P. 1
Kelas_10_sosiologi_1_sri_sudarmi_indriyanto

Kelas_10_sosiologi_1_sri_sudarmi_indriyanto

5.0

|Views: 8,579|Likes:
Published by iyuskokod

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: iyuskokod on Jun 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2013

pdf

text

original

1.Status Sosial

Status sosial adalah kedudukan seseorang dalam
masyarakat. Status sosial berhubungan erat dengan hak dan
kewajiban. Status sosial memberi bentuk dan pola pada
interaksi sosial. Dengan demikian berarti interaksi sosial
berhubungan erat dengan status sosial.
Pada dasarnya status sosial merupakan kumpulan hak-
hak dan kewajiban-kewajiban seseorang dalam masyarakat.
Setiap individu dalam masyarakat mempunyai berbagai sta-
tus sosial. Status sosial yang ada dalam masyarakat dibedakan
menjadi enam. Keenam status itu dapat diuraikan sebagai
berikut.

Tujuan pembelajaran
Anda adalah dapat
mendeskripsikan hu-
bungan antara inter-
aksi sosial dengan
status dan peran
sosial.

Tujuan pembelajaran
Anda adalah dapat
menjelaskan penger-
tian keteraturan
sosial.

Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar, 2005
Gambar 3.15 Keteraturan dalam masyarakat dapat
menciptakan suasana yang aman, tertib, dan lancar.

Sosiologi SMA Jilid 1

52

a.Status yang digariskan (ascribed status), adalah
status yang diperoleh secara alami atau otomatis,
yang dibawa sejak manusia dilahirkan.
Contohnya: anak seorang bangsawan sejak lahir
mendapat gelar bangsawan, jenis kelamin, dan
kasta pada masyarakat Hindu.
b.Status yang diusahakan (achieved status),
adalah status yang diperoleh dengan melalui usaha
atau perjuangan sendiri dengan disengaja. Semua
individu berpeluang menduduki status ini asal
memenuhi syarat-syarat tertentu.
Contohnya: gelar kesarjanaan.
c.Status yang diberikan (assigned status) adalah
status yang diberikan kepada seseorang yang
telah berjasa memperjuangkan sesuatu yang
berguna bagi masyarakat.
Contohnya: gelar pahlawan dan penerima kalpataru.

d.Status simbol

Status simbol dapat dikenali dari kebiasaan hidup sehari-
hari, seperti cara berpakaian, tempat tinggal, dan bentuk
rumah.
Misalnya seseorang yang tinggal di pinggiran kota atau di
desa, ke mana-mana bersepeda, dan berpakaian sederhana,
menunjukkan bahwa orang tersebut hidupnya sederhana.
Sebaliknya seseorang yang tinggal di kompleks perumahan
mewah, berkendaraan mobil keluaran terbaru, berpakaian
mewah, menunjukkan bahwa orang tersebut hidupnya
mewah.
e.Status aktif, adalah status yang pada saat tertentu aktif,
pada lain waktu status tersebut tidak aktif. Hal tersebut
dapat diketahui bahwa individu tersebut memiliki banyak
status. Misalnya seseorang yang menjadi guru, menjadi
ketua organisasi politik, menjadi ketua RT di kampung, dan
menjadi wirausahawan. Pada saat-saat tertentu, status dia
sebagai ketua organisasi politik aktif (misalnya memimpin
rapat organisasi), statusnya sebagai wirausahawan akan
aktif sesudah dia mengajar, demikian pula sebagai ketua
RT pada saat-saat tertentu akan aktif (misalnya memimpin
rapat RT).
f.Status laten, adalah status yang diam pada saat status aktif
bekerja. Misalnya seseorang pengacara yang merangkap
jadi dosen. Pada saat ia menjadi dosen, maka status
pengacaranya tidak aktif. Sebaliknya saat berstatus sebagai
pengacara, maka status dosennya tidak aktif.

Sumber: Ensiklopedi IPTEK, 2004
Gambar 3.16 Gelar dokter diperoleh
seseorang karena diperjuangkan melalui
pendidikan kedokteran selama bertahun-
tahun.

Interaksi Sosial

53

Dalam kehidupan masyarakat sering timbul pertentangan
yang dialami seseorang sehubungan dengan status yang
dimilikinya. Konflik status yang timbul dalam masyarakat,
antara lain berikut ini.
a.Konflik status individual, yaitu konflik yang terdapat dalam
diri pribadi seseorang (batin sendiri).
Contoh:seorang siswa SMA harus memilih antara ke-
inginan bekerja atau mengikuti keinginan ibunya
untuk kuliah.
b.Konflik status antarkelompok, yaitu konflik yang terjadi
karena satu kelompok merugikan kelompok lain.
Contoh:peraturan yang dikeluarkan Pemda bertentang-
an dengan peraturan yang ada di pusat.
c.Konflik status antarindividu, yaitu konflik status yang terjadi
antara individu yang satu dengan individu yang lain.
Contoh:seorang polisi harus menangkap pencuri, padahal
pencuri tersebut anaknya sendiri.

2.Peran Sosial (Role)

Peran sosial adalah pelaksanaan hak dan ke-
wajiban seseorang sesuai dengan status sosialnya.
Antara peran dan status sudah tidak dapat dipisahkan
lagi. Tidak ada peran tanpa status sosial atau seba-
liknya. Peran sosial bersifat dinamis sedangkan sta-
tus sosial bersifat statis.
Dalam masyarakat, peran dianggap sangat pen-
ting karena peran mengatur perilaku seseorang berda-
sarkan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Dengan demikian pola peran sama dengan pola peri-
laku.

Pola peran dalam masyarakat dapat dibedakan
menjadi tiga macam, berikut ini.
a.Peran ideal, yaitu peran yang diharapkan masya-
rakat terhadap status-status tertentu. Misalnya
peran ideal seorang siswa adalah rajin belajar,
sopan-santun, dan pandai.
b.Peran yang diinginkan yaitu peran yang dianggap oleh diri
sendiri. Misalnya seorang ibu tidak ingin berperan sebagai
kakak bagi anak perempuannya yang menginjak remaja.
c.Peran yang dikerjakan yaitu peran yang dilakukan individu
sesuai dengan kenyataannya. Misalnya seorang bapak
berperan sebagai kepala keluarga.

Sumber: Ensiklopedi Umum untuk
Pelajar,
2005
Gambar 3.17 Orang tua berperan
mencari nafkah untuk mencukupi
kebutuhan keluarga.

Sosiologi SMA Jilid 1

54

Di dalam masyarakat banyak individu yang memiliki lebih
dari satu peran yang berbeda-beda. Kondisi ini dapat berakibat
dinamis bagi peran sosial, namun dapat pula menimbulkan
konflik, ketegangan, kegagalan, dan kesenjangan dalam
berperan. Konflik peran sosial timbul jika orang harus memilih
peran dari dua status atau lebih yang dimilikinya pada saat
bersamaan.

Contohnya seorang guru yang juga seorang ibu rumah
tangga, pada saat putrinya sakit. Pada waktu yang bersamaan
ia harus memilih antara mengajar atau membawa putrinya ke
dokter. Pada saat ia memutuskan mengantar putrinya ke
dokter, dalam dirinya terjadi konflik karena pada saat yang
sama tidak bisa menjalankan peran sebagai guru.
–Ketegangan

Ketegangan terjadi apabila seseorang mengalami kesulitan
melakukan peran karena adanya ketidaksesuaian antara
kewajiban yang harus dijalankan dengan tujuan peran itu
sendiri.
Contohnya seorang pimpinan perusahaan menerapkan
disiplin yang ketat kepada karyawannya yang sebagian
besar adalah keluarga dekatnya.
–Kegagalan peran
Kegagalan peran terjadi apabila seseorang tidak sanggup
menjalankan berbagai peran sekaligus karena terdapat
tuntutan-tuntutan yang saling bertentangan.
–Kesenjangan peran (role distance)
Kesenjangan peran terjadi apabila seseorang harus
menjalani peran yang tidak menjadi prioritas hidupnya
sehingga merasa tidak cocok menjalankan peran tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->