P. 1
Askeb Bersalin Retensio Plasenta Ny n

Askeb Bersalin Retensio Plasenta Ny n

5.0

|Views: 3,899|Likes:

More info:

Published by: Laksono Bangun As Ari on Jun 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

BAB I LAPORAN PENDAHULUAN RETENSIO PLASENTA

A. KALA III PERSALINAN a. Pengertian Kala III Persalinan disebut juga sebagai kala uri/kala pengeluaran plasenta persalinan kala III dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir 2 jam setelah itu b. i. Tanda-tanda lepasnya plasenta menurut Yanti (2010:193) mencakup Perubahan bentuk tinggi fundus beberapa atau semua hal dibawah ini : Setelah bayi lahir dan sebelum miometrium mulai berkontraksi uterus berbentuk bulat penuh dan tinggi fundus biasanya di bawah pusat. ii. iii. Tali pusat memanjang Semburan darah mendadak dan singkat Darah yang terkumpul dibelakang plasenta akan membantu mendorong plasenta keluar dibantu oleh gaya grafitasi. Menurut Manuaba (1998:183), selama proses persalinan terjadi kontraksi otot rahim yang disertai retraksi artinya panjangnya otot rahim tidak kembali pada panjang semula, sehingga plasenta terlepas dari implantasinya yaitu: 1. Secara Schultze Pelepasan plasenta mulai dari pertengahan, sehingga plasenta lahir diikuti oleh pengeluaran darah. 2. Secara Duncan Pelepasan plasenta dari daerah tepi sehingga terjadi perdarahan dan diikuti oleh pelepasan plasentanya. Tali pusat terlihat menjulur keluar melalui vulva (tanda Ahfeld) .

1

terjadi retensio plasenta 3. terdapat anamesa perdarahan habitualis Kedua tangan ditarik 2 . berarti plasenta belum lepas tali pusat tetap di tempat. Perasat Klien Pasien disuruh mengejan. sehingga tali pusat ikut serta turun/memanjang. Perasat Kustener a. Perasat Strasman Tali pusat dikencangkan dan rahim diketok-ketok. bila tali pusat masuk kembali berarti plasenta belum lepas 2. bila getarannya sampai pada tali pusat berarti plasenta belum lepas. berlawanan. sedangkan tangan kanan memegang dan mengencangkan tali pusat. bersamaan dengan tindakan yang disertai narkosa 4. berarti plasenta sudah lepas 3. tangan ditekankan di atas simfisis. perdarahan > 400 cc sampai 500 cc 2. plasenta belum lepas berarti tali pusat telah lepas. Perasat Manuaba Tangan kiri memegang uterus pada segmen bawah rahim. Plasenta dikeluarkan dengan tindakan manual bila terjadi: 1. Bila mengejan dihentikan dapat terjadi: tali pusat tertarik kembali. tali pusat dikencangkan b. 4.Untuk membuktikan plasenta telah lepas dapat dilakukan pemeriksaan menurut Manuaba (1998: 183): 1. berarti tarikan tersa ringan (mudah) dan tali pusat memanjang. dapat terjadi: tarikan tersa berat dan tali pusat tidak memanjang.

karena: tempatnya : insersi di sudut tuba. c. Pengertian Retensio Plasenta Retensio Plasenta adalah terlambatnya kelahiran plasenta selama setengah jam setelah persalinan bayi (Sarwono:2006:656) b. Plasenta Adhesiva adalah implantasi yang kuat dari jonjot korion plasenta sehingga menyebabkan kegagalan mekanisme separasi fisiologis. Plasenta Akreta adalah implantasi jonjot korion plasetita hingga memasuki sebagian lapisan miornetrium. bentuknya : plasenta membranacea. RETENSIO PLASENTA a. plasenta anularis ukurannya : plasenta yang sangat kecil 2. Fungsional His kurang kuat Plasenta sulit terlepas. Patolog – Anatomis 3 . Jenis-Jenis Retensio Plasenta Harry Oxorn & William (2010:485) mengkatagorikan: 1. 5. Plasenta Perlireta adalah implantasi jonjot korion plasenta yang menembus lapisan otot hingga mencapai lapisan serosa dinding uterus. Plaserita Inkarserata adalah tertahannya plasenta di dalam kavum utrri disebabkan oleh kontriksi osteuni uteri. Plasenta Inkreta adalah implantasi jonjot korion plasenta hingga mencapai / memasuki miornetnum.B. Etiologi 1. 2. 4. 3.

Plasenta belum lahir setelah menunggu 1/2 jam. Kejadian retensio plasenta berkaitan dengan : 1. tangan kanan syok dimasukkan secara obstetris sampai mencapai tepi plasenta dengan menelusuri tali pusat. Pada pertolongan persalinan dengan narkosa.Plasenta akreta. plasenta akreta. 3. . Plasenta manual dengan segera dilakukan : Terdapat riwayat perdarahan post partum berulang.Darah penderita terlalu banyak hilang. hal 236). plasenta inkreta. Retensio plasenta tanpa perdarahan diperkirakan : . . plasenta inkreta dan plasenta perkreta (Obstetri Patologi. a. Mengganggu kontraksi otot rahim dan menimbulkan perdarahan. 4. 2. Terjadi perdarahan post partum melebihi 400cc. 4 . PLASENTA MANUAL Plasenta manual merupakan tindakan operasional kebidanan untuk melahirkan plasenta.Keseimbangan baru berbentuk bekuan darah. • Tepi plasenta dilepaskan dengan bagian ulnar tangan kanan sedangkan tangan kiri menahan fundus uteri sehingga tidak terdorong ke atas • Setelah seluruh plasenta dapat dilepaskan maka tangan dikeluarkan bersama dengan plasenta. Teknik Penanganan Teknik : • • Sebaiknya dengan narkosa-untuk mengurangi sakit dan menghindari Tangan kiri melebarkan genetalia eksterna. Grandemultipara dengan implantasi plasenta dalam bentuk plasenta adhesiva. sehingga perdarahan tidak terjadi.Kernungkinan implantasi plasenta terlalu dalam. plasenta perkreta. C.

• • • Dilakukan eksplerasi untuk mencari sisa plasenta atau membrannya. hal : 302 . 5 . b. .303). Perdarahan diobservasi. . Komplikasi Tindakan Plasenta Manual Tindakan plasenta manual dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut : . Memberikan antibiotika. Kontraksi uterus ditimbulkan dengan memberikan uterotonika. Untuk memperkecil komplikasi dapat dilakukan tindakan profilaksis dengan : Memberikan uterotonika intramuskular atau intravena. Memasang infus.Terjadi perdarahan karena atonia uteri.Terjadi infeksi : terdapat sisa plasenta atau membran dan bacteria terdorong ke dalam rongga rahim.Terjadi perforasi uterus. (Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Memasang tamporiade uterovaginal. Persiapan transfusi darah.

Jakarta. EGC. Hal. Ida. “Ilmu kebidanan.D. Penyakit Kandungan dan Keluarga rerencana untuk Pendidikan Bidan”. 1998. SKEMA PENATALAKSANAA RETENSIO PLASENTA (Manuaba. 303) Sikap Bidan : Evaluasi sebabnya 6 .

Antibiotika Tindakan plasenta manual atau histerektomi. Tindakan di rumah sakit : Perbaikan keadaan umum . (Artikel Alhamsyah) 7 .Infus – transfusi . Keluarga untuk donor darah. Perlekatan erat Persiapan merujuk penderita Infus cairan pengganti Petugas untuk pertolongan darurat.Konsultasi dengan : puskesmas & dokter Merujuk ke : puskesmas atau rumah sakit Indikasi Plasenta Manual : Perdarahan 400 cc Riwayat retensio plasenta berulang Tindakan dengan narkosa Sejarah habitual HPP (berulang)Komplikasi : Antonia uteri Perforasi Perdarahan terus Tamponade gagal Segera merujuk penderita ke rumah sakit Retensio Plasenta tanpa Perdarahan : Perdarahan terlalu banyak Keseimbangan bekuan darah di tempat plasenta lepas.

com/blog/artikel/referat-retensioplasenta. Pustaka Rihama 8 . Yogyakarta. Forte. Ilmu Kebidanan. 1998. Yanti. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Persalinan. http://www. Diunduh tanggal 18 Maret 2011 Harry Oxorn & William R. 2010.DAFTAR PUSTAKA Alhamsyah. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. 2010. Ilmu Kebidanan: Patologi & Fisologi Persalinan.alhamsyah.html. Yogyakarta: YEM Ida Bagus Gde Manuaba.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->