KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

A.PENGERTIAN Kepemimpinan berasal dari kata "pimpin" yang memuat dua hal pokok, yaitu :
y y

Pemimpin sebagai subjek, dan yang dipimpin sebagai objek.

Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemipin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akn setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan kepemimpinannya. Kepemimpinan (leadership) adalah bagian tersendiri dari manajemen. Manajer dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen memerlukan adanya kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap usaha-usaha semua pekerja dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi, tanpa kepemimpinan hubungan antara tujuan perseorangan dengan tujuan organisasi mungkin menjadi renggang(lemah). Oleh karena itu, kepemimpinan sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin sukses. Namum demikian, sebenarnya kepemimpinan itu sendiri masih menjadi suatu konsep yang sulit diterangkan atau masih menjadi sebuah "kotak hitam"(black box) yang sangat indah. Karakter yang harus ada pada diri seorang pemimpin, yaitu : 1. Mumpuni, artinya memiliki kapasitas dan kapabilitas dibanding orang-orang yang dipimpinnya, 2. Juara, artinya mempunyai prestasi akademik dan non-akademik yang lebih baik dibanding orang-orang yang dipimpinnya, 3. Tanggung Jawab, artinya memiliki kemauan dan kemampuan bertanggung jawab dibanding orang-orang yang dipimpinnya, 4. Aktif, artinya memiliki kemampuan dan kemauan berpartisipasi sosial dan melakukan sosialisasi secara aktif lebih baik dbanding orang-orang yang dipimpinnya, 5. Walaupun tidak harus, lebih baik mempunyai status sosial lebih tinggi dari orang-orang yang dipimpinnya. Meskipun demikian atribut-atribut personal tersebut bisa berbeda-beda antara situasi organisasi satu dengan situasi organisasi lainnya. Organisasi dan situasi dengan karakter tertentu menuntut pemimpin yang memiliki variasi dan atribut tertentu pula.

Teori Path-Goal Teori ini menganalisa pengaruh (dampak) kepemimpinan terutama perilaku pemimpin terhadap motivasi bawahan. TEORI KEPEMIMPINAN Sebelum mencoba untuk menganalisa kedudukan kepemimpinan dalam suatu organisasi perlu ditelusuri dulu perkembangan teori kepemimpinan. 2. Keith Davis mengintisarikan ada empat ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam organisasi yaitu : y y y y Kecerdasan (Intellegence) Kedewasaan sosial dan hubungan sosial yang luas (Social Maturity and Breath) Motivasi diri dan dorongan berprestasi Sikap-sikap hubungan manusia.B. Teori Situasional / contingency Pendekatan sifat maupun kelompok terbukti tidak memadai untuk mengungkap teori kepemimpinan yang menyeluruh. Teori Sifat Kepemimpinan Analisis ilmiah tentang kepemimpinan dimulai dengan memusatkan perhatian pada para pemimpin itu sendiri. kepuasan dan pelaksaan kerja. bukan fungsi situasi. Teori Kelompok Teori Kelompok dalam kepemimpinan (group theory of leadership) dikembangkan atas dasar ilmu psikologi sosial. 3. yaitu : 1. teknologi atau dukungan masyarakat. Fred Fiedleer telah mengajukan sebuah model dasar situasional bagi efektivitas kepemimpinan yang dikenal sebagai contigency model of leadership effectiveness yang menjelaskan hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi yang menguntungkan atau menyenangkan. Teori ini menyatakan bahwa untuk pencapaian tujuan-tujuan kelompok harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dan bawahannya. Kepemimpinan adalah suatu fungsi kualitas seorang individu. Teori memasukkan empat tipe atau gaya pokok perilaku pemimpin yaitu : y y y y Kepamiminan direktif (directive leadership) Kepemimpinan suportif (supportive leadership) Kepemimpinan partisipatif (participative leadership) Kepemimpinan orientasi prestasi (achievement-oriented leadership) . situasi-situasi tersebut digambarkan dalam tiga dimensi empirik yaitu : y y y Hubungan Pimpinan Anggota Tingkat dalam struktur tugas Posisi Kekuasaan 4. perhatian dialihkan pada aspek-aspek situasional kepemimpinan.

Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori social. Dalam keadaan bagaimanapun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Seorang pemimpin hendaknya memiliki kesehatan badaniah yang lebih dari para pengikutnya sehingga memungkinkannya untuk bertindak dengan cepat. 2003: 197-198). serta dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Teori Ekologis / Bakat Teori ini merupakan penyempurnaan dari teori genetis dan sosial.Teori Kharismatik Seseorang menjadi pemimpin karena mempunyai karisma (pengaruh) yang sangat besar. (Wursanto. 8. Dalam hal ini ada suatu kepercayaan . Ketiga. Karena orang tuanya seorang pemimpin maka anaknya otomatis akan menjadi pemimpin menggantikan orang tuanya. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori social dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan. 7. Kedua. perbuatan. 9. kelebihan ratio. maka teori sosial mengatakan sebaliknya yaitu "Leaders are made not born". Segala tindakan. Seseorang dapat menjadi pemimpin karena keturunan atau warisan. Bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karen ia telah dilahirkan menjadi pemimpin. (Wursanto. Kelebihan Rohaniah. sikap dan ucapan hendaknya menjadi suri tauladan bagi para pengikutnya. pertama. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin. Seorang pemimpin harus mempunyai moral yang tinggi karena pada dasarnya pemimpin merupakan panutan para pengikutnya. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.5. berarti seorang pemimpin harus mampu menunjukkan keluhuran budi pekertinya kepada para bawahan. dan kelebihan dalam memiliki pengetahuan tentang cara-cara menggerakkan organisasi. 2003:199) 6. Teori Genetis / Keturunan Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan "leaders are born and not made". Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa factor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik. Penganut-penganut teori ini mengatakan bahwa setiap orang dapat menjadi pemimpin apabila ia diberi pendidikan dan kesempatan. Akan tetapi masalah kelebihan badaniah ini bukan merupakan faktor pokok. Pada dasarnya kelebihan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin mencakup tiga hal. Kelebihan Badaniah. Karisma itu diperoleh dari Kekuatan Yang Maha Kuasa. ialah kelebihan menggunakan pikiran. seolaholah seseorang menjadi pemimpin karena ditakdirkan. kelebihan dalam pengetahuan tentang hakikat tujuan dari organisasi. Teori Kelebihan Yang beranggapan bahwa seseorang akan menjadi pemimpin apabila ia memiliki kelebihan dari para pengikutnya. Teori Social Jika teori genetis mengatakan bahwa "leaders are born and not made".

sehingga dianggap mempunyai kekuatan ghaib (spranatural power). Ciri-ciri kepemimpin tipe ini adalah sebagai berikut : y y y y y y y y y y Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi Mengandalkan kepada kekuatan / kekuasaan Menganggap dirinya paling berkuasa Jauh dari para bawahan Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alatsemata-mata Tidak mau menerima kritik. saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap dialah yang paling benar Selalu bergantung pada kekuasaan formal Dalam menggerakkan bawahan mempergunakan pendekatan (Approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman. Keras dalam mempertahankan prinsip. Tipe Ciri-ciri antara lain : y y y y Kepemimpinan Laissez Faire Memberi kebebasan kepada para bawahanb. Tipe Kepemimpinan Militeristik Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristik tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama . (Wursanto.bahwa orang itu adalah pancaran Zat Tunggal. C. TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN Pada umumnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi lima tipe utama yaitu sebagai berikut : 1. Tipe Kepemimpinan Otokratis Tipe kepemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak. karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi modern 2. 2003: 199). Seorang pemimpin yang bertipe militeristik mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : y Dalam menggerakkan bawahan untuk yang ditetapkan. kewibawaan dan pengaruh yang sangat besar. Pemimpin yang bertipe karismatik biasanya memiliki daya tarik.Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan Tidak mempunyai wibawa Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik 3. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis. Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe kepemimpin otokritas tersebut diatas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia.

Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat diperlukan. dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat besar. Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe kepemimpinan militeritas jelaslah bahwa tipe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal. 6. Sifat-sifat umum dari tipe kepemimpinan paternalistik dapat dikemukakan sebagai berikut: y y y y y y y Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa Bersikap terlalu melindungi bawahan Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. pengetahuan tentang faktor penyebab karena kurangnya seorang pemimpin yang karismatis. umur. Karena itu jarang pelimpahan wewenang. Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adlah sebagai berikut : . Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan kepentingan individu. perlu dikemukakan bahwa kekayaan.Teori Kepemimpinan Demokratis Dari semua kepemimpinan yang ada.tidak dapat digunakan sebagai criteria tipe pemimpin karismatis. maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers). Yang diketahui ialah tipe kepemimpinan seperti ini mempunyai daya tarik yang amat besar. Tipe Kepemimpinan Kharismatik Sampai saat ini para ahli manajemen belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seorang pemimpin memiliki karisma. kesehatan profil pendidikan dan sebagainya. Pemimpin bertindak sebagai bapak. Kepemimpinan seperti ini menggunakan pengaruh yang sifat kebapaan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. 4.y y y y y y y Dalam komunikasi menggunakan saluran formal Menggunakan sistem komando dalam perintah Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pengkat dan jabatannya Senang kepada formalitas yang berlebihan Menuntun disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan Tidak mau menerima kritik dari bawahan Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan. tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Kebanyakan para pengikut menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan inisyatif daya kreasi Selalu memberikan perlindungan Sering menggap dirinya maha tahu. Tipe Kepemimpinan Paternalistik Tipe kepemimpinan paternalistik mempunyai ciri tertentu yaitu bersifat fathernal atau kepakan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimental. Akan tetapi ditinjau dari segi sifat-sifat negatifnya pemimpin paternalistis kurang menunjukkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya 5.

Dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis. kedelapan gaya ini dapat diuraikan sebagai berikut : a) 1. 7.Birokrat b) 1. William J.Tipe Kepemimpinan Open Leadership Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis.Redden.Eksekutif 2. seorang professor dan konsultan Kanada.Pembangun 3.Pelarian Gaya-gaya efektif (executive) (developer) autocrat) (bureaucrat) efektif (compromiser) (missionary) (autocrat) (deserter) penuh kebajikan (benevolent Gaya-gaya tidak Baik pendekatan Blake dan Mouton maupun Redden merupakan pendekatan yang sangat deskriptif dan secara empiric kekurangan penelitian valid yang mendukungnya.Kompromis 2.Misionaris 3.Otokrat 4. . manajer mengambil semua keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan dan memerintahkan serta mengeksploritasi bawahan untuk melaksanakannya. inisyatif dan prakarsa dari bawahan Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin. Teori ini menyajikan empat gaya kepemimpinan dasar dan setiap gaya dapat efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi. Di lain pihak Rensis Likert dengan melibatkan kelompok Michigan dalam melakukan penelitian bertahuntahun mengemukakan empat sistem atau gaya dasar kepemimpinan organisasional yaitu : y Sistem 1 : otokratik eksploratif. Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan.y y y y y y y Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi Senang menerima saran. Jaringan Blake dan Moutan mengidentifikasikan gaya seseorang manajer. jelaslah bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin demokratis. telah menambahkan dimensi ketiga atau efektivitas pada modelnya. pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas. Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin. tetapi tidak secara langsung berkaitan dengan efektivitas.Otokrat 4.

Pengembangan kemampuan itu adalah suatu proses yang berlangsung terus menerus dengan maksud agar yang bersangkutan semakin memiliki lebih banyak ciri-ciri kepemimpinan. Walaupun belum ada kesatuan pendapat antara para ahli mengenai syarat-syarat ideal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa seorang yang tergolong sebagai pemimpin adalah seorang yang pada waktu lahirnya yang berhasil memang telah diberkahi dengan bakat-bakat kepemimpinan dan karirnya mengembangkan bakat genetisnya melalui pendidikan pengalaman kerja. Sistem 4 : demokratik. Dengan kata lain sebuah pernyataan visi harus dapat menarik perhatian tetapi tidak menimbulkan salah pemikiran. manajer menggunakan gaya konsultatif yaitu meminta masukan dan menerima partisipatif dari bawahan tetapi tetap menahan hak untuk membuat keputusan final. PERAN PEMIMPIN y The Vision Role Sebuah visi adalah pernyataan yang secara relatif mendeskripsikan aspirasi atau arahan untuk masa depan organisasi. SYARAT-SYARAT PEMIMPIN YANG BAIK D. manajer memberikan berbagai pengarahan kepada bawahan tetapi memberikan kesempatan partisipasi total dan keputusan dibuat atas dasar consensus dan prinsip mayoritas. . akan tetapi beberapa diantaranya yang terpenting adalah sebagai berikut : y y y y y y y y y y y y y y Pendidikan umum yang luas Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang generalist yang baik juga Kemampuan berkembang secara mental Ingin tahu Kemampuan analistis Memiliki daya ingat yang kuat Mempunyai kapasitas integrative Keterampilan berkomunikasi Keterampilan mendidik Personalitas dan objektivitas PragmatismoMempunyai naluri untuk prioritas Sederhana Berani Tegas dan sebagainya E.y y y Sistem 2 : otokratik penuh kebajikan. tetapi bawahan diberi keleluasaan (flexibilitas) dalam pelaksanaannya dengan suatu cara paternalistic. manajer tetap menentukan perintah-perintah kerja. Sistem 3 : partisipatif.

dalam kalimat-kalimat yang sugestif. y Peran Pembangkit semangat The Vision Role Salah satu peran kepemimpinan yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin adalah peran membangkitkan semangat kerja. maka perusahaan itu tidak akan bertahan lama karena tidak akan dikenal masyarakat dan koordinasi kerja di dalamnya jelek. 2. artinya sesuai dengan tingkat kebutuhan karyawan yang diberi insentif. perbaikan lingkungan kerja. serta diberikan dalam suatu µevent¶ khusus. pengendalian pendelegasian wewenang. Penyampaian atau penyebaran informasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga informasi benar-benar sampai kepada komunikan yang dituju dan . penambahan staf yag berkualitas. Penghargaan adalah bentuk pujian yang tidak berbentuk uang. y Peran Pemimpin dalam Pengendalian dan Hubungan Organisasional The Vision Role Tindakan manajemen para pemimpin organisasi dalam mengendalikan organisasi meliputi: 1. Peran ini dapat dijalankan dengan cara memberikan pujian dan dukungan. Insentif akan efektif dalam peningkatan semangat kerja jika diberikan secara tepat. menumbuhkembangkan serta mengendalikan situasi maupun kondisi kondusif yang berkenaan dengan keberadaan hubungan dalam organisasi. Ruang lingkup peran hubungan yang melekat pada pemimpin meliputi peran pemimpin dalam pembentukan dan pembinaan tim-tim kerja. 3. mengendalikan kualitas kepemimpinan dan kinerja organisasi. baik langsung maupun tidak langsung. Ruang lingkup peran pengendali organiasasi yang melekat pada pemimpin meliputi pengendalian pada perumusan pendefinisian masalah dan pemecahannya. Peran membangkitkan semangat kerja dalam bentuk memberikan dukungan. artinya walaupun produk dan layanan purna jual perusahaan tersebut bagus. para pemimpin harus menyusun dan manafsirkan tujuan-tujuan bagi individu dan unit-unit kerja. pengendalian uraian kerja dan manajemen konflik. tetapi jika komunikasi internal dan eksternalnya tidak bagus. y Peran Menyampaikan Informasi The Vision Role Informasi merupakan jantung kualitas perusahaan atau organisasi. dan disampaikan oleh pimpinan tertinggi dalam organisasi . bisa dilakukan melalui kata-kata . pembukaan. pembinaan dan pengendalian hubungan eksternal dan internal organisasi serta perwakilan bagi organisasinya. Dan peran pengendalian serta pemelihara / pengendali hubungan dalam organisasi merupakan pekerjaan kepemimpinan yang berat bagi pemimpin. mengelola harta milik atau aset organisasi. sementara insentif adalah pujian yang berbentuk uang atau benda yang dapat kuantifikasi.Agar visi sesuai dengan tujuan organisasi di masa mendatang. Pujian dapat diberikan dalam bentuk penghargaan dan insentif. Oleh sebab itu diperlukan pengetahuan. Dukungan juga dapat diberikan dalam bentuk peningkatan atau penambahan sarana kerja. pengelolaan tata kepegawaian yang berguna untuk pencapaian tujuan organisasi. dan semacamnya. Pemberian insentif hendaknya didasarkan pada aturan yang sudah disepakati bersama dan transparan. seni dan keahlian untuk melaksanakan kepemimpinan yang efektif.

memilih teknologi yang tepat. Melakukan evaluasi. mengidentifikasi perubahan. Merencanakan dan melaksanakan perubahan. Kedua. mengurangi permainan politik dalam organisasi. F. Sebagai orang yang berada di puncak dan dipandang memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding yang dipimpin. sistem dan prosedur kerja. Untuk melaksanakan tugas tersebut. Tahap-tahap tersebut adalah pertama. Monitoring tidak dapat dilakukan asal-asalan saja. Menilai posisi organisasi. menindaklanjuti tujuan yang telah dicapai. APLIKASI KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI y Kepemimpinan. sehingga pemimpin dituntut untuk mampu menyesuaikan dengan perubahan lingkungan. menetapkan struktur organisasi yang sesuai. perubahan pengembangan. Mengelola perubahan adalah hal yang sulit. dan mengubah budaya kerja organisasi. Ketiga. Selain itu. Para pemimpin perlu membentuk. Ukuran kapasitas kepemimpinan seseorang salah satu diantaranya adalah kemampuannya dalam mengelola perubahan. seorang pemimpin juga harus menjalankan peran consulting baik ke ligkungan internal organisasi maupun ke luar organisasi secara baik.Organisasi dan Perubahan Lingkungan Ada tiga jenis perubahan yaitu perubahan rutin. menciptakan iklim kerja yang lebih terbuka dan transparan. y Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Tugas utama seorang pemimpin adalah mengajak orang untuk menyumbangkan bakatnya secara senang hati dan bersemangat untuk kepentingan organisasi. y Kepemimpinan dan Inovasi . menetapkan sistem imbalan yang adil. Untuk memperoleh hasil yang diharapkan maka keempat langkah tersebut perlu dilakukan secara berurutan dan berkesinambungan. dan Keempat. Ada empat tahap yang harus dilakukan agar pemimpin dapat mengelola perubahan lingkungan. Dengan demikian pemimpin atau manajer harus mengarahkan perilaku para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai. manajer perlu menggunakan kemampuannya dalam membaca kondisi lingkungan organisasi. mengembangkan alat ukur kinerja yang jelas. mengelola. sistem imbalan dan hukuman. menetapkan strategi organisasi. tetapi harus betul-betul dirancang secara efektif dan sistemik. seorang pemimpin juga harus mampu memberikan bimbingan yang tepat dan simpatik kepada bawahannya yang mengalami masalah dalam melaksanakan pekerjaannya. Salah satu cara mengembangkan budaya adalah dengan menetapkan visi yang jelas dan langkah yang strategis. dan mengembangkan semangat kerja tim melalui pengembangan nilai-nilai inti.memberikan manfaat yang diharapkan. dan inovasi. meningkatkan. akan selalu dihadapkan pada perubahan-perubahan. Informasi yang disebarkan harus secara terus-menerus dimonitor agar diketahui dampak internal maupun eksternalnya. Kemampuan ini penting sebab pada masa kini pemimpin. dan komunikasi serta motivasi. sehingga tercipta budaya organisasi yang baik pula. sistem pengelolaan sumberdaya manusia. Pemimpin yang kuat bahkan mampu mempelopori perubahan lingkungan.

Tanpa kepemimpinan atau bimbingan. Kreativitas lebih berfokus pada penciptaan ide sedangkan inovasi berfokus pada bagaimana mewujudkan ide. Pengantar Organisasi dan Metode. (2001). 3. kreativitas radikal atau inkrimental. Tipe Kepemimpinan Militeristik Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristik tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. hubungan antara tujuan perseorangan dan tujuan organisasi mungkin terjadi renggang (lemah) keadaan ini menimbulkan situasi dimana perseorangan berkerja untuk mencapai tujuan pribadinya. PBFE. hambatan untuk kreatif dan budaya organisasi. Wursanto. 2005. ANDI. Widyatmini & Izzati A. lalu data dijadikan informasi. Organisasi Perusahaan. struktur kelompok. karakteristik umum orang-orang kreatif. struktur organisasi. Kemampuan organisasi dalam mengelola keduabelas tema tersebut akan menentukan keberhasilannya dalam melakukan inovasi. perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama Dalam komunikasi menggunakan saluran formal Menggunakan sistem komando dalam perintah . Organisasi yang mampu secara terus menerus melakukan penciptaan pengetahuan disebut sebagai learning organization KESIMPULAN Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap usaha-usaha semua pekerja dalam mencapai tujuan tujuan organisasi. Dalam membahas inovasi paling tidak ada duabelas tema umum yang berkaitan dengan pembahasan tentang inovasi yaitu kreativitas dan inovasi. Inovasi berkaitan erat dengan proses penciptaan pengetahuan.2000. maka diperlukan dukungan dari faktor-faktor organisasional dan leaderships. Proses penciptaan pengetahuan dilakukan dengan melakukan observasi atas kejadian.Inovasi berbeda dengan kreativitas.Yogyakarta: Andi. Seorang pemimpin yang bertipe militeristik mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : y y y Dalam menggerakkan bawahan untuk yang ditetapkan. motivasi. Gunadarma.proses.Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA Sukanto R & T. dan informasi diberikan konteks sehingga menjadi pengetahuan. Ig. sementara itu keseluruhan organisasi menjadi tidak efisien dalam mencapa sasaran-sasarannya. 2005. Pengetahuan inilah yang oleh pemimpin dijadikan arah atau bekal untuk melakukan inovasi. Hani Handoko. Dasar-dasar Ilmu Organisasi. struktur dan tujuan. mengolahnya menjadi data. peranan pengetahuan. Karena inovasi adalah proses mewujudkan ide. Pandi & Anastasia Diana. Sumber Buku Kepemimpinan Karya TIM FISIP Tjiptono. 1995. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis. Jakarta. Yogyakarta. Total Quality Management. dan penilaian. belajar atau bakat.

.y y y y y Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pengkat dan jabatannya Senang kepada formalitas yang berlebihan Menuntun disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan Tidak mau menerima kritik dari bawahan Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan. Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe kepemimpinan militeritas jelaslah bahwa tipe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.