MUQODDIMAH

Dengan berharap barakah dari Allah, maghfirah serta ridlo-Nya, kami mulai tulisan sederhana dalam upaya mengungkap tafsir Surat Yasin yang Agung ini dengan kalimah (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Sebab Rasulullah saw bersabda dalam sebuah Hadits :

“Tiap urusan yang tidak dimulai dengan di dalamnya Bismillahirrahmanirrahim, maka terputus barakah-Nya” . Dalam Hadits lain, Rasulullah saw bersabda :

dengan

“Tiap urusan yang mengandung kebaikan yang tidka dimulai di dalamnya dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka terputuslah barakah-Nya”. Surat Yasiin termasuk golongan Surat Makkiyyah yaitu surat yang turun di Mekkah saat Nabi Muhammad saw belum berhijrah ke Madinah. Diturunkan sesudah surat Al-Jin, terdiri atas 83 ayat. Ditempatkan dalam Mushaf pada Juz ke22 untuk ayat 1-21 dan juz 23 mulai ayat 22-83, dengan nomor surat adalah 36 sesudah surat Faathir. Surat Yasin barangkali adalah surat yang paling terkenal bagi orang awam di Indonesia, diluar surat-surat pendek yang terdapat dalam Juz ‘Amma. Sehingga banyak orang yang tidak dapat membaca Al-Qur’an sekalipun, ia dapat menghafal di luar kepala Surat Yasin, terlepas dari benar dan salahnya lafal yang diucapkannya ditinjau dari qaidah Ilmu Tajwid. Mengapa demikian ? Sebuah fenomena yang nyata dan hidup di masyarakat kita di Indonesia, baik di kota ataupun di desa, meski Rasulullah saw tidak pernah mencontohkannya secara langsung, adalah adanya Majlis Pembacaan Surat Yasin. Khususnya pada setiap malam jum’at, tatkala ada kematian, pada permulaan acara sebuah Majlis Ta’lim, pada malam Nisfu Sya’ban, dan lain sebagainya. Semuanya ini merupakan media yang sangat berperan yang mendorong ummat untuk mau membaca bahkan menghafalkannya. Sehingga apa yang diinginkan Rasulullah saw dalam HR. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda :

1

“Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (Surat Yasin) ini berada dalam hati setiap manusia dari ummatku”, menjadi sebuah kenyataan di Indonesia, sebuah negeri dengan mayoritas penduduk muslimnya terbesar di dunia ini. Tradisi yang tumbuh subur dan dikembangkan sejak dahulu oleh para Ulama di Indonesia ini, meski oleh sebagian orang dihukumi “Bid’ah”, sebenarnya memilki pijakan dalil yang kuat. Para Ulama di Indonesia yang sebagian besar bermadzhab Syafi’I, menyandarkan amaliyyahnya ini kepada sebuah Qaidah Fiqh, yang terkenal dalam Madzhab Syafi’I yang mengatakan :

“Asal pokok dari segala sesuatu adalah boleh atau mubah sehingga ada dalil yang menunjukkan keharamannya”. Qaidah ini dikutip oleh para Ulama diantaranya dari Kitab karya Imam AsSuyuthi yang berjudul “Al-Asybah wan Nadzair”, dan yang diakui pula kebenarannya oleh Prof DR. Yusuf Qardhawi dalam “Al-Halalu wal Haramu fil Islami” karena memiliki sumber dalil yang kuat dari berbagai ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasul. Diantaranya menurut DR. Yusuf Qardhawi adalah QS. 2 Al-Baqarah : 29, QS. 45 Al-Jatsiyah : 13 dan QS. 31 Luqman : 20. Qaidah ini berbeda dengan yang dikembangkan oleh Abu Hanifah pendiri Madzhab Hanafi yang mengatakan bahwa : “Pokok dari segala sesuatu itu adalah dilarang (Haram) sehingga ada dalil yang menunjukkan kebolehannya”. Itulah sebabnya di masyarakat kita ada sebagian orang yang tidak menyukai adanya aktifitas seperti Majlis Pembacaan Surat Yasin Tetapi ikhtilaful ‘Ulama adalah rahmat. Kearifan kita untuk bersikap tasammuh (toleran) dan mengakui adanya pluralitas pendapat, akan melahirkan ketentraman dalam beragama. “Klaim” yang terlalu tergesa-gesa untuk menghukumi amaliyyah orang lain sebagai sesat hendaknya mulai dijauhkan dari pemikiran kita. Sebab berpotensi untuk memicu tafaruq (perpecahan) diantara ummat Islam. Sehingga cita-cita kita untuk menjalin Ukhuwah Islamiyyah (Persatuan Ummat Islam) demi ‘Izzul Islam wal Muslimin” (Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin) hanyalah sebuah khayalan belaka. Kedudukan Surat Yasin sebagai “Qalbu al-Qur’an”, disamping fadhilah lain diantaranya untuk pengampunan dosa merupakan motifator terbesar bagi ummat untuk memperbanyak membacanya. Hanya amat disayangkan bahwa sedikit sekali, khususnya di masyarakat awam yang jauh dari dunia santri, yang mengetahui sekedar tarjamahnya apalagi untuk kandungan makna dan tafsirnya secara mendalam. Sementara Tafsir berbahasa Indonesia yang secara khusus mengkaji surat Yasin pun amat sedikit. Kebanyakan ia merupakan satu kesatuan dengan tafsir surat lainnya. Risalah sederhana ini dimaksudkan untuk sedikit mengisi kekosongan dalam aspek yang terakhir ini. Sehingga ummat Islam diharapkan tidak hanya sekedar

2

“mengambil barakah” dengan membacanya saja. Tetapi Yasin sebagai bagian integral dari Al-Qur’an, hendaknya diposisikan sebagai “Way of Life”. Sehingga mengetahui tafsirnya adalah sebuah kemestian. Dan barakah yang akan didapat tentunya lebih banyak lagi. Tiga Kitab Besar yang mu’tabarah dalam bidang Tafsir, yang lebih dikenal sebagai Tafsir Qurthubi, Jalalain dan Ibnu Katsir, adalah rujukan utama kami dalam menyusun buku ini. Kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabain Nuzul, karya Imam AsSuyuthii, juga kami pergunakan. Kemudian untuk memperluas kajian, kami menggunakan berbagai literature yang berkaitan dengan topik bahasan yang ada. Ada sekitar 25 (dua puluh lima) topik dalam buku ini yang kami simpulkan dari 83 ayat yang terdapat dalam surat Yasin ini. Kemudian kami tambahkan pula di dalamnya topik tentang fadhilah surat yasin dan hikmah yasin sebagai qalbul qur’an. Mengapa hal ini kami anggap penting, adalah sebagai targhib. Sehingga orang akan makin terdorong untuk terus membacanya, mengkaji dan mengamalkan isi dan kandungannya. Menafsirkan ayat dengan ayat Al-Qur’an lain atau dengan berbagai Hadits dan riwayat adalah ciri tulisan ini. Pendekatan sains sebagai alat bantu dalam memahami ayat yang berhubungan dengan kekuasaan Allah di semesta alam, juga kami gunakan. Semoga ada manfaatnya. Amien.

Wassalaam Mataram Nusa Tenggara Barat Jum’at 20 ramadhan 1427 H (13 Oktober 2006 M) Al-Faqir Ilallah : Agus Gustiwang Saputra

3

Dari keterangan ini dapatlah dipahami adanya sebagian Ulama dalam Madzhab Syafi’I yang memperkenankan pembacaan Surat Yasin bagi orang yang mati dan pembacaan surat Yasin yang dilakukan oleh para peziarah Qubur pada saat ia berziarah Qubur. bahwasanya Nabi saw. Tetapi Ash-Shon’ani. bahwa Nabi saw bersabda : “Bacakanlah surat Yasiin kepada orang mati diantara kamu” Sehubungan dengan Hadits ini. pernah bersabda : “Tiada dari mayyit yang saat sakaratul maut itu dibacakan disisinya surat Yasin melainkan Allah akan meringankan siksanya” 4 . dalam Subulus Salam mengutip pula Hadits dari pengarang Kitab “Al-Firdaus”.. Nasa’I.. Menurut Ibnu Hibban sebagaimana diriwayatkan oleh Ash-Shon’ani dalam Kitab Subulus Salam : “Pengertian lafal “Mautakum” ini adalah orang yang dalam sakaratul maut” Tetapi Hadits ini oleh Ibnu Qathan dinilai cacat karena termasuk Hadits Mudtharib.FADHILAH SURAT YASIIN 1. Tidak ada bedanya antara bacaan Yasin dari jama’ah yang hadir dekat orang mati atau diatas kuburnya dengan membaca seluruh ayat Al-Qur’an atau sebagiannya bagi orang mati. HR. yakni Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani.. Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani berkata dalam Kitab Adz-Dzakhiiratuts Tsamiinah : “Hadits ini derajatnya Hasan. surat Yasin” Hadits ini terdapat pula dalam Kitab Bullughul Maram karya Amirul Mu’minin Ilmu Hadits. yang meriwayatkan dari Abu Darda dan Abu Dzar ra. dari Ma’qil bin Yasar ra. derajat Shohih menurut Ibnu Hibban dari Ma’qil bin Yasar ra. Mauquf dan karena tidak diketahui identitas Abu Utsman dan ayahnya itu (selaku Rijalul Hadits pada sanadnya). 2. HR. keduanya berkata : Rasulullah saw. Abu Dawud. Abu Dawud dan Ibnu Majah dalam Kitab Sunan-nya. Wallahu a’lam. bersabda : “Bacakanlah kepada orang yang akan mati diantara kalian. di Masjid atau di rumah”.

Imam Ahmad bin Hanbal…………………” 3. 5 .Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal pendiri Madzhab Hambali. HR. mantan Ketua MUI Pusat. Allah akan meringankan baginya dan memudahkan keluarnya roh” Prof DR. Hamka. : Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada permulaan hari. dari Abu Hurairah ra. Ad-Darami dalam Kitab Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. meriwayatkan hadits yang sama tanpa menyebutkan tentang Surat Ad-Dukhan. Al-Hafidzh Abu Ya’la dengan sanad “Jayyid” (Bagus) dalam Tafsir Ibnu Katsir. Sampai di ujung ayat ini. ia berkata. terampunilah dosanya pada pagi harinya. sebuah Madzhab Fiqh yang paling banyak dianut oleh para Ulama di Saudi Arabia. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada suatu malam.. terampunilah dosanya pada pagi harinya” Ulama Hadits lain yakni Abu Na’im dalam Kitab Mukhtarul Ahadits AnNabawiyyah karya Sayyid Ahmad Al-Hasyimi. dalam muqaddimah juz ke-23 pada Kitab Tafsir Al-Azhar mengemukakan pengalaman pribadinya saat dimintai tolong membacakan surat Yasin kepada orang yang sedang sakaratul maut yang sulit sekali melepaskan ruhnya padahal sudah diajarkan Kalimat Syahadat. dari Atha bin Abi Rabah ra. kian lama kian tenang dan sesampai pada ayat ke-77 {Awalam yaral insanu anna khalaqnahu min nuthfathin faidzaa huwa khasiimum mubin}. Hamka mengatakan : “Sejak mulai ayat pertama Yasin dibaca. dipenuhi segala keperluannya” 4. mulailah si sakit tidak menghempashempas lagi. Dan barang siapa membaca Haamim yang tersebut dalam Surat Ad-Dukhan pada suatu malam. saya membaca dan sampai di situ pulalah nafasnya yang terakhir…………………dan bacaan saya teruskan sampai akhir surat Waktu itu saya rasakan benar dari pengaruh bacaan itu menambah keyakinan saya kepada apa yang diterangkan oleh seorang diantara Imam-Imam kita yang berpengalaman. mengatakan : “Jika surat ini dibacakan di dekat orang yang sedang sakaratul maut. HR.

HR. Ibnu Hibban dari Jundub bin Abdullah ra. maka Allah “turun” ke langit dunia dan melihat kepada penduduk bumi maka Dia (Allah) memberi ampun kepada semua penduduk bumi kecuali orang kafir dan orang yang sedang bersengketa” Diperkuat oleh Qaul Ulama.6.5.5. Ibnu Sunni dari Abu Hurairah ra. Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar ra.7 inilah diantara Hadits yang dipergunakan oleh sebagaian Ulama di Indonesia sebagai argumentasi adanya amaliyyah pembacaan surat Yasin pada Malam Nisfu Sya’ban. diampuni dosa-dosanya” Hadits nomor 4. Nabi saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada siang dan malam dengan mengharap wajah (keridloan) Allah. bahwa ia berkata : “Adapun membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Sholat Maghrib. Sebagaimana Hadits Nabi dalam Kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu Laits AsSamarqandiy dengan sanadnya dari Abu Umamah ra. diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharapkan ridlo Allah. HR. diampuni dosa-dosanya” 6. dari Syeikh Muhammad Darwis Al-Bairuti dari Libanon dalam Kitab Asnal Mathalib. sebagai malam pengampunan dosa. dan membaca Do’a Nisfu Sya’ban yang masyhur itu. Maka bacakanlah (surat Yasiin) ini kepada orang-orang mati diantara kalian” 7. HR. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharap ridlo Allah ‘Azza wa Jalla. adalah 6 . bahwa Rasulullah saw bersabda : “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban...

Dan bacakanlah Yasin kepada orang mati diantara kalian”. Tiada seorang membacanya dengan (ikhlas) karena mengharap ridho Allah dan mengharap pahala akhirat. Konon yang menyusunnya adalah Imam Al-Buni”. HR. Dan dikeluarkan Ayat Kursiy (Allah. Ahmad. 8. Dan barang siapa membacanya. Tirmidzi dari Anas ra. Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Kemudian diperkuat oleh HR. dari Maqil bin Yasir ra. Tiada Tuhan selain Dia.merupakan sebagian karya orang Sholeh yang ia susun sendiri. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri dengan segala Kekuasaan-Nya) dari bawah ‘Arasy. dan hukumnya Mubah (Boleh). Kemudian disambungkan dengannya (Al-Baqarah). berkata. melainkan diampuni baginya dosanya. 9. Al-Hadits dalam Kitab Tafsir SurahYasiin karya Syeikh Hamami Zadah dan Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. Turun bersama tiap ayat daripadanya 80 (delapan puluh) Malaikat. Dan Yasin adalah Qalbul Qur’an (Hatinya AlQur’an). bahwa Nabi saw bersabda : “Surat Al-Baqarah adalah punggung Al-Qur’an bahkan puncaknya. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. Nabi saw bersabda : 7 .

Beruntunglah lidahlidah yang berbicara menggunakan kedua surat ini” 10.. karena sesungguhnya di dalamnya (Surat Yasiin) terkandung banyak kekhususan (keistimewaan)” 11. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra. Ahli Fiqh dan yang lainnya telah berkata : “Boleh-bahkan disunnatkan. bahkan ada diantaranya yang dloif. salah seorang Mujtahid dalam Madzhab Syafi’i dalam Kitab Al-Adzkar berkata : “Para Ulama dari golongan Ahli Hadits. mereka berkata : Beruntunglah ummat Muhammad.“Sesungguhnya Allah SWT membaca Surat Yasiin dan Surat Thaha sebelum Ia menciptakan langit dan bumi selama 2000 (dua ribu) tahun. Maka tatkala para Malaikat mendengarnya. Mengapa demikian ? Imam Nawawi. HR. Alasan kami tetap mencantumkannya adalah untuk tujuan fadloilul amal. Nabi saw bersabda : “Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (surat Yasiin) berada dalam hati setiap manusia dari ummatku” Hadits-hadits diatas yang mengungkapkan Fadlilah surat Yasin ini menurut para Ulama Ahli Hadits tidak seluruhnya shohih. Nabi saw bersabda : “Perbanyaklah membaca surat ini (Yasiin). targhib (hal yang dapat menyenangkan orang untuk giat beribadah). Al-Hadits dalam Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah. dan tarhib ( hal untuk memberikan rasa takut untuk berbuat ma’shiyat) dengan menggunakan Hadits Dloif selama bukan tergolong Hadits Maudlu (Palsu)”. 8 . yang telah diturunkan kepadanya 2 (dua) surat ini.beramal dalam hal-hal yang berkaitan dengan fadloilul (Keutamaan) amal. Dan beruntunglah bagi orang yang hafal 2 (dua) surat ini.

akan tetapi tak seorang pun diantara mereka yang beriman. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. diriwayatkan oleh Abu Na’im di dalam Kitab Ad-Dalail yang bersumber dari Ibnu Abbas ra : “Bahwa ketika Rasulullah saw membaca Surat As-Sajdah dengan nyaring. Sehubungan dengan kejadian ini. 10. maka karena itu mereka tertengadah. dan mereka bersiap-siap untuk menyiksa Rasulullah tetapi tiba-tiba tangan mereka terbelenggu di pundak-pundaknya dan mereka menjadi buta sama sekali.(Sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. orangorang Qurays merasa terganggu. 3. Kemudian Rasulullah saw berdo’a dan mereka pun sembuh. maka turunlah ayat-ayat ini (QS. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. (Yang berada) di atas jalan yang lurus. 36 Yasiin : 1-10)” 9 . Mereka sangat mengharapkan pertolongan Nabi saw dan berkata : “Kami sangat mengharapkan bantuanmu atas nama Allah dan atas nama keluarga”. 36 Yasiin : 1-10) enurut Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul.Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. 6. 8. mereka tidak akan beriman”. lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). 9. karena itu mereka lalai. karena mereka tidak beriman. 7. Asbabun Nuzul ayat ini (QS. 5. ”Yaa Siin 2.TAFSIR AYAT 1-10 1. 4. Demi Al Qur'an yang penuh hikmah.

menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. adalah : Salah satu dari nama Nabi Muhammad Dari sekian pendapat ini. nama Thaha dan Yasin turut dituliskan”. Menurut Ma’mar dari Qotadah. diantaranya : 1. ‘Ikrimah. Oleh sebab itu maka bersama dengan dua huruf di pangkal Surat Thaha. adalah : Yaa Insaanu (Wahai manusia). Menurut Muhammad bin Hanifiyah. Dalam QS. adalah : Yaa Muhammad 3.SUMPAH ALLAH SWT BAHWA NABI MUHAMMAD SAW BENAR-BENAR SEORANG RASUL (QS. 36 Yasin : 1-6) Ada Ikhtilaful Ulama tentang arti lafal dalam ayat pertama. Al-Hasan. Sufyan bin Uyainah. adalah benar-benar seorang Rasul utusan Allah. sebagaimana Rasul-Rasul lain yang telah diutus Allah sebelumnya. Menurut Sa’id bin Jubair. Menurut Ibnu Abbas ra. Dalam QS. maka yang dimaksud dengan manusia itu ialah Nabi Muhammad. 10 . keduanya disebutkan orang menjadi nama dari Nabi kita Muhammad saw. sebagaimana firman-Nya : (Demi Al Qur'an yang penuh hikmah). adalah : Nama dari nama-nama Al-Qur’an 4. Muqaatil . sesungguhnya kamu (Muhammad) adalah sungguh-sungguh salah seorang dari rasul-rasul. Allah SWT bersumpah dengan Al-Qur’an yang penuh hikmah. 36 Yasiin : 2-6. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Adl-Dlohak. Allah berfirman : “Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. Kemudian Hamka mengatakan : “Jika dikatakan bahwa artinya adalah “Hai Manusia”. 36 Yasin : 2-3. karena itu mereka lalai”. Menurut Malik dari Zaid bin Aslam. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapakbapak mereka belum pernah diberi peringatan. 2. adalah : Nama dari Asma-asma Allah 5. para ahli Tafsir kebanyakan mengartikan dengan menghubungkannya kepada nama Nabi Muhammad. dituliskan orang nama –nama Nabi Muhammad saw. …………Di tulisan indah untuk menghiasai dinding Masjid Nabawi di Madinah. (yang berada) di atas jalan yang lurus.

Failusuf. adalah sebagaimana firman Allah : “Alif Laam Raa. yang mendorong para pembacanya untuk terus menerus mengkaji dan menemukan rahasianya. Secara lughah (bahasa). Demi Waktu Dluha). RI adalah : Yang penuh hikmah 5. Menurut Tafsir Qurthubi. adalah : Menunjukkan bahwa Al-Qur’an ini mengandung berbagai hikmah dan tidak tercampur dengan kebathilan dari depannya ataupun belakangnya. misalnya : (Demi waktu. (Demi Bukit Thursina (Gunung Sinai) 11 . serta • Kandungan hikmah yang dalam.000 Nabi. Dalam Al-Qur’an. Makna kata dalam ayat ke-2 ini. 3. Mahmud Yunus dalam Qamus ArabIndonesia berarti : Orang Cendekia. • Kebenaran isi dan kandungannya. dikemukakan bahwa : “Menurut riwayat yang masyhur bahwasanya jumlah para Rasul itu adalah 313 Rasul sebagaimana Hadits Abi Dzar ra”. Allah SWT kadang bersumpah. Menurut Ibnu Katsir. 11 Hud : 1) 2. maka arti dari “Wal-Qur’anil Hakiim” mencakup 4 (aspek) aspek. Tetapi terkadang dengan Dia bersumpah dengan tempat. dengan waktu. Jika semua pendapat ini kita gabungkan. Demi Waktu Fajar. adalah : Tersusun rapi dengan menakjubkan pada susunan kata-katanya. Demi Malam-Malam yang Sepuluh. yakni : • Keindahan susunan kata dan bahasa.Dalam Kitab Syarah Riyadlul Badi’ah karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi. pada badi’ dan ma’aninya. • Kecerdasannya dalam mengungkapkan nilai kebenaran tersebut. misalnya : (Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini Mekkah). (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu” (QS. Sedang Jumlah para Nabi menurut para Ulama adalah 124. adalah : 1. Menurut Tarjamah Al-Qur’an Depag. 4. menurut Prof. Menurut Tafsir Jalalain.

Ayat ke 4-5 yang berbunyi : “(Yang berada) di atas jalan yang lurus. dijawab oleh Allah dalam ayat ke-5. ialah mengikuti tuntunan Allah dan Rasulullah. Allah menegaskan bahwa Muhammad bin Abdullah itulah yang membawanya. baik dari segi keindahan susunan bahasanya. Juga berarti Kitab Allah. pertanyaan selanjutnya adalah siapakah manusia mulia yang membawanya tersebut dan dari mana datangnya ? Maka pada ayat ke-3. Sehingga jika seseorang terkagum-kagum dengan I’jazul Qur’an yang mengatasi semua karya manusia. Sebagaimana riwayat dari Ali ra. Sehingga jika Al-Qur’an menjadi media sumpah-Nya Allah. karena ia benar-benar seorang Rasul utusan Allah. Kalimat “Shirathal Mustaqim”. menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya adalah : “Jalan yang lurus yang tidak berliku. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu.Menurut sebagian Ulama. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang”. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. bila sesuatu dijadikan sebagai media sumpah. dalam ayat ke-4 yang pendek ini. menunjukkan bahwa sesuatu itu amat penting. isi dan kandungannya yang benar dan lain sebagainya. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : 12 . tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya. dapat dipastikan bahwa ia teramat istimewa. Sumpah Allah dengan Al-Qur’an ini adalah untuk menegaskan kebenaran kerasulan Muhammad saw. yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Sedangkan pertanyaan berikutnya tentang darimana datangnya Al-Qur’an tersebut. Allah SWT menjelaskan Khitthah (Garis perjuangan) Nabi Muhammad saw dalam perjuangan da’wahnya adalah “Membawa manusia berjalan dalam hidup ini di atas garis yang lurus”. (QS. 42 Asy-Syura : 52) Menurut Hamka. menurut Ibnu Katsir senada dengan ayat : “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami.

Maka bila ada orang yang akan membuka pintu diperingatkan. Lebih jelas lagi dalam HR. sesat dan menyimpang. “Hai manusia masuklah ke jalan ini. Tirmidzi. Dan berda’wah dengan menjadi Nadzir adalah lebih berat karena pasti akan melawan arus pemikiran. jangan membuka. dari An-Nawas bin Sam’an ra. pada tiap pintu ada tabir yang menutupi pintu. menegaskan bahwa yang menurunkan Al-Qur’an yang penuh hikmah itu itu adalah Allah SWT Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. dan janganlah berbelok. Shirat itu ialah Islam. “Celaka anda. kepercayaan dan perilaku serta budaya masyarakat yang jahiliyyah. mengatakan bahwa : “Al-Aziz artinya adalah : Allah yang Maha Kuat. Seorang Nabi dan da’I pada umumnya diperintahkan untuk menjadi Basyiran (pemberi kabar gembira) dan Nadziiran (pemberi peringatan). Maha Perkasa. Ahmad. dalam At-Tahbier fit Tadzkiir. yang tidak akan diterima oleh Allah selainnya (selain Islam)”. Nasa’I. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Allah mengadakan contoh perumpamaan “Shirathol Mustaqim (suatu jalan yang lurus). dan dimuka jalan ada suara berseru. sungguh jika anada membuka pasti akan masuk”. (HR. Dan pintu yang terbuka ialah apa-apa yang diharamkan Allah. Dia-lah yang mengalahkan yang tidak dapat dikalahkan. tak terkalahkan oleh apaun.Juga berarti Islam.ini. Tirmidzi. 13 . dan seruan diatas shirath ialah nasehat dalam hati setiap muslim”. untuk berda’wah dengan menjadi Nadzir (pemberi peringatan). sebagai agama Allah. Nasa’I) Ayat ke-5 yang berbunyi : (Yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang). Sedang seruan dimuka jalan itu adalah Kitab Allah. Menurut Imam Al-Qusyairi. Dan diatas jalanan ada seruan. makin mengukuhkan keyakinan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw pasti mengandung sesuatu yang luar biasa karena ia diturunkan dari Dzat Yang Maha Perkasa. Sehingga Asmaul Husna-Al-Aziz. sedang di kanan kiri jalan ada dinding (pagar tembok) dan dipagar ada pintu-pintu terbuka. dan pagar itu adalah Hududullah (Batas-batas Hukum Allah). Ayat ke-6 yang berbunyi : (Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. Merupakan ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad saw. karena itu mereka lalai). yang menang dan tidak dapat ditaklukkan”. Ahmad.

Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu. ayat yang semakna dengan ayat ini adalah : “Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu (Muhammad) seorang pemberi peringatanpun”. 35 Fathir : 24) Sementara arti kata “Qowman” (Kaum) dalam ayat diatas. (QS 34 Saba : 44) “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya". ada ikhtilaf diantara para Ulama. yakni : 1. sehingga mereka lalai. Menurut Qatadah dan Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsirnya. Karena sejak zaman Nabi Ismail as. mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk”. adalah : Bangsa Arab dan Kaum-kaum lain yang belum pernah bapak-bapak mereka didatangi seorang Rasul yang memberi peringatan kepada mereka. Fakta sejarah menunjukkan bahwa masa antara berakhirnya Kenabian Isa as hingga kedatangan Nabi Muhammad saw. 2. Sehingga masa ini dikenal sebagai Zaman Fatrah ( ) 3. (QS. adalah : “Kaum Qurays”. sebagian besar Ulama Tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud kaum disini adalah : Bangsa Arab. Menurut Al-Qurthubi. belum ada seorang Nabi dan Rasul pun yang memberi peringatan kepada mereka (Kaum Quraisy). sampai masa kenabian Muhammad saw. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu (Muhammad) . Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.Senada dengan ayat ini. tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah kepada Kaum manapun. (QS. 32 As-Sajdah : 3) 14 .

Abu Jahl bersumpah dengan mengatakan : “Jika aku melihat Muhammad sedang sholat. karena mereka tidak beriman”. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). (QS. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. Lalu keduanya mendatangi Nabi saw saat beliau sholat. 36 Yasin : 7) Menurut Ibnu Jarir dalam Tafsir Ibnu Katsir dan As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain. makna ayat ini adalah “Telah pasti azab atas kebanyakan mereka karena kekafiran mereka” Pada ayat ke-8 & 9. diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ikrimah ra.MAYORITAS ORANG KAFIR DIAZAB ALLAH (QS. karena dia (Abu Jahl) tidak dapat melihatnya. maka tangannya menjadi lumpuh sampai ke lehernya dan batu tersebut menempel pada tangannya. : “Bahwa Abu Jahl berkata : Kalau aku bertemu dengan Muhammad. lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. 36 Yasin : 7-10) Dalam QS. Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya : “Mana dia (Muhammad) ?”. Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasiin. Maka 15 . Ketika Nabi Muhammad berada di sekitarnya. Ketika Abu Jahl mengangkat batu. (QS. 36 Yasiin : 8-9) Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”. 36 Yasin : 7. Ayat ini (QS 36 Yasiin : 8-9). maka karena itu mereka tertengadah. orangorang menunjukkan bahwa Muhammad berada di sisinya. Allah berfirman : “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. maka akan aku pecahkan kepalanya dengan batu. pasti aku akan menghasutnya”. turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl saat itu ditutup oleh Allah untuk melihat Nabi Muhammad saw” Menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya mengatakan ada riwayat bahwa : Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Jahl dan temannya dari Bani Mahzun yang bernama Al-Walid bin Mughiroh.

Jika Nabi Muhammad saw saja yang tentunya senantiasa dalam bimbingan wahyu dan dalam pengawalan para Malaikat.ketika ia kembali kepada teman-temannya dan memberitakan apa yang dia lihat. “ . sebagai berikut : Dikatakan bahwa : “…………Ketika pemuda-pemuda pilihan (kafir Qurays) sedang bersiap untuk menghadang beliau saw. maka ia akan memakanku. Setelah peristiwa itu tersebut. Mereka bertanya: “Aku tidak melihat Muhammad. maka Allah membutakan mata mereka. Kata orang itu : “Demi Allah. tetapi tidak dapat melihatnya. Maka 16 . sebagaimana diriwayatkan dalam Shirah Ibnu Hisyam. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat) Setelah Nabi saw agak jauh. bahwa banyak para Kyai di masa penjajahan kerap kali membaca Surat Yasin ini khususnya ayat yang ke-9 sebagai cara untuk melepaskan diri dari kejaran musuh yang akan menangkap dan membunuhnya. seperti ada anak sapi sedang menyambar-nyambar denngan ekornya. Lalu seorang dari Bani Mahzum (Yakni Al-Walid bin Mughiroh) berkata : “Aku akan membunuhnya dengan batu ini”. di depan pintu rumah Nabi. Ternyata yang tidur adalah Ali bin Abi Thalib”. selalu menjadikan Surat Yasin ini sebagai wasilah memohon pertolongan Allah dalam kondisi-kondisi yang sulit dan genting. Ayat 1 sampai 9 dari Surah Yasiin ini pernah dibaca oleh Nabi Muhammad saw saat malam Hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. beliau saw keluar dari pintu itu tanpa sepengetahuan mereka karena mereka terlelap semuanya. Antara aku dan dia terhalang oleh sesuatu. beliau membaca Surat Yasin ini di saat-sat yang kritis seperti di malam Hijrah beliau ke Madinah. setiap Abu Jahal bermaksud buruk pada Rasulullah saw. datanglah seseorang pada mereka sambil bertanya : Sedang apa kamu berada di tempat ini ? Jawab mereka : “Kami sedang menunggu Muhammad”. Lalu mereka berdua kembali ke teman-temannya sambil memanggil-manggil mereka dalam keadaan buta dan tak dapat melihat. Muhammad telah pergi dari tempat ini”. Ketika mereka berdua hendak melempar beliau dengan batu tersebut. di saat beliau sedang sholat. Mereka melihat kedalam rumah Nabi dan mereka kira Nabi masih tidur. Dari riwayat Ibnu Hisyam ini. kita makin bertambah yakin tentang kemu’jizatan dari surat Yasin ini. batu yang menempel di tangannya itu terlepas. tetapi aku mendengar suaranya. Para Ulama di Indonesia sejak dahulu kala. yang berbunyi : (Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). Beliau mengambil segenggam tanah kemudian ditaburkan di atas kepala mereka sambil membaca Surah Yasiin mulai dari awal sampai ayat ke-9. Kemudian keduanya mendatangi beliau. Penulis mendengar dari beberapa Kyai di Jawa. Kedua orang tersebut mendengar suara beliau. dia tidak bisa melihat beliau. Andaikan aku mendekatinya.

Imam Hanafi menurut Drs. mudah-mudahan orang yang sedang sakaratul maut tadi tergolong orang yang beruntung. kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan. dan penglihatan mereka ditutup. apalagi di saat-saat yang kritis adalah dapat dibenarkan oleh syara’ atas dasar Qiyas. Sesungguhnya orang yang 3 (tiga) perkara itu terdapat dalam hatinya. pada umumnya keluar dari dunia dalam keadaan kufur. Pada ayat ke-10. mereka tidak akan beriman”. Allah berfirman : “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. kecuali orang yang menemukan keberuntungan”. Hamka yang sudah kami ungkapkan di bab fadhilah Surat Yasin. maka pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan perilaku Prof DR. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka. 2 Al-Baqoroh :6-7. yang merupakan tasliyyah (hiburan) kepada Nabi saw. pernah mengatakan bahwa : “Banyak sesuatu yang bisa merobekkan iman seorang hamba di waktu naza.perilaku ummatnya yang memohon pertolongan Allah dengan memperbanyak membaca Surat Yasin yang agung ini. sama saja bagi mereka. Menurut Ibnu Katsir. Dengan pertimbangan qiyas di atas. Imam Hanafi pernah ditanya. yang percaya dengan penuh keyakinan bahwa ruh dapat keluar dengan mudah jika dibacakan surat Yasin di dekat orang yang sakaratul maut. yang menginginkan semua manusia itu beriman. Dengan dibacakan surat Yasin. M. Dan bagi mereka siksa yang amat berat”. Mengapa peringatan tidak bermanfaat bagi mereka adalah karena pada hakekatnya Allah telah mematikan hati mereka untuk dapat menangkap kebenaran 17 . Ali Chasan Umar dalam bukunya Alam Kubur (Alam Barzakh) digali dari Al-Qur’an dan Hadits. Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang kafir. Mengapa demikian ? Karena saat naza (koma) adalah kondisi yang kritis ditinjau dari kacamata keimanan. menjadi makin menambah keyakinan kita akan kebenarannya. mereka tidak akan beriman. hilangnya rasa takut kepada Allah di akhir umurnya dan berbuat aniaya kepada banyak hamba Allah. dosa apakah yang dikhawatirkan dapat merobekkan iman ? Lalu beliau menjawab : “Meninggalkan syukur atas iman. ayat ini semakna dengan QS.

Juga karena bagi mereka telah terdahulu ketentuan Allah di Lauh Mahfudzh bahwa mereka adalah orang yang kafir. Dan tiap hati yang menolaknya bertitik putih. mati sebagai orang kafir. satu persatu bagaikan daun tikar sehelai-sehelai. Itulah “Hidayah” yang merupakan hak “prerogative” Allah untuk memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. tidak mengenal ma’ruf dan tidak menolak mungkar”. hingga mereka menyaksikan azab yang pedih”. (QS. Abu Thalib. tidaklah akan beriman. Sehingga ada dua bentuk hati. Maka yang mana yang termakan oleh hati. bahwa. yang tidak terpengaruh oleh fitnah yang bagaimanapun juga selama ada langit dan bumi. 28 Al-Qashash : 56) Sedang secara “sareat” adalah karena dosa-dosa yang mereka perbuat. Dalam Tafsir Ibnu Katsir. bertitik hitamlah di dalamnya. tetapi Allah memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang dikehendaki-Nya” (QS.Ilahiyyah. meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan. Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai. 36 Yunus : 96-97) 18 . ada Hadits Nabi dari Hudzaifah ra. yang putih bagaikan marmar putih. sebagaimana ayat diatas. Sedang yang kedua yang yang hitam kelam bagaikan dandang periuk nasi yang terbalik. Nabi saw bersabda : “Ujian (fitnah) itu selalu ditawarkan kedalam hati manusia. Sebab dosa akan menggelapkan hati menutupi jalannya nur hidayah. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu. paman Nabi Muhammad yang teramat banyak jasanya kepada beliau saw.

yang ditandai dengan lepasnya ruh dari badan. adalah Al-Qur’an. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. menurut Al-Qurthubi. Sedang menurut Qotadah dalam Tafsir Qurthubi. Ibnu Katsir dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam Tafsirnya. 19 . sehingga tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Oleh karena itu mustakhil Dia tampak bagi manusia di dunia ini.PERINGATAN HANYA BERMANFAAT BAGI ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH (QS 36 Yasin : 11-12) Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. yang berbunyi (Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati). Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. yang dimaksud dengan ayat (Dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya) adalah : Dia senantiasa takut kepada-Nya (Allah) meski tidak terlihat oleh manusia manapun yakni saat berada dalam kesendirian. (QS 36 Yasiin : 11-12) Ayat ke-11 ini merupakan penegasan bahwa da’wah hanyalah bermanfaat bagi orang yang mengikuti dan takut kepada Allah meski pun Allah tidak terlihat dengan nyata (Ghoib) bagi manusia. Tidak terlihatnya Allah bagi manusia karena Dia (Allah) adalah Dzat Non Materi. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. Permulaan ayat ke-12. menunjukkan bahwa setelah kematian seseorang di dunia. maka manusia kembali hidup di alam Qubur untuk empertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Sebab kata yang artinya adalah “peringatan”.

tanpa sedikitpun mengurangi pahala-pahala mereka. maka tatkala Rasulullah saw mendengar berita itu bertanyalah beliau kepada mereka : “Aku mendengar bahwa kalian ingin pindah mendekati masjid”. Mereka menjawab : “Benar. tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka”.Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. Oleh karena itu sebagian ahli tafsir. yang menceritakan bahwa: Shahabat-shahabat Rasulullah dari Suku Bani Salamah yang bertempat tinggal jauh dari masjid. Rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu”. ingin berpindah ke sekitarnya guna mendekati masjid. maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelah dia. 20 . dalam ayat ini sebagai : “Bekas tapak kaki seseorang dalam perjalanannya ke tempat beribadah atau ke tempat bermaksiat”.Ahmad dari Jabir bin Abdullah ra. Dan barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang jelek. bahwa sababun nuzul ayat ke-12 ini menurut riwayat At-Tirmidzi dengan sanad Hasan dan Al-Hakim dengan sanad Shahih yang bersumber dari Abi sa’id Al-Khudri ra dan riwayat AtThabrani dari Ibnu Abbas ra. Menurut Ibnu Katsir. Maka turunlah ayat ini (QS 36 Yasin : 12) yang menegaskan bahwa setiap ucap langkah dari seseorang itu dicatat oleh Allah. ya Rasulullah. kami ingin berbuat demikian”. Dalilnya : HR. terdapat Hadits Nabi saw untuk memberi pengertian yang lebih luas dalam memaknai penggalan ayat ke-12 yang berbunyi : (Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan). Lalu beliau bersabda : Wahai Bani Salamah. bahwa. menurut Ibnu Katsir mengartikan (Bekas-bekas yang ditinggalkan). yakni Nabi saw bersabda : “Barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang baik. Setelah turun ayat ini Nabi saw menasehati Bani Salamah tentang niat mereka pindah dari tempat tinggalnya dengan sabdanya : “Sesungguhnya bekas telapak kaki kalian menuju masjid dicatat oleh Allah SWT. maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelah dia. Sebaiknya kalian jangan pindah dari tempat itu”. rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu. : “Bani Salamah bertempat tinggal di pinggir kota Madinah dan ingin pindah ke dekat Masjid.

Al-Qur’an atau yang sebelumnya dan yang sesudahnya”. Sementara Imam Hasan Al-Bashri juga berkata : “Sesungguhnya di sisi Allah dalam Lauh Mahfudzh. Allah menurunkan daripadanya sekehendak-Nya terhadap siapa yang dikehendaki dari makhluknya” 21 . Sehubungan dengan Lauh Mahfudzh pada penggalan terakhir ayat ke-12.Hadits yang lafalnya hampir sama juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Syarah Muslim. Imam Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Salam yang berkata : “Tiada sesuatu yang ditentukan oleh Allah melainkan terdapat dalam Lauh Mahfudzh.

yang dibenarkan pula oleh Ibnu 22 .KAUM ANTHAKIYYAH QS. sebuah kisah tentang nasib suatu negeri yang didatangi oleh 3 Rasul tetapi mereka mendustakannya. maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orangorang yang diutus kepadamu". Allah berfirman : “Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan. Sejarah dalam arti tempat dan manusia si pelaku sejarah tersebut memang tidak dapat berulang. dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu. Dan akibat dari kekufuran itu sama saja yaitu adzab dari Allah SWT. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat. kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga. Allah berfirman : “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Mengapa mengambil ‘ibrah dari kisah itu adalah sesuatu yang penting ? Adalah karena karakter dari aktor yang kufur (ingkar) kepada Allah dan para Rasul itu dimanapun sama saja. (yaitu) ketika Kami (Allah) mengutus kepada mereka dua orang utusan. ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. 36 Yasin : 13-14. demikian menurut Al-Mawardi dalam Tafsir Qurthubi. (QS. Ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama salaf dan khalaf. agar beliau saw menyampaikan kepada penduduk Mekkah. yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. 36 Yasin : 13-17) Pada QS. yang mengingkari kerasulan beliau. Tapi ruh (spirit) nya tetap hidup. (QS. lalu mereka mendustakan keduanya. 36 Yasin : 13-14) Khithab (seruan) ayat ini menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya. 12 Yusuf : 111) Dan nama negeri yang dimaksudkan ayat diatas adalah Anthakiyyah. Agar nasib kaum tersebut dapat menjadi ‘ibrah (pelajaran) bagi Kaum Musyrikin Mekkah.

(QS. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firman-Nya pada QS. Dan ini jelas menurut Ibnu Katsir. Sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu (Muhammad). untuk mendampingi dan memperkuat da’wahnya Nabi Musa as. melainkan dengan seizin Allah. Tetapi mereka mendustakan para utusan ini”. tidaklah mengurangi nilai kerasulan mereka. Letak ikhtilaf (perbedaan) diantara para Ulama adalah pada : “Apakah para utusan (Rasul) yang disebutkan dalam ayat ini benar-benar Rasul Utusan Allah ataukah utusan Nabi Isa as ?” Pendapat pertama : Para Utusan Allah (Rasulullah) Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan dari Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. Kemudian Allah mengirim 3 (tiga) orang utusan. Walaupun Ibnu Katsir sendiri dalam Kitab Qishahshul Anbiya lebih suka menyebutnya Kaum Yasin.Katsir dalam Tafsirnya. Tetapi kemudian Allah mengutus pula Nabi Harun as. Ka’ab al-Ahbar. Mashduq. Mula-mula Allah SWT hanya mengutus Nabi Musa as. 40 Al-Mu’min : 78) Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa mula-mula yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah itu hanya 2 (dua) orang Rasul saja. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. tetapi kemudian diutus lagi yang ketiga untuk memperkuat dua utusan terdahulu. Karena banyak para Nabi dan Rasul yang nama mereka tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. yaitu : Shadiq. adalah sesuatu yang pernah terjadi pula dalam Kisah Fir’aun dan kaumnya yang didatangi oleh 2 (dua) orang Rasul. Sedangkan fakta bahwa ke-3 (tiga) Rasul tersebut tidak disebutkan namanya dalam Al-Qur’an. dan Syalum.36 dan QS. 25 Al-Furqan : 35-36. 20 Thaha : 9. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. Diantaranya : 23 . yang merupakan seorang penyembah berhala. Wahab bin Munabih. mereka berkata : “Negeri tersebut (Anthakiyyah) memiliki seorang Raja yang bernama Anthiochos bin Anthiocos. bahwa mereka adalah para Utusan Allah (Rasulullah). maka apabila telah datang perintah Allah. diputuskan (semua perkara) dengan adil. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu`jizat.

Sedangkan negeri itu bernama Anthakiyyah”. mengatakan : “Nama para utusan yang pertama itu adalah Syam’un. 20 Thaha : 29-31) “Allah berfirman: "Sesungguhnya telah (permintaan)mu. sesungguhnya ia telah melampaui batas". Maka keduanya kemudian berda’wah kepada Fir’aun dan kaumnya. Allah berfirman : “Dan jadikanlah untukku (Musa) seorang pembantu dari keluargaku. (QS. Penjelasan ini makin memperkuat dugaan bahwa 3 (tiga) orang utusan kepada Kaum Anthakiyyah ini benar-benar Rasul (Utusan) Allah bukan sekedar utusan Nabi Isa as. dalam Kitab Tafsir Jalalain. Dan do’anya dikabulkan Allah. Pendapat kedua : Utusan Nabi Isa as Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan bahwa Qatadah berpendapat bahwa : “Mereka adalah Utusan dari (Isa) Al-Masih”. (QS. Demikian juga Ibnu Jarir dari Wahab dari Ibnu Sulaeman dari Syu’aib Al-Jiba’I.“Pergilah (engkau wahai Musa) kepada Fir`aun. 20 Thaha : 36) diperkenankan do’a “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya. wahai Musa." (QS. (yaitu) Harun. diangkat pula sebagai Rasul Utusan Allah untuk membantu da’wahnya. Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya”. Kemudian Kami berfirman kepada keduanya: "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". teguhkanlah dengan dia kekuatanku”. Ini juga merupakan pendapat Imam As-Suyuthi. menyertai dia sebagai wazir (pembantu). 24 . saudaranya. Yohana dan Bulis”. 20 Thaha : 24) Tetapi kemudian Nabi Musa berdo’a agar Harun. saudaraku.

Karena apa yang diajarkan Paulus sudah jauh menyimpang dari ajaran Nabi ‘Isa as. Lebih jauh lagi menurut Prof DR. 25 . bahwa : “Jika ketiga utusan yang disebutkan dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin). 3. semuanya dibinasakan sebagaimana yang difirmankan Allah (Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja. yang harus kita tangkap dan menjadi fokus perhatian utama kita adalah “spirit” perjuangan da’wahnya untuk menjadi I’tibar bagi kita. mereka beriman kepada Rasul yang diutus kepada mereka.Menurut Ibnu Katsir. Paulus adalah tokoh terbesar yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan isi Kitab Injil. cerita ini juga berdekatan dengan kisah-kisah Kristen. Karena Al-Qur’an tidak memberitahukannya secara gamblang siapakah mereka sebenarnya. Yesus bangkit di alam arwah dan naik ke langit untuk duduk di kanan “Bapak” memerintah manusia. Sebagaimana Ibnu Katsir. Negeri Anthakiyyah ini terdapat di wilayah Turki. dan setelah itu dibangun kembali hingga pada zaman Al-masih. Karena ketika Al-Masih mengirimkan 3 (tiga) orang utusan dari pengikutnya yang setia. menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. lalu mereka mendustakan dan akhirnya dibinasakan. Maka pendapat yang demikian tidak ditolak”. diutus kepada penduduk Anthakiyyah Kuno. terutama berkaitan dengan nama Paulus atau yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Bulish atau Baulush. maka tiba-tiba mereka semuanya mati). pendapat kedua ini sangat lemah. Oleh karena itu ia merupakan salah satu dari 4 (empat) kota di negeri tersebut yaitu : Anthakiyyah. ia masuk ke dalam wilayah Syiria. Agama Kristen bukan hanya untuk Yahudi saja. tiga Tuhan dalam satu. Ahmad Syalabi dalam Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. 2. melainkan juga untuk semua bangsa di dunia. maka bagi kita Ummat Nabi Muhammad saw. maka Anthakiyyah adalah negeri yang pertama kali beriman kepada Al-Masih pada saat itu. Kemudian dalam pandangan Hamka.Mengapa ? 1. Siapapun mereka dari ketiga utusan yang disebutkan ayat-ayat diatas bukanlah tujuan utama yang dimaksudkan oleh Allah untuk mendapatkan perhatian dari kita. Trinitas. yang mereka (penduduk kota tersebut) tidak dibinasakan. Sementara penduduk negeri yang disebutkan di dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin : 29). Iskandariyyah. dan setelahnya adalah AlQisthanthiniyyah. termasuk Ketuhanan Al-Masih dan Roh Kudus. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Oleh karena itu menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. AlQuds. pendapat kedua ini pun dianggap sangat lemah. 4. Wujud Yesus sebagai anak Tuhan dan turunnya ke bumi untuk mengorbankan dirinya demi menebus dosa manusia. mirip dengan “Kisah Segala Rasul” dalam Kitab Perjajian Baru. dikatakan bahwa intisari ajaran Paulus ini adalah : 1. tetapi setelah Perang Dunia I. 2. Romiyah. yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an.

36 Yasin : 15 diatas. qarinah (indikasi) yang menunjukkan bahwa Kaum Anthakiyyah tidak percaya bahwa ada wahyu yang telah diberikan kepada para Rasul tersebut. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. adalah penggalan ayat yang berbunyi : “Dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun”. (QS. berhubungan suami istri. tampak bahwa Kaum kafir Anthakiyyah ini beralasan dengan 2 (dua) hal. yang biasa makan. 36 Yasin : 15-17) Mendengar seruan dari para Rasul bahwa mereka bertiga adalah Utusan Allah kepada Kaum Anthakiyyah. melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dari QS. Diantaranya Allah berfirman : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad). Dalam Al-Qur’an. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas". kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".Kemudian pada ayat ke-15 sampai 17. Bahwa tidak mungkin seorang manusia. dapat menjadi Rasul (Utusan) Allah. Mereka tidak percaya adanya wahyu yang telah diturunkan Allah yang menandai kenabian dan kerasulan mereka. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. 25 Al-Furqan : 20) 26 . ada banyak ayat yang menjelaskan kekeliruan cara pandang kaum yang kafir ini terhadap seorang Rasul. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?. yakni : 1. kaum yang kafir ini menyangkal dan menyatakan ketidakpercayaannya. dan adalah Tuhanmu Maha Melihat”. minum. (QS. 2.

Tetapi proses lah yang dilihat. para Rasul ini berkata dengan penuh keyakinan bahwa : (Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah benar-benar orang yang diutus kepada kamu) Ayat ini merupakan pengulangan dari ayat sebelumnya . Mengandung 2 (dua) pengertian. Jika upaya untuk bertabligh dan mengajak orang ke jalan yang benar sudah dilakukan dengan berbagai cara kemudian dijalaninya secara terus menerus dalam rentang waktu yang panjang. sang Rasul dapat dianggap telah melaksanakan tugasnya. Bahwa hasil da’wah berupa dianutnya agama Allah oleh suatu kaum bukanlah menjadi tanggung jawab seorang Rasul. yang berbunyi : (Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas). dimana Allah berfirman : (Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu) Adanya pengulangan ayat yang sedemikian rupa ditambah adanya “lam tawkid” pada kalimat di ayat ke-16. yakni ayat ke-14. Dia akan memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. yakni : 1. Sedangkan ayat ke-17. sebagai sang pemberi tugas da’wah kepada mereka. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”. (QS. Sebab hidayah adalah milik Allah.“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. kembali memperkuat keyakinan kita bahwa mereka bertiga ini benar-benar utusan Allah. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu`jizat) melainkan dengan izin Allah. Kemudian Keberanian 3 (tiga) orang utusan ini menyebut-nyebut Tuhan dalam ayat ke-16. 2. maka berarti apapun hasilnya. bukan sekedar utusan Nabi Isa as. 13 Ar-Ra’du : 38) Mendengar penolakan dari Kaum Anthakiyyah ini. 27 . adalah sebuah penegasan bahwa mereka benar-benar orang yang diutus. pada ayat ke-16. Bahwa fungsi dan tugas wajib seorang Rasul adalah untuk bertabligh.

menurut Muqatil dalam Tafsir Qurthubi adalah tertahannya hujan selama 3 (tiga) tahun di negeri tersebut. 36 Yasin : 18-19) Pada QS. Ketika hujan tidak turun-turun. mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Sikap represif orang kafir yang demikian ini juga pernah dipertontonkan oleh Kaum-Kaum lain yang menentang para Nabi. niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". Menurut Tafsir Jalalain dan Qatadah dalam Tafsir Ibnu Katsir . (QS. alat untuk merajamnya adalah dengan batu. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Ketahuilah.PENOLAKAN KERAS KAUM ANTHAKIYYAH TERHADAP DA’WAH PARA RASUL (QS. sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah. supaya mereka mengambil pelajaran. Dan jika mereka ditimpa kesusahan. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran. akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. Persis sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir`aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buahbuahan. mereka berkata: "Ini adalah karena (usaha) kami". para Rasul berda’wah memberi peringatan selama 10 (sepuluh) tahun. Nasib malang yang dimaksud ayat ini. 36 Yasin : 18. mereka timpakan kesialan ini kepada para Rasul. Menurut Tafsir Qurthubi. 7 Al-A’raaf : 130-131) Sedang arti ‘merajam” dalam ayat di atas menurut Tafsir Qurthubi adalah membunuh. sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami). Jika argumentasi (hujjah) mereka 28 .

misalnya karena perubahan temperature udara akibat pemanasan global akan berpengaruh terhadap proses kondensasi dan demikian pula makin membesarnya lubang ozon akan berdampak terhadap curah hujan yang tidak teratur. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka memperoleh kebaikan. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu (penduduk Anthakiyyah) adalah kaum yang melampaui batas". mungkinkah hal itu terjadi ? DR.sudah dikalahkan. Melainkan Allah mengingatkan kita. pakar fisika Unram mengatakan : “Bahwa siklus air di bumi itu jumlahnya tetap. bahwa baik dan buruk perkara itu memiliki hubungan kausalitas (sebab akibat). Tetapi pada masa Kaum Anthakiyyah. para Utusan itu berkata : “Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Sehingga jika di suatu daerah tidak turun hujan. Melainkan karena 29 . Meski hakekatnya dari Allah SWT. maka demi mempertahankan eksistensinya. Rernat Kosim. Mendapat penolakan keras dari penduduk Anthakiyyah ini. kemana sebenarnya perginya air hujan itu. (QS. bahwa di negeri ‘Anthakiyyah selama 3 tahun tidak turun hujan. 4 An-Nisaa : 78) Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa jika siklus air terganggu. mereka tidak akan segan-segan melakukan cara-cara kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain. barangkali tidak turunnya hujan sampai 3 (tiga) tahun tersebut bukanlah karena pemanasan global atau membesarnya lubang ozon. Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Berdasar pendapat Muqatil dalam Tafsir Qurthubi di atas. karena keduanya baru ditemukan pada abad ke-20. Demikianlah yang terjadi di segala tempat di bumi ini dan di segala zaman hingga saat ini. maka ia dipastikan turun di kawasan bumi yang lainya”. 36 Yasin : 19) Maksud ayat ini bukanlah dalam pengertian hakekat perkara. mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah".

3. Ahmad dari Tsaubah ra. Sehingga kalau bukanlah Tuhan kasihan kepada binatang-binatang. Dan tiada yang dapt menambah umur selain perbuatan baik” (HR. tidaklah hujan akan turun. 2. janganlah hendaknya terjadi di zaman kamu. Dan apabila para penguasa telah memerintah tidak dengan peraturan yang diturunkan Allah. pastilah Allah akan menjadikan selalu akan berkelahi diantara sesama mereka”. Dan apabila mereka telah membekukan Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. dijumpai bukan hanya dalam Hadits. Dari Hadits ini ada 2 macam dosa yang dapat menahan turunnya hujan yakni : Tidak ditunaikannya kewajiban zakat dan perilaku curang dalam bisnis dengan mengurangi ukuran dan timbangan. 5.perilaku mereka yang berlumuran dengan dosa. Dan aku berlindung kepada Allah. sehingga musuh itu mengambil sumber yabng ada dalam tangan mereka sendiri. akan terjadilah thaun dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah dikenal di zaman nenek moyang mereka. dan janganlah hendaknya kamu mendapatinya. ditahanlah hujan turun dari langit. Adapun yang lima ialah : 1. Apabila suatu kaum sudah berlaku curang pada ukuran dan timbangan akan terjadilah kemarau panjang dan kesukaran bahan makanan dan kedzaliman penguasa. Diperkuat oleh HR. Apabila zina telah terang-terangan pada suatu kaum. Ahmad) Bahwa dosa berdampak buruk kepada rizqi dan menjadi faktor pendorong terjadinya bencana. Allah berfirman : 30 . Al-Hakim dari Abdullah bin ‘Umar ra. Diantaranya tentang Bani Israil dan Kaum Saba. pastilah mereka akan dikuasai oleh musuh-musuh mereka. Apabila suatu kaum telah menghalangi mengeluarkan zakat. bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : “Bagaimana sikapmu apabila kelak terjadi pada kamu yang lima macam. bahkan bertebaran pula pada berbagai ayat Al-Qur’an. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya seseorang benar-benar dapat tertahan rizqinya karena dosa yang dilakukannya dan tiada sesuatu yang dapat menolak taqdir selain do’a. Sebagaimana HR. 4.

(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". dan mereka menganiaya diri mereka sendiri. Tetapi mereka berpaling. Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya. Yang demikian itu. maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami". disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas”. maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit. pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu).“Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. 34 Saba : 15-19) 31 . beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. (QS. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”. (QS. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. 5 Al-Maidah : 58) “Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. Dan menurut Ibnu Abbas ra. Semua hujjah (argumentasi) mereka sudah dikalahkan dan kaum kafir ini sudah berencana membunuh para Rasul. dalam Tafsir Ibnu Katsir. maka datanglah seorang laki-laki yang lari bergegas dari ujung kota untuk membela para Rasul ini. ia dikenal sebagai Shohibu Yasiin. Ia bergegas dari ujung kota untuk mengingatkan kaumnya seraya 32 . 36 Yasin : 20-27) Pada QS. seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. 36 Yasiin : 20-25) Ayat ini adalah sebuah episode tatkala situasi sudah sangat gawat. ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu. Allah berfirman : “Dan datanglah dari ujung kota. 36 Yasin : 20-25. Bahkan ikut mengajak kaumnya untuk mengikuti seruan da’wah mereka. jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku. (QS. Ia bernama Habib An-Najar. ikutilah utusan-utusan itu. laki-laki ini adalah satu-satunya penduduk Anthakiyyah yang beriman kepada para Rasul tersebut. Menurut sebagian Ulama. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya. Ketika perdebatan antara para Rasul dengan Kaum Kafir Anthakiyyah ini mencapai puncaknya.KISAH HABIB AN-NAJJAR SEBAGAI SHOHIBU YASIN (QS. dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Jika demikian adanya. mencari popularitas. Ada juga yang mengatakan bahwa ia seorang tukang sepatu” Ada dua poin penting yang diserukan Habib An-Najjar kepada Kaum Anthakiyyah untuk mengajak mereka beriman kepada para utusan ini. dalam Qishashul Anbiya : “Dia adalah seorang yang banyak bershodaqoh. Kebenaran 33 . Ada yang berpendapat ia seorang tukang tenun. Ini menunjukkan bahwa upah yang dicari oleh para utusan ini bukanlah pamrih duniawi. Diperkuat oleh HQR. 31 Luqman : 33. tetapi ia dibunuh oleh kaumnya sendiri” b. Mengapa pendekatan ini dilakukan oleh Habib An-Najjar. dari Ashim Al-Ahwal dari Abu Mujalaz. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa terperdaya oleh gemerlapnya dunia. barangkali karena lazimnya orang yang zuhud kepada dunia lebih dekat kepada kebenaran. hakekatnya ia telah diperdaya oleh syetan. yang berarti tidak zuhud. ia mengatakan : “Mereka (Kaum Anthakiyyah) menginjakkan kaki pada tubuhnya (Habib An-Najar) hingga tulang punggungnya keluar”. Ia akan jauh dari upaya memperkaya diri sendiri. Menurut Ibnu Abbas ra. Siapakah Habib An-Najar itu ? Para Ulama berkata : a. bersabda. Menurut Ats-Tsauri dalam Tafsir Ibnu Katsir. bahwa ia seorang tukang kayu.memperlihatkan keimanannya secara Anthakiyyah justru membunuhnya. ternyata kaum Ibnu Ishaq menceritakan dari sebagian shahabatnya. bahwa Rasulullah saw. dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. Allah berfirman : “Tiada amalan yang mendekatkan seorang hamba mu’min kepada-Ku dengan seperti zuhud kepada dunia”. mengutip surat Luqman ini dalam kitab Riyadhus Shalihin pada bab zuhud kepada dunia. maka selanjutnya dapat dipastikan bahwa ajaran yang dibawa oleh para Rasul ini pun jauh dari interpensi kepentingan duniawi. sehingga jauh dari kebenaran. yakni bahwa : 1. terang-terangan. Imam Nawawi. Para Rasul ini adalah orang yang beroleh Hidayah Allah. Kemudian dikatakan. dari Ibnu Mas’ud ra. apalagi dengan menghalalkan segala cara. tatkala beliau ditawari oleh Kaum Qurisy dengan kemewahan dunia atau jabatan dan kekuasaan agar beliau saw menghentikan da’wahnya. ia mengatakan : “Nama orang itu adalah Habib bin Siri”. Sebagaimana yang terjadi pada diri Rasulullah saw. ditolak oleh beliau. melainkan rido Allah. Dalam QS. Qudha’I yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. Allah berfirman : “Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu. Para Rasul ini tidak meminta upah dari seruan da’wahnya 2. sebagaimana firman-Nya pada QS. 36 Yasin : 21 di atas.

(QS. Adalah ungkapan Habib An-Najjar dalam menanggapi ajakan orang kafir untuk kembali kepada agama berhala yang dianut oleh penduduk Anthakiyyah. Begitu terhunjamnya keimanan dalam dirinya. Jika bukan. Menurut Qatadah dalam Tafsir Qurthubi dan Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin dikatakan bahwa : “Ketika kaumnya mendengar ucapan Habib An-Najjar itu. Sedang menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dikatakan bahwa sebenarnya ungkapan tersebut memiliki makna yang dalam dan itu merupakan sebuah sindiran kepada kaumnya. sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya”. sekaligus merupakan dalil bahwa Kaum Anthakiyyah memang penyembah berhala. Justru yang ia khawatirkan adalah keburukan yang akan ditimpakan oleh Allah kepada dirinya jika ia berlaku kufur dengan mengikuti agama berhala. ia tidak takut oleh kemungkinan buruk yang akan ditimpakan oleh kaumnya. Artinya jika mereka masih merasa sebagai manusia yang berakal. Maka tersesatlah ia. Sebagian pendapat mengatakan bahwa mereka melaporkannya kepada Raja Anthakiyyah. Oleh karena itu para Rasul tersebut amat layak untuk diikuti oleh Kaum Anthakiyyah. 34 . Itulah orang yang beroleh hidayah Allah. mengapa harus menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah ? Penggalan awal ayat ke-23 ini. mereka berkata kepadanya : “Engkau telah menyalahi agama kita dan mengikuti agama utusan-utusan itu ?”. Dan Raja menanyainya. yang berbunyi : “Jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku.Ilahi meski pahit sekalipun akan disampaikannya. Lalu Habib AnNajjar berkata. sebagaimana firman-Nya pada ayat ke-25. maka adalah wajar jika ia menyembah kepadaAllah sebagai bukti kesyukuran kepada karunia-Nya tersebut. Sebab jika itu terjadi. 36 Yasin : 22-23) Argumentasi yang disampaikan oleh Habib An-Najjar kepada kaumnya dengan mengatakan : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku” adalah untuk menggugah kesadaran nurani bahwa karena Allah yang telah menciptakan dirinya. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?”. Sedang penggalan ayat ke-23. maka tak ada seorang pun yang sanggup menolaknya. karena tentunya mereka pun diciptakan oleh Allah. mungkinkah berhala-berhala yang mereka pertuhankan itu adalah yang menciptakan mereka ?.

10 Yunus : 107) “Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu. adalah iqrar syahadatnya yang diucapkan dengan penuh keyakinan dan yang diperdengarkannya kepada semua orang ketika itu. Allah berfirman : Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. 36 Yasin : 25) Menurut Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin-nya . Ia (Habib An-Najar) berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. Kaum Anthakiyyah mulai melakukan penyiksaan kepada Habib An-Najjar hingga akhirnya membunuhnya. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". (QS. Allah menceritakan nasib Habib AnNajjar yang amat baik. (QS. (QS. maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”.Ayat Qur’an yang senada dengan ayat ini adalah : “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. setelah pernyataan ini. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. Allah berfirman : “Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". karena ia gugur sebagai syuhada. 6 Al-An’am : 17) Puncak dari keberanian Habib An-Najjar. Kemudian pada ayat ke-26 dan 27. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu. maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Bahwa ia benar-benar telah memeluk agama Allah dan menjadi pengikut para Rasul. maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. 36 Yasiin : 26-27) 35 . Allah SWT menganugerahinya dengan surga. (QS.

Diantara dalilnya adalah : HR. dalam topik tentang “Sebelum Qiyamat apakah ruh itu di langit ataukah di bumi ?”. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka. Diriwayatkan pula oleh Tirmidzi dari Jabir ra. Benar-benar langsung masuk sorga tanpa melalui Alam Barzakh (Alam Qubur) terlebih dahulu. Rasulullah saw bersabda : “Allah menjadikan arwah saudara-saudaramu yang gugur dalam Perang Uhud sebagai burung-burung hijau yang mengunjungi sungai sorga dan makan buah-buahannya. dalam Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. 3 Ali Imran : 169-171) Tentang ayat ada ikhtilaful ulama. menurut Madzhab Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Abu Dawud. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah. dikatakan : “Ruh orang mu’min itu berada di sisi Allah di surga. bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Dalam Kitab Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim karya Ibnul Qayyim Aj-Jauziy. bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. (QS. sampai menghampiri lampu mas dibawah 36 . Al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. yakni : 1. dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”. Ahmad. Hal ini sebagaimana pujian Allah kepada para Syuhada Uhud. baik ia syuhada atau bukan syuhada setelah ia lepas dari tanggung jawab dosa besar atau hutang dan ia telah mendapatkan ampunan dari Allah”.Ayat ini merupakan ungkapan kegembiraan dari Habib An-Najar terhadap karunia nikmat yang Allah berikan kepadanya. mengatakan Abu Umar bin Abdul Barr berkata : “Ruh para Syuhada berada di sorga sedang orang mu’min umumnya berada di sekitar kuburannya” Masih dalam Kitab yang sama.. dalam firman-Nya : “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati.

Al-Baihaqi. 3 Ali imran : 169 diatas. Demikian menurut riwayat yang shahih” Dalam topik dan kitab yang sama. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam Kitab Mafahim Yajib An-Tushahhah dalam topik tentang “Kehidupan para Nabi di alam Barzakh”. Dalil : 1). DR. (HR.Muhammad bin Alwi Al-Maliki mengatakan : “Sesungguhnya kehidupan sebenarnya bagi para Nabi. HR. minuman yang lezat dan tempat tidur yang empuk.naungan ‘Arasy. Tetap berada di Alam Barzakh. Al-Baihaqi) 37 . HR. Mereka dapat berjalan-jalan melancong di surga sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. dalam Dala’il An-Nubuwwah mengatakan bahwa: Disebutkan dalam hadits shahih dari Sulaeman At-Taimi dan Tsabit AlBanani dari Anas bin Malik ra. yang menceritakan keadaan para syuhada”. Abu Dawud. dengan rijal (sanad) Abu Ya’la itu tsiqat (dapat dipercaya) yang bersumber dari Anas bin Malik ra. di alam Barzakh merupakan kehidupan yang lebih sempurna dan lebih tinggi nilainya”. DR. khususnya Nabi Muhammad saw. mengatakan : “Sementara itu arwah para syuhada diberi hak penuh dan sangat leluasa untuk beraksi. mereka berkata : Alangkah baiknya jika kawan-kawan kita mengetahui apa yang telah Allah berikan untuk kita. Allah berfirman kepada mereka : “Aku akan sampaikan hal kalian kepada mereka”. Ketika mereka mendapatkan makanan enak. hanya sudah mendapatkan terlebih dahulu sebagian dari kenikmatan surga. Rasulullah saw bersabda : “Para Nabi itu hidup di dalam kuburannya seraya melakukan shalat” (HR. Abu Ya’la dan Al-Bazzar. lalu bernaung di bawah naungan lampulampu di bawah ‘Arasy. Tirmidzi) 2. Ahmad. sehingga mereka tidak segan untuk berjihad dan tidak mundur dari peperangan”. Maka turunlah ayat QS. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Aku pernah mendatangi Musa pada malam aku diisra’kan di Al-Katsiib Al-Ahmar (bukit pasir merah). ketika ia (Musa) sedang berdiri melakukan shalat di kuburnya” (HR. Abu Ya’la dan Al-Bazzar) 2). Al-Hakim.

Maka suara roket yang tinggal landas. Pada ayat ke 30-32. yang memiliki tekanan bunyi sebesar 120 deciBel. para ahli tafsir mengatakan : “Allah Azza wa Jalla mengutus kepada mereka Malaikat Jibril. 36 Yasiin : 28-29) Setelah Habib An-Najar meninggal dunia. bahkan dengan suatu cara yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. maka tiba-tiba mereka semuanya mati” (QS. maka seketika itu juga mereka mati”. cukup untuk membunuh penduduk seisi kota. Allah mengazab Kaum Anthakiyyah dengan hanya satu teriakan saja tanpa perlu mendatangkan balatentara Malaikat untuk mematikan mereka semuanya. Allah berfirman : “Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. lalu ia membuka pintu gerbang negeri mereka seraya berteriak dengan satu kali teriakan. Teriakan satu Malaikat saja. 36 Yasin : 28-32) Pada QS. ayat ini dapat dibuktikan kebenarannya. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. Jika suara Halilintar saja. 36 Yasin : 28-29. akan memiliki efek yang lebih besar lagi. Allah berfirman : 38 . adalah hal yang logika sains dapat menerimanya. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja. Maka adanya suara teriakan yang dapat mematikan seisi negeri. Menurut sebagian ulama termasuk Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. ayat ini untuk menunjukkan tentang Kekuasaan Allah yang amat besar. bahwa membinasakan mereka (Kaum Anthakiyyah) yang kufur dan durhaka adalah amat mudah. yang tekanan gelombang bunyinya sebesar 170 dB. Secara ilmiah. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya.AKHIR DARI KEHIDUPAN KAUM ANTHAKIYYAH (QS.

“Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami” Arti kata “al-hasrah” dalam ayat ke-30, menurut Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsirnya adalah : sangat menyesal. Menurut Ibnu Katsir, ayat ini berbicara tentang penyesalan dari penduduk Anthakiyyah di akherat kelak saat mereka melihat dengan nyata siksaan dan azab Allah untuk mereka. Menurut Ikrimah, penyesalannya itu merupakan penyesalan yang amat mendalam. Dan penyesalan pada saat itu tidak memberi manfaat apapun selain kerugian. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya, yang dimaksud dengan ummat sebelum mereka yang telah dibinasakan pada ayat ke-31 adalah : “Kaum Nuh, Kaum ‘Aad, Kaum Tsamud, Kaum Rass, dan lain-lain yakni kaum yang diturunkan sebelum perode Taurat” Dasarnya adalah firman Allah :

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. (QS. 28 Al-Qashash : 43) Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Al-Bazzar dari Auf Al-‘Arabi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia mengatakan : “Allah tidak membinasakan suatu kaum dengan adzab dari langit atau dari bumi setelah diturunkannya Taurat ke muka bumi selain sutu Negeri yang penduduknya dirubah menjadi kera. Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah SWT berfirman “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu” Dan Kisah Kaum Yasin (Anthakiyyah) ini oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Qishashul Anbiya ditempatkan dalam urutan periode kisah sebelum Kisah Nabi Musa as. Ini menunjukkan bahwa periode kehidupan Kaum Anthakiyyah yang terdapat dalam Surat Yasin ini adalah Anthakiyyah Kuno sebelum zaman Nabi Musa Sedang ayat ke-32, menegaskan bahwa Kaum Anthakiyyah yang kafir yang telah terbunuh ini, kelak di Yaumul Ba’ats akan dikumpulkan lagi di Mahsyar, untuk mempertanggung jawabkan semua tindak kejahatan mereka.

39

KRITERIA SEORANG RASUL
(BELAJAR DARI KISAH PARA UTUSAN DI NEGERI ANTHAKIYYAH)
Kisah Kaum Anthakiyyah, secara lengkap terdapat pada QS. 36 Yasin : 13-32, sebagai berikut :

40

13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka; 14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu". 15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". 16. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. 17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". 18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". 19. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas". 20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,. 21. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. 22. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? 23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? 24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. 25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku. 26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, 27. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". 28. Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. 29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati. 30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. 31.Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. 32. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

41

Hud”.. terutama karena yang datang hanyalah manusia sebagaimana mereka. 36 Yasiin : 17) 5. Kecuali Nabi Muhammad saw yang diutus bagi seluruh ummat manusia dan untuk seluruh bangsa di dunia. Seorang manusia (QS. 36 Yasiin : 13. 61 As-Shaff : 6) Kriteria ke-2 : “Seorang manusia” Penolakan Kaum Anthakiyyah terhadap seruan da’wah 3 (tiga) utusan ini. sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu”. hanya untuk Bani Israil saja. Tugasnya bertabligh (QS. 11 Hud : 50) Sedangkan Nabi Isa as. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. (QS. Sebagaimana firman-Nya : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus kamu (Muhammad).16) 2. Tidak menerima upah dan shodaqoh (QS. Diutus kepada kaum tertentu (QS. 36 Yasiin : 15) 3. Allah berfirman : “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil. sebagaimana firman-Nya : “Dan kepada kaum `Aad (Kami utus) saudara mereka. Sebagaimana firman-Nya : 42 . Yasiin : 22-23) Kriteria ke-1 : “Diutus kepada kaum tertentu” Semua Nabi dan Rasul sebelumnya hanya diutus bagi Kaum atau Negeri tertentu saja. Mengajarkan Tauhid (QS. Misalnya : Nabi Hud hanya untuk Kaum ‘Aad (di Yaman) saja. (QS. 36 Yasin : 15) 4. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”.14. Diberi wahyu (QS. (QS.Dari rangkaian ayat-ayat dalam Surat Yasiin ini dapat difahami bahwa diantara kriteria seorang Rasul Utusan Allah adalah : 1. wilayah da’wahnya bersifat lokal dan terbatas. 34 Saba : 28) Sedangkan Nabi dan Rasul lain. 36 Yasiin : 21) 6. sebenarnya merupakan gejala universal.

(QS. Karena kebenaran hakiki yang akan membawanya kepada jalan yang lurus. dan Allah menurunkan bersama mereka (para Nabi) Kitab dengan benar.harus dilemparkan ke dalam kobaran api Raja Namruj dari Babilonia (Mesopotamia). supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka”. (QS 14 Ibrohim : 4) Kriteria ke-3 : “Diberi wahyu” Seorang Rasul adalah orang yang ditugaskan mengajari ummat manusia untuk mengenal kebenaran dan membimbingnya ke jalan yang lurus. hanya dapat diperoleh dari Allah SWT. seorang Rasul wajib menyampaikannya. harus menghadapi Fir’aun dan balatentaranya yang terus mengejarnya hingga ke Laut merah. Seberat apapun resiko yang harus ia hadapi. sehingga apa yang dida’wahkan menjadi dapat dimengerti dengan mudah. dan Nabi Harun as. Nabi Zakariya as. 17 Al-Isra : 94) Padahal jika mereka mau memperhatikan sejarah kaum lain nampak dengan jelas bahwa sudah merupakan Sunnatullah. Itulah sebabnya setiap Rasul pasti diberi wahyu oleh Allah. meski nyawa taruhannya. maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Yang berbicara dengan bahasa kaum tersebut. Allah berfirman : “Kami tidak mengutus seorang rasulpun. Itulah wahyu. (Setelah timbul perselisihan). merupakan sifat wajib bagi Nabi dan Rasul. kecuali perkataan mereka: "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?" (QS. Nabi Musa as.“Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya. bahwa Allah SWT senantiasa mengutus seorang Nabi dan Rasul bukan dari golongan Malaikat melainkan dari kalangan manusia. Mustakhil ia bisa melakukan tugas sucinya ini tanpa bimbingan wahyu. melainkan dengan bahasa kaumnya. Nabi Ibrohim as. Sebagaimana firman-Nya : “Manusia itu adalah umat yang satu. 2 Al-Baqarah : 213) Kriteria ke-4 : “Tugasnya bertabligh” Tabligh (menyampaikan Wahyu dan Kebenaran) menurut Madzhab Aqidah Ahlus sunnah Wal Jama’ah versi Asy’ariy dan Al-Maturidiy. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan”. 43 .

sematamata atas perintah Allah SWT. Dan hal tersebut telah ia fahami sejak pertama kali ia diangkat oleh Allah sebagai seorang Rasul. kami datang kepadamu agar engkau memberi perintah kepada kami tentang sedekah ini. 42 Asy-Syuraa : 23) Disamping tidak menerima Ujrah (Upah). Rasulullah saw bersabda : “Sesunggunya shodaqoh itu adalah kotoran manusia” 2. dan lain sebagainya.dan kami menyampaikan kepadamu apa yang disampaikan banyak orang”. Muslim Dari Mutholib bin Rabi’ah bin harits bin Abdul Muthalib bahwa dia dan Fadlol bin Abbas pergi menghadap Rasulullah saw. 38 Shad : 86) Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". (QS. Dalil Umumnya : “Hai Rasul. 5 Al-Maidah :67) Kriteria ke-5 : “Tidak menerima upah dan shodaqoh” Seorang Rasul adalah manusia pilihan Allah. berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya”. Sebab Zakat merupakan “Kotoran” manusia. HR. Dalilnya : 1. Muslim. HR. agar kami mendapat manfaat dari zakat itu. Ia diutus ke suatu kaum untuk menyampaikan wahyu dan membimbing kaum tersebut ke jalan yang benar.bahkan harus menjadi syuhada karena dibunuh kaumnya yang kafir. (QS. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. (QS. Ahmad. dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan”. Sehingga tidak mungkin ia akan meminta upah atas tugas kenabiannya tersebut. Kemudian salah seorang diantara kami berkata : “Wahai Rasulullah saw. sebagaimana orang lain mendapatkannya. Nabi saw bersabda : “ Sesungguhnya shodaqoh itu tidak layak bagi Muhammad. dan tidak layak pula 44 . Sebagaimana firman Allah : “Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas da`wahku. Nabi saw pun haram (tidak menerima) Zakat dari siapapun. sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu.

orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan”. Dan aku ditolong dengan kegentaran musuh dalam jarak perjalanan 1 (satu) bulan. Rasul. anak-anak yatim. Dan aku diberi kesempatan memberi syafaat maka aku simpan untuk ummatku (di akherat kelak)”. Dan dijadikan bagiku. kerabat Rasul. (Al-Hadits) 45 . Rasul. anak-anak yatim. karena sesungguhnya shodaqoh itu adalah kotoran manusia”. 8 Al-Anfal : 1) “Ketahuilah. (QS.bagi keluarga Muhammad. 59 Al-Hasyr : 7) Al-Hadits dari Shahabat Abu Hurairah ra. sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang. bumi (tanah) sebagai Masjid dan Alat bersuci. kerabat Rasul. (QS. Sedangkan Nabi yang lain haram untuk mendapatkannya. Nabi saw bersabda : “Aku (Muhammad) diberi 5 (lima) perkara yang tidak diberikan (oleh Allah) kepada seorang pun dari para Nabi sebelumku. Yakni : Aku diutus kepada (Bangsa) kulit merah dan hitam. 8 Al-Anfal : 41) “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah. orang-orang miskin dan ibnussabil”. Tetapi Nabi Muhammad saw mendapatkan harta ghonimah (rampasan perang) dan fa’I (harta rampasan yang didapat tanpa peperangan). maka sesungguhnya seperlima untuk Allah. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul”. Dan dihalalkan bagiku Ghonimah. (QS. Dalilnya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. dalam Kitab Tanbihul Ghafiliin karya Abu Laits As-Samarqandiy.

(QS. 21 Al-Anbiya : 25) “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu. melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. Sebagaimana firman-nya : “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu. Kami berikan aturan (syariat) dan Manhaj (jalan yang terang) sendiri”. Sebagaimana Sabda Nabi saw : “Sesungguhnya yang lebih berhaq (lebih patut) kamu terima (ambil) upahnya adalah Kitab Allah” (HR. Bukhari) Dalam Kitab Maushu’atul Ijma karya Sa’di Abu Habib.Sedangkan manusia biasa yang bergerak dalam bidang da’wah. bahwa : ”Mengupah orang untuk mengajar Al-Qur’an itu boleh menurut semua Ulama kecuali Hanafiyyah” Sedang menurut Ibnu Rusyd berdasarkan Kitab Bidayatul Mujtahid “Mengupah untuk menulis mashaf-mashaf itu boleh menurut ijma’Ulama” Kriteria ke-6 : “Mengajarkan Tauhid” Setiap Rasul yang dibangkitkan oleh Allah kepada suatu kaum. (QS. dijelaskan bahwa : Berdasrkan Kitab Fathul Bari dari ‘Iyaadh. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". telah disepakati (Ijma’) diantara para Ulama berhaq atas ujrah (upah). meskipun peraturan Syariat (hukum)nya berbeda-beda. yakni Tauhid. pasti membawa ajaran aqidah (keimanan) yang sama. Syarah muslim dari ‘Iyaadh dan Nailul Authar dari ‘Iyaadh. 5 Al-Maidah : 48) 46 .

sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. maka daripadanya mereka makan. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. supaya mereka dapat makan dari buahnya. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam. Tidaklah mungkin bagi 47 . 36 Yasin : 33-44) “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. Kami tanggalkan siang dari malam itu.BUKTI-BUKTI KEKUASAN ALLAH DI SEMESTA ALAM (QS. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air.

ternyata terbukti kebenarannya menurut sains dan pengetahuan modern. karena apa yang diberitakan Allah dalam Al-Qur’an. Dan Kami jadikan padanya kebunkebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. supaya mereka dapat makan dari buahnya. Sekaligus ia merupakan I’jazul Qur’an (kemukjizatan Al-Qur’an). inovasi untuk mengungkap rahasia alam semesta untuk menunjukkan betapa Maha Besarnya Allah SWT dan betapa Agung Kekuasaan-Nya. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. MENGHIDUPKAN LAHAN YANG TANDUS Pada QS. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. 36 Yasin : 33-35) Dengan apa bumi yang mati yang seakan tidak dapat diharapkan itu. untuk kemudian dapat menumbuhkan tanaman ? Ulama dahulu seperti Ibnu Katsir ataupun para Ilmuwan sekarang sepakat bahwa hal itu terjadi dengan adanya air hujan. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. (QS. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. 36 Yasin : 33-44) QS. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya bijibijian. maka daripadanya mereka makan. 36 Yasin : 33-35 Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Allah berfirman : 48 . Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. 36 Yasin : 33-44 ini merupakan “ayat-ayat sains” yang mendorong manusia melakukan observasi. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai ke suatu ketika”. Diantaranya adalah tentang : 1.

Pada titik-titik air itulah terdapat rahasia kehidupan. Dan jika tumbuhan tak ada maka hewan dan manusiapun tak ada”. hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung. (QS. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan tidaklah diusahakan oleh tangan mereka sendiri” Maksudnya adalah supaya mereka memakan dari buahnya yang sebenarnya tidaklah diusahakan oleh tangan mereka. yang berbunyi : (Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka). Allah menciptakan setiap makhluq hidup. ia dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik. maka tumbuhtumbuhan pun tak ada. yakni sebagai : 1. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Nafi artinya tidak. telah mendorong manusia untuk melakukan rekayasa atas dasar ilmu pengetahuan (sains) yang dikuasai di bidang agriculture (pertanian).. 21 Al-Anbiya : 30) Teknologi Hidroponik. Penggalan ayat ke-35. Sebab secara hakekat yang menumbuhkan hasil itu bukanlah mereka (manusia) melainkan atas kehendak Allah SWT. mengatakan : “Dari air. Kami halau ke suatu daerah yang tandus. 7 Al-A’raaf : 57) DR. Didasarkan kepada firman-Nya : 49 . huruf pada ayat ke-35 yang berbunyi memiliki dua pengertian. menanam dan lain sebagainya. asal ada air . yang ditemukan di abad ke-20 menunjukkan bahwa tanaman seperti Anggrek dapat tumbuh tidak harus pada media tanah. Muhammad Al-Khatib dalam Kitab Al-Islaamu wal-Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati. (QS. Unsur manusia yang dimaksud dalam penggalan ayat ini menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah adalah : berupa menabur benih. Andaikata tak ada air. Hal ini sebagaimana firman-Nya “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”.“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan).

Ghalibnya jika usahanya bagus maka produk hasilnya besar kemungkinan akan bagus pula. maka jadilah kamu heran tercengang. untuk mendapat balasan amal perbuatan selama di dunia. 2 Al-Baqarah : 202) Menurut Hamka. Walau secara hakekat Allah yang menentukan. benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur. 36 Yasin : 33-35. Allah berfirman : “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. maka diakui pula keberadaan hasil usaha manusia. Allah berfirman : (“Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami”) yakni pada Yaumul Ba’ats (Hari Berbangkit). (QS. sebagai ujian bagi manusia. Dan hasil usaha diberikan Allah kepadanya sepanjang yang ia usahakan. 53 An-Najm : 39) “Bagi mereka mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan” (QS. 56 Al-Waqi’ah : 63-65) 2. kedua penafsiran ini hendaknya dipakai secara bersamasama. Yaitu Isim penghubung. Dan QS. (QS. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka” Dengan menjadikan “maa menjadi maushuul”. maka bagi Allah pasti sangat mudah untuk menghidupkan kembali orang mati di dalam Quburnya” Apalagi pada ayat sebelumnya (QS.“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami (Allah) yang menumbuhkannya?” Kalau Kami kehendaki. Karena qudrah irodah Allah adalah bersifat mutlaq. Karena memang Allah memerintahkan manusia untuk berusaha. Sebagaimana firman Allah : 50 . Walau terkadang Allah menghendaki lain. menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah merupakan dalil bahwa : “Jika Allah dapat menghidupkan bumi yang mati kemudian dari bumi yang mati tersebut keluar biji-bijian untuk kemudian tumbuh kebun-kebun. 36 Yasin : 32). tetapi dalam kehidupan di dunia ini senantiasa ada hubungan sebab akibat.

orang Arab mengerti benar untuk “mengawinkan” korma jantan dengan korma betina. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. maka korma betina akan banyak buahnya. Ayat ini diperkuat oleh firman-Nya dalam surat yang lain. 30 Ar-Ruum : 19) Di akhir ayat ke-35. (S. pada beberapa jenis tumbuhan ditemukan ada tumbuhan yang hanya punya serbuk sari dan yang lainnya hanya punya kepala putik saja. Cara bersyukur yang terpenting menurut Hamka adalah dengan membayarkan zakatnya pada setiap musim panen. ada jantan ada betina baik pada hewan ataupun tumbuhan. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. Allah memerintahkan kita bersyukur atas karunia nikmat yang demikian banyak Allah berupa lahan yang subur yang menumbuhkan tanaman dan buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. 36 Yasin : 36. ada siang dan ada malam. dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)” (QS. Kalau sudah dikawinkan.“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. SEGALA SESUATU ITU BERPASANGAN Dalam QS. Ayat ini merupakan bukti bahwa segala sesuatu itu memiliki pasangan. ada gelap ada terang. ada baik ada buruk. Pada tumbuhan dikenal ada serbuk sari dan ada kepala putik. 6 Al-An’am : 141) 2. Sebagaimana firman-Nya : “Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah. yakni : 51 . Bahkan menurut para Ahli Botani. Ada pangkal ada ujung. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. Allah berfirman : “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. ada laki-laki dan ada perempuan.

Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”. (QS. untuk mensyukuri karuniaNya yang demikian besar dengan diciptakannya pasangan pada segala sesuatu. Sementara Imam Abu Hanifah. 51 Adz-Dzariyat : 49) • 52 . bagi Kaum Gay ini. lahirnya teknologi di bidang elektronika tidak dapat terlepas dari jasa adanya kedua ion yang berbeda muatan ini. Kemusnahan peradaban manusia akan segera terjadi jika di dunia ini hanya ada satu jenis kelamin saja. Sebagai contoh : • Karunia berupa adanya dua jenis kelamin yang berbeda pada manusia dan hewan. dan rasul-Nya amat mengutuk perilaku manusia yang mengingkari kodrat kemanusiaannya dengan mencintai sesama jenis kelamin. 13 Ar-Ra’du : 3) Ayat diatas (QS. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasanganpasangan” (QS. yang dikenal sebagai Homosex dan Lesbianisme. sebagaimana adzab Allah kepada Kaum Nabi Luth as. menetapkan sanksi Hukum dengan cara melemparkan mereka dari tempat ketinggian ke suatu jurang untuk kemudian melemparinya dengan batu. Bahkan para Ulama Fiqh seperti Imam Syafii menetapkan Hukum Rajam. Adanya ion bermuatan positif dan negative. mengakibatkan bumi menjadi terang benderang dengan adanya listrik. dan lain sebagainya.“(Dia) Pencipta langit dan bumi. menyebabkan kehidupan keduanya hingga kini tetap exist. mengandung suatu tuntunan agar kita Bertasbih (Memaha Sucikan Allah). 36 Yasin : 36). Itulah sebabnya barangkali hikmahnya mengapa Allah SWT. di negeri Soddom. 42 Asy-Syura : 11) “Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan” (QS. dibuka dengan kalimat Yang artinya : Maha Suci (Allah) Dzat yang menciptakan.

Kami tanggalkan siang dari malam itu. 28 Al-Qashash : 71-73) Ir. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Dan karena rahmatNya. dimana air akan mulai membeku. seorang Insinyur Teknik Nulir UGM dalam Bukunya Pusaran Energi Ka’bah mengatakan : “………Apakah yang terjadi jika Allah hanya menciptakan malam terus di bumi ? Cobalah lihat suhu udara di padang pasir. supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. siang hari di sana biasa mencapai 50 derajat celcius. 36 Yasin : 37. sedangkan di malam hari biasa mencapai 14 derajat. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam.3. termasuk cairan tubuh kita. Ayat ini senada dengan firman-Nya : Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku. alias malam terus. maka maka dalam kurun waktu itu suhu akan terus menerus turun hingga mencapai 0 derajat. sebutlah di Arab Saudi. jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat. Puncaknya adalah antara jam 12 malam sampai sekitar 2 dini hari. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku. 53 . PERGANTIAN SIANG DAN MALAM Dalam QS. Dan ketika diteruskan sampai 100 jam berikutnya maka seluruh air di muka bumi akan membeku. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan”. Dia jadikan untukmu malam dan siang. Agus Mustofa. Apakah yang akan terjadi dalam kurun waktu 100 jam setelah suhu terendah itu ? Jika matahari tidak pernah muncul. (QS. jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat. Pada keadaan normal.

maka suhu beranjak diatas 30 derajat. Sebagaimana firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman. Dan puncaknya pada jam 12 siang sampai jam 14 siang. Dan kemudian. berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah. (QS. Apakah tujuan utamanya ? Tak lain agar kita sadar bahwa di balik terjadinya rutinitas pergantian siang dan malam hari itu terdapat sesuatu yang luar biasa yang berkait dengan Sebuah Kekuatan Besar yang mengendalikan alam sekitar kita yaitu Sang Maha Perkasa (Allah SWT)”. Kalau disiramkan air disana. kemudian Rasul menuntunnya dengan berbagai lafal dzikir dan do’a. mengapa Allah memerintahkan kita untuk berdzikir dan bertasbih di waktu pagi dan sore hari. dan banyak yang mulai menguap. Karena itu Allah memancing kita untuk memahami. 33 Al-Ahzab : 41-42) 54 . dikatakan : “Suhu pada umumnya pagi hari di Kota Surabaya. Sebuah rutinitas yang tidak semua kita pernah memikirkannya. Ketika siang mulai menjelang. tidak ada kehidupan yang tahan di bumi yang hanya punya siang siang terus menerus”. Di permukaannya terlihat mengepul uap tipis. atau bahkan lebih. dan aspalnya menjadi lembek. berkisar di bawah 30 derajat Celcius. tetapi tetap berada di atas kita terus menerus ? Diperkirakan. Kita lihat contoh di atas. suhu udara bisa mencapai 33-34 derajat. Masih dalam buku yang sama. apa yang terjadi 100 jam berikutnya ? Diperkirakan seluruh air di muka bumi sudah habis menguap. Diperkirakan panas permukaan jalan raya itu diatas 50 derajat. air di permukaan bumi akan mulai mendidih. dalam waktu 100 jam. tak berapa lama kemudian air itu akan menguap. zikir yang sebanyak-banyaknya. dan jalanan itu pun kering kembali. Semuanya ini agar kita bersyukur atas karunia Allah berupa pergantian siang dan malam yang ternyata amat luar biasa manfaatnya. dan darah di tubuh kita pun ikut mendidih. Apa jadinya kalau matahari tidak bergeser ke arah Barat. Hanya dalam kurun waktu setengah hari saja. Itulah barangkali salah satu rahasianya.Jadi sungguhlah dahsyat dampak dari pergantian siang dan malam hari. Dengan kata lain. panas udara dan permukaan bumi bisa mengalami peningkatan suhu yang demikian tinggi. Pernahkah kita memperhatikan aspal jalan raya Surabaya pada siang hari. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”.

3 Ali Imran : 190-191. Ibnu Mardawaih. setelah Allah menurunkan kepadaku malam ini ayat-ayat : Binasalah hai Bilal. Dan barang siapa membacanya pada sore hari. (yaitu) orang-orang yang berdikir (mengingat) Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring “ (QS. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. Abu Dawud dari Ibnu Abbas ra. Bertanyalah Bilal kepadanya : “Apakah yang menyebabkan engkau menangis ya Rasulullah. Dalam HR. dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur. Dan tatkala Bilal datangkepadanya untuk panggilan Shalat Subuh. diceriterakan bahwa : “…………………. ada riwayat bahwa Rasulullah saw menangis tersedu-sedu setelah diturunkannya ayat QS. padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang akan datang ?Rasulullah saw menjawab : “Bagaimana aku tidak menangis hai Bilal. bumi dan adanya pergantian siang dan malam hari itu. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. yang meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa ketika pagi membaca “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh. orang yang membaca ayat-ayat ini tanpa merenungkan isinya dalam-dalam”.“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi.. yang mengingatkan Rasul betapa besarnya karunia Allah dengan diciptakannya langit. (QS. adalah sebagaimana terdapat dalam HR. 3 Ali Imran : 190-191) Dalam Tafsir Ibnu Katsir. Diantara contoh dzikir dan do’a yang dianjurkan dibaca oleh Nabi saw. beliau saw duduk seraya menangis hingga air matanya membasahi lantai. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab (orang-orang yang berakal). 30 Ar-Ruum : 17-19) maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada hari itu. ia menemui beliau saw masih tersedu-sedu dalam keadaan berbaring. maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada malamnya” 55 .Usai shalat. pada pagi dan sore hari sebagai manifestasi syukur kita kepada Allah SWT atas karunia adanya rutinitas pergantian siang dan malam hari.

kapan para Hujjaj harus wukuf di ‘Arafah. itulah bulan purnama. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. untuk kemudian kembali ke bentuk seperti tandan yang tua. Mula-mula ia nampak seperti bentuk tandan yang tua (bulan sabit) yang kemudian sedikit demi sedikit berubah sehingga kemudian menjadi bulat. Arti ayat ke-38 yang berbunyi : (Dan matahari berjalan di tempat peredarannya) berdasar fakta ilmiah yang telah ditemukan oleh para ahli astronomi. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. maka ia pun berputar (berevolusi) pula dalam suatu orbit tertentu pada gugusan galaksi Bima Sakti. PEREDARAN MATAHARI DAN BULAN PADA ORBITNYA Dalam QS 36 Yasin : 38-40. bulan dan berbagai planet lain yang mengelilinginya. Dan waktu dalam Islam adalah sesuatu yang amat penting. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Allah berfirman .4. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Adalah ayat yang mengungkapkan tentang berbagai penampakan posisi bulan saat dilihat dari bumi. dan lain-lain. Allah berfirman : 56 . Sedangkan ayat ke-39 yang berbunyi : “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. bersama-sama dengan bumi. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua”. Salah satu manfaat dari adanya perputaran matahari dan bulan ini adalah diketahuinya bilangan waktu. maka ayat ini ditafsirkan menjadi : Matahari disamping melakukan rotasi pada porosnya. Sebab dengannya kita dapat mengetahui kapan tibanya awal Ramadlan dan Syawwal. “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya.

0000 tahun cahaya. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. (QS. Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan Dia (Allah) menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi. persis seperti arah putaran ummat Islam yang sedang Thawaf mengitari Ka’bah. bahwa kepadatan massa black hole sebagai pusat galaksi Bima sakti. menjangkar dan menarik seluruh planet agar tetap pada orbitnya.000 tahun cahaya dari bumi. adalah 2. maka tatanan semesta akan hancur. Jaraknya 26. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). melainkan dengan izin-Nya?” QS. jika hal itu terjadi. semuanya berthawaf.6 juta kali matahari. 10 Yunus : 5) Maksud Firman Allah pada ayat ke-40. yang artinya : “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang”. Kemudian pada penggalan akhir ayat ke-40 surat Yasin yang berbunyi (Dan masing-masing beredar pada garis edarnya) Telah memacu para Ilmuwan Astronomi untuk mengetahui : mengapa matahari dan bulan serta berbagai planet lain itu beredar tetap pada orbitnya masing-masing ? Kekuatan apa yang mengikatnya sehingga tidak keluar dari orbitnya ? Hasil penelitian para Ilmuwan Astronomi. Apabila keluar dari garis orbit maka hancurlah tatanan alam semesta” • Masing-masing benda angkasa tersebut berputar dan beredar dengan arah yang bertolak belakang dengan arah jarum jam. adalah. menurut Ary Ginanjar Agustian dalam “Buku Saku ESQ” menunjukkan bahwa : • “Ditemukan adanya “Black Hole” dengan gravitasinya yang sangat kuat menjaga. Lebih jauh menurut Ary Ginanjar Agustian dalam buku yang sama mengungkapkan hasil foto Teleskop Infrared Chandra tahun 2000 The Milky Way (Bima Sakti). 22 Al-Hajj : 65) 57 .“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”. Itulah Qiyamat. Terdapat 100 milyard bintang dalam satu galaksi. artinya mereka saling bertemu. Garis tengahnya 50.

Menurut Adh-Dhahak. (QS. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera (kapal) yang penuh muatan. Ibnu Zaid dalam tafsir Ibnu Katsir. Sebagaimana firman-Nya “Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. gunung. Yang menurut Hamka diistilahkan dengan nenek moyang manusia kedua setelah Adam as. 17 Al-Isra’ : 85) Itulah sebabnya pada penggalan akhir ayat ke-38 dari Surat Yasin ini Allah berfirman : (Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui) 5. 22 Al-Hajj : 18) Siapakah yang dapat menciptakan dan mengatur tatanan semesta sedemikian luar biasa ini ? Jawabannya tentulah : Dzat Yang Maha Perkasa yang tiada seorang pun mampu meski sekedar mendekati kekuasaann-Nya Yang Agung. di bumi. bintang. bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika”. 58 . Juga Maha Mengetahui segala perkara. mengatakan bahwa kata “Dzurriyyah” (keturunan) dalam ayat jke-41 diatas adalah nenek moyang manusia yang dibawa dengan bahtera Nabi Nuh as. sedangkan manusia dan makhluk lain hanyalah diberi ilmu sedikit saja. binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?” (QS. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.“Apakah kamu tiada mengetahui. KAPAL YANG BERLAYAR DI LAUTAN Pada QS. Sebab Dia adalah Dzat Yang Maha Berilmu. pohon-pohonan. Qatadah. matahari. 36 Yasin : 41-44. bulan. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

Sementara udara sebagai media terbangnya sebuah pesawat diqiyaskan kepada lautan tempat berlayarnya sebuah bahtera. 59 . penyebaran bangsa-bangsa di dunia ini terjadi dengan adanya bahtera (kapal). Ayat ke-42 yang berbunyi : (Dan Kami (Allah) ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera). bahwa jika Dia (Allah) kehendaki dapat saja Allah menenggelamkan orang yang berada di perahu atau kapal di lautan. Sedangkan menurut pandangan kami adalah Kapal selam dan pesawat terbang. Khususnya pada periode awal pertumbuhan manusia. Ini juga merupakan sebagian karunia Allah yang lain lagi yang harus kita syukuri. Sehingga kemudian terjadi interaksi budaya antar bangsa meski mereka saling berjauhan letak geografisnya. Dalam sejarah dunia kita mengenal bahwa penemuan benua-benua baru seperti Amerika dan Australia misalnya adalah karena jasa para pelaut tangguh yang berani menaklukan ganasnya berbagai samudra luas. Inilah pendapat dari Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Bagi peradaban manusia ayat ini sebenarnya amat penting. • Qatadah dan Dhahaq mengatakan : perahu-perahu kecil di sungai. Sementara arti yang seperti bahtera itu. yang penuh muatan karena semua jenis binatang yang ada di dunia masingmasing sepasang dimasukkan ke dalam kapal tersebut. baru ditemukan pada abad modern ini. Mengapa demikian ? Karena alat transportasi lain yang semisal dengan bahtera ini. harus dimaknai bahwa : Allah mengaruniakan ilmu pengetahuan kepada manusia untuk menciptakan alat transportasi lain yang seperti bahtera. sebagaimana sudah dimaklumi bersama adanya. karena keduanya pun sama-sama luas dan memiliki tingkat resiko yang tinggi saat diarungi. karena kesamaan fungsi sebagai alat transportasi yang mampu membawa muatan yang banyak sebagaimana ayat ke-41 di atas yang diistilahkan dengan “Al-Fulkul Masyhuun”. Ayat ke-43 yang berbunyi (Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. Tetapi menurut Tafsir Qurthubi adalah Kapal Nabi Nuh dan kapal –kapal lain bukan hanya kapal Nabi Nuh as. disamping 80 orang beriman pengikut Nabi Nuh as pun terdapat dalam Kapal tersebut. menurut para Ulama diantaranya adalah : • Ibnu Abbas ra mengatakan : unta sebagai kendaraan di darat. Dapat dibayangkan betapa besarnya kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh as ini. Mengapa ? Karena menurut Hamka. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan) dapat dipahami sebagai peringatan dari Allah.Sedangkan kalimat ditafsirkan dengan kapal Nabi Nuh as. Hal lain yang menjadi alasan kami adalah dipakai dan diajarkannya oleh para alim ulama do’a berlayar di lautan menjadi do’a saat menaiki pesawat terbang.

Jika mereka berpaling (dari keimanan). (QS. Nabi saw bersabda : “Barang siapa melazimkan (membiasakan) membaca ayat : “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki.Oleh karena itu Nabi saw menuntun ummatnya dengan berbagai do’a saat berlayar di lautan." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. berat terasa olehnya penderitaanmu. (QS. 39 Az-Zumar : 67) 2. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”. Nabi saw bersabda : “Keamanan bagi ummatku dari tenggelam apabila naik naik kapal (perahu) apabila membaca : “Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. tenggelam. 11 Hud : 41) “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung". 9 At-Taubah : 128-129) maka tidak akan mati karena reruntuhan. Diantaranya dalam : 1. kebakaran atau terpukul dengan senjata dan besi” (Al-Hadits) 60 . amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu'min. Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. tidak ada Tuhan selain Dia. Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. (QS. sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu.

Sedangkan “Apa yang akan datang” adalah Siksa akherat. d. tentang : (Apa yang ada dihadapanmu dan apa yang ada di belakangmu) Diantaranya adalah: 1. arti ayat : “Apa yang dihadapanmu” yakni : Siksa Dunia seperti ummat yang lainnya. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka. Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?" Dari ayat ini dapat diketahui bahwa ada 4 (empat) tanda kekufuran seseorang kepada Allah SWT. melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. b. Tidak takut dengan beratnya siksa akibat dosa. Menolak perintah untuk berinfaq shodaqoh. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari rezki yang diberikan Allah kepadamu". 36 Yasin : 45-48) “Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat".PEMBANGKANGAN ORANG MUSYRIK (QS. dan Mujahid. Bila ditunjukkan “Ayat-ayat Allah” baik Qur’aniyyah maupun Kauniyyah (yang ada di semesta alam) selalu berpaling. Ada ikhtilaf diantara Ulama tentang kalimat pada ayat ke-45. maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. yakni : a. Tidak percaya akan tibanya Hari Qiyamat. c. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". Ibnu Abbas dan Jubair ra. (niscaya mereka berpaling). Menurut Tafsir Jalalain. dalam Tafsir Qurthubi adalah : “Dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang” 61 . 2.

demikian pula untuk menahan turunnya rizqi tersebut kepada siapa yang dikehendaki-Nya. yang menurut Tafsir Hamami yang mengajaknya itu adalah para Shahabat Nabi. orang kafir. Jawaban orang kafir pada ayat ke-47. Itulah makna (Tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata) menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. padahal jika mereka menyembah Allah saja seharusnya Allah memberi kekayaan kepada mereka ? Pendapat mereka orang kafir ini merupakan pendapat yang keliru.Ayat ini mengajak kita untuk takut kepada siksa yang akan dijatuhkan Allah SWT akibat dosa-dosa kita. Mengapa keliru ? Sebab Kaya dan miskin dalam pandangan Islam adalah Ujian Allah. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". Allah berfirman : “Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi. Menurut Ibnu Katsir. dengan mengatakan : "Apakah kami (orang kafir Mekkah) akan memberi makan kepada orangorang (miskin yang beriman) yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). maksud penggalan ayat ke-46 yang berbunyi : adalah : “Apabila datang kepada mereka. tanda (ayat) yang menunjukkan Keesaan Allah (Tauhid) dan Kebenaran Rasul (Nabi Muhammad saw). Allah akan memberikan rizqi kepada siapa yang dikehendaki-Nya. saat diajak untuk berinfaq kepada orang miskin dari kalangan beriman. bahwa dengan masuk Islam mengikuti agama Nabi Muhammad ternyata mereka masih saja miskin. (QS. 42 Asy-Syura : 12) 62 . Mengapa harus membantu. maka mereka selalu berpaling menolaknya”. Baik siksa di Dunia ataupun di Akherat kelak. Merupakan : “Sebuah penghinaan dan cemoohan dari orang kafir.

bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sungguh Hari Qiyamat pasti akan terjadi. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya. 36 Yasin : 49) adalah Tiupan yang pertama pada Hari Qiyamat”. Dan sungguh ketika dua orang membentangkan kain saat jual beli. bahwa : “Yang dimaksud dengan asshayhah atau teriakan (dalam QS. tanpa terduga termasuk pada saat manusia sedang bertengkar dalam berbagai urusan bisnisnya. Ini menunjukkan datangnya Hari Qiyamat itu secara tiba-tiba. Dan ditiuplah sangkakala. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi. keduanya belum sempat melipat kain 63 . 36 Yasin : 49-54) “Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. dan lainlain. Sebagaimana Al-Hadits dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja. Menurut Ibnu Abbas ra. dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. dan ‘Ikrimah dalam Tafsir Qurthubi. dalam ayat akhir ayat ke-49 ini adalah dalam urusan-urusan dunia seperti saat jual beli di pasar.TIUPAN SANGKAKALA MALAIKAT ISRAFIL SEBAGAI TANDA TIBANYA ERA HARI QIYAMAT (QS. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). Sedangkan kalimat (sedang bertengkar).

lalu ia tidak bisa memakannya. yang menurut Tafsir Qurthubi . Mubarak bin Fadlolah dari Hasan berkata. telah bersabda Nabi Muhammad saw : “Malaikat Israfil adalah Peniup Sangkakala” (HR. Kata menurut Kamus Arab-Indonesia karya Prof DR. Ibnu Mardawaih) Menurut Ibnu Katsir. H. kata Ash-Shuur diterjemahkan dengan sangkakala. Ahmad. Didasarkan kepada Hadits Nabi saw dalam Al-Habaik fi Akhbaril Malaik karya As-Suyuthi dijumpai HR. Ketika seseorang mengangkat makanan ke mulutnya. tahun 1989. diriwayatkan oleh Na’im dari Abu Hurairah ra. Hari Qiyamat pasti terjadi. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr ra. Ayat pada QS. Al-Hakim dan Ibnu Mardawaih dari Abu Said ra. Ketika seseorang mengangkat timbangan (dagangannya) dan belum sempat menurunkannya”. Hari Qiyamat pasti terjadi. namun ia tidak dapat mengangkat kedua kakinya.(dagangannya tersebut). Yang meniupnya adalah Malaikat Israfil. bahwa seorang Arab bertanya kepada Rasulullah saw : “Apakah Ash-Shur itu ? Rasulullah saw menjawab : “Tanduk yang ditiup” (HR. Rasulullah saw bersabda : 64 . Dan jarak antara Tiupan I dan II itu adalah 40 tahun.Mahmud Yunus. Hadits yang hampir sama dalam Tafsir Qurthubi. tiupan ini adalah Tiupan ke-3. Al-Hakim. Dalilnya adalah HR. adalah : “Terompet dari tanduk”. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Ketika seseorang memberi minum hewan ternaknya. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan Tuhan Yang Maha Pemurah dan benarlah para Rasul-Nya). Ahmad. tiupan ini merupakan Tiupan ke-2. tiba-tiba keduanya mati mendadak. Ayat ke-51 ini merupakan dalil tentang adanya Tiupan Sangkakala yang membangkitkan semua yang mati dari dalam Quburnya. Hari Qiyamat pasti terjadi. hal itu sudah merupakan ijma ummat. Ahmad) Sedangkan Al-Qur’an dan Terjemahnya karya Departemen Agama RI. Bahkan dalam Tafsir Ibnu Katsir menurut HR. Sedangkan menurut Tafsir Qurthubi dan Jalalain. 36 Yasin : 51-52 yang berbunyi : (Dan ditiuplah sangkakala.

maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi. Muslim) 65 . 39 Az-Zumar : 68 merupakan dalil untuk nafkatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kecuali siapa yang dikehendaki Allah”. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masingmasing)”. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. Mubarak bin Fadlolah . Tiupan Yang pertama Allah mematikan dengannya setiap yang hidup. Diantara Hadits Nabi yang berbicara tentang Malikat Israfil dan sangkakalanya adalah HR. (QS. Allah menghidupkan dengannya setiap yang mati” (HR. maka QS. mendasarkan pendapatnya diantaranya kepada ayat Qur’an sebagai berikut : “Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Israfil benar-benar telah meletakkan sangkakala dalam mulut dan menundukkan dahinya menunggu kapan diperintahkan untuk meniup” (HR. Dan tiupan yang lain. 39 Az-Zumar : 68) Jika QS. (QS.“Antara 2 tiupan adalah 40 (empat puluh) tahun. nafkhatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). 27 An-Naml : 87) “Dan ditiuplah sangkakala. 27 An-Naml : 87 merupakan dalil untuk nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). Sumber : Tafsir Qurthubi) Ulama yang berpendapat ada 3 (tiga) tiupan Malaikat Israfil yakni nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). Muslim dalam kitab Shahihnya sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.

Sementara Israfil meletakkan mulutnya diatas lubang angin itu. Maka dia (Israfil) mengambilnya. HR. Kedua matanya seperti dua bintang yang terang” 2. dan telah siap-siap mendengarkan untuk menunggu kapan dia diperintahkan-Nya untuk meniup. HR. yakni : 66 . Rasulullah saw bersabda : “Bagaimana aku bisa tenteram. HR.Lalu Dia berfirman kepada ‘Arasy : “Ambilah sangkakala itu. HR. Tirmidzi.HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Allah berfirman. Rasulullah saw. memalingkan keningnya... Ayat ini senada dengan ayat lain. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. Dan ditengah-tengah sangkakala itu ada lubang angin seperti bulatan langit dan bumi. Ayat ke-53-54 berbicara tentang Yaumul Mahsyar (Hari dikumpulkannya manusia dan jin di Padang Mahsyar) untuk dihisab dan dimizan dengan seadil-adilnya oleh Allah SWT. : “Allah SWT menciptakan sangkakala itu sebuah mutiara putih dalam kaca yang sangat bersih. Dua ruh tidak akan keluar dari satu lubang. bersabda : “Sesungguhnya sejak ditugaskan. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi. “Shahih menurut Syarat Muslim”. dia memasukkan kaki kanannya di bawah ‘Arasy dan mengeluarkan kaki kirinya. Mereka bertanya : “Apa yang harus kami ucapkan ya Rasulullah ? Beliau menjawab : “Katakanlah (Cukuplah bagi kami. sedangkan penjaga sangkakala telah menelan tanduk. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. mata penjaga sangkakala itu selalu siap menunggu disekitar ‘Arsy karena takut disuruh berteriak sebelum matanya berkedip. Maka ia (sangkakala) itu bergantung padanya (‘Arasy). dan dia menghasankannya. Lalu Israfil masuk ke bagian depan ‘Arasy. dan Dia (Allah) memerintahkannya untuk mengambil sangkakala itu. Abu Asy-Syaikh dan Ibnu Mardawaih dari Abu Hurairah ra. ada Hadits Nabi. Adz-Dzahabi berkata. yang artinya : “Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja. Maka tugasmu adalah meniup dan berteriak. Lalu Allah berfirman : Jadilah! Maka jadilah Israfil. dan bersamanya ada sebuah lubang sejumlah semua ruh makhluk dan semua napas yang dihembuskan. Abu Asy-Syaikh dari Wahb. Dan dia tidak pernah berkedip sejak Allah menciptakannya untuk menunggu apa yang diperintahkan-Nya “.Lalu Tuhan berfirman kepadanya :“Aku telah menugaskanmu mengurus sangkakala ini.juga dalam Kitab Al-Habaaik fi Akhbaril Malaik karya Imam Jalaluddin AsSuyuthi. Allah sebagai pelindung kami dan Allah adalah sebaikbaik pelindung dan atas Allah lah kami bertawakkal)” 3. Al-Hakim dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. dan dia menshahihkannya. diantaranya : 1.

maka di alam raya yang semula vakum (hampa) udara menjadi terisi udara. 3. 67 . seperti ledakan bom. yang getarannya tidak periodik seperti suara deburan ombak. tentang kemungkinan terjadinya ditinjau dari kacamata ilmu pengetahuan modern. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan). baik itu medium padat. yang getarannya tidak periodik dan berlangsung dalam waktu singkat. yang getarannya periodik (teratur) seperti bunyi seruling. 50 Qaaf : 42) “Maka berpalinglah kamu dari mereka. yakni : 1. Selengkapnya pakar fisika Unram ini mengatakan sebagai berikut : Bunyi merupakan gelombang mekanik yang perambatannya memerlukan medium. Oleh karena itu bunyi dapat kita bagi dalam 3 macam. Peristiwa tiupan terompet oleh malaikat Israfil. Kosim. Nada. walaupun diruang angkasa ini hampa udara. senar dan lain-lain. Desir.“(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. MSc. mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan. 2. (QS. penulis mencoba bertanya kepada DR. Dan bunyi terompet akan sampai ke semua benda langit sebagai bunyi ledakan yang berlangsung sesaat. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. (QS. Sebab pengertian ayat yang artinya “Dan ditiuplah sangkakala” atas dasar berbagai Hadits Nabi di atas. sambil menundukkan pandangan. Rernat. 54 Al-Qamar : 6-8) Sehubungan dengan tiupan sangkakala Malaikat Israfil yang menghancurkan tatanan semesta alam ini. Karena adanya angin dari tiupan sangkakala. Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat". tampak bahwa ia adalah energi suara yang ditiupkan melalui terompet (sangkakala). Letusan. Sedangkan sumbernya bunyi terjadi karena adanya getaran medium atau ledakan. dentuman meriam dan lain sebagainya. itulah hari keluar (dari kubur)”. Tiupan mempunyai makna bahwa ada energi udara yang keluar melalui terompet sekaligus mengeluarkan bunyi yang dirambatkan udara. seorang pakar fisika Unram. jelas merupakan rambatan gelombang bunyi. cair ataupun gas (udara).

meriam (110 dB). A = Amplitudo gelombang bunyi f = Frekuensi bunyi ( Gabrial. dapat dikonversikan kedalam satuan decibel (dB). yang satuannya adalah Watt = . Fisika kedokteran. Sedangkan di air apalagi di zat padat lebih besar lagi. maka >100 dB adalah seperti suara Halilintar (120 dB). Dengan demikian jelas gerakan planet akan kacau berantakan. sebagai satuan tekanan bunyi. Menurut Graham Bell. merupakan besarnya Dengan satuannya adalah I = m² Joule energi (Joule) persatuan waktu. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. intensitas bunyi ini. Karena bunyi juga merupakan gelombang tekan. Sedangkan intensitas bunyi akan sangat besar jika amplitudo dan frekuensinya tinggi. maka v = kecepatan bunyi yang merambat dalam medium udara. Untuk bunyi : I = ρ v A (2πf)² 2 ρ = Massa jenis medium v = Kecepatan bunyi v bunyi di udara (diam) = 340 m/s. Dengan rumus sebagi berikut : dB=20 log I Io I = Intensitas akhir. 68 . termasuk makhluk hidup. Watt Sedangkan daya sendiri. 1996) Intensitas energi angin akan sangat besar kalau angin tiupan dari sangkakala tersebut keluar dengan kecepatan yang tinggi. Untuk angin : I = 0. sedangkan Io = Intensitas dasar = 1. maka bunyi yang kuat akan menggetarkan benda-benda yang dilaluinya. det Dan besarnya intensitas adalah : a. sering kita menggunakan istilah intensitas yang merupakan besaran daya persatuan luas. 1987) 1 b.1 v³ V = Kecepatan gerak angin (Abdul Kadir (Prof). Sedangkan untuk bunyi. Maka hancurlah jagad raya dan matilah makhluk hidup dengan energi yang dikeluarkan dari tiupan terompet (sangkakala) Malaikat Israfil. Dalam menyatakan besarnya energi.10 ⎯¹²w/m² Contoh : Bunyi Suara berisik Pesawat Jet Roket tinggal landas 10⎯¹º 10¹ 5 10 Intensitas (w/m²) 20 103 170 dB Dari daftar skala kebisingan ini. Energi. EGC Bali. sehingga mengganggu kesetimbangan garis edar dari planet-planet atau benda-benda di angkasa. UI Press. dengan m = massa medium. Artinya tiupan sangkakala mempunyai frekuensi dan amplitudo yang tinggi. v = kecepatan gerak 2 angin untuk energi angin.Baik tiupan angin maupun bunyi masing masing mempunyai energi kinetik 1 yang dirumuskan sebagai m v².

Allah berfirman : 69 . Laki-laki tidak pernah akan mengeluarkan sperma juga tak ada kematian”. yang berbunyi “Mereka dan istri-istri mereka” adalah bagi mereka yang saat di dunia memiliki istri yang beriman dan sholeh. bertelekan di atas dipan-dipan. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh. dan HR. 37 Ash-Shaffat : 50) Menurut Ibnu ‘Abbas dalam Tafsir Ibnu Katsir : “Kesibukan mereka dengan memperdengarkan alat musik” • Ayat ke-56. • Menurut Ibnu Kaisan dalam Tafsir Qurthubi : “Kesibukan sebagian mereka untuk berziarah kepada sebagian lainnya” Diperkuat oleh Firman Allah : “Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap. Mujahid dalam Tafsir Qurthubi dan Ibnu Katsir adalah : “Kesibukan mereka (para penghuni surga) dalam memecahkan keperawanan (istrinya)” Dalil adanya “persetubuhan di surga” : HR. tanpa pernah merasakan bosan karena syahwat tak pernah padam. (QS.58) “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Thabrani dari Abu Umamah ra. Qatadah. sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” Yang dimaksud dengan “bersenang-senang dalam kesibukan” dalam ayat ke-55 ini adalah : • Menurut Tafsir Jalalain serta menurut Ibnu Mas’ud ra. bahwa Rasulullah saw ditanya : “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan ? Rasulullah saw menjawab : “Ya. Ibnu ‘Abbas ra.KEADAAN PENGHUNI SORGA (QS. (Kepada mereka dikatakan): "Salam". Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. 36 Yasin : 55. Abu Nu’aim dari Abu Hurairah ra.

56 Al-Waqiah : 32-33) Ayat ini diperkuat oleh : HR. Muslim.” Pada ayat ke-57. Bukhari.Istri-istri mereka adalah bidadari yang bermata jeli…………. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari”... dijelaskan dalam ayat lain. (QS. 13 Ar-Ra’du : 23) Sedangkan bagi mereka yang tidak beristri atau istrinya kafir atau ahli ma’siyat. isteri-isterinya………………” (QS. Thabrani dari Tsauban ra. “Demikianlah. 44 Ad-Dukhan : 54) Dalam HR. bahwa Nabi saw bersabda : “Apabila seseorang memetik satu buah sorga. 55 Ar-Rahman : 68) 70 . maka tersedia di surga bagi mereka “Hurul ‘Aini” (Bidadari). Tirmidzi. bahwa Rasulullah saw bersabda : “…………………. Allah menjelaskan tentang salah satu makanan di surga adalah buah-buahan. buah itu akan muncul kembali dalam sekejap” (HR. Thabrani) “Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya” (QS. yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya” (QS.“(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. Seperti apakah buah-buahan di surga itu. 43 Az-Zukhruf : 73) “Dan buah-buahan yang banyak.. 76 Al-Insan : 14) “Di dalam keduanya(kedua surga itu) ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima” (QS. misalnya : “Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan” (QS.

akan tetapi mereka mendengar ucapan salam-salam” (QS. wahai penduduk surga. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam" (QS. Ia berfirman : “Assalamu’alaikum” (Salam sejahtera atas kalian).sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” (Al-Hadits) Demikian pula menurut Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsirnya. maksud ayat Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu adalah : “Jenis barang (buah)nya mirip tetapi tidak serupa” Tentang ayat ke-58 dari Surat Yasin. mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu. tiba-tiba muncul lah sinar cahaya.“Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu. Sebagaimana firman Allah : “Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. memperlihatkan diri di atas mereka. dalam Al-Qur’an ada ayat lain yang senada : “Mereka tidak mendengar di dalamnya (surga) perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. 14 Ibrohim : 23) 71 . mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. 2 Al-Baqarah : 25) Menurut Abdul Qadir Ahmad ‘Atha dalam Kitab Ath-Thariiq ilal Jannah. Tuhan Yang Maha Tinggi. Maka mereka (para penghuni surga) mengangkat kepala . berpendapat bahwa : “Ucapan salam tersebut adalah dilakukan Oleh Allah SWT sendiri”. tiba-tiba Allah. 56 Al-Waqi’ah : 25-26) Sedang makna ayat ke-58 . Peristiwa itu adalah arti dari firman Allah : “(Kepada mereka dikatakan): "Salam". diriwayatkan dalam Tafsir Qurthubi dari Hadits Jarir bin Abdullah Al-Bajaliy bahwa Rasulullah saw bersabda : “Ketika para penghuni surga berada dalam kenikmatan. bahwa Ibnu Abbas ra.

Mereka mengucapkan “Salam atas kalian wahai penduduk surga. (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum "(Salam sejahtera atas kalian karena kesabaran kalian). (QS. 13 Ar-Ra’du : 23-24) 72 .Menurut Muqatil. Dalil : “(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. yang menyampaikan salam itu adalah para Malaikat. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. isteri-isterinya dan anak cucunya. sebuah salam dari Tuhan kalian Yang Maha Penyayang”. Muqatil berkata : “Para malaikat masuk kepada penduduk surga dari setiap pintu.

khususnya pada ayat 59-62. Allah berfirman : “Dan pada hari terjadinya kiamat. dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu". Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Mereka terpisah dari orang beriman. 36 Yasin : 63-64). Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat. Kemudian mereka dimasukkan kedalam Neraka Jahannam (QS. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.KEADAAN ORANG KAFIR DI AKHERAT (36 Yasin : 59-65) “Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mu'min) pada hari ini. 73 . maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka)”. Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu.dan hendaklah kamu menyembah-Ku. di hari itu mereka (manusia) bergolonggolongan. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). 30 Ar-Ruum : 14-16. Ayat-ayat ini menurut Ibnu katsir dalam Tafsirnya merupakan ayat yang menceritakan kondisi orang kafir di Akherat yakni di Mauqif saat mereka di Padang Mahsyar. Ayat ini diperkuat oleh QS. Inilah jalan yang lurus. hai orang-orang yang berbuat jahat. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

menurut Ibnu Katsir. minimal ada 10 (sepuluh) kali Al-Qur’an mengungkapkannya dengan cara dan gaya bahasa yang berbeda. QS. seseorang hendaknya benar-benar menyadari tentang bahaya yang terus mengancamnya dan berhati-hati untuk tidak terperosok kepada bujuk rayunya. digunakan istilah : hari itu mereka terpisah-pisah). 36 Yasin : 59 adalah : “Terpisahnya orang-orang berdosa kedalam beberapa golongan. 2 Al-Baqarah : 168 dan 208 2. QS. 43 Az-Zukhruf : 62 Begitu banyaknya ayat yang senada tentang posisi setan sebagai musuh. Pada ayat ke-65. 6 Al-An’am : 142 3. maksud QS.Pada QS. 35 Fathir : 6 9. QS. 12 Yusuf : 5 5. Sesungguhnya semua firqah (golongan) tersebut masuk neraka”. Rasulullah saw bersabda : HR. 30 Ar-Ruum : 43. Allah berfirman tentang ditutupnya mulut di akherat nanti dan bersaksinya tangan dan kaki. QS. Majusi (Penyembah Api). QS. yang berbunyi : “Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu Maka apakah kamu tidak memikirkan?”. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). Ketika orang-orang berdosa ini dipisahkan dari orang beriman di Mauqif. yakni Golongan Yahudi terpisah kedalam beberapa firqah. QS. 20 Thaha : 117 7. Demikian pula Nashrani. 36 Yasin : 60. (Pada Menurut Adl-Dlohak dalam Tafsir Qurthubi. Setan sebagai musuh selain dalam QS. menunjukkan bahwa jumlah orang berdosa dan ahli neraka itu lebih banyak dari pada orang beriman dan ahli sorga. QS. menunjukkan bahwa. Allah mencela dan menegur mereka dengan keras dengan firman-Nya : “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu" Inilah jalan yang lurus. Shabi’in (Penyembah Bintang). QS. Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. 28 Al-Qashash : 15 8. 18 Al-Kahfi : 50 6. yakni : 1. QS. Ahmad dari ‘Uqbah bin Amir ra. Watsani (Penyembah Berhala). Firman Allah pada ayat ke-62. yang mendengar Rasulullah saw bersabda : 74 . 7 Al-A’raaf : 22 4.

pendengaran. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata. Karena semua anggota tubuh akan bersaksi tentang apa yang dahulu saat di dunia telah kita perbuat. disket. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran. manusia tidak lagi dapat berkilah untuk menyangkal setiap tindak kejahatannya. pastilah akan lebih detail lagi mengungkap setiap perilaku hamba-Nya. dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. adalah pahanya sebelah kiri” (HR. 41 Fushshilat : 20-22) 75 . flash disk yang merupakan produk teknologi manusia dapat berbicara mengungkapkan sejuta fakta. Diperkuat oleh firman-Nya : “Sehingga apabila mereka sampai ke neraka. di zaman modern ini dengan mudah dapat kita terima.“Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang pertama akan berkata-kata pada Hari Qiyamat di kala Allah mengunci mulutnya. Apalagi tangan dan kaki manusia ciptaan Al-Khaliq Allah SWT. CD. Jika pita cassette. penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan”. (QS. Kebenaran dari ayat ke-65 ini. Ahmad) Ayat ini mengajari kita bahwa di depan Mahkamah Allah di Hari Qiyamat nanti. penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. tetapi dapat juga melalui rekaman pita cassette dan CD hasil shooting. Mengapa ? Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa kesaksian suatu kejadian dapat diperoleh tidak harus langsung secara verbal melalui mulut seseorang.

Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya). 76 . 36 Yasin : 66-67) “Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka.ANCAMAN ALLAH KEPADA ORANG KAFIR UNTUK MENGHILANGKAN PENGLIHATAN DAN MERUBAH WUJUD FISIK MEREKA (S. dalam Tafsir Ibnu Katsir adalah : Untuk menghancurkan mereka. 2 Al-Baqarah : 20) Perbedaannya adalah jika surat Yasin merupakan ancaman Allah kepada Orang Kafir maka Surat Al-Baqarah ayat 20 ini. maka Allah SWT seketika itu pula merubah wujud fisik mereka menjadi Kera. (QS. maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali” Arti kata dalam ayat ini adalah yang artinya hilang atau lenyap. Sebagai misal adalah Para nelayan Yahudi yang hidup di Negeri Eilah yang berada di tepi laut. lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Dia dapat membutakan pula mata dzhohir mereka”. untuk orang Munafiq. kemudian pada beberapa hari berikutnya mereka mati. niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka”. jika Allah kehendaki. babi atau batu di rumah mereka masing-masing. menurut Tafsir Jalalain adalah untuk merubahnya menjadi kera. Tafsir Jalalain dan Ibnu Katsir. Maksudnya menurut Tafsir Hamami : “Karena mata bathin mereka sudah buta melihat kebenaran Tauhid. Sedang yang dimaksud dengan ancaman Allah untuk merubah mereka. dengan tetap mencari ikan. cenderung melihat ancaman ini akan berlaku di Dunia. yang karena melanggar larangan Hari Sabat (Sabtu) sebagai Hari Khusus untuk beribadah. Sedang Al-‘Aufi dari Ibnu Abbas ra. Sehingga ayat ke-66 dari Surat Yasin ini menurut Tafsir Hamami senada dengan ayat : “Jikalau Allah menghendaki. sebagaimana yang pernah terjadi kepada Kaum Yahudi.

6 Al-An’am : 44) Sedang Ibnu Salam dalam Tafsir Qurthubi. Allah berfirman dalam ayat lain : “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini. 17 Al-Isra’ : 72) 77 . kera. niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (lagi) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. Al-Qaabidh (Yang Maha Menyempitkan). Sehingga derita orang kafir di akherat menjadi sempurna. Al-Mudzill (Yang Maha Menghinakan). dimana Allah SWT akan menghilangkan pandangan mata orang kafir saat melewati Ash-Shirath. 4 An-Nisa : 147) “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. berpendapat bahwa semua kejadian ini terjadi di Hari Qiyamat. Telah datang Nabi atau Rasul yang memberi peringatan kepada mereka tetapi mereka tetap mendustakannya. (QS. 2. tuli dan wujud fisiknya berubah menjadi amat buruk laksana babi. dan lain sebagainya. Mengapa ? Karena disamping Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Tingkat kekufuran dan kemaksiatan mereka sudah melampaui batas. 3. Al-Khaafidh (Yang Maha Merendahkan). Berdasar berbagai ayat Qur’an yang mengisahkan adzab Allah kepada berbagai kaum. Allah berfirman : “Mengapa Allah akan mengadzab kamu. jika Dia berkehendak. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya”. masih ada Asmaul Husna lain seperti : Al-Qahhar (Yang Maha Memaksa). Sebuah penghinaan yang teramat pantas karena dosa mereka yang teramat banyak dan kekufuran mereka kepada Allah SWT saat di dunia. sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. jika kamu bersyukur dan beriman? (QS.Penggunaan kata (Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki) dalam dua ayat diatas menunjukkan bahwa Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat menjadi sangat murka. maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Karena ia menjadi bisu. (QS. Sedang karunia Allah yang diberikan kepada mereka melimpah ruah. Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Al-Muntaqim (Yang Maha Kuasa Menindak Hamba-Nya Yang Bersalah Dengan Menyiksanya) dan Adh-Dhaarru (Yang Maha Mendatangkan Bahaya dan Kemelaratan). dapat disimpulkan bahwa murka Allah terjadi jika : 1. buta.

Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah. 36 Yasin : 68. supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya.KEKUASAAN ALLAH UNTUK MENJADIKAN SESEORANG MENJADI PIKUN (QS. Tentunya bukan dalam bentuk wujud fisik melainkan dalam pemikiran dan perilakunya. Maka apakah mereka tidak memikirkan?” Ayat ini merupakan bukti kekuasaan Allah untuk mengembalikan seseorang pada kondisi seperti anak kecil bahkan bayi kembali. 36 Yasin : 68) Pada QS. dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun). (QS. bahwa Rasulullah saw memohon perlindungan (kepada Allah) dengan berdo’a : 78 . Bukhari dari Anas bin Malik ra. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat. Mereka adalah orang tua tetapi kerap kali berperilaku seperti anak-anak. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. yang dikenal di masyarakat kita sebagai pikun. 16 An-Nahl : 70) Dalam Tafsir Qurthubi dari HR. Allah berfirman : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). kemudian mewafatkan kamu. (QS. Allah berfirman dalam ayat lain : Allah. berkata. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. 30 Ar-Ruum : 54) Allah menciptakan kamu.

dikatakan : “Dan aku berlindung kepada-Mu untuk kembali ke umur yang paling lemah (pikun)” 79 . Dan aku berlindung kepada-Mu dari jubun. Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir” (HR. Bukhari) Dan dari Hadits Sa’ad bin Abi Waqqash dalam Tafsir Qurthubi. Dan aku berlindung kepada-Mu dari pikun.“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas.

Menurut Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. (QS. Ayat ke-69-70. Asbabun Nuzul ayat ini menurut Al-Kalbi adalah : “Ketika orang-orang Kafir Mekkah berkata bahwa Muhammad adalah seorang penyair dan apa yang dikatakannya adalah syair. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. 69 Al-Haaqqah : 40-43) 2. 36 Yasin : 69-70) untuk mendustakan tuduhan mereka”. ketengah-tengah manusia itu adalah benar-benar Firman-firman Allah. maka Allah SWT menurunkan ayat ini (QS. Dan Nabi Muhammad bukanlah seorang penyair apalagi dia dikenal sebagai seorang “Ummi”. dari Surat Yaasin ini merupakan penegasan bahwa : 1. 7 Al-A’raaf : 157 sebagai berikut : 80 . Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. yaitu orang yang tidak bisa tulis baca. Ayat Al-Qur’an yang demikian indah susunan balaghahnya yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir”. Bukan hasil olah kata seorang penyair apalagi manusia biasa. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. 36 Yasin : 69-70) “Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam”.NABI SAW BUKAN SEORANG PENYAIR (QS.

niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia. Syair yang tinggi nilainya digantungkan di dalam Ka’bah. Padahal pada saat itu Bahasa Arab sedang mencapai tahapan gemilang. tetapi tak seorang pun yang sanggup melakukannya. Karena hal tersebut akan menaikkan derajat dan gengsi suku atau kabilahnya. Allah menantang mereka untuk membuat yang semisal dalam Al-Qur’an. Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka) (QS. Sebuah kabilah dan suku-suku Arab akan merasa bangga jika ia memiliki penyair yang hebat. Sehingga di zaman Jahiliyyah ini lahirlah banyak para penyair dan sastrawan ulung yang melahirkan karya-karya besar. Dalam banyak ayat. Bahkan pada setiap tahun mereka akan berkumpul di pasar malam ‘Ukkadz setelah selesai menunaikan Ibadah Haji-dengan cara Jahiliyyah-seperti bertelanjang bulat saat Thawaf mengelilingi Ka’bah. seperti Amru al-Qais atau ‘Ablah. Masyarakat Arab yang memang Ahli Syair dengan cepat dapat mengetahui bahwa hal itu bukan lah wahyu dari Allah melainkan olah kata dari Musailamah sendiri. 7 Al-A’raaf : 157) “Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya. 17 Al-Isra’ : 88) Musailamah Al-Kadzab. Diantaranya Allah berfirman : “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini. 81 . pernah membuat syair untuk menandingi Al-Qur’an. adalah karena mereka ta’jub terhadap ketinggian mutu bahasa Al-Qur’an tetapi mereka tidak dapat menandingi keindahan susunan kata dan gaya bahasanya. Berkumpulnya mereka di pasar ‘Ukkadz ini untuk mendengarkan para ahli sya’ir memperdengarkan karya mereka sambil memperlombakannya. 7 Al-A’raaf : 158) Adanya pemikiran yang demikian keliru dari Orang-orang Musyrikin Mekkah. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". justru menjadi bahan ejekan orang banyak. seorang Nabi palsu.(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul. (QS. Nabi yang ummi” (QS.

26 Asy-Syu’ara : 224-227. dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?. Dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. Allah berfirman : “Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. dijumpai Hadits Nabi : “Pada malam aku di-Mi’raj-kan. Allah menegaskan bahwa kedudukan dan sifat-sifat para penyair dengan para Rasul itu berbeda. (Al-Hadits) 82 . Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah. Jibril menjawab : Mereka adalah para penyair ( yang tidak mengindahkan etika agama)”.Dalam QS. Lalu aku bertanya kepada Jibril. kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. aku melihat suatu kaum yang mulutnya dipotong-potong dengan gunting oleh Malaikat Zabaniyyah. Siapakah mereka itu ?.

2. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. 36 Yasin . Allah berfirman : “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu.RAHMAT ALLAH PADA BINATANG TERNAK (QS. yang menurut DR. Dagingnya sebagai makanan yang lezat 3. yakni : 1. Dalil bahwa yang dimaksud minuman dari binatang ini adalah susu. Muhammad Al-Khatib dalam Al-Islamu wal ‘ilmu nadzharatun mu’jizatun adalah jenis lemak yang terbaik. mentega. maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. bubur susu. Keledai dan Unta. yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. Seperti : Susu sapi dan susu kambing. Kemudian dari susu sendiri dapat dibuatlah keju. Susunya dapat menjadi minuman yang sehat dan lezat. Dalam ayat –ayat ini ada 3 (tiga) nilai kemanfaatan dari Binatang ternak yang disebutkan secara jelas dan terang. Kami (Allah) memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” Ayat ini mengajak manusia untuk bersyukur atas karunia diciptakannya binatang ternak untuk manusia. 16 An-Nahl : 66. lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka. 36 Yasin : 71-73. 83 . Allah berfirman : “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri. Sebagai sarana transportasi Seperti : Kuda. terdapat dalam QS. 71-73) Pada QS.

HR. Kemudian Nabi bertanya : “Siapakah pemilik unta ini ? Maka datanglah seorang pemuda Anshar berkata : Itu milikku ya Rasulullah. dari Abu Hurairah ra. Allah memerintahkan kita bersyukur atas ni’mat diciptakannya binatang ternak. sebagaimana Sabda Beliau saw : 1. berkata : “Rasulullah berjalan melihat seekor unta yang telah rapat punggungnya dengan perutnya ( terlalu kurus). Abu Dawud. dan dia adalah Ahli Baiatur Ridlwan. dan dikatakan Sahl bin Ar-Rabi’I bin ‘Amr dan Al-Anshari Al-Ma’ruf dengan Ibnu Handzholiyyah. • Berbagai perlombaan dan hobbi. Pada akhir ayat ke-73. hanya dengan ungkapan : (Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat) (QS.Dan satu lagi nilai kemanfaatan dari binatang ternak. Termasuk berdosa jika kita tidak merawatnya dengan baik dan membebani binatang tunggangan misalnya melebihi batas kemampuannya. Berkata Nabi : 84 . Maka kendarailah dalam keadaan yang baik dan beri makanlah dalam keadaan baik” 3. Abu Dawud dari Sahl bin ‘Amru. Bagaimana cara bersyukurnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu dipahami dulu tentang apa hakekat Syukur itu ? Menurut sebagaian Ulama. seperti pacuan kuda. hingga diamlah onta itu. seperti kulit sapi yang dapat digunakan untuk berbagai alat musik tabuh (perkusi). • Kulitnya. Maka didekati oleh Nabi saw dan diusap-usap punggung dan dekat leher atau telinganya. • Bulunya. tiba-tiba disana ada unta dan ketika terlihat oleh Rasulullah tiba-tiba ia merintih dan mencucurkan air mata. 36 Yasin : 73) Diantara manfaatnya adalah : • Untuk membajak sawah oleh para petani. Syukur adalah : “Pendayagunaan semua karunia Allah oleh seorang hamba sesuai dengan tujuan penciptaannya” Dan tujuan penciptaan manusia adalah dalam rangka ‘ibadah dan menjadi Khalifah di muka bumi ini. dan lain-lain. Maka bersabda (Rasulullah saw) : “Takutlah kamu kepada Allah terhadap binatang-binatang yang bisu ini. diriwayatkan : “Maka Rasululullah saw masuk ke kebun seorang Shahabat Anshor.. HR. Muslim. seperti bulu Biri-biri untuk pembuatan bahan kain wol. Rasulullah saw bersabda : “Jika kamu bepergian dalam daerah yang subur maka berilah kesempatan kendaraan (unta) itu makan. maka maka percepatlah dan kejarlah sebelum habis sumsum kendaraan itu (persedian bahan makanan pada tubuh binatang itu)” 2. Dengan demikian bersyukur atas karunia binatang ternak ini adalah dengan memelihara dan merawatnya dengan baik serta menjaga kelestariannya. HR. Dan jika kamu beperguian pada daerah yang kering.

termasuk nikmat diciptakannya binatang ternak bagi kita ummat manusia. menyembelih hewan Qurban di Hari Nahar (Idul Adha) adalah bukti rasa syukur kita kepada karunia ni’mat Allah. ‘Aqiqah. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (sembelihlah hewan Qurban)”. Dan saat menyembelihnya pun hendaknya dengan pisau yang tajam sehingga binatang sembelihan tersebut tidak mengalami penderitaan yang terlalu lama.“Tidakkah kamu takut kepada Allah dalam memelihara binatang yang telah diberikannya kepadamu. Kemudian cara bersyukur lainnya yang amat perlu untuk mendapat perhatian adalah adalah dengan mengeluarkan zakatnya jika jumlah binatang ternak tersebut sudah mencapai nishab zakat. 108 Al-Kautsar : 1-2) Dari ayat ini dapat dipahami dengan jelas bahwa. ia mengeluh bahwa kamu selalu melaparkannya dan melelahkannya”. Kemudian menyembelihnya untuk tujuan Qurban. (QS. 85 . Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. dan berbagai amal shaleh lainnya.

Sehingga bagaimana mungkin berhala tersebut akan dapat memberi syafaat. (QS.dapat memberi pertolongan dan memenuhi hajat seseorang. kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu”. Sementara ia sendiri tak dapat berlindung dari panas teriknya matahari dan guyuran air hujan”. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Ini merupakan dalil yang nyata bahwa berhala tak dapat memberi syafaat (pertolongan) apapun. Kemudian di akherat nanti justru berhala yang disembah ini pun akan berdebat berbantah-bantahan dengan orang yang menyembahnya. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka. 86 . bahwa ia (berhala) tersebut tidak pernah meminta untuk disembah. Allah berfirman : (Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya. Allah berfirman : “Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. 74-76) Pada QS. Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami”. “Bagaimana mungkin sebongkah batu atau seonggok kayu.CELAAN ALLAH KEPADA PENYEMBAH BERHALA (QS. padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. 36 Yasin : 74-76.yang biasa dijadikan berhala. 10 Yunus : 28) Kata “Syurakaauhum” (sekutu-sekutu mereka) dalam ayat ini menurut Tafsir Qurthubi adalah Syetan atau Berhala. Logika yang paling sederhana seperti pernyataan di bawah ini pun pasti akan setuju dengan firman Allah di atas. 36 yasin . Sesungguhnya Kami (Allah) mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan”.

Sebab tugas seorang Nabi dan Rasul hanyalah menyampaikan. Karena beliau saw senantiasa dibimbing oleh wahyu. 3 Ali Imran : 20) Mengapa Nabi saw sampai harus diingatkan agar tidak usah bersedih. pada tafsir ayat ke-10 dalam bab tentang “Mayoritas orang kafir di azab oleh Allah”. 2. ingin agar semua orang beriman sebagai bukti kasih sayangnya yang mendalam kepada ummatnya. dengan kekufuran mereka. Sehingga tidak dapat melepaskan diri dari kodrat kemanusiannya. maka kewajiban kamu hanyalah bertabligh (menyampaikan ayat-ayat Allah)” (QS. barangkali karena dua hal. Nabi saw meskipun seorang Insan Kamil (Manusia sempurna) tetapi bagaimanapun dia adalah seorang manusia bukan Malaikat. yakni : 1. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka berpaling. Sebagaimana sudah kami jelaskan dimuka.kepada da’wah Nabi saw. Meski sedikit barangkali ada saja sedih dan kecewanya. Sedang urusan hasil adalah dalam Kekuasaan Allah.Ayat ke-76 merupakan ayat yang mengingatkan Nabi saw agar tidak bersedih dengan ucapan-ucapan mereka yang mengejek dan penolakan mereka-kafir Quraisy. Tetapi kita meyakini bahwa hal itu tidak akan berlangsung lama. Wallahu a’lamu. Nabi saw. 87 .

Asbabun Nuzul ayat-ayat ini adalah : a. ‘Urwah bin Zubair. Nabi saw menjawab : “Benar. Menurut riwayat Al-Hakim dengan sanad bersumber dari Ibnu Abbas ra. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. dan As-Suddi. b. 36 Yasin : 77-83. maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu. Allah akan membangkitkan ini (tulang) dan mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali serta memasukkan kamu ke Neraka Jahannam”. Ikrimah. dan dia lupa kepada kejadiannya. Ayat ini (QS. Menurut Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid. apakah Allah akan membangkitkan tulang yang sudah hancur ini ?”." Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasadjasad mereka yang sudah hancur itu? Benar. 36 Yasin . 77-83) Pada QS. 36 Yasin . 77-83). ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang.BUKTI ADANYA HARI BERBANGKIT (QS. menghadap kepada Rasulullah saw dengan membawa tulang belulang yang sudah rusak sambil mematahmatahkannya. Ia berkata : “Hai Muhammad. turun berkenaan dengan 88 . yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau. Dia berkuasa. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Allah berfirman : “Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani). maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami. yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. dengan tambahan bahwa orang itu adalah Ubay bin Khalaf: “Diriwayatkan bahwa Al-‘Ash bin Wa’il.

Kejadian manusia yang berasal dari sperma. 89 . Allah ciptakan manusia (Adam) dari tanah. Allah berfirman : “Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja” (QS. maka keluar api dari kedua kayu tersebut dengan izin Allah SWT”. Allah berfirman “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya (tanah) Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain”. Ia lupa kepada asal kejadiannya. (QS. 20 Thaha : 55) Dan prosesnya terjadi adalah dengan cara yang sangat mudah. Kedua pohon itu tumbuh di darat. khususnya tentang pohon kayu hijau. bahwa ia hanya berasal dari air yang hina.dengan peristiwa tersebut di atas yang menegaskan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di Hari Qiyamat” Dari ayat ini. bahwa Ia berkuasa untuk menghidupkan kembali tulang-belulang yang sudah hancur. Lalu ditumbukkan kayu marikh diatas kayu ifar. 2. Allah mengajak manusia untuk melihat bukti. Dan untuk pertama kali. Sebagaimana firman-Nya : “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati mani)”. 31 Luqman : 28) Sedangkan arti ayat ke-80. adalah : “Pohon marikh dan pohon ifar. Keduanya berwarna hijau dan dari padanya air menetes. Orang yang akan menyalakan api. menurut Ibnu Abbas ra. 32 As-Sajdah : 8) air yang hina (air Pada ayat ke-79. Allah berfirman : “Katakanlah: "Ia (tulang belulang) itu akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Adanya api dari kayu yang hijau 3. Diantaranya adalah : 1. (QS. Penciptaan Langit dan Bumi. Ayat ke-77 merupakan peringatan keras agar manusia tidak berlaku angkuh dan sombong kepada Allah SWT. ia memotong dua dahan dari semisal kayu siwak.

Allah berfirman : “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari pada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Di ayat lain. 90 . atau Teori Ledakan Besar. menurut Ir. dapat kita saksikan pada pohon kayu tusam atau pinus. Agus Mustofa dalam Buku Pusaran Energi Ka’bah. Kayu pinus atau kayu tusam betul-betul pohon yang hijau berdaun rindang yang lurus. Misalnya di rimba Takengon (Aceh Tengah). menunjukkan bahwa : “Al-Qur’an menyebutkan daya panas dan sumbernya untuk menarik perhatian manusia kepada Kekuasaan dan Kebesaran Allah. Allah memperingatkan mereka agar tidak melupakan hakekat dan asal-usul sumber tenaga itu” Pada ayat ke-81. kayu yang hijau yang dapat menimbulkan api untuk kepentingan manusia. yakni : “Sebuah teori tentang proses terciptanya galaksi (gugusan bintang-bintang) melalui sebuah ledakan besar”. Allah mengajak manusia untuk melihat karya Allah yang jauh lebih besar daripada penciptaan manusia dan api yakni proses penciptaan langit dan bumi. untuk menunjukkan bahwa proses pembangkitan kembali manusia dari Qubur adalah perkara mudah. Bila telah besar pohonnya. maka getahnya dapat ditakik sebagaimana menakik pohon karet. (QS.Sedangkan menurut Hamka. 40 Al-Mu’min : 57) Dan baru pada abad ke-20. sehingga manusia memanfaatkan sumber tenaga itu bagi kepentingan hidupnya dan bersyukur kepada-Nya. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir” (QS. Dan ia dapat menyala hingga berkobar apinya. Allah berfirman : “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu). yakni : 1. 56 Al-Waqi’ah : 71-73) Ayat-ayat ini menurut Afzalur Rahman dalam Quranic Science. Dengan munculnya Teori Big Bang. dalam Tafsir Al-Azhar. namun ia mengandung minyak yang dapat dinyalakan. manusia dapat menyadari betapa dahsyatnya proses penciptaan langit dan bumi.

46 Al-Ahqaaf : 33) Ayat ke-82 ini. Artinya mestinya dahulu. 50 Qaaf : 6) Pada ayat ke-82. Hasil pengamatan Teleskop Huble. 21 Al-Anbiyaa : 30) “Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka. Allah menegaskan bahwa Cara Allah untuk mewujudkan irodah (keinginannya) itu adalah sangat mudah hanya dengan berfirman “Kun fayakun” maka terjadilah apa yang diinginkannya tersebut seketika. Sebagaimana firman-Nya : “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya. benda-benda tersebut saling dekat. matahari dan bintangbintang semuanya sedang bergerak menjauh. Jarang terjadi apa yang diinginkan dapat terwujud dengan sekali pekerjaan. menyatakan : “Bahwa berbagai benda langit seperti planet. maka ia harus memikirkannya terlebih dahulu kemudian melakukannya melalui proses yang panjang. kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. barulah terwujud sebagian saja dari keinginan (irodahnya) tersebut. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya” (QS. (QS. 91 . Apabila makhluq seperti manusia ingin melakukan sesuatu. alias padu dan berimpit” Hal ini sesuai dengan firman-Nya : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. Dan pada miliaran tahun yang lalu. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. Meski hal tersebut merupakan perkara yang amat besar dalam ukuran manusia.2. menurut para Ahli Ilmu Tauhid sekaligus menegaskan dengan nyata perbedaan antara irodah makhluq dan irodah Al-Khaliq. (QS. semua benda langit tersebut berkumpul di suatu titik yang sama. Ia pasti butuh upaya penyempurnaan secara terus-menerus.

Karunia diturunkannya Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an dengan berbagai fadhilahnya yang amat banyak. laut dan udara 13. Allah berfirman : “Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Karunia surga dengan segala kenikmatannya bagi orang yang bertaqwa 14. sehingga keadilan Ilahi dapat ditegakkan. Karunia diciptakannya api sebagai sumber energi panas 18. 20. Karunia diturunkannya Al-Qur’an 2. karena demikian agung kekuasaan-Nya dan demikian banyak karunia-Nya. Sehingga apapun ketentuan taqdir-Nya yang ditetapkan kepada seseorang hingga saat ini adalah yang terbaik dalam pandangan Allah SWT. Sifat-Nya. Karunia adanya Hari Berbangkit. Sehinga ia ridlo menerimanya. AsmaNya ataupun Af’al-Nya (Karya dan Perbuatan-Nya). 36 Yasin : 83) Ayat penutup ini merupakan perintah Allah SWT kepada ummat manusia untuk bertasbih. kadang ketentuan taqdir-Nya tersebut adalah buruk adanya”. Dan ucapan “Tasbih” sendiri sebenarnya memiliki makna yang dalam yakni : “Saat manusia bertasbih. maka ia sedang mengakui bahwa Allah SWT adalah Maha Suci dari segala kekurangan. 92 . Karunia adanya mata air 6. yang harus kita syukuri. Karunia diciptakannya langit dan bumi 19. Karunia diutusnya Muhammad saw sebagai Rasulullah 3. Karunia berupa adanya pasangan pada segala sesuatu 8. Karunia berupa adanya pergantian siang dan malam 9. Yakni : 1. Karunia ilmu pengetahuan di bidang transportasi darat. Karunia diciptakannya matahari yang berjalan di tempat peredarannya 10. (QS. Wallahu a’lamu bish-showabi. Karunia ilmu pengetahuan di bidang pertanian (agriculture) 7. Karunia adanya tanaman dan buah-buahan 5. Meski dalam pandangan syahwat nafsu manusia. Sebab mustakhil (tidak mungkin) Dia (Allah) berlaku tidak adil dan menganiaya hamba-Nya. me-Maha Suci-kan Allah Azza wa Jalla. Karunia dihidupkannya kembali lahan yang tandus 4. Karunia diciptakannya bulan yang berjalan pada garis edarnya 11.Pada ayat terakhir. Karunia diciptakannya manusia dari sperma 17. Baik dalam Dzat-Nya. Di dalam Surat Yasin saja minimal ada 20 ((dua puluh) karunia Allah. Karunia diciptakannya bahtera yang berlayar di lautan 12. Karunia diciptakannya binatang ternak dengan berbagai kemanfaatannya 16. Karunia liqa’ dengan Allah SWT sebagai puncak kenikmatan surgawi 15.

HIKMAH YASIN SEBAGAI QALBUL QUR’AN Pada keterangan terdahulu dalam bab fadhilah Surat Yasin sudah dikemukakan tentang sebuah hadits riwayat HR. (QS. 2 Al-Baqarah . Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu. Hanya saja dalam risalah itu tidak disebutkan alasan dan sumber periwayatannya. Dalam risalah kecil berjudul “Qalbul Qur’an” karya Al-Ustadz Asep Abdurrahman. 93 . Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. Karena memang tidak ada riwayat yang menjelaskan mengapa Yasin merupakan Qalbu al-Qur’an. bahkan dikatakan bahwa : “Letak Qalbul Qur’an dalam Surat Yasin itu terdapat dalam ayat (QS. Tirmidzi dari Anas ra. 269) Berdasarkan Surat Al-Baqarah : 269 ini. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. maka pendapat beliau ini adalah sah-sah saja. 36 Yasin : 58). Tetapi karena ia merupakan sebuah upaya mengungkapkan rahasia dan hikmah. dapat dipahami bahwa Hikmah tentang sesuatu memiliki peluang untuk dapat ditemukan jika seseorang mau mempergunakan akalnya untuk melakukan penelaahan secara mendalam. Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Hadits ini telah mengilhami para alim ulama untuk mengetahui hikmah dan rahasianya ? Sesuatu yang sulit untuk dijawab. Dan barang siapa membacanya. pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Irfan yang juga merupakan cucu Kyai Ghunthur Sukabumi. ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Allah berfirman : “Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki.

Jika mengambil I’tibar dari Hadits Riwayat Bukhari Muslim dari Abi Abdullah Nu’man bin Basyir ra. tentang hati dalam jasad yang memiliki peran amat penting dan strategis, sebagaimana sabdanya :

“Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh itu. Dan bila segumpal daging itu rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ingatlah bahwa itulah hati”. Maka Surat Yasin ini pun memiliki kedudukan yang penting dan strategis pula diantara 114 surat dalam Al-Qur’an. Dalam Hadits ini, hati manusia diibaratkan sebagai barometer untuk mengukur baik dan buruknya seseorang. Jika hatinya baik maka dapat dipastikan bahwa fisiknya sehat dan akhlaq perilakunya pun bagus. Hujjatul Islam-Imam AlGhazali-dalam Al-Ihya telah mengungkapkan hal ini secara panjang lebar. Maka sebagai qalbul qur’an, Surat Yasin pun dapat dijadikan sebagai barometer pula untuk menilai penguasaan seseorang tentang Al-Qur’an. Jika bagus penguasaannya tentang surat Yasin baik dalam pengertian lafdz, ma’na dan tafsirnya, maka besar kemungkinan bagus pula penguasaanya tentang ayat dan surat-surat lainnya dalam AlQur’an. Begitu pula dalam aspek pengamalannya. Jika ia telah mampu mengamalkan isi yang terkandung dalam Surat Yasin dalam kehidupan sehari-hari, maka pengamalan kandungan surat yang lain pun akan segera dapat terwujud dalam dirinya. Qalbul jasad (Hati atau Jantung) berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh sehingga nafas kehidupan seseorang dapat tetap terjaga. Jika qalbul jasad berhenti bekerja, maka kematian dipastikan akan menjemputnya. Jika kematian fisik ragawi terjadi karena aliran darah terhenti, maka kematian spiritual manusia terjadi jika aqidah islamiyyah telah tercabut dari dirinya. Aqidah adalah pondasi dari bangunan Islam. Jika aqidah rusak, maka bangunan islam tidak akan tegak dalam dirinya. Hidup sebagai orang murtad, musyrik atau munafiq pada hakekatnya adalah ia telah mati sebelum ajal menjemputnya. Karena ruhaninya telah mati tak dapat lagi melihat kebenaran. Sebagai surat yang diturunkan di Mekkah, surat Yasin sarat dengan tema tentang aqidah dan keimanan. Hampir tidak dijumpai masalah Fiqh yang secara jelas diungkapkan, kecuali sebagai pengembangan dari tafsir ayat. Pada surat Yasin, minimal ada 5 rukun iman yang secara nyata diungkapkan Allah , yakni : 1. Tentang Iman kepada Allah. Diantaranya diungkapkan dengan menggugah manusia untuk memperhatikan bukti kekuasaan-Nya yang terdapat di semesta alam, pada peredaran bulan, dan matahari, dan lain sebagainya. 2. Tentang Iman kepada Malaikat Khususnya tentang Malaikat Ishrafil sang peniup sangkakala yang secara tersirat diungkapkan dalam QS. 36 Yasin : 51.

94

3. Tentang Iman kepada Kitab Khususnya tentang kebenaran Al-Qur’an yang penuh hikmah. 4. Tentang Iman kepada Rasul Khususnya tentang Kebenaran Muhammad saw sebagai rasul utusan Allah. Juga berita tentang adanya para Rasul lain sebelum Nabi Muhammad diantaranya yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah. 5. Tentang Iman kepada Hari Qiyamat Diantaranya tentang adanya Yaumul Ba’ats, Yaumul Hasyr, Neraka Jahannam dan Surga dengan segala kenikmatannya. Dan tema aqidah ini diungkapkan dalam Surat Yasin dengan berbagai cara dan gaya bahasa yang berbeda. Baik melalui kisah, ayat-ayat kauniyyah ataupun melalui berita tentang adanya kehidupan di masa yang akan datang setelah dunia ini hancur sebagaimana pada surat-surat lainnya. Surat Yasin juga menggugah nurani manusia untuk banyak bersyukur dan bertasbih atas karunia-Nya. Minimal ada 20 (dua puluh) karunia Allah yang disebutkan dalam Surat Yasin. Dan pada 114 Surat lain dalam Al-Qur’an, berbagai karunia ini kembali diungkapkan baik sebagiannya ataupun keseluruhan dari ke-20 karunia tersebut. Jika surat lain memuat kisah para Nabi dan Rasul Utusan Allah serta ummatnya yang beriman maupun yang kufur, maka Surat Yasin pun demikian pula. Ia memuat kisah tentang Para Rasul bagi Kaum Anthakiyyah, memuat sosok Habib An-Najar sebagai simbol pengikut para Rasul yang bertaqwa, yang nasibnya demikian baik karena gugur sebagai Syuhada. Padahal dalam Al-Qur’an ayat yang memuat tentang karunia bagi para syuhada hanya terdapat dalam Surat Al-Baqarah dan Ali Imran saja. Dua surat ini digelari Rasul sebagai Az-Zahraawaini (Dua Bintang Yang cemerlang) yang keduanya dari golongan ayat Qur’an merupakan pemberi syafaat terbesar di akherat nanti. Barangkali ini mengindikasikan bahwa kedudukan derajat surat Yasin adalah mendekati kedua surat agung ini. Apalagi pada HR. Ahmad dari Maqil bin Yasar ra., Rasulullah setelah menyebut kemuliaan Surat Al-Baqarah sebagai “Sanamul Qur’an wa Dzirwatuhu” (Punggung AlQur’an dan Puncaknya) kemudian menggandengnya dengan menyebut Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an (Hatinya Al-Qur’an). Nasib Kaum yang ingkar yang demikian mengerikan yang banyak diungkapkan oleh Allah dalam berbagai ayat Qur’an seperti Nasib Kaum ‘Ad, Tsamud, Luth, dan Madyan memang tidak dijumpai dalam Surat Yasin. Tetapi Surat Yasin yang agung ini mengungkapkan pula nasib mengerikan dari Kaum Anthakiyyah yang dengan satu teriakan saja telah memusnahkan seisi ngeri. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa surat Yasin pun memuat berita tentang azab Allah kepada para pendusta-Nya sebagaimana surat lainnya.

95

DAFTAR PUSTAKA
1. Al-Qur’anul Karim 2. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI, 1989. 3. Tafsir Al-Jalalain, Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi 4. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Qurthubi), Imam Qurthubi 5. Tafsir Al-Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Ibnu Katsir), Imam Abu Fida Ismail Ibnu Katsir 6. Tafsir Surat Yasin, Syeikh Hamami Zadah 7. Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 8. Qishashul Anbiya, Imam Abu Fida’ Ismail Ibnu Katsir 9. Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim, Imam Syamsuddin Ibnul Qayyim Aj-Jauzy 10. Mafahim Yajib An-Tushahhah, DR. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki 11. At-Tafsir wa Manahijuh, DR. Mahmud Basuni Fawdah 12. As-Sirah An-Nabawiyyah, Syeikh Abul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi 13. Bulughul Maram, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 14. Subulus Salam, Imam Ash-Shon’ani (Muhammad bin Ismail Al-Kahlani) 15. Mausuu’atul Ijma’, Sa’di Abu Habib 16. Mukhtarul Ahadits An-Nabawiyyah, Sayyid Ahmad Al-Hasyimi 17. Fadhoilul A’mal, Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi 18. Syarafu Ummatil Muhammadiyyah, DR. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki 19. Tanbihul Ghafilin, Imam Abu Laits As-Samarqandiy 20. Al-Habaik fi Akhbaril Malaik, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 21. Al-‘Aqaidul Islamiyyah, Syeikh Sayyid Sabiq 22. Qamus Arab-Indonesia, Prof. DR. Mahmud Yunus, 1989 23. Studi Islam, Prof DR. Hamka, 1985 24. Al-Islamu wal ‘Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun, DR. Muhammad Al-Khathib 25. Pusaran Energi Ka’bah, Ir. Agus Mustofa 26. Buku Saku ESQ, Ary Ginanjar Agustian 27. Ath-Thariq Ilal Jannah, Abdul Qadir Ahmad ‘Atha 28. Quranic Science, Afzalur Rahman 29. Ummat Bertanya Ulama Menjawab, KH. Drs. Ahmad Dimyati Badruzzaman 30. Tafsir Al-Azhar, Prof DR. Hamka 31. Syarah Riyadhul Badi’ah, Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi 32. Qalbul Qur’an, Ust. Asep Abdurrahman 33. Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. Prof DR. Ahmad Syalabi 34. At-Tahbier fit Tadzkiir, Syeikh Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi 35. Arba’in An-Nawawiyyah, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 36. Al-Halalu wal Haramu fil Islami, Prof DR. Yusuf Qardlawi 37. Nashaihul ‘Ibad, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 38. Riyadhus Shalihin, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 39. Hadits Qudsi, KH. M.Ali Usman, H.A.A. Dahlan, Prof.Dr.HMD. Dahlan, 1990 40. Alam Qubur (Alam Barzakh), Drs. M. Ali Chasan Umar, 1979

96

Kecenderungannya kepada Ilmu Agama. Barakah dari mimpinya berjumpa dengan Rasulullah saw. Pendidikan dasar agama ia dapatkan disamping dari ayahandanya sendiri adalah di Madrasah Diniyyah AlHuda dan Al-Khoiriyyah Rengasdengklok. satu bentuk follow up dari pertrainingan yang diikutinya di FOSI Yogyakarta. penulis buku ini lahir di Rengasdengklok Karawang Jawa Barat pada hari Kamis. Ir. Pada periode inilah. yang salah satu unit aktifitasnya adalah mendirikan Taman Kanak (TK) Thariqul ‘Izzah di Perumahan Bumi Kodya Asri Jempong Karang Pule Mataram. Kemudian mendirikan Lembaga Pendidikan dan Sosial (LPS) Thariqul ‘Izzah pada tahun 2005. Pada tahapan ini. Ismail Yusanto. Selain berguru kepada para Kyai di Payaman seperti KH. dengan mengambil jalan da’wah sebagai jalan kehidupannya. telah turut serta menumbuhkan ghirah keislaman dalam dirinya. disamping belajar mengkaji Tafsir Al-Qur’an kepada TGH. Ia adalah putra TB Ibrohim. telah mendorongnya untuk secara otodidak mengkaji Islam secara mendalam. ia sendiri yang mengasuh sekaligus mengajarnya hingga saat ini. ia mendirikan Majlis Ta’lim Thariqul ‘Izzah di Kota Mataram. Ahmad Mukhlisun (pimpinan Ponpes Sirajul Mukhlashin Payaman) yang sekarang menjadi pimpinan tertinggi Jama’ah Tabligh di Indonesia. Sebelumnya di tahun 1995 mendirikan TPQ Miftahus Sa’adah di Perumahan BTN Pengsong Perampuan Labuapi Lombok Barat. yang hari ini dikenal sebagai Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Tetapi keseriusannya untuk benar-benar mempelajari Ilmu Agama terjadi saat ia menjadi “santri terbang” di Pondok Pesantren Payaman Magelang. Mustami’uddin Ibrahim. pada tahun 1997. Drs. seorang tokoh Islam di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai Ahli Hikmah. Mengenyam pendidikan umum tertinggi di Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta. ia benar-benar tersadar bahwa ia harus turut serta memikul tanggung jawab agama ini dengan sebaik-baiknya. yang mengelarinya sebagai “santri emprit”. Karena bagi Kyai Machfud.BIOGRAFI SINGKAT PENULIS Agus Gustiwang Saputra. penulis buku ini tidak pernah benar-benar menjadi seorang santri. tanggal 11 Maret 1965. saat ia telah hijrah ke Lombok. sekaligus tokoh Pergerakan Kemerdekaan yang dikenal sebagai Komandan pasukan dalam Perang Enam Jam pasca kemerdekaan melawan Belanda di tepian irigasi yang memanjang antara Rengasdengklok dengan Batujaya. terjadi pada saat menempuh kuliah di Yogyakarta. SH. HM. Machfud Ridwan Salatiga. Dan bersama sang istri pula. Amien Rais dalam Pesantren I’tikaf Ramadhan (PIR) II tahun 1985 di Yayasan Shalahudin Yogyakarta. 97 . ia berinteraksi dengan para Kyai dari Kaum Nahdhiyyin. Aktifitasnya di HMI Komisariat Fakukltas Pertanian UGM dan interaksinya dengan para tokoh Cendekiawan Muslim seperti DR. Interaksi berikutnya di akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an terjadi dengan tokoh harakah islamiyyah. Kemudian untuk memantapkan pilihannya bergelut di jalan da’wah. pada tahun 2000 bersama sang istri. ia juga menimba ilmu kepada KH. diantaranya adalah Ust.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful