BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Dalam perkembangannya, pengawas satuan pendidikan lebih diarahkan untuk memiliki serta memahami bahkan dituntut untuk dapat mengamalkan apa yang tertuang dalam peraturan menteri tentang kepengawasan. Tuntutan tersebut salah satunya tentang kompetensi dalam memahami metode dan teknik dalam supervisi. Seorang supervisor adalah orang yang profesional ketika menjalankan tugasnya, ia bertindak atas dasar kaidah-kaidah ilmiah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk menjalankan supervisi diperlukan kelebihan yang dapat melihat dengan tajam terhadap permasalahan dalam peningkatan mutu pendidikan, menggunakan kepekaan untuk memahaminya dan tidak hanya sekedar menggunakan penglihatan mata biasa, sebab yang diamatinya bukan masalah kongkrit yang tampak, melainkan memerlukan insight dan kepekaan mata batin. Seorang supervisor membina peningkatan mutu akademik yang berhubungan dengan usaha-usaha menciptakan kondisi belajar yang lebih baik berupa aspek akademis, bukan masalah fisik material semata. Ketika supervisi dihadapkan pada kinerja dan pengawasan mutu pendidikan oleh pengawas satuan pendidikan, tentu memiliki misi yang berbeda dengan supervisi oleh kepala sekolah. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada kepala sekolah dalam mengembangkan mutu kelembagaan pendidikan dan memfasilitasi kepala sekolah agar dapat melakukan pengelolaan kelembagaan secara efektif dan efisien. Dalam konteks pengawasan mutu pendidikan, maka supervisi oleh pengawas satuan pendidikan antara lain kegiatannya untuk melakukan suatu pengamatan secara intensif terhadap kegiatan utama dalam sebuah organisasi dan kelembagaan pendidikan dan kemudian ditindak lanjuti dengan pemberian feed back, sebagaimana diadaptasi dari Razik (1995: 559). Hal ini sejalan pula dengan adaptasi dari L. Drake (1980: 278) yang menyebutkan bahwa supervisi adalah sebagai suatu peristilahan yang sophisticated, sebab memiliki arti yang luas, yakni identik dengan proses manajemen, administrasi, evaluasi dan akuntabilitas atau berbagai aktivitas serta kreatifitas yang berhubungan dengan pengelolaan kelembagaan pada lingkungan kelembagaan setingkat sekolah.

1

Mengacu pada pemikiran di atas, maka bantuan berupa pengawasan profesional oleh pengawas satuan tenaga kependidikan tentunya diarahkan pada upaya untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan kepala sekolah dalam menetralisir, mengidentifikasi serta menemukan peluang-peluang yang dapat diciptakan guna meningkatkan mutu kelembagaan secara menyeluruh.

B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulisan makalah ini dapat dirumuskan ke dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: 1. Teknik dan metode apa yang digunakan dalam supervisi pendidikan? 2. Bagaimana pengembangan model yang digunakan dalam supervisi pendidikan? 3. Pendekatan apa yang digunakan dalam supervisi pendidikan?

C. Tujuan Penulisan Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk menjelaskan teknik dan metode yang digunakan dalam supervisi pendidikan. 2. Untuk menjelaskan pengembangan model yang digunakan dalam supervisi pendidikan. 3. Untuk menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam supervisi pendidikan?

2

S Poerwadarminta yang dikutip oleh Ametembun (1993: 1): ³Supervisi yang dialih bahasakan dari perkataan Inggris Supervision yang artinya pengawasan´. Definisi Supervisi Pendidikan Definisi atau pengertian supervisi dapat dijelaskan dari berbagai sudut. Pengertian supervisi secara semantik adalah pengertian yang dirumuskan oleh para ahli. Istilah supervisi atau pengawasan dalam kelembagaan pendidikan diidentikkan dengan supervisi pengawasan profesional.BAB II LANDASAN TEORI A. lebih dan ³vision´ artinya: lihat. Pengertian supervisi secara morfologis menurut Ametembun (1993:2) menyebutkan bahwa dilihat dari bentuk perkataannya. Dalam Webstr¶s New World Dictionari istilah super berarti ³Higher in rank or position than. awasi. bahwa seorang supervisor mempunyai kedudukan atau posisi lebih dari orang yang disupervisi. supervisi terdiri dari dua buah kata ³super´ artinya atas. tilik. baik menurut asal-usul (etimologi). Supervisi adalah pengawasan profesional dalam bidang akademik yang dijalankan berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan tentang bidang kerjanya. a greater or better than others´ (1991:1343). untuk memperoleh suatu gambaran komparatif. 3 . memahami tentang pembelajaran lebih mendalam dari sekedar pengawas biasa. Wajowasito dan W. superior to (superintendent). Istilah supervisi berasal dari dua kata yaitu ³super´ dan ³vision´. as through mental acutness or keen foresight´ (1991:1492). hal ini tentu dihadapkan pada berbagai peristiwa dan kegiatan. tugasnya adalah melihat. Secara etimologis.J. maka kepala sekolah dalam konteks kelembagaan jelas menjadi tujuan utama dalam meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh. menilik atau mengawasi orang-orang yang disupervisi. bentuk perkataannya (morfologi). supervisi menurut S. contoh jika pengawasan dilakukan oleh kepala sekolah. maka pengawasan dilakukan untuk melihat kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran terhadap siswa. sedangkan kata vision berarti ³The ability to perceive something not actually visible. maupun isi yang terkandung di dalam perkataanya itu (semantik). Jadi makna yang terkandung dari pengertian tersebut. namun jika supervisi dilaksanakan oleh pengawas satuan pendidikan.

Supervisi Lembaga Diarahkan pada kegiatan dalam rangka menyebarkan objek pengamatan supervisor tentang aspek-aspek yang berada di seantero sekolah dan berperan dalam meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekolah secara keseluruhan. seperti yang diungkapkan oleh ( Gregorio. 3. 4 . The term instructional supervision is widely used in the literatur of embody all effort to those ends. 1993 dan Gregg Miller. antara lain: 1. 1966. Hal ini diungkapkan pula dalam Association for Supervision and Curriculum Development. Supervisi Akademis Menitikberatkan pada pengamatan supervisor tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan akademis. 2003). Sergiovanni. Some writers use the term instructional supervison synonymously with general supervision.Para ahli dalam bidang administrasi pendidikan memberikan kesepakatan bahwa supervisi pendidikan merupakan disiplin ilmu yang memfokuskan diri pada pengkajian peningkatan situasi belajar-mengajar. Rifa¶i (1992: 20) merumuskan istilah supervisi merupakan pengawasan profesional. Glickman Carl D. sebab hal ini disamping bersifat lebih spesifik juga melakukan pengamatan terhadap pengawasan akademik yang mendasarkan pada kemampuan ilmiah. diantaranya hal-hal yang langung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang mempelajari sesuatu. 1990. tetapi lebih bersifat menuntut kemampuan profesional yang demokratis dan humanistik oleh para pengawas pendidikan. 2. Supervisi pada dasarnya diarahkan pada tiga kegiatan besar yang masing-masing memiliki garapan serta wilayah tersendiri. dan pendekatannya pun bukan lagi pengawasan manajemen biasa yang bersifat human. 1987:129) yang menyebutkan sebagai berikut: Almost all writers agree that the primery focus in educational supervision is-and should be-the improvement of teaching and learning. Supervisi Administrasi Menitikberatkan pada pengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dan pelancar terlaksananya proses pembelajaran.

5 . perlu dilakukan pelipat gandaan usaha. meyusun program.Sasaran pengawasan di lingkungan kelembagaan pendidikan selama ini menunjukkan kesan seolah-olah segi fisik material yang tampak merupakan saaran yang sangat penting. kesejahteraan serta situasi dan kondisi lingkungan yang memang kondusif untuk belajar. selain itu juga tampak sekolah yang baik dilihat dari sisi ketertiban. Sedangkan misi dalam supervisi pendidikan adalah untuk mengoptimalkan pencapaian sasaran akademik. artinya lebih bertumpu pada citra dan kualitas sekolah. Usaha yang dijalankan merupakan tindakan merealisasikan tujuan agar tercapai dengan cara yang terbaik. sebab dapat dimaklumi bahwa sekolah yang memiliki popularitas akan menjadi lembaga pendidikan yang secara otomatis dapat menarik perhatian masyarakat yang pada gilirannya akan menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah dimaksud. perlengkapan serta sistem informasi yang dipergunakan oleh lembaga nyaris merupakan sesuatu yang terabaikan. yang berupa penguasaan murid atas mata pelajaran yang diajarkan. namun pengolahan dana. Citra sekolah selain digambarkan oleh sarana dan fasilitas yang memadai. memaksimalkan aktivitas termasuk di dalamnya membuat keputusan. Misi. Supervisi kelembagaan menebarkan objek pengamatan supervisor pada aspe-aspek yang berada d lingkungan sekolah. Oleh karena itu. Sedangkan strategi merupakan seperangkat tindakan yang seharusnya dilakukan untuk memcapai tujuan dengan mengakomodasi segenap kemampuan sekolah yang dimiliki. Semua tindakan diambil karena mengerti dan memahami dengan baik bagaimana semestinya meningkatkan mutu pembelajaran dilakukan. merumuskan tujuan. sistem kepegawaian. juga dibuktikan dengan kualitas proses pembelajaran serta kualitas lulusan yang dapat diakui oleh masyarakat keberadaan lulusan lembaga terkait. membuat kebijakan. pengelolaan. Setiap tindakan yang dilakukan ditujukan untuk mencapai tujuan. B. Orientasi dan Strategi Supervisi Pendidikan Visi dalam supervisi pendidikan adalah pandangan jauh ke depan yang dapat diciptakan oleh supervisor dalam melihat kebutuhan-kebutuhan baik bagi pengembangan kelembagaan maupun pengembangan personal yang sekaligus menjadi pelaksana kelembagaan terkait. menggunakan sumber daya agar usahanya meningkatkan mutu pendidikan berhasil. Visi. Orientasi diartikan sebagai salah satu wacana yang ingin dikembangkan terkait dengan tindakan-tindakan nyata yang dilakukan oleh supervisor dalam rangka pengembangan diri.

dalam keadaan bisa tidak dalam keadaan sibuk. 6. Pemecahan masalah belajar dan mengajar dibicarakan dengan guru ketika guru dalam keadaan penuh kesadaran. tanpa stress. Strategi yang dijalankan akan mengantarkannya pada efektivitas dalam melaksanakan bantuan profesional. hal ini dikarenakan : 1. Guru ditempatkan sebagai sentral kegiatan pembelajaran yang mempunyai kedaulatan penuh. saling mengimbas pengetahuan dari guru yang satu keguru lain atau kepada sekelompok guru. Faktor ini memjadi kunci keberhasilan dalam melaksanakan peningkatan mutu pembelajaran. 5. lokakarya. Keterbukaan menjadi pemecahan masalah menjadi mudah. sebab terciptanya kultur sekolah yang menyenangkan karena semua guru merasa dihargai dan dihormati. Tutor kolega merupakan forum diantara sesama guru dalam lingkungan sekolah. 4. 7. 3. dalam berbagai cara. Masalah dikemukakan dalam kemasan obrolan yang tidak memerlukan situasi formal. keakraban dan pergaulan yang saling menghargai merupakan kondisi yang diciptakan oleh gaya kepemimpinannya sebagai pemimpin pembelajaran.Pengertian strategi dimaknai sebagai proses kegiatan yang dipilih karena cocok digunakan untuk mengimplementasikan keputusan peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan sekolahnya. 6 . Dalam pergaulan seperti ini penyampaian masalah dari guru tidak dirasakan sebagai beban berat untuk disampaikan karena situasinya yang wajar. Guru diperlakukan sebagai teman yang dapat diajak kerjasama memperbaiki mutu pembelajaran dalam keadaan setara. Persahabatan. yang bertujuan untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan dalam memperbaiki mutu mengajar. Kebebasan berbicara dalam pergaulan yang bersahabat merupakan kondisi awal memperoleh informasi dari guru tentang masalah apa sebenarnya yang sedang dihadapi guru. Guru memperoleh kepercayaan penuh dalam menjalankan tugas mengajarkan. Urusan mengajar merupakan urusan guru sepenuhnya. Guru yang telah mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan. dalam pertemuan yang mereka adakan sendiri. Kegiatan akademik yang dilaksanakan guru merupakan tanggung jawab profesional guru. 2. dan pengembangan berkewajiban menularkan ilmu yang diperolehnya kepada guru lain. Banyak masalah terungkap dari pergaulan yang wajar diantara mereka.

persaingan yang tumbuh sebagai akibat otonomi sekolah dan keterlibatkan masyarakat dalam Manajemen Berbasis Sekolah yang menuntut diperbaikinya pelayanan belajar kearah yang lebih memuaskan. serta tumbuhnya kerjasama yang harmonis dalam bentuk ³bersanding. Guru yang memiliki pengalaman dan mengetahui bagaimana cara melaksanakan sebuah medote atau cara mengajar yang layak diketahui oleh sesama teman guru. Oleh kepala sekolah tutor sebaya juga digunakan sebagai forum yang sewajarnya untuk bisa mengetahui guru yang dijadikan kader sekolah untuk kegiatan-kegiatan sekolah. 11. berjalan sering tetapi tetap ketat bersaing´. Perubahan lingkungan eksternal dan internal. 9. Kegiatan kelompok kerja dalam gugus dijadikan sebagai media untuk bertukar pengalaman dalam memecahkan berbagai masalah pembelajaran. Tutor kolega juga merupakan forum untuk menyamakan persepsi sekolah dalam berhadapan dengan lingkungannya. Proses diskusi dalam gugus dipandu secara bergantian sesuai dengan permasalahan. mereka mengkomunikasikannya diantara mereka sendiri. Terutama mempersamakan usaha-usaha meningkatkan mutu dalam memberi kepuasan kepada masyarakat dan orang tua. ketidakpuasan belaj murid. 12. 7 . temuan dari buku teks. diminta atau tidak diminta pada suatu ketika dalam 10. Penelitian yang mendalam menemukan juga bahwa latar belakang kegiatan supervisi bantuan profesional didorong oleh banyak faktor yaitu : perubahan lingkungan sekolah yang bergerak maju kearah keleluasaan dalam mengelola sekolah. Maslah diungkap baik dari pengalaman kesaharian. Guru yang sedang mencobakan strategi pembelajaran baru d kelas harus memberikan kesempatan kepada guru lain untuk melihat dan bertanya tentang kegiatan yang dijalankan. Pertemuan informal atau diminta oleh kepala sekolah berkewajiban untuk menginformasikan kepada guru lain agar diketahui dan dicontoh bila perlu. kebijakan sekolah masing-masing untuk diterjemahkan dalam proses belajar maupun yang datang dari dinas. Diantara mereka saling bertukar pengalaman dalam menemukan cara terbaik berdasarkan iuran pemikiran berkontribusi salling melengkapi.8.

sebagaimana dikemukakan oleh Marks. Berpikirlah sebelum berbicara. guru akan kebingungan.serta semua pihak yang terkait dengan program pembinaan keterampilan pembelajaran guru. h. i. Ciptakan ketidaksanggupan. tentu tidak akan terjadi guru yang demikian. Ciptakan hubungan interpersonal antar personil. b. Langkah pertama dalam pembinaan keterampilan pembelajaran guru adalah menciptakan hubungan yang harmonis antara pengawas dan guru. g. j. Kumpulkan materi untuk mengadakan diskusi bila perlu. dan meyakini bahwa tujuan pokok dalam pengukuran kemampuan guru. Langkah-Langkah Pembinaan Kemampuan Guru Melalui supervisi akademik. sebagai langkah awal setiap pembinaan keterampilan pembelajaran melalui supervisi akademik. ada lima langkah dalam pembinaan kemampuan guru antara lain: 1. d. c. tentu diperlukan suatu cara dan prinsip-prinsip tertentu dalam berkomunikasi. Bagaimanakah berkomunikasi secara efektif. Usahakanlah untuk memahami pendapat orang lain. Ada sejumlah prinsip komunikasi yang harus diterapkan oleh kepala sekolah. Stoops dan Stoops.C. Ikutilah pembicaraan orang lain secara saksama. adalah hanya untuk mengidentifikasi guru yang baik dan yang kurang terampil dalam mengajar. Berbicaralah sebijaksana dan sebaik mungkin. Konsentrasikan pada pesanmu. Dalam upaya memperjelas program supervisi akademik. 8 . Komunikasi antara kepala sekolah dan guru dikatakan efektif apabila guru benar benar menerima supervisi akademik sebagai upaya pembinaan kemampuannya. bukan pada dirimu sendiri. Ikutilah norma-norma yang berlaku pada latar sekolah. e. Dalam upaya melaksanakan supervisi akademik memang diperlukan kejelasan informasi antar personil yang terkait. Menciptakan Hubungan yang Harmonis. sebagai berikut: a. Tanpa kejelasan informasi. Dalam upaya ini. tidak tahu yang diharapkan kepala sekolah. Padahal seandainya ada kejelasan informasi. f. Persingkat pembicaraan. diperlukan kejelasan informasi mengenai hakikat dan tujuan supervisi akademik.

kebutuhan-kebutuhan Pergunakanlah khusus pembinaan atau pembelajaran kata-kata perilaku 9 . Ketahuilah kapan sebaiknya berhenti berkomunikasi. b. f. sumber-sumber. keterampilan. analisis kebutuhan merupakan upaya menentukan perbedaan antara pengetahuan. dan sikap yang dimiliki guru. Mengidentifikasi tugas-tugas manajemen yang dibutuhkan pada fase ini. Analisis Kebutuhan Sebagai langkah kedua dalam pembinaan keterampilan pengajaran guru adalah analisis kebutuhan (needs assessment). Raihlah sikap orang lain untuk membantu program. dan diklasifikasikan. seperti keuangan. o. p. Adapun langkah-langkah dalam menganalisis kebutuhan adalah sebagai berikut: a. seperti mengundang konsultan dari luar sekolah. serta sikap yang nyata dan yang seharusnya dimiliki guru? Perbedaan dikelompokkan . artinya dalam penyusunan program supervisi pengajaran harus didasarkan pada kebutuhan nyata pengembangan profesional guru. e. m. Dalam upaya memenuhi prinsip ini diperlukan analisis kebutuhan tentang keterampilan pengajaran guru yang harus dikembangkan melalui supervisi pengajaran. Jadilah pendengar yang baik. Secara hakiki. Mengidentifikasi perbedaan (gap) apa saja yang ada antara pengetahuan. d. Selalu mencoba. perlengkapan dan media. dan quesioner. n. Prinsip supervisi pengajaran yang ketujuh.k. adalah obyektif. Mencatat prosedur-prosedur untuk mengumpulkan informasi tambahan tentang pengetahuan. wawancara. sebagaimana telah dikemukakan di muka. dan sikap yang dipersyaratkan dan yang secara nyata dimiliki. c. l. disintesiskan. Bersemangatlah. 2. Mengidentifikasi lingkungan dan hambatan-hambatannya. Mengidentifikasi keterampilan performansi. Menetapkan tujuan umum jangka panjang. keterampilan. keterampilan. Berkomunikasilah dengan ³eye communication´. Pergunakanlah teknik teknik tertentu. dan mencatat guru.

Tujuan pengembangan strategi dan media supervisi akademik ini adalah sebagai berikut: a. Mencatat dan memberi kode kebutuhan-kebutuhan pembinaan keterampilan pembelajaran guru yang akan dibina melalui cara-cara lainnya. 10 . teknik-teknik supervisi bila dikelompokkan menjadi dua kelompok. Mendaftar mengidentifikasi dan memilih teknik dan media supervisi yang siap digunakan untuk membina keterampilan pengajaran guru yang diperlukan. 4. kepala sekolah menganalisis setiap tujuan untuk menentukan bentuk-bentuk teknik dan media supervisi akademik yang akan digunakan. Dalam konteks supervisi akademik. Menurut Gwynn (1961). b.g. 3. penilaian merupakan proses sistematik untuk menentukan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam pembinaan keterampilan pembelajaran guru. yaitu teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok. c. mulailah dilakukan pembinaan keterampilan pembelajaran guru dengan menggunakan teknik dan media tertentu sebagaimana yang telah dikembangkan. Penilaian Keberhasilan Supervisi Akademik Penilaian merupakan proses sistematik untuk menentukan tingkat keberhasilan yang dicapai. Mendaftar pembinaan keterampilan pengajaran yang akan dilakukan melalui teknik supervisi kelompok. h. Pelaksanaan Supervisi Akademik Setelah tujuan-tujuan pembinaan keterampilan pengajaran berdasarkan kebutuhankebutuhan pembinaan yang diperoleh melalui analisis kebutuhan di atas. Setelah mengembangkan teknik dan media supervisi akademik. Tujuan penilaian pembinaan keterampilan pembelajaran yaitu: a. Menetapkan kebutuhan-kebutuhan pembinaan keterampilan pembelajaran guru yang bisa dibina melalui teknik dan media selain pendidikan. Menentukan apakah pengajar/guru telah mencapai kriteria pengukuran sebagaimana dinyatakan dalam tujuan pembinaan. Mendaftar pembinaan-pembinaan keterampilan pengajaran yang akan dilakukan dengan menggunakan teknik supervisi individual.

5. Prinsip dasar dalam merancang dan melaksanakan program penilaian adalah bahwa penilaian harus mengukur performansi atau perilaku yang dispesifikasi pada tujuan supervisi akademik guru. Apabila ternyata memang tujuannya belum tercapaim maka mulailah merancang kembali program supervisi akademik guru untuk masa berikutnya. Langkah-langkahnya.b. Mengimplementasikan program pembinaan yang telah dirancangkembali pada masa berikutnya. sebagai berikut: a. c. Organisasikan. d. Apabila ternyata tujuan pembinaan keterampilan pengajaran guru tidak dicapai. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: a. Revisi ini dilakukan seperlunya. Uji lapangan untuk mengetahui validitasnya. b. b. Me-review rangkuman hasil penilaian. Katakan dengan jelas teknik-teknik penilaian. Tulislah masing-masing tujuan. Pilihlah atau kembangkan instrumen-instrumen pengukuran yang secara efektif bisa menilai hasil yang telah dispesifikasi. Perbaikan Program Supervisi Akademik Sebagai langkah terakhir dalam pembinaan keterampilan pengajaran guru adalah merevisi program pembinaan. 11 . c. dan rangkumlah hasilnya. analisis. d. Menentukan validitas teknik pembinaan dan komponen-komponennya dalam rangka perbaikan proses pembinaan berikutnya. maka sebaiknya dilakukan penilaian ulang terhadap pengetahuan. sesuai dengan hasil penilaian yang telah dilakukan. keterampilan dan sikap guru yang menjadi tujuan pembinaan. e.

sedangkan teknik adalah langkah-langkah kongkrit yang dilaksankan oleh seorang supervisor. Teknik dan Metode dalam Supervisi Pendidikan Metode dalam konteks pengawasan merupakan suatu cara yang ditempuh oleh pengawas pendidikan guna merumuskan tujuan yang hendak dicapai baik oleh sistem perorangan maupun kelembagaan pendidikan itu sendiri. antara lain: 1. Metode langsung adalah metode supervisi yang digunakan untuk mengenai sasaran pihak yang di supervisi. Tugas pengawas satuan pendidikan ketika melaksanakan tugas pengawasaannya. b. baik yang berhubungan dengan penyelesaian masalah guru-guru dalam mengajar. 12 . b. Teknik Supervisi a. Teknik kelompok adalah teknik dalam pelaksanaan supervisi yang dilakukan terhadap sekelompok orang yang di supervisi. Teknik supervisi merupakan cara-cara yang ditempuh dalam mencapai tujuan tertentu. masalah kepala sekolah dalam mengembangkan kelembagaan serta masalah -masalah lain yang berhubungan serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Metode tidak langsung adalah metode supervisi yang mempergunakan berbagai macam media atau alat perantara. Teknik perorangan adalah teknik dalam pelaksanaan supervisi yang dilakukan terhadap individu yang memiliki masalah khusus. yakni pada prinsifnya berusaha merumuskan harapan-harapan menjadi sebuah kenyataan. Ada beberapa metode dan teknik supervise yang dapat dilakukan pengawas. 2.BAB III PEMBAHASAN / HASIL ANALISIS A. dan teknik yang dilaksanakan dalam supervisi dapat ditempuh melalui berbagai cara. Metode Supervisi a. haruslah memahami metode dan teknik supervisi akademik agar kegiatan supervisi dapat dilaksanakan dengan baik dan hasil pembinaanya mencapai tujuan pembinaan.

3) Menggunakan instrument observasi tertentu untuk mendapatkan daya yang obyektif. dan biasa juga atas dasar undangan dari guru itu sendiri. setelah itu dilakukan tindak lanjut. Kunjungan kelas merupakan suatu metode supervisi yang ³to the point´ kena sasaran. Tahap akhir.3. Melalui kunjungan kelas. b. Tujuan kunjungan kelas ini adalah untuk menolong guru dalam mengatasi kesulitan atau masalah guru di dalam kelas. Dalam melaksanakan kunjungan kelas. 13 . 5) Pelaksanaan kunjungan kelas tidak menganggu proses belajar mengajar. Pembicaraan Individual Setelah suatu kunjungan berakhir. pada tahap ini mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung. Tahap pengamatan. 4) Terjadi interaksi antara Pembina dan yang dibina sehingga menimbulkan sikap saling pengertian. Kunjungan Kelas (Class Visit) Kunjungan kelas adalah teknik pembinaan guru oleh kepala sekolah. dan pembina lainnya dalam rangka mengamati pelaksanaan proses belajar mengajar. dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas. sehingga memperoleh data yang diperlukan dalam rangka pembinaan guru. 6) Pelaksanaannya diikuti dengan program tindak lanjut. dan tukar pikiran antara supervisor dengan guru. Kunjungan kelas dapat dilakukan dengan pemberitahuan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Ada beberapa kriteria kunjungan kelas yang baik. pengawas akan membantu permasalahan yang dialaminya. guru dengan guru. sasaran. Tahap persiapan. hendaklah diadakan pembicaraan langsung secara pribadi tentang hasil kunjungan dengan orang yang dikunjungi. pertemuan. 2) Mengungkapkan aspek-aspek yang dapat memperbaiki kemampuan guru. pengawas. pada tahap ini pengawas bersama guru mengadakan perjanjian untuk membicarakan hasil hasil observasi. Pembicaraan individual adalah satu percakapan. mengenai usaha meningkatkan kemampuan professional guru. yaitu. 1) Memiliki tujuan-tujuan tertentu. pada tahap ini pengawas merencanakan waktu. terdapat tiga tahapan. dialog. Tekhnik dan Metode Supervisi yang lain a.

misi. Prinsip dasar supervisi dari tenik rapat sekolah adalah merencanakan bersama-sama visi. atau perwilayah. Teknik ini dilakukan melalui penataran-penataran untuk guru mata pelajaran tertentu persektor atau gugus. baik yang ditimbulkan oleh guru maupun oleh komponen pembelajaran yang lain. Mengingat bahwa penataran pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah. sehingga terjalin hubungan yang akrab antara guru dengan supervisor. Teknik ini hendaknya dilakukan oleh supervisor yang sudah memiliki tingkat kompetensi yang tinggi. Pelaksanaan rapat sekolah dilakukan secara berjenjang dengan memperhatikan kualitas efektifitas dan efisiensi. c. staf tata usaha.Dalam melaksanakan pembicaraan individual. maka seorang guru perlu mengembangkan pengetahuan sesuai dengan profesinya dengan berbagai macam cara. Tujuan dari tenik pembicaraan individual yaitu untuk menganalisa kesulitan-kesulitan dalam belajar. orientasi dan strategi sekolah. maka 14 . Prinsip dasar supervisi pembicaraan individual adalah pelaksanaannya dilakukan setelah observasi. d. Rapat Sekolah Seorang kepala sekolah menjalankan tugas dan peranannya berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renops) yang telah disusun setiap awal tahun pelajaran. ada beberapa tujuan yaitu: 1) Memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan masalah yang dihadapi. In-Service Training Untuk kepentingan peningkatan kualitas mengajar. perkabupaten. dan komite sekolah dalam rangka kegiatan supervisi. Salah satunya dengan mengadakan penataran-penataran (in-service training). 4) Menghilangkan atau menghindari segala prasangka yang bukan-bukan. termasuk mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru. Pertemuan atau rapat sekolah (meeting) yang diagendakan oleh kepala sekolah untuk membicarakan kepentingan siswa dan sekolah serta hal-hal yang berhubungan dengan sekolah. 3) Memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan pada diri sendiri. 2) Mengembangkan hal mengajar yang lebih baik. Teknik ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas personil staf pengajar dan tata usaha serta program sekolah.

sistem penilaian. Melalui kunjungan antarkelas ini diharapkan guru akan memperoleh pengalaman baru dari teman sejawatnya mengenai pelaksanaan proses pembelajaran. Metode ini tentunya bersifat kelompok dan dapat melibatkan beberapa kepala sekolah. dan sebagainya. 15 . Sebagai contoh. sistem administrasi. wakil kepala sekolah dan perwakilan komite sekolah. Kegiatan ini dilakukan guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain dalam lingkungan sekolah itu sendiri. Teknik ini bertujuan untuk memecahkan situasi dan permasalahan yang muncul di bidang pendidikan dan pengajaran yang dalam kehidupan sehari-hari. Intervisitasi Intervisitasi merupakan teknik supervisi dengan cara saling mengunjungi antara sesama guru yang sedang mengajar untuk mengobservasi situasi dalam proses pembelajaran masing-masing. peran serta masyarakat. Kunjungan antarkelas dapat juga digolongkan sebagai teknik supervisi secara perorangan. pengelolaan kelas. Workshop dapat diselenggarakan bersama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau organisasi sejenis lainnya. sehingga diperlukan strategi yang memadai dalam pengembangan ini. Penyelenggaraan workshop ini tentunya disesuaikan dengan tujuan atau urgensinya. pengawas dapat mengambil inisiatif untuk mengadakan workshop tentang pengembangan KTSP. Prinsip dasar supervisi teknik workshop atau lokakarya menghidupkan kerjasama antar komponen pendidikan yang memadai. f. e. Prinsip dasar supervisi teknik in-service training mengacu pada asas pendidikan seumur hidup yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga profesional. dan sebagainya. Pengunaan teknik ini sangat membutuhkan biaya yang cukup besar.tugas kepala sekolah adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran tersebut. Workshop/Lokakarya Workshop atau Lokakarya merupakan salah satu metode yang dapat ditempuh pengawas dalam melakukan supervisi manajerial yang bertujuan untuk mengembangkan professional guru/karyawan.

h. Bulletin Supervisi Bulletin supervisi yang dibuat secara berkala dapat dimanfaatkan untuk perbaikan program pendidikan dan pengajaran. penegasan. 7) Adakan tindak lanjut setelah kunjungan antarkelas selesai. Pelaksanaan Bulletin supervisi dengan mengoptimalisasikan media cetak bagi dunian pendidikan. 4) Sediakan segala fasilitas yang diperlukan dalam kunjungan kelas. Missal. 8) Segera aplikasikan ke sekolah atau ke kelas guru bersangkutan. 16 . 5) Supervisor/pengawas hendaknya mengikuti acara ini denbgan cermat. maka harus ada beberapa hal yang diperhatikan antara lain: 1) Guru-guru yang akan dikunjungi harus diseleksi dengan sebaik-baiknya. selain dikarenakan kurang adanya rasa percaya diri. yaitu dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi.Agar kunjungan antarkelas ini dapat berhasil dengan baik dan bermanfaat. dan mencatatnya pada format-format tertentu. Namun dalam kenyataannya jarang sekali dilaksanakan. 9) Adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan kunjungan antar kelas berikutnya. g. dengan percakapan pribadi. Demonstrasi mengajar bertujuan membantu guru dalam mengembangkan pengajaran yang efektif. juga tingkat pemotivasian kepada guru yang masih rendah. 6) Amatilah apa-apa yang ditampilakn secara cermat. Prinsip dasar supervisi teknik demonstrasi mengajar adalah peningkatan didaktik dan metodik guru sebagai tenaga pendidik. Demonstrasi Mengajar Metode ini dapat dilakukan oleh supervisor sendiri atau oleh guru yang ahli untuk memperkenalkan metode mengajar yang efektif. bisa bulletin mingguan maupun bulletin bulanan. 3) Tentukan guru-guru yang akan mengunjungi. Prinsip dasar supervisi bulletin adalah pemusatan hasil belajar berdasarkan secara menyeluruh Teknik ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi secara internal dan bersifat pengembangan staf. 2) Diupayakan agar mencari guru yang berpengalaman sehingga mampu memberikan pengalaman baru bagi guru-guru yang akan mengunjungi. dan pemberian tugas-tugas tertentu.

Pemimpin biasanya cenderung mencari-cari kesalahan yang ada pada orang lain. Perilaku supervisi yang dilakukan dengan cara mengadakan inspeksi untuk mencari kesalahan dan menemukan kesalahan orang lain. Kunjungan rumah dapat dilakukan dengan pemberitahuan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. pengumuman untuk murid. Sahertian (2008: 34-44). Pengembangan Model Dalam Supervisi Pendidikan Yang dimaksud dengan model dalam uraian ini adalah suatu pola. kepala sekolah atau pengawas akan membantu dan meringankan permasalahan di rumah yang dialami guru. dan sebagainya. Kunjungan rumah merupakan suatu metode supervisi yang ³door to door´ dengan cara jemput bola kepada guru yang akan di supervisi. contoh. Kunjungan Rumah Kunjungan rumah adalah teknik pembinaan guru oleh kepala sekolah atau pengawas dalam rangka mengamati pelaksanaan tugas dan tanggungjawab sebagai seorang pendidik. dan biasa juga atas dasar undangan dari guru itu sendiri. B. Menurut Piet A. 17 . Model Supervisi yang Konvensional (Tradisional) Model supervisi yang konvensional ini tidak lain dari refleksi kondisi masyarakat pada saat kekuasaan yang otoriter dan feodal akan berpengaruh pada sikap pemimpin yang otokrat dan korektif. Tujuannya untuk mempelajari bagaimana situasi dan kondisi kehidupan orang yang disupervisi di rumah. acuan dari supervisi yang akan diterapkan. Memang sangat mudah untuk mengoreksi kesalahan orang lain. Melalui kunjungan rumah. pengunguman supervisi. sehingga memperoleh data yang lebih akurat dalam rangka pembinaan guru.i. sehingga sering disebut supervisi yang korektif. terutama meneliti masalah-masalah yang secara langsung maupun tak langsung mempengaruhi tugas dan kewajiban dari orang yang disupervisi itu. j. Bahkan terkadang bersifat memata-matai. tetapi lebih sulit lagi untuk melihat segi-segi positif dalam hubungan dengan hal-hal yang baik. Bulletin Bord Pengumuman administratif. ada empat model yang berkembang dalam supervisi pendidikan yaitu: 1.

masalahnya bagaim ana cara kita mengkomunikasikan apa yang dimaksudkan sehingga para guru menyadari bahwa dia harus memperbaiki kesalahan. 3. Hasil penelitian diberikan kepada guru-guru sebagai umpan balik terhadap penampilan mengajar guru pada semester yang lalu. check list. Dengan menggunakan merit ratting.Pekerjaan seorang supervisor yang bermaksud hanya untuk mencari kesalahan adalah suatu permulaan yang tidak berhasil. Dan keempat. Namun demikian. Jadi. 18 . Ketiga. Data ini tidak berbicara kepada guru. dalam perencanaan. Supervisi klinis dapat membantu guru-guru memperkecil kesenjangan antara tingkah laku mengajar yang nyata dengan tingkah laku mengajar yang ideal. hasil perekam data secara ilmiah belum merupakan jaminan untuk melaksanakan supervisi yang lebih manusiawi. caranya harus taktis paedago atau gis memakai bahasa penerimaan bukan bahasa penolakan. 2. ada data yang obyektif diperoleh dari keadaan yang riil. dilaksanakan secara bersamaan dan kontinyu. para siswa atau mahasiswa menilai proses kegiatan pembelajaran atau perkuliahan guru/dosen di dalam ruang kelas. tapi dari data tersebut diharapkan guru kemudian mengadakan perbaikan dalam dirinya. Kedua. serta analisis yang intensif dan cermat tentang penampilan mengajar yang nyata serta bertujuan mengadakan perubahan dengan cara yang rasional. Penggunaan alat perekam data ini berhubungan erat dengan penelitian. menggunakan instrumen pengumpulan data. sistematis dan menggunakan prosedur serta teknik tertentu. Mencari-cari kesalahan dalam membimbing sangat bertentangan dengan prinsip dan tujuan supervisi pendidikan. pengamatan. atau skala penilaian. Akibatnya guru-guru merasa tidak puas dan ada dua sikap yang tampak dalam kinerja guru yaitu sikap acuh tak acuh (masa bodoh) dan sikap menantang (agresif). Praktek mencari kesalahan dan menekan bawahan ini masih tampak sampai sekarang. Bukan berarti tidak boleh menunjukkan kesalahan. Model Supervisi Klinis Model supervisi klinis merupakan bentuk supervisi yang difokuskan pada peningkatan mengajar melalui siklus yang sistematik. Model Supervisi yang Bersifat Ilmiah Model supervisi yang bersifat ilmiah memiliki ciri-ciri yang pertama. Para guru akan dengan senang hati melihat dan menerima bahwa ada yang harus diperbaiki dari dirinya.

Suasana dalam pemberian supervisi penuh kehangatan. Prinsip-prinsip dalam supervisi klinis antar lain: a. Supervisi yang diberikan tidak saja pada keterampilan mengajar saja. g. supervisi juga sebagai kegiatan mendidik. Bantuan yang diberikan bukan bersifat instruksi atau memerintah. 4. e. Model Supervisi Artistik Mengajar adalah suatu pengetahuan (knowledge). bekerja melalui orang lain (working 19 . dan keterbukaan. Tekanan dalam pendekatan yang diterapkan bersifat khusus melalui tatap muka dengan guru pengajar. Ada beberapa ciri dalam supervisi klinis yaitu: a. tapi mengajar juga suatu kiat (Art). Inti bantuan terpusat pada perbaikan penampilan dan perilaku mengajar guru.Supervisi klinis adalah suatu proses pembimbingan dalam pendidikan yang bertujuan membantu pengembangan profesional guru dalam pengenalan mengajar melalui observasi dan analisis data secara obyektif serta teliti sebagai dasar untuk mengubah perilaku mengajar guru. Menciptakan suasana bebas untuk mengemukakan apa yang dialaminya. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. Objek kajiannya adalah kebutuhan profesional guru yang riil dan alami. Harapan dan dorongan supervisi timbul dari guru itu sendiri. Guru memiliki satuan tingkah laku mengajar yang terintegrasi. Balikan yang diberikan harus secepat mungkin dan bersifat obyektif. d. h. suatu keterampilan. bukan dari supervisor. Pelaksanaan supervisi harus berdasarkan inisiatif dari guru lebih dahulu. Supervisi itu menyangkut bekerja untuk orang lain (working for the others). dan juga suatu kiat. mengajar itu suatu keterampilan (skill). c. c. Dalam percakapan balikan seharusnya datang dari pihak guru lebih dulu. Instrumen yang digunakan untuk observasi disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dan guru. Sejalan dengan tugas mengajar. tapi juga mengenai aspek-aspek kepribadian guru. f. kedekatan. b. d. Menciptakan hubungan manusiawi yang bersifat interaktif dan rasa kesejawatan. e. bekerja dengan orang lain (working with the others). b. Dapat dikatakan bahwa supervisi adalah suatu p engetahuan.

Memerlukan tingkat perhatian yang cukup dan keahlian yang khusus untuk memahami apa yang dibutuhkan oleh orang lain. f. g. Adanya perasaan aman dan dorongan positif dalam berusaha untuk maju. mengerti orang lain dengan masalah-masalah yang dikemukakan. dalam supervisi lebih banyak menggunakan bahasa penerimaan dari pada bahasa penolakan. antara lain: a. Memerlukan perhatian khusus agar lebih banyak mendengarkan dari pada banyak bicara.through the others). menerima orang lain apa adanya. Menunjukkan fakta bahwa sensivitas dan pengalaman merupakan instrumen utama yang digunakan sehingga situasi pendidikan itu diterima dan bermakna bagi orang yang disupervisi. Mengutamakan sumbangan yang unik dari guru-guru dalam rangka mengembangkan pendidikan bagi generasi muda. Sikap seperti mau belajar mendengarkan perasaan orang lain. Memerlukan kemampuan untuk menafsirkan makna dari peristiwa yang diungkapkan sehingga memperoleh pengalaman dan mengapresiasi dari apa yang dipelajarinya. 20 . Memerlukan laporan yang menunjukkan bahwa dialog antara supervisor dan yang di supervisi dilaksanakan atas dasar kepemimpinan dari kedua belah pihak. Menuntut untuk memberi perhatian yang lebih banyak terhadap proses pembelajaran di kelas dan diobservasi pada waktu-waktu tertentu. Memerlukan kemampuan berbahasa tentang cara mengungkapkan apa yang dimilikinya terhadap orang lain. d. h. sehingga orang dapat menjadi dirinya sendiri. sehingga guru-guru merasa dirinya diterima. b. c. e. Hubungan antara manusia dapat tercipta apabila ada kerelaan untuk menerima orang lain apa adanya dan adanya unsur kepercayaan. Hubungan tampak melalui pengungkapan bahasa. Supervisor yang mengembangkan model artistik akan menampakkan dirinya dalam relasi dengan guru-guru yang dibimbingnya. Beberapa ciri yang khas dari model supervisi artistik.

d. 21 . b. Sahertian (2008: 44-52) untuk memilah-milah guru dalam empat prototipe guru. Pada sisi II daya abstrak tinggi (A+) tetapi komitmen rendah (K-). maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan direktif. Tiap sisi yang terdapat di sebelah kanan garis abstrak (garis tegak lurus/vertikal). Pada sisi I daya abstrak tinggi (A+) dan komitmen tinggi (K+). Teknik yang diterapkan percakapan pribadi. maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kolaboratif. Kalau kedua kemampuan itu digambarkan secara silang. Teknik yang diterapkan menjelaskan. dialog. Suatu pendekatan supervisi sangat bergantung pada prototipe guru. Pada sisi IV daya abstrak rendah (A-) dan juga komitmennya rendah (K-). guru yang semacam ini disebut guru yang terlalu sibuk. antara lain: a. Setiap sisi yang terdapat di atas garis komitmen (garis horizontal) daya abstraknya tinggi (A+). Pendekatan dalam Supervisi Pendidikan Pendekatan yang digunakan dalam menerapkan supervisi modern didasarkan pada prinsip-prinsip psikologis. Apabila guru yang profesional. percakapan pribadi.C. Apabila guru yang tukang kritik atau terlalu sibuk. maka akan terdapat empat kuadran (sisi). c. dengan demikian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: a. berdialog. Teknik yang diterapkan berdialog dan mendengarkan secara aktif. Tiap sisinya terdapat dua kemampuan yang disingkat A (daya abstrak) dan K (komitmen). Sisa semuanya rendah (-). c. Apabila guru yang tidak bermutu. dan mendengarkan secara aktif. b. dan menjelaskan. Ada satu paradigma yang dikemukakan oleh Glickman (1981) dalam Piet A. maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan non-direktif. guru yang semacam ini disebut guru yang tukang kritik. Pendekatan dan teknik yang diterapkan dalam memberikan supervisi kepada guruguru berdasarkan prototipe guru tersebut berbeda-beda. guru yang semacam ini disebut guru yang tidak bermutu. Ia mengemukakan setiap guru memiliki dua kemampuan d asar yaitu berfikir abstrak dan komitmen. maka komitmennya tinggi (K+). Pada sisi III daya abstrak rendah (A-) tetapi komitmen tinggi (K+). guru yang semacam ini disebut guru yang profesional.

Oleh karena itu guru yang mengalami kekurangan. Supervisor memberikan arahan secara langsung kepada guru-guru yang di supervisi. sehingga perilaku supervisor lebih dominan. Perilaku supervisor dalam pendekatan direktif adalah sebagai berikut: menjelaskan. Pendekatan direktif ini berdasarkan pada pemahaman terhadap psikologi behaviorisme yang dalam prinsipnya menyatakan bahwa segala perbuatan berasal dari refleks yaitu respon terhadap rangsangan atau stimulus. Berikut ini akan disajikan beberapa pendekatan dan perilaku supervisor dalam pelaksanaan supervisi pendidikan yaitu: 1. mengarahkan. Pendekatan non-direktif ini berdasarkan pada pemahaman psikologi humanistik yang dalam prinsipnya menyatakan bahwa orang yang akan dibantu itu sangat dihargai. mulai dari percakapan awal sampai dengan percakapan akhir setelah dikemukakan permasalahan yang diperoleh melalui observasi dan interview dengan guru. dan menguatkan. tapi ia terlebih dahulu mendengarkan secara aktif apa yang dikemukakan guru-guru. Perilaku supervisor dilakukan secara bertahap. menjelaskan. 2. Supervisor memberikan kesempatan yang sebanyak mungkin kepada guru untuk mengemukakan permasalahan yang mereka alami.Berdasarkan kategori paradigma tersebut. Perilaku supervisor dalam pendekatan non-direktif adalah sebagai berikut: mendengarkan. memberikan contoh. Biasanya pendekatan ini diterapkan pada guru-guru yang tidak bermutu atau acuh tak acuh. menetapkan tolak ukur. dan memecahkan 22 . Oleh karena itu pribadi guru yang dibina begitu dihormati. sehingga supervisor lebih banyak mendengarkan permasalahan yang dihadapi oleh guru dan mencoba mendengarkan serta memahami apa yang di alami guru-guru. perlu diberikan rangsangan agar dia dapat bereaksi. Pendekatan Langsung (Direktif) Pendekatan direktif adalah cara pendekatan terhadap permasalahan yang bersifat langsung. menyajikan. Pendekatan Tidak Langsung (Non-Direktif) Pendekatan non-direktif adalah cara pendekatan terhadap permasalahan yang sifatnya tidak langsung. Seorang supervisor dapat menggunakan penguatan (reinforcement) atau hukuman (punishment). memberikan penguatan. maka dapat diterapkan berbagai pendekatan dan perilaku supervisor berdasarkan data mengenai guru yang sebenarnya memerlukan pelayanan supervisi. Supervisor tidak secara langsung menunjukkan permasalahan. menyajikan.

mulai dari pertanyaan awal sampai dengan mengemukakan permasalahan yang kemudian dinegosiasi bersama-sama dan dicari pemecahan permasalahannya. supervisor dan guru bersama-sama dan bersepakat untuk menetapkan struktur. menjelaskan. Pendekatan Kolaboratif Pendekatan kolaboratif adalah cara pendekatan yang memadukan cara pendekatan direktif dengan pendekatan non-direktif menjadi cara pendekatan baru. Perilaku supervisor dalam pendekatan kolaboratif adalah sebagai berikut: menyajikan. dan negosiasi. Pada pendekatan ini. Perilaku supervisor dilakukan secara bertahap. memecahkan permasalahan. yang pada gilirannya nanti akan berpengaruh dalam pembentukan aktivitas individu. 3. proses dan kriteria dalam melaksanakan proses percakapan terhadap mas alah yang dihadapi oleh guru. pendekatan dalam supervisi berhubungan pada dua arah yaitu dari arah atas ke bawah (top down) dan dari arah bawah ke atas (bottom up). Perilaku supervisor dilakukan secara berkesinambungan. 23 . mulai dari permasalahan yang di alami oleh para guru di lapangan dan kemudian dicari pemecahan masalahnya (problem solving). Biasanya pendekatan ini diterapkan pada guru -guru yang tukang kritik dan guru yang terlalu sibuk. Dengan demikian. Pendekatan kolaboratif didasarkan pada psikologi kognitif yang dalam prinsipnya menyatakan bahwa belajar adalah hasil paduan antara kegiatan individu dengan lingkungan. Biasanya pendekatan ini diterapkan pada guru-guru yang profesional. mendengarkan.permasalahan.

metode langsung dan tidak langsung. Melalui supervisi akademik. ada lima langkah dalam pembinaan kemampuan guru antara lain: menciptakan hubungan yang harmonis. yang berupa penguasaan murid atas mata pelajaran yang diajarkan. pelaksanaan supervisi akademik. model supervisi yang bersifat ilmiah. pertemuan individual. Pendekatan yang diterapkan dalam memberikan supervisi kepada guru-guru berdasarkan prototipe guru berbeda-beda. intervisitasi. Orientasi diartikan sebagai salah satu wacana yang ingin dikembangkan terkait dengan tindakan-tindakan nyata yang dilakukan oleh supervisor dalam rangka pengembangan diri. Ada empat model yang berkembang dalam supervisi pendidikan yaitu: model supervisi yang konvensional (tradisional). Visi supervisi pendidikan adalah pandangan jauh ke depan yang dapat diciptakan oleh supervisor dalam melihat kebutuhan-kebutuhan baik bagi pengembangan kelembagaan maupun pengembangan personal. dan model supervisi artistik. rapat sekolah.BAB IV PENUTUP A. demonstrasi mengajar. Ada beberapa metode dan teknik supervise yang dapat dilakukan pengawas. 24 . in-service training. Kesimpulan Supervisi adalah pengawasan profesional dalam bidang akademik yang dijalankan berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan tentang bidang kerjanya. kunjungan sekolah (school visit). Sedangkan strategi merupakan seperangkat tindakan yang seharusnya dilakukan untuk mencapai tujuan dengan mengakomodasi segenap kemampuan sekolah yang dimiliki. penilaian keberhasilan supervisi akademik. workshop/lokakarya. analisa kebutuhan. bulletin supervisi. dan perbaikan program supervisi akademik. Sedangkan misi supervisi pendidikan adalah untuk mengoptimalkan pencapaian sasaran akademik. bulletin bord. dan kunjungan rumah. pendekatan non-direktif untuk guru yang profesional. kunjungan kelas (class visit). memahami tentang pembelajaran lebih mendalam dari sekedar pengawas biasa. antara lain: teknik kelompok dan perorangan. antara lain: pendekatan direktif untuk guru yang tidak bermutu. model supervisi klinis. dan pendekatan kolaboratif untuk guru yang tukang kritik dan guru yang terlalu sibuk.

B. orientasi dan strategi. Saran Di penghujung abad kedua puluh dan memasuki milenium ketiga yang ditandai dengan era globalisasi. termasuk sumber daya pendidikan. 25 . baik dari segi definisi. Potensi sumber daya guru itu perlu terus-menerus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara profesional. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan. langkah-langkah pembinaan kemampuan guru. guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabatan (pre-service education) maupun program pendidikan dalam jabatan ( in-service education). serta model dan pendekatan dalam supervisi pendidikan. Itulah sebabnya ulasan mengenai perlunya supervisi pendidikan. Selain itu. semua bangsa berusaha untuk meningkatkan sumber daya manusia. teknik dan metode. visi dan misi. Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified (well training and well qualified).

(1982). N (1993).com/2010/04/21/metode-dan-teknik-supervisi-pendidikan http://gojali-pendidikan.J. (1998). (2003).wordpress. 1992. Jakarta: Depdikbud. --------------.2003. Pedoman Kerja Pelaksanaan Supervisi. (2006). (1989). --------------. Piet A. Metode dan Teknik Supervisi. Depdiknas. Jakarta: Depdikbud. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan.blogspot. Dasar-Dasar Supervisi. http://jeperis. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Hariwung. Sudarwan. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Dikdasmen. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan. (2004). Sahertian. Bandung: Angkasa. Dasar-Dasar Proses Belajar-Mengajar. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Visi Baru Manajemen Sekolah. Pedoman Supervisi Pengajaran. (2007). Oteng. Jakarta: Rineka Cipta. Dadang. Depdikbud. Jakarta: Rineka Cipta. Bandung: Rosdakarya. Suharsimi. Sutisna. (2008). Purwanto. Pedoman Kerja Pelaksanaan Supervisi. --------------. Bandung: Mutiara Ilmu. Bandung: Sinar Baru. (1982). Jakarta: Depdikbud. Ngalim. A. Pidarta. (1996). Danim.com/2011/03/metode-dan-teknik-supervisi-pendidikan 26 . Pedoman Supervisi Pengajaran. Supervisi Pendidikan. Supervisi Bantuan Profesional. Made.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Nana. Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. (2008). Jakarta: Ditjen Dikdasmen. Suhardan. Jakarta: Bumi Aksara. Sudjana.

27 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful