Karakteristik anak Berkebutuhan Khusus

MAKALAH KARAKTERISTIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Oleh : I GEDE MEIDANA (0711031019) KELAS : B SEMESTER : VII JURUSAN PENDIDIKAN DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2010

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Guru SD yang ideal selain memiliki kemampuan profesional sesuai standar yang ditetapkan semestinya juga membekali diri dengan berbagai wawasan dan pengetahuan tentang anak didiknya. Wawasan tersebut sangat diperlukan agar guru dapat mengenali karakter setiap anak didiknya dengan baik, meliputi pengenalan tentang perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, moral keagamaan, seni, dan kreativitas, termasuk permasalahan yang ditemui dalam berbagai aspek perkembangan tersebut. Pengenalan ini sangat penting agar guru dapat mengembangkan potensi dasar setiap anak dengan tepat sesuai kebutuhan dan kondisi setiap anak. Salah satu masalah dalam perkembangan anak yang harus dikuasai guru SD dengan baik adalah masalah perkembangan anak yang bersifat non-normatif atau berkelainan. Guru SD dituntut untuk dapat mengenali setiap ciri masalah dalam perkembangan dari anak yang berkelainan, sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat terhadap masalah tersebut sesuai dengan kapasitas Anda sebagai seorang guru bukan sebagai seorang psikolog. Akan sangat berbahaya bila guru salah dalam mengidentifikasi masalah perkembangan dari anak didiknya, (misalnya anak autis dianggap anak hiperaktif) sehingga penanganan yang diberikan juga tidak akan tepat pada sasaran. Alih-alih anak akan terbebas dari masalahnya dan berkembang dengan baik, justru masalah yang dialaminya akan makin parah. Sebagaimana pada unit sebelumnya yang membicarakan klasifikasi anak-anak berkebutuhan khusus, pada bagian sebagai kelanjutannya akan dibahas mengenai karakteristiknya yang juga sangat bervariasi untuk setiap jenis kelainan anak. Ini juga mencakup anak-anak yang mengalami kelainan fisik, mental-intelektual, sosial-emosional, maupun masalah akademik. Kita juga bisa mengambil contoh anak-anak yang mengalami kelainan fisik yang mencakup tunanetra,

yang dilihat dari berbagai segi. Bagaimana karakteristik anak-anak berkelainan akademik? 1. fisik. Karakteristik yang akan dibahas di sini mencakup anak-anak yang mengalami kelainan fisik. maupun sosial emosional. 1. 2.tunarungu. maupun sosial-emosionalnya. Karakteristik di sini akan lebih luas cakupannya. Tiap individu memiliki pasti memiliki kelebihan dan kekurangan pada dirinya. 1. Bagaimana karakteristik anak-anak berkelainan mental emosional? 3. penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung agar kita bisa memperlakukan individu sesuai dengan karakteristiknya masing-masing ketika melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas sehingga kebutuhan anak dalam pendidikan dapat terpenuhi. Padahal. 1) Bagi pembaca. Pada bagian unit ini akan dikaji karakteristik umum mengenai anak berkebutuhan khusus.4 Manfaat Makalah ini kami susun. dan tunadaksa (cacat tubuh) dengan berbagai karakteristiknya. Untuk mengetahui karakteristik anak-anak berkelainan fisik. adalah sebagai berikut. pada kenyataannya masih banyak guru-guru yang belum memahaminya. Bagaimana karakteristik anak-anak berkelainan fisik? 2. kepribadian. Untuk mengetahui karakteristik anak-anak berkelainan mental emosional. 1. agar dapat memberikan manfaat tertentu bagi pembaca dan penulis. 3. mentalintelektual. Mengenai karakteristik anak berkebutuhan khusus. terutama untuk guru-guru di sekolah umum. yang dilengkapi dengan beberapa ilustrasi yang akan memudahkan untuk mengkajinya. dengan memahami karakteristiknya. guru akan dapat memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak tersebut.3 Tujuan 1. . makalah ini dapat dijadikan masukan agar pembaca menyadari bahwa setiap individu pasti memiliki karakteristik yang berbeda. 2) Bagi penulis khususnya calon guru. Untuk mengetahui karakteristik anak-anak berkelainan akademik.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. akademik. karena harus dilihat dari berbagai segi. Manfaat yang dimaksud.

Segi Motorik Hilangnya indera penglihatan sebenarnya tidak berpengaruh secara langsung terhadap keadaan motorik anak tunanetra. atau simbol-simbol lain pada papan Snellen sejauh 20 kaki (6 M). emosi. Adapun karakteristik anak Tunanetra adalah sebagai berikut. Penglihatan seseorang dikatakan betul-betul terganggu jika ketajamannya lebih rendah atau sama dengan 20/200 (Arum. Anak tunanetra adalah anak yang mengalami kelainan kehilangan ketajaman penglihatan sehingga penglihatannya tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari termasuk bersekolah sehingga memerlukan layanan pendidikan khusus. maka dia dinyatakan sebagai anak tuna netra dan memerlukan media pembelajaran dan permainan khusus. pada kegiatan yang bersifat visual seperti mewarnai. dia akan masuk taman kanak. angka-angka. Hilangnya kemampuan melihat tersebut mengakibatkan perkembangan anak. menyusun peg board.kanak. tetapi dengan hilangnya pengalaman visual menyebabkan tunanetra kurang mampu melakukan orientasi lingkungan. 2005:28-29) yaitu yang mampu melihat suatu benda pada jarak 20 kaki yang dapat dilihat oleh orang yang memiliki ketajaman normal pada jarak 200 kaki. Atau hal yang membedakan anaktunetra dengan anak lainnya dapat dilihat dari kondisi matanya dan sikap tubuhnya yang kurang ajeg serta kaku. ‡ Perilaku Stereotipee (stereotypic behavior) artinya sebagian kecil anak tunanetra ada yang suka . Kesan lahiriah tampak Tina adalah anak yang lucu dan ceria. Nampak sekali adanya kelainan pada organ penglihatan/ mata. Ketajaman penglihatan diukur berdasarkan kemampuan seseorang membaca huruf-huruf. Hal ini terlihat dalam aktivitas mobilitas dan respon motorik yang merupakan umpan balik dari stimuli visual. Anak Tunanetra Ilustrasi Tina seorang gadis kecil usia 5 tahun. Misalnya: ‡ gerakan agak kaku dan kurang fleksibel hal ini disebabkan karena keterbatasan penglihatan jadi anak tunanetra tidak bebas bergarak seperti anak awas lainnya. menggambar. dan puzzle Tina tidak mampu menyelesaikannya. Mereka dengan keadaannya itu tidak mungkin dapat mengikuti pendidikan di sekolah biasa bersama anak-anak yang awas tanpa layanan atau program khusus. yang secara nyata dapat dibedakan dengan anak-anak normal pada umumnya.BAB II PEMBAHASAN 2. baik perkembangan baik perkembangan intelektualnya. Segi Fisik Secara visik anak-anak tunanetra. sosial. 1. dalam aktivitas motorik sehari-hari tampak terkesan lamban.1 Jenis-Jenis Anak-Anak Berkelainan Fisik beserta Karakteristiknya Jenis-jenis anak berkelainan fisik dapat dibagi menjadi 3 yaitu: a. 2. ternyata tina memiliki kelainan pada penglihatannya yang oleh dokter dinyatakan memiliki tingkat ketajaman( visual sentalis ) 20/200. Maka dia dibawa kedokter untuk melihat gangguan yang ada padanya. kepribadian dan keterampilan hidupnya.

Anak Tunarungu Ilustrasi Dadi seorang anak yang menderita gangguan pendengaran sejak lahir. ‡ Mudah tersinggung.mengulang-ulang gerakan tertentu. Akibat pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan atau mengecewakan yang sering dialami. seperti mengedip-ngedipkan atau menggosok-gosok matanya. Pribadi dan Sosial Mengingat tunanetra mempunyai keterbatasan dalam belajar melalui pengamatan dan meniru. Anak-anak tunanetra umumnya memiliki sikap ketergantungan yang kuat pada orang lain dalam kehidupan sehari-hari. dan kondisi Dadi yang sering . serta keterbatasan sosial. sehingga menunjukkan prilaku yang tidak semestinya. ini disebabkan oleh kekurangmampuannya dalam berorientasi terhadap lingkungannya. perilaku yang lebih positif. meskipun demikian hal tersebut berpengaruh pada perilakunya. tetapi tunanetra mempunyai keterbatasan dalam melakukan gerakkan tersebut. Keterbatasan tersebut mengakibatkan keterbatasan dalam memperoleh pengalaman dan juga berpengaruh pada hubungan social. mempergunakan intonasi suara atau wicara dalam mengekspresikan perasaan. 3. Akademik Secara umum kemampuan akademik anak-anak tunanetra sama seperti anak-anak pada umumnya. tetapi lama-kelamaan setelah usia Dadi hampir 2 tahun belum dapat bicara seperti pada anak umumnya serta tidak pernah merespon suara yang ada disekelilingnya. Ada beberapa teori yang mengungkap mengapa tunanetra kadang-kadang mengembangkan perilaku steriotip. Mula-mula Dadi dianggapnya anak yang baik jarang menangis dan pendiam. Hal itu terjadi mungkin sebagai akibat dari tidak adanya rangsangan sensoris. penampilan postur tubuh yang baik. khususnya dalam bidang membaca dan menulis. menjadikan anak-anak tunanetra mudah tersinggung. anak tunanetra perlu mendapatkan latihan langsung dalam bidang pengembangan persahabatan. Gambar 1. pada saat itulah orang tuanya curiga terhadap perkembangannya. 4. Untuk mengurangi atau menghilangkan perilaku tersebut dapat dilakukan dengan cara membantu mereka memperbanyak aktivitas. maka anak tunanetra sering mempunyai kesulitan dalam melakukan perilaku sosial yang benar. Dengan kondisi yang demikian maka tunanetra dalam membaca mempergunakan huruf Braille (huruf simbol dengan titik timbul) atau huruf cetak dengan berbagai ukuran dan untuk menulis tunanetra menggunakan Riglet dan pen. Dari keadaan tersebut mengakibatkan tunanetra lebih terlihat memiliki sikap : ‡ Curiga yang berlebihan pada orang lain. menyampaikan pesan yang tepat pada saat melakukan komunikasi. Penglihatan memungkinkan kita untuk bergerak dengan leluasa dalam suatu lingkungan. mempergunakan gerakan tubuh dan ekspresi wajah. dan sebagainya. Anak tunanetra sering kali menunjukkan prilaku treriotip. Keadaan ketunanetraan berpengaruh pada perkembangan keterampilan akademis. awalnya orang tuanya tidak menduga jika dadi tunarungu. menjaga kontak mata atau orientasi wajah. ‡ Ketergantungan pada orang lain.1 Huruf Braile 5. atau dengan mempergunakan strategi perilaku tertentu seperti misalnya memberikan pujian atau alternatif pengajaran. Sebagai akibat dari ketunanetraannya yang berpengaruh terhadap keterampilan sosial. Perilaku Kondisi tunanetra tidak secara langsung menimbulkan masalah atau penyimpangan perilaku pada diri anak. b. terbatasnya aktivitas dan gerak di dalam lingkungan.

Orang yang kehilangan kemampuan mendengar sama sekali disebut tuli (the deaf). dan tidak teratur. ‡ Perkembangan akademiknya lamban akibat keterbatasan bahasa. Dengan hilangnya kemampuan mendengar tersebut. Orang yang kurang mendengar adalah yang pendengarannya cacat sampai tingkat tertentu. sehingga cara melihatpun selalu menunjukkan keingintahuan yang besar dan terlihat beringas. dengan atau tanpa alat bantu dengar. Segi Fisik ‡ Cara berjalannya kaku dan agak membungkuk. Amin (1986:53) mendefinisikannya sebagai berikut : seorang yang tuli adalah sesorang yang pendengarannya cacat sampai batas yang menghambat pengertiannya akan pembicaraan melalui telinga. baik dengan memakai alat bantu dengar atau tidak. Intelektual ‡ Kemampuan intelektualnya normal. sehingga mereka juga tidak terbiasa mengatur pernafasannya dengan baik. menyebabkan anak-anak tunarungu mengalami kekurangseimbangan dalam aktivitas fisiknya. Anak-anak tunarungu tidak pernah mendengar suarasuara dalam kehidupan sehari-hari. Frisina (1974) dalam Moh. Gambar 2. Untuk mengatasi hambatan dalam berkomunikasi biasanya anak tunarungu menggunakan alat bantu dengar yang disebut Hearing Aid dan untuk mengucapkan kata-kata ia menggunakan abjad jari (finger spelling). dimana sebagian besar pengalamannya diperoleh melalui penglihatan. Istilah tunarungu ditujukan pada individu atau anak yang mengalami kehilangan kemampuan mendengar. Pada dasarnya anak-anak tunarungu tidak mengalami permasalahan dalam berkomunikasi dan berbahasa. Penglihatan merupakan salah satu indera yang paling dominan bagi anak-anak penyandang tunarungu. khususnya dalam berbicara. 2. Segi Bahasa ‡ Miskin akan kosa kata ‡ Sulit mengartikan kata-kata yang mengandung ungkapan. perkembangan intelektual menjadi lamban. atau idiomatik ‡ Tatabahasanya kurang teratur 3. Definisi ini menunjukkan bahwa tunarungu dalam kategori tuli tidak dapat digunakan alat pendengaranya sama sekali untuk mengartikan pembicaraan. bagaimana bersuara atau mengucapkan kata-kata dengan intonasi yang baik. Maka Dadi dibawa konsultasi ke dokter ahli THT dan setelah menjalani pemeriksaan pendengaran dinyatakan jika ia menderita ketunarunguan. maka anak tunarungu dapat disebut child with problem in learning (anak dengan problema dalam belajar) yang membawa konsekuensinya kepada child with special needs (anak berkebutuhan khusus).1 abjad jari 4. maka dalam akademiknya juga mengalami keterlambatan. Beberapa karakteristik anak tunarungu. Oleh karena itu anak-anak tunarungu juga dikenal sebagai anak visual. diantaranya : 1.seperti orang terkejut jika bertemu dengan orang lain yang datang dari belakang atau yang muncul tiba-tiba. sedangkan kemampuan mendengar sebagian disebut kurang dengar (hard of hearning) . baik kehilangan kemampuan mendengar sama sekali maupun kehilangan kemampuan mendengar sebagian. Sosial-emosional . Seiring terjadinya kelambanan dalam perkembangan intelektualnya akibat adanya hambatan dalam komunikasi. ‡ Pernapasannya pendek. ‡ Cara melihatnya agak beringas.2 Hearing Aid (alat bantu dengar) gambar 2. Akibat terjadinya permasalahan pada organ keseimbangan pada telinga.

Gangguan motorik ini meliputi motorik kasar dan motorik halus. Gangguan tingkat Kecerdasan Walaupun anak cerebral palsy adalh anak yang mengalami kelainan di otaknya tetapi keadaan kecerdasan anak cerebral palsy bervariasi. Dini jika berjalan terlihat sempoyongan. peraba. 3. gerakan ritmis dan gangguan keseimbangan. Sedangkan anak tunadaksa berat adalah anak yang mengalami cacat tubuh dan menyebabkan terjadinya hambatan untuk mencapai perkembangan yang optimal dan memerlukan layanan pendidikan khusus. Tetapi lama kelamaan lingkungan menyadari bahwa dia mengalami dan mengerti apa yang di bicarakan oleh orang lain. penciuman. anak tunarungu menyadari bahwa mereka kurang dapat menguasai lingkungan sekitar tanpa pendengaran. Anak tunadaksa ringan adalah anak yang cacat tubuh tetapi tidak menghambat perkembangannya. anak-anak ini tidak membutuhkan pelayanan pendidikan khusus dengan kata lain anak-anak ini bisa sekolah dengan anak normal lainnya. pendengaran. Gangguan Sensorik Pusat sensoris pada manusia terletak pada otak. dan perasa. Sekitar 45% mengalami keterbelakangan mental. tetapi sangat sulit untuk ekspresi responnya secara verbal maupun motorik lainnya. Sikap seperti ini terjadi akibat adanya kelainan fungsi pendengarannya. ‡ Sering bersikap agresif ‡ Cepat marah dan tersinggung c. tingkat kecerdasan anak cerebral palsy mulai tingkat yang paling rendah sampai gifted. Hal inilah menjadikan mereka bersikap ragu atau menimbulkan rasa takut. sejak kecil dia mengalami kelumpuhan atau kelayuhan pada anggota gerak sebelah kanan yaitu tangan dan kakinya yang disertai gangguan pada otot motorik wicara. sehingga anak-anak tunarungu menjadi mudah merasa curiga. maka sering anak cerebral palsy disertai gangguan sensorik antara lain penglihatan. ‡ Sering merasa curiga dan berprasangka. Anak Tunadaksa Ilustrasi Dini seorang anak cerebral palsy. 2.‡ Pergaulan yang terbatas pada sesama tunarungu Sebagai akibat keterbatasan dalam komunikasi. Istilah umum yang digunakan di Indonesia untuk anak jenis kelainan ini adalah tunadaksa ringan dan tunadaksa berat. Gannguan penglihatan pada cerebral palsy terjadi karena ketidakseimbangan otot-otot mata sebagai akibat kerusakan otak. Karakteristik anak daksa sebagai berikut : 1. Mereka tidak dapat memahami apa yang dibicarakan orang lain. 4. mengingat anak cerebral palsy adalah anak yang mengalami kelainan otak. dan 35% lagi mempunyai tingkat kecerdasan normal dan diatas rata-rata. Gangguan pendengaran pada anak cerebral palsy sering dijumpai pada jenis athetoid. anak tunarungu cenderung untuk bergaul/ bersosialisasi dengan sesama tunarunguatau menarik diri dari lingkungan orang mendengar ‡ Perasaan takut (khwatir) terhadap lingkungan sekitar Pada umumnya. Sedangkan sisianya cenderung dibawah rata-rata. kelumpuhan. Gangguan Motorik Gangguan motoriknya berupa kekakuan. gerakan-gerakan yang tidak dapat dikendalikan. dan bila bicara sulit untuk dimengerti orang lain. Pada awalnya oleh lingkungan dia dianggap sebagai anak yang tidak normal mentalnya. Kemampuan Bicara .

Masing-masing hal itu sebagai aspek diantara tunagrahita dengan jelas sebagai berikut: 1. dia berpenampilan rapi seperti teman-teman lainnya. pada buku catatannya hanya terlihat coret-coret gambar yangtidak jelas maksudnya.Pada saat pelajaran di dalam kelas Nani lebih banyak terdiam passive.Anak cerebral Palsy mengalami gangguan wicara yang disebabkan oleh kelainan motorik otototot wicara terutama pada organ artikulasi seperti lidah. dan rahang bawah dan ada pula yang terjadi karena kurang dan tidak proses interaksi dengan lingkungannya. mempengaruhi pembentukan pribadi anak secara umum. Dalam pelajaran bidang akademik Nanik baik membaca. gerakan ditempat. apalagi jika beberapa tugas diberikan dalam satu instuksi sekaligus. mudah tersinggung. 2. Jika diberi tugas oleh guru dia lebih banyak tidak tahu perintah apa yang harus dikerjakan. Karakteristik anak tunagrahita secara umum menurut James D. Menurut A Kirk dalam Moh.tergantung rangsangan yang diterimanya. Emosi anak sangat bervariasi. 2. Sedangkan anak-anak yang mengalami kelumpuhan yang dikarenakan kerusakan pada otot motorik yang sering diderita oleh anak-anak pasca polio dan muscle dystrophy lain mengakibatkan gangguan motorik terutama gerakan lokomosi. Secara umum tidak terlalu berbeda dengan anak-anak normal. bibir. Amin (1995) pengertian anak tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan dan keterlambatan dalam perkembangan mental yang disertai dengan ketidakmampuan dalam belajar dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. dan mobilisasi. bahkan ada yang mampu mencapai tingkat usia mental setingkat usia mental anak pra sekolah. maka dia dikonsultasikan pada ahli perkembangan anak dan ternyata dinyatakan tunagrahita karena berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis Nani memiliki kapasitas intelektual IQ 65. memelihara.1995:34-37) dicirikan dalam hal : kecerdasan. sukar memahami masalah. seperti orang yang bingung. Emosi dan Penyesuaian Sosial Respon dan sikap masyarakat terhadap kelainan pada anak cerebral palsy.hal ini ditunjukkan dengan pergaulan mereka tidak dapat mengurus.Page (Amin. Anak Tunagrahita Ilustrasi Nani seorang siswa kelas 1 SD. Segi sosial Dalam kemampuan bidang sosial juga mengalami kelambatan kalau dibandingkan dengan anak normal sebaya. Masalah yang bersifat abstrak dan cara belajarnya banyak secara membeo (rote learning) bukan dengan pengertian. kepribadian serta organism. Dengan keadaan yang demikian maka bicara anak-anak cerebral palsy menjadi tidak jelas dan sulit diterima orang lain. Setelah gurunya curiga terhadap perilaku Nani. Mereka hanya mampu mencapai tingkat usia mental setingkat usai mental anak usia mental anak Sekolah Dasar IV. kecuali beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi yang dapat menimbulkan emosin yang tidak terkendali. Sikap atau penerimaan masyarakat terhadap anak cerebral palsy dapat memunculkan anak merasa rendah diri atau kepercayaan dirinya kurang. sosial. dorong dan emosi. Intelektual Dalam pencapaian tingkat kecerdasan bagi tunagrahita selalu dibawah rata-rata denga anak yang seusia sama. fungsi mental.2 Jenis-Jenis Anak Berkelainan Mental Emosional beserta Karakteristiknya A. menulis maupun berhitung dia tidak mampu mengerjakan. Dalam hal belajar. 5. tetapi jarang terlihat bermain bersama teman-temannya pada saat istirahat. . demikian juga perkembangan kecerdasan sangat terbatas. dia lebih banyak diam. atau kelas II.

dipasangkan dan ditanggalkan pakaiannya. 7. Mampudidik Mampudidik merupakan istilah pendidikan yang digunakan untuk mengelompokan tunagrahita ringan. pada anak yang ketunagrahitaannnya semakin berat banyak yang mengalami gangguan bicara disebabkan cacat artikulasi dan problem dalam pembentukan bunyi. Kehidupan emosi yang lemah. 3. kurang mampu menghayati perasaan bangga. diawasi terus menerus. Anak yang tidak terlalu berat ketunagrahitannya mempunyai kehidupan emosi yang hamper sama dengan anak normal tetapi kurang kaya. serta makanan yang tidak enak. jangkuan perhatiannya sangat sempit dan cepat beralih kurang tangguh dalam menghadapi tugas pelupa dan mengalami kesukaran mengungkapkan kembali suatu ingatan. Sedangkan karakteristik anak tunagrahita. dorongan biologisnya dapat berkembang tetapi penghayatannya terbatas pada perasaan senang. Ciri kepribadian Kepribadian anak tunagrahita dari berbagai penelitian oleh Leahy. pendengaran dan penglihatannya tidak dapat difungsikan. Ciri kemampuan dalam bahasa Kemampuan bahasa sangat terbatas perbendaraan kata terutama kata yang abstrak. mendapat perangsang yang menyakitkan tidak mampu menjauhkan diri dari perangsang tersebut. tidak mampu mengontrol dan mengarahkan dirinya sehingga lebih banyak tergantung pada pihak luar(external locus of control). setelah dewasa kepentingan ekonominya sangat tergantung pada bantuan orang lain. dan benci. dalam keadaan haus dan lapar tidak menunjukkan tanda-tandanya. dan Zigler(Hallahan & Kauffman 1988:69) bahwa anak yang merasa retarted tidak percaya terhadap kemampuannya. Hal ini ditunjukan dengan baru dapat berjalan dan berbicara pada usia dewasa. Mampudidik memiliki kapasitas intelegensi antara 50-70 pada skala Binet maupun . Kurang rentan terhadap persaan sakit. disuapi makanan.dan memimpin diri. marah. tanggung jawab dan hak social 5. yang lebih spesifik berdasarkan berat ringannya kelainan dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Ciri kemampuan dalam organisme Kemampuan anak tunagrahita untuk mengorganisasi keadaan dirinya sangat jelek. tetapi dapat dilatih dalam menghitung yang bersifat perhitungan. Balla. Ciri dorong dan emosi Perkembangan dorongan emosi anak tunagrahita berbeda-beda sesuai dengan tingkat ketungrahitaannya masing-masing. Ciri pada fungsi mental lainnya Mereka mengalami kesukaran dalam memusatkan perhatian. Waktu masih kanak-kanak mereka harus dibantu terus menerus. 4. Ciri kemampuan dalam bidang akademis Mereka sulit mencapai bidang akademis membaca dan kemampuan menghitung yang problematis. terutama pada anak tunagrahita yang kategori berat. Anak yang berat dan sangat berat ketunagrahitanya hampir tidak memperlihatkan dorongan untuk mempertahankan diri. 8. Mereka tidak mampu untuk mengarahkan diri sehingga segala sesuatu yang terjadi pada dirinya bergantungan pengarahan dari luar. bau yang tidak enak. kurang beragam. sikap gerak langkahnya kurang serasi. Kurang mampu membuat asosiasi serta sukar membuat kreasi baru. Kemampuan social mereka ditunjukkan dengan Social Age (SA) yang sangat kecil dibandingkan dengan Cronological Age (CA) Sehingga skor social Quotient (SQ)nta renda. kurang kaut. takut. 6.

tidak mau bekerja sama. memukul. dan berhitung. menulis. Anak tunalaras mengalami kesulitan untuk bermain atau belajar bersama anak lain. Anak mampu didik setelah dewasa masih memungkinkan untuk dapat bekerja nafkah. anak dengan kekacauan psikologis (psychologically disordred). yang mana jam sekolah adalah 6 jam setiap hari. Anak tunalaras mengalami kesulitan beradabtasi dengan kehidupan masyarakat. Karakteristik umum ‡ Mengalami gangguan perilaku . menyerang. Karena ketidakmampuan menjalin hubungan persahabatan dengan anak lain maka anak tunalaras sering disebut juga anak nakal. Anak Tunalaras Dalam kehidupan sehari-hari anak tunalaras sering disebut juga anak dengan gangguan emosional (emotionally disturbed). dimana mereka sering berkelahi. Perlurawat Anak perlu rawat adalah klasifikasi anak tunagrahita yang paling berat. sehingga kesan lahiriah anak mampudidik dikenal dengan terbelakang mental 6 jam. dan tidak disukai oleh anak-anak yang lain pada umumnya. Persoalan mendasar yang dihadapi anak tunalaras dalam pembelajaran adalah menyangkut konsentrasi dan pengendalian sosial emosi dengan lingkungannya. atau anak dengan hambatan mental (emotionally handicapped). ingin menguasai . menulis dan berhitung. sok aksi. melawan. Anak mampulatih hanya mampulatih dalam keterampilan mengurus diri sendiri dan aktivitas kehidupan sehari-hari. apabila mendapatkan layanan dan bimbingan belajar sesuai maka anak mampu didik dapat lulus sekolah dasar. sulit kosentrasi. Mampulatih Tunagrahita mampulatih secara fisik sering memiliki atau disertai dengan kelainan fisik baik sensori maupun motoris. Mereka masih mempunyai kemampuan untuk dididik dalam bidang akademik yang sederhana (dasar) yaitu membaca. Anak tunalaras sering mengalami konflik baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. jika pada istilah kedokteran disebut dengan idiot. karena penampilan fisiknya (kesan lahiriah) berbeda dengan anak normal sebaya. Tingkat konsentrasi anak tunalaras dalam belajar tidak bisa berjalan dengan lama dan konsisten maka dari itu pola belajar anak tunalaras selalu berubah-ubah dan mereka sangat sensitive dengan stimulus lingkungan. 2. Seumur hidupnya tidak dapat lepas dari orang lain. hal ini dikarenakan anak terlihat terbelakang mental sewaktu mengikuti palajaran akademik di sekolah saja. Anak mampudidik kemampuan maksimalnya setara dengan anak usia 12 tahun atau 6 sekolah dasar.Wescher. Anak mampulatih memiliki kapasitas intelegensi (IQ) berkisar anatara 30-50. bahkan hamper semua anak yang memiliki kelainan dengan tipe kinik masuk pada kelompok mampu latih sehingga sangat mudah untuk mendeteksi anak mampu latih. merusak milik sendiri atau orang lain. suka berkelahi. Anak ini hanya mampu latih pembiasaan (conditioning) dalam kehidupan sehari-hari. B. Beberapa karakteristik yang menonjol dari anak-anak berkebutuhan khusus yang mengalami kelainan perilaku sosisl ini adalah: 1. Kemampuan akademik nak mampulatih tidak dapat mengikuti pelajaran yang bersifat akademik walaupun secara sederhana seperti membaca. Tunagrahita mampu didik umumnya tidak desertai dengan kelainan fisik baik sensori maupun motoris. kemampuan tertingginya setara dengan anak normal usia 8 tahun atau kelas 2 SD. Anak perlu rawat memiliki kapasitas intelegensi dibawah 25 dan sudah tidak mampu dilatih keterampilan. dalam bidang yang tidak memerlukan banyak pemikiran. 3.

tidak mau bergaul. manarik diri. sering bolos sekolah. tidak mengikuti aturan. malu.´ Kecerdasan berhubungan dengan . bimbang. sering menangis. memilih gang jahat.orang lain. Pada bidang akademik ternyata Edo memiliki prestasi yang sangat baik semua mata pelajaran prestasi belajarnya ada di atas rerata kelas. Anak Berbakat Ilustrasi Edo adalah seorang anak kelas 3 sebuah SD. selain itu dia juga sering mencoba sesuatu yang baru. dia termasuk anak yang rajin dan disiplin dalam segala hal. ini salah satu kriteria anak berbakat. dan sebagainya. Sedangkan dalam UUSPN No. tidak bisa diam. dan juga terlihat sangat disenangi oleh temantemannya dalam pergaulan. ketakutan. kawatir. suka mencuri. dia sering terlihat memimpin teman-temannya dalam permainan. Edo adalah bintang di kelasnya. ‡ Kurang dewasa .setelah diadakan pemeriksaan psikologis di sekolah ternyata Edo memang memiliki kapasitas intelektual atau IQ yang lebih dibandingkan dengan teman-temannya yaitu 132.3 Jenis-Jenis Anak Berkelainan Akademik beserta Karakteristiknya a. Sosial / emosi ‡ secara sosial masalah yang menimbulkan gangguan bagi orang lain dengan ciri-ciri : perilaku yang tidak diterima oleh masyarakat dan biasanya melanggar norma budaya. dan sebagainya ‡ Agresif . tidak dapat dipercaya. tetapi bagaimana berfungsinya otak itu sangat ditentukan oleh caranya lingkungan berinteraksi dengan anak manusia itu. mudah bosan. ‡ Secara emosional sering merasa rendah diri dan mengalami kecemasan. suka mencuri dengan kelompoknya. loyal terhadap teman jahatnya. mengacam. mudah dipenagruhi. malu. Para guru sangat senang dengan perilaku Edo karena setiap diberikan tugas dia selalu berusaha menyelesaikan sesuai dengan perintah atau tugas yang dibebankan kepadanya. Bakat diartikan sebagai kemampuan yang melekat atau ³inherent´ dalam diri seseorang. sering pulang larut malam. berbohong. merasa tertekan. 3. yang disebut anak berbakat adalah ³ warga negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa. pasif. Adanya rasa gelisah. dan sanagt sensitive atau perasa. bersifat mengganggu. Definisi anak berbakat yang disepakati pada Seminar Pendidikan Luar Biasa di Jakarta pada tanggal 15 sampai 17 September 1980 (Utami Mundar . Secara genetis struktur otak memang telah terbentuk sejak lahir. ‡ perilaku tersebut ditandai dengan tindakan agresif seperti. jadi dibawa sejak lahir dan keterkaitan dengan struktur otak. 2. kurang percaya diri. berangan-angan. suka mengantuk. dan terbiasa minggat dari rumah. dan sebagainya ‡ Mengalami kecemasan . Karakteristik akademik ‡ Hasil belajar seringkali jauh di bawah rata-rata ‡ Seringkali tidak naik kelas ‡ Sering membolos sekolah ‡ Seringkali melanggar peraturan sekolah dan lalulintas 2. Dalam pergaulan dengan teman-temannya Edo terlihat menonjol. mempunyai sikap membangkang atau menentang dan tidak dapat bekerja sama. cemas. mengejek. suka berfantasi. 1997:2) adalah sebagai berikut: ³Anak berbakat ialah mereka yang oleh orang-orang profesional diidentifikasi sebagai anak yang mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuan-kemampuan unggul. 2 Tahun 1989. kaku. dan perilaku melanggar aturan keluarga. dan rumah tangga.

dan jujurZ Perilakunya tidak defensif.kemampuan intelektual. bahwa diperkirakan satu persen dari populasi total penduduk Indonesia yang rentangan IQ sekitar 137 ke atas. Karakteristik Sosial-emosional Mudah diterima teman-temaZn sebaya dan orang dewasa Mampu mempertahankan hubungan abadi dengan teman sebaya dan orang dewasaZ Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial. merupakan manusia berbakat tinggi (highly gifted). dan merangsang perilaku produktif bagi orang lainZ Memiliki kapasitas yang luar biasa dalam menanggulangi masalah sosial dengan cerdas dan humor. dalam ini adalah sebagai berikut: 1. dan mampu mengontrol emosinya sesuai situasi. dalam Mulyono (1994). sedangkan kemampuan luar biasa tidak hanya terbatas pada kemampuan intelektual. sedangkan mereka yang rentangannya berkisar 120-137 yaitu yang mencakup rentangan 10 persen di bawah yang satu persen itu disebut moderately gifted. Mereka semua memiliki talen akademik (academic talented) atau keberbakatan intelektual. Prestasi belajar yang dicapai juga cukup baik bahkan beberapa mata pelajaran seperti menulis. Karakteristik Intelektual Proses belajarnya sangat cepatZ Tekun dan rasa ingin tahu yang besarZ Rajin membacaZ Memiliki perhatian yang lama dalam suatu bidang khususZ Memiliki pemahaman yang sangat maju terhadap suatu konsepZ Memiliki sifat kompetitif yang tinggi dalam suatu bidang akademikZ 2. dan memberikan sumbangan pemikiran positif danZ konstruktif Kecendrungan sebagai juru pemisah dalam suatu pertengkaran dan pengambil kebijakan oleh teman sebayanyaZ Memiliki kepercayaan tentang persamaan derajat semua orang. dan memiliki tenggang rasaZ Bebas dari tekanan emosi. Anak berbakat dalam kontek ini adalah anak-anak yang mengalami kelainan intelektual di atas rata-rata. Karakteristik Fisik-kesehatan Berpenampilan rapi dan menarikZ Kesehatannya berada lebih baik di atas rata-rataZ Tanggung jawab atau pengikatan diri terhadap tugas (task commitent)Z b. Pada bidang akademik di kelas. Berkenaan dengan kemampuan intelektual ini Cony Semiawan (1997:24) mengemukakan. tetapi pada mata pelajaran membaca dia mengalami kesulitan yang cukup mendasar yaitu sulit untuk menggabungkan atau merangkai beberapa suku kata menjadi kata dan kalimat. Anak Berkesulitan Belajar Ilustrasi Dodi seorang anak kelas 2 SD. sehingga pada bidang membaca Dodi selalu . sebenarnya dia termasuk anak yang rajin dan aktif. dalam pergaulan dengan teman-temannya dia menunjukkan aktivitas yang cukup baik. dan lain-lainnya prestasinya berada di atas rerata kelas. Beberapa karakteristik yang menonjol dari anak-anak berbakat sebagaimana diungkapkan Kitato dan Kirby. berhitung. jadi sebenarnya Dodi termasuk anak yang cerdas.Z 3.

hal ini dikarenakan sulitnya mengenal karakteristik anak sejak dini. tidak dapat membedakan huruf yang mirip (d dan b. Untuk memahami anak berkesulitan belajar spesifik memang harus mengenal karakteristik atau ciri-ciri khusus yang muncul pada anak-anak berkesulitan belajar. kesenjangan ini minimal 2 level akademik atau 2 tahun perkembangan. pendengaran. Dimensinya mencakup: ‡ Disfungsi pada susunan saraf pusat (otak) ‡ Kesenjangan (discrepancy) antara potensi dan prestasi ‡ Keterbatasan proses psikologis ‡ Kesulitan pada tugas akademik dan belajar Kesenjangan antara potensi dan prestasi dalam berprestasi untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Gangguan dalam perhatian a. Kesulitan belajar ini tidak termasuk masalah belajar. atau membedakan kata sakit dan sabit) b. sulit berkonsentrasi b. tetapi pada bidang sintesis dan abstraksi ternyata dia jauh di bawah rerata normal. sulit membedakan bunyi yang hampir sama (kopi dengan topi) c. Adapun Karakteristik Anak Berkesulitan Belajar Secara Umum yaitu: 1. membaca. berfikir.mengikuti program remedial yang diselenggarakan sekolah. atau faktor lingkungan. wicara. motorik. sulit untuk memusatkan perhatian . keterbelakangan mental. Secara umum berkesulitan belajar spesifik adalah anak yang mengalami gangguan pada satu atau lebih dari proses psikologi dasar termasuk pemahaman dalam menggunakan bahasa lisan atau tertulis yang dimanifestasikan dalam ketidaksempurnaan mendengar. mengeja atau mengerjakan hitungan matematika. disfungsi minimal otak. budaya. maka dia dikatakan sebagai anak yang berkesulitan belajar spesifik. Secara umum dapat dikatakan bahwa kesulitan belajar adalah setiap anak yang tidak mampu mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurun waktu yang telah ditentukan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. tetapi selalu saja dia gagal mencapai prestasi membaca yang dipersyaratkan. adanya gangguan motorik halus (gangguan dalam menulis) dan motorik kasar (tidak dapat menendang bola secara tepat dan melompat) 2. maupun keadaan ekonomi. dan disphasia. Dalam pemeriksaan psikologis dia termasuk anak superior dalam kapasitas kemampuan intelektualnya atau IQ. Memiliki kesulitan pada satu bidang akademik/perkembangan yang tertinggal dibandingkan dengan bidang akademik/perkembangan lain yang dimiliki anak (perbedaan intra individual). yang disebabkan secara langsung oleh adanya gangguan penglihatan. Learning disability merupakan suatu istilah yang mewadahi berbagai jenis kesulitan yang dialami anak terutama yang berkaitan dengan masalah akademis. emosi. Berkesulitan belajar merupakan salah satu jenis anak berkebutuhan khusus yang ditandai dengan adanya kesulitan untuk mencapai standar kompetensi (prestasi) yang telah ditentukan dengan mengikuti pembelajaran konvensional. Masalah persepsi dan koordinasi a. Konsep ini merupakan hasil dari gangguan persepsi. yang umumnya baru terdeteksi setelah anak usia 8 ± 9 tahun atau kelas 3 ± 4 SD masuk pada kelompok kesulitan belajar akademik. Adapun karakteristik yang dapat diamati adalah adanya kesenjangan (discrepancy) antara potensi anak dengan prestasi (akademik) dan perkembangan yang dicapai. disleksia.

sulit memecahkan masalah misalnya bagaimana menentukan strategi untuk menemukan kembali barang yang hilang. ia tidak dapat menuntaskan pekerjaannya karena perhatiannya segera beralih pada objek lainnya. secara visik anak-anak tunanetra. Gangguan dalam mengingat dan berpikir a. tidak dapat menuntaskan pekerjaan 3. d. tetapi dengan hilangnya pengalaman visual menyebabkan tunanetra kurang mampu melakukan orientasi lingkungan. contohnya kepada beberapa anak diperlihatkan suatu daftar kata untuk diingat. yaitu hilangnya indera penglihatan sebenarnya tidak berpengaruh secara langsung terhadap keadaan motorik anak tunanetra. Masalah berpikir 1. b. Tidak memiliki kemampuan dalam penerapan strategi mengingat. sulit melakukan kontak mata contohnya apabila anak diberikan tugas unuk melakukan sesuatu. Adapun karakteristiknya yaitu dari segi fisik. kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan b. Kemampuan dalam penyesuaian diri a. yang secara nyata dapat dibedakan dengan anak-anak normal pada umumnya. suka mengasingkan diri BAB III PENUTUP 3. 2. sulit mengingat materi secara verbal Hal ini terjadi karena mereka mempunyai masalah dalam pemahaman bunyi bahasa sehingga sulit memaknai kata atau kalimat.c. 4. dapat disimpulkan bahwa anak tunanetra adalah anak yang mengalami kelainan kehilangan ketajaman penglihatan sehingga penglihatannya tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari termasuk bersekolah sehingga memerlukan layanan pendidikan khusus. kurang percaya diri.1 Simpulan Berdasarkan uraian di atas. Segi Motorik. 2. cemas dan takut c. nampak sekali adanya kelainan pada organ penglihatan/ mata. hiperaktif e. Masalah mengingat 1. sedangkan anak berkesulitan belajar tidak mampu melakukan strategi tersebut. Anak normal secara spontan dapat mengategorikan kata-kata tersebut agar mudah diingat. tidak mampu menemukan/membentuk konsep misalnya bagaimana mengungkapkan kembali suatu cerita yang telah dibacanya. .

A.2 Saran Setelah memahami tentang karakteristik anak-anak berkelainan khusus diharapkan guru maupun calon guru mampu : 1. Pengantar Pendidikan Luar Biasa. menangani anak dengan bermacam-macam gangguan bicara. diakses 6 oktober 2010 . 4.dkk. diakses tgl 6 Oktober 2010 http://images.wordpress.com/images?hl=en&biw=1366&bih=548&tbs=isch%3A1&sa=1&q=tunane tra. 2008. menangani anak dengan bermacam-macam perilaku sebagai akibat ketidakmatangan sosialemosional. menangani anak dengan bermacam-macam masalah fungsi intelektual. DAFTAR PUSTAKA Suparno. 6. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Karakteristik Anak Luar Biasa.K.tunarungu. 7. 5. Wardani I.google. 2010. 10. 9. Iswari Mega. Jakarta:Universitas Terbuka Massofa. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Pendidikan Anak Berkebetuhan Khusus. menangani anak dengan perilaku ADHD. 2. Kecakapan Hidup Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. http://massofa. 2007.tunagrahita. Media Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus. menangani anak dengan perilaku autis. menangani anak dengan bermacam-macam kebutuhan fisik khusus. 2007. menangani anak dengan bermacam-macam perilaku insecure. Azwandi Yosfan. membedakan perkembangan anak yang bersifat nonnormatif dan normatif. 2007. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 3. menangani anak dengan bermacam-macam perilaku antisocial.G. tunadaksa. menangani anak dengan perilaku agresi.3.dan tunalaras&btnG=Search&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=. 8.com/2010/08/09/karakteristik-anak-luar-biasa/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful