P. 1
KONFLIK ANTAR SUKU

KONFLIK ANTAR SUKU

|Views: 209|Likes:
Published by Criiys Ochy

More info:

Published by: Criiys Ochy on Jun 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2015

pdf

text

original

KONFLIK ANTAR SUKU

Corak majemuk yang ada pada masyarakat di Indonesia membawa konsekuensi tersendiri dalam kehidupan sosial antar suku bangsa yang ada di dalamnya.Beraneka ragam corak kebudayaan yang dimiliki sukubangsa-sukubangsa di Indonesia terjalin dalam suatu struktur interaksi yang merupakan perwujudan dari hubungan antar sukubangsa tersebut yang selanjutnya menciptakan dan memantapkan batas-batas sosial antara satu suku bangsa dengan sukubangsa lainnya dan merupakan pembeda satu kebudayaan sukubangsa.

Penggunaan kebudayaan tersebut oleh sukubangsa-sukubangsa adalah untuk menginterpretasi berbagai gejala yang ada dalam diri mereka menurut lingkungan hidup masing-masing, yang mereka jadikan sebagai atribut-atribut untuk menunjukkan identitas mereka yang berbeda satu dengan yang lainnya. Melalui batas-batas sukubangsa tersebut, stereotip yang dipunyai oleh masing-masing sukubangsa mengenai diri mereka satu sama lainnya dapat tetap lestari, karena melaui stereotip dandi dalamnya lah perbedaan-perbedaan sukubangsa yang berbeda itu dapat terwujudkan.

Salah satu contoh riil stereotip tersebut antara lain, dalam pengetahuan Orang Indonesia pada umumnya, Orang Madura memiliki watak yang keras dan cenderung menyelesaikan suatu permasalahan, baik dengan sesama suku Madura ataupun suku-suku diluarnya dengan cara kekerasan yang lebih dikenal dengan sebutan carok , dimana pihak- pihak yang terlibat konflik akan melakukan duel maut sampai ada salah satu pihak yang terluka atau bahkan tewas. Dan tidak berhenti di situ saja, hal tersebut seringkali berkelanjutan dengan adanya dendam dari pihak keluarga ataupun kerabat yang terluka atau tewas. Sejumlah stereotip biasanya diikuti sejumlah prasangka, atau dugaan mengenai sesuatu pola tindakan berdasarkan stereotip yang telah ada dan diyakini kebenarannya. Contohnya, Orang Madura banyak yang berprofesi sebagai pelaku kejahatan, seperti Curanmor, Curat maupun Curas.

Pengaktifan sentimen kesukubangsaan dapat berguna dalam rangka menciptakan solidaritas sosial yang melibatkan sukubangsa yang bersangkutan untuk dipertentangkan dengan warga dari sukubangsa lainnya ketika terjadi persaingan dalam perebutan suatu sumber rejeki dan pengalokasian pendistribusiannya, atau untuk mempertahankan serta memperjuangkan kehormatan sukubangsanya yang dianggap telah dirusak oleh pihak lawannya. Sebuah isue tentang penodaan kehormatan sukubangsa oleh sukubangsa lainnya dapt diaktifkan ketika warga suatu sukubangsa merasa bahwa mereka telah diperlakukan tidak adil dalam suatu penyelesaian pertengkaran atau aturan main yang berlaku telah dimanipulasi oleh sukubangsa pihak lawannya tidak sesuai dengan tradisi yang berlaku, atau tidak ketat sanksi-sanksinya sehingga hal tersebut dapat memperjelas dan mempertajam batas-

batas di antara sukubangsa yang dapat dinilai sebagai potensi-potensi konflik antar sukubangsa. yang biasanya dimulai oleh pihak warga sukubangsa yang merasa dirugikan oleh suatu perbuatan yang tidak adil yang dilakukan oleh pihak lawannya yang kemudian dilihat dalam suatu kerangka yang lebih bias dengan mengacu pada stereotip serta prasangka yang dimiliki oleh pihak sukubangsa yang dirugikan. Potensi konflik dimaksud dapat terwujud sebagai konflik apabila ada pemicunya. penulis hendak mengetengahkan suatu peristiwa yang terjadi di Kota Malang tentang pertikaian antara sekelompok warga sukubangsa Madura dan Toraja yang berdomisili di kota tersebut.00 Wib dimana sekelompok Orang Madura yang dipimpin oleh FIFIT YUDIANTO melakukan perusakan rumah milik warga sukubangsa Toraja yang bernama RONAL BUNTULOMBO di perumahan Dewandaru Kav 4 Kota Malang. . kurang lebih pukul 02. Disamping itu mereka juga mengancam akan membunuh RONAL BUNTULOMBO dengan menggunakan senjata khas Madura clurit . yang terjadi pada saat penulis berdinas di Polresta Malang. Selanjutnya sebagai ulasan riil tentang konflik antar sukubangsa dimaksud. namun hal tersebut tidak berhasil dikarenakan RONAL BUNTULOMBO dapat mengamankan diri sebelumnya. Kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2009.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->