makalah

TUGAS MAKALAH RODA GIGI

Disusun oleh : Arjuna Feri Chandra Ghalih Ghanda Saputra Hikmat Wildasyah Iman Nugraha M. Wasi Jamaluddin Rahman Sidik

POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG 2009

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena atas rahmat dan ridha-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan tema roda gigi. Makalah ini disusun berdasarkan literatur baik dari media internet maupun dari literatur buku. Makalah ini dapat terselesaikan atas kerjasama rekan – rekan satu kelompok. Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangannya karena keterbatasan penulis sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan, masukan oleh berupa karena kritik itu yang penyusun bersifat mengharapkan adanya

membangun sehingga makalah ini penyusunannya akan lebih baik dimasa mendatang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Amin.

Bandung, Maret 2009

Penulis

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Roda Gigi adalah salah satu elemen mesin yang sering

ditemukan di mesin – mesin sebagai pemindah gerak (terutama putaran). Oleh karena itu, perlu adanya pengetahuan yang cukup agar dapat memahami prinsip kerja suatu mesin yang dilengkapi dengan roda gigi . Dengan dibentuknya makalah ini, diharapkan mahasiswa dapat mengetahui konsep dasar tentang roda gigi. 1.2. Tujuan Untuk mengenal roda gigi dan jenis-jenis roda gigi. Untuk mengetahui prinsip dasar dari kerja roda gigi. Untuk mengetahui cara pembuatan roda gigi. 1.3. Perumusan Masalah Dari permasalahan diatas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan utama, yaitu:
1.

Apa fungsi dari roda gigi? Apa saja jenis dari roda gigi ? Bagaimana prinsip kerja dari roda gigi ? Bagaimana cara pembuatan roda gigi ? Bagaimana cara perhitungan dalam roda gigi?

2.
3. 4. 5.

(Vc) yang sama pada lingkaran singgung sepasang roda gigi. Prinsip kerja Konstruksi roda gigi mempunyai prinsip kerja berdasarkan pasangan roda gerak.Bab 2 Isi 1. Bentuk gigi dibuat untuk menghilangkan keadaan slip. Lingkaran singgung ini disebut lingkaran pitch atau lingkaran tusuk yang merupakan lingkaran . daya atau tenaga pada suatu sistem transmisi antara penggerak dengan yang digerakan dimana mempunyai ciri dan bentuk (profil khusus). sehingga transmisi putar dan daya dapat berlangsung dengan baik. Selain itu dapat dicapai kecepatan keliling. 2. Definisi Roda gigi adalah salah satu jenis elemen transmisi yang penting untuk suatu pemindahan gerak (terutama putaran).

maka profil gigi harus mempunyai bentuk yang teratur sehingga kontak gigi berlangsung dengan mulus. sehingga kaitan antara gigi dapat berlangsung dengan baik. tidak dapat dibuat semaunya . melainkan mengikuti kurva-kurva tertentu yang dapat menjamin terjadinya kontak gigi dengan baik. Pada sepasang roda gigi maka perlu diperhatikan. Untuk mendapatkan keadaan transmisi gerak dan daya yang baik. Agar memenuhi hal tersebut dikenal 3 jenis konstruksi profil gigi. bahwa jarak lengkung antara dua gigi yang berdekatan (disebut "pictch") pada kedua roda gigi harus sama. tapi berperan penting dalam perencanaan konstruksi roda gigi. Bentuk lengkung pada suatu profil gigi. Oleh karena itu profil gigi dibuat dengan bentuk geometris tertentu. Profil Gigi. agar perbandingan kecepatan sudut antara pasangan roda gigi harus selalu sama.1. yaitu : 3.khayal pada pasangan roda gigi. 3. . Konstruksi kurva evolvent Adalah kurva yang dibentuk oleh sebuah titik yang terletak pada sebuah garis lurus yang bergulir pada suara silinder atau kurva yang dibentuk oleh satu titik pada sebuah tali yang direntangkan dari suatu gulungan pada silinder.

walaupun jumlah giginya berbeda. Dari keadaan konstruksi pasangan roda gigi. 1. 5.Keuntungan kurva evolvent. Profil sikloida digunakan karena cara kerja sepasang roda gigi sikloida sama seperti dua lingkaran yang saling menggelinding antara yang satu dengan-pasangannya. Dengan modul yang sama. maka pasangan dapat dipertukarkan. Kurva sikloida adalah kurva yang dibentuk oleh sebuah titik pada sebuah lingkaran yang menggelinding pada sebuah jalur gelinding. Konstruksi kurva sikloida. karena menggunakan sisi cutter (pisau potong) yang lurus. 2. Arah dan tekanan profil gigi adalah sama. 4. maka kurva sikloida dapat berupa : . Pembuatan profil gigi mudah dan tepat.2. Jika ada perubahan kepala gigi atau konstruksi gigi pada suatu pengkonstruksian perubahan dapat dilakukan dengan sutter (pisau pemotong). 3. 3. Ketepatan jarak sumbu roda gigi berpasangan tidak perlu presisi sekali.

(generating method) yaitu : Roda gelinding 1 (cutter) digunakan untuk membentuk profil roda gigi 2.3. Jumlah gigi dapat dibuat lebih sedikit.a. 3. kecuali yang dibuat berpasangan yang sama. Orthosikloida. lingkaran menggelinding pada jalur gelinding berupa sisi luar lingkaran. Mampu menerima beban yang lebih besar. Cocok digunakan untuk penggunaan presisi. Episikloida. Keausan dan tekan yang terjadi lebih kecil. lingkaran menggelinding pada jalur gelinding berupa sisi dalam lingkaran. b. Kurva dari jarak yang sama terhadap sikloida yang dibentuk oleh roda gelinding 2 terhadap jalur gelinding pasangannya. Keuntungan penggunaan profil sikloida : 1. c. roda gelinding 2 sebagai pasangan roda gelinding 1. Pada proses pembuatannya menggunakan roda gelinding berpasang. lingkaran menggelinding pada jalur gelinding berupa garis lurus. Profil equidistanta. 4. 2. Hiposikloida. . dan sebaliknya. 3. membentuk profil gigi roda 1. Profil gigi sikloida bekerja berpasangan dan dengan jarak sumbu yang presisi sehingga tidak dapat dipertukarkan dengan mudah.

8. Circular pitch : panjang busur lingkaran jarak antara pada dua gigi yang berdekatan (jarak bagi). dengan garis tekan. 1. Clearance : kelonggaran antara kaki gigi dengan tinggi kepala gigi yang saling menangkap. Konstruksi profil gigi ini digunakan pada suatu hubungan transmisi dari rasio yang besar misalnya .Profil ini dipakai konstruksi pasangan antara roda gigi profil dengan pena (pasangannya bukan berupa gj tapi berupa yang berjarak tera melingkar pada suatu roda). 5. 7. tapi satu roda gigi dengan satu roda pena rantai. Sudut tekan : sudut antara garis singgung jarak antara. Pitch circle : merupakan garis lingkaran bayangan. Dedendum : tinggi gigi dalam lingkaran jarak antara "tinggi kaki gigi" 6. untuk pemutar derek dan pasangan konstruksi bukan berupa dua roda gigi. Addendum : tinggi gigi diluar lingkaran jarak antara "tinggi kepala gigi". 3. . Backlash : perbedan antara lebar gigi yang saling menangkap pada lingkaran jarak antara. Batasan-batasan/istilah roda gigi. 4. Dan lebih umum lagi digunakan pada hubungan gigi dan rantai. jarak antara gigi yang harus bertemu/berimpit untuk sepasang roda gigi. Pitch diameter : diameter jarak antara diameter tusuk. 4. 2.

9. Panjang lintasan kontak : panjang garis kontak/garis tekan mulai dari titik 11. Lingkaran dasar : lingkaran yang menyinggung garis tekan dari pusat roda gigili. Garis tekan: garis yang dihasilkan dari hubungan titik-titik tekan dan memo tong titik singgung lingkaran jarak antara 2 roda gigi. m hf = dedendum Da = Diameter Luar Dp = Diameter pitch h = tinggi gigi ha = tinggi addendum hf = tinggi dedendum b = lebar gigi β = sudut helix m = modul t = jarak bagi gigi Keterangan .2)m ha = addedum = 1. 10.1 – 2. awal kontak gigi sampai titik lepas kontak gigi pada profil gigi yang tetap dan berputar. Perhitungan Diameter Luar (Da) Da = ( 2/cosβ ) m Diameter Pitch (Dp) Dp = 2. 5.m/cosβ Tinggi Gigi h = (2. .

2. selalu dibutuhkan atau untuk untuk operasi pengefraisan dengan pembagian mengefrais permukaan-permukaan (menyudut) dengan (pada) sudut yang tertentu. m Lebar gigi (b) b = 10. Ada beberapa teknik pembagian yang digunakan yaitu: 1. Perhitungan sederhana Perhitungan langsung Perhitungan sudut Perhitungan Diferensial 1. 4.Perhitungan sederhana .= 2. m Diameter dalam (Df) Df = Dp – 2hf Modul (m) m = t/π PROSES PERHITUNGAN PADA RODA GIGI Kepala pembagi adalah peralatan yang penting pada mesin frais. 3.

Contoh: Hitung Nc untuk 12 pembagian Nc = 40 40 4 2 6 = =3 = 3 =3 T 12 1 2 6 1 8 3 artinya putaran penuh dari ulir cacing 6 artinya lubang yang harus diputar 18 artinya jumlah lubang pada plat pembagi .Karena 40 putaran ( ratio 40:1 ) dari ulir cacing menghasilkan 1 putaran dari benda kerja. Dan ulir cacing harus diputar : Nc = 40 / T = ratio / T = i / T ( putaran) Ket: T = pembagian yang dikehendali i = ratio Nc= putaran ulir cacing Bila pembagian yang dikehendaki lebih dari 40 ulir cacing harus diputar kurang dari 1 putaran. Dan pecahan yang terakhir harus diubah sampai penyebutnya sama dengan salah satu jumlah pada plat index. Jika T kurang dari 40 pecahannya harus diubah menjadi sejumlah angka dan pecahan. Pembilangnya akan menunjukkan sejumlah lubang yang harus kita putar pada plat index untuk menambah beberapa putaran penuh yang diperoleh dari pembagian tersebut. maka untuk T pembagian yang sama dari benda kerja setiap pembagiannya adalah 1 : T = 1/T dari lingkaran.

5. Plat pembagi dibagi 2 : 1.2. Untuk 24 pembagian : 2. jumlah lubang pada pelat pembagi 24 lubang.24. Dengan alur V Biasanya memepunyai 24 atau 60 pembagian. Untuk mempermudah menempatkan posisi yang baru. plat pembagi mempunyai angka jumlah pembagian yang dapat dibuat pada salah satu sisinya.3. Contoh : pembagian yang dibuat 6.20.12. jumlah lubang pada pelat pembagi dibagi pembagian yang kita kehendaki. Jadi jumlah lubang yang diputar = 24 : 6 = 4 lubang.12. Proses pembagian langsung Dalam hal ini kepala pembagi yang digunakan adalah kepala pembagi universal dimana jumlah pembagian dan sudut putarnya dapat dibuat lebih banyak. 2.4.4.60.6. Untuk menghitung jumlah lubang yang dikehendaki pelat pembagi harus diputar untuk mencapai posisi yang baru. Pembagian-pembagian atau .8. Dengan lubang-lubang Mempunyai angka jumlah lubang yang digrafir pada pelat pembagi yakni di bagian melingkarnya.Perhitungan Langsung Untuk mempercepat pembuatan benda kerja (dengan) bersudut banyak digunakan kepala pembagi langsung karena kepal pembagi ini mempunyai pelat pembagi yang dapat diganti dan dipasang langsung pada spindelnya.10. Untuk 60 pembagian : 2.15.3.6.30.

49 lubang setiap 3. 31. Pemutar dapat diatur untuk menepatkan pin index kebermacam-macam lubang-lubang yang melingkar pada plat index. 41. 23. 43 16. 19. Satu putaran dari ulir cacing memutar benda kerja 1/40 putaran (i=40:1) . Plat index dalam 1 set No. Plat index sendiri dapat diganti-ganti.Perhitungan sudut Adakalanya pembuatan celah atau slot pada mesin yang berhubungan satu dengan yang lainnya. 39. Kepala pembagi universal minimal memiliki 3 buah plat index. 21. 23. 29. Untuk beberapa kepala pembagi universal ulir cacing dapat diputar lepas dari roda gigi cacing. Ujung ulir cacing dipasang tangkai. ditunjukkan dengan sudut atau slot yang ditentukan oleh sudut dari pusat lingkaran sampai sudut yang dikehendaki. 37. 27. jarak lubang sama. yang ditepatkan pada lubang plat index yang dikehendaki. Pin index dipasang pada pemutar. 47 17. Setiap plat index memiliki lubang yang sepusat. 20. Untuk lebih mempermudah ditambah dengan lengan penepat. Plat index dipasang pada badan kepala pembagi oleh baut berpegas. 18.plat 1 2 3 Jumlah lingkaran 6 6 6 Jumlah lingkaran 15.sudut putar dilewatkan melalui roda gigi cacing oleh ulir cacing tunggal yang rasionya 40 : 1.

kita gunakan plat index 54 ) Nc = 3680 440 22 (61 .60 ) + 20 = =6 =6 540 540 7 540 Jadi 6 putaran penuh ditambah 22 lubang pada plat pembagi dengan lubang 27 buah. i/360º bila.Dengan derajat. kita harus memutar ulir cacing Nc = 36º : 360º / 40 = 36º.i = 60 : 1 Nc = α/6º Contoh 2 : Index (α) 610 20’ ( apabila diperlukan / diminta pembagian tiap-tiap 10’. 1 putaran dari ulir cacing adalah 1 Nc= 360º / 40º = 9º Keterangan : Nc = putaran ulir cacing α = angle required i = ratio Contoh 1 : Untuk memperoleh sudut 36º.i = 40 : 1 Nc = α/9º bila. 40 / 360º =4 putaran Rumus umumnya : Nc = Sudut yang diminta x ratio 1 putaran benda kerja dalam derajat Nc = α/9º α . .

Teknik pembagian differensial ini harus menggunakan angkaangka pembagian yang dapat dibagi dengan baik. Pelat – pelat pemabagi : 15. 28. 21. Gerakan tambahan itu dipindahkan dari poros pembagi utama. 6. 41. 43. 47. 17. 23. 19. 127. Menetukan arah putaran pelat pembagi Roda – roda gigi pengubah : 24. 49. 40. 86. 27. 31. 39.4. 36. Menentukan angka pembagi T’ b. 48. 29. 56. 37. Menghitung rangkaian roda gigi pengubah R d. yang diputarkan oleh roda gigi pengubah (gerakan koreksi). 100. Menyghitung jumlah putaran tuas pemutar Nc c. 72. Profil gigi pada roda gigi dapat dibuat dengan jalan : . 64. Pembuatan Roda Gigi. Catatan: metoda ini tidak dapat dilakukan dalam metoda pembagian vertical. 33. melalui roda gigi pengubah dan diteruskan oleh roda gigi payung atau roda gigi helix ke pelat pembagi. 18. 44.Perhitungan Differensial Dengan metoda pembagian differensial kita dapat mengerjakan setiap pekerjaan pembagian. Langkah-langkah : a. 32. 16. dan mendekati angka pembagian yang diinginkan. pemfraisan spiral. Pelat pembagi tidak dimatikan akan tetapi harus dapat bergerak. 20.

Diroll (Profil gigi kecil-kecil). Sekrap. Pembentukan langsung tiap profil gigi dengan alat pisau potong berupa frais pelaksanaannya jari roda gigi. Dituang (Sebagai proses awal). Kerugiannya. . 3. batang bergigi. Habbing). karena adanya toleransi yang terjadi pada jarak tiap pitch gigi. Pada dibantu oleh "kepala pembagi" yaitu alat pemegang material roda gigi yang dapat mengatur (secara berputar) posisi material terhadap posisi pisau potong. Bentuk gigi yang dapat dibuat : roda gigi lurus.1. Dipotong (Frais.1. karena bentuk pisau potongnya mempunyai lentuk . 2. 6. hasil pengerjaan kurang presisi. 1. seperti ulir. Cara "Generating method" mempunyai prinsip pemotongan yang berbeda. 2. roda gigi payung lurus. Proses pengerjaan dipotong. sehingga profil gigi yang dibuat bisa teratur jaraknya. pahat sekrap roda gigi.

3. Proses ini hanya dapat digunakan untuk membuat spur gear (gigi lurus atau gigi miring) dan roda gigi cacing (roda gigi cacing dan batang cacing).2. Satu macam pisau potong (pada satu modul) dapat digunakan untuk membuat segala macam jumlah gigi (minimal z = 12). Pisau potong dan bahan roda gigi yang berputar bersamaan akan menghasilkan bentuk profil gigi yang presisi. Material turut berputar kontinyu pada saat pemotongan. Profil gigi dibuat pada material batang yang kemudian dipotongpotong menurut lebar yang diinginkan. 6. Pengerjaan dituang . 6. Pengerjaan diroll Pengerjaan ini dilakukan untuk pembuatan roda gigi dengan modul yang realtif kecil.Pada proses pengerjaannya profil gigi terbentuk secara bertahap di sekeliling bahan roda gigi.

dimana hal ini dilakukan untuk penghematan bahan. 7. Jenis-jenis Roda gigi dapat dibedakan pula dari keadaan konstruksi alur bentuk gigi serta berdasarkan bentuk serta fungsi konstruksinya. 7. Proses pengecoran dilakukan sebagai tahap awal pembuatan profil gigi sedangkan proses penghalusan dilakukan dengan'permesinan. Pada pembuatan roda gigi jumlah gigi dibawah 17 buah (pada satu roda gigi mempunyai ketentuan khusus. yaitu adanya "koreksi gigi". Jenis-jenis Roda Gigi. .Proses ini dilakukan untuk pembuatan roda gigi dengan modul dan ukuran yang cukup besar. Koreksi gigi ini diberikan karena pada pembuatan roda gigi dengan jumlah gigi lebih kecil dari 17 akan terjadi bentuk gigi yang tidak ideal (kritis) yaitu terjadi bentuk mengecil pada leher gigi (seperti kepala ular) pada modul agak besar. Selain diklasifikasikan berdasarkan posisi sumbu. .1. sedangkan pada modul kecil. akan terjadi daerah sempit antara jarak profil gigi terdekat. Roda Gigi Lurus.

sedangkan pada Rack gear mempunyai sumbu Pitch yang lurus. Penggunaan Roda gigi lurus ini cukup luas terutama spurgear pada konstruksi general mekanik yang sederhana sampai sedang putaran dan beban relatip sedang. Sedangkan untuk jenis Rack dan Pinion Gear. Pembebanan pada gigi-giginya mempunyai distribusi beban yang paling sederhana.Adalah roda gigi dengan bentuk profil gigi beralur lurus dengan kondisi penggunaan untuk sumbu sejajar. penggunaannya terdapat dalam tiga keadaan. yaitu gaya Normal yang terurai menjadi gaya keliling (gaya targensial) dan gaya Radial. yaitu untuk pengubah gerak putar ke gerak lurus atau sebaliknya. . mempunyai kekhususan dalam penggunaannya. yaitu : • • • Roda Gigi lurus eksternal (spur gear) Roda Gigi lurus internal (planetcry gear) Roda Gigi lurus Rack dan pinion. maka Internal Gear memilikitingkat kesulitan pemasangan yang agak sulit. sehubungan dalam menentukan ketepatan pemasangan sumbu. Pada konstruksi berpasangan . Dari ketiga jenis Roda gigi ini.

Roda Gigi miring dapat digunakan pula untuk pemasangan sumbu bersilangan.2.FN = Gaya Normal Ft = Gaya Tangensial Fr = Gaya radial αo = Sudut tekan 7. Selain untuk posisi sumbu yang sejajar. Dengan adanya kemiringan alur gigi. tetapi arah alur profil giginya mempunyai kemiringan terhadap sumbu putar. sehingga pemindahan putaran maupun beban pada gigi-giginya berlangsung lebih halus. Sifat ini sangat baik untuk penggunaan pada putaran tinggi dan beban besar.) . Roda Gigi Miring Bentuk dasar geometrisnya sama dengan roda gigi lurus. maka perbandingan kontak yang terjadi jauh lebih besar dibanding Roda gigi lurus yang seukuran. (Perhatikan posisi sumbu putar pada gambar Roda gigi diatas.

yaitu dengan dibuat dua alur profil gigi dengan posisi sudut kemiringan saling berlawanan.. namun mempunyai kemampuan menerima beban yang besar sekali. dengan adanya sudut kemiringan (. Herring bone dengan gigi V bersilang c.. yaitu : a.. Khusus untuk penggunaan dalam posisi sumbu sejajar. Roda gigi Herring bone dapat dibuat dalam tiga macam. Sistim pelumasan harus diperhatikan dengan cermat untuk meningkatkan umur pakai dari gigi yang saling bergesekan.atau lebig populer disebut Roda gigi"Herring bone". . Herring bone dengan gigi V setangkup b. dibuat roda gigi miring... serta untuk menetralisir gaya aksiai yang terjadi.) juga mengakibatkan terjadinya gaya aksiai yang harus di tahan oleh tumpuan bantalan pada porosnya. Herring bone dengan gigi V berpotongan tengah Setangkup tengah Bersilangan potongan di Pembuatan Roda gigi Herring bone ini sangat mahal.Selain itu..

Roda Gigi Payung Lurus .1.3. Pada pemasangan Roda gigi payung umumnya salah satu dipasang dengan kanstruksi tumpuan melayang. Penggunaannya secara umum untuk pengtransmisian putaran dan beban dengan posisi sumbu menyudut berpotongan dimana kebanyakan bersudut 90 derajat . tenang serta tanpa beban kejut. terdapat beberapa jenis Roda gigi payung. FN = Gaya Normal Ft = Gaya Tangensial Fr = Gaya radial αo = Sudut tekan Fa = Gaya aksial β = sudut kemiringan 7. posisi sumbunya bersilangan. Dari bentuk serta arah alur giginya. terutama pada Roda gigi penggerak. Roda Gigi Payung sering disebut juga Roda Gigi kerucut atau Bevel Gear.3. Keadaan gaya-gaya yang bekerja pada Roda gigi miring (bukan jenis herring bone). diantaranya : 7. Roda Gigi Payung. Gaya-gaya yang bekerja .Penggunaan Roda gigi ini cocok pengtrasmisian dengan putaran sedang yang tetap. Khusus jenis Roda gigi payung hypoid.

Perbendaan antara bentuk gigi lurus dengan bentuk gigi miring pada Roda Gigi payung ini. baik dalam menerima beban maupun putaran. Roda Gigi Payung Gigi Miring.Untuk jenis ini mempunyai konstruksi yang sederhana dibanding jenis roda gigi payung lainnya.2. Disebut juga Spiral bevel gear. lurus mengurangi kebisingan sehingga dapat digunakan pada putaran yang lebih tinggi dibanding dengan Roda Gigi payung pada ukuran geometris yang sama. Pembuatannya relatip mudah dan penggunaannya untuk konstruksi umum yang sederhana sampai sedang. kurang lebih seperti perbedaan yang terdapat pada Roda gigi lurus dengan Roda gigi miring (Spur Gear).3. 7. dimana dengan adanya kemiringan tersebut akan meningkatkan kemampuan menerima gigi beban. .

Roda Gigi Payung Zerol. . tetapi bersilangan. hanya pembuatannya lebih sulit dan bekerja lebih tenang serta tahan lama.3. Jenis Roda Gigi payung ini lebih populer digunakan pada kendaraan bermotor saja. Kemampuan Roda Gigi Payung Zerol ini kurang lebih sama seperti Roda Gigi payung gigi miring (Spiral). tapi untuk konstruksi general. Bentuk alur giginya berupa lengkung hypoid. Roda Gigi Payung Hypoid.4.7.3. mekanik yang memerlukan putaran tinggi serta beban besar yang dinamis dapat menggunakan jenis Roda gigi payung ini.3. Bentuk gigi berupa lengkung spiral dengan sudut spiral nol derajat. sehingga secara sepintas tampak seperti Roda gigi lurus dengan gigi melengkung. sehingga akan memudahkan pemasangan tumpuan bantalan pada kedua Roda giginya. 7. sehingga posisi sumbu tidak tegak lurus berpotongan.

4. Bahan batang cacing umumnya lebih kuat dari pada Roda Cacingnya. Roda Gigi Cacing Silindrik. seperti ulir dengan penampang profil gigi seperti jenis Roda gigi lainnya. yaitu : 1. dimana bentuk alur cacingnya berupa spiral. . selain itu batang cacing umumnya dibuat berupa konstruksi terpadu. Selain sebagai sistim transmisi saja. Roda Gigi cacing sering juga difungsikan sebagai pengunci transmisi. Roda Gigi Cacing. Pada sepasang Roda gigi cacing terdiri dari batang cacing yang selalu sebagai penggerak dan Roda Cacing sebagai pengikut. misalnya pada peralatan angkat.7. Roda Gigi Cacing digunakan untuk posisi sumbu bersilangan dan pengtransmisian putaran berupa Reduksi. Dari bentuk konstruksi berpasangan terdapat dua jenis konstruksi Roda gigi cacing. 2. Roda Gigi Cacing Glogoid (Cone-drive).

Roda Gigi Cacing Silindrik Glogoid Roda Gigi Cacing BAB 3 PENUTUP . sehingga dalam penggunaannya dapat saling bervariasi antara Batang Cacing dengan Roda Cacingnya.Perbedaan dari kedua jenis ini terdapat pada bentuknya. Sedangkan untuk profil gigi mempunyai kurva yang tetap sama.

. Agar roda gigi dapat difungsikan secara optimal. Dalam prinsip kerjanya ada hal-hal tertentu harus benar-benar dipahami dan dicermati.KESIMPULAN Roda gigi adalah salah satu jenis elemen mesin yang mempunyai bentuk serta fungsi tertentu.

............................................6 ............................................. .......... Prinsip Kerja........................................................................ Pengerjaan pengerjaan diroll..................KATA PENGANTAR....... Definisi Gigi ...............................................................................5 5...2 4....................................................1 2......................3......5 Proses dipotong.....................................................4 5...................... Pengerjaan dituang................ Perhitungan Sederhana.............................................................ii 1...........................................6 5......................... Istilah dan Bagian-Bagian Roda Roda Gigi............................................................................................................ Pembuatan Roda Gigi.....2....................i DAFTAR ISI................ 2 3....................................................................................

................2.........1.....................................11 6......4...........3......13 ......................12 6.. Roda Gigi Cacing..............11 6........3.........................................6.............................................7 6.....3............................................. Roda Gigi Payung Gigi Miring.......................................11 6.......... Roda Gigi Payung Hypoid.................................... Roda Gigi Payung Lurus...................................................................3... Roda Gigi Payung.........7 6....... Roda Gigi Miring.....1..2.....3. Roda Gisi Payung Zerol....................... Jenis-jenis Roda Gigi..... Roda Gigi Lurus...................4.................3......................................................................................12 6...............9 6.....................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful