Pengertian Pengawasan Ada banyak alasan untuk menentukan penyebab kegagalan suatu organisasi atau keberhasilan organisasi lainnya

. Tetapi masalah yang selalu berulang dalam semua organisasi yang gagal adalah tidak atau kurang adanya pengawasan yang memadai.

Menurut Winardi (2000, hal. 585) "Pengawasan adalah semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan".

Sedangkan menurut Basu Swasta (1996, hal. 216) "Pengawasan merupakan fungsi yang menjamin bahwa kegiatan-kegiatan dapat memberikan hasil seperti yang diinginkan".

Lebih lanjut menurut Komaruddin (1994, hal. 104) "Pengawasan adalah berhubungan dengan perbandingan antara pelaksana aktual rencana, dan awal Unk langkah perbaikan terhadap penyimpangan dan rencana yang berarti".

Lebih lanjut menurut Kadarman (2001, hal. 159)

Pengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik informasi, untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan tersebut, serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan telah digunakan seefektif dan seefisien mungkin guna mencapai tujuan perusahaan.

Dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan suatu perencanaan. Dengan adanya

com/2009/08/pengertian-pengawasan. dan pengarahan. yang dilakukan dalam rangka melakukan koreksi atas penyimpangan?penyimpangan yang terjadi dalam kegiatan manajemen.com/manajemen/konsep-pengawasan. tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang direncanakan. mekanisme pengawasan di dalam suatu organisasi memang mutlak diperlukan. Pengertian tentang pengawasan sangat beragam dan banyak sekali pendapat para ahli yang mengemukakannya. Pelaksanaan suatu rencana atau program tanpa diiringi dengan suatu sistem pengawasan yang baik dan berkesinambungan. Hal ini disebabkan karena antara kedua hal tersebut sering terjadi penyimpangan?penyimpangan. Sehingga tujuan yang diharapkan oleh perusahaan akan sulit terwujud.pengawasan maka perencanaan yang diharapkan oleh manajemen dapat terpenuhi dan berjalan dengan baik.blogspot. Tanpa adanya pengawasan dari pihak manajer/atasan maka perencanaan yang telah ditetapkan akan sulit diterapkan oleh bawahan dengan baik. Pengawasan merupakan fungsi manajerial yang keempat setelah perencanaan. compare it with what ought to be done. pengorganisasian. and do something about it if the two aren¶t the same´. 2000:226) menyatakan bahwa: ³« there¶s many a slip between giving works. yaitu merupakan tin dakan membandingkan antara hasil dalam kenyataan (dassein) dengan hasil yang diinginkan (das sollen). Hal ini berarti bahwa pengawasan tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi. 2000:224) dikatakan bahwa: ³« the modern concept of control « provides a historical record of what has happened « and provides date the enable the « executive « to take corrective steps «´.html A.html http://sambasalim. Berikut beberapa pengertian tentang pengawasan dari para ahli: . yang oleh Dale (dalam Winardi. Pengertian Pengawasan Istilah pengawasan dalam bahasa Inggris disebut controlling. namun demikian pada prinsipnya kesemua pendapat yang dikemukan oleh para ahli adalah sama. Sebagai salah satu fungsi manajemen. Dengan demikian pengawasan pada hakekatnya merupakan tindakan membandingkan antara hasil dalam kenyataan (dassein) dengan hasil yang diinginkan (das sollen). More (dalam Winardi. assignments to men and carrying them out. maka tugas pengawasan adalah melakukan koreksi atas penyimpangan?penyimpangan tersebut. http://tips-belajar-internet. Get reports of what is being done. jelas akan mengakibatkan lambatnya atau bahkan tidak tercapainya sasaran dan tujuan yang telah ditentukan.

al. mana yang membutuhkan koreksi ataupun perbaikan-perbaikan. plans. yaitu (1) harus adanya rencana. 2005:11) yang mengatakan bahwa: Pada pokoknya controlling atau pengawasan adalah keseluruhan daripada kegiatan yang membandingkan atau mengukur apa yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria. Dengan demikian konsep pengawasan dari Mockler ini terlihat bahwa ada kegiatan yang perlu direncanakan dengan tolak ukur berupa kriteria. or objectives to determine whether performance is in line with theses standards and presumably to take any remedial action required to see that human and other corporate resources are being used in the most effective and efficient way possible in achieving corporate objectives. bahwa tujuan organisasi di semua tingkat dan rencana yang didesain untuk mencapainya. Jadi pengawasan dapat dianggap sebagai aktivitas untuk menemukan dan mengoreksi penyimpangan?penyimpangan penting dalam hasil yang dicapai dari aktivitas?aktivitas yang direncanakan. dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan tengah digunakan sedapat mungkin dengan cara yang paling efektif dan efisien guna tercapainya sasaran perusahaan. dan (4) melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan. ia mengatakan bahwa: Pengawasan berarti mendeterminasi apa yang dilaksanakan. Koontz. norma-norma dan standar. rencana. (3) adanya usaha membandingkan mengenai apa yang telah dicapai dengan standard. (2) adanya proses pelaksanaan kerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan. . Konsep pengawasan dari Mockler di atas. membandingkan kinerja sesungguhnya dengan standard yang terlebih dahulu ditetapkan itu.´ Ciri terpenting dari konsep yang dikemukan oleh Siagian ini adalah bahwa pengawasan hanya dapat diterapkan bagi pekerjaan?pekerjaan yang sedang berjalan dan tidak dapat diterapkan untuk pekerjaan?pekerjaan yang sudah selesai dilaksanakan Terry (dalam Winardi. (dalam Hutauruk. atau tujuan yang telah ditetapkan. standard atau tujuan sebagai tolak ukur yang ingin dicapai. kemudian dibandingkan. et. standar atau rencana?rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu menerapkan tindakan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana?rencana. 1986:195) menyatakan bahwa: ³Pengendalian adalah mengukur dan mengoreksi prestasi kerja bawahan guna memastikan. Sementara Mockler (dikutip Stoner & Freeman dalam Wilhelmus dan Molan 1994:241) mengatakan bahwa: Pengendalian adalah suatu upaya yang sistematis untuk menetapkan standard kinerja dengan sasaran perencanaan. 2006:480) menyebutkan pengawasan sebagai : Controlling is a systematic effort by business management to compare performance to predetermined standard. menentukan apakah ada penyimpangan dan mengukur signifikansi peny impangan tersebut. merancang sistem umpan?balik informasi. sedang dilaksanakan´. menekankan pada tiga hal. Siagian (1990:107) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan adalah: ³Proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. norma?norma.Mockler (dalam Certo dan Certo. 1986:395) juga berpendapat tentang pengertian pengawasan ini. Hal senada juga diungkapkan oleh Admosudirdjo (dalam Febriani.

instruksi. 2004:337) mengatakan bahwa : ³Controlling is the process managers go trough to control´. Hal senada juga ditegaskan oleh Koontz. penyelewengan. (dalam Hutauruk. Seluruh pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan dan bukan pekerjaan-pekerjaan yang telah selesai dikerjakan. Bertitik tolak dari pengertian para ahli tentang pengawasan sebagai mana diungkapkan di atas. Certo (dalam Maman Ukas.Sujamto (dikutip Silalahi. Berkaitan dengan arti pengawasan sebagai suatu proses seperti diungkapkan oleh LAN di atas. Sementara Maman Ukas (2004:337) menyatakan bahwa: Pengawasan adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk memantau. Dari pendapat Sarwoto ini secara implisit dapat terlihat tujuan dari pengawasan yaitu mengusahakan agar pekerjaan -pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana. 1986:195) bahwa :´Fungsi pengendalian harus dilaksanakan oleh tiap-tiap manajer. 1994:20) menyatakan bahwa: ³Pengawasan adalah suatu proses yang menentukan tentang ap yang harus dikerjakan. yang merupakan proses kegiatan pimpinan untuk memastikan dan menjamin bahwa tujuan dan sasaran serta tugas?tugas organisasi akan dan telah terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana. pandangan Manullang di atas juga menekankan bahwa pengawasan merupakan suatu proses dimana pekerjaan itu telah dilaksanakan kemudian diadakan penilaian apakah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan ataukah terjadi penyimpangan?penyimpangan. et. kebijakan. Sementara Lembaga Administrasi Negara (1996:159) mengungkapkan bahwa: Pengawasan adalah salah satu fungsi organik manajemen. mengukur dan bila perlu melakukan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sehingga apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. 2005:12) mengatakan bahwa: ´Pengawasan adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki´. al. Hal senada dikemukakan oleh Manullang (1977:136) bahwa: ³Pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan. agar apa yang a dikerjakan sejalan dengan rencana´. hambatan. dan tidak hanya sampai pada penemuan penyimpangan tetapi juga bagaimana mengambil langkah?langkah perubahan dan perbaikan sehingga organisasi tetap dalam kondisi yang sehat. Berdasarkan pendapat dari LAN di atas. Sementara Sarwoto (dalam Febriani. pemborosan. tampak bahwa subjek yang melakukan pengawasan adalah pimpinan. mulai dari direktur sampai pengawas´. maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan adalah . kesalahan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran serta pelaksanaan tugas?tugas organisasi. menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula´. 2002:177) lebih tegas mengatakan: Pengendalian adalah segala usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang sedang dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki serta sesuai pula dengan segala ketentuan dan kebijakan yang berlaku. dan ketentuan ketentuan yang telah ditetapkan dan yang berlaku. Soekarno (dalam Situmorang dan Juhir. Pada hakekatnya. Pengawasan sebagai fungsi manajemen sepenuhnya adalah tanggung jawab setiap pimpinan pada tingkat mana pun. Hakikat pengawasan adalah untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penyimpangan.

4. Untuk mengetahui apakah segala sesuatu berjalan efisien dan apakah dapat diadakan perbaikan?perbaikan lebih lanjut. teliti dan lengkap tentang apa yang akan dilaksanakan. serta mengukur tingkat kesalahan yang terjadi sehingga mampu diperbaiki ke arah yang lebih baik. Untuk mengetahui apakah kelemahan?kelemahan serta kesulitan-kesulitan dan kegagalan?kegagalannya. Rachman (dalam Situmorang dan Juhir. 3. Maksud dan Tujuan Pengawasan Terwujudnya tujuan yang dikehendaki oleh organisasi sebenarnya tidak lain merupakan tujuan dari pengawasan. apakah lancar atau tidak 2. sehingga dapat diadakan perubahan? perubahan untuk memperbaiki serta. Mengetahui pelaksanaan kerja sesuai dengan program (fase tingkat pelaksanaan) seperti yang telah ditentukan dalam planning atau tidak. Memberi kesempatan pada pegawai dalam meramalkan rintangan-rintangan yang akan mengganggu produktivitas kerja secara teliti dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghapuskan atau mengurangi gangguan-gangguan yang terjadi. Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa maksud pengawasan adalah untuk mengetahui pelaksanaan kerja. Maman Ukas (2004:337) mengemukakan: 1. instruksi. Sebab setiap kegiatan pada dasarnya selalu mempunyai tujuan tertentu. Memperbaiki kesalahan?kesalahan yang dibuat oleh pegawai dan mengadakan pencegahan agar tidak terulang kembali kesalahan-kesalahan yang sama atau timbulnya kesalahan yang baru. rencana. Oleh karena itu pengawasan mutlak diperlukan dalam usaha pencapaian suatu tujuan. guna pemanfaatan manusia dan sumber daya lain yang paling efektif dan efisien dalam mencapai tujuan perusahaan B.sebagai suatu proses kegiatan pimpinan yang sistematis untuk membandingkan (memastikan dan menjamin) bahwa tujuan dan sasaran serta tugas?tugas organisasi yang akan dan telah terlaksana dengan baik sesuai dengan standard. Mengetahui hasil pekerjaan dibandingkan dengan yang telah ditetapkan dalam planning. 4. mencegah pengulangan kegiatan?kegiatan yang salah. Untuk mengetahui apakah segala sesuatu telah berjalan sesuai dengan instruksi serta prinsip?prinsip yang telah ditetapkan 3. Mensuplai pegawai?pegawai manajemen dengan informasi?informasi yang tepat. dan segala sesuatunya apakah sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Mengetahui apakah penggunaan budget yang telah ditetapkan dalam rencana terarah kepada sasarannya dan sesuai dengan yang telah direncanakan. Sementara berkaitan dengan tujuan pengawasan. yaitu: 1. Untuk mengetahui apakah segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan 2. sehingga mendapat efisiensi yang lebih benar. . 1994:22) juga mengemukakan tentang maksud pengawasan. serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan. kebijakan. hasil kerja. Mengetahui jalannya pekerjaan. yaitu standard. dan ketentuanketentuan yang telah ditetapkan dan yang berlaku. 2. 5. Menurut Situmorang dan Juhir (1994:22) maksud pengawasan adalah untuk : 1.

concurrent control dan feedback control. kelemahan?kelemahan. C. 1996:302) mengelompokkan pengawasan menjadi tiga tipe dasar. 3. Situmorang dan Juhir (1994:26) mengatakan bahwa tujuan pengawasan adalah : 1. mengetahui apakah sesuatu berjalan efisien atau tidak. 2. yaitu preliminary control. tumbuhnya disiplin kerja yang sehat. Menjamin ketetapan pelaksanaan sesuai dengan rencana. Lebih lanjut Situmorang dan Juhir (1994:26) mengemukakan bahwa secara langsung tujuan pengawasan adalah untuk: 1.3. 2. Membandingkan antara pelaksanaan dengan rencana serta instruksi-instruksi yang telah dibuat. 1965:36) adalah : Untuk mengetahui apakah sesuatu berjalan sesuai dengan rencana. Menertibkan koordinasi kegiatan?kegiatan Mencegah pemborosan dan penyelewengan Menjamin terwujudnya kepuasan masyarakat atas barang atau jasa yang dihasilkan Membina kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan organisasi Sementara tujuan pengawasan menurut Soekarno (dalam Safrudin. Ketiga hal tersebut digambarkan sebagai berikut: . et al. atau kegagalan ke arah perbaikan. Untuk mengetahui ada tidaknya kesulitan?kesulitan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas. mengetahui apakah sesuatu dilaksanakan sesuai dengan instruksi serta asas yang ditentukan. Agar terciptanya aparat yang bersih dan berwibawa yang didukung oleh suatu sistem manajemen pemerintah yang berdaya guna (dan berhasil guna serta ditunjang oleh partisipasi masyarakat yang konstruksi dan terkendali dalam wujud pengawasan masyarakat (kontrol sosial) yang obyektif. atau dengan kata lain disebut tindakan korektif. 4. sehat dan bertanggung jawab. 3. Setelah kedua hal di atas telah dilaksanakan. men getahui kesulitan?kesulitan dan kelemahan?kelemahan dalam bekerja. kelemahan dan kegagalan. dan mencari jalan keluar jika ternyata dijumpai kesulitan?kesulitan. kelemahan-kelemahan atau kegagalan?kegagalan serta efisiensi dan efektivitas kerja. fungsi atau kegiatan. kemudian para pegawai dapat membawa kepada langkah terakhir dalam mencapai produktivitas kerja yang maksimum dan pencapaian yang memuaskan dari pada hasil?hasil yang diharapkan. Agar adanya keluasan dalam melaksanakan tugas. rasa bersalah dan rasa berdosa yang lebih mendalam untuk berbuat hal?hal yang tercela terhadap masyarakat dan ajaran agama. kebijaksanaan dan perintah. dapat diketahui bahwa pada pokoknya tujuan pengawasan adalah: 1. 2. 5. (dalam Zuhad. Agar terselenggaranya tertib administrasi di lingkungan aparat pemerintah. yang digariskan. Tipe Pengawasan Donnelly. tumbuhnya budaya malu dalam diri masing?masing aparat. 3. Untuk mencari jalan keluar apabila ada kesulitan.

baik kemampuan fisik ataupun kemampuan intelektual untuk melaksanakan tugas?tugas yang dibebankan kepada mereka. et. Managers using this type of control create policies. pre control focuses on eliminating predicted problems. Control that takes place before work is performed is called pre control. Pengawasan pada saat pekerjaan berlangsung (concurrent control). Bahan?bahan yang akan digunakan harus memenuhi kualitas tertentu dan mereka harus tersedia pada waktu dan tempat yang tepat. and rules aimed at eliminating behavior that will cause undesirable work results « In sum. Pengawasan feedback (feedback control). Senada dengan pendapat Donnelly. Alat prinsip dengan apa pengawasan dapat dilaksanakan adalah aktivitas para manajer yang memberikan pengarahan atau yang melaksanakan supervisi.Gambar 1 Tipe Pengawasan Sumber: Donnelly. Memonitor pekerjaan yang berlangsung guna memastikan bahwa sasaran?sasaran telah dicapai. Akhirnya sumber-sumber daya finansial harus pula tersedia dalam jumlah dan waktu yang tepat. but also to such non human areas as equipment performance and department appearance . Sumber?sumber daya ini harus memenuhi syarat?syarat pekerjaan yang ditetapkan oleh struktur organisasi yang bersangkutan. di atas. 2. al. or feed?forward control. Certo & Certo (2006:487) menyebutkan ada tiga tipe pengawasan. al. (dalam Zuhad. et. antara lain: 1. Memusatkan perhatian pada hasil?hasil akhir. 1996:302) Pengawasan pendahuluan (preliminary control). modal harus pula tersedia agar dapat dicapai suplai peralatan serta mesin?mesin yang diperlukan. Control that takes place as work is being performed is called concurrent control. It relates not only to employee performance. Para pegawai atau karyawan perlu memiliki kemampuan. Di samping itu. Pre control. Tindakan korektif ditujukan ke arah proses pembelian sumber daya atau operasi?operasi aktual. Concurrent Control. Tipe pengawasan ini mencapai namanya dari fakta bahwa hasil?hasil historikal mempengaruhi tindakan?tindakan masa mendatang. Memusatkan perhatian pada masalah mencegah timbulnya deviasi?deviasi pada kualitas serta kuantitas sumber?sumber daya yang digunakan pada organisasi?organisasi. procedures.

D. Dengan kata lain tindakan berjaga-jaga sebelum memulai suatu aktivitas. yaitu (1) pengawasan awal. (dalam Hutauruk. Macam Teknik Pengawasan Disarikan dari pendapat Koontz. Feedback Control. sedang berjalan dan sesudah proses kegiatan berakhir. Dengan demikian. Sebenarnya pengawasan akhir tidak berdiri sendiri tetapi merupakan hasil kombinasi pada pengawasan awal dan tengah. dapat diketahui bahwa pelaksanaan pengawasan terhadap suatu aktivitas kerja dapat dilakukan sebelumnya. 1986:298-331) tentang teknik pengawasan. Sedangkan pengawasan tengah berjalan dilakukan untuk memantau kegiatan yang sedang dilaksanakan. Gambar 2 Lingkup Waktu Pengawasan Sumber : Maman Ukas (2004:343) Berdasarkan pendapat para ahli di atas. . al. terdapat dua cara untuk memastikan pegawai merubah tindakan/sikapnya yang telah mereka lakukan dalam bekerja.3. Lebih lanjut Maman Ukas memperjelas bahwa: Maksud dari pada pengawasan awal yang mendahului tindakan adalah tiada lain untuk mencegah serta membatasi sedini mungkin kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan sebelum terjadi. Dengan cara membandingkan standar dengan hasil kerja. dan (3) pengawasan akhir. et. Bukan hanya manajer yang bertindak. maka sistem pengawasan harus dirancang sesuai dengan kegiatan-kegiatan tepat pada waktunya. yaitu dengan dilakukannya pengawasan langsung (direct control) dan pengawasan tidak langsung (indirect control). Managers exercising this type of control are attempting to take corrective action by looking at organizational history over a specified time period Begitu pula dengan Maman Ukas (2004:343) yang menyebutkan ada tiga fase pengawasan. tetapi bawahan pun dapat melakukannya untuk dapat memberikan masukan pada organisasi bagi tindakan-tindakan perencanaan yang akan berulang di masa yang akan datang. Control that concentrates on past organizational performance is called feedback control. Pengawasan langsung diartikan sebagai teknik pengawasan yang dirancang bangun untuk mengidentifikasi dan memperbaiki penyimpangan rencana. sehingga perlu ada tindakan-tindakan korektif untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan. Dengan demikian pada pengawasan langsung ini. (2) pengawasan tengah berjalan.

Pengawasan preventif. Pada dasarnya pengawasan harus dilakukan oleh pucuk pimpinan sendiri. Siagian (1989:139-140) mengungkapkan bahwa: . adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat dalam organisasi itu sendiri. Pengawasan preventif dan represif 1. diadakan dengan mempelajari laporan?laporan yang diterima dari pelaksana baik lisan maupun tertulis. Menurut Koontz. Situmorang dan Juhir (1994:27) mengklasifikasikan teknik pengawasan berdasarkan berbagai hal. al. rencana penggunaan tenaga dan sumber?sumber lain. Menurut p Koontz. dilakukan melalui post?audit. memeriksa dan mengecek sendiri semua kegiatan yang sedang dijalankan tadi. rencana anggaran. yaitu dengan cara mengamati. Pengawasan intern dan pengawasan ekstern 1. meminta laporan pelaksanaan dan sebagainya. Pengawasan langsung. dengan pemeriksaan terhadap pelaksanaan di tempat (inspeksi). meneliti. mengecek sendiri secara ³on the spot´ di tempat pekerjaan. Pengawasan ekstern. Hal ini dilakukan dengan inspeksi. Tujuan dari pengawasan tidak langsung ini adalah untuk melihat dan mengantisipasi serta dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menghindarkan atau memperbaiki penyimpangan. meneliti. Misalnya dengan mengadakan pengawasan terhadap persiapan?persiapan. 2. et.pimpinan organisasi mengadakan pengawasan secara langsung terhad kegiatan yang ap sedang dijalankan. Pengawasan represif. mempelajari pendapat?pendapat masyarakat dan sebagainya tanpa pengawasan ³on the spot´. 3. Sementara pengawasan tidak langsung diartikan sebagai teknik pengawasan yang dilakukan dengan menguji dan meneliti laporan-laporan pelaksanaan kerja. Senada dengan pendapat Situmorang dan Juhir. al. Pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung 1. Pengawasan intern. rencana kerja. pengawasan langsung sangat mungkin dilakukan apabila tingkat kualitas para pimpinan dan bawahannya rendah. memeriksa. adalah pengawasan yang dilakukan secara pribadi oleh pimpinan atau pengawas dengan mengamati. et. 2. adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat dari luar organisasi sendiri. Pengawasan tidak langsung. al di atas. yaitu : 1. Tujuannya adalah agar penyimpangan penyimpangan terhadap rencana yang terjadi dapat diidentifikasi dan di erbaiki. et. dan menerima laporan?laporan secara langsung pula dari pelaksana. Setiap pimpinan unit dalam organisasi pada dasarnya berkewajiban membantu pucuk pimpinan mengadakan pengawasan secara fungsional sesuai dengan bidang tugasnya masing?masing. pengawasan tidak langsung sangat mungkin dilakukan apabila tingkat kualitas para pimpinan dan bawahannya tinggi. Dari pendapat Koontz. dilakukan melalui pre audit sebelum pekerjaan dimulai. 2. seperti halnya pengawasan dibidang keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan sepanjang meliputi seluruh Aparatur Negara dan Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara terhadap departemen dan instansi pemerintah lain. 2.

Akan tetapi karena banyaknya dan kompleksnya tugas-tugas seorang pimpinan ?terutama dalam organisasi yang besar? seorang pimpinan tidak mungkin dapat selalu menjalankan pengawasan langsung itu. para bawahan itu mempunyai kecenderungan hanya melaporkan hal?hal yang diduganya akan menyenangkan pimpinan. 2. Pengawasan langsung ini dapat berbentuk: (a) inspeksi langsung. Sementara Bohari (1992:25) membagi macam teknik pengawasan sebagai berikut : 1. ini dilakukan setelah suatu tindakan dilakukan dengan membandingkan apa yang telah terjadi dengan apa yang seharusnya terjadi. 2. Pengawasan tidak langsung (indirect control) ialah pengawasan jarak jauh. Pengawasan preventif. (c) on the spot report. . Pengawasan represif ini biasa dilakukan dalam bentuk: 1. Pengawasan ini dilakukan melalui laporan yang disampaikan oleh para bawahan. (b) on the spot observation. Penentuan salah satu teknik pengawasan ini adalah agar dapat dilakukan perbaikan-perbaikan pada tindakan yang telah dilakukan atau agar penyimpangan yang telah terjadi tidak berdampak yang lebih buruk. maupun yang sedang terjadi/berkembang pada masing-masing organisasi. Pengawasan preventif ini bertujuan: 1. 2. Laporan itu dapat berbentuk: (a) tertulis. dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penyimpangan?penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan. Pengawasan dari dekat. yang sekaligus berarti pengambilan keputusan on the spot pula jika diperlukan. Menentukan kewenangan dan tanggung jawab sebagai instansi sehubungan dengan tugas yang harus dilaksanakan. 2. Dengan pengawasan represif dimaksud untuk mengetahui apakah kegiatan dan pembiayaan yang telah dilakukan itu telah mengikuti kebijakan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Pengawasan represif. adalah pengawasan yang dilakukan dengan cara pengujian dan penelitian terhadap surat?surat pertanggungan jawab disertai bukti?buktinya mengenai kegiatan?kegiatan yang dilaksanakan. Memberi pedoman bagi terselenggaranya pelaksanaan kegiatan secara efisien dan efektif. Pengawasan langsung (direct control) ialah apabila pimpinan organisasi mengadakan sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedang dijalankan.Proses pengawasan pada dasarnya dilaksanakan oleh administrasi dan manajemen dengan mempergunakan dua macam teknik. selain itu agar dapat ditentukan tindakan-tindakan masa depan yang harus dilakukan oleh organisasi. Mencegah terjadinya tindakan?tindakan yang menyimpang dari dasar yang telah ditentukan. Pengawasan preventif ini biasanya berbentuk prosedur?prosedur yang harus ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan. Pengawasan dari jauh. 4. Berdasarkan pendapat para ahli di atas. maka teknik pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik. 3. (b) lisan. semuanya tergantung pada berbagai kondisi dan situasi yang akan terjadi. Dengan perkataan lain. adalah pengawasan yang dilakukan di tempat kegiatan atau tempat penyelenggaraan administrasi. Kelemahan dari pada pengawasan tidak langsung itu ialah bahwa sering para bawahan hanya melaporkan hal?hal yang positif saja. yakni : 1. Menentukan saran dan tujuan yang akan dicapai. Karena itu sering pula ia harus melakukan pengawasan yang bersifat tidak langsung.

mungkin juga tidak nyata. (2) mengukur prestasi kerja atau standar ini. Pengukuran?pengukuran laporan dalam suatu pengawasan tidak akan berarti tanpa adanya koreksi.E. Bersamaan dengan pendapat tersebut. Kegiatan mengadakan koreksi. yaitu: 1. Oleh karena itu. al (dalam Hutauruk.3 berikut: Gambar 3 Proses Pengawasan . Ketiga langkah proses pengawasan oleh Maman Ukas diragakan dalam gambar 2. seperti yang diungkapkan oleh Terry (dalam Winardi. dapat diungkapkan bahwa pengawasan yang dilakukan harus melalui tahapan?tahapan sebagai bentuk dari suatu proses kegiatan pengawasan. Berdasarkan pendapat yang diungkapkan oleh Tanri Abeng di atas. terdapat banyak pendapat yang mengungkapkan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengawasan. 3. Sementara Koontz. et. measuring performance. Maman Ukas (2004:338) menyebutkan tiga unsur pokok atau tahapan?tahapan yang selalu terdapat dalam proses pengawasan. dan (3) mengoreksi penyimpangan yang tidak dikehendaki melalui tindakan perbaikan. Ukuran?ukuran yang menyajikan bentuk?bentuk yang diminta. 1986:197) menyebutkan: Proses dasar pengendalian. Proses Pengawasan Fungsi pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi terhadap setiap pegawai yang berada dalam organisasi adalah merupakan wujud dari pelaksanaan fungsi administrasi dari pimpinan organisasi terhadap para bawahan. and correcting performance. Perbandingan antara hasil yang nyata dengan ukuran tadi. 1986:397) bahwa: Pengawasan terdiri daripada suatu proses yang dibentuk oleh tiga macam langkah?langkah yang bersifat universal yakni: (1) mengukur hasil pekerjaan. Fungsi ini dapat dilakukan melalui kegiatankegiatan antara lain: establishing performance standard. meliputi tiga langkah: (1) menetapkan standar. sebagai suatu fungsi maka proses pelaksanaan pengawasan oleh pimpinan dilakukan melalui beberapa tahap. dan (3) memperbaiki dan mengoreksi penyimpangan yang tak dikehendaki dari standar dan perencanaan´. umum ataupun khusus. (2) membandingkan hasil pekerjaan dengan standard dan memastikan perbedaan (apabila ada perbedaan). di manapun penerapannya atau apa saja yang diawasi. Standar ukuran ini bisa nyata. Hal tersebut diungkapkan dalam bentuk langkah umum mengenai proses pengawasan. seperti yang diungkapkan Tanri Abeng (dikutip Harahap. tetapi selama seorang masih menganggap bahwa hasilnya adalah seperti yang diharapkan. evaluating performance. 2. 2000:11) bahwa: Manajemen kontrol adalah pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang pimpinan untuk meneliti dan mengatur pekerjaan yang sedang berlangsung maupun yang telah selesai. jikalau dalam hal ini diketahui bahwa aktivitas umum tidak mengarah ke hasil?hasil yang diinginkan. Evaluasi ini harus dilaporkan kepada khalayak ramai yang dapat berbuat sesuatu akan hal ini.

before they can take such a measurement. After actual performance has been measured and compared with established performance standards. Taking Corrective Action. they must establish some it of measure that gauges performance and observe the quantity of this unit as generated the item whose performance is being measured. Once managers have taken a measure of organizational performance. In essence.Sumber : Maman Ukas (2004:338) Sementara Certo dan Certo (2006:481) secara lebih lengkap menyebutkan tiga langkah utama dalam proses pengawasan. antara lain: 1. Certo dan Certo (2006:482-484) menyebutkan beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai suatu standar. yaitu: . Before taking any corrective action. their next step in controlling is to compare this measure against some standard. The performance evaluated can be for the organization as a whole or for some individuals working within the organization. Before managers can determine what must be done to make organization more effective and efficient. Corrective action is managerial activity aimed at bringing organizational mistakes that are hindering organizational performance. A standard is the level of activity established to serve as a model for evaluating organizational performance. However. Berkaitan dengan langkah membandingkan hasil pekerjaan dengan standard (comparing measured performance to standards). Measuring Performance. however. the next step in the controlling process is to take corrective action if necessary. Comparing Measured Performance To Standards. managers should make sure that standards they are using were properly established and that their measurements of organizational performance are valid and reliable. 2. they must measure current organizational performance. standards are the yardsticks that deter mine whether organizational performance is adequate or inadequate. 3.

(3) standar modal. Standard ini menekankan pada perlunya para pemimpin untuk membangun sikap positif para pegawainya untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan oleh perusahaan. however. melalui berbagai pelatihan dan lain sebagainya. Standard ini berkaitan dengan kesungguhan perusahaan/memiliki komitmen yang baik untuk mengembangkan pegawai. (6) standar intangibles (yang tak dapat diraba) dan (7) tujuan yang dapat diverisifikasi. 1986:215) menyebutkan standar untuk titik-titik kritis pada pengawasan meliputi: (1) standar fisik. it often proves difficult to pinpoint the problem causing some undesirable organizational effect. the manager must determine whether the . Dengan kata lain produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Standard ini. et. Secara umum. (4) standar penghasilan. (5) Personnel Development Standards. sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial berkaitan dengan kondisi yang dihadapi masyarakat/dalam rangka menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. What exactly is the problem causing substandar d communication in this situation? Is it that the worker is not communicating adequately simply because he or she doesn¶t want to communicate? Is it that the job makes communication difficult? Is it that the worker does not have the necessary training to communicate in an appropriate manner? Before attempting to take corrective action.worker¶s failure to communicate is a problem in it self or a symptom ? a sign that a problem exists. Certo dan Certo (2006:484-485) lebih lanjut mengemukakan tentang perlunya dua hal yang harus diperhatikan sebelum dilakukan tindakan perbaikan atas penyimpangan yang terjadi. In practice. If the manager is satisfied that the communication standards are appropri ate and that the performance measurement information is both valid and reliable. Recognizing Symptoms. (2) standar biaya. antara lain: 1. At first glance. the worker¶s failure to communicate adequately could be a symptom of inappropriate job design or a cumbersome organizational structure. (3) Productivity Standards. standard ini menekankan kepada berapa banyak keuntungan (uang) yang dapat diperoleh perusahaan dalam suatu periode tertentu atas investasi yang sudah ditanamkannya. Let us suppose that a performance measurement indicates a certain worker is not adequately passing on critical information to fellow workers. al (dalam Hutauruk. it seems a fairly simple proposition that managers should take corrective action to eliminate problems?factors within an organization that we barriers to organizational goal attainment. Standard ini merupakan salah satu bentuk perhatian/kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. For example. Standard ini menekankan kepada bagaimana produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat mencapai penguasaan pasar paling tinggi jika dibandingkan dengan produk serupa yang ditawarkan oleh pesaing. menjadi pemimpin produk sejenis yang dihasilkan oleh pesaing. 2. (4) Product Leadership Standards. Standard ini berkaitan dengan tujuan perusahaan untuk mencapai posisi tertinggi dibandingkan dengan produk sejenis yang dihasilkan oleh pesaing. (2) Market Position Standards.(1) Profitability Standards. (5) standar program. Hal senada diungkapkan Koontz. Sementara berkaitan dengan mengoreksi penyimpangan melalui tindakan perbaikan( Taking Corrective Action). (6) Employee Attitudes Standards. Recognizing Problems. . the manager should take corrective action to eliminate the problem causing this substandard performance. dan (7) Social Responsibility Standard. fokus kepada produksi dari unit-unit organisasi yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

Berdasarkan uraian di atas. oleh karena itu setiap . dan (5) Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi. William H. (4) Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik.Masih menurut Certo dan Certo (2006:485). dan influencing. maka dapat diambil satu kesimpulan bahwa proses pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan kegiatan organisasi. setelah pemimpin mengenali dengan baik masalah dan gejala-gejalanya. Selanjutnya uraian dari Certo & Certo tentang proses pengawasan tersebut diragakan pada gambar berikut Gambar 4 The Controlling Subsystem Sumber : Certo & Certo (2004:483) Sementara itu. (2) membuat suatu struktur organisasi yang tepat sesuai dengan rencana dan kondisi objektif. Tindakan korektifnya menurut Certo & Certo dapat meliputi seperti: (1) memodifikasi rencana lama dengan rencana baru yang lebih tepat. organizing. tindakan korektif dapat dilakukan dengan memusatkan pada tiga fungsi manajemen. dan (3) merestrukturisasi suatu program yang dapat merangsang pegawai untuk meningkatkan kinerjanya dan memastikan pegawai yang memiliki kinerja tinggi diberikan penghargaan yang lebih dibandingkan pegawai yang memiliki kinerja rendah. 1995:367) mengemukakan lima langkah dasar yang dapat diterapkan untuk memahami pengawasan sebagai suatu proses atau mekanisme kontrol dari suatu kegiatan. yaitu: (1) Merumuskan hasil yang diinginkan. Newman (dalam Handoko. (3) Menetapkan standar petunjuk dan hasil. yaitu planning. (2) Menetapkan petunjuk/prediktor hasil.

sesuai dengan apa yang menurut rencana akan terjadi. pembimbingan.pimpinan harus dapat menjalankan fungsi pengawasan sebagai salah satu fungsi manajemen. dan lain?lain kendala di masa yang akan datang. serta seberapa besar pekerjaan yang dilaksanakan telah sesuai dengan perencanaan yang tela ditetapkan. Karena diperlukan. Pengawasan ini seperti telah dikemukakan terdahulu dimaksudkan untuk mengusahakan pelaksanaan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. kriteria. Arti dari pendapat Tjokroamidjojo di atas adalah bagaimanapun matangnya perencanaan tanpa dibarengi dengan pelaksanaan pengawasan yang baik maka akan sukar menentukan dengan jelas seberapa besar penyimpangan ataupun permasalahan yang ada. pemborosan. dkk (1999:82?83) menyebutkan mengenai betapa pentingnya pengawasan bagi pelaksanaan manajemen dan pekerjaan. penyalahgunaan. penyelewengan. norma. Mengenai pentingnya pelaksanaan pengawasan untuk mensukseskan rencana. Perencanaan dan pengawasan boleh dikatakan tidak dapat kita pisahkan satu sama lain. kebocoran. ³pengawasan ialah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya´. Dengan demikian melalui pengawasan dapat diawasi sejauh mana penyimpangan. Pengontrolan ini merupakan salah satu fungsi manajer. Dengan demikian peranan pengawasan sangat menentukan baik buruknya pelaksanaan suatu rencana. pembuatan keputusan. dengan mengungkapkan bahwa: Pengawasan adalah salah satu fungsi dalam manajemen untuk menjamin agar pelaksanaan kerja berjalan sesuai dengan. h seperti halnya menurut Siagian (1989:135) bahwa. Jadi keseluruhan pengawasan adalah aktivitas mem bandingkan apa yang sedang atau sudah dikerjakan dengan apa yang direncanakan sebelumnya. Winardi (2000:172) mengungkapkan bahwa: ³pengawasan berarti membuat sesuatu terjadi. . kekurangan. di samping fungsi?fungsi lainnya: perencanaan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh The Liang Gie (1972:90) bahwa: Controlling?pengontrolan adalah aktivitas dalam manajemen berupa pekerjaan memeriksa. mencocokkan dan mengusahakan agar pekerjaan?pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana serta hasil yang dikehendaki. Lebih penting daripada itu ialah mengetahui apa sebabnya. dan mereka ibarat: kembar siam dalam bidang manajemen´. standar dan ukuran. standar yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi akan memberikan implikasi terhadap pelaksanaan rencana. kemubaziran. Apabila terdapat penyimpangan?penyimpangan atau persoalan?persoalan dapat diketahui sampai berapa jauh penyimpangan atau masalah tersebut dibanding dengan perkiraan semula. dan tujuan baru dapat diketahui tercapai dengan baik atau tidak setelah proses pengawasan dilakukan. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Handayaningrat (1995:21) bahwa: ³pengawasan dimaksudkan untuk mengetahui hasil pelaksanaan pekerjaan sedapat mungkin sesuai dengan rencana´. sehingga pelaksanaan rencana akan baik jika pengawasan dilakukan secara baik. Demikian halnya Tjokroamidjojo (1984:195) yang mengemukakan bahwa: Salah satu aspek yang penting dalam pelaksanaan rencana sebagai bagian dari proses perencanaan yang menyeluruh adalah pengawasan. Kemudian perlu diambil langkah?langkah kebijakan korektif. pengkoordinasian dan penyempurnaan. Sedangkan Syafie.

dapat diketahui bahwa pengawasan yang dilakukan seorang pimpinan organisasi adalah untuk mewujudkan peningkatan efektivitas. Manajemen dan Motivasi. penyimpangan. Travis Certo. A. Nanang. penyelewengan. Jakarta : Pusdiklat Pegawai Depdikbud. W. Bohari. & S. Singapore : McGraw Hill Inc. Landasan Manajemen. Jakarta : Balai Aksara. penyelewengan. Wayne F. penyimpangan. Singapore: McGraw-Hill International Editors Certo. Texas: Business Publication. Michael. Bandung : Rosda Karya Gibson. seperti yang disampaikan oleh Lembaga Administrasi Negara (1996:159) bahwa: Hasil pengawasan harus dijadikan masukan oleh pimpinan dalam pengambilan keputusan. Erlangga. Russell. hambatan dan ketidaktertiban tersebut. (1992). dengan demikian pimpinan organisasi dapat mengambil sikap apabila ditemukan suatu penyimpangan. Profit. .. Donnelly. John. Jakarta : Rajawali Press. untuk: 1. 1998. Jakarta : Erlangga. Bernardin. Amstrong. Gibson. Managing Human Resources: Productivity.Berdasarkan pendapat tentang pengawasan dari para ahli sebagai mana diuraikan di atas. 1989. Performance Management. Menghentikan atau meniadakan kesalahan. 1990. Jakarta. pemborosan. Jakarta : Erlangga. Casio. Donnelly. Hasil dari pelaksanaan pengawasan dapat dijadikan sebagai masukan bagi pimpinan organisasi untuk melakukan suatu tindakan. K & J. Newstrom. London: Kogan Page Ltd. H. James L. pemborosan. Mencari cara?cara yang lebih baik atau membina yang telah baik untuk mencapai tujuan dan melaksanakan tugas?tugas organisasi. Modern Management. Manajemen Edisi Sembilan Jilid 1. John & Joyce E. Human Resource Management. Daftar Pustaka Agus Dharma. Fattah. rasionalitas dan ketertiban dalam pencapaian tujuan dan pelaksanaan tugas organisasi. Perencanaan Pelatihan. 1993. 1994. 1996. Perilaku dalam Organisasi. and Ivancevich. efisiensi. Pengawasan Keuangan Negara. Fundamental of Management. 1999. 2. Alih Bahasa: Zuhad Ichyaudin. Ivancevich & Donnelly. Pearson Prentice Hall. 3. Gibson. Organisasi Jilid I. Quality of Work Life. 1992. Samuel C.. hambatan dan ketidaktertiban. James H. 1997. Mencegah terulangnya kembali kesalahan. 1994. Buchari Zainun. Terjemahan. dan Ivancevich. Terjemahan Darkasih. 2006. Davis.

Organizational Behavior. Bandung : Angkasa . Trejemahan Deddy Jacobus. Bandung : Penerbit Agnini.Gomes. Viktor dan Jusuf Juhir. 1999. Veithzal. Harahap. Manajemen Sumber Daya Manusia Jilid I dan II.. Maman Ukas. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Dasar-dasar Manajemen.. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. California. Ricky W. Situmorang. Yogyakarta: Andi Offset. 2nd Edition. Manajemen. T. Menjadi Pemimpin Efektif: Dasar untuk Manajemen Partisipatif dan Keterlibatan Karyawan. 2005. Hand Book in Research and Evaluation. Gordon. M. 2001. Prawirosentono. Fred. WB. 1994. Jakarta: Toko Gunung Agung.. 1990. Singapore. Griffin. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Rusli Syarif. Aspek Hukum Pengawasan Melekat dalam Lingkungan Aparatur Pemerintah. Jakarta: Penerbit Erlangga. Manajemen Sumber Daya Manusia. Prinsip dan Aplikasi. Jakarta: Pustaka Quantum. 2002. Terjemahan Alex Tri Kantjono Widodo. Hani. Indra. Medan: Monara. Jilid II/Edisi Ketiga. Pam. 1983. Kepemimpinan : Menguasai Keahlian yang Anda Perlukan dalam 10 menit. Thomas. Management. Jakarta. Jilid 2. Jackson. 1987. Buku Pintar Manajemen Kinerja. Jakarta : Metalexia Publishing & PT Qreator Tata Qarakter. 1994. Manullang. 1985. M. Jakarta: PT Rineka Cipta. Boston: Houghton Miffin. Performance Appraisal. Yogyakarta: Andi Copyright. Suryadi. Faustino Cardoso. Isaac. 1995. Koontz. Sofyan Syafri. 2000. Rivai. Luthans. S & Michael. Edisi 2. Terjemahan: Gunawan Hutauruk. 2003. USA: Edit Publishers Jones. Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia. 1996. Kerlinger F. & John H. 2003. Manajemen. 2002. Terjemahan Anthony R. Foundation of Behavioral Research (terjemahan) Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press. 1977.N. Penerbit Salemba Empat. Handoko. Mathis. Mc Graw-Hill Book Co. 2004. Manajemen: Konsep. Yogyakarta: BPFE. Teknik Manajemen Latihan dan pembinaan. Elizabeth. I991. 1986. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Husein Umar. Sistem Pengawasan Manajemen. Harold & Cyril O¶Donnel & Heinz Weihrich. Yogyakarta: BPFE. 5th ed. O¶Leary. Kebijakan Kinerja Karyawan. Robert R. Evaluasi Kinerja Perusahaan.

S. 1994.. Winardi. Filsafat Administrasi. Yogyakarta: YKPN Supranto John. Sistem Manajemen Kinerja: Performance Management System. San Francisco: Jersey-Bass Publisher Stoner. Panduan Praktis untuk Merancang dan Meraih Kinerja Prima. Terry. Safrudin. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. 1997.. Richard N. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Menaikan Pangsa Pasar. 2001.P. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama S. Manajer dan Manajemen. Organizational Behavior a Global Perspectives. Pemerintah Daerah dan Pembangunan.. Jakarta: Gunung Agung. Bandung: Penerbit Alumni. 1965. and Keeps. Ruky. Sondang P. Asas-asas Manajemen Alih Bahasa. Stolovitch. Simamora. Silalahi. Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Djamaluddin Tandjung dan Supardan Modeong. Ilmu Administrasi Publik. 1999. Jakarta : Rineka Cipta. 2001. A. Sedarmayanti. and Edward R. Bandung: Citra Aditya Bakti.. Djakarta: Gunung Agung. Editor: Heru Sutejo. Freeman. 2001. Hunt. Harold D. George R. James G. Teori dan Dimensi. Bakowatun dan Benyamin Molan. Handbook of Human Performance Technology A Comprehensive Guide for Analysis and Solving Performance Problem in Organizations. 1989. Bandung: Sumur. Winardi. Sadili Samsudin. Zeffane. Kamus Administrasi. Ulbert. 1972. Wood. 2002. Ateng. Henry. Perencanaan Pembangunan. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Jakarta: Haji Mas Agung. 1983. Bintoro. 2004 Manajemen Sumber Daya Manusia. 1992. Manajemen. Zulian Yamit. 2001. Jakarta : Intermedia Syafie. Inu Kencana. F. 2005. 1986. Manajemen Sumber Daya Manusia. and Osborn. The Liang Gie. Bandung Pustaka Setia. Schermerhorn. Jilid 2. Australia : John Willey & Sons. M. Tjokroamidjojo. 1984. James A. Edisi Kelima. John R. Bandung: Mandar Maju.. Jack & Joseph Wallace & Rachid M. 2001. Jakarta: Bumi Aksara. Yogyakarta: Penerbit Ekonesia . Studi Tentang Ilmu Administrasi: Konsep. Jakarta: Rineka Cipta. Managing Organizational Behavior.. Erica J. New York: John Willey & Son Siagian. 2000. Alih Bahasa: Wilhelmus W.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful