P. 1
Resume Mata Kuliah Sosiologi Hukum. Fajar

Resume Mata Kuliah Sosiologi Hukum. Fajar

|Views: 446|Likes:
Published by Íhãn Tea

More info:

Published by: Íhãn Tea on Jun 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2014

pdf

text

original

“resume mata kuliah sosiologi hukum” NAMA : AHMAD FAJAR RIFA’I NIM: 082111063 Sosiologi hukum secara etimologi

berasal dari dua kata yaitu “sosiologi” dan “hukum”. Sosiologi berarti ilmu yang mempelajari manusia sebagai kelompok (koloni), sedangkan hukum adalah seperangkat kaidah dan aturan yang di buat dan di patuhi oleh masyarakat tertentu untuk menciptakan suatu keadilan dan kesejahteraan. Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sosiologi hukum secara terminologi adalah ilmu yang mempelajari hukum dengan pendekatan sosial suatu daerah. Memadukan antara sosiologi dan hukum berarti memadukan antara “apa adanya” dengan “apa yang seharusnya”. Masalah yang berhubungan dengan hukum sebenarnya lebih cenderung kepada permasalahan persepsi. Persepsi perseorangan atau kelompok yang menghendaki beberapa hal yang seharusnya di tegakkan dan menjadi pondasi dasar sebuah hukum, namun kebanyakan persepsi itu sebuah hal yang irasional atau tidak masuk akal. Sebuah persepsi akan menjadi sebuah nilai dalam masyarakat apabila persepsi tersebut di jalankan dalam sebuah kehidupan bermasyarakat yang disepakati oleh semua masyarakat sebagai sebuah pedoman hidup. Sehingga sebuah nilai muncul dari persepsi yang disepakati tersebut. Dari sebuah nilai inilah akhirnya timbul sebuah norma yang mewarnai kehidupan bermasyrakat. Pada akhirnya dari norma inilah lahir sebuah hukum dan menghasilkan peraturan-peratruran yang mempunyai sanksi, dan harus di tatati dalam masyarakat tersebut. Sebagai contoh adalah persepsi umum masyarakat bahwa laki-laki adalah kepala rumah tangga. Seseorang yang bertugas menafkahi dan menghidupi keluarganya. Hal ini telah melekat dalam masyarakat, terutama bagi laki-laki. Seorang suami akan merasa sangat terbebani secara psikis apabila dia tidak bisa menafkahi dan menghidupi keluarganya. Hal ini tidak di alami oleh pihak istri yang melakukan hal sama. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa laki-laki memiliki prosentase strees dan kematian lebih besar dari kaum perempuan. Bila dirunut kembali, maka hal itu sebenarnya bermula dari persepsi awal bahwa seorang laki-laki yang merasa terbebani atas nafkah keluarga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->