Kutu Kebul (Bemisia tabaci) Ordo : Homoptera; Famili : Aleyrodidae

Gejala Serangan Kerusakan langsung pada tanaman disebabkan oleh imago dan nimfa yang menghisap cairan daun, berupa gejala becak nekrotik pada daun akibat rusaknya sel ± sel dan jaringan daun. Eksresi kutu kebul menghasilkan madu yang merupakan media yang baik untuk tempat tumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan proses fotosintesa tidak berlangsung normal. Selain kerusakan langsung oleh isapan imago dan nimfa, kutu kebul sangat berbahaya karena dapat bertindak sebagai vektor virus. Sampai saat ini tercatat 60 jenis virus yang ditularkan oleh kutu kebul antara lain : Geminivirus, Closterovirus, Nepovirus, Carlavirus, Potyvirus, Red-shape DNA Virus. Tanaman Inang Lain Kutu kebul merupakan hama yang sangat polifag menyerang berbagai jenis tanaman, antara lain tanaman hias, sayuran, buah ± buahan maupun tumbuhan liar atau gulma. Tanaman inang utama kutu kebul sekitar 67 famili yang terdiri atas 600 spesies tanaman (Asteraceae, Brassicaceae, Cucurbitaceae, Solanaceae, dll). Beberapa contoh tanaman budidaya yang menjadi inang kutu kebul antara lain kentang, kubis, tomat, mentimun, terung, buncis, selada, bunga potong, ubi jalar, singkong, kedelai, tembakau, lada, mangga, dan tanaman liar yang paling disukai adalah babadotan (Ageratum conyzoides) Morfologi/Bioekologi Telur berbentuk lonjong agak lengkung seperti pisang, berwarna kuning terang, berukuran panjang antara 0,2 ± 0,3 mm, yang biasanya diletakkan dipermukaan bawah daun, pada daun teratas (pucuk) (Gambar sebelah kanan). Serangga betina lebih menyukai daun yang telah terinfeksi virus mozaik kuning sebagai tempat untuk meletakkan telurnya daripada daun sehat. Rata ± rata banyaknya telur yang diletakkan pada daun yang terserang virus adalah 77 butir, sedangkan pada daun sehat hanya 14 butir. Betina umumnya mampu menghasilkan telur sekitar 160 butir dan akan menetas antara 5 ± 9 hari tergantung inang spesies, temperatur dan kelembaban udara. Nimfa terdiri atas tiga instar. Instar ke-1 berbentuk bulat telur dan pipih, berwarna kuning kehijauan, dan bertungkai yang berfungsi untuk merangkak. Nimfa instar ke-2 dan ke-3 tidak bertungkai, dan selama masa pertumbuhannya hanya melekat pada daun. Lama stadium nimfa rata ± rata 9,2 hari. Imago tubuhnya berukuran kecil antara 1 ± 1,5 mm, berwarna putih, dan sayapnya jernih ditutupi lapisan lilin yang bertepung (Gambar 8). Serangga dewasa biasanya berkelompok pada bagian permukaan daun, dan bila tanaman tersentuh biasanya akan berterbangan seperti kabut atau kebul putih. Lama siklus hidup (telur ± nimfa ± imago) kutu kebul pada tanaman sehat rata ± rata 24,7 hari, sedangkan pada tanaman terinfeksi virus mosaik kuning hanya 21,7 hari.

Jika saat pengamatan ditemukan 7 ekor kutu daun /10 tanaman contoh atau persentase kerusakan oleh serangan hama pengisap telah mencapai 15% per tanaman contoh dianjurkan menggunakan pestisida kimia sintetik yang terdaftar dan diizinkan oleh Menteri Pertanian. Penggunaan pestisida nabati Nimba. cabai atau tomat dengan tagetes untuk mengurangi risiko serangan. c. Eretmocerus corni. serentak dan seluas mungkin. Sanitasi lingkungan. 4. Tagetes. orok ± orok dan kacang panjang sebagai barier dan memperbanyak populasi agens hayati. Pengaturan jarak tanam yang tidak terlalu rapat. Oceania dan Amerika. kentang. Biologi 1. Jawa. Kultur teknis 1. 2. tidak perorangan. di antaranya virus gemini. Pengendalian a. Pemanfaatan musuh alami seperti parasitoid Encarcia formosa. Eretmocerus. Menanam pinggiran lahan dengan tanaman jagung. Sisa tanaman yang terserang dikumpulkan dan dimusnahkan. Bacillus thuringiensis. Scymus syriacus. Beauveria bassiana. Metarhizium anisopliae. dan patogen serangga seperti: Entomophthora. Verticillum sp. Coenosia attenuate. dan Cucurbitaceae seperti mentimun). 02 April 2010 ) Abstrak Salah satu penyakit tanaman cabai di Indonesia yang pada saat ini banyak ditemukan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Sulawesi. atau Rumput Laut. misalnya yang berbahan aktif seperti diafentiuron. Pergiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman bukan inang virus (terutama bukan famili Solanaceae seperti tomat. 2. 2. dan tiametoksam. Pemutakhiran Terakhir ( Friday. dan Irian Jaya. NTT Kalimantan. terutama mengendalikan gulma berdaun lebar babadotan dan ciplukan yang dapat menjadi tanaman inang virus. Paecilomyces farinorus. 3. b. Fisik/Mekanik 1. Fransklinothrips vespiformis. Deracocoripallens. d. tagetes. Tumpang sari antara tanaman sayuran. Pemasangan kelambu di pembibitan dan tanaman barrier dilapangan . Pergiliran tanaman harus per hamparan.Pencaran Di dunia hama ini telah ada di benua Asia. Euscius hibisci. 5. predator Coccinella septempunctate. Maluku. Pemasangan perangkap likat berwarna kuning (40 buah per ha). 3. Delphastus pusillus. Di Indonesia hama ini di laporkan terdapat di seluruh pulau antara lain Sumatera. cabai. Kimiawi 1. Eropa. NTB. Afrika. Bali. . Eceng Gondok.

Dalam jangka panjang penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah penyakit virus yang disebabkan oleh virus gemini pada tanaman cabal dan mengetahui mekanisme pengendalian kutu kebul sebagai vektor. biologi dan kimia) di lapangan. Jawa Timur dan mengakibatkan kerusakan sebesar 30%. pengedalian secara kimia melalui pemilihan insektisida yang ada di pasaran untuk mengetahui efektivitas terhadap kutu kebul. tabaci. dan pada tanaman tomat di Jawa Barat dan tanaman cabai di Sumatera. Hasil penelitian di Lampung Barat menunjukkan bahwa semakin tinggi populasi kutu kebul. yaitu vektor kutu kebul Bemisia tabaci. B. (7) Studi biologi dan efektivitas musuh alami (8) Uji efektivitas insektisida di lapang. Sedan gkan tahun kedua yaitu: (5) Uji coba tanaman barrier dan repelen. Hasil penelitian tahun pertama yang telah dicapai adalah telah ditemukannya 30 an jenis tanaman budidaya dan tumbuhan liar yang biasa dijumpai di sekitar pertanaman cabai dataran tinggi di Lampung. Upaya pengendalian serangga vektor tampaknya perlu mendapat prioritas yang sangat tinggi. kutu kebul. Keterjadian penyakit kuning ternyata sangat dipengaruhi oleh populasi serangga vektor. dan (4) Pengendalian kutu kebul dengan insektida di rumah kaca. maka keterjadian penyakit kuning pada tanaman cabai makin tinggi. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendapatkan teknik pengendalian dengan cara budidaya melalui kajian kisaran inang dan dinamika populasi kutu kebul. Tumbuhan liar babadotan (Ageratum conyzoides L) ternyata merupakan inang yang sangat baik bagi kutu kebul. (6) Dinamika populasi kutu kebul dan keterjadian penyakit (lanjutan). dan tahun ketiga (9) Uji teknik terpadu (budidaya. Infeksi virus gemini juga telah terdeteksi pada tanaman cabai di daerah Jawa Barat. Penelitian tersebut akan dilanjutkan dengan memadukan dari berbagai teknik yang diperoleh di lapangan sehingga dapat memberikan andil dalam pengendalian terpadu penyakit kuning. Pengendalian secara kimia dapat ditempuh melalui uji efektivitas insektisida yang ada di pasaran. (2) Dinamika populasi kutu kebul dan keterjadian penyakit. Virus gemini hanya dapat ditularkan oleh vektor. Dengan demikian keberadaan tumbuhan ini perlu mendapat perhatian dalam budidaya tanaman cabal. Berdasarkan fakta tersebut di atas. tabaci. Untuk mencapai tujuan tersebut beberapa tahap penelitian yang telah dilaksanakan pada tahun pertama adalah: (1) Kajian kisaran inang kutu kebul . DI Yogyakarta dan Kalimantan Selatan. (3) Sampling dan identifikasi musuh alami.Penyakit pada cabai yang disebabkan oleh virus gemini disebut Penyakit Kuning. Upaya tersebut ditempuh dengan melakukan kajian secara biologi mengenai kisaran inang dan dinamika populasi serangga vektor. pengendalian secara biologi melalui eksplorasi musuh alami baik predator maupun parasitoid. Di Indonesia virus gemini pertama kali diketahui menyerang tanaman tembakau di Bojonegoro. beberapa di antaranya dapat menjadi inang kutu kebul. Selanjutnya dilaksanakan juga kajian eksplorasi musuh alami sebagai salah satu upaya pengendalian vektor. diperlukan upaya mencari terobosan pengendalian virus gemini dari beberapa aspek yang dapat memberikan andil bagi pengendalian penyakit kuning pada cabai. . B.

dan gulma berdaun lebar serta tanaman hias. Gejala virus pada tanaman ini bervariasi dari mulai belang hijau. Dua jenis insektisida tersebut terbukti lebih balk daripada tiga jenis insektisida lain yang telah diuji. kacang-kacangan. musuh alami yang efektif. Hartono 2003 dan Sulandari 2004). Lampung dan lain-lain (Hidayat 2003.7 kb. Pengendalian Penyakit Kuning Keriting Pada Tanaman Cabai Sejak awal tahun 2003 terjadi epidemik serangan penyakit kuning keriting di berbagai daerah seperti Yogyakarta. tanaman tumbuh tidak normal menjadi lebih kerdil dibandingkan dengan tanaman sehat. PVY. Adapun insektisida yang dianggap memiliki kemampuan mengendalikan B. PVX ) tidak bereaksi (Duriat dan Gunaeni 2003). Gejala penyakit tanaman cabai pada umumnya berwarna mosaik kuning atau hijau muda mencolok. malformasi daun (mengkerut. menyimpulkan bahwa DNA isolat Baranangsiang dan Cugenang berukuran sama yaitu 1. dan pertumbuhannya kerdil. tabaci adalah insektisida berbahan aktif Buprofezin dan Karbaril. Semua antisera untuk virus yang menyerang cabai (CMV. karena penularan secara mekanis pada berbagai tanaman indikator tidak bereaksi. Di Lembang gejala seperti ini ditemukan pada 2 tanaman cabai di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) pada tahun 1992. Dalam proses penelitian ini digunakan indikator antara (proxy indicator) berupa diketahuinya tanaman barrier dan repelen. dan sebagian lagi berupa parasitoid. Hidayat et al. (1999) mengidentifikasi virus Gemini pada cabai dari Baranangsiang. dan Cugenang dengan metode PCR. urat daun menguning sampai kuning mencolok. Setelah tiga tahun. Magelang. serta kombinasi teknik pengendalian terpadu kutu kebul. Jawa Barat. sedangkan DNA isolat Segunung berukuran 1. ToMV. Di lapangan virus ini ditularkan oleh vektor kutu kebul Satu ekor vektor mampu menularkan virus dan membuat tanaman sakit. insektisida yang efektif. Penyebab Penyakit kuning keriting pada cabai disebabkan oleh dengan bentuk partikel segi lima secara berpasangan atau kembar. TMV. keriting). Partikel virus Gemini kadang-kadang ada yang hanya satu atau malah tiga partikel berdekatan. gejala hanya muncul pada tanaman cabai yang ditulari secara penyambungan. Kadang-kadang pucuk menumpuk keriting diikuti dengan bentuk helaian daun menyempit atau cekung. cekung. Segunung. korelasi antara dinamika populasi kutu kebul dan keterjadian penyakit. yang waktu itu dikelompokkan pada . Sebagian musuh alami tersebut merupakan predator. . Gemini pada cabai dari Baranangsiang.Hasil penelitian yang lain adalah ditemukannya lebih dari 10 spesies musuh alami B. dari penelitian ini diharapkan dapat diketahui teknik pengendalian terpadu kutu kebul sehingga mampu menekan penyakit kuning pada tanaman cabai. tabaci. Tanaman inang virus dan vektornya cukup banyak dari berbagai jenis sayuran seperti terung-terungan.5 kb. Musuh alami kutu kebul yang paling efektif adalah kumbang macan. Masa inkubasi virus dalam tanaman antara 10-15 hari. Laju penyebaran penyakit bertambah sesuai dengan peningkatan populasi vektor.

TMV. Hidayat et al. ToMV. sedangkan DNA isolat Segunung berukuran 1. Di lapangan virus ini ditularkan oleh vektor kutu kebul Satu ekor vektor mampu menularkan virus dan membuat tanaman sakit. keriting).php?option=com_content&ta. Gejala virus pada tanaman ini bervariasi dari mulai belang hijau. malformasi daun (mengkerut. dan Cugenang dengan metode PCR. Laju penyebaran penyakit bertambah sesuai dengan peningkatan populasi vektor.5 kb. Segunung. menyimpulkan bahwa DNA isolat Baranangsiang dan Cugenang berukuran sama yaitu 1. yang waktu itu dikelompokkan pada . karena penularan secara mekanis pada berbagai tanaman indikator tidak bereaksi. cekung. Musuh alami kutu kebul yang paling efektif adalah kumbang macan. Partikel virus Gemini kadang-kadang ada yang hanya satu atau malah tiga partikel berdekatan. . Gemini pada cabai dari Baranangsiang. (1999) mengidentifikasi virus Gemini pada cabai dari Baranangsiang.7 kb. Magelang. Penyebab Penyakit kuning keriting pada cabai disebabkan oleh dengan bentuk partikel segi lima secara berpasangan atau kembar.Sejak awal tahun 2003 terjadi epidemik serangan penyakit kuning keriting di berbagai daerah seperti Yogyakarta. gejala hanya muncul pada tanaman cabai yang ditulari secara penyambungan. dan gulma berdaun lebar serta tanaman hias.go. Jawa Barat. PVX ) tidak bereaksi (Duriat dan Gunaeni 2003). Hartono 2003 dan Sulandari 2004). tanaman tumbuh tidak normal menjadi lebih kerdil dibandingkan dengan tanaman sehat. kacang-kacangan. Masa inkubasi virus dalam tanaman antara 10-15 hari.litbang. Lampung dan lain-lain (Hidayat 2003. PVY. Kadang-kadang pucuk menumpuk keriting diikuti dengan bentuk helaian daun menyempit atau cekung..id/index.. Tanaman inang virus dan vektornya cukup banyak dari berbagai jenis sayuran seperti terung-terungan. urat daun menguning sampai kuning mencolok. sumber : http://hortikultura. Di Lembang gejala seperti ini ditemukan pada 2 tanaman cabai di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) pada tahun 1992. dan pertumbuhannya kerdil. Gejala penyakit tanaman cabai pada umumnya berwarna mosaik kuning atau hijau muda mencolok. Semua antisera untuk virus yang menyerang cabai (CMV.deptan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful