Karakteristik anak Berkebutuhan Khusus

MAKALAH KARAKTERISTIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Oleh : I GEDE MEIDANA (0711031019) KELAS : B SEMESTER : VII JURUSAN PENDIDIKAN DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2010

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Guru SD yang ideal selain memiliki kemampuan profesional sesuai standar yang ditetapkan semestinya juga membekali diri dengan berbagai wawasan dan pengetahuan tentang anak didiknya. Wawasan tersebut sangat diperlukan agar guru dapat mengenali karakter setiap anak didiknya dengan baik, meliputi pengenalan tentang perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, moral keagamaan, seni, dan kreativitas, termasuk permasalahan yang ditemui dalam berbagai aspek perkembangan tersebut. Pengenalan ini sangat penting agar guru dapat mengembangkan potensi dasar setiap anak dengan tepat sesuai kebutuhan dan kondisi setiap anak. Salah satu masalah dalam perkembangan anak yang harus dikuasai guru SD dengan baik adalah masalah perkembangan anak yang bersifat non-normatif atau berkelainan. Guru SD dituntut untuk dapat mengenali setiap ciri masalah dalam perkembangan dari anak yang berkelainan, sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat terhadap masalah tersebut sesuai dengan kapasitas Anda sebagai seorang guru bukan sebagai seorang psikolog. Akan sangat berbahaya bila guru salah dalam mengidentifikasi masalah perkembangan dari anak didiknya, (misalnya anak autis dianggap anak hiperaktif) sehingga penanganan yang diberikan juga tidak akan tepat pada sasaran. Alih-alih anak akan terbebas dari masalahnya dan berkembang dengan baik, justru masalah yang dialaminya akan makin parah. Sebagaimana pada unit sebelumnya yang membicarakan klasifikasi anak-anak berkebutuhan khusus, pada bagian sebagai kelanjutannya akan dibahas mengenai karakteristiknya yang juga sangat bervariasi untuk setiap jenis kelainan anak. Ini juga mencakup anak-anak yang mengalami kelainan fisik, mental-intelektual, sosial-emosional, maupun masalah akademik. Kita juga bisa mengambil contoh anak-anak yang mengalami kelainan fisik yang mencakup tunanetra,

adalah sebagai berikut. 2) Bagi penulis khususnya calon guru. makalah ini dapat dijadikan masukan agar pembaca menyadari bahwa setiap individu pasti memiliki karakteristik yang berbeda. dengan memahami karakteristiknya. guru akan dapat memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak tersebut. karena harus dilihat dari berbagai segi. 1.4 Manfaat Makalah ini kami susun. yang dilihat dari berbagai segi. 1. Manfaat yang dimaksud. mentalintelektual. Karakteristik yang akan dibahas di sini mencakup anak-anak yang mengalami kelainan fisik. dan tunadaksa (cacat tubuh) dengan berbagai karakteristiknya. kepribadian. agar dapat memberikan manfaat tertentu bagi pembaca dan penulis. Pada bagian unit ini akan dikaji karakteristik umum mengenai anak berkebutuhan khusus. fisik. yang dilengkapi dengan beberapa ilustrasi yang akan memudahkan untuk mengkajinya. Bagaimana karakteristik anak-anak berkelainan fisik? 2. terutama untuk guru-guru di sekolah umum.3 Tujuan 1. maupun sosial emosional. 2. Bagaimana karakteristik anak-anak berkelainan mental emosional? 3. maupun sosial-emosionalnya. Bagaimana karakteristik anak-anak berkelainan akademik? 1. 1. 3. 1) Bagi pembaca. pada kenyataannya masih banyak guru-guru yang belum memahaminya. Mengenai karakteristik anak berkebutuhan khusus. Untuk mengetahui karakteristik anak-anak berkelainan fisik. Padahal. Untuk mengetahui karakteristik anak-anak berkelainan mental emosional. akademik. Karakteristik di sini akan lebih luas cakupannya.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. .tunarungu. penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung agar kita bisa memperlakukan individu sesuai dengan karakteristiknya masing-masing ketika melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas sehingga kebutuhan anak dalam pendidikan dapat terpenuhi. Untuk mengetahui karakteristik anak-anak berkelainan akademik. Tiap individu memiliki pasti memiliki kelebihan dan kekurangan pada dirinya.

Ketajaman penglihatan diukur berdasarkan kemampuan seseorang membaca huruf-huruf.kanak. maka dia dinyatakan sebagai anak tuna netra dan memerlukan media pembelajaran dan permainan khusus.1 Jenis-Jenis Anak-Anak Berkelainan Fisik beserta Karakteristiknya Jenis-jenis anak berkelainan fisik dapat dibagi menjadi 3 yaitu: a. emosi. tetapi dengan hilangnya pengalaman visual menyebabkan tunanetra kurang mampu melakukan orientasi lingkungan. Atau hal yang membedakan anaktunetra dengan anak lainnya dapat dilihat dari kondisi matanya dan sikap tubuhnya yang kurang ajeg serta kaku. Segi Motorik Hilangnya indera penglihatan sebenarnya tidak berpengaruh secara langsung terhadap keadaan motorik anak tunanetra. ternyata tina memiliki kelainan pada penglihatannya yang oleh dokter dinyatakan memiliki tingkat ketajaman( visual sentalis ) 20/200. dia akan masuk taman kanak. dalam aktivitas motorik sehari-hari tampak terkesan lamban. Adapun karakteristik anak Tunanetra adalah sebagai berikut. dan puzzle Tina tidak mampu menyelesaikannya. atau simbol-simbol lain pada papan Snellen sejauh 20 kaki (6 M). Nampak sekali adanya kelainan pada organ penglihatan/ mata. 1. yang secara nyata dapat dibedakan dengan anak-anak normal pada umumnya. Hal ini terlihat dalam aktivitas mobilitas dan respon motorik yang merupakan umpan balik dari stimuli visual. Misalnya: ‡ gerakan agak kaku dan kurang fleksibel hal ini disebabkan karena keterbatasan penglihatan jadi anak tunanetra tidak bebas bergarak seperti anak awas lainnya. menyusun peg board. menggambar. sosial. Hilangnya kemampuan melihat tersebut mengakibatkan perkembangan anak. kepribadian dan keterampilan hidupnya. ‡ Perilaku Stereotipee (stereotypic behavior) artinya sebagian kecil anak tunanetra ada yang suka . Segi Fisik Secara visik anak-anak tunanetra. pada kegiatan yang bersifat visual seperti mewarnai. Mereka dengan keadaannya itu tidak mungkin dapat mengikuti pendidikan di sekolah biasa bersama anak-anak yang awas tanpa layanan atau program khusus. Kesan lahiriah tampak Tina adalah anak yang lucu dan ceria. 2.BAB II PEMBAHASAN 2. Maka dia dibawa kedokter untuk melihat gangguan yang ada padanya. Anak Tunanetra Ilustrasi Tina seorang gadis kecil usia 5 tahun. 2005:28-29) yaitu yang mampu melihat suatu benda pada jarak 20 kaki yang dapat dilihat oleh orang yang memiliki ketajaman normal pada jarak 200 kaki. angka-angka. Anak tunanetra adalah anak yang mengalami kelainan kehilangan ketajaman penglihatan sehingga penglihatannya tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari termasuk bersekolah sehingga memerlukan layanan pendidikan khusus. Penglihatan seseorang dikatakan betul-betul terganggu jika ketajamannya lebih rendah atau sama dengan 20/200 (Arum. baik perkembangan baik perkembangan intelektualnya.

Anak tunanetra sering kali menunjukkan prilaku treriotip. pada saat itulah orang tuanya curiga terhadap perkembangannya. serta keterbatasan sosial. atau dengan mempergunakan strategi perilaku tertentu seperti misalnya memberikan pujian atau alternatif pengajaran. dan kondisi Dadi yang sering . Gambar 1. Keadaan ketunanetraan berpengaruh pada perkembangan keterampilan akademis. penampilan postur tubuh yang baik. Untuk mengurangi atau menghilangkan perilaku tersebut dapat dilakukan dengan cara membantu mereka memperbanyak aktivitas. mempergunakan gerakan tubuh dan ekspresi wajah. maka anak tunanetra sering mempunyai kesulitan dalam melakukan perilaku sosial yang benar. meskipun demikian hal tersebut berpengaruh pada perilakunya. Pribadi dan Sosial Mengingat tunanetra mempunyai keterbatasan dalam belajar melalui pengamatan dan meniru. Dengan kondisi yang demikian maka tunanetra dalam membaca mempergunakan huruf Braille (huruf simbol dengan titik timbul) atau huruf cetak dengan berbagai ukuran dan untuk menulis tunanetra menggunakan Riglet dan pen. Perilaku Kondisi tunanetra tidak secara langsung menimbulkan masalah atau penyimpangan perilaku pada diri anak. Dari keadaan tersebut mengakibatkan tunanetra lebih terlihat memiliki sikap : ‡ Curiga yang berlebihan pada orang lain. dan sebagainya. awalnya orang tuanya tidak menduga jika dadi tunarungu. khususnya dalam bidang membaca dan menulis. menjaga kontak mata atau orientasi wajah. anak tunanetra perlu mendapatkan latihan langsung dalam bidang pengembangan persahabatan. Mula-mula Dadi dianggapnya anak yang baik jarang menangis dan pendiam. ‡ Mudah tersinggung. Sebagai akibat dari ketunanetraannya yang berpengaruh terhadap keterampilan sosial. b. Anak Tunarungu Ilustrasi Dadi seorang anak yang menderita gangguan pendengaran sejak lahir. tetapi tunanetra mempunyai keterbatasan dalam melakukan gerakkan tersebut. Ada beberapa teori yang mengungkap mengapa tunanetra kadang-kadang mengembangkan perilaku steriotip. Akademik Secara umum kemampuan akademik anak-anak tunanetra sama seperti anak-anak pada umumnya.mengulang-ulang gerakan tertentu. menyampaikan pesan yang tepat pada saat melakukan komunikasi. ‡ Ketergantungan pada orang lain.1 Huruf Braile 5. Anak-anak tunanetra umumnya memiliki sikap ketergantungan yang kuat pada orang lain dalam kehidupan sehari-hari. 4. Penglihatan memungkinkan kita untuk bergerak dengan leluasa dalam suatu lingkungan. Keterbatasan tersebut mengakibatkan keterbatasan dalam memperoleh pengalaman dan juga berpengaruh pada hubungan social. mempergunakan intonasi suara atau wicara dalam mengekspresikan perasaan. perilaku yang lebih positif. terbatasnya aktivitas dan gerak di dalam lingkungan. ini disebabkan oleh kekurangmampuannya dalam berorientasi terhadap lingkungannya. menjadikan anak-anak tunanetra mudah tersinggung. sehingga menunjukkan prilaku yang tidak semestinya. seperti mengedip-ngedipkan atau menggosok-gosok matanya. 3. tetapi lama-kelamaan setelah usia Dadi hampir 2 tahun belum dapat bicara seperti pada anak umumnya serta tidak pernah merespon suara yang ada disekelilingnya. Hal itu terjadi mungkin sebagai akibat dari tidak adanya rangsangan sensoris. Akibat pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan atau mengecewakan yang sering dialami.

Amin (1986:53) mendefinisikannya sebagai berikut : seorang yang tuli adalah sesorang yang pendengarannya cacat sampai batas yang menghambat pengertiannya akan pembicaraan melalui telinga. sehingga mereka juga tidak terbiasa mengatur pernafasannya dengan baik. ‡ Cara melihatnya agak beringas. ‡ Perkembangan akademiknya lamban akibat keterbatasan bahasa. Dengan hilangnya kemampuan mendengar tersebut. Maka Dadi dibawa konsultasi ke dokter ahli THT dan setelah menjalani pemeriksaan pendengaran dinyatakan jika ia menderita ketunarunguan. baik kehilangan kemampuan mendengar sama sekali maupun kehilangan kemampuan mendengar sebagian. dan tidak teratur. dengan atau tanpa alat bantu dengar.1 abjad jari 4. atau idiomatik ‡ Tatabahasanya kurang teratur 3. Istilah tunarungu ditujukan pada individu atau anak yang mengalami kehilangan kemampuan mendengar. Sosial-emosional . dimana sebagian besar pengalamannya diperoleh melalui penglihatan. Frisina (1974) dalam Moh. sehingga cara melihatpun selalu menunjukkan keingintahuan yang besar dan terlihat beringas. Anak-anak tunarungu tidak pernah mendengar suarasuara dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya anak-anak tunarungu tidak mengalami permasalahan dalam berkomunikasi dan berbahasa. Untuk mengatasi hambatan dalam berkomunikasi biasanya anak tunarungu menggunakan alat bantu dengar yang disebut Hearing Aid dan untuk mengucapkan kata-kata ia menggunakan abjad jari (finger spelling). 2. Segi Bahasa ‡ Miskin akan kosa kata ‡ Sulit mengartikan kata-kata yang mengandung ungkapan.2 Hearing Aid (alat bantu dengar) gambar 2. khususnya dalam berbicara. diantaranya : 1. Oleh karena itu anak-anak tunarungu juga dikenal sebagai anak visual. Intelektual ‡ Kemampuan intelektualnya normal. Definisi ini menunjukkan bahwa tunarungu dalam kategori tuli tidak dapat digunakan alat pendengaranya sama sekali untuk mengartikan pembicaraan. maka anak tunarungu dapat disebut child with problem in learning (anak dengan problema dalam belajar) yang membawa konsekuensinya kepada child with special needs (anak berkebutuhan khusus). Orang yang kurang mendengar adalah yang pendengarannya cacat sampai tingkat tertentu. perkembangan intelektual menjadi lamban. bagaimana bersuara atau mengucapkan kata-kata dengan intonasi yang baik. Orang yang kehilangan kemampuan mendengar sama sekali disebut tuli (the deaf). Gambar 2. Akibat terjadinya permasalahan pada organ keseimbangan pada telinga. ‡ Pernapasannya pendek. Penglihatan merupakan salah satu indera yang paling dominan bagi anak-anak penyandang tunarungu. Segi Fisik ‡ Cara berjalannya kaku dan agak membungkuk. sedangkan kemampuan mendengar sebagian disebut kurang dengar (hard of hearning) . Beberapa karakteristik anak tunarungu.seperti orang terkejut jika bertemu dengan orang lain yang datang dari belakang atau yang muncul tiba-tiba. menyebabkan anak-anak tunarungu mengalami kekurangseimbangan dalam aktivitas fisiknya. Seiring terjadinya kelambanan dalam perkembangan intelektualnya akibat adanya hambatan dalam komunikasi. maka dalam akademiknya juga mengalami keterlambatan. baik dengan memakai alat bantu dengar atau tidak.

sehingga anak-anak tunarungu menjadi mudah merasa curiga. Gangguan motorik ini meliputi motorik kasar dan motorik halus. Dini jika berjalan terlihat sempoyongan. dan bila bicara sulit untuk dimengerti orang lain. mengingat anak cerebral palsy adalah anak yang mengalami kelainan otak. ‡ Sering merasa curiga dan berprasangka. 4. Istilah umum yang digunakan di Indonesia untuk anak jenis kelainan ini adalah tunadaksa ringan dan tunadaksa berat. dan perasa. Karakteristik anak daksa sebagai berikut : 1. Gangguan Motorik Gangguan motoriknya berupa kekakuan. Gannguan penglihatan pada cerebral palsy terjadi karena ketidakseimbangan otot-otot mata sebagai akibat kerusakan otak. sejak kecil dia mengalami kelumpuhan atau kelayuhan pada anggota gerak sebelah kanan yaitu tangan dan kakinya yang disertai gangguan pada otot motorik wicara. ‡ Sering bersikap agresif ‡ Cepat marah dan tersinggung c. 3. Anak tunadaksa ringan adalah anak yang cacat tubuh tetapi tidak menghambat perkembangannya. peraba. Pada awalnya oleh lingkungan dia dianggap sebagai anak yang tidak normal mentalnya. Gangguan pendengaran pada anak cerebral palsy sering dijumpai pada jenis athetoid. gerakan ritmis dan gangguan keseimbangan. Sedangkan sisianya cenderung dibawah rata-rata.‡ Pergaulan yang terbatas pada sesama tunarungu Sebagai akibat keterbatasan dalam komunikasi. 2. anak-anak ini tidak membutuhkan pelayanan pendidikan khusus dengan kata lain anak-anak ini bisa sekolah dengan anak normal lainnya. kelumpuhan. Sedangkan anak tunadaksa berat adalah anak yang mengalami cacat tubuh dan menyebabkan terjadinya hambatan untuk mencapai perkembangan yang optimal dan memerlukan layanan pendidikan khusus. maka sering anak cerebral palsy disertai gangguan sensorik antara lain penglihatan. Sekitar 45% mengalami keterbelakangan mental. tingkat kecerdasan anak cerebral palsy mulai tingkat yang paling rendah sampai gifted. anak tunarungu menyadari bahwa mereka kurang dapat menguasai lingkungan sekitar tanpa pendengaran. penciuman. tetapi sangat sulit untuk ekspresi responnya secara verbal maupun motorik lainnya. dan 35% lagi mempunyai tingkat kecerdasan normal dan diatas rata-rata. anak tunarungu cenderung untuk bergaul/ bersosialisasi dengan sesama tunarunguatau menarik diri dari lingkungan orang mendengar ‡ Perasaan takut (khwatir) terhadap lingkungan sekitar Pada umumnya. Tetapi lama kelamaan lingkungan menyadari bahwa dia mengalami dan mengerti apa yang di bicarakan oleh orang lain. Sikap seperti ini terjadi akibat adanya kelainan fungsi pendengarannya. Mereka tidak dapat memahami apa yang dibicarakan orang lain. pendengaran. Hal inilah menjadikan mereka bersikap ragu atau menimbulkan rasa takut. Anak Tunadaksa Ilustrasi Dini seorang anak cerebral palsy. Kemampuan Bicara . Gangguan tingkat Kecerdasan Walaupun anak cerebral palsy adalh anak yang mengalami kelainan di otaknya tetapi keadaan kecerdasan anak cerebral palsy bervariasi. Gangguan Sensorik Pusat sensoris pada manusia terletak pada otak. gerakan-gerakan yang tidak dapat dikendalikan.

. seperti orang yang bingung. Setelah gurunya curiga terhadap perilaku Nani.Anak cerebral Palsy mengalami gangguan wicara yang disebabkan oleh kelainan motorik otototot wicara terutama pada organ artikulasi seperti lidah. bibir. dia berpenampilan rapi seperti teman-teman lainnya. pada buku catatannya hanya terlihat coret-coret gambar yangtidak jelas maksudnya. menulis maupun berhitung dia tidak mampu mengerjakan. mempengaruhi pembentukan pribadi anak secara umum.Pada saat pelajaran di dalam kelas Nani lebih banyak terdiam passive. Sikap atau penerimaan masyarakat terhadap anak cerebral palsy dapat memunculkan anak merasa rendah diri atau kepercayaan dirinya kurang.2 Jenis-Jenis Anak Berkelainan Mental Emosional beserta Karakteristiknya A. Secara umum tidak terlalu berbeda dengan anak-anak normal.Page (Amin. Sedangkan anak-anak yang mengalami kelumpuhan yang dikarenakan kerusakan pada otot motorik yang sering diderita oleh anak-anak pasca polio dan muscle dystrophy lain mengakibatkan gangguan motorik terutama gerakan lokomosi. Anak Tunagrahita Ilustrasi Nani seorang siswa kelas 1 SD. sukar memahami masalah. maka dia dikonsultasikan pada ahli perkembangan anak dan ternyata dinyatakan tunagrahita karena berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis Nani memiliki kapasitas intelektual IQ 65. atau kelas II. Dengan keadaan yang demikian maka bicara anak-anak cerebral palsy menjadi tidak jelas dan sulit diterima orang lain. 5. sosial. Segi sosial Dalam kemampuan bidang sosial juga mengalami kelambatan kalau dibandingkan dengan anak normal sebaya. dan mobilisasi. Masing-masing hal itu sebagai aspek diantara tunagrahita dengan jelas sebagai berikut: 1. memelihara. kepribadian serta organism. Mereka hanya mampu mencapai tingkat usia mental setingkat usai mental anak usia mental anak Sekolah Dasar IV. tetapi jarang terlihat bermain bersama teman-temannya pada saat istirahat.hal ini ditunjukkan dengan pergaulan mereka tidak dapat mengurus. fungsi mental. Menurut A Kirk dalam Moh. Masalah yang bersifat abstrak dan cara belajarnya banyak secara membeo (rote learning) bukan dengan pengertian. dia lebih banyak diam. Dalam pelajaran bidang akademik Nanik baik membaca. dan rahang bawah dan ada pula yang terjadi karena kurang dan tidak proses interaksi dengan lingkungannya.1995:34-37) dicirikan dalam hal : kecerdasan. 2. Emosi anak sangat bervariasi. mudah tersinggung. kecuali beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi yang dapat menimbulkan emosin yang tidak terkendali. Intelektual Dalam pencapaian tingkat kecerdasan bagi tunagrahita selalu dibawah rata-rata denga anak yang seusia sama. 2. gerakan ditempat. Karakteristik anak tunagrahita secara umum menurut James D. Jika diberi tugas oleh guru dia lebih banyak tidak tahu perintah apa yang harus dikerjakan. dorong dan emosi.tergantung rangsangan yang diterimanya. demikian juga perkembangan kecerdasan sangat terbatas. Emosi dan Penyesuaian Sosial Respon dan sikap masyarakat terhadap kelainan pada anak cerebral palsy. apalagi jika beberapa tugas diberikan dalam satu instuksi sekaligus. Amin (1995) pengertian anak tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan dan keterlambatan dalam perkembangan mental yang disertai dengan ketidakmampuan dalam belajar dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Dalam hal belajar. bahkan ada yang mampu mencapai tingkat usia mental setingkat usia mental anak pra sekolah.

Mampudidik memiliki kapasitas intelegensi antara 50-70 pada skala Binet maupun . terutama pada anak tunagrahita yang kategori berat. 4. tidak mampu mengontrol dan mengarahkan dirinya sehingga lebih banyak tergantung pada pihak luar(external locus of control). bau yang tidak enak. Ciri kemampuan dalam bidang akademis Mereka sulit mencapai bidang akademis membaca dan kemampuan menghitung yang problematis. pada anak yang ketunagrahitaannnya semakin berat banyak yang mengalami gangguan bicara disebabkan cacat artikulasi dan problem dalam pembentukan bunyi. setelah dewasa kepentingan ekonominya sangat tergantung pada bantuan orang lain. Ciri dorong dan emosi Perkembangan dorongan emosi anak tunagrahita berbeda-beda sesuai dengan tingkat ketungrahitaannya masing-masing. Ciri kemampuan dalam bahasa Kemampuan bahasa sangat terbatas perbendaraan kata terutama kata yang abstrak. Mereka tidak mampu untuk mengarahkan diri sehingga segala sesuatu yang terjadi pada dirinya bergantungan pengarahan dari luar. dan Zigler(Hallahan & Kauffman 1988:69) bahwa anak yang merasa retarted tidak percaya terhadap kemampuannya. dan benci. tanggung jawab dan hak social 5. Anak yang tidak terlalu berat ketunagrahitannya mempunyai kehidupan emosi yang hamper sama dengan anak normal tetapi kurang kaya. Waktu masih kanak-kanak mereka harus dibantu terus menerus. Kehidupan emosi yang lemah. 6. kurang beragam. Anak yang berat dan sangat berat ketunagrahitanya hampir tidak memperlihatkan dorongan untuk mempertahankan diri. Ciri pada fungsi mental lainnya Mereka mengalami kesukaran dalam memusatkan perhatian. Hal ini ditunjukan dengan baru dapat berjalan dan berbicara pada usia dewasa. Mampudidik Mampudidik merupakan istilah pendidikan yang digunakan untuk mengelompokan tunagrahita ringan. dipasangkan dan ditanggalkan pakaiannya. sikap gerak langkahnya kurang serasi. 3. diawasi terus menerus. 7. takut. dorongan biologisnya dapat berkembang tetapi penghayatannya terbatas pada perasaan senang. Ciri kepribadian Kepribadian anak tunagrahita dari berbagai penelitian oleh Leahy.dan memimpin diri. Sedangkan karakteristik anak tunagrahita. dalam keadaan haus dan lapar tidak menunjukkan tanda-tandanya. disuapi makanan. jangkuan perhatiannya sangat sempit dan cepat beralih kurang tangguh dalam menghadapi tugas pelupa dan mengalami kesukaran mengungkapkan kembali suatu ingatan. 8. Kemampuan social mereka ditunjukkan dengan Social Age (SA) yang sangat kecil dibandingkan dengan Cronological Age (CA) Sehingga skor social Quotient (SQ)nta renda. tetapi dapat dilatih dalam menghitung yang bersifat perhitungan. Balla. Kurang rentan terhadap persaan sakit. mendapat perangsang yang menyakitkan tidak mampu menjauhkan diri dari perangsang tersebut. pendengaran dan penglihatannya tidak dapat difungsikan. yang lebih spesifik berdasarkan berat ringannya kelainan dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Ciri kemampuan dalam organisme Kemampuan anak tunagrahita untuk mengorganisasi keadaan dirinya sangat jelek. kurang kaut. kurang mampu menghayati perasaan bangga. Kurang mampu membuat asosiasi serta sukar membuat kreasi baru. serta makanan yang tidak enak. marah.

suka berkelahi. kemampuan tertingginya setara dengan anak normal usia 8 tahun atau kelas 2 SD. Anak mampulatih memiliki kapasitas intelegensi (IQ) berkisar anatara 30-50. jika pada istilah kedokteran disebut dengan idiot. ingin menguasai . tidak mau bekerja sama. karena penampilan fisiknya (kesan lahiriah) berbeda dengan anak normal sebaya. hal ini dikarenakan anak terlihat terbelakang mental sewaktu mengikuti palajaran akademik di sekolah saja. menulis dan berhitung. Perlurawat Anak perlu rawat adalah klasifikasi anak tunagrahita yang paling berat. merusak milik sendiri atau orang lain. sehingga kesan lahiriah anak mampudidik dikenal dengan terbelakang mental 6 jam. Mampulatih Tunagrahita mampulatih secara fisik sering memiliki atau disertai dengan kelainan fisik baik sensori maupun motoris. anak dengan kekacauan psikologis (psychologically disordred). yang mana jam sekolah adalah 6 jam setiap hari. Seumur hidupnya tidak dapat lepas dari orang lain. Anak tunalaras mengalami kesulitan untuk bermain atau belajar bersama anak lain. B. Karena ketidakmampuan menjalin hubungan persahabatan dengan anak lain maka anak tunalaras sering disebut juga anak nakal. Tunagrahita mampu didik umumnya tidak desertai dengan kelainan fisik baik sensori maupun motoris. apabila mendapatkan layanan dan bimbingan belajar sesuai maka anak mampu didik dapat lulus sekolah dasar. melawan. sulit kosentrasi. bahkan hamper semua anak yang memiliki kelainan dengan tipe kinik masuk pada kelompok mampu latih sehingga sangat mudah untuk mendeteksi anak mampu latih. 2. Kemampuan akademik nak mampulatih tidak dapat mengikuti pelajaran yang bersifat akademik walaupun secara sederhana seperti membaca. Anak tunalaras mengalami kesulitan beradabtasi dengan kehidupan masyarakat. Anak Tunalaras Dalam kehidupan sehari-hari anak tunalaras sering disebut juga anak dengan gangguan emosional (emotionally disturbed). dan berhitung. atau anak dengan hambatan mental (emotionally handicapped). Karakteristik umum ‡ Mengalami gangguan perilaku . dan tidak disukai oleh anak-anak yang lain pada umumnya. Mereka masih mempunyai kemampuan untuk dididik dalam bidang akademik yang sederhana (dasar) yaitu membaca. Anak tunalaras sering mengalami konflik baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. menyerang. Persoalan mendasar yang dihadapi anak tunalaras dalam pembelajaran adalah menyangkut konsentrasi dan pengendalian sosial emosi dengan lingkungannya. Anak ini hanya mampu latih pembiasaan (conditioning) dalam kehidupan sehari-hari. 3. Anak mampudidik kemampuan maksimalnya setara dengan anak usia 12 tahun atau 6 sekolah dasar. dimana mereka sering berkelahi. memukul. dalam bidang yang tidak memerlukan banyak pemikiran. menulis. sok aksi. Tingkat konsentrasi anak tunalaras dalam belajar tidak bisa berjalan dengan lama dan konsisten maka dari itu pola belajar anak tunalaras selalu berubah-ubah dan mereka sangat sensitive dengan stimulus lingkungan. Anak mampulatih hanya mampulatih dalam keterampilan mengurus diri sendiri dan aktivitas kehidupan sehari-hari. Anak mampu didik setelah dewasa masih memungkinkan untuk dapat bekerja nafkah. Anak perlu rawat memiliki kapasitas intelegensi dibawah 25 dan sudah tidak mampu dilatih keterampilan.Wescher. Beberapa karakteristik yang menonjol dari anak-anak berkebutuhan khusus yang mengalami kelainan perilaku sosisl ini adalah: 1.

Bakat diartikan sebagai kemampuan yang melekat atau ³inherent´ dalam diri seseorang.setelah diadakan pemeriksaan psikologis di sekolah ternyata Edo memang memiliki kapasitas intelektual atau IQ yang lebih dibandingkan dengan teman-temannya yaitu 132. Definisi anak berbakat yang disepakati pada Seminar Pendidikan Luar Biasa di Jakarta pada tanggal 15 sampai 17 September 1980 (Utami Mundar . Sosial / emosi ‡ secara sosial masalah yang menimbulkan gangguan bagi orang lain dengan ciri-ciri : perilaku yang tidak diterima oleh masyarakat dan biasanya melanggar norma budaya. 2.´ Kecerdasan berhubungan dengan . Dalam pergaulan dengan teman-temannya Edo terlihat menonjol. kaku. dia termasuk anak yang rajin dan disiplin dalam segala hal. yang disebut anak berbakat adalah ³ warga negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa. sering menangis. kawatir. ini salah satu kriteria anak berbakat. bersifat mengganggu. malu. Sedangkan dalam UUSPN No. Anak Berbakat Ilustrasi Edo adalah seorang anak kelas 3 sebuah SD. 3. Edo adalah bintang di kelasnya. 2 Tahun 1989. mengacam. manarik diri. loyal terhadap teman jahatnya. pasif. Pada bidang akademik ternyata Edo memiliki prestasi yang sangat baik semua mata pelajaran prestasi belajarnya ada di atas rerata kelas. ‡ perilaku tersebut ditandai dengan tindakan agresif seperti. cemas.orang lain. jadi dibawa sejak lahir dan keterkaitan dengan struktur otak. Adanya rasa gelisah. selain itu dia juga sering mencoba sesuatu yang baru. 1997:2) adalah sebagai berikut: ³Anak berbakat ialah mereka yang oleh orang-orang profesional diidentifikasi sebagai anak yang mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuan-kemampuan unggul. kurang percaya diri. tidak mengikuti aturan. Para guru sangat senang dengan perilaku Edo karena setiap diberikan tugas dia selalu berusaha menyelesaikan sesuai dengan perintah atau tugas yang dibebankan kepadanya. mengejek. tetapi bagaimana berfungsinya otak itu sangat ditentukan oleh caranya lingkungan berinteraksi dengan anak manusia itu. merasa tertekan. dan perilaku melanggar aturan keluarga. suka mengantuk. dan terbiasa minggat dari rumah. sering bolos sekolah. dan sebagainya ‡ Agresif . sering pulang larut malam. tidak bisa diam. berbohong. malu. mudah dipenagruhi. mudah bosan. Karakteristik akademik ‡ Hasil belajar seringkali jauh di bawah rata-rata ‡ Seringkali tidak naik kelas ‡ Sering membolos sekolah ‡ Seringkali melanggar peraturan sekolah dan lalulintas 2. dan sebagainya ‡ Mengalami kecemasan . dia sering terlihat memimpin teman-temannya dalam permainan. bimbang. dan sebagainya. dan sanagt sensitive atau perasa. ‡ Secara emosional sering merasa rendah diri dan mengalami kecemasan. ‡ Kurang dewasa . Secara genetis struktur otak memang telah terbentuk sejak lahir. suka mencuri dengan kelompoknya. ketakutan. suka berfantasi. memilih gang jahat. tidak mau bergaul.3 Jenis-Jenis Anak Berkelainan Akademik beserta Karakteristiknya a. dan rumah tangga. berangan-angan. suka mencuri. mempunyai sikap membangkang atau menentang dan tidak dapat bekerja sama. dan juga terlihat sangat disenangi oleh temantemannya dalam pergaulan. tidak dapat dipercaya.

dan merangsang perilaku produktif bagi orang lainZ Memiliki kapasitas yang luar biasa dalam menanggulangi masalah sosial dengan cerdas dan humor. bahwa diperkirakan satu persen dari populasi total penduduk Indonesia yang rentangan IQ sekitar 137 ke atas.kemampuan intelektual. dan mampu mengontrol emosinya sesuai situasi. Berkenaan dengan kemampuan intelektual ini Cony Semiawan (1997:24) mengemukakan. Karakteristik Sosial-emosional Mudah diterima teman-temaZn sebaya dan orang dewasa Mampu mempertahankan hubungan abadi dengan teman sebaya dan orang dewasaZ Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial. Prestasi belajar yang dicapai juga cukup baik bahkan beberapa mata pelajaran seperti menulis.Z 3. sedangkan mereka yang rentangannya berkisar 120-137 yaitu yang mencakup rentangan 10 persen di bawah yang satu persen itu disebut moderately gifted. dalam Mulyono (1994). Anak Berkesulitan Belajar Ilustrasi Dodi seorang anak kelas 2 SD. tetapi pada mata pelajaran membaca dia mengalami kesulitan yang cukup mendasar yaitu sulit untuk menggabungkan atau merangkai beberapa suku kata menjadi kata dan kalimat. sehingga pada bidang membaca Dodi selalu . sedangkan kemampuan luar biasa tidak hanya terbatas pada kemampuan intelektual. Anak berbakat dalam kontek ini adalah anak-anak yang mengalami kelainan intelektual di atas rata-rata. dan memiliki tenggang rasaZ Bebas dari tekanan emosi. berhitung. Beberapa karakteristik yang menonjol dari anak-anak berbakat sebagaimana diungkapkan Kitato dan Kirby. dalam pergaulan dengan teman-temannya dia menunjukkan aktivitas yang cukup baik. dan jujurZ Perilakunya tidak defensif. sebenarnya dia termasuk anak yang rajin dan aktif. Mereka semua memiliki talen akademik (academic talented) atau keberbakatan intelektual. jadi sebenarnya Dodi termasuk anak yang cerdas. dalam ini adalah sebagai berikut: 1. Karakteristik Fisik-kesehatan Berpenampilan rapi dan menarikZ Kesehatannya berada lebih baik di atas rata-rataZ Tanggung jawab atau pengikatan diri terhadap tugas (task commitent)Z b. dan memberikan sumbangan pemikiran positif danZ konstruktif Kecendrungan sebagai juru pemisah dalam suatu pertengkaran dan pengambil kebijakan oleh teman sebayanyaZ Memiliki kepercayaan tentang persamaan derajat semua orang. Karakteristik Intelektual Proses belajarnya sangat cepatZ Tekun dan rasa ingin tahu yang besarZ Rajin membacaZ Memiliki perhatian yang lama dalam suatu bidang khususZ Memiliki pemahaman yang sangat maju terhadap suatu konsepZ Memiliki sifat kompetitif yang tinggi dalam suatu bidang akademikZ 2. Pada bidang akademik di kelas. merupakan manusia berbakat tinggi (highly gifted). dan lain-lainnya prestasinya berada di atas rerata kelas.

Adapun karakteristik yang dapat diamati adalah adanya kesenjangan (discrepancy) antara potensi anak dengan prestasi (akademik) dan perkembangan yang dicapai. disleksia. Gangguan dalam perhatian a. disfungsi minimal otak. Konsep ini merupakan hasil dari gangguan persepsi. tidak dapat membedakan huruf yang mirip (d dan b. Berkesulitan belajar merupakan salah satu jenis anak berkebutuhan khusus yang ditandai dengan adanya kesulitan untuk mencapai standar kompetensi (prestasi) yang telah ditentukan dengan mengikuti pembelajaran konvensional. Secara umum berkesulitan belajar spesifik adalah anak yang mengalami gangguan pada satu atau lebih dari proses psikologi dasar termasuk pemahaman dalam menggunakan bahasa lisan atau tertulis yang dimanifestasikan dalam ketidaksempurnaan mendengar. Secara umum dapat dikatakan bahwa kesulitan belajar adalah setiap anak yang tidak mampu mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurun waktu yang telah ditentukan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. budaya. adanya gangguan motorik halus (gangguan dalam menulis) dan motorik kasar (tidak dapat menendang bola secara tepat dan melompat) 2. Dalam pemeriksaan psikologis dia termasuk anak superior dalam kapasitas kemampuan intelektualnya atau IQ. atau membedakan kata sakit dan sabit) b. yang disebabkan secara langsung oleh adanya gangguan penglihatan. yang umumnya baru terdeteksi setelah anak usia 8 ± 9 tahun atau kelas 3 ± 4 SD masuk pada kelompok kesulitan belajar akademik. Dimensinya mencakup: ‡ Disfungsi pada susunan saraf pusat (otak) ‡ Kesenjangan (discrepancy) antara potensi dan prestasi ‡ Keterbatasan proses psikologis ‡ Kesulitan pada tugas akademik dan belajar Kesenjangan antara potensi dan prestasi dalam berprestasi untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Kesulitan belajar ini tidak termasuk masalah belajar. Learning disability merupakan suatu istilah yang mewadahi berbagai jenis kesulitan yang dialami anak terutama yang berkaitan dengan masalah akademis. wicara. mengeja atau mengerjakan hitungan matematika. berfikir. pendengaran. atau faktor lingkungan. sulit berkonsentrasi b. sulit untuk memusatkan perhatian . Memiliki kesulitan pada satu bidang akademik/perkembangan yang tertinggal dibandingkan dengan bidang akademik/perkembangan lain yang dimiliki anak (perbedaan intra individual). keterbelakangan mental. emosi. motorik. tetapi pada bidang sintesis dan abstraksi ternyata dia jauh di bawah rerata normal. maka dia dikatakan sebagai anak yang berkesulitan belajar spesifik. Adapun Karakteristik Anak Berkesulitan Belajar Secara Umum yaitu: 1. maupun keadaan ekonomi. sulit membedakan bunyi yang hampir sama (kopi dengan topi) c. Masalah persepsi dan koordinasi a. hal ini dikarenakan sulitnya mengenal karakteristik anak sejak dini. tetapi selalu saja dia gagal mencapai prestasi membaca yang dipersyaratkan. Untuk memahami anak berkesulitan belajar spesifik memang harus mengenal karakteristik atau ciri-ciri khusus yang muncul pada anak-anak berkesulitan belajar. kesenjangan ini minimal 2 level akademik atau 2 tahun perkembangan. dan disphasia.mengikuti program remedial yang diselenggarakan sekolah. membaca.

Segi Motorik. tetapi dengan hilangnya pengalaman visual menyebabkan tunanetra kurang mampu melakukan orientasi lingkungan. Tidak memiliki kemampuan dalam penerapan strategi mengingat. Kemampuan dalam penyesuaian diri a.1 Simpulan Berdasarkan uraian di atas. Adapun karakteristiknya yaitu dari segi fisik. Anak normal secara spontan dapat mengategorikan kata-kata tersebut agar mudah diingat. sulit melakukan kontak mata contohnya apabila anak diberikan tugas unuk melakukan sesuatu. secara visik anak-anak tunanetra. yang secara nyata dapat dibedakan dengan anak-anak normal pada umumnya. contohnya kepada beberapa anak diperlihatkan suatu daftar kata untuk diingat. suka mengasingkan diri BAB III PENUTUP 3. nampak sekali adanya kelainan pada organ penglihatan/ mata. ia tidak dapat menuntaskan pekerjaannya karena perhatiannya segera beralih pada objek lainnya. yaitu hilangnya indera penglihatan sebenarnya tidak berpengaruh secara langsung terhadap keadaan motorik anak tunanetra.c. 2. dapat disimpulkan bahwa anak tunanetra adalah anak yang mengalami kelainan kehilangan ketajaman penglihatan sehingga penglihatannya tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari termasuk bersekolah sehingga memerlukan layanan pendidikan khusus. Gangguan dalam mengingat dan berpikir a. tidak dapat menuntaskan pekerjaan 3. 4. sulit memecahkan masalah misalnya bagaimana menentukan strategi untuk menemukan kembali barang yang hilang. 2. sulit mengingat materi secara verbal Hal ini terjadi karena mereka mempunyai masalah dalam pemahaman bunyi bahasa sehingga sulit memaknai kata atau kalimat. kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan b. . b. Masalah berpikir 1. kurang percaya diri. sedangkan anak berkesulitan belajar tidak mampu melakukan strategi tersebut. Masalah mengingat 1. tidak mampu menemukan/membentuk konsep misalnya bagaimana mengungkapkan kembali suatu cerita yang telah dibacanya. d. cemas dan takut c. hiperaktif e.

Wardani I.dkk. Media Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus.tunarungu. DAFTAR PUSTAKA Suparno. Pengantar Pendidikan Luar Biasa. 6. menangani anak dengan bermacam-macam kebutuhan fisik khusus. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. tunadaksa. 9. Kecakapan Hidup Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2007. menangani anak dengan perilaku ADHD.wordpress. Azwandi Yosfan. Jakarta:Universitas Terbuka Massofa. membedakan perkembangan anak yang bersifat nonnormatif dan normatif. 8. menangani anak dengan bermacam-macam masalah fungsi intelektual. 4. 7. Karakteristik Anak Luar Biasa. Pendidikan Anak Berkebetuhan Khusus. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. menangani anak dengan perilaku autis.3.A. 2008. 5.2 Saran Setelah memahami tentang karakteristik anak-anak berkelainan khusus diharapkan guru maupun calon guru mampu : 1. menangani anak dengan perilaku agresi. menangani anak dengan bermacam-macam perilaku antisocial.dan tunalaras&btnG=Search&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=.com/images?hl=en&biw=1366&bih=548&tbs=isch%3A1&sa=1&q=tunane tra. diakses tgl 6 Oktober 2010 http://images. 2010.com/2010/08/09/karakteristik-anak-luar-biasa/. diakses 6 oktober 2010 . 2007.G.tunagrahita. 3. menangani anak dengan bermacam-macam gangguan bicara. menangani anak dengan bermacam-macam perilaku insecure. Iswari Mega. 2007. http://massofa. menangani anak dengan bermacam-macam perilaku sebagai akibat ketidakmatangan sosialemosional. 2.K.google. 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful