Category Archives: ilmu

Balans Roda_Ban
Apr 21 BAB I

PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI

Modul Balans roda / ban ini membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat mengatasi gangguan ban akibat roda yang tidak balans. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliput: (a) mengidentifikasi gangguan pada roda/ ban, (b) memahami pengertian balans static dan balans dinamik, dan (c) membalans roda pada mesin balans. Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang identifikasi gangguan pada roda. Kegiatan belajar 2 membahas tentang pengertian balans static dan balans dinamik, dan kegiatan belajar 3 membahas tentang membalans roda pada mesin balans. Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat memahami cara membalans roda / ban.

B. PRASYARAT Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. Prasyarat mempelajari modul OPKR-40-016B antara lain adalah OPKR-10-017B dan OPKR-10-019B. C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Peserta diklat

Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain :

a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar. b. c. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1). Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku. 2). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 3). Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4). Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. 5). Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6). Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan. 2. Petunjuk Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk : a. b. c. d. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar

Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan

f.

Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan

D. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini peserta diklat diharapkan : 1. 2. Mampu mengidentifikasi gangguan roda dengan baik.

Memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Mampu membalans roda pada mesin balans dengan baik.
E. KOMPETENSI

Uraian subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KERJA A 1 B 1 C 1. D 1 : Balans roda / ban : OPKR-40-016B : 20 Jam @ 45 menit E Batasan konteks F 1 G 1

Standar kompetensi ini digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan di bidang perbengkelan 2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk : Spesialisasi pabrik kendaraan SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan y Kebutuhan pelanggan y Kode area tempat kerja y Spesifikasi produk/komponen pabrik
y

y

3.
y

Pelaksanan K3 harus memenuhi :

Undang-undang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) y Penghargaan di bidang industri 4.
y

Sumber-sumber dapat termasuk :

Peralatan tangan/hand tools, balans roda/ban

5.

Kegiatan

Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:
y

Penilaian, visual, balans statik, dinamik dan kombinasi

Materi Pokok Pembelajaran Sub Kriteria Unjuk Lingkup Kompetensi Kerja Belajar Sikap Pengetahuan Ketrampilan 1. 1. Roda dibalans 1. Prosedur 1. 1. Informasi 1. Membalans tanpa pengoperasia Menerapka teknik yang Mengidentifikas roda/ban. menyebabkan n pembalans n prosedur sesuai i gangguan pada kerusakan roda. kerja sesuai roda terhadap dengan 2. Persyaratan komponen atau 2. Spesifikasi SOP. keamanan 2. Membalans sistem lainnya roda perlengkapan. roda pada mesin 2. balans. Menerapka 3. Persyaratan 2. Informasi yang n benar diakses dari keamanan 3. Penggunaan spesifikasi pabrik keselamatan kendaraan. perlengkapan dan dipahami kerja. balans. 4. Kebijakan 3. Balans perusahaan/pabri k yang sesuai. dilaksanakan sesuai panduan industri yang telah 5. Prinsip balans ditetapkan. secara dinamik 4. Seluruh kegiatan membalans roda/ban dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedure), Undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundangan dan prosedur/kebijaka n perusahaan. 5. Identifikasi 6. Prosedur balans secara statik. 7. Prosedur kombinasi balans secara statik dan dinamik.

balans statis dan dinamis F. CEK KEMAMPUAN

Sebelum mempelajari modul OPKR-40-016B, isilah dengan cek list (Ö) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan : Sub Kompetensi 1. Membalans roda / ban. 2. 1. Pernyataan Saya mampu mengidentifikasi gangguan roda/ ban dengan baik. Saya dapat memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Saya mampu membalans roda pada mesin pembalans dengan baik. Jawaban Ya Tidak

Bila jawa Soal Soal Soal

Apabila peserta diklat menjawab Tidak, pelajari modul ini. BAB II PEMBELAJARAN A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT

Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1. Mengidentifikasi ganguan ban/ roda. 2. Memahami balans static dan balans dinamik 3. Membalans ban/ roda. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

B. KEGIATAN BELAJAR

KEGIATAN BELAJAR 1 : Mengidentifikasi gangguan pada roda / ban yang diakbatkan oleh roda / ban tidak balans

a.

Tujuan Kegiatan Belajar

Pada akhir kegiatan belajar, Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. Menjelaskan tentang penyebab terjadinya ganguan pada roda / ban 2. 3. 4. Menjelaskan jenis keausan ban yang tidak wajar Menjelaskan terjadinya getaran pada ban / roda.

Menjelaskan analisa gangguan dan cara mengatasinya

b.

Uraian Materi

1. GANGGUAN PADA RODA / BAN Mesin rnemutarkan axle shaft atau drive shaft, dan selanjutnya memutar ban. Hal ini rnenunjukkan bahwa ban adalah bagian dari pemindah tenaga. Ban juga mengubah arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi, dari sini dikatakan juga bahwa ban merupakan bagian dari system kemudi. Ditambah lagi karena ban juga menopang berat kendaraan dan meredam getaran dari jalan, ban juga merupakan bagian dari system suspensi. Oleh karena itu, pada saat melakukan troubleshooting pada masalah ban, ketiga system tersebut yaitu ban dan peiek, kemudi, dan suspensi harus juga diperhatikan. Sama pentingnya, kesalahan perawatan ban juga akan menyebabkan gangguan pada ban dan system lainnya yang terkait. Oleh karena itu, langkah pertama pada troubleshooting ban adalah memeriksa apakah ban dipakai dan dirawat dengan baik. Apabila ban/ roda tidak balans, maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil, dalam kecepatan tertentu, akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan, antara lain : pegas rusak/patah, peredam getaran rusak, bantalan-bantalan roda rusak, kerusakan pada ball joint, dan kerusakan pada lengan-lengan

kemudi. Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan, menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. 2. KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 1 Keausan Spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur, seperti diterangkan di bawah. Kalau bearing roda, ball joint, tie rod end, dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan, atau kalau spindle bengkok, ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur, dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban.

Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini, Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik

Perbaiki atau ganti Periksa rem menyeret baik Setel kelurusan roda Periksa wheel alignment tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik .

dan rigiditas ban yang tidak seragam. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. . BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 2 Body bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. steering flutter. dan steering shimmy. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. goncangan akan semakin terasa. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans. Jika masalah tersebut diperbaiki. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. Di atas kecepatan ini. bersama-sama dengan getaran tempat duduk.Periksa balans roda tidak tepat baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 3. a). maka goncangan biasanya akan hilang. run-out yang berlebihan.

Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. Gambar 3. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda . Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment.b). run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam.

ganti aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak baik Periksa hub-to-wheel centering Centerkan kembali off center berlebihan Periksa run-out ban baik baik Periksa run-out pelek run-out berlebihan Ganti hub run-out berlebihan perbaiki Periksa balance off-the car Tidak balans run-out berlebihan .

Lantai atau tempat duduk. 3) Memeriksa Hub-to-wheel centering Thickness gauge 0. Kalau getarannya tidak nyata pada saat meluncur dengan kecepatan kritis. Periksalah clearance disepanjang keliling hub. apakah kaca spion bergetar. Bila getarannya berlangsung pada saat kendaraan sedang meluncur. Jalankan kendaraan beberapa kilometer untuk memanaskan ban hingga tercapai temperatur kerja dan menghilangkan ³standing flats³. Nilainya tidak boleh melebihi batas maksimum.1 mm 1). dianjurkan agar membicarakan dahulu sifat ganggungan dengan pengemudi kendaraan.04 in). Kalau tidak ada getaran yang terasa pada steering wheel. kemudian jalankan dijalan yang halus pada kecepatan kritis sambil memegang roda kemudi dengan ringan dan arahkan ke kiri-kanan.1 mm (0. dan kemudian catat gejala yang disampaikan oleh pengemudi (misalnya kecepatan kritis. Lakukan test jalan untuk memastikan keluhan customer kalau memungkinkan. maka penyebabnya mungkin ban belakang atau pemindah tenaga.perbaiki Periksa balance on-the-car Tidak balas Adapun rincian langkah analisa trouble-shooting dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Bicarakan gejalanya Sebelum mengatasi segala bentuk getaran. kemungkinan penyebabnya adalah getaran mesin. atau apakah masih terjadi meskipun mobil sudah diperbaiki dan roda sudah dibalans ? 2) Lakukan test jalan untuk diagnosa. apakah terjadi pada roda kemudi. Periksa hub-to-wheel centering clearance. Tentukan pada tingkat kecepatan berapa getaran terjadi dan dapatkan akibat dari gangguan tersebut. Nilai maksimium : 0. Jalur yang dipakai test jalan harus mempunyai permukaan yang baik dimana kecepatan tertentu dapat dipertahankan. jenis getaran. dan lain-lain). . apakah tempat duduk bergoncang. Pada saat getaran maksimum terjadi. biarkan kendaraan pada kecepatan ini untuk melihat apakah getarannya tetap. tetapi terasa pada body.

Mengukur run-out hub f). Periksa Run-out pelek e). Perbaiki kembali Run-out Ban 1) Periksa run-out ban Pasangkan ban pada mobil sesuai dengan tanda pemasangannya Ukur radial run-out ban dengan menggunakan dial gauge 2) Perbaiki run-out ban Pasangkan mur hub untuk sementara (kencangkan dengan tangan) dan tempatkan bagian yang mempunyai radial run-out lebih besar di bagian bawah.Gambar 4. Perbaiki Run-out ban g). Rubahlah posisi peiek pada hub dan pasang kan kembali pada posisi yang lerkecil perbedaan sekelilingnya. dan pastikan apakah peiek baik atau tidak. Periksa Run-out hub Nilai batas : Radial run-out 0. .05 mm (0. Periksa balance off-the-car 1). b). Memeriksa clearance hub 4) Perbaiki hub-to-wheel centering clearance a). h).05 mm (0. c).002 in) atau kurang Lateral run-out 0.002 in) atau kurang Gambar 5. Cobalah untuk melakukan penyetelan static balance dan dynamic balance ke 0 gram. periksa hub run-out. 2). Kalau tidak ada penurunan terhadap perbedaan sekeliling walaupun posisi pemasangannya telah dirubah. Periksa Run-out ban d). dan tempelkan dengan kuat agar tidak jatuh pada saat berjalan. Gunakan balancing weight yang sesuai dengan pelek.

seperti diterangkan di bawah. Gambar 7. ikuti repair manual yang sesuai. 2) Pemeriksaan balance off-the-car dan perbaikannya harus sudah dilakukan sebelum pemeriksaan balance on-the-car. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. ball . KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR : KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 8. dan kencangkan kembali mur hub secara merata dengan menggunakan kunci mur hub. Gambar 6 Memeriksa run-out ban 4) Untuk kendaraan dengan full-time four-wheel drive.Turunkan kendaraan sampai ban sedikit menyentuh tanah. Periksa balance on-the-car 1) Lakukan pemeriksaan sesuai dengan petunjuk untuk balancer. Rangkuman: GANGGUAN PADA RODA / BAN 1. Largest run-out i). (Lakukan penyetelan yang teliti pada hub dan wheel centering clearance). Kalau bearing roda. 5) Pada saat memeriksa balance pada drive wheel. tambah kecepatan secara bertahap. center ornament dan magnet lock-nut terpasang. putarkan roda dengan tenaga mesin. Mengukur balance on-the-car j) Periksa wheel alignment c. Ukur vertical run-out pada ban sekali lagi. 3) Pemeriksaan dilakukan dengan wheel cap. valve cap. dan cocokan hasilnya. Keausan spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi.

atau kalau spindle bengkok.joint. Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik Periksa rem Perbaiki atau ganti men yere t baik . tie rod end. dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan. ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi. Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur.

Periksa wheel alignment Setel kelurusan roda tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik Peri ksa bala ns roda tidak tepat .

bersama-sama dengan getaran tempat duduk. dan steering shimmy. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Bodi bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 9. dan rigiditas ban yang tidak seragam. goncangan akan semakin terasa. run-out yang berlebihan. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam.baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 2. steering flutter. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Jika masalah tersebut diperbaiki. Di atas kecepatan ini. . maka goncangan biasanya akan hilang. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans.

run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda ganti . Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam.STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Gambar 10.

aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak Centerkan kembali baik Periksa hub-to-wheel centering off center berlebihan Periksa run-out ban baik Periksa run-out pelek baik Periksa run-out hub run-out berlebihan run-out berlebihan Ganti hub perbaiki Periksa balance off-the car Tiak balans perbaiki run-out berlebihan .

b). Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Keausan Spot 3. ball joint. Tug as : Analisalah kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? e. d). 3). a). 2). tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. yang diakibatkan oleh ban / roda tidak balans? Jelaskan macam-macam getaran ban yang diakibatkan oleh roda/ ban tidak balans? f. seperti : bearing roda. 2. BODY SHAKE (Body Bergoncang) . Kunci Jawaban Formatif : 1. Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans. teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). Bantalan roda rusak Kerusakan pada ball joint Keausan ban tidak wajar. Pegas rusak / patah Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). Gambar 11. e). Getaran pada kendaraan akibat ban/roda tidak balans : a). Jelaskan jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? Jelaskan keausan ban yang tidak wajar. Tes Formatif : 1).Periksa balance on-the-car Tidak balans d.

Ban yang sudah dibongkar d). Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. Steering shimmy g.Yang dimaksud dengan goncangan dteini adalah getaran ertical atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Satu unit mobil praktek b). STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Bodi bergoncang b). run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. run-out yang berlebihan. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. maka goncangan biasanya akan hilang. Gambar 13. Gambar 12. dan rigiditas ban yang tidak seragam. Lap/majun . Jika masalah tersebut diperbaiki. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. Roda dengan rim 13 ³ c). Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. Di atas kecepatan ini. Alat dan Bahan a). keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Lembar Kerja : 1. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. goncangan akan semakin terasa.

b). Setelah selesai. 4. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 1? KEGIATAN BELAJAR 2 : Mengidentifikasi balans statik dan balans dinamik a. Keselamatan Kerja a). 3. Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas ! b). Mintalah penjelasan pada instruktur. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah melaksanakan kegiatan belajar ini peserta diklat memiliki kemampuan: 1). baca lembar kerja dengan teliti. c). Menjelaskan balans statik dan balans dinamik . c). Langkah Kerja a). e). d). f). Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. hal yang belum jelas.2. Tugas a). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas. efektif dan seefisien mungkin. Menjelaskan definisi keseragaman ban 2). Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. b). Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. Lakukan pemeriksaan komponen yang rusak akibat ban / roda tidak balans d). Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat.

3). Menjelaskan akibat yang ditimbulkan ban / roda tidak balans b. Uraian Materi :

1. KESERAGAMAN BAN Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. wheel balance Keseragaman dalam distribusi beban run-out

keseragaman Keseragaman dimensi

Apabila roda tidak seimbang putarannya, maka dapat menimbulkan ketidak seimbangan pada roda. Ketidak seimbangan roda yang berlebihan dapat mengakibatkan getaran yang dapat mempengaruhi kontrol terhadap kemudi kendaraan. Oleh karena itu, roda dan ban biasanya diperiksa terhadap keseimbangannya sebelum meninggalkan pabrik. Akan tetapi keseimbangan roda dapat berubah karena kerusakan atau karena keausan, terutama pada mobil berkecepatan tinggi. Roda dan ban yang tidak seimbang disamping membuat kendaraan tidak nyaman, juga menimbulkan keausan-keausan tidak normal pada ban (flat sporwear) dan sistem suspensi. Dua efek penting dari keadaan tidak seimbang adalah ³wheel tramp´ (roda bergetar pada arah vertikal) dan ³wheel shimmy´ (getaran pada arah samping). 2. WHEEL BALANCE

Dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mesin, handling dan kemampuan pengereman, juga aerodinamik body, ini memungkinkan kendaraan dapat berjalan dengan kecepatan yang semakin tinggi. Pada kecepatan tinggi. wheel assembly (ban dan peiek) yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini disebut dengan wheel balancing. Wheel balancing dilakukan dengan menggunakan balancing weight bagi keseluruhan wheel assembly, yaitu pelek dengan ban yang terpasang. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3.

STATIC BALANCE

Untuk mengetahui static balance, gambarkan sebuah roda yang setimbang berputar bebas pada porosnya. Kalau berat roda didistribusikan merata pada poros roda, titik tertentu dari roda akan dapat berhenti pada segala posisi. Dalam kondisi semacam ini roda dikatakan static balance. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy

Gambar 14. Roda dalam keadaan balans statik

Spindle centerline

Gambar 15. Roda tidak Balans Statik

Add balance weights here

Corrective weights

Gamba 16. Membalans statik

Radial vibration

Ga mba r 17. Gay a sent rifu gal pada roda yang tidak balans statik

Akan tetapi, kalau ban selalu berhenti dengan titik (A) berada di bawah, berarti bagian tersebut jelas-jelas lebih berat dari sisi lawannya, yaitu titik (B). Jika berat ban tidak terbagi secara merata pada poros roda, berarti roda dapat dikatakan static yang tidak balance (statically unbalanced). Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. Pada kendaraan yang sebenarnya, getaran radial ini diubah menjadi getaran vertikal oleh suspensi, dan diteruskan melalui body ke steering wheel. Balance weight Balance weight Dengan menempelkan bobot (W,) yang sama dengan bobot ekstra A (W,) pada titik B yang posisinya 1800 berhadapan dengan A dan jaraknya sama dan poros, maka getaran ini akan dapat dihilangkan karena W akan bekerja sebagai bobot lawan dari W, Gaya centrifugal yang bekerja pada titik B akan mencegah aksi pada A, sehingga getaran poros dan roda dapat dicegah pada saat roda berputar. Dengan kata lain, static balance disebut sebagai centrifugal balance pada saat roda berputar. Karena penempelan bobot pada tread ban tidaklah memungkinkan, maka dipakai dua counter balance weight dengan ukuran yang sama pada pelek sebelah dalam dan luar dengan posisi berhadapan dengan titik A.

Gambar 18. Membalans gaya sentrifugal

DYNAMIC BALANCE

Dynamic balance balance

Static balance

Kalau static balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah radial pada kondisi statis, dynamic balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. Gambar 19. Roda yang balans statik dan dinamik Sebagai umpama, bobot ekstra A dan B yang sama ditempel pada roda seperti gambar di bawah. Bobot ini akan menyebabkan roda menjadi static balance. A=B

Gambar 20 Roda dengan bobot A dan B dalam keadaan balans statik Akan tetapi, garis yang menghubungkan pusat bobot dari gaya berat G1, dan G2, tidak berada pada sekeliling garis pusat roda. Akibatnya, pada saat roda berputar titik G1, dan G2 cenderung mendekati garis pusat roda karena momen FA dan FB yang bekerja di sekitar titik pusat gaya berat roda (Go). Momen ini terbentuk oleh gaya centrifugal (FA, dan FB;) yang bekerja pada G1, dan G2, Gambar 21. Roda dengan bobot G1 dan G2 tidak balans dinamik Gambar 22. Roda tidak balans dinamik menyebabkan ayunan melingkar Setiap roda berputar 180°, seluruh momen gaya yang ditimbulkan oleh perubahan arah ini membuat getaran lateral mengikuti ayunan putaran roda. Getaran lateral ini mengakibatkan kondisi pada steering wheel yang disebut shimmy yaitu ayunan melingkar dari steering wheel.

Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Balance weight Balance weight

Gambar 23. Balance weight menjadikan balans dinamik
c. Rangkuman :

1. Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. 2. Ban dan pelek yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3. Balans statik, roda / ban dalam keadaan balans statik bila : a) Semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat.

b) Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. c) Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun.

Gambar 24. Roda dalam keadaan balans statik Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. 4. Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dynamic balance balance Gambar 25. Roda yang balans statik dan dinamik Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menem pelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclen bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Static balance D¶ Balance weight Balance weight

Gambar 26. Balance weight menjadikan balans dinamik d. Tugas

Amati akibat yang terjadi pada kendaraan bila roda / ban tidak balans statik dan dinamik? e. Tes Formatif

1. Jelaskan pengertian balans statik pada ban / roda? 2. Apa yang dimaksud dengan balans dinamik dan jelaskan bagaimana caranya mengatasi roda yang tidak balans dinamik ? f. Kunci Jawaban Formatif 2 1. Roda / ban dikatakan dalam keadaan balans statik bila :

Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. c) Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun. Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. Dynamic balance Static balance .a) b) semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Gambar 27. Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Roda dalam keadaan balans statik 2.

Gambar 28 . Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO. sehingga getaran hilang. pada titik C¶ dan D. bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim. Pada mobil yang sebenarnya. Balans statik dan dinamik pada sebuah roda Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Balance weight untuk mengatasi balans dinamik .¶ Balance weight Balance weight Gambar 29.

Pastikan kendaraan dalam keadaan kuat ditahan jack stand. Keselamatan Kerja a). 4. Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas! . Setelah selesai. 3. Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. Alat pengukur tekanan udara ban f).g. Satu unit mobil praktek 2. Lap / majun e). d). Identifikasi roda / ban yang tidak balans statik dan dinamik e). Langkah Kerja: a). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru. Tugas : a). bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Lakukan pelepasan roda-roda dengan langkah yang efektif! d). Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. Kunci Roda d). Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. b). b). Lembar Kerja 1. c). c). efektif dan seefisien mungkin. Alat dan Bahan a). Dongkrak b). Jack Stand c). Ikutilah instruksi dari guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. f). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.

2. Melaksanakan pekerjaan membalans dinamik roda sesuai spesifikasi. Uraian Materi 3. teromol rem dan axle hub. Melaksanakan pekerjaan membalans statik roda sesuai spesifikasi. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 2! KEGIATAN BELAJAR 3 : Membalans ban/ roda dengan alat pembalans a. balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. 3. Membalans roda secara off-the-car balancer b. 4. Penggunaan peralatan pembalans roda / ban Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. Wheel balancer OFF-THE-CAR TYPE . balancing dilakukan secara independent. dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya. Menjelaskan penggunaan peralatan pembalans roda / ban.b). Tujuan Kegiatan Belajar Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. 1. Kedua balancer tersebut mempunyai keistimewaan sebagai berikut: Item Tipe Static balance Dynamic balance Static balance Dynamic balance Ketelitian Kemudahan balancing Off-the-car balance Tinggi Tinggi Mudah Mudah On-the-car balance Tinggi Tidak terlalu tinggi Cukup mudah Cukup sulit (beberapa balancer tidak dapat mengukur dynamic balance dengan tepat) Gambar 30. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan.

serta yang lain-lain diperbaiki dengan menggunakan on-the-car balancer. off-the-car type balancer dan on-the-car type balancer dipakai sendiri-sendiri untuk memperbaiki balance roda. Perhatian untuk off-the-car balancing 1). lakukan static balance secara tersendiri dengan menggunakan off-the-car balancer. . Pada akhirnya. untuk memperbaiki getaran yang keras (goncangan body. 2. Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. pertama periksalah kondisi ban : 1). 2). pertama. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. dan lain-lain) yang terjadi pada kecepatan tinggi. Tetapi sekarang. 3). dan kemudian lakukan dynamic balance dengan ban terpasang pada kendaraan (on-the-car balancer). yang tidak dapat diperbaiki dengan cara terdahulu . Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. getaran kemudi. b. Perhatian sebelum membalans roda Bila membalans roda.Gambar 31. Wheel balancer ON-THE-CAR TYPE Dahulu. ban diperiksa deviasinya dari tengah ban dan masalah lain yang mungkin muncul sebagai deviasi pada static balance. 2). Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. 4). Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). Membalans roda sampai diperoleh harga O g. Perhatian Pada Saat Membalans Roda a.

Mengangkat mobil pada bagian yang akan dilepas rodanya 2). Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan 3). Membersihkan kotoran atau bobot penyeimbang dari roda dengan wheel plier (penjepit khusus) 5). yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. 4). Memperbaiki keseimbangan statis roda. Melepas roda dari hubungan porosnya dengan membuka mur-murnya secara menyilang 4). d. apabila keseimbangan statis tidak baik. Mencatat ukuran ban dan ukuran pelek 8). buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. Membalans statik 1). Perhatian untuk on-the-car balancing 1). Pada kendaraan dengan wheel cap. Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan 5). Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. e. Melepas adaptor dari poros utama dinamik wheel balancer dengan memutarkan mur pengikat . 3). gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. Memeriksa tekanan ban supaya sesuai dengan spesifikasi 6). Menyangga dengan jack stand untuk pengaman 3). berlawanan dengan posisi bagian yang berat. Membalans dinamik 1). 2). Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Memeriksa keadaan pelek dan ban (bagian yang aus) 7). Setelah membalans roda. Melepaskan roda dari kendaraan 2). c.3). lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel).

15) Mengeset phase meter dalam keadaan berjalan pada kedudukan ³0 16) Memasang roda yang telah terpasang pada adaptor ke sumbu utama dari mesin penyeimbang 17) Mengeraskan mur pengikat pada sumbu utama dengan kekuatan tangan (tidak boleh dengan alat-alat lain) dengan memutar roda dengan tangan 18) Memberi tanda pada roda dengan kapur sesuai dengan pembagian skala yang terdapat pada poros utama 19) Mengatur rim diameter selector sesuai dengan garis tengah ban/roda 20) Mengatur rim width selector sesuai dengan ukuran lebar dari ban/roda 21) Mengatur plane selector untuk menentukan pembebanan. Roda gigi 1 tepat pada 0. roda gigi yang lain tepat pada tanda panah (sesuai dengan jumlah lubang yang diperlukan) 10) Menempatkan adaptor pada penyanggah roda 11) Menyetel tangkai universal dengan jalan memutarkan salah satu gigi universal sesuai dengan lubang-lubang baut roda dan roda gigi yang akan ikut berputar 12) Memasang roda pada adaptor dilaksanakan di atas penyangga roda Catatan : Bila lubang baut pada roda mempunyai garis tengah lebih besar dari universal dapat dipergunakan selongsong yang tersedia. 22) Menekan tombol on alat penyeimbang setelah steker dipasangkan 23) Membaca jumlah gram bobot penyeimbang pada gram meter 24) Membaca tempat kedudukan penyeimbang pada phase meter 25) Menekan tombol off alat penyeimbang dan mengerem sampai roda berhenti .5 atau 3 lubang). 13) Mengeraskan Flens pengikat dengan menggunakan palu kayu/plastik 14) Mengeset gram meter dalam keadaan mesin berjalan pada kedudukan ³O´.9). Setellah jumlah pemegang universal pada adaptor sesuai dengan jumlah lubang baut dari roda (misalnya : 4. Catatan : Pada angka 1 untuk penyeimbang roda bagian luar Pada angka 2 untuk penyeimbang roda bagian dalam.

Mencocokkan angka dari phase meter dengan angka pada sumbu utama. Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. Membalans roda sampai diperoleh harga O g. Catatan : Apabila jarum gram meter tidak berada pada daerah hijau maka pengukuran harus dimulai kembali seperti semula. Rangkuman : 1. Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. (ac) Melepaskan adaptor dari poros utama pesawat penyeimbang roda (ad) Melepaskan roda dari adaptor dengan meletakkan di atas penyangga roda/standart (ae) Memasang kembali roda pada mobil c. (aa) Memasang bobot penyeimbang pada roda sesuai dengan berat dan tempat dari pembacaan gram meter/phase meter. Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. roda diputar dengan tangan. 3. c). Setellah adaptor dan roda dilepas dari poros utama. pertama periksalah kondisi ban : a). (ab) Mengecek pembebanan balancing dengan menghidupkan kembali pesawat penyeimbang. d). sampai jarum gram meter harus berada pada daerah hijau.26). b). Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban Bila membalans roda. Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. Perhatian untuk off-the-car balancing a). 2. Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-lain yang terselip pada alur tread. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). Perhatian untuk on-the-car balancing . c). b).

Tes Formatif 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban . apabila keseimbangan statis tidak baik. teromol rem dan axle hub. balancing dilakukan secara independent. gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang.a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). Memperbaiki keseimbangan statis roda. d. b) Pada kendaraan dengan wheel cap. Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan c). Tugas Lakukan balans roda / ban menggunakan off-the car balancer? e. d). yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. 4. balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. c) Setelah membalans roda. a). Jelaskan prosedur yang perlu dilakukan sebelum membalans roda/ban ? 2. Jelaskan langkah-langkah membalans statik pada ban/roda ? f. Kunci Jawaban Formatif 1. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. Melepaskan roda dari kendaraan b). dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Prosedur membalans static Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. berlawanan dengan posisi bagian yang berat.

c) Setelah membalans roda. Perhatian untuk off-the-car balancing a) Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. d) Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). 4. apabila keseimbangan statis tidak baik. g. gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. b) Pada kendaraan dengan wheel cap. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada pelek sebelum dilakukan penyeimbangan c). d). Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). 2.Bila membalans roda. pertama periksalah kondisi ban : a) Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. b) Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. Membalans statik a). yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada peiek. Perhatian untuk on-the-car balancing a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. c) Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. b) Membalans roda sampai diperoleh harga o g. Memperbaiki keseimbangan statis roda. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. Melepaskan roda dari kendaraan b). Lembar Kerja . c) Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. 3.

3. efektif dan efisien. Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. f). Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. b). Keselamatan Kerja a). Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. baca lembar kerja dengan teliti. Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. Langkah Kerja a). c). Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. Lakukan balans ban/ roda sesuai prosedur yang benar! d). Gunakanlah jack stand untuk menyangga kendaraan. Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas. d). c). e). Kunci ban d). Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 3! b).1. e). Alat dan Bahan a). Dongkrak e). b). Mobil lengkap dengan roda ban dalam dan peleknya b). Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. Tugas a). 4. Alat pembalans ban/roda dan bobot pembalans c). Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas! BAB III . Buku manual penggunaan alat pembalans roda 2.

PERTANYAAN 1. menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. dan kerusakan pada lengan-lengan kemudi. Getaran . bantalan-bantalan roda rusak. 2. seperti : bearing roda. Lakukan balans roda secara off-the-car balancer pada sebuah mobil! B. Bantalan roda rusak d). Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan. Keausan Spot Apabila ban/ roda tidak balans. tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. a). Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans. Gambar 32. Pegas rusak / patah b). kerusakan pada ball joint. teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. Jelaskan gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans? 2. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil. 3. ball joint. Keausan ban tidak wajar.EVALUASI A. Jelaskan pengertian roda/ban yang tidak balans dinamik dan akibat yang ditimbulkannya? 3. Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). dalam kecepatan tertentu. Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan. peredam getaran rusak. KUNCI JAWABAN Gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans : 1. Kerusakan pada ball joint e). antara lain : pegas rusak/patah.

tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. maka goncangan biasanya akan hilang. µsteering flutter. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). dan steering shimmy. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam. Di atas kecepatan ini. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. bersama-sama dengan getaran tempat duduk.Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. run-out yang berlebihan. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Gambar 34. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. goncangan akan semakin terasa. Jika masalah tersebut diperbaiki. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. a). dan rigiditas ban yang tidak seragam. Goncangan shimmy akibat roda tidak balans c) Pengertian tidak balans dinamik 1) Roda tidak sama berat disekeliling penampang lingkaran ban/roda 2) Titik-titik yang lebih berat terletak tidak ditengah-tengah penampang ban/roda Akibat yang ditimbulkan pada kendaraan : . keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Bodi bergoncang akibat roda tida balans b). penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Gambar 33.

Agar peserta diklat menguasai ketrampilan ini dengan baik.d.d. 2) Akibat pada roda. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Bobot Nilai Keterangan Kriteria Kelulusan : 70 s.d. 79 80 s. 100 : : : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan di atas minimal tanpa bimbingan. titik-titik yang lebih berat akan tertarik ke garis tengah roda. BAB IV PENUTUP Modul ini hanyalah salah satu pengantar agar peserta diklat memiliki kemampuan membalans roda. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. roda akan bergetar kearah samping 3) Pada roda kemudi akan terasa shimmy C. Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. disarankan membaca buku manual tentang alat pembalans roda dan juga buku-buku referensi tentang balans roda serta mengikuti latihan dengan disiplin dan tekun. Sebaliknya. 89 90 s. KRITERIA KELULUSAN Skor Aspek (1-10) Kognitif (soal no 1 dan 2) Ketelitian pemeriksaan gangguan tidak balans Ketepatan prosedur membalans ban/ roda Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 3 2 3 1 1 Syarat lulus. maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya.1) Saat roda berputar. .

(1995). maka peserta diklat berhak memperoleh serfikat kompetensi membalans roda / ban. (1977). Toyota Service Training Crouse. Jakarta : PT. Anonim. (1995). . Automotive mechanics. Singapore : McGraw-Hill William K. (1993). Anonim. William Harry and Donald L. New Step 1 Training Manual.Jika peserta diklat telah lulus menempuh modul ini. Jakarta : PT. Toyota ± Astra Motor. Wheel alignment and tires Step 2. Materi Pelajaran Chassis Group Step 2. DAFTAR PUSTAKA Anonim. South Holland : The Good Heart ± Wilcox Company Inc. Tobold & Larry Johnson. (1995). Automotive Encyyclopedia. Toyota ± Astra Motor. Jakarta : PT. Publisher. Anglin.

sehingga siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. B. sesuai dengan peta kedudukan modul. Karena modul ini diperuntukkan bagi siswa SMK Otomotif. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. maka materi akan terkait langsung dengan tempat kerja di bidang perotomotifan. Petunjuk Penggunaan Modul . Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 Memelihara. Apabila siswa menguasai kompetensi ini. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan penunjang dalam menyelesaikan kompetensi-kompetensi yang lain bagi para siswa SMK. 10-018 B membahas tentang pemahaman berkomunikasi di tempat kerja serta bagaimana cara berkomunikasi yang baik untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. dan kegiatan belajar 2 Mempertahankan prestasi tempat kerja. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. OPKR. akan mudah mempelajari kompetensikompetensi berikutnya. Deskripsi Modul Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja dengan kode OPKR. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar dalam berkomunikasi terkait dengan setiap pekerjaan di tempat kerja. C. memahami dan menyampaikan informasi tempat kerja/bengkel. peralatan komunikasi dan trampil berkomunikasi dengan benar dan baik. otomotif Leave a Comment Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A.Posted in ilmu. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR.10-016 B tentang K3. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami berbagai macam komunikasi.

Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. siapkan alat dan bahan yang 4) 5) diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: . Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. Setelah selesai praktik. 2. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan)untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar d. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. b. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. f. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. dan bertanya 6) kepada guru apabila ada yang kurang jelas 7) e. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut c. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. Siswa dinyatakan menguasai materi. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik Sebelum melaksanakan praktik. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a.1. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar Bila ada materi yang kurang jelas. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. g.

g.a. praktik baru. memelihara dan mengkomunikasikan informasi tempat kerja secara efektif dan baik 2. E. Prosedur penyimpanan data. e. h. c. informasi. D. pengoperasian *Menerapkan *Proses dan penyimpanan . Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. Membantu siswa dalam memahami konsep. Dapat mempertahankan prestasi tempat kerja. d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Mencatat hasil kemajuan siswa Melaksanakan penilaian internal i. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. informasi. Memelihara. Memahami. *Informasi diakses dari memahami sumber yang terpercaya untuk dan memastikan menyampai ketramoilan komunikasi yang efektif kan informasi ketika mengirim MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN *Berbagai *Cermat dan *Macam-macam *Berkomunikasi macam teliti dalam jenis komunikasi yang efektif dalam komunikasi menerima dan dan alat menerima dan dan peralatan menindak lanjuti komunikasi. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. pengoperasian dan yang efektif. menindak lanjuti komunikasi. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. KOMPETENSI SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. *Prosedur *Proses * Efektif dalam *Melaksanakan komunikasi. f. b. komunikasi berkomunikasi.

dengan senang hati. Cek Kemampuan tempat kerja. pengertian di tempat kerja. F. Memper*Cermat dan lanjuti tahan teliti dalam informasi. data. Sebelum siswa mempelajari modul ini. siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. BAB II PEMELAJARAN A.meng*Bantuan kan prestasi dibuat untuk elola dan menyamakan *SOP menyimpan data. tempat kerja. Bila siswa sudah merasa bisa. Tetapi bila belum bisa. *Data disimpan sesuai prosedur tempat kerja dan K3. Penggunaan *Permintaan dan dari rekan pemeliharaan kerja data tempat dipenuhi kerja. guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa.menerima K3 dan SOP. maupun menerima informasi. dan menindak 2. Rencana Belajar Siswa . *Tujuan tempat kerja diidentifikasi dan dipenuhi. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan. supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. menerima.

Jenis Kegiatan 1. Menurut kamus Bahasa Indonesia komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih secara benar. Tujuan Kegiatan Belajar 1. B.Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. a. Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru Kegiatan Belajar 1. Memelihara dan Menyampaikan Informasi Tempat Kerja. Siswa dapat melakukan pemeliharaan b. Orang yang menyampaikan informasi disebut komunikator sedang penerima informasi disebut komunikan. Mempertahankan prestasi tempat kerja. Siswa dapat menjelaskan berbagai jenis komunikasi. sehingga tujuan berkomunikasi tercapai. Memahami. Komunikator dapat menyampaikan informasi atau pesan secara lisan. Uraian Materi 1. 2. macam-macam peralatan komunikasi tempat kerja. terlebih manusia yang melakukan aktifitas ataupun pekerjaan tertentu. Memahami. serta cara berkomunikasi yang tepat. tertulis maupun dengan isyarat. memelihara dan menyampaikan informasi tempat kerja 2. . Pengertian Komunikasi Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Misalnya isyarat tangan untuk mengatur lalu lintas. Misalkan tanda-tanda penyimpanan bahan berbahaya. larangan atau perintah terkait dengan keselamatan kerj. c. tulisan dinding/poster dan sebagainya. c. Komunikasi dengan isyarat Komunikasi dengan isyarat kadangkala lebih efektif. Komunikasi secara lisan Komunikasi lisan adalah komunikasi yang bersifat langsung. baik ditujukan pada seseorang maupun kepada kelompok orang. Komunikator dapat berperan baik Tujuan komunikasi harus jelas Isi komunikasi dikemas secara jelas dan mudah dipahami d. diperlukan pembicara yang baik. Macam-macam komunikasi yang dimaksud antara lain: a. manakala pada suatau tempat atau tempat kerja dengan mobilitas tinggi. Alat komunikasi yang tepat dan baik e. d. Komunikasi dalam bentuk pembicaraan. yaitu dalam bentuk pembicaraan. Komunikasi tertulis Komunikasi tertulis adalah penyampaian informasi dengan tujuan etrtentu dengan cara ditulis. antara lain: a. b.Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan suatu komunikasi. b. kartu. Komunikasi tertulis biasanya berupa surat. . Komunikasi dengan gambar Komunikasi atau informasi kadangkala lebih tepat dengan menggunakan gambar. Masing-masing jenis komunikasi mempunyai kekurangan dan kelebihan. gambar teknik dan sebagainya. Komunikasi harus menarik 2. Macam-macam Jenis Komunikasi Komunikasi ada beberapa macam atau jenis. lampu tanda lalu lintas dan sebagainya.

antara lain: a. Alat komunikasi pendengaran dan penglihatan (audio visual) Audio visual artinya dapat didengar dan dilihat. Media Penglihatan (visual) Media visual adalah alat bantu komunikasi yang paling banyak digunakan baik untuk kepentingan manajemen. Contohnya: Televisi. Jadi alat komunikasi visual adalah alat bantu komunikasi yang dapat dilihat. dibaca sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai.mendengar dan melihat secara langsung. pelanggan/customer atau setiap orang yang melakukan aktifitas pada tempat kerja tersebut. juga tidak terlepas dari tujuan dari komunikasi itu sendiri. Macam-Macam Peralatan/Media Komunikasi Pemilihan dan penggunaan peralatan komunikasi adalah hal yang tidak dapat dihindarkan. Alat komunikasi audio adalah suatu alat bantu berkomunikasi yang dapat menyiarkan suara sehingga komunikator dapat berbicara dengan komunikan dari jarak jauh. Alat komunikasi pendengaran (Audio) Audio artinya dapat didengar. alat komunikasi ada beberapa macam. bahkan menjadi sebuah kebutuhan pada jaman moderen ini. poster. Berdasarkan cara menggunakan. hand phone. Alat komunikasi visual antara lain: surat. Jadi alat komunikasi audio visual adalah alat bantu komunikasi dimana komunikator dapat berkomunikasi dengan komunikan dari jarak jauh dengan masing-masing dapat berbicara. . Untuk memberikan informasi kondisi disekitar tempat kerja dan apa yang harus dilakukan oleh setiap orang yang terkait dengan kondisi serta aktifitas tempat kerja tersebut. lampu isyarat dan sebagainya.gambar teknik. Memilih dan Menggunakan Alat Komunikasi Penggunaan alat atau media komunikasi di tempat kerja khususnya tempat kerja yang terkait dengan perotomotifan. Hand phone dan sebagainya. Alat komunikasi penglihatan (Visual) Visual berarti dapat dilihat. maka media visual adalah pilihan yang paling tepat. Mikrophone. Seseorang akan mudah berkomunikasi dengan orang lain yang bertempat tinggal jauh dari komunikator dengan peralatan tertentu. a. kartu. radio. pekerja/mekanik. Misalnya: Telphon. b. 4.3. c. tape dan sebagainya.

ketentuan perawatan. dan biasa dikelola oleh bagian administrasi atau Tata usaha.y Surat Surat adalah media komunikasi visual yang selalu digunakan pada suatu tempat kerja. garansi dan informasi tentang peralatan pada produk tersebut. Contoh salah satu jenis surat (Surat Perjanjian Kerja) y Buku Petunjuk Pemilik Buku petunjuk pemilik biasanya diberikan kepada pembeli produk tertentu oleh manajemen perusahaan. Surat pengenalan produk. surat pengaduan. Contoh Buku Petunjuk Pemilik . Administrasi yang baik. bulan dan tahun Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. surat tagihan. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci Tidak memakan tempat - Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. kode penomoran. bila mana setiap surat yang masuk maupun keluar dicatat serta disimpan secara benar. Buku ini dimaksudkan agar pembeli produk cepat dapat menguasai/mengoperasikan produk yang dibelinya. sehingga sewaktu-waktu diperlukan mudah dicari. khususnya pada perusahaan atau perbengkelan otomotif antara lain: Surat perjanjian jual beli. surat penerimaan dan pengiriman barang. kode tanggal. Cara penyimpanan surat yang baik: Surat diberi nomor urut Surat diberi kode tanggal. surat-surat perijinan dan sebagainya. surat pembayaran. Macam-macam surat yang dibuat atau digunakan pada tempat kerja. surat pesanan/order. faktur dan rekening. Buku ini biasanya berisi petunjuk pengoperasian.

. 11. 6. 12. 7. 13. 2. 10. Contoh Kartu Servis y Kartu Peminjaman Alat Kartu peminjaman alat berguna untuk ketertiban penggunaan alat. 14. 5. dan apa saja yang perlu diservis. 8. 3. NO. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1. sekaligus menjaga keutuhan peralatan sehingga peralatan tidak mudah hilang.y Kartu Perawatan/Servis Kartu perawatan atau kartu servis digunakan untuk mengkomunikasikan ketentuan dan waktu servis untuk kendaraan tertentu supaya komunikan/customer mengetahui kapan kendaraan miliknya harus diservis. 4. 9.

) Contoh Kartu Bon Bahan/Komponen/Part y Poster/Spanduk Poster atau sepanduk biasa digunakan pada tempat kerja untuk menjaga keselamatan.15. NO. Poster atau spanduk yang berisi tulisan atau gambar.) Contoh Kartu Peminjaman Alat y Kartu Bon Bahan/Komponen/Spart Part Kartu Bon bahan/komponen/part berfungsi untuk mengontrol penggunaan bahan/komponen/part. sehingga dapat digunakan untuk perhitungan beaya servis ataupun biaya pengadaannya kembali. . Jogyakarta««««2005 Peminjam (««««««««««.ketertiban. 3. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1. 4. larangan dan penjelasan bagian-bagian lokasi bengkel tempat kerja. kelancaran. 7. Jogyakarta««««2005 Pengebon (««««««««««. 5. 8. kebersihan dan kenyamanan tempat kerja dalam bentuk ajakan. 2. 6.

kecepatan kendaraan yang diijinkan. DEPT. larangan tidak merokok atau gambar jenis material yang berbahaya seperti tegangan listrik dan sebagainya.ELECTRICAL DEPT.Adapun macam isi tulisan antara lain: Nama lokasi sesuai jenis aktifitasnya.tulisan atau gambar kode penyimpanan material berbahaya.BODY Contoh Spanduk Informasi Lokasi P 10 km Contoh Tempat Parkir Dan Informasi Kecepatan Kendaraan . peringatan tentang kebersihan.ENGINE DEPT. larangan parkir.CHASIS DEPT.

KEBERSIHAN TERMASUK SEBAGIAN DARI IMAN Contoh Himbauan Menjaga Kebersihan AWAS ! ! TEMPAT MENYIMPAN BAHAN MUDAH TERBAKAR Contoh Informasi Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar AWAS .

Contoh Lampu Isyarat b. Hal tersebut dimaksudkan agar aktifitas lancar dan mengurangi bahaya kecelakaan. Media Pendengaran (Audio) .TEGANGAN TINGGI Contoh Peringatan bahaya tegangan tinggi y Lampu Isyarat Lampu isyarat biasa digunakan pada tempat kerja/bengkel yang mobilitas kendaraan yang lewat cukup tinggi.

Media pendengaran/audio kadangkala menjadi pilihan yang paling tepat pada suatu tempat kerja. memanggil antrian kustomer bila sudah sampai pada urutannya.memanggil atau menginformasikan sesuatu kepada customer. Con toh Telp hone /Ha ndp hone y Speaker Speaker dapat berupa Radio. Contoh Speaker y Bel Tanda/Alarm Bel tanda banyak digunakan pada tempat kerja untuk menginformasikan waktu masuk kerja. Alat komunikasi audio yang paling banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel otomotif antara lain: y Telphone atau Handphone Telephone atau handphone adalah alat komunikasi jarak jauh di mana komunikator dapat berbicara langsung dengan komunikan. istirahat atau berakhirnya jam kerja.istirahat maupun akhir jam kerja dan sebagainya. atau pemanggilan pekerja/mekanik dan orang-orang yang dibutuhkan saat itu disuatu tempat kerja/bengkel. peringatan jam masuk. Mikrophone atau Los Speaker. sehingga beaya dan waktu dapat dihemat dengan menggunakan peralatan ini. Media Audio Visual Media audio visual juga banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel. mekanik atau pekerja yang lain. Media ini dapat berupa Televisi atau handphone. Alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan. Contoh Bel Tanda c. . misalkan untuk menghubungi seseorang yang lokasinya jauh dari tempat kerja.

agar tidak mengalami kejenuhan. 2. Contoh Handphone c. Rangkuman 1. a. sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai.y Televisi Pada tempat kerja atau bengkel. Hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi: a. e. Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar. alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan atau memanggil kustomer yang melakukan antrian menunggu dan sudah sampai pada gilirannya. dimana komunikator dan komunikan dapat berbicara secara langsung dan saling melihat. d. Selain itu Televisi juga menjadi sarana hiburan bagi kustomer yang menunggu. 3. Contoh Televisi y Handphone Handphone selain untuk berkomunikasi ada juga yang dapat menampilkan komunikator kepada komunikan. Komunikator dapat berperan dengan baik b. Tujuan komunikasi jelas Isi komunikasi jelas Alat komunikasi tepat Komunikasi menarik Jenis-jenis komunikasi: Komunikasi secara lisan . informasi berupa tulisan pada monitor disertai suara panggilan dan sebagainya. c.

c. g. b. Speaker Bel tanda atau sirine d. d. Alat komunikasi Audio visual: a.b. Poster/spanduk Lampu isyarat Alat komunikasi Audio: Telphone/hand phone b. c. Media Audio visual Alat komunikasi visual antara lain: a. a. Televisi Handphone . Kartu bon barang/komponen/part f. c. Komunikasi dengan tulisan Komunikasi dengan gambar Komunikasi dengan isyarat Macam-macam jenis alat/media komunikasi: a) b) Media penglihatan (visual) Media pendengaran (Audio) c) 5. 6. Macam-macam surat b. Buku pemilik Kartu perawatan/servis Kartu peminjaman alat e. 4. Radio/Tape 7. d.

Sebutkan 11 contoh alat komunikasi visual! 5. Cara penyimpanan surat yang baik: a. e. c. 2. Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. kode penomoran. d. Infentarisasikan alat/media komunikasi yang ada pada bengkel sekolah. Surat diberi kode tanggal. bulan dan tahun. Sebutkan 4 contoh alat komunikasi Audio. Tugas 1. Surat diberi nomor urut b. g. d.8. Tes Formatif 1. f. Apa yang dimaksud dengan komunikasi? Sebutkan 5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi! Sebutkan 4 jenis komunikasi dan berikan contoh masing-masing sebuah! 4. Sebutkan 8 isi pokok buku petunjuk pemilik! . 2. kode tanggal. 3. Belajarlah membuat media komunikasi untuk menginformasikan tempat kerja/bengkel sekolah dalam rangka kelancaran pekerjaan di tempat kerja/bengkel. catatlah jenis yang ada beserta kondisinya dalam buku laporan. h. Tidak memakan tempat Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. Sebutkan 8 cara penyimpanan arsip/surat yang baik! 7. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci e. dan 2 contoh audio visual! 6.

5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi: a. sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. Kunci Jawaban 1. 9. Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar.8. Sebutkan 8 isi pokok kartu servis kendaraan yang paling sederhana! Sebutkan 8 isi pokok nota/kwitansi pembayaran servis kendaraan! 10. Sebutkan 8 isi pokok kartu bon komponen/part! f. . Komunikator dapat berperan dengan baik. 2.

6. komunikasi dengan gambar komunikasi dengan isyarat 11 contoh alat komunikasi visual: a. Isi komunikasi jelas. Tujuan komunikasi jelas. d. Telphone. Penyimpanan surat: . radio. faktur h. surat jual beli j. b. g.b. a. f. handphone. Komunikasi menarik 4 jenis komunikasi: Komunikasi lisan komunikasi tertulis 3. e. c. d. speaker dan Televisi serta berlayar monitor. spanduk Poster Rambu peringatan surat perjanjian kerja i. tape. 4. c. kartu pemilik kartu servis kartu peminjaman alat d. b. lampu isyarat 5. c. kartu bon part e. Alat komunikasi tepat. k.

harga dan tanda tangan bagian part. Tanggal.data servis/penggantian part. pengenalan bagian-bagian produk. kode penomoran. g. jenis servis dan biaya. nama komponen/part. Nomor. Tanggalservis. 8. 10. Mudah dicari bila diperlukan. penggantian part dan biaya. d. b. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja a. Tujuan Kegiatan Belajar 1. h. Identitas tempat kerja/bengkel. 2.a. Surat diberi kode Tanggal. nomor nota. identitas kendaraan. 7. Petunjuk pengoperasian. kode tanggal. tanda tangan mekanik dan tanda tangan pemilik. Identitas tempat kerja. Kegiatan Belajar 2. Jenis/merek. spesifikasi. perawatan berkala. tanggal pembelian. jumlah. . bulan dan Tahun. identitas pemilik. f. Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci. Surat dikelompokkan sesuai jenisnya dan diberi kode. Merek produk. identitas pemilik. tanggal servis. spesifikasi. Surat diberi kode nomor atau huruf. c. Penyimpan dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. no urut nota. jaraktempuh. Mudah dipindah bila ada pengembangan. Siswa dapat mengelola dan menerapkan berbagai informasi untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. identitas kendaraan. jumlah beaya total dan tanda tangan mekanik.bulan dan Tahun. e. 9. petunjuk pemeriksaan sebelum jalan. Siswa memahami cara mempertahankan prestasi tempat kerja. cara penyimpanan dan masa pemakaian awal. Tidak memakan tempat.

seluruh personil yang terlibat di dalam tempat kerja tersebut harus mampu menerapkan berbagai peralatan komunikasi yang ada dengan tepat. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertele-tele. maka perlu dihindari hal-hal yang dapat menimbulkan kesalah pahaman yang dapat berakibat putusnya sebuah hubungan kerja. Uraian Materi 1. Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja.b. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja Untuk dapat mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. Personil/pekerja dibagian ini harus dipilih orang-orang yang terampil dibidang administrasi. tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur y Karena surat merupakan alat komunikasi yang penting. seluruh personil/pekerja harus dapat menggunakan berbagai jenis media informasi secara baik dan tepat sesuai dengan jenis atau lingkup kerja masing-masing. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. Prestasi tempat kerja dapat diwujudkan dan dipertahankan dengan pengelolaan. Untuk dapat menerapkan komunikasi yang benar. a. Syarat Pegawai Bagian Persuratan Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. 2. Dengan Pengelolaan Surat Surat menyurat adalah bagian yang tak terpisahkan dari suatu tempat kerja. singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y y . penerapan komunikasi yang benar.

baik kepada kustomer atau dari bagian yang satu kepada bagian-bagian yang lain pada tempat kerja. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. penggunaan komponen/part. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya.y Bahasa tegas dan berwibawa Melalui proses penanganan surat menyurat yang tepat dan baik akan dapat membantu mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. b. Oleh sebab itu manajemen suatu tempat kerja harus benar-benar memahami dan memperhatikan hal berikut: y y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. dan ketepatan jenis pekerjaan yang dilakukan yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada semua pihak yang terlibat pada suatu pekerjaan. kartu adalah media yang paling tepat untuk saling memberikan informasi. sewaktu-waktu akan y Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang Dilakukan secara jelas y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan . peminjaman alat dan lainnya. Penggunaan kartu secara tepat sesuai prosedur dan jenis aktifitasnya akan mengefektifkan kinerja perusahaan. Dengan Penggunaan Macam-Macam Kartu Untuk pelayanan/servis.

Informasi Umum Tempat Kerja Untuk menjaga ketertiban. sehingga akan membantu keberhasilan pembicaraan yang pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap kinerja perusahaan atau tempat kerja secara keseluruhan. tanda peringatan dan lampu isyarat adalah media yang paling efektif yang perlu diterapkan ditempat kerja.y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihakpihak yang seharusnya menerima y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. kenyamanan. spanduk. karikatur kadangkala lebih efektif. dan keselamatan tempat kerja informasi berupa tulisan. Handphone atau Aiphone. poster. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. Handphone atau Aiphone Pembicaraan langsung jarak jauh menggunakan peralatan Telephone. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang y y y perlu diinformasikan Informasi harus singkat. c. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan . Persyaratan Penempatan Tulisan. y y d. Poster. padatas dan jelas Ilustrasi gambar. Cara penggunaan yang benar dan tepat akan mempengaruhi lawan bicara sehingga dapat membuat relasi lebih tertarik pada instansi atau tempat kerja yang bersangkutan. Penggunaan Telephone. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. Cara Penggunaan Telephone. Spanduk.

. 2005 JAM: «««««««.menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak y y penelpon dapat ikut mengecek. No. Alamat : «««««««««««««.. ««««««««««««««« 3. ««««««««««««««« 4. PESAN: 1..TLP : «««««««««««««. Dari : «««««««««««««. y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup.. ««««««««««««««« 5.. KARTU PENERIMAAN TELPON Untuk : «««««««««««««. ««««««««««««««« 2. Penerima . ««««««««««««««« «««««««.

terlebih bila wilayah tempat kerja tersebut cukup luas.(««««««««. Penggunaan Speaker Untuk memberikan informasi atau memanggil orang di wilayah tempat kerja. Penggunaan Speaker Yang Baik y Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y y y Informasi seyogyanya singkat dan jelas Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan. y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. f. sehingga akan menghemat tenaga maupun waktu. selain itu Televisi juga dapat menjadi sarana hiburan ketika sorang kustomer harus menunggu di wilayah tempat kerja. Penggunaan Televisi Penyampaian informasi atau panggilan dengan media Televisi lebih menarik respon komunikan.) Contoh Kartu Pencatatan Telephone e. Alat ini akan membantu komunikator menyampaikan pesan atau panggilan lebih cepat dan tanpa harus mendatangi komunikan. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja sebaiknya: y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung y . penggunaan speaker adalah langkah yang paling tepat.

singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y Bahasa tegas dan berwibawa. 2.y Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. c. sewaktu-waktu akan . Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. y y 4. tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertel-tele. 5. 3. Rangkuman 1. Syarat Pegawai Bagian Persuratan y Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. Manajemen Suatu Tempat Kerja Harus Benar-Benar Memahami Memperhatikan hal berikut: y Dan y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja.

Spanduk. y Informasi harus singkat. y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan. 8. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja Sebaiknya: y y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. Cara Penggunaan Telephone. 9. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca y Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan. y y 7. y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. y 6.Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas. y . y Penggunaan Speaker Yang Baik Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y Informasi seyogyanya singkat dan jelas y Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali y Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. padat dan jelas y Ilustrasi gambar. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas y Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang y Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup. y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima.karikatur kadangkala lebih efektif. Persyaratan Penempatan Tulisan. y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas. Poster.

7. f. Tes Formatif 1. masing-masing 5 buah. Tugas 1. 9. istirahat atau selesai praktek. Apa yang dimaksud dengan prestasi tempat kerja? Sebutkan 6 syarat pekerja pada bagian persuratan! Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat! Sebutkan 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat! 5. Sebutkan 8 cara penggunaan telephone yang baik. Buatlaah kartu infentarisasi peralatan dan part. Berkunjunglah ke bengkel-bengkel servis. Atau dengan speaker untuk memanggil/menginformasikan sesuatu. Lengkapilah bengkel sekolah dengan tanda-tanda isyarat yang diperlukan seperti bel tanda masuk. sehingga akan meningkatkan atau mempertahankan prestasi tempat kerja. poster. 3. 4. tulisan peringatan atau tanda isyarat dalam rangka mempertahankan prestasi kerja di tempat kerja. 2. ketertiban. Sebutkan 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker di tempat kerja. kebersihan dan keselamatan. Sebutkan 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan sepanduk. 4. 2.lakukan infentarisasi peralatan dan part yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. Sebutkan 4 cara pemasangan televisi yang tepat pada tempat kerja. suku cadang atau sales kendaraan untuk mendapatkan contoh macam-macam surat dan macam-macam kartu. 8.d. Lengkapi bengkel sekolah dengan macam-macam tulisan atau poster peringatan dalam rangka kelancaran. Kunci Jawaban . e. Sebutka 6 hal yang harus dimengerti oleh seorang mekanik sewaktu mengisi kartu servis! 6. 3.

4. Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. disiplin dan jujur. e. Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas c. c. Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima g. yang dapat memuaskan semua pihak d. Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. berpandangan luas. terkait langsung dengan masalah si penerima. tidak bertele-tele. memahami struktur organisasi tempat kerja. tujuan jelas. singkat dan jelas. tepat dan rapi. agar segera dapat tersedia . Situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. menguasai berbagai jenis media pengarsipan. Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya b. dan tekun. e. Harus cerdas dan cekatan. dapat menulis cepat. Sesuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/ prt atau alat yang digunakan Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang f. 3. bahasa tegas dan berwibawa. 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat: a. Gaya penulisan menarik. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. daya ingat kuat. gaya bahasa mudah dipahami. d. 2. Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan 6 hal yang harus dimengerti seorang mekanik pada saat mengisi kartu servis: a.1. 5. Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain b. teliti.

Di ruang tunggu wilayah tempat kerja. 8. karikatur kadangkala lebih efektif 7. Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan d.6. Bila informasi panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan. e. Catat setiap pesan secara teliti Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang g. Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali. . Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai denga jenis aktifitasnya c. c. b. 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasnagn spanduk: a. padat dan jelas Ilustrasi gambar. b. a. e. b. Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek h. f. c. Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. jangan lebih dari tiga kali Telepon diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas d. 8 cara penggunaan telepon yang baik: a. Angkatlah telepon saat berdering. Hindarkan sapaan atau jawaban ³hallo´ e. d. 4 cara pemasangan televisi yang tepat di tempat kerja: a. 9. Menutup telepon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker: Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan. Informasi harus singkat. Informasi seyogyanya singkat dan jelas.

Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung. d. c. Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja Tujuan . Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri.b.

Buatlah beberapa media visual yang bermanfaat bagi bengkel sekolah . fungsi dan kondisinya. Alat-alat tulis dan gambar Gergaji besi. 4. Keselamatan Kerja 1. Tangga Obeng. mistar baja. Siapkan peralatan dan bahan Infentarisasikan peralatan komunikasi ataupun media informasi yang ada pada bengkel sekolah. Paku beton. Tes pen Peralatan pengecatan. dengan mencatat nama. 2. Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam media informasi di tempat kerja 2. 5. Alat 1. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya 2. Plat baja 0. komunikasikan dengan guru apa bila ragu-ragu 3. 2.1.3 mm atau bahan pengganti yang sesuai 2. gergaji dan gunting plat 3. Siswa dapat membuat media informasi visual untuk diterapkan di tempat kerja/bengkel sekolah. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. Sewaktu menggunakan peralatan tenaga. Bahan 1. 3. Langkah Kerja 1.

Siswa dapat merawat/memelihara media informasi sesuai SOP. 6. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. Keselamatan Kerja 1. Alat . Siswa dapat menempatkan alat komunikasi pada tempat kerja secara tepat Siswa dapat menggunakan alat komunikasi yang ada pada bengkel sekolah dengan benar 3. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya Bertanyalah kepada guru apa bila ragu-ragu/kurang jelas sewaktu akan menggunakan peralatan 3. 2. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Mempertahankan Prestasi di Tempat Kerja Tujuan 1. 2. Kembalikan peralatan dan bersihkan tempat kerja bila sudah selesai praktik. 4. Buatlah alat informasi tanda/isyarat yang sekiranya diperlukan di bengkel sekolah (konsultasikan pada guru) 5.(konsultasikan dengan guru).

Bahan 1. Peralatan pengecatan. Paku beton 3. atau Aiphone 5. Paku dan kawat baja 2. 6. Tanyakan pada petugas bengkel sekolah tentang penservisan kendaraan atau engine yang ada kemudian isilah data pada kartu servis yang ada dan gantungkan kartu pada kendaraan/engine yang dimaksud. Operasikan Telphone. tes pen dan soldir 4. Siapkan peralatan dan bahan 2. 5. Macam-macam media visual untuk tempat kerja/bengkel 2. Perangkat bel/alrm atau speaker 4. Obeng. Telephone. Pasanglah alat informasi fisual yang ada pada bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya secara benar. Macam-macam kartu dan surat yang sesuai dengan aktifitas perotomotifan. 3. 4. Langkah Kerja 1. Buatlah laporan kerja pada buku tugas.hand phone atau Aiphone yang ada pada bengkel sekolah secara benar. Dengan macam kartu yang ada infentarisasikan peralatan dan bahan yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. handphone. Tangga 3. BAB III .1.

Dapat membuat alat Dapat membuat alat informasi sederhana komunikasi yang ditentukan dengan benar. b. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. 1 1. 3. untuk tempat kerja * Dapat memasang Menerapkan penggunaan alat 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. 2. ASPEK YANG DINILAI 2 Inventarisasi media informasi pada tempat kerja INDIKATOR KEBERHASILAN 2. Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes Formatif) a. 3 Dapat mendata alat informasi yang ada pada tempat kerja secara maksimal. d. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %.EVALUASI A. Kriteria Penilaian Praktik NO. c. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh).

JUMLAH: 4. * Dapat menggunakan Telephone. * Dapat menggunakan Speaker dengan benar.pencatatan alat dan barang. peralatan informasi di tempat kerja. Hand phone. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP. CATATAN: . * Dapat mengisi surat perjanjian kerja. * Menggunakan kartu servis. atau Aiphone dengan benar.kartu peminjaman alat dan sebagainya. pengiriman dan penerimaan barang dll.komunikasi.

3. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. 10.1. waktu lebih cepat dan kualitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai 7... 2. Nilai 8. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : ««««««««««««««««««««««. 7. 2.00 (Lulus Amat Bai k/YA). 8. NIS : ««««««««««««««««««««««. (2xN1)+(2xN2)+(3xN3)+(3xN4) 10 N = «««««. CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. 9. Nilai 9. 5. 6. 4.00 (Lulus Istimewa/YA). tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. . 3. NO TES FOR 1 N1 TES FOR 2 N2 TES PRK 1 N3 TES PRK 2 N4 KETERANGAN N= 1.00 (Lulus Baik/YA).

00 (tujuh koma nol nol) dapat melanjutkan ke modul berikutnya. wajib mengulangi belajar pada modul ini. Artinya Anda boleh mengajukan µUji Kompetensi¶ untuk mendapatkan sertifikat bahwa telah menyelesaikan modul ini!. Drs.BAB IV PENUTUP Bagi Anda yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. . DAFTAR PUSTAKA Daryanto. (Tahun 2001). Bagi Anda yang sudah berhasil lulus mendapatkan nilai akhir minimal 7. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. Jakarta : Bumi Aksara.

(Tahun 2004). Jenis Kegiatan 1. II PEMELAJARAN A. Buku Petunjuk Pemilik. (Tahun 2004). Melakukan overhaul komponen sistem pendingin Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru . Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. otomotif Leave a Comment Overhaul Komponen Sistem Pendingin Apr 21 Posted by 66tech BAB. Posted in ilmu.Noname. Departemen Pendidikan Nasional. Kontribusi Komunikasi Tempat Kerja. Buku Garansi dan Servis. (Tahun 2004). Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor PPM ITB. Memahami konstruksi dan cara kerja komponen sistem pendingin 2. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor Noname.

6. 2. Peserta diklat dapat menjelaskan fungsi sistem pendingin pada motor. Uraian Materi 1. Peserta diklat dapat menjelaskan kebaikan dan kelemahan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara. Panas yang diserap motor harus dengan segera dibuang ke udara luar. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja thermostat Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja motor penggerak kipas pendingin. Tujuan Kegiatan Belajar 1. 4. Pada motor bensin kira-kira hanya 23 % energi panas dari hasil pembakaran bahan bakar dalam silinder yang dimanfaatkan secara efektif sebagai tenaga. b. sebab jika tidak maka motor akan terlalu panas dan komponen motor cepat aus. Fungsi Sistem Pendingin Panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran di dalam motor dirubah menjadi tenaga gerak. Sisanya terbuang dalam beberapa bentuk seperti diperlihatkan gambar pada halaman berikut.B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. 3. Untuk itu pada motor dilengkapi dengan sistem pendingin yang berfungsi untuk mencegah panas yang berlebihan. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator. Namun kenyataannya hanya sebagian dari panas tersebut yang dimanfaatkan secara efektif. Konstruksi dan Cara Kerja Sistem Pendingin a. . Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin air. 5.

dan akibat gesekan 6 %. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. Hal tersebut akan terpenuhi apabila pada motor terdapat sistem pendingin yang dilengkapi dengan komponen yang memungkinkan hal tersebut terjadi. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. kerja motor yang kurang baik. Oleh karena itu pada saat motor hidup temperatur kerja harus segera dicapai. Secara garis besar fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. Keseimbangan Panas Pada gambar 17 di atas nampak bahwa dari total energi yang dihasilkan oleh proses pembakaran. Panas yang hilang bersama gas buang kirakira 34 %.Gambar 1. panas yang terbuang akibat proses pendinginan 32 %. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. khusunya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. 2. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. akibat pemompaan 3 %. Macam Sistem Pendingin Sistem pendingin yang biasa digunakan pada motor ada dua macam. a) Sistem Pendingin Udara c) Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan . Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air. emisi gas buang yang berlebihan. Panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. hanya 25 % yang dimanfaatkan menjadi kerja efektif.

walaupun dalam kerja yang berat. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. Untuk mesin-mesin stasioner dan mesin-mesin yang penempatannya sedemikian rupa sehingga sulit untuk mendapatkan aliran udara. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan berarti mesinnya harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. dsb.ruang bakar tersebut. Secara rinci keunggulan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran. 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. 2) Waktu pemanasan lebih lama. Untuk menciptakan aliran udara. maka air akan cenderung mendidih dan menguap. 4) Kemungkinan . Penempatan blower yang digerakkan oleh poros engkol memungkinkan aliran udara yang sebanding dengan putaran mesin sehingga proses pendinginan dapat berlangsung sempurna. 4) Kemungkinan overheating kecil. sedangkan sepeda motor umumnya menggunakan sistem pendingin udara. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. radiator. 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. Oleh karena itu di bagian luar dinding silinder dan ruang bakar dibuat mantel-mantel air (water jacket). panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar.). Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. Aliran uadara ini kecepatannya harus sebanding dengan kecepatan putar mesin agar temperatur ideal mesin dapat tercapai sehingga pendinginan dapat berlangsung dengan sempurna. Kebanyakan mobil menggunakan sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan (forced circulation). ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. maka diperlukan blower yang fungsinya untuk menghembuskan udara. Di sisi lain sistem pendingin air mempunyai kerugian yaitu: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. Sirkulasi air tersebut ada dua macam yaitu sirkulasi alam atau thermo syphon dan sirkulasi dengan tekanan. Untuk selanjutnya pada modul ini akan dibahas sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin tersebut.

Sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin. Gambar 3. Bagian-bagian radiator antara lain: tangki air bagian atas (upper water tank). Disamping itu juga dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin . dan selang karet. Inti radiator terdiri atas pipa-pipa (tube) yang dapat dilalui air dari tangki atas ke tangki bawah. kipas. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass. tangki air bagian bawah (lower water tank) dan inti radiator (radiator core). pada sistem pendingin air jumlah komponennya lebih banyak. Cairan pendingin masuk ke tangki air bagian atas melalui selang atas. Air mendapat tekanan dari pompa air. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Dingin Pada saat mesin panas. Ada juga sistem pendingin air yang dilengkapi dengan kopling fluida. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. pompa air. Gambar 2. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Pada tangki air bagian atas dilengkapi dengan lubang pengisian air dan saluran kecil yang menuju ke tangki cadangan. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Panas c) Komponen Sistem Pendingin Air Berbeda dengan sistem pendingin udara. tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. 1) Radiator Radiator berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah panas setelah melalui saluran water jacket. Konstruksi Sistem Pendingin Air Pada saat mesin masih dingin. thermostat. pompa air. Adapun konstruksi sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan dapat dilihat pada gambar 18. Masing-masing komponen sistem pendingin tersebut akan dibahas pada uraian tersendiri. Gambar 4. thermostat. radiator. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). Pada tangki air bagian bawah dilengkapi dengan lubang penguras untuk mengeluarkan air pendingin pada saat mengganti cairan pendingin. kipas pendingin.terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating.

Tipe Radiator Beberapa kendaaraan modern menggunakan radiator versi terbaru yaitu tipe ³SR³. Tipe lekukan Gambar 6. Gambar 8. Biasanya radiator terletak di depan kendaraan sehingga radiator dapat didinginkan oleh gerakan kendaraan tersebut.0 kg/cm2 pada 110-120° C. a. yaitu tipe plat (flat fin type) dan tipe lekukan (corrugated fin type) seperti terlihat pada gambar 6.3±1. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. Air Pendingin Saat Panas Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. Dengan demikian jika tutup radiator rusak. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Pada bagian atas tangki radiator dilengkapi dengan lubang pengisian dan tutup radiator. maka tekanannya juga bertambah. Gambar 5. Tipe SR Inti radiator tipe SR (single row) mempunyai susunan pipa tunggal sehingga bentuk radiator menjadi tipis dan ringan dibanding dengan radiator tipe lain. Gambar 7. Tipe plat b. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. Pada tutup radiator dilengkapi dengan dua buah katup yaitu katup relief dan katup vacum.(fin) yang fungsinya untuk menyerap panas dari air pendingin. Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. maka dalam radiator terjadi kevacuman. maka tidak dapat diganti dengan sembarang tutup. tetapi berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas air pendingin dari radiator ke tangki cadangan dan sebaliknya. Dalam hal ini tutup radiator tidak hanya berfungsi untuk mencegah agar air pendingin tidak tumpah. Kemudian diikuti dengancairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benarbenar dingin. . Relief Valve Gambar 9. Konstruksi Radiator Ada dua tipe inti radiator yang perbedaannya tergantung bentuk sirip-sirip pendinginnya.

Komponen yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator dan sebaliknya adalah thermostat. maka air hanya bersirkulasi dalam water jacket. Gambar 12. Dalam hal ini thermostat berfungsi sebagai katup yang tugasnya membuka dan menutup saluran yang menghubungkan antara water jacket dan radiator. Sistem Pendingin Dengan Thermostat di Saluran Air Keluar . Apabila temperatur air pendingin telah panas maka air akan mengalir ke raditor untuk didinginkan. Pada umumnya pompa air yang digunakan adalah jenis pompa sentrifugal (centrifugal pump). Selanjutnya melalui sirkuit by pass kembali ke pompa air. Gambar 13. Air pendingin dipompa oleh pompa air langsung ke blok mesin dan kepala silinder. (1) Thermostat yang letaknya di saluran air keluar Apabila temperatur air masih rendah. Vacum Valve Gambar 11. Pompa air ditempatkan di bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas atau fan belt. Letak thermostat ada dua macam yaitu: thermostat yang letaknya di saluran air masuk (water inlet) dan thermostat yang letaknya di saluran air keluar (water outlet). maka thermostat menutup aliran air pendingin ke radiator. Air Pendingin Saat Dingin 2) Pompa air Pompa air (water pump) berfungsi memompa air pendingin dari water jacket ke radiator yaitu dengan cara menekan cairan pendingin. Komponen Pompa Air 3) Thermostat Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa apabila air pendingin masih dalam keadaan dingin.Gambar 10.

Disamping itu air juga mengalir melalui sirkuit by pass. Gambar 15. Cara Kerja Thermostat Pada thermostat juga dilengkapi dengan jiggle valve yang digunakan untuk mengalirkan air pada saat menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem. Tanpa katup bypass Gambar 16. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. Kerja thermostat tergantung oleh suhu. maka thermostat membuka saluran air dan by pass valve menutup. thermostat menutup saluran dan by pass valve membuka. Air pendingin dipompa ke blok silinder melalui kepala silinder. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Macam Thermostat 4) Kipas pendingin . maka thermostat membuka sehingga cairan pendingin mengalir melalui thermostat ke radiator untuk didinginkan dan selanjutnya air kembali ke pompa air. selanjutnya kembali ke pompa air melalui sirkuit by pass. Air yang telah panas mengalir ke radiator untuk didinginkan. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. Dengan katup bypass b. Sistem Pendingin dengan Letak Thermostat pada Saluran Air Masuk Pada saat temperatur air pendingin menjadi tinggi. mengakibatkan katup membuka atau menutup. selanjutnya melalui thermostat dan kembali ke pompa air. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. a. Gambar 14.Pada saat temperatur air pendingin telah panas. (2) Thermostat yang letaknya di saluran air masuk Apabila temperatur air masih rendah.

Hal tersebut diatur oleh coolant temperatur switch yang dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator dan relay dari motor listrik. Pada proses pendinginan. coolant temperatur switch pada keadaan ini titik kontaknya dalam keadaan tertutup sehingga arus listrik mengalir melalui kunci kontak. sinyal tersebut merangsang motor relay untuk menggerakkan motor listrik yang kemudian menggerakkan kipas pendingin. titik kontak coolant temperatur switch dan ke massa. Temperatur air pendingin dikirimkan ke motor listrik melalui sinyal yang terdapat pada kepala silinder. Kipas Pendingin yang Digerakkan Poros Engkol Putaran kipas belum cukup besar apabila mesin masih berputar lambat. tetapi pendinginannya belum cukup bila kendaraan tidak bergerak. mesin berputar dan temperatur air pendingin di bawah 93° C seperti terlihat pada gambar 35. kipaspun berputar dengan kecepatan tinggi pula. Kecepatan kipas berubah sesuai dengan kecepatan mesin. Apabila kunci kontak pada posisi ON. Hal tersebut akan menambah tahanan sehingga kehilangan tenaga dan menimbulkan bunyi pada kipas. titik kontak pada coolant temperatur switch akan terbuka yang selanjutnya akan menyebabkan relay tidak bekerja dan titik kontaknya saling . (1) Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol Kipas pendingin jenis ini digerakkan terus menerus oleh poros engkol melalui tali kipas. Arus listrik yang mengalir pada relay akan menyebabkan titik kontak pada relay terbuka sehingga arus listrik yang ke motor listrik tidak mengalir sehingga kipas tidak berputar. tetapi apabila mesin berputar dengan kecepatan tinggi.Kipas pada sistem pendingin digunakan untuk membantu proses pendinginan yang sudah dilakukan radiator. relay. Kipas pendingin ditempatkan di bagian belakang radiator. Pada saat temperatur meningkat pada suatu tingkat yang ditetapkan. Gambar 17. Disamping itu juga membantu mengurangi suara bising yang ditimbulkan kipas pendingin. sehingga temperatur mesin dapat dicapai lebih cepat. (2) Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik Berputarnya kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik terjadi pada saat temperatur air pendingin panas. Kipas Pendingin yang digerakkan Motor Listrik Berputarnya kipas pendingin apabila temperatur mesin melebihi 93° C. Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Dingin Apabila temperatur air pendingin melebihi 93° C. Gambar 18. radiator didinginkan oleh udara luar. Dengan demikian kipas akan bekerja pada saat yang dibutuhkan. Untuk mencegah hal tersebut maka biasanya antara pompa air dan kipas pendingin dipasang sebuah kopling fluida. Gambar 19. Penggerak kipas pendingin adalah mesin itu sendiri melalui sabuk (belt) atau motor listrik.

b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Rangkuman 1. Untuk menciptakan aliran udara. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin.berhubungan. emisi gas buang yang berlebihan. Fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya . Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Panas c. panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. 2. Sistem pendingin yang digunakan pada motor pada umumnya ada dua macam yaitu: a) Sistem Pendingin Udara Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut. Gambar 20. kerja motor yang kurang baik. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. Pada keadaan ini arus listrik akan mengalir dari baterai ke motor listrik melalui kunci kontak dan titik kontak relay sehingga motor berputar bersama dengan kipas yang selanjutnya mengalirkan udara melalui inti radiator seperti terlihat pada gambar 36.

maka air akan cenderung mendidih dan menguap. 5. suara mesin lebih halus selama kipas belum berputar. Apabila temperatur mesin masih dingin. dan tenaga motor lebih besar karena putaran kipas tidak menyerap tenaga dari poros engkol. Seorang pengemudi mengeluh bahwa air pendingin yang ada di tangki cadangan tidak mau kembali ke radiator pada saat mesin dingin sehingga setiap saat harus mengisi air pendingin ke radiator. Pada saat mesin panas. 2) Proses pemanasan motor lebih cepat. Pada sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. thermostat. pompa air. Disisi lain sistem pendingin air mempunyai beberapa keunggulan antara lain: 1) Temperatur motor di beberapa tempat lebih merata. sedang kipas pendingin berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan dengan jalan mensirkulasikan udara yang ada di sekitar radiator agar proses pemindahan panas berlangsung dengan cepat. Gambarlah sirkuit kelistrikan pada kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik dan jelaskan pula kemungkinan gangguan yang terjadi jika kipas tidak mau berputar pada saat temperatur mesin telah panas (temperatur mesin telah melebihi 93° C). Kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik mempunyai beberapa keuntungan. 4. 3) Media pendingin yang berupa air dapat meredam suara mesin. 4) Media pendingin yang panas dapat digunakan sebagai sumber panas untuk memanaskan ruang penumpang. kipas pendingin. Tugas 1. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. 3. Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. Dalam hal ini yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator adalah thermostat. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup.temperatur air pendingin tersebut. d. 2. dan selang karet. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. . kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. diantaranya temperatur kerja mesin yang ideal dapat dicapai dengan cepat. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). Jelaskan dengan singkat dan jelas alasannya. 6. Radiator berfungsi untuk mendinginkan air yang telah panas dari water jacket. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. pompa air. kipas. thermostat. radiator. sedang pompa air untuk menekan air dari water jacket ke radiator.

Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja thermostat ? f.e. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 5. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. kerja motor yang kurang baik. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. emisi gas buang yang berlebihan. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. Apabila mesin tanpa pendingin maka panas yang dihasilkan motor dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada mesin dan bagaimana akibatnya apabila mesin tanpa pendingin? Jelaskan apa saja keuntungan dan kerugian sistem pendingin air dibanding dengan sistem pendingin udara? 3. a) Fungsi sistem pendingin pada mesin adalah sebagai berikut: Untuk mengurangi panas motor. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 2. . Jelaskan bagaimana cara kerja sistem pendingin air? 4. a) Keuntungan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara antara lain: Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. 2. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. sehingga komponen motor tersebut akan rusak bahkan dapat berubah bentuk. Tes Formatif 1.

Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. Air Pendingin Saat Panas . air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass. Relief valve Gambar 22. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan.0 kg/cm2 pada 110-120° C. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin).b) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil c) Mantel air dan air dapat meredam getaran d) Kemungkinan overheating kecil. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. radiator. 4. walaupun dalam kerja yang berat e) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. b) Pada saat mesin panas. Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Pada saat mesin masih dingin.) b) Waktu pemanasan lebih lama c) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze d) Kemungkinan terjadinya kebocoran air ² > overheating e) Memerlukan kontrol yang lebih rutin 3. maka tekanannya juga bertambah. Kerugiannya: a) Bobot mesin lebih berat (air. Air mendapat tekanan dari pompa air. dsb. Gambar 21.3±1.

Lembar Kerja 1. 2. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. a) b) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) Kunci sock. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Gambar 25. Gambar 24. kunci momen c) Tool box d) Radiator cap tester e) f) Thermometer Panci air g) Kompor pemanas h) Lap/majun.b) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. Cara Kerja Thermostat g. maka dalam radiator terjadi kevacuman. Keselamatan Kerja . Air Pendingin saat Dingin Cara kerja thermostat adalah sebagai berikut: Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. Gambar 23. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Kerja thermostat tergantung oleh suhu. mengakibatkan katup membuka atau menutup. Vacum Valve 5.

4.a) Gunakanlah perlatan servis sesuai dengan fungsinya. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat. 3. d) Bila perlu mintalah buku manual mesin yang dijadikan training object. efektif dan seefisien mungkin. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur overhoul/pembongkaran komponen. c) Lakukan pemeriksaan pada komponen sistem pendingin! d) Lakukan diskusi tentang cara kerja sistem pendingin! e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktik secara ringkas. 3. f) Setelah selesai. Overhoul Komponen Sistem Pendingin a. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Tujuan Kegiatan Belajar 1. c) Mintalah ijin kepada instruktur anda bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja. 2. . Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur pemasangan kembali komponen. b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan oleh guru/ instruktur. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur penganalisaan gangguan. a) Tugas Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! Kegiatan Belajar 2.

Adapun pemeriksaan kualitas dan kapasitas media pendingin dapat dilakukan sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dapat dilihat pada tangki cadangan (reservoir tank). Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator harus sedikit. Pemeriksaan dan Penggantian Pompa Air . Pemeriksaan kualitas pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. Disamping itu media pendingin juga tidak boleh mengandung minyak pelumas. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas media pendingin. Apabila jumlah air pendingin kurang. (3) Menutup lubang penguras. Pada saat membuka tutup radiator. mesin harus dalam keadaan dingin. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Uraian Materi 1. 2. (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. Pelepasan. (4) Memasang tutup radiator (5) Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran (6) Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. Apabila media pendingin terlalu kotor atau banyak mengandung karat (berwarna kuning) harus dilakukan penggantian dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator.b.

Dalam kenyataannya seringkali seal pompa tidak tersedia di pasaran. Untuk melepas pompa dari sistem pendingin sebaiknya mengikuti prosedur yang benar. Apabila diperlukan. Pemeriksaan Kopling Fluida. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. kemudian lepas tali kipas. Pelepasan dan pemasangan komponen yang tidak benar akan mengakibatkan kerja pompa tidak optimal. (c) Melepas mur pengikat kipas dengan kopling fluida dan puli (d) Melepas mur pengikat kipas dari kopling fluida Gambar 26. bearing pompa air harus diganti. Selanjutnya dalam kegiatan belajar ini akan dibahas berturut-turut prosedur pelepasan. alternator. pemeriksaan dan pemasangan pompa air. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. Demikian pula pelepasan komonen-komponen pompa. Gambar 28. dan- . a) Prosedur pelepasan pompa air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas tali kipas. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan.Pompa air perlu diperiksa apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. kipas. Bagan Pompa Air (2) Pemeriksaan kopling fluida dari kerusakan dan kebocoran minyak silicon. kopling fluida (jika ada) dan puli pompa air dengan prosedur sebagai berikut: (a) Merentangkan tali kipas dan mengendurkan mur pengikat tali kipas (b) Mengendorkan pivot dan baut penyetel. Urutan Pembongkaran Pompa Air (3) Melepas pompa air b) Pemeriksaan komponen pompa air: (1) Pemeriksaan pompa air dapat dilakukan dengan cara memutar dudukan puli dan mengamati bahwa bearing pompa air tidak kasar atau berisik. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. Gambar 27.

Nama komponen yang diberi tanda ¸ adalah komponen yang tidak dapat digunakan lagi setelah dilakukan pelepasan komponen. rotor. (2) Memasang seal pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Oleskan seal pada seal baru dan bodi pompa (b) Menggunakan SST dan mesin press. Cara Melepas Dudukan Puli (3) Melepas bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menekan poros bearing dan melepas bearing dan rotor dengan menggunakan SST dan mesin press (4) Melepas rakitan seal dengan menggunakan SST dan mesin press d) Prosedur perakitan komponen pompa air: (1) Memasang bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menggunakan SST dan mesin press. dudukan puli. Gambar 30. pasang seal (3) Memasang dudukan puli menggunakan SST dan mesin . Komponen Pompa Air Adapun prosedur pelepasan komponen pompa air adalah sebagai berikut: (1) Melepas plat pompa dengan cara melepas baut pengikatnya (lihat gambar 4) (2) Melepas dudukan puli dengan menggunakan SST dan pres. tekan poros bearing dan lepas dudukan puli Gambar 31. tekan poros bearing dan lepas bearing dan rotor. satuan seal. bearing.Gambar 29. Konstruksi Kopling Fluida c) Prosedur pelepasan komponen pompa air: Komponen pompa air terdiri atas: bodi pompa. gasket dan plat (lihat gambar 3). Cara Melepas Plat Gambar 32. Permukaan bearing harus rata dengan bodi pompa.

Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup c) Prosedur pemasangan thermostat dengan cara sebagai berikut: (1) Memasang gasket baru pada thermostat . kemudian periksa temperatur pembukaan katup. 3. Gambar 33. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. (4) Memasang rotor menggunakan mesin press pada poros bearing pompa. a) Pelepasan. Gambar 35. (2) Memeriksa tinggi kenaikan katup. (6) Memeriksa bahwa pompa air berputar lembut. kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya. Pemeriksaan dan Pemasangan Thermostat Prosedur pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas saluran air keluar (selang karet atas) (3) Melepas tutup rumah thermostat. Melepas Tutup Thermostat b) Pemeriksaan thermostat. maka termostat perlu diganti. Permukaan rotor harus rata dengan permukaan poros bearing (5) Memasang plat pompa. Gambar 34.press pada poros bearing pompa. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. thermostat perlu diganti. periksa bahwa rotor tidak menyentuh plat pompa. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. dengan cara sebagai berikut: (1) Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap.

Lakukan pemompaan dan ukurlah tekanan pembukaan katup vakum. Gambar 37. (2) Memeriksa tutup radiator dengan alat uji tutup radiator. a) Pemeriksaan tutup radiator dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Memasang Gasket Baru (2) Meluruskan jiggle valve pada thermostat dengan tanda di sisi kanan dan masukkan ke dalam rumah saluran. Gambar 38. Posisi jiggle valve dapat digeser. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: . kemudian pasang tutup radiator pada radiator cap tester (alat uji tutup radiator). tidak diperkenankan membuka tutup radiator dalam keadaan mesin masih panas. Untuk memeriksa kebocoran sistem pendingin diperlukan alat yang disebut ³Radiator Cap Tester³. Untuk mencegah terjadinya bahaya panas. (3) Memasang saluran air keluar.Gambar 36. karena cairan dan uap bertekanan akan menyembur keluar. Alat tersebut disamping dipakai untuk memeriksa kebocoran pada sistem pendingin juga dapat digunakan untuk menentukan kondisi tutup radiator. 10° ke kiri atau ke kanan dari tanda. Pemeriksaan dan Pengujian Sistem Pendingin Pemeriksaan dan pengujian dalam sistem pendingin adalah pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin. Pemasangan thermostat 4.

2. dan rotor pompa. karena apabila kapasitas dan kualitas air pendingin tidak pernah diperhatikan akan mengganggu proses pendinginan. Demikian juga kualitas pendingin sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem pendingin. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar 39. Akibatnya mesin menjadi overheating yang pada gilirannya komponen mesin menjadi rusak. . yaitu temperatur mesin berlebihan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen mesin.1 psi). Apabila kerusakan bearing tidak segera diperbaiki. c. Pemeriksaan Kebocoran Pada Sistem Pendingin (2) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum.7 ± 14. Hal tersebut dapat terjadi karena sistem pelumasan akan terganggu akibat kenaikan suhu yang berlebihan. dan pompa air. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin.6 kg/cm2 (8. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin dalam hal ini adalah air pendingin mutlak diperlukan. dikhawatirkan pompa akan macet (tidak dapat berputar) sehingga proses pendinginan akan terhenti.05 kg/cm2 (10.0. b) Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Isilah radiator dengan media pendingin. Gambar 39. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut.9 psi) Tekanan pembukaan minimum : 0. Air pendingin yang tidak pernah diganti akan menimbulkan kerak-kerak pada komponen yang dilalui media pendingin sehingga proses pendinginan tidak optimal. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. seal pompa. radiator.75 ± 1. Kekurangan media pendingin akan menyebabkan mesin overheating. Rangkuman 1. maka perlu diperiksa blok dan kepala. maka tutup radiator perlu diganti. Pemeriksaan komponen pompa air meliputi pemeriksaan bearing pompa.2 kg/cm2 (17. Bearing pompa yang sudah bersuara berisik mengindikasikan bahwa komponen telah rusak dan perlu segera diganti.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan.

artinya komponen tersebut harus diganti dengan yang baru. Setelah komponen pompa dilepas ada beberapa komponen yang tidak boleh dipasang lagi. padahal media pendingin dalam keadaan penuh. Bagaimana cara anda menentukan kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin mobil tersebut ? Langkah-langkah apa yang harus anda lakukan mulai dari yang paling sederhana sampai pada kasus yang agak kompleks! e. Terjadinya overheating dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karena gangguan pada sistem pendingin. Prosedur pemeriksaan thermostat harus dilakukan dengan cermat mengingat cara kerjanya didasarkan atas perubahan suhu. Jelaskan juga bagaimana cara mengatasi problem tersebut sehingga mesin dapat kembali normal! 2. d. Tugas 4. Penyebab lain dari gejala tersebut adalah kerusakan pada pompa air. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. rotor. satuan seal. Tes formatif 1. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan dan penggantian media pendingin? 2. karena kesalahan pemasangan akan mengakibatkan gangguan proses kerja pompa air. 1. Komponen tersebut antara lain: bearing. baru nampak adanya kebocoran. Pemeriksaan thermostat diperlukan manakala air pendingin tidak dapat bersirkulasi. Namun demikian penyebab air tidak dapat bersirkulasi bukan semata-mata disebabkan kerusakan thermostat. 3. dimana rotor pompa aus atau keropos sehingga pompa air tidak dapat menekan medi pendingin tersebut. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. Dengan demikian pada waktu melakukan pengamatan ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu saat membukanya katup dan pada suhu berapa thermostat tersebut membuka. harus memperhatikan prosedur atau langkah-langkah yang benar.Dalam melakukan pelepasan dan perakitan pompa air. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. Buatlah ringkasan beberapa penyebab mesin overheating dengan observasi di bengkel umum terhadap kasus-kasus mesin overheating yang masuk ke bengkel tersebut. dan gasket. radiator. Jelaskan mengapa pompa air perlu diperiksa? . tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. pompa. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. Seorang pemilik mobil mengeluh bahwa mobilnya cepat panas.

b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Pemeriksaan kualitas air pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas air pendingin dengan cara sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dengan melihat jumlah air pada tangki cadangan (reservoir tank). (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. Adapun prosedur pemeriksaan kualitas air pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. Pada saat membuka tutup radiator.3. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 6. (3) Menutup lubang penguras. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. 4. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat ? Jelaskan mengapa pemeriksaan kebocoran sistem pendingin harus dengan alat khusus yaitu radiator cap tester? 5. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan tutup radiator? f. Kunci jawaban tes formatif 1. kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. (4) (5) Memasang tutup radiator Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran . mesin harus dalam keadaan dingin. Apabila jumlah air pendingin kurang.

Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Gambar 40. Pemeriksaan pompa air diperlukan apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. pompa. Gambar 41. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. maka termostat perlu diganti. baru nampak adanya kebocoran. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C : 8 mm atau lebih. Adakalanya pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. Pompa air juga perlu diperiksa apabila terdengar suara berisik di sekitar popmpa. 3. Hal tersebut dapat terjadi apabila bantalan pompa telah rusak. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. Dalam kenyataannya seringkali seal perapat pompa tidak tersedia di pasaran. a) Prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin adalah: 4. 5. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar berikut ini. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80°-90° C. Pemeriksaan Kebocoran pada Sistem Pendingin . radiator. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin.(6) 2. Gambar 42. thermostat perlu diganti. Isilah radiator dengan media pendingin. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya.

c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Gambar 43. dan pompa air. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. Prosedur pemeriksaan tutup radiator adalah sebagai berikut: Melakukan pemompaan pada radiator cap tester dan mengukur tekanan pembukaan katup vakum. kunci pas/ring atau tang c) Radiator cap tester d) Lap/majun.05 kg/cm2 (10. maka tutup radiator perlu diganti.7±14. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. 6. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. 2. .b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Lembar Kerja 1. maka perlu diperiksa blok dan kepala silinder. g.1 psi).75 ± 1. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. radiator.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: 0.9 psi) Tekanan pembukaan minimum: 0.2 kg/cm2 (17. a) Keselamatan Kerja Gunakanlah perlatan tangan sesuai dengan fungsinya. a) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) b) Peralatan tangan.6 kg/cm2 (8.

a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. 4. Tugas a) Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! BAB. Bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 5. 3. e) Setelah selesai. III EVALUASI A. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. PERTANYAAN 1. Bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat? 6. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut? . 3. pemeriksaan dan penggantian sistem pendingi. b) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur. efektif dan seefisien mungkin. 2.d) Bila perlu mintalah buku manual motor bensin yang menjadi training object. Apa penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas. Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor? Jelaskan kebaikan dan kerugian sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara? Jelaskan dengan gambar cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 4. c) Lakukan pelepasan. d) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas.

Kebaikan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. c) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. 2) Waktu pemanasan lebih lama. Kerugian sistem pendingin air antara lain: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air.3±1. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan.B. maka dalam radiator terjadi kevacuman. KUNCI JAWABAN 1. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. 3. walaupun dalam kerja yang berat. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. emisi gas buang yang berlebihan. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. kerja motor yang kurang baik. 4) Kemungkinan overheating kecil. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin.0 kg/cm2 pada 110-120° C.). 4) Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating. maka tekanannya juga bertambah. dsb. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. a) Fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor adalah: Untuk mengurangi panas motor. radiator. 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar . 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran . 2.

kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. Skor Kriteria (1-10) Kognitif (soal no 1 s. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. maka perlu diperiksa blok dan kepala. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. 5. b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. 6.2 kg/cm2 (17. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. radiator.d 4) Ketepatan prosedur KRITERIA KELULUSAN Nilai: Bobot Skor x Bobot 5 1 Syarat lulus nilai minimal Keterangan . a) Prosedur pemeriksaan sistem pendingin adalah sebagai berikut: Isilah radiator dengan air pendingin. dan pompa air.mengganti kevacuman dalam radiator. Penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas adalah: a) Coolant temperatur switch rusak/tidak bekerja b) Relay kipas rusak atau tidak bekerja c) Motor penggerak kipas rusak atau tidak bekerja d) Jaringan kabel penghubung putus atau hubung singkat. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. C. 4. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar di bawah. thermostat perlu diganti. Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C.1 psi). maka termostat perlu diganti.

100 Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. BAB. Sebaliknya. maka peserta diklat tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya.d. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. 79 80 s.d. IV PENUTUP 90 s.pemeriksaan Hasil pemeriksaan Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 70 2 1 1 Keterangan: Tidak Ya 70 s. 89 : : = 0 (nol) = (tidak lulus) 70 s.d. 100 (lulus) memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan.d. .

New Step 1 Training Manual. Anonim. (1986). Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. New York: Mc Graw Hill. (1995). William H. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Jakarta: Depdikbud: Dirjen Dikti. Teori Motor Bensin. Crouse. otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya Apr 21 Posted by 66tech BAB I . Pedoman Reparasi Mesin 1E. Anonim.). Donald L (1986). dan Anglin. (1995). Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Automotive Encyclopedia. Wardan Suyanto. South Holland: The Goodheart Willcox. Materi Pelajaran Engine Group Step 1.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Proyek Pengembangan LPTK. Larry. Materi Pelajaran Engine Group Step 2. (1995). dan Johnson.th. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Anonim. (1977).. William K. (1993). Posted in ilmu. Automotive Engines. Anonim. Toboldt. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Pedoman Reparasi Mesin 7 K. (t.. 2E.

Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prinsip kerja motor. C. jenisjenis motor dan komponennya serta dapat mengidentifikasi jenis-jenis motor dan komponenkomponennya. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. . Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR.10-016 B tentang K3. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. b. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. OPKR.identifikasi jenis-jenis motor dan komponennya. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan overhaul dan perawatan motor. B. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prinsip kerja engine dan jenis-jenis engine beserta komponen-komponennya. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. OPKR.PENDAHULUAN A. 20-001-1 B membahas tentang prinsip kerja motor. 20-001-2 B tentang perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. kegiatan belajar 2 melakukan identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. Bila ada materi yang kurang jelas. akan mudah mempelajari sub kompetensi berikutnya yaitu OPKR. yang di industri perotomotifan dikenal dengan sebutan Tune-up engine. 10018 tentang kontribusi. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. komunikasi di tempat kerja serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul.

d. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. f. praktik baru. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) 4) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. Gunakan alat sesuai prosedur yang pemakaian yang benar Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Membantu siswa dalam memahami konsep. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. 2. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. harus meminta ijin guru lebih dahulu. b.ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. 5) Setelah selesai praktik. Siswa dinyatakan menguasai materi. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. c. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik.c. Sebelum melaksanakan praktik. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. g. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. d. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. .

Mencatat hasil kemajuan siswa. D. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan.Memelihara/ser *Pemeliharaan/ser vis engine dan vis engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami *Data yang tepat MATERI POKOK PEMELAJARAN PENGETAHU KETRAMPIL SIKAP AN AN *Prinsip *Menerapkan *Prinsip kerja *Melaksa kerja engine engine SOP dalam nakan mengidentifik *Jenis-jenis identifikasi *Kompone asi komponen. Melaksanakan penilaian internal i. h.menjadi mandiri dan bertanggung LINGKUP BELAJAR . SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1. g. f. 2.engine dan jenis-jenis nkomponen komponenengine dan komponen engine komponennya komponennya engine *Menerapkan *Persyaratan K3 keamanan *Data spesifikasi peralatan/ pabrik *Melaksanaka komponen dan n kegiatan keselamatan diri yang kompleks dan tidak rutin. jenis-jenis engine/motor dan komponen-komponennya. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1.e. Dapat melakukan identifikasi. jenis-jenis engine/motor dan komponennya. Memahami prinsip kerja. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. E.

.dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/serv is *Seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan SOP dan K3 jawab untuk pekerjaan yang lainnya. F. guru pembimbing supaya melakukan pengetesan.siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan. BAB II PEMELAJARAN A. guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Bila siswa sudah merasa bisa. Prinsip kerja engine 2 Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru langkah dan 4 langkah. supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. Jenis Kegiatan 1. Kemampuan Sebelum siswa mempelajari modul ini.

Langkah/stroke motor TDC = Top Death Center atau Titik Mati Atas (TMA) BDC = Bottom Death Centre atau Titik Mati Bawah (TMB) Titik mati atas adalah batasan maksimal gerakan piston ke atas. Dan yang dimaksud langkah (Stroke) adalah seperti berikut ini : Gambar 1. a) Prinsip Kerja motor bensin 2 langkah Langkah kompresi. Uraian Materi Prinsip Kerja Engine Motor/engine /mesin adalah suatu alat yang merubah tenaga panas. Sedang motor bensin dan disel termasuk motor pembakaran dalam karena tenaga panas dihasilkan di dalam motor itu sendiri. Sedang motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar. 2. air dan sebagainya menjadi tenaga mekanik. sedang titik mati bawah adalah batasan maksimal gerakan piston ke bawah. Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya B. Jenis-jenis engine dan komponennya. a. jenis-jenis engine dan komponennya. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah. 1. Bila ditinjau dari langkah (Stroke) pada proses pembakarannya. di atas piston terjadi tekanan sehingga ketika piston belum menutup saluran buang 2. Motor bakar dibagi menjadi motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) dan motor pembakaran luar (eksternal combustion chamber). motor yang berkembang saat ini ada motor 2 langkah dan motor 4 langkah. gas sisa pembakaran akan mengalir ke saluran . Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prinsip Kerja Engine. listrik. b.jenis-jenis engine dan komponennya.buang dan penghisapan: Pada langkah ini piston 6 bergerak dari TMB ke TMA.

pemasukan dan buang: Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi 4 meloncatkan api sehingga terjadi pembakaran. campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang bakar. tenaga tersebut akan dikirim oleh connecting rod menjadi tenaga putar pada crank shaft. tenaga pembakaran akan mendorong piston ke bawah dan melalui connecting rod 7 tenaga tersebut dikirim menjadi tenaga mekanik pada crank shaft 8. melalui saluran pemasukan 1 . Langkah usaha. Di bawah piston terjadi tekanan. Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. pemasukan campuran baru ke ruang bakar sekaligus mendorong gas bekas keluar melalui saluran buang. gas sisa pembakaran akan terdorong keluar melalui saluran buang. Pada saat saluran buang terbuka dan saluran pemasukan tertutup. Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA busi meloncatkan api akan terjadilah pembakaran. campuran bahan bakar dan udara dikompresikan dengan tekanan antara 9 Kg/cm2-12 Kg/cm2. katup masuk menutup dan katup buang membuka. katup buang menutup. Langkah buang: Piston bergerak dari TMB ke TMA. katup masuk dan katup buang tertutup. di bawah piston terjadi penghisapan. Prinsip kerja motor bensin 4 langkah . campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang engkol 9. Prinsip kerja motor bensin 2 langkah b) Prinsip kerja motor bensin 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 3.buang dan ketika piston menutup saluran buang. katup masuk membuka. di dalam ruang bakar 5 terjadi kompresi.dan pada saat ini kedua katup dalam keadaan tertutup. Tenaga pembakaran kan mendorong piston dari TMA ke TMB. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 2.

Pada saat ini saluran buang tertutup (A).c) Prinsip kerja motor disel 2 langkah pemasukan: Langkah usaha dan Pada saat tejadi pembakaran di ruang bakar. saluran buang terbuka (B). maka terjadilah pemasukan udara murni ke dalam silinder.Tenaga pembakaran akan mendorong piston dari TMA ke TMB. udara murni masuk ke ruang bakar (A). Pada saat saluran buang mulai menutup terjadilah pengkompresian udara murni di atas piston dengan tekanan antara 16 Kg/cm2 ± 22 Kg/cm2. bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder sehingga terjadilah pembakaran (C). katup masuk membuka dan katup buang menutup. katup masuk dan buang menutup. Karena saluran buang terbuka. Prinsip kerja motor disel 2 langkah d) Prinsip kerja motor disel 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. sehingga terjadi pembakaran. udara murni di ruang bakar terkompresikan (B).tenaga panas akan mendorong piston dari TMA ke TMB. Pada saat piston melewati lubang-lubang pemasukan pada didnding silinder. bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar. maka udara murni akan mendorong gas bekas keluar dari silinder menuju saluran buang selama saluran buang membuka (B). tenaga tersebut oleh connecting rod dikirim ke crank shaft menjadi tenaga putar. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut : Gambar 4. dan beberapa derajad sebelum piston mencapai TMA. Langkah buang dan kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA. Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. dan melalui connecting rod tenaga tersebut dirubah menjadi tenaga putar pada crank shaft (C). Langkah buang: .

tiga. katup masuk tertutup dan katup buang membuka. Gambar 6.Piston bergerak dari TMB ke TMA. Engine silinder 1 Gambar 7. Secara garis besar komponen ± komponen engine bensin dan disel hampir sama. Engine bersilinder 2 . empat. yang membedakan antara keduanya adalah seperti pada tabel berikut berikut: Item Siklus Pembakaran Tekanan kompresi Ruang bakar Percampuran bahan bakar Metode penyalaan Bahan bakar Getaran suara Efisiensi panas (%) Motor Diesel Siklus Sabathe 16-22 Kg/cm2 Rumit Diinjeksikan pada akhir langkah Terbakar sendiri Solar Besar 30-40 2. Pada saat ini gas sisa pembakaran akan terdorong keluar dari silinder ke saluran pembuangan (D) Gambar 5. dua. delapan dan seterusnya. enam. Prinsip kerja motor disel 4 langkah e) Perbedaan antara motor bensin dan disel Dari prinsip kerja engine dapat dilihihat perbedaan antara engine bensin dengan disel. Jenis-jenis engine Motor Bensin Siklus Otto 9-12 Kg/cm2 Sederhana Dicampur dalam karburator Percikan busi Bensin Kecil 22-30 a) Engine ditinjau dari jumlah silindernya Bila ditinjau dari jumlah silindernya ada engine dengan silinder satu.

tipe V dan tipe horizontal berlawanan. Engine bersilinder 6 b) Engine ditinjau dari susunan silindernya Bila ditinjau dari susunan silindernya engine terbagi menjadi beberapa Tipe yaitu: tipe in-line. Engine bersilinder 4 Gambar 9.Gambar 8. Gambar 10. Engine tipe V . Engine tipe In-line Gambar 10.

Perhatikan gambar-gambar berikut: . Mekanisme katup tipe Over Head Cam shaft (OHC) Gambar 14. Mekanisme katup tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC) d) Engine bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya Bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya: dengan penggerak roda gigi.Gambar 11. Gambar 12. Mekanisme katup tipe Over Head Valve (OHV) Gambar 13. tipe Over Head Cam shaft (OHC) dan tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC). timing chain dan timing belt. Engine tipe Horizontal berlawanan c) Engine ditinjau dari penempatan mekanisme katupnya Bila ditinjau dari mekanisme katupnya engine dibagi menjadi: tipe Over Head Valve (OHV).

Mekanik katup dengan penggerak roda gigi (timing gear) Gambar 16. Mekanik katup dengan penggerak timing chain .Gambar 15.

Engine Diesel (motor disel) . Untuk keperluan kendaraan motor bensin dan disel relatif lebih banyak digunakan.Gambar 17. Engine Gasoline (motor bensin) Gambar 19. Mekanik katup dengan penggerak timing belt e) Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya Bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya engine dibagi: Engine gasoline (motor bensin). Gambar 18. engine diesel. engine cerosine (motor minyak tanah) dan engine LPG.

Komponen-komponen Engine Engine terdiri dari komponen-komponen engine dan bagian-bagian pendukung kerja engine. Gambar 21. Pada kepala silinder juga digunakan untuk menempatkan kelengkapan mekanik katup. poros engkol. poros nok dan roda penerus. Adjusting shim: penyetel celah katup Valve lifter: Sebagai pengangkat katup Exaust valve: untuk membuka dan menutup saluran buang Valve guide: Untuk penghantar gerakan katup Gasket: sebagai perapat Water jacket: untuk saluran air pendingin Cylinder block: untuk tempat pembakaran/tempat bekerjanya Piston. mekanik katup. kelengkapan piston. Selain itu juga sebagai tempat kerjanya komponen-komponen yang lain seperti piston. kepala silinder. . Blok silinder (Cylinder Block) b) Kepala silinder (Cylinder Head) Membentuk ruang bakar atau tempat ruang bakar tambahan. Piston : untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Kepala silinder (cylinder head) § Keterangan gambar kepala silinder: Spark plug (Busi): untuk meloncatkan api tegangan tinggi. Sedang bagian-bagian penunjang kerja engine meliputi: Sistem pendinginan. a) Blok silinder (cylinder block) Pada bagian linernya sebagai tempat terjadinya proses pembakaran. Yang dimaksud komponen-komponen engine meliputi: Blok silinder. sistem pelumasan. poros nok. sistem bahan bakar dan sistem pengapian. Pada bagian atas blok silinder dipasang kepala silinder dan pada bagian bawah dipasang panci oli. poros engkol.3. saluran pemasukan dan juga saluran pembuangan. Gambar 20.

Ruang bakar setengah bulat Gambar 23. Ruang bakar Baji . Ada beberapa jenis ruang bakar untuk motor bensin yaitu jenis: setengah bulat. Gambar 22.Combustion chamber : untuk tempat pembakaran Valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup Oil seal : Sebagai perapat oli agar tidak masuk ke ruang bakar Intake valve: untuk membuka dan menutup saluran pemasukan. baji. Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup. bak mandi dan pent roof. To exhaust manifold : disambung dengan manifold buang To intake manifold : disambung dengan manifold masuk Pada kepala silinder juga diletakkan atau dibentuk ruang bakar (Combustion Chamber).

Pre combustion chamber : untuk tempat pembakaran awal Glow plug (Busi pijar) : untuk pemanas ruang bakar untuk tempat pembakaran utama Combustion chamber : Gambar 28. Ruang bakar Pent Roof Sedangkan jenis ruang bakar untuk motor disel Injeksi langsung (Direct Injection) ada: Multi Spherical. Ruang bakar Injeksi langsung Ruang bakar untuk motor disel injeksi tidak langsung (indirect injection) ada: ruang bakar kamar depan (Pre combustion chamber. ruang bakar kamar pusar (Swirl chamber) dan model sel udara (Air cell) Gambar 27. Ruang bakar kamar depan Nozzle (injector): untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang Bakar. Hemispherical dan Spherical Gambar 26. Ruang bakar Bak mandi Gambar 25. Ruang bakar kamar pusar .Gambar 24.

Gambar 31. Timing gear : untuk penghubung putaran poros engkol dengan poros nok. Ruang bakar sel udara c) Mekanik katup (valve mekanism) Katup pada umumnya diletakkan pada kepala silinder. Gambar 30. sekaligus menepatkan posisi katup dengan piston. Metode penggerak mekanik katup menggunakan: timing gear. timing chain atau dengan timing belt.Gambar 29. Model Timing Chain . Model Timing Gear Model timing gear digunakan pada motor jenis OHV (Over Head Valve) dan menggunakan lifter serta push rod. Adapun fungsi katup untuk membuka dan menutup ruang bakar sesuai proses yang terjadi di dalam silinder.

serta Roda gigi sprocket sebagai pengganti timing gear. Model Timing Belt Pada model timing belt. Cam shaft dan crank shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. d) Kelengkapan Piston (Piston Assy) Piston berfungsi menghisap dan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara pada motor bensin atau udara murni pada motor disel. Tegangan rantai diatur oleh tensioner dan getarannya diredam oleh Vibration damper. Jenis ini tidak memerlukan tensioner dan pelumasan. Gambar 32. Poros Noknya terletak pada kepala silinder. ring piston.Model timing chain digunakan pada motor jenis OHC (Over Head Cam shaft) atau DOHC (Double Over Head Cam shaft). digerakkan oleh rantai. juga sebagai pembentuk ruang bakar. pena piston dan batang piston. Selain itu piston juga meneruskan tenaga panas hasil pembakaran menjadi tenaga mekanik pada poros engkol melalui batang piston. Kelengkapan piston terdiri dari: Piston. poros nok digerakkan oleh sabuk yang Bergigi sebagai pengganti rantai. .

Gambar 34. Sedang ring oli untuk menyapu oli pelumas pada dinding silinder agar kembali ke panci oli. Ring piston dan alurnya pada piston Ring piston terdiri dari ring kompresi (compression ring) dan ring Oli (oil ring). Konstruksi piston (Torak) Compression ring grooves: untuk menempatkan ring kompresi Oil ring grooves: untuk menempatkan ring oli Piston pin boss: untuk bantalan dudukan pena piston Piston pin hole: untuk menempatkan pena piston Lands: sebagai pembatas ring piston Skirt: sebagai penyerap panas. Untuk motor dua langkah tidak menggunakan ring oli karena panci oli terpisah dengan ruang engkol. .Gambar 33. Ring kompresi sebagai perapat kompresi sekaligus Perapat agar pembakaran tidak merambat ke bawah piston.

Gambar 35. Oleh sebab itu penyambungan pena piston ada beberapa tipe. Tipe penyam bungan pena piston . full floating dan semi floating Gambar 36. Pena piston (Piston Pin) Pena piston berfungsi menyambung piston dengan batang piston agar dapat bergerak sesuai fungsinya masing-masing. antara lain: tipe Fixed.

e) Poros engkol (Crank shaft) Poros engkol menerima beban dari piston dan batang piston. ada pula yang sekaligus menggerakkan katup masuk dan buang. Conecting rod bearing Batang piston berfungsi untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. Batang piston (Conecting Rod) Gambar 38. Poros ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran ke roda penerus. Gambar 40. Poros engkol (crank shaft) Oil hole: Untuk saluran pelumasan Crank pin: untuk tempat tumpuan big end batang piston Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor weight: sebagai bobot penyeimbang putaran f) Poros nok (Cam shaft) Counter balance Poros nok adalah sebuah poros yang dilengkapi dengan nok-nok sebagai penggerak mekanik katup. Poros nok sebagai penggerak mekanik katup ada yang hanya untuk katup buang atau katup masuk saja. Poros nok (Cam shaft) Journal: sebagai titik tumpu putaran poros Cam shaft drive gear: sebagai gigi pemutar Cam shaft driven gear: sebagai gigi yang diputarkan . akibat tenaga hasil pembakaran. Gambar 39.Gambar 37. Small end : untuk menempatkan pena piston Big end : untuk pemegang pin journal pada poros engkol Conecting rod bearings : sebagai bantalan Oil hole : untuk menyalurkan oli pendingin menuju piston Conecting rod cap : sebagai penahan connecting rod dengan pin Journal.

Panci oli (Oil punch) i) Sistem pendinginan (Cooling System) Secara umum sistem pendinginan engine bensin dan disel sama. Untuk dapat melaksanakan fungsinya. Gambar 42. . sistem pendinginan dilengkapi dengan komponen-komponen berikut: Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. Gambar 41. Sedangkan fungsi utama sistem pendinginan adalah untuk mengontrol suhu kerja engine.Intake cam shaft: penggerak mekanik katup masuk Exhaust cam shaft: penggerak mekanik katup buang Cam shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. Cut-out groove: untuk menggerakkan didtributor g) Roda penerus (Fly wheel) Roda penerus dipasang pada out put poros engkol dan berfungsi sebagai penerus putaran/tenaga dari mesin ke sistem pemindah tenaga kendaraan (Power train). Roda penerus (Fly wheel) h) Panci oli (Oil punch) Panci oli dipasang pada blok motor paling bawah dan berfungsi sebagai penampung oli motor. Kecual i itu roda penerus juga untuk meneruskan putaran dari motor starter ke poros engkol agar mesin dapat distart.

Slang bawah radiator: Untuk mengalirkan air ke engine. Tali kipas/Fan belt: Untuk menggerakkan kipas pendingin. Slang atas radiator: Untuk mengalirkan air panas dari engine. . Thermostaat: Sebagai pengontrol suhu kerja engine. Pompa air/Water pump: untuk mensirkulasikan air.

. saringan oli (Oil filter). hal ini dimaksudkan agar komponen-komponen engine tidak cepat aus dan kinerja engine tetap terjaga.Gambar 43. Sistem Pendinginan air j) Sistem Pelumasan (Lubrycating System) Sebagian besar mekanik engine yang bergerak memerlukan pelumasan. pompa oli. saluran oli (hole). Adapun komponen sistem pelumasan meliputi: Saringan (strainer).

Gambar 45. Sistem bahan bakar engine bensin Sedangkan sistem bahan bakar engine disel mempunyai komponen seperti berikut: Tangki (Fuel pump): untuk menampung bahan bakar.Gambar 44. Pompa penyalur (Priming pump): Untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam sistem saat membliding udara. Pengendap air (Water cendimeter): Untuk mengendapkan air yang ada pada bahan bakar. Pompa pemindah (Feed pump): menyuplai bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. Sistem bahan bakar engine bensin menggunakan karburator dan sistem bahan bakar engine disel menggunakan pompa injeksi dan nozel. Karburator: Untuk mencampur udara dan bahan bakar. Pompa injeksi (Injection pump): untuk menyuplai bahan bakar ke nozel dengan tekanan tinggi. Sistem pelumasan (Lubrycating System) k) Sistem Bahan bakar (Fuel System) Pada prinsipnya sistem bahan bakar berfungsi menyuplai bahan bakar sesuai kebutuhan engine. . Saringan : Untuk menyaring bensin dari kotoran yang ada. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: Tangki (Fuel tank): sebagai penampung bahan bakar Pompa (Fuel pump): Menyuplai bahan bakar dari tangki ke Karburator. Saringan (Fuel filter): menyaring bahan bakar.

Injektor (Nozzle): Menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Gambar 46. Sistem bahan bakar engine disel dengan Pompa In-line .

Sistem bahan bakar engine disel dengan pompa rotary l) Sistem Pengapian konvensional Sistem pengapian digunakan pada engine bensin. dan menyalurkan kembali saat platina membuka. Koil: Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan Tinggi.Gambar 47. Distributor: Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. adapun fungsinya memberikan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Kunci kontak (Switch): Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dengan sistem. Komponen-komponen sistem pengapian antara lain: Baterai: sebagai penyimpan arus listrik. . Kondensator: Menyimpan arus primer saat platina menutup.

Sistem pengapian engine bensin konvensional .Busi: Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Gambar 48.

Ditinjau dari langkah (Stroke) motor terdiri dari motor 2 langkah dan motor 4 langkah. jenis V dan jenis horizontal berlawanan. Ditinjau dari siklus pembakaran. 8.c. 16. piston assy. 9. Yang dimaksud langkah piston (Stroke) adalah gerak piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya. motor LPG dan motor disel. motor terdiri dari motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar.empat. Metode pembakaran motor bensin dengan percikan api busi. fly wheel. 13. Engine bila ditinjau dari susunan silindernya: jenis in-line. Motor bensin menggunakan siklus otto sedang motor disel menggunakan siklus sabathe. Motor 4 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 4 langkah piston atau 2 putaran crank shaft. valve mekanism. Rangkuman Motor bakar adalah motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. Motor 2 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 2 langkah piston sekali putaran crank shaft. tipe OHC dan DOHC. 15. 3. 4. Bahan bakar motor bensin adalah bensin/premium/gasoline sedang motor disel menggunakan solar/light oil. metode pembakaran dan penggunaan bahan bakar motor terdiri dari motor bensin dan motor disel. crank shaft. Engine bila ditinjau dari mekanisme katupnya : tipe OHV. 6.delapan dan seterusnyaa. Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya: motor bensin. 2. sedang motor disel dengan kompresi tinggi (terbakar sendiri/self ignition). Komponen utama motor: Cylinder block. dua. Engine ditinjau dari jumlaah silindernya ada engine bersilinder Satu. motor cerosine. cam shaft dan oil punch. Motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) adalah motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 7. . 5. 11.tiga. 1.enam. 14. Ditinjau dari tempat pembakarannya. 12. 10. cylinder head.

juga merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. 29. 36. Crank shaft untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. 35. Macam penyambungan pena piston: Fixed. saringan oli. piston pin. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: tangki. 19. 26. 34. 28. 24. 22. Ruang bakar injeksi tak langsung: model kamar depan. Pena piston untuk menyambung piston dengan connecting rod. pompa air. 30. 33. mantel air. Piston berfungsi untuk mengkompresi campuran gas atau udara murni. slang radiator. 27.baji. Cylinder block sebagai tempat bekerjanya piston. . tali kipas dan kipas. 18. bak mandi dan pent roof. 21. thermostaat. timing chain dan timing belt. Poros nok untuk menggerakkan mekanik katup 32. Sistem pendinginan terdari dari: radiator. saringan dan karburator. 23. hemispherical dan pherical. Roda penerus untuk meneruskan putaran / tenaga motor ke power train dan putaran starter ke poros engkol. Batang piston untuk meneruskan gerak lurus piston menjadi gerak putar pada poros engkol. Kelengkapan piston: piston. Cylinder head untuk menempatkan mekanik katup dan ruang bakar. Ruang bakar injeksi langsung: model multi pherical. Piston ring kompresi untuk perapat kompresi. saluran oli. sedang oil ring untuk menyapu oli pada dinding silinder. Panci oli untuk menampung oli motor. bearing cap dan insert bearing. 20. connecting rod. Jenis ruang bakar motor disel: injeksi langsung dan tak langsung. Jenis ruang bakar motor bensin: setengah bulat. full floating dan semi floating. kamar pusar dan sel udara. tempat pembakaran dan menopang komponen engine yang lainnya. 31.17. piston ring. tutup radiator. 25. Metode penggerak katup: dengan timing gear. Sistem pelumasan terdiri dari: Pompa oli. strainer. pompa.

37. 6. 10. distributor dan busi. saringan. Dengan gambar kerja motor disel 2 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder 8. 2. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari mekanisme katupnya. Sistem bahan bakar engine disel terdiri dari: tangki. Sistem pengapian konvensional terdiri dari: baterai. dalam buku tugas. 12. pompa injeksi dan injektor. d. Sebutkan 7 perbedaan motor bensin dengan disel 5. Sebutkan 4 macam engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya. 38. kunci kontak. Carilah buku pada perpustakan bengkel yang sesuai dengan materi pada modul ini. 9. 1. pompa pemindah. dalam buku tugas. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya. Pelajarilah prinsip kerjanya masing-masing secara cermat. Tugas 1. 7. Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah 4. pompa priming. catatlah perbedaan yang terlihat. Siapkan model motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. koil. 3. 11. Jelaskan secara singkat yang dimaksud motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam. pelajarilah dan catatlah hal-hal baru yang ditemukan. 2. Diskusikan dengan teman atau minta penjelasan guru bila diperlukan. e. Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar. . Dengan gambar motor disel 4 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder Sebutkan 5 jumlah silinder motor yang paling banyak digunakan pada kendaraan. kondensator. Jelaskan yang terjadi di bawah dan diatas piston pada motor bensin dua langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB Jelaskan dua kemungkinan yang terjadii di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA. cendimeter.

15. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin. Sebutkan 8 komponen engine beserta fungsinya masing-masing. Sebutkan fungsi oil drain pada panci oli. 21. 20. Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston. Kunci jawaban Motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. Sebutkan 2 fungsi panci oli. 14. Motor yang sekali usaha memerlukan 2 langkah piston atau sekali putaran crank shaft dan Motor yang sekali usaha memerlukan 4 langkah piston atau 2 kali putaran crank shaft. 2. 3. Sebutkan fungsi crank shaft dan cam shaft. . 19. Sebutkan fungsi pompa priming pada pompa injeksi. Sebutkan fungsi karburator pada engine bensin. 22. Sebutkan fungsi cendimeter pada sistem bahan bakar engine disel 29. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi langsung. Motor yang proses pembakarannya terjadi di luar motor tersebut dan Motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 18. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi tak langsung. Sebutkan 5 komponen sistem pelumasan engine. 28. Sebutkan fungsi nozel pada sistem bahan bakar engine disel 30. f. 25. 24. 27.13. 23. 16. 1. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing-masing. Sebutkan fungsi roda penerus. Sebutkan 7 komponen pada sistem pengapian konvensional engine bensin. Sebutkan 7 komponen sistem pendinginan air 26. 17. Sebutkan 3 jenis penggerak mekanik katup.

kedua katup menutup terjadilah pengkompresian udara murni C: Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan maka terjadi pembakaran dan piston terdorong ke bawah. Piston terdorong ke TMB akibat tekanan pembakaran. 3. 4 dan 6 silinder. maka gas bekas terdorong keluar lewat saluran buang.4. 9.Percampuran . Di bawah piston terjadi tekanan. maka gas bekas akan keluar melalui saluran buang.Tekanan kompresi 9-12 Kg/cm2 .Suara sederhana di karburator Bensin halus . sebagian gas bekas akan terdorong keluar oleh gas baru saat lubang pembuangan mulai membuka. udara baru masuk. saat piston melewati lubang pemasukaqn. 1. 10. maka terjadi langkah usaha D: Piston bergerak ke atas. campuran baru terkirim ke ruang bakar. maka terjadi pembakaran 8.Efesiensi panas (%) s/d 30 5. katup buang membuka. saluran masuk buang tertutup. katup masuk membuka terjadilah pengisian udara murni B: Piston bergerak ke atas. udara murni terkompresikan.Ruang bakar .Bahan bakar . B: Langkah buang. in-line. 6. Kemungkinan pertama langkah buang apabila katup buang membuka. 2. A: langkah usaha dan pemasukan. Piston bergerak semakin ke atas. C: Langkah kompresi. Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan. Item . dan kemungkinan kedua langkah kompresi apabila kedua katup menutup.Siklus Motor bensin Otto Motor disel Sabathe 16-22 Kg/cm2 rumit di ruang bakar Solar kasar s/d 40 . . 7. A: piston bergerak ke bawah. V dan horizontal berlawanan. Saat piston bergerak ke atas dan saluran pembuangan membuka. karena diatas piston terjadi isapan.

Dengan timing gear. Multi spherical. Penerus putaran ke fly wheel dan penggerak mekanik katup. 20. Kamar depan. Kelengkapan piston: untuk mengkompresikan campuran gas atau udara murni. dan putaran starter ke poros engkol. Blok motor: untuk tempat pembakaran. Motor bensin. Kepala silinder: membentuk/menempatkan ruang bakar dan mekanik katup. LPG dan disel. 16. 13. kamar pusar dan sel udara. Setengah bulat. untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. 19. 17. full floating dan semi floating. untuk mengkompresikan campuran gas/udara murni. Panci oli: untuk menampung oli motor. 15. Insert bearing : sebagai bantalan. OHV. Poros engkol: Untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. 12. bak mandi dan pint roof. 14. baji. 18. OHC dan DOHC. Conecting rod: untuk merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar poros engkol. Mekanik katup: Membuka dan menutup ruang bakar sesuai posisi piston. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup Fly whhel: untuk meneruskan putaran/tenaga ke power train. Pena piston: untuk menyambung piston dan connecting rod.11. Piston: untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. . hemispherical dan spherical. timing chain dan timing belt. Bearing cap: untuk menempatkan insert bearing dan untuk mengikat connecting rod pada pin journal poros engkol. Fixed. Ring piston: untuk perapat dan penyapu oli. tempat kerja piston. cerosine.

Rangkuman d. Tujuan kegiatan belajar Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. Untuk mencampur udara dan bahan bakar. Baterai. 23. tutup radiator. Uraian materi Identifikasi komponen engine bensin pada stand/unit kendaraan. Identifikasi komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. 30. kabel tegangan tinggi dan busi. pompa air. tali kipas dan kipas. Untuk mengendapkan air pada bahan bakar. 28. Panci oli.pompa oli. Tugas .strainer. distributor. 6. saluran oli pada engine. 26.saringan oli. kunci kontak. 5. slang radiator. dan putaran starter ke poros engkol. Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. b. 4. Identifikasi komponen engine disel pompa in-line. koil. mengendapkan kotoran oli. 27. Untuk membliding udara. 2. 3. Radiator. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder. 22. Identifikasi komponen engine disel pompa rotary. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. Untuk mengetap oli. a. kondensator. Menampung oli motor. c. Kegiatan Belajar 2: Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. 1. thermostaat. Untuk meneruskan tenaga ke power train. 25. 24. 29.21.

Siapkan engine stand / unit kendaraan engine disel dengan pompa rotary. Catatlah dalam buku tugas nama komponen dan bagian utama engine tersebut sesuai nomor urutnya. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine bensin 4 langkah 4 silinder. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa In-line berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing pada buku tugas. Sebutkan nama komponen dan fungsinya masing-masing sesuai nomor urutnya dan catatlah dalam buku tugas. (Bongkaran komponen lengkap). (pada engine stand/unit kendaraan). (pada engine stand/unit kendaraan). 4. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen dan bagian utama engine yang nampak. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen sistem bahan bakarnya. Siapkan bongkaran komponen engine disel 4 langkah 4/6 silinder.1. sesuai nomor urutnya. tempelkan nomor urut pada komponen dan bagian utama engine secara acak. Sebutkan nama komponen engine bensin berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa rotary berikutdan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. dan jelaskan fungsunya masing-masing. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine disel dengan pompa in-line. 1. (Bongkaran komponen lengkap). f. e. Sebutkan nama komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing sesuai nomor urutnya. 5. 4. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen ± komponen tersebut dan catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. sesuai nomor urutnya. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. Tes formatif (Guru menempelkan nomor urut sesuai kunci) 6. 2. (pada engine stand/unit kendaraan). Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas.(Bongkaran komponen lengkap). 2. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder. 3. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. 5. Kunci jawaban . 6. 3.

6. 5. Baterai: untuk menyimpan arus listrik. Soal praktik 2 1. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi. Distributor: untuk membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. nok dan yang lainnya. 14. Tali kipas: untuk menggerakkan kipas pendingin Stik Oli: untuk memeriksa kondisi dan kapasitas oli pelumas. 9. poros engkol. 13. 4. 2. Saringan bahan bakar: menyaring bahan bakar. 2. Blok silinder: tempat terjadinya proses pembakaran. Saringan udara: menyaring udara. 5.Soal praktik 1 1. 7. 15. 8. busi. Tutup radiator: untuk mengontrol tekanan pada radiator. Koil Untuk merubah arus primer menjadin arus skunder bertegangan tinggi. Kunci kontak: untuk memutus dan menghubungkan arus listri pada sistem pengapian. kerjanya mekanik engine seperti piston. Kepala silinder untuk tempat ruang bakar dan meletakkan komponen seperti mekanik katup. Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. Manifal pemasukan: Untuk memasukkan udara murni. Oil filter: untuk menyaring oli. Saringan udara: untuk menyaring debu yang terdapat pada udara. Karter/panci oli: untuk menampung oli pelumasan. 10. saluran pemasukan. Busi: untuk meloncatkan api ke ruang bakar. 3. Tutup katup: penutup katup. 4. pembuangan dan lainnya. 11. 3. Karburator: untuk mencampur udara dan bahan bakar. . 12.

3. 2. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi ke injektor/nozel. Reservoir: untuk menampung air pendingin kelebihan tekanan dari radiator. 7. Sirip pendingin: untuk media pendinginan engine. Glow plug: untuk memanaskan ruang bakar. Ruang bakar: untuk proses pembakaran. Soal praktik 4 1. Pipa tekanan tinggi: untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke nozel. Saluran pembilas: untuk mengalirkan gas baru ke ruang bakar. 9. Saluran pemasukan: untuk memasukkan gas baru ke ruang engkol. Stik oli: untuk memeriksa tinggi dan kondisi oli. 8. dan menyiapkan kembali saat radiator memerlukan. 5. 3. Soal praktik 3 1. . Tangki: untuk menampung bahan bakar Pompa priming: untuk membliding udara Pompa pemindah: Untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. 4. Sringan bahan bakar: untuk menyaring bahan bakar. 5. Nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. 10. 8. Injektor/nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.6. 4. Lubang busi: untuk menempatkan busi. Pompa air: untuk Mensirkulasikan air ke sistem. Saluran pembuangan: untuk menyalurkan gas buang. 6. 2. Cendimeter: untuk mengendapkan air 6. 7.

7. 4. 2. 9. Oil hole: Untuk saluran oli pelumas. 3. Batang piston: untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. 5. Lifter: untuk menggerakkan psh rod. Blok motor: untuk tempat pembakaran dan kerja piston. 10. Rocker arm: untuk menggerakkan katup. . 6. Timing belt : untuk penghubung putaran engkol ke poros nok. Water jacket: untuk mengalirkan air pendingin. Soal praktik 5 1. Valve seat: untuk dudukan kepala katup. Roda gigi timing: untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. Ruang bakar muka: untuk pembakaran awal Lubang injektor: untuk menempatkan injektor/nozel. 2. 9. 4. Piston: untuk menghisap dan mengompresikan campuran udara dan bahan bakar. Lubang busi pijar: untuk menempatkan busi pijar. Puli poros engkol: untuk meneruskan putara ke puli pompa air dan alternator. Push rod: untuk menggerakkan rokcer arm. 8. Soal praktik 6 1. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup. 3. dan merubah tenaga pembakaran menjadi tenaga mekanik. Valve guide: penghantar katup. Poros engkol: untuk memindahkan tenaga engine ke power train. 7. 10. 8.

8. Siswa dapat mengidentifikasikan perbedaan komponen engine disel. Siswa dapat mengidentifikasi engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Pompa oli: untuk mensirkulasikan oli ke sistem. LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis engine dan komponennya Sub kompetensi : Identifikasi jenis engine dan komponennyal TUJUAN: 1. 2. Gasket: untuk perapat antara kepala dan blok silinder. 3. Saluran pembuangan: untuk mengalirkan gas buang.5. Saluran pemasukkan : untuk mengalirkan udara murni. 6. bensin dengan engine Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder 4. 7. 10. Dudukan katup buang : untuk mendudukkan kepala katup buang. Sprocket : untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. . 9.

3. kerja seperti serta lingkungan kerjaseperti semula. Kembalikan peralatan dan bahan 5. 2. 4. Model belahan motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. 3. Bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. 6. LANGKAH KERJA: 1. 2. Mengidentifikasi perbedaan antara motor bensin dengan disel pada engine stand atau pada unit kendaraan. 4. Alat-alat tulis Balok ganjal kendaraan Tempat komponen. BAHAN: 1. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. 5. Siapkan peralatan dan bahan 2. 2. Engine stand motor disel atau unit kendaraan. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar ALAT: 1.KESELAMATAN KERJA: 1. Bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. 3. Pelajari model belahan motor secara cermat mengenai prinsip kerja motor atau perbedaan komponennya. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. . Jangan menghidupkan motor tanpa seijin guru pembimbing Jangan merubah komponen pada engine tanpa seijin pembimbing. 3.

INDIKATOR KEBERHASILAN 2 3 Dapat menyebutkan komponen utama engine yang nampak. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif) : a) b) c) Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. 2. komponen sistem pelumasan yang nampak. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. Kriteria Penilaian Praktek NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Engine bensin 4/6 silinder pada engine stand atau unit kendaraan. sesuai nomor yang dipasangkan. komponen sistem bahan bakar dan komponen sistem pengapian. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen utama engine pompa rotary pada 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . komponen sistem pendinginan yang nampak.BAB III EVALUASI A.pengapian.

kelengkapan katup. poros engkol.00 (lulus baik / YA). Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen sistem bahan pompa In-line pada bakar beserta fungsinya stand atau unit masing-masing. poros nok. (OHV) kelengkapan piston. Sesuai nomor yang dipasangkan. langkah 1 silinder Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi bagian-bagian komponen engine pada : kepala silinder. Sesuai kendaraan nomor yang dipasangkan. komponen sistem pendingin. kelengkapan katup. Sesuai nomor yang dipasangkan. silinder (OHC) kelengkapan piston. Nilai 7. blok bensin 4 langkah 4 silinder. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN: 1. Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi komponen komponen utama utama. poros nok. blok 4/6 silinder 4 langkah silinder.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 stand atau unit kendaraan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 4 5 6 7 3 yang nampak. roda penerus dan panci oli. .roda penerus dan panci oli. Sesuai nomor yang engine bensin 2 dipasangkan. Bongkaran lengkap Dapat menyebut nama dan komponen engine disel fungsi bagian-bagian pada : kepala silinder.poros engkol. komponen sistem pelumasan dan komponen sistem bahan bakar.

B. Nilai 8. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 TES FOR1 N1 TES PRK1 N2 TES PRK2 N3 TES PRK3 N4 TES PRK4 N5 : TES PRK5 N6 TES PRK6 N7 KETERANGAN NI= (4xN1) +(N2+N3+N4+N5+N6+N7) dibagi 10 NI = Nilai akhir OPKR. waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. 3.20-001-1B .00 (lulus istimewa / YA).00 (lulus amat baik / YA). Nilai 9.2. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.

20-001-2 B dan OPKR. .001-1 B . terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. wajib mengulangi belajar pada modul ini.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya Yaitu OPKR.20.001-2 B. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. Artinya siswa boleh mengajukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat apabila telah menyelesaikan modul OPKR. BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. 20-001-3 B dimana modul tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari modul OPKR.27 28 29 30 N I = «««. CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. 20.OPKR. 001-1 B. 20.

DAFTAR PUSTAKA Abigain Pakpahan. (1992). Deskripsi Modul Pelaksanaan operasi penanganan secara manual membahas tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual maupun mekanis dan penataan area tempat kerja. 20-001-3 B. otomotif Leave a Comment Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. akan memberikan kemudahan bagi siswa dalam melaksanakan kompetensi yang lain yang membutuhkan teknik- . (1999). Apabila siswa menguasai kompetensi ini.Dan OPKR. (1999). Jakarta: PT United Tractor Otim Suprapto. GE Engine Servis Training Information: Toyota Motors Corporation Noname. Motor Otomotif jilid 1. Servis Kendaraan Ringan. (1984). Bandung: Angkasa Noname. Bandung: Angkasa Anggiat Situmorang. khususnya bengkel perotomotifan. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan pengetahuan dan keterampilan yang sangat menunjang pelaksanaan pekerjaan kompetensi yang lain di bengkel-bengkel industri. Training manual Motor bakar. Abigain P. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Otomotif Dasar. (1995). (1999). (1998). Motor Otomotif. Bandung: Angkasa Posted in ilmu. New Step 1 Training Manual. Bandung: Angkasa Yunan Ginting. Noname.

C. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. B. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. . Petunjuk Penggunaan Modul 1. prosedur pemindahan dan penyimpanan material/komponen/part yang aman. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatanbelajar. sesuai prinsip penanganan area tempat kerja. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan pengangkatan. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. prosedur pengangkatan secara mekanis.teknik yang benar dan aman dalam pemindahan material/komponen ataupun part serta penyimpanannya. penanganan area tempat kerja. d. Sedangkan kegiatan belajar 2: Melakukan pekerjaan pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen atau part. Bila ada materi yang kurang jelas.10-016 B tentang Keselamatan dan kesehatan kerja. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. b. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur pengangkatan material secara manual. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 pemahaman tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen ataupun part. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. c. pemindahan dan penyimpanan material yang terdapat di dunia industri perotomotifan.

bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. b. g. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. Melaksanakan penilaian internal dan mencatat hasil kemajuan siswa. f. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. h. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. e. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). d. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Tujuan Akhir . D. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. Gunakan alat sesuai prosedur dan pemakaian yang benar. 2. c. praktik baru. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. g. Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. f. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. Membantu siswa dalam memahami konsep. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. Siswa dinyatakan menguasai materi. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e.3) 4) Sebelum melaksanakan praktik. 5) Setelah selesai praktik. harus meminta ijin guru lebih dahulu.

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. Memahami prosedur pengangkatan secara manual, prosedur pengangkatan secara mekanis, prosedur memuat dan menurunkan material, prosedur penyimpanan material/komponen/part secara aman. 2. Dapat melakukan pekerjaan pemindahan, pemuatan dan penurunan Material/komponen atau part secara manual maupun mekanis dan Penyimpanan secara aman.

E. SUB KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1.Mengangkat *Pekerjaan dilaksanakan dan tanpa menyebabkan memindahkan kerusakan terhadap material / komponen atau sistem yang lain. Komponen *Berat material /part. ditentukan dengan benar dengan menggunakan teknik yang memadai.

KOMPETENSI

MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Teknik *Cermat dan *Teknik-teknik *Melaksanakan penanganan hati-hati penanganan secara pengangkatan secara dalam manual yang benar/ dan pemindahan manual yang pelaksanaan material/part/ benar dan pengangkatan Prosedur aman. dan pengangkatan dan Komponen. pemindahan pemindahan yang *Teknik material/part/ aman. *Menerapkan pemindahan undang-undang dan *Persyaratan Komponen. keselamatan pengangkatan keamanan kerja. material *Perlengkapan yang *Mematuhi perlengkapan/material. tepat dipilih sesuai sesuai undangdengan kebutuhsn. undang *Persyaratan standar keselamatan keamanan diri. dan *Material/part/komponen tempat kerja. kesehatan yang akan diangkat kerja. diperiksa dari kemungkinan bahaya yang timbul. *Teknik pengangkatan dilakukan di bawah standar kerja Indonesia.

*Material/part/komponen ditempatkan dengan aman pada perlengkapan pemindahan dan penempatan kembali

SUB LINGKUP KRITERIA KINERJA KOMPETENSI BELAJAR dengan memastikan keselamatan petugas dan keamanan dari material/part/komponen.

MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN

F.

Cek Kemampuan

Sebelum siswa mempelajari modul ini, siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Bila siswa sudah merasa bisa, guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Dan apabila siswa benar-benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan, guru pembimbing dapat menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa, supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. BAB II

PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel dibawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1.Teknik pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part serta cara penyimpanannya. 2. Melakukan pengangkatan dan pemindahan material/ part / komponen dan penyimpanannya. B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Teknik pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part dan penyimpanannya. a. Tujuan Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

1. 2.

Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual. Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. 3. Siswa dapat memahami prosedur penanganan area kerja, dan teknik penyimpanan material/komponen atau part secara aman. b. 1. Uraian Materi

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia. Dalam memindah material dari tempat yang satu ke tempat lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat, membawa, menurunkan, mendorong, menarik, menahan dan sebagainya. Untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut secara aman, seseorang harus memahami kekuatan tangan, kaki, badan serta bagaimana cara mengambil posisi. Selain itu seseorang juga harus memahami pengetahuan tentang grafitasi bumi. a) Kekuatan badan/punggung saat mengangkat Gaya tarik bumi yang sering disebut dengan grafitasi, akan cenderung menarik semua benda ke bawah. Apabila seseorang akan mengangkat material yang berupa komponen, part atau benda yang lain, posisi badan harus pada kekuatan maksimal untuk mengatasi gaya grafitasi. Hal tersebut dilakukan melalui tangan, punggung serta posisi kaki sebagai tumpuhan. Tangan sebagai tuas pemegang beban, punggung sebagai pusat tenaga penahan beban dan kaki sebagai tumpuhan. Gaya Otot Gambar 1. Kekuatan badan/punggung saat mengangkat b) Kekuatan pada tangan pada saat mengangkat Sewaktu mengangkat beban, lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot Bisep yang berkaitan dengan tulang hasta oleh ujung otot bisep yang disebut Tendon. Tenaga atau berat beban yang disangga akan disalurkan ke Tendon otot Bisep atas ke tulang belikat. Gambar 2. Pusat kekuatan tangan saat mengangkat c) Kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot Bisep tangan akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena beban tersebut bekerja pada lengan

yan cukup pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung. Apabila beban terlalu berat, otot punggung dapat terkilir atau bahkan dapat merusakkan tulang belakang. Gambar 3. Tulang belakang sebagai penyangga beban badan. d) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: a) b) Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan

Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak

Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan

Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. Beban Gambar 4. Pengangkatan secara manual

2.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis

Material/komponen/part dengan permukaan tidak rata dan berat yang tidak memungkinkan diangkat secara manual dapat diangkat ataupun dipindahkan dengan alat bantu. a) Prosedur pengangkatan secara mekanis

Dalam pengangkatan material dengan alat bantu, tetap harus diperhatikan titik pusat keseimbangan material atau benda tersebut atau yang sering disebut dengan pusat grafitasi benda. Hal tersebut dimaksudkan agar didapat keseimbangan saat benda tersebut diangkat dengan alat bantu pengangkatan. Material atau benda yang memiliki permukaan beraturan mudah ditemukan titik pusat keseimbangannya seperti: lingkaran, bujur sangkar, kotak dan sebagainya. Untuk material yang memiliki permukaan tidak beraturan memerlukan kecermatan dalam menentukan titik keseimbangannya, seperti: Engine, transmisi, unit kendaraan dan sebagainya. Khusus pada engine biasanya sudah disediakan tempat memasang tali atau seling sewaktu diperlukan pengangkatan. Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 5. Titik pusat keseimbangan lingkaran dan bujur sangkar

Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 6. Titik pusat keseimbangan kotak

Gambar 7. Titik pusat keseimbangan engine b) Alat bantu pengangkatan.

Material yang memiliki permukaan tidak beraturan dan berat yang berlebihan dimana tidak mungkin dapat diangkat secara manual dapat diangkat dengan peralatan bantu pengangkatan. Alat bantu pengangkatan yang digunakan pada bengkel perotomotifan antara lain: Pengungkit, forklift, tali/tambang, seling, hook, alat khusus pengangkat engine, kerek/kran, dongkrak, car lift dan sebagainya. 1) Pengungkit.

Pengungkit adalah alat sederhana untuk memindahkan barang. Pengungkit dapat berupa kayu, bambu, besi atau bentuk lain yang dirancang secara khusus. Gambar 8. Pemindahan material dengan pengungkit 2) Forklift/garpu pembawa material

Forklift dapat berupa forklift dorong atau forklift kendaraan. Alat ini digunakan untuk membawa atau memindahkan material dari tempat satu ke tempat yang lain. Gambar 9. Penggunaan forklift dorong 3) Tali/tambang, seling dan hook.

Tali/tambang, seling dan hook digunakan untuk mengikat atau menahan material yang akan diangkat. Pemasangan tali/seling pada engine: a) Tali atau seling ditempatkan pada bagian bawah engine supaya tidak merusak engine saat diangkat. b) c) Upayakan tali/seling dapat menahan beban secara merata.

Pusat pengangkatan sedekat mungkin dengan titik keseimbangan engine. d) Gunakan alat khusus bila ada.

Gambar 10. Pemasangan tali atau seling pada engine. Pemasangan seling dan hook Pada blok engine biasa dipasang pengait/hook untuk memasang tali atau seling sewaktu akan mengangkat engine guna perbaikan. Prosedur pemasangan hook: a) b) c) Bautkan hook pada sudut-sudut blok paling ujung secara silang agar didapat keseimbangan.

Kaitkan pengait pada seling dengan hook secara tepat, sehingga kaitan antara seling dan hook benar-benar kuat. Pastikan bahwa kaitan benar ± benar mati / kuat, baru melakukan pengangkatan engine.

Seling

Hook

Gambar 11. Pemasangan seling dan hook

Gambar 12. Pemasangan alat khusus pengangkat engine 4) Kerek/kran dan Takel

Kerek/kran dan Takel adalah alat untuk mengangkat material/part atau komponen. Pada bengkel otomotif alat ini biasa digunakan untuk mengangkat engine, transmisi sewaktu akan diperbaiki dan memasangkan kembali sewaktu perbaikan sudah selesai. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri, perlu dilakukan secara tim.

. b) Aktifkan rem parkir. Gambar 13. perbaikan roda. dongkrak pantograf. dongkrak troli/buaya.sistem rem dan bagian-bagian yang lain yang memerlukan pengangkatan kendaraan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. dongkrak bumper dan sebagainya. dongkrak samping.d) e) f) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang dibawah alat pengangkat. Pengangkatan engine dengan Kran lantai 5) Dongkrak Dongkrak adalah alat pengangkat yang banyak digunakan dalam perawatan atau perbaikan bagian-bagian kendaraan misalanya: sewaktu mengganti oli engine. Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. Kran lantai dan kerek/takel Gambar 14. Macam-macam dongkrak yang digunakan antara lain: Dongkrak botol. Pengangkatan engine dengan kerek/takel Gambar 15. Upayakan perlahan-lahan dan berhati±hati sewaktu menurunkan material/komponen/part.

Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. d) e) Gerakkan handel dengan tuas dongkrak secara hati-hati. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. kendorkan klep berlawanan arah jarum jam secara pelan. e) f) g) OFF kan kunci kontak. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. Gambar 17. jangan sampai tergelincir. Dongkrak Troli/buaya terdiri dari: Handel: untuk menaikkan sadel/pengangkat pada pengangkatan beban berat. Dongkrak botol dan penggunaannya. . Dongkrak troli dan penggunaannya: Dongkrak troli/dongkrak buaya adalah dongkrak yang dapat digeser-geser. Dongkrak botol adalah dongkrak yan paling banyak digunakan pada kendaraan karena bentuk fisiknya yang relatif kecil dan mudah dibawa atau disimpan pada kendaraan. b) c) Tepatkan sadel dengan sekrup penyetel. Gambar 16.c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. Dongkrak ini selain digunakan untuk mengangkat kendaraan juga dapat digunakan sebagai alat bantu memindah material/komponen/part. Bila akan menurunkan. Bila klep belum rapat putarlah klep searah jarum jam. Dongkrak botol Penggunaan dongkrak botol: a) Pasang sadel pada titik kendaraan yang akan diangkat secara tepat dan kuat. Pastikan klep pengontrol dalam keadaan tertutup rapat. Pemasangan dongkrak botol pada kendaraan. agar kendaraan tidak turun dengan keras. Pompa kaki: untuk menaikkan sadel pengangkat pada pengangkatan beban ringan.

Penggunaan dongkrak troli saat untuk mengangkat . Sadel dudukan: untuk titik dukung beban yang akan diangkat. Caster: untuk membelokkan dongkrak sewaktu menggeser beban/material.Klep pengontrol: untuk membocorkan tekanan saat menurunkan beban. Gambar 18. Roda: untum memperingan dongkrak saat ditarik/digeser. Dongkrak Troli/dongkrak buaya Gambar 19.

Dongkrak troli saat untuk menggeser/membawa material/komponen/part Dongkrak Pantograf dan penggunaannya: Dongkrak pantograf digunakan untuk mengangkat beban ringan dan mudah dibawa di dalam kendaraan. Penggunaan dongkrak samping . Penggunaan dongkrak Pantograf Dongkrak samping dan dongkrak bumper Dongkrak samping dan dongkrak bumper digunakan untuk mengangkat kendaraan saat dilakukan perbaikan pada sistem rem. roda kendaraan yang hanya membutuhkan pengangkatan sebelah/pada sisi kendaraan. Gambar 22. Gambar 21.Gambar 20.

Pastikan dudukan pengangkat benar-benar kering atau bebas dari minyak.Gambar 23. b) c) d) Aktifkan rem parkir. Penempatan kendaraan pada alat pengangkat . karena mekanik dapat bergerak leluasa di bawah kendaraan. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. e) f) Pastikan kendaraan tidak akan tergelincir. Operasikan alat pengangkat pelan-pelan sampai sadel dudukan bersentuhan dengan titik angkat kendaraan. Operasikan alat pengangkat sampai ketinggian yang diinginkan. Langkah pengangkatan: a) Tempatkan kendaraan tepat di tengah alat pengangkat. listrik dan hidrolis peneumatis. Penggunaan dongkrak bumper 6) Car lift Car lift adalah alat pengangkat khusus kendaraan. Gambar 24. Mengangkat dengan car lift akan mempermudah mekanik dalam memperbaiki ataupun melakukan perawatan kendaraan terutama perbaikan di bawah kendaraan. Jenis-jenis car lift: jenis penggerak mekanis. Tutup pintu kendaraan secara kuat. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya.

Pengangkatan kendaraan dengan Carlift .Tempatkan telapak di bawah titik pengaman Gambar 25. Penepatan sadeldudukan pada titik pengangkatan kendaraan Gambar 26.

juga untuk menghadapi resiko kebakaran. Membersihkan oli dan cairan pada lantai . Pengangkatan dengan car lift 4 penopang Gambar 28. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan area kerja : a) b) c) Area kerja harus ditata rapi dan bersih. Tempat kerja yang digunakan untuk melakukan pekerjaan perotomotifan disebut bengkel otomotif. Memiliki jalan yang memadai untuk lalu-lintas material atau kendaraan. 3. greas dan lainnya. Bengkel otomotif sama seperti bengkel ± bengkel yang lain memiliki resiko kecelakaan yang cukup tinggi. Gambar 29. Penanganan Area kerja dan penyimpanan material / komponen / part secara aman. Pengangkatan kendaraan dengan Car lift hidrolis pneumatis.Gambar 27. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeliharaan dan penataan agar resiko kecelakaan dapat ditekan menjadi sekecil mungkin. Area kerja adalah wilayah atau tempat dimana suatu pekerjaan dilakukan. Bebas dari cairan licin oli. juga bersih dari kotoran yang berserakan.

Gambar 31.Gambar 30. Membersihkan kotoran pada lantai d) e) Simpan part-part bekas yang sudah tidak terpakai pada tempatnya. Penyimpanan part-part bekas Gambar 32. Bersihkan dan tempatkan kembali peralatan sehabis digunakan pada tempatnya. Penempatan peralatan sesudah digunakan .

Dalam hal ini paling tidak jendela. 3. Gunakan saluran gas buang secara kolektif bila pada ruang/bengkel kerja digunakan untuk menghidupkan kendaraan. cat. Penanganan secara manual meliputi: mengangkat. 5. disalurkan ke tulang belikat oleh tandon dan diteruskan ke otot punggung atau tulang belakang. mendorong. g) Pastikan peralatan ventilasi udara dan penerangan semua bekerja dengan baik terutama pada area penggunaan atau penyimpanan material yang mengandung zat kimia berbahaya seperti: Bahan bakar. Rangkuman h) i) Pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part secara manual banyak mengandalkan tenaga manusia dalam penanganannya. bahan-bahan pelarut. Pengangkatan . Beban yang diangkat oleh tangan ditopang oleh otot bisep.f) Tempatkan material sesuai jenis pada tempat yang aman dengan selalu memperhatikan keselamatan barang dan pekerja. a) b) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. menahan dan sebagainya. Gambar 33. c. Memberikan tanda-tanda tulisan yang jelass pada gudang penyimpanan serta tulisan pada wadah penyimpanan terutama untuk material yang berbahaya. membawa. menurunkan. Grafitasi bumi adalah gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. menarik. secara mekanis menggunakan alat ± alat bantu 6. 2. thiner. 1. Penyimpanan material/part/komponen. pintu dapat dibuka dan mememnuhi syarat sebagai media ventilasi. 4.

untuk mengoperasikan peralatan Memeriksa b) c) Jika d) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. material / komponen / part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. e) Upayakan f) Upayakan 9. 11. hok. kran. pantograf. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: . dongkrak ulur dan sebagainya. perlu dilakukan secara tim. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. 7. car lift dan sebagainya. forklift. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya.pengangkatan antara lain: Pengungkit. tali. 10. Upayakan jangan ada orang lalu ± lalang di bawah alat pengangkat. pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. dongkrak samping. perlahan ± lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. dongkrak.dongkrak bumper. takel. 8. Macam-macam dongkrak : dongkrak botol.alat bantu khusus. b) Aktifkan rem parkir. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. forklift. seling. e) f) g) OFF kan kunci kontak. Alat bantu untuk memindahkan material / komponen/part yang banyak digunakan pada bengkel otomotif adalah: dongkrak troli. dongkrak troli. kran beroda. a) Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: sumber tenaga yang digunakan pengangkat.

e.a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. Tugas sesuai jenisnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja: a) b) Area kerja harus ditata rapi dan bersih Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. 2. Jelaskan secara singkat urutan anggota tubuh yang menahan beban pada waktu seseorang membawa beban pada kedua tangannya. 12. peralatan sesuai ruangan yang ada sesuai dengan pengetahuan yang anda miliki. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. Memiliki f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. i) Memiliki 1. Cermatilah material. tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. 3. 1. c) d) e) Bebas dari cairan oli. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai. greas dan kotoran lainnya. Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan pusat keseimbangan benda. Cobalah membuat lay-out untuk menempatkan / menata material. 2. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. peralatan dan ruangan yang ada di bengkel Sekolah. . Jelaskan secara singkat yang dimaksud gravitasi bumi. Siapkan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah dan pelajarilah cara mengoperasikannya. Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. tanda ± tanda penyimpanan material d.

5. f. Gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. 12. 1. 4. otot bisep. a) b) 7 (tujuh) hal yang perlu diperhatikan: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat . Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu akan menggunakan dongkrak.4. 9. Sebutkan 5 kemungkinan penyebab kecelakan yang dapat terjadi terkait dengan penanganan tempat kerja yang kurang baik. Sebutkan 8 hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja. 7. 11. 8. tendon otot bisep. Sebutkan 3 jenis alat bantu untuk menggeser ataupun memindah material yang banyak digunakan di bengkel otomotif. Sebutkan 7 hal yang perlu diperhatikan sewaktu seseorang akan mengangkat material secara manual. 2. Sebutkan 10 macam alat bantu pengangkatan material secara mekanis. 3. Kunci jawaban Titik pusat gravitasi benda sebagai titik pusat atau titik berat benda saat diangkat. 10. Beban di telapak tangan akan disalurkan melalui tendon bawah. tulang belikat ke otot punggung dan bermuara di tulang belakang. Sebutkan 6 macam jenis dongkrak. Sebutkan 4 hal yang perlu diperhatikan saat akan menggunakan carlift. 6. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu menggunakan kran atau takel pengangkat.

4 (empat) hal yang perlu diperhatikan: a) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. Upayakan perlahan-lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. forklift. kran dan forklift. perlu dilakukan secara tim. 9. . Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. 10. Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. a) 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: Pastikan dongkrak benar-benar baik. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. hook. takel . b) c) d) Aktifkan rem parkir. d) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang di bawah alat pengangkat. 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. 6. seling. e) f) Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. Dongkrak troli. troli. Dongkrak botol. kran. carlift dan alat khusus. 8. pantograf.dongkrak. tali.f) g) 5. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. e) f) g) OFF kan kunci kontak. ulir. Pengungkit. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. samping dan bumper 7.

12. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. a.greas dan kotoran lainnya. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. e) f) Bahan mudah terbakar berceceran dilantai Penempatan peralatan pengangkat yang tidak standar. Tujuan kegiatan belajar . c) d) e) Bebas dari cairan oli. Kegiatan Belajar 2: Melakukan pengangkatan/pemindahan material/komponen/part dan penataan area tempat kerja. 5 (lima) kemungkinan penyebab kecelakaan: a) Adanya oli atau bahan licin yan tercecer dilantai. 8 (delapan) hal yang perlu diperhatikan: a) Area kerja harus ditata rapi dan bersih b) Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. b) Penerangan yang kurang memadai.b) Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. i) Memiliki tanda-tanda penyimpanan material sesuai jenisnya. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. d) Peralatan pengangkat yang tidak pernah dirawat. 11. Memiliki tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. c) Tidak adanya tanda atau label pada penyimpanan bahan berbahaya.

Siswa dapat melakukan penataan area tempat kerja sesuai standar operasi kerja. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. Infentarisaikan hal-hal yang kurang baik berkaitan denga penataan area tempat kerja di bengkel sekolah. 4. 6. Lakukan pengangkatan kendaraan dengan macam-macam dongkrak yang ada di bengkel sekolah. 3. 3. 2. b. 5. Lakukan pengangkatankendaraan dengan carlift yang ada dibengkel sekolah. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan / pemindahan material/komponen/part secara manual. Menata material atau bahan-bahan berbahaya sesuai jenisnya. Rangkuman d. 1. Lakukan Pengangkatan material/komponen/part dengan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah. Uraian materi 1. Tes formatif Kunci jawaban . Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara mekanis. 3. Tugas Tatalah material yang ada di bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya dengan mengangkat dan memindahkan secara manual. e.1. lakukan perbaikan dan penataan bila diperlukan. c. 4. 2. Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara manual. 2. f. Tatalah material dan bahan ± bahan berbahaya yang ada di bengkel sekolah pada tempat yang sesuai dengan jenisnya. Mengangkat kendaraan dengan alat-alat pengangkat.

LEMBAR KERJA 1 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. .menata material/komponen/part secara manual.

LANGKAH KERJA: 1. Macam-macam material/komponen/part otomotif. LEMBAR KERJA 2 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. KESELAMATAN KERJA: 1. 3. Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. Gunakan peralatan keselematan kerja sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan. 2. angkat lah secara tim. 4. ALAT: 1. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara manual. Kain majun/lap. termasuk lokasi penyimpanannya.menata material/komponen/part secara mekanis. . BAHAN: 1. 3. Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara manual. dipindahkan atau disimpan. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. Kaos tangan. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat.TUJUAN: 1. Jangan memaksakan diri sekiranya material tidak dapat diangkat sendiri. 2. Letakkan material/komponen/part yang paling berat di tempat yang paling bawah. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. 2. Rak/ meja untuk menempatkan material. 2. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. 2.

BAHAN: 1. Carlift. Forklift. 2. hook Rak/ meja untuk menempatkan material. Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. 4. Macam-macam jenis dongkrak. 5. 2. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. ALAT: 1. Jangan meninggalkan material/komponen/part tergantung pada alat pengangkat. Kain majun/lap. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan carlift. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan macam-macam dongkrak. Hati-hati kendaraan jangan sampai tergelincir sewaktu diangkat. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara mekanis. Unit kendaraan. Macam-macam material/komponen/part otomotif. seling. Tali. 3. 3. 4. 2. 6. 7. KESELAMATAN KERJA: 1. LANGKAH KERJA: 1. Alat-alat pengangkat khusus. 2.TUJUAN: 1. 3. Alat pengungkit. . 3.

Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara mekanis dengan tali.hook. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. 4. 3. Mengangkat unit kendaraan dengan carlift.seling. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. termasuk lokasi penyimpanannya. Memindahkan barang dengan troli. kran dan takel. forklift. dipindahkan atau disimpan.2. 6. . 5.

Siswa dapat mengangkat. Pastikan tempat penyimpanan sesuai standar operasi kerja. 4. LANGKAH KERJA: 1. BAHAN: 1.LEMBAR KERJA 3 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. . Siswa dapat menata material/bahan berbahaya otomotif pada tempat yang sesuai standar operasi kerja. 2. KESELAMATAN KERJA: 1.menata material/bahan berbahaya otomotif. Kain majun/lap. Macam-macam material/bahan berbahaya otomotif.kereta dorong. Simpanlah material yang mudah terbakar menjadi satu dan berilah tulisan area bebas rokok. memindah material / bahan berbahaya otomotif sesuai jenisnya secara aman. 2. Rak/meja penyimpan material. Gunakan kaos tangan. Hati-hati terhadap cairan berbahaya jangan mengenai kulit. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. TUJUAN: 1. 3. ALAT: 1. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. 2. 2. Forklift dorong.

Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. Melakukan pengangkatan/pemindahan dan penataan material Membuatkan tulisan-tulisan pada jenis-jenis material berbahaya yang belum ada keterangannya. . termasuk lokasi penyimpanannya. Membuatkan tulisan-tulisan peringatan di tempat atau gudang penyimpanan. 4. dipindahkan atau disimpan.2. 3. 5.

Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 NO 1 1 7 4 2 komponen/part secara * 91. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. operasi kerja. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. memindahakan * 81-90 % sesuai standar material/ operasi kerja. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. * 70-80 % sesuai standar Mengangkat.BAB III EVALUASI A. operasi kerja. memindahkan material/ Kriteria Penilaian Praktek INDIKATOR KEBERHASILAN 3 * 70 ± 80 % Sesuai standar operasi kerja. 2.100 % sesuai standar manual. komponen/part * 91-100 % sesuai standar . ASPEK YANG DINILAI 2 Mengangkat. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. a) b) c) Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh).

Mengangkat. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP . * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. hook. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. pada area tempat kerja dan menata area tempat kerja. * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. INDIKATOR KEBERHASILAN 3 operasi kerja.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 memakai tali/ seling.kran dan takel. 4 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 3 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. memindahkan material/ komponen/part memakai pengungkit. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. * 70-80 % sesuai dengan standar operasi kerja. 6 7 Memindahkan dan menyimpan material/bahan * 81-90 % sesuai standar berbahaya otomotif operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis dongkrak. 5 Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis carlift. dongkrak troli dan forklift. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja.

3. waktu lebih cepat dan 91-100 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. tepat waktu dan 70-80 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 SOP. Nilai Praktik = Jumlah perolehan nilai dibagi tujuh = «««««« B. Nilai 7. 4.00 (lulus amat bai k / YA). 2. . Nilai 8. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN : 1. Tes Praktik : Berpedoman pada cek list kriteria penilaian Praktik yang ada pada modul ini. waktu lebih cepat dan 81-90 % memenuhi Standar minimal yang dipersyaratkan.00 (lulus istimewa / YA).00 (lulus baik / YA). Nilai 9.

DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata NILAI FORMATIF 1 N1 NILAI PRAKTIK N2 : KETERANGAN N= (4xN1)+(6xN2) 10 N = «««««««««« .

Daryanto.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Jakarta: Pustaka Ilmu. (Th. wajib mengulangi belajar pada modul ini. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. Perbaikan Kendaraan Ringan. Posted in ilmu.Noeraniah Akmaloedin. Bahan pelatihan Nasional. Anonim. Modul Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Jogyakarta : SMK N 2 Depok. Drs. BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. ). (1987). otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya . atau bersama guru pengampu merencanakan uji eksternal untuk mendapatkan pengakuan kompetensi atau sertifikat kompetensi. (2001). DAFTAR PUSTAKA Anonim.CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. (2004). Jakarta: Bumi Aksara. Fatimah Sumanto. Biologi 2. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif.

siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponen-komponennya secara berkala dan kegiatan belajar 2 prakteik perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya secara berkala. terutama yang terkait dengan perbaikan engine. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. 20-001-2 B membahas tentang prosedur perawatan/servis engine gasoline/motor bensin secara berkala. modul OPKR. OPKR. langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain: .10-016 B tentang K3.Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. akan mudah mempelajari kompetensi yang lainnya. Dalam dunia perotomotifan. serta dapat melakukan perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. B. perawatan/servis engine secara berkala dikenal dengan sebutan Tune-up engine. 20-001-1 B Prinsip kerja engine dan identifikasi komponen-komponen engine. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. 10-010 B Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur modul OPKR. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya. Petunjuk Penggunaan Modul 1. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. C. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan perawatan/servis engine secara berkala. Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR.

Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. Bila ada materi yang kurang jelas. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. Bila belum berhasil siswa wajib mengulang.a. harus meminta ijin guru lebih dahulu. Membantu siswa dalam memahami konsep. c. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. b. e. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. . dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. Siswa dinyatakan lulus. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun saat melakukan praktik. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. 6) Setelah selesai praktik. praktik baru. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. Sebelum melaksanakan praktik. b. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. c. serta dapat melakukan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. 2. d. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya.

komponennya. e. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. peralatan/ spesifikasi komponen. mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya. Dapat melakukan pekerjaan perawatan/servis engine bensin secara berkala. f. h. Memahami prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponennya. *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik. *Persyaratan keamanan *Data *Menerapkan K3. g. diservis. . Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. pabrik. *Melaksanakan kegiatan yang *Persyaratan *Prosedur komplek dan tidak keamanan dan pemeliharaan/ rutin. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. diperiksa/ engine dan komponennya.d. 2. Melaksanakan penilaian internal. SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. Mencatat hasil kemajuan belajar siswa. menjadi keselamatan diri. i. E. servis. *Seluruh kegiatan KOMPETENSI MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Komponen*Menerapkan *Prosedur *Melakukan komponen pemeliharaan/ perawatan/ engine yang SOP dalam perlu pemeliharaan/servis servis engine dan servis. D.Memelihara/servis *Pemeliharaan/servis engine dan engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1.

guru pembimbing dapat melakukan tes kepada siswa yang bersangkutan dan bila hasilnya benar pembimbing dapat menyediakan bagi siswa tersebut modul berikutnya.servise. Bila siswa merasa dapat mengerjakan soal-soal formatif. .K3 F. siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif. Tetapi bila siswa belum bias.hasil data harus sesuai SOP. maka harus melanjutkan mempelajari modul ini.baik proses. Cek Kemampuan AWAL Sebelum siswa mempelajari modul ini.

.BAB II PEMELAJARAN A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.

serta prosedur perawatan engine bensin. Pada industri perotomotifan perawatan rutin terhadap komponen-komponen engine disebut dengan Tune-up engine. kepala silinder. Melakukan perawatan/servis engine bensin. Perawatan Sistem Pendinginan Gangguan pada sistem pendinginan secara umum akan berakibat meningkatnya suhu kerja engine yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine. Uraian Materi Prosedur Perawatan Engine Bensin Engine yang sudah dioperasikan akan mengalami perubahan fisik pada komponenkomponennya seperti pada: blok motor. agar tingkat perubahan yang terjadi dapat ditekan seminimal mungkin. b. bahan bakar boros. 2. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prosedur Perawatan/servis Engine Bensin a. Adapun perawatan yang dimaksud meliputi: 1. Gangguan langsung yang dirasakan antara lain: tenaga berkurang.Jenis Kegiatan 1. Perawatan rutin komponen-komponen engine dilakukan tidak secara langsung pada komponen-komponen tersebut di atas. poros engkol. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan komponen-komponen yang memerlukan perawatan. . poros nok dan yang lainnya. tetapi pada sistem-sistem yang mendukung kinerja engine. komponen-komponen engine mengalami kerusakan pekerjaan perawatan berkala pada sistem pendinginan meliputi: a) Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin Periksa ketinggian air pendingin yang terdapat pada tangki Penampungan (Reservoir). Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perawatan secara rutin/berkala. mekanik katup. Prosedur perawatan/servis engine bensin. kelengkapan piston. Perubahan fisik tersebut dapat mengganggu kinerja engine. Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru B.

Tutup perlu diganti bila tekanan pembukaan dibawah angka spesifikasi pabrik. Gambar 2. 2) Kerusakan pada klem slang radiator. atau jika secara fisik rusak. 3) Kisi-kisi radiator berkarat.75 ± 1.6 kg/cm2 (sesuaikan dengan ketentuan manual) . Pemeriksaan sistem pendinginan d) Memeriksa kerja tutup radiator Dengan menggunakan alat tes tutup radiator (Radiator cap tester) periksalah kondisi pegas dan katup vakum dari tutup radiator. Gambar 3.penguras. pipa radiator (core). Tekanan pembukaan katup : STD : 0. 4) Kebocoran pada pompa air. Pemeriksaan kondisi air pendingin c) Memeriksa sistem pendinginan Periksalah kemungkinan terjadi: 1) Kerusakan fisik pada radiator atau slang radiator. Pemeriksaan tinggi air b) Memeriksa kondisi air pendingin Periksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli.05 kg/cm2 Limit : 0.Gambar 1.

. aus atau terlalu keras. 2) Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli. perubahan bentuk. terkena oli atau paslin/grease.Gambar 4. Pemeriksaan kerja tutup radiator e) 1) Memeriksa tali kipas Tali kipas diperiksa secara visual kemungkinan terjadi: Retak.

Pemeriksaan tali kipas secara visual f) Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas Dengan tekanan 10 kg/cm2. Tegangan tali kipas : Baru : 100 ± 150 Lbs Lama : 60 ± 100 Lbs. (sesuaikan dengan ketentuan manual) .Gambar 5. tekan tali seperti pada gambar defleksi/kelenturan tali : Pompa air ± Alternator : 7 ± 11 mm Engkol ± Kompressor : 11 ± 14 mm Bila tidak memenuhi spesifikasi pabrik lakukan penyetelan tali kipas dengan SST penyetel tali kipas.

Membersihkan saringan udara/Air filter Gangguan pada saringan udara akan berakibat tenaga engine berkurang dan bahan bakar boros. Adapun prosedur perawatannya seperti berikut: .Gambar 6. Penyetelan tegangan tali kipas 2. Pemeriksaan tegangan tali kipas Gambar 7.

a) Melepas saringan udara dari engine.27 pada suhu 200 C 2) Periksa jumlah elektrolit pada setiap sel. Perawatan baterai meliputi: a) Pemeriksaan secara visual: Periksa baterai kemungkinan: 1) 2) Penyangga baterai berkarat. Pemeriksaan elektrolit baterai . berkarat atau rusak. b) c) Hembuskan tekanan udara dari sisi dalam elemen. Bila elemen rusak atau terlalu kotor supaya diganti. gangguan pada sistem penerangan dan peralatan tambahan (assesoris). Ketinggian elektrolit harus berada antara garis Uper level dan lower level.25 ± 1. Gambar 8. Memeriksa Baterai Kemampuan kerja baterai akan mengalami penurunan seiring dengan pemakaian. Kinerja baterai yang kurang baik akan menyebabkan: sulit untuk menstarter engine. Gambar 9. Gambar 10. Jangan sampai ada benda yang masuk ke karburator. Terminal longgar. Membersihkan elemen saringan udara 3. 3) Kotak baterai rusak atau bocor. Pemeriksaan baterai secara visual b) 1) Mengukur berat jenis elektrolit Memeriksa berat jenis baterai dengan hydrometer Berat jenis : 1.

Memeriksa Sistem Pelumasan Sistem pelumasan merupakan bagian vital pada engine. bila kurang ditambah. 4) Matikan mesin dan periksa tinggi oli. tercemar air atau sudah berubah warna karena terbakar. Melepas saringan oli . Pemeriksaan kondisi oli c) 1) 2) Mengganti saringan oli (oil filter) Membuka saringan oli dengan SST. Perawatan pada sistem pelumasan meliputi: a) Memeriksa tinggi oli Tinggi oli harus berada antara garis L dan F. dan perbaikilah. Pasang saringan oli baru dengan tangan sampai kencang. Gambar 12. Pemeriksaan tinggi oli b) Memeriksa kondisi oli Periksa oli kemungkinan kotor. periksalah kemungkinan ada kebocoran. bila kurang harus ditambah. Gambar 13. 3) Hidupkan mesin dan periksa kebocoran.4. Gangguan pada sistem pelumasan akan berakibat: suhu engine meningkat berlebihan. komponen-komponen engine cepat aus dan tenaga mesin akan terasa berkurang. Gambar 11.

Bila busi kotor. Memasang saringan oli 5. 2) 3) 4) Keausan pada elektroda. Pemeriksaan busi secara visual b) Membersihkan busi . Gambar 15. membersihkan dan menyetel busi Busi adalah komponen yang memberikan loncatan api untuk proses pembakaran. Elektroda terbakar atau kotor berlebihan. engine tidak dapat idel. kerusakan pada ulir atau isolator. Gasket rusak atau berubah bentuk. rusak akan berakibat: tenaga engine kurang. pincang dan sulit distarter. Perawatan busi meliputi: a) 1) Pemeriksaan busi secara visual Kemungkinan retak.Gambar 14. Memeriksa.

Jika diperlukan setelah celah busi dengan membengkokkan elektroda busi. Memeriksa kabel tegangan tinggi . Gambar 16. Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara tekan 3) Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator.1) 2) Jangan menggunakan pembersih busi terlalu lama. Membersihkan busi c) Menyetel celah busi Memeriksa semua celah busi dengan alat pengukur celah. Penyetelan celah busi 6. Gambar 17.

Cara melepas kabel busi . Hal ini dapat terjadi karena tahanan kabel menjadi sangat besar. Periksalah semua kabel tegangan tinggi tahanan kabel: kurang dari 25 kW. Gambar 18. pincang dan tenaga kurang.Gangguan kabel tegangan tinggi pengapian akan berakibat: engine sulit distarter. tidak dapat idel.

yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine: engine sulit distart. Pegas karbon terminal tengah lemah atau macet. kotor atau terbakar. berkarat. tenaga kurang. panas berlebihan dan komponen-komponen utama engine cepat rusak. Distributor Gangguan pada distributor akan berakibat kinerja sistem pengapian tidak sempurna. Pemeriksaan tutup distributor b) Menyetel celah platina atau celah udara . Cara memeriksa tahanan kabel busi 7.Gambar 19. Gambar 20. Terminal-terminal kotor atau terbakar. Adapun perawatannya meliputi: a) Memeriksa tutup distributor Periksa tutup distributor serta rotor dari kemungkinan: 1) 2) 3) Retak.

2 ± 0. Cara penyetelan platina atau celah udara .4 mm Gambar 21. 2) Stel celah platina : celah blok : 0. rusak atau terbakar ganti yang baru.1) Jika platina aus. Celah udara : 0.45 mm 3) Stel celah udara antara rotor dan proyeksi koil (pengapian elektronik).

c) Memeriksa sudut Dwell Periksa sudut dwell dengan Dwell tester. Pemeriksaan sudut dwell d) Memeriksa saat pengapian Stel putaran mesin pada putaran idel. Sudut dwell : 50 0 ± 54 0 Gambar 22. oktan selector pada posisi standar. Jangan menyetel dengan Oktan selector. Penyetelan pengapian dengan merubah posisi distributor serta menggunakan alat Timing light. Pada putaran maksimal 950 Rpm saat pengapian antara 50 ±15 0 sebelum TMA (sesuaikan dengan spesifikasi pabrik). .

Saat pengapian berubah-ubah sesuai putaran engine. Pemeriksaan Governoor advancher dengan engine hidup g) Memeriksa kerja Vacum advancer . Penyetelan saat pengapian e) 1) Memeriksa kerja governor advancer Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putaran rotor dan dilepas.Gambar 23. 2) Rotor tidak boleh terlalu kendor. Gambar 24. Gambar 25. Pemeriksaan Governoor advancer f) Memeriksa governor advancer dengan engine hidup Hidupkan engine dan lepaskan slang vakum pada distributor.

1) 2) Baut kepala silinder: 5. putaran idel terganggu dan suara berisik.Hubungkan slang vakum pada distributor.m .4 ± 6.m Baut penumbuk katup: 1.6 kg. Menyetel Celah Katup Perubahan pada setelan celah katup akan berakibat pemasukan gas baru dan pengeluaran gas bekas terganggu dan akan menyebabkan tenaga engine berkurang.8 ± 6. Oktan selector akan berubah-ubah sesuai putaran engine. Adapun prosedur penyetelannya sebagai berikut: a) 1) 2) b) Menepatkan tanda timing Panaskan engine kemudian matikan Tepatkan silinder no 1 pada TOP kompresi Mengencangkan baut-baut kepala silinder dan penumbuk katup. Gambar 26.6 kg. Pemeriksaan Vacum advancer 8.

Celah katup hisap: 0. c) Menyetel Celah Katup Celah katup diukur di antara batang katup dengan lengan penumbuk (Rocker arm).20 mm.30 mm (sesuaikan dengan ketentuan manual) . katup buang: 0. Pengencangan baut kepala silinder dan penumbuk katup.Gambar 27.

putaran idel tidak baik dan bahan bakar boros. Perawatan pada sistem karburator meliputi: a) 1) 2) Memeriksa katup trotel Katup trotel harus membuka penuh saat pedal gas ditekan penuh. stel pada TOP kompresi silinder 4. Penyetelan dilakukan melalui kabel gas atau baut penyetop pedal gas. Gangguan pada sistem karburator akan berakibat: tenaga engine berkurang. Memeriksa Karburator Untuk penyetelan karburator gunakan manual sesuai jenis karburator dan merek kendaraannya. Penyetelan katup TOP kompresi silinder 1 Putar satu kali putaran (360 0).Gambar 28. Gambar 30. Pemeriksaan katup trotel . Penyetelan katup TOP kompresi silinder 4 9. Gambar 29.

Gambar 31. Gambar 32. c) Memeriksa Katup Cuk Konvensional Katup cuk harus membuka penuh bila tombol cuk ditarik penuh dan menutup penuh bila tombol dilkembalikan. Pemeriksaan pompa akselerasi. Penyetelan pembukaan katup trotel b) Memeriksa Pompa Akselerasi Bensin harus menyemprot keluar dari Jet saat katup trotel terbuka. Gambar 33. Pemeriksaan katup cuk saat tombol ditarik .

dan hidupkan engine. Gambar 36. matikan lalu lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. Penarikan tombol cuk engne hidup dan digas 3) Pasang kembali slang vakum. penghubung cuk tidak bergerak. menekan pedal gas sekali dan menghidupkan engine. Tombol cuk posisi setengah 6) Pastikan nok idel tinggi pada langkah kedua. Gambar 37. suhu air dibawah 30 0C. lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. Gambar 39. . tekan pedal gas sekali. dan kembalikan tombol posisi setengah. Gambar 35. Pemeriksaan penghubung cuk 4) Memeriksa BVSV keadaan engine panas. Pemeriksaan katup cuk saat tombol dilepas d) 1) Memeriksa Pembuka Cuk Otomatis Memeriksa BVSV mesin dalam keadaan dingin.Gambar 34. Gambar 38. Pelepasan slang vakum penarik cuk 2) Menarik tombol cuk. Hidupkan mesin sampai suhu kerja. Pelepasan slang vakum dari penghubung cuk 5) Tarik tombol penuh.

Pada saat tombolcuk ditekan habis.Gambar 40. putaran engine kembal idel. Pengecekkan nok idel tinggi pada langkah kedua 7) Pasang kembali slang vakum. Nok idel tinggi pada langkah ketiga 10. pastikan linkage cuk bergerak dan nok idel tinggi dibebaskan pada langkah ketiga. Penyetelan Putaran dan Campuran Idel (Gunakan selalu buku manual sesuai merek kendaraan dan Tahun pembuatannya). perlu diperhatikan hal-hal berikut: a) b) Saringan udara dalam keadaan terpasang Suhu air pendingin normal (suhu kerja) c) d) Katup cuk terbuka penuh Semua perlengkapan tambahan dimatikan e) f) Semua saluran vakum terpasang Transmisi pada posisi netral g) h) i) Saat pengapian benar-benar tepat (sudah distel) Tachometer dan pengukur vakum terpasang Pengukur CO pada posisi NOL siap pakai. Dalam penyetelan putaran dan campuran idel. a) Lepaskan slang HIC dan sumbatlah ujung slangnya. Perhatikan gambar berikut: Gambar 41. .

Pelepasan slang HIC b) Membuka kap pembatas idel Membuka kap pembatas idel pada skrup pengatur campuran idel jika terpasang seperti gambar berikut: Gambar 43. Cara membuka kap pembatas idel c) Menyetel idel pada putaran spesifikasi Menyetel putaran idel pada putaran spesifikasi (600-800 Rpm). dengan jalan menyetel sekrup pengatur seperti berikut: Gambar 44. Penyetelan vakum maksimum e) Menyetel putaran dan campuran idel Ulangi penyetelan putaran dan campuran hingga vakum benar-benar maksimum seperti berikut: . Penyetelan putaran idel d) Menyetel vakum maksimum Stel hingga vakum maksimum dengan memutar sekrup pengatur campuran idel dengan SSTseperti berikut: Gambar 45.Gambar 42.

Memeriksa Tekanan Kompresi Engine . kembalikan slang katup HIC seperti semula dan pasang kap pembatas idel yang baru seperti berikut: Gambar 49. Pengu kuran konsen trasi CO c) Jika seluru h pekerjaan penyetelan sudah selesai. baru lakukan pengukuran. Pemasangan slang katup HIC dan Kap pembatas idel. Pengukuran harus dilakukan selama 3 menit seperti berikut: Gamba r 48. Pastikan Rpm kembali ke posisi spesifikasi seperti berikut: Gambar 47. Penyetelan putaran dan campuran idel f) Cek putaran dan campuran idel Pengecekan setelan putaran dan campuran idel dengan menarik link gas kemudian melepaskan kembali. a) b) Mengukur Konsentrasi CO Pada Gas Buang Menaikkan putaran sekitar 200 Rpm selama 30 ± 60 detik. Tunggu 1 menit.Gambar 46. Pengecekan setelan putaran dan campuran idel 11. 12.

1. menyetel dan mengganti komponen yang mendukung kinerja engine. Tune-up engine: mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan memelihara. Gamba r 52. Pemeri ksaan tekana n kompr esi c. Pelepasan kabel tegangan tinggi koil d) Memasang kompresi tester pada lubang busi. Melepas busi c) Melepas kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran skunder terputus. Gambar 51. Pekerjaan Tune-up meliputi: a) b) Sistem pendingin Tali kipas . 3. Baca hasil pengukuran antara 9 ± 12 kg/cm2 (sesuaikan dengan manual merek kendaraan) yang diukur. Rangkuman Perawatan komponen-komponen engine dilaksanakan dengan pekerjaan Tune-up engine.a) Panaskan engine sampai suhu kerja b) Lepas semua busi Gambar 50. 2. buka trotel penuh dan start engine pada putaran: 250 Rpm selama maksimal 3 detik.

Pemeriksaan distributor meliputi: tutup dan terminal-terminal tutup distributor. Perawatan sistem pelumasan: kondisi dan kapasitas oli. setel katup buang silinder 1 . lihat tanda penyesuai. vakum advancer. menyetel atau mengganti busi. tepatkan dengan menggerakkan distributor. kondisi kotak baterai dan berat jenis elektrolit. Prosedur menyetel pengapian: hidupkan engine. Prosedur menyetel celah katup: Kencangkan baut kepalasilinder dan penunjang batang penumbuk. 6. Perawatan busi: membersihkan . 7. pasang timing light. penyetelan celah platina dan sudut dwell. 11. Alat tes sistem pendinginan adalah Radiator tester. posisikan tanda timing pada TOP kompresi silinder 1.rotor. 10. Tekanan kompresi. antara engkol dan kompressor. 9. governor advancer. 8. Tahanan kabel tegangan tinggi kurang dari 25 kW. Pengukuran tegangan tali kipas antara pompa air dan alternator. Pengukuran baterai meliputi: kondisi terminal. 12.c) d) e) f) g) Saringan udara Baterai Oli mesin Busi Kabel tegangan tinggi h) Distributor i) Baut kepala silinder dan penumbuk katup j) k) l) Celah katup Karburator Putaran idel m) Konsentrasi CO n) 4. penggantian saringan oli. 5.

5. Tugas Carilah dan pelajarilah minimal dua buku manual suatu kendaraan bermesin bensin. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetel putaran dan campuran idel: air filter terpasang. e. Sebutkan 6 pemeriksaan pada karburator. Sebutkan 5 pekerjaan tune-up pada sistem pendingin. 11. Apa akibatnya bila kapasitas oli kurang? Apa akibatnya bila busi kotor. 6. 4. melepas kabel tegangan tinggi koil. Engine 4 silinder FO 1342. Putar 360 0 Setel katup masuk dan buang yang belum disetel. tacho dan pengukur vakum terpasang dan meteran CO posisi NOL siap pakai. semua slang vakum terpasang. cuk. dan bagian komponen yang memerlukan penyetelan serta spesifikasi penyetelannya. cuk membuka penuh. 15. Sebutkan 9 ketentuan sebelum menyetel putaran dan campuran idel. 13. Sebutkan 4 pemeriksaan pada baterai. d. Sebutkan 8 alat tester yang digunakan untuk pekerjaan Tune-upmotor bensin. suhu air normal. Prosedur tes tekanan kompresi: Panaskan engine. transmisi netral. 3. 1. Tes formatif Jelaskan yang dimaksud dengan Tune-up engine. 14. perlengkapan tambahan mati. memasang alat tes. . Pemeriksaan Karburator meliputi: kerja trotel. 2. 7.dan 3 dan katup masuk silinder 1 dan 2. pengapian tepat. 2. menstarter engine dan membaca hasil pengukuran. 9. putaran dan campuran idel. 8. Catatlah dalam buku tugas merek kendaraan yang dipelajari. tahanan kabel melebihi ketentuan? Sebutkan 8 pemeriksaan/penyetelan terkait dengan distributor. membuka semua busi. pada TOP kompresi silinder 4 katup mana saja yang bisa disetel? 10. pelajarilah pada bagian Tune-up engine.pompa akselerasi. 1. Sebutkan 15 pekerjaan Tune-up engine. pembuka cuk.

1. perlengkapan tambahan mati. suhu air normal. Engine panas. vakum meter. oli. vakum advancer. Timing light. Radiator cap tester. Sebutkan 2 prasyarat pengetesan tekanan kompresi. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. rotor. 9. Tacho meter. pompa akselerasi. vakum advancer. 10. baterai. pengapian dan pegas karbon. governoor. kapasitas air. membersihkan dan mengganti komponen. b. Memeriksa kondisi air. celah platina. Trotel. Kegiatan belajar 2: Perawatan/servis Engine Bensin a. Memeriksa kondisi air. tutup radiator dan tali kipas. Saringan udara terpasang. Kondisi tutup. Dwell tester. 2. terminal-terminal. rotor. Kunci Jawaban Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan. Compression Tester. pengapian. putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. putaran idel dan campuran idel. pengapian tepat. karburator. celah platina.12.Tacho dan pengukur vakum terpasang serta CO meter posisi NOL siap pakai. pembuka cuk. transmisi netral. Uraian Materi . tegangan dan kebocoran elektrolit. 6. 11. busi. 12. cuk. Trotel membuka penuh. 7. Engine sulit hidup. 5. tenaga kurang. f. Hydro meter. komponen engine cepat rusak. tutup distributor. governor. Terminal baterai. Berat jenis elektrolit. CO meter. Radiator tester. cuk membuka penuh. 8. 3. kapasitas air. sistem pendingin. menyetel. memeriksa. tali kipas. kabel tegangan tinggi. 4. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat melakukan perawatan/servis engine bensin sesuai ketentuan standar operasi kerja dan K3. slang vakum terpasang. saringan oli. celah katup. Engine pada suhu kerja.

Gunakan lembar kerja yang ada pada modul ini untuk pedoman praktik. Menerapkan prosedur K3 dalam praktik. bila menggunakan buku manual. Menggunakan buku manual sesuai engine yang digunakan untuk latihan. d. Melakukan praktik perawatan/servis engine bensin dengan engine yang ada di bengkel sekolah. . Laporkan pada guru pembimbing bila sudah menguasai materi untuk dilakukan tes praktik. Tes formatif Lakukan pekerjaan Perawatan engine bensin secara berkala sesuai prosedur standar dan prosedur Kesehatan dan keselamatan kerja. e. Lakukan latihan praktik perawatan/servis engine bensin pada engine stand atau pada unit kendaraan yang ada pada bengkel sekolah berulang-ulang sampai benar-benar menguasai materi/trampil. Catatlah dalam buku tugas setiap hasil pemeriksaan dan perbaikan/penyetelan yang dilakukan serta kesimpulan hasilnya.1. 2. Kunci jawaban Berpedoman pada kriteria penilaian praktik pada modul ini dan pada buku manual sesuai yang digunakan untuk praktikum. Tugas 1. 3. 4. 2. 3. c.

.

Siswa dapat melakukan pekerjaan perawatan berkala motor bensin. ALAT: 1. 3. Peralatan Tune-up motor bensin standar. 3. Tempat komponen. Kompresor udara. 6. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar. KESELAMATAN KERJA: 1. 2. . Elektrolit baterai jangan sampai kena anggota badan dan pakaian. 2.LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis Engine dan Komponennya. Peralatan tangan standar. 5. Sub kompetensi TUJUAN: 1. : Perawatan Berkala Motor Bensin. 4. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya. SST untuk Tune-up. Fender cover.

8. 6. 5. baut-baut platina. Elektrolit baterai/air baterai. Siapkan peralatan dan bahan. LANGKAH KERJA: 1. 9. Catatlah hasil pemeriksaan dan penyetelan komponen pada buku tugas. busi. Diskusikan dengan teman atau Tanya pembimbing bila ada yang ragu. 2. Kertas gosok. Bersihkan lingkungan kerja seperti semula. Air pendingin. BAHAN: 1. . 5. Kembalikan alat dan bahan seperti semula. 3. Oli pelumas engine. 4. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. 3. 2. 6. Kain lap (majun). Ulangi pekerjaan ini sampai benar-benar kompetensi. Praktek Tune-up dengan langkah seperti pada manual. 7. Buku manual sesuai jenis/merek engine yang digunakan. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan. 4. Saringan oli. 7. Laporkan pada pembimbing bila sudah menguasai materi untuk bersama-sama merencanakan uji kompetensi internal.7. Tali kipas.

Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %.BAB III EVALUASI A. b. . c. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes 1 dan Tes 2): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. a.

Kriteria Penilaian Praktik NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Sistem Pendinginan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 Dapat memeriksa kondisi dan kapasitas air. kerja governor dan vakum advancer. hubungan dan kondisi terminal. Distributor Pengapian Dapat memeriksa kondisi tutup distributor. 2. Dapat mengukur tahanan kabel tegangan tinggi. Dapat memeriksa kondisi Saringan udara dan membersihkan serta mengganti elemen saringan Dapat memeriksa kondisi. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). memeriksa dan mengganti saringan oli Dapat memeriksa kondisi Busi. busi. .rotor. memeriksa dan menyetel celah platina. Baterai penyangga. tes tekanan sistem dan kerja tutup radiator mengetes.d. kondisi radiator dan slang radiator. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. kebocoran. mengganti oli. serta dapat menguras dan mengganti air pendingin 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 2 3 4 5 6 7 Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas. kapasitas dan berat jenis elektrolit Dapat memeriksa kapasitas Sistem Pelumasan dan kondisi oli. membersihkan dan menyetel busi Kabel tegangan tinggi.

00 (lulus istimewa/YA). Nilai 8. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA :««««««««««««« NIS :««««««««««««« NO SOAL NILAI TES 1 NILAI TES PRAKTIK KETERANGAN . Mengencangkan baut kepala silinder dan rocker arm. Nilai 7.00 (lulus baik/YA). waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. memeriksa dan menyetel saat pengapian.mengukur dan menyetel katup. Dapat mengukur tekanan kompresi serta menyimpulkan hasilnya Dapat memeriksa dan menyetel trotel. pembuka cuk dan menyetel campuran serta putaran idel. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 8 Celah Ktup 9 Tekanan Kompresi 10 Karburator 11 K3 dan SOP CATATAN: 1.pompa akselerasi.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 memeriksa dan menyetel sudut dwell. cuk. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. 3. 2. Dapat menerapkan K3 dan SOP.00 (lulus amat baik/YA). Dapat menepatkan timing katup. Nilai 9.

Memeriksa kondisi air. karburator. Kunci Jawaban Tes 1 1. baterai. membersihkan dan mengganti komponen. . putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi.N1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 RATARATA N2 Nilai = Rata-rata nilai Tes 1 (N1) dikalikan 4 ditambah nilai rata-rata tes praktik (N2) dikalikan 6 kemudian dibagi 10 (4xN1) + (6xN2) N II= 10 NII= Nilai akhir OPKR. kabel tegangan tinggi. B.20-001-2 B N II = «««««« CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. saringan oli. 2. vakum advancer. kapasitas air. pengapian. tali kipas. memeriksa. busi. Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan. rotor. celah platina. celah katup. menyetel. governor. tutup distributor. oli.

transmisi netral. bila menggunakan buku manual.3. pembuka cuk. 7. BAB IV PENUTUP . Trotel membuka penuh. Tacho meter. Engine panas. Kondisi tutup. Engine sulit hidup. pengapian dan pegas karbon. Saringan udara terpasang. 11. 4. cuk. Dwell tester. pompa akselerasi. komponen engine cepat rusak. 6. Trotel. Memeriksa kondisi air. Tacho dan pengukur vakum terpasang dan CO meter posisi NOL siap pakai. 12. terminal-terminal. Radiator tester. suhu air normal. sistem pendingin. 8. Timing light. pengapian tepat. perlengkapan tambahan mati. 10. Terminal baterai. celah platina. vakum meter. Hydro meter. Compression Tester. cuk membuka penuh. vakum advancer. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. Radiator cap tester. 5. Tes 2 Berpedoman pada criteria penilaian praktik dan buku manual sesuai yang digunakan. slang vakum terpasang. kapasitas air. governor. CO meter. tenaga kurang. 9. Berat jenis elektrolit. tutup radiator dan tali kipas. Engine pada suhu kerja. putaran idel dan campuran idel. tegangan dan kebocoran elektrolit. rotor.

(1983). Toyota Astra Motor.). Bel. Rencana Belajar Siswa Sebelum anda melanjutkan mempelajari modul ini. Jakarta: PT.3K. Bel. maka siswa tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. Sebaliknya bila siswa dinyatakan tidak lulus. Anonim. Anonim. Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Tanggal Waktu . 1 Keg. Jakarta: Toyota Motor Corporation Anonim. Untuk membuat perencanaan kegiatan belajar anda. maka isilah rencana kegiatan tersebut dalam format berikut ini.Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya.5K. Posted in ilmu. 2 Keg. Jakarta: PT. 2 Evaluasi Uji Komp. 1 W Engine Service Training Information. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Job Sheet Tune-up Motor Bensin.4K. (2003). Jenis Kegiatan Keg. II Pembelajaran A. Bel.th. otomotif Leave a Comment Yogyakarta: SMKN 2 Depok Perbaikan Sistem Rem Apr 21 Posted by 66tech Bab. sebaiknya anda membuat rencana belajar dan mendiskusikan dengan guru/ tutor yang berkaitan dengan modul pemelajaran ini. (t. Toyota Astra Motor. (1995). Pedoman Reparasi Toyota 2K. New Step 1 Training Manual.

Mengidentifikasi macam-macam penyetel rem tangan. diharapkan siswa dapat: 1) 2) 3) Menjelaskan konstruksi dan cara kerja tangan. Memeriksa. . Kegiatan Belajar a. Uraian Materi 1) Rem Parkir Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan. Mobil penumpang dan kendaraan niaga yang kecil mempunyai rem parkir tipe roda belakang (rem kaki). atau rem parkir ekslusif yang dihubungkan dengan roda-roda belakang. stick atau pedal. Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. memperbaiki dan menyetel rem tangan. Kegiatan Belajar 1 1. Kendaraan niaga yang besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang antara propeller shaft dan transmisi. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini. kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan tromol rem dan sepatu yang membangkitkan daya pengereman.B. b.

Ada beberapa tipe tuas rem parkir seperti diperlihatkan di bawah ini. Pada rem parkir roda belakang. dengan demikian penyetelan jarak tuas dapat dengan mudah distel. Tuas rem parkir dilengkapi dengan ratchet utnuk mengatur tuas pada suatu posisi pengetesan. Tuas fortuna rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi dengan menarik tuas rem parkir maka rem bekerja melalui kabel yang dihubungkan dengan tuas. Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelannya dekat dengan tuas rem. dibagian tengah kabel diberi equalizer untuk menyamakan daya kerjanya tuas pada kedua roda-roda. Kabel rem parkir memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub-assembly. Tuas intermediate (intermediate lever) dipasang untuk menambah daya pengoperasian. yang digunakan bergantung pada design tempat duduk pengemudi dan sistem kerja yang dikehendaki. 3) Body Rem Parkir a) Rem Parkir Tipe Roda Belakang .2) Cara Kerja Mekanisme kerja (operating mechanism) pada rem parkir pada dasarnya sama untuk tipe rem parkir belakang dan tipe center brake.

gerakan tuas menyebabkan poros tuas (lever shaft) berputar menyebabkan spindle menggerakkan piston. y Tipe rem parkir deveted Pada tipe rem parkir ini. mekanisme rem parkir disatukan dalam caliperr rem piringan. Seperti pada gambar di bawah. Hal umum sebagai penyebab masalah pengereman di antaranya adalah: . kendaraan masih juga bergerak. atau pada piston pada mobil yang menggunakan disc brake. Pad menjadi aus dan langkah rem parkir akan bertambah dengan alasan ini. y Kendaraan dengan rem piringan Dalam tipe rem parkir ini. sepatu rem akan mengembang oleh tuas sepatu rem dan shoe strut (lihat gambar). Hasilnya. 4) Memperbaiki Rem Tangan Masalah yang biasa terjadi pada rem tangan adalah ketika memarkir kendaraan. Tipe rem ini bekerjanya sama dengan rem parkir tipe sharing pada kendaraan yang menggunakan rem tromol. maka dilengkapi mekanisme penyetelan otomatis pada mekanisme rem parkir untuk menjaga langkah spindle agar tetap konstan setiap waktu. pad terdorong menekan rotor piringan (disc rotor). Kabel rem parkir dipasang pada tuas sepatu rem dan daya kerja dari tuas rem parkir dipindahkan melalui kabel rem parkir ke tuas sepatu rem. y Kendaraan dengan tromol rem Pada tipe rem parkir ini. tromol rem parkir terpisah dari rem piringan belakang. Hubungannya dilakukan secara mekanik dihubungkan pada sepatu rem pada kendaraan yang mempunyai tromol rem. Tipe ini salah satu dari tipe rem tromol tetapi dipasang antara bagian belakang transmisi dan bagian depan propeller shaft. b) Tipe Center Brake Tipe center brake ini banyak digunakan pada kendaraan komersil.Bodi rem parkir dikelompokkan menjadi dua tipe structural bergantung pada andilnya tromol rem atau piringan rem (rem kaki) atau komponen rem yang terpisah. Pada rem parkir tipe center brake ini daya pengeremannya terjadi pada saat sepatu rem yang diam ditekan dari bagian dalam terhadap tromol yang berputar bersama out put shaft transmisi dan propeller shaft. seperti pada gambar. y Pelayanan Rem Tipe Sharing (Rem Kaki) Tipe rem parkir ini digabungkan dengan rem kaki. Pada tempat yang menurun. Cara kerjanya sama dengan tipe rem parkir seperti pada tromol rem.

lakukan penyetelan pada baut penyetel yang ada di tuas. b) Tempat sambungan kendor atau karat. sebelum kegiatan perbaikan. berikanlah pelumasan jika masih memungkinkan. c) Penyetelan kurang tepat. Pastikan seluruh komponen berada pada kondisi normal dan dapat digunakan dengan baik. pemeriksaan terhadap komponen dan cara kerjanya harus dilakukan. Bilamana tarikan kawat rem tidak lancar. Posisi tuas rem yang benar biasanya setengah dari keseluruhan gerakan tuas. gantilah kawat beserta kelengkapannya. melalui pemutaran bintang (star) penyetel yang ada dalam tromol. lakukan perbaikan dan penyetelan. 1. Silinder roda 3 dan 9: pegas pengembali 4. Bilamana tarikan kawat melebihi spesifikasi karena kawat mulur. Bila tarikan kawat melebihi spesifikasi karena setelan. Tuas penyetel 2. Tuas rem parkir 7 dan 10: Sepatu rem . Sedangkan. d) Jarak bidang pengereman antara kanvas rem/ pad dan tromol/ cakram terlalu besar. Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem tromol tanpa penyetel otomatis. b. Gambar tempat perbaikan rem tangan d. jarak bidang pengereman telah dijamin oleh penyetel otomatis. dapat juga dilakukan penyetelan di bagian penyama (equalizer) di bagian bawah kendaraan. Atau bilamana masih baik. sedangkan kerja rem tidak memperoleh hasil yang memuaskan. Oleh karena itu. dan terdengar suara ³klik´ sesuai spesifikasi. Periksa gerakan tuas rem dengan cara menarik sampai kedudukan pengerem.a) Kawat penarik telah mulur/ kendor atau karat. pada rem tromol dengan penyetel otomatis. b. a. c. Mur penyetel dengan penghubung berulir 5 dan 11: Penahan 6. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan. yaitu: a.

Tarik penuh. Celah Sepatu Rem Celah antara tromol dan kanvas yang besar akan menyebabkan kelambatan pada pengereman. Pada beberapa tipe rem. apabila celah sepatu pada keempat rodanya tidak sama pada semua roda-rodanya. Bila celah antara tromol dan kanvas terlalu kecil. hal itu terjadi dalam waktu bersamaan pada kedua roda. Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem cakram. roda masih harus dapat berputar bebas Kontrol Kesamaan Kerja Rem Kanan dan Kiri Tarik tuas tangan. gigi per gigi. penyetelannya bekerja secara otomatis. Untuk mencegah kejadian ini. maka kendaraan akan tertarik ke salah satu arah atau roda belakang kendaraan akan seperti ekor ikan (yang mengibas ke kanan dan ke kiri). tuas rem (2) karena tarikan kabel rem akan menekan piston beserta padnya melawan cakram dengan baik. sampai rem tangan mulai berfungsi. roda masih harus dapat berputar bebas Tarik penuh. hambatan gesek sama pada kedua roda. Begitu juga. Tarik tuas rem tangan lagi. gerak batang 10 ± 20 gigi Kontrol: tarik 3 gigi. Kalau rem tangan berfungsi dengan baik. Penyetelan Rem Tangan Stel pada bagian penyetel sampai tercapai keadaan sesuai dengan gambar-gambar di bawah ini. sedangkan untuk tipe lainnya celahnya harus dilakukan secara terbuka. Mur penahan sepatu rem e. Kalau kondisi rem baik. sampai roda tak dapat diputar.8. pengereman. gerak tuas harus 3 ± 7 gigi Kontrol: tarik 1 gigi. kanvas) Kelancaran jalan kabel rem tangan yang berbeda. menggunakan sekrup penyetel (3) apabila dilakukan. Rangkuman . gigi per gigi. c. penting sekali untuk menyetel secara tepat celah antara tromol dan kanvas sesuai spesifikasi yang dianjurkan dan melakukan perawatan setiap saat. rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. Ketidaksamaan kerja rem dapat berasal dari: Nilai gesekan yang berbeda (tromol. Jangkar (Anchor) 12.

4. tromol rem dan sepatu rem. ? Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. kabel atau type mekanisme batang (rod). 1. stick atau pedal. 5. .? Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan. Tugas Amati sistem rem parkir dan komponen pengoperasian yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif. ? Body rem parkir dikelompokkan menjadi 2 type: § Type sharing § Type deveted ? Hal-hal yang menyebabkan masalah pada pengereman: § Kawat penarik molor/ kendur § Tempat sambungan kendur § Penyetelan kurang tepat § Jarak pengereman kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar d. 2. Test Formatif Jelaskan fungsi rem parkir pada mobil! Sebutkan hal-hal yang menyebabkan kendaraan masih bergerak pada waktu di parkir pada tempat yang menurun! 3. Jelaskan fungsi tuas intermediate (intermediate lever)! Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem parkir! Sebutkan 3 type tuas rem parkir yang banyak dipergunakan pada mobil! Perhatian Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya. cocokanlah jawaban anda dengan yang termuat pada halaman berikut. Jelaskan cara kerja sistem tersebut dengan disertai gambar! e.

a) b) c) Type Tuas Type Stick Type Pedal Perhatian 1. Bila puas lanjutkan dengan kegiatan berikutnya. a) b) Kawat penarik kendor Tempat sambungan kendor/ karat c) Penyetelan kurang tepat d) Jarak bidang pengereman antara kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar. Untuk menambah daya pengoperasian. Tuas rem. 3. 2. 1. Diskusikan dengan Tutor Anda. stick/pedal. Apakah Anda puas dengan jawaban Anda. kabel. 1. g. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem tangan Membedakan bermacam-macam sistem penyetel.f. tromol rem dan sepatu rem. 2. 2. . jika belum catat bagian yang Anda tidak puas. Kunci Jawaban Formatif Fungsi rem parkir untuk memarkir kendaraan agar tidak bergerak.

Keselamatan Kerja § Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. agar tidak terjadi kesalahan dalam penyetelan. Menyetel rem tangan 1. Langkah Kerja § Siapkan alat dan bahan praktek.3. § Lakukan prosedur: o Memeriksa fungsi rem tangan o Membedakan bermacam-macam sistem penyetel o Menyetel rem tangan § Mintalah penjelasan pada instruktur hal yang belum jelas § Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. . 3. Alat dan Bahan Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) i) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Kunci momen Mobil VET a) Kan oli/ Oil can j) Lap 2. § Jangan menyetel rem yang panas.

Karena self ± energizing efect ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangkan sepatu. 3. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan-kegiatan ini diharapkan siswa dapat: 1. Tugas § Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. memperbaiki dan menyetel sistem rem tromol. memeriksa dan memperbaiki silinder master dan silinder roda Membongkar. Kegiatan Belajar 2 a. Komponen-Komponen Rem Tromol 1. memeriksa. 5. kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang relatif kecil. Memeriksa saluran dan slang rem Membongkar. 2. 2. b. Backing plate Silinder roda (Wheel cylinder) Sepatu rem dan kanvas (Brake shoe and lining) 4. Menyebutkan komponen-komponen rem tromol Mengontrol fungsi penguat tenaga rem (booster) 3. Uraian Materi 2 Rem Tromol Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda. 4.4. Tromol rem (Brake drum) .

sedangkan sistem yang lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya satu sepatu rem. Karena sepatu rem terkait pada backing plate maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate. Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja. Bila timbul tekanan hidraulis pada master cylinder maka akan menggerakkan piston cup. y Sepatu Rem dan Kanvas Rem Sepatu rem (brake shoes) seperti juga tromol (drum) memiliki bentuk setengah lingkaran. maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik sepatu rem . Piston akan menekan kearah sepatu rem kemudian bersama-sama menekan tromol rem. Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus serta harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeliling (pada kendaraan besar) atau dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan tromol.y Backing Plate Backing plate dibuat dari baja press yang dibaut pada axle housing atau axle carrier bagian belakang. Bleeder plug disediakan pada silinder roda gunanya untuk membuang udara dari minyak rem. Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda. Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk menggerakkan kedua sepatu rem yaitu satu piston untuk setiap sisi silinder roda. Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran . y Silinder Roda Silinder roda (wheel cylinder) terdiri dari beberapa komponen seperti terlihat pada gambar di sebelah kanan. Koefisien tersebut sedapat mungkin tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan turun naiknya temperatur dan kelembaban yang silih berganti. Apabila rem tidak bekerja.

lead. Tromol rem ini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa bersentuhan dan berputar bersama roda. Keluarkan torak 1 dan 2 (ketok pada dua balok kayu beri alas kain. maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu setinggi 200 0 C sampai 3000C. Ketika kanvas menekan permukaan bagian dalam tromol bila rem bekerja. bila sudah menonjol dapat ditarik keluar) Pemeriksaan Bersihkan semua komponen dalam air Jika korosi ringan dapat dihoning Jika korosi berat harus diganti Periksa ulir-ulir baut Periksa sil Jika keadaan rusak. sobek dan keras harus diganti . plastik dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu. Melepas dan Membongkar Silinder Kosongkan tabung reservoir (dengan penyedot) Lepaskan pipa-pipa tekanan Lepaskan master dari booster Lepaskan tabung reservoir dari silinder master (dengan menarik perlahan-lahan) Lepaskan baut penyetop torak 2 sekunder piston (tekan torak dalam-dalam dan lepaskan baut penyetop) Lepaskan ring penjamin (snap ring) dengan menekan torak dan melepas snap ring.fiber metalic dengan brass. y Tromol Rem Tromol rem (brake drum) umumnya terbuat dari besi tuang (gray cast iron) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Putaran honing = 1000 rpm Awas«. Catatan: Toleransi diamter silinder master + 1 mm. silinder harus dioverhaul atau diganti. Perbaikan Memperbaiki silinder master korosi Dihoning dengan alat honing (menggunakan bor tangan) Saat menghoning silinder dilumasi dengan air.! Jangan memutar honing di luar silinder master«!!! Pemeriksaan Kebocoran pada Silinder Master Periksa kebocoran pada sambungan pipa rem dan reservoir. kaku dan lemah harus diganti. bersihkan dengan udara kompresor. . Jika ujung silinder dan kelilingnya basah oleh cakram rem. Jika torak korosi atau pecah harus diganti.(Catatan: Pada setiap pembongkaran sebaiknya sil-sil diganti dengan yang baru) Periksa torak dan pegas Jika pegas korosi. Periksa kebocoran pada sil sekunder. Setelah halus.

sil sekunder bocor. selama tahap tersebut. Jika permukaannya retak atau tergores. Perhatikan pada pemasangan slang rem. Periksa juga di sekeliling flens silinder master pada penguat vakum. Lepas tromol hanya pada rem yang sedang diperiksa. Jika ada cairan rem di dalam penguat tenaga rem. pipa rem harus diganti. pada saat motor mati. Tromol roda-roda lain harus terpasang. jangan bersinggungan dengan roda. lepas slang vakum penguat tenaga rem dan cium slang tersebut.Jika mobil dilengkapi dengan penguat tenaga rem (booster). pedal akan menurun sedikit. kedua kanvas ditahan dengan obeng. Jika peda akan terdorong kembali. Hidupkan motor sewaktu pedal rem ditekan. slang harus diganti. ujung silinder tidak dapat diperiksa tanpa melepas silinder. Periksa slang-slang rem. lepas silinder pada flensnya untuk pemeriksaan pada sil sekundernya. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Pemeriksaan Saluran dan Slang Rem - Periksa pipa-pipa rem. Juga sewaktu roda depan dalam posisi terbelok. Jika berbau cairan rem. agar torak-toraknya tidak tertekan keluar. Apabila bocor atau berkarat keras. kalau pedal rem harus ditekan keras sekali untuk mencapai perlambatan/ pengereman mobil yang cukup. Pemeriksaan Fungsi Rem Tromol Periksa apakah silinder rem macet. Tekan pedal rem beberapa kali. Pada tahap ini pedal tidak boleh ada reaksi. alat tersebut harus dibersihkan/dioverhaul. Periksa hal tersebut. . Jika terdapat kebocoran. Matikan motor sewaktu pedal rem ditekan. katup anti-balik pada penguat tenaga harus dibersihkan/diganti. Kalau penguat tenaga berfungsi. Torak-torak pada silinder rem yang diperiksa harus bergerak keluar tampa ada kebocoran di silinder roda. Kontrol Fungsi Penguat Tenaga Rem (Booster) Kontrol ini harus dilaksanakan. Untuk itu. semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul. Jika basah oleh cairan rem.

Kalau permukaannya keras dan berkilat. Pemeriksaan/ Pembersihan Bagian-bagian Rem Tromol Bersihkan bagian-bagian rem dengan kuas atau sikat. Periksa kebocoran pada silinder rem. Untuk memeriksa kebocoran. Permukaan kanvas yang kotor karena oli aksel atau cairan rem biasanya diganti baru. Periksa kondisi dan pemasangan bagian pengikat sepatu rem: 1. Jika kurang dari 1. Tidak perlu digosok. Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal.5 mm atau keling kanvas sudah tercoret. lihat juga bagian dalam karet pelindung debu silinder rem. 5. Penyetelan Sepatu Rem . 3. Pengunci sepatu Kedudukan pegas Kedudukan ujung sepatu - Periksa tebal kanvas. 6.Periksa permukaan gesek pada tromol rem. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang normal. Dilarang menggunakan angin. Kedudukan ujung sepatu 2. Bila berwarna abu-abu sampai hitam. Kedudukan pegas Pemasangan batang penghubung 4. kanvas harus diganti baru. Periksa permukaan kanvas. atau lebih baik dengan dibubut/ digerinda. Kebocoran dapat dilihat pada piringan rem dan pada poros aksel yang basah karena oli. Sil yang bocor harus diganti baru. - Periksa kebocoran pada sil poros aksel (hanya pada aksel rigid dengan penggerak roda). Jika ada. pakai air sabun jika kotor keras. nilai geseknya kurang. nilai gesekannya kurang. semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul atau diganti baru. atau berkarat. Maka permukaan harus dibersihkan denga kertas gosok.

c. d. Test Formatif Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem tromol! Apa akibatnya apabila celah antara tromol dan kanvas terlalu besar dan terlalu kecil? 3. jangan sampai bersinggungan dengan roda. Tugas Apa analisis Anda dan apa yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan di bawah ini: Seorang pengemudi mengeluh saat kecepatan mobil tinggi kemudian direm. Pada sistem ini. e. 2. Rangkuman ? Komponen-komponen rem tromol: § Backing plate § Silinder roda § Sepatu rem dan kanvas § Tromol rem ? Kanvas rem harus dapat menahan pana dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi. (Jika roda tidak terpasang. Suzuki). ? Pada waktu pemasangan selang rem. tromol tertekan teratur pada flensnya) Penyetelan rem biasanya dapat dilakukan melalui lobang paa piringan rem. roda harus dipasang untuk mendapat hasil penyetelan yang baik. Apa fungsi bleeder plug pada silinder roda? . Lubang-lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet. mobil selalu bergerak ke arah kiri. roda harus terpasang dengan posisi lubang pelg pada lubang tromol. Penyetelan dapat dilakukan dengan obeng. Juga ada mobil dengan lubang penyetel pada tromol (misal: VW. tetapi sering lebih sederhana dengan alat khusus atau obeng yang dibengkokkan sesuai dengan keperluan. 1.Pada sistem pengingkatan tromol dengan flens. Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh kanvas rem? 4.

Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat sepatu rem? F. Tahan panas dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Lembar Kerja 1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol. Untuk membuang udara dari minyak rem. 3. Sepatu rem dan kanvas rem d. Tromol rem 2. Backing plate b. Celah yang besar menyebabkan kelambatan pada pengereman. Alat dan Bahan a) Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Alat cuci (air) Sikat baja Pistol udara . Celah yang kecil menyebabkan rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas.5. g. 5. Silinder roda c. 4. 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol 1. Pelat baja. Kunci Jawaban Formatif 1. a.

i)

Kunci momen j) Mobil

k) l)

Kertas gosok Kan oli

m) VET dan lap 2. Keselamatan Kerja a) b) Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. Dilarang membersihkan rem dengan angin, debu asbes dari kanvas beracun. 3. Langkah Kerja a) Siapkan Alat dan Bahan Praktek b) Lakukan prosedur:

1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur hal-hal yang belum jelas

Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. 4. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Kegiatan Belajar 3 a) Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat: 6. Menyebutkan komponen-komponen rem cakram. 7. Menyebutkan jenis-jenis kaliper.

8.

Membongkar, memeriksa, memperbaiki dan menyetel rem cakram. a. Uraian Materi Rem Cakram

Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat besi tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini disc pad) yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara pad dan cakram (disc).

Karakteristik dari cakram hanya mempunyai sedikit aksi energi sendiri (self± energizing action), daya pengereman itu sedikit dipengaruhi oleh fluktuasi koefisien gesek yang menghasilkan ke stabilan tinggi. Selain itu karena permukaan bidang gesek selalu terkena udara, radiasi panasnya terjamin baik, ini dapat mengurangi dan menjamin dari terkena air. Rem cakram mempunyai batasan pembuatan pada bentuk dan ukurannya. Ukuran disc pad agak terbatas, dan ini berkaitan dengan aksi self± energizing limited. Sehingga perlu tambahan tekanan hidraulis yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efisien. Juga pad akan lebih cepat aus dari pada sepatu rem tromol. Tetapi konstruksi yang sederhana mudah pada perawatannya serta penggantian pad.

Komponen-Komponen Rem Cakram
y

Piringan

Umumnya cakram atau piringan (disc rotor) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) berlubang-lubang untuk ventilasi.

Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, kedua-duanya untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama.
y

Pad Rem

Pad (disc pad) biasanya dibuat campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi. Tipe ini disebut dengan ³Semi Metalic disc pad´. Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diizinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. Pada beberapa pad. Penggunaan metallic plate (disebut dengan anti-squel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi saat berlaku pengereman. Jenis-Jenis Kaliper Caliper juga disebut dengan cylinder body, memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana minyak rem disalurkan ke silinder. Caliper dikelompokkan sebagai berikut menurut jenis pemasangannya: Ä Tipe Fixed Caliper (Double Piston) Caliper dipasangkan tepat pada axle atau strut. Seperti digambarkan di bawah ini, pemasangan caliper dilengkapi dengan sepasang piston. Daya pengereman didapat bila pad ditekan piston secara hidraulis pada kedua ujung piringan atau cakram. Fixed caliper adalah dasar disain yang sangat baik dan dijamin dapat bekerja lebih akurat. Namun demikian radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada antara cakram dan velg, menyebabkan sulit tercapainya pendinginan. Untuk ini membutuhkan penambahan komponen yang banyak. Untuk mengatasi hal tersebut jenis caliper fixed ini, sudah jarang digunakan.

Ä Tipe Floating Caliper (Single Piston) Seperti terlihat pada gambar piston hanya ditempatkan pada satu sisi kaliper saja. Tekanan hidraulis dari master silinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram). Pada saat yang sama tekanan hidraulis menekan sisi pad (reaksi B). ini menyebabkan kaliper bergerak ke kanan dan menjepit cakram dan terjadilah usaha tenaga pengereman. Caliper tipe floating dapat digolongkan sebagai berikut: 1) Tipe Semi-Floating à Tipe PS

2)

Tipe Full-Floating à (Tipe F, Tipe FS, Tipe AD dan Tipe PD)

Caliper tipe semi±floating menerima tenaga pengereman yang dibangkitkan pad bagian luar. Pada caliper tipe full±floating, kemampuannya pengeremannya dibangkitkan oleh kedua pad dengan troque plate. Caliper floating banyak digunakan pada kendaraan penumpang modern. Susunan Rem Cakram Jenis Kaliper Luncur 1. Kaliper Luncur 2. Rangka Tetap 3. Balok Rem (Pad) 4. Batang Pengantar 5. Busing Pengantar Pembongkaran Lepas baut pengunci kaliper 6. Tabung Pengantar 7. Baut Pengantar 8. Karet Pelindung Kotoran 9. Klip

Angkat kaliper dan keluarkan balok-balok rem

Pemeriksaan

-

Periksa kondisi balok rem. Jika kanvas mulai lepas dari plat dudukannya atau jika tebal kanvas kurang dari 2 mm, balok rem harus diganti baru.

Periksa kondisi cakram. Cakram yang berkarat atau hitam pada permukaan gesek, harus digerenda atau diganti baru. Permukaan gesek cakram yang beratur tidak mempengaruhi fungsi rem. Cakram dengan tebal yang kurang harus diganti baru

Tebal baru = 7 ± 12 mm, tebal minimal biasanya tebal baru dikurangi 1 mm.

Periksa fungsi torak. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Pada waktu pedal ditekan, torak harus bergerak keluar. Jika torak macet, kaliper rem harus dioverhaul. Untuk mengembalikan posisi torak, pakai alat penekan khusus atau tang pompa air.

Pada waktu itu cairan rem yang penuh pada reservoir harus dikurangi, untuk menghindari tumpahan cairan rem. Jika menggunakan tang pompa air, perhatikan karet pelindung debu. Karet pelindung yang robek harus diganti baru. Jangan menekan pedal beberapa kali, torak dapat keluar/ lepas. Kaliper kedua harus terpasang atau dipres dengan sebuah klem C. Periksa busing batang dan tabung penghantar. Pasang

kaliper pada kerangka, keraskan baut pengikatnya. Kaliper harus dapat bergerak ke kanan dan ke kiri dengan baik. Jika gerakannya berat atau macet, maka busing batang dan tabung pengantar harus diperbaiki. Pembongkaran Melepas rem luncur Lepaskan kaliper dengan melepas batu pemegangnya. Keluarkan pad dari dudukannya.

Lepaskan pemegang kaliper (Perhatikan pin pengunci pada baut pengantar) Mengeluarkan piston dari kaliper Keluarkan karet penutup. Awas ring pengunci penahan. Keluarkan piston dengan udara tekan (kompresor)

-

Hadapkan piston ke lantai/ meja kerja agar tidak membahayakan.

Keluarkan sil piston dengan obeng. (Awas jangan sampai menggores silinder kaliper)

Bersihkan semua komponen kaliper rem luncur dengan air (bila perlu dengan sabun) Awas jangan menggunakan oli, bensin atau solar.

Pemeriksaan Periksa semua komponen kaliper rem luncur. Periksa cakram kaliper rem luncur

A = Kerusakan kecil masih dapat diperbaiki (dibubut) B = Kerusakan keras (sebaiknya diganti) C = Kerusakan miring rusak (harus diganti) Perbaikan Silinder kaliper rem luincur Silinder yang tergores dan korosi berat harus diganti!

Jika korosi ringan dapat dihoning hingga korosi hilang dari permukaan silinder.

(Gunakan air pada saat menghoning, Awas«! Jangan menghoning berlebihan. Alat honing tidak boleh diputar di luar silinder) Piston kaliper rem luncur Karet penutup yang rusak (keras mengembang atau sobek) harus diganti. Seal piston harus diganti.

Piston yang rusak/ korosi berat harus diganti.

Jika korosi ringan dapat dibersihkan dengan amplas halus.

Batas limit 0. ? Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diijinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad.1 à lihat manual) Pad kaliper rem luncur Pad yang mengeras harus diganti dengan yang baru. 1. Rangkuman ? Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram (disc). Test Formatif Sebutkan komponen utama rem cakram! .(Awas«! jangan mengamplas berlebihan. ? Untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama maka pada piringan dibuat berlubang. d. Tugas Amati sistem rem cakram dan komponen pengoperasiannya pada mobil yang ada di bengkel otomotif kemudian jelaskan cara kerjanya. Run out cakram maksimum 0. Cakram tegak memanjang sebaiknya diganti. c. à Dudukkan dial indikator pada bagian yang tetap (suspensi/ chasis) b. Cakram kaliper rem luncur Cakram harus diganti jika tebal di bawah batas limit (kurang dari 1 mm) dari tebal stadart. Komponen lainnya yang rusak/ korosi berat juga harus diganti. Ganti pad jika ketebalan di bawah batas limit (2 mm) Pad yang berdebu dibersihkan dengan udara tekan Pemegang kaliper Jika pemegang kaliper rusak atau korosi berat harus diganti dengan yang baru.1 mm jika lebih dapat dibubut kembali hingga batas limit ketebalan cakram.

Piringan (Disc Rotor) b.2. Apa yang dimaksud dengan water fading? Jelaskan tujuan cakram dibuat berlubang! Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat pad rem! 5. mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang serta tahan lama. 3. type ventilasi dan type solid dengan tromol. 1. Kunci Jawaban Formatif a. 2. f. Sebutkan 3 type piringan yang digunakan pada mobil! e. 4. Campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi Type solid. 4. Calliper 2. Pad rem c. Membersihkan cakram 1. cakram dan kaliper. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem cakram Memelihara kondisi balok rem. 5. 3. 3. 1. Menjamin pendinginan yang baik. Alat dan Bahan a) Pengangkat mobil b) Penyangga c) Kunci roda d) Kotak alat e) Sikat baja f) Mistar sorong . Berkurangnya koefisien gesek antara sepatu rem dan pad karena terkena air/ basah.

cakram dan kaliper 3) Membersihkan cakram c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal-hal yang belum jelas. Hindarkan cat mobil dari cairan rem. Keselamatan Kerja a) b) Pemasangan penyangga mobil harus baik. otomotif Leave a Comment Perbaikan Ringan Pada Rangkaian_Sistem Kelistrikan Apr 21 . 3. Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula.g) Lampu kerja h) Kunci momen i) Mobil dengan rem cakram j) Cairan rem k) Kertas gosok l) VET temperatur tinggi 2. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! Posted in ilmu. jika terjadi tumpah langsung dibersihkan dengan air. 4. Langkah Kerja a) Siapkan alat dan bahan praktek b) Lakukan prosedur 1) Memeriksa fungsi rem cakram 2) Memeriksa kondisi balok rem.

C. Perbaikan rangkaian kabel.Posted by 66tech BAB. PRASYARAT Sebelum mempelajari modul ini diharapkan siswa telah berhasil mencapai kompetensi tentang Pengujian. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indikator penguasaan materi. Dasar listrik. penggantian sekering dan bohlam. Setiap kegiatan belajar berisi tujuan. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL . Mengganti sekering dan bohlam. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan pada ECU. dilanjutkan test formatif. Uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. materi. DESKRIPSI Modul Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dengan kode OPKR 50-002 B berisi materi dan informasi tentang dasar listrik. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui kompetensi siswa. Pemeliharaan/Servis dan Penggantian Baterai kode OPKR 50-001 B. pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU. dan diakhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan. Uji teoritis siswa menjawab pertanyaan pada soal evaluasi. Kegiatan belajar 4. Modul ini disusun dalam 5 kegiatan belajar yaitu: Kegiatan belajar 1. Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. perbaikan rangkaian kabel dan conector. jawaban test kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. Perbaikan conector. sedangkan uji praktik dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada. I PENDAHULUAN A. B. kegiatan belajar 3. kegiatan belajar 5. kegiatan belajar 2.

sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya. sebelum membaca modul lebih lengkap. Fasititator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi. Petunjuk Bagi Siswa a. Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat. 2. Petunjuk Bagi Guru/Istruktur Guru/intruktur bertindak sebagai fasilitator. b. memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja. TUJUAN AKHIR Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi: . d. training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai.1. motivator. Kerjakan setiap tes formatif pada setiap kegiatan belajar. bahan. untuk mengetahui seberapa besar pemahaman anda terhadap materi yang disampaikan. bila ada uraian yang kurang tanyakan pada guru/instruktur. dan mencapai kompetensi dengan sempurna c. organisator dan evaluator. d. teliti dan hati-hati. klarifikasi hasil jawaban pada lembar jawaban yang ada. Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul. Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar. Lakukan latihan dengan cermat. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja yang ada. D. b. berlatih keterampilan. alat. Jadi guru/intruktur berperan: a. f. Bila anda merasa siap mintalah guru/intruktur untuk menguji kompetensi anda. c. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar. e. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai. Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa. g.

E.1. 4.penggunaan memeriksa dan kesalahan menyebabkan listrikan alat ukur § Prinsip-prinsip mengu-kur sistem/kompone kerusakan otomotif. terhadap kelistrikan serta komponen atau § Prosedur § Cermat dan merakit kembali § Prosedur sistem lainnya. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU. parallel dan gabungan . tahanan dan arus 3. pengukura teliti dalam hingga sistem perbaikan. tifikasi n diuji tanpa sistem ke. mengidenSistem/kompone kerja teliti dalam undang K 3 membongkar. dapat berfungsi n dan proses § Informasi yang pengujian penyambung § Pengukuran normal tanpa benar di-akses kelistrikan an kabel kelistrikan dan adanya kerusakan dari spesifikasi . menentukan dan kesalahmetoda § Prosedur untuk § Mengidentifikasi KRITERIA KINERJA . § Melaksanakan dipahami. Merangkai hubungan seri. Menguji dan § § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Melepas. 2. Mengganti sekering dan bohlam 5. KOMPETENSI KOMPETENSI: Melakukan Perbaikan Ringan pada Rangkaian/Sistem Kelistrikan KODE B KOMPETENS I : OPKR 50-002B LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA SIKAP N N R 1. Mengukur tegangan. Melakukan perbaikan pengkabelan 6. elektronik komponen sistem kelistrikan n. Melakukan perbaikan konektor. § Jenis pengujian kerusakan § Persyaratan sistem/komponen § Tes/pengujian sistem kekeselamatan ke-listrikan dilakukan untuk listrikan kendaraan. pada komponen prosedur pabrik dan pengujian.

nen atau sistem pengukura kerusakan pada proses komponen n dan penyambung § Pengukuran . Perbaikan § Perbaikan § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Memperbaiki ringan pada ringan pada kerja teliti dalam undang K 3 rangkaian kabel rangkaian kabel. 2.B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R an/kerusakan perdengan meng. peralatan dan teKnik yang § Standar sesuai. rang-kaian kabel sistem penggunaan sistem kelistrikan dilaksanakan kelistrikalat ukur § Prinsip-prinsip serta merakit dengan tanpa an elektronik kembali hingga kelistrikan menyebabkan otomotif. yang di-perlukan § Seluruh kegiatan pengujian dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan.baikannya gunakan . sistem dapat kerusakan berfungsi normal § Cermat dan § Prosedur terhadap kompo. Mengidentifikasi kesalahan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.§ Prosedur teliti dalam tanpa adanya perbaikan. undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). prosedur keselamat § -an kerja. KRITERIA KINERJA MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N menghindari kesalahkerusakan pada an/kerusakan ECU (Electrical sistem/ komponen Control Unit) = untuk menenunit pengontrol tukan perbaikan listrik.

MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP an kabel PENGETAHUA KETERAMPILA N N kelistrikan dan prosedur pengujian. . § Prosedur untuk menghindari kerusakan pada ECU (Electrical Control Unit) = unit pengontrol listrik. kerja KRITERIA KINERJA § Seluruh kegiatan perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). sistem kelistrikan dan § Perbaikan yang metoda diperlukan. tehnik keseladan material matan yang sesuai. penyetelan dilaksanakan dengan § Standart menggunakan prosedur per-alatan.B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R lainnya. § Persyaratan keselamatan kendaraan. perpenggantian komponen dan baikannya . undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). pengujian kelistrikan . § Informasi yang benar di-akses dari spesifikasi § Jenis pabrik dan kerusakan dipahami. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan.

Dasar Listrik § Merangkai hubungan seri. Dasar Listrik § Mengukur tegangan. parallel dan gabungan Pernyataan Saya dapat menggambarkan struktur benda dan electron bebas dengan benar Saya dapat menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar Saya dapat menjelaskan teori aliran listrik dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan Hukum Ohm dengan benar Saya dapat menjelaskan daya listrik dengan benar 1) Saya dapat merangkai seri dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan.F. arus dan tegangannya 2) Saya dapat merangkai paralel dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. tahanan dan arus 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 2. arus dan tegangannya 4) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian seri 5) 6) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian paralel Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak Test Form Test Form . arus dan tegangannya 3) Saya dapat merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. Cek Kemampuan SubKompetensi 1.

Memeriksa 1) saya dapat menyebutkan tiga type gangguan pada kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan rangkaian/system kelistrikan dan 2) Saya dapat menjelaskan penyebab nilai tahanan prosedur menghindari dalam rangkaian menjadi bertambah kerusakan ECU 3) Saya dapat menyebutkan peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian 4) 5) Saya dapat menggunakan jumper wires Saya dapat menggunakan tes lamp Test form 6) Saya dapat menyebutkan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper 7) 4. Saya dapat membedakan sekering type blade dan catridge Saya dapat menunjukkan kondisi sekering yang baik Saya dapat membaca kapasitas dari sekering 4) 5) 6) Saya dapat mengganti sekering putus Test form Saya dapat membedakan bohlam putus dan bohlam baik Saya dapat membaca daya dari bohlam 7) Saya dapat mengganti bohlam Saya dapat menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan Saya dapat mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel Saya dapat menentukan ukuran kabel yang 5. Penggantian sekering dan bohlam 1) 2) 3) Saya dapat menjelaskan prosedur menghindari kerusakan ECU. Perbaikan rangkaian kabel 1) 2) 3) Test form .SubKompetensi Pernyataan Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak kombinasi 3.

silakan konsultasi dengan guru/instruktur untuk menentukan jadwal sesuai tingkat kesulitan. II PEMBELAJARAN A.SubKompetensi Pernyataan digunakan 4) 5) 1) 2) Saya dapat menjelaskan metode memperbaiki kabel Saya dapat menyambung kabel dengan benar Saya dapat menyebutkan macam konnkctor Saya dapat melepas dan memasang konnktor 3) 4) Saya dapat memelihara konnektor Saya dapat mengganti konnektor Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak 6. Mintalah paraf guru/instruktur sebagai tanda persetujuan terhadap rencana belajar anda. berdasarkan hasil cek kemampuan awal yang telah anda lakukan. RENCANA BELAJAR Rencanakan kegiatan belajar anda dengan baik. Perbaikan connector Test form BAB. Jenis Kegiatan Dasar Listrik Memeriksa rangkaian kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU Mengganti sekering dan bohlam Perbaikan rangkaian kabel Perbaikan konektor Uji Kompetensi Tgl Waktu Tempat Alasan Paraf Perubahan Guru .

10) Menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar 11) Menjelaskan teori aliran listrik dengan benar 12) Menjelaskan arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar 13) Menjelaskan tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 14) Menjelaskan tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 15) Menjelaskan Hukum Ohm dengan benar 16) Menjelaskan daya listrik dengan benar 17) Merangkai seri dua atau lebih kompenen kelistrikan 18) Merangkai parallel dua atau lebih kompenen kelistrikan 19) Merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen kelistrikan 20) Menjelaskan karakteristik rangkaian seri 21) Menjelaskan karakteristik rangkaian paralel 22) Menjelaskan karakteristik rangkaian kombinasi b. Uraian Materi . KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1.B. Dasar Listrik a. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat: 9) Menjelaskan struktur benda dan electron bebas dengan benar.

Proton dan netron ternyata memiliki muatan listrik. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. Gambar 2. Jadi atom adalah bagian terkecil dari suatu partikel/benda. Bentuk materi dan struktur Suatu benda bila kita pecah tanpa meningggalkan sifat aslinya akan kita dapatkan partikel yang disebut molekul. atom akan terjadi tarik menarik antara nucleus sehingga elektron akan tetap berada dalam orbitnya masing-masing. sedangkan neutron tidak memiliki muatan atau netral. Molekul kalau kita pecah lagi akan kita dapatkan beberapa atom. dikatakan bermuatan netral. Atom yang memiliki jumlah proton dan elektron yang sama. Struktur Atom Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. misalnya panas. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. Gambar 1. gesekan atau . dimana proton memiliki muatan (+) dan elektron memiliki muatan ( ± ). Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar. Elektron Bebas Elektron-elektron yang orbitnya paling jauh dari inti. Sesuai dengan hukum alam. memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. cair dan gas.Materi dan Atom Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat.

sehingga sebagian besar komponen sistem kelistrikan otomotif merupakan konversi energi listrik menjadi energi yang dikehendaki. Energi listrik tidak dapat dilihat secara langsung. Gambar 3. pembangkitan panas. didengar seperti suara bel atau radio. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron). dibauh seperti bauh dari kabel yang terbakar akibat hubung singkat.reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. gerakan dari elektron bebas inilah yang menghasilkan bermacam-macam fenomena kelistrikan (seperti loncatan bunga api. Gambar 4. Elektron bebas LISTRIK Listrik merupakan salah satu energi yang banyak digunakan untuk menggerakkan berbagai peralatan atau mesin. dirasakan seperti saat orang tersengat listrik. Contoh komponen kelistrikan: 1) Baterai merubah energi listrik menjadi energi kimia . pembangkitan magnet dan reaksi kimia). namun dampak atau akibat dari energi listrik dapat dilihat seperti sinar atau cahaya bola lampu. Efek listrik Listrik merupakan sumber energi yang paling mudah dikonversi menjadi energi yang lain. cahaya.

Tipe AC Gambar 6. Jenis Listrik Listrik dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu: Listrik Statis Listrik statis merupakan suatu keadaan dimana elektron bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing. . Tipe DC b). Gambar 5. dan sebagainya. Listrik statis dapat dibangkitkan dengan cara menggosokkan sebuah gelas kaca dengan kain sutra. Listrik arus searah elektron bebas bergerak dengan arah tetap. sedangkan alternator merupakan sumber arus bolak-balik. Setelah digosok gelas kaca akan bermuatan positip dan kain sutra akan bermuatan negatip. tidak bergerak hanya berkumpul dipermukaan benda tersebut.2) Motor starter merubah energi listrik menjadi energi gerak 3) Lampu merubah energi listrik menjadi cahaya dan panas 4) Pematik rokok merubah energi listrik menjadi panas 5) Solenoid merubah energi listrik menjadi magnet. Tipe AC Listrik dinamis dikelompokkan menjadi dua yaitu listrik arus searah (Direct Current) dan arus bolak-balik (Alternating Current). sedangkan listrik arus bolak-balik elektron bergerak bolak-balik bervariasi secara periodik terhadap waktu. Listrik statis Listrik Dinamis Listrik dinamis merupakan suatu keadaan terjadinya aliran elektron bebas dimana elektron ini berasal dari elektron yang sudah terpisah dari inti masing-masing. Listrik dinamis a) Tipe DC b). Baterai merupakan sumber listrik arus searah. a). Elektron bebas tersebut bergerak bolak-balik melewati suatu penghantar.

25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik. Bila dikaitkan dengan elektron bebas. Aliran listrik . Arus listrik dinyatakan dengan simbol I (intensitas) dan besarnya diukur dengan satuan ampere (disingkat A). Teori konvensional (Conventional theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. 1 Ampere= Perpindahan elektron sebanyak 6.Teori Aliran Listrik Terdapat dua teori yang menjelaskan bagaimana listrik mengalir: Teori Electron (Electron theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini A B Gambar 7. Teori ini banyak digunakan untuk kepentingan praktis. Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. Teori aliran listrik Arus Listrik Besar arus listrik yang mengalir melalui suatu konduktor adalah sama dengan jumlah muatan (elektron bebas) yang mengalir melalui suatu titik penampang konduktor dalam waktu satu detik. Gambar 8.

. Beda tegangan ini biasa disebut Voltage.000.000 1/1.000 1 x 1. pemasangan amper meter dilakukan secara seri dengan beban. dimana permukaan air tabung A lebih tinggi dari permukaan air tabung B. Hal ini terjadi karena adanya kelebihan muatan positip pada kutub A dan kelebihan muatan negatif pada B yang menyebabkan terjadinya beda potensial (tegangan listrik). 1. 000 A = 1. 0.000. ini disebut dengan tekanan air.000.000 mA 3).000.000 1 x 1. Perbedaan ini menyebabkan tekanan/tegangan menyebabkan arus listrik mengalir. 5 A = 5.000 mA = 5. Satuan arus listrik yang sangat kecil dan besar. Tegangan Listrik Tabung A dan B berisi air. Mengukur arus listrik Mengukur besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian menggunakan amper meter. 000 A = 500.Tabel 1. dihubungkan melalui sebuah pipa maka air akan mengalir dari tabung A ke tabung B (gambar a).000 A Gambar 9.001 kA 2). Hal yang sama juga akan terjadi bila kutub listrik A yang mempunyai muatan positip dihubungkan dengan kutub B yang bermuatan negatif oleh kabel C (gambar b).5 MA = 500 kA = 500. Satuan Arus Kecil Arus Besar Dasar Simbol A A mA kA MA Dibaca Ampere Micro Ampere Mili Ampere Kilo Ampere Mega Ampere 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1. maka arus listrik akan mengalir dari kutub A ke kutub B melalui kabel C.000 mA = 1.000. Besarnya aliran air ditentukan oleh perbedaan tinggi permukaan air kedua tabung. A = 0.000 Contoh Konversi: 1).

000.Gambar 10.000 Tegangan Besar kV Kilo Volt 1 x 103 1 x 1. pengukuran dilakukan secara parallel. Konsep Tegangan Satuan tegangan Gambar (b) listrik dinyatakan dengan Volt dengan simbol V.000.000 Contoh Konversi: 1.7 V = 780 KV = 780. 000 V = 780. 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. cara pemasangan alat ukur seperti gambar dibawah ini.000 0.000 mV Mengukur besar tegangan listrik menggunakan volt meter. 700 mV = 1.78 MV V = 1.000 MV Mega Volt 1 x 106 1 x 1.000 1/1. Satuan Tegangan Listrik Satuan Tegangan Kecil Dasar Simbol V V mV Dibaca Volt Micro Volt Mili Volt 1 x 10-6 1 x 10 -3 Perkalian 1 1/ 1. Tabel dibawah menunjukkan satuan tegangan listrik yang sangat besar dan kecil.700.000. . Tabel 2.

Mengukur tegangan baterai Tahanan/Resistansi Listrik Air dengan tekanan yang sama akan mengalir lebih cepat bila dialirkan melalui pipa yang besar. Kejadian ini juga berlaku untuk listrik yang mengalir melalui suatu kabel. Hal ini karena kondisi dari pipa akan berpengaruh terhadap aliran air. Hambatan yang dialami listrik ini disebut tahanan/resistansi listrik. Konsep Tahanan . Gambar 12. dimana listrik juga akan mengalami hambatan.Gambar 11. pendek dan permukaan dalamnya halus dibandingkan dengan bila air dialirkan melalui pipa yang ukurannya kecil. panjang dan permukaan bagian dalamnya kasar. Besarnya hambatan ini dikatakan sebagai tahanan pipa.

000 Contoh Konversi: 1.000 1 x 1. besar tahanan dan besar arus yang mengalir.000. Mengukur tahanan relay HUKUM OHM Tahun 1827 seorang ahli fisika Jerman George Simon Ohm (1787-1854) meneliti tentang resistor.000 1/1.985 mW = 1. Satu ohm adalah tahanan listrik yang mampu menahan arus listrik yang mengalir sebesar satu amper dengan tegangan 1 V.Satuan tahanan listrik dinyatakan dengan huruf R (Resistor) dan diukur dengan satuan OHM (W). untuk itu dibuat alat yang dapat mengukur ketiga parameter tersebut yaitu AVO meter atau multi meter. Amper meter.000.000 W Mengukur tahanan suatu benda maupun rangkaian menggunakan Ohm meter. Gambar 13. Tabel 3.000 1 x 1. Hukum Ohm Contoh: .89 MW = 890 kW = 890. Satuan Tegangan Kecil Tegangan Besar Dasar Simbol W W mW kW MW Dibaca Ohm Micro Ohm Mili Ohm Kilo Ohm Mega Ohm 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1. Satuan tahanan listrik yang sangat besar dan kecil. Hukum ini dapat ditulis: «««. Volt meter dan Ohm meter merupakan besaran listrik yang sering diukur. (1) V = I x R Gambar 14. Hukum Ohm mengatakan bahwa besar arus mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan. Hukum Ohm menjelaskan bagaimana hubungan antara besar tegangan listrik. 985 W 0.

maka lampu akan putus kerena terbakar sebab arus yang mengalir terlalu besar. Tegangan 12 V. seperti gambar di bawah ini: Gambar 15. arus maupun tahanan. Terdapat hubungan antara daya listrik dengan tegangan.Tentukan besar arus (I) yang melewati lampu R= 2 W. Sebaliknya bila tahanan tetap tegangan naik maka arus juga naik. Sebaliknya lampu 12 V dipasang pada sumber baterai 24 V. Bila lampu untuk 24 V dipasang pada tegangan 12 V maka lampu redup karena arus yang melewati lampu menjadi kecil. maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 12/ 2 = 6 Amper Kesimpulan: Bila tahanan tetap sedangkan tegangan turun maka arus yang mengalir juga turun. maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 24/2 = 12 Amper. maka daya listrik: . Baterai dirangkai seri sehingga tegangan baterai 12 V + 12 V = 24 V . Satu watt merupakan besar arus mengalir sebesar 1 Amper dengan beda potensial 1 volt. Hukum Ohm pada tahanan konstan Gambar 16. Besar daya listrik diukur dalam watt. tahanan lampu tetap 2 Ohm. DAYA LISTRIK Hukum Joule menerangkan tentang daya listrik. bila tegangan (V) berubah dari 24 Volt menjadi 12 Volt. Gambar 16. Hukum Joule dapat ditulis «««««««««««««««« (2) P V I = Daya listrik (watt) = Tegangan (Volt) = Arus listrik (Amper) Bila di subtitusikan hukum Ohm dimana V = I R . tahanan lampu 2 Ohm. Hukum Ohm pada tahanan konstan Solusi: Gambar 15.

««««««««««««««. Solusi: Dengan menggunakan rumus I = P/ V a. (3) Bila disubtitusikan hukum Ohm dimana I = V/R. sedangkan saat jarak jauh daya yang diperlukan 60 watt. misal bola lampu kepala tertulis 12 V 55/60 W. maka: P =RxI2 P = V 2R = R x (V/R)2 = V2 / R ««««««««««« (4) Dari ketiga rumusan tersebut daya listrik dapat dirumuskan: P = VxI P = I 2R P = V2 / R Dalam banyak kasus pada komponen sistem kelistrikan hanya ditentukan tegangan dan daya.58 A .P = Vx I = IRx I = I 2R P = I 2R . Jarak dekat didapatkan besar arus I dekat = Pdekat / V = 55 / 12 = 4.. Arti dari tulisan tersebut adalah bola lampu kepala menggunakan tegangan 12 V. Contoh: Tentukan besar arus yang mengalir pada sebuah lampu kepala 12V 55/60 W. Besar arus arus yang mengalir jarang ditentukan. pada posisi jarak dekat daya yang diperlukan 55 watt. saat lampu jarak dekat maupun saat jarak jauh.

Rangkaian seri Karakteristik rangkaian seri: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 «««««««««. Jarak jauh I jauh = P jauh / V = 60 / 12 = 5 A Rangkaian seri.b. 1) Rangkaian Seri Aplikasi rangkaian seri sangat banyak digunakan pada kelistrikan otomotif. Gambar17.. Pemahaman jenis dan karakteristik rangkaian sangat penting sebagai dasar memeriksa dan menentukan sumber gangguan pada sistem kelistrikan. rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. (1) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 ««««««««««««« (2) V I = Rt V t = V1 + V2 «««««««««««« (3) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan : «««««««««««« Besar V1dan V2 adalah: (4) . Sistem starter. paralel dan kombinasi Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu rangkaian seri. pengatur kecepatan motor kipas evaporator AC merupakan beberapa contoh aplikasi rangkaian seri.

R1 V1 = Rt x V ««««««««««««« R2 V2 = Rt x V (5) ««««««««««««. Solusi: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 = 10 + 30 = 40 W b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 I = V / Rt = 12/ 40 = 0. I .3 = 9 V V = V1 + V2 = 3 + 9 = 12 V 2) Rangkaian Paralel . V1 dan V2. . sedangkan sumber tegangan 12V.3 Amper c) Tegangan total merupakan penjumlahan dari tiap tegangan V1 = R1/ Rt x V = 10/40 x 12 = 3 V V2 = R2/ Rt x V = 30/40 x 12 = 9 V V = V1 + V2 = 3 +9 = 12 V Karena besar I sudah dicari maka besar V1 dan V2 dapat pula ditentukan dengan rumus: V1 = R1 x I = 10 x 0. I1 . I2.3 = 3 V V2 = R2 x I = 30 x 0. pada rangkaian seri di atas bila diketahui R1=10 W dan R2= 30 W. (6) Tentukan besar Rt.

(8) (7) Besar arus mengalir pada rangkaian parallel mengikuti Hukum Kirchoff I. yang menyatakan jumlah arus listrik yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar pada titik cabang tersebut..Gambar 18. c) Besar tahanan total (Rt) adalah: V = Rt R1 V1 + R2 karena V = V1 = V 2 maka V2 . Rangkaian parallel Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama yaitu : V= V1 = V2 ««««««««««««««««« b) Besar arus mengalir adalah: I = I1 + I2 ««««««««««««««««.

4 + 4) = 9.1 = Rt 1 + R1 1 R2 Dengan menggunakan perhitungan aljabar akan diperoleh persamaan ekuvalen: R1 x R2 Rt = «««««««. (9) Gambar 19.6 : 6. Besar tahanan total (Rt) adalah: Rt = ( R1 x R2) : (R1 +R2) = (2. Tentukan : a) Tahanan klakson LH dan RH b) Tahanan total c) Arus pada klakson LH dan RH d) Arus yang melewati saklar klakson dan yang melalui sekering. R1 + R2 Contoh 1: Sistem kelistrikan mempunyai 2 klakson dengan daya berbeda. Sistem Klakson Tanpa Relay Solusi: a).5 W c). Besar arus yang mengalir melalui klakson .4 W R2 = V2 / P = 122 / 36 = 4 W b).4 x 4) : (2.4 = 1. klakson LH 12V/ 60 W dan klakson RH 12V/ 36 W. Tahanan klakson adalah: Klakson LH Klakson RH R1 = V2 / P = 122 / 60 = 2.

tahanan kontak meningkat dan bunyi klakson lemah. Bila diketahui tahanan lilitan relay sebesar 60 W. Sistem Klakson Dengan Relay Solusi: a) Tahanan total (Rt) Tahanan pada rangkaian terdiri dari: R1 (tahanan klakson LH ) = 2. 4 W R2 (tahanan klakson RH) = 4 W R3 (tahanan relay) = 60 W Dengan rumus (14) besar Rt adalah 1/ Rt = 1/R1 + 1/ R2 + 1/R3 . Besar arus mengalir melalui saklar klakson maupun sekering merupakan total arus yang mengalir melalui kedua klakson. tentukan: a) Tahanan total b) Arus pada klakson LH dan RH c) Arus yang melewati saklar klakson d) Arus yang melalui sekering.5 = 8 A Arus yang mengalir pada saklar klakson sangat besar sehingga percikan api pada kontak saklar klakson besar. yaitu: I = I1 + I2 = 5+ 3 = 8A atau I = V / Rt = 12 / 1.Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 / 2. Gambar 20. saklar klakson cepat kotor. Guna mengatasi permasalahan tersebut maka rangkaian klakson dipasang relay.4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A d).

4 W 5A 36 W 4W 3A 8A 8A 96 W Dengan relay 60 W 2.4 + 1/ 4 + 1/ 60 = 25/ 60 + 15/ 60 + 1/ 60 = 41/60 Rt = 60/ 41 = 1.4 W 5A 36 W 4W 3A 0.8 A 0. 4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A c) Arus yang melalui saklar klakson merupakan arus yang melewati lilitan relay I3 = V/ R3 = 12/ 60 = 0.2 A Tabel 5.2 A 8.463 = 8.1/Rt = 1/2.2 A 2. Perbandingan besar arus yang melewati komponen dalam sistem klakson Parameter Klakson LH Daya y Tahanan y Arus y No 1 Tanpa relay 60 W 2.2 A Atau I = V/ Rt = 12 / 1.4 W 2 Klakson RH Daya y Tahanan y Arus y 3 4 5 Horn switch Fuse Beban rangkaian .2 98.2 A d) Arus melewati sekering merupakan total arus yang melewati rangkaian I = I1 + I2 + I 3 = 5 + 3 + 0.463 W b) Besar arus yang mengalir melalui klakson Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 /2.4 W Selisih 0 0 0 0 0 0 7.2 = 8.

4 W. R2=10 W dan R3= 30 W (11) .Dari pemasangan relay pada rangkaian tersebut mampu mengurangi arus yang melalui saklar klakson sebesar 7. R2 dan R3 dan besar arus pada R1. Rangkaian Seri±Paralel Gambar 21. tegangan pada R1. R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4. 3).5 W . Rangkaian seri parallel Tahanan total (Rt) : Rt = R1 + Rp «««««««««««««««««« (10) Rp merupakan tahanan pengganti untuk R2 dan R3. (12) Contoh: Tentukan besar tahanan total (Rt).2 A atau beban listrik bertambah 2.8 A yaitu dari 8 A menjadi 0. Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) ««««««««««««.2 A sehingga saklar klakson lebih awet.. Rt = R1 + ( R2 x R3) : (R2 +R3) Tegangan pada rangkaian: V = V1 + VRp V1 = R1 / Rt x V VRp = Rp / Rt x V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp / Rt x V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 Besar arus pada R3 adalah I3 = V3 / R3 «««««««««««««««««««. Dengan menambah relay arus listrik dari baterai bertambah 0.

5 / 12 x 12 = 4.5 = 12 W b) Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4.5 + 7.5 W Rt = R1 + Rp = 4.5 / 12 x 12 = 7.Gambar 22.5 V c) Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 12 = 1A . Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (10 x 30) : (10 + 30) = 300 : 40 = 7.5 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 7. Menentukan arus dan tegangan pada rangkaian seri parallel Solusi: a) Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan pengganti (Rp) untuk R2 dan R3.

Gambar 23. Tegangan pada titik A adalah Va = R2/ (R1+R2) x V = 2/ (1+2)x 12= 8 V Tegangan pada titik B adalah Vb = R4/ (R3+R4) x V = 4/ (4+4)x 12= 6 V Tegangan pada Volt meter adalah Va ± Vb = 8 ± 6 = 2 V Dengan konsep diatas bila salah satu nilai tahanan berubah maka tegangan pada Volt meter juga berubah. Jembatan Wheatstone Contoh: Tentukan tegangan pada Volt meter pada gambar diatas. c.d) Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 7. air flow meter dan sebagainya.25 A Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian seri paralel yang sering digunakan.5 / 30 = 0. Tegangan yang ditunjukkan volt meter merupakan selisih tegangan pada titik A dengan titik B. Rangkuman Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat.5 / 10 = 0. cair dan gas.75 A e) Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 7. . intensitas pengukur cahaya. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. Penerapan rangkaian ini antara lain pada termometer.

Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. kontrol dan konduktor. tegangan (V) dan tahanan listrik (R) merupakan besaran utama pada listrik.Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda/partikel. Rangkaian seri mempunyai karakteristik: 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron). Hubungan antara besar arus. listrik dinamis sendiri terdiri dari listrik searah (DC) dan listrik bolak-balik (AC). beban. Karakteristik rangkaian parallel: 1) Tegangan pada rangkaian sama . Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu: rangkaian seri. 2) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). Arus listrik (I). I = I1 + . Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. Teori aliran listrik ada dua yaitu teori konvensional dan teori electron. tegangan listrik dengan volt meter dan tahanan listrik dengan Ohm meter. Daya listrik merupakan tehgangan kali arus listrik P = V x I. Listrik dapat dikelompokkan menjadi listrik statis dan listrik dinamis. dimana I = V/R. Dalam rangkaian kelistrikan terdapar 5 komponen utama. 3) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). yaitu: Sumber. 3) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 4) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. proteksi. Arus listrik diukur dengan amper meter. tegangan dan tahanan listrik digambarkan dalam hukum Ohm . V = V1 = V2 2) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya.

Test Formatif 1) Apa yang dimaksud electron bebas berikan ilustrasi? 2) Jelaskan apa perbedaan teori aliran listrik konvensional dengan electron! 3) Jelaskan cara mengukur arus listrik. satuan ukurannya. § Sebutkan contoh aplikasi rangkaian seri. serta jelaskan juga apa yang dimaksud dengan 1 amper? 4) Jelaskan bagaimana mengukur tegangan listrik lengkap dengan nama alat ukurnya?. tentukan metode mengukur besar arus yang dibutuhkan untuk tiap sistem yang bekerja. Tugas § Cari buku pedoman perawatan dan perbaikan salah satu mesin otomotip. buka bagian wiring diagramnya. tentukan titik-titik mengukur besar tegangan pada rangkaian. Gambarkan rangkaian sistem tersebut. a) Tentukan berapa besar arus listrik secara teoritis? b) Bagaimana cara memasang amper meter untuk mengukur besar arus yang mengalir? c) Berapa tahanan lampu secara teoritis? d) Bagaiman cara mengukur tahanan lampunya? e) Bagaiman cara mengukur tegangan baterainya? . (V = V1 + VRp) 3) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) d. lengkap dengan nama alat ukurnya. apa yang dimaksud dengan 1 volt? 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. parallel dan kombinasi pada sistem kelistrikan mobil. e.Rt = R1 + Rp 2) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. apa satuan ukurannya?.

Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. parallel dan kombinasi 7. memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. Sedangkan teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. 2) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. Kunci Jawaban Formatif 1) Elektron bebas yaitu electron yang orbitnya paling jauh dari inti. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 8. Dua resistor dirangkai secara seri. R2 dan R3 dan besar arus pada R1. R2=30 W dan R3= 60 W f. gesekan atau reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. daya masing-masing horn 12V/36W tegangan baterai 12V. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar. Tentukan besar tahanan total (Rt). Teori ini banyak digunakan . Jelaskan karakteristik rangkaian seri. R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4 W. Berapakah tegangan pada titik 5 pada saat horn switch atau tombol OFF dan saat ON? 9. tegangan pada R1. Tentukan besar arus listrik yang mengalir pada fuse bila diketahui tahanan lilitan relay 100 . misalnya panas. Harga R1= 60 dan R2 = 180 .6.

c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 I = I1 + . baca hasil pengukuran. alat ukur dengan Volt meter.sebagai berikut: 6. Rangkaian seri mempunyai karakteristik: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). 4) Mengukur tegangan dengan merangkai secara parallel. kalibrasi Ohm meter. b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). hubungkan colok ukur positip pada positip baterai dan colok negatip pada negatip baterai. pengertian 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. e) Cara mengukur tegangan baterai adalah dengan menggunakan volt meter. teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini 3) Mengukur arus dengan merangkai secara seri. posisi selector pada 1X . alat ukur arus listrik adalah Amper meter. dan pengertian 1 Ampere adalah Perpindahan elektron sebanyak 6. c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2).25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik. kemudian diukur menggunakan Ohm meter. Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama .untuk kepentingan praktis. besar tahanan seperti ditunjukkan pada Ohm meter. satuan volt. satuan amper. V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. kemudian diukur seperti gambar berikut ini. a) Besar arus listrik adalah I = P/V = 36/12 = 3 Amper b) Cara memasang amper meter secara seri seperti gambar berikut ini: c) Tahanan lampu sebesar R = V/I = 12/3 = 4 ? d) Cara mengukur tahanan lampunya dengan melepas lampu. bila menggunakan multi meter atur selector pada tegangan DC pada sekela pengukuran 50V.

05 A = 50 mA. 8. berarti I = P/V = 36/12 = 3 A Beban 3 sama dengan beban 2 yaitu horn 36 W jadi I= 3 A.d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. dimana: Beban 1 lilitan relay dengan R= 100 berarti I = V/R = 12/ 100 = 0. Jadi besar arus yang mengalir adalah . Besar arus yang mengalir pada fuse merupakan total arus ke beban. (V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/Rt ) 7. Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV =3 V Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V.12 A Beban 2 adalah horn dengan daya 36W. Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0.

2 K dan 3 K .5 A Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 10/ 30 = 0. sedangkan saat tombol ON adalah 12Volt. Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan R3.12 A Tegangan titik 5 saat tombol OFF adalah 0 Volt. mengukur besar arus listrik dan mengukur besar tahanan.It = 0. Arus dan Tahanan Tujuan: Siswa dapat mengukur besar tegangan listrik.333 A Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 10/ 60 = 0. 2) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi bola lampu 12V/ 3 W.167 A g.12 + 3 + 3 = 6. bola lampu 12V/ 5W dan bola lampu 12V/ 8W. pengganti (Rp) untuk R2 dan Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (30 x 60) : (30 + 60) = 20 Rt = R1 + Rp = 4 + 20 = 24 W Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4 / 24 x 12 = 2 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 20 / 12 x 12 = 10 V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 24 = 0. Lembar Kerja Lembar Kerja 1a: Mengukur Tegangan. 9.

dengan mengganti lampu dengan resistor. baca hasil pengukuran. Tegangan: V. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Komponen Nilai Tahanan Komponen Bola lampu 12V/3W Tahanan 1K Bola lampu 12V/5W Tahanan 2K Bola lampu 12V/8W Tahanan 3K Nilai Tahanan 1) Periksa tegangan baterai yang digunakan. Beban Bola lampu 12V/3W Bola lampu 12V/5W Bola lampu 12V/8W Arus Beban Tahanan 1K Tahanan 2K Tahanan 3K Arus 4) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1b: Merangkai Seri . pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 3) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri.3) Multimeter dan Amper meter 0-5 Amper 4) Baterai Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter. perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. Cara pemasangan secara seri. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. 2) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri pada rangkaian lampu seperti gambar dibawah ini. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. ganti bola lampu dengan ukuran yang berbeda.

perhatikan skala tahanan yang akan diukur. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. Cara pemasangan secara seri.Tujuan: Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resistor lebih secara seri 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja . 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC.

1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran a) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. b) Hitung besar arus dan tegangan secara teoritis dari rangkaian percobaan Hasil perhitungan Tegangan Power Suplay 6V Arus V1 V2 V3 3) Buat rangkaian sebagai berikut. catat hasil pengukuran Hasil Pengukura n Tegangan Power Suplay Arus V1 V2 V3 Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1c: Merangkai Paralel Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resitor atau lebih secara paralel .

pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur.2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian parallel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. 4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini . Cara pemasangan secara seri. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V.

2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper .Has il per hitu nga n Tegangan Power Suplay 6V V A A1 A2 A3 5) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan volt meter diatas hasil perhitungan teoritis. Catat hasil pengukuran Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V A A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1d: Merangkai Kombinasi Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 3 resitor lebih secara seri-paralel atau kombinasi 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri-paralel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K.

4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini Hasil perhitungan . Cara pemasangan secara seri. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC.3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter.

Sensor-sensor memberikan sinyal pada ECU tentang keadaan atau kondisi dari mesin. Uraian materi kegiatan belajar Prosedur menghindari kerusakan ECU ECU adalah rangkaian komputer yang dilengkapkan pada mobil-mobil modern untuk mengontrol kerja dari mesin agar optimal. Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V1 V2 A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Kegiatan Belajar 2. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini.Tegangan Power Suplay 6V V1 V2 A1 A2 A3 4) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan voltmeter diatas hasil perhitungan teoritis. Jika ada komponen yang mengalami gangguan secara cepat . sistem pengapian dan injeksi bahan bakar adalah bagian utama yang dikendalikan oleh ECU. 2) Menyebutkan penyebab terjadinya nilai tahanan membesar 3) Menyebutkan penyebab terjadinya hubung singkat 4) Menyebutkan peralatan yang biasa digunakan memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan 5) Menggunakan peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan b. siswa dapat: 1) Mengetahui prosedur menghindari kerusakan pada ECU. Prosedur menghindari kerusakan ECU dan pada Rangkaian Memeriksa gangguan a.

d. g. f. c. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON atau mesin hidup Jangan pernah memeriksa rangakaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual. alat ini akan mendeteksi adanya ketidaknormalan kerja mesin dan memberikan informasi tentang bagian-bagian dari komponen yang memerlukan perbaikan atau penggantian. maka akan menyebabkan rangkaian kelistrikan tidak bekerja dengan normal atau bahkan akan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah pada komponen±komponen rangkaian.sensor akan memberikan sinyal pada ECU. Karena semua program dilakukan oleh ECU maka tidak diperkenankan mengutak-atik ECU tanpa petunjuk dari buku manual mesin yang bersangkutan. Pada umumnya ECU mempunyai program darurat yang dapat mengatasi masalah untuk sementara hingga mesin dibetulkan. Agar rangkaian kelistrikan tersebut dapat bekerja secara normal kembali. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan . b. maka diperlukan pemeriksaan pada komponen±komponen rangkaian. Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual. Langkah-langkah menghindari kerusakan ECU: a. Memeriksa gangguan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan Gangguan pada rangkaian kelistrikan yang umum terjadi ada tiga macam yaitu: 1) Gangguan pada rangkaian karena nilai tahanan membesar 2) Gangguan karena hubung singkat 3) Ganguan dari komponen-komponen kelistrikan itu sendiri. Prosedur diagnosa dan pemeriksaan sistem yang dikendalikan oleh ECU menggunakan alat khusus yaitu scan tool. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air. sehingga ECU dapat memberikan peringatan dengan menyalakan lampu Indikator yang disediakan pada mobil sehingga pengemudi akan mengetahui bahwa ada gangguan pada mesin. Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. Gangguan ± gangguan ini jika tidak ditangani dengan benar.

karena nilai tahanan membesar. lampu tidak menyala akibat rangkaian terputus atau terbuka.a menunjukkan bahwa. dan arus tidak dapat mengalir. Sedangkan gambar b lampu tidak menyala/redup diakibatkan arus yang mengalir ke lampu terlalu kecil. Jika letak dan penyebab gangguan sudah diketahui maka langkah berikutnya adalah melakukan perbaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan. Nilai tahanan dapat membesar karena saklar kotor atau sambungan kabel berkarat/korosi. 1). Gangguan rangkaian kelistrikan karena nilai tahanan membesar Gangguan ini biasanya disebabkan Karena rangkaian terbuka atau terjadinya korosi pada bagian± bagian tertentu dari rangkaian. Gambar 24.dimana gangguan itu terjadi dan penyebabnya. Gangguan yang disebabkan nilai tahanan membesar Gambar 24. Gangguan karena hubung singkat Hubung singkat dapat terjadi apabila ada kabel penghantar yang berhubungan langsung dengan penghantar lain atau pada ground. dapat juga disebabkan karena kontak saklar yang tidak baik/kotor. .

maka lampu atas ikut menyala.a menunjukkan adanya hubung singkat diantara dua kabel penghantar. Gangguan karena kerusakan komponen Kerusakan pada komponen kelistrikan adalah penyebab utama rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. Gangguan karena hubung singkat Gambar 25.Gambar 25. sedangkan lampu bawah menyala. Akibat adanya hubung singkat antara kabel lampu atas dan kabel lampu bawah. Sedangkan gambar 25. . sekering pada rangkaian dapat terputus karena arus yang mengalir terlalu besar.b lampu pada rangkaian tidak menyala akibat adanya hubung singkat antara kabel dengan ground. Lampu atas seharusnya tidak menyala.

Peralatan ini biasa digunakan untuk memeriksa kontinuitas dari suatu rangkaian dan mengukur nilai tahanan.Gambar 26.b menunjukan adanya kerusakan pada batere baik pada kotak batere ataupun korosi pada terminal±terminalnya dan ini menjadikan batere tidak dapat mensuplai kebutuhan energi pada rangkaian dan pada akhirnya rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. Gambar 26. Peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian/ system kelistrikan. Gangguan akibat kerusakan komponen Gambar 26.a menerangkan lampu tidak menyala karena filamen lampu terputus. . Macam-macam peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan seperti pada gambar dibawah. arus atau tegangan dari suatu rangkaian kelistrikan.

Gambar 27. Macam-macam peralatan pemeriksa rangkaian

Peralatan-peralatan yang biasa digunakan antara lain: a) Jumper wire

b) Test lamp c) Self-Powered test light

d) AVO Digital e) f) AVO Analog

VOLT ± AMP Tester

g) Combination meter/Digital probe

Menggunakan Jumper wires untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan. Sering kali rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja karena tidak adanya kontinuitas pada rangkaian tersebut, untuk memeriksa kontinutas dapat digunakan jumper wires seperti yang terlihat pada gambar 27. Keselamatan kerja yang harus diperhatikan selama menggunakan jumper wires adalah: Jangan pernah melakukan by-pass pada lampu, motor, coil atau beban kelistrikan lainnya. Karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya. Langkah pemeriksaan: 1). Pastikan saklar dalam posisi ON 2). Memby-pass rangkaian dari titik/bagian yang paling dekat dengan sumber 3).Jika dengan langkah ini rangkaian sudah bekerja, maka dapat dipastikan bahwa gangguan itu terjadi pada daerah yang kita periksa tadi (tidak ada kontinuitas pada posisi ini). 4). Jika pada langkah no.2 telah dikerjakan dan rangkaian tetap tidak bekerja maka, mulailah melakukan by-pass pada posisi selanjutnya. Begitu seterusnya sampai ditemukan dimana letak gangguannya. Gambar 28. By-pass dengan Jumper wires Menggunakan Tes lamp Selain dengan jumper wires pemeriksaan kontinuitas dapat dilakukan dengan tes lamp, penggunaan tes lamp lebih menguntungkan dibandingkan jumper karena penggunaan tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen kelistrikan yang sedang diperiksa. Gambar dibawah menunjukkan cara pemeriksaan kontinuitas pada rangkaian, jika tes lamp nyala berarti ada kontinuitas antara titik yang diperiksa dengan sumber arus/positip batere, sebaliknya jika tes lamp tidak nyala berarti tidak ada kontinuitas.

Gambar 29. Pemeriksaan kontinuitas dengan tes lamp Langkah pemeriksaan : 1). Pastikan bahwa batere dalam kondisi baik 2). Pastikan saklar pada posisi ON 2). Hubungkan penjepit dari tes lamp dengan negatip batere/ground 3). Hubungkan colok tes lamp pada terminal sekring, jika lampu tes menyala berarti ada kontinuitas antara positip batere dengan kaki depan sekring jika lampu tidak nyala berarti jaringan kabel antara positip batere dengan kaki sekring terputus. 4). Lakukan pemeriksaan tahap berikutnya pada saklar, konektor seperti gambar 29. sampai menemukan tidak adanya kontinuitas dengan ditandai tes lamp tidak nyala. c. Rangkuman kegiatan belajar

Tiga tipe gangguan yang sering terjadi pada rangkaian/system kelistrikan yaitu: Gangguan karena nilai tahanan naik, hubung singkat dan kerusakan komponen. Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan rangkaian diantaranya jumper wires, tes lamp, AVO digital ataupun analog. Pada saat pemeriksaan ganguan harus diperhatikan cara penggunaan alat yang digunakan sebab jika salah menggunakan alat dapat menyebabkan kerusakan pada komponen yang diperiksa. d. Tugas kegiatan belajar Buatlah tes lamp dari komponen-komponen yang mudah didapat e. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan prosedur menghindari kerusakan pada ECU 2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah. 3) Jelaskan apa yang tidak boleh dilakukan saat pemeriksaan kontinuitas rangkaian menggunakan jumper wire. 4) Bagamana cara menggunakan tes lamp untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan 5) Jelaskan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper wire. f. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Prosedur menghindari kerusakan ECU a. b. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON

Jangan pernah memeriksa rangkaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual kendaraan c. d. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. f. g. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air

Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual.

2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah

a.

Gangguan karena nilai tahanan membesar b. Gangguan karena hubung singkat

c.

Gangguan karena kerusakan komponen

3) Faktor penyebab nilai tahanan bertambah antara lain: a) Adanya rangkaian yang terbuka/terputus b) Timbulnya korosi/karatan pada sambungan 4) Hal yang tidak diperbolehkan dalam pemerikaan kontinuitas dangan jumper wire adalah: Membay-pass beban kelistrikan baik lampu,motor atau beban lain 5) Cara menggunakan tes lamp untuk pemeriksaan kontinuitas rangkaian, adalah: a) Menghubungkan jepit tes lamp dengan negatip batere atau ground b) Menghubungkan colok tes lamp dengan titik pada rangkaian yang akan diperiksa. 5) Keuntungan menggunakan tes lamp dibandingkan jumper wire adalah: tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen rangkaian yang diperiksa. g. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Menggunakan jumper wire 2) Menggunakan tes lamp 3) Menentukan letak gangguan dari hasil pemeriksaan. 4) Menyimpulkan hasil pemeriksaan Alat dan Bahan 4) Trainer kelistrikan body standart 5) Baterai 12V 6) Jumper wire

7) Tes lamp Keselamatan Kerja 1) Tidak diperkenankan Memby-pass batere karena dapat menyebakan kerusakan pada batere. 2) Tidak diperkenankan memby-pass beban kelistrikan. Langkah Kerja 4) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 5) Lakukan pemeriksaan kontinuitas dengan jumper dan tes lamp. Memeriksa kontinuitas dengan jumper: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) By-pass dengan jumper pada bagian titik kabel yang terdekat dengan sumber arus. 3) Perhatikan hasil pemeriksaan ada perubahan kerja atau tidak, 4) Lanjutkan pemeriksaan pada titik±titik berikutnya. Mengukur kontinuitas dengan tes lamp: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) Hubungkan jepit tes lamp dengan negatip sumber arus. 3) Hubungkan colok tes lamp pada titik yang terdekat dengan sumber arus positip. 4) Perhatikan hasil pemeriksaan apakah lampu tes menyala atau tidak. 5) Tarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan 6) Lanjutkan pemeriksaan pada titik berikutnya. 7) Ambil kesimpulan akhir, tentukan letak gangguan rangkaian 8)Bersikah alat dan tempat kerja, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Tugas: Analisisa data hasil pemeriksaan, buatlah laporan

Kegiatan Belajar 3. Mengganti Sekering dan Bohlam

a. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini, siswa dapat: 6) Mengerjakan penggantian fuse/sekering 7) Memeriksa kondisi fuse/sekering 8) Memeriksa ukuran fuse/sekering 4) Mengerjakan penggantian bohlam lampu kepala dengan benar 9) Memeriksa kerja lampu kepala 10)Mengerjakan penggantian lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur dengan benar. 11)Memeriksa kerja lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur. b. Uraian materi kegiatan belajar

1) Mengganti Sekering yang putus

Sekering melindungi semua alat elektrik di dalam mobil: Pada saat aliran arus berlebih, sekering akan ³putus´ sedemikian sehingga arus listrik yang berlebih tidak mengalir pada peralatan. Karena arus yang berlebih itu dapat merusakkan peralatan atau menimbulkan percikan api. Dengan mengganti sekering yang putus akan mengembalikan kerja peralatan seperti semula (sebagai contoh sekering klakson putus akibatnya klakson tidak bunyi, setelah sekering diganti klakson kembali bunyi). Jika sekering putus berulangkali, itu menandakan adanya suatu masalah dalam rangkaian dan ini memerlukan penanganan lebih serius. Ada dua jenis sekering dilihat dari bentuknya yaitu type blade/pipih dan cartridge/tabung. Pada umumnya kendaraan sekarang banyak menggunakan type blade. Gambar 30. Macam sekering Langkah-langkah mengganti sekering

Gambar 31. Memasang sekering 10.1. Melepas sekering 6. Kotak sekering 3. Sekering baik dan putus 8. Gambar 34. Catut sekering 5. Kapasitas sekering 15 A 9. . Kotak sekering umumnya berbentuk segi empat yang diletakkan di bawah dashboard sebelah kanan. Jangan pernah mengganti sekering dengan ukuran amper yang lebih besar. Denah letak sekering 4. Gambar 38. Gambar 37. Gambar 32. Melepas sekering dengan tang 7. Pastikan kapasitas sekering yang dipakai. Gambar 33. Pada kotak sekering juga dilengkapi dengan catut pelepas dan sekering cadangan. Pasang tutup sekering. Gambar 35. Matikan mesin 2. Keselamatan kerja: 1. Lepas sekering yang akan diganti dengan menariknya menggunakan catut sekering. Tekan pelan-pelan hingga sekering duduk dengan tepat pada slotnya. Periksa kondisi sekering Gambar 36. Amati tutup kotak sekering Pada tutup kotak sekering dilengkapi dengan denah lokasi masingmasing sekering dan kapasitas dari sekering. Mencari kotak sekering. Pasang sekering baru dengan kapasitas yang sama dengan sekering yang diganti. Ini dapat merusakan peralatan yang seharusnya diamankan oleh sekering itu. Jika tidak ditemukan catut gunakan tang lancip untuk melepas sekering.

jika lampu kepala mati maka kemungkinan penyebab utamanya dalah bohlam putus. karena pecahan kacanya dapat melukai tangan. Periksa lampu kepala 2.2. hati-hati saat melepas atau memasangnya. Tetapi masih ada juga yang menggunakan model sealed beam (khususnya pada mobil-mobil tua). pada lampu jenis ini penggantiannya harus satu set antara bola lampu dan kaca biasnya. Mobil-mobil sekarang pada umumnya menggunakan bohlam type halogen yang dapat dengan mudah dilepas dari bagian belakang lampu kepala. Bohlam halogen Langkah-langkah mengganti bohlam lampu kepala: 1. Saklar lampu kepala . 2) Mengganti bohlam lampu kepala Lampu kepala berfungsi sebagai penerangan jalan saat kendaraan digunakan pada malam hari. Pastikan bola lampu yang akan diganti Gambar 40. Gambar 39. Mengganti bohlam lampu kepala yang putus relatif gampang. Pada jenis tabung sekering mudah pecah. Matikan saklar lampu kepala Gambar 41.

3. Bohlam mati karena terbakar a. Langkah-Langkah: Tentukan bagian bohlam yang akan diganti: Pada beberapa type lampu belakang. 3) Mengganti bohlam lampu belakang. Gambar 43. Mengeluarkan bohlam 5. Saat pemasangan bohlam baru pastikan bohlam duduk dengan tepat pada tempatnya. maka segera harus diganti. 8. Gambar 45. 1. 3. dan buka karet pelindung serta lepas klip pengunci Gambar 42. Keluarkan bohlam dari dudukanya dan siapkan bohlam baru. Pasang bohlam baru 9. persinggungan yang tidak tepat mengakibatkan getaran yang menimbulkan panas sehingga bohlam mudah putus. Lepas soket lampu kepala. lampu rem dan mundur Lampu yang dipasang pada mobil mempunyai fungsi yang penting bagi keselamatan berkendaraan di jalan raya. 6. Pasang kembali klip pengikat pada tempatnya Pasang karet pelindung pada dudukannya Gambar Pasang soket lampu kepala (pastikan menancap dengan kuat). Nyalakanlah lampu kepala untuk mengujinya. Jika ada salah satu lampu yang mati. cover lampu dibuka dari luar dengan melepas sekerup pengikatnya. Jangan pernah menyentuh kaca pada bohlam halogen. Pasang bohlam halogen Yang baru. pastikan tepat pada dudukannya. Melepas klip 4. 7. 2. 44. . Daya pada bohlam baru harus sama dengan bohlam lama. Keselamatan kerja: 1.

2. Membersihkan konektor 6. 5. 2. Gambar 49. Sekering yang rusak/putus harus diganti agar peralatan kelistrikan yang ada pada rangkaian bekerja kembali. Melepas baut pengikat 3. tekanan yang terlalu kuat dapat memecahkan lampu. Lepaskan sekerup pengikat. Pasang bohlam baru dengan cara menekan masuk lalu diputar. Sekering mempunyai ukuran kapasita arus yang berbeda. Pasang cover lampu belakang. Gambar 47. . 9. Gambar 48. Lepas bohlam dengan cara menekan dan diputar. Rangkuman kegiatan belajar Sekering berfungsi untuk mengamankan jaringan dari kerusakan akibat. Bersihkanlah konektor dengan sikat kawat atau lap dari kotoran atau karatan. Melepas bohlam 4. Pasang bohlam 8. apabila ukuran arus pada sekering diganti lebih besar maka hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan kelistrikan yang ada. Menguji lampu belakang Keselamatan kerja: 1. Ambil bohlam baru dengan ukuran sama dengan bohlam lama. Uji kerja lampu dengan menginjak pedal rem dan memutar saklar lampu kota. c. Periksa bohlam berapa ukuran daya yang dipakai. aliran arus yang berlebih. 7. Hati saat melepas atau memasang bohlam. Gambar 46. Gambar 50. Selalu gunakan ukuran bohlam yang sama dengan aslinya saat penggantian.

Apabila bohlam putus maka lampu tidak menyala. Pasanglah bohlam baru dengan ukuran yang sama dengan aslinya agar tidak mengakibatkan gangguan pada rangakaian kelistrikan yang ada. f. d. dengan mengganti bohlam baru maka rangkaian lampu akan menyala kembali. 8) Sebutkan ciri-ciri bohlam mati?. 7) Faktor yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering: c) Ukuran sekering harus sama dengan sekering yang asli d) Pemasangan harus benar pada tempatnya. lampu rem. . lampu mundur. e. lampu kota. 9) Jelaskan langkah perbaikan bohlam lampu rem. 10) Apa yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen. Tugas kegiatan belajar Mencari contoh bohlam type sealed-beam dan bohlam halogen yang digunakan pada lampu kepala. b) Dari warna kelihatan hitam habis terbakar 9) Langkah perbaikan lampu rem: a) Pastikan terminal batere terlepas b) Pastikan posisi bohlam lampu rem yang akan diganti. Test formatif kegiatan belajar 6) Sebutkan ciri-ciri sekering putus? 7) Faktor apa saja yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering.Rangkaian sistem kelistrikan diantaranya adalah lampu kepala. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 6) Ciri sekering putus. 8) Ciri-ciri bohlam mati: a) Filament putus. filamen kelihatan putus dan apabila dilakukan pemeriksaan kontinuitas diantara ke dua ujung sekering tidak ada kontinuitas.

g. d) Lepas bohlam e) Periksa ukuran bohlam f) Bersihkan dudukan bohlam dari karat/kotoran g) Pasang bohlam baru h) Pasang kembali cover bohlam i) Pasang terminal batere j) Cek kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem 5) Yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen adalah tidak boleh memegang pada kacanya karena dapat menyebabkan cepat putus. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menentukan kondisi sekering baik atau rusak 6) Menentukan ukuran sekering 7) Mengganti sekering 8) Menentukan ukuran bohlam 9) Mengganti bohlam Alat dan Bahan 8) Mobil instruksi 9) Test lamp Keselamatan Kerja 3) Lepas terminal batere sebelum pekerjaan penggantian dilakukan.c) Buka cover penutup bohlam. .

7) Periksa ukuran sekering 8) Pasang sekering baru dengan ukuran yang sama 9) Pasang kembali terminal batere. 7) Selalu dilakukan pemeriksaan kerja. Langkah Kerja 6) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 7) Lakukan Penggantian sekering 8) Lakukan penggantian bohlam Mengganti sekering: 5) Pastikan kunci kontak off dan lepas terminal batere 6) Lepas sekering dengan hati. 6) Selalu gunakan ukuran yang sama saat penggantian sekering dan bohlam.4) Pastikan kunci kontak OFF saat melepas terminal batere. karena mudah pecah. 5) Hati-hati waktu melepas sekering atau bohlam. cek kerja sekering dengan test lamp Mengganti bohlam lampu rem: 8) Pastikan letak bohlam yang akan ganti 9) Lepas terminal batere 10) Pada kendaraan yang dilengkapi dengan ECU posisi kunci kontak harus OFF saat terminal batere dilepas 11) 12) 13) 14) 15) Lepas cover lampu rem Lepas bohlam lampu rem Periksa ukuran daya lampu rem Bersihkan dudukan bohlam dari kotoran ataupun karat Pasang bohlam baru dengan ukuran sama dengan yang diganti . saat selesai penggantian.

Kabel tipe serabut yang paling banyak digunakan pada kelistrikan otomotif. Kegiatan Belajar 4. Perbaikan Rangkaian Kabel a. Uraian materi kegiatan belajar Kabel (Wires) Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. Kabel ini menghubungkan antara blok mesin dengan bodi/ rangka kendaraan. 2) Kabel tanpa isolator.16) 17) 18) Pasang cover lampu rem Pasang terminal batere Periksa kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem Tugas: Cari jenis-jenis sekering dan analisa kapasitas ampere yang dipakai untuk masing-masing komponen kelistrikan. . kabel jenis ini digunakan sebagai kabel bodi/ ground. Terdapat beberapa tipe kabel. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa dapat: 6) Menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan 7) Mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel 8) Menentukan ukuran kabel yang digunakan 9) Memperbaiki rangkaian kabel b. diataranya: 1) Kabel yang terbungkus isolator tipe pejal dan tipe serabut.

tetapi semakin besar diameter kabel listrik semakin kecil tahanannya. Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. 2) Kabel diameter besar yaitu kabel yang digunakan untuk kabel baterai. Kode Warna Kabel Guna mempermudah identifikasi maupun penelusuran bila terjadi kerusakan pada rangkaian kelistrikan maka isolator kabel dibuat warna. Ini berarti semakin panjang kabel listrik. Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang. Tabel 1 Warna Black (hitam) Brown (coklat) Green (hijau) Gray (abu-abu) Blue (biru) Light Blue (hijau muda) Kode B BR G GR L LG Kode Warna Kabel Kode O P R V W Y Warna Orange (oranye) Pink(merah muda) Red (merah) Violet (ungu) White (putih) Yellow (kuning) Hubungan Antara Diameter dan Panjang Kabel dengan Tahanan Listrik Tahanan listrik berbanding lurus dengan panjang kabel tetapi berbanding terbalik dengan diameter kabel. sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). Macam kabel Berdasarkan besar arus mengalir kabel dikelompokkan menjadi 2 yaitu : 1) Kabel diameter kecil yaitui kabel yang digunakan untuk beban lampu dan asesoris lainnya. Contoh: kabel satu warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. Berdasarkan pengertian diatas tahanan suatu kabel listrik dapat dihitung dengan rumus berikut: .Gambar 51. semakin besar pula tahanannya.

m A = Luas penampang kabel ««.62 x 10-8 10.9 4.5 0.68 x 10-8 2.69 x 10-8 Bahan Tungsten Mangan Karbon Germanium Silikon Kaca r W/m 5.0 6.8 . Tahanan jenis pada temperature 20 ºC Bahan Almunium Besi Emas Perak Platina Tembaga r W/m 2.25 x 10-8 48. Ukuran Kabel Metric (mm2) 0..R = Tahanan listrik ««««««.44 x 10-8 1.7 2.75 x 10-8 9.2 x 10-8 3 x 10-5 5 x 10-1 0.1 . Wm l = Panjang kabel ««««««. m2 Tabel 2. Guna memudahkan pemakaian maka SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) seperti table berikut ini: Tabel 3. W r = Tahanan jenis ««««««.60 109 . dan semakin kecil kabel tahanan semakin besar.0 2.0 SAE AWG (gage) 20 18 16 14 Ohm per 1000 feet 10.6 x 10-8 1.1012 Menentukan Ukuran Kabel Dari rumus di atas dapat dilihat bahwa semakin panjang kabel semakin besar tahanan listriknya.8 1.

2 0. sehingga besar tahanan = 0.05 Ohm.0 50.4 0.0028 ohm per feet.0 19. Pemilihan kabel yang digunakan pada sistem kelistrikan tergantung dari besar arus yang akan mengalir atau beban. Semakin besar arus yang mengalir atau semakin besar beban semakin kesar ukuran kabel yang digunakan.3.14 0.0 40.11 0.0 5.0 13.0 12 10 8 6 4 2 1 0 00 1. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2.0 32.0 8. Selain besar arus dan beban juga dipengaruhi jarak antara sumber dengan beban.7 0.1 0.8 1.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0.3 0.0 62.09 Contoh: Tentukan besar tahanan untuk kabel 14 gage. dengan panjang 18 feet. Guna mempermudah pemilihan SAE mengeluarkan pedoman pemilihan kabel seperti table berikut ini: .0028 x 18 = 0.

6 A Ukuran kabel untuk daya 200W dengan jarak 18 feet dari table diatas adalah 14 gage atau luas penampang 2. Dengan demikian besar voltage drop sebesar V = I x R = 16. bila jarak lampu sampai sumber listrik sejauh 18 feet. Tentukan pula penurunan tegangan akibat panjang kabel. Pedoman Pemilihan Ukuran Kabel (Wire Gage) Arus Amp 1 1.5 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 15 18 20 22 Daya Watt 12 18 24 36 48 60 72 84 96 120 132 144 180 216 240 264 Panjang Kabel (feet) 7 10 15 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 20 20 18 18 20 18 18 18 20 18 18 16 20 18 16 16 20 18 16 16 20 18 16 14 18 16 14 14 18 16 14 12 16 14 12 12 3 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 5 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 25 20 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 30 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 10 Contoh: Tentukan ukuran kabel untuk lampu penerangan dengan daya 200 W. .0028 ohm per feet. Besar arus yang mengalir adalah I = P/V = 200 /12 = 16. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2. 83 Volt.Tabel 4.6 x 0.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0.0 mm2 .05 = 0. sehingga besar tahanan = 0.0028 x 18 = 0.05 Ohm.

Membersihkan terminal baterai Tahanan Isolator Seperti telah dijelaskan bahwa karet. Dalam kondisi tertentu isolator dapat berubah menjadi penghantar listrik/konduktor. Tahanan sambungan dapat diperkecil dengan membersihkan sambungan dan mengeraskan sambungan. Bila sebuah lampu yang dihubungkan denga baterai dengan sebuah kawat tembaga. Akibat terminal kendor dan kotor menyebabkan tahanan meningkat sehingga menyebabkan gangguan suplai listrik terutama saat mesin distarter. Gambar 52. kemudian kawat tersebut dipanaskan dengan api maka lampu tersebut semakin lama akan semakin redup. oleh karena itu terminal ini harus sering diperiksa dan dibersihkan Gambar 53. Panas ini akan memperbesar tahanan dan mempercepat timbulnya korosi. plastik dan porselin dapat digunakan untuk menghalangi arus listrik antara konduktor. Kerusakan isolator kabel listrik Wire Harness . vynil. misalnya karena retak. Gambar 54. Beberapa FaKtor Yang Mempengaruhi Nilai Tahanan Tahanan Sambungan Tahanan sambungan adalah tahanan yang diakibatkan oleh sambungan yang kendor atau kotor. Bila arus listrik melewati sambungan yang kendor akan menyebabkan sambungan menjadi panas. Terminal baterai merupakan terminal yang paling sering kendor dan kotor akibat korosi yang disebabkan asam sulfar dari uap elektrolit baterai. Hal tersebut dapat dipahami dengan cara berikut. Biasanya tahanan listrik akan naik bila temperatur naik. menempelnya air atau kotoran lain pada isolator. bocoran arus listrik yang akan menimbulkan percikan bunga api dan menimbulkan kotoran. Sifat dari bahan-bahan ini disebut kemampuan tahanan isolator dan dinyatakan dengan nilai tahanan.Hubungan Antara Temperatur dan Tahanan Listrik Tahanan listrik pada konduktor akan berubah dengan adanya perubahan temperatur konduktor/kabel.

Menyolder sambungan kemudian solder sambungan 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang Gambar 60. contoh kabel baterai Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. Memasukkan heat shrink digunakan. Contoh: kabel satu . Rangkuman kegiatan belajar Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. Wire Harnes Memperbaiki Kabel 1) Potong kabel yang rusak. 3) Buat kabel penyambung yang akan Gambar 58. dimana sekumpulan kabel tersebut dijadikan satu dengan isolator.Wire harness merupakan sekumpulan kabel yang digunakan pada rangkaian kelistrikan. masukkan heat shrink tube ke kabel penyambung. Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang. Memanaskan heat shrink disambung. contoh kabel massa 3) Kabel kecil. agar kabel lebih rapih. c. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. Gambar 55. Gambar 59. contoh kabel yang digunakan secara umum 4) Kabel besar . Terdapat beberapa tipe kabel diantaranya : 1) Kabel berisolator. Mengupas kabel kabel dengan tang pengupas dengan panjang 10 mm 2) Ukur diameter kabel untuk menentukan Gambar 57. contoh kabel yang umum digunakan 2) Kabel tanpa isolator. Mengukur diameter ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. 4) Sambung kedua kabel dengan Crimp mark. Pada ujung wire harness dipasang konektor sehingga pemasangan sistem perkabelan lebih mudah. kemudian kupas Gambar 56.

bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel. 3) Sebutkan bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel 4) Dimana titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel 5) Apa yang dimaksud heat shrink tube? 6) Bagaimana cara menyambung kabel yang putus? f. Tugas kegiatan belajar Cari wiring diagram salah satu tipe kendaraan: 1) Identifikasi ukuran dan warna kabel yang digunakan 2) Identifikasi jenis konektor yang digunakan e. dari penggunaan isolator yaitu kabel tanpa isolator dan kabel dengan isolator. jarak antara horn dengan sumber 3 m. d. panjang kabel dan nomor gage yang digunakan. Tiap ujung kabel dipasang konektor. bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel.84 feet . jarak antara horn dengan sumber 3 m. Panjang kabel : 1 meter= 3. Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan kabel. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraaan 2) Tentukan ukuran kabel untuk horn. bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak. sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). ukuran kabel dan tahanan tiap 1000 feet. Selain itu juga ada pedoman yang memuat hubungan arus.28 = 9. 2) Ukuran kabel untuk horn.28 feet untuk 3 m = 3 x 3. Guna memudahkan menentukan ukuran kabel yang akan digunakan SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) yang berisi nomor gage. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Macam kabel yang digunakan pada kendaraan yaitu dilihat dari serabutnya ada dua yaitu kabel serabut dan kabel pejal.warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). dilihat dari ukurannya maka ada kabel kecil dan kabel besar.

beban : 12 V/36 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/36 W +12 V/36 W = 12V/72 W . b) Ukur diameter kabel untuk menentukan diameter kabel penyambung. g. dan solder sambungan kabel. e) Sambung kabel yang putus. yaitu kabel dengan luasan 0. f) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder dan panasi heat shrink tube. 4) Titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel antara lain pada sambungan. vynil. atau plastik. d) Masukkan dua heat shrink tube pada kabel penyambung.5 mm2 3) Bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel antara lain karet. 6) Cara menyambung kabel yang putus adalah : a) Putus bagian kabel yang rusak dan kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 3) Menyambungkabel yang putus 4) Memasang terminal kabel Alat dan Bahan 10) 11) Solder Tang pengupas kabel . Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel 20. c) Ukur panjang kabel yang dibutuhkan dengan diameter sama dengan kabel yang disambung. ujung konektor. klem kabel pada bodi dan terminal kabel 5) Heat shrink tube merupakan salah satu model isolator sambungan kabel dengan metode pemanasan untuk menyusutkan isolator sehingga isolator dapat mengikat dengan kuat sambungan yang diisolasi.

e) Panasi heat shrink tube. c) Sambung kabel. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. 4) Bersikan alat dan tempat kerja. cepit dengan tang penjepit terminal. Langkah Kerja 9) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 10) Latihan menyambung kabel a) Potong dua buah kabel dengan panjang 100 mm. Tugas .12) Kabel. Menyolder sambungan 11) Memanasi heat shrink Latihan memasang terminal a) Potong kabel dengan panjang 100 mm. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak. heat shring tube Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. solder sambungan kabel. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. tenol. kemudian solder sambungan kabel. tempatkan iujung solder pada tempatnya. terminal kabel. kembalikan ketempat semula. b) Masukkan heat shrink tube pada salah satu kabel. e) Panasi heat shrink tube. c) Pasang kabel pada terminal kabel. b) Masukkan heat shrink tube pada kabel. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm.

Konektor terdiri dari konektor laki-laki dan konektor perempuan. Uraian Materi Konektor kabel (Wire conector) Konektor berfungsi tempat penyambungan kabel pada sistem kelistrikan. rumah konektor terbuat dari plastic. Jumlah terminal pada konektor sangat beragam mulai dari satu terminal sampai puluhan terminal. dalam rumah tersebut terdapat lubang untuk memasukkan terminal kabel. Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan terminal. Bentuk Konektor Bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak. melindungi sambungan dari karat dan kotoran. Kegiatan 5. .Apa dampak kualitas sambungan kabel yang buruk pada sistem kelistrikan. dan memungkinkan sambungan dipisah lagi dengan mudah. sedangkan untuk menjamin agar sambungan lebih kuat maka dipasang pengunci. Agar penyambungan konektor lebih mudah dan tidak salah maka pada konektor terdapat nok sehingga bila posisi tidak tepat maka konektor tidak dapat masuk. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah membaca modul ini siswa dapat: 1) Menyebutkan macam wire conector 2) Menjelaskan model penguncian wire conector 3) Melepas dan memasang wire conector 4) Memperbaiki wire conector yang rusak b. Memperbaiki Konektor Kabel a.

Bagian yang ditarik adalah bagian konektornya. jangan menarik kabel saat melepas. cara melepas yang salah dapat meyebabkan kabel putus. Langkah melepas konektor kabel adalah sebagai berikut . Gambar 63. dan saat menarik konektor tidak boleh menarik kabelnya. Bentuk dan Teknik Penguncian Pada Konektor Kabel.Gambar 41. Macam Bentuk Konektor dan Jumlah Terminalnya Melepas dan memasang konektor kabel Melepas konektor harus hati-hati. Konektor Saat melepas konektor harus memperhatikan teknik penguncian yang digunakan. Teknik melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: 1) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik 2) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik 3) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : 1) Di tengah 2) Disamping Gambar 62. Perhatikan metode penguncian yang digunakan oleh konektor.

3) Pastikan konektor telah terkunci dengan baik dengan cara menarik konektor tanpa menekan pengunci. angkat pengunci penahan dari terminal dan tarik kabelnya dari konektor. Gangguan pada terminal adalah karat dan terbakar. . konektor tidak boleh terlepas. 3) Menggunakan obeng. Gambar 64. Melepas Terminal dari Konektor Langkah memasang 1) Perhatikan posisi pengunci maupun posisi nok 2) Masukkan terminal konektor sampai pengunci bunyi klik.1) Tekan pengunci badan soket konektor dan pisahkan badan konektor laki dan perempuan (Male dan Famale) 2) Jika sulit terlepas. angkat anti-back comb dari badan konektor dengan menggunakan obeng. untuk mengatasi hal tersebut maka perlu perbaikan konektor kabel. lihat gambar 64. sedangkan pada sambungan sering kabelnya putus. masukkan obeng ke dalam bagian depan badan konektor. Memperbaiki Kerusakan Konektor Kabel Terminal konektor maupun kabel pada sambungan terminal sering mengalami gangguan.

kemudian solder sambungan 7) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. Memasang Terminal Konektor c. 8) Ungkit pengunci pada terminal konektor. kupas ujung kabel. .Langkah perbaikan adalah sebagai berikut: 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil. sambung kedua kabel dengan Crimp mark. Teknik penguncian dengan menekan maupun mengungkit. pasang terminal konektor. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. 5) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama. Bentuk konektor ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. 3) Potong kabel yang rusak. Gambar 66. Menyambung Kabel Yang Putus 6) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. kemudian tarik kabel untuk menguci apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. kupas isolator pada ujung kabel. Melepas Terminal Konektor 2) Dorong terminal konektor keluar. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. Gambar 65 . yaitu konektor laki-laki dan konektor perempuan. 4) Ukur diameter kabel untuk menentukan ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. dan kupas isolatornya kurang lebih 10 mm. Rangkuman Sepasang konektor kabel terdiri dari dua buah. Gambar 67. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah.

rangkum bentuk konektornya dan teknik penguncian yang diaplikasikan. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah 2) Metode melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: a) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik b) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik c) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : Di tengah konektor dan disamping rumah konektor 3) Yang harus diperhatikan saat melepas adalah melepas penguncian. e. dengan cara mengeluarkan terminal konektor lama. Test Formatif 1) Sebutkan macam bentuk wire conector 2) Jelaskan metode melepas penguncian pada wire conector 3) Jelaskan yang harus diperhatikan saat melepas dan memasang wire conector. d.Membuka konektor harus memperhatikan metode penguncianya. memotong kabel terminal yang rusak. Tugas Cari buku pedoman perawatan salah satu kendaraan. menyambung kabel dan memasang terminal konektor pada rumahnya sampai bunyi klik. g. 4) Mengatasi terminal konektor yang rusak adalah dengan mengganti terminal baru. Sedangkan saat memasang perhatikan bentuk. membuat sambungan kabel dengan terminal konektor. menarik rumah konektor kabel dan tidak boleh menarik kabel. Lembar Kerja Tujuan : . jangan menarik konektor pada kabelnya karena dapat menyebabkan kabel putus. Kunci Jawaban Formatif 1) Bentuk konektor kabel ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. posisi nok dan posisi pengunci. 4) Bagaimana cara mengatasi bila terdapat satu atau lebih terminal konektor yang rusak? f.

sambung kedua kabel dengan Crimp mark. kupas ujung kabel. terminal kabel. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. tenol. 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. kupas isolator pada ujung kabel. Langkah Kerja Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil dan dorong terminal konektor keluar. . pasang terminal konektor. dan kupas isolatornya 10 mm. 2) Potong kabel yang rusak. 6) Ungkit pengunci pada terminal konektor. heat shring tube 16) Konektor kabel Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak. 4) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. 3) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama. tempatkan iujung solder pada tempatnya. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. kemudian solder sambungan.Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menyambung kabel yang putus 6) Memasang terminal konektor 7) Memperbaiki terminal kabel Alat dan Bahan 13) 14) 15) Solder Tang pengupas kabel Kabel. kemudian tarik kabel untuk memastikan apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik.

7) Bersihkan tempat kerja. Tugas: 1) Identifikasi jenis dan penyebab kerusakan pada konektor kabel. Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut! Sebuah bohlam 12 V/23 watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt. BAB. 2) Buatlah laporan kerja. c. untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam. Jelaskan karakteristik rangkaian seri. b. 13) Berapa tahanan bohlam secara teoritis? Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter. III EVALUASI A. Terangkan cara memasang ampere meter. d. parallel dan kombinasi 14) Dua resistor dirangkai secara seri. Harga R1= 60 dan R2 = 180 . Soal Uji Kompetensi Pengetahuan (Waktu 120 menit) 11) 12) a. Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam. SOAL 1. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 15) Sebutkan tiga hal yang sering menjadi gangguan pada rangkaian/system kelistrikan? 16) Sebutkan macam sekring yang biasa digunakan pada mobil 17) 18) Terangkan ciri-ciri bohlam putus Jelaskan titik-titik yang sering menjadi sumber gangguan pada rangkaian kabel . kembalikan alat yang digunakan ke tempat semula.

Soal Uji Kompetensi Keterampilan . jarak antara klakson dengan sumber 3 m. 20) Sebutkan macam bentuk konektor kabel 2.19) Tentukan ukuran kabel untuk klakson. bila diketahui daya klakson 12V/60 W dirangkai paralel.

25 Ohm Waktu 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 70 menit Tahanan bohlam secara teoritis adalah R= V/I = 12 / 1. a) Besar arus listrik adalah I=P/V = 23/12 =1. Membuat rangkaian kombinasi 3 resistor Memeriksa kontinuitas pada rangkaian yang disediakan Mengganti sekering pada rangkaian klakson Mengganti bohlam Halogen pada rangkaian lampu kepala Membuat sambungan kabel Mengganti konektor kabel Total B. tahanan dan tegangan pada rangkaian yang disediakan. V = I x R 11) Sebuah bohlam 12 V/23 Watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt.92 Ampere b) c) Ampere meter dipasang seri terhadap beban = 6.92 d) Mengukur tegangan baterei dengan volt meter atau multi meter § Atur selector pada DC Volt skala 50 § Kalibrasi alat ukur § Hubungkan colok positip/merah ke positi baterei § Hubungkan colok negatip/hitam ke negatip baterei § Baca hasil pengukuran dengan teliti 3) Rangkaian seri mempunyai karakteristik a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan . KUNCI JAWABAN 10) Hukum Ohm mengatakan: besar arus yang mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan.Demonstrasikan dihadapan guru/instruktur kompetensi saudara dalam waktu yang telah ditentukan No 1 2 3 4 5 6 7 Kompetensi Mengukur arus.

Nilai tahanan dalam rangkaian membesar I = I1 + .( Rt = R1 + R2) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2) Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama . Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. 5) Tiga hal yang sering menyebabkan gangguan pada rangkaian/system kelistrikan adalah: a).05 A = 50 mA Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV = 3 V .Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V. (V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) 4) Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0. V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya.

Panjang kabel : 1 meter= 3. yaitu kabel dengan luasan 0. 6) Sekering yang biasa digunakan pada mobil: a) Sekering type blade b) Sekering type cartridge 7) Ciri-ciri bohlam putus. 8) Titik-titik yang menjadi gangguan pada rangkaian kabel antara lain pada sambungan. a) Jika diperiksa secara visual.28 feet untuk 3 m = 3 x 3. Kerusakan pada komponen kelistrikan. Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel SAE 18.8 mm2 10) Macam bentuk konektor kabel : a) Bentuk bulat b) Bentuk persegi C. ujung konektor.84 feet.5 Dasar listrik 2 Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut Dapat mengukur Sebuah bohlam 12 dan menghitung V/23 watt dirangkai secara teoritis besar seri dengan baterei 2 . Terjadinya hubung singkat c). INDIKATOR Dapat menjelaskan hukum Ohm SOAL SKOR SKOR MAKS PEROLEHAN 0.28 = 9. 9) Ukuran kabel untuk klakson. Beban klakson adalah 12 V/ 60 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/ 60 W +12 V/ 60 W = 12V/ 120 W . bila diketahui daya klakson 12V/ 36 W dirangkai paralel.b). jarak antara klakson dengan sumber 3 m. KISI-KISI SOAL PENGETAHUAN NO 1 SUB KOMP. klem kabel pada bodi dan terminal kabel. maka pada vilamennya kelihatan terputus b) Jika dilakukan tes kontinuitas antara kutup positip dan negatip tidak ada.

5 . untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam c.Arus. Berapa tahanan bohlam secara teoritis? 3 4 5 d. rangkaian seri.5 0. parallel dan parallel dan gubungan kombinasi Dapat menghitung Dua resistor besar Arus dan dirangkai secara tegangan pada seri. Harga R1= 60 rangkaian dan R2 = 180 .Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam b. Tahanan dan Tegangan 12 Volt a. Terangkan cara memasang ampere meter. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V Prosedur Dapat menyebutkan Sebutkan tiga hal menghindari hal-hal yang sering yang sering menjadi kerusakan ECU menyebabkan gangguan pada dan memeriksa gangguan pada rangkaian/system gangguan pada ranagkaian kelistrikan rangkaian 1 1. Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter Dapat menjelaskan Jelaskan karakteristik karakteristik rangkaian seri.

jarak antara klakson dengan sumber 3 m. 10 Konektor Dapat menyebutkan Sebutkan macam bentuk konektor bentuk konektor kabell 6 0.Dapat menyebutkan Sebutkan macam macam sekering sekring yang biasa Mengganti digunakan pada sekering dan mobil bohlam 7 Dapat menerangkan Terangkan ciri-ciri ciri bohlam putus bohlam putus 8 Dapat menjelaskan Jelaskan titik-titik titik-titik yang yang sering menjadi sering terjadi sumber gangguan gangguan pada pada rangkaian rangkaian kabel kabel 9 Dapat menentukan Tentukan ukuran Rangkaian kabel ukuran kabel sesuai kabel untuk horn.5 1 2 0.5 Kisi-Kisi Penilaian Sikap No 1 2 3 4 Komponen yang dinilai Kelengkapan pakaian kerja Penataan alat dan kelengkapan yang memperhatikan pekerja dan alat Menggunakan alat sesuai fungsinya Membersihkan alat dan tempat kerja Nilai akhir Skor Maks 1 2 6 1 Skor Perolehan Kisi-Kisi Penilaian Keterampilan . penggunaan bila diketahui daya horn 12V/60 Watt dirangkai paralel.5 0.

No Sub Kompetensi Dasar Listrik Komponen yang dinilai Mengukur arus.5 § Menentukan kapasitas sekering § Penggantian sekering sesuai SOP Mengganti Bohlam § Menggunakan peralatan sesuai SOP 1.5 Dasar Listrik 2 1 Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian § Menggunakan peralatan sesuai SOP 3 § Pemeriksaan dilakukan sesuai SOP § Menyimpulkan hasil pemeriksaan Mengganti sekering § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memeriksa kondisi sekering 1.5 Mengganti sekering dan bohlam 4 1. tahanan dan tegangan § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Mengkalibrasi alat ukur § Membaca hasil pengukuran Membuat rangkaian kombinasi § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Rangkaian benar dan bekerja Memeriksa kontinuitas rangkaian Skor Maks Skor Perolehan 1 1.5 5 Mengganti sekering dan bohlam .

KRITERIA KELULUSAN Aspek Sikap Pengetahuan Keterampilan Skor Perolehan Bobot 2 2 6 Nilai Keterangan Syarat kelulusan nilai minimal 7. IV PENUTUP .§ Memeriksa kondisi Bohlam § Menentukan ukuran Bohlam § Penggantian Bohlam sesuai SOP Rangkaian kabel Membuat sambungan kabel § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih ukuran kabel § Menyolder kabel Mengganti konektor § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih konektor § Memasang pin kabel 6 1.5 Konektor 7 1. dengan skor setiap aspek minimal 7 Nilai Akhir BAB.5 C.

(2004). Autoshop 101. dari sini kompetensi siswa dapat diketahui. Setelah siswa merasa menguasai sub kompetensi yang ada. ehow. com Sullivan`s Kalvin R. com Sullivan`s Kalvin R. Autoshop 101. Bagi siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. yaitu : 1) Merangkai hubungan seri. 2) Mengukur tegangan. atau bagian yang tidak lulus dan karena tidak diperkenankan mengambil modul berikutnya. uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. WWW. (2004). tahanan dan arus 3) Pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU 4) Mengganti sekering dan bohlam 5) Perbaikan rangkaian kabel 6) Perbaikan konektor Kompetensi ini merupakan kompetensi dasar guna mempelajari sistem kelistrikan sehingga harus dikuasai dengan baik. Autoshop 101. com an. Sub kompetensi tersebut. siswa dapat melaksanakan uji kompetensi.Kompetensi perbaikan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dengan kode OPKR 50-002B terdiri dari 6 sub kompetensi dengan durasi 60 jam pelajaran @ 45 menit. Uji teoritis dengan cara siswa menjawab pertanyaan soal evaluasi. parallel dan gabungan . Electric Circuit. WWW. com Sullivan`s Kalvin R. Autoshop 101. Wiring Diagrams. (2004). (2004). sedangkan uji praktik dengan mendemontrasikan kompetensi yang dimiliki pada guru/instruktur. WWW. Autoshop 101. WWW. (2004). Diagnosis & Testing. DAFTAR PUSTAKA Sullivan`s Kalvin R. com . Guru/instruktur akan menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. namun bila syarat minimal kelulusan belum tercapai maka harus mengulang modul ini. com Sullivan`s Kalvin R. Wire and Conectors. Electric Fundamentals.Replacing fuse blown. WWW. WWW.

Jakarta . Jakarta.Com Toyota Astra Motor (t. Electrical Group Step 2.an. Toyota Astra Motor Posted in ilmu. ehow. Rencana Belajar Peserta Diklat Rencana setiap kegiatan belajar anda. Toyota Astra Motor TEAM (1996). Com an. Mempelajari konstruksi dan cara kerja system suspensi 2. dengan mengikuti tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. brake or reverse light. Jenis Kegiatan 1. WWW.autolamp.Halogen head light.th). Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru . Memeriksa sistem/komponen suspensi dan menentukan kondisinya.How to replace a tail. Toyota Astra Motor TEAM (1995). Jakarta. New Step 1 Training Manual. otomotif Leave a Comment Pemeriksaan Sistem Suspensi Apr 21 Posted by 66tech BAB II PEMELAJARAN A. WWW. com an. ehow. Materi engine group step 2. WWW.How to replace a car headlight.

maka akan terjadi hal yang tidak diharapkan. Menjelaskan konstruksi dan cara kerja system suspensi Tujuan kegiatan belajar : Menjelaskan konstruksi system suspensi Menjelaskan cara kerja system suspensi 2. Sehingga kenyamanan pengendaraan tidak akan dapat dicapai. Kegiatan Belajar 1. Tujuan kegiatan belajar a. Penggunaan sistem suspensi Pada umumnya system suspensi kendaraan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu suspensi independent dan suspensi rigid Konstruksi dan kerja jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. Memeriksa system/ komponen system suspensi Memeriksa sistem / komponen suspensi dan menentukan kondisinya. 1. sehingga kedua roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan Ada dua macam konstruksi suspensi independent depan yaitu suspensi wishbone dan suspensi mac pherson : 1). Namun demikian.B. Gambar 1. Apabila salah satu komponen system suspensi mengalami gangguan. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi sesuai dengan SOP 2. kendaraan akan selalu mengalami getaran atau goncangan yang disebabkan oleh mesin itu sendiri atau karena kondisi jalan yang tidak rata. Uraian materi Kenyamanan berkendaraan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh pengendara maupun penumpang. Suspensi wishbone pegas coil Suspensi jenis ini menggunakan pegas koil yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm) dan lengan atas (upper arm) . Untuk mengurangi getaran dan goncangan tersebut setiap kendaraan perlu dilengkapi dengan sistem suspensi. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi b.

Kerjanya bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas mengalami pemendekan dan pemanjangan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pemegasan) 2). sehingga memungkinkan arm dapat bergerak ke atas dank ke bawah mengikuti gerakan roda. c) Knuckle kemudi dan spindle yang terpasang dibagian ujung lengan atas dan bawah dipasang menggunakan sambungan peluru. sehingga memungkinkan knucklekemudi dapat diarahkan. sangat cocok digunakan untuk system suspensi roda depan. . b) Kedua ujung luar lengan atas dan lengan bawah yang dipasangkan pada knuckle kemudi menggunakan sambungan peluru.Bodi (frame) Lengan atas Penahan benturan Sambungan peluru bawah Gambar 2 : Suspensi wishbone dengan pegas koil Suspensi ini mempunyai sifat : a) Dengan desain yang kompak dari pegas hasil . Suspensi wishbone pegas torsi Suspensi wishbone menggunakan pegas batang torsi yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm ) dan kerangka kendaraan.

Pegas batang torsi (torsion bar) digunak an pada kendaraan yang tidak menggunakan pegas koil ataupun pegas atau pegas daun pada suspensi depan b) Pegas batang torsi (torsion bar) pada ujung belakangnya dipasang pada kerangka kendaraan . . Pegas batang torsi (torsion bar) bekerja secara puntiran karena batang torsi dibuat dari baja yang mempunyai elastisitas tinggi Kerjanya : bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke lower arm maupun upper arm melalui knuckle kemudi. sedangkan ujung depannya dipasangkan pada lengan bawah (lower arm) dan kedua tempat pemasangannya dibuat mati. c). Gaya yang diterima lower arm ditahan dengan kemampuan puntiran pegas torsi yang dipasangkan antara lower arm dengan kerangka (frame). Suspensi Mac pherson Suspensi ini pegas koil dipasangkan menjadi satu kesatuan dengan shock absorber menggunakan lengan bawah ( lower arm ) sebagai dudukan komponennya Ada dua macam konstruksi suspensi mac pherson yaitu dengan lengan ³melintang´ dan lengan ³L´ a). salah satu ujung lengan bawah dipasang knuckle kemudi dengan sambungan peluru sedangkan ujung yang lain dipasangkan pada kerangka kendaraan. Suspensi mac pherson lengan ³melintang´ Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah (lower arm) berbentuk lurus . Untuk memperhalus proses pemegasan (puntiran) pegas torsi maka peredam getaran dipasangkan untuk memperhalus proses pemegasan yang dipasangkan antara lower arm dengan frame kendaraan 3).Peredam getaran stabiliser Pegas torsi Suspen si ini mempu nyai sifat : a).

Lengan melintang dan kelengkapannya berfungsi meneruskan beban kendaraan keroda dan mengontrol gerakan samping. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan maka peredam kejut dipasangkan bersama pegas koil antara lower arm dengan rangka ( frame) b) Suspensi mac pherson lengan ³L´ . lengan ini bersama-sama batang penahan (strut bar ) berfungsi mencegah perubahan jejak roda-roda depan Penutup debu Bantalan atas Kerjanya : bila roda- Bodi ( frame) Batang piston Gambar 4 : Suspensi mac pherson dengan lengan melintang roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm melintang sehingga mengakinatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan kerangka ( frame ).

Ada dua macam konstruksi suspensi independent belakang yaitu : Suspensi mac pherson penggerak roda depan dan suspensi mac pherson penggerak roda belakang. Suspensi jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. b. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersaman pegas koil antara lower arm ³L´ dengan rangka (frame) kendaraan . Oleh karena itu suspensi jenis ini tidak memerlukan lagi batang penahan (sturt bar) Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka akan diteruskan ke lower arm ³L´ mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pada pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. . 1) Suspensi mac pherson penggerak roda depan.Penopang atas Dudukan pegas Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah ( lower arm ) berbentuk ³L´ yang digunakan pada roda sebagai penggerak ( front wheel drive) dengan engine di depan ( front engine) Lengan bawah Gambar 5 : Suspensi mac pherson dengan lengan ³L´ Peredam getaran Lenga n bawa h³L ³ memp unyai dua tempat pemasangan pada kerangka yang masing-masing dipasangkan menggunakan bushing karet. Konstruksi jenis suspensi independen belakang. dengan dua tempat pemasangan terpisah yang berfungsi untuk mencegah gerakan dari arah samping dan gerakan aksial roda. sehingga roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan.

Suspensi jenis ini dilengkapi lengan bawah ( lower arm) dan lengan penopang (strut bar) Lengan bawah Stabilisator Strut bar Tromol rem Gambar 6 : Suspensi mac pherson bagian belakang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Pemasangan ujung lengan bawah (lower arm) dengan rangka silang kendaraan menggunakan bhusing karet sedangkan ujung yang lainnya dipasangkan pada knuckle kemudi. Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm yang mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasang antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. 2) Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi Suspensi jenis ini menggunakan poros kaku ( rigid) berbentuk ³ U ³ yang didalamnya dipasangkan batang tiorsi akan bekerja secara puntiran saat terjadi gerakan roda. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersama pegas antara lower arm dengan rangka (frame ) kendaraan. b) Batang penopang (strut bar) dipasangkan antara kerangka dengan lengan control bawah yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya gaya lateral yang berlebihan. .

Penguat poros Batang lateral Gambar 7: Suspensi mac pherson dengan batang torsi Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros semi rigid bersama batang pegas torsi bekerja secara aktif sebagai suspensi b) Pegas koil berfungsi menyempurnakan momen suspensi agar dapat mengurangi roling body. Suspensi ini juga disebut aksel berayam Penopang Pegas atas Deferensial Lengan atas Peredam getaran . Suspensi jenis ini dilengkapi dengan lengan control bawah ( lower arm) dan lengan control atas (upper arm) hingga dapat berayun secara bebas bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. hingga menghasilkan pengemudian yang stabil c) Gerakan puntiran dari ujung lengan-lengan suspensi diteruskan kedalam gerakan puntiran aksel belakang. lengan suspensi sehingga mengakibatkan bagian ini bersama pegas koil berayun terhadap rangka (frame) kendaraan. Puntiran ini sangat menghasilkan gaya reaksi yang berlawanan dengan lenganlengan suspensi Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke rumah poros. Untuk memperhalus proses pemegasan dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan peredam getaran dipasang antara rumah poros roda belakang dengan rangka (frame) kendaraan 3) Suspensi mac pherson penggerak roda belakang.

Berat body kendaraan dan komponen yang lain ditopang oleh pegas suspensi Ujung bawah mac pherson dipasang pada lengan kontrrol atas dan bawah juga lengan jejak. Jenis suspensi rigit roda depan Suspensi jenis ini biasanya dipasangkan pada poros rigit ( kaku) yang terbuat dari baja tempa pejal berbentuk I Roda sebelah kanan dan kiri dipasangkan pada ujung poros tunggal. Ada empat jenis knuckle kemudi yang dipasangkan pada suspensi rigid roda depan yaitu : a) Jenis reverse eliot Jenis ini ujung poros sangat sederhana konstruksinya dan mudah untuk pemasangan komponen rem .sedangkan pada ujung poros berfungsi menahan momen punter karena gaya pengereman Bagian ujung poros ini juga dipasangkan knuckle kemudi dengan menggunakan poros kingpin . Pada bagian tengah poros berfungsi menahan beban kendaraan.Rangka silang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros ( aksel ) Lengan Bawah roda dibuat terpisah. d) Ujung lengan jejak. lengan control atas dan control bawah yang lain dipasangkan pada kerangka body kendaraan Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm dan upper arm sehinga pegas koil mac pherson mengalami memendekan dan pemanjangan . Untuk memperhalus proses pemegasan pegas koil dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan kejut dipasang antara lower arm dengan rangka (frame) a. Konstruksi jenis suspensi rigid 1). hingga poros dapat barayun bebas . Gambar 8 : Poros berayun pada bagian belakang b) c) Differensial ditempatkan pada bagian rangka silang body kendaraan. pertemuan kedua bagian poros bekerja sebagai tumpuan.

knuckle kemudi dipasangkan ditengah ujung poros dengan c). Jenis eliot Jenis ini ujung porosnya dibuat sangat komplek . Gambar 11: Jenis Eliot karena knuckle kemudi dipasangkan pada ujung poros bagian atas sehingga poros menjadi tambah tinggi e) Jenis marmon Gambar 10 : Jenis Reverse Eliot menggunakan poros kingpin Jenis ini juga tidak memerlukan poros kingpin kare knuckle kemudi dipasangkan pada bagian bawah ujung poros sehingga daya kekuatannya agak berkurang bila dibandingkan dengan jenis yang lain. Jenis Lemoine : Jenis tidak memerlukan poros kingpin.b). Kerjanya : bila rodaroda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan keporos depan rigit Gambar 13: Jenis Marmon yang berbentuk ³ I ³ hingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun / ayunan pegas daun yang berlebihan maka dipasangkan peredam getaran antara poros depan dengan rangka (frame). .

Apabila pegas koil digunakan pada suspensi belakang. tetapi tidak dapat menahan gaya samping atau tekanan samping. sehingga tenaga yang dihasilkan oleh motor dipindahkan ke roda-roda melalui poros yang berputar dalam rumah. Ada dua jenis pegas yang digunakan pada jenis ini yaitu a). Pegas daun Pada umumnya pegas daun dipasangkan secara parallel antara rangka dengan poros belakang. Pegas koil Poros kaku dengan pegas koil untuk mengadakan pemegasan dan menahan beban tegak lurus. harus dilengkapi komponen yang lain seperti : laterar rod dan stabilisator. Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan kerumah poros roda belakang yang mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan dan pemanjangan ( konstanta pegas) untuk mengurangi ayunan pegas (oksilasi) yang berlebihan pada suspensi ini dilangkapi peredam getaran yang dipasangkan antara rumah poros dengan kerangka (frame) kendaraan.2). Jenis suspensi rigit roda belakang Suspensi jenis ini biasanya roda-roda dipasangkan pada satu poros. Rumah poros Pegas koil belakang . Sedangkan beban kendaraan yang didukung oleh rangka mobil diteruskan ke rumah poros melalui pegas daun Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka diteruskan kerumah poros belakang yang mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) yang konstruksinya dilengkapi dengan ayunan pegas Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun yang berlebihan maka suspensi ini dilengkapi peredan getaran yang dipasangkan antara penopang pegas daun dengan (frame) Ayunan Pegas Gambar 15: Suspensi pegas daun b).

2. pemasangan knuckle kemudi dan memelihara letak geometris body dan roda-roda. pengujian dan menentuan komponen system suspensi : 1. Upper arm . Upper arm dan lower arm Komponen ini berfungsi untuk menyangga pegas coil.Lengan kontrol atas Batang kontrol Gambar 16: Suspensi pegas koil Ini uraian materi kegiatan belajar 2: Fungsi dan prosedur pemeriksaan. sehingga memungkinkan kendaraan membelok kekanan dan kekiri. Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas dan bersih knuckle kemudi disemprotkan menggunakan penetrant warna untuk meyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak. Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas lower arm dan upper arm. knuckle kemudi Komponen ini berfungsi untuk pemasangan roda-roda depan / sumbu roda. dengan cara disemprot menggunakan penetrant warna untuk menyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak.

Upper arm dan knuckle kemudi . Bila tidak timbul suara yang aneh maka bias dipastikan lower arm dan upper arm dalam keadan baik. 17 Pemeriksaan Lower. pemasangannya antara lower arm dengan steering knuck dan upper arm dengan steering knuekle. Ball Joint Komponen ini berfungsi sebagai sumbu roda-roda saat kendaraan membentuk. Pengujian knuckle kemudi : dalam keadaan terpasang pada lower arm maupun upper arm komponen ini digerakkan kearah samping kiri. y Pastikan kendaraan sudah disangga dengan aman y Pastikan bahwa roda depan telah lurus posisinya dan tekan pedal rem. kanan. . a) y Pemeriksaan kekendoran ball joint bawah terhadap lower arm.Gb. Gerakkan lengan suspensi bawah ke atas dan kebawah dan pastikan tidak ada gerak bebas ball joint (berlebihan) y Gerakkan roda samping kanan samping kiri dan pastikan tidak ada gerakan yang berlebihan. Bila tidak timbul suara aneh maka bias dipastikan knuckle kemudi dalam kondisi baik 3. Pengujian lower arm dan upper arm : dalam keadaan lower Knuckle kemudi arm dan upper arm terpasang dalam kerangka (frame) kendaraan komponen ini digerakkan kearah atas atau kearah bawah . y Dongkrak bagian depan kendaraan dan di topang dengan penyangga. atas dan bawah .

b. Pemeriksaan peredam getaran dalam keadaan terlepas dan bersih. penempatannya diantara lower arm dan upperr arm. Ukur kembali tinggi bebas pegas .Peng ujian ball joint : dalam keadaan roda terpasang gerakkan roda bagian atas kedalam dan bagian bawah keluar atau sebaliknya bila terjadi kekocakan yang berlebihan maka ball joint perlu diganti bila tidak terjadi kekocakan dapat dipastikan ball joint dalam keadaan baik. Pengujian pegas koil dalam keadaan pegas koil terlepas ukur tinggi bebas pegas. maka keausan ban menjadi tidak normal 5. dan sebaliknya Catatan : a. bila ukuran kurang dari batas limit spesifikasi sesuai yang ditentukan maka pegas perlu diganti. pastikan tidak ada kebocoran minyak dan gas. Gambar 18 : Pemerikasan ball joint terhadap lower arm dan upper arm 4. Pegas Koil (Coil Spring) Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang diakibatkan dari permukaan jalan tidak rata. Bila pegas lemah. ukur tinggi bebas pegas sesuai dengan buku manual sesuai dengan jenis mobil yang diperiksa . Pemeriksaan pegas koil dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak atau aus. kemudian tekan pegas dengan Gambar 19: Pemeriksaan pegas koil beban tertentu. Bila pegas lemah dapat dirasakan ada kejutan tidak normal saat kendaraan melewati jalan yang rata.batas limit = 273 mm. Gb. Shock absorber (peredam getaran ) Komponen ini berfungsi untuk mengurangi oksilasai yang berlebihan pada pegas bila kendaraan berjalan dijalan tidak rata. 21a Pemeriksaan Shock absorber .

strut bar berupa batangan baja yang dipasang pada lower arm dan frame kendaraan. Pemeriksaan strut bar dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak. Kebengkokan tidak boleh melebihi batas limit yang sudah ditentukan pada buku manual dari jenis kendaraan tersebut y y . 21b Pemeriksaan Shock absorber b.Pengujian : Dalam keadaan terlepas dengan cara ditekan dan ditarik bila dengan tahanan yang tetap pastikan kondisi peredam gataran dalam keadaan baik . Pemeriksaan kebengkokan : y Letakkan strut bar pada v blok. goyangkan mobil kearah samping. bila ada bushing peredam getaran yang rusak perlu dilakukan penggantian Dalam keadaan terpasang: a. atau saat pemindaan tenaga dari motor. Pada mobil sedan tekan pada bagian depan mobil kemudian lepas maka getaran tambah setengah dari tekanan semula dan kembali pada posisi sebelumnya. 6. dan goyangan kesamping harus cepat berhenti Gb. Strut bar Komponen ini berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan maupun dorongan akibat terjadinya pengereman. Ukur run out bagian tengah strut bar menggunakan dial indikator magnetik.

Pengujian : Dalam keadaan terpasang dan mobil di jack stand dengan aman : y Dengan rem kendaraan diinjak dorong bagian roda yang diuji kedepan atau kebelakang y Pastikan tidak ada bagian bushing strutbar yang aus atau rusak. . bagian tengahnya diikatkan pada frame / body kendaraan. Karet-karet pengikat dalam keadaan terpasang pastikan karet-karet pengikat pada frame tidak ada yang retak Pengujian : Dalam keadaan stabilizer terpasang tekan bagian depan mobil sebelah kanan atau tekan bagian mobil sebelah kiri secara bergantian . 7. y Bila ada bagian bushing yang aus/rusak lakukan penggantian. aus atau patah. dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan komponen ini tidak ada bagian yang retak.bila tekanan dilepaskan maka kondisi mobil cepat kembali seperti posisi semula pastikan stabilizer masih dalam kedaan normal Bila pengujian diatas timbul suara yang aneh maka bushing pengikat stabilizer dengan rangka perlu diganti. sehingga beban yang diterima komponen ini saat kendaraan membelok adalah beban puntiran. Pemeriksaan stabilizer bar : 1. 2. Stabilizer ini di pasangkan pada lower arm kiri dan kanan. Stabilizer bar Komponen ini berfungsi untuk mengurangi terjadinya kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat membelok atau saat lurus mengurangi tenaga guling.

Prosedur pemeriksaan komponen sistem suspensi rigid Baut ³U´ Peredam getaran Pegas daun Fungsi dan prosedur pemeriksaan komponen 1. Ujung. b). Dalam keadaan terlepas dan bersih lembaran pegas tidak retak atau pada ujung ± ujungnya tidak terjadi keausan yang berlebihan.b.ujung pegas daun tidak terjadi keausan yang berlebihan . Pegas daun Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan yang ditimbulkan permukaan jalan. Pemeriksaan pegas daun : a). pegas jenis ini mampu menerima beban yang lebih besar bila dibanding dengan pegas koil maupun pegas torsi oleh karena itu pegas daun banyak digunakan pada sistem suspensi bagian belakang kendaraan.

Pemeriksaan baut ³U´: a) Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir yang aus. Pemeriksaan pegas daun Pengujian : Dalam keadaan terlepas : Ukur NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Beri beban pada masing-masing lembara pegas daun sesuai dengan spesifikasi jenis mobilnya. bengkok maupun kerusakan pada ulirnya.Gb. y Ukur kembali NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Bandingkan pengukuran NIP setelah pembebanan dengan spesifikasi jenis mobilnya. Baut ³U´ Komponen ini berfungsi untuk mengikat tumpukan/ susunan pegas daun dengan poros roda belakang dengan kuat agar tidak terjadi pergeseran bila roda menerima kejutaan dari permukaan jalan. 25. y 2. y Bila ukuran NIP setelah pembebanan kurang dari batas limit maka perlu diganti lembaran pegas daunnya dan sebaliknya. b) Tidak terjadi kebengkokan pada bagian yang lain c) Tidak terjadi keausan pada ulir mur pengikat Baut ³U´ .

3. Pemeriksaan ayunan pegas daun: Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir baut dan mur pengikat yang aus. 26. Pemasangannya diantara pegas dan frame (kerangka) kendaraan. Pemeriks aan baut ³U´ ´ ` Pengujian : Dalam keadaan terpasang kencangkan mur pengikat baut ³U´ dengan momen yang sesuai spesifikasinya pada buku manual. Pengujian : Dalam keadaan ayunan pegas daun terpasang pada rangka kendaraan keraskan murmur pengikat ayunan pegas sesuai dengan spesifikasi buku manual Cek / periksa kembali mur-mur pengikat ayunan pegas bila masih dalam keadaan kendor maka ayunan pegas perlu diganti 4. Kerusakan dan keausan . Cek/periksa kembali mur-mur pengikat baut ³U´ bila masih dalam keadaan kendor maka baut U perlu diganti dan sebaliknya. Ayunan Pegas Komponen ini berfungsi untuk memungkinkan pegas memanjang dan memendek bila roda menerima kejutan dari jalan.Ring Mur pengikat Gb. Bhusing karet Komponen ini berfungsi untuk meredan suara hubungan antara ayunan pegas daun dengan frame bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. Pemeriksaan bushing karet : dalam keadaan terlepas pastikan bhusing karet tidak pecah atau berubah konstruksinya.

. Pemeriksaan bumper karet :dalam keadaan terpasang pastikan tidak ada bagian yang pecah atau berubah bentuk Bumper karet . Sebab sudah terjadi pengerasan 5.Gb. Bumper karet Komponen ini berfungsi untuk membatasi ayunan pegas yang berlebihan dan tidak terjadi tumbukan antara poros roda dengan frame/kerangka kendaraan. 27 Pemeriksaan ayunan pegas dan Bhusing karet. Pengujian : Bushing dalam terpasang gerakan ayunan pegas keatas dan kebawah bila pada bagian ini timbul suara yang aneh maka perlu diganti.

Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda. Sistem suspensi berfungsi Bersama-sama dengan roda menyerap kejutan dan oksilasi dari permukaan jalan. Suspensi Independen (suspensi bebas) b. 2. Suspensi independen menggunakan dua macam pegas Yaitu : Pegas koil dan pegas torsi . Menopang body / kerangka pada poros dan memelihara letak geometri antara body dengan roda. b. Rangkuman 1.Penguji an : Dalam keadaan terpasa ng beri beban pada bagian belakan g kendara an yang diuji bumper kemudian lepaskan bebannya lakukan beberapa kali . a. bila pada bagian ini timbul suara aneh maka perlu diganti bumper karet tersebut atau sebaliknya C. Suspensi Rigid ( Suspensi kaku ) 3. Sistem suspensi dapat digolongkan menjadi dua jenis a. c.

Pegas koil / torsi Shock absorber (peredam kejut) c. Komponen utama suspensi rigid a. Komponen utama suspensi independen a. Stabilizer bar Strut bar Upper arm Lower arm Ball joint 6. Test Formatif . e. c. Lateral rod Bumper karet 7. Suspensi rigid menggunakan dua macam pegas yaitu a. b. Pegas daun Pegas koil 5. Tugas 1. f. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros independent pada kendaraan 2. D. Pegas daun Pegas koil Shock absorber ( peredam kejut ) d. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros rigit E. b. e.4. Prosedur pemeriksaan komponen. d. b. g.

e. d. Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke rumah poros belakang sehingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan dari bentuk elip mendekati lurus G. Alat dan Bahan a. k. b. Kuas Minyak pembersih l. i. Dial indicator magnetic h. c. Grease 2. Kunci Jawaban Test Formatif 1. Jelaskan kerja suspensi wishbone pegas koil Jelaskan kerja suspensi rigid pegas daun F. Keselamatan Kerja . Majun / kain lap Penetran warna j. V blok g. 2. Dongkrak Jack stand Pengungkit Suspensi roda depan Suspensi roda belakang f. Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pegas) 2. Lembar Kerja 1.1.

Ikuti intruksi dari instruktur / guru maupun prosedur kerja Jangan bekerja di bawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan kuat. 3. 2. e. Apa yang membedakan konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi mac pherson ? Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan suspensi rigid ? Jelaskan kerja suspensi independen wishbone roda depan dengan menggunakan pegas koil ? . BAB III EVALUASI A. c. TES TULIS Jenis Pekerjaan Nama Peserta Nomor Induk : : : Program Keahlian : 1.a. Buatlah ringkasan pengetahuan yang diperoleh setelah belajar / praktek. Setelah selesai. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. d. Tugas a. Lakukan pemeriksaan sistem suspensi dan analisis kerusakan pada komponennya. 4. Perhatikan instruksi praktek yang disampaikan oleh instruktur. Buatlah laporan kegiatan praktek secara ringkas dan jelas. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. Persiapan alat dan bahan praktek secara cermat. b. c. 3. kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. b. b. efektif dan seefesien mungkin. Langkah Kerja a.

TES PRAKTIK Lakukan prosedur pemeriksaan. pengujian dan penentuan kondisi komponen suspensi wishbone A. No Pertanyaan Lembar penilaian Tes tulis Kunci Jawaban Skor Maks 5 5 Skor Perolehan Keterangan 1 Apa yang membedakan Independen : konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi Poros roda-rodanya mac pherson bebas bergerak antara sebelah kiri dan sebelah kanan Wishbone : pegas koil terpisah dengan peredam kejutnya .4. Jelaskan kerja suspensi poros rigid menggunakan pegas daun ? B.

No Job praktik Lembar penilaian Tes Praktiks Kunci Jawaban Skor Maks 10 10 10 20 20 Skor Perolehan Keterangan 1 Lakukan prosedur pemeriksaan .2 Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan rigid Mac pherson : pegas koil disatukan dengan peredam kejutnya Independen : Poros roda-rodanya bebas bergerak antara roda sebelah kiri dan roda sebelah kanan Rigid : 5 5 3 4.Cara menggu . Poros roda sebelah kanan dan kiri satu rumah poros Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros independen dijalan tidak rata lower arm bebas bergerak bersama pegas koil Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros rigid dijalan tidak rata roda mendorong poros dan diteruskan ke pegas. pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP 1 Persiapan : a. maka pegas daun akan mengalami pemanjangan Total Skor 5 5 30 B. Bahan b. Alat c. Tempat kerja 2.

Toyota ± Astra.Cara menggunakan alat-angkat tepat dan benar 4.Pelaksanaan pemeriksaan.Penggunaan buku servis manual Pemeriksaan dan pengujian 5. maka hasil yang berupa nilai dari instruktur atau berupa porto folio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi bagi pihak industri atau asosiasi profesi. maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. . (1995). pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP Total skor maksimal 70 BAB IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. Dan apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evalusi dalam modul ini. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jakarta : PT.nakan alat-alat tangan/ special tools dengan tepat dan benar 3. Dasar-dasar Automotive.Toyota±Astra ± Motor. maka Anda berhak untuk mengikuti tes paktik untuk menguji kompetensi yang telah dipelajari. (1987).Motor. Jakarta : PT. Mintalah pada pengajar/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaiannya dilakukan langsung dari pihak dunia industri atau asosiasi profesi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu. Atau apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standard pemenuhan kompetensi tertentu dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi. Anonim. New Step 1 Training Manual.

Jakarta : PT. C. (1982). Mitsubishi corporation. Anonim. Mitsubishi Colt T120 Workshop Manual. Pusat Pengembangan Guru Teknologi Malang Posted in ilmu. (1982). DESKRIPSI Modul ini mempelajari tentang ³Perbaikan poros penggerak roda´ yang meliputi perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid maupun pada suspensi independent. serta telah menyelesaikan kompetensi sebelumnya yaitu OPKR-30-013B. Toyota Astra-Motor. PENUNJUK PENGGUNAAN MODUL . Mitsubishi corporation. (1993). PRASYARAT Untuk menempuh kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta diklat diharuskan menguasai OPKR-10-010B (penggunaan alat ukur) atau alat yang lain. Materi Pelajaran chasis group step 2. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kerusakan. I PENDAHULUAN A.Anonim. B. Servis Mobil. serta dapat mengganti poros penggerak roda beserta komponen-komponennya. (1995). Mitsubishi L 300 Workshop Manual. Anonim. Anonim. otomotif Leave a Comment Perbaikan Poros Penggerak Roda Apr 21 Posted by 66tech BAB. Macam-macam konstruksi poros penggerak roda yang dipelajari modul sebelumnya adalah sebagai penunjang untuk bisa menguasai modul ini.

Mencatat kemajuan siswa. d. e. Amati dan bantu setiap kegiatan siswa. Bimbing siswa dalam memahami konsep. Siswa dapat membongkar. 2. Melaksanakan penilaian. Perhatikan arahan yang diberikan instruktor. c. Setelah mendongkrak ganjal/topang mobil dengan jack stand atau kayu balok. Konsultasikan pada instruktor hal-hal yang kurang jelas teori maupun praktek. Siapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan. b. memasang kembali komponen poros penggerak roda sesuai dengan SOP (Standard Operasional Prosedur) yang berlaku pada akhir kegiatan evaluasi. d. D. Setelah selesai kembalikan alat dalam keadaan bersih. Pada waktu praktek persiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. Berikan tugas-tugas dalam pelatihan. Cermati langkah kerja dan perhatikan fungsi dan cara kerja masing-masing komponen. memperbaiki kerusakan.1. Bacalah dengan teliti dan cermati modul ini secara keseluruhan. 3. Petunjuk Bagi Guru a. Petunjuk Bagi Siswa Untuk mendapatkan hasil yang maksimum. Siswa terampil dalam memasang kembali komponen poros penggerak roda. maka perhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini: a. . 2. mengidentifikasi kerusakan. c. 4. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan modul ini diharapkan: 1. b. 2.

proses poros penggerak shafts dan komponennya pembongkara § Konstruksi dan roda/drive shaft komponendilaksanakan n dan dan komponen-nya § kerja dari komponennya. KOMPETENSI Modul OPKR-30-014B membentuk kompetensi memasang. pada mobil pada final drive perlangkapan komponen atau (sesuai pada sesuai standar sistem lain-nya. poros roda/drive dan prinsip prosedur penggantian dan memperbaiki penggerak shafts.Identifikasi pemasangan komponen/ babkan poros kerusakan sistem yang § Menggunakan kerusakan dan metoda penggerak berhubungan peralatan dan terhadap perbaikan. tanpa menye. Memperbaiki poros penggerak Konstruksi Menerapkan pembongkaran.E. memeriksa. dan kerja poros kerja dalam perbaikan kerusakan pada roda/drive komponen. § penggunaan). § Perbaikan § § § Prosedur § Membongkar. komponen/sistem akses dari toleransi.spesifikasi perlengkapan pengujian. dipahami. gantian pada SUB KOMPETEN SI . § Pengukura Penggunaan § Menguji kerja § Informasi alat dan n dan § Prosedur dari yang benar di. yang sesuai yang berhubungan spesifikasi pada final drive § Penilaian pabrik dan § Standar komponen .penggerak. menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring. KOMPETENSI KODE : Perbaikan Poros Penggerak Roda : OPKR-30-014 B DURASI PEMELAJARAN: 40 Jam @ 45 menit LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P KRITERIA PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA KINERJA SIKAP N N R 1. prosedur keselamata § Informasi § Perbaikan n kerja. teknik yang dan/atau pengsesuai. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.

§ Persyaratan keselamatan diri. § Kebijakan pabrik/ perusahaan. sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik/kendaraa n. LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N § Persyaratan keamanan peralatan. § Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan poros penggerak roda.SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang tepat. . undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). § Persyaratan keamanan kendaraan/alat industri. § Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).

Garage jack. c. Pada waktu bekerja dibawah mobil. apabila siswa menjawab ( b ) lanjutkan soal nomor 2 . b. Palu besar. Poros propelair. d. Untuk soal nomor 1. d. Sliding hamer. Kunci momen. Kunci roda. Poros penggerak roda. b.SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA peraturan perundangundangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan. d. 2. 1. CEK KEMAMPUAN Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta diklat. Dongkrak ulir. b. Poros primair. LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N F. maka jawablah pertanyaan pilihan ganda berikut ini dengan benar dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang betul: 1. 3. Catatan Pembimbing: a. Untuk melepas poros roda mengunakan alat: c. Bagian yang berfungsi menghubungkan putaran dari differential ke roda adalah: a. Dongkrak hydrolik. seharusnya mobil ditumpu dengan: a. c. Jack stand. Poros engkol.

SubKompetensi: Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid (kaku) dan independent (bebas). Jenis Kegiatan Hari Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi independent Tanggal Waktu Alasan Perubahan Paraf Guru 2. BAB. Kesimpulan: Karena siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. II PEMELAJARAN A. apabila siswa menjawab ( a ) siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. Untuk soal nomor 3. No. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi : Perbaikan poros penggerak roda. Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid . apabila siswa menjawab ( d ) lanjutkan soal nomor 3 3.2. 1. maka siswa dapat mengerjakan modul ini. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Mintalah bukti persetujuan guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Untuk soal nomor 2.

Uraian Materi Pada umumnya poros penggerak roda suspensi rigid yang dipaksa pada kendaraan ringan adalah jenis semi floating. Bantalan roda bisa pecah atau terbakar 3. Bahaya terhadap pengereman 2. bila tidak maka akan menyebabkan: 1. 2. Pemeriksaan kebebasan arah aksial. Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dan biasanya kebebasan bantalan yang terlalu besar akan terdengar suara gemuruh pada saat mobil berjalan. Dengan menggunakan alat dial indikator. Gambar 1. 3. Kebebasan maksimal adalah 1 mm. Siswa dapat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen poros penggerak roda pada suspensi rigid. Pembongkaran Sebelum melakukan pembongkaran lakukan pemeriksaan awal dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Kendorkan mur roda 2. Tujuan Kegiatan Belajar 1. Catatan: Apabila bantalan roda rusak harus segera diganti. Boros pemakaian nahan bakar . Siswa dapat melepas dan memasang kembali komponen-komponen yang rusak.a. Dongkrak mobil dan tumpu dengan jack stand 3. Lepas roda dan tromol 4. 1. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi rigid apakah masih baik atau harus diganti. Pemeriksaan Gerak Bebas Arsial Poros Roda Belakang. b.

Pemeriksaan Oli Seal Kerusakan oli seal bisa menyebabkan kebocoran oli differensial/ gardan. Menggederenda Penahan Bantalan. Melepas Poros Aksel Belakang.Pembongkaran dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut: a. hati-hati jangan sampai merusak perapat oli. bila sudah rata berarti aus. Dengan menggunakan SST dan hydrolik pres lepas bantalan dari poros. b. b. f. . Melepas Bantalan Dengan Pres Hydrolis. e. Keausan oli seal bisa dilihat pada bagian yang berhubungan dengan poros. c. Periksa bantalan atau bearing terhadap keausan atau kerusakan. dengan menggunakan pahat dan palu potong penahan dan kepastian dari poros. Lepas gasket poros belakang. Melepas Baut Pengikat Backing Plat dan Pipa Rem. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Lepas bantalan dengan menggerinda penahan dalam. Lepas baut pengikat backing plat dan pipa rem menggunakan SST. bila masih runcing berarti baik. Pemeriksaan Dan Perbaikan Komponen Poros Roda Belakang Periksalah dengan cermat dan teliti kemungkinan terjadi kerusakan pada komponen-komponen sebagai berikut: a. Gambar 4. ganti oli seal dengan yang baru bila sudah aus. Dengan menggunakan SST lepas oli seal. bila bantalan aus atau rusak gantilah dengan yang baru. d. Gambar 2. Gambar 5. 2. Dengan menggunakan SST lepas poros aksel belakang. Hal ini bisa dilihat sekitar backing plat terdapat tanda-tanda oli keluar. Kendorkan mur roda. Lepas roda dan tromol rem. Gambar 3.

Pemeriksaan Poros Roda Belakang Periksa alur poros roda belakang dari kemungkinan aus. . Memasang Bantalan. Menggunakan SST pasang oli seal yang telah diolesi gemuk pada kedalaman 6mm. Pemanas Penahan Bantalan. Gambar 10. Pemasangan kembali dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Gambar 8. Periksa poros roda belakang pada bagian dudukan penahan dalam dan bantalan dari kemungkinan keausan. Gambar 6. e. Menggunakan SST dan pres hydrolik pasang penahan bantalan luar dan bantalan/bearing batu. d. Gambar 7. Melepas Perapat Oli Dari Rumah Poros. Memeriksa Kebengkokan Poros & Flens. c. Memasang Perapat Oli.1 mm. Gambar 9. Panaskan penahan bantalan dalam hingga kurang lebih 1500C didalam oli pemanas. Pada poros roda belakang dan komponennya bila terdapat kerusakan tidak dapat diperbaiki oleh karena itu harus kita ganti kecuali pada kebengkokkan ini bisa diperbaiki. Pasang poros penggerak roda pada housing axle beserta kelengkapannya yang telah diolesi perapat.5 mm Keolengan flens maksimum 0. Perakitan Dan Pemasangan Poros Roda Belakang Persiapkan komponen-komponen yang telah diperiksa dari kerusakan dan yang baru. Menggunakan SST dan preshydrolik pasang penahan bantalan dalam saat masih panas. retak atau puntiran. Dengan menggunakan dial indikator periksa poros roda belakang dari kebengkokkan dan keolengan pada flensnya. b. Pemasang Penahan Bantalan Dengan Pres Hydrolik.Gambar 6. Kebengkokkan/kelengkungan poros maksimum 1. 3. c.

Lakukan pembuangan udara pada sistem rem. h. Pasang tromol rem. 3. Pasang roda kemudian turunkan mobil dan kencangkan baud-baud roda. Tes Formatif . pemeriksaan dan pemasangan kembali. 3. Pasang kembali pipa rem. j. Rangkuman 1. Kegiatan ini meliputi bongkar.cm. keolengan pada naf. oli seal dan poros. g. kebengkokan poros. Pelajari uraian materi pada lembar kegiatan I tentang perbaikan poros penggerak roda. Komponen-komponen yang diperiksa dan diganti bila rusak adalah bearing. i. e. Poros jenis semi floating di pakai pada suspensi rigid penggerak roda belakang. 2. d. Gambarkan secara sederhana dan jelaskan cara kerjanya. Lakukan pengamatan pada kendaraan/mobil yang supensi belakangnya sebagai penggerak roda jenis rigid. 4. Pasang dan kencangkan baud pengikat backing plat dengan momen pengencangan 670 Kg. keausan pada dudukan bantalan maupun penahan bantalan dalam. Tugas 1. Pemeriksaan poros penggerak roda meliputi alur poros yang berkaitan dengan side gear.f. c. 2. Catatan: Pada saat memasukan poros roda belakang lakukan dengan hati-hati jangan sampai marusak oli seal maupun deflektor oli yang terdapat didalam housing axle.

5. g. Gambarkan unit konstruksi poros roda belakang jenis semi floating dan sebutkan namanama komponennya. Penahan bantalan luar. Poros penggerak roda. 6. 3. Bearing/bantalan. 2. f. b. 7. Kunci Jawaban Formatif 1. 3. Perabot oli. Lantai harus bersih dari minyak. Persyaratan apa saja yang diperlukan pada waktu bekerja dibawah mobil. Oli seal. Pemeriksaan yang dilakukan adalah: a. . Poros roda. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating.1. Penahan bantalan dalam. c. 3. c. 4. Gasket. Alat dan Bahan a. b. Bantalan. 2. Persyaratannya adalah sebagai berikut: a. Mobil harus ditumpu dengan jack stand. 1 unit mobil atau suspensi rigid jenis semi floaling. Backing plat. 1. Lembar Kerja 1. 2. Lantai datar.

kembalikan peralatan dan bahan ke posisi semula. i. Alat ukur (jangka serong. Gunakan alat keselamatan kerja bila diperlukan. dial indikator). kemungkinan penyebab kerusakan. c. oli dll. Alat pres (hydrolik pres). e. b. f. Minta buku manual bila perlu. d. g. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. g. Pasir/serbuk gergaji. h. c. c. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang poros penggerak roda. d. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. d. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah dibongkar dengan baik dan benar. e. . Persiapkan alat dan bahan. kemungkinan perbaikannya. Setelah selesai kegiatan bersihkan peralatan dan tempat kerja. Peralatan. Gemuk. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. Gunakan peralatan sesuai fungsinya. dongkrak. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. e. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen.b. lem perapat. Keselamatan Kerja a. Mesin gerinda f. Langkah Kerja a. b. 2. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. lap/ majun. kunci pas/ring (sesuai kebutuhan) SST (sesuai kebutuhan). 3. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki.

b. Gambar 11. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mempelajari materi pada kegiatan ini. lengkapi dengan analisa dan kesimpulan. Service yang dilakukan sanggat jarang karena konstruksinya sangat sederhana. . a. 2. Dalam pemelajaran ini kita menggunakan tipe poros penggerak roda depan. Perbaikan Poros Penggerak Roda Pada Suspensi Independent. Siswa dapat memperbaiki atau mengganti unit poros penggerak roda beserta komponenkomponennya pada suspensi independent. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas. Lepas kaliper dan piringan rem. Lepas roda. 1. Uraian Materi Kendaraan yang bersuspensi independent poros penggerak rodanya menggunakan jenis CV joint. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Pembongkaran Untuk membongkar ikuti langkah-langkah sebagai berikut: a.4. Kegiatan Belajar 2. d. Kendorkan mur roda. b. b. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi independent apakah masih baik atau harus diganti. Tujuan Pemelajaran 1. Tugas a. CV joint bisa dipakai pada kendaraan tipe poros penggerak roda depan maupun poros penggerak roda belakang. c. Pemeriksaan Kebebasan Bantalan.

e. d. Pasang steering knucle pada lower arm dan kencangkan mur dengan momen 850 kg cm. Lepas poros penggerak roda dari hubungan. g. . 3. Melepas Poros Penggerak Roda Dari Hub. Pemasangan Kembali/Perakitan Pemasangan kembali/perakitan dapat dilakukan sebagai berikut: a. Periksa gigi alur dari kemungkinan kerusakan. Gambar 14. Kebebasan maksimum 0. Memeriksa Poros Penggerak. f. b. i. Melepas Mur Pengikat Bantalan. Gambar 12. Lepas Conter pin dan mur pengikat bantalan. Pemeriksaan inboard joint harus dapat meluncur dengan lembut arah aksial.e. Melepas Steering Knucle Dari Lower Arm. Gambar 15. c. 2. h. Komponen-komponen dari CV joint tidak bisa diperbaiki bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan maka harus diganti 1 unit CV joint. Pemeriksaan out board tidak boleh ada kekocakan. Gambar 13. Lepas steering knucle dari lower arm. Kencangkan mur pengikat bantalan dengan momen 800 kg cm.05 mm. Periksa kebebasan bantalan dalam arah aksial dengan dial indikator. Melepas Tie-rod End. Pemeriksaan Setelah unit poros penggerak roda terlepas lakukan pemeriksaan sebagai berikut: a. Pemeriksaan poros penggerak roda dari kemungkinan melengkung. Lepas hubungan tie-rod dengan steering knucle SST. Masukkan poros penggerak roda secara pelan-pelan ujung yang satu ke transaxle ujung yang lain ke hub roda. Periksa kebebasan inboard joint kearah radial tidak terlalu besar. Gambar 16. b.

Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan komponen-komponen utamanya? 2. Unit CV joint sangat sederhana dan jarang dilakukan pemeriksaan atau perbaikkan. Lakukan pengamatan pada kendaraan dengan suspensi independent. e. 2. 2. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada CV joint? f. Pasang kaliper dan piringan rem dengan momen pengencangan 200 kg cm. buat gambar sederhana konstruksi dari poros penggerak rodanya! 2. Tugas 1. Pemeriksaan pada CV joint adalah a. Pasang roda dan mur roda. Kunci Jawaban 1. d.c. Pasang tie-rod dengan momen 600 kg cm. 3. d. Kekocakan out board joint . Test Formatif 1. Rangkuman 1. Turunkan mobil dan kencangkan mur roda. Suspensi independent menggunakan poros penggerak roda jenis Constan Velocity joint (CV joint). f. c. Bila CV joint rusak tidak bisa diperbaiki harus diganti. Jelaskan cara kerja secara singkat poros penggerak rodanya? e.

Peralatan: dongkrak. d. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. . Alur-alur pada ujung poros. b. Alat dan bahan: a. Gunakan alat keselamatan kerja bila digunakan. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. c. d. d. 3. f. 2. pasir serbuk gergaji.b. c. c. c. e. Jaga lantai dari genangan oli. b. Keselamatan kerja: a. Langkah kerja: a. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. Kebebasan inboard kearah radial. Gemuk. b. Lembar kerja 1. lap/marjun. Alat ukur (jangka sorong. SST (sesuai kebutuhan). kelengkungan poros. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. e. Persiapkan alat dan bahan. 1 unit mobil dengan suspensi independent. dial indikator). g. Gerakan inboard d. Minta buku manual bila perlu. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. kunci pas/ring(sesuai kebutuhan).

Tugas a. h. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. Jelaskan pemakaian poros penggerak roda jenis semi floating dan jenis CV joint? Gambarkan dan sebutkan komponen-komponen dari poros penggerak roda jenis semi floating? Pada unit poros penggerak roda belakang pemeriksaan-pemeriksaan apa saja yang dilakukan? 4. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan bagian-bagian utamanya? B. kembalikan peralatan dan bahan keposisi semula. kemungkinan penyebab kerusakan. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah diperbaiki atau diganti dengan baik dan benar. i. Setelah selesai kegiatan dan tempat kerja. kemungkinan perbaikkannya. g. Kunci Jawaban 1. Poros penggerak roda semi floating dipakai pada kendaraan bersuspensi rigid dan penggerak rodanya adalah roda belakang. 3. Sedangkan CV joint biasanya dipakai pada kendaraan bersuspensi independent penggerak rodanya depan. b. f.e. Pertanyaan 1. 4. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas? Lengkapi dengan analisa dan kesimpulan! Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mengetahui kegiatan ini? BAB. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang CV joint. 2. III EVALUASI A. .

puntiran.d 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s.d 100: di atas minimal tanpa bimbingan BAB. Bearing/bantalan roda.2. Kriteria Kelulusan Aspek Skor (1-10) Kognitif (soal no 1 s/d 4) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur praktik Ketepatan analisis hasil praktik Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Bobot 3 1 2 2 1 1 Nilai Keterangan Syarat lulus. b. c. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Kriteria Kelulusan: 70 s. . Gambar poros penggerak roda jenis semi floating: Pemeriksaan yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating adalah a. Gambar konstruksi dari CV joint. 3. C.d 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s. Oli seal. keausan. Poros roda meliputi perlengkungan. 4. IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan siswa mempunyai kemampuan dan ketrampilan mengenai perbaikan poros penggerak roda serta dapat melaksanakan tugas-tugas dalam modul ini.

Training Manual Drive Train Group. Posted in ilmu. NISSAN. N-Step Step 2 Chasis Training Materials Text. Apabila siswa dinyatakan lulus maka siswa dapat melanjutkan modul berikutnya sesuai dengan peta kompetensi. Jakarta: Penerbit PT. Anonim (tt). otomotif . Jakarta: Penerbit PT. DAFTAR PUSTAKA Anonim (1994). Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group. Sedangkan siswa yang dinyatakan tidak lulus maka siswa harus mengulangi modul ini. Jakarta: Penerbit PT.Dengan menyelesaikan modul kompetensi dan melaksanakan tugas-tugas serta evaluasinya dengan kriteria yang telah ditentukan siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus. Anonim (2003). Toyota-Astra Motor. Toyota-Astra Motor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful