P. 1
contoh skripsi

contoh skripsi

|Views: 18,437|Likes:
Published by Papap Meti

More info:

Published by: Papap Meti on Jun 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

Sebelum didefinisikan pengertian dari pengelolaan lingkungan hidup,

perlu dijelaskan dahulu pengertian lingkungan hidup. Pengertian lingkungan

16

hidup merujuk pada pasal 1 ayat 1 Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang

pengelolaan lingkungan hidup (2006: 3) yaitu ³Lingkungan hidup adalah kesatuan

ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia

dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perkehidupan dan

kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain´.

Berdasarkan pengertian tersebut lingkungan bukanlah sekedar apa yang

hadir di sekitar manusia, tetapi yang hadir dan berpengaruh terhadap

kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup

lainnya. Oleh karena itu pembinaan lingkungan hidup sangat penting, karena

hanya dalam lingkungan yang baik manusia dapat hidup dengan nyaman dan

sejahtera. Dengan pemeliharaan oleh manusia yang baik, lingkungan hidup tetap

terjaga kelestariannya dan dapat dimanfaatkan serta dikembangkan secara

optimal.

Kualitas lingkungan berhubungan erat dengan kualitas hidup. Semakin

baik kualitas lingkungan hidup maka semakin baik pula pengaruhnya bagi

kehidupan manusia. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan lingkungan hidup

agar dicapai yang selaras dan dinamis bagi manusia dan makhluk hidup lain di

lingkungannya. Pengelolaan lingkungan hidup didasarkan pada pasal 1 ayat 2

Undang-Undang tentang pengelolaan lingkungan hidup yaitu ³Pengelolaan

lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan

hidupnya yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan,

pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan´ (Undang-

Undang No. 23 Tahun 1997, 2006: 3).

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dijelaskan pengelolaan

lingkungan hidup mencakup 7 (tujuh) langkah upaya yang dilakukan secara

terpadu yaitu:

1) Kebijaksanaan penataan

2) Pemanfaatan

3) Pengembangan

4) Pemeliharaan

5) Pemulihan

17

6) Pengawasan

7) Pengendalian lingkungan

Siswa berperan serta dalam pengelolaan lingkungan hidup pada penelitian ini

disesuaikan dengan kemampuannya. Peran serta siswa dalam pengelolaan

lingkungan hidup dalam penelitian ini dibatasi 4 (empat) upaya dari 7 (tujuh)

upaya terpadu di atas, yang sekiranya dapat dilakukan oleh siswa sekolah

menengah pertama meliputi : 1. pemanfaatan, 2. pemeliharaan, 3. pemulihan, dan

4. pengawasan. Ketiga upaya lainnya seperti kebijaksanaan penataan,

pengembangan dan pengendalian lingkungan lebih tepat dan mampu dilakukan

oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah yang dibantu instansi yang menangani

lingkungan hidup serta LSM, sedangkan masyarakat tinggal mendukung upaya

tersebut.

Pengelolaan lingkungan pada dasarnya bertujuan tercapainya hubungan

keselarasan antara manusia dengan lingkungannya dalam jangka panjang dan

terkendalinya permintaan masyarakat terhadap sumber daya lingkungan yang

diperkirakan semakin langka dimasa depan, sementara jumlah penduduk semakin

meningkat.

Pengelolaan lingkungan dapatlah kita artikan sebagai usaha secara sadar

untuk memelihara atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan

dasar kita dapat memenuhi dengan sebaik-baiknya. Karena persepsi

tentang kebutuan dasar, terutama untuk kelangsungan hidup yang

manusiawi, tidak sama untuk semua golongan masyarakat dan berubah-

ubah dari waktu ke waktu, pengelolaan lingkungan haruslah bersifat

lentur. (Soemarwoto, 1997: 76).

Kemudian dijelaskan dengan kelenturan itu seseorang berusaha untuk

tidak menutup pilihan golongan masyarakat tertentu untuk mendapatkan

kebutuhan dasarnya. Kelenturan dalam pengelolaan lingkungan haruslah dapat

memberikan akomodasi pada penyesuaian diri yang tidak sehat, meskipun

adaptasi demikian mempunyai nilai dalam mempertahankan kelangsungan hidup,

misalnya hidup dengan air yang tercemar itu haruslah dianggap manusiawi.

Mutu lingkungan yang baik didapatkan lewat usaha antara lain dengan

memperbesar manfaat lingkungan atau memperkecil resiko lingkungan serta

18

dilaksanakan berdasarkan pada kebijaksanaan pembangunan berwawasan

lingkungan.

Unsur-unsur yang diperlukan manusia dalam hidupnya didapatkan dari

lingkungan. Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki

daya pikir dan daya nalar tertinggi dibandingkan makhluk lainnya, sehingga

manusia dapat secara aktif mengelola dan mengubah ekosistem sesuai dengan apa

yang dikehendaki.

Manusia memiliki kemampuan mengubah lingkungan sehingga

menimbulkan lingkungan fisik, lingkungan biologis dan lingkungan

sosial. Hubungan timbal balik antara masing-masing lingkungan ini

dengan manusia berbeda-beda sesuai dengan hukum yang berlaku dalam

masing-masing lingkungan. (Salim, 1982: 104).

Komponen lingkungan hidup berdasarkan kutipan di atas yang dijadikan

sasaran pengelolaan lingkungan. Komponen lingkungan hidup ialah lingkungan di

mana manusia tinggal yaitu mencakup lingkungan fisik, lingkungan biologis dan

lingkungan sosial.

Lingkungan fisik terdiri atas zat dan benda abiotik, seperti air, udara,

sungai, pegunungan, benda-benda ciptaan manusia seperti gedung,

kendaraan dan lain-lain. Dalam lingkungan biologis terdapat berbagai

organisme hidup seperti tumbuhan, hewan, jasad renik, dan lain-lain.

Sedangkan lingkungan sosial dipengaruhi oleh sikap kemasyarakatan,

sikap kerohanian, sikap kelakuan masyarakat dan lain-lain. (Salim, 1982:

104).

Hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya kadang

dan bahkan sering terjadi masalah seperti yang diuraikan berikut ini:

Faktor yang sangat penting dalam permasalahan lingkungan ialah

besarnya populasi manusia. Dengan pertumbuhan populasi manusia yang

cepat, kebutuhan akan pangan, bahan bakar, tempat permukiman dan lain

kebutuhan serta limbah domestik juga bertambah dengan cepat.

Pertumbuhan populasi ini telah mengakibatkan perubahan yang besar

dalam lingkungan hidup. Di negara yang sedang berkembang yang

tingkat ekonomi dan teknologinya masih rendah, kerusakan hutan dan

tata air yang disertai kepunahan tumbuhan dan hewan, dan erosi tanah,

serta sanitasi yang buruk yang menyebabkan berkecambuknya penyakit

infeksi dan parasit, merupakan masalah lingkungan yang mencekam di

daerah itu. (Soemarwoto, 1997: 9).

19

Permasalahan lingkungan hidup diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk

dan bagaimana manusia tersebut menyesuaikan diri antara kebutuhan dan

lingkungannya. Permasalahan lingkungan hidup yang timbul seperti pencemaran

lingkungan, limbah, bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan

beracun, pengrusakan lingkungan hidup, serta sengketa lingkungan hidup. Semua

permasalahan lingkungan tersebut dijelaskan pada Undang-Undang No. 23 Tahun

1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Pencemaran lingkungan dijelaskan

pasal 1 ayat 12 bahwa:

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya

makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan

hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke

tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat

berfungsi sesuai peruntukkannya. ( Undang-Undang No. 23 Tahun 1997,

2006: 4).

Masalah limbah dijelaskan pada pasal 1 ayat 16 bahwa ³Limbah adalah sisa suatu

usaha dan/atau kegiatan´ (Undang-Undang No. 23 Tahun 1997, 2006: 5). Bahan

berbahaya dan beracun dijelaskan pada pasal 1 ayat 17 bahwa ³Bahan berbahaya

dan beracun adalah setiap bahan yang karena sifat atau konsentrasi, jumlahnya,

baik langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan

lingkungan hidup kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup

lainnya´. (Undang-Undang No. 23 Tahun 1997, 2006: 5). Pada pasal 1 ayat 18

dijelaskan tentang limbah bahan berbahaya dan beracun yaitu:

Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu usaha dan/atau

kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang

karena sifat dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak

langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup,

dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan

hidup manusia serta makhluk hidup lain.(Undang-Undang No. 23 Tahun

1997, 2006: 5).

Pengrusakan lingkungan dijelaskan pada pasal 1 ayat 14 bahwa

³Pengrusakan lingkungan hidup adalah tindakan yang menimbulkan perubahan

langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan/atau hayatinya yang

mengakibatkan lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam menunjang

pembangunan berkelanjutan´ (Undang-Undang No. 23 Tahun 1997, 2006: 5).

20

Sengketa lingkungan hidup dijelaskan pada pasal 1 ayat 19 bahwa ³Sengketa

lingkungan hidup adalah perselisihan antara dua pihak atau lebih yang

ditimbulkan oleh adanya atau diduga adanya pencemaran dan/atau perusakan

lingkungan hidup´ (Undang-Undang No. 23 Tahun 1997, 2006: 6).

Permasalahan lingkungan hidup yang ada perlu dicarikan solusi

secepatnya. Pentingnya lingkungan hidup yang nyaman bagi kehidupan manusia,

maka perlu adanya pengelolaan lingkungan hidup agar dicapai hubungan yang

selaras dan dinamis bagi manusia dan makhluk hidup lainnya di lingkungannya.

Materi, energi dan informasi merupakan hal penting bagi permasalahan

lingkungan hidup. Soemarwoto (1997: 22) mengungkapkan bahwa: ³Arus materi,

energi dan informasi dalam suatu komunikasi antara beberapa komunitas

mendapat perhatian utama dalam ekologi, seperti halnya arus uang dalam

ekonomi´. Ekologi merupakan inti dari permasalahan lingkungan hidup.

Inti permasalahan lingkungan hidup adalah makhluk hidup, khususnya

manusia, dengan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal

balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya disebut ekologi. Oleh

karena itu permasalahan lingkungan hidup pada hakekatnya adalah

permasalahan ekologi. (Soemarwoto, 1997: 22).

Pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan

lingkungan hidup ditentukan oleh besarnya informasi yang didapat individu

maupun masyarakat dalam penelitian ini siswa sekolah menengah pertama.

Menurut John Locke dalam Warkitri. Chasiyah & Mardiyati (2002: 11)

mengemukakan ³Anak lahir seperti kertas putih yang belum ada coretannya dan

pendidik bisa menulis kertas tersebut menurut seleranya´. Pendapat tersebut

merupakan teori empirisme atau dinamakan teori tabula rasa yang optimis

terhadap pendidikan yaitu ³Menurut teori ini manusia tidak memiliki pembawaan,

sehingga seluruh perkembangan hidupnya ditentuan oleh lingkungan hidup dan

pendidikan´ (Warkitri. Chasiyah & Mardiyati, 2002: 11). Lingkungan siswa

diartikan sebagai berikut:

21

Yang bermaksud lingkungan adalah keadaan sekeliling anak, lingkungan

dibedakan menjadi dua macam yaitu lingkungan person dan nonperson.

Lingkungan person adalah berupa pergaulan dengan manusia lain,

sedangkan lingkungan nonperson adalah meliputi keadaan iklim letak

rumah, ekonomi, film bacaan dsb. Pengaruh lingkungan terhadap

perkembangan anak secara individual tidak selalu sama, tetapi secara

umum lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan anak. (Warkitri.

Chasiyah & Mardiyati, 2002: 9).

Remaja mengalami perkembangan sosial, sehingga ini mengakibatkan

lingkungan pergaulan remaja yang lebih luas baginya seperti dikemukakan berikut

ini:

Pada masa kanak-kanak pergaulan sosialnya dimulai dengan terbatas

pada lingkungan keluarga, kemudian dilanjutkan dengan pergaulan antar

keluarga di lingkungan tetangga. Setelah menginjak masa remaja

pergaulan sosial tersebut bertambah luas, yakni mulai memasuki

lingkungan masyarakat. (Warkitri. Chasiyah & Mardiyati, 2002: 28).

Berpijak pada pendapat tersebut, kaitannya dengan penelitian ini, peran

serta siswa pada pengelolaan lingkungan hidup sebatas pada lingkungan pergaulan

siswa yaitu lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat

sekitar tempat tinggal.

B. Penelitian yang Relevan

Penelitian yang relevan dengan penelitian ini ialah penelitian oleh

Suwarno (2001), dengan judul ³Hubungan Perolehan Informasi Media Massa

dengan Sikap dan Tindakan Masyarakat Terhadap Lingkungan Hidup di Kota

Madiun´. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah bahwa komponen-

komponen komunikasi yakni: komunikator, pesan, media amat perkasa dalam

mempengaruhi komunikan. Perolehan informasi lingkungan hidup di media massa

dapat mempengaruhi sikap dan tindakan masyarakat pada lingkungan hidup.

Persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian oleh Suwarno (2001)

disajikan pada Tabel 1 berikut ini:

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->