MUQODDIMAH

Dengan berharap barakah dari Allah, maghfirah serta ridlo-Nya, kami mulai tulisan sederhana dalam upaya mengungkap tafsir Surat Yasin yang Agung ini dengan kalimah (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Sebab Rasulullah saw bersabda dalam sebuah Hadits :

“Tiap urusan yang tidak dimulai dengan di dalamnya Bismillahirrahmanirrahim, maka terputus barakah-Nya” . Dalam Hadits lain, Rasulullah saw bersabda :

dengan

“Tiap urusan yang mengandung kebaikan yang tidka dimulai di dalamnya dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka terputuslah barakah-Nya”. Surat Yasiin termasuk golongan Surat Makkiyyah yaitu surat yang turun di Mekkah saat Nabi Muhammad saw belum berhijrah ke Madinah. Diturunkan sesudah surat Al-Jin, terdiri atas 83 ayat. Ditempatkan dalam Mushaf pada Juz ke22 untuk ayat 1-21 dan juz 23 mulai ayat 22-83, dengan nomor surat adalah 36 sesudah surat Faathir. Surat Yasin barangkali adalah surat yang paling terkenal bagi orang awam di Indonesia, diluar surat-surat pendek yang terdapat dalam Juz ‘Amma. Sehingga banyak orang yang tidak dapat membaca Al-Qur’an sekalipun, ia dapat menghafal di luar kepala Surat Yasin, terlepas dari benar dan salahnya lafal yang diucapkannya ditinjau dari qaidah Ilmu Tajwid. Mengapa demikian ? Sebuah fenomena yang nyata dan hidup di masyarakat kita di Indonesia, baik di kota ataupun di desa, meski Rasulullah saw tidak pernah mencontohkannya secara langsung, adalah adanya Majlis Pembacaan Surat Yasin. Khususnya pada setiap malam jum’at, tatkala ada kematian, pada permulaan acara sebuah Majlis Ta’lim, pada malam Nisfu Sya’ban, dan lain sebagainya. Semuanya ini merupakan media yang sangat berperan yang mendorong ummat untuk mau membaca bahkan menghafalkannya. Sehingga apa yang diinginkan Rasulullah saw dalam HR. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda :

1

“Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (Surat Yasin) ini berada dalam hati setiap manusia dari ummatku”, menjadi sebuah kenyataan di Indonesia, sebuah negeri dengan mayoritas penduduk muslimnya terbesar di dunia ini. Tradisi yang tumbuh subur dan dikembangkan sejak dahulu oleh para Ulama di Indonesia ini, meski oleh sebagian orang dihukumi “Bid’ah”, sebenarnya memilki pijakan dalil yang kuat. Para Ulama di Indonesia yang sebagian besar bermadzhab Syafi’I, menyandarkan amaliyyahnya ini kepada sebuah Qaidah Fiqh, yang terkenal dalam Madzhab Syafi’I yang mengatakan :

“Asal pokok dari segala sesuatu adalah boleh atau mubah sehingga ada dalil yang menunjukkan keharamannya”. Qaidah ini dikutip oleh para Ulama diantaranya dari Kitab karya Imam AsSuyuthi yang berjudul “Al-Asybah wan Nadzair”, dan yang diakui pula kebenarannya oleh Prof DR. Yusuf Qardhawi dalam “Al-Halalu wal Haramu fil Islami” karena memiliki sumber dalil yang kuat dari berbagai ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasul. Diantaranya menurut DR. Yusuf Qardhawi adalah QS. 2 Al-Baqarah : 29, QS. 45 Al-Jatsiyah : 13 dan QS. 31 Luqman : 20. Qaidah ini berbeda dengan yang dikembangkan oleh Abu Hanifah pendiri Madzhab Hanafi yang mengatakan bahwa : “Pokok dari segala sesuatu itu adalah dilarang (Haram) sehingga ada dalil yang menunjukkan kebolehannya”. Itulah sebabnya di masyarakat kita ada sebagian orang yang tidak menyukai adanya aktifitas seperti Majlis Pembacaan Surat Yasin Tetapi ikhtilaful ‘Ulama adalah rahmat. Kearifan kita untuk bersikap tasammuh (toleran) dan mengakui adanya pluralitas pendapat, akan melahirkan ketentraman dalam beragama. “Klaim” yang terlalu tergesa-gesa untuk menghukumi amaliyyah orang lain sebagai sesat hendaknya mulai dijauhkan dari pemikiran kita. Sebab berpotensi untuk memicu tafaruq (perpecahan) diantara ummat Islam. Sehingga cita-cita kita untuk menjalin Ukhuwah Islamiyyah (Persatuan Ummat Islam) demi ‘Izzul Islam wal Muslimin” (Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin) hanyalah sebuah khayalan belaka. Kedudukan Surat Yasin sebagai “Qalbu al-Qur’an”, disamping fadhilah lain diantaranya untuk pengampunan dosa merupakan motifator terbesar bagi ummat untuk memperbanyak membacanya. Hanya amat disayangkan bahwa sedikit sekali, khususnya di masyarakat awam yang jauh dari dunia santri, yang mengetahui sekedar tarjamahnya apalagi untuk kandungan makna dan tafsirnya secara mendalam. Sementara Tafsir berbahasa Indonesia yang secara khusus mengkaji surat Yasin pun amat sedikit. Kebanyakan ia merupakan satu kesatuan dengan tafsir surat lainnya. Risalah sederhana ini dimaksudkan untuk sedikit mengisi kekosongan dalam aspek yang terakhir ini. Sehingga ummat Islam diharapkan tidak hanya sekedar

2

“mengambil barakah” dengan membacanya saja. Tetapi Yasin sebagai bagian integral dari Al-Qur’an, hendaknya diposisikan sebagai “Way of Life”. Sehingga mengetahui tafsirnya adalah sebuah kemestian. Dan barakah yang akan didapat tentunya lebih banyak lagi. Tiga Kitab Besar yang mu’tabarah dalam bidang Tafsir, yang lebih dikenal sebagai Tafsir Qurthubi, Jalalain dan Ibnu Katsir, adalah rujukan utama kami dalam menyusun buku ini. Kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabain Nuzul, karya Imam AsSuyuthii, juga kami pergunakan. Kemudian untuk memperluas kajian, kami menggunakan berbagai literature yang berkaitan dengan topik bahasan yang ada. Ada sekitar 25 (dua puluh lima) topik dalam buku ini yang kami simpulkan dari 83 ayat yang terdapat dalam surat Yasin ini. Kemudian kami tambahkan pula di dalamnya topik tentang fadhilah surat yasin dan hikmah yasin sebagai qalbul qur’an. Mengapa hal ini kami anggap penting, adalah sebagai targhib. Sehingga orang akan makin terdorong untuk terus membacanya, mengkaji dan mengamalkan isi dan kandungannya. Menafsirkan ayat dengan ayat Al-Qur’an lain atau dengan berbagai Hadits dan riwayat adalah ciri tulisan ini. Pendekatan sains sebagai alat bantu dalam memahami ayat yang berhubungan dengan kekuasaan Allah di semesta alam, juga kami gunakan. Semoga ada manfaatnya. Amien.

Wassalaam Mataram Nusa Tenggara Barat Jum’at 20 ramadhan 1427 H (13 Oktober 2006 M) Al-Faqir Ilallah : Agus Gustiwang Saputra

3

derajat Shohih menurut Ibnu Hibban dari Ma’qil bin Yasar ra. Mauquf dan karena tidak diketahui identitas Abu Utsman dan ayahnya itu (selaku Rijalul Hadits pada sanadnya). bahwasanya Nabi saw.. pernah bersabda : “Tiada dari mayyit yang saat sakaratul maut itu dibacakan disisinya surat Yasin melainkan Allah akan meringankan siksanya” 4 .. dari Ma’qil bin Yasar ra.. 2. Menurut Ibnu Hibban sebagaimana diriwayatkan oleh Ash-Shon’ani dalam Kitab Subulus Salam : “Pengertian lafal “Mautakum” ini adalah orang yang dalam sakaratul maut” Tetapi Hadits ini oleh Ibnu Qathan dinilai cacat karena termasuk Hadits Mudtharib. Nasa’I. keduanya berkata : Rasulullah saw. HR.FADHILAH SURAT YASIIN 1. Wallahu a’lam. surat Yasin” Hadits ini terdapat pula dalam Kitab Bullughul Maram karya Amirul Mu’minin Ilmu Hadits. di Masjid atau di rumah”. bersabda : “Bacakanlah kepada orang yang akan mati diantara kalian. yang meriwayatkan dari Abu Darda dan Abu Dzar ra. Abu Dawud. Tidak ada bedanya antara bacaan Yasin dari jama’ah yang hadir dekat orang mati atau diatas kuburnya dengan membaca seluruh ayat Al-Qur’an atau sebagiannya bagi orang mati. dalam Subulus Salam mengutip pula Hadits dari pengarang Kitab “Al-Firdaus”. Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani berkata dalam Kitab Adz-Dzakhiiratuts Tsamiinah : “Hadits ini derajatnya Hasan. Abu Dawud dan Ibnu Majah dalam Kitab Sunan-nya. Tetapi Ash-Shon’ani. Dari keterangan ini dapatlah dipahami adanya sebagian Ulama dalam Madzhab Syafi’I yang memperkenankan pembacaan Surat Yasin bagi orang yang mati dan pembacaan surat Yasin yang dilakukan oleh para peziarah Qubur pada saat ia berziarah Qubur. HR. bahwa Nabi saw bersabda : “Bacakanlah surat Yasiin kepada orang mati diantara kamu” Sehubungan dengan Hadits ini. yakni Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani.

: Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada permulaan hari. Allah akan meringankan baginya dan memudahkan keluarnya roh” Prof DR. ia berkata. terampunilah dosanya pada pagi harinya” Ulama Hadits lain yakni Abu Na’im dalam Kitab Mukhtarul Ahadits AnNabawiyyah karya Sayyid Ahmad Al-Hasyimi. dari Abu Hurairah ra. Ad-Darami dalam Kitab Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. dalam muqaddimah juz ke-23 pada Kitab Tafsir Al-Azhar mengemukakan pengalaman pribadinya saat dimintai tolong membacakan surat Yasin kepada orang yang sedang sakaratul maut yang sulit sekali melepaskan ruhnya padahal sudah diajarkan Kalimat Syahadat. meriwayatkan hadits yang sama tanpa menyebutkan tentang Surat Ad-Dukhan. dari Atha bin Abi Rabah ra. HR. kian lama kian tenang dan sesampai pada ayat ke-77 {Awalam yaral insanu anna khalaqnahu min nuthfathin faidzaa huwa khasiimum mubin}. Imam Ahmad bin Hanbal…………………” 3. 5 .. mulailah si sakit tidak menghempashempas lagi. dipenuhi segala keperluannya” 4. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada suatu malam. terampunilah dosanya pada pagi harinya. Al-Hafidzh Abu Ya’la dengan sanad “Jayyid” (Bagus) dalam Tafsir Ibnu Katsir.Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal pendiri Madzhab Hambali. saya membaca dan sampai di situ pulalah nafasnya yang terakhir…………………dan bacaan saya teruskan sampai akhir surat Waktu itu saya rasakan benar dari pengaruh bacaan itu menambah keyakinan saya kepada apa yang diterangkan oleh seorang diantara Imam-Imam kita yang berpengalaman. mengatakan : “Jika surat ini dibacakan di dekat orang yang sedang sakaratul maut. Dan barang siapa membaca Haamim yang tersebut dalam Surat Ad-Dukhan pada suatu malam. Sampai di ujung ayat ini. sebuah Madzhab Fiqh yang paling banyak dianut oleh para Ulama di Saudi Arabia. Hamka mengatakan : “Sejak mulai ayat pertama Yasin dibaca. Hamka. HR. mantan Ketua MUI Pusat.

dan membaca Do’a Nisfu Sya’ban yang masyhur itu. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban. diampuni dosa-dosanya” Hadits nomor 4. Ibnu Hibban dari Jundub bin Abdullah ra. bahwa ia berkata : “Adapun membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Sholat Maghrib. Ibnu Sunni dari Abu Hurairah ra. Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar ra. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharap ridlo Allah ‘Azza wa Jalla.7 inilah diantara Hadits yang dipergunakan oleh sebagaian Ulama di Indonesia sebagai argumentasi adanya amaliyyah pembacaan surat Yasin pada Malam Nisfu Sya’ban. Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharapkan ridlo Allah. diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Maka bacakanlah (surat Yasiin) ini kepada orang-orang mati diantara kalian” 7. Sebagaimana Hadits Nabi dalam Kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu Laits AsSamarqandiy dengan sanadnya dari Abu Umamah ra.. HR. sebagai malam pengampunan dosa. HR.6.5.5. maka Allah “turun” ke langit dunia dan melihat kepada penduduk bumi maka Dia (Allah) memberi ampun kepada semua penduduk bumi kecuali orang kafir dan orang yang sedang bersengketa” Diperkuat oleh Qaul Ulama. dari Syeikh Muhammad Darwis Al-Bairuti dari Libanon dalam Kitab Asnal Mathalib. adalah 6 . Nabi saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada siang dan malam dengan mengharap wajah (keridloan) Allah. diampuni dosa-dosanya” 6. HR..

Ahmad. Tirmidzi dari Anas ra. melainkan diampuni baginya dosanya. Dan bacakanlah Yasin kepada orang mati diantara kalian”. 9. Nabi saw bersabda : 7 . dari Maqil bin Yasir ra. Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Kemudian diperkuat oleh HR. Tiada Tuhan selain Dia. Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. HR. bahwa Nabi saw bersabda : “Surat Al-Baqarah adalah punggung Al-Qur’an bahkan puncaknya. Turun bersama tiap ayat daripadanya 80 (delapan puluh) Malaikat. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. berkata. dan hukumnya Mubah (Boleh). Al-Hadits dalam Kitab Tafsir SurahYasiin karya Syeikh Hamami Zadah dan Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. Dan Yasin adalah Qalbul Qur’an (Hatinya AlQur’an). Konon yang menyusunnya adalah Imam Al-Buni”. 8.merupakan sebagian karya orang Sholeh yang ia susun sendiri. Tiada seorang membacanya dengan (ikhlas) karena mengharap ridho Allah dan mengharap pahala akhirat. Kemudian disambungkan dengannya (Al-Baqarah). Dan barang siapa membacanya. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri dengan segala Kekuasaan-Nya) dari bawah ‘Arasy. Dan dikeluarkan Ayat Kursiy (Allah.

“Sesungguhnya Allah SWT membaca Surat Yasiin dan Surat Thaha sebelum Ia menciptakan langit dan bumi selama 2000 (dua ribu) tahun. Beruntunglah lidahlidah yang berbicara menggunakan kedua surat ini” 10. yang telah diturunkan kepadanya 2 (dua) surat ini. Ahli Fiqh dan yang lainnya telah berkata : “Boleh-bahkan disunnatkan. salah seorang Mujtahid dalam Madzhab Syafi’i dalam Kitab Al-Adzkar berkata : “Para Ulama dari golongan Ahli Hadits. Alasan kami tetap mencantumkannya adalah untuk tujuan fadloilul amal. bahkan ada diantaranya yang dloif. targhib (hal yang dapat menyenangkan orang untuk giat beribadah). karena sesungguhnya di dalamnya (Surat Yasiin) terkandung banyak kekhususan (keistimewaan)” 11. Maka tatkala para Malaikat mendengarnya. Al-Hadits dalam Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah. Nabi saw bersabda : “Perbanyaklah membaca surat ini (Yasiin).beramal dalam hal-hal yang berkaitan dengan fadloilul (Keutamaan) amal.. Nabi saw bersabda : “Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (surat Yasiin) berada dalam hati setiap manusia dari ummatku” Hadits-hadits diatas yang mengungkapkan Fadlilah surat Yasin ini menurut para Ulama Ahli Hadits tidak seluruhnya shohih. mereka berkata : Beruntunglah ummat Muhammad. Dan beruntunglah bagi orang yang hafal 2 (dua) surat ini. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra. Mengapa demikian ? Imam Nawawi. HR. 8 . dan tarhib ( hal untuk memberikan rasa takut untuk berbuat ma’shiyat) dengan menggunakan Hadits Dloif selama bukan tergolong Hadits Maudlu (Palsu)”.

10. 36 Yasiin : 1-10) enurut Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi. 4.Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. (Yang berada) di atas jalan yang lurus. Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. orangorang Qurays merasa terganggu. 8. Mereka sangat mengharapkan pertolongan Nabi saw dan berkata : “Kami sangat mengharapkan bantuanmu atas nama Allah dan atas nama keluarga”. 6. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul. 3.TAFSIR AYAT 1-10 1. maka karena itu mereka tertengadah. diriwayatkan oleh Abu Na’im di dalam Kitab Ad-Dalail yang bersumber dari Ibnu Abbas ra : “Bahwa ketika Rasulullah saw membaca Surat As-Sajdah dengan nyaring. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. Asbabun Nuzul ayat ini (QS.(Sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. 5. Sehubungan dengan kejadian ini. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. karena itu mereka lalai. mereka tidak akan beriman”. maka turunlah ayat-ayat ini (QS. akan tetapi tak seorang pun diantara mereka yang beriman. dan mereka bersiap-siap untuk menyiksa Rasulullah tetapi tiba-tiba tangan mereka terbelenggu di pundak-pundaknya dan mereka menjadi buta sama sekali. karena mereka tidak beriman. 36 Yasiin : 1-10)” 9 . Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. ”Yaa Siin 2. lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. 7. Kemudian Rasulullah saw berdo’a dan mereka pun sembuh. 9.

menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Menurut Ibnu Abbas ra. dituliskan orang nama –nama Nabi Muhammad saw. 36 Yasin : 1-6) Ada Ikhtilaful Ulama tentang arti lafal dalam ayat pertama. maka yang dimaksud dengan manusia itu ialah Nabi Muhammad. 36 Yasin : 2-3. Menurut Sa’id bin Jubair. Muqaatil . Menurut Malik dari Zaid bin Aslam. Dalam QS. adalah : Yaa Insaanu (Wahai manusia). para ahli Tafsir kebanyakan mengartikan dengan menghubungkannya kepada nama Nabi Muhammad. Oleh sebab itu maka bersama dengan dua huruf di pangkal Surat Thaha. sebagaimana firman-Nya : (Demi Al Qur'an yang penuh hikmah). Al-Hasan. sebagaimana Rasul-Rasul lain yang telah diutus Allah sebelumnya. sesungguhnya kamu (Muhammad) adalah sungguh-sungguh salah seorang dari rasul-rasul. Allah berfirman : “Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. adalah : Nama dari Asma-asma Allah 5. diantaranya : 1. Adl-Dlohak. 10 . Menurut Ma’mar dari Qotadah. adalah : Nama dari nama-nama Al-Qur’an 4. (yang berada) di atas jalan yang lurus. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapakbapak mereka belum pernah diberi peringatan. nama Thaha dan Yasin turut dituliskan”. Allah SWT bersumpah dengan Al-Qur’an yang penuh hikmah. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. adalah : Yaa Muhammad 3. keduanya disebutkan orang menjadi nama dari Nabi kita Muhammad saw. karena itu mereka lalai”. bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. 36 Yasiin : 2-6. …………Di tulisan indah untuk menghiasai dinding Masjid Nabawi di Madinah. adalah benar-benar seorang Rasul utusan Allah. adalah : Salah satu dari nama Nabi Muhammad Dari sekian pendapat ini. 2.SUMPAH ALLAH SWT BAHWA NABI MUHAMMAD SAW BENAR-BENAR SEORANG RASUL (QS. ‘Ikrimah. Menurut Muhammad bin Hanifiyah. Dalam QS. Kemudian Hamka mengatakan : “Jika dikatakan bahwa artinya adalah “Hai Manusia”. Sufyan bin Uyainah.

misalnya : (Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini Mekkah). Jika semua pendapat ini kita gabungkan.Dalam Kitab Syarah Riyadlul Badi’ah karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi. adalah : 1. menurut Prof. Sedang Jumlah para Nabi menurut para Ulama adalah 124. Menurut Tafsir Qurthubi. dengan waktu. yakni : • Keindahan susunan kata dan bahasa. pada badi’ dan ma’aninya. (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu” (QS. Tetapi terkadang dengan Dia bersumpah dengan tempat. Menurut Tarjamah Al-Qur’an Depag. adalah sebagaimana firman Allah : “Alif Laam Raa. dikemukakan bahwa : “Menurut riwayat yang masyhur bahwasanya jumlah para Rasul itu adalah 313 Rasul sebagaimana Hadits Abi Dzar ra”. Menurut Tafsir Jalalain. Mahmud Yunus dalam Qamus ArabIndonesia berarti : Orang Cendekia. (Demi Bukit Thursina (Gunung Sinai) 11 . adalah : Menunjukkan bahwa Al-Qur’an ini mengandung berbagai hikmah dan tidak tercampur dengan kebathilan dari depannya ataupun belakangnya. Dalam Al-Qur’an. Demi Malam-Malam yang Sepuluh. misalnya : (Demi waktu. Demi Waktu Fajar. 3. • Kebenaran isi dan kandungannya. RI adalah : Yang penuh hikmah 5. yang mendorong para pembacanya untuk terus menerus mengkaji dan menemukan rahasianya. Allah SWT kadang bersumpah. Failusuf. 11 Hud : 1) 2. Makna kata dalam ayat ke-2 ini.000 Nabi. maka arti dari “Wal-Qur’anil Hakiim” mencakup 4 (aspek) aspek. 4. Secara lughah (bahasa). serta • Kandungan hikmah yang dalam. adalah : Tersusun rapi dengan menakjubkan pada susunan kata-katanya. Demi Waktu Dluha). • Kecerdasannya dalam mengungkapkan nilai kebenaran tersebut. Menurut Ibnu Katsir.

Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. menurut Ibnu Katsir senada dengan ayat : “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Sebagaimana riwayat dari Ali ra. pertanyaan selanjutnya adalah siapakah manusia mulia yang membawanya tersebut dan dari mana datangnya ? Maka pada ayat ke-3. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang”. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. menunjukkan bahwa sesuatu itu amat penting. Sedangkan pertanyaan berikutnya tentang darimana datangnya Al-Qur’an tersebut. dalam ayat ke-4 yang pendek ini. ialah mengikuti tuntunan Allah dan Rasulullah. Sehingga jika Al-Qur’an menjadi media sumpah-Nya Allah. Sumpah Allah dengan Al-Qur’an ini adalah untuk menegaskan kebenaran kerasulan Muhammad saw. dijawab oleh Allah dalam ayat ke-5. dapat dipastikan bahwa ia teramat istimewa. bila sesuatu dijadikan sebagai media sumpah. Allah menegaskan bahwa Muhammad bin Abdullah itulah yang membawanya. Juga berarti Kitab Allah.Menurut sebagian Ulama. isi dan kandungannya yang benar dan lain sebagainya. tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya. karena ia benar-benar seorang Rasul utusan Allah. 42 Asy-Syura : 52) Menurut Hamka. baik dari segi keindahan susunan bahasanya. Kalimat “Shirathal Mustaqim”. menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya adalah : “Jalan yang lurus yang tidak berliku. Allah SWT menjelaskan Khitthah (Garis perjuangan) Nabi Muhammad saw dalam perjuangan da’wahnya adalah “Membawa manusia berjalan dalam hidup ini di atas garis yang lurus”. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : 12 . Ayat ke 4-5 yang berbunyi : “(Yang berada) di atas jalan yang lurus. Sehingga jika seseorang terkagum-kagum dengan I’jazul Qur’an yang mengatasi semua karya manusia. (QS.

dalam At-Tahbier fit Tadzkiir. Lebih jelas lagi dalam HR. “Hai manusia masuklah ke jalan ini. dari An-Nawas bin Sam’an ra. mengatakan bahwa : “Al-Aziz artinya adalah : Allah yang Maha Kuat. Tirmidzi. Merupakan ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad saw. Sedang seruan dimuka jalan itu adalah Kitab Allah. Maka bila ada orang yang akan membuka pintu diperingatkan. menegaskan bahwa yang menurunkan Al-Qur’an yang penuh hikmah itu itu adalah Allah SWT Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Dan diatas jalanan ada seruan.ini. Ayat ke-6 yang berbunyi : (Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. Dan pintu yang terbuka ialah apa-apa yang diharamkan Allah. Maha Perkasa. sebagai agama Allah. Tirmidzi. 13 . Seorang Nabi dan da’I pada umumnya diperintahkan untuk menjadi Basyiran (pemberi kabar gembira) dan Nadziiran (pemberi peringatan). yang tidak akan diterima oleh Allah selainnya (selain Islam)”. (HR. karena itu mereka lalai). dan janganlah berbelok. Sehingga Asmaul Husna-Al-Aziz.Juga berarti Islam. jangan membuka. Menurut Imam Al-Qusyairi. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Allah mengadakan contoh perumpamaan “Shirathol Mustaqim (suatu jalan yang lurus). sedang di kanan kiri jalan ada dinding (pagar tembok) dan dipagar ada pintu-pintu terbuka. dan seruan diatas shirath ialah nasehat dalam hati setiap muslim”. “Celaka anda. sungguh jika anada membuka pasti akan masuk”. untuk berda’wah dengan menjadi Nadzir (pemberi peringatan). sesat dan menyimpang. yang menang dan tidak dapat ditaklukkan”. Nasa’I) Ayat ke-5 yang berbunyi : (Yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang). Nasa’I. pada tiap pintu ada tabir yang menutupi pintu. Dia-lah yang mengalahkan yang tidak dapat dikalahkan. makin mengukuhkan keyakinan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw pasti mengandung sesuatu yang luar biasa karena ia diturunkan dari Dzat Yang Maha Perkasa. dan pagar itu adalah Hududullah (Batas-batas Hukum Allah). Ahmad. tak terkalahkan oleh apaun. Shirat itu ialah Islam. Dan berda’wah dengan menjadi Nadzir adalah lebih berat karena pasti akan melawan arus pemikiran. dan dimuka jalan ada suara berseru. kepercayaan dan perilaku serta budaya masyarakat yang jahiliyyah. Ahmad.

Menurut Qatadah dan Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. 2. (QS. belum ada seorang Nabi dan Rasul pun yang memberi peringatan kepada mereka (Kaum Quraisy). mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk”. adalah : Bangsa Arab dan Kaum-kaum lain yang belum pernah bapak-bapak mereka didatangi seorang Rasul yang memberi peringatan kepada mereka. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. 35 Fathir : 24) Sementara arti kata “Qowman” (Kaum) dalam ayat diatas. Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. (QS. adalah : “Kaum Qurays”. ada ikhtilaf diantara para Ulama. tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah kepada Kaum manapun. yakni : 1. Karena sejak zaman Nabi Ismail as. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu (Muhammad) . Menurut Al-Qurthubi. (QS 34 Saba : 44) “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya". Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu. 32 As-Sajdah : 3) 14 . Fakta sejarah menunjukkan bahwa masa antara berakhirnya Kenabian Isa as hingga kedatangan Nabi Muhammad saw. ayat yang semakna dengan ayat ini adalah : “Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu (Muhammad) seorang pemberi peringatanpun”. sampai masa kenabian Muhammad saw.Senada dengan ayat ini. Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsirnya. sebagian besar Ulama Tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud kaum disini adalah : Bangsa Arab. sehingga mereka lalai. Sehingga masa ini dikenal sebagai Zaman Fatrah ( ) 3.

Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasiin. 36 Yasiin : 8-9) Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. Maka 15 . lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu.MAYORITAS ORANG KAFIR DIAZAB ALLAH (QS. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”. turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl saat itu ditutup oleh Allah untuk melihat Nabi Muhammad saw” Menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya mengatakan ada riwayat bahwa : Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Jahl dan temannya dari Bani Mahzun yang bernama Al-Walid bin Mughiroh. karena mereka tidak beriman”. Ketika Nabi Muhammad berada di sekitarnya. Allah berfirman : “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. Abu Jahl bersumpah dengan mengatakan : “Jika aku melihat Muhammad sedang sholat. : “Bahwa Abu Jahl berkata : Kalau aku bertemu dengan Muhammad. pasti aku akan menghasutnya”. 36 Yasin : 7-10) Dalam QS. Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya : “Mana dia (Muhammad) ?”. maka karena itu mereka tertengadah. 36 Yasin : 7. maka tangannya menjadi lumpuh sampai ke lehernya dan batu tersebut menempel pada tangannya. karena dia (Abu Jahl) tidak dapat melihatnya. maka akan aku pecahkan kepalanya dengan batu. (QS. diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ikrimah ra. Ayat ini (QS 36 Yasiin : 8-9). 36 Yasin : 7) Menurut Ibnu Jarir dalam Tafsir Ibnu Katsir dan As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. Lalu keduanya mendatangi Nabi saw saat beliau sholat. orangorang menunjukkan bahwa Muhammad berada di sisinya. (QS. Ketika Abu Jahl mengangkat batu. makna ayat ini adalah “Telah pasti azab atas kebanyakan mereka karena kekafiran mereka” Pada ayat ke-8 & 9.

Mereka bertanya: “Aku tidak melihat Muhammad. Andaikan aku mendekatinya. yang berbunyi : (Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). Jika Nabi Muhammad saw saja yang tentunya senantiasa dalam bimbingan wahyu dan dalam pengawalan para Malaikat. seperti ada anak sapi sedang menyambar-nyambar denngan ekornya. setiap Abu Jahal bermaksud buruk pada Rasulullah saw. tetapi aku mendengar suaranya. Antara aku dan dia terhalang oleh sesuatu. sebagaimana diriwayatkan dalam Shirah Ibnu Hisyam. kita makin bertambah yakin tentang kemu’jizatan dari surat Yasin ini. beliau saw keluar dari pintu itu tanpa sepengetahuan mereka karena mereka terlelap semuanya. Setelah peristiwa itu tersebut. batu yang menempel di tangannya itu terlepas.ketika ia kembali kepada teman-temannya dan memberitakan apa yang dia lihat. beliau membaca Surat Yasin ini di saat-sat yang kritis seperti di malam Hijrah beliau ke Madinah. Ayat 1 sampai 9 dari Surah Yasiin ini pernah dibaca oleh Nabi Muhammad saw saat malam Hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Mereka melihat kedalam rumah Nabi dan mereka kira Nabi masih tidur. “ . Lalu seorang dari Bani Mahzum (Yakni Al-Walid bin Mughiroh) berkata : “Aku akan membunuhnya dengan batu ini”. Dari riwayat Ibnu Hisyam ini. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat) Setelah Nabi saw agak jauh. Maka 16 . bahwa banyak para Kyai di masa penjajahan kerap kali membaca Surat Yasin ini khususnya ayat yang ke-9 sebagai cara untuk melepaskan diri dari kejaran musuh yang akan menangkap dan membunuhnya. Para Ulama di Indonesia sejak dahulu kala. tetapi tidak dapat melihatnya. di saat beliau sedang sholat. dia tidak bisa melihat beliau. Penulis mendengar dari beberapa Kyai di Jawa. maka ia akan memakanku. Lalu mereka berdua kembali ke teman-temannya sambil memanggil-manggil mereka dalam keadaan buta dan tak dapat melihat. Kata orang itu : “Demi Allah. sebagai berikut : Dikatakan bahwa : “…………Ketika pemuda-pemuda pilihan (kafir Qurays) sedang bersiap untuk menghadang beliau saw. Ternyata yang tidur adalah Ali bin Abi Thalib”. selalu menjadikan Surat Yasin ini sebagai wasilah memohon pertolongan Allah dalam kondisi-kondisi yang sulit dan genting. maka Allah membutakan mata mereka. di depan pintu rumah Nabi. Ketika mereka berdua hendak melempar beliau dengan batu tersebut. Beliau mengambil segenggam tanah kemudian ditaburkan di atas kepala mereka sambil membaca Surah Yasiin mulai dari awal sampai ayat ke-9. datanglah seseorang pada mereka sambil bertanya : Sedang apa kamu berada di tempat ini ? Jawab mereka : “Kami sedang menunggu Muhammad”. Kemudian keduanya mendatangi beliau. Kedua orang tersebut mendengar suara beliau. Muhammad telah pergi dari tempat ini”.

Dengan dibacakan surat Yasin. kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan.perilaku ummatnya yang memohon pertolongan Allah dengan memperbanyak membaca Surat Yasin yang agung ini. sama saja bagi mereka. Imam Hanafi pernah ditanya. Imam Hanafi menurut Drs. kecuali orang yang menemukan keberuntungan”. dan penglihatan mereka ditutup. Hamka yang sudah kami ungkapkan di bab fadhilah Surat Yasin. dosa apakah yang dikhawatirkan dapat merobekkan iman ? Lalu beliau menjawab : “Meninggalkan syukur atas iman. Menurut Ibnu Katsir. mereka tidak akan beriman”. hilangnya rasa takut kepada Allah di akhir umurnya dan berbuat aniaya kepada banyak hamba Allah. Sesungguhnya orang yang 3 (tiga) perkara itu terdapat dalam hatinya. Pada ayat ke-10. M. Allah berfirman : “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang kafir. yang menginginkan semua manusia itu beriman. yang percaya dengan penuh keyakinan bahwa ruh dapat keluar dengan mudah jika dibacakan surat Yasin di dekat orang yang sakaratul maut. Mengapa peringatan tidak bermanfaat bagi mereka adalah karena pada hakekatnya Allah telah mematikan hati mereka untuk dapat menangkap kebenaran 17 . apalagi di saat-saat yang kritis adalah dapat dibenarkan oleh syara’ atas dasar Qiyas. pernah mengatakan bahwa : “Banyak sesuatu yang bisa merobekkan iman seorang hamba di waktu naza. yang merupakan tasliyyah (hiburan) kepada Nabi saw. Mengapa demikian ? Karena saat naza (koma) adalah kondisi yang kritis ditinjau dari kacamata keimanan. Ali Chasan Umar dalam bukunya Alam Kubur (Alam Barzakh) digali dari Al-Qur’an dan Hadits. maka pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan perilaku Prof DR. Dengan pertimbangan qiyas di atas. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka. pada umumnya keluar dari dunia dalam keadaan kufur. 2 Al-Baqoroh :6-7. menjadi makin menambah keyakinan kita akan kebenarannya. Dan bagi mereka siksa yang amat berat”. mereka tidak akan beriman. ayat ini semakna dengan QS. mudah-mudahan orang yang sedang sakaratul maut tadi tergolong orang yang beruntung.

tidak mengenal ma’ruf dan tidak menolak mungkar”. Sedang yang kedua yang yang hitam kelam bagaikan dandang periuk nasi yang terbalik. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu. paman Nabi Muhammad yang teramat banyak jasanya kepada beliau saw. Sebab dosa akan menggelapkan hati menutupi jalannya nur hidayah. satu persatu bagaikan daun tikar sehelai-sehelai. hingga mereka menyaksikan azab yang pedih”. 28 Al-Qashash : 56) Sedang secara “sareat” adalah karena dosa-dosa yang mereka perbuat. yang tidak terpengaruh oleh fitnah yang bagaimanapun juga selama ada langit dan bumi. bertitik hitamlah di dalamnya. mati sebagai orang kafir. ada Hadits Nabi dari Hudzaifah ra. sebagaimana ayat diatas. Dan tiap hati yang menolaknya bertitik putih. tetapi Allah memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang dikehendaki-Nya” (QS. bahwa. Itulah “Hidayah” yang merupakan hak “prerogative” Allah untuk memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki.Ilahiyyah. Dalam Tafsir Ibnu Katsir. Maka yang mana yang termakan oleh hati. (QS. Juga karena bagi mereka telah terdahulu ketentuan Allah di Lauh Mahfudzh bahwa mereka adalah orang yang kafir. yang putih bagaikan marmar putih. Nabi saw bersabda : “Ujian (fitnah) itu selalu ditawarkan kedalam hati manusia. meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan. tidaklah akan beriman. Sehingga ada dua bentuk hati. Abu Thalib. 36 Yunus : 96-97) 18 . Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai.

yang ditandai dengan lepasnya ruh dari badan. menunjukkan bahwa setelah kematian seseorang di dunia. adalah Al-Qur’an. Sebab kata yang artinya adalah “peringatan”.PERINGATAN HANYA BERMANFAAT BAGI ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH (QS 36 Yasin : 11-12) Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Ibnu Katsir dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam Tafsirnya. menurut Al-Qurthubi. Tidak terlihatnya Allah bagi manusia karena Dia (Allah) adalah Dzat Non Materi. Oleh karena itu mustakhil Dia tampak bagi manusia di dunia ini. Permulaan ayat ke-12. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. yang berbunyi (Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati). Sedang menurut Qotadah dalam Tafsir Qurthubi. yang dimaksud dengan ayat (Dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya) adalah : Dia senantiasa takut kepada-Nya (Allah) meski tidak terlihat oleh manusia manapun yakni saat berada dalam kesendirian. 19 . sehingga tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. maka manusia kembali hidup di alam Qubur untuk empertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. (QS 36 Yasiin : 11-12) Ayat ke-11 ini merupakan penegasan bahwa da’wah hanyalah bermanfaat bagi orang yang mengikuti dan takut kepada Allah meski pun Allah tidak terlihat dengan nyata (Ghoib) bagi manusia.

maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelah dia. bahwa sababun nuzul ayat ke-12 ini menurut riwayat At-Tirmidzi dengan sanad Hasan dan Al-Hakim dengan sanad Shahih yang bersumber dari Abi sa’id Al-Khudri ra dan riwayat AtThabrani dari Ibnu Abbas ra. Lalu beliau bersabda : Wahai Bani Salamah. Dan barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang jelek. maka tatkala Rasulullah saw mendengar berita itu bertanyalah beliau kepada mereka : “Aku mendengar bahwa kalian ingin pindah mendekati masjid”.Ahmad dari Jabir bin Abdullah ra. yakni Nabi saw bersabda : “Barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang baik. menurut Ibnu Katsir mengartikan (Bekas-bekas yang ditinggalkan). ingin berpindah ke sekitarnya guna mendekati masjid. Setelah turun ayat ini Nabi saw menasehati Bani Salamah tentang niat mereka pindah dari tempat tinggalnya dengan sabdanya : “Sesungguhnya bekas telapak kaki kalian menuju masjid dicatat oleh Allah SWT. ya Rasulullah. bahwa. : “Bani Salamah bertempat tinggal di pinggir kota Madinah dan ingin pindah ke dekat Masjid. tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka”. Maka turunlah ayat ini (QS 36 Yasin : 12) yang menegaskan bahwa setiap ucap langkah dari seseorang itu dicatat oleh Allah. Menurut Ibnu Katsir. Dalilnya : HR. Sebaiknya kalian jangan pindah dari tempat itu”. yang menceritakan bahwa: Shahabat-shahabat Rasulullah dari Suku Bani Salamah yang bertempat tinggal jauh dari masjid. Oleh karena itu sebagian ahli tafsir. terdapat Hadits Nabi saw untuk memberi pengertian yang lebih luas dalam memaknai penggalan ayat ke-12 yang berbunyi : (Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan). dalam ayat ini sebagai : “Bekas tapak kaki seseorang dalam perjalanannya ke tempat beribadah atau ke tempat bermaksiat”. Rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu”. Mereka menjawab : “Benar.Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. kami ingin berbuat demikian”. maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelah dia. 20 . rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu. tanpa sedikitpun mengurangi pahala-pahala mereka.

Imam Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Salam yang berkata : “Tiada sesuatu yang ditentukan oleh Allah melainkan terdapat dalam Lauh Mahfudzh.Hadits yang lafalnya hampir sama juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Syarah Muslim. Allah menurunkan daripadanya sekehendak-Nya terhadap siapa yang dikehendaki dari makhluknya” 21 . Sehubungan dengan Lauh Mahfudzh pada penggalan terakhir ayat ke-12. Al-Qur’an atau yang sebelumnya dan yang sesudahnya”. Sementara Imam Hasan Al-Bashri juga berkata : “Sesungguhnya di sisi Allah dalam Lauh Mahfudzh.

Agar nasib kaum tersebut dapat menjadi ‘ibrah (pelajaran) bagi Kaum Musyrikin Mekkah. dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. (yaitu) ketika Kami (Allah) mengutus kepada mereka dua orang utusan. 12 Yusuf : 111) Dan nama negeri yang dimaksudkan ayat diatas adalah Anthakiyyah. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat. agar beliau saw menyampaikan kepada penduduk Mekkah. 36 Yasin : 13-17) Pada QS. Ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama salaf dan khalaf. Mengapa mengambil ‘ibrah dari kisah itu adalah sesuatu yang penting ? Adalah karena karakter dari aktor yang kufur (ingkar) kepada Allah dan para Rasul itu dimanapun sama saja. lalu mereka mendustakan keduanya. 36 Yasin : 13-14. kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga. Sejarah dalam arti tempat dan manusia si pelaku sejarah tersebut memang tidak dapat berulang.KAUM ANTHAKIYYAH QS. (QS. sebuah kisah tentang nasib suatu negeri yang didatangi oleh 3 Rasul tetapi mereka mendustakannya. yang mengingkari kerasulan beliau. demikian menurut Al-Mawardi dalam Tafsir Qurthubi. (QS. Allah berfirman : “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Tapi ruh (spirit) nya tetap hidup. maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orangorang yang diutus kepadamu". 36 Yasin : 13-14) Khithab (seruan) ayat ini menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya. akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu. yang dibenarkan pula oleh Ibnu 22 . Allah berfirman : “Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan. ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. Dan akibat dari kekufuran itu sama saja yaitu adzab dari Allah SWT.

Tetapi kemudian Allah mengutus pula Nabi Harun as. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. mereka berkata : “Negeri tersebut (Anthakiyyah) memiliki seorang Raja yang bernama Anthiochos bin Anthiocos. maka apabila telah datang perintah Allah. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu`jizat. Karena banyak para Nabi dan Rasul yang nama mereka tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. Sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu (Muhammad). bahwa mereka adalah para Utusan Allah (Rasulullah). Wahab bin Munabih. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firman-Nya pada QS. Letak ikhtilaf (perbedaan) diantara para Ulama adalah pada : “Apakah para utusan (Rasul) yang disebutkan dalam ayat ini benar-benar Rasul Utusan Allah ataukah utusan Nabi Isa as ?” Pendapat pertama : Para Utusan Allah (Rasulullah) Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan dari Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. tetapi kemudian diutus lagi yang ketiga untuk memperkuat dua utusan terdahulu. 20 Thaha : 9. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Kemudian Allah mengirim 3 (tiga) orang utusan. Mashduq. adalah sesuatu yang pernah terjadi pula dalam Kisah Fir’aun dan kaumnya yang didatangi oleh 2 (dua) orang Rasul. 40 Al-Mu’min : 78) Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa mula-mula yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah itu hanya 2 (dua) orang Rasul saja. tidaklah mengurangi nilai kerasulan mereka. 25 Al-Furqan : 35-36. Ka’ab al-Ahbar. Diantaranya : 23 .36 dan QS. Walaupun Ibnu Katsir sendiri dalam Kitab Qishahshul Anbiya lebih suka menyebutnya Kaum Yasin. diputuskan (semua perkara) dengan adil.Katsir dalam Tafsirnya. Dan ini jelas menurut Ibnu Katsir. untuk mendampingi dan memperkuat da’wahnya Nabi Musa as. (QS. melainkan dengan seizin Allah. Tetapi mereka mendustakan para utusan ini”. Sedangkan fakta bahwa ke-3 (tiga) Rasul tersebut tidak disebutkan namanya dalam Al-Qur’an. yaitu : Shadiq. dan Syalum. yang merupakan seorang penyembah berhala. Mula-mula Allah SWT hanya mengutus Nabi Musa as.

Yohana dan Bulis”. 24 . sesungguhnya ia telah melampaui batas". (QS. menyertai dia sebagai wazir (pembantu). dalam Kitab Tafsir Jalalain. Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya”. Maka keduanya kemudian berda’wah kepada Fir’aun dan kaumnya. Ini juga merupakan pendapat Imam As-Suyuthi. mengatakan : “Nama para utusan yang pertama itu adalah Syam’un. Dan do’anya dikabulkan Allah. 20 Thaha : 29-31) “Allah berfirman: "Sesungguhnya telah (permintaan)mu. teguhkanlah dengan dia kekuatanku”. (yaitu) Harun. Demikian juga Ibnu Jarir dari Wahab dari Ibnu Sulaeman dari Syu’aib Al-Jiba’I." (QS. Allah berfirman : “Dan jadikanlah untukku (Musa) seorang pembantu dari keluargaku. 20 Thaha : 36) diperkenankan do’a “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya. saudaranya. (QS. Kemudian Kami berfirman kepada keduanya: "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". saudaraku.“Pergilah (engkau wahai Musa) kepada Fir`aun. wahai Musa. Pendapat kedua : Utusan Nabi Isa as Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan bahwa Qatadah berpendapat bahwa : “Mereka adalah Utusan dari (Isa) Al-Masih”. Sedangkan negeri itu bernama Anthakiyyah”. Penjelasan ini makin memperkuat dugaan bahwa 3 (tiga) orang utusan kepada Kaum Anthakiyyah ini benar-benar Rasul (Utusan) Allah bukan sekedar utusan Nabi Isa as. diangkat pula sebagai Rasul Utusan Allah untuk membantu da’wahnya. 20 Thaha : 24) Tetapi kemudian Nabi Musa berdo’a agar Harun.

Maka pendapat yang demikian tidak ditolak”. Ahmad Syalabi dalam Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. Romiyah. maka bagi kita Ummat Nabi Muhammad saw. dikatakan bahwa intisari ajaran Paulus ini adalah : 1. maka tiba-tiba mereka semuanya mati).Menurut Ibnu Katsir. Sementara penduduk negeri yang disebutkan di dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin : 29). bahwa : “Jika ketiga utusan yang disebutkan dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin). Negeri Anthakiyyah ini terdapat di wilayah Turki. Lebih jauh lagi menurut Prof DR. yang mereka (penduduk kota tersebut) tidak dibinasakan. 2. yang harus kita tangkap dan menjadi fokus perhatian utama kita adalah “spirit” perjuangan da’wahnya untuk menjadi I’tibar bagi kita. Siapapun mereka dari ketiga utusan yang disebutkan ayat-ayat diatas bukanlah tujuan utama yang dimaksudkan oleh Allah untuk mendapatkan perhatian dari kita. dan setelahnya adalah AlQisthanthiniyyah. Kemudian dalam pandangan Hamka. melainkan juga untuk semua bangsa di dunia. maka Anthakiyyah adalah negeri yang pertama kali beriman kepada Al-Masih pada saat itu. 25 .Mengapa ? 1. Sebagaimana Ibnu Katsir. Oleh karena itu menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. semuanya dibinasakan sebagaimana yang difirmankan Allah (Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja. Karena apa yang diajarkan Paulus sudah jauh menyimpang dari ajaran Nabi ‘Isa as. ia masuk ke dalam wilayah Syiria. Iskandariyyah. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Yesus bangkit di alam arwah dan naik ke langit untuk duduk di kanan “Bapak” memerintah manusia. terutama berkaitan dengan nama Paulus atau yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Bulish atau Baulush. yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an. dan setelah itu dibangun kembali hingga pada zaman Al-masih. pendapat kedua ini pun dianggap sangat lemah. mereka beriman kepada Rasul yang diutus kepada mereka. lalu mereka mendustakan dan akhirnya dibinasakan. Oleh karena itu ia merupakan salah satu dari 4 (empat) kota di negeri tersebut yaitu : Anthakiyyah. 4. tiga Tuhan dalam satu. tetapi setelah Perang Dunia I. AlQuds. menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. cerita ini juga berdekatan dengan kisah-kisah Kristen. Karena Al-Qur’an tidak memberitahukannya secara gamblang siapakah mereka sebenarnya. mirip dengan “Kisah Segala Rasul” dalam Kitab Perjajian Baru. diutus kepada penduduk Anthakiyyah Kuno. Karena ketika Al-Masih mengirimkan 3 (tiga) orang utusan dari pengikutnya yang setia. Trinitas. 2. 3. termasuk Ketuhanan Al-Masih dan Roh Kudus. Paulus adalah tokoh terbesar yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan isi Kitab Injil. Agama Kristen bukan hanya untuk Yahudi saja. Wujud Yesus sebagai anak Tuhan dan turunnya ke bumi untuk mengorbankan dirinya demi menebus dosa manusia. pendapat kedua ini sangat lemah.

Dalam Al-Qur’an. Diantaranya Allah berfirman : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad). qarinah (indikasi) yang menunjukkan bahwa Kaum Anthakiyyah tidak percaya bahwa ada wahyu yang telah diberikan kepada para Rasul tersebut. dan adalah Tuhanmu Maha Melihat”. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun. 36 Yasin : 15 diatas. adalah penggalan ayat yang berbunyi : “Dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun”. kaum yang kafir ini menyangkal dan menyatakan ketidakpercayaannya. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas". Dari QS. minum. berhubungan suami istri. 2. Bahwa tidak mungkin seorang manusia. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. yakni : 1. 25 Al-Furqan : 20) 26 . Maukah kamu bersabar?. tampak bahwa Kaum kafir Anthakiyyah ini beralasan dengan 2 (dua) hal. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Mereka tidak percaya adanya wahyu yang telah diturunkan Allah yang menandai kenabian dan kerasulan mereka. ada banyak ayat yang menjelaskan kekeliruan cara pandang kaum yang kafir ini terhadap seorang Rasul. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. (QS. 36 Yasin : 15-17) Mendengar seruan dari para Rasul bahwa mereka bertiga adalah Utusan Allah kepada Kaum Anthakiyyah. melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. dapat menjadi Rasul (Utusan) Allah. (QS.Kemudian pada ayat ke-15 sampai 17. kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". yang biasa makan.

Jika upaya untuk bertabligh dan mengajak orang ke jalan yang benar sudah dilakukan dengan berbagai cara kemudian dijalaninya secara terus menerus dalam rentang waktu yang panjang. yakni : 1.“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Bahwa hasil da’wah berupa dianutnya agama Allah oleh suatu kaum bukanlah menjadi tanggung jawab seorang Rasul. 27 . yakni ayat ke-14. dimana Allah berfirman : (Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu) Adanya pengulangan ayat yang sedemikian rupa ditambah adanya “lam tawkid” pada kalimat di ayat ke-16. pada ayat ke-16. maka berarti apapun hasilnya. Kemudian Keberanian 3 (tiga) orang utusan ini menyebut-nyebut Tuhan dalam ayat ke-16. Bahwa fungsi dan tugas wajib seorang Rasul adalah untuk bertabligh. 2. adalah sebuah penegasan bahwa mereka benar-benar orang yang diutus. Sedangkan ayat ke-17. para Rasul ini berkata dengan penuh keyakinan bahwa : (Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah benar-benar orang yang diutus kepada kamu) Ayat ini merupakan pengulangan dari ayat sebelumnya . kembali memperkuat keyakinan kita bahwa mereka bertiga ini benar-benar utusan Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”. Sebab hidayah adalah milik Allah. (QS. Dia akan memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Tetapi proses lah yang dilihat. yang berbunyi : (Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas). 13 Ar-Ra’du : 38) Mendengar penolakan dari Kaum Anthakiyyah ini. sang Rasul dapat dianggap telah melaksanakan tugasnya. Mengandung 2 (dua) pengertian. sebagai sang pemberi tugas da’wah kepada mereka. bukan sekedar utusan Nabi Isa as. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu`jizat) melainkan dengan izin Allah.

Sikap represif orang kafir yang demikian ini juga pernah dipertontonkan oleh Kaum-Kaum lain yang menentang para Nabi. Menurut Tafsir Qurthubi. 36 Yasin : 18. supaya mereka mengambil pelajaran.PENOLAKAN KERAS KAUM ANTHAKIYYAH TERHADAP DA’WAH PARA RASUL (QS. sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah. sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami). Nasib malang yang dimaksud ayat ini. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Ketahuilah. menurut Muqatil dalam Tafsir Qurthubi adalah tertahannya hujan selama 3 (tiga) tahun di negeri tersebut. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran. mereka timpakan kesialan ini kepada para Rasul. Dan jika mereka ditimpa kesusahan. para Rasul berda’wah memberi peringatan selama 10 (sepuluh) tahun. Ketika hujan tidak turun-turun. 7 Al-A’raaf : 130-131) Sedang arti ‘merajam” dalam ayat di atas menurut Tafsir Qurthubi adalah membunuh. Persis sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir`aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buahbuahan. mereka berkata: "Ini adalah karena (usaha) kami". mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. 36 Yasin : 18-19) Pada QS. Jika argumentasi (hujjah) mereka 28 . alat untuk merajamnya adalah dengan batu. niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. (QS. Menurut Tafsir Jalalain dan Qatadah dalam Tafsir Ibnu Katsir .

Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu (penduduk Anthakiyyah) adalah kaum yang melampaui batas". Demikianlah yang terjadi di segala tempat di bumi ini dan di segala zaman hingga saat ini. karena keduanya baru ditemukan pada abad ke-20. 4 An-Nisaa : 78) Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa jika siklus air terganggu. para Utusan itu berkata : “Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. pakar fisika Unram mengatakan : “Bahwa siklus air di bumi itu jumlahnya tetap. dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". misalnya karena perubahan temperature udara akibat pemanasan global akan berpengaruh terhadap proses kondensasi dan demikian pula makin membesarnya lubang ozon akan berdampak terhadap curah hujan yang tidak teratur. barangkali tidak turunnya hujan sampai 3 (tiga) tahun tersebut bukanlah karena pemanasan global atau membesarnya lubang ozon. Melainkan Allah mengingatkan kita. mereka tidak akan segan-segan melakukan cara-cara kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain. kemana sebenarnya perginya air hujan itu.sudah dikalahkan. mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah". Sehingga jika di suatu daerah tidak turun hujan. Mendapat penolakan keras dari penduduk Anthakiyyah ini. Tetapi pada masa Kaum Anthakiyyah. 36 Yasin : 19) Maksud ayat ini bukanlah dalam pengertian hakekat perkara. Berdasar pendapat Muqatil dalam Tafsir Qurthubi di atas. (QS. bahwa baik dan buruk perkara itu memiliki hubungan kausalitas (sebab akibat). Rernat Kosim. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka memperoleh kebaikan. Melainkan karena 29 . maka demi mempertahankan eksistensinya. mungkinkah hal itu terjadi ? DR. bahwa di negeri ‘Anthakiyyah selama 3 tahun tidak turun hujan. Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". maka ia dipastikan turun di kawasan bumi yang lainya”. Meski hakekatnya dari Allah SWT.

sehingga musuh itu mengambil sumber yabng ada dalam tangan mereka sendiri. Apabila suatu kaum sudah berlaku curang pada ukuran dan timbangan akan terjadilah kemarau panjang dan kesukaran bahan makanan dan kedzaliman penguasa.perilaku mereka yang berlumuran dengan dosa. bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : “Bagaimana sikapmu apabila kelak terjadi pada kamu yang lima macam. tidaklah hujan akan turun. dan janganlah hendaknya kamu mendapatinya. janganlah hendaknya terjadi di zaman kamu. Dan apabila para penguasa telah memerintah tidak dengan peraturan yang diturunkan Allah. Sebagaimana HR. bahkan bertebaran pula pada berbagai ayat Al-Qur’an. Dan apabila mereka telah membekukan Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. 5. 4. Dan tiada yang dapt menambah umur selain perbuatan baik” (HR. pastilah mereka akan dikuasai oleh musuh-musuh mereka. 3. Diantaranya tentang Bani Israil dan Kaum Saba. Ahmad) Bahwa dosa berdampak buruk kepada rizqi dan menjadi faktor pendorong terjadinya bencana. Ahmad dari Tsaubah ra. Al-Hakim dari Abdullah bin ‘Umar ra. Dan aku berlindung kepada Allah. 2. Adapun yang lima ialah : 1. ditahanlah hujan turun dari langit. Dari Hadits ini ada 2 macam dosa yang dapat menahan turunnya hujan yakni : Tidak ditunaikannya kewajiban zakat dan perilaku curang dalam bisnis dengan mengurangi ukuran dan timbangan. Apabila zina telah terang-terangan pada suatu kaum. Diperkuat oleh HR. Apabila suatu kaum telah menghalangi mengeluarkan zakat. dijumpai bukan hanya dalam Hadits. pastilah Allah akan menjadikan selalu akan berkelahi diantara sesama mereka”. Sehingga kalau bukanlah Tuhan kasihan kepada binatang-binatang. Allah berfirman : 30 . akan terjadilah thaun dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah dikenal di zaman nenek moyang mereka. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya seseorang benar-benar dapat tertahan rizqinya karena dosa yang dilakukannya dan tiada sesuatu yang dapat menolak taqdir selain do’a.

Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu). dan mereka menganiaya diri mereka sendiri. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya.“Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas”. maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit. Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami". (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. Tetapi mereka berpaling. 5 Al-Maidah : 58) “Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. 34 Saba : 15-19) 31 . maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Yang demikian itu. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. (QS. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”. melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. (QS.

Bahkan ikut mengajak kaumnya untuk mengikuti seruan da’wah mereka. Ketika perdebatan antara para Rasul dengan Kaum Kafir Anthakiyyah ini mencapai puncaknya. laki-laki ini adalah satu-satunya penduduk Anthakiyyah yang beriman kepada para Rasul tersebut. dalam Tafsir Ibnu Katsir. ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu. (QS. dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. maka datanglah seorang laki-laki yang lari bergegas dari ujung kota untuk membela para Rasul ini. Allah berfirman : “Dan datanglah dari ujung kota. 36 Yasiin : 20-25) Ayat ini adalah sebuah episode tatkala situasi sudah sangat gawat. 36 Yasin : 20-27) Pada QS. Semua hujjah (argumentasi) mereka sudah dikalahkan dan kaum kafir ini sudah berencana membunuh para Rasul. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. ikutilah utusan-utusan itu. jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku.KISAH HABIB AN-NAJJAR SEBAGAI SHOHIBU YASIN (QS. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya. Ia bernama Habib An-Najar. Dan menurut Ibnu Abbas ra. Ia bergegas dari ujung kota untuk mengingatkan kaumnya seraya 32 . seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. 36 Yasin : 20-25. Menurut sebagian Ulama. ia dikenal sebagai Shohibu Yasiin. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

tatkala beliau ditawari oleh Kaum Qurisy dengan kemewahan dunia atau jabatan dan kekuasaan agar beliau saw menghentikan da’wahnya. bersabda. mengutip surat Luqman ini dalam kitab Riyadhus Shalihin pada bab zuhud kepada dunia. sehingga jauh dari kebenaran. yakni bahwa : 1. Diperkuat oleh HQR. tetapi ia dibunuh oleh kaumnya sendiri” b. Para Rasul ini tidak meminta upah dari seruan da’wahnya 2. Dalam QS. ditolak oleh beliau. dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. dalam Qishashul Anbiya : “Dia adalah seorang yang banyak bershodaqoh. maka selanjutnya dapat dipastikan bahwa ajaran yang dibawa oleh para Rasul ini pun jauh dari interpensi kepentingan duniawi. bahwa Rasulullah saw. dari Ibnu Mas’ud ra. hakekatnya ia telah diperdaya oleh syetan. Ini menunjukkan bahwa upah yang dicari oleh para utusan ini bukanlah pamrih duniawi. Ada juga yang mengatakan bahwa ia seorang tukang sepatu” Ada dua poin penting yang diserukan Habib An-Najjar kepada Kaum Anthakiyyah untuk mengajak mereka beriman kepada para utusan ini. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa terperdaya oleh gemerlapnya dunia. Allah berfirman : “Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu. Menurut Ats-Tsauri dalam Tafsir Ibnu Katsir. sebagaimana firman-Nya pada QS. mencari popularitas. Menurut Ibnu Abbas ra. Kebenaran 33 . Kemudian dikatakan. Para Rasul ini adalah orang yang beroleh Hidayah Allah. Allah berfirman : “Tiada amalan yang mendekatkan seorang hamba mu’min kepada-Ku dengan seperti zuhud kepada dunia”. bahwa ia seorang tukang kayu. Sebagaimana yang terjadi pada diri Rasulullah saw. Jika demikian adanya. Siapakah Habib An-Najar itu ? Para Ulama berkata : a. Ia akan jauh dari upaya memperkaya diri sendiri. melainkan rido Allah. terang-terangan. Imam Nawawi. 36 Yasin : 21 di atas. 31 Luqman : 33. dari Ashim Al-Ahwal dari Abu Mujalaz. ia mengatakan : “Mereka (Kaum Anthakiyyah) menginjakkan kaki pada tubuhnya (Habib An-Najar) hingga tulang punggungnya keluar”. ia mengatakan : “Nama orang itu adalah Habib bin Siri”. Mengapa pendekatan ini dilakukan oleh Habib An-Najjar. apalagi dengan menghalalkan segala cara. barangkali karena lazimnya orang yang zuhud kepada dunia lebih dekat kepada kebenaran. Ada yang berpendapat ia seorang tukang tenun.memperlihatkan keimanannya secara Anthakiyyah justru membunuhnya. ternyata kaum Ibnu Ishaq menceritakan dari sebagian shahabatnya. yang berarti tidak zuhud. Qudha’I yang bersumber dari Ibnu Abbas ra.

Sedang menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dikatakan bahwa sebenarnya ungkapan tersebut memiliki makna yang dalam dan itu merupakan sebuah sindiran kepada kaumnya. 34 . Jika bukan. Itulah orang yang beroleh hidayah Allah. yang berbunyi : “Jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku. Menurut Qatadah dalam Tafsir Qurthubi dan Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin dikatakan bahwa : “Ketika kaumnya mendengar ucapan Habib An-Najjar itu. 36 Yasin : 22-23) Argumentasi yang disampaikan oleh Habib An-Najjar kepada kaumnya dengan mengatakan : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku” adalah untuk menggugah kesadaran nurani bahwa karena Allah yang telah menciptakan dirinya. sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya”. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?”. Adalah ungkapan Habib An-Najjar dalam menanggapi ajakan orang kafir untuk kembali kepada agama berhala yang dianut oleh penduduk Anthakiyyah. ia tidak takut oleh kemungkinan buruk yang akan ditimpakan oleh kaumnya. Begitu terhunjamnya keimanan dalam dirinya. Justru yang ia khawatirkan adalah keburukan yang akan ditimpakan oleh Allah kepada dirinya jika ia berlaku kufur dengan mengikuti agama berhala. Artinya jika mereka masih merasa sebagai manusia yang berakal. Sebab jika itu terjadi. (QS. sebagaimana firman-Nya pada ayat ke-25. Sedang penggalan ayat ke-23. maka tak ada seorang pun yang sanggup menolaknya. Lalu Habib AnNajjar berkata. maka adalah wajar jika ia menyembah kepadaAllah sebagai bukti kesyukuran kepada karunia-Nya tersebut. mungkinkah berhala-berhala yang mereka pertuhankan itu adalah yang menciptakan mereka ?. Sebagian pendapat mengatakan bahwa mereka melaporkannya kepada Raja Anthakiyyah. Dan Raja menanyainya. sekaligus merupakan dalil bahwa Kaum Anthakiyyah memang penyembah berhala. karena tentunya mereka pun diciptakan oleh Allah.Ilahi meski pahit sekalipun akan disampaikannya. Maka tersesatlah ia. Oleh karena itu para Rasul tersebut amat layak untuk diikuti oleh Kaum Anthakiyyah. mereka berkata kepadanya : “Engkau telah menyalahi agama kita dan mengikuti agama utusan-utusan itu ?”. mengapa harus menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah ? Penggalan awal ayat ke-23 ini.

Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Kaum Anthakiyyah mulai melakukan penyiksaan kepada Habib An-Najjar hingga akhirnya membunuhnya. Ia (Habib An-Najar) berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu. Kemudian pada ayat ke-26 dan 27. karena ia gugur sebagai syuhada. (QS. Allah berfirman : “Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". 36 Yasiin : 26-27) 35 . (QS. Bahwa ia benar-benar telah memeluk agama Allah dan menjadi pengikut para Rasul. 6 Al-An’am : 17) Puncak dari keberanian Habib An-Najjar.Ayat Qur’an yang senada dengan ayat ini adalah : “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”. (QS. Allah SWT menganugerahinya dengan surga. (QS. maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. 36 Yasin : 25) Menurut Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin-nya . apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". Allah berfirman : Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. setelah pernyataan ini. adalah iqrar syahadatnya yang diucapkan dengan penuh keyakinan dan yang diperdengarkannya kepada semua orang ketika itu. 10 Yunus : 107) “Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu. Allah menceritakan nasib Habib AnNajjar yang amat baik.

yakni : 1. Ahmad. bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. sampai menghampiri lampu mas dibawah 36 . baik ia syuhada atau bukan syuhada setelah ia lepas dari tanggung jawab dosa besar atau hutang dan ia telah mendapatkan ampunan dari Allah”.Ayat ini merupakan ungkapan kegembiraan dari Habib An-Najar terhadap karunia nikmat yang Allah berikan kepadanya. dalam firman-Nya : “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”. dalam Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. Al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. Dalam Kitab Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim karya Ibnul Qayyim Aj-Jauziy. menurut Madzhab Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. (QS. bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Hal ini sebagaimana pujian Allah kepada para Syuhada Uhud. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah. Rasulullah saw bersabda : “Allah menjadikan arwah saudara-saudaramu yang gugur dalam Perang Uhud sebagai burung-burung hijau yang mengunjungi sungai sorga dan makan buah-buahannya. Diriwayatkan pula oleh Tirmidzi dari Jabir ra. Abu Dawud. Diantara dalilnya adalah : HR. 3 Ali Imran : 169-171) Tentang ayat ada ikhtilaful ulama. dalam topik tentang “Sebelum Qiyamat apakah ruh itu di langit ataukah di bumi ?”. Benar-benar langsung masuk sorga tanpa melalui Alam Barzakh (Alam Qubur) terlebih dahulu. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. mengatakan Abu Umar bin Abdul Barr berkata : “Ruh para Syuhada berada di sorga sedang orang mu’min umumnya berada di sekitar kuburannya” Masih dalam Kitab yang sama. dikatakan : “Ruh orang mu’min itu berada di sisi Allah di surga..

Abu Ya’la dan Al-Bazzar) 2). Maka turunlah ayat QS. Abu Dawud. 3 Ali imran : 169 diatas. khususnya Nabi Muhammad saw. Demikian menurut riwayat yang shahih” Dalam topik dan kitab yang sama. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam Kitab Mafahim Yajib An-Tushahhah dalam topik tentang “Kehidupan para Nabi di alam Barzakh”. Al-Baihaqi) 37 .Muhammad bin Alwi Al-Maliki mengatakan : “Sesungguhnya kehidupan sebenarnya bagi para Nabi. Tetap berada di Alam Barzakh. sehingga mereka tidak segan untuk berjihad dan tidak mundur dari peperangan”. Dalil : 1). mengatakan : “Sementara itu arwah para syuhada diberi hak penuh dan sangat leluasa untuk beraksi. Mereka dapat berjalan-jalan melancong di surga sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. dalam Dala’il An-Nubuwwah mengatakan bahwa: Disebutkan dalam hadits shahih dari Sulaeman At-Taimi dan Tsabit AlBanani dari Anas bin Malik ra. Al-Baihaqi. Ketika mereka mendapatkan makanan enak. hanya sudah mendapatkan terlebih dahulu sebagian dari kenikmatan surga. HR. Al-Hakim. di alam Barzakh merupakan kehidupan yang lebih sempurna dan lebih tinggi nilainya”. yang menceritakan keadaan para syuhada”. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Aku pernah mendatangi Musa pada malam aku diisra’kan di Al-Katsiib Al-Ahmar (bukit pasir merah). Allah berfirman kepada mereka : “Aku akan sampaikan hal kalian kepada mereka”. (HR. HR. DR. Abu Ya’la dan Al-Bazzar. minuman yang lezat dan tempat tidur yang empuk. DR. Rasulullah saw bersabda : “Para Nabi itu hidup di dalam kuburannya seraya melakukan shalat” (HR. dengan rijal (sanad) Abu Ya’la itu tsiqat (dapat dipercaya) yang bersumber dari Anas bin Malik ra. mereka berkata : Alangkah baiknya jika kawan-kawan kita mengetahui apa yang telah Allah berikan untuk kita. Ahmad.naungan ‘Arasy. ketika ia (Musa) sedang berdiri melakukan shalat di kuburnya” (HR. Tirmidzi) 2. lalu bernaung di bawah naungan lampulampu di bawah ‘Arasy.

Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. 36 Yasiin : 28-29) Setelah Habib An-Najar meninggal dunia. 36 Yasin : 28-32) Pada QS. Allah berfirman : “Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. Allah berfirman : 38 . yang memiliki tekanan bunyi sebesar 120 deciBel. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja. Jika suara Halilintar saja. adalah hal yang logika sains dapat menerimanya. akan memiliki efek yang lebih besar lagi. bahkan dengan suatu cara yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. 36 Yasin : 28-29. Maka suara roket yang tinggal landas. yang tekanan gelombang bunyinya sebesar 170 dB. ayat ini dapat dibuktikan kebenarannya. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. ayat ini untuk menunjukkan tentang Kekuasaan Allah yang amat besar. Menurut sebagian ulama termasuk Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. para ahli tafsir mengatakan : “Allah Azza wa Jalla mengutus kepada mereka Malaikat Jibril. lalu ia membuka pintu gerbang negeri mereka seraya berteriak dengan satu kali teriakan. Pada ayat ke 30-32. Secara ilmiah. maka tiba-tiba mereka semuanya mati” (QS. bahwa membinasakan mereka (Kaum Anthakiyyah) yang kufur dan durhaka adalah amat mudah.AKHIR DARI KEHIDUPAN KAUM ANTHAKIYYAH (QS. Teriakan satu Malaikat saja. Maka adanya suara teriakan yang dapat mematikan seisi negeri. maka seketika itu juga mereka mati”. Allah mengazab Kaum Anthakiyyah dengan hanya satu teriakan saja tanpa perlu mendatangkan balatentara Malaikat untuk mematikan mereka semuanya. cukup untuk membunuh penduduk seisi kota.

“Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami” Arti kata “al-hasrah” dalam ayat ke-30, menurut Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsirnya adalah : sangat menyesal. Menurut Ibnu Katsir, ayat ini berbicara tentang penyesalan dari penduduk Anthakiyyah di akherat kelak saat mereka melihat dengan nyata siksaan dan azab Allah untuk mereka. Menurut Ikrimah, penyesalannya itu merupakan penyesalan yang amat mendalam. Dan penyesalan pada saat itu tidak memberi manfaat apapun selain kerugian. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya, yang dimaksud dengan ummat sebelum mereka yang telah dibinasakan pada ayat ke-31 adalah : “Kaum Nuh, Kaum ‘Aad, Kaum Tsamud, Kaum Rass, dan lain-lain yakni kaum yang diturunkan sebelum perode Taurat” Dasarnya adalah firman Allah :

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. (QS. 28 Al-Qashash : 43) Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Al-Bazzar dari Auf Al-‘Arabi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia mengatakan : “Allah tidak membinasakan suatu kaum dengan adzab dari langit atau dari bumi setelah diturunkannya Taurat ke muka bumi selain sutu Negeri yang penduduknya dirubah menjadi kera. Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah SWT berfirman “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu” Dan Kisah Kaum Yasin (Anthakiyyah) ini oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Qishashul Anbiya ditempatkan dalam urutan periode kisah sebelum Kisah Nabi Musa as. Ini menunjukkan bahwa periode kehidupan Kaum Anthakiyyah yang terdapat dalam Surat Yasin ini adalah Anthakiyyah Kuno sebelum zaman Nabi Musa Sedang ayat ke-32, menegaskan bahwa Kaum Anthakiyyah yang kafir yang telah terbunuh ini, kelak di Yaumul Ba’ats akan dikumpulkan lagi di Mahsyar, untuk mempertanggung jawabkan semua tindak kejahatan mereka.

39

KRITERIA SEORANG RASUL
(BELAJAR DARI KISAH PARA UTUSAN DI NEGERI ANTHAKIYYAH)
Kisah Kaum Anthakiyyah, secara lengkap terdapat pada QS. 36 Yasin : 13-32, sebagai berikut :

40

13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka; 14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu". 15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". 16. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. 17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". 18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". 19. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas". 20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,. 21. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. 22. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? 23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? 24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. 25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku. 26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, 27. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". 28. Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. 29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati. 30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. 31.Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. 32. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

41

36 Yasiin : 15) 3. Seorang manusia (QS. (QS. Mengajarkan Tauhid (QS. Yasiin : 22-23) Kriteria ke-1 : “Diutus kepada kaum tertentu” Semua Nabi dan Rasul sebelumnya hanya diutus bagi Kaum atau Negeri tertentu saja. Kecuali Nabi Muhammad saw yang diutus bagi seluruh ummat manusia dan untuk seluruh bangsa di dunia. Tidak menerima upah dan shodaqoh (QS. Diutus kepada kaum tertentu (QS. 36 Yasiin : 13. sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu”. Sebagaimana firman-Nya : 42 . Hud”. 61 As-Shaff : 6) Kriteria ke-2 : “Seorang manusia” Penolakan Kaum Anthakiyyah terhadap seruan da’wah 3 (tiga) utusan ini.Dari rangkaian ayat-ayat dalam Surat Yasiin ini dapat difahami bahwa diantara kriteria seorang Rasul Utusan Allah adalah : 1. sebagaimana firman-Nya : “Dan kepada kaum `Aad (Kami utus) saudara mereka. (QS. 11 Hud : 50) Sedangkan Nabi Isa as. 36 Yasiin : 17) 5. wilayah da’wahnya bersifat lokal dan terbatas. Allah berfirman : “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil.. hanya untuk Bani Israil saja. terutama karena yang datang hanyalah manusia sebagaimana mereka.14. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Sebagaimana firman-Nya : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus kamu (Muhammad).16) 2. 36 Yasiin : 21) 6. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”. (QS. 36 Yasin : 15) 4. Misalnya : Nabi Hud hanya untuk Kaum ‘Aad (di Yaman) saja. 34 Saba : 28) Sedangkan Nabi dan Rasul lain. Tugasnya bertabligh (QS. Diberi wahyu (QS. sebenarnya merupakan gejala universal.

(QS 14 Ibrohim : 4) Kriteria ke-3 : “Diberi wahyu” Seorang Rasul adalah orang yang ditugaskan mengajari ummat manusia untuk mengenal kebenaran dan membimbingnya ke jalan yang lurus. Itulah sebabnya setiap Rasul pasti diberi wahyu oleh Allah. 43 . harus menghadapi Fir’aun dan balatentaranya yang terus mengejarnya hingga ke Laut merah. sehingga apa yang dida’wahkan menjadi dapat dimengerti dengan mudah.harus dilemparkan ke dalam kobaran api Raja Namruj dari Babilonia (Mesopotamia). kecuali perkataan mereka: "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?" (QS. Nabi Zakariya as. Yang berbicara dengan bahasa kaum tersebut. seorang Rasul wajib menyampaikannya. hanya dapat diperoleh dari Allah SWT. Nabi Ibrohim as. Nabi Musa as. (QS. Allah berfirman : “Kami tidak mengutus seorang rasulpun. merupakan sifat wajib bagi Nabi dan Rasul. melainkan dengan bahasa kaumnya. Mustakhil ia bisa melakukan tugas sucinya ini tanpa bimbingan wahyu. maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. bahwa Allah SWT senantiasa mengutus seorang Nabi dan Rasul bukan dari golongan Malaikat melainkan dari kalangan manusia. dan Nabi Harun as. Karena kebenaran hakiki yang akan membawanya kepada jalan yang lurus. meski nyawa taruhannya.“Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya. dan Allah menurunkan bersama mereka (para Nabi) Kitab dengan benar. Sebagaimana firman-Nya : “Manusia itu adalah umat yang satu. supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka”. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan”. (Setelah timbul perselisihan). 17 Al-Isra : 94) Padahal jika mereka mau memperhatikan sejarah kaum lain nampak dengan jelas bahwa sudah merupakan Sunnatullah. Seberat apapun resiko yang harus ia hadapi. Itulah wahyu. 2 Al-Baqarah : 213) Kriteria ke-4 : “Tugasnya bertabligh” Tabligh (menyampaikan Wahyu dan Kebenaran) menurut Madzhab Aqidah Ahlus sunnah Wal Jama’ah versi Asy’ariy dan Al-Maturidiy.

Dalilnya : 1.bahkan harus menjadi syuhada karena dibunuh kaumnya yang kafir. Ia diutus ke suatu kaum untuk menyampaikan wahyu dan membimbing kaum tersebut ke jalan yang benar. (QS. Sebab Zakat merupakan “Kotoran” manusia.dan kami menyampaikan kepadamu apa yang disampaikan banyak orang”. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. Nabi saw bersabda : “ Sesungguhnya shodaqoh itu tidak layak bagi Muhammad. Sehingga tidak mungkin ia akan meminta upah atas tugas kenabiannya tersebut. 42 Asy-Syuraa : 23) Disamping tidak menerima Ujrah (Upah). sebagaimana orang lain mendapatkannya. dan tidak layak pula 44 . Rasulullah saw bersabda : “Sesunggunya shodaqoh itu adalah kotoran manusia” 2. Muslim. (QS. Dalil Umumnya : “Hai Rasul. Dan hal tersebut telah ia fahami sejak pertama kali ia diangkat oleh Allah sebagai seorang Rasul. 38 Shad : 86) Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. HR. Sebagaimana firman Allah : “Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas da`wahku. Kemudian salah seorang diantara kami berkata : “Wahai Rasulullah saw. dan lain sebagainya. sematamata atas perintah Allah SWT. kami datang kepadamu agar engkau memberi perintah kepada kami tentang sedekah ini. 5 Al-Maidah :67) Kriteria ke-5 : “Tidak menerima upah dan shodaqoh” Seorang Rasul adalah manusia pilihan Allah. berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya”. Muslim Dari Mutholib bin Rabi’ah bin harits bin Abdul Muthalib bahwa dia dan Fadlol bin Abbas pergi menghadap Rasulullah saw. (QS. dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan”. agar kami mendapat manfaat dari zakat itu. Ahmad. HR. Nabi saw pun haram (tidak menerima) Zakat dari siapapun.

8 Al-Anfal : 1) “Ketahuilah. Tetapi Nabi Muhammad saw mendapatkan harta ghonimah (rampasan perang) dan fa’I (harta rampasan yang didapat tanpa peperangan). karena sesungguhnya shodaqoh itu adalah kotoran manusia”. dalam Kitab Tanbihul Ghafiliin karya Abu Laits As-Samarqandiy. 59 Al-Hasyr : 7) Al-Hadits dari Shahabat Abu Hurairah ra. Dan aku ditolong dengan kegentaran musuh dalam jarak perjalanan 1 (satu) bulan. Rasul. Dan aku diberi kesempatan memberi syafaat maka aku simpan untuk ummatku (di akherat kelak)”. (Al-Hadits) 45 .bagi keluarga Muhammad. orang-orang miskin dan ibnussabil”. 8 Al-Anfal : 41) “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah. bumi (tanah) sebagai Masjid dan Alat bersuci. anak-anak yatim. Dan dijadikan bagiku. kerabat Rasul. Rasul. (QS. (QS. anak-anak yatim. Nabi saw bersabda : “Aku (Muhammad) diberi 5 (lima) perkara yang tidak diberikan (oleh Allah) kepada seorang pun dari para Nabi sebelumku. Yakni : Aku diutus kepada (Bangsa) kulit merah dan hitam. maka sesungguhnya seperlima untuk Allah. Sedangkan Nabi yang lain haram untuk mendapatkannya. (QS. sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang. Dalilnya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan”. Dan dihalalkan bagiku Ghonimah. kerabat Rasul. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul”.

yakni Tauhid. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". meskipun peraturan Syariat (hukum)nya berbeda-beda. (QS. Bukhari) Dalam Kitab Maushu’atul Ijma karya Sa’di Abu Habib. Syarah muslim dari ‘Iyaadh dan Nailul Authar dari ‘Iyaadh. pasti membawa ajaran aqidah (keimanan) yang sama. bahwa : ”Mengupah orang untuk mengajar Al-Qur’an itu boleh menurut semua Ulama kecuali Hanafiyyah” Sedang menurut Ibnu Rusyd berdasarkan Kitab Bidayatul Mujtahid “Mengupah untuk menulis mashaf-mashaf itu boleh menurut ijma’Ulama” Kriteria ke-6 : “Mengajarkan Tauhid” Setiap Rasul yang dibangkitkan oleh Allah kepada suatu kaum.Sedangkan manusia biasa yang bergerak dalam bidang da’wah. telah disepakati (Ijma’) diantara para Ulama berhaq atas ujrah (upah). Sebagaimana Sabda Nabi saw : “Sesungguhnya yang lebih berhaq (lebih patut) kamu terima (ambil) upahnya adalah Kitab Allah” (HR. 21 Al-Anbiya : 25) “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu. melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. dijelaskan bahwa : Berdasrkan Kitab Fathul Bari dari ‘Iyaadh. Sebagaimana firman-nya : “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu. (QS. 5 Al-Maidah : 48) 46 . Kami berikan aturan (syariat) dan Manhaj (jalan yang terang) sendiri”.

supaya mereka dapat makan dari buahnya. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. maka daripadanya mereka makan. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. Kami tanggalkan siang dari malam itu. Tidaklah mungkin bagi 47 . Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam. 36 Yasin : 33-44) “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.BUKTI-BUKTI KEKUASAN ALLAH DI SEMESTA ALAM (QS. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya.

(QS. ternyata terbukti kebenarannya menurut sains dan pengetahuan modern. MENGHIDUPKAN LAHAN YANG TANDUS Pada QS. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya bijibijian. Allah berfirman : 48 . untuk kemudian dapat menumbuhkan tanaman ? Ulama dahulu seperti Ibnu Katsir ataupun para Ilmuwan sekarang sepakat bahwa hal itu terjadi dengan adanya air hujan. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai ke suatu ketika”. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS.matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. 36 Yasin : 33-44) QS. maka daripadanya mereka makan. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. 36 Yasin : 33-44 ini merupakan “ayat-ayat sains” yang mendorong manusia melakukan observasi. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. karena apa yang diberitakan Allah dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah tentang : 1. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. supaya mereka dapat makan dari buahnya. inovasi untuk mengungkap rahasia alam semesta untuk menunjukkan betapa Maha Besarnya Allah SWT dan betapa Agung Kekuasaan-Nya. 36 Yasin : 33-35 Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Dan Kami jadikan padanya kebunkebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. Sekaligus ia merupakan I’jazul Qur’an (kemukjizatan Al-Qur’an). 36 Yasin : 33-35) Dengan apa bumi yang mati yang seakan tidak dapat diharapkan itu.

maka tumbuhtumbuhan pun tak ada. yakni sebagai : 1. yang ditemukan di abad ke-20 menunjukkan bahwa tanaman seperti Anggrek dapat tumbuh tidak harus pada media tanah. huruf pada ayat ke-35 yang berbunyi memiliki dua pengertian. Dan jika tumbuhan tak ada maka hewan dan manusiapun tak ada”. Kami halau ke suatu daerah yang tandus. Penggalan ayat ke-35. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Pada titik-titik air itulah terdapat rahasia kehidupan. Muhammad Al-Khatib dalam Kitab Al-Islaamu wal-Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun. Unsur manusia yang dimaksud dalam penggalan ayat ini menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah adalah : berupa menabur benih. Hal ini sebagaimana firman-Nya “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”. 21 Al-Anbiya : 30) Teknologi Hidroponik. mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. mengatakan : “Dari air. hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung. (QS. telah mendorong manusia untuk melakukan rekayasa atas dasar ilmu pengetahuan (sains) yang dikuasai di bidang agriculture (pertanian). Sebab secara hakekat yang menumbuhkan hasil itu bukanlah mereka (manusia) melainkan atas kehendak Allah SWT. maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. 7 Al-A’raaf : 57) DR.“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan). menanam dan lain sebagainya. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan tidaklah diusahakan oleh tangan mereka sendiri” Maksudnya adalah supaya mereka memakan dari buahnya yang sebenarnya tidaklah diusahakan oleh tangan mereka. ia dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik. Didasarkan kepada firman-Nya : 49 . Allah menciptakan setiap makhluq hidup. (QS.. Andaikata tak ada air. lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Nafi artinya tidak. asal ada air . yang berbunyi : (Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka).

Dan QS. Walau secara hakekat Allah yang menentukan. 36 Yasin : 33-35. untuk mendapat balasan amal perbuatan selama di dunia. Allah berfirman : “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. maka bagi Allah pasti sangat mudah untuk menghidupkan kembali orang mati di dalam Quburnya” Apalagi pada ayat sebelumnya (QS. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka” Dengan menjadikan “maa menjadi maushuul”. (QS. kedua penafsiran ini hendaknya dipakai secara bersamasama. maka jadilah kamu heran tercengang. 53 An-Najm : 39) “Bagi mereka mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan” (QS. menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah merupakan dalil bahwa : “Jika Allah dapat menghidupkan bumi yang mati kemudian dari bumi yang mati tersebut keluar biji-bijian untuk kemudian tumbuh kebun-kebun. sebagai ujian bagi manusia. 2 Al-Baqarah : 202) Menurut Hamka. Dan hasil usaha diberikan Allah kepadanya sepanjang yang ia usahakan. Yaitu Isim penghubung. Karena memang Allah memerintahkan manusia untuk berusaha. tetapi dalam kehidupan di dunia ini senantiasa ada hubungan sebab akibat. Sebagaimana firman Allah : 50 . Allah berfirman : (“Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami”) yakni pada Yaumul Ba’ats (Hari Berbangkit). Ghalibnya jika usahanya bagus maka produk hasilnya besar kemungkinan akan bagus pula. maka diakui pula keberadaan hasil usaha manusia. 36 Yasin : 32). benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur. Walau terkadang Allah menghendaki lain. (QS. Karena qudrah irodah Allah adalah bersifat mutlaq. 56 Al-Waqi’ah : 63-65) 2.“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami (Allah) yang menumbuhkannya?” Kalau Kami kehendaki.

ada gelap ada terang. ada jantan ada betina baik pada hewan ataupun tumbuhan. Allah berfirman : “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)” (QS. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Ayat ini merupakan bukti bahwa segala sesuatu itu memiliki pasangan. ada baik ada buruk. 6 Al-An’am : 141) 2. yakni : 51 . (S. Allah memerintahkan kita bersyukur atas karunia nikmat yang demikian banyak Allah berupa lahan yang subur yang menumbuhkan tanaman dan buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. pada beberapa jenis tumbuhan ditemukan ada tumbuhan yang hanya punya serbuk sari dan yang lainnya hanya punya kepala putik saja.“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Cara bersyukur yang terpenting menurut Hamka adalah dengan membayarkan zakatnya pada setiap musim panen. 30 Ar-Ruum : 19) Di akhir ayat ke-35. Bahkan menurut para Ahli Botani. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. Kalau sudah dikawinkan. ada laki-laki dan ada perempuan. SEGALA SESUATU ITU BERPASANGAN Dalam QS. ada siang dan ada malam. Pada tumbuhan dikenal ada serbuk sari dan ada kepala putik. maka korma betina akan banyak buahnya. 36 Yasin : 36. Sebagaimana firman-Nya : “Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah. Ada pangkal ada ujung. orang Arab mengerti benar untuk “mengawinkan” korma jantan dengan korma betina. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. Ayat ini diperkuat oleh firman-Nya dalam surat yang lain.

Kemusnahan peradaban manusia akan segera terjadi jika di dunia ini hanya ada satu jenis kelamin saja. untuk mensyukuri karuniaNya yang demikian besar dengan diciptakannya pasangan pada segala sesuatu. 36 Yasin : 36). lahirnya teknologi di bidang elektronika tidak dapat terlepas dari jasa adanya kedua ion yang berbeda muatan ini. Itulah sebabnya barangkali hikmahnya mengapa Allah SWT. sebagaimana adzab Allah kepada Kaum Nabi Luth as. dan rasul-Nya amat mengutuk perilaku manusia yang mengingkari kodrat kemanusiaannya dengan mencintai sesama jenis kelamin.“(Dia) Pencipta langit dan bumi. yang dikenal sebagai Homosex dan Lesbianisme. menyebabkan kehidupan keduanya hingga kini tetap exist. 42 Asy-Syura : 11) “Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan” (QS. (QS. Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”. bagi Kaum Gay ini. mengandung suatu tuntunan agar kita Bertasbih (Memaha Sucikan Allah). dibuka dengan kalimat Yang artinya : Maha Suci (Allah) Dzat yang menciptakan. Bahkan para Ulama Fiqh seperti Imam Syafii menetapkan Hukum Rajam. Adanya ion bermuatan positif dan negative. 13 Ar-Ra’du : 3) Ayat diatas (QS. mengakibatkan bumi menjadi terang benderang dengan adanya listrik. Sementara Imam Abu Hanifah. Sebagai contoh : • Karunia berupa adanya dua jenis kelamin yang berbeda pada manusia dan hewan. 51 Adz-Dzariyat : 49) • 52 . di negeri Soddom. dan lain sebagainya. menetapkan sanksi Hukum dengan cara melemparkan mereka dari tempat ketinggian ke suatu jurang untuk kemudian melemparinya dengan batu. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasanganpasangan” (QS.

53 . Agus Mustofa. supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. PERGANTIAN SIANG DAN MALAM Dalam QS. jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat. Dan ketika diteruskan sampai 100 jam berikutnya maka seluruh air di muka bumi akan membeku. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku.3. Dia jadikan untukmu malam dan siang. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan”. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam. alias malam terus. sebutlah di Arab Saudi. dimana air akan mulai membeku. 36 Yasin : 37. siang hari di sana biasa mencapai 50 derajat celcius. Apakah yang akan terjadi dalam kurun waktu 100 jam setelah suhu terendah itu ? Jika matahari tidak pernah muncul. jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat. (QS. seorang Insinyur Teknik Nulir UGM dalam Bukunya Pusaran Energi Ka’bah mengatakan : “………Apakah yang terjadi jika Allah hanya menciptakan malam terus di bumi ? Cobalah lihat suhu udara di padang pasir. Kami tanggalkan siang dari malam itu. Ayat ini senada dengan firman-Nya : Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku. termasuk cairan tubuh kita. maka maka dalam kurun waktu itu suhu akan terus menerus turun hingga mencapai 0 derajat. Puncaknya adalah antara jam 12 malam sampai sekitar 2 dini hari. sedangkan di malam hari biasa mencapai 14 derajat. 28 Al-Qashash : 71-73) Ir. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Dan karena rahmatNya. Pada keadaan normal.

(QS. berkisar di bawah 30 derajat Celcius. dan jalanan itu pun kering kembali. Dengan kata lain. dalam waktu 100 jam. zikir yang sebanyak-banyaknya. Di permukaannya terlihat mengepul uap tipis.Jadi sungguhlah dahsyat dampak dari pergantian siang dan malam hari. dikatakan : “Suhu pada umumnya pagi hari di Kota Surabaya. 33 Al-Ahzab : 41-42) 54 . air di permukaan bumi akan mulai mendidih. Karena itu Allah memancing kita untuk memahami. atau bahkan lebih. dan aspalnya menjadi lembek. mengapa Allah memerintahkan kita untuk berdzikir dan bertasbih di waktu pagi dan sore hari. Sebuah rutinitas yang tidak semua kita pernah memikirkannya. Hanya dalam kurun waktu setengah hari saja. tak berapa lama kemudian air itu akan menguap. berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah. maka suhu beranjak diatas 30 derajat. Itulah barangkali salah satu rahasianya. tidak ada kehidupan yang tahan di bumi yang hanya punya siang siang terus menerus”. Dan puncaknya pada jam 12 siang sampai jam 14 siang. kemudian Rasul menuntunnya dengan berbagai lafal dzikir dan do’a. Sebagaimana firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman. tetapi tetap berada di atas kita terus menerus ? Diperkirakan. Dan kemudian. Ketika siang mulai menjelang. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. panas udara dan permukaan bumi bisa mengalami peningkatan suhu yang demikian tinggi. Pernahkah kita memperhatikan aspal jalan raya Surabaya pada siang hari. apa yang terjadi 100 jam berikutnya ? Diperkirakan seluruh air di muka bumi sudah habis menguap. Diperkirakan panas permukaan jalan raya itu diatas 50 derajat. dan banyak yang mulai menguap. Apa jadinya kalau matahari tidak bergeser ke arah Barat. dan darah di tubuh kita pun ikut mendidih. suhu udara bisa mencapai 33-34 derajat. Masih dalam buku yang sama. Semuanya ini agar kita bersyukur atas karunia Allah berupa pergantian siang dan malam yang ternyata amat luar biasa manfaatnya. Apakah tujuan utamanya ? Tak lain agar kita sadar bahwa di balik terjadinya rutinitas pergantian siang dan malam hari itu terdapat sesuatu yang luar biasa yang berkait dengan Sebuah Kekuatan Besar yang mengendalikan alam sekitar kita yaitu Sang Maha Perkasa (Allah SWT)”. Kalau disiramkan air disana. Kita lihat contoh di atas.

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. pada pagi dan sore hari sebagai manifestasi syukur kita kepada Allah SWT atas karunia adanya rutinitas pergantian siang dan malam hari. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab (orang-orang yang berakal). 30 Ar-Ruum : 17-19) maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada hari itu. 3 Ali Imran : 190-191) Dalam Tafsir Ibnu Katsir. adalah sebagaimana terdapat dalam HR. Abu Dawud dari Ibnu Abbas ra. (yaitu) orang-orang yang berdikir (mengingat) Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring “ (QS. (QS. ada riwayat bahwa Rasulullah saw menangis tersedu-sedu setelah diturunkannya ayat QS. ia menemui beliau saw masih tersedu-sedu dalam keadaan berbaring. yang mengingatkan Rasul betapa besarnya karunia Allah dengan diciptakannya langit. Ibnu Mardawaih. Dan barang siapa membacanya pada sore hari. Dalam HR. beliau saw duduk seraya menangis hingga air matanya membasahi lantai. padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang akan datang ?Rasulullah saw menjawab : “Bagaimana aku tidak menangis hai Bilal. 3 Ali Imran : 190-191. Dan tatkala Bilal datangkepadanya untuk panggilan Shalat Subuh. Diantara contoh dzikir dan do’a yang dianjurkan dibaca oleh Nabi saw. maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada malamnya” 55 . dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur. bumi dan adanya pergantian siang dan malam hari itu. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”.Usai shalat. Bertanyalah Bilal kepadanya : “Apakah yang menyebabkan engkau menangis ya Rasulullah.“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. yang meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa ketika pagi membaca “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh. diceriterakan bahwa : “…………………. orang yang membaca ayat-ayat ini tanpa merenungkan isinya dalam-dalam”. setelah Allah menurunkan kepadaku malam ini ayat-ayat : Binasalah hai Bilal..

kapan para Hujjaj harus wukuf di ‘Arafah. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan waktu dalam Islam adalah sesuatu yang amat penting. dan lain-lain. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua”. untuk kemudian kembali ke bentuk seperti tandan yang tua. Salah satu manfaat dari adanya perputaran matahari dan bulan ini adalah diketahuinya bilangan waktu. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. itulah bulan purnama. maka ia pun berputar (berevolusi) pula dalam suatu orbit tertentu pada gugusan galaksi Bima Sakti. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. Sebab dengannya kita dapat mengetahui kapan tibanya awal Ramadlan dan Syawwal. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.4. bersama-sama dengan bumi. Allah berfirman . “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Sedangkan ayat ke-39 yang berbunyi : “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. maka ayat ini ditafsirkan menjadi : Matahari disamping melakukan rotasi pada porosnya. Allah berfirman : 56 . Adalah ayat yang mengungkapkan tentang berbagai penampakan posisi bulan saat dilihat dari bumi. PEREDARAN MATAHARI DAN BULAN PADA ORBITNYA Dalam QS 36 Yasin : 38-40. Arti ayat ke-38 yang berbunyi : (Dan matahari berjalan di tempat peredarannya) berdasar fakta ilmiah yang telah ditemukan oleh para ahli astronomi. bulan dan berbagai planet lain yang mengelilinginya. Mula-mula ia nampak seperti bentuk tandan yang tua (bulan sabit) yang kemudian sedikit demi sedikit berubah sehingga kemudian menjadi bulat.

yang artinya : “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang”. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). melainkan dengan izin-Nya?” QS. 22 Al-Hajj : 65) 57 . 10 Yunus : 5) Maksud Firman Allah pada ayat ke-40. Lebih jauh menurut Ary Ginanjar Agustian dalam buku yang sama mengungkapkan hasil foto Teleskop Infrared Chandra tahun 2000 The Milky Way (Bima Sakti). Jaraknya 26. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak.“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu. adalah. persis seperti arah putaran ummat Islam yang sedang Thawaf mengitari Ka’bah. Terdapat 100 milyard bintang dalam satu galaksi. maka tatanan semesta akan hancur. Apabila keluar dari garis orbit maka hancurlah tatanan alam semesta” • Masing-masing benda angkasa tersebut berputar dan beredar dengan arah yang bertolak belakang dengan arah jarum jam.0000 tahun cahaya. adalah 2. Kemudian pada penggalan akhir ayat ke-40 surat Yasin yang berbunyi (Dan masing-masing beredar pada garis edarnya) Telah memacu para Ilmuwan Astronomi untuk mengetahui : mengapa matahari dan bulan serta berbagai planet lain itu beredar tetap pada orbitnya masing-masing ? Kekuatan apa yang mengikatnya sehingga tidak keluar dari orbitnya ? Hasil penelitian para Ilmuwan Astronomi. menurut Ary Ginanjar Agustian dalam “Buku Saku ESQ” menunjukkan bahwa : • “Ditemukan adanya “Black Hole” dengan gravitasinya yang sangat kuat menjaga.000 tahun cahaya dari bumi. Itulah Qiyamat. semuanya berthawaf. Garis tengahnya 50.6 juta kali matahari. jika hal itu terjadi. bahwa kepadatan massa black hole sebagai pusat galaksi Bima sakti. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”. (QS. Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan Dia (Allah) menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi. menjangkar dan menarik seluruh planet agar tetap pada orbitnya. artinya mereka saling bertemu.

Ibnu Zaid dalam tafsir Ibnu Katsir. bintang. mengatakan bahwa kata “Dzurriyyah” (keturunan) dalam ayat jke-41 diatas adalah nenek moyang manusia yang dibawa dengan bahtera Nabi Nuh as. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. Yang menurut Hamka diistilahkan dengan nenek moyang manusia kedua setelah Adam as. gunung. 22 Al-Hajj : 18) Siapakah yang dapat menciptakan dan mengatur tatanan semesta sedemikian luar biasa ini ? Jawabannya tentulah : Dzat Yang Maha Perkasa yang tiada seorang pun mampu meski sekedar mendekati kekuasaann-Nya Yang Agung. KAPAL YANG BERLAYAR DI LAUTAN Pada QS. di bumi. sedangkan manusia dan makhluk lain hanyalah diberi ilmu sedikit saja. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. 17 Al-Isra’ : 85) Itulah sebabnya pada penggalan akhir ayat ke-38 dari Surat Yasin ini Allah berfirman : (Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui) 5. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika”. 36 Yasin : 41-44. pohon-pohonan. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera (kapal) yang penuh muatan. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. Menurut Adh-Dhahak. 58 . bulan. Sebab Dia adalah Dzat Yang Maha Berilmu. Qatadah. Juga Maha Mengetahui segala perkara.“Apakah kamu tiada mengetahui. (QS. binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?” (QS. Sebagaimana firman-Nya “Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit. matahari.

Khususnya pada periode awal pertumbuhan manusia. Dalam sejarah dunia kita mengenal bahwa penemuan benua-benua baru seperti Amerika dan Australia misalnya adalah karena jasa para pelaut tangguh yang berani menaklukan ganasnya berbagai samudra luas. 59 . karena kesamaan fungsi sebagai alat transportasi yang mampu membawa muatan yang banyak sebagaimana ayat ke-41 di atas yang diistilahkan dengan “Al-Fulkul Masyhuun”. sebagaimana sudah dimaklumi bersama adanya. Sementara arti yang seperti bahtera itu. karena keduanya pun sama-sama luas dan memiliki tingkat resiko yang tinggi saat diarungi. Sementara udara sebagai media terbangnya sebuah pesawat diqiyaskan kepada lautan tempat berlayarnya sebuah bahtera. Inilah pendapat dari Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Sedangkan menurut pandangan kami adalah Kapal selam dan pesawat terbang. • Qatadah dan Dhahaq mengatakan : perahu-perahu kecil di sungai. Tetapi menurut Tafsir Qurthubi adalah Kapal Nabi Nuh dan kapal –kapal lain bukan hanya kapal Nabi Nuh as. Hal lain yang menjadi alasan kami adalah dipakai dan diajarkannya oleh para alim ulama do’a berlayar di lautan menjadi do’a saat menaiki pesawat terbang. baru ditemukan pada abad modern ini. penyebaran bangsa-bangsa di dunia ini terjadi dengan adanya bahtera (kapal). Ayat ke-43 yang berbunyi (Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. Bagi peradaban manusia ayat ini sebenarnya amat penting. Mengapa ? Karena menurut Hamka. menurut para Ulama diantaranya adalah : • Ibnu Abbas ra mengatakan : unta sebagai kendaraan di darat. disamping 80 orang beriman pengikut Nabi Nuh as pun terdapat dalam Kapal tersebut. Ini juga merupakan sebagian karunia Allah yang lain lagi yang harus kita syukuri.Sedangkan kalimat ditafsirkan dengan kapal Nabi Nuh as. Dapat dibayangkan betapa besarnya kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh as ini. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan) dapat dipahami sebagai peringatan dari Allah. Ayat ke-42 yang berbunyi : (Dan Kami (Allah) ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera). Mengapa demikian ? Karena alat transportasi lain yang semisal dengan bahtera ini. yang penuh muatan karena semua jenis binatang yang ada di dunia masingmasing sepasang dimasukkan ke dalam kapal tersebut. Sehingga kemudian terjadi interaksi budaya antar bangsa meski mereka saling berjauhan letak geografisnya. bahwa jika Dia (Allah) kehendaki dapat saja Allah menenggelamkan orang yang berada di perahu atau kapal di lautan. harus dimaknai bahwa : Allah mengaruniakan ilmu pengetahuan kepada manusia untuk menciptakan alat transportasi lain yang seperti bahtera.

Diantaranya dalam : 1. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu'min. (QS." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”. Nabi saw bersabda : “Keamanan bagi ummatku dari tenggelam apabila naik naik kapal (perahu) apabila membaca : “Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. (QS. Jika mereka berpaling (dari keimanan). kebakaran atau terpukul dengan senjata dan besi” (Al-Hadits) 60 . Nabi saw bersabda : “Barang siapa melazimkan (membiasakan) membaca ayat : “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. tidak ada Tuhan selain Dia. 9 At-Taubah : 128-129) maka tidak akan mati karena reruntuhan. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. 39 Az-Zumar : 67) 2. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. tenggelam. berat terasa olehnya penderitaanmu. Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. 11 Hud : 41) “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.Oleh karena itu Nabi saw menuntun ummatnya dengan berbagai do’a saat berlayar di lautan. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung". maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku. (QS. Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR.

Bila ditunjukkan “Ayat-ayat Allah” baik Qur’aniyyah maupun Kauniyyah (yang ada di semesta alam) selalu berpaling. dalam Tafsir Qurthubi adalah : “Dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang” 61 . tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". dan Mujahid. arti ayat : “Apa yang dihadapanmu” yakni : Siksa Dunia seperti ummat yang lainnya. Sedangkan “Apa yang akan datang” adalah Siksa akherat. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari rezki yang diberikan Allah kepadamu". Menurut Tafsir Jalalain. 36 Yasin : 45-48) “Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat". tentang : (Apa yang ada dihadapanmu dan apa yang ada di belakangmu) Diantaranya adalah: 1. Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?" Dari ayat ini dapat diketahui bahwa ada 4 (empat) tanda kekufuran seseorang kepada Allah SWT. Tidak percaya akan tibanya Hari Qiyamat. d. b. maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. (niscaya mereka berpaling). c.PEMBANGKANGAN ORANG MUSYRIK (QS. yakni : a. melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. Menolak perintah untuk berinfaq shodaqoh. Ibnu Abbas dan Jubair ra. Tidak takut dengan beratnya siksa akibat dosa. Ada ikhtilaf diantara Ulama tentang kalimat pada ayat ke-45. 2. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka.

Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”.Ayat ini mengajak kita untuk takut kepada siksa yang akan dijatuhkan Allah SWT akibat dosa-dosa kita. Merupakan : “Sebuah penghinaan dan cemoohan dari orang kafir. maksud penggalan ayat ke-46 yang berbunyi : adalah : “Apabila datang kepada mereka. dengan mengatakan : "Apakah kami (orang kafir Mekkah) akan memberi makan kepada orangorang (miskin yang beriman) yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. saat diajak untuk berinfaq kepada orang miskin dari kalangan beriman. demikian pula untuk menahan turunnya rizqi tersebut kepada siapa yang dikehendaki-Nya. maka mereka selalu berpaling menolaknya”. (QS. Menurut Ibnu Katsir. orang kafir. Baik siksa di Dunia ataupun di Akherat kelak. Mengapa harus membantu. Allah akan memberikan rizqi kepada siapa yang dikehendaki-Nya. 42 Asy-Syura : 12) 62 . Jawaban orang kafir pada ayat ke-47. padahal jika mereka menyembah Allah saja seharusnya Allah memberi kekayaan kepada mereka ? Pendapat mereka orang kafir ini merupakan pendapat yang keliru. Mengapa keliru ? Sebab Kaya dan miskin dalam pandangan Islam adalah Ujian Allah. tanda (ayat) yang menunjukkan Keesaan Allah (Tauhid) dan Kebenaran Rasul (Nabi Muhammad saw). bahwa dengan masuk Islam mengikuti agama Nabi Muhammad ternyata mereka masih saja miskin. Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). Itulah makna (Tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata) menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. yang menurut Tafsir Hamami yang mengajaknya itu adalah para Shahabat Nabi. Allah berfirman : “Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata".

dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. dalam ayat akhir ayat ke-49 ini adalah dalam urusan-urusan dunia seperti saat jual beli di pasar. 36 Yasin : 49) adalah Tiupan yang pertama pada Hari Qiyamat”. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi. Sedangkan kalimat (sedang bertengkar). Sebagaimana Al-Hadits dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. Dan ditiuplah sangkakala. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja. Dan sungguh ketika dua orang membentangkan kain saat jual beli. 36 Yasin : 49-54) “Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Ini menunjukkan datangnya Hari Qiyamat itu secara tiba-tiba. dan lainlain. dan ‘Ikrimah dalam Tafsir Qurthubi. keduanya belum sempat melipat kain 63 . Menurut Ibnu Abbas ra. tanpa terduga termasuk pada saat manusia sedang bertengkar dalam berbagai urusan bisnisnya.TIUPAN SANGKAKALA MALAIKAT ISRAFIL SEBAGAI TANDA TIBANYA ERA HARI QIYAMAT (QS. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sungguh Hari Qiyamat pasti akan terjadi. bahwa : “Yang dimaksud dengan asshayhah atau teriakan (dalam QS. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

yang menurut Tafsir Qurthubi . Ahmad. Yang meniupnya adalah Malaikat Israfil. Ketika seseorang mengangkat makanan ke mulutnya. 36 Yasin : 51-52 yang berbunyi : (Dan ditiuplah sangkakala. Didasarkan kepada Hadits Nabi saw dalam Al-Habaik fi Akhbaril Malaik karya As-Suyuthi dijumpai HR. hal itu sudah merupakan ijma ummat.Mahmud Yunus. diriwayatkan oleh Na’im dari Abu Hurairah ra. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. namun ia tidak dapat mengangkat kedua kakinya. Ayat ke-51 ini merupakan dalil tentang adanya Tiupan Sangkakala yang membangkitkan semua yang mati dari dalam Quburnya. Hadits yang hampir sama dalam Tafsir Qurthubi. Bahkan dalam Tafsir Ibnu Katsir menurut HR. Ketika seseorang memberi minum hewan ternaknya. Ibnu Mardawaih) Menurut Ibnu Katsir. tiba-tiba keduanya mati mendadak. Ahmad) Sedangkan Al-Qur’an dan Terjemahnya karya Departemen Agama RI. Hari Qiyamat pasti terjadi. tahun 1989. Kata menurut Kamus Arab-Indonesia karya Prof DR. Rasulullah saw bersabda : 64 . H. adalah : “Terompet dari tanduk”. bahwa seorang Arab bertanya kepada Rasulullah saw : “Apakah Ash-Shur itu ? Rasulullah saw menjawab : “Tanduk yang ditiup” (HR. tiupan ini merupakan Tiupan ke-2.(dagangannya tersebut). Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan Tuhan Yang Maha Pemurah dan benarlah para Rasul-Nya). Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr ra. lalu ia tidak bisa memakannya. Ketika seseorang mengangkat timbangan (dagangannya) dan belum sempat menurunkannya”. tiupan ini adalah Tiupan ke-3. Ahmad. Dalilnya adalah HR. telah bersabda Nabi Muhammad saw : “Malaikat Israfil adalah Peniup Sangkakala” (HR. kata Ash-Shuur diterjemahkan dengan sangkakala. Ayat pada QS. Al-Hakim dan Ibnu Mardawaih dari Abu Said ra. Al-Hakim. Mubarak bin Fadlolah dari Hasan berkata. Hari Qiyamat pasti terjadi. Dan jarak antara Tiupan I dan II itu adalah 40 tahun. Hari Qiyamat pasti terjadi. Sedangkan menurut Tafsir Qurthubi dan Jalalain.

Allah menghidupkan dengannya setiap yang mati” (HR. Dan tiupan yang lain. Tiupan Yang pertama Allah mematikan dengannya setiap yang hidup. kecuali siapa yang dikehendaki Allah”. (QS. Mubarak bin Fadlolah . Diantara Hadits Nabi yang berbicara tentang Malikat Israfil dan sangkakalanya adalah HR. Muslim) 65 . mendasarkan pendapatnya diantaranya kepada ayat Qur’an sebagai berikut : “Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. (QS. 27 An-Naml : 87 merupakan dalil untuk nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). Muslim dalam kitab Shahihnya sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. 39 Az-Zumar : 68) Jika QS. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Israfil benar-benar telah meletakkan sangkakala dalam mulut dan menundukkan dahinya menunggu kapan diperintahkan untuk meniup” (HR. nafkhatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). 27 An-Naml : 87) “Dan ditiuplah sangkakala.“Antara 2 tiupan adalah 40 (empat puluh) tahun. Sumber : Tafsir Qurthubi) Ulama yang berpendapat ada 3 (tiga) tiupan Malaikat Israfil yakni nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). maka QS. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masingmasing)”. 39 Az-Zumar : 68 merupakan dalil untuk nafkatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi.

HR. Mereka bertanya : “Apa yang harus kami ucapkan ya Rasulullah ? Beliau menjawab : “Katakanlah (Cukuplah bagi kami. yang artinya : “Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja.Lalu Dia berfirman kepada ‘Arasy : “Ambilah sangkakala itu. Abu Asy-Syaikh dari Wahb. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. Lalu Allah berfirman : Jadilah! Maka jadilah Israfil. Ayat ini senada dengan ayat lain. Dua ruh tidak akan keluar dari satu lubang. Maka ia (sangkakala) itu bergantung padanya (‘Arasy). : “Allah SWT menciptakan sangkakala itu sebuah mutiara putih dalam kaca yang sangat bersih. Lalu Israfil masuk ke bagian depan ‘Arasy. Adz-Dzahabi berkata. Rasulullah saw bersabda : “Bagaimana aku bisa tenteram. dan telah siap-siap mendengarkan untuk menunggu kapan dia diperintahkan-Nya untuk meniup. Dan dia tidak pernah berkedip sejak Allah menciptakannya untuk menunggu apa yang diperintahkan-Nya “. Al-Hakim dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. dan Dia (Allah) memerintahkannya untuk mengambil sangkakala itu. memalingkan keningnya. dan dia menghasankannya. dia memasukkan kaki kanannya di bawah ‘Arasy dan mengeluarkan kaki kirinya. Tirmidzi.juga dalam Kitab Al-Habaaik fi Akhbaril Malaik karya Imam Jalaluddin AsSuyuthi. mata penjaga sangkakala itu selalu siap menunggu disekitar ‘Arsy karena takut disuruh berteriak sebelum matanya berkedip.HR. HR.Lalu Tuhan berfirman kepadanya :“Aku telah menugaskanmu mengurus sangkakala ini. HR. Abu Asy-Syaikh dan Ibnu Mardawaih dari Abu Hurairah ra. bersabda : “Sesungguhnya sejak ditugaskan. ada Hadits Nabi. “Shahih menurut Syarat Muslim”. Maka dia (Israfil) mengambilnya. Sementara Israfil meletakkan mulutnya diatas lubang angin itu. Kedua matanya seperti dua bintang yang terang” 2. diantaranya : 1. Allah sebagai pelindung kami dan Allah adalah sebaikbaik pelindung dan atas Allah lah kami bertawakkal)” 3. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi. Ayat ke-53-54 berbicara tentang Yaumul Mahsyar (Hari dikumpulkannya manusia dan jin di Padang Mahsyar) untuk dihisab dan dimizan dengan seadil-adilnya oleh Allah SWT. sedangkan penjaga sangkakala telah menelan tanduk. Rasulullah saw. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Dan ditengah-tengah sangkakala itu ada lubang angin seperti bulatan langit dan bumi. HR... dan dia menshahihkannya. yakni : 66 . Allah berfirman. Maka tugasmu adalah meniup dan berteriak. dan bersamanya ada sebuah lubang sejumlah semua ruh makhluk dan semua napas yang dihembuskan.

sambil menundukkan pandangan. seorang pakar fisika Unram. Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat". yang getarannya tidak periodik seperti suara deburan ombak. seperti ledakan bom. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Letusan. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan). jelas merupakan rambatan gelombang bunyi. Tiupan mempunyai makna bahwa ada energi udara yang keluar melalui terompet sekaligus mengeluarkan bunyi yang dirambatkan udara. (QS. senar dan lain-lain. yang getarannya periodik (teratur) seperti bunyi seruling. dentuman meriam dan lain sebagainya. maka di alam raya yang semula vakum (hampa) udara menjadi terisi udara. Oleh karena itu bunyi dapat kita bagi dalam 3 macam. Kosim. MSc.“(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. 50 Qaaf : 42) “Maka berpalinglah kamu dari mereka. Desir. Sedangkan sumbernya bunyi terjadi karena adanya getaran medium atau ledakan. 54 Al-Qamar : 6-8) Sehubungan dengan tiupan sangkakala Malaikat Israfil yang menghancurkan tatanan semesta alam ini. yakni : 1. Peristiwa tiupan terompet oleh malaikat Israfil. Rernat. tampak bahwa ia adalah energi suara yang ditiupkan melalui terompet (sangkakala). Nada. Karena adanya angin dari tiupan sangkakala. yang getarannya tidak periodik dan berlangsung dalam waktu singkat. tentang kemungkinan terjadinya ditinjau dari kacamata ilmu pengetahuan modern. cair ataupun gas (udara). walaupun diruang angkasa ini hampa udara. 2. Selengkapnya pakar fisika Unram ini mengatakan sebagai berikut : Bunyi merupakan gelombang mekanik yang perambatannya memerlukan medium. penulis mencoba bertanya kepada DR. 67 . (QS. itulah hari keluar (dari kubur)”. Dan bunyi terompet akan sampai ke semua benda langit sebagai bunyi ledakan yang berlangsung sesaat. baik itu medium padat. Sebab pengertian ayat yang artinya “Dan ditiuplah sangkakala” atas dasar berbagai Hadits Nabi di atas. 3. mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.

Baik tiupan angin maupun bunyi masing masing mempunyai energi kinetik 1 yang dirumuskan sebagai m v². A = Amplitudo gelombang bunyi f = Frekuensi bunyi ( Gabrial. Sedangkan intensitas bunyi akan sangat besar jika amplitudo dan frekuensinya tinggi. meriam (110 dB). 68 . Energi. Dengan demikian jelas gerakan planet akan kacau berantakan. maka bunyi yang kuat akan menggetarkan benda-benda yang dilaluinya. Untuk bunyi : I = ρ v A (2πf)² 2 ρ = Massa jenis medium v = Kecepatan bunyi v bunyi di udara (diam) = 340 m/s. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. maka v = kecepatan bunyi yang merambat dalam medium udara. sering kita menggunakan istilah intensitas yang merupakan besaran daya persatuan luas. Sedangkan untuk bunyi. dapat dikonversikan kedalam satuan decibel (dB). 1987) 1 b. sehingga mengganggu kesetimbangan garis edar dari planet-planet atau benda-benda di angkasa.10 ⎯¹²w/m² Contoh : Bunyi Suara berisik Pesawat Jet Roket tinggal landas 10⎯¹º 10¹ 5 10 Intensitas (w/m²) 20 103 170 dB Dari daftar skala kebisingan ini. Karena bunyi juga merupakan gelombang tekan. Dengan rumus sebagi berikut : dB=20 log I Io I = Intensitas akhir. sebagai satuan tekanan bunyi. v = kecepatan gerak 2 angin untuk energi angin. Fisika kedokteran. Sedangkan di air apalagi di zat padat lebih besar lagi. Maka hancurlah jagad raya dan matilah makhluk hidup dengan energi yang dikeluarkan dari tiupan terompet (sangkakala) Malaikat Israfil. sedangkan Io = Intensitas dasar = 1. Dalam menyatakan besarnya energi. Watt Sedangkan daya sendiri. det Dan besarnya intensitas adalah : a. UI Press. Menurut Graham Bell. yang satuannya adalah Watt = . maka >100 dB adalah seperti suara Halilintar (120 dB). merupakan besarnya Dengan satuannya adalah I = m² Joule energi (Joule) persatuan waktu. Untuk angin : I = 0. 1996) Intensitas energi angin akan sangat besar kalau angin tiupan dari sangkakala tersebut keluar dengan kecepatan yang tinggi. Artinya tiupan sangkakala mempunyai frekuensi dan amplitudo yang tinggi. dengan m = massa medium.1 v³ V = Kecepatan gerak angin (Abdul Kadir (Prof). termasuk makhluk hidup. EGC Bali. intensitas bunyi ini.

Abu Nu’aim dari Abu Hurairah ra. (Kepada mereka dikatakan): "Salam". 36 Yasin : 55. (QS. 37 Ash-Shaffat : 50) Menurut Ibnu ‘Abbas dalam Tafsir Ibnu Katsir : “Kesibukan mereka dengan memperdengarkan alat musik” • Ayat ke-56. Mujahid dalam Tafsir Qurthubi dan Ibnu Katsir adalah : “Kesibukan mereka (para penghuni surga) dalam memecahkan keperawanan (istrinya)” Dalil adanya “persetubuhan di surga” : HR. bahwa Rasulullah saw ditanya : “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan ? Rasulullah saw menjawab : “Ya. Thabrani dari Abu Umamah ra. tanpa pernah merasakan bosan karena syahwat tak pernah padam. yang berbunyi “Mereka dan istri-istri mereka” adalah bagi mereka yang saat di dunia memiliki istri yang beriman dan sholeh. Qatadah. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.KEADAAN PENGHUNI SORGA (QS. sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” Yang dimaksud dengan “bersenang-senang dalam kesibukan” dalam ayat ke-55 ini adalah : • Menurut Tafsir Jalalain serta menurut Ibnu Mas’ud ra. Laki-laki tidak pernah akan mengeluarkan sperma juga tak ada kematian”. Ibnu ‘Abbas ra. bertelekan di atas dipan-dipan. • Menurut Ibnu Kaisan dalam Tafsir Qurthubi : “Kesibukan sebagian mereka untuk berziarah kepada sebagian lainnya” Diperkuat oleh Firman Allah : “Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.58) “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Allah berfirman : 69 . dan HR. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh.

44 Ad-Dukhan : 54) Dalam HR. Thabrani) “Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya” (QS. Tirmidzi. Muslim. Allah menjelaskan tentang salah satu makanan di surga adalah buah-buahan. 55 Ar-Rahman : 68) 70 . buah itu akan muncul kembali dalam sekejap” (HR. yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya” (QS.. 13 Ar-Ra’du : 23) Sedangkan bagi mereka yang tidak beristri atau istrinya kafir atau ahli ma’siyat. 43 Az-Zukhruf : 73) “Dan buah-buahan yang banyak. 56 Al-Waqiah : 32-33) Ayat ini diperkuat oleh : HR.“(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. dijelaskan dalam ayat lain. bahwa Nabi saw bersabda : “Apabila seseorang memetik satu buah sorga. Seperti apakah buah-buahan di surga itu. maka tersedia di surga bagi mereka “Hurul ‘Aini” (Bidadari). misalnya : “Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan” (QS. (QS. Bukhari. “Demikianlah.. 76 Al-Insan : 14) “Di dalam keduanya(kedua surga itu) ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima” (QS. isteri-isterinya………………” (QS. bahwa Rasulullah saw bersabda : “…………………. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari”.Istri-istri mereka adalah bidadari yang bermata jeli………….. Thabrani dari Tsauban ra.” Pada ayat ke-57.

akan tetapi mereka mendengar ucapan salam-salam” (QS. mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. 56 Al-Waqi’ah : 25-26) Sedang makna ayat ke-58 . Maka mereka (para penghuni surga) mengangkat kepala . berpendapat bahwa : “Ucapan salam tersebut adalah dilakukan Oleh Allah SWT sendiri”. Peristiwa itu adalah arti dari firman Allah : “(Kepada mereka dikatakan): "Salam". wahai penduduk surga. 2 Al-Baqarah : 25) Menurut Abdul Qadir Ahmad ‘Atha dalam Kitab Ath-Thariiq ilal Jannah. maksud ayat Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu adalah : “Jenis barang (buah)nya mirip tetapi tidak serupa” Tentang ayat ke-58 dari Surat Yasin. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam" (QS. 14 Ibrohim : 23) 71 . diriwayatkan dalam Tafsir Qurthubi dari Hadits Jarir bin Abdullah Al-Bajaliy bahwa Rasulullah saw bersabda : “Ketika para penghuni surga berada dalam kenikmatan. tiba-tiba Allah.“Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu.sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” (Al-Hadits) Demikian pula menurut Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsirnya. bahwa Ibnu Abbas ra. Sebagaimana firman Allah : “Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. memperlihatkan diri di atas mereka. Tuhan Yang Maha Tinggi. tiba-tiba muncul lah sinar cahaya. Ia berfirman : “Assalamu’alaikum” (Salam sejahtera atas kalian)." (QS. mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu. dalam Al-Qur’an ada ayat lain yang senada : “Mereka tidak mendengar di dalamnya (surga) perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa.

sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. isteri-isterinya dan anak cucunya. Muqatil berkata : “Para malaikat masuk kepada penduduk surga dari setiap pintu.Menurut Muqatil. Dalil : “(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. 13 Ar-Ra’du : 23-24) 72 . (QS. yang menyampaikan salam itu adalah para Malaikat. Mereka mengucapkan “Salam atas kalian wahai penduduk surga. sebuah salam dari Tuhan kalian Yang Maha Penyayang”. (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum "(Salam sejahtera atas kalian karena kesabaran kalian).

Kemudian mereka dimasukkan kedalam Neraka Jahannam (QS. Ayat-ayat ini menurut Ibnu katsir dalam Tafsirnya merupakan ayat yang menceritakan kondisi orang kafir di Akherat yakni di Mauqif saat mereka di Padang Mahsyar. di hari itu mereka (manusia) bergolonggolongan. Mereka terpisah dari orang beriman. khususnya pada ayat 59-62. maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka)”. dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat. 30 Ar-Ruum : 14-16. Ayat ini diperkuat oleh QS. Allah berfirman : “Dan pada hari terjadinya kiamat. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. 73 . maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. 36 Yasin : 63-64). Inilah jalan yang lurus. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu".KEADAAN ORANG KAFIR DI AKHERAT (36 Yasin : 59-65) “Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mu'min) pada hari ini. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. hai orang-orang yang berbuat jahat. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).

seseorang hendaknya benar-benar menyadari tentang bahaya yang terus mengancamnya dan berhati-hati untuk tidak terperosok kepada bujuk rayunya. 35 Fathir : 6 9. QS. Watsani (Penyembah Berhala). minimal ada 10 (sepuluh) kali Al-Qur’an mengungkapkannya dengan cara dan gaya bahasa yang berbeda. QS. maksud QS. 36 Yasin : 60. 12 Yusuf : 5 5. Ketika orang-orang berdosa ini dipisahkan dari orang beriman di Mauqif. menunjukkan bahwa. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). QS. QS. Rasulullah saw bersabda : HR. 30 Ar-Ruum : 43. Firman Allah pada ayat ke-62. 43 Az-Zukhruf : 62 Begitu banyaknya ayat yang senada tentang posisi setan sebagai musuh. Allah berfirman tentang ditutupnya mulut di akherat nanti dan bersaksinya tangan dan kaki. yang mendengar Rasulullah saw bersabda : 74 . QS. 20 Thaha : 117 7. Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. 36 Yasin : 59 adalah : “Terpisahnya orang-orang berdosa kedalam beberapa golongan. QS. 18 Al-Kahfi : 50 6. Majusi (Penyembah Api). (Pada Menurut Adl-Dlohak dalam Tafsir Qurthubi. Sesungguhnya semua firqah (golongan) tersebut masuk neraka”. Allah mencela dan menegur mereka dengan keras dengan firman-Nya : “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu" Inilah jalan yang lurus. 6 Al-An’am : 142 3. yang berbunyi : “Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu Maka apakah kamu tidak memikirkan?”. menurut Ibnu Katsir.Pada QS. 28 Al-Qashash : 15 8. digunakan istilah : hari itu mereka terpisah-pisah). Setan sebagai musuh selain dalam QS. QS. 7 Al-A’raaf : 22 4. yakni Golongan Yahudi terpisah kedalam beberapa firqah. menunjukkan bahwa jumlah orang berdosa dan ahli neraka itu lebih banyak dari pada orang beriman dan ahli sorga. Demikian pula Nashrani. Shabi’in (Penyembah Bintang). Ahmad dari ‘Uqbah bin Amir ra. Pada ayat ke-65. QS. yakni : 1. 2 Al-Baqarah : 168 dan 208 2. QS.

(QS. 41 Fushshilat : 20-22) 75 . Mengapa ? Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa kesaksian suatu kejadian dapat diperoleh tidak harus langsung secara verbal melalui mulut seseorang. manusia tidak lagi dapat berkilah untuk menyangkal setiap tindak kejahatannya. disket. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata. Ahmad) Ayat ini mengajari kita bahwa di depan Mahkamah Allah di Hari Qiyamat nanti. adalah pahanya sebelah kiri” (HR. Karena semua anggota tubuh akan bersaksi tentang apa yang dahulu saat di dunia telah kita perbuat. pendengaran. penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan”. penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Kebenaran dari ayat ke-65 ini. flash disk yang merupakan produk teknologi manusia dapat berbicara mengungkapkan sejuta fakta. Diperkuat oleh firman-Nya : “Sehingga apabila mereka sampai ke neraka. Jika pita cassette. Apalagi tangan dan kaki manusia ciptaan Al-Khaliq Allah SWT. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran. CD. dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. di zaman modern ini dengan mudah dapat kita terima. tetapi dapat juga melalui rekaman pita cassette dan CD hasil shooting. pastilah akan lebih detail lagi mengungkap setiap perilaku hamba-Nya.“Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang pertama akan berkata-kata pada Hari Qiyamat di kala Allah mengunci mulutnya.

Dia dapat membutakan pula mata dzhohir mereka”. menurut Tafsir Jalalain adalah untuk merubahnya menjadi kera. maka Allah SWT seketika itu pula merubah wujud fisik mereka menjadi Kera. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada. cenderung melihat ancaman ini akan berlaku di Dunia. Tafsir Jalalain dan Ibnu Katsir. 2 Al-Baqarah : 20) Perbedaannya adalah jika surat Yasin merupakan ancaman Allah kepada Orang Kafir maka Surat Al-Baqarah ayat 20 ini. jika Allah kehendaki. 76 . Sehingga ayat ke-66 dari Surat Yasin ini menurut Tafsir Hamami senada dengan ayat : “Jikalau Allah menghendaki. kemudian pada beberapa hari berikutnya mereka mati. dalam Tafsir Ibnu Katsir adalah : Untuk menghancurkan mereka. (QS. lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan.ANCAMAN ALLAH KEPADA ORANG KAFIR UNTUK MENGHILANGKAN PENGLIHATAN DAN MERUBAH WUJUD FISIK MEREKA (S. maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali” Arti kata dalam ayat ini adalah yang artinya hilang atau lenyap. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya). Maksudnya menurut Tafsir Hamami : “Karena mata bathin mereka sudah buta melihat kebenaran Tauhid. Sedang Al-‘Aufi dari Ibnu Abbas ra. dengan tetap mencari ikan. yang karena melanggar larangan Hari Sabat (Sabtu) sebagai Hari Khusus untuk beribadah. untuk orang Munafiq. niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka”. Sedang yang dimaksud dengan ancaman Allah untuk merubah mereka. Sebagai misal adalah Para nelayan Yahudi yang hidup di Negeri Eilah yang berada di tepi laut. sebagaimana yang pernah terjadi kepada Kaum Yahudi. 36 Yasin : 66-67) “Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka. babi atau batu di rumah mereka masing-masing.

Telah datang Nabi atau Rasul yang memberi peringatan kepada mereka tetapi mereka tetap mendustakannya. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya”. Sedang karunia Allah yang diberikan kepada mereka melimpah ruah. 2. jika Dia berkehendak. 17 Al-Isra’ : 72) 77 . Al-Khaafidh (Yang Maha Merendahkan). Allah berfirman : “Mengapa Allah akan mengadzab kamu. jika kamu bersyukur dan beriman? (QS. (QS. 6 Al-An’am : 44) Sedang Ibnu Salam dalam Tafsir Qurthubi. Al-Mudzill (Yang Maha Menghinakan). Tingkat kekufuran dan kemaksiatan mereka sudah melampaui batas. 4 An-Nisa : 147) “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. Karena ia menjadi bisu. tuli dan wujud fisiknya berubah menjadi amat buruk laksana babi. maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. Al-Qaabidh (Yang Maha Menyempitkan). masih ada Asmaul Husna lain seperti : Al-Qahhar (Yang Maha Memaksa). Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. 3. dimana Allah SWT akan menghilangkan pandangan mata orang kafir saat melewati Ash-Shirath. berpendapat bahwa semua kejadian ini terjadi di Hari Qiyamat. Al-Muntaqim (Yang Maha Kuasa Menindak Hamba-Nya Yang Bersalah Dengan Menyiksanya) dan Adh-Dhaarru (Yang Maha Mendatangkan Bahaya dan Kemelaratan). kera. Mengapa ? Karena disamping Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Berdasar berbagai ayat Qur’an yang mengisahkan adzab Allah kepada berbagai kaum. dan lain sebagainya. (QS. dapat disimpulkan bahwa murka Allah terjadi jika : 1. Sehingga derita orang kafir di akherat menjadi sempurna. buta. Allah berfirman dalam ayat lain : “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini. Sebuah penghinaan yang teramat pantas karena dosa mereka yang teramat banyak dan kekufuran mereka kepada Allah SWT saat di dunia. Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka.Penggunaan kata (Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki) dalam dua ayat diatas menunjukkan bahwa Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat menjadi sangat murka. niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (lagi) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.

bahwa Rasulullah saw memohon perlindungan (kepada Allah) dengan berdo’a : 78 . 16 An-Nahl : 70) Dalam Tafsir Qurthubi dari HR.KEKUASAAN ALLAH UNTUK MENJADIKAN SESEORANG MENJADI PIKUN (QS. kemudian mewafatkan kamu. 30 Ar-Ruum : 54) Allah menciptakan kamu. Tentunya bukan dalam bentuk wujud fisik melainkan dalam pemikiran dan perilakunya. Maka apakah mereka tidak memikirkan?” Ayat ini merupakan bukti kekuasaan Allah untuk mengembalikan seseorang pada kondisi seperti anak kecil bahkan bayi kembali. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah. yang dikenal di masyarakat kita sebagai pikun. (QS. Allah berfirman dalam ayat lain : Allah. Allah berfirman : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun). 36 Yasin : 68) Pada QS. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat. Mereka adalah orang tua tetapi kerap kali berperilaku seperti anak-anak. (QS. Bukhari dari Anas bin Malik ra. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. 36 Yasin : 68. berkata. supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

dikatakan : “Dan aku berlindung kepada-Mu untuk kembali ke umur yang paling lemah (pikun)” 79 . Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir” (HR.“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas. Dan aku berlindung kepada-Mu dari pikun. Dan aku berlindung kepada-Mu dari jubun. Bukhari) Dan dari Hadits Sa’ad bin Abi Waqqash dalam Tafsir Qurthubi.

Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan Nabi Muhammad bukanlah seorang penyair apalagi dia dikenal sebagai seorang “Ummi”. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. 69 Al-Haaqqah : 40-43) 2. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam”. ketengah-tengah manusia itu adalah benar-benar Firman-firman Allah. Menurut Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. maka Allah SWT menurunkan ayat ini (QS. (QS. dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan seorang penyair. supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir”. 36 Yasin : 69-70) “Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Bukan hasil olah kata seorang penyair apalagi manusia biasa. Ayat ke-69-70. yaitu orang yang tidak bisa tulis baca. 7 Al-A’raaf : 157 sebagai berikut : 80 . dari Surat Yaasin ini merupakan penegasan bahwa : 1. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. 36 Yasin : 69-70) untuk mendustakan tuduhan mereka”. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Asbabun Nuzul ayat ini menurut Al-Kalbi adalah : “Ketika orang-orang Kafir Mekkah berkata bahwa Muhammad adalah seorang penyair dan apa yang dikatakannya adalah syair.NABI SAW BUKAN SEORANG PENYAIR (QS. Ayat Al-Qur’an yang demikian indah susunan balaghahnya yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.

Dalam banyak ayat. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". pernah membuat syair untuk menandingi Al-Qur’an. Karena hal tersebut akan menaikkan derajat dan gengsi suku atau kabilahnya. Sebuah kabilah dan suku-suku Arab akan merasa bangga jika ia memiliki penyair yang hebat. seorang Nabi palsu. Nabi yang ummi” (QS. 7 Al-A’raaf : 157) “Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya. Padahal pada saat itu Bahasa Arab sedang mencapai tahapan gemilang. Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka) (QS. seperti Amru al-Qais atau ‘Ablah. Diantaranya Allah berfirman : “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini. Berkumpulnya mereka di pasar ‘Ukkadz ini untuk mendengarkan para ahli sya’ir memperdengarkan karya mereka sambil memperlombakannya. 81 . justru menjadi bahan ejekan orang banyak. Masyarakat Arab yang memang Ahli Syair dengan cepat dapat mengetahui bahwa hal itu bukan lah wahyu dari Allah melainkan olah kata dari Musailamah sendiri. niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia. Syair yang tinggi nilainya digantungkan di dalam Ka’bah. (QS. Allah menantang mereka untuk membuat yang semisal dalam Al-Qur’an. 7 Al-A’raaf : 158) Adanya pemikiran yang demikian keliru dari Orang-orang Musyrikin Mekkah. Bahkan pada setiap tahun mereka akan berkumpul di pasar malam ‘Ukkadz setelah selesai menunaikan Ibadah Haji-dengan cara Jahiliyyah-seperti bertelanjang bulat saat Thawaf mengelilingi Ka’bah. adalah karena mereka ta’jub terhadap ketinggian mutu bahasa Al-Qur’an tetapi mereka tidak dapat menandingi keindahan susunan kata dan gaya bahasanya. 17 Al-Isra’ : 88) Musailamah Al-Kadzab. Sehingga di zaman Jahiliyyah ini lahirlah banyak para penyair dan sastrawan ulung yang melahirkan karya-karya besar.(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul. tetapi tak seorang pun yang sanggup melakukannya.

Allah berfirman : “Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Jibril menjawab : Mereka adalah para penyair ( yang tidak mengindahkan etika agama)”. kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. dijumpai Hadits Nabi : “Pada malam aku di-Mi’raj-kan. dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?.Dalam QS. Dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. Lalu aku bertanya kepada Jibril. Siapakah mereka itu ?. Allah menegaskan bahwa kedudukan dan sifat-sifat para penyair dengan para Rasul itu berbeda. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. (Al-Hadits) 82 . Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah. 26 Asy-Syu’ara : 224-227. aku melihat suatu kaum yang mulutnya dipotong-potong dengan gunting oleh Malaikat Zabaniyyah.

maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dalam ayat –ayat ini ada 3 (tiga) nilai kemanfaatan dari Binatang ternak yang disebutkan secara jelas dan terang. mentega. Seperti : Susu sapi dan susu kambing. Susunya dapat menjadi minuman yang sehat dan lezat.RAHMAT ALLAH PADA BINATANG TERNAK (QS. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” Ayat ini mengajak manusia untuk bersyukur atas karunia diciptakannya binatang ternak untuk manusia. Sebagai sarana transportasi Seperti : Kuda. 2. 16 An-Nahl : 66. yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. yang menurut DR. 36 Yasin : 71-73. bubur susu. Allah berfirman : “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka. Dalil bahwa yang dimaksud minuman dari binatang ini adalah susu. 71-73) Pada QS. Allah berfirman : “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri. Dagingnya sebagai makanan yang lezat 3. Keledai dan Unta. Kemudian dari susu sendiri dapat dibuatlah keju. terdapat dalam QS. 36 Yasin . Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Muhammad Al-Khatib dalam Al-Islamu wal ‘ilmu nadzharatun mu’jizatun adalah jenis lemak yang terbaik. Kami (Allah) memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah. yakni : 1. 83 .

HR. tiba-tiba disana ada unta dan ketika terlihat oleh Rasulullah tiba-tiba ia merintih dan mencucurkan air mata. Bagaimana cara bersyukurnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu dipahami dulu tentang apa hakekat Syukur itu ? Menurut sebagaian Ulama. dan dia adalah Ahli Baiatur Ridlwan. • Bulunya. berkata : “Rasulullah berjalan melihat seekor unta yang telah rapat punggungnya dengan perutnya ( terlalu kurus). dan dikatakan Sahl bin Ar-Rabi’I bin ‘Amr dan Al-Anshari Al-Ma’ruf dengan Ibnu Handzholiyyah. diriwayatkan : “Maka Rasululullah saw masuk ke kebun seorang Shahabat Anshor. 36 Yasin : 73) Diantara manfaatnya adalah : • Untuk membajak sawah oleh para petani. seperti bulu Biri-biri untuk pembuatan bahan kain wol. Dan jika kamu beperguian pada daerah yang kering. Kemudian Nabi bertanya : “Siapakah pemilik unta ini ? Maka datanglah seorang pemuda Anshar berkata : Itu milikku ya Rasulullah. hanya dengan ungkapan : (Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat) (QS. dari Abu Hurairah ra. seperti kulit sapi yang dapat digunakan untuk berbagai alat musik tabuh (perkusi).Dan satu lagi nilai kemanfaatan dari binatang ternak. HR. Pada akhir ayat ke-73. Syukur adalah : “Pendayagunaan semua karunia Allah oleh seorang hamba sesuai dengan tujuan penciptaannya” Dan tujuan penciptaan manusia adalah dalam rangka ‘ibadah dan menjadi Khalifah di muka bumi ini. Termasuk berdosa jika kita tidak merawatnya dengan baik dan membebani binatang tunggangan misalnya melebihi batas kemampuannya. Berkata Nabi : 84 . Maka bersabda (Rasulullah saw) : “Takutlah kamu kepada Allah terhadap binatang-binatang yang bisu ini. • Kulitnya. dan lain-lain. Allah memerintahkan kita bersyukur atas ni’mat diciptakannya binatang ternak. Abu Dawud. Dengan demikian bersyukur atas karunia binatang ternak ini adalah dengan memelihara dan merawatnya dengan baik serta menjaga kelestariannya. Maka kendarailah dalam keadaan yang baik dan beri makanlah dalam keadaan baik” 3. maka maka percepatlah dan kejarlah sebelum habis sumsum kendaraan itu (persedian bahan makanan pada tubuh binatang itu)” 2. hingga diamlah onta itu. • Berbagai perlombaan dan hobbi. Abu Dawud dari Sahl bin ‘Amru. HR. Muslim. sebagaimana Sabda Beliau saw : 1. Rasulullah saw bersabda : “Jika kamu bepergian dalam daerah yang subur maka berilah kesempatan kendaraan (unta) itu makan. seperti pacuan kuda. Maka didekati oleh Nabi saw dan diusap-usap punggung dan dekat leher atau telinganya..

Kemudian cara bersyukur lainnya yang amat perlu untuk mendapat perhatian adalah adalah dengan mengeluarkan zakatnya jika jumlah binatang ternak tersebut sudah mencapai nishab zakat. 85 .“Tidakkah kamu takut kepada Allah dalam memelihara binatang yang telah diberikannya kepadamu. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (sembelihlah hewan Qurban)”. 108 Al-Kautsar : 1-2) Dari ayat ini dapat dipahami dengan jelas bahwa. ia mengeluh bahwa kamu selalu melaparkannya dan melelahkannya”. Dan saat menyembelihnya pun hendaknya dengan pisau yang tajam sehingga binatang sembelihan tersebut tidak mengalami penderitaan yang terlalu lama. (QS. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. Kemudian menyembelihnya untuk tujuan Qurban. ‘Aqiqah. dan berbagai amal shaleh lainnya. termasuk nikmat diciptakannya binatang ternak bagi kita ummat manusia. menyembelih hewan Qurban di Hari Nahar (Idul Adha) adalah bukti rasa syukur kita kepada karunia ni’mat Allah.

74-76) Pada QS.CELAAN ALLAH KEPADA PENYEMBAH BERHALA (QS.dapat memberi pertolongan dan memenuhi hajat seseorang. (QS. 36 Yasin : 74-76. “Bagaimana mungkin sebongkah batu atau seonggok kayu. Ini merupakan dalil yang nyata bahwa berhala tak dapat memberi syafaat (pertolongan) apapun. padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. Logika yang paling sederhana seperti pernyataan di bawah ini pun pasti akan setuju dengan firman Allah di atas. Allah berfirman : “Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu.yang biasa dijadikan berhala. 36 yasin . 10 Yunus : 28) Kata “Syurakaauhum” (sekutu-sekutu mereka) dalam ayat ini menurut Tafsir Qurthubi adalah Syetan atau Berhala. Allah berfirman : (Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya. Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami”. 86 . Kemudian di akherat nanti justru berhala yang disembah ini pun akan berdebat berbantah-bantahan dengan orang yang menyembahnya. Sehingga bagaimana mungkin berhala tersebut akan dapat memberi syafaat. bahwa ia (berhala) tersebut tidak pernah meminta untuk disembah. Sesungguhnya Kami (Allah) mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan”. kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu”. Sementara ia sendiri tak dapat berlindung dari panas teriknya matahari dan guyuran air hujan”. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka.

ingin agar semua orang beriman sebagai bukti kasih sayangnya yang mendalam kepada ummatnya. Karena beliau saw senantiasa dibimbing oleh wahyu. dengan kekufuran mereka. 87 . pada tafsir ayat ke-10 dalam bab tentang “Mayoritas orang kafir di azab oleh Allah”. Sebagaimana sudah kami jelaskan dimuka. Tetapi kita meyakini bahwa hal itu tidak akan berlangsung lama. Nabi saw. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka berpaling.kepada da’wah Nabi saw.Ayat ke-76 merupakan ayat yang mengingatkan Nabi saw agar tidak bersedih dengan ucapan-ucapan mereka yang mengejek dan penolakan mereka-kafir Quraisy. Sebab tugas seorang Nabi dan Rasul hanyalah menyampaikan. Nabi saw meskipun seorang Insan Kamil (Manusia sempurna) tetapi bagaimanapun dia adalah seorang manusia bukan Malaikat. Meski sedikit barangkali ada saja sedih dan kecewanya. barangkali karena dua hal. Sehingga tidak dapat melepaskan diri dari kodrat kemanusiannya. yakni : 1. Wallahu a’lamu. maka kewajiban kamu hanyalah bertabligh (menyampaikan ayat-ayat Allah)” (QS. 3 Ali Imran : 20) Mengapa Nabi saw sampai harus diingatkan agar tidak usah bersedih. Sedang urusan hasil adalah dalam Kekuasaan Allah. 2.

Asbabun Nuzul ayat-ayat ini adalah : a. b. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. 36 Yasin .BUKTI ADANYA HARI BERBANGKIT (QS. maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. 77-83) Pada QS. ‘Urwah bin Zubair. Ikrimah. turun berkenaan dengan 88 . dan As-Suddi. Ayat ini (QS. menghadap kepada Rasulullah saw dengan membawa tulang belulang yang sudah rusak sambil mematahmatahkannya. dan dia lupa kepada kejadiannya. Allah akan membangkitkan ini (tulang) dan mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali serta memasukkan kamu ke Neraka Jahannam”. Ia berkata : “Hai Muhammad." Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasadjasad mereka yang sudah hancur itu? Benar. Menurut Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. apakah Allah akan membangkitkan tulang yang sudah hancur ini ?”. dengan tambahan bahwa orang itu adalah Ubay bin Khalaf: “Diriwayatkan bahwa Al-‘Ash bin Wa’il. 36 Yasin . Menurut riwayat Al-Hakim dengan sanad bersumber dari Ibnu Abbas ra. 77-83). maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami. Nabi saw menjawab : “Benar. yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau. Allah berfirman : “Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani). ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang. Dia berkuasa. 36 Yasin : 77-83. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”.

Lalu ditumbukkan kayu marikh diatas kayu ifar. menurut Ibnu Abbas ra. maka keluar api dari kedua kayu tersebut dengan izin Allah SWT”. Allah berfirman “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya (tanah) Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain”. Allah berfirman : “Katakanlah: "Ia (tulang belulang) itu akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan untuk pertama kali. Allah ciptakan manusia (Adam) dari tanah. Allah mengajak manusia untuk melihat bukti. Kejadian manusia yang berasal dari sperma. Adanya api dari kayu yang hijau 3. khususnya tentang pohon kayu hijau. 20 Thaha : 55) Dan prosesnya terjadi adalah dengan cara yang sangat mudah. Penciptaan Langit dan Bumi. Keduanya berwarna hijau dan dari padanya air menetes. 89 . Allah berfirman : “Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja” (QS. (QS. Kedua pohon itu tumbuh di darat. 2. bahwa Ia berkuasa untuk menghidupkan kembali tulang-belulang yang sudah hancur. Ayat ke-77 merupakan peringatan keras agar manusia tidak berlaku angkuh dan sombong kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya : “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati mani)”.dengan peristiwa tersebut di atas yang menegaskan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di Hari Qiyamat” Dari ayat ini. Orang yang akan menyalakan api. Diantaranya adalah : 1. 32 As-Sajdah : 8) air yang hina (air Pada ayat ke-79. 31 Luqman : 28) Sedangkan arti ayat ke-80. adalah : “Pohon marikh dan pohon ifar. Ia lupa kepada asal kejadiannya. (QS. ia memotong dua dahan dari semisal kayu siwak. bahwa ia hanya berasal dari air yang hina.

namun ia mengandung minyak yang dapat dinyalakan. dalam Tafsir Al-Azhar. Kayu pinus atau kayu tusam betul-betul pohon yang hijau berdaun rindang yang lurus. maka getahnya dapat ditakik sebagaimana menakik pohon karet. Allah memperingatkan mereka agar tidak melupakan hakekat dan asal-usul sumber tenaga itu” Pada ayat ke-81. Agus Mustofa dalam Buku Pusaran Energi Ka’bah. menurut Ir. Allah berfirman : “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari pada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. untuk menunjukkan bahwa proses pembangkitan kembali manusia dari Qubur adalah perkara mudah. Bila telah besar pohonnya. 56 Al-Waqi’ah : 71-73) Ayat-ayat ini menurut Afzalur Rahman dalam Quranic Science. atau Teori Ledakan Besar. kayu yang hijau yang dapat menimbulkan api untuk kepentingan manusia. Misalnya di rimba Takengon (Aceh Tengah). dapat kita saksikan pada pohon kayu tusam atau pinus. Allah mengajak manusia untuk melihat karya Allah yang jauh lebih besar daripada penciptaan manusia dan api yakni proses penciptaan langit dan bumi. Di ayat lain. Allah berfirman : “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu). Dengan munculnya Teori Big Bang. 90 . (QS. Dan ia dapat menyala hingga berkobar apinya. yakni : 1. sehingga manusia memanfaatkan sumber tenaga itu bagi kepentingan hidupnya dan bersyukur kepada-Nya. menunjukkan bahwa : “Al-Qur’an menyebutkan daya panas dan sumbernya untuk menarik perhatian manusia kepada Kekuasaan dan Kebesaran Allah. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir” (QS. manusia dapat menyadari betapa dahsyatnya proses penciptaan langit dan bumi. yakni : “Sebuah teori tentang proses terciptanya galaksi (gugusan bintang-bintang) melalui sebuah ledakan besar”. 40 Al-Mu’min : 57) Dan baru pada abad ke-20.Sedangkan menurut Hamka.

91 . kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. menyatakan : “Bahwa berbagai benda langit seperti planet. alias padu dan berimpit” Hal ini sesuai dengan firman-Nya : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. Hasil pengamatan Teleskop Huble. 46 Al-Ahqaaf : 33) Ayat ke-82 ini. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”.2. matahari dan bintangbintang semuanya sedang bergerak menjauh. Meski hal tersebut merupakan perkara yang amat besar dalam ukuran manusia. benda-benda tersebut saling dekat. semua benda langit tersebut berkumpul di suatu titik yang sama. Jarang terjadi apa yang diinginkan dapat terwujud dengan sekali pekerjaan. Allah menegaskan bahwa Cara Allah untuk mewujudkan irodah (keinginannya) itu adalah sangat mudah hanya dengan berfirman “Kun fayakun” maka terjadilah apa yang diinginkannya tersebut seketika. Apabila makhluq seperti manusia ingin melakukan sesuatu. Artinya mestinya dahulu. Dan pada miliaran tahun yang lalu. Ia pasti butuh upaya penyempurnaan secara terus-menerus. (QS. Sebagaimana firman-Nya : “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya” (QS. 50 Qaaf : 6) Pada ayat ke-82. 21 Al-Anbiyaa : 30) “Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka. menurut para Ahli Ilmu Tauhid sekaligus menegaskan dengan nyata perbedaan antara irodah makhluq dan irodah Al-Khaliq. barulah terwujud sebagian saja dari keinginan (irodahnya) tersebut. maka ia harus memikirkannya terlebih dahulu kemudian melakukannya melalui proses yang panjang. (QS.

Allah berfirman : “Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Karunia diciptakannya matahari yang berjalan di tempat peredarannya 10. Karunia ilmu pengetahuan di bidang pertanian (agriculture) 7. Karunia diutusnya Muhammad saw sebagai Rasulullah 3. Karunia adanya tanaman dan buah-buahan 5. Karunia liqa’ dengan Allah SWT sebagai puncak kenikmatan surgawi 15. me-Maha Suci-kan Allah Azza wa Jalla. Karunia surga dengan segala kenikmatannya bagi orang yang bertaqwa 14. Karunia diciptakannya bulan yang berjalan pada garis edarnya 11. Karunia diciptakannya langit dan bumi 19. Karunia dihidupkannya kembali lahan yang tandus 4. Sebab mustakhil (tidak mungkin) Dia (Allah) berlaku tidak adil dan menganiaya hamba-Nya. 92 . Di dalam Surat Yasin saja minimal ada 20 ((dua puluh) karunia Allah. Meski dalam pandangan syahwat nafsu manusia. AsmaNya ataupun Af’al-Nya (Karya dan Perbuatan-Nya). 36 Yasin : 83) Ayat penutup ini merupakan perintah Allah SWT kepada ummat manusia untuk bertasbih. Karunia diturunkannya Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an dengan berbagai fadhilahnya yang amat banyak. Baik dalam Dzat-Nya. kadang ketentuan taqdir-Nya tersebut adalah buruk adanya”. sehingga keadilan Ilahi dapat ditegakkan. Karunia adanya Hari Berbangkit. 20. yang harus kita syukuri. Karunia diciptakannya api sebagai sumber energi panas 18. Wallahu a’lamu bish-showabi. laut dan udara 13. Sifat-Nya.Pada ayat terakhir. maka ia sedang mengakui bahwa Allah SWT adalah Maha Suci dari segala kekurangan. Karunia diciptakannya bahtera yang berlayar di lautan 12. karena demikian agung kekuasaan-Nya dan demikian banyak karunia-Nya. Karunia ilmu pengetahuan di bidang transportasi darat. Karunia berupa adanya pergantian siang dan malam 9. (QS. Karunia diturunkannya Al-Qur’an 2. Yakni : 1. Sehinga ia ridlo menerimanya. Karunia berupa adanya pasangan pada segala sesuatu 8. Karunia adanya mata air 6. Dan ucapan “Tasbih” sendiri sebenarnya memiliki makna yang dalam yakni : “Saat manusia bertasbih. Karunia diciptakannya manusia dari sperma 17. Sehingga apapun ketentuan taqdir-Nya yang ditetapkan kepada seseorang hingga saat ini adalah yang terbaik dalam pandangan Allah SWT. Karunia diciptakannya binatang ternak dengan berbagai kemanfaatannya 16.

Dalam risalah kecil berjudul “Qalbul Qur’an” karya Al-Ustadz Asep Abdurrahman. Tetapi karena ia merupakan sebuah upaya mengungkapkan rahasia dan hikmah. Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. bahkan dikatakan bahwa : “Letak Qalbul Qur’an dalam Surat Yasin itu terdapat dalam ayat (QS. Allah berfirman : “Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Hadits ini telah mengilhami para alim ulama untuk mengetahui hikmah dan rahasianya ? Sesuatu yang sulit untuk dijawab. dapat dipahami bahwa Hikmah tentang sesuatu memiliki peluang untuk dapat ditemukan jika seseorang mau mempergunakan akalnya untuk melakukan penelaahan secara mendalam. (QS. ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Hanya saja dalam risalah itu tidak disebutkan alasan dan sumber periwayatannya.HIKMAH YASIN SEBAGAI QALBUL QUR’AN Pada keterangan terdahulu dalam bab fadhilah Surat Yasin sudah dikemukakan tentang sebuah hadits riwayat HR. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu. pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Irfan yang juga merupakan cucu Kyai Ghunthur Sukabumi. 2 Al-Baqarah . 269) Berdasarkan Surat Al-Baqarah : 269 ini. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. 93 . Karena memang tidak ada riwayat yang menjelaskan mengapa Yasin merupakan Qalbu al-Qur’an. maka pendapat beliau ini adalah sah-sah saja. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. 36 Yasin : 58). Dan barang siapa membacanya. Tirmidzi dari Anas ra.

Jika mengambil I’tibar dari Hadits Riwayat Bukhari Muslim dari Abi Abdullah Nu’man bin Basyir ra. tentang hati dalam jasad yang memiliki peran amat penting dan strategis, sebagaimana sabdanya :

“Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh itu. Dan bila segumpal daging itu rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ingatlah bahwa itulah hati”. Maka Surat Yasin ini pun memiliki kedudukan yang penting dan strategis pula diantara 114 surat dalam Al-Qur’an. Dalam Hadits ini, hati manusia diibaratkan sebagai barometer untuk mengukur baik dan buruknya seseorang. Jika hatinya baik maka dapat dipastikan bahwa fisiknya sehat dan akhlaq perilakunya pun bagus. Hujjatul Islam-Imam AlGhazali-dalam Al-Ihya telah mengungkapkan hal ini secara panjang lebar. Maka sebagai qalbul qur’an, Surat Yasin pun dapat dijadikan sebagai barometer pula untuk menilai penguasaan seseorang tentang Al-Qur’an. Jika bagus penguasaannya tentang surat Yasin baik dalam pengertian lafdz, ma’na dan tafsirnya, maka besar kemungkinan bagus pula penguasaanya tentang ayat dan surat-surat lainnya dalam AlQur’an. Begitu pula dalam aspek pengamalannya. Jika ia telah mampu mengamalkan isi yang terkandung dalam Surat Yasin dalam kehidupan sehari-hari, maka pengamalan kandungan surat yang lain pun akan segera dapat terwujud dalam dirinya. Qalbul jasad (Hati atau Jantung) berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh sehingga nafas kehidupan seseorang dapat tetap terjaga. Jika qalbul jasad berhenti bekerja, maka kematian dipastikan akan menjemputnya. Jika kematian fisik ragawi terjadi karena aliran darah terhenti, maka kematian spiritual manusia terjadi jika aqidah islamiyyah telah tercabut dari dirinya. Aqidah adalah pondasi dari bangunan Islam. Jika aqidah rusak, maka bangunan islam tidak akan tegak dalam dirinya. Hidup sebagai orang murtad, musyrik atau munafiq pada hakekatnya adalah ia telah mati sebelum ajal menjemputnya. Karena ruhaninya telah mati tak dapat lagi melihat kebenaran. Sebagai surat yang diturunkan di Mekkah, surat Yasin sarat dengan tema tentang aqidah dan keimanan. Hampir tidak dijumpai masalah Fiqh yang secara jelas diungkapkan, kecuali sebagai pengembangan dari tafsir ayat. Pada surat Yasin, minimal ada 5 rukun iman yang secara nyata diungkapkan Allah , yakni : 1. Tentang Iman kepada Allah. Diantaranya diungkapkan dengan menggugah manusia untuk memperhatikan bukti kekuasaan-Nya yang terdapat di semesta alam, pada peredaran bulan, dan matahari, dan lain sebagainya. 2. Tentang Iman kepada Malaikat Khususnya tentang Malaikat Ishrafil sang peniup sangkakala yang secara tersirat diungkapkan dalam QS. 36 Yasin : 51.

94

3. Tentang Iman kepada Kitab Khususnya tentang kebenaran Al-Qur’an yang penuh hikmah. 4. Tentang Iman kepada Rasul Khususnya tentang Kebenaran Muhammad saw sebagai rasul utusan Allah. Juga berita tentang adanya para Rasul lain sebelum Nabi Muhammad diantaranya yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah. 5. Tentang Iman kepada Hari Qiyamat Diantaranya tentang adanya Yaumul Ba’ats, Yaumul Hasyr, Neraka Jahannam dan Surga dengan segala kenikmatannya. Dan tema aqidah ini diungkapkan dalam Surat Yasin dengan berbagai cara dan gaya bahasa yang berbeda. Baik melalui kisah, ayat-ayat kauniyyah ataupun melalui berita tentang adanya kehidupan di masa yang akan datang setelah dunia ini hancur sebagaimana pada surat-surat lainnya. Surat Yasin juga menggugah nurani manusia untuk banyak bersyukur dan bertasbih atas karunia-Nya. Minimal ada 20 (dua puluh) karunia Allah yang disebutkan dalam Surat Yasin. Dan pada 114 Surat lain dalam Al-Qur’an, berbagai karunia ini kembali diungkapkan baik sebagiannya ataupun keseluruhan dari ke-20 karunia tersebut. Jika surat lain memuat kisah para Nabi dan Rasul Utusan Allah serta ummatnya yang beriman maupun yang kufur, maka Surat Yasin pun demikian pula. Ia memuat kisah tentang Para Rasul bagi Kaum Anthakiyyah, memuat sosok Habib An-Najar sebagai simbol pengikut para Rasul yang bertaqwa, yang nasibnya demikian baik karena gugur sebagai Syuhada. Padahal dalam Al-Qur’an ayat yang memuat tentang karunia bagi para syuhada hanya terdapat dalam Surat Al-Baqarah dan Ali Imran saja. Dua surat ini digelari Rasul sebagai Az-Zahraawaini (Dua Bintang Yang cemerlang) yang keduanya dari golongan ayat Qur’an merupakan pemberi syafaat terbesar di akherat nanti. Barangkali ini mengindikasikan bahwa kedudukan derajat surat Yasin adalah mendekati kedua surat agung ini. Apalagi pada HR. Ahmad dari Maqil bin Yasar ra., Rasulullah setelah menyebut kemuliaan Surat Al-Baqarah sebagai “Sanamul Qur’an wa Dzirwatuhu” (Punggung AlQur’an dan Puncaknya) kemudian menggandengnya dengan menyebut Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an (Hatinya Al-Qur’an). Nasib Kaum yang ingkar yang demikian mengerikan yang banyak diungkapkan oleh Allah dalam berbagai ayat Qur’an seperti Nasib Kaum ‘Ad, Tsamud, Luth, dan Madyan memang tidak dijumpai dalam Surat Yasin. Tetapi Surat Yasin yang agung ini mengungkapkan pula nasib mengerikan dari Kaum Anthakiyyah yang dengan satu teriakan saja telah memusnahkan seisi ngeri. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa surat Yasin pun memuat berita tentang azab Allah kepada para pendusta-Nya sebagaimana surat lainnya.

95

DAFTAR PUSTAKA
1. Al-Qur’anul Karim 2. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI, 1989. 3. Tafsir Al-Jalalain, Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi 4. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Qurthubi), Imam Qurthubi 5. Tafsir Al-Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Ibnu Katsir), Imam Abu Fida Ismail Ibnu Katsir 6. Tafsir Surat Yasin, Syeikh Hamami Zadah 7. Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 8. Qishashul Anbiya, Imam Abu Fida’ Ismail Ibnu Katsir 9. Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim, Imam Syamsuddin Ibnul Qayyim Aj-Jauzy 10. Mafahim Yajib An-Tushahhah, DR. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki 11. At-Tafsir wa Manahijuh, DR. Mahmud Basuni Fawdah 12. As-Sirah An-Nabawiyyah, Syeikh Abul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi 13. Bulughul Maram, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 14. Subulus Salam, Imam Ash-Shon’ani (Muhammad bin Ismail Al-Kahlani) 15. Mausuu’atul Ijma’, Sa’di Abu Habib 16. Mukhtarul Ahadits An-Nabawiyyah, Sayyid Ahmad Al-Hasyimi 17. Fadhoilul A’mal, Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi 18. Syarafu Ummatil Muhammadiyyah, DR. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki 19. Tanbihul Ghafilin, Imam Abu Laits As-Samarqandiy 20. Al-Habaik fi Akhbaril Malaik, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 21. Al-‘Aqaidul Islamiyyah, Syeikh Sayyid Sabiq 22. Qamus Arab-Indonesia, Prof. DR. Mahmud Yunus, 1989 23. Studi Islam, Prof DR. Hamka, 1985 24. Al-Islamu wal ‘Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun, DR. Muhammad Al-Khathib 25. Pusaran Energi Ka’bah, Ir. Agus Mustofa 26. Buku Saku ESQ, Ary Ginanjar Agustian 27. Ath-Thariq Ilal Jannah, Abdul Qadir Ahmad ‘Atha 28. Quranic Science, Afzalur Rahman 29. Ummat Bertanya Ulama Menjawab, KH. Drs. Ahmad Dimyati Badruzzaman 30. Tafsir Al-Azhar, Prof DR. Hamka 31. Syarah Riyadhul Badi’ah, Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi 32. Qalbul Qur’an, Ust. Asep Abdurrahman 33. Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. Prof DR. Ahmad Syalabi 34. At-Tahbier fit Tadzkiir, Syeikh Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi 35. Arba’in An-Nawawiyyah, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 36. Al-Halalu wal Haramu fil Islami, Prof DR. Yusuf Qardlawi 37. Nashaihul ‘Ibad, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 38. Riyadhus Shalihin, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 39. Hadits Qudsi, KH. M.Ali Usman, H.A.A. Dahlan, Prof.Dr.HMD. Dahlan, 1990 40. Alam Qubur (Alam Barzakh), Drs. M. Ali Chasan Umar, 1979

96

Selain berguru kepada para Kyai di Payaman seperti KH. dengan mengambil jalan da’wah sebagai jalan kehidupannya. penulis buku ini tidak pernah benar-benar menjadi seorang santri. Dan bersama sang istri pula. yang salah satu unit aktifitasnya adalah mendirikan Taman Kanak (TK) Thariqul ‘Izzah di Perumahan Bumi Kodya Asri Jempong Karang Pule Mataram. ia juga menimba ilmu kepada KH. Mustami’uddin Ibrahim. pada tahun 2000 bersama sang istri. Kecenderungannya kepada Ilmu Agama. Ia adalah putra TB Ibrohim. tanggal 11 Maret 1965. pada tahun 1997. telah turut serta menumbuhkan ghirah keislaman dalam dirinya. Pada periode inilah. Machfud Ridwan Salatiga. Karena bagi Kyai Machfud. ia berinteraksi dengan para Kyai dari Kaum Nahdhiyyin. sekaligus tokoh Pergerakan Kemerdekaan yang dikenal sebagai Komandan pasukan dalam Perang Enam Jam pasca kemerdekaan melawan Belanda di tepian irigasi yang memanjang antara Rengasdengklok dengan Batujaya. Drs. yang hari ini dikenal sebagai Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).BIOGRAFI SINGKAT PENULIS Agus Gustiwang Saputra. HM. seorang tokoh Islam di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai Ahli Hikmah. 97 . Pada tahapan ini. yang mengelarinya sebagai “santri emprit”. Kemudian mendirikan Lembaga Pendidikan dan Sosial (LPS) Thariqul ‘Izzah pada tahun 2005. Amien Rais dalam Pesantren I’tikaf Ramadhan (PIR) II tahun 1985 di Yayasan Shalahudin Yogyakarta. Sebelumnya di tahun 1995 mendirikan TPQ Miftahus Sa’adah di Perumahan BTN Pengsong Perampuan Labuapi Lombok Barat. ia sendiri yang mengasuh sekaligus mengajarnya hingga saat ini. Tetapi keseriusannya untuk benar-benar mempelajari Ilmu Agama terjadi saat ia menjadi “santri terbang” di Pondok Pesantren Payaman Magelang. ia mendirikan Majlis Ta’lim Thariqul ‘Izzah di Kota Mataram. telah mendorongnya untuk secara otodidak mengkaji Islam secara mendalam. ia benar-benar tersadar bahwa ia harus turut serta memikul tanggung jawab agama ini dengan sebaik-baiknya. terjadi pada saat menempuh kuliah di Yogyakarta. Mengenyam pendidikan umum tertinggi di Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta. satu bentuk follow up dari pertrainingan yang diikutinya di FOSI Yogyakarta. Interaksi berikutnya di akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an terjadi dengan tokoh harakah islamiyyah. Ahmad Mukhlisun (pimpinan Ponpes Sirajul Mukhlashin Payaman) yang sekarang menjadi pimpinan tertinggi Jama’ah Tabligh di Indonesia. disamping belajar mengkaji Tafsir Al-Qur’an kepada TGH. SH. diantaranya adalah Ust. Aktifitasnya di HMI Komisariat Fakukltas Pertanian UGM dan interaksinya dengan para tokoh Cendekiawan Muslim seperti DR. Kemudian untuk memantapkan pilihannya bergelut di jalan da’wah. Ismail Yusanto. Barakah dari mimpinya berjumpa dengan Rasulullah saw. Ir. penulis buku ini lahir di Rengasdengklok Karawang Jawa Barat pada hari Kamis. Pendidikan dasar agama ia dapatkan disamping dari ayahandanya sendiri adalah di Madrasah Diniyyah AlHuda dan Al-Khoiriyyah Rengasdengklok. saat ia telah hijrah ke Lombok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful