P. 1
Rang Kuman

Rang Kuman

|Views: 321|Likes:
Published by Rinaldi Herwanto

More info:

Published by: Rinaldi Herwanto on Jun 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

Oleh :Rinaldi Herwanto RANGKUMAN Nama NRP : Rinaldi Herwanto : 2210039039 BAB I BAHAN LISTRIK

1.1. Pengelompokan Bahan berdasarkan Bentuk/Wujud :

Suatu bahan dapat berbentuk : • a) Bahan Padat, • • b) Bahan Cair, atau c) Bahan Gas.

Wujud bahan tertentu juga bisa berubah karena pengaruh suhu, dimana karena suhu bahan padat bisa berubah mencadi cair kemudian berubah menjadi gas.
1.2. Pengelompokan Bahan berdasarkan Teknik Listrik :

Selain pengelompokkan berdasarkan wujud tersebut dalam teknik listrik bahan-bahan juga dapat dikelompokkan sebagai berikut : • 1) Bahan Penghantar (conductor materials), • • • • • • 2) Bahan Penyekat (isolator/insulator materials), 3) Bahan Setengah Penghantar (semi conductor materials), 4) Bahan Magnetik (Magnetic Materials) 5) Bahan Super Konduktor (Superconductor Materials), 6) Bahan Nuklir (Nuclear Materials), 7) Bahan Khusus (bahan untuk pembuatan kontak-kontak, untuk sekering, dan sebagainya) (Special materials)

BAHAN KONDUKTOR dan BAHAN ISOLASI (DIELEKTRIK) 1. Bahan Penghantar (konduktor) adalah bahan yang menghantarkan listrik dengan mudah. Bahan ini mempunyai daya hantar listrik (Electrical Conductivity) yang besar dan tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil. Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering dijumpai adalah tembaga dan alumunium. 2. Bahan Penyekat (Insulator/isolator) adalah bahan yang befungsi untuk menyekat (misalnya antara 2 penghantar); agar tidak terjadi aliran listrik/kebocoran arus apabila kedua penghantar tersebut bertegangan. Bahan penyekat yang sering ditemui dalam teknik listrik adalah : plastik, karet, dan sebagainya.

1

Oleh :Rinaldi Herwanto BAHAN SEMIKONDUKTOR 3. Bahan Setengah Penghantar (Semi Konduktor) adalah bahan yang mempunyai daya hantar lebih kecil dibanding bahan konduktor, tetapi lebih besar dibanding bahan isolator. BAHAN MAGNETIK 4. Bahan Magnetik (Magnetic Materials) dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu ferro magnetic, para-magnetic dan dia-magnetic. BAHAN SUPERKONDUKTOR 5. Bahan Super Konduktor. Pada tahun 1911, Kamerligh Onnes mengukur perubahan tahanan listrik yang disebabkan oleh perubahan suhu Hg dalam helium cair. BAHAN NUKLIR 6. Bahan Nuklir. Bahan nuklir sering dipakai sebagai bahan baker reaktor nuklir. Reaktor nuklir adalah pesawat yang mengandung bahan-bahan nuklir yang dapat Dalam reaktor nuklir digunakan bahan bakar uranium 235, plutonium-239, uranium233. 7. Bahan Khusus untuk pembuatan Kontak, Sekering dan lan sebagainya. • SEL BAHAN BAKAR • • • • BAHAN BATERAI (AKI-ACCUMULATOR) BAHAN MENARA (TOWER) BAHAN RESISTOR DASAR KESELAMATAN KERJA BAB III KOROSI MEKANISME KOROSI  Pada Carbon Steel Pd anode FeàFe2++2e(1) Pd katode 0.5O2+H2O+2e à2OH (2) + 2H +2e àH2 (3)  Reaksi utama pada katode adalah (2). Setelah itu, reaksinya menjadi : Fe2+ + 2OH– → Fe(OH)2 (4) 2Fe(OH)2 + 1/2O2 + H2O → 2Fe(OH)3 or Fe2O3·3H2O (5) PASSIVATOR Ion-ion ferro anode à γFe2O3 (non-porous) Kelebihan - Chromates dan nitrites 2

Oleh :Rinaldi Herwanto - Film yg dihasilkan tipis, baik, dan memiliki daya rekat yang baik pada permukaan metal - hampir tidak menurunkan efisiensi thermal dari heat exchanger Kekurangan - mempunyai kecenderungan untuk menyebabkan korosi lokal, jika pada konsentrasi rendah - chromate : sangat beracun - nitrite : dengan mudah dioksidasi oleh bacteria nitrification TEMBAGA DAN TEMBAGA CAMPURAN Reaksi CuàCu2+ + 2eCu2+ + 2OH- à Cu(OH)2 lalu Cu(OH)2 direduksi pada permukaan tembaga, menghasilkan Cu(OH)2 Rate korosi 2-3 mg/dm2.day STAINLESS STEEL  Dilindungi oleh film oksida dengan ketebalan 10-30 Å  Tahan terhadap korosi  Tidak tahan korosi, pada ion-ion Cl konsentrasi tinggi MEKANISME PEMBENTUKAN KERAK 1. PERIODE INDUKSI • • Terjadi lebih lama pada larutan saat larutan pada derajat saturasi yang lebih rendah dan terjadi lebih cepat saat saat larutan pada derajat saturasi yang lebih tinggi. Dalam kasus ini, kelarutan kalsium karbonat dan kalsium phosfat berkurang dengan bertambahnya temperatur sehingga derajat saturasinya lebih tinggi, periode induksi lebih cepat dan endapan mudah terbentuk dalam larutan pada suhu yang lebih tinggi dan akan terbentuk kritikal nukleus kristal.

2. PROSES PEMBENTUKKAN KRISTAL • terjadi setelah pembentukkan kritikal nukleus kristal . • Saat kristal bertambah, derajat saturasi berkurang dengan cepat. Hal ini disebabkan konsentrasi dari solute yang lebih rendah. BAB IV BAHAN ISOLASI (BAHAN DIELEKTRIK) IV.1. PENGERTIAN BAHAN ISOLASI – BAHAN DIELEKTRIK Bahan Isolasi digunakan untuk memisahkan bagian-bagian yang bertegangan. IV.2. PEMBAGIAN KELAS BAHAN ISOLASI IV.2.1. BAHAN ISOLASI BERDASARKAN SUHU KERJA Bahan Isolasi listrik dapat dibagi atas beberapa kelas berdasarkan suhu kerja maksimum, yaitu sebagai berikut: 1. Kelas Y, suhu kerja maksimum 90°C

3

Oleh :Rinaldi Herwanto Yang termasuk dalam kelas ini adalah bahan berserat organis (seperti Katun, sutera alam, wol sintetis, rayon serat poliamid, kertas, prespan, kayu, poliakrilat, polietilen, polivinil, karet, dan sebagainya) yang tidak dicelup dalam bahan pernis atau bahan pencelup lainnya. Termasuk juga bahan termoplastik yang dapat lunak pada suhu rendah. 2. Kelas A, suhu kerja maksimum 150°C Yaitu bahan berserat dari kelas Y yang telah dicelup dalam pernis aspal atau kompon, minyak trafo, email yang dicampur dengan vernis dan poliamil atau yang terendam dalam cairan dielektrikum (seperti penyekat fiber pada transformator yang terendam minyak). Bahan -bahan ini adalah katun, sutera, dan kertas yang telah dicelup, termasuk kawat email (enamel) yang terlapis damar-oleo dan damar-polyamide. 3. Kelas E, suhu kerja maksimum 120°C Yaitu bahan penyekat kawat enamel yang memakai bahan pengikat polyvinylformal, polyurethene dan damar epoxy dan bahan pengikat lain sejenis dengan bahan selulosa, pertinaks dan tekstolit, film triacetate, film dan serat polyethylene terephthalate. 4. Kelas B, suhu kerja maksimum 130°C Yaitu Yaitu bahan non-organik (seperti : mika, gelas, fiber, asbes) yang dicelup atau direkat menjadi satu dengan pernis atau kompon, dan biasanya tahan panas (dengan dasar minyak pengering, bitumin sirlak, bakelit, dan sebagainya). 5. Kelas F, suhu kerja maksimum 155°C Bahan bukan organik dicelup atau direkat menjadi satu dengan epoksi, poliurethan, atau vernis yang tahan panas tinggi. 6. Kelas H, suhu kerja maksimum 180°C Semua bahan komposisi dengan bahan dasar mika, asbes dan gelas fiber yang dicelup dalam silikon tanpa campuran bahan berserat (kertas, katun, dan sebagainya). Dalam kelas ini termasuk juga karet silikon dan email kawat poliamid murni. 7. Kelas C, suhu kerja diatas 180°C Bahan anorganik yang tidak dicelup dan tidak terikat dengan substansi organic, misalnya mika, mikanit yang tahan panas (menggunakan bahan pengikat anorganik), mikaleks, gelas, dan bahan keramik. Hanya satu bahan organik saja yang termasuk kelas C yaitu politetra fluoroetilen (Teflon). IV.2.2. MACAM-MACAM BAHAN ISOLASI • Bahan penyekat bentuk padat, bahan listrik ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam, diantaranya yaitu: bahan tambang, bahan berserat, gelas, keramik, plastik, karet, ebonit dan bakelit, dan bahan-bahan lain yang dipadatkan. • Bahan penyekat bentuk cair, jenis penyekat ini yang banyak digunakan pada teknik listrik adalah air, minyak transformator, dan minyak kabel. • Bahan penyekat bentuk gas, yang sering digunakan untuk keperluan teknik listrik diantaranya : udara, nitrogen, hidrogen, dan karbondioksida. IV.3. SIFAT-SIFAT LISTRIK DIELEKTRIK Fungsi yang penting dari suatu bahan isolasi adalah: 1. Untuk mengisolasi antara suatu penghantar dengan penghantar lainnya. Misalnya antara konduktor fasa dengan konduktor fasa lainnya, atau konduktor fasa dengan tanah. 2. Untuk menahan gaya mekanis akibat adanya arus pada konduktor yang diisolasi, 3. Mampu menahan tekanan yang diakibatkan panas dan reaksi kimia. Sifat listrik yang dibutuhkan untuk suatu bahan isolasi adalah sebagai berikut: 4

Oleh :Rinaldi Herwanto 1. Mempunyai kekuatan dielektrik (KD) yang tinggi, 2. Rugi-rugi dielektriknya rendah, 3. Memiliki kekuatan kerak (tracking strength) yang tinggi 4. Memiliki konstanta dielektrik yang tepat dan cocok IV.4. ISOLATOR SALURAN UDARA IV.4.1. BAHAN-BAHAN ISOLASI Bahan isolasi yang biasa dipergunakan pada isolator saluran udara yang dioperasikan pada tegangan tinggi (di atas 1 kV) adalah bahan porselin, bahan gelas serta bahan polymer (composite). 1.1 BAHAN PORSELIN (KERAMIK) Porselin terbuat dari tanah liat china (china clay) yang terdapat di alam dalam bentuk alumunium silikat. Beberapa kelebihan isolator porselin/keramik antara lain: 1. Stabil, adanya ikatan ionik yang kuat antaratom yang menyusun keramik, seperti silikon dan oksigen dalam silica dan silicates, membuatnya strukturnya sangat stabil dan biasanya tidak mengalami degradasi karena pengaruh lingkungan. 2. Mempunyai kekuatan mekanik yang baik, merupakan ciri alami bahwa bahan keramik mempunyai sifat mekanik yang kuat 3. Harganya relatif murah 4. Tahan lama Di samping kelebihan-kelebihan di atas, isolator porselin mempunyai beberapa kekurangan, yaitu: 1. Mudah pecah 2. Berat 3. Berlubang akibat pembuatan kurang sempurna 4. Bentuk geometri kompleks, porselin mempunyai relatif mempunyai karakteristik jarak rayap yang kecil 5. Mudah terpolusi, permukaan porselin bersifat hidrophilik. 1.2 BAHAN GELAS Selain bahan porselin, bahan gelas juga banyak digunakan sebagai isolator pasangan luar (outdoor insulator) atau isolator saluran udara (overhead insulator), karena bahan gelas mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut: 1. Kuat dielektriknya tinggi, sekitar 140 kV/cm 2. Koefesien muainya rendah 3. Midah didesain (karena kuat dielektrikanya tinggi) 4. Kuat tekannya lebih besar daripada porselin 5. Karena sifatnya yang tembus pandang 6. Bahan hampir merata (homogen) Selain keuntungan-keuntungan yang dimilikinya, isolator gelas juga mempunyai kerugian sebagai berikut: 1. Uap air mudah mengembun pada permukaannya. 2. Untuk dipergunakan pada sistem tegangan yang tinggi, gelas tidak dapat dicor dalam bentuk yang tidak beraturan 5

Oleh :Rinaldi Herwanto 3. Mudah pecah

1.3 BAHAN POLIMER (COMPOSITE) Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh isolator polimer: 1. Ringan, 2. Bentuk geometri sederhana, 3. Tahan terhadap polusi, karena bahan polimer mempunyai sifat hidrophobik (menolak air) yang baik 4. Waktu pembuatan lebih singkat dibandingkan dengan isolator porselin. 5. Tidak terdapat lubang karena pembuatan Sedangkan kekurangan yang dimilki oleh isolator polimer adalah: 1. Penuaan/degradasi pada permukaannya (surface ageing) 2. Mahal, 3. Kekuatan mekaniknya kecil, 4. Kompabilitas material, IV.4.2 KLASIFIKASI ISOLATOR SALURAN UDARA 2.1 Isolator Pasak (Pin Type Insulator) Isolator jenis pasak dapat dipergunakan sampai 80 kV. 2.2 Isolator Piring (Suspension Insulator) Untuk tegangan saluran yang tinggi, isolator pasak yang dibutuhkan menjadi lebih berat, desainnya rumit dan harganya mahal. Keuntungan-keuntungan mempergunakan isolator piring adalah: 1. Tiap isolator piring dirancang untuk tegangan yang tidak terlalu tinggi, 2. Jika salah satu atau beberapa isolator dalam rentengan rusak, dapat dilakukan penggantian dengan mudah dan biaya murah 3. Rentengan isolator bersifat lentur, hal ini dapat mengurangi pengaruh tarikan mekanis. 4. Jika rentengan isolator dipasang pada menara baja, pengarub petir pada penghantar akan berkurang karena letak kawat penghantar lebih rendah daripada palang (cross arm) yang diketanahkan 5. Jika beban mekanisnya naik, misalnya karena tegangan saluran transmisi ditinggikan, dapat dipergunakan saluran ganda atau menambah jumlah isolator dalam rentengan 2.3 Isolator Batang Panjang (Long-rod Insulator) Isolator jenis ini terdiri atas silinder porselin dengan kerutan-kerutan dan ujung-ujungnya diperkuat dengan dua tutup logam yang disemenkan. 2.4 Isolator Pos Saluran (Line Post Insulator) Isolator jenis ini terbuat dari porselin yang bagian bawahnya diberi tutup (cap) besi cor yang disemenkan pada porselin serta pasak baja yang disekrupkan padanya. 2.5 Isolator Pos Pin (Pin Post Iinsulator) Isolator pos pin digunakan pada daerah yang membutuhkan keandalan yang tinggi. IV.4.3. KARAKTERISTIK ISOLATOR

6

Oleh :Rinaldi Herwanto 3.1 Karakteristik Elektrik Isolator terdiri dari bahan isolasi yang diapit oleh elektroda-elektroda. Dengan demikian, maka isolator terdiri dari sejumlah kapasitansi. Karakteristik elektrik suatu isolator dinilai dari tegangan lewat-denyar yang terdiri dari tegangan-tegangan lewat-denyar frekuensi rendah, impuls dan tembus merusak (puncture). · Tegangan lewat-denyar frekuensi rendah kering (dry power frequency flashover voltage) adalah tegangan lewat-denyar yang terjadi bila tegangan diterapkan di antara kedua elektroda isolator yang bersih dan kering permukaannya, nilainya konstan serta merupakan nilai dasar dari karakteristik isolator. · Tegangan lewat-denyar frekuensi rendah basah (wet power frequency flashover voltage) adalah tegangan lewat-denyar yang terjadi bila tegangan diterapkan di antara dua elektroda isolator yang basah karena hujan atau sengaja dibasahi. · Tegangan lewat-denyar impuls (impuls flashover voltage) adalah tegangan lewat-denyar yang terjadi bila tegangan impuls dengan gelombang standar diterapkan. · Tegangan tembus (puncture) merupakan tembus yang menyebabkan perusakan bahan isolasinya. Sedangkan perusakan bagian isolator yang disebabkan oleh pemanasan lebih tidak dikategorikan sebagai puncture. BAB V BAHAN ELEKTROMAGNET V.1. MEDAN MAGNET 1. BAHAN DIAMAGNETIK • Bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing atom/molekulnya adalah nol. • Jika solenoida dirnasukkan bahan ini, induksi magnetik yang timbul lebih kecil. • Permeabilitas bahan ini: m < mo. Contoh: Bismuth, tembaga, emas, perak, seng, garam dapur. 2. BAHAN PARAMAGNETIK • Bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing atom/molekulnya adalah tidak nol. • Jika solenoida dimasuki bahan ini akan dihasilkan induksi magnetik yang lebih besar. • Permeabilitas bahan: m > mo. Contoh: aluminium, magnesium, wolfram, platina, kayu 3. BAHAN FERROMAGNETIK • Bahan yang mempunyai resultan medan magnetis atomis besar. • Tetap bersifat magnetik ® sangat baik sebagai magnet permanen • Jika solenoida diisi bahan ini akan dihasilkan induksi magnetik sangat besar (bisa ribuan kali).Permeabilitas bahan ini: m > mo. Contoh: besi, baja, besi silikon, nikel, kobalt. V.5. MEDAN ELEKTROMAGNETIK ELEKTROMAGNETISME, sebuah medan elektromagnetik adalah sebuah medan terdiri dari dua medan vektor yang berhubungan: medan listrik dan medan magnet. V.8. JENIS MAGNET Magnet tetap Magnet tetap tidak memerlukan tenaga atau bantuan dari luar untuk menghasilkan daya magnet (berelektromagnetik). 7

Oleh :Rinaldi Herwanto Jenis magnet tetap selama ini yang diketahui terdapat pada: Neodymium Magnets, merupakan magnet tetap yang paling kuat. Samarium-Cobalt Magnets, Ceramic Magnets, Plastic Magnets, Alnico Magnets Magnet tidak tetap (remanen) Magnet tidak tetap (remanen) tergantung pada medan listrik untuk menghasilkan medan magnet. Contoh magnet tidak tetap adalah elektromagnet. Magnet buatan Magnet buatan meliputi hampir seluruh magnet yang ada sekarang ini. Bentuk magnet buatan antara lain:  Magnet U  Magnet ladam  Magnet batang  Magnet lingkaran  Magnet jarum (kompas) Cara membuat magnet Cara membuat magnet antara lain:  Digosok dengan magnet lain secara searah.  Induksi magnet.  Magnet diletakkan pada solenoida dan dialiri arus listrik searah (DC). Menghilangkan sifat kemagnetan Cara menghilangkan sifat kemagnetan antara lain:  Dibakar.  Dibanting-banting.  Dipukul-pukul.  Magnet diletakkan pada solenoida dan dialiri arus listrik bolak-balik (AC). Komponen-Komponen (MATERIAL atau BAHAN) Transformator / Transformer / Trafo 1. INTI BESI Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi,magnetik yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh Eddy Current. 2. KUMPARAN TRANSFORMATOR Kumparan transformator adalah beberapa lilitan kawat berisolasi yang membentuk suatu kumparan atau gulungan. 3. MINYAK TRANSFORMATOR Minyak transformator merupakan salah satu bahan isolasi cair yang dipergunakan sebagai isolasi dan pendingin pada transformator. 4. BUSHING Bushing sekaligus berfungsi sebagai penyekat/isolator antara konduktor tersebut dengan tangki transformator. 5. TANGKI KONSERVATOR Tangki Konservator berfungsi untuk menampung minyak cadangan dan uap/udara akibat pemanasan trafo karena arus beban.

8

Oleh :Rinaldi Herwanto 6. PERALATAN BANTU PENDINGINAN TRANSFORMATOR Untuk mengurangi kenaikan suhu yang berlebihan tersebut transformator perlu dilengkapi dengan alat atau sistem pendingin untuk menyalurkan panas keluar transformator. 7. TAP CHANGER Kualitas operasi tenaga listrik jika tegangan nominalnya sesuai ketentuan, tapi pada saat operasi dapat saja terjadi penurunan tegangan sehingga kualitasnya menurun. 8. ALAT PERNAPASAN (DEHYDRATING BREATHER) Sebagai tempat penampungan pemuaian minyak isolasi akibat panas yang timbul. 9. INDIKATOR-INDIKATOR a . THERMOMETER / TEMPERATURE GAUGE, alat ini berfungsi untuk mengukur tingkat panas dari trafo. b. PERMUKAAN MINYAK / LEVEL GAUGE, alat ini berfungsi untuk penunjukan tinggi permukaan minyak yang ada pada konservator. 10. PERALATAN PROTEKSI INTERNAL a . RELAI BUCHOLZ, Penggunaan relai deteksi gas (Bucholtz) pada Transformator terendam minyak yaitu untuk mengamankan transformator yang didasarkan pada gangguan Transformator seperti : arcing, partial discharge dan over heating yang umumnya menghasilkan gas. b. JANSEN MEMBRAN, alat ini berfungsi untuk pengaman tekanan lebih (Explosive Membrane) / Bursting Plate. c . RELAI TEKANAN LEBIH (SUDDEN PRESSURE RELAY), suatu flash over atau hubung singkat yang timbul pada suatu transformator terendam minyak, umumnya akan berkaitan dengan suatu tekanan lebih didalam tangki, karena gas yang dibentuk oleh dekomposisi dan evaporasi minyak. d. RELAI PENGAMAN TANGKI, relai bekerja sebagai pengaman jika terjadi arus mengalir pada tangki, akibat gangguan fasa ke tangki atau dari instalasi bantu seperti motor kipas, sirkulasi dan motor-motor bantu yang lain, pemanas dll. e. NEUTRAL GROUNDING RESISTANCE / NGR adalah tahanan yang dipasang antara titik netral trafo dengan pentanahan, dimana berfungsi untuk memperkecil arus gangguan. 11. PERALATAN TAMBAHAN UNTUK PENGAMAN TRANSFORMATOR a. PEMADAM KEBAKARAN b. THERMOMETER PENGUKUR LANGSUNG terdapat pada ruang kontrol, ruang relai, ruang PLC dll. Suhu ruangan dicatat secara periodik pada formulir yang telah disiapkan dan dievaluasi sebagai bahan laporan. c. THERMOMETER PENGUKUR TIDAK LANGSUNG Berfungsi untuk mengetahui perubahan suhu minyak maupun belitan transformator. Suhu minyak dan belitan trafo dicatat secara periodik/berkala, pada formulir yang telah disiapkan dan dievaluasi sebagai laporan. 12. RELAI PROTEKSI TRANSFORMATOR DAN FUNGSINYA Jenis relai proteksi pada trafo tenaga adalah sebagai berikut: a. RELAI ARUS LEBIH (OVER CURRENT RELAY), berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap gangguan hubung singkat antar fasa 9

Oleh :Rinaldi Herwanto didalam maupun diluar daerah pengaman transformator. b. RELAI DIFERENSIAL, relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap gangguan hubung singkat yang terjadi didalam daerah pengaman. c. RELAI GANGGUAN TANAH TERBATAS (RESTRICTED EARTH FAULT RELAY ), relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap tanah didalam daerah pengaman transformator. d. RELAI ARUS LEBIH BERARAH, DIRECTIONAL OVER CURRENT RELAY atau yang lebih dikenal dengan Relai arus lebih yang mempunyai arah tertentu merupakan Relai Pengaman yang bekerja karena adanya besaran arus dan tegangan yang dapat membedakan arah arus gangguan. e. RELAY CONNECTIONS, adalah sudut perbedaan antara arus dengan tegangan masukan relai pada power faktor satu. f. RELAI GANGGUAN TANAH, relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator jika terjadi gangguan hubung tanah didalam dan diluar daerah pengaman transformator. g. RELAI TANGKI TANAH, relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap hubung singkat antara kumparan fasa dengan tangki transformator dan transformator yang titik netralnya ditanahkan. BAB VI BAHAN SEMIKONDUKTOR 1. PENGERTIAN BAHAN SEMIKONDUKTOR Semikonduktor merupakan elemen dasar dari komponen elektronika seperti dioda, transistor dan sebuah IC (integrated circuit). Disebut semi atau setengah konduktor, karena bahan ini memang bukan konduktor murni. 2. SUSUNAN ATOM SEMIKONDUKTOR Bahan semikonduktor yang banyak dikenal contohnya adalah Silicon (Si), Germanium (Ge) dan Galium Arsenida (GaAs). 3. Semikonduktor Tipe-N Misalnya pada bahan silikon diberi doping phosphorus atau arsenic yang pentavalen yaitu bahan kristal dengan inti atom memiliki 5 elektron valensi. Dengan doping, Silikon yang tidak lagi murni ini (impurity semiconductor) akan memiliki kelebihan elektron. Kelebihan elektron membentuk semikonduktor tipe-n. Semikonduktor tipe-n disebut juga donor yang siap melepaskan elektron. 4. Semikonduktor Tipe-P Kalau silikon diberi doping Boron, Gallium atau Indium, maka akan didapat semikonduktor tipe-p. Untuk mendapatkan silikon tipe-p, bahan dopingnya adalah bahan trivalen yaitu unsur dengan ion yang memiliki 3 elektron pada pita valensi. Karena ion silikon memiliki 4 elektron, dengan demikian ada ikatan kovalen yang bolong (hole). Hole ini digambarkan sebagai akseptor yang siap menerima elektron. Dengan demikian, kekurangan elektron menyebabkan semikonduktor ini menjadi tipep. 5. Resistansi (Resistor Semikonduktor) Semikonduktor tipe-p atau tipe-n jika berdiri sendiri tidak lain adalah sebuah resistor. Cara ini dipakai untuk membuat resistor di dalam sebuah komponen semikonduktor. Namun besar resistansi yang bisa didapat kecil karena terbatas pada volume semikonduktor itu sendiri. 6. Dioda P-N Jika dua tipe bahan semikonduktor ini dilekatkan, maka akan didapat sambungan P-N 10

Oleh :Rinaldi Herwanto (p-n junction) yang dikenal sebagai dioda. Pada pembuatannya memang material tipe P dan tipe N bukan disambung secara harpiah, melainkan dari satu bahan (monolitic) dengan memberi doping (impurity material) yang berbeda. 7. Transistor Bipolar Transistor merupakan dioda dengan dua sambungan (junction). Sambungan itu membentuk transistor PNP maupun NPN. Ujung-ujung terminalnya berturut-turut disebut emitor, base dan kolektor. BAB X SEL BAHAN BAKAR X.1. PENGERTIAN SEL BAHAN BAKAR Sel bahan bakar adalah alat yang menghasilkan energi listrik secara elektrokimia. Seperti halnya sel elektrokimia, sel bahan bakar memiliki anoda dan katoda. Pada anoda terdapat bahan bakar gas hidrogen. X.2. JENIS SEL BAHAN BAKAR Jenis sel bahan bakar adalah sebagai berikut : 1) ALKALINE FUEL CELL 2) BIOLOGICAL FUEL CELL 3) DIRECT BOROHYDRIDE FUEL CELL 4) DIRECT-METHANOL FUEL CELL 5) FORMIC ACID FUEL CELL 6) MOLTEN-CARBONATE FUEL CELL 7) PHOSPHORIC-ACID FUEL CELL 8) PROTON-EXCHANGE FUEL CELL 9) REVERSIBLE FUEL CELL 10) SOLID-OXIDE FUEL CELL 11) REDOX FUEL CELL 12) ZINC FUEL CELL ('AIR' FUEL CELL) BAB XI. SISTEM SATUAN DAN UKURAN STANDAR KELISTRIKAN XI.1. SISTEM SATUAN Ada enam besaran yang dinyatakan dalam sistem SI, yaitu: Tabel 1. Besaran dalam sistem SI.

Secara praktis besaran listrik yang sering digunakan adalah volt, amper, ohm, henry dsb. Kini sistem SI sudah membuat daftar besaran, satuan dan simbol dibidang kelistrikan dan kemagnetan yang berlaku internasional. 11

Oleh :Rinaldi Herwanto

XI.2. UKURAN STANDAR KELISTRIKAN Ukuran standar dalam pengukuran sangat penting, karena sebagai acuan dalam peneraan alat ukur yang diakui oleh komunitas internasional. Ada enam besaran yang berhubungan dengan kelistrikan yang dibuat sebagai standart, yaitu standar amper, resistansi, tegangan, kapasitansi, induktansi, kemagnetan dan temperatur. 1. STANDAR AMPERE, menurut ketentuan Standar Internasional (SI) adalah arus konstan yang dialirkan pada dua konduktor didalam ruang hampa udara dengan jarak 1 meter, diantara kedua penghantar menimbulkan gaya = 2 x 10-7 newton/m panjang. 2. STANDAR RESISTANSI, menurut ketentuan SI adalah kawat alloy manganin resistansi 1Ώ yang memiliki tahanan listrik tinggi dan koefisien temperature rendah, ditempatkan dalam tabung terisolasi yang menjaga dari perubahan temperatur atmospher. 3. STANDAR TEGANGAN, ketentuan SI adalah tabung gelas Weston mirip huruf H memiliki dua elektrode, tabung elektrode positip berisi elektrolit mercury dan tabung electrode negatip diisi elektrolit cadmium, ditempatkan dalam suhu ruangan. Tegangan electrode Weston pada suhu 20°C sebesar 1.01858 V. 4. STANDAR KAPASITANSI, menurut ketentuan SI, diturunkan dari standart resistansi SI dan standar tegangan SI, dengan menggunakan sistem jembatan Maxwell, dengan diketahui resistansi dan frekuensi secara teliti akan diperoleh standar kapasitansi (Farad). 5. STANDAR INDUKTANSI, menurut ketentuan SI, diturunkan dari standar resistansi dan standar kapasitansi, dengan metode geometris, standar induktor akan diperoleh. 6. STANDART TEMPERATURE, menurut ketentuan SI, diukur dengan derajat Kelvin besaran derajat kelvin didasarkan pada tiga titik acuan air saat kondisi menjadi es, menjadi air dan saat air mendidih. Air menjadi es sama dengan 0°Celsius = 273,16°Kelvin, air mendidih 100°C. 7. STANDAR LUMINASI CAHAYA, menurut ketentuan SI adalah Kandela yaitu yang diukur berdasarkan benda hitam seluas 1 m2 yang bersuhu hk lebur platina ( 1773 oC ) akan memancarkan cahaya dalam arah tegak lurus dengan kuat cahaya sebesar 6 x 105 kandela. Watt Watt (simbol: W) adalah satuan turunan SI untuk daya. Dia sama dengan satu joule per detik (1 J/d), atau dalam satuan listrik , satu volt ampere (1 V·A). SATUAN DAN PENGERTIAN DASAR : 1. Energi Listrik Energi listrik merupakan suatu bentuk energi yang berasal dari sumber arus. Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk lain, misalnya: 12

Oleh :Rinaldi Herwanto • Energi listrik menjadi energi kalor / panas, contoh: seterika, solder, dan kompor listrik. • Energi listrik menjadi energi cahaya, contoh: lampu. • Energi listrik menjadi energi mekanik, contoh: motor listrik. • Energi listrik menjadi energi kimia, contoh: peristiwa pengisian accu, peristiwa penyepuhan (peristiwa melapisi logam dengan logam lain). Keuntungan menggunakan energi listrik: a. Mudah diubah menjadi energi bentuk lain. b. Mudah ditransmisikan. c. Tidak banyak menimbulkan polusi/ pencemaran lingkungan. 2. Daya Listrik Daya listrik adalah banyaknya energi tiap satuan waktu dimana pekerjaan sedang berlangsung atau kerja yang dilakukan persatuan waktu. Dari definisi ini, maka daya listrik (P) dapat dirumuskan: Daya = Energi/waktu P =W/t (US standard) satuannya Hourse Power (HP)atau (ft)(lb)/(sec). BAB XII APLIKASI LISTRIK STATIS 12.1. PETIR 12.1.1. BAGAIMANA PETIR TERJADI? Petir adalah salah satu contoh pembebasan muatan listrik dalam jumlah yang cukup besar. Pembebasan ini bisa terjadi antara awan dan awan atau antara awan dan bumi. Menuju bumi karena bumi merupakan suatu tempat yang mampu menampung berapapun besarnya muatan listrik. 12.1.2. Pembebasan muatan listrik (discharging) : Ketika benda bermuatan listrik, dia dapat di netralisasi dengan memindahkan muatan listriknya. Proses ini dikenal dengan nama discharging. 12.1.3. Discharging pada bahan isolator : Pemanasan adalah cara yang efektif dalam pembebasan muatan listrik. Hal ini terjadi karena panas menyebabkan udara di sekitar bahan menjadi terionisasi. Ion disekitar bahan akan menetralisasi muatan listrik bahan. 12.1.4. Discharging pada bahan konduktor : Muatan listrik bahan konduktor dapat dinetralisasi dengan menghubungkan ke bumi (grounded). Konduktor yang digunakan untuk menghubungkan bahan dengan bumi, merupakan jalur lalulintas elektron. Jika bahan bermuatan positif, maka elektron mengalir dari bumi ke bahan. Sebaliknya jika bahan bermutan negatif, maka elektron mengalir dari bahan ke bumi. 12.2. MEKANISME TERJADINYA PETIR (PROSES TERBENTUKNYA AWAN PETIR) Awan bermuatan dapat terbentuk jika (1) Dibutuhkan udara naik (Up-draft) keatas akibat pemanasan permukaan tanah atau sifat orografis permukaan tanah. (2) Dibutuhkan partikel mengambang (aerosol) yang hygroskopis (menyerap air) dari garam laut atau partikel industri yang naik bersama up-draft.

13

Oleh :Rinaldi Herwanto (3) Dibutuhkan udara lembab (humidity) yang naik keatas untuk pembentukan partikel es (hailstone) diawan. Petir yang menyambar terdiri dari 4 jenis, yaitu 1. Petir di Dalam Awan (DA), 2. Petir Awan ke Awan (AA), 3. Petir Awan ke Tanah (AT) 4. Petir Tanah ke Awan (TA). BAB XIII. KABEL LISTRIK DAN TELEKOMUNIKASI POWER LINE SERTA JARINGAN INTERNET MELALUI KABEL LISTRIK XIII.1. KABEL LISTRIK Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listrik terdiri dari isolator dan konduktor. Isolator disini adalah bahan pembungkus kabel yang biasanya terbuat dari karet atau plastik, sedangkan konduktornya terbuat dari serabut tembaga ataupun tembaga pejal. Kemampuan hantar sebuah kabel listrik ditentukan oleh KHA (kemampuan hantar arus) yang dimilikinya. XIII.2. Telekomunikasi Powerline Internet Melalui Jaringan Kabel Listrik XII.2.3 Ciri-ciri Telekomunikasi PowerLine 3.1 Norweb's Digital PowerLine (DPL) Digital PowerLine menggunakan bagian tegangan rendah dari infrastruktur distribusi listrik yang telah ada guna menyediakan pelayanan data ke pelanggan di rumahrumah. XIII.3. Jaringan Internet melalui kabel listrik ? 2.1. Instalasi Listrik Tegangan Rendah Seperti yang kita ketahui Perusahaan Listrik Negara (PT PLN), di Indonesia membagi tegangan listrik dalam 4 kategori[2], yaitu : a. Saluran Tegangan Esktra Tinggi (SUTET) dengan kapasitas 500 kV b. Saluran Tegangan Tinggi (SUTT) dengan kapasitas 150 kV c. Saluran Tegangan Menengah (SUTM) dengan kapasitas 20 kV (fase-fase), dan d. Saluran Tegangan Rendah (SUTR) dengan kapasitas 380/220 V 2.2. Prinsip kerja Komunikasi PLC Frekuensi daya listrik pada prinsipnya berada dalam range 50/60 Hz. Sinyal-sinyal data dinaikkan ke frekuensi ultra tinggi dalam range 500/600 MHz, sehingga data dapat ditumpangkan ke atas kabel utama listrik tanpa terjadi kondisi saling melemahkan. 2.3. Teknik Trasmisi data Transmisi data yang digunakan pada kanal jaringan listrik tegangan rendah ini adalah OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing), yaitu teknik transmisi dengan banyak frekuensi (multicarrier). Menggunakan Discrete Fourier Transfor (DFT) dengan beberapa buah frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal). BAB XIV RESISTOR

14

Oleh :Rinaldi Herwanto Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik dan menghasilkan nilai resistansi tertentu. Kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut. Resistor memiliki beragam jenis dan bentuk. Diantaranya resistor yang berbentuk silinder, smd (Surface Mount Devices), dan wirewound. Jenis jenis resistor antara lain komposisi karbon, metal film, wirewound, smd, dan resistor dengan teknologi film tebal. Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya, berdasarkan hukum Ohm:

Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium). Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat diboroskan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi. Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, resistor harus cukup besar secara fisik agar tidak menjadi terlalu panas saat memboroskan daya. BAB XV BAHAN PENGAMANAN SISTEM DISTRIBUSI & INSTALASI TENAGA LISTRIK DAN KEBAKARAN KARENA LISTRIK PERLINDUNGAN SISTEM DISTRIBUSI meliputi : a. Perlindungan terhadap hubung singkat (shortcircuit, sc) atau arus lebih (overcurrent, oc) atau gangguan pada saluran atau peralatannya disebut perlindungan terhadap arus lebih. b. Perlindungan terhadap gangguan petir, disebut perlindungan terhadap tegangan lebih (overvoltage, ov). Definisi • Saklar (Switch) : Alat untuk membuka – menutup atau mengubah hubungan arus listrik. • Saklar pemisah, PMS -Pemisah (Disconnet Switch) : Saklar yang didisain memutus rangkaian pada kondisi tanpa beban. • Saklar pemisah beban (Load Break Switch, LBS) : Saklar yang didesain untuk memutus arus beban yang besarnya tidak lebih dari arus gangguan. • Pemutus rangkaian(Circuit Breaker, CB), PMT-Pemutus : Saklar yang didesain memutuskan arus gangguan. • Penutup balik rangkaian otomatis (Automatic Circuit Recloser) : Alat perlindungan arus lebih yang waktu membuka – menutupnya dapat diatur guna menghilangkan gangguan sementara, atau memetus gangguan permanen. • Saklar seksi otomatis (Automatic Line Sectionalizer), ALS : Pengaman cadangan 15

Oleh :Rinaldi Herwanto dari CB atau bekerja tidak sendirian. • Pelebur (Fuse) : Pengaman araus lebih, dimana pelebur putus bila dialiri arus tertentu dalam waktu yang cukup. • Rele (Relay) : Alat yang peka terhadap perubahan pada rangkaian yang dapat mempengaruhi bekerjanya alat lain. • Arrester : Pengaman terhadap tegangan surja pada terminal alat tersebut dipasang. 15.2. PERLINDUNGAN TERHADAP ARUS LEBIH Pelebur (fuse) Bertujuan menghilangkan gangguan permanen dengan cara memisah dengan bagian terganggu. Circuit Breaker ( CB ) Circuit breaker adalah peralatan yang mempunyai fungsi yang hampir sama dengan pengaman lebur. Prinsip pemutusan berdasarkan panas (termis) maka dikenal dengan pengaman termis arus lebih. Secara umum, pemutus lebur dipilih berdasarkan : 1. Jenis sistem, SUTM – SKTM , hubungan Bintang – Delta. 2. Tegangan sistem. 3. Arus gangguan maksimum yang mungkin terjadi pada letak pemutus. 4. Perbandingan X/R dititik letak pemutus. 5. Faktor lain : keselamatan, pertumbuhan beban dan perubahan pembebanan. 15.3. PENGAMANAN INSTALASI LISTRIK Tindakan pengamanan instalasi listrik bertujuan untuk menjamin agar tidak merugikan manusia sehingga terjamin keselamatannya. Langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut antara lain menggunakan Pentanahan pengaman . JENIS-JENIS ELEKTRODA PENTANAHAN  Elektroda Pita Elektroda pita dibuat dari hantaran berbentuk pita, batang bulat , atau hantaran yang dipilin. Elektroda ini berbentuk radial, lingkaran atau suatu kombinasi dari bentukbentuk tersebut.  Elektroda Batang Elektroda batang dibuat dari pipa atau besi baja profil yang dipancangkan tegak lurus ke dalam tanah.  Elektroda Pelat Elektroda pelat dibuat dari pelat logam, pelat logam berlubang atau kawat kasa. Pelat ini ditanam tegak lurus didalam tanah, dengan tepi atasnya sekurang-kurangnya satu meter dibawah permukaan tanah.  Lain-lain yang terbuat dari logam a. Jaringan Pipa air b. Selubung logam dari kabel tanah c. Besi beton Kebakaran dapat terjadi karena adanya tiga unsur : 1. bahan-bahan yang mudah menyala serta harus adanya suhu cetusan api (biasanya 200º - 500º), 2. energi menyala menghasilkan suatu sumber panas dengan daya yang cukup dan lama pengaruhnya, 3. adanya gas oksigen dalam jumlah yang cukup. 16

Oleh :Rinaldi Herwanto Untuk mengamankan terhadap musibah kebakaran tergantung dari 4 faktor : 1. Peralatan yang dipilih untuk dipasang dalam instalasi listrik harus memenuhi standar yang berlaku dan harus sesuai dengan lingkungannya. 2. Pemasangan peralatan harus mentaati ketentuan dalam PUIL, dan bila cocok sesuai instruksi pabrik peralatan. 3. Instalasi listrik harus diadakan pemeriksaan dan pengujian secara teratur terhadap penyalahgunaan, kerusakan atau pelaksanaan pemasangan yang jelek, termasuk sambungan-sambungan yang lepas. 4. Dipasangnya pengamanan yang cocok terhadap arus bocor, seperti SPAS (Sakelar Pemutus Arus Sisa). BAB XVI BATERAI - ACCUMULATOR Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik. Sebuah baterai biasanya terdiri dari tiga komponen penting, yaitu: 1. batang karbon sebagai anoda (kutub positif baterai) 2. seng (Zn) sebagai katoda (kutub negatif baterai) 3. pasta sebagai elektrolit (penghantar) 16.3. ACCUMULATOR (AKI) Akumulator (accu, aki) adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi (umumnya energi listrik) dalam bentuk energi kimia. Contoh-contoh akumulator adalah baterai dan kapasitor. 16.4. KLASIFIKASI ACCU/BATTERY SEKUNDER Accu Sekunder-dipakai secara luas di berbagai sektor. Accu dapat dibedakan menjadi : 1. Accu/Battery Primer, adalah Accu/battery yang tidak dapat diisi kembali setelah aki tersebut sudah menghantarkan semua arus listriknya 2. Accu/battery Sekunder, adalah accu/battery yang dapat diisi kembali setelah kekuatannya melemah karena pemakaian. Diantara Accu/Battery Sekunder, beberapa yang telah dikenal umum adalah:”accu/battery lead-acid”dan “accu/battery nickel-cadmium”. ada juga”accu/battery nickel-metal-hydride”dan “accu/battery lithium-ion” yang berukuran lebih kecil tetapi berkapasitas lebih besar. 16.5. ACCU MOBIL Accu mobil pada umumnya dapat dibagi menjadi 4 tipe utama 1. Accu Antimonial (Antimonial Battery), adalah accu yang menggunakan logam antimoni pada lempengan grid (+) dan (-), Accu ini memerlukan penambahan air secara berkala. Accu antimonial yang volume campuran antimoni pada grid elektrolitnya dikurangi, disebut accu low-antimonial. 2. Accu Hibrida (Hybrid Battery), adalah accu yang menggunakan lempengan low-antimoni pada lempengan grid(+) dan kalsium pada lempengan grid (-). 3. Accu Kalsium (Calcium Battery), adalah accu yang menggunakan kasium pada lempengan grid (+) dan (-). Accu ini telah diakui oleh banyak pemilik kendaraan memiliki kemampuan terbaik dalam segi perawatan dan usia pemakaiannya. Contoh : Accu / Battery Global

17

Oleh :Rinaldi Herwanto 4. Sealed Battery, adalah accu yang menggunakan kalsium pada lempengan grid (+) dan (-), penyekat berbentuk mat yang menyerap elektrolit serta disegel dengan erat. 5) DERET VOLTA Pengertian “Deret Volta” adalah “Suatu urutan unsur-unsur logam yang berdasarkan potensial standarnya.” DERET VOLTA/NERST Makin ke kanan, mudah direduksi sukar dioksidasi Makin ke kiri, mudah dioksidasi sukar direduksi Prinsip 1. Anoda terjadi reaksi oksidasi ; Katoda terjadi reaksi reduksi 2. Arus elektron : anoda-katoda ; Arus listrik : katod-anoda 3. Jembatan garam: menyetimbangkan ion-ion dalam larutan LITHIUM-KALIUM-BARIUM-CALSIUM-NATRIUM-MAGNESIUMALUMINIUM-MANGAN-ZINC-CERIUM-CADMIUM-COBALT-NICKELSTANUM-PLUMBUM-(HIDROGEN)-CUPRUM-HYDRARGYRUMARGENTUM-PLATINA-AURUM Li-K-Ba-Ca-Na-Mg-Al-Mn-Zn-Cr-Fe-Cd-Co-Ni-Sn-Pb-(H)-Cu-Hg-Ag-Pt-Au BAB XVII DASAR – DASAR KESELAMATAN KERJA 17.2. PENTINGNYA SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KERJA DIPERUSAHAAN Adapun 3 (tiga) alasan yang paling mendasar mengapa perusahaan memerlukan manajemen keselamatan kerja, diantaranya : 1. Alasan Hukum ( Legal Complience ) Pemerintah Republik Indonesia mengatur masalah keselamatan kerja diperusahaan tertuang pada UU No. 1 Tahun 1970. Undang – undang ini merupakan dasar pengelolaan keselamatan kerja. Disamping itu, juga tertuang dalam Keputusan Menteri Pertambangan No.555k/26/M.PE/1995. 2. Alasan Ekonomi ( Business Reason ) Semua perusahaan bisnis adalah profit yang menjadi target utama. Mengendalikan bahaya berarti mengurangi resiko kecelakaan, dan ini berarti membantu menaikkan profit perusahaan. 3. Alasan Moral ( Moral Complience ) Dalam Undang – Undang Dasar Tahun 1945 ( UUD 1945 ), dikatakan bahwa “ Tiap – tiap warga Negara berhak mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.” Ketentuan lain mengenai persyaratan keselamatan listrik adalah :  Instalasi listrik yang telah selesai dipasang harus diperiksa dan diuji sebelum dialiri listrik oleh pegawai pengawas spesialis lstrik.  Instalasi listrik yang telah dialiri listrik, instalatur masih terikat tanggung-jawab satu tahun atas kecelakaan termasuk kebakaran akibat kesalahan pemasangan instalasi.  Harus ada pemeriksaan yang rutin terhadap isolator. Isolator yang retak, terutama untuk tegangan menengah dan / atau tegangan tinggi yang dapat mangakibatkan gangguan pada pengusahaan atau dapat menimbulkan kecelakaan. Dll. Hal yang perlu diperhatikan di Pusat Pembangkit Listrik untuk keselamatan pekerja adalah : Ruang control yang terpisah dan terisolasi dari suara berisik. 18

Oleh :Rinaldi Herwanto  Generator harus ditempatkan ditempat yang kering.  Generator diamankan terhadap arus lebih dengan menggunakan pemutus tenaga dan pengaman lebur. Dll. Energi listrik dikelompokkan menjadi :  Tegangan Tinggi (lebih dari 650 volt, sekarang lebih 1.000 volt).  Tegangan Rendah (tidak lebih dari 650 volt, sekarang tidak lebih 1000 volt).  Tegangan Sangat Rendah (tidak lebih dari 32 volt sekarang tidak lebih dari 50 volt). Energi listrik dianggap berbahaya bila arus listrik dapat menimbulkan cedera dengan cara melewati tubuh.

19

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->