BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penghargaan yang diberikan kepada bidan tidak hanya dalam bentuk imbalan jasa

, tetapi juga dalam bentuk pengakuan profesi dan pemberian kewenangan / hak untuk menjalankan praktik sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-3,hak adalah kewenangan untuk berbuat sesuatu yang telah ditentukan oleh undangundang atau aturan tertentu. Bidan di Indonesia memiliki organisasi profesi yaitu Ikatan Bidan Indonesia atau IBI yang mengatur hak dan kewajiban serta penghargaan dan sanksi bagi bidan. Setiap bidan yang telah menyelesaikan pendidikan kebidanan berhak dan wajib menjadi anggota IBI. Sedangkan, sanksi merupakan imbalan negative yang berupa pembebanan atau penderitaan yang ditentukan oleh hukum aturan yang berlaku. Sanksi berlaku bagi bidan yang melanggar kode etik dan hak / kewajiban bidan yang telah diatur oleh organisasi profesi,karena kode etik bidan merupakan norma yang berlaku bagi anggota IBI dalam menjalankan praktek profesinya yang telah disepakati dalam Kongres Nasional IBI. Contoh sanksi bidan adalah pencabutan ijin praktek bidan, pencabutan SIPB sementara, atau bisa juga berupa denda. Penyimpangan yang dilakukan oleh bidan misalnya: Bidan melakukan praktek aborsi,yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh bidan karena termasuk tindakan criminal. Bidan tidak melakukan rujukan pada ibu yang mengalami persalinan premature,bidan ingin melakukan persalinan ini sendiri. Ini jelas tidak boleh dilakukan,dan

1

A.selain itu jika dilakukan oleh bidan itu sendiri.harus dirujuk. Sanksi 2 . Reward 2. 2. Karena ini sudah bukan kewenangan bidan lagi. Untuk mengetahui system penghargaan bagi bidan.Tujuan Makalah 1.persalinan akan membahayakan ibu dan bayi yang dikandungnya. Untuk mengetahui system sanksi bagi bidan.Rumusan Masalah 1. B.

motivasi dan kepuasan kerja 1. kepribadian. kepemimpinan.BAB II PEMBAHASAN SISTEM PENGHARGAAN BAGI BIDAN Menurut Gibson (1987) ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang antara lain : Faktor individu: kemampuan. 3 . Peningkatan prestasi kerja perorangan pada gilirannya akan mendorong kinerja staf. peran. pengalaman tingkat sosial dan demografi seseorang. Merangsang minat dalam pengembangan pribadi dengan meningkatkan hasil kerja melalui prestasi pribadi. 3. Reward Faktor organisasi : struktur organisasi. desain pekerjaan. sistem penghargaan (reward system) Tujuan 1. latar belakang keluarga. Faktor psikologis: persepsi. Memberikan kesempatan kepada staf untuk menyampaikan perasaannya tentang pekerjaan. Meningkatkan prestasi kerja staf. sehingga terbuka jalur komunikasi dua arah antara pimpinan dan staf. ketrampilan. baik secara individu maupun dalam kelompok setinggi tingginya. sikap. 2.

Tujuan utama dari pemeliharaan adalah untuk membuat orang yang ada dalam organisasi betah dan bertahan. dan lain-lain. tunjangan. Pemeliharaan SDM yang disertai dengan ganjaran (reward system) akan berpengaruh terhadap jalannya organisasi. Sanksi berlaku bagi bidan yang melanggar kode etik dan hak /kewajiban bidan yang telah diatur oleh organisasi profesi. kesempatan untuk pendidikan dan pelatihan. Sebaliknya penerapan sangsi juga tidak jelas kepada perawat yang melakukan kesalahan atau tidak disiplin. serta dapat berperan secara optimal. mengikuti pelatihan perawatan keterampilan teknis atau keterampilan dalam hubungan interpersonal. kurangnya kerja sama antara pimpinan dengan karyawan baik struktural maupun fungsional. fasilitas kendaraan. maupun yang bersifat material seperti. Faktor yang mempengaruhi kinerja perawat adalah iklim organisasi yaitu kurangnya semangat kelompok. pengobatan.karena kode etik bidan merupakan norma yang berlaku bagi anggota IBI dalam menjalankan 4 .Pemeliharaan SDM perlu diimbangi dengan sistem ganjaran (reward system). Sanksi Bagi Bidan Sanksi merupakan imbalan negative yang berupa pembebanan atau penderitaan yang ditentukan oleh hukum aturan yang berlaku. seperti gaji. 2. Penghargaan yang diberikan kepada perawat belum meningkatkan kinerja mereka. dll dan juga berupa immaterial seperti . Salah satu upaya untuk meningkatkan SDM Keperawatan adalah melalui pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. baik yang berupa finansial. perubahan.

2) Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. keluaraga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. menghormati hak klien dan nilai-nilai yang dianut oleh klien. 6) Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajart kesehatannya secara optimal. tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat 1) Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. 4) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien. 5 . Kode etik bidan : a. menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. 3) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran. keluarga dan masyarakat.praktek profesinya yang telah disepakati dalam Kongres Nasional IBI. 5) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien.

b. keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien. keluarga dan masyarakat 2) Setiap bidan berkewajiaban memberikan pertolongan sesuai dengan kewenangan dalam mengambil keputusan termasuk mengadakan konsultasi dan/atau rujukan 3) Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang didapat dan/atau dipercayakan kepadanya. 2) Setiap lainnya. Kewajiban bidan terhadap profesinya 1) Setiap bidan wajib menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesi dengan menampilkan kepribadian yang bermartabat dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan 6 . Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya 1) Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi. Kewajiban bidan terhadap tugasnya 1) Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna kepada klien. kecuali bila diminta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan dengan kepentingan klien c. d.

3) Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu Profesinya. f. Keluarga Berencana dan Kesehatan Keluarga. khususnya dalam pelayananan Kesehatan Reproduksi.2) Setiap bidan wajib senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan. e. nusa. Kewajiban bidan terhadap pemerintah. 2) Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikiran kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga 7 . bangsa dan tanah air 1) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri 1) Setiap bidan wajib memelihara kesehatannya agar dapat cintra dan melaksanakan tugas profesinya dengan baik 2) Setiap bidan wajib meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 3) Setiap bidan wajib memelihara kepribadian dan penampilan diri.

Dalam organisasi IBI terdapat Dewan Pertimbangan Etika Bidan (MPEB) dan Majelis Pembelaan Anggota (MPA).menangani dan mendampingi anggota yang mengalami permasalahan dalam praktik kebidanan serta masalah hukum.yang memiliki tugas : ~ merencanakan dan melaksanakan kegiatan bidang sesuai dengan ketetapan pengurus pusat. ~Memberikan saran dan pertimbangan yang perlu dalam rangka tugas pengurus pusat. ~ membentuk tim teknis sesuai kebutuhan.dan buah pikiran tentang masalah pelik yang sedang dihadapi khususnya yang menyangkut pelaksanaan kode etik bidan dan pembelaan anggota. ~ melaporkan hasil kegiatan di bidang tugasnya secara berkala. 3.tugas dan tanggung jawabnya ditentukan pengurus.yaitu jabatan struktural dan fungsional. MPEB dan MPA bertugas menkaji. secara internal memberikan saran. MPEB tingkat dan MPA merupakan MPEB majelis independen yang berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pengurus inti dalam IBI nasional.pendapat. Jabatan Fungsional Bidan Jabatan dapat ditinjau dari 2 aspek. Jabatan struktural adalah jabatan yang secara jelas tertera dalam struktur dan diatur berjenjang dalam suatu organisasi.sedangkan jabatan fungsional adalah jabatan yang 8 .

Sedangkan jabatan sturkturalnya bergantung dimana bidan tersebut bertugas.puskesmas.baik secara formal maupun nonformal. Karena inilah bidan memang sudah seharusnya mendapat penghargaan baik dari pemerintah maupun masyarakat. dan peneliti. Karena berhubungan dengan nyawa bayi dan ibunya. Jabatan fungsional sebagai bidan bisa didapat melalui pendidikan berkelanjutan . Pengembangan karir bidan meliputi karir fungsional dan karir struktural.dan sebagainya.misalnya di rumah sakit. Selain itu bidan juga harus bisa mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat. Jabatan bidan merupakan jabatan fungsional professional sehingga berhak mendapat tunjangan fungsional. 9 . pendidik. Seseorang memiliki jabatan fungsional berhak mendapatkan tunjangan fungsional.ditinjau serta dihargai dari aspek fungsinya yang vital dalam kehidupan rmasyarakat dan Negara.yang hasil akhirnya akan meningkatkan kemampuan professional bidan dalam melaksanakan fungsinya sebagai pelaksana. pengelola. Karir ini dapat dicapai oleh bidan di setiap tatanan pelayanan kebidanan/kesehatan sesuai dengan tingkat kemampuan . 4.jabatan fungsional juga berorientasi kualitatif. dan kebijakan yang ada. Membantu persalinan adalah salah satu tugas berat bidan. Analisis Bidan merupakan salah satu profesi bidang kesehatan yang memiliki tugas yang berat dan harus dipertanggung jawabkan. Selain fungsi dan perannya yang vital dalam kehidupan masyarakat.kesempatan.

pencabutan SIPB sementara. Supaya bidan tetap bekerja sesuai kewenangannya.akan mendorong bidan untuk meningkatkan kinerja mereka sebagai tenaga kesehatan untuk masyarakat. Bidan tidak melakukan rujukan pada ibu yang mengalami 10 . Tapi menurut saya.tapi bagi bidan yang melanggar dan menyimpang dari kode etik yang ada. Dengan adanya penghargaan seperti yang disebutkan diatas.Penghargaan bagi bidan bisa diberikan dalam bentuk imbalan jasa atau pengakuan sebagai profesi bidan dan pemberian hak dan kewenangan kepada bidan dalam menjalankan tugasnya sebagai bidan. Contoh sanksi bidan adalah pencabutan ijin praktek bidan. Mereka juga akan lebih giat untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan dan potensi mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu standar profesi bidan.sebaiknya juga disediakan lencana berprestasi bagi bidan yang memiliki prestasi dalam prakteknya atas pengabdiannya sebagai Negara. Penyimpangan yang dilakukan oleh bidan misalnya : Bidan melakukan praktek aborsi. Misalnya bidan yang tidak pernah bermasalah dengan hokum dan selalu berjalan seiring dengan kode etik bidan dan standar profesi bidan yang ada. Tidak hanya memberikan penghargaan bagi bidan yang mampu melaksanakan prakteknya sesuai kode etik dan standar profesi bidan.juga harus diberi sanksi yang tegas. atau bisa juga berupa denda.yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh bidan karena termasuk tindakan criminal.

Dan bila terbukti melakukan pelanggaran/penyimpangan maka bidan tersebut akan mendapat sanksi.dan harus dirujuk. Tunjangan berasal dari tempat dimana dia 11 . Contoh:penyimpangan yang disengaja adalah praktek aborsi. Seperti yang dijelaskan pada materi di atas mengenai jabatan fungsional bidan.bidan ingin melakukan persalinan ini sendiri.selain itu jika dilakukan oleh bidan itu sendiri.persalinan akan membahayakan ibu dan bayi yang dikandungnya. Sedangkan jabatan struktural bidan dilihat berdasarkan dimana bidan tersebut bekerja.sedangkan non formal berasal dari pelatihan atau penyuluhan/seminar yang diadakan oleh pemerintah atau organisasi bidan berupa sertifikat. Bidan memiliki jabatan fungsional sesuai dengan fungsi bidan yaitu pelaksana.bidan juga patut mendapat jabatan fungsional dan jabatan struktural. akan tetap di audit oleh dewan audit khusus yang telah dibentuk oleh organisasi bidan atau dinas kesehatan di kabupaten tersebut. dan peneliti. Ini jelas tidak boleh dilakukan. Dalam menduduki jabatan ini. Setiap penyimpangan baik itu disengaja atau tidak. Karena ini sudah bukan kewenangan bidan lagi. pendidik. pengelola.sedangkan pelanggaran yang dilakukan secara tidak sengaja misalnya menolong persalinan yang bayinya mengalami asfiksia tetapi bidan tidak segera melakukan pertolongan. Selain penghargaan dan sanksi.bidan juga berhak menerima tunjangan fungsional sesuai dengan kedudukannya.persalinan premature.jabatan fungsional didapat oleh seorang bidan melalui pendidikan formal seperti D III dan SI berupa ijasah.

4. profesi kesehatan juga diatur oleh kode etik profesi (etika profesi). tenaga kesehatan dapat dikenai sanksi berupa pencabutan surat izin praktik apabila melakukan tindakan medik tanpa adanya persetujuan dari pasien atau keluarganya. Tindakan administratif juga dapat dikenakan apabila seorang tenaga kesehatan: 1. penghormatan terhadap hak-hak pasen. melaksanakan advokasi. melalaikan kewajiban. keadaan tersebut akan dapat memberi jaminan bagi keselamatan pasen. Dengan demikian bidan yang menerima tanggung jawab. Dan jabatan ini disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki bidan tersebu BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Selain oleh aturan hukum. akan berdampak terhadap peningkatan kualitas asuhan kebidanan. maka mereka harus memanfaatkan nilai-nilai kebidanan dalam menerapkan etika dan moral disertai komitmen yang kuat dalam mengemban peran profesionalnya. Tanggung jawab dari segi hukum administratif. melanggar suatu ketentuan menurut atau berdasarkan undang-undang.bekerja seperti di Puskesmas dan Rumah Sakit. mengabaikan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh tenagakesehatan. menurut Dr. 12 . Siswanto Pabidang. Namun demikian. melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak boleh diperbuat oleh seorang tenaga kesehatan. dapat melaksanakan asuhan keperawatan atau kebidanan secara etis profesional. 2. masyarakat atau profesi lain. baik mengingat sumpah jabatannya maupun mengingat sumpah sebagai tenaga kesehatan.Kesimpulan Dalam upaya mendorong profesi kebidanan agar dapat diterima dan dihargai oleh pasien. Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai dengan standar. 3.

B. sebaiknya juga disediakan lencana berprestasi bagi bidan yang memiliki prestasi dalam prakteknya atas pengabdiannya kepada Negara. sehingga pengertiannya menjadi kabur. Saran Penghargaan bagi bidan bisa diberikan dalam bentuk imbalan jasa atau pengakuan sebagai profesi bidan dan pemberian hak dan kewenangan kepada bidan dalam menjalankan tugasnya sebagai bidan. Seseorang yang melanggar etika dapat saja melanggar hukum dan tentu saja seseorang yang melanggar hukum akan melanggar pula etika. Misalnya bidan yang tidak pernah bermasalah dengan hukum dan selalu berjalan seiring dengan kode etik bidan dan standar profesi bidan yang ada. Tapi menurut kelompok kami.masalah etika dan hokum kadangkala masih dicampur baurkan.akan mendorong bidan untuk meningkatkan kinerja mereka sebagai tenaga kesehatan untuk masyarakat. Dengan adanya penghargaan seperti yang disebutkan diatas. 13 . Mereka juga akan lebih giat untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan dan potensi mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu standar profesi bidan.

Suryani . Konsep Kebidanan . Konsep Kebidanan: Sejarah & Profesionalisme http://mamah-alvito. 2007 . Atik . Yogyakarta : Mitra Cendikia Press Soepardan.DAFTAR PUSTAKA Hidayat. 2008 .blogspot.html 14 . Penerbit Buku Kedokteran EGC Purwandari. 2008. Asri dkk .com/2009/01/sejarah-kebidanan. Catatan Kuliah Konsep Kebidanan Plus Materi Bidan Delima .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful