MUQODDIMAH

Dengan berharap barakah dari Allah, maghfirah serta ridlo-Nya, kami mulai tulisan sederhana dalam upaya mengungkap tafsir Surat Yasin yang Agung ini dengan kalimah (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Sebab Rasulullah saw bersabda dalam sebuah Hadits :

“Tiap urusan yang tidak dimulai dengan di dalamnya Bismillahirrahmanirrahim, maka terputus barakah-Nya” . Dalam Hadits lain, Rasulullah saw bersabda :

dengan

“Tiap urusan yang mengandung kebaikan yang tidka dimulai di dalamnya dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka terputuslah barakah-Nya”. Surat Yasiin termasuk golongan Surat Makkiyyah yaitu surat yang turun di Mekkah saat Nabi Muhammad saw belum berhijrah ke Madinah. Diturunkan sesudah surat Al-Jin, terdiri atas 83 ayat. Ditempatkan dalam Mushaf pada Juz ke22 untuk ayat 1-21 dan juz 23 mulai ayat 22-83, dengan nomor surat adalah 36 sesudah surat Faathir. Surat Yasin barangkali adalah surat yang paling terkenal bagi orang awam di Indonesia, diluar surat-surat pendek yang terdapat dalam Juz ‘Amma. Sehingga banyak orang yang tidak dapat membaca Al-Qur’an sekalipun, ia dapat menghafal di luar kepala Surat Yasin, terlepas dari benar dan salahnya lafal yang diucapkannya ditinjau dari qaidah Ilmu Tajwid. Mengapa demikian ? Sebuah fenomena yang nyata dan hidup di masyarakat kita di Indonesia, baik di kota ataupun di desa, meski Rasulullah saw tidak pernah mencontohkannya secara langsung, adalah adanya Majlis Pembacaan Surat Yasin. Khususnya pada setiap malam jum’at, tatkala ada kematian, pada permulaan acara sebuah Majlis Ta’lim, pada malam Nisfu Sya’ban, dan lain sebagainya. Semuanya ini merupakan media yang sangat berperan yang mendorong ummat untuk mau membaca bahkan menghafalkannya. Sehingga apa yang diinginkan Rasulullah saw dalam HR. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda :

1

“Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (Surat Yasin) ini berada dalam hati setiap manusia dari ummatku”, menjadi sebuah kenyataan di Indonesia, sebuah negeri dengan mayoritas penduduk muslimnya terbesar di dunia ini. Tradisi yang tumbuh subur dan dikembangkan sejak dahulu oleh para Ulama di Indonesia ini, meski oleh sebagian orang dihukumi “Bid’ah”, sebenarnya memilki pijakan dalil yang kuat. Para Ulama di Indonesia yang sebagian besar bermadzhab Syafi’I, menyandarkan amaliyyahnya ini kepada sebuah Qaidah Fiqh, yang terkenal dalam Madzhab Syafi’I yang mengatakan :

“Asal pokok dari segala sesuatu adalah boleh atau mubah sehingga ada dalil yang menunjukkan keharamannya”. Qaidah ini dikutip oleh para Ulama diantaranya dari Kitab karya Imam AsSuyuthi yang berjudul “Al-Asybah wan Nadzair”, dan yang diakui pula kebenarannya oleh Prof DR. Yusuf Qardhawi dalam “Al-Halalu wal Haramu fil Islami” karena memiliki sumber dalil yang kuat dari berbagai ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasul. Diantaranya menurut DR. Yusuf Qardhawi adalah QS. 2 Al-Baqarah : 29, QS. 45 Al-Jatsiyah : 13 dan QS. 31 Luqman : 20. Qaidah ini berbeda dengan yang dikembangkan oleh Abu Hanifah pendiri Madzhab Hanafi yang mengatakan bahwa : “Pokok dari segala sesuatu itu adalah dilarang (Haram) sehingga ada dalil yang menunjukkan kebolehannya”. Itulah sebabnya di masyarakat kita ada sebagian orang yang tidak menyukai adanya aktifitas seperti Majlis Pembacaan Surat Yasin Tetapi ikhtilaful ‘Ulama adalah rahmat. Kearifan kita untuk bersikap tasammuh (toleran) dan mengakui adanya pluralitas pendapat, akan melahirkan ketentraman dalam beragama. “Klaim” yang terlalu tergesa-gesa untuk menghukumi amaliyyah orang lain sebagai sesat hendaknya mulai dijauhkan dari pemikiran kita. Sebab berpotensi untuk memicu tafaruq (perpecahan) diantara ummat Islam. Sehingga cita-cita kita untuk menjalin Ukhuwah Islamiyyah (Persatuan Ummat Islam) demi ‘Izzul Islam wal Muslimin” (Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin) hanyalah sebuah khayalan belaka. Kedudukan Surat Yasin sebagai “Qalbu al-Qur’an”, disamping fadhilah lain diantaranya untuk pengampunan dosa merupakan motifator terbesar bagi ummat untuk memperbanyak membacanya. Hanya amat disayangkan bahwa sedikit sekali, khususnya di masyarakat awam yang jauh dari dunia santri, yang mengetahui sekedar tarjamahnya apalagi untuk kandungan makna dan tafsirnya secara mendalam. Sementara Tafsir berbahasa Indonesia yang secara khusus mengkaji surat Yasin pun amat sedikit. Kebanyakan ia merupakan satu kesatuan dengan tafsir surat lainnya. Risalah sederhana ini dimaksudkan untuk sedikit mengisi kekosongan dalam aspek yang terakhir ini. Sehingga ummat Islam diharapkan tidak hanya sekedar

2

“mengambil barakah” dengan membacanya saja. Tetapi Yasin sebagai bagian integral dari Al-Qur’an, hendaknya diposisikan sebagai “Way of Life”. Sehingga mengetahui tafsirnya adalah sebuah kemestian. Dan barakah yang akan didapat tentunya lebih banyak lagi. Tiga Kitab Besar yang mu’tabarah dalam bidang Tafsir, yang lebih dikenal sebagai Tafsir Qurthubi, Jalalain dan Ibnu Katsir, adalah rujukan utama kami dalam menyusun buku ini. Kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabain Nuzul, karya Imam AsSuyuthii, juga kami pergunakan. Kemudian untuk memperluas kajian, kami menggunakan berbagai literature yang berkaitan dengan topik bahasan yang ada. Ada sekitar 25 (dua puluh lima) topik dalam buku ini yang kami simpulkan dari 83 ayat yang terdapat dalam surat Yasin ini. Kemudian kami tambahkan pula di dalamnya topik tentang fadhilah surat yasin dan hikmah yasin sebagai qalbul qur’an. Mengapa hal ini kami anggap penting, adalah sebagai targhib. Sehingga orang akan makin terdorong untuk terus membacanya, mengkaji dan mengamalkan isi dan kandungannya. Menafsirkan ayat dengan ayat Al-Qur’an lain atau dengan berbagai Hadits dan riwayat adalah ciri tulisan ini. Pendekatan sains sebagai alat bantu dalam memahami ayat yang berhubungan dengan kekuasaan Allah di semesta alam, juga kami gunakan. Semoga ada manfaatnya. Amien.

Wassalaam Mataram Nusa Tenggara Barat Jum’at 20 ramadhan 1427 H (13 Oktober 2006 M) Al-Faqir Ilallah : Agus Gustiwang Saputra

3

. Menurut Ibnu Hibban sebagaimana diriwayatkan oleh Ash-Shon’ani dalam Kitab Subulus Salam : “Pengertian lafal “Mautakum” ini adalah orang yang dalam sakaratul maut” Tetapi Hadits ini oleh Ibnu Qathan dinilai cacat karena termasuk Hadits Mudtharib. Tidak ada bedanya antara bacaan Yasin dari jama’ah yang hadir dekat orang mati atau diatas kuburnya dengan membaca seluruh ayat Al-Qur’an atau sebagiannya bagi orang mati.FADHILAH SURAT YASIIN 1. Wallahu a’lam. Abu Dawud. yakni Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani. Tetapi Ash-Shon’ani. 2. Abu Dawud dan Ibnu Majah dalam Kitab Sunan-nya. bersabda : “Bacakanlah kepada orang yang akan mati diantara kalian. yang meriwayatkan dari Abu Darda dan Abu Dzar ra. dari Ma’qil bin Yasar ra. Mauquf dan karena tidak diketahui identitas Abu Utsman dan ayahnya itu (selaku Rijalul Hadits pada sanadnya). HR. keduanya berkata : Rasulullah saw. derajat Shohih menurut Ibnu Hibban dari Ma’qil bin Yasar ra. bahwasanya Nabi saw. dalam Subulus Salam mengutip pula Hadits dari pengarang Kitab “Al-Firdaus”. HR. Dari keterangan ini dapatlah dipahami adanya sebagian Ulama dalam Madzhab Syafi’I yang memperkenankan pembacaan Surat Yasin bagi orang yang mati dan pembacaan surat Yasin yang dilakukan oleh para peziarah Qubur pada saat ia berziarah Qubur. pernah bersabda : “Tiada dari mayyit yang saat sakaratul maut itu dibacakan disisinya surat Yasin melainkan Allah akan meringankan siksanya” 4 . bahwa Nabi saw bersabda : “Bacakanlah surat Yasiin kepada orang mati diantara kamu” Sehubungan dengan Hadits ini.. Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani berkata dalam Kitab Adz-Dzakhiiratuts Tsamiinah : “Hadits ini derajatnya Hasan.. di Masjid atau di rumah”. Nasa’I. surat Yasin” Hadits ini terdapat pula dalam Kitab Bullughul Maram karya Amirul Mu’minin Ilmu Hadits.

dari Atha bin Abi Rabah ra. HR. terampunilah dosanya pada pagi harinya. dari Abu Hurairah ra. dalam muqaddimah juz ke-23 pada Kitab Tafsir Al-Azhar mengemukakan pengalaman pribadinya saat dimintai tolong membacakan surat Yasin kepada orang yang sedang sakaratul maut yang sulit sekali melepaskan ruhnya padahal sudah diajarkan Kalimat Syahadat. sebuah Madzhab Fiqh yang paling banyak dianut oleh para Ulama di Saudi Arabia. meriwayatkan hadits yang sama tanpa menyebutkan tentang Surat Ad-Dukhan. terampunilah dosanya pada pagi harinya” Ulama Hadits lain yakni Abu Na’im dalam Kitab Mukhtarul Ahadits AnNabawiyyah karya Sayyid Ahmad Al-Hasyimi. Dan barang siapa membaca Haamim yang tersebut dalam Surat Ad-Dukhan pada suatu malam. mengatakan : “Jika surat ini dibacakan di dekat orang yang sedang sakaratul maut. Al-Hafidzh Abu Ya’la dengan sanad “Jayyid” (Bagus) dalam Tafsir Ibnu Katsir. Hamka. Sampai di ujung ayat ini. mantan Ketua MUI Pusat. Allah akan meringankan baginya dan memudahkan keluarnya roh” Prof DR. Hamka mengatakan : “Sejak mulai ayat pertama Yasin dibaca. ia berkata. saya membaca dan sampai di situ pulalah nafasnya yang terakhir…………………dan bacaan saya teruskan sampai akhir surat Waktu itu saya rasakan benar dari pengaruh bacaan itu menambah keyakinan saya kepada apa yang diterangkan oleh seorang diantara Imam-Imam kita yang berpengalaman. dipenuhi segala keperluannya” 4.Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal pendiri Madzhab Hambali. HR.. 5 . Imam Ahmad bin Hanbal…………………” 3. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada suatu malam. mulailah si sakit tidak menghempashempas lagi. Ad-Darami dalam Kitab Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. : Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada permulaan hari. kian lama kian tenang dan sesampai pada ayat ke-77 {Awalam yaral insanu anna khalaqnahu min nuthfathin faidzaa huwa khasiimum mubin}.

bahwa Rasulullah saw bersabda : “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban. Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar ra. Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharapkan ridlo Allah.6. HR. adalah 6 . dari Syeikh Muhammad Darwis Al-Bairuti dari Libanon dalam Kitab Asnal Mathalib. maka Allah “turun” ke langit dunia dan melihat kepada penduduk bumi maka Dia (Allah) memberi ampun kepada semua penduduk bumi kecuali orang kafir dan orang yang sedang bersengketa” Diperkuat oleh Qaul Ulama.7 inilah diantara Hadits yang dipergunakan oleh sebagaian Ulama di Indonesia sebagai argumentasi adanya amaliyyah pembacaan surat Yasin pada Malam Nisfu Sya’ban. HR. diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. diampuni dosa-dosanya” Hadits nomor 4.. Maka bacakanlah (surat Yasiin) ini kepada orang-orang mati diantara kalian” 7.5. diampuni dosa-dosanya” 6. sebagai malam pengampunan dosa. Nabi saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada siang dan malam dengan mengharap wajah (keridloan) Allah. Ibnu Sunni dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharap ridlo Allah ‘Azza wa Jalla. dan membaca Do’a Nisfu Sya’ban yang masyhur itu.. Sebagaimana Hadits Nabi dalam Kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu Laits AsSamarqandiy dengan sanadnya dari Abu Umamah ra. HR.5. bahwa ia berkata : “Adapun membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Sholat Maghrib. Ibnu Hibban dari Jundub bin Abdullah ra.

dan hukumnya Mubah (Boleh). Tiada seorang membacanya dengan (ikhlas) karena mengharap ridho Allah dan mengharap pahala akhirat. Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Kemudian diperkuat oleh HR. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri dengan segala Kekuasaan-Nya) dari bawah ‘Arasy. Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. HR. 9. dari Maqil bin Yasir ra. melainkan diampuni baginya dosanya. Tiada Tuhan selain Dia. Tirmidzi dari Anas ra. Al-Hadits dalam Kitab Tafsir SurahYasiin karya Syeikh Hamami Zadah dan Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. Ahmad. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. Turun bersama tiap ayat daripadanya 80 (delapan puluh) Malaikat. Dan barang siapa membacanya. Dan dikeluarkan Ayat Kursiy (Allah. Dan Yasin adalah Qalbul Qur’an (Hatinya AlQur’an). Konon yang menyusunnya adalah Imam Al-Buni”. 8. Nabi saw bersabda : 7 . Dan bacakanlah Yasin kepada orang mati diantara kalian”.merupakan sebagian karya orang Sholeh yang ia susun sendiri. Kemudian disambungkan dengannya (Al-Baqarah). bahwa Nabi saw bersabda : “Surat Al-Baqarah adalah punggung Al-Qur’an bahkan puncaknya. berkata.

Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra. dan tarhib ( hal untuk memberikan rasa takut untuk berbuat ma’shiyat) dengan menggunakan Hadits Dloif selama bukan tergolong Hadits Maudlu (Palsu)”.“Sesungguhnya Allah SWT membaca Surat Yasiin dan Surat Thaha sebelum Ia menciptakan langit dan bumi selama 2000 (dua ribu) tahun. targhib (hal yang dapat menyenangkan orang untuk giat beribadah). yang telah diturunkan kepadanya 2 (dua) surat ini.beramal dalam hal-hal yang berkaitan dengan fadloilul (Keutamaan) amal. bahkan ada diantaranya yang dloif. Maka tatkala para Malaikat mendengarnya. salah seorang Mujtahid dalam Madzhab Syafi’i dalam Kitab Al-Adzkar berkata : “Para Ulama dari golongan Ahli Hadits. karena sesungguhnya di dalamnya (Surat Yasiin) terkandung banyak kekhususan (keistimewaan)” 11. mereka berkata : Beruntunglah ummat Muhammad. Mengapa demikian ? Imam Nawawi. Nabi saw bersabda : “Perbanyaklah membaca surat ini (Yasiin). Alasan kami tetap mencantumkannya adalah untuk tujuan fadloilul amal.. 8 . Dan beruntunglah bagi orang yang hafal 2 (dua) surat ini. Nabi saw bersabda : “Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (surat Yasiin) berada dalam hati setiap manusia dari ummatku” Hadits-hadits diatas yang mengungkapkan Fadlilah surat Yasin ini menurut para Ulama Ahli Hadits tidak seluruhnya shohih. Al-Hadits dalam Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah. Beruntunglah lidahlidah yang berbicara menggunakan kedua surat ini” 10. Ahli Fiqh dan yang lainnya telah berkata : “Boleh-bahkan disunnatkan. HR.

Mereka sangat mengharapkan pertolongan Nabi saw dan berkata : “Kami sangat mengharapkan bantuanmu atas nama Allah dan atas nama keluarga”. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. akan tetapi tak seorang pun diantara mereka yang beriman. maka karena itu mereka tertengadah. mereka tidak akan beriman”. diriwayatkan oleh Abu Na’im di dalam Kitab Ad-Dalail yang bersumber dari Ibnu Abbas ra : “Bahwa ketika Rasulullah saw membaca Surat As-Sajdah dengan nyaring. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. maka turunlah ayat-ayat ini (QS. karena itu mereka lalai. orangorang Qurays merasa terganggu. dan mereka bersiap-siap untuk menyiksa Rasulullah tetapi tiba-tiba tangan mereka terbelenggu di pundak-pundaknya dan mereka menjadi buta sama sekali. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. 36 Yasiin : 1-10)” 9 . Kemudian Rasulullah saw berdo’a dan mereka pun sembuh. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan.TAFSIR AYAT 1-10 1. 4. 7. karena mereka tidak beriman. Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. Asbabun Nuzul ayat ini (QS.Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. 36 Yasiin : 1-10) enurut Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi. 9. lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. 6. 8. Sehubungan dengan kejadian ini. 5. 3.(Sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (Yang berada) di atas jalan yang lurus. 10. ”Yaa Siin 2.

Allah SWT bersumpah dengan Al-Qur’an yang penuh hikmah. keduanya disebutkan orang menjadi nama dari Nabi kita Muhammad saw. nama Thaha dan Yasin turut dituliskan”. sebagaimana Rasul-Rasul lain yang telah diutus Allah sebelumnya. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapakbapak mereka belum pernah diberi peringatan. maka yang dimaksud dengan manusia itu ialah Nabi Muhammad. …………Di tulisan indah untuk menghiasai dinding Masjid Nabawi di Madinah. Dalam QS. adalah : Yaa Insaanu (Wahai manusia). bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Muqaatil . Al-Hasan. Kemudian Hamka mengatakan : “Jika dikatakan bahwa artinya adalah “Hai Manusia”. sesungguhnya kamu (Muhammad) adalah sungguh-sungguh salah seorang dari rasul-rasul. dituliskan orang nama –nama Nabi Muhammad saw. 2. 36 Yasin : 1-6) Ada Ikhtilaful Ulama tentang arti lafal dalam ayat pertama. (yang berada) di atas jalan yang lurus. 36 Yasin : 2-3. adalah benar-benar seorang Rasul utusan Allah. 10 . adalah : Yaa Muhammad 3. Dalam QS. adalah : Salah satu dari nama Nabi Muhammad Dari sekian pendapat ini.SUMPAH ALLAH SWT BAHWA NABI MUHAMMAD SAW BENAR-BENAR SEORANG RASUL (QS. diantaranya : 1. karena itu mereka lalai”. 36 Yasiin : 2-6. Oleh sebab itu maka bersama dengan dua huruf di pangkal Surat Thaha. adalah : Nama dari nama-nama Al-Qur’an 4. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Menurut Ma’mar dari Qotadah. Allah berfirman : “Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. sebagaimana firman-Nya : (Demi Al Qur'an yang penuh hikmah). Menurut Muhammad bin Hanifiyah. Menurut Ibnu Abbas ra. Sufyan bin Uyainah. Menurut Malik dari Zaid bin Aslam. para ahli Tafsir kebanyakan mengartikan dengan menghubungkannya kepada nama Nabi Muhammad. Menurut Sa’id bin Jubair. menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. adalah : Nama dari Asma-asma Allah 5. Adl-Dlohak. ‘Ikrimah.

• Kecerdasannya dalam mengungkapkan nilai kebenaran tersebut. Menurut Tafsir Jalalain. Mahmud Yunus dalam Qamus ArabIndonesia berarti : Orang Cendekia. Secara lughah (bahasa). adalah : Tersusun rapi dengan menakjubkan pada susunan kata-katanya. (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu” (QS. Dalam Al-Qur’an. • Kebenaran isi dan kandungannya. 3.Dalam Kitab Syarah Riyadlul Badi’ah karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi. Demi Waktu Dluha). menurut Prof. yang mendorong para pembacanya untuk terus menerus mengkaji dan menemukan rahasianya. Jika semua pendapat ini kita gabungkan. (Demi Bukit Thursina (Gunung Sinai) 11 . dikemukakan bahwa : “Menurut riwayat yang masyhur bahwasanya jumlah para Rasul itu adalah 313 Rasul sebagaimana Hadits Abi Dzar ra”. maka arti dari “Wal-Qur’anil Hakiim” mencakup 4 (aspek) aspek. Failusuf. Menurut Tafsir Qurthubi. adalah sebagaimana firman Allah : “Alif Laam Raa. pada badi’ dan ma’aninya. RI adalah : Yang penuh hikmah 5. adalah : Menunjukkan bahwa Al-Qur’an ini mengandung berbagai hikmah dan tidak tercampur dengan kebathilan dari depannya ataupun belakangnya. misalnya : (Demi waktu. Allah SWT kadang bersumpah.000 Nabi. Menurut Tarjamah Al-Qur’an Depag. Demi Malam-Malam yang Sepuluh. dengan waktu. serta • Kandungan hikmah yang dalam. Makna kata dalam ayat ke-2 ini. Menurut Ibnu Katsir. yakni : • Keindahan susunan kata dan bahasa. 11 Hud : 1) 2. 4. adalah : 1. misalnya : (Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini Mekkah). Demi Waktu Fajar. Tetapi terkadang dengan Dia bersumpah dengan tempat. Sedang Jumlah para Nabi menurut para Ulama adalah 124.

ialah mengikuti tuntunan Allah dan Rasulullah. yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya adalah : “Jalan yang lurus yang tidak berliku. menurut Ibnu Katsir senada dengan ayat : “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Sumpah Allah dengan Al-Qur’an ini adalah untuk menegaskan kebenaran kerasulan Muhammad saw.Menurut sebagian Ulama. Kalimat “Shirathal Mustaqim”. Sebagaimana riwayat dari Ali ra. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. bila sesuatu dijadikan sebagai media sumpah. menunjukkan bahwa sesuatu itu amat penting. Ayat ke 4-5 yang berbunyi : “(Yang berada) di atas jalan yang lurus. Sedangkan pertanyaan berikutnya tentang darimana datangnya Al-Qur’an tersebut. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. 42 Asy-Syura : 52) Menurut Hamka. Juga berarti Kitab Allah. dijawab oleh Allah dalam ayat ke-5. isi dan kandungannya yang benar dan lain sebagainya. dapat dipastikan bahwa ia teramat istimewa. Allah menegaskan bahwa Muhammad bin Abdullah itulah yang membawanya. karena ia benar-benar seorang Rasul utusan Allah. Sehingga jika Al-Qur’an menjadi media sumpah-Nya Allah. pertanyaan selanjutnya adalah siapakah manusia mulia yang membawanya tersebut dan dari mana datangnya ? Maka pada ayat ke-3. dalam ayat ke-4 yang pendek ini. (QS. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang”. tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : 12 . Sehingga jika seseorang terkagum-kagum dengan I’jazul Qur’an yang mengatasi semua karya manusia. baik dari segi keindahan susunan bahasanya. Allah SWT menjelaskan Khitthah (Garis perjuangan) Nabi Muhammad saw dalam perjuangan da’wahnya adalah “Membawa manusia berjalan dalam hidup ini di atas garis yang lurus”.

ini. dan dimuka jalan ada suara berseru. sesat dan menyimpang. “Celaka anda. Dan diatas jalanan ada seruan. Seorang Nabi dan da’I pada umumnya diperintahkan untuk menjadi Basyiran (pemberi kabar gembira) dan Nadziiran (pemberi peringatan). Tirmidzi. (HR. karena itu mereka lalai). yang menang dan tidak dapat ditaklukkan”. kepercayaan dan perilaku serta budaya masyarakat yang jahiliyyah. Maha Perkasa. menegaskan bahwa yang menurunkan Al-Qur’an yang penuh hikmah itu itu adalah Allah SWT Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Tirmidzi. pada tiap pintu ada tabir yang menutupi pintu. untuk berda’wah dengan menjadi Nadzir (pemberi peringatan). tak terkalahkan oleh apaun. sedang di kanan kiri jalan ada dinding (pagar tembok) dan dipagar ada pintu-pintu terbuka. makin mengukuhkan keyakinan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw pasti mengandung sesuatu yang luar biasa karena ia diturunkan dari Dzat Yang Maha Perkasa. Dan pintu yang terbuka ialah apa-apa yang diharamkan Allah. Merupakan ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad saw. yang tidak akan diterima oleh Allah selainnya (selain Islam)”. “Hai manusia masuklah ke jalan ini. Sedang seruan dimuka jalan itu adalah Kitab Allah. Shirat itu ialah Islam. Menurut Imam Al-Qusyairi. dan pagar itu adalah Hududullah (Batas-batas Hukum Allah). dari An-Nawas bin Sam’an ra. dan janganlah berbelok. dan seruan diatas shirath ialah nasehat dalam hati setiap muslim”. Lebih jelas lagi dalam HR. Ayat ke-6 yang berbunyi : (Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. Sehingga Asmaul Husna-Al-Aziz. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Allah mengadakan contoh perumpamaan “Shirathol Mustaqim (suatu jalan yang lurus). dalam At-Tahbier fit Tadzkiir. Nasa’I. 13 . Maka bila ada orang yang akan membuka pintu diperingatkan. Nasa’I) Ayat ke-5 yang berbunyi : (Yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang). Ahmad. Ahmad. sungguh jika anada membuka pasti akan masuk”. sebagai agama Allah. Dan berda’wah dengan menjadi Nadzir adalah lebih berat karena pasti akan melawan arus pemikiran. Dia-lah yang mengalahkan yang tidak dapat dikalahkan.Juga berarti Islam. mengatakan bahwa : “Al-Aziz artinya adalah : Allah yang Maha Kuat. jangan membuka.

Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu. yakni : 1. ada ikhtilaf diantara para Ulama. tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah kepada Kaum manapun.Senada dengan ayat ini. adalah : “Kaum Qurays”. (QS. ayat yang semakna dengan ayat ini adalah : “Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu (Muhammad) seorang pemberi peringatanpun”. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu (Muhammad) . belum ada seorang Nabi dan Rasul pun yang memberi peringatan kepada mereka (Kaum Quraisy). Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsirnya. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. (QS. (QS 34 Saba : 44) “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya". 2. Karena sejak zaman Nabi Ismail as. sampai masa kenabian Muhammad saw. Fakta sejarah menunjukkan bahwa masa antara berakhirnya Kenabian Isa as hingga kedatangan Nabi Muhammad saw. Sehingga masa ini dikenal sebagai Zaman Fatrah ( ) 3. mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk”. 35 Fathir : 24) Sementara arti kata “Qowman” (Kaum) dalam ayat diatas. Menurut Qatadah dan Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. sebagian besar Ulama Tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud kaum disini adalah : Bangsa Arab. 32 As-Sajdah : 3) 14 . sehingga mereka lalai. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Menurut Al-Qurthubi. Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. adalah : Bangsa Arab dan Kaum-kaum lain yang belum pernah bapak-bapak mereka didatangi seorang Rasul yang memberi peringatan kepada mereka.

Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya : “Mana dia (Muhammad) ?”. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”. : “Bahwa Abu Jahl berkata : Kalau aku bertemu dengan Muhammad. maka tangannya menjadi lumpuh sampai ke lehernya dan batu tersebut menempel pada tangannya. karena mereka tidak beriman”. makna ayat ini adalah “Telah pasti azab atas kebanyakan mereka karena kekafiran mereka” Pada ayat ke-8 & 9. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasiin. Maka 15 . Abu Jahl bersumpah dengan mengatakan : “Jika aku melihat Muhammad sedang sholat. turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl saat itu ditutup oleh Allah untuk melihat Nabi Muhammad saw” Menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya mengatakan ada riwayat bahwa : Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Jahl dan temannya dari Bani Mahzun yang bernama Al-Walid bin Mughiroh. 36 Yasin : 7) Menurut Ibnu Jarir dalam Tafsir Ibnu Katsir dan As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain. Ketika Abu Jahl mengangkat batu. orangorang menunjukkan bahwa Muhammad berada di sisinya. maka karena itu mereka tertengadah. pasti aku akan menghasutnya”. 36 Yasin : 7. 36 Yasiin : 8-9) Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. 36 Yasin : 7-10) Dalam QS. (QS. maka akan aku pecahkan kepalanya dengan batu. Lalu keduanya mendatangi Nabi saw saat beliau sholat. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). Ketika Nabi Muhammad berada di sekitarnya. diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ikrimah ra. lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. (QS. Allah berfirman : “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. Ayat ini (QS 36 Yasiin : 8-9).MAYORITAS ORANG KAFIR DIAZAB ALLAH (QS. karena dia (Abu Jahl) tidak dapat melihatnya.

beliau membaca Surat Yasin ini di saat-sat yang kritis seperti di malam Hijrah beliau ke Madinah. di depan pintu rumah Nabi. Kemudian keduanya mendatangi beliau. di saat beliau sedang sholat. kita makin bertambah yakin tentang kemu’jizatan dari surat Yasin ini. Muhammad telah pergi dari tempat ini”. Para Ulama di Indonesia sejak dahulu kala. setiap Abu Jahal bermaksud buruk pada Rasulullah saw. batu yang menempel di tangannya itu terlepas. sebagaimana diriwayatkan dalam Shirah Ibnu Hisyam. Ayat 1 sampai 9 dari Surah Yasiin ini pernah dibaca oleh Nabi Muhammad saw saat malam Hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Setelah peristiwa itu tersebut. tetapi tidak dapat melihatnya. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat) Setelah Nabi saw agak jauh. yang berbunyi : (Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). bahwa banyak para Kyai di masa penjajahan kerap kali membaca Surat Yasin ini khususnya ayat yang ke-9 sebagai cara untuk melepaskan diri dari kejaran musuh yang akan menangkap dan membunuhnya. “ .ketika ia kembali kepada teman-temannya dan memberitakan apa yang dia lihat. Maka 16 . Andaikan aku mendekatinya. datanglah seseorang pada mereka sambil bertanya : Sedang apa kamu berada di tempat ini ? Jawab mereka : “Kami sedang menunggu Muhammad”. Antara aku dan dia terhalang oleh sesuatu. Kata orang itu : “Demi Allah. seperti ada anak sapi sedang menyambar-nyambar denngan ekornya. beliau saw keluar dari pintu itu tanpa sepengetahuan mereka karena mereka terlelap semuanya. maka ia akan memakanku. Ketika mereka berdua hendak melempar beliau dengan batu tersebut. Lalu mereka berdua kembali ke teman-temannya sambil memanggil-manggil mereka dalam keadaan buta dan tak dapat melihat. Mereka bertanya: “Aku tidak melihat Muhammad. maka Allah membutakan mata mereka. Mereka melihat kedalam rumah Nabi dan mereka kira Nabi masih tidur. Penulis mendengar dari beberapa Kyai di Jawa. selalu menjadikan Surat Yasin ini sebagai wasilah memohon pertolongan Allah dalam kondisi-kondisi yang sulit dan genting. sebagai berikut : Dikatakan bahwa : “…………Ketika pemuda-pemuda pilihan (kafir Qurays) sedang bersiap untuk menghadang beliau saw. Kedua orang tersebut mendengar suara beliau. Ternyata yang tidur adalah Ali bin Abi Thalib”. tetapi aku mendengar suaranya. dia tidak bisa melihat beliau. Jika Nabi Muhammad saw saja yang tentunya senantiasa dalam bimbingan wahyu dan dalam pengawalan para Malaikat. Dari riwayat Ibnu Hisyam ini. Lalu seorang dari Bani Mahzum (Yakni Al-Walid bin Mughiroh) berkata : “Aku akan membunuhnya dengan batu ini”. Beliau mengambil segenggam tanah kemudian ditaburkan di atas kepala mereka sambil membaca Surah Yasiin mulai dari awal sampai ayat ke-9.

menjadi makin menambah keyakinan kita akan kebenarannya.perilaku ummatnya yang memohon pertolongan Allah dengan memperbanyak membaca Surat Yasin yang agung ini. mereka tidak akan beriman. yang menginginkan semua manusia itu beriman. Dengan pertimbangan qiyas di atas. pada umumnya keluar dari dunia dalam keadaan kufur. mereka tidak akan beriman”. M. Allah berfirman : “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. ayat ini semakna dengan QS. yang merupakan tasliyyah (hiburan) kepada Nabi saw. dan penglihatan mereka ditutup. Mengapa peringatan tidak bermanfaat bagi mereka adalah karena pada hakekatnya Allah telah mematikan hati mereka untuk dapat menangkap kebenaran 17 . Dan bagi mereka siksa yang amat berat”. sama saja bagi mereka. dosa apakah yang dikhawatirkan dapat merobekkan iman ? Lalu beliau menjawab : “Meninggalkan syukur atas iman. hilangnya rasa takut kepada Allah di akhir umurnya dan berbuat aniaya kepada banyak hamba Allah. Ali Chasan Umar dalam bukunya Alam Kubur (Alam Barzakh) digali dari Al-Qur’an dan Hadits. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka. pernah mengatakan bahwa : “Banyak sesuatu yang bisa merobekkan iman seorang hamba di waktu naza. kecuali orang yang menemukan keberuntungan”. Dengan dibacakan surat Yasin. mudah-mudahan orang yang sedang sakaratul maut tadi tergolong orang yang beruntung. Imam Hanafi pernah ditanya. yang percaya dengan penuh keyakinan bahwa ruh dapat keluar dengan mudah jika dibacakan surat Yasin di dekat orang yang sakaratul maut. Mengapa demikian ? Karena saat naza (koma) adalah kondisi yang kritis ditinjau dari kacamata keimanan. apalagi di saat-saat yang kritis adalah dapat dibenarkan oleh syara’ atas dasar Qiyas. Sesungguhnya orang yang 3 (tiga) perkara itu terdapat dalam hatinya. Imam Hanafi menurut Drs. 2 Al-Baqoroh :6-7. kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan. Pada ayat ke-10. Menurut Ibnu Katsir. Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang kafir. maka pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan perilaku Prof DR. Hamka yang sudah kami ungkapkan di bab fadhilah Surat Yasin.

(QS. satu persatu bagaikan daun tikar sehelai-sehelai. tetapi Allah memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang dikehendaki-Nya” (QS. yang tidak terpengaruh oleh fitnah yang bagaimanapun juga selama ada langit dan bumi. tidaklah akan beriman. Sedang yang kedua yang yang hitam kelam bagaikan dandang periuk nasi yang terbalik.Ilahiyyah. paman Nabi Muhammad yang teramat banyak jasanya kepada beliau saw. Nabi saw bersabda : “Ujian (fitnah) itu selalu ditawarkan kedalam hati manusia. mati sebagai orang kafir. 36 Yunus : 96-97) 18 . bertitik hitamlah di dalamnya. Juga karena bagi mereka telah terdahulu ketentuan Allah di Lauh Mahfudzh bahwa mereka adalah orang yang kafir. meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan. Dalam Tafsir Ibnu Katsir. tidak mengenal ma’ruf dan tidak menolak mungkar”. Itulah “Hidayah” yang merupakan hak “prerogative” Allah untuk memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. 28 Al-Qashash : 56) Sedang secara “sareat” adalah karena dosa-dosa yang mereka perbuat. hingga mereka menyaksikan azab yang pedih”. Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai. bahwa. Maka yang mana yang termakan oleh hati. ada Hadits Nabi dari Hudzaifah ra. Sebab dosa akan menggelapkan hati menutupi jalannya nur hidayah. yang putih bagaikan marmar putih. sebagaimana ayat diatas. Dan tiap hati yang menolaknya bertitik putih. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu. Sehingga ada dua bentuk hati. Abu Thalib.

yang dimaksud dengan ayat (Dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya) adalah : Dia senantiasa takut kepada-Nya (Allah) meski tidak terlihat oleh manusia manapun yakni saat berada dalam kesendirian. yang berbunyi (Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati). maka manusia kembali hidup di alam Qubur untuk empertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Ibnu Katsir dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam Tafsirnya. Oleh karena itu mustakhil Dia tampak bagi manusia di dunia ini. Tidak terlihatnya Allah bagi manusia karena Dia (Allah) adalah Dzat Non Materi. yang ditandai dengan lepasnya ruh dari badan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. Permulaan ayat ke-12. sehingga tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. adalah Al-Qur’an. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.PERINGATAN HANYA BERMANFAAT BAGI ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH (QS 36 Yasin : 11-12) Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. 19 . Sebab kata yang artinya adalah “peringatan”. Sedang menurut Qotadah dalam Tafsir Qurthubi. menurut Al-Qurthubi. (QS 36 Yasiin : 11-12) Ayat ke-11 ini merupakan penegasan bahwa da’wah hanyalah bermanfaat bagi orang yang mengikuti dan takut kepada Allah meski pun Allah tidak terlihat dengan nyata (Ghoib) bagi manusia. menunjukkan bahwa setelah kematian seseorang di dunia.

Menurut Ibnu Katsir. yang menceritakan bahwa: Shahabat-shahabat Rasulullah dari Suku Bani Salamah yang bertempat tinggal jauh dari masjid. Mereka menjawab : “Benar. rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu. Sebaiknya kalian jangan pindah dari tempat itu”. Dalilnya : HR. 20 . maka tatkala Rasulullah saw mendengar berita itu bertanyalah beliau kepada mereka : “Aku mendengar bahwa kalian ingin pindah mendekati masjid”. tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka”. maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelah dia. tanpa sedikitpun mengurangi pahala-pahala mereka. maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelah dia. Rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu”. kami ingin berbuat demikian”. Setelah turun ayat ini Nabi saw menasehati Bani Salamah tentang niat mereka pindah dari tempat tinggalnya dengan sabdanya : “Sesungguhnya bekas telapak kaki kalian menuju masjid dicatat oleh Allah SWT.Ahmad dari Jabir bin Abdullah ra. yakni Nabi saw bersabda : “Barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang baik. Maka turunlah ayat ini (QS 36 Yasin : 12) yang menegaskan bahwa setiap ucap langkah dari seseorang itu dicatat oleh Allah. bahwa sababun nuzul ayat ke-12 ini menurut riwayat At-Tirmidzi dengan sanad Hasan dan Al-Hakim dengan sanad Shahih yang bersumber dari Abi sa’id Al-Khudri ra dan riwayat AtThabrani dari Ibnu Abbas ra. ingin berpindah ke sekitarnya guna mendekati masjid. dalam ayat ini sebagai : “Bekas tapak kaki seseorang dalam perjalanannya ke tempat beribadah atau ke tempat bermaksiat”. ya Rasulullah. : “Bani Salamah bertempat tinggal di pinggir kota Madinah dan ingin pindah ke dekat Masjid. terdapat Hadits Nabi saw untuk memberi pengertian yang lebih luas dalam memaknai penggalan ayat ke-12 yang berbunyi : (Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan). bahwa. Dan barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang jelek. menurut Ibnu Katsir mengartikan (Bekas-bekas yang ditinggalkan). Oleh karena itu sebagian ahli tafsir.Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. Lalu beliau bersabda : Wahai Bani Salamah.

Allah menurunkan daripadanya sekehendak-Nya terhadap siapa yang dikehendaki dari makhluknya” 21 . Sementara Imam Hasan Al-Bashri juga berkata : “Sesungguhnya di sisi Allah dalam Lauh Mahfudzh. Sehubungan dengan Lauh Mahfudzh pada penggalan terakhir ayat ke-12.Hadits yang lafalnya hampir sama juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Syarah Muslim. Al-Qur’an atau yang sebelumnya dan yang sesudahnya”. Imam Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Salam yang berkata : “Tiada sesuatu yang ditentukan oleh Allah melainkan terdapat dalam Lauh Mahfudzh.

(QS. ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. Ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama salaf dan khalaf. 36 Yasin : 13-14) Khithab (seruan) ayat ini menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya. (QS. demikian menurut Al-Mawardi dalam Tafsir Qurthubi. yang mengingkari kerasulan beliau. Sejarah dalam arti tempat dan manusia si pelaku sejarah tersebut memang tidak dapat berulang. dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga. 36 Yasin : 13-17) Pada QS. 36 Yasin : 13-14. Tapi ruh (spirit) nya tetap hidup. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat. Mengapa mengambil ‘ibrah dari kisah itu adalah sesuatu yang penting ? Adalah karena karakter dari aktor yang kufur (ingkar) kepada Allah dan para Rasul itu dimanapun sama saja. (yaitu) ketika Kami (Allah) mengutus kepada mereka dua orang utusan. akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu. lalu mereka mendustakan keduanya. Agar nasib kaum tersebut dapat menjadi ‘ibrah (pelajaran) bagi Kaum Musyrikin Mekkah. Dan akibat dari kekufuran itu sama saja yaitu adzab dari Allah SWT. 12 Yusuf : 111) Dan nama negeri yang dimaksudkan ayat diatas adalah Anthakiyyah. yang dibenarkan pula oleh Ibnu 22 .KAUM ANTHAKIYYAH QS. sebuah kisah tentang nasib suatu negeri yang didatangi oleh 3 Rasul tetapi mereka mendustakannya. yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orangorang yang diutus kepadamu". agar beliau saw menyampaikan kepada penduduk Mekkah. Allah berfirman : “Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan. Allah berfirman : “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

Tetapi kemudian Allah mengutus pula Nabi Harun as. tidaklah mengurangi nilai kerasulan mereka. Wahab bin Munabih. Sedangkan fakta bahwa ke-3 (tiga) Rasul tersebut tidak disebutkan namanya dalam Al-Qur’an. yang merupakan seorang penyembah berhala. Sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu (Muhammad). Ka’ab al-Ahbar. Mashduq. dan Syalum. Mula-mula Allah SWT hanya mengutus Nabi Musa as. melainkan dengan seizin Allah. bahwa mereka adalah para Utusan Allah (Rasulullah). Karena banyak para Nabi dan Rasul yang nama mereka tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. 25 Al-Furqan : 35-36. adalah sesuatu yang pernah terjadi pula dalam Kisah Fir’aun dan kaumnya yang didatangi oleh 2 (dua) orang Rasul. (QS.Katsir dalam Tafsirnya. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firman-Nya pada QS. yaitu : Shadiq. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. 20 Thaha : 9. Letak ikhtilaf (perbedaan) diantara para Ulama adalah pada : “Apakah para utusan (Rasul) yang disebutkan dalam ayat ini benar-benar Rasul Utusan Allah ataukah utusan Nabi Isa as ?” Pendapat pertama : Para Utusan Allah (Rasulullah) Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan dari Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. Tetapi mereka mendustakan para utusan ini”.36 dan QS. untuk mendampingi dan memperkuat da’wahnya Nabi Musa as. Dan ini jelas menurut Ibnu Katsir. 40 Al-Mu’min : 78) Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa mula-mula yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah itu hanya 2 (dua) orang Rasul saja. tetapi kemudian diutus lagi yang ketiga untuk memperkuat dua utusan terdahulu. mereka berkata : “Negeri tersebut (Anthakiyyah) memiliki seorang Raja yang bernama Anthiochos bin Anthiocos. Walaupun Ibnu Katsir sendiri dalam Kitab Qishahshul Anbiya lebih suka menyebutnya Kaum Yasin. Diantaranya : 23 . Kemudian Allah mengirim 3 (tiga) orang utusan. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. diputuskan (semua perkara) dengan adil. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu`jizat. maka apabila telah datang perintah Allah.

Ini juga merupakan pendapat Imam As-Suyuthi. diangkat pula sebagai Rasul Utusan Allah untuk membantu da’wahnya. Demikian juga Ibnu Jarir dari Wahab dari Ibnu Sulaeman dari Syu’aib Al-Jiba’I. 24 . Pendapat kedua : Utusan Nabi Isa as Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan bahwa Qatadah berpendapat bahwa : “Mereka adalah Utusan dari (Isa) Al-Masih”. Sedangkan negeri itu bernama Anthakiyyah”. Dan do’anya dikabulkan Allah. Penjelasan ini makin memperkuat dugaan bahwa 3 (tiga) orang utusan kepada Kaum Anthakiyyah ini benar-benar Rasul (Utusan) Allah bukan sekedar utusan Nabi Isa as." (QS. wahai Musa. dalam Kitab Tafsir Jalalain. teguhkanlah dengan dia kekuatanku”. (QS. Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya”. sesungguhnya ia telah melampaui batas". (yaitu) Harun. Kemudian Kami berfirman kepada keduanya: "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". Maka keduanya kemudian berda’wah kepada Fir’aun dan kaumnya. mengatakan : “Nama para utusan yang pertama itu adalah Syam’un. 20 Thaha : 24) Tetapi kemudian Nabi Musa berdo’a agar Harun. (QS. Yohana dan Bulis”. saudaraku. 20 Thaha : 29-31) “Allah berfirman: "Sesungguhnya telah (permintaan)mu. menyertai dia sebagai wazir (pembantu). Allah berfirman : “Dan jadikanlah untukku (Musa) seorang pembantu dari keluargaku. 20 Thaha : 36) diperkenankan do’a “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya. saudaranya.“Pergilah (engkau wahai Musa) kepada Fir`aun.

dikatakan bahwa intisari ajaran Paulus ini adalah : 1. yang mereka (penduduk kota tersebut) tidak dibinasakan. mirip dengan “Kisah Segala Rasul” dalam Kitab Perjajian Baru. Kemudian dalam pandangan Hamka. Agama Kristen bukan hanya untuk Yahudi saja. yang harus kita tangkap dan menjadi fokus perhatian utama kita adalah “spirit” perjuangan da’wahnya untuk menjadi I’tibar bagi kita. mereka beriman kepada Rasul yang diutus kepada mereka. maka tiba-tiba mereka semuanya mati). AlQuds. cerita ini juga berdekatan dengan kisah-kisah Kristen. Maka pendapat yang demikian tidak ditolak”. pendapat kedua ini pun dianggap sangat lemah. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Romiyah. Sementara penduduk negeri yang disebutkan di dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin : 29). maka Anthakiyyah adalah negeri yang pertama kali beriman kepada Al-Masih pada saat itu. Paulus adalah tokoh terbesar yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan isi Kitab Injil. melainkan juga untuk semua bangsa di dunia. Ahmad Syalabi dalam Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. Sebagaimana Ibnu Katsir. Karena Al-Qur’an tidak memberitahukannya secara gamblang siapakah mereka sebenarnya. tetapi setelah Perang Dunia I. 4. Lebih jauh lagi menurut Prof DR. Yesus bangkit di alam arwah dan naik ke langit untuk duduk di kanan “Bapak” memerintah manusia. Oleh karena itu ia merupakan salah satu dari 4 (empat) kota di negeri tersebut yaitu : Anthakiyyah. Karena ketika Al-Masih mengirimkan 3 (tiga) orang utusan dari pengikutnya yang setia. Negeri Anthakiyyah ini terdapat di wilayah Turki. termasuk Ketuhanan Al-Masih dan Roh Kudus. Siapapun mereka dari ketiga utusan yang disebutkan ayat-ayat diatas bukanlah tujuan utama yang dimaksudkan oleh Allah untuk mendapatkan perhatian dari kita. yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an. Trinitas. ia masuk ke dalam wilayah Syiria. Oleh karena itu menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. diutus kepada penduduk Anthakiyyah Kuno. Karena apa yang diajarkan Paulus sudah jauh menyimpang dari ajaran Nabi ‘Isa as.Mengapa ? 1. semuanya dibinasakan sebagaimana yang difirmankan Allah (Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja. 25 . terutama berkaitan dengan nama Paulus atau yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Bulish atau Baulush. menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. 2. Iskandariyyah. pendapat kedua ini sangat lemah. tiga Tuhan dalam satu. dan setelahnya adalah AlQisthanthiniyyah. dan setelah itu dibangun kembali hingga pada zaman Al-masih. 3.Menurut Ibnu Katsir. maka bagi kita Ummat Nabi Muhammad saw. bahwa : “Jika ketiga utusan yang disebutkan dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin). Wujud Yesus sebagai anak Tuhan dan turunnya ke bumi untuk mengorbankan dirinya demi menebus dosa manusia. 2. lalu mereka mendustakan dan akhirnya dibinasakan.

melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. dan adalah Tuhanmu Maha Melihat”. tampak bahwa Kaum kafir Anthakiyyah ini beralasan dengan 2 (dua) hal. yakni : 1. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun. dapat menjadi Rasul (Utusan) Allah. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. yang biasa makan. ada banyak ayat yang menjelaskan kekeliruan cara pandang kaum yang kafir ini terhadap seorang Rasul. qarinah (indikasi) yang menunjukkan bahwa Kaum Anthakiyyah tidak percaya bahwa ada wahyu yang telah diberikan kepada para Rasul tersebut. Dalam Al-Qur’an. 2. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas". Maukah kamu bersabar?. kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". 36 Yasin : 15 diatas. (QS. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. (QS. minum. 36 Yasin : 15-17) Mendengar seruan dari para Rasul bahwa mereka bertiga adalah Utusan Allah kepada Kaum Anthakiyyah. 25 Al-Furqan : 20) 26 .Kemudian pada ayat ke-15 sampai 17. Bahwa tidak mungkin seorang manusia. Dari QS. Diantaranya Allah berfirman : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad). Mereka tidak percaya adanya wahyu yang telah diturunkan Allah yang menandai kenabian dan kerasulan mereka. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. kaum yang kafir ini menyangkal dan menyatakan ketidakpercayaannya. berhubungan suami istri. adalah penggalan ayat yang berbunyi : “Dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun”.

Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”. Sedangkan ayat ke-17. 27 . adalah sebuah penegasan bahwa mereka benar-benar orang yang diutus. 13 Ar-Ra’du : 38) Mendengar penolakan dari Kaum Anthakiyyah ini. Jika upaya untuk bertabligh dan mengajak orang ke jalan yang benar sudah dilakukan dengan berbagai cara kemudian dijalaninya secara terus menerus dalam rentang waktu yang panjang. bukan sekedar utusan Nabi Isa as. Mengandung 2 (dua) pengertian. Bahwa hasil da’wah berupa dianutnya agama Allah oleh suatu kaum bukanlah menjadi tanggung jawab seorang Rasul. Tetapi proses lah yang dilihat. yang berbunyi : (Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas). dimana Allah berfirman : (Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu) Adanya pengulangan ayat yang sedemikian rupa ditambah adanya “lam tawkid” pada kalimat di ayat ke-16. kembali memperkuat keyakinan kita bahwa mereka bertiga ini benar-benar utusan Allah. Dia akan memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. yakni ayat ke-14. sebagai sang pemberi tugas da’wah kepada mereka. Bahwa fungsi dan tugas wajib seorang Rasul adalah untuk bertabligh. Kemudian Keberanian 3 (tiga) orang utusan ini menyebut-nyebut Tuhan dalam ayat ke-16. pada ayat ke-16. yakni : 1. maka berarti apapun hasilnya. sang Rasul dapat dianggap telah melaksanakan tugasnya. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu`jizat) melainkan dengan izin Allah. (QS. para Rasul ini berkata dengan penuh keyakinan bahwa : (Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah benar-benar orang yang diutus kepada kamu) Ayat ini merupakan pengulangan dari ayat sebelumnya . 2.“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Sebab hidayah adalah milik Allah.

Sikap represif orang kafir yang demikian ini juga pernah dipertontonkan oleh Kaum-Kaum lain yang menentang para Nabi. mereka berkata: "Ini adalah karena (usaha) kami". supaya mereka mengambil pelajaran. Ketika hujan tidak turun-turun. Menurut Tafsir Jalalain dan Qatadah dalam Tafsir Ibnu Katsir . sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami).PENOLAKAN KERAS KAUM ANTHAKIYYAH TERHADAP DA’WAH PARA RASUL (QS. 36 Yasin : 18. Ketahuilah. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. para Rasul berda’wah memberi peringatan selama 10 (sepuluh) tahun. (QS. alat untuk merajamnya adalah dengan batu. Jika argumentasi (hujjah) mereka 28 . mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah. Persis sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir`aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buahbuahan. Nasib malang yang dimaksud ayat ini. 7 Al-A’raaf : 130-131) Sedang arti ‘merajam” dalam ayat di atas menurut Tafsir Qurthubi adalah membunuh. niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan. menurut Muqatil dalam Tafsir Qurthubi adalah tertahannya hujan selama 3 (tiga) tahun di negeri tersebut. mereka timpakan kesialan ini kepada para Rasul. 36 Yasin : 18-19) Pada QS. Menurut Tafsir Qurthubi. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran. akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”.

bahwa di negeri ‘Anthakiyyah selama 3 tahun tidak turun hujan. kemana sebenarnya perginya air hujan itu. 4 An-Nisaa : 78) Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa jika siklus air terganggu. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka memperoleh kebaikan. mereka tidak akan segan-segan melakukan cara-cara kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain. misalnya karena perubahan temperature udara akibat pemanasan global akan berpengaruh terhadap proses kondensasi dan demikian pula makin membesarnya lubang ozon akan berdampak terhadap curah hujan yang tidak teratur. mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah". Melainkan karena 29 .sudah dikalahkan. mungkinkah hal itu terjadi ? DR. bahwa baik dan buruk perkara itu memiliki hubungan kausalitas (sebab akibat). Tetapi pada masa Kaum Anthakiyyah. Sehingga jika di suatu daerah tidak turun hujan. pakar fisika Unram mengatakan : “Bahwa siklus air di bumi itu jumlahnya tetap. Rernat Kosim. para Utusan itu berkata : “Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Demikianlah yang terjadi di segala tempat di bumi ini dan di segala zaman hingga saat ini. karena keduanya baru ditemukan pada abad ke-20. 36 Yasin : 19) Maksud ayat ini bukanlah dalam pengertian hakekat perkara. maka demi mempertahankan eksistensinya. Melainkan Allah mengingatkan kita. Mendapat penolakan keras dari penduduk Anthakiyyah ini. Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". (QS. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu (penduduk Anthakiyyah) adalah kaum yang melampaui batas". maka ia dipastikan turun di kawasan bumi yang lainya”. Berdasar pendapat Muqatil dalam Tafsir Qurthubi di atas. dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Meski hakekatnya dari Allah SWT. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. barangkali tidak turunnya hujan sampai 3 (tiga) tahun tersebut bukanlah karena pemanasan global atau membesarnya lubang ozon.

bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : “Bagaimana sikapmu apabila kelak terjadi pada kamu yang lima macam. Apabila zina telah terang-terangan pada suatu kaum. Diperkuat oleh HR. Adapun yang lima ialah : 1. Dan aku berlindung kepada Allah. Al-Hakim dari Abdullah bin ‘Umar ra. dijumpai bukan hanya dalam Hadits. Sebagaimana HR.perilaku mereka yang berlumuran dengan dosa. pastilah Allah akan menjadikan selalu akan berkelahi diantara sesama mereka”. Apabila suatu kaum sudah berlaku curang pada ukuran dan timbangan akan terjadilah kemarau panjang dan kesukaran bahan makanan dan kedzaliman penguasa. tidaklah hujan akan turun. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya seseorang benar-benar dapat tertahan rizqinya karena dosa yang dilakukannya dan tiada sesuatu yang dapat menolak taqdir selain do’a. akan terjadilah thaun dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah dikenal di zaman nenek moyang mereka. janganlah hendaknya terjadi di zaman kamu. ditahanlah hujan turun dari langit. pastilah mereka akan dikuasai oleh musuh-musuh mereka. Ahmad) Bahwa dosa berdampak buruk kepada rizqi dan menjadi faktor pendorong terjadinya bencana. dan janganlah hendaknya kamu mendapatinya. Dari Hadits ini ada 2 macam dosa yang dapat menahan turunnya hujan yakni : Tidak ditunaikannya kewajiban zakat dan perilaku curang dalam bisnis dengan mengurangi ukuran dan timbangan. 2. Sehingga kalau bukanlah Tuhan kasihan kepada binatang-binatang. Dan apabila mereka telah membekukan Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. Dan apabila para penguasa telah memerintah tidak dengan peraturan yang diturunkan Allah. Diantaranya tentang Bani Israil dan Kaum Saba. bahkan bertebaran pula pada berbagai ayat Al-Qur’an. 4. 5. Allah berfirman : 30 . 3. sehingga musuh itu mengambil sumber yabng ada dalam tangan mereka sendiri. Apabila suatu kaum telah menghalangi mengeluarkan zakat. Ahmad dari Tsaubah ra. Dan tiada yang dapt menambah umur selain perbuatan baik” (HR.

Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu). melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. dan mereka menganiaya diri mereka sendiri. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. Tetapi mereka berpaling. (QS. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas”. Yang demikian itu. Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya. 5 Al-Maidah : 58) “Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. 34 Saba : 15-19) 31 . maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami". pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.“Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”. (QS.

Allah berfirman : “Dan datanglah dari ujung kota. Menurut sebagian Ulama. 36 Yasiin : 20-25) Ayat ini adalah sebuah episode tatkala situasi sudah sangat gawat. (QS. dalam Tafsir Ibnu Katsir. 36 Yasin : 20-25. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku. Bahkan ikut mengajak kaumnya untuk mengikuti seruan da’wah mereka. Ia bernama Habib An-Najar. laki-laki ini adalah satu-satunya penduduk Anthakiyyah yang beriman kepada para Rasul tersebut. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. Ketika perdebatan antara para Rasul dengan Kaum Kafir Anthakiyyah ini mencapai puncaknya. ikutilah utusan-utusan itu. jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku. 36 Yasin : 20-27) Pada QS. Dan menurut Ibnu Abbas ra. Semua hujjah (argumentasi) mereka sudah dikalahkan dan kaum kafir ini sudah berencana membunuh para Rasul. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya. maka datanglah seorang laki-laki yang lari bergegas dari ujung kota untuk membela para Rasul ini. Ia bergegas dari ujung kota untuk mengingatkan kaumnya seraya 32 . ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu.KISAH HABIB AN-NAJJAR SEBAGAI SHOHIBU YASIN (QS. ia dikenal sebagai Shohibu Yasiin. dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Menurut Ibnu Abbas ra. Diperkuat oleh HQR. Ada yang berpendapat ia seorang tukang tenun. terang-terangan. ternyata kaum Ibnu Ishaq menceritakan dari sebagian shahabatnya. melainkan rido Allah. Allah berfirman : “Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu. dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. hakekatnya ia telah diperdaya oleh syetan. maka selanjutnya dapat dipastikan bahwa ajaran yang dibawa oleh para Rasul ini pun jauh dari interpensi kepentingan duniawi. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa terperdaya oleh gemerlapnya dunia. Kemudian dikatakan. dari Ashim Al-Ahwal dari Abu Mujalaz. Kebenaran 33 . Mengapa pendekatan ini dilakukan oleh Habib An-Najjar. Ada juga yang mengatakan bahwa ia seorang tukang sepatu” Ada dua poin penting yang diserukan Habib An-Najjar kepada Kaum Anthakiyyah untuk mengajak mereka beriman kepada para utusan ini. yang berarti tidak zuhud. bahwa Rasulullah saw. Para Rasul ini adalah orang yang beroleh Hidayah Allah. Allah berfirman : “Tiada amalan yang mendekatkan seorang hamba mu’min kepada-Ku dengan seperti zuhud kepada dunia”. Siapakah Habib An-Najar itu ? Para Ulama berkata : a. bahwa ia seorang tukang kayu. sehingga jauh dari kebenaran. tetapi ia dibunuh oleh kaumnya sendiri” b. ia mengatakan : “Nama orang itu adalah Habib bin Siri”. barangkali karena lazimnya orang yang zuhud kepada dunia lebih dekat kepada kebenaran. Qudha’I yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. dari Ibnu Mas’ud ra. Dalam QS. 31 Luqman : 33. mengutip surat Luqman ini dalam kitab Riyadhus Shalihin pada bab zuhud kepada dunia. apalagi dengan menghalalkan segala cara. ditolak oleh beliau.memperlihatkan keimanannya secara Anthakiyyah justru membunuhnya. ia mengatakan : “Mereka (Kaum Anthakiyyah) menginjakkan kaki pada tubuhnya (Habib An-Najar) hingga tulang punggungnya keluar”. Imam Nawawi. Ia akan jauh dari upaya memperkaya diri sendiri. mencari popularitas. Ini menunjukkan bahwa upah yang dicari oleh para utusan ini bukanlah pamrih duniawi. 36 Yasin : 21 di atas. yakni bahwa : 1. Menurut Ats-Tsauri dalam Tafsir Ibnu Katsir. Jika demikian adanya. bersabda. sebagaimana firman-Nya pada QS. Sebagaimana yang terjadi pada diri Rasulullah saw. dalam Qishashul Anbiya : “Dia adalah seorang yang banyak bershodaqoh. tatkala beliau ditawari oleh Kaum Qurisy dengan kemewahan dunia atau jabatan dan kekuasaan agar beliau saw menghentikan da’wahnya. Para Rasul ini tidak meminta upah dari seruan da’wahnya 2.

Adalah ungkapan Habib An-Najjar dalam menanggapi ajakan orang kafir untuk kembali kepada agama berhala yang dianut oleh penduduk Anthakiyyah. karena tentunya mereka pun diciptakan oleh Allah. sekaligus merupakan dalil bahwa Kaum Anthakiyyah memang penyembah berhala. sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya”. (QS. maka adalah wajar jika ia menyembah kepadaAllah sebagai bukti kesyukuran kepada karunia-Nya tersebut. Justru yang ia khawatirkan adalah keburukan yang akan ditimpakan oleh Allah kepada dirinya jika ia berlaku kufur dengan mengikuti agama berhala. mungkinkah berhala-berhala yang mereka pertuhankan itu adalah yang menciptakan mereka ?. Sebagian pendapat mengatakan bahwa mereka melaporkannya kepada Raja Anthakiyyah. Artinya jika mereka masih merasa sebagai manusia yang berakal. mengapa harus menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah ? Penggalan awal ayat ke-23 ini.Ilahi meski pahit sekalipun akan disampaikannya. Lalu Habib AnNajjar berkata. Begitu terhunjamnya keimanan dalam dirinya. Sedang menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dikatakan bahwa sebenarnya ungkapan tersebut memiliki makna yang dalam dan itu merupakan sebuah sindiran kepada kaumnya. Sebab jika itu terjadi. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?”. mereka berkata kepadanya : “Engkau telah menyalahi agama kita dan mengikuti agama utusan-utusan itu ?”. 36 Yasin : 22-23) Argumentasi yang disampaikan oleh Habib An-Najjar kepada kaumnya dengan mengatakan : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku” adalah untuk menggugah kesadaran nurani bahwa karena Allah yang telah menciptakan dirinya. yang berbunyi : “Jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku. Dan Raja menanyainya. Oleh karena itu para Rasul tersebut amat layak untuk diikuti oleh Kaum Anthakiyyah. sebagaimana firman-Nya pada ayat ke-25. Menurut Qatadah dalam Tafsir Qurthubi dan Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin dikatakan bahwa : “Ketika kaumnya mendengar ucapan Habib An-Najjar itu. Jika bukan. 34 . Itulah orang yang beroleh hidayah Allah. Sedang penggalan ayat ke-23. ia tidak takut oleh kemungkinan buruk yang akan ditimpakan oleh kaumnya. Maka tersesatlah ia. maka tak ada seorang pun yang sanggup menolaknya.

Allah berfirman : Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu. Ia (Habib An-Najar) berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. 6 Al-An’am : 17) Puncak dari keberanian Habib An-Najjar.Ayat Qur’an yang senada dengan ayat ini adalah : “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. setelah pernyataan ini. Kemudian pada ayat ke-26 dan 27. (QS. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Allah berfirman : “Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. 36 Yasiin : 26-27) 35 . (QS. (QS. 36 Yasin : 25) Menurut Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin-nya . Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. Kaum Anthakiyyah mulai melakukan penyiksaan kepada Habib An-Najjar hingga akhirnya membunuhnya. 10 Yunus : 107) “Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu. (QS. Allah menceritakan nasib Habib AnNajjar yang amat baik. karena ia gugur sebagai syuhada. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". Bahwa ia benar-benar telah memeluk agama Allah dan menjadi pengikut para Rasul. Allah SWT menganugerahinya dengan surga. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. adalah iqrar syahadatnya yang diucapkan dengan penuh keyakinan dan yang diperdengarkannya kepada semua orang ketika itu.

dalam firman-Nya : “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. sampai menghampiri lampu mas dibawah 36 . Dalam Kitab Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim karya Ibnul Qayyim Aj-Jauziy. bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah. Diantara dalilnya adalah : HR. dalam topik tentang “Sebelum Qiyamat apakah ruh itu di langit ataukah di bumi ?”. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka.. baik ia syuhada atau bukan syuhada setelah ia lepas dari tanggung jawab dosa besar atau hutang dan ia telah mendapatkan ampunan dari Allah”. Diriwayatkan pula oleh Tirmidzi dari Jabir ra. Hal ini sebagaimana pujian Allah kepada para Syuhada Uhud. dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”. bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. (QS. dalam Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. mengatakan Abu Umar bin Abdul Barr berkata : “Ruh para Syuhada berada di sorga sedang orang mu’min umumnya berada di sekitar kuburannya” Masih dalam Kitab yang sama. Benar-benar langsung masuk sorga tanpa melalui Alam Barzakh (Alam Qubur) terlebih dahulu. Ahmad. Rasulullah saw bersabda : “Allah menjadikan arwah saudara-saudaramu yang gugur dalam Perang Uhud sebagai burung-burung hijau yang mengunjungi sungai sorga dan makan buah-buahannya. menurut Madzhab Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Abu Dawud. 3 Ali Imran : 169-171) Tentang ayat ada ikhtilaful ulama.Ayat ini merupakan ungkapan kegembiraan dari Habib An-Najar terhadap karunia nikmat yang Allah berikan kepadanya. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka. yakni : 1. dikatakan : “Ruh orang mu’min itu berada di sisi Allah di surga.

Abu Ya’la dan Al-Bazzar) 2). HR. dengan rijal (sanad) Abu Ya’la itu tsiqat (dapat dipercaya) yang bersumber dari Anas bin Malik ra. Tetap berada di Alam Barzakh. Abu Ya’la dan Al-Bazzar. sehingga mereka tidak segan untuk berjihad dan tidak mundur dari peperangan”. Rasulullah saw bersabda : “Para Nabi itu hidup di dalam kuburannya seraya melakukan shalat” (HR. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam Kitab Mafahim Yajib An-Tushahhah dalam topik tentang “Kehidupan para Nabi di alam Barzakh”.naungan ‘Arasy. lalu bernaung di bawah naungan lampulampu di bawah ‘Arasy. yang menceritakan keadaan para syuhada”. ketika ia (Musa) sedang berdiri melakukan shalat di kuburnya” (HR. 3 Ali imran : 169 diatas. Ahmad. HR. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Aku pernah mendatangi Musa pada malam aku diisra’kan di Al-Katsiib Al-Ahmar (bukit pasir merah). hanya sudah mendapatkan terlebih dahulu sebagian dari kenikmatan surga. Mereka dapat berjalan-jalan melancong di surga sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Al-Hakim. khususnya Nabi Muhammad saw. Dalil : 1).Muhammad bin Alwi Al-Maliki mengatakan : “Sesungguhnya kehidupan sebenarnya bagi para Nabi. mereka berkata : Alangkah baiknya jika kawan-kawan kita mengetahui apa yang telah Allah berikan untuk kita. (HR. Abu Dawud. Al-Baihaqi. dalam Dala’il An-Nubuwwah mengatakan bahwa: Disebutkan dalam hadits shahih dari Sulaeman At-Taimi dan Tsabit AlBanani dari Anas bin Malik ra. DR. Tirmidzi) 2. Al-Baihaqi) 37 . DR. Maka turunlah ayat QS. Ketika mereka mendapatkan makanan enak. Demikian menurut riwayat yang shahih” Dalam topik dan kitab yang sama. minuman yang lezat dan tempat tidur yang empuk. Allah berfirman kepada mereka : “Aku akan sampaikan hal kalian kepada mereka”. di alam Barzakh merupakan kehidupan yang lebih sempurna dan lebih tinggi nilainya”. mengatakan : “Sementara itu arwah para syuhada diberi hak penuh dan sangat leluasa untuk beraksi.

Secara ilmiah. bahkan dengan suatu cara yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. akan memiliki efek yang lebih besar lagi. 36 Yasiin : 28-29) Setelah Habib An-Najar meninggal dunia. yang tekanan gelombang bunyinya sebesar 170 dB. yang memiliki tekanan bunyi sebesar 120 deciBel. bahwa membinasakan mereka (Kaum Anthakiyyah) yang kufur dan durhaka adalah amat mudah. 36 Yasin : 28-29. 36 Yasin : 28-32) Pada QS. ayat ini untuk menunjukkan tentang Kekuasaan Allah yang amat besar. Allah berfirman : “Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. maka seketika itu juga mereka mati”. Maka suara roket yang tinggal landas. Allah berfirman : 38 . cukup untuk membunuh penduduk seisi kota. Teriakan satu Malaikat saja.AKHIR DARI KEHIDUPAN KAUM ANTHAKIYYAH (QS. Menurut sebagian ulama termasuk Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. maka tiba-tiba mereka semuanya mati” (QS. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. lalu ia membuka pintu gerbang negeri mereka seraya berteriak dengan satu kali teriakan. ayat ini dapat dibuktikan kebenarannya. Maka adanya suara teriakan yang dapat mematikan seisi negeri. adalah hal yang logika sains dapat menerimanya. Jika suara Halilintar saja. para ahli tafsir mengatakan : “Allah Azza wa Jalla mengutus kepada mereka Malaikat Jibril. Allah mengazab Kaum Anthakiyyah dengan hanya satu teriakan saja tanpa perlu mendatangkan balatentara Malaikat untuk mematikan mereka semuanya. Pada ayat ke 30-32. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja.

“Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami” Arti kata “al-hasrah” dalam ayat ke-30, menurut Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsirnya adalah : sangat menyesal. Menurut Ibnu Katsir, ayat ini berbicara tentang penyesalan dari penduduk Anthakiyyah di akherat kelak saat mereka melihat dengan nyata siksaan dan azab Allah untuk mereka. Menurut Ikrimah, penyesalannya itu merupakan penyesalan yang amat mendalam. Dan penyesalan pada saat itu tidak memberi manfaat apapun selain kerugian. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya, yang dimaksud dengan ummat sebelum mereka yang telah dibinasakan pada ayat ke-31 adalah : “Kaum Nuh, Kaum ‘Aad, Kaum Tsamud, Kaum Rass, dan lain-lain yakni kaum yang diturunkan sebelum perode Taurat” Dasarnya adalah firman Allah :

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. (QS. 28 Al-Qashash : 43) Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Al-Bazzar dari Auf Al-‘Arabi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia mengatakan : “Allah tidak membinasakan suatu kaum dengan adzab dari langit atau dari bumi setelah diturunkannya Taurat ke muka bumi selain sutu Negeri yang penduduknya dirubah menjadi kera. Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah SWT berfirman “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu” Dan Kisah Kaum Yasin (Anthakiyyah) ini oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Qishashul Anbiya ditempatkan dalam urutan periode kisah sebelum Kisah Nabi Musa as. Ini menunjukkan bahwa periode kehidupan Kaum Anthakiyyah yang terdapat dalam Surat Yasin ini adalah Anthakiyyah Kuno sebelum zaman Nabi Musa Sedang ayat ke-32, menegaskan bahwa Kaum Anthakiyyah yang kafir yang telah terbunuh ini, kelak di Yaumul Ba’ats akan dikumpulkan lagi di Mahsyar, untuk mempertanggung jawabkan semua tindak kejahatan mereka.

39

KRITERIA SEORANG RASUL
(BELAJAR DARI KISAH PARA UTUSAN DI NEGERI ANTHAKIYYAH)
Kisah Kaum Anthakiyyah, secara lengkap terdapat pada QS. 36 Yasin : 13-32, sebagai berikut :

40

13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka; 14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu". 15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". 16. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. 17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". 18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". 19. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas". 20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,. 21. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. 22. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? 23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? 24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. 25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku. 26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, 27. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". 28. Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. 29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati. 30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. 31.Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. 32. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

41

Diberi wahyu (QS. 34 Saba : 28) Sedangkan Nabi dan Rasul lain.14. 36 Yasiin : 17) 5. Tugasnya bertabligh (QS. sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu”. sebagaimana firman-Nya : “Dan kepada kaum `Aad (Kami utus) saudara mereka. 36 Yasiin : 15) 3. Misalnya : Nabi Hud hanya untuk Kaum ‘Aad (di Yaman) saja. (QS. 36 Yasiin : 21) 6. 61 As-Shaff : 6) Kriteria ke-2 : “Seorang manusia” Penolakan Kaum Anthakiyyah terhadap seruan da’wah 3 (tiga) utusan ini. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. (QS. terutama karena yang datang hanyalah manusia sebagaimana mereka. Hud”. hanya untuk Bani Israil saja. Tidak menerima upah dan shodaqoh (QS. Sebagaimana firman-Nya : 42 . Mengajarkan Tauhid (QS. Diutus kepada kaum tertentu (QS. 36 Yasiin : 13.Dari rangkaian ayat-ayat dalam Surat Yasiin ini dapat difahami bahwa diantara kriteria seorang Rasul Utusan Allah adalah : 1. Yasiin : 22-23) Kriteria ke-1 : “Diutus kepada kaum tertentu” Semua Nabi dan Rasul sebelumnya hanya diutus bagi Kaum atau Negeri tertentu saja. Kecuali Nabi Muhammad saw yang diutus bagi seluruh ummat manusia dan untuk seluruh bangsa di dunia. Seorang manusia (QS. (QS. wilayah da’wahnya bersifat lokal dan terbatas. sebenarnya merupakan gejala universal. Sebagaimana firman-Nya : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus kamu (Muhammad). 36 Yasin : 15) 4. Allah berfirman : “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil.. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”. 11 Hud : 50) Sedangkan Nabi Isa as.16) 2.

melainkan dengan bahasa kaumnya. 17 Al-Isra : 94) Padahal jika mereka mau memperhatikan sejarah kaum lain nampak dengan jelas bahwa sudah merupakan Sunnatullah. dan Allah menurunkan bersama mereka (para Nabi) Kitab dengan benar. (Setelah timbul perselisihan). kecuali perkataan mereka: "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?" (QS. Sebagaimana firman-Nya : “Manusia itu adalah umat yang satu. Mustakhil ia bisa melakukan tugas sucinya ini tanpa bimbingan wahyu. Nabi Musa as. dan Nabi Harun as. maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Yang berbicara dengan bahasa kaum tersebut. 2 Al-Baqarah : 213) Kriteria ke-4 : “Tugasnya bertabligh” Tabligh (menyampaikan Wahyu dan Kebenaran) menurut Madzhab Aqidah Ahlus sunnah Wal Jama’ah versi Asy’ariy dan Al-Maturidiy. Nabi Ibrohim as. Itulah sebabnya setiap Rasul pasti diberi wahyu oleh Allah. bahwa Allah SWT senantiasa mengutus seorang Nabi dan Rasul bukan dari golongan Malaikat melainkan dari kalangan manusia. sehingga apa yang dida’wahkan menjadi dapat dimengerti dengan mudah. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan”.harus dilemparkan ke dalam kobaran api Raja Namruj dari Babilonia (Mesopotamia). Itulah wahyu. hanya dapat diperoleh dari Allah SWT. (QS. Nabi Zakariya as. Seberat apapun resiko yang harus ia hadapi.“Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya. Karena kebenaran hakiki yang akan membawanya kepada jalan yang lurus. meski nyawa taruhannya. supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka”. (QS 14 Ibrohim : 4) Kriteria ke-3 : “Diberi wahyu” Seorang Rasul adalah orang yang ditugaskan mengajari ummat manusia untuk mengenal kebenaran dan membimbingnya ke jalan yang lurus. seorang Rasul wajib menyampaikannya. 43 . merupakan sifat wajib bagi Nabi dan Rasul. Allah berfirman : “Kami tidak mengutus seorang rasulpun. harus menghadapi Fir’aun dan balatentaranya yang terus mengejarnya hingga ke Laut merah.

Sebab Zakat merupakan “Kotoran” manusia.dan kami menyampaikan kepadamu apa yang disampaikan banyak orang”. Dan hal tersebut telah ia fahami sejak pertama kali ia diangkat oleh Allah sebagai seorang Rasul. dan lain sebagainya. 42 Asy-Syuraa : 23) Disamping tidak menerima Ujrah (Upah). kami datang kepadamu agar engkau memberi perintah kepada kami tentang sedekah ini. HR. 5 Al-Maidah :67) Kriteria ke-5 : “Tidak menerima upah dan shodaqoh” Seorang Rasul adalah manusia pilihan Allah. Dalil Umumnya : “Hai Rasul. Muslim Dari Mutholib bin Rabi’ah bin harits bin Abdul Muthalib bahwa dia dan Fadlol bin Abbas pergi menghadap Rasulullah saw. Sebagaimana firman Allah : “Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas da`wahku. Rasulullah saw bersabda : “Sesunggunya shodaqoh itu adalah kotoran manusia” 2. Kemudian salah seorang diantara kami berkata : “Wahai Rasulullah saw. (QS. Muslim. agar kami mendapat manfaat dari zakat itu. sebagaimana orang lain mendapatkannya. Ia diutus ke suatu kaum untuk menyampaikan wahyu dan membimbing kaum tersebut ke jalan yang benar. dan tidak layak pula 44 . Ahmad. Nabi saw bersabda : “ Sesungguhnya shodaqoh itu tidak layak bagi Muhammad. Sehingga tidak mungkin ia akan meminta upah atas tugas kenabiannya tersebut.bahkan harus menjadi syuhada karena dibunuh kaumnya yang kafir. dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan”. Nabi saw pun haram (tidak menerima) Zakat dari siapapun. Dalilnya : 1. berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya”. sematamata atas perintah Allah SWT. (QS. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. 38 Shad : 86) Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. (QS. HR.

bagi keluarga Muhammad. anak-anak yatim. Dan dihalalkan bagiku Ghonimah. kerabat Rasul. Dalilnya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. maka sesungguhnya seperlima untuk Allah. Tetapi Nabi Muhammad saw mendapatkan harta ghonimah (rampasan perang) dan fa’I (harta rampasan yang didapat tanpa peperangan). Nabi saw bersabda : “Aku (Muhammad) diberi 5 (lima) perkara yang tidak diberikan (oleh Allah) kepada seorang pun dari para Nabi sebelumku. Yakni : Aku diutus kepada (Bangsa) kulit merah dan hitam. (QS. kerabat Rasul. karena sesungguhnya shodaqoh itu adalah kotoran manusia”. Dan aku ditolong dengan kegentaran musuh dalam jarak perjalanan 1 (satu) bulan. 8 Al-Anfal : 41) “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah. Dan aku diberi kesempatan memberi syafaat maka aku simpan untuk ummatku (di akherat kelak)”. (Al-Hadits) 45 . 8 Al-Anfal : 1) “Ketahuilah. orang-orang miskin dan ibnussabil”. anak-anak yatim. orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan”. 59 Al-Hasyr : 7) Al-Hadits dari Shahabat Abu Hurairah ra. sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang. dalam Kitab Tanbihul Ghafiliin karya Abu Laits As-Samarqandiy. bumi (tanah) sebagai Masjid dan Alat bersuci. (QS. (QS. Rasul. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul”. Sedangkan Nabi yang lain haram untuk mendapatkannya. Rasul. Dan dijadikan bagiku.

yakni Tauhid. Sebagaimana Sabda Nabi saw : “Sesungguhnya yang lebih berhaq (lebih patut) kamu terima (ambil) upahnya adalah Kitab Allah” (HR. (QS. meskipun peraturan Syariat (hukum)nya berbeda-beda. 5 Al-Maidah : 48) 46 . pasti membawa ajaran aqidah (keimanan) yang sama. Sebagaimana firman-nya : “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu. telah disepakati (Ijma’) diantara para Ulama berhaq atas ujrah (upah).Sedangkan manusia biasa yang bergerak dalam bidang da’wah. 21 Al-Anbiya : 25) “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu. Kami berikan aturan (syariat) dan Manhaj (jalan yang terang) sendiri”. bahwa : ”Mengupah orang untuk mengajar Al-Qur’an itu boleh menurut semua Ulama kecuali Hanafiyyah” Sedang menurut Ibnu Rusyd berdasarkan Kitab Bidayatul Mujtahid “Mengupah untuk menulis mashaf-mashaf itu boleh menurut ijma’Ulama” Kriteria ke-6 : “Mengajarkan Tauhid” Setiap Rasul yang dibangkitkan oleh Allah kepada suatu kaum. Syarah muslim dari ‘Iyaadh dan Nailul Authar dari ‘Iyaadh. dijelaskan bahwa : Berdasrkan Kitab Fathul Bari dari ‘Iyaadh. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". Bukhari) Dalam Kitab Maushu’atul Ijma karya Sa’di Abu Habib. (QS. melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku.

BUKTI-BUKTI KEKUASAN ALLAH DI SEMESTA ALAM (QS. Tidaklah mungkin bagi 47 . dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Kami tanggalkan siang dari malam itu. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. 36 Yasin : 33-44) “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. supaya mereka dapat makan dari buahnya. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian. maka daripadanya mereka makan.

36 Yasin : 33-44 ini merupakan “ayat-ayat sains” yang mendorong manusia melakukan observasi. Dan Kami jadikan padanya kebunkebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. supaya mereka dapat makan dari buahnya. karena apa yang diberitakan Allah dalam Al-Qur’an. MENGHIDUPKAN LAHAN YANG TANDUS Pada QS. 36 Yasin : 33-44) QS. Diantaranya adalah tentang : 1. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya bijibijian. (QS. Sekaligus ia merupakan I’jazul Qur’an (kemukjizatan Al-Qur’an). maka daripadanya mereka makan. 36 Yasin : 33-35) Dengan apa bumi yang mati yang seakan tidak dapat diharapkan itu. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai ke suatu ketika”. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS.matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. untuk kemudian dapat menumbuhkan tanaman ? Ulama dahulu seperti Ibnu Katsir ataupun para Ilmuwan sekarang sepakat bahwa hal itu terjadi dengan adanya air hujan. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. inovasi untuk mengungkap rahasia alam semesta untuk menunjukkan betapa Maha Besarnya Allah SWT dan betapa Agung Kekuasaan-Nya. 36 Yasin : 33-35 Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. ternyata terbukti kebenarannya menurut sains dan pengetahuan modern. Allah berfirman : 48 . dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati. Nafi artinya tidak. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar.. Muhammad Al-Khatib dalam Kitab Al-Islaamu wal-Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun. Unsur manusia yang dimaksud dalam penggalan ayat ini menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah adalah : berupa menabur benih. huruf pada ayat ke-35 yang berbunyi memiliki dua pengertian. menanam dan lain sebagainya. hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung. yang berbunyi : (Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka). lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Dan jika tumbuhan tak ada maka hewan dan manusiapun tak ada”. Penggalan ayat ke-35. Hal ini sebagaimana firman-Nya “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”. maka tumbuhtumbuhan pun tak ada. yakni sebagai : 1. ia dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan tidaklah diusahakan oleh tangan mereka sendiri” Maksudnya adalah supaya mereka memakan dari buahnya yang sebenarnya tidaklah diusahakan oleh tangan mereka. asal ada air . yang ditemukan di abad ke-20 menunjukkan bahwa tanaman seperti Anggrek dapat tumbuh tidak harus pada media tanah. 7 Al-A’raaf : 57) DR. Andaikata tak ada air. (QS. Kami halau ke suatu daerah yang tandus. telah mendorong manusia untuk melakukan rekayasa atas dasar ilmu pengetahuan (sains) yang dikuasai di bidang agriculture (pertanian). (QS. Didasarkan kepada firman-Nya : 49 . Allah menciptakan setiap makhluq hidup. maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan.“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan). Sebab secara hakekat yang menumbuhkan hasil itu bukanlah mereka (manusia) melainkan atas kehendak Allah SWT. mengatakan : “Dari air. Pada titik-titik air itulah terdapat rahasia kehidupan. 21 Al-Anbiya : 30) Teknologi Hidroponik. mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”.

53 An-Najm : 39) “Bagi mereka mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan” (QS. Dan QS. maka bagi Allah pasti sangat mudah untuk menghidupkan kembali orang mati di dalam Quburnya” Apalagi pada ayat sebelumnya (QS. Karena qudrah irodah Allah adalah bersifat mutlaq. Allah berfirman : (“Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami”) yakni pada Yaumul Ba’ats (Hari Berbangkit).“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami (Allah) yang menumbuhkannya?” Kalau Kami kehendaki. maka jadilah kamu heran tercengang. Sebagaimana firman Allah : 50 . menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah merupakan dalil bahwa : “Jika Allah dapat menghidupkan bumi yang mati kemudian dari bumi yang mati tersebut keluar biji-bijian untuk kemudian tumbuh kebun-kebun. tetapi dalam kehidupan di dunia ini senantiasa ada hubungan sebab akibat. Walau secara hakekat Allah yang menentukan. maka diakui pula keberadaan hasil usaha manusia. sebagai ujian bagi manusia. Dan hasil usaha diberikan Allah kepadanya sepanjang yang ia usahakan. Allah berfirman : “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. Walau terkadang Allah menghendaki lain. (QS. 2 Al-Baqarah : 202) Menurut Hamka. Ghalibnya jika usahanya bagus maka produk hasilnya besar kemungkinan akan bagus pula. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka” Dengan menjadikan “maa menjadi maushuul”. Yaitu Isim penghubung. kedua penafsiran ini hendaknya dipakai secara bersamasama. untuk mendapat balasan amal perbuatan selama di dunia. Karena memang Allah memerintahkan manusia untuk berusaha. 36 Yasin : 33-35. 56 Al-Waqi’ah : 63-65) 2. benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur. 36 Yasin : 32). (QS.

Allah memerintahkan kita bersyukur atas karunia nikmat yang demikian banyak Allah berupa lahan yang subur yang menumbuhkan tanaman dan buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. 30 Ar-Ruum : 19) Di akhir ayat ke-35. Pada tumbuhan dikenal ada serbuk sari dan ada kepala putik. ada jantan ada betina baik pada hewan ataupun tumbuhan. Cara bersyukur yang terpenting menurut Hamka adalah dengan membayarkan zakatnya pada setiap musim panen. ada baik ada buruk. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. ada gelap ada terang. SEGALA SESUATU ITU BERPASANGAN Dalam QS. Ayat ini diperkuat oleh firman-Nya dalam surat yang lain. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. Ayat ini merupakan bukti bahwa segala sesuatu itu memiliki pasangan. Kalau sudah dikawinkan. dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)” (QS.“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. 6 Al-An’am : 141) 2. pada beberapa jenis tumbuhan ditemukan ada tumbuhan yang hanya punya serbuk sari dan yang lainnya hanya punya kepala putik saja. Bahkan menurut para Ahli Botani. yakni : 51 . ada siang dan ada malam. maka korma betina akan banyak buahnya. orang Arab mengerti benar untuk “mengawinkan” korma jantan dengan korma betina. (S. 36 Yasin : 36. Ada pangkal ada ujung. Sebagaimana firman-Nya : “Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah. ada laki-laki dan ada perempuan. Allah berfirman : “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya.

51 Adz-Dzariyat : 49) • 52 . Sebagai contoh : • Karunia berupa adanya dua jenis kelamin yang berbeda pada manusia dan hewan. dibuka dengan kalimat Yang artinya : Maha Suci (Allah) Dzat yang menciptakan. mengandung suatu tuntunan agar kita Bertasbih (Memaha Sucikan Allah). Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”. bagi Kaum Gay ini. (QS. di negeri Soddom. 36 Yasin : 36). Sementara Imam Abu Hanifah.“(Dia) Pencipta langit dan bumi. 42 Asy-Syura : 11) “Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan” (QS. mengakibatkan bumi menjadi terang benderang dengan adanya listrik. untuk mensyukuri karuniaNya yang demikian besar dengan diciptakannya pasangan pada segala sesuatu. yang dikenal sebagai Homosex dan Lesbianisme. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasanganpasangan” (QS. Kemusnahan peradaban manusia akan segera terjadi jika di dunia ini hanya ada satu jenis kelamin saja. menyebabkan kehidupan keduanya hingga kini tetap exist. lahirnya teknologi di bidang elektronika tidak dapat terlepas dari jasa adanya kedua ion yang berbeda muatan ini. menetapkan sanksi Hukum dengan cara melemparkan mereka dari tempat ketinggian ke suatu jurang untuk kemudian melemparinya dengan batu. 13 Ar-Ra’du : 3) Ayat diatas (QS. sebagaimana adzab Allah kepada Kaum Nabi Luth as. dan rasul-Nya amat mengutuk perilaku manusia yang mengingkari kodrat kemanusiaannya dengan mencintai sesama jenis kelamin. Itulah sebabnya barangkali hikmahnya mengapa Allah SWT. dan lain sebagainya. Adanya ion bermuatan positif dan negative. Bahkan para Ulama Fiqh seperti Imam Syafii menetapkan Hukum Rajam.

Apakah yang akan terjadi dalam kurun waktu 100 jam setelah suhu terendah itu ? Jika matahari tidak pernah muncul. Puncaknya adalah antara jam 12 malam sampai sekitar 2 dini hari. 28 Al-Qashash : 71-73) Ir. dimana air akan mulai membeku. alias malam terus. termasuk cairan tubuh kita. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Dan karena rahmatNya. sebutlah di Arab Saudi. Ayat ini senada dengan firman-Nya : Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku. Kami tanggalkan siang dari malam itu. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku. jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat.3. sedangkan di malam hari biasa mencapai 14 derajat. supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. maka maka dalam kurun waktu itu suhu akan terus menerus turun hingga mencapai 0 derajat. Dan ketika diteruskan sampai 100 jam berikutnya maka seluruh air di muka bumi akan membeku. seorang Insinyur Teknik Nulir UGM dalam Bukunya Pusaran Energi Ka’bah mengatakan : “………Apakah yang terjadi jika Allah hanya menciptakan malam terus di bumi ? Cobalah lihat suhu udara di padang pasir. siang hari di sana biasa mencapai 50 derajat celcius. Pada keadaan normal. PERGANTIAN SIANG DAN MALAM Dalam QS. Agus Mustofa. 36 Yasin : 37. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan”. 53 . Dia jadikan untukmu malam dan siang. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam. jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat. (QS.

Ketika siang mulai menjelang. 33 Al-Ahzab : 41-42) 54 . mengapa Allah memerintahkan kita untuk berdzikir dan bertasbih di waktu pagi dan sore hari. Dan puncaknya pada jam 12 siang sampai jam 14 siang. Itulah barangkali salah satu rahasianya. Kalau disiramkan air disana. zikir yang sebanyak-banyaknya. maka suhu beranjak diatas 30 derajat. apa yang terjadi 100 jam berikutnya ? Diperkirakan seluruh air di muka bumi sudah habis menguap. dan banyak yang mulai menguap. Hanya dalam kurun waktu setengah hari saja. dan jalanan itu pun kering kembali. Sebuah rutinitas yang tidak semua kita pernah memikirkannya. Diperkirakan panas permukaan jalan raya itu diatas 50 derajat. berkisar di bawah 30 derajat Celcius. air di permukaan bumi akan mulai mendidih. atau bahkan lebih. Pernahkah kita memperhatikan aspal jalan raya Surabaya pada siang hari. tak berapa lama kemudian air itu akan menguap. kemudian Rasul menuntunnya dengan berbagai lafal dzikir dan do’a. Apakah tujuan utamanya ? Tak lain agar kita sadar bahwa di balik terjadinya rutinitas pergantian siang dan malam hari itu terdapat sesuatu yang luar biasa yang berkait dengan Sebuah Kekuatan Besar yang mengendalikan alam sekitar kita yaitu Sang Maha Perkasa (Allah SWT)”. dikatakan : “Suhu pada umumnya pagi hari di Kota Surabaya. Sebagaimana firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman. Dan kemudian. tetapi tetap berada di atas kita terus menerus ? Diperkirakan. Kita lihat contoh di atas. dan darah di tubuh kita pun ikut mendidih. panas udara dan permukaan bumi bisa mengalami peningkatan suhu yang demikian tinggi. (QS. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. Di permukaannya terlihat mengepul uap tipis. tidak ada kehidupan yang tahan di bumi yang hanya punya siang siang terus menerus”. Apa jadinya kalau matahari tidak bergeser ke arah Barat. Dengan kata lain. dan aspalnya menjadi lembek. Karena itu Allah memancing kita untuk memahami.Jadi sungguhlah dahsyat dampak dari pergantian siang dan malam hari. dalam waktu 100 jam. suhu udara bisa mencapai 33-34 derajat. berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah. Semuanya ini agar kita bersyukur atas karunia Allah berupa pergantian siang dan malam yang ternyata amat luar biasa manfaatnya. Masih dalam buku yang sama.

orang yang membaca ayat-ayat ini tanpa merenungkan isinya dalam-dalam”. Abu Dawud dari Ibnu Abbas ra. Dan tatkala Bilal datangkepadanya untuk panggilan Shalat Subuh. yang mengingatkan Rasul betapa besarnya karunia Allah dengan diciptakannya langit. beliau saw duduk seraya menangis hingga air matanya membasahi lantai. maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada malamnya” 55 .Usai shalat. padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang akan datang ?Rasulullah saw menjawab : “Bagaimana aku tidak menangis hai Bilal. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”.. 3 Ali Imran : 190-191. setelah Allah menurunkan kepadaku malam ini ayat-ayat : Binasalah hai Bilal. Dalam HR. Diantara contoh dzikir dan do’a yang dianjurkan dibaca oleh Nabi saw. diceriterakan bahwa : “…………………. ada riwayat bahwa Rasulullah saw menangis tersedu-sedu setelah diturunkannya ayat QS. (QS. Dan barang siapa membacanya pada sore hari. pada pagi dan sore hari sebagai manifestasi syukur kita kepada Allah SWT atas karunia adanya rutinitas pergantian siang dan malam hari. adalah sebagaimana terdapat dalam HR. dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur. yang meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa ketika pagi membaca “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh. bumi dan adanya pergantian siang dan malam hari itu. (yaitu) orang-orang yang berdikir (mengingat) Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring “ (QS. ia menemui beliau saw masih tersedu-sedu dalam keadaan berbaring. 30 Ar-Ruum : 17-19) maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada hari itu. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab (orang-orang yang berakal). Ibnu Mardawaih. Bertanyalah Bilal kepadanya : “Apakah yang menyebabkan engkau menangis ya Rasulullah. 3 Ali Imran : 190-191) Dalam Tafsir Ibnu Katsir.“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi.

bulan dan berbagai planet lain yang mengelilinginya. “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. itulah bulan purnama. Dan waktu dalam Islam adalah sesuatu yang amat penting.4. bersama-sama dengan bumi. Sebab dengannya kita dapat mengetahui kapan tibanya awal Ramadlan dan Syawwal. Allah berfirman . sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Sedangkan ayat ke-39 yang berbunyi : “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. kapan para Hujjaj harus wukuf di ‘Arafah. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. Allah berfirman : 56 . Adalah ayat yang mengungkapkan tentang berbagai penampakan posisi bulan saat dilihat dari bumi. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Arti ayat ke-38 yang berbunyi : (Dan matahari berjalan di tempat peredarannya) berdasar fakta ilmiah yang telah ditemukan oleh para ahli astronomi. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua”. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. Salah satu manfaat dari adanya perputaran matahari dan bulan ini adalah diketahuinya bilangan waktu. PEREDARAN MATAHARI DAN BULAN PADA ORBITNYA Dalam QS 36 Yasin : 38-40. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. untuk kemudian kembali ke bentuk seperti tandan yang tua. maka ia pun berputar (berevolusi) pula dalam suatu orbit tertentu pada gugusan galaksi Bima Sakti. dan lain-lain. Mula-mula ia nampak seperti bentuk tandan yang tua (bulan sabit) yang kemudian sedikit demi sedikit berubah sehingga kemudian menjadi bulat. maka ayat ini ditafsirkan menjadi : Matahari disamping melakukan rotasi pada porosnya.

adalah 2. menjangkar dan menarik seluruh planet agar tetap pada orbitnya. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”. Apabila keluar dari garis orbit maka hancurlah tatanan alam semesta” • Masing-masing benda angkasa tersebut berputar dan beredar dengan arah yang bertolak belakang dengan arah jarum jam. adalah. 22 Al-Hajj : 65) 57 . (QS.000 tahun cahaya dari bumi. 10 Yunus : 5) Maksud Firman Allah pada ayat ke-40. menurut Ary Ginanjar Agustian dalam “Buku Saku ESQ” menunjukkan bahwa : • “Ditemukan adanya “Black Hole” dengan gravitasinya yang sangat kuat menjaga. maka tatanan semesta akan hancur.6 juta kali matahari. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. yang artinya : “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang”. melainkan dengan izin-Nya?” QS. Garis tengahnya 50. Itulah Qiyamat. Kemudian pada penggalan akhir ayat ke-40 surat Yasin yang berbunyi (Dan masing-masing beredar pada garis edarnya) Telah memacu para Ilmuwan Astronomi untuk mengetahui : mengapa matahari dan bulan serta berbagai planet lain itu beredar tetap pada orbitnya masing-masing ? Kekuatan apa yang mengikatnya sehingga tidak keluar dari orbitnya ? Hasil penelitian para Ilmuwan Astronomi. semuanya berthawaf. jika hal itu terjadi. Terdapat 100 milyard bintang dalam satu galaksi. persis seperti arah putaran ummat Islam yang sedang Thawaf mengitari Ka’bah. Jaraknya 26.“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu. bahwa kepadatan massa black hole sebagai pusat galaksi Bima sakti. Lebih jauh menurut Ary Ginanjar Agustian dalam buku yang sama mengungkapkan hasil foto Teleskop Infrared Chandra tahun 2000 The Milky Way (Bima Sakti). Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan Dia (Allah) menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). artinya mereka saling bertemu.0000 tahun cahaya.

di bumi. binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?” (QS. 22 Al-Hajj : 18) Siapakah yang dapat menciptakan dan mengatur tatanan semesta sedemikian luar biasa ini ? Jawabannya tentulah : Dzat Yang Maha Perkasa yang tiada seorang pun mampu meski sekedar mendekati kekuasaann-Nya Yang Agung. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera (kapal) yang penuh muatan. 58 . Juga Maha Mengetahui segala perkara. 36 Yasin : 41-44. Sebab Dia adalah Dzat Yang Maha Berilmu. bintang.“Apakah kamu tiada mengetahui. bulan. Ibnu Zaid dalam tafsir Ibnu Katsir. mengatakan bahwa kata “Dzurriyyah” (keturunan) dalam ayat jke-41 diatas adalah nenek moyang manusia yang dibawa dengan bahtera Nabi Nuh as. 17 Al-Isra’ : 85) Itulah sebabnya pada penggalan akhir ayat ke-38 dari Surat Yasin ini Allah berfirman : (Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui) 5. sedangkan manusia dan makhluk lain hanyalah diberi ilmu sedikit saja. bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit. Menurut Adh-Dhahak. pohon-pohonan. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. gunung. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. Sebagaimana firman-Nya “Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". KAPAL YANG BERLAYAR DI LAUTAN Pada QS. Yang menurut Hamka diistilahkan dengan nenek moyang manusia kedua setelah Adam as. matahari. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika”. (QS. Qatadah.

59 . Ayat ke-43 yang berbunyi (Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. baru ditemukan pada abad modern ini. Hal lain yang menjadi alasan kami adalah dipakai dan diajarkannya oleh para alim ulama do’a berlayar di lautan menjadi do’a saat menaiki pesawat terbang. Tetapi menurut Tafsir Qurthubi adalah Kapal Nabi Nuh dan kapal –kapal lain bukan hanya kapal Nabi Nuh as. Dalam sejarah dunia kita mengenal bahwa penemuan benua-benua baru seperti Amerika dan Australia misalnya adalah karena jasa para pelaut tangguh yang berani menaklukan ganasnya berbagai samudra luas. Sementara arti yang seperti bahtera itu. penyebaran bangsa-bangsa di dunia ini terjadi dengan adanya bahtera (kapal). Ini juga merupakan sebagian karunia Allah yang lain lagi yang harus kita syukuri. Inilah pendapat dari Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Mengapa demikian ? Karena alat transportasi lain yang semisal dengan bahtera ini. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan) dapat dipahami sebagai peringatan dari Allah. bahwa jika Dia (Allah) kehendaki dapat saja Allah menenggelamkan orang yang berada di perahu atau kapal di lautan.Sedangkan kalimat ditafsirkan dengan kapal Nabi Nuh as. disamping 80 orang beriman pengikut Nabi Nuh as pun terdapat dalam Kapal tersebut. karena kesamaan fungsi sebagai alat transportasi yang mampu membawa muatan yang banyak sebagaimana ayat ke-41 di atas yang diistilahkan dengan “Al-Fulkul Masyhuun”. harus dimaknai bahwa : Allah mengaruniakan ilmu pengetahuan kepada manusia untuk menciptakan alat transportasi lain yang seperti bahtera. Khususnya pada periode awal pertumbuhan manusia. Ayat ke-42 yang berbunyi : (Dan Kami (Allah) ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera). Sementara udara sebagai media terbangnya sebuah pesawat diqiyaskan kepada lautan tempat berlayarnya sebuah bahtera. Dapat dibayangkan betapa besarnya kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh as ini. Sedangkan menurut pandangan kami adalah Kapal selam dan pesawat terbang. Bagi peradaban manusia ayat ini sebenarnya amat penting. • Qatadah dan Dhahaq mengatakan : perahu-perahu kecil di sungai. Mengapa ? Karena menurut Hamka. yang penuh muatan karena semua jenis binatang yang ada di dunia masingmasing sepasang dimasukkan ke dalam kapal tersebut. Sehingga kemudian terjadi interaksi budaya antar bangsa meski mereka saling berjauhan letak geografisnya. sebagaimana sudah dimaklumi bersama adanya. menurut para Ulama diantaranya adalah : • Ibnu Abbas ra mengatakan : unta sebagai kendaraan di darat. karena keduanya pun sama-sama luas dan memiliki tingkat resiko yang tinggi saat diarungi.

(QS. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung". tidak ada Tuhan selain Dia. Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. 9 At-Taubah : 128-129) maka tidak akan mati karena reruntuhan. 39 Az-Zumar : 67) 2. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”. tenggelam. kebakaran atau terpukul dengan senjata dan besi” (Al-Hadits) 60 . Jika mereka berpaling (dari keimanan). Diantaranya dalam : 1. berat terasa olehnya penderitaanmu." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.Oleh karena itu Nabi saw menuntun ummatnya dengan berbagai do’a saat berlayar di lautan. Nabi saw bersabda : “Keamanan bagi ummatku dari tenggelam apabila naik naik kapal (perahu) apabila membaca : “Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. (QS. (QS. Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu'min. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. 11 Hud : 41) “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Nabi saw bersabda : “Barang siapa melazimkan (membiasakan) membaca ayat : “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri.

melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. Sedangkan “Apa yang akan datang” adalah Siksa akherat. 2. (niscaya mereka berpaling). Tidak takut dengan beratnya siksa akibat dosa. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". tentang : (Apa yang ada dihadapanmu dan apa yang ada di belakangmu) Diantaranya adalah: 1. Ada ikhtilaf diantara Ulama tentang kalimat pada ayat ke-45. b. Menolak perintah untuk berinfaq shodaqoh. c. Menurut Tafsir Jalalain. maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. arti ayat : “Apa yang dihadapanmu” yakni : Siksa Dunia seperti ummat yang lainnya. yakni : a. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka. Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?" Dari ayat ini dapat diketahui bahwa ada 4 (empat) tanda kekufuran seseorang kepada Allah SWT. dan Mujahid. Bila ditunjukkan “Ayat-ayat Allah” baik Qur’aniyyah maupun Kauniyyah (yang ada di semesta alam) selalu berpaling. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari rezki yang diberikan Allah kepadamu". dalam Tafsir Qurthubi adalah : “Dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang” 61 . 36 Yasin : 45-48) “Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat". Tidak percaya akan tibanya Hari Qiyamat. d.PEMBANGKANGAN ORANG MUSYRIK (QS. Ibnu Abbas dan Jubair ra.

Baik siksa di Dunia ataupun di Akherat kelak.Ayat ini mengajak kita untuk takut kepada siksa yang akan dijatuhkan Allah SWT akibat dosa-dosa kita. Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). (QS. bahwa dengan masuk Islam mengikuti agama Nabi Muhammad ternyata mereka masih saja miskin. Allah berfirman : “Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi. orang kafir. padahal jika mereka menyembah Allah saja seharusnya Allah memberi kekayaan kepada mereka ? Pendapat mereka orang kafir ini merupakan pendapat yang keliru. 42 Asy-Syura : 12) 62 . Merupakan : “Sebuah penghinaan dan cemoohan dari orang kafir. maka mereka selalu berpaling menolaknya”. maksud penggalan ayat ke-46 yang berbunyi : adalah : “Apabila datang kepada mereka. dengan mengatakan : "Apakah kami (orang kafir Mekkah) akan memberi makan kepada orangorang (miskin yang beriman) yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. Mengapa harus membantu. Itulah makna (Tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata) menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. demikian pula untuk menahan turunnya rizqi tersebut kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Mengapa keliru ? Sebab Kaya dan miskin dalam pandangan Islam adalah Ujian Allah. tanda (ayat) yang menunjukkan Keesaan Allah (Tauhid) dan Kebenaran Rasul (Nabi Muhammad saw). Menurut Ibnu Katsir. Allah akan memberikan rizqi kepada siapa yang dikehendaki-Nya. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". yang menurut Tafsir Hamami yang mengajaknya itu adalah para Shahabat Nabi. saat diajak untuk berinfaq kepada orang miskin dari kalangan beriman. Jawaban orang kafir pada ayat ke-47. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Ini menunjukkan datangnya Hari Qiyamat itu secara tiba-tiba. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Menurut Ibnu Abbas ra. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. Sebagaimana Al-Hadits dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. tanpa terduga termasuk pada saat manusia sedang bertengkar dalam berbagai urusan bisnisnya. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya. keduanya belum sempat melipat kain 63 . dalam ayat akhir ayat ke-49 ini adalah dalam urusan-urusan dunia seperti saat jual beli di pasar. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sungguh Hari Qiyamat pasti akan terjadi. Dan sungguh ketika dua orang membentangkan kain saat jual beli. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi. bahwa : “Yang dimaksud dengan asshayhah atau teriakan (dalam QS. Dan ditiuplah sangkakala.TIUPAN SANGKAKALA MALAIKAT ISRAFIL SEBAGAI TANDA TIBANYA ERA HARI QIYAMAT (QS. Sedangkan kalimat (sedang bertengkar). 36 Yasin : 49-54) “Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). 36 Yasin : 49) adalah Tiupan yang pertama pada Hari Qiyamat”. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja. dan lainlain. dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. dan ‘Ikrimah dalam Tafsir Qurthubi.

yang menurut Tafsir Qurthubi . kata Ash-Shuur diterjemahkan dengan sangkakala. Ahmad. bahwa seorang Arab bertanya kepada Rasulullah saw : “Apakah Ash-Shur itu ? Rasulullah saw menjawab : “Tanduk yang ditiup” (HR. Dalilnya adalah HR. Didasarkan kepada Hadits Nabi saw dalam Al-Habaik fi Akhbaril Malaik karya As-Suyuthi dijumpai HR. Mubarak bin Fadlolah dari Hasan berkata. Ayat pada QS. adalah : “Terompet dari tanduk”. Dan jarak antara Tiupan I dan II itu adalah 40 tahun. Yang meniupnya adalah Malaikat Israfil. Hari Qiyamat pasti terjadi. tiupan ini adalah Tiupan ke-3. Al-Hakim dan Ibnu Mardawaih dari Abu Said ra. tiupan ini merupakan Tiupan ke-2. Ibnu Mardawaih) Menurut Ibnu Katsir. Hari Qiyamat pasti terjadi. hal itu sudah merupakan ijma ummat. namun ia tidak dapat mengangkat kedua kakinya. H. Ayat ke-51 ini merupakan dalil tentang adanya Tiupan Sangkakala yang membangkitkan semua yang mati dari dalam Quburnya. Ahmad. Sedangkan menurut Tafsir Qurthubi dan Jalalain.(dagangannya tersebut). maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. diriwayatkan oleh Na’im dari Abu Hurairah ra. telah bersabda Nabi Muhammad saw : “Malaikat Israfil adalah Peniup Sangkakala” (HR.Mahmud Yunus. Kata menurut Kamus Arab-Indonesia karya Prof DR. Ketika seseorang mengangkat makanan ke mulutnya. Al-Hakim. tahun 1989. Hadits yang hampir sama dalam Tafsir Qurthubi. Ahmad) Sedangkan Al-Qur’an dan Terjemahnya karya Departemen Agama RI. tiba-tiba keduanya mati mendadak. Rasulullah saw bersabda : 64 . Bahkan dalam Tafsir Ibnu Katsir menurut HR. lalu ia tidak bisa memakannya. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr ra. Ketika seseorang memberi minum hewan ternaknya. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan Tuhan Yang Maha Pemurah dan benarlah para Rasul-Nya). Hari Qiyamat pasti terjadi. Ketika seseorang mengangkat timbangan (dagangannya) dan belum sempat menurunkannya”. 36 Yasin : 51-52 yang berbunyi : (Dan ditiuplah sangkakala.

39 Az-Zumar : 68 merupakan dalil untuk nafkatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). Allah menghidupkan dengannya setiap yang mati” (HR. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Israfil benar-benar telah meletakkan sangkakala dalam mulut dan menundukkan dahinya menunggu kapan diperintahkan untuk meniup” (HR. 27 An-Naml : 87 merupakan dalil untuk nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). Diantara Hadits Nabi yang berbicara tentang Malikat Israfil dan sangkakalanya adalah HR. Sumber : Tafsir Qurthubi) Ulama yang berpendapat ada 3 (tiga) tiupan Malaikat Israfil yakni nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). maka QS. maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi. 39 Az-Zumar : 68) Jika QS. Mubarak bin Fadlolah . maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masingmasing)”. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. 27 An-Naml : 87) “Dan ditiuplah sangkakala.“Antara 2 tiupan adalah 40 (empat puluh) tahun. mendasarkan pendapatnya diantaranya kepada ayat Qur’an sebagai berikut : “Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala. nafkhatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). (QS. maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kecuali siapa yang dikehendaki Allah”. (QS. Dan tiupan yang lain. Muslim dalam kitab Shahihnya sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. Muslim) 65 . Tiupan Yang pertama Allah mematikan dengannya setiap yang hidup.

Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Adz-Dzahabi berkata. dan Dia (Allah) memerintahkannya untuk mengambil sangkakala itu.Lalu Tuhan berfirman kepadanya :“Aku telah menugaskanmu mengurus sangkakala ini. Ayat ini senada dengan ayat lain. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. HR. HR. Abu Asy-Syaikh dan Ibnu Mardawaih dari Abu Hurairah ra. Mereka bertanya : “Apa yang harus kami ucapkan ya Rasulullah ? Beliau menjawab : “Katakanlah (Cukuplah bagi kami. Maka tugasmu adalah meniup dan berteriak. Allah sebagai pelindung kami dan Allah adalah sebaikbaik pelindung dan atas Allah lah kami bertawakkal)” 3. Tirmidzi. Lalu Allah berfirman : Jadilah! Maka jadilah Israfil. diantaranya : 1. dan telah siap-siap mendengarkan untuk menunggu kapan dia diperintahkan-Nya untuk meniup. ada Hadits Nabi. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. Rasulullah saw bersabda : “Bagaimana aku bisa tenteram. dan dia menghasankannya. dan dia menshahihkannya. HR. HR. Kedua matanya seperti dua bintang yang terang” 2. Maka dia (Israfil) mengambilnya.juga dalam Kitab Al-Habaaik fi Akhbaril Malaik karya Imam Jalaluddin AsSuyuthi.. : “Allah SWT menciptakan sangkakala itu sebuah mutiara putih dalam kaca yang sangat bersih.. Al-Hakim dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. yakni : 66 . Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi. Allah berfirman. Abu Asy-Syaikh dari Wahb. Lalu Israfil masuk ke bagian depan ‘Arasy. Sementara Israfil meletakkan mulutnya diatas lubang angin itu. Dua ruh tidak akan keluar dari satu lubang. dia memasukkan kaki kanannya di bawah ‘Arasy dan mengeluarkan kaki kirinya. dan bersamanya ada sebuah lubang sejumlah semua ruh makhluk dan semua napas yang dihembuskan.HR. Dan ditengah-tengah sangkakala itu ada lubang angin seperti bulatan langit dan bumi. Ayat ke-53-54 berbicara tentang Yaumul Mahsyar (Hari dikumpulkannya manusia dan jin di Padang Mahsyar) untuk dihisab dan dimizan dengan seadil-adilnya oleh Allah SWT. Maka ia (sangkakala) itu bergantung padanya (‘Arasy). mata penjaga sangkakala itu selalu siap menunggu disekitar ‘Arsy karena takut disuruh berteriak sebelum matanya berkedip. yang artinya : “Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja. “Shahih menurut Syarat Muslim”.Lalu Dia berfirman kepada ‘Arasy : “Ambilah sangkakala itu. memalingkan keningnya. bersabda : “Sesungguhnya sejak ditugaskan. Rasulullah saw. sedangkan penjaga sangkakala telah menelan tanduk. Dan dia tidak pernah berkedip sejak Allah menciptakannya untuk menunggu apa yang diperintahkan-Nya “.

54 Al-Qamar : 6-8) Sehubungan dengan tiupan sangkakala Malaikat Israfil yang menghancurkan tatanan semesta alam ini. Letusan. Rernat. Sedangkan sumbernya bunyi terjadi karena adanya getaran medium atau ledakan. Oleh karena itu bunyi dapat kita bagi dalam 3 macam. (QS. mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan. Sebab pengertian ayat yang artinya “Dan ditiuplah sangkakala” atas dasar berbagai Hadits Nabi di atas. senar dan lain-lain. seorang pakar fisika Unram. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan). yang getarannya tidak periodik seperti suara deburan ombak. 67 . baik itu medium padat. Tiupan mempunyai makna bahwa ada energi udara yang keluar melalui terompet sekaligus mengeluarkan bunyi yang dirambatkan udara. Kosim. 50 Qaaf : 42) “Maka berpalinglah kamu dari mereka. yang getarannya tidak periodik dan berlangsung dalam waktu singkat. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. (QS. walaupun diruang angkasa ini hampa udara.“(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. cair ataupun gas (udara). maka di alam raya yang semula vakum (hampa) udara menjadi terisi udara. Nada. tentang kemungkinan terjadinya ditinjau dari kacamata ilmu pengetahuan modern. dentuman meriam dan lain sebagainya. penulis mencoba bertanya kepada DR. seperti ledakan bom. Desir. Karena adanya angin dari tiupan sangkakala. Dan bunyi terompet akan sampai ke semua benda langit sebagai bunyi ledakan yang berlangsung sesaat. yakni : 1. Peristiwa tiupan terompet oleh malaikat Israfil. 3. Selengkapnya pakar fisika Unram ini mengatakan sebagai berikut : Bunyi merupakan gelombang mekanik yang perambatannya memerlukan medium. MSc. sambil menundukkan pandangan. Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat". jelas merupakan rambatan gelombang bunyi. tampak bahwa ia adalah energi suara yang ditiupkan melalui terompet (sangkakala). yang getarannya periodik (teratur) seperti bunyi seruling. itulah hari keluar (dari kubur)”. 2.

Sedangkan intensitas bunyi akan sangat besar jika amplitudo dan frekuensinya tinggi. sering kita menggunakan istilah intensitas yang merupakan besaran daya persatuan luas. Untuk angin : I = 0. sehingga mengganggu kesetimbangan garis edar dari planet-planet atau benda-benda di angkasa. meriam (110 dB). Dalam menyatakan besarnya energi. Sedangkan untuk bunyi. 1987) 1 b. sedangkan Io = Intensitas dasar = 1. v = kecepatan gerak 2 angin untuk energi angin. Untuk bunyi : I = ρ v A (2πf)² 2 ρ = Massa jenis medium v = Kecepatan bunyi v bunyi di udara (diam) = 340 m/s. maka v = kecepatan bunyi yang merambat dalam medium udara. termasuk makhluk hidup. 1996) Intensitas energi angin akan sangat besar kalau angin tiupan dari sangkakala tersebut keluar dengan kecepatan yang tinggi. A = Amplitudo gelombang bunyi f = Frekuensi bunyi ( Gabrial. Menurut Graham Bell. merupakan besarnya Dengan satuannya adalah I = m² Joule energi (Joule) persatuan waktu. Maka hancurlah jagad raya dan matilah makhluk hidup dengan energi yang dikeluarkan dari tiupan terompet (sangkakala) Malaikat Israfil.10 ⎯¹²w/m² Contoh : Bunyi Suara berisik Pesawat Jet Roket tinggal landas 10⎯¹º 10¹ 5 10 Intensitas (w/m²) 20 103 170 dB Dari daftar skala kebisingan ini. maka bunyi yang kuat akan menggetarkan benda-benda yang dilaluinya. yang satuannya adalah Watt = .Baik tiupan angin maupun bunyi masing masing mempunyai energi kinetik 1 yang dirumuskan sebagai m v². UI Press. 68 . Dengan demikian jelas gerakan planet akan kacau berantakan. Energi. Karena bunyi juga merupakan gelombang tekan. EGC Bali. Fisika kedokteran. Sedangkan di air apalagi di zat padat lebih besar lagi. intensitas bunyi ini. det Dan besarnya intensitas adalah : a. Watt Sedangkan daya sendiri. Artinya tiupan sangkakala mempunyai frekuensi dan amplitudo yang tinggi. Dengan rumus sebagi berikut : dB=20 log I Io I = Intensitas akhir. dengan m = massa medium. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. sebagai satuan tekanan bunyi. maka >100 dB adalah seperti suara Halilintar (120 dB). dapat dikonversikan kedalam satuan decibel (dB).1 v³ V = Kecepatan gerak angin (Abdul Kadir (Prof).

Mujahid dalam Tafsir Qurthubi dan Ibnu Katsir adalah : “Kesibukan mereka (para penghuni surga) dalam memecahkan keperawanan (istrinya)” Dalil adanya “persetubuhan di surga” : HR. Abu Nu’aim dari Abu Hurairah ra. Laki-laki tidak pernah akan mengeluarkan sperma juga tak ada kematian”. (QS. sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” Yang dimaksud dengan “bersenang-senang dalam kesibukan” dalam ayat ke-55 ini adalah : • Menurut Tafsir Jalalain serta menurut Ibnu Mas’ud ra.KEADAAN PENGHUNI SORGA (QS. bahwa Rasulullah saw ditanya : “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan ? Rasulullah saw menjawab : “Ya. yang berbunyi “Mereka dan istri-istri mereka” adalah bagi mereka yang saat di dunia memiliki istri yang beriman dan sholeh. Thabrani dari Abu Umamah ra. Ibnu ‘Abbas ra. bertelekan di atas dipan-dipan. tanpa pernah merasakan bosan karena syahwat tak pernah padam.58) “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh. 36 Yasin : 55. dan HR. 37 Ash-Shaffat : 50) Menurut Ibnu ‘Abbas dalam Tafsir Ibnu Katsir : “Kesibukan mereka dengan memperdengarkan alat musik” • Ayat ke-56. Allah berfirman : 69 . Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. Qatadah. (Kepada mereka dikatakan): "Salam". • Menurut Ibnu Kaisan dalam Tafsir Qurthubi : “Kesibukan sebagian mereka untuk berziarah kepada sebagian lainnya” Diperkuat oleh Firman Allah : “Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.

bahwa Nabi saw bersabda : “Apabila seseorang memetik satu buah sorga.Istri-istri mereka adalah bidadari yang bermata jeli………….” Pada ayat ke-57.. 43 Az-Zukhruf : 73) “Dan buah-buahan yang banyak. buah itu akan muncul kembali dalam sekejap” (HR. 13 Ar-Ra’du : 23) Sedangkan bagi mereka yang tidak beristri atau istrinya kafir atau ahli ma’siyat.. yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya” (QS. dijelaskan dalam ayat lain. Seperti apakah buah-buahan di surga itu. isteri-isterinya………………” (QS.“(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. 55 Ar-Rahman : 68) 70 . “Demikianlah. bahwa Rasulullah saw bersabda : “…………………. Muslim.. Thabrani) “Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya” (QS. misalnya : “Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan” (QS. Tirmidzi. Thabrani dari Tsauban ra. (QS. Bukhari. maka tersedia di surga bagi mereka “Hurul ‘Aini” (Bidadari). Dan Kami berikan kepada mereka bidadari”. 76 Al-Insan : 14) “Di dalam keduanya(kedua surga itu) ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima” (QS. 56 Al-Waqiah : 32-33) Ayat ini diperkuat oleh : HR. 44 Ad-Dukhan : 54) Dalam HR. Allah menjelaskan tentang salah satu makanan di surga adalah buah-buahan.

diriwayatkan dalam Tafsir Qurthubi dari Hadits Jarir bin Abdullah Al-Bajaliy bahwa Rasulullah saw bersabda : “Ketika para penghuni surga berada dalam kenikmatan. memperlihatkan diri di atas mereka. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam-salam” (QS.“Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu. maksud ayat Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu adalah : “Jenis barang (buah)nya mirip tetapi tidak serupa” Tentang ayat ke-58 dari Surat Yasin. Maka mereka (para penghuni surga) mengangkat kepala .sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” (Al-Hadits) Demikian pula menurut Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsirnya. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam" (QS. tiba-tiba Allah. berpendapat bahwa : “Ucapan salam tersebut adalah dilakukan Oleh Allah SWT sendiri”. Ia berfirman : “Assalamu’alaikum” (Salam sejahtera atas kalian). Peristiwa itu adalah arti dari firman Allah : “(Kepada mereka dikatakan): "Salam"." (QS. wahai penduduk surga. Sebagaimana firman Allah : “Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu. tiba-tiba muncul lah sinar cahaya. bahwa Ibnu Abbas ra. 14 Ibrohim : 23) 71 . dalam Al-Qur’an ada ayat lain yang senada : “Mereka tidak mendengar di dalamnya (surga) perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. 2 Al-Baqarah : 25) Menurut Abdul Qadir Ahmad ‘Atha dalam Kitab Ath-Thariiq ilal Jannah. 56 Al-Waqi’ah : 25-26) Sedang makna ayat ke-58 . Tuhan Yang Maha Tinggi. mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka.

(QS. (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum "(Salam sejahtera atas kalian karena kesabaran kalian). yang menyampaikan salam itu adalah para Malaikat. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.Menurut Muqatil. Muqatil berkata : “Para malaikat masuk kepada penduduk surga dari setiap pintu. sebuah salam dari Tuhan kalian Yang Maha Penyayang”. Mereka mengucapkan “Salam atas kalian wahai penduduk surga. Dalil : “(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. 13 Ar-Ra’du : 23-24) 72 . isteri-isterinya dan anak cucunya. sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.

dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. Ayat-ayat ini menurut Ibnu katsir dalam Tafsirnya merupakan ayat yang menceritakan kondisi orang kafir di Akherat yakni di Mauqif saat mereka di Padang Mahsyar. 30 Ar-Ruum : 14-16. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. di hari itu mereka (manusia) bergolonggolongan. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). Allah berfirman : “Dan pada hari terjadinya kiamat. Ayat ini diperkuat oleh QS. maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka)”. Kemudian mereka dimasukkan kedalam Neraka Jahannam (QS. maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Mereka terpisah dari orang beriman. khususnya pada ayat 59-62.dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu".KEADAAN ORANG KAFIR DI AKHERAT (36 Yasin : 59-65) “Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mu'min) pada hari ini. hai orang-orang yang berbuat jahat. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. 73 . Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. 36 Yasin : 63-64). Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

digunakan istilah : hari itu mereka terpisah-pisah). QS. 7 Al-A’raaf : 22 4. yang berbunyi : “Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu Maka apakah kamu tidak memikirkan?”. Ketika orang-orang berdosa ini dipisahkan dari orang beriman di Mauqif. Majusi (Penyembah Api). Watsani (Penyembah Berhala). Shabi’in (Penyembah Bintang). 6 Al-An’am : 142 3. Allah berfirman tentang ditutupnya mulut di akherat nanti dan bersaksinya tangan dan kaki. 12 Yusuf : 5 5. menunjukkan bahwa jumlah orang berdosa dan ahli neraka itu lebih banyak dari pada orang beriman dan ahli sorga. 20 Thaha : 117 7. Firman Allah pada ayat ke-62. 28 Al-Qashash : 15 8. QS. QS. yakni Golongan Yahudi terpisah kedalam beberapa firqah. 43 Az-Zukhruf : 62 Begitu banyaknya ayat yang senada tentang posisi setan sebagai musuh. minimal ada 10 (sepuluh) kali Al-Qur’an mengungkapkannya dengan cara dan gaya bahasa yang berbeda. QS. 36 Yasin : 60. 2 Al-Baqarah : 168 dan 208 2. Setan sebagai musuh selain dalam QS. menunjukkan bahwa. QS. 36 Yasin : 59 adalah : “Terpisahnya orang-orang berdosa kedalam beberapa golongan. menurut Ibnu Katsir. Sesungguhnya semua firqah (golongan) tersebut masuk neraka”. Allah mencela dan menegur mereka dengan keras dengan firman-Nya : “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu" Inilah jalan yang lurus. yang mendengar Rasulullah saw bersabda : 74 . 30 Ar-Ruum : 43. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).Pada QS. Demikian pula Nashrani. (Pada Menurut Adl-Dlohak dalam Tafsir Qurthubi. seseorang hendaknya benar-benar menyadari tentang bahaya yang terus mengancamnya dan berhati-hati untuk tidak terperosok kepada bujuk rayunya. yakni : 1. Rasulullah saw bersabda : HR. QS. maksud QS. QS. Pada ayat ke-65. 18 Al-Kahfi : 50 6. QS. QS. Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Ahmad dari ‘Uqbah bin Amir ra. 35 Fathir : 6 9.

Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata. dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Kebenaran dari ayat ke-65 ini. CD. manusia tidak lagi dapat berkilah untuk menyangkal setiap tindak kejahatannya. 41 Fushshilat : 20-22) 75 . di zaman modern ini dengan mudah dapat kita terima. pastilah akan lebih detail lagi mengungkap setiap perilaku hamba-Nya. Karena semua anggota tubuh akan bersaksi tentang apa yang dahulu saat di dunia telah kita perbuat. Apalagi tangan dan kaki manusia ciptaan Al-Khaliq Allah SWT. flash disk yang merupakan produk teknologi manusia dapat berbicara mengungkapkan sejuta fakta. tetapi dapat juga melalui rekaman pita cassette dan CD hasil shooting. pendengaran. Ahmad) Ayat ini mengajari kita bahwa di depan Mahkamah Allah di Hari Qiyamat nanti. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran. Diperkuat oleh firman-Nya : “Sehingga apabila mereka sampai ke neraka. Jika pita cassette.“Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang pertama akan berkata-kata pada Hari Qiyamat di kala Allah mengunci mulutnya. penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. (QS. adalah pahanya sebelah kiri” (HR. disket. penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan”. Mengapa ? Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa kesaksian suatu kejadian dapat diperoleh tidak harus langsung secara verbal melalui mulut seseorang.

yang karena melanggar larangan Hari Sabat (Sabtu) sebagai Hari Khusus untuk beribadah. kemudian pada beberapa hari berikutnya mereka mati. niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka”. Tafsir Jalalain dan Ibnu Katsir. sebagaimana yang pernah terjadi kepada Kaum Yahudi. menurut Tafsir Jalalain adalah untuk merubahnya menjadi kera. Sedang Al-‘Aufi dari Ibnu Abbas ra. 2 Al-Baqarah : 20) Perbedaannya adalah jika surat Yasin merupakan ancaman Allah kepada Orang Kafir maka Surat Al-Baqarah ayat 20 ini. Dia dapat membutakan pula mata dzhohir mereka”. Sehingga ayat ke-66 dari Surat Yasin ini menurut Tafsir Hamami senada dengan ayat : “Jikalau Allah menghendaki. untuk orang Munafiq. lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maksudnya menurut Tafsir Hamami : “Karena mata bathin mereka sudah buta melihat kebenaran Tauhid. Sedang yang dimaksud dengan ancaman Allah untuk merubah mereka. maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali” Arti kata dalam ayat ini adalah yang artinya hilang atau lenyap. cenderung melihat ancaman ini akan berlaku di Dunia. babi atau batu di rumah mereka masing-masing. Sebagai misal adalah Para nelayan Yahudi yang hidup di Negeri Eilah yang berada di tepi laut. dengan tetap mencari ikan. jika Allah kehendaki. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada. 76 .ANCAMAN ALLAH KEPADA ORANG KAFIR UNTUK MENGHILANGKAN PENGLIHATAN DAN MERUBAH WUJUD FISIK MEREKA (S. dalam Tafsir Ibnu Katsir adalah : Untuk menghancurkan mereka. (QS. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya). 36 Yasin : 66-67) “Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka. maka Allah SWT seketika itu pula merubah wujud fisik mereka menjadi Kera.

3. Karena ia menjadi bisu. berpendapat bahwa semua kejadian ini terjadi di Hari Qiyamat. Al-Khaafidh (Yang Maha Merendahkan). (QS. sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. dan lain sebagainya. Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. Mengapa ? Karena disamping Ar-Rahman dan Ar-Rahim. kera. Berdasar berbagai ayat Qur’an yang mengisahkan adzab Allah kepada berbagai kaum. Sehingga derita orang kafir di akherat menjadi sempurna. masih ada Asmaul Husna lain seperti : Al-Qahhar (Yang Maha Memaksa). Telah datang Nabi atau Rasul yang memberi peringatan kepada mereka tetapi mereka tetap mendustakannya. Sedang karunia Allah yang diberikan kepada mereka melimpah ruah. jika kamu bersyukur dan beriman? (QS. (QS. jika Dia berkehendak. 4 An-Nisa : 147) “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. 2. 6 Al-An’am : 44) Sedang Ibnu Salam dalam Tafsir Qurthubi. Al-Qaabidh (Yang Maha Menyempitkan). Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya”. maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. dimana Allah SWT akan menghilangkan pandangan mata orang kafir saat melewati Ash-Shirath. Sebuah penghinaan yang teramat pantas karena dosa mereka yang teramat banyak dan kekufuran mereka kepada Allah SWT saat di dunia. niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (lagi) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. buta. Allah berfirman : “Mengapa Allah akan mengadzab kamu. dapat disimpulkan bahwa murka Allah terjadi jika : 1. Allah berfirman dalam ayat lain : “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini. tuli dan wujud fisiknya berubah menjadi amat buruk laksana babi. 17 Al-Isra’ : 72) 77 .Penggunaan kata (Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki) dalam dua ayat diatas menunjukkan bahwa Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat menjadi sangat murka. Tingkat kekufuran dan kemaksiatan mereka sudah melampaui batas. Al-Mudzill (Yang Maha Menghinakan). Al-Muntaqim (Yang Maha Kuasa Menindak Hamba-Nya Yang Bersalah Dengan Menyiksanya) dan Adh-Dhaarru (Yang Maha Mendatangkan Bahaya dan Kemelaratan).

Maka apakah mereka tidak memikirkan?” Ayat ini merupakan bukti kekuasaan Allah untuk mengembalikan seseorang pada kondisi seperti anak kecil bahkan bayi kembali. 30 Ar-Ruum : 54) Allah menciptakan kamu. supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Mereka adalah orang tua tetapi kerap kali berperilaku seperti anak-anak. 36 Yasin : 68) Pada QS. (QS. dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah. Bukhari dari Anas bin Malik ra. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Allah berfirman : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). 36 Yasin : 68. yang dikenal di masyarakat kita sebagai pikun. 16 An-Nahl : 70) Dalam Tafsir Qurthubi dari HR. bahwa Rasulullah saw memohon perlindungan (kepada Allah) dengan berdo’a : 78 . kemudian mewafatkan kamu. (QS. Tentunya bukan dalam bentuk wujud fisik melainkan dalam pemikiran dan perilakunya. Allah berfirman dalam ayat lain : Allah.KEKUASAAN ALLAH UNTUK MENJADIKAN SESEORANG MENJADI PIKUN (QS. berkata. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Bukhari) Dan dari Hadits Sa’ad bin Abi Waqqash dalam Tafsir Qurthubi. Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir” (HR.“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas. Dan aku berlindung kepada-Mu dari jubun. Dan aku berlindung kepada-Mu dari pikun. dikatakan : “Dan aku berlindung kepada-Mu untuk kembali ke umur yang paling lemah (pikun)” 79 .

Bukan hasil olah kata seorang penyair apalagi manusia biasa. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam”. Ayat ke-69-70. supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir”. ketengah-tengah manusia itu adalah benar-benar Firman-firman Allah. (QS. yaitu orang yang tidak bisa tulis baca. Asbabun Nuzul ayat ini menurut Al-Kalbi adalah : “Ketika orang-orang Kafir Mekkah berkata bahwa Muhammad adalah seorang penyair dan apa yang dikatakannya adalah syair. Menurut Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. Dan Nabi Muhammad bukanlah seorang penyair apalagi dia dikenal sebagai seorang “Ummi”. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. maka Allah SWT menurunkan ayat ini (QS. dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. dari Surat Yaasin ini merupakan penegasan bahwa : 1. 69 Al-Haaqqah : 40-43) 2. 36 Yasin : 69-70) “Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Ayat Al-Qur’an yang demikian indah susunan balaghahnya yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. 36 Yasin : 69-70) untuk mendustakan tuduhan mereka”. 7 Al-A’raaf : 157 sebagai berikut : 80 .NABI SAW BUKAN SEORANG PENYAIR (QS.

pernah membuat syair untuk menandingi Al-Qur’an. Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka) (QS. Karena hal tersebut akan menaikkan derajat dan gengsi suku atau kabilahnya. Nabi yang ummi” (QS. Sehingga di zaman Jahiliyyah ini lahirlah banyak para penyair dan sastrawan ulung yang melahirkan karya-karya besar. Syair yang tinggi nilainya digantungkan di dalam Ka’bah. 7 Al-A’raaf : 157) “Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya. (QS.(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul. Bahkan pada setiap tahun mereka akan berkumpul di pasar malam ‘Ukkadz setelah selesai menunaikan Ibadah Haji-dengan cara Jahiliyyah-seperti bertelanjang bulat saat Thawaf mengelilingi Ka’bah. justru menjadi bahan ejekan orang banyak. Padahal pada saat itu Bahasa Arab sedang mencapai tahapan gemilang. tetapi tak seorang pun yang sanggup melakukannya. Diantaranya Allah berfirman : “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini. Berkumpulnya mereka di pasar ‘Ukkadz ini untuk mendengarkan para ahli sya’ir memperdengarkan karya mereka sambil memperlombakannya. 81 . seorang Nabi palsu. seperti Amru al-Qais atau ‘Ablah. Masyarakat Arab yang memang Ahli Syair dengan cepat dapat mengetahui bahwa hal itu bukan lah wahyu dari Allah melainkan olah kata dari Musailamah sendiri. Allah menantang mereka untuk membuat yang semisal dalam Al-Qur’an. Dalam banyak ayat. 17 Al-Isra’ : 88) Musailamah Al-Kadzab. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". adalah karena mereka ta’jub terhadap ketinggian mutu bahasa Al-Qur’an tetapi mereka tidak dapat menandingi keindahan susunan kata dan gaya bahasanya. Sebuah kabilah dan suku-suku Arab akan merasa bangga jika ia memiliki penyair yang hebat. niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia. 7 Al-A’raaf : 158) Adanya pemikiran yang demikian keliru dari Orang-orang Musyrikin Mekkah.

26 Asy-Syu’ara : 224-227. dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?. kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. aku melihat suatu kaum yang mulutnya dipotong-potong dengan gunting oleh Malaikat Zabaniyyah. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. dijumpai Hadits Nabi : “Pada malam aku di-Mi’raj-kan. Jibril menjawab : Mereka adalah para penyair ( yang tidak mengindahkan etika agama)”. (Al-Hadits) 82 . Allah menegaskan bahwa kedudukan dan sifat-sifat para penyair dengan para Rasul itu berbeda. Siapakah mereka itu ?. Lalu aku bertanya kepada Jibril. Dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah. Allah berfirman : “Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.Dalam QS.

Dalam ayat –ayat ini ada 3 (tiga) nilai kemanfaatan dari Binatang ternak yang disebutkan secara jelas dan terang.RAHMAT ALLAH PADA BINATANG TERNAK (QS. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Allah berfirman : “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. yang menurut DR. Muhammad Al-Khatib dalam Al-Islamu wal ‘ilmu nadzharatun mu’jizatun adalah jenis lemak yang terbaik. Dalil bahwa yang dimaksud minuman dari binatang ini adalah susu. 2. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” Ayat ini mengajak manusia untuk bersyukur atas karunia diciptakannya binatang ternak untuk manusia. mentega. 83 . yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. bubur susu. 16 An-Nahl : 66. yakni : 1. Keledai dan Unta. Allah berfirman : “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri. 36 Yasin : 71-73. 36 Yasin . 71-73) Pada QS. Seperti : Susu sapi dan susu kambing. lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka. Susunya dapat menjadi minuman yang sehat dan lezat. Sebagai sarana transportasi Seperti : Kuda. Kami (Allah) memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah. Dagingnya sebagai makanan yang lezat 3. Kemudian dari susu sendiri dapat dibuatlah keju. maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. terdapat dalam QS.

dan lain-lain. dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda : “Jika kamu bepergian dalam daerah yang subur maka berilah kesempatan kendaraan (unta) itu makan. HR. sebagaimana Sabda Beliau saw : 1. Abu Dawud. HR. berkata : “Rasulullah berjalan melihat seekor unta yang telah rapat punggungnya dengan perutnya ( terlalu kurus). seperti kulit sapi yang dapat digunakan untuk berbagai alat musik tabuh (perkusi). Muslim. Maka bersabda (Rasulullah saw) : “Takutlah kamu kepada Allah terhadap binatang-binatang yang bisu ini.. • Kulitnya. dan dia adalah Ahli Baiatur Ridlwan. Dengan demikian bersyukur atas karunia binatang ternak ini adalah dengan memelihara dan merawatnya dengan baik serta menjaga kelestariannya.Dan satu lagi nilai kemanfaatan dari binatang ternak. Maka kendarailah dalam keadaan yang baik dan beri makanlah dalam keadaan baik” 3. Dan jika kamu beperguian pada daerah yang kering. Allah memerintahkan kita bersyukur atas ni’mat diciptakannya binatang ternak. hingga diamlah onta itu. • Berbagai perlombaan dan hobbi. • Bulunya. seperti pacuan kuda. Pada akhir ayat ke-73. Maka didekati oleh Nabi saw dan diusap-usap punggung dan dekat leher atau telinganya. diriwayatkan : “Maka Rasululullah saw masuk ke kebun seorang Shahabat Anshor. seperti bulu Biri-biri untuk pembuatan bahan kain wol. dan dikatakan Sahl bin Ar-Rabi’I bin ‘Amr dan Al-Anshari Al-Ma’ruf dengan Ibnu Handzholiyyah. 36 Yasin : 73) Diantara manfaatnya adalah : • Untuk membajak sawah oleh para petani. Bagaimana cara bersyukurnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu dipahami dulu tentang apa hakekat Syukur itu ? Menurut sebagaian Ulama. tiba-tiba disana ada unta dan ketika terlihat oleh Rasulullah tiba-tiba ia merintih dan mencucurkan air mata. Kemudian Nabi bertanya : “Siapakah pemilik unta ini ? Maka datanglah seorang pemuda Anshar berkata : Itu milikku ya Rasulullah. Abu Dawud dari Sahl bin ‘Amru. maka maka percepatlah dan kejarlah sebelum habis sumsum kendaraan itu (persedian bahan makanan pada tubuh binatang itu)” 2. Syukur adalah : “Pendayagunaan semua karunia Allah oleh seorang hamba sesuai dengan tujuan penciptaannya” Dan tujuan penciptaan manusia adalah dalam rangka ‘ibadah dan menjadi Khalifah di muka bumi ini. Termasuk berdosa jika kita tidak merawatnya dengan baik dan membebani binatang tunggangan misalnya melebihi batas kemampuannya. hanya dengan ungkapan : (Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat) (QS. Berkata Nabi : 84 . HR.

Kemudian menyembelihnya untuk tujuan Qurban. ‘Aqiqah. Kemudian cara bersyukur lainnya yang amat perlu untuk mendapat perhatian adalah adalah dengan mengeluarkan zakatnya jika jumlah binatang ternak tersebut sudah mencapai nishab zakat. dan berbagai amal shaleh lainnya. 108 Al-Kautsar : 1-2) Dari ayat ini dapat dipahami dengan jelas bahwa. (QS. menyembelih hewan Qurban di Hari Nahar (Idul Adha) adalah bukti rasa syukur kita kepada karunia ni’mat Allah. 85 . Dan saat menyembelihnya pun hendaknya dengan pisau yang tajam sehingga binatang sembelihan tersebut tidak mengalami penderitaan yang terlalu lama. ia mengeluh bahwa kamu selalu melaparkannya dan melelahkannya”. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (sembelihlah hewan Qurban)”. termasuk nikmat diciptakannya binatang ternak bagi kita ummat manusia. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak.“Tidakkah kamu takut kepada Allah dalam memelihara binatang yang telah diberikannya kepadamu.

“Bagaimana mungkin sebongkah batu atau seonggok kayu. Sesungguhnya Kami (Allah) mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan”. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. 86 . (QS.yang biasa dijadikan berhala. Logika yang paling sederhana seperti pernyataan di bawah ini pun pasti akan setuju dengan firman Allah di atas. Ini merupakan dalil yang nyata bahwa berhala tak dapat memberi syafaat (pertolongan) apapun. 10 Yunus : 28) Kata “Syurakaauhum” (sekutu-sekutu mereka) dalam ayat ini menurut Tafsir Qurthubi adalah Syetan atau Berhala. bahwa ia (berhala) tersebut tidak pernah meminta untuk disembah. 36 Yasin : 74-76. Allah berfirman : (Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya. Allah berfirman : “Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami”. Sehingga bagaimana mungkin berhala tersebut akan dapat memberi syafaat. 36 yasin . Sementara ia sendiri tak dapat berlindung dari panas teriknya matahari dan guyuran air hujan”.CELAAN ALLAH KEPADA PENYEMBAH BERHALA (QS.dapat memberi pertolongan dan memenuhi hajat seseorang. Kemudian di akherat nanti justru berhala yang disembah ini pun akan berdebat berbantah-bantahan dengan orang yang menyembahnya. kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu”. padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. 74-76) Pada QS. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka.

Tetapi kita meyakini bahwa hal itu tidak akan berlangsung lama. ingin agar semua orang beriman sebagai bukti kasih sayangnya yang mendalam kepada ummatnya. maka kewajiban kamu hanyalah bertabligh (menyampaikan ayat-ayat Allah)” (QS. 87 . 3 Ali Imran : 20) Mengapa Nabi saw sampai harus diingatkan agar tidak usah bersedih. barangkali karena dua hal. 2. Meski sedikit barangkali ada saja sedih dan kecewanya.Ayat ke-76 merupakan ayat yang mengingatkan Nabi saw agar tidak bersedih dengan ucapan-ucapan mereka yang mengejek dan penolakan mereka-kafir Quraisy. Sedang urusan hasil adalah dalam Kekuasaan Allah. Nabi saw. Karena beliau saw senantiasa dibimbing oleh wahyu. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka berpaling. Sebagaimana sudah kami jelaskan dimuka.kepada da’wah Nabi saw. Sehingga tidak dapat melepaskan diri dari kodrat kemanusiannya. Sebab tugas seorang Nabi dan Rasul hanyalah menyampaikan. yakni : 1. pada tafsir ayat ke-10 dalam bab tentang “Mayoritas orang kafir di azab oleh Allah”. dengan kekufuran mereka. Wallahu a’lamu. Nabi saw meskipun seorang Insan Kamil (Manusia sempurna) tetapi bagaimanapun dia adalah seorang manusia bukan Malaikat.

apakah Allah akan membangkitkan tulang yang sudah hancur ini ?”. b. 36 Yasin : 77-83. dan As-Suddi. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. dengan tambahan bahwa orang itu adalah Ubay bin Khalaf: “Diriwayatkan bahwa Al-‘Ash bin Wa’il. 36 Yasin . Menurut Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid. Dia berkuasa. Ayat ini (QS. yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. 36 Yasin .BUKTI ADANYA HARI BERBANGKIT (QS. ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Ikrimah. Ia berkata : “Hai Muhammad. dan dia lupa kepada kejadiannya. 77-83) Pada QS. Allah berfirman : “Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani). Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. turun berkenaan dengan 88 . Asbabun Nuzul ayat-ayat ini adalah : a. Menurut riwayat Al-Hakim dengan sanad bersumber dari Ibnu Abbas ra." Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasadjasad mereka yang sudah hancur itu? Benar. ‘Urwah bin Zubair. maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu. yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau. 77-83). menghadap kepada Rasulullah saw dengan membawa tulang belulang yang sudah rusak sambil mematahmatahkannya. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. Allah akan membangkitkan ini (tulang) dan mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali serta memasukkan kamu ke Neraka Jahannam”. Nabi saw menjawab : “Benar. maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami.

Dan untuk pertama kali. Orang yang akan menyalakan api. Lalu ditumbukkan kayu marikh diatas kayu ifar. (QS. Keduanya berwarna hijau dan dari padanya air menetes. 32 As-Sajdah : 8) air yang hina (air Pada ayat ke-79. Allah mengajak manusia untuk melihat bukti. bahwa Ia berkuasa untuk menghidupkan kembali tulang-belulang yang sudah hancur. Allah berfirman “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya (tanah) Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain”. Allah berfirman : “Katakanlah: "Ia (tulang belulang) itu akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. ia memotong dua dahan dari semisal kayu siwak. bahwa ia hanya berasal dari air yang hina. Penciptaan Langit dan Bumi. 31 Luqman : 28) Sedangkan arti ayat ke-80. 20 Thaha : 55) Dan prosesnya terjadi adalah dengan cara yang sangat mudah. Ia lupa kepada asal kejadiannya. Ayat ke-77 merupakan peringatan keras agar manusia tidak berlaku angkuh dan sombong kepada Allah SWT. 2. 89 . maka keluar api dari kedua kayu tersebut dengan izin Allah SWT”. Kejadian manusia yang berasal dari sperma. Adanya api dari kayu yang hijau 3. Allah ciptakan manusia (Adam) dari tanah. Sebagaimana firman-Nya : “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati mani)”. Allah berfirman : “Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja” (QS. Diantaranya adalah : 1. adalah : “Pohon marikh dan pohon ifar. Kedua pohon itu tumbuh di darat. menurut Ibnu Abbas ra. khususnya tentang pohon kayu hijau.dengan peristiwa tersebut di atas yang menegaskan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di Hari Qiyamat” Dari ayat ini. (QS.

Allah memperingatkan mereka agar tidak melupakan hakekat dan asal-usul sumber tenaga itu” Pada ayat ke-81. Dengan munculnya Teori Big Bang. maka getahnya dapat ditakik sebagaimana menakik pohon karet. dapat kita saksikan pada pohon kayu tusam atau pinus. menurut Ir. Misalnya di rimba Takengon (Aceh Tengah). dalam Tafsir Al-Azhar. namun ia mengandung minyak yang dapat dinyalakan. Dan ia dapat menyala hingga berkobar apinya. menunjukkan bahwa : “Al-Qur’an menyebutkan daya panas dan sumbernya untuk menarik perhatian manusia kepada Kekuasaan dan Kebesaran Allah.Sedangkan menurut Hamka. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir” (QS. Bila telah besar pohonnya. 90 . Allah berfirman : “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu). Di ayat lain. manusia dapat menyadari betapa dahsyatnya proses penciptaan langit dan bumi. sehingga manusia memanfaatkan sumber tenaga itu bagi kepentingan hidupnya dan bersyukur kepada-Nya. 40 Al-Mu’min : 57) Dan baru pada abad ke-20. (QS. 56 Al-Waqi’ah : 71-73) Ayat-ayat ini menurut Afzalur Rahman dalam Quranic Science. yakni : “Sebuah teori tentang proses terciptanya galaksi (gugusan bintang-bintang) melalui sebuah ledakan besar”. Kayu pinus atau kayu tusam betul-betul pohon yang hijau berdaun rindang yang lurus. atau Teori Ledakan Besar. Allah mengajak manusia untuk melihat karya Allah yang jauh lebih besar daripada penciptaan manusia dan api yakni proses penciptaan langit dan bumi. yakni : 1. untuk menunjukkan bahwa proses pembangkitan kembali manusia dari Qubur adalah perkara mudah. kayu yang hijau yang dapat menimbulkan api untuk kepentingan manusia. Allah berfirman : “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari pada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Agus Mustofa dalam Buku Pusaran Energi Ka’bah.

21 Al-Anbiyaa : 30) “Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka. menurut para Ahli Ilmu Tauhid sekaligus menegaskan dengan nyata perbedaan antara irodah makhluq dan irodah Al-Khaliq. (QS. 91 . Sebagaimana firman-Nya : “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya. alias padu dan berimpit” Hal ini sesuai dengan firman-Nya : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. Hasil pengamatan Teleskop Huble. matahari dan bintangbintang semuanya sedang bergerak menjauh. (QS. semua benda langit tersebut berkumpul di suatu titik yang sama. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya” (QS. benda-benda tersebut saling dekat. Allah menegaskan bahwa Cara Allah untuk mewujudkan irodah (keinginannya) itu adalah sangat mudah hanya dengan berfirman “Kun fayakun” maka terjadilah apa yang diinginkannya tersebut seketika. Dan pada miliaran tahun yang lalu. kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Meski hal tersebut merupakan perkara yang amat besar dalam ukuran manusia. menyatakan : “Bahwa berbagai benda langit seperti planet. Ia pasti butuh upaya penyempurnaan secara terus-menerus. Apabila makhluq seperti manusia ingin melakukan sesuatu. 50 Qaaf : 6) Pada ayat ke-82. Artinya mestinya dahulu.2. barulah terwujud sebagian saja dari keinginan (irodahnya) tersebut. maka ia harus memikirkannya terlebih dahulu kemudian melakukannya melalui proses yang panjang. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. Jarang terjadi apa yang diinginkan dapat terwujud dengan sekali pekerjaan. 46 Al-Ahqaaf : 33) Ayat ke-82 ini.

Karunia diturunkannya Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an dengan berbagai fadhilahnya yang amat banyak. me-Maha Suci-kan Allah Azza wa Jalla. Karunia liqa’ dengan Allah SWT sebagai puncak kenikmatan surgawi 15. kadang ketentuan taqdir-Nya tersebut adalah buruk adanya”. Baik dalam Dzat-Nya. AsmaNya ataupun Af’al-Nya (Karya dan Perbuatan-Nya). Meski dalam pandangan syahwat nafsu manusia. Karunia ilmu pengetahuan di bidang transportasi darat. 36 Yasin : 83) Ayat penutup ini merupakan perintah Allah SWT kepada ummat manusia untuk bertasbih. Wallahu a’lamu bish-showabi. laut dan udara 13. Karunia diturunkannya Al-Qur’an 2. 20. (QS. Dan ucapan “Tasbih” sendiri sebenarnya memiliki makna yang dalam yakni : “Saat manusia bertasbih. Karunia diciptakannya matahari yang berjalan di tempat peredarannya 10. Allah berfirman : “Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Sifat-Nya. Karunia diciptakannya manusia dari sperma 17. Karunia diciptakannya bulan yang berjalan pada garis edarnya 11. Di dalam Surat Yasin saja minimal ada 20 ((dua puluh) karunia Allah. Karunia adanya Hari Berbangkit. Karunia berupa adanya pasangan pada segala sesuatu 8. Sebab mustakhil (tidak mungkin) Dia (Allah) berlaku tidak adil dan menganiaya hamba-Nya. Yakni : 1. yang harus kita syukuri. Karunia diciptakannya bahtera yang berlayar di lautan 12.Pada ayat terakhir. Karunia ilmu pengetahuan di bidang pertanian (agriculture) 7. Karunia diciptakannya langit dan bumi 19. 92 . Karunia surga dengan segala kenikmatannya bagi orang yang bertaqwa 14. Karunia adanya mata air 6. Sehinga ia ridlo menerimanya. Karunia diutusnya Muhammad saw sebagai Rasulullah 3. Karunia adanya tanaman dan buah-buahan 5. Sehingga apapun ketentuan taqdir-Nya yang ditetapkan kepada seseorang hingga saat ini adalah yang terbaik dalam pandangan Allah SWT. Karunia diciptakannya binatang ternak dengan berbagai kemanfaatannya 16. maka ia sedang mengakui bahwa Allah SWT adalah Maha Suci dari segala kekurangan. Karunia diciptakannya api sebagai sumber energi panas 18. Karunia berupa adanya pergantian siang dan malam 9. Karunia dihidupkannya kembali lahan yang tandus 4. sehingga keadilan Ilahi dapat ditegakkan. karena demikian agung kekuasaan-Nya dan demikian banyak karunia-Nya.

Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Hadits ini telah mengilhami para alim ulama untuk mengetahui hikmah dan rahasianya ? Sesuatu yang sulit untuk dijawab. Tirmidzi dari Anas ra. Dalam risalah kecil berjudul “Qalbul Qur’an” karya Al-Ustadz Asep Abdurrahman. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. 93 . Dan barang siapa membacanya. 2 Al-Baqarah . pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Irfan yang juga merupakan cucu Kyai Ghunthur Sukabumi. Tetapi karena ia merupakan sebuah upaya mengungkapkan rahasia dan hikmah. dapat dipahami bahwa Hikmah tentang sesuatu memiliki peluang untuk dapat ditemukan jika seseorang mau mempergunakan akalnya untuk melakukan penelaahan secara mendalam. (QS. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu. bahkan dikatakan bahwa : “Letak Qalbul Qur’an dalam Surat Yasin itu terdapat dalam ayat (QS. Karena memang tidak ada riwayat yang menjelaskan mengapa Yasin merupakan Qalbu al-Qur’an. 36 Yasin : 58). Hanya saja dalam risalah itu tidak disebutkan alasan dan sumber periwayatannya. Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. 269) Berdasarkan Surat Al-Baqarah : 269 ini. Allah berfirman : “Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. maka pendapat beliau ini adalah sah-sah saja.HIKMAH YASIN SEBAGAI QALBUL QUR’AN Pada keterangan terdahulu dalam bab fadhilah Surat Yasin sudah dikemukakan tentang sebuah hadits riwayat HR. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya.

Jika mengambil I’tibar dari Hadits Riwayat Bukhari Muslim dari Abi Abdullah Nu’man bin Basyir ra. tentang hati dalam jasad yang memiliki peran amat penting dan strategis, sebagaimana sabdanya :

“Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh itu. Dan bila segumpal daging itu rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ingatlah bahwa itulah hati”. Maka Surat Yasin ini pun memiliki kedudukan yang penting dan strategis pula diantara 114 surat dalam Al-Qur’an. Dalam Hadits ini, hati manusia diibaratkan sebagai barometer untuk mengukur baik dan buruknya seseorang. Jika hatinya baik maka dapat dipastikan bahwa fisiknya sehat dan akhlaq perilakunya pun bagus. Hujjatul Islam-Imam AlGhazali-dalam Al-Ihya telah mengungkapkan hal ini secara panjang lebar. Maka sebagai qalbul qur’an, Surat Yasin pun dapat dijadikan sebagai barometer pula untuk menilai penguasaan seseorang tentang Al-Qur’an. Jika bagus penguasaannya tentang surat Yasin baik dalam pengertian lafdz, ma’na dan tafsirnya, maka besar kemungkinan bagus pula penguasaanya tentang ayat dan surat-surat lainnya dalam AlQur’an. Begitu pula dalam aspek pengamalannya. Jika ia telah mampu mengamalkan isi yang terkandung dalam Surat Yasin dalam kehidupan sehari-hari, maka pengamalan kandungan surat yang lain pun akan segera dapat terwujud dalam dirinya. Qalbul jasad (Hati atau Jantung) berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh sehingga nafas kehidupan seseorang dapat tetap terjaga. Jika qalbul jasad berhenti bekerja, maka kematian dipastikan akan menjemputnya. Jika kematian fisik ragawi terjadi karena aliran darah terhenti, maka kematian spiritual manusia terjadi jika aqidah islamiyyah telah tercabut dari dirinya. Aqidah adalah pondasi dari bangunan Islam. Jika aqidah rusak, maka bangunan islam tidak akan tegak dalam dirinya. Hidup sebagai orang murtad, musyrik atau munafiq pada hakekatnya adalah ia telah mati sebelum ajal menjemputnya. Karena ruhaninya telah mati tak dapat lagi melihat kebenaran. Sebagai surat yang diturunkan di Mekkah, surat Yasin sarat dengan tema tentang aqidah dan keimanan. Hampir tidak dijumpai masalah Fiqh yang secara jelas diungkapkan, kecuali sebagai pengembangan dari tafsir ayat. Pada surat Yasin, minimal ada 5 rukun iman yang secara nyata diungkapkan Allah , yakni : 1. Tentang Iman kepada Allah. Diantaranya diungkapkan dengan menggugah manusia untuk memperhatikan bukti kekuasaan-Nya yang terdapat di semesta alam, pada peredaran bulan, dan matahari, dan lain sebagainya. 2. Tentang Iman kepada Malaikat Khususnya tentang Malaikat Ishrafil sang peniup sangkakala yang secara tersirat diungkapkan dalam QS. 36 Yasin : 51.

94

3. Tentang Iman kepada Kitab Khususnya tentang kebenaran Al-Qur’an yang penuh hikmah. 4. Tentang Iman kepada Rasul Khususnya tentang Kebenaran Muhammad saw sebagai rasul utusan Allah. Juga berita tentang adanya para Rasul lain sebelum Nabi Muhammad diantaranya yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah. 5. Tentang Iman kepada Hari Qiyamat Diantaranya tentang adanya Yaumul Ba’ats, Yaumul Hasyr, Neraka Jahannam dan Surga dengan segala kenikmatannya. Dan tema aqidah ini diungkapkan dalam Surat Yasin dengan berbagai cara dan gaya bahasa yang berbeda. Baik melalui kisah, ayat-ayat kauniyyah ataupun melalui berita tentang adanya kehidupan di masa yang akan datang setelah dunia ini hancur sebagaimana pada surat-surat lainnya. Surat Yasin juga menggugah nurani manusia untuk banyak bersyukur dan bertasbih atas karunia-Nya. Minimal ada 20 (dua puluh) karunia Allah yang disebutkan dalam Surat Yasin. Dan pada 114 Surat lain dalam Al-Qur’an, berbagai karunia ini kembali diungkapkan baik sebagiannya ataupun keseluruhan dari ke-20 karunia tersebut. Jika surat lain memuat kisah para Nabi dan Rasul Utusan Allah serta ummatnya yang beriman maupun yang kufur, maka Surat Yasin pun demikian pula. Ia memuat kisah tentang Para Rasul bagi Kaum Anthakiyyah, memuat sosok Habib An-Najar sebagai simbol pengikut para Rasul yang bertaqwa, yang nasibnya demikian baik karena gugur sebagai Syuhada. Padahal dalam Al-Qur’an ayat yang memuat tentang karunia bagi para syuhada hanya terdapat dalam Surat Al-Baqarah dan Ali Imran saja. Dua surat ini digelari Rasul sebagai Az-Zahraawaini (Dua Bintang Yang cemerlang) yang keduanya dari golongan ayat Qur’an merupakan pemberi syafaat terbesar di akherat nanti. Barangkali ini mengindikasikan bahwa kedudukan derajat surat Yasin adalah mendekati kedua surat agung ini. Apalagi pada HR. Ahmad dari Maqil bin Yasar ra., Rasulullah setelah menyebut kemuliaan Surat Al-Baqarah sebagai “Sanamul Qur’an wa Dzirwatuhu” (Punggung AlQur’an dan Puncaknya) kemudian menggandengnya dengan menyebut Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an (Hatinya Al-Qur’an). Nasib Kaum yang ingkar yang demikian mengerikan yang banyak diungkapkan oleh Allah dalam berbagai ayat Qur’an seperti Nasib Kaum ‘Ad, Tsamud, Luth, dan Madyan memang tidak dijumpai dalam Surat Yasin. Tetapi Surat Yasin yang agung ini mengungkapkan pula nasib mengerikan dari Kaum Anthakiyyah yang dengan satu teriakan saja telah memusnahkan seisi ngeri. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa surat Yasin pun memuat berita tentang azab Allah kepada para pendusta-Nya sebagaimana surat lainnya.

95

DAFTAR PUSTAKA
1. Al-Qur’anul Karim 2. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI, 1989. 3. Tafsir Al-Jalalain, Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi 4. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Qurthubi), Imam Qurthubi 5. Tafsir Al-Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Ibnu Katsir), Imam Abu Fida Ismail Ibnu Katsir 6. Tafsir Surat Yasin, Syeikh Hamami Zadah 7. Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 8. Qishashul Anbiya, Imam Abu Fida’ Ismail Ibnu Katsir 9. Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim, Imam Syamsuddin Ibnul Qayyim Aj-Jauzy 10. Mafahim Yajib An-Tushahhah, DR. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki 11. At-Tafsir wa Manahijuh, DR. Mahmud Basuni Fawdah 12. As-Sirah An-Nabawiyyah, Syeikh Abul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi 13. Bulughul Maram, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 14. Subulus Salam, Imam Ash-Shon’ani (Muhammad bin Ismail Al-Kahlani) 15. Mausuu’atul Ijma’, Sa’di Abu Habib 16. Mukhtarul Ahadits An-Nabawiyyah, Sayyid Ahmad Al-Hasyimi 17. Fadhoilul A’mal, Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi 18. Syarafu Ummatil Muhammadiyyah, DR. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki 19. Tanbihul Ghafilin, Imam Abu Laits As-Samarqandiy 20. Al-Habaik fi Akhbaril Malaik, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 21. Al-‘Aqaidul Islamiyyah, Syeikh Sayyid Sabiq 22. Qamus Arab-Indonesia, Prof. DR. Mahmud Yunus, 1989 23. Studi Islam, Prof DR. Hamka, 1985 24. Al-Islamu wal ‘Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun, DR. Muhammad Al-Khathib 25. Pusaran Energi Ka’bah, Ir. Agus Mustofa 26. Buku Saku ESQ, Ary Ginanjar Agustian 27. Ath-Thariq Ilal Jannah, Abdul Qadir Ahmad ‘Atha 28. Quranic Science, Afzalur Rahman 29. Ummat Bertanya Ulama Menjawab, KH. Drs. Ahmad Dimyati Badruzzaman 30. Tafsir Al-Azhar, Prof DR. Hamka 31. Syarah Riyadhul Badi’ah, Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi 32. Qalbul Qur’an, Ust. Asep Abdurrahman 33. Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. Prof DR. Ahmad Syalabi 34. At-Tahbier fit Tadzkiir, Syeikh Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi 35. Arba’in An-Nawawiyyah, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 36. Al-Halalu wal Haramu fil Islami, Prof DR. Yusuf Qardlawi 37. Nashaihul ‘Ibad, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 38. Riyadhus Shalihin, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 39. Hadits Qudsi, KH. M.Ali Usman, H.A.A. Dahlan, Prof.Dr.HMD. Dahlan, 1990 40. Alam Qubur (Alam Barzakh), Drs. M. Ali Chasan Umar, 1979

96

penulis buku ini tidak pernah benar-benar menjadi seorang santri. Mustami’uddin Ibrahim. pada tahun 2000 bersama sang istri. satu bentuk follow up dari pertrainingan yang diikutinya di FOSI Yogyakarta. diantaranya adalah Ust. SH. yang salah satu unit aktifitasnya adalah mendirikan Taman Kanak (TK) Thariqul ‘Izzah di Perumahan Bumi Kodya Asri Jempong Karang Pule Mataram. telah turut serta menumbuhkan ghirah keislaman dalam dirinya.BIOGRAFI SINGKAT PENULIS Agus Gustiwang Saputra. yang hari ini dikenal sebagai Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sebelumnya di tahun 1995 mendirikan TPQ Miftahus Sa’adah di Perumahan BTN Pengsong Perampuan Labuapi Lombok Barat. ia berinteraksi dengan para Kyai dari Kaum Nahdhiyyin. Pendidikan dasar agama ia dapatkan disamping dari ayahandanya sendiri adalah di Madrasah Diniyyah AlHuda dan Al-Khoiriyyah Rengasdengklok. pada tahun 1997. Mengenyam pendidikan umum tertinggi di Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta. Karena bagi Kyai Machfud. Interaksi berikutnya di akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an terjadi dengan tokoh harakah islamiyyah. Ahmad Mukhlisun (pimpinan Ponpes Sirajul Mukhlashin Payaman) yang sekarang menjadi pimpinan tertinggi Jama’ah Tabligh di Indonesia. Pada tahapan ini. yang mengelarinya sebagai “santri emprit”. Tetapi keseriusannya untuk benar-benar mempelajari Ilmu Agama terjadi saat ia menjadi “santri terbang” di Pondok Pesantren Payaman Magelang. telah mendorongnya untuk secara otodidak mengkaji Islam secara mendalam. HM. terjadi pada saat menempuh kuliah di Yogyakarta. Ismail Yusanto. dengan mengambil jalan da’wah sebagai jalan kehidupannya. ia sendiri yang mengasuh sekaligus mengajarnya hingga saat ini. Kemudian mendirikan Lembaga Pendidikan dan Sosial (LPS) Thariqul ‘Izzah pada tahun 2005. Pada periode inilah. Ia adalah putra TB Ibrohim. ia mendirikan Majlis Ta’lim Thariqul ‘Izzah di Kota Mataram. Aktifitasnya di HMI Komisariat Fakukltas Pertanian UGM dan interaksinya dengan para tokoh Cendekiawan Muslim seperti DR. Drs. tanggal 11 Maret 1965. ia juga menimba ilmu kepada KH. Machfud Ridwan Salatiga. saat ia telah hijrah ke Lombok. Ir. 97 . seorang tokoh Islam di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai Ahli Hikmah. disamping belajar mengkaji Tafsir Al-Qur’an kepada TGH. ia benar-benar tersadar bahwa ia harus turut serta memikul tanggung jawab agama ini dengan sebaik-baiknya. Dan bersama sang istri pula. Barakah dari mimpinya berjumpa dengan Rasulullah saw. Kemudian untuk memantapkan pilihannya bergelut di jalan da’wah. Selain berguru kepada para Kyai di Payaman seperti KH. Amien Rais dalam Pesantren I’tikaf Ramadhan (PIR) II tahun 1985 di Yayasan Shalahudin Yogyakarta. Kecenderungannya kepada Ilmu Agama. sekaligus tokoh Pergerakan Kemerdekaan yang dikenal sebagai Komandan pasukan dalam Perang Enam Jam pasca kemerdekaan melawan Belanda di tepian irigasi yang memanjang antara Rengasdengklok dengan Batujaya. penulis buku ini lahir di Rengasdengklok Karawang Jawa Barat pada hari Kamis.