Perubahan Frekuensi Denyut Jantung dan Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Olahraga BAB I PENDAHULUAN I.

1 Latar Belakang Latar Belakang Tekanan darah normal (normotensif) sangat dibutuhkan untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh, yaitu untuk mengangkut oksigen dan zatzat gizi. Namun kadar tekanan darah tidak sama sepanjang masa, dan sering berubah-ubah mengikut kebutuhan tubuh. Sebetulnya batas antara tekanan darah normal dan tekanan darah tinggi tidaklah jelas, menurut WHO, di dalam guidelines terakhir tahun 1999, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg, sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHG dinyatakan sebagai hipertensi; dan di antara nilai tersebut disebut sebagai normal-tinggi (batasan tersebut diperuntukkan bagi individu dewasa diatas 18 tahun). Kelainan darah tinggi pada awalnya disebabkan oleh peningkatan aktivitas pusat vasomotor atau meningkatnya kadar epinefrin plasma, sehingga memberikan efek pada sistem kardiovaskuler. Oleh karena itu terjadi perubahanperubahan fungsi pada sistem pengendalian tekanan darah. Kegagalan utama pada sistem pengendalian tekanan darah karena tidak berfungsinya baroreseptor ataupun refleks kemoreseptor, sehingga pusat vasomotor di batang otak menjadi hiperaktif. Dan melalui saraf simpatis ke jantung akan mempengaruhi isi sekuncup dan denyut jantung atau frekuensinya dan di lain pihak pada pembuluh darah menyebabkan perubahan diameter, sehingga tahanan perifer meningkat. Meningkatnya tekanan darah ini dapat berupa kenaikan sistolik dan/atau disertai kenaikan tekanan diastolik. Dan hal yang lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi adalah olahraga, karena olahraga isotonik (seperti bersepeda, jogging, aerobic) yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Berbagai penelitian membuktikan bahwa daya tahan kardiorespirasi adalah salah satu indikator obyektif dalam mengukur aktivitas fisik seseorang dan merupakan komponen terpenting dalam meningkatkan kebugaran jasmani seseorang. Penelitian dari Linda S. Pescatello, PhD; Ann E. Fargo, MA; Charles N. Leach Jr., MD; and Herbert H. Scherzer, MD diperoleh hasil yaitu selama olahraga sekitar 30 menit pada pada orang normal (tidak mengalami hipertensi) terjadi peningkatan tekanan darah dari 117/76 mmHg menjadi 122/74 mmHg serta. Begitu pula dengan frekunsi denyut jantung, yang pada awalnya sebanyak 66 kali/menit meningkat menjadi 78 kali / menit. Sedangkan pada orang yang mengalami hipertensi, selama olahraga sekitar 30 menit terjadi penurunan tekana darah dari 136/91 mmHg menjadi 130/82 mmHg penurunan ini terjadi pula pada frekuensi denyut jantungnya dari 83 kali/menit menjadi 80 kali/menit. (cicr.ahajournals.org, 1991) Olahraga menyebabkan perubahan besar dalam sistem sirkulasi dan pernapasan, dimana keduanya berlangsung bersamaan sebagai bagian dari respon homeostatik. Respon tubuh

terhadap olahraga yang melibatkan kontraksi otot dapat berupa peningkatan kecepatan denyut jantung,. Selain itu terjadi penurunan retensi perifer total akibat vasodilatasi dalam otot-otot yang berolahraga. Akibatnya, tekanan darah sistolik juga meningkat meskipun hanya dalam peningkatan yang sedang,sementara diastolik biasanya cenderung tidak berubah atau turun. Saat berolahraga tekanan darah akan naik cukup banyak. Namun, segera setelah latihan selesai, tekanan darah akan turun sampai di bawah normal dan berlangsung selama 30-120 menit. Penurunan ini terjadi karena pembuluh darah mengalami pelebaran dan relaksasi. Pada penderita hipertensi, penurunan itu akan nyata sekali. Jika olahraga dilakukan berulangulang, lama kelamaan penurunan tekanan darah tadi berlangsung lebih lama. Itulah sebabnya latihan olahraga secara teratur akan dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan betapa pentingnya olahraga dalam memperlancar aliran darah dan frekuensi denyut jantung terutama bagi penderita hipertensi. Namun olahraga ini harus dilakukan secara teratur dan sesuai dengan kadar yang diperlukan begitupula. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti perubahan tekanan darah dan denyut jantung sebelum dan sesudah olahraga treadmill selama 12 menit, agar dapat dijadikan sebagai salah satu masukan pengetahuan bagi penderita hipertensi. I.2 Rumusan Masalah Apakah ada perbedaan frekuensi denyut jantung sebelum dan sesudah olahraga? Apakah ada perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah olahraga? I.3 Tujuan Penelitian Untuk membuktikan adanya perbedaan frekuensi denyut dan tekanan darah sebelum dan sesudah olahraga I.4 Manfaat Penelitian Dari tulisan ini diharapkan pembaca dapat mengetahui dan memahami arti penting olahraga bagi tubuh, terutama jantung dan sirkulasi darah. Dapat memberikan manfaat bagi peneliti sendiri maupun pembaca agar dapat melakukan olahraga secara teratur dalam menjaga kesehatan tubuh. Bagi penderita hipertensi, penelitian ini dapat digunakan sebagai motivasi untuk berolahraga dalam rangka terapi penurunan tekanan darah dan menjaga stabilitas sistem sirkulasi darah. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Olahraga kini sudah menjadi kebutuhan masyarakat secara luas, terbukti dari bertumbuhnya pusat-pusat olahraga serta dipenuhinya ruang-ruang publik pada hari libur oleh masyarakat yang berolahraga. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya

yaitu intensitas serta bebannya homogen. Olahraga kesehatan memiliki sifat mudah dikerjakan. melatih kuda. mencumbu istri.sekedar kebutuhan. dan belajar berenang” (HR al-Bazzar dan alThabrani). akan tetapi tidak sedikit juga mereka yang melakukannya karena hobi atau mengejar prestasi. murah. Adalah permainan atau senda gurau. Dalam haditsnya yang lain bersabda. serta bermanfaat dan aman. Islam juga peduli terhadap kekuatan jasmani umatnya karena dari kekuatan jasmani itulah ibadah dapat ditegakkan.2005). salah satu olahraga yang sangat bermanfaat. olahraga ini dapat dilakukan secara massal. Hadits ini memperlihatkan bahwa selain mementingkan kekuatan iman. Beban homogen disini memiliki pengertian bahwa intensitas serta porsi dari latihan selalu sama. Nabi Muhammad saw. Sebagian besar masyarakat melakukan olahraga yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Canadian Society for Exercise Physiology (1998) dalam “physical activity . Olahraga kesehatan memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi agar tercapai tujuannya. Beliau menganjurkan kita untuk belajar berenang. Olahraga yang baik adalah olahraga yang secara intensitas dilakukan secara teratur dan berkesinambungan. Olahraga untuk kesehatan juga berpengaruh positif pada kesehatan rohani serta sosial 1 individu tersebut karena selain mudah dan murah. Rasulullah saw. bersabda. Olahraga semacam ini dapat kita sebut sebagai olahraga kesehatan. Mereka melakukan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh serta menjaga kesehatan. sedangkan yang dimaksud sebagai submaximal disini adalah tidak ada pemaksaan yang melebihi kemampuan individu tersebut baik dalam beban maupun intensitasnya. ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR Muslim). serta tidak boleh ada unsur kompetisi didalamnya (Giriwijoyo. “Segala sesuatu di luar zikir kepada Allah Swt. kecuali empat hal: perjalanan seseorang diantara dua tujuan. namun sudah menjadi gaya hidup.submaximal.

Kebutuhan ini dipenuhi oleh jantung dengan meningkatkan aliran darahnya. Manfaat melakukan olahraga yang cukup dan teratur telah diinformasikan secara luas dalam berbagai artikel kesehatan maupun artikel populer serta jurnal.guide” menyebutkan bahwa untuk menjaga tubuh tetap sehat diperlukan aktifitas fisik seperti berjalan kaki selama 60 menit per hari. Veronique dan Robert (2005) dalam penelitiannya di Belgia menyimpulkan bahwa latihan aerobic dapat diterapkan sebagai manajemen hipertensi bukan hanya untuk pencegahan. respon pembuluh darah terhadap aktivitas ini adalah dengan melebarkan diameter pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga akan berdampak pada tekanan darah individu tersebut.jurnal kesehatan. diabetes mellitus. Sedangkan untuk aktifitas fisik yang lebih berat. stroke. Seseorang yang melakukan olahragaaer obic ataujogging memerlukan waktu 20-30 menit. dan hipertensi. Aktifitas ini harus dilakukan secara bertahap dan teratur untuk mencapai hasil yang optimal. . Manfaat yang dapat diperoleh adalah olahraga dapat mencegah obesitas.1983) menyimpulkan bahwa latihan aerobik yang dilakukan pada 50% VO2max efektif terhadap terapi hipertensi ringan.seperti bersepeda atau berenang diperlukan waktu 30-60 menit 4 kali seminggu. Lemak dalam darah inilah yang nanti akan menimbulkan arterosklerosis apabila kadarnya tinggi. Sebuah studi di jepang (Akira et al. Meningkatnya aktivitas fisik seseorang akan mengakibatkan kebutuhan darah yang mengandung oksigen akan semakin besar. Kaitan olahraga dengan jantung dan pembuluh darah dapat dipahami karena jantung merupakan organ vital yang memasok kebutuhan darah di seluruh tubuh. hyperlipidemia. Penelitian yang sama menyebutkan bahwa lemak dalam darah dapat diturunkan kadarnya dengan olahraga terutama aerobik.

2 1. timbul pemikiran untuk mengetahui lebih lanjut tentang dampak olahraga terhadap tubuh terutama efeknya terhadap tekanan darah.1 Definisi Aktivitas fisik submaksimal merupakan suatu kegiatan fisik dengan menghasilkan tingkatan denyut jantung submaksimal yaitu antara 60-80% dari denyut jantung maksimal.2 Olahraga sebagai aktivitas fisik submaksimal . 3 BAB II.3 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui perubahan tekanan darah pada orang sehat selama melakukan aktifitas fisik submaksimal selama 30 menit.1. akan diketahui efek dari kegiatan fisik submaksimal selama 30 menit terhadap tekanan darah serta regulasi pembuluh darah dalam merespon aktivitas fisik yang dibebankan. 1.1.1. 1. Kapasitas jantung maksimal setiap orang berbeda-beda. Penelitian yang dilakukan oleh Akira kiyonaga. TINJAUAN PUSTAKA 2.4 Manfaat Dengan penelitian ini. Aktivitas fisik submaksimal 2.5 Keaslian Penelitian Banyak para ahli yang melakukan penelitian tentang fisiologi olahraga. untuk menghitungnya digunakan rumus: Kapasitas jantung maksimal = 220 umur 2.Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas.2 Rumusan Masalah Bagaimana dinamika perubahan tekanan darah pada orang sehat dengan aktifitas submaksimal selama 30 menit ? 1. dkk (1985) “blood pressure and hormonal responses to aerobic exercise” meneliti tentang pengaruh latihan aerobic terhadap tekanan darah terutama yang berkaitan dengan respon hormonalnya pada orang yang mengalami hipertensi.

Menurut Giam cit Salma (1994).3 Pengertian Olahraga Olahraga secara harfiah berarti sesuatu yang berhubungan dengan mengolah raga atau dapat dikatakan mengolah fisik. 1994). dan membina kekuatan jasmani dan rohani pada setiap manusia. 4 2. olahraga prestasi. • Olahraga prestasi. sesuai dengan tujuannnya melakukan olahraga. Namun apabila diartikan seluas-luasnya olahraga meliputi segala kegiatan atau usaha untuk mendorong. Beban yang dapat diterima oleh jantung berkisar antara 60.Aktifitas fisik ternyata berpengaruh terhadap kesegaran jasmani seseorang dan merupakan bagian komplek dari kebiasaan sehari-hari manusia. Ilmu faal olahraga menyebutkan bahwa olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang dengan sadar untuk meningkatan kemampuan fungsionalnya. untuk mencapai tujuan ini diperlukan usaha pembinaan yang serius ketekunan dan keuletan serta frekuensi dan intensitas latihan yang tinggi. 2. Aktivitas fisik yang sangat mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani seseorang adalah olah raga (Manurung. membangkitkan.1. Olahraga merupakan serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang dengan sadar untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu (Giriwijoyo. Sebaliknya jika beban latihan di bawah 70%.1. olahraga rehabilitasi dan olahraga kesehatan.80% dari kekuatan maksimal jantung. mengembangkan. olahraga rekreasi.4 Tujuan Olahraga Olahraga dapat dibagi berdasarkan sifat dan tujuannya dapat dibagi menjadi. olahraga yang benar harus memperhatikan intensitas berupa denyutjantung yang merupakan cerminan dari beban yang diterima. . 2005). Latihan yang dilakukan sampai denyut jantung maksimal akan menyebabkan kelelahan dan membahayakan. maka efek sangat sedikit atau kurang bermanfaat.

Mengurangi resiko terjadinya penyakit. 2005). Meningkatkan kerja dan fungsi jantung. paru dan pembuluh darah. 5. Olahraga kesehatan mempunyai manfaat dan juga tingkat keamanan tertentu. misalnya pada penderita cacat fisik dan penderita-penderita penyakit jantung. Meningkatkan sistem hormonal melalui peningkatan sensitifitas hormon terhadap jaringan tubuh. aktivitas gerak raga dengan intensitas yang setingkat di atas intensitas gerak raga yang biasa dilakukan untuk keperluan pelaksanaan tugas kehidupan sehari-hari. 4. 3. olahraga yang bertujuan membantu proses rehabilitasi dari seorang penderita.• Olahraga rekreasi. olahraga yang hanya bertujuan untuk mengisi kekosongan waktu untuk mendapatkan kepuasan dan kesenangan secara langsung dan dapat diperolehnya kepuasan dalam melakukan aktivitas tersebut. Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang. 6. • Olahraga kesehatan. 2.1. bukan gerak-gerakkan maksimal atau gerakan eksplosif (Giriwijoyo. 5 PENGARUH AKTIVITAS FISIK SUBMAKSIMAL SELAMA 30 MENIT TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA ORANG SEHAT . dengan intensitasnya sub maksimal dan homogen. Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah kegemukan dan mempertahankan berat badan ideal. 2. . yaitu: 1. • Olahraga rehabilitasi.5 Manfaat Olahraga Manfaat olahraga yang cukup dan teratur. Meningkatkan fleksibilitas tubuh sehingga dapat mengurangi cedera.

2 Olahraga sebagai aktivitas fisik submaksimal Aktifitas fisik ternyata berpengaruh terhadap kesegaran jasmani seseorang dan merupakan bagian komplek dari kebiasaan sehari-hari manusia. olahraga yang benar harus memperhatikan intensitas berupa denyutjantung yang merupakan cerminan dari beban yang diterima. . Menurut Giam cit Salma (1994).1.80% dari kekuatan maksimal jantung. Aktivitas fisik submaksimal 2. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Aktivitas fisik submaksimal merupakan suatu kegiatan fisik dengan menghasilkan tingkatan denyut jantung submaksimal yaitu antara 60-80% dari denyut jantung maksimal. untuk menghitungnya digunakan rumus: Kapasitas jantung maksimal = 220 umur 2. Sebaliknya jika beban latihan di bawah 70%.1. Latihan yang dilakukan sampai denyut jantung maksimal akan menyebabkan kelelahan dan membahayakan. Beban yang dapat diterima oleh jantung berkisar antara 60. maka efek sangat sedikit atau kurang bermanfaat.1. Olahraga merupakan serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang dengan sadar untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu (Giriwijoyo. Aktivitas fisik yang sangat mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani seseorang adalah olah raga (Manurung.BAB II. Ilmu faal olahraga menyebutkan bahwa olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang dengan sadar untuk meningkatan kemampuan fungsionalnya.1.3 Pengertian Olahraga Olahraga secara harfiah berarti sesuatu yang berhubungan dengan mengolah raga atau dapat dikatakan mengolah fisik. Kapasitas jantung maksimal setiap orang berbeda-beda. sesuai dengan tujuannnya melakukan olahraga. 2005). 1994).

• Olahraga rehabilitasi. untuk mencapai tujuan ini diperlukan usaha pembinaan yang serius ketekunan dan keuletan serta frekuensi dan intensitas latihan yang tinggi.1. olahraga rekreasi. bukan gerak-gerakkan maksimal atau gerakan eksplosif (Giriwijoyo. olahraga prestasi.Namun apabila diartikan seluas-luasnya olahraga meliputi segala kegiatan atau usaha untuk mendorong.4 Tujuan Olahraga Olahraga dapat dibagi berdasarkan sifat dan tujuannya dapat dibagi menjadi. mengembangkan.5 Manfaat Olahraga . aktivitas gerak raga dengan intensitas yang setingkat di atas intensitas gerak raga yang biasa dilakukan untuk keperluan pelaksanaan tugas kehidupan sehari-hari. 2005). 2. olahraga yang hanya bertujuan untuk mengisi kekosongan waktu untuk mendapatkan kepuasan dan kesenangan secara langsung dan dapat diperolehnya kepuasan dalam melakukan aktivitas tersebut. membangkitkan. olahraga yang bertujuan membantu proses rehabilitasi dari seorang penderita. • Olahraga prestasi. Olahraga kesehatan mempunyai manfaat dan juga tingkat keamanan tertentu. • Olahraga rekreasi. dengan intensitasnya sub maksimal dan homogen. misalnya pada penderita cacat fisik dan penderita-penderita penyakit jantung. • Olahraga kesehatan. olahraga rehabilitasi dan olahraga kesehatan. 2. dan membina kekuatan jasmani dan rohani pada setiap manusia.1.

Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang. 6. paru dan pembuluh darah. yaitu: 1. Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah kegemukan dan mempertahankan berat badan ideal. Meningkatkan fleksibilitas tubuh sehingga dapat mengurangi cedera. Meningkatkan kerja dan fungsi jantung.Manfaat olahraga yang cukup dan teratur. 3. Mengurangi resiko terjadinya penyakit. . 2. Characters: 400 This document has 12 / 20 / 2009 poad a Document þÿ . 4. Meningkatkan sistem hormonal melalui peningkatan sensitifitas hormon terhadap jaringan tubuh. 5.

lari sprint 100 meter. Jika intensitas latihan lebih tinggi maka waktu latihan dapat lebih pendek. 1992). tanpa timbul sesak napas atau timbul keluhan seperti nyeri dada. denyut nadi sedikit demi sedikit naik.Teh. olahraga menurut jenisnya dibagi dua. Misalnya: angkat besi. Latihan dilakukan sampai berkeringat dan bernapas dalam. Intensitas latihan pada olahraga kesehatan harus dapat mencapai denyut denyut nadi antara 60-80% dari DNM. renang. 2. Sebaliknya jika intensitas latihan lebih kecil maka waktu latihan harus lebih lama.1. olahraga akan bermanfaat jika memenuhi ketiga takaran.1. Intensitas latihan dapat dilakukan dengan menghitung denyut nadi. dan bulu tangkis. Jumlah denyut permenit dapat dipakai sebagai ukuran. yaitu : 1. Saat melakukan latihan olahraga.2. Lamanya latihan Lamanya latihan merupakan hal yang perlu diperhatikan. yaitu : 1. khususnya latihan yang bersifat aerobik.umur (dalam tahun). 2. atau melampaui batas kemampuan.7 Takaran Olahraga Menurut Sumosardjuno (1998). Takaran lamanya latihan untuk olahraga . Takaran intensitas latihan adalah yang paling penting harus dipenuhi. pusing (Giam. apakah intensitas latihan yang dilakukan cukup atau belum. merupakan olahraga yang dilakukan secara terus menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh. Olahraga anaerobik. 2. merupakan olahraga dimana kebutuhan oksigen tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh. Denyut nadi maksimal (DNM) yang boleh dicapai pada waktu melakukan olahraga adalah 220. Misalnya : jogging. Intensitas latihan Intensitas latihan adalah kerasnya latihan yang dilakukan. tenis lapangan. bersepeda senam.6 Jenis-jenis Olahraga Menurut tim penyusun “ Panduan Kesehatan Olahraga Bagi Petugas Kesehatan “ (2002). Olahraga aerobik.

Menurut Giam. Pengukuran tekanan darah arteri selama siklus jantung dapat diukur secara langsung dengan menghubungkan alat pengukur tekanan ke sebuah jarum yang dimasukkan ke dalam arteri.Teh. Pengukuran dapat dilakukan secara lebih nyaman dan akurat.2. Latihan-latihan tidak akan6 efisien. 2. Walaupun pengertian tekanan darah ini berlaku pada seluruh sistem vaskuler. Jadi.2. Guyton (1996) mengartikan tekanan darah sebagai kekuatan yang dihasilkan darah terhadap setiap satuan luas dinding pembuluh darah. namun yang sering kita sebut sebagai tekanan darah merupakan tekanan darah arteri yang merupakan cabang dari aorta.hal yang tidak diinginkan seperti cedera (Giam. baik untuk olahraga kesehatan maupun olahraga prestasi. Teh (1992) lama latihan yang dianjurkan adalah selama 15-60 menit. 3. Frekuensi latihan Frekuensi latihan berhubungan erat dengan intensitas latihan dan lama latihan. jika kurang dari takaran tersebut. 1992). atau kurang membuahkan hasil.1 Definisi Tekanan Darah Tekanan darah dapat diartikan sebagai tekanan yang diberikan oleh darah pada dinding dalam pembuluh darah. olahraga melebihi takaran yang dianjurkan tidak akan banyak bermanfaat.kesehatan antara 20-30 menit dalam zone latihan. Hal ini disebabkan ketahanan seseorang akan menurun setelah 48 jam tidak melakukan latihan. bahkan memungkinkan terjadinya hal. Tekanan Darah 2. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa latihan paling sedikit tiga hari perminggu. yaitu secara . Bagi atlit-atlit yang tidak berkompetensi. lebih lama lebih baik. diusahakan sebelum ketahanan menurun harus sudah berlatih lagi.

tidak langsung dengan menggunakansphygm om anom eter . Bunyi tidak terdengar apabila tidak ada darah yg mengalir atau jika darah mengair secara normal. maka arteri brachialis tidak terjepit lagi sehingga darah dengan leluasa akan melewati arteri ini.suatu manset yang dapat dikembungkan dan dipakai secara eksternal lalu dihubungkan dengan pengukur tekanan. Tekanan tertinggi manset pada saat bunyi terakhir inilah yang kemudian kita sebut sebagai tekanan darah diastolik. Sewaktu tekanan manset terus turun. Apabila manset dilingkarkan mengelilingi lengan atas dan kemudian dikembungkan dengan udara. Tekanan sistolik merupakan tekanan arteri yang diperoleh pada saat jantung sedang melakukan kontraksi maksimal. sedangkan aliran darah yang turbulen akan menimbulkan getaran yang dapat didengar. misal 120/80 mmHg. Bunyi yang pertama kali terdengar inilah yang menandakan tekanan darah sistolik. pada saat jantung mengalami . Tekanan manset secara perlahan diturunkan dan pada saat berada tepat di bawah tekanan sistolik puncak maka arteri akan terbuka sedikit dan akan menyebabkan darah mengalir secara turbulen sehingga dapat didengar melalui stetoskop sebagai bunyi. Tekanan manset yang besar menyebabkan arteri akan terjepit sehingga darah tidak akan mengalir pada arteri tersebut maka tidak terdengar bunyi. sebuah stetoskop diletakkan di atas arteri brachialis di lipat siku tepat di bawah manset. Sewaktu tekanan manset pertama kali berada di bawah tekanan arteri. darah secara intermiten akan mengalir kembali secara turbulen setiap tekanan arteri melebihi tekanan manset. Ukuran awal disebut sebagai tekanan sistolik sedangkan ukuran yang terakhir disebut sebagi tekanan diastolik. Pada permulaan pengukuran. Selama pengukuran7 tekanan darah. karena aliran darah tidak lagi turbulen maka bunyi tidak akan terdengar. manset dikembungkan hingga melebihi tekanan sistolik sehingga arteri kolaps.1996) Tekanan darah seseorang selalu dinyatakan dalam dua ukuran. yaitu pembuluh utama yang mengangkut darah ke lengan bawah. (Sherwood. tekanan manset disalurkan melalui jaringan ke arteri brachialis di bawahnya.

(Guyton. (sherwood. termasuk ke dalam mekanisme ini adalah sistem baroreseptor dan mekanisme iskemia susunan saraf pusat.2. tetapi oleh beberapa sistem yang saling berhubungan.2007). serta (3) pergeseran cairan melalui kapiler dari jaringan ke dalam atau keluar dari sirkulasi untuk mengatur kembali volume darah sesuai keperluan. Sistem ini bereaksi hanya beberapa detik setelah . Arteri yang lazim digunakan adalah arteri brachialis yang terletak di fossa cubiti.1 Mekanisme Pengatur Tekanan Arteri Secara Cepat Mekanisme pengatur tekanan arteri yang bekerja cepat terdiri dari 3 komponen yaitu (1) mekanisme umpan balik saraf. tekanan ini harus cukup tinggi agar dapat menghasilkan tekanan yang cukup untuk mendorong darah menuju ke jaringan perifer. Alasan pertama. tekanan darah tidak boleh terlalu tinggi yang akan mengakibatkan beban kerja jantung bertambah serta meningkatkan resiko rusaknya pembuluh darah dan rupturnya pembuluh-pembuluh perifer yang halus. Tekanan ini harus diatur secara ketat melalui regulasi yang kompleks karena dua alasan.relaksasi tekanan arteri turun sampai ke titik terendah dan pada saat inilah tekanan diastolik dapat diukur.1996) Tekanan arteri tidak diatur oleh satu sistem pengatur saja. Kedua. Sistem umpan balik saraf merupakan mekanisme yang paling cepat bereaksi. femoralis. (2) mekanisme hormonal. brachialis.2. (1) sistem mekanisme pengatur tekanan arteri yang bekerja secara cepat. radialis.2. dan (2) sistem pengatur tekanan arteri untuk jangka panjang. tibialis posterior dan dorsalis pedis (shier. poplitea. Secara garis besar sistem-sistem ini terbagi menjadi dua sistem utama yaitu. carotis. Arteri yang memiliki denyutan paling besar dan terletaksuper ficial antara lain arteri temporalis. facialis. 2.1996) 2. Tekanan darah dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut sebagai sphygmomanometer.2 Regulasi Tekanan Darah Tekanan darah arteri rata-rata adalah gaya utama yang mendorong darah dari jantung menuju ke jaringan.

2.2. terutama yang bersifat mendadak.tekanan yang abnormal. Hormon-hormon ini akan merangsang jantung untuk bekerja. Mekanisme epinefrin-noreepinefrin berakibat langsung terhadap jantung dan pembuluh darah. Orang yang setelah duduk langsung berdiri akan mengalami penurunan tekanan darah yang tiba-tiba sehingga dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran. Efek yang ditimbulkan oleh impuls baroreseptor berupa naiknya tekanan darah terhadap medula oblongata adalah terhambatnya pusat vasokonstriktor dan merangsang pusat nervus vagus. Baroreseptor dalam jumlah banyak terdapat di dalam: (1) dinding arteri karotis interna. Baroreseptor akan merangsang suatu reflek yang menimbulkan rangsang simpatis yang akan meminimalkan penurunan tekanan darah terutama bagian kepala. menyempitkan pembuluh darah serta vena-vena.2.1 Mekanisme umpan balik saraf. . Kedua hormon ini beredar di dalam tubuh sebagai perangsangan simpatis secara langsung.2 Mekanisme hormonal Mekanisme hormonal dibagi menjadi dua. 2.2. Impuls yang ditimbulkan dari reseptor ini akan dihantarkan melalui nervus vagus menuju ke medula oblongata. Kedua mekanisme yang lain akan menjadi aktif penuh setelah 30 sampai beberapa jam. Mekanisme baroreseptor merupakan salah satu mekanisme umpan balik saraf. yaitu mekanisme vasokonstriktor epinefrin-norepinefrin serta mekanisme vasokonstriktorr enin-angiostensin. dan (2) dinding arkus aorta. sehingga terjadi vasodilatasi di seluruh sistem sirkulasi perifer serta penurunan frekuensi dan kekuatan kontraksi.1. Baroreseptor merupakan ujung-ujung saraf yang terdapat di dalam dinding arteri yang akan tersensitasi apabila diregangkan.1. Mekanisme ini akan berjalan berlawanan apabila impulsnya berupa penurunan tekanan darah.2. Baroreseptor juga bereaksi terhadap perubahan sikap tubuh.

Apabila tekanan arteri naik. Diantara banyak manfaat olahraga. Aliran darah melalui ginjal berkurang maka sel-sel jukstaglomerolus akan melepaskan enzimrenin ke dalam darah. dalam beberapa detik angiostensin I akan pecah dan menjadi angiostensin II dengan bantuan suatu converting enzyme. begitu pula sebaliknya. salah satunya adalah bahwa olahraga dapat meningkatkan kerja jantung dan pembuluh darah.1.2. 2. Angiostensin memiliki beberapa efek yang dapat meningkatkan tekanan darah. penurunan ekskresi garam dan air oleh ginjal serta merangsang sekresi aldosteron yang nantinya juga akan menyebabkan penurunan ekskresi garam dan air.2.Renin ini akan menyebabkan terbentuknya angiostensin I.3 Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Olahraga sangat bermanfaat bagi tubuh.2 Sistem Pengaturan Tekanan Arteri Jangka Panjang Pengaturan tekanan arteri jangka panjang dilakukan oleh suatu sistem pengatur ginjal-volume cairan-tekanan. Mekanisme ini melibatkan pengaturan volume darah dengan efek akibatnya pada tekanan darah dan sebagian mekanisme ini melibatkan pengaturan fungsi ginjal oleh beberapa sistem hormon berbeda.Mekanismerenin angiostensin merupakan suatu mekanisme pengaturan tekanan darah terutama arteri yang melibatkan enzimrenin dari ginjal apabila tekanan darah menjadi rendah. 2. maka cairan akan berpindah dari kapiler menuju ke dalam ruang interstisial sehingga volume darah turun dan mengakibatkan tekanan darah ikut turun.2. termasuk sistem reninangiostensin dan hormon aldosteron yang disekresikan oleh korteks adrenal. 2.3 Mekanisme pergeseran cairan kapiler Mekanisme ini bekerja dengan sistem keseimbangan cairan antara ruang interstisial dengan kapiler.2. yaitu vasokonstriksi pembuluh darah terutama arteri. Respon fisiologis terhadap olahraga adalah meningkatnya curah jantung yang akan .

misal traktus digestivus.3 Subjek Penelitian 3. 3. BAB III METODE PENELITIAN 3. Selanjutnya sistem regulasi tubuh akan berusaha untuk mengkompensasi kenaikan ini. sehingga tekanan darah akan cenderung tetap atau justru turun. 2 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian direncanakan di Laboratorium fisiologi gedung laboratorium terpadu UII Yogyakarta. Setelah .1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni untuk mengetahui hubungan antara kegiatan fisik submaksimal selama 30 menit terhadap perubahan tekanan darah orang sehat.disertai meningkatnya distribusi oksigen ke bagian tubuh yang membutuhkan. Meningkatnya curah jantung pasti akan berpengaruh terhadap tekanan darah.4 Hipotesis Meningkatnya curah jantung karena olahraga akan mengakibatkan tekanan darah naik pada menit-menit awal. 2.1 Populasi Penelitian Subjek penelitian berupa relawan berjumlah sekitar 50 orang dengan rentang usia 1535 tahun yang sehat berdasar pada pemeriksaan fisik dan isian kuisioner kesiapan aktikfitas fisik berdasarkan kriteria Physical Avtivity Readiness Questionnaire (PAR-Q) dari Canadian Society for Exercise Physiology.waktu penelitian disesuaikan dengan subjek. 3. sedangkan pada bagian-bagian yang kurang memerlukan oksigen akan terjadi vasokonstriksi.3.

3. Jika denyut jantung melebihi rentang submaksimal maka beban akan diturunkan bertahap 0. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan tiap 3 menit selama tiga puluh menit. Jika sudah tercapai denyut jantung submaksimal maka beban akan dipertahankan dan selanjutnya dilakukan pemantauan denyut jantung dengan menggunakan elektrokardiografi yang dilakukan setiap menit. selanjutnya akan dijelaskan dan dimintakan pada mereka persetujuan untuk mengikuti prosedur dalam penelitian ini dengan dibuktikan telah mengisi lembar persetujuan. Denyut jantung maksimal = 220 – umur.1 Variabel Bebas Aktifitas fisik submaksimal 30 menit 3. Subjek diberi beban awal sebesar 1.terpilih subjek penelitiannya. Sebaliknya jika denyut .4.4 Identifikasi Variabel 3.dilakukan pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan sphygnomanometer dan stetoskop pada lengan kiri subjek.2 Variabel Tergantung Perubahan tekanan darah 3. Denyut jantung submaksimal adalah 60-80% dari denyut jantung maksimal. Pada menit pertama tercapainya denyut jantung submaksimal. Subjek yang telah memenuhi kriteria dalam PAR-Q ditentukan umurnya untuk mengetahui denyut jantung maksimal dengan rumus .5 kg dan dilakukan pemeriksaan EKG untuk mengetahui frekuensi denyut jantungnya. Subjek diminta mengayuh sepeda ergometer dengan frekuensi kayuhan 50 kali putaran permenit yang mengikuti irama dari metronom. Apabila belum mencapai denyut jantung submaksimal maka beban akan dinaikkan sebesar 1 kg setiap 3 menit dan tiap menit dilakukan pemeriksaan elektrokardiografi untuk menentukan frekuensi denyut jantung. dengan penelitian dilakukan di laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran UII. Peningkatan pembebanan terus dilakukan hingga mencapai denyut jantung submaksimal.5 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian eksperimental.4.5 kg hingga beberapa kali sambil terus memantau denyut jantung tiap menit dengan EKG untuk menjaga denyut jantung stabil pada rentang submaksimal.

Pada saat pertama duduk di sadel sepeda ergometer dilakukan perekaman dengan elektrokardografi (EKG) untuk dianalisis gelombang EKG dan penghitungan frekuensi denyut jantungnya. Aktivitas fisik yang dilakukan dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pemanasan dan tahap submaksimal. Kertas Elektrokardiografi : Fukuda Cardiography Recording Paper 4. Pada tahap pemanasan ditandai dari denyut jantung subjek pada saat pertama mengayuh hingga mencapai denyut jantung submaksimal yang pada masing-masing subjek lamanya bervariasi.2 Perlakuan Subjek Dalam penelitian ini.1. 3. Pengukuran . Pengukur berat badan dan tinggi 3. yaitu: 1.6 Pelaksanaan Penelitian 3. Ergometer : Ergomedic Monark 828 E 2. Jelly Elektrokardiografi : One. Metronom : Metronom Beyer 8. Perekaman EKG selanjutnya dilakukan tiap menit. Stopwatch : Diamond 9.E. Stetoskop : Litmann brand classicII S. Alat-alat yang digunakan 1. 6.6.1 Alat dan Bahan 3.jantung dibawah rentang submaksimal maka beban akan ditingkatkan secara bertahap 1 kg. 2. Setelah menit ke-30. semua subjek diperlakukan sama. Elektrokardiografi : Fukuda Cardisuny 501B-III 3.1. Sedangkan tahap submaksimal semua subjek melakukan dalam waktu yang sama yaitu 30 menit diluar waktu tahap pemanasan dengan pembebanan bervariasi. Subjek melakukan aktivitas fisik berupa mengayuh sepeda ergometer dengan frekuensi kayuhan 50 kali putaran permenit mengikuti irama dari metronom. maka subjek diminta menghentikan kayuhan setelah dihitung tekanan darahnya terlebih dahulu.6. sphygmomanometer : Riester nova-presameter 7.6.Med Ultrasonic 5.

Perlakuan pada subjek akan dihentikan pada saat setelah menit ke 30 tahap submaksimal atau jika didapatkan tanda dan gejala berikut: nyeri dada yang diduga dari ischemia jantung dengan atau tanpa perubahan EKG .5 KP setelah mengayuh setiap 3 menit. Peningkatanpembebanan terus dilakukan hingga denyut jantung mencapai 60%-80% dari denyut jantung maksimal prediksi berdasar usia atau biasa disebut denyut jantung submaksimal.5 Kilopounds (KP). 3. atau terdapat Ventrikel Ekstra Sistole(VES) lebih dari 6kali (Bassey dan fentem.3 Pengukuran Hasil Penelitian . Jika denyut jantung meningkat melebihi rentang submaksimal maka beban akan diturunkan bertahap 0. 5.5 KP hingga beberapa kali untuk menjaga denyut jantung stabil pada rentang submaksimal. kelelahan yang amat sangat.tekanan darah dilakukan saat pertama duduk disandel sepeda ergometer dan selanjutnya dilakukan setiap 3 menit. Denyut jantung maksimal prediksi diperoleh dari 220-usia subjek dalam tahun. gejala klinis hipiotensi. dan selanjutnya mulai dilakukan penghitungan waktu hingga selama 30 menit.1981) 3.perubahan EKG venterikular takikardi atau fibrilasi. Sebaliknya jika denyut jantung di bawah rentang submaksimal maka beban akan ditingkatkan 0. dan akan dinaikkan sebesar 0. sesak nafas yang berat. 4. Jika sudah tercapai denyut jantung submaksimal maka beban akan dipertahankan. peningkatan tekanan darah dengan tekanan darah sistolik lebih dari 250mmHg . Beban awal pada tahap pemanasan sebesar 1. penurunan dan perubahan kesadaran. Sedangkan dalam denyut jantung submaksimal yang menjadi target penelitian ini pada rentang 6080% dari denyut jantung maksimal prediksi. 6.6.5 KP dan kelipatannya.

1727 550 16. Sebelum melakukan penelitian. ringkasan statistik sampel. dapat disimpulkan baik sistolik maupun diastoliknya memiliki sebaran data yang normal sehingga dapat dilakukan metode statistik parametrik. Sepeda ergometer digunakan merk Monark yang telah di kalibrasi sehingga beban yang tertera sama dengan beban yang diberikan pada subjek.2510 Diastolik 77.4 Analisa Hasil Penelitian Metode analisa data yang digunakan adalah SPSS. Setelah diuji dengan Q-Q plot.6. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan stetoskop dan sphygmomanometer tiap 3 menit selama 30 menit denyut jantung submaksimal. Subjek penelitian ini adalah 50 laki-laki yang berumur antara 15.35 tahun. Berikut ringkasan statistik ke-50 sampel. 3. Setelah data diperoleh.2654 . Mean N (jumlah) Std.1 Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni yang dilakukan di Yogyakarta.6. Tabel 4. 3.1. Deviasi Sistolik 138. maka data tersebut kemudian diuji dengan metode Q-Q plot untuk memastikan apakah sebarannya normal atau tidak.5 Validitas dan Reliabilitas Validitas dan reliabilitas penelitian ini diusahakan dengan cara semua alat yang digunakan dipersiapkan sebaik-baiknya.subjek diminta untuk mengisi PAR-Q (Physical Avtivity Readiness – Questionnaire) yang dikeluarkan olehCanadian Society for Exercise Physiology.

6852 Dari tabel diatas kita dapat melihat bahwa jumlah sampel adalah 550. F hitung sistolik adalah 1. maka dapat dilakukan uji ANOVA (Analysis of Variance) untuk menguji apakah sampel memiliki rata-rata (mean) yang sama. Hipotesis yang berlaku adalah Ho = varians Populasi adalah identik.931 sedangkan Levene test hitung untuk diastolik adalah 1. Uji statistik penelitian ini dilakukan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) dengan metodeone.05 maka Ho diterima. jumlah ini didapatkan dari data sistolik dan diastolik tiap 3 menit sekali selama 30 menit ditambahkan dengan tekanan darah pada saat sebelum dilakukan pembebanan.setelah didapatkan statistik deskriptif dari seluruh sampel maka dilakukan uji homogenisitas varians untuk menguji berlaku tidaknya asumsi untuk uji ANOVA. Dengan demikian karena probabilitasnya > 0.550 11.nilainya 1. Sedangkan pada F hitung diastolic. Oleh karena probabilitas varians baik itu varians sistolik maupun diastoliknya > 0. Karena itu.05 maka Ho ditolak.431 dengan probabilitas 0.408. Hipotesis: Ho = rata-rata Populasi adalah identik Hi = rata-rata Populasi adalah tidak identik Dari analisa nilai probabilitas. atau semua varians adalah identik. Setelah keseluruhan varians terbukti sama.05 maka Ho diterima. Jika probabilitas > 0.118 dengan probabilitas 0.rata sistoliknya tidak berbeda secara nyata.way ANOVA. . yaitu keseluruhan sampel mempunyai varians yang sama.217.318 dengan probabilitas 0.05 maka Hο diterima atau rata-rata diastolik tidak berbeda secara nyata. sebaliknya jika probabilitasnya < 0.040 dengan probabilitas 0.05 maka Hο diterima atau rata. sedangkan Hi = varians Populasi adalah tidak identik.346. Hasil Levene test hitung untuk sistolik adalah 0. Oleh karena probabilitas > 0.

Dari hasil Post Hoc test dengan Tukey dan Bonferroni. Hasil pemeriksaan homogenous dapat disimpulkan baik sistolik maupun diastolic dari menit ke 1 sampai menit ke-30 tidak memiliki perbedaan yang signifikan antara satu dengan yang lain (lampiran 4). 4. Untuk menguji masalah ini. Tubuh akan mengkompensasi kenaikan tersebut sehingga tekanan darahnya akan cenderung tetap atau justru turun. .rata tekanan darah menit satu dengan yang lain pada kedua kelompok sampel. selanjutnya diuji tekanan sistolik dan diastolik mana yang berbeda dan mana yang tidak berbeda. Kemudian data yang telah didapatkan lalu dianalisa adanya kenaikan atau penurunan tekanan darahnya. Kesimpulan dari hasil tersebut adalah bahwa kenaikan yang terjadi dapat dikompensasi oleh tubuh sehingga pada saat di rata-rata. berdasarkan nilai probabilitasnya.05). perbedaan tekanan darah selama aktivitas fisik tidak berbeda secara signifikan. baik sistolik maupun diastolik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata karena semua nilai probabilitasnya > 0. Hipotesis dari penelitian ini adalah pada saat-saat awal melakukan aktivitas fisik.rata sistolik maupun diastolik diperoleh nilai lebih dari 0.05. (p>0. dilakukan uji Bonferroni dan Tukey.way ANOVA didapatkan bahwa tekanan darah pada subjek tidak berbeda secara signifikan. tekanan darah subjek akan meningkat.05. Selain itu juga dilakukanhomogeneous subsets untuk mencari subset mana saja yang mempunyai perbedaan rata-rata yang tidak berbeda secara signifikan.Setelah diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata.2 Pembahasan Pada penelitian ini. subjek yang berusia 15-35 tahun dan dinyatakan cukup sehat untuk aktivitas fisik berdasarkan PAR-Q menerima perlakuan yang sama yaitu diminta untuk mengayuh sepeda ergometric Monark selama 30 menit dan diukur tekanan darahnya tiap 3 menit selama melakukan aktivitas tersebut. Berdasarkan hasil analisa statistik dengan menggunakan metodeone. (lampiran 4). Hal ini didapat dari nilai probabilitas rata-rata (mean) sampel baik rata.

Kekuatan kontraksi jantung Meningkatnya kekuatan kontraksi jantung akan meningkatkan tekanan darah. 2. maka otot jantung akan berkontraksi dengan kekuatan yang bertambah. Dengan demikian volume darah yang dipompakan tiap denyutan jantung menjadi lebih banyak.faktor yang paling mempengaruhi peningkatan tekanan darah pada orang tersebut terutama adalah peningkatan frekuensi denyut jantung yang akhirnya akan meningkatkancar diac output/curah jantung. bila jumlah darah yang mengalir dari vena ke jantung meningkat. 2006) Pada saat melakukan aktivitas fisik/olahraga. (Chandra.Meningkatnya curah jantung pada saat olahraga ini dimaksudkan untuk . 5. Tingkat resistensi dapat diakibatkan karena peningkatan viskositas darah.maka akan semakin rendah tekanan darah yang dihasilkan. Dengan mekanisme ini. 3. peningkatan frekuensi denyut jantung akan meningkatkan cardiac output sehingga akan meningkatkan volume darah dalam sirkulasi sistemik sehingga akan meningkatkan tekanan darah. Elastisitas pembuluh darah.2001). Tingkat resistensi pembuluh darah. yaitu : 1. memperbesar ruangruangnya dan membuat otot jantung lebih meregang . Semakin elastis pembuluh darah. Frekuensi denyut jantung Dalam batas tertentu.maka semakin tinggi pula tekanan darahnya.Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah. Tahanan pembuluh darah cenderung memberikan hambatan terhadap jalannya aliran darah (syaifuddin. Volume darah Semakin tinggi volume darah. Salah satu mekanisme utama jantung untuk meningkatkan curahnya selama olah raga adalah mekanisme Frank-sterling. 4. Semakin tinggi viskositas darah akan menyebabkan peningkatan resistensinya sehingga tekanan darah akan meningkat.

olahraga dapat mengakibatkan kenaikan curah jantung dengan beberapa mekanisme lain.1989). magnesium.1989). Pada saat otot berkontraksi secara ritmik.yaitu (1) rangsangan simpatis yang meningkat dapat meningkatkan denyut jantung dan kekuatan kontraksi otot jantung. (3) aktivitas pernapasan yang meningkat menyebabkan peningkatan aliran balik vena dan di lain pihak adanya vasodilatasi perifer akan menurunkan tahanan vaskuler sebagai akibat rangsangan simpatis pada pembuluh darah kapiler dan keadaan ini akan meningkatkan curah jantung (Masud. Selain mekanisme Frank-Sterling yang telah disebutkan diatas. kalium.4 mL/100gr/menit. adenosin. (2) timbulnya vasodilatasi vaskuler di dalam otot-otot rangka dan meningkatnya pompa otot akan memungkinkan percepatan aliran darah kembali ke jantung. Sebagai faktor penyebab terjadinya perubahan tersebut adalah bahan neurohormonal dan bahan lokal di sekitar pembuluh darah seperti karbon dioksida.1995). Aliran darah otot rangka pada keadaaan istirahat cukup rendah yaitu sekitar 2. sehingga peningkatan aliran darah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan zat gizi sel-sel otot serta membawa kembali karbon monoksida dan ampas-ampas metabolisme ke tempat-tempat pembuangannya. histamin. aliran darah yang terjadi pada saat jeda antara kontraksi satu dengan yang lain akan sangat meningkat hampir 30 kali lipat (Ganong. asam laktat.mempertahankan aktivitas otot-otot rangka yang sedang bekerja. Sangat besarnya peningkatan aliran darah otot pada saat otot rangka berkontraksi terutama disebabkan adanya beberapa mekanisme-mekanisme vasodilator lokal yang bekerja pada saat yang sama. ion hidrogen. Faktor lain yang sangat mempengaruhi kenaikan tekanan darah adalah tahanan perifer total. Salah satu faktor yang terpenting adalah . sementara di lain pihak olahraga juga menurunkan rangsangan parasimpatis ke jantung. dan natrium yang memiliki kemampuan memperbesar diameter pembuluh darah tepi dan hal sebaliknya dapat terjadi karena pengaruh kalsium (Masud. Pengaruh tahanan perifer total pada tekanan darah terutama melalui perubahan diameter pembuluh darah tepi seperti arteriola.

maka impuls . sedangkan rangsang yang dikirim oleh kemoreseptor menyebabkan peningkatan aktivitas vasokontriktor. Mekanisme ini mulai berlangsung apabila terjadi regangan pada struktur ditempat reseptor itu berada. asetilkolin. asam laktat. Pengendalian secara reflek terhadap tekanan darah dilakukan oleh sistem neural. Hal ini dapat menyebabkan vasodilatasi baik karena dinding pembuluh darah tidak dapat mempertahankan kontraksinya apabila tidak ada oksigen maupun karena defisiensi oksigen menyebabkan pelepasan beberapa zat vasodilator. Selain itu. Untuk menjaga homeostatis. sehingga menurunkan konsentrasinya di dalam cairan jaringan tersebut. Dan jika sirkulasi darah sudah tidak memadai lagi. yang salah satunya dapat disebabkan karena adanya kenaikan tekanan darah. Zat vasodilator setempat yang dilepaskan selama kontraksi otot meliputi ion kalium. Kedua sistem ini memiliki mekanisme kerja yang berbeda. maka akan terjadi gangguan pada sistem transpor oksigen. dehidrasi cairan tubuh yang mendadak. tubuh memiliki mekanisme yang merupakan regulator penurunan dan peningkatan tekanan darah. Dari perangsangan reseptor tersebut.1995). reseptornya juga terdapat di dalam dinding atrium kanan dan kiri pada tempat masuk vena cava superior dan inferior serta vena-vena pulmonalis. otot menggunakan oksigen dengan sangat cepat. Baroreseptor adalah reseptor regang dalam dinding jantung dan pembuluh darah.1989). ATP.berkurangnya oksigen di dalam jaringan otot. Reseptor yang memantau sirkulasi arteri ada pada reseptor sinus karotikus dan arkus aorta. dan karbon dioksida (Guyton.juga dalam sirkulasi pulmonal (Ganong. yaitu baroreseptor dan kemoreseptor yang merupakan sistem yang penting untuk mempertahankan tekanan darah pada keadaan yang mendadak seperti reaksi terhadap perdarahan. Rangsang yang dikirim oleh baroreseptor akan menyebabkan penekanan pada aktivitas vasokontriksi atau dengan kata lain merupakan penyebab vasodilatasi. saat olahraga dan perubahan posisi yang mendadak (Masud. Selama otot berkontraksi.1982). karbon dioksida serta produk-produk metabolisme lainnya.

mekanisme baroreflek akan berperan penting dalam meningkatkan aktivitas simpatis yang akan meningkatkan tekanan darah. (Guyton. Hal ini dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan selama otot melakukan kontraksi.yang secara refleks menyebabkan tekanan meningkat kembali menjadi normal. Sedangkan impuls dari arkus aorta dikirimkan melalui nervus vagus ke medula oblongata pada area yang sama. mekanisme ini akan semakin lemah dan baroreseptor akan mengubah set point dari tekanan darah menjadi lebih tinggi. Sebaliknya.1989). Namun hal ini hanya berlaku pada saat awal latihan. aktivitas fisik tidak merubah rata-rata ataumean tekanan darah.1996) Setelah sinyal baroreseptor memasuki traktus soitarius medula.1997 dalam penelitiannya yang berjudul “Arterial compliance increases after moderate-intensity cycling”. karena pada latihan yang lebih lanjut. tekanan yang rendah mempunyai pengaruh yang berlawanan. Impuls yang berasal dari sinus karotikus akan dikirim melalui Hering’sner ve yang yang sangat kecil lalu menuju ke nervus glossofaringeus dan kemudian ke traktus solitarius di daerah medula batang otak. Efek akhir yang dihasilkan adalah vasodilatasi vena dan arteriol di seluruh sistem sirkulasi perifer dan berkurangnya frekuensi denyut jantung dan kekuatan kontraksi jantung.saraf yang dihasilkan akan disalurkan melalui nervus vagus dan Hering’sner ve menuju pusat vasodilatator di bagian medial dan distal medula oblongata (Masud. sinyal sekunder akhirnya menghambat pusat vasokonstriktor di medula dan merangsang pusat vagus. akan tetapi tekanan darah sistolik sentral .. perangsangan baroreseptor akibat tekanan di dalam arteri secara refleks menyebabkan penurunan tekanan arteri akibat tahanan perifer dan penurunan curah jantung.1996) Manabe et al (2007) dalam penelitiannya mengenai kaitan baroreflex dengan tekanan darah pada latihan aerobik menyebutkan bahwa pada tahap submaksimal. (Guyton. Oleh karena itu. Menurut Bronwyn A. Kingwell et al.

1998. Silbernagl. Resistensi perifer total juga turun dan akan ikut menyebabkan peningkatan elastisitas pembuluh darah. Hal ini menjelaskan kenapa pada latihan selama 30 menit.. William. Seperti yang telah dijelaskan diatas.. Hipokrates. Penelitian yang dilakukan di australia ini juga menyimpulkan bahwa melakukan kegiatan fisik bersepeda akan meningkatkan compliance arteri seluruh tubuh melalui mekanisme vasodilatasi. Penelitian lain yang dapat dilakukan adalah mengenai bagaimana aktifitas fisik yang dilakukan secra rutin dapat menurunkan tekanan darah terutama sebagai terapi hipertensi. perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh aktivitas fisik terhadap perubahan tekanan darah. Yunita Handoyo. 5. Lalu untuk mengkompensasi aktivitas yang intens. A. Review of Medical Physiology (17th ed). tekanan darah akan naik karena peningkatan curah jantung dan tahanan perifer yang menurun karena kontraksi otot.turun setelah bersepeda selama 30 menit dengan kapasitas 65 persen. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata kenaikan tekanan darah yang terjadi selama melakukan aktivitas fisik tidak signifikan. . pada saat awal melakukan latihan. S.2 Saran 1. Despopoulus.Jakarta Ganong.terutama yang bersifat jangka panjang. 1998 (alih bahasa). tekanan darah tidak naik terus menerus akan tetapi cenderung naik pada awal lalu menetap atau turun selama latihan berlangsung. 2.. F. 1995. mekanisme baroreseptor akan mempertahankan set point pada titik tertentu. Atlas Berwarna dan Teks Fisiologi.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata perubahan tekanan darah yang terjadi selama melakukan aktivitas fisik submaksimal selama 30 menit tidak signifikan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.

Analysis of Alteration of Blood Pressure Response to Exercise through Baroreflex. 2008. Jakarta Shier. Hall. Blood pressure and hormonal responses to aerobic exercise. EGC. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.K. 2002. Jakarta Makhabah.ca/hppb/paguide/pdf/guideEng. D.. B. Tuchida. C. Kato...Jakarta Giam.M. FK UII. Human Physiology and Mechanism of Disease (3rd ed). Butler. Shindo.Y. Pengaruh naik turun tangga terhadap tekanan darah pada mahasiswa FK UII semester VIII & II (2007/2008). Cameron. Brahm.46.D. C. Veronique A. Textbook of Medical Physiology (9th ed).. Salma.L.A. Physiol. G. Bandung Gledhill. Ali. M..Jakarta.. 1994. FK UII.A. Robert H.667-675 . C.. Widya Medika.. Fungsi Sistem Tubuh Manusia.K. Hubungan antara aktivitas olahraga dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa FK UII tahun ajaran 2007/2008..pdf Guyton.T. K. Ilmu Faal Olahraga: fungsi tubuh manusia pada olahraga untuk kesehatan dan untuk prestasi. Dart. Mc Graw Hill.. http://www..gc. 1997 (alih bahasa). 1993.M.. Arakawa. Kusmana. Yogyakarta Sherwood. Takano. Olahraga Bagi Kesehatan Jantung. EGC . 2001 (alih bahasa). Human physiology from cells to systems (2nd ed).. 2008.U. 2005.N.K.H. EGC. 2006. Ricki.... D.7. J.T. 10th edition.. 273 (Heart Circ. Physiol.H.. 1995 (alih bahasa). Jennings.. Effects of endurance training on blood pressure. Yogyakarta Manabe.125-131 Kurniawan.S. Health Canada... (citase).P. and cardiovascular risk factors.. Hole’s Human Anatomy & physiology. .N. Sinopsis Fisiologi. Bina Rupa Aksara. 1996. C. Andrianto.. PiDi Publisher.Yogyakarta. Lauralee. Mabuchi.J. Canada’s physical activity guide to healthy active living. 1982.. Kiyonaga. Jakarta Guyton. D.hc-sc. Blood pressure-regulating mechanisms. 2001. Hypertension by AHA 1985.A. N. J Nippon Med Sch 2007:74: 123-130 Melly. Am.. F. Arterial compliance increases after moderate-intensity cycling. Jakarta. Lewis. A. C. Djauhari. EGC.. 2002. 2002. J. 1997. Pendidikan olahraga & kesehatan UPI. 1987 (alih bahasa). Hypertension by AHA 2005.I.. 42): H2186–H2191. J.L..A. Fak. Setiawan.Widjajakusumah. Fukuma. Kingwell. Tanaka. 1996.. E. Jakarta Giriwijoyo. New York Syaifuddin. Berry. Ilmu Kedokteran Olahraga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful