P. 1
pengertian forensik

pengertian forensik

|Views: 282|Likes:
Published by Ono Harry

More info:

Published by: Ono Harry on Jun 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2014

pdf

text

original

Ditulis oleh Sinly Evan Putra pada 18-08-2008

Sekarang ini istilah tes DNA sudah sangat familiar di tengah masyarakat Indonesia. Dari peristiwa bom Bali pada tahun 2002 sampai dengan perstiwa yang sekarang sedang hangatnya diberitakan adalah kasus pembunuhan berantai 11 orang oleh Very Idham Henniansyah atau dikenal dengan nama Ryan Sang Penjagal di Jombang Jawa Timur. Dari berbagai kasus ini, terlihat bahwa terdapat kesulitan dalam mengidentifikasi identitas korban/mayat secara fisik ataupun biometri, yang disebabkan kondisi tubuh mayat yang telah rusak atau hancur. Untuk itu, identifikasi dengan metode tes DNA menjadi mencuat. Tes DNA DNA atau DeoxyriboNucleic Acid merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA inilah yang menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus dari manusia. DNA ini akan menjadi cetak biru (blue print) ciri khas manusia yang dapat diturunkan kepada generasi selanjutnya. Sehingga dalam tubuh seorang anak komposisi DNA nya sama dengan tipe DNA yang diturunkan dari orang tuanya. Sedangkan tes DNA adalah metode untuk mengidentifikasi fragmen-fragmen dari DNA itu sendiri. Atau secara sederhananya adalah metode untuk mengidentifikasi, menghimpun dan menginventarisir file-file khas karakter tubuh. Tes DNA umumnya digunakan untuk 2 tujuan yaitu (1) tujuan pribadi seperti penentuan perwalian anak atau penentuan orang tua dari anak dan (2) tujuan hukum, yang meliputi masalah forensik seperti identifikasi korban yang telah hancur, sehingga untuk mengenali identitasnya diperlukan pencocokan antara DNA korban dengan terduga keluarga korban ataupun untuk pembuktian kejahatan semisal dalam kasus pemerkosaan atau pembunuhan. Hampir semua sampel biologis tubuh dapat digunakan untuk sampel tes DNA, tetapi yang sering digunakan adalah darah, rambut, usapan mulut pada pipi bagian dalam (buccal swab), dan kuku. Untuk kasus-kasus forensik, sperma, daging, tulang, kulit, air liur atau sampel biologis apa saja yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dapat dijadikan sampel tes DNA. DNA yang biasa digunakan dalam tes ada dua yaitu DNA mitokondria dan DNA inti sel. Perbedaan kedua DNA ini hanyalah terletak pada lokasi DNA tersebut berada dalam sel, yang satu dalam inti sel sehingga disebut DNA inti sel, sedangkan yang satu terdapat di mitokondria dan disebut DNA mitokondria. Untuk tes DNA, sebenarnya sampel DNA yang paling akurat digunakan dalam tes adalah DNA inti sel karena inti sel tidak bisa berubah. DNA dalam mitokondria dapat berubah karena berasal dari garis keturunan ibu yang dapat berubah seiring dengan perkawinan keturunannya. Sebagai contoh untuk sampel sperma dan rambut. Yang paling penting diperiksa adalah kepala spermatozoanya karena didalamnya terdapat DNA inti, sedangkan untuk potongan rambut yang paling penting diperiksa adalah akar rambutnya. Tetapi karena keunikan dari pola pewarisan DNA mitokondria menyebabkan DNA mitokondria dapat dijadikan sebagai marka (penanda) untuk tes DNA dalam upaya mengidentifikasi hubungan kekerabatan secara maternal. Untuk akurasi kebenaran dari tes DNA hampir mencapai 100% akurat. Adanya kesalahan bahwa kemiripan pola DNA bisa terjadi secara random (kebetulan) sangat kecil kemungkinannya, mungkin satu diantara satu juta. Jikapun terdapat kesalahan itu disebabkan oleh faktor human error terutama pada kesalahan interprestasi fragmen-fragmen DNA oleh operator (manusia). Tetapi dengan

Pemisahan DNA dari komponen terlarut lainnya. Keunggulan metode ini dibandingkan dengan metode konvensional adalah pada kecepatan dan harganya yang jauh lebih cepat dan murah dibandingkan metode elektroforesis DNA. Dari berbagai literatur yang penulis pelajari. Sedangkan metode tes DNA yang terbaru adalah dengan menggunakan kemampuan partikel emas berukuran nano untuk berikatan dengan DNA. Tahap-tahap utama dalam isolasi DNA darah adalah: 1. Prinsip metode ini adalah mempergunakan untai pendek DNA yang disebut Probe yang telah diberi zat pendar. maka DNA tersebut dapat diprofilkan dan dibandingkan dengan sampel DNA terduga lainnya. Probe ini dirancang spesifik untuk gen sampel tertentu dan hanya akan menempel/berhibridi sasi dengan DNA sampel tersebut. sehingga masih dalam pengembangan di Amerika Serikat. Tahapan Metode Tes DNA Di Indonesia. Dalam genom manusia dapat ditemukan pengulangan basa yang bervariasi jumlah dan jenisnya. STR adalah lokus DNA yang tersusun atas pengulangan 2-6 basa. pada dasarnya tahapan metode tes DNA dengan cara elektroforesis meliputi beberapa tahapan berikut yaitu pertama tahapan preparasi sampel yang meliputi pengambilan sampel DNA (isolasi) dan pemurnian DNA. Keberadaan DNA yang sesuai dengan DNA Probe dapat dilihat dari pendaran sampel tersebut. Untuk di Lembaga Eijkman. sehingga untuk penguna (user) di Indonesia. Tetapi berbagai ilmuwan telah banyak meninggalkan cara tersebut dan beralih ke produk-produk pemurnian yang telah dipasarkan seperti produk butir magnet dari Promega Corporation yang memanfaatkan silicacoated paramagnetic resin yang memungkinkan metode pemisahan DNA yang lebih sederhana dan cepat. Untuk metode pemurnian biasanya digunakan tehnik sentrifugasi dan metode filtrasi vakum. Dengan menganalisa STR ini. dan lain lain. . Disosiasi protein sel. Dengan intreprestasi hasil dengan cara menganalisa pola DNA menggunakan marka STR (short tandem repeats). Pendeteksian dilakukan dengan penyinaran pada panjang gelombang tertentu. 2.menerapkan standard of procedur yang tepat kesalahan human error dapat diminimalisir atau bahkan ditiadakan. Menghancurkan membran sel. 3. Jumlah DNA target tersebut kira-kira berbanding lurus terhadap intensitas pendaran sinar yang dihasilkan. sel debris. Partikel emas berukuran nano dalam metode ini berperan dalam mengikat Probe yang tidak terhibridasi. Untuk sampel darah. sekarang ini belum dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. karena memang belum terdapat di Indonesia.5 Juta dengan hasil tes yang dapat diperoleh dalam 12 hari kerja terhitung dari tanggal diterimanya sampel. Tetapi karena metode ini masih tergolong baru. masih memanfaatkan metode elektroforesis DNA. terdapat dua laboratorium yang dapat melayani user dalam tes DNA yaitu Laboratorium Pusdokkes Polri Jakarta Timur dan di Lembaga Bio Molekuler Eijkman Jakarta Pusat. dalam isolasinya dapat digunakan bahan kimia phenolchloroform sedangkan untuk sampel rambut dapat digunakan bahan kimia Chilex. Tahapan selanjutnya adalah memasukan sampel DNA yang telah dimurnikan kedalam mesin PCR (polymerase chain reaction) sebagai tahapan amplifikasi. Untuk metode tes DNA di Indonesia. Dalam tahap ini diperlukan kesterilan alat-alat yang digunakan. Metode Tes DNA Metode tes DNA yang umumnya digunakan di dunia ini masih menggunakan metode konvensional yaitu elektroforesis DNA. Selanjutnya DNA dimurnikan dari kotoran-kotoran seperti protein. biaya per paket tes DNA adalah berkisar Rp. Metode ini ditemukan oleh dua orang ilmuwan Amerika Serikat yaitu Huixiang Li dan Lewis Rothberg. 7.

Selanjutnya kopi urutan DNA ini akan dikarakterisasi dengan elektroforesis untuk melihat pola pitanya. untuk tes DNA dengan metode elektroforesis DNA. proses ini dimaksudkan untuk memperoleh tipe DNA. dikarenakan harus menunggu tes DNA terlebih dahulu. hasil tes DNA sudah dapat diketahui dalam waktu 3-5 hari kerja. Tetapi bagaimanapun untuk di Indonesia. banyak dari keluarga korban Ryan yang terpaksa “menjerit” karena mayat keluarga mereka tidak dapat dikuburkan secara cepat dan terpaksa berdiam di kamar mayat selama lebih dari 1 minggu. Pola pita inilah yang disebut DNA sidik jari (DNA finger print) yang akan dianalisa pola STR nya. Hal ini berbanding jauh terbalik dengan waktu yang seharusnya selesai. jika dikerjakan secara cepat dan tepat dapat selesai dalam tempo 1 jam. Untuk masalah waktu ini. Mesin PCR akan membaca data-data DNA dan menampilkannya dalam bentuk angkaangka dan gambar-gambar identfikasi DNA. tergolong sangat lama. Dan dari literatur lain menyebutkan untuk di Amerika Serikat. Karena urutan DNA setiap orang berbeda maka jumlah dan lokasi pita DNA (pola elektroforesis) setiap individu juga berbeda.Hasil akhir dari tahap amplifikasi ini adalah berupa kopi urutan DNA lengkap dari DNA sampel. Penutup Tes DNA yang dilakukan di Indonesia jika menilik dari faktor waktu. Tetapi bagaimanapun kecepatan dan ketepatan tes DNA di Indonesia seyogyanya dapat terus ditingkatkan. Finishing dari tes DNA ini adalah mencocokan tipe-tipe DNA. Tahap terakhir adalah DNA berada dalam tahapan typing. mungkin masalah waktu ini masih dapat dimaklumi karena sangat terbatasnya instansi yang dapat melayani tes DNA. Dari literatur yang pernah penulis baca. penulis sering mendengar dari berita TV termasuk berita pembunuhan berantai oleh Ryan. . Diperkirakan memerlukan waktu sampai 12 hari kerja atau hampir dua minggu.

Jakarta Net-encyclo. 2008. Situs Blog Sentausa Sinly Evan Putra. Identifikasi DNA.tempointerakti f. Situs Web Eijkman Institute Fessenden dan Fessenden. 2006. Pengantar Biokimia. com/pengumpulans ampeldna/ ekstraksifasepad at. 2008.DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • • • • • Albert Lehniger. Bambang Irawan. Jawa Timur Robert. 1999. 2008. Situs Web Tempo Interaktif (www. com) Tempo Interaktif.teknologi. Biologi sebagai Bukti Kejahatan.org) Supangat.com Sentausa.net. 2008. V/April 2003. 2008. 2005. Metode Analisis Kejahatan pada Forensik. Mengutak-atik Tes DNA. Jakarta Freewebs. Majalah Natural Edisi 11/Th VII/Agustus 2005. Pengumpulan DNA.com. Situs Web Kimia Indonesia (www. Mungkinkah?. Pemurnian DNA di Dapur Rumah Kita.chemis-try. Ekstraksi DNA. 2004. 2006. Penerbit Erlangga. Principles of Biochemistry. http://www.htm H. Situs Web Wikipedia http://www. Situs Web okezone. 2003. Situs Web Berita Iptek (www. Hawab. Murray. Tes DNA: Mengendus Jejak Kejahatan. com. Tes DNA Murah Meriah. dan Kuantifikasi DNA. Genealogical DNA Test. DNA fingerprint.encyclo.Inc.freewebs.M.org/ artikel_kimia/ biokimia/ di-balik. Kimia Organik Jilid 2 Edisi Ketiga. DNA. Bayumedia Publishing. DNA fingerprinting pada Forensik. Majalah Natural Edisi 7/Thn. Diterjemahkan oleh Aloysius Hadyana Pudjaatmaka. Bandar Lampung Eijkman Institute For Molecular Biologi. New York:Worth Publisher.com. K. www. 2007. Keluarga “Korban Ryan” jalani Tes DNA.try.com/ id/DNA Okezone. Wahyu Rizal.chem-is. 1982. 1986. Harper’s Biochemistry (Edisi Terjemahan).com) M.tes-dna/ . 2008. Bandar Lampung Wikipedia.beritaiptek.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->