Proses Pemerolehan Bahasa Pertama Pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak

kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dengan pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Jadi, pemerolehan bahasa berkenaan dengan bahasa pertama, sedangkan pembelajaran bahasa berkenaan dengan bahasa kedua (Chaer, 2003:167). Selama pemerolehan bahasa pertama, Chomsky menyebutkan bahwa ada dua proses yang terjadi ketika seorang kanak-kanak memperoleh bahasa pertamanya. Proses yang dimaksud adalah proses kompetensi dan proses performansi. Kedua proses ini merupakan du proses a yang berlainan. Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik) secara tidak disadari. Kompetensi ini dibawa oleh setiap anak sejak lahir. Meskipun dibawa sejak lahir, kompetensi memerlukan pembinaan sehingga anak-anak memiliki performansi dalam berbahasa. Performansi adalah kemampuan anak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Performansi terdiri dari dua proses, yaitu proses pemahaman dan proses penerbitan kalimat-kalimat. Proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau mempersepsi kalimat-kalimat yang didengar, sedangkan proses penerbitan melibatkan kemampuan menghasilkan kalimat- kalimat sendiri (Chaer 2003:167). Selanjutnya, Chomsky juga beranggapan bahwa pemakai bahasa mengerti struktur dari bahasanya yang membuat dia dapat mengkreasi kalimat-kalimat baru yang tidak terhitung jumlahnya dan membuat dia mengerti kalimat-kalimat tersebut. Jadi, kompetensi adalah pengetahuan intuitif yang dipunyai seorang individu mengenai bahasa ibunya (native languange). Intuisi linguistik ini tidak begitu saja ada, tetapi dikembangkan pada anak sejalan dengan pertumbuhannya, sedangkan performansi adalah sesuatu yang dihasilkan oleh kompetensi. Hal yang patut dipertanyakan adalah bagaimana strategi si anak dalam memperoleh bahasa pertamanya dan apakah setiap anak memiliki strategi yang sama dalam memperoleh bahsa pertamanya? Berkaitan dengan hal ini, Dardjowidjojo, (2005:243- 244) menyebutkan bahwa pada umumnya kebanyakan ahli kini berpandangan bahwa anak di mana pun juga memperoleh bahasa pertamanya dengan memakai strategi yang sama. Kesamaan ini tidak hanya dilandasi oleh biologi dan neurologi manusia yang sama, tetapi juga oleh pandangan mentalistik yang menyatakan bahwa anak telah dibekali dengan bekal kodrati pada saat dilahirkan. Di samping itu, dalam bahasa juga terdapat konsep universal sehingga anak secara mental telah mengetahui kodrat-kodrat yang universal ini. Chomsky mengibaratkan anak sebagai entitas yang seluruh tubuhnya telah dipasang tombol serta kabel listrik: mana yang dipencet, itulah yang akan menyebabkan bola lampu tertentu menyala. Jadi, bahasa mana dan wujudnya seperti apa ditentukan olehinput sekitarnya. Tahap-tahap Pemerolehan Bahasa Pertama Perlu untuk diketahui adalah seorang anak tidak dengan tiba-tiba memiliki tata bahasa B1 dalam otaknya dan lengkap dengan semua kaidahnya. B1 diperolehnya dalam beberapa tahap dan setiap tahap berikutnya lebih mendekati tata bahasa dari bahasa orang dewasa. Menurut para ahli, tahap-tahap ini sedikit banyaknya ada ciri kesemestaan dalam berbagai bahasa di dunia.

Bunyi yang dikeluarkan oleh bayi mirip dengan bunyi konsonan atau vokal. Ciri lain dari celotehan adalah pada usia sekitar 8 bulan. bunyi-bunyi ini belum dapat dipastikan bentuknya karena memang belum terdengar dengan jelas.(2) tahap satu kata(holofrastis). stuktur silabel K-V ini kemudian diulang sehingga muncullah struktur seperti: K1 V1 K1 V1 K1 V1«papapa mamama bababa« Orang tua mengaitkan katapapa denganayah danmam a dengan ibu meskipun apa yang ada di benak tidaklah kita ketahui. dengan demikian. dekur. bayi mulai mengeluarkan bunyi-bunyi dalam bentuk teriakan.segmen fonetik yang merupakan balok bangunan yang dipergunakan untuk mengucapkan perkataan. Tidak mustahil celotehan itu hanyalah sekedar artikulatori belaka (Djardjowidjojo. yaitu respons otomatis anak pada rangsangan lapar. (3) tahap dua kata. mereka mulai menguasai segmen. rekaman video. Tidak hanya itu. tahap-tahap pemerolehan bahasa yang dibahas dalam makalah ini adalah tahap linguistik yang terdiri atas beberapa tahap. sakit. Celotehan dimulai dengan konsonan dan diikuti dengan vokal. Konsonan yang keluar pertama adalah konsonan bilabial hambat dan bilabial nasal. Perbedaan pendapat seperti ini dapat saja. rengekan. Vokalnya adalah /a/. dan eksperimen eksperimen yang direncanakan. Begitu anak melewati periode mengoceh. Dardjowidjojo (2005: 244) menyebutkan bahwa tahap celoteh terjadi sekitar umur 6 bulan. dan perasaan senang. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah bunyi-bunyi yang dihasilkan tadi merupakan bahasa? Fromkin dan Rodman (1993:395) menyebutkan bahwa bunyi tersebut tidak dapat dianggap sebagai bahasa.Pengetahuan mengenai pemerolehan bahasa dan tahapnya yang paling pertama di dapat dari buku-buku harian yang disimpan oleh orang tua yang juga peneliti ilmu psikolinguistik. bayi mulai mengoceh (babling). Akan tetapi. anak sudah menghasilkan vokal dan konsonan yang berbeda seperti frikatif dan nasal. Akan tetapi. Dalam studi-studi yang lebih mutakhir. strukturnya adalah K-V. ada juga sebagian ahli menyebutkan bahwa celoteh terjadi pada umur 8 sampai dengan 10 bulan. Ada sementara ahli bahasa yang membagi tahap pemerolehan bahasa ke dalam tahappr alinguis tik danlinguis tik. yaitu silabe silabe dan katakata. Setelah tahap vokalisasi. yaitu (1) tahap pengocehan (babbling). 2005:245). Mereka belajar bagaimana mengucapkan sequence of segmen. Mar¶at (2005:43) menyebutkan bahwa tahap ocehan ini terjadi pada usia antara 5 dan 6 bulan. Celoteh merupakan ujaran yang memiliki suku kata tunggal sepertimu danda. 2. (4) tahap menyerupai telegram (telegraphic speech). Sebagian ahli menyebutkan bahwa bunyi yang dihasilkan oleh bayi ini adalah bunyi-bunyi prabahasa/dekur/vokalisasi bahasa/tahapcooing. Adapun umur si bayi mengoceh tak dapat ditentukan dengan pasti. Oleh karena itu. Pada tahap celoteh ini. Mereka juga mulai mencampur konsonan dengan vokal. Cara anak-anak mencoba menguasai segmen fonetik ini adalah dengan menggunakan . pendirian ini disanggah oleh banyak orang yang berkata bahwa tahap pralinguistik itu tidak dapat dianggap bahasa yang permulaan karena bunyi-bunyi seperti tangisan dan rengekan dikendalikan oleh rangsangan(s tim ulus ) semata-mata. keinginan untuk digendong. Yang perlu diingat bahwa kemampuan anak berceloteh tergantung pada perkembangan neurologi seorang anak. pengetahuan ini diperoleh melalui rekaman-rekaman dalam pita rekaman.1 Vokalisasi Bunyi Pada umur sekitar 6 minggu.

teorihypothesis. pada usia ini pula. Jawabannya tentu saja penting. penyederhanaan ini disebabkan oleh memory span yang terbatas. ³pa´ berarti juga ³Di mana papa?´ dan ³Ma´ dapat juga berarti ³Gambar seorang wanita di majalah itu adalah mama´. kata-kata itu diucapkan anak itu kalau rangsangan ada di situ.2 Tahap Satu-Kata atau Holofrastis Tahap ini berlangsung ketika anak berusia antara 12 dan 18 bulan. tetapi sesudah lebih dari satu tahun. Apakah tahap celoteh ini penting bagi si anak. kemampuan representasi yang terbatas. Itulah sebabnya tahap ini disebut tahap satu kata satu frase atau kalimat. Tahap celoteh ini penting artinya karena anak mulai belajar menggunakan bunyi-bunyi ujaran yang benar dan membuang bunyi ujaran yang salah. misalnya ³mam´ (Saya minta makan). Mula-mula. 2. Ujaran-ujaran yang mengandung kata-kata tunggal diucapkan anak untuk mengacu pada benda-benda yang dijumpai sehari-hari. kepandaian artikulasi yang terbatas (Mar¶at 2005:46-47).testing (Clark & Clark dalam Mar¶at 2005:43). Dalam tahap ini anak mulai menirukan polapola intonasi kalimat yang diucapkan oleh orang dewasa. sang anak sudah mengerti bahwa bunyi ujar berkaitan dengan makna dan mulai mengucapkan kata-kata yang pertama. Pada tahap-tahap permulaan pemerolehan bahasa. Pada tahap ini pula seorang anak mulai menggunakan serangkaian bunyi berulang-ulang untuk makna yang sama. ³Ma´ (Saya mau mama ada di sini). yang berarti bahwa satu kata yang diucapkan anak itu merupakan satu konsep yang lengkap. ³pa´ (Saya mau papa ada di sini). . biasanya anak-anak memproduksi perkataan orang dewasa yang disederhanakan sebagai berikut: (1) menghilangkan konsonan akhir blumen bu boot bu (2) mengurangi kelompok konsonan menjadi segmen tunggal: batre batebring bin bring bin (3) menghilangkan silabel yang tidak diberi tekanan kunci ti semut emut 4) reduplikasi silabel yang sederhana pergi gigi nakal kakalMenurut beberapa hipotesis. Menurut teori ini anak-anak menguji coba berbagai hipotesis tentang bagaimana mencoba memproduksi bunyi yang benar.

anak mulai menghasilkan ujaran kata-ganda (multiple-word utterances) atau disebut juga ujaran telegrafis.e. Anak juga sudah mampu membentuk kalimat dan mengurutkan bentuk-bentuk itu dengan benar. . menginginkan itu). ia mendapat ³penguatan negatif´.i. Kalau pada tahap holofrastis ujaran yang diucapkan si anak belum tentu dapat ditentukan makna. 2.u. artinya kalau seorang anak belajar ujaran-ujaran yang benar. ujaran si anak harus ditafsirkan sesuai dengan konteksnya. ³What that?´ (Apa itu?). Akan tetapi. Namun. ³No sit here´ (Jangan duduk di sini!) Pada usia dini dan seterusnya.3 Tahap Dua-Kata. Ada lagi teori yang mengatakan bahwa seorang anak belajar dengan cara penguatan(reinforcement).s. 2. ³Cat stand up table´ (Kucing berdiri di atas meja). pandai. kata ganti orang dan jamak belum dapat digunakan. Fromkin dan Rodman (1993:403) menyebutkan hasil peniruan yang dilakukan oleh si anak tidak akan sama seperti yang diinginkan oleh orang dewasa. ia mendapat penguatan dalam bentuk pujian. dsb. subjek + predikat dapat terdiri atas kata benda + kata benda. kata-kata dalam tahap ini mempunyai tiga fungsi. jika ujaran-ujarannya salah. Kosakata anak berkembang dengan pesat mencapai beratus-ratus kata dan cara pengucapan kata-kata semakin mirip dengan bahasa orang dewasa. seorang anak belajar B1 -nya secara bertahap dengan caranya sendiri. pada tahap dua kata ini. misalnya bagus.k dan vokal-vokal seperti a. Satu Frase Tahap ini berlangsung ketika anak berusia 18-20 bulan. Pada tahap ini pula anak sudah mulai berpikir secara ³subjek + predikat´ meskipun hubungan-hubungan seperti infleksi. Dalam pikiran anak itu. Ada teori yang mengatakan bahwa seorang anak dari usia dini belajar bahasa dengan cara menirukan. ³Andrew want that´ (Saya. kata-kata yang diucapkan itu terdiri dari konsonan-konsonan yang mudah dilafalkan sepertim. seperti ³kotor patu´ yang artinya ³Sepatu ini kotor´ dan sebagainya.4 Ujaran Telegrafis Pada usia 2 dan 3 tahun. yaitu kata-kata itu dihubungkan dengan perilaku anak itu sendiri atau suatu keinginan untuk suatu perilaku. Dalam bentuknya. untuk memberi nama kepada suatu benda. seperti ³Ani mainan´ yang berarti ³Ani sedang bermain dengan mainan´ atau kata sifat + kata benda.Menurut pendapat beberapa peneliti bahasa anak. Contoh dalam tahap ini diberikan oleh Fromkin dan Rodman. yang bernama Andrew. ³He play little tune´ (dia memainkan lagu pendek). Ujaran-ujaran yang terdiri atas dua kata mulai muncul seperti mama mam dan papa ikut.p. Jika orang dewasa meminta sang anak untuk menyebutkan ³He¶s going out´. si anak akan melafalkan dengan ³He go out´. untuk mengungkapkan suatu perasaan.

Morfologi . Fonologi Anak menggunakan bunyi-bunyi yang telah dipelajarinya dengan bunyi-bunyi yang belum dipelajari. Proses Perkembangan Bahasa Anak 1. Anak juga memperoleh kalimat dengan struktur yang rumit. tidak baik. kapan. Yang benar ialah seorang anak membentuk aturan-aturan dan menyusun tata bahasa sendiri. Pada akhir periode berceloteh. Tuturan hanya terdiri atas dua kata. misalnya menggantikan bunyi /l/ yang sudah dipelajari dengan bunyi /r/ yang belum dipelajari. Bunyi yang dihasilkan mirip dengan vokal tetapi tidak sama dengan bunyi vokal orang dewasa. ada juga para ahli bahasa seperti Aitchison mengemukakan beberapa tahap pemerolehan bahasa anak. modulasi nada. binatang. Tahap 4: Tuturan satu kata Pada umur satu tahun sampai delapan belas bulan anak mulai mengucapkan tuturan satu kata. siapa. Vokal dan konsonan dihasilkan secara serentak. Pada usia ini anak memperoleh sekitar lima belas kata meliputi nama orang. dan kontur bahasa yang dipelajarinya. Tahap 6: Infleksi kata Kata-kata yang dianggap remeh dan infleksi mulai digunakan. Tahap 7: Bentuk Tanya dan bentuk ingkar Anak mulai memperoleh kalimat tanya dengan kata tanya seperti apa. Tahap 3: Pola intonasi Anak mulai menirukan pola-pola intonasi. Teori ini tampaknya belum dapat diterima seratus persen oleh para ahli psikologi dan ahli psikolinguistik. seperti pemerolehan kalimat majemuk. Dalam bahasa Indonesia yang tidak mengenal istilah infleksi. anak sudah mampu mengendalikan intonasi. Selain tahap pemerolehan bahasa yang disebutkan di atas. dan sebagainya. Tahap meraban merupakan pelatihan bagi alat-alat ucap. Pandangan ini berasumsi bahwa anak itu harus terus menerus diperbaiki bahasanya kalau salah dan dipuji jika ujarannya itu benar. Tahap 8: Konstruksi yang jarang atau kompleks Anak sudah mulai berusaha menafsirkan meskipun penafsirannya dilakukan secara keliru. salah. mungkin berwujud pemerolehan bentuk-bentuk derivasi. Tuturan yang dihasilkan mirip dengan yang diucapkan ibunya. Tidak semua anak menunjukkan kemajuan-kemajuan yang sama meskipun semuanya menunjukkan kemajuan-kemajuan yang reguler. Tahap 9: Tuturan yang matang Pada tahap ini anak sudah dapat menghasilkan kalimat-kalimat seperti orang dewasa. Tahap 2: Meraban Tahap ini berlangsung ketika usia anak mendekati enam bulan. misalnya kata kerja yang mengandung awalan atau akhiran. dan lain-lain. 2. Di samping itu anak juga sudah mengenal bentuk in gkar.misalnya lagi. Tahap 5: Tuturan dua kata Umumnya pada usia dua setengah tahun anak sudah menguasai beberapa ratus kata. Tahap 1: Mendengkur Tahap ini mulai berlangsung pada anak usia sekitar enam minggu.

Sintaksis Alamsyah (2007:21) menyebutkan bahwa anak-anak mengembangkan tingkat gramatikal kalimat yang dihasilkan melalui beberapa tahap. 4. apabila tidak menguntungkan. B. Menurut aliran ini. belajar merupakan hasil faktor eksternal yang dikenakan kepada suatu organisme. Skinner adalah tokoh aliran behaviorisme. Namun demikian. bahasa hanya dapat dikuasai oleh manusia. 4. Teori-teori tentang Pemerolehan Bahasa Pertama 4. perilaku kebahasaan sama dengan perilaku yang lain. apabila adareinforcement yang cocok. dia tidak mendapat kritikan karena pengucapannya sudah benar. perilaku berbahasa adalah sesuatu yang diturunkan . dikontrol oleh konsekuensinya. Reaksi ini akan menjadi suatu kebiasaan jika reaksi tersebut dibenarkan. an Bower dan Hilgard juga menentang aliran ini dengan mengatakan bahwa penelitian mutakhir tidak mendukung aliran ini. banyak kritikan terhadap aliran ini. Dia menulis buku Verbal Behavior (1957) yang digunakan sebagai rujukan bagi pengikut aliran ini. dan melalui penyusunan dengan cara menempatkan kata-kata secara bersama-sama untuk membentuk kalimat. Chomsky mengatakan bahwa toeri yang berlandaskanconditioning danreinforcement tidak bisa menjelaskan kalimat kalimat baru yang diucapkan untuk pertama kali dan inilah yang kita kerjak tiap hari. Aliran behaviorisme mengatakan bahwa semua ilmu dapat disederhanakan menjadi hubunganstimulus-response. namun kemudian dia memakai kata tersebut untuk semua jenis jam. ukuran.Pada usia 3 tahun anak sudah membentuk beberapa morfem yang menunjukkan fungsi gramatikal nomina dan verba yang digunakan. Semantik Anak menggunakan kata-kata tertentu berdasarkan kesamaan gerak. Menurutnya. Dengan demikian. Pendapat Chomsky didasarkan pada beberapa asumsi. Situasi seperti inilah yang dinamakan membuat reaksi yang tepat terhadap rangsangan dan merupakan hal yang pokok bagi pemerolehan bahasa pertama. Perilaku bahasa yang efektif adalah membuat reaksi yang tepat terhadap rangsangan. Sudah pasti si anak akan dikritik oleh ibunya atau siapa saja yang mendengar kata tersebut. yaitu melalui peniruan. Sebaliknya. binatang tidak mungkin dapat menguasai bahasa manusia. Menurut Skinner. anak sudah mengetahui makna kata jam. dan bentuk. 4. Kesalahan gramatika sering terjadi pada tahap ini karena anak masih berusaha mengatakan apa yang ingin dia sampaikan. Sebagai contoh. Anak terus memperbaiki bahasanya sampai usia sepuluh tahun. perilaku akan berubah dan inilah yang disebut belajar.2 Teori Nativisme Chomsky merupakan penganut nativisme. Hal tersebut tidaklah benar karena tidak semua perilaku berasal daris tim ulus -r es pons e. Singkatnya. Apabila suatu usaha menyenangkan.F. perilaku itu akan ditinggalkan. Awalnya anak hanya meng acu pada jam tangan orang tuanya. Misalnya. melalui penggolongan morfem.1 Teori Behaviorisme Teori behaviorisme menyoroti aspek perilaku kebahasaan yang dapat diamati langsun dan g hubungan antara rangsangan (stimulus) dan reaksi (response). seorang anak mengucapkanbilangkali untukbar angkali.Pertama. perilaku itu akan terus dikerjakan. anak belajar bahasa pertamanya. Apabila sutu ketika si anak mengucapkanbar angkali dengan tepat. 3.

Nativisme juga percaya bahwa setiap manusia yang lahir sudah dibekali dengan suatu alat untuk memperoleh bahasa (language acquisition device. dan khas. Simbol ini kemudian berkembang menjadi kata-kata awal yang diucapkan anak.4 Teori Interaksionisme Teori interaksionisme beranggapan bahwa pemerolehan bahasa merupakan hasil interaksi antara kemampuan mental pembelajaran dan lingkungan bahasa.(genetik). Begitu juga dengan lingkungan berbahasa. Tanpa LAD. tanpa ada masukan yang sesuai tidak mungkin anak dapat menguasai bahasa tertentu secara otomatis. disingkat LAD). Semua anak yang normal dapat belajar bahasa apa saja yang digunakan oleh masyarakat sekitar. anak ini tidak memperoleh bahasa.Kedua. Dengan kata lain. Pemerolehan bahasa itu berhubungan dengan adanya interaksi antara masukan ³input´ dan kemampuan internal yang dimiliki pembelajar. Setiap anak sudah memiliki LAD sejak lahir. 1990:33). bahasa adalah sesuatu yang kompleks dan rumit sehingga mustahil dapat dikuasai dalam waktu yang singkat melalui ³peniruan´. Pada akhir usia satu tahun. Dari lahir sampai 18 bulan. Anak hanya memahami dunia melalui indranya. urutan-urutan perkembangan kognitif menentukan urutan perkembangan bahasa (Chaer. menurut hemat penulis. tidak mungkin seorang anak dapat menguasai bahasa dalam waktu singkat dan bisa menguasai sistem bahasa yang rumit. lingkungan bahasa anak tidak dapat menyediakan data yang cukup bagi penguasaan tata bahasa yang rumit dari orang dewasa. bahasa bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah. Sebagai contoh. Anak hanya mengenal benda yang dilihat secara langsung. Namun. setiap bahasa memiliki pola perkembangan yang sama (merupakan sesuatu yang universal). anak sudah dapat mengerti bahwa benda memiliki sifat permanen sehingga anak mulai menggunakan simbol untuk mempresentasikan benda yang tidak hadir dihadapannya. Ketiga. Apabila diasingkan sejak lahir. dan lingkungan memiliki peran kecil di dalam proses pematangan bahasa. Bahasa distrukturi oleh nalar. Jadi. seorang anak yang dibesarkan di lingkungan Amerika sudah pasti bahasa Inggris menjadi bahasa pertamanya. barulah pengetahuan dapat keluar dalam bentuk keterampilan berbahasa. LAD tidak mendapat ³makanan´ sebagaimana biasanya sehingga alat ini tidak bisa mendapat bahasa pertama sebagaimana lazimnya seperti anak yang dipelihara oleh srigala (Baradja. 4. 2003:223). faktor intern dan ekstern dalam pemerolehan bahasa pertama oleh sang anak sangat mempengaruhi. bahasa dianggap belum ada.3 Teori Kognitivisme Menurut teori ini. melainkan salah satu di antara beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kognitif. Hal ini tentu saja berbeda dengan pendapat Chomsky yang menyatakan bahwa mekanisme umum dari perkembangan kognitif tidak dapat menjelaskan struktur bahasa yang kompleks. Mengenai bahasa apa yang akan diperoleh anak bergantung pada bahasa yang digunakan oleh masyarakat sekitar. abstrak. Benar jika ada teori yang mengatakan bahwa . 4. Perkembangan bahasa harus berlandaskan pada perubahan yang lebih me ndasar dan lebih umum di dalam kognisi. Bahasa harus diperoleh secara alamiah. yang paling utama harus dicapai adalah perkembangan kognitif. LAD juga memungkinkan seorang anak dapat membedakan bunyi bahasa dan bukan bunyi bahasa. Sebenarnya. Menurut teori kognitivisme. Menurut aliran ini. bahasa dapat dikuasai dalam waktu yang relatif singkat.

kemampuan berbahasa si anak telah ada sejak lahir (telah ada LAD). Teuku. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Mar¶at. Selain tahap pemerolehan bahsa seperti yang telah disebutkan ini. yaitu adanya proses fonologi. tuturan satu kata. Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences. Ada beberapa tahap yang dilalui oleh sang anak selama memperoleh bahasa pertama. Kapita Selekta Pengajaran Bahasa. M.0 Tatabahasa Tatabahasa hendaklah dijadikan dasar kecekapan berbahasa dan diajarkan secara terancang untuk ketepatan berbahasa. pola intonasi. Akan tetapi. yaitu teori behaviorisme. ada juga para ahli bahasa. bentuk tanya dan bentuk ingkar. 4. tuturan yang matang. morfologi. yaitu proses kompetensi dan proses performansi. Banda Aceh: FKIP Unsyiah. Bandung: PT Refika Aditama. Psikolinguistik:Kajian Teoretik. Mahmud. tuturan dua kata. terdapat dua proses yang terlibat. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala. konstruksi yang jarang atau kompleks. 5. Daftar Pustaka Alamsyah. Jakarta: Yayasan Obor. Soenjono. Dardjowidjojo. 2005. Selama penguasaan bahasa pertama ini. Kedua proses ini tentu saja diperoleh oleh anak secara tidak sadar. pembahasan dala setiap tahap m pemerolehan bahasa pertama anak memiliki kesamaan. Teori Pembelajaran Bahasa: Materi Kuliah Program Setara D-3. Pemerolehan Bahasa Kedua (Second Language Acqusition). Depok: Intuisi Press. Abdul. Saifuddin dan Sa¶adiah. interaksionisme. al kognitivisme. 1993.. Kesimpulan Pemerolehan bahasa pertama adalah proses penguasaan bahasa pertama oleh si anak. Malang: IKIP Campbel. tahap satu-kata atau holofrastis. 2006. 2003. Jakarta: Rineka Cipta.F. Tahap yang dimaksud adalah vokalisasi bunyi. Baradja. tahap dua-kata. sintaksis. 1990. Samsunuwiyati. infleksi kata. Diktat Kuliah Program S-2. Chaer. Psikolinguistik Suatu Pengantar. Florida: Harcourt Brace Jovanovich Collage. tahap dua-kata. Salah satu kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan berbahasa (Campbel. 1997. 2006: 2 -3). semantik. ujaran telegrafis. 1997. pragmatik. Kandungan tatabahasa terdiri . Fromkin Victoria dan Robert Rodman. Keempat teori ini memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menjelaskan perihal cara anak memperoleh bahasa pertamanya. dkk. yang tidak dapat dilupakan adalah lingkungan juga faktor yang memperngaruhi kemampuan berbahasa si anak. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai penemuan seperti yang telah dilakukan oleh Howard Gardner Dia mengatakan bahwa sejak lahir anak telah dibekali berbagai kecerdasan. seperti Aitchison mengemukakan beberapa tahap pemerolehan bahasa anak. dkk. jika dilihat secara cermat. Banyak penemuan yang telah membuktikan hal ini. nativisme. meraban. Meskipun terjadi perbedaan dalam hal pembagian tahap-tahap yang dilalui oleh anak saat memperoleh bahasa pertamanya. An Introduction to Language. Bagaimana sebenarnya proses pemerolehan bahasa pertama ini? Ada beberapa teori pemerolehan bahasa yang menjelaskan h ini. Tahap-tahap yang dia maksud adalah mendengkur.

1 Morfologi Bidang morfologi meliputi aspek -aspek.2.1 Sebutan Bahasa Malaysia yang diajarkan di sekolah hendaklah sebutan Bahasa Malaysia Baku. Antara aspek-aspek ayat yang perlu ditekankan termasuklah: 4. 4.4 Susunan ayat.2.2. penekanan hendaklah diberikan kepada aspek-aspek penggunaan imbuhan yang betul dari sudut bentuk dan makna. 4. aspek -aspek sebutan.2.3 Sebutan dan Intonasi 4.1. yang terdiri daripada subjek dan predikat.5 Pemeringkatan ayat. 4. 4. dan aspekaspek pembinaannya. Antara aspek-aspek yang perlu ditekankan termasuklah: 4. 4.2 Sintaksis Sintaksis meliputi hal-ehwal susunan perkataan untuk membina frasa dan ayat.1 Binaan ayat.1 Golongan kata dalam Bahasa Malaysia.2 Proses pembentukan kata Memperkenalkan dan melatih para pelajar tentang cara -cara perkataan Bahasa Malaysia dibentuk yang meliputi: (i) pengimbuhan (ii) penggandaan (iii) penggabungan Antara ketiga-tiga di atas. iaitu susunan biasa dan su sunan songsang. ayat perintah dan ayat seruan.3. yang terdiri daripada: (i) kata nama (ii) kata kerja (iii) kata adjektif (iv) kata tugas 4. 4. intonasi dan semantik perlu juga ditekankan dalam kecekapan berbahasa.2. .daripada morfologi dan sintaksis. Oleh itu.3. iaitu proses -proses penerbitan ayat: (i) ayat tunggal (ii) ayat majmuk Jenis-jenis ayat majmuk.3 Konsep ayat aktif dan ayat pasif 4. ayat tanya.2 Jenis-jenis ayat. ayat majmuk pancangan. Rujukan untuk aspek tatabahasa adalah berdasarkan buku tatabahasa pegangan iaitu Tatabahasa Dewan. golongan kata dan pembentukan kata. dan ayat majmuk campuran. iaitu ayat majmuk gabungan. iaitu ayat penyata.2 Intonasi ayat Bahasa Malaysia hendaklah diajarkan mengikut polapola ayat yang berikut: (i) ayat penyata biasa (ii) ayat tanya (iii) ayat perintah (iv) ayat terbalik atau songsang. Namun begitu. yang amat kompleks ialah sistem imbuhan Bahasa Malaysia.1. 4.

. 7.0 Perbendaharaan Kata Penguasaan perbendaharaan kata dan istilah -istilah khusus adalah lanjutan daripada penguasaan pada peringkat sekolah rendah. syair. Buku -buku peribahasa Melayu boleh dijadikan sumber ruju kan. pepatah. majalah dan kamus serta bahan ilmu pengetahuan dan sastera hendaklah digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran. cerpen. dan juga untuk bacaan luas. . sajak. perumpamaan. bidalan dan perbilangan serta kata-kata hikmat dan bahasa kiasan perlu diajarkan dalam pendidikan bahasa Malaysia. kata -kata hikmat dan bahasa kiasan hendaklah mengutamakan falsafah. keperibadian dan nilai murni masyarakat Malaysia. gurindam. drama. cerita klasik dan puisi lama seperti pantun.0 Tulisan Jawi Tulisan Jawi boleh digunakan pada peringkat sekolah menengah.0 Unsur Sastera Unsur sastera dalam pendidikan Bahasa Malaysia adalah meliputi bahan -bahan sastera yang berbentuk novel. Peribahasa hendaklah diajarkan dalam konteks. 9.5.0 Peribahasa Peribahasa seperti simpulan bahasa. Buku -buku sastera yang diperakukan oleh Kementerian Pendidikan hendaklah digunakan. Pemilihan peribahasa.0 Bahan Sumber Bahan-bahan sumber seperti akhbar. 6. seloka dan bahasa berirama.