A.

Pendahuluan Pembagunan pada hakikatnya adalah proses perubahan yang terus menerus, yang merupakan kemajuan dan perbaikan kearah tujuan yang ingin dicapai. Pelaksanaan pembangunan itu sendiri melibatkan seluruh lapisan masyarakat serta ditujukan untuk kepentingan manusia. Oleh karena itu menunda sebagai faktor yang dapat menentukan arah keberhasilan pembangunan dimana pendidikan mempunyai peranan sangat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan hidup bangsa. Pendidikan merupakan sektor penting yang berperan aktif dalam

meningkatkan pembangunan bangsa. Apabila melihat kondisi masyarakat Indonesia sekarang ini masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan terutama untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah. Mahalnya biaya pendidikan menjadi faktor utama bagi masyarakat sehingga mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan bahkan sampai sekolah dasar sekalipun. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan mengakibatkan semakin meningkatnya angka kemiskinan dan kebodohan. Tidak jarang masyarakat yang mengalami buta huruf sebagai konsekuensi dari kurangnya pendidikan bagi mereka. Untuk mengurangi masalah tersebut perlu adanya layanan pendidikan yang dapat menyentuh masyarakat hingga lapisan bawah, dimana pendidikan tidak hanya memusatkan pada jalur pendidikan formal saja, melainkan melalui jalur pendidikan lain yaitu pendidikan non formal dan pendidikan informal. Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal atau Pendidikan Luar Sekolah dimaksudkan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat yang tidak mungkin terlayani pendidikannya di jalur pendidikan formal. Program yang diselenggarakan dalam Pendidikan Non Formal (PNF) meliputi PAUD, Program Kesetaraan Pendidikan Dasar Luar Sekolah, Program Pemberantasan Buta Huruf melalui Keaksaraan Fungsional, Program Taman Bacaan Masyarakat, Program Pendidikan Perempuan, Program Pendidikan Berkelanjutan, Program Pemberdayaan dan Pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Program Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Pengelola program PLS dari, oleh dan untuk masyarakat. Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mengembangkan program pendidikan di jalur Pendidikan Luar Sekolah adalah terbentuknya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di tingkat daerah yang dikelola oleh lembaga
1

Dari sini diharapkan pengelola PKBM mampu mengembangkan dirinya secara maksimal 1 dalam melayani dan mengembangkan program pemberdayaan di masyarakat. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. rupanya pendidikan non formal tersebut berada antara pendidikan formal dan pendidikan informal. dan informal yang dapat saling melengkapi dan mengganti. Program Paket B setara SMP/MTs. Setiap peserta Kejar dapat mengikuti Ujian Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.79 2 . atau bagi siswa yang belajar di sekolah berbasis kurikulum non pemerintah seperti Cambridge.kemasyarakatan daerah setempat. Pendidikan Luar Sekolah Masalah dan Peluang. Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. Berkenaan dengan hal tersebut di atas.23 2 hlm. dan Program Paket C setara SMA/MA yang dapat diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). maka salah satu upaya yang ditempuh untuk memperluas akses pendidikan guna mendukung pendidikan sepanjang hayat adalah melalui pendidikan kesetaraan. nonformal. 1992. Jakarta Soelaiman Joesoef. 2001.2 Pendidikan Kesetaraan adalah salah satu satuan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal yang meliputi kelompok belajar (kejar) Program Paket A setara SD/MI. atau satuan sejenis lainnya. Dengan adanya batasan pengertian tersebut. Paket B dan Paket C.hlm. PKBM merupakan salah satu ujung tombak pengembangan program PLSP ditingkat lapangan karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kejar terdiri atas tiga paket: Paket A. Pendidikan kesetaraan merupakan program 1 Sihombing U. CV Wirakarsa. B. Pusat kegiatan belajar Masyarakat (PKBM). Pendidikan kesetaraan ini merupakan kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu sub sistem pendidikan non formal. dan IB (International Baccalureate). Yang dimaksud pendidikan non formal adalah ³ pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat´. Jakrta:Bumi Aksara. Pengertian Kelompok Belajar atau Kejar adalah jalur pendidikan nonformal yang difasilitasi oleh Pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur sekolah.

pemilikan keterampilan untuk memenuhi tuntutan dunia kerja. ukuran. Perdamaian abadi dan keadilan sosial."4 Oleh karena itu pengertian pendidikan kesetaraan adalah jalur pendidikan nonformal dengan standar kompetensi lulusan yang sama dengan sekolah formal. «. tematik. Catatan khusus ini meliputi: pemilikan keterampilan dasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (Paket A). induktif. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan Kemerdekaan. konteks.pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan umum yang mencakup Paket A (setara SD). berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan mafaat dari ilmu 3 http://www.sch.. UUD 1945 ´ «Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan Kesejahteraan umum.htm 4 3 . 3 Definisi mengenai setara adalah sepadan dalam civil effect. yang terkait dengan permasalahan lingkungan dan melatihkan kecakapan hidup berorientasi kerja atau berusaha sendiri. dan pemilikan keterampilan berwirausaha (Paket C). Landasan hukum 1. Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMU). metodologi. mencerdaskan kehidupan bangsa. C. Pasal 26 Ayat (6) bahwa " Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.id/utama. dan pendekatan untuk mencapai standar kompetensi lulusan tersebut lebih memberikan konsep terapan. Perbedaan ini oleh kekhasan karateristik peserta didik yang karena berbagai hal tidak mengikuti jalur pendidikan formal karena memerlukan substansi praktikal yang relevan dengan kehidupan nyata.com/harian/0607/04/opi03. pengaruh.skbskh.suaramerdeka. Dengan demikian pada standar kompetensi lulusan diberi catatan khusus.´ Pasal 28B ayat 1 ³Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Sebagaimana yang tercantum dalam UU No 20 / 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. tetapi kontens.php?vidmenu=1 http://www. fungsi dan kedudukan.

3. 5) Setiap Warga Negara berhak mendapatkan kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. ayat (1. 6) Hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional penilaian. 3. ayat (1. serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. UU. Sedangkan pendidikan yang sederajat dengan SMA/MA adalah program paket C. NO.pengetahuan dan teknologi. pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. pendidikan keaksaraan. Pasal 13 ayat (1) 1) Jalur Pendidikan terdiri atas pendidikan formal. ‡ Setiap peserta didik yang lulus ujian program Paket A. Paket B. 3) Pendidikan non formal meliputi pendidikan kecakapan hidup. Paket C mempunyai hak eligibilitas yang sama dan setara dengan pemegang ijazah SD/MI. dan SMA/MA untuk mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi. penambah dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. pendidikan pemberdayaan perempuan. UU TAHUN 2003 SISDIKNAS Pasal 5 . ‡ Penjelasan Pasal 17 dan Pasal 18 menyatakan bahwa pendidikan yang sederajat dengan SD/MI adalah program Paket A dan yang sederajat dengan SMP/MTs adalah program paket B. pendidikan kepemudaan. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. pendidikan anak usia dini. nonformal. 20 Tahun 2003 SISDIKNAS Pasal 26.6): 1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti. 4 . SMP/MTs. seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia´ 2.5) 1) Setiap Warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. pendidikan kesetaraan.

Pendidikan Dasar. pengetahuan. 7. Pasal 25 s. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.4. kepribadian. Program Paket A setara Sekolah Dasar dan Program Kejar Paket C setara Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dan 5 . yakni: a. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut 9. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Kalender Pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah menegaskan beberapa poin penting berikut : Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) dikembangkan berdasarkan tujuan setiap satuan pendidikan.d Pasal 18 tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah. program paket B. pengetahuan. 5. akhlak mulia. kepribadian. 6. 0131/U/1991 tentang Program Paket A dan Kejar Paket C . 8. Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMA/MA/SMALB/Paket C bertujuan: Meningkatkan kecerdasan. dan program paket C yang mencakup: ‡ Beban Belajar dan Struktur Kurikulum ‡ Beban Belajar. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut b. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2007 Tentang Standar Isi untuk program paket A./SMPLB/Paket B bertujuan: Meletakkan dasar kecerdasan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. akhlak mulia. 73 Tahun 1991 Pasal 18: Pendidikan Luar Sekolah yang setara dengan pendidikan dasar diselenggarakan pada kelompok belajar Paket A dan Kejar Paket C . yang meliputi SD/MI/SDLB/Paket A dan SMP/MTs. Peraturan Pemerintah No.d Pasal 27 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Pasal 5 s.

Persiapan Rencana Kerja Nasional. Model Program Pendidikan Kesetaraan Bila dicermati lebih mendalam. Untuk skala nasional.go. pemerataan.php?id=64&dir=5&idstatus=0 Sudjana. dan daerah yang terisolir yang belum memiliki fasilitas pendidikan yang memadai bahkan juga bagi TKI di luar negeri dan calon TKI. Bandung: Falah Production 2000 7 6 5 6 . (3) pendidikan kesetaraan sebagai alternatif bagi pendidikan sekolah dan (4) model tempat pembuangan ´sampah´7. Departemen Pendidikan Nasional. Penyelenggaraan program ini terutama ditujukan bagi masyarakat putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Sejarah Perkembangan. masyarakat yang bertempat tinggal di daerah-daerah khusus. Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Departemen Pendidikan Nasional RI. Pendidikan Luar Sekolah. http://www. B dan C sangat strategis dalam rangka pemberian bekal pengetahuan. Wawasan. Peranan dan tujuan Peran pendidikan Kesetaraan yang meliputi program Paket A. Education for All Pendidikan Untuk Semua.id/buletin/read. penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan dimaksudkan sebagai upaya untuk mendukung dan mensukseskan program pendidikan wajib belajar 9 tahun yang merupakan penjabaran dari ren cana strategis Departemen Pendidikan Nasional yang meliputi perluasan akses. Falsafah & Teori Pendukung. daerah bencana. (2002). Memahami nilai dan manfaat program pendidikan kesetaraan bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masyarakat untuk berpartisipasi pada program yang diselenggarakan dengan antusias. serta Asas. (2) pendidikan kesetaraan yang pararel dengan pendidikan sekolah. sedikitnya ada tiga model pendidikan kesetaraan yang sudah dilakukan oleh Depdiknas antara lain: (1) pendidikan kesetaraan sebagai pelengkap pendidikan sekolah.bpplsp-reg-1.5 D. dan peningkatan mutu pendidikan. seperti daerah perbatasan.6 Sedangkan tujuan dari pendidikan kesetaraan adalah Pendidikan Kesetaraan Paket A dan B diarahkan untuk mempercepat penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun Pendidikan Kesetaraan Paket C ditujukan untuk memperluas akses pendidikan menengah Pendidikan Kesetaraan untuk meningkatkan rata-rata lama belajar dan produktivitas warga negara (Indeks Pembangunan Manusia/ IPM) E.

pemasaran. serta murid-muridnya dalam membuat alat-alat pelajaran IPA dengan menggunakan bahan yang terdapat di daerah setempat. lahir dari sebuah kasus dan kebijakan yaitu siswa-siswa yang tidak lulus di Ujian Nasional terutama siswa SMA secara otomatis dibolehkan mengikuti ujian nasional Paket C. Kalau kebijakan ini terus dilakukan. penekanannya pada kedua jalur pendidikan formal dan nonformal berjalan berdampingan dan saling menunjang antara yang satu dengan lainnya hal ini dapat dilihat seperti di PKBM Miftahul Jannah di Jakarta Timur dan PKBM lainnya yang sudah memiliki sarana belajar yang memadai. warga belajar dapat belajar keterampilan anyaman. Program semacam kelas masyarakat ini dilakukan bersamaan dengan program peningkatan kemampuan para guru Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam. umumnya sudah dilakukan oleh negara-negara maju. dapat membantu anakanak yang tidak lulus ini memperoleh Ijazah setara SMA. Para siswanya adalah mereka yang tidak memiliki kesempatan atau bosan dengan sistem sekolah. dan mudah dalam pembuatan serta penggunaannya Model kedua. di Indonesia juga sudah dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tanjungpura Tasikmalaya. Kebebasan ini penting karena (1) pendidikan formal (sekolah) tidak dap at memecahkan secara tuntas masalah siswa. Termasuk sekolah-sekolah home schooling yang sedang menjamur di kota-kota besar termasuk Jakarta. sebagai alternatif berarti pendidikan kesetaraan ada semacam kebebasan pendidikan untuk mengembangkan sistem dan program-programnya sendiri. Model keempat. harganya terjangkau. (2) pendidikan kesetaraan mempunyai fungsi untuk mengembangkan kemampuan masyarakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat akan kemampuannya sendiri. termasuk juga di dalamnya anak-anak yang putus sekolah. namun di sisi lainnya semakin memperburuk citra program Paket C itu sendiri. Kebijakan ini di satu sisi. pemeliharaan kesehatan dan lainnya dengan menggunakan sumber-sumber yang terdapat di dalam masyarakat desa Tanjungpura. Model ketiga. tidak semua penduduk usia sekolah memiliki kesempatan untuk sekolah di pendidikan formal. maka tidaklah salah persepsi masyarakat bahwa program kesetaraan ini mutunya lebih rendah dari program sekolah 7 . oleh sebab itu pendidikan kesetaraan dipandang perlu untuk memantapkan peranannya sebagai pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu. Seakan-akan program Paket C ini dianggap tempat pembuangan sampah bagi anak-anak yang tidak lulus Ujian Nasional.Model pertama.

blogdetik. Model kedua. suku terasing) e. agar jelas kepada siapakah sesungguhnya program ini ditujukan. Penduduk di atas usia 18 tahun yang berminat mengikuti Program Paket C karena berbagai alasan 8 http://pkbm. komunitas berpotensi khusus seperti pemusik. (sosial. dll. c. hukum) g. Keyakinan seperti Ponpes f. Sasaran Program Pendidikan Kesetaraan Berikut ini dikemukakan sasaran dari program pendidikan kesetaraan yang dirangkum dari beberapa sumber. Penduduk usia 15-44 yang belum tuntas wajar Dikdas 9 tahun h. F. sekolah alternatif. Penduduk tiga tahun di atas usia SD/MI ( 13-15) Paket A dan tiga tahun di atas usia SMP/MTS ( 16 -18 ) Paket B b. Geografis ( etnik minoritas. pendidikan kesetaraan yang pararel dengan pendidikan sekolah dianut antara lain oleh Philip H Coombs dan Lyran Srinivasan. sekolah rumah. Saul Alnsky dan Julius Nyrere. Penduduk usia SMA/MA berminat mengikuti program Paket C i. atlet.8 a. pelukis. dianut antara lain oleh Poule Freire. Penduduk usia sekolah yang terkendala masuk jalur formal karena: ekonomi terbatas dan waktu terbatas d. Model pertama sampai model ketiga banyak dianut oleh para ahli pendidikan luar sekolah. Bermasalah. Padahal saat ini sudah mulai banyak tumbuh di masyarakat program kesetaraan yang berkualitas. Model pendekatan ketiga pendidikan luar sekolah sebagai alternatif pendidikan sekolah. Model pertama dianut oleh para pakar dan perencana pendidikan untuk pembangunan yang berada di negara-negara maju (industri).formal.com/kebijakan-pemerintah-dalam-pengembangan-pendidikan- kesetaraan/ 8 . Sedangkan model keempat uniknya hanya ada di Indonesia belum ada para ahli yang menganggap model keempat ini perlu dimasukkan sebagai salah satu model. Penduduk usia sekolah yang tergabung dengan komunitas e-learning.

Paket C (S1) 4. kegiatan pembelajaran. Pengelolaan pendidikan menerapkan manajemen berbasis satuan pendidikan dengan ciri. yang di antaranya adalah sebagai berikut: 1. keterbukaan dan akuntabilitas 9 Departemen Pendidikan Nasional RI (2005) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Th 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. kemitraan. kemandirian. pengelolaan sarana prasarana. Kurikulum kesetaraan lebih memuat konsep terapan. memiliki keterampilan berwirausaha 3. 9 . alat peraga. Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pendidik Kesetaraan harus memiliki Kualifikasi akademik dan kompetensi paedagogik dan adragogi. Jakarta. No. kompetensi propesional dan kompetensi sosial. Paket B . Standar Isi Standar isi mencakup kerangka dasar dan struktur kurikulum . tematik. media pembelajaran 5. buku teks pelajaran. penyusunan KTSP. partisipasi. Paket A lulusannya memiliki keterampilan dasar untuk memenuhi kebutuhan hidup b. Standar Sarana dan Prasarana Proses belajar mengajar pendidikan kesetaraan dapat dilakukan di berbag lokasi ai yang memiliki standar sarana pendukung meliputi: lahan dan bangunan. Kualifikasi Akademik : Paket A ( SMA) . beban belajar.memenuhi tuntutan dunia kerja c. Standar Kompetensi Lulusan SKL Pendidikan Kesetaraan sama dengan SKL pendidikan formal akan tetapi memiliki kekhasan sendiri meliputi: a. dan berorientasi kecakapan hidup 2. Paket B (DII). Paket C. buku perpustakaan.19 tahun 2005 pemerintah telah menetapkan standar yang digunakan sebagai acuan untuk menyelenggarakan pendidikan kesetaraan9. dan kalender pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan kesetaraan pada satuan pendidikan nonformal.G. Standar Pengelolaan Standar pengelolaan pendidikan kesetaraan merupakan standar minimal meliputi: perencanaan program. kompetensi kepribadian. penilaian hasil belajar dan pengawasan. Acuan Standar Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Menurut PP.

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan c. Kemudian yang perlu diperhatikan dengan serius adalah maraknya pemalsuan Ijazah kejar paket. Standar Pembiayaan Pembiayaan pendidikan kesetaraan terdiri atas: a. tampaknya ada kecenderungan adanya tuntutan pencapaian kompetensi yang sama antara pendidikan kesetaraan dengan pendidikan formal. Standar Penilaian Standar penilaian pendidikan meliputi: a. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah H. Biaya inverstasi b. Masalah yang muncul kemudian adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar apa yang harus dicapai untuk memenuhi standar kelulusan agar peserta didik dapat lulus ujian. Bagi warga di pedalaman. diadakannya program ini tentunya akan sangat membantu untuk bisa mengecam dunia pendidikan.10 Bahkan yang 10 http://www. Penilaian hasil belajar oleh pendidik b. Biaya oprasional c. atau yang sulit secara ekonomi. dikarenakan kemudahan yang diberikan pemerintah bagi pemegang ijazah kejar paket dengan mengakuinya setara dengan ijazah pendidikan formal membuat beberapa oknum menempuh segala cara untuk meraih apa yang diinginkan. perbatasan.com/sindikat-ijazah-palsu/ 10 . Analisis Kalau kita lihat pada sejarah dibentuknya program pendidikan kejar paket ini kita harus mengapresiasi pemerintah.6. bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional dan pemerataan pendidikan nasional kemudian pemerintah melegalkan pendidikan nonformal kedalam draft hukum. Apakah kesetaraan ini berarti semuanya sama dengan pendidikan formal ? Berdasarkan kajian Permen No 14 Tahun 2007 dan Permen 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. banyak terungkap kasus sindikat pemalsuan ijazah.komisikepolisianindonesia. Dan dengan adanya penyetaraan antara pendidikan formal dan nonformal (kejar paket) ini juga memudahkan bagi masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan lanjutan atau untuk mencari pekerjaan yang layak. Biaya personal 7.

000 untuk 2680 orang. karena dalam kebijakan ini pemerintah tidak mewajibkan sekolah untuk menerima bantuan dana. di beberapa kabupaten Sumatera Utara.12 Yang tidak kalah kontroversial adalah model kejar paket yang awalnya didesain untuk meningkatkan dan memeratakan pendidikan nasional berubah menjadi ³tempat sampah´. Namun. padahal diadakannya program ini sejatinya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.com/2010/04/kebijakan-anggaran-kejar-paket.11 Belum lagi ketidakjelasan kebijakan penerimaan anggaran. dimanfaatkan untuk memperkaya diri.memperihatinkan ada beberapa kasus caleg yang mendaftarkan menggunakan ijazah kejar paket yang palsu. Dikucurkan untuk menjamin program kejar paket kesetaraan tersebut berjalan tanpa membebani anak bangsa ini.381. dulu peserta UN yang tidak lulus. tidak punya kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan tetapi harus mengikuti UN pada tahun ajaran berikutnya. akan tetapi diperbolehkan untuk tidak menerima.html 12 11 . Seperti yang kita ketahui.portibionline. Ada beberapa kasus yang menyangkut korupsi anggaran pendidikan kejar paket. Bantuan itu diberikan untuk program kerjar paket A. Jika demikian halnya muncul sebuah pertanyaan.com/berita-1112-fiktifnya-paket-kesetaraan-.000. Mereka juga diwajibkan mengulang pelajaran di kelas terakhir secara penuh. untuk bantuan operasional telah disediakan sebanyak 2. Ditambah lagi biaya ujian sebesar 402. Ini dikhawatirkan akan membuat sekolah menarik uang dari para peserta didik. Anggaran tahun ini untuk propinsi jatim misalnya.html http://. Ditambah dengan kebijakan yang menggunakan anggaran besar akan tetapi tidak ditopang dengan pengawasan yang ketat.000. tidakkah kebijakan ini justru akan memanjakan siswa? Sebab ada 11 http://www.majalahsketsa.445.blogspot. ini juga membuka pintu korupsi terbuka lebar. ada kebijakan yang cukup melegakan bagi mereka yang gagal dalam UN yakni bisa menjadikan ujian kejar paket B (SMP) dan kejar paket C (SMA/SMK) sebagai alternatif.B dan C dengan total peserta 4669. baik penggerogotan angka anggaran maupun langsung memfiktifkan kegiatan dan anggarannya dipindahkan ke kantong masingmasing. Namun apa yang terjadi. mengkorupsi anggaran dimaksud dengan berbagai jenis modus pula. malah amanah undangundang tadi. Ratusan miliaran anggaran dari APBN didampingi anggaran dari masingmasing pemerintah daerah kabupaten dan kota.

Kontroversi standar nilai yang ditetapkan dan materi yang diujikan untuk menghasilkan produk pendidikan yang berkualitas ternyata kembali dimentahkan dengan kebijakan kejar paket. Yang harus dilakukan adalah menyempurnakan kebijakan yang sudah ada. yang pada akhirnya toh akan lulus juga. Dengan adanya kebijakan seperti ini maka motivasi belajar bagi anak-anak akan berkurang. Dan untuk yang sudah mengikuti UN tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian penyetaraan. Jika hal ini terjadi berarti pendidikan yang bertujuan mendidik menjadi seolaholah tidak mendidik. karena seperti yang kita tahu bahwa penduduk miskin yang ada di Negara ini kebanyakan beragama Islam. perbaikan bisa dilakukan dengan menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang jelas dan juga pengawasan yang jelas. Jika siswa dimanjakan seperti ini maka mutu pendidikan akan selamanya tetap rendah. J. karena hal ini akan mengurangi motivasi siswa untuk mencoba secara maksimal. Saran Kebijakan kejar paket ini tidak serta merta harus dihapuskan dikarenakan ada beberapa kekurangan dan penyelewengan. Dalam kontes ini kebijakan kejar paket ini kurang tepat dan akan mengaburkan tujuan pendidikan Yang pada . sehingga dengan kondisi apapun masyarakat bisa menikmati pendidikan.kemudahan bagi mereka. kenyataanya sudah mulai muncul program pendidikan kejar paket yang bermutu akan tetapi dengan kebijakan ini pemerintah merusaknya kembali. Dan kembalikan pada pola dasar yang ada sebelumnya. Ini adalah sesuatu yang sangat tidak masuk akal jika dikaitkan dengan tuntutan dan persaingan dunia global yang selalu menuntut kualitas untuk bisa eksis dalam pergaulan dan persaingan internasional. I. Biarlah penyetaraan ini diperuntukkan bagi para peserta program pendidikan ini. Karena bagaimanapun kondisi sosial ekonomi kita masih sangat membutuhkan program ini. Program yang bertujuan untuk menunjang wajib belajar 9 tahun ini merupakan kebijakan yang sesungguhnya sangat membantu orang Islam. Ini adalah sebuah pembodohan kembali. Mereka akan berpikir santai saja dan tidak usah belajar karena sudah ada alternatif. 12 . Penutup Program pendidikan paket adalah merupakan sebuah alternatif bagi masyarakat untuk bisa mengenyam pendidikan yang bermutu. Sehingga peserta didik bisa memilih sendiri program pendidikan yang diinginkan dengan siap menanggung segala resiko yang ada.

agar tidak ada yang dikorbankan. Perlu peninjauan kembali dari pemerintah untuk memperbaiki kebijakan. Akan tetapi perlu dipikirkan cara yang lebih mendidik. Kebijakan baru yang dibuat pemerintah yang memperbolehkan peserta UN yang gagal bisa mengikuti ujian penyetaraan pada program kejar paket berpotensi merusak program ini.Akan tetapi kebijakan yang sejatinya bagus ini pada perkembangannya akhirakhir ini mendapat ujian yang berat. yang dulunya program pendidikan yang tidak dilirik menjadi program yang dicari-cari untuk mengejar kepentingan sesaat. 13 . yang tidak hanya memikirkan gejolak pada masyarakat atau orang tua yang tidak terima anaknya tidak lulus UN kemudian dicarikan solusi singkat. yang sesungguhnya ini tidaklah mendidik dan tidak memajukan pendidikan nasional.

serta Asas. Pendidikan Luar Sekolah Masalah dan Peluang. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional. Departemen Pendidikan Nasional RI (2005) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Sihombing U.suaramerdeka. Persiapan Rencana Kerja Nasional.majalahsketsa. Bandung: Falah Production 2000 http://www. Sejarah Perkembangan. Jakarta 2001 Soelaiman Joesoef. Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Departemen Pendidikan Nasional RI.com/sindikat-ijazah-palsu/ http://www.sch.php?vidmenu=1 http://www.com/2010/04/kebijakan-anggaran-kejar-paket.php?id=64&dir=5&idstatus=0 http://pkbm.go. CV Wirakarsa.bpplsp-reg-1. 1992.html http://www.portibionline.blogspot. Jakarta. (2002).blogdetik. Pendidikan Luar Sekolah.com/berita-1112-fiktifnya-paket-kesetaraan-. Falsafah & Teori Pendukung.com/harian/0607/04/opi03.com/kebijakan-pemerintah-dalam-pengembangan-pendidikankesetaraan/ 14 .html http://.komisikepolisianindonesia. Jakrta:Bumi Aksara.skbskh.id/buletin/read.id/utama. Education for All Pendidikan Untuk Semua. Wawasan.htm http://www. Sudjana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful