Analisis Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang Sejarah Dalam Buku Muqaddimah

Disusun guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah Metodologi dan Historiografi II Dosen pengampu : Drs. Tri Yuniyanto, M. Hum

Disusun oleh : Rino Hanggoro Septian Eko Yulianto K 4408043 K 4408045

Yusuf Dwipurna Nugraha K 4408054 Agrina Dyah C K 4408056

PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang Sejarah

Menurut Peterson yang dikutip oleh A Azra (2002 : 47). historiografi merupakan bagian terakhirnya (Poepoprodjo. kronologi yang mencatat kejadian-kejadian sejarah menurut tahun. harus diakui banyak berkaitan dengan persoalan siyasah (politik) dan syariah (hokum Islam) khususnya yang berkaitan dengan perkembangan historiografi dalam tradisi kaum muslimin. Historiografi dalam ilmu sejarah merupakan titik puncak seluruh kegiatan penelitian sejarah. Bentuk historiografi Islam pada dasarnya terbagi menjadi tiga bentuk yaitu : Khabar yang berisikan berita-berita yang berhubungan dengan peperangan . salah satunya adalah generasi Islam. Secara harfiah berarti pelukisan sejarah. serta susunan genealogis ( asal – usul ) (A Muin Umar.Dalam Buku Muqaddimah A. 2002 : Xii). (Helius Sjamsuddin dan Ismaun. Kemunculan dan pertumbuhan historiografi Islam berhubungan erat dengan perkembangan ajaran Islam dan sosial kaum muslimin yaitu pada masa-masa awal penyebaran agama Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Sejarah dalam pengertian yang kedua itulah yang pada umumnya sering dikenal. dan bentuk yang lebih kecil mengenai periodisasi sejarah yang terdiri dari historiografi dinasti. 1993 : 16). Tanpa keberadaan dan kesadaran para penulis hadist nabi ini. bahwa terdapat hubungan yang amat jelas antara perkembangan politik . Dalam metodologi sejarah. Historiografi Islam mendapat pembahasan yang cukup banyak dari para ahli. Para Muhadditsun ( penulis hadist Nabi ). gambaran sejarah tentang peristiwa yang terjadi pada waktu yang lalu. Historiografi merupakan salah satu disiplin ilmu yang dipelajari secara luas oleh bangsa-bangsa dan muncul dalam beberapa generasi. 1997 : 7). khususnya bagi kaum muslimin (Azyumardi Azra. 1987 : 1). Pertumbuhan historiografi Islam sejak pertama kali disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Sejarah Dan Historiografi Pada dasarnya istilah sejarah mempunayi dua pengertian yakni : apa yang benar-benar terjadi pada waktu yang lalu dan penjelasan tentang masa lalu dalam bentuk karya ilmiah sejarawan. Sejarah sebagai pengetahuan tentang pengetahuan masa lalu dengan metode ilmiah yang sah. inilah yang mengambil peran menuliskan historiografi paling awal dalam sejarah Islam. sehingga sejarah identik dengan historiografi. historiografi awal Islam tidak akan pernah muncul di tengah-tengah umat manusia. walaupun pembahasan itu dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan sudut pandang masing – masing.

diantara kaum muslimin ditulis untuk membela dan mendukung kepentingan-kepentingan politik tertentu. Historiografi membutuhkan sumber dan pengetahuan beragam. perhitungan dan ketekunan. rekonstruksi masa lalu dan menguraikannya dalam bentuk tulisan atau yang dikenal dengan historiografi. Kesalahan penulisan yang dilakukan oleh sejarawan muslim inilah yang menjadi alasan Ibnu Khaldun menulis buku sejarah dengan judul al-Muqqadimah Ibnu Khaldun. Namun. telah menuliskan kembali hasil yang dicapai para pendahulunya di dalam karya sejarawan muslim sendiri.keagamaan dan pemebntukan tradisi historiografi Islam. Banyak sejarawan muslim yang telah menuliskan peristiwa-peristiwa sejarah secara luas dan mendalam.lakpesdam. masa Ibnu Khaldun merupakan penghujung zaman pertengahan dan permulaan zaman renaissance. Sejarawan berikutnya cenderung menerima apa adanya warisan sejarah yang telah ditemukan sejarawan sebelumnya. perkembangan historiografi partisan ini terus berlanjut pada masa Dinasti Abbasiyah (750 – 1258 M). Dalam hal ini. B. Ibnu Khaldun justru muncul dengan pemikiran yang cemerlang. Ibnu Khaldun adalah perkecualian dari dunia pemikiran Arab. diantara mereka di dalam penulisan sejarah itu masih ada beritaberita palsu atau tanpa bukti dan tidak dilakukan pengecekan yang kemudian sampai pada generasi berikutnya. Para sejarawan muslim ini juga telah mengumpulkan dan menuliskan sejarah bangsa-bangsa dan Negara-negara. sebab Ibnu Khaldun hidup pada abad ke-14 M (Zainab. tanpa menggunakan sumber-sumber berita yang terpercaya. Namun. Karya sejarawan muslin ini tidak memasukkan para penulis. Historiografi semacam itu bias disebut dengan “historiografi politik partisan”. Bahkan beberapa sejarawan yang diakui ahli.or.id). ada penulis yang melakukan kesalahan dalam mengemukakan peristiwa sejarah. kasus politik dan perang antara Ali bin Abi Tholib dan Muawiyah bin Abi Sofyan. Petersen membuktikan bahwa kebanyakan al-fitnah al-kubra. serta jatuhnya sebuah Negara (www. Tugas-tugas sejarawan muslim tersebut ialah menemukan dan memberikan analisis serta kritik terhadap sumber-sumber sejarah. permulaan Negara. Di saat dunia pemikiran Arab mengalami kemandegan. sebab musabab dan kebesaran. Pemikiran Ibnu Khaldun . 1979 : 8). Para sejarawan muslim telah banyak membukukan dan memperbanyak secara sistematis peristiwa-peristiwa sejarah. Para sejarawan ini menyajikan sejarah dalam bentuk seadanya tanpa materi yang berbobot.

Tokoh yang paling dominan mempengaruhi pemikirannya al-Ghazali (1105-1111 M). tasawuf). Dalam usaha mengemukakan fakta historis dan fefleksinya secara metodik. teologi dan sastra. seperti al Mas’udi. ia berusaha agar penulisan yang dilakukan berdasar pada fakta dan sumber-sumber yang terpercaya. Di usia 17 tahun. Nenek moyang Ibnu Khaldun berasal dari Hadramaut. Dalam buku Muqaddimah. ia juga terlibat dalam dunia politik (www. untuk membaca pemikirannya. 2008 : XIV). termasuk Aqliyah (ilmu kefilsafatan. Banyaknya kesalahan yang dilakukan para sejarawan dalam mengemukakan peristiwa sejarah itu. Oleh karena itu. Penulisan sejarah karya Ibnu Khaldun ini. dimulai pada waktu Ibnu Khaldun membaca karya para sarjana. Keluarga Ibnu Khaldun ini masih memiliki keturunan dengan Wail bin Hajar. karena para sejarawan hanya begitu saja menuliskan berita sejarah tanpa memeriksa sumber-sumber berita yang digunakan. Ayahnya bernama Abu Abdillah Muhammad. Ibnu Rasiq. Ibnu Khaldun terlahir dari keluarga Arab – Spanyol ini sejak kecil sudah dekat dengan kehidupan intelektual dan politik. Muqaddimah merupakan manifestasi pemikiran Ibnu Khaldun yang diilhami dari Al-Qur’an sebagai sumber utama (Bayu Rohmanto. Tunisia pada 1 Ramadhan 732 H (27 Mei 1332 M) nama lengkapnya Abdurrahman Abu Zaid Waliuddin bin Khaldun.blogsopt. Buku . Oleh karena itu. salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW.Ibnu Khaldun lahir di Tunis. maka pemikiran Ibnu Khaldun sangatlah rasional dan banyak berpegang pada logika.bukukuno. Ibnu Khaldun sebagai seorang pemikir merupakan produk sejarah. selain menggemari dunia ilmu pengetahuan. meskipun pemikiran Ibnu Khaldun sangatlah berbeda. Namun jelas pemikiran Ibnu Khaldun tidak dapat dilepas dari pemikiran Islamnya.com). Ibnu Khaldun mencoba menulis pemikirannya dalam sebuah buku tentang sejarah. Al-Ghazali jelas-jelas menentang logika karena hasil pemikiran seseorang itu tidak dapat diandalkan. ternyata dari karya-karya sarjana tersebut banyak ditemukan kekeliruan dan pendapat yang tidak berdasar pada fakta. Yaman yang berimigrasi ke Sevilla (Andalusia/ Spanyol). Ibnu Khaldun telah menguasai ilmu Islam Klasik. Posisi Ibnu Khaldun sebagai filosof muslim. Abu Hayam. seorang mantan perwira militer yang gemar mempelajari dunia ilmu pengetahuan. aspek historis yang mengitarinya tidak dapat dilepaskan begitu saja. Sedangkan Ibnu Khaldun masih menghargainya sebagai metode yang dapat melatih seseorang berpikir sistematis. dan di dalamnya dijelaskan bagaimana dan mengapa Negara dan peradaban (Umran) tumbuh. Ibnu Khaldum membagi buku itu kedalam beberapa bab. Ibnu Abdi Rabbihi yang kemudian ia menyelidiki sumber-sumber berita dan bentuk penulisan yang digunakan oleh para sejarawan.

Jadi. Non Arab dan bangsa Barbar serta Raja-raja yang semasa dengan zaman permulaan dan zaman akhir) (Ahmadi Thoha. Dalam Muqaddimah. Buku ini mencakup sejarah bangsa Arab dan bangsa Barbar. urbanisasi (Tamaddun) dan ciri hakiki organisasi sosial masyarakat. Hampir semua kerangka konsep pemikiran Ibnu Khaldun tertuang di dalam al-muqaddimahnya. Penulisan sejarah Ibnu Khaldun ini menarik dan penting karena dengan mengetahui penulisan sejarah Ibnu Khaldun ini. unsur objektivitasnya harus dijunjung tinggi. Ia menerangkan hal-hal mengenai peradaban (umran). Oleh karena itu. Dan juga mengetahui hal ikhwal sejarah dan generasi-generasi yang hidup sebelum dan sesudahnya. 1985 : 112-113). Ibnu Khaldun merupakan salah satu sejarawan muslim yang mengedepankan unsur objektivitas di dalam penulisan sejarah. Berbeda dengan sejarawan yang lain. 2000 : 9). hal tersebut dibuktikan dengan hasil karyanya yang terkenal yang diberi nama al-Muqaddimah (Prolegomena) dan merupakan salah satu dari karya-karya penting dalam historiografi. Historiografi Arab Muslim karangan al-Mas’udi dan . Maka. seseorang akan menarik diri dari kepercayaan untuk mengikuti tradisi secara buta (taqlid). Negara-negara yang dimaksud itu adalah dua generasi yaitu orang-orang Arab dan orang-orang Barbar. Fii ayya-mil ‘Arabwal ‘Ajam Wal Barbar. Ibnu Khaldun menegaskan bahwa kajian sejarah haruslah melalui pengujian-pengujian yang kritis. (Taufik Abdullah dan A Suryomiharjo. Mencakup peristiwa politik mengenai orang-orang Arab. Waman ‘Aaa-Shararum Min Dzawis-Sulthaanal-Akbar (Kitab Pelajaran dan Arsip Sejarah zaman permulaan dan zaman akhir. Begitu juga antarnegara dengan masyarakat. yang terdiri dari penduduk yang tinggal menetap. Pemikiran Ibnu Khaldun ditunjukkan untuk mengkritik para penulis sejarah yang memiliki kelemahan dalam menuliskan sejarah (munculnya unsur Subjektivitas). Ia menemukan metode yang luar biasa dan original. Ibnu Khaldun menjelaskan mengenai arti pentingnya mempelajari sejarah.tersebut berdasarkan penelitian dan pengalaman selama berinteraksi dengan masyarakat Badui dan tentang bangsa-bangsa yang memakmurkan dan memenuhi berbagai daerah dan kota-kota Magribi. adat istiadat dan pranata-pranata dari berbagai bangsa. Ibnu Khaldun mengoreksi setiap sumber dengan hati-hati dan sungguh-sungguh. Ia berusaha mempelajari masa lampau bukan hanya di dalam hal-hal kegiatan individual saja tetapi juga dengan menganalisis hukum-hukum. karyanya diberi judul al-Ibar Wa Diiwan al-Mubtada’ Wal Khabar. dan yang hidup mengembara.

Tujuh kelemahan itu adalah : a) Sikap memihak kepada pendapat-pendapat dan mahzab-mahzab tertentu. Ibnu Khaldun dalam karyanya melukiskan manusia secara apa adanya. Menurut Ibnu Khaldun. b) Terlalu percaya kepada pengutip berita sejarah c) Gagal menangkap maksud-maksud apa yang dilihat dan didengar serta menyampaikan laporan atas dasar persangkaan dan perkiraan itu d) Perkiraan yang tidak memiliki dasar persangkaan (terhadap sumber berita) e) Kebodohan dalam mencocokan kenyataan dengan kejadian yang sebenarnya f) Kegemaran banyak orang untuk mendekatkan diri kepada para pembesar dan orangorang yang berpengaruh dengan jalan memuji dan menyanjung serta menyiarkan halhal yang baik-baik saja tentang orang-orang yang berpengaruh. sejarah menjadi sesuatu yang rasional dan bebas dari beritaberita palsu yang dilakukan tanpa pengecekan terlebih dahulu. Menurut Philip K. g) Ketidaktahuan tentang hakekat situasi dalam kultur. Tingkat objektivitasnya sangat tinggi. 1982 : 51). bahwa Ibnu Khaldun ini memiliki karakteristik sebagai berikut : Kekuatan terletak pada pengetahuannya yangn langsung dan akrab tentang Afrika .Ibnu Abdi Rabbihi tidak luput dari kritikannya. yang berhubungan mengenai sebab alMakmun meminang puteri Hasan bin Sahal yang bernama Bauran (Ismail Yakub. 1996 : 25) Dasar ketujuh kriteria itulah yang membuat Ibnu Khaldun mengkritik Ibnu Abdi Rabbihi. enam diantaranya berkaitan dengan karakter sejarawan sendiri. Ia mempu menahan diri untuk tidak melebih-lebihkan pihak yang disukainya. Misalnya. (Ahmad Syafii M.Hilti yang dikutip oleh Ahmad Syafii Ma’arif (1996 : 26). yang mudah menerima sumber berita yang tidak dapat diterima secara nalar. pengarang al-Aqd. di samping juga tidak merendahkan musuh atau pihak yang tidak disukainya. dimana berita itu tentang keranjang. Dinilai bahwa pada umumnya karya sejarah Islam terdahulu menderita tujuh kelemahan pokok. sedangkan yang ketujuh karena pengetahuan sejarawan yang serba terbatas dalam soal kemasyarakatan dan kebudayaan. berita yang disampaikan dalam bentuk cerita yang ditulis oleh Ibnu Abdi Rabbihi.

prinsip-prinsip dasarnya dengan ilustrasi-ilustrasi kesalahan yang dilakukan para sejarawan Arab-Muslim. Dengan pembahasan Ibnu Khaldun terhadap gejala-gejal sosial. semua itu dipertimbangkan melalui tingkat kontrol diri dan obketivitas yang luar biasa. • Kedua. Antara sejarah dan ilmu-ilmu sosial sudah lebih saling mendekati (rapprochemenr) (Helius S dan Ismaun. . Tentu saja cara pendekatannyadalam mengkaji manusia tidak sama.Arab dan Berber. rekaman tentang lembaga-lembaga dan ilmu-ilmu kesilaman yang telah berkembang sampai dengan abad ke-14. 1996 : 24) 1) Pemikiran pertama berkaitan dengan Pemikiran Fenomena sosial Ibnu Khaldun memberikan pemecahan terhadap apa yang disebut “fenomena sosial” ia menamakannya ilmu al-Umran al Basyari “kondisi sosial manusia”. baik sejarah sebagai ilmu humaniora (ilmu kemanusiaan) maupun sejarah sebagai salah satu dari ilmu-ilmu sosial keduanya menempatkan manusia sebagai objek kajiannya. Jarang Ibnu Khaldun melebih-lebihkan seorang teman pribadinya atau mengecilkan seorang musuh. • Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang Penulisan Sejarah Ibnu Khaldun dalam mempelajari ilmu sejarah. sebuah pembicaraan tentang historiografi. Ia mengungkapkan penemuannya tentang hukum-hukum yang berlaku bagi muncul dan berkembangnya fenomena tersebut. 1993 : 116). Dalam kitabnya Muqaddimah.Utara. pembicaraan tentang ilmu kultur (Ilm al-Umran al-Bashari) bagi Ibnu Khaldun prinsip-prinsip ini mencakup catatan tentang formasi sosial dasar (berpindahpindah dan menetap) dan tentang munculnya Negara serta peradaban bersamaan dengan munculnya hukum yang mengatur interaksi masyarakat • Ketiga.Mesir dan Granada . meskipun harus diakui bahwa dalam perkembangan ilmu sejarah. maka ia mempunyai tujuan hendak menarik hukum-hukum positif yang merupakan kseimpulan dari karakteristik gejala-gejala sosial tersebut. terbagi menjadi tiga bagian pokok : • pertama. (Ahmad S. Ibnu Khaldun adalah sejarawan yang berada di situasi yang kontras daripada Ibnu Khaldun sebagai seorang politikus.

Di beberapa tempat karya para sejarawan ini banyak diragukan kebenarannya. kesenian. Hal itu pula yang sangat berkaitan dengan pemikirannya tentang fenomena sosial yang akan menciptakan ilmu baru yang digunakan dalam penulisan sejarah. Ibnu Khaldun menerangkan keutamaan ilmu sejarah. b) Pembahasan khusus Ibnu Khaldun dalam kitabnya yang berisikan pembahasan khusus tentang peradaban manusia pada umumnya. aliranalirannya serta menyebutkan letak kesalahan para sejarawan dalam menulis sejarah. Dengan demikian. Ibnu Khaldun menjelajahi berbagai faktor yang terlibat dalam perubahan sosial. Ibnu Khaldun tidak hanya membuat suatu kemajuan yang berani dalam mencoba mengetahui perubahan sosial tersebut dan dengan metode historis dapat menawarkan pendekatan terbaik untuk memahami perubahan sosial (Robert H.2) Pemikiran kedua berkaitan dengan pemikiran Ibnu Khaldun tentang kesalahan sejarawan dalam penulisan sejarah Dalam Muqaddimah. Ibnu Khaldun mengkaji karya-karya sejarah para sejarawan sebelumnya seperti dalam karya al-Mas’udi dan Ibnu Abdi Rabihi. Ia beupaya menyususn asas-asas ilmu sejarah yang diharapkan bias dijadikan pedoman bagi para sejarawan. suku . Ia melihat bahwa di dalamnya terdapat banyak kekeliruan. Ibnu Khaldun mendasarkan diri pada pembahasan tentang sosiologi dan metode-metode pembahasan ilmiah serta cara penulisan sejarah objektif. dan berbagai fenomena kultural (Kerajinan. at-Thabari. Keaslian pendapat Ibnu Khaldun di dalam menulis sejarah tampak dari banyak hal. diantaranya menurut Ali Abdulwahid Wafi dalam bukunya Ibnu Khaldun : Riwayat dan Karyanya (1985 : 145-147) adalah : a) Dalam kitab al-Ibar. al-Mas’udi. Ibnu Khaldun meneliti pengaruh lingkungan fisik terhadap manusia. Ibnu Khaldun mengungkapkan pengujian ilmiah penting terhadap karya-karya sejarah terdahulu yang telah menulis sejarah dunia Arab dan Islam seperti Ibnu Ishaq. hubungan antar kelompok. ilmu pengetahuan dll). Muhammad Ibnu Umar al-Wahidi. bentuk-bentuk organisasi sosial primitive dan modern. Ibnu Khaldun banyak menemukan tulisan-tulisan para sejarawan tersebut yang jauh dari kenyataan yang sebenarnya di tinjau dari segi watak dan hukum-hukum masyarakat. Dalam melakukan pengujian (tahqiq). peradaban manusia pengembara. 2003 : 4).

Oleh karena itu. member judul serta menyususn daftar isi. bagian ini merupakan sumber pokok yang dipergunakan para ahli sejarah mengenai sejarah Negara bangsa Barbar yang hidup pada masa-masa Ibnu Khaldun. Tulisannya terbagi kdalam beberapa kitab bagian. Kejadian-kejadian sejarah yang terjadi di dalam satu tahun atau periode tertentu dikumpulkan menjadi satu. meskipun tempat kejadiannya berbeda dan tidak ada hubungan peristiwa yang satu dengan yang lain. d) Dalam metode penulisan. c) Pembahasan Ibnu Khaldun dalam kitabnya merupakan pembahasan paling objektif. jelas dalam penuturannya serta ketekunannya di dalam mengatur bab-bab.yang nomaden. mencari kaitan-kaitannya. lebih mendetail dan kuat. Ibnu Khaldun menuliskan sejarah dengan metode baru. Ibnu Khaldun mengikuti cara-cara baru yang berbeda dengan metode-metode penulisan sejarah oleh para ahli sejarah sebelumnya. terutama karena ia memang hidup di tengahtengah bangsa Barbar dan mengembara secara berpindah-pindah dari satu negeri maghribi ke negeri yang lain. berisikan pengujian-pengujian paling penting dan pembahasannya tampak menonjol dibandingkan dengan bagian yang lainnya. Ia langsung menuliskannya dari observasi lapangan terhadap peristiwa-peristiwa sejarah bangsa Barbar tanpa menggunakan sumber-sumber tertulis yang telah ada. pernah dibaca oleh para ahli sejarah Arab. . Analisis-analisis historisnya berdasarkan sumber-sumber sejarah yang diperoleh melalui observasi dan telaah khusus terhadap sumber-sumber yang belu. Kemudian masing-masing kitab bagian dibagi menjadi pasal-pasal yang membicarakan peristiwa-peristiwa yang berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Kelebihan Ibnu Khaldun dalam hal metode penulisan ini ialah kecerdikannya untuk mengorganisasikan peristiwa. Sebagian besar sejarah yang ditulis orang sebelum itu disusun secara kronologis tahun per tahun.

blogspot. Ulis Dwi.1382 M. Studi Mengenai Pemikiran Ibnu Khaldun Dalam Penulisan Sejarah Tahun 1374. Ibnu Khaldun : Riwayat Dan Karyanya. Muqhaddimah Ibn Khaldun. 1985. Surakarta : FKIP UNS Internet : http://www. 2009.com .DAFTAR PUSTAKA Khaldun. Ibnu.lakpesdam.id http://bukukuno.or. Jakarta : Grafiti Press Wardani. 2000. Jakarta : Pustaka Firdaus Wafi. Ali A.