P. 1
rematik

rematik

|Views: 1,653|Likes:
Published by TiKa IrIn

More info:

Published by: TiKa IrIn on Jun 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

BAB I Pendahuluan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan

bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pembangunan nasional, karena kesehatan sangat terkait dalam konotasi dipengaruhi dan dapat juga mempengaruhi aspek demografi/ kependudukan, keadaan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat termasuk tingkat pendidikan serta keadaan dan perkembangan lingkungan fisik maupun biologik. Penyakit reumatik adalah terminologi yang digunakan untuk menggambarkan segala kondisi sakit yang melibatkan sistem muskuloskeletal termasuk persendian, otot-otot, jaringan ikat, jaringan lunak di sekitar persendian dan tulang, yang diakibatkan oleh berbagai faktor diantaranya gangguan metabolik, faktor nutrisi, inflamasi, autoimun, trauma dan penyebab idiopatik. Meskipun kelainan terutama terjadi pada sendi, tulang dan otot, tetapi penyakit reumatik dapat pula mengenai jaringan ekstra-artikuler. Penyakit rematik dan keradangan sendi merupakan penyakit yang banyak dijumpai di masyarakat, khususnya pada orang yang berumur 40 tahun ke atas. Lebih dari 40 persen dari golongan umur tersebut menderita keluhan nyeri sendi dan otot. Dalam hal ini masalah rematik dipandang sebagai salah satu masalah kesehatan utama sejak tahun 2000. Seperti penyakit menahun yang lain, maka rematik sering menyebabkan kecacatan, dapat memberikan akibat yang memberatkan baik bagi penderita sendiri maupun bagi keluarganya. Timbulnya kecacatan dapat mengakibatkan penderita mengeluh terus-menerus, timbul kecemasan, ketegangan jiwa, gelisah, sampai mengasingkan diri karena rasa rendah diri dan tak berharga terhadap masyarakat. Sedang bagi keluarga sering menyebabkan cemas, bingung dan kadang-kadang merasa malu bahwa keluarganya ada yang cacat, dengan demikian timbul beban moril dan gangguan sosial di lingkungan keluarga. Disamping itu kronisitas dan kecacatan dapat menimbulkan beban ekonomi baik bagi keluarga maupun masyarakat karena banyak pengeluaran tanpa ada produktivitasnya dalam arti banyaknya jam kerja yang hilang; atau bahkan penderita tidak dapat mengurus dirinya

sendiri sehingga timbul ketergantungan dengan konsekuensi menambah pengeluaran bagi perawatan dirinya. Masyarakat luas hingga kini masih belum mengetahui bahwa sebetulnya jenis gangguan rematik saat ini terdapat lebih dari 100 macam gangguan. Di mana pada awalnya gangguan rematik tersebut akan memberikan gejala dan tanda yang sangat mirip satu sama lain. Dalam hal ini, dokter sekalipun akan sulit sekali membedakannya. Sekitar 60 persen dokter dalam hal ini melakukan kesalahan dalam mendiagnosa. Penggunaan NSAID bukanlah satu-satunya modalitas dalam penanggulangan gangguan rematik. Hal ini mengingat efek samping pada lambung dan saluran cerna yang menyebabkan adanya keterbatasan dari penggunaan obat jenis ini.

BAB II Pembahasan A. Definisi Menurut Isbagio (2004), cakupan pengertian gejala rematik ataupun pegal linu cukup luas. Nyeri, pembengkakan, kemerahan, gangguan fungsi sendi dan jaringan sekitarnya termasuk gejala rematik. Semua gangguan pada daerah tulang, sendi, dan otot disebut rematik yang sebagian besarma syarakat juga menyebutnya pegal linu. Rematik atau pegal linu juga merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan kerusakan tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang didekatnya, disertai proliferasi dari tulang dan jaringan lunak di dalam dan sekitar daerah yang terkena (Priyanto, 2009).1 B. Gejala Klinis Reumatik Gejala klinis utama adalah poliartritis yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada rawan sendi dan tulang disekitarnya. Kerusakan ini terutama mengenai sendi perifer pada tangan dan kaki yang umumnya bersifat simetris. secara umum, manifestasi klinis yang dapat kita lihat, antara lain : Nyeri sendi, terutama pada saat bergerak Pada umumnya terjadi pada sendi penopang beban tubuh, seperti panggul, tulang belakang, dan lutut. Terjadi kemerahan, inflamasi, nyeri, dan dapat terjadi deformitas (perubahan bentuk) Yang tidak progresif dapat menyebabkan perubahan cara berjalan Rasa sakit bertambah hebat terutama pada sendi pinggul, lutut, dan jari-jari Saat perpindahan posisi pada persendian bisa terdengar suara (cracking).

1

diakses dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21438/4/Chapter%20II.pdf pada tanggal 8 Juni 2011.

C.

Karakteristik HAE  Host Berdasarkan beberapa observasi, penyakit ini lebih banyak diderita oleh kaum wanita

terkait hormon seks. Hubungan hormon seks dengan rematik/pegal linu dapat dilihat dari prevalensi penderitanya yaitu 3 kali lebih banyak diderita kaum wanita dibandingkan dari kaum pria. Umumnya, rematik lebih sering terjadi pada mereka dengan usia di atas 40 tahun menuju masa menopause dengan kepadatan tulang yang mulai menurun (osteoporosis). Kegemukan, obesitas dan orang dengan aktivitas fisik terlalu berat menjadi lebih mudah terserang rematik karena sendi harus menahan beban yang berat.  Agent Faktor penyebab dari penyakit ini belum diketahui dengan pasti. Namun, faktor genetik seperti produk kompleks histokompatibilitas utama kelas II (HLA-DR) dan beberapa faktor lingkungan diduga berperan dalam timbulnya penyakit ini. Faktor genetik seperti kompleks histokompatibilitas utama kelas II (HLA-DR), dari beberapa data penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mengemban HLA-DR4 memiliki resiko relatif 4:1 untuk menderita penyakit ini. Rematik/pegal linu pada pasien kembar lebih sering dijumpai pada kembar monozygotic dibandingkan kembar dizygotic. Faktor infeksi sebagai penyebab rematik/pegal linu timbul karena umumnya onset penyakit ini terjadi secara mendadak dan timbul dengan disertai oleh gambaran inflamasi yang mencolok. Dengan demikian timbul dugaan kuat bahwa penyakit ini sangat mungkin disebabkan oleh tercetusnya suatu proses autoimun oleh suatu antigen tunggal atau beberapa antigen tertentu saja. Agen infeksius yang diduga sebagai penyebabnya adalah bakteri, mycoplasma, atau virus.  Environment Ras. Ras hawai dan Maori (keturunan polinesia) memiliki insiden yang tinggi.

D.

Riwayat Alamiah Penyakit Rematik2 Walaupun peranan faktor reumatoid dalam pato-genesis AR belum dapat diketahui

dengan jelas, da-hulu dianggap penting untuk memisahkan kelompok penderita seropositif dari seronegatif. Akan tetapi pada faktanya, faktor reumatoid seringkali tidak dapat dijumpai pada stadium dini penyakit atau pembentukan nya dapat ditekan oleh disease modifying antirheumatic drugs (DMARD). Selain itu spesifisitas faktor reumatoid ternyata tidak dapat diandalkan karena dapat pula dijumpai pada beberapa penyakit lain. Dua kriteria tahun 1958 yang lain seperti analisis bekuan musin dan biopsi membran sinovial memerlukan prose Seperti penyakit menahun yang lain, maka rematik sering menyebabkan kecacatan, dapat memberikan akibat yang memberatkan baik bagi penderita sendiri maupun bagi keluarganya. Adanya atau timbulnya kecacatan dapat mengakibatkan penderita mengeluh terus-menerus, timbul kecemasan, ketegangan jiwa, gelisah,sampai mengasingkan diri karena rasa rendah diri dan tak berharga terhadap masyarakat. Sedang bagi keluarga sering menyebabkan cemas, bingung dan kadang-kadang merasa malu bahwa keluarganya ada yang cacat, dengan demikian timbul beban moril dan gangguan sosial di lingkungan keluarga. Disamping itu kronisitas dan kecacatan dapat menimbulkan beban ekonomi baik bagi keluarga maupun masyarakat karena banyak pengeluaran tanpa ada produktivitasnya dalam arti banyaknya jam kerja yang hilang; atau bahkan penderita tidak dapat mengurus dirinya sendiri sehingga timbul ketergantungan dengan konsekuensi menambah pengeluaran bagi perawatan dirinya. E. Faktor Resiko Rematik Rematik merupakan penyakit yang berhubungan dengan radang pada sendi yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor. Ada 3 golongan penyebab rematik: 1. Autoimun, artinya karena salah satu unsur tubuh yang ditol;ak dan menimbulkan reaksi antigen-antibodi yang berakibat ke arah rematik. 2. Infeksi oleh bakteri 3. Degenerasi, artinya perkembangan sel yang menurun biasanya pada usia tua.

2

Candra Syafei. Permasalahan Penyakit Rematik Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan (Bone and Joint Decade)

Selain berdasarkan pada 3 faktor tersebut masih banyak faktor lain yang dapat menyebabkan rematik salah satu diantarnya adalah kegemukan hal ini disebabkan karena timbunan lemak ditubuh bisa membebani persedian panggul,pinggang dan (terutama lutut).Karena itu disarankan utuk lebih sering berolah raga agar dapat mengurangi. F. Orang Rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya serta dapat diderita oleh setiap orang, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Penyakit ini sangat mudah menyerang orang dewasa muda sampai pada usia lanjut. Terutama bagi wanita, 3-4 kali lipat lebih berisiko ketimbang pria Tempat dan Waktu Penyakit reumatik terdapat di seluruh dunia dan terjadi pada segala cuaca. Penyakit tersebut mengenai satu dari tujuh orang di dunia. Hampir setiap orang mengetahui bila ia menderita suatu penyakit reumatik. Sebagian besar orang terkena sakit punggung atau nyeri sendi pada satu tahap tertentu. Hanya sebagian kecil dari penderita penyakit reumatik yang mengalami nyeri jangka panjang dan cacat. Penyakit ini sangat progresif, apabila tidak diobati dengan benar maka dalam waktu 2 tahun akan menyebabkan cacat sendi permanen.3 Seperti dikutip Antara dari Xinhuanet, Jumat (3/4), penelitian itu menyebutkan, perempuan yang tinggal dalam jarak 50 meter dari persimpangan jalan atau jalan utama dengan banyak jalur, menghadapi kemungkinan 31% lebih tinggi terserang risiko itu dibandingkan dengan mereka yang tinggal dalam jarak lebih dari 200 meter dari jalan utama. Studi itu juga mendapati perempuan yang tinggal dalam jarak 50 meter dari jalan raya merupakan kelompok yang memiliki risiko lebih besar, yaitu 63%. Distribusi OTW Penyakit Rematik

3

Rheumatoid Arthritis yang Misterius. Dari : http://health.detik.com

Prevalensi Rematik Saat ini jumlah penderita rematik di dunia sekitar 1%, angka yang terlihat cukup kecil namun terus meningkat, khususnya pada jenis kelamin perempuan. Penelitian dari Mayo Clinic yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan antara 1995 dan 2005, penderita wanita mencapai 54 dari 100 ribu orang dan pria hanya 29 dari 100 ribu orang. Sementara itu di Indonesia, berdasarkan hasil penelitian terakhir dari Zeng QY et al pada tahun 2008 lalu, prevalensi nyeri rematik mencapai 23,6% hingga 31,3%.4 Data tahun 2004 menunjukkan bahwa penderita rematik di Indonesia mencapai 2 juta orang, jumlah yang kecil dibanding penderita negara India.5 Menurut data Riskesdas 2007, Prevalensi nasional Penyakit Sendi adalah 30,3% (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan gejala). Sebanyak 11 provinsi mempunyai prevalensi Penyakit Sendi diatas persentase nasional, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Papua Barat. Secara nasional, 10 kabupaten/kota dengan prevalensi Penyakit Sendi tertinggi adalah Sampang (57,5%), Lembata (57,5%), Tasikmalaya (56,4%), Cianjur (56,1%), Garut (55,8%), Sumedang (55,2%), Manggarai (54,7%), Tolikara ( 53,1%), Majalengka (51,9%), dan Jeneponto (51,9%). Sedangkan 10 kabupaten/kota dengan prevalensi Penyakit Sendi terendah adalah Yakuhimo (0,1%), Ogan Komering Ulu (8,7%), Siak (9,9%), Kota Binjai (10,5%), Ogan Komering Ulu Timur (10,7%), Karo (11,6%), Barito Timur (11,9%), Kota Payakumbuh (11,9%), Kota Makassar (12,0%). G. Pencegahan Rematik Selain mengobati, kita juga bisa mencegah datangnya penyakit ini, seperti tidak melakukan olahraga secara berlebihan, menjaga berat badan tetap stabil, serta menjaga agar asupan makanan selalu seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh, terutama banyak memakan ikan dari laut dalam. Jika Anda merasa tidak cukup mengkonsumsi ikan laut, mengkonsumsi

4

Prevalensi Rematik Di Indonesia. Dari : http://perawatancantikalami.com/artikel/prevalensi-rematik-diindonesia.html
5

Rheumatoid Arthritis yang Misterius. Dari : http://health.detik.com

suplemen bisa menjadi pilihan, terutama yang mengandung omega 3. Dalam omega 3 terdapat zat yang sangat efektif untuk memelihara persendian agar tetap lentur. Jangan anggap enteng gejala-gejala rematik yang timbul. Begitu rasa nyeri mulai muncul, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendeteksi mana yang sekedar pegal linu biasa atau yang merupakan gejala rematik. (http://breker.wordpress.com/2010/10/12/penyebab-

pencegahan-cara-pengobatan-rematik/) H. Pengobatan rematik Beberapa diantaranya yang dapat mengobati rematik ialah Celecoxib, yang disambut gembira karena memiliki efek samping yang kecil pada lambung dan ginjal. Golongan obat lain adalah kortikosteroid, untuk mengatasi inflamasi (peradangan) dan menekan sistem kekebalan tubuh sehingga reaksi radang pada rematik berkurang. Bentuk obat ini bisa berupa krim yang dioles pada kulit atau suntikan. Sayangnya, obat ini memiliki efek samping seperti pembengkakan, nafsu makan bertambah, berat badan naik, serta emosi yang labil. Selain itu tanaman yang bernama Brotowali juga dipercaya dapat mengobati rematik. Selain dengan obat-obatan, untuk mengurangi rasa nyeri juga bisa dilakukan tanpa obat, misalnya dengan kompres es. Kompres es bisa menurunkan ambang nyeri dan mengurangi fungsi enzim. Kemudian, banyak jenis sayuran yang bisa dikonsumsi penderita rematik, misalnya jus seledri, kubis atau wortel yang bisa mengurangi gejala rematik. Beberapa jenis herbal juga bisa membantu melawan nyeri rematik, misalnya jahe dan kunyit, biji seledri, daun lidah buaya, rosemary, aroma terapi, atau minyak juniper yang bisa menghilangkan bengkak pada sendi. Menjaga berat badan ideal adalah salah satu langkah bijaksana untuk mengurangi nyeri di sendi lutut. Setiap kelebihan berat badan membebani sendi lutut serta panggul, dan menambah rasa nyeri karena rematik. Selain itu bobot tubuh berlebih memperbesar risiko asam urat. Olahraga ringan seperti jalan kaki bermanfaat untuk penderita rematik karena asam urat. Ini karena jalan kaki membakar kalori, memperkuat otot dan membangun tulang yang kuat tanpa mengganggu persendian yang sakit.

Untuk melakukan olahraga sebaiknya meminta pendapat dokter atau terapis, supaya mengetahui gerakan-gerakan yang terbaik. Disarankan untuk menghindari olahraga yang terlalu membebani lutut. ³Bulutangkis, voli, tenis, joging, bela diri sebaiknya tidak dilakukan. Apalagi ketika rematik jenis asam urat itu sedang kumat. Berdiri terlalu lama akan menimbulkan sakit yang luar biasa. I. Program Penaggulangan6 upaya mengatasi masalah penyakit rematik merupakan kebutuhan mendesak yang nyata dan harus dipikirkan mulai dari sekarang. Upaya ini mencakup upaya pencegahan yang terusmenerus dikombinasi dengan penatalaksanaan medis rematik yang sebaik-baiknya. Supaya usaha tersebut dapat berhasil perlu.Terapi medis di masa depan diharapkan dapat membantu pasien dengan penyakit reumatik untuk menjalani kualitas hidup yang lebih baik. Sebagian besar penyakit reumatik diterapi dengan obat-obatan analgesik, seperti OAINS, steroid, DMARDs, namun fisioterapi/rehabilitasi medis juga sangat penting dalam

penatalaksanaan penyakit reumatik. Rehabilitasi adalah penerapan gabungan dan terkoordinirnya tindakan medis, sosial, pendidikan dan memberikan ketrampilan dengan melatih atau melatih kembali seseorang yang cacat (tak mempunyai kesanggupan melakukan tugas sehari-hari) ke arah tingkat yang semaksimal mungkin untuk mencapai tugas harian atau produksi dalam masyarakat (WHO). Depkes menggunakan batasan sebagai berikut : Proses pelayanan medis yang bertujuan mengembangkan kesanggupan fungsional dan psikologik seseorang, dan kalau perlu mengembangkan mekanisme konpensatorik, sehingga memungkinkan bebas dari ketergantungan dan mengalami hidup yang aktif. Usaha pemerintah meliputi juga pemulihan kesehatan, yaitu rehabilitasi medis. Untuk melaksanakan usaha pemulihan tersebut telah dinyatakan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 134 tahun 1978, bahwa setiap rumah sakit dilengkapi dengan Unit Pelaksana Fungsionil Pelayanan Rehabilitasi Medis. Sehingga jelas usaha pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit merupakan pelayanan "total care" sebagai sarana untuk mencapai kesehatan masyarakat. Peningkatan ketrampilan dan pengetahuan dokter umum maupun ahli penyakit dalam.
6

Ibid.

Selain itu oleh sector swasta dalam upaya untuk semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan seriusnya penyakit rematik dan pentingnya perawatan yang tepat untuk mengatasinya, PT Pfizer Indonesia adakan program edukasi dan Senam Rematik bersama untuk ratusan penderita rematik di 6 kota di Indonesia. Program yang dimulai 25 Juli 2010, di Bandung ini menandai sepuluh tahun aksi Pfizer dalam mengatasi penyakit rematik dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit tersebut. Andriani Ganeswari, Marketing Communications Senior Manager PT Pfizer Indonesia mengatakan Rematik dapat menghambat produktivitas serta menurunkan kualitas hidup seseorang dan yang sangat disayangkan hingga saat ini masih banyak mitos mengenai rematik beredar di masyarakat sehingga sering kali masyarakat tidak menyikapi penyakit ini dengan tepat.

DAFTAR PUSTAKA : Diakses dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21438/4/Chapter%20II.pdf pada tanggal 8 Juni 2011. Candra Syafei. Permasalahan Penyakit Rematik Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan (Bone and Joint Decade) Rheumatoid Arthritis yang Misterius. Dari : http://health.detik.com Prevalensi Rematik Di Indonesia. Dari http://perawatancantikalami.com/artikel/prevalensi-rematik-di-indonesia.html Rheumatoid Arthritis yang Misterius. Dari : http://health.detik.com Ibid.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->