P. 1
Tutorial Spss

Tutorial Spss

|Views: 94|Likes:
Published by amien

More info:

Published by: amien on Jun 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2011

pdf

text

original

LANGKAH-LANGKAH PENGHITUNGAN TINGKAT EFISIENSI DENGAN PROGRAM SPSS DAN DEA

I. PENENTUAN VARIABEL INPUT DAN OUTPUT : A.Sektor Industri : Output : v0422 + v0525 + v0526c + v0527a + v0527b + v0528b + v0629b3 Input1 : v0320c Input2 : v02121j3 + v02122j3 Input3 : v0313jl1 + v0318a2 + v0318b2 + v0321j1 + v0321j2 + v03212j + V03213j + v03214 + v03215jl. B.Sektor Konstruksi : Output : [b4a1k5*((b4a1k9-b4a1k8)/100)] + [b4a2k5*((b4a2k9b4a2k8)/100)] + [b4a3k5*((b4a3k9-b4a3k8)/100)] + [b4a4k5*((b4a4k9-b4a4k8)/100)] + [b4a5k5*((b4a5k9-b4a5k8)/100)] + [b4a6k5*((b4a6k9-b4a6k8)/100)] + [b4a7k5*((b4a7k9b4a7k8)/100)] + [b4a8k5*((b4a8k9-b4a8k8)/100)] + [b4a9k5*((b4a9k9-b4a9k8)/100)] + [b4a105*((b4a109-b4a108)/100)] + b6jk2. Input1 : b4a110 + b4a111 + b4a210 + b4a211 + b4a310 + b4a311 b4a410 + b4a411 + b4a510 + b4a511 + b4a610 + b4a611 b4a710 + b4a711 + b4a810 + b4a811 + b4a910 + b4a911 b4a1010 + b4a1011 + [(b4a114*b4a115)/100] [(b4a214*b4a215)/100] + [(b4a314*b4a315)/100] [(b4a414*b4a415)/100]+ [(b4a514*b4a515)/100] [(b4a614*b4a615)/100] + [(b4a714*b4a715)/100] [(b4a814*b4a815)/100]+[(b4a914*b4a915)/100] [(b4a1014*b4a1015)/100]. Input2 : b3r2jk2+ b4ajk13. Input3 : b7r22a3+b7r22b3. C. Subsektor Perbankan : (seperti di buku 2) Yang perlu diperhatikan dalam menentukan nilai output dan input adalah apabila nilai masing-masing variabel pembentuk input maupun output merupakan string harus dibentuk dulu kedalam numeric. Caranya adalah dengan : pilih sheet variable view, kemudian pada variabel bersangkutan pada kolom type, string diganti numeric. Apabila sudah numeric maka biarkan saja. + + + + + + + +

II. EKSPLORASI DATA : 1. Menentukan nilai rasio yaitu output : total input. Rasio > 1 dan rasio < 4. Caranya : Ketik data, pilih select cases, pilih if condition dan ketik rasio > 1 & rasio < 4 dan klikk continue. Pilih deleted pada tampilan select dan ketik Ok. Apabila dipilih Paste, maka akan keluar syntax sbb :
FILTER OFF. USE ALL. SELECT IF(rasio > 1 & rasio < 4). EXECUTE .

2. Menentukan nilai rasio1, rasio2, rasio2. Rasio1 = Output : Input1 Rasio2 = Output : Input2 Rasio3 = Output : Input3 3. Membuat KBLI 3 digit dengan cara klik transform, pilih compute, tulis pada target variabel : kki3 (misalnya), pada type and lable pilih string. Kemudian pilih string pada function group, pada functions and special variables pilih substring2 kemudian pindahkan ke numeric expression dan akan tertulis substr[?,?,?]. ?1=nama variable, ?2 = posisi dari kki3 (1), ?3 = posisi berapa digit yang diambil (3). Ketik Ok. 4. Mengambil setiap data 3 digit. Caranya : Ketik data, pilih select cases, pilih if condition dan ketik kk13=311 (misalnya) dan klik continue. Pilih deleted pada tampilan select dan ketik Ok. Apabila dipilih Paste, maka akan keluar syntax sbb :
FILTER OFF. USE ALL. SELECT IF(kki3=311). EXECUTE .

Ingat : simpan di file lain Caranya sama untuk kki3 digit lainnya. 5. Lakukan eksplorasi data pada masing-masing KKI3 digit dengan cara sbb : Klik Analyze, pilih Descriptives statistics, klik frequencies, pada display frequency tables hilangkan tanda √. Pindahkan rasio1, rasio2, dan rasio3 pada variable(s). Klik statistics, beri tanda √ pada mean, median, dan std deviation. Pada percentile ketik 1 kemudian add di kolom sampingnya, ketik 5, kemudian add di kolom sampingnya, dsb. Kemudian klik continue dan klik Ok. Jika diklik paste maka akan keluar syntax sbb : FREQUENCIES

VARIABLES=rasio1 rasio2 rasio3 /FORMAT=NOTABLE /PERCENTILES= 1 5 10 25 50 75 90 95 99 100 /STATISTICS=STDDEV MEAN MEDIAN /ORDER= ANALYSIS . Misalnya pada contoh diatas ada output sbb :
rasio1 N Valid Missing Mean Median Std. Deviation Percentiles 1 5 10 25 50 90 95 99 100 82 0 3.0644 1.8758 3.81691 1.2522 1.3753 1.4294 1.5708 1.8758 5.3557 6.1821 34.4655 34.4655 rasio2 82 0 16.1885 10.4352 15.57095 1.7501 2.5777 2.5777 3.8874 10.4352 25.0528 60.5899 72.9040 72.9040 rasio3 82 0 28.8731 11.2933 38.93279 1.1705 2.7871 3.5163 6.4672 11.2933 87.8762 129.3044 168.1670 168.1670

6. Lakukan pendeletan data bila Standar Deviasi lebih besar daripada nilai Mean. Pada contoh diatas, yang harus didelete adalah rasio1 dan rasio3. Bila didelete pada 5 persen atas, maka rasio1 didelete pada 6,18 dan rasio2 didelete pada 129,30. Cara pendeletan adalah sebagai berikut : Ketik data, pilih select cases, pilih if condition dan ketik rasio1<6.18 & rasio2<129.30 dan klik continue. Pilih deleted pada tampilan select dan ketik Ok. Apabila dipilih Paste, maka akan keluar syntax sbb :
FILTER OFF. USE ALL. SELECT IF(rasio1<6.18 & rasio2<129.30). EXECUTE .

Lakukan eksplorasi data pada semua KKI 3 digit. Setelah nilai Standar Deviasi < Mean, maka data siap digabung. 7. Cara penggabungan data dengan SPSS. Penggabungan data terdiri dari 2 : Penambahan variabel dan penambahan sampel (perusahaan). Pada kasus diatas adalah penggabungan sampel, maka caranya adalah sbb :

Buka salah satu file yang akan dibuka. Ketik data, pilih merge, pilih add cases dan pilih satu nama file yang akan digabung dan ketik Cara tersebut diulangi sampai sampai semua data sudah tergabung. Kemudian simpan di file yang baru. Penggabungan data dilakukan satu persatu. Data gabungan ini siap untuk diolah dengan DEA. Catatan : Pada excel fersi 2003 ke bawah, membuka text file dalam excel data 1 terbaca 1000, sehingga harus di replace (dengan edit, replace, baris atas tulis 1000, baris bawah tulis 1). Data dibawah 1 dibaca string, jadi harus direplace (dengan edit, replace, baris atas ketik . (titik), baris bawah ketik , (koma)) sehingga data dibaca menjadi numeric. III. PENGOLAHAN DENGAN DEA Langkah-langkah pengolahan dengan DEA : 1. Mentransfer data ke excel dengan menggunakan stattrans. ????? Jangan disave as ke excel dari spss ??????. 2. Pilih variabel output, input1, input2, dan input3 saja, sedangkan variable lainnya didelete. Jangan lupa jarak antara output, input1, input2, dan input3 agak berjauhan, sehingga waktu ditransfer ke text file angkanya beerjarak. 3. Simpan ke text file dengan cara save as ke Formatted text (text delimited) bila dalam bentuk txt, atau ke Formatted text (space delimited) bila dalam bentuk prn. 4. Copy file data tersebut ke folder yang ada program DEA-nya. 5. Buat file command di DEA caranya ada di buku 2. 6. Run dengan program DEA. IV. PEMBUATAN TABULASI EFISIENSI DENGAN SPSS Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. Lakukan penggabungan data efisiensi dari output DEA dengan data lengkap (yang sudah clean/didelete outliernya). Caranya dengan membuka data lengkap tersebut yang dalam bentuk excel, kemudian buka file output DEA tersebut (file typenya diganti dengan all file) klik open, kemudian pilih fixed with, pilih next, pindahkan garis-garisnya sehingga sesuai dengan kolom di te, klik Ok. 2. Copy kolom te ke data lengkap pada kolom paling belakang. Kemudian save data 3. Konversikan data lengkap tersebut ke dalam file spss dan data siap untuk ditabulasi.

Misalnya akan membuat tabulasi sperti berikut :

KKI 2 Digit

24 25 27 29 31 32 33 34 35

Total

Rendah ( < 0,5 ) N % 18.8 130 1 21.5 200 3 18.8 10 7 34.4 83 4 12.8 26 1 12.7 12 7 41.0 16 3 18.4 44 9 21.9 53 0 21.0 574 3

Sedang (0,5-0,75) N % 50.9 352 4 55.6 517 5 47.1 25 7 48.5 117 5 47.2 96 9 61.7 58 0 43.5 17 9 59.2 141 4 53.3 129 1 53.1 1452 9

Tinggi ( > 0,75 ) N % 30.2 209 5 22.8 212 2 33.9 18 6 17.0 41 1 39.9 81 0 25.5 24 3 15.3 6 8 22.2 53 7 24.7 60 9 25.7 704 9

Total N 691 929 53 241 203 94 39 238 242 2730 % 100. 00 100. 00 100. 00 100. 00 100. 00 100. 00 100. 00 100. 00 100. 00 100. 00

Langkah-langkah tabulasi efisiensi seperti tabel diatas dengan menggunakan spss adalah sbb : 1. Buatlah kki 2 digit, carana analog dengan membuat kki 3 digit (misalnya nama variabel bari kki2). 2. Merecode data efisiensi menjadi 3 kategori, caranya dengan Pilih Transform, pilih Recode, pilih into different variable. Masukkan variabel efisiensi (misalnya nama variabel efis) ke kolom kanan, kemudian pilih tulis nama variabel di baris kanannya (misalnya nama variabel te) dan klik change. Pilih Old and new value, pada lowest through ketik 0.4999, pada New value ketik kode 1 dan klik add ke kolom kanan. Pada Range ketik 0.5 through ketik 0.7499, pada New value ketik kode 2 dan klik add ke kolom kanan. Pada Range through highest ketik 0.75, pada New value ketik kode 3 dan klik add ke kolom kanan. Kemudian ketik continue dan klik OK. Bila diplih paste akan keluar syntax sbb :
RECODE efis (Lowest thru 0.499=1) (0.5 thru 0.7449=2) (0.75 thru Highest=3) INTO te . EXECUTE .

3. Membuat tabulasi dengan pilih Analyze, klik tables, pilih multiples response tables. Pada Row masukkan kki2, pada column masukkan te, dan klik Ok. Bila dipilih paste maka akan keluar syntax sbb :
* Multiple Response Tables. TABLES /FORMAT BLANK MISSING('') /GBASE=CASES /TABLE=kki2 BY te .

Apabila membuat tabulasi seperti di bawah ini : Efisie nsi 0.659 0.635 0.684 0.594 0.700 0.666 0.573 0.653 0.643 0.646

KKI 2 Digit
24 25 27 29 31 32 33 34 35

Total Caranya adalah sbb :

1. Buatlah kki 2 digit, carana analog dengan membuat kki 3 digit (misalnya nama variabel bari kki2). 2. Membuat tabulasi dengan pilih Analyze, klik tables, pilih basic tables. Masukkan efis pada summarise, masukkan kki2, pada down. Pilih statistics pilih mean, dan klik continue, kemudian klik Ok. Bila dipilih paste maka keluar syntax sbb :
* Basic Tables. TABLES /FORMAT BLANK MISSING('.') /OBSERVATION efis /TABLES kki2 > efis BY (STATISTICS) /STATISTICS mean( ).

V. DETERMINAN USAHA Pada analisis determinan usaha digunakan model dengan analisis regresi linier berganda. Caranya sbb : 1. Menentukan variabel independent dan dependent. Variabel dependent : efisiensi (isiannya dari 0 s/d 1) Variabel independent : a. b. Kapasitas terpasang (isiannya dari 0 s/d 100) : v0423 Umur perusahaan (isiannya dari 0 s/d ~) : 2006 – v0109

cara klik transform, pilih compute, tulis pada target variabel : umur (misalnya), pada numeric expression ketik 2006-v0109 dan klik Ok. Bila dipilih paste maka keluar syntax sbb :
COMPUTE umur = 2006-v0109 . EXECUTE .

c. Status perusahaan (PMA=1, lainnya=0) : v0107a. d. Skala perusahaan [besar (tenaga kerja/v0211j3 ≥ 100) =1, lainnya = 0]. e. Keberadaan litbang (ada=1, tidak ada=0) : v1143a Cara merecode point c, d, e sama seperti pada IV (langkah-langkah pembuatan tabulasi efisiensi dengan transform kemudian recode dan seterusnya). Catatan : variabel independent bisa ditambahkan dengan variabel lain selain 5 variabel diats atau penggolongan kategorinya bisa dirubah sendiri oleh penulis.

2. Membuat analisis regresi linear, caranya dengan Pilih Analyze kemudian klik Regression dan pilih Linear Regression. Masukkan variabel efisiensi pada kolom dependent variabel dan masukkan variabel-variabel independent pada kolom independent variabel dan klik Ok. Bila dipilih paste maka keluar syntax sbb :
REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN /DEPENDENT efis /METHOD=ENTER kapas umur status skala litbang .

Interpretasi dari model dapat dilihat pada publikasi ”ANALISIS PRODUKTIFITAS USAHA”

PERHATIAN ????????????? KKI 3 DIGIT INDUSTRI 272 DIKATEGORIKAN PADA INDUSTRI PADAT MODAL BUKAN INDUSTRI PADAT KARYA.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->