PANDANGAN KH ABDURRAHMAN WAHID TENTANG ISLAM DAN NEGARA PANCASILA Saefur Rochmat1 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berusaha

menempatkan Islam dalam konteks modern di Indonesia dalam wajah politik yang tidak monolitik, yang tidak menghadapkan strategi perjuangan umat dengan strategi pembangunan nasional. Artikel ini berusaha meneliti pemikirannya tentang hubungan Islam dengan Negara Pancasila. Peneriman NU terhadap asas tunggal Pancasila pada tahun 1984 dibawah kepemimpinan duet KH Ahmad Siddiq dan KH Abdurrahman Wahid merupakan kelanjutan historis dalam sejarah NU. Pada tahun 1936 NU menjustifikasi Hindia Belanda sebagai dar al-Islam (negeri muslim) karena adanya
1

Saefur Rochmat adalah tenaga pengajar pada FIS Universitas Negeri Yogyakarta dan dapat dihubungan melalui rochmat@yahoo.com

Lembaga Kepenghuluan (Het Kantoor voor Inlandsche zaken), suatu lembaga yang secara khusus mengurus kepentingan umat Islam, dan umat Islam memiliki kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya sebagai condition sine qua non bagi esksistensi negara. Islam melihat negara sangat penting untuk menghindari terjadinya anarkhi, tetapi Islam tidak mempunyai konsep kenegaraan. Karena itu umat Islam tidak bersikeras mendirikan negara Islam. Ada tiga alasan penerimaan umat Islam pada Negara Pancasila, yaitu alasan pluralitas bangsa Indonesia, justifikasi fiqih NU, dan tradisi keilmuan NU. Kata kunci: Islam, Negara Pancasila, Hindia Belanda, kebebasan, anarkhi, pluralisme, fiqih NU, dan tradisi keilmuan NU.

Mengetahui

para

pemikiran Islam baik

dari

dalam luar

negeri negeri (87%) Indonesia Islam. banyak peranan sejalan laju

maupun mayoritas penduduk beragama Memang

sangat penting karena

ilmuwan sosial politik meramalkan penurunan dengan mereka negatif modernisasi. yang Islam kita agama akan mengalami

modernisasi dan bahkan memandang dalam Akan mayoritas masih agama menjadi faktor

tetapi di negara-negara penduduknya beragama melihat peranan agama yang begitu dominan di dalam kehidupan. Wajah terlihat peranan jelas Islam yang dari bagi adalah

pemeluknya

dalam bidang politik. Banyak ilmuwan dan awam baik Muslim

sejarah non-Muslim image agama Islam yang dengan Memang awal Islam wajah berkelindan perkembangan menunjukkan politik. dimana umat Islam harus berperang melawan berpihak Islam berhasil kekuatan pada dan umat Islam politik lainnya. Untung menyebarkan dari Spanyol di barat sampai India di sebelah timur hanya dua abad mengikuti kelahirannya.maupun melihat sebagai politik. Barat yang sebagai kekuatan . Sekarang pun masih cukup banyak umat Islam yang ingin menampilkan politik monoton menghadapi politik terutama pendukung diasumsikan Islam wajah yang untuk kekuatan lainnya.

KH Wahid meyakini itu khusus Nabi ketika disampaikan Muhammad SAW di menghadapi kelompokkelompok kaum Yahudi dan Nasrani pokok yang militan. bermotivasi keagamaan.Kristen Mereka kalau Kristen mengakui umat dan Yahudi. lebih karena persoalan pengkhianatan . bukan namun sikapnya Masalah Yahudi Piagam karenanya. dari kaum terhadap Madinah. dan mau Islam berkeyakinan Yahudi tidak keberadaan sebagaimana terjadi di awal sejarah Islam dan ditegaskan dalam AlQur’an Baqarah: Sebaliknya Abdurrahman (Gus kalau kepada Madinah Dur) ayat (QS 2 Al120).

kompetisi politik. Gus ingin politik Piagam manifestasi Islam yang Dur Islam tidak yang menampilkan didorong oleh agama oleh kepercayaan monoton dan melihat Madinah politik inklusif. kebebasan. sebagai justifikasi bagi yaitu politik Islam yang menekankan pada nilainilai substansial Islam yang universal seperti keadilan. dan syura’ (demokrasi). dan Nabi melawan mereka tidak tetapi pertimbanganpertimbangan politis. Gus Dur sangat kritis terhadap bentuk formal dan politik simbol-simbol diperankan mengingkari substansi dari nilai-nilai Islam Dia tersebut. persamaan. Islam yang seringkali berkeyakinan nilai-nilai .

universal Islam selaras dengan nilai-nilai Hakhak Asami Manusia dalam Hak-Hak dia bukan (HAM) Deklarasi 1948 melihat Asami Manusia tahun sehingga Barat sebagai musuh tetapi sebagai mitra. Artikel ini ingin lebih jauh menganalisa pemikiran untuk modern. berkaitan konsep Gus Dur menempatkan terutama dengan negara HAM dari untuk proses seperti dalam lingkungan umat Islam perlu Islam dalam konteks Pancasila di Indonesia. Namun dia mengembangkan konsep sendiri menangkal sekulerisasi yang terjadi peradaban Barat. Sejauh mana pemikiran Gus Dur mendapatkan justifikasi dalam .

Kemudian umat Islam memperoleh politik membentuk dalam langsung tidak . tidak punya negara. negara mencegah alasan-alasan subordinasi Islam pada negara Pancasila. bimbingan Nabi negara Islam surut. Artikel dibagi beberapa subbab yang menjelaskan Islam konsep pentingnya untuk anarkhi.pemikiran fiqih (hukum Islam) NU. dari umat dan Islam suatu di mengalami ADA NEGARA bawah bimbingan Nabi SAW. TIDAK KONSEP ISLAM Interaksi politik pasang bermula komunitas Muhammad berhasil kekuasaan dengan suatu Nabi. dan hubungan Islam dengan Pancasila.

sebagai Islam. Islam masih memiliki satu negara yang utuh pada masa Khulafaur . Nabi SAW negara dipimpin oleh seorang (pengganti kemudian umat Islam menyebut pemerintahan Umat kekhalifahan. yang Nabi dan oleh kelompok sebagai untuk suatu pendirian negara adalah piagam oleh Muhammad dalam suatu masyarakat rambu-rambu mengatur masyarakat yang plural itu dan mereka secara bersama-sama mengahadapi ancaman Setelah Muhammad wafat khalifah Nabi) sistem dan maka dari akan segala luar.menyebutnya negara sedangkan Konstitusi suatu dibuat disaksikan berbagai yang plural. dasar Madinah.

Dan sejak itu negara bangsa di daerah bentuk negara maupun berbeda dan mungkin merumuskan . diantaranya mengatasnamakan sebagai negara Islam walaupun masing pemerintahan malah bertentangan. Umat memiliki dan untuk Islam di suatu daerah tertentu kebebasan jawab bentuk bersama-sama tanggung masingmemiliki yang saling dihapus Turki diganti negara beberapa mayoritas umat Beberapa pada tahun 1924 ketika modern. Bahkan sistem kekhalifahan kekhalifahan Utsmani menjadi berdirilah yang penduduknya Islam.Rasyidin. namun pada masa berikutnya kekhalifahan tidak lagi tunggal.

Demikian juga negara dengan bentuk hendaknya dimusyawarahkan oleh sekelompok umat Islam yang berdomisili di suatu daerah tertentu. dan Gus Dur tidak menentang keberadaan negara yang mengatasnamakan Islam. Dalam kasus minoritas umat Islam di Ethiopia pada zaman Nabi Muhammad SAW tidak dibebani dan memang tidak mereka 56). Di umat Islam bangsa mendirikan tetapi Indonesia.sistem sosial yang tepat bagi penerapan nilainilai Islam. Islam tidak negara negara yang . Islam mungkin bagi mendirikan negara ada negara Islam (2000b: Bentuk yang merupakan hasil ijtihad yang mencari legitimasi pada Islam.

disamping adanya suatu kementerian/lembaga yang dalam negara dilegitimasi diakui diikuti formal tidak dengan mengurusi menjalankan Pancasila oleh kepentingan umat Islam ibadahnya.berdasarkan ideologi negara karena mengakui Tuhan Yang pada Pancasila. Negara Pancasila bukan agama dan bukan negara sekuler Pancasila adanya Esa. dari itu selama negara masih negara hukum bertentangan Kasus-kasus penyimpangan formal penolakan negara “pola umum” perilaku tidaklah sampai kepada bentuk kenegaraan dan proses . Keberadaan hukum fiqih NU dan eksistensinya pola perilaku yang fiqh.

pernah secara mekanisme penggantian jabatannya (Wahid. sendiri politis. negara 2000a: dalam 1). Islam Tidak adanya konsep karena sesuai dengan memperlihatkan . moral. Penerimaan bentuk Pancasila pada final yang negara Gus didasarkan keyakinan Dur kalau Islam tidak punya konsep negara Islam. Dia mengikuti argumen Ali Abdel Raziq dalam bukunya Al-Islam wa Qawa’id al-Sulthanan (Islam dan Sendi-Sendi Kekuasaan). pernah ada Pertama.pemerintahan sudah ada. perilaku Nabi Muhammad tidak watak melainkan Ketiga. Nabi tidak definitif merumuskan dalam Al-Qur’an tidak Kedua. doktrin.

Maha Mengetahui-Nya. dasar-dasar pengelolaan negara –jika diinginkan . letak dengan geografi dan demografi masing-masing kawasan. dan Rasul tidak untuk membentuk tetapi memberi manusia membentuk manusia.pendekatan universalitas Islam itu sendiri. “Antum umuri (Kamu urusan Meskipun kemanusiaan manusia. Tugas para Nabi negara. bentuk negara di jagad raya sesuai ini bervariasi. 1. membentuk pribadi dan watak Hadits: a’lamu lebih bi tahu dunyaakum duniamu)”. 2. agama Bijaksana tidak (secara sistem Karena Maka Allah qath’i) yang menentukan kenegaraan. demikian.

Pemikiran para teoritisi politik terkenal dalam Islam tidaklah mencari pola idealisasi kenegaraan. dengan signifikan. bentuk Ibn Abi Ruba’i. Ibn Khaldun dan Al-Mawardi jelasjelas menempuh . Dua kecenderungan negara dengan “Wa 159). bagi (Bisri. Memang mendirikan harus ideal bila kita dapat Islam. 2000: viii-ix).telah diletakkan sedemikian sisi sebuah disiratkan firman (QS dan negara Allah: Al-Imran “Wa rupa. syaawirhum fil amr” bagi negara monarkhi amruhum demokrasi sangat negara secara syuura bainahum”. Al-Ghazali.stabil. Namun caranya evolusioner agar tidak terjadi kekerasan atas nama Islam. Ibn Taimiyah.

mazhab Islam yang (negara dominan Islam). dengan menyempurnakan bentuk-bentuk yang Hanyalah yang menyusun utama” telah negara ada. dengan cita-cita dalam ciri Al-Farabi utopia berjudul “Negara Al-Fadhilah). negara Islam harus dipertahankan dari serangan luar. . karena ia merupakan perwujudan normatif dan fungsional dari kenegaraan Islam. di dar Indonesia: dar Islam Harb (negara perang). Menurut paham ini. dan dar Sulf (negara damai).perbaikan mencoba masukan untuk keadaan mencari dari fiqh secara gradual. mencoba sebuah (Al-Madinah Ada tiga jenis negara menurut mazhab Syafi’i.

Negara diperangi. hukum masih dalamnya. Berdasarkan kategori tersebut maka Indonesia bukan termasuk negara Islam. dengan demikian akan mengakibatkan dihilangkannya pemberlakuan Islam damai dipertahankan. dari syariah undangharus karena undang negara.utama berlakunya syariah Islam sebagai undang-undang negara. . perang atau harus karena bagi hidup dan anti-Islam. Negara syariah (dalam bentuk agama/fiqih dilaksanakan walaupun atau etika masyarakat) oleh kaum muslimin di tidak melalui legislasi dalam bentuk undangundang negara (Wahid. berbahaya kelangsungan negara Islam. 1989: 10).

. Pada zaman Muhammad dikenal juga Nabi SAW negara damai seperti negara Habsyi (Ethiopia) yang melindungi umat minoritas di Islam dalamnya. Indonesia dapat dikategorikan sehingga dipertahankan hukum masih dalamnya. Umat Islam di Ethiopia ini tidak dibebani kewajiban negara hukum Islam. sebagai harus karena dar Sulf (negara damai) syariah (dalam bentuk agama/fiqih dilaksanakan walaupun atau etika masyarakat) oleh kaum muslimin di tidak melalui legislasi dalam bentuk undangundang negara. agama dengan mendirikan paling yang tidak mereka mengikuti termaktub dalam fiqih.karena syariah tidak dijadikan sebagai dasar negara.

berlaku identik di berdasarkan law dan Islam. disamping penerapan hudud law. tidak mencakup pemberlakuannya Sementara Indonesia yang minoritas Nabi jangkauan syariah yang dengan duniawi dijalankan pada umat Islam di Ethiopia zaman Muhammad SAW.Dari uraian ini kita tahu bahwa jangkauan syariah dapat bersifat sangat luas mencakup semua aspek kehidupan manusia dalam bidang ibadah maupun bidang kehidupan (muammallah). suatu negara yang hudud ditunda. SUBORDINASI ISLAM TERHADAP NEGARA PANCASILA . Sementara jangkauan syariah di Malaysia.

pendidikan dan kultural masing- . Dengan kata menjadi muslim yang sesuai dengan standar. Islam sama dan umat Islam tidak menghubungkan ajaran agama negara.Menurut Gus Dur pada garis besarnya. responsi dihilangkan formalnya responsi fakultatif. itu terjadi karena latar belakang masing. responsi responsi Dalam sekali kedudukan negara di yaitu integratif. konfrontatif. dan integratif. antara dengan ditentukan yang lain. ada tiga macam responsi dalam hubungan antara Islam dengan Indonesia. kalau oleh dengan ursan Hubungan kehidupannya negara pola hidup kemasyarakatan disepakati mereka bersama.

Sedangkan sifat konfrontatif. melainkan berbeda menerima dari ajaran aturan yang dianggap Islam. mereka juga tidak memaksakan. mendukung Pancasila sedikit menginginkan berdirinya negara Islam dan organisasi NU Mayoritas negara hanya yang mengambil bentuk yang umat Islam Indonesia .Sedangkan sikap responsif adalah fakultatif jika kekuatan gerakan Islam cukup besar di parlemen atau di MPR maka mereka akan berusaha membuat perundang-undangan yang ajaran sesuai Islam. dengan Kalau tidak. sejak awal menolak kehadiran halhal yang dianggap “tidak Islami”. Gus Dur sejalan dengan afiliasinya pertama.

dan itupun dilakukan dengan karena melawan pemegang negara dengan “masyarakat pelaksanaan negara Konsep konsisten oleh dalam cara mereka damai tidak otoritas kekuasaan melainkan membangun ideal” konsep Islam.

yang diyakini sebagai

“masyarakat dirumuskan pemikir hingga

ideal” ini yang secara para

Muslim modern sejak al-Afghani Sayid Qutb dan alMaududi (Wahid, 1998: 69). 1. Menerima Pancasila Pilihan NU untuk menerima negara didasarkan kenyataan sebagai konsep bangsa pada Indonesia negara Landasan Negara

pluralistik adalah sulit

untuk Bila akan

mendirikan negara formal

negara Islam formal. Islam dipaksakan maka melahirkan kekerasan-balik (counterviolence) yang mungkin lebih hebat dan berakibat pada peningkatan kekerasan yang tidak terkontrol. Karena diperankan penjamin 72). Pertimbangan menerima negara bangsa didasarkan pertimbangan (hukum Memang seharusnya setiap konsep juga pada fiqh Islam). sudah sebagai NU untuk dan ajaran Pilihan itu agama sebagai martabat

manusia (Wahid, 1998:

organisasi keagamaan, langkah dilakukan mengamalkan melaksanakan Islam.

mensubordinasikan

hukum

Islam

pada hukum

negara didasarkan pada kaidah-kaidah yang menjadi pedoman NU berikut ini. Dalam mengantisipasi berbagai gejala sosial NU tidak bersikap untuk ajaran dipenuhi kemampuan faktor lain. mutlak-mutlakan. Kewajiban mengamalkan Islam sebatas berbagai itu

dengan memperhatikan Jika kemampuan hanya menghasilkan sebagian saja, sebagian maka itu yang tidak dalam diukur

ditinggalkan. Orientasinya melaksanakan kewajiban seberapa jauh dampak positif dan negatif itu. Kewajiban tidak bisa dipaksakan ternyata berakibat dengan jika itu munculnya

dampak negatif yang menimbulkan kerugian

Jika ternyata hal itu harus menghadapi pilihan. fiqh dan tasauf secara . langkah yang diutamakan ialah memilih yang paling kecil resiko negatifnya.bagi diri atau orang lain. Tradisi pemikiran ini tidak bersifat menyerah berarti NU pesimis. karena NU juga melakukan jalb almasalih (melaksanakan kewajiban). Tradisi keilmuan NU mempertautkan secara organis antara tauhid. sebelum bertanding. tidak dalam kaitannya dengan aspek darurah yang (temporer) akan mungkin menimbulkan mafsadah (kerusakan) (Haidar. Keputusan mensubordinasikan Islam pada negara bangsa didasarkan juga pada tradisi keilmuan yang dianut NU. 1998: 6).

spritualitas yang dikongkritkan kedalam rangkaian kegiatan ritualistik yang intensif memungkinkan adanya “penyiraman jiwa” dari kekeringan penghayatan iman dan kemiskinan sehingga kontinuitas di satu ujung batin. hubungan Pada sisi seorang hamba kepada lain. membentuk sebuah kesejarahan .tidak yang berkeputusan. Pada satu sisi NU percaya kepada barokah yang memungkinkan intervensi Tuhannya. dalam jangka panjang menumbuhkan pandangan terpautnya sendiri antara dimensi duniawi dan ukhrowi dari kehidupan. terpelihara antara dan pandangan serba fiqih intensitas penghayatan iman yang tinggi di ujung lain.

(Wahid. tetapi itu tidak Islam karena perpautan kedua dimensi duniawi dan tidak kepada dunia kehidupan Dengan kehidupan kata dunia. kehidupan penolakan memungkinkan . memandang kehidupan (kemasyarakatan/ bernegara) yang tidak bercorak “hitam-putih”. Walaupun umat mendirikan menghalangi melaksanakan penerapan Islam tidak Islam.tersendiri 1999c: 154-5). karenanya hukum mensyaratkan ditegakkannya Islam tidak negara dapat negara mereka hukum Islam. seburuk-buruk ia ukhrowi dalam manusia mutlak kehidupan maupun akhirat. lain. Berdasarkan tradisi NU persoalan keilmuan ini.

Konsekuensi kekuasaan kapasitas Kesalahan kekuasaan perubahan sistem tindakan atau keputusan tidaklah mengharuskan . Negara condition sine qua non Mencegah hidup dan adalah yang ditawar tidak lagi. 1999c: 155). pemegang adanya dalam pemerintahan.haruslah dengan dijalani kesungguhan dan ketulusan (Wahid. yang dilepaskan dari perilaku pemegang dalam pribadi. sesuatu boleh Eksistensi mengharuskan ketaatan pemerintah sebuah pengaturan hidup. 2. negara adanya kepada sebagai mekanisme sendirinya Anarkhi Kewajiban bermasyarakat. dengan bernegara.

pandangan ini adalah keabsahan negara begitu ia berdiri dan mampu bertahan. jika legitimasi untuk itu. demikian. dan penolakan alternatif pemecahan masalah sistem sebagai masalahyang utama dihadapi suatu bangsa yang telah membentuk negara. melakukan keadaan bercorak Pandangan negara bersifat keseluruhan keilmuagamaan dianut memberi NU barulah Dengan cara-cara perbaikan senantiasa gradual. tentang akan penolakan tradisi yang telah yang digunakan dalam bentuk yang ada. seperti terjadi dengan fatwa “perang jihad” yang dikeluarkan Rais Akbar NU K.H. perang yang . Hasyim Asy’ari pada permulaan kemerdekaan.

sosial didirikannya sebagai prasyarat bagi tertib agama. Dengan mencegah Muktamar maksud anarkhi NU di adalah Ghazali yang lebih mengatakan seratus hari baik daripada keadaan maka pada tahun 1936 Banjarmasin membuat .mendukung 1999c: 156). 2000b: tujuan negara dimana mencegah tertib 9). adalah Karena untuk anarkhi. Bahkan Imam pemerintahan otoriter anarkhis. siapa yang penting harus adanya diterima memegang tidak yang adalah harus karena dijaga negara pemerintahan tetapnya negara. Prinsip terhadap kenyataan tidak adanya negara (faudla) (Wahid. Bagi NU. bentuk negara baru RI (Wahid.

kitab berjudul fiqih untuk membela dari serangan Jawabannya kuning yang diambil dari salah satu Bughyatul . Karena statusnya sebagai dar al-Islam maka wajib hukumnya secara luar. dan di yakni luar. Hal itu sebagai jawaban atas pertanyaan mengenai status tanah Hindia Belanda yang sedang diperintah oleh para apakah dipertahankan dibela dari penguasa nonharus dan serangan Muslim Belanda.keputusan yang sangat unik. mengklasifikasikan Indonesia yang sedang diperintah Hindia Belanda sebagai negara Muslim (dar al-Islam). yang nantinya akan melandasi sikap NU terhadap ideologi. politik pemerintahan Indonesia.

padahal kenyataannya pemerintah berkuasa pemerintah Belanda yang bangsa masyarakat. dan Islam sendiri keadaan diganggu atau diusik (Wahid. dikemukakan pendapat negara mengenal Islam. penting atau satu Islam dalam memiliki dua makna sangat dalam kehidupan suatu . 1989: 9).Mustarsyidin Syaikh Hadhrami. Di yang yang adalah Hindia kafir. ini Hasan karya Alalasan berikut: pernah adanhya kerajaan-kerajaan penduduknya ajaran dalam masih menganut dan melaksanakan tidak sedang Islam. pihak. Justifikasi Hindia Belanda sebagai dar alIslam (negeri muslim).

dengan bentuk negara. kaum untuk memiliki disamping bukan negara Dengan kesetiaan kepada ajaran kesetiaan pada negara . orientasi warga negara dan ideologi politiknya ditentukan oleh proses sejarah.mensyaratkan kebebasan bagi kaum Muslimin melaksanakan agamanya. Islam membiarkan yang sistem berhubungan pemerintahan. hal-hal Di lain pihak. Kedua hal itu langsung memungkinkan Muslimin sekaligus Islam. untuk ajaran sebagai condition sine qua non bagi penerimaan Islam atas esksistensi negara tersebut. dan dengan demikian memberikan tolak ukur yang jelas bagi kaum Muslimin dalam kehidupannya. yang Islam.

maka konteks pemerintahannya tidak lagi menjadi pusat perhatian. padahal mereka . kaum dapat keagamaan dijalin kuat Selama 2004: 1).demikian. Muslimin kehidupan beragamanya secara penuh. seperti mereka Kekhalifahan Usmaniyah atas bukan Quraisy. negara seluruh dari penerimaan atas Islam. pandangan paham kepemimpinan di Turki dunia suku (Menurut klasik Sunni. melandasi Pemikiran pandangan menyelenggarakan seperti ini pula yang dasar kaum Al-ahlus sunnah wa al-jama’ah. berkembang wawasan yang yang orientasi pola yang adalah kebangsaan dengan (Wahid.

ditilik dari norma dari negara pemerintahan fungsionalisasinya. bersifat menjalankan sebagian. karena adanya hadits tentang hal ini). lembaga yang umat agama. mengurus kepentingan zaman Hindia Belanda. NU kata dinilai dari lain. Dasar melegitimasi keberadaan kesediaan memfasilitasi lembaga hukum adanya kepenghuluan memungkinkan Islam syariat walaupun yang Islam. suatu negara suatu akan Pada negara didasarkan pada Islam atau bukan. Dengan dan bukan formal eksistensinya. haruslah berada di tangan orang Quraisy.(imamah). dan sangat . yang termasuk berbentuk kekhalifahan.

terbatas. Indonesia merdeka dan menjadi negara Pancasila maka eksistensinya dilegitimasi oleh fiqih NU. Islam 1998: sendiri 95). Kebijakan yang serupa juga dilanjutkan pada masa Jepang Setelah pendudukan (1942-1945). Wachid Hasyim (19461956) mensubordinasikan syariah (hukum agama) pada ideologi pemerintahan nonmuslim dilihat dari sudut pandang agama adalah kewajiban supremasi Pancasila. menjadi alasan adanya kelembagaan dapat celah yang mengatur kehidupan syariat Islam dijalankan oleh orangorang (Haidar. konsekuensi dengan Menteri Agama pertama KH A. Kalau mempertahankan .

dikukuhkan kedudukan Kepala dharuri (pemegang pemerintahan sementara sebuah dengan pertemuan kekuasaan penuh). Ketentuan yang sama itu juga yang membuat NU menolak kehadiran “NII” yang didirikan Kartosuwiryo. mempertahankan maka pemerintah oleh kaum muslimin Hatta. Syahrir) kewajiban menyatakannya sebagai (pemberontak) harus dibasmi. Untuk keperluan itulah. sejak ulama bughat yang semula NU oleh bahkan para telah dan (Soekarno. oleh ulama yang didominir ulama NU. Presiden RI diterima sebagai Negara RI menjadi waliyyul amri bissyaukah . adalah agama juga.utama.

Kedudukannya bersifat sementara (hingga hari kiamat). dasar itu. melainkan tidak mata Namun harus penuh. efektif. karena ia tidak dipilih oleh ulama yang berkompeten untuk itu (halul halli wal aqdi). Hasyim pejabatpejabat agama melalui .pemegang pemerintahan. 1999c: 156-164). ia proses lain. sehingga memiliki keabsahan di kekuasaannya karenanya ia berkuasa kekuasaannya berwewenang mengangkat pendelegasian wewenang itu kepada menteri agama (Wahid. Pemikiran progresif Wachid KH A. melalui sepenuhnya hukum tetap Atas fiqh. harus ada karena yang negara telah ada dan memimpin.

NU Mukhtamar NU ke-27 Situbondo Achmad 1984.diteruskan dikembangkan jauh lagi oleh kepemimpinan Abdurrahman (Gus Dur). Perlu diketahui pernah sekretaris Menteri Wachid sedangkan mewarisi Wachid Kebijakan progressif ayahnya KH menyangkut hubungan Islam dengan negara Pancasila bersifat mengikuti perkembangan yang terjadi dalam kehidupan cenderung pragmatis. dan lebih duet KH Wahid yang Ahmad Siddiq dan KH masing-masing terpilih sebagai Rais `Am NU dan PBNU di KH Ketua NU Umum dalam tahun Siddiq menjadi pribadi Agama Gus KH Dur Hasyim. pemikiran Hasyim. .

mensikapi dan Dalam perkembangan tersebut NU hanya mendasarkan pada seperti terutama kerusakan diutamakan prinsip-prinsip yang di saya atas. diibaratkan seperti hubungan agama dan . Karena itu NU tidak baik memaksakan pada waktu maupun pendirian negara Islam. tetapi NU tidak pernah berhenti berusaha penerangan supaya Bisa negara umat di dalam agama siap usahanya memberikan menerima negara Islam. lebih daripada fiqih (hukum agama) kemukakan mencegah menegakkan kewajiban agama.berbangsa bernegara. menjelang kemerdekaan dalam Dewan sidang-sidang Konstituante (1957-1959).

pesantren teladan hukum-hukum tersebut. Hal ini dilakukan sebagai jawaban di dalam masyarakat . Hubungan Islam dan negara Pancasila dirumuskan secara jelas pada tahun 1984 dalam Mukhtamar NU yang dikomandoi oleh KH Ahmad Siddiq dan Gus Dur. Pesantren produk hukum agama mengikat masyarakat. dan pihak sentral ini.hubungan dan sekitarnya. puas sub-kultur masyarakat masyarakat mengakui merumuskan yang tidak pesantren masyarakat Pesantren dengan yang di cukup peranan produkbersikap semua dan memberi pelaksanaan agama kedudukannya sebagai menjadi panutan bagi sekitarnya.

Diputuskan bahwa negara Pancasila adalah bentuk final perjuangan umat Indonesia.terhadap deideologisasi politik kebijakan partai yang Islam dilancarkan oleh regim Soeharto yang otoriter. Bila terisolasi dari koalisi nasional itu. gerakan Islam akan tampak . menolak nilai-nilai Islam karena mengalienasi gerakan- nasional warga negara yang lebih luas. menolak mengikuti Islam di Akhirnya strategi strategi dengan kesadaran NU perjuangan Islam dan pembangunan nasional yang diprakarsai oleh Abdurrahman Dia kecenderungan monolitik menegaskan hanya gerakan jaringan ini untuk kembali akan dari koalisi Wahid.

Tujuan negara berdirinya Islam sudah . Karena itu Gus Dur mengajak untuk menemukan rasa Islam memiliki jaringan identitas pada juga rasa itu pada kelompok yang bisa membangun memiliki dan memelihara yang lebih besar dan luas yang dimotivasi oleh dunia. 1998: 72). kepribadian ideologi-ideologi keimananglobal keimanan yang lain dan (Wahid. Gus Dur sejalan dengan Engineer Asghar Ali dalam papernya Islamic State dan the Secular State.menjadi akan (sense of kelompok menciptakan exclusion). sektarian dan akhirnya perasaan tak diikutkan sehingga sektarianisme bila bukan separatisme palsu. melahirkan faktual.

penuhi negara oleh gagasan yang tujuan modern bersifat sekuler karena persamaan antara negara sekuler dan negara Islam. bahwa menjadi Hukum memenuhi 1999b : 22). Gus Dur mantan Mahkamah Muhammad Said Alhukum Napoleon dari landasan telah Pidana Mesir saat ini ketentuan-ketentuan syariah karena hukum itu telah menampung dua hal penting dari syariah. yaitu unsur . yaitu sama-sama melindungi hak-hak pribadi para warga sedangkan selainnya itu negaranya. Barat yang sejalan di lembaga (Wahid. dengan Mesir. masalah hanya bentuk luar yang dapat saja diubah oleh rakyat melalui perwakilan juga Agung Ashmawi.

ketahanan (detterence) dan (punitive) 2000b: 7). DUALISME HUBUNGAN ISLAM DAN Gus dualisme antara NEGARA Dur legitimitas agama dan PANCASILA mengemukakan konsep hukumnya (Wahid. termasuk dan yang Islam. yakni negara memberikan legitimasi pada yang agama agama dipeluk agama-agama ada. negara. Gus Dur dengan tegas menandaskan Pancasila negara tidak berkepentingan dengan negara agama. Islam mayoritas bangsa ini memberikan legitimasi pada negara. dalam hal ini negara Islam. Karena Pancasila dimaksudkan itu negara tidak untuk .

2000b: 11). Mereka ikhlas melakukan urusan demi umum. Karena itu Gus Dur tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan suatu semua keduniawian kemaslahatan menciptakan adil dan . Komitmen umat Islam pada negara Pancasila dengan keduniawian (muamalah). Sebaliknya negara tidak perlu terlalu jauh mencampuri urusan agama. masyarakat makmur. kehidupan demikian mempunyai ibadah. urusaan yaitu berbangsa hal karena ini umat berkaitan urusan dan bernegara.menerapkan hukum- hukum Islam (Wahid. Namun dimensi Islam melakukan semua keduniawian itu sebagai bagian dari pengabdiaannya kepada Allah.

agama sebagai agama resmi. Hindu. berbahaya digunakan pemerintah mengadu kekuatan masyarakat mempertahankan kekuasaannya. diakui kepercayaan resmi. disamping juga aliran kepada Protestan. Budha. dan Tuhan YME. yaitu Katholik. Pemerintah Orde Baru hanya mengakui 5 agama Islam. suatu keagamaan (Majelis dan PGI Bila lembaga bentukan Ulama (Persekuan di wilayah pemeluk Kebijakan bila oleh untuk domba dalam demi seperti ini jelas sangat pemerintah seperti MUI Indonesia) bagi Islam Gereja Indonesia) bagi . Dengan hal ini pemerintah Orde Baru sudah terlalu jauh memasuki keyakinan agama.

tidak . dalam hal ini catatan sipil. Ketika muncul kasus Kong Hu Cu misalnya. legitimasi pemerintah yang suatu tumbuh agama diberi oleh untuk dalam maka suatu menindas suatu cabang kehancuran akan kekuatan beragama pemerintah dengan mengendalikan mengontrol beragama itu keseluruhan. cabang itu berarti juga melemahkan umat secara lalu akan mudah dan umat tersebut.Protestan. Pada waktu itu pemerintah. Gus Dur salah menentang pemerintah terlampau menggunakan otoritasnya memasuki keyakinan sampai wilayah pemeluk termasuk yang sikap yang jauh seorang agama.

memonopoli penafsiran mengingat adalah . negara hanya mengatur kehidupan inter negara boleh Dalam bertindak beragama. hendaknya maupun dituntut bersikap adil berpihak kepada salah pandangan Gus Dur.mau mengakui perkawinan dua warga Kong Hu Chu karena Kong Hu Chu bukanlah agama yang diakui secara resmi negara. Pancasila itu tidak adalah boleh dasar negara Pancasila. yang mengatur jalannya lalu lintas hubungan antara umat beragama. Dasar untuk mengatur hubungan Negara Pancasila. Dalam pandangan Gus bertugas jalannya antar umat Karenanya dan satu tidak agama. pemerintah sebagai polisi lalulintas. Dur.

Termasuk ideologi. suatu kekuatan. diberi untuk dalam ideologi Gus Dur demokrasi kompromi politik dari sehingga semua umat adalah nilai yang paling prinsip dalam Pancasila dan tinggi persoalan kehidupan di harus dijunjung untuk dalam menyelesaikan berbagai berbangsa dan bernegara maupun bermasyarakat. persoalan Pancasila ideologi harus yang di termasuk mengakomodasi semua politik Islam (Wahid. menyakini terbuka. 1991). . sebagai terbuka ideologi/isme berkembang masyarakat.ideologi sebagai berbagai beragama kebebasaan berpartisipasi memaknai Pancasila.

justru mengembalikan agama keadaannya genuine dan bersifat sebagai autentik.Dualisme hubungan agama dan negara sepintas nampak bersifat sekuler. Tapi jika kita coba lebih ingin memahami Gus kepada yang yang memperibadi. maupun dari wilayah publik lain seperti politik. Dalam konteks . Dur mendalam lagi. Yaitu agama tindakan privat yang lebih menekankan pada pencapaian pengalaman spiritual. Bisa jadi yang publik itu berasal yang dari sama habitat seperti organisasi keagamaan. Keadaan seperti ini dapat dicapai jika agama terbebaskan dari segala bentuk yang objektivikasi biasanya muncul dari wilayah publik.

publik terakhir mengingat agama di realitas disebut patut daya yang memperoleh perhatian penetrasinya yang kuat.kehidupan Indonesia. baik yang ada dalam lingkup negara maupun masyarakat. Gus Dur sangat menyadari kalau agama tidak bisa dipisahkan dari agama politik karena merupakan sumber nilai. Apa pun wilayah politiknya. agama dalam praktek resistensi seringkali menghadapi manipulasi. kurang begitu kokoh seperti kecenderungan mengatasnamakan tindakan politik tertentu dengan simbol agama. Apalagi Islam sebagai agama hukum sangat . terutama ketika dalam suatu epoch politik menjadi sesuatu yang paling dominan.

Ini berarti sama jalannya sekali kendali Bahkan diajukan senantiasa kepada NU pemerintahan tidak lalu terlepas dari keagamaan. Oleh karena itu. oleh tuntutan agar kebijakan pemerintah disesuaikan ketentuan-ketentuan fiqih. agar politik dapat memberikan kemaslahatan publik perlu yang maka kepada agama diperankan. bersifat bukan dalam wujudnya formalistik. sehingga sikap itu sendiri sering diterima . melainkan yang substantif dalam pengertian agama diarahkan pada upaya pemberian dasar-dasar etik dan moral terhadap seluruh proses politik.berkepentingan menundukkan persoalan syariah untuk semua kepada (hukum agama).

kepentingan apakah pemerintahan bertentangan ketentuan digunakan tolok ukur sejumlah kaidah fiqh. Simpulan Islam tidak mempunyai konsep karena Qur’an doktrin. 1999c: 159). bersifat moralis. politis Nabi kenegaraan dalam tidak Alada Nabi tapi tidak Muhammad SAW tidak merumuskan . wewenangnya. 5. seperti kepada harus kesejahteraan (tasharruful “kebijakan pemerintahan mengikuti rakyat” imam ‘alarra’iyyah manutun bil mashlahah) (Wahid.oleh pemerintah sebagai kala kalangan sendiri di hambatan melaksanakan Untuk penilaian jalannya tidak dengan fiqh.

(2) mutlak-mutlakan. Karena itu agama sebagai Kaidah-kaidah NU tidak diperankan penjamin hukum bersikap martabat manusia. . Karena itu umat Islam di Indonesia menerima Pancasila Sebagai pluralistik negara dipaksakan formal pertimbangan: Negara berdasarkan (1) negara maka bila Islam akan dengan universal untuk bahwa misi kenabian mendirikan negara tapi melahirkan kekerasanbalik (counterviolence) yang hebat pada mungkin dan lebih berakibat peningkatan kekerasan yang tidak terkontrol. dan sesuai pendekatan bukan membentuk kemanusiaan manusia.mekanisme suksesi. dan bentuk negara itu bervariasi.

hubungan Pada sisi seorang hamba kepada lain. yang . dalam diukur dengan memperhatikan Orientasinya melaksanakan kewajiban seberapa jauh dampak positif dan negatif itu. (3) Tradisi keilmuan NU ukhrowi mempertautkan dari dimensi duniawi dan kehidupan. Pada satu sisi NU percaya kepada barokah memungkinkan intervensi Tuhannya. spritualitas yang dikongkritkan kedalam rangkaian kegiatan ritualistik yang intensif memungkinkan adanya “penyiraman jiwa” dari kekeringan penghayatan iman dan kemiskinan batin.Kewajiban mengamalkan Islam sebatas berbagai itu untuk ajaran dipenuhi kemampuan faktor lain.

Hal ini dilakukan sebagai terhadap deideologisasi politik Islam jawaban kebijakan partai yang dilancarkan oleh regim Soeharto yang otoriter. Diputuskan bahwa negara Pancasila adalah bentuk final perjuangan umat Indonesia. menolak kesadaran NU menolak Islam dan mengikuti nilai-nilai Islam karena . strategi strategi nasional diprakarsai Abdurrahman Dia kecenderungan monolitik menegaskan untuk kembali Islam di Dengan perjuangan pembangunan yang oleh Wahid.Hubungan Islam dan negara Pancasila dirumuskan secara jelas pada tahun 1984 dalam Mukhtamar NU yang dikomandoi oleh KH Ahmad Siddiq dan Gus Dur.

melahirkan faktual. sektarian dan akhirnya perasaan tak diikutkan sehingga sektarianisme bila bukan separatisme palsu. ideologi-ideologi keimanan- . Bila terisolasi dari koalisi nasional itu.hanya gerakan jaringan ini akan dari koalisi mengalienasi gerakan- nasional warga negara yang lebih luas. gerakan Islam menjadi akan (sense of akan tampak kelompok menciptakan exclusion). Karena itu Gus Dur mengajak untuk menemukan rasa Islam memiliki jaringan identitas pada juga rasa itu pada kelompok yang bisa membangun memiliki dan memelihara yang lebih besar dan luas yang dimotivasi oleh dunia.

“Kata . Bandung: Rosda. Ali. Bandung: Rosda. “Pengantar” dalam Zaini Shofari AlRaef dan Andri Taufik H (eds. Cholil. Haidar. Abdurrahman.). Beyond the Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gus Dur. Nahdatul Ulama dan Islam di Indonesia: Pendekatan Fikih dalam Politik. 2000. Jakarta: Gramedia.) Membangun Demokrasi. 1998. M.keimanan yang lain dan kepribadian global. 1989. Wahid. Effendi. 2000. “Sang Humanis” dalam Tim INCReS (ed. Djohan. DAFTAR RUJUKAN: Bisri.

“Islam. dan Sarah Gilliatt (eds. Jakarta: BP 7 Pusat. Jakarta: Sinar Harapan. AntiKekerasan. _________________.). Chaiwat Satha Anand.) Islam Tanpa . _________________. Pancasila sebagai Ideologi. dan Transformasi Nasional”. 1991. dalam Glenn D. Pancasila sebagai Ideologi dalam Kaitannya dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Pengantar” dalam Einar Martahan Sitompul NU dan Pancasila. Paige. 1998. Dalam Oetojo Oesman dan Alfian (eds.

_________________. 2000a. Taufiq. Prisma Pemikiran Gus Dur. M. Membangun Demokrasi. _________________. Gus Dur Menjawab Perubahan Zaman.Kekerasan.b. _________________. Bandung: Rosda. _________________. 2004. 2000b. Yogyakarta: LKiS. Ideologi dan Etos Kerja di Indonesia”. Jakarta: Kompas. 1999c. “Islam: Punyakah Konsep Kenegaraan?” dalam Shaleh Isre ed. . Yogyakarta: LkiS. a. 1999b. Yogyakarta: LkiS. _________________. “Islam. Tuhan Tidak Perlu Dibela.

is net.dalam http://media.html <diakses 22 September 2004>.org/islam/ Paramadina/K onteks/EtosKe rja. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful