Makalah: Mata Pelajaran Al Qur’an Hadits

Posted by Ahmad Faiz on March 25th, 2010 (http://mtsnu1.buntetpesantren.org/makalah-matapelajaran-al-quran-hadits/)

M. J. Langevel dalam bukunya “Beknopte Paedagoggiek” menjelaskan bahwa manusia itu adalah makhluk individual, social, etis. Individu adalah manusia, orang yang memiliki pribadi sendiri dan karakteristik sendiri. Al-qur’an menegaskan adanya perbedaan struktur dan setatus social, adanya perbedaan individual menunjukan pula adanya perbedaan kondisi belajar setiap orang, dituntut guru agar tahu kondisi dan metode yang tepat dalam belajar. Makalah selengkapnya di bawah ini. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mengingat mengajar pada hakekatnya merupakan upaya guru dalam menciptakan situasi belajar yang harmonis dan menyenangkan, maka diharapkan mampu menumbuhkan berbagai kegiatan belajar mengajar guru dengan perkataan lain proses belajar mengajar merupakan proses intraksi edukatif antara guru dengan siswa dengan menciptakan suasana belajar mengajar yang memberi respons terhadap usaha guru tersebut oleh sebab itu metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar bagi siswa. Untuk dapat memilih metode yang tepat guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip metode pengajaran, banyak para ahli berpendapat tentang prinsip-prinsip metode mengajar. Untuk itu kami akan mengangkat masalah prinsip-prinsip metode mengajar Al Qur’an Hadits. PRINSIP-PRINSIP METODE MENGAJAR AL-QUR’AN HADITS A. Pengertian Metode Mengajar Al-Qur’an Hadits Sebelum membicarakan prinsi-prinsip metede mengajar Al-qur’an hadits, terlebih dahulu perlu dibicarakan pengertian metode mengajar. Prof. DR. Ramayulis (2001 : 2) berpendapat bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus ditempuh atau dilalui untuk mencapai tujuan tertentu dan metode mengajar adalah jalan yang harus dilalui untuk mengajar anak-anak supaya dapat mencapai tujuan belajar dan mengajar.

6. asas adalah kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir. Mengetahui motivasi. Menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik. Tujuan yang ingin dicapai dalam metodelogi pengajaran Al-quran Hadits khususnya adalah tercapainya efisiensi didalam proses belajar mengajar Al-quran Hadits. 5. 3. Adapun prinsip-prinsip pelaksanaan metode mengajar Al-qur’an Hadits adalah : 1. Efisiensi di sini dimaksudkan suatu prinsip didalam pendidikan dan pengajaran dimana diharapkan hanya terdapat pengorbanan yang sedikit mungkin. 2. Pengorbanan yang dimaksud meliputi faktor tenaga. 5. pembaharuan dan kebebasan berfikir 6. Mura’tul isti’dad wa thab’i 4. At-Tawassu’ fil magashid la fi alat 2. berarti prinsip yang dimaksud disini adalah dasar pemikiran yang digunakan dalam mengaplikasikan metode mengajar Al-quran Hadits. . bertindak dan sebagainya dalam hubungannya dengan metode mengajar Al-quran Hadits. kebutuhan dan minat anak didiknya. Ramayulis. Tidak dapat dibantah bahwa setiap manusia merasa lebih mudah memahami segala sesuatu yang dapat ditangkap didalam oleh panca indranya. 4. Adalah prinsip yang menganjurkan untuk menuntut ilmu sebagai tujuan dan bukan sebagai alat 3. Sedangkan yang bersifat hissi apalagi hal-hal yang bersifat irrasional.Menurut Drs. perkembangan serta perubahan anak didik Mengetahui perbedaan-perbedaan individu didalam anak didik.1 Sedangkan pengajaran Al-quran Hadits adalah kegiatan menyampaikan materi ilmu Al-quran Hadits didalam proses pendidikan. 7. alat dan biayanya. Mengetahui tujuan pendidikan yang sudah ditetapkan sebelum pelaksanaan pendidikan. Min al-mahsus ila al-ma’qul 7. Menegakkan “ Aswah Hasanah”. Sedangkan menurut Muhtar Yahya ada 4 prinsip :3 1. artinya tidak jauh beda dengan pendapat Prof.2 B. Mengetahui tahap kematangan. kemampuan akal sulit untuk menangkapnya. waktu. integrasi pengalaman dan kelanjutannya. Prinsip-prinsip Metode Mengajar Al-Qur’an Hadits Prinsip disebut juga dengan asas atau dasar. At-tadarruj fi talqien\Al-Ghazali menyebutkan “Berilah pelajaran kepada anak didik sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Sebuah prinsip yang sangat memperhatikan pembawaan dan kecendrungan anak didik. Jadi metode mengajarkan Al-quran Hadits adalah memberikan tuntunan tentang jalan yang harus ditempuh didalam kegiatan menyampaikan materi ilmu Al-quran Hadits kepada anak didik. Memperhatikan kepahaman dan hubungan-hubungan. DR. A. tetapi dapat mencapai hasil yang seoptimal mungkin. Muardi Chatib dan Drs. Paimun dalam buku Metodik Al-Qur’an Hadits (1982/1983 : 39) metode mengajar adalah alat atau cara untuk mencapai tujuan pengajaran.

Prinsip tarap kematangan dan perbedaan individual 3. Individu adalah manusia. keinginan dan minat yang timbul dari seseorang dan lansung ditunjukan kepada suatu objek. Individual M. Prinsip motivasi dan tujuan belajar 2. E.Ada juga yang berpendapat bahwa prinsip-prinsip metode mengajar ada 5 yaitu :4 1. J. munculah seorang Tokoh J. c. b. Prinsip integragrasi pemahaman dan pengalaman 5. etis.H. Ia mengadakan reaksi-reaksi terhadap lingkunganya atau adanya aksi dari lingkungan maka ia melakukan kegiatan atau aktivitas. orang yang memiliki pribadi sendiri dan karakteristik sendiri. motivasi adalah sebagai hasrat. Motivasi Seorang pelajar harus menimbulkan motivasi anak menurut crider. Prinsip proses belajar mengajar fungsional dan menggembirakan Jadi dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip metode mengajar tidak brdiri sendiri melainkan saling berhubungan satu sama lain. D. mengulang kembali dan menghafalnya. Sehingga mereka tidak tahu pengertian yang sebenarnya sehingga sering menimbulkan verbalisme. sesuatu atau kepada aktivitas-aktivitas tertentu. Nasution motivasi murid adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga anak itu mau melakukan apa yang dapat dilakukannya. Ada lagi pendapat tentang prinsip-prinsip metode mengajar yaitu : a. Selanjutnya menurut W. social. Minat dan Perhatian Menurut Crow and Crow minat diartikan sebagai pendorong yang menyebabkan individu memberikan perhatian kepada seseorang. Amos Comenius dengan bukunya “Didaktica Magma”. Langevel dalam bukunya “Beknopte Paedagoggiek” menjelaskan bahwa manusia itu adalah makhluk individual. . Aktivitas Kalau ditinjau dari ilmu jiwa anak. beliau menganjurkan pelajaran hendaklah menggunakan alat peraga yang cukup dalam metode mengajar agar mudah dalam mengajar dalam mengajar proses pembelajaran. Keperagaan Pada sekolah tradisioanal murid-murid hanya mendengarkan ucapan guru. Burton membedakan dua jenis motivasi yaitu motivasi instrinsic dan extrinsic. Prinsip peluang pengalaman praktis 4. asosiasi dan ekspressi. Dalam mengajarkan bidang studi Al-quran Hadits seorang guru harus menghubungkan materi Al-qur’an Hadits yang diajarkanya dengan pusat minat anak melalui observasi. maka anak yang normal selalu bertindak dengan tingkatan perkembangan umur mereka. Sedangkan menurut S.

kematangan. kebutuhan. menyebabkan ketauladanan menjadi sangat pentingnya dalam proses mengajar. pembawaan anak. DAFTAR PUSTAKA • • Chatib. Jadi metode mengajar Al-qur’an Hadits adalah memberikan tuntunan tentang jalan yang harus ditempuh didalam kegiatan menyampaikan materi ilmu Al-qur’an Hadits kepada anak didik. perbedaan individu. Kecendrungan manusia untuk meniru belajar lewat peniruan. KESIMPULAN Metode adalah cara atau jalan yang harus ditempuh atau dilalui untuk mencapai tujuan tertentu. Al-qur’an menegaskan adanya perbedaan struktur dan setatus social. Metode mengajar adalah jalan yang harus dilalui untuk mengajar anak-anak supaya dapat mencapai tujuan belajar mengajar. G. Pembiasaan Pembiasan adalah upaya praktis dalam pembinaan dan pembentukan anak. dituntut guru agar tau kondisi dan metode yang tepat dalam belajar. Metodik Al-qur’an Hadits Direktirat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Depag 1982/1983.Semua prinsip-prinsip itu harus diperhatikan atau deiketahui oleh seorang guru dalam mengajar Al-qur’an Hadits maupun pelajaran yang lain. Kebiasaan adalah tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa direncanakan terlebih dahulu dan berlaku begitu saja tanpa dipikirkan lagi. Hasil dari pembiasaan yang dilakukan pendidik adalah terciptanya suatu kebiasaan bagi anak didik. . dan dapat kami simpulkan bahwa prinsip metode mengajar adalah motivasi. Muardi dan Paimun. pengulangan bahan yang telah dipelajari akan memperkuat hasil belajar. Al-qur’an telah memberikan contoh bagaimana manusia belajar lewat meniru kisah tentang Qabil yang dapat mengetahui bagaimana mengukburkan mayat saudaranya Habil yang telah dibunuhnya. Rosulullah adalah suri tauladan yang baik bagi umat islam.Di tengah-tengah komunitas masing-masing memiliki perbedaan individual. Pengulangan Pengajaran memerlukan banyak mengulang. H. Pengajaran Al-qur’an Hadits adalah kegiatan menyampaikan materi ilmu Al-qur’an Haditsdidalam proses pendidikan. Ketauladanan Sejak pase-pase awal kehidupan manusia banyak sekali belajar lewat peniruan terhadap kebiasaan dan tingkah laku orang-orang sekitarnya. Syaibany menyatakan bahwa Al-qur’an banyak melakukan pengulangan maka yang dapat dijadikan dalil untuk memperkuat operlunya prinsip pengulangan dalam mengajar. diajar oleh Allah dari meniru seekor burung gagak yang menggali-gali tanah guna menguburkan bangkai seekor burung gagak lainnya. adanya prinsip tujuan. khususnya dari orang tuanya. dan minat yang disesuaikan. Adapun prinsip-prinsip metode mengajar Al-qur’an Hadist banyak sekali pendapat dari para Tokoh pendidikan. adanya perbedaan individual menunjukan pula adanya perbedaan kondisi belajar setiap orang. F. kemampuan anak.

SKL Bahasa Arab 2.Penerbit Ciputat Pers Jakarta Tahun 2002. Ramyulis. Armai. Tahun 1996 Related posts: 1. Strategi Belajar Mengajar.• • • Arief. Metodologi Pengajaran Agama Islam Penerbit Kalam Mulia Tahun 2001. Panduan Silabus Bahasa Inggris . Mansyur. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Penerbit Depag.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful