BERKAS DAN AKSES MATERI KULIAH

BAB 1 : SISTEM FILE
     Pengertian Berkas / File Klasifikasi file berdasarkan fungsi Klasifikasi file berdasarkan model pengaksesan Jenis-jenis pengorganisasian file Pengoperasian file

BAB 2

: MEDIA PENYIMPANAN FILE
           Jenis-jenis media penyimpanan Magnetic tape Representasi data Parity dan Error Control Sistem Block Menghitung kapasitas penyimpanan dan waktu akses Magnetic Disk Karakteristik secara fisik Representasi data dan pengalamatan Organisasi berkas dan metode akses Keuntungan dan keterbatasan penggunaan magnetic disk

BAB 3

: ORGANISASI BERKAS SEQUENTIAL
    Pengertian berkas sequential Pembuatan berkas sequential Retrieval berkas sequential Update terhadap berkas sequential

BAB 4 : ORGANISASI BERKAS RELATIF
 Pengertian berkas relatif  Teknik pemetaan langsung  Teknik pengalamatan mutlak  Teknik pengalamatan relatif  Teknik pencarian tabel  Teknik kalkulasi alamat  Division remainder  Mid square  Folding  Perbandingan ketiga teknik kalkulasi alamat
Sistem Berkas / Erna Diast

BAB 5

: ORGANISASI BERKAS INDEKS SEQUENTIAL
 Pengertian berkas indeks sequential  Struktur indeks  Struktur pohon biner  Struktur pohon B+  Pendekatan pohon B+  Indeks block dan data block  Penyajian indeks secara fisik  Prime & overflow data area

 Masalah collision  Teknik pengalokasian synonym key  Open addressing  Separate overflow  Pendekatan terhadap masalah collision  Linier probing  Double hashing  Synonym chaining  Bucket addressing

BAB 6

: ORGANISASI BERKAS DENGAN BANYAK KEY
    Pengertian pengaksesan berkas dengan banyak key Organisasi inverter file Organisasi multi-list file Perbandingan

BAB 7

: SORT & MERGE FILE
    

BAB 8

: PENGENALAN KONTROL INPUT / OUTPUT
     Definisi dan persyaratan kontrol I/O Direktori berkas dan kontrol informasi Kontrol peralatan Manajemen saluran Manajemen buffer

Pengertian sort dan merge file Natural merge Balanced merge Polyphase merge Cascade merge

Sistem Berkas / Erna Diast

TUJUAN BERKAS DAN AKSES
 Dapat memahami organisasi berkas serta manipulasinya.  Dapat menjelaskan organisasi berkas dan manajemen.  Dapat menjelaskan file storage.  Dapat menjelaskan macam-macam device.  Manipulasi file : sorting dan merging.  Mampu bekerja dengan berbagai jenis organisasi berkas.

Sistem Berkas / Erna Diast

REFERENSI
♦ Bunawan & Kalya P., Seri Diktat Kuliah, Berkas dan Akses, Penerbit Gunadarma, 1990. ♦ Loomis M. E. S., Data Management And File Structures, Second Edition, Prentice Hall International, 1989. ♦ Date, C.J., An Introduction To Database Systems, 5th Edition, Addison-Wesley Reading, MA, 1991. ♦ Szymanski R.A. at all, Introduction To Computers And Information Systems, Second Edition, Macmilan Publishing Company, 1991. ♦ Tharp A.L., File Organization And Processing, John Willey & Son, New York, 19988.

Sistem Berkas / Erna Diast

6. Contoh : Data transkrip. 2. paling tidak dalam kurun waktu yang lama. Klasifikasi Data 1. Contoh : Data rencana studi mahasiswa. Kelompok Data Tak Tetap Kelompok data yang secara rutin mengalami perubahan. Pada berkas dan akses penyimpanan data dilakukan secara fisik. Kelompok Data Yang Bertambah Menurut Waktu Kelompok data ini biasanya merupakan data akumulasi dari kelompok data tetap dan data tak tetap. Kelompok Data Tetap Kelompok data yang tidak mengalami perubahan. 7.BAB 1 SISTEM FILE Berkas Dan Akses Sistem penyimpanan. 2. Master File (Berkas Induk) Transaction File (Berkas Transaksi) Report File (Berkas Laporan) Work File (Berkas Kerja) Program File (Berkas Program) Text File (Berkas Teks) Dump File (Berkas Tampung) Library File (Berkas Pustaka) History File (Berkas Sejarah) Sistem Berkas / Erna Diast . 9. 4. KLasifikasi File 1. pengelolaan dan penyimpanan data pada alat penyimpan eksternal. 8. 3. 5. 3. Contoh : Data pribadi mahasiswa. File Kumpulan dari record-record yang saling berhubungan.

Contoh : Berkas pelanggan yang berisi field nomor rekening. File yang berisi record yang tak berubah / jarang berubah. TRANSACTION FILE Adalah file yang berisi record-recod yang akan memperbaharui / meng-update recordrecord yang ada pada master file. File tersebut dapat dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar. Meng-update dapat berupa : Penambahan record. Contoh : Organisasi sebuah pabrik : * Payroll Master File * Customer Master File * Personnel Master File * Inventory Master FIle Ada 2 jenis Master File : 1. penghapusan dan perbaikan record. Adalah file yang berisi data yang relatif tetap. MASTER FILE. REPORT FILE Adalah file yang berisi data yang dibuat untuk laporan / keperluan user. Dynamic Master File. 2. Reference Master File. File yang berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun waktu tertentu atau berdasarkan suatu peristiwa transaksi. 3.1. nama dan alamat. Berkas stock barang Berkas pemesanan tempat duduk Sistem Berkas / Erna Diast . Contoh : • • 2.

bahasa assembler dan bahasa mesin. DUMP FILE Adalah file yang digunakan untuk tujuan pengamanan (security). 6. TEXT FILE Adalah file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah text editor program. sekumpulan transaksi yang telah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan. 5. mencatat tentang kegiatan peng-update-an. Text file hanya dapat diproses dengan text editor. HISTORY FILE File ini merupakan tempat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dan transaction file. 7. sehingga file ini terus berkembang. sesuai dengan kegiatan yang terjadi. Suatu work file merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke program lain. PROGRAM FILE Adalah file yang berisi instruksi-instruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain / pada memori utama. Sistem Berkas / Erna Diast . dan lain-lain).4. BASIC. 8. Instruksi tersebut dapat ditulis dalam bahasa tingkat tinggi (COBOL. 9. LIBRARY FILE Adalah file yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi. WORK FILE Merupakan file sementara dalam sistem. File ini berisikan data yang selalu bertambah. Biasanya file ini dibuat pada waktu proses sortir. FORTRAN. program utilitas atau program lainnya.

TIME CARD SORT PROGRAM SORT WORKFILE SORTED TIMECARDS PAYROLL MASTER PAY RECORD UPDATE PROGRAM REJECT TIMECARDS PAYCHECKS DETAIL RECONCILIATIO N DETAIL LIST UTILITY PROGRAM PAYCHECK WRITER PROGRAM RECONCILIATION REPORT WRITER PROGRAM REJECT REPORT PAYCHECKS RECONCILATION REPORT Sistem Berkas / Erna Diast .Contoh : Gambar di bawah ini menunjukkan system flow diagram dari suatu sistem penggajian sementara untuk menghasilkan paycheck berdasarkan timecard dan payroll information.

FILE Time cards Sort Program Sort Work File Sorted – Time Cards Payroll Master Pay Record Update Program Reject Time Cards Pay Check Detail Reconciliation Detail List Utility Program Reject Report Paycheck Writer Program Pay Checks Reconciliation Report Writer Program Reconciliation Report FUNGSI Transaction Program Work Transaction Master Program Work Work Work Program Report Program Report Program Report MODEL AKSES FILE Ada 3 model akses yang mungkin oleh sebuah program terhadap file. OUTPUT FILE. INPUT FILE. yaitu : 1. Contoh : • Transaction file merupakan input file untuk meng-update program • Program file dari source code merupakan input file untuk program compiler 2. Adalah file yang hanya dapat dibaca dengan program.Tabel dibawah ini menunjukkan klasifikasi file dari sistem flow diagram. Input 2. Output 3. Input / Output 1. Adalah file yang hanya dapat ditulis oleh sebuah program / file yang dibuat dengan program. Sistem Berkas / Erna Diast . Contoh : • Report file merupakan output dari program yang meng-update master file. • Program file yang berupa object code merupakan output file dari program compiler.

Direct Access Sequential Access 1. Indexed Sequential 4. yaitu : 1.3. Reconciliation report writer 5. Multi – Key Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya. 2. Direct Access. Sequential 2. Contoh : • Master File (Berkas Induk) • Work File dengan sort program (Berkas Kerja) Tabel di bawah ini menunjukkan model akses dari sistem flow diagram. Pay record update 3. List utility Note : Input File timecard sorted timecards paycheck detail reconciliation detail reject timecards Output File sorted timecards reject timecards paycheck deetail reconciliation detail paychecks reconciliation report reject report I / O File sort workfile payroll master Sebuah file mempunyai lebih dari satu fungsi jika digunakan oleh lebih dari satu program. INPUT / OUTPUT FILE. ORGANISASI FILE Adalah suatu teknik atau cara yang digunakan menyatakan dan menyimpan record-record dalam sebuah file. Ada 4 teknik dasar organisasi file. Adalah file yang dapat dibaca dari dan ditulis ke selama eksekusi program. Paycheck writer 4. Sistem Berkas / Erna Diast . yaitu : 1. Program File 1. Relative 3. Sort 2.

Model Penggunaannya Model Operasi File  Menurut penggunaannya ada 2 cara : 1. Membuat struktur file lebih dahulu. Batch. Contoh : Magnetic Disk. Membuat file dengan cara merekam record demi record. menentukan banyak record baru. Contoh : Magnetic Tape. Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok. yaitu : 1. 2.  Menurut operasi file ada 4 cara : 1. Sequential Access. 2. Interactive. yang didahului pengaksesan record-record di depannya. Update. kemudian record-record dimuat ke dalam file tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi file : • • • Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses Respontime yang diperlukan Cara memilih organisasi file tidak terlepas dari 2 aspek utama. Creation. Sistem Berkas / Erna Diast .Adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung. tanpa mengakses seluruh record yang ada. Adalah suatu cara pengaksesan record. yaitu record demi record.   2. 2. Suatu proses yang dilakukan secara satu persatu.

Comprehensive Retrieval. model proses batch.Untuk menjaga agar file tetap up to date. Mendapatkan informasi dari semua record dalam sebuah file. model proses interactive. Perubahan yang dibuat terhadap file dengan tujuan memperbaiki penampilan program dalam mengakses file tersebut. menjadi organisasi file yang lain. File Retrieval terbagi 2. 3. Selective Retrieval. Deletion. Retrieval. Misalnya : Sistem Berkas / Erna Diast . Modification. Inquiry. for angkatan = 93 4. Mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu.  Reorganization Perubahan organisasi file dari organisasi yang satu. Volume data rendah. npm.  Restructuring Perubahan struktur file. Contoh : * Display all * List nama. Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi. yaitu : 1. Volume data tinggi. Insert / Add. penambahan field baru. alamat 2. Contoh : * List for gaji = 100000 * List nama. panjang record dirubah. Misalnya : Panjang field diubah. Maintenance. Report Generation.

 Untuk transaction file. device access dan buffer.  Menyiapkan file penggunaan input atau output.  Menetukan jalan (pathway) bagi aliran data antara main memory dan alat penyimpan sekunder. umumnya hanya dapat di created dan digunakan untuk sekali proses. update dan retrieved from tapi tidak dapat kita maintenanced.  Untuk work file kita dapat melakukan created. Secara umum dapat disimpulkan :  Untuk master file dan program file kita dapat melakukan created. Sistem file ini juga yang mengatur direktori. retrieval from dan maintenanced. bila penggunaan input atau output telah selesai. Sistem File : Sebuah sistem file sangat membantu para programmer untuk memungkinkan mereka mengakses file. tanpa memperhatikan detail dari karakteristik dan waktu penyimpanan. update.  Mengatur file. Sistem Berkas / Erna Diast .  Mengkoordinasi komunikasi antara CPU dan alat penyimpan sekunder dan sebaliknya.  Untuk report file umumnya tidak di-update. retrieve from atau maintenanced. * Dari direct menjadi sequential. Tugas dari sistem file :  Memelihara direktori dari identifikasi file dan lokasi informasi.* Dari organisasi file sequential menjadi indeks sequential.

Working Storage Area. Program Storage Area. Media penyimpanan / storage atau memori dapat dibedakan atas 2 bagian : 1) Primary Memory 2) Secondary Memory ⇒ Primary Storage (Internal Storage) ⇒ Secondary Storage (External Storage) Primary Memory (Main Memory) Ada 4 bagian di dalam Primary Storage. 5. Untuk menampung data yang dibaca. Sistem Berkas / Erna Diast . Input Storage Area. Output Storage Area. Primary storage section.BAB 2 MEDIA PENYIMPANAN BERKAS Media Penyimpanan Adalah peralatan fisik yang menyimpan representasi data. CONTROL UNIT SECTION PROGRAM STORAGE AREA WORKING STORAGE AREA PRIMARY STORAGE SECTION INPUT STORAGE AREA OUTPUT STORAGE AREA ARITHMETIKA LOGICAL UNIT SECTION Control unit section. 6. ALU section adalah bagian dari CPU. 4. yaitu : 3. Penyimpanan informasi yang telah diolah untuk sementara waktu sebelum disalurkan ke alat-alat output. Penyimpanan instruksi-instruksi untuk pengolahan. Tempat dimana pemrosesan data dilakukan.

Tipe-tipe lain dari ROM chip :  PROM (Programmable Read Only Memory). sekalipun listrik dipadamkan. Memori yang dapat diprogram ileh user. Non Volatile Storage. Jenis memori yang dapat diprogram oleh user.Berdasarkan hilang atau tidaknya berkas data atau berkas program di dalam storage.  EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory). Jadi ROM tidak termasuk sebagai memori yang dapat kita pergunakan untuk programprogram yang kita buat. Jenis dari memori yang hanya dapat diprogram. Pengisian ROM dengan program maupun data. bila listrik dipadamkan. dikerjakan oleh pabrik.  EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory). yaitu : 1) 2) Volatile Storage. Primary Memory Komputer terdiri atas 2 bagian :  RAM (Random Access Memory). PROM dapat diprogram oleh user / pemakai. data yang diprogram akan disimpan secara permanen. Memori yang hanya dapat dibaca. Bagian dari main memory yang dapat kita isi dengan data atau program dari disket atau sumber lain. Misal : diisi penterjemah (intrepreter) bahasa BASIC. ROM bersifat non volatile.  ROM (Read Only Memory). ROM biasanya sudah ditulisi program maupun data dari pabrik dengan tujuan-tujuan khusus. EPROM dapat dihapus dan diprogram ulang. RAM bersifat volatile. Berkas data atau program akan hilang. EEPROM dapat dihapus dan diprogram ulangs ecara elektrik tanpa memindahkan chip dari circuit board. Dimana data-data dapat ditulis maupun dibaca pada lokasi dimana saja di dalam memori. Berkas data atau program tidak akan hilang. Sistem Berkas / Erna Diast .

Contoh : Magnetic tape. Ada 2 jenis Secondary Storage : • • Serial / Sequential Access Storage Device (SASD). Oleh sebab itu alat penyimpan data yang permanen sangat diperlukan. punched card. Beberapa pertimbangan di dalam memilih alat penyimpan :        Cara penyusunan data Kapasitas penyimpan Waktu akses Kecepatan transfer data Harga Persyaratan pemeliharaan Standarisasi HIERARKI STORAGE Faster access time Primary Storage Larger capacity and Lower cost per-bit storage Direct Access Storage Device Sequential Access Storage Device SIstem Berkas / Erna Diast . Alat tersebut dinamakan Secondary Memory (Auxiliary Memory) atau backing storage. Direct Access Storage Device (DASD). Informasi yang disimpan pada alat-alat tersebut dapat diambil dan ditransfer pada CPU pada saat diperlukan. Contoh : Magnetic disk. punched paper tape.Secondary Memory (Auxiliary Memory) Memori dari CPU sangat terbatas sekali dan hanya dapat menyimpan informasi untuk sementara waktu. floopy disk. mass storage.

Density adalah fungsi dari media tape dan drive yang digunakan untuk merekam data ke media tape. Tape terdiri atas 9 track. penyimpanan data pada tape adalah dengan cara sequential. Panjang tape pada umumnya 2400 feet. Magnetisasi positif menyatakan 1 bit. Representasi Data dan Density pada Magnetic Tape Data direkam secara digit pada media tape sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan ferroksida. Jumlah data yang ditampung tergantung pada model tape yang digunakan. Mekanisme aksesnya adlah tape drive.000 karakter. Tape ini juga dipakai untuk alat input / output dimana informasi dimasukkan ke CPU dari tape dan informasi diambil dari CPU lalu disimpan pada tape lainnya. dapat menampung kira-kira 23. 8 track dipakai untuk merekam data dan track yang ke-9 untuk koreksi kesalahan.000.MAGNETIC TAPE Magnetic tape adalah model pertama dari pada secondary memory. Bpi (bytes per-inch) ekivalen dengan characters perinch. Satuan yang digunakan density adalah bytes per-inch (bpi). Sistem Berkas / Erna Diast . Data disimpan dalam bintik kecil yang bermagnit dan tidak tampak pada bahan plastik yang dilapisi ferroksida. Untuk tape yang panjangnya 2400 feet. Flexible plastiknya disebut Mylar. Umumnya density dari tape adalah 1600 bpi dan 6250 bpi. Salah satu karakteristik yang penting dari tape adalah Density (kepadatan) dimana data disimpan. sedangkan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya (tergantung tipe komputer dari pabriknya). lebarnya ½ inch dan tebalnya 2 mm.

 Even Parity (Parity Genap). Ada 2 macam parity check : (Dilakukan oleh komputer secara otomatis tergantung jenis komputer yang digunakan). maka parity bitnya adalah 1 bit. Jika data direkam dengan menggunakan Odd Parity. maka parity bit (yang terletak pada track ke-9) adalah 0 bit.Parity dan Error Control pada Magnetic Tape Salah satu teknik untuk memeriksa kesalahan data pada magnetic tape adalah dengan teknik parity check. maka jumlah 1 bit (yang merepresentasikan suatu karakter) adalah Ganjil. maka parity bitnya adalah 1 bit.  Odd Parity (Parity Ganjil). maka jumah 1 bit (yang merepresentasikan suatu karakter) adalah Genap. Jika jumlah 1 bitnya sudah ganjil. tetapi jika jumlah 1 bitnya masih genap. Bila kita merekam data dengan menggunakan even parity. jika untuk merekam data digunakan odd parity dan even SIstem Berkas / Erna Diast . tetapi jika jumlah 1 bitnya masih ganjil. maka parity bit (yang terletak pada track ke-9) adalah 0 bit. Jika jumlah 1 bitnya sudah genap. Contoh : Track 1 2 3 4 5 6 7 8 parity ? : : : : : : : : 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 Bagaimana isi dari track ke-9.

Bagian dari tape yang menunjukkan data block dan interblock gap.6 inch. 7. 5. Sebuah block dapat merupakan physical record. Keuntungan penggunaan magnetic tape :      Panjang record tidak terbatas Density data tinggi Volume penyimpanan datanya besar dan harganya murah Kecepatan transfer data tinggi Sangat efisien bila semua/kebanyakan record dari sebuah tape file memerlukan pemrosesan seluruhnya (bersifat serial / sequential). Diantara 2 block terdapat ruang yang kita sebut sebagai Gap (interblock gap).Jawab : Odd Parity Track 9 Even Parity Track 9 : 0 0 1 1 1 0 : 1 1 0 0 0 1 Sistem Block pada Magnetic Tape Data yang dibaca dari atau ditulis ke tape dalam suatu group karakter disebut block. Panjang masing-masing gap adalah 0. Keterbatasan penggunaan magnetic tape : 4. 6. Ukuran block dapat mempengaruhi jumlah data/record yang dapat disimpan dalam tape. Sistem Berkas / Erna Diast Akses langsung terhadap record lambat Masalah lingkungan Memerlukan penafsiran terhadap mesin Proses harus sequential (bersifat SASD) . Sebuah block dapat terdiri dari satu atau lebih record. Suatu block adalah jumlah terkecil dari data yang dapat ditransfer antara secondary memory dan primary memory pada saat akses.

sehingga disk pack ini tidak dapat dipindahkan yang disebut non-removable. Dalam sebuah pack / tumpukan umumnya terdiri dari 11 piringan. Sedangkan disk pack yang dapat dipindahkan disebut removable. Permukaannya dilapisi dengan metal-oxide film yang mengandung magnetisasi seperti pada magnetic tape. kapasitas disk drive dan mekanisme akses. Pada magnetic disk kecepatan rata-rata rotasi piringannya sangat tinggi. Setiap piringan diameternya 14 inch (8 inch pada mini disk) dan menyerupai piringan hitam. Ada disk drive yang dibuat built-in dengan disk pack. Juga arm pada permukaan luar hanya dapat mengakses separuh data. Disk controller menangani perubahan kode dari pengalamatan record. read / write head dan mekanisme untuk rotasi pack.MAGNETIC DISK RAMAC (Random Access) adalah DASD pertama yang dibuat oleh industri komputer. yang terdiri dari beberapa tumpukan piringan aluminium. Karakteristik Secara Fisik pada Magnetic Disk Disk Pack adalah jenis alat penyimpanan pada magnetic disk. Banyak track pada piringan menunjukkan karakteristik penyimpanan pada lapisan permukaan. dimana pengambilan dan penyimpanan representasi datanya pada permukaan piringan. termasuk pemilihan drive yang tepat dan perubahan kode dari posisi data yang dibutuhkan disk pack Sistem Berkas / Erna Diast . Disk mempunyai 200 – 800 track per-permukaan (banyaknya track pada piringan adalah tetap). karena pada bagian tersebut lebih mudah terkena kotoran / debu dari pada permukaan yang di dalam. kecuali pada permukaan yang paling atas dan paling bawah tidak digunakan untuk menyimpan data. Kedua sisi dari setiap piringan digunakan untuk menyimpan data. access arm. Data disimpan dalam track. Untuk mengakses. disk pack disusun pada disk drive yang didalamnya mempunyai sebuah controller. Access arm dengan read / write head yang posisinya diantara piringan-piringan. Pada disk pack yang terdiri dari 11 piringan mempunyai 20 permukaan untuk menyimpan data.

Controller juga mengatur buffer storage untuk menangani masalah deteksi kesalahan. maka mempunyai 200 silinder. Kerugiannya bila terjadi situasi dimana read / write head berbenturan dengan permukaan penyimpanan record pada disk. Sistem Berkas / Erna Diast . Ada 2 yeknik dasar untuk pengalamatan data yang disimpan pada disk.  Metode Sektor. Pengalamatan recordnya berdasarkan nomor sektor. Representasi Data dan Pengalamatan Data pada disk juga di block seperti data pada magnetic tape. nomor track dan nomor permukaan. Nomor sektor yang diberikan oleh disk controller menunjukkan track mana yang akan diakses dan pengalamatan record terletak pada track yang mana.pada drive. Susunan piringan pada disk pack berputar terus-menerus dengan kecepatan perputarannya 3600 per-menit. Tidak seperti pada tape. nomor permukaan dan nomor record. Setiap sektor adalah storage area untuk banyaknya karakter yang tetap. hal ini disebut sebagai head crash. jadi bila suatu disk pack dengan 200 track per-permukaan. yaitu :  Metode Silinder. Pengalamatan berdasarkan nomor silinder. Data dari disk dipindahkan ke sebuah buffer pada main storage computer untuk diakses oleh sebuah program. koreksi kesalahan dan mengontrol aktivitas read / write head. Semua track dari disk pack membentuk suatu silinder. Pemanggilan sebuah block adalah banyaknya data yang diakses pada sebuah storage device. Setiap track dari pack dibagi ke dalam sektor-sektor. Kemampuan mengakses secara direct pada disk menunjukkan bahwa record tidak selalu diakses secara sequential. Pengalamatan dari nomor record menunjukkan dimana record terletak pada track yang ditunjukkan dengan nomor silinder dan nomor permukaan. Jika ada 11 piringan. maka nomor permukaannya dari 0 – 19 (1 – 20). perputaran disk tidak berhenti di antara piringan-piringan pada device. Bagian nomor permukaan dari pengalamatan record menunjukkan permukaan silinder record yang disimpan.

Keuntungan lain pendekatan keseragaman kapasitas adalah file dapat ditempatkan pada disk tanpa merubah lokasi nomor sektor (track atau cylinder) pada file. meskipun diameter tracknya berlainan. Movable-Head Disk Access Movable-head disk drive mempunyai sebuah read/write head untuk setiap permukaan penyimpanan recordnya. Keseragaman kapasitas dicapai dengan penyesuaian density yang tepat dari representasi data untuk setiap ukuran track. • Head Activational Time. Cara Pengaksesan Record yang Disimpan pada Disk Pack Disk controller merubah kode yang ditunjuk oleh pengalamatan record dan menunjuk track yang mana pada device tempat record tersebut. Semua access-arm pada device dipindahkan secara serentak tetapi hanya head yang aktif yang akan menunjuk ke permukaan. Sistem mekanik yang digunakan oleh kumpulan posisi dari access-arm sedemikian sehingga read / write head dari pengalamatan permukaan menunjuk ke track. sehingga posisi read / write head terletak pada silinder yang tepat. Read / write head ini menunjuk ke track yang aktif.Setiap track pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama. Maka disk akan berputar hingga menunjuk record pada lokasi read / write head. Sistem Berkas / Erna Diast . Adalah waktu yang dibutuhkan untuk menggerakkan read / write head pada disk ke posisi track yang tepat. Access arm dipindahkan. Kemudian data akan dibaca dan ditransfer melalui channel yang diminta oleh program dalam komputer. ACCESS TIME = SEEK TIME (pemindahan arm ke cylinder) + HEAD ACTIVATION TIME (pemilihan track) + ROTATIONAL DELAY (pemilihan record) + TRANSFER TIME • Seek Time. Adalah waktu yang dibutuhkan untuk menggerakkan read / write head pada disk ke posisi silinder yang tepat.

Disk yang menggunakan fixed-head disk drive mempunyai kapasitas dansdensity yang lebih kecil dibandingkan dengan disk yang menggunakan movable-head disk drive. Adalah waktu yang menunjukkan kecepatan perputaran dan banyaknya data yang ditransfer. Harga lebih mahal. Keterbatasan Penggunaan Magnetic Disk 3. Keuntungan Penggunaan Magnetic Disk    Akses terhadap suatu record dapat dilakukan secara sequential atau direct.Head Disk Access Disk yang mempunyai sebuah read / write head untuk setiap track pada setiap permukaan penyimpanan. Respon time cepat. Sedangkan untuk mengambil suatu data dari berkas yang disimpan dalam disk. Fixed . bisa dilakukan secara langsung dengan menggunakan direct access method atau dengan sequential access method (secara sequential). • Transfer Time. Organisasi Berkas dan Metoda Akses pada Magnetic Disk Untuk membentuk suatu berkas di dalam magnetic disk bisa dilakukan secara sequential. Sistem Berkas / Erna Diast . Waktu yang dibutuhkan untuk mengakses suatu record lebih cepat. yang mekanisme pengaksesannya tidak dapat dipindahkan dari cylinder ke cylinder. index-sequential ataupun direct.• Rotational Delay (Lateney). ACCESS TIME = HEAD-ACTIVATION TIME + ROTATIONAL DELAY + TRANSFER TIME Banyaknya read / write head menyebabkan harga dari fixed-head disk drive lebih mahal dari movable-head disk drive. Adalah waktu yang dibutuhkan untuk perputaran piringan sampai posisi record yang tepat.

= 31304 block/tape 100 char/rec 20 rec/block * --------------.Menghitung Kapasitas Penyimpanan pada Tape Contoh : Kita ingin membandingkan berapa banyak record yang dapat disimpan dalam tape. density 6250 bpi dan panjang gap 0. Sistem Berkas / Erna Diast .6 inch.+ 0. 2400 ft/tape * 12 in/ft -------------------------------------------------------------------.= 46753 block/tape 100 char/rec 1 rec/block * --------------. bila : 1 block berisi 1 record 1 record = 100 character dengan 1 block berisi 20 record 1 record = 100 character panjang tape yang digunakan adalah 2400 feet.6 in/gap * 1 gap/block 6250 char/in tape tersebut berisi 46753 record. 2400 ft/tape * 12 in/ft --------------------------------------------------------------------. Jawab : 1 block 1 record.+ 0. 1 block 20 record.6 in/gap * 1 gap/block 6250 char/in tape tersebut berisi = 20 * 31304 = 626080 record.

1 block 20 record.Menghitung Waktu Akses pada Tape Diketahui : Kecepatan akses tape untuk membaca / menulis adalah 200 inch / sec. dengan menggunakan data pada contoh sebelumnya. Maka dapat dikatakan organisasi data pada file di dalam tape dibentuk secara sequential dan metode aksesnya juga sequential. 46753 block/tape * 0. 2338 block/tape * 0.004 sec/gap * 1 gap/block 200 in/sec = 10.32 in/block = -------------------------------------. SIstem Berkas / Erna Diast .016 in/block = ----------------------------------------.004 sec/gap * 1 gap/block 200 in/sec = 190.55 sec. Organisasi Berkas dan Metode Akses pada Magnetic Tape Untuk membaca / menulis pada suatu magnetic tape adalah secara sequential. Jawab : 1 block 1 record.75 sec.75 sec/tape waktu akses yang dibutuhkan tape tersebut adalah 190.+ 46753 block/tape * 0. Waktu yang dibutuhkan untuk berhenti dan mulai pada waktu terdapat gap adalah 0. Hitung : Waktu akses yang dibutuhkan tape tersebut. Artinya untuk mendapatkan tempat suatu data maka data yang di depannya harus dilalui lebih dahulu.55 sec/tape waktu akses yang dibutuhkan tape tersebut adalah 10.+ 2338 block/tape * 0.004 second.

Odd Parity : : : : : : : : 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 Bagaimana isi dari track ke-9.Latihan Pandang suatu bagian dari tape yang berisi : Track 1 2 3 4 5 6 7 8 a. jika untuk merekam data digunakan : Sistem Berkas / Erna Diast . Even Parity b.

Densitas suatu tape adalah 1600 bpi dan panjang interblock gap adalah 0.Latihan Soal 1. Ditanya : ♦ Berapa waktu yang diperlukan untuk membaca tape tersebut (untuk 1 block berisi 1 record dan 1 block berisi 10 record) ? SIstem Berkas / Erna Diast .75 inch. Jika kecepatan pemindahan data adalah 100 inchi / sec.1 second. Ditanya : ♦ Berapa banyak record yang dapat disimpan jika dalam 1 block berisi 1 record ? ♦ Berapa banyak record yang dapat disimpan jika dalam 1 block berisi 10 record ? Soal 2. Record yang panjangnya 40 character akan disimpan pada tape yang panjangnya 2400 feet. Waktu yang diperlukan untuk melewati interblock gap adalah 0.

• Alasan untuk menyimpan pada DASD : 7. Media Penyimpanan Disimpan dalam SASD. Pola Akses Adalah penentuan akses berdasarkan field tertentu. seperti magnetic tape atau pada DASD. 8. Pada umumnya komputer dihubungkan dengan sedikit tape drive. seperti magnetic disk. Sistem Berkas / Erna Diast . Keuntungan Kemampuan untuk mengakses record berikutnya secara tepat. sehingga tidak cukup untuk menunjang program aplikasi yang banyak membutuhkan berkas sekuensial. Sistem yang dikonfigurasikan untuk fungsi berkas tertentu.BAB 3 ORGANISASI BERKAS SEQUENTIAL Pengertian Berkas Sequential Adalah merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan recordrecord dalam sebuah berkas. Keterbatasan Tidak dapat mengakses langsung pada record yang diinginkan. selalu disimpan dalam disk.

Hit Ratio Banyaknya record yang harus diakses untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dibagi dengan banyaknya record dalam berkas tersebut . Sistem Berkas / Erna Diast . Footer Record.   Semakin rendah hit ratio. Retrieval Terhadap Berkas Sequential Record pada berkas sequential di retrieve secara berurutan. Penyortiran edit data Pembuatan Berkas Laporan 3. Header Record. sequential. Tugas-tugasnya : 10. Pembuatan Berkas Sequential Meliputi penulisan record-record dalam serangkaian yang diinginkan pada media penyimpanan.9. Pengumpulan data 11. Detail Record. Perubahan data dalam bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin 12. semakin tidak baik bila menggunakan organisasi Semakin tinggi hit ratio. Retrieve dari sebuah berkas dapat dibagi 2. semakin baik bila menggunakan organisasi sequential. yaitu : Report Generation dan Inquiry. 5. Karakteristik lalu lintas saluran dan kapasitas saluran pada sistem dapat dibuat menguntungkan dengan cara memisahkan berkas-berkas dalam media penyimpanan. Pengeditan data 13. 4. yang bergantung pada jumlah data yang dihasilkan. Pemeriksaan transaksi yang ditolak 14.

semakin tinggi biaya pemrosesannya. maka Semakin sering master file di-update. JENIS UPDATE 3. master file. semakin sering file tersebut diakses. Generation File File yang memiliki nama yang sama tapi berbeda generasinya. Delete an existing record 5. semakin lama proses peng-update-an Semakin tinggi kebutuhan akan data yang baru pada master file.Update Terhadap Berkas Sequential Frekuensi dimana sebuah master file harus di-update bergantung pada faktor-faktor :  Tingkat perubahan data  Ukuran dari master file  Kebutuhan yang mendesak dari data yang sedang berjalan pada master file  File activity ratio File Activity Ratio Banyaknya record pada master file yang di-update dibagi dengan banyaknya record pada master file. Insert a new record 4.    Semakin tinggi file activity ratio. Modify an existing record Sistem Berkas / Erna Diast .

fungsi pemetaan R digunakan untuk menerjemahkan NILAI KEY DARI RECORD menjadi ADDRESS. yang merupakan fungsi pemetaan : R(NILAI KEY) ADDRESS dari nilai key ke address dalam penyimpanan sekunder.BAB 4 ORGANISASI BERKAS RELATIF ♦ PENGERTIAN BERKAS RELATIF Suatu cara yang efektif dalam mengorganisasi sekumpulan record yang membutuhkan akses sebuah record dengan cepat. Berkas relatif harus disimpan dalam media DASD. Hubungan ini dinyatakan sebagai R. seperti magnetic disk atau drum. cukup mengakses langsung record yang dikehendaki. 6. Catatan : • Kita tidak perlu mengakses semua record master file. Sistem Berkas / Erna Diast . ♦ PROSES Pada waktu sebuah record ditulis kedalam berkas relatif. dimana record tersebut disimpan.

Sebuah record dapat di retrieve. tampa mempengaruhi record lain dalam berkas yang sama.• Record dari berkas relatif dapat di update langsung tanpa perlu merekam kembali semua record. insert. Sistem Berkas / Erna Diast . modifikasi atau di delete. • Keuntungan dari berkas relatif ini adalah kemampuan mengakses record secara langsung.

dimana R(NILAI KEY) ADDRESS.Ada 3 teknik dasar yang digunakan untuk menyatakan fungsi pemetaan R. pada penyimpanan sekunder. yaitu : • Absolute Addressing (Pengalamatan Mutlak) • Relative Addressing (Pengalamatan Relatif) • Pengalamatan Mutlak R(NILAI KEY) ADDRESS NILAI KEY = ALAMAT MUTLAK Nilai key yang diberikan oleh pemakai program sama dengan ADDRESS SEBENARNYA dari record tersebut pada penyimpanan sekunder. dalam menentukan lokasi record Perbaikan atau pengubahan device. Ada 2 cara dalam pemetaan langsung. Reorganisasi berkas relatif akan menyebabkan nilai key berubah. KELEMAHAN sangat Pemakai harus mengetahui dengan pasti record-record yang disimpan secara fisik. Teknik Pemetaan Langsung (Direct Mapping) Teknik ini merupakan teknik yang sederhana untuk menerjemahkan nilai record key menjadi address. Tidak membutuhkan waktu lama Merupakan device dependent. dimana berkas berada akan mengubah nilai key. Merupakan address space dependent. • Pengalamatan Relatif R(NILAI KEY) ADDRESS NILAI KEY = ALAMAT RELATIF Sistem Berkas / Erna Diast KEUNTUNGAN Fungsi pemetaan R sederhana . yaitu : 1.

KEUNTUNGAN KELEMAHAN Fungsi pemetaan R sangat sederhana. • Nilai key dapat berupa field yang mudah dimengerti seperti PART NUMBER. setelah nilai key dalam direktori ditentukan. terlepas dari berapa banyak nilai key. bukan device dependent Nilai key dari sebuah record dapat Merupakan address space dependent ditentukan lokasi recordnya dalam Terjadinya pemborosan ruangan sebuah penyimpanan sekunder tanpa memerlukan waktu proses yang berarti. 2. 3. NPM. • Nilai key adalah address space independent. Sistem Berkas / Erna Diast . yang berubah adalah alamat dalam direktori. Salah satu kelemahan dari teknik pengalamatan relatif adalah ruang harus disediakan sebanyak jangkauan nilai key. Teknik Kalkulasi Alamat R (NILAI KEY) ADDRESS Adalah dengan melakukan kalkulasi terhadap nilai key. Keuntungan dari Pencarian Tabel : • Sebuah record dapat diakses dengan cepat. dimana reorganisasi berkas tak akan memepengaruhi nilai key. Teknik Pencarian Tabel (Directory Look Up) Dasar pemikiran pendekatan pencarian tabel adalah sebuah tabel atau direktori dari nilai key dan address. karena nilai key tersebut akan diterjemahkan menjadi alamat. hasilnya adalah alamat relatif.

Hashing Kalkulasi terhadap nilai key untuk mendapatkan sebuah alamat disebut fungsi hash. • Nilai key adalah address space independent bila berkas direorganisasi. Keuntungan: • Nilai key yang sebenarnya dapat dipakai karena diterjemahkan kedalam sebuah alamat. Synonim adalah dua atau lebih nilai key yang berbeda pada hash ke home address yang sama.Salah satu masalah dari teknik ini adalah ditemukannya alamat relatif yang sama untuk nilai key yang berbeda. fungsi hash berubah tetapi nilai key tetap. Keadaan dimana : R(K1) = R(K2) K1 ≠ K2 disebut benturan atau collision Sedangkan nilai key K1 dan K2 disebut synomin. Kelemahan : • Membutuhkan waktu proses dalam mengimplementasikan fungsi hash. SIstem Berkas / Erna Diast . Teknik-teknik yang terdapat pada kalkulasi alamat : • • • • • • Scatter storage techniques Randomizing techniques Key-to-address transformation methods Direct addressing techniques Hash table methods Hashing 7.

• Walaupun telah ditentukan pembagi dengan baik untuk mengatasi benturan. • Pembagi harus diseleksi untuk mengurangi benturan.• Membutuhkan waktu proses dan akses I/O dalam mengatasi benturan. • Teknik yang dipakai untuk mengatasi benturan Beberapa fungsi hash yang umum digunakan : ♦ Division Remainder Alamat relatif dari suatu nilai key merupakan sisa dari hasil pembagian nilai key tersebut dengan suatu bilangan yang disebut sebagai bilangan pembagi. Sistem Berkas / Erna Diast . bila ruang alamat dari berkas relatif mendekati penuh. sebaiknya pembagi itu merupakan bilangan prima. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan pembagi : • Jangkauan dari nilai key yang dihasilkan dari opersi KEY MOD DIV adalah 0 sampai DIV-1. • Bukan bilangan prima yang mempunyai faktor prima kurang dari 20 akan dapat memberikan jaminan penampilan yang lebih baik. maka peluang terjadinya benturan akan meningkat. Untuk mengukur kepenuhan berkas relatif digunakan Load Factor (Faktor Muat). Penampilan fungsi hash bergantung pada : • Distribusi nilai key yang dipakai • Banyaknya nilai key yang dipakai relatif terhadap ukuran dari ruang alamat. • Menurut riset dari W.Buchholz. • Banyaknya record yang dapat disimpan pada alamat tertentu tanpa menyebabkan benturan.

Load Factor (Faktor muat) = 0. banyak record pada berkas adalah 1.Load Factor = banyak record dalam berkas max. maka max.25) n = (1. nilai key dikuadratkan. 4000 = 5000 Bilangan pembagi : 5003 123456789 5003 = 24676 sisa 2761 + 1 alamat relatif 987654321 5003 = 197412 sisa 2085 + 1 alamat relatif Jadi alamat relatif didapat dari sisa pembagian + 1 ♦ Mid Square Hashing Untuk mendapatkan alamat relatif. kemudian beberapa digit diambil dari tengah . banyak record pada berkas : (1.25 n Contoh : Kita ingin membuat berkas yang terdiri dari 4000 record.8 = max max = 1.8. banyak record dalam berkas Jadi jika kita ingin menyimpan sebanyak n record pada suatu berkas dan load factor adalah 0. n 0.25 n.25) .8 maka max. Sistem Berkas / Erna Diast .

maka alamat relatif = 8750 (karena ditentukan 4 digit sebagai alamat relatif). dari nilai key 123456789 = 17 digit. digit yang tertinggi dibuang (bila diperlukan). setiap bagian (kecuali bagian terakhir) mempunyai jumlah digit yang sama dengan Bagian-bagian ini kemudian dilipat (seperti kertas) dan dijumlah. Hasilnya.Jumlah nilai key yang dikuadratkan. 1 2345 6789 1 2345 6789 Menghasilkan : Sistem Berkas / Erna Diast . menjadi beberapa bagian. 17 1 Untuk alamat relatif = 2 = 8 2 Kita mulai dari digit ke 8 dihitung dari kiri. Contoh : Nilai key 123456789 dan alamat relatif sebanyak 4 digit. nilai key dibagi alamat relatif. ♦ Hashing by folding Untuk mendapatkan alamat relatif.

kecuali panjang nilai key = panjang address.1 2345 9876 + 1 3221 alamat relatif ♦ Perbandingan fungsi Hash • Teknik Division Remainder memberikan penampilan yang terbaik secara keseluruhan. • Teknik folding adalah teknik yang paling mudah dalam perhitungan tetapi dapat memberikan hasil yang salah. • Teknik Mid Square dapat dipakai untuk file dengan load factor cukup rendah akan memberikan penampilan baik tetapi kadangkadang dapat menghasilkan penampilan yang buruk dengan beberapa collision. Sistm Berkas / Erna Diast .

♦ Pendekatan terhadap masalah Collision Ada 2 pendekatan dasar untuk menetapkan dimana K2 harus disimpan. yaitu : • Open Addressing Menemukan address yang bukan home address untuk K2 dalam berkas relatif. yaitu di overflow area yang dipakai hanya untuk menyimpan record-record yang tak dapat disimpan di home addressnya. Contoh : K1 = 1 R1 K1 R2 K2 K2 = 1 • Separate Overflow Menemukan address untuk K2 diluar dari primary area dalam berkas relatif. Contoh : K1 = 1 R1 K1 Overflow area K2 Sistem Berkas / Erna Diast K2 = 1 .

• Linear Probing Merupakan teknik open addresing • Double hashing Dapat dipakai selain open addressing atau separate overflow. sedangkan double hashing synonimnya berpencar.5 pada linear probing akan menghasilkan synonim yang mengelompok. Address dari record yang dihash kembali dapat terletak pada primary area atau di separate overflow area.8 : Double Hashing > Linear Probing.5 : Double Hashing = Linear Probing. Contoh : Sistem Berkas / Erna Diast . Load Factor < 0. Adapun link list record-record dengan home address yang sama tak akan mengurangi jumlah collision. Load Factor > 0. • Synonim Chaining Pendekatan pemecahan collision yang mengakses synonim dengan fasilitas link list untuk record-recordnya dalam kelas ekivalen. yang dapat dipakai selain open addressing atau separate overflow. tetapi akan mengurangi waktu akses untuk me-retrieve record-record yang tak ada di home addressnya. • Perbandingan Linear Probing dan Double Hashing Berkas dengan load factor kurang dari 0.Ada 2 teknik untuk mengatasi collision : • Double Hashing.

R21 Bates .. gambar hashing dengan synonim chaining HOME PRIMARY DATA ADDRESS AREA 20 Adams . R22 Coll . Evans .. Dean ..KEY Adams Bates Coll Dean Evans Flint HOME ADDRESS 20 21 20 21 24 20 ACTUAL ADDRESS 20 21 22 23 24 25 R20 . 21 Bates ... R23 R24 R25 Flint .. Dean ... Flint . 22 23 Sistem Berkas / Erna Diast OVERFLOW AREA Coll ... 0 1 2 3 .... . Adams ..

address space akan terdiri dari B(M+1) record. maka : Factor Muat = N B(M + 1) Record-record yang disimpan dalam sebuah bucket dapat dikelola dalam : • Dapat disisipkan dalam urutan berdasarkan penempatannya di bucket. Jika file terdiri dari N record. • Bucket Addressing Pendekatan lain dalam mengatasi collision adalah hash ke dalam block atau bucket yang dapat memberikan tempat sejumlah record. Contoh : KEY Green Hall Jenk King Land Mark Nutt HOME ADDRESS 30 30 32 33 33 33 33 Sistem Berkas / Erna Diast . Contoh : Sebuah berkas relatif mempunyai relatif address space dari 0 sampai M dan sebuah bucket berukuran B record . • Dapat dipertahankan urutan nilai key-nya.24Evans ..

. Marks ..... King .BUCKET ADDRESS 30 31 32 33 BUCKET CONTENTS Green . Jenks . overflow Sistem Berkas / Erna Diast . Land . Hall ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful