I.

Pendahuluan

berjalan . Oleh karena itu. penyayang. tempat tanggal lahir. Terbentuknya suatu kepribadian seseorang Positif atau negatif baik buruknya. orang tua. makan. murid. otoriter. penurut. pengiri. penyabar. disiplin. guru. lingkungan termasuk dimana dia sekolah atau bisa juga di mana dia bekerja . munafik. penolong. Atau pertanyaan lain Bagaimana dengan kepribadian pegawai baru? Mungkin maksud si penanya adalah apakah rajin. kurus. kemudian ia mulai meniru untuk melakukannya. didapatkan dari orang lain yang sering berada di dekatnya atau yang sering mempengaruhinya. gemuk. Kepribadian yang bagus bisa juga dikatakan citra diri positif. pelajar. kemampuan untuk berlaku jujur dan berterus terang kepada orang lain serta kemampuan untuk taat terhadap tata tertib dan aturan yang ada. seorang psikolog berpendapat bahwa karakter berbeda dengan kepribadian. direktur. karena kepribadian merupakan sifat yang dibawa sejak lahir dengan kata lain kepribadian bersifat genetis. pendiam. manajer. tanggung-jawab. Kita bisa menjadikan penilaian orang baik atau buruk berasal dari diri kita sendiri. Karakter seseorang disengaja atau tidak. seorang anak yang masih polos seringkali akan mengikuti tingkah laku orang tuanya atau teman mainnya. . sudah sesuai dengan keaadaan kita bagaimana kita berbicara . Erat kaitan dengan masalah ini. Beberapa karakter yang sudah kita ketahui antara lain pemarah. orang akan mengenalnya “ia seperti apa”. relijius. Misalnya ni lihat saya paling jujur saya berwibawa saya tidak korup saya pemarah atau penyabar. profesi. Ron Kurtus seorang pendiri Situs Pendidikan “School of Champion”. tidak terlepas dari pengaruh dari massa kecil. pemalu. egois. atau malas pegawai tersebut. Menurutnya. berpendapat bahwa karakter adalah satu set tingkah laku atau perilaku (behaviour) dari seseorang sehingga dari perilakunya tersebut. Yang namanya kepribadian kadang kita suka mendengar pertanyaan bagimana dengan bos atau atasan anda sekarang? Mungkin yang di maksud dengan penanya adalah wibawa atasan anda. pembohong. karakter akan menentukan kemampuan seseorang untuk mencapai cita-citanya dengan efektif. jujur.Siapakah anda? bagaimanakah kepribadian anda? apakah anda termasuk orang yang ramah murah senyum. Meski diatas sudah disebutkan bahwa kita bisa menilai diri kita dari lubuk hati yang paling dalam tapi tidak mungkin kita umumkan kepada orang orang. cakap. sombong. orang tua. tidak-tahu-malu. Itu namaya identitas diri anda. dan cara bergaul. guru. cerewet dan seterusnya? bagaimanakah kepribadianku ? bukan pertanyaan misalnya siapakah anda lalu dijawabnya dengan susunan mulai menyebutkan nama. termasuk orang penyabar atau termasuk orang yang gampang marah? Tentunya pertanyaan seperti ini tidak akan langsung anda jawab anda balik bertanya pada diri sendiri karena jawaban jujur harus datang dari lubuk hati anda yang paling dalam. dermawan. atasan bawahan tetangga semua mereka bisa menilai kita. sering cemberut. Pertanyaan diatas akan diteruskan kedalam diri sendiri. Yang dapat menilai Kepribadian kita adalah orang lain yaitu orang-orang yang ada di lingkungan kita. bukan kepribadian. Siapakah saya? Siapakah aku? Bagaimana aku?Apakah kriting. bahkan pengasuhnya. Apakah kita sebagai karyawan. teman . materialistis.

mendengar dan mengikuti. ISI .pendendam. sesungguhnya dapat diajarkan secara sengaja. Karena karakter terbentuk dari proses meniru yaitu melalui proses melihat. tidak-tahu-diri dan lain sebagainya. II. Oleh karena itu seorang anak bisa memiliki karakter yang baik atau juga karakter buruk tergantung sumber yang ia pelajari atau sumber yang mengajarinya. maka karakter.

Mampu menilai situasi secara realistik. dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar. Kepribadian bisa berfungsi baik atau berfungsi buruk: kepribadian adalah cara bagaimana orang berada di dunia. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik. dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional. 3. dan setiap komponen merupakan variabel. 4. struktur atau organisasi. tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna. Setiap orang memiliki kepribadian yang susunan komponennya berbeda dengan orang lain. 5. Pengertian kepribadian secara umum sendiri berasal dari kata persona kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Karena itu setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda dengan orang lain. secara fisik. Kepribadian berjangka lama: Kepribadian dipakai untuk menggambarkan sifat individu yang awet. Ciri ciri kepribadian baik: 1. Kepribadian bersifat khas: Kepribadian dipakai untuk menjelaskan sifat idnividu yang membedakan dia dengan orang lain. PENGERTIAN KEPRIBADIAN Kepribadian manusia terbentuk dari banyak sekali komponen (sifat). Kalau terjadi perubahan biasanya bersifat bertahap atau akibat merespon sesuatu kejadian yang luar biasa. 3. Kepribadian bersifat kesatuan: Kepribadian dipakai untuk memandang diri sebagai unit tunggal. yang menentukan keumuman dan perbedaan tingkah laku psikologik (berpikir. tidak mudah berubah sepanjang hayat. semacam tandatangan atau sidik jari psikologik. Kepribadian adalah seperangkat karakteristik dan kecenderungan yang stabil. perasaan. pengetahuan. Mampu menilai diri sendiri secara realisitik. Kepribadian bersifat umum: kepribadian menunjuk sifat umum seseorang seperti fikiran. keterampilan dan sebagainya. 2. Dari semua pengertian tentang kepribadian. tidak menjadi sombong. 2. pada umumnya ada lima persamaaan yang menjadi ciri bahwa definisi itu adalah definisi kepribadian: 1. merasa. bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individuindividu lainnya. dan kegiatan yang berpengaruh secara siftemik terhadap keseluruhan tingkah laku. angkuh . internal hipotetik yang membentuk kesatuan dan konsisten.A. bagaimana individu berbeda dengan orang lain. mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai). dan gerakan) dari seseorang dalam waktu yang panjang dan tidak dapat dipahami secara sederhana sebagai hasil dari tekanan sosial dan tekanan biologis saat itu.

Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang 5. seperti. mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya. Faktor Psikologi Menurutg sosiolog itu. seseorang yang lahir di lingkungan yang penuh solidaritas. sosiolog Amerika. Contoh. agresif. dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya. tetapi dengan sikap optimistik. adalah suatu faktor yang membentuk kepribadian seorang individu sesuai dengan kenyataan yang nampak pada kehidupan kelompok atau lingkungan masyarakat sekitarnya tempat ia berpijak. seseorang yang dilahirkan dengan cacat fisik atau penampilannya kurang ideal. Menurut Roucek dan Warren. Hiperaktif 8. Ataupun sebaliknya. Sering merasa tertekan (stress atau depresi) 4. Faktor Biologis Faktor biologis/fisik adalah suatu faktor yang timbul secara lahiriah di dalam diri seorang individu. Menerima tanggung jawab.atau mengalami superiority complex. adalah suatu factor yang membentuk suatu kepribadian yang ditunjang dari berbagai watak. Mudah marah (tersinggung) 2. dibentuk oleh beberapa factor. psikologi/kejiwaan. maka akan memuncak amarahnya. dia tidak mereaksinya dengan frustrasi. 5. Contoh. Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan 3. baik ataupun buruk. . Faktor Sosiologi Faktor sosiologi/lingkungan. Senang mengkritik/ mencemooh orang lain B. Jika mengalami kegagalan. Kemandirian. yaitu faktor biologis/fisik. Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas 9. memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir. pemalu. pemarah. Kebiasaan berbohong 7. ada tiga faktor manpengaruhi pembentukan kepribadian seorang individu. pasti ia akan rendah diri. sukar bergaul. dan bertindak. mampu mengambil keputusan. Contoh. Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum 6. dan lain-lain. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN KEPRIBADIAN dalam diri individu. dan sosiologi/lingkungan. pasti orang tersebut akan mempunyai kepribadian solider atau sikap pengertian terhadap sesama. temperamen pemarah jika dipaksa atau didesak untuk melakukan sasuatu yang tidak ia sukai. pemalu. 4. Ciri ciri kepribadian buruk: 1. dan sifat minder lainnya. apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. faktor psikologi/kejiwaan.

yang pantas dan tidak pantas. antara lain. dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanya Teman Bermain Dalam lingkungan bermain. Geng adalah kelompok sosial yang mempunyai kegemaran berkelahi atau membuat keributan. Peranan positif dari kelompok persahabatan bagi perkembangan kepribadian remaja adalah mereka merasa aman dan merasa dianggap penting dalam kelompok persahabatan. saudara-saudara. Melalui lingkungan pertama. Bahkan tak jarang mereka terbuai oleh minuman keras dan obat terlarang. kelompok sepermainan itu berkembang menjadi persahabatan yang luas. dan menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan atau kekeliruan Berhati-hatilah dalam membimbing anak. yang mungkin tidak didapatkan di rumah. mendapat tempat yang baik bagi penyaluran rasa kecewa. lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tua. Pada tahap ini anak mempelajari aturan-aturan yang mengatur orangorang yang kedudukannya sederajat. Disamping peranan positif. anak mengenal dunia sekitar dan pola pergaulan seharihari. Selain itu. guru dan siapa saja yang merasa bertanggung jawab atas masa depan yang baik dan benar bagi para remaja. Perkembangan itu. takut. Sebuah kekecewaan yang bisa jadi begitu mendalam. Misal. mendorong anak agar dapat membedakan yang benar dan salah. anak-anak akan mengalami kekecewaan. seorang anak belajar berinteraksi dengan orangorang yang sebaya. baik di sekolah maupun di luar sekolah. lingkungan pertama. Pada usia remaja. baik dari orang tua.Faktor Umum Pembentuk Kepribadian Lingkungan Pertama Utama Dalam keadaan normal. Dalam kelompok teman bermain ini anak mulai mempelajari nilai-nilai keadilan. apabila terjadi sesuatu yang berbeda dengan hal-hal itu. memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar. Sosialisasi Sekolah . mereka dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial yang berguna bagi kehidupan kelak. sehingga jiwa anak tidak merasa tertekan. sehingga akan dirasakan oleh anak cukup berat. serta mungkin kerabat dekat yang tinggal serumah. tertekan. Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anaknya. Sebab. orang tua terlalu memaksakan kehendak dan gagasannya kepada anak dengan ancaman sanksi. harus mengusahakan agar anak-anaknya selalu dekat dengan orang tua. khususnya orang tua. ada pula kemungkinan timbulnya peranan negatif. gembira. memperlakukan anak dengan baik. dapat tumbuh dengan baik dalam kelompok persahabatan. dan dapat bersikap dewasa karena pada umumnya kelompok ini mempunyai pola perilaku dan kaidah-kaidah tertentu. Kemungkinan terjadinya peran negatf senantasa harus ducegah. melalui kelompok persahabatan yang dinamakan geng. disebabkan oleh remaja yang bertambah luas ruang lingkup pergaulannya. karena terlalu sibuk. khawatir. yang baik dan buruk. Agar proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian anak menjadi baik. dsb.

pemisahan dari ibu adalah pengalaman yang sulit dihapus dari ingatan. Kondisi tubuh meentukan apa yang dapat dilakukan dan apa yang tidak dapat dilakukan seseorang. Kondisi Fisik Kondisi fisik berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kepribadian seseorang. depresi. dan gangguan kelenjar endokrin ke kelenjar tiroid (membuat gelisah. dan anak yang kurang pandai merasa bodoh. Apabila berdekatan dengan orang yang pandai tersebut. Emosi Ledakan emosional tanpa sebab yang tinggi dinali sebagai orang yang tidak matang. . Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Perubahan Kepribadian Menjadi Buruk : Pengalaman Awal Sigmund Freud menekankan tentang pentingnya pengalaman awal (masa kanak kanak) dalam perkembangan kepribadian. malnutrisi. Tidak semua sekolah memiliki kemampuan untuk melaksanakan proses pembekalan dalam anak didiknya dengan baik. Pengaruh Budaya Dalam menerima budaya anak mengalami tekanan untuk mengembangkan pola kepribadian yang sesuai dengan standar yang ditentukan budayanya. dan sebagainya). dalam proses pendidikan peran orang tua sangat besar.Sekolah adalah tempat anak mempelajari hal-hal yang baru dan mulai membentuk suatu kepribadian pada diri mereka. tidak puas. dan tidak jarang memberikan perlakuan yang kurang baik. tidak mau bekerja sama dan sibuk sendiri. lingkungan sekolah yang kurang baik justru akan dapat mempersubur proses pengembangan kepribadian anak yang bersifat negatif. Kondisi fisik yang mempengaruhi kepribadian antara lain adalah kelelahan. Trauma kelahiran. Tetapi. Inteligensi Perhatian lebih terhadap anak yang pandai dapat menjadikan ia sombong. Mereka dapat mempengaruhi dan membentuk kepribadian anak didiknya. seorang siswa akan mendapatkan pengajaran dan keterampilan yang bersifat positif. Karenanya. Secara tidak langsung seseorang akan merasakan tentang tubuhnya yang juga dipengaruhi oleh perasaan orang lain terhadap tubuhnya. Daya Tarik Orang yang dinilai oleh lingkungannya menarik biasanya memiliki lebih banyak karakteristik kepribadian yang diinginkan dari pada orang yang dinilai kurang menarik. gangguan fisik. selain guru. hiperaktif. penyakit menahun. Penekanan ekspresi emosional membuat seseorang murung dan cenderung kasar. curiga. Di sekolah. dan bagi mereka yang memiliki karakteristik menarik akan memperkuat sikap sosial yang menguntungkan. pemarah.

Sebaliknya anak yang tidak diterima dalam lingkungan sosialnya akan membenci orang lain. Keberhasilan dan Kegagalan Keberhasilan dan kegagalan akan mempengaruhi konsep diri. Keadaan khusus pada anak bisa menjadi sumber munculnya berbagai perilaku menyimpang. Penerimaan Sosial Anak yang diterima dalam kelompok sosialnya dapat mengembangkan rasa percaya diri dan kepandaiannya. cemberut. seperti kenakalan dan penyalahgunaan narkotik. tetapi memiliki sedikit pengaruh terhadap konsep diri. termasuk perilaku yang tidak dikehendaki. Sumber dan penyebab timbulnya perilaku nakal dan penyalahgunaan narkotik dikelompokkan sebagai berikut. I. dan kemudian terjerumus dalam perilaku yang tidak baik seperti penyalahgunaan narkotik.mereka (karena nama itu mempunyai asosiasi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam pikiran orang lain) akan mewarnai penilainya orang terhadap dirinya.Nama Walaupun hanya sekedar nama. yakni perbuatan sebagai reaksi dan sebagai akibat. perlu pemahaman akan sumber dan penyebabnya. Perubahan Fisik Perubahan kepribadian dapat disebabkan oleh adanya perubahan kematangan fisik yang mengarah kepada perbaikan kepribadian. Untuk mengubah suatu perilaku. yang pasti ialah bahwa perbuatannya itu ada penyebabnya. Faktor Pribadi Setiap anak berkepribadian khusus. Jadi keduanya. antara lain karena perbuatan-perbuatan yang sudah tidak bisa ditoleransi. Entah perbuatan-perbuatannya itu sebagai reaksi ataukah sebagai akibat. namun pengaruh itu hanya terasa apabila anak menyadari bagaimana nama itu mempengaruhi orang yang berarti dalam hidupnya. sebab waktu terbanyak anak adalah keluarga dan di dalam keluarga itulah diletakkan sendi sendi dasar kepribadian. Akan tetapi. tetapi tidak dapat seluruhnya disampaikan di sini mengingat keterbatasan keterbatasan yang ada. maka kita dirangsang untuk mengetahui penyebabnya lebih lanjut. Keadaan khusus ini adalah keadaan . Nama yang dipakai memanggil . Bila kita berhadapan dengan seorang remaja yang dinilai atau dicap nakal. sedangkan keberhasilan akan menunjang konsep diri itu. menunjukkan ada faktor yang mendasari munculnya suatu perilaku tertentu. baik oleh keluarga maupun lingkungannya. perubahan fisik yang mengarah pada klimakterium dengan meningkatnya usia dianggap sebagai suatu kemunduran menuju ke arah yang lebih buruk. kegagalan dapat merusak konsep diri. dan mudah tersinggung. Sebenarnya masih banyak lagi hal hal yang mempengaruhi kepribadian. yakni ada sumbernya. Pengaruh Keluarga Pengaruh keluarga sangat mempengaruhi kepribadian anak.

Kekecewaan yang berlanjut pada penilaian bahwa harga dirinya tidak perlu dipertahankan karena orang tua tidak mencintainya lagi. . Seorang anak bisa memperlihatkan perilaku sikap menentang. seperti: "Sebenarnya anak saya tidak bodoh. Hal tersebut dapat mengakibatkan reaksi-reaksi perilaku nakal atau penyalahgunaan obat terlarang. Pelajaran yang dalam kenyataannya terlalu berat bagi anak. asal cukup saja. 2. Tuntutan dari pihak orang tua terhadap prestasi anak yang sebenarnya melebihi kemampuan dasar yang dimiliki anak. anak tidak bisa memenuhinya karena masa-masa perkembangannya belum siap untuk bisa menerima kualitas dan intensitas rangsangan yang diberikan. tertekan. Sehubungan dengan masalah pelajaran ini. Seorang anak memperlihatkan sikap-sikap negatif terhadap pelajaran karena ia harus bersekolah di dua tempat: di sekolah biasa dan di tempat guru khusus yang waktu belajarnya bahkan lebih lama dari sekolah biasa daripada di sekolah biasa. potensi. atau perangsangan dari lingkungan. perasaan-perasaan tertekan dan beban yang tidak sanggup dipikul juga dapat timbul karena berbagai hal yang lain seperti berikut ini. mudah timbul perasaan tersisih. Hal ini sering terjadi pada anak di bawah umur. Pada kenyataannya. a. dan potensi (bakat) bisa menjadi sumber timbulnya berbagai tekanan dan frustrasi. 1. karena ia sebenarnya bisa." b. baik yang berhubungan dengan pelajaran-pelajaran sekolah maupun kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan pengembangan bakat dan minat. dan sikap kompensatoris. masalah belajar. muncul. tetapi ia malas" atau "Saya tidak mengharap anak saya mendapat angka 9.konstitusi. Seorang anak bisa bertingkah laku tertentu sebagai bentuk pelarian-pelarian karena ia mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran-pelajaran di sekolah. dan tidak bahagia. prestasi. Tekanan dari orang tua agar anak mengikuti berbagai kegiatan. bakat. d. di mana taraf kemampuannya terletak di bawah rata-rata. Dalam hal ini. Kesulitan ini bersumber pada kemampuan dasar yang kurang baik. Berbagai ungkapan yang sebenarnya keliru sering terdengar dari orang tua. menjadi aktual. Atau kekecewaan pada anak karena ia tidak berhasil memuaskan keinginan-keinginan atau harapan-harapan orang tua. atau sifat dasar pada anak yang kemudian melalui proses perkembangan. sikap tidak mudah menerima saran-saran atau nasihat-nasihat orang lain. Kesemuanya itu bisa bersumber pada keadaan fisiknya (misalnya ada kekurangan atau cacat) yang berbeda sekali dibandingkan dengan saudara-saudaranya. Tuntutan terhadap anak agar ia bisa memperlihatkan prestasi-prestasi seperti yang diharapkan orang tua. Kekecewaan pada anak karena tidak berhasil memasuki sekolah atau jurusan yang dikehendaki dan yang tidak dinetralisasikan dengan baik oleh orang tua. atau berfungsi. kematangan. c. Dari uraian di atas jelaslah bahwa masalah yang berkaitan dengan masalah sekolah. menjadi beban yang menekannya sehingga ia selalu berada dalam keadaan tegang.

Bagaimana jadinya kertas putih tersebut pada kemudian hari tergantung dari orang yang akan menulisinya. dan lebih luas lagi lingkungan sosialnya. keinginan-keinginannya yang harus dituruti. ia tergantung sepenuhnya dari lingkungan hidupnya. Semua hal tersebut memang mendorong munculnya sikap-sikap yang mudah menimbulkan persoalan pada anak dan tentunya juga sekelilingnya. Tatapan mata. hambatan-hambatan dalam perkembangan anak dan reaksi-reaksi perilaku yang diperlihatkan dapat terus berkembang serta tidak mustahil akan berlanjut menjadi nakal dan mendorong berbagai perbuatan yang tergolong negatif. Dalam usaha menghadapi dan mengatasi masalah-masalah seperti tersebut di atas. Anak yang baru dilahirkan berada dalam keadaan lemah. Untuk ini. peranannya besar sekali terhadap perkembangan sosial. Adakalanya pula.yang mengamati anak sekian jam setiap hari --. anak membutuhkan uluran tangan dari orang lain agar bisa melangsungkan hidupnya secara layak dan wajar. terutama oleh lingkungan keluarganya. Seorang anak bisa memperlihatkan perilaku yang merepotkan orang tua dan lingkungannya dengan berbagai perilaku yang dianggap tidak mampu menyesuaikan diri. Dalam perkembangannya. lingkungan sosial anak. ucapan-ucapan mesra. dan tidak bahagia. Lingkungan keluarga berperan besar karena merekalah yang langsung atau tidak langsung terus-menerus berhubungan dengan anak. termasuk guru atau pihak sekolah -. sentuhan-sentuhan halus. perlu kerja sama dari berbagai pihak. Anak yang baru dilahirkan bisa diibaratkan sebagai sehelai kertas putih yang masih polos. sangat diperlukan. Lingkungan keluarga acap kali disebut sebagai lingkungan pendidikan informal yang memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak. Jika tidak segera diatasi. dan tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sendiri. dan khususnya orang tua anak itu sendiri. orang tua . II. kesemuanya adalah sumber-sumber rangsangan untuk membentuk sesuatu pada kepribadiannya. Jadi. Meskipun demikian. Suatu keadaan yang mengusik kebahagiaannya dan mudah muncul berbagai reaksi perilaku negatif. hal ini berlangsung melalui ucapan-ucapan atau perintah-perintah yang diberikan secara langsung untuk menunjukkan apa yang seharusnya diperlihatkan atau dilakukan oleh anak. tidak bisa mengurus diri sendiri. Sumber penyebab hal ini adalah tuntutan-tuntutan yang berlebihan.kurang diperhatikan. tidak bisa melakukan apa-apa. tidak berdaya. dan tidak lekas puas terhadap apa yang diperoleh atau diberikan orang tua. memberikan perangsangan (stimulasi) melalui berbagai corak komunikasi antara orang tua dengan anak. terlebih pada awal-awal perkembangan yang menjadi landasan bagi perkembangan kepribadian selanjutnya. yakni lingkungan keluarga. akan lebih banyak lagi sumber-sumber rangsangan untuk mengembangkan kepribadian anak. perlu dipahami dan dicari sumber permasalahannya (dalam hal ini pada anak) untuk nenentukan tindakan-tindakan selanjutnya yang tepat. Jadi. Adakalanya. Faktor Keluarga Keluarga adalah unit sosial yang paling kecil dalam masyarakat. bagaimana kepribadian anak pada kemudian hari tergantung dari bagaimana ia berkembang dan dikembangkan oleh lingkungan hidupnya. Penanganan masalah perilaku yang dilakukan seawal mungkin. Seiring dengan tumbuh kembang anak. 3.

Lingkungan Sosial dan Dinamika Perubahannya Lingkungan sosial dengan berbagai ciri khusus yang menyertainya memegang peranan besar terhadap munculnya corak dan gambaran kepribadian pada anak. Dinamika hubungan menjadi lebih besar. menjadi teramat penting sebagai tempat persemaian dari benih-benih yang akan tumbuh dan berkembang lebih lanjut. dan kehidupan sosialnya. amat mudah timbul. yang tentunya terlebih dahulu harus diperlihatkan adalah hubungan yang baik di antara suami dan istri. Urbanisasi yang terus-menerus terjadi sulit dikendalikan. hakikat perjuangan hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan memenuhi kebutuhan paling pokok dari sistem kebutuhan. termasuk bahasa dan sistem nilai sikap. Apalagi kalau tidak didukung oleh kemantapan dari kepribadian dasar yang terbentuk dalam keluarga. atau bagian dari kepribadiannya. Kemudian. kehidupan dalam keluarga. Agar terjamin hubungan yang baik dalam keluarga. yakni penyimpangan dari berbagai aturan yang ada. dan kurang akrab. dan di mana saja yang memungkinkan hubungan yang cukup sering terjadi. III. percampuran antara berbagai corak kebudayaan. Kegoncangan memang mudah timbul karena kita berhadapan dengan berbagai perubahan yang ada dalam masyarakat. Dalam kondisi seperti ini. Perilaku negatif dengan berbagai coraknya adalah akibat dari suasana dan perlakuan negatif yang dialami dalam keluarga.bersikap atau bertindak sebagai patokan. Lingkungan rumah. Orang tua menjadi faktor penting dalam menanamkan dasar kepribadian yang ikut menentukan corak dan gambaran kepribadian seseorang setelah dewasa. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. gambaran kepribadian yang terlihat dan diperlihatkan seorang remaja. Tidak mustahil . Terjadi berbagai pergeseran nilai dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Hubungan antarpribadi dalam keluarga. suatu kondisi yang memudahkan munculnya perilaku tanpa kendali. dibutuhkan peran aktif orang tua untuk membina hubungan-hubungan yang serasi dan harmonis di antara semua pihak dalam keluarga. apalagi ditahan. jauh berbeda dibandingkan dengan kehidupan beberapa puluh tahun yang lalu. orang tua jelas berperan besar dalam perkembangan kepribadian anak. Dalam kenyataannya. Jadi. patokan dalam keluarga dengan lingkungannya perlu diperkecil agar tidak timbul keadaan timpang atau serba tidak menentu. mengakibatkan ruang hidup dan ruang lingkup kehidupan menjadi bertambah sempit. Pengalaman buruk dalam keluarga akan buruk pula diperlihatkan terhadap lingkungannya. Bertambahnya penduduk yang demikian pesat. Pengaruh pribadi terhadap pribadi lain di rumah. sikap yang menjadi ciri dari kehidupan masyarakat yang padat: individualistis. khususnya orang tua. menjadi faktor penting yang mendorong munculnya perilaku yang tergolong nakal. apa yang ditiru akan meresap dalam diri anak dan menjadi bagian dari kebiasaan bersikap dan bertingkah laku. Sesuatu yang sebenarnya wajar. sesuai dengan hakikat kehidupan. khususnya di kotakota besar. sekaligus menjadi lebih longgar. dan materialistis. Banyak kota yang sedang berkembang menjadi tempat pertemuan. menyebabkan laju kepadatan penduduk di kota besar sulit dicegah. Kesenjangan antara norma. banyak ditentukan oleh keadaan serta proses-proses yang ada dan yang terjadi sebelumnya. pola kehidupan dalam keluarga dan masyarakat dewasa ini. adat istiadat. di kantor. yang meliputi pula hubungan antarsaudara. kurang intensif. kompetitif. akan memengaruhi kehidupan pribadi. ukuran. yakni makanan. Namun. sebagai contoh atau model agar ditiru.

Karena itu. . termasuk peran serta dari masyarakat sendiri. lingkungan pergaulan adalah sesuatu kebutuhan dalam pengembangan diri untuk hidup bermasyarakat. yang bisa meredam dorongandorongan negatif atau patologis pada anak maupun remaja.dalam keadaan seperti itu. dan lebih lanjut dalam lingkungan pergaulan. agar bisa menjadi lingkungan yang baik. muncul ketidakserasian dan ketegangan yang berdampak pada sikap. perlakuan negatif orang tua terhadap anak. Upaya perbaikan lingkungan sosial membutuhkan kerja sama yang terpadu dari berbagai pihak. lingkungan sosial sewajarnya menjadi perhatian kita semua. Di samping itu. tentunya diharapkan terpengaruh oleh hal-hal yang baik. Lingkungan pergaulan anak adalah sesuatu yang harus dimasuki karena di lingkungan tersebut seorang anak bisa terpengaruh ciri kepribadiannya.

b. konsisten. sesuai dengan hukum pengulangan (law of exercise) dalam proses belajar. Timbulnya sesuatu masalah pada anak dan remaja sehingga memperlihatkan perilaku yang menyimpang. kebutuhan. bertahap. 2. antara lain sikap tegas. Dalam melaksanakan usaha-usaha aktif ini. e. yakni: a. Penutup Berbagai perilaku pada remaja sudah sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian kita semua. yang bisa berlanjut menyimpang dan nakal. Perubahan perilaku adalah proses yang terjadi secara bertahap. Mengenai ini. Upaya mengubah perbuatan yang salah hendaknya mempergunakan dasar dalam proses pendidikan. Keluarga sebagai sumber stimulasi ke arah terbentuknya ciri kepribadian yang negatif. tidak selalu berupa rangkaian sebab akibat yang bersifat pionokausal -. beberapa hal dapat dikemukakan.III.melainkan lebih luas dan lebih kompleks. Dalam kehidupan sehari-hari. arah penanganan dilakukan. c. jadi berbeda antara seorang anak dengan anak lain. Hukum kesiapan (law of readiness) dalam proses belajar harus diterapkan agar apa yang ingin ditanamkan dapat diterima dan disimpan dengan baik dan menjadi bagian dari kepribadiannya. Berangkat dari keadaan khusus yang dimiliki oleh anak itulah (termasuk misalnya potensi yang khas). perlu lebih aktif mengatur sumber stimulasi agar berfungsi positif. Karena itu. bukan saja multikausal tetapi berantai (dari satu sebab timbul akibat dan selanjutnya akibat ini menjadi sebab yang baru) atau melingkar (dari satu sebab timbul akibat dan selanjutnya akibat ini berpengaruh terhadap sebab semula). Teknik yang menyentuh emosi anak sehingga mau membukakan diri .satu sebab menyebabkan satu akibat -. Karena itu. banyak hal diperlihatkan anak sesuai dengan keinginan. namun usaha-usaha tersebut hendaknya tidak terlalu memerhatikan hal-hal yang bersifat kognitif. pada kasus-kasus tertentu diperlukan penanganan terhadap berbagai segi yang bermasalah secara serempak atau satu per satu dan acap kali diperlukan pula kerja sama dengan anggota-anggota keluarga lain dan bahkan bisa pula bekerja sama dengan tokoh atau ahli lain yang bekerja dalam tim dengan pendekatan terpadu. sedikit demi sedikit dan berulang-ulang. sebaliknya perlu memerhatikan hal-hal yang afektif. beberapa hal perlu diperhatikan. Perlu memerhatikan teknik yang mendasarkan pada kasih sayang (love oriented technique). yakni dasar adanya kekhususan pada anak. d. Bahwa banyak perubahan perilaku terjadi justru dengan teknik yang mendasarkan pada kelembutan dan kasih sayang. Perlunya memerhatikan masa dan tahapan perkembangan karena sebenarnya setiap saat seorang anak berada dalam keadaan berubah dan kemungkinan untuk diubah. keluarga acap kali perlu memperoleh pengarahan dan bimbingan sesuai dengan fungsinya. dan berulang-ulang. dan caranya yang khas yang di pihak lain tentu banyak pula yang tidak sesuai atau tidak disetujui orang tua. Usaha mengubah perilaku anak membutuhkan kesabaran untuk mengulang-ulang (repetition reinforcement) dan memperkuat apa yang baru diberikan agar menjadi bagian dari kepribadian dan kehidupannya (internalisasi). Pendekatan terpusat pada anak (child centered approach). 1.

menghitung. melakukan kebiasaan-kebiasaan. disatu sisi merupakan hal yang sangat menggembirakan. Orang tua menjadi pribadi-pribadi yang banyak menentukan suasana emosi dalam keluarga. Proses peniruan tidak hanya terjadi terhadap hal-hal yang menarik untuk ditiru (positif). Suasana emosi yang baik dalam keluarga bisa menjadi penangkal yang ampuh munculnya perilaku yang tidak baik pada anak. terhadap hal-hal yang negatif. 3. bahagia atau tertekan. semua menjadi objek. Banyak hal yang berhubungan dengan perasaan senang atau tidak senang. . dimengerti. Akan tetapi. 4. usaha-usaha menciptakan suasana yang baik dalam keluarga adalah usaha lain untuk memengaruhi kepribadian anak. MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN SEJAK USIA DINI Membangun karakter anak sejak dini. harapannya agar anak sejak dini memiliki karakter yang baik. tetapi cara pendekatan yang bisa meningkatkan perasaan diterima. dorongan-dorongan untuk bertingkah laku atau sebaliknya menahan untuk tidak melakukan suatu tindakan. Lingkungan hidup yang menekan akan menyebabkan ketidakselarasan. Membangun karekter anak dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal. harmonis. sehingga emosinya lebih tenang. secara tidak disadari. dan mudah menerima saran-saran. dan kesenjangan yang mudah sekali memengaruhi kondisi psikis pribadi maupun kelompok. Teknik ini bukan sikap memanjakan atau memperbolehkan semua tindakan atau perbuatan anak. yakni terbatas pada kegiatan akademik saja seperti membaca. non formal maupun informal.dan menuruti apa yang dikehendaki orang tua. Dalam usaha memperbaiki lingkungan keluarga dengan pribadi-pribadinya dan lingkungan sosial. disisi lain. Semakin meningkatnya perhatian orang tua dan pemerintah terhadap pendidikan anak usia dini. Pendekatan terpadu antara berbagai pihak yang menangani masalah ini sangat diperlukan. namun juga. terkendali. sangat penting bagi orang tua dan guru. Cara orang tua menangani masalah. seringkali orangtua dan pendidik juga masih memiliki pandangan yang kurang tepat dan sempit tentang proses pelaksanaan pembentukan pribadi pada anak usia dini. kepincangan. Apalagi pada anakanak yang sedang berada pada masa peka untuk menerima rangsanganrangsangan dari luar. Di samping usaha-usaha aktif. baik dalam diri pribadi (intrapsikis) maupun dengan lingkungannya sehingga menjadi ladang yang subur untuk tumbuhnya penyimpangan-penyimpangan perilaku. sangat dipengaruhi oleh suasana rumah yang tentunya diarahkan dan ditentukan oleh orang tua. perlu memerhatikan lingkungan hidup secara lebih luas dan menyeluruh dengan semua faktor yang memengaruhinya. misalnya terhadap perilaku agresif yang cocok dengan keadaannya. Berbagai perubahan sesuai dengan dinamika kehidupan hendaknya tidak terlalu banyak menimbulkan kegoncangan. menjadi model. menulis. patokan yang sengaja atau tidak disengaja ditiru oleh anak.

Kepribadian adalah respon atau biasa disebut etika yang ditunjukkan ketika berada di tengah-tengah orang banyak. yang memungkinkan potensi anak-anak itu dapat tumbuh optimal sehingga menjadi lebih sehat. berjabat tangan. pendidikan (apa yang diketahui. baik media cetak maupun elektronik menginformasikan kasus-kasus tindak kriminal yang dilakukan oleh anakanak seperti narkoba. menghargai potensi anak. Namun perlu disadari bahwa generasi unggul semacam demikian ini tidak akan tumbuh dengan sendirinya. atau lupa diri. Dalam hal ini orang tua mempunyai peran yang amat penting. Sedangkan karakter adalah respon ketika sedang 'diatas' atau ditinggikan. Karakter berbeda dengan kepribadian dan temperamen. masa lalu kita. Berbagai media massa. pola asuh dan lingkungan). semua sungguh merupakan jawaban nyata bagi tumbuhnya generasi yang berkarakter dimasa yang akan datang. stabil. tetapi juga membuat keputusan-keputusan yang benar dan bertanggung jawab. sehingga mereka kelak akan menjadi anak-anak yang unggul dan tangguh menghadapi berbagai tantangan dimasa depan. sosioemosional. dan berjalan. Pada dasarnya setiap orang tua mendambakan anak-anak yang cerdas dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-harinya. memberi rangsang-rangsang yang kaya untuk segala aspek perkembangan anak. semangat hidup) dan perjalanan (apa yang telah dialami. sombong. keyakinan (apa yang dipercayai. yaitu: temperamen dasar (dominan. agama. intim. Suatu keprihatinan yang dirasakan para orang tua adalah bagaimana menanamkan kepada anak-anaknya dengan nilai-nilai. seperti cara berpakaian. cermat). Bentuk respon itulah yang disebut karakter Karakter terbentuk dengan dipengaruhi oleh paling sedikit 5 faktor. baik secara kognitif. Apakah anak putus asa. wawasan kita).dan mengasah kreativitas. kakek nenek. paradigma). motivasi hidup (apa yang kita rasakan. Suasana penuh kasih sayang mau menerima anak sebagaimana adanya. Karakter yang berkualitas adalah sebuah respon yang sudah teruji berkali-kali dan telah berbuah kemenangan. Temperamen adalah sifat dasar anak yang dipengaruhi oleh kode genetika orang tua. Mereka sungguh memerlukan lingkungan subur yang sengaja diciptakan untuk itu. afektif. Orang tua yang terlalu sibuk cenderung membuat anak bebas bertindak mengekspresikan kehendaknya dan rasa ingin tahunya. cita-cita dan motivasi yang akan menolong mereka bukan hanya mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. dan psikomotorik. cerdas dan berperilaku baik. penyimpangan seksual bahkan pembunuhan. Tindakan-tindakan amoral yang dilakukan oleh anak-anak tersebut pada dasarnya akibat dari kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak dalam setiap jenjang usianya. Pada era globalisasi tidak jarang kehadiran seorang anak justru menimbulkan berbagai masalah dalam suatu keluarga. Karakter yang dapat membawa keberhasilan yaitu empati (mengasihi sesama seperti . moral. Seseorang yang berkali-kali melewati kesulitan dengan kemenangan akan memiliki kualitas yang baik. dan kakek buyut dan nenek buyut.

hormat dan santun. dan kemandirian.diri sendiri). tahan uji (tetap tabah dan ambil hikmah kehidupan. sahabat-sahabat nabi. mempunyai kecintaan terhadap kebajikan. dan kerja sama. Sebagai contoh. kepedulian. percaya diri. beriman akan membuat segala sesuatu menjadi mungkin. seorang anak yang terbiasa makan tiga kali sehari. akan merasa tidak enak bila makan hanya dua kali sehari. Empati akan menghasilkan hubungan yang baik. keluarga. setelah dikurangi beberapa pelajaran kognitif. sekolah. nasional ataupun lokal. Ketiga karakter tersebut akan mengarahkan seseorang ke jalan keberhasilan. yaitu dalam setiap pembelajaran anak-anak diberikan contoh kegiatan yang baik dengan langsung diperlihatkan dalam tindakan-tindakan seluruh pendidik dalam suatu lembaga pendidikan. merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. sehingga ia menjadi terbiasa dan akan merasa bersalah kalau tidak melakukannya. Pertama kurangi jumlah mata pelajaran berbasis kognitif dalam kurikulum-kurikulum pendidikan anak usia dini. Lewat proses sembilan pilar karakter yang penting ditanamkan pada anak. . Ia memulainya dari cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya. Cara lain yang dianggap baik dilakukan adalah dengan contextual learning. Ketiga. Kedua. dan membenci perbuatan buruk. otomatis akan membuat seorang anak merasa kurang nyaman bila tidak melakukan kebiasaan baik tersebut. kasih sayang. kedisiplinan. anak mampu melakukan kebajikan. kerja keras. mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik. mengerti tindakan apa yang harus diambil. Materi pendidikan karakter tidak identik dengan mengasahkan kemampuan kognitif. kreatif. karena tahu mencuri itu buruk. 2003:23) Pembentukan karakter ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi. Anak-anak. 2003:19). dan pantang menyerah. dan beriman (percaya bahwa Tuhan). Pertama. Pendidikan karakter bagi anak adalah solusi yang mujarab yang dapat diharapkan akan mengubah prilaku negatif ke positif. tahan uji akan melahirkan ketekunan dan kualitas. Oleh karenanya ada tiga pihak yang mempunyai peran penting yaitu. dan terbiasa melakukannya. anak tak mau mencuri. tambahkan materi pendidikan karakter. Membangun Karakter Anak Usia Dini Membangun karakter terhadap anak hendaknya menjadikan seorang anak terbiasa untuk berperilaku baik. Dengan demikian. akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula. Metode pembelajaran karakter ini dilakukan dengan cerita-cerita keteladan seperti kisah-kisah keteladan Nabi-nabi. fitrah setiap anak yang dilahirkan suci bisa berkembang optimal. Membangun karakter. Kedua. dunia. dan komunitas. anak mengerti baik dan buruk. (Megawangi. (Megawangi. tanggung jawab. Misalnya. Pendidikan intelektual (kognitif) yang berlebihan akan memicu pada ketidak seimbangan aspek-asepk perkembangannya. bersyukur dalam keadaan apapun. ia tidak mau melakukannya karena mencintai kebajikan. tetapi pendidikan ini adalah mengarahkan pengasahan kemampuan affektif. keadilan dan kepemimpinan. kejujuran. Kecintaan ini merupakan obor atau semangat untuk berbuat kebajikan. kebiasaan baik yang sudah menjadi instink. Dengan begitu. pahlawan-pahlawan Islam.

Membangun karakter yang efektif. 6. 2. Tujuan mengembangkan karakter adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik. konsisten dan bertanggungjawab . yang tidak sekedar pengetahuan. cinta damai. Memperlakukan anak sesuai dengan karakteristik anak. dan cenderung memiliki tujuan hidup. 5. tetapi lebih menjangkau dalam wilayah emosi anak Upaya yang dilakukan oleh guru dan orangtua dalam membangun karakter anak usia dini: 1. Hal ini perlunya pengembangan karakter yang sesuai dengan anak. anak-anak akan tumbuh dengan kapasitas dan komitmenya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukannya dengan benar. Berikan dukungan dan penghargaan ketika anak menampilkan tingkah laku yang terpuji. Begitu tumbuh dalam karakter yang baik. terutama pada waktu anak usia dini. 3.baik dan rendah hati. ditemukan dalam lingkungan sekolah yang memungkinkan semua anak menunjukan potensi mereka untuk mencapai tujuan yang sangat penting (Baittstich. Memenuhi kebutuhan dasar anak antara lain kebutuhan kasih sayang. Pola pendidikan guru dengan orangtua yang dilaksanakan baik dirumah dan di sekolah saling berkaitan. Berbagai bentuk kejahatan dan tindakan tidak bermoral dikalangan anak menunjukan bahwa anak didik kita belum memiliki karakter yang baik. Bersikap tegas. pemberian makanan yang bergizi. dan persatuan. toleransi. 2008:45) Peran Guru dalam Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini Pengembangan karakter anak banyak dipengaruhi oleh lingkungan terutama dari orangtua. Anak belajar untuk mengenal nilai-nilai dan perilaku sesuai dengan nilainilai yang ada dilingkungannya tersebut. dan doktrinasi. Dalam pengembangan karakter anak. 4. peranan orangtua dan guru sangatlah penting. Berikan fasilitas lingkungan yang sesuai dengan usia perkembangannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful