Agama dan Kesehatan Mental (Psikologi Agama

)
Judul : Agama dan Kesehatan Mental Mata Kuliah : Psikologi Agama

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pada zaman dahulu ketika tekhnologi belum dikenal oleh masyarakat umum secara luas setiap penyakit yang diderita oleh manusia sering sekali dikait -kaitkan dengan hal -hal yang berbau spiritual dan alam gaib, setiap penyakit dihubung -hubungkan dengan gangguan makhluk halus, oleh karena itu orang yang sakit lebih memilih berobat kedukun atau orang pintar yang dianggap bisa berkomunikasi langsung dengan makhluk halus ketimbang berobat ke tabib yang mengerti tentang jenis penyakit berdasarkan ilmu perobatan.

Pergeseran zaman dan kemajuan tekhnologi tidak dapat terelakkan lagi, saat ini penyakit sudah dapat dilihat dan diobati dengan obat -obatan yang bagus dengan menggunakan metode pengolahan canggih, perkembangan ilmu pengetahuan dapat lebih menspesifikkan penyakit-penyakit tersebut. Ada penyakit yang bersumber dari virus, bakteri atau baksil baksil sehingga untuk mengobatinya membutuhkan obat -obatan medis, tetapi ada juga penyakit yang bersumber dari jiwa atau hati suatu individu, jadi secara fisik individu tersebut tidak terkena virus, bakteri atau baksil -baksil, namun pada kenyataannya individu tersebut sakit.

Penyakit tersebutlah yang dinamakan dengan penyakit hati atau penyakit mental, untuk mengatasi penyakit tersebut diperlukan menejemen hati atau mental yang b aik sehingga dapat membentuk kesehatan mental yang berimbas pada kesehatan secara fisik individu tersebut.

Sejak awal-awal abad kesembilan belas boleh dikatakan para ahli kedokteran mulai menyadari akan adanya hubungan antara penyakit dengan kondisi psiki s manusia. Hubungan timbal balik ini menyebabkan manusia dapat menderita gangguan fisik yang disebabkan oleh gangguan mental (Somapsikotis) dan sebaliknya gangguan mental dapat menyebabkan penyakit fisik (Psikosomatik). Dan di antara factor mental yang diidentifikasikan sebagai potensial dapat menimbulakan gejala -gejala tersebut adalah

keyakinan agam. Hal ini antara lain disebakan sebagian besar dokter fisik melihat bahwa penyakit mental (mental illness) sama sekali tak ada hubungannya dengan penyembuhan medis, serta berbagai penyembuh penderita penyakit mental dengan menggunakan pendekatan agama.

B. Permasalahan Selanjutnya timbul pertanyaan, sejauh manakah agama memiliki hubungan dengan kesehatan mental ? Lalu apa sajakah kontribusi pendekatan agama dalam kesehatan mental?

C. Tujuan Berdasarkan permasalah yang timbul, maka makalah ini bertujuan untuk membahas mengenai hubungan antara agama dengan kesehatan mental dan kontribusi pendekatan agama dalam kesehatan mental ?

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian A gama dan Kesehatan Mental Pengertian agama menurut J.H. Leuba, agama adalah cara bertingkah laku, sebagai system kepercayaan atau sebagai emosi yang bercorak khusus. Sedangkan definisi agama menurut Thouless adalah hubungan praktis yang dirasakan dengan ap a yang dia percayai sebai mahluk atausebagai wujud yang lebih tinggi dari manusia.(1)

Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial). Keseh atan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa.(2)

Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh Stressor (Penyebab terjadinya stres) orang yang memiliki mental sehat berarti mampu menahan diri dari tekanan -tekanan yang datang dari dirinya sendiri dan lingkungannya. Noto Soedirdjo, menyatakan bahwa ciri -ciri orang yang memilki kesehatan mental adalah Memilki kemampuan diri untuk bertahan dari tekanan-tekanan yang datang dari lingkungannya. Sedangkan menurut Clausen Karentanan (Susceptibility) Keberadaan seseorang terhadap stressor berbeda -beda karena faktor genetic, proses belajar dan budaya yang ada dilingkungannya, juga intensitas stressor yang

(4) Prilaku keagamaan menurut pandangan Behaviorisme erat kaita nnya dengan prinsip reinforcement (reward and punishment). Lembaga lembaga social termasuk lembaga keagamaan. salah seo rang tokoh Behaviorisme melihat agama sebagai isme social yang lahir dari dua faktor penguat. (QS. (pahala). Dalam beberapa bukunya Sigmun Freud yang dikenal sebagai pengembang psikoanalisis mencoba mengungkapkan hal itu. Lain halnya dengan penganut Behaviorisme.(3) Secara psikologis. Manusia hanyalah sebuah robot yang bergerak secara mekanis menurut pemberian hukuman dan hadiah. Manusia lari kepada agama karena rasa ketidak berdayaan menghadapi bencana.diterima oleh seseorang dengan orang lain juga berbeda. Manusia dan Agama Psikologi agama merupakan salah satu bukti adanya perhatian khusus para ahli pskologi terhadap peran agama dalam kehidupan dan kejiwaan manusia. B. Agama sebagai fitrah manusia telah diinformasikan oleh Alquran yang artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). Dengan demikian. agama adalah ilusi manusia. Menurutnya kegiatan keagamaan menjadi factor penguat sebagai prilaku yang meredakan ketegangan. bertugas menjag a dan mempertahankan perilaku atau kebiasaan masyarakat. segala bentuk pri laku keagamaan merupakan prilaku manusia yang timbul dari dorongan agar dirinya terhinadar bahaya dan dapat memberikan rasa aman. Manusia menanggapi tuntutan yang terkandung dalam lembaga itu dan ikut melestarikan lewat cara mengikuti aturan -aturan yang telah baku. Pendapat yang paling ekstrem pun tentang hal itu masih menunjukkan batapa agama sudah dinilai sebagai bagian dari kehidupan pribadi manusia yang erat kaitannya dengan gejala -gejala psikologis. (itulah) agama yang lurus. Skiner. tetaplah atsa fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Ar Ruum:30) . Manusia berprilaku agama karena didorong oleh rangsangan hukuman dan hadiah. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Agama menurut Freud tampak pada prilaku manusia sebagai sebagai simbolisasi dari kebencian terhadap ayah yang direfleksi dalam bentuk rasa takut kepada Tuhan. Untuk keperluan itu manusia menciptakan Tuhan dalam pemikirannya. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Manusia diciptakan untuk hidup bersama. maka hal itu tidak wajar. Solusi terbaik untuk dapat mengatasi masalah -masalah kesehatan mental adalah dengan mengamalkan nilai -nilai agama dalam kehidupan sehari -hari. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. b aik kesehatan spiritual. bermasyarakat. kesehatan mental seseorang dapat ditandai dengan kemampuan orang tersebut dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid. agama dapat memberi dampak yang cukup berarti dalam kehidupan manusia. serta dengan mengembangkan seluruh aspek kecerdasan. termasuk terhadap kesehatan. namun pada perkembangannya pada abad 19 para ahli kedokteran menyadari bahwa adanya hubungan antara penyakit dengan kondisi dan psikis manusia. Memasuki abad 19 konsep kesehatan mental mulai berkembang dengan pesatnya namun apabila ditinjau lebih mendalam teori -teori yang berkembang tentang kesehatan menta l masih bersifat sekuler. Kesehatan Mental dan Gangguan Mental Pada abad 17 kondisi suatu pasien yang sakit hanya diidentifikasi dengan medi s.(5) C. tanpa memikirkan adanya hubungan antara masa lalu. pribadi yang sehat dalam menghadapi masalah dan menjalani kehidupan hanya berorientasi pada konsep sekarang ini dan disini. Mereka tidak beragama tauhid hanyalah lantaran pengaruh lingkungan. orang yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya akan gagal d alam menjalani kehidupannya. hal ini . pusat perhatian dan kajian dari kesehatan mental tersebut adalah kehidupan di dunia.Dalam Alquran dan terjemahannya (Departemen Agama) dijelaskan bahwa fitrah Allah maksudnya ciptaan Allah. emosi maupun kecerdasan intelektual. masa kini dan masa yang akan datang. Hal ini dapat ditarik kesimpulan karena pada dasarnya hidup adalah proses penyesuaian diri terhadap seluruh aspek kehidupan. Hubungan timbal balik ini menyebabkan manusia menderita gangguan fisik yang disebabkan oleh gangguan mental (Somapsikotis) dan sebaliknya gangguan mental dapat menyebabkan penyakit fisik (Psikomatik). Hal ini jauh berbeda dengan konsep kesehatan berlandaskan agama yang memiliki konsep jangka panjang dan tidak hanya berorientasi pada masa kini sekarang serta disini. saling membutuhkan satu sama lain dan selalu berinteraksi. mampu mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sendiri semaksimal mungkin untuk menggapai ridho Allah SWT.

Kegagalan beradaptasi dengan lingkungan 4. Salah dalam penyesuaian sosial. Stress. Namun untuk menutupi atau me niadakan sama sekali dorongan dan rasa keagamaan kelihatannya sulit dilakukan. hal ini dapat disimpulkan bahwa gangguan mental memiliki titik kunci yaitu menurunnya fungsi mental dan berpengaruhnya pada ketidak wajaran dalam berperilaku ini sesuai dengan Al -Quran : (QS. disebabkan mereka berdusta. . perilaku tersebut baik yang berupa pikiran.sesuai dengan konsep sosiologi modern yaitu manusia sebagai makhluk Zoon Politicon. Agama dan Kese hatan Mental Agama tampaknya memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. D. depresi dan alkoholik tergolong sebagai gangguan mental karena ada nya penyimpangan. hal ini Karena manusia ternyata memiliki unsur batin yang cenderung mendorongnya untuk tunduk kepada Zat yang gaib. perasaan maupun tindakan. Seseorang yang gagal dalam beradaptasi secara positif dengan lingkungannya dikatakan mengalami gangguan mental. karena selain harus mengetahui potensi individunya juga harus melihat konteks sosialnya. namun ada sebagian yang tida k mendapat pengobatan tersebut. orang yang mengalami gangguan m ental perilakunya bertentangan dengan kelompok dimana dia ada. Sebagian penderita gangguan mental menerima pengobatan psikiatris dirumah sakit. dan bagi mereka siksa yang pedih. Adapun gangguan mental yang dijelaskan oleh A. meliputi beberapa hal : 1. Scott. Atas dasar pengertian ini tentu tidak mudah untuk mengukur ada tidaknya gangguan mental pada seseorang. Pengingkaran manusia terhadap agama mungkin karena faktor -faktor tertentu baik yang disebabkan oleh kepribadian maupun lingkungan masing -masing. Al-Baqoroh 2:10) Artinya: Dalam hati mereka a da penyakit [1] lalu ditambah Allah penyakitnya. Ketidak bahagiaan secara subyektif 3. Proses adaptif ini berbeda dengan penyesuaian sosial. Gangguan mental dapa t dikatakan sebagai perilaku abnormal atau perilaku yang menyimpang dari norma -norma yang berlaku dimasyarakat. 2. karena adaptif lebih aktif dan didasarkan atas kemampuan pribadi sekaligus melihat konteks sosialnya. ketundukan ini merupakan bagian dari faktor intern manusia da lam psikologi kepribadian dinamakan pribadi (Self) ataupun hati nurani (conscience of man).

Dibidang kedokteran dikenal beberapa macam pengobatan antaralain dengan menggunakan bahan -bahan kimia tablet. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. cairan sunt ik atau obat minum). Breuer dan S. Sesuai dengan istilahnya. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid. Menurut H. chitro practic (pijat). seperti yang ada dalam : (QS Ar Ruum 30:30) Artinya: 30. mereka tidak beragama tauhid itu hanya karena pengaruh lingkungan. aman dan tenteram.Fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT ialah manusia diciptakan mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid.(6) Sejak berkembang psikoanalisis yang diperkenalkan oleh Dr. sosiologi. Dan kemudian dikenal pula adanya istilah psikoterapi atau autotherapia (penyembuhan diri sendiri) yang dilakukan tanpa menggunakan bantuan obat -obatan biasa. Usaha yang dilakukan untuk mengobati pasien yang menderita penyakit seperti itu. (Itulah) agama yang lurus. Orang yang merasa takut . Atau dalam keadaan kesal dan jengkel. (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manus ia menurut fitrah itu. Selain itu juga dikenal pengobatan tradisional seperti tusuk jarum (accupunctuur). langsung kehilangan nafsu makan. Freud. Witherington. dalam kasus -kasus tertentu biasanya dihubungkan dengan aspek keyakinan masing -masing. tidak ada peubahan pada fitrah Allah.C. Kesehatan mental (mental hygiene) adalah ilmu yang meliputi sistem tentang prinsip -prinsip. yaitu pengobatan dengan cara hipnotis. maka psikoterapi dan autotherapia digunakan untuk menyembuhkan pasien yang menderita penyakit ganguan ruhani (jiwa). orang mulai mengenal pengobatan dan hipotheria. electro -therapia (sorot sinar. biologi. kedokteran. getaran. . Beberapa temuan dibidang kedokteran dijumpai sejumlah kasus yang membuktikan adanya hubungan jiwa (psyche) dan badan (soma). dan agama. Orang yang sehat mentalnya ialah orang yang dalam ruhani atau dalam hatinya selalu merasa tenang. perut seseorang terasa menjadi kembung. psikiatri. dan lainnya. mandi uap. ma ka tidak wajar. hingga ke cara pengobatan perdukunan. arus listrik). tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. permasalahan kesehatan mental menyangkut pengetahuan serta pri nsip-prinsip yang terdapat dalam lapangan psikologi. peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur untuk mempertinggi kesehatan ruhani. atau buang -buang air.

sesuai dengan fitrah kejadiannya. memberi kan bukti akan adanya hubungan antara keyakinan dengan agama dengan kesehatan jiwa. rasa sengang. atau rasa aman.Sejumlah kasus menunjukkan adanya hubungan antara faktor keyakinan dengan kesehatan jiwa atau mental tampaknya sudah disadari para ilmuan b eberapa abad yang lalu. Dengan kata lain. Barangkali hubungan antara kejiwaan dan agama dalam kaitannya dengan hubungan antara agama sebagai keyakinan dan kesehatan jiwa. Ibn Al-Qayyim Al-Jauzi (691-751) pernah mengemukakan hal it u. merasa dicin tai. maka dokter ters ebut bukanlah dokter dalam arti sebenarnya. dan ahli agama (pendeta).(7) Mahmud Abd Al -Qadir seorang ulama ahli biokimia. Dalam gerakan ini dilakukan pengobatan pasien melalui kerja sama antar dokter. E. Sikap pasrah yang seruapa itu diduga akan memberi sikap optimis pada diri seseorang sehingga muncul perasaan positif. Pengobatan penyakit batin melalui bantuan agama telah banyak dipraktikan orang. psikiater. Sejak abad ketujuh hijriyah. Terapi Agama pada Kesehatan Mental Agama sebagai terapi kesehatan mental dalam islam sudah ditunjukkan secara jelas dalam ayat-ayat Al-Quran. . Menurutnya. menghubungkan diri dengan Allah dan mengingat akan hari akhirat. sehat jasmani dan ruhani. seperti rasa bahagia. tidak seorang pun yang penyebab penyakit kejiwaannya tidak dilatarbelakangi oleh aspek agama´. pernyataan ³Carel Gustay Jung´ diantara pasien saya setengah baya. Dengan adanya gerakan Christian Science. Misalnya. dokter yang tidak dapat memberikan pengobatan pasien tanpa memeriksa kejiwaannya dan tidak dapat memberikan pengobatan dengan berdasarkan perbuatan amal saleh. Di sini tampak nilai manfaat dari ilmu jiwa agama. baik laki -laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. sukses. terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terhadap suatu kekuasaan Yang Maha Tinggi. Maka S esungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan. di antaranya yang membahas tentang ketenangan dan kebahagiaan adalah : (QS An Nahl 16:97) Artinya : Barang siapa yang mengerjakan amal saleh. puas. kondisi yang demikian menjadi manusia pada kondisi kodratinya. Ia pada dasarnya hanyalah merupakan seorang calon dokter yang picik. kenyataan itu diperkuat oleh pengakuan ilmiah pula.

misalnya.(8) BAB III PENUTUP A. Fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT ialah manusia diciptakan mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kesimpulan Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial) Orang yang sehat mental akan senantiasa merasa a man dan bahagia dalam kondisi apapun. Ingatlah. yaitu terapi yang diberikan dengan kembali mempelajari dan mengamalkan ajaran agama Islam. Hanya dengan mengingati Allah -lah hati menjadi tenteram. Dari uraian di atas. Pengingkar an manusia terhadap agama mungkin karena faktor -faktor tertentu baik yang disebabkan oleh kepribadian maupun lingkungan masing -masing. baik dunia dan akhirat. Sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Islam mengandung tuntunan bagaimana kehidupan manusia bebas dari rasa cemas. kesejahteraan. dan sebagainya. depresi. yaitu mengenai Agama dan Kesehatan mental dapat kita tarik kesimpulan: . ia juga akan melakukan intropeksi atas segala hal yang dilakukannya sehingga ia akan mampu mengontrol dan mengendalikan dirinya sendiri. intinya adalah memohon agar kehidupan manusia diberi ketenangan. tegang. K alau ada manusia tidak beragama tauhid.(QS Ar Ra¶ad 13:28) Artinya : (yaitu) orang -orang yang beriman dan hati me reka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Dalam doa -doa. Psikoterapi keagamaan. keselamatan. maka tidak wajar. Agama tampaknya memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. mereka tidak beragama tauhid itu hanya karena pengaruh lingkungan Hubungan antara kejiwaan dan agama dalam kaitannya dengan hubungan antara keyakinan dan kesehatan jiwa terletak pada sikap penyerah an diri seseorang terhadap suatu kekuasaan yang maha tinggi sehingga akan dapat memunculkan perasaan positif pada kesehatan mental seseorang.

Ibid. Alquran : Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. 4. Ibid. Hal 161. sehat jasmani dan ruhani. 3. Ibid. Yogyakarta : Dana Bhakti Prima Jasa. Sururin. Hal 154. Hal 142. Dadang Hawari. Ibid. Ibi. rasa sengang. Hal 159 -160. 7. Dengan kata lain.com) . atau rasa aman. 8. seperti rasa bahagia. 2. Terbitan Tahun 2007. 5. Raja Grafindo Persada. Kesehatan Mental. Kritik dan Saran Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan. kondisi yang demikian menjadi manusia pada kondisi kodratinya. 2004 Hal 4. ‡ Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa. B. Ibid. ‡ Hubungan antara kejiwaan dan agama dalam kaitannya den gan hubungan antara agama sebagai keyakinan dan kesehatan jiwa. 6. UIN SUKA (www. pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. 1995. sukses.‡ Agama adalah hubung an praktis yang dirasakan dengan apa yang dia percayai sebai mahluk atausebagai wujud yang lebih tinggi dari manusia. FOOT NOTE 1. DAFTAR PUSTAKA Casmini dkk. Ilmu Jiwa Agama.archiv. terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terhadap suatu kekuasaan Yang Maha Tinggi. Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak -pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah. puas. Sikap pasrah yang seruapa itu diduga akan memberi sikap optimis pada diri seseorang sehingga muncul per asaan positif. Hal 66-74. sesuai dengan fitrah kejadiannya. Jakarta: PT. 2006. merasa dicintai.

dalam sejarah manusia. agama memandang ilmu sebagai sesat. sebaliknya ilmu memandang perilaku keagamaan sebagai kedunguan. Di sini kita berhadapan dengan persoalan yang pelik dan rumit. berlatih mati sebelum mati. Moeljono. oleh karena tu mereka selalu menutup pendapatnya dengan kalimat wallohu a`lamu bissawab. dan Latipun. karena wilayah ilmu berbeda dengan wilayah agama. meski mereka meyakini kebenaran yang dianut tetapi tetap tidak berani mengklaim kebenaran yang dianutnya. 1995. atau mencari mati (istisyhad) demi keyakinan. akal saja tidak sanggup mengadili agama. Alquran : Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Tetapi apa makna agama secara psikologis pasti berbeda-beda. agama membersihkan hati. bagi yang lain lagi agama adalah pengorbanan untuk suatu keyakinan. Shambala. agama adalah ritual ibadah. Psikologi Agama. ilmu dan agama selalu tarik menarik dan berinteraksi satu sama lain. karena agama menimbulkan makna yang berbeda-beda pada setiap orang. terkadang saling menyerang dan menghakimi sebagai sesat. ilmu mencerdaskan otak.10 PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk yang berfikir dan merasa serta berkehendak dimana perilakunya mencerminkan apa yang difikir. Meski demikian. agama diterima dengan iman. Ilmu Jiwa Agama. seperti salat dan puasa. Yogyakarta : Dana Bhakti Prima Jasa Jalaludin. Terkadang antara keduanya akur. Seberapa besar Psikologi mampu . 2007. Kesehatan Mental Konsep dan Terapi.11. disamping ia dapat menghayati perasaan keagamaan dirinya. seperti yang disebut oleh seorang tokoh psikologi tranpersonal. Boston. Pengertian agama itu sangat kompleks.Daradjat. ia juga dapat meneliti keberagamaan orang lain. The Marriage of Sence and Soul. Kesehatan Mental. Agama berhubungan dengan Tuhan. Ken Wilber. tetapi keberagamaan seseorang juga memiliki keragaman corak yang diwarnai oleh berbagai cara berfikir dan cara merasanya. 2004. ilmu berhubungan dengan alam. Jakarta : PT. Pernikahan antara Tubuh dan Roh. Penerbit : Gunung Agung Hawari. Manusia juga makhluk yang bisa menjadi subyek dan obyek sekaligus. Belakangan fenomena menunjukkan bahwa kepongahan il u m tumbang di depan keagungan spiritualitas. Psikologi agama mencoba menguak bagaimana agama mempengaruhi perilaku manusia. The Marriage of Sence and Soul. Raja Grafindo Persada Pengertian Psikologi Agama dan Masalahnya Diposting Oleh: Abdul Katar Al-Ghazali on 9. 2005. UMM Press Sururin. bekerjasama atau sama-sama kerja. Zakiah. yaitu bagaimana menerangkan agama dengan pendekatan ilmu pengetahuan. Jakarta : PT. bagi yang lain lagi agama adalah akhlak atau perilaku baik. bahwa hanya Allah lah yang lebih tahu mana yang benar. (Ken Wilber. Bagi sebagian orang. yang dirasa dan yang dikehendakinya. bagi yang lain agama adalah pengabdian kepada sesama manusia bahkansesama makhluk. Dadang. 2000). 1995. Para ulama sekalipun. ilmu diterima dengan logika. Jangankan ilmu. sehinga bukan saja tidak bertengkar tetapi antara keduanya terjadi perkawinan. Raja Grafindo Persada Soedirjo.

jadi merupakan kajian empiris´. pikiran. karena cara seseorang berpikir. Psikologi Agama tidak bermaksud untuk melakukan penilaian (to evaluate) atau kritik (to criticize) terhadap ajaran agama tertentu. Menurut Prof. Psikologi menurut Plato dan Aristoteles adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir. tapi hakekat agama dalam hubungan manusia dengan kejiwaannya.Menurut Wilhem Wundt (tokoh eksperimental) bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia. Zakiah Darajat bahwa psikologi agama meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku orang atau mekanisne yang bekerja dalam diri seseorang.menguakkeberagamaan seseorang sangat bergantung kepada paradigma psikologi itu sendiri. baik-buruk. Jadi psikologi agama tidak mencampuri dasar-dasar keyakinan agama tertentu. feeling dan kehendaknya. Penggunaan masing-masing kedua istilah ini memiliki asumsi yang berbeda. meskipun istilah al-nafs lebih populer penggunaannya daripada istilah al-nafs. Bagi Freud (mazhabPsikoanalisa) keberagamaan merupakan bentuk ganguan kejiwaan. Kesadaran agama: hadir dalam pikiran dan dapat dikaji dengan introspeksi. . bagaimana prilaku dan kepribadiannya mencerminkan keyakinannnya Secara operasional. yaitu kesadaran agama (religious consciousness) dan pengalaman agama (religious experience). Psikologi dapat diterjamahkan ke dalam bahasa Arab menjadi ilmu al-nafs atau ilmu al-ruh. Dr. Jadi. obyek studinya dapat berupa: (1) Gejala-gejala psikis manusia yang berkaitan dengan tingkah laku keagamaan. psikologi agama dapat didefinisikan sebagai: ³Cabang psikologi yang meneliti dan mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan pengaruh keyakinan terhadap agama yang dianutnya serta dalam kaitannya dengan perkembangan usia masing-masing. perilaku keberagamaan tak lebih sekedar perilaku karena manusia tidak memiliki jiwa. namun ada pula yang menyamakan dengan istilah al-ruh. Belajar psikologi agama tidak untuk membuktikan agama mana yang paling benar. Dalam Islam. bereaksi dan bertingkah laku tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya. istilah ³jiwa´ dapat disamakan istilah al-nafs. Tidak melakukan penilaian benar-salah. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan psikologi. tetapi semata untuk memahami dan melukiskan (to describe) tingkah laku keagamaan sebagai ekspresi dari alam pikiran. Mazhab Kognitip PENGERTIAN Psikologi secara etimologi memiliki arti ³ilmu tentang jiwa´. perasaan. perasaan dan sebagainya akibat adanya keyakinan agama. masuk akal atau tidaknya suatu kepercayaan tertentu. karena keyakinan itu masuk dalam kostruksi pribadi. Psikologi Agama mempelajari psikis manusia dalam hubungannya dengan manifestasi keagamaannya. seperti penggunaan pancaindera. bersikap.bagi mazhab Behaviorisme. dan (2) Proses hubungan antara psikis manusia dan tingkah laku keagamaannya. Pengalaman agama: perasaan yang hadir dalam keyakinan sebagai buah dari amal keagamaan semisal melazimkan dzikir.

Konsep kesurupan telah ada selama beribu-ribu tahun yang lalu. muka datar. Orang yang kesurupan merasa sepertinya badannya mengecil atau menjadi lebih besar dari badannya dalam keadaan normal. dan intelek (kesanggupan untuk membuat keputusan) pada diri seseorang dengan menyatu pada kesadarannya . tingkah laku seseorang yang kesurupan akan dikuasai oleh mahluk halus. 23 OKTOBER 2010 kesurupan dalam tinjauan agama Psychological Shock and ´ Kesurupanµ : First Aid and Emergency Care in Psychology Of Islam Pendahuluan Konsep kesurupan adalah sebuah fenomena tentang mahluk halus yang menguasai pikiran. Gejala-gejalanya adalah badan ringan. Terakhir kita mendengar kesurupan Massal Mahasiswa STAIKIP Ahlus Sunnah Bukittinggi bulan September 2009. Tentunya kita ingin tahu kesurupan itu bagaimana hal ihwal sebenarnya? Apa benar kesurupan tersebut sebagai peristiwa dirasukinya tubuh seseorang oleh jin atau hannya berupa gejolak jiwa bawah sadar seseorang? Lalu bagaimana pula psikologi dalam menjawab permasalahan ini? Dalam makalah ini dibahas tentang itu semua. Sementara itu masih terdapat isu perdebatan seputar istilah psychology of religion dan religious psychology. Kesurupan dalam Pandangan Psikolog 1. dan (4) prinsip perbandingan. Prof. Meskipun demikian. SABTU. Dr. kesurupan massal siswa di MTsN Gunung Pangilun Padang. Dalam tradisi agama dan dongeng. menjerit-jerit dengan kata-kata tidak jelas. kesurupan bisa disebabkan oleh bermacam-macam unsur seperti narkotika. stres. menjelaskan. Dadang Hawari. Hampir pada setiap kasus kesurupan. sering menutup mata dengan kelopak mata berkedip-kedip secara otomatis. Sedangkanyang kedua lebih menekankan pada interpretasi keagamaan tentang psikologi. Hasilnya adalah mahluk halus ini bisa menguasai tindakan seseorang. kesurupan adalah . seseorang yang dikuasai oleh mahluk halus kelakuannya akan menjadi tidak normal dan kepribadiannya akan berubah. Bentuk dan interpretasi kesurupan merubah-rubah dari kebudayan yang satu ke kebudayaan yang lain. atau perubahan lain. psikiater dari Universitas Indonesia. dan hipnose . Pengertian Kesurupan a. Kasus kesurupan terjadi pada orang Eskimo di Kutub Utara maupun orang Nguni Bantu di Afrika Selatan. seseorang yang kesurupan tidak tahu atau tidak ngat bahwa dia i kesurupan . (2) prinsip mempelajari perkembangan. (3) prinsip dinamika. Agam. bibir pucat. di seluruh penjuru dunia. seperti kasus ksurupan massal siswa SMA Palupuah Kab. Oleh karena itu. Yang pertama dirujukkan pada corak aliran yang memberi penekanan pada bagaimana psikologi seharusnya mencerahkan pemahaman kita tentang agama. A. Orang mengalami kesurupan ketika badannya dimasuki oleh mahluk halus yang menguasai jiwanya.Theodore Flournoy menyusun prinsip-prinsip studi psikologi agama: (1) prinsip menjauhkan studi dari transenden. Sebab peristiwa ini sudah mewabah ke tingkat sekolah. Kesurupan adalah fenomena yang dapat ditemukan dalam banyak agama dan di berbagai masyarakat di seluruh dunia. kejang-kejang pingsan. perasaan. Di tengah masyarakat fenomena kesurupan semakin menjadi peristiwa hangat. berteriak histeris.

Mereka yang mengalami kesurupan merasakan bahwa dirinya bukanlah dirinya lagi. Hilang kesadaran akan sekitarnya dan tidak sadar dirinya sendiri 3. Beberapa pakar psikiater menyebutkan tekanan sosial dan mental yang masuk k dalam alam bawah e sadar sebagai biang penyebab kesurupan. saat seseorang seakan terpisah dari dirinya. ´Yang terkena pada umumnya orang-orang yang labil dan yang mencari pegangan. dan ada pula yang tidak menyadari sama sekali.µ. Perubahan nada suara 5. munculnya fenomena kesurupan jika dilihat dari sudut pandang psikologi disebabkan oleh faktor labilitas kepribadian. split personality. namun dalam dunia medis hal-hal seperti itu tidak dikenal. gizi buruk. upah kecil. tsunami. kuntilanak. H. pakar Psikologi Universitas Indonesia. atau lainnya. Kesusahan berkonsentrasi 6. Gejala-gejala beberapa waktu sebelum kesurupan antara lain kepala terasa berat. S. dalam psikologi fenomena kesurupan itu bisa dijelaskan dalam tiga hal: pertama. khususnya psikiatri mengakui fenomena kesurupan sebagai suatu kondisi ya ng ditandai oleh perubahan identitas pribadi. badan dan kedua kaki lemas. tetapi setelah itu ia tiba-tiba tidak mampu mengendalikan dirinya. Tetapi kalau kesurupannya massal. Bertindak lepas kontrol dan berbeda dari biasanya 2. histeria. Banyak orang mengatakan kesurupan disebabkan oleh suatu roh atau kekuatan. kedua. MPH. dan ketiga. Banjir.reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi disosiasi atau reaksi yang mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di sekitarnya. menurut ahli jiwa ini adalah gejala gangguan jiwa pada seseorang yang diikuti orang lain dan mengakibatkan hilangnya kepribadian yang asli. ketidakadilan. 2. faktor penyebabnya pun bisa diketahui. Dalam keadaan kesurupan . 4. Penjelasan soal kesurupan tidak bisa tunggal. Menurut psikolog Setiyo Purwanto. Melakukan sesuatu di luar kemampuan dan beberapa di antaranya merasakan seperti ada kekuatan di luar yang mengendalikan dirinya. Seperti dikutip dari Psychnet ada beberapa gejala yang biasanya menyerang orang kesurupan diantaranya: 1. Soewadi. Soewadi memandang tekanan sosial sebagai biang kesurupan. seperti jin. Dia yakin kesurupan bukan disebabkan oleh masuknya makhluk halus. kesenjangan yang sangat mencolok dan lainnya adalah beberapa contoh tekanan tersebut. psikologi dan lainnya. Sulit membedakan kenyataan atau fantasi pada waktu yang sama 4. Reaksi disosiasi dapat terjadi secara perorangan atau bersama-sama. dr. dan ngantuk. Dengan melakukan screening dan pemeriksaan secara keseluruhan. Kesurupan. 3. yang disebabkan oleh teka nan fisik maupun mental (berlebihan). saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya. Guru Besar Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. MSi. ada yang menyadari sebagian. Dr. Keadaan saat kesurupan ada yang menyadari sepenuhnya. keadaan disosiasi. Psi. saat diri seseorang tampil dengan beragam perilaku yang dimunculkan oleh ´pribadiµ yang berbeda. Kadang-kadang hilang ingatan. 5. Perubahan ini biasanya masih disadari oleh subjek. saling memengaruhi. badan terasa ringan. sosial. Sama juga dengan yang dikatakan oleh Prof. Menurut Sartono Mukadis. tetapi ada su atu kekuatan yang mengendalikan dari luar. penglihatan kabur. Dunia kedokteran. Kondisi seperti itu dipengaruhi oleh banyak faktor seperti spiritual. dan tidak jarang menimbulkan histeria massal. itu melibatkan sugesti. Anak badung sekali pun biasanya tidak ada yang kena.

Dapat merasakan kepuasan dari perjuangan hidupnya 5. Saat itu merupakan kesempatan untuk mengekspresikan hal hal yang terpendam melalui jeritan. 2. ranjing menggambarkan keadaan sesuatu yang berasal dari luar masuk ke dalam dan mengisi ruang dalam. 4. Kata surup. atau ketidakmampuan seseorang menghadapi kesukaran-kesukaran. namun ada an sebagian yang dialaminya disadarinya.korban melakukan gerakan-gerakan yang terjadi secara otomatis. 3. Biasanya gembira. Mempunyai rasa kasih sayang dan butuh disayangi 6. Menurut zakiah darajat indikator kesehatan mental adalah: 1. Bertingkah laku menurut norma-norma sosial yang diakui. 3. saat seseorang seakan terpisah dari dirinya. gerakan menari seperti keadaan hipnotis diri. Keadaan disosiasi. kerawuhan. Dapat mengenali resiko dari setiap perbuatan dan kemampuan tersebut digunakan untuk menuntun tingkah lakunya. Frigerio menyatakan. Mampu menunda keinginan sesaat untuk mencapai tujuan jangka panjang. tekanan perasaan. terwujudnya keserasian antara unsure-unsur kejiwaan 3. yang mengartikan kesurupan sebagai kemasukan setan atau roh sehingga bertindak yang aneh -aneh. Yang berarti dia memiliki masalah dengan kesehatan mental. dan tercetus dengan bebas. kegelisahan. 6. 2. Adapun ciri-ciri individu yang normal atau sehat adalah: 1. teriakan. Pertama. Setelah itu. subjek berada dalam dua keada yang berbeda. Mampu mengelola emosi. Bebas dari ketegangan dan kecemasan 2. kecemasan d pertentangan an . Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan meskipun kenyataan itu pahit. ada tiga stadium yang dialami orang kesurupan. Mampu Belajar dari pengalaman 8. Kesurupan dan hubungannya dengan kejiwaan Kesurupan merupakan salah satu gejala kejiwaan. Seseorang mengalami kesurupan apabila mengalami kegoncangan kejiwaan. Hysteria . tidak ada beban mental. Kedua being diside. keranjingan. rasuk. mempunyai kemampuan dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya serta memanfaatkannya untuk dirinya dan orang lain. saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya. 2. subjek sepenuhnya dikuasai oleh yang memasukinya dan semua keadaan yang dialami tidak diingatnya. Mempunyai spiritual atau agama. b. Stadium ketiga disebut stadium incorporation. Adapun indikator kesehatan mental menurut WHO 1. Terbebas dari gangguan dan penyakit jiwa. irradiation (subjek tetap menyadari dirinya tetapi ada perubahan yang dirasakan pada tubuhnya. 7. Pengertian seperti ini sejalan dengan kamus Besar Bahasa Indonesia. mental mereka mendapat kepuasan hebat. rawuh. Menerima kekecewaan sebagai pelajaran dikemudian hari. Mampu mengaktualkan potensi-potensi yang dimiliki 4. Psikologi memberikan penjelasan mengenai fenomena kesurupan sebagai : 1. Istilah yang sama untuk kesurupan adalah kerasukan. 5. fisik mereka dirasa lelah tetapi. Dapat mengikuti kebiasaan-kebiasan sosial. Sehinga dengan demikian dia memiliki jiwa yang tidak sehat.

Dalam fenomena kesurupan. Peranan pedanda (tetua agama) di Bali adalah mengalihbahasakan apa yang disampaikan ruh yang surup di diri pelaku kepada komunitas. lalu melepaskan tanggung jawab dan lari secara tidak sadar kepada gejala -gejala hysteria yang tidak wajar. 3. Trance bisa terjadi kapan pun mulai anda menikmati membaca tulisan ini. yaitu ledakan emosi dan pengambilalihan emosi. Berbeda dengan kesurupan yang seseorang yang sebelumnya tidak berusaha menginginkan terjadinya hal tersebut. Di Bali. Kesurupan. Ada sejumlah cara yang dilakukan agar sang ruh jahat segera keluar dari diri pelaku . main games. Pengambilalihan emosi: Yang dimaksud dengan pengambilalihan disini adalah lepasnya kontrol kita dari akal sehat dan kesadaran kita. Split personality . Di sisi lain dalam budaya Sunda ada ketidaksadaran kolektif menyatakan bahwa tersedia jalan keluar untuk hal-hal yang sudah buntu. yaitu meminta sejumlah hal kecil seperti kopi. Trance dapat terjadi saat seseorang fokus. Di Jawa. bermain atau mendengarkan musik.batin. relaks. yaitu beberapa tokoh yang dikenal dalam mitologi Sunda dan Harimau. kesurupan atau kerawuhan dipandang sebagai hal netral. manusia adalah jagat alit dan semesta adalah jagat agung. seseorang mengalami keadaan trance akan tetapi tidak setiap keadaan trance adalah kesurupan. Ledakan emosi: yang dimaksud dengan ledakan emosi adalah melepasnya sistem kontrol diri karena tekanan psikologis kuat secara internal. Karena Trance kebiasaannya terjadi pada seseorang yang memaikan suatu kesenian. Kesurupan dalam Pandangan Budaya di Indonesia. Harimau diyakini sebagai alihwujud dari Silihwangi yang ngahiang/moksa.(Gramedia:1988) menyatakan Trance = kesurupan. Penjelasan ini seringkali mengalami benturan dengan kenyataan -kenyataan budaya. Permintaan sang tokoh saat surup dapat diperkirakan. Fenomena trance mudah dilihat pada saat orang Aceh sedang menarikan Saman atau . Insan-insan suci seringkali dipilih oleh ruh suci untuk mengkomunikasikan hal yang harus dan tidak boleh dilakukan kepada komunitas disuatu wilayah. Dalam alam budaya Bali. John M. harusnya kita tahu bahwa ada dua jenis kesurupan. Pelaku sebelum mengalami kesurupan mengalami peristiwa yang penuh tekanan. tembakau. ada pola dalam kesurupan . Echols. yaitu kesurupan. Ada sejumlah sesaji dan ritual yang harus disiapkan agar sang pelaku selanjutnya aman. larut dan berminat atas sesuatu. menikmati olahraga atau menari. Dalam artian keadaanTrance dikondisikan sedemikian rupa. B. menikmati. saat pada diri seseorang tampil beragam perilaku yang dimunculkan oleh pribadi yang berbeda. tetapi karena factor kejiwaany yang lemah dan terganggu. seseorang langsung mengamuk seperti banteng haus. kesurupan seringkali diyakini sebagai masuknya ruh-ruh jahat yang diyakini berada di teritori tertentu yang merasakan bahwa dirinya terganggu oleh pelaku. Penanganan menggunakan cara-cara normal dipandang pelaku malah membawa ke jalan buntu. sirih dan permintaan lain yang merupakan simbolisasi dari masalah pelaku. faktor eksternal. Kamus Bahasa Inggris-Indonesia yang disusun oleh Hassan Shadily. Dari beberapa peristiwa kesurupan di Tanah Pasundan yang diamati. lalu ada pihak lain yang mengontrol dan mengendalikan kita. misalnya karena marah. Pilihan yang nyurup pun sedemikian terbatas. Pengertian ini dapat kita analisis bahwa penyamaan Trance dengan kesurupan tidaklah tepat. Trance berbeda dengan kesurupan. Dalam menghadapi kesukaran itu orang tidak mampu menghadapinya dengan cara yang wajar.

Menurut C.G. 5) seringkali disertai fobia. saat penari piring dari ranah minang asyik menari hingga nyaman berdiri dan menggerakkan kaki di atas tumpukan beling. atau aspek mental seseorang. dan saat tarian perang dilakukan para pemuda dari papua. saat penari jaran kepang tegang dan mengunyah beling. a.G. tetapi para psikolog akhirnya mengubah pengertiann ya dengan gangguan -gangguan yang terdapat pada jiwa seseorang. yaitu ketidaksadaran individual yang isinya dibentuk oleh pengalaman-pengalaman pribadi yang digeserkan ke bawah sadar. kelelahan. Bentuk-bentk neurosis adalah hysteria. Ciri utama neurosis ditandai dengan. saat penari bugis membakar tubuhnya dengan api. keluhan-keluhan. Kesurupan sebagai salah satu gangguan kepribadian dalam Psikologi Dalam kategori diagnostik utama. saat penari Maluku memainkan bambu gila. yaitu neurosis dan psikosis. 2) konflik. saat penari Reog Ponorogo tubuhnya kuat membawa topeng macan dengan bulu merak sambil memanggul warok. Saat orang Batak sedang bagondang. cacat fungsi pada jeroan dan dalam rongga perut. serta kecemasan. gangguan pencernaan dan tingkah laku obsesif kupulsif. dan ketidaksadaran kolektif (collective unconsciousness) yang isinya merupakan warisan yang dimiliki semua manusia sebagai bagian dari kodratnya. ketidaksadaran punya dua lapisan. saat para Jawara memainkan debus di Banten. (1) wawasan yang tidak lengkap mengenai sifat-sifat dan kesukarannya. reaksi kecemasan. C. saat penari barong di Bali mencabut keris. psikopatologi secara garis besar dibagi menjadi dua bagian. saat Aki-aki dari Garsela (Garut Selatan) ngengklak surak ibra. Adanya ketidaksadaran itu bisa menjelaskan kenyataan bahwa baik dalam mimpi-mimpi individual maupun dalam budaya- . Jung (Swis. 3) reaksi kecemasan.mendendangkan kisah perang sabil. 1875-1961) adalah tokoh yang paling penting untuk psikoanalisis (psikologi dalam) di samping Sigmund Freud dan Alfred Adler. Kesurupan bisa kita pahami secara ilmiah sebagai tindakan alam bawah sadar sese orang sebagai reaksi terhadap tekanan yang dihadapi. Ketidaksadaran itu muncul misalnya dalam mimpi mimpi atau juga dalam mitos-mitos dan gambar-gambar religius. Neorosis pada mulanya diartikan sebagai gangguanµ ketidakberesan susunan syarafµ. perilaku. Sehingga dengan demikian kesurupan bukanlah akibat masuknya makhluk halus tetapi dia merupakan sebab dari lemah jiwa seseorang. memejamkan mata dan menusukkan keris ke dadanya. Ketidaksadaran dalam pandangan Jung C. Salah seorang pakar dalam psikoanalisa adalah Carl Bustav Jung. tetapi juga ketidakberesan sikap. pikiran dan tindakan manusia. gema peristiwa dari dunia prasejarah. yang oleh zaman selanjutnya ditambah sedikit demi sedikit penganekaragaman dan pembedaan -pembedaanµ. D. neurasthenia (ditandai dengan kelemahan yang berlebihan. 4) kerusakan parsial atau sebagian dari kepribadiannya. Psikologi dalam (depth psychology) menemukan ketegangan antara hidup sadar dan tidak sadar dan menganalisa ´ketidaksadaranµ sebagai suatu lapisan psikologi manusia (di samping pikiran yang disadarinya) yang mempengaruhi perasaan. Kedikaksadaran adalah ´segala endapan pengalaman nenek moyang yang diturunkan sejak berjuta tahun yang tak dapat disebut yang sepenuhnya mengendalikan. Kajian Psikologi tentang Kesurupan Dalam kajian psikologi ada dua perspektif yang dapat digunakan untuk melihat kasus kesurupan yaitu kajian psikoanalisa dan psikologi transpersonal.µ Perubahan pengertian ini diakibatkan oleh hasil penelitian bahwa penyebab neurosis bukan hannya ketidakberesan syaraf. Jung.

pikiran. mereka merupakan ide-ide yang pra-sadar dan primordial. oleh C. bahkan di daerah daerah tertentu malah sengaja untuk kesurupan. Jadi. libido bukan hanya menandakan energi seksual. Konsep arketipe itu mengambil bentuk simbolis dalam berbagai ungkapan religius. yaitu ´gambaran arkais. Materi yang disediakan oleh ketidaksadaran untuk proses itu. c. tetapi terdapat perbedaan yang sangat berarti antara superego-nya Freud dengan collective unconciousness. sedangkan teori teori Freud hanya berkecimpung dengan hal-hal yang sifatnya keduniaan semata. mistisisme. Budaya ini lah yang menjadi arketip arketip yang tersimpan dalam ketidaksadaran kolektif dan inilah yang banyak mempengaruhi terjadinya kesurupan di indonesia. kuda lumping. tetapi juga menyediakan materi-materi untuk gagasan-gagasan keagamaan. tetapi semua proses kehidupan yang penuh energi: dari aktivitas seksual sampai penyembuhan. dan collective unconciousness (ketidaksadaran kolektif) Conciousness dan personal unconciousness sebagian dapat diperbandingkan dengan id dan ego. Kajian teori Jung terhadap Kasus Kesurupan Indonesia merupakan bangsa kaya budaya termasuk budaya kesurupan. dan superego. personal unconciousness (ketidaksadaran pribadi). muncul motif-motif yang sama tanpa adanya hubungan tradisi satu sama lain atau diakibatkan oleh pengalaman konkret. Ketidaksadaran adalah tempat dimana agama dan simbol-simbol religius berakar. simbol-simbol dasar dari agama-agama (misalnya: Tuhan. intuisi. yakni keakuan. Istilah Freud lainnya yang didefinisikannya kembali adalah libido. yaitu sensasi. Unsur kepribadian dalam paradigma Psikoanalitik Jung Doktrin Jung yang dikenal dengan psikologi analitis (analytical psychology). merupakan suatu kompleks yang terletak di tengah-tengah kesadaran. Mereka mencermrinkan struktur kepribadian manusia dan menunjuk kepada keberadaan yang transenden. dan merupakan dasar untuk pengalaman-pengalaman religius yang langsung. dan menjadi to ntonan menarik seperti reog.budaya dan agama-agama yang berbeda. ego. leluhur dan historis. simbol-simbol untuk keberadaan transenden dan keseluruhan/keesan dll ) sudah berada di dalam ketidaksadaran setiap . debus dan tari kecak. b. ia menggunakan istilah conciousness (kesadaran). khususnya yang dipakai oleh Freud. ayah/ibu. Ego. sangat dipengaruhi oleh mitos. G. Jung disebut ´arketipeµ. yang mengatur akar dari empat fungsi psikologis. dan menggambarkan solidaritas terdalam antara berbagai tradisi keagamaan umat manusiaµ. adalah istilah istilah yang tak pernah dipakai oleh Jung. Id. Selain itu. juga mengandung warisan memori-rasial. arketipe ¶merupakan bentuk atau gambaran yang bersifat kolektif yang terjadi praktis di seluruh bumi sebagai unsur kisah suci dan dalam waktu yang sama merupakan hasil asli dan individual yang asal-usulnya tidak disadari·. Setiap kita memiliki potensi untuk kesurupan karena memang bawah sadar kita dalam collective . yang sudah ada sejak zaman yang amat silam. karena Jung percaya bahwa yang terakhir ini adalah wilayah kekuatan jiwa (psyche) yang paling luas dan dalam. ketidaksadaran bukan hanya dasar kemampuan manusia untuk mengembangkan agama dan simbol simbol religius dan ´pintu masukµ yang membuka lubuk jiwa manusia untuk pengalaman religius. dan pengalaman religius. Bagi Jung. metafisika. Sebagai gantinya. Dalam kata Jung. menurut Jung. Ia percaya bahwa hal ini dapat memberikan keterangan yang memuaskan atas sifat spiritual manusia. Jung mendefinisikan kembali istilah istilah psikologi yang dipakai pada saat itu. individu. Jadi. kuno dan universal. Arketipe itu secara laten tersembunyi dalam semua orang dan akan diberi ungkapan simbolis menurut situasi historis di mana orang itu tercakup. dan perasaan.

jangan dipaksa atau dipegang apalagi diteriaki terlebih di pukul pukul. atau dekat kuburan. kenapa bisa tidur jawabnya tentunya karena lemahnya kesadaran karena faktor mengantuk.unconciousness berisi mitos mitos seperti memedi pocong. 3. Tenangkan suasana. Namun panggilah dokter untuk memberikan obat penenang kepada si anak. jin penunggu rumah. 5. Beberapa Cara menangani kasus kesurupan. E. 4. Jika keadaan semakin tidak terkendali. Para guru jangan bersikap tahayul dan khurafat misalnya dengan mendatangkan ahli pengusir jin karena itu bukannya menghilangkan jin malah lingkungan sekolah menjadi tersugesti untuk kembali ke jaman animisme yaitu mempercayai Jin dan sebangsanya yang pada akhirnya akan melemahkan tauhid dan akibatnya adalah munculnya kesurupan. Mitos inilah yang turun menurun dari jaman dulu terus hingga sekarang. Mistis disekolah. dalam beberapa kasus kesurupan dia bisa berteriak teriak hingga berjam jam. Isolasi sesegera mungkin anak yang terkena kesurupan 2. dalam keadaan seperti ini seseorang yang kesurupan sedang memasuki alam bawah sadarnya tepatnya di alam ketidaksadaran kolektif dimana menurut freud ketidaksadaran tersebut mengandung kekuatan jiwa (psyche) sehingga dia memiliki kekuatan yang melebihi seperti biasanya Mengapa orang bisa masuk kedalam alam bawah sadarnya ? sebab utamanya adalah lemahnya kesadaran seperti orang mau masuk tidur. bahkan penunggu laut selatan. atau memanggil dukun dan sejenisnya. Tempatkan si anak di tempat tertutup namun yang aman dan udara bisa keluar masuk dalam ruangan dengan baik 6. Kesurupan sering terjadi biasanya di tempat yang bekas kuburan. kalau dibaca dengan menghentak hentak anak yang terkena akan semakin histeris dan teriakan dari pembacaan quran tadi akan memperkeruh keadaan. Kalau membaca Qur·an bacakan dengan penuh kekhusyuan dan dengan nada pelan sehingga akan menenangkan si sakit. Terjadinya peristiwa tersebut tidak lain karena labilnya jiwa seseorang. dan banyak lagi. karena kesurupan cenderung membuat suasana menjadi gaduh. Untuk terhindar dari hal tersebut kita harus memiliki jiwa yang sehat. atau bisa melemparkan beberapa orang yang sedang memeganginya. dan jika sudah dampingi anak dengan orang tuanya 7. pencegahan (preventif). ketakutan. Tenangkan anak yang mengalami kesurupan dengan membiarkannya. Dalam hal ini kita harus bijak dalam mendudukkan al quran jangan melecehkan quran dengan menggunakannya yang bukan pada tempatnya. jangan memanggil paranormal. dan crowded atau ramai. Ada lagi kesurupan mampu berbicara seperti bukan dia yang bicara. jin penunggu sungai. gunakan quran sebagai petunjuk hidup bukan sebagai alat pengusiran jin. Dalam kasus kesurupan masal yang menjadi precipitating event adalah teman yang sudah kesurupan. dan pembinaan (konstruktif). yang kemudian tersimpan dalam personal unconciousness sehingga kedua kenyataan itu klop membentuk suatu si tem keyakinan dan s kepercayaan yang setiap saat bisa muncul bila ada pemicunya (precipitating event). Seringkali orang yang kesurupan memiliki kekuatan yang melebihi kemampuan biasanya. . 8. 1. karena nuansa mistis bisa menjadi condtioning event atau keadaan yang mengkondisikan terjadinya kesurupan. wewe gombel. Ditambah lagi pengalaman masa kecil yang sering ditakut takuti dengan berbagai macam hantu dan segala varian nya. Ada tiga langkah yang ditempuh dalam mencapai kesehatan mental yakni pengobatan (kuratif). dalam istilah hipnotisme teman yang sudah kesurupan mengi duksi bawah sadar teman n lainnya sehingga seperti penyakit menular yang bila tidak diisolasi akan mewabah ke yang lain. Perawatan Terhadap Korban Kesurupan Dalam Tinjauan Psikologi Islam Bagaimanapun kesurupan merupakan salah satu fenomena kejiwaan yang bermasalah.

pokok pangkal ketaatan manusia. Untuk lebih jelasnya Psikologi Agama sudah memberikan solusi dalam masalah gangguan jiwa ini yaitu metode Tazkiyatul Nafs. maka emosi akan tetap tenang terkendali. guna l meniadakan atau mengurangi terjadinya gangguan kejiwaan sehingga ia dapat menjaga dirinya dan orang lain dari kemungkinan jatuh kepada kegoncangan dan ketidaktentraman batin. karena ajaran agama memenuhi kebutuhan jiwa dan mengendalikan manusia dalam pemenuhan kebutuhan jiwanya. Tazkiyatul al-Nafs sebagai Metode Bimbingan dan konseling dalam Agama Islam. Emosi yang tenang terkendali akan menghasilkan optimalisasi pada fungsi kerja God Spot pada lobus temporal serta mengeluarkan suara hati ilahiah dari dalam bilik peristirahatannya. sehingga ia dapat menjadi sehat dan wajar kembali. a. Kita meyakini bahwa dalam surat al-Ikhlas ayat 2 Allah sudah menjelaskan pada kita bahwa Dialah sandaran hidup dan tempat kita mengadukan persoalan seluruh masalah kita. suara hati ilahiah pada dimensi spiritual (SQ) bekerja dengan normal. fantasi. dan kepribadian. seperti apa yang dilakukan orang dalam memperkuat ingatan. Berbicara tentang keimanan tidak terlepas dari ajaran agama Islam. Menurut Hasan al-Banna sebagaimana dikutip oleh Yahya Jaya. sehingga emosi selalu terkendali. Keimanan merupakan solusi untuk menentramkan jiwa. Dalam al-Qur·an ditegaskan bahwa tazkiyah adalah misi utama risalah para rasul Allah. bahwa agama Islam merupakan semulia-mulia jalan bagi perbaikan dan pembinaan jiwa manusia. Qur·an: Artinya: Sesungguhnya Allah SWT telah member karunia kepada orang -orang yang beriman. Langkah pembinaan di samping bertujuan untuk menjaga kondisi mental yang sudah baik. 3. tujuan tertinggi kehidupan jiwa orang yang beriman dan bertaqwa serta padanya banyak bergantung kebahagian dan kesesengsaraan hidup manusia di dunia dan di akhira Seperti yang dijelaskan alt. Akibatnya. Sehingga dapat membentengi jiwa dari segala pengaruh negatif. Perlu kita melihat orientasi Spiritualisme Tauhid. Dia memiliki keimanan yang kokoh. Usaha ini. juga meliputi cara yang ditempuh orang untuk meningkatkan rasa gembira. kemauan. sehingga dia tidak mudah dirasuki pikiran-pikiran yang tidak wajar. Maka akan terjadi rangsangan pada dimensi emosi (EQ). di samping usaha pribadi seseorang. bahagia dan kemampuannya dalam mempergunakan segala potensi yang ada seoptimal mungkin.ain. Namun karena aspek mental telah dilindungi oleh prinsip tauhid. Dengan tauhid akan mampu menstabilkan tekanan pada amygdale ( system saraf emosi). ketika Allah megutus kepada mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri. Kondisi mental seseorang yang sehat berbanding lurus dengan kedalaman cara beraga manya. juga termasuk usaha pemerintah dan masyarakat dalam memperbaiki dan mempertinggi sistim kebudayaan dan peradaban. Disinilah diharapkan berfungsinya ketauhidan dalam diri seseorang. menyucikan jiwa mereka (tazkiyah) serta mengajarkan kepada mereka al-kitab dan al-hikmah. Tertancapnya keimanan seseorang. 2.Langkah pengobatan ialah usaha yang ditempuh untuk menyembuhkan dan merawat orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Langkah pencegahan adalah metode yang digunakan untuk menghadapi diri sendiri dan orang . mereka benar -benar . yaitu: 1. yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah. Sesungguhnya sebelum kedatangan rasul. Tazkiyah memiliki dasar yang kuat dan mantap dalam agama Islam. Ketika terjadi masalah pada dimensi fisik. akan mengendalikan sifat emosinya.

Metode dan teknik psikoterapi biasanya dilakukan dengan wawancara. Pengusahaan komunikasi yang akrab. pengkodisian. F. Al-Qur·an sebagai sumber utama ajaran Islam berfungsi sebagai petunjuk. Kesimpulan Kesurupan merupakan reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi disosiasi atau reaksi yang mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di sekitarnya. yang disebabkan oleh tekanan fisik maupun mental (berlebihan). Dalam wawancara. ( Ali Imran ayat 164) . Reaksi disosiasi dapat terjadi secara perorangan atau bersama -sama. psikis. Al-Isra· 9) Berdasarkan ayat tersebut dipahami bahwa untuk pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan bahagia mesti dekat dengan agama. terapis memperlihatkan sikap yang hangat dan memahami keadaan pasien atau kliennya untuk mengekspresikan diri serta meminimalisir rasa malu. Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa psikoterapi merupakan upaya pengobatan dan pemulihan kesehatan (fisik. Dalam penyucian jiwa tersebut tidak terlepas dari peranan al-Qur·an sebagai panduan hidup umat Islam. rahmat. sugesti dan penafsiran. Kesurupan hannya terjadi pada diri orang yang memiliki jiwa yang lemah. Sebaliknya. Psikoterapi dalam penanganan gangguan kejiwaan (kesurupan) Psikoterapi berarti penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental atau kesulitan kesulitan penyesuaian diri setiap hari. sehingga ketika mendapat tekanan tidak mampu untuk mengatasinya. saling memengaruhi. penderita dibimbing ke sasaran yang antara lain mengubah pola kelakuan penderita dengan jalan menunjang perkembangan positif pada kepribadiannya dengan menghilangkan hambatan dalam kepribadiannya. Tetapi kalau kesurupannya massal. Teknik utama yang digunakan oleh para psikoterapis mencakup interview kedalaman. dan tidak jarang menimbulkan histeria massal. b. iman dan kalbu) orang yang terganggu atau sakit melalui bantuan kejiwaan. Dalam kondisi demikian pasien didorong serta diberanikan untuk mendiskusikan segala kecemasan dan pengalamannya yang paling intim (rahasia) tanpa ada pertimbangan moral atau kritsme di pihak terapis. Dengan dalamnya jiwa keagamaan seseorang maka dia akan memiliki jiwa yang sehat.baik monologis maupun dialogis.berada dalam kesesatan yang nyata. itu melibatkan sugesti. Sehingga terciptalah pribadi yang kokoh secara emosi dan kematangan jiwanya. Orang yang lemah dari segi jiwa atau mental . dan mau·izat (pengajaran) bagi kehidupan jiwa manusia dalam menuju kebahagiaan dan peningkatan kualitasnya sebagaimana yang ditegaskan oleh ayat berikut: Artinya: sesunguhnya al-Qur·an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka adalah pahala yang besar. (QS. Kebahagian dan ketenangan hidup akan diraih dengan diamalkannya tuntunan Ilahi. antara terapis dengan pasiennya. obat.

2004) Departemen Agama. Depdikbud. Al-Qur·an dan terjemahnya. ttp://www.com/news/seasia/2009/07/22/420/. 2004) Detik. Kesurupan jangan dipelihara. Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power. Ubaedy dan Abdul Kohar-Majalah Edukasiah. Saat ini yang terjadi adalah dia berada dalam alam bawah sadar. 2004) . Bagaimanapun ini merupakan masalah kejiwaan.voa-islam. Jiwa yang tenang hanya akan didapat dari ajaran-ajaran agama.melepaskan ketidak berdayaanya dengan tanpa disadarinya masuk ke dalam bawah sadarnya. DAFTAR KEPUSTAKAAN Abdul Mujib.shvoong. Dia meronta dan melabrak orang disekelilinginya. 2006) AN. Oleh karenanya solusi bagi masalah ini adalah bagaimana kita menciptakan jiwa yang sehat.com/social/sciences Ramayulis. Ketika berada dalam wilayah bawah sadarnya tersebut terjadilah letupan -letupan emosinya yang tertahan selama ini. (Jakarta: Arga. Dengan kondisi yang sehat dan tenang akan membuat diri seseorang memiliki ketahanan di dalam menghadapi kerasnya hidup ini. diiringi dengan daya kekuatan yang lahir dari dorongan kejiwaannya. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Namun justru karena adanya letupan emosi bawah sadarnya. Menurut penulis kesurupan yang marak terjadi bukanlah akibat diri seseorang dirasuki oleh jin. (Jakarta: Kalam Mulia.com (25/3/2006). (Jakarta: Balai Pustaka. 2002) Htt/ id. ketika hal itu terjadi. (Jakart: PT Syaamil Cipta Media. Pengamalan ajaran agama akan menjauhkan seseorang dari keputus asaan. Ary Ginanjar Agustian. Psikologi Agama. Dengan demikian dipahami bahwa kesurupan merupakan sebab dari lemahnya jiwa seseorang dalam menghadapi realitas social. Kepribadian Dalam Psikologi Islam.

Dalam arti luas. Spritualisasi. On Miracles and Modern Spiritualism: Rise of Victorian Spiritualism. Kesurupan dalam tinjauan psikologi Islam. konsep. yang mungkin disebut kearifan. Alfred Russel. 1973 Yahya Jaya. Mistisisme dalam Islam disebut dengan tasawuf. dan oleh para orientalis Barat disebut dengan sufisme. Com. (Bandung: Jemmars. meanings. cahaya.blogspot.Siswanto. Kesehatan Mental. mistik dapat didefinisikan sebagai kesadaran terhadap kenyataan tunggal. cinta atau nihil.com/2009/02 Setiyo Purwanto. 1994) Zakiah Darajat. Bimbingan Konseling Agama Islam. Murray Thomas. dan tidak dipakai dalam agama-agama lain. ( Padang: Angkasa Raya. dalam menumbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan Mental. (Jakarta: CV Haji Masaagung. (Jakarta: CV Ruhama. 1980) www. 19 Desember 2008 Winarno Surakhmad. Google. 2004) Yahya Jaya. Tasawuf atau mistisisme sebagaimana dengan mistisisme di luar agama Islam mempunyai tujuan untuk memperoleh hubungan langsung dan disad ari dengan Tuhan.com Wallace. and functional significance for individuals and social groups. 2001 Walker. 1969) MAKALAH Psychological Shock and ´ Kesurupanµ : First Aid and Emergency Care in Psychology Of Islam Dipresentasikan pada Perkuliahan Psikologi Agama Islam 29 November 2010 MISTISISME DALAM KAJIAN PSIKOLOGI AGAMA 1. Ceremonial spirit possession in Africa and Afro-America: Forms.religion-cult. Cakupan dan Perkembangannya. Kata sufisme dalam istilah orientalis khusus dipakai dalam mistisisme Islam. Kata mistik biasanya digunakan untuk menunjukkan hal-hala yang berkaitan denganpengetahuan tentang misteri. PENGERTIAN MISTISISME Kata mistisisme berasal dari bahasa Yunani Meyein. Sheila S. United Kingdom: Routledge. 1977) Zakiah Daradjat. . Brill Archive. Perkembangan Pribadi dan Keseimbangan Mental. 2007) http://andrew-setiawan. yang artinya menutup mata . Kesehatan Mental. (Yogyakarta: Andi Offset. Perawatan Jiwa. (Jakarta: Bulan Bintang.

M. Dengan kata lain. bahwa dengan latihan fisik serta psikis yang ditempuhnya. intisari dari mistisisme. Ia merupakan sustu kondisi yang mustahil dapat dideskripsikan atau dijabarkan. Pengetahuan intuitif langsung. Bahkan dia merasa kekal abadi dalam realitas tertinggi. untuk merealisasikan nilai-nilai itu. tapi ia menimbulkan kesan-kesan yang sangat kuat dalam ingatan. Ia merupakan kondisi pasif (passivity). Karakteristik tersebut adalah:5 a. Seorang sufi atau mistikus akan tebebas dari semua rasa takut dan merasa intens dalam ketentraman jiwa. sehingga disadari benar bahwa seseorang barada dihadirat Tuhan. yang disebut dengan kasfy atau intuisi. sebab bagi para pelakunya ia merupakan kondisi pengetahuan. ialah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dengan Tuhan dengan mengasingkan diri dan berkontemplasi. b. Menurutnya. 2 Cirri khas mistisisme yang pertama kali menarik para ahli psikologi adalah kenyataan bahwa pengalaman-pengalaman mistik. Ia merupakan merupakan suatu kondisi pemahaman (neotic). ia tidak langsung tinggal lama pada sang sufi atau mistikus. Harun Nasution. d. d. yaitu metode pemahaman hakikat realitas di balik persepsi inderawi dan penalaran intelektual. Dalam kondisi tersebut tersingkap hakikat realitas yang baginya merupakan ilham dan bukan pengetahuan demonstratif. moral. Setiap tasawuf atau mistisisme memiliki nilai-nilai moral tertentu yang tujuannya untuk membersihkan jiwa. Tujuan dari mistisisme adalah memperoleh hubungan langsung secara sadar dengan Tuhan. Dr. menjelaskan tentang kondisi mistisisme. . Peningkatan moral. 1 Menurut Prof. serta kebahagiaan dirinya pun terwujudkan. kondisi tersebut merupakan perasaan (stste of feeling) yang sulit dilakukan pada orang lain dengan detail kata seteliti apa pun. KARAKTERISTIK MISTISISME William James. c. Di mana dia sudah tidak lagi merasakan adanya diri ataupun kekuatannya. dalam istilah tasawuf Islam). Ia merupakan suatu kondisi yang cepat sirna (transiency). Sedangkan menurut Al-Taftazani mengungkap lima karakteristik. 3 2. kondisi tersebut ditandai dengan empat karakteristik: 4 a.A. c. akhirnya seorang sufi atau mistikus sampai pada kondisi psikis tertentu. Pemenuhan fana (sirna) dalam realitas mutlak.sehingga disadari benar bahwa seseorang berada di hadirat Tuhan. b. atau perubahan-perubahan kesadaran yang mencapai puncaknya dalam kondisi yang digambarkannya sebagai kemanunggalan (wihdah. termasuk di dalamnya sufisme. Ketentraman atau kebahagiaan. di mana karakteristik tersebut memiliki cirri-ciri yang bersifat psikis. maka dalam kondisi seperti ini dia disebut sebagai sufi ataupun mistikus. Yang dimaksud fana yaitu. dan epistimologis.

Dan ia pun bukan kondisi yang sama pada semua orang. Seperti William James. Dalam hal ini Santa Teresa melukiskan empat tahap doa mistik. SUFISME DALAM KAJIAN PSIKOLOGI AGAMA Aspek-aspek psikis dalam mistisisme telah banyak dikaji oleh para ahli ilmu jiwa agama. Tasawuf atau mistisisme adalah kondisi-kondisi yang khusus. Pertama. Roger Bastide. Dalam tipe kedua sebagai system aturan perilaku mempunyai cirri sebagai penolakan untuk melakukan tindakan-tindakan instingtif atau adat istiadat dan pembiasaan melakukan perbuatan-perbuatan menyakitkan. ekstasi. serta . Mengenai hubungan antara mistisisme dengan gangguan mental itu dikemukakan oleh para tokoh mistik yang menunujukan bukti hysteria dan bukti tanda-tanda penyakit yang dikaitkan dengan sugestibilitas tingkat tinggi. magis. evelyn Underhill dan Robert Thouless. dan perkawinan spiritual. Latihan-latihan mental para mistikus diarahkan pada pengekangan-pengekangan perilaku. misalnya. yaitu sebagai rangsangan kreatif dalam pemikiran keagamaan. membahas mistisisme dengan mengawalinya pada arti penting mistisisme bagi psikologi agama. James Leuba. teradap empat aspek yang dapat dikatagorikan dalam mistisisme yaiu ilmu ghaib. membahas gejal-gejal jiwa yang terjadi tanpa peran panca indera. Nama yang terakhir ini. pengertian yang ditimba dari harfiah kata -kata. 3. sebagai system aturan perilaku yang disebut asketik. Perasa an sebagaimana tersebut di atas yang kemudian memunculkan anggapan. misalnya. Yang dimaksud dengan penggunaan symbol ialah bahwa ungkapan-ungkapan yang dipergunakan sufi atau mistikus itu biasanya mengandung dua pengertian. Terdapat dua tipe kontemplasi yaitu. ilmu kebathinan. Mereka dilatih berpikir tentang tentang keterkaitan antara makanan dan minuman dengan akibat yang tidak menyenangkan dan tranformasinya dalam tubuh. Di mana dalam kondisi jiwa yang tertekan. pengertian yang ditimba dari analisis serta pendalaman.e. Kedua. sebagai system latihan mental seperti meditasi. Aspek yang disebut terakhir. doa penyatuan. mustahil dapat diungkapkan dengan kata-kata. sehingga mereka tidak lagi memilki keinginan untuk makan dan minum. kedua. Penggunaan symbol dalam ungkapan-ungkapan. pertama. yaitu doa ketenangan. Pada bagian lain. Kontemplasi merupakan bagian dari kehidupan para mistikus. Pada tahap berikutnya adalah sampai pada tingkat bersau (kemanunggalan) yang biasanya terungkap lewat syair-syair atau doa mistik. Para tokoh mistik dalam upaya menyucikan diri membersihkan jiwa dari keterikatan akan kenikmatan dunia adalah dengan mengasingkan diri ( uzlah) dan kontemplasi. dan parapsikologi. Sikap demikian juga dialami oleh penderita ganguan jiwa. Ia mengambil sikap menarik diri dari lingkungan atau kehidupan special. bahwa penderita ganguan jiwa dan perilaku tokoh-tokoh mistik yang mempunyai kesamaan.

tanpa dipelajari sehingga memiliki kemampuan melebihi gejala jiwa yang normal seperti: 1) Kemampuan mengetahui Sesutu peristiwa yang belum terjadi. Pengantar Ilmu Jiwa Agama. Robert H. Jakarta: Kalam Mulia. 2004. Orang yang telah mencapai makrifat maka akan tersingkap tabir yang menghalanginya dengan Allah. ke-2 . stigmasi dan sebagainya. ke-1 Thouless. ramalan. sebab salah satu dari aspek makrifat adalah pencapaian hal-hal yang gaib dari Allah. Ilmu Jiwa Agama. cet. telepati. 1993.6 DAFTAR PUSTAKA Jalauddin dan Ramayulis. Gejala-gejala jiwa paranormal ini dimiliki seseorang berdasarkan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. 1995. Kemampuan tersebut menjadi wajar bila dimiliki oleh para pelaku sufi yang telah mencapai derajat tinggi. meilihat sesuatu tanpa menggunakan mata dan sebagainya. ia akan menemukan banyak hal tentang rahasia-rahasia alam yang merupakan ilmu Allah. ke -2 Sururin.perubahan yang bersifat fisik yang digerakan oleh jiwa tanpa menggunakan kekuatan yang terkait dengan tubuh manusia. pengobatan. cet. khususnya sampai pada tahap makrifat. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. cet. 2) Kemampuan melakukan pebuatan tanpa menggunkan kekuatan yang terdapat dalam fisik. Pengantar Psikologi Agama.