MUQODDIMAH

Dengan berharap barakah dari Allah, maghfirah serta ridlo-Nya, kami mulai tulisan sederhana dalam upaya mengungkap tafsir Surat Yasin yang Agung ini dengan kalimah (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Sebab Rasulullah saw bersabda dalam sebuah Hadits :

“Tiap urusan yang tidak dimulai dengan di dalamnya Bismillahirrahmanirrahim, maka terputus barakah-Nya” . Dalam Hadits lain, Rasulullah saw bersabda :

dengan

“Tiap urusan yang mengandung kebaikan yang tidka dimulai di dalamnya dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka terputuslah barakah-Nya”. Surat Yasiin termasuk golongan Surat Makkiyyah yaitu surat yang turun di Mekkah saat Nabi Muhammad saw belum berhijrah ke Madinah. Diturunkan sesudah surat Al-Jin, terdiri atas 83 ayat. Ditempatkan dalam Mushaf pada Juz ke22 untuk ayat 1-21 dan juz 23 mulai ayat 22-83, dengan nomor surat adalah 36 sesudah surat Faathir. Surat Yasin barangkali adalah surat yang paling terkenal bagi orang awam di Indonesia, diluar surat-surat pendek yang terdapat dalam Juz ‘Amma. Sehingga banyak orang yang tidak dapat membaca Al-Qur’an sekalipun, ia dapat menghafal di luar kepala Surat Yasin, terlepas dari benar dan salahnya lafal yang diucapkannya ditinjau dari qaidah Ilmu Tajwid. Mengapa demikian ? Sebuah fenomena yang nyata dan hidup di masyarakat kita di Indonesia, baik di kota ataupun di desa, meski Rasulullah saw tidak pernah mencontohkannya secara langsung, adalah adanya Majlis Pembacaan Surat Yasin. Khususnya pada setiap malam jum’at, tatkala ada kematian, pada permulaan acara sebuah Majlis Ta’lim, pada malam Nisfu Sya’ban, dan lain sebagainya. Semuanya ini merupakan media yang sangat berperan yang mendorong ummat untuk mau membaca bahkan menghafalkannya. Sehingga apa yang diinginkan Rasulullah saw dalam HR. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda :

1

“Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (Surat Yasin) ini berada dalam hati setiap manusia dari ummatku”, menjadi sebuah kenyataan di Indonesia, sebuah negeri dengan mayoritas penduduk muslimnya terbesar di dunia ini. Tradisi yang tumbuh subur dan dikembangkan sejak dahulu oleh para Ulama di Indonesia ini, meski oleh sebagian orang dihukumi “Bid’ah”, sebenarnya memilki pijakan dalil yang kuat. Para Ulama di Indonesia yang sebagian besar bermadzhab Syafi’I, menyandarkan amaliyyahnya ini kepada sebuah Qaidah Fiqh, yang terkenal dalam Madzhab Syafi’I yang mengatakan :

“Asal pokok dari segala sesuatu adalah boleh atau mubah sehingga ada dalil yang menunjukkan keharamannya”. Qaidah ini dikutip oleh para Ulama diantaranya dari Kitab karya Imam AsSuyuthi yang berjudul “Al-Asybah wan Nadzair”, dan yang diakui pula kebenarannya oleh Prof DR. Yusuf Qardhawi dalam “Al-Halalu wal Haramu fil Islami” karena memiliki sumber dalil yang kuat dari berbagai ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasul. Diantaranya menurut DR. Yusuf Qardhawi adalah QS. 2 Al-Baqarah : 29, QS. 45 Al-Jatsiyah : 13 dan QS. 31 Luqman : 20. Qaidah ini berbeda dengan yang dikembangkan oleh Abu Hanifah pendiri Madzhab Hanafi yang mengatakan bahwa : “Pokok dari segala sesuatu itu adalah dilarang (Haram) sehingga ada dalil yang menunjukkan kebolehannya”. Itulah sebabnya di masyarakat kita ada sebagian orang yang tidak menyukai adanya aktifitas seperti Majlis Pembacaan Surat Yasin Tetapi ikhtilaful ‘Ulama adalah rahmat. Kearifan kita untuk bersikap tasammuh (toleran) dan mengakui adanya pluralitas pendapat, akan melahirkan ketentraman dalam beragama. “Klaim” yang terlalu tergesa-gesa untuk menghukumi amaliyyah orang lain sebagai sesat hendaknya mulai dijauhkan dari pemikiran kita. Sebab berpotensi untuk memicu tafaruq (perpecahan) diantara ummat Islam. Sehingga cita-cita kita untuk menjalin Ukhuwah Islamiyyah (Persatuan Ummat Islam) demi ‘Izzul Islam wal Muslimin” (Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin) hanyalah sebuah khayalan belaka. Kedudukan Surat Yasin sebagai “Qalbu al-Qur’an”, disamping fadhilah lain diantaranya untuk pengampunan dosa merupakan motifator terbesar bagi ummat untuk memperbanyak membacanya. Hanya amat disayangkan bahwa sedikit sekali, khususnya di masyarakat awam yang jauh dari dunia santri, yang mengetahui sekedar tarjamahnya apalagi untuk kandungan makna dan tafsirnya secara mendalam. Sementara Tafsir berbahasa Indonesia yang secara khusus mengkaji surat Yasin pun amat sedikit. Kebanyakan ia merupakan satu kesatuan dengan tafsir surat lainnya. Risalah sederhana ini dimaksudkan untuk sedikit mengisi kekosongan dalam aspek yang terakhir ini. Sehingga ummat Islam diharapkan tidak hanya sekedar

2

“mengambil barakah” dengan membacanya saja. Tetapi Yasin sebagai bagian integral dari Al-Qur’an, hendaknya diposisikan sebagai “Way of Life”. Sehingga mengetahui tafsirnya adalah sebuah kemestian. Dan barakah yang akan didapat tentunya lebih banyak lagi. Tiga Kitab Besar yang mu’tabarah dalam bidang Tafsir, yang lebih dikenal sebagai Tafsir Qurthubi, Jalalain dan Ibnu Katsir, adalah rujukan utama kami dalam menyusun buku ini. Kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabain Nuzul, karya Imam AsSuyuthii, juga kami pergunakan. Kemudian untuk memperluas kajian, kami menggunakan berbagai literature yang berkaitan dengan topik bahasan yang ada. Ada sekitar 25 (dua puluh lima) topik dalam buku ini yang kami simpulkan dari 83 ayat yang terdapat dalam surat Yasin ini. Kemudian kami tambahkan pula di dalamnya topik tentang fadhilah surat yasin dan hikmah yasin sebagai qalbul qur’an. Mengapa hal ini kami anggap penting, adalah sebagai targhib. Sehingga orang akan makin terdorong untuk terus membacanya, mengkaji dan mengamalkan isi dan kandungannya. Menafsirkan ayat dengan ayat Al-Qur’an lain atau dengan berbagai Hadits dan riwayat adalah ciri tulisan ini. Pendekatan sains sebagai alat bantu dalam memahami ayat yang berhubungan dengan kekuasaan Allah di semesta alam, juga kami gunakan. Semoga ada manfaatnya. Amien.

Wassalaam Mataram Nusa Tenggara Barat Jum’at 20 ramadhan 1427 H (13 Oktober 2006 M) Al-Faqir Ilallah : Agus Gustiwang Saputra

3

HR.. Abu Dawud dan Ibnu Majah dalam Kitab Sunan-nya. Dari keterangan ini dapatlah dipahami adanya sebagian Ulama dalam Madzhab Syafi’I yang memperkenankan pembacaan Surat Yasin bagi orang yang mati dan pembacaan surat Yasin yang dilakukan oleh para peziarah Qubur pada saat ia berziarah Qubur. bahwasanya Nabi saw. derajat Shohih menurut Ibnu Hibban dari Ma’qil bin Yasar ra. Abu Dawud. di Masjid atau di rumah”. Mauquf dan karena tidak diketahui identitas Abu Utsman dan ayahnya itu (selaku Rijalul Hadits pada sanadnya). Wallahu a’lam. dari Ma’qil bin Yasar ra. Tetapi Ash-Shon’ani. yakni Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani. HR. surat Yasin” Hadits ini terdapat pula dalam Kitab Bullughul Maram karya Amirul Mu’minin Ilmu Hadits. 2.. keduanya berkata : Rasulullah saw. Nasa’I. bahwa Nabi saw bersabda : “Bacakanlah surat Yasiin kepada orang mati diantara kamu” Sehubungan dengan Hadits ini. dalam Subulus Salam mengutip pula Hadits dari pengarang Kitab “Al-Firdaus”.FADHILAH SURAT YASIIN 1. bersabda : “Bacakanlah kepada orang yang akan mati diantara kalian.. Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani berkata dalam Kitab Adz-Dzakhiiratuts Tsamiinah : “Hadits ini derajatnya Hasan. Tidak ada bedanya antara bacaan Yasin dari jama’ah yang hadir dekat orang mati atau diatas kuburnya dengan membaca seluruh ayat Al-Qur’an atau sebagiannya bagi orang mati. pernah bersabda : “Tiada dari mayyit yang saat sakaratul maut itu dibacakan disisinya surat Yasin melainkan Allah akan meringankan siksanya” 4 . Menurut Ibnu Hibban sebagaimana diriwayatkan oleh Ash-Shon’ani dalam Kitab Subulus Salam : “Pengertian lafal “Mautakum” ini adalah orang yang dalam sakaratul maut” Tetapi Hadits ini oleh Ibnu Qathan dinilai cacat karena termasuk Hadits Mudtharib. yang meriwayatkan dari Abu Darda dan Abu Dzar ra.

Hamka mengatakan : “Sejak mulai ayat pertama Yasin dibaca. Imam Ahmad bin Hanbal…………………” 3. Al-Hafidzh Abu Ya’la dengan sanad “Jayyid” (Bagus) dalam Tafsir Ibnu Katsir. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada suatu malam. mantan Ketua MUI Pusat. kian lama kian tenang dan sesampai pada ayat ke-77 {Awalam yaral insanu anna khalaqnahu min nuthfathin faidzaa huwa khasiimum mubin}. dari Abu Hurairah ra. 5 . dipenuhi segala keperluannya” 4.. mengatakan : “Jika surat ini dibacakan di dekat orang yang sedang sakaratul maut. Dan barang siapa membaca Haamim yang tersebut dalam Surat Ad-Dukhan pada suatu malam.Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal pendiri Madzhab Hambali. Sampai di ujung ayat ini. Ad-Darami dalam Kitab Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. Hamka. : Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca Yasiin pada permulaan hari. dalam muqaddimah juz ke-23 pada Kitab Tafsir Al-Azhar mengemukakan pengalaman pribadinya saat dimintai tolong membacakan surat Yasin kepada orang yang sedang sakaratul maut yang sulit sekali melepaskan ruhnya padahal sudah diajarkan Kalimat Syahadat. ia berkata. meriwayatkan hadits yang sama tanpa menyebutkan tentang Surat Ad-Dukhan. saya membaca dan sampai di situ pulalah nafasnya yang terakhir…………………dan bacaan saya teruskan sampai akhir surat Waktu itu saya rasakan benar dari pengaruh bacaan itu menambah keyakinan saya kepada apa yang diterangkan oleh seorang diantara Imam-Imam kita yang berpengalaman. mulailah si sakit tidak menghempashempas lagi. terampunilah dosanya pada pagi harinya” Ulama Hadits lain yakni Abu Na’im dalam Kitab Mukhtarul Ahadits AnNabawiyyah karya Sayyid Ahmad Al-Hasyimi. HR. Allah akan meringankan baginya dan memudahkan keluarnya roh” Prof DR. terampunilah dosanya pada pagi harinya. HR. sebuah Madzhab Fiqh yang paling banyak dianut oleh para Ulama di Saudi Arabia. dari Atha bin Abi Rabah ra.

diampuni dosa-dosanya yang telah lalu..7 inilah diantara Hadits yang dipergunakan oleh sebagaian Ulama di Indonesia sebagai argumentasi adanya amaliyyah pembacaan surat Yasin pada Malam Nisfu Sya’ban. bahwa ia berkata : “Adapun membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Sholat Maghrib.6. Ibnu Sunni dari Abu Hurairah ra. Maka bacakanlah (surat Yasiin) ini kepada orang-orang mati diantara kalian” 7. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharap ridlo Allah ‘Azza wa Jalla. dan membaca Do’a Nisfu Sya’ban yang masyhur itu. HR. adalah 6 . Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada suatu malam karena mengharapkan ridlo Allah. HR.5. sebagai malam pengampunan dosa. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban. Sebagaimana Hadits Nabi dalam Kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu Laits AsSamarqandiy dengan sanadnya dari Abu Umamah ra. HR. Ibnu Hibban dari Jundub bin Abdullah ra. diampuni dosa-dosanya” 6. dari Syeikh Muhammad Darwis Al-Bairuti dari Libanon dalam Kitab Asnal Mathalib. Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar ra. diampuni dosa-dosanya” Hadits nomor 4.. Nabi saw bersabda : “Barang siapa membaca surat Yasiin pada siang dan malam dengan mengharap wajah (keridloan) Allah.5. maka Allah “turun” ke langit dunia dan melihat kepada penduduk bumi maka Dia (Allah) memberi ampun kepada semua penduduk bumi kecuali orang kafir dan orang yang sedang bersengketa” Diperkuat oleh Qaul Ulama.

Dan dikeluarkan Ayat Kursiy (Allah. berkata. Nabi saw bersabda : 7 . 9. Tiada Tuhan selain Dia. Ahmad.merupakan sebagian karya orang Sholeh yang ia susun sendiri. Dan Yasin adalah Qalbul Qur’an (Hatinya AlQur’an). Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri dengan segala Kekuasaan-Nya) dari bawah ‘Arasy. Tirmidzi dari Anas ra. bahwa Nabi saw bersabda : “Surat Al-Baqarah adalah punggung Al-Qur’an bahkan puncaknya. Tiada seorang membacanya dengan (ikhlas) karena mengharap ridho Allah dan mengharap pahala akhirat. Dan barang siapa membacanya. Dan bacakanlah Yasin kepada orang mati diantara kalian”. Al-Hadits dalam Kitab Tafsir SurahYasiin karya Syeikh Hamami Zadah dan Fadloilul A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi. Turun bersama tiap ayat daripadanya 80 (delapan puluh) Malaikat. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. dan hukumnya Mubah (Boleh). dari Maqil bin Yasir ra. melainkan diampuni baginya dosanya. 8. Konon yang menyusunnya adalah Imam Al-Buni”. Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Kemudian diperkuat oleh HR. HR. Kemudian disambungkan dengannya (Al-Baqarah).

Nabi saw bersabda : “Sungguh aku sangat ingin bahwasanya ia (surat Yasiin) berada dalam hati setiap manusia dari ummatku” Hadits-hadits diatas yang mengungkapkan Fadlilah surat Yasin ini menurut para Ulama Ahli Hadits tidak seluruhnya shohih. targhib (hal yang dapat menyenangkan orang untuk giat beribadah). karena sesungguhnya di dalamnya (Surat Yasiin) terkandung banyak kekhususan (keistimewaan)” 11. HR. yang telah diturunkan kepadanya 2 (dua) surat ini. bahkan ada diantaranya yang dloif. Beruntunglah lidahlidah yang berbicara menggunakan kedua surat ini” 10.beramal dalam hal-hal yang berkaitan dengan fadloilul (Keutamaan) amal. dan tarhib ( hal untuk memberikan rasa takut untuk berbuat ma’shiyat) dengan menggunakan Hadits Dloif selama bukan tergolong Hadits Maudlu (Palsu)”. Maka tatkala para Malaikat mendengarnya.“Sesungguhnya Allah SWT membaca Surat Yasiin dan Surat Thaha sebelum Ia menciptakan langit dan bumi selama 2000 (dua ribu) tahun.. Ahli Fiqh dan yang lainnya telah berkata : “Boleh-bahkan disunnatkan. Mengapa demikian ? Imam Nawawi. Alasan kami tetap mencantumkannya adalah untuk tujuan fadloilul amal. Al-Bazzar dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas ra. mereka berkata : Beruntunglah ummat Muhammad. Al-Hadits dalam Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah. 8 . Nabi saw bersabda : “Perbanyaklah membaca surat ini (Yasiin). Dan beruntunglah bagi orang yang hafal 2 (dua) surat ini. salah seorang Mujtahid dalam Madzhab Syafi’i dalam Kitab Al-Adzkar berkata : “Para Ulama dari golongan Ahli Hadits.

6. orangorang Qurays merasa terganggu. ”Yaa Siin 2. 8. dan mereka bersiap-siap untuk menyiksa Rasulullah tetapi tiba-tiba tangan mereka terbelenggu di pundak-pundaknya dan mereka menjadi buta sama sekali. Sehubungan dengan kejadian ini. karena mereka tidak beriman. Mereka sangat mengharapkan pertolongan Nabi saw dan berkata : “Kami sangat mengharapkan bantuanmu atas nama Allah dan atas nama keluarga”.TAFSIR AYAT 1-10 1. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. mereka tidak akan beriman”. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul.(Sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. maka karena itu mereka tertengadah. maka turunlah ayat-ayat ini (QS. 36 Yasiin : 1-10)” 9 . 10. karena itu mereka lalai. Kemudian Rasulullah saw berdo’a dan mereka pun sembuh. Asbabun Nuzul ayat ini (QS. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. 4. akan tetapi tak seorang pun diantara mereka yang beriman. 9. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. 7. 36 Yasiin : 1-10) enurut Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi. 5. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. (Yang berada) di atas jalan yang lurus. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. 3.Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. diriwayatkan oleh Abu Na’im di dalam Kitab Ad-Dalail yang bersumber dari Ibnu Abbas ra : “Bahwa ketika Rasulullah saw membaca Surat As-Sajdah dengan nyaring.

sebagaimana Rasul-Rasul lain yang telah diutus Allah sebelumnya. karena itu mereka lalai”. (yang berada) di atas jalan yang lurus. Sufyan bin Uyainah. keduanya disebutkan orang menjadi nama dari Nabi kita Muhammad saw. dituliskan orang nama –nama Nabi Muhammad saw. Dalam QS. menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. …………Di tulisan indah untuk menghiasai dinding Masjid Nabawi di Madinah. 36 Yasiin : 2-6. para ahli Tafsir kebanyakan mengartikan dengan menghubungkannya kepada nama Nabi Muhammad. Al-Hasan. adalah benar-benar seorang Rasul utusan Allah. sesungguhnya kamu (Muhammad) adalah sungguh-sungguh salah seorang dari rasul-rasul. 10 . adalah : Yaa Insaanu (Wahai manusia). nama Thaha dan Yasin turut dituliskan”. Allah berfirman : “Demi Al Qur'an yang penuh hikmah. Muqaatil . Dalam QS. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Menurut Muhammad bin Hanifiyah. adalah : Nama dari nama-nama Al-Qur’an 4. 2. Menurut Ibnu Abbas ra. maka yang dimaksud dengan manusia itu ialah Nabi Muhammad. adalah : Nama dari Asma-asma Allah 5. Allah SWT bersumpah dengan Al-Qur’an yang penuh hikmah. Kemudian Hamka mengatakan : “Jika dikatakan bahwa artinya adalah “Hai Manusia”. diantaranya : 1. Oleh sebab itu maka bersama dengan dua huruf di pangkal Surat Thaha. Menurut Sa’id bin Jubair.SUMPAH ALLAH SWT BAHWA NABI MUHAMMAD SAW BENAR-BENAR SEORANG RASUL (QS. Menurut Malik dari Zaid bin Aslam. adalah : Yaa Muhammad 3. Adl-Dlohak. ‘Ikrimah. 36 Yasin : 2-3. sebagaimana firman-Nya : (Demi Al Qur'an yang penuh hikmah). bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. adalah : Salah satu dari nama Nabi Muhammad Dari sekian pendapat ini. 36 Yasin : 1-6) Ada Ikhtilaful Ulama tentang arti lafal dalam ayat pertama. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapakbapak mereka belum pernah diberi peringatan. Menurut Ma’mar dari Qotadah.

11 Hud : 1) 2. adalah : Menunjukkan bahwa Al-Qur’an ini mengandung berbagai hikmah dan tidak tercampur dengan kebathilan dari depannya ataupun belakangnya. Menurut Tafsir Jalalain. Failusuf. Menurut Tarjamah Al-Qur’an Depag. (Demi Bukit Thursina (Gunung Sinai) 11 . dengan waktu. 3. dikemukakan bahwa : “Menurut riwayat yang masyhur bahwasanya jumlah para Rasul itu adalah 313 Rasul sebagaimana Hadits Abi Dzar ra”. RI adalah : Yang penuh hikmah 5. misalnya : (Demi waktu. serta • Kandungan hikmah yang dalam. yang mendorong para pembacanya untuk terus menerus mengkaji dan menemukan rahasianya. adalah : 1. (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu” (QS. menurut Prof. Sedang Jumlah para Nabi menurut para Ulama adalah 124.000 Nabi. Demi Waktu Dluha). Menurut Ibnu Katsir. • Kebenaran isi dan kandungannya. Demi Malam-Malam yang Sepuluh. Dalam Al-Qur’an. Jika semua pendapat ini kita gabungkan. Allah SWT kadang bersumpah. • Kecerdasannya dalam mengungkapkan nilai kebenaran tersebut. pada badi’ dan ma’aninya. Menurut Tafsir Qurthubi. misalnya : (Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini Mekkah). maka arti dari “Wal-Qur’anil Hakiim” mencakup 4 (aspek) aspek. Demi Waktu Fajar. Secara lughah (bahasa). Makna kata dalam ayat ke-2 ini. Mahmud Yunus dalam Qamus ArabIndonesia berarti : Orang Cendekia.Dalam Kitab Syarah Riyadlul Badi’ah karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi. Tetapi terkadang dengan Dia bersumpah dengan tempat. 4. adalah sebagaimana firman Allah : “Alif Laam Raa. yakni : • Keindahan susunan kata dan bahasa. adalah : Tersusun rapi dengan menakjubkan pada susunan kata-katanya.

42 Asy-Syura : 52) Menurut Hamka. Sebagaimana riwayat dari Ali ra. menurut Ibnu Katsir senada dengan ayat : “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Kalimat “Shirathal Mustaqim”. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : 12 .Menurut sebagian Ulama. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Ayat ke 4-5 yang berbunyi : “(Yang berada) di atas jalan yang lurus. Juga berarti Kitab Allah. baik dari segi keindahan susunan bahasanya. menunjukkan bahwa sesuatu itu amat penting. isi dan kandungannya yang benar dan lain sebagainya. Allah SWT menjelaskan Khitthah (Garis perjuangan) Nabi Muhammad saw dalam perjuangan da’wahnya adalah “Membawa manusia berjalan dalam hidup ini di atas garis yang lurus”. pertanyaan selanjutnya adalah siapakah manusia mulia yang membawanya tersebut dan dari mana datangnya ? Maka pada ayat ke-3. Sehingga jika seseorang terkagum-kagum dengan I’jazul Qur’an yang mengatasi semua karya manusia. dijawab oleh Allah dalam ayat ke-5. Sumpah Allah dengan Al-Qur’an ini adalah untuk menegaskan kebenaran kerasulan Muhammad saw. menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya adalah : “Jalan yang lurus yang tidak berliku. karena ia benar-benar seorang Rasul utusan Allah. dalam ayat ke-4 yang pendek ini. (QS. Allah menegaskan bahwa Muhammad bin Abdullah itulah yang membawanya. tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya. Sehingga jika Al-Qur’an menjadi media sumpah-Nya Allah. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang”. bila sesuatu dijadikan sebagai media sumpah. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. ialah mengikuti tuntunan Allah dan Rasulullah. Sedangkan pertanyaan berikutnya tentang darimana datangnya Al-Qur’an tersebut. dapat dipastikan bahwa ia teramat istimewa.

“Celaka anda. mengatakan bahwa : “Al-Aziz artinya adalah : Allah yang Maha Kuat. pada tiap pintu ada tabir yang menutupi pintu. kepercayaan dan perilaku serta budaya masyarakat yang jahiliyyah. Dan diatas jalanan ada seruan. sungguh jika anada membuka pasti akan masuk”.Juga berarti Islam. Maka bila ada orang yang akan membuka pintu diperingatkan. Ahmad. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Allah mengadakan contoh perumpamaan “Shirathol Mustaqim (suatu jalan yang lurus). dan janganlah berbelok. Shirat itu ialah Islam. karena itu mereka lalai). sebagai agama Allah. Menurut Imam Al-Qusyairi. Dan pintu yang terbuka ialah apa-apa yang diharamkan Allah. “Hai manusia masuklah ke jalan ini. Sehingga Asmaul Husna-Al-Aziz. dan seruan diatas shirath ialah nasehat dalam hati setiap muslim”. dalam At-Tahbier fit Tadzkiir. 13 . Dia-lah yang mengalahkan yang tidak dapat dikalahkan. Dan berda’wah dengan menjadi Nadzir adalah lebih berat karena pasti akan melawan arus pemikiran. yang menang dan tidak dapat ditaklukkan”. dan dimuka jalan ada suara berseru. sesat dan menyimpang. dari An-Nawas bin Sam’an ra. (HR. untuk berda’wah dengan menjadi Nadzir (pemberi peringatan). yang tidak akan diterima oleh Allah selainnya (selain Islam)”. Tirmidzi. Merupakan ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad saw. dan pagar itu adalah Hududullah (Batas-batas Hukum Allah). Sedang seruan dimuka jalan itu adalah Kitab Allah. menegaskan bahwa yang menurunkan Al-Qur’an yang penuh hikmah itu itu adalah Allah SWT Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Seorang Nabi dan da’I pada umumnya diperintahkan untuk menjadi Basyiran (pemberi kabar gembira) dan Nadziiran (pemberi peringatan).ini. Lebih jelas lagi dalam HR. sedang di kanan kiri jalan ada dinding (pagar tembok) dan dipagar ada pintu-pintu terbuka. Nasa’I) Ayat ke-5 yang berbunyi : (Yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang). Tirmidzi. jangan membuka. Maha Perkasa. Ahmad. Ayat ke-6 yang berbunyi : (Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. tak terkalahkan oleh apaun. makin mengukuhkan keyakinan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw pasti mengandung sesuatu yang luar biasa karena ia diturunkan dari Dzat Yang Maha Perkasa. Nasa’I.

Karena sejak zaman Nabi Ismail as. (QS. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsirnya. belum ada seorang Nabi dan Rasul pun yang memberi peringatan kepada mereka (Kaum Quraisy). 32 As-Sajdah : 3) 14 . mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk”. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. ayat yang semakna dengan ayat ini adalah : “Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu (Muhammad) seorang pemberi peringatanpun”. Menurut Qatadah dan Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah kepada Kaum manapun. adalah : “Kaum Qurays”. sampai masa kenabian Muhammad saw. Sehingga masa ini dikenal sebagai Zaman Fatrah ( ) 3. Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu. Menurut Al-Qurthubi. Fakta sejarah menunjukkan bahwa masa antara berakhirnya Kenabian Isa as hingga kedatangan Nabi Muhammad saw. adalah : Bangsa Arab dan Kaum-kaum lain yang belum pernah bapak-bapak mereka didatangi seorang Rasul yang memberi peringatan kepada mereka. Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu (Muhammad) . sebagian besar Ulama Tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud kaum disini adalah : Bangsa Arab. yakni : 1. 35 Fathir : 24) Sementara arti kata “Qowman” (Kaum) dalam ayat diatas. (QS. 2. ada ikhtilaf diantara para Ulama. sehingga mereka lalai. (QS 34 Saba : 44) “Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya".Senada dengan ayat ini.

(QS.MAYORITAS ORANG KAFIR DIAZAB ALLAH (QS. maka akan aku pecahkan kepalanya dengan batu. 36 Yasin : 7-10) Dalam QS. Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya : “Mana dia (Muhammad) ?”. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka. Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasiin. Maka 15 . 36 Yasin : 7. 36 Yasin : 7) Menurut Ibnu Jarir dalam Tafsir Ibnu Katsir dan As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain. Lalu keduanya mendatangi Nabi saw saat beliau sholat. diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ikrimah ra. makna ayat ini adalah “Telah pasti azab atas kebanyakan mereka karena kekafiran mereka” Pada ayat ke-8 & 9. (QS. lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu. maka karena itu mereka tertengadah. maka tangannya menjadi lumpuh sampai ke lehernya dan batu tersebut menempel pada tangannya. Allah berfirman : “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka. : “Bahwa Abu Jahl berkata : Kalau aku bertemu dengan Muhammad. Ketika Nabi Muhammad berada di sekitarnya. Ayat ini (QS 36 Yasiin : 8-9). turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl saat itu ditutup oleh Allah untuk melihat Nabi Muhammad saw” Menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya mengatakan ada riwayat bahwa : Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Jahl dan temannya dari Bani Mahzun yang bernama Al-Walid bin Mughiroh. karena mereka tidak beriman”. karena dia (Abu Jahl) tidak dapat melihatnya. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”. orangorang menunjukkan bahwa Muhammad berada di sisinya. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). Ketika Abu Jahl mengangkat batu. pasti aku akan menghasutnya”. 36 Yasiin : 8-9) Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. Abu Jahl bersumpah dengan mengatakan : “Jika aku melihat Muhammad sedang sholat.

Andaikan aku mendekatinya. dia tidak bisa melihat beliau. Maka 16 . maka Allah membutakan mata mereka. beliau membaca Surat Yasin ini di saat-sat yang kritis seperti di malam Hijrah beliau ke Madinah. Ternyata yang tidur adalah Ali bin Abi Thalib”. selalu menjadikan Surat Yasin ini sebagai wasilah memohon pertolongan Allah dalam kondisi-kondisi yang sulit dan genting. Jika Nabi Muhammad saw saja yang tentunya senantiasa dalam bimbingan wahyu dan dalam pengawalan para Malaikat. datanglah seseorang pada mereka sambil bertanya : Sedang apa kamu berada di tempat ini ? Jawab mereka : “Kami sedang menunggu Muhammad”. tetapi tidak dapat melihatnya. tetapi aku mendengar suaranya. setiap Abu Jahal bermaksud buruk pada Rasulullah saw. beliau saw keluar dari pintu itu tanpa sepengetahuan mereka karena mereka terlelap semuanya. bahwa banyak para Kyai di masa penjajahan kerap kali membaca Surat Yasin ini khususnya ayat yang ke-9 sebagai cara untuk melepaskan diri dari kejaran musuh yang akan menangkap dan membunuhnya. di depan pintu rumah Nabi. dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat) Setelah Nabi saw agak jauh. Kata orang itu : “Demi Allah. sebagaimana diriwayatkan dalam Shirah Ibnu Hisyam. Lalu mereka berdua kembali ke teman-temannya sambil memanggil-manggil mereka dalam keadaan buta dan tak dapat melihat. batu yang menempel di tangannya itu terlepas. Beliau mengambil segenggam tanah kemudian ditaburkan di atas kepala mereka sambil membaca Surah Yasiin mulai dari awal sampai ayat ke-9. Mereka melihat kedalam rumah Nabi dan mereka kira Nabi masih tidur. Setelah peristiwa itu tersebut. “ . kita makin bertambah yakin tentang kemu’jizatan dari surat Yasin ini. Para Ulama di Indonesia sejak dahulu kala. Penulis mendengar dari beberapa Kyai di Jawa. sebagai berikut : Dikatakan bahwa : “…………Ketika pemuda-pemuda pilihan (kafir Qurays) sedang bersiap untuk menghadang beliau saw. Muhammad telah pergi dari tempat ini”. Ayat 1 sampai 9 dari Surah Yasiin ini pernah dibaca oleh Nabi Muhammad saw saat malam Hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah.ketika ia kembali kepada teman-temannya dan memberitakan apa yang dia lihat. di saat beliau sedang sholat. Lalu seorang dari Bani Mahzum (Yakni Al-Walid bin Mughiroh) berkata : “Aku akan membunuhnya dengan batu ini”. seperti ada anak sapi sedang menyambar-nyambar denngan ekornya. Antara aku dan dia terhalang oleh sesuatu. Kedua orang tersebut mendengar suara beliau. Kemudian keduanya mendatangi beliau. yang berbunyi : (Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). maka ia akan memakanku. Mereka bertanya: “Aku tidak melihat Muhammad. Dari riwayat Ibnu Hisyam ini. Ketika mereka berdua hendak melempar beliau dengan batu tersebut.

pernah mengatakan bahwa : “Banyak sesuatu yang bisa merobekkan iman seorang hamba di waktu naza. yang percaya dengan penuh keyakinan bahwa ruh dapat keluar dengan mudah jika dibacakan surat Yasin di dekat orang yang sakaratul maut. Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang kafir. 2 Al-Baqoroh :6-7. menjadi makin menambah keyakinan kita akan kebenarannya. Mengapa peringatan tidak bermanfaat bagi mereka adalah karena pada hakekatnya Allah telah mematikan hati mereka untuk dapat menangkap kebenaran 17 .perilaku ummatnya yang memohon pertolongan Allah dengan memperbanyak membaca Surat Yasin yang agung ini. pada umumnya keluar dari dunia dalam keadaan kufur. mereka tidak akan beriman”. kecuali orang yang menemukan keberuntungan”. Dengan pertimbangan qiyas di atas. Hamka yang sudah kami ungkapkan di bab fadhilah Surat Yasin. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka. dan penglihatan mereka ditutup. Ali Chasan Umar dalam bukunya Alam Kubur (Alam Barzakh) digali dari Al-Qur’an dan Hadits. Menurut Ibnu Katsir. yang menginginkan semua manusia itu beriman. Pada ayat ke-10. Imam Hanafi menurut Drs. hilangnya rasa takut kepada Allah di akhir umurnya dan berbuat aniaya kepada banyak hamba Allah. Dan bagi mereka siksa yang amat berat”. mudah-mudahan orang yang sedang sakaratul maut tadi tergolong orang yang beruntung. M. maka pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan perilaku Prof DR. Mengapa demikian ? Karena saat naza (koma) adalah kondisi yang kritis ditinjau dari kacamata keimanan. Allah berfirman : “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka. dosa apakah yang dikhawatirkan dapat merobekkan iman ? Lalu beliau menjawab : “Meninggalkan syukur atas iman. yang merupakan tasliyyah (hiburan) kepada Nabi saw. Imam Hanafi pernah ditanya. ayat ini semakna dengan QS. Dengan dibacakan surat Yasin. mereka tidak akan beriman. apalagi di saat-saat yang kritis adalah dapat dibenarkan oleh syara’ atas dasar Qiyas. kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan. sama saja bagi mereka. Sesungguhnya orang yang 3 (tiga) perkara itu terdapat dalam hatinya.

Juga karena bagi mereka telah terdahulu ketentuan Allah di Lauh Mahfudzh bahwa mereka adalah orang yang kafir. Abu Thalib. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu. Nabi saw bersabda : “Ujian (fitnah) itu selalu ditawarkan kedalam hati manusia. Dalam Tafsir Ibnu Katsir. yang putih bagaikan marmar putih. Dan tiap hati yang menolaknya bertitik putih. mati sebagai orang kafir. sebagaimana ayat diatas. (QS. 28 Al-Qashash : 56) Sedang secara “sareat” adalah karena dosa-dosa yang mereka perbuat.Ilahiyyah. satu persatu bagaikan daun tikar sehelai-sehelai. tidak mengenal ma’ruf dan tidak menolak mungkar”. meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan. Maka yang mana yang termakan oleh hati. hingga mereka menyaksikan azab yang pedih”. 36 Yunus : 96-97) 18 . bahwa. bertitik hitamlah di dalamnya. ada Hadits Nabi dari Hudzaifah ra. Itulah “Hidayah” yang merupakan hak “prerogative” Allah untuk memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. yang tidak terpengaruh oleh fitnah yang bagaimanapun juga selama ada langit dan bumi. Sebab dosa akan menggelapkan hati menutupi jalannya nur hidayah. paman Nabi Muhammad yang teramat banyak jasanya kepada beliau saw. Sedang yang kedua yang yang hitam kelam bagaikan dandang periuk nasi yang terbalik. Sehingga ada dua bentuk hati. Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai. tetapi Allah memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang dikehendaki-Nya” (QS. tidaklah akan beriman.

adalah Al-Qur’an. sehingga tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Sebab kata yang artinya adalah “peringatan”. yang berbunyi (Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati). maka manusia kembali hidup di alam Qubur untuk empertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. yang dimaksud dengan ayat (Dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya) adalah : Dia senantiasa takut kepada-Nya (Allah) meski tidak terlihat oleh manusia manapun yakni saat berada dalam kesendirian. Ibnu Katsir dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam Tafsirnya. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Sedang menurut Qotadah dalam Tafsir Qurthubi.PERINGATAN HANYA BERMANFAAT BAGI ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH (QS 36 Yasin : 11-12) Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. yang ditandai dengan lepasnya ruh dari badan. (QS 36 Yasiin : 11-12) Ayat ke-11 ini merupakan penegasan bahwa da’wah hanyalah bermanfaat bagi orang yang mengikuti dan takut kepada Allah meski pun Allah tidak terlihat dengan nyata (Ghoib) bagi manusia. menurut Al-Qurthubi. Tidak terlihatnya Allah bagi manusia karena Dia (Allah) adalah Dzat Non Materi. menunjukkan bahwa setelah kematian seseorang di dunia. Oleh karena itu mustakhil Dia tampak bagi manusia di dunia ini. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. 19 . Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. Permulaan ayat ke-12.

maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelah dia. Dan barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang jelek. rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu. Menurut Ibnu Katsir. Mereka menjawab : “Benar. menurut Ibnu Katsir mengartikan (Bekas-bekas yang ditinggalkan). Setelah turun ayat ini Nabi saw menasehati Bani Salamah tentang niat mereka pindah dari tempat tinggalnya dengan sabdanya : “Sesungguhnya bekas telapak kaki kalian menuju masjid dicatat oleh Allah SWT.Ahmad dari Jabir bin Abdullah ra.Dalam Kitab Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. Oleh karena itu sebagian ahli tafsir. yakni Nabi saw bersabda : “Barang siapa membuat sunnah (kebiasaan atau aturan) dalam Islam suatu sunnah (tradisi) yang baik. bahwa. : “Bani Salamah bertempat tinggal di pinggir kota Madinah dan ingin pindah ke dekat Masjid. bahwa sababun nuzul ayat ke-12 ini menurut riwayat At-Tirmidzi dengan sanad Hasan dan Al-Hakim dengan sanad Shahih yang bersumber dari Abi sa’id Al-Khudri ra dan riwayat AtThabrani dari Ibnu Abbas ra. dalam ayat ini sebagai : “Bekas tapak kaki seseorang dalam perjalanannya ke tempat beribadah atau ke tempat bermaksiat”. Lalu beliau bersabda : Wahai Bani Salamah. 20 . Rumah-rumahmu mencatat bekas-bekasmu”. maka tatkala Rasulullah saw mendengar berita itu bertanyalah beliau kepada mereka : “Aku mendengar bahwa kalian ingin pindah mendekati masjid”. Sebaiknya kalian jangan pindah dari tempat itu”. yang menceritakan bahwa: Shahabat-shahabat Rasulullah dari Suku Bani Salamah yang bertempat tinggal jauh dari masjid. terdapat Hadits Nabi saw untuk memberi pengertian yang lebih luas dalam memaknai penggalan ayat ke-12 yang berbunyi : (Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan). Maka turunlah ayat ini (QS 36 Yasin : 12) yang menegaskan bahwa setiap ucap langkah dari seseorang itu dicatat oleh Allah. tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka”. tanpa sedikitpun mengurangi pahala-pahala mereka. kami ingin berbuat demikian”. ya Rasulullah. maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelah dia. Dalilnya : HR. ingin berpindah ke sekitarnya guna mendekati masjid.

Allah menurunkan daripadanya sekehendak-Nya terhadap siapa yang dikehendaki dari makhluknya” 21 . Sementara Imam Hasan Al-Bashri juga berkata : “Sesungguhnya di sisi Allah dalam Lauh Mahfudzh. Sehubungan dengan Lauh Mahfudzh pada penggalan terakhir ayat ke-12. Al-Qur’an atau yang sebelumnya dan yang sesudahnya”.Hadits yang lafalnya hampir sama juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Syarah Muslim. Imam Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Salam yang berkata : “Tiada sesuatu yang ditentukan oleh Allah melainkan terdapat dalam Lauh Mahfudzh.

Tapi ruh (spirit) nya tetap hidup. yang mengingkari kerasulan beliau. (yaitu) ketika Kami (Allah) mengutus kepada mereka dua orang utusan. (QS. (QS. 36 Yasin : 13-14) Khithab (seruan) ayat ini menurut Al-Qurthubi dalam Tafsirnya. 12 Yusuf : 111) Dan nama negeri yang dimaksudkan ayat diatas adalah Anthakiyyah. lalu mereka mendustakan keduanya. Ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama salaf dan khalaf. dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orangorang yang diutus kepadamu".KAUM ANTHAKIYYAH QS. agar beliau saw menyampaikan kepada penduduk Mekkah. sebuah kisah tentang nasib suatu negeri yang didatangi oleh 3 Rasul tetapi mereka mendustakannya. Mengapa mengambil ‘ibrah dari kisah itu adalah sesuatu yang penting ? Adalah karena karakter dari aktor yang kufur (ingkar) kepada Allah dan para Rasul itu dimanapun sama saja. Allah berfirman : “Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan. Dan akibat dari kekufuran itu sama saja yaitu adzab dari Allah SWT. Allah berfirman : “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu. 36 Yasin : 13-14. 36 Yasin : 13-17) Pada QS. Agar nasib kaum tersebut dapat menjadi ‘ibrah (pelajaran) bagi Kaum Musyrikin Mekkah. kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga. yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. demikian menurut Al-Mawardi dalam Tafsir Qurthubi. ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. yang dibenarkan pula oleh Ibnu 22 . Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat. Sejarah dalam arti tempat dan manusia si pelaku sejarah tersebut memang tidak dapat berulang.

Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firman-Nya pada QS. melainkan dengan seizin Allah. Walaupun Ibnu Katsir sendiri dalam Kitab Qishahshul Anbiya lebih suka menyebutnya Kaum Yasin. Wahab bin Munabih. Sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu (Muhammad). Tetapi kemudian Allah mengutus pula Nabi Harun as. 40 Al-Mu’min : 78) Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa mula-mula yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah itu hanya 2 (dua) orang Rasul saja. Karena banyak para Nabi dan Rasul yang nama mereka tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. tetapi kemudian diutus lagi yang ketiga untuk memperkuat dua utusan terdahulu. Mula-mula Allah SWT hanya mengutus Nabi Musa as. Dan ini jelas menurut Ibnu Katsir. Kemudian Allah mengirim 3 (tiga) orang utusan. dan Syalum. yaitu : Shadiq. maka apabila telah datang perintah Allah. Letak ikhtilaf (perbedaan) diantara para Ulama adalah pada : “Apakah para utusan (Rasul) yang disebutkan dalam ayat ini benar-benar Rasul Utusan Allah ataukah utusan Nabi Isa as ?” Pendapat pertama : Para Utusan Allah (Rasulullah) Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan dari Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu`jizat. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. adalah sesuatu yang pernah terjadi pula dalam Kisah Fir’aun dan kaumnya yang didatangi oleh 2 (dua) orang Rasul. tidaklah mengurangi nilai kerasulan mereka. Ka’ab al-Ahbar. mereka berkata : “Negeri tersebut (Anthakiyyah) memiliki seorang Raja yang bernama Anthiochos bin Anthiocos. 20 Thaha : 9. 25 Al-Furqan : 35-36.Katsir dalam Tafsirnya. bahwa mereka adalah para Utusan Allah (Rasulullah). yang merupakan seorang penyembah berhala. Diantaranya : 23 . (QS. Tetapi mereka mendustakan para utusan ini”. Sedangkan fakta bahwa ke-3 (tiga) Rasul tersebut tidak disebutkan namanya dalam Al-Qur’an. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.36 dan QS. untuk mendampingi dan memperkuat da’wahnya Nabi Musa as. diputuskan (semua perkara) dengan adil. Mashduq.

menyertai dia sebagai wazir (pembantu). wahai Musa. Ini juga merupakan pendapat Imam As-Suyuthi. 20 Thaha : 29-31) “Allah berfirman: "Sesungguhnya telah (permintaan)mu. (QS. teguhkanlah dengan dia kekuatanku”. dalam Kitab Tafsir Jalalain. sesungguhnya ia telah melampaui batas".“Pergilah (engkau wahai Musa) kepada Fir`aun. (yaitu) Harun. diangkat pula sebagai Rasul Utusan Allah untuk membantu da’wahnya. Demikian juga Ibnu Jarir dari Wahab dari Ibnu Sulaeman dari Syu’aib Al-Jiba’I. Dan do’anya dikabulkan Allah. 20 Thaha : 36) diperkenankan do’a “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya. Maka keduanya kemudian berda’wah kepada Fir’aun dan kaumnya. Penjelasan ini makin memperkuat dugaan bahwa 3 (tiga) orang utusan kepada Kaum Anthakiyyah ini benar-benar Rasul (Utusan) Allah bukan sekedar utusan Nabi Isa as. 20 Thaha : 24) Tetapi kemudian Nabi Musa berdo’a agar Harun. Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya”. (QS. mengatakan : “Nama para utusan yang pertama itu adalah Syam’un. Sedangkan negeri itu bernama Anthakiyyah”. Kemudian Kami berfirman kepada keduanya: "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". Yohana dan Bulis”. saudaranya. saudaraku. Pendapat kedua : Utusan Nabi Isa as Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya meriwayatkan bahwa Qatadah berpendapat bahwa : “Mereka adalah Utusan dari (Isa) Al-Masih”. Allah berfirman : “Dan jadikanlah untukku (Musa) seorang pembantu dari keluargaku." (QS. 24 .

Kemudian dalam pandangan Hamka. tiga Tuhan dalam satu. termasuk Ketuhanan Al-Masih dan Roh Kudus. maka tiba-tiba mereka semuanya mati). Romiyah. mirip dengan “Kisah Segala Rasul” dalam Kitab Perjajian Baru. Oleh karena itu ia merupakan salah satu dari 4 (empat) kota di negeri tersebut yaitu : Anthakiyyah. diutus kepada penduduk Anthakiyyah Kuno. AlQuds. dikatakan bahwa intisari ajaran Paulus ini adalah : 1. Yesus bangkit di alam arwah dan naik ke langit untuk duduk di kanan “Bapak” memerintah manusia. pendapat kedua ini sangat lemah. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Maka pendapat yang demikian tidak ditolak”. Oleh karena itu menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. 2. dan setelahnya adalah AlQisthanthiniyyah. yang harus kita tangkap dan menjadi fokus perhatian utama kita adalah “spirit” perjuangan da’wahnya untuk menjadi I’tibar bagi kita. terutama berkaitan dengan nama Paulus atau yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Bulish atau Baulush. cerita ini juga berdekatan dengan kisah-kisah Kristen. maka Anthakiyyah adalah negeri yang pertama kali beriman kepada Al-Masih pada saat itu.Mengapa ? 1. 4. menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Trinitas. Negeri Anthakiyyah ini terdapat di wilayah Turki. Agama Kristen bukan hanya untuk Yahudi saja. lalu mereka mendustakan dan akhirnya dibinasakan. Wujud Yesus sebagai anak Tuhan dan turunnya ke bumi untuk mengorbankan dirinya demi menebus dosa manusia. Siapapun mereka dari ketiga utusan yang disebutkan ayat-ayat diatas bukanlah tujuan utama yang dimaksudkan oleh Allah untuk mendapatkan perhatian dari kita. dan setelah itu dibangun kembali hingga pada zaman Al-masih. Sementara penduduk negeri yang disebutkan di dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin : 29). pendapat kedua ini pun dianggap sangat lemah. maka bagi kita Ummat Nabi Muhammad saw. 3. ia masuk ke dalam wilayah Syiria. Paulus adalah tokoh terbesar yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan isi Kitab Injil. tetapi setelah Perang Dunia I. 2. Sebagaimana Ibnu Katsir. Karena Al-Qur’an tidak memberitahukannya secara gamblang siapakah mereka sebenarnya. Ahmad Syalabi dalam Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an. Karena ketika Al-Masih mengirimkan 3 (tiga) orang utusan dari pengikutnya yang setia. bahwa : “Jika ketiga utusan yang disebutkan dalam Al-Qur’an (Surat Yasiin). mereka beriman kepada Rasul yang diutus kepada mereka. 25 . semuanya dibinasakan sebagaimana yang difirmankan Allah (Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja. melainkan juga untuk semua bangsa di dunia.Menurut Ibnu Katsir. Karena apa yang diajarkan Paulus sudah jauh menyimpang dari ajaran Nabi ‘Isa as. Iskandariyyah. Lebih jauh lagi menurut Prof DR. yang mereka (penduduk kota tersebut) tidak dibinasakan.

dapat menjadi Rasul (Utusan) Allah. Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. ada banyak ayat yang menjelaskan kekeliruan cara pandang kaum yang kafir ini terhadap seorang Rasul. 2. melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. 25 Al-Furqan : 20) 26 . Diantaranya Allah berfirman : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad). Dalam Al-Qur’an. tampak bahwa Kaum kafir Anthakiyyah ini beralasan dengan 2 (dua) hal. kaum yang kafir ini menyangkal dan menyatakan ketidakpercayaannya. Mereka tidak percaya adanya wahyu yang telah diturunkan Allah yang menandai kenabian dan kerasulan mereka. dan adalah Tuhanmu Maha Melihat”. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas". Bahwa tidak mungkin seorang manusia. adalah penggalan ayat yang berbunyi : “Dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun”. yakni : 1. yang biasa makan. 36 Yasin : 15 diatas. (QS. 36 Yasin : 15-17) Mendengar seruan dari para Rasul bahwa mereka bertiga adalah Utusan Allah kepada Kaum Anthakiyyah. Dari QS.Kemudian pada ayat ke-15 sampai 17. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Maukah kamu bersabar?. berhubungan suami istri. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. qarinah (indikasi) yang menunjukkan bahwa Kaum Anthakiyyah tidak percaya bahwa ada wahyu yang telah diberikan kepada para Rasul tersebut. (QS. minum. kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".

13 Ar-Ra’du : 38) Mendengar penolakan dari Kaum Anthakiyyah ini. pada ayat ke-16. (QS. Sedangkan ayat ke-17. Bahwa hasil da’wah berupa dianutnya agama Allah oleh suatu kaum bukanlah menjadi tanggung jawab seorang Rasul. 2.“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. dimana Allah berfirman : (Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu) Adanya pengulangan ayat yang sedemikian rupa ditambah adanya “lam tawkid” pada kalimat di ayat ke-16. yang berbunyi : (Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah bertabligh (menyampaikan perintah Allah) dengan jelas). para Rasul ini berkata dengan penuh keyakinan bahwa : (Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah benar-benar orang yang diutus kepada kamu) Ayat ini merupakan pengulangan dari ayat sebelumnya . Bahwa fungsi dan tugas wajib seorang Rasul adalah untuk bertabligh. yakni ayat ke-14. yakni : 1. sang Rasul dapat dianggap telah melaksanakan tugasnya. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”. Sebab hidayah adalah milik Allah. sebagai sang pemberi tugas da’wah kepada mereka. Kemudian Keberanian 3 (tiga) orang utusan ini menyebut-nyebut Tuhan dalam ayat ke-16. Jika upaya untuk bertabligh dan mengajak orang ke jalan yang benar sudah dilakukan dengan berbagai cara kemudian dijalaninya secara terus menerus dalam rentang waktu yang panjang. Tetapi proses lah yang dilihat. 27 . maka berarti apapun hasilnya. bukan sekedar utusan Nabi Isa as. Dia akan memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. adalah sebuah penegasan bahwa mereka benar-benar orang yang diutus. Mengandung 2 (dua) pengertian. kembali memperkuat keyakinan kita bahwa mereka bertiga ini benar-benar utusan Allah. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu`jizat) melainkan dengan izin Allah.

Allah berfirman : “Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. alat untuk merajamnya adalah dengan batu. Persis sebagaimana firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir`aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buahbuahan. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran. mereka timpakan kesialan ini kepada para Rasul. Ketahuilah. 7 Al-A’raaf : 130-131) Sedang arti ‘merajam” dalam ayat di atas menurut Tafsir Qurthubi adalah membunuh.PENOLAKAN KERAS KAUM ANTHAKIYYAH TERHADAP DA’WAH PARA RASUL (QS. sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah. mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. Jika argumentasi (hujjah) mereka 28 . Sikap represif orang kafir yang demikian ini juga pernah dipertontonkan oleh Kaum-Kaum lain yang menentang para Nabi. 36 Yasin : 18. para Rasul berda’wah memberi peringatan selama 10 (sepuluh) tahun. (QS. Menurut Tafsir Jalalain dan Qatadah dalam Tafsir Ibnu Katsir . mereka berkata: "Ini adalah karena (usaha) kami". Ketika hujan tidak turun-turun. 36 Yasin : 18-19) Pada QS. supaya mereka mengambil pelajaran. menurut Muqatil dalam Tafsir Qurthubi adalah tertahannya hujan selama 3 (tiga) tahun di negeri tersebut. sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami). Dan jika mereka ditimpa kesusahan. niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". Nasib malang yang dimaksud ayat ini. Menurut Tafsir Qurthubi.

Tetapi pada masa Kaum Anthakiyyah. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu (penduduk Anthakiyyah) adalah kaum yang melampaui batas". Melainkan karena 29 . para Utusan itu berkata : “Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. mereka tidak akan segan-segan melakukan cara-cara kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain. Berdasar pendapat Muqatil dalam Tafsir Qurthubi di atas. dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". kemana sebenarnya perginya air hujan itu. maka demi mempertahankan eksistensinya. 4 An-Nisaa : 78) Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa jika siklus air terganggu. Mendapat penolakan keras dari penduduk Anthakiyyah ini. Sehingga jika di suatu daerah tidak turun hujan. bahwa baik dan buruk perkara itu memiliki hubungan kausalitas (sebab akibat). Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka memperoleh kebaikan. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. karena keduanya baru ditemukan pada abad ke-20. mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah". maka ia dipastikan turun di kawasan bumi yang lainya”. mungkinkah hal itu terjadi ? DR.sudah dikalahkan. barangkali tidak turunnya hujan sampai 3 (tiga) tahun tersebut bukanlah karena pemanasan global atau membesarnya lubang ozon. 36 Yasin : 19) Maksud ayat ini bukanlah dalam pengertian hakekat perkara. Rernat Kosim. pakar fisika Unram mengatakan : “Bahwa siklus air di bumi itu jumlahnya tetap. Demikianlah yang terjadi di segala tempat di bumi ini dan di segala zaman hingga saat ini. Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". misalnya karena perubahan temperature udara akibat pemanasan global akan berpengaruh terhadap proses kondensasi dan demikian pula makin membesarnya lubang ozon akan berdampak terhadap curah hujan yang tidak teratur. bahwa di negeri ‘Anthakiyyah selama 3 tahun tidak turun hujan. Meski hakekatnya dari Allah SWT. (QS. Melainkan Allah mengingatkan kita.

Sebagaimana HR. Apabila suatu kaum telah menghalangi mengeluarkan zakat. 5. Dari Hadits ini ada 2 macam dosa yang dapat menahan turunnya hujan yakni : Tidak ditunaikannya kewajiban zakat dan perilaku curang dalam bisnis dengan mengurangi ukuran dan timbangan. akan terjadilah thaun dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah dikenal di zaman nenek moyang mereka. Diantaranya tentang Bani Israil dan Kaum Saba. Dan aku berlindung kepada Allah. Ahmad) Bahwa dosa berdampak buruk kepada rizqi dan menjadi faktor pendorong terjadinya bencana.perilaku mereka yang berlumuran dengan dosa. dan janganlah hendaknya kamu mendapatinya. Adapun yang lima ialah : 1. janganlah hendaknya terjadi di zaman kamu. 2. Ahmad dari Tsaubah ra. Allah berfirman : 30 . Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya seseorang benar-benar dapat tertahan rizqinya karena dosa yang dilakukannya dan tiada sesuatu yang dapat menolak taqdir selain do’a. Sehingga kalau bukanlah Tuhan kasihan kepada binatang-binatang. dijumpai bukan hanya dalam Hadits. bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : “Bagaimana sikapmu apabila kelak terjadi pada kamu yang lima macam. ditahanlah hujan turun dari langit. 4. pastilah mereka akan dikuasai oleh musuh-musuh mereka. tidaklah hujan akan turun. pastilah Allah akan menjadikan selalu akan berkelahi diantara sesama mereka”. Dan apabila para penguasa telah memerintah tidak dengan peraturan yang diturunkan Allah. Al-Hakim dari Abdullah bin ‘Umar ra. Apabila suatu kaum sudah berlaku curang pada ukuran dan timbangan akan terjadilah kemarau panjang dan kesukaran bahan makanan dan kedzaliman penguasa. Apabila zina telah terang-terangan pada suatu kaum. Dan tiada yang dapt menambah umur selain perbuatan baik” (HR. 3. Dan apabila mereka telah membekukan Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. sehingga musuh itu mengambil sumber yabng ada dalam tangan mereka sendiri. bahkan bertebaran pula pada berbagai ayat Al-Qur’an. Diperkuat oleh HR.

pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. 5 Al-Maidah : 58) “Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit. melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami". Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”.“Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Tetapi mereka berpaling. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas”. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu). Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. Yang demikian itu. (QS. dan mereka menganiaya diri mereka sendiri. 34 Saba : 15-19) 31 . Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya. (QS. maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya.

dalam Tafsir Ibnu Katsir. laki-laki ini adalah satu-satunya penduduk Anthakiyyah yang beriman kepada para Rasul tersebut. maka datanglah seorang laki-laki yang lari bergegas dari ujung kota untuk membela para Rasul ini. dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Menurut sebagian Ulama. jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku. seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku. (QS. 36 Yasin : 20-27) Pada QS. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”. Allah berfirman : “Dan datanglah dari ujung kota. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. ikutilah utusan-utusan itu. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya. ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu. Ia bernama Habib An-Najar. 36 Yasiin : 20-25) Ayat ini adalah sebuah episode tatkala situasi sudah sangat gawat.KISAH HABIB AN-NAJJAR SEBAGAI SHOHIBU YASIN (QS. Ia bergegas dari ujung kota untuk mengingatkan kaumnya seraya 32 . Bahkan ikut mengajak kaumnya untuk mengikuti seruan da’wah mereka. ia dikenal sebagai Shohibu Yasiin. Ketika perdebatan antara para Rasul dengan Kaum Kafir Anthakiyyah ini mencapai puncaknya. Semua hujjah (argumentasi) mereka sudah dikalahkan dan kaum kafir ini sudah berencana membunuh para Rasul. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. 36 Yasin : 20-25. Dan menurut Ibnu Abbas ra.

tetapi ia dibunuh oleh kaumnya sendiri” b. Diperkuat oleh HQR. bahwa Rasulullah saw. Siapakah Habib An-Najar itu ? Para Ulama berkata : a. 36 Yasin : 21 di atas. mengutip surat Luqman ini dalam kitab Riyadhus Shalihin pada bab zuhud kepada dunia. tatkala beliau ditawari oleh Kaum Qurisy dengan kemewahan dunia atau jabatan dan kekuasaan agar beliau saw menghentikan da’wahnya. maka selanjutnya dapat dipastikan bahwa ajaran yang dibawa oleh para Rasul ini pun jauh dari interpensi kepentingan duniawi. Menurut Ats-Tsauri dalam Tafsir Ibnu Katsir. sebagaimana firman-Nya pada QS. Ini menunjukkan bahwa upah yang dicari oleh para utusan ini bukanlah pamrih duniawi. terang-terangan. dari Ashim Al-Ahwal dari Abu Mujalaz. Menurut Ibnu Abbas ra. Qudha’I yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. sehingga jauh dari kebenaran. dari Ibnu Mas’ud ra. Allah berfirman : “Tiada amalan yang mendekatkan seorang hamba mu’min kepada-Ku dengan seperti zuhud kepada dunia”. Allah berfirman : “Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu. Kebenaran 33 . Para Rasul ini tidak meminta upah dari seruan da’wahnya 2. melainkan rido Allah. Mengapa pendekatan ini dilakukan oleh Habib An-Najjar. Ada juga yang mengatakan bahwa ia seorang tukang sepatu” Ada dua poin penting yang diserukan Habib An-Najjar kepada Kaum Anthakiyyah untuk mengajak mereka beriman kepada para utusan ini. Imam Nawawi. 31 Luqman : 33. Para Rasul ini adalah orang yang beroleh Hidayah Allah. ditolak oleh beliau. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa terperdaya oleh gemerlapnya dunia. apalagi dengan menghalalkan segala cara. yakni bahwa : 1. yang berarti tidak zuhud. ternyata kaum Ibnu Ishaq menceritakan dari sebagian shahabatnya. ia mengatakan : “Nama orang itu adalah Habib bin Siri”. mencari popularitas. Kemudian dikatakan. dalam Qishashul Anbiya : “Dia adalah seorang yang banyak bershodaqoh. bahwa ia seorang tukang kayu. Jika demikian adanya. Dalam QS. hakekatnya ia telah diperdaya oleh syetan. bersabda.memperlihatkan keimanannya secara Anthakiyyah justru membunuhnya. Ia akan jauh dari upaya memperkaya diri sendiri. dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. Ada yang berpendapat ia seorang tukang tenun. ia mengatakan : “Mereka (Kaum Anthakiyyah) menginjakkan kaki pada tubuhnya (Habib An-Najar) hingga tulang punggungnya keluar”. barangkali karena lazimnya orang yang zuhud kepada dunia lebih dekat kepada kebenaran. Sebagaimana yang terjadi pada diri Rasulullah saw.

Ilahi meski pahit sekalipun akan disampaikannya. maka adalah wajar jika ia menyembah kepadaAllah sebagai bukti kesyukuran kepada karunia-Nya tersebut. Oleh karena itu para Rasul tersebut amat layak untuk diikuti oleh Kaum Anthakiyyah. Itulah orang yang beroleh hidayah Allah. Sebagian pendapat mengatakan bahwa mereka melaporkannya kepada Raja Anthakiyyah. sekaligus merupakan dalil bahwa Kaum Anthakiyyah memang penyembah berhala. Jika bukan. Dan Raja menanyainya. Lalu Habib AnNajjar berkata. niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?”. Sedang menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dikatakan bahwa sebenarnya ungkapan tersebut memiliki makna yang dalam dan itu merupakan sebuah sindiran kepada kaumnya. maka tak ada seorang pun yang sanggup menolaknya. Sebab jika itu terjadi. Begitu terhunjamnya keimanan dalam dirinya. sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya”. Artinya jika mereka masih merasa sebagai manusia yang berakal. yang berbunyi : “Jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku. Menurut Qatadah dalam Tafsir Qurthubi dan Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin dikatakan bahwa : “Ketika kaumnya mendengar ucapan Habib An-Najjar itu. Maka tersesatlah ia. 36 Yasin : 22-23) Argumentasi yang disampaikan oleh Habib An-Najjar kepada kaumnya dengan mengatakan : “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku” adalah untuk menggugah kesadaran nurani bahwa karena Allah yang telah menciptakan dirinya. Adalah ungkapan Habib An-Najjar dalam menanggapi ajakan orang kafir untuk kembali kepada agama berhala yang dianut oleh penduduk Anthakiyyah. mengapa harus menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah ? Penggalan awal ayat ke-23 ini. mungkinkah berhala-berhala yang mereka pertuhankan itu adalah yang menciptakan mereka ?. Justru yang ia khawatirkan adalah keburukan yang akan ditimpakan oleh Allah kepada dirinya jika ia berlaku kufur dengan mengikuti agama berhala. mereka berkata kepadanya : “Engkau telah menyalahi agama kita dan mengikuti agama utusan-utusan itu ?”. sebagaimana firman-Nya pada ayat ke-25. ia tidak takut oleh kemungkinan buruk yang akan ditimpakan oleh kaumnya. Sedang penggalan ayat ke-23. (QS. karena tentunya mereka pun diciptakan oleh Allah. 34 .

Kemudian pada ayat ke-26 dan 27. Kaum Anthakiyyah mulai melakukan penyiksaan kepada Habib An-Najjar hingga akhirnya membunuhnya. Allah menceritakan nasib Habib AnNajjar yang amat baik. (QS. 10 Yunus : 107) “Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu. (QS. 6 Al-An’am : 17) Puncak dari keberanian Habib An-Najjar. maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”. 36 Yasin : 25) Menurut Hamami Zadah dalam Tafsir Yasin-nya . maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". Ia (Habib An-Najar) berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. Allah berfirman : “Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". adalah iqrar syahadatnya yang diucapkan dengan penuh keyakinan dan yang diperdengarkannya kepada semua orang ketika itu. setelah pernyataan ini. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. 36 Yasiin : 26-27) 35 . Allah berfirman : Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu. maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. (QS. karena ia gugur sebagai syuhada. Allah SWT menganugerahinya dengan surga. maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku”.Ayat Qur’an yang senada dengan ayat ini adalah : “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu. maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Bahwa ia benar-benar telah memeluk agama Allah dan menjadi pengikut para Rasul. (QS.

mengatakan Abu Umar bin Abdul Barr berkata : “Ruh para Syuhada berada di sorga sedang orang mu’min umumnya berada di sekitar kuburannya” Masih dalam Kitab yang sama. yakni : 1. Rasulullah saw bersabda : “Allah menjadikan arwah saudara-saudaramu yang gugur dalam Perang Uhud sebagai burung-burung hijau yang mengunjungi sungai sorga dan makan buah-buahannya. Ahmad. Abu Dawud. menurut Madzhab Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Diantara dalilnya adalah : HR. dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”. (QS. Al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas ra. dalam firman-Nya : “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. dalam Lubabun Nuqul Fii Asbabin Nuzul. bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka. Dalam Kitab Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim karya Ibnul Qayyim Aj-Jauziy. Diriwayatkan pula oleh Tirmidzi dari Jabir ra. Hal ini sebagaimana pujian Allah kepada para Syuhada Uhud. baik ia syuhada atau bukan syuhada setelah ia lepas dari tanggung jawab dosa besar atau hutang dan ia telah mendapatkan ampunan dari Allah”. Benar-benar langsung masuk sorga tanpa melalui Alam Barzakh (Alam Qubur) terlebih dahulu.Ayat ini merupakan ungkapan kegembiraan dari Habib An-Najar terhadap karunia nikmat yang Allah berikan kepadanya. sampai menghampiri lampu mas dibawah 36 . dikatakan : “Ruh orang mu’min itu berada di sisi Allah di surga.. dalam topik tentang “Sebelum Qiyamat apakah ruh itu di langit ataukah di bumi ?”. 3 Ali Imran : 169-171) Tentang ayat ada ikhtilaful ulama. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah.

HR. HR. Ahmad. DR. Dalil : 1). Rasulullah saw bersabda : “Para Nabi itu hidup di dalam kuburannya seraya melakukan shalat” (HR. minuman yang lezat dan tempat tidur yang empuk. Abu Dawud. mengatakan : “Sementara itu arwah para syuhada diberi hak penuh dan sangat leluasa untuk beraksi. Abu Ya’la dan Al-Bazzar. lalu bernaung di bawah naungan lampulampu di bawah ‘Arasy.Muhammad bin Alwi Al-Maliki mengatakan : “Sesungguhnya kehidupan sebenarnya bagi para Nabi. yang menceritakan keadaan para syuhada”. Tirmidzi) 2. (HR. DR. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam Kitab Mafahim Yajib An-Tushahhah dalam topik tentang “Kehidupan para Nabi di alam Barzakh”. hanya sudah mendapatkan terlebih dahulu sebagian dari kenikmatan surga. Mereka dapat berjalan-jalan melancong di surga sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Al-Baihaqi. dalam Dala’il An-Nubuwwah mengatakan bahwa: Disebutkan dalam hadits shahih dari Sulaeman At-Taimi dan Tsabit AlBanani dari Anas bin Malik ra. 3 Ali imran : 169 diatas. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Aku pernah mendatangi Musa pada malam aku diisra’kan di Al-Katsiib Al-Ahmar (bukit pasir merah). ketika ia (Musa) sedang berdiri melakukan shalat di kuburnya” (HR. Maka turunlah ayat QS.naungan ‘Arasy. Al-Hakim. dengan rijal (sanad) Abu Ya’la itu tsiqat (dapat dipercaya) yang bersumber dari Anas bin Malik ra. Demikian menurut riwayat yang shahih” Dalam topik dan kitab yang sama. Abu Ya’la dan Al-Bazzar) 2). khususnya Nabi Muhammad saw. Allah berfirman kepada mereka : “Aku akan sampaikan hal kalian kepada mereka”. Tetap berada di Alam Barzakh. di alam Barzakh merupakan kehidupan yang lebih sempurna dan lebih tinggi nilainya”. mereka berkata : Alangkah baiknya jika kawan-kawan kita mengetahui apa yang telah Allah berikan untuk kita. Ketika mereka mendapatkan makanan enak. Al-Baihaqi) 37 . sehingga mereka tidak segan untuk berjihad dan tidak mundur dari peperangan”.

yang tekanan gelombang bunyinya sebesar 170 dB. 36 Yasin : 28-29. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. cukup untuk membunuh penduduk seisi kota. para ahli tafsir mengatakan : “Allah Azza wa Jalla mengutus kepada mereka Malaikat Jibril. Maka suara roket yang tinggal landas. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya. Jika suara Halilintar saja. 36 Yasin : 28-32) Pada QS. maka tiba-tiba mereka semuanya mati” (QS. yang memiliki tekanan bunyi sebesar 120 deciBel. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja. Menurut sebagian ulama termasuk Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surat Yasin. Teriakan satu Malaikat saja. maka seketika itu juga mereka mati”. bahkan dengan suatu cara yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. adalah hal yang logika sains dapat menerimanya. bahwa membinasakan mereka (Kaum Anthakiyyah) yang kufur dan durhaka adalah amat mudah. Secara ilmiah. ayat ini untuk menunjukkan tentang Kekuasaan Allah yang amat besar. ayat ini dapat dibuktikan kebenarannya. akan memiliki efek yang lebih besar lagi. Allah berfirman : “Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. Allah mengazab Kaum Anthakiyyah dengan hanya satu teriakan saja tanpa perlu mendatangkan balatentara Malaikat untuk mematikan mereka semuanya.AKHIR DARI KEHIDUPAN KAUM ANTHAKIYYAH (QS. lalu ia membuka pintu gerbang negeri mereka seraya berteriak dengan satu kali teriakan. Maka adanya suara teriakan yang dapat mematikan seisi negeri. Allah berfirman : 38 . 36 Yasiin : 28-29) Setelah Habib An-Najar meninggal dunia. Pada ayat ke 30-32.

“Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami” Arti kata “al-hasrah” dalam ayat ke-30, menurut Syeikh Hamami Zadah dalam Tafsirnya adalah : sangat menyesal. Menurut Ibnu Katsir, ayat ini berbicara tentang penyesalan dari penduduk Anthakiyyah di akherat kelak saat mereka melihat dengan nyata siksaan dan azab Allah untuk mereka. Menurut Ikrimah, penyesalannya itu merupakan penyesalan yang amat mendalam. Dan penyesalan pada saat itu tidak memberi manfaat apapun selain kerugian. Menurut Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya, yang dimaksud dengan ummat sebelum mereka yang telah dibinasakan pada ayat ke-31 adalah : “Kaum Nuh, Kaum ‘Aad, Kaum Tsamud, Kaum Rass, dan lain-lain yakni kaum yang diturunkan sebelum perode Taurat” Dasarnya adalah firman Allah :

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. (QS. 28 Al-Qashash : 43) Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Al-Bazzar dari Auf Al-‘Arabi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia mengatakan : “Allah tidak membinasakan suatu kaum dengan adzab dari langit atau dari bumi setelah diturunkannya Taurat ke muka bumi selain sutu Negeri yang penduduknya dirubah menjadi kera. Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah SWT berfirman “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu” Dan Kisah Kaum Yasin (Anthakiyyah) ini oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Qishashul Anbiya ditempatkan dalam urutan periode kisah sebelum Kisah Nabi Musa as. Ini menunjukkan bahwa periode kehidupan Kaum Anthakiyyah yang terdapat dalam Surat Yasin ini adalah Anthakiyyah Kuno sebelum zaman Nabi Musa Sedang ayat ke-32, menegaskan bahwa Kaum Anthakiyyah yang kafir yang telah terbunuh ini, kelak di Yaumul Ba’ats akan dikumpulkan lagi di Mahsyar, untuk mempertanggung jawabkan semua tindak kejahatan mereka.

39

KRITERIA SEORANG RASUL
(BELAJAR DARI KISAH PARA UTUSAN DI NEGERI ANTHAKIYYAH)
Kisah Kaum Anthakiyyah, secara lengkap terdapat pada QS. 36 Yasin : 13-32, sebagai berikut :

40

13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka; 14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu". 15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". 16. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. 17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". 18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". 19. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas". 20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,. 21. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. 22. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? 23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? 24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. 25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku. 26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, 27. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". 28. Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. 29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati. 30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolokolokkannya. 31.Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. 32. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

41

Yasiin : 22-23) Kriteria ke-1 : “Diutus kepada kaum tertentu” Semua Nabi dan Rasul sebelumnya hanya diutus bagi Kaum atau Negeri tertentu saja. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”. Sebagaimana firman-Nya : “Dan Kami (Allah) tidak mengutus kamu (Muhammad). 11 Hud : 50) Sedangkan Nabi Isa as. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. sebagaimana firman-Nya : “Dan kepada kaum `Aad (Kami utus) saudara mereka. Diberi wahyu (QS. sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu”. Diutus kepada kaum tertentu (QS.Dari rangkaian ayat-ayat dalam Surat Yasiin ini dapat difahami bahwa diantara kriteria seorang Rasul Utusan Allah adalah : 1. terutama karena yang datang hanyalah manusia sebagaimana mereka. 36 Yasiin : 17) 5. 36 Yasin : 15) 4. Tugasnya bertabligh (QS.16) 2. Allah berfirman : “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil. Misalnya : Nabi Hud hanya untuk Kaum ‘Aad (di Yaman) saja. Seorang manusia (QS..14. Hud”. 34 Saba : 28) Sedangkan Nabi dan Rasul lain. 36 Yasiin : 13. (QS. Sebagaimana firman-Nya : 42 . Kecuali Nabi Muhammad saw yang diutus bagi seluruh ummat manusia dan untuk seluruh bangsa di dunia. wilayah da’wahnya bersifat lokal dan terbatas. 36 Yasiin : 15) 3. sebenarnya merupakan gejala universal. Tidak menerima upah dan shodaqoh (QS. (QS. Mengajarkan Tauhid (QS. 36 Yasiin : 21) 6. (QS. 61 As-Shaff : 6) Kriteria ke-2 : “Seorang manusia” Penolakan Kaum Anthakiyyah terhadap seruan da’wah 3 (tiga) utusan ini. hanya untuk Bani Israil saja.

Sebagaimana firman-Nya : “Manusia itu adalah umat yang satu. supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka”. Nabi Ibrohim as. dan Allah menurunkan bersama mereka (para Nabi) Kitab dengan benar.harus dilemparkan ke dalam kobaran api Raja Namruj dari Babilonia (Mesopotamia). maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan”. (Setelah timbul perselisihan). (QS 14 Ibrohim : 4) Kriteria ke-3 : “Diberi wahyu” Seorang Rasul adalah orang yang ditugaskan mengajari ummat manusia untuk mengenal kebenaran dan membimbingnya ke jalan yang lurus. 43 . Mustakhil ia bisa melakukan tugas sucinya ini tanpa bimbingan wahyu. Nabi Musa as. Karena kebenaran hakiki yang akan membawanya kepada jalan yang lurus. bahwa Allah SWT senantiasa mengutus seorang Nabi dan Rasul bukan dari golongan Malaikat melainkan dari kalangan manusia. harus menghadapi Fir’aun dan balatentaranya yang terus mengejarnya hingga ke Laut merah. Itulah wahyu. Allah berfirman : “Kami tidak mengutus seorang rasulpun.“Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya. seorang Rasul wajib menyampaikannya. merupakan sifat wajib bagi Nabi dan Rasul. Seberat apapun resiko yang harus ia hadapi. Itulah sebabnya setiap Rasul pasti diberi wahyu oleh Allah. hanya dapat diperoleh dari Allah SWT. sehingga apa yang dida’wahkan menjadi dapat dimengerti dengan mudah. Yang berbicara dengan bahasa kaum tersebut. melainkan dengan bahasa kaumnya. (QS. Nabi Zakariya as. meski nyawa taruhannya. 17 Al-Isra : 94) Padahal jika mereka mau memperhatikan sejarah kaum lain nampak dengan jelas bahwa sudah merupakan Sunnatullah. dan Nabi Harun as. 2 Al-Baqarah : 213) Kriteria ke-4 : “Tugasnya bertabligh” Tabligh (menyampaikan Wahyu dan Kebenaran) menurut Madzhab Aqidah Ahlus sunnah Wal Jama’ah versi Asy’ariy dan Al-Maturidiy. kecuali perkataan mereka: "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?" (QS.

sebagaimana orang lain mendapatkannya. sematamata atas perintah Allah SWT. Rasulullah saw bersabda : “Sesunggunya shodaqoh itu adalah kotoran manusia” 2. Sebab Zakat merupakan “Kotoran” manusia. dan tidak layak pula 44 . Nabi saw bersabda : “ Sesungguhnya shodaqoh itu tidak layak bagi Muhammad. 5 Al-Maidah :67) Kriteria ke-5 : “Tidak menerima upah dan shodaqoh” Seorang Rasul adalah manusia pilihan Allah. Dalil Umumnya : “Hai Rasul. dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan”. Kemudian salah seorang diantara kami berkata : “Wahai Rasulullah saw. HR. Nabi saw pun haram (tidak menerima) Zakat dari siapapun. (QS. Ahmad. dan lain sebagainya. (QS. berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya”. 42 Asy-Syuraa : 23) Disamping tidak menerima Ujrah (Upah). (QS.dan kami menyampaikan kepadamu apa yang disampaikan banyak orang”.bahkan harus menjadi syuhada karena dibunuh kaumnya yang kafir. Muslim Dari Mutholib bin Rabi’ah bin harits bin Abdul Muthalib bahwa dia dan Fadlol bin Abbas pergi menghadap Rasulullah saw. HR. kami datang kepadamu agar engkau memberi perintah kepada kami tentang sedekah ini. Ia diutus ke suatu kaum untuk menyampaikan wahyu dan membimbing kaum tersebut ke jalan yang benar. Muslim. agar kami mendapat manfaat dari zakat itu. Dan hal tersebut telah ia fahami sejak pertama kali ia diangkat oleh Allah sebagai seorang Rasul. Sehingga tidak mungkin ia akan meminta upah atas tugas kenabiannya tersebut. Dalilnya : 1. 38 Shad : 86) Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Sebagaimana firman Allah : “Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas da`wahku. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu.

(QS. kerabat Rasul. maka sesungguhnya seperlima untuk Allah. orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan”. anak-anak yatim. orang-orang miskin dan ibnussabil”. sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang. Nabi saw bersabda : “Aku (Muhammad) diberi 5 (lima) perkara yang tidak diberikan (oleh Allah) kepada seorang pun dari para Nabi sebelumku. Rasul. (Al-Hadits) 45 . Dan dijadikan bagiku. Dan dihalalkan bagiku Ghonimah. 8 Al-Anfal : 1) “Ketahuilah. kerabat Rasul. Tetapi Nabi Muhammad saw mendapatkan harta ghonimah (rampasan perang) dan fa’I (harta rampasan yang didapat tanpa peperangan). dalam Kitab Tanbihul Ghafiliin karya Abu Laits As-Samarqandiy. Dan aku ditolong dengan kegentaran musuh dalam jarak perjalanan 1 (satu) bulan.bagi keluarga Muhammad. bumi (tanah) sebagai Masjid dan Alat bersuci. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul”. Dan aku diberi kesempatan memberi syafaat maka aku simpan untuk ummatku (di akherat kelak)”. Rasul. 8 Al-Anfal : 41) “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah. (QS. anak-anak yatim. Dalilnya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. (QS. 59 Al-Hasyr : 7) Al-Hadits dari Shahabat Abu Hurairah ra. karena sesungguhnya shodaqoh itu adalah kotoran manusia”. Yakni : Aku diutus kepada (Bangsa) kulit merah dan hitam. Sedangkan Nabi yang lain haram untuk mendapatkannya.

21 Al-Anbiya : 25) “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu. dijelaskan bahwa : Berdasrkan Kitab Fathul Bari dari ‘Iyaadh. Syarah muslim dari ‘Iyaadh dan Nailul Authar dari ‘Iyaadh. melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". Kami berikan aturan (syariat) dan Manhaj (jalan yang terang) sendiri”. (QS.Sedangkan manusia biasa yang bergerak dalam bidang da’wah. yakni Tauhid. Bukhari) Dalam Kitab Maushu’atul Ijma karya Sa’di Abu Habib. telah disepakati (Ijma’) diantara para Ulama berhaq atas ujrah (upah). 5 Al-Maidah : 48) 46 . bahwa : ”Mengupah orang untuk mengajar Al-Qur’an itu boleh menurut semua Ulama kecuali Hanafiyyah” Sedang menurut Ibnu Rusyd berdasarkan Kitab Bidayatul Mujtahid “Mengupah untuk menulis mashaf-mashaf itu boleh menurut ijma’Ulama” Kriteria ke-6 : “Mengajarkan Tauhid” Setiap Rasul yang dibangkitkan oleh Allah kepada suatu kaum. Sebagaimana firman-nya : “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu. pasti membawa ajaran aqidah (keimanan) yang sama. meskipun peraturan Syariat (hukum)nya berbeda-beda. Sebagaimana Sabda Nabi saw : “Sesungguhnya yang lebih berhaq (lebih patut) kamu terima (ambil) upahnya adalah Kitab Allah” (HR. (QS.

Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Kami tanggalkan siang dari malam itu. maka daripadanya mereka makan. Tidaklah mungkin bagi 47 . Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah.BUKTI-BUKTI KEKUASAN ALLAH DI SEMESTA ALAM (QS. 36 Yasin : 33-44) “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. supaya mereka dapat makan dari buahnya.

maka daripadanya mereka makan. 36 Yasin : 33-35 Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. supaya mereka dapat makan dari buahnya. ternyata terbukti kebenarannya menurut sains dan pengetahuan modern. untuk kemudian dapat menumbuhkan tanaman ? Ulama dahulu seperti Ibnu Katsir ataupun para Ilmuwan sekarang sepakat bahwa hal itu terjadi dengan adanya air hujan. 36 Yasin : 33-44) QS. 36 Yasin : 33-35) Dengan apa bumi yang mati yang seakan tidak dapat diharapkan itu. MENGHIDUPKAN LAHAN YANG TANDUS Pada QS. Allah berfirman : 48 . Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya bijibijian. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai ke suatu ketika”. 36 Yasin : 33-44 ini merupakan “ayat-ayat sains” yang mendorong manusia melakukan observasi. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. Sekaligus ia merupakan I’jazul Qur’an (kemukjizatan Al-Qur’an). Dan Kami jadikan padanya kebunkebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. inovasi untuk mengungkap rahasia alam semesta untuk menunjukkan betapa Maha Besarnya Allah SWT dan betapa Agung Kekuasaan-Nya. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. (QS. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. karena apa yang diberitakan Allah dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah tentang : 1.

lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. 21 Al-Anbiya : 30) Teknologi Hidroponik. asal ada air . Nafi artinya tidak. telah mendorong manusia untuk melakukan rekayasa atas dasar ilmu pengetahuan (sains) yang dikuasai di bidang agriculture (pertanian). Unsur manusia yang dimaksud dalam penggalan ayat ini menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah adalah : berupa menabur benih. (QS. yakni sebagai : 1.. mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. Didasarkan kepada firman-Nya : 49 . Andaikata tak ada air. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan tidaklah diusahakan oleh tangan mereka sendiri” Maksudnya adalah supaya mereka memakan dari buahnya yang sebenarnya tidaklah diusahakan oleh tangan mereka. ia dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik. Allah menciptakan setiap makhluq hidup. 7 Al-A’raaf : 57) DR. yang ditemukan di abad ke-20 menunjukkan bahwa tanaman seperti Anggrek dapat tumbuh tidak harus pada media tanah. maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Kami halau ke suatu daerah yang tandus. yang berbunyi : (Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka). Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. huruf pada ayat ke-35 yang berbunyi memiliki dua pengertian. maka tumbuhtumbuhan pun tak ada. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati. hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung. menanam dan lain sebagainya. (QS. Muhammad Al-Khatib dalam Kitab Al-Islaamu wal-Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun. Dan jika tumbuhan tak ada maka hewan dan manusiapun tak ada”. Hal ini sebagaimana firman-Nya “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”. mengatakan : “Dari air. Sebab secara hakekat yang menumbuhkan hasil itu bukanlah mereka (manusia) melainkan atas kehendak Allah SWT.“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan). Pada titik-titik air itulah terdapat rahasia kehidupan. Penggalan ayat ke-35.

sebagai ujian bagi manusia.“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami (Allah) yang menumbuhkannya?” Kalau Kami kehendaki. Karena qudrah irodah Allah adalah bersifat mutlaq. menurut Tafsir Surah Yasiin karya Syeikh Hamami Zadah merupakan dalil bahwa : “Jika Allah dapat menghidupkan bumi yang mati kemudian dari bumi yang mati tersebut keluar biji-bijian untuk kemudian tumbuh kebun-kebun. tetapi dalam kehidupan di dunia ini senantiasa ada hubungan sebab akibat. Dan hasil usaha diberikan Allah kepadanya sepanjang yang ia usahakan. Walau secara hakekat Allah yang menentukan. 56 Al-Waqi’ah : 63-65) 2. Ghalibnya jika usahanya bagus maka produk hasilnya besar kemungkinan akan bagus pula. 36 Yasin : 33-35. untuk mendapat balasan amal perbuatan selama di dunia. maka jadilah kamu heran tercengang. Walau terkadang Allah menghendaki lain. Yaitu Isim penghubung. Allah berfirman : “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. Sehingga ayat diatas diartikan menjadi : “Dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka” Dengan menjadikan “maa menjadi maushuul”. maka bagi Allah pasti sangat mudah untuk menghidupkan kembali orang mati di dalam Quburnya” Apalagi pada ayat sebelumnya (QS. 36 Yasin : 32). (QS. 53 An-Najm : 39) “Bagi mereka mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan” (QS. Karena memang Allah memerintahkan manusia untuk berusaha. Dan QS. (QS. 2 Al-Baqarah : 202) Menurut Hamka. benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur. Allah berfirman : (“Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami”) yakni pada Yaumul Ba’ats (Hari Berbangkit). maka diakui pula keberadaan hasil usaha manusia. kedua penafsiran ini hendaknya dipakai secara bersamasama. Sebagaimana firman Allah : 50 .

Bahkan menurut para Ahli Botani. baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. SEGALA SESUATU ITU BERPASANGAN Dalam QS. 6 Al-An’am : 141) 2. Allah berfirman : “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya. Ayat ini diperkuat oleh firman-Nya dalam surat yang lain. Kalau sudah dikawinkan. (S. orang Arab mengerti benar untuk “mengawinkan” korma jantan dengan korma betina. ada siang dan ada malam. ada jantan ada betina baik pada hewan ataupun tumbuhan. dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)” (QS. 36 Yasin : 36. Allah memerintahkan kita bersyukur atas karunia nikmat yang demikian banyak Allah berupa lahan yang subur yang menumbuhkan tanaman dan buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. 30 Ar-Ruum : 19) Di akhir ayat ke-35. maka korma betina akan banyak buahnya. Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. pada beberapa jenis tumbuhan ditemukan ada tumbuhan yang hanya punya serbuk sari dan yang lainnya hanya punya kepala putik saja. Ayat ini merupakan bukti bahwa segala sesuatu itu memiliki pasangan. Cara bersyukur yang terpenting menurut Hamka adalah dengan membayarkan zakatnya pada setiap musim panen. ada gelap ada terang. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. yakni : 51 . ada laki-laki dan ada perempuan. ada baik ada buruk.“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Sebagaimana firman-Nya : “Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah. Pada tumbuhan dikenal ada serbuk sari dan ada kepala putik. Ada pangkal ada ujung.

Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasanganpasangan” (QS. (QS. mengandung suatu tuntunan agar kita Bertasbih (Memaha Sucikan Allah). di negeri Soddom.“(Dia) Pencipta langit dan bumi. dan rasul-Nya amat mengutuk perilaku manusia yang mengingkari kodrat kemanusiaannya dengan mencintai sesama jenis kelamin. mengakibatkan bumi menjadi terang benderang dengan adanya listrik. yang dikenal sebagai Homosex dan Lesbianisme. 51 Adz-Dzariyat : 49) • 52 . menetapkan sanksi Hukum dengan cara melemparkan mereka dari tempat ketinggian ke suatu jurang untuk kemudian melemparinya dengan batu. dibuka dengan kalimat Yang artinya : Maha Suci (Allah) Dzat yang menciptakan. sebagaimana adzab Allah kepada Kaum Nabi Luth as. Itulah sebabnya barangkali hikmahnya mengapa Allah SWT. Kemusnahan peradaban manusia akan segera terjadi jika di dunia ini hanya ada satu jenis kelamin saja. 13 Ar-Ra’du : 3) Ayat diatas (QS. Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”. 42 Asy-Syura : 11) “Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan” (QS. Bahkan para Ulama Fiqh seperti Imam Syafii menetapkan Hukum Rajam. Sementara Imam Abu Hanifah. bagi Kaum Gay ini. lahirnya teknologi di bidang elektronika tidak dapat terlepas dari jasa adanya kedua ion yang berbeda muatan ini. menyebabkan kehidupan keduanya hingga kini tetap exist. dan lain sebagainya. Sebagai contoh : • Karunia berupa adanya dua jenis kelamin yang berbeda pada manusia dan hewan. Adanya ion bermuatan positif dan negative. untuk mensyukuri karuniaNya yang demikian besar dengan diciptakannya pasangan pada segala sesuatu. 36 Yasin : 36).

36 Yasin : 37. supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. Pada keadaan normal. siang hari di sana biasa mencapai 50 derajat celcius. 28 Al-Qashash : 71-73) Ir. Agus Mustofa. alias malam terus. Puncaknya adalah antara jam 12 malam sampai sekitar 2 dini hari. maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan”. termasuk cairan tubuh kita. sedangkan di malam hari biasa mencapai 14 derajat. Apakah yang akan terjadi dalam kurun waktu 100 jam setelah suhu terendah itu ? Jika matahari tidak pernah muncul. Dia jadikan untukmu malam dan siang. PERGANTIAN SIANG DAN MALAM Dalam QS. jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat. 53 . Dan ketika diteruskan sampai 100 jam berikutnya maka seluruh air di muka bumi akan membeku. seorang Insinyur Teknik Nulir UGM dalam Bukunya Pusaran Energi Ka’bah mengatakan : “………Apakah yang terjadi jika Allah hanya menciptakan malam terus di bumi ? Cobalah lihat suhu udara di padang pasir. Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam. jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat.3. sebutlah di Arab Saudi. (QS. Ayat ini senada dengan firman-Nya : Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Dan karena rahmatNya. siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku. Kami tanggalkan siang dari malam itu. dimana air akan mulai membeku. maka maka dalam kurun waktu itu suhu akan terus menerus turun hingga mencapai 0 derajat.

zikir yang sebanyak-banyaknya. Ketika siang mulai menjelang. berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah. Masih dalam buku yang sama. Itulah barangkali salah satu rahasianya. dikatakan : “Suhu pada umumnya pagi hari di Kota Surabaya. dalam waktu 100 jam. kemudian Rasul menuntunnya dengan berbagai lafal dzikir dan do’a. Hanya dalam kurun waktu setengah hari saja. Di permukaannya terlihat mengepul uap tipis. dan darah di tubuh kita pun ikut mendidih. atau bahkan lebih. tetapi tetap berada di atas kita terus menerus ? Diperkirakan. Sebagaimana firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman. tidak ada kehidupan yang tahan di bumi yang hanya punya siang siang terus menerus”. air di permukaan bumi akan mulai mendidih. maka suhu beranjak diatas 30 derajat. apa yang terjadi 100 jam berikutnya ? Diperkirakan seluruh air di muka bumi sudah habis menguap.Jadi sungguhlah dahsyat dampak dari pergantian siang dan malam hari. dan banyak yang mulai menguap. Semuanya ini agar kita bersyukur atas karunia Allah berupa pergantian siang dan malam yang ternyata amat luar biasa manfaatnya. Kita lihat contoh di atas. Diperkirakan panas permukaan jalan raya itu diatas 50 derajat. tak berapa lama kemudian air itu akan menguap. Karena itu Allah memancing kita untuk memahami. mengapa Allah memerintahkan kita untuk berdzikir dan bertasbih di waktu pagi dan sore hari. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. Sebuah rutinitas yang tidak semua kita pernah memikirkannya. Kalau disiramkan air disana. 33 Al-Ahzab : 41-42) 54 . Apakah tujuan utamanya ? Tak lain agar kita sadar bahwa di balik terjadinya rutinitas pergantian siang dan malam hari itu terdapat sesuatu yang luar biasa yang berkait dengan Sebuah Kekuatan Besar yang mengendalikan alam sekitar kita yaitu Sang Maha Perkasa (Allah SWT)”. dan aspalnya menjadi lembek. suhu udara bisa mencapai 33-34 derajat. Dan kemudian. (QS. dan jalanan itu pun kering kembali. Apa jadinya kalau matahari tidak bergeser ke arah Barat. berkisar di bawah 30 derajat Celcius. Dengan kata lain. panas udara dan permukaan bumi bisa mengalami peningkatan suhu yang demikian tinggi. Dan puncaknya pada jam 12 siang sampai jam 14 siang. Pernahkah kita memperhatikan aspal jalan raya Surabaya pada siang hari.

Usai shalat. yang mengingatkan Rasul betapa besarnya karunia Allah dengan diciptakannya langit. adalah sebagaimana terdapat dalam HR. Diantara contoh dzikir dan do’a yang dianjurkan dibaca oleh Nabi saw. padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang akan datang ?Rasulullah saw menjawab : “Bagaimana aku tidak menangis hai Bilal. 3 Ali Imran : 190-191) Dalam Tafsir Ibnu Katsir. (QS. bumi dan adanya pergantian siang dan malam hari itu. Dan barang siapa membacanya pada sore hari. beliau saw duduk seraya menangis hingga air matanya membasahi lantai. 3 Ali Imran : 190-191. Bertanyalah Bilal kepadanya : “Apakah yang menyebabkan engkau menangis ya Rasulullah.. Ibnu Mardawaih. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. pada pagi dan sore hari sebagai manifestasi syukur kita kepada Allah SWT atas karunia adanya rutinitas pergantian siang dan malam hari. setelah Allah menurunkan kepadaku malam ini ayat-ayat : Binasalah hai Bilal. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan tatkala Bilal datangkepadanya untuk panggilan Shalat Subuh. Dalam HR. 30 Ar-Ruum : 17-19) maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada hari itu. orang yang membaca ayat-ayat ini tanpa merenungkan isinya dalam-dalam”. maka ia akan mendapatkan apa-apa yang terlewatkan pada malamnya” 55 . dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab (orang-orang yang berakal). dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur. yang meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa ketika pagi membaca “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh. ada riwayat bahwa Rasulullah saw menangis tersedu-sedu setelah diturunkannya ayat QS. Abu Dawud dari Ibnu Abbas ra. (yaitu) orang-orang yang berdikir (mengingat) Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring “ (QS.“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. ia menemui beliau saw masih tersedu-sedu dalam keadaan berbaring. diceriterakan bahwa : “………………….

maka ia pun berputar (berevolusi) pula dalam suatu orbit tertentu pada gugusan galaksi Bima Sakti. itulah bulan purnama. “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Mula-mula ia nampak seperti bentuk tandan yang tua (bulan sabit) yang kemudian sedikit demi sedikit berubah sehingga kemudian menjadi bulat. Allah berfirman . kapan para Hujjaj harus wukuf di ‘Arafah. bersama-sama dengan bumi. Arti ayat ke-38 yang berbunyi : (Dan matahari berjalan di tempat peredarannya) berdasar fakta ilmiah yang telah ditemukan oleh para ahli astronomi. sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua”. Salah satu manfaat dari adanya perputaran matahari dan bulan ini adalah diketahuinya bilangan waktu. Adalah ayat yang mengungkapkan tentang berbagai penampakan posisi bulan saat dilihat dari bumi. Sedangkan ayat ke-39 yang berbunyi : “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah. bulan dan berbagai planet lain yang mengelilinginya.4. PEREDARAN MATAHARI DAN BULAN PADA ORBITNYA Dalam QS 36 Yasin : 38-40. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Sebab dengannya kita dapat mengetahui kapan tibanya awal Ramadlan dan Syawwal. maka ayat ini ditafsirkan menjadi : Matahari disamping melakukan rotasi pada porosnya. Allah berfirman : 56 . Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. untuk kemudian kembali ke bentuk seperti tandan yang tua. Dan waktu dalam Islam adalah sesuatu yang amat penting. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. dan lain-lain.

yang artinya : “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang”. bahwa kepadatan massa black hole sebagai pusat galaksi Bima sakti. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”. (QS. menjangkar dan menarik seluruh planet agar tetap pada orbitnya. Apabila keluar dari garis orbit maka hancurlah tatanan alam semesta” • Masing-masing benda angkasa tersebut berputar dan beredar dengan arah yang bertolak belakang dengan arah jarum jam. Jaraknya 26.6 juta kali matahari.000 tahun cahaya dari bumi. Lebih jauh menurut Ary Ginanjar Agustian dalam buku yang sama mengungkapkan hasil foto Teleskop Infrared Chandra tahun 2000 The Milky Way (Bima Sakti). jika hal itu terjadi. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. artinya mereka saling bertemu. Garis tengahnya 50. semuanya berthawaf. adalah.0000 tahun cahaya. supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu. maka tatanan semesta akan hancur. Kemudian pada penggalan akhir ayat ke-40 surat Yasin yang berbunyi (Dan masing-masing beredar pada garis edarnya) Telah memacu para Ilmuwan Astronomi untuk mengetahui : mengapa matahari dan bulan serta berbagai planet lain itu beredar tetap pada orbitnya masing-masing ? Kekuatan apa yang mengikatnya sehingga tidak keluar dari orbitnya ? Hasil penelitian para Ilmuwan Astronomi. Hal ini sebagaimana firman-Nya : “Dan Dia (Allah) menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi. menurut Ary Ginanjar Agustian dalam “Buku Saku ESQ” menunjukkan bahwa : • “Ditemukan adanya “Black Hole” dengan gravitasinya yang sangat kuat menjaga. persis seperti arah putaran ummat Islam yang sedang Thawaf mengitari Ka’bah. Terdapat 100 milyard bintang dalam satu galaksi. melainkan dengan izin-Nya?” QS. 22 Al-Hajj : 65) 57 . adalah 2. Itulah Qiyamat. 10 Yunus : 5) Maksud Firman Allah pada ayat ke-40.

Allah berfirman : “Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera (kapal) yang penuh muatan. matahari. binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?” (QS. pohon-pohonan. 36 Yasin : 41-44. Sebab Dia adalah Dzat Yang Maha Berilmu.“Apakah kamu tiada mengetahui. Yang menurut Hamka diistilahkan dengan nenek moyang manusia kedua setelah Adam as. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika”. bintang. (QS. mengatakan bahwa kata “Dzurriyyah” (keturunan) dalam ayat jke-41 diatas adalah nenek moyang manusia yang dibawa dengan bahtera Nabi Nuh as. 22 Al-Hajj : 18) Siapakah yang dapat menciptakan dan mengatur tatanan semesta sedemikian luar biasa ini ? Jawabannya tentulah : Dzat Yang Maha Perkasa yang tiada seorang pun mampu meski sekedar mendekati kekuasaann-Nya Yang Agung. Qatadah. bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit. Sebagaimana firman-Nya “Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". bulan. sedangkan manusia dan makhluk lain hanyalah diberi ilmu sedikit saja. di bumi. 17 Al-Isra’ : 85) Itulah sebabnya pada penggalan akhir ayat ke-38 dari Surat Yasin ini Allah berfirman : (Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui) 5. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka. Juga Maha Mengetahui segala perkara. Menurut Adh-Dhahak. gunung. 58 . Ibnu Zaid dalam tafsir Ibnu Katsir. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. KAPAL YANG BERLAYAR DI LAUTAN Pada QS. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

Inilah pendapat dari Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Mengapa ? Karena menurut Hamka. disamping 80 orang beriman pengikut Nabi Nuh as pun terdapat dalam Kapal tersebut. yang penuh muatan karena semua jenis binatang yang ada di dunia masingmasing sepasang dimasukkan ke dalam kapal tersebut. Khususnya pada periode awal pertumbuhan manusia. Sehingga kemudian terjadi interaksi budaya antar bangsa meski mereka saling berjauhan letak geografisnya. Bagi peradaban manusia ayat ini sebenarnya amat penting. maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan) dapat dipahami sebagai peringatan dari Allah. • Qatadah dan Dhahaq mengatakan : perahu-perahu kecil di sungai. Dapat dibayangkan betapa besarnya kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh as ini. Mengapa demikian ? Karena alat transportasi lain yang semisal dengan bahtera ini. Sementara udara sebagai media terbangnya sebuah pesawat diqiyaskan kepada lautan tempat berlayarnya sebuah bahtera. Hal lain yang menjadi alasan kami adalah dipakai dan diajarkannya oleh para alim ulama do’a berlayar di lautan menjadi do’a saat menaiki pesawat terbang. 59 . Sedangkan menurut pandangan kami adalah Kapal selam dan pesawat terbang. baru ditemukan pada abad modern ini. penyebaran bangsa-bangsa di dunia ini terjadi dengan adanya bahtera (kapal). Ini juga merupakan sebagian karunia Allah yang lain lagi yang harus kita syukuri. sebagaimana sudah dimaklumi bersama adanya. harus dimaknai bahwa : Allah mengaruniakan ilmu pengetahuan kepada manusia untuk menciptakan alat transportasi lain yang seperti bahtera. karena keduanya pun sama-sama luas dan memiliki tingkat resiko yang tinggi saat diarungi. Ayat ke-43 yang berbunyi (Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka.Sedangkan kalimat ditafsirkan dengan kapal Nabi Nuh as. Tetapi menurut Tafsir Qurthubi adalah Kapal Nabi Nuh dan kapal –kapal lain bukan hanya kapal Nabi Nuh as. karena kesamaan fungsi sebagai alat transportasi yang mampu membawa muatan yang banyak sebagaimana ayat ke-41 di atas yang diistilahkan dengan “Al-Fulkul Masyhuun”. Dalam sejarah dunia kita mengenal bahwa penemuan benua-benua baru seperti Amerika dan Australia misalnya adalah karena jasa para pelaut tangguh yang berani menaklukan ganasnya berbagai samudra luas. Sementara arti yang seperti bahtera itu. bahwa jika Dia (Allah) kehendaki dapat saja Allah menenggelamkan orang yang berada di perahu atau kapal di lautan. Ayat ke-42 yang berbunyi : (Dan Kami (Allah) ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera). menurut para Ulama diantaranya adalah : • Ibnu Abbas ra mengatakan : unta sebagai kendaraan di darat.

Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. tenggelam. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. (QS. Nabi saw bersabda : “Keamanan bagi ummatku dari tenggelam apabila naik naik kapal (perahu) apabila membaca : “Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Diantaranya dalam : 1. 9 At-Taubah : 128-129) maka tidak akan mati karena reruntuhan. maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. kebakaran atau terpukul dengan senjata dan besi” (Al-Hadits) 60 . Nabi saw bersabda : “Barang siapa melazimkan (membiasakan) membaca ayat : “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. 39 Az-Zumar : 67) 2. Jika mereka berpaling (dari keimanan). Al-Hadits dalam Kitab Syarafu Ummatil Muhammadiyyah karya DR. amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang mu'min.Oleh karena itu Nabi saw menuntun ummatnya dengan berbagai do’a saat berlayar di lautan. 11 Hud : 41) “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. (QS. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. tidak ada Tuhan selain Dia. (QS. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung". sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. berat terasa olehnya penderitaanmu.

yakni : a. Ibnu Abbas dan Jubair ra. Menurut Tafsir Jalalain. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka. Sedangkan “Apa yang akan datang” adalah Siksa akherat.PEMBANGKANGAN ORANG MUSYRIK (QS. 36 Yasin : 45-48) “Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat". dan Mujahid. (niscaya mereka berpaling). arti ayat : “Apa yang dihadapanmu” yakni : Siksa Dunia seperti ummat yang lainnya. Tidak percaya akan tibanya Hari Qiyamat. Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?" Dari ayat ini dapat diketahui bahwa ada 4 (empat) tanda kekufuran seseorang kepada Allah SWT. b. maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. dalam Tafsir Qurthubi adalah : “Dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang” 61 . Tidak takut dengan beratnya siksa akibat dosa. Menolak perintah untuk berinfaq shodaqoh. d. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari rezki yang diberikan Allah kepadamu". Bila ditunjukkan “Ayat-ayat Allah” baik Qur’aniyyah maupun Kauniyyah (yang ada di semesta alam) selalu berpaling. 2. Ada ikhtilaf diantara Ulama tentang kalimat pada ayat ke-45. melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. tentang : (Apa yang ada dihadapanmu dan apa yang ada di belakangmu) Diantaranya adalah: 1. c. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata".

Ayat ini mengajak kita untuk takut kepada siksa yang akan dijatuhkan Allah SWT akibat dosa-dosa kita. Jawaban orang kafir pada ayat ke-47. dengan mengatakan : "Apakah kami (orang kafir Mekkah) akan memberi makan kepada orangorang (miskin yang beriman) yang jika Allah menghendaki tentulah Dia (Allah) akan memberinya makan. Mengapa harus membantu. tanda (ayat) yang menunjukkan Keesaan Allah (Tauhid) dan Kebenaran Rasul (Nabi Muhammad saw). Itulah makna (Tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata) menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. Menurut Ibnu Katsir. padahal jika mereka menyembah Allah saja seharusnya Allah memberi kekayaan kepada mereka ? Pendapat mereka orang kafir ini merupakan pendapat yang keliru. maka mereka selalu berpaling menolaknya”. Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). Mengapa keliru ? Sebab Kaya dan miskin dalam pandangan Islam adalah Ujian Allah. saat diajak untuk berinfaq kepada orang miskin dari kalangan beriman. Merupakan : “Sebuah penghinaan dan cemoohan dari orang kafir. Baik siksa di Dunia ataupun di Akherat kelak. (QS. bahwa dengan masuk Islam mengikuti agama Nabi Muhammad ternyata mereka masih saja miskin. orang kafir. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". 42 Asy-Syura : 12) 62 . demikian pula untuk menahan turunnya rizqi tersebut kepada siapa yang dikehendaki-Nya. yang menurut Tafsir Hamami yang mengajaknya itu adalah para Shahabat Nabi. Allah berfirman : “Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi. Allah akan memberikan rizqi kepada siapa yang dikehendaki-Nya. maksud penggalan ayat ke-46 yang berbunyi : adalah : “Apabila datang kepada mereka.

36 Yasin : 49) adalah Tiupan yang pertama pada Hari Qiyamat”. Menurut Ibnu Abbas ra. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. tanpa terduga termasuk pada saat manusia sedang bertengkar dalam berbagai urusan bisnisnya. Sedangkan kalimat (sedang bertengkar). Dan sungguh ketika dua orang membentangkan kain saat jual beli. Sebagaimana Al-Hadits dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. 36 Yasin : 49-54) “Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. dan ‘Ikrimah dalam Tafsir Qurthubi.TIUPAN SANGKAKALA MALAIKAT ISRAFIL SEBAGAI TANDA TIBANYA ERA HARI QIYAMAT (QS. Ini menunjukkan datangnya Hari Qiyamat itu secara tiba-tiba. Dan ditiuplah sangkakala. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sungguh Hari Qiyamat pasti akan terjadi. dalam ayat akhir ayat ke-49 ini adalah dalam urusan-urusan dunia seperti saat jual beli di pasar. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya. dan lainlain. keduanya belum sempat melipat kain 63 . Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). bahwa : “Yang dimaksud dengan asshayhah atau teriakan (dalam QS. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi.

lalu ia tidak bisa memakannya. Ahmad. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr ra. Hari Qiyamat pasti terjadi. Ketika seseorang mengangkat makanan ke mulutnya. Rasulullah saw bersabda : 64 . Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan Tuhan Yang Maha Pemurah dan benarlah para Rasul-Nya).Mahmud Yunus. Ketika seseorang mengangkat timbangan (dagangannya) dan belum sempat menurunkannya”. H. Kata menurut Kamus Arab-Indonesia karya Prof DR. tahun 1989. yang menurut Tafsir Qurthubi . Ayat ke-51 ini merupakan dalil tentang adanya Tiupan Sangkakala yang membangkitkan semua yang mati dari dalam Quburnya. Hari Qiyamat pasti terjadi. hal itu sudah merupakan ijma ummat. Ayat pada QS. Al-Hakim dan Ibnu Mardawaih dari Abu Said ra. Didasarkan kepada Hadits Nabi saw dalam Al-Habaik fi Akhbaril Malaik karya As-Suyuthi dijumpai HR. diriwayatkan oleh Na’im dari Abu Hurairah ra. Dalilnya adalah HR. Mubarak bin Fadlolah dari Hasan berkata. Yang meniupnya adalah Malaikat Israfil. adalah : “Terompet dari tanduk”. telah bersabda Nabi Muhammad saw : “Malaikat Israfil adalah Peniup Sangkakala” (HR. Ahmad. Ketika seseorang memberi minum hewan ternaknya. Hadits yang hampir sama dalam Tafsir Qurthubi. Ahmad) Sedangkan Al-Qur’an dan Terjemahnya karya Departemen Agama RI. Hari Qiyamat pasti terjadi. tiupan ini merupakan Tiupan ke-2. Dan jarak antara Tiupan I dan II itu adalah 40 tahun. Al-Hakim. namun ia tidak dapat mengangkat kedua kakinya. Bahkan dalam Tafsir Ibnu Katsir menurut HR. maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Ibnu Mardawaih) Menurut Ibnu Katsir. 36 Yasin : 51-52 yang berbunyi : (Dan ditiuplah sangkakala. kata Ash-Shuur diterjemahkan dengan sangkakala. bahwa seorang Arab bertanya kepada Rasulullah saw : “Apakah Ash-Shur itu ? Rasulullah saw menjawab : “Tanduk yang ditiup” (HR. tiba-tiba keduanya mati mendadak.(dagangannya tersebut). Sedangkan menurut Tafsir Qurthubi dan Jalalain. tiupan ini adalah Tiupan ke-3.

nafkhatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). Mubarak bin Fadlolah . Muslim) 65 . Sumber : Tafsir Qurthubi) Ulama yang berpendapat ada 3 (tiga) tiupan Malaikat Israfil yakni nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). kecuali siapa yang dikehendaki Allah”. 27 An-Naml : 87 merupakan dalil untuk nafkhatul faza’ (tiupan yang mengejutkan). maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Muslim dalam kitab Shahihnya sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. maka QS. maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi. Diantara Hadits Nabi yang berbicara tentang Malikat Israfil dan sangkakalanya adalah HR. 27 An-Naml : 87) “Dan ditiuplah sangkakala. Dan tiupan yang lain.“Antara 2 tiupan adalah 40 (empat puluh) tahun. (QS. 39 Az-Zumar : 68 merupakan dalil untuk nafkatush sha’aq (tiupan yang mematikan) dan nafkhatul ba’ts (tiupan yang membangkitkan). maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masingmasing)”. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Israfil benar-benar telah meletakkan sangkakala dalam mulut dan menundukkan dahinya menunggu kapan diperintahkan untuk meniup” (HR. 39 Az-Zumar : 68) Jika QS. Tiupan Yang pertama Allah mematikan dengannya setiap yang hidup. Allah menghidupkan dengannya setiap yang mati” (HR. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi. mendasarkan pendapatnya diantaranya kepada ayat Qur’an sebagai berikut : “Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala. (QS.

Ayat ini senada dengan ayat lain. Dua ruh tidak akan keluar dari satu lubang. dan Dia (Allah) memerintahkannya untuk mengambil sangkakala itu. HR. Abu Asy-Syaikh dan Ibnu Mardawaih dari Abu Hurairah ra. : “Allah SWT menciptakan sangkakala itu sebuah mutiara putih dalam kaca yang sangat bersih. Maka tugasmu adalah meniup dan berteriak. Tirmidzi. Dan ditengah-tengah sangkakala itu ada lubang angin seperti bulatan langit dan bumi. Rasulullah saw. Kedua matanya seperti dua bintang yang terang” 2. yang artinya : “Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja. Maka dia (Israfil) mengambilnya. Maka ia (sangkakala) itu bergantung padanya (‘Arasy).. Adz-Dzahabi berkata. “Shahih menurut Syarat Muslim”.. HR. dan telah siap-siap mendengarkan untuk menunggu kapan dia diperintahkan-Nya untuk meniup. bersabda : “Sesungguhnya sejak ditugaskan. Allah berfirman. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. dan dia menshahihkannya. dia memasukkan kaki kanannya di bawah ‘Arasy dan mengeluarkan kaki kirinya. Allah sebagai pelindung kami dan Allah adalah sebaikbaik pelindung dan atas Allah lah kami bertawakkal)” 3. Lalu Allah berfirman : Jadilah! Maka jadilah Israfil. Ayat ke-53-54 berbicara tentang Yaumul Mahsyar (Hari dikumpulkannya manusia dan jin di Padang Mahsyar) untuk dihisab dan dimizan dengan seadil-adilnya oleh Allah SWT. dan bersamanya ada sebuah lubang sejumlah semua ruh makhluk dan semua napas yang dihembuskan. Abu Asy-Syaikh dari Wahb. dan dia menghasankannya.juga dalam Kitab Al-Habaaik fi Akhbaril Malaik karya Imam Jalaluddin AsSuyuthi. yakni : 66 . HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi. kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”. sedangkan penjaga sangkakala telah menelan tanduk. diantaranya : 1. ada Hadits Nabi. HR. Sementara Israfil meletakkan mulutnya diatas lubang angin itu. mata penjaga sangkakala itu selalu siap menunggu disekitar ‘Arsy karena takut disuruh berteriak sebelum matanya berkedip.Lalu Dia berfirman kepada ‘Arasy : “Ambilah sangkakala itu. Mereka bertanya : “Apa yang harus kami ucapkan ya Rasulullah ? Beliau menjawab : “Katakanlah (Cukuplah bagi kami.HR. Rasulullah saw bersabda : “Bagaimana aku bisa tenteram. Dan dia tidak pernah berkedip sejak Allah menciptakannya untuk menunggu apa yang diperintahkan-Nya “. Lalu Israfil masuk ke bagian depan ‘Arasy.Lalu Tuhan berfirman kepadanya :“Aku telah menugaskanmu mengurus sangkakala ini. memalingkan keningnya.

Peristiwa tiupan terompet oleh malaikat Israfil. Oleh karena itu bunyi dapat kita bagi dalam 3 macam. dentuman meriam dan lain sebagainya. Rernat. Sebab pengertian ayat yang artinya “Dan ditiuplah sangkakala” atas dasar berbagai Hadits Nabi di atas. Selengkapnya pakar fisika Unram ini mengatakan sebagai berikut : Bunyi merupakan gelombang mekanik yang perambatannya memerlukan medium. tampak bahwa ia adalah energi suara yang ditiupkan melalui terompet (sangkakala). (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan). 3. yang getarannya tidak periodik seperti suara deburan ombak. (QS. maka di alam raya yang semula vakum (hampa) udara menjadi terisi udara. Desir. 67 . 2. Karena adanya angin dari tiupan sangkakala. penulis mencoba bertanya kepada DR.“(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. baik itu medium padat. (QS. yang getarannya tidak periodik dan berlangsung dalam waktu singkat. itulah hari keluar (dari kubur)”. MSc. seorang pakar fisika Unram. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Nada. 50 Qaaf : 42) “Maka berpalinglah kamu dari mereka. mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan. cair ataupun gas (udara). tentang kemungkinan terjadinya ditinjau dari kacamata ilmu pengetahuan modern. Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat". sambil menundukkan pandangan. seperti ledakan bom. Tiupan mempunyai makna bahwa ada energi udara yang keluar melalui terompet sekaligus mengeluarkan bunyi yang dirambatkan udara. Letusan. yang getarannya periodik (teratur) seperti bunyi seruling. yakni : 1. senar dan lain-lain. 54 Al-Qamar : 6-8) Sehubungan dengan tiupan sangkakala Malaikat Israfil yang menghancurkan tatanan semesta alam ini. Dan bunyi terompet akan sampai ke semua benda langit sebagai bunyi ledakan yang berlangsung sesaat. jelas merupakan rambatan gelombang bunyi. Kosim. Sedangkan sumbernya bunyi terjadi karena adanya getaran medium atau ledakan. walaupun diruang angkasa ini hampa udara.

det Dan besarnya intensitas adalah : a. yang satuannya adalah Watt = . maka v = kecepatan bunyi yang merambat dalam medium udara. Dengan rumus sebagi berikut : dB=20 log I Io I = Intensitas akhir. meriam (110 dB). Sedangkan intensitas bunyi akan sangat besar jika amplitudo dan frekuensinya tinggi. Watt Sedangkan daya sendiri. UI Press. v = kecepatan gerak 2 angin untuk energi angin. Maka hancurlah jagad raya dan matilah makhluk hidup dengan energi yang dikeluarkan dari tiupan terompet (sangkakala) Malaikat Israfil. 1996) Intensitas energi angin akan sangat besar kalau angin tiupan dari sangkakala tersebut keluar dengan kecepatan yang tinggi. Fisika kedokteran. maka bunyi yang kuat akan menggetarkan benda-benda yang dilaluinya.Baik tiupan angin maupun bunyi masing masing mempunyai energi kinetik 1 yang dirumuskan sebagai m v². 68 . Dalam menyatakan besarnya energi. Sedangkan di air apalagi di zat padat lebih besar lagi. Sedangkan untuk bunyi.1 v³ V = Kecepatan gerak angin (Abdul Kadir (Prof). Menurut Graham Bell. dengan m = massa medium. Dengan demikian jelas gerakan planet akan kacau berantakan. 1987) 1 b.10 ⎯¹²w/m² Contoh : Bunyi Suara berisik Pesawat Jet Roket tinggal landas 10⎯¹º 10¹ 5 10 Intensitas (w/m²) 20 103 170 dB Dari daftar skala kebisingan ini. sedangkan Io = Intensitas dasar = 1. sehingga mengganggu kesetimbangan garis edar dari planet-planet atau benda-benda di angkasa. Karena bunyi juga merupakan gelombang tekan. dapat dikonversikan kedalam satuan decibel (dB). Untuk bunyi : I = ρ v A (2πf)² 2 ρ = Massa jenis medium v = Kecepatan bunyi v bunyi di udara (diam) = 340 m/s. Artinya tiupan sangkakala mempunyai frekuensi dan amplitudo yang tinggi. termasuk makhluk hidup. Energi. merupakan besarnya Dengan satuannya adalah I = m² Joule energi (Joule) persatuan waktu. intensitas bunyi ini. EGC Bali. maka >100 dB adalah seperti suara Halilintar (120 dB). sebagai satuan tekanan bunyi. Untuk angin : I = 0. sudah dapat membuat telinga menjadi tuli. sering kita menggunakan istilah intensitas yang merupakan besaran daya persatuan luas. A = Amplitudo gelombang bunyi f = Frekuensi bunyi ( Gabrial.

Mujahid dalam Tafsir Qurthubi dan Ibnu Katsir adalah : “Kesibukan mereka (para penghuni surga) dalam memecahkan keperawanan (istrinya)” Dalil adanya “persetubuhan di surga” : HR. yang berbunyi “Mereka dan istri-istri mereka” adalah bagi mereka yang saat di dunia memiliki istri yang beriman dan sholeh.KEADAAN PENGHUNI SORGA (QS. Qatadah. (Kepada mereka dikatakan): "Salam". dan HR. Allah berfirman : 69 . • Menurut Ibnu Kaisan dalam Tafsir Qurthubi : “Kesibukan sebagian mereka untuk berziarah kepada sebagian lainnya” Diperkuat oleh Firman Allah : “Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap. Thabrani dari Abu Umamah ra. 36 Yasin : 55. sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” Yang dimaksud dengan “bersenang-senang dalam kesibukan” dalam ayat ke-55 ini adalah : • Menurut Tafsir Jalalain serta menurut Ibnu Mas’ud ra. bertelekan di atas dipan-dipan. tanpa pernah merasakan bosan karena syahwat tak pernah padam. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. Laki-laki tidak pernah akan mengeluarkan sperma juga tak ada kematian”. bahwa Rasulullah saw ditanya : “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan ? Rasulullah saw menjawab : “Ya. Abu Nu’aim dari Abu Hurairah ra. Ibnu ‘Abbas ra. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh.58) “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). 37 Ash-Shaffat : 50) Menurut Ibnu ‘Abbas dalam Tafsir Ibnu Katsir : “Kesibukan mereka dengan memperdengarkan alat musik” • Ayat ke-56. (QS.

. Bukhari. maka tersedia di surga bagi mereka “Hurul ‘Aini” (Bidadari).. Muslim. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari”. Seperti apakah buah-buahan di surga itu. Thabrani dari Tsauban ra. (QS. 56 Al-Waqiah : 32-33) Ayat ini diperkuat oleh : HR. Thabrani) “Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya” (QS. 44 Ad-Dukhan : 54) Dalam HR. 13 Ar-Ra’du : 23) Sedangkan bagi mereka yang tidak beristri atau istrinya kafir atau ahli ma’siyat..Istri-istri mereka adalah bidadari yang bermata jeli…………. isteri-isterinya………………” (QS. misalnya : “Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan” (QS. 55 Ar-Rahman : 68) 70 .“(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. Allah menjelaskan tentang salah satu makanan di surga adalah buah-buahan. Tirmidzi. buah itu akan muncul kembali dalam sekejap” (HR. 43 Az-Zukhruf : 73) “Dan buah-buahan yang banyak. yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya” (QS. bahwa Rasulullah saw bersabda : “………………….” Pada ayat ke-57. “Demikianlah. dijelaskan dalam ayat lain. 76 Al-Insan : 14) “Di dalam keduanya(kedua surga itu) ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima” (QS. bahwa Nabi saw bersabda : “Apabila seseorang memetik satu buah sorga.

56 Al-Waqi’ah : 25-26) Sedang makna ayat ke-58 . tiba-tiba muncul lah sinar cahaya. mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam-salam” (QS. bahwa Ibnu Abbas ra. Ia berfirman : “Assalamu’alaikum” (Salam sejahtera atas kalian). berpendapat bahwa : “Ucapan salam tersebut adalah dilakukan Oleh Allah SWT sendiri”.sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” (Al-Hadits) Demikian pula menurut Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsirnya. Tuhan Yang Maha Tinggi. diriwayatkan dalam Tafsir Qurthubi dari Hadits Jarir bin Abdullah Al-Bajaliy bahwa Rasulullah saw bersabda : “Ketika para penghuni surga berada dalam kenikmatan. tiba-tiba Allah. mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu. dalam Al-Qur’an ada ayat lain yang senada : “Mereka tidak mendengar di dalamnya (surga) perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. maksud ayat Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu adalah : “Jenis barang (buah)nya mirip tetapi tidak serupa” Tentang ayat ke-58 dari Surat Yasin. 14 Ibrohim : 23) 71 . Sebagaimana firman Allah : “Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam" (QS. Maka mereka (para penghuni surga) mengangkat kepala . memperlihatkan diri di atas mereka. 2 Al-Baqarah : 25) Menurut Abdul Qadir Ahmad ‘Atha dalam Kitab Ath-Thariiq ilal Jannah.“Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu. Peristiwa itu adalah arti dari firman Allah : “(Kepada mereka dikatakan): "Salam". wahai penduduk surga.

Muqatil berkata : “Para malaikat masuk kepada penduduk surga dari setiap pintu. yang menyampaikan salam itu adalah para Malaikat. 13 Ar-Ra’du : 23-24) 72 . Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.Menurut Muqatil. (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum "(Salam sejahtera atas kalian karena kesabaran kalian). Dalil : “(Yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya. sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. isteri-isterinya dan anak cucunya. (QS. Mereka mengucapkan “Salam atas kalian wahai penduduk surga. sebuah salam dari Tuhan kalian Yang Maha Penyayang”.

Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu.dan hendaklah kamu menyembah-Ku. maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka)”. 36 Yasin : 63-64). dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. Ayat ini diperkuat oleh QS. di hari itu mereka (manusia) bergolonggolongan. Kemudian mereka dimasukkan kedalam Neraka Jahannam (QS. Inilah jalan yang lurus. Allah berfirman : “Dan pada hari terjadinya kiamat. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. hai orang-orang yang berbuat jahat. khususnya pada ayat 59-62. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. 30 Ar-Ruum : 14-16. Mereka terpisah dari orang beriman. 73 .KEADAAN ORANG KAFIR DI AKHERAT (36 Yasin : 59-65) “Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mu'min) pada hari ini. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka. Ayat-ayat ini menurut Ibnu katsir dalam Tafsirnya merupakan ayat yang menceritakan kondisi orang kafir di Akherat yakni di Mauqif saat mereka di Padang Mahsyar. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu".

yang berbunyi : “Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu Maka apakah kamu tidak memikirkan?”. 7 Al-A’raaf : 22 4. menunjukkan bahwa jumlah orang berdosa dan ahli neraka itu lebih banyak dari pada orang beriman dan ahli sorga. Demikian pula Nashrani. 43 Az-Zukhruf : 62 Begitu banyaknya ayat yang senada tentang posisi setan sebagai musuh. Allah mencela dan menegur mereka dengan keras dengan firman-Nya : “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu" Inilah jalan yang lurus. QS. 2 Al-Baqarah : 168 dan 208 2. Firman Allah pada ayat ke-62. (Pada Menurut Adl-Dlohak dalam Tafsir Qurthubi. Pada ayat ke-65. seseorang hendaknya benar-benar menyadari tentang bahaya yang terus mengancamnya dan berhati-hati untuk tidak terperosok kepada bujuk rayunya. 35 Fathir : 6 9. Allah berfirman tentang ditutupnya mulut di akherat nanti dan bersaksinya tangan dan kaki. 36 Yasin : 60. Majusi (Penyembah Api). Ketika orang-orang berdosa ini dipisahkan dari orang beriman di Mauqif. maksud QS. yang mendengar Rasulullah saw bersabda : 74 . Dan sungguh-sungguh syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. QS. 36 Yasin : 59 adalah : “Terpisahnya orang-orang berdosa kedalam beberapa golongan. yakni Golongan Yahudi terpisah kedalam beberapa firqah. QS. 18 Al-Kahfi : 50 6. Ahmad dari ‘Uqbah bin Amir ra. minimal ada 10 (sepuluh) kali Al-Qur’an mengungkapkannya dengan cara dan gaya bahasa yang berbeda. QS. Sesungguhnya semua firqah (golongan) tersebut masuk neraka”. QS. Shabi’in (Penyembah Bintang). digunakan istilah : hari itu mereka terpisah-pisah). 12 Yusuf : 5 5. 30 Ar-Ruum : 43. Watsani (Penyembah Berhala). Setan sebagai musuh selain dalam QS. QS. QS. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). menurut Ibnu Katsir. QS. 28 Al-Qashash : 15 8. menunjukkan bahwa. yakni : 1. Rasulullah saw bersabda : HR. QS.Pada QS. 20 Thaha : 117 7. 6 Al-An’am : 142 3.

di zaman modern ini dengan mudah dapat kita terima. Ahmad) Ayat ini mengajari kita bahwa di depan Mahkamah Allah di Hari Qiyamat nanti. flash disk yang merupakan produk teknologi manusia dapat berbicara mengungkapkan sejuta fakta. tetapi dapat juga melalui rekaman pita cassette dan CD hasil shooting. Jika pita cassette. adalah pahanya sebelah kiri” (HR. dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. manusia tidak lagi dapat berkilah untuk menyangkal setiap tindak kejahatannya. disket. pendengaran. penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan”. Kebenaran dari ayat ke-65 ini. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata. Apalagi tangan dan kaki manusia ciptaan Al-Khaliq Allah SWT.“Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang pertama akan berkata-kata pada Hari Qiyamat di kala Allah mengunci mulutnya. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran. pastilah akan lebih detail lagi mengungkap setiap perilaku hamba-Nya. (QS. Karena semua anggota tubuh akan bersaksi tentang apa yang dahulu saat di dunia telah kita perbuat. Diperkuat oleh firman-Nya : “Sehingga apabila mereka sampai ke neraka. CD. penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Mengapa ? Fakta ilmiah hari ini menunjukkan bahwa kesaksian suatu kejadian dapat diperoleh tidak harus langsung secara verbal melalui mulut seseorang. 41 Fushshilat : 20-22) 75 .

Tafsir Jalalain dan Ibnu Katsir. Maksudnya menurut Tafsir Hamami : “Karena mata bathin mereka sudah buta melihat kebenaran Tauhid. cenderung melihat ancaman ini akan berlaku di Dunia. kemudian pada beberapa hari berikutnya mereka mati. lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Sehingga ayat ke-66 dari Surat Yasin ini menurut Tafsir Hamami senada dengan ayat : “Jikalau Allah menghendaki. yang karena melanggar larangan Hari Sabat (Sabtu) sebagai Hari Khusus untuk beribadah. dalam Tafsir Ibnu Katsir adalah : Untuk menghancurkan mereka. menurut Tafsir Jalalain adalah untuk merubahnya menjadi kera. Dia dapat membutakan pula mata dzhohir mereka”.ANCAMAN ALLAH KEPADA ORANG KAFIR UNTUK MENGHILANGKAN PENGLIHATAN DAN MERUBAH WUJUD FISIK MEREKA (S. 2 Al-Baqarah : 20) Perbedaannya adalah jika surat Yasin merupakan ancaman Allah kepada Orang Kafir maka Surat Al-Baqarah ayat 20 ini. Sedang Al-‘Aufi dari Ibnu Abbas ra. untuk orang Munafiq. Sebagai misal adalah Para nelayan Yahudi yang hidup di Negeri Eilah yang berada di tepi laut. maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali” Arti kata dalam ayat ini adalah yang artinya hilang atau lenyap. jika Allah kehendaki. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada. (QS. maka Allah SWT seketika itu pula merubah wujud fisik mereka menjadi Kera. sebagaimana yang pernah terjadi kepada Kaum Yahudi. babi atau batu di rumah mereka masing-masing. dengan tetap mencari ikan. niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka”. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya). Sedang yang dimaksud dengan ancaman Allah untuk merubah mereka. 36 Yasin : 66-67) “Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka. 76 .

Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. kera. niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (lagi) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. buta. jika Dia berkehendak. dapat disimpulkan bahwa murka Allah terjadi jika : 1. Sehingga derita orang kafir di akherat menjadi sempurna. 6 Al-An’am : 44) Sedang Ibnu Salam dalam Tafsir Qurthubi. 4 An-Nisa : 147) “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. 2. Berdasar berbagai ayat Qur’an yang mengisahkan adzab Allah kepada berbagai kaum. Allah berfirman dalam ayat lain : “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini. masih ada Asmaul Husna lain seperti : Al-Qahhar (Yang Maha Memaksa). dan lain sebagainya. Al-Muntaqim (Yang Maha Kuasa Menindak Hamba-Nya Yang Bersalah Dengan Menyiksanya) dan Adh-Dhaarru (Yang Maha Mendatangkan Bahaya dan Kemelaratan). Telah datang Nabi atau Rasul yang memberi peringatan kepada mereka tetapi mereka tetap mendustakannya. Tingkat kekufuran dan kemaksiatan mereka sudah melampaui batas. tuli dan wujud fisiknya berubah menjadi amat buruk laksana babi. (QS. Karena ia menjadi bisu. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya”.Penggunaan kata (Dan jikalau Kami (Allah) menghendaki) dalam dua ayat diatas menunjukkan bahwa Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat menjadi sangat murka. Al-Khaafidh (Yang Maha Merendahkan). Al-Qaabidh (Yang Maha Menyempitkan). 17 Al-Isra’ : 72) 77 . Sebuah penghinaan yang teramat pantas karena dosa mereka yang teramat banyak dan kekufuran mereka kepada Allah SWT saat di dunia. berpendapat bahwa semua kejadian ini terjadi di Hari Qiyamat. Mengapa ? Karena disamping Ar-Rahman dan Ar-Rahim. 3. (QS. jika kamu bersyukur dan beriman? (QS. Allah berfirman : “Mengapa Allah akan mengadzab kamu. dimana Allah SWT akan menghilangkan pandangan mata orang kafir saat melewati Ash-Shirath. Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. Al-Mudzill (Yang Maha Menghinakan). sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. Sedang karunia Allah yang diberikan kepada mereka melimpah ruah.

kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. (QS. 36 Yasin : 68) Pada QS. 16 An-Nahl : 70) Dalam Tafsir Qurthubi dari HR. berkata. Allah berfirman : “Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Bukhari dari Anas bin Malik ra. supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. bahwa Rasulullah saw memohon perlindungan (kepada Allah) dengan berdo’a : 78 .KEKUASAAN ALLAH UNTUK MENJADIKAN SESEORANG MENJADI PIKUN (QS. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Tentunya bukan dalam bentuk wujud fisik melainkan dalam pemikiran dan perilakunya. Allah berfirman dalam ayat lain : Allah. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Maka apakah mereka tidak memikirkan?” Ayat ini merupakan bukti kekuasaan Allah untuk mengembalikan seseorang pada kondisi seperti anak kecil bahkan bayi kembali. kemudian mewafatkan kamu. yang dikenal di masyarakat kita sebagai pikun. (QS. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat. 36 Yasin : 68. dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun). Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah. 30 Ar-Ruum : 54) Allah menciptakan kamu. Mereka adalah orang tua tetapi kerap kali berperilaku seperti anak-anak.

Dan aku berlindung kepada-Mu dari jubun.“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas. Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir” (HR. Dan aku berlindung kepada-Mu dari pikun. Bukhari) Dan dari Hadits Sa’ad bin Abi Waqqash dalam Tafsir Qurthubi. dikatakan : “Dan aku berlindung kepada-Mu untuk kembali ke umur yang paling lemah (pikun)” 79 .

Dan Nabi Muhammad bukanlah seorang penyair apalagi dia dikenal sebagai seorang “Ummi”. Bukan hasil olah kata seorang penyair apalagi manusia biasa. supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir”. Asbabun Nuzul ayat ini menurut Al-Kalbi adalah : “Ketika orang-orang Kafir Mekkah berkata bahwa Muhammad adalah seorang penyair dan apa yang dikatakannya adalah syair. ketengah-tengah manusia itu adalah benar-benar Firman-firman Allah. 36 Yasin : 69-70) “Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam”. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ayat ke-69-70. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. 69 Al-Haaqqah : 40-43) 2.NABI SAW BUKAN SEORANG PENYAIR (QS. 7 Al-A’raaf : 157 sebagai berikut : 80 . Menurut Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. yaitu orang yang tidak bisa tulis baca. maka Allah SWT menurunkan ayat ini (QS. (QS. dari Surat Yaasin ini merupakan penegasan bahwa : 1. dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Ayat Al-Qur’an yang demikian indah susunan balaghahnya yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. 36 Yasin : 69-70) untuk mendustakan tuduhan mereka”. Sebagaimana firman-Nya dalam QS.

seorang Nabi palsu. Bahkan pada setiap tahun mereka akan berkumpul di pasar malam ‘Ukkadz setelah selesai menunaikan Ibadah Haji-dengan cara Jahiliyyah-seperti bertelanjang bulat saat Thawaf mengelilingi Ka’bah. seperti Amru al-Qais atau ‘Ablah. Nabi yang ummi” (QS. Sehingga di zaman Jahiliyyah ini lahirlah banyak para penyair dan sastrawan ulung yang melahirkan karya-karya besar. Padahal pada saat itu Bahasa Arab sedang mencapai tahapan gemilang. (QS. Masyarakat Arab yang memang Ahli Syair dengan cepat dapat mengetahui bahwa hal itu bukan lah wahyu dari Allah melainkan olah kata dari Musailamah sendiri. 81 . Diantaranya Allah berfirman : “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini. Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka) (QS. Allah menantang mereka untuk membuat yang semisal dalam Al-Qur’an. Berkumpulnya mereka di pasar ‘Ukkadz ini untuk mendengarkan para ahli sya’ir memperdengarkan karya mereka sambil memperlombakannya. adalah karena mereka ta’jub terhadap ketinggian mutu bahasa Al-Qur’an tetapi mereka tidak dapat menandingi keindahan susunan kata dan gaya bahasanya. Sebuah kabilah dan suku-suku Arab akan merasa bangga jika ia memiliki penyair yang hebat. justru menjadi bahan ejekan orang banyak. 7 Al-A’raaf : 157) “Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya. tetapi tak seorang pun yang sanggup melakukannya. 17 Al-Isra’ : 88) Musailamah Al-Kadzab. Syair yang tinggi nilainya digantungkan di dalam Ka’bah. 7 Al-A’raaf : 158) Adanya pemikiran yang demikian keliru dari Orang-orang Musyrikin Mekkah. Dalam banyak ayat. niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia.(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". Karena hal tersebut akan menaikkan derajat dan gengsi suku atau kabilahnya. pernah membuat syair untuk menandingi Al-Qur’an.

(Al-Hadits) 82 . Allah berfirman : “Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Jibril menjawab : Mereka adalah para penyair ( yang tidak mengindahkan etika agama)”.Dalam QS. Dalam Tafsir Surat Yasin karya Syeikh Hamami Zadah. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah. Lalu aku bertanya kepada Jibril. 26 Asy-Syu’ara : 224-227. dijumpai Hadits Nabi : “Pada malam aku di-Mi’raj-kan. kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Siapakah mereka itu ?. aku melihat suatu kaum yang mulutnya dipotong-potong dengan gunting oleh Malaikat Zabaniyyah. Allah menegaskan bahwa kedudukan dan sifat-sifat para penyair dengan para Rasul itu berbeda. dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.

bubur susu. Allah berfirman : “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Seperti : Susu sapi dan susu kambing. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” Ayat ini mengajak manusia untuk bersyukur atas karunia diciptakannya binatang ternak untuk manusia. Kemudian dari susu sendiri dapat dibuatlah keju. 83 . Sebagai sarana transportasi Seperti : Kuda. Susunya dapat menjadi minuman yang sehat dan lezat. 36 Yasin : 71-73. 16 An-Nahl : 66. maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Keledai dan Unta. Dalil bahwa yang dimaksud minuman dari binatang ini adalah susu. yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka. Allah berfirman : “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri. yang menurut DR. terdapat dalam QS. mentega. Muhammad Al-Khatib dalam Al-Islamu wal ‘ilmu nadzharatun mu’jizatun adalah jenis lemak yang terbaik. Kami (Allah) memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah. 2. Dalam ayat –ayat ini ada 3 (tiga) nilai kemanfaatan dari Binatang ternak yang disebutkan secara jelas dan terang. 36 Yasin . Dagingnya sebagai makanan yang lezat 3.RAHMAT ALLAH PADA BINATANG TERNAK (QS. 71-73) Pada QS. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. yakni : 1.

maka maka percepatlah dan kejarlah sebelum habis sumsum kendaraan itu (persedian bahan makanan pada tubuh binatang itu)” 2. diriwayatkan : “Maka Rasululullah saw masuk ke kebun seorang Shahabat Anshor. Maka bersabda (Rasulullah saw) : “Takutlah kamu kepada Allah terhadap binatang-binatang yang bisu ini. • Bulunya. Maka kendarailah dalam keadaan yang baik dan beri makanlah dalam keadaan baik” 3. seperti pacuan kuda. HR. HR. hingga diamlah onta itu. Bagaimana cara bersyukurnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu dipahami dulu tentang apa hakekat Syukur itu ? Menurut sebagaian Ulama. sebagaimana Sabda Beliau saw : 1. Rasulullah saw bersabda : “Jika kamu bepergian dalam daerah yang subur maka berilah kesempatan kendaraan (unta) itu makan. • Kulitnya. tiba-tiba disana ada unta dan ketika terlihat oleh Rasulullah tiba-tiba ia merintih dan mencucurkan air mata.. Abu Dawud. HR. Abu Dawud dari Sahl bin ‘Amru. dan dia adalah Ahli Baiatur Ridlwan. Termasuk berdosa jika kita tidak merawatnya dengan baik dan membebani binatang tunggangan misalnya melebihi batas kemampuannya. Allah memerintahkan kita bersyukur atas ni’mat diciptakannya binatang ternak. seperti kulit sapi yang dapat digunakan untuk berbagai alat musik tabuh (perkusi).Dan satu lagi nilai kemanfaatan dari binatang ternak. Muslim. Dan jika kamu beperguian pada daerah yang kering. berkata : “Rasulullah berjalan melihat seekor unta yang telah rapat punggungnya dengan perutnya ( terlalu kurus). dari Abu Hurairah ra. Maka didekati oleh Nabi saw dan diusap-usap punggung dan dekat leher atau telinganya. Berkata Nabi : 84 . hanya dengan ungkapan : (Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat) (QS. dan lain-lain. Syukur adalah : “Pendayagunaan semua karunia Allah oleh seorang hamba sesuai dengan tujuan penciptaannya” Dan tujuan penciptaan manusia adalah dalam rangka ‘ibadah dan menjadi Khalifah di muka bumi ini. • Berbagai perlombaan dan hobbi. seperti bulu Biri-biri untuk pembuatan bahan kain wol. Dengan demikian bersyukur atas karunia binatang ternak ini adalah dengan memelihara dan merawatnya dengan baik serta menjaga kelestariannya. dan dikatakan Sahl bin Ar-Rabi’I bin ‘Amr dan Al-Anshari Al-Ma’ruf dengan Ibnu Handzholiyyah. Kemudian Nabi bertanya : “Siapakah pemilik unta ini ? Maka datanglah seorang pemuda Anshar berkata : Itu milikku ya Rasulullah. 36 Yasin : 73) Diantara manfaatnya adalah : • Untuk membajak sawah oleh para petani. Pada akhir ayat ke-73.

108 Al-Kautsar : 1-2) Dari ayat ini dapat dipahami dengan jelas bahwa. Kemudian cara bersyukur lainnya yang amat perlu untuk mendapat perhatian adalah adalah dengan mengeluarkan zakatnya jika jumlah binatang ternak tersebut sudah mencapai nishab zakat. Kemudian menyembelihnya untuk tujuan Qurban. termasuk nikmat diciptakannya binatang ternak bagi kita ummat manusia.“Tidakkah kamu takut kepada Allah dalam memelihara binatang yang telah diberikannya kepadamu. ia mengeluh bahwa kamu selalu melaparkannya dan melelahkannya”. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (sembelihlah hewan Qurban)”. Dan saat menyembelihnya pun hendaknya dengan pisau yang tajam sehingga binatang sembelihan tersebut tidak mengalami penderitaan yang terlalu lama. ‘Aqiqah. 85 . Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak. dan berbagai amal shaleh lainnya. menyembelih hewan Qurban di Hari Nahar (Idul Adha) adalah bukti rasa syukur kita kepada karunia ni’mat Allah. (QS.

“Bagaimana mungkin sebongkah batu atau seonggok kayu. Allah berfirman : “Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Sesungguhnya Kami (Allah) mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan”. bahwa ia (berhala) tersebut tidak pernah meminta untuk disembah. kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan): “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu”. 36 Yasin : 74-76. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. 86 . Allah berfirman : (Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka semuanya.yang biasa dijadikan berhala. 10 Yunus : 28) Kata “Syurakaauhum” (sekutu-sekutu mereka) dalam ayat ini menurut Tafsir Qurthubi adalah Syetan atau Berhala. Sehingga bagaimana mungkin berhala tersebut akan dapat memberi syafaat. padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka. Kemudian di akherat nanti justru berhala yang disembah ini pun akan berdebat berbantah-bantahan dengan orang yang menyembahnya. 36 yasin . Ini merupakan dalil yang nyata bahwa berhala tak dapat memberi syafaat (pertolongan) apapun.CELAAN ALLAH KEPADA PENYEMBAH BERHALA (QS. Logika yang paling sederhana seperti pernyataan di bawah ini pun pasti akan setuju dengan firman Allah di atas. (QS. 74-76) Pada QS.dapat memberi pertolongan dan memenuhi hajat seseorang. Sementara ia sendiri tak dapat berlindung dari panas teriknya matahari dan guyuran air hujan”. Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami”.

yakni : 1. Nabi saw. ingin agar semua orang beriman sebagai bukti kasih sayangnya yang mendalam kepada ummatnya. 87 . Nabi saw meskipun seorang Insan Kamil (Manusia sempurna) tetapi bagaimanapun dia adalah seorang manusia bukan Malaikat. 2. Sebagaimana sudah kami jelaskan dimuka. Meski sedikit barangkali ada saja sedih dan kecewanya. barangkali karena dua hal. maka kewajiban kamu hanyalah bertabligh (menyampaikan ayat-ayat Allah)” (QS. Sehingga tidak dapat melepaskan diri dari kodrat kemanusiannya.Ayat ke-76 merupakan ayat yang mengingatkan Nabi saw agar tidak bersedih dengan ucapan-ucapan mereka yang mengejek dan penolakan mereka-kafir Quraisy. Sebab tugas seorang Nabi dan Rasul hanyalah menyampaikan. pada tafsir ayat ke-10 dalam bab tentang “Mayoritas orang kafir di azab oleh Allah”. 3 Ali Imran : 20) Mengapa Nabi saw sampai harus diingatkan agar tidak usah bersedih. Sedang urusan hasil adalah dalam Kekuasaan Allah. Tetapi kita meyakini bahwa hal itu tidak akan berlangsung lama. dengan kekufuran mereka. Karena beliau saw senantiasa dibimbing oleh wahyu. Wallahu a’lamu. Sebagaimana firman-Nya : “Dan jika mereka berpaling.kepada da’wah Nabi saw.

Menurut riwayat Al-Hakim dengan sanad bersumber dari Ibnu Abbas ra. yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Asbabun Nuzul ayat-ayat ini adalah : a. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. 77-83). ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang. Menurut Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid. 36 Yasin . Ayat ini (QS.BUKTI ADANYA HARI BERBANGKIT (QS. yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau. Dia berkuasa. apakah Allah akan membangkitkan tulang yang sudah hancur ini ?”. maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami. 77-83) Pada QS. Allah akan membangkitkan ini (tulang) dan mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali serta memasukkan kamu ke Neraka Jahannam”. dengan tambahan bahwa orang itu adalah Ubay bin Khalaf: “Diriwayatkan bahwa Al-‘Ash bin Wa’il. dan As-Suddi." Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasadjasad mereka yang sudah hancur itu? Benar. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. turun berkenaan dengan 88 . menghadap kepada Rasulullah saw dengan membawa tulang belulang yang sudah rusak sambil mematahmatahkannya. b. Ia berkata : “Hai Muhammad. 36 Yasin : 77-83. Nabi saw menjawab : “Benar. Ikrimah. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. dan dia lupa kepada kejadiannya. Allah berfirman : “Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani). Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. ‘Urwah bin Zubair. 36 Yasin . maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.

20 Thaha : 55) Dan prosesnya terjadi adalah dengan cara yang sangat mudah. Penciptaan Langit dan Bumi. khususnya tentang pohon kayu hijau. Lalu ditumbukkan kayu marikh diatas kayu ifar. bahwa Ia berkuasa untuk menghidupkan kembali tulang-belulang yang sudah hancur. maka keluar api dari kedua kayu tersebut dengan izin Allah SWT”. Allah berfirman “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya (tanah) Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain”. Sebagaimana firman-Nya : “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati mani)”. Dan untuk pertama kali. Allah berfirman : “Katakanlah: "Ia (tulang belulang) itu akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Adanya api dari kayu yang hijau 3. Kedua pohon itu tumbuh di darat. 2. Orang yang akan menyalakan api. Allah ciptakan manusia (Adam) dari tanah. 31 Luqman : 28) Sedangkan arti ayat ke-80. Ayat ke-77 merupakan peringatan keras agar manusia tidak berlaku angkuh dan sombong kepada Allah SWT. 32 As-Sajdah : 8) air yang hina (air Pada ayat ke-79.dengan peristiwa tersebut di atas yang menegaskan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di Hari Qiyamat” Dari ayat ini. Kejadian manusia yang berasal dari sperma. Allah berfirman : “Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja” (QS. Diantaranya adalah : 1. menurut Ibnu Abbas ra. Allah mengajak manusia untuk melihat bukti. (QS. Keduanya berwarna hijau dan dari padanya air menetes. Ia lupa kepada asal kejadiannya. bahwa ia hanya berasal dari air yang hina. (QS. adalah : “Pohon marikh dan pohon ifar. 89 . ia memotong dua dahan dari semisal kayu siwak.

menurut Ir. 40 Al-Mu’min : 57) Dan baru pada abad ke-20. sehingga manusia memanfaatkan sumber tenaga itu bagi kepentingan hidupnya dan bersyukur kepada-Nya. Agus Mustofa dalam Buku Pusaran Energi Ka’bah. Allah mengajak manusia untuk melihat karya Allah yang jauh lebih besar daripada penciptaan manusia dan api yakni proses penciptaan langit dan bumi. yakni : 1. 90 . Misalnya di rimba Takengon (Aceh Tengah). Allah berfirman : “Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu). dalam Tafsir Al-Azhar. dapat kita saksikan pada pohon kayu tusam atau pinus. Allah berfirman : “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari pada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. yakni : “Sebuah teori tentang proses terciptanya galaksi (gugusan bintang-bintang) melalui sebuah ledakan besar”. maka getahnya dapat ditakik sebagaimana menakik pohon karet. (QS. Allah memperingatkan mereka agar tidak melupakan hakekat dan asal-usul sumber tenaga itu” Pada ayat ke-81.Sedangkan menurut Hamka. atau Teori Ledakan Besar. Dan ia dapat menyala hingga berkobar apinya. Kayu pinus atau kayu tusam betul-betul pohon yang hijau berdaun rindang yang lurus. manusia dapat menyadari betapa dahsyatnya proses penciptaan langit dan bumi. menunjukkan bahwa : “Al-Qur’an menyebutkan daya panas dan sumbernya untuk menarik perhatian manusia kepada Kekuasaan dan Kebesaran Allah. Dengan munculnya Teori Big Bang. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir” (QS. Di ayat lain. 56 Al-Waqi’ah : 71-73) Ayat-ayat ini menurut Afzalur Rahman dalam Quranic Science. Bila telah besar pohonnya. namun ia mengandung minyak yang dapat dinyalakan. kayu yang hijau yang dapat menimbulkan api untuk kepentingan manusia. untuk menunjukkan bahwa proses pembangkitan kembali manusia dari Qubur adalah perkara mudah.

Sebagaimana firman-Nya : “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya. Apabila makhluq seperti manusia ingin melakukan sesuatu. Meski hal tersebut merupakan perkara yang amat besar dalam ukuran manusia. Artinya mestinya dahulu. 46 Al-Ahqaaf : 33) Ayat ke-82 ini. menyatakan : “Bahwa berbagai benda langit seperti planet. 21 Al-Anbiyaa : 30) “Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka. menurut para Ahli Ilmu Tauhid sekaligus menegaskan dengan nyata perbedaan antara irodah makhluq dan irodah Al-Khaliq. 91 . benda-benda tersebut saling dekat. Allah menegaskan bahwa Cara Allah untuk mewujudkan irodah (keinginannya) itu adalah sangat mudah hanya dengan berfirman “Kun fayakun” maka terjadilah apa yang diinginkannya tersebut seketika. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya” (QS. (QS. matahari dan bintangbintang semuanya sedang bergerak menjauh. 50 Qaaf : 6) Pada ayat ke-82. semua benda langit tersebut berkumpul di suatu titik yang sama. Jarang terjadi apa yang diinginkan dapat terwujud dengan sekali pekerjaan. maka ia harus memikirkannya terlebih dahulu kemudian melakukannya melalui proses yang panjang. alias padu dan berimpit” Hal ini sesuai dengan firman-Nya : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. barulah terwujud sebagian saja dari keinginan (irodahnya) tersebut. Hasil pengamatan Teleskop Huble. kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. Dan pada miliaran tahun yang lalu. Ia pasti butuh upaya penyempurnaan secara terus-menerus.2.

Karunia diturunkannya Al-Qur’an 2. Wallahu a’lamu bish-showabi. Sehinga ia ridlo menerimanya.Pada ayat terakhir. yang harus kita syukuri. me-Maha Suci-kan Allah Azza wa Jalla. Karunia liqa’ dengan Allah SWT sebagai puncak kenikmatan surgawi 15. Karunia diturunkannya Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an dengan berbagai fadhilahnya yang amat banyak. karena demikian agung kekuasaan-Nya dan demikian banyak karunia-Nya. sehingga keadilan Ilahi dapat ditegakkan. Karunia diciptakannya binatang ternak dengan berbagai kemanfaatannya 16. Karunia diciptakannya langit dan bumi 19. Baik dalam Dzat-Nya. Karunia adanya mata air 6. Karunia adanya tanaman dan buah-buahan 5. Dan ucapan “Tasbih” sendiri sebenarnya memiliki makna yang dalam yakni : “Saat manusia bertasbih. Karunia dihidupkannya kembali lahan yang tandus 4. Karunia diciptakannya bulan yang berjalan pada garis edarnya 11. AsmaNya ataupun Af’al-Nya (Karya dan Perbuatan-Nya). laut dan udara 13. 36 Yasin : 83) Ayat penutup ini merupakan perintah Allah SWT kepada ummat manusia untuk bertasbih. Karunia berupa adanya pasangan pada segala sesuatu 8. Sehingga apapun ketentuan taqdir-Nya yang ditetapkan kepada seseorang hingga saat ini adalah yang terbaik dalam pandangan Allah SWT. 20. (QS. maka ia sedang mengakui bahwa Allah SWT adalah Maha Suci dari segala kekurangan. kadang ketentuan taqdir-Nya tersebut adalah buruk adanya”. Karunia diutusnya Muhammad saw sebagai Rasulullah 3. Allah berfirman : “Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. Karunia diciptakannya manusia dari sperma 17. Sifat-Nya. Karunia diciptakannya api sebagai sumber energi panas 18. Karunia adanya Hari Berbangkit. Karunia diciptakannya bahtera yang berlayar di lautan 12. Karunia diciptakannya matahari yang berjalan di tempat peredarannya 10. 92 . Di dalam Surat Yasin saja minimal ada 20 ((dua puluh) karunia Allah. Sebab mustakhil (tidak mungkin) Dia (Allah) berlaku tidak adil dan menganiaya hamba-Nya. Karunia ilmu pengetahuan di bidang transportasi darat. Karunia ilmu pengetahuan di bidang pertanian (agriculture) 7. Karunia surga dengan segala kenikmatannya bagi orang yang bertaqwa 14. Karunia berupa adanya pergantian siang dan malam 9. Yakni : 1. Meski dalam pandangan syahwat nafsu manusia.

Karena memang tidak ada riwayat yang menjelaskan mengapa Yasin merupakan Qalbu al-Qur’an. bahkan dikatakan bahwa : “Letak Qalbul Qur’an dalam Surat Yasin itu terdapat dalam ayat (QS. 2 Al-Baqarah . Allah menuliskan baginya (seperti) membaca Al-Qur’an 10 (sepuluh) kali” Hadits ini telah mengilhami para alim ulama untuk mengetahui hikmah dan rahasianya ? Sesuatu yang sulit untuk dijawab. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu. pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Irfan yang juga merupakan cucu Kyai Ghunthur Sukabumi. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada hatinya. dapat dipahami bahwa Hikmah tentang sesuatu memiliki peluang untuk dapat ditemukan jika seseorang mau mempergunakan akalnya untuk melakukan penelaahan secara mendalam. 93 . Tirmidzi dari Anas ra. Dalam risalah kecil berjudul “Qalbul Qur’an” karya Al-Ustadz Asep Abdurrahman. maka pendapat beliau ini adalah sah-sah saja. Dan hatinya Al-Qur’an (Qalbul Qur’an) adalah Surat Yasiin.HIKMAH YASIN SEBAGAI QALBUL QUR’AN Pada keterangan terdahulu dalam bab fadhilah Surat Yasin sudah dikemukakan tentang sebuah hadits riwayat HR. Tetapi karena ia merupakan sebuah upaya mengungkapkan rahasia dan hikmah. Allah berfirman : “Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa membacanya. (QS. Hanya saja dalam risalah itu tidak disebutkan alasan dan sumber periwayatannya. ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. 269) Berdasarkan Surat Al-Baqarah : 269 ini. 36 Yasin : 58).

Jika mengambil I’tibar dari Hadits Riwayat Bukhari Muslim dari Abi Abdullah Nu’man bin Basyir ra. tentang hati dalam jasad yang memiliki peran amat penting dan strategis, sebagaimana sabdanya :

“Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh itu. Dan bila segumpal daging itu rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ingatlah bahwa itulah hati”. Maka Surat Yasin ini pun memiliki kedudukan yang penting dan strategis pula diantara 114 surat dalam Al-Qur’an. Dalam Hadits ini, hati manusia diibaratkan sebagai barometer untuk mengukur baik dan buruknya seseorang. Jika hatinya baik maka dapat dipastikan bahwa fisiknya sehat dan akhlaq perilakunya pun bagus. Hujjatul Islam-Imam AlGhazali-dalam Al-Ihya telah mengungkapkan hal ini secara panjang lebar. Maka sebagai qalbul qur’an, Surat Yasin pun dapat dijadikan sebagai barometer pula untuk menilai penguasaan seseorang tentang Al-Qur’an. Jika bagus penguasaannya tentang surat Yasin baik dalam pengertian lafdz, ma’na dan tafsirnya, maka besar kemungkinan bagus pula penguasaanya tentang ayat dan surat-surat lainnya dalam AlQur’an. Begitu pula dalam aspek pengamalannya. Jika ia telah mampu mengamalkan isi yang terkandung dalam Surat Yasin dalam kehidupan sehari-hari, maka pengamalan kandungan surat yang lain pun akan segera dapat terwujud dalam dirinya. Qalbul jasad (Hati atau Jantung) berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh sehingga nafas kehidupan seseorang dapat tetap terjaga. Jika qalbul jasad berhenti bekerja, maka kematian dipastikan akan menjemputnya. Jika kematian fisik ragawi terjadi karena aliran darah terhenti, maka kematian spiritual manusia terjadi jika aqidah islamiyyah telah tercabut dari dirinya. Aqidah adalah pondasi dari bangunan Islam. Jika aqidah rusak, maka bangunan islam tidak akan tegak dalam dirinya. Hidup sebagai orang murtad, musyrik atau munafiq pada hakekatnya adalah ia telah mati sebelum ajal menjemputnya. Karena ruhaninya telah mati tak dapat lagi melihat kebenaran. Sebagai surat yang diturunkan di Mekkah, surat Yasin sarat dengan tema tentang aqidah dan keimanan. Hampir tidak dijumpai masalah Fiqh yang secara jelas diungkapkan, kecuali sebagai pengembangan dari tafsir ayat. Pada surat Yasin, minimal ada 5 rukun iman yang secara nyata diungkapkan Allah , yakni : 1. Tentang Iman kepada Allah. Diantaranya diungkapkan dengan menggugah manusia untuk memperhatikan bukti kekuasaan-Nya yang terdapat di semesta alam, pada peredaran bulan, dan matahari, dan lain sebagainya. 2. Tentang Iman kepada Malaikat Khususnya tentang Malaikat Ishrafil sang peniup sangkakala yang secara tersirat diungkapkan dalam QS. 36 Yasin : 51.

94

3. Tentang Iman kepada Kitab Khususnya tentang kebenaran Al-Qur’an yang penuh hikmah. 4. Tentang Iman kepada Rasul Khususnya tentang Kebenaran Muhammad saw sebagai rasul utusan Allah. Juga berita tentang adanya para Rasul lain sebelum Nabi Muhammad diantaranya yang diutus kepada Kaum Anthakiyyah. 5. Tentang Iman kepada Hari Qiyamat Diantaranya tentang adanya Yaumul Ba’ats, Yaumul Hasyr, Neraka Jahannam dan Surga dengan segala kenikmatannya. Dan tema aqidah ini diungkapkan dalam Surat Yasin dengan berbagai cara dan gaya bahasa yang berbeda. Baik melalui kisah, ayat-ayat kauniyyah ataupun melalui berita tentang adanya kehidupan di masa yang akan datang setelah dunia ini hancur sebagaimana pada surat-surat lainnya. Surat Yasin juga menggugah nurani manusia untuk banyak bersyukur dan bertasbih atas karunia-Nya. Minimal ada 20 (dua puluh) karunia Allah yang disebutkan dalam Surat Yasin. Dan pada 114 Surat lain dalam Al-Qur’an, berbagai karunia ini kembali diungkapkan baik sebagiannya ataupun keseluruhan dari ke-20 karunia tersebut. Jika surat lain memuat kisah para Nabi dan Rasul Utusan Allah serta ummatnya yang beriman maupun yang kufur, maka Surat Yasin pun demikian pula. Ia memuat kisah tentang Para Rasul bagi Kaum Anthakiyyah, memuat sosok Habib An-Najar sebagai simbol pengikut para Rasul yang bertaqwa, yang nasibnya demikian baik karena gugur sebagai Syuhada. Padahal dalam Al-Qur’an ayat yang memuat tentang karunia bagi para syuhada hanya terdapat dalam Surat Al-Baqarah dan Ali Imran saja. Dua surat ini digelari Rasul sebagai Az-Zahraawaini (Dua Bintang Yang cemerlang) yang keduanya dari golongan ayat Qur’an merupakan pemberi syafaat terbesar di akherat nanti. Barangkali ini mengindikasikan bahwa kedudukan derajat surat Yasin adalah mendekati kedua surat agung ini. Apalagi pada HR. Ahmad dari Maqil bin Yasar ra., Rasulullah setelah menyebut kemuliaan Surat Al-Baqarah sebagai “Sanamul Qur’an wa Dzirwatuhu” (Punggung AlQur’an dan Puncaknya) kemudian menggandengnya dengan menyebut Surat Yasin sebagai Qalbul Qur’an (Hatinya Al-Qur’an). Nasib Kaum yang ingkar yang demikian mengerikan yang banyak diungkapkan oleh Allah dalam berbagai ayat Qur’an seperti Nasib Kaum ‘Ad, Tsamud, Luth, dan Madyan memang tidak dijumpai dalam Surat Yasin. Tetapi Surat Yasin yang agung ini mengungkapkan pula nasib mengerikan dari Kaum Anthakiyyah yang dengan satu teriakan saja telah memusnahkan seisi ngeri. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa surat Yasin pun memuat berita tentang azab Allah kepada para pendusta-Nya sebagaimana surat lainnya.

95

DAFTAR PUSTAKA
1. Al-Qur’anul Karim 2. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI, 1989. 3. Tafsir Al-Jalalain, Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi 4. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Qurthubi), Imam Qurthubi 5. Tafsir Al-Qur’anil ‘Adzhim (Tafsir Ibnu Katsir), Imam Abu Fida Ismail Ibnu Katsir 6. Tafsir Surat Yasin, Syeikh Hamami Zadah 7. Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 8. Qishashul Anbiya, Imam Abu Fida’ Ismail Ibnu Katsir 9. Ar-Ruh Li Ibnil Qayyim, Imam Syamsuddin Ibnul Qayyim Aj-Jauzy 10. Mafahim Yajib An-Tushahhah, DR. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki 11. At-Tafsir wa Manahijuh, DR. Mahmud Basuni Fawdah 12. As-Sirah An-Nabawiyyah, Syeikh Abul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi 13. Bulughul Maram, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 14. Subulus Salam, Imam Ash-Shon’ani (Muhammad bin Ismail Al-Kahlani) 15. Mausuu’atul Ijma’, Sa’di Abu Habib 16. Mukhtarul Ahadits An-Nabawiyyah, Sayyid Ahmad Al-Hasyimi 17. Fadhoilul A’mal, Maulana Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi 18. Syarafu Ummatil Muhammadiyyah, DR. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki 19. Tanbihul Ghafilin, Imam Abu Laits As-Samarqandiy 20. Al-Habaik fi Akhbaril Malaik, Imam Jalaluddin As-Suyuthi 21. Al-‘Aqaidul Islamiyyah, Syeikh Sayyid Sabiq 22. Qamus Arab-Indonesia, Prof. DR. Mahmud Yunus, 1989 23. Studi Islam, Prof DR. Hamka, 1985 24. Al-Islamu wal ‘Ilmu Nadzharatun Mu’jizatun, DR. Muhammad Al-Khathib 25. Pusaran Energi Ka’bah, Ir. Agus Mustofa 26. Buku Saku ESQ, Ary Ginanjar Agustian 27. Ath-Thariq Ilal Jannah, Abdul Qadir Ahmad ‘Atha 28. Quranic Science, Afzalur Rahman 29. Ummat Bertanya Ulama Menjawab, KH. Drs. Ahmad Dimyati Badruzzaman 30. Tafsir Al-Azhar, Prof DR. Hamka 31. Syarah Riyadhul Badi’ah, Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi 32. Qalbul Qur’an, Ust. Asep Abdurrahman 33. Muqaranatul Adyan Al-Masehiyyah. Prof DR. Ahmad Syalabi 34. At-Tahbier fit Tadzkiir, Syeikh Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi 35. Arba’in An-Nawawiyyah, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 36. Al-Halalu wal Haramu fil Islami, Prof DR. Yusuf Qardlawi 37. Nashaihul ‘Ibad, Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani 38. Riyadhus Shalihin, Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi 39. Hadits Qudsi, KH. M.Ali Usman, H.A.A. Dahlan, Prof.Dr.HMD. Dahlan, 1990 40. Alam Qubur (Alam Barzakh), Drs. M. Ali Chasan Umar, 1979

96

97 . seorang tokoh Islam di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai Ahli Hikmah. ia berinteraksi dengan para Kyai dari Kaum Nahdhiyyin. disamping belajar mengkaji Tafsir Al-Qur’an kepada TGH. sekaligus tokoh Pergerakan Kemerdekaan yang dikenal sebagai Komandan pasukan dalam Perang Enam Jam pasca kemerdekaan melawan Belanda di tepian irigasi yang memanjang antara Rengasdengklok dengan Batujaya. Machfud Ridwan Salatiga. telah mendorongnya untuk secara otodidak mengkaji Islam secara mendalam. Kemudian untuk memantapkan pilihannya bergelut di jalan da’wah. Dan bersama sang istri pula. Ia adalah putra TB Ibrohim. Ismail Yusanto. pada tahun 1997. penulis buku ini tidak pernah benar-benar menjadi seorang santri. Pada tahapan ini. ia juga menimba ilmu kepada KH. yang salah satu unit aktifitasnya adalah mendirikan Taman Kanak (TK) Thariqul ‘Izzah di Perumahan Bumi Kodya Asri Jempong Karang Pule Mataram. Ir. pada tahun 2000 bersama sang istri. Amien Rais dalam Pesantren I’tikaf Ramadhan (PIR) II tahun 1985 di Yayasan Shalahudin Yogyakarta. ia mendirikan Majlis Ta’lim Thariqul ‘Izzah di Kota Mataram. Barakah dari mimpinya berjumpa dengan Rasulullah saw. ia benar-benar tersadar bahwa ia harus turut serta memikul tanggung jawab agama ini dengan sebaik-baiknya. Karena bagi Kyai Machfud. Sebelumnya di tahun 1995 mendirikan TPQ Miftahus Sa’adah di Perumahan BTN Pengsong Perampuan Labuapi Lombok Barat. saat ia telah hijrah ke Lombok. Mustami’uddin Ibrahim. penulis buku ini lahir di Rengasdengklok Karawang Jawa Barat pada hari Kamis. terjadi pada saat menempuh kuliah di Yogyakarta. Pada periode inilah. satu bentuk follow up dari pertrainingan yang diikutinya di FOSI Yogyakarta. Kecenderungannya kepada Ilmu Agama. Pendidikan dasar agama ia dapatkan disamping dari ayahandanya sendiri adalah di Madrasah Diniyyah AlHuda dan Al-Khoiriyyah Rengasdengklok. ia sendiri yang mengasuh sekaligus mengajarnya hingga saat ini. yang hari ini dikenal sebagai Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). yang mengelarinya sebagai “santri emprit”. Kemudian mendirikan Lembaga Pendidikan dan Sosial (LPS) Thariqul ‘Izzah pada tahun 2005. Tetapi keseriusannya untuk benar-benar mempelajari Ilmu Agama terjadi saat ia menjadi “santri terbang” di Pondok Pesantren Payaman Magelang. telah turut serta menumbuhkan ghirah keislaman dalam dirinya. Interaksi berikutnya di akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an terjadi dengan tokoh harakah islamiyyah.BIOGRAFI SINGKAT PENULIS Agus Gustiwang Saputra. HM. Aktifitasnya di HMI Komisariat Fakukltas Pertanian UGM dan interaksinya dengan para tokoh Cendekiawan Muslim seperti DR. SH. Drs. tanggal 11 Maret 1965. Ahmad Mukhlisun (pimpinan Ponpes Sirajul Mukhlashin Payaman) yang sekarang menjadi pimpinan tertinggi Jama’ah Tabligh di Indonesia. diantaranya adalah Ust. Selain berguru kepada para Kyai di Payaman seperti KH. Mengenyam pendidikan umum tertinggi di Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta. dengan mengambil jalan da’wah sebagai jalan kehidupannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful