P. 1
prostitusi 1

prostitusi 1

|Views: 346|Likes:
Published by arifuddin

More info:

Published by: arifuddin on Jun 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

Pelacuran atau prostitusi adalah penjualan jasa seksual, seperti seks oral atau hubungan seks, untuk uang

. Seseorang yang menjual jasa seksual disebut pelacur, yang kini sering disebut dengan istilah pekerja seks komersial (PSK). Dalam pengertian yang lebih luas, seseorang yang menjual jasanya untuk hal yang dianggap tak berharga juga disebut melacurkan dirinya sendiri, misalnya seorang musisi yang bertalenta tinggi namun lebih banyak memainkan lagu -lagu komersil. Di Indonesia pelacur sebagai pelaku pelacuran sering disebut sebagai sundal atau sundel. Ini menunjukkan bahwa prilaku perempuan sundal itu sangat begitu buruk hina dan menjadi musuh masyarakat, mereka kerap digunduli bila tertangkap aparat penegak ketertiban, Mereka juga digusur karena dianggap melecehkan kesucian agama dan mereka juga diseret ke pengadilan karena melanggar hukum. Pekerjaan melacur atau nyundal sudah dikenal di masyarakat sejak berabad lampau ini terbukti dengan banyaknya catatan tercecer seputar mereka dari masa kemasa. Sundal selain meresahkan juga mematikan, karena merekalah yang ditengarai menyebarkan penyakit AIDS akibat perilaku seks bebas tanpa penPelacur Pelacur adalah profesi yang menjual jasa untuk memuaskan kebutuhan seksual pelanggan. Biasanya pelayanan ini dalam bentuk menyewakan tubuhnya. Pandangan terhadap pelacuran

Prostitusi hukum dan diatur prostitusi (pertukaran seks untuk uang) hukum, tetapi pelacuran adalah ilegal, prostitusitidakdiatur Prostitusi ilegal Tidak ada data Di kalangan masyarakat Indonesia, pelacuran dipandang negatif, dan mereka yang menyewakan atau menjual tubuhnya sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Ada pula pihak yang menganggap pelacuran sebagai sesuatu yang buruk, malah jahat, namun toh dibutuhkan (evil necessity). Pandangan ini didasarkan pada anggapan bahwa kehadiran pelacuran bisa me nyalurkan nafsu seksual pihak yang membutuhkannya (biasanya kaum laki-laki); tanpa penyaluran itu, dikhawatirkan para pelanggannya justru akan menyerang dan memperkosa kaum perempuan baik-baik. Salah seorang yang mengemukakan pandangan seperti itu adalahAugustinus dari Hippo (354-430), seorang bapak gereja. Ia mengatakan bahwa pelacuran itu ibarat "selokan yang menyalurkan air yang busuk dari kota demi menjaga keseh atan warga kotanya."Pandangan yang negatif terhadap pelacur seringkali didasarkan pada standar ganda, karena umumnya para pelanggannya tidak dikenaistigma demikian.gaman bernama kondom.

at al. menurut Hull. daun. Jepara. Namun menelusuri sejarah pelacuran di Indonesia dapat dirunut mulai dari masa kerajaan-kerajaan Jawa. Malang. 1997:2). (1997:2) bertambah kuat posisi raja di mata masyarakat. Makin banyaknya selir yang dipelihara. Reputasi daerah seperti ini masih merupakan legenda sampai saat ini. Raja mempunyai kekuasaan penuh.Sekilas Sejarah Pelacuran di Indonesia Pelacuran telah terjadi sepanjang sejarah manusia. Mereka seringkali dianggap menguasai segalanya. tidak hanya tanah dan harta benda. dan sampai sekarang daerah tersebut masih terkenal sebagai sumber wanita pelacur untuk daerah kota. Kekuasaan raja yang tak terbatas ini juga tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. Kecamatan Gabus Wetan di Indramayu terkenal sebagai sumber pelacur. Grobogan dan Wonogiri di Jawa Tengah. Sebagian selir raja ini dapat meningkat statusnya karena melahirkan anak-anak raja. at al. termasuk air. 1997:1 -22). Seluruh yang ada di atas Jawa. Beberapa orang selir tersebut adalah puteri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. dan Kuningan di Jawa Barat. ada juga selir yang berasal dari lingkungan keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan dengan keluarga istana. bumi dan seluruh kehidupannya. di mana perdagangan perempuan di pada saat itu merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal (Hull. Karawang. Hanya raja dan kaum bangsawan dalam . Pada masa itu. dan semua orang diharuskan mematuhinya tanpa terkecuali. Dari sisi ketangguhan fisik. konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai kekuasaan yang sifatnya agung dan mulia (binatara). rumput. Dua kerajaan yang sangat lama berkuasa di Jawa berdiri tahun 1755 ketika kerajaan Mataram terbagi dua menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanana Yogyakarta. Kekuasaan raja Mataram sangat besar. Sebagian lagi merupakan persembahan dari kerajaan lain. Mataram merupakan kerajaan Islam Jawa yang terletak di sebelah selatan Jawa Tengah. dan segala sesuatunya adalah milik raja. Perempuan yang dijadikan selir tersebut berasal dari daerah tertentu yang terkenal banyak mempunyai perempuan cantik dan memikat. tetapi juga nyawa hamba sahaya. serta Blitar. Pati. Tugas raja pada saat itu adalah menetapkan hukum dan menegakkan keadilan. Anggapan ini apabila dikaitkan dengan eksistensi perempuan saat ini mempunyai arti tersendiri. mengambil banyak selir berarti mempercepat proses reproduksi kekuasaan para raja dan membuktikan adanya kejayaan spiritual. Koentjoro (1989:3) mengidentifikasi 11 kabupaten di Jawa yang dalam sejarah terkenal sebagai pemasok perempuan untuk kerajaan. Daerahdaerah tersebut adalah Kabupaten Indramayu. (Hull. dan menurut sejarah daerah ini merupakan salah satu sumber perempuan muda untuk dikirim ke istana Sultan Cirebon sebagai selir. Banyuwangi dan Lamongan di Jawa Timur.

Mempersembahkan saudara atau anak perempuan kepada bupati atau pejabat tinggi merupakan tindakan yang didorong oleh hasrat untuk memperbesar dan memperluas kekuasaan. 1997:3). secara otomatis menjadi milik raja. seperti tercermin dari tindakan untuk memperbanyak selir. Oleh karena itu. Kondisi tersebut ditunjang pula oleh masyarakat yang menjadikan aktivitas memang tersedia. Perilaku kehidupan seperti ini tampaknya tidak mengganggu nilai-nilai sosial pada saat itu dan dibiarkan saja oleh para pemimpin mereka.masyarakat yang mempunyai selir. isu tersebut telah menimbulkan banyak dilema bagi penduduk pribumi dan non-pribumi. Pada sisi lain. 1997:4). aktivitas ini berkembang di daerah-daerah sekitar pelabuhan di Nusantara. 1997:3). Kondisi tersebut terlihat dengan adanya sistem perbudakan tradisional dan perseliran yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan seks masyarakat Eropa. . terutama karena banyak keluarga pribumi yang menjual anak perempuannya untuk mendapatkan imbalan materi dari para pelanggan baru (para lelaki bujangan) tersebut. (Hull. dalam Hull. dan perseliran antar ras juga tidak diperkenankan. baik penduduk pribumi maupun masyarakat kolonial menganggap berbahaya mempunyai hubungan antar ras yang tidak menentu. Pemuasan seks untuk para serdadu. Perkawinan antar ras umumnya ditentang atau dilarang. sis tem perhambaan dan pengabdian seumur hidup merupakan hal yang biasa dijumpai dalam sistem feodal. kenyataan juga terjadi di seluruh Asia. Bentuk industri seks yang lebih terorganisasi berkembang pesat pada periode penjajahan Belanda (Hull. di mana perbudakan. status perempuan pada zaman kerajaan Mataram adalah sebagai upeti (barang antaran) dan sebagai selir. pedagang. Umumnya. Perlakuan terhadap perempuan sebagai barang dagangan tidak terbatas hanya di Jawa. telah menyebabkan adanya permintaan pelayanan seks ini. Di Bali misalnya. Jika raja memutuskan tidak mengambil dan memasukkan dalam lingkungan istana. Dari semula. seorang janda dari kasta rendah tanpa adanya dukungan yang kuat dari keluarga. Dalam hal ini. dan para utusan menjadi isu utama dalam pembentukan budaya asing yang masuk ke Nusantara. hubungan gelap (sebagai suami-istri tapi tidak resmi) dan hubungan yang hanya dilandasi dengan motivasi komersil merupakan pilihan yang tersedia bagi para lelaki Eropa. banyaknya lelaki bujangan yang dibawa pengusaha atau dikirim oleh pemerintah kolonial untuk datang ke Indonesia. Akibatnya hubungan antar ras ini biasanya dilaksanakan secara diam-diam. Dari satu sisi. maka dia akan dikirim ke luar kota untuk menjadi pelacur. Tindakan ini mencerminkan dukungan politik dan keagungan serta kekuasaan raja. Sebagian dari penghasilannya harus diserahkan kepada raja secara teratur (ENI.

panti perbaikan perempuan (house of correction for women) didirikan dengan maksud untuk merehabilitasi para perempuan yang bekerja sebagai pemuas kebutuhan seks orang -orang Eropa dan melindungi mereka dari kecaman masyarakat. Seratus enam belas tahun kemudian. Dalam peraturan tersebut.Situasi pada masa kolonial tersebut membuat sakit hati para perempuan Indonesia. Apa yang dikenal dengan wanita tuna susila (WTS) sekarang ini. Jika seorang perempuan ternyata berpenyakit kelamin. Untuk itu pada tahun 1858 disusun penjelasan berkaitan dengan peraturan tersebut dengan maksud untuk menegaskan bahwa peraturan tahun 1852 tidak diartikan sebagai pengakuan bordil sebagai lembaga komersil. Meskipun perbedaan antara pengakuan dan . 10. Kerangka hukum tersebut masih berlaku hingga sekarang. peraturan yang melarang perempuan penghibur memasuki pelabuhan tanpa izin menunjukkan kegagalan pelaksanaan rehabilitasi dan juga sifat toleransi komersialisasi seks pada saat itu (ENOI. Pada tahun 1650. Tahun 1852. 9. perempuan tersebut harus segera menghentikan praktiknya dan harus diasingkan dalam suatu lembaga (inrigting voor zieke publieke vrouwen) yang didirikan khusus untuk menangani perempuan berpenyakit tersebut. pemerintah mengeluarkan peraturan baru yang menyetujui komersialisasi industri seks tetapi dengana serangkaian aturan untuk menghindari tindakan kejahatan yang timbul akibat aktivitas prostitusi ini. para wanita publik tersebut dianjurkan sedapat mungkin melakukan aktivitasnya di rumah bordil. karena telah menempatkan mereka pada posisi yang tidak menguntungkan secara hukum. Sayangnya peraturan perundangan yang dikeluarkan tersebut membingungkan banyak kalangan pelaku di industri seks. wanita publik diawasi secara langsung dan secara ketat oleh polisi (pasal 2). pada waktu itu disebut sebagai wanita publik menurut peraturan yang dikeluarkan tahun 1852. Meskipun istilah istilah yang digunakan berbeda. Peraturan tersebut tidak menjelaskan apa dan mana yang dimaksud dengan perempuan baik-baik . 1997:5). Sebaliknya rumah pelacuran diidentifikasikan sebagai tempat konsultasi medis untuk membatasi dampak negatif adanya pelacuran. pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang keluarga pemeluk agama Kristen mempekerjakan wanita pribumi sebagai pembantu rumah tangga dan melarang setiap orang mengundang perempuan baik-baik untuk berzinah. Untuk memudahkan polisi dalam menangani industri seks. tetapi hal itu telah memberikan kontribusi bagi penelaahan industri seks yang berkaitan dengan karakteristik dan dialek yang digunakan saat ini. termasuk juga membingungkan pemerintah. tidak diterima secara baik dalam masyarakat. dalam Hull. dan dirugikan dari segi kesejahteraan individu dan sosial. Semua wanita publik yang terdaftar diwajibkan memiliki kartu kesehatan dan secara rutin (setiap minggu) menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi adanya penyakit syphilis atau penyakit kelamin lainnya (pasal 8. 11). Maka sekitar tahun 1600-an.

Bandung. Pengalihan tanggung jawab pengawasan rumah bordil ini menghendaki upaya tertentu agar setiap lingkungan permukiman membuat sendiri peraturan untuk mengendalikan aktivitas prostitusi setempat. pemerintah daerah menetapkan tiga daerah lokalisasi di tiga desa sebagai upaya untuk mengendalikan aktivitas pelacuran dan penyebaran penyakit kelamin. Peratur an pemerintah tahun 1852 secara efektif dicabut digantikan dengan peraturan penguasa daerah setempat. pendirian perkebunan-perkebun an di Sumatera dan pembangunan jalan raya serta jalur kereta api telah merangsang terjadinya migrasi tenaga kerja laki-laki secara besar-besaran. 1997:5-6). tapi tidak cukup jelas bagi masyarakat umum dan wanita publik itu sendiri. aktivitas pelacuran tetap saja meningkat secara drastis pada abad ke-19. Para petugas kesehatan ini pada peringkat kerja ketiga (tidak setara dengan eselon III zaman sekarang yaitu kepala biro pada organisasi pemerintahan) mempunyai kewajiban untuk mengunjungi dan memeriksa wanita publik pada setiap hari Sabtu pagi. Sedangkan para petugas pada peringkat lebih tinggi (peringkat II) bertanggung jawab untuk mengatur wadah yang diperuntukkan bagi wanita umumnya yang sakit dan perawatan lebih lanjut. 1997:6). Selama pembanguna kereta api yang menghubungkan kota-kota di Jawa seperti Batavia. pertumbuhan industri gula di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain itu. Semua pelacur di lokalisasi ini terdaftar dan diharuskan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara berkala (Ingleson dalam Hull. Berkaitan dengan aktivitas industri seks ini. Perluasan areal perkebunan terutama di Jawa Barat. penyakit kelamin merupakan persoalan serius yang paling mengkhawatirkan pemerintah daerah. para pelacur dilarang beroperasi di luar lokalisasi tersebut.persetujuan sangat jelas bagi aparat pemerintah. Cianjur. Yogyarakta dan Surabaya . Berdasarkan laporan pada umumnya meskipun telah dikeluarkan banyak peraturan. terutama setelah diadakannya pembenahan hukum agraria tahun 1870. Sebagian besar dari pekerja tersebut adalah bujangan yang akan menciptakan permintaan terhada aktivitas prostitusi. antara lain bahwa para petugas kesehatan bertanggung jawab untuk memeriksa kesehatan para wanita publik. di mana pada saat itu perekonomian negara jajahan terbuka bagi para penanam modal swasta (Ingleson dalam Hull. Di Surabaya misalnya. 1997:6). 1997:6). Cilacap. mengeluarkan peraturan berkenaan dengan pemeriksaan kesehatan. Dua dekade kemudian tanggung jawab pengawasan rumah bordil dialihkan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. (Hull. pemerintah Batavia (kini Jakarta). Tetapi terbatasnya tenaga medis dan terbatasnya alternatif cara pencegahan membuat upaya mengurangi penyebaran penyakit tersebut menjadi sia-sia (ENOI dalam Hull. Bogor. Tahun 1875. Peraturan tersebut menyebutkan.

Oleh sebab itu dapat dimengerti mengapa banyak kompleks pelacuran tumbuh di sekitar stasiun kereta api hampir di setiap kota. namun masalah prostitusi yang dulu dianggap tabu atau tidak biasa. Hull juga menambahkan. A. (1997:7) di Yogyakarta. kompleks pelacuran berkembang di beberapa lokasi di sekitar stasiun kereta api termasuk Kebonjeruk. Contohnya di Bandung. dan Sosrowijayan. Walaupun prostitusi sudah ada sejak dulu. tak hanya aktivitas pelacuran yang timbul untuk melayani para pekerja bangunan di setiap kota yang dilalui kereta api. sudah ada pelacuran sebagai salah satu penyimpangan dari pada norma-norma perkawinan tersebut dan tidak ada habis-habisnya yang terdapat di semua negara di dunia. Namun masa jaman sekarang prostitusi oleh masyarakat Indonesia dianggap menjadi sesuatu yang biasa.tahun 1884. Kebontangkil. meskipun peranan kereta api sebagai angkutan umum telah menurun dan keberadaan tempat-tempat penginapan atau hotel-hotel di sekitar stasiun kereta api juga telah berubah. kompleks pelacuran didirikan di daerah Pasarkembang. . tapi juga pembangunan tempat-tempat penginapan dan fasilitas lainnya meningkat bersamaan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan konstruksi jalan kereta api. dan Saritem. Tandes. Menurut istilah prostitusi di aertikan sebagai suatu pekerjaan yang bersi at menyerahkan diri atau menjual jasa kepada umum untuk melakukan perbuatan-perbuatan seksual dengan mendapatkan upah. Sebagian besar dari kompleks pelacuran ini masih beroperasi sampai sekarang. Sukamanah. Balongan. Pengerti n Prostit si Prostit si dalam bahasa diarti an sebagai pelacur atau penjual jasa seksual atau disebut juga sebagai pekerja sek komersial. bahkan sudah ada UU mengenai praktek prostitusi yang ditinjau dari segi Yuridis dalam KUHP yaitu mereka menyediakan sarana tempat persetubuhan (pasal 296 KUHP). kawasan pelacuran pertama adalah di dekat Stasiun Semut dan di dekat pelabuhan di daerah Kremil. Norma-norma sosial jelas mengharamkan prostitusi. Di Surabaya. dan Bangunsari. Prostitusi atau pelacuran sebagai salah satu penyakit masyarakat mempunyai sejarah yang panjang (sejak adanya kehidupan manusia telah diatur oleh norma-norma perkawinan.

Pejabat dan sebagai rakyat pengemudi becak dan juga direktur. tetapi alasan ekonomi dan psikologi lah yang paling menonjol. . kecuali disebabkan oleh salah satu dari tiga hal : orang yang sudah menikah berzina. di lindungi oleh hukum dan mungkin mendapat fasilitas-fasilitas tertentu. Kalau toh ada. Kelas taman sampai hotel berbintang. Dunia kesehatan juga menunjukkan dan memperingatkan bahaya penyakit kelamin yang mengerikan seperti HIV / AIDS akibat adanya pelacuran di tengah masyarakat. perbuatan zina masih saja ada. membunuh orang. Ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang hukuman bagi orang yang berzina yaitu para pezina yang masih bujang di hukum cambuk delapan puluh kali (An-Nur : 4) dan ³yang sudah menikah dilempari batu 100 kali. dan mereka yang menjual eprempuan dan laki-klaki di bawah umur untuk dijadikan pelacur (pasal 297 KUHP). sama saja ia ingin hidup secara hina. Apalagi dalam agama Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda ³Tidak halal darah bagi seorang muslim yang bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan aku adalah Rasulnya. Banyak sekali alasan-alasan mengapa wanita dan gadis-gadis memasuki pekerjaan ini. meninggalkan agamanya serta memisahkan dari jamaah´. Konsumennya berjubel dari orang miskin sampai orang kaya. bahkan terorganisir secara profesional. Mesti ada sebab-sebab lain yang mendorong seseorang itu melacur.mereka yang mencarikan pelanggaran bagi pelacur (pasal 506 KUHP). Sebab-sebab terjadinya pelacuran haruslah di lihat dan dicermati pada faktor-faktor endogen (dari dalam) dan eksogen (dari luar). Meski demikian. Ini adalah PR bagi bangsa kita untuk mencari sebab-sebab yang merongrong seseorang itu melacur. orang itu benar-benar tidak normal dan sudah hilang kewarasannya. Secara nalar sulit kita bayangkan ada orang yang ingin hidup untuk menjadi pelacur. prostitusi merupakan salah satu perbuatan zina dan zina hukumnya haram dan termasuk kategori dosa besar. tempat-tempat melakukan zina di sediakan. alias mati.

Prostitusi yang tidak terdaftar bukan lokalisasi. C. B. salah satu caranya hanyalah menekan laju praktek-praktek yang berbau prostitusi. . 2. prostitusi pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis. prostitusi seperti mendarah daging. Umumnya mereka di lokalisasi suatu daerah / area tertentu. baik perorangan maupun kelompok terorganisir.Sampai sekarang prostitusi belum bisa dihentikan. sulit untuk memutus dan melepasnya. Adapun yang termasuk keluarga ini adalah mereka yang melakukan kegiatan prostitusi secara gelap dan licin. Penghuninya secara periodik harus memeriksakan diri pada dokter atau petugas kesehatan dan mendapatkan pelayanan kesehatan berupa pengobatan seperti pemberian suntikan untuk menghindari penyakitpenyakit berkenaan dengan prostitusi. Prostitusi yang terdaftar dan memperoleh perizinan dalam bentuk (lokalisasi) dari pemerintah daerah melalui dinas sosial dibantu pengamanan kepolisian dan bekerja sama dengan dinas kesehatan. Kondisi kependudukan. antara lain : 1. Bentuk-bentuk Prostitusi Menurut aktivitasnya. yang antara lain : jumlah penduduk yang besar dengan komposisi penduduk wanita lebih banyak daripada penduduk laki-laki. pemerintah saja seolah-olah melegalkan praktek ini. Faktor-faktor Pengembang Prostitusi Dengan menerapkan teori swab maka faktor-faktor yang menyebabkan timbul dan berkembangnya prostitusi antara lain : 1.

dan ringannya sanksi hukum positif yang diterapkan terhadap pelanggaran hukum. prostitusi merupakan kegiatan merendahkan martabat wanita. pengelola hotel / penginapan. mucikari. baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam (fisik) yang menunjang. kurangnya kontrol di lingkungan permukian oleh masyarakat sekitar. prostitusi dlam prakteknya sering terjadi pemerasan tenaga kerja . secara sosialogis prostitusi merupakan perbuatan amoral yang bertentangan dengan norma dan etika yang ada di dalam masyarakat. Dampak ± dampak Prostitusi Prostitusi ditinjau dari sudut manapun merupakan suatu kegiatan yang berdampak tidak baik (negatif). alat-alat dan obat pencegah kehamilan. Dampak negatif tersebut antara lain : a. b.2. Pelanggaran hukum tersebut dapat dilakukan oleh pelaku (subyek) prostitusi. Lemahnya penerapan. d. 4. Dari aspek pendidikan prostitusi merupakan kegiatan yang demoralisasi. D. Perkembangan teknologi yang antara lain : teknologi industri kosmetik termasuk operasi plastik. c. 3. serta lingkungan alam seperti : jalur-jalur jalan. dan lain-lain. Dari aspek ekonomi. tempat-tempat lain yang sepi dan kekurangan fasilitas penerangan di malam hari sangat menunjang untuk terjadinya praktek prostitusi. Dari aspek kewanitaan. Kondisi lingkungan. taman-taman kota.

dan pasal 297 KUHP. prostitusi dapat menurunkan kualitas dan estetika lingkungan perkotaan. Secara preventif. Saat ini pemerintah sudah membuat hukum bagi pelanggarnya yang tercantum dalam pasal 296 KUHP. Upaya Penanganan Prostitusi Sudah banyak upaya menghapus praktek prostitusi dari lingkungan pergaulan masyarakat. Dari aspek penataan kota. secara represif. agar mereka tahu bahwa melakukan seks dibawah umur atau sebelum menikah itu merupakan perubuatan zina dan berdosa besar. Namun kenyataannya prostitusi masih tetap ada. pasal 506 KUHP. E. Tindakan pengawasan. Penyelenggaraan pendidikan seks di sekolah. Dari aspek kesehatan. antara lain : a). b).e. Beberapa usaha dan tindakan pemerintah dalam menangani permasalahan dan dampak negatif prostitusi adalah : 1. Siswa perlu mendapat pengetahuan yang lebih tentang pendidikan seks. pengaturan dan pencegahan penyakit yang ditimbulkan karena praktek prostitusi. f. Dari aspek kamtibmas praktek prostitusi dapat menimbulkan kegiatankegiatan kriminal g. 2. . antara lain : a). praktek prostitusi merupakan media yang sangat efektif untuk menularnya penyakit kelamin dan kandungan yang sangat berbahaya. Merealisasi ketentuan hukum pidana terhadap pelanggarannya.

b). Selain dosa yang diterima. . c). Penyuluhan bahaya penyakit yang diakibatkan oleh praktek prostitusi. masyarakat haru tahu bahaya dan akib at dari prostitusi yaitu penyakit yang ditimbulkan seperti penyakit kelamin dan HIV / AIDS yang tidak ada obatnya. Pertolongan psikologis ± psikiatris terhadap para gadis yang menunjukkan gejala kedewasaan kehidupan seksual dan bantuan perawatan anak-anak di sekolah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->