P. 1
Kelas08 Bahasa Indonesia Bahasa Kebanggaanku Sarwiji

Kelas08 Bahasa Indonesia Bahasa Kebanggaanku Sarwiji

|Views: 35,511|Likes:
Published by sidavao

More info:

Published by: sidavao on Jun 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2014

pdf

text

original

Setelah mempelajari materi pokok pembelajaran berikut ini, kamu diharapkan dapat:

memahami garis besar karakter tokoh yang akan diperankan

bermain peran dengan cara improvisasi sesuai dengan kerangka naskah yang

ditulis siswa.

Pada pembelajaran terdahulu, kamu sudah mempelajari bagaimana
bermain peran berdasarkan naskah drama yang ditulis oleh temanmu. Pada
pembelajaran tersebut, pemeranan berpedoman pada apa yang terdapat dalam
naskah. Semua dialog, gerakan tubuh, maupun gestur sesuai dengan yang tertera
dalam naskah, tidak ada improvisasi dalam pemeranan itu.

Improvisasi dalam bermain peran perlu dilakukan. Hal ini akan membuat
pemeranan menjadi lebih hidup dan lebih menarik. Pemeranan akan tampak
wajar, luwes, dan tidak kaku. Improvisasi boleh dilakukan, tetapi jangan sampai
terlalu jauh dari kerangka naskah drama.

43

Pemerintahan

1.Memahami Garis Besar Karakter Tokoh yang akan Diperankan

Agar pemeranan tidak terlalu menyimpang dari kerangka naskah
drama, seorang pemain harus memahami dan menghayati garis besar
karakter tokoh dan setting dalam naskah drama. Dengan begitu, ketika
berimprovisasi pemain tetap akan terikat oleh kerangka naskah drama itu.

Latihan

Pilihlah salah satu naskah drama yang telah dibuat temanmu untuk
diperankan. Bentuklah kelompok yang jumlah anggotanya sesuai dengan
jumlah tokoh dalam naskah drama. Sebelum memerankan naskah drama
tersebut lakukan kegiatan-kegiatan berikut ini!

a. Bacalah naskah drama itu secara keseluruhan.

b. Bacalah dialog tokoh yang akan kamu perankan.

c. Pahami isi dialog secara garis besar.

d.Hayati karakter tokoh sesuai dengan tokoh yang akan kamu perankan.

e.Lakukan dialog antartokoh tanpa menggunakan naskah.

2.Bermain Peran dengan Cara Berimprovisasi

Setelah beberapa kali kamu lakukan latihan dialog tanpa naskah,
sekarang lakukan latihan bermain peran sesuai dengan kerangka naskah
drama. Improvisasi dapat dilakukan dengan dialog yang komunikatif
dengan pelaku lain atau dapat pula melalui gerakan-gerakan yang
menambah kesan menarik dan wajar dalam pemeranan itu.

Lakukan kegiatan bermain peran di depan kelas dengan improvisasi
yang menarik. Sementara temanmu bermain peran di depan kelas, berikan
penilaian terhadap penampilan kelompok lain dengan menggunakan
pedoman penilaian berikut ini!

44

Bahasa Indonesia, Bahasa Kebanggaanku Kelas VIII SMP dan MTs

Pedoman Penilaian

Bermain Peran Berdasarkan Naskah Drama

Nama Kelompok

:................................................

Anggota Kelompok

:................................................

................................................

No

Komponen

Skor

12

3 4 5

1.

Ucapan terdengar dengan jelas oleh penonton.

2.

Intonasi bervariasi sesuai dengan tuntutan
naskah.

3.

Dapat mengatur jeda dengan tepat
sehingga kalimat-kalimat yang diucapkan
mudah ditangkap penonton.

4.

Intensitas suara dan kelancaran berbicara
tidak berkurang sampai akhir pementasan.

5.

Pemunculan pertama mantap dan
memberikan kesan yang menarik.

6.

Ekspresi wajah sesuai dengan karakter tokoh.

7.

Memanfaatkan ruang yang ada untuk
memosisikan tubuh (blocking) pada saat
pementasan.

8.

Pandangan mata, ekspresi wajah, dan
gerak anggota tubuh sesuai dengan
karakter tokoh.

9.

Gerakan bersifat alamiah dan tidak dibuat-buat.

10.Penghayatan yang mendalam sesuai
dengan karakter tokoh

Jumlah

Keterangan: Nilai : Jumlah Skor x 2 = ....

45

Pemerintahan

Pengayaan

Bentuklah kelompok yang jumlah anggotanya sesuai dengan jumlah tokoh
dalam penggalan drama berikut ini. Bagilah peran yang sesuai dengan
karakter tokoh. Hayati karakter tokoh yang akan kamu perankan.
Siapkan segala sesuatu yang akan dipergunakan dalam bermain peran.
Kalau memungkinkan riaslah para pelaku sesuai dengan tokoh yang akan
diperankan. Bermain peranlah bersama teman dalam kelompokmu! Ingat
kamu boleh berimprovisasi. SELAMAT BERMAIN PERAN!

Ken Arok

Karya Saini K.M.

Babak XI

Di Kediri, Kertajaya dihadap oleh pembantu-pembantunya, yaitu Mpu Aditya,

dan Mpu Narayana. Siang.

Adegan I

Kertajaya

:Saya tidak menduga kaum Brahmana sudah begitu
bejat. Mereka menyangka, mereka akan lolos dari
perbuatan ini.

Mpu Narayana:Mereka mencari kehancuran sendiri.

Kertajaya

:Ya. Setelah peristiwa ini sudah tidak ada lagi yang
bernama Brahmana di bumi Kediri. Pajak-pajak dapat
disalurkan kepada hal-hal yang lebih berguna bagi anak
negeri.

Mpu Narayana:Saya harap Mahisa Walungan dan Gubar Baleman
sudah dapat menangkap mereka dalam tiga hari ini.
Saya ingin sekali melihat muka Mpu Sridhara dan Mpu
Pamor. Saya ingin bertanya pada mereka, apakah
mereka tidak kehilangan ingatan.

Kertajaya

:Mereka sinting dan jahat. Bayangkan, mereka
membunuh Akuwu Tumapel. Dapatkan kalian
membayangkan kebejatan seperti ini?

46

Bahasa Indonesia, Bahasa Kebanggaanku Kelas VIII SMP dan MTs

Mpu Aditya

:Mungkin gagasan gila itu tidak datang dari mereka,
maksud saya Sridhara dan Pamor, melainkan dari
Lohgawe, pendeta dari Jambudwipa itu.

Kertajaya

:Tidak mustahil, saya kenal dengan Sridhara dan Pamor.
Terutama Pamor, benar-benar saya tidak bisa percaya.

Mpu Narayana:Saya kira Lohgawe inilah Biang keladinya.

Kertajaya

:Ah, semoga pasukan kita dapat menangkap mereka
hidup-hidup. Saya ingin menghukumnya hingga
berpuluh tahun kemudian anak negeri akan tetap ingat.
Saya ingin menjadikan penghukuman itu sebagai
peringatan dan pelajaran bagi kaum Brahmana
khususnya, anak negeri umumnya.

Mpu Narayana:Mereka pantas dicincang!

Kertajaya

:Lebih dari itu. Bayangkan, mereka berkomplot dengan
perampok dan membunuh Tunggul Ametung,
bawahanku yang baik itu.

Mpu Aditya

:Lalu mereka menyatakan berdirinya kerajaan baru.
Saya masih sukar untuk percaya, bahwa ini benar-benar
terjadi.

Mpu Narayana:Kita hanya bisa percaya kalau mereka sinting.

Kertajaya

:Mereka bermain-main dengan mendorong roda sejarah.
Disangka mereka akan bebas. Mereka akan tergilas
sendiri.

Adegan II

Masuk pembawa berita. Menyembah.

Kertajaya

:Ada apa?

Pembawa berita:Ampun beribu ampun, Gusti Prabu, hamba membawa
berita duka dari medan perang.

Kertajaya

:Katakan!

Pembawa Berita:Panglima Gubar Baleman gugur, Gusti Prabu.

Kertajaya

:Ya Dewata Raya! Ia gugur dalam melaksankan dharma
ksatrya.

Mpu Aditya

:Bagaimana sampai Panglima Baleman gugur? Rasanya
tidak mungkin! Bukankah lawan hanya segerombolan
petani yang kena hasut?

47

Pemerintahan

Pembawa Berita:Bukan segerombolan Yang Mulia, beribu-ribu. Betapa
pun gagah perwiranya prajurit-prajurit Kediri,
menghadapi jumlah yang berlipat-lipat itu kewalahan
juga.

Kertajaya

:Tutup mulutmu, utusan. Kau tak berhak memberikan
penjelasan!

Pembawa Berita:Ampun beribu ampun, Gusti Prabu. Hamba mohon diri.
Tugas hamba sudah selesai.

Kertajaya

:Pergi. Cepat.

Adegan 3

Pembawa Berita pergi.

Kertajaya

:Jangan terlalu cemas, Aditya, Narayana. Mahisa
Walungan akan bisa mengurus petani-petani kena hasut
itu. Gugurnya Gubar Baleman hanya karena kesialan
saja. Tak ada yang salah dengan pasukan kita. Jangan
khawatir.

Mpu Narayana:Kita benar-benar harus mencincang Lohgawe itu.

Kertajaya

:Sabarlah, saatnya akan tiba.

Mpu Aditya

:Saya kira dari dialah datangnya gagasan membebaskan
rakyat dari pajak-pajak.

Kertajaya

:Gagasan gila! Bagi seorang pemimpin itu berarti
menggali lubang kubur sendiri. Dari mana ia akan
menggaji para punggawa? Prajurit mana mau
bertempur tanpa mendapatkan upah? Sungguh
gagasan gila. Hanya pada saat-saat pertama saja petani-
petani ini mau angkat senjata, di musim mengerjakan
sawah mereka akan berhenti bertempur, karena mereka
tahu, mereka akan mati kelaparan kalau terus
bertempur.

Mpu Narayana:Sukar dipercaya, sungguh. Kalau tidak gila mereka itu
apa?

Kertajaya

:Gila atau goblok, mereka harus bayar mahal di Kediri

ini.

48

Bahasa Indonesia, Bahasa Kebanggaanku Kelas VIII SMP dan MTs

Adegan 4

Satu lagi Pembawa Berita Muncul. Ia menangis.

Kertajaya

:Apa yang terjadi?

Pembawa Berit:Celaka, Gusti. Adinda Gusti, Mahisa Walungan, gugur.

Mpu Narayana:Ya Dewata Raya!

Mpu Aditya

:Ini tidak dapat dibiarkan!

Pembawa Berita:Dia sedang bergerak ke sini, dengan pasukannya yang
besar.

Kertajaya

:Siapa dia?

Pembawa Berita:Betara Guru, Gusti.

Kertajaya

:Apa, Betara Guru?

Pembawa Berita:Panglima pasukan musuh bernama Batara Guru, Gusti.

Kertajaya

:(tertegun) Narayana, Aditya, kita akan mengungsi.

Mpu Narayana:Ke mana Gusti?

Kertajaya

:(Berjalan ke arah singgasana, tertegun) Tak ada tempat
lain untuk mengungsi, selain Dewalaya. (menusuk
dadanya dengan keris).

Aditya/Narayana: Gusti! (Kertajaya tewas. Black Out)

49

Pemerintahan

Uji Kompetensi

1.Cermatilah denah berikut ini!

Berilah tanda silang huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling
tepat!
1)Di sebelah barat lapangan terdapat ....
a.danau
b.Desa Sukorejo
c.Desa Tamansari
d.Desa Bumi Indah
2)Pernyataan berikut ini yang benar sesuai dengan peta di atas adalah ....
a.penduduk Desa Sukorejo apabila pergi ke danau harus melewati
jembatan
b.jembatan menghubungkan Desa Tamansari dengan Desa Bumi

Indah

c.Lapangan terletak di sebelah barat danau dan terletak di sebelah
timur Desa Sukorejo
d.di sebelah utara selatan Desa Bumi Indah terdapat aliran sungai

Desa Sukorejo

Lapangan

Desa Bumi Indah

Desa Taman Sari

U

50

Bahasa Indonesia, Bahasa Kebanggaanku Kelas VIII SMP dan MTs

3)Sungai yang berada tepat di bawah jembatan membujur dari arah ....
a.barat-timur
b.timur-barat
c.utara-selatan
d.atas-bawah
4)Desa Sukorejo berseberangan dengan ....
a.danau
b.Desa Tamansari
c.lapangan
d.Desa Bumi Indah
5)Pernyataan berikut ini yang tidak sesuai dengan peta di atas adalah ....
a.Desa Bumi Indah terletak di sebelah utara Desa Tamansari
b.Desa Sukorejo terletak di sebelah timur lapangan
c.Penduduk ketiga desa itu jika akan ke lapangan harus melewati
jembatan
d.Desa yang paling dekat dengan lapangan adalah Desa Bumi Indah

2.Tulislah naskah drama satu babak hasil gagasanmu sendiri dengan
memperhatikan kaidah penulisan nakah drama.

Pantai Parangtritis

52

Bahasa Indonesia, Bahasa Kebanggaanku Kelas VIII SMP dan MTs

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->