P. 1
Sistem Berkas

Sistem Berkas

|Views: 1,378|Likes:
Published by Smenohu

More info:

Published by: Smenohu on Jun 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

Sections

  • Berkas Dan Akses
  • File
  • 1.Kelompok Data Tetap
  • 2.Kelompok Data Tak Tetap
  • 3.Kelompok Data Yang Bertambah Menurut Waktu
  • 1.MASTER FILE;
  • 2.TRANSACTION FILE
  • 3.REPORT FILE
  • 4.WORK FILE
  • 5.PROGRAM FILE
  • 6.TEXT FILE
  • 7.DUMP FILE
  • 8.LIBRARY FILE
  • 9.HISTORY FILE
  • FILE FUNGSI
  • 1.INPUT FILE;
  • 2.OUTPUT FILE;
  • 3.INPUT / OUTPUT FILE;
  • Program File Input File Output File I / O File
  • Note :
  • 1.Direct Access;
  • 2.Sequential Access;
  • 2. Update;
  • 3. Retrieval;
  • 1. Comprehensive Retrieval;
  • 2. Selective Retrieval;
  • 4.Maintenance;
  • Restructuring
  • Reorganization
  • Sistem File :
  • Tugas dari sistem file :
  • Media Penyimpanan
  • RAM (Random Access Memory);
  • ROM (Read Only Memory);
  • HIERARKI STORAGE
  • Odd Parity (Parity Ganjil);
  • Even Parity (Parity Genap);
  • Contoh :
  • Jawab :
  • Odd Parity
  • Even Parity
  • Representasi Data dan Pengalamatan
  • Cara Pengaksesan Record yang Disimpan pada Disk Pack
  • Organisasi Berkas dan Metoda Akses pada Magnetic Disk
  • Keuntungan Penggunaan Magnetic Disk
  • Keterbatasan Penggunaan Magnetic Disk
  • Menghitung Kapasitas Penyimpanan pada Tape Contoh :
  • Menghitung Waktu Akses pada Tape Diketahui :
  • Hitung :
  • Jawab : 1 block 1 record;
  • 1 block 20 record;
  • Organisasi Berkas dan Metode Akses pada Magnetic Tape
  • Soal 1;
  • Soal 2;
  • 3. Header Record; 4. Detail Record; 5. Footer Record;

BERKAS DAN AKSES MATERI KULIAH

BAB 1 : SISTEM FILE
     Pengertian Berkas / File Klasifikasi file berdasarkan fungsi Klasifikasi file berdasarkan model pengaksesan Jenis-jenis pengorganisasian file Pengoperasian file

BAB 2

: MEDIA PENYIMPANAN FILE
           Jenis-jenis media penyimpanan Magnetic tape Representasi data Parity dan Error Control Sistem Block Menghitung kapasitas penyimpanan dan waktu akses Magnetic Disk Karakteristik secara fisik Representasi data dan pengalamatan Organisasi berkas dan metode akses Keuntungan dan keterbatasan penggunaan magnetic disk

BAB 3

: ORGANISASI BERKAS SEQUENTIAL
    Pengertian berkas sequential Pembuatan berkas sequential Retrieval berkas sequential Update terhadap berkas sequential

BAB 4 : ORGANISASI BERKAS RELATIF
 Pengertian berkas relatif  Teknik pemetaan langsung  Teknik pengalamatan mutlak  Teknik pengalamatan relatif  Teknik pencarian tabel  Teknik kalkulasi alamat  Division remainder  Mid square  Folding  Perbandingan ketiga teknik kalkulasi alamat
Sistem Berkas / Erna Diast

BAB 5

: ORGANISASI BERKAS INDEKS SEQUENTIAL
 Pengertian berkas indeks sequential  Struktur indeks  Struktur pohon biner  Struktur pohon B+  Pendekatan pohon B+  Indeks block dan data block  Penyajian indeks secara fisik  Prime & overflow data area

 Masalah collision  Teknik pengalokasian synonym key  Open addressing  Separate overflow  Pendekatan terhadap masalah collision  Linier probing  Double hashing  Synonym chaining  Bucket addressing

BAB 6

: ORGANISASI BERKAS DENGAN BANYAK KEY
    Pengertian pengaksesan berkas dengan banyak key Organisasi inverter file Organisasi multi-list file Perbandingan

BAB 7

: SORT & MERGE FILE
    

BAB 8

: PENGENALAN KONTROL INPUT / OUTPUT
     Definisi dan persyaratan kontrol I/O Direktori berkas dan kontrol informasi Kontrol peralatan Manajemen saluran Manajemen buffer

Pengertian sort dan merge file Natural merge Balanced merge Polyphase merge Cascade merge

Sistem Berkas / Erna Diast

TUJUAN BERKAS DAN AKSES
 Dapat memahami organisasi berkas serta manipulasinya.  Dapat menjelaskan organisasi berkas dan manajemen.  Dapat menjelaskan file storage.  Dapat menjelaskan macam-macam device.  Manipulasi file : sorting dan merging.  Mampu bekerja dengan berbagai jenis organisasi berkas.

Sistem Berkas / Erna Diast

REFERENSI
♦ Bunawan & Kalya P., Seri Diktat Kuliah, Berkas dan Akses, Penerbit Gunadarma, 1990. ♦ Loomis M. E. S., Data Management And File Structures, Second Edition, Prentice Hall International, 1989. ♦ Date, C.J., An Introduction To Database Systems, 5th Edition, Addison-Wesley Reading, MA, 1991. ♦ Szymanski R.A. at all, Introduction To Computers And Information Systems, Second Edition, Macmilan Publishing Company, 1991. ♦ Tharp A.L., File Organization And Processing, John Willey & Son, New York, 19988.

Sistem Berkas / Erna Diast

Pada berkas dan akses penyimpanan data dilakukan secara fisik. paling tidak dalam kurun waktu yang lama. 3. Kelompok Data Tak Tetap Kelompok data yang secara rutin mengalami perubahan. File Kumpulan dari record-record yang saling berhubungan. 6. Kelompok Data Tetap Kelompok data yang tidak mengalami perubahan. Kelompok Data Yang Bertambah Menurut Waktu Kelompok data ini biasanya merupakan data akumulasi dari kelompok data tetap dan data tak tetap. Contoh : Data pribadi mahasiswa. 2. 4. 2. Contoh : Data transkrip. Master File (Berkas Induk) Transaction File (Berkas Transaksi) Report File (Berkas Laporan) Work File (Berkas Kerja) Program File (Berkas Program) Text File (Berkas Teks) Dump File (Berkas Tampung) Library File (Berkas Pustaka) History File (Berkas Sejarah) Sistem Berkas / Erna Diast . 5. Klasifikasi Data 1. 9. Contoh : Data rencana studi mahasiswa. 8. 3. 7. KLasifikasi File 1. pengelolaan dan penyimpanan data pada alat penyimpan eksternal.BAB 1 SISTEM FILE Berkas Dan Akses Sistem penyimpanan.

nama dan alamat. MASTER FILE. Contoh : Berkas pelanggan yang berisi field nomor rekening. Meng-update dapat berupa : Penambahan record. Dynamic Master File. File tersebut dapat dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar. Adalah file yang berisi data yang relatif tetap. penghapusan dan perbaikan record. TRANSACTION FILE Adalah file yang berisi record-recod yang akan memperbaharui / meng-update recordrecord yang ada pada master file. 2. Contoh : • • 2. REPORT FILE Adalah file yang berisi data yang dibuat untuk laporan / keperluan user.1. Contoh : Organisasi sebuah pabrik : * Payroll Master File * Customer Master File * Personnel Master File * Inventory Master FIle Ada 2 jenis Master File : 1. 3. Berkas stock barang Berkas pemesanan tempat duduk Sistem Berkas / Erna Diast . Reference Master File. File yang berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun waktu tertentu atau berdasarkan suatu peristiwa transaksi. File yang berisi record yang tak berubah / jarang berubah.

sekumpulan transaksi yang telah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan. TEXT FILE Adalah file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah text editor program. WORK FILE Merupakan file sementara dalam sistem. HISTORY FILE File ini merupakan tempat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dan transaction file. Suatu work file merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke program lain.4. 7. bahasa assembler dan bahasa mesin. sesuai dengan kegiatan yang terjadi. mencatat tentang kegiatan peng-update-an. 8. 9. 6. program utilitas atau program lainnya. dan lain-lain). File ini berisikan data yang selalu bertambah. Text file hanya dapat diproses dengan text editor. Instruksi tersebut dapat ditulis dalam bahasa tingkat tinggi (COBOL. sehingga file ini terus berkembang. DUMP FILE Adalah file yang digunakan untuk tujuan pengamanan (security). BASIC. FORTRAN. 5. Sistem Berkas / Erna Diast . LIBRARY FILE Adalah file yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi. Biasanya file ini dibuat pada waktu proses sortir. PROGRAM FILE Adalah file yang berisi instruksi-instruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain / pada memori utama.

TIME CARD SORT PROGRAM SORT WORKFILE SORTED TIMECARDS PAYROLL MASTER PAY RECORD UPDATE PROGRAM REJECT TIMECARDS PAYCHECKS DETAIL RECONCILIATIO N DETAIL LIST UTILITY PROGRAM PAYCHECK WRITER PROGRAM RECONCILIATION REPORT WRITER PROGRAM REJECT REPORT PAYCHECKS RECONCILATION REPORT Sistem Berkas / Erna Diast .Contoh : Gambar di bawah ini menunjukkan system flow diagram dari suatu sistem penggajian sementara untuk menghasilkan paycheck berdasarkan timecard dan payroll information.

Contoh : • Report file merupakan output dari program yang meng-update master file. Output 3. Adalah file yang hanya dapat dibaca dengan program. • Program file yang berupa object code merupakan output file dari program compiler. FILE Time cards Sort Program Sort Work File Sorted – Time Cards Payroll Master Pay Record Update Program Reject Time Cards Pay Check Detail Reconciliation Detail List Utility Program Reject Report Paycheck Writer Program Pay Checks Reconciliation Report Writer Program Reconciliation Report FUNGSI Transaction Program Work Transaction Master Program Work Work Work Program Report Program Report Program Report MODEL AKSES FILE Ada 3 model akses yang mungkin oleh sebuah program terhadap file. Input 2.Tabel dibawah ini menunjukkan klasifikasi file dari sistem flow diagram. Input / Output 1. OUTPUT FILE. Sistem Berkas / Erna Diast . Contoh : • Transaction file merupakan input file untuk meng-update program • Program file dari source code merupakan input file untuk program compiler 2. Adalah file yang hanya dapat ditulis oleh sebuah program / file yang dibuat dengan program. INPUT FILE. yaitu : 1.

Sort 2. Direct Access Sequential Access 1. Ada 4 teknik dasar organisasi file. Pay record update 3. INPUT / OUTPUT FILE. Sistem Berkas / Erna Diast . Reconciliation report writer 5. yaitu : 1. List utility Note : Input File timecard sorted timecards paycheck detail reconciliation detail reject timecards Output File sorted timecards reject timecards paycheck deetail reconciliation detail paychecks reconciliation report reject report I / O File sort workfile payroll master Sebuah file mempunyai lebih dari satu fungsi jika digunakan oleh lebih dari satu program. yaitu : 1. Contoh : • Master File (Berkas Induk) • Work File dengan sort program (Berkas Kerja) Tabel di bawah ini menunjukkan model akses dari sistem flow diagram.3. Adalah file yang dapat dibaca dari dan ditulis ke selama eksekusi program. Relative 3. Sequential 2. Program File 1. Indexed Sequential 4. Multi – Key Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya. Direct Access. ORGANISASI FILE Adalah suatu teknik atau cara yang digunakan menyatakan dan menyimpan record-record dalam sebuah file. 2. Paycheck writer 4.

2. Interactive. Creation.  Menurut operasi file ada 4 cara : 1. Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok. Sequential Access. yaitu : 1. Membuat file dengan cara merekam record demi record.Adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung. yang didahului pengaksesan record-record di depannya. menentukan banyak record baru. Adalah suatu cara pengaksesan record. yaitu record demi record. Update. 2. Sistem Berkas / Erna Diast . tanpa mengakses seluruh record yang ada. Contoh : Magnetic Disk. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi file : • • • Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses Respontime yang diperlukan Cara memilih organisasi file tidak terlepas dari 2 aspek utama. Batch. Model Penggunaannya Model Operasi File  Menurut penggunaannya ada 2 cara : 1. Suatu proses yang dilakukan secara satu persatu. Contoh : Magnetic Tape. kemudian record-record dimuat ke dalam file tersebut. 2.   2. Membuat struktur file lebih dahulu.

for angkatan = 93 4. Insert / Add. Perubahan yang dibuat terhadap file dengan tujuan memperbaiki penampilan program dalam mengakses file tersebut. File Retrieval terbagi 2. Volume data rendah. Inquiry. 3.  Restructuring Perubahan struktur file.Untuk menjaga agar file tetap up to date. panjang record dirubah. Mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu. Mendapatkan informasi dari semua record dalam sebuah file. Misalnya : Panjang field diubah. Misalnya : Sistem Berkas / Erna Diast . penambahan field baru. Deletion. menjadi organisasi file yang lain. Report Generation. yaitu : 1. Modification. Volume data tinggi. model proses interactive. Comprehensive Retrieval.  Reorganization Perubahan organisasi file dari organisasi yang satu. Contoh : * List for gaji = 100000 * List nama. Selective Retrieval. npm. Maintenance. model proses batch. Retrieval. alamat 2. Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi. Contoh : * Display all * List nama.

umumnya hanya dapat di created dan digunakan untuk sekali proses.* Dari organisasi file sequential menjadi indeks sequential. Tugas dari sistem file :  Memelihara direktori dari identifikasi file dan lokasi informasi.  Untuk transaction file. retrieval from dan maintenanced.  Untuk report file umumnya tidak di-update. device access dan buffer.  Menetukan jalan (pathway) bagi aliran data antara main memory dan alat penyimpan sekunder.  Mengkoordinasi komunikasi antara CPU dan alat penyimpan sekunder dan sebaliknya. Sistem file ini juga yang mengatur direktori. bila penggunaan input atau output telah selesai.  Mengatur file.  Menyiapkan file penggunaan input atau output. update dan retrieved from tapi tidak dapat kita maintenanced.  Untuk work file kita dapat melakukan created. * Dari direct menjadi sequential. Sistem Berkas / Erna Diast . retrieve from atau maintenanced. tanpa memperhatikan detail dari karakteristik dan waktu penyimpanan. Secara umum dapat disimpulkan :  Untuk master file dan program file kita dapat melakukan created. update. Sistem File : Sebuah sistem file sangat membantu para programmer untuk memungkinkan mereka mengakses file.

Input Storage Area. Penyimpanan instruksi-instruksi untuk pengolahan. Primary storage section. Sistem Berkas / Erna Diast . 4. ALU section adalah bagian dari CPU. Tempat dimana pemrosesan data dilakukan. Penyimpanan informasi yang telah diolah untuk sementara waktu sebelum disalurkan ke alat-alat output. Output Storage Area. Program Storage Area. 6. Untuk menampung data yang dibaca. 5.BAB 2 MEDIA PENYIMPANAN BERKAS Media Penyimpanan Adalah peralatan fisik yang menyimpan representasi data. Media penyimpanan / storage atau memori dapat dibedakan atas 2 bagian : 1) Primary Memory 2) Secondary Memory ⇒ Primary Storage (Internal Storage) ⇒ Secondary Storage (External Storage) Primary Memory (Main Memory) Ada 4 bagian di dalam Primary Storage. CONTROL UNIT SECTION PROGRAM STORAGE AREA WORKING STORAGE AREA PRIMARY STORAGE SECTION INPUT STORAGE AREA OUTPUT STORAGE AREA ARITHMETIKA LOGICAL UNIT SECTION Control unit section. yaitu : 3. Working Storage Area.

dikerjakan oleh pabrik. Memori yang dapat diprogram ileh user. Pengisian ROM dengan program maupun data. data yang diprogram akan disimpan secara permanen. Dimana data-data dapat ditulis maupun dibaca pada lokasi dimana saja di dalam memori. PROM dapat diprogram oleh user / pemakai. Berkas data atau program tidak akan hilang. Jadi ROM tidak termasuk sebagai memori yang dapat kita pergunakan untuk programprogram yang kita buat. EEPROM dapat dihapus dan diprogram ulangs ecara elektrik tanpa memindahkan chip dari circuit board. Non Volatile Storage. Berkas data atau program akan hilang.  ROM (Read Only Memory). Memori yang hanya dapat dibaca. Bagian dari main memory yang dapat kita isi dengan data atau program dari disket atau sumber lain. RAM bersifat volatile. Tipe-tipe lain dari ROM chip :  PROM (Programmable Read Only Memory). sekalipun listrik dipadamkan. bila listrik dipadamkan.Berdasarkan hilang atau tidaknya berkas data atau berkas program di dalam storage. Primary Memory Komputer terdiri atas 2 bagian :  RAM (Random Access Memory). ROM biasanya sudah ditulisi program maupun data dari pabrik dengan tujuan-tujuan khusus. Sistem Berkas / Erna Diast .  EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory). Jenis memori yang dapat diprogram oleh user. yaitu : 1) 2) Volatile Storage. Misal : diisi penterjemah (intrepreter) bahasa BASIC. Jenis dari memori yang hanya dapat diprogram. ROM bersifat non volatile. EPROM dapat dihapus dan diprogram ulang.  EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory).

Oleh sebab itu alat penyimpan data yang permanen sangat diperlukan. Alat tersebut dinamakan Secondary Memory (Auxiliary Memory) atau backing storage. punched card. Contoh : Magnetic disk. floopy disk. punched paper tape. Direct Access Storage Device (DASD).Secondary Memory (Auxiliary Memory) Memori dari CPU sangat terbatas sekali dan hanya dapat menyimpan informasi untuk sementara waktu. Contoh : Magnetic tape. Beberapa pertimbangan di dalam memilih alat penyimpan :        Cara penyusunan data Kapasitas penyimpan Waktu akses Kecepatan transfer data Harga Persyaratan pemeliharaan Standarisasi HIERARKI STORAGE Faster access time Primary Storage Larger capacity and Lower cost per-bit storage Direct Access Storage Device Sequential Access Storage Device SIstem Berkas / Erna Diast . Informasi yang disimpan pada alat-alat tersebut dapat diambil dan ditransfer pada CPU pada saat diperlukan. mass storage. Ada 2 jenis Secondary Storage : • • Serial / Sequential Access Storage Device (SASD).

Satuan yang digunakan density adalah bytes per-inch (bpi). Magnetisasi positif menyatakan 1 bit. Jumlah data yang ditampung tergantung pada model tape yang digunakan. Mekanisme aksesnya adlah tape drive. Untuk tape yang panjangnya 2400 feet. 8 track dipakai untuk merekam data dan track yang ke-9 untuk koreksi kesalahan. sedangkan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya (tergantung tipe komputer dari pabriknya).MAGNETIC TAPE Magnetic tape adalah model pertama dari pada secondary memory. Tape terdiri atas 9 track. lebarnya ½ inch dan tebalnya 2 mm. Tape ini juga dipakai untuk alat input / output dimana informasi dimasukkan ke CPU dari tape dan informasi diambil dari CPU lalu disimpan pada tape lainnya. Panjang tape pada umumnya 2400 feet. Representasi Data dan Density pada Magnetic Tape Data direkam secara digit pada media tape sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan ferroksida.000 karakter. dapat menampung kira-kira 23. Bpi (bytes per-inch) ekivalen dengan characters perinch. penyimpanan data pada tape adalah dengan cara sequential. Salah satu karakteristik yang penting dari tape adalah Density (kepadatan) dimana data disimpan. Data disimpan dalam bintik kecil yang bermagnit dan tidak tampak pada bahan plastik yang dilapisi ferroksida.000. Umumnya density dari tape adalah 1600 bpi dan 6250 bpi. Flexible plastiknya disebut Mylar. Density adalah fungsi dari media tape dan drive yang digunakan untuk merekam data ke media tape. Sistem Berkas / Erna Diast .

tetapi jika jumlah 1 bitnya masih ganjil. maka parity bit (yang terletak pada track ke-9) adalah 0 bit. tetapi jika jumlah 1 bitnya masih genap. Ada 2 macam parity check : (Dilakukan oleh komputer secara otomatis tergantung jenis komputer yang digunakan).  Odd Parity (Parity Ganjil). jika untuk merekam data digunakan odd parity dan even SIstem Berkas / Erna Diast . Jika jumlah 1 bitnya sudah ganjil. maka parity bitnya adalah 1 bit. Bila kita merekam data dengan menggunakan even parity. Jika data direkam dengan menggunakan Odd Parity. maka parity bitnya adalah 1 bit. Jika jumlah 1 bitnya sudah genap. maka parity bit (yang terletak pada track ke-9) adalah 0 bit. maka jumah 1 bit (yang merepresentasikan suatu karakter) adalah Genap. Contoh : Track 1 2 3 4 5 6 7 8 parity ? : : : : : : : : 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 Bagaimana isi dari track ke-9.Parity dan Error Control pada Magnetic Tape Salah satu teknik untuk memeriksa kesalahan data pada magnetic tape adalah dengan teknik parity check. maka jumlah 1 bit (yang merepresentasikan suatu karakter) adalah Ganjil.  Even Parity (Parity Genap).

Jawab : Odd Parity Track 9 Even Parity Track 9 : 0 0 1 1 1 0 : 1 1 0 0 0 1 Sistem Block pada Magnetic Tape Data yang dibaca dari atau ditulis ke tape dalam suatu group karakter disebut block. 6. Ukuran block dapat mempengaruhi jumlah data/record yang dapat disimpan dalam tape. Suatu block adalah jumlah terkecil dari data yang dapat ditransfer antara secondary memory dan primary memory pada saat akses. Bagian dari tape yang menunjukkan data block dan interblock gap. Sistem Berkas / Erna Diast Akses langsung terhadap record lambat Masalah lingkungan Memerlukan penafsiran terhadap mesin Proses harus sequential (bersifat SASD) . Diantara 2 block terdapat ruang yang kita sebut sebagai Gap (interblock gap). Keterbatasan penggunaan magnetic tape : 4.6 inch. 7. Panjang masing-masing gap adalah 0. Sebuah block dapat terdiri dari satu atau lebih record. Sebuah block dapat merupakan physical record. 5. Keuntungan penggunaan magnetic tape :      Panjang record tidak terbatas Density data tinggi Volume penyimpanan datanya besar dan harganya murah Kecepatan transfer data tinggi Sangat efisien bila semua/kebanyakan record dari sebuah tape file memerlukan pemrosesan seluruhnya (bersifat serial / sequential).

Access arm dengan read / write head yang posisinya diantara piringan-piringan. Banyak track pada piringan menunjukkan karakteristik penyimpanan pada lapisan permukaan. Permukaannya dilapisi dengan metal-oxide film yang mengandung magnetisasi seperti pada magnetic tape. Kedua sisi dari setiap piringan digunakan untuk menyimpan data. yang terdiri dari beberapa tumpukan piringan aluminium. kapasitas disk drive dan mekanisme akses. Disk mempunyai 200 – 800 track per-permukaan (banyaknya track pada piringan adalah tetap). Setiap piringan diameternya 14 inch (8 inch pada mini disk) dan menyerupai piringan hitam. Ada disk drive yang dibuat built-in dengan disk pack. kecuali pada permukaan yang paling atas dan paling bawah tidak digunakan untuk menyimpan data. Disk controller menangani perubahan kode dari pengalamatan record. Dalam sebuah pack / tumpukan umumnya terdiri dari 11 piringan. Juga arm pada permukaan luar hanya dapat mengakses separuh data. dimana pengambilan dan penyimpanan representasi datanya pada permukaan piringan. access arm. termasuk pemilihan drive yang tepat dan perubahan kode dari posisi data yang dibutuhkan disk pack Sistem Berkas / Erna Diast . Pada magnetic disk kecepatan rata-rata rotasi piringannya sangat tinggi. Sedangkan disk pack yang dapat dipindahkan disebut removable. Pada disk pack yang terdiri dari 11 piringan mempunyai 20 permukaan untuk menyimpan data. read / write head dan mekanisme untuk rotasi pack.MAGNETIC DISK RAMAC (Random Access) adalah DASD pertama yang dibuat oleh industri komputer. disk pack disusun pada disk drive yang didalamnya mempunyai sebuah controller. Karakteristik Secara Fisik pada Magnetic Disk Disk Pack adalah jenis alat penyimpanan pada magnetic disk. Data disimpan dalam track. Untuk mengakses. karena pada bagian tersebut lebih mudah terkena kotoran / debu dari pada permukaan yang di dalam. sehingga disk pack ini tidak dapat dipindahkan yang disebut non-removable.

Kerugiannya bila terjadi situasi dimana read / write head berbenturan dengan permukaan penyimpanan record pada disk. yaitu :  Metode Silinder. Susunan piringan pada disk pack berputar terus-menerus dengan kecepatan perputarannya 3600 per-menit. Pengalamatan berdasarkan nomor silinder. jadi bila suatu disk pack dengan 200 track per-permukaan. Tidak seperti pada tape. Controller juga mengatur buffer storage untuk menangani masalah deteksi kesalahan. maka mempunyai 200 silinder. Jika ada 11 piringan. perputaran disk tidak berhenti di antara piringan-piringan pada device. hal ini disebut sebagai head crash.  Metode Sektor. Semua track dari disk pack membentuk suatu silinder. Bagian nomor permukaan dari pengalamatan record menunjukkan permukaan silinder record yang disimpan. Kemampuan mengakses secara direct pada disk menunjukkan bahwa record tidak selalu diakses secara sequential. Sistem Berkas / Erna Diast . nomor permukaan dan nomor record. Ada 2 yeknik dasar untuk pengalamatan data yang disimpan pada disk. koreksi kesalahan dan mengontrol aktivitas read / write head. Setiap sektor adalah storage area untuk banyaknya karakter yang tetap. Representasi Data dan Pengalamatan Data pada disk juga di block seperti data pada magnetic tape. Nomor sektor yang diberikan oleh disk controller menunjukkan track mana yang akan diakses dan pengalamatan record terletak pada track yang mana. Data dari disk dipindahkan ke sebuah buffer pada main storage computer untuk diakses oleh sebuah program. Pemanggilan sebuah block adalah banyaknya data yang diakses pada sebuah storage device. maka nomor permukaannya dari 0 – 19 (1 – 20). Pengalamatan dari nomor record menunjukkan dimana record terletak pada track yang ditunjukkan dengan nomor silinder dan nomor permukaan. Setiap track dari pack dibagi ke dalam sektor-sektor. Pengalamatan recordnya berdasarkan nomor sektor. nomor track dan nomor permukaan.pada drive.

Access arm dipindahkan. Sistem mekanik yang digunakan oleh kumpulan posisi dari access-arm sedemikian sehingga read / write head dari pengalamatan permukaan menunjuk ke track. Keuntungan lain pendekatan keseragaman kapasitas adalah file dapat ditempatkan pada disk tanpa merubah lokasi nomor sektor (track atau cylinder) pada file. Movable-Head Disk Access Movable-head disk drive mempunyai sebuah read/write head untuk setiap permukaan penyimpanan recordnya. Keseragaman kapasitas dicapai dengan penyesuaian density yang tepat dari representasi data untuk setiap ukuran track. Semua access-arm pada device dipindahkan secara serentak tetapi hanya head yang aktif yang akan menunjuk ke permukaan. meskipun diameter tracknya berlainan. Sistem Berkas / Erna Diast . ACCESS TIME = SEEK TIME (pemindahan arm ke cylinder) + HEAD ACTIVATION TIME (pemilihan track) + ROTATIONAL DELAY (pemilihan record) + TRANSFER TIME • Seek Time. Maka disk akan berputar hingga menunjuk record pada lokasi read / write head.Setiap track pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama. sehingga posisi read / write head terletak pada silinder yang tepat. Read / write head ini menunjuk ke track yang aktif. Adalah waktu yang dibutuhkan untuk menggerakkan read / write head pada disk ke posisi silinder yang tepat. Adalah waktu yang dibutuhkan untuk menggerakkan read / write head pada disk ke posisi track yang tepat. • Head Activational Time. Cara Pengaksesan Record yang Disimpan pada Disk Pack Disk controller merubah kode yang ditunjuk oleh pengalamatan record dan menunjuk track yang mana pada device tempat record tersebut. Kemudian data akan dibaca dan ditransfer melalui channel yang diminta oleh program dalam komputer.

Fixed . Adalah waktu yang dibutuhkan untuk perputaran piringan sampai posisi record yang tepat. Disk yang menggunakan fixed-head disk drive mempunyai kapasitas dansdensity yang lebih kecil dibandingkan dengan disk yang menggunakan movable-head disk drive. • Transfer Time.Head Disk Access Disk yang mempunyai sebuah read / write head untuk setiap track pada setiap permukaan penyimpanan. ACCESS TIME = HEAD-ACTIVATION TIME + ROTATIONAL DELAY + TRANSFER TIME Banyaknya read / write head menyebabkan harga dari fixed-head disk drive lebih mahal dari movable-head disk drive. Keuntungan Penggunaan Magnetic Disk    Akses terhadap suatu record dapat dilakukan secara sequential atau direct.• Rotational Delay (Lateney). yang mekanisme pengaksesannya tidak dapat dipindahkan dari cylinder ke cylinder. Respon time cepat. Adalah waktu yang menunjukkan kecepatan perputaran dan banyaknya data yang ditransfer. Harga lebih mahal. Organisasi Berkas dan Metoda Akses pada Magnetic Disk Untuk membentuk suatu berkas di dalam magnetic disk bisa dilakukan secara sequential. Sedangkan untuk mengambil suatu data dari berkas yang disimpan dalam disk. index-sequential ataupun direct. Keterbatasan Penggunaan Magnetic Disk 3. Waktu yang dibutuhkan untuk mengakses suatu record lebih cepat. Sistem Berkas / Erna Diast . bisa dilakukan secara langsung dengan menggunakan direct access method atau dengan sequential access method (secara sequential).

Jawab : 1 block 1 record.+ 0.Menghitung Kapasitas Penyimpanan pada Tape Contoh : Kita ingin membandingkan berapa banyak record yang dapat disimpan dalam tape.6 in/gap * 1 gap/block 6250 char/in tape tersebut berisi 46753 record.= 46753 block/tape 100 char/rec 1 rec/block * --------------. density 6250 bpi dan panjang gap 0. 2400 ft/tape * 12 in/ft --------------------------------------------------------------------. 2400 ft/tape * 12 in/ft -------------------------------------------------------------------.6 inch. bila : 1 block berisi 1 record 1 record = 100 character dengan 1 block berisi 20 record 1 record = 100 character panjang tape yang digunakan adalah 2400 feet.+ 0.6 in/gap * 1 gap/block 6250 char/in tape tersebut berisi = 20 * 31304 = 626080 record. Sistem Berkas / Erna Diast . 1 block 20 record.= 31304 block/tape 100 char/rec 20 rec/block * --------------.

Jawab : 1 block 1 record. 46753 block/tape * 0.55 sec/tape waktu akses yang dibutuhkan tape tersebut adalah 10. Organisasi Berkas dan Metode Akses pada Magnetic Tape Untuk membaca / menulis pada suatu magnetic tape adalah secara sequential.004 sec/gap * 1 gap/block 200 in/sec = 190. Maka dapat dikatakan organisasi data pada file di dalam tape dibentuk secara sequential dan metode aksesnya juga sequential.+ 2338 block/tape * 0.016 in/block = ----------------------------------------.004 sec/gap * 1 gap/block 200 in/sec = 10.Menghitung Waktu Akses pada Tape Diketahui : Kecepatan akses tape untuk membaca / menulis adalah 200 inch / sec. 1 block 20 record. SIstem Berkas / Erna Diast . Hitung : Waktu akses yang dibutuhkan tape tersebut. Waktu yang dibutuhkan untuk berhenti dan mulai pada waktu terdapat gap adalah 0. dengan menggunakan data pada contoh sebelumnya.32 in/block = -------------------------------------.75 sec/tape waktu akses yang dibutuhkan tape tersebut adalah 190. Artinya untuk mendapatkan tempat suatu data maka data yang di depannya harus dilalui lebih dahulu.55 sec.+ 46753 block/tape * 0.004 second. 2338 block/tape * 0.75 sec.

Odd Parity : : : : : : : : 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 Bagaimana isi dari track ke-9. jika untuk merekam data digunakan : Sistem Berkas / Erna Diast .Latihan Pandang suatu bagian dari tape yang berisi : Track 1 2 3 4 5 6 7 8 a. Even Parity b.

Jika kecepatan pemindahan data adalah 100 inchi / sec.75 inch. Record yang panjangnya 40 character akan disimpan pada tape yang panjangnya 2400 feet. Densitas suatu tape adalah 1600 bpi dan panjang interblock gap adalah 0.Latihan Soal 1. Ditanya : ♦ Berapa banyak record yang dapat disimpan jika dalam 1 block berisi 1 record ? ♦ Berapa banyak record yang dapat disimpan jika dalam 1 block berisi 10 record ? Soal 2. Waktu yang diperlukan untuk melewati interblock gap adalah 0. Ditanya : ♦ Berapa waktu yang diperlukan untuk membaca tape tersebut (untuk 1 block berisi 1 record dan 1 block berisi 10 record) ? SIstem Berkas / Erna Diast .1 second.

Sistem yang dikonfigurasikan untuk fungsi berkas tertentu. Keuntungan Kemampuan untuk mengakses record berikutnya secara tepat. seperti magnetic disk. Pola Akses Adalah penentuan akses berdasarkan field tertentu. Pada umumnya komputer dihubungkan dengan sedikit tape drive. Media Penyimpanan Disimpan dalam SASD. • Alasan untuk menyimpan pada DASD : 7. 8.BAB 3 ORGANISASI BERKAS SEQUENTIAL Pengertian Berkas Sequential Adalah merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan recordrecord dalam sebuah berkas. seperti magnetic tape atau pada DASD. selalu disimpan dalam disk. Sistem Berkas / Erna Diast . Keterbatasan Tidak dapat mengakses langsung pada record yang diinginkan. sehingga tidak cukup untuk menunjang program aplikasi yang banyak membutuhkan berkas sekuensial.

9. Pengumpulan data 11. Perubahan data dalam bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin 12. sequential. yang bergantung pada jumlah data yang dihasilkan. Pembuatan Berkas Sequential Meliputi penulisan record-record dalam serangkaian yang diinginkan pada media penyimpanan. Header Record. Sistem Berkas / Erna Diast . 5. Retrieve dari sebuah berkas dapat dibagi 2. Detail Record. 4. Tugas-tugasnya : 10. Retrieval Terhadap Berkas Sequential Record pada berkas sequential di retrieve secara berurutan. semakin tidak baik bila menggunakan organisasi Semakin tinggi hit ratio. Pengeditan data 13. Footer Record. yaitu : Report Generation dan Inquiry.   Semakin rendah hit ratio. Penyortiran edit data Pembuatan Berkas Laporan 3. semakin baik bila menggunakan organisasi sequential. Hit Ratio Banyaknya record yang harus diakses untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dibagi dengan banyaknya record dalam berkas tersebut . Karakteristik lalu lintas saluran dan kapasitas saluran pada sistem dapat dibuat menguntungkan dengan cara memisahkan berkas-berkas dalam media penyimpanan. Pemeriksaan transaksi yang ditolak 14.

Modify an existing record Sistem Berkas / Erna Diast . semakin tinggi biaya pemrosesannya. maka Semakin sering master file di-update. semakin lama proses peng-update-an Semakin tinggi kebutuhan akan data yang baru pada master file. Insert a new record 4.    Semakin tinggi file activity ratio. JENIS UPDATE 3. Delete an existing record 5. Generation File File yang memiliki nama yang sama tapi berbeda generasinya. master file. semakin sering file tersebut diakses.Update Terhadap Berkas Sequential Frekuensi dimana sebuah master file harus di-update bergantung pada faktor-faktor :  Tingkat perubahan data  Ukuran dari master file  Kebutuhan yang mendesak dari data yang sedang berjalan pada master file  File activity ratio File Activity Ratio Banyaknya record pada master file yang di-update dibagi dengan banyaknya record pada master file.

Catatan : • Kita tidak perlu mengakses semua record master file.BAB 4 ORGANISASI BERKAS RELATIF ♦ PENGERTIAN BERKAS RELATIF Suatu cara yang efektif dalam mengorganisasi sekumpulan record yang membutuhkan akses sebuah record dengan cepat. Berkas relatif harus disimpan dalam media DASD. ♦ PROSES Pada waktu sebuah record ditulis kedalam berkas relatif. Hubungan ini dinyatakan sebagai R. seperti magnetic disk atau drum. 6. Sistem Berkas / Erna Diast . fungsi pemetaan R digunakan untuk menerjemahkan NILAI KEY DARI RECORD menjadi ADDRESS. yang merupakan fungsi pemetaan : R(NILAI KEY) ADDRESS dari nilai key ke address dalam penyimpanan sekunder. cukup mengakses langsung record yang dikehendaki. dimana record tersebut disimpan.

• Record dari berkas relatif dapat di update langsung tanpa perlu merekam kembali semua record. insert. tampa mempengaruhi record lain dalam berkas yang sama. Sebuah record dapat di retrieve. modifikasi atau di delete. • Keuntungan dari berkas relatif ini adalah kemampuan mengakses record secara langsung. Sistem Berkas / Erna Diast .

pada penyimpanan sekunder. KELEMAHAN sangat Pemakai harus mengetahui dengan pasti record-record yang disimpan secara fisik. • Pengalamatan Relatif R(NILAI KEY) ADDRESS NILAI KEY = ALAMAT RELATIF Sistem Berkas / Erna Diast KEUNTUNGAN Fungsi pemetaan R sederhana . Ada 2 cara dalam pemetaan langsung. Merupakan address space dependent.Ada 3 teknik dasar yang digunakan untuk menyatakan fungsi pemetaan R. dimana R(NILAI KEY) ADDRESS. Teknik Pemetaan Langsung (Direct Mapping) Teknik ini merupakan teknik yang sederhana untuk menerjemahkan nilai record key menjadi address. yaitu : • Absolute Addressing (Pengalamatan Mutlak) • Relative Addressing (Pengalamatan Relatif) • Pengalamatan Mutlak R(NILAI KEY) ADDRESS NILAI KEY = ALAMAT MUTLAK Nilai key yang diberikan oleh pemakai program sama dengan ADDRESS SEBENARNYA dari record tersebut pada penyimpanan sekunder. dimana berkas berada akan mengubah nilai key. yaitu : 1. dalam menentukan lokasi record Perbaikan atau pengubahan device. Reorganisasi berkas relatif akan menyebabkan nilai key berubah. Tidak membutuhkan waktu lama Merupakan device dependent.

setelah nilai key dalam direktori ditentukan. karena nilai key tersebut akan diterjemahkan menjadi alamat. yang berubah adalah alamat dalam direktori. Salah satu kelemahan dari teknik pengalamatan relatif adalah ruang harus disediakan sebanyak jangkauan nilai key. • Nilai key adalah address space independent. Sistem Berkas / Erna Diast . dimana reorganisasi berkas tak akan memepengaruhi nilai key. bukan device dependent Nilai key dari sebuah record dapat Merupakan address space dependent ditentukan lokasi recordnya dalam Terjadinya pemborosan ruangan sebuah penyimpanan sekunder tanpa memerlukan waktu proses yang berarti. NPM. hasilnya adalah alamat relatif. • Nilai key dapat berupa field yang mudah dimengerti seperti PART NUMBER. Teknik Pencarian Tabel (Directory Look Up) Dasar pemikiran pendekatan pencarian tabel adalah sebuah tabel atau direktori dari nilai key dan address. 3. terlepas dari berapa banyak nilai key. Teknik Kalkulasi Alamat R (NILAI KEY) ADDRESS Adalah dengan melakukan kalkulasi terhadap nilai key. 2. Keuntungan dari Pencarian Tabel : • Sebuah record dapat diakses dengan cepat.KEUNTUNGAN KELEMAHAN Fungsi pemetaan R sangat sederhana.

Teknik-teknik yang terdapat pada kalkulasi alamat : • • • • • • Scatter storage techniques Randomizing techniques Key-to-address transformation methods Direct addressing techniques Hash table methods Hashing 7. Synonim adalah dua atau lebih nilai key yang berbeda pada hash ke home address yang sama. • Nilai key adalah address space independent bila berkas direorganisasi. Keuntungan: • Nilai key yang sebenarnya dapat dipakai karena diterjemahkan kedalam sebuah alamat.Salah satu masalah dari teknik ini adalah ditemukannya alamat relatif yang sama untuk nilai key yang berbeda. Kelemahan : • Membutuhkan waktu proses dalam mengimplementasikan fungsi hash. SIstem Berkas / Erna Diast . Hashing Kalkulasi terhadap nilai key untuk mendapatkan sebuah alamat disebut fungsi hash. fungsi hash berubah tetapi nilai key tetap. Keadaan dimana : R(K1) = R(K2) K1 ≠ K2 disebut benturan atau collision Sedangkan nilai key K1 dan K2 disebut synomin.

• Pembagi harus diseleksi untuk mengurangi benturan. • Banyaknya record yang dapat disimpan pada alamat tertentu tanpa menyebabkan benturan. • Walaupun telah ditentukan pembagi dengan baik untuk mengatasi benturan. Penampilan fungsi hash bergantung pada : • Distribusi nilai key yang dipakai • Banyaknya nilai key yang dipakai relatif terhadap ukuran dari ruang alamat. • Teknik yang dipakai untuk mengatasi benturan Beberapa fungsi hash yang umum digunakan : ♦ Division Remainder Alamat relatif dari suatu nilai key merupakan sisa dari hasil pembagian nilai key tersebut dengan suatu bilangan yang disebut sebagai bilangan pembagi. Sistem Berkas / Erna Diast . Untuk mengukur kepenuhan berkas relatif digunakan Load Factor (Faktor Muat).• Membutuhkan waktu proses dan akses I/O dalam mengatasi benturan. maka peluang terjadinya benturan akan meningkat. • Menurut riset dari W.Buchholz. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan pembagi : • Jangkauan dari nilai key yang dihasilkan dari opersi KEY MOD DIV adalah 0 sampai DIV-1. bila ruang alamat dari berkas relatif mendekati penuh. • Bukan bilangan prima yang mempunyai faktor prima kurang dari 20 akan dapat memberikan jaminan penampilan yang lebih baik. sebaiknya pembagi itu merupakan bilangan prima.

Load Factor = banyak record dalam berkas max. banyak record pada berkas adalah 1. 4000 = 5000 Bilangan pembagi : 5003 123456789 5003 = 24676 sisa 2761 + 1 alamat relatif 987654321 5003 = 197412 sisa 2085 + 1 alamat relatif Jadi alamat relatif didapat dari sisa pembagian + 1 ♦ Mid Square Hashing Untuk mendapatkan alamat relatif. nilai key dikuadratkan. kemudian beberapa digit diambil dari tengah .8. Sistem Berkas / Erna Diast .25 n Contoh : Kita ingin membuat berkas yang terdiri dari 4000 record. maka max. banyak record dalam berkas Jadi jika kita ingin menyimpan sebanyak n record pada suatu berkas dan load factor adalah 0.25) . n 0.25) n = (1.8 maka max.25 n. banyak record pada berkas : (1.8 = max max = 1. Load Factor (Faktor muat) = 0.

digit yang tertinggi dibuang (bila diperlukan). nilai key dibagi alamat relatif. 17 1 Untuk alamat relatif = 2 = 8 2 Kita mulai dari digit ke 8 dihitung dari kiri. ♦ Hashing by folding Untuk mendapatkan alamat relatif. setiap bagian (kecuali bagian terakhir) mempunyai jumlah digit yang sama dengan Bagian-bagian ini kemudian dilipat (seperti kertas) dan dijumlah. 1 2345 6789 1 2345 6789 Menghasilkan : Sistem Berkas / Erna Diast . maka alamat relatif = 8750 (karena ditentukan 4 digit sebagai alamat relatif). dari nilai key 123456789 = 17 digit. menjadi beberapa bagian.Jumlah nilai key yang dikuadratkan. Hasilnya. Contoh : Nilai key 123456789 dan alamat relatif sebanyak 4 digit.

kecuali panjang nilai key = panjang address. Sistm Berkas / Erna Diast . • Teknik Mid Square dapat dipakai untuk file dengan load factor cukup rendah akan memberikan penampilan baik tetapi kadangkadang dapat menghasilkan penampilan yang buruk dengan beberapa collision.1 2345 9876 + 1 3221 alamat relatif ♦ Perbandingan fungsi Hash • Teknik Division Remainder memberikan penampilan yang terbaik secara keseluruhan. • Teknik folding adalah teknik yang paling mudah dalam perhitungan tetapi dapat memberikan hasil yang salah.

♦ Pendekatan terhadap masalah Collision Ada 2 pendekatan dasar untuk menetapkan dimana K2 harus disimpan. yaitu di overflow area yang dipakai hanya untuk menyimpan record-record yang tak dapat disimpan di home addressnya. yaitu : • Open Addressing Menemukan address yang bukan home address untuk K2 dalam berkas relatif. Contoh : K1 = 1 R1 K1 Overflow area K2 Sistem Berkas / Erna Diast K2 = 1 . Contoh : K1 = 1 R1 K1 R2 K2 K2 = 1 • Separate Overflow Menemukan address untuk K2 diluar dari primary area dalam berkas relatif.

Load Factor < 0. • Linear Probing Merupakan teknik open addresing • Double hashing Dapat dipakai selain open addressing atau separate overflow. tetapi akan mengurangi waktu akses untuk me-retrieve record-record yang tak ada di home addressnya. yang dapat dipakai selain open addressing atau separate overflow. Adapun link list record-record dengan home address yang sama tak akan mengurangi jumlah collision.Ada 2 teknik untuk mengatasi collision : • Double Hashing. • Perbandingan Linear Probing dan Double Hashing Berkas dengan load factor kurang dari 0.5 pada linear probing akan menghasilkan synonim yang mengelompok.5 : Double Hashing = Linear Probing. Load Factor > 0. • Synonim Chaining Pendekatan pemecahan collision yang mengakses synonim dengan fasilitas link list untuk record-recordnya dalam kelas ekivalen. sedangkan double hashing synonimnya berpencar. Address dari record yang dihash kembali dapat terletak pada primary area atau di separate overflow area.8 : Double Hashing > Linear Probing. Contoh : Sistem Berkas / Erna Diast .

. ...... Evans . 0 1 2 3 ... R23 R24 R25 Flint .KEY Adams Bates Coll Dean Evans Flint HOME ADDRESS 20 21 20 21 24 20 ACTUAL ADDRESS 20 21 22 23 24 25 R20 .. R22 Coll .. Adams . 21 Bates . Dean .. Flint .. gambar hashing dengan synonim chaining HOME PRIMARY DATA ADDRESS AREA 20 Adams . 22 23 Sistem Berkas / Erna Diast OVERFLOW AREA Coll ... Dean . R21 Bates .

Jika file terdiri dari N record.. Contoh : KEY Green Hall Jenk King Land Mark Nutt HOME ADDRESS 30 30 32 33 33 33 33 Sistem Berkas / Erna Diast . address space akan terdiri dari B(M+1) record.24Evans . maka : Factor Muat = N B(M + 1) Record-record yang disimpan dalam sebuah bucket dapat dikelola dalam : • Dapat disisipkan dalam urutan berdasarkan penempatannya di bucket. • Bucket Addressing Pendekatan lain dalam mengatasi collision adalah hash ke dalam block atau bucket yang dapat memberikan tempat sejumlah record. Contoh : Sebuah berkas relatif mempunyai relatif address space dari 0 sampai M dan sebuah bucket berukuran B record . • Dapat dipertahankan urutan nilai key-nya.

.... King . Jenks .. Land .. overflow Sistem Berkas / Erna Diast .BUCKET ADDRESS 30 31 32 33 BUCKET CONTENTS Green . Hall . Marks .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->