P. 1
Pengertian Pengawasan

Pengertian Pengawasan

|Views: 1,288|Likes:
Published by Trian

More info:

Published by: Trian on Jun 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

Pengertian Pengawasan Ada banyak alasan untuk menentukan penyebab kegagalan suatu organisasi atau keberhasilan organisasi lainnya

. Tetapi masalah yang selalu berulang dalam semua organisasi yang gagal adalah tidak atau kurang adanya pengawasan yang memadai.

Menurut Winardi (2000, hal. 585) "Pengawasan adalah semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan".

Sedangkan menurut Basu Swasta (1996, hal. 216) "Pengawasan merupakan fungsi yang menjamin bahwa kegiatan-kegiatan dapat memberikan hasil seperti yang diinginkan".

Lebih lanjut menurut Komaruddin (1994, hal. 104) "Pengawasan adalah berhubungan dengan perbandingan antara pelaksana aktual rencana, dan awal Unk langkah perbaikan terhadap penyimpangan dan rencana yang berarti".

Lebih lanjut menurut Kadarman (2001, hal. 159)

Pengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik informasi, untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan tersebut, serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan telah digunakan seefektif dan seefisien mungkin guna mencapai tujuan perusahaan.

Dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan suatu perencanaan. Dengan adanya

Sebagai salah satu fungsi manajemen. jelas akan mengakibatkan lambatnya atau bahkan tidak tercapainya sasaran dan tujuan yang telah ditentukan. Tanpa adanya pengawasan dari pihak manajer/atasan maka perencanaan yang telah ditetapkan akan sulit diterapkan oleh bawahan dengan baik. Pengertian Pengawasan Istilah pengawasan dalam bahasa Inggris disebut controlling. Pelaksanaan suatu rencana atau program tanpa diiringi dengan suatu sistem pengawasan yang baik dan berkesinambungan. 2000:224) dikatakan bahwa: ³« the modern concept of control « provides a historical record of what has happened « and provides date the enable the « executive « to take corrective steps «´. namun demikian pada prinsipnya kesemua pendapat yang dikemukan oleh para ahli adalah sama.blogspot. maka tugas pengawasan adalah melakukan koreksi atas penyimpangan?penyimpangan tersebut. http://tips-belajar-internet. 2000:226) menyatakan bahwa: ³« there¶s many a slip between giving works. yaitu merupakan tin dakan membandingkan antara hasil dalam kenyataan (dassein) dengan hasil yang diinginkan (das sollen).com/manajemen/konsep-pengawasan. Dengan demikian pengawasan pada hakekatnya merupakan tindakan membandingkan antara hasil dalam kenyataan (dassein) dengan hasil yang diinginkan (das sollen). pengorganisasian.html http://sambasalim. assignments to men and carrying them out. and do something about it if the two aren¶t the same´. Pengertian tentang pengawasan sangat beragam dan banyak sekali pendapat para ahli yang mengemukakannya. tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang direncanakan. compare it with what ought to be done. Get reports of what is being done. Berikut beberapa pengertian tentang pengawasan dari para ahli: . yang dilakukan dalam rangka melakukan koreksi atas penyimpangan?penyimpangan yang terjadi dalam kegiatan manajemen.html A. Hal ini berarti bahwa pengawasan tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi. yang oleh Dale (dalam Winardi. Pengawasan merupakan fungsi manajerial yang keempat setelah perencanaan. dan pengarahan. Hal ini disebabkan karena antara kedua hal tersebut sering terjadi penyimpangan?penyimpangan. More (dalam Winardi.com/2009/08/pengertian-pengawasan. Sehingga tujuan yang diharapkan oleh perusahaan akan sulit terwujud. mekanisme pengawasan di dalam suatu organisasi memang mutlak diperlukan.pengawasan maka perencanaan yang diharapkan oleh manajemen dapat terpenuhi dan berjalan dengan baik.

(2) adanya proses pelaksanaan kerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan. bahwa tujuan organisasi di semua tingkat dan rencana yang didesain untuk mencapainya. or objectives to determine whether performance is in line with theses standards and presumably to take any remedial action required to see that human and other corporate resources are being used in the most effective and efficient way possible in achieving corporate objectives. kemudian dibandingkan. plans. maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu menerapkan tindakan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana?rencana. Koontz.´ Ciri terpenting dari konsep yang dikemukan oleh Siagian ini adalah bahwa pengawasan hanya dapat diterapkan bagi pekerjaan?pekerjaan yang sedang berjalan dan tidak dapat diterapkan untuk pekerjaan?pekerjaan yang sudah selesai dilaksanakan Terry (dalam Winardi. sedang dilaksanakan´. dan (4) melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan. yaitu (1) harus adanya rencana. atau tujuan yang telah ditetapkan. menentukan apakah ada penyimpangan dan mengukur signifikansi peny impangan tersebut. 1986:195) menyatakan bahwa: ³Pengendalian adalah mengukur dan mengoreksi prestasi kerja bawahan guna memastikan. Konsep pengawasan dari Mockler di atas. 2006:480) menyebutkan pengawasan sebagai : Controlling is a systematic effort by business management to compare performance to predetermined standard. Dengan demikian konsep pengawasan dari Mockler ini terlihat bahwa ada kegiatan yang perlu direncanakan dengan tolak ukur berupa kriteria. standard atau tujuan sebagai tolak ukur yang ingin dicapai. 2005:11) yang mengatakan bahwa: Pada pokoknya controlling atau pengawasan adalah keseluruhan daripada kegiatan yang membandingkan atau mengukur apa yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria. Siagian (1990:107) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan adalah: ³Proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. (3) adanya usaha membandingkan mengenai apa yang telah dicapai dengan standard.Mockler (dalam Certo dan Certo. Jadi pengawasan dapat dianggap sebagai aktivitas untuk menemukan dan mengoreksi penyimpangan?penyimpangan penting dalam hasil yang dicapai dari aktivitas?aktivitas yang direncanakan. et. mana yang membutuhkan koreksi ataupun perbaikan-perbaikan. . merancang sistem umpan?balik informasi. Sementara Mockler (dikutip Stoner & Freeman dalam Wilhelmus dan Molan 1994:241) mengatakan bahwa: Pengendalian adalah suatu upaya yang sistematis untuk menetapkan standard kinerja dengan sasaran perencanaan. dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan tengah digunakan sedapat mungkin dengan cara yang paling efektif dan efisien guna tercapainya sasaran perusahaan. membandingkan kinerja sesungguhnya dengan standard yang terlebih dahulu ditetapkan itu. norma-norma dan standar. standar atau rencana?rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. (dalam Hutauruk. norma?norma. rencana. al. ia mengatakan bahwa: Pengawasan berarti mendeterminasi apa yang dilaksanakan. menekankan pada tiga hal. Hal senada juga diungkapkan oleh Admosudirdjo (dalam Febriani. 1986:395) juga berpendapat tentang pengertian pengawasan ini.

agar apa yang a dikerjakan sejalan dengan rencana´. et. pemborosan. Sementara Sarwoto (dalam Febriani. 2004:337) mengatakan bahwa : ³Controlling is the process managers go trough to control´. tampak bahwa subjek yang melakukan pengawasan adalah pimpinan. Bertitik tolak dari pengertian para ahli tentang pengawasan sebagai mana diungkapkan di atas. Hal senada juga ditegaskan oleh Koontz. menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula´. Pada hakekatnya. mulai dari direktur sampai pengawas´. 1994:20) menyatakan bahwa: ³Pengawasan adalah suatu proses yang menentukan tentang ap yang harus dikerjakan. Certo (dalam Maman Ukas. 2002:177) lebih tegas mengatakan: Pengendalian adalah segala usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang sedang dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki serta sesuai pula dengan segala ketentuan dan kebijakan yang berlaku. pandangan Manullang di atas juga menekankan bahwa pengawasan merupakan suatu proses dimana pekerjaan itu telah dilaksanakan kemudian diadakan penilaian apakah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan ataukah terjadi penyimpangan?penyimpangan. mengukur dan bila perlu melakukan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sehingga apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan adalah . 2005:12) mengatakan bahwa: ´Pengawasan adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki´. dan ketentuan ketentuan yang telah ditetapkan dan yang berlaku. Dari pendapat Sarwoto ini secara implisit dapat terlihat tujuan dari pengawasan yaitu mengusahakan agar pekerjaan -pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana. penyelewengan. Soekarno (dalam Situmorang dan Juhir. dan tidak hanya sampai pada penemuan penyimpangan tetapi juga bagaimana mengambil langkah?langkah perubahan dan perbaikan sehingga organisasi tetap dalam kondisi yang sehat. yang merupakan proses kegiatan pimpinan untuk memastikan dan menjamin bahwa tujuan dan sasaran serta tugas?tugas organisasi akan dan telah terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana. Hakikat pengawasan adalah untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penyimpangan. kesalahan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran serta pelaksanaan tugas?tugas organisasi. Hal senada dikemukakan oleh Manullang (1977:136) bahwa: ³Pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan. Pengawasan sebagai fungsi manajemen sepenuhnya adalah tanggung jawab setiap pimpinan pada tingkat mana pun. 1986:195) bahwa :´Fungsi pengendalian harus dilaksanakan oleh tiap-tiap manajer. Berdasarkan pendapat dari LAN di atas. instruksi. kebijakan. Sementara Lembaga Administrasi Negara (1996:159) mengungkapkan bahwa: Pengawasan adalah salah satu fungsi organik manajemen. hambatan. al. Sementara Maman Ukas (2004:337) menyatakan bahwa: Pengawasan adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk memantau. Berkaitan dengan arti pengawasan sebagai suatu proses seperti diungkapkan oleh LAN di atas. Seluruh pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan dan bukan pekerjaan-pekerjaan yang telah selesai dikerjakan.Sujamto (dikutip Silalahi. (dalam Hutauruk.

serta mengukur tingkat kesalahan yang terjadi sehingga mampu diperbaiki ke arah yang lebih baik. sehingga mendapat efisiensi yang lebih benar. 3. rencana. Untuk mengetahui apakah segala sesuatu telah berjalan sesuai dengan instruksi serta prinsip?prinsip yang telah ditetapkan 3. 2. Mengetahui hasil pekerjaan dibandingkan dengan yang telah ditetapkan dalam planning. dan segala sesuatunya apakah sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. mencegah pengulangan kegiatan?kegiatan yang salah. Untuk mengetahui apakah segala sesuatu berjalan efisien dan apakah dapat diadakan perbaikan?perbaikan lebih lanjut. Oleh karena itu pengawasan mutlak diperlukan dalam usaha pencapaian suatu tujuan. dan ketentuanketentuan yang telah ditetapkan dan yang berlaku. Untuk mengetahui apakah segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan 2. instruksi. Maksud dan Tujuan Pengawasan Terwujudnya tujuan yang dikehendaki oleh organisasi sebenarnya tidak lain merupakan tujuan dari pengawasan. yaitu: 1. Menurut Situmorang dan Juhir (1994:22) maksud pengawasan adalah untuk : 1. Mengetahui apakah penggunaan budget yang telah ditetapkan dalam rencana terarah kepada sasarannya dan sesuai dengan yang telah direncanakan. 4. guna pemanfaatan manusia dan sumber daya lain yang paling efektif dan efisien dalam mencapai tujuan perusahaan B. Maman Ukas (2004:337) mengemukakan: 1. kebijakan. Untuk mengetahui apakah kelemahan?kelemahan serta kesulitan-kesulitan dan kegagalan?kegagalannya. Memperbaiki kesalahan?kesalahan yang dibuat oleh pegawai dan mengadakan pencegahan agar tidak terulang kembali kesalahan-kesalahan yang sama atau timbulnya kesalahan yang baru. Sementara berkaitan dengan tujuan pengawasan. Memberi kesempatan pada pegawai dalam meramalkan rintangan-rintangan yang akan mengganggu produktivitas kerja secara teliti dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghapuskan atau mengurangi gangguan-gangguan yang terjadi. 1994:22) juga mengemukakan tentang maksud pengawasan. Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa maksud pengawasan adalah untuk mengetahui pelaksanaan kerja. Rachman (dalam Situmorang dan Juhir. serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan. Mengetahui pelaksanaan kerja sesuai dengan program (fase tingkat pelaksanaan) seperti yang telah ditentukan dalam planning atau tidak. sehingga dapat diadakan perubahan? perubahan untuk memperbaiki serta. Mensuplai pegawai?pegawai manajemen dengan informasi?informasi yang tepat. apakah lancar atau tidak 2. 5. Sebab setiap kegiatan pada dasarnya selalu mempunyai tujuan tertentu. teliti dan lengkap tentang apa yang akan dilaksanakan. Mengetahui jalannya pekerjaan.sebagai suatu proses kegiatan pimpinan yang sistematis untuk membandingkan (memastikan dan menjamin) bahwa tujuan dan sasaran serta tugas?tugas organisasi yang akan dan telah terlaksana dengan baik sesuai dengan standard. . 4. yaitu standard. hasil kerja.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas. Setelah kedua hal di atas telah dilaksanakan. 2. Situmorang dan Juhir (1994:26) mengatakan bahwa tujuan pengawasan adalah : 1. concurrent control dan feedback control. 1996:302) mengelompokkan pengawasan menjadi tiga tipe dasar. Agar adanya keluasan dalam melaksanakan tugas. yang digariskan. Agar terselenggaranya tertib administrasi di lingkungan aparat pemerintah. 3. kemudian para pegawai dapat membawa kepada langkah terakhir dalam mencapai produktivitas kerja yang maksimum dan pencapaian yang memuaskan dari pada hasil?hasil yang diharapkan. mengetahui apakah sesuatu dilaksanakan sesuai dengan instruksi serta asas yang ditentukan. 2. dan mencari jalan keluar jika ternyata dijumpai kesulitan?kesulitan. kelemahan-kelemahan atau kegagalan?kegagalan serta efisiensi dan efektivitas kerja. atau kegagalan ke arah perbaikan. men getahui kesulitan?kesulitan dan kelemahan?kelemahan dalam bekerja. C. rasa bersalah dan rasa berdosa yang lebih mendalam untuk berbuat hal?hal yang tercela terhadap masyarakat dan ajaran agama. 1965:36) adalah : Untuk mengetahui apakah sesuatu berjalan sesuai dengan rencana.3. kelemahan?kelemahan. Untuk mencari jalan keluar apabila ada kesulitan. Membandingkan antara pelaksanaan dengan rencana serta instruksi-instruksi yang telah dibuat. fungsi atau kegiatan. 4. Lebih lanjut Situmorang dan Juhir (1994:26) mengemukakan bahwa secara langsung tujuan pengawasan adalah untuk: 1. Menertibkan koordinasi kegiatan?kegiatan Mencegah pemborosan dan penyelewengan Menjamin terwujudnya kepuasan masyarakat atas barang atau jasa yang dihasilkan Membina kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan organisasi Sementara tujuan pengawasan menurut Soekarno (dalam Safrudin. yaitu preliminary control. Untuk mengetahui ada tidaknya kesulitan?kesulitan. 2. sehat dan bertanggung jawab. et al. Menjamin ketetapan pelaksanaan sesuai dengan rencana. dapat diketahui bahwa pada pokoknya tujuan pengawasan adalah: 1. (dalam Zuhad. atau dengan kata lain disebut tindakan korektif. kelemahan dan kegagalan. kebijaksanaan dan perintah. 5. Agar terciptanya aparat yang bersih dan berwibawa yang didukung oleh suatu sistem manajemen pemerintah yang berdaya guna (dan berhasil guna serta ditunjang oleh partisipasi masyarakat yang konstruksi dan terkendali dalam wujud pengawasan masyarakat (kontrol sosial) yang obyektif. tumbuhnya budaya malu dalam diri masing?masing aparat. 3. Tipe Pengawasan Donnelly. mengetahui apakah sesuatu berjalan efisien atau tidak. Ketiga hal tersebut digambarkan sebagai berikut: . 3. tumbuhnya disiplin kerja yang sehat.

antara lain: 1. Memonitor pekerjaan yang berlangsung guna memastikan bahwa sasaran?sasaran telah dicapai. (dalam Zuhad. Memusatkan perhatian pada hasil?hasil akhir. Para pegawai atau karyawan perlu memiliki kemampuan. al. 1996:302) Pengawasan pendahuluan (preliminary control). Memusatkan perhatian pada masalah mencegah timbulnya deviasi?deviasi pada kualitas serta kuantitas sumber?sumber daya yang digunakan pada organisasi?organisasi.Gambar 1 Tipe Pengawasan Sumber: Donnelly. Sumber?sumber daya ini harus memenuhi syarat?syarat pekerjaan yang ditetapkan oleh struktur organisasi yang bersangkutan. di atas. et. Alat prinsip dengan apa pengawasan dapat dilaksanakan adalah aktivitas para manajer yang memberikan pengarahan atau yang melaksanakan supervisi. Pengawasan feedback (feedback control). modal harus pula tersedia agar dapat dicapai suplai peralatan serta mesin?mesin yang diperlukan. Senada dengan pendapat Donnelly. baik kemampuan fisik ataupun kemampuan intelektual untuk melaksanakan tugas?tugas yang dibebankan kepada mereka. Pengawasan pada saat pekerjaan berlangsung (concurrent control). Managers using this type of control create policies. and rules aimed at eliminating behavior that will cause undesirable work results « In sum. Concurrent Control. but also to such non human areas as equipment performance and department appearance . et. 2. Certo & Certo (2006:487) menyebutkan ada tiga tipe pengawasan. Akhirnya sumber-sumber daya finansial harus pula tersedia dalam jumlah dan waktu yang tepat. It relates not only to employee performance. or feed?forward control. Tipe pengawasan ini mencapai namanya dari fakta bahwa hasil?hasil historikal mempengaruhi tindakan?tindakan masa mendatang. pre control focuses on eliminating predicted problems. Bahan?bahan yang akan digunakan harus memenuhi kualitas tertentu dan mereka harus tersedia pada waktu dan tempat yang tepat. al. Pre control. Tindakan korektif ditujukan ke arah proses pembelian sumber daya atau operasi?operasi aktual. Di samping itu. Control that takes place before work is performed is called pre control. procedures. Control that takes place as work is being performed is called concurrent control.

Managers exercising this type of control are attempting to take corrective action by looking at organizational history over a specified time period Begitu pula dengan Maman Ukas (2004:343) yang menyebutkan ada tiga fase pengawasan. Sedangkan pengawasan tengah berjalan dilakukan untuk memantau kegiatan yang sedang dilaksanakan. sedang berjalan dan sesudah proses kegiatan berakhir. Dengan cara membandingkan standar dengan hasil kerja. al. Macam Teknik Pengawasan Disarikan dari pendapat Koontz. D. et. (2) pengawasan tengah berjalan. dan (3) pengawasan akhir. maka sistem pengawasan harus dirancang sesuai dengan kegiatan-kegiatan tepat pada waktunya. Control that concentrates on past organizational performance is called feedback control. Sebenarnya pengawasan akhir tidak berdiri sendiri tetapi merupakan hasil kombinasi pada pengawasan awal dan tengah. 1986:298-331) tentang teknik pengawasan. (dalam Hutauruk. Bukan hanya manajer yang bertindak. tetapi bawahan pun dapat melakukannya untuk dapat memberikan masukan pada organisasi bagi tindakan-tindakan perencanaan yang akan berulang di masa yang akan datang. Dengan kata lain tindakan berjaga-jaga sebelum memulai suatu aktivitas. Feedback Control. yaitu dengan dilakukannya pengawasan langsung (direct control) dan pengawasan tidak langsung (indirect control). Lebih lanjut Maman Ukas memperjelas bahwa: Maksud dari pada pengawasan awal yang mendahului tindakan adalah tiada lain untuk mencegah serta membatasi sedini mungkin kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan sebelum terjadi. Pengawasan langsung diartikan sebagai teknik pengawasan yang dirancang bangun untuk mengidentifikasi dan memperbaiki penyimpangan rencana. yaitu (1) pengawasan awal. terdapat dua cara untuk memastikan pegawai merubah tindakan/sikapnya yang telah mereka lakukan dalam bekerja. sehingga perlu ada tindakan-tindakan korektif untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan. Gambar 2 Lingkup Waktu Pengawasan Sumber : Maman Ukas (2004:343) Berdasarkan pendapat para ahli di atas. . Dengan demikian pada pengawasan langsung ini. dapat diketahui bahwa pelaksanaan pengawasan terhadap suatu aktivitas kerja dapat dilakukan sebelumnya.3. Dengan demikian.

et. mengecek sendiri secara ³on the spot´ di tempat pekerjaan. adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat dalam organisasi itu sendiri. dilakukan melalui pre audit sebelum pekerjaan dimulai. et. Pengawasan intern. Pengawasan ekstern.pimpinan organisasi mengadakan pengawasan secara langsung terhad kegiatan yang ap sedang dijalankan. al di atas. mempelajari pendapat?pendapat masyarakat dan sebagainya tanpa pengawasan ³on the spot´. al. Siagian (1989:139-140) mengungkapkan bahwa: . Menurut p Koontz. et. Menurut Koontz. 2. pengawasan tidak langsung sangat mungkin dilakukan apabila tingkat kualitas para pimpinan dan bawahannya tinggi. yaitu : 1. seperti halnya pengawasan dibidang keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan sepanjang meliputi seluruh Aparatur Negara dan Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara terhadap departemen dan instansi pemerintah lain. Sementara pengawasan tidak langsung diartikan sebagai teknik pengawasan yang dilakukan dengan menguji dan meneliti laporan-laporan pelaksanaan kerja. dan menerima laporan?laporan secara langsung pula dari pelaksana. meneliti. Situmorang dan Juhir (1994:27) mengklasifikasikan teknik pengawasan berdasarkan berbagai hal. memeriksa dan mengecek sendiri semua kegiatan yang sedang dijalankan tadi. Pengawasan langsung. memeriksa. 2. rencana penggunaan tenaga dan sumber?sumber lain. dilakukan melalui post?audit. pengawasan langsung sangat mungkin dilakukan apabila tingkat kualitas para pimpinan dan bawahannya rendah. al. Pengawasan represif. Pengawasan preventif dan represif 1. Senada dengan pendapat Situmorang dan Juhir. meneliti. Hal ini dilakukan dengan inspeksi. Tujuannya adalah agar penyimpangan penyimpangan terhadap rencana yang terjadi dapat diidentifikasi dan di erbaiki. Misalnya dengan mengadakan pengawasan terhadap persiapan?persiapan. rencana anggaran. meminta laporan pelaksanaan dan sebagainya. dengan pemeriksaan terhadap pelaksanaan di tempat (inspeksi). Pengawasan intern dan pengawasan ekstern 1. Setiap pimpinan unit dalam organisasi pada dasarnya berkewajiban membantu pucuk pimpinan mengadakan pengawasan secara fungsional sesuai dengan bidang tugasnya masing?masing. Pengawasan preventif. yaitu dengan cara mengamati. adalah pengawasan yang dilakukan secara pribadi oleh pimpinan atau pengawas dengan mengamati. Pengawasan tidak langsung. 2. rencana kerja. 2. diadakan dengan mempelajari laporan?laporan yang diterima dari pelaksana baik lisan maupun tertulis. Dari pendapat Koontz. 3. Pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung 1. Tujuan dari pengawasan tidak langsung ini adalah untuk melihat dan mengantisipasi serta dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menghindarkan atau memperbaiki penyimpangan. adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat dari luar organisasi sendiri. Pada dasarnya pengawasan harus dilakukan oleh pucuk pimpinan sendiri.

para bawahan itu mempunyai kecenderungan hanya melaporkan hal?hal yang diduganya akan menyenangkan pimpinan. Pengawasan langsung ini dapat berbentuk: (a) inspeksi langsung. semuanya tergantung pada berbagai kondisi dan situasi yang akan terjadi. 2. yang sekaligus berarti pengambilan keputusan on the spot pula jika diperlukan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas. 4. maka teknik pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik. Pengawasan tidak langsung (indirect control) ialah pengawasan jarak jauh. Dengan perkataan lain. dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penyimpangan?penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan. Pengawasan dari jauh. Menentukan saran dan tujuan yang akan dicapai. adalah pengawasan yang dilakukan di tempat kegiatan atau tempat penyelenggaraan administrasi. Pengawasan represif ini biasa dilakukan dalam bentuk: 1. (b) on the spot observation. . Dengan pengawasan represif dimaksud untuk mengetahui apakah kegiatan dan pembiayaan yang telah dilakukan itu telah mengikuti kebijakan dan ketentuan yang telah ditetapkan. 2. ini dilakukan setelah suatu tindakan dilakukan dengan membandingkan apa yang telah terjadi dengan apa yang seharusnya terjadi. Memberi pedoman bagi terselenggaranya pelaksanaan kegiatan secara efisien dan efektif. Pengawasan preventif. Menentukan kewenangan dan tanggung jawab sebagai instansi sehubungan dengan tugas yang harus dilaksanakan. Pengawasan preventif ini bertujuan: 1. adalah pengawasan yang dilakukan dengan cara pengujian dan penelitian terhadap surat?surat pertanggungan jawab disertai bukti?buktinya mengenai kegiatan?kegiatan yang dilaksanakan. Karena itu sering pula ia harus melakukan pengawasan yang bersifat tidak langsung. Mencegah terjadinya tindakan?tindakan yang menyimpang dari dasar yang telah ditentukan. Kelemahan dari pada pengawasan tidak langsung itu ialah bahwa sering para bawahan hanya melaporkan hal?hal yang positif saja. 3. (b) lisan. 2. Penentuan salah satu teknik pengawasan ini adalah agar dapat dilakukan perbaikan-perbaikan pada tindakan yang telah dilakukan atau agar penyimpangan yang telah terjadi tidak berdampak yang lebih buruk. yakni : 1. Akan tetapi karena banyaknya dan kompleksnya tugas-tugas seorang pimpinan ?terutama dalam organisasi yang besar? seorang pimpinan tidak mungkin dapat selalu menjalankan pengawasan langsung itu. Pengawasan ini dilakukan melalui laporan yang disampaikan oleh para bawahan. selain itu agar dapat ditentukan tindakan-tindakan masa depan yang harus dilakukan oleh organisasi. Pengawasan preventif ini biasanya berbentuk prosedur?prosedur yang harus ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan.Proses pengawasan pada dasarnya dilaksanakan oleh administrasi dan manajemen dengan mempergunakan dua macam teknik. (c) on the spot report. Pengawasan langsung (direct control) ialah apabila pimpinan organisasi mengadakan sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedang dijalankan. Sementara Bohari (1992:25) membagi macam teknik pengawasan sebagai berikut : 1. Pengawasan dari dekat. Pengawasan represif. Laporan itu dapat berbentuk: (a) tertulis. maupun yang sedang terjadi/berkembang pada masing-masing organisasi. 2.

Fungsi ini dapat dilakukan melalui kegiatankegiatan antara lain: establishing performance standard. Standar ukuran ini bisa nyata. measuring performance.3 berikut: Gambar 3 Proses Pengawasan . Proses Pengawasan Fungsi pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi terhadap setiap pegawai yang berada dalam organisasi adalah merupakan wujud dari pelaksanaan fungsi administrasi dari pimpinan organisasi terhadap para bawahan. 2. 1986:197) menyebutkan: Proses dasar pengendalian. Ketiga langkah proses pengawasan oleh Maman Ukas diragakan dalam gambar 2. Pengukuran?pengukuran laporan dalam suatu pengawasan tidak akan berarti tanpa adanya koreksi. mungkin juga tidak nyata. Ukuran?ukuran yang menyajikan bentuk?bentuk yang diminta. evaluating performance. (2) membandingkan hasil pekerjaan dengan standard dan memastikan perbedaan (apabila ada perbedaan). et. al (dalam Hutauruk. Hal tersebut diungkapkan dalam bentuk langkah umum mengenai proses pengawasan. terdapat banyak pendapat yang mengungkapkan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengawasan. seperti yang diungkapkan Tanri Abeng (dikutip Harahap. 2000:11) bahwa: Manajemen kontrol adalah pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang pimpinan untuk meneliti dan mengatur pekerjaan yang sedang berlangsung maupun yang telah selesai. yaitu: 1. jikalau dalam hal ini diketahui bahwa aktivitas umum tidak mengarah ke hasil?hasil yang diinginkan. Sementara Koontz. umum ataupun khusus. Maman Ukas (2004:338) menyebutkan tiga unsur pokok atau tahapan?tahapan yang selalu terdapat dalam proses pengawasan.E. 3. Perbandingan antara hasil yang nyata dengan ukuran tadi. dapat diungkapkan bahwa pengawasan yang dilakukan harus melalui tahapan?tahapan sebagai bentuk dari suatu proses kegiatan pengawasan. meliputi tiga langkah: (1) menetapkan standar. and correcting performance. (2) mengukur prestasi kerja atau standar ini. dan (3) memperbaiki dan mengoreksi penyimpangan yang tak dikehendaki dari standar dan perencanaan´. Evaluasi ini harus dilaporkan kepada khalayak ramai yang dapat berbuat sesuatu akan hal ini. dan (3) mengoreksi penyimpangan yang tidak dikehendaki melalui tindakan perbaikan. di manapun penerapannya atau apa saja yang diawasi. Bersamaan dengan pendapat tersebut. Oleh karena itu. seperti yang diungkapkan oleh Terry (dalam Winardi. tetapi selama seorang masih menganggap bahwa hasilnya adalah seperti yang diharapkan. Berdasarkan pendapat yang diungkapkan oleh Tanri Abeng di atas. sebagai suatu fungsi maka proses pelaksanaan pengawasan oleh pimpinan dilakukan melalui beberapa tahap. 1986:397) bahwa: Pengawasan terdiri daripada suatu proses yang dibentuk oleh tiga macam langkah?langkah yang bersifat universal yakni: (1) mengukur hasil pekerjaan. Kegiatan mengadakan koreksi.

The performance evaluated can be for the organization as a whole or for some individuals working within the organization. they must establish some it of measure that gauges performance and observe the quantity of this unit as generated the item whose performance is being measured. In essence. they must measure current organizational performance. A standard is the level of activity established to serve as a model for evaluating organizational performance.Sumber : Maman Ukas (2004:338) Sementara Certo dan Certo (2006:481) secara lebih lengkap menyebutkan tiga langkah utama dalam proses pengawasan. Certo dan Certo (2006:482-484) menyebutkan beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai suatu standar. Before taking any corrective action. managers should make sure that standards they are using were properly established and that their measurements of organizational performance are valid and reliable. However. standards are the yardsticks that deter mine whether organizational performance is adequate or inadequate. Corrective action is managerial activity aimed at bringing organizational mistakes that are hindering organizational performance. Comparing Measured Performance To Standards. Taking Corrective Action. their next step in controlling is to compare this measure against some standard. before they can take such a measurement. 2. Berkaitan dengan langkah membandingkan hasil pekerjaan dengan standard (comparing measured performance to standards). the next step in the controlling process is to take corrective action if necessary. Once managers have taken a measure of organizational performance. Measuring Performance. 3. After actual performance has been measured and compared with established performance standards. Before managers can determine what must be done to make organization more effective and efficient. antara lain: 1. however. yaitu: .

What exactly is the problem causing substandar d communication in this situation? Is it that the worker is not communicating adequately simply because he or she doesn¶t want to communicate? Is it that the job makes communication difficult? Is it that the worker does not have the necessary training to communicate in an appropriate manner? Before attempting to take corrective action. Hal senada diungkapkan Koontz. Recognizing Problems. (3) Productivity Standards. the manager must determine whether the . Recognizing Symptoms. Sementara berkaitan dengan mengoreksi penyimpangan melalui tindakan perbaikan( Taking Corrective Action). In practice. Standard ini berkaitan dengan tujuan perusahaan untuk mencapai posisi tertinggi dibandingkan dengan produk sejenis yang dihasilkan oleh pesaing. (6) Employee Attitudes Standards. Dengan kata lain produk yang dihasilkan oleh perusahaan. melalui berbagai pelatihan dan lain sebagainya. fokus kepada produksi dari unit-unit organisasi yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Certo dan Certo (2006:484-485) lebih lanjut mengemukakan tentang perlunya dua hal yang harus diperhatikan sebelum dilakukan tindakan perbaikan atas penyimpangan yang terjadi. (6) standar intangibles (yang tak dapat diraba) dan (7) tujuan yang dapat diverisifikasi. Standard ini merupakan salah satu bentuk perhatian/kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. (5) Personnel Development Standards.worker¶s failure to communicate is a problem in it self or a symptom ? a sign that a problem exists. 1986:215) menyebutkan standar untuk titik-titik kritis pada pengawasan meliputi: (1) standar fisik. At first glance. If the manager is satisfied that the communication standards are appropri ate and that the performance measurement information is both valid and reliable. al (dalam Hutauruk. it often proves difficult to pinpoint the problem causing some undesirable organizational effect. Standard ini menekankan kepada bagaimana produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat mencapai penguasaan pasar paling tinggi jika dibandingkan dengan produk serupa yang ditawarkan oleh pesaing. (2) Market Position Standards. (2) standar biaya. standard ini menekankan kepada berapa banyak keuntungan (uang) yang dapat diperoleh perusahaan dalam suatu periode tertentu atas investasi yang sudah ditanamkannya. menjadi pemimpin produk sejenis yang dihasilkan oleh pesaing. Standard ini. Let us suppose that a performance measurement indicates a certain worker is not adequately passing on critical information to fellow workers. (3) standar modal. however. For example. Standard ini berkaitan dengan kesungguhan perusahaan/memiliki komitmen yang baik untuk mengembangkan pegawai. antara lain: 1. the worker¶s failure to communicate adequately could be a symptom of inappropriate job design or a cumbersome organizational structure. .(1) Profitability Standards. (5) standar program. (4) standar penghasilan. Secara umum. dan (7) Social Responsibility Standard. the manager should take corrective action to eliminate the problem causing this substandard performance. 2. it seems a fairly simple proposition that managers should take corrective action to eliminate problems?factors within an organization that we barriers to organizational goal attainment. Standard ini menekankan pada perlunya para pemimpin untuk membangun sikap positif para pegawainya untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan oleh perusahaan. sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial berkaitan dengan kondisi yang dihadapi masyarakat/dalam rangka menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. (4) Product Leadership Standards. et.

(2) membuat suatu struktur organisasi yang tepat sesuai dengan rencana dan kondisi objektif. Selanjutnya uraian dari Certo & Certo tentang proses pengawasan tersebut diragakan pada gambar berikut Gambar 4 The Controlling Subsystem Sumber : Certo & Certo (2004:483) Sementara itu. oleh karena itu setiap . 1995:367) mengemukakan lima langkah dasar yang dapat diterapkan untuk memahami pengawasan sebagai suatu proses atau mekanisme kontrol dari suatu kegiatan. dan influencing. dan (5) Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi. (2) Menetapkan petunjuk/prediktor hasil. William H. dan (3) merestrukturisasi suatu program yang dapat merangsang pegawai untuk meningkatkan kinerjanya dan memastikan pegawai yang memiliki kinerja tinggi diberikan penghargaan yang lebih dibandingkan pegawai yang memiliki kinerja rendah. organizing. tindakan korektif dapat dilakukan dengan memusatkan pada tiga fungsi manajemen. yaitu planning. maka dapat diambil satu kesimpulan bahwa proses pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan kegiatan organisasi. Berdasarkan uraian di atas. yaitu: (1) Merumuskan hasil yang diinginkan.Masih menurut Certo dan Certo (2006:485). setelah pemimpin mengenali dengan baik masalah dan gejala-gejalanya. (4) Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik. Newman (dalam Handoko. Tindakan korektifnya menurut Certo & Certo dapat meliputi seperti: (1) memodifikasi rencana lama dengan rencana baru yang lebih tepat. (3) Menetapkan standar petunjuk dan hasil.

dan mereka ibarat: kembar siam dalam bidang manajemen´. pengkoordinasian dan penyempurnaan. kebocoran. pembuatan keputusan. norma. sesuai dengan apa yang menurut rencana akan terjadi. Dengan demikian melalui pengawasan dapat diawasi sejauh mana penyimpangan. dkk (1999:82?83) menyebutkan mengenai betapa pentingnya pengawasan bagi pelaksanaan manajemen dan pekerjaan. penyelewengan. pembimbingan. sehingga pelaksanaan rencana akan baik jika pengawasan dilakukan secara baik. dan tujuan baru dapat diketahui tercapai dengan baik atau tidak setelah proses pengawasan dilakukan. kekurangan. standar yang telah ditetapkan dalam perencanaan. di samping fungsi?fungsi lainnya: perencanaan. . kriteria. dengan mengungkapkan bahwa: Pengawasan adalah salah satu fungsi dalam manajemen untuk menjamin agar pelaksanaan kerja berjalan sesuai dengan. Kemudian perlu diambil langkah?langkah kebijakan korektif.pimpinan harus dapat menjalankan fungsi pengawasan sebagai salah satu fungsi manajemen. Mengenai pentingnya pelaksanaan pengawasan untuk mensukseskan rencana. penyalahgunaan. Winardi (2000:172) mengungkapkan bahwa: ³pengawasan berarti membuat sesuatu terjadi. dan lain?lain kendala di masa yang akan datang. Pengawasan ini seperti telah dikemukakan terdahulu dimaksudkan untuk mengusahakan pelaksanaan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Apabila terdapat penyimpangan?penyimpangan atau persoalan?persoalan dapat diketahui sampai berapa jauh penyimpangan atau masalah tersebut dibanding dengan perkiraan semula. mencocokkan dan mengusahakan agar pekerjaan?pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana serta hasil yang dikehendaki. Perencanaan dan pengawasan boleh dikatakan tidak dapat kita pisahkan satu sama lain. Demikian halnya Tjokroamidjojo (1984:195) yang mengemukakan bahwa: Salah satu aspek yang penting dalam pelaksanaan rencana sebagai bagian dari proses perencanaan yang menyeluruh adalah pengawasan. standar dan ukuran. Jadi keseluruhan pengawasan adalah aktivitas mem bandingkan apa yang sedang atau sudah dikerjakan dengan apa yang direncanakan sebelumnya. kemubaziran. ³pengawasan ialah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya´. Dengan demikian peranan pengawasan sangat menentukan baik buruknya pelaksanaan suatu rencana. serta seberapa besar pekerjaan yang dilaksanakan telah sesuai dengan perencanaan yang tela ditetapkan. Pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi akan memberikan implikasi terhadap pelaksanaan rencana. Karena diperlukan. Arti dari pendapat Tjokroamidjojo di atas adalah bagaimanapun matangnya perencanaan tanpa dibarengi dengan pelaksanaan pengawasan yang baik maka akan sukar menentukan dengan jelas seberapa besar penyimpangan ataupun permasalahan yang ada. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Handayaningrat (1995:21) bahwa: ³pengawasan dimaksudkan untuk mengetahui hasil pelaksanaan pekerjaan sedapat mungkin sesuai dengan rencana´. Lebih penting daripada itu ialah mengetahui apa sebabnya. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh The Liang Gie (1972:90) bahwa: Controlling?pengontrolan adalah aktivitas dalam manajemen berupa pekerjaan memeriksa. pemborosan. Pengontrolan ini merupakan salah satu fungsi manajer. Sedangkan Syafie. h seperti halnya menurut Siagian (1989:135) bahwa.

Bohari. Singapore : McGraw Hill Inc. Jakarta : Balai Aksara. 2. Buchari Zainun. Terjemahan. Human Resource Management. (1992). Michael. 2006. efisiensi. Wayne F. seperti yang disampaikan oleh Lembaga Administrasi Negara (1996:159) bahwa: Hasil pengawasan harus dijadikan masukan oleh pimpinan dalam pengambilan keputusan. penyelewengan. Manajemen Edisi Sembilan Jilid 1. Davis. dan Ivancevich. 1993. untuk: 1. 1999. Nanang. pemborosan. James L. 1990. 1994. H. 1998. Mencegah terulangnya kembali kesalahan. Perencanaan Pelatihan.. Daftar Pustaka Agus Dharma. 1997. Singapore: McGraw-Hill International Editors Certo. Jakarta. pemborosan. penyelewengan. Jakarta : Erlangga. James H. rasionalitas dan ketertiban dalam pencapaian tujuan dan pelaksanaan tugas organisasi. Modern Management.Berdasarkan pendapat tentang pengawasan dari para ahli sebagai mana diuraikan di atas. Jakarta : Pusdiklat Pegawai Depdikbud. Menghentikan atau meniadakan kesalahan. Ivancevich & Donnelly. Casio.. Donnelly. Jakarta : Erlangga. Gibson. A. Fundamental of Management. Samuel C. Texas: Business Publication. Perilaku dalam Organisasi. Alih Bahasa: Zuhad Ichyaudin. Erlangga. 1994. Hasil dari pelaksanaan pengawasan dapat dijadikan sebagai masukan bagi pimpinan organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Russell. dapat diketahui bahwa pengawasan yang dilakukan seorang pimpinan organisasi adalah untuk mewujudkan peningkatan efektivitas. Pearson Prentice Hall. John. Bandung : Rosda Karya Gibson. hambatan dan ketidaktertiban tersebut. 3. Managing Human Resources: Productivity. & S. penyimpangan. Manajemen dan Motivasi. Performance Management. W. Donnelly. hambatan dan ketidaktertiban. Fattah. London: Kogan Page Ltd. Jakarta : Rajawali Press. Quality of Work Life. penyimpangan. Gibson. Organisasi Jilid I. Bernardin. Pengawasan Keuangan Negara. Mencari cara?cara yang lebih baik atau membina yang telah baik untuk mencapai tujuan dan melaksanakan tugas?tugas organisasi. 1996. Profit. Terjemahan Darkasih. 1992. K & J. Amstrong. John & Joyce E. Travis Certo. and Ivancevich. dengan demikian pimpinan organisasi dapat mengambil sikap apabila ditemukan suatu penyimpangan. Landasan Manajemen. Newstrom. . 1989.

Jakarta: Pustaka Quantum. Viktor dan Jusuf Juhir. Jakarta : Metalexia Publishing & PT Qreator Tata Qarakter. Manajemen. Maman Ukas. Terjemahan Alex Tri Kantjono Widodo. 2nd Edition. Koontz. Management. Sofyan Syafri. 1987. T. 1990. Evaluasi Kinerja Perusahaan. 1995. Yogyakarta: Andi Copyright. Bandung : Penerbit Agnini. 1983. I991. Kebijakan Kinerja Karyawan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Manajemen: Konsep. Fred. Penerbit Salemba Empat. Medan: Monara. Yogyakarta: BPFE. Situmorang. 1986. Singapore. Organizational Behavior. 1994. Luthans. California. M. S & Michael. Faustino Cardoso. Foundation of Behavioral Research (terjemahan) Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press. Kepemimpinan : Menguasai Keahlian yang Anda Perlukan dalam 10 menit. Hani. 1977. WB. 2002. Jackson. Bandung : Angkasa . Handoko. Husein Umar. Menjadi Pemimpin Efektif: Dasar untuk Manajemen Partisipatif dan Keterlibatan Karyawan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Rusli Syarif. Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia. Ricky W. Prinsip dan Aplikasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. & John H. Jakarta. Hand Book in Research and Evaluation. Buku Pintar Manajemen Kinerja. 2002. Edisi 2. Manajemen Sumber Daya Manusia Jilid I dan II. Robert R. 2003. Sistem Pengawasan Manajemen. Trejemahan Deddy Jacobus. Indra.Gomes. Performance Appraisal. Thomas. Manajemen.. Harold & Cyril O¶Donnel & Heinz Weihrich. Dasar-dasar Manajemen. Elizabeth. USA: Edit Publishers Jones. M. Mc Graw-Hill Book Co. Terjemahan: Gunawan Hutauruk.. Aspek Hukum Pengawasan Melekat dalam Lingkungan Aparatur Pemerintah. Pam.. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.N. Manullang. Boston: Houghton Miffin. Jakarta: Toko Gunung Agung. 1994. 2000. 1996. Rivai. Griffin. Isaac. Suryadi. Yogyakarta: BPFE. Jilid 2. 1999. 5th ed. 2004. O¶Leary. 2005. 2003. Terjemahan Anthony R. Prawirosentono. 2001. Yogyakarta: Andi Offset. Veithzal. Harahap. 1985. Teknik Manajemen Latihan dan pembinaan. Jilid II/Edisi Ketiga. Manajemen Sumber Daya Manusia. Kerlinger F. Gordon. Mathis.

Editor: Heru Sutejo.. Manajemen Sumber Daya Manusia. and Edward R. Jilid 2. San Francisco: Jersey-Bass Publisher Stoner. Panduan Praktis untuk Merancang dan Meraih Kinerja Prima. Bandung: Sumur. Managing Organizational Behavior. Manajer dan Manajemen.P. Filsafat Administrasi. Stolovitch. Kamus Administrasi. The Liang Gie. Pemerintah Daerah dan Pembangunan. 1983. Tjokroamidjojo. Perencanaan Pembangunan. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. Sadili Samsudin.. Djamaluddin Tandjung dan Supardan Modeong. and Osborn. 1992. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama S. Winardi. Wood. Silalahi. Henry. Ruky. 2001. 2004 Manajemen Sumber Daya Manusia.. M. Zeffane. 1984. Inu Kencana. Edisi Kelima. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Menaikan Pangsa Pasar. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju. 1986.S. John R. Erica J. James A. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Yogyakarta: YKPN Supranto John. 1972. Safrudin. George R. Schermerhorn. Organizational Behavior a Global Perspectives. James G. Jack & Joseph Wallace & Rachid M. Ilmu Administrasi Publik. Winardi. 2001. 1997. Djakarta: Gunung Agung. Studi Tentang Ilmu Administrasi: Konsep. Zulian Yamit. Freeman. 2000. Terry.. Bandung: Citra Aditya Bakti. Bandung Pustaka Setia. Bintoro. 1989.. Alih Bahasa: Wilhelmus W. Bandung: Penerbit Alumni. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Bumi Aksara. 2002. 1965. Jakarta: Gunung Agung. Hunt. Hasibuan. F. Teori dan Dimensi. Asas-asas Manajemen Alih Bahasa. 2001. Simamora. Manajemen. Bakowatun dan Benyamin Molan. Richard N. Jakarta : Intermedia Syafie. Handbook of Human Performance Technology A Comprehensive Guide for Analysis and Solving Performance Problem in Organizations. 1994. Harold D. and Keeps. Sedarmayanti. Ulbert. 2005. 1999. Sondang P. Jakarta : Rineka Cipta. Australia : John Willey & Sons. A. Jakarta: Haji Mas Agung. 2001. New York: John Willey & Son Siagian. Ateng. Sistem Manajemen Kinerja: Performance Management System. Yogyakarta: Penerbit Ekonesia .. 2001.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->