ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DI KOTA BOGOR

TERHADAP 'PRODUK DETERJEN

Oleh
ENDANG DWI BUDIARTI H02400015

til

S~
-;:.
'.

~~ .... pe.-?~
"Vo:t.
..'

~

)::.

·110GO~

DEP ARTEMEN MANAJEMEN
,
"

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2004

Shipsi 1111 pem,dis persembabkal1 kepava Bapak val1 Ibu ;gal1gselama i111 tefab bal1;gak berkorbal1 oem] pel101oikal1 al1ak-al1akl1;ga. Terima kasib pa~ Bu.

RINGKASAN

Endang Dwi Budiarti,
terhadap Produk Deterjen.

H02400015. Analisis Perilaku Konsumen Di bawah bimbingan Musa Hubeis.

di Kota Bogor

Kebutuhan akan produk sabun cuci pakaian (deterjen) telah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat sehingga menjadi 'Iadang empuk' bagi para produsen untuk memproduksi dan menjual kebutuhan tersebut. Dalam hal ini, para produsen deterjen tersebut berlomba-lomba untuk menarik minat masyarakat sebagai konsumen agar memilih produknya dengan berbagai macam cara. Ada sebagian produk yang menonjolkan sisi inovasi dan teknologi produksinya. Namun ada pula rnerek lain yang lebih menonjolkan atribut di luar core product, misalnya hadiah. Perkembangan industri deterjen . juga mempengaruhi perubahan perilaku konsumen, karena konsumen dihadapkan pada berbagai pilihan baik pilihan mutu, kuantitas maupun atribut lainnya seperti harga, hadiah dan sebagainya. Hal inilah yang melatarbelakangi untuk meneliti perilaku konsurnen terhadap produk deterjen, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap produk deterjen, dilihat dari karakteristik demografinya, atribut yang paling mempengaruhi sikap konsumen terhadap produk deterjen dan menganalisis sikap konsumen dalam menilai atribut-atribut yang ideal dan produk deterjen. Dalarn penelitian ini digunakan responden wanita dewasa (17 tahun ke atas) sebanyak 200 orang, dengan metode pengambilan contoh purposive sampling. Data yang diperoleh berupa data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan software SPss versi 11.5 dan selanjutnya dilakukan analisis angka ideal menggunakan software Excel!. Berdasarkan hasil survei, responden dari berbagai kelas ekonomi lebih memilih belanja di swalayan daripada warung-warung kelontong maupun di pasar tradisional. Hal ini bisa disebabkan swalayan-swalayan itu menawarkan harga yang lebih murah dan pelayanan yang lebih nyaman. Harga murah memang sesuatu yang diinginkan konsumen, terutama responden kelas menengah hingga menengah ke bawah. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 70% responden menyatakan sumber informasi utama dalarn mendapatkan informasi tentang deterjen adalah televisi. Hal ini berlaku bagi semua kelompok pekerjaan responden, baik dari kalangan pelajar dan mahasiswi, wanita karir dan ibu rumah tangga. Ditemui lima atribut paling penting seperti daya bersih, keharurnan, kehalusan ditangan, dan daya tahan keharuman deterjen di air (cepat 'apek' atau tidaknya). Namun, dari lima atribut tersebut, yang paling penting adalah atribut daya bersih. Atribut-atribut yang diharapkan kinerjanya rnendekati maksimal (sangat baik), yaitu daya bersih, wangi, kehalusan di tangan dan daya tahan keharuman di air, yaitu berturut-turut 4,86, 4,37,4,40 dan 4,32 (lebih dari 4 berarti cenderung ke sangat baik). Apabila selisih antara kinerja ideal dan kinerja dari merek tersebut semakin kecil, berarti produk tersebut semakin baik. Produk deterjen yang mendapatkan nilai kinerja terbaik adalah produk Daia, karena memiliki selisih

seperti Attack. Misalnya. Produsen deterjen juga sebaiknya memperbaiki atrbut-atribut yang dinilai kurang oleh konsumennya. So Klin pada hadiah. produk Rinso dinilai kurang pada kehalusan tangan. Produk-produk lain. Hal yang perlu dilakukan oleh semua produsen deterjen adalah memenuhi semua kebutuhan konsumen di antaranya kebutuhan yang diutarakan (kebutuhan deterjen yang murah). Beberapa atribut yang penting pada produk deterjen. Surfpada daya bersih. kebutuhan nyata (kebutuhan akan kualitas deterjen yang baik). Surf. produk Attack pada harga. . Rinso dan So Klin rnasuk ke dalam kategori baik. keharuman. yaitu daya bersih. Produk Daia juga sebaiknya tidak lengah namun terus mengikuti perkembangan inovasi produk lain. kebutuhan kegembiraan (kebutuhan akan hadiah-hadiah) dan kebutuhan yang tidak diutarakan (kebutuhan ingin diperhatikan produsennya).antara kinerja idea( dan kinerja produk yang paling kecil di antara produk yang lain. Persaingan deterjen yang kian ketat membutuhkan usaha ekstra setiap produsen agar produknya dapat diterima konsumen. Oleh karena itu sebaiknya produsen produk ini menonjolkan atribut-atribut tersebut dibandingkan atribut yang lain. harga dan daya tahan lama keharuman di air. kehalusan di tangan.

ANALISIS PERJLAKU KONSUMEN DJ KOTA BOGOR TERHADAP PRODUK DETERJEN SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI Pada Departernen Manajemen F akultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh ENDANG DWI BUDIARTI H02400015 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2004 .

INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMi DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DI KOTA BOGOR TERHADAP PRODUK DETERJEN SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manaj emen Fakulras Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh ENDANG DWI BUDIARTI H02400015 Menyetujui. Juni 2004 Tanggal lulus: 2 Juni 2004 .

penulis sempat mengenyam pendidikan di SLTP Seroja Bekasi. lainnya. penulis mendapatkan Undangan Seleksi Masuk IPB pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen. namun setahun kemudian pindah ke SMP 10 Jakarta hingga selesai pada tahun 1997. Pendidikan dilanjutkan ke SMU 5 Jakarta sampai tahun 2000. Selama menjalankan berbagai lembaga Manajemen. DKM Al-Ghifari dan . Pada tahun 1988 penulis menyelesaikan pendidikan Taman Kanakkanak Harapan Balita dan pada tahun yang sama melanjutkan ke Sekolah Dasar Panca Motor II Bekasi. Selesai pendidikan di SD pada tahun 1994. studi di perguruan tinggi ini. kemahasiswaan. Pada tahun itu pula.lU\VAYAT HIDVP Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 19 April 1983 dari pasangan Wars ito dan Paryati. penulis aktif di di antaranya BEM Fakultas Ekonomi dan SES-C (Shariah Economics Student Club).

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang selalu memberikan jalan yang terbaik bagi setiap harnba-Nya. Berkat menyelesaikan nikmat dan kernudahan dari Nya, penulis dapat gelar Sarjana

tugas akhir sebagai syarat untuk mendapatkan

Ekonomi (SI) dari Departemen Manajemen, FEM IPS. Judul penelitian ini adalah 'Perilaku Konsumen di Bogar terhadap Produk Deterjen'. Topik perilaku konsumen terhadap produk deterjen diarnbil karena industri deterjen yang kian dinamis, yaitusemakin ketatnya

perkembangan persaingan

industri ini dengan bertambahnya ini akan berdampak

produk deterjen yang muncuI di pada perilaku konsumen terhadap

pasar. Perkembangan

produk kebutuhan rumah tangga ini karena para produsen akan berlomba-lornba untuk menarik hati konsumen dengan berbagai atributnya, bahkan meriawarkan pelayanan yang lebih daripada produsen lain. Penulis mencoba untuk

mengidentifikasi

dan menganalisis

perilaku konsurnen tersebut sesuai dengan

kondisi persaingan yang ada saat ini. Karya tulis ini tercipta bukan hanya usaha dari penulis semata. Banyak pihak yang membantu jalannya penelitian dan proses penulisan laporan. Oleh karena itu, penulis menghaturkan terima kasih yang tulus kepada segenap pihak yang telah mernbantu, di antaranya : 1. Prof Dr. Ir. Musa Hubeis, MS, Dipl. lng, DEA selaku pembimbing atas tugas

motivasi, saran dan kemudahan, sehingga penulis dapat menyelesaikan akhir ini dengan lancar. 2. Para staf dosen Departemen Manajemen yang telah mendidik

dan

memberikan

banyak peJajaran yang sangat berharga untuk kehidupan penulis

di masa depan. 3. Ibu Hardiana, S. Hut, MM dan Ibu Wita Juwita, SIP, MM atas kesediannya menjadi penguji serta kerja kerasnya demi kelancaran kelulusan mahasiswa Manajemen Angkatan 37. 4. Para stafDepartemen Manajernen; Pak maman, Mas Dimas, Mas Deddy dan administratif dan bantu an moril yang selalu

semuanya atas bantuan-bantuan

tercurah untuk semua anak manaj emen.

IV

5. Tante Ellen Sarnil, Tante Irawati dan segenap kru PT Unilevcr Indonesia yang selalu ceria (termasuk anak-anak UBW 2003) atas saran teknis lapang clan support yang telah diberikan. 6. Keluargaku tercinta; Bapak, Ibu, Mba Dewi dan Deddy atas kasih sayang dan dukungan moril yang diberikan. f love you all. 7. Ternan-ternan sengkatan, Manajemen 37. Masa-masa penantian itu (kepastian fakultas kita) kini berubah menjadi kebanggaan. f am really proud of my faculty now, the mas! creative aile.
c·~·

8. Adik-adik kelas yang sangat perhatian, terima kasih atas bantuan surveinya (Omen, Irwan, Zefani, .. ris, Reni, Rita, Adit, Indri, Ela dan Jainnya). Tetap A semangat, FEM kita harus terus melangkah. Pertahankan fakultas kita dengan prestasi gemilang. 9. Anak-anak BSM atas support-nya. Let's build the business! 10. Para peri cantik B-14 (Rahrna, IIa, Melia, Ajeng, Novi, Santi, Wiwi, Yensi, Lina, Dewi, Esti dan Yeti) atas sua sana kost yang nyaman, tawa, canda dan semua yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. 11. Mas Wira atas kasih sayang, support dan segala yang merubah 'hari-hari berat' menjadi hari-hari yang indah. May Allah bless us. 12. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Tiada karya cipta yang sempurna selain karya-Nya. Demikian juga dengan karya tulis ini yang masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mahan maaf apabila ada kekurangan atau kesalahan. Semoga karya tulis ini bisa berguna bagi masyarakat dan pembaca khususnya.

Bogar, Juni 2004 Penulis

v

DAFTAR lSI
ABSTRAK RI'VAYATHIDUP KATAPENGANTAR DAFTAR lSI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFT AR LAMPIRAN I. PENDAHULUAN
1. I. Latar Belakang

..
III

IV

,................................................. vi vii viii

ix

. 4

] .2. Tujuan PeneJitian II. TINJAUAN PUSTAKA 2. 1. Pemasaran 2.2. Perilaku Konsumen 2.3. Sikap 2.4. Produk 2.5. Awareness

5 10 17 21 24

III. METODOLOGI
3.1. Lokasi dan Waktu 3.2. Pengumpulan Data 3.3. Pengolahan dan Analisis Data IV. BASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 4.5. Karakteristik Responden Awareness Perilaku Konsumen Tingkat Kepentingan dan Kinerja Ideal produk Sikap Konsumen terhadap Deterjen yang Digunakannya DAN SARAN . . . .. .. 30 .. ..
26 26

27

32
36 44 46 54 55 57

V. KESIMPULAN 5.1. Kesimpulan 5.2. Saran

. . . ..

D.-\'FTAR PUSTAKA LAMPlRAN

58

VI

Pihak yang mempengaruhi konsumen dalam memilih deterjen 13. Unaided awareness merek-merek deterjen 8. Alasan mernbeli suatu deterjen 18.. Sikap konsumen produk Rinso 24. Kelompok pekerjaan respond en Kelompok besar pekerjaan responden Golongan usia responden Kelompok pendidikan respond en Golongan pengeluaran rumah tangga per bulan Fop of mind awareness merek-merek produk deterjen 7. Sikap konsumen So Klin 25. Kinerja ideal terhadap atribut hadiah 14. Sikap konsumen Surf I. Kinerja ideal terhadap atribut harga 15. Frekuensi tempat membeli produk deterjen 10. Sikap konsumen terhadap Daia 27. 19. 2. 5. Alasan menyatakan sesuai 17. 4. Tingkat kepentingan atribut 22. Vll . Kinerja ideal terhadap atribut busa dari segi ringkasan 21.DAFTAR TABEL No. Aided awareness merek-merek produk deterjen 9. 3. Frekuensi konsumen membeli deterjen 11. Sikap konsumen produk Attack 26. Kinerja ideal terhadap atribut busa 20. Sumber informasi konsumen terhadap produk deterjen 12. Kesesuaian harga dan manfaat 16. Kinerja ideal dari setiap atribut 23. 6.. Alasan pemisahan cucian . Halamau 30 30 31 31 32 33 34 35 36 37 37 39 39 40 41 41 42 43 44 44 45 46 48 49 50 52 53 .

Diagram model 'Kotak Hitam' pembeli 4. Model perilaku pembeli 5.DAFTAR GAMBAR No. 1. Tipe-tipe perilaku konsumen Halaman 6 14 15 15 16 VBI . Konsep penjualan vs konsep pemasaran 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembeli 3.

. Data sikap konsumen konsumen konsumen konsumen konsumen Rinso..........DAFT AR LAMPlRAN No............... Data sikap 4. 80 Klin Attack Daia.............................................. Halaman 1............. Data sikap 5................ Kuisioner 2...................... Data sikap 6..................... Surf 59 64 69 73 76 79 IX .. Data sikap 3...

Berbagai cara telah promosi untuk meningkatkan . ia tidak harga dari Rp. Persaingan industri deterjen memang sangat 'sengit' bahkan menurut Irawan (2003) persaingan ini dapat disebut dengan kanibalisme atau makan ternan sendiri. juga tidak segan-segan meluncurkan Surf yang dijual Rp. Pasar deterjen ini sernakin ramai dengan munculnya pemain lama yang kembali ke pasar. Hal ini karena detergen merupakan produk utama yang dibutuhkan untuk mencuci pakaian. PENDAHULUAN \ 1. sekitar tahun 1998.350-Rp. selain menjajakan Rinso yang harganya antara Rp. H.4S0 per kilogram. ternyata deterjen tersebut mampu rnerebut pangsa pasar sebebsar 5% (Irawan.\ I.1. Hal itu dimaksudkan untuk menghambat langkah produk barn Daia mengambil pasar Rinso. Kanibalisme ini terjadi bila satu produsen mengeluarkan dua produk yang sejenis namunberbeda harga. Wings. Rarnainya industri dimulai Indonesia dilanda krisis ekonorni. salah satu produsen deterjen dan kebutuhan sehari-hari mengeluarkan Daia yang diposisikan sebagai deterjen ekonomis. yaitu Wow dan Boom. sehingga kebutuhan akan produk detergen menjadi lahan bisnis yang rnenggiurkan.6. PT Kao yang deterjen Attack berbeda dengan produsen lainnya. memproduksi Namun. Untuk menjangkau daya beli masyarakat.8. yaitu deterjen B29 yang diproduksi PT Sinar Ancol (Anonim. Latar Belakang Mencuci pakaian merupakan rutinitas yang dilakukan oleh setiap rumah tangga.400 per kilogram. Sebagai ilustrasi. Produk dari PT Unilever contohnya. banyak deterjen barn muncul meramaikan industri ini· dengan menawarkan ini berbagai saat keunggulannya masing-rnasing. mau menurunkan 1999) Perubahan kondisi di industri deterjen ini juga telah rnengubah pola pemasaran para produsen detergen yaitu lebih gencar dalam melakukan penjualan produknya. 2003). 1999)..8. Belakangan ini juga muncul nama barn yang turut meramaikan industri deterjen tersebut.l1. dengan begitu produk yang harganya murah dapat memakan produk yang lebih mahal.000-an per kilogram (Kusumah et al.

com. yang yaitu tidak memberikan Daia. bila perlu merubah pola pikir mereka yang kernudian akan merubah perilaku konsurnen tersebut. setiap tahunnya rnereka di benak konsumen. Hal yang sarna juga dilakukan PT Sayap Mas Utama. Gonta ganti deterjen merupakan realitas yang ada di masyarakat (Sumartono. kecepatan reaksi dan keunggulan lainnya. Sebagai contohnya iklan produk deterjen yang di dalarnnya ada maskot deterjen tersebut yang . rnemanjakan dengan hadiah.2 dilakukan atributnya. Perubahan perilaku konsumen. Persaingan yang ketat produsen berusaha meningkatkan kualitas dan membuat kuantitas promosi mereka dan terns rnelakukan inovasi produknya. Berdasarkan deterjen bubuk sumber dari Liputan6. perusahaan publik ini tidak pernah berhenti promosi. konsumennya konsumennya diberikan namun produk. Itulah sebabnya sejak meluncurkan Rinso tahun 1970. program oromosi 'Dag Dig Dug Dhuerr Sensasi Daia' yang berlangsung selama 6 bulan. mempromosikan inilah yang selama satu dasawarsa perusahaan ini juga tidak bosan produk Wings. Kesaktian iklan menembus pasar juga menarik tampaknya sangat diyakini betul oleh manajemen PT Unilever (Kusumah et ai. selalu mengubah tema iklannya. agar hati konsumen. Bahkan ada iklan yang lebih menonjolkan pada hadiah-hadiah yang ditawarkan dapat (bukan keunggulan atribut inti pada produk itu sendiri). Daia dan So Klin. pola pernasaran dapat berdampak pada perubahan pola Merebaknya iklan yang sarna tetapi berbeda merek sampai merangsang pemirsa untuk mencoba dan melakukan eksperimen ditemukan produk yang sesuai dengan keinginannya. Dalam hal ini. yaitu mulai dari iklan yang menampilkan keunggulan atributseperti daya bersih. ditutup dengan penarikan pemenang hadiah. sebatas Pelayanan kualitas pelayanan yang ada salah satu produk yang lebih Daia kepada kepada konsumennya. Daia juga rnewujudkan keinginan pelanggan yang dikirim melalui pas. 1999). pemasar berusaha untuk rnenciptakan kesan di mata konsumen bahwa produknya lah yang terbaik. wangi. 2002). Setiap tahun perusahaan ini selalu menghabiskan 10% dari total penjualannya demi nama yang sudah melekat Agar tidak membosankan.

inilah yang melatarbelakangi penulis untuk meneliti perilaku konsumen terhadap produk deterjen masa kini di tengah pesatnya industri deterjen ini. Bagaimanakah sikap konsumen dalam menilai atribut-atribut yang ideal sikap konsumen terhadap dari produk deterjen? 1. dilihat dari beberapa hal yang dapat karakteristik demografinya? 2. Hal mainan dimaksudkan untuk menarik hati anak yang membeli deterjen. . dapat dirumuskan dij adikan permasalahan sebagai berikut: 1. harga. mangkuk. Mengidentifikasi perilaku 'konsumen terhadap produk detergen. hingga hadiah-hadiah untuk mengarnbil hati konsumen. memberikan piring. Atribut apakah yang paling mempengaruhi produk deteren (tingkat kepentingan atribut)? 3. pekerjaan dan pendapatan).2. Diternui bahwa sebagian besar kemasan deterjen terdapat beragam hadiah-hadiah. Beberapa waktu lalu (dalam masa penelitian) penulis memperhatikan produk-produk yang beredar di salah satu supermarket yang ada di Kota Bogor. Bagaimanakah perilaku konsumen terhadap produk deterjen. Dari uraian di atas. maupun yang diundi melalui sayembara berhadiah. Uraian di atas mernperlihatkan betapa ketatnya persaingan industri deterjen saat ini. jika lain juga menawarkan beragam hadiah baik yang diletakkan di kemasan. mulai dari persaingana atribut-atribut dalam utama Hal produk.\ membagikan hadiah pada masyarakat yang menggunakan produk tersebut. seperti deterjen ukuran yang ini kain lap bahkan ada salah satu produk anak-anak yoyo sebagai hadiahnya. Tujuan 1. Penelitian ini akan menitikberatkan pada masalah kinerja ideal yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen dari setiap atribut produk deterjen. Beberapa deterjen hadiah. kecil. dilihat dari karakteristik demografinya (usia. Dengan iklan semacam itu diharapkan sebagian konsumen akan berpikir bahwa "Saya juga mempunyai peluang untuk mendapatkan selalu membeli produk deterjen itu".

3.\ 4 2. Mengetahui atribut yang paling mempengaruhi sikap konsumen terhadap produk detergen. Mengetahui performansi ideal dari setiap atribut produk detergen yang diinginkan konsumen. .

TINJAUAN PUSTAKA 2. nilai biaya dan kepuasan. keinginan (wants) dan permintaan (demandsy. Konsep menjuaI menyatakan bahwa konsumen. jika . Konsep produk bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan dan pelengkap inovatif yang terbaik. Konsep produksi menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia di banyak tempat dan murah harganya.\ II. Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti berikut : kebutuhan (needs). pada beorientasi untuk produk akan memusatkan yang perhatiannya pada usaha unggul dan terus menghasilkan produk menyernpurnakannya. yang dikutip oleh Angipora (2002) mendefinisikan pemasaran atas pengertian berikut : a. pasar. menawarkan dan bertukar produk yang bernilai dengan pihak lain. Stanton. Manajer yang kinerja. Konsep pernasaran menurut Kotler (1997) adalah falsafah bisnis yang menantang tiga konsep mengenai produksi. jasa dan gagasan). dan transaksi hubungan dan jaringan. produk (barang.1. serta barang-barang pemuas keinginan pasar. untuk yang Manajer mencapai produksi efisiensi memusatkan produksi menyatakan mutu. Pemasaran Kotler (1997) mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial dirnana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginannya dengan menciptakan. mempromosikan dan yang bertujuan untuk merencanakan. serta pemasar dan prospek. pertukaran. Dalam ani bisnis Pemasaran untuk adalah sebuah sistern dad kegiatan bisnis yang dirancang memberi harga. Dalam arti kcmasyarakatan Pemasaran adalah setiap kegiatan tukar-menukar memuaskan keinginan manusia. produk dan penjualan. b. perhatiannya yang tinggi pada usaha-usaha dan distribusi luas. mendistribusikan jasa.

Sebagai ilustrasi. Bagian pemasarannya memutuskan pasar bak mandi sebagai pasar sasarannya. Konsep penjualan vs konsep pemasaran (Kottler. Konsep tersebut memulai dengan pasar yang didefinisikan dengan baik:. karena itu organisasi harus melakukan promosi agresif. . sebuah perusahaan zat kimia mampu laba membuat zat bam yang bisa mngeras seperti marmer.6 diabaikan biasanya tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah banyak. kebutuhan pelanggan. 1997) Konsep menjual menganut pandangan dari dalam keluar. Konsep pernasaran Titikawal Pasar Sasaran Fokus Kcbuluhan pelanggan Sarana Pemasaran yang terintegrssi Akhir Keuntungan mela1ui kcpuasan pclanggan Gambar 1. a. Konsep pemasaran menganut pandangan dari luar ke dalam. 1997). yaitu pasar sasaran. konsep pemasaran bersandar pada 4 pilar. Konsep penjualan Titik awal Pabrik Fokus Produk Sarona Penjualan danpromosi Akhir Lsba dati volume penjualan [> / ~ b. Konsep ini mulai dari pabrik. serta memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (Kotler. Dalarn hal ini. Pasar sasaran bisa diartikan sebagai industri yang akan diterjuni oleh suatu perusahaan. memusatkan perhatian pada produk perusahaan yang ada dan menuntut penjualan dan promosi yang gencar untuk menghasilkan penjualan yang rnendatangkan laba. pemasaran terpadu dan profitabilitas. Pemikiran dasar dari pemaparan yang dianggap menentang adalah bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan. memusatkan perhatian pada kebutuhan pelanggan. memadukan semua kegiatan yang akan mempengaruhi pelanggan dan menghasilkan melalui pemuasan pelanggan.

Kebutuhan-kebutuhan sifatnya berbeda-beda. pemasaran harus dikoordinasikan dari sudut pandang pelanggan. Pemasaran terpadu teIjadi saat semua departemen perusahaan bekerja sarna melayani kepentingan pelanggan. Kebutuhan kegembiraan (Contoh pelanggan membeli mobil dan mendapatkan peta jalan AS) 5. terpadu baik berjalan dalam dua tahap. periklanan. 2. itu merupakan atribut-atribut mengetahui suatu produk yang tersebut Untuk kebutuhan-kebutuhan diperlukan suatu riset pemasaran salah satunya riset perilaku konsumen yang mencari tingkat kepentingan dari suatu atribut. Dalarn organisasi pencari laba. . Kebutuhan rahasia (Contoh : pelanggan ingin dipandang teman-ternannya sebagai konsumen yang cerdas dan berorientasi nilai). tenaga penjualan. laba merupakan produk sarnpingan dari tugas dengan baik. pada kondisi riil sulit untuk mewujudkan hal ini karena tidak semua pegawai terlatih dan tennotivasi untuk bekerja pertama demi pelanggan.suatu tingkat laba. yang merupakan tujuan utama pemasaran. Kebutuhan yang diutarakan (Contoh : pelanggan ingin mobil yang tidak mahal. Hal yang terakhir dari konsep pemasaran adalah keuntungan. setiap fungsi Pemasaran pemasaran. Kotler perusahaan membagi perlu untuk pelanggan. riset pemsaran dan lainnya harus bekerja sarna. Kebutuhan nyata (Contoh : pelanggan menginginkan mobil dengan biaya operasi rendah. Namun. yaitu : 1. Teori tentang konsep pemasaran juga diungkapka oleh Widjaja (2000).7 Setelah mengetahui mendefinisikan kebutuhan pasar sasaran. Kedua. (1997) kebutuhan pelanggan kedalam empat kelompok. manajemen produk. Perusahaan menghasilkan uang dengan memuaskan kebutuhan pelanggan lebih baik daripada yang dilakukan pesaing. bukan harga beli yang murah) 3.. Menurutnya konsep pemasaran berarti bahwa suatu oragnisasi mengerahkan seluruh usahnya untuk memuaskan pelanggannya dengan . Kebutuhan yang tidak diutarakan (Contoh : pelanggan mengharapkan pelayanan yang baik dari penyalur) 4. tujuannya tidak semata-mata melaksanakan mencari laba.

dalam mencapai tujuan pemasaran membutuhkan 'alat-alat' pemasaran yang disebut dengan . Tujuan utama. Istilah marketing sebenamya tidak hanya berlaku pada lembaga-Iembaga yang bersifat komersial. yaitu kepuasan pelanggan. dari produsen ke konsumen dan dari pemilik barang ataujasa ke caIon konsumen. 2000). misal Indonesia bagian barat sebagai pasar utama. Selain itu. yaitu tujuan perusahaan yang umum dan tujuan pemasaran yang umum. Segala sesuatu yang bertujuan untuk memuaskan pihak yang menerima barang ataupun pelayanan menggunakan konsep pemasaran. Alma (2000) menyatakan bahwa jika diperhatikan. Ada tiga ide utama yang tercakup daIam definisi konseppemasaran.bauran pemasaran.8 Organisasi dengan orientasi produksi (production orientation) adaIah organisasi yang hanya membuat produk apa saja ya"'g mudah diproduksi dan kemudia mencoba menjualnya. Perusahaan. (Widjaja. untuk bertahan hidup dan keberhasilan perusahaan memerlukan laba. place (tempat) dan yaitu product (prod uk). Organisasi demikian berpoikir pelanggan yang ada akan membeli keluaran perusahaan daripada perusahaan harus bersusah payah melayani pelanggan. yang sangat dipengaruhi oleh keruauan pelaku waktu guna mengejar aspek-aspek lain dari kehidupan keseimbangan. Sedangkan organisasi yang berorientasi pemasaran (marketing orientation) berarti mencoba melaksanakan konsep pemasaran. seperti yayasan atau rumah ibadah. ataupun mencari laba. Tujuan perusahaan yang umum misalnya memperoleh lababersih sekian Rupiah.ialah memberikan kepuasan kepada konsumen. pemasaran bertujuan untuk mendistribusikan barang dan jasa dari daerah surplus ke daerah minus. Sedangkan tujuan pemasaran yang umum untuk menyediakan yang memberikan adalah menjadikan dan mengamankan suatu wilayah. tetapi juga lembaga-Iembaga nirlaba. yaitu bukan komersial. tujuan pemasaran adalah untuk mencari keseimbangan pasar antara buyer's market dan seller's market. price . Tujuan mencangkup pe~asaran yang dikemukakan oleh Gray dan Cyr (1996) dua tujuan. usaha perusahaan secara menyeluruh dan laba (tidak hanya penjuaIan sebagai tujuan). earthy dalam Widajaja marketing (2000) mengemukakan bauran pemasaran sebagai '4Ps of (harga).

Pemain utama adalah perusahaan. mengenai rancangan penggunaan.tu pembayaran. tenggang wak. Menempatkan produk berarti menyediakannya pada tempat dan waktu yang tepat. 2000). d. em. Iokasi. lingkungan teknologi. distributor. teknologi. perubahan keputusan jaminan. . lingkungan alam. publisitas. mengemukakan ada lima kekuatan utama Cyr (1996) pemasaran: demografi. pengecer. syarat-syarat kredit. dan pilihan. transit payment dan lainnya. serta hubungan yang menguntungkan Lingkungan pemasaran terdiri atas task environment dan broad environment adalah pemain tengah yang terlibat dalam produksi. cara wiraniaga. Strategi produk mencakup pengemasan. dan promosi penjualan. dan pelanggan sasaran. rak pajangan. mutu. budaya. Iingkungan hukwn dan lingkungan kultural. Harga meliputi kebijakan-kebijakan manajemen mengenai potongan harga. Media yang digunakan merupakan bagian penting dari prornosi. kelonggaran. Broad environment terdiri atas lingkungan demografi.9 promotion (promotion). c. Strategi distribusi mencakup keputusan untuk hal-hal seperti lokasi dan wilayah toko. Gray (1996) menguraikan keempat bauran itu sebagai berikut: a. Menurut pemasaran kemampuan Kotler yang dikutip oleh Angipora (2002). pengiriman dan lain-lain. lingkungan ekonomi. Produk diraneang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. gaya. ekonomi dan pohtik. lingkungan politik. lingkungan ierdiri dari pelaku-pelaku perusahaan dalam dan kekuatan yang mempengaruhi dan rnernpertahankan dengan pelanggan mengembangkan transaksi-transaksi. tingkat kesediaan. Alat-alat promosi yang uatma ialah iklan. pemasok. Lingkunganlingkungan ini mencakup kekuatan-kekuatan yang mempunyai pengaruh besar pada pemain-pemain Gray lingkungan dan dalam task environment (Widjaja. b. sasarannya. tentang Keputusan pada karakteristik diperlukan selama produk bersangkutan berada di dalam daur hidupnya. Promosi ialah memberitahukan dan rneyakinkan pasartargct tentang nilai produk yang ditawarkan. distribusi dan promosi produk.

komposisi keluarga.2. Perilaku adalah dinamis.10 Perubahan-perubahan menggambarkan perusahaan. menekankan bahwa seorang konsumen. Definisi lain tentang perilaku konsumen yang dirangkum oleh Rangkuti (2003). kelompok konsumen. Tekonologi barn dapat berarti biaya produksi yang Iebih rendah. bauran etnik. harga barang-barang. penggunaan atau mengatur barang- barang danjasa. Perilaku konsumen didefinisikan oleh Nugroho (2002) sebagai proses pengambilan keputusan dan aktifitas masing-masing individu yang dilakukan dalam rangka evaluasi. pada salah satu atau dari kekuatan-kekuatan bagi pasar itu sebuah atau peluang-peluang adalah aneaman-ancaman statistik dari Demografi karakteristiok konsumen yang meneakup distribusi usia. . perilaku konsumen adalah interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi. serta masyarakat luas selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu. yaitu: a. jenis tabungan dan kredit yang tersedia. dimana terjadi aspek pertukaran dalam kehidupannya. menggunakan. Perilaku Konsumen Menurut Sehiffinan dan Kanuk yang dikutip oleh Sumarwan (2003). mendapatkan. arti dari perilaku konsumen adalah perilaku yang diperlihatkan oleh konsumen dalam meneari. Lingkungan ekonomi menggambarkan beli konsumen yang terdiri atas pendapatan rumah tangga sekarang ini. mobilitas dan distribusi geografis. pengendalian distribusi yang lebih efisien dan sistem infonnasi manajemen yang lebih baik. perilaku dan kejadian di sekitar konsumen. 2. Peter dan Olson dalam Sumarwan (2003). Teknologi yang meningkatkan pelayanan kepada pelanggan adalah suatu investasi sedangkan jenis teknologi T lainnya adalah suatu biaya. membeli. Adalah penting untuk menyesuaikan pemasam untuk terus menerus memantauperubahan-perubahan produk dengan nilai-nilai budayayang dianut oleh para pelanggan da juga penting bagi niali yang daya dapat mempengaruhi perusahaan. mengevaluasi dan menghabiskan Menurut produk dan jasa yang diharapkan akan memuaskan kebutuhannya.

menekankan bahwa untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. sub-kultur dan kelas sosial pembeli. kelornpok sekunder. menekankan bahwa konswnen tetap konsisten dengan .. c. kekayaan dan peubah lainnya. pendidikan. Nilai.11 b. Setiap kultur merniliki sub-kultur yang lebih kecil atau kelompok orang dengan sistem nilai yang sarna berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sarna. Kultur adalah faktor penentu paling pokok dari keinginan dan perilaku seseorang. keluarga. preferensi dan perilaku antara orang yang tinggal pada daerah tertentu dapat berbeda dengan orang lain yang berada di lingkungan yang lain pula. faktor sosial. bila anggotanya berinteraksi secara tidak formal seperti keluarga. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok keeil. faktor personal dan faktor psikologis. dan dilakukan (perilaku) oIeh konsumen. ternan. Perilaku konsumen melibatkan interaksi. tetapi diukur oleh kombinasi pekerjaan. Pemasar hams memaharni peran yang dimainkan oleh kultur. peran dan status konsumen. dirasakan (pengaruh). bila yaitu sese orang berinteraksi seeara formal. persepsi. Kelas sosial adalah susunan yang relatif pennanen dan teratur dalarn suatu masyarakat yang anggotanya mempunyai nilai. Faktor Kebudayaan Faktor kebudayaan mempunyai pengaruh paling luas dan paling dalam terhadap perilaku konswnen. Keluarga orientasi adalah keluarga yang terdiri . Kelas sosial tidak diukur oleh faktor tunggal seperti pendapatan. Engel et al dalam Simarnora (2002) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mernpengaruhi perilaku konsumen terdiri atas faktor kebudayaan. a. Faktor Sosial Perilaku konswnen juga akan dipengaruhi oleh faktor sosial seperti kelompok keeil. harus memahami yang dipikirkan (kognisi).defmisi pemasaran yang sejauh ini juga berkaitan dengan pertukaran. h. minat dan perilaku yang sarna. tetapi tidak reguler Anggota keluarga pembeli dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli. pendapatan. Kelompok primer. Perilaku konswnen melibatkan pertukaran.

Kepribadian yang menimbulkan mengacu pada karakteristik psikologis yang unik relatif konstan terhadap lingkungannya. . persepsi. ekonomi. seorang konsumen juga dipengaruhi oleh karakteristik keadaan yang seperti umur dan tahap daur hidup pernbeli. d. Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh faktor psikologis yang utama. kepercayaan dan sikap. daur hidup. gaya hidup. jabatan. Pemasar yang produknya peka terhadap pendapatan dapat dengan seksama memperhatikan kecenderungan dalam pendapatan pribadi. harga diri. politik. Kondisi ekonomi juga sang at mempengaruhi pilihan produk. Contohnya direktur mernakai pakaian yang mahal dan mengendarai mobil Mercedes. proses belajar. yaitu motivasi. Orang yang menjabat jabatan tertentu tentu berbeda pola konswnsinya dengan yang lain jabatan. Pekerjaan orang akan Juga seseorang mempengaruhi konsumsi barang dan jasa. Gaya hidup seseorang meuunjukkan pula kehidupan orang bersangkutan yang tercennin dalam kegiatan.12 dari orang tua yang memberikan arah dalam hal tutunan agama. Setiap orang memiliki kepribadian yang khas dan ini akan mempengaruhi perilaku pembelian. kepribadian dan konsep diri pembeli bersangkutan. Faktor Psikologis Kebutuhan yang bersifat psikologis adalah kebutuhan yang timbul dari keadaan fisiologis tertentu seperti kebutuhan untuk diakui. tanggapan Kepribadian sangat bennanfaat untuk menganalisis perilaku konsumen bagi beberapa pilihan produk atau merek. dalam setiap kelompok dapat ditentukan dari segi peran membawa status yang mencerminkan Setiap penghargaan umum oleh masyarakat. Di dalam mengubah barang perialanan dan jasa usia dan tahap yang dibeli. Posisi seseorang peran dan status. Faktor Pribadi Keputusan pribadi ekonomi. c. dan harga diri. minat dan pendapatnya. atau kebutuhan untuk: diterima oleh lingkungannya. tabungan dan tingkat bunga. Pemasar perlu mer-entukan bagaimana interaksi di antara para anggota keluarga dalam mengambil keputusan.

kebutuhan sosial. Sikap adalah organisasi dari motivasi. Kepercayaan adalah suatu pemikiran deskriptif yang dirniliki seseorang tentang sesuatu. Kedua teori tersebut dapat karena di dalamnya terdapat faktor budaya dan sosial . pendapat atau sekedar kognitif. perilaku seseorang maka yang tumbuh semakin dewasa dan banyak dorongan. Menurut Freud. kebutuhan manusia· tersusun mulai dari yang paling banyak menggerakkan sampai yang paling sedikit memberikan dorongan. 2003). Kotler dalam Simamora (2002) menyatakan bahwa persepsi adalah proses dimana individu memilih. Proses belajar menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman belajar. Para dan kebanyakan perilaku manusia adalah hasil proses pemasar dapat membangun permintaan akan produk :nenghubungkan dengan dorongan yang kuat melalui isyarat motivasi dan memberikan penguatan yang positif Faktor psikologis adalah kepercayaan dan sikap. Kepercayaan percaya. Faktor-faktor perilaku konsumen yang dikemukakan oleh Engel et (2002) mempunyai beberapa kemiripan at dalam Simamora dikemukakan dikatakan mirip dengan yang oleh Kotler (1997) pada Gambar 2. berjenjang. perasaan ernosional. Sikap menuntun orang untuk berperilaku secara relatif konsisten terhadap objek yang sarna.13 Sebagian besar dari kebutuhan yang ada tidak cukup kuat untuk rnemotivasi seseorang untuk bertindak pada suatu saat tertentu. merumuskan dan menafsirkan masukan inforrnasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti mengenai dunia. yaitu sesuai urutan kepentingannya. sesuai dengan teori motivasi yang dikemukakan sebagian oleh Freud dan Maslow (Sumarwan. kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. tidak pemah utuh dalam memahami secara Menurut Maslow. Dalam hal ini. nyata yang besar orang tidak rnenyadari kekuatan psikologis membentuk menekan motivasinya. Kepercayaan inilah yang akan membentuk citra produk dan rnerek. kebutuhan rasa aman. Suatu kebutuhan akan berubah menjadi motif apabila kebutuhan itu telah menjadi tingkat tertentu. rnisalnya kebutuhan fisiologis. persepsi dan proses dapat berupa pengetahuan.

jumlah pendapatan dan pendidikan. Kotler (1997) rnenjelaskan secara sistematis seperti piramida mendatar. . Gambar 3 menunjukkan rangsangan tanggapan dan lainnya yang masuk ke dalam 'Kotak Hitam' pembeli dan menghasilkan tanggapan pembeli. Pola konsumsi itu sendiri menurut Alma (2000) sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor seperti umur. jabatan pekerjaan.14 kepribadian dan kejiwaan atau psikologis. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembeli (Kotler. BUDAYA SOSIAL Kultur Sub kultur Kelas sosial Kelompok acuan Keluarga Peran dan status KEPRIBADIAN Usia Pekerjaan Kondisi ekonomi KEJIWAAN Motivasi Persepsi Pengetahuan Keyakinan dan pendirian PEMBELI Gaya hidup Kepribadian dan konsep din Gambar 2. Model perilaku konsumen sebagian bersumber dari model rangsangan tanggapan yang bermuara pada reaksi puas atau tidak puas. 1997) Perilaku pembelian sangat berkaitan erat dengan pola konsumsi. suku dan kebangsaan. agama. Namun. jenis kelamin.

psikologis) pembeli dalam mempengaruhi keputusan perilaku pembelian?" dan 'Bagaimana pembelian?' Berikut ini adalah model mengambil perilaku pembeli menurut Kotler (1997). .... 2003) Selain model perilaku konsumen di atas. Budaya Sosial Pribadi Psikologis -r . Model perilaku pembeli (Kotler. yang Kotler (1997) juga 2 mengemukakan model perilaku konsumen bersandar pada pertanyaan.1 yaitu. Satisfaction Dissatisfaction (puas / tidak) A Garnbar 3. pribadi..Pencarian infonnasi I Evaluasi Keputusan Keputusan pembeli Ekonomi Teknologi Politik Budaya 7JIY .... sosial.informasi...k Pembeli Proses keputusan Pembeli • Pengenalan masalah . Rangsangan Pemasaran Produk Harga Tempat Promosi Rangsangan Lain Karakteristi. pengenalan kebutuhan. yaitu 'Bagaimana karakteristik pembeli (budaya. kebutuhan Pengenalan pilihan dan perasaan pasca pembelian kebutuhan terjadi ketika individu mengenal yang khusus.1996). pencarian . .. dan Cyr. ~ Black Box (proses Psikologi) ~ r . Kebutuhan tersebut dapat hal akan sebuahproduk tercetus karena lapar. Pilihan produk Pilihan merck Pilihan penyalur Waktu pembelian Jumlah Gambar 4. Diagram model 'Kotak Hitam' oernbeli (Richard dalam Rangkuti. evaluasi (Gray kemungkinan-kemungkinan..1997) Ada beberapa tahapan yang dilalui oleh pelanggan sebelum mengambil keputusan 0. haus dan suatu keinginan untuk bermasyarakat..15 I I Performance Outcomes (Hasil) I Antecedent (misalnya keinginan) ~ ..

KETERLIBATAN TINGGI Complex Buying BANYAK Behavior Dissonance Reducing Buying Behavior RENDAH Variety Seeking Buying Behavior Habitual Buying Behavior PERBEDAAN M:EREK SEDIKIT Gambar 5.. pelanggan memilih kemungkianan yang paling disukainya Kotler tetapi faktor lain dapat mempengaruhinya. dissonancing reducing buying behaviour. variety seeking buying behaviour dan habitual buying behaviour (Gambar 5). . keyakinan dan sikap.. dan keyakinan sifat-sifat rnempunyai suatu· dampak Setelah terhadap menilai yang dipertimbangkan. mereka mengambil suatu keputusan kebiasaan.. informasi untuk produk-produk banyak berdasarkan atau pembelian rutin tidak menghabiskan waktu untuk meneari.. persepsi. Motivasi. yaitu complex buying behaviour. Setelah kebutuhan dikenali seorang pelanggan mencari inf-rmasi mengenai bagaimana kebutuhan memuaskan sehari-hari kebutuhan itu.16 lain yang menyebabkan mereka butuh adalah faktor luar seperti iklan. menyadari perbedaan-perbedaan Perilaku rnembeli ini terjadi di waktu membeli produk-produk . Dalam kondisi normal. yang mahal. 2002) Complex membutuhkan buying behavior atau perilaku membeli yang rumit keterIibatan yang tinggi dalam pembelian dengan berusaha yang jelas di antara merek-merek yang ada. pelanggan pilihan-pilihannya menurut prioritas. Langkah selanjutnya adalah pelanggan perlu memproses infonnasi yang dikumpulkan polla pengetahuan atau untuk sampai pada suatu keputusan. (2002) membedakan empat tipe perilaku dalarn Simamora pembelian konsumen berdasarkan kepada tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan diantara merek. mencatat kemungkinan kemungkinan-kemungkinan. Tipe-tipe perilaku konsumen (Simamora.

tidak sering dibeli. Sikap Paul dan Olson da/am Simamora (2002) menyatakan bahwa sikap adalah evaluasi konsep secara rnenyeluruh yang dilakukan oleh seseorang. pakaian. sedangkan Alport dikutip oleh Simamora (2002) menyatakan bahwa untuk atau sikap sebagai redisposisi yang dipelajari (learned predisposition) merespon suatu obyek atau kelas obyek dalam suasana menyenangkan tidak rnenyenangkan secara konsisten. berisiko dan membeli secara cepat. karena perbedaan tidak terlihat. - garam. Perilaku membeli ini terjadi untuk pembelian produk yang harganya mahal. Perilaku ini mempunyai keterlibatan yang rendah. Schiffman dan Kanuk yang dikutip oleh Surnarwan (2003) mendefinisikan sikap sebagai suatu ekspresi dari perasaan dalam diri yang merefleksikan bagaimana seseorang cenderung dalam suka atau tidak suka terhadap suatu obyek. berisiko dan dapat mencerminkan diri pembelinya. biasanya terjadi saat konsumen mengkonsumsi produk-produk seperti gula. konsumen akan memperhatikan informasi yang mempengaruhi keputusan pembelian mereka. jam tangan dan sebagainya. Berbeda dengan perilaku membeli untuk mengurangi ketidakcocokan (dissonancing reducing buying behavior). perilaku ini mempunyai keterlibatan tinggi dan konsumen menyadari hanya terdapat sedikit perbedaan di antara berbagai merek. 2. Tipe yang terakhir adalah perilaku membeli yang meneari keragaman atau variety seeking buying behavior. Engel dan Backwell Sumarwan (2003) juga mengemukakan hal serupa dengan Schiffman dan . detergen dan lain-lain. Habitual kebiasaan kesetiaan. buying behavior atau perilaku membeli berdasarkan adalah perilaku konsumen yang membeli tetapi karena sudah mengenal produk bukan berdasarkan Perilaku ini tersebut. Dalam hal ini. maka dapat dikatakan bahwa merek dalam perilaku ini bukan merupakan suatu yang mutlak. seperti mobil. televisi.2. Konsumen berperilaku dengan maksud meneari keragaman (bukan kepuasan). namun masih terdapat perbedaan rnerek yang jelas.17 tidak senng dibeli.

Contohnya. obyek tersebut terkait dengan berbagai konsep konsumsi dan pemasaran di antaranya produk. sehingga sikap pasti memiliki obyeknya. konsep ini tidak begitu jelas. Oleh ekspresi sese orang yang direfleksikan memiliki sering konsistensi kali oleh karena itu. Sikap Positif. Konsistensi Sikap Sikap merupakan pelakunya. LaPiere yang dikutip oleh Nugroho (2002) menyimpulkan bahwa sikap tidak bisa memprediksi perilaku. merek. yaitu sikap menunjukkan apa yang konsumen sukai dan yang tidak sukai. faktor menyebabkan inkonsistensi antara sikap dengan perilaku. media. sikap memiliki beberapa karakter. harga. Di lain pihak. Dari hasil surveinya. Negatif dan Netral Sikap setiap orang berbagai macam. dan khususnya pemilihan merek untuk produk yang dibeli secara rutin (Nugroho. Di dalam konteks pemasaran. c. Sikap menyebabkan perilaku (atau yang lebih halus-sikap konsisten dengan perubahan perilaku dianggap hasil perubahan sikap). Mungkin ada orang yang menyukai susu (sikap positif) atau ada yang tidak menyukai susu (sikap . Tuan X sangat menginginkan mobil BMW. Sikap sering kali dianggap sebagai prediktor dari perilaku. Dalam kasus pemilihan merek. dan lain-lain.18 Kanuk. sikap bisa digunakan untuk memprediksi keputusan membeli. kemasan. iklan. sikap situasi dengan Namun. Kr=us yang juga dikutip oleh Nugroho (2002) setelah melakukan suatu studi menyimpulkan bahwa sikap secara nyata dapat digunakan untuk memprediksi perilaku rnasa yang akan datang. namun karena harganya tidak terjangkau ia memilih mobil yang harganya lebih murah. Sikap Memiliki Obyek Sikap adalah kecenderungan seseorang terhadap suatu obyek. Dalam perilaku konsumen. Usaha untuk menghubungkan antara sikap dan perilaku mengarah pada skeptitisme tentang nilai kegunaan sikap. b. Sumarwan (2003) menilai. antara lain: a. 2002). perilakunya.

seseorang tidak menyukai memakai baju dari bahan wool pada musim panas. f. Persistensi Sikap Persisten menggambarkan bahwa sikap berubah karena berlalunya waktu. fungsi ekspresi nilai dan fungsi pengetahuan. Resistensi Sikap Resistensi sikap adalah seberapa besar sikap konsumen bisa berubah. Ada yang sangat menyukai produk tertentu. e. namun karena kurang vitamin A dan disarankan oleh dokter unrnk mengkonsumsi wortel. Sikap dan Situasi Sikap seseorang sering kali muncul dalam konteks situasi sehingga situasi akan mempengaruhi sikap konsumen terhadap suatu obyek. Misalnya. Konsumen tersebut menjadi konsumen yang mudah berubah. Intensitas Sikap Sikap seseorang terhadap suatu obyek berbeda-beda tingkatarmya. g. Keyakinan Sikap Keyakinan adalah kepercayaan konsumen mengenai kebenaran sikap yang dimilikinya.19 negatif). maka yang bersangkutan mengungkapkan intensitas sikapnya. bahkan rnenyukainya.' h. seorang anak kecil menyatakan bahwa ia sangat suka pada coklat. namun dengan berlalunya waktu dapat menerimanya. fungsi mempertahankan ego. d. ada pula yang sangat tidak menyukainya. Sebagai contoh. Bila konsumen menyatakan derajat tingkat kesukaannya. yaitu tidak mengatakan suka maupun tidak suka terhadap produk susu. misalkan terhadap khasiat produk obat tertentu yang lebih tinggi daripada terhadap produk sejenis lain. Pemasar menggunakan pendekatan . Misalkan seseorang yang sebelwnnya tidak menyukai wortel. Misalnya awal munculnya makananfast food banyak orang yang kurang dapat menerima. yaitu fungsi utilitarian. . Fungsi sikap menurut Schiffmandan Kanuk dalam Sumarwan (2003) ada empat. maka orang tersebut menjadi suka wortel. tetapi ada golongan orang-orang netral.

calon mertua. gaya hidup. yaitu iklan Fruit Tea. a. identitas yang sosialnya dan gaya bidupnya Ada pu1a iklan mengarahkan sikap atau pun gaya bidup konsumennya. Fungsi Pengetahuan Keingintahuan penting. Misalnya. tennasuk. b. dan identitas sosial dari seseorang. Fungsi Mempertahankan Ego Fungsi sikap ini ada. Misalkan sikap seseorang yang membeli mobil Jaguar menunjukkan bahwa ia ingin menunjukkan yang tinggi. Fungsi Utilitarian Fungsi utilitarian adalah ketika seseorang rnenyatakan terhadap suatu obyek karena ingin rnendapatkan sikapnya dan rnanfaatnya menghindari resikonya. d. Dengan minum Fruit Tea konsumen diajak untuk menjadi dirinya sendirl tidak ikut-ikut yang lain. Pengetahuan adalah salah satu karakter konsumen yang paling yang baik rnengenai suatu produk sering kali . seseorang senang rnakan wortel karena mengandung vitamin A. Misal. seseorang tidak mau merokok.20 fungsi sikap dalam rnengubah sikap konsumen disebut sebagai pendekatan 'rnengubah fungsi '1lotivasi dasar dari konsumen'. Sebaliknya. c. ketika seseorang bersikap untuk meningkatkan rasa aman dati ancarnan yang datang atau menghilangkan keraguan yang ada dalam dirl konsumen. Manfaat dari suatu produk yang rnenyebabkan seseorang menyukai suatu produk. dengan slogan 'Warnarnu Suka-suka'. karena Ponds memutihkan wajah yang membuat seseorang percaya diri. Fungsi Ekspresi Nilai Sikap berfungsi untuk menyatakan nilai-nilai. Sikap berfungsi rnengarahkan perilaku untuk mendapatkan penguatan positif (positif reinforcement) atau menghindari risiko (punishment). Sikap akan menimbulkan diri yang Iebih baik untuk meningkatkan ancaman dari luar. karena itu sikap berperan seperti operant conditioning. citra dirl dan kepercayaan mengatasi iklan produk Ponds yang memberi pesan ke konsumennya bahwa jika sudah memakai Ponds tidak perlu takut menghadapi siapa saja. karena dapat rnembahayakan kesehatan.

jasa. yaitu : a. harga. yang dan pelayanan serta pengecer mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya. yaitu: . organisasi dan gagasan (Kotler. dari pabrik. Kotler (1997) membagi suatu produk dalam 5 bagian atau tingkatan produk. Produk . Ia meliputi benda fisik. sedangkan deterjen B harganya (produk yang diharapkan) lebih murahdaripada deterjen A. daya tahan tubuh anak-anak Pesan tersebut disampaikan di iklannya lewat gambar bergerak yang mengilustrasikan kuman-kuman. Produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan di pasar untuk mendapatkan keinginan perhatian. Banyak produsen yang menyampaikan pengetahuan kepada kons=mennya lewat iklan. tetapi juga melihat aspek-aspek lain yang melekat pada produk: tersebut yang sering disebut atribut. orang.4. zat dalam susu tersebut melindungi anak-anak dari 2. Pengertian sempit Produk adalah sekumpulan atribut fisik nyata yang terkait dalam sebuah bentuk yang dapat diidentifikasikan. 1997). Misalnya iklan susu anak-anak yang menginformasikan meningkatkan bagaimana zat yang terkandung di dalamnya dapat yang mengkonsurnsinya. brosur ataupun media promosi lainnya.21 mendorong seseorang menyukai produk tersebut. Stanton yang dikutip oleh Angipora (2002) mendefinisikan produk dalam dua pengertian dasar. deterjen A memiliki kualitas daya bersih (atribut atau produk inti) lebih tinggi daripada deterjen B. Konsumen dalam menilai atau membandingkan suatu produk tidak hanya melihat fungsi utama dari produk itu. pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi atau kebutuhan. Misalnya. b. temp at. Pengertian luas Produk adalah sekumpulan atribut yang nyata dan tidak nyata yang di dalamnya prestive sudah tercakup pengecer warna. prestive pabrik. kemasan.

Produsen menawarkan produk tertentu dengan harga tertentu. Barang tidak tahan lama atau sering disebut barang yang terpakai habis (non durable goods) adalah barang berwujud secara normal yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. bisa dikatakan ia setuju dengan harga yang ditawarkan pada produk tersebut. garam. Produk potensial (Potential product). b. yaitu semua tambahan dan transformasi pada produk yang yang mencakup segala peningkatan mungkin dilakukan di masa mendatang. (Augmented product) atau senng disebut yaitu suatu pelayanan tambahan yang diberikan untuk memenuhi keinginan pelanggan dan bahkan melampaui harapannya. Berdasarkan dihasilkan. sehingga mampu membedakan penawaran perusahaan dengan penawaran perusahaan pesaing. Contoh : sabun. bebarapa produsen mencoba menawarkan ragam hadiah kepada konsumennya. d. Produk yang diharapkan (Expected product) adalah s~tu kumpulan atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan dan disetujui pelanggan ketika membeli produk tersebut. Atribut yang termasuk produk yang diharapkan misalnya harga. . e. Produk utama/inti (Core benefit) adalah produk yang sesungguhnya dibeli konsumen karena memiliki manfaat utama atau sesungguhnya Pada produk deterjen yang tergolong produk utama misalnya daya bersih dan keharuman. Produk dasar (Basic product) atau sering disebut produk generik. minuman dan makanan ringan. yakni : a. Contoh dari produk tambahan adalah atribut hadiah. c. konsumen berhak memilihnya. karena untuk bersaing dengan produseu lain. Produk yang ditingkatkan sebagai produk tambahan. karena ada falctor 'persetujuan' antara produsen dan konsumen. deterjen. yaitu produk yang mencerminkan versi dasar (fungsional) dari suatu produk. daya tahan dan wujud tidaknya produk produk ke dalam yang tiga Kotler (1997) mengklasifikasikan kelompok. Apabila konsumen membeli produk tersebut.22 a.

Barang tahan lama (Durable goods) adalah barang berwujud. Risiko.23 b. televisi. lernari es. hotel. Beberapa dekadeyang kurang penting dari pemasaran. hidupnya. Contoh : pakaian. Pertanyaan yang paling mendasarkan tentang manfaat dari suatu produk adalah apa yang benar-benar konsumen butuhkan. dan efek pembelian mesin cuci. b. Kemasan. coklat atau televisi dapat memenuhi kebutuhan rasa Iapar dn hiburan. Yogurt. sebagian parfum. Contoh : lembaga pendidikan. d. Identitas. tidak dapat dipisahkan dan mudah habis. sehingga dapat digunakan dalam banyak. Gray dan Cyr produk diklaim (J 996) yang oleh rnengemukakan digunakannya bahwa dapat yakin seperti bahwa yang memberikan produsennya. kebutuhan apa yang dirasakan konsumen dan apakah perusahaan dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan pelanggan harus manfaat itu. yang biasanya secara normal dapat bertahan lama. berisiko membuat pilihan yang salah. Jasa merupakan benda tidak berwujud. kemasan merupakan bagian yang namun dewasa ini kemasan mejadi . Misalnya menunjukkansuatu gaya atau karakter tertentu seseorang. atau kepuasan yang ditawarkan untuk untuk dijual. alat c. pemakaian. Sebuah produk yang berhasil harus memberikan manfaat kepada para pelanggannya (Gray dan Cyr. MisaInya. lalu. penghisap apabila seseorang membeli debu dan lainnya. Konsumen juga peduli akan kemungkinan yang salah. manfaat.1996). salon kecantikan. Para pelangggan menilai manfaat produknya dnegan cara-cara sebagai berikut: a Nilai kepentingan. adalah kesenangan yang berasal dari menggunakan produk atau imbalan yang diperoleh dari memiliki produk. komputer dan peralatan lainnya. Garansi adalah cara untuk mengurangi faktor risiko. tetapi juga merupakan imbalan untuk kerja keras seharian atau bagian dari suatu malam yang khusus. c. rumah sakit. kepribadian produk atau pilihan gaya pelanggan mengungkapkan baju sutera. Jasa (Services) adalah suatu aktivitas.

Oleh karena itu. dengan membubuhkan merek pada kemasan. Awareness Sebagian mendongkrak ditafsirkan besar produsen menggunakan iklan untuk iklan untuk brand awareness. Produk berfungsi seperti yang diharapkan. maka membuat konsumen merasa tidak merasa puas. b. 1997). Hal ini menyebabkan fungsi produk tersebut Iebih buruk daripada yang diharapkan. inilah yang disebut sebagai diskonfinnasi negatif. namun prod uk yang digunakan konsumen harganya murah. sehingga dapat dikatakan bahwa produk tersebut berfungsi lebih baik dari yang diharapkan. Pemberian merek. Produk akan berfungsi sebagai berikut : a. simbol atau rancangan untuk mengidentifikasi suaru produk di bahwa para nama antara barangh-barang para pesaing.5.24 penting dan mempunyai banyak fungsi. maka konsumen memiliki harapan tentang bagaimana produk tersebut berfungsi (Kotler. diperlukan suatu . Misalnya. 2. c. Contohnya. Misalnya. inilah yang disebut sebagai diskonfirmasi positif maka konsumen akan merasa puas. inilah yang disebut sebagai konfirmasi konsumen sederhana. Pemberian merek mengacu pada penggunaan sebuah nama. menginginkan deterjen yang busanya banyak dan temyata deterjen yang digunakannya busanya juga banyak. daya bersih yang ideal bagi konsumen adalah sangat bersih namun produk yang digunakannya daya bersihnya biasa. Produk berfungsi Iebih buruk daripada yang diharapkan. Riset memperlihatkan konswnen merasa Iebih arnan membeli sebuah merek yang sudah disahkan. e. Pada dasamya kata awareness sui it untuk ke dalam bahasa Indonesia. kemasan dapat berfungsi sebagai iklan. berarti harapan dan hasilnya sesuai. Ketika konsumen membeli sebuah produk. maka konsumen akan merasa netral. akrab atau terkenal. harga yang ideal menurut konsumen adalah biasa atau sedang. Produk berfungsi lebih baik daripada yang diharapkan.

iklan. yakni kemampuan konsumen untuk mengenali komunikasi yang ditangkap sebelumnya ketika ada stimulasi yang muncul di tempat tertentu (biasanya tempat pembelian) (www. . unaided dan aided awareness).republika. Pincott dari Milward Brown pemah menuliskan untuk. Top of mind awareness (l'OM awareness) dan aided awareness diukur dalam persentase.3. Tujuan pertama pengukurannya jelas. dan yang kedua adalah recognition.yang paling diingat. yakni dengan mengetahui level awareness (top of mind. yakni munculnya merek di benak. yang pertama adalah awareness sehingga dapat dan ujungini 2003. maka sekitar 95 orang di antaranya menyebutkan bank tersebut sebagai bank yang paling diingat.com.mars-e. nilai TOM awareness suatu bank 95. Admap pada awal tahun 2001 yang lalu bahwa secara umum tujuan periklanan dikelompokkan salience.com Bagaimana Mengukurnya). Merek Terbaik: yakni mendorong menjadi awareness terhadap merek top of mind dari konsumen. yakni recall. Artinya dari 100 orang yang ditanya mengenai bank . Demikian juga untuk aided awareness (www. Selain itu dalam awareness ini adadua hal yang patut diperhatikan. Juni 2002). maupun fitur-fitumya. Misalnya.25 ilustrasi untuk dapat mengartikan kata tersebut. ujungnya menjadi empat. konsumen ketika timbul kebutuhan tentang kategori produk tertentu. baik tentang mereknya sendiri.

Wawancara tersebut akan dilakukan melalui metode kontak langsung antara individu atau responden dengan pewawancara. pelajar atau mahasiswa. METODOLOGI PENELITIAN 3. misalnya pada penelitian ini kriterianya adalah wanita yang biasa mencuci sendiri atau terlibat dalam proses pencucian baju dengan deterjen bubuk. yaitu dengan • tertulis. Bank BNI Padjajaran dan pusat perdagangan penduduk yang tersebar di enam Dua. Data primer berasal dati survei konsumen dan data sekunder berasal dari studi pustaka yang relevan. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei di beberapa lokasi yang tersebar di wilayah kota Bogor diantaranya dan lembaga-lembaga penduduk. ± 4 bulan 3. Responden yaitu yang diambil sebanyak 200 orang wanita dari berbagai kalangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. karena dianggap paling dominan dalam keputusan pembelian produk deterjen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan wawancara data primer adalah kuesioner (Lampiran 1). .III. Pengumpulan Data Populasi dari pene1itian ini adalah konsumen wanita dewasa (17 tahun ke atas) dari produk deterjen yang ada di Kote Bogor. kampus IPB Ibnu pendidikan. kampus yang diambil di antaranya Pakuan. yaitu mengambil responden secara sengaja yang sesuai dengan kriteria dalam survei. Lokasi lainnya adalah kantor PT Telekomunikasi Jambu (Telkom). kampus Universitas Universitas Khaldun dan kampus IPB Baranangsiang. Penelitian ini berlangsung (Februari-Mei 2004).1. ibu rumah tangga dan lainnya. Responden akan diambil dengan menggunakan purposive sampling.2. Beberapa pemukiman kecamatan di kota Bogor juga menjadi lokasi survei untuk mendapatkan data responden selama dari kalangan ibu rumah tangga. wanita karir. Beberapa Gunung kantor-kantor perusahaan rumah-rumah lembaga pendidikan Gede.

hingga skor 5 sangat penting.3. Wi. misalnya i = 1.__j=. atau tingkat kepentingan terhadap atribut tertentu dinyatakan dalam skala. yaitu dari atribut harga produk deterjen berikut . Analisis konsumen angka ideal adalah sebuah metode melihat tingkat kepentingan dalam riset perilaku ideal yang skala likert 1-5. Perhitungan ini menggunakan Masing-masing atribut produk yang diteliti diberi skor mulai dari 1-5 untuk melihat keeenderungan responden terhadap atribut produk tersebut. i) -' rnelalui rurnus angka ideal (Sumarwan. Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan analisis statistika deskriptif untuk melihat sebaran data dengan menggunakan software SPSS versi 11 dan selanjutnya dilakukan analisis angka ideal menggunakan software Excell.2003) 5 r (Nri x W (harga) = . . Setelah itu.__l __ dimana Nt W (harga) = Tingkat kepentingan atribut harga dari produk deterjen Nri = Jumlah = Skor responden yang rnemilih skor i i Nt atau pilihan nilai terhadap produk.. Pada analisis deskriptif dilihat hubungan antara peubahpeubah demografi responden dengan kecenderungan perilaku konsumsi produk deterjen. skomya sarna dengan 1 berarti = Jumlah responden total Perhitungan peubah yang lainnya. misalnya dari skor 1 yang berartisangat tidak penting.27 3. seperti I (kinerja ideal dari atribut i produk) dan Xi (tingkat kepercayaan merek) menggunakan responden terhadap atribut i suatu konsep rumus rataan yang sarna. misalnya responden yang pengeluaran nunah tangganya cukup besar mungkin berbelanja deterjen di tempat berbeda dengan yang pengeluaran nunah tangganya lebih kecil. yang dan kinerja diinginkan oIeh konsumen. jumlah data responden dari masing-masing dieari nilai W (tingkat kepentingan) skor dirata-ratakan.

28
Perhitungan Wi ini sangat penting bagi produsen di masa datang untuk menonjolkan atribut-atribut yang dianggap penting oleh konsumen. Ii merupakan keinginan atau harapan konsumen akan kinerja ideal dari atribut yang dievaluasi dari produk tertentu (bukan merek). Biasanya Ii dinyatakan dalam skala I (yang paling tidak diinginkan) sampai 5 (yang paling diinginkan). Untuk mengetahui kinerja ideal (I) dari atribut sebagai

'banyaknya busa' pada produk deterjen, digunakan pemyataannya berikut:

Banyaknya busa
Sangat sedikit 1

2
penilaian

3

4 konsumen

5
terhadap

Sangatbanyak atribut dari merek

Xi merupakan
pada Surf: Banyaknya busa Sangat sedikit

tertentu. Penilaian ini menggunakan skala, misalnya menilai bagaimana busa

1

2

3

4

5

Sangat banyak

Perbedaan Ii dan Xi terletak pada obyeknya, yaitu Xi lebih menekankan pada suatu merek tertentu, bukan suatujenis produk, misalnya deteIjen. Setelah semua nilai peubah dari masing-masing langkah selanjutnya adalah mencari atribut didapatkan, produk-

sikap konsumen terhadap

produk. deterjen, Rumus yang digunakan untuk mencari nilai sikap terse but :
n

Ab = L Wi [Ii-Xi] , dimana
i=l

Ab = Sikap konsumen terhadap merek tertentu Wi

Ii
tertentu.

= Tingkat kepentingan pada atribut ke-i = Kinerja ideal atribut ke-i dari produk tertentu

Xi = Tingkat kepercayaan konsumen terhadap atribut ke-i dari merek
Langkah selanjutnya membandingkan kesenjangan antara atribut yang ideal menurut konsumen dengan kinerja dari setiap merek yang digunakan konsumen tersebut. Kesenjangan ini dihitung dengan melihat total dari [lixi] setiap merek. Perbandingan Ab tidak digunakan karena akan merancukan

29
perbandingan karena Ab terdiri dari unsur wi dan [Ii-xi], bila wi semakin

besar, maka semakin penting, dan sebaliknya pada [li-xi] semakin kecil, maka semakin baik. Maka dari itu, pada penelitian ini digunakan skala

perbandingannya

dengan

[Ii-xi]. Perbandingan berikut:

ini menggunakan

interval dengan rumus (Simamora,2002)

Skala interval = (m-n) , dimana b

m = Nilai [Ii-xi] tertinggi yang mungkin terjadi n

= Nilai

[Ii-xi] terendah yang mungkin teriadi

b = Jum1ah skala penilaian yang ingin dibentuk

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Karakteristik

Responden responden dilihat dari usia, pekerjaan, pengeluaran

Karakteristik

keluarga dan pendidikan. Pekerjaan responden secara umum dibagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pelajar dan mahasiswi, wanita karir dan ibu rumah tangga. Wanita karir terdiri atas pegawai swasta, wiraswasta, pegawai negeri, pegawai honorer dan pekerjaan lainnya. Berdasarkan data pada TabeI I dapat dilihat bahwa frekuensi tertinggi terdapat pada peIajar dan mahasiswi sebesar 71 responden, Apabila perhitungan frekuensi pekerjaaan respond en me~gacu pada kelompok besar tersebut, maka didapatkan pelajar dan mahasiswa

sebesar 35,5%, wanita karir sebesar 36,5% dan ibu rumah tangga sebesar 28%. Data tersebut didukung oleh Tabel 1 dan 2.

Tabel 1. Kelompok pekerjaan responden Pekerjaan PelajarlMahasiswa Pegawai Swasta Wiraswasta Ibu rumah tangga Honorer PNS Lainnya

Frekuensi
71 43 16 56 2 10 2 200

Perscn (%) 35,5 21,5 8 28
I

5 100'I

Jumlah

Tabel 2. Kelompok besar pekerjaan responden Pekerjaan Pelaj ar/mahasiswa Wanita karir Ibu rumah tangga lumlah

Frekuensi
71

73
56 200

Persen (%) 35,5 36.5 28 100

Selain karakteristik pekerjaan, responden juga dikelompokkan menurut kelompok usianya. Sebagian besar responden berusia muda, yaitu di antara 17-25 tahun, sebesar 46%. Hal ini tentunya berhubungan dengan jumlah

Kelompok pendidikan responden Pendidikan SD/SLTP SLTA Perguruan Tin_ggi Jumlah Selain pengelompokkan dikelompokkan bulan menjadi Frekuensi 33 67 100 200 Persen 16..45 46 . SLT A dan perguruan tinggi. tangga yang masih berusia muda. responden juga per atas pengeluaran rumah tangga per bulan. baik yang sudah selesai.5 33. _. respond en dibagi dalam 3 kelompok. Pengelompokkan ini bukan berdasarkan pendidikan terakhir atau pendidikan kelulusannya. maupun yang masih menjalaninya sebesar 50% atau setengah dari seluruh responden (TabeI4). Data selengkapnya mengenai frekuensi setiap kelompok usia responden bisa dilihat pada Tabel 3.40 41 . Tabel4. namun dari pendapatan lain-lain yang berasal dari luar pekerjaan.5 50 100 yang sudah disajikan di atas. Pengeluaran alat ukur untuk melihat kelas ekonomi respond en karena banyak kasus didapatkan sebuah rumah tangga memenuhi kebutuhannya tidak hanya dari pendapatan pokok dari pekerjaan tetapnya.5 7 . Pengelompokkan ini merujuk pada .25 26 . 5 100 pendidikannya. menurut tingkat SD I SLTP. Tabel 3 Golongan usia responden Usia (tahun) 17 .30 31 .5 12.. menjalaninya namun pendidikan yang pernah diikuti bagi yang sudah tidak dan pendidikan yang sekarang sedang ditekuni.3l pekerjaan responden yang sebagian besar pelajar dan mahasiswa ditambah dengan wanita karir atau ibu rumc I.50 50 < Jumlah Berdasarkan yaitu Frekuensi 92 34 19 25 14 6 10 200 Persen (%) 46 17 9. Frekuensi terbanyak adalah responden berpendidikan perguruan tinggi.35 36 .

1.000 (C) 840.000 (B) 1.000 (D) 550. lembut di tangan).540.730. sehingga telah melekat sekali di hati para konsumen. Prod uk Rinso masih unggul dalam hal 'top of mind awareness' dengan mendapatkan 52. namun lebih pada hadiah. bersih. Golongan pengeluaran rumah tangga per bulan Pengeluaran rumah tangga per bulan (Rp) < 430.000 .5 25 16. Produk deterjen lainnya yang menonjoI dalam top of mind awareness adalah Daia karena frekuensinya yang cukup besar dan hamper mendekati Attack yang muncul beberapa tahun leoih awal daripada Daia. Awareness Awareness terdiri atas pengetahuan responden tentang keberadaan suatu merek.000 .000 .920. pelanggan yang didefinisikan oleh Kotler.000 .000 (E) 430.000 (A) 2.880.5% suara responden atau 105 responden yang menjawab Rinso sebagai jawaban pertama dan tanpa bantuan pewawancara saat ditanya tentang merek deterjen apa yang diketahui. .2.1.5 19.120.5 10 6 100 4. Iklan ini ingin menunjukkan bahwa Daia tidak hanya memenuhi kebutuhan yang diutarakan (deterjen ekonornis). Hal ini dapat disebabkan promosi Daia dengan program 'Dag Dig Dug Dhuerr Sensasi Daia'. kebutuhan kegembiraan (kebutuhan akan hadiah-hadiah) diperhatikan dan kebutuhan yang tidak diutarakan (konsumen ingin Kebutuhan-kebutuhan ini adalah kebutuhan produsennya). Iklan-iklan produk Daia sedikit sekali mengulas tentang keunggulan produk. masyarakat dalam 7 Tabel 5.32 sumber dari BPS tahun 2002 yang mengelompokkan kelompok ekonomi seperti yang tertera pada Tabel 5. Awareness 3 tingkat. unaided awareness dan aided awareness. tetapi juga kebutuhan nyata (deterjen irit.130.000 (C+) 1. Hal ini sangat wajar mengingat Rinso merupakan pioneer produk ueterjen di tanah air.000 (A+) Jumlah Frekuensi 21 25 39 50 33 20 12 200 Persen 10.5 12.820.2.000 . yaitu top of mind awareness.700.

5 100 Seperti yang telah tertera dalam ulasan top of mind awareness. Top of mind awareness merek-merek produk deterjen Merck Rinso So Klin Attack Surf Daia Total B29 Boom Wings Ekonomi Rinso . pada unaided pewawancara. yaitu 2. Pada bagian unaided awareness ini bahkan deterjen Daia berada di atas Attack. awareness termasuk (merek-merek jawaban yang disebutkan tanpa Rinso bantuan top of mind awareness). ada pula kebutuhan lain. Iklan Daia tidak menonjolkan kebutuhan ini karena target pasarnya adalah konsumen menengah ke bawah yang kebutuhan akan 'aktualisasi mind awareness diri' tidak begitu penting baginya.Matic Palm Jumlah Frekuensi 105 33 25 9 Persen 52.5 1. Iklan-iklan yang 'menggelegar' untuk produk-prcduk tertentu.0% sedangkan Boom sebanyak 4. Promosi Daia yang unik (dengan maskot iklan yang heboh) telah menarik perhatian pemirsa yang cukup banyak. yaitu akan dinilai cerdas dan bernilai jika produk tertentu). .5 1 1 200 0.5 0.5 0. angka persen ini tidak berbeda jauh dengan So Klin dan Daia yang pada bagian TOM awareness perbedaannya jauh.Selain kebutuhan-kebutuhan kebutuhan menggunakan rahasia (konsurnen tersebut. Deterjen mempunyai cukup Boom dan Wow yang waktu keluarnya hampir bersamaan selisih frekuensi unaided awareness yang cukup nyata. mendapatkan frekuensi tinggi.3%). Hal tersebut bisa prornosi produk Boom lebih mengena di benak konsumen Wow sebanyak disebabkan oleh daripada produk Wow. deterjen salah satunya. (20. Informasi tentang top of ini didukung oleh data pada Tabel 6 tentang top of mind awareness produk deterjen. Namun.5 4.7%.5 12.5 to 20 I 1 1 3 0. Tabel 6.5 ]6.5 0.

Hal yang perIu dilakukan adalah memperkenalkan produknya kepada masyarakat kemudian membuat konsumen 'sayang' kcpada produknya. Tabel 7 mengungkapkan produk deterjen. Misalnya membuat iklan dengan konsumen terlibat di dalamnya.7 Boom 44 0. 0.. dimana bintang iklannya berteriak-teriak untuk menginformasikan bahwa Simpati sudah bebas roaming nasional.2 0. Deterjen Total yang usianya hampir sarna dan bahkan lebih tua daripada Surf dan Daia memiliki frekuensi yang rendah dan bahkan lebih kecil daripada deterjen Boom.1 1 DP 150 0.2 48 Wow 19 2.2 Sabun jeruk .J Prowise 0. d awareness mere k c-rnere k d e t efJen Nama merek Frekuensi Persenlo/~ Rinso 187 20.0 4. seperti Total membagi-bagikan deterjen pada masyarakat satu kampung agar meneobanya dengan moto 'tak kenaI maka tak sayang'.4 Surf Daia 155 16.5 5 Rinso excel 0.5 5 Orno 0.2 2 Dino 2 0..2 Palm 928 100 Jurnlah secara rinci mengenai unaided awareness dari produk- .3 115 12.2 So Klin 165 17.8 Attack 123 13.8 B29 5.4 13 .2 CNI 2 Wings ekonorni 1.1 1 Suroboyo 0. Oleh karena itu. .34 mudah untuk menarik perhatian konsumen. Contohnya iklan Simpati bebas roaming.3 . e T abe 17 Unat'd.1 Rinso matie 1 0.7 Total 35 3. sebaiknya iklan produk ini dibuat sedemikian rupa agar bisa menarik hati konsumen. Produsen tidak perlu malu untuk mengakui bahwa produknya belum terlalu dikenal masyarakat.

sehingga sebagian besar responden memang tahu bahwa ada merek Total.0 94 45 67 2 1 Jurnlah 480 0. yaitu sebesar 100 responden. Promosinya hanya bersifat memberitahu produk itu ada. namun perlu bantuan seseorang untuk mengingatnya. Tabel 8. ada 2 kemungkinan maksud dari nilai rendah ini.4 14.35 Berdasarkan data pada Tabel 7 dapat diketahui bahwa Rinso memiliki frekuensi produk sangat tinggi. sedangkan Dino termasuk dalam kemungkinan yang kedua karena pada bagian unaided merek tersebut mendapatkan angka yang kecil. Inforrnasiinformasi ini disajikan pada Tabel 8.3 6. Aided awareness merek-merek produk deterjen Merek Rinso So Klin Attack Surf Frekuensi 8 20 52 59 32 100 Persen (%) 1.8 12. Wings D. sangat besar. Rinso termasuk kemungkinan yang pertama karena telah banyak disebutkan di bagian unaided. Rinso. padahal frekuensinya sangat rendah pada bagian top of mind awareness dan unaided awareness. yaitu merek tersebut sudah dikenal sehingga telah disebutkan pad a bagian unaided awareness dan kemungkinan yang kedua adalah merek tersebut memang belum begitu dikenal. didapatkan frekuensi sangat rendah dan memiliki dibandingkan dengan merek deterjen Iainnya.2 100 . Kasus pada Total ini bisa disebabkan kurangnya promosi yang membuat produk tersebut melekat di hati konsumen. Deterjen merek Total memiliki nilai yang terbesar pada bagian ini.6 9.::11m perhitungan Dine aided awareness. Hal serupa juga terjadi pada merek B29 yang frekuensinya perlu bantuan untuk mengingat merek tersebut.7 4.7 Daia Total B29 Wow Boom Wings ekonomi Dino 20.8 19. Walaupun demikian. tanpa memberikan kesan yang dalam. Responden namun bedanya dengan Total. B29 adalah merek lama (1970-an) yang dulu sangat dikenaI masyarakat dan setelah sekian lama 'menghilang' kini muncul kembali sehingga respond en seperti bernostalgia dengan merek ini.4 0.2 10.

3. Sebanyak 84 dari 200 responden deterjen 1 kali setiap bulan. Angka ini tertinggi membeli dengan tingkat keseringan yaitu kombinasi dengan ukuran yang lain. Perilaku Konsumen (Customer Behaviours Perkembangan mernpengaruhi memilih dunia perdagangan konsumen. swalayan-swalayan juga faktor lebih rnemilih kepastian harga yang lebih murah. biasanya berukuran menyatakan dibandingkan bervariasi. Tbl9F ae Kelas ekonomi E D C C+ B A A+ Iumlah Perilaku berhubungan re k cuensr tempat konsumen mem e I eterjen Frekuensi temp at membeli deterjen Swalayan Hyperrnarket Pasar Warung dekat rumah tradisional 1 1 11 7 2 15 5 1 1 2 21 12 4 23 13 13 1 0 23 5 0 13 2 4 0 8 1 1 12 114 9 45 di atas yang sebagian membeli deterjen besar membeli di swalayan J pembelian dengan tingkat keseringan Hal ini dikarenakan deterjen dan ukuran deterjen yang ditawarkan di swalayan yang dipakainya. kali sebulan berat 500 g.36 4. dewasa im Juga telah perilaku pembelian Sebagian konsumen kini lebih belanja di swalayan daripada warung kecil atau di pasar tradisional. oleh data pada . Ukuran yang digunakannya deterjen satu yang paling banyak adalah membeli 1 kg. Hal ini didukung TabeI 10. menengah ke atas. Hal ini didasarkan pada Tabel 9 yang menjelaskan tentang kecenderungan konsumen dalam memilih tempat mernbeli deterjen. 1 kg atau 2 kg. konsumen mungkin karena masalah kenyamanan dan di swalayan harga. tetapi juga Selain karena Hal ini tidak hanya berlaku pada konsumen konsumen kelas menengah menawarkan belanja hingga menengah ke bawah. Konsumen yang membeli deterjen ukuran kecil (50 g atau 100 g) tidak terlalu banyak.

. Sumber inforrnasi Demo Radio Media Lingkungan Iklan TV cetak produk 4 0 0 43 3 0 0 0 0 31 2 0 0 0 14 0 2 0 2 42 I 7 1 2 140 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 5 0 0 0 4 . Benkut ini adalah data yang mendukung pernyataan TblllS ae Pekerjaan responden Pelajar Swasta Wiraswasta ibu rumah angga Honorer PNS Lainnya Jumlah di atas (Tabel 11). 5 0 I 2 2 5 5 9 4 0 7 1 3 .. Frekuensi konsumen membeli deterjen Ukuran deterjen 50-100 g 500 g . j 10. agar dapat pesan hal yang ingin disampaikannya Dari hasil pene!itian ini diternukan bahwa sarnpai ke targetnya. j 2 30-50 g 0 2 ...0 2 0 0 1 kg 60 38 11 6 0 0 0 1 1 kg< 10 3 0 2 0 0 0 0 produknya Total 84 52 17 18 5 14 9 1 yang berusaha dengan menyampaikan keunggulan Untuk keinginan konsumen.. j 11 4 2 5 6 .15 16 -30 Dua bulan Para produsen diharapkan keungguiannya benar-benar sebagian informasi sesuai 0 j .. er inf urn ber In ormasi onsumen ter ha dap pro d u k d eterjen .. Keunggulan televisi dari media lainnya adalah sifatnya yang audio visual sehingga lebih mudah dicerna otak. sehingga pengaruh dari media lain bisa diabaikan bahkan sebagian tidak dicantumkan. profesi mendapatkan atau selisih Perbedaan dengan jumlah responden yang mendapatkan informasi dari media lain sangat besar. besar responden tentang deterjen (70%) berasal dari berbagai melalui media televisi..37 TabeI Tingkat keseringan (kali) 1 . karena jumlahnya relatif sangat kecil.. menyampaikan tersebut.

yaitu faktor kebudayaan. Pengaruh bintang iklan pun tidak terlalu besar dapat disebabkan proses pemilih~n deterjen melibatkan pertirnbangan produk sehari-hari Berbeda tidak yang terlalu dalam karena produk tersebut adalah mempengaruhi nilai-nilai pribadi seperti dan tidak penampilan. Perilaku konsumen mencakup di dalamnya perilaku pernbelian. Narnun. para agenci iklan atau produsen membuat iklan deterjen yang benar-benar dapat mengena apa yang diinginkan targetnya. hadiah. untuk rnembuat iklan yang dapat rnencapai target atau dapat diterima oleh pemirsa. Berdasarkan tinjauan pustaka ada beberapa faktor yang dapat sosial. salah satunya pihak-pihak yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih deterjen. walaupun produk sehari-hari namun akan berpengaruh pada penampilan sehingga harus digunakan bintang terkenal. Oleh karena itu. Menurut hasil survei dari 200 responden dengan multiple respon didapatkan bahwa sebanyak 123 responden dalam memilih deterjen tidak dipengaruhi oleh pihak lain atau hanya dipengaruhi pribadinya sendiri. perilaku konsumen. pribadi mempengaruhi dan psikologis.38 Tabe! 11 menginformasikan bahwa ik!an di televisi mempunyai pengaruh besar terhadap penyaluran informasi dari produsen ke konsumen dari setiap kalangan. Salah satu bentuk usaha produsen hati konsumen adalah konsumen Beragam yaitu cara yang di produsen kemasan disuguhi lakukan ataupun deterjen dalam dengan dalam mernpengaruhi dengan ragam hadiah. dengan sabun mandi. . yaitu wanita dan tidak perlu menghabiskan uang banyak untuk membayar bintang iklan yang mahal. dalam hal ini membeli deterjen. perlu diketahui beberapa hal. memberikan diletakkan penyelenggaraan sayembara berhadiah. Pengaruh pribadi yang besar dalam pernilihan produk deterjen tentunya akan memudahkan cendernng produsen mempengarnhi hati konsumen untuk memilih produk ciptaannya. Pengaruh lingkungan sosial seperti ternan. orang tua saudara dan lain- lain cukup jauh di bawah pengaruh pribadinya sendiri. Hal ini didukung oleh data pada Tabel 12.

3 11 11 5 6 123 2.2 4.0 2. Tabel 13 menjelaskan tidak ada kecenderungan kelas ekonomi tertentu menginginkan hadiah yang lebih banyak dibandingkan dengan kelas ekonomi yang lain.J 14. Ini terbukti dari data pada Tabel 13 yaitu jika responden yang menginginkan hadiah banyak dan sangat banyak dijumlahkan. Pihak yang mernpengaruhi konsumen dalam memilih deterjen ! Pihak yanK mem_Qengarui h Suarni Anak Orang tua Saudara Rekan kerja Tetangga Pernbantu rumah tangga Pribadi Bintang iklan Ternan Agen rnesin cuci Salesman Semua Jurnlah Frekuensi 2 5 44 Persen (%) 0. Tabel 13.4 2.6 2. Kinerja ideal terhadap atribut hadiah Kelas ekonomi sangat sedil<it E El<spelctasi hadiah (responden) biasal sedikit banyak sedang Jumlah sangat bat!}'_ak 6 2 4 6 6 6 6 5 2 35 8 0 C C+ B A A+ Total 2 7 2 10 13 7 7 5 3 1 7 5 1 23 10 6 11 9 9 21 25 39 50 33 4 4 45 1 15 2 58 47 20 12 200 .39 Tabel 12.0 17. hasilnya lebih besar dibandingkan dengan yang rnenginginkan hadiah sedikit dan sangat sedikit.8 1.0 38 " 2 .3 48.0 100 1 5 256 Dari data pada Tabel 13 dapat dikatakan bahwa responden dari setiap kelas ekonorni (diukur dad pengeluaran per bulan) cenderung menginginkan hadiah yang banyak.2 0.8 0.3 4.

1. Hal ini ternyata sesuai dengan data yang diperoleh pada Tabel 14 bahwa 50% masyarakat menengah ke bawah yang tergolong kelas ekonomi E menginginkan deterjen yang harganya sangat murah. antara 95% menurut kecenderungan dalam menilai kesesuaian digunakannya manfaat dari produk ? Sebanyak . Tabel 14.000 cenderung deterjen harganya sedang atau tidak mahal dan tidak murah. 1. Responden perbulannya yang B atau yang pengeluaran menginginkan Rp. 20 12 200 Namun.40 Selain melalui hadiah. Hal ini dapat disebabkan daya beli masyarakat sekarang yang memang sangat rendah.. salah satunya dengan membanting harga. . Persaingan yang sangat berar terjadi di industri deterjen.) 50 33..000-Rp. karena tipe pembelian produk deterjen tergolong habitual buying behaviour atau perilaku pembelian yang berdasarkan kebiasaan dan bukan berdasarkan kesetiaan. sehingga perlu usaha ekstra dari produsen untuk mengikat hati konsumen atau paling tidak membuat konsumen membeli produknya. Kinerja ideal terhadap atribut harga Kelas ekonomi E D C C+ B A A+ Total Harga bagaimanakah harga dan Harga deterjen ideal Sedang/ Mahal biasa Murah 1 6 4 1 6 11 4 15 8 2 12 18 7 21 1 5 2 10 3 4 2 61 13 69 responden konsumen yang cenderung Sangat mahal 1 Sangat murah Jumlah 10 6 12 21 25 39 1 17 4 . 130.. produsen juga menarik konsumennya dengan menawarkan deterjen dengan harga bervariasi._ I 2 3 ideal 54 murah. masyarakat kelas menengah ke bawah berusaha yang tergolong mencari produk-produk kelas ekonomi yang paling murah.700. Munculnya Boom dan Wow membuktikan bahwa para produsen mencoba merebut pasar dengan menawarkan deterjen super ekonomis untuk menjangkau pasar kelas menengah ke bawah.

harga sesuai dan manfaatnya sebanyak adalah menilai sesuai.5 01. pandang Berdasarkan multi responses (responden 6 kolorn untuk unaided bahwa jawaban boleh menjawab lebih dari satu jawaban.41 menyatakan menyatakan alasan sebagian bersihnya.3 6. Di bawah ini disajikan Tabel yang mendukung pernyataan T a be115 Kesesuaran harga d an man f aat Tipe kesesuaian Frekuensi Sesuai 190 Tidak Sesuai 10 Jumlah 200 T a bel 16.1 10.5 2. deterjen ini berarti konsumen utama dari segi daya di atas. Alasan rnenyata k an sesuai Persen (%) 95 5 100 Alasan sesuai Daya bersih Harum Kehalusan di tangan Harga Kemasan Busa Hadiah Cepat apeki tidak Hemat Coeok Mudah didapat Baiu awet Irit air Jurnlah Frekuensi 95 29 12 18 1 Persen (%) 50.1 100 Sebelum deterjen alasannya dianggap ditanya tentang tingkat responden kepentingan dari atribut-atribut yang tertera di kuesioner.1 4 2 2 19 3 1 1 2 190 1. suatu deterjen) alasan konsumen frekuensi membeli didapatkan yang mempunyai sangat tinggi adalah atribut daya hal ini.0 15. membeli penting suatu deterjen. sesuai 50% (95 orang) daya menyatakan Hal menyatakan besar karena manfaat bersihnya.5 0. terdapat frekuensi bersih dan keharuman.1 1. Dari 95% responden yang bahwa tersebut. atribut 'praktis' yaitu sebesar tertera 132 dan 106.6 0.3 9. dari sudut ditanya terIebih dahulu tentang atribut-atribut hasil yang survei tersedia Hal ini guna melihat konsumen. Dalam di kuesioner tetapi yang tidak mendapat .5 0.0 1.

Data pad a Tabel di 17 menguatkan informasi-informasi yang dikemukakan.3 1.0 1. Pad a dasarnya.42 sebesar 20 jawaban.2 1.9 0. setiap konsumen mempunyai sudut pandang yang berbeda. Namun. hal ini hampir sarna dengan atribut daya bersih yang apabila daya bersihnya sangat baik. perlu juga penekanan sisi keprakrtisan dari suatu deterjen dalam promosi atau iklan suatu produk. Hal ini berarti sebanyak 20 responden membeli suatu deterjen akibat kepraktisan dari deterjen tersebut.17. agar konsumen yakin betul bahwa deterjen itu akan memudahkan proses rnencucinya.0 20. yaitu alasan membeli deterjen (jawaban dari responden tanpa bantuan pewawancara) Tabe!.2 3.2 4. hila ada hal-hal yang harus dilakukan.1 7. Oleh karena itu.4 0.9 2. yaitu sebagian yang rnenilai kepraktisan sarna dengan daya bersih dan adapula yang membedakannya.9 9.6 100 8 508 Kepraktisan dalam proses pencucian sering kali tidak bisa dilakukan. supaya hasil pencucian baik dan tidak .J 2. Maksud kata 'praktis' di atas adalah deterjen tersebut telah mempunyai daya mencuci yang baik yang dapat mengurangi tenaga pemakainya untuk membersihkan cuciannya.0 '" '" ">. Alasan membeli suatu deterjen (tanpa bantuan pewawancara) Alasan membeli (Faktor pembelian) Daya bersih Keharuman Kehalusan di tangan Kehalusan bubuk Harga Kemasan Banyaknya busa Hadiah Daya tahan lama I keharuman di air Manfaat keseluruhan Hemat Higienis Praktis Hemat air Kandun_gan deterjen Kebutuhan Jumlah Frekuensi 132 106 47 6 67 15 17 11 21 40 10 5 20 2 1 Persen (%) 26. otornatis akan mengurangi kerja penggunanya.2 13.0 3.

9 4.. yaitu cucian yang berwarna putih dengan cucian berwarna-warni. Dalam hal ini. Banyak juga yang beralasan takut cucian berwarna putih terkena luntur. deterjen yang ada sekarang ini juga sebagian besar masih memisahkan fungsi antara menjaga cucian yang berwarna putih dengan yang berwarna-warni. yaitu 71% menyatakan bahwa memisahkan pencucian didasarkan pada warna. Berdasarkan hasil survei kepada 200 responden dari berbagai kelas ekonomi ditemukan bahwa responden yang tergolong ekonomi E hingga C+ cenderung menginginkan kelas deterjen yang busanya banyak. Oleh sebab itu. agar hasil semua cucian memuaskan.3 100 Underwear atau bukan Jenis perlengkapau lumlah '-- 169 Atribut busa merupakan salah satu dan produk inti deterjen yang oleh sebagian konsumen menjadi salah satu faktor yang membuatnya membeli atau memilih suatu deterjen. Jika pilihan kinerja idealterhadap atribut harga diringkas menjadi sedikit (sedikit ditambah sangat sedikit).5% biasa memisah-misahkan Ada beberapa perlengkapannya ag'>r hasil pencucian namun paling alasan membedakan cuciannya.7 ':. banyak di antaranya. perlengkapan yang berwarna putih tetap putih bersinar dan yang berwarna tetap cemerlang.1 18. ada peluang besar bagi produsen untuk menciptakan suatu deterjen yang bisa merawat perlengkapan praktis.43 menyebabkan responden maksimal. Menurut hasil survei 84. Alasan pemisahan cucian Dasar pemisahan Warna Jenis bahan Fekuensi 121 10 7 1 Persen (%) 71. kerusakan pada cuciannya. biasa dan banyak (banyak ditambah sangat banyak) maka akan didapatkan 66 dari 135 responden yang tergolong . Pemisahan cucian ini mau tidak mau harus dilakukan. putih dan berwarna sekaligus agar proses pencucian lebih Tabel 18.

Pada kelompok deterjen yang merata B dan A. A A+ I Total ae merja I ea It er hd ap a n ut usa Tbl19K ia id a Sangat Sedikit Biasa Banyak Sangat sedikit banyak 7 1 2 6 5 6 1 11 7 6 8 17 8 16 15 II 8 I 16 10 1 6 1 11 5 2 1 3 4 5 3 32 71 62 32 Jumlah 21 25 39 50 33 20 12 200 Tabel 20.4 Tingkat Kepentingan Setiap produk tergolong sebagai dan Kinerja Ideal Atribut deterjen merniliki beberapa atribut baik atribut yang produk inti atau (core product) Setiap produsen maupun yang tergolong yang sebagai produk tambahan. Kinerja ideal terhadap atribut busa dari segi ringkasan Kelas ekonomi E-C+ B A A+ Total Sedikit 18 7 6 4 35 Biasa 41 16 11 3 Banyak 66 10 3 Jumlah 135 33 20 12 200 71 5 94 4. keharuman.44 kelas E-C+ menginginkan deterjen yang busanya banyak (Tabel 20). yang dinilai sangat kehalusan di tangan penting oleh konsumen . sebagian besar responden busanya pilihannya 19 dan 20. Hal ini didukung oleh Tabel Kelas ekonomi E D C C+ B 1-. berusaha untuk memberikan terbaik pada setiap atributnya Berdasarkan kepentingan hasil untuk menarik konsumen. -dari 200 responden tentang tingkat atribut-atribut prod uk deterjen. atribut-atribut adalah daya bersih. Kecenderungan mulai berubah di kelompok B hingga ke A+. penelitian. biasa saja dan responden (49%) justru menginginkan pada kelompok A+ cenderung dari sedikit busa hingga banyak busa.

Namun.77 4.22 3.24 dan 4. Semua atribut yang dinilai sangat penting. Keempat atribut ini memiliki skor berturutini didapatkan dari rata-rata skor turut 4. kebutuhan seperti kehalusan keharuman di air termasuk Atribut-atribut nyata (yang sebenarnya oleh para dalam dicari oleh konsumen). Informasi atribut. .18 4.24 3. Tingkat kepentingan Atribut Daya bersih Keharuman (wangi) Kehalusan di tangan Kehalusan bubuk (butiran) Harga Kemasan Banyaknya busa Hadiah Ketahanan keharuman di air atribut Kepentingan 4. atribut atribut karena skornya lebih dari angka 4 (penting). yang dinilai paling hal ini.18. produsen penting Berdasarkan sebaiknya meyakinkan pada atributoleh data dari konsumen bahwa produknya memiliki mutu yang baik terutama ini didukung atribut yang dianggap sangat penting. pemasar tersebut biasa diungkapkan dalam setiap iklannya. mengungkapkan kebutuhan rahasia.07 yang berarti dianggap biasa saja. Tabel 21 tentang tingkat kepentingan Tabel 21.04 3. Nilai-nilai sikap 200 respond en terhadap setiap atribut.18 Atribut hadiah hanya mendapatkan nilai 3.86 3.45 dan ketahanan keharuman di air. keharurnan. atau tepatnya memenuhi dianggap ketahanan hadiah termasuk dalam kebutuhan kebutuhan kegembiraan yang tidak diutarakan termasuk sehingga produsen juga perlu Atribut-atribut di tangan yang dan kebutuhan penting ini untuk menarik hati konsumen. Namun. yaitu meyakinkan Oleh Produk Surf contohnya. 4. 4.18. sangat penting itu.27 3.77. konsumennya bahwa jika pemakai Surf adalah ibu-ibu bijak (hemat). daya bersih. Kebutuhan yang jarang diungkapkan (ingin diperhatikan iklan adalah kebutuhan dan kebutuhan yang tidak diutarakan produsen) rahasia (ingin dianggap pintar jika memakai produk tersebut). dari empat adalah yang dinilai daya bersih.07 4.

75. Hal ini berarti konsumen menginginkan yang cenderung halus (mendekati angka 4).86 4. Kinerja ideal atribut harga sebesar 3.46 karena itu. perlu dilakukan perhitungan tentang kinerja ideal yang sebenarnya diinginkan konsumen dari produk deterjen. Berdasarkan hasil survei dari 200 responden. Tabel 22. Atribut kehalusan bubukjuga memiliki nilai yang hampir sarna dengan harga. didapatkan atribut-atribut yang diinginkan konsurnen merniliki kinerja yang sangat baik adalah atribut daya bersih.36 4.60.37 4. Oleh karena itu.40 3.60 3.26 3. Hal-hal di atas berdasarkan data pada Tabel 22. Sebagian bubuk deterjen besar responden rnenyatakan bahwa bubuk yang halus akan mernudahkan deterjen larut ke dalam air. berarti berada di antara biasa saja dan rnurah. Keempat atribut tersebut ternyata rnerupakan atribut yang dinilai sangat penting oleh responden dan rnemiliki skor yang lebih dari 4 yang berarti responden menginginkan hasil yang cenderung ke sangat baik.5 Sikap Konsumen terhadap Deterjen yang Digunakannya Perhitungan digunakannya sikap konsumen hanya terhadap dilakukan produk terhadap deterjen deterjen yang yang rnasing-masing . yaitu 3. kehalusan di tangan dan ketahanan keharuman di air. sehingga tidak ada berkas-berkas noda putih ketika cucian kering. Tingkat kepentingan atribut tidak menjawab secara rind keinginan konsumen terhadap produk deterjen.44 3. produsen sebaiknya berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan yang konsumen inginkan dari sebuah produk deterjen. narnun cenderung ke harga yang murah. keharurnan.75 3.32 4. Kinerja ideal dari setiap atribut Atribut Daya bersih Keharuman(wangi) Kehalusan di tangan Kehalusan bubuk (butiran) 'Ha("ga Kemasan Banyaknya busa Hadiah Ketahanan keharurnan di air Ideal 4.

DaIam hal ini. produk berfungsi seperti yang diharapkan dan produk berfungsi lebih buruk daripada yang diharapkan. sedangkan pada bagian selisih [li-xi] semakin kecil semakin baik. Narnun. bila nilai tingkat kepentingan sernakin besar. jika rnenggunakan Ab (Ab = sikap akhir angka ideal) menetapkan kategori pada sikap terhadap deterjen-deterjen sulit untuk tersebut. karena setiap responden rnenggunakan deterjen yang berbeda-beda. Untuk itu. nilai Ab juga tetap dihitung untuk rnenilai sikap setiap merek itu sendiri. Perbandingan ini j uga ingin lL. Hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah interpretasi terhadap nilai-nilai tersebut. rnungkin hanya sebagian yang sama. tidak seperti rneneari tingkat kepentingan dan kinerja ideal dari setiap atribut Perbandingan penilaian konsumen satu (dihitung dari seluruh responden). rnaka semakin baik. karena berarti selisihnya semakin kecil atau jika sernakin mendekati 0 berarti kinerja ideal dan kinerja produknya harnpir sarna (tidak ada gap-nya). Perhitungan sikap terhadap setiap merek dilakukan terpisah. Mengapa perbandingannya menggunakan [li-xi] (nilai rnutlak dari selisih li dan xi) ? Perbandingannya menggunakan selisih Ii dan xi mengaeu pada contoh kasus pada Iiterztur Sumarwan (2003) mengenai analisis angka ideal produk sari buah Selain itu.nilai terendahnva skala yang ingin dibentuk . digunakan skala interval dengan perhitungan berikut : Skala interval = nilai tertinggi (dari Ii-xi) . Daia (n = 34) dan Surf (n = 23). So Klin (n = 63). yang rnenjadi perbandingan hanya selisih antara atribut ideal dengan kinerja atribut deterjen yang digunakannya. Merek deterjen yang dihitung sikap konsumennya antara lain Rinso (n = 85). Oleh karena itu.elihat fungsi produk menurut Kotler (1997) apakah produk berfungsi lebih baik daripada yang diharapkan.47 digunakan oleh lebih dari atau sarna dengan 23 responden. Perhitungan sikap setiap produk juga dilakukan terpisah. Nilai terendah [li-xi] rnenjadi nilai paling baik. merek dengan yang lain dilihat dari niIai mutlak selisih kinerja ideal terhadap suatu atribut (Ii) dengan sikap konsurnen terhadap kinerja produk yang digunakannya (xi). Attack (n = 44).

4-12.4 2. Tabei 23.48 Skala interval = 32 .0 5 0-6.1 0. konsumen Rinso paling tidak puas terhadap atribut kehalusan tangan dan hadiah. bahkan lebih dari I (1.9 5.2-25.4 2.7 3.2 3. karena memiliki selisih Ii dan xi yang eukup besar.4 sehingga sangat baik (kinerja produk x jauh lebih baik daripada yang diharapkan) 6.7 .2).9 0.8 - 0..6 .8 12.3 2. Nilai sikap akhir angka ideal dan produk Rinso adalah 27.0 I 3. . Nilai ini termasuk dalam kategori ' baik' atau secara keseluruhan lebih baik dari yang diharapkan.8 7.) wi[li-xi] 2.8-19.8 0.5 4.8 0.1 4.4 = 6.2 2. produscn Rinso sebaiknya tetap mempertahankan atribut daya bersih serta meningkatkan atribut lainnya.2 19.2 3.5.3 27. terutama atribut kehalusan cii tangan dan hadiah..6 25.3 3.6. Di lain pihak.7 4.2 1.6-32 : baik (kinerja produk x lebih baik daripada yang diharapkan) : biasa (kinerja produk x seperti yang diharapkan) : buruk (kinerja produk x lebih buruk daripada yang diharapkan) : sangat buruk (kinerja produk x jauh lebih buruk daripada yang diharapkan) Konsumen produk Rinso paling puas terhadap atribut daya bersih.2 0. karena memiIiki selisih li dan xi yang paling kecil yaitu 0.7 1. Hal tersebut berdasarkan data dan Tabel 23. Sikap konsumen prod uk Rinso Atribut (Rinso.8.2 3.6 3. lumlah selisih [Ii-xi] produk Rinso adalah 7.8 0. n=85) Daya bersih Wangi Kehalusan di tangan Kehalusan bubuk Harga Kemasan Banyaknya busa Hadiah Ketahanan keharuman di air lumlah [li-xiJ(Selisih kinerja ideal dan wi (Tingkat ke_Q_entin_g_an) kinerja _Qfoduk) 4. Oleh karena itu.

1 4. Oleh karena itu. dengan nilai tingkat kepentingan 4. kehalusan di tangan. n= 63) Daya bersih Wangi Kehalusan di tangan Kehalusan bubuk Harga Kemasan Banyaknya busa Hadiah Ketahanan di air Jumlah wi (Tingkat kepentingan) 4.) Konsumen Attack merupakan konsumen yang sangat memperhatikan atribut daya bersih.8 0.8 0. Hal ini dikuatkan oleh data pada TabeI 24.8 1.4 2.9 sehingga produk ini terrnasuk dalam kategori 'baik' atau lebih baik dari yang diharapkan.1 0.8 0. Produsen So Klin perIu rneningkatkan atribut ini untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap prod uk ini.7 4.3 0. yaitu daya bersih. agar selisih antara hasil dan harapan konsumen tidak terlalu jauh.3 .49 Konsumen Rinso adalah konsumen yang sangat mernperhatikan daya bersih. Produk So Klin rnerniliki beberapa atribut yang memiliki nilai rnutlak selisih Ii dan xi yang sarna sebesar 0.2 4 .1 3.) " 3.2 4 "" 29.). yaitu berturutturut 1.8 7. Jumlah selisih antara kinerja ideal dan kinerja produk So Klin sebesar 7. Sedangkan atribut Iainnya harga dan hadiah merniliki selisih yang lebih besar. keharurnan.7 1.1 dan 1. karena . Angka ini Iebih kecil dari penilaian konsurnen Attack terhadap atribut daya bersih yaitu sebesar 4. kehalusan bubuk.9 (Tabel 25).. Sikap konsumen So KIin Atribut (So Klin. Tabel24. kernasan dan ketahanan keharurnan di air. Hal ini berdasarkan pad a Tabe! 23 dirnana rata-rata nilai tingkat kepentingan atribut daya bersih 4.1 4.4 2.9.8.8 3.3.3 2. kedua atribut ini perIu rnenjadi prioritas utama untuk ditingkatkan !agi. Angka ini sangat mendekati angka 5 yang berarti sangat penting. Konsumen produk Attack sangat puas terhadap daya bersih dan ketahanan keharuman di air.1 [Ii-xi] (Selisih kinerja ideal dan kinerja produk 0.6 4.3 3.8 0.9 wi[li-xi] 3. Hal ini berarti rnasih ada gap atau kesenjangan yang cukup berarti pada atribut-atribut tersebut.8.2 3.

Produsen Attack sebaiknya melakukan inovasi atau taktik pemasaran tertentu.5 0.2 4. berarti konsurnennya secara keseluruhan menilai produk ini baik.. Berdasarkan surnber dari Kusuma et at Attack adalah deterjen yang tidak rnengikuti jejak pesaingnya Rinso dan So KIin dalam menurunkan harga. namun tidak akan mengurangi kepercayaaan terhadap produk ini.8 22... Namun. n=44) daya bersih Wangi kehalusan ditangan kehalusan butiran Harga Kemasan banyaknya busa Hadiah ketahanan diair wi (Tingkat kepentingan) 4.7 1. prod uk ini rnerniliki selisih kinerja ideal dan kinerja produk pada atribut harga yang paling besar (1.1 2 4 2.1 3. Jurnlah dari selisih kinerja ideal dan kinerja produk Attack adalah 6..6 sangat baik oleh adalah konsumennya.4 (skala interval). Bahkan selisih kinerja ideal dan kinerja produk atribut daya bersih dari produk Attack adalah yang terkecil dibandingkan dengan produk Jainnya (0.6 1.50 selisih kinerja ideal dan kinerja produk dari atribut daya bersih dan ketahanan (wangi) dalam air yang paling rendah di antara prod uk Jainnya.5 2.5.5 produk yang dinilai Wi[li-xi] 1. ...7 0.3).4 6. .4 .7 4. agar produknya bisa dinilai lebih murah oleh kcnsumennya. karena nilainya kurang dari 6.4) yang berarti produk Attack lebih mahal dari yang diharapkan konsurnennya (Larnpiran 4).9 0.0 2.4 Jurnlah Produk Daia - 0.3 0.1 3. Hal ini rnungkin dilakukan untuk mernpertahankan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk tersebut.4 0.9 4. dari uraian sebelumnya diketahui bahwa konsumen Attack merasa harga Attack masih lebih rnahal dari harapan (kinerja ideal) (Lampiran 4).7 2.6 1.6 3. Produk-produk . Data selengkapnya mengenai sikap konsurnen terhadap produk Attack dapat dilihat pada TabeI 25. Sikap konsumen produk Attack Atribut (Attack.. Tabel25.>.6 3.8 1. Narnun.) [Ii-xi] (Selisih kinerj a ideal dan kinerjaproduk) 0.

Selain baik dari itu. berdasarkan skala interval [li-xi] yang telah sebelumnya. namun setting utarnanya cenderung "heboh". Selisih kinerja ideal dan kinerja produk dari setiap sesuai atribut produk Daia tidak ada yang di atas nilai I. kebutuhannya ini bisa disebabkan produscnnya. Beberapa akan yaitu dari program-program pendekatan-pendekatan bahkan mengungkapkan melakukan yang lain responden yaitu hadiah. faktor lain yang menyebabkan segi awareness maupun kualitasnya Daia mudah diterima konsurnen. . keharuman.. Sikap dipengaruhi Beberapa konsumen oleh faktor daia terhadap produk yang digunakannya kepada produk sikap Iebih psikologis dan kecintaannya ini. Produk ini dianggap oleh konsumen. yang banyak pada produknya a menengah ke bawah sangat yang tepat karena menginginkan adalah konsumen deterjen yang busanya banyak (Tabel 19).51 lain masih dikemukakan tergolong baik. Sikap yang 'fanatik' yang direncanakan ke hati konsumen.0. Atribut wangi Daia memiliki selisih kinerja ideal dan kinerja produk yang sangat kecil (0. penuh warna mencolok mencolok dan tokoh Hal ini mungkin dan menjadi pusat perhatian pemirsa televisi.. Berikut ini data sikap konsumen Daia (Tabel 26).com.5. setting yang ber+ubungan mernbuat iklannya dengan wanita. Keputusan produsen Daia yang memberikan target utamanya bu . adalah iklan produk tersebut yang sangat meriah dan sangat berbeda dad iklan produk deterjen lain. berarti konsumen Daia cukup puas dengan keharurnan produk-produk ini. Sedangkan nilai Ab- nya sebesar 24. 2004).5). yang respond en yang menggunakan terhadap produk Daia memperlihatkan agak 'fanatik' umpan balik ini. mengharapkan kedatangan tim Sensasi Daia. lainnya. Atribut banyaknya busa juga memiliki selisih kinerja ideal dan kinerja produk yang sarna dengan atribut keharuman. Penilaian Daia karena baik dari segi harga. yaitu 0. konsumen ini dapat dipengaruhi selain dengan memberikan beragam daya bersih dan atribut terhadap baik juga oleh perasaan kualitas 'cinta' yang produk memanjakan prornosi konsumennya hadiah yaitu dengan program "Dag Dig Dug Dhuerr Sensasi Daia" (Liputan6. Iklan tersebut justru tidak menampilkan iklannya laki-Iaki.

0. Konsumen Surf bisa dikatakan tidak terlalu mementingkan atribut hadiah karena atribut ini merniliki tingkat kepentingan yang sangat keci!.2 4.8 0.2 2. yaitu berturut-turut 0. karena memiliki selisih Ii dan xi yang paling kecil dari seluruh atribut yang dinilai (0. busa dan ketahanan keharuman di air selisihnya tidak terlalu besar.7 0.4 2. n=34) Daya bersih Wangi Kehalusan ditangan Kehalusan bubuk Barga Kemasan Banyaknya Busa Hadiah Ketahanan di air lumlah kepentingan I 4.8 6.7 3.2 wifli-xiJ 3.7 dan 0.52 Tabel 26. Atribut kernasan mempunyai selisih 1.7 3._ Konsumen produk Surf paling puas pad a atribut kehalusan di tangan dari produk tersebut.6. 0.0 .1 3.3 3. Sikap konsumen terhadap Daia . Berdasarkan hal ini dapat dikatakan bahwa .7 0.7 0.. produsen sebaiknya tetap memperhatikan atribut ini. sedangkan kemasan Surf dianggap melebihi keinginan mereka. i I wi (Tingkat Atribut (Daia. (dikatakan hadiah secara adalah termasuk sehingga yang diutarakan langsung) waJaupun nilainya kecil. setelah Daia dan Attack. Atribut-atribut yang lain.8 0.4 2. Namun. namun ternyata konsumen Surf cenderung menginginkan kemasan yang biasa saja.. yaitu 2.4 I I I ! 4 _j .7.7.3 - 3.8 2. seperti keharuman.5). Surf merupakan deterjen ketiga yang mempunyai selisih li dan xi terendah.6 4.4 24. kebutuhan seperti tidak telah diulas sebelumnya.5 0. [Ii-xi] (Selisih kinerja ideal dan kinerja produk 0. sebaiknya produsen produk ini meningkatkan mutu daya bersih dan bentuk kemasannya atau mengeluarkan sehingga penilaiau iklan yang menekankan pad a daya bersih produk ini.7 0.7. Oleh karena itu. Atribut yang merniliki besar adalah atribut daya bersih selisih yang paling dan kemasan.4 4. konsumen berubah. kehalusan bubuk.9 2.1 1.5 0.

5 4.9 0.4 2. kepada konsumen.6 2. namun dari jumlah Surf kurang respond en yang pesaing ini adalah iklan Surf betul Surf awareness Hal yang konsumen. ~ 3.. Sikap konsumen Atribut (Surf. Konsumen ini secara keseluruhan baik karena selisih kinerja ideal dan kinerja produknya sebesar 6.7 0. n=23) Daya bersih Wangi Kehalusan ditangan Kehalusan bubuk Harga Kemasan Banyaknya bus a Hadiah Ketahanan diair Jumlah Wi (Tingkat kepentingan 4. seperti mengeluarkan konsumen yakin yaitu iklan yang melibatkan konsumen puas menggunakan produk produk Surf sehingga lain merasa Surf benar-benar memuaskan pelanggannya. Surf menilai dan Daia.8 Wi[li-xi] 4.9 - .5 0.7 0. perlu dibanding menjadi prioritas dari produk bentuk promosi 'dad konsumen yang bahwa menilai dan pendekatan untuk konsumen'.9 .1 1 0. I 3 2.9.5 2.3 3.7 4 Surf [Ii-xi] (Selisih kinerja ideal dan kinerj_aj>_roduk) 1 0. Hal ini didukung oleh data pada Tabel 27. Tabel 27.8 25.6 0.3 2.7 6.3 2.2 3.53 konsumen rnernakai utamanya. produk ini baik.1 2.3 3.3 4.

Atribut harga yang tergolong produk yang diharapkan menu rut kIasifikasi produk Kotler memiliki nilai tingkat kepentingan 3. terutama respond en kelas menengah hingga menengah ke bawah.5% respond en) deterjen.86. baik dari kalangan pelajar dan rnahasiswi. Pada kelompok responden kelas ekonomi E hingga C+ terdapat kecenderungan menyukai deterjen yang busanya banyak. Empat atribut yang dianggap paling penting dari deterjen adalah daya bersih. Atribut-atribut yang diharapkan kinerjanya mendekati rnaksimal (sangat baik) sarna adalah daya bersih. 4. KESIMPULAN DAN SARAN 5. 70% responden menyatakan sumber informasi utama mereka dalam mendapatkan informasi tentang deterjen adalah televisi.32 (lebih dari 4 berarti cenderung ke sangat baik). wanita karir dan ibu rumah tangga. kehalusan ditangan dan daya tahan keharuman deterjen di air (cepat 'apek' atau tidaknya). 4. Kelimaatribut tersebut termasuk core product (produk inti) dari deterjen yang mencerminkan fungsi dasar dad produk deterjen secara umurn. wangi. karena menawarkan harga yang lebih murah dan pelayanan yang lebih nyarnan.37. Ada kebiasaan sebagian besar konsumen (84. Hal ini berlaku bagi semua kelompok pekerjaan responden. dari ernpat atribut tersebut.1. yaitu memisahkan cucian.86 (mendekati tingkat penting). Sebagian besar responden (48%). sedangkan pada kelas B dan cenderung suka deterjen yang biasa saj. yang kebanyakan alasan utamanya masalah warna. yang paling penting adalah atribut daya bersih. Berdasarkan hasil survei. juga tidak dipengaruhi oleh pihak lain dalam hal memutuskan membeli deterjen. keharuman. kehalusan di tangan dan daya tahan keharuman di air yaitu berturut-turut 4.40 dan 4. tidak terlalu banyak dan terJalu sedikit. Atribut yang memiliki nilai tingkat kepentingan paling kecil adalah atribut kemasan dan hadiah. Namun. Konsumen menginginkan deterjen . Kesirnpulan Responden dari berbagai keJas ekonomi dewasa ini lebih memilih belanja di swalayan daripada warung-warung kelontong maupun di pasar tradisional.V.

Konsumen Surf.6 dan 7. konsumen Surf menilai ada selisih yang cukup berarti antara kinerja ideal dan kinerja produk pada atribut daya bersih.2. Produk deterjen yang dinilai kinerjanya sangat baik oleh konsumennya adalah produk Daia.4 yaitu 6. nilai tingkat kepentingan atribut daya bersihnya paling kecil. seperti Attack. . Hal atribut-atribut sebaiknya misal lainnya.55 yang sangat baik saya bersihnya. Surf. Pengaruh iklan di televisi sangat besar. terutama atribut-atribut yang dianggap sangat penting. karena memiliki selisih kinerja ideal dan kinerja produk yang lebih kecil dari 6. jika dibandingkan dengan konsumen merek lain. . sangat harum. walaupun di antara atribut lain produk Surf. kehalusan di tangan. 7. keharuman. daya bersih adalah atribut yang paling penting. Apabila selisih antara kinerja ideal dan kinerja dari merek tersebut semakin kecil. harga dan daya tahan lama keharuman di air. juga memperbaiki atribut-atribut yang dinilai kurang oleh konsumennya. Saran Beberapa atribut yang penting pada produk deterjen yaitu daya bersih. oleh karena itu produsen sebaiknya meyakinkan kepada konsumen bahwa produknya sesuai dengan yang konsumen harapkan (kinerja ideal). rnaka disarankan produsen-produsen tersebut dibandingkan atribut yang produk ini menonjolkan lain.2. sangat halus di tangan dan keharumannya sangat tahan lama.9.9. Rinso dan So Klin masuk ke dalarn kategori baik karena selisih kinerja ideal dan kinerja produknya berturut-turut 6. Produk-produk lain. 6. berarti produk tersebut semakin baik. 5.5. Konsumen Rinso adalah konsumen yang sangat memperhatikan atribut daya bersih dan menu rut mereka Sedangkan kualitas Rinso baik. Responden dari kelas ekonomi menengah hingga menengah rendah cenderung menginginkan busa yang banyak sehingga sebaiknya jika produsen ingin menciptakan produk deterjen ekonomis untuk masyarakat kelas ekonomi rnenengah ke bawah sebaiknya busa deterjennya banyak. sebaiknya kualitas daya bersih Surf ditingkatkan lagi. tidak jauh dari harapan mereka. Oleh karen a itu. produk Rinso memperbaiki mutu atribut kehalusan di tangan.

Hal ini disebabkan oleh proses pembeliannya termasuk habitual buying behaviour atau berdasarkan kebiasaan saja. Oleh karena itu. .56 Hal lain yang perlu dilakukan oleh semua produsen produk deterjen (lrlalah lebih meningkatkan intensitas 'perhatiannya' kepada konsumen karena deterjen adalah suatu produk yang tingkat loyalitas konsumennya rendah. konsumen perlu diberikan pelayanan yang lebih dan unik agar memiliki "sedikit loyalitas' pada produk tersebut.

' .com. I Manajernen . A. 1996. Studia Press. Anonim.:. Rangkuti..mars-e. Jakarta.: Gray dan Cyr. U. P. 1999. 2002. Dasar-dasar Pemasaran. 2002. PT Prehallindo. Http://www. Nugroho. B. Perilaku Konsumen.com. Bandung. Anonim. PT Gramedia Pustaka Utarna. Jakarta: 'I Kusumah. 2003. (v Kotler. Mengukurnya. Measuring Utama. Jakarta . Jakarta. T. Alfabeta. Perilaku Konsumen. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. 2002. Bandung. P. Irawan... Kiat Memasarkan Produk Anda.•. 2003. 1 Jawab PT Ghalia Indonesia bekerja sarna Pemasaran Kontemporer. . H. Golongan Pengeluaran Rumah Tangga Per Bulan. www. 2001. F. Http://www. 1997. Sensasi Daia Merajai Pasar Pembersih Pakaian.L] Sumarwan. 2002. Manajemen dagang Busa. et al. Accessed at Merek Terbaik l : Bagaimana : Accessed at 1uni 2002. Biro Pusat Statistik. Alfabeta.'J Sumartono. PT Gramedia Pustaka Simamora. Alfabeta. Terperangkap dalam Iklan. Jakarta.·J Angipora. 1999. dengan MMA-IPB... B.. Tanya Harvarindo. 2003.. A. Liputano. _. Arcan. Baridung.DAFTAR PUSTAKA Alma.republika. Panduan Riset Perilaku Konsumen.······"" BPS. Bisnis Deterjen Semakin 'Berbusa'. Bisnis Indonesia. Winning Strategy : Strategi Efektif Merebut dan Mempertahankan Pangsa Pasar.•• 'c.com_2003. I Widaja..kontan-online.corn .. Jakarta. Customer Satisfaction. M. Jakarta. . 1999. Manajemen Pernasaran dan Pemasaran Jasa. 2000.. 2004..-'" •. 3 November "--1999. Manajemen Pemasaran.

LAMPIRAN .

(3)Wiraswasta (4) Ibu RT (5) Lainnya. .S20.000 [e+] .000 [A} Rp.2.730. Nama Interviewer: Tanggal Survei .000-540. misal transportasi.120. 130. (1) (2) (3) (4) Berapakah pengeluaran keluarga ibulmbak sebulan (Pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari. 2.l. sebutkan . 430.1. Kuisioner Produk Deterjen Analisis Perilaku Konsumen di Bogor terhadap Nama responden: Alamat No. .S40. listrik. sebutkan [Jika tidak menjawab salah satu STOP] 4.000-Rp. (5) Rp.880.Lampiran 1. telepon. Usia (1) 17-25 tahun (4) 36-40 tahun (2) 26-30 tahun (5) 41-45 tahun (3) 31-35 tahun (6) 46-50 tahun (7) Lainnya. Pendidikan (1) Tidak sekolah [STOP] (2) SD I SLTP (3) SLTA 3.430. 550. . pendidikan. Rp. sebutkan . 1.000-Rp.000 [E] (6) Rp.000 [B] <Rp. Rekrutmen / Seleksi Responden 1. Pekerjaan (1) Pelajar/mahasiswa (2) Pegawai swasta (4)Perguruan tinggi (5) Lainnya. .700. air. makan dan minum). Apakah ibulmbak biasa mencuci pakaian dan perlengkapan rumah tangga Anda sendiri atau paling tidak terlibat dalam pencucian tersebut? (1) Ya (2) Tidak [STOP] 2. (Penelitian ini dilakukan oleh Endang Dwi Budiarti Mahasiswa Jurusan Manajemen FEM IPB. untuk memenuhi tugas penyelesaian Skripsi Program Sarjana) I.000 < [A+] Rp. .000 [D] (7) Rp.920. Telp.00-Rp.000-Rp. 1. 5.000 [C] (8) -Lainnya sebutkan.

2.. Buying Habits 1. Deterjen 'apa saja yang pemah ibulmbak gunakan (lawaban boleh lebih dari satu): (6) Total (1) Rinso (7) B29 (2) So Klin (8) Wow (3) Attack (9) Boom (4) Surf (10) Lainnya. IV. A wareness Merek deterjen apa saja yang ibn/mba ketahui? Jawaban spontan lawaban lain Dengan bantuan interviewer III.60 Lanjutan Lampiran 1. Deterjen apa yang ibulmbak gunakan saat ini? (Jawaban boleh lebih dari satu) (1) Rinso (6) Total (2) So Klin (7) B29 (3) Attack (8) Wow (4) Surf (9) Boom (5) Daia (10) Lainnya. Darimanakah ibulmbak mendapat informasi ten tang deterjen yang dipakai tersebut? (4) demonstrasi produk (1) televisi (5) lingkungan sekitar (2) radio (6) lainnya. Users/tip 1. sebutkan . (5) Daia 2. Di manakah ibulmbak biasanya membeli deterjen ? (1) Hypermarket (4) Warung dekat rurnah (2) Swalayan (5) Lainnya. . sebutkan . II. (3) Pasar tradisional (6)sebutkan . Kapan terakhir ibu/mbak membeli deterjen . sebutkan (3) media cetak . 3.

Alasan utarna ibu/mbak menyatakan tidak sesuai . Berapa kali ibu/mbak membeli deterjen dalam sebulan (1) satu (4) empat (2) dua (5) lima (3) tiga (6) Iainnya.1 kg (2) +/. II... . sebutkan kali . . [Check ke 6] Berapa harga yang Anda bayarkan untuk ukuran deterjen terse but Rp . 8. sebutkan 6. Alasan utama ibu/mbak menyatakan sesuai 10.-) (4) +/.500 gram harga Rp.l 000...-) (6) lainnya. . Apakah sesuai antara harga yang Anda bayarkan tersebut dengan manfaat yang Anda dapatkan ? (1) Sesuai [Ke-9] (2) Tidak rke-l0] 9. Evaluasi Konsumen r en e~en . 4.500. 1 A. {Check ke II} Jika 'Ya' jenis barang apa yang Anda bedakan ? V.30-50 gram (kira-kira (3) +/.61 Lanjutan Lampiran 1.pa yang mem b ua t 1 m bak te rt anik untuk mem beli det ° ? ibu/ Jawaban spontan Jawaban lain Dengan bantuan interviewer . (2) Tidak 12. Apakah dalam mencuci Anda sering membedakan perlengkapan tertentu ? (1) Ya . . 7.50-lOG gram (kira-kira (5) > 1 kg harga Rp. Berapa ukuran detergen yang terakhir atau biasa dibeli? (1) +/. 5. Siapakah yang paling mempengaruhi ibulmbak dalarn membeli atau memilih deterjen? (1) suami (6) tetangga (2) anak (7) pembantu rurnah tangga (3) orang tua (8) pribadi (4) saudara (9) pesan iklan / bintang iklan (5) rekan kerja (10) lainnya sebutkan .

.) (7) Banyaknya busa 2 1 4 5 (8) Hadiah 1 2 3 4 (9) Daya tahan lama keharuman di air 2 3 4 5 (10) Lainnya....... (4) Kehalusan butiran partikel ....... 2.. sebutkan 2 3 5 VI...... ~'" . ~ ....... sebutkan ....... Ekspektasi Konsumen Apa yang ibulrnbak inginkan dari produk deterjen ? (I) Daya membersihkan Sangat tidak bersih 1 2 4 3 (2) Keharumanl wangi Sangat tidak wangi 1 4 2 3 (3) Kehalusan di tangan Sangat kasar 1 2 3 4 (4) Kehalusan butiran partikel 4 Sangat kasar 1 2 3 (5) Harga 2 3 4 Sangat rnahal 1 (6) Kemasan 2 4 Sangat sederhana 1 3 (7) Banyaknya busa 4 Sangat sedikit 1 2 3 (8) Hadiah 2 3 4 Tanpa hadiah 1 (9) Daya tahan lama keharuman di air 2 3 4 Sangat cepat 'apek' 1 (sangat tidak tahan lama) (10) Lainnya. . (5) Harga .. ... ... 4 2 3 1 ~ ................62 Lanjutan Lampiran 1. Bagaimana tingkat kepentingan poin-poin di bawah ini bagi ibu/mbak ? Keterangan : 1 = sangat tidak penting 2 = tidak penting 3 = cukup penting 4 = penting 5 = sangat penting (1) Daya mernbersihkan 1 2 4 5 (2) Keharurnan/ wangi 1 2 4 5 3 (3) Kehalusan di tangan 1 2 4 5 ...) 1 2 4 5 .. 5 5 5 5 5 sangat bersih sangat wangi sangat hal us sangat halus sangat murah sangat eksklusif sangatbanyak sangatbanyak sangattahanlama 5 5 5 5 5 ........) 1 2 4 5 (6) Kemasan 1 2 4 3 5 . _..

........ Oaya bersih Keharuman Kehalusan Oi tangan Kehalusan butiran Harga Kemasan lumlah busa Hadiah Oaya tahan lama........... keha-ruman di air Lainnya ......... VII.. ............ . maksimal 5........ I I Keterangan : • Kolom-kolom yang diberi titik-titik diisi dengan nama merek produk yang sekarang digunakan responden..... Evaluasi Merck B agaimana peru·1 alan 1 mb a k ter h ad ap d eterjen yang diipa kai se k arang ? 'at .. .. ibu/ Atribut Poin Produk yang Dipakai Sekarang ..... ............ sesuai dengan evaluasi responden terhadap atribut-atribut masingmasing merek. • Kemudian kolom-kolom di bawah masing-maing merek produk deterjen diisi skor.... Ekspektasi konsumen. ... ............... ....63 Lanjutan lampiran 1................. Pemberian skor ini merujuk pada keterangan di bagian IV..

.

65 .

66 .

67 II § '%> .C> ..

68 .

...l cd 1"'"1 E' ...::l ~ c 0 "0 ro "'~" "'" ~ ~ cd Q..g ...... ...§' Q) r..::: ... Q) Q) a a 00 1-0 ::."0 Q) .n . 1-0 t2 tZl C ~ cd "0 cd 0 C Q) 0.. 1-0 . a . ~ ~ ~ Q) .::l e cd s g Cd .n .g .v.. ....... 0...c: . a r...!:: ...

70 .

71 .

72 II ] s o .

!. :a § on § '0..) .g +' 1- .<: 0 < S (fl ro +:: ~ ro ] 5 ::l 0..!.) td ~ .~ '0 U) cd ::l § ca .'0 .!.s:::: "0 § ..g .) . .J I-< g t> ~ e C1..$ .c: ~ "0 I-< C1. Cii C1....g ..<: go ro gj 'Ui CI ('"I') 1:. 0 ..

74 .

75 .

.

77 .

~ .78 .0 g - .

.

80 .