P. 1
Metode pembelajaran

Metode pembelajaran

|Views: 240|Likes:
Published by Aris Samudra

More info:

Published by: Aris Samudra on Jun 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2014

pdf

text

original

Berikut ini diuraikan secara singkat metode-metode mengajar yang sekaligus dapat digunakan sebagai metode pembelajaran

. A. Metode Ceramah Ceramah adalah suatu metode mengajar, berupa penyampaian bahan pembelajaran secara lisan kepada seluruh pendengar di suatu ruangan. Dalam metode ceramah interaksi hanya bersifat satu arah. Metode ini terutama digunakan dalam mengajar, yaitu seluruh kegiatan berpusat pada pembelajar. Metode ini tidak senantiasa jelek, bila penggunaannya diawali dengan persiapan yang baik, didukung dengan alat dan media, serta diperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya. Langkah pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan metode ceramah adalah perssiapan, pelaksanaan, dan kesimpulan. Pada pembelajaraan matematika, ceramah dilakukan pada penyampaian materi secara umum kepada seluruh pebelajar di kegiatan awal pembukaan pembelajaran, terutama sebagai pembangkit motivasi, misalnya cerita tokoh-tokoh penemu yang berhubungan dengan materi yang diajarkan, atau cerita tentang kegunaan dalam kehidupan sehari-hari tentang materi yang akan dipelajari pebelejar, atau penyampaian hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan oleh pebelajar. Metode ceramah dalam kegiatan pembelajaran matematika digunakan untuk presentasi pengetahuan dasar. B. Metode Ekspositori/Presentase Dalam ceramah pusat perhatiannya terletak pada pembelajar, pembelajar cenderung banyak bicara, menyempaian informasi (materi ajar), sedangkan pebelajar pada umumnya hanya mencatat dan sebagian kecil bertanya. Dalam metode ekspositori/presntase, pembicaraan pembelajar dikurangi, pembelajar hanya memberikan informasi pada saat tertentu, atau pada bagian-bagian yang diperlukan. Misalnya pada permulaan pembelajaran, pada penjelasan awal topik-topik baru, pada saat memberi contoh, senanjutnya pembelajar meminta pebelajar untuk mengerjakan beberapa soal yang mirip contoh atau soal yang memerlukan pemecahan msalah. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa, metode ceramah dalam pembelajaran metematika digunakan untuk presenyase pengetahuan dasar. Presentase pengetahuan dasar dilakukan dengan menyediakan suatu kerangka kerja untuk materi pembelajaran selanjutnya yang dihubungkan dengan pengetahuan pebelajar sebelumnya. Presentase informasi pengetahuan dalam pembelajaran matematika kepada pebelajar harus disertai dengan demonstrasi dan tanya jawab, karena matematika adalah pengetahuan abtrak yang mengandung pengetahuan deklaratif, procedural dan kondisional. Ketiga pengetahuan itu dalam matematika saling berkaitan (ingat objek matematika fakta, konsep, keterampilan dan prinsip). Metode ceramah dan ekspositor/presentasi kadang sulit dibedakan, karena sering dalam rncana pembelajaran ditulis metode ceramah tetapi pelaksanaannya menggunakan metode ekspositori, demikian pula ada yang menulis dalam rencananya mengguankan nmetode ekspositori, tetapi palsaanaanya cerama terus selama pertemuan. C. Metode Demonstrasi

seorang pembelajar kadang perlu menunjukkan kehenatanya tetapi tidak secara kontinu dilakukan. ditetapkan langkah-langkah pokok demostrasi/eksperimen. Metode demonstrasi yang digunakan sebagai unjuk kehebatan. beri kesempatan kepada setiap pebelajar untuk mencoba sehingga pebelajar merasa yakin tentang kebenaran suatu proses. pembelajar memperlihatkan cara menurunkan rumus. Dalam kegiatan pembelajaran. baik tertulis maupun lisan. Misalnya. kemudian dilanjutkan dengan pemberian tugas untuk pebelajar (dikerjakan di kelas). Dengan metode demonstrasi ini pembelajar menunjukkan kehebatannya dalam pembelajaran. misalnya diawali dengan ekspositori. c. memecahkan masalah..diamati oleh seluruh pebelajar dalam kelas. . Pelaksanaan metode demonstrasi di lakukan dengan langkah-langah sebagai berikut: a. setelah ekspositori dilanjukan dengan contoh yang didemonstrasikan dan dipadukan dengan tanya jawab (bukan dikerjakan sendiri). karena ketika pembelajar mendemonstrasikan sesuatu prosedur. berupa meminta pebelajar untuk menghafal fakta matematika tertentu. tentu disertai dengan ekspositori atau presentase tentang apa yang dilakukan menurut langkah-langkah dalam algoritma yang didemonstrasikan. menghitung hasil perklian dengan cepat. tumbuhkan sikap kritis pada anak sehingga terjadi tanya jawab dan diskusi tentang masalah yang didemonstrasikan. Dengan metode ini. pembelajar juga memberikan jawaban kepada pebelajar. dan persiapan alat-alat yang diperlukan. Pelaksanaan demontrasi dsebaiknya dikaitkan dengan metode lain. atau bagaimana memecahkan suatu masalah. Pelaksanaan demosntrasi/eksperimen Pada pelaksanaan demonstrasi/eksperimen diusahakan dapat diikuti. Tindak lanjut demonstrsi/eksperimen Setelah demonstrsi/eksperimen selesai. sering membuat seorang pembelajar berlebihan dalam melaukan demontrasi. b.Metode demonstrasi dapat dikatakan masih termasuk dalam metode ekspositori. D. demonstrai dipadukan dengan tanya jawab dan dikaitkan dengan eksperiman. yaitu: latihan hafal (drill) dan latihan praktek (practice)”. Gunakan metode demontasi dengan wajar. Persiapan/perencanaan Pada persiapan perlu ditetapkan tujuan demonstrasi/eksperimen. atau meminta pebelajar mendemonstrasikan kembali dalam masalah lain. Hasil yang diperoleh dari latihan hafal itu. beri nilai pada kegiatan pebelajar dalam demonstrasi/eksperimen tersebut. bila pebelajar bermaksud mengatahui terjadinya sesuatu. Metode Latihan Berbicara tentang latihan akan timbul berbagai tafsiran tentang laitihan. misalnya dapat mengingat rumus dengan cepat. Latihan hafal adalah kegiatan yang pada umumnya dilakukan secara lisan yang hasilnya berkenaan dengan kemampuan pebelajar memberikan jawaban dengan cepat tentang fakta. Latihan hafal. menghafal perkalian bilangan asli kurang dari 10. Misalnya dengan PR atau wawancara. Sedangkan latihan praktek berupa latihan menyelesaikan soal-soal. berikan tugas-tugas kepada pebelajar. Dalam pembelajaran matematika terdapat dua pengertian latihan.

juga meminta jawaban dari yang tidak mengacungkan tangan dengan mengubah/memodifikasi pertanyaan tetapi isi jawaban tetap sama. Dengan latihan hafal dan latihan praktek. Ajukan pertanyaan kepada sasaran yang sesuai dengan keperluan. tetapi tanya jawab juga terjadi antara pebelajar yang satu dengan pebelajar yanglain. b. atau memamerkan hasil karyanya. atau meminta menjumlahkan 15 sampai 4 kali. Untuk mengingatkan partisipasi aktif pebelajar. Selain itu tanya dapat dilakukan melalui wawancara yang bersifat diagnostis untuk menggali permasalahaan yang dihadapi pebelajar apabila ada pebelajar yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu soal atau tidak dapat menjawab pertanyaan pembelajar dengan relatif sempurna. pembelajar bertanya dan pebelajar menjawab. E. maka pembelajar dapat memberi kesempatan kepada pebelajar lain untuk menjawabnya. . tidak langsung dijawab oleh pebelajar secara lengkap. menjawab/memberikan penjelasan di depan temantemannya (di depan kelas). Hargailah pertanyaan. kadang-kadang pembelajar perlu berlagak pilon. menjawab pertanyaan pebelajar . Dalam kegiatan pembelajaran. tetapi jawaban berupa tuntunan kepada pebelajar untuk menemukan jawabaan. d. dengan metode tanya jawab.Latihan praktek ialah mengingat sejumlah algoritma (langkahlangkah/prosedur) suatu kegiatan untuk sampai pada jawaban yang benar. atau bersifat arahan ke jawaban. tidak hanya berlaku dua arah antara pembelajar dan pebelajar. pebelajar bertanya dan pembelajar menjawab atau dapat dijawab oleh pebelajar lain. . sampai 15 kali. kepada pebelajar yang tidak mengacungkan tangan. Metode tanya jawab dalam kegiatan pembelajaraan harus terjadi multiarah. meminta jawaban kepada pebelajar yang mengacungkan tangan. Dengan latihan praktek pebelajar menjadi biasa dan terhafalah langkah-langkah/ prosedur yang harus dilakukan dalam suatu proses mengerjakan soal/masalah. Pada penggunaan metode tanya jawab dalam pembelajaran. diharapkan pebelajar menjadi terbiasa melakukan kegiatan. Rangsanglah pebelajar untuk ikut berpatisipasi aktif dengan. keluhan pebelajar bagaimanapun rendahnya kadar pertanyaan. c. misalnya berapa 15 × 4. Misalnya membuat kekeliruan yang sengaja (tapi kadang tak diengaja). dan apabila jawabannya relatif kurang sempurna. kemudian lakukan pengecekan dengan mengemukakan pertanyaan yang menggali proses penemuan jawaban. pembelajar dapat mengarahkan atau membimbing ke arah jawaban yang relatif sempurna. pertanyaan pebelajar. jawaban. Jawaban yang benar ini diperoleh melalui perbuatan (proses) bukan melalui hafalan saja. Metode Tanya Jawab Tanya jawab dalam kegiatan pembelajaran. atau apabila ada pertenyaan dari seseorang pebelajar. pembelajar perlu memperhatikan: a. pembelajar meminta mereka untuk menjumlahkan 4 + 4 + . dan keluhan pebelajar. jawaban. meminta pebelajar melakukan demonstrasi menjawab pertanyaan melalui kerja di papan tulis. e. sehingga timbul kebiasaan yang memberikan motivasi dalam diri pebelajar yang merasa tidak puas kalau melihat soal atau masalah matematika dan tidak diselesaikan. Terimalah dahulu jawaban pebelajar-pebelajar. Misalnya ajukan pertanyaan kepada seluruh pebelajar dalam kelas.

Misalnya pertanyaan menyangkut perkalian bilangan. dan banyaknya langkah maju atau naik berarti bertambah. Untuk bermain. misalnya kepada anak-anak diperlihatkan kantog-kantong nilai tempat. diarahkan ke tujuan pembelajaran. perlu dibedakan dengan bermaian untuk pembelajaran matematika. f. Berhasil tidaknya diskusi. mari kita uji bersama. symposium. Metode Diskusi Diskusi pada dasarnya adalah pembecahan masalah secara bersamasama baik dalam kelompok kecil maupun dalam kelompok besar dengan bimbingan pembelajar. Selain kantong sebagai tempat. mulai dengan perkaliaan bilangan satu digit. misalnya kepada anak-anak diberi kesempatan untk bermain monopoli untuk pengenalan bilangan berupa penyebutan bilangan secara berurutan (membilang) dan operasi penjumlahan dan pengurangan. tetapi permainan itu diupayakan dibuat secara berencana. F. Contoh penjumlahan 243 + 344 dilakukan sebagai berikut: . bergantung pada: (1) pemimpin diskusi (pembelajar dapat menjadi pemimpin). dan seterusnya digitnya bertambah sampai batas yang wajar masih dapat dilakukan pebelajar tanpa menggunakan alat hitung (kalkulator). tepat penggunaannya dan tepat waktunya. Ajukan pertanyaan dengan mutu/taraf kesulitannya makin lama makin tinggi. aspek afektif maupun aspek psikomotor. diskusi dalam kegiatan pembelajaraan sebaiknya dilakukan dengan model pembelajaran kooperatif. Perlu diperhatikan bahwa permainan itu bukan sekedar membuat orang senang. harus disediakan pula lidi yang dapat diisi ke dalam katong-kantong tersebut. (5) masalahnya cukup problematik yang merangsang pebelajar 1 1 5 a c ad + = . puluan. yaitu mulai dari yang sederhana sampai kepada yang kompleks. baik aspek kognitif. (2) jelas tidaknya masalah dan tujuan dikskusi. mari kita lihat persama. Atas dasar ini. dua digit. lokakarya. atau ÷ = berpikir. karena dalam pembelajaran kooperatif selalu terjadi diskusi. yaitu dalam bentuk seminar. dan diskusi panel. Kegiatan diskusi yang melibatkan kelompok besar yang jumlahnya lebih banyak dari kelompok pembelajaran kooperatif. mungkin. (4) situasi yang merangsang jalannya diskusi. Metode Permainan Dalam pelaksanaan metode permainan dalam pembelajaran matematika . (3) partisipasi peserta (pebelajar) dalam diskusi. yang ditempatkan tersusun dari kanan ke kiri yang menempati nilai atuan. Bermain dalam pembelajaran matematika adalah suatu kegitan yang membiarkan anak-anak bermain dan anak-anak sendiri menemukan hasil (matematika ) dari kegiatan bermain. ribuan dan seterusnya. anak-anak akan terbiasa melihat banyak titiktitik pada dadu. Permainan matematika adalah kegiatan yang menyenangkan (menggembirakan) dan menunjang tercapinya tujuan pembelajaran dalam pembelajaran matematika. Untuk permainan. Dalam bermain monopopli ini. misalnya mengapa 2 3 6 b d b c G. dan lain-lain. ketawa.dengan tadak tahu. atau mungkin akan turun atau mundur berarti berkurang.

ribuam diisi ke dalam kantong puluhan. barisan kantong kerua juga diisi dengan lidi sesuai dengan nilai tempat. kantong puluahn diisi 4 lidi. tetapi dapat diberikan berbegai bentuk penjumlahan dua bilangan.1. dan kantong ribuan diisi 3 lidi. Hal ini dapat dilakukan dengan menghambil semua lidi pada kantong pertama dan kedua dikumpulkan sesuai dengan nilainya. dan menguji hipotessis. kantong satuan diisi 3 lidi. 5. kantong satuan diisi 4 lidi. puluhan dengan puluhan dan ribuan dengan ribuan dan dimasukkan ke dalam barisan kantong-kantong ketiga sesuai dengan nilai tempatnya. menganalisis. ribuan. lidi dari kantong puluha. skill. menemukan secara induktif melalui inkuiri. Lidi dari kantong satuan diisi ke dalam kantong satuan. kantong puluhan diisi 4 lidi. merumuskan. Dalam permainan ini. dan kantong ribuan diisi 2 lidi 4. 3. Metode laboratoriun dalam pembelajaran matematika. serta membuat kesimpulan dari benda konkrit atau benda modelnya. kantong satuan diisi 3 lidi. Metode Laboratorium Pebelajaran yang menggunakan metode laboratorium adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk memahami suatu objek langsung matematika (fakta. Ambil lidi dari kantong-kantong pada barisan pertama dan diisi pada kantong-kantong pada barian kedua sesuai dengan nilai telampat dariman lidi tersebut di amabil. dan prinsip) dengan mengkaji. dan kantong ribuan diisi 3 lidi. dan kantong ribuan diisi 2 lidi 2. sebab dalam metode laboratorium matematika tidak terjadi perubahaan (proses) pada benda/zat yang digunakan. konsep. Metode laboratorium dalam pembelajaran matematika dibedakan dengan ekspetimen. kepada anak-anak tidak perlu diberikan satu macam soal. sedangkan pada eksperimen harus terjadi perubahan pada benda/zat yang digunakan. H. kantong puluahn diisi 4 lidi. 2 4 3 3 4 4 + 5 8 7 Jadi 243 + 344 = 587. kelompok satuan dengan sartuan. barisan kantong pertama diisi dengan lidi sesuai dengan nilai tempat. kantong puluhan diisi 4 lidi. kantong satuan diisi 4 lidi. barisan kantong kerua juga diisi dengan lidi sesuai dengan nilai tempat. atau sebaliknya darti barisan kantong-kantong kedua ke pertama. tidak harus . barisan kantong pertama diisi dengan lidi sesuai dengan nilai tempat.

Misalnya rumus atau dalil atau cara tertentu yang belum pernah ditemukan orang seblumnya. pembelajar sebelumnya. Sedangkan kegiatan menggunakan metode laboratorium. kepada para pebelajar dilengkapi dengan buku pedoman/petunjuk untuk mengumpulkan hal-hal yang berhubungan dengan suatu topik atau pokok bahasan dalam matemaatika. atau mengunjungi suatu tempat wisata. atau di lapangan.kemudian juring-juring disusun menjadi model persegipanjang. LabMini (LKS) ini berisi instrukssi atau tugas-tugas yang harus dikerjakan pebelajar dengan menggunakan benda-benda konkret. kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh informasi. misalnya. Kegiatan Lab-Mini dapat dilakukan secara perseorangan (mandiri) atau dapat dilakukan secara bersama dalam kelompok (2 – 5 orang). dan bendanya sendiori tidak dimanipulai. membahas berbagai masalah sebagai pelengkap kegiatan dalam kelas. Pada dasarnya kegiatan lapangan tidak berbeda dengan metode laboratorium yang berbeda objek dan tempatnya. Suatu LKS yang dikerjakan tanpa ada kegiatan psikomotor. Karyawisata di sini berarti kunjungan ke luar kelas atau di luar sekolah dalam rangka pembelajaran. sedangkan meode laboratorium. kegiatannya menggunakan benda/alat yang dapat dikerjakan di kelas atau lapangan. J. dapat dilakukan di kelas dengan menggunakan model. model) dan disertai dengan LKS (lembar kegiatan pebelajar) yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran dan dibawa di kelas. Tetapi harus diperhatikan bahwa metode laboratorium adalah kegiatan memanipulasi bentuk benda yang dapat dilakukan di kelas atau di lapangan. harus ada kegiatan psikomotor. Metode karyawisata dapat dipadukan metode kerja lapangan. pada kegiatan menghitung luas lingkaran dengan membagi lingkaran atas juring-juring. Kegiatan ini masuk dalam metode kerja lapangan. sebab apa yang ditemukan itu sebenarnya sudah ditemukan orang (pakar). Metode Kerja Lapangan Kegiatan lapangan sering disatukan dengan kerja laboratorium menjadi pembelajaran dengan metode laaboratorium. atau dapat dilakukan dengan kerja lapangan di luar kelas untuk mengukur tinggi pohon ataau menara. tanpa mengutak-atik benda konkrit belum disebut sebagai Lab-Mini. sehingga luas lingkaran sama dengan luas model persegiganjang dari juring-juring lingkaran. I. Misalnya penggunaan alat sudut elevasi untuk mengukur tinggi suatu tempat. Metode penemuan di sini dimaksudkan agar pebelajar terbiasa dengan kegiataan mencari sesuatu yang belum diketahuinya sehingga mungkin kelak meraka akan daapat menemukan sesuatu yang barru di dalam matematika.dilakukan dalam ruang khusus laboratorium matematika. LKS untuk laboratorium matematika ini biasa disebut Lab-Mini. pembelajar harus mempersiapkan alat-alat (benda. Dalam pembelajaran matematika yang menggunakan metode laboratoriun. Metode Karyawisata Karyawisata dalam rangkaian metode pembelajaraan mempunyai arti tersendiri. Misalnya mengajak pebelajar ke kantor sensus untuk mengetahui jumlah penduduk. Metode Penemuan Penemuan dalam pembelajaran matematika bukan penemuan sesungguhnya. . tetapi metode laboratorium dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan di kelas ruang belajar biasa. K.

dan suatu yang akan ditemukan pebelajar itu sudah diketahui oleh pembelajar dan pebelajar hanya mencari langkah/prosedur untuk sampai kepada hasil akhir yang sudah diketahui. konsep. (2) persoalan tersebut dihadapi seseorang tetapi orang tersebut tidak mempunyai keinginan/hasrat untuk memecahkan. (3) walaupun dalam persoalan tersebut tidak ditemukan halangan/rintangan dan adanya hasrat untuk memecahkan. pada umumnya dilaksanakan dengan ekspositori dan kerja kelompok. L. Pada metode penemuaan. Sedangkan pada metode inkuiri yang penting adalah saat berlaku proses penemuannya. Metode Pemecahan Masalah Pemecahan masalah bukan sekedar metode pembelajaran. tetapi suatu metode berpikir. atau suvei lapangan. Suatu persoalan merupakan suatu masalah apabila: (1) persoalan tersebut tidak memiliki hal-hal yang menjadi halangan/rintangan untuk memecahkan persolahan tersebut. Menurut Gagne pemecahan masalah dalam tipe belajar merupakan tipe belajar yang paling tinggi tarafnya disbanding dengan tipe lain (lihat kembali tipe-tipe belajar Gagne) Masalah dalam matematika adalah suatu persoalan yang dapat diselesaikan tanpa menggunakan prosedur yang rutin. tetapi perlu dibedakan dengan metode penemuan. . Adanya tugas resitasi (menyimak. Soal tersebut tidak merupakan masalah bagi pebelajar di kelas VI SD. dalil atau algoritma/prosedur dan semacamnya yang dipelajari pebelajar merupakan hal yang baru dan belum diketahui oleh mereka sebelumnya. Pada metode inkuiri keaktifan pebelajar terpusat dan terarah pada metode ilmiah untuk mencari kebenaran. Penemuan dalam metode inkuiri mungkin belum pernah ditemukan oleh pembelajar atau orang lain sebelumnya. Misalnya soal: hitung jumlah 54 dan 15. tetapi jauh lebih luas dari itu. tetapi mungkin merupakan masalah untuk beberapa pebeljaar di kelas III SD. Untuk menunjang metode penemuan ini biasanya diiringi dengan metode ekspositoti dan keja kelompok. suatu persoalan mungin merupakan masalah bagi seseorang tetapi bukan merupakan masalah bagi orang lain. M. menghafal sesuatu kemudian ditanya) harus dibarengi dengan adanya pertanggungjawaban dari yang diberi tugas (pebelajar). Berapa banyak diagonal yang dapat ditarik dalam segi-10? Soal ini tidak menjadi masalah bagi pebelajar yang telah menngetaui rumus atau pola pertungannya. ini merupakan masalah. tetapi bagi pebelajar yang tidak mengetahui rumus atau polanya. Metode Inkuiri Metode inkuiri adalah metode yang hampir sama dengan metode peneluan.Pada metode penemuan. Metode Resitasi (Pemberian Tugas) Pemberian tugas ini tidak sekedar pekerjaaan rumah (PR). sebab dengan metode ini pebelajar mencoba berusaha belajar berpikir dengan menggunakan cara-cara lainnya sampai pada penarikan kesimpulan. di perpustakaan. Fakta inilah yang memungkinkan bahwa. tetapi pembelajar sudah mengetahuinya. tetapi tidak ada usaha secara nyata untuk memecahkan persoalan tersebut. N. Pada metode inkuiri mungkin pebelajar diharuskan membuat hipotesis kemudian mengujinya. di sekolah. Tugas bisa dikerjakan di rumah.

Panduan kombinasi yang disarankan di atas. pemberian tugas. karyawisata. Saran kombinasi yang dapat digunakan sebagai berikut: a. Misalnya tugas menghafal perkalian bilangan asli kurang dari 10. . gunakan metode permainan laboratorium dan karyawisata. Metode Proyek Metode proyek adalah semacam metode pemberian tugas kepada pebelajar secara kelompok atau secara perseorangaan. c. e. bukan meruakan satu-satunya yang harus diikuti secara mutlak. resitasi (pemberian tugas). pebelajar diminta untuk mengunjungi suatu tempat wisata. dan latihan praktek. Pada pelaksanaan metode proyek ini sebaiknya dibuat surat kontrak yang disertai dengan rubrik penilaian yang dipegang masing-masing oleh pebelajar (penerima kontrak) dan pembelajar (pemberi kontrak). Jenis tugas sangat bergantung pada tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran. dan diskuisi. gunakan metode. dan resitasi. ekspositori. menimbulkan sifat-sifat kreatif dan memecahkan masalah. gunakan metode cermah. d. tetapi saran ini dapat menjadi panduan. b. Individu atau kelompok mengadakan kontrak untuk menyelesaikan suatu dalam jangka waktu tertentu dengan imbalan nilai atau kredit (penghargaan) yang besar/jumlahnya disesuaikan dengan berat-ringannya tugas dan hasil yag diselesaikan. 2 minggu atau 1 bulan). dan membuat laporanya dalam jangka waktu tertentu (1 minggu. O. menyimak acara cerdas cermat di TV dan sebagainya. ekspositori. Pembelajaran yang dapat meningkatka keterampilan matematika. dan lapangan. gunakan metode laboratorium. Pembelajaran yang melibatkan pebelajar memanipulani bendabenda konkret atau model-model matematika. P. Metode proyek ini dapat dipadukan dengan metode laboratorium. Pembelajaran yang menggugah bangitnya minat pebelajar dalam matematika. Kepada pebelajar diberi instruksi untuk mencatat hasil pengamatan atau hasil wawancara.Tugas resitasi merangsang pebelajar untuk aktif belajar baik secara perseorangan maupun secara kelompok. kwegiatan lapangan. Pembelajaarn yang memberikan kesempataankepada pebelajar untuk menemukan. Oleh karena itu. pembelajar dalam kegiatan pembelajaran (matematika) sebaiknya berusaha meemadukan atau mengkombinasikan metode-metode tersebut dalam pembelajaran. dan dapat dikembangkan lagi sesuai dengan pengalaman dalam kegiatan pembelajaran. Panduan Kombinasi Metode-Metode Pembelajaran Setiap metode yang dikemukakan di atas mempunyai kelebihan dan keurangan. gunakan metode pnemuan. Misalnya pada karyawisata. Pembelajaraan yang dapat menimbulkan sifat-sifat teliti. cermat. inkuiri dan pemecahan masalah. dan tanggung jawab.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->