P. 1
makalah statistik 2

makalah statistik 2

|Views: 1,582|Likes:

More info:

Published by: Insân Prasetya Jati on Jun 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

MAKALAH STATISTIKA

³INFERENCES ABOUT A POPULATION PROPORTION´

Oleh: 1.
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2011

Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi dengan menggunakan cara-cara tertentu. Cara pengambilan kesimpulan tentang parameter yang pertama kali akan dilakukan dengan cara-cara menaksir. Jadi harga parameter yang sebenarnya tetapi tak diketahui itu akan ditaksir berdasarkan statistik sampel yang diambil dari populasi yang bersangkutan. . untuk keperluan tersebut diambil sebuah sampel yang representatif lalu berdasarkan pada hasil analisis terhadap data sampel. Data sampel dianalisi. Dalam pengujian hipotesis. Dalam makalah ini akan membahas tentang kekeliruan yang akan terjadi. kesimpulan mengenai populasi dibuat. Dalam kenyataannya.PENDAHULUAN Kita tahu bahwa statistika terbagi atas dua fase ialah statistika deskriptif dan statistika induktif. dihitung dan dari nilai-nilai statistik ini kita simpulkan bagaimana parameter bertingkah laku. Fase kedua adalah statistika induktif. daripada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan obyek yang lengkap dan jelas. Dengan statistika kita berusaha untuk menyimpulkan populasi. yang pada umunya dilakukan berdasarkan pada data sampel yang diambil dari populasi yang bersangkutan. nilai-nilai yang perlu. baik hasil menghitung maupun pengukuran. Dalam melakukan pengujian hipotesis pasti akan muncul kekeliruan yang dapat terjadi. sampel acak diambil. Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin. yaitu statistik. Kelakuan populasi yang akan ditinjau di sini hanyalah mengenai parameter populasi dan sampel yang digunakan adalah sampel acak. nilai-nilai statistik yang perlu dihitung kemudian dibandingkan ± menggunakan kriteria tertentu ± dengan hipotesis. Fase pertama dikerjakan unyuk melakukan fase kedua. mengingat berbagai faktor. penelitian dilakukan. berusaha menyimpulkan tentang karakteristik populasi. Untuk ini kelakuan populasi dipelajari berdasarkan data yang diambil baik secara sampling ataupun sensus. kuantitatif ataupun kualitatif.

data akan terdiri dari menghitung X dari jumlah sampel elemen memiliki karakteristik. . Contoh 2 menganggap sampling n = 500 orang untuk menyimpulkan tentang proporsi penduduk yang menganggur. sebagai penduga dari p. Ketika elemen n secara acak sampel dari populasi.Alasan yang menyebabkan estimasi rata-rata juga berlaku untuk masalah estimasi perkiraan dari proporsi populasi. Hal ini menunjukkan bahwa mean dan standar deviasi  adalah biasanya didistribusikan dengan ESTIMASI TITIK p Intuitif. sangat penting bagi semua kesimpulan tentang proporsi populasi . proporsi sampel  adalah estimator yang wajar dari proporsi populasi p. variabel binomial X baik didekati oleh np normal dengan mean dan deviasi standar dimana dapat dirumuskan  Z= Pernyataan ini dapat dikonversi menjadi sebuah pernyataan tentang proporsi dengan membagi pembilang dan penyebut dengan n. dimana q = (1-p). Notasi topi mengingatkan kita bahwa Bila ukuran sampel n adalah hanya sebagian kecil dari ukuran populasi. Pemikiran umum menunjukkan proporsi sampel adalah :    adalah statistik. diilustrasikan pada Gambar 12. ketika n adalah besar. jumlah sampel X memiliki distribusi binomial dengan mean np dan standar deviasi . Secara khusus adalah :   Z= = Bentuk terakhir. Ingat dari bagian 6 itu. Jika jumlah X memiliki distribusi binomial.

Sejak E(  = = sd(X) =  = X / n. sebelum pengambilan sampel.E. atau Estimasi S.E = for Kesalahann Standard estimasi dapat diperoleh dengan menggantikan estimasi sampel dan =1untuk q dalam formula. distribusi sampling dari memiliki rata sebesar proporsi populasi.E) . sifat expetation memberikan sd Dengan kata lain. Hasil kedua menunjukkan bahwa kesalahan umum dari estimator adalah : S. probabilitas adalah mendekati sekitar 0. = Ketika n adalah besar./2 1- /2  p ± z /2 p p + z /2 Gambar 12 perkiraan distribusi normal  E(X) = np.954 bahwa kesalahan estimasi   akan kurang dari 2 X (Estimasi S.

E Untuk nilai n besar.28 dengan 95.06 Oleh karena itu.E.028 = 0. Sebuah klub pesanan besar yang menawarkan harapan spesial bulanan ingin mencoba sebuah item baru. Sebuah pengiriman mengirim sebuah sample acak dari 250 anggota yang dipilih dari daftar lebih dari 9000 pelangggan.E. Di sini n = 250 dan X = 70.028 95. proporsi perkiraan adalah . Pertanyaan : Berikan titik perkiraan (estimasi point) proporsi dari anggota klub yang bisa diharapkan untuk membeli item dan melampirkan margin kesalahan 95. Penyelesaian : Nomor dalam sampel mewakili hanya sebagian kecil dari total keanggotaan. sebuah kesalahan batas (margin) yang mendekati 100 (1 ± ) adalah z /2 Contoh Soal 1.28    Estimasi S. ( = = = 0. Berdasarkan sampel pengiriman.056 = 0.4%?.Titik Estimasi dari Proporsi populasi Parameter: proporsi populasi Data: X = Nilai yang memiliki karakteristik dalam sampel acak berukuran n Estimator:  =  dan Estimasi S. sehingga estimasi proporsi populasi adalah = = 0. 70 anggota memutuskan untuk membeli item tersebut.4% batas kekeliruan yaitu 0. = S.4% batas kekeliruan = 2 . sehingga jumlah dapat diperlakukan seolah-olah itu adalah variabel binomial.

8%.918. didapat interval 95% untuk tingkat pengangguran di negara ini 0. 10. Pertimbangkan data dari contoh 2. Namun. di mana 41 orang ditemukan menganggur dari sebuah sampel acak 500 orang dari angkatan kerja negara.6%) dalam persentase. Hitung interval kepercayaan 95% untuk tingkat pengangguran di negara ini. standar deviasi melibatkan yang merupakan parameter yang tidak diketahui.96    Oleh karena itu.058.025 dan z.(dua angka dibelakang koma. Penyelesaian : Ukuran sampel n = 500 adalah besar.106). +z /2 Contoh soal 2. dua angka desimal) KEYAKINAN INTERVAL UNTUK p Sebuah keyakinan interval sampel besar untuk sebuah proporsi populasi berikut dari pendekatan normal proporsi sample .82 = 0. dan    = 1-0. Karena prosedur kita akan .082.025 = diamati = 41/500 = 0. ketika (1 . z /2 adalah sebuah kandidat. Kemudian menghitung z.) = 95.)% interval untuk p diberikan dengan :  -z /2 . jadi kita gunakan standard deviasi estimsated standar / n untuk mengatur nilai akhir dari sebuah interval keyakinan. Sejak hampir normal dengan mean dan standart deviasi interval acak p . sehingga pendekatan normal terhadap distribusi proporsi sampel 1. kita memiliki / 2 = 0. dibenarkan.024 = (0.96. atau (5.082 0. 0. 100 (1. Perhatikan lagi bahwa bentuk umum dari interval keyakinan adalah : Estimate(perkiraan) (z-value) (estimated standart error) Interval Sample besar untuk p Untuk n besar.025 = 1.

statistik standar . kita menggunakan ekspresi z /2  . proporsi   memiliki nilai o kira-kira mendekati distribusi normal.8 dan 10. kita dapat 95% yakin bahwa tingkat pengangguran adalah antara 5. ukuran sampel yang diperlukan diperoleh dengan menyamakan z /2 dimana d adalah batas kesalahan (margin error) yang ditetapkan. )% error margin untuk estimasi p. untuk 100 (1dari tidak tersedia. Berdasarkan hipotesis nol. MENENTUKAN UKURAN SAMPEL Perhatikan bahwa. perkiraan numerik karena itu. Dengan jumlah besar dari n percobaan. ditentukan dan distribusi adalah mendekati N o. Kemudian Diperoleh n= Jika nilai p diketahui kira-kira di lingkungan sebuah nilai n= (1 ) . sebelum mengambil sample. yang ’‘“‘   Akibatnya.menghasilkan pernyataan yang benar 95% dari waktu.6%. Oleh = d. maka n dapat ditentukan dari Tanpa pengetahuan sebelumnya dari p. pq bisa digantikan oleh ¼ maksimal nilai kemungkinan dan n ditentukan dari hubungan n= PENGUJIAN SAMPEL BESAR TENTANG p pengujian Ho = sampel o = o versus H1: o.

Karena hipotesis alternatif dua sisi.Z= ’‘“‘  ’‘ Memiliki distribusi N(0.1). . daerah tingkat penolakan pengujian diberikan dengan R: z /2 Untuk alternatif satu sisi. kami menggunakan penguujian satu sisi dengan cara yang persis sama kita dibahas di Bagian 4 sehubungan dengan tes tentang miu.

Hukum Perkalian Probabilitas 2. yaitu: 1. Hukum Pertambahan dari Probabilitas .KESIMPULAN Terdapat beberapa hubungan peristiwa. Peristiwa saling lepas (mutually exclusive) . Peristiwa tidak saling bebas (dependent event) 4. didalamnya terdapat hubungan Inklusif 2 Hukum Probabilitas yang berlaku adalah: 1. Peristiwa dengan probabilitas bersyarat (conditional probability) 2. Peristiwa bebas ( Independen event) 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->