P. 1
Tafsir Surah Yasin

Tafsir Surah Yasin

|Views: 18,913|Likes:
Published by karkunum

More info:

Published by: karkunum on Jun 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

MUQODDIMAH

Dengan berharap barakah dari Allah, maghfirah serta ridlo-Nya, kami mulai tulisan sederhana dalam upaya mengungkap tafsir Surat Yasin yang Agung ini dengan kalimah (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Sebab Rasulullah saw bersabda dalam sebuah Hadits :

“Tiap urusan yang tidak dimulai dengan di dalamnya Bismillahirrahmanirrahim, maka terputus barakah-Nya” . Dalam Hadits lain, Rasulullah saw bersabda :

dengan

“Tiap urusan yang mengandung kebaikan yang tidka dimulai di dalamnya dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka terputuslah barakah-Nya”. Surat Yasiin termasuk golongan Surat Makkiyyah yaitu surat yang turun di Mekkah saat Nabi Muhammad saw belum berhijrah ke Madinah. Diturunkan sesudah surat Al-Jin, terdiri atas 83 ayat. Ditempatkan dalam Mushaf pada Juz ke22 untuk ayat 1-21 dan juz 23 mulai ayat 22-83, dengan nomor surat adalah 36 sesudah surat Faathir. Surat Yasin barangkali adalah surat yang paling terkenal bagi orang awam di Indonesia, diluar surat-surat pendek yang terdapat dalam Juz ‘Amma. Sehingga banyak orang yang tidak dapat membaca Al-Qur’an sekalipun, ia dapat menghafal di luar kepala Surat Yasin, terlepas dari benar dan salahnya lafal yang diucapkannya ditinjau dari qaidah Ilmu Tajwid. Mengapa demikian ? Sebuah fenomena yang nyata dan hidup di masyarakat kita di Indonesia, baik di kota ataupun di desa, meski Rasulullah saw tidak pernah mencontohkannya secara langsung, adalah adanya Majlis Pembacaan Surat Yasin. Khususnya pada setiap malam jum’at, tatkala ada kematian, pada permulaan acara sebuah Majlis Ta’lim, pada malam Nisfu Sya’ban, dan lain sebagainya. Semuanya ini merupakan media yang sangat berperan yang mendorong ummat untuk mau membaca bahkan menghafalkannya. Sehingga apa yang diinginkan Rasulullah saw dalam HR. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda :

1

“Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (Surat Yasin) ini berada dalam hati setiap manusia dari ummatku”, menjadi sebuah kenyataan di Indonesia, sebuah negeri dengan mayoritas penduduk muslimnya terbesar di dunia ini. Tradisi yang tumbuh subur dan dikembangkan sejak dahulu oleh para Ulama di Indonesia ini, meski oleh sebagian orang dihukumi “Bid’ah”, sebenarnya memilki pijakan dalil yang kuat. Para Ulama di Indonesia yang sebagian besar bermadzhab Syafi’I, menyandarkan amaliyyahnya ini kepada sebuah Qaidah Fiqh, yang terkenal dalam Madzhab Syafi’I yang mengatakan :

“Asal pokok dari segala sesuatu adalah boleh atau mubah sehingga ada dalil yang menunjukkan keharamannya”. Qaidah ini dikutip oleh para Ulama diantaranya dari Kitab karya Imam AsSuyuthi yang berjudul “Al-Asybah wan Nadzair”, dan yang diakui pula kebenarannya oleh Prof DR. Yusuf Qardhawi dalam “Al-Halalu wal Haramu fil Islami” karena memiliki sumber dalil yang kuat dari berbagai ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasul. Diantaranya menurut DR. Yusuf Qardhawi adalah QS. 2 Al-Baqarah : 29, QS. 45 Al-Jatsiyah : 13 dan QS. 31 Luqman : 20. Qaidah ini berbeda dengan yang dikembangkan oleh Abu Hanifah pendiri Madzhab Hanafi yang mengatakan bahwa : “Pokok dari segala sesuatu itu adalah dilarang (Haram) sehingga ada dalil yang menunjukkan kebolehannya”. Itulah sebabnya di masyarakat kita ada sebagian orang yang tidak menyukai adanya aktifitas seperti Majlis Pembacaan Surat Yasin Tetapi ikhtilaful ‘Ulama adalah rahmat. Kearifan kita untuk bersikap tasammuh (toleran) dan mengakui adanya pluralitas pendapat, akan melahirkan ketentraman dalam beragama. “Klaim” yang terlalu tergesa-gesa untuk menghukumi amaliyyah orang lain sebagai sesat hendaknya mulai dijauhkan dari pemikiran kita. Sebab berpotensi untuk memicu tafaruq (perpecahan) diantara ummat Islam. Sehingga cita-cita kita untuk menjalin Ukhuwah Islamiyyah (Persatuan Ummat Islam) demi ‘Izzul Islam wal Muslimin” (Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin) hanyalah sebuah khayalan belaka. Kedudukan Surat Yasin sebagai “Qalbu al-Qur’an”, disamping fadhilah lain diantaranya untuk pengampunan dosa merupakan motifator terbesar bagi ummat untuk memperbanyak membacanya. Hanya amat disayangkan bahwa sedikit sekali, khususnya di masyarakat awam yang jauh dari dunia santri, yang mengetahui sekedar tarjamahnya apalagi untuk kandungan makna dan tafsirnya secara mendalam. Sementara Tafsir berbahasa Indonesia yang secara khusus mengkaji surat Yasin pun amat sedikit. Kebanyakan ia merupakan satu kesatuan dengan tafsir surat lainnya. Risalah sederhana ini dimaksudkan untuk sedikit mengisi kekosongan dalam aspek yang terakhir ini. Sehingga ummat Islam diharapkan tidak hanya sekedar

2

“mengambil barakah” dengan membacanya saja. Tetapi Yasin sebagai bagian integral dari Al-Qur’an, hendaknya diposisikan sebagai “Way of Life”. Sehingga mengetahui tafsirnya adalah sebuah kemestian. Dan barakah yang akan didapat tentunya lebih banyak lagi. Tiga Kitab Besar yang mu’tabarah dalam bidang Tafsir, yang lebih dikenal sebagai Tafsir Qurthubi, Jalalain dan Ibnu Katsir, adalah rujukan utama kami dalam menyusun buku ini. Kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabain Nuzul, karya Imam AsSuyuthii, juga kami pergunakan. Kemudian untuk memperluas kajian, kami menggunakan berbagai literature yang berkaitan dengan topik bahasan yang ada. Ada sekitar 25 (dua puluh lima) topik dalam buku ini yang kami simpulkan dari 83 ayat yang terdapat dalam surat Yasin ini. Kemudian kami tambahkan pula di dalamnya topik tentang fadhilah surat yasin dan hikmah yasin sebagai qalbul qur’an. Mengapa hal ini kami anggap penting, adalah sebagai targhib. Sehingga orang akan makin terdorong untuk terus membacanya, mengkaji dan mengamalkan isi dan kandungannya. Menafsirkan ayat dengan ayat Al-Qur’an lain atau dengan berbagai Hadits dan riwayat adalah ciri tulisan ini. Pendekatan sains sebagai alat bantu dalam memahami ayat yang berhubungan dengan kekuasaan Allah di semesta alam, juga kami gunakan. Semoga ada manfaatnya. Amien.

Wassalaam Mataram Nusa Tenggara Barat Jum’at 20 ramadhan 1427 H (13 Oktober 2006 M) Al-Faqir Ilallah : Agus Gustiwang Saputra

3

surat Yasin” Hadits ini terdapat pula dalam Kitab Bullughul Maram karya Amirul Mu’minin Ilmu Hadits.FADHILAH SURAT YASIIN 1.. pernah bersabda : “Tiada dari mayyit yang saat sakaratul maut itu dibacakan disisinya surat Yasin melainkan Allah akan meringankan siksanya” 4 . di Masjid atau di rumah”. Mauquf dan karena tidak diketahui identitas Abu Utsman dan ayahnya itu (selaku Rijalul Hadits pada sanadnya). bersabda : “Bacakanlah kepada orang yang akan mati diantara kalian. yang meriwayatkan dari Abu Darda dan Abu Dzar ra. 2. HR. derajat Shohih menurut Ibnu Hibban dari Ma’qil bin Yasar ra. Dari keterangan ini dapatlah dipahami adanya sebagian Ulama dalam Madzhab Syafi’I yang memperkenankan pembacaan Surat Yasin bagi orang yang mati dan pembacaan surat Yasin yang dilakukan oleh para peziarah Qubur pada saat ia berziarah Qubur. yakni Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani. Abu Dawud.. keduanya berkata : Rasulullah saw. bahwasanya Nabi saw. Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani berkata dalam Kitab Adz-Dzakhiiratuts Tsamiinah : “Hadits ini derajatnya Hasan. Menurut Ibnu Hibban sebagaimana diriwayatkan oleh Ash-Shon’ani dalam Kitab Subulus Salam : “Pengertian lafal “Mautakum” ini adalah orang yang dalam sakaratul maut” Tetapi Hadits ini oleh Ibnu Qathan dinilai cacat karena termasuk Hadits Mudtharib. Tidak ada bedanya antara bacaan Yasin dari jama’ah yang hadir dekat orang mati atau diatas kuburnya dengan membaca seluruh ayat Al-Qur’an atau sebagiannya bagi orang mati. HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dalam Kitab Sunan-nya. dalam Subulus Salam mengutip pula Hadits dari pengarang Kitab “Al-Firdaus”. dari Ma’qil bin Yasar ra. Tetapi Ash-Shon’ani.. Nasa’I. bahwa Nabi saw bersabda : “Bacakanlah surat Yasiin kepada orang mati diantara kamu” Sehubungan dengan Hadits ini. Wallahu a’lam.

kian lama kian tenang dan sesampai pada ayat ke-77 {Awalam yaral insanu anna khalaqnahu min nuthfathin faidzaa huwa khasiimum mubin}. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada suatu malam. terampunilah dosanya pada pagi harinya. 5 . Dan barang siapa membaca Haamim yang tersebut dalam Surat Ad-Dukhan pada suatu malam. mulailah si sakit tidak menghempashempas lagi. ia berkata. mengatakan : “Jika surat ini dibacakan di dekat orang yang sedang sakaratul maut. Imam Ahmad bin Hanbal…………………” 3. : Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada permulaan hari. dalam muqaddimah juz ke-23 pada Kitab Tafsir Al-Azhar mengemukakan pengalaman pribadinya saat dimintai tolong membacakan surat Yasin kepada orang yang sedang sakaratul maut yang sulit sekali melepaskan ruhnya padahal sudah diajarkan Kalimat Syahadat. sebuah Madzhab Fiqh yang paling banyak dianut oleh para Ulama di Saudi Arabia. terampunilah dosanya pada pagi harinya” Ulama Hadits lain yakni Abu Na’im dalam Kitab Mukhtarul Ahadits AnNabawiyyah karya Sayyid Ahmad Al-Hasyimi. Ad-Darami dalam Kitab Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. Allah akan meringankan baginya dan memudahkan keluarnya roh” Prof DR. saya membaca dan sampai di situ pulalah nafasnya yang terakhir…………………dan bacaan saya teruskan sampai akhir surat Waktu itu saya rasakan benar dari pengaruh bacaan itu menambah keyakinan saya kepada apa yang diterangkan oleh seorang diantara Imam-Imam kita yang berpengalaman. dipenuhi segala keperluannya” 4. Hamka mengatakan : “Sejak mulai ayat pertama Yasin dibaca. Al-Hafidzh Abu Ya’la dengan sanad “Jayyid” (Bagus) dalam Tafsir Ibnu Katsir.Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal pendiri Madzhab Hambali.. dari Atha bin Abi Rabah ra. HR. Sampai di ujung ayat ini. mantan Ketua MUI Pusat. dari Abu Hurairah ra. Hamka. meriwayatkan hadits yang sama tanpa menyebutkan tentang Surat Ad-Dukhan. HR.

Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharapkan ridlo Allah. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharap ridlo Allah ‘Azza wa Jalla. HR. diampuni dosa-dosanya” Hadits nomor 4. HR. bahwa ia berkata : “Adapun membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Sholat Maghrib. adalah 6 . dari Syeikh Muhammad Darwis Al-Bairuti dari Libanon dalam Kitab Asnal Mathalib. maka Allah “turun” ke langit dunia dan melihat kepada penduduk bumi maka Dia (Allah) memberi ampun kepada semua penduduk bumi kecuali orang kafir dan orang yang sedang bersengketa” Diperkuat oleh Qaul Ulama.7 inilah diantara Hadits yang dipergunakan oleh sebagaian Ulama di Indonesia sebagai argumentasi adanya amaliyyah pembacaan surat Yasin pada Malam Nisfu Sya’ban. dan membaca Do’a Nisfu Sya’ban yang masyhur itu.. diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. diampuni dosa-dosanya” 6. HR. Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar ra. sebagai malam pengampunan dosa. Maka bacakanlah (surat Yasiin) ini kepada orang-orang mati diantara kalian” 7. Nabi saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada siang dan malam dengan mengharap wajah (keridloan) Allah.5.5. Ibnu Sunni dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban. Sebagaimana Hadits Nabi dalam Kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu Laits AsSamarqandiy dengan sanadnya dari Abu Umamah ra. Ibnu Hibban dari Jundub bin Abdullah ra.6..

Al-Hadits dalam Kitab Tafsir SurahYasiin karya Syeikh Hamami Zadah dan Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. bahwa Nabi saw bersabda : “Surat Al-Baqarah adalah punggung Al-Qur’an bahkan puncaknya. Kemudian disambungkan dengannya (Al-Baqarah). Ahmad. dari Maqil bin Yasir ra. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri dengan segala Kekuasaan-Nya) dari bawah ‘Arasy. dan hukumnya Mubah (Boleh). Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Kemudian diperkuat oleh HR. Dan dikeluarkan Ayat Kursiy (Allah.merupakan sebagian karya orang Sholeh yang ia susun sendiri. 8. Nabi saw bersabda : 7 . Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. melainkan diampuni baginya dosanya. Tiada Tuhan selain Dia. Turun bersama tiap ayat daripadanya 80 (delapan puluh) Malaikat. berkata. HR. Tiada seorang membacanya dengan (ikhlas) karena mengharap ridho Allah dan mengharap pahala akhirat. Dan Yasin adalah Qalbul Qur’an (Hatinya AlQur’an). 9. Dan barang siapa membacanya. Konon yang menyusunnya adalah Imam Al-Buni”. Tirmidzi dari Anas ra. Dan bacakanlah Yasin kepada orang mati diantara kalian”.

Beruntunglah lidahlidah yang berbicara menggunakan kedua surat ini” 10. salah seorang Mujtahid dalam Madzhab Syafi’i dalam Kitab Al-Adzkar berkata : “Para Ulama dari golongan Ahli Hadits.“Sesungguhnya Allah SWT membaca Surat Yasiin dan Surat Thaha sebelum Ia menciptakan langit dan bumi selama 2000 (dua ribu) tahun. Nabi saw bersabda : “Perbanyaklah membaca surat ini (Yasiin).. bahkan ada diantaranya yang dloif.beramal dalam hal-hal yang berkaitan dengan fadloilul (Keutamaan) amal. dan tarhib ( hal untuk memberikan rasa takut untuk berbuat ma’shiyat) dengan menggunakan Hadits Dloif selama bukan tergolong Hadits Maudlu (Palsu)”. 8 . Al-Hadits dalam Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah. Alasan kami tetap mencantumkannya adalah untuk tujuan fadloilul amal. yang telah diturunkan kepadanya 2 (dua) surat ini. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra. Mengapa demikian ? Imam Nawawi. Nabi saw bersabda : “Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (surat Yasiin) berada dalam hati setiap manusia dari ummatku” Hadits-hadits diatas yang mengungkapkan Fadlilah surat Yasin ini menurut para Ulama Ahli Hadits tidak seluruhnya shohih. karena sesungguhnya di dalamnya (Surat Yasiin) terkandung banyak kekhususan (keistimewaan)” 11. Ahli Fiqh dan yang lainnya telah berkata : “Boleh-bahkan disunnatkan. mereka berkata : Beruntunglah ummat Muhammad. HR. targhib (hal yang dapat menyenangkan orang untuk giat beribadah). Dan beruntunglah bagi orang yang hafal 2 (dua) surat ini. Maka tatkala para Malaikat mendengarnya.

dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. 6. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. 36 Yasiin : 1-10)” 9 . 4. 5. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. akan tetapi tak seorang pun diantara mereka yang beriman. karena itu mereka lalai. maka turunlah ayat-ayat ini (QS. 9. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. dan mereka bersiap-siap untuk menyiksa Rasulullah tetapi tiba-tiba tangan mereka terbelenggu di pundak-pundaknya dan mereka menjadi buta sama sekali.TAFSIR AYAT 1-10 1. Mereka sangat mengharapkan pertolongan Nabi saw dan berkata : “Kami sangat mengharapkan bantuanmu atas nama Allah dan atas nama keluarga”.(Sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. diriwayatkan oleh Abu Na’im di dalam Kitab Ad-Dalail yang bersumber dari Ibnu Abbas ra : “Bahwa ketika Rasulullah saw membaca Surat As-Sajdah dengan nyaring. 10. 8. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul. Sehubungan dengan kejadian ini. lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. ”Yaa Siin 2.Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. orangorang Qurays merasa terganggu. maka karena itu mereka tertengadah. 3. 36 Yasiin : 1-10) enurut Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi. 7. Asbabun Nuzul ayat ini (QS. (Yang berada) di atas jalan yang lurus. Kemudian Rasulullah saw berdo’a dan mereka pun sembuh. mereka tidak akan beriman”. karena mereka tidak beriman.

maka yang dimaksud dengan manusia itu ialah Nabi Muhammad. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. 36 Yasiin : 2-6. Menurut Ibnu Abbas ra. karena itu mereka lalai”. adalah : Nama dari nama-nama Al-Qur’an 4. Adl-Dlohak. Allah SWT bersumpah dengan Al-Qur’an yang penuh hikmah. Muqaatil . 36 Yasin : 1-6) Ada Ikhtilaful Ulama tentang arti lafal dalam ayat pertama. sesungguhnya kamu (Muhammad) adalah sungguh-sungguh salah seorang dari rasul-rasul. 2. adalah : Yaa Muhammad 3. Menurut Ma’mar dari Qotadah. adalah : Salah satu dari nama Nabi Muhammad Dari sekian pendapat ini. Kemudian Hamka mengatakan : “Jika dikatakan bahwa artinya adalah “Hai Manusia”. Menurut Sa’id bin Jubair. ‘Ikrimah. Dalam QS. diantaranya : 1. menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. adalah : Yaa Insaanu (Wahai manusia). adalah benar-benar seorang Rasul utusan Allah. Dalam QS. keduanya disebutkan orang menjadi nama dari Nabi kita Muhammad saw. Oleh sebab itu maka bersama dengan dua huruf di pangkal Surat Thaha. 36 Yasin : 2-3. sebagaimana firman-Nya : (Demi Al Qur'an yang penuh hikmah). nama Thaha dan Yasin turut dituliskan”.SUMPAH ALLAH SWT BAHWA NABI MUHAMMAD SAW BENAR-BENAR SEORANG RASUL (QS. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapakbapak mereka belum pernah diberi peringatan. dituliskan orang nama –nama Nabi Muhammad saw. …………Di tulisan indah untuk menghiasai dinding Masjid Nabawi di Madinah. adalah : Nama dari Asma-asma Allah 5. bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Allah berfirman : “Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. (yang berada) di atas jalan yang lurus. 10 . Sufyan bin Uyainah. sebagaimana Rasul-Rasul lain yang telah diutus Allah sebelumnya. para ahli Tafsir kebanyakan mengartikan dengan menghubungkannya kepada nama Nabi Muhammad. Menurut Malik dari Zaid bin Aslam. Al-Hasan. Menurut Muhammad bin Hanifiyah.

Menurut Ibnu Katsir. Jika semua pendapat ini kita gabungkan.Dalam Kitab Syarah Riyadlul Badi’ah karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi. Makna kata dalam ayat ke-2 ini. RI adalah : Yang penuh hikmah 5. Menurut Tafsir Qurthubi. adalah : Menunjukkan bahwa Al-Qur’an ini mengandung berbagai hikmah dan tidak tercampur dengan kebathilan dari depannya ataupun belakangnya. 4. serta • Kandungan hikmah yang dalam. 11 Hud : 1) 2. Demi Waktu Fajar. Failusuf. adalah : 1. Sedang Jumlah para Nabi menurut para Ulama adalah 124. Mahmud Yunus dalam Qamus ArabIndonesia berarti : Orang Cendekia. • Kecerdasannya dalam mengungkapkan nilai kebenaran tersebut. adalah : Tersusun rapi dengan menakjubkan pada susunan kata-katanya. dengan waktu. (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu” (QS. • Kebenaran isi dan kandungannya. misalnya : (Demi waktu. pada badi’ dan ma’aninya. Demi Malam-Malam yang Sepuluh. yakni : • Keindahan susunan kata dan bahasa. menurut Prof. maka arti dari “Wal-Qur’anil Hakiim” mencakup 4 (aspek) aspek. Menurut Tarjamah Al-Qur’an Depag. misalnya : (Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini Mekkah). 3. Menurut Tafsir Jalalain. Secara lughah (bahasa). (Demi Bukit Thursina (Gunung Sinai) 11 .000 Nabi. Dalam Al-Qur’an. dikemukakan bahwa : “Menurut riwayat yang masyhur bahwasanya jumlah para Rasul itu adalah 313 Rasul sebagaimana Hadits Abi Dzar ra”. yang mendorong para pembacanya untuk terus menerus mengkaji dan menemukan rahasianya. adalah sebagaimana firman Allah : “Alif Laam Raa. Tetapi terkadang dengan Dia bersumpah dengan tempat. Demi Waktu Dluha). Allah SWT kadang bersumpah.

tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya. Kalimat “Shirathal Mustaqim”. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : 12 . Allah menegaskan bahwa Muhammad bin Abdullah itulah yang membawanya. Juga berarti Kitab Allah. bila sesuatu dijadikan sebagai media sumpah. dijawab oleh Allah dalam ayat ke-5. menurut Ibnu Katsir senada dengan ayat : “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. baik dari segi keindahan susunan bahasanya. Sebagaimana riwayat dari Ali ra. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. karena ia benar-benar seorang Rasul utusan Allah. isi dan kandungannya yang benar dan lain sebagainya. Allah SWT menjelaskan Khitthah (Garis perjuangan) Nabi Muhammad saw dalam perjuangan da’wahnya adalah “Membawa manusia berjalan dalam hidup ini di atas garis yang lurus”. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang”. 42 Asy-Syura : 52) Menurut Hamka. Sumpah Allah dengan Al-Qur’an ini adalah untuk menegaskan kebenaran kerasulan Muhammad saw. (QS.Menurut sebagian Ulama. Sehingga jika Al-Qur’an menjadi media sumpah-Nya Allah. menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya adalah : “Jalan yang lurus yang tidak berliku. ialah mengikuti tuntunan Allah dan Rasulullah. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. dalam ayat ke-4 yang pendek ini. yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Sehingga jika seseorang terkagum-kagum dengan I’jazul Qur’an yang mengatasi semua karya manusia. Sedangkan pertanyaan berikutnya tentang darimana datangnya Al-Qur’an tersebut. pertanyaan selanjutnya adalah siapakah manusia mulia yang membawanya tersebut dan dari mana datangnya ? Maka pada ayat ke-3. dapat dipastikan bahwa ia teramat istimewa. menunjukkan bahwa sesuatu itu amat penting. Ayat ke 4-5 yang berbunyi : “(Yang berada) di atas jalan yang lurus.

tak terkalahkan oleh apaun. Ahmad. mengatakan bahwa : “Al-Aziz artinya adalah : Allah yang Maha Kuat. dari An-Nawas bin Sam’an ra. Nasa’I. dan pagar itu adalah Hududullah (Batas-batas Hukum Allah). sungguh jika anada membuka pasti akan masuk”. Shirat itu ialah Islam. pada tiap pintu ada tabir yang menutupi pintu. sebagai agama Allah. “Celaka anda. sedang di kanan kiri jalan ada dinding (pagar tembok) dan dipagar ada pintu-pintu terbuka. Seorang Nabi dan da’I pada umumnya diperintahkan untuk menjadi Basyiran (pemberi kabar gembira) dan Nadziiran (pemberi peringatan). Lebih jelas lagi dalam HR. Maha Perkasa. jangan membuka. Dan pintu yang terbuka ialah apa-apa yang diharamkan Allah. Ayat ke-6 yang berbunyi : (Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. Nasa’I) Ayat ke-5 yang berbunyi : (Yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang). “Hai manusia masuklah ke jalan ini. sesat dan menyimpang. dan seruan diatas shirath ialah nasehat dalam hati setiap muslim”. Maka bila ada orang yang akan membuka pintu diperingatkan. menegaskan bahwa yang menurunkan Al-Qur’an yang penuh hikmah itu itu adalah Allah SWT Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. dan dimuka jalan ada suara berseru. 13 . yang tidak akan diterima oleh Allah selainnya (selain Islam)”. Ahmad. Dan berda’wah dengan menjadi Nadzir adalah lebih berat karena pasti akan melawan arus pemikiran. dan janganlah berbelok. Sedang seruan dimuka jalan itu adalah Kitab Allah. Tirmidzi. karena itu mereka lalai).ini. Merupakan ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk berda’wah dengan menjadi Nadzir (pemberi peringatan). dalam At-Tahbier fit Tadzkiir. Sehingga Asmaul Husna-Al-Aziz. (HR. Tirmidzi.Juga berarti Islam. yang menang dan tidak dapat ditaklukkan”. Dan diatas jalanan ada seruan. Dia-lah yang mengalahkan yang tidak dapat dikalahkan. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Allah mengadakan contoh perumpamaan “Shirathol Mustaqim (suatu jalan yang lurus). Menurut Imam Al-Qusyairi. kepercayaan dan perilaku serta budaya masyarakat yang jahiliyyah. makin mengukuhkan keyakinan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw pasti mengandung sesuatu yang luar biasa karena ia diturunkan dari Dzat Yang Maha Perkasa.

tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah kepada Kaum manapun. Sehingga masa ini dikenal sebagai Zaman Fatrah ( ) 3. Menurut Al-Qurthubi. adalah : “Kaum Qurays”. mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk”. Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. Karena sejak zaman Nabi Ismail as. (QS 34 Saba : 44) “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya". Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu. adalah : Bangsa Arab dan Kaum-kaum lain yang belum pernah bapak-bapak mereka didatangi seorang Rasul yang memberi peringatan kepada mereka. (QS. yakni : 1. Menurut Qatadah dan Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsirnya. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.Senada dengan ayat ini. sampai masa kenabian Muhammad saw. ada ikhtilaf diantara para Ulama. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. (QS. Fakta sejarah menunjukkan bahwa masa antara berakhirnya Kenabian Isa as hingga kedatangan Nabi Muhammad saw. 2. sebagian besar Ulama Tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud kaum disini adalah : Bangsa Arab. belum ada seorang Nabi dan Rasul pun yang memberi peringatan kepada mereka (Kaum Quraisy). agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu (Muhammad) . ayat yang semakna dengan ayat ini adalah : “Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu (Muhammad) seorang pemberi peringatanpun”. sehingga mereka lalai. 32 As-Sajdah : 3) 14 . 35 Fathir : 24) Sementara arti kata “Qowman” (Kaum) dalam ayat diatas.

36 Yasin : 7.MAYORITAS ORANG KAFIR DIAZAB ALLAH (QS. lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. karena dia (Abu Jahl) tidak dapat melihatnya. maka tangannya menjadi lumpuh sampai ke lehernya dan batu tersebut menempel pada tangannya. 36 Yasin : 7-10) Dalam QS. Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya : “Mana dia (Muhammad) ?”. pasti aku akan menghasutnya”. Ketika Nabi Muhammad berada di sekitarnya. : “Bahwa Abu Jahl berkata : Kalau aku bertemu dengan Muhammad. (QS. diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ikrimah ra. Allah berfirman : “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl saat itu ditutup oleh Allah untuk melihat Nabi Muhammad saw” Menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya mengatakan ada riwayat bahwa : Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Jahl dan temannya dari Bani Mahzun yang bernama Al-Walid bin Mughiroh. karena mereka tidak beriman”. maka akan aku pecahkan kepalanya dengan batu. Maka 15 . 36 Yasin : 7) Menurut Ibnu Jarir dalam Tafsir Ibnu Katsir dan As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain. Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasiin. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”. makna ayat ini adalah “Telah pasti azab atas kebanyakan mereka karena kekafiran mereka” Pada ayat ke-8 & 9. maka karena itu mereka tertengadah. Lalu keduanya mendatangi Nabi saw saat beliau sholat. Ketika Abu Jahl mengangkat batu. Ayat ini (QS 36 Yasiin : 8-9). 36 Yasiin : 8-9) Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. orangorang menunjukkan bahwa Muhammad berada di sisinya. Abu Jahl bersumpah dengan mengatakan : “Jika aku melihat Muhammad sedang sholat. (QS.

di saat beliau sedang sholat. seperti ada anak sapi sedang menyambar-nyambar denngan ekornya. sebagaimana diriwayatkan dalam Shirah Ibnu Hisyam. Lalu mereka berdua kembali ke teman-temannya sambil memanggil-manggil mereka dalam keadaan buta dan tak dapat melihat. kita makin bertambah yakin tentang kemu’jizatan dari surat Yasin ini. Beliau mengambil segenggam tanah kemudian ditaburkan di atas kepala mereka sambil membaca Surah Yasiin mulai dari awal sampai ayat ke-9. batu yang menempel di tangannya itu terlepas. datanglah seseorang pada mereka sambil bertanya : Sedang apa kamu berada di tempat ini ? Jawab mereka : “Kami sedang menunggu Muhammad”. beliau saw keluar dari pintu itu tanpa sepengetahuan mereka karena mereka terlelap semuanya. sebagai berikut : Dikatakan bahwa : “…………Ketika pemuda-pemuda pilihan (kafir Qurays) sedang bersiap untuk menghadang beliau saw. Antara aku dan dia terhalang oleh sesuatu. Kata orang itu : “Demi Allah.ketika ia kembali kepada teman-temannya dan memberitakan apa yang dia lihat. di depan pintu rumah Nabi. Setelah peristiwa itu tersebut. yang berbunyi : (Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). tetapi tidak dapat melihatnya. Dari riwayat Ibnu Hisyam ini. dia tidak bisa melihat beliau. maka Allah membutakan mata mereka. Ayat 1 sampai 9 dari Surah Yasiin ini pernah dibaca oleh Nabi Muhammad saw saat malam Hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Jika Nabi Muhammad saw saja yang tentunya senantiasa dalam bimbingan wahyu dan dalam pengawalan para Malaikat. Muhammad telah pergi dari tempat ini”. selalu menjadikan Surat Yasin ini sebagai wasilah memohon pertolongan Allah dalam kondisi-kondisi yang sulit dan genting. Andaikan aku mendekatinya. Kedua orang tersebut mendengar suara beliau. tetapi aku mendengar suaranya. Penulis mendengar dari beberapa Kyai di Jawa. Maka 16 . Mereka bertanya: “Aku tidak melihat Muhammad. Ketika mereka berdua hendak melempar beliau dengan batu tersebut. maka ia akan memakanku. Lalu seorang dari Bani Mahzum (Yakni Al-Walid bin Mughiroh) berkata : “Aku akan membunuhnya dengan batu ini”. Ternyata yang tidur adalah Ali bin Abi Thalib”. beliau membaca Surat Yasin ini di saat-sat yang kritis seperti di malam Hijrah beliau ke Madinah. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat) Setelah Nabi saw agak jauh. Mereka melihat kedalam rumah Nabi dan mereka kira Nabi masih tidur. Para Ulama di Indonesia sejak dahulu kala. “ . bahwa banyak para Kyai di masa penjajahan kerap kali membaca Surat Yasin ini khususnya ayat yang ke-9 sebagai cara untuk melepaskan diri dari kejaran musuh yang akan menangkap dan membunuhnya. setiap Abu Jahal bermaksud buruk pada Rasulullah saw. Kemudian keduanya mendatangi beliau.

sama saja bagi mereka. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka. yang merupakan tasliyyah (hiburan) kepada Nabi saw. Imam Hanafi pernah ditanya. mereka tidak akan beriman”. Mengapa demikian ? Karena saat naza (koma) adalah kondisi yang kritis ditinjau dari kacamata keimanan. apalagi di saat-saat yang kritis adalah dapat dibenarkan oleh syara’ atas dasar Qiyas. Hamka yang sudah kami ungkapkan di bab fadhilah Surat Yasin. dosa apakah yang dikhawatirkan dapat merobekkan iman ? Lalu beliau menjawab : “Meninggalkan syukur atas iman. Ali Chasan Umar dalam bukunya Alam Kubur (Alam Barzakh) digali dari Al-Qur’an dan Hadits. Dan bagi mereka siksa yang amat berat”. pada umumnya keluar dari dunia dalam keadaan kufur. mudah-mudahan orang yang sedang sakaratul maut tadi tergolong orang yang beruntung. Mengapa peringatan tidak bermanfaat bagi mereka adalah karena pada hakekatnya Allah telah mematikan hati mereka untuk dapat menangkap kebenaran 17 . ayat ini semakna dengan QS. Imam Hanafi menurut Drs. mereka tidak akan beriman. hilangnya rasa takut kepada Allah di akhir umurnya dan berbuat aniaya kepada banyak hamba Allah. Sesungguhnya orang yang 3 (tiga) perkara itu terdapat dalam hatinya. kecuali orang yang menemukan keberuntungan”. 2 Al-Baqoroh :6-7. pernah mengatakan bahwa : “Banyak sesuatu yang bisa merobekkan iman seorang hamba di waktu naza. Dengan dibacakan surat Yasin. Allah berfirman : “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. maka pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan perilaku Prof DR. Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang kafir. yang menginginkan semua manusia itu beriman.perilaku ummatnya yang memohon pertolongan Allah dengan memperbanyak membaca Surat Yasin yang agung ini. menjadi makin menambah keyakinan kita akan kebenarannya. dan penglihatan mereka ditutup. Pada ayat ke-10. yang percaya dengan penuh keyakinan bahwa ruh dapat keluar dengan mudah jika dibacakan surat Yasin di dekat orang yang sakaratul maut. Dengan pertimbangan qiyas di atas. M. Menurut Ibnu Katsir. kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan.

Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu. Abu Thalib. 36 Yunus : 96-97) 18 . Sebab dosa akan menggelapkan hati menutupi jalannya nur hidayah. sebagaimana ayat diatas. Sedang yang kedua yang yang hitam kelam bagaikan dandang periuk nasi yang terbalik. mati sebagai orang kafir. Itulah “Hidayah” yang merupakan hak “prerogative” Allah untuk memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki.Ilahiyyah. Nabi saw bersabda : “Ujian (fitnah) itu selalu ditawarkan kedalam hati manusia. Sehingga ada dua bentuk hati. Juga karena bagi mereka telah terdahulu ketentuan Allah di Lauh Mahfudzh bahwa mereka adalah orang yang kafir. Maka yang mana yang termakan oleh hati. hingga mereka menyaksikan azab yang pedih”. (QS. Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai. bahwa. meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan. satu persatu bagaikan daun tikar sehelai-sehelai. ada Hadits Nabi dari Hudzaifah ra. tetapi Allah memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang dikehendaki-Nya” (QS. yang putih bagaikan marmar putih. bertitik hitamlah di dalamnya. paman Nabi Muhammad yang teramat banyak jasanya kepada beliau saw. Dan tiap hati yang menolaknya bertitik putih. yang tidak terpengaruh oleh fitnah yang bagaimanapun juga selama ada langit dan bumi. tidaklah akan beriman. tidak mengenal ma’ruf dan tidak menolak mungkar”. Dalam Tafsir Ibnu Katsir. 28 Al-Qashash : 56) Sedang secara “sareat” adalah karena dosa-dosa yang mereka perbuat.

Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. menurut Al-Qurthubi.PERINGATAN HANYA BERMANFAAT BAGI ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH (QS 36 Yasin : 11-12) Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. yang ditandai dengan lepasnya ruh dari badan. (QS 36 Yasiin : 11-12) Ayat ke-11 ini merupakan penegasan bahwa da’wah hanyalah bermanfaat bagi orang yang mengikuti dan takut kepada Allah meski pun Allah tidak terlihat dengan nyata (Ghoib) bagi manusia. yang berbunyi (Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati). maka manusia kembali hidup di alam Qubur untuk empertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. 19 . Oleh karena itu mustakhil Dia tampak bagi manusia di dunia ini. Permulaan ayat ke-12. yang dimaksud dengan ayat (Dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya) adalah : Dia senantiasa takut kepada-Nya (Allah) meski tidak terlihat oleh manusia manapun yakni saat berada dalam kesendirian. sehingga tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Sebab kata yang artinya adalah “peringatan”. Tidak terlihatnya Allah bagi manusia karena Dia (Allah) adalah Dzat Non Materi. menunjukkan bahwa setelah kematian seseorang di dunia. Ibnu Katsir dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam Tafsirnya. adalah Al-Qur’an. Sedang menurut Qotadah dalam Tafsir Qurthubi.

bahwa sababun nuzul ayat ke-12 ini menurut riwayat At-Tirmidzi dengan sanad Hasan dan Al-Hakim dengan sanad Shahih yang bersumber dari Abi sa’id Al-Khudri ra dan riwayat AtThabrani dari Ibnu Abbas ra.Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka”. terdapat Hadits Nabi saw untuk memberi pengertian yang lebih luas dalam memaknai penggalan ayat ke-12 yang berbunyi : (Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan). Dalilnya : HR. Sebaiknya kalian jangan pindah dari tempat itu”. Rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu”. maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelah dia. ingin berpindah ke sekitarnya guna mendekati masjid. : “Bani Salamah bertempat tinggal di pinggir kota Madinah dan ingin pindah ke dekat Masjid.Ahmad dari Jabir bin Abdullah ra. Menurut Ibnu Katsir. Oleh karena itu sebagian ahli tafsir. Lalu beliau bersabda : Wahai Bani Salamah. yang menceritakan bahwa: Shahabat-shahabat Rasulullah dari Suku Bani Salamah yang bertempat tinggal jauh dari masjid. Setelah turun ayat ini Nabi saw menasehati Bani Salamah tentang niat mereka pindah dari tempat tinggalnya dengan sabdanya : “Sesungguhnya bekas telapak kaki kalian menuju masjid dicatat oleh Allah SWT. Mereka menjawab : “Benar. ya Rasulullah. dalam ayat ini sebagai : “Bekas tapak kaki seseorang dalam perjalanannya ke tempat beribadah atau ke tempat bermaksiat”. kami ingin berbuat demikian”. maka tatkala Rasulullah saw mendengar berita itu bertanyalah beliau kepada mereka : “Aku mendengar bahwa kalian ingin pindah mendekati masjid”. rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu. tanpa sedikitpun mengurangi pahala-pahala mereka. yakni Nabi saw bersabda : “Barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang baik. maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelah dia. Dan barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang jelek. 20 . bahwa. Maka turunlah ayat ini (QS 36 Yasin : 12) yang menegaskan bahwa setiap ucap langkah dari seseorang itu dicatat oleh Allah. menurut Ibnu Katsir mengartikan (Bekas-bekas yang ditinggalkan).

Al-Qur’an atau yang sebelumnya dan yang sesudahnya”.Hadits yang lafalnya hampir sama juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Syarah Muslim. Imam Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Salam yang berkata : “Tiada sesuatu yang ditentukan oleh Allah melainkan terdapat dalam Lauh Mahfudzh. Allah menurunkan daripadanya sekehendak-Nya terhadap siapa yang dikehendaki dari makhluknya” 21 . Sehubungan dengan Lauh Mahfudzh pada penggalan terakhir ayat ke-12. Sementara Imam Hasan Al-Bashri juga berkata : “Sesungguhnya di sisi Allah dalam Lauh Mahfudzh.

kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga. Ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama salaf dan khalaf. ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. yang mengingkari kerasulan beliau. sebuah kisah tentang nasib suatu negeri yang didatangi oleh 3 Rasul tetapi mereka mendustakannya. Dan akibat dari kekufuran itu sama saja yaitu adzab dari Allah SWT. Tapi ruh (spirit) nya tetap hidup. (yaitu) ketika Kami (Allah) mengutus kepada mereka dua orang utusan. 36 Yasin : 13-17) Pada QS. Allah berfirman : “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Mengapa mengambil ‘ibrah dari kisah itu adalah sesuatu yang penting ? Adalah karena karakter dari aktor yang kufur (ingkar) kepada Allah dan para Rasul itu dimanapun sama saja. Allah berfirman : “Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan. yang dibenarkan pula oleh Ibnu 22 . (QS. Agar nasib kaum tersebut dapat menjadi ‘ibrah (pelajaran) bagi Kaum Musyrikin Mekkah. Sejarah dalam arti tempat dan manusia si pelaku sejarah tersebut memang tidak dapat berulang. maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orangorang yang diutus kepadamu".KAUM ANTHAKIYYAH QS. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat. 36 Yasin : 13-14) Khithab (seruan) ayat ini menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya. akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu. (QS. lalu mereka mendustakan keduanya. 36 Yasin : 13-14. agar beliau saw menyampaikan kepada penduduk Mekkah. 12 Yusuf : 111) Dan nama negeri yang dimaksudkan ayat diatas adalah Anthakiyyah. dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. demikian menurut Al-Mawardi dalam Tafsir Qurthubi.

tetapi kemudian diutus lagi yang ketiga untuk memperkuat dua utusan terdahulu. 20 Thaha : 9. mereka berkata : “Negeri tersebut (Anthakiyyah) memiliki seorang Raja yang bernama Anthiochos bin Anthiocos. untuk mendampingi dan memperkuat da’wahnya Nabi Musa as. bahwa mereka adalah para Utusan Allah (Rasulullah). Walaupun Ibnu Katsir sendiri dalam Kitab Qishahshul Anbiya lebih suka menyebutnya Kaum Yasin. Mashduq. melainkan dengan seizin Allah. Sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu (Muhammad). Diantaranya : 23 . maka apabila telah datang perintah Allah. yaitu : Shadiq. 40 Al-Mu’min : 78) Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa mula-mula yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah itu hanya 2 (dua) orang Rasul saja. Letak ikhtilaf (perbedaan) diantara para Ulama adalah pada : “Apakah para utusan (Rasul) yang disebutkan dalam ayat ini benar-benar Rasul Utusan Allah ataukah utusan Nabi Isa as ?” Pendapat pertama : Para Utusan Allah (Rasulullah) Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan dari Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.36 dan QS. diputuskan (semua perkara) dengan adil. (QS. Wahab bin Munabih. Tetapi mereka mendustakan para utusan ini”. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu`jizat. Karena banyak para Nabi dan Rasul yang nama mereka tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. dan Syalum. Dan ini jelas menurut Ibnu Katsir. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Sedangkan fakta bahwa ke-3 (tiga) Rasul tersebut tidak disebutkan namanya dalam Al-Qur’an. tidaklah mengurangi nilai kerasulan mereka. 25 Al-Furqan : 35-36. Tetapi kemudian Allah mengutus pula Nabi Harun as. Kemudian Allah mengirim 3 (tiga) orang utusan. yang merupakan seorang penyembah berhala. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firman-Nya pada QS. Mula-mula Allah SWT hanya mengutus Nabi Musa as. adalah sesuatu yang pernah terjadi pula dalam Kisah Fir’aun dan kaumnya yang didatangi oleh 2 (dua) orang Rasul.Katsir dalam Tafsirnya. Ka’ab al-Ahbar.

Kemudian Kami berfirman kepada keduanya: "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". Allah berfirman : “Dan jadikanlah untukku (Musa) seorang pembantu dari keluargaku. teguhkanlah dengan dia kekuatanku”. diangkat pula sebagai Rasul Utusan Allah untuk membantu da’wahnya. saudaraku. mengatakan : “Nama para utusan yang pertama itu adalah Syam’un. dalam Kitab Tafsir Jalalain. Dan do’anya dikabulkan Allah. 24 . sesungguhnya ia telah melampaui batas". (QS. (yaitu) Harun. saudaranya. Maka keduanya kemudian berda’wah kepada Fir’aun dan kaumnya. 20 Thaha : 36) diperkenankan do’a “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya.“Pergilah (engkau wahai Musa) kepada Fir`aun. 20 Thaha : 24) Tetapi kemudian Nabi Musa berdo’a agar Harun. 20 Thaha : 29-31) “Allah berfirman: "Sesungguhnya telah (permintaan)mu. Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya”. Demikian juga Ibnu Jarir dari Wahab dari Ibnu Sulaeman dari Syu’aib Al-Jiba’I. Penjelasan ini makin memperkuat dugaan bahwa 3 (tiga) orang utusan kepada Kaum Anthakiyyah ini benar-benar Rasul (Utusan) Allah bukan sekedar utusan Nabi Isa as. wahai Musa. Sedangkan negeri itu bernama Anthakiyyah”. menyertai dia sebagai wazir (pembantu). Yohana dan Bulis”. (QS. Pendapat kedua : Utusan Nabi Isa as Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan bahwa Qatadah berpendapat bahwa : “Mereka adalah Utusan dari (Isa) Al-Masih”." (QS. Ini juga merupakan pendapat Imam As-Suyuthi.

Oleh karena itu ia merupakan salah satu dari 4 (empat) kota di negeri tersebut yaitu : Anthakiyyah. Trinitas. Karena ketika Al-Masih mengirimkan 3 (tiga) orang utusan dari pengikutnya yang setia. maka Anthakiyyah adalah negeri yang pertama kali beriman kepada Al-Masih pada saat itu. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. tiga Tuhan dalam satu. 4. Maka pendapat yang demikian tidak ditolak”. Kemudian dalam pandangan Hamka. yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an. Sebagaimana Ibnu Katsir. dikatakan bahwa intisari ajaran Paulus ini adalah : 1. yang mereka (penduduk kota tersebut) tidak dibinasakan. 3. Agama Kristen bukan hanya untuk Yahudi saja. termasuk Ketuhanan Al-Masih dan Roh Kudus. Karena apa yang diajarkan Paulus sudah jauh menyimpang dari ajaran Nabi ‘Isa as. Paulus adalah tokoh terbesar yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan isi Kitab Injil. Lebih jauh lagi menurut Prof DR. pendapat kedua ini sangat lemah. melainkan juga untuk semua bangsa di dunia. dan setelahnya adalah AlQisthanthiniyyah. lalu mereka mendustakan dan akhirnya dibinasakan. maka bagi kita Ummat Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. Karena Al-Qur’an tidak memberitahukannya secara gamblang siapakah mereka sebenarnya. dan setelah itu dibangun kembali hingga pada zaman Al-masih. diutus kepada penduduk Anthakiyyah Kuno. Yesus bangkit di alam arwah dan naik ke langit untuk duduk di kanan “Bapak” memerintah manusia. Ahmad Syalabi dalam Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. yang harus kita tangkap dan menjadi fokus perhatian utama kita adalah “spirit” perjuangan da’wahnya untuk menjadi I’tibar bagi kita. Siapapun mereka dari ketiga utusan yang disebutkan ayat-ayat diatas bukanlah tujuan utama yang dimaksudkan oleh Allah untuk mendapatkan perhatian dari kita. ia masuk ke dalam wilayah Syiria.Mengapa ? 1. 2. Negeri Anthakiyyah ini terdapat di wilayah Turki. cerita ini juga berdekatan dengan kisah-kisah Kristen. Iskandariyyah. terutama berkaitan dengan nama Paulus atau yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Bulish atau Baulush. Romiyah. AlQuds. 2. Wujud Yesus sebagai anak Tuhan dan turunnya ke bumi untuk mengorbankan dirinya demi menebus dosa manusia. 25 . tetapi setelah Perang Dunia I. Sementara penduduk negeri yang disebutkan di dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin : 29). maka tiba-tiba mereka semuanya mati). semuanya dibinasakan sebagaimana yang difirmankan Allah (Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja. mirip dengan “Kisah Segala Rasul” dalam Kitab Perjajian Baru.Menurut Ibnu Katsir. mereka beriman kepada Rasul yang diutus kepada mereka. pendapat kedua ini pun dianggap sangat lemah. bahwa : “Jika ketiga utusan yang disebutkan dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin).

qarinah (indikasi) yang menunjukkan bahwa Kaum Anthakiyyah tidak percaya bahwa ada wahyu yang telah diberikan kepada para Rasul tersebut. berhubungan suami istri. kaum yang kafir ini menyangkal dan menyatakan ketidakpercayaannya. Diantaranya Allah berfirman : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad). 36 Yasin : 15 diatas. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun. (QS. yang biasa makan. 25 Al-Furqan : 20) 26 . Dalam Al-Qur’an. Bahwa tidak mungkin seorang manusia. 2. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. minum. Maukah kamu bersabar?. dapat menjadi Rasul (Utusan) Allah. Mereka tidak percaya adanya wahyu yang telah diturunkan Allah yang menandai kenabian dan kerasulan mereka. ada banyak ayat yang menjelaskan kekeliruan cara pandang kaum yang kafir ini terhadap seorang Rasul. yakni : 1. 36 Yasin : 15-17) Mendengar seruan dari para Rasul bahwa mereka bertiga adalah Utusan Allah kepada Kaum Anthakiyyah. (QS. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. adalah penggalan ayat yang berbunyi : “Dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun”. kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas". dan adalah Tuhanmu Maha Melihat”. tampak bahwa Kaum kafir Anthakiyyah ini beralasan dengan 2 (dua) hal. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. Dari QS.Kemudian pada ayat ke-15 sampai 17.

Sedangkan ayat ke-17. (QS. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”. sang Rasul dapat dianggap telah melaksanakan tugasnya. Dia akan memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sebab hidayah adalah milik Allah. 2. sebagai sang pemberi tugas da’wah kepada mereka. Bahwa hasil da’wah berupa dianutnya agama Allah oleh suatu kaum bukanlah menjadi tanggung jawab seorang Rasul. 27 . Jika upaya untuk bertabligh dan mengajak orang ke jalan yang benar sudah dilakukan dengan berbagai cara kemudian dijalaninya secara terus menerus dalam rentang waktu yang panjang. Mengandung 2 (dua) pengertian. yakni ayat ke-14. para Rasul ini berkata dengan penuh keyakinan bahwa : (Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah benar-benar orang yang diutus kepada kamu) Ayat ini merupakan pengulangan dari ayat sebelumnya . Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu`jizat) melainkan dengan izin Allah. Kemudian Keberanian 3 (tiga) orang utusan ini menyebut-nyebut Tuhan dalam ayat ke-16. pada ayat ke-16. bukan sekedar utusan Nabi Isa as. yakni : 1. dimana Allah berfirman : (Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu) Adanya pengulangan ayat yang sedemikian rupa ditambah adanya “lam tawkid” pada kalimat di ayat ke-16. Bahwa fungsi dan tugas wajib seorang Rasul adalah untuk bertabligh. Tetapi proses lah yang dilihat. yang berbunyi : (Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas). kembali memperkuat keyakinan kita bahwa mereka bertiga ini benar-benar utusan Allah.“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. adalah sebuah penegasan bahwa mereka benar-benar orang yang diutus. 13 Ar-Ra’du : 38) Mendengar penolakan dari Kaum Anthakiyyah ini. maka berarti apapun hasilnya.

para Rasul berda’wah memberi peringatan selama 10 (sepuluh) tahun. Ketika hujan tidak turun-turun. mereka timpakan kesialan ini kepada para Rasul.PENOLAKAN KERAS KAUM ANTHAKIYYAH TERHADAP DA’WAH PARA RASUL (QS. supaya mereka mengambil pelajaran. sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah. mereka berkata: "Ini adalah karena (usaha) kami". menurut Muqatil dalam Tafsir Qurthubi adalah tertahannya hujan selama 3 (tiga) tahun di negeri tersebut. Dan jika mereka ditimpa kesusahan. alat untuk merajamnya adalah dengan batu. 36 Yasin : 18-19) Pada QS. Ketahuilah. Menurut Tafsir Qurthubi. 36 Yasin : 18. 7 Al-A’raaf : 130-131) Sedang arti ‘merajam” dalam ayat di atas menurut Tafsir Qurthubi adalah membunuh. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran. niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". Sikap represif orang kafir yang demikian ini juga pernah dipertontonkan oleh Kaum-Kaum lain yang menentang para Nabi. akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. Jika argumentasi (hujjah) mereka 28 . mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Persis sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir`aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buahbuahan. (QS. sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami). Nasib malang yang dimaksud ayat ini. Menurut Tafsir Jalalain dan Qatadah dalam Tafsir Ibnu Katsir .

Melainkan Allah mengingatkan kita. dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". barangkali tidak turunnya hujan sampai 3 (tiga) tahun tersebut bukanlah karena pemanasan global atau membesarnya lubang ozon. Sehingga jika di suatu daerah tidak turun hujan. maka ia dipastikan turun di kawasan bumi yang lainya”. mungkinkah hal itu terjadi ? DR. bahwa di negeri ‘Anthakiyyah selama 3 tahun tidak turun hujan. 4 An-Nisaa : 78) Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa jika siklus air terganggu. pakar fisika Unram mengatakan : “Bahwa siklus air di bumi itu jumlahnya tetap. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka memperoleh kebaikan. Tetapi pada masa Kaum Anthakiyyah. kemana sebenarnya perginya air hujan itu. bahwa baik dan buruk perkara itu memiliki hubungan kausalitas (sebab akibat). 36 Yasin : 19) Maksud ayat ini bukanlah dalam pengertian hakekat perkara. Berdasar pendapat Muqatil dalam Tafsir Qurthubi di atas. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. mereka tidak akan segan-segan melakukan cara-cara kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu (penduduk Anthakiyyah) adalah kaum yang melampaui batas". Melainkan karena 29 . karena keduanya baru ditemukan pada abad ke-20. Meski hakekatnya dari Allah SWT. Rernat Kosim. Demikianlah yang terjadi di segala tempat di bumi ini dan di segala zaman hingga saat ini. Mendapat penolakan keras dari penduduk Anthakiyyah ini. Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". (QS. para Utusan itu berkata : “Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. maka demi mempertahankan eksistensinya. misalnya karena perubahan temperature udara akibat pemanasan global akan berpengaruh terhadap proses kondensasi dan demikian pula makin membesarnya lubang ozon akan berdampak terhadap curah hujan yang tidak teratur.sudah dikalahkan. mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah".

sehingga musuh itu mengambil sumber yabng ada dalam tangan mereka sendiri. dijumpai bukan hanya dalam Hadits. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya seseorang benar-benar dapat tertahan rizqinya karena dosa yang dilakukannya dan tiada sesuatu yang dapat menolak taqdir selain do’a. Dan apabila para penguasa telah memerintah tidak dengan peraturan yang diturunkan Allah. Ahmad dari Tsaubah ra. dan janganlah hendaknya kamu mendapatinya. Dan apabila mereka telah membekukan Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. ditahanlah hujan turun dari langit. bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : “Bagaimana sikapmu apabila kelak terjadi pada kamu yang lima macam. Dari Hadits ini ada 2 macam dosa yang dapat menahan turunnya hujan yakni : Tidak ditunaikannya kewajiban zakat dan perilaku curang dalam bisnis dengan mengurangi ukuran dan timbangan. Ahmad) Bahwa dosa berdampak buruk kepada rizqi dan menjadi faktor pendorong terjadinya bencana. Al-Hakim dari Abdullah bin ‘Umar ra. pastilah mereka akan dikuasai oleh musuh-musuh mereka.perilaku mereka yang berlumuran dengan dosa. Sehingga kalau bukanlah Tuhan kasihan kepada binatang-binatang. tidaklah hujan akan turun. Apabila zina telah terang-terangan pada suatu kaum. Apabila suatu kaum telah menghalangi mengeluarkan zakat. bahkan bertebaran pula pada berbagai ayat Al-Qur’an. Apabila suatu kaum sudah berlaku curang pada ukuran dan timbangan akan terjadilah kemarau panjang dan kesukaran bahan makanan dan kedzaliman penguasa. 5. akan terjadilah thaun dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah dikenal di zaman nenek moyang mereka. 3. Dan aku berlindung kepada Allah. 2. Allah berfirman : 30 . janganlah hendaknya terjadi di zaman kamu. 4. Dan tiada yang dapt menambah umur selain perbuatan baik” (HR. pastilah Allah akan menjadikan selalu akan berkelahi diantara sesama mereka”. Diantaranya tentang Bani Israil dan Kaum Saba. Sebagaimana HR. Diperkuat oleh HR. Adapun yang lima ialah : 1.

Tetapi mereka berpaling. 5 Al-Maidah : 58) “Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (QS. Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami". Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu). (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.“Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. 34 Saba : 15-19) 31 . Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya. maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. (QS. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas”. maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit. beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Yang demikian itu. dan mereka menganiaya diri mereka sendiri. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman.

laki-laki ini adalah satu-satunya penduduk Anthakiyyah yang beriman kepada para Rasul tersebut. ikutilah utusan-utusan itu. dalam Tafsir Ibnu Katsir. dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya.KISAH HABIB AN-NAJJAR SEBAGAI SHOHIBU YASIN (QS. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. Dan menurut Ibnu Abbas ra. ia dikenal sebagai Shohibu Yasiin. Ia bernama Habib An-Najar. maka datanglah seorang laki-laki yang lari bergegas dari ujung kota untuk membela para Rasul ini. Menurut sebagian Ulama. ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. 36 Yasin : 20-25. Allah berfirman : “Dan datanglah dari ujung kota. Ketika perdebatan antara para Rasul dengan Kaum Kafir Anthakiyyah ini mencapai puncaknya. seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku. Bahkan ikut mengajak kaumnya untuk mengikuti seruan da’wah mereka. Ia bergegas dari ujung kota untuk mengingatkan kaumnya seraya 32 . Semua hujjah (argumentasi) mereka sudah dikalahkan dan kaum kafir ini sudah berencana membunuh para Rasul. 36 Yasin : 20-27) Pada QS. jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku. 36 Yasiin : 20-25) Ayat ini adalah sebuah episode tatkala situasi sudah sangat gawat. (QS.

Allah berfirman : “Tiada amalan yang mendekatkan seorang hamba mu’min kepada-Ku dengan seperti zuhud kepada dunia”. ia mengatakan : “Mereka (Kaum Anthakiyyah) menginjakkan kaki pada tubuhnya (Habib An-Najar) hingga tulang punggungnya keluar”. Para Rasul ini adalah orang yang beroleh Hidayah Allah. mengutip surat Luqman ini dalam kitab Riyadhus Shalihin pada bab zuhud kepada dunia. sehingga jauh dari kebenaran. ditolak oleh beliau. Allah berfirman : “Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu. Dalam QS. dari Ibnu Mas’ud ra. Kemudian dikatakan. Menurut Ats-Tsauri dalam Tafsir Ibnu Katsir. Imam Nawawi. maka selanjutnya dapat dipastikan bahwa ajaran yang dibawa oleh para Rasul ini pun jauh dari interpensi kepentingan duniawi. ternyata kaum Ibnu Ishaq menceritakan dari sebagian shahabatnya. 31 Luqman : 33. Ada juga yang mengatakan bahwa ia seorang tukang sepatu” Ada dua poin penting yang diserukan Habib An-Najjar kepada Kaum Anthakiyyah untuk mengajak mereka beriman kepada para utusan ini. terang-terangan.memperlihatkan keimanannya secara Anthakiyyah justru membunuhnya. Ia akan jauh dari upaya memperkaya diri sendiri. 36 Yasin : 21 di atas. Ini menunjukkan bahwa upah yang dicari oleh para utusan ini bukanlah pamrih duniawi. Mengapa pendekatan ini dilakukan oleh Habib An-Najjar. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa terperdaya oleh gemerlapnya dunia. Siapakah Habib An-Najar itu ? Para Ulama berkata : a. hakekatnya ia telah diperdaya oleh syetan. apalagi dengan menghalalkan segala cara. dalam Qishashul Anbiya : “Dia adalah seorang yang banyak bershodaqoh. bersabda. bahwa Rasulullah saw. Kebenaran 33 . Qudha’I yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. Para Rasul ini tidak meminta upah dari seruan da’wahnya 2. Diperkuat oleh HQR. dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. melainkan rido Allah. Ada yang berpendapat ia seorang tukang tenun. sebagaimana firman-Nya pada QS. bahwa ia seorang tukang kayu. mencari popularitas. tetapi ia dibunuh oleh kaumnya sendiri” b. yang berarti tidak zuhud. yakni bahwa : 1. ia mengatakan : “Nama orang itu adalah Habib bin Siri”. Jika demikian adanya. Menurut Ibnu Abbas ra. Sebagaimana yang terjadi pada diri Rasulullah saw. dari Ashim Al-Ahwal dari Abu Mujalaz. tatkala beliau ditawari oleh Kaum Qurisy dengan kemewahan dunia atau jabatan dan kekuasaan agar beliau saw menghentikan da’wahnya. barangkali karena lazimnya orang yang zuhud kepada dunia lebih dekat kepada kebenaran.

Itulah orang yang beroleh hidayah Allah. Maka tersesatlah ia. Sebagian pendapat mengatakan bahwa mereka melaporkannya kepada Raja Anthakiyyah. mereka berkata kepadanya : “Engkau telah menyalahi agama kita dan mengikuti agama utusan-utusan itu ?”. karena tentunya mereka pun diciptakan oleh Allah. Lalu Habib AnNajjar berkata. Sedang menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dikatakan bahwa sebenarnya ungkapan tersebut memiliki makna yang dalam dan itu merupakan sebuah sindiran kepada kaumnya.Ilahi meski pahit sekalipun akan disampaikannya. Dan Raja menanyainya. ia tidak takut oleh kemungkinan buruk yang akan ditimpakan oleh kaumnya. Begitu terhunjamnya keimanan dalam dirinya. 34 . Menurut Qatadah dalam Tafsir Qurthubi dan Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin dikatakan bahwa : “Ketika kaumnya mendengar ucapan Habib An-Najjar itu. sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya”. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?”. yang berbunyi : “Jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku. Artinya jika mereka masih merasa sebagai manusia yang berakal. Oleh karena itu para Rasul tersebut amat layak untuk diikuti oleh Kaum Anthakiyyah. Adalah ungkapan Habib An-Najjar dalam menanggapi ajakan orang kafir untuk kembali kepada agama berhala yang dianut oleh penduduk Anthakiyyah. mengapa harus menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah ? Penggalan awal ayat ke-23 ini. 36 Yasin : 22-23) Argumentasi yang disampaikan oleh Habib An-Najjar kepada kaumnya dengan mengatakan : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku” adalah untuk menggugah kesadaran nurani bahwa karena Allah yang telah menciptakan dirinya. sekaligus merupakan dalil bahwa Kaum Anthakiyyah memang penyembah berhala. mungkinkah berhala-berhala yang mereka pertuhankan itu adalah yang menciptakan mereka ?. (QS. sebagaimana firman-Nya pada ayat ke-25. Justru yang ia khawatirkan adalah keburukan yang akan ditimpakan oleh Allah kepada dirinya jika ia berlaku kufur dengan mengikuti agama berhala. Sebab jika itu terjadi. Sedang penggalan ayat ke-23. Jika bukan. maka tak ada seorang pun yang sanggup menolaknya. maka adalah wajar jika ia menyembah kepadaAllah sebagai bukti kesyukuran kepada karunia-Nya tersebut.

maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”. setelah pernyataan ini. maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Kaum Anthakiyyah mulai melakukan penyiksaan kepada Habib An-Najjar hingga akhirnya membunuhnya. (QS. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. Allah berfirman : Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. adalah iqrar syahadatnya yang diucapkan dengan penuh keyakinan dan yang diperdengarkannya kepada semua orang ketika itu. (QS. Allah berfirman : “Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. 36 Yasin : 25) Menurut Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin-nya . karena ia gugur sebagai syuhada. (QS. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Allah menceritakan nasib Habib AnNajjar yang amat baik. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu. 10 Yunus : 107) “Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu.Ayat Qur’an yang senada dengan ayat ini adalah : “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. 36 Yasiin : 26-27) 35 . Allah SWT menganugerahinya dengan surga. (QS. 6 Al-An’am : 17) Puncak dari keberanian Habib An-Najjar. Kemudian pada ayat ke-26 dan 27. Ia (Habib An-Najar) berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. Bahwa ia benar-benar telah memeluk agama Allah dan menjadi pengikut para Rasul.

dalam topik tentang “Sebelum Qiyamat apakah ruh itu di langit ataukah di bumi ?”. Benar-benar langsung masuk sorga tanpa melalui Alam Barzakh (Alam Qubur) terlebih dahulu.Ayat ini merupakan ungkapan kegembiraan dari Habib An-Najar terhadap karunia nikmat yang Allah berikan kepadanya. 3 Ali Imran : 169-171) Tentang ayat ada ikhtilaful ulama. dikatakan : “Ruh orang mu’min itu berada di sisi Allah di surga.. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka. Hal ini sebagaimana pujian Allah kepada para Syuhada Uhud. baik ia syuhada atau bukan syuhada setelah ia lepas dari tanggung jawab dosa besar atau hutang dan ia telah mendapatkan ampunan dari Allah”. Dalam Kitab Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim karya Ibnul Qayyim Aj-Jauziy. (QS. bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Diriwayatkan pula oleh Tirmidzi dari Jabir ra. Diantara dalilnya adalah : HR. mengatakan Abu Umar bin Abdul Barr berkata : “Ruh para Syuhada berada di sorga sedang orang mu’min umumnya berada di sekitar kuburannya” Masih dalam Kitab yang sama. dalam firman-Nya : “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”. Rasulullah saw bersabda : “Allah menjadikan arwah saudara-saudaramu yang gugur dalam Perang Uhud sebagai burung-burung hijau yang mengunjungi sungai sorga dan makan buah-buahannya. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. Al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. Ahmad. bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. dalam Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. sampai menghampiri lampu mas dibawah 36 . menurut Madzhab Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. yakni : 1. Abu Dawud.

3 Ali imran : 169 diatas. ketika ia (Musa) sedang berdiri melakukan shalat di kuburnya” (HR. dalam Dala’il An-Nubuwwah mengatakan bahwa: Disebutkan dalam hadits shahih dari Sulaeman At-Taimi dan Tsabit AlBanani dari Anas bin Malik ra. Tirmidzi) 2. khususnya Nabi Muhammad saw. Abu Dawud. HR. Allah berfirman kepada mereka : “Aku akan sampaikan hal kalian kepada mereka”. Mereka dapat berjalan-jalan melancong di surga sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. dengan rijal (sanad) Abu Ya’la itu tsiqat (dapat dipercaya) yang bersumber dari Anas bin Malik ra. Rasulullah saw bersabda : “Para Nabi itu hidup di dalam kuburannya seraya melakukan shalat” (HR. hanya sudah mendapatkan terlebih dahulu sebagian dari kenikmatan surga. Ketika mereka mendapatkan makanan enak. Al-Baihaqi. sehingga mereka tidak segan untuk berjihad dan tidak mundur dari peperangan”. di alam Barzakh merupakan kehidupan yang lebih sempurna dan lebih tinggi nilainya”.naungan ‘Arasy. DR.Muhammad bin Alwi Al-Maliki mengatakan : “Sesungguhnya kehidupan sebenarnya bagi para Nabi. minuman yang lezat dan tempat tidur yang empuk. Tetap berada di Alam Barzakh. Abu Ya’la dan Al-Bazzar) 2). Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam Kitab Mafahim Yajib An-Tushahhah dalam topik tentang “Kehidupan para Nabi di alam Barzakh”. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Aku pernah mendatangi Musa pada malam aku diisra’kan di Al-Katsiib Al-Ahmar (bukit pasir merah). mereka berkata : Alangkah baiknya jika kawan-kawan kita mengetahui apa yang telah Allah berikan untuk kita. (HR. lalu bernaung di bawah naungan lampulampu di bawah ‘Arasy. HR. yang menceritakan keadaan para syuhada”. mengatakan : “Sementara itu arwah para syuhada diberi hak penuh dan sangat leluasa untuk beraksi. Ahmad. Al-Hakim. Maka turunlah ayat QS. Demikian menurut riwayat yang shahih” Dalam topik dan kitab yang sama. Abu Ya’la dan Al-Bazzar. DR. Dalil : 1). Al-Baihaqi) 37 .

yang tekanan gelombang bunyinya sebesar 170 dB. Pada ayat ke 30-32. bahwa membinasakan mereka (Kaum Anthakiyyah) yang kufur dan durhaka adalah amat mudah. maka seketika itu juga mereka mati”. Allah berfirman : “Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. 36 Yasin : 28-29. 36 Yasin : 28-32) Pada QS. Allah berfirman : 38 . Teriakan satu Malaikat saja. ayat ini untuk menunjukkan tentang Kekuasaan Allah yang amat besar.AKHIR DARI KEHIDUPAN KAUM ANTHAKIYYAH (QS. para ahli tafsir mengatakan : “Allah Azza wa Jalla mengutus kepada mereka Malaikat Jibril. Allah mengazab Kaum Anthakiyyah dengan hanya satu teriakan saja tanpa perlu mendatangkan balatentara Malaikat untuk mematikan mereka semuanya. bahkan dengan suatu cara yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Secara ilmiah. yang memiliki tekanan bunyi sebesar 120 deciBel. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. maka tiba-tiba mereka semuanya mati” (QS. ayat ini dapat dibuktikan kebenarannya. Maka suara roket yang tinggal landas. cukup untuk membunuh penduduk seisi kota. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. 36 Yasiin : 28-29) Setelah Habib An-Najar meninggal dunia. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja. Jika suara Halilintar saja. akan memiliki efek yang lebih besar lagi. lalu ia membuka pintu gerbang negeri mereka seraya berteriak dengan satu kali teriakan. Maka adanya suara teriakan yang dapat mematikan seisi negeri. adalah hal yang logika sains dapat menerimanya. Menurut sebagian ulama termasuk Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin.

“Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami” Arti kata “al-hasrah” dalam ayat ke-30, menurut Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsirnya adalah : sangat menyesal. Menurut Ibnu Katsir, ayat ini berbicara tentang penyesalan dari penduduk Anthakiyyah di akherat kelak saat mereka melihat dengan nyata siksaan dan azab Allah untuk mereka. Menurut Ikrimah, penyesalannya itu merupakan penyesalan yang amat mendalam. Dan penyesalan pada saat itu tidak memberi manfaat apapun selain kerugian. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya, yang dimaksud dengan ummat sebelum mereka yang telah dibinasakan pada ayat ke-31 adalah : “Kaum Nuh, Kaum ‘Aad, Kaum Tsamud, Kaum Rass, dan lain-lain yakni kaum yang diturunkan sebelum perode Taurat” Dasarnya adalah firman Allah :

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. (QS. 28 Al-Qashash : 43) Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Al-Bazzar dari Auf Al-‘Arabi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia mengatakan : “Allah tidak membinasakan suatu kaum dengan adzab dari langit atau dari bumi setelah diturunkannya Taurat ke muka bumi selain sutu Negeri yang penduduknya dirubah menjadi kera. Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah SWT berfirman “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu” Dan Kisah Kaum Yasin (Anthakiyyah) ini oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Qishashul Anbiya ditempatkan dalam urutan periode kisah sebelum Kisah Nabi Musa as. Ini menunjukkan bahwa periode kehidupan Kaum Anthakiyyah yang terdapat dalam Surat Yasin ini adalah Anthakiyyah Kuno sebelum zaman Nabi Musa Sedang ayat ke-32, menegaskan bahwa Kaum Anthakiyyah yang kafir yang telah terbunuh ini, kelak di Yaumul Ba’ats akan dikumpulkan lagi di Mahsyar, untuk mempertanggung jawabkan semua tindak kejahatan mereka.

39

KRITERIA SEORANG RASUL
(BELAJAR DARI KISAH PARA UTUSAN DI NEGERI ANTHAKIYYAH)
Kisah Kaum Anthakiyyah, secara lengkap terdapat pada QS. 36 Yasin : 13-32, sebagai berikut :

40

13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka; 14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu". 15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". 16. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. 17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". 18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". 19. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas". 20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,. 21. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. 22. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? 23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? 24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. 25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku. 26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, 27. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". 28. Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. 29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati. 30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. 31.Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. 32. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

41

(QS. Tugasnya bertabligh (QS. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”.14. (QS. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Hud”. sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu”. 11 Hud : 50) Sedangkan Nabi Isa as. Allah berfirman : “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil. 34 Saba : 28) Sedangkan Nabi dan Rasul lain. 36 Yasiin : 15) 3. Mengajarkan Tauhid (QS. wilayah da’wahnya bersifat lokal dan terbatas. (QS. Tidak menerima upah dan shodaqoh (QS. terutama karena yang datang hanyalah manusia sebagaimana mereka.. 36 Yasiin : 17) 5. Yasiin : 22-23) Kriteria ke-1 : “Diutus kepada kaum tertentu” Semua Nabi dan Rasul sebelumnya hanya diutus bagi Kaum atau Negeri tertentu saja. 61 As-Shaff : 6) Kriteria ke-2 : “Seorang manusia” Penolakan Kaum Anthakiyyah terhadap seruan da’wah 3 (tiga) utusan ini. 36 Yasin : 15) 4. 36 Yasiin : 21) 6. sebagaimana firman-Nya : “Dan kepada kaum `Aad (Kami utus) saudara mereka. Diutus kepada kaum tertentu (QS. Sebagaimana firman-Nya : 42 . Sebagaimana firman-Nya : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus kamu (Muhammad). Misalnya : Nabi Hud hanya untuk Kaum ‘Aad (di Yaman) saja. Seorang manusia (QS. sebenarnya merupakan gejala universal. hanya untuk Bani Israil saja.Dari rangkaian ayat-ayat dalam Surat Yasiin ini dapat difahami bahwa diantara kriteria seorang Rasul Utusan Allah adalah : 1. 36 Yasiin : 13. Diberi wahyu (QS. Kecuali Nabi Muhammad saw yang diutus bagi seluruh ummat manusia dan untuk seluruh bangsa di dunia.16) 2.

Nabi Zakariya as.harus dilemparkan ke dalam kobaran api Raja Namruj dari Babilonia (Mesopotamia). hanya dapat diperoleh dari Allah SWT. (QS. Nabi Ibrohim as. Allah berfirman : “Kami tidak mengutus seorang rasulpun. Yang berbicara dengan bahasa kaum tersebut. melainkan dengan bahasa kaumnya. 2 Al-Baqarah : 213) Kriteria ke-4 : “Tugasnya bertabligh” Tabligh (menyampaikan Wahyu dan Kebenaran) menurut Madzhab Aqidah Ahlus sunnah Wal Jama’ah versi Asy’ariy dan Al-Maturidiy. Seberat apapun resiko yang harus ia hadapi. seorang Rasul wajib menyampaikannya. dan Allah menurunkan bersama mereka (para Nabi) Kitab dengan benar. Nabi Musa as. meski nyawa taruhannya. Karena kebenaran hakiki yang akan membawanya kepada jalan yang lurus. kecuali perkataan mereka: "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?" (QS. merupakan sifat wajib bagi Nabi dan Rasul. harus menghadapi Fir’aun dan balatentaranya yang terus mengejarnya hingga ke Laut merah. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan”. dan Nabi Harun as. 17 Al-Isra : 94) Padahal jika mereka mau memperhatikan sejarah kaum lain nampak dengan jelas bahwa sudah merupakan Sunnatullah. sehingga apa yang dida’wahkan menjadi dapat dimengerti dengan mudah. bahwa Allah SWT senantiasa mengutus seorang Nabi dan Rasul bukan dari golongan Malaikat melainkan dari kalangan manusia. Sebagaimana firman-Nya : “Manusia itu adalah umat yang satu. (QS 14 Ibrohim : 4) Kriteria ke-3 : “Diberi wahyu” Seorang Rasul adalah orang yang ditugaskan mengajari ummat manusia untuk mengenal kebenaran dan membimbingnya ke jalan yang lurus. Itulah sebabnya setiap Rasul pasti diberi wahyu oleh Allah. supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka”. 43 .“Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya. maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. (Setelah timbul perselisihan). Mustakhil ia bisa melakukan tugas sucinya ini tanpa bimbingan wahyu. Itulah wahyu.

(QS. dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan”. Dan hal tersebut telah ia fahami sejak pertama kali ia diangkat oleh Allah sebagai seorang Rasul. HR. sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. sematamata atas perintah Allah SWT.bahkan harus menjadi syuhada karena dibunuh kaumnya yang kafir. Sebab Zakat merupakan “Kotoran” manusia. 38 Shad : 86) Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dalil Umumnya : “Hai Rasul. Kemudian salah seorang diantara kami berkata : “Wahai Rasulullah saw. Muslim. berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya”. Rasulullah saw bersabda : “Sesunggunya shodaqoh itu adalah kotoran manusia” 2. 5 Al-Maidah :67) Kriteria ke-5 : “Tidak menerima upah dan shodaqoh” Seorang Rasul adalah manusia pilihan Allah. dan tidak layak pula 44 . 42 Asy-Syuraa : 23) Disamping tidak menerima Ujrah (Upah). Nabi saw pun haram (tidak menerima) Zakat dari siapapun. Muslim Dari Mutholib bin Rabi’ah bin harits bin Abdul Muthalib bahwa dia dan Fadlol bin Abbas pergi menghadap Rasulullah saw. dan lain sebagainya. (QS. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. Nabi saw bersabda : “ Sesungguhnya shodaqoh itu tidak layak bagi Muhammad.dan kami menyampaikan kepadamu apa yang disampaikan banyak orang”. Sehingga tidak mungkin ia akan meminta upah atas tugas kenabiannya tersebut. HR. Ia diutus ke suatu kaum untuk menyampaikan wahyu dan membimbing kaum tersebut ke jalan yang benar. Sebagaimana firman Allah : “Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas da`wahku. Ahmad. Dalilnya : 1. agar kami mendapat manfaat dari zakat itu. sebagaimana orang lain mendapatkannya. kami datang kepadamu agar engkau memberi perintah kepada kami tentang sedekah ini. (QS.

Yakni : Aku diutus kepada (Bangsa) kulit merah dan hitam. Dan aku ditolong dengan kegentaran musuh dalam jarak perjalanan 1 (satu) bulan. kerabat Rasul. Sedangkan Nabi yang lain haram untuk mendapatkannya. Rasul. Dan aku diberi kesempatan memberi syafaat maka aku simpan untuk ummatku (di akherat kelak)”. anak-anak yatim. Nabi saw bersabda : “Aku (Muhammad) diberi 5 (lima) perkara yang tidak diberikan (oleh Allah) kepada seorang pun dari para Nabi sebelumku. dalam Kitab Tanbihul Ghafiliin karya Abu Laits As-Samarqandiy. (QS. Rasul. Dan dijadikan bagiku. 59 Al-Hasyr : 7) Al-Hadits dari Shahabat Abu Hurairah ra. Dalilnya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang.bagi keluarga Muhammad. (QS. sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang. orang-orang miskin dan ibnussabil”. maka sesungguhnya seperlima untuk Allah. orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan”. 8 Al-Anfal : 41) “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah. bumi (tanah) sebagai Masjid dan Alat bersuci. 8 Al-Anfal : 1) “Ketahuilah. kerabat Rasul. (QS. anak-anak yatim. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul”. (Al-Hadits) 45 . Tetapi Nabi Muhammad saw mendapatkan harta ghonimah (rampasan perang) dan fa’I (harta rampasan yang didapat tanpa peperangan). Dan dihalalkan bagiku Ghonimah. karena sesungguhnya shodaqoh itu adalah kotoran manusia”.

(QS.Sedangkan manusia biasa yang bergerak dalam bidang da’wah. telah disepakati (Ijma’) diantara para Ulama berhaq atas ujrah (upah). yakni Tauhid. (QS. Syarah muslim dari ‘Iyaadh dan Nailul Authar dari ‘Iyaadh. 21 Al-Anbiya : 25) “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu. 5 Al-Maidah : 48) 46 . maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". Kami berikan aturan (syariat) dan Manhaj (jalan yang terang) sendiri”. bahwa : ”Mengupah orang untuk mengajar Al-Qur’an itu boleh menurut semua Ulama kecuali Hanafiyyah” Sedang menurut Ibnu Rusyd berdasarkan Kitab Bidayatul Mujtahid “Mengupah untuk menulis mashaf-mashaf itu boleh menurut ijma’Ulama” Kriteria ke-6 : “Mengajarkan Tauhid” Setiap Rasul yang dibangkitkan oleh Allah kepada suatu kaum. melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. Sebagaimana Sabda Nabi saw : “Sesungguhnya yang lebih berhaq (lebih patut) kamu terima (ambil) upahnya adalah Kitab Allah” (HR. dijelaskan bahwa : Berdasrkan Kitab Fathul Bari dari ‘Iyaadh. pasti membawa ajaran aqidah (keimanan) yang sama. meskipun peraturan Syariat (hukum)nya berbeda-beda. Bukhari) Dalam Kitab Maushu’atul Ijma karya Sa’di Abu Habib. Sebagaimana firman-nya : “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu.

Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Kami tanggalkan siang dari malam itu. supaya mereka dapat makan dari buahnya. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Tidaklah mungkin bagi 47 . baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam. maka daripadanya mereka makan. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air.BUKTI-BUKTI KEKUASAN ALLAH DI SEMESTA ALAM (QS. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. 36 Yasin : 33-44) “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati.

36 Yasin : 33-35 Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya bijibijian. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. 36 Yasin : 33-44 ini merupakan “ayat-ayat sains” yang mendorong manusia melakukan observasi. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai ke suatu ketika”. untuk kemudian dapat menumbuhkan tanaman ? Ulama dahulu seperti Ibnu Katsir ataupun para Ilmuwan sekarang sepakat bahwa hal itu terjadi dengan adanya air hujan. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. supaya mereka dapat makan dari buahnya. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. Dan Kami jadikan padanya kebunkebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. MENGHIDUPKAN LAHAN YANG TANDUS Pada QS.matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. (QS. Sekaligus ia merupakan I’jazul Qur’an (kemukjizatan Al-Qur’an). 36 Yasin : 33-35) Dengan apa bumi yang mati yang seakan tidak dapat diharapkan itu. ternyata terbukti kebenarannya menurut sains dan pengetahuan modern. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. inovasi untuk mengungkap rahasia alam semesta untuk menunjukkan betapa Maha Besarnya Allah SWT dan betapa Agung Kekuasaan-Nya. karena apa yang diberitakan Allah dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah tentang : 1. Allah berfirman : 48 . maka daripadanya mereka makan. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. 36 Yasin : 33-44) QS. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

mengatakan : “Dari air. Hal ini sebagaimana firman-Nya “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”.“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan). Dan jika tumbuhan tak ada maka hewan dan manusiapun tak ada”. mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Pada titik-titik air itulah terdapat rahasia kehidupan. telah mendorong manusia untuk melakukan rekayasa atas dasar ilmu pengetahuan (sains) yang dikuasai di bidang agriculture (pertanian). asal ada air . Sebab secara hakekat yang menumbuhkan hasil itu bukanlah mereka (manusia) melainkan atas kehendak Allah SWT.. Penggalan ayat ke-35. Kami halau ke suatu daerah yang tandus. Muhammad Al-Khatib dalam Kitab Al-Islaamu wal-Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan tidaklah diusahakan oleh tangan mereka sendiri” Maksudnya adalah supaya mereka memakan dari buahnya yang sebenarnya tidaklah diusahakan oleh tangan mereka. 21 Al-Anbiya : 30) Teknologi Hidroponik. Andaikata tak ada air. 7 Al-A’raaf : 57) DR. ia dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik. lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. yang ditemukan di abad ke-20 menunjukkan bahwa tanaman seperti Anggrek dapat tumbuh tidak harus pada media tanah. Allah menciptakan setiap makhluq hidup. huruf pada ayat ke-35 yang berbunyi memiliki dua pengertian. (QS. yakni sebagai : 1. Nafi artinya tidak. maka tumbuhtumbuhan pun tak ada. Unsur manusia yang dimaksud dalam penggalan ayat ini menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah adalah : berupa menabur benih. menanam dan lain sebagainya. Didasarkan kepada firman-Nya : 49 . yang berbunyi : (Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka). hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung. (QS. maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati.

36 Yasin : 32). 2 Al-Baqarah : 202) Menurut Hamka. Sebagaimana firman Allah : 50 . Karena memang Allah memerintahkan manusia untuk berusaha. maka bagi Allah pasti sangat mudah untuk menghidupkan kembali orang mati di dalam Quburnya” Apalagi pada ayat sebelumnya (QS. Dan hasil usaha diberikan Allah kepadanya sepanjang yang ia usahakan. benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur. tetapi dalam kehidupan di dunia ini senantiasa ada hubungan sebab akibat. Allah berfirman : “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. Walau terkadang Allah menghendaki lain. Walau secara hakekat Allah yang menentukan. Yaitu Isim penghubung. Karena qudrah irodah Allah adalah bersifat mutlaq. untuk mendapat balasan amal perbuatan selama di dunia. Dan QS.“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami (Allah) yang menumbuhkannya?” Kalau Kami kehendaki. (QS. sebagai ujian bagi manusia. Ghalibnya jika usahanya bagus maka produk hasilnya besar kemungkinan akan bagus pula. Allah berfirman : (“Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami”) yakni pada Yaumul Ba’ats (Hari Berbangkit). 53 An-Najm : 39) “Bagi mereka mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan” (QS. maka jadilah kamu heran tercengang. 56 Al-Waqi’ah : 63-65) 2. menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah merupakan dalil bahwa : “Jika Allah dapat menghidupkan bumi yang mati kemudian dari bumi yang mati tersebut keluar biji-bijian untuk kemudian tumbuh kebun-kebun. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka” Dengan menjadikan “maa menjadi maushuul”. 36 Yasin : 33-35. (QS. kedua penafsiran ini hendaknya dipakai secara bersamasama. maka diakui pula keberadaan hasil usaha manusia.

Allah berfirman : “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. Ayat ini diperkuat oleh firman-Nya dalam surat yang lain. (S. ada jantan ada betina baik pada hewan ataupun tumbuhan. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”.“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. 36 Yasin : 36. pada beberapa jenis tumbuhan ditemukan ada tumbuhan yang hanya punya serbuk sari dan yang lainnya hanya punya kepala putik saja. SEGALA SESUATU ITU BERPASANGAN Dalam QS. ada baik ada buruk. dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)” (QS. maka korma betina akan banyak buahnya. 30 Ar-Ruum : 19) Di akhir ayat ke-35. Pada tumbuhan dikenal ada serbuk sari dan ada kepala putik. Ada pangkal ada ujung. ada gelap ada terang. ada laki-laki dan ada perempuan. Bahkan menurut para Ahli Botani. Allah memerintahkan kita bersyukur atas karunia nikmat yang demikian banyak Allah berupa lahan yang subur yang menumbuhkan tanaman dan buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. ada siang dan ada malam. orang Arab mengerti benar untuk “mengawinkan” korma jantan dengan korma betina. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. 6 Al-An’am : 141) 2. yakni : 51 . Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. Sebagaimana firman-Nya : “Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah. Kalau sudah dikawinkan. Cara bersyukur yang terpenting menurut Hamka adalah dengan membayarkan zakatnya pada setiap musim panen. Ayat ini merupakan bukti bahwa segala sesuatu itu memiliki pasangan.

Sementara Imam Abu Hanifah. lahirnya teknologi di bidang elektronika tidak dapat terlepas dari jasa adanya kedua ion yang berbeda muatan ini. sebagaimana adzab Allah kepada Kaum Nabi Luth as. menyebabkan kehidupan keduanya hingga kini tetap exist. 51 Adz-Dzariyat : 49) • 52 . Adanya ion bermuatan positif dan negative. untuk mensyukuri karuniaNya yang demikian besar dengan diciptakannya pasangan pada segala sesuatu. 42 Asy-Syura : 11) “Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan” (QS. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasanganpasangan” (QS. dan lain sebagainya. di negeri Soddom. bagi Kaum Gay ini. dibuka dengan kalimat Yang artinya : Maha Suci (Allah) Dzat yang menciptakan. 36 Yasin : 36). Sebagai contoh : • Karunia berupa adanya dua jenis kelamin yang berbeda pada manusia dan hewan. Itulah sebabnya barangkali hikmahnya mengapa Allah SWT. mengandung suatu tuntunan agar kita Bertasbih (Memaha Sucikan Allah). (QS. yang dikenal sebagai Homosex dan Lesbianisme. mengakibatkan bumi menjadi terang benderang dengan adanya listrik. Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”.“(Dia) Pencipta langit dan bumi. 13 Ar-Ra’du : 3) Ayat diatas (QS. menetapkan sanksi Hukum dengan cara melemparkan mereka dari tempat ketinggian ke suatu jurang untuk kemudian melemparinya dengan batu. dan rasul-Nya amat mengutuk perilaku manusia yang mengingkari kodrat kemanusiaannya dengan mencintai sesama jenis kelamin. Kemusnahan peradaban manusia akan segera terjadi jika di dunia ini hanya ada satu jenis kelamin saja. Bahkan para Ulama Fiqh seperti Imam Syafii menetapkan Hukum Rajam.

Dan ketika diteruskan sampai 100 jam berikutnya maka seluruh air di muka bumi akan membeku. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku. alias malam terus. maka maka dalam kurun waktu itu suhu akan terus menerus turun hingga mencapai 0 derajat. Agus Mustofa.3. sedangkan di malam hari biasa mencapai 14 derajat. termasuk cairan tubuh kita. (QS. Apakah yang akan terjadi dalam kurun waktu 100 jam setelah suhu terendah itu ? Jika matahari tidak pernah muncul. Pada keadaan normal. 53 . 28 Al-Qashash : 71-73) Ir. Ayat ini senada dengan firman-Nya : Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku. jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat. Puncaknya adalah antara jam 12 malam sampai sekitar 2 dini hari. 36 Yasin : 37. sebutlah di Arab Saudi. dimana air akan mulai membeku. PERGANTIAN SIANG DAN MALAM Dalam QS. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan”. seorang Insinyur Teknik Nulir UGM dalam Bukunya Pusaran Energi Ka’bah mengatakan : “………Apakah yang terjadi jika Allah hanya menciptakan malam terus di bumi ? Cobalah lihat suhu udara di padang pasir. siang hari di sana biasa mencapai 50 derajat celcius. jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat. Kami tanggalkan siang dari malam itu. Dia jadikan untukmu malam dan siang. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Dan karena rahmatNya. supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam.

dan banyak yang mulai menguap. berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah. Kita lihat contoh di atas. Sebagaimana firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman. Hanya dalam kurun waktu setengah hari saja. Sebuah rutinitas yang tidak semua kita pernah memikirkannya. air di permukaan bumi akan mulai mendidih. Dengan kata lain. 33 Al-Ahzab : 41-42) 54 .Jadi sungguhlah dahsyat dampak dari pergantian siang dan malam hari. dan darah di tubuh kita pun ikut mendidih. Diperkirakan panas permukaan jalan raya itu diatas 50 derajat. Karena itu Allah memancing kita untuk memahami. suhu udara bisa mencapai 33-34 derajat. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. Itulah barangkali salah satu rahasianya. apa yang terjadi 100 jam berikutnya ? Diperkirakan seluruh air di muka bumi sudah habis menguap. Apakah tujuan utamanya ? Tak lain agar kita sadar bahwa di balik terjadinya rutinitas pergantian siang dan malam hari itu terdapat sesuatu yang luar biasa yang berkait dengan Sebuah Kekuatan Besar yang mengendalikan alam sekitar kita yaitu Sang Maha Perkasa (Allah SWT)”. maka suhu beranjak diatas 30 derajat. tetapi tetap berada di atas kita terus menerus ? Diperkirakan. Dan puncaknya pada jam 12 siang sampai jam 14 siang. kemudian Rasul menuntunnya dengan berbagai lafal dzikir dan do’a. mengapa Allah memerintahkan kita untuk berdzikir dan bertasbih di waktu pagi dan sore hari. Dan kemudian. Kalau disiramkan air disana. panas udara dan permukaan bumi bisa mengalami peningkatan suhu yang demikian tinggi. dan jalanan itu pun kering kembali. tak berapa lama kemudian air itu akan menguap. Apa jadinya kalau matahari tidak bergeser ke arah Barat. Di permukaannya terlihat mengepul uap tipis. (QS. berkisar di bawah 30 derajat Celcius. Masih dalam buku yang sama. Pernahkah kita memperhatikan aspal jalan raya Surabaya pada siang hari. atau bahkan lebih. dan aspalnya menjadi lembek. dikatakan : “Suhu pada umumnya pagi hari di Kota Surabaya. Ketika siang mulai menjelang. tidak ada kehidupan yang tahan di bumi yang hanya punya siang siang terus menerus”. dalam waktu 100 jam. Semuanya ini agar kita bersyukur atas karunia Allah berupa pergantian siang dan malam yang ternyata amat luar biasa manfaatnya. zikir yang sebanyak-banyaknya.

3 Ali Imran : 190-191) Dalam Tafsir Ibnu Katsir. Dan barang siapa membacanya pada sore hari. orang yang membaca ayat-ayat ini tanpa merenungkan isinya dalam-dalam”. Bertanyalah Bilal kepadanya : “Apakah yang menyebabkan engkau menangis ya Rasulullah. ia menemui beliau saw masih tersedu-sedu dalam keadaan berbaring. dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur. Ibnu Mardawaih. maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada malamnya” 55 . ada riwayat bahwa Rasulullah saw menangis tersedu-sedu setelah diturunkannya ayat QS. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. (yaitu) orang-orang yang berdikir (mengingat) Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring “ (QS. yang mengingatkan Rasul betapa besarnya karunia Allah dengan diciptakannya langit. Dan tatkala Bilal datangkepadanya untuk panggilan Shalat Subuh. Dalam HR.. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab (orang-orang yang berakal). pada pagi dan sore hari sebagai manifestasi syukur kita kepada Allah SWT atas karunia adanya rutinitas pergantian siang dan malam hari. setelah Allah menurunkan kepadaku malam ini ayat-ayat : Binasalah hai Bilal. diceriterakan bahwa : “…………………. padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang akan datang ?Rasulullah saw menjawab : “Bagaimana aku tidak menangis hai Bilal. 30 Ar-Ruum : 17-19) maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada hari itu. Diantara contoh dzikir dan do’a yang dianjurkan dibaca oleh Nabi saw. beliau saw duduk seraya menangis hingga air matanya membasahi lantai. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. 3 Ali Imran : 190-191. yang meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa ketika pagi membaca “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh. Abu Dawud dari Ibnu Abbas ra. (QS.“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. adalah sebagaimana terdapat dalam HR.Usai shalat. bumi dan adanya pergantian siang dan malam hari itu.

sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua”.4. Adalah ayat yang mengungkapkan tentang berbagai penampakan posisi bulan saat dilihat dari bumi. bulan dan berbagai planet lain yang mengelilinginya. Sebab dengannya kita dapat mengetahui kapan tibanya awal Ramadlan dan Syawwal. Allah berfirman . Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. bersama-sama dengan bumi. itulah bulan purnama. Arti ayat ke-38 yang berbunyi : (Dan matahari berjalan di tempat peredarannya) berdasar fakta ilmiah yang telah ditemukan oleh para ahli astronomi. dan lain-lain. kapan para Hujjaj harus wukuf di ‘Arafah. Sedangkan ayat ke-39 yang berbunyi : “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. Salah satu manfaat dari adanya perputaran matahari dan bulan ini adalah diketahuinya bilangan waktu. “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Dan waktu dalam Islam adalah sesuatu yang amat penting. untuk kemudian kembali ke bentuk seperti tandan yang tua. Allah berfirman : 56 . Mula-mula ia nampak seperti bentuk tandan yang tua (bulan sabit) yang kemudian sedikit demi sedikit berubah sehingga kemudian menjadi bulat. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. maka ia pun berputar (berevolusi) pula dalam suatu orbit tertentu pada gugusan galaksi Bima Sakti. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. maka ayat ini ditafsirkan menjadi : Matahari disamping melakukan rotasi pada porosnya. PEREDARAN MATAHARI DAN BULAN PADA ORBITNYA Dalam QS 36 Yasin : 38-40.

artinya mereka saling bertemu. 22 Al-Hajj : 65) 57 .“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu. jika hal itu terjadi.000 tahun cahaya dari bumi. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. menjangkar dan menarik seluruh planet agar tetap pada orbitnya. Garis tengahnya 50. Itulah Qiyamat. menurut Ary Ginanjar Agustian dalam “Buku Saku ESQ” menunjukkan bahwa : • “Ditemukan adanya “Black Hole” dengan gravitasinya yang sangat kuat menjaga. melainkan dengan izin-Nya?” QS. Lebih jauh menurut Ary Ginanjar Agustian dalam buku yang sama mengungkapkan hasil foto Teleskop Infrared Chandra tahun 2000 The Milky Way (Bima Sakti). (QS. Jaraknya 26. adalah 2. Apabila keluar dari garis orbit maka hancurlah tatanan alam semesta” • Masing-masing benda angkasa tersebut berputar dan beredar dengan arah yang bertolak belakang dengan arah jarum jam. Terdapat 100 milyard bintang dalam satu galaksi. yang artinya : “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang”.6 juta kali matahari. Kemudian pada penggalan akhir ayat ke-40 surat Yasin yang berbunyi (Dan masing-masing beredar pada garis edarnya) Telah memacu para Ilmuwan Astronomi untuk mengetahui : mengapa matahari dan bulan serta berbagai planet lain itu beredar tetap pada orbitnya masing-masing ? Kekuatan apa yang mengikatnya sehingga tidak keluar dari orbitnya ? Hasil penelitian para Ilmuwan Astronomi. maka tatanan semesta akan hancur. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”. adalah.0000 tahun cahaya. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). 10 Yunus : 5) Maksud Firman Allah pada ayat ke-40. bahwa kepadatan massa black hole sebagai pusat galaksi Bima sakti. semuanya berthawaf. persis seperti arah putaran ummat Islam yang sedang Thawaf mengitari Ka’bah. Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan Dia (Allah) menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi.

sedangkan manusia dan makhluk lain hanyalah diberi ilmu sedikit saja. matahari. 22 Al-Hajj : 18) Siapakah yang dapat menciptakan dan mengatur tatanan semesta sedemikian luar biasa ini ? Jawabannya tentulah : Dzat Yang Maha Perkasa yang tiada seorang pun mampu meski sekedar mendekati kekuasaann-Nya Yang Agung. bintang. Juga Maha Mengetahui segala perkara. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera (kapal) yang penuh muatan. bulan. Menurut Adh-Dhahak. Qatadah. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit. Sebab Dia adalah Dzat Yang Maha Berilmu. Sebagaimana firman-Nya “Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". Ibnu Zaid dalam tafsir Ibnu Katsir. (QS. gunung. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika”. 17 Al-Isra’ : 85) Itulah sebabnya pada penggalan akhir ayat ke-38 dari Surat Yasin ini Allah berfirman : (Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui) 5.“Apakah kamu tiada mengetahui. Yang menurut Hamka diistilahkan dengan nenek moyang manusia kedua setelah Adam as. KAPAL YANG BERLAYAR DI LAUTAN Pada QS. di bumi. 36 Yasin : 41-44. mengatakan bahwa kata “Dzurriyyah” (keturunan) dalam ayat jke-41 diatas adalah nenek moyang manusia yang dibawa dengan bahtera Nabi Nuh as. binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?” (QS. 58 . pohon-pohonan.

bahwa jika Dia (Allah) kehendaki dapat saja Allah menenggelamkan orang yang berada di perahu atau kapal di lautan. yang penuh muatan karena semua jenis binatang yang ada di dunia masingmasing sepasang dimasukkan ke dalam kapal tersebut. Sementara udara sebagai media terbangnya sebuah pesawat diqiyaskan kepada lautan tempat berlayarnya sebuah bahtera. Hal lain yang menjadi alasan kami adalah dipakai dan diajarkannya oleh para alim ulama do’a berlayar di lautan menjadi do’a saat menaiki pesawat terbang. karena keduanya pun sama-sama luas dan memiliki tingkat resiko yang tinggi saat diarungi. Sedangkan menurut pandangan kami adalah Kapal selam dan pesawat terbang. Mengapa demikian ? Karena alat transportasi lain yang semisal dengan bahtera ini. Sementara arti yang seperti bahtera itu. karena kesamaan fungsi sebagai alat transportasi yang mampu membawa muatan yang banyak sebagaimana ayat ke-41 di atas yang diistilahkan dengan “Al-Fulkul Masyhuun”. sebagaimana sudah dimaklumi bersama adanya. Bagi peradaban manusia ayat ini sebenarnya amat penting. 59 .Sedangkan kalimat ditafsirkan dengan kapal Nabi Nuh as. Khususnya pada periode awal pertumbuhan manusia. Sehingga kemudian terjadi interaksi budaya antar bangsa meski mereka saling berjauhan letak geografisnya. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan) dapat dipahami sebagai peringatan dari Allah. Dalam sejarah dunia kita mengenal bahwa penemuan benua-benua baru seperti Amerika dan Australia misalnya adalah karena jasa para pelaut tangguh yang berani menaklukan ganasnya berbagai samudra luas. Dapat dibayangkan betapa besarnya kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh as ini. menurut para Ulama diantaranya adalah : • Ibnu Abbas ra mengatakan : unta sebagai kendaraan di darat. Ayat ke-43 yang berbunyi (Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. harus dimaknai bahwa : Allah mengaruniakan ilmu pengetahuan kepada manusia untuk menciptakan alat transportasi lain yang seperti bahtera. • Qatadah dan Dhahaq mengatakan : perahu-perahu kecil di sungai. Ayat ke-42 yang berbunyi : (Dan Kami (Allah) ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera). Tetapi menurut Tafsir Qurthubi adalah Kapal Nabi Nuh dan kapal –kapal lain bukan hanya kapal Nabi Nuh as. disamping 80 orang beriman pengikut Nabi Nuh as pun terdapat dalam Kapal tersebut. Mengapa ? Karena menurut Hamka. penyebaran bangsa-bangsa di dunia ini terjadi dengan adanya bahtera (kapal). Inilah pendapat dari Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Ini juga merupakan sebagian karunia Allah yang lain lagi yang harus kita syukuri. baru ditemukan pada abad modern ini.

amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu'min. tenggelam. (QS. 39 Az-Zumar : 67) 2. Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku. sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung".Oleh karena itu Nabi saw menuntun ummatnya dengan berbagai do’a saat berlayar di lautan. Jika mereka berpaling (dari keimanan). 11 Hud : 41) “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. Nabi saw bersabda : “Keamanan bagi ummatku dari tenggelam apabila naik naik kapal (perahu) apabila membaca : “Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Diantaranya dalam : 1. berat terasa olehnya penderitaanmu. (QS. (QS. kebakaran atau terpukul dengan senjata dan besi” (Al-Hadits) 60 . Nabi saw bersabda : “Barang siapa melazimkan (membiasakan) membaca ayat : “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. tidak ada Tuhan selain Dia. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. 9 At-Taubah : 128-129) maka tidak akan mati karena reruntuhan.

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari rezki yang diberikan Allah kepadamu". Sedangkan “Apa yang akan datang” adalah Siksa akherat. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". 2. yakni : a. arti ayat : “Apa yang dihadapanmu” yakni : Siksa Dunia seperti ummat yang lainnya. Menolak perintah untuk berinfaq shodaqoh. melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. 36 Yasin : 45-48) “Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat". d. Tidak percaya akan tibanya Hari Qiyamat. Menurut Tafsir Jalalain. maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. Tidak takut dengan beratnya siksa akibat dosa. (niscaya mereka berpaling). Ibnu Abbas dan Jubair ra. c. Ada ikhtilaf diantara Ulama tentang kalimat pada ayat ke-45. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka. b. dalam Tafsir Qurthubi adalah : “Dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang” 61 . Bila ditunjukkan “Ayat-ayat Allah” baik Qur’aniyyah maupun Kauniyyah (yang ada di semesta alam) selalu berpaling. tentang : (Apa yang ada dihadapanmu dan apa yang ada di belakangmu) Diantaranya adalah: 1. dan Mujahid. Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?" Dari ayat ini dapat diketahui bahwa ada 4 (empat) tanda kekufuran seseorang kepada Allah SWT.PEMBANGKANGAN ORANG MUSYRIK (QS.

(QS. Menurut Ibnu Katsir. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. dengan mengatakan : "Apakah kami (orang kafir Mekkah) akan memberi makan kepada orangorang (miskin yang beriman) yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. maka mereka selalu berpaling menolaknya”. Jawaban orang kafir pada ayat ke-47. 42 Asy-Syura : 12) 62 . Allah berfirman : “Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi. Mengapa keliru ? Sebab Kaya dan miskin dalam pandangan Islam adalah Ujian Allah. tanda (ayat) yang menunjukkan Keesaan Allah (Tauhid) dan Kebenaran Rasul (Nabi Muhammad saw). padahal jika mereka menyembah Allah saja seharusnya Allah memberi kekayaan kepada mereka ? Pendapat mereka orang kafir ini merupakan pendapat yang keliru.Ayat ini mengajak kita untuk takut kepada siksa yang akan dijatuhkan Allah SWT akibat dosa-dosa kita. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". orang kafir. maksud penggalan ayat ke-46 yang berbunyi : adalah : “Apabila datang kepada mereka. Merupakan : “Sebuah penghinaan dan cemoohan dari orang kafir. Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). bahwa dengan masuk Islam mengikuti agama Nabi Muhammad ternyata mereka masih saja miskin. Itulah makna (Tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata) menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. yang menurut Tafsir Hamami yang mengajaknya itu adalah para Shahabat Nabi. Baik siksa di Dunia ataupun di Akherat kelak. Mengapa harus membantu. Allah akan memberikan rizqi kepada siapa yang dikehendaki-Nya. demikian pula untuk menahan turunnya rizqi tersebut kepada siapa yang dikehendaki-Nya. saat diajak untuk berinfaq kepada orang miskin dari kalangan beriman.

dan ‘Ikrimah dalam Tafsir Qurthubi. dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. tanpa terduga termasuk pada saat manusia sedang bertengkar dalam berbagai urusan bisnisnya. dalam ayat akhir ayat ke-49 ini adalah dalam urusan-urusan dunia seperti saat jual beli di pasar. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya. 36 Yasin : 49-54) “Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Dan sungguh ketika dua orang membentangkan kain saat jual beli. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. Ini menunjukkan datangnya Hari Qiyamat itu secara tiba-tiba.TIUPAN SANGKAKALA MALAIKAT ISRAFIL SEBAGAI TANDA TIBANYA ERA HARI QIYAMAT (QS. keduanya belum sempat melipat kain 63 . bahwa : “Yang dimaksud dengan asshayhah atau teriakan (dalam QS. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sungguh Hari Qiyamat pasti akan terjadi. Menurut Ibnu Abbas ra. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja. Sebagaimana Al-Hadits dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. 36 Yasin : 49) adalah Tiupan yang pertama pada Hari Qiyamat”. dan lainlain. Dan ditiuplah sangkakala. Sedangkan kalimat (sedang bertengkar). Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

adalah : “Terompet dari tanduk”. Didasarkan kepada Hadits Nabi saw dalam Al-Habaik fi Akhbaril Malaik karya As-Suyuthi dijumpai HR. Hari Qiyamat pasti terjadi. Ahmad. Ketika seseorang mengangkat timbangan (dagangannya) dan belum sempat menurunkannya”. Ahmad) Sedangkan Al-Qur’an dan Terjemahnya karya Departemen Agama RI. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. diriwayatkan oleh Na’im dari Abu Hurairah ra. hal itu sudah merupakan ijma ummat. Yang meniupnya adalah Malaikat Israfil. Ahmad. H. tiupan ini merupakan Tiupan ke-2. kata Ash-Shuur diterjemahkan dengan sangkakala. Rasulullah saw bersabda : 64 .Mahmud Yunus. Hari Qiyamat pasti terjadi. lalu ia tidak bisa memakannya. namun ia tidak dapat mengangkat kedua kakinya. Ibnu Mardawaih) Menurut Ibnu Katsir. Al-Hakim. Ayat ke-51 ini merupakan dalil tentang adanya Tiupan Sangkakala yang membangkitkan semua yang mati dari dalam Quburnya. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr ra. tiupan ini adalah Tiupan ke-3. Hadits yang hampir sama dalam Tafsir Qurthubi. Bahkan dalam Tafsir Ibnu Katsir menurut HR. tiba-tiba keduanya mati mendadak. Sedangkan menurut Tafsir Qurthubi dan Jalalain. Ketika seseorang mengangkat makanan ke mulutnya. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan Tuhan Yang Maha Pemurah dan benarlah para Rasul-Nya). Hari Qiyamat pasti terjadi. Dan jarak antara Tiupan I dan II itu adalah 40 tahun. tahun 1989. Al-Hakim dan Ibnu Mardawaih dari Abu Said ra. bahwa seorang Arab bertanya kepada Rasulullah saw : “Apakah Ash-Shur itu ? Rasulullah saw menjawab : “Tanduk yang ditiup” (HR. 36 Yasin : 51-52 yang berbunyi : (Dan ditiuplah sangkakala. Ketika seseorang memberi minum hewan ternaknya. yang menurut Tafsir Qurthubi . Kata menurut Kamus Arab-Indonesia karya Prof DR. Ayat pada QS.(dagangannya tersebut). Dalilnya adalah HR. Mubarak bin Fadlolah dari Hasan berkata. telah bersabda Nabi Muhammad saw : “Malaikat Israfil adalah Peniup Sangkakala” (HR.

Sumber : Tafsir Qurthubi) Ulama yang berpendapat ada 3 (tiga) tiupan Malaikat Israfil yakni nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Israfil benar-benar telah meletakkan sangkakala dalam mulut dan menundukkan dahinya menunggu kapan diperintahkan untuk meniup” (HR. Allah menghidupkan dengannya setiap yang mati” (HR. 39 Az-Zumar : 68) Jika QS.“Antara 2 tiupan adalah 40 (empat puluh) tahun. 27 An-Naml : 87) “Dan ditiuplah sangkakala. nafkhatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). kecuali siapa yang dikehendaki Allah”. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. Tiupan Yang pertama Allah mematikan dengannya setiap yang hidup. (QS. maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masingmasing)”. maka QS. Mubarak bin Fadlolah . Diantara Hadits Nabi yang berbicara tentang Malikat Israfil dan sangkakalanya adalah HR. maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. 27 An-Naml : 87 merupakan dalil untuk nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). Dan tiupan yang lain. mendasarkan pendapatnya diantaranya kepada ayat Qur’an sebagai berikut : “Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala. 39 Az-Zumar : 68 merupakan dalil untuk nafkatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). Muslim) 65 . maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi. (QS. Muslim dalam kitab Shahihnya sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.

Allah berfirman. Kedua matanya seperti dua bintang yang terang” 2.juga dalam Kitab Al-Habaaik fi Akhbaril Malaik karya Imam Jalaluddin AsSuyuthi. bersabda : “Sesungguhnya sejak ditugaskan. dan Dia (Allah) memerintahkannya untuk mengambil sangkakala itu. Maka tugasmu adalah meniup dan berteriak. Maka dia (Israfil) mengambilnya. Ayat ke-53-54 berbicara tentang Yaumul Mahsyar (Hari dikumpulkannya manusia dan jin di Padang Mahsyar) untuk dihisab dan dimizan dengan seadil-adilnya oleh Allah SWT. Al-Hakim dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. mata penjaga sangkakala itu selalu siap menunggu disekitar ‘Arsy karena takut disuruh berteriak sebelum matanya berkedip. Abu Asy-Syaikh dan Ibnu Mardawaih dari Abu Hurairah ra. dan telah siap-siap mendengarkan untuk menunggu kapan dia diperintahkan-Nya untuk meniup. Rasulullah saw. Dan dia tidak pernah berkedip sejak Allah menciptakannya untuk menunggu apa yang diperintahkan-Nya “. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. Rasulullah saw bersabda : “Bagaimana aku bisa tenteram. Sementara Israfil meletakkan mulutnya diatas lubang angin itu. yang artinya : “Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja.Lalu Dia berfirman kepada ‘Arasy : “Ambilah sangkakala itu. yakni : 66 . Mereka bertanya : “Apa yang harus kami ucapkan ya Rasulullah ? Beliau menjawab : “Katakanlah (Cukuplah bagi kami. Dan ditengah-tengah sangkakala itu ada lubang angin seperti bulatan langit dan bumi.. ada Hadits Nabi. Lalu Allah berfirman : Jadilah! Maka jadilah Israfil. : “Allah SWT menciptakan sangkakala itu sebuah mutiara putih dalam kaca yang sangat bersih. Dua ruh tidak akan keluar dari satu lubang.. Adz-Dzahabi berkata. Abu Asy-Syaikh dari Wahb. Maka ia (sangkakala) itu bergantung padanya (‘Arasy). HR. memalingkan keningnya. dia memasukkan kaki kanannya di bawah ‘Arasy dan mengeluarkan kaki kirinya. HR. dan bersamanya ada sebuah lubang sejumlah semua ruh makhluk dan semua napas yang dihembuskan. “Shahih menurut Syarat Muslim”. dan dia menghasankannya. HR. diantaranya : 1. sedangkan penjaga sangkakala telah menelan tanduk.Lalu Tuhan berfirman kepadanya :“Aku telah menugaskanmu mengurus sangkakala ini. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.HR. Ayat ini senada dengan ayat lain. Allah sebagai pelindung kami dan Allah adalah sebaikbaik pelindung dan atas Allah lah kami bertawakkal)” 3. dan dia menshahihkannya. HR. Lalu Israfil masuk ke bagian depan ‘Arasy. Tirmidzi. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi.

Dan bunyi terompet akan sampai ke semua benda langit sebagai bunyi ledakan yang berlangsung sesaat. penulis mencoba bertanya kepada DR. Kosim. cair ataupun gas (udara). 50 Qaaf : 42) “Maka berpalinglah kamu dari mereka. jelas merupakan rambatan gelombang bunyi. yakni : 1. mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan. (QS. senar dan lain-lain. Selengkapnya pakar fisika Unram ini mengatakan sebagai berikut : Bunyi merupakan gelombang mekanik yang perambatannya memerlukan medium. yang getarannya tidak periodik seperti suara deburan ombak. Peristiwa tiupan terompet oleh malaikat Israfil. 2. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. (QS. Nada. 67 . tampak bahwa ia adalah energi suara yang ditiupkan melalui terompet (sangkakala). sambil menundukkan pandangan. itulah hari keluar (dari kubur)”. Oleh karena itu bunyi dapat kita bagi dalam 3 macam. seorang pakar fisika Unram. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan). Sedangkan sumbernya bunyi terjadi karena adanya getaran medium atau ledakan. yang getarannya tidak periodik dan berlangsung dalam waktu singkat. 3. seperti ledakan bom. Desir. walaupun diruang angkasa ini hampa udara. Letusan. Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat". baik itu medium padat. yang getarannya periodik (teratur) seperti bunyi seruling. Karena adanya angin dari tiupan sangkakala.“(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. tentang kemungkinan terjadinya ditinjau dari kacamata ilmu pengetahuan modern. Tiupan mempunyai makna bahwa ada energi udara yang keluar melalui terompet sekaligus mengeluarkan bunyi yang dirambatkan udara. 54 Al-Qamar : 6-8) Sehubungan dengan tiupan sangkakala Malaikat Israfil yang menghancurkan tatanan semesta alam ini. Rernat. dentuman meriam dan lain sebagainya. MSc. Sebab pengertian ayat yang artinya “Dan ditiuplah sangkakala” atas dasar berbagai Hadits Nabi di atas. maka di alam raya yang semula vakum (hampa) udara menjadi terisi udara.

Dengan demikian jelas gerakan planet akan kacau berantakan. maka v = kecepatan bunyi yang merambat dalam medium udara. sering kita menggunakan istilah intensitas yang merupakan besaran daya persatuan luas. sedangkan Io = Intensitas dasar = 1. yang satuannya adalah Watt = . Dalam menyatakan besarnya energi.1 v³ V = Kecepatan gerak angin (Abdul Kadir (Prof). termasuk makhluk hidup. Sedangkan untuk bunyi. Karena bunyi juga merupakan gelombang tekan. meriam (110 dB). maka >100 dB adalah seperti suara Halilintar (120 dB). Maka hancurlah jagad raya dan matilah makhluk hidup dengan energi yang dikeluarkan dari tiupan terompet (sangkakala) Malaikat Israfil. 1996) Intensitas energi angin akan sangat besar kalau angin tiupan dari sangkakala tersebut keluar dengan kecepatan yang tinggi. sebagai satuan tekanan bunyi. Untuk angin : I = 0. UI Press. sehingga mengganggu kesetimbangan garis edar dari planet-planet atau benda-benda di angkasa. Watt Sedangkan daya sendiri. A = Amplitudo gelombang bunyi f = Frekuensi bunyi ( Gabrial. maka bunyi yang kuat akan menggetarkan benda-benda yang dilaluinya. Sedangkan intensitas bunyi akan sangat besar jika amplitudo dan frekuensinya tinggi. det Dan besarnya intensitas adalah : a.Baik tiupan angin maupun bunyi masing masing mempunyai energi kinetik 1 yang dirumuskan sebagai m v². dapat dikonversikan kedalam satuan decibel (dB). 1987) 1 b. 68 . Fisika kedokteran. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. Dengan rumus sebagi berikut : dB=20 log I Io I = Intensitas akhir. EGC Bali. v = kecepatan gerak 2 angin untuk energi angin. Sedangkan di air apalagi di zat padat lebih besar lagi. Energi. dengan m = massa medium.10 ⎯¹²w/m² Contoh : Bunyi Suara berisik Pesawat Jet Roket tinggal landas 10⎯¹º 10¹ 5 10 Intensitas (w/m²) 20 103 170 dB Dari daftar skala kebisingan ini. intensitas bunyi ini. merupakan besarnya Dengan satuannya adalah I = m² Joule energi (Joule) persatuan waktu. Menurut Graham Bell. Artinya tiupan sangkakala mempunyai frekuensi dan amplitudo yang tinggi. Untuk bunyi : I = ρ v A (2πf)² 2 ρ = Massa jenis medium v = Kecepatan bunyi v bunyi di udara (diam) = 340 m/s.

Abu Nu’aim dari Abu Hurairah ra. 36 Yasin : 55. Thabrani dari Abu Umamah ra.58) “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Laki-laki tidak pernah akan mengeluarkan sperma juga tak ada kematian”. • Menurut Ibnu Kaisan dalam Tafsir Qurthubi : “Kesibukan sebagian mereka untuk berziarah kepada sebagian lainnya” Diperkuat oleh Firman Allah : “Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap. (Kepada mereka dikatakan): "Salam". Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. Mujahid dalam Tafsir Qurthubi dan Ibnu Katsir adalah : “Kesibukan mereka (para penghuni surga) dalam memecahkan keperawanan (istrinya)” Dalil adanya “persetubuhan di surga” : HR. sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” Yang dimaksud dengan “bersenang-senang dalam kesibukan” dalam ayat ke-55 ini adalah : • Menurut Tafsir Jalalain serta menurut Ibnu Mas’ud ra. (QS.KEADAAN PENGHUNI SORGA (QS. Allah berfirman : 69 . Ibnu ‘Abbas ra. bertelekan di atas dipan-dipan. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh. 37 Ash-Shaffat : 50) Menurut Ibnu ‘Abbas dalam Tafsir Ibnu Katsir : “Kesibukan mereka dengan memperdengarkan alat musik” • Ayat ke-56. Qatadah. bahwa Rasulullah saw ditanya : “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan ? Rasulullah saw menjawab : “Ya. yang berbunyi “Mereka dan istri-istri mereka” adalah bagi mereka yang saat di dunia memiliki istri yang beriman dan sholeh. tanpa pernah merasakan bosan karena syahwat tak pernah padam. dan HR.

44 Ad-Dukhan : 54) Dalam HR.. isteri-isterinya………………” (QS. Tirmidzi. bahwa Rasulullah saw bersabda : “…………………. 55 Ar-Rahman : 68) 70 . misalnya : “Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan” (QS. Allah menjelaskan tentang salah satu makanan di surga adalah buah-buahan. bahwa Nabi saw bersabda : “Apabila seseorang memetik satu buah sorga. Seperti apakah buah-buahan di surga itu. (QS. 43 Az-Zukhruf : 73) “Dan buah-buahan yang banyak. buah itu akan muncul kembali dalam sekejap” (HR. 13 Ar-Ra’du : 23) Sedangkan bagi mereka yang tidak beristri atau istrinya kafir atau ahli ma’siyat.“(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. dijelaskan dalam ayat lain.” Pada ayat ke-57. “Demikianlah.. Thabrani) “Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya” (QS. Bukhari. maka tersedia di surga bagi mereka “Hurul ‘Aini” (Bidadari). yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya” (QS. Thabrani dari Tsauban ra. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari”..Istri-istri mereka adalah bidadari yang bermata jeli…………. 56 Al-Waqiah : 32-33) Ayat ini diperkuat oleh : HR. Muslim. 76 Al-Insan : 14) “Di dalam keduanya(kedua surga itu) ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima” (QS.

" (QS. tiba-tiba Allah. berpendapat bahwa : “Ucapan salam tersebut adalah dilakukan Oleh Allah SWT sendiri”. wahai penduduk surga. 14 Ibrohim : 23) 71 . Ia berfirman : “Assalamu’alaikum” (Salam sejahtera atas kalian). dalam Al-Qur’an ada ayat lain yang senada : “Mereka tidak mendengar di dalamnya (surga) perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. diriwayatkan dalam Tafsir Qurthubi dari Hadits Jarir bin Abdullah Al-Bajaliy bahwa Rasulullah saw bersabda : “Ketika para penghuni surga berada dalam kenikmatan. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam-salam” (QS. mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu. 56 Al-Waqi’ah : 25-26) Sedang makna ayat ke-58 . maksud ayat Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu adalah : “Jenis barang (buah)nya mirip tetapi tidak serupa” Tentang ayat ke-58 dari Surat Yasin.“Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu.sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” (Al-Hadits) Demikian pula menurut Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsirnya. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam" (QS. 2 Al-Baqarah : 25) Menurut Abdul Qadir Ahmad ‘Atha dalam Kitab Ath-Thariiq ilal Jannah. Tuhan Yang Maha Tinggi. memperlihatkan diri di atas mereka. Sebagaimana firman Allah : “Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. tiba-tiba muncul lah sinar cahaya. bahwa Ibnu Abbas ra. Maka mereka (para penghuni surga) mengangkat kepala . Peristiwa itu adalah arti dari firman Allah : “(Kepada mereka dikatakan): "Salam". mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka.

sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. sebuah salam dari Tuhan kalian Yang Maha Penyayang”. (QS. Muqatil berkata : “Para malaikat masuk kepada penduduk surga dari setiap pintu. yang menyampaikan salam itu adalah para Malaikat. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. isteri-isterinya dan anak cucunya. (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum "(Salam sejahtera atas kalian karena kesabaran kalian).Menurut Muqatil. 13 Ar-Ra’du : 23-24) 72 . Dalil : “(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. Mereka mengucapkan “Salam atas kalian wahai penduduk surga.

maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. Ayat-ayat ini menurut Ibnu katsir dalam Tafsirnya merupakan ayat yang menceritakan kondisi orang kafir di Akherat yakni di Mauqif saat mereka di Padang Mahsyar. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. 73 . hai orang-orang yang berbuat jahat. dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu". khususnya pada ayat 59-62. 36 Yasin : 63-64). Ayat ini diperkuat oleh QS. Kemudian mereka dimasukkan kedalam Neraka Jahannam (QS. Mereka terpisah dari orang beriman. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat. 30 Ar-Ruum : 14-16. maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka)”. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. Allah berfirman : “Dan pada hari terjadinya kiamat.dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.KEADAAN ORANG KAFIR DI AKHERAT (36 Yasin : 59-65) “Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mu'min) pada hari ini. Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). di hari itu mereka (manusia) bergolonggolongan.

Allah berfirman tentang ditutupnya mulut di akherat nanti dan bersaksinya tangan dan kaki. 18 Al-Kahfi : 50 6. digunakan istilah : hari itu mereka terpisah-pisah).Pada QS. menunjukkan bahwa jumlah orang berdosa dan ahli neraka itu lebih banyak dari pada orang beriman dan ahli sorga. 36 Yasin : 59 adalah : “Terpisahnya orang-orang berdosa kedalam beberapa golongan. Pada ayat ke-65. (Pada Menurut Adl-Dlohak dalam Tafsir Qurthubi. yang berbunyi : “Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu Maka apakah kamu tidak memikirkan?”. Shabi’in (Penyembah Bintang). 28 Al-Qashash : 15 8. minimal ada 10 (sepuluh) kali Al-Qur’an mengungkapkannya dengan cara dan gaya bahasa yang berbeda. menurut Ibnu Katsir. yakni : 1. yang mendengar Rasulullah saw bersabda : 74 . Firman Allah pada ayat ke-62. QS. Majusi (Penyembah Api). Ketika orang-orang berdosa ini dipisahkan dari orang beriman di Mauqif. Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. 20 Thaha : 117 7. Watsani (Penyembah Berhala). yakni Golongan Yahudi terpisah kedalam beberapa firqah. Ahmad dari ‘Uqbah bin Amir ra. 2 Al-Baqarah : 168 dan 208 2. Demikian pula Nashrani. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). Allah mencela dan menegur mereka dengan keras dengan firman-Nya : “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu" Inilah jalan yang lurus. QS. 36 Yasin : 60. 35 Fathir : 6 9. Rasulullah saw bersabda : HR. QS. QS. QS. Setan sebagai musuh selain dalam QS. 43 Az-Zukhruf : 62 Begitu banyaknya ayat yang senada tentang posisi setan sebagai musuh. menunjukkan bahwa. seseorang hendaknya benar-benar menyadari tentang bahaya yang terus mengancamnya dan berhati-hati untuk tidak terperosok kepada bujuk rayunya. 12 Yusuf : 5 5. 6 Al-An’am : 142 3. QS. QS. QS. maksud QS. 30 Ar-Ruum : 43. QS. 7 Al-A’raaf : 22 4. Sesungguhnya semua firqah (golongan) tersebut masuk neraka”.

Jika pita cassette. Mengapa ? Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa kesaksian suatu kejadian dapat diperoleh tidak harus langsung secara verbal melalui mulut seseorang. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran. di zaman modern ini dengan mudah dapat kita terima.“Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang pertama akan berkata-kata pada Hari Qiyamat di kala Allah mengunci mulutnya. dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Apalagi tangan dan kaki manusia ciptaan Al-Khaliq Allah SWT. disket. adalah pahanya sebelah kiri” (HR. Diperkuat oleh firman-Nya : “Sehingga apabila mereka sampai ke neraka. penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan”. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata. Ahmad) Ayat ini mengajari kita bahwa di depan Mahkamah Allah di Hari Qiyamat nanti. manusia tidak lagi dapat berkilah untuk menyangkal setiap tindak kejahatannya. (QS. Kebenaran dari ayat ke-65 ini. flash disk yang merupakan produk teknologi manusia dapat berbicara mengungkapkan sejuta fakta. CD. 41 Fushshilat : 20-22) 75 . pendengaran. tetapi dapat juga melalui rekaman pita cassette dan CD hasil shooting. Karena semua anggota tubuh akan bersaksi tentang apa yang dahulu saat di dunia telah kita perbuat. penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. pastilah akan lebih detail lagi mengungkap setiap perilaku hamba-Nya.

jika Allah kehendaki. menurut Tafsir Jalalain adalah untuk merubahnya menjadi kera. cenderung melihat ancaman ini akan berlaku di Dunia. Sedang yang dimaksud dengan ancaman Allah untuk merubah mereka. Sebagai misal adalah Para nelayan Yahudi yang hidup di Negeri Eilah yang berada di tepi laut. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada. Tafsir Jalalain dan Ibnu Katsir. Maksudnya menurut Tafsir Hamami : “Karena mata bathin mereka sudah buta melihat kebenaran Tauhid. sebagaimana yang pernah terjadi kepada Kaum Yahudi. (QS. babi atau batu di rumah mereka masing-masing. 2 Al-Baqarah : 20) Perbedaannya adalah jika surat Yasin merupakan ancaman Allah kepada Orang Kafir maka Surat Al-Baqarah ayat 20 ini. maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali” Arti kata dalam ayat ini adalah yang artinya hilang atau lenyap. dengan tetap mencari ikan. yang karena melanggar larangan Hari Sabat (Sabtu) sebagai Hari Khusus untuk beribadah. Sedang Al-‘Aufi dari Ibnu Abbas ra. dalam Tafsir Ibnu Katsir adalah : Untuk menghancurkan mereka. niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka”. maka Allah SWT seketika itu pula merubah wujud fisik mereka menjadi Kera. Sehingga ayat ke-66 dari Surat Yasin ini menurut Tafsir Hamami senada dengan ayat : “Jikalau Allah menghendaki. untuk orang Munafiq. 36 Yasin : 66-67) “Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka.ANCAMAN ALLAH KEPADA ORANG KAFIR UNTUK MENGHILANGKAN PENGLIHATAN DAN MERUBAH WUJUD FISIK MEREKA (S. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya). Dia dapat membutakan pula mata dzhohir mereka”. lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. kemudian pada beberapa hari berikutnya mereka mati. 76 .

Al-Muntaqim (Yang Maha Kuasa Menindak Hamba-Nya Yang Bersalah Dengan Menyiksanya) dan Adh-Dhaarru (Yang Maha Mendatangkan Bahaya dan Kemelaratan). Sebuah penghinaan yang teramat pantas karena dosa mereka yang teramat banyak dan kekufuran mereka kepada Allah SWT saat di dunia. Karena ia menjadi bisu. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya”. Allah berfirman dalam ayat lain : “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini. Allah berfirman : “Mengapa Allah akan mengadzab kamu. kera. berpendapat bahwa semua kejadian ini terjadi di Hari Qiyamat. Al-Qaabidh (Yang Maha Menyempitkan). Telah datang Nabi atau Rasul yang memberi peringatan kepada mereka tetapi mereka tetap mendustakannya. masih ada Asmaul Husna lain seperti : Al-Qahhar (Yang Maha Memaksa). dimana Allah SWT akan menghilangkan pandangan mata orang kafir saat melewati Ash-Shirath. Sedang karunia Allah yang diberikan kepada mereka melimpah ruah. 6 Al-An’am : 44) Sedang Ibnu Salam dalam Tafsir Qurthubi. dan lain sebagainya. buta. (QS. 3. Al-Mudzill (Yang Maha Menghinakan). jika Dia berkehendak. tuli dan wujud fisiknya berubah menjadi amat buruk laksana babi. Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. (QS. Mengapa ? Karena disamping Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Al-Khaafidh (Yang Maha Merendahkan). dapat disimpulkan bahwa murka Allah terjadi jika : 1. Tingkat kekufuran dan kemaksiatan mereka sudah melampaui batas. Berdasar berbagai ayat Qur’an yang mengisahkan adzab Allah kepada berbagai kaum. 17 Al-Isra’ : 72) 77 . jika kamu bersyukur dan beriman? (QS. 4 An-Nisa : 147) “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.Penggunaan kata (Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki) dalam dua ayat diatas menunjukkan bahwa Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat menjadi sangat murka. sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. Sehingga derita orang kafir di akherat menjadi sempurna. 2. Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (lagi) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.

kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat. Allah berfirman : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya).KEKUASAAN ALLAH UNTUK MENJADIKAN SESEORANG MENJADI PIKUN (QS. 36 Yasin : 68. Tentunya bukan dalam bentuk wujud fisik melainkan dalam pemikiran dan perilakunya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. bahwa Rasulullah saw memohon perlindungan (kepada Allah) dengan berdo’a : 78 . (QS. supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. 16 An-Nahl : 70) Dalam Tafsir Qurthubi dari HR. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. yang dikenal di masyarakat kita sebagai pikun. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah. Allah berfirman dalam ayat lain : Allah. 36 Yasin : 68) Pada QS. dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun). 30 Ar-Ruum : 54) Allah menciptakan kamu. Maka apakah mereka tidak memikirkan?” Ayat ini merupakan bukti kekuasaan Allah untuk mengembalikan seseorang pada kondisi seperti anak kecil bahkan bayi kembali. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Bukhari dari Anas bin Malik ra. (QS. berkata. Mereka adalah orang tua tetapi kerap kali berperilaku seperti anak-anak. kemudian mewafatkan kamu.

dikatakan : “Dan aku berlindung kepada-Mu untuk kembali ke umur yang paling lemah (pikun)” 79 . Dan aku berlindung kepada-Mu dari jubun. Dan aku berlindung kepada-Mu dari pikun. Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir” (HR. Bukhari) Dan dari Hadits Sa’ad bin Abi Waqqash dalam Tafsir Qurthubi.“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas.

Bukan hasil olah kata seorang penyair apalagi manusia biasa. (QS. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. 36 Yasin : 69-70) “Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Ayat Al-Qur’an yang demikian indah susunan balaghahnya yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. 69 Al-Haaqqah : 40-43) 2. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. 7 Al-A’raaf : 157 sebagai berikut : 80 . Dan Nabi Muhammad bukanlah seorang penyair apalagi dia dikenal sebagai seorang “Ummi”.NABI SAW BUKAN SEORANG PENYAIR (QS. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam”. Asbabun Nuzul ayat ini menurut Al-Kalbi adalah : “Ketika orang-orang Kafir Mekkah berkata bahwa Muhammad adalah seorang penyair dan apa yang dikatakannya adalah syair. yaitu orang yang tidak bisa tulis baca. supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir”. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. maka Allah SWT menurunkan ayat ini (QS. Menurut Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. ketengah-tengah manusia itu adalah benar-benar Firman-firman Allah. Ayat ke-69-70. 36 Yasin : 69-70) untuk mendustakan tuduhan mereka”. dari Surat Yaasin ini merupakan penegasan bahwa : 1.

(QS. 7 Al-A’raaf : 157) “Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya. seperti Amru al-Qais atau ‘Ablah. Allah menantang mereka untuk membuat yang semisal dalam Al-Qur’an. adalah karena mereka ta’jub terhadap ketinggian mutu bahasa Al-Qur’an tetapi mereka tidak dapat menandingi keindahan susunan kata dan gaya bahasanya. Syair yang tinggi nilainya digantungkan di dalam Ka’bah. Bahkan pada setiap tahun mereka akan berkumpul di pasar malam ‘Ukkadz setelah selesai menunaikan Ibadah Haji-dengan cara Jahiliyyah-seperti bertelanjang bulat saat Thawaf mengelilingi Ka’bah. Dalam banyak ayat.(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul. tetapi tak seorang pun yang sanggup melakukannya. Karena hal tersebut akan menaikkan derajat dan gengsi suku atau kabilahnya. Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka) (QS. 7 Al-A’raaf : 158) Adanya pemikiran yang demikian keliru dari Orang-orang Musyrikin Mekkah. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". Masyarakat Arab yang memang Ahli Syair dengan cepat dapat mengetahui bahwa hal itu bukan lah wahyu dari Allah melainkan olah kata dari Musailamah sendiri. Nabi yang ummi” (QS. 81 . seorang Nabi palsu. pernah membuat syair untuk menandingi Al-Qur’an. Padahal pada saat itu Bahasa Arab sedang mencapai tahapan gemilang. Sehingga di zaman Jahiliyyah ini lahirlah banyak para penyair dan sastrawan ulung yang melahirkan karya-karya besar. Berkumpulnya mereka di pasar ‘Ukkadz ini untuk mendengarkan para ahli sya’ir memperdengarkan karya mereka sambil memperlombakannya. justru menjadi bahan ejekan orang banyak. Sebuah kabilah dan suku-suku Arab akan merasa bangga jika ia memiliki penyair yang hebat. Diantaranya Allah berfirman : “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini. niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia. 17 Al-Isra’ : 88) Musailamah Al-Kadzab.

(Al-Hadits) 82 . Dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. Lalu aku bertanya kepada Jibril. 26 Asy-Syu’ara : 224-227. dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?. Allah berfirman : “Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. dijumpai Hadits Nabi : “Pada malam aku di-Mi’raj-kan.Dalam QS. kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Allah menegaskan bahwa kedudukan dan sifat-sifat para penyair dengan para Rasul itu berbeda. Jibril menjawab : Mereka adalah para penyair ( yang tidak mengindahkan etika agama)”. aku melihat suatu kaum yang mulutnya dipotong-potong dengan gunting oleh Malaikat Zabaniyyah. Siapakah mereka itu ?.

Dalam ayat –ayat ini ada 3 (tiga) nilai kemanfaatan dari Binatang ternak yang disebutkan secara jelas dan terang. terdapat dalam QS. mentega. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” Ayat ini mengajak manusia untuk bersyukur atas karunia diciptakannya binatang ternak untuk manusia. 83 . Kami (Allah) memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah. Susunya dapat menjadi minuman yang sehat dan lezat. Muhammad Al-Khatib dalam Al-Islamu wal ‘ilmu nadzharatun mu’jizatun adalah jenis lemak yang terbaik. Dagingnya sebagai makanan yang lezat 3. 71-73) Pada QS. Keledai dan Unta. Seperti : Susu sapi dan susu kambing. Kemudian dari susu sendiri dapat dibuatlah keju. Allah berfirman : “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri. Sebagai sarana transportasi Seperti : Kuda. yang menurut DR. 16 An-Nahl : 66. bubur susu. lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka. 36 Yasin : 71-73.RAHMAT ALLAH PADA BINATANG TERNAK (QS. maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Allah berfirman : “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. yakni : 1. 2. Dalil bahwa yang dimaksud minuman dari binatang ini adalah susu. 36 Yasin .

• Bulunya. Abu Dawud. dan lain-lain. Berkata Nabi : 84 . Termasuk berdosa jika kita tidak merawatnya dengan baik dan membebani binatang tunggangan misalnya melebihi batas kemampuannya. hingga diamlah onta itu. Allah memerintahkan kita bersyukur atas ni’mat diciptakannya binatang ternak. Maka kendarailah dalam keadaan yang baik dan beri makanlah dalam keadaan baik” 3. Dengan demikian bersyukur atas karunia binatang ternak ini adalah dengan memelihara dan merawatnya dengan baik serta menjaga kelestariannya. Bagaimana cara bersyukurnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu dipahami dulu tentang apa hakekat Syukur itu ? Menurut sebagaian Ulama. maka maka percepatlah dan kejarlah sebelum habis sumsum kendaraan itu (persedian bahan makanan pada tubuh binatang itu)” 2. Pada akhir ayat ke-73. seperti pacuan kuda. dan dikatakan Sahl bin Ar-Rabi’I bin ‘Amr dan Al-Anshari Al-Ma’ruf dengan Ibnu Handzholiyyah. HR. • Kulitnya. seperti kulit sapi yang dapat digunakan untuk berbagai alat musik tabuh (perkusi). Abu Dawud dari Sahl bin ‘Amru. berkata : “Rasulullah berjalan melihat seekor unta yang telah rapat punggungnya dengan perutnya ( terlalu kurus). 36 Yasin : 73) Diantara manfaatnya adalah : • Untuk membajak sawah oleh para petani. Syukur adalah : “Pendayagunaan semua karunia Allah oleh seorang hamba sesuai dengan tujuan penciptaannya” Dan tujuan penciptaan manusia adalah dalam rangka ‘ibadah dan menjadi Khalifah di muka bumi ini. tiba-tiba disana ada unta dan ketika terlihat oleh Rasulullah tiba-tiba ia merintih dan mencucurkan air mata. dari Abu Hurairah ra. • Berbagai perlombaan dan hobbi. HR. diriwayatkan : “Maka Rasululullah saw masuk ke kebun seorang Shahabat Anshor. dan dia adalah Ahli Baiatur Ridlwan. seperti bulu Biri-biri untuk pembuatan bahan kain wol. Maka didekati oleh Nabi saw dan diusap-usap punggung dan dekat leher atau telinganya. hanya dengan ungkapan : (Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat) (QS. Kemudian Nabi bertanya : “Siapakah pemilik unta ini ? Maka datanglah seorang pemuda Anshar berkata : Itu milikku ya Rasulullah.Dan satu lagi nilai kemanfaatan dari binatang ternak. HR. Rasulullah saw bersabda : “Jika kamu bepergian dalam daerah yang subur maka berilah kesempatan kendaraan (unta) itu makan. Maka bersabda (Rasulullah saw) : “Takutlah kamu kepada Allah terhadap binatang-binatang yang bisu ini. sebagaimana Sabda Beliau saw : 1. Muslim. Dan jika kamu beperguian pada daerah yang kering..

Dan saat menyembelihnya pun hendaknya dengan pisau yang tajam sehingga binatang sembelihan tersebut tidak mengalami penderitaan yang terlalu lama. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (sembelihlah hewan Qurban)”. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. Kemudian menyembelihnya untuk tujuan Qurban. menyembelih hewan Qurban di Hari Nahar (Idul Adha) adalah bukti rasa syukur kita kepada karunia ni’mat Allah. (QS. 108 Al-Kautsar : 1-2) Dari ayat ini dapat dipahami dengan jelas bahwa.“Tidakkah kamu takut kepada Allah dalam memelihara binatang yang telah diberikannya kepadamu. 85 . termasuk nikmat diciptakannya binatang ternak bagi kita ummat manusia. dan berbagai amal shaleh lainnya. ‘Aqiqah. ia mengeluh bahwa kamu selalu melaparkannya dan melelahkannya”. Kemudian cara bersyukur lainnya yang amat perlu untuk mendapat perhatian adalah adalah dengan mengeluarkan zakatnya jika jumlah binatang ternak tersebut sudah mencapai nishab zakat.

“Bagaimana mungkin sebongkah batu atau seonggok kayu. Logika yang paling sederhana seperti pernyataan di bawah ini pun pasti akan setuju dengan firman Allah di atas. 10 Yunus : 28) Kata “Syurakaauhum” (sekutu-sekutu mereka) dalam ayat ini menurut Tafsir Qurthubi adalah Syetan atau Berhala. 86 . Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka.dapat memberi pertolongan dan memenuhi hajat seseorang. Ini merupakan dalil yang nyata bahwa berhala tak dapat memberi syafaat (pertolongan) apapun.yang biasa dijadikan berhala. 36 Yasin : 74-76. (QS. Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami”. Sehingga bagaimana mungkin berhala tersebut akan dapat memberi syafaat.CELAAN ALLAH KEPADA PENYEMBAH BERHALA (QS. Sementara ia sendiri tak dapat berlindung dari panas teriknya matahari dan guyuran air hujan”. Kemudian di akherat nanti justru berhala yang disembah ini pun akan berdebat berbantah-bantahan dengan orang yang menyembahnya. Allah berfirman : (Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya. padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. bahwa ia (berhala) tersebut tidak pernah meminta untuk disembah. Sesungguhnya Kami (Allah) mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan”. 74-76) Pada QS. kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu”. Allah berfirman : “Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. 36 yasin .

87 . yakni : 1.kepada da’wah Nabi saw. Wallahu a’lamu.Ayat ke-76 merupakan ayat yang mengingatkan Nabi saw agar tidak bersedih dengan ucapan-ucapan mereka yang mengejek dan penolakan mereka-kafir Quraisy. Sebab tugas seorang Nabi dan Rasul hanyalah menyampaikan. 2. Tetapi kita meyakini bahwa hal itu tidak akan berlangsung lama. Sedang urusan hasil adalah dalam Kekuasaan Allah. dengan kekufuran mereka. Sebagaimana sudah kami jelaskan dimuka. Nabi saw. Karena beliau saw senantiasa dibimbing oleh wahyu. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka berpaling. maka kewajiban kamu hanyalah bertabligh (menyampaikan ayat-ayat Allah)” (QS. Sehingga tidak dapat melepaskan diri dari kodrat kemanusiannya. pada tafsir ayat ke-10 dalam bab tentang “Mayoritas orang kafir di azab oleh Allah”. barangkali karena dua hal. 3 Ali Imran : 20) Mengapa Nabi saw sampai harus diingatkan agar tidak usah bersedih. Nabi saw meskipun seorang Insan Kamil (Manusia sempurna) tetapi bagaimanapun dia adalah seorang manusia bukan Malaikat. ingin agar semua orang beriman sebagai bukti kasih sayangnya yang mendalam kepada ummatnya. Meski sedikit barangkali ada saja sedih dan kecewanya.

Asbabun Nuzul ayat-ayat ini adalah : a. b. Menurut Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid. 77-83) Pada QS. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Allah berfirman : “Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani).BUKTI ADANYA HARI BERBANGKIT (QS. Ikrimah. ‘Urwah bin Zubair. Dia berkuasa. ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang. dan As-Suddi. 36 Yasin . maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu. Allah akan membangkitkan ini (tulang) dan mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali serta memasukkan kamu ke Neraka Jahannam”. apakah Allah akan membangkitkan tulang yang sudah hancur ini ?”. turun berkenaan dengan 88 . Menurut riwayat Al-Hakim dengan sanad bersumber dari Ibnu Abbas ra. yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. dengan tambahan bahwa orang itu adalah Ubay bin Khalaf: “Diriwayatkan bahwa Al-‘Ash bin Wa’il. 36 Yasin . dan dia lupa kepada kejadiannya. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. Ia berkata : “Hai Muhammad. 77-83). 36 Yasin : 77-83. Nabi saw menjawab : “Benar. Ayat ini (QS. maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami." Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasadjasad mereka yang sudah hancur itu? Benar. menghadap kepada Rasulullah saw dengan membawa tulang belulang yang sudah rusak sambil mematahmatahkannya.

Kejadian manusia yang berasal dari sperma. Allah berfirman : “Katakanlah: "Ia (tulang belulang) itu akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. bahwa Ia berkuasa untuk menghidupkan kembali tulang-belulang yang sudah hancur. (QS. Kedua pohon itu tumbuh di darat. Lalu ditumbukkan kayu marikh diatas kayu ifar. Allah ciptakan manusia (Adam) dari tanah. (QS. 2. Allah mengajak manusia untuk melihat bukti. Penciptaan Langit dan Bumi. bahwa ia hanya berasal dari air yang hina. Ia lupa kepada asal kejadiannya. 20 Thaha : 55) Dan prosesnya terjadi adalah dengan cara yang sangat mudah.dengan peristiwa tersebut di atas yang menegaskan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di Hari Qiyamat” Dari ayat ini. Sebagaimana firman-Nya : “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati mani)”. Keduanya berwarna hijau dan dari padanya air menetes. Dan untuk pertama kali. 31 Luqman : 28) Sedangkan arti ayat ke-80. 89 . maka keluar api dari kedua kayu tersebut dengan izin Allah SWT”. Allah berfirman : “Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja” (QS. Ayat ke-77 merupakan peringatan keras agar manusia tidak berlaku angkuh dan sombong kepada Allah SWT. Orang yang akan menyalakan api. Adanya api dari kayu yang hijau 3. Allah berfirman “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya (tanah) Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain”. Diantaranya adalah : 1. 32 As-Sajdah : 8) air yang hina (air Pada ayat ke-79. adalah : “Pohon marikh dan pohon ifar. menurut Ibnu Abbas ra. khususnya tentang pohon kayu hijau. ia memotong dua dahan dari semisal kayu siwak.

namun ia mengandung minyak yang dapat dinyalakan. Misalnya di rimba Takengon (Aceh Tengah). yakni : “Sebuah teori tentang proses terciptanya galaksi (gugusan bintang-bintang) melalui sebuah ledakan besar”. dalam Tafsir Al-Azhar. kayu yang hijau yang dapat menimbulkan api untuk kepentingan manusia. (QS. manusia dapat menyadari betapa dahsyatnya proses penciptaan langit dan bumi. Allah berfirman : “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari pada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. untuk menunjukkan bahwa proses pembangkitan kembali manusia dari Qubur adalah perkara mudah. 56 Al-Waqi’ah : 71-73) Ayat-ayat ini menurut Afzalur Rahman dalam Quranic Science.Sedangkan menurut Hamka. Allah mengajak manusia untuk melihat karya Allah yang jauh lebih besar daripada penciptaan manusia dan api yakni proses penciptaan langit dan bumi. Agus Mustofa dalam Buku Pusaran Energi Ka’bah. yakni : 1. dapat kita saksikan pada pohon kayu tusam atau pinus. menurut Ir. 90 . Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir” (QS. Allah memperingatkan mereka agar tidak melupakan hakekat dan asal-usul sumber tenaga itu” Pada ayat ke-81. atau Teori Ledakan Besar. Dengan munculnya Teori Big Bang. 40 Al-Mu’min : 57) Dan baru pada abad ke-20. Di ayat lain. Dan ia dapat menyala hingga berkobar apinya. maka getahnya dapat ditakik sebagaimana menakik pohon karet. Bila telah besar pohonnya. menunjukkan bahwa : “Al-Qur’an menyebutkan daya panas dan sumbernya untuk menarik perhatian manusia kepada Kekuasaan dan Kebesaran Allah. Allah berfirman : “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu). Kayu pinus atau kayu tusam betul-betul pohon yang hijau berdaun rindang yang lurus. sehingga manusia memanfaatkan sumber tenaga itu bagi kepentingan hidupnya dan bersyukur kepada-Nya.

46 Al-Ahqaaf : 33) Ayat ke-82 ini. 50 Qaaf : 6) Pada ayat ke-82. Meski hal tersebut merupakan perkara yang amat besar dalam ukuran manusia. Jarang terjadi apa yang diinginkan dapat terwujud dengan sekali pekerjaan. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. menyatakan : “Bahwa berbagai benda langit seperti planet. alias padu dan berimpit” Hal ini sesuai dengan firman-Nya : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. Sebagaimana firman-Nya : “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya. Hasil pengamatan Teleskop Huble. maka ia harus memikirkannya terlebih dahulu kemudian melakukannya melalui proses yang panjang. 91 . (QS.2. (QS. barulah terwujud sebagian saja dari keinginan (irodahnya) tersebut. Ia pasti butuh upaya penyempurnaan secara terus-menerus. matahari dan bintangbintang semuanya sedang bergerak menjauh. Allah menegaskan bahwa Cara Allah untuk mewujudkan irodah (keinginannya) itu adalah sangat mudah hanya dengan berfirman “Kun fayakun” maka terjadilah apa yang diinginkannya tersebut seketika. kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. semua benda langit tersebut berkumpul di suatu titik yang sama. menurut para Ahli Ilmu Tauhid sekaligus menegaskan dengan nyata perbedaan antara irodah makhluq dan irodah Al-Khaliq. 21 Al-Anbiyaa : 30) “Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka. Artinya mestinya dahulu. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya” (QS. Apabila makhluq seperti manusia ingin melakukan sesuatu. benda-benda tersebut saling dekat. Dan pada miliaran tahun yang lalu.

sehingga keadilan Ilahi dapat ditegakkan. Sehingga apapun ketentuan taqdir-Nya yang ditetapkan kepada seseorang hingga saat ini adalah yang terbaik dalam pandangan Allah SWT. Baik dalam Dzat-Nya. Karunia berupa adanya pergantian siang dan malam 9. Karunia dihidupkannya kembali lahan yang tandus 4. Karunia diciptakannya binatang ternak dengan berbagai kemanfaatannya 16. Karunia liqa’ dengan Allah SWT sebagai puncak kenikmatan surgawi 15. Wallahu a’lamu bish-showabi. AsmaNya ataupun Af’al-Nya (Karya dan Perbuatan-Nya). 36 Yasin : 83) Ayat penutup ini merupakan perintah Allah SWT kepada ummat manusia untuk bertasbih. yang harus kita syukuri. Dan ucapan “Tasbih” sendiri sebenarnya memiliki makna yang dalam yakni : “Saat manusia bertasbih. (QS. kadang ketentuan taqdir-Nya tersebut adalah buruk adanya”. 92 . Di dalam Surat Yasin saja minimal ada 20 ((dua puluh) karunia Allah. Karunia diturunkannya Al-Qur’an 2. Karunia diciptakannya bulan yang berjalan pada garis edarnya 11. Meski dalam pandangan syahwat nafsu manusia. karena demikian agung kekuasaan-Nya dan demikian banyak karunia-Nya. me-Maha Suci-kan Allah Azza wa Jalla. laut dan udara 13. Karunia diciptakannya bahtera yang berlayar di lautan 12. 20. Karunia surga dengan segala kenikmatannya bagi orang yang bertaqwa 14. Sifat-Nya. Allah berfirman : “Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Karunia ilmu pengetahuan di bidang pertanian (agriculture) 7. Karunia berupa adanya pasangan pada segala sesuatu 8. Karunia diturunkannya Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an dengan berbagai fadhilahnya yang amat banyak. Karunia diciptakannya manusia dari sperma 17.Pada ayat terakhir. Yakni : 1. maka ia sedang mengakui bahwa Allah SWT adalah Maha Suci dari segala kekurangan. Karunia diutusnya Muhammad saw sebagai Rasulullah 3. Karunia diciptakannya langit dan bumi 19. Karunia ilmu pengetahuan di bidang transportasi darat. Karunia adanya Hari Berbangkit. Karunia adanya mata air 6. Karunia diciptakannya api sebagai sumber energi panas 18. Karunia adanya tanaman dan buah-buahan 5. Sehinga ia ridlo menerimanya. Karunia diciptakannya matahari yang berjalan di tempat peredarannya 10. Sebab mustakhil (tidak mungkin) Dia (Allah) berlaku tidak adil dan menganiaya hamba-Nya.

Tetapi karena ia merupakan sebuah upaya mengungkapkan rahasia dan hikmah.HIKMAH YASIN SEBAGAI QALBUL QUR’AN Pada keterangan terdahulu dalam bab fadhilah Surat Yasin sudah dikemukakan tentang sebuah hadits riwayat HR. pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Irfan yang juga merupakan cucu Kyai Ghunthur Sukabumi. dapat dipahami bahwa Hikmah tentang sesuatu memiliki peluang untuk dapat ditemukan jika seseorang mau mempergunakan akalnya untuk melakukan penelaahan secara mendalam. maka pendapat beliau ini adalah sah-sah saja. Hanya saja dalam risalah itu tidak disebutkan alasan dan sumber periwayatannya. 93 . 269) Berdasarkan Surat Al-Baqarah : 269 ini. bahkan dikatakan bahwa : “Letak Qalbul Qur’an dalam Surat Yasin itu terdapat dalam ayat (QS. Allah berfirman : “Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. 36 Yasin : 58). Dalam risalah kecil berjudul “Qalbul Qur’an” karya Al-Ustadz Asep Abdurrahman. ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Karena memang tidak ada riwayat yang menjelaskan mengapa Yasin merupakan Qalbu al-Qur’an. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. Dan barang siapa membacanya. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu. Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Hadits ini telah mengilhami para alim ulama untuk mengetahui hikmah dan rahasianya ? Sesuatu yang sulit untuk dijawab. 2 Al-Baqarah . Tirmidzi dari Anas ra. (QS.

Jika mengambil I’tibar dari Hadits Riwayat Bukhari Muslim dari Abi Abdullah Nu’man bin Basyir ra. tentang hati dalam jasad yang memiliki peran amat penting dan strategis, sebagaimana sabdanya :

“Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh itu. Dan bila segumpal daging itu rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ingatlah bahwa itulah hati”. Maka Surat Yasin ini pun memiliki kedudukan yang penting dan strategis pula diantara 114 surat dalam Al-Qur’an. Dalam Hadits ini, hati manusia diibaratkan sebagai barometer untuk mengukur baik dan buruknya seseorang. Jika hatinya baik maka dapat dipastikan bahwa fisiknya sehat dan akhlaq perilakunya pun bagus. Hujjatul Islam-Imam AlGhazali-dalam Al-Ihya telah mengungkapkan hal ini secara panjang lebar. Maka sebagai qalbul qur’an, Surat Yasin pun dapat dijadikan sebagai barometer pula untuk menilai penguasaan seseorang tentang Al-Qur’an. Jika bagus penguasaannya tentang surat Yasin baik dalam pengertian lafdz, ma’na dan tafsirnya, maka besar kemungkinan bagus pula penguasaanya tentang ayat dan surat-surat lainnya dalam AlQur’an. Begitu pula dalam aspek pengamalannya. Jika ia telah mampu mengamalkan isi yang terkandung dalam Surat Yasin dalam kehidupan sehari-hari, maka pengamalan kandungan surat yang lain pun akan segera dapat terwujud dalam dirinya. Qalbul jasad (Hati atau Jantung) berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh sehingga nafas kehidupan seseorang dapat tetap terjaga. Jika qalbul jasad berhenti bekerja, maka kematian dipastikan akan menjemputnya. Jika kematian fisik ragawi terjadi karena aliran darah terhenti, maka kematian spiritual manusia terjadi jika aqidah islamiyyah telah tercabut dari dirinya. Aqidah adalah pondasi dari bangunan Islam. Jika aqidah rusak, maka bangunan islam tidak akan tegak dalam dirinya. Hidup sebagai orang murtad, musyrik atau munafiq pada hakekatnya adalah ia telah mati sebelum ajal menjemputnya. Karena ruhaninya telah mati tak dapat lagi melihat kebenaran. Sebagai surat yang diturunkan di Mekkah, surat Yasin sarat dengan tema tentang aqidah dan keimanan. Hampir tidak dijumpai masalah Fiqh yang secara jelas diungkapkan, kecuali sebagai pengembangan dari tafsir ayat. Pada surat Yasin, minimal ada 5 rukun iman yang secara nyata diungkapkan Allah , yakni : 1. Tentang Iman kepada Allah. Diantaranya diungkapkan dengan menggugah manusia untuk memperhatikan bukti kekuasaan-Nya yang terdapat di semesta alam, pada peredaran bulan, dan matahari, dan lain sebagainya. 2. Tentang Iman kepada Malaikat Khususnya tentang Malaikat Ishrafil sang peniup sangkakala yang secara tersirat diungkapkan dalam QS. 36 Yasin : 51.

94

3. Tentang Iman kepada Kitab Khususnya tentang kebenaran Al-Qur’an yang penuh hikmah. 4. Tentang Iman kepada Rasul Khususnya tentang Kebenaran Muhammad saw sebagai rasul utusan Allah. Juga berita tentang adanya para Rasul lain sebelum Nabi Muhammad diantaranya yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah. 5. Tentang Iman kepada Hari Qiyamat Diantaranya tentang adanya Yaumul Ba’ats, Yaumul Hasyr, Neraka Jahannam dan Surga dengan segala kenikmatannya. Dan tema aqidah ini diungkapkan dalam Surat Yasin dengan berbagai cara dan gaya bahasa yang berbeda. Baik melalui kisah, ayat-ayat kauniyyah ataupun melalui berita tentang adanya kehidupan di masa yang akan datang setelah dunia ini hancur sebagaimana pada surat-surat lainnya. Surat Yasin juga menggugah nurani manusia untuk banyak bersyukur dan bertasbih atas karunia-Nya. Minimal ada 20 (dua puluh) karunia Allah yang disebutkan dalam Surat Yasin. Dan pada 114 Surat lain dalam Al-Qur’an, berbagai karunia ini kembali diungkapkan baik sebagiannya ataupun keseluruhan dari ke-20 karunia tersebut. Jika surat lain memuat kisah para Nabi dan Rasul Utusan Allah serta ummatnya yang beriman maupun yang kufur, maka Surat Yasin pun demikian pula. Ia memuat kisah tentang Para Rasul bagi Kaum Anthakiyyah, memuat sosok Habib An-Najar sebagai simbol pengikut para Rasul yang bertaqwa, yang nasibnya demikian baik karena gugur sebagai Syuhada. Padahal dalam Al-Qur’an ayat yang memuat tentang karunia bagi para syuhada hanya terdapat dalam Surat Al-Baqarah dan Ali Imran saja. Dua surat ini digelari Rasul sebagai Az-Zahraawaini (Dua Bintang Yang cemerlang) yang keduanya dari golongan ayat Qur’an merupakan pemberi syafaat terbesar di akherat nanti. Barangkali ini mengindikasikan bahwa kedudukan derajat surat Yasin adalah mendekati kedua surat agung ini. Apalagi pada HR. Ahmad dari Maqil bin Yasar ra., Rasulullah setelah menyebut kemuliaan Surat Al-Baqarah sebagai “Sanamul Qur’an wa Dzirwatuhu” (Punggung AlQur’an dan Puncaknya) kemudian menggandengnya dengan menyebut Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an (Hatinya Al-Qur’an). Nasib Kaum yang ingkar yang demikian mengerikan yang banyak diungkapkan oleh Allah dalam berbagai ayat Qur’an seperti Nasib Kaum ‘Ad, Tsamud, Luth, dan Madyan memang tidak dijumpai dalam Surat Yasin. Tetapi Surat Yasin yang agung ini mengungkapkan pula nasib mengerikan dari Kaum Anthakiyyah yang dengan satu teriakan saja telah memusnahkan seisi ngeri. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa surat Yasin pun memuat berita tentang azab Allah kepada para pendusta-Nya sebagaimana surat lainnya.

95

DAFTAR PUSTAKA
1. Al-Qur’anul Karim 2. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI, 1989. 3. Tafsir Al-Jalalain, Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi 4. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Qurthubi), Imam Qurthubi 5. Tafsir Al-Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Ibnu Katsir), Imam Abu Fida Ismail Ibnu Katsir 6. Tafsir Surat Yasin, Syeikh Hamami Zadah 7. Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 8. Qishashul Anbiya, Imam Abu Fida’ Ismail Ibnu Katsir 9. Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim, Imam Syamsuddin Ibnul Qayyim Aj-Jauzy 10. Mafahim Yajib An-Tushahhah, DR. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki 11. At-Tafsir wa Manahijuh, DR. Mahmud Basuni Fawdah 12. As-Sirah An-Nabawiyyah, Syeikh Abul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi 13. Bulughul Maram, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 14. Subulus Salam, Imam Ash-Shon’ani (Muhammad bin Ismail Al-Kahlani) 15. Mausuu’atul Ijma’, Sa’di Abu Habib 16. Mukhtarul Ahadits An-Nabawiyyah, Sayyid Ahmad Al-Hasyimi 17. Fadhoilul A’mal, Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi 18. Syarafu Ummatil Muhammadiyyah, DR. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki 19. Tanbihul Ghafilin, Imam Abu Laits As-Samarqandiy 20. Al-Habaik fi Akhbaril Malaik, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 21. Al-‘Aqaidul Islamiyyah, Syeikh Sayyid Sabiq 22. Qamus Arab-Indonesia, Prof. DR. Mahmud Yunus, 1989 23. Studi Islam, Prof DR. Hamka, 1985 24. Al-Islamu wal ‘Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun, DR. Muhammad Al-Khathib 25. Pusaran Energi Ka’bah, Ir. Agus Mustofa 26. Buku Saku ESQ, Ary Ginanjar Agustian 27. Ath-Thariq Ilal Jannah, Abdul Qadir Ahmad ‘Atha 28. Quranic Science, Afzalur Rahman 29. Ummat Bertanya Ulama Menjawab, KH. Drs. Ahmad Dimyati Badruzzaman 30. Tafsir Al-Azhar, Prof DR. Hamka 31. Syarah Riyadhul Badi’ah, Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi 32. Qalbul Qur’an, Ust. Asep Abdurrahman 33. Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. Prof DR. Ahmad Syalabi 34. At-Tahbier fit Tadzkiir, Syeikh Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi 35. Arba’in An-Nawawiyyah, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 36. Al-Halalu wal Haramu fil Islami, Prof DR. Yusuf Qardlawi 37. Nashaihul ‘Ibad, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 38. Riyadhus Shalihin, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 39. Hadits Qudsi, KH. M.Ali Usman, H.A.A. Dahlan, Prof.Dr.HMD. Dahlan, 1990 40. Alam Qubur (Alam Barzakh), Drs. M. Ali Chasan Umar, 1979

96

Sebelumnya di tahun 1995 mendirikan TPQ Miftahus Sa’adah di Perumahan BTN Pengsong Perampuan Labuapi Lombok Barat. pada tahun 2000 bersama sang istri. diantaranya adalah Ust. Amien Rais dalam Pesantren I’tikaf Ramadhan (PIR) II tahun 1985 di Yayasan Shalahudin Yogyakarta. Pada tahapan ini. yang hari ini dikenal sebagai Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). penulis buku ini tidak pernah benar-benar menjadi seorang santri. pada tahun 1997. dengan mengambil jalan da’wah sebagai jalan kehidupannya. saat ia telah hijrah ke Lombok. seorang tokoh Islam di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai Ahli Hikmah. Dan bersama sang istri pula. Drs. Mengenyam pendidikan umum tertinggi di Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta. satu bentuk follow up dari pertrainingan yang diikutinya di FOSI Yogyakarta. penulis buku ini lahir di Rengasdengklok Karawang Jawa Barat pada hari Kamis. Ir. yang mengelarinya sebagai “santri emprit”. yang salah satu unit aktifitasnya adalah mendirikan Taman Kanak (TK) Thariqul ‘Izzah di Perumahan Bumi Kodya Asri Jempong Karang Pule Mataram. Pada periode inilah. ia juga menimba ilmu kepada KH. Kecenderungannya kepada Ilmu Agama. Ismail Yusanto. telah turut serta menumbuhkan ghirah keislaman dalam dirinya. Kemudian mendirikan Lembaga Pendidikan dan Sosial (LPS) Thariqul ‘Izzah pada tahun 2005. Ia adalah putra TB Ibrohim. Aktifitasnya di HMI Komisariat Fakukltas Pertanian UGM dan interaksinya dengan para tokoh Cendekiawan Muslim seperti DR. Ahmad Mukhlisun (pimpinan Ponpes Sirajul Mukhlashin Payaman) yang sekarang menjadi pimpinan tertinggi Jama’ah Tabligh di Indonesia. ia sendiri yang mengasuh sekaligus mengajarnya hingga saat ini. Machfud Ridwan Salatiga.BIOGRAFI SINGKAT PENULIS Agus Gustiwang Saputra. sekaligus tokoh Pergerakan Kemerdekaan yang dikenal sebagai Komandan pasukan dalam Perang Enam Jam pasca kemerdekaan melawan Belanda di tepian irigasi yang memanjang antara Rengasdengklok dengan Batujaya. ia benar-benar tersadar bahwa ia harus turut serta memikul tanggung jawab agama ini dengan sebaik-baiknya. Selain berguru kepada para Kyai di Payaman seperti KH. telah mendorongnya untuk secara otodidak mengkaji Islam secara mendalam. Interaksi berikutnya di akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an terjadi dengan tokoh harakah islamiyyah. Karena bagi Kyai Machfud. Kemudian untuk memantapkan pilihannya bergelut di jalan da’wah. Barakah dari mimpinya berjumpa dengan Rasulullah saw. ia berinteraksi dengan para Kyai dari Kaum Nahdhiyyin. ia mendirikan Majlis Ta’lim Thariqul ‘Izzah di Kota Mataram. terjadi pada saat menempuh kuliah di Yogyakarta. Tetapi keseriusannya untuk benar-benar mempelajari Ilmu Agama terjadi saat ia menjadi “santri terbang” di Pondok Pesantren Payaman Magelang. 97 . disamping belajar mengkaji Tafsir Al-Qur’an kepada TGH. tanggal 11 Maret 1965. Mustami’uddin Ibrahim. SH. Pendidikan dasar agama ia dapatkan disamping dari ayahandanya sendiri adalah di Madrasah Diniyyah AlHuda dan Al-Khoiriyyah Rengasdengklok. HM.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->