P. 1
Pautan Dan Pindah Silang

Pautan Dan Pindah Silang

|Views: 2,451|Likes:
Published by Fachri Sani Haris

More info:

Published by: Fachri Sani Haris on Jun 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2013

pdf

text

original

PAUTAN (Linkage) DAN PINDAH SILANG (Crossing Over

)   

Setiap individu / spesies memiliki jumlah kromosom yang berbeda-beda dan terbatas. berbedaterbatas. Lalat drosophila 4 psng, kacang ercis 7 psng, psng, psng, manusia 23 pasng Setiap kromosom mengandung berpuluh-puluh, berpuluh-puluh, beratus-ratus, beratus-ratus, bahkan beribu-ribu gen beribuGenGen-gen tsb terletak pada kromosom, kromosom, sehingga tidak diturunkan secara bebas, bebas, karena yg bersegregasi secara bebas saat meiosis ialah kromosom utuh. Oki hanya gen utuh. yg terletak pada kromosom berlainan yg dpt bersegrasi secara bebas  

Apabila kita ingat pada percobaan dan terjadinya Hk. Mendel, sifat ² sifat yg diamati adalah yg terletak pada kromosom berlainan shg bersegregasi secara bebas. Andaikan sifat-sifat yg diamati Mendel sifatitu terletak pada kromosom yg sama, maka mungkin tidak akan mendapatkan rasio fenotip 9:3:3:1 pada F2 nya, shg hk pemisahan secara bebas tidak berlaku.  

Pautan=Linkage merupakan 2 gen yg terletak pada kromosom yg sama tidak dpt bersegregasi seara bebas dan cenderung diturunkan bersama. Kekuatan pautan tergantung pada jarak gen antara gen-gen yg berpautan gen- 

Misal: genMisal: gen-gen A, B, C terletak pada kromosom yg sama dg jarak sbg berikut: berikut:

A

B

C

Kekuatan pautan A-B 2x lebih erat drpd B-C dan 3x lebih erat drpd A-C Penemuan oleh Morgan ini menyebabkan timbul teori susunan linier dr gen dan konstruksi peta genetik dan peta pautan   

Untuk mengetahui ada tidaknya pautan harus dilakukan uji silang (test cross). Bila kedua gen berpautan maka kombinasi parental pasti melampaui 50%, sedangkan rekombinasi akan lebih kecil dari 50%. Besarnya rekombinasi menunjukkan kuat lemahnya pautan, sehingga menunjukkan pula jarak antara kedua gen tersebut Rekombinasi antara gen-gen dpt terjadi genkarena adanya pindah silang yg diikuti oleh patah dan melekatnya kembali kromatida2 sewaktu profase dlm pembelahan meiosis 

Contoh uji silang pada jagung C = biji berwarna, berwarna, c = tak berwarna S = biji tak keriput s = biji keriput Varietas jagung yg bijinya berwarna dan tak keriput, keriput, disilangkan dengan varietas yg bijinya tak berwarna dan keriput. Kemudian F1 nya diuji silang. Rasio keriput. silang. fenotipik pada F2 nya: nya: berwarna, berwarna, tak keriput = 4032 tanaman tak berwarna, keriput berwarna, = 4035 tanaman berwarna, berwarna, keriput = 149 tanaman tak berwarna, tak keriput berwarna, = 152 tanaman 8368 tanaman  

Kombinasi parental (berwarna, tak keriput dan tak berwarna, keriput) biasanya yg menunjukkan jumlah yg lebih banyak drpada jumlah Rekombinasi (berwarna, keriput dan tak berwarna, tak keriput). Bila gen C dan S tak berpaut, maka hasil uji silang seharusnya memberikan rasio fenotipik 1 : 1 : 1 : 1 atau kombinasi parental : rekombinasi = 50% : 50% 

Kombinasi Parental

C S c s c c s s

= 4032 = 4035 = 8067

(8067/8368) x 100% = 96,4% Rekombinasi C s c s c c S s

= 149 = 152 301

(301/8368) x 100 = 3,6%   

Kombinasi parental lebih dari 50%, berarti gen C dan S terletak pada satu kromosom sama, demikian pula utk c dan s Rekombinasi 3,6% menunjukkan frekuensi pindah silang Gambar peta genetis, 1% rekombinasi disamakan dg 1 unit peta atau 1 Morgan. Rekombinasi 3,6% yg diperoleh menunjukkan bahwa jarak gen C dan S adalah 3,6 satuan peta.
C S

Pindah silang (Crossing Over) 

Pada saat pembelahan meiosis masingmasingmasing kromosom mengalami duplikasi membentuk 2 kromatid, kromosom homolog bersinapsis dan pindah silang terjadi antara 2 kromatid yg tidak sejenis. Proses terakhir meliputi pematahan dan penyambungan kembali kedua kromatida yg pindah silang itu sedang yg lainnya (bagian terluar tak mengalami perubahan)

A A B

B

A A A B b

b

A

b

a a

B b a a B b

a

B

a

b

PEMETAAN KROMOSOM  

Biasanya menggunakan three point test cross yg menggunakan 3 gen pada kromosom yg sama Bila jarak gen ² gen tersebut lebih dari 10 unit maka akan terjadi double crossing over (pindah silang ganda) 

Pindah Silang Ganda
A A B B

A A B

B

A

B

a a b

b

a

b

a

b a b 

Agar terdeteksi adanya pindah silang ganda harus ada gen ketiga
A A C B C B

A A C B

c

B

A

c

B

a a c b

C

b

a

C

b

a

c

b a c b 

Pindah silang tunggal A-C AA A C B C B

A A A a a C C c c B B b b

c

b

A

c

b

a a C B

C

B

a

c

b a c b 

Pindah Silang Tunggal C-B CA A C B C B

A A A a a C C c c B B b b a c

C

b

A

C

b

a B

c

b

a

c

b a c b 

Pada drosophila b = tubuh black vg = sayap vestigial cn = mata cinnabar Lalat betina black, cinnabar, vestigial disilangkan dengan jantan normal, kemudian F1 betina heterosigotik di test cross dg jantan blac, cinnabar, vestigial. Haslnya berikut ini  

      

+ b b + b + + b

+ + normal cn vg black,cinabar,vestigial + + black cn vg cinnabar, vestigial cn + black, cinnabar + vg vestigial cn + cinnabar + vg black, vestigial

332 n.Co 326 82,25% 35 s.c.o b-cn 31 8,25% 36 s.c.o cn-vg 34 8,75% 4 d.c.o 0,75% 2 800 

Jarak antara b³cn = 8,25% + 0,75% = 9% atau 9 m.u cn ² vg = 8,75% + 0,75% = 9,5% atau 9 m.u b ² vg = 9 m.u + 9,5 m.u. = 18,5 m.u

Gambar peta
b 9

cn 9,5

vg 

Dari hasil ini dapat dilihat bahwa tanpa menggunakan mutan cinnabar jarak yg akan diperoleh yaitu 17 unit bukan 18,5 hal ini karena tidak terdeteksinya d.c.o (double crossing over)

KOINSIDENSI DAN INTERFERENSI  

Bila 2 gen letaknya berdekatan, tidak akan terjadi double crossing over. Dg kata lain CO pd satu sisi rupanya menghalang-halangi CO pd menghalangjarak tertentu pd kedua sisi. Efek penghalangan ini disebut Interferensi. Pd drosophila penghalangan terjadinya CO yg kedua dlm jarak ± 10 unit dan berangsur berkurang sejalan makin jauhnya jarak gengengen. Interferensi terbesar terdapat di dekat sentromer dan pada ujung kromosom 

Derajat kekuatan interferensi dinyatakan dg koefisien dari koinsidensi jd: D.c.o yg diamati O E

Koefisien koinsidensi =

= D.c.o yg diharapkan

crosing over b ² cn (+d.c.o) 9 % Persen crossing over cn ² vg (+d.c.o) 9,5 % D.c.o yg diharapkan bila tak ada interferensi  (0,09 x 0,095) 0,86 % Jumlah D.c.o yg diharapkan (E) (0,86% dr 800) 7,0 Junlah D.c.o yg diamati (dr data) (O) = (0,75/100) x 800 = 6,00 Koefisien dr koinsidensi = 6/7 = 0,86 Bila interferensi berkurang koinsidensi meningkat. Koinsidensi bervariasi antara 0 (penghalangan total) sampai 1 (tak ada penghalangan sama sekali). Koinsidensi + Interferensi = 1 
Persen

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->