P. 1
Pengaruh Mitos Di Desa Tempursari.2a

Pengaruh Mitos Di Desa Tempursari.2a

|Views: 208|Likes:
Published by MfajarSZ

More info:

Published by: MfajarSZ on Jun 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2015

pdf

text

original

1.

MASYARAKAT PEDESAAN Masyarakat adalah suatu kesatuan yang selalu berubah, yang hidup karena proses masyarakat yang menyebabkan perubahan itu sendiri. Masyarakat mengenal kehidupan yang teratur dan aman yang disebabkan oleh pengorbanan yang dilakukan oleh anggotanya baik paksaan ataupun sukarela. Pengorbanan disini dimaksudkan menahan nafsu atau kehendak sewenang-wenang, untuk mengutamakan kepentingan dan keamanan bersama. Dengan paksa berarti tunduk terhadap hokum yangh berlaku sukarela sedangkan dikarenakan dengan taat

terhadap peraturan berdasarkan keinsyafan dan kesadaran dari diri sendiri.1 Masyarakat pedesaan sering di sebut juga dengan istilah µrural comunity. Agak sulit untuk memberikan batasan apa yang di maksud dengan masyarakat pedesaan. Dalam hubungan ini, baiklah akan di berikan gambaran umum tentang masyarakat pedesaan. Warga-warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam dari pada hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya, di luar batas-batas wilayahnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok, atas dasar sistem kekeluargaan.

Hasan Shadili, Sosiologi untuk masyarakat Indonesia, Rineka cipta, Jakarta, 1993, hlm 50

1

Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 1

Penduduk
2

masyarakat

pedesaan

pada

umumnya

hidup

dari

pertanian. walaupun kita melihat adanya tukang kayu, tukang genting dan bata, tukang membuat gula dan bahkan tukang catut (sistem ijon), akan tetapi inti pekerjaan penduduknya adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di luar pertanian hanya merupakan pekerjaan sambilan; oleh karena itu bila tiba masa panen atau masa penanaman padi, pekerjaan sambilan tadi segera di tinggalkannya. Namun demikian, hal itu tidaklah berarti setiap orang mempunyai tanah. Suatu contoh misalnya, di pulau Jawa di kenal ada empat macam pemilikan tanah, yaitu: a. Sistem milik umum atau milik komunal dengan pemakaian beralihalih. b. c. d. Sistem milik komunal dengan pemakaian bergiliran; Sistem komunal dengan pemakaian tetap, dan; Sistem milik individu;

Cara-cara bertani masyarakat pedesaan umumnya sangat tradisional dan tidak efisien, karena belum di kenal luas mekanisme dalam pertanian. Biasanya mereka bertani semata-mata untuk mencukupi kehidupannya sendiri dan tidak untuk di jual. Cara bertani yang demikian lazimnya di namakan substistence farming, artinya mereka merasa puas apabila kebutuhan keluarga telah di cukupi. Golongan-golongan masyarakat pedesaan, orang pada tua pada umumnya

memegang peranan yang penting. Orang-orang akan selalu meminta nasehatnasehat pada mereka, apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi.
2

Drs. Wahyu, Wawasan Ilmu Sosial Dasar, Usaha Nasonal, Surabaya, hlm 90

2 Masyarakat dan Mitos

segala sesuatu disentralisir pada diri kepala desa tersebut. Rasa persatuan erat sekali. Di desa terpencil. sebagaimana ada perkembangan sistem kapitalisme dan masyarakat industri. Menurut koentjaraningrat suatu masyarakat desa menjadi suatu persekutuan hidup dan kesatuan sosial. sebagai seorang pemimpin upacara-upacara adat dan lain sebagainya. yang kemudian menimbulkan saling kenal mengenal dan saling tolong menolong yang akrab. Didasarkan atas dua macam prinsip. artinya di masyarakat pedesaan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. hubungan antara penguasa dengan rakyat berlangsung secara tidak resmi. sehingga pengembangan jiwa individu sangat sukar dilaksanakan. Itulah sebabnya mengapa sulit sekali untuk merubah jalan pikiran sosial kearah jalan pikiran yang ekonomis. Apabila ditinjau dari sudut pemerintahannya. Segala sesuatu dijalankan atas dasar musyawarah. sukar sekali untuk memisahkan kedudukan seseorang serta perannya kepada desa sebagai orang tua yang nasehat-nasehatnya patut dijadikan pegangan. yaitu: a. Di samping itu karena tidak ada pembagian kerja yang tegas. Prinsip hubungan kekerabatan (geneologis) Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 3 . Singkatnya.Kesukarannya adalah bahwa golongan-golongan orang tua itu mempunyai pandangan yang didasarkan pada tradisi yang kuat sehingga sukar untuk mengadakan perubahan-perubahan yang nyata. Sebagai akibat sistem komunikasi yang sederhana. Pengendalian sosial masyarakat terasa sangat kuat. Cara hidup masyarakat pedesaan sebagaimana digambarkan diatas akan berubah. hubungan antara seseorang dengan orang laindapat diatur dengan seksama. hal mana yang juga disebabkan karena kurangnya alat-alat komunikasi. seorang penguasa sekaligus mempunyai beberapa kedudukan dan peran yang sama sekali tidak dapat dipisahkan atau paling sukar untuk dibeda-bedakan.

yang strukturnya sangat ketat yang dianggap mempunyai arti 3 Koentjoroningrat. Mitos adalah cerita tentang asal usul terjadinya dunia seperti sekarang ini. cerita tentang alam peristiwa-peristiwa ini. Isi Konsep Desa Indonesia. tidak banyak tahu dan kurang pengalaman dengan keadaan lingkungan pedesaan. Kesan ini disebabkan karena masyarakat perkotaan mengamatinya hanya sepintas lalu. Universitas Indonesia. serta mudah µtertipu¶ dan lain sebagainya. PENGARUH MITOS DI DAERAH PEDESAAN Di kuat daerah pedesaan mitos sangat terhadap pengaruh kehidupan masyaratnya. lambat dalam berfikir dan bertindak. adalah yang kepercayaan sungguh-sungguh terjadi Upacara pelaksanaan keagamaan tindakan-tindakan ditentukan. hlm 354 4 Masyarakat dan Mitos . dan Cerita-cerita dalam arti yang itu tertentu tidak biasa sebelum alam duniawi yang kita hadapi menurut keramat. Perbedaan-perbedaan ini berasal dari perbedaan yang mendasar dari keadaan lingkungan. Prinsip hubungan tinggal dekat (teritorial) Masyarakat pedesaan kehidupannya perbeda dengan masyarakat perkotaan. 3 2. Kesan yang sangat populer masyarakat perkotaan terhadap masyarakat pedesaan adalah masyarakat pedesaan bodoh. Jakarta. Yayasan BPFE.b. yang mengakibatkan adanya dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupannya.

keagamaan. 1992. hantu. Dalam hal ini bisa terdapat kelompok dewa-dewi. 4 Roger M. kelompok-kelompok ini secara konstan dapat menghalangi kegiatan manusia atau tanpa terlibat sekalipun. dan oleh karena itu mitos itu menerangkan dan memberi rasionalisasi kepada pelaksanaan upacara. telah berusaha menemukan nilai-nilai khusus tentang kesucian yang membatasi agama dan kepercayaan duniawi. Jakarta. dahan pohon raksasa. tetapi mereka juga dapat mambangkitkan kekuatan gaib atau berusaha memperdayakannya. Agama kepercayaan dapat juga mengatur moral manusia melakukan atau melanggar moral. Keesing. Karena cerita itu sering sekali mendramatisasikan atau memperagakan cerita-cerita Mitos.4 Dan mitos selalu berhubungan dengan ritual-ritual yang didalamnya mengandung unsur agama dimana Tylor. Keberadaan agama atau kepercayaan terdapat beberapa jenis yaitu: 1. satu dewa atau sama sekali tidak ada roh atau bahkan makhluk dan kekuatan yang berlebihan. satu abad yang lalu telah mendefinisikan agama sebagai suatu kepercayan dalam bentuk spiritual. Animatisme yaitu suatu kepercayaan terhadap kekuatan roh yang lebih. 2. Ahli lainnya mengikuti Durkheim. Antropologi Budaya. Animisme yaitu suatu kepercayaan terhadap roh. Sejumlah ahli Antropologi sosial modern sudah kembali kesuatu perluasan definisi agama dalam pengembangan kehidupan sosial masyarakat terhadap manusia biasa atau kekuatannya. hlm 106-107 Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 5 . Agama sangat berfariasi dalam peranannya di alam semesta ini dan cara-cara manusia berhubungan dengan agama tersebut. Erlangga. Kelompok ini bersifat hukum (primitif) atau bersifat positif. dan jenis keercayaan lainya. Berhubung dengan ini manusia dapat merasa kagum atau hormat atu bahkan merasa takut.

Pada tahap ini. bukan sekedar tempat manusia untuk berkompensasi dari kelelahan rohaninya dan 5 6 Ibid hlm 93 Harold H. Mith. Persoalan-persoalan Filsafat.365. H. Terj. metafisik. 1984. semuanya dikembalikan dan direkonsilasikan kepada agama. masyarakat berkembang secara linear dari tahap teologis. sehingga jika terjadi peristiwa apa saja. atau setiap agama akan terbukti selalu berkaitan dengan suatu jenis sistem sosial dan kita akan kembali kepada usaha yang lebih canggih dan modern untuk menunjukkan adanya hubungan antara dunia khayalan dan dunia kenyataan dimana kita hidup. Titus. AGAMA DAN KEPERCAYAAN PADA MASYARAKAT Agama sebagai sistem nilai telah lama disalahpahami oleh para pemikir Barat terutama oleh Aguste Comte 6 dengan para pengikutnya. pola pemikiran masyarakat masih sangat sederhana. Totenisme yaitu dimana kelompok dikatakan manusia bahwa dengan mantera kelompok menghubungkan binatag atau dengan fenomena alam. Hal ini tidak berarti bahwa perbandingan agama tidak harus kehilangan perbandingannya.M. Agama sebagai nilai bagi manusia rujukan dan arahan. 6 Masyarakat dan Mitos . hal. Menurut Comte. S. sampai pada tahap akhir positif. Bulan Bintang. Marilyn. Living Issues in Philosophy.3. 5 3. Rosyidi. Pada tahap teologis dan metafisik. Nolan. dan Richard T. agama masih dipandang mempunyai pengaruh yang dominan dalam struktur masyarakat. Jakarta.

Akan tetapi.57 Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 7 . lebih jauh memberikan landasan nilai bagi manusia. Hubungan agama dan kebudayaan memunculkan dua pandangan dikalangan para ahli. Bandung: 2005.mencari ketenangan. Kedua. bukan standar nilai baik dan buruk. Pustaka Setia. 7 kebudayaan manusia merupakan bagian dari agama. Simatupang. Pada pemikiran barat yang berkembang selama ini. atau kebudayaan itu mencakup agama. agama disamakan dengan mitos. Pertama. hal. nilai dipandang sebagai sesuatu yang berubah setiap saat bergantung pada kesepakatan masyarakat. Bagi agama tertentu (kebudayaan). pandangan ini tidak bisa diterima karena Islam bukan hasil pemikiran manusia. legenda atau dongeng yang merupakan bagian dari tradisi masyarakat. agama berkaitan bahkan tidak terpisahkan dengan kebudayaan. Kedua pandangan ini banyak berpengaruh terhadap cara orang melihat agama dan budaya. Tetapi tidak ada yang lebih sulit 7 Ali Anwar Yusuf. Pandangan ini dapat diterima karena agama-agama budaya memang lahir dari pemikiran manusia. Agama sebagai sumber nilai merupakan rujukan esensial bagi masyarakat. dan agama merupakan salah satu nilai yang dijadikan rujukan untuk masalah-masalah yang bersifat ritual. Persoalan utama dalam melihat hubungan antara agama dan kebudayaan adalah dalam pengambilan nilai-nilai dasar. Sepanjang sejarah umat manusia maka di semua tempat selalu ada agama dan kebudayaan. apa yang dimaksud dengan agama dan apa yang dimaksud dengan kebudayaan. Karena itu. Semua orang mengetahui paling sedikit mengira mengetahui. agama merupakan bagian dari kebudayaan. Menurut Dr. Dalam pandangan ini. TB. bagi agama Islam. Akan tetapi. Islam dan Sains Modern: Sentuhan Islam terhadap Berbagai Disiplin Ilmu. Dalam pandangan ini. atau agama mencakup kebudayaan. kebudayaan merupakan bagian dari agama.

ritual. ilmu bahasa. Sejak abad ke-19 telah diterapkan metode-metode modern filsafat. air asin. Oleh karena itu adalah lebih tepat apabila kita berbicara mengenai agama-agama dan tidak mengenai agama.8 Sejarah umat manusia memperlihatkan bahwa pengaruh agama selalu memasuki semua segi kehidupan manusia dan masyaraka. dalam Encyclopaedia Britannica. yaitu air. Tetapi agama-agama tidak merupakan manifestasi dari suatu barang yang dapat disebut agama dalam arti yang umum. Kebudayaan dan Pembangunan Lain.daripada memberikan definisi mengenai agama dan kebudayaan yang dapat diterima oleh semua orang. 9 Tidak ada kurang sulitnya untuk menemukan definisi mengenai kebudayaan. air beku. air tawar. hakekat.41. Musa Asy¶arie. arti dan fungsi agama. air bersih dan air kotor adalah manifestasi dan barang yang sama. yang dapat diterima oleh semua orang. ilmu perbandingan agama dan seterusnya untuk memahami asal-usul. Sunan Kalijaga. mitos. 8 Masyarakat dan Mitos . antropologi. air panas. ilmu sejarah. Agama. psikologi. kelembagaan dan seterusnya adalah aspekaspek dari suatu kesatuan yang organis yang tidak begitu saja dapat dibandingkan dengan agama yang lain. Semua upaya itu tidak menghasilkan suatu definisi mengenai agama yang dapat diterima oleh semua pihak. fenomenologi. Hal. Terbukti bahwa masing-masing agama merupakan suatu sistem tersendiri. tidak begitu berhasil. dimana doktrin. Upaya untuk menemukan esensi dari agama misalnya. 1978. sosiologi. keimanan. 9 The Studi of Religion. apalagi dinilai dengan menggunakan agama lain sebagai tolok ukur. Dua antropolog Amerika 8 Drs. Air dingin. Mempelajari agama dahulu adalah tugas eksklusif dari para ahli agama atau para teolog.

Setelah mendapat awalan a. Culture. Inggris membina sekolah barat di Semenanjung. Kata agama. Kaum intelektual bumiputera yang dihasilkan oleh sekolah-sekolah itu berkenalan dengan kata ³religie´ (Bld) dan A.dan akhira ±a. menjadi igama dan ugama. 10 Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 9 . 11 Gazalba Sidi. igama dan ugama kita temukan sekarang dalam bahasa Bali. Kroeber dan Klyde Kluckhorn mencatat tidak kurang dari 164 definisi mengenai culture. (2) merupakan milik bersama dari suatu masyarakat yang diwariskan kepada generasi-generasi penerus (3) dilandasi oleh tata nilai dan mempunyai arah serta orientasi tertentu. Akar katanya gam.dan akhiran ±a (a-gam-a) pengertiannya berubah menjadi ³jalan´.45-46. Belanda mendirikan sekolah barat di Indonesia. mendapat awalan a. 1952. dengan pengertian berbeda-beda. Islam dan Perubahan Sosio Budaya. menjadi agam-a. Suatu teori mengatakan bahwa kata agama berasal dari bahasa Sansekerta. ugama (Malaysia). A Critical Review of Concepts and Deinition. Pustaka Alhusna: Jakarta Pusat. selanjutnya menjajahnya. Disamping itu ada pula yang mendapat awal i. Dan anehnya tiga bahasa sekarang memakai masing-masing kata itu dengan pengertian sama: Agama (Indonesia). igama (jawa).A. Dalam bahasa Indo-Jermen lainnya kita temukan akar itu dengan sedikit perobahan: ga. hal. Dalam abad ke-XVI Barat 11 memasuki Nusantara.dan u-. Kroben and Clyde Kluckhorn.10 Untuk tujuan kita sekarang ini mungkin dapat kita katakana bahwa kebudayaan yang berasal dari budi itu (1) mencakup segala sesuatu yang diciptakan oleh budi manusia atau segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudi untuk memberi jawab atas tantangan yang dihadapi dalam sejarah. Cambridge. Gam artinya ³pergi´. Mass.L. Sansekerta masuk rumpun bahasa-bahasa indo-Jerman. gam (Belanda) dan go (Inggr).L.

³religion´ (Inggr). 2. 3. Esensi agama Islam adalah sistem hubungan manusia dengan Allah (Tuhan Yang Maha Esa). pemujaan (kultus) dan permohonan (doa). Sikap hidup (taqwa). Peluang untuk penurunan kualitas selalu dapat dan mungkin terjadi apabila manusia sudah berada di luar rangka iman 10 Masyarakat dan Mitos . Doktrin tentang perkara 1 dan 2 (Qur¶an dan Hadits) 4. yang disamakan mereka pengertiannya dengan agama. M. Desain µilahiyah¶ menyatakan bahwa manusia telah dijadikan dalam sebaik-baik bentuk kejadian µahsani taqwim¶. Kualitas ini akan bisa dipertahankan sejauh manusia beriman dan beramal kebjikan. Umumnya orang berpendapat yang disebut religi itu mengandung tiga ciri: 1. pemujaan dan doa (ibadah khasah). Melakukan hubungan dengan Yang Maha Esa dengan upacara. Melakukan hubungan dengan Yang Kudus itu dengan upacara (ritus). 2. 3 itu membentuk sikap hidup atau pandangan dunia. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa (akidah). Bertolak dari analisa pengertian agama itu maka ciri-ciri agama Islam ialah: 1. maka yang dikatakan agama ialah sistem hubungan manusia dengan Tuhan dengan perincian keempat ciri tersebut. Antropologi berparadigma agama-Islam-mengajukan anggapan esensial tentang kualitas manusia. Percaya kepada Yang Kudus 2.Sc. Biasanya gejala-gejala itu dilengkapi oleh ciri ke4. 3. Kalau agama disamakan pengertiannya dengan religi. Manusia pada dasarnya memiliki kualitas unggul. Abdullah Fadjar. Doktrin tentang perkara 1 dan 2. Religi sebagai istilah ilmu lebih jelas pengertiannya. Menurut Drs. Ini berarti ada nilai-nilai yang berkedudukan sentral untuk mengamankan kualitas. Perkara 1.

katakanlah budaya cacat atau cacat budaya. kemajuan dan pertumbuhan ekonomi tetap bertanggung jawab secara sosial dan tidak menciptakan kemiskinan. tidak harus bergeser ke yang µvulgar¶ (meminjam ungkapan Dane Rudhyar: 1977).. (Montagu. Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 11 . Memang dalam antropologi pernah terjadi perdebatan apakah perbuatan kejahatan ±berarti penurunan derajat µahsani taqwim¶ ke µastala safilin¶ ±karena faktor heriditas? Anggapan itu ternyata salah. Albin. Ritme budaya yang suci. Seperti yang digagaskan oleh Peter S. Kalau evolusi budaya yang dikembangkan oleh umat manusia ternyata melahirkan aneka ragam krisis. 1972). nasional dan personal. dapat mencapai kualitas yang sebaik-baiknya. Violence and Politics (Feierabend dkk. karena dilandasi ruh iman dan amal kebjikan. Studikstudi antropologi tidak cukup kuat mendukung anggapan itu. Evolusi budaya tidak harus melahirkan ³crisis of crisis´ (Bodley 1076). Juga apa yang dilukiskan oleh Martin Carnoy bahwa pendidikan menjurus fungsinya menjadi imperialisme budaya tentulah tidak bakal terjadi (lihat Carnoy. bahwa manusia dijadikan dalam sebaik-baik bentuk.dan amal kebajikan. karena memang peluang untuk terjadi krisis atau cacat hampir selalu terbuka. (progress without poverty 1978). suatu krisis yang berlipat-lipat dan menjangkau tiga angkatan: global. Evolusi dan ritme budaya yang bersemboyankan kemajuan (progress) dapat mewujudkan kualitas budaya yang sehat sejahtera lahir batin. Education as Cultural Imperilasime: 1974). 1959: 152-159). Bertolak dari anggapan esensial diatas. kita berpandangan positif terhadap produk budi daya manusia. Dalam perjalanan budaya umat manusia tidak perlu terjadi pergulatan politik yang diwarnai oleh kemarahan dan penindasan seperti yang digambarkan dalam buku Anger. Produk budi daya manusia yang dikenal dengan kebudayaan.

Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia 7. Pembinaan kesenian yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia 9. Tanggungjawab social dan disiplin nasional 5. sekitar tigapuluh persen menganut Islam dalam versi yang sudah amat sinkretis dan dijawakan. format kehidupan seorang patriot dapat memiliki cacat.Pemeliharaan tradisi dan peninggalkan daerah Secara etnis. karena sekitar lima sampai sepuluh prosen diantaranya adalah menganut Islam dalam bentuk yang agak murni. merangkum sepuluh hal: 1. sementara sebagian besar diantaranya menganggap mereka sebagai muslim nominal yaitu mengakui bahwa dirinya 12 Masyarakat dan Mitos . Kesan kita selama ini seorang patriot adalah seorang yang mencintai atau orang yang berbuat kebajikan kepada tanah airnya. jawa merupakan mayoritas Indonesia. Pembinaan dan pengembangan nilai budaya Indonesia 2. Khusus kebijaksanaan kebudayaan dalam pembangunan Negara yang sudah berjalan. merangkum sepuluh dalam pembangunan Negara yang sudah berjalan. Pembinaan bahasa daerah 8. namun diantara mereka sendiri secara religius ada keanekaragaman. Pembinaan kebudayaan nasional 3. Usaha pembauran bangsa 6. Penanggulangan pengaruh kebudayaan asing yang negative 4. Bayangkan.Ambilah contoh kehidupan seorang patriot. Kesenian daerah 10.

landasan baru guna membangun bagan keadaan manusiawi (1967:3). 1884. Kelompok tersebut disebut kelompok abangan. Kebatinan dan Hidup Sehari-hari Orang Jawa. mistik tampil ke permukaan terutama pada masa-masa penuh tekanan dan keresahan social. Menurut Hadiwijono. Manusia harus hidup secara publik dan harus dapat diawasi. PT. Individu dianggap tidak bertanggung jawab atas perbuatanyya jika dianggap tidak bias memikul tanggug jawab atas tindakannya tersebut. 14 Niels Mulder. Pada akhirnya yang bertanggung jawab adalah kelompok pada masyarakat tersebut.islam namun tindakan dan pikiran mereka lebih dekat kepada tradisi Jawa kuno dan Jawa Hindu.13 Secara sosial. individu dianggap sebagai suatu makhluk yang didorong oleh pamrih atau hawa nafsu yang motif-motifnya harus dicurigai. Gramedia. hlm1 13 Ibid hlm 3 14 Ibid hlm 48 12 Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 13 . Jakarta. 12 Kebangkitan kembali kebatinan itu lebih daripada sekedar suatu reaksi melawan islam yang diperpolitikkan saja. Ia harus dikendalikan oleh adat istiadat dan kebudayaan yang disodorkan dan dijadikan pedoman oleh masyarakat. ketika orang-orang mencari landasan.

royong atau lebih dikenal dengan sebutan ³sambatan´ biasanya mereka yang ikut mendirikan rumah tersebut hanya diberi makan dan uang rokok saja dan untuk tenaga dan waktu yang mereka berikan selebihnya adalah gratis dan atas dasar rasa gotong-royong . Bagi masyrarakat yang tidak mempunyai lahan pertanian mereka biasanya menggarap lahan orang lain yang hasilnya dibagi dua atau bahkan ada juga yang ekeja sebagai buruh tani saja dimana mereka hanya mendapatkan pekerjaan jika musim bertani tiba dan untuk selanjutnya mereka bekerja serabutan atau sebagai kuli bangunan jika ada masyarkat yang membangun rumah tetapi kadang-kadang didalam pendirian rumah tersebut dilakukan secara gotong. mengenai ekonomi msyarakat pada umumnya dapat dikatakan masyarakat menengah kebawah di daerah ini masyarakat miskin relatif banyak dan 14 Masyarakat dan Mitos . dan lain sebagainya karena jika mereka mengganti dengan tanaman tersebut mereka sangat kesulitan untuk menjual hasil panen tanaman palawija tersebut dan kalaupun ada yang membeli mereka membeli dengan harga murah jauh jebih murah dibandingkan dengan harga pasaran. Di Desa ini hampir semua penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dimana hampir setiap musim lahan pertanian mereka hanya ditanami padi disepanjang tahunnya bahkan mereka tetap bertanam padi pada waktu musim kemarau sekalipun padahal mereka mengerti kalau sangatlah sulit untuk mendapatkan air untuk mengairi lahan mereka bahkan segala cara mereka lakukan untuk tetap dapat bertanam padi di musim kemarau.LAPORAN OBSERVASI Disini saya akan mengangkat tentang kehidipan masyarakat yang berada di Desa Tempursari di Kabupaten Madiun yang masih terikat kuat dengan adanya mitos yang mereka percayai. jagung. Mereka tidak pernah mencoba menanam tanaman lain yang dapat dijadikan sebagai pengganti seperti ubi. kedelai.

Walaupun begitu mereka tau akan peraturan dan hukum-hukum islam tentang hal yang boleh dilakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan sehingga tingkat kejahatan yang terjadi relatif sedikit bahkan tidak ada kejahatan yang terjadi. Didalam hal lain ketika musim panen tiba di hari pertama memanen mereka biasa menyajikan sebuah tumpeng lengkap dengan seekor ayam Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 15 . Walaupun menurut orang dianggap mustahil tetapi hal itu memang benar terjadi dan dapat dibuktikan. memang terkadang sosok tersebut menampakkan diri dalam sosok seekor binatang anjing yang pada malam hari tertentu berjalan mengelilingi desa. mereka sering lupa akan kewajiban Sholat disaat mereka disibukkan dengan kegiatan mereka atau pada saat musim bertani tiba mereka tidak begitu peduli akan kewajiban mereka untuk menunaikan ibadah Sholat wajib dikarenakan dalam seharian penuh mereka berada di sawah untuk bertani. Mengenai masalah sosial yang terjadi di Desa ini yang paling menonjol adalah mengenai masalah kepercayaan atau masalah keagamaan dimana masyarakat ini sebetulnya hampir seluruhnya memeluk agama Islam tetapi mereka tidak mengerti apa itu agama islam yang sebenarnya. Disisi lain mereka percaya kepada salah satu sosok yang mereka percayai adalah sebagai penunggu desa tersebut yang melindungi mereka dari marabahaya atau bencana. Bahkan untuk menunaikan Sholat jum¶at pun kebanyakan dari para penduduk laki-laki mereka tidak tau bahwa Sholat jum¶at adalah suatu kewajiban bagi laki-laki sehingga sering diabaikan.mengnai pendidikan hanya sebagian saja yang bisa melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi kebanyakan setekah lulus dari SMP atau SMA mereka membantu orangtua mereka untuk bekerja.

mereka lebih takut pada adat yang menyatakan jika mereka tidak menjalankan tradisi yang ada mereka akan mendapatkan musubah sehingga mereka tidak berani dalam menentang hal tersebut dan masalah-masalah yang terjadi adalah sebagai berikut: a. Di desa ini juga percaya bahwa ketika ada gerhana Bulan mereka yakin bahwa pada saat itu sang rembulan sedang dimakan oleh Buto Ijo yang hanya berkepala saja dan tidak mempunyai tubuh. Seperti yang telah disebutkan tadi bahwa Desa ini mempercayai adanya sosok yang dipercayai adalah sebagai 16 Masyarakat dan Mitos . setelah itu mereka menaruhnya diatas kuda-kuda rumah hal itu dilakukan agar rumah yang mempunyai seikat padi tadi selalu mendapatkan pangan yang melimpah dan tidak kekurangan yang diosimbolkan dengan seikat padi tadi. hal itu mereka lakukan untuk menghormati dewi sri atau dewi padi dimana telah memberikan hasil panen yang melimpah sekaligus rasa syukur atas hasil panen yang mereka dapatkan.panggang lengkap dengan bumbu urap serta sayur mayurnya. selain itu mereka juga memukul-mukul lesung atau alu mereka percaya bahwa jika mereka memukul-mukul lesung Buto Ijo yang tadinya memakan Rembulan akan takut dan segera mengeluarkanya kembali. menurut Mitos apabila mereka tidak membangunkan ayam tersebut. Dan yang menjadi masalah disini adalah budaya memepercayai Mitos sudah sangat melekat pada masyarakat desa ini mereka tidak tau jika hal itu adalah perbuatan syirik yang bertentangan dengan agama Islam. dan apabila panen telah selesai mereka megambil seikat padi yang telah dikeringkan tetapi bulir-bulir padinya tidak dilepaskan dari batangnya. telur yang tadinya dierami tidak akan bisa menetas atau yang biasa mereka sebut dengan istilah ³kopyor ³. mereka dengan segera membangunkan ayam yang sedang bertelur ataupun yang sedang mengerami induknya.

sayur dan beberapa lauk sebagai pelengkapnya dan disaat proses pembuatannyapun tidak boleh dicicipi terlebih dahulu. Bukan hanya itu saja pada malam harinya masyarakat menyelenggarakan suatu hiburan yang sangat meriah yaitu diantaranya pertunjukan wayang semalam suntuk selain itu pertunjukan Reog ponorogo juga disajikan yaitu setelah upacara selesai Reog diarak keliling Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 17 . dimana sang penunggu ini biasanya pada malam di hari-hari tertentu mengelilingi desa. Berhubung modinpun tidak melarang kegiatan terebut dan bahkan sebagai pemimpin upacaranya maka masyarakatpun tidak pernah sadar bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan syirik.penunggu Desa yang berwujud seekor anjing yang berukuran besar. mereka takut jika mereka tidak melakukan persembahan tumpeng maka mereka mempunyai keyakinan bahwa mereka titak ada yang melindungi desa mereka. Upacara tersebut dipimpin oleh seorang Modin yang biasanya tugasnya ialah mengurusi segala surat-surat pernikahan jika ada yang akan menikah dan juga bertugas sebagai orang yang memandikan jenazah jika ada orang yang meninggal sebenarnya Modin adalah orang yang lebih tau atau lebih pandai di dalam hal agama jika dibandingkan dengan warga masyarakat yang ada di desa tersebut. Orang Desa menganggap bahwa Anjing itu ikut menjaga keamanan desa sehingga di setiap tahunnya pada hari dimana malamnya adalah malam Jum¶at legi warga Desa berbondong-bondong untuk membuat tumpeng yang isinya adalah seekor ayam panggang. Dan setelah semuanya selesai pada hari Jum¶at legi pagi tumpeng tersebut mereka bawa ke dsebuah ³Punden´ yaitu pada sebuah pohon asam yang besar yang dipercaya sebagai tempat tinggal penunggu desa tersebut.

b. Makhluk-makhluk Gaib keluar dari tempat persembunyianya. mereka percaya bahwa pada waktu sore hari menjelang Magrib adalah waktu dimana c. Dan pada waktu terjadi Gerhana Bulan masyarat dengan segera mengambil alu dan ditumbuk-tumbukkan ke dalam lesung yang dipercaya jika lesung tersebut dipukul-pukul maka makhluk gaib yang disebut Buto Ijo yang dipercaya telah memakan Bidadari Bulan akan takut mendengar suara alu tersebut dan segera melepaskannya. Selain itu bagi masyarakat yang mempunyai Ayam yang sedang bertelur induk dari Ayam tersebut dibangunkan dengan mengobrak-ngobrak sarangnya mereka percaya jika Ayam tersebut tidak dibangunkan maka telur yang tadinya dierami oleh induk Ayam tidak akan menetas. Selain itu desa ini juga masih banyak mempunyai mitos yang lain antara lain yaitu seorang anak kecil apabila sudah memasuki waktu dzuhur maka bagi anak-anak balita dilarang keluar rimah masyarakat disini percaya bahwa apabila ada anak balita yang keluar rumah maka bisa jadi makhluk gaib akan mengganggu anak kecil tersebut biasanya reaksi yang ditimbulkan yaitu anak kecil menangis terus menerus dan tidak bias dihentikan. 18 Masyarakat dan Mitos .mengelilingi Desa setelah itu psds mslsm harinya pertunjukan Reog dilanjutkan kembali Sekaligus sebagai penutup acara.

PEMBAHASAN DAN SOLUSI. cerita tentang alam peristiwa-peristiwa yang tidak biasa sebelum alam duniawi yang kita hadapi ini. Di desa ini juga percaya bahwa ketika ada gerhana Bulan mereka yakin bahwa pada saat itu sang rembulan sedang dimakan oleh Buto Ijo yang hanya berkepala saja dan tidak mempunyai tubuh. Hal tersebut membuktikan bahwa hal tersebut sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa. setelah itu mereka menaruhnya diatas kudakuda rumah hal itu dilakukan agar rumah yang mempunyai seikat padi tadi selalu mendapatkan pangan yang melimpah dan tidak kekurangan yang diosimbolkan dengan seikat padi tadi. Mitos adalah cerita tentang asal usul terjadinya dunia seperti sekarang ini. telur yang tadinya dierami tidak akan bisa menetas atau yang biasa mereka sebut dengan istilah ³kopyor ³. dan apabila panen telah selesai mereka megambil seikat padi yang telah dikeringkan tetapi bulir-bulir padinya tidak dilepaskan dari batangnya.ANALISA. mereka dengan segera membangunkan ayam yang sedang bertelur ataupun yang sedang mengerami induknya. hal itu mereka lakukan untuk menghormati dewi sri atau dewi padi dimana telah memberikan hasil panen yang melimpah sekaligus rasa syukur atas hasil panen yang mereka dapatkan. Di daerah pedesaan sangat kuat pengaruh mitos terhadap kehidupan masyaratnya. selain itu mereka juga memukul-mukul lesung atau alu mereka percaya bahwa jika mereka memukul-mukul lesung Buto Ijo yang tadinya memakan Rembulan akan takut dan segera mengeluarkanya kembali. menurut Mitos apabila mereka tidak membangunkan ayam tersebut. Melihat dari Fenomena diatas bahwa Desa Tempursari menganut beberapa Mitos yang diantaranya Didalam hal ketika musim panen tiba di hari pertama memanen mereka biasa menyajikan sebuah tumpeng lengkap dengan seekor ayam panggang lengkap dengan bumbu urap serta sayur mayurnya. Cerita-cerita itu Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 19 .

tetapi mereka juga dapat mambangkitkan kekuatan gaib atau berusaha memperdayakannya. Agama sangat berfariasi dalam peranannya di alam semesta ini dan cara-cara manusia berhubungan dengan agama tersebut. kelompok-kelompok ini secara konstan dapat menghalangi kegiatan manusia atau tanpa terlibat sekalipun. satu dewa atau sama sekali tidak ada roh atau bahkan makhluk dan kekuatan yang berlebihan. Berhubung dengan ini manusia dapat merasa kagum atau hormat atu bahkan merasa takut. dan oleh karena itu mitos itu menerangkan dan memberi rasionalisasi kepada pelaksanaan upacara. satu abad yang lalu telah mendefinisikan agama sebagai suatu kepercayan dalam bentuk spiritual. telah berusaha menemukan nilai-nilai khusus tentang kesucian yang membatasi agama dan kepercayaan duniawi. Agama kepercayaan dapat juga mengatur moral manusia melakukan atau melanggar moral. mereka lebih takut pada adat yang 20 Masyarakat dan Mitos . Dalam hal ini bisa terdapat kelompok dewa-dewi.menurut kepercayaan sungguh-sungguh terjadi dan dalam arti tertentu keramat. Ahli lainnya mengikuti Durkheim. Upacara keagamaan adalah pelaksanaan tindakan-tindakan yang ditentukan. Karena cerita itu sering sekali mendramatisasikan atau memperagakan cerita-cerita Mitos. yang strukturnya sangat ketat yang dianggap mempunyai arti keagamaan. Dan mitos selalu berhubungan dengan ritual-ritual yang didalamnya mengandung unsur agama dimana Tylor. Dan mengenai kepercayaan atau mengenai masalah Agama dimana budaya memepercayai Mitos sudah sangat melekat pada masyarakat desa ini mereka tidak tau jika hal itu adalah perbuatan syirik yang bertentangan dengan agama Islam. Kelompok ini bersifat hukum (primitif) atau bersifat positif. Sejumlah ahli Antropologi sosial modern sudah kembali kesuatu perluasan definisi agama dalam pengembangan kehidupan sosial masyarakat terhadap manusia biasa atau kekuatannya.

sayur dan beberapa lauk sebagai pelengkapnya dan disaat proses pembuatannyapun tidak boleh dicicipi terlebih dahulu.menyatakan jika mereka tidak menjalankan tradisi yang ada mereka akan mendapatkan musibah sehingga mereka tidak berani dalam menentang hal tersebut. Orang Desa menganggap bahwa Anjing itu ikut menjaga keamanan desa sehingga di setiap tahunnya pada hari dimana malamnya adalah malam Jum¶at legi warga Desa berbondong-bondong untuk membuat tumpeng yang isinya adalah seekor ayam panggang. Masyarakat daerah ini sebetulnya hampir seluruhnya memeluk agama Islam tetapi mereka tidak mengerti apa itu agama islam yang sebenarnya. Bahkan untuk menunaikan Sholat jum¶at pun kebanyakan dari para penduduk laki-laki mereka tidak tau bahwa Sholat jum¶at adalah suatu kewajiban bagi laki-laki sehingga sering diabaikan. mereka sering lupa akan kewajiban Sholat disaat mereka disibukkan dengan kegiatan mereka atau pada saat musim bertani tiba mereka tidak begitu peduli akan kewajiban mereka untuk menunaikan ibadah Sholat wajib dikarenakan dalam seharian penuh mereka berada di sawah untuk bertani. Upacara tersebut dipimpin oleh seorang Modin yang biasanya tugasnya ialah mengurusi segala surat-surat pernikahan jika ada yang akan menikah dan juga bertugas sebagai orang yang memandikan jenazah jika ada orang yang meninggal sebenarnya Modin adalah orang yang lebih tau atau Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 21 . Dan setelah semuanya selesai pada hari Jum¶at legi pagi tumpeng tersebut mereka bawa ke dsebuah ³Punden´ yaitu pada sebuah pohon asam yang besar yang dipercaya sebagai tempat tinggal penunggu desa tersebut. Walaupun begitu mereka tau akan peraturan dan hukum-hukum islam tentang hal yang boleh dilakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan sehingga tingkat kejahatan yang terjadi relatif sedikit bahkan tidak ada kejahatan yang terjadi.

Hal tersebut membuktikan bahwa mayoritas orang jawa mempunyai agama Islam yang belum murni yang masih terpengaruh oleh kebudayaan Hindu. Seperti teori yang mengatakan bahwa. ketika orang-orang mencari landasan. Berhubung modinpun tidak melarang kegiatan terebut dan bahkan sebagai pemimpin upacaranya maka masyarakatpun tidak pernah sadar bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan syirik. Kebangkitan kembali kebatinan itu lebih daripada sekedar suatu reaksi melawan islam yang diperpolitikkan saja.lebih pandai di dalam hal agama jika dibandingkan dengan warga masyarakat yang ada di desa tersebut. Menurut Hadiwijono. mereka takut jika mereka tidak melakukan persembahan tumpeng maka mereka mempunyai keyakinan bahwa mereka titak ada yang melindungi desa mereka. Secara etnis. Kelompok tersebut disebut kelompok abangan. jawa merupakan mayoritas Indonesia. karena sekitar lima sampai sepuluh prosen diantaranya adalah menganut Islam dalam bentuk yang agak murni. namun diantara mereka sendiri secara religius ada keanekaragaman. mistik tampil ke permukaan terutama pada masa-masa penuh tekanan dan keresahan social. Bukan hanya itu saja pada malam harinya masyarakat menyelenggarakan suatu hiburan yang sangat meriah yaitu diantaranya pertunjukan wayang semalam suntuk selain itu pertunjukan Reog ponorogo juga disajikan yaitu setelah upacara selesai Reog diarak keliling mengelilingi Desa setelah itu psds mslsm harinya pertunjukan Reog dilanjutkan kembali Sekaligus sebagai penutup acara. sementara sebagian besar diantaranya menganggap mereka sebagai muslim nominal yaitu mengakui bahwa dirinya islam namun tindakan dan pikiran mereka lebih dekat kepada tradisi Jawa kuno dan Jawa Hindu. 22 Masyarakat dan Mitos . sekitar tigapuluh persen menganut Islam dalam versi yang sudah amat sinkretis dan dijawakan.landasan baru guna membangun bagan keadaan manusiawi (1967:3).

Hendaknya dengan didirikan Pondok pesantren atau di Desa tersebut harus mempunyai orang-orang yang tinggi ilmu Agamanya yang dijadikan sebagai orang yang dianut oleh masyarakat. Pada akhirnya yang bertanggung jawab adalah kelompok pada masyarakat tersebut. Dan solusi yang dapat saya berikan adalah sebagai berikut: 1. 3. Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 23 . 2. Manusia harus hidup secara publik dan harus dapat diawasi. Individu dianggap tidak bertanggung jawab atas perbuatanyya jika dianggap tidak bias memikul tanggug jawab atas tindakannya tersebut. Ia harus dikendalikan oleh adat istiadat dan kebudayaan yang disodorkan dan dijadikan pedoman oleh masyarakat.Secara sosial. Masyarakat hendaknya diberikan pengetahuan yang lebih tentang Agama Islam dimana Agama Islam sebenarnya melarang Manusia mendewakan atau memuja sesuatu selain Allah SWT karena hal tersebut merupakan perbuatan syirik yang tidak disukai oleh Allah SWT. individu dianggap sebagai suatu makhluk yang didorong oleh pamrih atau hawa nafsu yang motif-motifnya harus dicurigai. Pendidikan ke jalur yang lebih tinggi menurut saya perlu diberikan pada masyarakat tersebut sehingga pengetahuan masyarakat tidak hanya berhenti disitu saja melainkan mereka akan mendapatkan pengetahuan yang lebih luas bukan hanya pengetahuan tentang Ilmu pengetahuan saja melainkan juga tentang Agama.

yang strukturnya sangat ketat yang dianggap mempunyai arti keagamaan. Di daerah pedesaan sangat kuat pengaruh Mitos terhadap kehidupan masyaratnya. kepercayaan pada masyarakat pedesaan masih dipengaruhi oleh kepercayaan-kepercayaan mitos yang sangat kuat melekat pada kehidupan di masyarakat tersebut antara lain dengan adanya mitos-mitos yang sudah menjadi tradisi antara lain: Didalam hal ketika musim panen tiba di hari pertama memanen mereka biasa menyajikan sebuah tumpeng lengkap dengan seekor ayam panggang lengkap dengan bumbu urap serta sayur mayurnya. Upacara keagamaan adalah pelaksanaan tindakan-tindakan yang ditentukan. dan apabila panen telah selesai mereka megambil seikat padi yang telah dikeringkan tetapi bulir-bulir padinya tidak dilepaskan dari batangnya. Dan mitos selalu berhubungan dengan ritual-ritual yang didalamnya mengandung unsur agama dimana Tylor. hal itu mereka lakukan untuk menghormati dewi sri atau dewi padi dimana telah memberikan hasil panen yang melimpah sekaligus rasa syukur atas hasil panen yang mereka dapatkan.KESIMPULAN Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Hal tersebut membuktikan bahwa sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa. setelah itu mereka menaruhnya diatas kuda-kuda rumah hal itu 24 Masyarakat dan Mitos . Karena cerita itu sering sekali mendramatisasikan atau memperagakan cerita-cerita Mitos. cerita tentang alam peristiwa-peristiwa yang tidak biasa sebelum alam duniawi yang kita hadapi ini. Cerita-cerita itu menurut kepercayaan sungguh-sungguh terjadi dan dalam arti tertentu keramat. dan oleh karena itu mitos itu menerangkan dan memberi rasionalisasi kepada pelaksanaan upacara. satu abad yang lalu telah mendefinisikan agama sebagai suatu kepercayan dalam bentuk spiritual. dinmana Mitos adalah cerita tentang asal usul terjadinya dunia seperti sekarang ini.

Walaupun Masyarakat tersebut mayoritas beragama Islam tetapi agama mereka sangat lemah. Seharusnya pada Masyarakat hendaknya diberikan pengetahuan yang lebih dalam tentang Agama Islam dimana Agama Islam sebenarnya melarang Manusia mendewakan atau memuja sesuatu selain Allah SWT karena hal tersebut merupakan perbuatan syirik yang tidak disukai oleh Allah SWT. Agama dan Kepercayaan pada Masyarakat Pedesaan 25 . Demikianlah materi yang dapat saya sampaikan mengenai Pengaruh Mitos yang masih melekat pada masyarakat pedesaan khususnya di Desa Tempursari. Dan juga Pendidikan ke jalur yang lebih tinggi menurut saya perlu diberikan pada masyarakat tersebut sehingga pengetahuan masyarakat tidak hanya berhenti disitu saja melainkan mereka akan mendapatkan pengetahuan yang lebih luas bukan hanya pengetahuan tentang Ilmu pengetahuan saja melainkan juga tentang Agama. Semoga dengan materi ini dapat dijadikan sebagai tambahan ilmu pengetahuan. Mungkin hal ini sangatlah sulit untuk dihilangkan dari kebudayaan mereka karna orang yang sudah fanatik sulit sekali untuk menerima perubahan. Dan masih banyak lagi Mitos-mitos yang terdapat didalam Masyarakat tersebut. Hendaknya dengan didirikan Pondok pesantren atau di Desa tersebut harus mempunyai orang-orang yang tinggi ilmu Agamanya yang dijadikan sebagai orang yang dianut oleh masyarakat. mereka sangat berbegang teguh kepada tradisi mereka walaupun tradisi tersebut bertentangan dengan Norma Agama. Mungkin perubahan akan terjadi jika di dalam masyarakat tersebut sudah banyak orang yang memiliki pendidikan yang tinggi.dilakukan agar rumah yang mempunyai seikat padi tadi selalu mendapatkan pangan yang melimpah dan tidak kekurangan yang diosimbolkan dengan seikat padi tadi. Sehingga sedikit demi sedikit tradisi tersebut bias hilang. Jika ada kekurangan saya mohon maaf.

57 Drs. Islam dan Sains Modern: Sentuhan Islam terhadap Berbagai Disiplin Ilmu. Marilyn. Pustaka Alhusna: Jakarta Pusat. Erlangga. Jakarta. 1884. S. Universitas Indonesia. hal. Wahyu. Mith. Kebudayaan dan Pembangunan Lain. Surabaya. Ali Anwar Yusuf. Yayasan BPFE. Bandung: 2005. 1992. Niels Mulder. Isi Konsep Desa Indonesia. Koentjoroningrat. Pustaka Setia. Sosiologi untuk masyarakat Indonesia. Keesing. Nolan. Titus. H. Rineka cipta. Living Issues in Philosophy. Kebatinan dan Hidup Sehari-hari Orang Jawa. Jakarta.DAFTAR RUJUKAN Hasan Shadili. Harold H. Rosyidi. Islam dan Perubahan Sosio Budaya. Jakarta.M. Wawasan Ilmu Sosial Dasar. Usaha Nasonal. dan Richard T. Bulan Bintang. Drs. Musa Asy¶arie. PT. 1984. Antropologi Budaya. Jakarta. Sunan Kalijaga 26 Masyarakat dan Mitos . Gramedia. Terj. 1993. Jakarta. Gazalba Sidi. Persoalanpersoalan Filsafat. Roger M. Agama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->