MUQODDIMAH

Dengan berharap barakah dari Allah, maghfirah serta ridlo-Nya, kami mulai tulisan sederhana dalam upaya mengungkap tafsir Surat Yasin yang Agung ini dengan kalimah (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Sebab Rasulullah saw bersabda dalam sebuah Hadits :

“Tiap urusan yang tidak dimulai dengan di dalamnya Bismillahirrahmanirrahim, maka terputus barakah-Nya” . Dalam Hadits lain, Rasulullah saw bersabda :

dengan

“Tiap urusan yang mengandung kebaikan yang tidka dimulai di dalamnya dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka terputuslah barakah-Nya”. Surat Yasiin termasuk golongan Surat Makkiyyah yaitu surat yang turun di Mekkah saat Nabi Muhammad saw belum berhijrah ke Madinah. Diturunkan sesudah surat Al-Jin, terdiri atas 83 ayat. Ditempatkan dalam Mushaf pada Juz ke22 untuk ayat 1-21 dan juz 23 mulai ayat 22-83, dengan nomor surat adalah 36 sesudah surat Faathir. Surat Yasin barangkali adalah surat yang paling terkenal bagi orang awam di Indonesia, diluar surat-surat pendek yang terdapat dalam Juz ‘Amma. Sehingga banyak orang yang tidak dapat membaca Al-Qur’an sekalipun, ia dapat menghafal di luar kepala Surat Yasin, terlepas dari benar dan salahnya lafal yang diucapkannya ditinjau dari qaidah Ilmu Tajwid. Mengapa demikian ? Sebuah fenomena yang nyata dan hidup di masyarakat kita di Indonesia, baik di kota ataupun di desa, meski Rasulullah saw tidak pernah mencontohkannya secara langsung, adalah adanya Majlis Pembacaan Surat Yasin. Khususnya pada setiap malam jum’at, tatkala ada kematian, pada permulaan acara sebuah Majlis Ta’lim, pada malam Nisfu Sya’ban, dan lain sebagainya. Semuanya ini merupakan media yang sangat berperan yang mendorong ummat untuk mau membaca bahkan menghafalkannya. Sehingga apa yang diinginkan Rasulullah saw dalam HR. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda :

1

“Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (Surat Yasin) ini berada dalam hati setiap manusia dari ummatku”, menjadi sebuah kenyataan di Indonesia, sebuah negeri dengan mayoritas penduduk muslimnya terbesar di dunia ini. Tradisi yang tumbuh subur dan dikembangkan sejak dahulu oleh para Ulama di Indonesia ini, meski oleh sebagian orang dihukumi “Bid’ah”, sebenarnya memilki pijakan dalil yang kuat. Para Ulama di Indonesia yang sebagian besar bermadzhab Syafi’I, menyandarkan amaliyyahnya ini kepada sebuah Qaidah Fiqh, yang terkenal dalam Madzhab Syafi’I yang mengatakan :

“Asal pokok dari segala sesuatu adalah boleh atau mubah sehingga ada dalil yang menunjukkan keharamannya”. Qaidah ini dikutip oleh para Ulama diantaranya dari Kitab karya Imam AsSuyuthi yang berjudul “Al-Asybah wan Nadzair”, dan yang diakui pula kebenarannya oleh Prof DR. Yusuf Qardhawi dalam “Al-Halalu wal Haramu fil Islami” karena memiliki sumber dalil yang kuat dari berbagai ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasul. Diantaranya menurut DR. Yusuf Qardhawi adalah QS. 2 Al-Baqarah : 29, QS. 45 Al-Jatsiyah : 13 dan QS. 31 Luqman : 20. Qaidah ini berbeda dengan yang dikembangkan oleh Abu Hanifah pendiri Madzhab Hanafi yang mengatakan bahwa : “Pokok dari segala sesuatu itu adalah dilarang (Haram) sehingga ada dalil yang menunjukkan kebolehannya”. Itulah sebabnya di masyarakat kita ada sebagian orang yang tidak menyukai adanya aktifitas seperti Majlis Pembacaan Surat Yasin Tetapi ikhtilaful ‘Ulama adalah rahmat. Kearifan kita untuk bersikap tasammuh (toleran) dan mengakui adanya pluralitas pendapat, akan melahirkan ketentraman dalam beragama. “Klaim” yang terlalu tergesa-gesa untuk menghukumi amaliyyah orang lain sebagai sesat hendaknya mulai dijauhkan dari pemikiran kita. Sebab berpotensi untuk memicu tafaruq (perpecahan) diantara ummat Islam. Sehingga cita-cita kita untuk menjalin Ukhuwah Islamiyyah (Persatuan Ummat Islam) demi ‘Izzul Islam wal Muslimin” (Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin) hanyalah sebuah khayalan belaka. Kedudukan Surat Yasin sebagai “Qalbu al-Qur’an”, disamping fadhilah lain diantaranya untuk pengampunan dosa merupakan motifator terbesar bagi ummat untuk memperbanyak membacanya. Hanya amat disayangkan bahwa sedikit sekali, khususnya di masyarakat awam yang jauh dari dunia santri, yang mengetahui sekedar tarjamahnya apalagi untuk kandungan makna dan tafsirnya secara mendalam. Sementara Tafsir berbahasa Indonesia yang secara khusus mengkaji surat Yasin pun amat sedikit. Kebanyakan ia merupakan satu kesatuan dengan tafsir surat lainnya. Risalah sederhana ini dimaksudkan untuk sedikit mengisi kekosongan dalam aspek yang terakhir ini. Sehingga ummat Islam diharapkan tidak hanya sekedar

2

“mengambil barakah” dengan membacanya saja. Tetapi Yasin sebagai bagian integral dari Al-Qur’an, hendaknya diposisikan sebagai “Way of Life”. Sehingga mengetahui tafsirnya adalah sebuah kemestian. Dan barakah yang akan didapat tentunya lebih banyak lagi. Tiga Kitab Besar yang mu’tabarah dalam bidang Tafsir, yang lebih dikenal sebagai Tafsir Qurthubi, Jalalain dan Ibnu Katsir, adalah rujukan utama kami dalam menyusun buku ini. Kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabain Nuzul, karya Imam AsSuyuthii, juga kami pergunakan. Kemudian untuk memperluas kajian, kami menggunakan berbagai literature yang berkaitan dengan topik bahasan yang ada. Ada sekitar 25 (dua puluh lima) topik dalam buku ini yang kami simpulkan dari 83 ayat yang terdapat dalam surat Yasin ini. Kemudian kami tambahkan pula di dalamnya topik tentang fadhilah surat yasin dan hikmah yasin sebagai qalbul qur’an. Mengapa hal ini kami anggap penting, adalah sebagai targhib. Sehingga orang akan makin terdorong untuk terus membacanya, mengkaji dan mengamalkan isi dan kandungannya. Menafsirkan ayat dengan ayat Al-Qur’an lain atau dengan berbagai Hadits dan riwayat adalah ciri tulisan ini. Pendekatan sains sebagai alat bantu dalam memahami ayat yang berhubungan dengan kekuasaan Allah di semesta alam, juga kami gunakan. Semoga ada manfaatnya. Amien.

Wassalaam Mataram Nusa Tenggara Barat Jum’at 20 ramadhan 1427 H (13 Oktober 2006 M) Al-Faqir Ilallah : Agus Gustiwang Saputra

3

di Masjid atau di rumah”. Abu Dawud dan Ibnu Majah dalam Kitab Sunan-nya. bersabda : “Bacakanlah kepada orang yang akan mati diantara kalian. Tidak ada bedanya antara bacaan Yasin dari jama’ah yang hadir dekat orang mati atau diatas kuburnya dengan membaca seluruh ayat Al-Qur’an atau sebagiannya bagi orang mati. keduanya berkata : Rasulullah saw... pernah bersabda : “Tiada dari mayyit yang saat sakaratul maut itu dibacakan disisinya surat Yasin melainkan Allah akan meringankan siksanya” 4 . Abu Dawud. derajat Shohih menurut Ibnu Hibban dari Ma’qil bin Yasar ra. bahwasanya Nabi saw. yang meriwayatkan dari Abu Darda dan Abu Dzar ra. Nasa’I. HR. dalam Subulus Salam mengutip pula Hadits dari pengarang Kitab “Al-Firdaus”. yakni Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani. surat Yasin” Hadits ini terdapat pula dalam Kitab Bullughul Maram karya Amirul Mu’minin Ilmu Hadits. Mauquf dan karena tidak diketahui identitas Abu Utsman dan ayahnya itu (selaku Rijalul Hadits pada sanadnya). Wallahu a’lam. Menurut Ibnu Hibban sebagaimana diriwayatkan oleh Ash-Shon’ani dalam Kitab Subulus Salam : “Pengertian lafal “Mautakum” ini adalah orang yang dalam sakaratul maut” Tetapi Hadits ini oleh Ibnu Qathan dinilai cacat karena termasuk Hadits Mudtharib. bahwa Nabi saw bersabda : “Bacakanlah surat Yasiin kepada orang mati diantara kamu” Sehubungan dengan Hadits ini. Tetapi Ash-Shon’ani. HR. Dari keterangan ini dapatlah dipahami adanya sebagian Ulama dalam Madzhab Syafi’I yang memperkenankan pembacaan Surat Yasin bagi orang yang mati dan pembacaan surat Yasin yang dilakukan oleh para peziarah Qubur pada saat ia berziarah Qubur.. 2. Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani berkata dalam Kitab Adz-Dzakhiiratuts Tsamiinah : “Hadits ini derajatnya Hasan.FADHILAH SURAT YASIIN 1. dari Ma’qil bin Yasar ra.

HR. mulailah si sakit tidak menghempashempas lagi. saya membaca dan sampai di situ pulalah nafasnya yang terakhir…………………dan bacaan saya teruskan sampai akhir surat Waktu itu saya rasakan benar dari pengaruh bacaan itu menambah keyakinan saya kepada apa yang diterangkan oleh seorang diantara Imam-Imam kita yang berpengalaman. Al-Hafidzh Abu Ya’la dengan sanad “Jayyid” (Bagus) dalam Tafsir Ibnu Katsir. terampunilah dosanya pada pagi harinya. mantan Ketua MUI Pusat. Allah akan meringankan baginya dan memudahkan keluarnya roh” Prof DR. Ad-Darami dalam Kitab Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. sebuah Madzhab Fiqh yang paling banyak dianut oleh para Ulama di Saudi Arabia. Sampai di ujung ayat ini. Imam Ahmad bin Hanbal…………………” 3. terampunilah dosanya pada pagi harinya” Ulama Hadits lain yakni Abu Na’im dalam Kitab Mukhtarul Ahadits AnNabawiyyah karya Sayyid Ahmad Al-Hasyimi. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada suatu malam. dari Atha bin Abi Rabah ra. : Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada permulaan hari. meriwayatkan hadits yang sama tanpa menyebutkan tentang Surat Ad-Dukhan. dipenuhi segala keperluannya” 4. kian lama kian tenang dan sesampai pada ayat ke-77 {Awalam yaral insanu anna khalaqnahu min nuthfathin faidzaa huwa khasiimum mubin}. dari Abu Hurairah ra. ia berkata.. HR. Dan barang siapa membaca Haamim yang tersebut dalam Surat Ad-Dukhan pada suatu malam.Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal pendiri Madzhab Hambali. Hamka. Hamka mengatakan : “Sejak mulai ayat pertama Yasin dibaca. dalam muqaddimah juz ke-23 pada Kitab Tafsir Al-Azhar mengemukakan pengalaman pribadinya saat dimintai tolong membacakan surat Yasin kepada orang yang sedang sakaratul maut yang sulit sekali melepaskan ruhnya padahal sudah diajarkan Kalimat Syahadat. 5 . mengatakan : “Jika surat ini dibacakan di dekat orang yang sedang sakaratul maut.

. sebagai malam pengampunan dosa. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban. HR. Ibnu Sunni dari Abu Hurairah ra.5. diampuni dosa-dosanya” Hadits nomor 4.5. Nabi saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada siang dan malam dengan mengharap wajah (keridloan) Allah. Sebagaimana Hadits Nabi dalam Kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu Laits AsSamarqandiy dengan sanadnya dari Abu Umamah ra.. adalah 6 . Ibnu Hibban dari Jundub bin Abdullah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharap ridlo Allah ‘Azza wa Jalla. HR. HR. maka Allah “turun” ke langit dunia dan melihat kepada penduduk bumi maka Dia (Allah) memberi ampun kepada semua penduduk bumi kecuali orang kafir dan orang yang sedang bersengketa” Diperkuat oleh Qaul Ulama. diampuni dosa-dosanya” 6. dan membaca Do’a Nisfu Sya’ban yang masyhur itu.6. diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. dari Syeikh Muhammad Darwis Al-Bairuti dari Libanon dalam Kitab Asnal Mathalib. Maka bacakanlah (surat Yasiin) ini kepada orang-orang mati diantara kalian” 7. Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharapkan ridlo Allah. bahwa ia berkata : “Adapun membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Sholat Maghrib.7 inilah diantara Hadits yang dipergunakan oleh sebagaian Ulama di Indonesia sebagai argumentasi adanya amaliyyah pembacaan surat Yasin pada Malam Nisfu Sya’ban. Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar ra.

Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri dengan segala Kekuasaan-Nya) dari bawah ‘Arasy. dan hukumnya Mubah (Boleh). Dan bacakanlah Yasin kepada orang mati diantara kalian”. Turun bersama tiap ayat daripadanya 80 (delapan puluh) Malaikat. dari Maqil bin Yasir ra. Konon yang menyusunnya adalah Imam Al-Buni”. melainkan diampuni baginya dosanya. Kemudian disambungkan dengannya (Al-Baqarah). Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Kemudian diperkuat oleh HR. Al-Hadits dalam Kitab Tafsir SurahYasiin karya Syeikh Hamami Zadah dan Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. Tirmidzi dari Anas ra.merupakan sebagian karya orang Sholeh yang ia susun sendiri. Dan barang siapa membacanya. Ahmad. 8. Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. berkata. Dan dikeluarkan Ayat Kursiy (Allah. 9. bahwa Nabi saw bersabda : “Surat Al-Baqarah adalah punggung Al-Qur’an bahkan puncaknya. Tiada Tuhan selain Dia. HR. Tiada seorang membacanya dengan (ikhlas) karena mengharap ridho Allah dan mengharap pahala akhirat. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. Nabi saw bersabda : 7 . Dan Yasin adalah Qalbul Qur’an (Hatinya AlQur’an).

8 . mereka berkata : Beruntunglah ummat Muhammad.“Sesungguhnya Allah SWT membaca Surat Yasiin dan Surat Thaha sebelum Ia menciptakan langit dan bumi selama 2000 (dua ribu) tahun. Beruntunglah lidahlidah yang berbicara menggunakan kedua surat ini” 10. HR. salah seorang Mujtahid dalam Madzhab Syafi’i dalam Kitab Al-Adzkar berkata : “Para Ulama dari golongan Ahli Hadits. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra. targhib (hal yang dapat menyenangkan orang untuk giat beribadah). Alasan kami tetap mencantumkannya adalah untuk tujuan fadloilul amal.. Nabi saw bersabda : “Perbanyaklah membaca surat ini (Yasiin). dan tarhib ( hal untuk memberikan rasa takut untuk berbuat ma’shiyat) dengan menggunakan Hadits Dloif selama bukan tergolong Hadits Maudlu (Palsu)”. Ahli Fiqh dan yang lainnya telah berkata : “Boleh-bahkan disunnatkan. Nabi saw bersabda : “Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (surat Yasiin) berada dalam hati setiap manusia dari ummatku” Hadits-hadits diatas yang mengungkapkan Fadlilah surat Yasin ini menurut para Ulama Ahli Hadits tidak seluruhnya shohih.beramal dalam hal-hal yang berkaitan dengan fadloilul (Keutamaan) amal. karena sesungguhnya di dalamnya (Surat Yasiin) terkandung banyak kekhususan (keistimewaan)” 11. Maka tatkala para Malaikat mendengarnya. Dan beruntunglah bagi orang yang hafal 2 (dua) surat ini. yang telah diturunkan kepadanya 2 (dua) surat ini. bahkan ada diantaranya yang dloif. Al-Hadits dalam Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah. Mengapa demikian ? Imam Nawawi.

(Yang berada) di atas jalan yang lurus. 4. diriwayatkan oleh Abu Na’im di dalam Kitab Ad-Dalail yang bersumber dari Ibnu Abbas ra : “Bahwa ketika Rasulullah saw membaca Surat As-Sajdah dengan nyaring. Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. mereka tidak akan beriman”. 5.TAFSIR AYAT 1-10 1. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. maka karena itu mereka tertengadah. 36 Yasiin : 1-10) enurut Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). Asbabun Nuzul ayat ini (QS. 36 Yasiin : 1-10)” 9 . Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. maka turunlah ayat-ayat ini (QS. akan tetapi tak seorang pun diantara mereka yang beriman. orangorang Qurays merasa terganggu. 7. Kemudian Rasulullah saw berdo’a dan mereka pun sembuh. 8. dan mereka bersiap-siap untuk menyiksa Rasulullah tetapi tiba-tiba tangan mereka terbelenggu di pundak-pundaknya dan mereka menjadi buta sama sekali. lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. 9. 6. Sehubungan dengan kejadian ini.Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. karena mereka tidak beriman. ”Yaa Siin 2. karena itu mereka lalai.(Sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. 10. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. 3. Mereka sangat mengharapkan pertolongan Nabi saw dan berkata : “Kami sangat mengharapkan bantuanmu atas nama Allah dan atas nama keluarga”. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul.

Menurut Ma’mar dari Qotadah. nama Thaha dan Yasin turut dituliskan”. dituliskan orang nama –nama Nabi Muhammad saw. …………Di tulisan indah untuk menghiasai dinding Masjid Nabawi di Madinah. Adl-Dlohak. menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. adalah : Salah satu dari nama Nabi Muhammad Dari sekian pendapat ini. 36 Yasin : 1-6) Ada Ikhtilaful Ulama tentang arti lafal dalam ayat pertama. sebagaimana Rasul-Rasul lain yang telah diutus Allah sebelumnya. sesungguhnya kamu (Muhammad) adalah sungguh-sungguh salah seorang dari rasul-rasul. Menurut Malik dari Zaid bin Aslam. adalah : Nama dari nama-nama Al-Qur’an 4. adalah : Yaa Muhammad 3.SUMPAH ALLAH SWT BAHWA NABI MUHAMMAD SAW BENAR-BENAR SEORANG RASUL (QS. Menurut Muhammad bin Hanifiyah. adalah : Yaa Insaanu (Wahai manusia). agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapakbapak mereka belum pernah diberi peringatan. Allah berfirman : “Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. (yang berada) di atas jalan yang lurus. Allah SWT bersumpah dengan Al-Qur’an yang penuh hikmah. Menurut Ibnu Abbas ra. sebagaimana firman-Nya : (Demi Al Qur'an yang penuh hikmah). 10 . keduanya disebutkan orang menjadi nama dari Nabi kita Muhammad saw. Muqaatil . Kemudian Hamka mengatakan : “Jika dikatakan bahwa artinya adalah “Hai Manusia”. Al-Hasan. Dalam QS. Dalam QS. 2. para ahli Tafsir kebanyakan mengartikan dengan menghubungkannya kepada nama Nabi Muhammad. ‘Ikrimah. Menurut Sa’id bin Jubair. karena itu mereka lalai”. Oleh sebab itu maka bersama dengan dua huruf di pangkal Surat Thaha. 36 Yasin : 2-3. 36 Yasiin : 2-6. adalah benar-benar seorang Rasul utusan Allah. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. maka yang dimaksud dengan manusia itu ialah Nabi Muhammad. diantaranya : 1. bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. adalah : Nama dari Asma-asma Allah 5. Sufyan bin Uyainah.

Dalam Kitab Syarah Riyadlul Badi’ah karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi. Menurut Tarjamah Al-Qur’an Depag. Makna kata dalam ayat ke-2 ini. Secara lughah (bahasa). adalah : Tersusun rapi dengan menakjubkan pada susunan kata-katanya. 4. yakni : • Keindahan susunan kata dan bahasa. Sedang Jumlah para Nabi menurut para Ulama adalah 124. menurut Prof. Jika semua pendapat ini kita gabungkan. Allah SWT kadang bersumpah. yang mendorong para pembacanya untuk terus menerus mengkaji dan menemukan rahasianya. Demi Malam-Malam yang Sepuluh. RI adalah : Yang penuh hikmah 5. Menurut Tafsir Qurthubi. dengan waktu. Dalam Al-Qur’an. misalnya : (Demi waktu. misalnya : (Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini Mekkah). dikemukakan bahwa : “Menurut riwayat yang masyhur bahwasanya jumlah para Rasul itu adalah 313 Rasul sebagaimana Hadits Abi Dzar ra”. serta • Kandungan hikmah yang dalam. adalah : Menunjukkan bahwa Al-Qur’an ini mengandung berbagai hikmah dan tidak tercampur dengan kebathilan dari depannya ataupun belakangnya. • Kecerdasannya dalam mengungkapkan nilai kebenaran tersebut. 11 Hud : 1) 2. adalah sebagaimana firman Allah : “Alif Laam Raa.000 Nabi. Mahmud Yunus dalam Qamus ArabIndonesia berarti : Orang Cendekia. Menurut Ibnu Katsir. Failusuf. Menurut Tafsir Jalalain. Demi Waktu Dluha). pada badi’ dan ma’aninya. (Demi Bukit Thursina (Gunung Sinai) 11 . maka arti dari “Wal-Qur’anil Hakiim” mencakup 4 (aspek) aspek. • Kebenaran isi dan kandungannya. Tetapi terkadang dengan Dia bersumpah dengan tempat. (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu” (QS. Demi Waktu Fajar. adalah : 1. 3.

42 Asy-Syura : 52) Menurut Hamka. dapat dipastikan bahwa ia teramat istimewa. yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : 12 . karena ia benar-benar seorang Rasul utusan Allah. Kalimat “Shirathal Mustaqim”. dalam ayat ke-4 yang pendek ini. Allah SWT menjelaskan Khitthah (Garis perjuangan) Nabi Muhammad saw dalam perjuangan da’wahnya adalah “Membawa manusia berjalan dalam hidup ini di atas garis yang lurus”. ialah mengikuti tuntunan Allah dan Rasulullah. Sebagaimana riwayat dari Ali ra. Sedangkan pertanyaan berikutnya tentang darimana datangnya Al-Qur’an tersebut. Ayat ke 4-5 yang berbunyi : “(Yang berada) di atas jalan yang lurus. Sehingga jika Al-Qur’an menjadi media sumpah-Nya Allah. menunjukkan bahwa sesuatu itu amat penting. menurut Ibnu Katsir senada dengan ayat : “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. bila sesuatu dijadikan sebagai media sumpah. isi dan kandungannya yang benar dan lain sebagainya. dijawab oleh Allah dalam ayat ke-5. menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya adalah : “Jalan yang lurus yang tidak berliku. tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya. Sumpah Allah dengan Al-Qur’an ini adalah untuk menegaskan kebenaran kerasulan Muhammad saw. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. Juga berarti Kitab Allah. pertanyaan selanjutnya adalah siapakah manusia mulia yang membawanya tersebut dan dari mana datangnya ? Maka pada ayat ke-3. Sehingga jika seseorang terkagum-kagum dengan I’jazul Qur’an yang mengatasi semua karya manusia. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu.Menurut sebagian Ulama. baik dari segi keindahan susunan bahasanya. (QS. Allah menegaskan bahwa Muhammad bin Abdullah itulah yang membawanya. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang”.

Nasa’I. dari An-Nawas bin Sam’an ra. Shirat itu ialah Islam. dan dimuka jalan ada suara berseru. Tirmidzi. Lebih jelas lagi dalam HR. Sedang seruan dimuka jalan itu adalah Kitab Allah. Ahmad. karena itu mereka lalai). Dan pintu yang terbuka ialah apa-apa yang diharamkan Allah. sesat dan menyimpang.ini. dan janganlah berbelok. makin mengukuhkan keyakinan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw pasti mengandung sesuatu yang luar biasa karena ia diturunkan dari Dzat Yang Maha Perkasa. Nasa’I) Ayat ke-5 yang berbunyi : (Yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang). Dan diatas jalanan ada seruan. mengatakan bahwa : “Al-Aziz artinya adalah : Allah yang Maha Kuat. “Hai manusia masuklah ke jalan ini. Maha Perkasa. dan seruan diatas shirath ialah nasehat dalam hati setiap muslim”. Ayat ke-6 yang berbunyi : (Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. (HR. dalam At-Tahbier fit Tadzkiir. 13 . Merupakan ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad saw. Ahmad. pada tiap pintu ada tabir yang menutupi pintu. “Celaka anda. tak terkalahkan oleh apaun. yang tidak akan diterima oleh Allah selainnya (selain Islam)”. Menurut Imam Al-Qusyairi. Seorang Nabi dan da’I pada umumnya diperintahkan untuk menjadi Basyiran (pemberi kabar gembira) dan Nadziiran (pemberi peringatan). Dia-lah yang mengalahkan yang tidak dapat dikalahkan. untuk berda’wah dengan menjadi Nadzir (pemberi peringatan). jangan membuka. sebagai agama Allah. yang menang dan tidak dapat ditaklukkan”. kepercayaan dan perilaku serta budaya masyarakat yang jahiliyyah. Tirmidzi. Sehingga Asmaul Husna-Al-Aziz.Juga berarti Islam. menegaskan bahwa yang menurunkan Al-Qur’an yang penuh hikmah itu itu adalah Allah SWT Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. sungguh jika anada membuka pasti akan masuk”. sedang di kanan kiri jalan ada dinding (pagar tembok) dan dipagar ada pintu-pintu terbuka. Maka bila ada orang yang akan membuka pintu diperingatkan. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Allah mengadakan contoh perumpamaan “Shirathol Mustaqim (suatu jalan yang lurus). dan pagar itu adalah Hududullah (Batas-batas Hukum Allah). Dan berda’wah dengan menjadi Nadzir adalah lebih berat karena pasti akan melawan arus pemikiran.

sehingga mereka lalai. Menurut Al-Qurthubi. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.Senada dengan ayat ini. Menurut Qatadah dan Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah kepada Kaum manapun. mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk”. Fakta sejarah menunjukkan bahwa masa antara berakhirnya Kenabian Isa as hingga kedatangan Nabi Muhammad saw. Sehingga masa ini dikenal sebagai Zaman Fatrah ( ) 3. (QS. ada ikhtilaf diantara para Ulama. 32 As-Sajdah : 3) 14 . Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. sampai masa kenabian Muhammad saw. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. adalah : Bangsa Arab dan Kaum-kaum lain yang belum pernah bapak-bapak mereka didatangi seorang Rasul yang memberi peringatan kepada mereka. Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu. adalah : “Kaum Qurays”. (QS. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu (Muhammad) . Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsirnya. 35 Fathir : 24) Sementara arti kata “Qowman” (Kaum) dalam ayat diatas. (QS 34 Saba : 44) “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya". ayat yang semakna dengan ayat ini adalah : “Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu (Muhammad) seorang pemberi peringatanpun”. 2. yakni : 1. sebagian besar Ulama Tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud kaum disini adalah : Bangsa Arab. Karena sejak zaman Nabi Ismail as. belum ada seorang Nabi dan Rasul pun yang memberi peringatan kepada mereka (Kaum Quraisy).

Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya : “Mana dia (Muhammad) ?”. Abu Jahl bersumpah dengan mengatakan : “Jika aku melihat Muhammad sedang sholat.MAYORITAS ORANG KAFIR DIAZAB ALLAH (QS. : “Bahwa Abu Jahl berkata : Kalau aku bertemu dengan Muhammad. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”. karena mereka tidak beriman”. Maka 15 . Ketika Abu Jahl mengangkat batu. makna ayat ini adalah “Telah pasti azab atas kebanyakan mereka karena kekafiran mereka” Pada ayat ke-8 & 9. Ayat ini (QS 36 Yasiin : 8-9). Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl saat itu ditutup oleh Allah untuk melihat Nabi Muhammad saw” Menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya mengatakan ada riwayat bahwa : Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Jahl dan temannya dari Bani Mahzun yang bernama Al-Walid bin Mughiroh. lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. 36 Yasin : 7. orangorang menunjukkan bahwa Muhammad berada di sisinya. Ketika Nabi Muhammad berada di sekitarnya. (QS. 36 Yasiin : 8-9) Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. pasti aku akan menghasutnya”. maka akan aku pecahkan kepalanya dengan batu. Lalu keduanya mendatangi Nabi saw saat beliau sholat. 36 Yasin : 7) Menurut Ibnu Jarir dalam Tafsir Ibnu Katsir dan As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain. maka tangannya menjadi lumpuh sampai ke lehernya dan batu tersebut menempel pada tangannya. Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasiin. Allah berfirman : “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. karena dia (Abu Jahl) tidak dapat melihatnya. 36 Yasin : 7-10) Dalam QS. diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ikrimah ra. (QS. maka karena itu mereka tertengadah.

Mereka bertanya: “Aku tidak melihat Muhammad. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat) Setelah Nabi saw agak jauh. Lalu seorang dari Bani Mahzum (Yakni Al-Walid bin Mughiroh) berkata : “Aku akan membunuhnya dengan batu ini”. Maka 16 . maka ia akan memakanku. Kedua orang tersebut mendengar suara beliau. Kemudian keduanya mendatangi beliau. batu yang menempel di tangannya itu terlepas.ketika ia kembali kepada teman-temannya dan memberitakan apa yang dia lihat. Penulis mendengar dari beberapa Kyai di Jawa. Ketika mereka berdua hendak melempar beliau dengan batu tersebut. “ . Beliau mengambil segenggam tanah kemudian ditaburkan di atas kepala mereka sambil membaca Surah Yasiin mulai dari awal sampai ayat ke-9. seperti ada anak sapi sedang menyambar-nyambar denngan ekornya. tetapi tidak dapat melihatnya. Setelah peristiwa itu tersebut. dia tidak bisa melihat beliau. Ternyata yang tidur adalah Ali bin Abi Thalib”. Antara aku dan dia terhalang oleh sesuatu. bahwa banyak para Kyai di masa penjajahan kerap kali membaca Surat Yasin ini khususnya ayat yang ke-9 sebagai cara untuk melepaskan diri dari kejaran musuh yang akan menangkap dan membunuhnya. Dari riwayat Ibnu Hisyam ini. yang berbunyi : (Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). datanglah seseorang pada mereka sambil bertanya : Sedang apa kamu berada di tempat ini ? Jawab mereka : “Kami sedang menunggu Muhammad”. Andaikan aku mendekatinya. Para Ulama di Indonesia sejak dahulu kala. Lalu mereka berdua kembali ke teman-temannya sambil memanggil-manggil mereka dalam keadaan buta dan tak dapat melihat. sebagai berikut : Dikatakan bahwa : “…………Ketika pemuda-pemuda pilihan (kafir Qurays) sedang bersiap untuk menghadang beliau saw. Jika Nabi Muhammad saw saja yang tentunya senantiasa dalam bimbingan wahyu dan dalam pengawalan para Malaikat. Ayat 1 sampai 9 dari Surah Yasiin ini pernah dibaca oleh Nabi Muhammad saw saat malam Hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Muhammad telah pergi dari tempat ini”. Kata orang itu : “Demi Allah. selalu menjadikan Surat Yasin ini sebagai wasilah memohon pertolongan Allah dalam kondisi-kondisi yang sulit dan genting. beliau membaca Surat Yasin ini di saat-sat yang kritis seperti di malam Hijrah beliau ke Madinah. beliau saw keluar dari pintu itu tanpa sepengetahuan mereka karena mereka terlelap semuanya. setiap Abu Jahal bermaksud buruk pada Rasulullah saw. Mereka melihat kedalam rumah Nabi dan mereka kira Nabi masih tidur. sebagaimana diriwayatkan dalam Shirah Ibnu Hisyam. tetapi aku mendengar suaranya. di saat beliau sedang sholat. maka Allah membutakan mata mereka. kita makin bertambah yakin tentang kemu’jizatan dari surat Yasin ini. di depan pintu rumah Nabi.

pada umumnya keluar dari dunia dalam keadaan kufur. Mengapa peringatan tidak bermanfaat bagi mereka adalah karena pada hakekatnya Allah telah mematikan hati mereka untuk dapat menangkap kebenaran 17 . Sesungguhnya orang yang 3 (tiga) perkara itu terdapat dalam hatinya. Pada ayat ke-10. kecuali orang yang menemukan keberuntungan”. dosa apakah yang dikhawatirkan dapat merobekkan iman ? Lalu beliau menjawab : “Meninggalkan syukur atas iman. 2 Al-Baqoroh :6-7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka. ayat ini semakna dengan QS. menjadi makin menambah keyakinan kita akan kebenarannya. mereka tidak akan beriman”. Allah berfirman : “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka.perilaku ummatnya yang memohon pertolongan Allah dengan memperbanyak membaca Surat Yasin yang agung ini. Ali Chasan Umar dalam bukunya Alam Kubur (Alam Barzakh) digali dari Al-Qur’an dan Hadits. yang merupakan tasliyyah (hiburan) kepada Nabi saw. Menurut Ibnu Katsir. Mengapa demikian ? Karena saat naza (koma) adalah kondisi yang kritis ditinjau dari kacamata keimanan. Imam Hanafi pernah ditanya. hilangnya rasa takut kepada Allah di akhir umurnya dan berbuat aniaya kepada banyak hamba Allah. dan penglihatan mereka ditutup. Dengan dibacakan surat Yasin. maka pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan perilaku Prof DR. yang menginginkan semua manusia itu beriman. M. Dengan pertimbangan qiyas di atas. yang percaya dengan penuh keyakinan bahwa ruh dapat keluar dengan mudah jika dibacakan surat Yasin di dekat orang yang sakaratul maut. apalagi di saat-saat yang kritis adalah dapat dibenarkan oleh syara’ atas dasar Qiyas. Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang kafir. mudah-mudahan orang yang sedang sakaratul maut tadi tergolong orang yang beruntung. pernah mengatakan bahwa : “Banyak sesuatu yang bisa merobekkan iman seorang hamba di waktu naza. Imam Hanafi menurut Drs. mereka tidak akan beriman. Hamka yang sudah kami ungkapkan di bab fadhilah Surat Yasin. kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan. Dan bagi mereka siksa yang amat berat”. sama saja bagi mereka.

hingga mereka menyaksikan azab yang pedih”. Itulah “Hidayah” yang merupakan hak “prerogative” Allah untuk memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. bertitik hitamlah di dalamnya. Nabi saw bersabda : “Ujian (fitnah) itu selalu ditawarkan kedalam hati manusia. tetapi Allah memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang dikehendaki-Nya” (QS. tidak mengenal ma’ruf dan tidak menolak mungkar”. sebagaimana ayat diatas. meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu. Dalam Tafsir Ibnu Katsir. tidaklah akan beriman. 28 Al-Qashash : 56) Sedang secara “sareat” adalah karena dosa-dosa yang mereka perbuat. yang putih bagaikan marmar putih. Sehingga ada dua bentuk hati. bahwa. Juga karena bagi mereka telah terdahulu ketentuan Allah di Lauh Mahfudzh bahwa mereka adalah orang yang kafir. Maka yang mana yang termakan oleh hati. Abu Thalib. ada Hadits Nabi dari Hudzaifah ra. mati sebagai orang kafir. Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai. (QS. 36 Yunus : 96-97) 18 . Sebab dosa akan menggelapkan hati menutupi jalannya nur hidayah.Ilahiyyah. satu persatu bagaikan daun tikar sehelai-sehelai. Sedang yang kedua yang yang hitam kelam bagaikan dandang periuk nasi yang terbalik. yang tidak terpengaruh oleh fitnah yang bagaimanapun juga selama ada langit dan bumi. paman Nabi Muhammad yang teramat banyak jasanya kepada beliau saw. Dan tiap hati yang menolaknya bertitik putih.

sehingga tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Sedang menurut Qotadah dalam Tafsir Qurthubi. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. (QS 36 Yasiin : 11-12) Ayat ke-11 ini merupakan penegasan bahwa da’wah hanyalah bermanfaat bagi orang yang mengikuti dan takut kepada Allah meski pun Allah tidak terlihat dengan nyata (Ghoib) bagi manusia. Ibnu Katsir dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam Tafsirnya. maka manusia kembali hidup di alam Qubur untuk empertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Tidak terlihatnya Allah bagi manusia karena Dia (Allah) adalah Dzat Non Materi. 19 . Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. yang ditandai dengan lepasnya ruh dari badan. yang berbunyi (Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati). menurut Al-Qurthubi. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.PERINGATAN HANYA BERMANFAAT BAGI ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH (QS 36 Yasin : 11-12) Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. Permulaan ayat ke-12. adalah Al-Qur’an. yang dimaksud dengan ayat (Dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya) adalah : Dia senantiasa takut kepada-Nya (Allah) meski tidak terlihat oleh manusia manapun yakni saat berada dalam kesendirian. menunjukkan bahwa setelah kematian seseorang di dunia. Sebab kata yang artinya adalah “peringatan”. Oleh karena itu mustakhil Dia tampak bagi manusia di dunia ini.

bahwa sababun nuzul ayat ke-12 ini menurut riwayat At-Tirmidzi dengan sanad Hasan dan Al-Hakim dengan sanad Shahih yang bersumber dari Abi sa’id Al-Khudri ra dan riwayat AtThabrani dari Ibnu Abbas ra. terdapat Hadits Nabi saw untuk memberi pengertian yang lebih luas dalam memaknai penggalan ayat ke-12 yang berbunyi : (Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan). Mereka menjawab : “Benar. 20 .Ahmad dari Jabir bin Abdullah ra. : “Bani Salamah bertempat tinggal di pinggir kota Madinah dan ingin pindah ke dekat Masjid. Menurut Ibnu Katsir. ya Rasulullah. tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka”. Dan barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang jelek. Setelah turun ayat ini Nabi saw menasehati Bani Salamah tentang niat mereka pindah dari tempat tinggalnya dengan sabdanya : “Sesungguhnya bekas telapak kaki kalian menuju masjid dicatat oleh Allah SWT. ingin berpindah ke sekitarnya guna mendekati masjid. Maka turunlah ayat ini (QS 36 Yasin : 12) yang menegaskan bahwa setiap ucap langkah dari seseorang itu dicatat oleh Allah. yakni Nabi saw bersabda : “Barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang baik. maka tatkala Rasulullah saw mendengar berita itu bertanyalah beliau kepada mereka : “Aku mendengar bahwa kalian ingin pindah mendekati masjid”. maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelah dia. Dalilnya : HR.Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. Lalu beliau bersabda : Wahai Bani Salamah. bahwa. yang menceritakan bahwa: Shahabat-shahabat Rasulullah dari Suku Bani Salamah yang bertempat tinggal jauh dari masjid. maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelah dia. Sebaiknya kalian jangan pindah dari tempat itu”. kami ingin berbuat demikian”. Oleh karena itu sebagian ahli tafsir. menurut Ibnu Katsir mengartikan (Bekas-bekas yang ditinggalkan). tanpa sedikitpun mengurangi pahala-pahala mereka. Rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu”. rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu. dalam ayat ini sebagai : “Bekas tapak kaki seseorang dalam perjalanannya ke tempat beribadah atau ke tempat bermaksiat”.

Sementara Imam Hasan Al-Bashri juga berkata : “Sesungguhnya di sisi Allah dalam Lauh Mahfudzh. Imam Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Salam yang berkata : “Tiada sesuatu yang ditentukan oleh Allah melainkan terdapat dalam Lauh Mahfudzh. Sehubungan dengan Lauh Mahfudzh pada penggalan terakhir ayat ke-12.Hadits yang lafalnya hampir sama juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Syarah Muslim. Allah menurunkan daripadanya sekehendak-Nya terhadap siapa yang dikehendaki dari makhluknya” 21 . Al-Qur’an atau yang sebelumnya dan yang sesudahnya”.

(QS. Mengapa mengambil ‘ibrah dari kisah itu adalah sesuatu yang penting ? Adalah karena karakter dari aktor yang kufur (ingkar) kepada Allah dan para Rasul itu dimanapun sama saja. agar beliau saw menyampaikan kepada penduduk Mekkah. lalu mereka mendustakan keduanya. Allah berfirman : “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. 36 Yasin : 13-14. demikian menurut Al-Mawardi dalam Tafsir Qurthubi. Sejarah dalam arti tempat dan manusia si pelaku sejarah tersebut memang tidak dapat berulang. (QS. Dan akibat dari kekufuran itu sama saja yaitu adzab dari Allah SWT. ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. sebuah kisah tentang nasib suatu negeri yang didatangi oleh 3 Rasul tetapi mereka mendustakannya. akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu. yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. Tapi ruh (spirit) nya tetap hidup. 36 Yasin : 13-17) Pada QS. 36 Yasin : 13-14) Khithab (seruan) ayat ini menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya. yang dibenarkan pula oleh Ibnu 22 .KAUM ANTHAKIYYAH QS. maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orangorang yang diutus kepadamu". dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. Ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama salaf dan khalaf. Agar nasib kaum tersebut dapat menjadi ‘ibrah (pelajaran) bagi Kaum Musyrikin Mekkah. kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga. Allah berfirman : “Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan. (yaitu) ketika Kami (Allah) mengutus kepada mereka dua orang utusan. 12 Yusuf : 111) Dan nama negeri yang dimaksudkan ayat diatas adalah Anthakiyyah. yang mengingkari kerasulan beliau. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat.

melainkan dengan seizin Allah. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firman-Nya pada QS.36 dan QS. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. untuk mendampingi dan memperkuat da’wahnya Nabi Musa as. yaitu : Shadiq. Wahab bin Munabih. Kemudian Allah mengirim 3 (tiga) orang utusan. Tetapi kemudian Allah mengutus pula Nabi Harun as. (QS. yang merupakan seorang penyembah berhala. 25 Al-Furqan : 35-36. tetapi kemudian diutus lagi yang ketiga untuk memperkuat dua utusan terdahulu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu`jizat. 20 Thaha : 9. maka apabila telah datang perintah Allah. Ka’ab al-Ahbar. Mula-mula Allah SWT hanya mengutus Nabi Musa as. Mashduq. mereka berkata : “Negeri tersebut (Anthakiyyah) memiliki seorang Raja yang bernama Anthiochos bin Anthiocos. Letak ikhtilaf (perbedaan) diantara para Ulama adalah pada : “Apakah para utusan (Rasul) yang disebutkan dalam ayat ini benar-benar Rasul Utusan Allah ataukah utusan Nabi Isa as ?” Pendapat pertama : Para Utusan Allah (Rasulullah) Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan dari Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. bahwa mereka adalah para Utusan Allah (Rasulullah). Diantaranya : 23 . Tetapi mereka mendustakan para utusan ini”. adalah sesuatu yang pernah terjadi pula dalam Kisah Fir’aun dan kaumnya yang didatangi oleh 2 (dua) orang Rasul. Sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu (Muhammad). Walaupun Ibnu Katsir sendiri dalam Kitab Qishahshul Anbiya lebih suka menyebutnya Kaum Yasin. Sedangkan fakta bahwa ke-3 (tiga) Rasul tersebut tidak disebutkan namanya dalam Al-Qur’an. tidaklah mengurangi nilai kerasulan mereka.Katsir dalam Tafsirnya. Karena banyak para Nabi dan Rasul yang nama mereka tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. 40 Al-Mu’min : 78) Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa mula-mula yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah itu hanya 2 (dua) orang Rasul saja. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ini jelas menurut Ibnu Katsir. dan Syalum.

Pendapat kedua : Utusan Nabi Isa as Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan bahwa Qatadah berpendapat bahwa : “Mereka adalah Utusan dari (Isa) Al-Masih”. menyertai dia sebagai wazir (pembantu). Yohana dan Bulis”. Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya”. teguhkanlah dengan dia kekuatanku”. Penjelasan ini makin memperkuat dugaan bahwa 3 (tiga) orang utusan kepada Kaum Anthakiyyah ini benar-benar Rasul (Utusan) Allah bukan sekedar utusan Nabi Isa as. Dan do’anya dikabulkan Allah. mengatakan : “Nama para utusan yang pertama itu adalah Syam’un. Allah berfirman : “Dan jadikanlah untukku (Musa) seorang pembantu dari keluargaku. Kemudian Kami berfirman kepada keduanya: "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". 20 Thaha : 24) Tetapi kemudian Nabi Musa berdo’a agar Harun. saudaranya. 24 . diangkat pula sebagai Rasul Utusan Allah untuk membantu da’wahnya. Sedangkan negeri itu bernama Anthakiyyah”. sesungguhnya ia telah melampaui batas". Ini juga merupakan pendapat Imam As-Suyuthi. (QS. 20 Thaha : 36) diperkenankan do’a “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya. Maka keduanya kemudian berda’wah kepada Fir’aun dan kaumnya. 20 Thaha : 29-31) “Allah berfirman: "Sesungguhnya telah (permintaan)mu. Demikian juga Ibnu Jarir dari Wahab dari Ibnu Sulaeman dari Syu’aib Al-Jiba’I. dalam Kitab Tafsir Jalalain. (QS. (yaitu) Harun. saudaraku. wahai Musa." (QS.“Pergilah (engkau wahai Musa) kepada Fir`aun.

Trinitas. dikatakan bahwa intisari ajaran Paulus ini adalah : 1. pendapat kedua ini sangat lemah. Ahmad Syalabi dalam Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. terutama berkaitan dengan nama Paulus atau yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Bulish atau Baulush. 3. melainkan juga untuk semua bangsa di dunia. Iskandariyyah. yang mereka (penduduk kota tersebut) tidak dibinasakan. Oleh karena itu menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. mereka beriman kepada Rasul yang diutus kepada mereka. maka bagi kita Ummat Nabi Muhammad saw. cerita ini juga berdekatan dengan kisah-kisah Kristen.Mengapa ? 1. dan setelah itu dibangun kembali hingga pada zaman Al-masih. termasuk Ketuhanan Al-Masih dan Roh Kudus. lalu mereka mendustakan dan akhirnya dibinasakan. 2. 4. Karena ketika Al-Masih mengirimkan 3 (tiga) orang utusan dari pengikutnya yang setia. tiga Tuhan dalam satu. yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an. Maka pendapat yang demikian tidak ditolak”. semuanya dibinasakan sebagaimana yang difirmankan Allah (Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja.Menurut Ibnu Katsir. yang harus kita tangkap dan menjadi fokus perhatian utama kita adalah “spirit” perjuangan da’wahnya untuk menjadi I’tibar bagi kita. Sementara penduduk negeri yang disebutkan di dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin : 29). Romiyah. Oleh karena itu ia merupakan salah satu dari 4 (empat) kota di negeri tersebut yaitu : Anthakiyyah. diutus kepada penduduk Anthakiyyah Kuno. Kemudian dalam pandangan Hamka. 25 . Lebih jauh lagi menurut Prof DR. dan setelahnya adalah AlQisthanthiniyyah. mirip dengan “Kisah Segala Rasul” dalam Kitab Perjajian Baru. Negeri Anthakiyyah ini terdapat di wilayah Turki. Paulus adalah tokoh terbesar yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan isi Kitab Injil. Siapapun mereka dari ketiga utusan yang disebutkan ayat-ayat diatas bukanlah tujuan utama yang dimaksudkan oleh Allah untuk mendapatkan perhatian dari kita. ia masuk ke dalam wilayah Syiria. AlQuds. Agama Kristen bukan hanya untuk Yahudi saja. Karena apa yang diajarkan Paulus sudah jauh menyimpang dari ajaran Nabi ‘Isa as. Karena Al-Qur’an tidak memberitahukannya secara gamblang siapakah mereka sebenarnya. Sebagaimana Ibnu Katsir. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. 2. bahwa : “Jika ketiga utusan yang disebutkan dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin). Yesus bangkit di alam arwah dan naik ke langit untuk duduk di kanan “Bapak” memerintah manusia. pendapat kedua ini pun dianggap sangat lemah. tetapi setelah Perang Dunia I. maka tiba-tiba mereka semuanya mati). menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. maka Anthakiyyah adalah negeri yang pertama kali beriman kepada Al-Masih pada saat itu. Wujud Yesus sebagai anak Tuhan dan turunnya ke bumi untuk mengorbankan dirinya demi menebus dosa manusia.

kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". yang biasa makan. dapat menjadi Rasul (Utusan) Allah. Mereka tidak percaya adanya wahyu yang telah diturunkan Allah yang menandai kenabian dan kerasulan mereka. yakni : 1. melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. (QS. dan adalah Tuhanmu Maha Melihat”. Bahwa tidak mungkin seorang manusia. 36 Yasin : 15 diatas. (QS. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas". 36 Yasin : 15-17) Mendengar seruan dari para Rasul bahwa mereka bertiga adalah Utusan Allah kepada Kaum Anthakiyyah. kaum yang kafir ini menyangkal dan menyatakan ketidakpercayaannya. Dalam Al-Qur’an. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. 25 Al-Furqan : 20) 26 . Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. tampak bahwa Kaum kafir Anthakiyyah ini beralasan dengan 2 (dua) hal. qarinah (indikasi) yang menunjukkan bahwa Kaum Anthakiyyah tidak percaya bahwa ada wahyu yang telah diberikan kepada para Rasul tersebut. adalah penggalan ayat yang berbunyi : “Dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun”. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun. 2. minum. berhubungan suami istri. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.Kemudian pada ayat ke-15 sampai 17. Dari QS. ada banyak ayat yang menjelaskan kekeliruan cara pandang kaum yang kafir ini terhadap seorang Rasul. Diantaranya Allah berfirman : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad). Maukah kamu bersabar?.

Tetapi proses lah yang dilihat. 27 . pada ayat ke-16. 2. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”. 13 Ar-Ra’du : 38) Mendengar penolakan dari Kaum Anthakiyyah ini. Bahwa fungsi dan tugas wajib seorang Rasul adalah untuk bertabligh. para Rasul ini berkata dengan penuh keyakinan bahwa : (Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah benar-benar orang yang diutus kepada kamu) Ayat ini merupakan pengulangan dari ayat sebelumnya . sang Rasul dapat dianggap telah melaksanakan tugasnya. yakni : 1. sebagai sang pemberi tugas da’wah kepada mereka. Sedangkan ayat ke-17. yang berbunyi : (Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas). Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu`jizat) melainkan dengan izin Allah. dimana Allah berfirman : (Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu) Adanya pengulangan ayat yang sedemikian rupa ditambah adanya “lam tawkid” pada kalimat di ayat ke-16. kembali memperkuat keyakinan kita bahwa mereka bertiga ini benar-benar utusan Allah. Sebab hidayah adalah milik Allah. Jika upaya untuk bertabligh dan mengajak orang ke jalan yang benar sudah dilakukan dengan berbagai cara kemudian dijalaninya secara terus menerus dalam rentang waktu yang panjang. Kemudian Keberanian 3 (tiga) orang utusan ini menyebut-nyebut Tuhan dalam ayat ke-16. (QS.“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. bukan sekedar utusan Nabi Isa as. adalah sebuah penegasan bahwa mereka benar-benar orang yang diutus. Dia akan memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. yakni ayat ke-14. Mengandung 2 (dua) pengertian. Bahwa hasil da’wah berupa dianutnya agama Allah oleh suatu kaum bukanlah menjadi tanggung jawab seorang Rasul. maka berarti apapun hasilnya.

mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. alat untuk merajamnya adalah dengan batu. sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami). 7 Al-A’raaf : 130-131) Sedang arti ‘merajam” dalam ayat di atas menurut Tafsir Qurthubi adalah membunuh. Jika argumentasi (hujjah) mereka 28 . Dan jika mereka ditimpa kesusahan. Sikap represif orang kafir yang demikian ini juga pernah dipertontonkan oleh Kaum-Kaum lain yang menentang para Nabi. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. 36 Yasin : 18-19) Pada QS. sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah. akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. (QS. para Rasul berda’wah memberi peringatan selama 10 (sepuluh) tahun. niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".PENOLAKAN KERAS KAUM ANTHAKIYYAH TERHADAP DA’WAH PARA RASUL (QS. menurut Muqatil dalam Tafsir Qurthubi adalah tertahannya hujan selama 3 (tiga) tahun di negeri tersebut. Persis sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir`aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buahbuahan. mereka berkata: "Ini adalah karena (usaha) kami". supaya mereka mengambil pelajaran. mereka timpakan kesialan ini kepada para Rasul. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran. 36 Yasin : 18. Ketika hujan tidak turun-turun. Ketahuilah. Nasib malang yang dimaksud ayat ini. Menurut Tafsir Qurthubi. Menurut Tafsir Jalalain dan Qatadah dalam Tafsir Ibnu Katsir .

mungkinkah hal itu terjadi ? DR. maka ia dipastikan turun di kawasan bumi yang lainya”. karena keduanya baru ditemukan pada abad ke-20. Rernat Kosim. Sehingga jika di suatu daerah tidak turun hujan.sudah dikalahkan. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka memperoleh kebaikan. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu (penduduk Anthakiyyah) adalah kaum yang melampaui batas". 36 Yasin : 19) Maksud ayat ini bukanlah dalam pengertian hakekat perkara. Meski hakekatnya dari Allah SWT. bahwa baik dan buruk perkara itu memiliki hubungan kausalitas (sebab akibat). Melainkan karena 29 . dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". bahwa di negeri ‘Anthakiyyah selama 3 tahun tidak turun hujan. maka demi mempertahankan eksistensinya. mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah". pakar fisika Unram mengatakan : “Bahwa siklus air di bumi itu jumlahnya tetap. para Utusan itu berkata : “Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. misalnya karena perubahan temperature udara akibat pemanasan global akan berpengaruh terhadap proses kondensasi dan demikian pula makin membesarnya lubang ozon akan berdampak terhadap curah hujan yang tidak teratur. mereka tidak akan segan-segan melakukan cara-cara kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain. Mendapat penolakan keras dari penduduk Anthakiyyah ini. Melainkan Allah mengingatkan kita. Demikianlah yang terjadi di segala tempat di bumi ini dan di segala zaman hingga saat ini. Tetapi pada masa Kaum Anthakiyyah. Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". (QS. 4 An-Nisaa : 78) Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa jika siklus air terganggu. barangkali tidak turunnya hujan sampai 3 (tiga) tahun tersebut bukanlah karena pemanasan global atau membesarnya lubang ozon. kemana sebenarnya perginya air hujan itu. Berdasar pendapat Muqatil dalam Tafsir Qurthubi di atas. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS.

Sebagaimana HR. Dan aku berlindung kepada Allah. Diantaranya tentang Bani Israil dan Kaum Saba. Diperkuat oleh HR. janganlah hendaknya terjadi di zaman kamu. tidaklah hujan akan turun. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya seseorang benar-benar dapat tertahan rizqinya karena dosa yang dilakukannya dan tiada sesuatu yang dapat menolak taqdir selain do’a. dan janganlah hendaknya kamu mendapatinya. 3. Sehingga kalau bukanlah Tuhan kasihan kepada binatang-binatang. pastilah mereka akan dikuasai oleh musuh-musuh mereka. Dan apabila mereka telah membekukan Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. 4. sehingga musuh itu mengambil sumber yabng ada dalam tangan mereka sendiri. Dari Hadits ini ada 2 macam dosa yang dapat menahan turunnya hujan yakni : Tidak ditunaikannya kewajiban zakat dan perilaku curang dalam bisnis dengan mengurangi ukuran dan timbangan. Adapun yang lima ialah : 1. Al-Hakim dari Abdullah bin ‘Umar ra. pastilah Allah akan menjadikan selalu akan berkelahi diantara sesama mereka”. Apabila suatu kaum sudah berlaku curang pada ukuran dan timbangan akan terjadilah kemarau panjang dan kesukaran bahan makanan dan kedzaliman penguasa. Apabila zina telah terang-terangan pada suatu kaum. 5. bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : “Bagaimana sikapmu apabila kelak terjadi pada kamu yang lima macam. Apabila suatu kaum telah menghalangi mengeluarkan zakat. akan terjadilah thaun dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah dikenal di zaman nenek moyang mereka. Ahmad) Bahwa dosa berdampak buruk kepada rizqi dan menjadi faktor pendorong terjadinya bencana. 2. Ahmad dari Tsaubah ra. Dan apabila para penguasa telah memerintah tidak dengan peraturan yang diturunkan Allah. Dan tiada yang dapt menambah umur selain perbuatan baik” (HR. bahkan bertebaran pula pada berbagai ayat Al-Qur’an.perilaku mereka yang berlumuran dengan dosa. dijumpai bukan hanya dalam Hadits. Allah berfirman : 30 . ditahanlah hujan turun dari langit.

Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami".“Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". dan mereka menganiaya diri mereka sendiri. (QS. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas”. 34 Saba : 15-19) 31 . maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. (QS. beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”. maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit. Tetapi mereka berpaling. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu). Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. 5 Al-Maidah : 58) “Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. Yang demikian itu. Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya.

KISAH HABIB AN-NAJJAR SEBAGAI SHOHIBU YASIN (QS. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Allah berfirman : “Dan datanglah dari ujung kota. ikutilah utusan-utusan itu. Ia bergegas dari ujung kota untuk mengingatkan kaumnya seraya 32 . Bahkan ikut mengajak kaumnya untuk mengikuti seruan da’wah mereka. Dan menurut Ibnu Abbas ra. 36 Yasin : 20-27) Pada QS. Semua hujjah (argumentasi) mereka sudah dikalahkan dan kaum kafir ini sudah berencana membunuh para Rasul. ia dikenal sebagai Shohibu Yasiin. 36 Yasiin : 20-25) Ayat ini adalah sebuah episode tatkala situasi sudah sangat gawat. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. dalam Tafsir Ibnu Katsir. Ia bernama Habib An-Najar. jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku. ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu. Menurut sebagian Ulama. laki-laki ini adalah satu-satunya penduduk Anthakiyyah yang beriman kepada para Rasul tersebut. seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku. Ketika perdebatan antara para Rasul dengan Kaum Kafir Anthakiyyah ini mencapai puncaknya. 36 Yasin : 20-25. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya. (QS. maka datanglah seorang laki-laki yang lari bergegas dari ujung kota untuk membela para Rasul ini. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

Qudha’I yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. maka selanjutnya dapat dipastikan bahwa ajaran yang dibawa oleh para Rasul ini pun jauh dari interpensi kepentingan duniawi. Para Rasul ini adalah orang yang beroleh Hidayah Allah. tetapi ia dibunuh oleh kaumnya sendiri” b. ternyata kaum Ibnu Ishaq menceritakan dari sebagian shahabatnya. bahwa ia seorang tukang kayu. apalagi dengan menghalalkan segala cara. Ini menunjukkan bahwa upah yang dicari oleh para utusan ini bukanlah pamrih duniawi. sebagaimana firman-Nya pada QS. hakekatnya ia telah diperdaya oleh syetan. yakni bahwa : 1. tatkala beliau ditawari oleh Kaum Qurisy dengan kemewahan dunia atau jabatan dan kekuasaan agar beliau saw menghentikan da’wahnya. dari Ibnu Mas’ud ra. 31 Luqman : 33.memperlihatkan keimanannya secara Anthakiyyah justru membunuhnya. dari Ashim Al-Ahwal dari Abu Mujalaz. Menurut Ats-Tsauri dalam Tafsir Ibnu Katsir. bersabda. Dalam QS. mencari popularitas. Ia akan jauh dari upaya memperkaya diri sendiri. Diperkuat oleh HQR. Para Rasul ini tidak meminta upah dari seruan da’wahnya 2. 36 Yasin : 21 di atas. terang-terangan. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa terperdaya oleh gemerlapnya dunia. melainkan rido Allah. Ada yang berpendapat ia seorang tukang tenun. Allah berfirman : “Tiada amalan yang mendekatkan seorang hamba mu’min kepada-Ku dengan seperti zuhud kepada dunia”. Jika demikian adanya. dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. sehingga jauh dari kebenaran. ia mengatakan : “Nama orang itu adalah Habib bin Siri”. dalam Qishashul Anbiya : “Dia adalah seorang yang banyak bershodaqoh. Allah berfirman : “Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu. Sebagaimana yang terjadi pada diri Rasulullah saw. bahwa Rasulullah saw. yang berarti tidak zuhud. Imam Nawawi. ditolak oleh beliau. Kebenaran 33 . Mengapa pendekatan ini dilakukan oleh Habib An-Najjar. Menurut Ibnu Abbas ra. ia mengatakan : “Mereka (Kaum Anthakiyyah) menginjakkan kaki pada tubuhnya (Habib An-Najar) hingga tulang punggungnya keluar”. Siapakah Habib An-Najar itu ? Para Ulama berkata : a. Kemudian dikatakan. barangkali karena lazimnya orang yang zuhud kepada dunia lebih dekat kepada kebenaran. mengutip surat Luqman ini dalam kitab Riyadhus Shalihin pada bab zuhud kepada dunia. Ada juga yang mengatakan bahwa ia seorang tukang sepatu” Ada dua poin penting yang diserukan Habib An-Najjar kepada Kaum Anthakiyyah untuk mengajak mereka beriman kepada para utusan ini.

sekaligus merupakan dalil bahwa Kaum Anthakiyyah memang penyembah berhala. (QS. Adalah ungkapan Habib An-Najjar dalam menanggapi ajakan orang kafir untuk kembali kepada agama berhala yang dianut oleh penduduk Anthakiyyah.Ilahi meski pahit sekalipun akan disampaikannya. Menurut Qatadah dalam Tafsir Qurthubi dan Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin dikatakan bahwa : “Ketika kaumnya mendengar ucapan Habib An-Najjar itu. Jika bukan. sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya”. Sedang menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dikatakan bahwa sebenarnya ungkapan tersebut memiliki makna yang dalam dan itu merupakan sebuah sindiran kepada kaumnya. Itulah orang yang beroleh hidayah Allah. Begitu terhunjamnya keimanan dalam dirinya. Sebab jika itu terjadi. Lalu Habib AnNajjar berkata. Maka tersesatlah ia. Sebagian pendapat mengatakan bahwa mereka melaporkannya kepada Raja Anthakiyyah. Dan Raja menanyainya. Oleh karena itu para Rasul tersebut amat layak untuk diikuti oleh Kaum Anthakiyyah. Sedang penggalan ayat ke-23. yang berbunyi : “Jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku. sebagaimana firman-Nya pada ayat ke-25. ia tidak takut oleh kemungkinan buruk yang akan ditimpakan oleh kaumnya. maka tak ada seorang pun yang sanggup menolaknya. mengapa harus menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah ? Penggalan awal ayat ke-23 ini. karena tentunya mereka pun diciptakan oleh Allah. mereka berkata kepadanya : “Engkau telah menyalahi agama kita dan mengikuti agama utusan-utusan itu ?”. 36 Yasin : 22-23) Argumentasi yang disampaikan oleh Habib An-Najjar kepada kaumnya dengan mengatakan : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku” adalah untuk menggugah kesadaran nurani bahwa karena Allah yang telah menciptakan dirinya. maka adalah wajar jika ia menyembah kepadaAllah sebagai bukti kesyukuran kepada karunia-Nya tersebut. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?”. Justru yang ia khawatirkan adalah keburukan yang akan ditimpakan oleh Allah kepada dirinya jika ia berlaku kufur dengan mengikuti agama berhala. Artinya jika mereka masih merasa sebagai manusia yang berakal. mungkinkah berhala-berhala yang mereka pertuhankan itu adalah yang menciptakan mereka ?. 34 .

(QS. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Ia (Habib An-Najar) berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. setelah pernyataan ini. (QS. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Allah berfirman : Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. adalah iqrar syahadatnya yang diucapkan dengan penuh keyakinan dan yang diperdengarkannya kepada semua orang ketika itu. Kaum Anthakiyyah mulai melakukan penyiksaan kepada Habib An-Najjar hingga akhirnya membunuhnya. (QS. 10 Yunus : 107) “Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu. 36 Yasiin : 26-27) 35 . Allah menceritakan nasib Habib AnNajjar yang amat baik. 6 Al-An’am : 17) Puncak dari keberanian Habib An-Najjar.Ayat Qur’an yang senada dengan ayat ini adalah : “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. Allah berfirman : “Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". 36 Yasin : 25) Menurut Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin-nya . (QS. Bahwa ia benar-benar telah memeluk agama Allah dan menjadi pengikut para Rasul. karena ia gugur sebagai syuhada. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. Kemudian pada ayat ke-26 dan 27. Allah SWT menganugerahinya dengan surga. maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Abu Dawud. Al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. yakni : 1. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka. Diantara dalilnya adalah : HR. mengatakan Abu Umar bin Abdul Barr berkata : “Ruh para Syuhada berada di sorga sedang orang mu’min umumnya berada di sekitar kuburannya” Masih dalam Kitab yang sama. dalam topik tentang “Sebelum Qiyamat apakah ruh itu di langit ataukah di bumi ?”. (QS. dalam Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. dikatakan : “Ruh orang mu’min itu berada di sisi Allah di surga. Benar-benar langsung masuk sorga tanpa melalui Alam Barzakh (Alam Qubur) terlebih dahulu. bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. baik ia syuhada atau bukan syuhada setelah ia lepas dari tanggung jawab dosa besar atau hutang dan ia telah mendapatkan ampunan dari Allah”. Ahmad. sampai menghampiri lampu mas dibawah 36 .Ayat ini merupakan ungkapan kegembiraan dari Habib An-Najar terhadap karunia nikmat yang Allah berikan kepadanya. Rasulullah saw bersabda : “Allah menjadikan arwah saudara-saudaramu yang gugur dalam Perang Uhud sebagai burung-burung hijau yang mengunjungi sungai sorga dan makan buah-buahannya. menurut Madzhab Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah. Diriwayatkan pula oleh Tirmidzi dari Jabir ra. dalam firman-Nya : “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. 3 Ali Imran : 169-171) Tentang ayat ada ikhtilaful ulama. dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”. Dalam Kitab Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim karya Ibnul Qayyim Aj-Jauziy. Hal ini sebagaimana pujian Allah kepada para Syuhada Uhud.. bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Tirmidzi) 2. dalam Dala’il An-Nubuwwah mengatakan bahwa: Disebutkan dalam hadits shahih dari Sulaeman At-Taimi dan Tsabit AlBanani dari Anas bin Malik ra. Al-Baihaqi) 37 . HR. yang menceritakan keadaan para syuhada”. mengatakan : “Sementara itu arwah para syuhada diberi hak penuh dan sangat leluasa untuk beraksi. mereka berkata : Alangkah baiknya jika kawan-kawan kita mengetahui apa yang telah Allah berikan untuk kita. Ketika mereka mendapatkan makanan enak. Abu Dawud. Al-Hakim. khususnya Nabi Muhammad saw. Abu Ya’la dan Al-Bazzar) 2). hanya sudah mendapatkan terlebih dahulu sebagian dari kenikmatan surga. DR. lalu bernaung di bawah naungan lampulampu di bawah ‘Arasy. dengan rijal (sanad) Abu Ya’la itu tsiqat (dapat dipercaya) yang bersumber dari Anas bin Malik ra. Mereka dapat berjalan-jalan melancong di surga sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Al-Baihaqi. ketika ia (Musa) sedang berdiri melakukan shalat di kuburnya” (HR. HR. Dalil : 1). Maka turunlah ayat QS. Ahmad. Rasulullah saw bersabda : “Para Nabi itu hidup di dalam kuburannya seraya melakukan shalat” (HR. 3 Ali imran : 169 diatas. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam Kitab Mafahim Yajib An-Tushahhah dalam topik tentang “Kehidupan para Nabi di alam Barzakh”. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Aku pernah mendatangi Musa pada malam aku diisra’kan di Al-Katsiib Al-Ahmar (bukit pasir merah). minuman yang lezat dan tempat tidur yang empuk.naungan ‘Arasy. Allah berfirman kepada mereka : “Aku akan sampaikan hal kalian kepada mereka”.Muhammad bin Alwi Al-Maliki mengatakan : “Sesungguhnya kehidupan sebenarnya bagi para Nabi. Abu Ya’la dan Al-Bazzar. di alam Barzakh merupakan kehidupan yang lebih sempurna dan lebih tinggi nilainya”. Demikian menurut riwayat yang shahih” Dalam topik dan kitab yang sama. Tetap berada di Alam Barzakh. DR. sehingga mereka tidak segan untuk berjihad dan tidak mundur dari peperangan”. (HR.

AKHIR DARI KEHIDUPAN KAUM ANTHAKIYYAH (QS. adalah hal yang logika sains dapat menerimanya. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja. 36 Yasin : 28-29. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. ayat ini dapat dibuktikan kebenarannya. Maka adanya suara teriakan yang dapat mematikan seisi negeri. 36 Yasiin : 28-29) Setelah Habib An-Najar meninggal dunia. akan memiliki efek yang lebih besar lagi. yang memiliki tekanan bunyi sebesar 120 deciBel. Menurut sebagian ulama termasuk Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. Pada ayat ke 30-32. Maka suara roket yang tinggal landas. bahwa membinasakan mereka (Kaum Anthakiyyah) yang kufur dan durhaka adalah amat mudah. Jika suara Halilintar saja. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. Allah berfirman : “Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. 36 Yasin : 28-32) Pada QS. ayat ini untuk menunjukkan tentang Kekuasaan Allah yang amat besar. Allah berfirman : 38 . yang tekanan gelombang bunyinya sebesar 170 dB. Allah mengazab Kaum Anthakiyyah dengan hanya satu teriakan saja tanpa perlu mendatangkan balatentara Malaikat untuk mematikan mereka semuanya. maka tiba-tiba mereka semuanya mati” (QS. para ahli tafsir mengatakan : “Allah Azza wa Jalla mengutus kepada mereka Malaikat Jibril. Secara ilmiah. cukup untuk membunuh penduduk seisi kota. Teriakan satu Malaikat saja. maka seketika itu juga mereka mati”. lalu ia membuka pintu gerbang negeri mereka seraya berteriak dengan satu kali teriakan. bahkan dengan suatu cara yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.

“Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami” Arti kata “al-hasrah” dalam ayat ke-30, menurut Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsirnya adalah : sangat menyesal. Menurut Ibnu Katsir, ayat ini berbicara tentang penyesalan dari penduduk Anthakiyyah di akherat kelak saat mereka melihat dengan nyata siksaan dan azab Allah untuk mereka. Menurut Ikrimah, penyesalannya itu merupakan penyesalan yang amat mendalam. Dan penyesalan pada saat itu tidak memberi manfaat apapun selain kerugian. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya, yang dimaksud dengan ummat sebelum mereka yang telah dibinasakan pada ayat ke-31 adalah : “Kaum Nuh, Kaum ‘Aad, Kaum Tsamud, Kaum Rass, dan lain-lain yakni kaum yang diturunkan sebelum perode Taurat” Dasarnya adalah firman Allah :

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. (QS. 28 Al-Qashash : 43) Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Al-Bazzar dari Auf Al-‘Arabi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia mengatakan : “Allah tidak membinasakan suatu kaum dengan adzab dari langit atau dari bumi setelah diturunkannya Taurat ke muka bumi selain sutu Negeri yang penduduknya dirubah menjadi kera. Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah SWT berfirman “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu” Dan Kisah Kaum Yasin (Anthakiyyah) ini oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Qishashul Anbiya ditempatkan dalam urutan periode kisah sebelum Kisah Nabi Musa as. Ini menunjukkan bahwa periode kehidupan Kaum Anthakiyyah yang terdapat dalam Surat Yasin ini adalah Anthakiyyah Kuno sebelum zaman Nabi Musa Sedang ayat ke-32, menegaskan bahwa Kaum Anthakiyyah yang kafir yang telah terbunuh ini, kelak di Yaumul Ba’ats akan dikumpulkan lagi di Mahsyar, untuk mempertanggung jawabkan semua tindak kejahatan mereka.

39

KRITERIA SEORANG RASUL
(BELAJAR DARI KISAH PARA UTUSAN DI NEGERI ANTHAKIYYAH)
Kisah Kaum Anthakiyyah, secara lengkap terdapat pada QS. 36 Yasin : 13-32, sebagai berikut :

40

13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka; 14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu". 15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". 16. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. 17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". 18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". 19. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas". 20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,. 21. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. 22. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? 23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? 24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. 25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku. 26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, 27. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". 28. Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. 29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati. 30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. 31.Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. 32. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

41

Misalnya : Nabi Hud hanya untuk Kaum ‘Aad (di Yaman) saja.16) 2. Diutus kepada kaum tertentu (QS. Allah berfirman : “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil. 36 Yasiin : 13. 36 Yasiin : 15) 3. 61 As-Shaff : 6) Kriteria ke-2 : “Seorang manusia” Penolakan Kaum Anthakiyyah terhadap seruan da’wah 3 (tiga) utusan ini. 34 Saba : 28) Sedangkan Nabi dan Rasul lain. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”. 36 Yasiin : 17) 5. Seorang manusia (QS. Kecuali Nabi Muhammad saw yang diutus bagi seluruh ummat manusia dan untuk seluruh bangsa di dunia. Mengajarkan Tauhid (QS. (QS. (QS.Dari rangkaian ayat-ayat dalam Surat Yasiin ini dapat difahami bahwa diantara kriteria seorang Rasul Utusan Allah adalah : 1.14. Tugasnya bertabligh (QS. terutama karena yang datang hanyalah manusia sebagaimana mereka. sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu”. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. 36 Yasiin : 21) 6. Diberi wahyu (QS. hanya untuk Bani Israil saja. 36 Yasin : 15) 4. Hud”.. (QS. Tidak menerima upah dan shodaqoh (QS. sebagaimana firman-Nya : “Dan kepada kaum `Aad (Kami utus) saudara mereka. wilayah da’wahnya bersifat lokal dan terbatas. Yasiin : 22-23) Kriteria ke-1 : “Diutus kepada kaum tertentu” Semua Nabi dan Rasul sebelumnya hanya diutus bagi Kaum atau Negeri tertentu saja. Sebagaimana firman-Nya : 42 . Sebagaimana firman-Nya : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus kamu (Muhammad). 11 Hud : 50) Sedangkan Nabi Isa as. sebenarnya merupakan gejala universal.

kecuali perkataan mereka: "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?" (QS. seorang Rasul wajib menyampaikannya. harus menghadapi Fir’aun dan balatentaranya yang terus mengejarnya hingga ke Laut merah. 2 Al-Baqarah : 213) Kriteria ke-4 : “Tugasnya bertabligh” Tabligh (menyampaikan Wahyu dan Kebenaran) menurut Madzhab Aqidah Ahlus sunnah Wal Jama’ah versi Asy’ariy dan Al-Maturidiy. Karena kebenaran hakiki yang akan membawanya kepada jalan yang lurus. Nabi Zakariya as. (QS. bahwa Allah SWT senantiasa mengutus seorang Nabi dan Rasul bukan dari golongan Malaikat melainkan dari kalangan manusia. (QS 14 Ibrohim : 4) Kriteria ke-3 : “Diberi wahyu” Seorang Rasul adalah orang yang ditugaskan mengajari ummat manusia untuk mengenal kebenaran dan membimbingnya ke jalan yang lurus. Sebagaimana firman-Nya : “Manusia itu adalah umat yang satu. 17 Al-Isra : 94) Padahal jika mereka mau memperhatikan sejarah kaum lain nampak dengan jelas bahwa sudah merupakan Sunnatullah.“Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya. Nabi Ibrohim as. dan Nabi Harun as. Allah berfirman : “Kami tidak mengutus seorang rasulpun. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan”. merupakan sifat wajib bagi Nabi dan Rasul. maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Yang berbicara dengan bahasa kaum tersebut. Itulah sebabnya setiap Rasul pasti diberi wahyu oleh Allah. Mustakhil ia bisa melakukan tugas sucinya ini tanpa bimbingan wahyu. meski nyawa taruhannya. Seberat apapun resiko yang harus ia hadapi. 43 . melainkan dengan bahasa kaumnya. supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka”. Nabi Musa as. Itulah wahyu. sehingga apa yang dida’wahkan menjadi dapat dimengerti dengan mudah. hanya dapat diperoleh dari Allah SWT. dan Allah menurunkan bersama mereka (para Nabi) Kitab dengan benar.harus dilemparkan ke dalam kobaran api Raja Namruj dari Babilonia (Mesopotamia). (Setelah timbul perselisihan).

dan kami menyampaikan kepadamu apa yang disampaikan banyak orang”. HR. dan lain sebagainya. sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Ahmad. dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan”. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. sematamata atas perintah Allah SWT. (QS. Ia diutus ke suatu kaum untuk menyampaikan wahyu dan membimbing kaum tersebut ke jalan yang benar. Kemudian salah seorang diantara kami berkata : “Wahai Rasulullah saw. (QS. 5 Al-Maidah :67) Kriteria ke-5 : “Tidak menerima upah dan shodaqoh” Seorang Rasul adalah manusia pilihan Allah. (QS.bahkan harus menjadi syuhada karena dibunuh kaumnya yang kafir. Muslim Dari Mutholib bin Rabi’ah bin harits bin Abdul Muthalib bahwa dia dan Fadlol bin Abbas pergi menghadap Rasulullah saw. Sehingga tidak mungkin ia akan meminta upah atas tugas kenabiannya tersebut. Dalil Umumnya : “Hai Rasul. sebagaimana orang lain mendapatkannya. Sebagaimana firman Allah : “Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas da`wahku. 42 Asy-Syuraa : 23) Disamping tidak menerima Ujrah (Upah). berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya”. Dan hal tersebut telah ia fahami sejak pertama kali ia diangkat oleh Allah sebagai seorang Rasul. agar kami mendapat manfaat dari zakat itu. Rasulullah saw bersabda : “Sesunggunya shodaqoh itu adalah kotoran manusia” 2. Nabi saw bersabda : “ Sesungguhnya shodaqoh itu tidak layak bagi Muhammad. HR. kami datang kepadamu agar engkau memberi perintah kepada kami tentang sedekah ini. dan tidak layak pula 44 . Sebab Zakat merupakan “Kotoran” manusia. Nabi saw pun haram (tidak menerima) Zakat dari siapapun. 38 Shad : 86) Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dalilnya : 1. Muslim.

sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang. (Al-Hadits) 45 . Tetapi Nabi Muhammad saw mendapatkan harta ghonimah (rampasan perang) dan fa’I (harta rampasan yang didapat tanpa peperangan). Dan aku diberi kesempatan memberi syafaat maka aku simpan untuk ummatku (di akherat kelak)”. Dan dijadikan bagiku.bagi keluarga Muhammad. orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan”. Rasul. Dalilnya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. 8 Al-Anfal : 41) “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah. (QS. kerabat Rasul. 59 Al-Hasyr : 7) Al-Hadits dari Shahabat Abu Hurairah ra. Sedangkan Nabi yang lain haram untuk mendapatkannya. Yakni : Aku diutus kepada (Bangsa) kulit merah dan hitam. maka sesungguhnya seperlima untuk Allah. karena sesungguhnya shodaqoh itu adalah kotoran manusia”. (QS. anak-anak yatim. anak-anak yatim. dalam Kitab Tanbihul Ghafiliin karya Abu Laits As-Samarqandiy. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul”. bumi (tanah) sebagai Masjid dan Alat bersuci. 8 Al-Anfal : 1) “Ketahuilah. orang-orang miskin dan ibnussabil”. Dan dihalalkan bagiku Ghonimah. kerabat Rasul. (QS. Dan aku ditolong dengan kegentaran musuh dalam jarak perjalanan 1 (satu) bulan. Nabi saw bersabda : “Aku (Muhammad) diberi 5 (lima) perkara yang tidak diberikan (oleh Allah) kepada seorang pun dari para Nabi sebelumku. Rasul.

Sebagaimana Sabda Nabi saw : “Sesungguhnya yang lebih berhaq (lebih patut) kamu terima (ambil) upahnya adalah Kitab Allah” (HR. bahwa : ”Mengupah orang untuk mengajar Al-Qur’an itu boleh menurut semua Ulama kecuali Hanafiyyah” Sedang menurut Ibnu Rusyd berdasarkan Kitab Bidayatul Mujtahid “Mengupah untuk menulis mashaf-mashaf itu boleh menurut ijma’Ulama” Kriteria ke-6 : “Mengajarkan Tauhid” Setiap Rasul yang dibangkitkan oleh Allah kepada suatu kaum. (QS. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".Sedangkan manusia biasa yang bergerak dalam bidang da’wah. melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. Kami berikan aturan (syariat) dan Manhaj (jalan yang terang) sendiri”. Syarah muslim dari ‘Iyaadh dan Nailul Authar dari ‘Iyaadh. yakni Tauhid. (QS. dijelaskan bahwa : Berdasrkan Kitab Fathul Bari dari ‘Iyaadh. meskipun peraturan Syariat (hukum)nya berbeda-beda. Sebagaimana firman-nya : “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu. telah disepakati (Ijma’) diantara para Ulama berhaq atas ujrah (upah). 21 Al-Anbiya : 25) “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu. 5 Al-Maidah : 48) 46 . Bukhari) Dalam Kitab Maushu’atul Ijma karya Sa’di Abu Habib. pasti membawa ajaran aqidah (keimanan) yang sama.

dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. supaya mereka dapat makan dari buahnya. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Tidaklah mungkin bagi 47 . Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian.BUKTI-BUKTI KEKUASAN ALLAH DI SEMESTA ALAM (QS. Kami tanggalkan siang dari malam itu. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. maka daripadanya mereka makan. 36 Yasin : 33-44) “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah.

Sekaligus ia merupakan I’jazul Qur’an (kemukjizatan Al-Qur’an). maka daripadanya mereka makan. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. untuk kemudian dapat menumbuhkan tanaman ? Ulama dahulu seperti Ibnu Katsir ataupun para Ilmuwan sekarang sepakat bahwa hal itu terjadi dengan adanya air hujan. 36 Yasin : 33-44 ini merupakan “ayat-ayat sains” yang mendorong manusia melakukan observasi. Dan Kami jadikan padanya kebunkebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air.matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. (QS. 36 Yasin : 33-35) Dengan apa bumi yang mati yang seakan tidak dapat diharapkan itu. Allah berfirman : 48 . Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai ke suatu ketika”. karena apa yang diberitakan Allah dalam Al-Qur’an. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. 36 Yasin : 33-44) QS. 36 Yasin : 33-35 Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. inovasi untuk mengungkap rahasia alam semesta untuk menunjukkan betapa Maha Besarnya Allah SWT dan betapa Agung Kekuasaan-Nya. supaya mereka dapat makan dari buahnya. MENGHIDUPKAN LAHAN YANG TANDUS Pada QS. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. ternyata terbukti kebenarannya menurut sains dan pengetahuan modern. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. Diantaranya adalah tentang : 1. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya bijibijian.

(QS. Dan jika tumbuhan tak ada maka hewan dan manusiapun tak ada”. telah mendorong manusia untuk melakukan rekayasa atas dasar ilmu pengetahuan (sains) yang dikuasai di bidang agriculture (pertanian). menanam dan lain sebagainya. 21 Al-Anbiya : 30) Teknologi Hidroponik. asal ada air . Unsur manusia yang dimaksud dalam penggalan ayat ini menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah adalah : berupa menabur benih. Andaikata tak ada air. Penggalan ayat ke-35. maka tumbuhtumbuhan pun tak ada. (QS. hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung. Pada titik-titik air itulah terdapat rahasia kehidupan. yang berbunyi : (Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka). Nafi artinya tidak. Allah menciptakan setiap makhluq hidup. yang ditemukan di abad ke-20 menunjukkan bahwa tanaman seperti Anggrek dapat tumbuh tidak harus pada media tanah. lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Hal ini sebagaimana firman-Nya “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”. 7 Al-A’raaf : 57) DR. maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. ia dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik. Sebab secara hakekat yang menumbuhkan hasil itu bukanlah mereka (manusia) melainkan atas kehendak Allah SWT..“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan). mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. huruf pada ayat ke-35 yang berbunyi memiliki dua pengertian. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan tidaklah diusahakan oleh tangan mereka sendiri” Maksudnya adalah supaya mereka memakan dari buahnya yang sebenarnya tidaklah diusahakan oleh tangan mereka. yakni sebagai : 1. Kami halau ke suatu daerah yang tandus. Muhammad Al-Khatib dalam Kitab Al-Islaamu wal-Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun. Didasarkan kepada firman-Nya : 49 . mengatakan : “Dari air.

kedua penafsiran ini hendaknya dipakai secara bersamasama. maka jadilah kamu heran tercengang. (QS. 53 An-Najm : 39) “Bagi mereka mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan” (QS. benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur. 2 Al-Baqarah : 202) Menurut Hamka. maka diakui pula keberadaan hasil usaha manusia. 56 Al-Waqi’ah : 63-65) 2. 36 Yasin : 33-35. Walau secara hakekat Allah yang menentukan. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka” Dengan menjadikan “maa menjadi maushuul”. untuk mendapat balasan amal perbuatan selama di dunia. Ghalibnya jika usahanya bagus maka produk hasilnya besar kemungkinan akan bagus pula. menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah merupakan dalil bahwa : “Jika Allah dapat menghidupkan bumi yang mati kemudian dari bumi yang mati tersebut keluar biji-bijian untuk kemudian tumbuh kebun-kebun. (QS. tetapi dalam kehidupan di dunia ini senantiasa ada hubungan sebab akibat. Dan QS. 36 Yasin : 32). Yaitu Isim penghubung. Karena memang Allah memerintahkan manusia untuk berusaha.“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami (Allah) yang menumbuhkannya?” Kalau Kami kehendaki. Walau terkadang Allah menghendaki lain. sebagai ujian bagi manusia. Sebagaimana firman Allah : 50 . Allah berfirman : (“Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami”) yakni pada Yaumul Ba’ats (Hari Berbangkit). Allah berfirman : “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. Karena qudrah irodah Allah adalah bersifat mutlaq. Dan hasil usaha diberikan Allah kepadanya sepanjang yang ia usahakan. maka bagi Allah pasti sangat mudah untuk menghidupkan kembali orang mati di dalam Quburnya” Apalagi pada ayat sebelumnya (QS.

dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)” (QS. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. ada siang dan ada malam. yakni : 51 . Ayat ini diperkuat oleh firman-Nya dalam surat yang lain. Kalau sudah dikawinkan. (S. ada baik ada buruk. Sebagaimana firman-Nya : “Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah. Ayat ini merupakan bukti bahwa segala sesuatu itu memiliki pasangan. orang Arab mengerti benar untuk “mengawinkan” korma jantan dengan korma betina. Ada pangkal ada ujung. maka korma betina akan banyak buahnya. 36 Yasin : 36. Pada tumbuhan dikenal ada serbuk sari dan ada kepala putik. Allah berfirman : “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. 30 Ar-Ruum : 19) Di akhir ayat ke-35. SEGALA SESUATU ITU BERPASANGAN Dalam QS. Cara bersyukur yang terpenting menurut Hamka adalah dengan membayarkan zakatnya pada setiap musim panen.“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. ada jantan ada betina baik pada hewan ataupun tumbuhan. Bahkan menurut para Ahli Botani. Allah memerintahkan kita bersyukur atas karunia nikmat yang demikian banyak Allah berupa lahan yang subur yang menumbuhkan tanaman dan buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. ada laki-laki dan ada perempuan. pada beberapa jenis tumbuhan ditemukan ada tumbuhan yang hanya punya serbuk sari dan yang lainnya hanya punya kepala putik saja. 6 Al-An’am : 141) 2. ada gelap ada terang.

mengandung suatu tuntunan agar kita Bertasbih (Memaha Sucikan Allah). Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”. 51 Adz-Dzariyat : 49) • 52 . yang dikenal sebagai Homosex dan Lesbianisme. dan lain sebagainya. mengakibatkan bumi menjadi terang benderang dengan adanya listrik. bagi Kaum Gay ini. menyebabkan kehidupan keduanya hingga kini tetap exist. sebagaimana adzab Allah kepada Kaum Nabi Luth as. (QS. 42 Asy-Syura : 11) “Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan” (QS. Sementara Imam Abu Hanifah. menetapkan sanksi Hukum dengan cara melemparkan mereka dari tempat ketinggian ke suatu jurang untuk kemudian melemparinya dengan batu. Sebagai contoh : • Karunia berupa adanya dua jenis kelamin yang berbeda pada manusia dan hewan. 13 Ar-Ra’du : 3) Ayat diatas (QS. 36 Yasin : 36). Itulah sebabnya barangkali hikmahnya mengapa Allah SWT. dan rasul-Nya amat mengutuk perilaku manusia yang mengingkari kodrat kemanusiaannya dengan mencintai sesama jenis kelamin. Kemusnahan peradaban manusia akan segera terjadi jika di dunia ini hanya ada satu jenis kelamin saja. lahirnya teknologi di bidang elektronika tidak dapat terlepas dari jasa adanya kedua ion yang berbeda muatan ini. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasanganpasangan” (QS. Bahkan para Ulama Fiqh seperti Imam Syafii menetapkan Hukum Rajam. untuk mensyukuri karuniaNya yang demikian besar dengan diciptakannya pasangan pada segala sesuatu. di negeri Soddom. dibuka dengan kalimat Yang artinya : Maha Suci (Allah) Dzat yang menciptakan.“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Adanya ion bermuatan positif dan negative.

Pada keadaan normal. 36 Yasin : 37. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan”. 28 Al-Qashash : 71-73) Ir. 53 . Dan ketika diteruskan sampai 100 jam berikutnya maka seluruh air di muka bumi akan membeku. termasuk cairan tubuh kita. Agus Mustofa. PERGANTIAN SIANG DAN MALAM Dalam QS. alias malam terus. supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Dan karena rahmatNya. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam. jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat. dimana air akan mulai membeku. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku.3. jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat. Dia jadikan untukmu malam dan siang. sedangkan di malam hari biasa mencapai 14 derajat. Ayat ini senada dengan firman-Nya : Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku. maka maka dalam kurun waktu itu suhu akan terus menerus turun hingga mencapai 0 derajat. Puncaknya adalah antara jam 12 malam sampai sekitar 2 dini hari. siang hari di sana biasa mencapai 50 derajat celcius. sebutlah di Arab Saudi. Kami tanggalkan siang dari malam itu. seorang Insinyur Teknik Nulir UGM dalam Bukunya Pusaran Energi Ka’bah mengatakan : “………Apakah yang terjadi jika Allah hanya menciptakan malam terus di bumi ? Cobalah lihat suhu udara di padang pasir. Apakah yang akan terjadi dalam kurun waktu 100 jam setelah suhu terendah itu ? Jika matahari tidak pernah muncul. (QS.

Pernahkah kita memperhatikan aspal jalan raya Surabaya pada siang hari. tidak ada kehidupan yang tahan di bumi yang hanya punya siang siang terus menerus”. zikir yang sebanyak-banyaknya. Itulah barangkali salah satu rahasianya. suhu udara bisa mencapai 33-34 derajat. kemudian Rasul menuntunnya dengan berbagai lafal dzikir dan do’a. dalam waktu 100 jam. maka suhu beranjak diatas 30 derajat. berkisar di bawah 30 derajat Celcius. Semuanya ini agar kita bersyukur atas karunia Allah berupa pergantian siang dan malam yang ternyata amat luar biasa manfaatnya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. Sebuah rutinitas yang tidak semua kita pernah memikirkannya. dan jalanan itu pun kering kembali. panas udara dan permukaan bumi bisa mengalami peningkatan suhu yang demikian tinggi. Apa jadinya kalau matahari tidak bergeser ke arah Barat. mengapa Allah memerintahkan kita untuk berdzikir dan bertasbih di waktu pagi dan sore hari. Di permukaannya terlihat mengepul uap tipis. Karena itu Allah memancing kita untuk memahami. 33 Al-Ahzab : 41-42) 54 . dan banyak yang mulai menguap. air di permukaan bumi akan mulai mendidih. Hanya dalam kurun waktu setengah hari saja. Dan kemudian.Jadi sungguhlah dahsyat dampak dari pergantian siang dan malam hari. dan aspalnya menjadi lembek. Diperkirakan panas permukaan jalan raya itu diatas 50 derajat. Dengan kata lain. Kita lihat contoh di atas. atau bahkan lebih. dan darah di tubuh kita pun ikut mendidih. apa yang terjadi 100 jam berikutnya ? Diperkirakan seluruh air di muka bumi sudah habis menguap. (QS. Sebagaimana firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman. dikatakan : “Suhu pada umumnya pagi hari di Kota Surabaya. Masih dalam buku yang sama. tetapi tetap berada di atas kita terus menerus ? Diperkirakan. tak berapa lama kemudian air itu akan menguap. Ketika siang mulai menjelang. Apakah tujuan utamanya ? Tak lain agar kita sadar bahwa di balik terjadinya rutinitas pergantian siang dan malam hari itu terdapat sesuatu yang luar biasa yang berkait dengan Sebuah Kekuatan Besar yang mengendalikan alam sekitar kita yaitu Sang Maha Perkasa (Allah SWT)”. Kalau disiramkan air disana. berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah. Dan puncaknya pada jam 12 siang sampai jam 14 siang.

yang mengingatkan Rasul betapa besarnya karunia Allah dengan diciptakannya langit. 3 Ali Imran : 190-191) Dalam Tafsir Ibnu Katsir. 30 Ar-Ruum : 17-19) maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada hari itu. pada pagi dan sore hari sebagai manifestasi syukur kita kepada Allah SWT atas karunia adanya rutinitas pergantian siang dan malam hari. 3 Ali Imran : 190-191. beliau saw duduk seraya menangis hingga air matanya membasahi lantai. diceriterakan bahwa : “…………………. Diantara contoh dzikir dan do’a yang dianjurkan dibaca oleh Nabi saw. Dalam HR. (yaitu) orang-orang yang berdikir (mengingat) Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring “ (QS. adalah sebagaimana terdapat dalam HR. dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur. padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang akan datang ?Rasulullah saw menjawab : “Bagaimana aku tidak menangis hai Bilal. Dan barang siapa membacanya pada sore hari. (QS. Bertanyalah Bilal kepadanya : “Apakah yang menyebabkan engkau menangis ya Rasulullah.. Ibnu Mardawaih. orang yang membaca ayat-ayat ini tanpa merenungkan isinya dalam-dalam”.“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab (orang-orang yang berakal). Dan tatkala Bilal datangkepadanya untuk panggilan Shalat Subuh.Usai shalat. ia menemui beliau saw masih tersedu-sedu dalam keadaan berbaring. maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada malamnya” 55 . Abu Dawud dari Ibnu Abbas ra. setelah Allah menurunkan kepadaku malam ini ayat-ayat : Binasalah hai Bilal. bumi dan adanya pergantian siang dan malam hari itu. ada riwayat bahwa Rasulullah saw menangis tersedu-sedu setelah diturunkannya ayat QS. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. yang meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa ketika pagi membaca “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh.

sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua”. Sedangkan ayat ke-39 yang berbunyi : “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. Mula-mula ia nampak seperti bentuk tandan yang tua (bulan sabit) yang kemudian sedikit demi sedikit berubah sehingga kemudian menjadi bulat. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Adalah ayat yang mengungkapkan tentang berbagai penampakan posisi bulan saat dilihat dari bumi. dan lain-lain. Arti ayat ke-38 yang berbunyi : (Dan matahari berjalan di tempat peredarannya) berdasar fakta ilmiah yang telah ditemukan oleh para ahli astronomi. Allah berfirman : 56 . sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. untuk kemudian kembali ke bentuk seperti tandan yang tua. PEREDARAN MATAHARI DAN BULAN PADA ORBITNYA Dalam QS 36 Yasin : 38-40. itulah bulan purnama. Dan waktu dalam Islam adalah sesuatu yang amat penting. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”.4. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. Allah berfirman . bulan dan berbagai planet lain yang mengelilinginya. “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Salah satu manfaat dari adanya perputaran matahari dan bulan ini adalah diketahuinya bilangan waktu. bersama-sama dengan bumi. kapan para Hujjaj harus wukuf di ‘Arafah. maka ia pun berputar (berevolusi) pula dalam suatu orbit tertentu pada gugusan galaksi Bima Sakti. maka ayat ini ditafsirkan menjadi : Matahari disamping melakukan rotasi pada porosnya. Sebab dengannya kita dapat mengetahui kapan tibanya awal Ramadlan dan Syawwal.

Lebih jauh menurut Ary Ginanjar Agustian dalam buku yang sama mengungkapkan hasil foto Teleskop Infrared Chandra tahun 2000 The Milky Way (Bima Sakti). Itulah Qiyamat. yang artinya : “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang”. artinya mereka saling bertemu. (QS. 22 Al-Hajj : 65) 57 . semuanya berthawaf. Apabila keluar dari garis orbit maka hancurlah tatanan alam semesta” • Masing-masing benda angkasa tersebut berputar dan beredar dengan arah yang bertolak belakang dengan arah jarum jam. Garis tengahnya 50. adalah 2. menjangkar dan menarik seluruh planet agar tetap pada orbitnya.“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). 10 Yunus : 5) Maksud Firman Allah pada ayat ke-40. menurut Ary Ginanjar Agustian dalam “Buku Saku ESQ” menunjukkan bahwa : • “Ditemukan adanya “Black Hole” dengan gravitasinya yang sangat kuat menjaga. adalah. Jaraknya 26. maka tatanan semesta akan hancur. bahwa kepadatan massa black hole sebagai pusat galaksi Bima sakti. Terdapat 100 milyard bintang dalam satu galaksi. Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan Dia (Allah) menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi.6 juta kali matahari. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. jika hal itu terjadi. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”.000 tahun cahaya dari bumi. melainkan dengan izin-Nya?” QS.0000 tahun cahaya. Kemudian pada penggalan akhir ayat ke-40 surat Yasin yang berbunyi (Dan masing-masing beredar pada garis edarnya) Telah memacu para Ilmuwan Astronomi untuk mengetahui : mengapa matahari dan bulan serta berbagai planet lain itu beredar tetap pada orbitnya masing-masing ? Kekuatan apa yang mengikatnya sehingga tidak keluar dari orbitnya ? Hasil penelitian para Ilmuwan Astronomi. persis seperti arah putaran ummat Islam yang sedang Thawaf mengitari Ka’bah.

“Apakah kamu tiada mengetahui. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. Sebab Dia adalah Dzat Yang Maha Berilmu. Yang menurut Hamka diistilahkan dengan nenek moyang manusia kedua setelah Adam as. Juga Maha Mengetahui segala perkara. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika”. bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit. 22 Al-Hajj : 18) Siapakah yang dapat menciptakan dan mengatur tatanan semesta sedemikian luar biasa ini ? Jawabannya tentulah : Dzat Yang Maha Perkasa yang tiada seorang pun mampu meski sekedar mendekati kekuasaann-Nya Yang Agung. Qatadah. gunung. KAPAL YANG BERLAYAR DI LAUTAN Pada QS. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera (kapal) yang penuh muatan. 17 Al-Isra’ : 85) Itulah sebabnya pada penggalan akhir ayat ke-38 dari Surat Yasin ini Allah berfirman : (Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui) 5. matahari. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. Ibnu Zaid dalam tafsir Ibnu Katsir. binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?” (QS. 36 Yasin : 41-44. 58 . (QS. mengatakan bahwa kata “Dzurriyyah” (keturunan) dalam ayat jke-41 diatas adalah nenek moyang manusia yang dibawa dengan bahtera Nabi Nuh as. Menurut Adh-Dhahak. bintang. bulan. Sebagaimana firman-Nya “Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". pohon-pohonan. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. di bumi. sedangkan manusia dan makhluk lain hanyalah diberi ilmu sedikit saja.

59 . penyebaran bangsa-bangsa di dunia ini terjadi dengan adanya bahtera (kapal). Ayat ke-43 yang berbunyi (Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. harus dimaknai bahwa : Allah mengaruniakan ilmu pengetahuan kepada manusia untuk menciptakan alat transportasi lain yang seperti bahtera. Mengapa ? Karena menurut Hamka. menurut para Ulama diantaranya adalah : • Ibnu Abbas ra mengatakan : unta sebagai kendaraan di darat. bahwa jika Dia (Allah) kehendaki dapat saja Allah menenggelamkan orang yang berada di perahu atau kapal di lautan. Sementara udara sebagai media terbangnya sebuah pesawat diqiyaskan kepada lautan tempat berlayarnya sebuah bahtera. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan) dapat dipahami sebagai peringatan dari Allah. karena kesamaan fungsi sebagai alat transportasi yang mampu membawa muatan yang banyak sebagaimana ayat ke-41 di atas yang diistilahkan dengan “Al-Fulkul Masyhuun”. disamping 80 orang beriman pengikut Nabi Nuh as pun terdapat dalam Kapal tersebut. Inilah pendapat dari Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. baru ditemukan pada abad modern ini. Sementara arti yang seperti bahtera itu. Ayat ke-42 yang berbunyi : (Dan Kami (Allah) ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera). Khususnya pada periode awal pertumbuhan manusia. Sedangkan menurut pandangan kami adalah Kapal selam dan pesawat terbang.Sedangkan kalimat ditafsirkan dengan kapal Nabi Nuh as. Mengapa demikian ? Karena alat transportasi lain yang semisal dengan bahtera ini. Ini juga merupakan sebagian karunia Allah yang lain lagi yang harus kita syukuri. • Qatadah dan Dhahaq mengatakan : perahu-perahu kecil di sungai. yang penuh muatan karena semua jenis binatang yang ada di dunia masingmasing sepasang dimasukkan ke dalam kapal tersebut. Dalam sejarah dunia kita mengenal bahwa penemuan benua-benua baru seperti Amerika dan Australia misalnya adalah karena jasa para pelaut tangguh yang berani menaklukan ganasnya berbagai samudra luas. Dapat dibayangkan betapa besarnya kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh as ini. Tetapi menurut Tafsir Qurthubi adalah Kapal Nabi Nuh dan kapal –kapal lain bukan hanya kapal Nabi Nuh as. Hal lain yang menjadi alasan kami adalah dipakai dan diajarkannya oleh para alim ulama do’a berlayar di lautan menjadi do’a saat menaiki pesawat terbang. Sehingga kemudian terjadi interaksi budaya antar bangsa meski mereka saling berjauhan letak geografisnya. Bagi peradaban manusia ayat ini sebenarnya amat penting. karena keduanya pun sama-sama luas dan memiliki tingkat resiko yang tinggi saat diarungi. sebagaimana sudah dimaklumi bersama adanya.

tidak ada Tuhan selain Dia. (QS. Nabi saw bersabda : “Keamanan bagi ummatku dari tenggelam apabila naik naik kapal (perahu) apabila membaca : “Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu'min. (QS. sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. kebakaran atau terpukul dengan senjata dan besi” (Al-Hadits) 60 . tenggelam. Nabi saw bersabda : “Barang siapa melazimkan (membiasakan) membaca ayat : “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”. (QS.Oleh karena itu Nabi saw menuntun ummatnya dengan berbagai do’a saat berlayar di lautan. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. 11 Hud : 41) “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. 39 Az-Zumar : 67) 2. Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. berat terasa olehnya penderitaanmu. 9 At-Taubah : 128-129) maka tidak akan mati karena reruntuhan. Jika mereka berpaling (dari keimanan). Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung". Diantaranya dalam : 1.

36 Yasin : 45-48) “Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat".PEMBANGKANGAN ORANG MUSYRIK (QS. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka. 2. Tidak percaya akan tibanya Hari Qiyamat. c. dalam Tafsir Qurthubi adalah : “Dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang” 61 . Bila ditunjukkan “Ayat-ayat Allah” baik Qur’aniyyah maupun Kauniyyah (yang ada di semesta alam) selalu berpaling. melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. yakni : a. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". tentang : (Apa yang ada dihadapanmu dan apa yang ada di belakangmu) Diantaranya adalah: 1. Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?" Dari ayat ini dapat diketahui bahwa ada 4 (empat) tanda kekufuran seseorang kepada Allah SWT. arti ayat : “Apa yang dihadapanmu” yakni : Siksa Dunia seperti ummat yang lainnya. Ibnu Abbas dan Jubair ra. Sedangkan “Apa yang akan datang” adalah Siksa akherat. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari rezki yang diberikan Allah kepadamu". d. Tidak takut dengan beratnya siksa akibat dosa. dan Mujahid. Ada ikhtilaf diantara Ulama tentang kalimat pada ayat ke-45. Menurut Tafsir Jalalain. Menolak perintah untuk berinfaq shodaqoh. (niscaya mereka berpaling). b.

Jawaban orang kafir pada ayat ke-47. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". tanda (ayat) yang menunjukkan Keesaan Allah (Tauhid) dan Kebenaran Rasul (Nabi Muhammad saw). maka mereka selalu berpaling menolaknya”. dengan mengatakan : "Apakah kami (orang kafir Mekkah) akan memberi makan kepada orangorang (miskin yang beriman) yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. (QS. Itulah makna (Tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata) menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. padahal jika mereka menyembah Allah saja seharusnya Allah memberi kekayaan kepada mereka ? Pendapat mereka orang kafir ini merupakan pendapat yang keliru. Allah berfirman : “Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi. demikian pula untuk menahan turunnya rizqi tersebut kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. Allah akan memberikan rizqi kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Merupakan : “Sebuah penghinaan dan cemoohan dari orang kafir. Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). yang menurut Tafsir Hamami yang mengajaknya itu adalah para Shahabat Nabi.Ayat ini mengajak kita untuk takut kepada siksa yang akan dijatuhkan Allah SWT akibat dosa-dosa kita. Baik siksa di Dunia ataupun di Akherat kelak. saat diajak untuk berinfaq kepada orang miskin dari kalangan beriman. maksud penggalan ayat ke-46 yang berbunyi : adalah : “Apabila datang kepada mereka. bahwa dengan masuk Islam mengikuti agama Nabi Muhammad ternyata mereka masih saja miskin. Menurut Ibnu Katsir. orang kafir. Mengapa keliru ? Sebab Kaya dan miskin dalam pandangan Islam adalah Ujian Allah. 42 Asy-Syura : 12) 62 . Mengapa harus membantu.

dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Sedangkan kalimat (sedang bertengkar). Dan sungguh ketika dua orang membentangkan kain saat jual beli. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sungguh Hari Qiyamat pasti akan terjadi. Sebagaimana Al-Hadits dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. keduanya belum sempat melipat kain 63 . kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya. Menurut Ibnu Abbas ra. tanpa terduga termasuk pada saat manusia sedang bertengkar dalam berbagai urusan bisnisnya. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja. bahwa : “Yang dimaksud dengan asshayhah atau teriakan (dalam QS. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). Dan ditiuplah sangkakala. dalam ayat akhir ayat ke-49 ini adalah dalam urusan-urusan dunia seperti saat jual beli di pasar.TIUPAN SANGKAKALA MALAIKAT ISRAFIL SEBAGAI TANDA TIBANYA ERA HARI QIYAMAT (QS. dan lainlain. 36 Yasin : 49) adalah Tiupan yang pertama pada Hari Qiyamat”. dan ‘Ikrimah dalam Tafsir Qurthubi. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Ini menunjukkan datangnya Hari Qiyamat itu secara tiba-tiba. 36 Yasin : 49-54) “Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

Ahmad. Ayat pada QS. Sedangkan menurut Tafsir Qurthubi dan Jalalain. tahun 1989. Al-Hakim. Kata menurut Kamus Arab-Indonesia karya Prof DR. tiba-tiba keduanya mati mendadak. Hari Qiyamat pasti terjadi. tiupan ini merupakan Tiupan ke-2. Rasulullah saw bersabda : 64 . namun ia tidak dapat mengangkat kedua kakinya. Al-Hakim dan Ibnu Mardawaih dari Abu Said ra. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan Tuhan Yang Maha Pemurah dan benarlah para Rasul-Nya). Ahmad. Dan jarak antara Tiupan I dan II itu adalah 40 tahun. diriwayatkan oleh Na’im dari Abu Hurairah ra. Ketika seseorang memberi minum hewan ternaknya. Ayat ke-51 ini merupakan dalil tentang adanya Tiupan Sangkakala yang membangkitkan semua yang mati dari dalam Quburnya. Dalilnya adalah HR. Ketika seseorang mengangkat timbangan (dagangannya) dan belum sempat menurunkannya”. Ahmad) Sedangkan Al-Qur’an dan Terjemahnya karya Departemen Agama RI. lalu ia tidak bisa memakannya. yang menurut Tafsir Qurthubi . tiupan ini adalah Tiupan ke-3. Didasarkan kepada Hadits Nabi saw dalam Al-Habaik fi Akhbaril Malaik karya As-Suyuthi dijumpai HR. 36 Yasin : 51-52 yang berbunyi : (Dan ditiuplah sangkakala. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr ra. Ketika seseorang mengangkat makanan ke mulutnya. bahwa seorang Arab bertanya kepada Rasulullah saw : “Apakah Ash-Shur itu ? Rasulullah saw menjawab : “Tanduk yang ditiup” (HR. kata Ash-Shuur diterjemahkan dengan sangkakala.(dagangannya tersebut). Ibnu Mardawaih) Menurut Ibnu Katsir. Hadits yang hampir sama dalam Tafsir Qurthubi. Bahkan dalam Tafsir Ibnu Katsir menurut HR. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. H. Hari Qiyamat pasti terjadi. Yang meniupnya adalah Malaikat Israfil. Hari Qiyamat pasti terjadi.Mahmud Yunus. telah bersabda Nabi Muhammad saw : “Malaikat Israfil adalah Peniup Sangkakala” (HR. Mubarak bin Fadlolah dari Hasan berkata. adalah : “Terompet dari tanduk”. hal itu sudah merupakan ijma ummat.

(QS. Sumber : Tafsir Qurthubi) Ulama yang berpendapat ada 3 (tiga) tiupan Malaikat Israfil yakni nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Israfil benar-benar telah meletakkan sangkakala dalam mulut dan menundukkan dahinya menunggu kapan diperintahkan untuk meniup” (HR. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masingmasing)”. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. 27 An-Naml : 87 merupakan dalil untuk nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi. maka QS. Dan tiupan yang lain. Allah menghidupkan dengannya setiap yang mati” (HR. 27 An-Naml : 87) “Dan ditiuplah sangkakala. Diantara Hadits Nabi yang berbicara tentang Malikat Israfil dan sangkakalanya adalah HR. nafkhatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). Tiupan Yang pertama Allah mematikan dengannya setiap yang hidup. 39 Az-Zumar : 68) Jika QS. kecuali siapa yang dikehendaki Allah”. Muslim) 65 . 39 Az-Zumar : 68 merupakan dalil untuk nafkatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). mendasarkan pendapatnya diantaranya kepada ayat Qur’an sebagai berikut : “Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala. Muslim dalam kitab Shahihnya sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. Mubarak bin Fadlolah .“Antara 2 tiupan adalah 40 (empat puluh) tahun. maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. (QS.

Lalu Dia berfirman kepada ‘Arasy : “Ambilah sangkakala itu. bersabda : “Sesungguhnya sejak ditugaskan. HR.juga dalam Kitab Al-Habaaik fi Akhbaril Malaik karya Imam Jalaluddin AsSuyuthi. HR. dan bersamanya ada sebuah lubang sejumlah semua ruh makhluk dan semua napas yang dihembuskan. Lalu Israfil masuk ke bagian depan ‘Arasy. Maka tugasmu adalah meniup dan berteriak. Maka dia (Israfil) mengambilnya. Allah sebagai pelindung kami dan Allah adalah sebaikbaik pelindung dan atas Allah lah kami bertawakkal)” 3. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Lalu Allah berfirman : Jadilah! Maka jadilah Israfil. dan telah siap-siap mendengarkan untuk menunggu kapan dia diperintahkan-Nya untuk meniup. Rasulullah saw. dia memasukkan kaki kanannya di bawah ‘Arasy dan mengeluarkan kaki kirinya. dan dia menghasankannya. dan Dia (Allah) memerintahkannya untuk mengambil sangkakala itu. dan dia menshahihkannya. memalingkan keningnya. yang artinya : “Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja. Al-Hakim dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. Abu Asy-Syaikh dan Ibnu Mardawaih dari Abu Hurairah ra. ada Hadits Nabi. “Shahih menurut Syarat Muslim”. : “Allah SWT menciptakan sangkakala itu sebuah mutiara putih dalam kaca yang sangat bersih. Sementara Israfil meletakkan mulutnya diatas lubang angin itu. HR. Kedua matanya seperti dua bintang yang terang” 2. Dan ditengah-tengah sangkakala itu ada lubang angin seperti bulatan langit dan bumi. diantaranya : 1. Tirmidzi.. Ayat ke-53-54 berbicara tentang Yaumul Mahsyar (Hari dikumpulkannya manusia dan jin di Padang Mahsyar) untuk dihisab dan dimizan dengan seadil-adilnya oleh Allah SWT. yakni : 66 . HR. mata penjaga sangkakala itu selalu siap menunggu disekitar ‘Arsy karena takut disuruh berteriak sebelum matanya berkedip. Adz-Dzahabi berkata.HR. Dua ruh tidak akan keluar dari satu lubang. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi. Maka ia (sangkakala) itu bergantung padanya (‘Arasy). Ayat ini senada dengan ayat lain. Rasulullah saw bersabda : “Bagaimana aku bisa tenteram. sedangkan penjaga sangkakala telah menelan tanduk. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Allah berfirman. Mereka bertanya : “Apa yang harus kami ucapkan ya Rasulullah ? Beliau menjawab : “Katakanlah (Cukuplah bagi kami.. Abu Asy-Syaikh dari Wahb. Dan dia tidak pernah berkedip sejak Allah menciptakannya untuk menunggu apa yang diperintahkan-Nya “.Lalu Tuhan berfirman kepadanya :“Aku telah menugaskanmu mengurus sangkakala ini. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”.

Peristiwa tiupan terompet oleh malaikat Israfil. seorang pakar fisika Unram. 67 . 54 Al-Qamar : 6-8) Sehubungan dengan tiupan sangkakala Malaikat Israfil yang menghancurkan tatanan semesta alam ini. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. senar dan lain-lain. tampak bahwa ia adalah energi suara yang ditiupkan melalui terompet (sangkakala). seperti ledakan bom. sambil menundukkan pandangan. 50 Qaaf : 42) “Maka berpalinglah kamu dari mereka.“(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. 2. Oleh karena itu bunyi dapat kita bagi dalam 3 macam. (QS. dentuman meriam dan lain sebagainya. tentang kemungkinan terjadinya ditinjau dari kacamata ilmu pengetahuan modern. Desir. yang getarannya periodik (teratur) seperti bunyi seruling. Selengkapnya pakar fisika Unram ini mengatakan sebagai berikut : Bunyi merupakan gelombang mekanik yang perambatannya memerlukan medium. yang getarannya tidak periodik dan berlangsung dalam waktu singkat. MSc. Tiupan mempunyai makna bahwa ada energi udara yang keluar melalui terompet sekaligus mengeluarkan bunyi yang dirambatkan udara. penulis mencoba bertanya kepada DR. jelas merupakan rambatan gelombang bunyi. yakni : 1. Sebab pengertian ayat yang artinya “Dan ditiuplah sangkakala” atas dasar berbagai Hadits Nabi di atas. walaupun diruang angkasa ini hampa udara. 3. Dan bunyi terompet akan sampai ke semua benda langit sebagai bunyi ledakan yang berlangsung sesaat. itulah hari keluar (dari kubur)”. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan). Nada. Kosim. mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan. cair ataupun gas (udara). Rernat. maka di alam raya yang semula vakum (hampa) udara menjadi terisi udara. Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat". baik itu medium padat. Karena adanya angin dari tiupan sangkakala. Sedangkan sumbernya bunyi terjadi karena adanya getaran medium atau ledakan. (QS. yang getarannya tidak periodik seperti suara deburan ombak. Letusan.

1987) 1 b. 1996) Intensitas energi angin akan sangat besar kalau angin tiupan dari sangkakala tersebut keluar dengan kecepatan yang tinggi. v = kecepatan gerak 2 angin untuk energi angin.10 ⎯¹²w/m² Contoh : Bunyi Suara berisik Pesawat Jet Roket tinggal landas 10⎯¹º 10¹ 5 10 Intensitas (w/m²) 20 103 170 dB Dari daftar skala kebisingan ini. maka bunyi yang kuat akan menggetarkan benda-benda yang dilaluinya. merupakan besarnya Dengan satuannya adalah I = m² Joule energi (Joule) persatuan waktu. maka >100 dB adalah seperti suara Halilintar (120 dB). yang satuannya adalah Watt = . UI Press. intensitas bunyi ini. A = Amplitudo gelombang bunyi f = Frekuensi bunyi ( Gabrial. Watt Sedangkan daya sendiri. dengan m = massa medium. 68 . EGC Bali.Baik tiupan angin maupun bunyi masing masing mempunyai energi kinetik 1 yang dirumuskan sebagai m v². Dalam menyatakan besarnya energi. Dengan rumus sebagi berikut : dB=20 log I Io I = Intensitas akhir. sebagai satuan tekanan bunyi. Sedangkan intensitas bunyi akan sangat besar jika amplitudo dan frekuensinya tinggi. Fisika kedokteran. Dengan demikian jelas gerakan planet akan kacau berantakan. dapat dikonversikan kedalam satuan decibel (dB). Energi. det Dan besarnya intensitas adalah : a. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. sering kita menggunakan istilah intensitas yang merupakan besaran daya persatuan luas. Menurut Graham Bell. Maka hancurlah jagad raya dan matilah makhluk hidup dengan energi yang dikeluarkan dari tiupan terompet (sangkakala) Malaikat Israfil. maka v = kecepatan bunyi yang merambat dalam medium udara. Sedangkan di air apalagi di zat padat lebih besar lagi. meriam (110 dB). Karena bunyi juga merupakan gelombang tekan. Sedangkan untuk bunyi. sedangkan Io = Intensitas dasar = 1.1 v³ V = Kecepatan gerak angin (Abdul Kadir (Prof). sehingga mengganggu kesetimbangan garis edar dari planet-planet atau benda-benda di angkasa. Untuk angin : I = 0. Untuk bunyi : I = ρ v A (2πf)² 2 ρ = Massa jenis medium v = Kecepatan bunyi v bunyi di udara (diam) = 340 m/s. termasuk makhluk hidup. Artinya tiupan sangkakala mempunyai frekuensi dan amplitudo yang tinggi.

dan HR. Mujahid dalam Tafsir Qurthubi dan Ibnu Katsir adalah : “Kesibukan mereka (para penghuni surga) dalam memecahkan keperawanan (istrinya)” Dalil adanya “persetubuhan di surga” : HR.58) “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). bertelekan di atas dipan-dipan. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh. Laki-laki tidak pernah akan mengeluarkan sperma juga tak ada kematian”. Qatadah. Ibnu ‘Abbas ra. • Menurut Ibnu Kaisan dalam Tafsir Qurthubi : “Kesibukan sebagian mereka untuk berziarah kepada sebagian lainnya” Diperkuat oleh Firman Allah : “Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap. Abu Nu’aim dari Abu Hurairah ra. (QS. Allah berfirman : 69 . yang berbunyi “Mereka dan istri-istri mereka” adalah bagi mereka yang saat di dunia memiliki istri yang beriman dan sholeh. (Kepada mereka dikatakan): "Salam".KEADAAN PENGHUNI SORGA (QS. bahwa Rasulullah saw ditanya : “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan ? Rasulullah saw menjawab : “Ya. sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” Yang dimaksud dengan “bersenang-senang dalam kesibukan” dalam ayat ke-55 ini adalah : • Menurut Tafsir Jalalain serta menurut Ibnu Mas’ud ra. tanpa pernah merasakan bosan karena syahwat tak pernah padam. Thabrani dari Abu Umamah ra. 36 Yasin : 55. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. 37 Ash-Shaffat : 50) Menurut Ibnu ‘Abbas dalam Tafsir Ibnu Katsir : “Kesibukan mereka dengan memperdengarkan alat musik” • Ayat ke-56.

isteri-isterinya………………” (QS. dijelaskan dalam ayat lain. Thabrani dari Tsauban ra. maka tersedia di surga bagi mereka “Hurul ‘Aini” (Bidadari). Seperti apakah buah-buahan di surga itu. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari”. 43 Az-Zukhruf : 73) “Dan buah-buahan yang banyak.” Pada ayat ke-57. 76 Al-Insan : 14) “Di dalam keduanya(kedua surga itu) ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima” (QS.Istri-istri mereka adalah bidadari yang bermata jeli…………. 56 Al-Waqiah : 32-33) Ayat ini diperkuat oleh : HR. buah itu akan muncul kembali dalam sekejap” (HR. Thabrani) “Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya” (QS. Allah menjelaskan tentang salah satu makanan di surga adalah buah-buahan. 44 Ad-Dukhan : 54) Dalam HR. 13 Ar-Ra’du : 23) Sedangkan bagi mereka yang tidak beristri atau istrinya kafir atau ahli ma’siyat. misalnya : “Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan” (QS. (QS. Bukhari. “Demikianlah.“(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. bahwa Nabi saw bersabda : “Apabila seseorang memetik satu buah sorga.. bahwa Rasulullah saw bersabda : “…………………. 55 Ar-Rahman : 68) 70 .. yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya” (QS.. Tirmidzi. Muslim.

2 Al-Baqarah : 25) Menurut Abdul Qadir Ahmad ‘Atha dalam Kitab Ath-Thariiq ilal Jannah. diriwayatkan dalam Tafsir Qurthubi dari Hadits Jarir bin Abdullah Al-Bajaliy bahwa Rasulullah saw bersabda : “Ketika para penghuni surga berada dalam kenikmatan. dalam Al-Qur’an ada ayat lain yang senada : “Mereka tidak mendengar di dalamnya (surga) perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa.sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” (Al-Hadits) Demikian pula menurut Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsirnya. 14 Ibrohim : 23) 71 . memperlihatkan diri di atas mereka." (QS. 56 Al-Waqi’ah : 25-26) Sedang makna ayat ke-58 . wahai penduduk surga. Ia berfirman : “Assalamu’alaikum” (Salam sejahtera atas kalian). Peristiwa itu adalah arti dari firman Allah : “(Kepada mereka dikatakan): "Salam". Sebagaimana firman Allah : “Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. tiba-tiba muncul lah sinar cahaya. mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. bahwa Ibnu Abbas ra. mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.“Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu. Maka mereka (para penghuni surga) mengangkat kepala . akan tetapi mereka mendengar ucapan salam-salam” (QS. maksud ayat Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu adalah : “Jenis barang (buah)nya mirip tetapi tidak serupa” Tentang ayat ke-58 dari Surat Yasin. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam" (QS. Tuhan Yang Maha Tinggi. tiba-tiba Allah. berpendapat bahwa : “Ucapan salam tersebut adalah dilakukan Oleh Allah SWT sendiri”.

sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.Menurut Muqatil. Dalil : “(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum "(Salam sejahtera atas kalian karena kesabaran kalian). yang menyampaikan salam itu adalah para Malaikat. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. Muqatil berkata : “Para malaikat masuk kepada penduduk surga dari setiap pintu. 13 Ar-Ra’du : 23-24) 72 . Mereka mengucapkan “Salam atas kalian wahai penduduk surga. isteri-isterinya dan anak cucunya. sebuah salam dari Tuhan kalian Yang Maha Penyayang”. (QS.

hai orang-orang yang berbuat jahat.dan hendaklah kamu menyembah-Ku. maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka)”. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu". khususnya pada ayat 59-62. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat. Ayat ini diperkuat oleh QS. maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Kemudian mereka dimasukkan kedalam Neraka Jahannam (QS. Mereka terpisah dari orang beriman. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). Ayat-ayat ini menurut Ibnu katsir dalam Tafsirnya merupakan ayat yang menceritakan kondisi orang kafir di Akherat yakni di Mauqif saat mereka di Padang Mahsyar. 73 .KEADAAN ORANG KAFIR DI AKHERAT (36 Yasin : 59-65) “Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mu'min) pada hari ini. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. 36 Yasin : 63-64). Inilah jalan yang lurus. Allah berfirman : “Dan pada hari terjadinya kiamat. 30 Ar-Ruum : 14-16. di hari itu mereka (manusia) bergolonggolongan. dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Allah mencela dan menegur mereka dengan keras dengan firman-Nya : “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu" Inilah jalan yang lurus. Watsani (Penyembah Berhala). maksud QS. QS. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). seseorang hendaknya benar-benar menyadari tentang bahaya yang terus mengancamnya dan berhati-hati untuk tidak terperosok kepada bujuk rayunya. yakni : 1. QS. 36 Yasin : 59 adalah : “Terpisahnya orang-orang berdosa kedalam beberapa golongan. Ahmad dari ‘Uqbah bin Amir ra. yakni Golongan Yahudi terpisah kedalam beberapa firqah. 7 Al-A’raaf : 22 4. 28 Al-Qashash : 15 8. menunjukkan bahwa. 18 Al-Kahfi : 50 6. 30 Ar-Ruum : 43. Setan sebagai musuh selain dalam QS. 35 Fathir : 6 9. minimal ada 10 (sepuluh) kali Al-Qur’an mengungkapkannya dengan cara dan gaya bahasa yang berbeda. 36 Yasin : 60. QS. 12 Yusuf : 5 5. Rasulullah saw bersabda : HR. Allah berfirman tentang ditutupnya mulut di akherat nanti dan bersaksinya tangan dan kaki. digunakan istilah : hari itu mereka terpisah-pisah). Majusi (Penyembah Api). QS. QS. 43 Az-Zukhruf : 62 Begitu banyaknya ayat yang senada tentang posisi setan sebagai musuh. QS. yang mendengar Rasulullah saw bersabda : 74 . Pada ayat ke-65.Pada QS. (Pada Menurut Adl-Dlohak dalam Tafsir Qurthubi. QS. menunjukkan bahwa jumlah orang berdosa dan ahli neraka itu lebih banyak dari pada orang beriman dan ahli sorga. Firman Allah pada ayat ke-62. QS. menurut Ibnu Katsir. 20 Thaha : 117 7. Sesungguhnya semua firqah (golongan) tersebut masuk neraka”. 6 Al-An’am : 142 3. QS. 2 Al-Baqarah : 168 dan 208 2. Demikian pula Nashrani. Shabi’in (Penyembah Bintang). yang berbunyi : “Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu Maka apakah kamu tidak memikirkan?”. Ketika orang-orang berdosa ini dipisahkan dari orang beriman di Mauqif.

penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan”. penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. pendengaran. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata. Jika pita cassette. CD. (QS. flash disk yang merupakan produk teknologi manusia dapat berbicara mengungkapkan sejuta fakta. 41 Fushshilat : 20-22) 75 . Ahmad) Ayat ini mengajari kita bahwa di depan Mahkamah Allah di Hari Qiyamat nanti.“Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang pertama akan berkata-kata pada Hari Qiyamat di kala Allah mengunci mulutnya. adalah pahanya sebelah kiri” (HR. manusia tidak lagi dapat berkilah untuk menyangkal setiap tindak kejahatannya. dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. di zaman modern ini dengan mudah dapat kita terima. Diperkuat oleh firman-Nya : “Sehingga apabila mereka sampai ke neraka. Karena semua anggota tubuh akan bersaksi tentang apa yang dahulu saat di dunia telah kita perbuat. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran. Apalagi tangan dan kaki manusia ciptaan Al-Khaliq Allah SWT. Mengapa ? Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa kesaksian suatu kejadian dapat diperoleh tidak harus langsung secara verbal melalui mulut seseorang. pastilah akan lebih detail lagi mengungkap setiap perilaku hamba-Nya. disket. tetapi dapat juga melalui rekaman pita cassette dan CD hasil shooting. Kebenaran dari ayat ke-65 ini.

(QS. Tafsir Jalalain dan Ibnu Katsir. dengan tetap mencari ikan. cenderung melihat ancaman ini akan berlaku di Dunia.ANCAMAN ALLAH KEPADA ORANG KAFIR UNTUK MENGHILANGKAN PENGLIHATAN DAN MERUBAH WUJUD FISIK MEREKA (S. Sedang Al-‘Aufi dari Ibnu Abbas ra. 2 Al-Baqarah : 20) Perbedaannya adalah jika surat Yasin merupakan ancaman Allah kepada Orang Kafir maka Surat Al-Baqarah ayat 20 ini. Dia dapat membutakan pula mata dzhohir mereka”. menurut Tafsir Jalalain adalah untuk merubahnya menjadi kera. sebagaimana yang pernah terjadi kepada Kaum Yahudi. Sehingga ayat ke-66 dari Surat Yasin ini menurut Tafsir Hamami senada dengan ayat : “Jikalau Allah menghendaki. jika Allah kehendaki. niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka”. 76 . kemudian pada beberapa hari berikutnya mereka mati. maka Allah SWT seketika itu pula merubah wujud fisik mereka menjadi Kera. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya). Maksudnya menurut Tafsir Hamami : “Karena mata bathin mereka sudah buta melihat kebenaran Tauhid. untuk orang Munafiq. Sebagai misal adalah Para nelayan Yahudi yang hidup di Negeri Eilah yang berada di tepi laut. yang karena melanggar larangan Hari Sabat (Sabtu) sebagai Hari Khusus untuk beribadah. maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali” Arti kata dalam ayat ini adalah yang artinya hilang atau lenyap. dalam Tafsir Ibnu Katsir adalah : Untuk menghancurkan mereka. babi atau batu di rumah mereka masing-masing. lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada. 36 Yasin : 66-67) “Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka. Sedang yang dimaksud dengan ancaman Allah untuk merubah mereka.

Penggunaan kata (Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki) dalam dua ayat diatas menunjukkan bahwa Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat menjadi sangat murka. Al-Mudzill (Yang Maha Menghinakan). 2. 6 Al-An’am : 44) Sedang Ibnu Salam dalam Tafsir Qurthubi. jika Dia berkehendak. jika kamu bersyukur dan beriman? (QS. Sedang karunia Allah yang diberikan kepada mereka melimpah ruah. Telah datang Nabi atau Rasul yang memberi peringatan kepada mereka tetapi mereka tetap mendustakannya. Karena ia menjadi bisu. 17 Al-Isra’ : 72) 77 . Berdasar berbagai ayat Qur’an yang mengisahkan adzab Allah kepada berbagai kaum. Al-Muntaqim (Yang Maha Kuasa Menindak Hamba-Nya Yang Bersalah Dengan Menyiksanya) dan Adh-Dhaarru (Yang Maha Mendatangkan Bahaya dan Kemelaratan). dimana Allah SWT akan menghilangkan pandangan mata orang kafir saat melewati Ash-Shirath. Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. 3. kera. tuli dan wujud fisiknya berubah menjadi amat buruk laksana babi. masih ada Asmaul Husna lain seperti : Al-Qahhar (Yang Maha Memaksa). Sebuah penghinaan yang teramat pantas karena dosa mereka yang teramat banyak dan kekufuran mereka kepada Allah SWT saat di dunia. (QS. Sehingga derita orang kafir di akherat menjadi sempurna. Al-Khaafidh (Yang Maha Merendahkan). Mengapa ? Karena disamping Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya”. Allah berfirman : “Mengapa Allah akan mengadzab kamu. Tingkat kekufuran dan kemaksiatan mereka sudah melampaui batas. dapat disimpulkan bahwa murka Allah terjadi jika : 1. 4 An-Nisa : 147) “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. (QS. buta. Allah berfirman dalam ayat lain : “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini. dan lain sebagainya. maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Al-Qaabidh (Yang Maha Menyempitkan). berpendapat bahwa semua kejadian ini terjadi di Hari Qiyamat. niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (lagi) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka.

dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun). Mereka adalah orang tua tetapi kerap kali berperilaku seperti anak-anak. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. kemudian mewafatkan kamu. 36 Yasin : 68) Pada QS. Bukhari dari Anas bin Malik ra. Allah berfirman dalam ayat lain : Allah. yang dikenal di masyarakat kita sebagai pikun. supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. 16 An-Nahl : 70) Dalam Tafsir Qurthubi dari HR. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah. Maka apakah mereka tidak memikirkan?” Ayat ini merupakan bukti kekuasaan Allah untuk mengembalikan seseorang pada kondisi seperti anak kecil bahkan bayi kembali.KEKUASAAN ALLAH UNTUK MENJADIKAN SESEORANG MENJADI PIKUN (QS. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat. bahwa Rasulullah saw memohon perlindungan (kepada Allah) dengan berdo’a : 78 . berkata. Allah berfirman : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. 36 Yasin : 68. Tentunya bukan dalam bentuk wujud fisik melainkan dalam pemikiran dan perilakunya. 30 Ar-Ruum : 54) Allah menciptakan kamu. (QS.

Dan aku berlindung kepada-Mu dari jubun. Dan aku berlindung kepada-Mu dari pikun.“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas. Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir” (HR. Bukhari) Dan dari Hadits Sa’ad bin Abi Waqqash dalam Tafsir Qurthubi. dikatakan : “Dan aku berlindung kepada-Mu untuk kembali ke umur yang paling lemah (pikun)” 79 .

NABI SAW BUKAN SEORANG PENYAIR (QS. Asbabun Nuzul ayat ini menurut Al-Kalbi adalah : “Ketika orang-orang Kafir Mekkah berkata bahwa Muhammad adalah seorang penyair dan apa yang dikatakannya adalah syair. Ayat ke-69-70. (QS. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam”. 36 Yasin : 69-70) “Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. yaitu orang yang tidak bisa tulis baca. Dan Nabi Muhammad bukanlah seorang penyair apalagi dia dikenal sebagai seorang “Ummi”. Bukan hasil olah kata seorang penyair apalagi manusia biasa. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. maka Allah SWT menurunkan ayat ini (QS. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. ketengah-tengah manusia itu adalah benar-benar Firman-firman Allah. dari Surat Yaasin ini merupakan penegasan bahwa : 1. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. 36 Yasin : 69-70) untuk mendustakan tuduhan mereka”. Menurut Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. 69 Al-Haaqqah : 40-43) 2. 7 Al-A’raaf : 157 sebagai berikut : 80 . Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir”. Ayat Al-Qur’an yang demikian indah susunan balaghahnya yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan seorang penyair.

Diantaranya Allah berfirman : “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini. Bahkan pada setiap tahun mereka akan berkumpul di pasar malam ‘Ukkadz setelah selesai menunaikan Ibadah Haji-dengan cara Jahiliyyah-seperti bertelanjang bulat saat Thawaf mengelilingi Ka’bah. Padahal pada saat itu Bahasa Arab sedang mencapai tahapan gemilang. (QS. tetapi tak seorang pun yang sanggup melakukannya. Syair yang tinggi nilainya digantungkan di dalam Ka’bah. seperti Amru al-Qais atau ‘Ablah. 17 Al-Isra’ : 88) Musailamah Al-Kadzab. Sehingga di zaman Jahiliyyah ini lahirlah banyak para penyair dan sastrawan ulung yang melahirkan karya-karya besar. Masyarakat Arab yang memang Ahli Syair dengan cepat dapat mengetahui bahwa hal itu bukan lah wahyu dari Allah melainkan olah kata dari Musailamah sendiri. Allah menantang mereka untuk membuat yang semisal dalam Al-Qur’an.(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul. Nabi yang ummi” (QS. Berkumpulnya mereka di pasar ‘Ukkadz ini untuk mendengarkan para ahli sya’ir memperdengarkan karya mereka sambil memperlombakannya. 7 Al-A’raaf : 158) Adanya pemikiran yang demikian keliru dari Orang-orang Musyrikin Mekkah. adalah karena mereka ta’jub terhadap ketinggian mutu bahasa Al-Qur’an tetapi mereka tidak dapat menandingi keindahan susunan kata dan gaya bahasanya. Dalam banyak ayat. seorang Nabi palsu. 7 Al-A’raaf : 157) “Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya. Karena hal tersebut akan menaikkan derajat dan gengsi suku atau kabilahnya. 81 . Sebuah kabilah dan suku-suku Arab akan merasa bangga jika ia memiliki penyair yang hebat. niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia. pernah membuat syair untuk menandingi Al-Qur’an. Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka) (QS. justru menjadi bahan ejekan orang banyak. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".

(Al-Hadits) 82 . Lalu aku bertanya kepada Jibril. Jibril menjawab : Mereka adalah para penyair ( yang tidak mengindahkan etika agama)”. aku melihat suatu kaum yang mulutnya dipotong-potong dengan gunting oleh Malaikat Zabaniyyah. kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah. Siapakah mereka itu ?. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. Dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?. dijumpai Hadits Nabi : “Pada malam aku di-Mi’raj-kan. Allah menegaskan bahwa kedudukan dan sifat-sifat para penyair dengan para Rasul itu berbeda. 26 Asy-Syu’ara : 224-227. Allah berfirman : “Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.Dalam QS.

Allah berfirman : “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. Seperti : Susu sapi dan susu kambing. Dalam ayat –ayat ini ada 3 (tiga) nilai kemanfaatan dari Binatang ternak yang disebutkan secara jelas dan terang. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Kemudian dari susu sendiri dapat dibuatlah keju. Dalil bahwa yang dimaksud minuman dari binatang ini adalah susu. 16 An-Nahl : 66. mentega. Muhammad Al-Khatib dalam Al-Islamu wal ‘ilmu nadzharatun mu’jizatun adalah jenis lemak yang terbaik. bubur susu. yakni : 1. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” Ayat ini mengajak manusia untuk bersyukur atas karunia diciptakannya binatang ternak untuk manusia. 36 Yasin : 71-73. lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka. 71-73) Pada QS. 36 Yasin . Sebagai sarana transportasi Seperti : Kuda. Allah berfirman : “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri. Kami (Allah) memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah. 83 . maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. 2.RAHMAT ALLAH PADA BINATANG TERNAK (QS. Keledai dan Unta. Susunya dapat menjadi minuman yang sehat dan lezat. Dagingnya sebagai makanan yang lezat 3. yang menurut DR. terdapat dalam QS.

dan dikatakan Sahl bin Ar-Rabi’I bin ‘Amr dan Al-Anshari Al-Ma’ruf dengan Ibnu Handzholiyyah. HR. maka maka percepatlah dan kejarlah sebelum habis sumsum kendaraan itu (persedian bahan makanan pada tubuh binatang itu)” 2. Maka bersabda (Rasulullah saw) : “Takutlah kamu kepada Allah terhadap binatang-binatang yang bisu ini. Dan jika kamu beperguian pada daerah yang kering. Muslim. 36 Yasin : 73) Diantara manfaatnya adalah : • Untuk membajak sawah oleh para petani. Dengan demikian bersyukur atas karunia binatang ternak ini adalah dengan memelihara dan merawatnya dengan baik serta menjaga kelestariannya. seperti kulit sapi yang dapat digunakan untuk berbagai alat musik tabuh (perkusi). dan lain-lain. Termasuk berdosa jika kita tidak merawatnya dengan baik dan membebani binatang tunggangan misalnya melebihi batas kemampuannya. Abu Dawud dari Sahl bin ‘Amru. Kemudian Nabi bertanya : “Siapakah pemilik unta ini ? Maka datanglah seorang pemuda Anshar berkata : Itu milikku ya Rasulullah. • Bulunya. • Kulitnya. diriwayatkan : “Maka Rasululullah saw masuk ke kebun seorang Shahabat Anshor. hingga diamlah onta itu. Bagaimana cara bersyukurnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu dipahami dulu tentang apa hakekat Syukur itu ? Menurut sebagaian Ulama. seperti bulu Biri-biri untuk pembuatan bahan kain wol. Maka kendarailah dalam keadaan yang baik dan beri makanlah dalam keadaan baik” 3. • Berbagai perlombaan dan hobbi. sebagaimana Sabda Beliau saw : 1. HR. dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda : “Jika kamu bepergian dalam daerah yang subur maka berilah kesempatan kendaraan (unta) itu makan. Abu Dawud. HR. berkata : “Rasulullah berjalan melihat seekor unta yang telah rapat punggungnya dengan perutnya ( terlalu kurus).Dan satu lagi nilai kemanfaatan dari binatang ternak.. dan dia adalah Ahli Baiatur Ridlwan. Allah memerintahkan kita bersyukur atas ni’mat diciptakannya binatang ternak. seperti pacuan kuda. Pada akhir ayat ke-73. tiba-tiba disana ada unta dan ketika terlihat oleh Rasulullah tiba-tiba ia merintih dan mencucurkan air mata. Syukur adalah : “Pendayagunaan semua karunia Allah oleh seorang hamba sesuai dengan tujuan penciptaannya” Dan tujuan penciptaan manusia adalah dalam rangka ‘ibadah dan menjadi Khalifah di muka bumi ini. hanya dengan ungkapan : (Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat) (QS. Maka didekati oleh Nabi saw dan diusap-usap punggung dan dekat leher atau telinganya. Berkata Nabi : 84 .

(QS. Dan saat menyembelihnya pun hendaknya dengan pisau yang tajam sehingga binatang sembelihan tersebut tidak mengalami penderitaan yang terlalu lama. ia mengeluh bahwa kamu selalu melaparkannya dan melelahkannya”. menyembelih hewan Qurban di Hari Nahar (Idul Adha) adalah bukti rasa syukur kita kepada karunia ni’mat Allah.“Tidakkah kamu takut kepada Allah dalam memelihara binatang yang telah diberikannya kepadamu. termasuk nikmat diciptakannya binatang ternak bagi kita ummat manusia. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (sembelihlah hewan Qurban)”. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. dan berbagai amal shaleh lainnya. ‘Aqiqah. Kemudian cara bersyukur lainnya yang amat perlu untuk mendapat perhatian adalah adalah dengan mengeluarkan zakatnya jika jumlah binatang ternak tersebut sudah mencapai nishab zakat. Kemudian menyembelihnya untuk tujuan Qurban. 85 . 108 Al-Kautsar : 1-2) Dari ayat ini dapat dipahami dengan jelas bahwa.

10 Yunus : 28) Kata “Syurakaauhum” (sekutu-sekutu mereka) dalam ayat ini menurut Tafsir Qurthubi adalah Syetan atau Berhala. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka. Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami”. Kemudian di akherat nanti justru berhala yang disembah ini pun akan berdebat berbantah-bantahan dengan orang yang menyembahnya. kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu”. “Bagaimana mungkin sebongkah batu atau seonggok kayu. Sementara ia sendiri tak dapat berlindung dari panas teriknya matahari dan guyuran air hujan”. Logika yang paling sederhana seperti pernyataan di bawah ini pun pasti akan setuju dengan firman Allah di atas. Allah berfirman : “Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. bahwa ia (berhala) tersebut tidak pernah meminta untuk disembah. 74-76) Pada QS.yang biasa dijadikan berhala. 86 . 36 yasin . padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. Ini merupakan dalil yang nyata bahwa berhala tak dapat memberi syafaat (pertolongan) apapun. Sesungguhnya Kami (Allah) mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan”.dapat memberi pertolongan dan memenuhi hajat seseorang. 36 Yasin : 74-76. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Allah berfirman : (Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya. (QS. Sehingga bagaimana mungkin berhala tersebut akan dapat memberi syafaat.CELAAN ALLAH KEPADA PENYEMBAH BERHALA (QS.

Meski sedikit barangkali ada saja sedih dan kecewanya. dengan kekufuran mereka. Karena beliau saw senantiasa dibimbing oleh wahyu. pada tafsir ayat ke-10 dalam bab tentang “Mayoritas orang kafir di azab oleh Allah”. Sebagaimana sudah kami jelaskan dimuka. Sehingga tidak dapat melepaskan diri dari kodrat kemanusiannya. barangkali karena dua hal. Nabi saw. yakni : 1.Ayat ke-76 merupakan ayat yang mengingatkan Nabi saw agar tidak bersedih dengan ucapan-ucapan mereka yang mengejek dan penolakan mereka-kafir Quraisy. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka berpaling. 87 . maka kewajiban kamu hanyalah bertabligh (menyampaikan ayat-ayat Allah)” (QS. ingin agar semua orang beriman sebagai bukti kasih sayangnya yang mendalam kepada ummatnya. 2. 3 Ali Imran : 20) Mengapa Nabi saw sampai harus diingatkan agar tidak usah bersedih. Sebab tugas seorang Nabi dan Rasul hanyalah menyampaikan. Wallahu a’lamu. Sedang urusan hasil adalah dalam Kekuasaan Allah. Tetapi kita meyakini bahwa hal itu tidak akan berlangsung lama.kepada da’wah Nabi saw. Nabi saw meskipun seorang Insan Kamil (Manusia sempurna) tetapi bagaimanapun dia adalah seorang manusia bukan Malaikat.

36 Yasin : 77-83. ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang. Menurut riwayat Al-Hakim dengan sanad bersumber dari Ibnu Abbas ra. b. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. 77-83) Pada QS. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Ayat ini (QS. turun berkenaan dengan 88 . dan As-Suddi. dan dia lupa kepada kejadiannya. Dia berkuasa. Ia berkata : “Hai Muhammad. ‘Urwah bin Zubair. 36 Yasin . yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau. apakah Allah akan membangkitkan tulang yang sudah hancur ini ?”. Ikrimah. Asbabun Nuzul ayat-ayat ini adalah : a. dengan tambahan bahwa orang itu adalah Ubay bin Khalaf: “Diriwayatkan bahwa Al-‘Ash bin Wa’il. 36 Yasin . 77-83)." Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasadjasad mereka yang sudah hancur itu? Benar. Nabi saw menjawab : “Benar. maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami. Allah akan membangkitkan ini (tulang) dan mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali serta memasukkan kamu ke Neraka Jahannam”.BUKTI ADANYA HARI BERBANGKIT (QS. Menurut Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid. maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. menghadap kepada Rasulullah saw dengan membawa tulang belulang yang sudah rusak sambil mematahmatahkannya. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Allah berfirman : “Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani).

Kedua pohon itu tumbuh di darat. khususnya tentang pohon kayu hijau. Allah berfirman : “Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja” (QS. 2. maka keluar api dari kedua kayu tersebut dengan izin Allah SWT”. Allah ciptakan manusia (Adam) dari tanah. (QS. Allah berfirman “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya (tanah) Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain”. Lalu ditumbukkan kayu marikh diatas kayu ifar. Sebagaimana firman-Nya : “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati mani)”.dengan peristiwa tersebut di atas yang menegaskan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di Hari Qiyamat” Dari ayat ini. adalah : “Pohon marikh dan pohon ifar. (QS. Diantaranya adalah : 1. Allah mengajak manusia untuk melihat bukti. 31 Luqman : 28) Sedangkan arti ayat ke-80. 20 Thaha : 55) Dan prosesnya terjadi adalah dengan cara yang sangat mudah. ia memotong dua dahan dari semisal kayu siwak. 89 . Penciptaan Langit dan Bumi. Kejadian manusia yang berasal dari sperma. Orang yang akan menyalakan api. Keduanya berwarna hijau dan dari padanya air menetes. Adanya api dari kayu yang hijau 3. 32 As-Sajdah : 8) air yang hina (air Pada ayat ke-79. Ayat ke-77 merupakan peringatan keras agar manusia tidak berlaku angkuh dan sombong kepada Allah SWT. bahwa Ia berkuasa untuk menghidupkan kembali tulang-belulang yang sudah hancur. Allah berfirman : “Katakanlah: "Ia (tulang belulang) itu akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Ia lupa kepada asal kejadiannya. Dan untuk pertama kali. menurut Ibnu Abbas ra. bahwa ia hanya berasal dari air yang hina.

40 Al-Mu’min : 57) Dan baru pada abad ke-20. dalam Tafsir Al-Azhar. Dan ia dapat menyala hingga berkobar apinya. yakni : 1. Misalnya di rimba Takengon (Aceh Tengah). Bila telah besar pohonnya.Sedangkan menurut Hamka. sehingga manusia memanfaatkan sumber tenaga itu bagi kepentingan hidupnya dan bersyukur kepada-Nya. dapat kita saksikan pada pohon kayu tusam atau pinus. maka getahnya dapat ditakik sebagaimana menakik pohon karet. manusia dapat menyadari betapa dahsyatnya proses penciptaan langit dan bumi. Dengan munculnya Teori Big Bang. Kayu pinus atau kayu tusam betul-betul pohon yang hijau berdaun rindang yang lurus. kayu yang hijau yang dapat menimbulkan api untuk kepentingan manusia. Allah berfirman : “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari pada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Allah mengajak manusia untuk melihat karya Allah yang jauh lebih besar daripada penciptaan manusia dan api yakni proses penciptaan langit dan bumi. yakni : “Sebuah teori tentang proses terciptanya galaksi (gugusan bintang-bintang) melalui sebuah ledakan besar”. menurut Ir. untuk menunjukkan bahwa proses pembangkitan kembali manusia dari Qubur adalah perkara mudah. Allah memperingatkan mereka agar tidak melupakan hakekat dan asal-usul sumber tenaga itu” Pada ayat ke-81. 56 Al-Waqi’ah : 71-73) Ayat-ayat ini menurut Afzalur Rahman dalam Quranic Science. menunjukkan bahwa : “Al-Qur’an menyebutkan daya panas dan sumbernya untuk menarik perhatian manusia kepada Kekuasaan dan Kebesaran Allah. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir” (QS. 90 . Agus Mustofa dalam Buku Pusaran Energi Ka’bah. (QS. Di ayat lain. namun ia mengandung minyak yang dapat dinyalakan. Allah berfirman : “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu). atau Teori Ledakan Besar.

91 . Ia pasti butuh upaya penyempurnaan secara terus-menerus.2. barulah terwujud sebagian saja dari keinginan (irodahnya) tersebut. benda-benda tersebut saling dekat. maka ia harus memikirkannya terlebih dahulu kemudian melakukannya melalui proses yang panjang. Allah menegaskan bahwa Cara Allah untuk mewujudkan irodah (keinginannya) itu adalah sangat mudah hanya dengan berfirman “Kun fayakun” maka terjadilah apa yang diinginkannya tersebut seketika. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. 46 Al-Ahqaaf : 33) Ayat ke-82 ini. semua benda langit tersebut berkumpul di suatu titik yang sama. Jarang terjadi apa yang diinginkan dapat terwujud dengan sekali pekerjaan. (QS. Sebagaimana firman-Nya : “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya. menurut para Ahli Ilmu Tauhid sekaligus menegaskan dengan nyata perbedaan antara irodah makhluq dan irodah Al-Khaliq. (QS. Meski hal tersebut merupakan perkara yang amat besar dalam ukuran manusia. Apabila makhluq seperti manusia ingin melakukan sesuatu. Hasil pengamatan Teleskop Huble. menyatakan : “Bahwa berbagai benda langit seperti planet. 21 Al-Anbiyaa : 30) “Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka. matahari dan bintangbintang semuanya sedang bergerak menjauh. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya” (QS. Artinya mestinya dahulu. kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan pada miliaran tahun yang lalu. alias padu dan berimpit” Hal ini sesuai dengan firman-Nya : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. 50 Qaaf : 6) Pada ayat ke-82.

kadang ketentuan taqdir-Nya tersebut adalah buruk adanya”. Karunia diturunkannya Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an dengan berbagai fadhilahnya yang amat banyak. Karunia diturunkannya Al-Qur’an 2. (QS. 36 Yasin : 83) Ayat penutup ini merupakan perintah Allah SWT kepada ummat manusia untuk bertasbih. yang harus kita syukuri. Yakni : 1. Karunia ilmu pengetahuan di bidang transportasi darat. Karunia diciptakannya api sebagai sumber energi panas 18. Sehinga ia ridlo menerimanya. 92 . Sifat-Nya. Di dalam Surat Yasin saja minimal ada 20 ((dua puluh) karunia Allah. laut dan udara 13. Karunia diciptakannya langit dan bumi 19. Karunia liqa’ dengan Allah SWT sebagai puncak kenikmatan surgawi 15. 20. Dan ucapan “Tasbih” sendiri sebenarnya memiliki makna yang dalam yakni : “Saat manusia bertasbih. Karunia ilmu pengetahuan di bidang pertanian (agriculture) 7. Karunia adanya mata air 6. Karunia diciptakannya binatang ternak dengan berbagai kemanfaatannya 16. Karunia adanya Hari Berbangkit. Allah berfirman : “Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. sehingga keadilan Ilahi dapat ditegakkan. maka ia sedang mengakui bahwa Allah SWT adalah Maha Suci dari segala kekurangan. Karunia adanya tanaman dan buah-buahan 5. Sehingga apapun ketentuan taqdir-Nya yang ditetapkan kepada seseorang hingga saat ini adalah yang terbaik dalam pandangan Allah SWT. Karunia diciptakannya manusia dari sperma 17. Meski dalam pandangan syahwat nafsu manusia. Karunia diciptakannya matahari yang berjalan di tempat peredarannya 10. karena demikian agung kekuasaan-Nya dan demikian banyak karunia-Nya. AsmaNya ataupun Af’al-Nya (Karya dan Perbuatan-Nya).Pada ayat terakhir. Karunia diciptakannya bulan yang berjalan pada garis edarnya 11. Karunia diutusnya Muhammad saw sebagai Rasulullah 3. me-Maha Suci-kan Allah Azza wa Jalla. Karunia dihidupkannya kembali lahan yang tandus 4. Karunia berupa adanya pergantian siang dan malam 9. Baik dalam Dzat-Nya. Karunia diciptakannya bahtera yang berlayar di lautan 12. Sebab mustakhil (tidak mungkin) Dia (Allah) berlaku tidak adil dan menganiaya hamba-Nya. Karunia berupa adanya pasangan pada segala sesuatu 8. Karunia surga dengan segala kenikmatannya bagi orang yang bertaqwa 14. Wallahu a’lamu bish-showabi.

93 . Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. Allah berfirman : “Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Hadits ini telah mengilhami para alim ulama untuk mengetahui hikmah dan rahasianya ? Sesuatu yang sulit untuk dijawab. dapat dipahami bahwa Hikmah tentang sesuatu memiliki peluang untuk dapat ditemukan jika seseorang mau mempergunakan akalnya untuk melakukan penelaahan secara mendalam. Karena memang tidak ada riwayat yang menjelaskan mengapa Yasin merupakan Qalbu al-Qur’an. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. Dan barang siapa membacanya. 2 Al-Baqarah . ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Tirmidzi dari Anas ra. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu. (QS. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. 269) Berdasarkan Surat Al-Baqarah : 269 ini. bahkan dikatakan bahwa : “Letak Qalbul Qur’an dalam Surat Yasin itu terdapat dalam ayat (QS. Tetapi karena ia merupakan sebuah upaya mengungkapkan rahasia dan hikmah. pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Irfan yang juga merupakan cucu Kyai Ghunthur Sukabumi. Hanya saja dalam risalah itu tidak disebutkan alasan dan sumber periwayatannya.HIKMAH YASIN SEBAGAI QALBUL QUR’AN Pada keterangan terdahulu dalam bab fadhilah Surat Yasin sudah dikemukakan tentang sebuah hadits riwayat HR. Dalam risalah kecil berjudul “Qalbul Qur’an” karya Al-Ustadz Asep Abdurrahman. maka pendapat beliau ini adalah sah-sah saja. 36 Yasin : 58).

Jika mengambil I’tibar dari Hadits Riwayat Bukhari Muslim dari Abi Abdullah Nu’man bin Basyir ra. tentang hati dalam jasad yang memiliki peran amat penting dan strategis, sebagaimana sabdanya :

“Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh itu. Dan bila segumpal daging itu rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ingatlah bahwa itulah hati”. Maka Surat Yasin ini pun memiliki kedudukan yang penting dan strategis pula diantara 114 surat dalam Al-Qur’an. Dalam Hadits ini, hati manusia diibaratkan sebagai barometer untuk mengukur baik dan buruknya seseorang. Jika hatinya baik maka dapat dipastikan bahwa fisiknya sehat dan akhlaq perilakunya pun bagus. Hujjatul Islam-Imam AlGhazali-dalam Al-Ihya telah mengungkapkan hal ini secara panjang lebar. Maka sebagai qalbul qur’an, Surat Yasin pun dapat dijadikan sebagai barometer pula untuk menilai penguasaan seseorang tentang Al-Qur’an. Jika bagus penguasaannya tentang surat Yasin baik dalam pengertian lafdz, ma’na dan tafsirnya, maka besar kemungkinan bagus pula penguasaanya tentang ayat dan surat-surat lainnya dalam AlQur’an. Begitu pula dalam aspek pengamalannya. Jika ia telah mampu mengamalkan isi yang terkandung dalam Surat Yasin dalam kehidupan sehari-hari, maka pengamalan kandungan surat yang lain pun akan segera dapat terwujud dalam dirinya. Qalbul jasad (Hati atau Jantung) berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh sehingga nafas kehidupan seseorang dapat tetap terjaga. Jika qalbul jasad berhenti bekerja, maka kematian dipastikan akan menjemputnya. Jika kematian fisik ragawi terjadi karena aliran darah terhenti, maka kematian spiritual manusia terjadi jika aqidah islamiyyah telah tercabut dari dirinya. Aqidah adalah pondasi dari bangunan Islam. Jika aqidah rusak, maka bangunan islam tidak akan tegak dalam dirinya. Hidup sebagai orang murtad, musyrik atau munafiq pada hakekatnya adalah ia telah mati sebelum ajal menjemputnya. Karena ruhaninya telah mati tak dapat lagi melihat kebenaran. Sebagai surat yang diturunkan di Mekkah, surat Yasin sarat dengan tema tentang aqidah dan keimanan. Hampir tidak dijumpai masalah Fiqh yang secara jelas diungkapkan, kecuali sebagai pengembangan dari tafsir ayat. Pada surat Yasin, minimal ada 5 rukun iman yang secara nyata diungkapkan Allah , yakni : 1. Tentang Iman kepada Allah. Diantaranya diungkapkan dengan menggugah manusia untuk memperhatikan bukti kekuasaan-Nya yang terdapat di semesta alam, pada peredaran bulan, dan matahari, dan lain sebagainya. 2. Tentang Iman kepada Malaikat Khususnya tentang Malaikat Ishrafil sang peniup sangkakala yang secara tersirat diungkapkan dalam QS. 36 Yasin : 51.

94

3. Tentang Iman kepada Kitab Khususnya tentang kebenaran Al-Qur’an yang penuh hikmah. 4. Tentang Iman kepada Rasul Khususnya tentang Kebenaran Muhammad saw sebagai rasul utusan Allah. Juga berita tentang adanya para Rasul lain sebelum Nabi Muhammad diantaranya yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah. 5. Tentang Iman kepada Hari Qiyamat Diantaranya tentang adanya Yaumul Ba’ats, Yaumul Hasyr, Neraka Jahannam dan Surga dengan segala kenikmatannya. Dan tema aqidah ini diungkapkan dalam Surat Yasin dengan berbagai cara dan gaya bahasa yang berbeda. Baik melalui kisah, ayat-ayat kauniyyah ataupun melalui berita tentang adanya kehidupan di masa yang akan datang setelah dunia ini hancur sebagaimana pada surat-surat lainnya. Surat Yasin juga menggugah nurani manusia untuk banyak bersyukur dan bertasbih atas karunia-Nya. Minimal ada 20 (dua puluh) karunia Allah yang disebutkan dalam Surat Yasin. Dan pada 114 Surat lain dalam Al-Qur’an, berbagai karunia ini kembali diungkapkan baik sebagiannya ataupun keseluruhan dari ke-20 karunia tersebut. Jika surat lain memuat kisah para Nabi dan Rasul Utusan Allah serta ummatnya yang beriman maupun yang kufur, maka Surat Yasin pun demikian pula. Ia memuat kisah tentang Para Rasul bagi Kaum Anthakiyyah, memuat sosok Habib An-Najar sebagai simbol pengikut para Rasul yang bertaqwa, yang nasibnya demikian baik karena gugur sebagai Syuhada. Padahal dalam Al-Qur’an ayat yang memuat tentang karunia bagi para syuhada hanya terdapat dalam Surat Al-Baqarah dan Ali Imran saja. Dua surat ini digelari Rasul sebagai Az-Zahraawaini (Dua Bintang Yang cemerlang) yang keduanya dari golongan ayat Qur’an merupakan pemberi syafaat terbesar di akherat nanti. Barangkali ini mengindikasikan bahwa kedudukan derajat surat Yasin adalah mendekati kedua surat agung ini. Apalagi pada HR. Ahmad dari Maqil bin Yasar ra., Rasulullah setelah menyebut kemuliaan Surat Al-Baqarah sebagai “Sanamul Qur’an wa Dzirwatuhu” (Punggung AlQur’an dan Puncaknya) kemudian menggandengnya dengan menyebut Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an (Hatinya Al-Qur’an). Nasib Kaum yang ingkar yang demikian mengerikan yang banyak diungkapkan oleh Allah dalam berbagai ayat Qur’an seperti Nasib Kaum ‘Ad, Tsamud, Luth, dan Madyan memang tidak dijumpai dalam Surat Yasin. Tetapi Surat Yasin yang agung ini mengungkapkan pula nasib mengerikan dari Kaum Anthakiyyah yang dengan satu teriakan saja telah memusnahkan seisi ngeri. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa surat Yasin pun memuat berita tentang azab Allah kepada para pendusta-Nya sebagaimana surat lainnya.

95

DAFTAR PUSTAKA
1. Al-Qur’anul Karim 2. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI, 1989. 3. Tafsir Al-Jalalain, Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi 4. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Qurthubi), Imam Qurthubi 5. Tafsir Al-Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Ibnu Katsir), Imam Abu Fida Ismail Ibnu Katsir 6. Tafsir Surat Yasin, Syeikh Hamami Zadah 7. Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 8. Qishashul Anbiya, Imam Abu Fida’ Ismail Ibnu Katsir 9. Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim, Imam Syamsuddin Ibnul Qayyim Aj-Jauzy 10. Mafahim Yajib An-Tushahhah, DR. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki 11. At-Tafsir wa Manahijuh, DR. Mahmud Basuni Fawdah 12. As-Sirah An-Nabawiyyah, Syeikh Abul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi 13. Bulughul Maram, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 14. Subulus Salam, Imam Ash-Shon’ani (Muhammad bin Ismail Al-Kahlani) 15. Mausuu’atul Ijma’, Sa’di Abu Habib 16. Mukhtarul Ahadits An-Nabawiyyah, Sayyid Ahmad Al-Hasyimi 17. Fadhoilul A’mal, Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi 18. Syarafu Ummatil Muhammadiyyah, DR. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki 19. Tanbihul Ghafilin, Imam Abu Laits As-Samarqandiy 20. Al-Habaik fi Akhbaril Malaik, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 21. Al-‘Aqaidul Islamiyyah, Syeikh Sayyid Sabiq 22. Qamus Arab-Indonesia, Prof. DR. Mahmud Yunus, 1989 23. Studi Islam, Prof DR. Hamka, 1985 24. Al-Islamu wal ‘Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun, DR. Muhammad Al-Khathib 25. Pusaran Energi Ka’bah, Ir. Agus Mustofa 26. Buku Saku ESQ, Ary Ginanjar Agustian 27. Ath-Thariq Ilal Jannah, Abdul Qadir Ahmad ‘Atha 28. Quranic Science, Afzalur Rahman 29. Ummat Bertanya Ulama Menjawab, KH. Drs. Ahmad Dimyati Badruzzaman 30. Tafsir Al-Azhar, Prof DR. Hamka 31. Syarah Riyadhul Badi’ah, Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi 32. Qalbul Qur’an, Ust. Asep Abdurrahman 33. Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. Prof DR. Ahmad Syalabi 34. At-Tahbier fit Tadzkiir, Syeikh Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi 35. Arba’in An-Nawawiyyah, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 36. Al-Halalu wal Haramu fil Islami, Prof DR. Yusuf Qardlawi 37. Nashaihul ‘Ibad, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 38. Riyadhus Shalihin, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 39. Hadits Qudsi, KH. M.Ali Usman, H.A.A. Dahlan, Prof.Dr.HMD. Dahlan, 1990 40. Alam Qubur (Alam Barzakh), Drs. M. Ali Chasan Umar, 1979

96

Karena bagi Kyai Machfud. Kemudian mendirikan Lembaga Pendidikan dan Sosial (LPS) Thariqul ‘Izzah pada tahun 2005. pada tahun 2000 bersama sang istri. yang hari ini dikenal sebagai Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). dengan mengambil jalan da’wah sebagai jalan kehidupannya. penulis buku ini tidak pernah benar-benar menjadi seorang santri. pada tahun 1997. Dan bersama sang istri pula. Machfud Ridwan Salatiga. ia mendirikan Majlis Ta’lim Thariqul ‘Izzah di Kota Mataram. Pada tahapan ini. ia sendiri yang mengasuh sekaligus mengajarnya hingga saat ini. ia juga menimba ilmu kepada KH. terjadi pada saat menempuh kuliah di Yogyakarta. Mustami’uddin Ibrahim. Sebelumnya di tahun 1995 mendirikan TPQ Miftahus Sa’adah di Perumahan BTN Pengsong Perampuan Labuapi Lombok Barat. 97 . Ia adalah putra TB Ibrohim. Mengenyam pendidikan umum tertinggi di Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta. ia berinteraksi dengan para Kyai dari Kaum Nahdhiyyin. Tetapi keseriusannya untuk benar-benar mempelajari Ilmu Agama terjadi saat ia menjadi “santri terbang” di Pondok Pesantren Payaman Magelang. Ahmad Mukhlisun (pimpinan Ponpes Sirajul Mukhlashin Payaman) yang sekarang menjadi pimpinan tertinggi Jama’ah Tabligh di Indonesia. yang salah satu unit aktifitasnya adalah mendirikan Taman Kanak (TK) Thariqul ‘Izzah di Perumahan Bumi Kodya Asri Jempong Karang Pule Mataram. diantaranya adalah Ust. Barakah dari mimpinya berjumpa dengan Rasulullah saw. tanggal 11 Maret 1965. Ismail Yusanto. Aktifitasnya di HMI Komisariat Fakukltas Pertanian UGM dan interaksinya dengan para tokoh Cendekiawan Muslim seperti DR. Ir.BIOGRAFI SINGKAT PENULIS Agus Gustiwang Saputra. seorang tokoh Islam di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai Ahli Hikmah. satu bentuk follow up dari pertrainingan yang diikutinya di FOSI Yogyakarta. saat ia telah hijrah ke Lombok. disamping belajar mengkaji Tafsir Al-Qur’an kepada TGH. Drs. Pada periode inilah. Amien Rais dalam Pesantren I’tikaf Ramadhan (PIR) II tahun 1985 di Yayasan Shalahudin Yogyakarta. Interaksi berikutnya di akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an terjadi dengan tokoh harakah islamiyyah. telah mendorongnya untuk secara otodidak mengkaji Islam secara mendalam. HM. penulis buku ini lahir di Rengasdengklok Karawang Jawa Barat pada hari Kamis. Kemudian untuk memantapkan pilihannya bergelut di jalan da’wah. ia benar-benar tersadar bahwa ia harus turut serta memikul tanggung jawab agama ini dengan sebaik-baiknya. Pendidikan dasar agama ia dapatkan disamping dari ayahandanya sendiri adalah di Madrasah Diniyyah AlHuda dan Al-Khoiriyyah Rengasdengklok. Selain berguru kepada para Kyai di Payaman seperti KH. SH. yang mengelarinya sebagai “santri emprit”. sekaligus tokoh Pergerakan Kemerdekaan yang dikenal sebagai Komandan pasukan dalam Perang Enam Jam pasca kemerdekaan melawan Belanda di tepian irigasi yang memanjang antara Rengasdengklok dengan Batujaya. telah turut serta menumbuhkan ghirah keislaman dalam dirinya. Kecenderungannya kepada Ilmu Agama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful