P. 1
7. HIMPUNAN

7. HIMPUNAN

5.0

|Views: 1,093|Likes:
Published by Veronica Unjust

More info:

Published by: Veronica Unjust on Jun 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

pmatanjar.blogspot.

com | Rangkuman Materi Himpunan Kelas 7 1
HIMPUNAN
A. Pengertian Himpunan
Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang didefinisikan (diterangkan) dengan jelas.
Benda atau objek yang dimuat dalam suatu himpunan disebut anggota himpunan atau elemen.
Contoh kumpulan yang termasuk himpunan:
a. Kumpulan bunga berwarna merah
b. Kumpulan siswa SMP Tarakanita Gading Serpong kelas 7
Contoh kumpulan yang bukan termasuk himpunan:
a. Kumpulan bunga indah
b. Kumpulan siswa SMP Tarakanita Gading Serpong yang cantik
B. Notasi himpunan, anggota himpunan dan banyak himpunan
- Himpunan dituliskan dengan kurung kurawal yaitu { }
- Untuk membedakan suatu himpunan dengan himpunan yang lain sebuah himpunan dinamai
dengan huruf kapital A, B, C, dst
- Keanggotaan suatu objek dalamhimpunan dilambangkan dengan e
- Untuk menyatakan suatu objek bukan anggota dari suatu himpunan dilambangkan dengan e
- Banyak anggota himpunan dilambangkan dengan n(A)
- Anggota himpunan yang sama ditulis satu kali saja
Contoh:
A={5 bilangan cacah yang pertama}
0 eA, dibaca “ 0 elemen dari himpunan A” atau “0 anggota dari himpunan A”
5eA, dibaca “5 bukan anggota dari himpunan A”
Banyak anggota himpunan A: n(A)=5
C. Menyatakan himpunan.
Ada tiga cara dalam menuliskan himpunan yaitu:
a. Dengan kata-kata yang (metode Deskripsi)
b. Dengan menyebutkan atau mendaftar anggota-anggotanya (Metode Roster/Tabulasi)
c. Dengan notasi pembentuk himpunan yang menyatakan syarat-syarat anggota himpunan
(metode Rule)
Contoh:
Deskripsi Notasi pembentuk himpuanan Mendaftar anggotanya
A={ bilangan prima kurang dari 10 } A={x|x bilangan prima
kurang dari 10 } atau
A={x| x <10, x ∊ prima}
A={2, 3, 5, 7}
B={ bilangan asli lebih besar atau
sama dengan 10 dan kurang dari
20}
B={x|10≤x <20,x ebilangan
asli}
B={10,11,12, …, 19}
C={faktor dari 30 } C={ x|x faktor dari 30} C={1,2,3,5,6,10,15,30}
D ={bilangan asli lebih besar
dari 50}
D={x|x >50, x
e
bilangan
cacah
}
D ={51, 52, 53,…}
D. Macam-macamHimpunan
1. Himpunan Bilangan:
Contoh:
a. Himpunan bilangan asli : A={1, 2, 3, …}
b. Himpunan bilangan cacah : C={0, 1, 2, 3, …}
c. Himpunan bilangan ganjil : J={1, 3, 5, …}
d. Himpunan bilangan genap : G={0, 2, 4, …}
e. Himpunan bilangan prima : P={2, 3, 5, …}, bilangan prima adalah bilangan yang
hanya dapat dibagi dengan 1 dan bilangan itu sendiri
f. Himpunan bilangan cacah kuadrat : K={0, 1, 4, 9 …}
pmatanjar.blogspot.com
2. Himpunan Kosong
Himpunan kosong adalah
dilambangkan dengan { } atau
Contoh: Himpunan bilangan asli yang kurang dari 0
3. Himpunan nol
Himpunan nol adalah himpunan yang hanya mempunyai 1
4. Himpunan terhingga ( finite set
Himpunan terhingga adalah himpunan yang memiliki anggota terbatas
Contoh: Himpunan bilangan cacah
5. Himpunan tak terhingga (infinite set
Himpunan tak terhingga adalah himpunan yang memiliki anggota yang tak terbatas
Contoh: Himpunan bilangan
6. Himpunan Semesta (Universum
Merupakan himpunan yang memuat semua anggota himpunan yang sedang dibicarakan. Simbol
himpunan semesta adalah S
Contoh:
A ={ 2, 3, 5}
Himpunan semesta dari A adalah:
S={Bilangan prima}
S={bilangan cacah kurang dari 20} ds
7. Himpunan Bagian
Himpunan A merupakan himpunan bagian dari B bila setiap anggota A menjadi anggota B
Ditulis A c B (dibaca “A himpunan bagian dari B”)
A ⊄ B (dibaca “A bukan himpunan bagian dari B”)
Banyak himpunan bagian dari A dapat dicari dengan menggunakan rumus : 2
Banyak himpunan bagian dengan banyak anggota tertentu dapat dicari dengan menggunakan:
Segitiga Pascal:
E. DiagramVenn
Diagram Venn merupakan diagram yang digunakan untuk menyatakan
himpunan. Aturan dalam membuat diagram Venn adalah sebagai berikut:
- Himpunan semesta (S) dibatasi dengan persegi panjang dan simbol S diletakkan pada pojok
kiri atas
- Setiap himpunan yang dibicarakan dinyatakan dalam kurva
- Setiap anggota himpunan dinyatakan dengan noktah/titik yang diberi nama
Contoh:
S={x| x < 10, x∊ bilangan cacah}
P={0,1,2,3,4}
Q={5,6,7}
pmatanjar.blogspot.com | Rangkuman Materi Himpunan Kelas 7
Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota.
} atau o
Contoh: Himpunan bilangan asli yang kurang dari 0
Himpunan nol adalah himpunan yang hanya mempunyai 1 anggota, yaitu nol (0).
finite set)
terhingga adalah himpunan yang memiliki anggota terbatas
gan cacah yang, kurang dari 50
infinite set)
Himpunan tak terhingga adalah himpunan yang memiliki anggota yang tak terbatas
Contoh: Himpunan bilangan bulat
Universum)
himpunan yang memuat semua anggota himpunan yang sedang dibicarakan. Simbol
himpunan semesta adalah S
Himpunan semesta dari A adalah:
S={bilangan cacah kurang dari 20} dst
Himpunan A merupakan himpunan bagian dari B bila setiap anggota A menjadi anggota B
(dibaca “A himpunan bagian dari B”)
⊄ B (dibaca “A bukan himpunan bagian dari B”)
bagian dari A dapat dicari dengan menggunakan rumus : 2
Banyak himpunan bagian dengan banyak anggota tertentu dapat dicari dengan menggunakan:
Dengan Kombinasi
Diagram Venn merupakan diagram yang digunakan untuk menyatakan
Aturan dalam membuat diagram Venn adalah sebagai berikut:
Himpunan semesta (S) dibatasi dengan persegi panjang dan simbol S diletakkan pada pojok
Setiap himpunan yang dibicarakan dinyatakan dalam kurva tertutup (lingkaran, oval)
Setiap anggota himpunan dinyatakan dengan noktah/titik yang diberi nama
bilangan cacah}
! )! (
!
k k n
n
C
n
k
÷
=
Banyak himpunan bagian dari himpunan
K={1,2,3,4,5} yang terdiri dari 3 anggota adalah:
! 3 ! 2
! 3 4 5
! 3 ! 2
! 5
5
3
=
× ×
= = C
| Rangkuman Materi Himpunan Kelas 7 2
himpunan yang tidak mempunyai anggota. Himpunan kosong
anggota, yaitu nol (0).
Himpunan tak terhingga adalah himpunan yang memiliki anggota yang tak terbatas
himpunan yang memuat semua anggota himpunan yang sedang dibicarakan. Simbol
Himpunan A merupakan himpunan bagian dari B bila setiap anggota A menjadi anggota B
bagian dari A dapat dicari dengan menggunakan rumus : 2
n(A)
Banyak himpunan bagian dengan banyak anggota tertentu dapat dicari dengan menggunakan:
ombinasi
Diagram Venn merupakan diagram yang digunakan untuk menyatakan hubungan beberapa
Himpunan semesta (S) dibatasi dengan persegi panjang dan simbol S diletakkan pada pojok
tertutup (lingkaran, oval)
Setiap anggota himpunan dinyatakan dengan noktah/titik yang diberi nama
Banyak himpunan bagian dari himpunan
K={1,2,3,4,5} yang terdiri dari 3 anggota adalah:
10 =
pmatanjar.blogspot.com
F. Hubungan Antar Himpunan
a. Saling lepas:
Dua himpunan A dan B dikatakan saling l
himpunan tersebut tidak mempunyai anggota persekutuan (tidak ada
anggota A yang menjadi anggota B dan sebaliknya). Ditulis:
“A saling lepas dengan B”)
Contoh: A={bilangan genap}, B={bilangan ganjil}
b. Saling berpotongan (tidak lepas)
Dua himpunan A dan B dikatakan saling berpotongan (tidak saling lepas)
jika A dan B mempunyai anggota persekutuan (ada anggota A yang menjadi
anggota B). Ditulis: A B (dibaca: “A saling berpotongan dengan
Contoh: A= {bilangan prima}, B={bilangan ganjil}
c. Sama
Dua buah himpunan dikatakan sama apabila kedua himpunan mempunyai
anggota yang tepat sama.
Ditulis: A=B(dibaca: “A sama dengan B”)
Contoh:
A={m, a, l u} B={m, u, a, l}
d. Ekuivalen
Dua buah himpunan dikatakan ekuivalen jika n(A)=n(B). Ditulis A
(dibaca “ A ekuivalen B)
Contoh: A={a, b, c, d } n(A)=4
B={1, 2, 3,4 } n(B)=4
G. Operasi Antar Himpunan
1. Irisan dan Gabungan
Irisan Himpunan (Intersection)
Irisan dua himpunan adalah suatu
himpunan yang anggotanya
merupakan anggota persekutuan dari
dua himpunan tersebut
{ } B x dan A x x B A e e = · |
Gabungan Himpunan (Union)
Gabungan himpunan A dan B adalah
himpunan yang anggotanya terdiri
atas anggota-anggota A atau anggota B
{ } B x atau A x x B A e e = · |
Sifat irisan dua himpunan:
- Sifat komutatif irisan
- Sifat assosiatif irisan
- Sifat idempotent irisan
- Sifat identitas irisan
- Sifat komplemen irisan
- Sifat distributif irisan terhadap gabungan
pmatanjar.blogspot.com | Rangkuman Materi Himpunan Kelas 7
Dua himpunan A dan B dikatakan saling l epas atau saling asing jika ked
himpunan tersebut tidak mempunyai anggota persekutuan (tidak ada
anggota A yang menjadi anggota B dan sebaliknya). Ditulis: B A c (dibaca:
“A saling lepas dengan B”)
Contoh: A={bilangan genap}, B={bilangan ganjil}
aling berpotongan (tidak lepas)
Dua himpunan A dan B dikatakan saling berpotongan (tidak saling lepas)
jika A dan B mempunyai anggota persekutuan (ada anggota A yang menjadi
anggota B). Ditulis: A B (dibaca: “A saling berpotongan dengan B”)
Contoh: A= {bilangan prima}, B={bilangan ganjil}
Dua buah himpunan dikatakan sama apabila kedua himpunan mempunyai
Ditulis: A=B(dibaca: “A sama dengan B”)
Dua buah himpunan dikatakan ekuivalen jika n(A)=n(B). Ditulis A
Contoh: A={a, b, c, d } n(A)=4
B={1, 2, 3,4 } n(B)=4
B Ac
A B A=B
Irisan Himpunan (Intersection)
Irisan dua himpunan adalah suatu
merupakan anggota persekutuan dari
A∩B={ } A∩B ≠{ }
A
Gabungan himpunan A dan B adalah
himpunan yang anggotanya terdiri
anggota A atau anggota B
A
:
A B B A · = ·
: ( ) ( ) C B A C B A · · = · ·
: A A A = ·
: A S A = · , S disebut elemen identitas pada irisan himpunan.
Sifat komplemen irisan : o = ·
c
A A
distributif irisan terhadap gabungan : ( ) ( ) B A C B A · = ·
| Rangkuman Materi Himpunan Kelas 7 3
saling asing jika kedua
himpunan tersebut tidak mempunyai anggota persekutuan (tidak ada
(dibaca:
Dua himpunan A dan B dikatakan saling berpotongan (tidak saling lepas)
jika A dan B mempunyai anggota persekutuan (ada anggota A yang menjadi
B”)
Dua buah himpunan dikatakan sama apabila kedua himpunan mempunyai
Dua buah himpunan dikatakan ekuivalen jika n(A)=n(B). Ditulis A∼B
AcB
A∩B=A=B A∩B=A
A∪B=A=B A∪B=B
, S disebut elemen identitas pada irisan himpunan.
( ) C A·
pmatanjar.blogspot.com | Rangkuman Materi Himpunan Kelas 7 4
Sifat gabungan dua himpunan:
- Sifat komutatif gabungan : A B B A =
- Sifat assosiatif gabungan :
( ) ( )
C B A C B A =
- Sifat idempotent gabungan : A A A =
- Sifat identitas gabungan : A A = o , o disebut elemen identitas pada gabungan
himpunan.
- Sifat komplemen gabungan : S A A
c
=
- Sifat distributif gabungan terhadap irisan : ( ) ( ) ( ) C A B A C B A · = ·
- Jika B B A maka B A = c
- Jika B A B A maka B A = = =
- Banyak anggota gabungan himpunan: ( ) ( ) B A B n A n B A n · ÷ + = ) ( ) (
2. Selisih (Difference)
Selisih himpunan A dan B adalah himpunan yang anggotanya semua anggota dari A tetapi bukan
anggota dari B. Dengan notasi pembentuk himpunan ditulis:
A-B={x |x ∊ A , x ∉ B}
B-A={x |x ∊ B , x ∉ A}
Untuk setiap himpunan A, B, C berlaku:
( ) ( ) ( ) C A B A C B A ÷ · ÷ = · ÷ , disebut sifat distributif selisih terhadap irisan
( ) ( ) ( ) C A B A C B A ÷ ÷ = ÷ , disebut sifat distributif selisih terhadap gabungan
Contoh:
Q P ÷ ={1, 9}
3. KOMPLEMEN SUATU HIMPUNAN:
Komplemen himpunan A adalah suatu himpunan yang anggota-anggotanya merupakan anggota
himpunan semesta (S) tetapi bukan anggota A
Dengan notasi pembentuk himpunan dituliskan sebagai beri kut:
A
C
={x |x ∊ S dan x∉ A}
Contoh:
C
P ={2, 4, 6, 8,10}

5} Himpunan semesta dari A adalah: S={Bilangan prima} S={bilangan cacah kurang dari 20} ds t 7. Himpunan Semesta ( Universum) Merupakan himpunan yang memuat semua anggota himpunan yang sedang dibicarakan.1. Himpunan terhingga ( finite set) Himpunan terhingga adalah himpunan yang memiliki anggota terbatas Contoh: Himpunan bilangan cacah yang.3. Simbol himpunan semesta adalah S Contoh: A ={ 2. Aturan dalam membuat diagram Venn adalah sebagai berikut:  Himpunan semesta (S) dibatasi dengan persegi panjang dan simbol S diletakkan pada pojok kiri atas  Setiap himpunan yang dibicarakan dinyatakan dalam kurva tertutup (lingkaran. Himpunan Bagian Himpunan A merupakan himpunan bagian dari B bila setiap anggota A menjadi anggota B Ditulis A  B (dibaca “A himpunan bagian dari B”) A ⊄B (dibaca “ bukan himpunan bagian dari B” A ) Banyak himpunan bagian dari A dapat dicari dengan menggunakan rumus : 2 n(A) Banyak himpunan bagian dengan banyak anggota tertentu dapat dicari dengan menggunakan: Segitiga Pascal: Dengan Kombinasi ombinasi n! Cn  k ( n  )! k! k Banyak himpunan bagian dari himpunan K={1.3.2.7} pmatanjar. Diagram Venn Diagram Venn merupakan diagram yang digunakan untuk menyatakan hubungan beberapa himpunan. 3. yaitu nol (0).4.6. Himpunan tak terhingga ( infinite set) Himpunan tak terhingga adalah himpunan yang memiliki anggota yang tak terbatas Contoh: Himpunan bilangan bulat 6. x∊ bilangan cacah} P={0. Himpunan kosong dilambangkan dengan { } atau  Contoh: Himpunan bilangan asli yang kurang dari 0 3. oval)  Setiap anggota himpunan dinyatakan dengan noktah/titik yang diberi nama Contoh: S={x| x < 10. kurang dari 50 gan 5.4} Q={5.5} yang terdiri dari 3 anggota adalah: 5! 5 ! 4 3 5 C3    10 2! 3! 2! 3! E. Himpunan nol Himpunan nol adalah himpunan yang hanya mempunyai 1 anggota.blogspot.2. 4.com | Rangkuman Materi Himpunan Kelas 7 2 .2. Himpunan Kosong Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota.

Sama Dua buah himpunan dikatakan sama apabila kedua himpunan mempunyai anggota yang tepat sama. B={bilangan ganjil} b. S disebut elemen identitas pada irisan himpunan. c. b.F.4 } n(B)=4 G. pmatanjar.blogspot. B={bilangan ganjil} c. l u} B={m. u. a. Ekuivalen Dua buah himpunan dikatakan ekuivalen jika n(A)=n(B). l} d. Ditulis: A B (dibaca: “A saling berpotongan dengan B”) Contoh: A= {bilangan prima}. Ditulis A ∼ B (dibaca “ A ekuivalen B) Contoh: A={a. Ditulis: A=B(dibaca: “A sama dengan B”) Contoh: A={m. Saling lepas: Dua himpunan A dan B dikatakan saling l epas atau saling asing jika ked kedua himpunan tersebut tidak mempunyai anggota persekutuan (tidak ada anggota A yang menjadi anggota B dan sebaliknya). Irisan dan Gabungan Irisan Himpunan (Intersection) Irisan dua himpunan adalah suatu himpunan yang anggotanya merupakan anggota persekutuan dari dua himpunan tersebut A B  A B A=B A B A B  x | x A dan x B   A∩ } B={ A∩ ≠ } B { A∩ A B=A=B A∩ B=A Sifat irisan dua himpunan:  Sifat komutatif irisan  Sifat assosiatif irisan Gabungan Himpunan (Union) Gabungan himpunan A dan B adalah himpunan yang anggotanya terdiri atas anggota-anggota A atau anggota B anggota A B  x | x A atau x B    Sifat idempotent irisan  Sifat identitas irisan  Sifat komplemen irisan : A  B B  A :  B  C A  C  A  B : A A   c A∪ A B=A=B A∪ B=B  Sifat distributif irisan terhadap gabungan : A  C   B   C  B A A : A  A A : A S A . 3. d } n(A)=4 B={1. a. 2. Ditulis: A  B (dibaca:  “A saling lepas dengan B”) Contoh: A={bilangan genap}. Hubungan Antar Himpun an a.com | Rangkuman Materi Himpunan Kelas 7 3 . Saling berpotongan (tidak lepas) aling Dua himpunan A dan B dikatakan saling berpotongan (tidak saling lepas) jika A dan B mempunyai anggota persekutuan (ada anggota A yang menjadi anggota B). Operasi Antar Himpunan 1.

10} pmatanjar. Selisih (Difference) Selisih himpunan A dan B adalah himpunan yang anggotanya semua anggota dari A tetapi bukan anggota dari B. 9} Q P C ={2.blogspot.Sifat gabungan dua himpunan:  Sifat komutatif gabungan  Sifat assosiatif gabungan himpunan.  disebut elemen identitas pada gabungan  Sifat komplemen gabungan : A  A S c : A B B A :  B  C A  C  A  B  Sifat distributif gabungan terhadap irisan : A  C   B   C  B A A  Jika A B maka A B B  Jika A B maka A B A B  Banyak anggota gabungan himpunan: n B  n( A)  ( B)  A B  A  n  2. 6. x ∉B} B-A={x |x ∊B .  Sifat idempotent gabungan : A  A A  Sifat identitas gabungan : A A . B. C berlaku: Contoh: A  B C   B    disebut sifat distributif selisih terhadap irisan  A A C . x ∉A} Untuk setiap himpunan A. 4. KOMPLEMEN SUATU HIMPUNAN: Komplemen himpunan A adalah suatu himpunan yang anggota-anggotanya merupakan anggota himpunan semesta (S) tetapi bukan anggota A Dengan notasi pembentuk himpunan dituliskan sebagai berikut: AC ={x |x ∊S dan x∉A} Contoh: P  ={1. A  B C   B    disebut sifat distributif selisih terhadap gabungan  A A C .com | Rangkuman Materi Himpunan Kelas 7 4 . 8. 3. Dengan notasi pembentuk himpunan ditulis: A-B={x |x ∊A .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->