Perda No. 12 Tahun 2006

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR
NOMOR 12 TAHUN 2006

TENTANG
PENEMPATAN, PERLINDUNGAN DAN PEMBINAAN TENAGA KERJA INDONESIA ASAL KABUPATEN LOMBOK TIMUR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA YANG ESA BUPATI LOMBOK TIMUR ,
Menimbang : a. bahwa setiap orang mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk bekerja sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahtraan hidupnya. Dalam hal ini Negara wajib menjamin tersedianya lapangan kerja. b. Bahwa Negara wajib memberikan perlindungan hukum bagi tenaga kerja berdasarkan perinsipperinsip demokrasi, keadilan, kesetaraan gender, anti diskriminasi, dan anti perdagangan manusia; c. Bahwa Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Lombok Timur adalah Warga Negara yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga Negara lainnya. Untuk Pemerintahan Kabupaten Lombok Timur wajib memberikan perlindungan, dan pembinaan kepada Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Lombok Timur sebagai implementasi dari perlindungan dan pelayanan serta pembinaan; d. Bahwa meningkatnya kasus-kasus yang merugikan Tenaga Kerja Inonesia asal Kabupaten Lombok Timur baik material maupun immaterial perlu di upayakan jalan keluarnya. Maka partisipasi semua pihak sangat di butuhkan, khususnya Pemerintah kabupaten Lombok Timur Wajib memberikan perlindungan kepada warganya baik di dalam maupun di luar negeri; e. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagai mana di maksud pada huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d,

perlu menetapkan peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur tentang penempatan, perlindungan dan pembinaan Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Lombok Timur. Mengingat : 1. Undang-Undang no 69 Tahun 1958 tentang pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II dalam wilayah Daerah-Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1665); 2. Undang-Unadang No 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenaga kerjaan (Lembaran Negara Tahun 1981 No 39 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3474); 3. Undang-Undang No 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851); 4. Undang-Undang No 37 tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 156, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3882); 5. Undang-Undang 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886); 6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4239); 7. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2003 Nomor 39 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4279); 8. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389); 9. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 95 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4419); 10. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana di ubah dengan UndangUndang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548); 11. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2204 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 12. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja di Luar

Negeri (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 133, Tambahann lembaran Negara Nomor 4445); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3852); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140, Tamabahan Lembaran Negara Nomor 4578); 15. Peraturan Pemerrintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang pedoman Pembinaan dan pengawasan Penyelenggaraan pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4593); 16. Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 1999 sebagaimana di ubah dengan Keputusan Presiden Nomor 46 tahun 2000 Tentang Badan Koordinasi Penempatan Tenaga Kerja Indonesia; 17. Keputusan Presiden Nomor 74 Tahun 2001 tentang Tata Cara Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 18. Keputusan presiden Nomor 36 Tahun 2002 tentang Pengesahan Konvensi Organisasi Perburuhan internasional (ILO) Nomor 88 mengenai Lembaga Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja (The Organization of The Employment Service); 19. Keputusan presiden Nomor 87 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak; 20. Keputusan Presiden Nomor 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Penghapusan Perdagangan Anak (Trafficking) Permpuan dan Anak.

Dengan Persetujuan bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR
dan

BUPATI LOMBOK TIMUR
Menetapkan: PERATURAN DAERAH TENTANG PENEMPATAN, PERLINDUNGAN DAN PEMBINAAN TENAGA KERJA INDONESIA BAB I

KETENTUAN UMUM
Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang di maksud dengan : 1. Kabupaten adalah Kabupaten Lombok Timur; 2. Pemerintah Daerah adalah Bupati Lombok Timur beserta perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Perintahan Daerah;

Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Lombok Timur yang bertindak atas nama dan untuk pelaksana penempatan TKI swasta yang bersangkutan. Kantor Camat Pelaksana Penempatan TKI Swasta yang selanjutnya di sebut kantor cabang adalah perwakilan pelaksana penempatan TKI Swasta yang ada di kabupaten Lombok Timur yang terdaptar di Dinas Kependudukan. 5. 11. keterampilan dan produktivitas. 9. Penempatan Tenaga kerja Indonesia Asal Kabupaten Lombok Timur adalah kegiatan pelayanan untuk mempertemukan TKI sesuai bakat. 15. selama penempatan dan sesudah purna tugas. pengurusan dokumen. 14. 10. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Kependudukan. 8. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan perangkat Desa. Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Lombok Timur. Camat adalah Kepala Kecamatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. 17. Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Asal kabupaten Lombok Timur adalah suatu proses peningkatan kualitas tenaga kerja pada pengetahuan. 13. 18. minat. 7. 16. 12. penampungan. Perwakilan Pelaksana Penempatan TKI swasta di luar negeri yang selanjutnya di sebut perwalu adalah badan hukum atau perseorangan yang bertindak untuk dan atas nama Pelaksana Penempatan TKI Swasta di Luar Negeri.3. Pemerintahan Desa adalah kegiatan pemerintahan yang di laksanakan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa. dan pemulangan dari negara tujuan. Kepala Daerah adalah Bupati Lombok Timur. Dinas adalah Dinas Kependudukan. 19. persiapan pemberangkatan sampai kenegara tujuan. dan kemampuannyadengan pemberi kerja di luar yang meliputi keseluruhan proses perekturan. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur. pelatihan. Tenaga Kerja Indonesia Asal Kabupaten Lombok Timur adalah setiap warga Kabupaten Lombok Timur yang memenuhi syarat untuk bekerja diluar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah. Pemerintah Daerah adalah Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara kesatuan Republik Indonesia sebagai mana di maksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Asal Kabupaten Lombok Timur adalah segala daya upaya untuk melindungi hak dan kepentingan Tenaga kerja sebelum. Kecamatan adalah wilayah Kerja Camat sebagai Perangkat Kabupaten. 6. Calon Tenaga Kerja Indonesia Asal Kabupaten Lombok Timur adalah setiap warga Kabupaten Lombok Timur yang memenuhi syarat sebagai pencari kerja yang akan bekerja diluar negeri dan terdaptar di Instansi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang bertanggung jawab di bidang ketenaga kerjaan. . 20. 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah. Desa adalah Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang di akui dalam sistem pemerintahan nasional. Pelaksana penempatan TKI Swasta adalah Badan hukum yang telah mendapat izin tertulis dari pemerintah untuk menyelenggarakan pelayanan penempatan tenaga kerja asal Kabupaten Lombok Timur ke Luar Negeri.

Perjanjian Rekrutmen atau yang di sebut PR adalah perjanjia tertulis antara Pemerintah Daerah dengan pelaksana penempatan TKI Swasta atau cabang pelaksana penempatan TKI Swasta yang memuat tenteng hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam rangka penempatan Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Lombok Timur. 22. 31. 37. Bantuan Hukum adalah segala upaya untuk melakukan advokasi termasuk pelayanan. Pendataan adalah upaya pengumpulan identitas seseorang untuk di jadikan sebagai daftar calon TKI. 36. 34. 29. 26. serta budaya negara tujuan bekerja. Mediasi adalah upaya mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa dengan menggunakan pihak ketiga sebagai upaya menjembatani proses diskusi. seleksi hingga pelatihan dan penerbangan ke luar negeri. 35. 25. 28. pengolahan dan penyebarluasan serta umpan balik data yang berkenan dengan penyelenggaraan penempatan Tenaga Kerja Indoneia asal Kabupaten Lombok Timur. . Non Litigasi adalah segala daya upaya melakukan pendampingan dari upaya pemahaman masalah. termasuk di dalamnya pengetahuan hukum. mediasi dalam upaya melengkapi data dan melengkapi informasi tentang duduk persoalan hingga pada upaya penyelesaian masalah diluar jalur beracara di pengadilan. Pelatihan adalah seluruh kegiatan untuk memberikan. bahasa negara tujuan. Konsiliasi adalah upaya pendampingan yang di lakukan oleh pihak ketiga kepada seseorang agar mendapatkan informasi. Surat Permintaan TKI atau job order adalah permintaan tenaga kerja Indonesia dari pengguna atau mitra usaha di luar negeri. sesuai dengan kebutuhan dan pekerjaan yang akan di jalan. 33. Sistem Informasi adalah keseluruhan proses dari pengumpulan. 23.21. menegembangkan pengetahuan. 32. Pernjanjian penempatan atau yang di sebut PP Tenaga Kerja Lombok Timur adalah perjanjian tertulis antara pelaksana penempatan TKI Swasta dan Calon TKI Lombok Timur yang memuat hak dan kewajiban dalam rangka penempatan tenaga Kerja Lombok Timur ke keluar negeri. Asuransi TKI adalah suatu bentuk perlindungan bagi TKI dalam bentuk santunan berupa uang.dorongan. Perjanjian Kerja atau yang di sebut PK adalah perjanjian tertulis antara calon TKI dan pengguna (user) yang memuat tentang syarat-syarat kerja. 30. 24. Penempatan adalah keseluruhan proses dari rekrutmen hingga penempatan tenaga kerja keluar negeri sampai pulang kembali ke daerah asal. dialog dan musyawarah untuk menyelesaikan masalah. pendampingan. investigasi. Perjanjian Kerjasama Penempatan atau yang di sebut PKP adalah perjanjian tertulis antara pelakasana penempatan TKI Swasta dengan mitra usaha atau pengguna di negara tujuan yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam rangka penempatan serta perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Purna tugas adalah masa di mana seseorang setelah menyelesaikan pekerjaannya di luar negeri kembali tinggal ke daerah asalnya. keterampilan dan keahlian calon TKI Lombok Timur. hak dan kewajiban masing-masing pihak. meningkatkan. 27. yang meliputi kematian. Rekrutmen adalah keseluruhan proses dari pendataan. kecalakaan dan kerugian material. cek cross-cek data. pendaftaran. Litigasi adalah prose penegakan hukum dalam upaya mencari keadilan yang mengarah kepada proses beracara dalam persidangan di pengadilan. dan atau pembelaan hukum kepada Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Lombok Timur dan anggota keluarganya. bahasa negara tujuan. melengkapi dokumen.

politik. Memberdayakan dan mendayagunakan Tenaga Kerja Indonesia Kabupaten Lombok Timur secara optimal dan manusiawi. Anti Diskriminasi serta anti Perdagangan Manusia. Keterpaduan. 38. Demokrasi. Menjamin terpenuhinya hak-hak calon TKI/TKI. hak keselamatan kerja dan syarat kondisi kerja. Keadilan Sosial. membina. orang tua dan orang laen yang masih ada hubungan ahli waris yang di akui sebagai anggota keluarga. melaksanakan. TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN PEMERINTAH DAERAH Pasal 4 Pemerintah daerah tugas mengatur. budaya. BAB II AZAS DAN TUJUAN Pasal 2 Perlindungan dan penempatan Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Lombok Timur berdasarkan azas persamaan Hak.dukungan agar bisa di arahkan ke pada penyelesaian secara musyawarah dan damai. BAB III TUGAS. Keluarga TKI dan keluarga calon TKI adalah suami atau istri. serta hak kesehatan dan hak reproduksi bagi perempuan. Arbitrase adalah upaya mencari titik temu dari persengketaan dengan cara bersama menunjuk pihak yang ketiga dan mempertemukan pihak yang bersengketa dalam suatu musyawarah yang mengarah kepada penyelesaian masalah. baik yang berangkat melalui pelaksana penempatan TKI maupun yang berangkat secara mandiri. 39. . Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dlam pasal 4 dan pasal 5 pemerintah daerah berkewajiban : 1. penempatan sampai purna penempatan. Pasal 3 Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Lombok Timur bertujuan untuk : 1. dan mengawasi peyelenggaraanpenempatan dan perlindungan TKI di dalam maupun diluar negeri. 2. Mewujudkan pemerataan dan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai kebijakan pembangunan daerah. 3. Keseteraan dan Keadilan gender. anak. Pasal 5 Pemerintah Daerah bertanggung jawab untuk meningkatkan upaya perlindungan TKI di luar negeri. 4. Menjamin dan melindungi caloon TKI/TKI asal Kabupaten Lombok Timur sejak pra penempatan. Menjamin hak-hak ekonomi.

keberadaan dan kepulangan TKI kepada Perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan. Membentuk dan mengembangkan system informasi penempatan calon TKI diluar negeri. Memperoleh jaminan perlindungan hokum sesuai dengan peraturan perundang-undangan atas tindakan yang dapat merendahkan harkat dan martabatnya serta pelanggaran atas hak-hak yang di tetapkan seuai dengan peraturan perundang-undangan selama penempatan diluar negeri. Memberika perlindungan kepada TKI selama sebelum pemberangkatan. 3. kesempatan dan perlakuan yang sama diperoleh tenaga kerja asing lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan di negara tujuan. Menaati perturan perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di negara tujuan.2. Menaati dan melaksanakan pekerja sesuai dengan perjanjian kerja 3. Pasal 8 Setiap calon TKI/TKI mempunyai kewajiban untuk : 1. Memperoleh naskah perjanjian kerja yang asli. 4. Bekerja diluar negeri. 6. Memberitahukan atau melaporkan kedatangan. Memperoleh hak. Memproleh informasi yang benar mengenai pasar kerja di luar negeri dan prosedur penempatan TKI diluar negeri. Memperoleh upah sesuai dengan standar upah yang berlaku di negara tujuan. 5. 7. BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN TKI Pasal 7 setiap calon TKI/TKI mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk : 1. Memperoleh kebebasan menganut agama dan keyakinannya serta kesempatan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan yang di anutnya. . 9. 4. Calon TKI/TKI berkewajiban melaporkan keberangkatan maupun kedatangannya kepada Kepala Desa/Lurah setempat yang diteruskan kepada Insantsi atau Dinas terkait. 5. 2. Memperoleh pelayanan dan perlakuan yang sama dalam penempatan diluar negeri. 4. masa penempatan dan masa purna penempatan. Mengawasi pelaksanaan penempatan calon TKI. Memperoleh jaminan perlindungan keselamatan dan kepulangan TKI ketempat asalnya. 8. Membayar biaya pelayanan penempatan TKI diluar negeri sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 3. 2.

d. Situasi. Dokumen-dokumen yang di perlukan oleh seorang Tenaga Kerja. dalam penyebarannya kepada masyarakat luas menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pelakasana Penempatan TKI swasta. Paragraf kedua Pendataan PASAL 10 1) Untuk keperluan rekrutmen perlu dilakukan pendataan.Lombok Timur. calon TKI harus menyerahkan foto copy jati diri (KTP). b. f. 2) Pendataan calon TKI dilakukan oleh Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dan kantor cabang Pelaksana Penempatan TKI Swasta bekerjasama denganuntuk Pemerintah Desa atau Kelurahan. Tata cara perekrutan dan penempatan. 2) Pendaftaran calon TKI dilaakukan oleh Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan bersama kantor cabang Pelaksana Penempatan TKI Swasta. Mekanisme perlindungan dan Mekanisme pembayaran bagi tenaga kerja asal Kab. 2) Sistem Informasi pasar kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Komponen Pembiayaan yang harus ditanggung tenaga kerja. Resiko bekerja dinegara tujuan bekerja. kondisi. Komponen Pembiayaan yang ditanggung oleh pelaksana penempatan TKI Swasta. c. h. 3) Informasi yang di maksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya berisi : a.Lombok Timur. 3) Untuk keperluan pendataan. e. calon TKI tidak dikenakan biaya apapun. ijazah. Pasal 12 . Hak dan Kewajiban Tenaga Kerja. Paragraf ketiga Perekrutan dan Seleksi calon TKI Pasal 11 1) Pencari kerja yang berminat bekerja keluar negeri harus terdaftar pada Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan. akte kelahiran dan sertifikat keterampilan 4) Dalam pelaksana pendataan. budaya dinegara tujuan. g.BAB V TATA CARA PENEMPATAN Bagi Kesatu Pra Penempatan Paragraf ke Satu Informasi Pasal 9 1) Pelayanan informasi kesempatan kerja diluar negeri Pemerintah Daerah dan Pelaksana Penempatan TKI Swasta harus menegmbangkan sistem informasi pasar kerja secara lengkap dan bener dan dapatdi akses secara mudah dan terbuka oleh TKI asal Kab.

Pasal 14 Perekrutan calon TKI oleh Pelaksana Penempatan TKI Swasta dapat dilakukan terhadap calon TKI yang telah memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut : 1. Sosial budaya dan kondisi negara tujuan. 4. 7. Hak dan kewajiban Tenaga Kerja. (2) Perekrutan tidak boleh dilakukan terhadap penduduk yang masih duduk dibangku sekolah Menengah Umum (SMU) dan yang sederajat. 4. (2) Warga Negara asing atau badan hukum asing secara langsung maupun tidak langsung dilarang melakukan perekrutan calon TKI. 7. Pasal 15 (1) Pendaftaran Tenaga kerja dilakukan secara terbuka. Syarat kerja yang memuat antara lain gaji.suami atau istri. Memeiliki sertifikasi kompetensi kerja atau keterampilan atau keahlian yang dibuktikan dengan sertifikat keterampilan. Pragraf keempat Pendidikan dan pelatihan Pasal 16 (1) Calon TKI wajib memilki sertifikat keterampilan /kompetensi kerja sesuai dengan persyaratan jabatan. Persyaratan-persyaratan yang dipenuhi calon TKI. Pasal 13 (1) Rekrutmen Tenaga Kerja hanya dilakukan oleh Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten Lombok Timur dan Pelaksana PenempatanTKI Swasta dan atau cabang pelaksana penempatan TKI Swasta yang terdaftar di Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten Lombok Timur. Memiliki surat ijin orang tua / wali. waktu kerja dan waktu istirahat dan cuti. Berpendidikan sekurang-kurangnya tamat SLTP atau sederajat. (2) Dalam hal calon TKI belum memiliki sertifikat kompetensi kerja sebagaimana dimaksud ayat (1) pelaksana penempatan TKI swasta wajib melakukan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan pekerjaan yang akan di lakukan. jminan sosial. Berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah kecuali bagi calon TKI yang akan dipekerjakan pada pengguna perseorangan sekurangkurangnya berusia 21 tahun. .Pada saat pendaftaran. 3. 2. 8. Biaya-biaya yang dibebankan kepada calon TKI. Lowongan pekerjaan yang tersedia besrta uraian tugas . 3. 5. 6. Prosedur dan kelengkapan dokumen. Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dan atau Kantor Cabang Pelaksana Penemptan TKI Swasta harus menjelaskan : 1. 5. Sehat mental dan fisik yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. langsung dan suka rela. Memiliki kartu tanda penduduk. Tidak sedadang dalam keadaan hamil bagi calon TKI perempuan. 2. Peraturan perundang-undangan yang berlaku dinegara tujuan. 6.

g. Pasak 19 Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur dan pelaksanaan penempatan TKI Swasta berkewajiban mengembangkan metode dan materi pendidikan dan pelatihan kerja yang mengacu pada kebijakan pemerintah pusat. Memberikan ketrampilan bagi Tenaga Kerja yang bersangkutan tentang pekerjaan yang akan di lakukan. d. (2) Pendidikan dan pelatihan kerja Calon TKI sebagai mana di maksud pada ayat (1) bertujuan untuk: a. . ijazah pendidikan terakhir. Memberikan pengetahuan dan pemaha tentang situasi. Mekanisme perlindungan tenaga kerja. Cara-cara mengadukan kasus yang di alami tenaga kerja dan keluarganya. Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang hak dan kewajiban. Paragraf kelima Pemeriksaan Kesehatan Pasal 20 1) Setiap Calon TKI harus mengikuti pemeriksaan kesehatan yang di selenggarakan oleh Pemerintanh Kabupaten Lombok Timur. e. b. f. akte Kelahiran arau Surat Keterangan Kenal Lahir. Bagian kedua Penempatan Tenaga Kerja Paragraph kesatu Sayarat penempatan Pasal 21 Untuk dapat di tempatkan diluar negri calon TKI harus memiliki dokumen yang meliputi : 1. Upaya-upaya atau prosudur yang bias di lakukan dalam menuntut hak-haknya. 2) Pendidikan Dan Pelatihan Kerja sebagai mana di maksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perungdang-undangan yang berkaitan dengan Pendidikan Dan Pelatihan Kerja. Kartu tanda penduduk. 2) Pemerintan Kabupaten Lombok Timur melakukan pemeriksaan kesehatan berdasarkan standar yang di akreditasikan oleh Departemen kesehatan dan di akui Departemen Tenaga Kerja dan Transimigrasi Republik Indonesia. Membekali kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Negara tujuan. kondisi dan resiko bekerja di luar negri.Pasal 17 (1) Calon TKI behak mendapat pendidikan dan pelatihan Kerja sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Pasal 18 1) Pendidikan Dan Pelatihan Kerja dilaksanakan oleh pelaksana penempatan TKI Swasta atau lembaga pelatihan kerja yang telah memenuhi persyaratan. c. (3) Pendidikan dan pelatihan kerja Calon TKI sebagaimana di maksud dalam ayat (1) biaya pelaksana di bebankan kepada pelaksana penempatan TKI Swasta dan dibantu oleh Pemerintah Daerah.

6. Jangka waktu perjanjian kerja. disiapkan oleh pelaksana penempatan TKI Swasta. sekurang-kurangnya memuat : a. 9. Hak dan kewajiban para pihak. g. Surat keterangan sehat berdasrkan hasil pemeriksaan kesehatan. Jabatan atau jenis pekerjaan TKI. i. (4) Perjanjian penempatan TKI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dibuat sekurang-kurangnya rangkap 2 (dua) dengan bermateri cukup dan masing-masing pihak mendapat 1 (satu) perjanjian penempatan TKI yang mempunyai kekuatan hokum yang sama. dan alamat calon TKI. Nama dan alamat calon pengguna . Akibat atas terjadinya pelanggaran perjanjian penemptan TKI oleh salah satu pihak. Waktu keberangkatan calon TKI. ijin orang tua atau ijin wali. (2) Perjanjian kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya memuat : a. Nama dan alamat pengguna. e. Visa kerja. pasilitas dan jaminan sosial. b. (2) Pelaporan sebagamana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan melampirkan copy atau salinan perjanjian penempatan TKI. 8. . f. Perjanjian kerja. d. Jabatan dan jenis pekerjaan calon TKI sesuai permintaan pengguna. dan k. status perkawinan. Jaminan pelaksana penemptan TKI Swastang kepada calon TKI dalm hal pengguna tidak memenuhi kewajibannya keberangkatan calon TKI. umur. Surat Keterangan ijin suami atau istri. Pasal 23 Perjanjian penempatan TKI tidak dapat ditarik kembali dan / atau diubah. b. Perjajian penempatan TKI.2. hak cuti dan waktu istirahat. kecuali atas persetujuan para pihak. c. Kondisi dan syarat kerja yang meliputi jam kerja. Pasal 25 (1) Perjanijian kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 angka 9. 4. Pasal 22 (1) Perjajia penempatan TKI sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 angka 8 dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh calon TKI dan pelaksana penempatan TKI swasta setelah calon TKI yang bersangkutan terpilih dalam perekrutan. Sertipikat ketramilan atau kerja. j. f. Nama. (2) Perjanjian penempatan TKI sebagaimana pada ayat (1). c. h. 3. Tanggung jawab pengurusan penyelesaian masalah. jenis kelamin. e. Biaya penempatan yang harus ditanggung oleh calon TKI dan cara pembayarannya. Nama dan alamat TKI. Tanda tangan para pihak dalam perjanjian penempatan TKI. 7. (3) Ketentuan dalam perjanjian penempatan TKI sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan-perundangan. Nama dan alamat pelaksana penempatan TKI Swasta. Surat Keterangan Status Perkawinan bagi yang telah menikah melampirkan Copy buku nikah. Hak dan kewajiban para pihak dalam rangka penempatan TKI diluar negeri yang harus sesuai dengan kesempatan dan syrat-syarat yang di tentukan oleh calon pengguna tercantum dalam perjanjian kerjasama penempatan . upah dan tata cara pembayaran. d. 5. Pasal 24 (1) Pelaksana Penempatan TKI Swasta wajib melaporkan setiap perjanjian penempatan TKI kepada Dinas yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan. Paspor yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi.

melatih dan menampung tenaga kerja asal Kabupaten Lombok Timur sebelum berangkat ke Negara tujuan. (4) Hubungan kerja antara pengguna dan TKI terjadi setelah perjanjian kerja di sepakati dan di tandatangani oleh para pihak. Mempunyai fasilitas layak untuk mendidik. Pasal 32 (1) Syrat-syarat pelaksana penemptan TKI Swasta yang boleh melakukan penempatan dan rekrutmen tenaga kerja adalah : a. (2) Kantor Cabang Pelaksana Penempatan TKI Swasta harus mempunyai persyaratan : a. Pelaksana penempatan TKI Swasta terdaftar dikantor Dinas yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan Lombok Timur. maka pelaksanaan penempatan TKI Swasta tidak bertanggung jawab atas resiko yang menimpa TKI dalam masa perpanjangan perjanjian kerja. Pasal 27 (1) Perpanjangan jangka waktu perjanjian kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 dapat dilakukan oleh TKI yang bersangkutan atau melalui pelaksana penempatan TKI Swasta. b. Memiliki izin wajib lapor. Mempunyai SIUP pelaksana penemptan TKI Swasta. d. . apabila selama masa berlakunya perjanjian kerja terjadi perubahan jabatan atau jenis pekerjaan. f. TKI yang bersangkutan harus pulang terlebih dahulu ke Indonesia. Pasal 28 TKI yang bekerja pada pengguna perseorangan yang telah berakhir perjanjian kerjanya dan akan perpajang perjanjian kerja. (3) Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara memproleh persetujuan perjanjian kerja dan harus mengacu pada peraturan perundang-undangan. b. Pasal 31 Pelaksana penempatan TKI Swasta bertanggung jawab atas kelengkapan dokumen penempatan yang diperlukan.(3) Setiap TKI wajib menandatangani perjanjian kerja dihadapan pejabat Dinas yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan sebelum TKI yang bersangkutan diberangkatkan keluar negeri. Pasal 30 Bagi TKI yang bekerja pada pengguna perseorangan. (2) Perpanjangan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) harus disepakati oleh para pihak sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan senelum perjanjian kerja pertama berakhir. maka perwakilan pelaksana penempatan TKI Swasta wajib mengurus perubahan perjanjian kerja dengan membuat perjanjian kerja baru dan melaporkannya kepada perwakilan republik Indonesia. atau pindah pengguna. Memiliki alamat tetap dan lengkap sesuai dengan keterangan domisili. e. Pasal 26 Perjanjian kerja dibuat untuk jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat di perpanjang untuk waktu 1(satu) tahun. Pasal 29 Dalam hal perperpanjangan dilakukan sendiri oleh TKI yang bersangkutan. c. Pelaksana penempatan TKI Swasta tersebut memiliki kantor di Lombok Timur dan atau kantor cabang di Lombok Timur. Memiliki izin gangguan (HO). Kepala kantor Cabang berdomisili tetap di Lombok Timur.

(3) Pelaksana Penempatan TKI Swasta di larang melakukan kegiatan rekrutmen secara langsung kedaerah tanpa memiliki kantor dan atau kantor Cabang di Lombok Timur. Peraturan perundang-undangan di negara tujuan. Pasal 37 Penempatan Tenaga Kerja dilakukan pada jenis pekerjaan yang tidak bertentangan dengan norma kesusilaan dan mengarah pada perbudakan. d. Pasal 38 (1) Pemerintah Daerah kabupaten Lombok Timur dan Pelaksana Penempatan TKI Swasta melakukan monitoring perkembangan Tenga Kerja. Salinan perjanjian Kerjasama penempatan yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang . Materi perjanjian kerja. 3) Paragraf kedua Pelaksanaan Penempatan Pasal 35 (1) Penempatan Calon TKI/TKI hanya dapat dilakukan oleh Pelaksana Penempatan TKI swasta yang meliki izin Pemerintah. dan b. Bupati setelah mendapatkan pertimbangan dari Mentri Tenaga Kerja dan Transmigasi Republik Indonesia dapat melarang penempatan Tenaga Kerja Negara tertentu. a. . Pelaksana Penempatan TKI Swasta dan atau kantor cabang pelaksana penempatan TKI Swasta wajib memiliki dokumen : a. Perjanjian rekrutmen (2) Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan berhak dan berkewajiban melakukan verifikasi dokumen-dokumen yang di maksud dalam Pasal 32 ayat (1). Pasal 34 1) 2) Pelaksana penempatan TKI Swasta wajib mengikutsertakan TKI yang akan di berangkatkan keluar negeri dalam pembekalan akhir pemberangkatan. Pembekalan akhir Pemberangkatan (PAP) di maksudkan untuk memberi pemahaman dan pendalaman terhadap. murah. cepat dan tanpa diskriminasi. mudah. Pembekalan akhir pemberangkatan (PAP) menjadi tanggung jawab pemerintah. Salinan Surat permintaan TKI atau Job Order / Demand letter atas nama pelaksana penempatan TKI Swasta yang bersangkutan yang dilegalisir . (2) Berdasarkan pertimbangan khusus. (2) Penempatan Tenaga Kerja di lakukan secara tertib. Pasal 36 (1) Penempatan Tenaga Kerja dapat dilakukan kesemua negara dengan ketentuan tenaga kerja terjamin hak-hak dasarnya untuk mendapat perlindungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara tujuan. b. Perjanjian kerja Induk . Menyetujui Perjanjian penempatan TKI e. (4) Pelaksana Penempatan TKI Swasta wajib mengikutsertakan TKI yang di berangkatkan keluar negeri dalam Program asuransi. c. terbuka.Pasal 33 (1) Untuk melakukan Rekrutmen Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Lombok Timur.

3. 3. pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama dengan . Mengurus pemakaman di Negara tujuan pennempatan TKI atas persetujuan pihak keluarga TKI atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Negara tujuan. Pemutusaan hubungan kerja sebelum masa perjanjian kerja berakhir. Pemberian kemudahan atau fasilitas kepulangan TKI.atau 7. Pasal 43 Dalam hal terjadi perang. Mengurus pemenuhan semua hak-hak TKI yang seharusnya di terima. 5. bencana alam. sebagaimana dimaksud dalam pasal 39 angka 3 dan 7. 5. 4. 2. (2) Pelaporan bagi TKI yang bekerja pada pengguna perseorangan dilakukan oleh Pelaksana Penempatan TKi Swasta.(2) Pelaksana Penempatan TKI Swasta berkewajiban melaporkan tentang perkembangan tenaga kerja secara berkala setiap 6 bulan sekali kepada Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten Lombok Timur. (2) Pengurusan kepulangan TKI sebagamana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Meninggal dunia di Negara tujuan. 4. 2. Pasal 40 (1) Setiap TKI yang akan kembali ke Indonesia wajib melaporkan kepulangannya kepada perwakilan Republik Indonesia di Negara tujuan. Terjadi perang. Berakhirnya masa perjanjian kerja. Pasal 42 Dalam hal TKI meninggal dunia di Negara tujuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 39 angka 5. Memulangkan jenazah TKI ke tempat asal setelah menanggung semua biaya yang di perlukan termasuk biaya penguburan sesuai tatacara agama TKI yang bersangkutan. Bagian Ketiga Purna Penempatan Pasal 39 Kepulangan TKI terjadi karena : 1. Memberitahukan tentang kematian TKI kepada keluarganya paling lambat 3 x 24 jam sejak diketahuinya kematian tersebut. dan 6. 6. Memberikan perlindungan terhadap seluruh harta milik TKI untuk kepentingan anggota keluarganya. bencana alam. (3) Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten Lomok Timur berkewajiban menginformasikan perkembangan tenaga kerja sebagaimana di maksud pada ayat (2) kepada masyarakat luas secara terbuka dan jujur. b. wabah penyakit dan dideportasi. dan c. Dideportasi oleh pemerintah setempat. Pemberian upaya perlindungan terhadap TKI dari kemungkinan adanya tindakan pihakpihak lain yang tidak bertanggung jawab dan dapat meruugikan TKI dalam kepulangan. Mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan tidak bisa menjalankan pekerjaannya lagi. Cuti. melalui media masa. atau wabah penyakit di Negara tujuan. Pasal 41 (1) Kepulangan TKI dari Negara tujuan sampai tiba di daerah asal menjadi tanggung jawab pelaksana penempatan TKI. maka pelaksana penempatan TKI berkewajiban : 1. Mencari informasi tentang sebab-sebab kematian dan memberitahukannya kepada pejabat perwakilan Republik Indonesia dan anggota keluarga TKI yang bersangkutan. Pemberian fasilitas kesehatan bagi TKI yang sakit dalam perjalanan.

maka kedua belah pihak mengupayakan penyelesaian secara damai dengan cara bermusyawarah. Membentuk sistem dan jaringan informasi yang terpadu mengenai pasar kerja luar negeri yang dapat di akses secara luas oleh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lmbok Timur dan pelaksana penempatan TKI Swasta dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain yang mempunyai kompetensi profesional dibidang ketenagakerjaan. Pasal 49 . 2. BAB V PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Bagian Kesatu Pmbinaan Pasal 45 (1) Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melakukan pembinaan kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan penempatan dan perlindungan tenaga kerja diluar negeri. manusia sebagaimana dimaksud dalam pasal 45. Membentuk dan mengembangkan pelatihan kerja yang sesuai dengan standar dan persyaratan yang di tetapkan. BAB IV PENYELESAIAN PERSELISIHAN Bagian kesatu Pembinaan Pasal 44 (1) Dalam hal terjadi sengketa antara TKI dengan pelaksana pennempatan TKI Swasta mengenai pelaksanaan perjanjian penempatan. Pasal 46 Pembinaan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Timur sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 dilakukan dalam bidang informasi. (2) Dalam hal penyelesaian secara musyawarah tidak tercapai maka salah satu atau kedua belah pihak meminta bantuan Instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan Kabupaten Lombok Timur. (2) Dalam rangka pembinaan Tenaga Kerja. sumber daya manusia. Perwakilan Republik Indonesia. Memberikan informasi keseluruhan proses dan prosedur mengenai penempatan TKI di luar negeri termasuk resiko bahaya yang mungkin terjadi selama masa penempatan TKI di luar negeri. Pasal 48 Pembinaan dalam bidang sumber daya dilakukan dengan : 1.Pemerintah. Meningkatkan kualitas keahlian dan atau keterampilan kerja calon TKI/TKI yang akan di tempatkan diluar negeri termasuk kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing. perlindungan TKI. baik Swasta maupun Lembaga Swadaya masyarakat. Pasal 47 Pembinaan dalam bidang informasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 di lakukan dengan : 1. 2. Badan Nasional Penempatan dan perlindungan TKI. (3) Pembinaan sebagaimana di maksud pada ayat (1) dan ayat (2)dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi. mengurus kepulangan TKI sampe kedaerah asal TKI.

Pasal 51 Dalam hal melakukan pengawasan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dapat memutuskan hubungan Kerjasama dengan pelaksana penempatan TKI Swasta dan atau memberikan sanksisanksi sesuai dengan aturan ini. Pasal 53 Pengawasan masyarakat sebagai mana dimaksud dalam pasal 52 dipergunakan dalam hal terjadinya pelanggaran atas kewajiban pelaksanaan penetapan TKI Swasta yang mengakibatkan kerugian bagi tenaga kerja. Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan mulai dari pra pempatan sampai dengan purna penempatan.Pembinaan dalam bidang perlindungan TKI sebagai mana dimaksud dalam pasa 45. Melakukan kerjasama internasional dalam rangka perlingungan TKI sesuai dengan peraturan perundangan. 4. masa penempatan dan purna penempatan. masyarakat dapat berperan serta dalam hal pengawasan. 2. . Bagian kedua Pengawasan Pasal 50 Untuk mewujudkan peran dan tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam perlindugan tenaga kerja. dimana pejabat yang memiliki kewenangan pengawasan tidak melakukan tindakan. Pemerintah Daerah memiliki kewenangan pengawasan terhadap pelaksana penempatan TKI Swasta yang melakukan penempatan tenaga kerja. di lakukan dengan: 1. BAB VI PERLINDUNGAN Bagian Kesatu Perlindungan Melalui Prosedur Pasal 54 (1) (2) Setiap calon TKI mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan sesuai dengan peraturan perundang-undang. Memfasilitasi penyelesaian perselisihan atau sengketa calon TKI/TKI dengan pengguna dan atau pelaksana penempatan TKI Swasta. Menyusun dan mengumumkan daftar mitra usaha dan pengguna bermasalah secara berkala sesuai dengan peraturan perundangan. Pasal 52 Dalam hal penyelenggaraan penempatan Tenaga kerja. 3. Memberikan bimbingan dan advokasi bagi TKI muilai dari pra penempatan.

h. Pembuatan Perjanjian Penempatan. g. Perjanjian kerjasama rekrutmen antara Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan pelaksana penempatan TKI Swasta dan atau kantor Cabang Pelaksana Penempatan TKI Swasta. Pengaturan biaya penempatan. e. Perjanjian kerjasama penempatan. dibuat dan ditandatangani oleh Pelaksana Penempatan TKI Swasta dan Mitra Usaha atau pengguna. Pasal 57 (1) Dengan pertimbangan untuk melindungi calon TKI. Pemberian upah yang tidak boleh lebih rendah dari upah minimum di Negara tujuan penempatan. Pasal 56 Perlindungan selama masa penetapan TKI diluar negeri dilaksanakan antara lain dengan: 1. Pemberian bantuan hukum/Pembelajaran bagi Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Lombok Timur. d. Pemberian bantuan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undang di Negara tujuan serta hukum dan kebiasaan internasional.Lombok Timur dapat menghentikan dan atau melarang penempatan TKI di luar negeri untuk Negara tertentu atau penempatan TKI pada jabatan-jabatan tertentu di luar negeri. Pertanggungan asuransi. Dalam menghentikan dan atau melarang penempatan TKI sebagaimana dimaksud pada ayat(1) Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperhatikan saran dan pertimbangan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI. Penyediaan bantuan kridit biaya penempatan oleh Pemerintah Daerah. Pasal 58 Pelaksanaan penempatan TKI Swasta bertanggugn jawab untuk memberikan perlindungan kepada calon TKI/TKI sesuai perjanjian penempattan. Pembuatan Perjanjian kontrak keja. c. Pasal 60 Perlindungan Tenaga Kerja dilakukan melalui : a. (2) . f. yang isinya selain memuat hak dan kewajiban / ttanggung masing-masing pihak juga memuat perlindungan Tenaga Kerja sekurang-kurangnya memmuat : a. b.Pasal 55 Dalam rangka pemberian perlindungan selama masa penempatan TKI diluar negeri. 2. Pasal 59 Setiap calon TKI/TKI yan bekerja keluar negeri baik secara perorangan maupun yang di tempatkan oleh pelaksana penempatan TKI Swasta wajib mengikuti program perlindungan dan pembinaan TKI. Pembelaan atas pemenuhan hak-hak sesuai dengan perjanjian kerja dan atau peraturan perundanag-undangan di Negara TKI ditempatkan. Pasal 61 1) Pejanjian kerjasama penempatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 60 huruf a.pemerataan kesempatan kerja dan atau untuk kepentingan ketersediaan ketenagakerjaan sesuai dengan kebutuhan nasional Pemerintah Kab. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bekerjasama dengan Perwakilan Republik Indonesia melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perwakilan peleksanaan penempatan TKI swata dan TKI yang ditempatkan diluar negeri.

2) Perjanjian Kerja Sama yang berbentuk Birateral Agrement antara Pemerintah Daerah Lombok Timur dengan Mitra Usaha atau pengguna jasa. c. Jenis dan uraian pekerjaan / Jabatan. jumlah upah dan cara pembayarannya. sekurang-kurangnya harus memuat : a. Syarat-syarat kerja yang isinya mengenai waktu kerja dan istirahat. d. Nama dan Alamat Tenaga Kerja. f. . Upah lembur sesuai dengan ketentuan yang belaku di Negara tujuan penempatan. Asuransi dan atau jaminan social. Pasal 63 Perjanjian kerjasama rekrutmen Pelaksana Penempatan TKI Swasta dilaksanakan dengan mengajukan permohonan rekrutman setelah menunjukkan Job enter/Demant letter. Pasal 64 Perjanjian Penempatan sebagaimana dimaksud pada pasal 60 huruf c. Batas waktu pemberangkatan. Biaya yang akan di bebankan kepada calon TKI. e. b. Pasal 65 Perjanijian Konrtak Kerja senbagaimana dimaksud pasal 60 huruf d. g. Pemberian upah apabila tenaga kerja sakit atau cuti. Waktu kerja dan istirahat. Pembayaran ganti rugi akibat pembatalan pemberangkatan. Jangka waktu perjanjian kerja. Penyelesaian masalah Tenaga Kerja. e. c. Komponen dan besarnya biaya penempatan. Pelaksana Penempatan TKI swasta wajib bertanggung jawab atas keselamatan Tenaga Kerja sesuai dengan perjanjian kerja yang telah di tandatangani. Hak dan Kewajiban kedua belah pihak.b. b. fungsi. Peran. Jangka waktu rekrutmen. Jumlah tenaga kerja yang akan di rekrut selama jangka waktu rekrutmen. Pasal 62 Perjanjian kerjasama rekrutmen sebagaimana di maksud dalam pasal 60 huruf b adalah perjanjian yang di buat dan di tanda tangani antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan Pelaksana Penempatan TKI Swasta. 3) Pelaksana Penempatan TKI Swasta bertanggung jawab terhadap Tenaga Kerja sejak pra penempatan hingga purna pennempatan. 2) Dalam hal Tenaga Kerja ditempatkan pada pengguna yang tidak sesuai dengan perjanjian kerja. e. c. b. Hak dan kewajiban kedua belah pihak. sekurang-kurangnya harus memuat : a. Jabatan dan jenis pekerjaan. d. g. tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak. Jangka waktu perjanjian Kerja. Pasal 66 1) Pelaksana Penempatan TKI Swasta bertanggung jawab langsung terhadap keselamatan Tenaga kerja. e. Nama dan alamat majikan atau pengguna jasa. d. yang isinya adalah : a. c. Jenis dan uraian pekerjaan. f. upah lembur dan upah cuti. Hak dan kewajiban Pelaksana dan Penempatan TKI Swasta dan Calon TKI Indonesia asal Kabupaten Lombook TImur. sekkurang-kurangnya memuat Pasal 60 huruf a sampai huruf g. d.

Harus mencari informasi tentang sebab – sebab kematian dan harus memberitahukan kepada keluarga tenaga kerja sejak diketahui kematian tersebut. Pelaksana Penempatan TKI Swasta tetap bertanggung jawab atas kelanjutan penempatan Tenaga Kerja dan mengurus hak-hak yang bersangkutan. Pasal 68 Dalam hal Tenaga kerja meninggal dunia di Negara penerima. terjadinya pelanggaran asusila. meninggalkan rumah majikan. (3) Besarnya premi atau klaim asuransi di atur berdasarkan aturan khusus mengenai asuransi. c. termasuk biaya penguburan sesuai dengan tata cara agama tenaga kerja. Pasal 71 Apabila Tenaga Kerja meninggalkan rumah majikan. Pelaksana penempatan TKI Swasta bertanggung jawab terhadap hak-hak dan Asuransi Tenaga Kerja asal Kabupaten Lomok Tiimur yang meninggal dunia untuk diserahkan kepada ahli warisnya.Pasal 67 Dalam hal perpanjangan perjanjian kontrak kerja. . (2) Pemerintah Kabupaten Lombok Timur wajib memfasilitasi calon TKI dalam mengembalikan biaya kegagalan pemberangkatan. disebabkan oleh kesalahan majikan. maka pelaksanaan penempatan TKI Swasta wajib membantu menguruskan semua hak-hak. b. Pasal 70 Dalam hal terjadinya kecelakaan kerja. atau pindah tempat kerja maka pelaksanaan penempatan TKI Swasta dalam waktu paling lama satu bulan setelah mendapatkan informasi tersebut harus segera memberitahukan kepala keluarga Tenaga Kerja dengan melampirkan Kronologis kejadian. penetuan tempat jenazah dan prosedurnya paling lambat 3 x 24 jam sejak diketahui kematian tersebut kepada keluarganya. hak-hak yang dimiliki oleh Tenaga Kerja. Pasal 69 (1) Dalam hal pemulangan jenazah Tenaga Kerja. Memberitahukan tentang kematian Tenaga Kerja. atau pindah tempat kerja. Pelaksana Penempatan TKI Swasta berkewajiban memulangkan Tenaga Kerja ketempat asal dengan cara yang layak serta menanggung semua biaya yang diperlukan. Pelaksana Penempatan TKI Swasta berkewajiban : a. (2) Memberikan fasilitas perlindungan terhadap seluruh harta milik tenaga kerja untuk kepentingan anggota keluarganya. termasuk menyalamatkan semua dokumen Tenaga Kerja tersebut. Pasal 73 Asuransi di daftarkan atas nama Calon TKI dan polis Asuransi di pegang sendiri oleh Calon TKI. Bagian kedua Perlindungan melalui Asuransi Pasal 72 (1) Pelaksanaan Penempatan TKI Swasta bertanggung jawab terhadap perlindungan tenaga kerja melalui Asuransi dengan berpedoman pada aturan dan kebijakan nasional.

Paspor).Bagian ketiga Perlindungan Melalui Pengaturan Biaya Pasal 74 (1) Komponen biaya penempatan yang dibebankan pada calon TKI. Pembuatan / penerbitan dokumen jati diri (KTP. e) Bekerjasama dengan instansi terkait baik di kabupaten. Pasal 76 (1) Pembelaan tenaga kerja dilakukan melalui litigasi dan non litigasi. Pasal 78 Tim Pembela Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 77 mempunyai tugas : a) Menerima pengaduan. Konsiliasi dan Arbitrase. Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten Lombok Timur bersama pelaksanaan penempatan TKI Swasta berkewajiban melibatkan peranserta masyarakat. Propensi. Pasal 77 (1) Dalam melakukan pembelaan sebagaimana di maksud dalam pasal 76. instansi terkait. meliputi : a. Pemeriksaan kesehatan. Bagian keempat Pembelaan Tenaga Kerja Pasal 75 Apabila Tenaga Kerja mempunyai masalah. (2) Besarnya biaya sebagaimana di maksud pada ayat (1) berpedoman pada peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Dalam pelaksanaan pembelaan sebagaimana di maksud pada ayat (1) Pemerintah Kabupaten Lombok Timur membentuk Tim Pembela Tenaga Kerja yang anggotanya terdiri dari berbagai komponen seperti Advokat/pengacara. serikat buruh dan masyarakat peduli Tenaga Kerja. maupun Nasional untuk menyelesaikan masalah Tenaga Kerja. baik langsung maupun tidak langsung b) Memberikn informasi mengenai tatacara penanganan/penyelesaian masalah c) Melakukan pembelaan secara litigasi dan non litigasi. (2) Proses non litigasi sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi Mediasi. Pers. LSM. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan pelaksanaan penempatan TKI Swasta bersama-sama dengan pemerintah pusat berdasarkan kewenangannya masing-masing berkewajiban melakukan pembelaan pada Tenaga Kerja yang dilakukan menurut mekanisme yang berlaku di Indonesia. Pelaksanaan penempatan TKI Swasta. . d) Mempersiapkan seluruh laporan mengenai masalah yang di hadapi Tenaga Kerja. b.

pasal 67.000. maka salah satu atau kedua belah pihak dapat meminta bantuan instansi yang bertanggung jawab dibiadang ketenagakerjaan. pasal 24. (2) Jika sengketa terjadi antara Tenaga Kerja dengan majikan maka Tim Pembela Tenaga Kerja bersama instansi terkait dan Pemerintah Pusat menyediakan pembelaan hukum secara CumaCuma. (2) Dalam hal penyelesaian secara musyawarah tidak tercapai. pasal 44. pasal 73 dan pasal 74 Peraturan Daerah ini sehingga merugikan calon TKI secara materiil ataupun moril di ancam pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan atau denda setinggi-tingginya Rp . pasal 62. pasal 14.000. (2) Pelaksana Penempatan TKI Swasta yang merekrut. Pasal 82 Dalam kurun waktu satu minggu setelah mendapat pengaduan. 5. pasal 15.(lima juta rupiah). maka kedua belah pihak mengupayakan secara damai dengan cara bermusyawarah.BAB VI PENYELESAIAN SENGKETA Pasal 79 (1) Dalam hal terjadi sengketa antara TKI Pelaksana penempatan TKI Swasta mengenai pelaksanaan perjanjian penempatan. pasal 20 ayat (1). pasal 66. pasal 68. pasal 40. Pasal 80 (1) Jika sengketa antara Tenaga Kerja dan atau keluaraganya dengan Pelaksana Penempatan TKI Swasta tidak dapat di selesaikan. pasal 59. pasal 70. pasal 72. pasal 57. pasal 12. BAB VIII KETENTUAN PIDANA Pasal 84 (1) Pelaksanaan dan penempatan TKI yang melanggar pasal 2. Pasal 83 Dalam kurun waktu satu bulan setelah mendapat pengaduan Tim Pembela Tenaga Kerja harus memberikan informasi kepada pihak yang mengadukan tentang perkembangan penanganan khasus. Tim Pembela Tenaga Kerja secara berkoordinasi dengan Pelaksana Penempatan TKI Swasta untuk menindak lanjuti pengaduan tersebut. pasal 65. masyarakat atau lembaga swadaya masyrakat dapat mengadukan permasalahan tersebut kepada Tim Pembela Tenaga Kerja. pasal 69.. memberangkatkan dan menempatkan tenaga kerja tanpa prosedur sesuai ketentuan dan peratuaran yang berlaku dapat di ancam . pasal 63. maka proses penyelesaiannya diserahkan kepada pengadilan. pasal 64. BAB VII PENGADUAN MASYARAKAT Pasal 81 Dalam hal keluarga Tenaga kerja atau lembaga swadaya masyarakat mendapat informasi bahwa ada Tenaga Kerja yang mendapat permasalahan di negara tempat bekerja maka keluarga. pasal 22 ayat (1) ayat (2). pasal 71 ayat (1). pasal 60. ayat (3) dan ayat (4). pasal 61. pasal 17.

Melakukan pemeriksaan atas surat dan atau dokumen lain tentang tindak pidana dibidang perlindungan Tenaga Kerja e. f. Menghentikan penyidikan apabila tidak terdapat cukup bukti yang membuktikan tentang adanya tindak pidana dibidang perlindungan tenaga kerja.000.pasal 9 ayat (1) dan pasal 10 diberikan peringatansecara tertulis. BAB VIII SANSKI ADMINISTRASI Pasal 85 (1) Pelaksana Penempatan TKI Swasta atau badan Hukum yang melangar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8.pasal 9 ayat (1) dan pasal 10 dapat di bekukan Ijin Kerjasamanya. c.000.dengan sanksi pidan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan atau denda setingi-tingginya Rp 50.(lima puluh juta rupiah) (3) Perorangan yang merekrut. . d. Penyidik Pegawai Negeri Sipil juga dpt di beri wewenang khusus untuk melakukan penyidikan sesuai Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. (2) Kepada pelaksana Penempatan TKI Swasta atau badan Hukum yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang telah diberikan peringatan tertulis berturut-turut sebanyak 3 (tiga) kali tetap melakukan pelanggaran terhadap pasal 8 . Melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan serta keterangan tentang tindak pidana pada perlindungan tenaga kerja.. (3) Kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipilsebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. (3) Apabila peringatan tertulis di berikan sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dan pembekuan Ijin Kerjasama telah di berikan kepada Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja (TKI) Swasta atau badan Hukum yang karena penempatannya mengakibatkan kerugian yang besar kepada pihak tenaga kerja di berikan sanksi dengan pemutusan kerjasama.(lima juta rupiah) (4) Tindak pidana sebagaimana di maksud pada ayat (1). ayat (2) dan ayat (3) adalah pelanggaran.memberangkatkan dan menempatkan tenaga kerja tanpa prosedur sesuai ketetuan dan peraturan yang berlaku dapat di ancam dengan sanksi pidana selamalamanya 6 bualn dann atau denda setinggi-tingginya Rp 5. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dibidang perlindungan Tenaga Kerja. b. Melakukan pemeriksan terhadap orang atau Badan Hukum yang diduga dan disangka melakukan tindak pidana dibidang perlindungan Tenaga Kerja.000. BAB X PENYIDIKAN Pasal 86 (1) Selain Penyidik Polisi Repuplik Indonesia. Meminta keterangan dan bukti-bukti dari orang atau badan hukum sehubungan dengan tindak pidana perlindungan Tenaga Kerja.000. (2) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang: a. BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 87 Semua perekrutan dan penempatan tenaga kerja yang tidak mengikuti prosedur Peraturan Daerahini dianggap melakukan pelanggaran hukum dan Pemerintah Kebupaten Lombok Timur berhak melakukan tuntutan hukum atau memberikan sanksisesuai dengan kewenangannya.

Ttd LALU NIRWAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2006 NOMOR 5 .sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Bupati Pasal 89 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangklan. Ditetapkan di selong Pada tanggal 27 juni 2006 BUPATI LOMBOK TIMUR Cap.Pasal 88 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini. Agar setip orang mengetahuinya. memeritahkan pengundangan Peraturan Darah ini dengan penempatannyan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur. MOH ALI BIN DACHLAN Diundangkan di selong Pada tanggal 28 Juni 2006 SEKERTARIS DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR Cap. Ttd H.

Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Timur bukan komiditi melainkan warga Negara yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga Negara lainnya. anti diskriminasi. II. di samping itu bekerja merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dimiliki setiap orang. UMUM Dengan meningkatkan mobilitas manusia.A/MEN/2002 Tetang Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Keluar Negeri sehingga perlu ditetapkan Peraturan Daerah Kabupaten tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Timur dalam rangka mengatasi sengketa Tenaga kerja atau perselisihan yang terjadi antara Tenaga kerja dan atau keluarganya sebagai salah satu pihak dengan PJTKI dan atau majikan sebagai pihak laen karena tidak terpenuhinya isi perjanjian oleh para pihak. Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 . Berdasarkan Keputusan Mentri Tenaga Kerja Nomor KEP-157/MEN/1998 tentang Perlindungan TKI di Luar Negeri melalui Asuransi dan Keputusan Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor :KEP-104. dan anti perdagangan manusia. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal Perlindungan dan penempatan Tenaga Kerja Idonesia asal lombbol Timur berdasarkan pada azas persamaan hak dimana semua calon Tenaga kerja mempunyai hak yang sama untuk bekerja sebagai buruh migrant. regional. karena itu perlu di atur lebih lanjut dalam peraturan yang operasional dan lebih memberikan perlindungan dalam peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur. kesetaraan gender. nasional. dan pelayanan kepada Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Timur sebagai implementasi dari perlindungan dan pelayanan serta pembinaan kepada warga Negara yang berkaitan dengan penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia memerlukan penyempurnaan.PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PENEMPATAN. memberdayakan mereka serta memberikan perlindungan hukum bagi mereka berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi. maupun internasional. modal barang dan jasa karena pengaruh era globalisasi sangat mempengaruhi pola perburuhan baik secara lokal. PERLINDUNGAN DAN PEMBINAAN TENAGA KERJA INDONESIA ASAL KABUPATEN LOMBOK TIMUR I. Unutk itu perlu diperlukan kebijakan yang memberikan perlindungan. Keterpaduan dimana proses dan penempatan tenaga kerja di laksanakan secara terpadu antara pihak PPTKIS dan pemerintah Kebebasan untuk menilih pekerjaan dan berkeadilan social dengan selalu memperhatikan kesetaraan dan keadilan bagi laki-laki dan permpuan sehingga proses perlindungan dan kususnya penempatan tenaga kerja bukan menjadikan TKI sebagai objek untuk diperjualbelikan. keadilan. Dalam hal ini Negara wajib menjamin tersedianya lapangan kerja.

Huruf g Komponen pembioayaan yang harus ditanggung oleh pelaksana Penempatan TKI swasta adalah transport lokal.Penyelenggaraan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri dilakukan secara seimbang oleh Pemerintah dan masyarakat. pelatihan. dan mengawasi pelaksanaannya. tiket keberangkatan. Agar penyelenggaraan penempatan dan perlindungan TKI diluar negeri tersebut dapat berhasil guna dan berdaya guna. membina. akomodasi dan konsumsi. asuransi tenaga kerja dan biaya pembekalan akhir pemberangkatan. dan visa kerja. tes kesehatan. Pemerintah perlu mengatur. Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas Pasal 7 Cukup jelas Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Huruf a s/d e Huruf f Komponen pembiayaan yang harus ditanggung oleh tenaga kerja adalah paspor. Huruf g Cukup jelas Pasal 10 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas .

yang dapat mendoronng TKI yang bersangkutan berada pada keadaan yang rentan dengan pelecehan seksual. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 17 Ayat (1) Cukup jelas .Pasal 11 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 12 Cukup jelas Pasal 13 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 14 Angka 1 Dalam rangka prateik TKI yang bekerja pada Pengguna perseorangan selalu mempunyai hubungan personal yang intens dengan pengguna. Mengingat hal itu. Dengan demikian resiko terjadinya pelecehan seksual dapat diminimalisai. Angka 1 s/d 7 Cukup jelas Pasal 15 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 16 Ayat (1) Yang dimaksud dengan sertifikasi kompetensi kerja atau keterampilan atau keahlian proses pemberian sertifikat kompetensi/keterampilan yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi nasioanal dan atau internasional. maka pada pekerjaan tersebut diperlukan orang yang betul-betul matang dari aspek kepribadian dan emosi.

Ayat (2) Huruf a s/d f Cukup jelas Huruf g Yang diimaksud dengan mampu berkomunikasi dengan bahasa asing adalah mampu menggunakan bahasa sehari-hari yang di gunakan di Negara tujuan. Ayat (3) Cukup jelas Pasal 18 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas Pasal 22 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Pasal 23 Cukup jelas Pasal 24 Ayat (1) .

Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Pasal 26 Cukup jelas Pasal 27 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 28 Cukup jelas Pasal 29 Cukup jelas Pasal 30 Cukup jelas Pasal 31 Cukup jelas Pasal 32 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas .

Pasal 33 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Pasal 34 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 35 Ayat (1) Pelaksana penemptan TKI swasta sebelum berlakunya peraturan daerah ini disebut dengan Perusahaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ayat (2) Cukup jelas Pasal 36 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 37 Cukup jelas Pasal 38 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas .

Pasal 39 Cukup jelas Pasal 40 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 41 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 42 Cukup jelas Pasal 43 Cukup jelas Pasal 44 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 45 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 46 Cukup jelas Pasal 47 Cukup jelas Pasal 48 Cukup jelas .

Pasal 49 Cukup jelas Pasal 50 Cukup jelas Pasal 51 Cukup jelas Pasal 52 Cukup jelas Pasal 53 Cukup jelas Pasal 54 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 55 Cukup jelas Pasal 56 Cukup jelas Pasal 57 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 58 Cukup jelas Pasal 59 Cukup jelas Pasal 60 Cukup jelas Pasal 61 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) .

anak dan keluarga sampai garis keturunan ketiga. ssuami atau istri. Pasal 69 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 70 Cukup jelas Pasal 71 Cukup jelas Pasal 72 .Cukup jelas Pasal 62 Cukup jelas Pasal 63 Cukup jelas Pasal 64 Cukup jelas Pasal 65 Cukup jelas Pasal 66 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 67 Cukup jelas Pasal 68 Huruf a dan b Cukup jelas Huruf c Ahli waris adalah orang yang berhak atas harta yang di tinggalkan oleh pewarisnya.yang dalam hal ini antara lain terdiri dari orang tua kandung. bagi yang belum menika.

Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 73 Cukup jelas Pasal 74 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 75 Cukup jelas Pasal 76 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 77 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 78 Cukup jelas Pasal 79 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 80 Ayat (1) .

Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 81 Cukup jelas Pasal 82 Cukup jelas Pasal 83 Cukup jelas Pasal 84 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Pasal 85 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 86 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 87 Cukup jelas .

Pasal 88 Cukup jelas Pasal 89 Cukup jelas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful