1

1. JUDUL Uprating (Penaikan) Daya Pada Turbin TC – 60 Untuk Optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro. 2. LATAR BELAKANG MASALAH Listrik seperti kita ketahui adalah bentuk energi sekunder yang paling praktis penggunaannya oleh manusia. Listrik dihasilkan dari proses konversi sumber energi primer seperti batu bara, minyak bumi, gas, panas bumi, potensial air dan energi angin. Sistem pembangkitan listrik yang sudah umum digunakan adalah mesin generator tegangan AC, di mana penggerak utamanya bisa berjenis mesin turbin, mesin diesel atau mesin baling-baling. Pembangkit listrik tenaga air, merupakan salah satu pembangkit listrik yang memerlukan biaya relatif kecil dibanding pembangkit istrik tenaga lainnya. Indonesia dengan potensi airnya yang sangat melimpah masih belum dapat memanfaatkan potensi tersebut secara optimal, khususnya di daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau oleh aliran listrik (PLN). Pembangkit listrik tenaga air khususnya skala kecil seperti pikohidro dapat digunakan sebagai alternatif pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang menggunakan bahan bakar minyak khususnya solar yang biaya operationalnya lebih besar. Aliran air untuk pembangkit listrik tenaga pikohidro tidak harus memanfaatkan aliran air yang deras tetapi dapat memanfaatkan air yang berasal dari saluran irigasi, sungai kecil yang ada di dataran rendah, atau daerah yang tidak memiliki bukit-bukit tetapi memiliki air yang melimpah karena pada pembangkit listrik tenaga pikohidro menggunakan sistem bendungan. Pada sistem bendungan sebagian air sungai dibendung dalam suatu bak, setelah air dalam bak tersebut mencukupi, air tersebut dialirkan ke dalam turbin celup (TC – 60) kemudian air tersebut dikembalikan (dibuang) ke aliran semula, sehingga hal ini tidak banyak mempengaruhi lingkungan atau mengurangi air yang keperluan pertanian. Air yang dialirkan ke dalam turbin tadi akan memutarkan poros turbin melalui sudu-sudu runner. Putaran inilah yang akan memutarkan generator untuk menghasilkan energi listrik. Turbin adalah salah satu komponen penting dalam PLTPH, karena rotor dalam generator diputarkan melalui turbin sehinggaa terjadi induksi elektromagnetik. Energi listrik yang dihasilkan generator tergantung pada frekuensi putaran turbin. Dalam prosesnya kinerja turbin memiliki daya 80% dari total daya yang dimiliki, akan tetapi dalam PLTPH banyak faktor yang menyebabkan kerja turbin kehilangan daya (loss energy) menjadi 50%-60%. Sehingga energi listrik dalam PLTPH juga mengalami penurunan.

Kemudian generator mengkonversi daya mekanik tersebut dari turbin ke dalam tenaga elektrik. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas permasalahan yang akan diajukan sebagai berikut : a. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah : a. 5. Tinjauan Pustaka PLTA adalah salah satu pembangkit yang merubah energi yang oleh gaya jatuh air untuk menghasilkan listrik. Faktor apa yang menyebabkan kinerja turbin TC-60 mengalami kehilangan daya (loss energy)? b. Menentukan faktor yang menyebabkan kinerja turbin TC-60 mengalami kehilangan daya. Kegunaan Setelah mendapatkan data dari hasil penelitian tersebut. merupakan jenis PLTA menengah yang mampu mensuplai listrik untuk 8. 7. Di samping itu hasil penelitian tersebut diharapkan dapat diterapkan pada PLTPH terutama pada sungai yang memiliki aliran kecil di dataran rendah. . Luaran yang diharapkan Diperolehnya data dan alat untuk meningkatkan daya pada turbin TC-60 guna optimalisasi kinerja PLTPH. Bagaimana cara uprating (penaikan daya) pada turbin TC-60 untuk optimalisasi kinerja PLTPH? 4. kemudian diaplikasikan untuk memodifikasi turbin TC-60 sehingga mendapatkan daya turbin yang optimal. mulai yang berbentuk “mikro-hidro” dengan kemampuan mensupalai untuk beberapa rumah saja sampai berbentuk raksasa seperti Bendungan Karangkates yang menyediakan listrik untuk berjuta-juta orang-orang. Menentukan cara uprating (penaikan daya) pada turbin TC-60 untuk optimalisasi kinerja PLTH. Jenis PLTA bermacam-macam.000 orang. 6. b. Turbin mengkonversi tenaga gerak jatuh air ke dalam daya mekanik.3. Photo dibawah ini menunjukkan PLTA di Sungai Wisconsin.

2. Generator di PLTA bekerja seperti halnya generator pembangkit listrik lainnya. Selain menyimpan air. Generator. Bendungan. Generator selanjutnya merubah energi mekanik dari turbin menjadi energi elektrik. 3. Turbin air kebanyakan seperti kincir angin. .3 Gambar 7. berfungsi menaikkan permukaan air sungai untuk menciptakan tinggi jatuh air. berfungsi menyalurkan energi listrik dari PLTA menuju rumah-rumah dan pusat industri. bendungan juga dibangun dengan tujuan untuk menyimpan energi. Jalur Transmisi. gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin berputar.1 bendungan PLTA PLTA yang paling konvensional mempunyai empat komponen utama sebagai berikut : 1. dihubungkan dengan turbin melalui gigi-gigi putar sehingga ketika baling- baling turbin berputar maka generator juga ikut berputar. dengan menggantikan fungsi dorong angin untuk memutar baling-baling digantikan air untuk memutar turbin. Turbin. Selanjutnya turbin merubah energi kenetik yang disebabkan gaya jatuh air menjadi energi mekanik.

Mini Hydro adalah pembangkit hydro yang kekuatannya berkisar antara 100 kW – 1 MW.2. Dua kali sungai lebih besar dalam mengalirkan air akan menghasilkan dua kali lebih banyak energi. air jatuh dengan jarak dua satuan maka akan menghasilkan dua satuan energi lebih banyak. Mikro Hydro adalah pembangkit hydro yang kekuatannya berkisar antara 5 kW – 100 kW. . Dengan kata lain. Small Hydro adalah pembangkit hydro yang kekuatannya berkisar antara 1 MW – 15 MW. Jumlah air yang jatuh. Pico Hydro adalah pembangkit hydro yang kekuatannya hanya ratusan watt sampai 5 kW. 2.Gambar 7. Pembangkit listrik tenaga air dapat dibedakan menjadi : 1. Semakin tinggi air jatuh. tinggi air jatuh tergantung tinggi dari suatu bendungan. maka semakin besar tenaga yang dihasilkan. Berapa besar air yang jatuh. Sistem PLTA Besarnya listrik yang dihasilkan PLTA tergantung dua factor sebagai berikut : 1. Tenaga juga berbanding lurus dengan aliran sungai. 3. Semakin banyak air yang jatuh menyebabkan turbin akan menghasilkan tenaga yang lebih banyak. 2. 5. semakin tinggi air jatuh maka semakin besar tanaga yang dihasilkan. Semakin besar sungai akan mempunyai aliran yang lebih besar dan dapat menghasilkan energi yang banyak. Jumlah air yang tersedia tergantung kepada jumlah air yang mengalir di sungai. 6. 4. Ilmuwan mengatakan bahwa tinggi jatuh air berbanding lurus dengan jarak jatuh. Large Hydro adalah pembangkit hydro yang berkekuatan lebih dari 100 MW. Biasanya. Medium Hydro adalah pembangkit hydro yang kekuatannya berkisar antara 15 MW – 100 MW. Semakin tinggi suatu bendungan.

dan tidak mutlak diikuti disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Bak dapat terbuat dari batu-bata yang disemen atau cukup menggunakan ember bekas cat ukuran 20 kg atau lebih besar. Hal paling penting yang harus dipenuhi dalam instalasi sipil:  Tercapai Head 3 m terukur dari permukaan air dalam bak turbin hingga permukaan air pada sungai buangan keluar pipa hisap (draftube). Bahan-bahan pembuatannya mudah ditemukan di pasaran. yang ditandai dengan gelembung-gelembung udara pada keluaran pipa hisap.  Ujung pipa draftube terendam dalam air.3. Contoh instalasi sipil ditunjukkan pada gambar. Pembangkit ini memiliki beberapa keunggulan. seperti : a. 1.5  Pikohydro Pembangkit listrik tenaga air skala piko yang menghasilkan keluaran daya listrik kurang dari 5 kW. d. . 2. c. b.  Tidak terjadi kebocoran udara masuk pada sepanjang pipa hisap. Biaya pembuatan relatif rendah. Masukan yang diperlukan hanya berupa aliran air. Kontruksi Sipil yang direkomendasikan oleh pabrik Spesifikasi konstruksi sipil menurut buku panduan dari pabrik pembuat turbin dan generator sebagai berikut:. 3. Ramah lingkungan  Petunjuk Instalasi Sipil Gambar 7. Lebih rendah dari 3 m menyebabkan daya listrik yang dihasilkan tidak optimal.

4. Besarnya daya listrik yang keluar dari generator ini secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: Keterangan : P = Daya keluaran secara teoritis (watt) h = Ketinggian efektif (m) = Masa jenis fluida (Kg/ = Debit air ( ) g = Percepatan gravitasi (m/ ) . Saluran masuk harus cukup. dapat berupa pipa 5 inci atau saluran terbuka. tahan terhadap getaran yang ditimbulkan. Saringan dapat dipasang pada pintu air masuk bak atau menggunakan ember yang telah dilubang-lubangi ditutupkan ke turbin.5 inci. sesuai dengan paralon PVC 2.  Dudukan turbin pada bak harus pas (tidak longgar maupun sesak).  Wajib menggunkan saringan sampah untuk memudahkan perawatan dan pengoperasian.  Penopang bak harus kokoh. Air harus lancar keluar dari pipa sehingga tidak boleh ada penghalang baik didalam pipa maupun pada keluaran.

air. b. batu – batuan sungai. debit air dan ketinggian permukaan tanah. Adapun survey yang akan dilakukan bertempat di Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor Sumedang. Pembuatan Bendungan Bendungan dan saluran penampung air dibuat di samping sungai utama. Pembangunan Sistem Pembangkit . diantarnya : a. data tersebut dianalisa dan dikaji guna memperoleh desain model yang cocok untuk diterapkan di lapangan. Adapun studi lapangan yang dilakukan yaitu : 1. 3. Bahan – bahan untuk pembangunan bendungan dan saluran air adalah berupa pasir sungai. semen. 2. serta bronjong (kerangkeng kawat). Pembuatan Instalasi PLTPH Pada proses pembuatan instalasi terdiri dari beberapa tahap. Pengolahan data Setelah mendapatkan data dari lapangan.7 8. Tinggi bendungan adalah sekitar 2 – 3 meter yang berfungsi untuk mempercepat debit air yang ada di lapangan. METODE PENEITIAN Dalam rangka penelitian ini peneliti melakukan keigatan studi pustaka dan lapangan guna memperoleh sumber atau referensi yang diperlukan. Pengumpulan data Tahap pertama yang dilakukan dengan melakukan survey lapangan untuk memperoleh data seperti. Studi pustaka yang dimaksud adalah dengan mempelajari buku-buku maupun referensi lain yang ada kaitannya dengan masalah yang dibahas.

maka data dan alat dari hasil penelitian tersebut ditulis dalam sebuah laporan untuk melaporkan hasil dari kegiatan penelitian ini. sehingga putaran turbin oleh debit air bekerja . 4. JADWAL KEGIATAN No 1 2 3 4 5 5 6 Jenis Kegiatan Pengumpulan Data Pengolahan Data Pembuatan Instalasi PLTPH Uprating daya turbin Uji Coba Controlling Pembuatan Laporan Koordinator 1 Dzikrie Djingga Rizqi Rizqi Dzikrie Djingga Tresna 2 Bulan Ke3 4 5 memperlebar sudu turbin dan memperpanjang penempatan turbin tc – 60. Controlling Setelah uji coba. 9. Pembuatan Laporan Setelah tahap . Uji coba Setelah penaikan daya turbin TC – 60 dilakukan uji coba terhadap kinerja turbin untuk optimalisasi pada PLTPH 6.tahap di atas selesai. 7. Uprating (penaikan) Daya Turbin Pada proses ini turbin dimodifikasi dengan cara secara optimal. PLTPH tersebut dilakukan controlling supaya kinerja turbin tetap optimal. 5.Setelah pembuatan bendungan selesai. air tersebut mengalir memutarkan turbin TC .60 yang kemudian memutarkan genertaor sehingga menghasilkan energi listrik. maka dilakukan pemasangan pipa untuk menyalurkan air dari bendungan ketempat pembangkit.

- _____________+ = Rp 2.700.000.000. RANCANGAN BIAYA A.000 Jumlah • Pembuatan Sistem Pembangkit Generator Turbin TC .000. Pembuatan laporan akhir = Rp.000.= Rp = Rp 360.000.000.Pasir 40 sak @ Rp 15.700.000.- Total Pengeluaran = Rp 7. lem.000.000.000. 750.= Rp 1. = Rp.000.dll) Perlengkapan pemasangan (pipa.000.000. Pembuatan Instalasi PLTPH • Pembuatan bendungan Semen 20 sak @ Rp 85.= Rp 150.Batu Bata 600 @ Rp 600.B.000. dll) Jumlah C.- .____________+ = Rp 3.000. = Rp.besi.= Rp = Rp 1.9 10. Survey dan Pengolahan Data 4 orang 2 kali : 2 x 4 x Rp 55.60 (propeller) Komponen Bahan jadi (kawat.000.000.000.500. 1.500.440.660.= Rp.Ongkos Pembuatan 2 orang @ 500.000.600.

H Bloemen en I. Bouman en R Cazamier.P. Upaya pengembangan Energi Alternatif. Djoko Santoso. www. 1952.pacificliquid. ITS. N. Jakarta. Erlangga. Hydro Power Engineering. pp. Haarlaem. Pacific Liquid and Air Systems.r A. Operasi Sistem Tenaga Listrik. Howard W. Pertemuan untuk Peningkatan Pemanfaatan Energi Alternatif. Surabaya.V De Technisce Uitgeverij H. Haarlaem.New York Djiteng Marsudi.11. 2005.. . 60 – 61 Ir. Stam. I. Indiana.F. Purnomo Yusgiantoro Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Stam.D Mesritz. 1971. 1984. 2 Juni 2008. ABC’c of electric motors and generators.r A. N.com James J. wisselstrommachine. Dikat Kuliah Pembangkit Tenaga Listrik. Sams & Co. electrische Meetinstrumentenen meetschakelingen. L. DAFTAR PUSTAKA • • • • Allan Lytel. 1953. Pembangkitan Energi Listrik. 2003. Djiteng Marsudi. • • • • • . Graha Ilmu. 2nd ed.V De Technisce Uitgeverij H. Doland.

Desain model .11 2).