P. 1
penyamakan kulit

penyamakan kulit

|Views: 2,856|Likes:

More info:

Published by: Wahyu Nugraha Gunawan on Jun 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KUNJUNGAN

Mata Kuliah : Pengolahan Hasil Ikutan Ternak Tanggal : 21 Mei 2011 Kelompok : 6 / G2 Dosen : Ir. B. N. Polii, S.U M. Sridu Resta, S.Pt, M.Sc Irma Isnafia Arief, S.Pt. M.Si Asisten : 1. Gilang S.P 2. Latifah H 3. Restiyana A 4. Agung H.S 5. Aan Ma’ani

INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT SAPI DAN DOMBA DI WILAYAH GARUT
Disusun Oleh : Febri Rahayu I Made Joni Abdi W Siti Aminah Martiana Kartika D Amudi Hutasoit Ricky Firmansyah Danio Ardi Susilo D14080035 D14080053 D14080100 D14080113 D14080162 D14080319 G84070070

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

dan lainlain. kulit domba dan kulit kambing. Tujuan Tujuan praktikum kunjungan ini yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami proses penyamakan kulit sapi dan domba mulai dari penyamakan hingga pemasaran. keturunan. kimia maupun organoleptik. dompet dan lainnya. pemeliharaan. bangsa ternak. karena banyak produk-produk seperti tas. Industri penyamakan kulit memiliki potensi yang besar dalam memanfaatkan hasil ikutan ternak. jaket. Namun ada juga kulit hewan lain yang biasa digunakan seperti kulit ular dan kulit buaya. baik secara fisik. Sifat dari kulit tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur potong.PENDAHULUAN Latar Belakang Kulit merupakan salah satu hasil ikutan ternak yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna dan daya jual yang tinggi. Kulit hewan secara alami memiliki sifat yang berbeda-beda. Kulit yang biasa digunakan sebagai industri diantaranya kulit sapi. Garut merupakan salah satu daerah di Indonesia yang banyak menghasilkan produk hasil olahan kulit seperti tas. . Keberadaan industri ini juga sedikit banyak berpengaruh terhadap perekonomian negara. dompet. Kulit juga merupakan salah satu hasil ikutan ternak yang paling sering dijumpai. sepatu dan barang-barang lainnya yang menggunakan kulit sebagai bahan bakunya. jaket. Industri penyamakan kulit terus berkembang seiring ditemukannya berbagai cara penyamakan kulit dan banyaknya pesanan dari konsumen. sepatu. lingkungan hidup.

Bila tidak segera memperoleh penanganan. kulit sapi harus diawetkan.) . dan komponen kimiawi penyusun kulit. luka goresan. Secara umum kulit terdiri dari air ± 65%. dan penyakit). Penyimpanan(kelembaban dan waktu) (Saleh. Teknologi penyamakan kulit sebenarnya termasuk salah satu aset kebudayaan manusia yang tertua. sentuhan logam). Protein kulit digolongkan menjadi dua yaitu protein berbentuk (fibrous protein) yang terdiri dari kolagen ± 29%. Kulit Samak Kulit sapi yang baru selesai dikuliti. dan bisa memasarkannya sebagai bahan baku industri. kulit sapi akan terkontaminasi dengan organisme. lemak ± 2%. bahan mineral ± 0. 2). 3). Perlakuan selama pengawetan (suhu dan kelembaban ruang. bekas cambuk. Mutu/kualitas kulit ditentukan oleh : 1). Perlakuan selama pengangkutan (suhu dan kelembaban. 1984). kulit mentah adalah kulit hewan yang masih dalam keadaan segar atau kering yang belum atau yang sudah diproses pendahuluan (belum disamak) masih bersifat belum mantap. 2004).3% serta protein tak berbentuk (globular protein) yang terdiri dari albumin dan globulin ± 1%. protein ± 33%. Untuk menghindari kerusakan kulit sapi. 4).TINJAUAN PUSTAKA Kulit Mentah SNI (1989) menyebutkan. cap bakar. Berat kulit pada ternak lebih kurang 10% dari berat tubuh dan nilai kulit 10-15% dari nilai karkas. Kulit adalah salah satu organ tubuh dimana pertumbuhan dan perkembangannya tidak lepas dari pertumbuhan ternak secara keseluruhan. air laut. Pertumbuhan kulit dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu genetik dan lingkungan. Faktor genetik berpengaruh terhadap karakteristik struktur jaringan kulit.7% (Purnomo. hanya dapat bertahan selam 12 jam setelah pengulitan. serta mucin dan mucoid ± 0. Faktor lingkungan berpengaruh terhadap ketebalan lapisan-lapisan kulit.5%. Sejak zaman dulu orang telah menggunakan kulit hewan untuk . dan membusuk. air hujan. keratin ± 2% dan elastin ± 0. Perlakuan setelah pemotongan ternak (cara pemotongan dan pengulitan). pakan. 5). Perlakuan sewaktu ternak masih hidup (iklim.

dan kemudian didiamkan sampai 2-3 jam. Pengeringan dan b). Kalau sudah bersih. Selesai perendaman dalam larutan garam. Usaha pengawetan kulit sapi Proses pengawetan kulit yang sering dilakukan adalah: a). Posisi yang paling baik untuk penjemuran dengan sinar matahari adalah posisi sudut 45°. Pengeringan Sebelum diawetkan kulit harus dibersihkan dari daging.00 WIB dan pukul 15.pakaian dan alat perlengkapan lainnya. Jangan diperas.00-11.00 WIB pada tempat yang teduh. Penggaraman Ada dua cara penggaraman. Pembersihan kulit dapat menggunakan pisau tumpul atau kikir. kulit sapi bisa diangkat dan dibentangkan pada lantai yang miring untuk menuntaskan air.00-17. noda darah dan kotoran-kotoran yang menempel. baru dilakukan perendaman dalam larutan garam (campuran 100 liter air dengan 50 kg garam) selama 36 jam. yaitu penggaraman kering dan penggaraman basah. agar kulit tidak rusak. a. serta diangin-anginkan antara pukul 11. bagian daging pada kulit ditaburu garam sebanyak 10 persen dari berat kulit sapi. Pekerjaan yang terakhir adalah penjemuran kulit sapi dengan alat perentang. karena akan merusak kualitas kulit. kepekatan larutan harus terkontrol dengan baik. Penggaraman Kering: Bila penuntasan air dianggap cukup. Selama 36 jam perendaman. Ada beberapa cara untuk meningkatkan potensi kulit sapi sebagai komoditi. . lemak. Penggaraman.00-15. Untuk menjaga kualitas kulit. kulit direntang dengan alat perentang dari kayu kemudian dijemur dalam keadaan terbentang. b. antara lain: 1. penjemuran hanya dilakukan antara pukul 09.00 WIB. Setelah kulit dirasa cukup kering (kadar air 7-15%). namun kulit mudah sekali membusuk jika terkena air atau basah dan akan menjadi keras bila kering. Usaha untuk menjadikan kulit hewan tidak busuk bila basah dan tetap lemas bila kering. diperlukan teknologi agar daya tahan dan daya simpan kulit tersebut menjadi meningkat.

2). Penampang kulit kalau diketuk dengan jari berbunyi nyaring. Purnomo (1991) menyebutkan bahwa bahan penyamak yang biasa digunakan dalam proses penyamakan adalah bahan penyamak nabati. 2004). noda kotoran atau darah yang menempel. Bagian daging dan bulu kering. 1985).Penggaraman Basah: Bila penuntasan air dianggap cukup.. dan ditaburi lagi sebanyak 20 persen dari berat kulit. kulit dibentangkan dan bagian daging pada kulit ditaburi 30 persen dari berat kulit basah. lalu kulit bagian daging dicuci dengan bensin. Campuran diaduk sampai merata. tetapi tidak boleh diperas. dan 4). dan bagian daging ditaburi garam dan seterusnya. 2. lemak. Ada dua cara penyamakan kulit yaitu penyamakan kulit dengan garam dan asam belerang. Ukurannya 35 liter air. serta Penyamakan kulit dengan pasta (Saleh. Sediakan air hangat yang bercampur soda (borax) dan sabun cuci (detergent). 200 gram soda. Keadaan kulit tembus cahaya (transparan). dan 1500 gram sabun cuci. harus dicuci lebih dahulu dengan air bersih agar menjadi lunak. bahan penyamak aldehid dan bahan penyamak sintetik. bahan penyamak mineral. didiamkan sampai 30 hari. Usaha Penyamakan kulit Kulit sapi yang akan disamak. Bila sudah dianggap cukup. sampai air tuntas sempurna. 3). Tahap Pra Penyamakan Perendaman Perendaman yaitu proses yang bertujuan untuk mengembalikan kadar air yang hilang selama proses pengawetan sehingga kulit siap untuk menerima perlakuan selanjutnya (Purnomo. Kulit yang sudah bersih bisa dijemur sebentar. Selanjutnya kulit bagian daging dibersihkan dari daging. Keadaan kulit tegang. kemudian kulit direndam selama 2-3 jam. Proses penjemuran dan pengeringan dianggap cukup/sudah selesai apabila : 1). kulit sapi bisa segera diangkat dan dibilas dengan dengan air bersih. Ini dilakuakan untuk menghilangkan lemak yang masih menempel pada kulit tetapi tidak terlihat oleh mata. Selanjutnya kulit didiamkan 24 jam. Kemudian kulit lainnya ditumpukkan dengan bagian bulu di bawah. Perendaman juga bertujuan untuk .

lemak yang tidak tersabunkan. akar dan pigmen. membuka tenunan kulit. 1985). 1985). sisa-sisa kapur yang masih tertinggal dan menghilangkan sedikit atau banyak zat-zat yang tidak diperlukan dengan cara menghidrolisis protein dengan menggunakan enzim. menghilangkan garam atau bahan kimia lain yang semula dipakai sebagai bahan pengawet dan melarutkan protein – protein yang dapat larut untuk dibuang. menghilangkan kelenjar keringat. Bahan kimia yang digunakan di antaranya oropon. enzylon dan lain-lain yang mengandung enzim protease (Purnomo. Pengikisan protein Pengikisan protein (bating) bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa bulu. 1985). Pengapuran Pengapuran adalah proses yang bertujuan untuk menghilangkan epidermis dan bulu. lemak dan zat-zat yang tidak diperlukan. dan untuk mempermudah terlepasnya lapisan subkutis dari lapisan kutisnya (Purnomo. 1985). syaraf kulit. Pembuangan daging dan bulu Pembuangan daging dan bulu adalah proses yang bertujuan untuk menghilangkan sisa daging yang masih melekat pada kulit dan menghilangkan bulu beserta akarnya yang masih tertinggal pada kulit. Pembuangan kapur Proses pembuangan kapur bertujuan untuk mengeluarkan kapur dari kulit (Purnomo.membersihkan kulit dari kotoran-kotoran. karena akan menghalangi masuknya zat penyamak ke dalam kulit sampai ke bagian tengah kulit (Purnomo. .

1985). 1985). Tahap ini meliputi proses pengeringan. 1999). Garam krom ini mampu bereaksi dengan membentuk ikatan dengan asam-asam amino bebas dalam struktur kolagen yang reaktif. menjaga serat kulit agar tidak lengket satu dengan yang lain dan memperkecil daya serap kulit (Purnomo. pelemasan. Tahap Penyelesaian Tahap penyelesaian bertujuan untuk meningkatkan mutu kulit jadi terutama dari segi organoleptik yaitu kelembutan. . 1985). pementangan. 1993). Peminyakan Proses peminyakan bertujuan untuk melicinkan serat-serat kulit sehingga kulit lebih tahan terhadap gaya tarikan atau mekanik lain. 1985).. Kualitas kulit jadi dipengaruhi oleh proses-proses yang dilakukan dalam industri penyamakan kulit dan mutu kulit mentah sebagai bahan dasar (Williamson et al. pengampelasan. Ikatan silang ini akan mengubah sifat kulit mentah menjadi lebih tahan terhadap pengaruh fisik selama proses penyamakan (Purnomo. menghilangkan flek-flek kulit dan menyesuaikan pH kulit terhadap pH bahan penyamak (Purnomo. kepadatan dan penampakan. Tahap Penyamakan Penyamakan Penyamakan dilakukan dengan bahan penyamak krom yaitu garam krom yang mengandung atom-atom krom dengan valensi 3. menghentikan bekerjanya bahan bating.. pengecatan tutup dan pengempaan panas (Fahidin et al.Pengasaman Proses pengasaman dilakukan untuk mengasamkan kulit dalam keadaan tidak bengkak. Tahap Pasca Penyamakan Netralisasi Netralisasi bertujuan untuk menetralisir asam di antara serat-serat kulit pada waktu pencucian (Purnomo.

Perjalanan dari Bogor ke Garut menghabiskan waktu sekitar 7 jam. buku. alat tulis.bahan yang digunakan yaitu kulit domba dan kulit sapi. Prosedur Praktikum kunjungan ke pabrik penyamakan kulit ke Garut dilakukan pada hari Sabtu (21-22 Mei 2011). camdig dan alat dokumentasi lain.Alat dan Bahan Alat – alat yang digunakan pada praktikum kunjungan ke pabrik penyamakan kulit ke Garut yaitu wirepack. Praktikan dibagi menjadi 2 kelompok setelah sampai di Garut yaitu kelompok yang genap dari setiap grup praktikum mengunjungi pabrik penyamakan kulit sapi terlebih dahulu sedangkan kelompok ganjil dari setiap grup praktikum mengunjungi pabrik penyamakan kulit domba terlebih dahulu dan setelah melakukan pengamatan langsung selama 45 menit kedua kelompok ditukar tempat pengamatannya. Bahan. Keberangkatan dimulai dari ATM Centre IPB dengan 3 bis yang berbeda. Pengamatan di pabrik penyamakan kulit domba dimulai dengan penjelasan dari bapak pemilik pabrik tersebut. Wawancara dilakukan oleh pemilik pabrik dengan praktikan ketik sedang melakukan pengamatan langsung pada .

Bogor. sarung tangan. kemudian direndam selama 12 jam atau 1-2 hari. Perendaman pertama dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan lemak.Pembahasan Salah satu industri penyamakan yang terdapat di sentra penyamakan kulit Garut adalah pabrik penyamakan kulit sapi milik PT. Mesin embossing berfungsi mencetak kulit sesuai motif kulit pada pori-pori sesuai yang diinginkan. Barang kerajinan yang dapat diproduksi dari bahan dasar kulit antara lain sabuk. Kulit kemudian disemprot dengan proses selama 2-3 jam. dan Bali. Hasil penyamakan kulit ini dapat dimanfaatkan untuk barang kerajinan. Elang Emas Sejahtera. Kulit kemudian dimasukan dalam mesin seeming untuk proses pengeringan. Penjemuran dilakukan pada relocating. dll. Mesin saving berfungsi sebagai penyerut dan penentu ketebalan kulit. gu).00 per vit. Kulit dimasukan kedalam mesin saving setelah pengeringan. Penanganan limbah pada perusahaan ini kurang baik meskipun sudah bekerjasama dengan asosiasi pengrajin kulit. Kulit dapat juga dimanfaatkan untuk kerupuk kulit diprosuksi pada . kapur dan FF. Jakarta. setelah itu diangkat dan dilakukan penghilangan bulu.000. Pewarnaan dilakukan dengan menggunakan bahan kimia yaitu krom. Harga jual kulit yang perusahaan ini adalah sebesar Rp 9. Limbah dari pabrik ini dialirkan ke sungai sehingga menyebabkan bau yang tidak sedap di kawasan pabrik penyamakannya. Penyamakan kulit sapi dimulai dengan perendaman kulit segar yang masuk selama 24 jam. sepatu. Proses pewarnaan dilakukan selama 1-2 hari hingga warna terserap dalam kulit. Proses produksi pada pabrik ini berlangsung selama 1 minggu. Elang Emas Sejahtera dirintis pada tahun 2006. Industri penyamakan kulit pada PT.. Perendaman kedua dilakukan campuran obat-obatan yaitu Zn. jaket. Kulit kemudian di masukkan ke dalam mesin splitting untuk menyamak kulit dan memisahkan kulit dengan daging. Proses penyamakan kulit sapi di industri ini menghasilkan 20 ton kulit yang dipasarkan di daerah Bandung.. Proses selanjutnya adalah kulit dimasukkan ke dalam drum yang telah dicampur dengan bahan-bahan kimia. Kulit yang dihasilkan dari proses tersebut agak lembab. Proses selanjutnya adalah pewarnaan. Proses staking dilakukan untuk tujuan penghalusan kulit. Bahan baku yang digunakan ialah kulit mentah yang diperoleh dari pengumpul di Tasikmalaya dan Bahaya.

Pengeringan atau seeming merupakan proses lanjutan dimana kulit dikeringkan dibawah sinar matahari. Belahan kulit dibawahnya disebut split. Keberadaan lemak dan daging yang menempel ini berpengaruh terhadap proses penyamakan. digunakan untuk kulit atasan yang terbaik. Penyamakan Kulit Sapi Pabrik penyamakan kulit yang kami kunjungi ialah PT Elang Mas Sejahtera yang berdiri pada tahun 2006. kemudian dilakukan proses shaving atau perataan kulit yang dibedakan menjadi kulit . yang dapat pula digunakan sebagai kulit atasan. Proses ini biasanya disebut dengan pengapuran (liming). Barang-barang kerajinan yang dihasilkan dari pengolahan kulit dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tingggi. krupuk kulit. Kulit dibelah dengan menggunakan mesin belah ( Splinting Machine) untuk medapatkan kulit dengan ketebalan yang dikehendaki. sehingga perlu dipisahkan. pada tahap penyelesaian akhir. Bahan baku pabrik yang merupakan kulit mentah dipasok dari penampung kulit mentah yang berada di sekitar pabrik. Pabrik ini ialah pabrik penyamakan kulit sapi. Proses selanjutnya yaitu dilakukan pembuangan bulu. Proses selanjutnya ialah splitting atau pembelahan kulit. dengan diberi nerf palsu secara dicetak dengan mesin press (Emboshing machine). Lokasi pabrik ini ialah di Garut tepatnya di desa Cempaka. kulit ditambahkan dengan larutan kapur yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses perontokan bulu.dalam proses ini. Kulit yang telah melewati splitting kemudian di spickle selama 12-48 jam. Belahan kulit yang teratas disebut bagian rajah (nerf). Tujuan dari tahapan ini ialah membuang sisa lemak dan daging yang masih menempel pada kulit. Selain itu kulit split juga dapat digunakan untuk kulit sol dalam. Proses selanjutnya ialah proses pengeringan kulit.dari produk kulit yang gagal (terdapat robekan/cacat). Proses awal yang dilakukan ialah kulit berbalur garam melalui proses penyerutan. Lokasi ini terdapat banyak industri atau pabrik penyamakan kulit dan merupakan sentra atau pusat penyamakan kulit di Garut. lem kayu dan sebagainya. Teknik penyamakan kulit yang dilakukan oleh pabrik ini pada dasarnya sama dengan penyamakan kulit yang dilakukan pabrik-pabrik pada umumnya.pabrik ini mrmiliki 30 orang karyawan yang masing-masing memiliki spesifikasi kerja.

dilakukan pengamplasan. dan tahap terakhir dari dari proses penyamakan ini ialah pengukuran dan pemotongan kulit sesuai dengan permintaan konsumen. Proses selanjutnya ialah pelemasan kulit dilanjutkan dengan proses penyemprotan sebanyak kurang lebih dua hingga tiga kali. jemur kembali kulit. Agar kulit lebih halus. Tahap selanjutnya ialah embossingatau pencetakan sesuai kebutuhan konsumen atau pemesan.yang tipis dan kulit tebal. Semua proses penyamakan kulit yang dilakukan dari awal hingga akhir membutuhkan waktu kuranbg lebih satu minggu sebelum akhirnya siap untuk dipasarkan. Kulit yang diperah airnya dengan mesin atau tangan kemudian dikeringkan. Kulit kemudian dimasukkan kedalam bak pewarna selama 12-48 jam. Kesimpulan Hasil dari kunjungan studi hasil ikutan ternak dapat di pahami oleh mahasiswa dan dapat diterapkan pada praktikum penyamakan kulit. Kadar air pada kulit menjadi 3-14%. . sehingga mahasiswa menjadi terampil. Proses packing kemudian dilakukan untuk melemaskan dan melebarkan kulit. Proses ini bertujuan untuk menghentikan semua reaksi kimia didalam kulit.

DAFTAR PUSTAKA Fahidin & Muslich. Jurusan Fakultas Pertanian. Dasar Pengolahan Susu Dan Hasil Ikutan Ternak. Yogyakarta. Purnomo. & W. Pengetahuan Dasar Penyamakan Kulit. Gajah Mada University Press. Fateta. Pengantar Peternakan untuk Daerah Tropis. Williamson. Ilmu Teknologi Kulit. SNI 0391-89A. G. 1984. Institut Pertanian Bogor. E.J. Yogyakarta. Kanisius. Saleh. Payne. 1999. 1989. Akademi Teknologi Kulit.2004. 1985. Terjemahan Djiwa Darmadja. Akademi Teknologi Kulit. Bogor. . Indonesia. Diktat Kuliah.A. Teknologi Penyamakan Kulit 1. Departemen Perindustrian. E. Istilah dan Definisi untuk Kulit dan Cara Pengolahannya.E. Yogyakarta. 1991. Program Studi Produksi Ternak. Standar Nasioanal Indonesia. Penyamakan Kulit Reptil. E.Universitas Sumatera Utara. Yogyakarta. Purnomo. 1993. Purnomo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->