P. 1
KARYA TULIS

KARYA TULIS

|Views: 375|Likes:
Published by Jamur_Jamban_1288

More info:

Published by: Jamur_Jamban_1288 on Jun 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2012

pdf

text

original

i

Motto
• Tidak ada harga atas waktu, tetapi waktu sangat berharga. Memiliki waktu tidak menjadikan kita kaya. Tetapi menggunakannya dengan baik Adalah sumber dari semua kekayaan. • Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba. Karena di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. • Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan sering kali anda menghindari orang yang tidak anda sukai, Padahal dari dialah anda akan mengenal sudut pandang yang baru.

By: Mario Teguh

4. karena primer berasal dari kebudayaan di tempat masyarakat itu berada. diantaranya sebagai berikut : 1. Tentunya. secara garis besar dapat dikatakan etika merupakan hukum adat yang aturan didalamnya sulit untuk dirubah dan disamakan dengan hukum pemerintah. Suatu hukum atau aturan yang tidak terdapat etika dalam secara masyarakat di setiap daerah. Jadi. etika di setiap daerah berbeda-beda. 3. Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut dapat di rumuskan dalam beberapa pertanyaan.1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Etika tertulis. Bagaimana tata cara pergaulan remaja? Mengapa etika pergaulan perlu diperhatikan? Apakah perlunya etika remaja? Bagaimanakah pembelajaran yang sesuai? 2. . Supaya kita dapat menanggulangi dan menanamkan kembali etika yang semakin memudar di kalangan remaja masa kini. Namun bagaimana halnya dengan etika yang terjadi di zaman sekarang? Khususnya etika para remaja dikota-kota besar. merupakan namun salah satu diri pedoman seseorang dalam atau menghadapi hidup. Hal di ataslah yang menjadi dasar pemikiran saya untuk meneliti dan mengamati sebab terjadinya remaja masa kini yang kurang beretika dengan baik dan benar. B.

Dapat mengurangi perilaku remaja yang kadang baik. 2. Memberikan pengarahan para remaja tentang cara beretika dengan benar. Dengan hidup beretika kita dapat menciptakan kehidupan yang tentram dan damai. Tujuan 1. Mengetahui sebab-sebab memudarnya etika remaja masa kini.2 C. 2. 3. untuk mencari langkah supaya etika para remaja dapat dampak keseharian remaja yang kurang menjadi lebih baik. 3. D. Mengetahui beretika. .Manfaat 1.

Artinya hal-hal yang bisa dilakukan oleh siapa saja untuk mengatasi problem dana masalah agar diperoleh hasil yang diharapkan.O. Hakikat Penanggulangan 1.Burhanudin .P Simorangkir) Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk.3 BAB II KAJIAN TEORI A. (Drs. (Drs. Pengertian Etika Etika adalah sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.Sidi Gajalba) Etika mengenai perilaku Salam) adalah nilai dan cabang norma dalam filsafat moral yang yang berbicara menentukan manusia hidupnya. (Arifin Trisanyoto) B. Pengertian Penanggulangan Penanggulangan adalah suatu cara untuk menyelesaikan suatu masalah. sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. Hakikat Etika 1.H. (Drs.

1998) 2.santun. - Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai remaja. Peranan dan Fungsi Etika - Dengan etika seseorang atau kelompok dapat mengemukakan penilaian tentang perilaku manusia.4 Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). karena kita mempertimbangkan perasaan orang-orang di sekitar kita . Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap kesulitan moral yang kita hadapi sekarang. 3. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak nilai mengenai nilai benar dan salah yang dianut suatu golongan masyarakat atau golongan. dengan lebih bijak. Pentingnya Etika Etika membantu kita untuk bisa diterima dan eksis di pergaulan. sopan. remaja dalam menjalankan aktivitas. dan dengan etika kita bisa dicap sebagai orang baik di dalam masyarakat. Memahami etika membuat kita bisa mengambil keputusan juga.

Dalam hal ini peneliti mengamati aktivitas para remaja pada tempat yang sudah di tentukan. Penulis mendiskripsikan . C. di mulai dari tanggal 8 April sampai dengan 18 April 2011. Solo.5 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian ini dilakukan di lingkungan SMA NEGERI 6 SURAKARTA dan lingkungan Perumahan TiaraArdi. B. Penelitian ini dilaksanakan selama 10 hari. Objek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah remaja.

Wawancara Wawancara dilakukan dengan tanya jawab secara langsung terhadap narasumber. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tentang pergaulan remaja pada era globalisasi. Data yang diperoleh juga disajikan secara deskriptif. 1. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua teknik sebagai berikut : 1.6 objek yang diamati dengan menggunakan uraian kalimat. Sumber data primer a.Sumber Data Penelitian Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari 2 sumber. . Sumber data sekunder a. yaitu sumber data primer dan sekunder. 2. Remaja Data yang diperoleh dari sumber data tersebut adalah informasi tentang kebiasaan remaja dalam bergaul. 2. Observasi Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap obyek penelitian. Buku-buku sumber Data yang diperoleh dari sumber data tersebut adalah teori yang berkaitan dengan remaja. E. D.

Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda d. Tata cara itu meliputi : a. Tidak boleh saling menghina g. Bersikap santun dan tidak sombong e. Tak boleh saling membenci dan iri hati . Mengucapkan Salam b. Meminta Izin c. Berbicara dengan perkataan yang sopan f. Ajaran Islam sebagai pedoman hidup umatnya juga telah mengatur tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai agama.7 BAB IV PEMBAHASAN Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan remaja.

Dalam berkenalan. Beberapa contoh sopan santun dalam pergaulan : 1. Dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua. dan yang lebih muda. Manusia dituntut untuk saling berhubungan. Tata krama dan tingkah laku sehari-hari merupakan cermin pribadi kita sendiri. Dalam bertamu. 3. • Ada baiknya jika kita mengetahui apa arti sebenarnya etika tersebut ? . Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat i. Yang perlu diperhatikan dalam bergaul adalah : 1. 8. Dalam menegur / memberi hormat. 6. Agar tingkah laku kita diterima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan kita.8 h. Dalam berpakaian. mengenal dan membantu. 4. 2. 5. 7. sebaya. Dalam menelpon. Mengajak untuk berbuat kebaikan Etika pergaulan sangat perlu diperhatikan karena: 1. Pandai menempatkan diri 2. Dalam proses sosialisasi. 3. Dalam berbicara. Dalam surat-menyurat. 2.

berboncengan sambil berpelukan. disalah satu tempat ada remaja yang tidak mau lagi ditegur dan tidak lagi bertatakrama dengan baik dihadapan orang lain. ironisnya semua ini dijadikan trend kehidupan bagi remaja dan para orang tua tidak dapat mencegahnya. melakukan balapan liar dengan suara motor yang sangat keras dan mengganggu orang lain. mengungkapkan perasaannya yang tidak pantas diungkapkan sambil berteriak di depan umum. mabuk-mabukan di sembarang tempat.9 Pada dasarnya etika adalah aturan kebenaran yang berlaku ditengah kehidupan masyarakat yang harus dipatuhi oleh semua anggota masyarakat yang didorong oleh kecintaan manusia pada kebenaran dalam bertingkah laku dan bertatakrama sopan. Namun. karena saat ini orang tua takut dan malu dengan bantahan anak-anak mereka yang kadang dilontarkan dengan kasar dan dilakukan . Apalagi dalam pergaulan remaja saat ini sudah tidak malu-malu lagi berpegangan tangan di depan umum. Ini semua sering terjadi di lingkungan kita. karena masa remaja adalah masa bermimpi yang indah dalam masa-masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. rasanya etika dalam kehidupan dan pergaulan remaja hampir menghilang. karena gaya remaja yang labil memang atraktif. Ini semua adalah cerminan minimnya etika saat ini. sehingga masa remaja harus diisi dengan etika moral yang baik berlandaskan keagamaan. Menurut pantauan terhadap kehidupan remaja sekarang ini di beberapa tempat. dalam tumbuh kembang anak mereka. Inilah kesalahan para orang tua yang tidak menanamkan pendidikan etika sejak dini dalam kehidupan sehari-hari.

yang disimpulkan dalam suatu nilai dan kondisi yang ada untuk dapat bertindak secara etis (sopan santun). maka para ahli melakukan pendataan melalui teori-teori yang mereka lakukan dalam kehidupan dari abad ke abad sampai sekarang ini. Agar etika tumbuh dan berkembang baik dalam tatanan kehidupan umat manusia atau masyarakat dan lingkungannya. maka lahir dan berkembanglah etika dalam bermacam bidang ilmu. yaitu: 1. siswa SMP berusia 12-15 tahun disebut remaja awal. Berdasarkan tingkat Sekolah. tidak Menurut ALI SAMIL H. seperti etika pendidikan. etika . etika pergaulan. Apakah faktor perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin maju sekarang ini menjadi penyebab keminiman etika dalam kehidupan pergaulan remaja? Ada dua macam etika yang berkembang dalam kehidupan manusia saat ini yang telah sejalan dengan perkembangan tehnologi. etika berkomunikasi. Mahasiswa berusia 18-23 tahun disebut remaja akhir. Etika deskreptif : etika yang menelaah secara kritis tentang sikap dan perilaku manusia yang terkait dalam norma dan budaya yang ada dalam kehidupan. “ortu ketinggalan zaman”. batasan usia remaja adalah usia 12-23 tahun. Dengan adanya etika tersebut diatas.10 di depan umum bahwa mengikuti trend. 2. Etika Normatif : etika yang mengharuskan bagi masyarakat untuk bersikap dan berperilaku yang ideal. untuk mempertahankan etika. siswa SMU yang berusia 15-18 tahun disebut remaja menengah.

mempraktekkannya dibantu baiknya. aman sesuai dengan norma-norma atau kaidah yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. jika semua Guru dalam bidang studi apapun di sekolah harus menyelipkan pembelajaran etika disetiap mata pelajaran yang dibawakannya dalam proses KBM.11 kehumasan. Semua peran dalam kehidupan keluarga dan masyarakat adalah pembelajaran untuk mengembangkan pemahaman dan penalaran etika. model dengan Ada pembelajarannya. Melihat kondisi etika dalam kehidupan dan pergaulan remaja. apapun sehari-hari. . agar manusia tetap damai. etika perkantoran dan lain-lain. etika berbusana. mereka harus menjadi perhatian para Guru/Pendidik untuk merancang kembali pendidikan dan dalam harus kehidupan etika. akan tetapi benar-benar menjadi tindakan yang “beretika”. yang tidak lain hanya untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan perilaku. Menurut Lickona dalam bukunya “Educating for character” mengatakan bahwa “Guru harus memperhatikan tiga unsur agar nilai moral yang ditanamkan kepada anak didiknya tidak hanya sekedar sebagai pengetahuan saja. sehingga kesan mendalam akan timbul dan tertanam dalam pemikiran para remaja bahwa dalam kehidupan itu perlu adanya tatanan pergaulan dan tatakrama berperilaku yang baik dan sopan. Kemudian berkembang lagi dengan sebutan kode etik dan segala macam perkembangan etika. Untuk itu perlu adanya kerja sama yang baik antara guru dan orang tua dalam proses pengajaran etika. baik sopan maupun santun dalam pergaulan. Ketiga unsur tersebut adalah pengertian atau pemahaman moral. jika perlu pada saat itu dilakukan praktek secara langsung di depan kelas.

Mungkin saja beberapa orangtua di jaman dulu mengaku sangat miris terhadap gaya dan perilaku remaja yang banyak tidak beraturan. Remaja sekarang dianggap sudah menganggap remeh segala sesuatu. karena etika remaja lebih banyak dipelajari di lingkungan terutama lingkungan keluarga. sehingga dapat dinilai apakah tindakan tersebut baik atau buruk. Mereka sudah tidak lagi memandang orang tua. yang mana ketiga unsur ini harus saling terkait dalam perilaku dan tata krama pergaulan remaja. Jarang sekali terdengar remaja mengucapkan salam atau menanggapi sapaan orangtua. dan tempat bermain. sehingga bisa menjadikan mereka dalam bahaya dalam bersosialisasi. Semakin menurunnya moral dikalangan remaja. Mudah sekali terlibat narkoba. Pembelajaran yang sesuai adalah Asri Budiningsih (2008) berpendapat bahwa penalaran moral menekankan pada alasan mengapa suatu tindakan dilakukan. . serta melupakan norma-norma yang ada. Anak remaja saat ini sangat cuek. dan tindakan moral. sekolah. Ini berbahaya jika dibiarkan secara terus menerus. mudah sekali terlibat dalam seks bebas. Perlunya etika remaja Berbagai kalangan mengganggap bahwa dihapusnya pelajaran budi pekerti dari kurikulum pendidikan Indonesia menjadi salah satu penyebab merosotnya etika dan budi pekerti remaja saat ini.12 perasaan moral. Namun sebenarnya belum tentu demikian. kita sebagai pendidik harus ikut bertanggung jawab mencari solusinya.

Sikap dan perilaku yang sopan atau beretika terhadap orangtua adalah : a. c. Pamit dan salaman sebelum bepergian atau setelah bepergian. menasehati atau mengkuliahi orangtua. kalau ada yang dirasakan tidak benar pada orangtua harus disampaikan secara sopan. Pembelajaran agama merupakan pembelajaran yang harus ditingkatkan untuk remaja. Jangan sekalipun menyela pembicaraan orangtua. Bagaimanapun perasaan anak saat itu. f. d. Karakter yang positif akan mengurangi hal-hal yang terjadi pada zaman sekarang tentang perbuatan yang dilakukan remaja diluar etika dan kesopanan. membentak. Jangan pernah sekalipun memarahi orangtua. jangan pernah berteriak. bersuara dan bernada keras dalam berbicara dengan orangtua. Bila ingin memberi masukan atau pendapat harus dengan sopan atau bila orangtua minta pendapat kita. Jangan pernah mengajari. Sehingga peserta didik dapat membangun karakter yang positif. bila ada pendapat yang berbeda.13 Pendidikan yang sesuai untuk remaja sekarang merupakan pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif peserta didik namun juga mengembangkan aspek afektif peserta didik. karena didalamnya tersirat hal-hal positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari seperti akhlak dan budi. b. bukan dengan keras kepala. harus disampaikan dengan halus dan sopan. Jangan pernah membantah. g. Tatakrama lain adalah sikap sehari-hari harus menomor satukan atau mendahulukan orangtua untuk melakukan . e.

Bila melihat orangtua sedang kesulitan seperti mengangkat beban berat. memulai makan.14 aktifitas seperti mendapatkan tempat duduk. BAB V PENUTUP A. jangan dengan suara keras dan membentak. jangan melotot. jangan dengan kaki di atas kursi. j. memulai perjamuan minum. h. Kesimpulan Dalam etika membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika manusia dinilai oleh diri sendiri dan orang lain. kecuali untuk tindakan tertentu seperti memotong rambut. Sopan santun adalah satu sifat yang amat mulia dan terpuji seperti yang digalakkan di dalam agama Islam. Kesopanan juga dapat dikaitkan dengan sopan santun. i. jangan berkacak pinggang. Jika menurut kita. Bila berhadapan dan berbicara dengan orangtua harus dalam sikap sopan. etika kita itu baik mungkin tidak sama dengan penilaian orang lain tentang etika kita. Sifat sopan santun ini . sedang mengerjakan pekerjaan berat lainnya tanpa diminta kita harus segera membantu. Jangan sekalipun menyentuh kepala orangtua bila sedang berhadapan atau berkomunikasi. Kesopanan merupakan penilaian perbuatan baik tentang etika.

15 boleh memberikan banyak kesan positif pada orang yang mengamalkannya. remaja harus mengikuti etika yang masyarakat sehingga kehidupan dapat berkembang kearah yang positif. . B. Banyak hal negatif yang melekat pada remaja karena masa remaja merupakan masa pencarian identitas dan masa dimana menentukan masa depannya sendiri. SARAN norma dan etika yang baik. Seharusnya remaja sekarang dibekali dengan pengetahuan 2. Ketika di kehidupan sehari-hari. Sekolah-sekolah mewajibkan pembelajaran tentang etika dan norma. tingkat etika dan kesopanan remaja mulai menurun dikarenakan karena berbagai faktor. 3. Dalam pendidikan formal harus memperhatikan pembelajaran yang berkaitan dengan nilai seperti berlaku pembelajaran dalam agama dan pancasila. Seharusnya orang tua mengajarkan dan menjalankan etika di rumah agar remaja mau mencontohnya. salah satunya perkembangan teknologi yang kurang terkontrol dan kurangnya pembelajaran nilai. 1. Pembelajaran nilai dan moral pada masa remaja harus diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya. Zaman sekarang. Tidak hanya pada pendidikan formal saja.

Yogyakarta : UNY Press Sugihartono dkk.2008. Psikologi Pendidikan.16 DAFTAR PUSTAKA Rukiyati.Pendidikan Pancasila. 2007. Yogyakarta :UNY Press .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->