan.com/harian/0607/04/opi03.com/sindikat-ijazah-palsu/ http://www.majalahsketsa.komisikepolisianindonesia.suaramerdeka. Jakrta:Bumi Aksara. Jakarta. Persiapan Rencana Kerja Nasional.php?id=64&dir=5&idstatus=0 http://pkbm.php?vidmenu=1 http://www.id/buletin/read. Sihombing U.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional. Education for All Pendidikan Untuk Semua.htm http://www. Departemen Pendidikan Nasional RI (2005) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.com/2010/04/kebijakan-anggaran-kejar-paket.bpplsp-reg-1.html http://www. Bandung: Falah Production 2000 http://www.portibionline. Pendidikan Luar Sekolah. Sudjana. CV Wirakarsa. (2002). Wawasan.com/kebijakan-pemerintah-dalam-pengembangan-pendidikankesetaraan/ 14 . Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Departemen Pendidikan Nasional RI. Pendidikan Luar Sekolah Masalah dan Peluang. Jakarta 2001 Soelaiman Joesoef. Falsafah & Teori Pendukung.com/berita-1112-fiktifnya-paket-kesetaraan-.html http://.blogspot.go.sch. serta Asas.id/utama. 1992.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->