Category Archives: ilmu

Balans Roda_Ban
Apr 21 BAB I

PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI

Modul Balans roda / ban ini membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat mengatasi gangguan ban akibat roda yang tidak balans. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliput: (a) mengidentifikasi gangguan pada roda/ ban, (b) memahami pengertian balans static dan balans dinamik, dan (c) membalans roda pada mesin balans. Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang identifikasi gangguan pada roda. Kegiatan belajar 2 membahas tentang pengertian balans static dan balans dinamik, dan kegiatan belajar 3 membahas tentang membalans roda pada mesin balans. Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat memahami cara membalans roda / ban.

B. PRASYARAT Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. Prasyarat mempelajari modul OPKR-40-016B antara lain adalah OPKR-10-017B dan OPKR-10-019B. C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Peserta diklat

Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain :

a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar. b. c. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1). Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku. 2). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 3). Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4). Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. 5). Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6). Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan. 2. Petunjuk Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk : a. b. c. d. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar

Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan

f.

Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan

D. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini peserta diklat diharapkan : 1. 2. Mampu mengidentifikasi gangguan roda dengan baik.

Memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Mampu membalans roda pada mesin balans dengan baik.
E. KOMPETENSI

Uraian subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KERJA A 1 B 1 C 1. D 1 : Balans roda / ban : OPKR-40-016B : 20 Jam @ 45 menit E Batasan konteks F 1 G 1

Standar kompetensi ini digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan di bidang perbengkelan 2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk : Spesialisasi pabrik kendaraan SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan y Kebutuhan pelanggan y Kode area tempat kerja y Spesifikasi produk/komponen pabrik
y

y

3.
y

Pelaksanan K3 harus memenuhi :

Undang-undang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) y Penghargaan di bidang industri 4.
y

Sumber-sumber dapat termasuk :

Peralatan tangan/hand tools, balans roda/ban

5.

Kegiatan

Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:
y

Penilaian, visual, balans statik, dinamik dan kombinasi

Materi Pokok Pembelajaran Sub Kriteria Unjuk Lingkup Kompetensi Kerja Belajar Sikap Pengetahuan Ketrampilan 1. 1. Roda dibalans 1. Prosedur 1. 1. Informasi 1. Membalans tanpa pengoperasia Menerapka teknik yang Mengidentifikas roda/ban. menyebabkan n pembalans n prosedur sesuai i gangguan pada kerusakan roda. kerja sesuai roda terhadap dengan 2. Persyaratan komponen atau 2. Spesifikasi SOP. keamanan 2. Membalans sistem lainnya roda perlengkapan. roda pada mesin 2. balans. Menerapka 3. Persyaratan 2. Informasi yang n benar diakses dari keamanan 3. Penggunaan spesifikasi pabrik keselamatan kendaraan. perlengkapan dan dipahami kerja. balans. 4. Kebijakan 3. Balans perusahaan/pabri k yang sesuai. dilaksanakan sesuai panduan industri yang telah 5. Prinsip balans ditetapkan. secara dinamik 4. Seluruh kegiatan membalans roda/ban dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedure), Undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundangan dan prosedur/kebijaka n perusahaan. 5. Identifikasi 6. Prosedur balans secara statik. 7. Prosedur kombinasi balans secara statik dan dinamik.

balans statis dan dinamis F. CEK KEMAMPUAN

Sebelum mempelajari modul OPKR-40-016B, isilah dengan cek list (Ö) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan : Sub Kompetensi 1. Membalans roda / ban. 2. 1. Pernyataan Saya mampu mengidentifikasi gangguan roda/ ban dengan baik. Saya dapat memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Saya mampu membalans roda pada mesin pembalans dengan baik. Jawaban Ya Tidak

Bila jawa Soal Soal Soal

Apabila peserta diklat menjawab Tidak, pelajari modul ini. BAB II PEMBELAJARAN A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT

Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1. Mengidentifikasi ganguan ban/ roda. 2. Memahami balans static dan balans dinamik 3. Membalans ban/ roda. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

B. KEGIATAN BELAJAR

KEGIATAN BELAJAR 1 : Mengidentifikasi gangguan pada roda / ban yang diakbatkan oleh roda / ban tidak balans

a.

Tujuan Kegiatan Belajar

Pada akhir kegiatan belajar, Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. Menjelaskan tentang penyebab terjadinya ganguan pada roda / ban 2. 3. 4. Menjelaskan jenis keausan ban yang tidak wajar Menjelaskan terjadinya getaran pada ban / roda.

Menjelaskan analisa gangguan dan cara mengatasinya

b.

Uraian Materi

1. GANGGUAN PADA RODA / BAN Mesin rnemutarkan axle shaft atau drive shaft, dan selanjutnya memutar ban. Hal ini rnenunjukkan bahwa ban adalah bagian dari pemindah tenaga. Ban juga mengubah arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi, dari sini dikatakan juga bahwa ban merupakan bagian dari system kemudi. Ditambah lagi karena ban juga menopang berat kendaraan dan meredam getaran dari jalan, ban juga merupakan bagian dari system suspensi. Oleh karena itu, pada saat melakukan troubleshooting pada masalah ban, ketiga system tersebut yaitu ban dan peiek, kemudi, dan suspensi harus juga diperhatikan. Sama pentingnya, kesalahan perawatan ban juga akan menyebabkan gangguan pada ban dan system lainnya yang terkait. Oleh karena itu, langkah pertama pada troubleshooting ban adalah memeriksa apakah ban dipakai dan dirawat dengan baik. Apabila ban/ roda tidak balans, maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil, dalam kecepatan tertentu, akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan, antara lain : pegas rusak/patah, peredam getaran rusak, bantalan-bantalan roda rusak, kerusakan pada ball joint, dan kerusakan pada lengan-lengan

kemudi. Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan, menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. 2. KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 1 Keausan Spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur, seperti diterangkan di bawah. Kalau bearing roda, ball joint, tie rod end, dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan, atau kalau spindle bengkok, ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur, dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban.

Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini, Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik

Perbaiki atau ganti Periksa rem menyeret baik Setel kelurusan roda Periksa wheel alignment tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik .

steering flutter. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake.Periksa balans roda tidak tepat baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 3. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans. maka goncangan biasanya akan hilang. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans. dan steering shimmy. Jika masalah tersebut diperbaiki. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. . run-out yang berlebihan. Di atas kecepatan ini. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 2 Body bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. dan rigiditas ban yang tidak seragam. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. goncangan akan semakin terasa. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. a).

ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda . Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang.b). Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Gambar 3. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar.

ganti aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak baik Periksa hub-to-wheel centering Centerkan kembali off center berlebihan Periksa run-out ban baik baik Periksa run-out pelek run-out berlebihan Ganti hub run-out berlebihan perbaiki Periksa balance off-the car Tidak balans run-out berlebihan .

Kalau tidak ada getaran yang terasa pada steering wheel.1 mm (0. Lantai atau tempat duduk. Bila getarannya berlangsung pada saat kendaraan sedang meluncur. apakah terjadi pada roda kemudi. . dianjurkan agar membicarakan dahulu sifat ganggungan dengan pengemudi kendaraan.04 in). kemungkinan penyebabnya adalah getaran mesin. Periksalah clearance disepanjang keliling hub. jenis getaran.perbaiki Periksa balance on-the-car Tidak balas Adapun rincian langkah analisa trouble-shooting dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Bicarakan gejalanya Sebelum mengatasi segala bentuk getaran. maka penyebabnya mungkin ban belakang atau pemindah tenaga. Kalau getarannya tidak nyata pada saat meluncur dengan kecepatan kritis. 3) Memeriksa Hub-to-wheel centering Thickness gauge 0. Periksa hub-to-wheel centering clearance. dan kemudian catat gejala yang disampaikan oleh pengemudi (misalnya kecepatan kritis. Tentukan pada tingkat kecepatan berapa getaran terjadi dan dapatkan akibat dari gangguan tersebut. Lakukan test jalan untuk memastikan keluhan customer kalau memungkinkan.1 mm 1). dan lain-lain). Jalur yang dipakai test jalan harus mempunyai permukaan yang baik dimana kecepatan tertentu dapat dipertahankan. Jalankan kendaraan beberapa kilometer untuk memanaskan ban hingga tercapai temperatur kerja dan menghilangkan ³standing flats³. kemudian jalankan dijalan yang halus pada kecepatan kritis sambil memegang roda kemudi dengan ringan dan arahkan ke kiri-kanan. tetapi terasa pada body. Nilai maksimium : 0. Nilainya tidak boleh melebihi batas maksimum. biarkan kendaraan pada kecepatan ini untuk melihat apakah getarannya tetap. apakah tempat duduk bergoncang. Pada saat getaran maksimum terjadi. atau apakah masih terjadi meskipun mobil sudah diperbaiki dan roda sudah dibalans ? 2) Lakukan test jalan untuk diagnosa. apakah kaca spion bergetar.

Rubahlah posisi peiek pada hub dan pasang kan kembali pada posisi yang lerkecil perbedaan sekelilingnya.002 in) atau kurang Lateral run-out 0. Periksa Run-out pelek e). 2). h). periksa hub run-out. Periksa Run-out ban d). Periksa Run-out hub Nilai batas : Radial run-out 0. Memeriksa clearance hub 4) Perbaiki hub-to-wheel centering clearance a). Perbaiki kembali Run-out Ban 1) Periksa run-out ban Pasangkan ban pada mobil sesuai dengan tanda pemasangannya Ukur radial run-out ban dengan menggunakan dial gauge 2) Perbaiki run-out ban Pasangkan mur hub untuk sementara (kencangkan dengan tangan) dan tempatkan bagian yang mempunyai radial run-out lebih besar di bagian bawah. Cobalah untuk melakukan penyetelan static balance dan dynamic balance ke 0 gram. Gunakan balancing weight yang sesuai dengan pelek. dan tempelkan dengan kuat agar tidak jatuh pada saat berjalan. Kalau tidak ada penurunan terhadap perbedaan sekeliling walaupun posisi pemasangannya telah dirubah.05 mm (0.05 mm (0. Mengukur run-out hub f). dan pastikan apakah peiek baik atau tidak.Gambar 4. c). b). .002 in) atau kurang Gambar 5. Periksa balance off-the-car 1). Perbaiki Run-out ban g).

(Lakukan penyetelan yang teliti pada hub dan wheel centering clearance). Gambar 7. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. ikuti repair manual yang sesuai. dan kencangkan kembali mur hub secara merata dengan menggunakan kunci mur hub. Keausan spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. valve cap. ball . 5) Pada saat memeriksa balance pada drive wheel. Rangkuman: GANGGUAN PADA RODA / BAN 1. Periksa balance on-the-car 1) Lakukan pemeriksaan sesuai dengan petunjuk untuk balancer. Kalau bearing roda. 3) Pemeriksaan dilakukan dengan wheel cap.Turunkan kendaraan sampai ban sedikit menyentuh tanah. Mengukur balance on-the-car j) Periksa wheel alignment c. tambah kecepatan secara bertahap. center ornament dan magnet lock-nut terpasang. 2) Pemeriksaan balance off-the-car dan perbaikannya harus sudah dilakukan sebelum pemeriksaan balance on-the-car. seperti diterangkan di bawah. Ukur vertical run-out pada ban sekali lagi. Largest run-out i). Gambar 6 Memeriksa run-out ban 4) Untuk kendaraan dengan full-time four-wheel drive. KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR : KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 8. dan cocokan hasilnya. putarkan roda dengan tenaga mesin.

Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini. tie rod end. sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. atau kalau spindle bengkok. dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur. dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban.joint. ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi. Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik Periksa rem Perbaiki atau ganti men yere t baik .

Periksa wheel alignment Setel kelurusan roda tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik Peri ksa bala ns roda tidak tepat .

dan rigiditas ban yang tidak seragam. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 9. Bodi bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. . penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. steering flutter. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans. Di atas kecepatan ini. Jika masalah tersebut diperbaiki. dan steering shimmy. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. maka goncangan biasanya akan hilang. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. run-out yang berlebihan.baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 2. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. goncangan akan semakin terasa. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam.

Gambar 10. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda ganti .STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam.

aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak Centerkan kembali baik Periksa hub-to-wheel centering off center berlebihan Periksa run-out ban baik Periksa run-out pelek baik Periksa run-out hub run-out berlebihan run-out berlebihan Ganti hub perbaiki Periksa balance off-the car Tiak balans perbaiki run-out berlebihan .

e).Periksa balance on-the-car Tidak balans d. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. Bantalan roda rusak Kerusakan pada ball joint Keausan ban tidak wajar. Jelaskan jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? Jelaskan keausan ban yang tidak wajar. Pegas rusak / patah Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. ball joint. BODY SHAKE (Body Bergoncang) . Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans. 2). Keausan Spot 3. yang diakibatkan oleh ban / roda tidak balans? Jelaskan macam-macam getaran ban yang diakibatkan oleh roda/ ban tidak balans? f. 2. tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. d). a). 3). teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. Gambar 11. Getaran pada kendaraan akibat ban/roda tidak balans : a). Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). Kunci Jawaban Formatif : 1. Tes Formatif : 1). seperti : bearing roda. Tug as : Analisalah kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? e. b).

Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. Roda dengan rim 13 ³ c). Gambar 13. Jika masalah tersebut diperbaiki. Lap/majun . Ban yang sudah dibongkar d). tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu.Yang dimaksud dengan goncangan dteini adalah getaran ertical atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. goncangan akan semakin terasa. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Steering shimmy g. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Di atas kecepatan ini. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Alat dan Bahan a). Lembar Kerja : 1. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. dan rigiditas ban yang tidak seragam. Gambar 12. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. run-out yang berlebihan. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Satu unit mobil praktek b). maka goncangan biasanya akan hilang. Bodi bergoncang b). bersama-sama dengan getaran tempat duduk. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar.

3. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah melaksanakan kegiatan belajar ini peserta diklat memiliki kemampuan: 1). bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas. Langkah Kerja a). Lakukan pemeriksaan komponen yang rusak akibat ban / roda tidak balans d). c). 4. Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. e). Tugas a). efektif dan seefisien mungkin. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. b). f). Menjelaskan balans statik dan balans dinamik . Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas ! b). Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Keselamatan Kerja a). Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. c). Setelah selesai. Menjelaskan definisi keseragaman ban 2). baca lembar kerja dengan teliti. b). Mintalah penjelasan pada instruktur. hal yang belum jelas. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 1? KEGIATAN BELAJAR 2 : Mengidentifikasi balans statik dan balans dinamik a. d).2.

3). Menjelaskan akibat yang ditimbulkan ban / roda tidak balans b. Uraian Materi :

1. KESERAGAMAN BAN Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. wheel balance Keseragaman dalam distribusi beban run-out

keseragaman Keseragaman dimensi

Apabila roda tidak seimbang putarannya, maka dapat menimbulkan ketidak seimbangan pada roda. Ketidak seimbangan roda yang berlebihan dapat mengakibatkan getaran yang dapat mempengaruhi kontrol terhadap kemudi kendaraan. Oleh karena itu, roda dan ban biasanya diperiksa terhadap keseimbangannya sebelum meninggalkan pabrik. Akan tetapi keseimbangan roda dapat berubah karena kerusakan atau karena keausan, terutama pada mobil berkecepatan tinggi. Roda dan ban yang tidak seimbang disamping membuat kendaraan tidak nyaman, juga menimbulkan keausan-keausan tidak normal pada ban (flat sporwear) dan sistem suspensi. Dua efek penting dari keadaan tidak seimbang adalah ³wheel tramp´ (roda bergetar pada arah vertikal) dan ³wheel shimmy´ (getaran pada arah samping). 2. WHEEL BALANCE

Dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mesin, handling dan kemampuan pengereman, juga aerodinamik body, ini memungkinkan kendaraan dapat berjalan dengan kecepatan yang semakin tinggi. Pada kecepatan tinggi. wheel assembly (ban dan peiek) yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini disebut dengan wheel balancing. Wheel balancing dilakukan dengan menggunakan balancing weight bagi keseluruhan wheel assembly, yaitu pelek dengan ban yang terpasang. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3.

STATIC BALANCE

Untuk mengetahui static balance, gambarkan sebuah roda yang setimbang berputar bebas pada porosnya. Kalau berat roda didistribusikan merata pada poros roda, titik tertentu dari roda akan dapat berhenti pada segala posisi. Dalam kondisi semacam ini roda dikatakan static balance. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy

Gambar 14. Roda dalam keadaan balans statik

Spindle centerline

Gambar 15. Roda tidak Balans Statik

Add balance weights here

Corrective weights

Gamba 16. Membalans statik

Radial vibration

Ga mba r 17. Gay a sent rifu gal pada roda yang tidak balans statik

Akan tetapi, kalau ban selalu berhenti dengan titik (A) berada di bawah, berarti bagian tersebut jelas-jelas lebih berat dari sisi lawannya, yaitu titik (B). Jika berat ban tidak terbagi secara merata pada poros roda, berarti roda dapat dikatakan static yang tidak balance (statically unbalanced). Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. Pada kendaraan yang sebenarnya, getaran radial ini diubah menjadi getaran vertikal oleh suspensi, dan diteruskan melalui body ke steering wheel. Balance weight Balance weight Dengan menempelkan bobot (W,) yang sama dengan bobot ekstra A (W,) pada titik B yang posisinya 1800 berhadapan dengan A dan jaraknya sama dan poros, maka getaran ini akan dapat dihilangkan karena W akan bekerja sebagai bobot lawan dari W, Gaya centrifugal yang bekerja pada titik B akan mencegah aksi pada A, sehingga getaran poros dan roda dapat dicegah pada saat roda berputar. Dengan kata lain, static balance disebut sebagai centrifugal balance pada saat roda berputar. Karena penempelan bobot pada tread ban tidaklah memungkinkan, maka dipakai dua counter balance weight dengan ukuran yang sama pada pelek sebelah dalam dan luar dengan posisi berhadapan dengan titik A.

Gambar 18. Membalans gaya sentrifugal

DYNAMIC BALANCE

Dynamic balance balance

Static balance

Kalau static balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah radial pada kondisi statis, dynamic balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. Gambar 19. Roda yang balans statik dan dinamik Sebagai umpama, bobot ekstra A dan B yang sama ditempel pada roda seperti gambar di bawah. Bobot ini akan menyebabkan roda menjadi static balance. A=B

Gambar 20 Roda dengan bobot A dan B dalam keadaan balans statik Akan tetapi, garis yang menghubungkan pusat bobot dari gaya berat G1, dan G2, tidak berada pada sekeliling garis pusat roda. Akibatnya, pada saat roda berputar titik G1, dan G2 cenderung mendekati garis pusat roda karena momen FA dan FB yang bekerja di sekitar titik pusat gaya berat roda (Go). Momen ini terbentuk oleh gaya centrifugal (FA, dan FB;) yang bekerja pada G1, dan G2, Gambar 21. Roda dengan bobot G1 dan G2 tidak balans dinamik Gambar 22. Roda tidak balans dinamik menyebabkan ayunan melingkar Setiap roda berputar 180°, seluruh momen gaya yang ditimbulkan oleh perubahan arah ini membuat getaran lateral mengikuti ayunan putaran roda. Getaran lateral ini mengakibatkan kondisi pada steering wheel yang disebut shimmy yaitu ayunan melingkar dari steering wheel.

Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Balance weight Balance weight

Gambar 23. Balance weight menjadikan balans dinamik
c. Rangkuman :

1. Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. 2. Ban dan pelek yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3. Balans statik, roda / ban dalam keadaan balans statik bila : a) Semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat.

b) Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. c) Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun.

Gambar 24. Roda dalam keadaan balans statik Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. 4. Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dynamic balance balance Gambar 25. Roda yang balans statik dan dinamik Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menem pelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclen bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Static balance D¶ Balance weight Balance weight

Gambar 26. Balance weight menjadikan balans dinamik d. Tugas

Amati akibat yang terjadi pada kendaraan bila roda / ban tidak balans statik dan dinamik? e. Tes Formatif

1. Jelaskan pengertian balans statik pada ban / roda? 2. Apa yang dimaksud dengan balans dinamik dan jelaskan bagaimana caranya mengatasi roda yang tidak balans dinamik ? f. Kunci Jawaban Formatif 2 1. Roda / ban dikatakan dalam keadaan balans statik bila :

Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. Roda dalam keadaan balans statik 2. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Gambar 27.a) b) semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat. Dynamic balance Static balance . c) Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun.

bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim.¶ Balance weight Balance weight Gambar 29. Balans statik dan dinamik pada sebuah roda Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. sehingga getaran hilang. Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO. Pada mobil yang sebenarnya. pada titik C¶ dan D. Balance weight untuk mengatasi balans dinamik .Gambar 28 .

Identifikasi roda / ban yang tidak balans statik dan dinamik e). c).g. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. f). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. d). Setelah selesai. 4. Lap / majun e). Pastikan kendaraan dalam keadaan kuat ditahan jack stand. Ikutilah instruksi dari guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. c). Lembar Kerja 1. Satu unit mobil praktek 2. Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. Jack Stand c). b). efektif dan seefisien mungkin. b). Keselamatan Kerja a). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. Alat pengukur tekanan udara ban f). Lakukan pelepasan roda-roda dengan langkah yang efektif! d). Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas! . Langkah Kerja: a). Kunci Roda d). Alat dan Bahan a). Dongkrak b). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru. Tugas : a). 3.

balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. teromol rem dan axle hub. 2. Penggunaan peralatan pembalans roda / ban Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. Tujuan Kegiatan Belajar Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. Melaksanakan pekerjaan membalans statik roda sesuai spesifikasi. Kedua balancer tersebut mempunyai keistimewaan sebagai berikut: Item Tipe Static balance Dynamic balance Static balance Dynamic balance Ketelitian Kemudahan balancing Off-the-car balance Tinggi Tinggi Mudah Mudah On-the-car balance Tinggi Tidak terlalu tinggi Cukup mudah Cukup sulit (beberapa balancer tidak dapat mengukur dynamic balance dengan tepat) Gambar 30. Membalans roda secara off-the-car balancer b. dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya. Menjelaskan penggunaan peralatan pembalans roda / ban. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 2! KEGIATAN BELAJAR 3 : Membalans ban/ roda dengan alat pembalans a. Wheel balancer OFF-THE-CAR TYPE . balancing dilakukan secara independent. Uraian Materi 3. Melaksanakan pekerjaan membalans dinamik roda sesuai spesifikasi.b). 4. 3. 1.

. 2). 2. yang tidak dapat diperbaiki dengan cara terdahulu . 2). pertama. serta yang lain-lain diperbaiki dengan menggunakan on-the-car balancer. dan lain-lain) yang terjadi pada kecepatan tinggi. dan kemudian lakukan dynamic balance dengan ban terpasang pada kendaraan (on-the-car balancer). Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. ban diperiksa deviasinya dari tengah ban dan masalah lain yang mungkin muncul sebagai deviasi pada static balance. Perhatian untuk off-the-car balancing 1). Perhatian sebelum membalans roda Bila membalans roda. lakukan static balance secara tersendiri dengan menggunakan off-the-car balancer. b. 4). Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. Wheel balancer ON-THE-CAR TYPE Dahulu. getaran kemudi. Tetapi sekarang. Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. off-the-car type balancer dan on-the-car type balancer dipakai sendiri-sendiri untuk memperbaiki balance roda. Pada akhirnya. 3). Perhatian Pada Saat Membalans Roda a.Gambar 31. untuk memperbaiki getaran yang keras (goncangan body. Membalans roda sampai diperoleh harga O g. pertama periksalah kondisi ban : 1).

Melepaskan roda dari kendaraan 2). Perhatian untuk on-the-car balancing 1). Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Mengangkat mobil pada bagian yang akan dilepas rodanya 2). Membalans dinamik 1). Mencatat ukuran ban dan ukuran pelek 8). 3). Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. Pada kendaraan dengan wheel cap. Membersihkan kotoran atau bobot penyeimbang dari roda dengan wheel plier (penjepit khusus) 5). yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. 2). apabila keseimbangan statis tidak baik. e. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. d. Membalans statik 1). lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. Memeriksa tekanan ban supaya sesuai dengan spesifikasi 6). Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan 5). Menyangga dengan jack stand untuk pengaman 3). 4). Setelah membalans roda. c. Memperbaiki keseimbangan statis roda. Melepas roda dari hubungan porosnya dengan membuka mur-murnya secara menyilang 4).3). Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. Memeriksa keadaan pelek dan ban (bagian yang aus) 7). Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan 3). Melepas adaptor dari poros utama dinamik wheel balancer dengan memutarkan mur pengikat . gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap.

Setellah jumlah pemegang universal pada adaptor sesuai dengan jumlah lubang baut dari roda (misalnya : 4. 15) Mengeset phase meter dalam keadaan berjalan pada kedudukan ³0 16) Memasang roda yang telah terpasang pada adaptor ke sumbu utama dari mesin penyeimbang 17) Mengeraskan mur pengikat pada sumbu utama dengan kekuatan tangan (tidak boleh dengan alat-alat lain) dengan memutar roda dengan tangan 18) Memberi tanda pada roda dengan kapur sesuai dengan pembagian skala yang terdapat pada poros utama 19) Mengatur rim diameter selector sesuai dengan garis tengah ban/roda 20) Mengatur rim width selector sesuai dengan ukuran lebar dari ban/roda 21) Mengatur plane selector untuk menentukan pembebanan. 22) Menekan tombol on alat penyeimbang setelah steker dipasangkan 23) Membaca jumlah gram bobot penyeimbang pada gram meter 24) Membaca tempat kedudukan penyeimbang pada phase meter 25) Menekan tombol off alat penyeimbang dan mengerem sampai roda berhenti . 13) Mengeraskan Flens pengikat dengan menggunakan palu kayu/plastik 14) Mengeset gram meter dalam keadaan mesin berjalan pada kedudukan ³O´. Roda gigi 1 tepat pada 0. roda gigi yang lain tepat pada tanda panah (sesuai dengan jumlah lubang yang diperlukan) 10) Menempatkan adaptor pada penyanggah roda 11) Menyetel tangkai universal dengan jalan memutarkan salah satu gigi universal sesuai dengan lubang-lubang baut roda dan roda gigi yang akan ikut berputar 12) Memasang roda pada adaptor dilaksanakan di atas penyangga roda Catatan : Bila lubang baut pada roda mempunyai garis tengah lebih besar dari universal dapat dipergunakan selongsong yang tersedia.5 atau 3 lubang).9). Catatan : Pada angka 1 untuk penyeimbang roda bagian luar Pada angka 2 untuk penyeimbang roda bagian dalam.

(ab) Mengecek pembebanan balancing dengan menghidupkan kembali pesawat penyeimbang. pertama periksalah kondisi ban : a). Setellah adaptor dan roda dilepas dari poros utama.26). Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-lain yang terselip pada alur tread. Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. Membalans roda sampai diperoleh harga O g. Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. (ac) Melepaskan adaptor dari poros utama pesawat penyeimbang roda (ad) Melepaskan roda dari adaptor dengan meletakkan di atas penyangga roda/standart (ae) Memasang kembali roda pada mobil c. Perhatian untuk off-the-car balancing a). d). Catatan : Apabila jarum gram meter tidak berada pada daerah hijau maka pengukuran harus dimulai kembali seperti semula. sampai jarum gram meter harus berada pada daerah hijau. Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. Perhatian untuk on-the-car balancing . Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. 2. Rangkuman : 1. b). (aa) Memasang bobot penyeimbang pada roda sesuai dengan berat dan tempat dari pembacaan gram meter/phase meter. c). Mencocokkan angka dari phase meter dengan angka pada sumbu utama. 3. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban Bila membalans roda. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. b). roda diputar dengan tangan. c).

teromol rem dan axle hub. Melepaskan roda dari kendaraan b). Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). c) Setelah membalans roda. 4. Jelaskan prosedur yang perlu dilakukan sebelum membalans roda/ban ? 2.a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). berlawanan dengan posisi bagian yang berat. d). dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya. Tes Formatif 1. balancing dilakukan secara independent. Kunci Jawaban Formatif 1. a). Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan c). yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. d. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. Jelaskan langkah-langkah membalans statik pada ban/roda ? f. Tugas Lakukan balans roda / ban menggunakan off-the car balancer? e. gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. Memperbaiki keseimbangan statis roda. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. Prosedur membalans static Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban . b) Pada kendaraan dengan wheel cap. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. apabila keseimbangan statis tidak baik.

lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. Membalans statik a). Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada pelek sebelum dilakukan penyeimbangan c). c) Setelah membalans roda. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. Memperbaiki keseimbangan statis roda. Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). c) Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. 4. b) Membalans roda sampai diperoleh harga o g. Perhatian untuk on-the-car balancing a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). Perhatian untuk off-the-car balancing a) Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. pertama periksalah kondisi ban : a) Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. b) Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. d). gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. Lembar Kerja . 3. d) Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). g. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. apabila keseimbangan statis tidak baik.Bila membalans roda. Melepaskan roda dari kendaraan b). yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada peiek. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. c) Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. 2. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. b) Pada kendaraan dengan wheel cap.

Alat dan Bahan a). Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas! BAB III . Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object. Gunakanlah jack stand untuk menyangga kendaraan. Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. efektif dan efisien. 3. Tugas a). c). Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 3! b). e). Dongkrak e). Buku manual penggunaan alat pembalans roda 2. Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. Langkah Kerja a). e). d). Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas. b). Kunci ban d). baca lembar kerja dengan teliti. b). Alat pembalans ban/roda dan bobot pembalans c). 4. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Lakukan balans ban/ roda sesuai prosedur yang benar! d). f). Mobil lengkap dengan roda ban dalam dan peleknya b). Keselamatan Kerja a).1. c). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.

Keausan ban tidak wajar. Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan. tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. dan kerusakan pada lengan-lengan kemudi. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil. PERTANYAAN 1. 3. Jelaskan gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans? 2. KUNCI JAWABAN Gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans : 1. Lakukan balans roda secara off-the-car balancer pada sebuah mobil! B. Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans. seperti : bearing roda. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. Getaran . Pegas rusak / patah b). Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Jelaskan pengertian roda/ban yang tidak balans dinamik dan akibat yang ditimbulkannya? 3. kerusakan pada ball joint. Kerusakan pada ball joint e). 2. menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. antara lain : pegas rusak/patah. Keausan Spot Apabila ban/ roda tidak balans. a). Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). peredam getaran rusak. Bantalan roda rusak d). Gambar 32. dalam kecepatan tertentu. teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. ball joint. bantalan-bantalan roda rusak. Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan. maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan.EVALUASI A.

Goncangan shimmy akibat roda tidak balans c) Pengertian tidak balans dinamik 1) Roda tidak sama berat disekeliling penampang lingkaran ban/roda 2) Titik-titik yang lebih berat terletak tidak ditengah-tengah penampang ban/roda Akibat yang ditimbulkan pada kendaraan : . Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Bodi bergoncang akibat roda tida balans b). penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. maka goncangan biasanya akan hilang. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Gambar 34. a).Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Jika masalah tersebut diperbaiki. dan steering shimmy. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. dan rigiditas ban yang tidak seragam. goncangan akan semakin terasa. run-out yang berlebihan. Gambar 33. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. µsteering flutter. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Di atas kecepatan ini.

d. disarankan membaca buku manual tentang alat pembalans roda dan juga buku-buku referensi tentang balans roda serta mengikuti latihan dengan disiplin dan tekun. . Sebaliknya.d. 79 80 s. 89 90 s. KRITERIA KELULUSAN Skor Aspek (1-10) Kognitif (soal no 1 dan 2) Ketelitian pemeriksaan gangguan tidak balans Ketepatan prosedur membalans ban/ roda Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 3 2 3 1 1 Syarat lulus. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. roda akan bergetar kearah samping 3) Pada roda kemudi akan terasa shimmy C.d. Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya.1) Saat roda berputar. maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. 2) Akibat pada roda. BAB IV PENUTUP Modul ini hanyalah salah satu pengantar agar peserta diklat memiliki kemampuan membalans roda. Agar peserta diklat menguasai ketrampilan ini dengan baik. 100 : : : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan di atas minimal tanpa bimbingan. titik-titik yang lebih berat akan tertarik ke garis tengah roda. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Bobot Nilai Keterangan Kriteria Kelulusan : 70 s.

Toyota ± Astra Motor. . Anonim. Anglin. Anonim. Jakarta : PT. Tobold & Larry Johnson. South Holland : The Good Heart ± Wilcox Company Inc. Materi Pelajaran Chassis Group Step 2. (1993). Singapore : McGraw-Hill William K.Jika peserta diklat telah lulus menempuh modul ini. Wheel alignment and tires Step 2. Publisher. (1995). DAFTAR PUSTAKA Anonim. William Harry and Donald L. (1977). maka peserta diklat berhak memperoleh serfikat kompetensi membalans roda / ban. (1995). Automotive mechanics. New Step 1 Training Manual. Toyota Service Training Crouse. Jakarta : PT. Automotive Encyyclopedia. Jakarta : PT. (1995). Toyota ± Astra Motor.

10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar dalam berkomunikasi terkait dengan setiap pekerjaan di tempat kerja. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 Memelihara.Posted in ilmu. OPKR. C. maka materi akan terkait langsung dengan tempat kerja di bidang perotomotifan. Petunjuk Penggunaan Modul . otomotif Leave a Comment Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. B. dan kegiatan belajar 2 Mempertahankan prestasi tempat kerja. Apabila siswa menguasai kompetensi ini. memahami dan menyampaikan informasi tempat kerja/bengkel. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami berbagai macam komunikasi. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan penunjang dalam menyelesaikan kompetensi-kompetensi yang lain bagi para siswa SMK. 10-018 B membahas tentang pemahaman berkomunikasi di tempat kerja serta bagaimana cara berkomunikasi yang baik untuk mempertahankan prestasi tempat kerja.10-016 B tentang K3. peralatan komunikasi dan trampil berkomunikasi dengan benar dan baik. Karena modul ini diperuntukkan bagi siswa SMK Otomotif. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. sehingga siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. Deskripsi Modul Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja dengan kode OPKR. akan mudah mempelajari kompetensikompetensi berikutnya. sesuai dengan peta kedudukan modul.

siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. f. siapkan alat dan bahan yang 4) 5) diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini.1. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: . dan bertanya 6) kepada guru apabila ada yang kurang jelas 7) e. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. b. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut c. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan)untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar d. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik Sebelum melaksanakan praktik. 2. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. g. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Setelah selesai praktik. Siswa dinyatakan menguasai materi. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar Bila ada materi yang kurang jelas. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar.

b. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Prosedur penyimpanan data. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.a. Memelihara. *Prosedur *Proses * Efektif dalam *Melaksanakan komunikasi. c. komunikasi berkomunikasi. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. informasi. E. Membantu siswa dalam memahami konsep. pengoperasian *Menerapkan *Proses dan penyimpanan . pengoperasian dan yang efektif. f. Memahami. praktik baru. KOMPETENSI SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. *Informasi diakses dari memahami sumber yang terpercaya untuk dan memastikan menyampai ketramoilan komunikasi yang efektif kan informasi ketika mengirim MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN *Berbagai *Cermat dan *Macam-macam *Berkomunikasi macam teliti dalam jenis komunikasi yang efektif dalam komunikasi menerima dan dan alat menerima dan dan peralatan menindak lanjuti komunikasi. menindak lanjuti komunikasi. Dapat mempertahankan prestasi tempat kerja. g. h. D. memelihara dan mengkomunikasikan informasi tempat kerja secara efektif dan baik 2. informasi. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Mencatat hasil kemajuan siswa Melaksanakan penilaian internal i. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. d. e.

dan menindak 2. F. dengan senang hati. data. Sebelum siswa mempelajari modul ini. Penggunaan *Permintaan dan dari rekan pemeliharaan kerja data tempat dipenuhi kerja. guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Memper*Cermat dan lanjuti tahan teliti dalam informasi. maupun menerima informasi. menerima. tempat kerja. Bila siswa sudah merasa bisa. Cek Kemampuan tempat kerja. pengertian di tempat kerja. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan. siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. *Data disimpan sesuai prosedur tempat kerja dan K3. *Tujuan tempat kerja diidentifikasi dan dipenuhi. BAB II PEMELAJARAN A. guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Rencana Belajar Siswa . Tetapi bila belum bisa. supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini.meng*Bantuan kan prestasi dibuat untuk elola dan menyamakan *SOP menyimpan data.menerima K3 dan SOP.

Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru Kegiatan Belajar 1. Memelihara dan Menyampaikan Informasi Tempat Kerja. . Siswa dapat melakukan pemeliharaan b. Uraian Materi 1. Mempertahankan prestasi tempat kerja. Komunikator dapat menyampaikan informasi atau pesan secara lisan. macam-macam peralatan komunikasi tempat kerja. Siswa dapat menjelaskan berbagai jenis komunikasi. B. Memahami. sehingga tujuan berkomunikasi tercapai. Memahami. 2. Tujuan Kegiatan Belajar 1. Jenis Kegiatan 1.Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. memelihara dan menyampaikan informasi tempat kerja 2. tertulis maupun dengan isyarat. Menurut kamus Bahasa Indonesia komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih secara benar. terlebih manusia yang melakukan aktifitas ataupun pekerjaan tertentu. Pengertian Komunikasi Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. a. serta cara berkomunikasi yang tepat. Orang yang menyampaikan informasi disebut komunikator sedang penerima informasi disebut komunikan.

kartu. d. Komunikasi dalam bentuk pembicaraan. lampu tanda lalu lintas dan sebagainya. gambar teknik dan sebagainya. tulisan dinding/poster dan sebagainya. c. diperlukan pembicara yang baik. b. . antara lain: a. Komunikasi harus menarik 2. Komunikasi tertulis Komunikasi tertulis adalah penyampaian informasi dengan tujuan etrtentu dengan cara ditulis. larangan atau perintah terkait dengan keselamatan kerj. Macam-macam Jenis Komunikasi Komunikasi ada beberapa macam atau jenis. Komunikasi dengan gambar Komunikasi atau informasi kadangkala lebih tepat dengan menggunakan gambar. baik ditujukan pada seseorang maupun kepada kelompok orang. yaitu dalam bentuk pembicaraan. Komunikator dapat berperan baik Tujuan komunikasi harus jelas Isi komunikasi dikemas secara jelas dan mudah dipahami d. b. Komunikasi dengan isyarat Komunikasi dengan isyarat kadangkala lebih efektif. Misalkan tanda-tanda penyimpanan bahan berbahaya.Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan suatu komunikasi. Komunikasi tertulis biasanya berupa surat. Misalnya isyarat tangan untuk mengatur lalu lintas. Masing-masing jenis komunikasi mempunyai kekurangan dan kelebihan. Alat komunikasi yang tepat dan baik e. c. Komunikasi secara lisan Komunikasi lisan adalah komunikasi yang bersifat langsung. manakala pada suatau tempat atau tempat kerja dengan mobilitas tinggi. Macam-macam komunikasi yang dimaksud antara lain: a.

maka media visual adalah pilihan yang paling tepat. . lampu isyarat dan sebagainya. poster. alat komunikasi ada beberapa macam. pekerja/mekanik. Media Penglihatan (visual) Media visual adalah alat bantu komunikasi yang paling banyak digunakan baik untuk kepentingan manajemen. antara lain: a. Memilih dan Menggunakan Alat Komunikasi Penggunaan alat atau media komunikasi di tempat kerja khususnya tempat kerja yang terkait dengan perotomotifan. Alat komunikasi pendengaran (Audio) Audio artinya dapat didengar. Hand phone dan sebagainya. Alat komunikasi audio adalah suatu alat bantu berkomunikasi yang dapat menyiarkan suara sehingga komunikator dapat berbicara dengan komunikan dari jarak jauh. Alat komunikasi penglihatan (Visual) Visual berarti dapat dilihat. Macam-Macam Peralatan/Media Komunikasi Pemilihan dan penggunaan peralatan komunikasi adalah hal yang tidak dapat dihindarkan. bahkan menjadi sebuah kebutuhan pada jaman moderen ini. Jadi alat komunikasi audio visual adalah alat bantu komunikasi dimana komunikator dapat berkomunikasi dengan komunikan dari jarak jauh dengan masing-masing dapat berbicara. hand phone. Contohnya: Televisi. Jadi alat komunikasi visual adalah alat bantu komunikasi yang dapat dilihat. Untuk memberikan informasi kondisi disekitar tempat kerja dan apa yang harus dilakukan oleh setiap orang yang terkait dengan kondisi serta aktifitas tempat kerja tersebut. radio. 4. tape dan sebagainya. Alat komunikasi pendengaran dan penglihatan (audio visual) Audio visual artinya dapat didengar dan dilihat. Alat komunikasi visual antara lain: surat.mendengar dan melihat secara langsung. c.gambar teknik. Mikrophone. b. a.3. Seseorang akan mudah berkomunikasi dengan orang lain yang bertempat tinggal jauh dari komunikator dengan peralatan tertentu. kartu. pelanggan/customer atau setiap orang yang melakukan aktifitas pada tempat kerja tersebut. juga tidak terlepas dari tujuan dari komunikasi itu sendiri. Berdasarkan cara menggunakan. dibaca sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. Misalnya: Telphon.

bulan dan tahun Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. Contoh salah satu jenis surat (Surat Perjanjian Kerja) y Buku Petunjuk Pemilik Buku petunjuk pemilik biasanya diberikan kepada pembeli produk tertentu oleh manajemen perusahaan. surat penerimaan dan pengiriman barang. kode penomoran. Buku ini biasanya berisi petunjuk pengoperasian. Cara penyimpanan surat yang baik: Surat diberi nomor urut Surat diberi kode tanggal. Macam-macam surat yang dibuat atau digunakan pada tempat kerja. bila mana setiap surat yang masuk maupun keluar dicatat serta disimpan secara benar. dan biasa dikelola oleh bagian administrasi atau Tata usaha. Surat pengenalan produk. Buku ini dimaksudkan agar pembeli produk cepat dapat menguasai/mengoperasikan produk yang dibelinya. ketentuan perawatan.y Surat Surat adalah media komunikasi visual yang selalu digunakan pada suatu tempat kerja. surat pembayaran. surat pengaduan. khususnya pada perusahaan atau perbengkelan otomotif antara lain: Surat perjanjian jual beli. Contoh Buku Petunjuk Pemilik . kode tanggal. garansi dan informasi tentang peralatan pada produk tersebut. surat tagihan. faktur dan rekening. surat-surat perijinan dan sebagainya. sehingga sewaktu-waktu diperlukan mudah dicari. surat pesanan/order. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci Tidak memakan tempat - Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. Administrasi yang baik.

3.y Kartu Perawatan/Servis Kartu perawatan atau kartu servis digunakan untuk mengkomunikasikan ketentuan dan waktu servis untuk kendaraan tertentu supaya komunikan/customer mengetahui kapan kendaraan miliknya harus diservis. 10. sekaligus menjaga keutuhan peralatan sehingga peralatan tidak mudah hilang. 8. NO. 13. 9. 2. Contoh Kartu Servis y Kartu Peminjaman Alat Kartu peminjaman alat berguna untuk ketertiban penggunaan alat. 7. 11. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1. dan apa saja yang perlu diservis. . 6. 14. 5. 4. 12.

3. sehingga dapat digunakan untuk perhitungan beaya servis ataupun biaya pengadaannya kembali. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1. 8.ketertiban. Poster atau spanduk yang berisi tulisan atau gambar. 2. NO.15.) Contoh Kartu Peminjaman Alat y Kartu Bon Bahan/Komponen/Spart Part Kartu Bon bahan/komponen/part berfungsi untuk mengontrol penggunaan bahan/komponen/part. larangan dan penjelasan bagian-bagian lokasi bengkel tempat kerja.) Contoh Kartu Bon Bahan/Komponen/Part y Poster/Spanduk Poster atau sepanduk biasa digunakan pada tempat kerja untuk menjaga keselamatan. . 5. Jogyakarta««««2005 Pengebon (««««««««««. 6. Jogyakarta««««2005 Peminjam (««««««««««. 7. 4. kelancaran. kebersihan dan kenyamanan tempat kerja dalam bentuk ajakan.

ENGINE DEPT.ELECTRICAL DEPT. larangan parkir.Adapun macam isi tulisan antara lain: Nama lokasi sesuai jenis aktifitasnya. DEPT. peringatan tentang kebersihan. kecepatan kendaraan yang diijinkan. larangan tidak merokok atau gambar jenis material yang berbahaya seperti tegangan listrik dan sebagainya.CHASIS DEPT.tulisan atau gambar kode penyimpanan material berbahaya.BODY Contoh Spanduk Informasi Lokasi P 10 km Contoh Tempat Parkir Dan Informasi Kecepatan Kendaraan .

KEBERSIHAN TERMASUK SEBAGIAN DARI IMAN Contoh Himbauan Menjaga Kebersihan AWAS ! ! TEMPAT MENYIMPAN BAHAN MUDAH TERBAKAR Contoh Informasi Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar AWAS .

Hal tersebut dimaksudkan agar aktifitas lancar dan mengurangi bahaya kecelakaan.TEGANGAN TINGGI Contoh Peringatan bahaya tegangan tinggi y Lampu Isyarat Lampu isyarat biasa digunakan pada tempat kerja/bengkel yang mobilitas kendaraan yang lewat cukup tinggi. Media Pendengaran (Audio) . Contoh Lampu Isyarat b.

Contoh Speaker y Bel Tanda/Alarm Bel tanda banyak digunakan pada tempat kerja untuk menginformasikan waktu masuk kerja. . Alat komunikasi audio yang paling banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel otomotif antara lain: y Telphone atau Handphone Telephone atau handphone adalah alat komunikasi jarak jauh di mana komunikator dapat berbicara langsung dengan komunikan. istirahat atau berakhirnya jam kerja. Contoh Bel Tanda c. Alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan. atau pemanggilan pekerja/mekanik dan orang-orang yang dibutuhkan saat itu disuatu tempat kerja/bengkel. peringatan jam masuk.istirahat maupun akhir jam kerja dan sebagainya. memanggil antrian kustomer bila sudah sampai pada urutannya. sehingga beaya dan waktu dapat dihemat dengan menggunakan peralatan ini.Media pendengaran/audio kadangkala menjadi pilihan yang paling tepat pada suatu tempat kerja. Media ini dapat berupa Televisi atau handphone. mekanik atau pekerja yang lain. Mikrophone atau Los Speaker. Media Audio Visual Media audio visual juga banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel.memanggil atau menginformasikan sesuatu kepada customer. Con toh Telp hone /Ha ndp hone y Speaker Speaker dapat berupa Radio. misalkan untuk menghubungi seseorang yang lokasinya jauh dari tempat kerja.

e. 2.y Televisi Pada tempat kerja atau bengkel. Selain itu Televisi juga menjadi sarana hiburan bagi kustomer yang menunggu. Contoh Televisi y Handphone Handphone selain untuk berkomunikasi ada juga yang dapat menampilkan komunikator kepada komunikan. dimana komunikator dan komunikan dapat berbicara secara langsung dan saling melihat. a. Komunikator dapat berperan dengan baik b. 3. agar tidak mengalami kejenuhan. Tujuan komunikasi jelas Isi komunikasi jelas Alat komunikasi tepat Komunikasi menarik Jenis-jenis komunikasi: Komunikasi secara lisan . sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. informasi berupa tulisan pada monitor disertai suara panggilan dan sebagainya. Contoh Handphone c. d. Hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi: a. Rangkuman 1. c. alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan atau memanggil kustomer yang melakukan antrian menunggu dan sudah sampai pada gilirannya. Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar.

b. b. Buku pemilik Kartu perawatan/servis Kartu peminjaman alat e. Kartu bon barang/komponen/part f. c. g. Alat komunikasi Audio visual: a. Media Audio visual Alat komunikasi visual antara lain: a. d. Poster/spanduk Lampu isyarat Alat komunikasi Audio: Telphone/hand phone b. Speaker Bel tanda atau sirine d. c. a. c. 6. Macam-macam surat b. d. Radio/Tape 7. 4. Komunikasi dengan tulisan Komunikasi dengan gambar Komunikasi dengan isyarat Macam-macam jenis alat/media komunikasi: a) b) Media penglihatan (visual) Media pendengaran (Audio) c) 5. Televisi Handphone .

Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. Sebutkan 4 contoh alat komunikasi Audio. Apa yang dimaksud dengan komunikasi? Sebutkan 5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi! Sebutkan 4 jenis komunikasi dan berikan contoh masing-masing sebuah! 4. bulan dan tahun. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci e. Surat diberi nomor urut b. Tugas 1. 2. d. 3. catatlah jenis yang ada beserta kondisinya dalam buku laporan. Sebutkan 8 isi pokok buku petunjuk pemilik! . Tes Formatif 1. h. kode tanggal. c. f. dan 2 contoh audio visual! 6. d.8. e. Sebutkan 8 cara penyimpanan arsip/surat yang baik! 7. kode penomoran. Belajarlah membuat media komunikasi untuk menginformasikan tempat kerja/bengkel sekolah dalam rangka kelancaran pekerjaan di tempat kerja/bengkel. Cara penyimpanan surat yang baik: a. 2. Sebutkan 11 contoh alat komunikasi visual! 5. Infentarisasikan alat/media komunikasi yang ada pada bengkel sekolah. g. Surat diberi kode tanggal. Tidak memakan tempat Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat.

5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi: a.8. Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar. Komunikator dapat berperan dengan baik. . sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. Kunci Jawaban 1. 2. 9. Sebutkan 8 isi pokok kartu servis kendaraan yang paling sederhana! Sebutkan 8 isi pokok nota/kwitansi pembayaran servis kendaraan! 10. Sebutkan 8 isi pokok kartu bon komponen/part! f.

g. kartu pemilik kartu servis kartu peminjaman alat d. Alat komunikasi tepat. lampu isyarat 5. f. c. Penyimpanan surat: . kartu bon part e. 4. c. Tujuan komunikasi jelas. k. b. speaker dan Televisi serta berlayar monitor. radio. tape. 6. Isi komunikasi jelas. a. surat jual beli j. b. komunikasi dengan gambar komunikasi dengan isyarat 11 contoh alat komunikasi visual: a. handphone. spanduk Poster Rambu peringatan surat perjanjian kerja i.b. faktur h. d. Telphone. e. d. c. Komunikasi menarik 4 jenis komunikasi: Komunikasi lisan komunikasi tertulis 3.

identitas pemilik. Surat dikelompokkan sesuai jenisnya dan diberi kode. penggantian part dan biaya. tanggal pembelian. Jenis/merek. Surat diberi kode nomor atau huruf. identitas kendaraan. Nomor. Identitas tempat kerja. kode tanggal. pengenalan bagian-bagian produk. no urut nota. jaraktempuh. Siswa memahami cara mempertahankan prestasi tempat kerja. 2. jumlah beaya total dan tanda tangan mekanik. tanda tangan mekanik dan tanda tangan pemilik.bulan dan Tahun. Tujuan Kegiatan Belajar 1. nama komponen/part. e. harga dan tanda tangan bagian part. jumlah. tanggal servis. kode penomoran. Merek produk. bulan dan Tahun. g.a.data servis/penggantian part. Tanggalservis. perawatan berkala. . identitas kendaraan. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja a. Mudah dicari bila diperlukan. 8. cara penyimpanan dan masa pemakaian awal. 9. Tanggal. Siswa dapat mengelola dan menerapkan berbagai informasi untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci. f. c. Tidak memakan tempat. Petunjuk pengoperasian. identitas pemilik. h. b. Surat diberi kode Tanggal. Mudah dipindah bila ada pengembangan. spesifikasi. 7. Identitas tempat kerja/bengkel. petunjuk pemeriksaan sebelum jalan. Kegiatan Belajar 2. nomor nota. spesifikasi. 10. Penyimpan dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. jenis servis dan biaya. d.

a.b. seluruh personil/pekerja harus dapat menggunakan berbagai jenis media informasi secara baik dan tepat sesuai dengan jenis atau lingkup kerja masing-masing. Personil/pekerja dibagian ini harus dipilih orang-orang yang terampil dibidang administrasi. penerapan komunikasi yang benar. Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. maka perlu dihindari hal-hal yang dapat menimbulkan kesalah pahaman yang dapat berakibat putusnya sebuah hubungan kerja. singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y y . Dengan Pengelolaan Surat Surat menyurat adalah bagian yang tak terpisahkan dari suatu tempat kerja. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertele-tele. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja Untuk dapat mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. Prestasi tempat kerja dapat diwujudkan dan dipertahankan dengan pengelolaan. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. seluruh personil yang terlibat di dalam tempat kerja tersebut harus mampu menerapkan berbagai peralatan komunikasi yang ada dengan tepat. 2. tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur y Karena surat merupakan alat komunikasi yang penting. Syarat Pegawai Bagian Persuratan Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. Untuk dapat menerapkan komunikasi yang benar. Uraian Materi 1.

b. baik kepada kustomer atau dari bagian yang satu kepada bagian-bagian yang lain pada tempat kerja. kartu adalah media yang paling tepat untuk saling memberikan informasi. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. peminjaman alat dan lainnya. sewaktu-waktu akan y Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang Dilakukan secara jelas y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan . Dengan Penggunaan Macam-Macam Kartu Untuk pelayanan/servis. dan ketepatan jenis pekerjaan yang dilakukan yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada semua pihak yang terlibat pada suatu pekerjaan. Penggunaan kartu secara tepat sesuai prosedur dan jenis aktifitasnya akan mengefektifkan kinerja perusahaan. Oleh sebab itu manajemen suatu tempat kerja harus benar-benar memahami dan memperhatikan hal berikut: y y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. penggunaan komponen/part.y Bahasa tegas dan berwibawa Melalui proses penanganan surat menyurat yang tepat dan baik akan dapat membantu mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya.

dan keselamatan tempat kerja informasi berupa tulisan. tanda peringatan dan lampu isyarat adalah media yang paling efektif yang perlu diterapkan ditempat kerja. Persyaratan Penempatan Tulisan. y y d. karikatur kadangkala lebih efektif. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan . Handphone atau Aiphone Pembicaraan langsung jarak jauh menggunakan peralatan Telephone. Spanduk. spanduk. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang y y y perlu diinformasikan Informasi harus singkat. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. Informasi Umum Tempat Kerja Untuk menjaga ketertiban. sehingga akan membantu keberhasilan pembicaraan yang pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap kinerja perusahaan atau tempat kerja secara keseluruhan. Cara penggunaan yang benar dan tepat akan mempengaruhi lawan bicara sehingga dapat membuat relasi lebih tertarik pada instansi atau tempat kerja yang bersangkutan. Poster.y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihakpihak yang seharusnya menerima y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. Penggunaan Telephone. c. kenyamanan. Cara Penggunaan Telephone. poster. padatas dan jelas Ilustrasi gambar. Handphone atau Aiphone.

Penerima . ««««««««««««««« 3. ««««««««««««««« 4. Alamat : «««««««««««««. ««««««««««««««« 5... PESAN: 1.. KARTU PENERIMAAN TELPON Untuk : «««««««««««««.menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak y y penelpon dapat ikut mengecek. ««««««««««««««« «««««««. 2005 JAM: «««««««.. Dari : «««««««««««««. ««««««««««««««« 2.TLP : «««««««««««««.. y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup. No.

Penggunaan Televisi Penyampaian informasi atau panggilan dengan media Televisi lebih menarik respon komunikan. terlebih bila wilayah tempat kerja tersebut cukup luas. penggunaan speaker adalah langkah yang paling tepat. Alat ini akan membantu komunikator menyampaikan pesan atau panggilan lebih cepat dan tanpa harus mendatangi komunikan. selain itu Televisi juga dapat menjadi sarana hiburan ketika sorang kustomer harus menunggu di wilayah tempat kerja.) Contoh Kartu Pencatatan Telephone e. y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. Penggunaan Speaker Untuk memberikan informasi atau memanggil orang di wilayah tempat kerja. f. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja sebaiknya: y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung y .(««««««««. sehingga akan menghemat tenaga maupun waktu. Penggunaan Speaker Yang Baik y Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y y y Informasi seyogyanya singkat dan jelas Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan.

Manajemen Suatu Tempat Kerja Harus Benar-Benar Memahami Memperhatikan hal berikut: y Dan y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. Rangkuman 1. sewaktu-waktu akan .singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y Bahasa tegas dan berwibawa. Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. Syarat Pegawai Bagian Persuratan y Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya. 3. tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur. 2. y y 4. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertel-tele. 5.y Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. c. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat.

9. y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan. Cara Penggunaan Telephone. y Penggunaan Speaker Yang Baik Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y Informasi seyogyanya singkat dan jelas y Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali y Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. Poster.Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas. 8. Persyaratan Penempatan Tulisan. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas y Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang y Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. y Informasi harus singkat. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca y Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan. y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang. y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas. y y 7. y . y 6.karikatur kadangkala lebih efektif. padat dan jelas y Ilustrasi gambar. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja Sebaiknya: y y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. Spanduk.

Atau dengan speaker untuk memanggil/menginformasikan sesuatu. f. 7. e. poster. Lengkapi bengkel sekolah dengan macam-macam tulisan atau poster peringatan dalam rangka kelancaran. ketertiban.lakukan infentarisasi peralatan dan part yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. 4. tulisan peringatan atau tanda isyarat dalam rangka mempertahankan prestasi kerja di tempat kerja. 4. kebersihan dan keselamatan. masing-masing 5 buah. 3. Lengkapilah bengkel sekolah dengan tanda-tanda isyarat yang diperlukan seperti bel tanda masuk. Sebutkan 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker di tempat kerja. Buatlaah kartu infentarisasi peralatan dan part. Kunci Jawaban . Sebutkan 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan sepanduk. Sebutkan 8 cara penggunaan telephone yang baik. Tugas 1. suku cadang atau sales kendaraan untuk mendapatkan contoh macam-macam surat dan macam-macam kartu. 2. 3. Tes Formatif 1. Apa yang dimaksud dengan prestasi tempat kerja? Sebutkan 6 syarat pekerja pada bagian persuratan! Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat! Sebutkan 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat! 5.d. sehingga akan meningkatkan atau mempertahankan prestasi tempat kerja. istirahat atau selesai praktek. 9. 8. Berkunjunglah ke bengkel-bengkel servis. 2. Sebutka 6 hal yang harus dimengerti oleh seorang mekanik sewaktu mengisi kartu servis! 6. Sebutkan 4 cara pemasangan televisi yang tepat pada tempat kerja.

bahasa tegas dan berwibawa. e. Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain b. yang dapat memuaskan semua pihak d. memahami struktur organisasi tempat kerja. Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas c. disiplin dan jujur. singkat dan jelas. Situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. d. Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. teliti. terkait langsung dengan masalah si penerima. 5. c. 4. 2. Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan 6 hal yang harus dimengerti seorang mekanik pada saat mengisi kartu servis: a. tujuan jelas. dan tekun. Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima g. dapat menulis cepat. tepat dan rapi. Gaya penulisan menarik. daya ingat kuat. Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya b. 3. tidak bertele-tele. Sesuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/ prt atau alat yang digunakan Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang f. agar segera dapat tersedia . Harus cerdas dan cekatan.1. berpandangan luas. menguasai berbagai jenis media pengarsipan. 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat: a. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. gaya bahasa mudah dipahami. e.

Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali. b.6. b. e. d. Menutup telepon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker: Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan. Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek h. Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. jangan lebih dari tiga kali Telepon diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas d. a. Informasi seyogyanya singkat dan jelas. 8 cara penggunaan telepon yang baik: a. 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasnagn spanduk: a. Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan d. f. Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai denga jenis aktifitasnya c. Informasi harus singkat. Di ruang tunggu wilayah tempat kerja. Angkatlah telepon saat berdering. padat dan jelas Ilustrasi gambar. e. c. Bila informasi panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan. 9. c. Hindarkan sapaan atau jawaban ³hallo´ e. . 4 cara pemasangan televisi yang tepat di tempat kerja: a. karikatur kadangkala lebih efektif 7. Catat setiap pesan secara teliti Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang g. b. 8.

Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja Tujuan . c. d.b. Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri. Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan.

gergaji dan gunting plat 3. Tangga Obeng. Plat baja 0. 4. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya 2. Paku beton. Keselamatan Kerja 1. komunikasikan dengan guru apa bila ragu-ragu 3. 2. Bahan 1. fungsi dan kondisinya. mistar baja. Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam media informasi di tempat kerja 2. Siswa dapat membuat media informasi visual untuk diterapkan di tempat kerja/bengkel sekolah. Siapkan peralatan dan bahan Infentarisasikan peralatan komunikasi ataupun media informasi yang ada pada bengkel sekolah. 2. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. 5.3 mm atau bahan pengganti yang sesuai 2. dengan mencatat nama.1. Buatlah beberapa media visual yang bermanfaat bagi bengkel sekolah . Alat 1. 3. Langkah Kerja 1. Tes pen Peralatan pengecatan. Sewaktu menggunakan peralatan tenaga. Alat-alat tulis dan gambar Gergaji besi.

Alat . Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Siswa dapat merawat/memelihara media informasi sesuai SOP. Buatlah alat informasi tanda/isyarat yang sekiranya diperlukan di bengkel sekolah (konsultasikan pada guru) 5. Keselamatan Kerja 1. 4.(konsultasikan dengan guru). LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Mempertahankan Prestasi di Tempat Kerja Tujuan 1. Siswa dapat menempatkan alat komunikasi pada tempat kerja secara tepat Siswa dapat menggunakan alat komunikasi yang ada pada bengkel sekolah dengan benar 3. 6. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya Bertanyalah kepada guru apa bila ragu-ragu/kurang jelas sewaktu akan menggunakan peralatan 3. 2. Kembalikan peralatan dan bersihkan tempat kerja bila sudah selesai praktik. 2.

6. BAB III . Obeng. 4. Dengan macam kartu yang ada infentarisasikan peralatan dan bahan yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. Langkah Kerja 1. Tanyakan pada petugas bengkel sekolah tentang penservisan kendaraan atau engine yang ada kemudian isilah data pada kartu servis yang ada dan gantungkan kartu pada kendaraan/engine yang dimaksud. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Tangga 3. 5. atau Aiphone 5. Telephone. Macam-macam media visual untuk tempat kerja/bengkel 2. Operasikan Telphone. 3. Paku dan kawat baja 2.hand phone atau Aiphone yang ada pada bengkel sekolah secara benar. Perangkat bel/alrm atau speaker 4. Pasanglah alat informasi fisual yang ada pada bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya secara benar. tes pen dan soldir 4. Peralatan pengecatan. handphone. Siapkan peralatan dan bahan 2.1. Macam-macam kartu dan surat yang sesuai dengan aktifitas perotomotifan. Paku beton 3. Bahan 1.

Kriteria Penilaian Praktik NO. Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Dapat membuat alat Dapat membuat alat informasi sederhana komunikasi yang ditentukan dengan benar. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. ASPEK YANG DINILAI 2 Inventarisasi media informasi pada tempat kerja INDIKATOR KEBERHASILAN 2. b. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. 3 Dapat mendata alat informasi yang ada pada tempat kerja secara maksimal. 3. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes Formatif) a. 2. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. 1 1. c. untuk tempat kerja * Dapat memasang Menerapkan penggunaan alat 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh).EVALUASI A. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. d.

pencatatan alat dan barang. peralatan informasi di tempat kerja.kartu peminjaman alat dan sebagainya. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP.komunikasi. CATATAN: . * Dapat menggunakan Speaker dengan benar. * Dapat menggunakan Telephone. atau Aiphone dengan benar. pengiriman dan penerimaan barang dll. * Menggunakan kartu servis. JUMLAH: 4. * Dapat mengisi surat perjanjian kerja. Hand phone.

00 (Lulus Istimewa/YA).00 (Lulus Amat Bai k/YA). 6.. 3.00 (Lulus Baik/YA). DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : ««««««««««««««««««««««. NO TES FOR 1 N1 TES FOR 2 N2 TES PRK 1 N3 TES PRK 2 N4 KETERANGAN N= 1. 3. .. Nilai 8. NIS : ««««««««««««««««««««««. Nilai 9. 10. 5. 9.1. 8. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai 7. CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. waktu lebih cepat dan kualitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. 4. 2. 7. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. 2. (2xN1)+(2xN2)+(3xN3)+(3xN4) 10 N = «««««.

(Tahun 2001). wajib mengulangi belajar pada modul ini. .BAB IV PENUTUP Bagi Anda yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. Drs. DAFTAR PUSTAKA Daryanto. Bagi Anda yang sudah berhasil lulus mendapatkan nilai akhir minimal 7. Artinya Anda boleh mengajukan µUji Kompetensi¶ untuk mendapatkan sertifikat bahwa telah menyelesaikan modul ini!. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif.00 (tujuh koma nol nol) dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Jakarta : Bumi Aksara.

(Tahun 2004). RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Buku Petunjuk Pemilik.Noname. (Tahun 2004). Departemen Pendidikan Nasional. Kontribusi Komunikasi Tempat Kerja. otomotif Leave a Comment Overhaul Komponen Sistem Pendingin Apr 21 Posted by 66tech BAB. Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor Noname. II PEMELAJARAN A. (Tahun 2004). Posted in ilmu. Memahami konstruksi dan cara kerja komponen sistem pendingin 2. Buku Garansi dan Servis. Jenis Kegiatan 1. Melakukan overhaul komponen sistem pendingin Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru . Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor PPM ITB. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Fungsi Sistem Pendingin Panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran di dalam motor dirubah menjadi tenaga gerak. Uraian Materi 1. Namun kenyataannya hanya sebagian dari panas tersebut yang dimanfaatkan secara efektif. 2. 6. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator.B. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja thermostat Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja motor penggerak kipas pendingin. 3. 5. b. Untuk itu pada motor dilengkapi dengan sistem pendingin yang berfungsi untuk mencegah panas yang berlebihan. sebab jika tidak maka motor akan terlalu panas dan komponen motor cepat aus. Sisanya terbuang dalam beberapa bentuk seperti diperlihatkan gambar pada halaman berikut. 4. Pada motor bensin kira-kira hanya 23 % energi panas dari hasil pembakaran bahan bakar dalam silinder yang dimanfaatkan secara efektif sebagai tenaga. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. . Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin air. Panas yang diserap motor harus dengan segera dibuang ke udara luar. Peserta diklat dapat menjelaskan fungsi sistem pendingin pada motor. Peserta diklat dapat menjelaskan kebaikan dan kelemahan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara. Tujuan Kegiatan Belajar 1. Konstruksi dan Cara Kerja Sistem Pendingin a.

kerja motor yang kurang baik. dan akibat gesekan 6 %. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. Hal tersebut akan terpenuhi apabila pada motor terdapat sistem pendingin yang dilengkapi dengan komponen yang memungkinkan hal tersebut terjadi. Keseimbangan Panas Pada gambar 17 di atas nampak bahwa dari total energi yang dihasilkan oleh proses pembakaran. Panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Panas yang hilang bersama gas buang kirakira 34 %. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. emisi gas buang yang berlebihan. Macam Sistem Pendingin Sistem pendingin yang biasa digunakan pada motor ada dua macam. a) Sistem Pendingin Udara c) Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan .Gambar 1. khusunya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. hanya 25 % yang dimanfaatkan menjadi kerja efektif. Oleh karena itu pada saat motor hidup temperatur kerja harus segera dicapai. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. 2. yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air. Secara garis besar fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. panas yang terbuang akibat proses pendinginan 32 %. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. akibat pemompaan 3 %.

3) Mantel air dan air dapat meredam getaran. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. maka air akan cenderung mendidih dan menguap. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin tersebut. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. 4) Kemungkinan overheating kecil.). radiator. Aliran uadara ini kecepatannya harus sebanding dengan kecepatan putar mesin agar temperatur ideal mesin dapat tercapai sehingga pendinginan dapat berlangsung dengan sempurna. Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan berarti mesinnya harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor. 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. walaupun dalam kerja yang berat. Untuk mesin-mesin stasioner dan mesin-mesin yang penempatannya sedemikian rupa sehingga sulit untuk mendapatkan aliran udara. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. Penempatan blower yang digerakkan oleh poros engkol memungkinkan aliran udara yang sebanding dengan putaran mesin sehingga proses pendinginan dapat berlangsung sempurna. dsb. Kebanyakan mobil menggunakan sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan (forced circulation). Sirkulasi air tersebut ada dua macam yaitu sirkulasi alam atau thermo syphon dan sirkulasi dengan tekanan. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. sedangkan sepeda motor umumnya menggunakan sistem pendingin udara. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. 2) Waktu pemanasan lebih lama. Untuk menciptakan aliran udara. panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. maka diperlukan blower yang fungsinya untuk menghembuskan udara. Untuk selanjutnya pada modul ini akan dibahas sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan. Oleh karena itu di bagian luar dinding silinder dan ruang bakar dibuat mantel-mantel air (water jacket). Di sisi lain sistem pendingin air mempunyai kerugian yaitu: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil. Secara rinci keunggulan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. 4) Kemungkinan . Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi.ruang bakar tersebut.

kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. kipas pendingin. Disamping itu juga dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin . pompa air. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Dingin Pada saat mesin panas. Sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. Masing-masing komponen sistem pendingin tersebut akan dibahas pada uraian tersendiri. Pada tangki air bagian atas dilengkapi dengan lubang pengisian air dan saluran kecil yang menuju ke tangki cadangan. thermostat. Gambar 2. Gambar 3. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Ada juga sistem pendingin air yang dilengkapi dengan kopling fluida. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. Konstruksi Sistem Pendingin Air Pada saat mesin masih dingin. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Panas c) Komponen Sistem Pendingin Air Berbeda dengan sistem pendingin udara. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). dan selang karet. Adapun konstruksi sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan dapat dilihat pada gambar 18. pompa air. tangki air bagian bawah (lower water tank) dan inti radiator (radiator core). Gambar 4. maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass. thermostat. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin.terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating. Cairan pendingin masuk ke tangki air bagian atas melalui selang atas. kipas. radiator. Bagian-bagian radiator antara lain: tangki air bagian atas (upper water tank). Air mendapat tekanan dari pompa air. 1) Radiator Radiator berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah panas setelah melalui saluran water jacket. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. Inti radiator terdiri atas pipa-pipa (tube) yang dapat dilalui air dari tangki atas ke tangki bawah. pada sistem pendingin air jumlah komponennya lebih banyak. Pada tangki air bagian bawah dilengkapi dengan lubang penguras untuk mengeluarkan air pendingin pada saat mengganti cairan pendingin.

tetapi berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas air pendingin dari radiator ke tangki cadangan dan sebaliknya. yaitu tipe plat (flat fin type) dan tipe lekukan (corrugated fin type) seperti terlihat pada gambar 6. Gambar 7. Tipe lekukan Gambar 6. Tipe SR Inti radiator tipe SR (single row) mempunyai susunan pipa tunggal sehingga bentuk radiator menjadi tipis dan ringan dibanding dengan radiator tipe lain. Dengan demikian jika tutup radiator rusak.(fin) yang fungsinya untuk menyerap panas dari air pendingin. Relief Valve Gambar 9.0 kg/cm2 pada 110-120° C. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. Konstruksi Radiator Ada dua tipe inti radiator yang perbedaannya tergantung bentuk sirip-sirip pendinginnya. Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. maka tidak dapat diganti dengan sembarang tutup. Pada bagian atas tangki radiator dilengkapi dengan lubang pengisian dan tutup radiator. Biasanya radiator terletak di depan kendaraan sehingga radiator dapat didinginkan oleh gerakan kendaraan tersebut. maka dalam radiator terjadi kevacuman. Dalam hal ini tutup radiator tidak hanya berfungsi untuk mencegah agar air pendingin tidak tumpah. maka tekanannya juga bertambah. . Gambar 5. Pada tutup radiator dilengkapi dengan dua buah katup yaitu katup relief dan katup vacum. a. Kemudian diikuti dengancairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benarbenar dingin. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. Air Pendingin Saat Panas Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. Tipe plat b.3±1. Tipe Radiator Beberapa kendaaraan modern menggunakan radiator versi terbaru yaitu tipe ³SR³. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Gambar 8.

Letak thermostat ada dua macam yaitu: thermostat yang letaknya di saluran air masuk (water inlet) dan thermostat yang letaknya di saluran air keluar (water outlet). Dalam hal ini thermostat berfungsi sebagai katup yang tugasnya membuka dan menutup saluran yang menghubungkan antara water jacket dan radiator. Komponen yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator dan sebaliknya adalah thermostat. Vacum Valve Gambar 11. Gambar 13. Apabila temperatur air pendingin telah panas maka air akan mengalir ke raditor untuk didinginkan. Pompa air ditempatkan di bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas atau fan belt. Gambar 12. Air pendingin dipompa oleh pompa air langsung ke blok mesin dan kepala silinder. Pada umumnya pompa air yang digunakan adalah jenis pompa sentrifugal (centrifugal pump). Komponen Pompa Air 3) Thermostat Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa apabila air pendingin masih dalam keadaan dingin.Gambar 10. (1) Thermostat yang letaknya di saluran air keluar Apabila temperatur air masih rendah. Sistem Pendingin Dengan Thermostat di Saluran Air Keluar . maka air hanya bersirkulasi dalam water jacket. Selanjutnya melalui sirkuit by pass kembali ke pompa air. maka thermostat menutup aliran air pendingin ke radiator. Air Pendingin Saat Dingin 2) Pompa air Pompa air (water pump) berfungsi memompa air pendingin dari water jacket ke radiator yaitu dengan cara menekan cairan pendingin.

Air pendingin dipompa ke blok silinder melalui kepala silinder. Gambar 15. Gambar 14. a. selanjutnya melalui thermostat dan kembali ke pompa air. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah.Pada saat temperatur air pendingin telah panas. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. Disamping itu air juga mengalir melalui sirkuit by pass. Cara Kerja Thermostat Pada thermostat juga dilengkapi dengan jiggle valve yang digunakan untuk mengalirkan air pada saat menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem. maka thermostat membuka sehingga cairan pendingin mengalir melalui thermostat ke radiator untuk didinginkan dan selanjutnya air kembali ke pompa air. Dengan katup bypass b. mengakibatkan katup membuka atau menutup. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. thermostat menutup saluran dan by pass valve membuka. (2) Thermostat yang letaknya di saluran air masuk Apabila temperatur air masih rendah. Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. maka thermostat membuka saluran air dan by pass valve menutup. Air yang telah panas mengalir ke radiator untuk didinginkan. Kerja thermostat tergantung oleh suhu. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. Tanpa katup bypass Gambar 16. selanjutnya kembali ke pompa air melalui sirkuit by pass. Macam Thermostat 4) Kipas pendingin . Sistem Pendingin dengan Letak Thermostat pada Saluran Air Masuk Pada saat temperatur air pendingin menjadi tinggi.

(2) Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik Berputarnya kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik terjadi pada saat temperatur air pendingin panas. Untuk mencegah hal tersebut maka biasanya antara pompa air dan kipas pendingin dipasang sebuah kopling fluida. Kecepatan kipas berubah sesuai dengan kecepatan mesin. Pada proses pendinginan. Hal tersebut akan menambah tahanan sehingga kehilangan tenaga dan menimbulkan bunyi pada kipas. Gambar 18. Temperatur air pendingin dikirimkan ke motor listrik melalui sinyal yang terdapat pada kepala silinder. titik kontak pada coolant temperatur switch akan terbuka yang selanjutnya akan menyebabkan relay tidak bekerja dan titik kontaknya saling . titik kontak coolant temperatur switch dan ke massa. sehingga temperatur mesin dapat dicapai lebih cepat. Gambar 19. kipaspun berputar dengan kecepatan tinggi pula. Dengan demikian kipas akan bekerja pada saat yang dibutuhkan. Gambar 17. Kipas Pendingin yang digerakkan Motor Listrik Berputarnya kipas pendingin apabila temperatur mesin melebihi 93° C. Arus listrik yang mengalir pada relay akan menyebabkan titik kontak pada relay terbuka sehingga arus listrik yang ke motor listrik tidak mengalir sehingga kipas tidak berputar. sinyal tersebut merangsang motor relay untuk menggerakkan motor listrik yang kemudian menggerakkan kipas pendingin. Kipas pendingin ditempatkan di bagian belakang radiator. radiator didinginkan oleh udara luar. tetapi pendinginannya belum cukup bila kendaraan tidak bergerak. coolant temperatur switch pada keadaan ini titik kontaknya dalam keadaan tertutup sehingga arus listrik mengalir melalui kunci kontak. Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Dingin Apabila temperatur air pendingin melebihi 93° C. Hal tersebut diatur oleh coolant temperatur switch yang dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator dan relay dari motor listrik. mesin berputar dan temperatur air pendingin di bawah 93° C seperti terlihat pada gambar 35. Disamping itu juga membantu mengurangi suara bising yang ditimbulkan kipas pendingin.Kipas pada sistem pendingin digunakan untuk membantu proses pendinginan yang sudah dilakukan radiator. Apabila kunci kontak pada posisi ON. (1) Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol Kipas pendingin jenis ini digerakkan terus menerus oleh poros engkol melalui tali kipas. Pada saat temperatur meningkat pada suatu tingkat yang ditetapkan. Penggerak kipas pendingin adalah mesin itu sendiri melalui sabuk (belt) atau motor listrik. relay. Kipas Pendingin yang Digerakkan Poros Engkol Putaran kipas belum cukup besar apabila mesin masih berputar lambat. tetapi apabila mesin berputar dengan kecepatan tinggi.

emisi gas buang yang berlebihan. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Gambar 20. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. Untuk menciptakan aliran udara. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. Sistem pendingin yang digunakan pada motor pada umumnya ada dua macam yaitu: a) Sistem Pendingin Udara Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. kerja motor yang kurang baik. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Rangkuman 1.berhubungan. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya . Fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. Pada keadaan ini arus listrik akan mengalir dari baterai ke motor listrik melalui kunci kontak dan titik kontak relay sehingga motor berputar bersama dengan kipas yang selanjutnya mengalirkan udara melalui inti radiator seperti terlihat pada gambar 36. Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Panas c. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. 2.

Tugas 1. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. Pada saat mesin panas. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. Gambarlah sirkuit kelistrikan pada kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik dan jelaskan pula kemungkinan gangguan yang terjadi jika kipas tidak mau berputar pada saat temperatur mesin telah panas (temperatur mesin telah melebihi 93° C). Seorang pengemudi mengeluh bahwa air pendingin yang ada di tangki cadangan tidak mau kembali ke radiator pada saat mesin dingin sehingga setiap saat harus mengisi air pendingin ke radiator. 3) Media pendingin yang berupa air dapat meredam suara mesin. radiator. diantaranya temperatur kerja mesin yang ideal dapat dicapai dengan cepat. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). 2. pompa air. 4) Media pendingin yang panas dapat digunakan sebagai sumber panas untuk memanaskan ruang penumpang. d. kipas pendingin. Pada sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. 6. 5. pompa air. dan tenaga motor lebih besar karena putaran kipas tidak menyerap tenaga dari poros engkol. dan selang karet. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. Radiator berfungsi untuk mendinginkan air yang telah panas dari water jacket. Dalam hal ini yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator adalah thermostat. Disisi lain sistem pendingin air mempunyai beberapa keunggulan antara lain: 1) Temperatur motor di beberapa tempat lebih merata. 3. thermostat. Kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik mempunyai beberapa keuntungan. maka air akan cenderung mendidih dan menguap. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. sedang pompa air untuk menekan air dari water jacket ke radiator. Apabila temperatur mesin masih dingin. kipas. Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. 4. Jelaskan dengan singkat dan jelas alasannya. 2) Proses pemanasan motor lebih cepat. .temperatur air pendingin tersebut. suara mesin lebih halus selama kipas belum berputar. sedang kipas pendingin berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan dengan jalan mensirkulasikan udara yang ada di sekitar radiator agar proses pemindahan panas berlangsung dengan cepat. thermostat.

khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada mesin dan bagaimana akibatnya apabila mesin tanpa pendingin? Jelaskan apa saja keuntungan dan kerugian sistem pendingin air dibanding dengan sistem pendingin udara? 3. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. Jelaskan bagaimana cara kerja sistem pendingin air? 4. 2. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. emisi gas buang yang berlebihan. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. 2. Apabila mesin tanpa pendingin maka panas yang dihasilkan motor dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja thermostat ? f. Tes Formatif 1. a) Keuntungan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara antara lain: Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. kerja motor yang kurang baik. sehingga komponen motor tersebut akan rusak bahkan dapat berubah bentuk. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 5. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. . b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi.e. a) Fungsi sistem pendingin pada mesin adalah sebagai berikut: Untuk mengurangi panas motor.

maka tekanannya juga bertambah. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. Air mendapat tekanan dari pompa air. Relief valve Gambar 22. Kerugiannya: a) Bobot mesin lebih berat (air. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. 4. Air Pendingin Saat Panas . maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Pada saat mesin masih dingin.0 kg/cm2 pada 110-120° C.) b) Waktu pemanasan lebih lama c) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze d) Kemungkinan terjadinya kebocoran air ² > overheating e) Memerlukan kontrol yang lebih rutin 3. Gambar 21. Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air.b) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil c) Mantel air dan air dapat meredam getaran d) Kemungkinan overheating kecil. tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. b) Pada saat mesin panas. radiator.3±1. dsb. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. walaupun dalam kerja yang berat e) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup.

Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. Gambar 23. 2. Gambar 24. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. a) b) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) Kunci sock. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. mengakibatkan katup membuka atau menutup. kunci momen c) Tool box d) Radiator cap tester e) f) Thermometer Panci air g) Kompor pemanas h) Lap/majun. Keselamatan Kerja . Kerja thermostat tergantung oleh suhu. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Gambar 25. Cara Kerja Thermostat g. Air Pendingin saat Dingin Cara kerja thermostat adalah sebagai berikut: Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan.b) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. maka dalam radiator terjadi kevacuman. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. Lembar Kerja 1. Vacum Valve 5.

Overhoul Komponen Sistem Pendingin a. 3. f) Setelah selesai.a) Gunakanlah perlatan servis sesuai dengan fungsinya. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur penganalisaan gangguan. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur overhoul/pembongkaran komponen. a) Tugas Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! Kegiatan Belajar 2. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur pemasangan kembali komponen. d) Bila perlu mintalah buku manual mesin yang dijadikan training object. 4. 3. b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan oleh guru/ instruktur. Tujuan Kegiatan Belajar 1. . efektif dan seefisien mungkin. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. c) Lakukan pemeriksaan pada komponen sistem pendingin! d) Lakukan diskusi tentang cara kerja sistem pendingin! e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktik secara ringkas. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. c) Mintalah ijin kepada instruktur anda bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja. 2.

Uraian Materi 1. mesin harus dalam keadaan dingin. b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator harus sedikit. Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. Pada saat membuka tutup radiator. Pemeriksaan dan Penggantian Pompa Air . Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Disamping itu media pendingin juga tidak boleh mengandung minyak pelumas. (3) Menutup lubang penguras. Pemeriksaan kualitas pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. Apabila jumlah air pendingin kurang. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar.b. Apabila media pendingin terlalu kotor atau banyak mengandung karat (berwarna kuning) harus dilakukan penggantian dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas media pendingin. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. (4) Memasang tutup radiator (5) Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran (6) Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. Pelepasan. Adapun pemeriksaan kualitas dan kapasitas media pendingin dapat dilakukan sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dapat dilihat pada tangki cadangan (reservoir tank). Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. 2.

bearing pompa air harus diganti. Gambar 27. Pelepasan dan pemasangan komponen yang tidak benar akan mengakibatkan kerja pompa tidak optimal. Untuk melepas pompa dari sistem pendingin sebaiknya mengikuti prosedur yang benar. Apabila diperlukan. a) Prosedur pelepasan pompa air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas tali kipas. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. dan- . alternator. (c) Melepas mur pengikat kipas dengan kopling fluida dan puli (d) Melepas mur pengikat kipas dari kopling fluida Gambar 26. kipas. Demikian pula pelepasan komonen-komponen pompa. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Selanjutnya dalam kegiatan belajar ini akan dibahas berturut-turut prosedur pelepasan. Gambar 28. Pemeriksaan Kopling Fluida. pemeriksaan dan pemasangan pompa air. Dalam kenyataannya seringkali seal pompa tidak tersedia di pasaran. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. kemudian lepas tali kipas. Urutan Pembongkaran Pompa Air (3) Melepas pompa air b) Pemeriksaan komponen pompa air: (1) Pemeriksaan pompa air dapat dilakukan dengan cara memutar dudukan puli dan mengamati bahwa bearing pompa air tidak kasar atau berisik. kopling fluida (jika ada) dan puli pompa air dengan prosedur sebagai berikut: (a) Merentangkan tali kipas dan mengendurkan mur pengikat tali kipas (b) Mengendorkan pivot dan baut penyetel. Bagan Pompa Air (2) Pemeriksaan kopling fluida dari kerusakan dan kebocoran minyak silicon.Pompa air perlu diperiksa apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. Pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan.

(2) Memasang seal pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Oleskan seal pada seal baru dan bodi pompa (b) Menggunakan SST dan mesin press. Cara Melepas Plat Gambar 32. gasket dan plat (lihat gambar 3). Komponen Pompa Air Adapun prosedur pelepasan komponen pompa air adalah sebagai berikut: (1) Melepas plat pompa dengan cara melepas baut pengikatnya (lihat gambar 4) (2) Melepas dudukan puli dengan menggunakan SST dan pres. Permukaan bearing harus rata dengan bodi pompa. Konstruksi Kopling Fluida c) Prosedur pelepasan komponen pompa air: Komponen pompa air terdiri atas: bodi pompa. dudukan puli. rotor. pasang seal (3) Memasang dudukan puli menggunakan SST dan mesin .Gambar 29. bearing. Cara Melepas Dudukan Puli (3) Melepas bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menekan poros bearing dan melepas bearing dan rotor dengan menggunakan SST dan mesin press (4) Melepas rakitan seal dengan menggunakan SST dan mesin press d) Prosedur perakitan komponen pompa air: (1) Memasang bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menggunakan SST dan mesin press. satuan seal. tekan poros bearing dan lepas dudukan puli Gambar 31. Nama komponen yang diberi tanda ¸ adalah komponen yang tidak dapat digunakan lagi setelah dilakukan pelepasan komponen. tekan poros bearing dan lepas bearing dan rotor. Gambar 30.

Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. (2) Memeriksa tinggi kenaikan katup. (6) Memeriksa bahwa pompa air berputar lembut. maka termostat perlu diganti. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup c) Prosedur pemasangan thermostat dengan cara sebagai berikut: (1) Memasang gasket baru pada thermostat . Melepas Tutup Thermostat b) Pemeriksaan thermostat. Permukaan rotor harus rata dengan permukaan poros bearing (5) Memasang plat pompa. thermostat perlu diganti. kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya. (4) Memasang rotor menggunakan mesin press pada poros bearing pompa. 3. periksa bahwa rotor tidak menyentuh plat pompa. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Pemeriksaan dan Pemasangan Thermostat Prosedur pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas saluran air keluar (selang karet atas) (3) Melepas tutup rumah thermostat. Gambar 34. Gambar 33. Gambar 35. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. dengan cara sebagai berikut: (1) Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap.press pada poros bearing pompa. a) Pelepasan.

Pemeriksaan dan Pengujian Sistem Pendingin Pemeriksaan dan pengujian dalam sistem pendingin adalah pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin. tidak diperkenankan membuka tutup radiator dalam keadaan mesin masih panas. Posisi jiggle valve dapat digeser. kemudian pasang tutup radiator pada radiator cap tester (alat uji tutup radiator). (3) Memasang saluran air keluar. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: . Untuk mencegah terjadinya bahaya panas. Gambar 37. (2) Memeriksa tutup radiator dengan alat uji tutup radiator. Lakukan pemompaan dan ukurlah tekanan pembukaan katup vakum. Memasang Gasket Baru (2) Meluruskan jiggle valve pada thermostat dengan tanda di sisi kanan dan masukkan ke dalam rumah saluran. Gambar 38.Gambar 36. 10° ke kiri atau ke kanan dari tanda. a) Pemeriksaan tutup radiator dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. karena cairan dan uap bertekanan akan menyembur keluar. Alat tersebut disamping dipakai untuk memeriksa kebocoran pada sistem pendingin juga dapat digunakan untuk menentukan kondisi tutup radiator. Untuk memeriksa kebocoran sistem pendingin diperlukan alat yang disebut ³Radiator Cap Tester³. Pemasangan thermostat 4.

dikhawatirkan pompa akan macet (tidak dapat berputar) sehingga proses pendinginan akan terhenti. .1 psi). b) Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Isilah radiator dengan media pendingin.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan. dan rotor pompa. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin dalam hal ini adalah air pendingin mutlak diperlukan. Bearing pompa yang sudah bersuara berisik mengindikasikan bahwa komponen telah rusak dan perlu segera diganti.0. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin.9 psi) Tekanan pembukaan minimum : 0. Hal tersebut dapat terjadi karena sistem pelumasan akan terganggu akibat kenaikan suhu yang berlebihan. Akibatnya mesin menjadi overheating yang pada gilirannya komponen mesin menjadi rusak. Air pendingin yang tidak pernah diganti akan menimbulkan kerak-kerak pada komponen yang dilalui media pendingin sehingga proses pendinginan tidak optimal. Demikian juga kualitas pendingin sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem pendingin. yaitu temperatur mesin berlebihan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen mesin. Pemeriksaan Kebocoran Pada Sistem Pendingin (2) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1.6 kg/cm2 (8. Pemeriksaan komponen pompa air meliputi pemeriksaan bearing pompa.05 kg/cm2 (10.2 kg/cm2 (17.7 ± 14. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum. seal pompa. dan pompa air. 2. Rangkuman 1.75 ± 1. Apabila kerusakan bearing tidak segera diperbaiki. Gambar 39. Kekurangan media pendingin akan menyebabkan mesin overheating. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar 39. karena apabila kapasitas dan kualitas air pendingin tidak pernah diperhatikan akan mengganggu proses pendinginan. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. c. maka perlu diperiksa blok dan kepala. maka tutup radiator perlu diganti. radiator.

Tes formatif 1. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. padahal media pendingin dalam keadaan penuh. radiator. 3. baru nampak adanya kebocoran. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. Namun demikian penyebab air tidak dapat bersirkulasi bukan semata-mata disebabkan kerusakan thermostat. dan gasket. harus memperhatikan prosedur atau langkah-langkah yang benar. Terjadinya overheating dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karena gangguan pada sistem pendingin. Jelaskan mengapa pompa air perlu diperiksa? . Komponen tersebut antara lain: bearing. Dengan demikian pada waktu melakukan pengamatan ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu saat membukanya katup dan pada suhu berapa thermostat tersebut membuka. Setelah komponen pompa dilepas ada beberapa komponen yang tidak boleh dipasang lagi. Buatlah ringkasan beberapa penyebab mesin overheating dengan observasi di bengkel umum terhadap kasus-kasus mesin overheating yang masuk ke bengkel tersebut. Seorang pemilik mobil mengeluh bahwa mobilnya cepat panas. satuan seal. karena kesalahan pemasangan akan mengakibatkan gangguan proses kerja pompa air. d. Prosedur pemeriksaan thermostat harus dilakukan dengan cermat mengingat cara kerjanya didasarkan atas perubahan suhu. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan dan penggantian media pendingin? 2. dimana rotor pompa aus atau keropos sehingga pompa air tidak dapat menekan medi pendingin tersebut. Penyebab lain dari gejala tersebut adalah kerusakan pada pompa air. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. Jelaskan juga bagaimana cara mengatasi problem tersebut sehingga mesin dapat kembali normal! 2. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. 1. Pemeriksaan thermostat diperlukan manakala air pendingin tidak dapat bersirkulasi. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. pompa.Dalam melakukan pelepasan dan perakitan pompa air. Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin. artinya komponen tersebut harus diganti dengan yang baru. Tugas 4. Bagaimana cara anda menentukan kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin mobil tersebut ? Langkah-langkah apa yang harus anda lakukan mulai dari yang paling sederhana sampai pada kasus yang agak kompleks! e. rotor.

Apabila jumlah air pendingin kurang. Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan tutup radiator? f. mesin harus dalam keadaan dingin. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. 4. Pada saat membuka tutup radiator. (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. (4) (5) Memasang tutup radiator Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran . Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas air pendingin dengan cara sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dengan melihat jumlah air pada tangki cadangan (reservoir tank). (3) Menutup lubang penguras. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 6. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin.3. kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Pemeriksaan kualitas air pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. Adapun prosedur pemeriksaan kualitas air pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat ? Jelaskan mengapa pemeriksaan kebocoran sistem pendingin harus dengan alat khusus yaitu radiator cap tester? 5. Kunci jawaban tes formatif 1.

5. a) Prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin adalah: 4. Pemeriksaan pompa air diperlukan apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar berikut ini. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. Adakalanya pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80°-90° C. 3. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C : 8 mm atau lebih. Gambar 42. Dalam kenyataannya seringkali seal perapat pompa tidak tersedia di pasaran. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. radiator. Gambar 41. Pemeriksaan Kebocoran pada Sistem Pendingin . Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. Gambar 40. maka termostat perlu diganti. thermostat perlu diganti. baru nampak adanya kebocoran. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup.(6) 2. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. Hal tersebut dapat terjadi apabila bantalan pompa telah rusak. pompa. Isilah radiator dengan media pendingin. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin. Pompa air juga perlu diperiksa apabila terdengar suara berisik di sekitar popmpa. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran.

9 psi) Tekanan pembukaan minimum: 0.05 kg/cm2 (10. 6. a) Keselamatan Kerja Gunakanlah perlatan tangan sesuai dengan fungsinya.2 kg/cm2 (17. . 2. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum.b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. radiator. maka perlu diperiksa blok dan kepala silinder.75 ± 1.1 psi). Lembar Kerja 1. c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. dan periksa bahwa tekanan tidak turun.6 kg/cm2 (8. Gambar 43. Prosedur pemeriksaan tutup radiator adalah sebagai berikut: Melakukan pemompaan pada radiator cap tester dan mengukur tekanan pembukaan katup vakum. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: 0. kunci pas/ring atau tang c) Radiator cap tester d) Lap/majun. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. g. dan pompa air. a) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) b) Peralatan tangan. maka tutup radiator perlu diganti.7±14. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.

4. 3. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. Bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat? 6. PERTANYAAN 1. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut? . Bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 5. 3.d) Bila perlu mintalah buku manual motor bensin yang menjadi training object. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. III EVALUASI A. Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor? Jelaskan kebaikan dan kerugian sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara? Jelaskan dengan gambar cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 4. efektif dan seefisien mungkin. Tugas a) Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! BAB. 2. b) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur. e) Setelah selesai. c) Lakukan pelepasan. pemeriksaan dan penggantian sistem pendingi. d) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. Apa penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas.

Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. KUNCI JAWABAN 1. c) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. 2) Waktu pemanasan lebih lama. 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran . Kerugian sistem pendingin air antara lain: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. kerja motor yang kurang baik.0 kg/cm2 pada 110-120° C. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. dsb. emisi gas buang yang berlebihan. maka tekanannya juga bertambah. 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. Bila tekanan air pendingin mencapai 0.). komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. walaupun dalam kerja yang berat. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar . Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor.B. 4) Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating. maka dalam radiator terjadi kevacuman. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. radiator. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin. 3. a) Fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor adalah: Untuk mengurangi panas motor. Kebaikan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. 2. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil.3±1. 4) Kemungkinan overheating kecil.

dan pompa air. b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas adalah: a) Coolant temperatur switch rusak/tidak bekerja b) Relay kipas rusak atau tidak bekerja c) Motor penggerak kipas rusak atau tidak bekerja d) Jaringan kabel penghubung putus atau hubung singkat. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin.mengganti kevacuman dalam radiator. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup. C.2 kg/cm2 (17. 4. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. thermostat perlu diganti. 6. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. maka perlu diperiksa blok dan kepala. a) Prosedur pemeriksaan sistem pendingin adalah sebagai berikut: Isilah radiator dengan air pendingin. maka termostat perlu diganti. Skor Kriteria (1-10) Kognitif (soal no 1 s. dan periksa bahwa tekanan tidak turun.d 4) Ketepatan prosedur KRITERIA KELULUSAN Nilai: Bobot Skor x Bobot 5 1 Syarat lulus nilai minimal Keterangan . radiator.1 psi). kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar di bawah. 5.

89 : : = 0 (nol) = (tidak lulus) 70 s.pemeriksaan Hasil pemeriksaan Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 70 2 1 1 Keterangan: Tidak Ya 70 s.d. 100 (lulus) memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan.d. 100 Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. maka peserta diklat tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya.d. 79 80 s. . BAB. IV PENUTUP 90 s. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. Sebaliknya.d.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. (1995). Larry. dan Anglin. Anonim. Teori Motor Bensin. (t.. Anonim. (1993). New Step 1 Training Manual. Materi Pelajaran Engine Group Step 2. Crouse.th.. Toboldt. (1995). New York: Mc Graw Hill. Donald L (1986). Pedoman Reparasi Mesin 7 K. Automotive Engines. Wardan Suyanto. dan Johnson. South Holland: The Goodheart Willcox. Anonim. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Automotive Encyclopedia. Pedoman Reparasi Mesin 1E. Materi Pelajaran Engine Group Step 1. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Posted in ilmu. Proyek Pengembangan LPTK. 2E. otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya Apr 21 Posted by 66tech BAB I . Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Anonim. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Jakarta: Depdikbud: Dirjen Dikti. William H.). (1986). (1977). William K. (1995).

Petunjuk Penggunaan Modul 1. jenisjenis motor dan komponennya serta dapat mengidentifikasi jenis-jenis motor dan komponenkomponennya. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prinsip kerja motor.10-016 B tentang K3. B. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. C. 10018 tentang kontribusi. b. OPKR. komunikasi di tempat kerja serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. OPKR. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. kegiatan belajar 2 melakukan identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. 20-001-1 B membahas tentang prinsip kerja motor. 20-001-2 B tentang perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. akan mudah mempelajari sub kompetensi berikutnya yaitu OPKR. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan overhaul dan perawatan motor. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prinsip kerja engine dan jenis-jenis engine beserta komponen-komponennya. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini.identifikasi jenis-jenis motor dan komponennya. yang di industri perotomotifan dikenal dengan sebutan Tune-up engine. Bila ada materi yang kurang jelas. . Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja.PENDAHULUAN A.

dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) 4) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. harus meminta ijin guru lebih dahulu. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Siswa dinyatakan menguasai materi. c. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. Sebelum melaksanakan praktik. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. d.c. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. Gunakan alat sesuai prosedur yang pemakaian yang benar Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. Membantu siswa dalam memahami konsep. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. b. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi.ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. 2. g. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. d. f. 5) Setelah selesai praktik. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. praktik baru. .

Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. E. D.Memelihara/ser *Pemeliharaan/ser vis engine dan vis engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami *Data yang tepat MATERI POKOK PEMELAJARAN PENGETAHU KETRAMPIL SIKAP AN AN *Prinsip *Menerapkan *Prinsip kerja *Melaksa kerja engine engine SOP dalam nakan mengidentifik *Jenis-jenis identifikasi *Kompone asi komponen. jenis-jenis engine/motor dan komponennya.menjadi mandiri dan bertanggung LINGKUP BELAJAR . Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.e. jenis-jenis engine/motor dan komponen-komponennya. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. Memahami prinsip kerja.engine dan jenis-jenis nkomponen komponenengine dan komponen engine komponennya komponennya engine *Menerapkan *Persyaratan K3 keamanan *Data spesifikasi peralatan/ pabrik *Melaksanaka komponen dan n kegiatan keselamatan diri yang kompleks dan tidak rutin. 2. f. g. Mencatat hasil kemajuan siswa. Dapat melakukan identifikasi. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. Melaksanakan penilaian internal i. h. SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1.

guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. Bila siswa sudah merasa bisa. . guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. F. Jenis Kegiatan 1. BAB II PEMELAJARAN A. Tetapi bila belum bisa.siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Prinsip kerja engine 2 Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru langkah dan 4 langkah.dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/serv is *Seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan SOP dan K3 jawab untuk pekerjaan yang lainnya. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan. Kemampuan Sebelum siswa mempelajari modul ini.

Motor bakar dibagi menjadi motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) dan motor pembakaran luar (eksternal combustion chamber). Langkah/stroke motor TDC = Top Death Center atau Titik Mati Atas (TMA) BDC = Bottom Death Centre atau Titik Mati Bawah (TMB) Titik mati atas adalah batasan maksimal gerakan piston ke atas. Uraian Materi Prinsip Kerja Engine Motor/engine /mesin adalah suatu alat yang merubah tenaga panas. di atas piston terjadi tekanan sehingga ketika piston belum menutup saluran buang 2. a. 1. gas sisa pembakaran akan mengalir ke saluran . jenis-jenis engine dan komponennya. Jenis-jenis engine dan komponennya.jenis-jenis engine dan komponennya. Sedang motor bensin dan disel termasuk motor pembakaran dalam karena tenaga panas dihasilkan di dalam motor itu sendiri. a) Prinsip Kerja motor bensin 2 langkah Langkah kompresi. Bila ditinjau dari langkah (Stroke) pada proses pembakarannya. b. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prinsip Kerja Engine. 2. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah. motor yang berkembang saat ini ada motor 2 langkah dan motor 4 langkah. Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya B. Sedang motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar. air dan sebagainya menjadi tenaga mekanik.buang dan penghisapan: Pada langkah ini piston 6 bergerak dari TMB ke TMA. sedang titik mati bawah adalah batasan maksimal gerakan piston ke bawah. Dan yang dimaksud langkah (Stroke) adalah seperti berikut ini : Gambar 1. listrik.

Prinsip kerja motor bensin 2 langkah b) Prinsip kerja motor bensin 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. katup masuk dan katup buang tertutup.dan pada saat ini kedua katup dalam keadaan tertutup. Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA busi meloncatkan api akan terjadilah pembakaran. Langkah usaha. campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang engkol 9. di bawah piston terjadi penghisapan. Di bawah piston terjadi tekanan. campuran bahan bakar dan udara dikompresikan dengan tekanan antara 9 Kg/cm2-12 Kg/cm2. tenaga pembakaran akan mendorong piston ke bawah dan melalui connecting rod 7 tenaga tersebut dikirim menjadi tenaga mekanik pada crank shaft 8. Prinsip kerja motor bensin 4 langkah . Pada saat saluran buang terbuka dan saluran pemasukan tertutup. katup buang menutup.buang dan ketika piston menutup saluran buang. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 2. campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang bakar. katup masuk membuka. pemasukan dan buang: Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi 4 meloncatkan api sehingga terjadi pembakaran. melalui saluran pemasukan 1 . Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. gas sisa pembakaran akan terdorong keluar melalui saluran buang. tenaga tersebut akan dikirim oleh connecting rod menjadi tenaga putar pada crank shaft. Langkah buang: Piston bergerak dari TMB ke TMA. di dalam ruang bakar 5 terjadi kompresi. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 3. katup masuk menutup dan katup buang membuka. pemasukan campuran baru ke ruang bakar sekaligus mendorong gas bekas keluar melalui saluran buang. Tenaga pembakaran kan mendorong piston dari TMA ke TMB.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut : Gambar 4. dan beberapa derajad sebelum piston mencapai TMA. Langkah buang dan kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. dan melalui connecting rod tenaga tersebut dirubah menjadi tenaga putar pada crank shaft (C). tenaga tersebut oleh connecting rod dikirim ke crank shaft menjadi tenaga putar. udara murni masuk ke ruang bakar (A). Prinsip kerja motor disel 2 langkah d) Prinsip kerja motor disel 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. saluran buang terbuka (B). sehingga terjadi pembakaran.Tenaga pembakaran akan mendorong piston dari TMA ke TMB. bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar. Langkah buang: . bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder sehingga terjadilah pembakaran (C). Pada saat piston melewati lubang-lubang pemasukan pada didnding silinder.tenaga panas akan mendorong piston dari TMA ke TMB. maka udara murni akan mendorong gas bekas keluar dari silinder menuju saluran buang selama saluran buang membuka (B). Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. maka terjadilah pemasukan udara murni ke dalam silinder. Karena saluran buang terbuka. Pada saat saluran buang mulai menutup terjadilah pengkompresian udara murni di atas piston dengan tekanan antara 16 Kg/cm2 ± 22 Kg/cm2. katup masuk membuka dan katup buang menutup. udara murni di ruang bakar terkompresikan (B). Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA. Pada saat ini saluran buang tertutup (A).c) Prinsip kerja motor disel 2 langkah pemasukan: Langkah usaha dan Pada saat tejadi pembakaran di ruang bakar. katup masuk dan buang menutup.

Jenis-jenis engine Motor Bensin Siklus Otto 9-12 Kg/cm2 Sederhana Dicampur dalam karburator Percikan busi Bensin Kecil 22-30 a) Engine ditinjau dari jumlah silindernya Bila ditinjau dari jumlah silindernya ada engine dengan silinder satu. empat. katup masuk tertutup dan katup buang membuka. Pada saat ini gas sisa pembakaran akan terdorong keluar dari silinder ke saluran pembuangan (D) Gambar 5. enam. dua. Engine silinder 1 Gambar 7. Secara garis besar komponen ± komponen engine bensin dan disel hampir sama. Prinsip kerja motor disel 4 langkah e) Perbedaan antara motor bensin dan disel Dari prinsip kerja engine dapat dilihihat perbedaan antara engine bensin dengan disel. tiga. yang membedakan antara keduanya adalah seperti pada tabel berikut berikut: Item Siklus Pembakaran Tekanan kompresi Ruang bakar Percampuran bahan bakar Metode penyalaan Bahan bakar Getaran suara Efisiensi panas (%) Motor Diesel Siklus Sabathe 16-22 Kg/cm2 Rumit Diinjeksikan pada akhir langkah Terbakar sendiri Solar Besar 30-40 2. Gambar 6.Piston bergerak dari TMB ke TMA. Engine bersilinder 2 . delapan dan seterusnya.

Engine tipe In-line Gambar 10. Gambar 10. Engine tipe V . tipe V dan tipe horizontal berlawanan. Engine bersilinder 4 Gambar 9.Gambar 8. Engine bersilinder 6 b) Engine ditinjau dari susunan silindernya Bila ditinjau dari susunan silindernya engine terbagi menjadi beberapa Tipe yaitu: tipe in-line.

tipe Over Head Cam shaft (OHC) dan tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC). timing chain dan timing belt.Gambar 11. Mekanisme katup tipe Over Head Cam shaft (OHC) Gambar 14. Engine tipe Horizontal berlawanan c) Engine ditinjau dari penempatan mekanisme katupnya Bila ditinjau dari mekanisme katupnya engine dibagi menjadi: tipe Over Head Valve (OHV). Perhatikan gambar-gambar berikut: . Mekanisme katup tipe Over Head Valve (OHV) Gambar 13. Mekanisme katup tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC) d) Engine bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya Bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya: dengan penggerak roda gigi. Gambar 12.

Mekanik katup dengan penggerak roda gigi (timing gear) Gambar 16. Mekanik katup dengan penggerak timing chain .Gambar 15.

Untuk keperluan kendaraan motor bensin dan disel relatif lebih banyak digunakan. Engine Diesel (motor disel) . engine diesel. engine cerosine (motor minyak tanah) dan engine LPG. Gambar 18. Mekanik katup dengan penggerak timing belt e) Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya Bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya engine dibagi: Engine gasoline (motor bensin). Engine Gasoline (motor bensin) Gambar 19.Gambar 17.

poros nok dan roda penerus. sistem pelumasan. kelengkapan piston. Pada bagian atas blok silinder dipasang kepala silinder dan pada bagian bawah dipasang panci oli. sistem bahan bakar dan sistem pengapian. Kepala silinder (cylinder head) § Keterangan gambar kepala silinder: Spark plug (Busi): untuk meloncatkan api tegangan tinggi. Piston : untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. kepala silinder. Adjusting shim: penyetel celah katup Valve lifter: Sebagai pengangkat katup Exaust valve: untuk membuka dan menutup saluran buang Valve guide: Untuk penghantar gerakan katup Gasket: sebagai perapat Water jacket: untuk saluran air pendingin Cylinder block: untuk tempat pembakaran/tempat bekerjanya Piston. poros engkol. mekanik katup. Blok silinder (Cylinder Block) b) Kepala silinder (Cylinder Head) Membentuk ruang bakar atau tempat ruang bakar tambahan. saluran pemasukan dan juga saluran pembuangan. Gambar 20. poros engkol. Sedang bagian-bagian penunjang kerja engine meliputi: Sistem pendinginan. Yang dimaksud komponen-komponen engine meliputi: Blok silinder. . Gambar 21. Komponen-komponen Engine Engine terdiri dari komponen-komponen engine dan bagian-bagian pendukung kerja engine. Pada kepala silinder juga digunakan untuk menempatkan kelengkapan mekanik katup. Selain itu juga sebagai tempat kerjanya komponen-komponen yang lain seperti piston.3. poros nok. a) Blok silinder (cylinder block) Pada bagian linernya sebagai tempat terjadinya proses pembakaran.

Ruang bakar Baji . bak mandi dan pent roof. Ruang bakar setengah bulat Gambar 23. To exhaust manifold : disambung dengan manifold buang To intake manifold : disambung dengan manifold masuk Pada kepala silinder juga diletakkan atau dibentuk ruang bakar (Combustion Chamber). Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup. baji. Gambar 22. Ada beberapa jenis ruang bakar untuk motor bensin yaitu jenis: setengah bulat.Combustion chamber : untuk tempat pembakaran Valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup Oil seal : Sebagai perapat oli agar tidak masuk ke ruang bakar Intake valve: untuk membuka dan menutup saluran pemasukan.

Hemispherical dan Spherical Gambar 26. ruang bakar kamar pusar (Swirl chamber) dan model sel udara (Air cell) Gambar 27.Gambar 24. Ruang bakar kamar depan Nozzle (injector): untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang Bakar. Ruang bakar Bak mandi Gambar 25. Ruang bakar kamar pusar . Ruang bakar Pent Roof Sedangkan jenis ruang bakar untuk motor disel Injeksi langsung (Direct Injection) ada: Multi Spherical. Ruang bakar Injeksi langsung Ruang bakar untuk motor disel injeksi tidak langsung (indirect injection) ada: ruang bakar kamar depan (Pre combustion chamber. Pre combustion chamber : untuk tempat pembakaran awal Glow plug (Busi pijar) : untuk pemanas ruang bakar untuk tempat pembakaran utama Combustion chamber : Gambar 28.

Ruang bakar sel udara c) Mekanik katup (valve mekanism) Katup pada umumnya diletakkan pada kepala silinder.Gambar 29. Metode penggerak mekanik katup menggunakan: timing gear. Gambar 30. timing chain atau dengan timing belt. Timing gear : untuk penghubung putaran poros engkol dengan poros nok. Adapun fungsi katup untuk membuka dan menutup ruang bakar sesuai proses yang terjadi di dalam silinder. Model Timing Chain . Gambar 31. Model Timing Gear Model timing gear digunakan pada motor jenis OHV (Over Head Valve) dan menggunakan lifter serta push rod. sekaligus menepatkan posisi katup dengan piston.

serta Roda gigi sprocket sebagai pengganti timing gear. Model Timing Belt Pada model timing belt. Jenis ini tidak memerlukan tensioner dan pelumasan. Tegangan rantai diatur oleh tensioner dan getarannya diredam oleh Vibration damper. Gambar 32. poros nok digerakkan oleh sabuk yang Bergigi sebagai pengganti rantai. Cam shaft dan crank shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. d) Kelengkapan Piston (Piston Assy) Piston berfungsi menghisap dan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara pada motor bensin atau udara murni pada motor disel. juga sebagai pembentuk ruang bakar. digerakkan oleh rantai. pena piston dan batang piston. Poros Noknya terletak pada kepala silinder. Selain itu piston juga meneruskan tenaga panas hasil pembakaran menjadi tenaga mekanik pada poros engkol melalui batang piston. ring piston. Kelengkapan piston terdiri dari: Piston. .Model timing chain digunakan pada motor jenis OHC (Over Head Cam shaft) atau DOHC (Double Over Head Cam shaft).

Sedang ring oli untuk menyapu oli pelumas pada dinding silinder agar kembali ke panci oli. Ring piston dan alurnya pada piston Ring piston terdiri dari ring kompresi (compression ring) dan ring Oli (oil ring). Konstruksi piston (Torak) Compression ring grooves: untuk menempatkan ring kompresi Oil ring grooves: untuk menempatkan ring oli Piston pin boss: untuk bantalan dudukan pena piston Piston pin hole: untuk menempatkan pena piston Lands: sebagai pembatas ring piston Skirt: sebagai penyerap panas. Ring kompresi sebagai perapat kompresi sekaligus Perapat agar pembakaran tidak merambat ke bawah piston.Gambar 33. . Gambar 34. Untuk motor dua langkah tidak menggunakan ring oli karena panci oli terpisah dengan ruang engkol.

Pena piston (Piston Pin) Pena piston berfungsi menyambung piston dengan batang piston agar dapat bergerak sesuai fungsinya masing-masing.Gambar 35. Oleh sebab itu penyambungan pena piston ada beberapa tipe. full floating dan semi floating Gambar 36. Tipe penyam bungan pena piston . antara lain: tipe Fixed.

Poros nok sebagai penggerak mekanik katup ada yang hanya untuk katup buang atau katup masuk saja. Gambar 39. e) Poros engkol (Crank shaft) Poros engkol menerima beban dari piston dan batang piston.Gambar 37. akibat tenaga hasil pembakaran. Conecting rod bearing Batang piston berfungsi untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. ada pula yang sekaligus menggerakkan katup masuk dan buang. Poros ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran ke roda penerus. Small end : untuk menempatkan pena piston Big end : untuk pemegang pin journal pada poros engkol Conecting rod bearings : sebagai bantalan Oil hole : untuk menyalurkan oli pendingin menuju piston Conecting rod cap : sebagai penahan connecting rod dengan pin Journal. Poros nok (Cam shaft) Journal: sebagai titik tumpu putaran poros Cam shaft drive gear: sebagai gigi pemutar Cam shaft driven gear: sebagai gigi yang diputarkan . Gambar 40. Batang piston (Conecting Rod) Gambar 38. Poros engkol (crank shaft) Oil hole: Untuk saluran pelumasan Crank pin: untuk tempat tumpuan big end batang piston Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor weight: sebagai bobot penyeimbang putaran f) Poros nok (Cam shaft) Counter balance Poros nok adalah sebuah poros yang dilengkapi dengan nok-nok sebagai penggerak mekanik katup.

Gambar 41. Untuk dapat melaksanakan fungsinya. Cut-out groove: untuk menggerakkan didtributor g) Roda penerus (Fly wheel) Roda penerus dipasang pada out put poros engkol dan berfungsi sebagai penerus putaran/tenaga dari mesin ke sistem pemindah tenaga kendaraan (Power train). . Kecual i itu roda penerus juga untuk meneruskan putaran dari motor starter ke poros engkol agar mesin dapat distart. Roda penerus (Fly wheel) h) Panci oli (Oil punch) Panci oli dipasang pada blok motor paling bawah dan berfungsi sebagai penampung oli motor. Sedangkan fungsi utama sistem pendinginan adalah untuk mengontrol suhu kerja engine. sistem pendinginan dilengkapi dengan komponen-komponen berikut: Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan.Intake cam shaft: penggerak mekanik katup masuk Exhaust cam shaft: penggerak mekanik katup buang Cam shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. Gambar 42. Panci oli (Oil punch) i) Sistem pendinginan (Cooling System) Secara umum sistem pendinginan engine bensin dan disel sama.

Thermostaat: Sebagai pengontrol suhu kerja engine. Pompa air/Water pump: untuk mensirkulasikan air. Slang atas radiator: Untuk mengalirkan air panas dari engine. Tali kipas/Fan belt: Untuk menggerakkan kipas pendingin. .Slang bawah radiator: Untuk mengalirkan air ke engine.

hal ini dimaksudkan agar komponen-komponen engine tidak cepat aus dan kinerja engine tetap terjaga. Adapun komponen sistem pelumasan meliputi: Saringan (strainer). Sistem Pendinginan air j) Sistem Pelumasan (Lubrycating System) Sebagian besar mekanik engine yang bergerak memerlukan pelumasan.Gambar 43. saluran oli (hole). pompa oli. saringan oli (Oil filter). .

Gambar 44. Pengendap air (Water cendimeter): Untuk mengendapkan air yang ada pada bahan bakar. Sistem bahan bakar engine bensin Sedangkan sistem bahan bakar engine disel mempunyai komponen seperti berikut: Tangki (Fuel pump): untuk menampung bahan bakar. Saringan : Untuk menyaring bensin dari kotoran yang ada. Gambar 45. Pompa pemindah (Feed pump): menyuplai bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. Pompa injeksi (Injection pump): untuk menyuplai bahan bakar ke nozel dengan tekanan tinggi. Pompa penyalur (Priming pump): Untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam sistem saat membliding udara. Saringan (Fuel filter): menyaring bahan bakar. Sistem bahan bakar engine bensin menggunakan karburator dan sistem bahan bakar engine disel menggunakan pompa injeksi dan nozel. . Sistem pelumasan (Lubrycating System) k) Sistem Bahan bakar (Fuel System) Pada prinsipnya sistem bahan bakar berfungsi menyuplai bahan bakar sesuai kebutuhan engine. Karburator: Untuk mencampur udara dan bahan bakar. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: Tangki (Fuel tank): sebagai penampung bahan bakar Pompa (Fuel pump): Menyuplai bahan bakar dari tangki ke Karburator.

Gambar 46.Injektor (Nozzle): Menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Sistem bahan bakar engine disel dengan Pompa In-line .

adapun fungsinya memberikan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Kondensator: Menyimpan arus primer saat platina menutup. Sistem bahan bakar engine disel dengan pompa rotary l) Sistem Pengapian konvensional Sistem pengapian digunakan pada engine bensin. Koil: Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan Tinggi. . dan menyalurkan kembali saat platina membuka. Kunci kontak (Switch): Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dengan sistem. Komponen-komponen sistem pengapian antara lain: Baterai: sebagai penyimpan arus listrik.Gambar 47. Distributor: Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi.

Gambar 48.Busi: Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Sistem pengapian engine bensin konvensional .

2. Engine bila ditinjau dari mekanisme katupnya : tipe OHV. 9. tipe OHC dan DOHC. Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya: motor bensin. 7. Ditinjau dari tempat pembakarannya. Engine ditinjau dari jumlaah silindernya ada engine bersilinder Satu. Komponen utama motor: Cylinder block. Motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) adalah motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 6.empat. Ditinjau dari langkah (Stroke) motor terdiri dari motor 2 langkah dan motor 4 langkah. Engine bila ditinjau dari susunan silindernya: jenis in-line. metode pembakaran dan penggunaan bahan bakar motor terdiri dari motor bensin dan motor disel. 8.delapan dan seterusnyaa. 5. Motor 4 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 4 langkah piston atau 2 putaran crank shaft.enam. 12. cylinder head. 14. 15. motor cerosine. 10. fly wheel. dua. 11. 1. Motor 2 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 2 langkah piston sekali putaran crank shaft. 4. 13. motor LPG dan motor disel. Metode pembakaran motor bensin dengan percikan api busi. valve mekanism. cam shaft dan oil punch. sedang motor disel dengan kompresi tinggi (terbakar sendiri/self ignition). 16. Ditinjau dari siklus pembakaran.c. Yang dimaksud langkah piston (Stroke) adalah gerak piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya. 3.tiga. Rangkuman Motor bakar adalah motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. motor terdiri dari motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar. crank shaft. Motor bensin menggunakan siklus otto sedang motor disel menggunakan siklus sabathe. jenis V dan jenis horizontal berlawanan. Bahan bakar motor bensin adalah bensin/premium/gasoline sedang motor disel menggunakan solar/light oil. . piston assy.

36. tempat pembakaran dan menopang komponen engine yang lainnya. . strainer. 23. Roda penerus untuk meneruskan putaran / tenaga motor ke power train dan putaran starter ke poros engkol. Metode penggerak katup: dengan timing gear. 18. 24. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: tangki. 29. bearing cap dan insert bearing. piston ring. full floating dan semi floating. Crank shaft untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. pompa. hemispherical dan pherical. 20. Jenis ruang bakar motor disel: injeksi langsung dan tak langsung. saluran oli. tali kipas dan kipas. 19. kamar pusar dan sel udara. slang radiator. Cylinder head untuk menempatkan mekanik katup dan ruang bakar. tutup radiator. 22. Batang piston untuk meneruskan gerak lurus piston menjadi gerak putar pada poros engkol. thermostaat. 34. Poros nok untuk menggerakkan mekanik katup 32. saringan oli. 26. Pena piston untuk menyambung piston dengan connecting rod. connecting rod. Jenis ruang bakar motor bensin: setengah bulat. Piston berfungsi untuk mengkompresi campuran gas atau udara murni. Ruang bakar injeksi tak langsung: model kamar depan. 31. piston pin. 21. saringan dan karburator. Panci oli untuk menampung oli motor. Sistem pelumasan terdiri dari: Pompa oli. Ruang bakar injeksi langsung: model multi pherical. 35. juga merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. 30. 33. 27. bak mandi dan pent roof. Sistem pendinginan terdari dari: radiator. sedang oil ring untuk menyapu oli pada dinding silinder. mantel air. timing chain dan timing belt. Cylinder block sebagai tempat bekerjanya piston. 28. 25. Piston ring kompresi untuk perapat kompresi. pompa air.17. Macam penyambungan pena piston: Fixed.baji. Kelengkapan piston: piston.

kunci kontak. 7. . pompa injeksi dan injektor. 38. Siapkan model motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar. 10. dalam buku tugas. 1. 3. e. distributor dan busi. pompa pemindah. Dengan gambar motor disel 4 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder Sebutkan 5 jumlah silinder motor yang paling banyak digunakan pada kendaraan. Carilah buku pada perpustakan bengkel yang sesuai dengan materi pada modul ini. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari mekanisme katupnya. Sistem bahan bakar engine disel terdiri dari: tangki. 2. koil. Sebutkan 4 macam engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya. Sebutkan 7 perbedaan motor bensin dengan disel 5. saringan. 2. Jelaskan yang terjadi di bawah dan diatas piston pada motor bensin dua langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB Jelaskan dua kemungkinan yang terjadii di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA. dalam buku tugas. d. pompa priming. 6. Tugas 1. Jelaskan secara singkat yang dimaksud motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam.37. Dengan gambar kerja motor disel 2 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder 8. catatlah perbedaan yang terlihat. Diskusikan dengan teman atau minta penjelasan guru bila diperlukan. kondensator. Pelajarilah prinsip kerjanya masing-masing secara cermat. Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah 4. 12. cendimeter. pelajarilah dan catatlah hal-hal baru yang ditemukan. 9. Sistem pengapian konvensional terdiri dari: baterai. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya. 11.

24. Sebutkan fungsi crank shaft dan cam shaft. 2. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin. Kunci jawaban Motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. Motor yang sekali usaha memerlukan 2 langkah piston atau sekali putaran crank shaft dan Motor yang sekali usaha memerlukan 4 langkah piston atau 2 kali putaran crank shaft. Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston. Sebutkan 7 komponen pada sistem pengapian konvensional engine bensin. 17. 22. 19. Sebutkan fungsi oil drain pada panci oli. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi langsung. 21. Sebutkan 2 fungsi panci oli. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi tak langsung. Sebutkan 7 komponen sistem pendinginan air 26. 14. Sebutkan 5 komponen sistem pelumasan engine. 3. Sebutkan fungsi pompa priming pada pompa injeksi. Motor yang proses pembakarannya terjadi di luar motor tersebut dan Motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 15. 25. 28. Sebutkan 3 jenis penggerak mekanik katup. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing-masing. f. Sebutkan fungsi nozel pada sistem bahan bakar engine disel 30. Sebutkan fungsi karburator pada engine bensin.13. . 20. 27. 16. 23. 18. Sebutkan fungsi roda penerus. Sebutkan 8 komponen engine beserta fungsinya masing-masing. Sebutkan fungsi cendimeter pada sistem bahan bakar engine disel 29. 1.

Di bawah piston terjadi tekanan. 2. Item . karena diatas piston terjadi isapan. 9. B: Langkah buang. . sebagian gas bekas akan terdorong keluar oleh gas baru saat lubang pembuangan mulai membuka. kedua katup menutup terjadilah pengkompresian udara murni C: Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan maka terjadi pembakaran dan piston terdorong ke bawah. 3. katup masuk membuka terjadilah pengisian udara murni B: Piston bergerak ke atas. 4 dan 6 silinder. maka terjadi langkah usaha D: Piston bergerak ke atas.Bahan bakar .Siklus Motor bensin Otto Motor disel Sabathe 16-22 Kg/cm2 rumit di ruang bakar Solar kasar s/d 40 . A: langkah usaha dan pemasukan. udara murni terkompresikan. Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan. 1. Piston terdorong ke TMB akibat tekanan pembakaran.Ruang bakar . 6.Tekanan kompresi 9-12 Kg/cm2 . Saat piston bergerak ke atas dan saluran pembuangan membuka. C: Langkah kompresi. maka terjadi pembakaran 8. udara baru masuk. 10. in-line. campuran baru terkirim ke ruang bakar. saat piston melewati lubang pemasukaqn. 7. Piston bergerak semakin ke atas. maka gas bekas terdorong keluar lewat saluran buang. V dan horizontal berlawanan.Percampuran . saluran masuk buang tertutup. dan kemungkinan kedua langkah kompresi apabila kedua katup menutup.Efesiensi panas (%) s/d 30 5.4. katup buang membuka.Suara sederhana di karburator Bensin halus . A: piston bergerak ke bawah. maka gas bekas akan keluar melalui saluran buang. Kemungkinan pertama langkah buang apabila katup buang membuka.

Mekanik katup: Membuka dan menutup ruang bakar sesuai posisi piston. hemispherical dan spherical. 20. 14. Poros engkol: Untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. Motor bensin. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup Fly whhel: untuk meneruskan putaran/tenaga ke power train. Pena piston: untuk menyambung piston dan connecting rod. 16. Setengah bulat. untuk mengkompresikan campuran gas/udara murni. Kepala silinder: membentuk/menempatkan ruang bakar dan mekanik katup. 17. Ring piston: untuk perapat dan penyapu oli. Insert bearing : sebagai bantalan. Conecting rod: untuk merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar poros engkol. Dengan timing gear. 19. full floating dan semi floating. Penerus putaran ke fly wheel dan penggerak mekanik katup. Panci oli: untuk menampung oli motor. Piston: untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. 12. Blok motor: untuk tempat pembakaran. 15. dan putaran starter ke poros engkol. baji. . cerosine. untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. 13.11. timing chain dan timing belt. OHC dan DOHC. tempat kerja piston. LPG dan disel. kamar pusar dan sel udara. OHV. Fixed. Kamar depan. Bearing cap: untuk menempatkan insert bearing dan untuk mengikat connecting rod pada pin journal poros engkol. 18. bak mandi dan pint roof. Multi spherical. Kelengkapan piston: untuk mengkompresikan campuran gas atau udara murni.

4. Baterai. Tugas . Uraian materi Identifikasi komponen engine bensin pada stand/unit kendaraan.saringan oli. Untuk mencampur udara dan bahan bakar. 26. saluran oli pada engine. Rangkuman d. thermostaat. 22. distributor. Identifikasi komponen engine disel pompa in-line. 6. 29. b. Untuk meneruskan tenaga ke power train. kunci kontak. dan putaran starter ke poros engkol. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. Tujuan kegiatan belajar Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. Menampung oli motor. 1. 25. tutup radiator. 24. 28. kabel tegangan tinggi dan busi. Radiator. Kegiatan Belajar 2: Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. c. Untuk mengendapkan air pada bahan bakar. 3. Identifikasi komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder.21. 27. tali kipas dan kipas. Untuk mengetap oli. pompa air.strainer. a. 23. 5. slang radiator. Identifikasi komponen engine disel pompa rotary. Untuk membliding udara. 30. mengendapkan kotoran oli. Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder.pompa oli. 2. koil. kondensator. Panci oli.

Kunci jawaban . tempelkan nomor urut secara acak pada komponen ± komponen tersebut dan catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen sistem bahan bakarnya. 5. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen dan bagian utama engine yang nampak. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder. Catatlah dalam buku tugas nama komponen dan bagian utama engine tersebut sesuai nomor urutnya. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing.(Bongkaran komponen lengkap). Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. sesuai nomor urutnya. e. 4. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine bensin 4 langkah 4 silinder. Siapkan bongkaran komponen engine disel 4 langkah 4/6 silinder. 1. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing sesuai nomor urutnya. (pada engine stand/unit kendaraan). Siapkan engine stand / unit kendaraan engine disel dengan pompa rotary. Sebutkan nama komponen engine bensin berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. Sebutkan nama komponen dan fungsinya masing-masing sesuai nomor urutnya dan catatlah dalam buku tugas. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing pada buku tugas. 3. 3. (pada engine stand/unit kendaraan). Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa In-line berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. Tes formatif (Guru menempelkan nomor urut sesuai kunci) 6. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine disel dengan pompa in-line. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa rotary berikutdan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. (Bongkaran komponen lengkap). (pada engine stand/unit kendaraan). (Bongkaran komponen lengkap). dan jelaskan fungsunya masing-masing. 5. Sebutkan nama komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing.1. tempelkan nomor urut pada komponen dan bagian utama engine secara acak. sesuai nomor urutnya. 6. f. 4. 2. 2.

Blok silinder: tempat terjadinya proses pembakaran. 10. 15. 12. 3. 2. Busi: untuk meloncatkan api ke ruang bakar. 5. Oil filter: untuk menyaring oli. Karter/panci oli: untuk menampung oli pelumasan. Tutup radiator: untuk mengontrol tekanan pada radiator. 3. Distributor: untuk membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. Koil Untuk merubah arus primer menjadin arus skunder bertegangan tinggi. 13. Kepala silinder untuk tempat ruang bakar dan meletakkan komponen seperti mekanik katup. nok dan yang lainnya. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi. Manifal pemasukan: Untuk memasukkan udara murni. 8. 7. 9. 14. Tali kipas: untuk menggerakkan kipas pendingin Stik Oli: untuk memeriksa kondisi dan kapasitas oli pelumas. Kunci kontak: untuk memutus dan menghubungkan arus listri pada sistem pengapian. 2. 4. busi. Saringan udara: untuk menyaring debu yang terdapat pada udara. 11. saluran pemasukan. Baterai: untuk menyimpan arus listrik. . Soal praktik 2 1. Saringan udara: menyaring udara. Tutup katup: penutup katup.Soal praktik 1 1. Saringan bahan bakar: menyaring bahan bakar. Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. Karburator: untuk mencampur udara dan bahan bakar. poros engkol. 5. kerjanya mekanik engine seperti piston. pembuangan dan lainnya. 4. 6.

Saluran pembuangan: untuk menyalurkan gas buang. 10. Reservoir: untuk menampung air pendingin kelebihan tekanan dari radiator. Sringan bahan bakar: untuk menyaring bahan bakar. 2. . 7. dan menyiapkan kembali saat radiator memerlukan. 5. Pompa air: untuk Mensirkulasikan air ke sistem.6. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi ke injektor/nozel. 3. Ruang bakar: untuk proses pembakaran. Tangki: untuk menampung bahan bakar Pompa priming: untuk membliding udara Pompa pemindah: Untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. Injektor/nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Soal praktik 3 1. Saluran pembilas: untuk mengalirkan gas baru ke ruang bakar. Stik oli: untuk memeriksa tinggi dan kondisi oli. 6. 2. Nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Pipa tekanan tinggi: untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke nozel. 8. 5. Saluran pemasukan: untuk memasukkan gas baru ke ruang engkol. Soal praktik 4 1. Lubang busi: untuk menempatkan busi. Sirip pendingin: untuk media pendinginan engine. 7. 4. 4. Cendimeter: untuk mengendapkan air 6. Glow plug: untuk memanaskan ruang bakar. 3. 8. 9.

Push rod: untuk menggerakkan rokcer arm. 9. Piston: untuk menghisap dan mengompresikan campuran udara dan bahan bakar. 6. 3. Oil hole: Untuk saluran oli pelumas. Ruang bakar muka: untuk pembakaran awal Lubang injektor: untuk menempatkan injektor/nozel. Lifter: untuk menggerakkan psh rod. 3. 4. Rocker arm: untuk menggerakkan katup. Soal praktik 6 1. Lubang busi pijar: untuk menempatkan busi pijar. Timing belt : untuk penghubung putaran engkol ke poros nok. Poros engkol: untuk memindahkan tenaga engine ke power train. 4. Soal praktik 5 1. 10.7. Valve seat: untuk dudukan kepala katup. Water jacket: untuk mengalirkan air pendingin. Roda gigi timing: untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. Puli poros engkol: untuk meneruskan putara ke puli pompa air dan alternator. 2. . Batang piston: untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. Blok motor: untuk tempat pembakaran dan kerja piston. 8. Valve guide: penghantar katup. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup. 9. 8. 5. 10. 2. dan merubah tenaga pembakaran menjadi tenaga mekanik. 7.

7. Gasket: untuk perapat antara kepala dan blok silinder. 6. 9. 3. Saluran pemasukkan : untuk mengalirkan udara murni. 10. . LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis engine dan komponennya Sub kompetensi : Identifikasi jenis engine dan komponennyal TUJUAN: 1. Sprocket : untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. 2. Siswa dapat mengidentifikasi engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Saluran pembuangan: untuk mengalirkan gas buang. Pompa oli: untuk mensirkulasikan oli ke sistem. Siswa dapat mengidentifikasikan perbedaan komponen engine disel. Dudukan katup buang : untuk mendudukkan kepala katup buang. bensin dengan engine Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder 4.5. 8.

6. 2. 5. Alat-alat tulis Balok ganjal kendaraan Tempat komponen. 3. 3. kerja seperti serta lingkungan kerjaseperti semula. Siapkan peralatan dan bahan 2. Engine stand motor disel atau unit kendaraan. 2.KESELAMATAN KERJA: 1. 4. Bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar ALAT: 1. Pelajari model belahan motor secara cermat mengenai prinsip kerja motor atau perbedaan komponennya. 2. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. 3. Jangan menghidupkan motor tanpa seijin guru pembimbing Jangan merubah komponen pada engine tanpa seijin pembimbing. Bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. BAHAN: 1. LANGKAH KERJA: 1. 4. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Model belahan motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. Kembalikan peralatan dan bahan 5. 3. Mengidentifikasi perbedaan antara motor bensin dengan disel pada engine stand atau pada unit kendaraan. Bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. .

Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif) : a) b) c) Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). 2. Kriteria Penilaian Praktek NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Engine bensin 4/6 silinder pada engine stand atau unit kendaraan. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. sesuai nomor yang dipasangkan. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen utama engine pompa rotary pada 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 .BAB III EVALUASI A. komponen sistem bahan bakar dan komponen sistem pengapian. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. INDIKATOR KEBERHASILAN 2 3 Dapat menyebutkan komponen utama engine yang nampak. komponen sistem pendinginan yang nampak. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. komponen sistem pelumasan yang nampak.pengapian.

. Sesuai nomor yang dipasangkan. poros nok. langkah 1 silinder Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi bagian-bagian komponen engine pada : kepala silinder. Sesuai nomor yang engine bensin 2 dipasangkan. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP. kelengkapan katup.poros engkol.kelengkapan katup. komponen sistem pendingin. poros engkol.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 stand atau unit kendaraan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 4 5 6 7 3 yang nampak. silinder (OHC) kelengkapan piston. Nilai 7. Bongkaran lengkap Dapat menyebut nama dan komponen engine disel fungsi bagian-bagian pada : kepala silinder. Sesuai nomor yang dipasangkan. poros nok. komponen sistem pelumasan dan komponen sistem bahan bakar. Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi komponen komponen utama utama. blok bensin 4 langkah 4 silinder.00 (lulus baik / YA). Sesuai kendaraan nomor yang dipasangkan. blok 4/6 silinder 4 langkah silinder.roda penerus dan panci oli. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN: 1. roda penerus dan panci oli. Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen sistem bahan pompa In-line pada bakar beserta fungsinya stand atau unit masing-masing. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. (OHV) kelengkapan piston.

2.00 (lulus istimewa / YA). DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 TES FOR1 N1 TES PRK1 N2 TES PRK2 N3 TES PRK3 N4 TES PRK4 N5 : TES PRK5 N6 TES PRK6 N7 KETERANGAN NI= (4xN1) +(N2+N3+N4+N5+N6+N7) dibagi 10 NI = Nilai akhir OPKR. Nilai 9. B.20-001-1B . 3. Nilai 8. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.00 (lulus amat baik / YA). waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan.

20. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. 20-001-2 B dan OPKR. .OPKR.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya Yaitu OPKR. wajib mengulangi belajar pada modul ini. BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan.001-1 B .27 28 29 30 N I = «««. 20. CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan.20.001-2 B. Artinya siswa boleh mengajukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat apabila telah menyelesaikan modul OPKR. 20-001-3 B dimana modul tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari modul OPKR. 001-1 B.

Dan OPKR. Bandung: Angkasa Anggiat Situmorang. Otomotif Dasar. Servis Kendaraan Ringan. (1998). Apabila siswa menguasai kompetensi ini. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan pengetahuan dan keterampilan yang sangat menunjang pelaksanaan pekerjaan kompetensi yang lain di bengkel-bengkel industri. akan memberikan kemudahan bagi siswa dalam melaksanakan kompetensi yang lain yang membutuhkan teknik- . (1999). Bandung: Angkasa Posted in ilmu. Motor Otomotif jilid 1. Deskripsi Modul Pelaksanaan operasi penanganan secara manual membahas tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual maupun mekanis dan penataan area tempat kerja. (1984). Abigain P. (1999). 20-001-3 B. (1999). otomotif Leave a Comment Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. (1992). New Step 1 Training Manual. Training manual Motor bakar. Jakarta: PT United Tractor Otim Suprapto. (1995). GE Engine Servis Training Information: Toyota Motors Corporation Noname. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. khususnya bengkel perotomotifan. Noname. Bandung: Angkasa Yunan Ginting. DAFTAR PUSTAKA Abigain Pakpahan. Motor Otomotif. Bandung: Angkasa Noname.

sesuai prinsip penanganan area tempat kerja. . pemindahan dan penyimpanan material yang terdapat di dunia industri perotomotifan. d. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. prosedur pengangkatan secara mekanis. C. B. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 pemahaman tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen ataupun part. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. c. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. prosedur pemindahan dan penyimpanan material/komponen/part yang aman. Bila ada materi yang kurang jelas. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatanbelajar. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur pengangkatan material secara manual. Petunjuk Penggunaan Modul 1. penanganan area tempat kerja. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan pengangkatan. b.10-016 B tentang Keselamatan dan kesehatan kerja. Sedangkan kegiatan belajar 2: Melakukan pekerjaan pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen atau part. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini.teknik yang benar dan aman dalam pemindahan material/komponen ataupun part serta penyimpanannya. Prasyarat Sebelum memulai modul ini.

h. f. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. e. Membantu siswa dalam memahami konsep. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan.3) 4) Sebelum melaksanakan praktik. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. 2. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. d. 5) Setelah selesai praktik. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. Gunakan alat sesuai prosedur dan pemakaian yang benar. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. harus meminta ijin guru lebih dahulu. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). f. Tujuan Akhir . Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. b. c. Siswa dinyatakan menguasai materi. D. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. praktik baru. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. g. g. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. Melaksanakan penilaian internal dan mencatat hasil kemajuan siswa.

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. Memahami prosedur pengangkatan secara manual, prosedur pengangkatan secara mekanis, prosedur memuat dan menurunkan material, prosedur penyimpanan material/komponen/part secara aman. 2. Dapat melakukan pekerjaan pemindahan, pemuatan dan penurunan Material/komponen atau part secara manual maupun mekanis dan Penyimpanan secara aman.

E. SUB KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1.Mengangkat *Pekerjaan dilaksanakan dan tanpa menyebabkan memindahkan kerusakan terhadap material / komponen atau sistem yang lain. Komponen *Berat material /part. ditentukan dengan benar dengan menggunakan teknik yang memadai.

KOMPETENSI

MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Teknik *Cermat dan *Teknik-teknik *Melaksanakan penanganan hati-hati penanganan secara pengangkatan secara dalam manual yang benar/ dan pemindahan manual yang pelaksanaan material/part/ benar dan pengangkatan Prosedur aman. dan pengangkatan dan Komponen. pemindahan pemindahan yang *Teknik material/part/ aman. *Menerapkan pemindahan undang-undang dan *Persyaratan Komponen. keselamatan pengangkatan keamanan kerja. material *Perlengkapan yang *Mematuhi perlengkapan/material. tepat dipilih sesuai sesuai undangdengan kebutuhsn. undang *Persyaratan standar keselamatan keamanan diri. dan *Material/part/komponen tempat kerja. kesehatan yang akan diangkat kerja. diperiksa dari kemungkinan bahaya yang timbul. *Teknik pengangkatan dilakukan di bawah standar kerja Indonesia.

*Material/part/komponen ditempatkan dengan aman pada perlengkapan pemindahan dan penempatan kembali

SUB LINGKUP KRITERIA KINERJA KOMPETENSI BELAJAR dengan memastikan keselamatan petugas dan keamanan dari material/part/komponen.

MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN

F.

Cek Kemampuan

Sebelum siswa mempelajari modul ini, siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Bila siswa sudah merasa bisa, guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Dan apabila siswa benar-benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan, guru pembimbing dapat menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa, supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. BAB II

PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel dibawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1.Teknik pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part serta cara penyimpanannya. 2. Melakukan pengangkatan dan pemindahan material/ part / komponen dan penyimpanannya. B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Teknik pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part dan penyimpanannya. a. Tujuan Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

1. 2.

Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual. Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. 3. Siswa dapat memahami prosedur penanganan area kerja, dan teknik penyimpanan material/komponen atau part secara aman. b. 1. Uraian Materi

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia. Dalam memindah material dari tempat yang satu ke tempat lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat, membawa, menurunkan, mendorong, menarik, menahan dan sebagainya. Untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut secara aman, seseorang harus memahami kekuatan tangan, kaki, badan serta bagaimana cara mengambil posisi. Selain itu seseorang juga harus memahami pengetahuan tentang grafitasi bumi. a) Kekuatan badan/punggung saat mengangkat Gaya tarik bumi yang sering disebut dengan grafitasi, akan cenderung menarik semua benda ke bawah. Apabila seseorang akan mengangkat material yang berupa komponen, part atau benda yang lain, posisi badan harus pada kekuatan maksimal untuk mengatasi gaya grafitasi. Hal tersebut dilakukan melalui tangan, punggung serta posisi kaki sebagai tumpuhan. Tangan sebagai tuas pemegang beban, punggung sebagai pusat tenaga penahan beban dan kaki sebagai tumpuhan. Gaya Otot Gambar 1. Kekuatan badan/punggung saat mengangkat b) Kekuatan pada tangan pada saat mengangkat Sewaktu mengangkat beban, lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot Bisep yang berkaitan dengan tulang hasta oleh ujung otot bisep yang disebut Tendon. Tenaga atau berat beban yang disangga akan disalurkan ke Tendon otot Bisep atas ke tulang belikat. Gambar 2. Pusat kekuatan tangan saat mengangkat c) Kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot Bisep tangan akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena beban tersebut bekerja pada lengan

yan cukup pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung. Apabila beban terlalu berat, otot punggung dapat terkilir atau bahkan dapat merusakkan tulang belakang. Gambar 3. Tulang belakang sebagai penyangga beban badan. d) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: a) b) Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan

Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak

Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan

Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. Beban Gambar 4. Pengangkatan secara manual

2.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis

Material/komponen/part dengan permukaan tidak rata dan berat yang tidak memungkinkan diangkat secara manual dapat diangkat ataupun dipindahkan dengan alat bantu. a) Prosedur pengangkatan secara mekanis

Dalam pengangkatan material dengan alat bantu, tetap harus diperhatikan titik pusat keseimbangan material atau benda tersebut atau yang sering disebut dengan pusat grafitasi benda. Hal tersebut dimaksudkan agar didapat keseimbangan saat benda tersebut diangkat dengan alat bantu pengangkatan. Material atau benda yang memiliki permukaan beraturan mudah ditemukan titik pusat keseimbangannya seperti: lingkaran, bujur sangkar, kotak dan sebagainya. Untuk material yang memiliki permukaan tidak beraturan memerlukan kecermatan dalam menentukan titik keseimbangannya, seperti: Engine, transmisi, unit kendaraan dan sebagainya. Khusus pada engine biasanya sudah disediakan tempat memasang tali atau seling sewaktu diperlukan pengangkatan. Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 5. Titik pusat keseimbangan lingkaran dan bujur sangkar

Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 6. Titik pusat keseimbangan kotak

Gambar 7. Titik pusat keseimbangan engine b) Alat bantu pengangkatan.

Material yang memiliki permukaan tidak beraturan dan berat yang berlebihan dimana tidak mungkin dapat diangkat secara manual dapat diangkat dengan peralatan bantu pengangkatan. Alat bantu pengangkatan yang digunakan pada bengkel perotomotifan antara lain: Pengungkit, forklift, tali/tambang, seling, hook, alat khusus pengangkat engine, kerek/kran, dongkrak, car lift dan sebagainya. 1) Pengungkit.

Pengungkit adalah alat sederhana untuk memindahkan barang. Pengungkit dapat berupa kayu, bambu, besi atau bentuk lain yang dirancang secara khusus. Gambar 8. Pemindahan material dengan pengungkit 2) Forklift/garpu pembawa material

Forklift dapat berupa forklift dorong atau forklift kendaraan. Alat ini digunakan untuk membawa atau memindahkan material dari tempat satu ke tempat yang lain. Gambar 9. Penggunaan forklift dorong 3) Tali/tambang, seling dan hook.

Tali/tambang, seling dan hook digunakan untuk mengikat atau menahan material yang akan diangkat. Pemasangan tali/seling pada engine: a) Tali atau seling ditempatkan pada bagian bawah engine supaya tidak merusak engine saat diangkat. b) c) Upayakan tali/seling dapat menahan beban secara merata.

Pusat pengangkatan sedekat mungkin dengan titik keseimbangan engine. d) Gunakan alat khusus bila ada.

Gambar 10. Pemasangan tali atau seling pada engine. Pemasangan seling dan hook Pada blok engine biasa dipasang pengait/hook untuk memasang tali atau seling sewaktu akan mengangkat engine guna perbaikan. Prosedur pemasangan hook: a) b) c) Bautkan hook pada sudut-sudut blok paling ujung secara silang agar didapat keseimbangan.

Kaitkan pengait pada seling dengan hook secara tepat, sehingga kaitan antara seling dan hook benar-benar kuat. Pastikan bahwa kaitan benar ± benar mati / kuat, baru melakukan pengangkatan engine.

Seling

Hook

Gambar 11. Pemasangan seling dan hook

Gambar 12. Pemasangan alat khusus pengangkat engine 4) Kerek/kran dan Takel

Kerek/kran dan Takel adalah alat untuk mengangkat material/part atau komponen. Pada bengkel otomotif alat ini biasa digunakan untuk mengangkat engine, transmisi sewaktu akan diperbaiki dan memasangkan kembali sewaktu perbaikan sudah selesai. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri, perlu dilakukan secara tim.

dongkrak bumper dan sebagainya. Pengangkatan engine dengan Kran lantai 5) Dongkrak Dongkrak adalah alat pengangkat yang banyak digunakan dalam perawatan atau perbaikan bagian-bagian kendaraan misalanya: sewaktu mengganti oli engine. b) Aktifkan rem parkir. dongkrak samping. Macam-macam dongkrak yang digunakan antara lain: Dongkrak botol. perbaikan roda. . Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. Pengangkatan engine dengan kerek/takel Gambar 15. Kran lantai dan kerek/takel Gambar 14. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. Upayakan perlahan-lahan dan berhati±hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. dongkrak pantograf.sistem rem dan bagian-bagian yang lain yang memerlukan pengangkatan kendaraan.d) e) f) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang dibawah alat pengangkat. dongkrak troli/buaya. Gambar 13.

c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. Dongkrak Troli/buaya terdiri dari: Handel: untuk menaikkan sadel/pengangkat pada pengangkatan beban berat. Bila akan menurunkan. Dongkrak botol Penggunaan dongkrak botol: a) Pasang sadel pada titik kendaraan yang akan diangkat secara tepat dan kuat. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. Gambar 17. jangan sampai tergelincir. e) f) g) OFF kan kunci kontak. Dongkrak ini selain digunakan untuk mengangkat kendaraan juga dapat digunakan sebagai alat bantu memindah material/komponen/part. Gambar 16. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. kendorkan klep berlawanan arah jarum jam secara pelan. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. b) c) Tepatkan sadel dengan sekrup penyetel. d) e) Gerakkan handel dengan tuas dongkrak secara hati-hati. Bila klep belum rapat putarlah klep searah jarum jam. Dongkrak troli dan penggunaannya: Dongkrak troli/dongkrak buaya adalah dongkrak yang dapat digeser-geser. Pastikan klep pengontrol dalam keadaan tertutup rapat. . Dongkrak botol dan penggunaannya. Dongkrak botol adalah dongkrak yan paling banyak digunakan pada kendaraan karena bentuk fisiknya yang relatif kecil dan mudah dibawa atau disimpan pada kendaraan. Pemasangan dongkrak botol pada kendaraan. agar kendaraan tidak turun dengan keras. Pompa kaki: untuk menaikkan sadel pengangkat pada pengangkatan beban ringan.

Klep pengontrol: untuk membocorkan tekanan saat menurunkan beban. Penggunaan dongkrak troli saat untuk mengangkat . Caster: untuk membelokkan dongkrak sewaktu menggeser beban/material. Sadel dudukan: untuk titik dukung beban yang akan diangkat. Roda: untum memperingan dongkrak saat ditarik/digeser. Dongkrak Troli/dongkrak buaya Gambar 19. Gambar 18.

Penggunaan dongkrak Pantograf Dongkrak samping dan dongkrak bumper Dongkrak samping dan dongkrak bumper digunakan untuk mengangkat kendaraan saat dilakukan perbaikan pada sistem rem.Gambar 20. Gambar 21. Penggunaan dongkrak samping . Dongkrak troli saat untuk menggeser/membawa material/komponen/part Dongkrak Pantograf dan penggunaannya: Dongkrak pantograf digunakan untuk mengangkat beban ringan dan mudah dibawa di dalam kendaraan. Gambar 22. roda kendaraan yang hanya membutuhkan pengangkatan sebelah/pada sisi kendaraan.

d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. Gambar 24. Operasikan alat pengangkat sampai ketinggian yang diinginkan. b) c) d) Aktifkan rem parkir. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. karena mekanik dapat bergerak leluasa di bawah kendaraan.Gambar 23. listrik dan hidrolis peneumatis. Langkah pengangkatan: a) Tempatkan kendaraan tepat di tengah alat pengangkat. Mengangkat dengan car lift akan mempermudah mekanik dalam memperbaiki ataupun melakukan perawatan kendaraan terutama perbaikan di bawah kendaraan. e) f) Pastikan kendaraan tidak akan tergelincir. Tutup pintu kendaraan secara kuat. Operasikan alat pengangkat pelan-pelan sampai sadel dudukan bersentuhan dengan titik angkat kendaraan. Penggunaan dongkrak bumper 6) Car lift Car lift adalah alat pengangkat khusus kendaraan. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. Penempatan kendaraan pada alat pengangkat . Jenis-jenis car lift: jenis penggerak mekanis. Pastikan dudukan pengangkat benar-benar kering atau bebas dari minyak.

Pengangkatan kendaraan dengan Carlift .Tempatkan telapak di bawah titik pengaman Gambar 25. Penepatan sadeldudukan pada titik pengangkatan kendaraan Gambar 26.

Bengkel otomotif sama seperti bengkel ± bengkel yang lain memiliki resiko kecelakaan yang cukup tinggi. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan area kerja : a) b) c) Area kerja harus ditata rapi dan bersih. Bebas dari cairan licin oli. Pengangkatan kendaraan dengan Car lift hidrolis pneumatis. Tempat kerja yang digunakan untuk melakukan pekerjaan perotomotifan disebut bengkel otomotif. Membersihkan oli dan cairan pada lantai . greas dan lainnya. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeliharaan dan penataan agar resiko kecelakaan dapat ditekan menjadi sekecil mungkin. Penanganan Area kerja dan penyimpanan material / komponen / part secara aman. juga untuk menghadapi resiko kebakaran. Gambar 29. juga bersih dari kotoran yang berserakan.Gambar 27. 3. Pengangkatan dengan car lift 4 penopang Gambar 28. Memiliki jalan yang memadai untuk lalu-lintas material atau kendaraan. Area kerja adalah wilayah atau tempat dimana suatu pekerjaan dilakukan.

Gambar 30. Penyimpanan part-part bekas Gambar 32. Gambar 31. Membersihkan kotoran pada lantai d) e) Simpan part-part bekas yang sudah tidak terpakai pada tempatnya. Penempatan peralatan sesudah digunakan . Bersihkan dan tempatkan kembali peralatan sehabis digunakan pada tempatnya.

Penanganan secara manual meliputi: mengangkat. Penyimpanan material/part/komponen. menurunkan. Pengangkatan . 1. pintu dapat dibuka dan mememnuhi syarat sebagai media ventilasi. Grafitasi bumi adalah gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. 3. Gambar 33.f) Tempatkan material sesuai jenis pada tempat yang aman dengan selalu memperhatikan keselamatan barang dan pekerja. g) Pastikan peralatan ventilasi udara dan penerangan semua bekerja dengan baik terutama pada area penggunaan atau penyimpanan material yang mengandung zat kimia berbahaya seperti: Bahan bakar. menahan dan sebagainya. Rangkuman h) i) Pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part secara manual banyak mengandalkan tenaga manusia dalam penanganannya. cat. mendorong. Gunakan saluran gas buang secara kolektif bila pada ruang/bengkel kerja digunakan untuk menghidupkan kendaraan. Memberikan tanda-tanda tulisan yang jelass pada gudang penyimpanan serta tulisan pada wadah penyimpanan terutama untuk material yang berbahaya. Beban yang diangkat oleh tangan ditopang oleh otot bisep. thiner. 4. membawa. c. Dalam hal ini paling tidak jendela. a) b) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. menarik. disalurkan ke tulang belikat oleh tandon dan diteruskan ke otot punggung atau tulang belakang. secara mekanis menggunakan alat ± alat bantu 6. 5. bahan-bahan pelarut. 2.

Upayakan jangan ada orang lalu ± lalang di bawah alat pengangkat. c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: . 11. a) Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: sumber tenaga yang digunakan pengangkat. forklift. forklift. dongkrak troli. tali. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. dongkrak samping. untuk mengoperasikan peralatan Memeriksa b) c) Jika d) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. e) Upayakan f) Upayakan 9. 10. perlahan ± lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part.alat bantu khusus. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. dongkrak ulur dan sebagainya. car lift dan sebagainya. Macam-macam dongkrak : dongkrak botol. 7. kran. e) f) g) OFF kan kunci kontak. dongkrak. pantograf. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri.dongkrak bumper. kran beroda.pengangkatan antara lain: Pengungkit. takel. 8. hok. seling. perlu dilakukan secara tim. material / komponen / part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. b) Aktifkan rem parkir. Alat bantu untuk memindahkan material / komponen/part yang banyak digunakan pada bengkel otomotif adalah: dongkrak troli.

Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan pusat keseimbangan benda. c) d) e) Bebas dari cairan oli. e. Cermatilah material. Cobalah membuat lay-out untuk menempatkan / menata material. Tugas sesuai jenisnya. 2. 2. 3. Jelaskan secara singkat urutan anggota tubuh yang menahan beban pada waktu seseorang membawa beban pada kedua tangannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja: a) b) Area kerja harus ditata rapi dan bersih Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. Memiliki f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil.a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. i) Memiliki 1. greas dan kotoran lainnya. 1. peralatan sesuai ruangan yang ada sesuai dengan pengetahuan yang anda miliki. Siapkan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah dan pelajarilah cara mengoperasikannya. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai. tanda ± tanda penyimpanan material d. Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. peralatan dan ruangan yang ada di bengkel Sekolah. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. 12. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. . Jelaskan secara singkat yang dimaksud gravitasi bumi. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai.

Gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. otot bisep. Beban di telapak tangan akan disalurkan melalui tendon bawah. Kunci jawaban Titik pusat gravitasi benda sebagai titik pusat atau titik berat benda saat diangkat. tulang belikat ke otot punggung dan bermuara di tulang belakang. 9. 6. 11. a) b) 7 (tujuh) hal yang perlu diperhatikan: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat . 5. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu akan menggunakan dongkrak. f. 8. Sebutkan 10 macam alat bantu pengangkatan material secara mekanis. 10. tendon otot bisep. Sebutkan 5 kemungkinan penyebab kecelakan yang dapat terjadi terkait dengan penanganan tempat kerja yang kurang baik. Sebutkan 7 hal yang perlu diperhatikan sewaktu seseorang akan mengangkat material secara manual. 7. 4. 1. Sebutkan 8 hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu menggunakan kran atau takel pengangkat.4. 2. 12. 3. Sebutkan 3 jenis alat bantu untuk menggeser ataupun memindah material yang banyak digunakan di bengkel otomotif. Sebutkan 4 hal yang perlu diperhatikan saat akan menggunakan carlift. Sebutkan 6 macam jenis dongkrak.

kran dan forklift. Upayakan perlahan-lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. ulir. 4 (empat) hal yang perlu diperhatikan: a) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. d) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang di bawah alat pengangkat. 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. samping dan bumper 7. hook. Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. kran. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. Pengungkit. perlu dilakukan secara tim. tali. forklift. takel . seling.dongkrak. Dongkrak troli. 10. e) f) Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. 8. . e) f) g) OFF kan kunci kontak. Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. 6. Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. 9.f) g) 5. carlift dan alat khusus. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. troli. Dongkrak botol. pantograf. b) c) d) Aktifkan rem parkir. a) 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: Pastikan dongkrak benar-benar baik.

h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal.b) Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. e) f) Bahan mudah terbakar berceceran dilantai Penempatan peralatan pengangkat yang tidak standar. 11. b) Penerangan yang kurang memadai. Memiliki tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. c) d) e) Bebas dari cairan oli. 5 (lima) kemungkinan penyebab kecelakaan: a) Adanya oli atau bahan licin yan tercecer dilantai. 8 (delapan) hal yang perlu diperhatikan: a) Area kerja harus ditata rapi dan bersih b) Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai. d) Peralatan pengangkat yang tidak pernah dirawat. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai. Tujuan kegiatan belajar .greas dan kotoran lainnya. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. 12. c) Tidak adanya tanda atau label pada penyimpanan bahan berbahaya. a. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. i) Memiliki tanda-tanda penyimpanan material sesuai jenisnya. Kegiatan Belajar 2: Melakukan pengangkatan/pemindahan material/komponen/part dan penataan area tempat kerja.

3. 4. c. 2. e. Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara manual. Infentarisaikan hal-hal yang kurang baik berkaitan denga penataan area tempat kerja di bengkel sekolah. b. 3. 4. Lakukan pengangkatankendaraan dengan carlift yang ada dibengkel sekolah. Lakukan pengangkatan kendaraan dengan macam-macam dongkrak yang ada di bengkel sekolah. Siswa dapat melakukan penataan area tempat kerja sesuai standar operasi kerja. 2. Lakukan Pengangkatan material/komponen/part dengan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan / pemindahan material/komponen/part secara manual. Tes formatif Kunci jawaban . 6. f. 3. Menata material atau bahan-bahan berbahaya sesuai jenisnya. 5. Rangkuman d. Tatalah material dan bahan ± bahan berbahaya yang ada di bengkel sekolah pada tempat yang sesuai dengan jenisnya. Mengangkat kendaraan dengan alat-alat pengangkat. lakukan perbaikan dan penataan bila diperlukan. Uraian materi 1. 1.1. 2. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. Tugas Tatalah material yang ada di bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya dengan mengangkat dan memindahkan secara manual. Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara mekanis.

menata material/komponen/part secara manual.LEMBAR KERJA 1 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. . Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan.

LEMBAR KERJA 2 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. Jangan memaksakan diri sekiranya material tidak dapat diangkat sendiri. Gunakan peralatan keselematan kerja sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan. Kain majun/lap.menata material/komponen/part secara mekanis. dipindahkan atau disimpan. 2. LANGKAH KERJA: 1. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. Kaos tangan. KESELAMATAN KERJA: 1. 3. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara manual. Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. termasuk lokasi penyimpanannya. ALAT: 1. BAHAN: 1. . Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara manual. 2. 4. Letakkan material/komponen/part yang paling berat di tempat yang paling bawah. 2. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. Macam-macam material/komponen/part otomotif. angkat lah secara tim. 2. 2. Rak/ meja untuk menempatkan material. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. 3.TUJUAN: 1. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan.

2. Kain majun/lap. Carlift. BAHAN: 1. 5. 3. Tali. 2. 2. KESELAMATAN KERJA: 1. hook Rak/ meja untuk menempatkan material. Macam-macam material/komponen/part otomotif. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara mekanis. seling. 7. Forklift. Macam-macam jenis dongkrak. 3. Jangan meninggalkan material/komponen/part tergantung pada alat pengangkat. Unit kendaraan. 6. . Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. 3. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan macam-macam dongkrak.TUJUAN: 1. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan carlift. Alat pengungkit. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. ALAT: 1. Hati-hati kendaraan jangan sampai tergelincir sewaktu diangkat. 2. Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. LANGKAH KERJA: 1. Alat-alat pengangkat khusus. 4. 4. 3.

Memindahkan barang dengan troli. dipindahkan atau disimpan. 5. termasuk lokasi penyimpanannya.seling. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. .hook. 3.2. 4. Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara mekanis dengan tali. kran dan takel. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. 6. Mengangkat unit kendaraan dengan carlift. forklift.

Hati-hati terhadap cairan berbahaya jangan mengenai kulit. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. Rak/meja penyimpan material. LANGKAH KERJA: 1.kereta dorong. 2. 2. Simpanlah material yang mudah terbakar menjadi satu dan berilah tulisan area bebas rokok. memindah material / bahan berbahaya otomotif sesuai jenisnya secara aman. KESELAMATAN KERJA: 1. Pastikan tempat penyimpanan sesuai standar operasi kerja. Kain majun/lap. Gunakan kaos tangan. 2. . 3. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. TUJUAN: 1. ALAT: 1. Siswa dapat mengangkat. Macam-macam material/bahan berbahaya otomotif.menata material/bahan berbahaya otomotif. BAHAN: 1.LEMBAR KERJA 3 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. Siswa dapat menata material/bahan berbahaya otomotif pada tempat yang sesuai standar operasi kerja. Forklift dorong. 4. 2.

5. 4. Melakukan pengangkatan/pemindahan dan penataan material Membuatkan tulisan-tulisan pada jenis-jenis material berbahaya yang belum ada keterangannya. Membuatkan tulisan-tulisan peringatan di tempat atau gudang penyimpanan. . 3. dipindahkan atau disimpan. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat.2. termasuk lokasi penyimpanannya.

komponen/part * 91-100 % sesuai standar . Kriteria dan Instrumen Penilaian 1.100 % sesuai standar manual. PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 NO 1 1 7 4 2 komponen/part secara * 91. memindahkan material/ Kriteria Penilaian Praktek INDIKATOR KEBERHASILAN 3 * 70 ± 80 % Sesuai standar operasi kerja. * 70-80 % sesuai standar Mengangkat. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. 2. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). a) b) c) Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. ASPEK YANG DINILAI 2 Mengangkat. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. operasi kerja. memindahakan * 81-90 % sesuai standar material/ operasi kerja. operasi kerja.BAB III EVALUASI A.

4 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. 6 7 Memindahkan dan menyimpan material/bahan * 81-90 % sesuai standar berbahaya otomotif operasi kerja. memindahkan material/ komponen/part memakai pengungkit. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis dongkrak. pada area tempat kerja dan menata area tempat kerja.kran dan takel. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP . hook. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 3 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. * 70-80 % sesuai dengan standar operasi kerja. INDIKATOR KEBERHASILAN 3 operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. 5 Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis carlift. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. Mengangkat.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 memakai tali/ seling. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. dongkrak troli dan forklift.

Nilai 7. Nilai 8. 3. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN : 1. Tes Praktik : Berpedoman pada cek list kriteria penilaian Praktik yang ada pada modul ini. . Nilai 9.00 (lulus baik / YA). 4. Nilai Praktik = Jumlah perolehan nilai dibagi tujuh = «««««« B. 2.00 (lulus amat bai k / YA). waktu lebih cepat dan 91-100 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 SOP.00 (lulus istimewa / YA). waktu lebih cepat dan 81-90 % memenuhi Standar minimal yang dipersyaratkan. tepat waktu dan 70-80 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.

DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata NILAI FORMATIF 1 N1 NILAI PRAKTIK N2 : KETERANGAN N= (4xN1)+(6xN2) 10 N = «««««««««« .

BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. wajib mengulangi belajar pada modul ini. (2004). otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya . terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. (1987).00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jakarta: Pustaka Ilmu. Anonim. Perbaikan Kendaraan Ringan.CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. Bahan pelatihan Nasional. Drs. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. Daryanto. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif. ). Jakarta: Bumi Aksara. Posted in ilmu. (Th. Biologi 2. atau bersama guru pengampu merencanakan uji eksternal untuk mendapatkan pengakuan kompetensi atau sertifikat kompetensi. (2001). Modul Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Jogyakarta : SMK N 2 Depok.Noeraniah Akmaloedin. Fatimah Sumanto.

B. 20-001-2 B membahas tentang prosedur perawatan/servis engine gasoline/motor bensin secara berkala. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya. perawatan/servis engine secara berkala dikenal dengan sebutan Tune-up engine.10-016 B tentang K3. Petunjuk Penggunaan Modul 1. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR.Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. terutama yang terkait dengan perbaikan engine. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. 10-010 B Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur modul OPKR. modul OPKR. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponen-komponennya secara berkala dan kegiatan belajar 2 prakteik perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya secara berkala. langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain: . Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. OPKR. serta dapat melakukan perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. C. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. Dalam dunia perotomotifan. akan mudah mempelajari kompetensi yang lainnya. 20-001-1 B Prinsip kerja engine dan identifikasi komponen-komponen engine. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan perawatan/servis engine secara berkala.

siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun saat melakukan praktik. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. b. Bila belum berhasil siswa wajib mengulang. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. Sebelum melaksanakan praktik. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. d. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Membantu siswa dalam memahami konsep. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. harus meminta ijin guru lebih dahulu. . c. e. Siswa dinyatakan lulus. c. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. Bila ada materi yang kurang jelas. praktik baru. 2. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). serta dapat melakukan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan.a. 6) Setelah selesai praktik. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. b.

*Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik. *Persyaratan keamanan *Data *Menerapkan K3. servis. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Memahami prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponennya. D. peralatan/ spesifikasi komponen. i. SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. *Seluruh kegiatan KOMPETENSI MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Komponen*Menerapkan *Prosedur *Melakukan komponen pemeliharaan/ perawatan/ engine yang SOP dalam perlu pemeliharaan/servis servis engine dan servis. Mencatat hasil kemajuan belajar siswa. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. E. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. g. diservis. Melaksanakan penilaian internal. komponennya. . h. mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya. e. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. *Melaksanakan kegiatan yang *Persyaratan *Prosedur komplek dan tidak keamanan dan pemeliharaan/ rutin. pabrik. 2. menjadi keselamatan diri.Memelihara/servis *Pemeliharaan/servis engine dan engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. Dapat melakukan pekerjaan perawatan/servis engine bensin secara berkala. f. diperiksa/ engine dan komponennya.d. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan.

Bila siswa merasa dapat mengerjakan soal-soal formatif.K3 F. maka harus melanjutkan mempelajari modul ini. siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif.hasil data harus sesuai SOP.baik proses.servise. Cek Kemampuan AWAL Sebelum siswa mempelajari modul ini. . guru pembimbing dapat melakukan tes kepada siswa yang bersangkutan dan bila hasilnya benar pembimbing dapat menyediakan bagi siswa tersebut modul berikutnya. Tetapi bila siswa belum bias.

. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.BAB II PEMELAJARAN A.

komponen-komponen engine mengalami kerusakan pekerjaan perawatan berkala pada sistem pendinginan meliputi: a) Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin Periksa ketinggian air pendingin yang terdapat pada tangki Penampungan (Reservoir). Perawatan rutin komponen-komponen engine dilakukan tidak secara langsung pada komponen-komponen tersebut di atas. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan komponen-komponen yang memerlukan perawatan. Perawatan Sistem Pendinginan Gangguan pada sistem pendinginan secara umum akan berakibat meningkatnya suhu kerja engine yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine. Prosedur perawatan/servis engine bensin. mekanik katup. Uraian Materi Prosedur Perawatan Engine Bensin Engine yang sudah dioperasikan akan mengalami perubahan fisik pada komponenkomponennya seperti pada: blok motor. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prosedur Perawatan/servis Engine Bensin a. Pada industri perotomotifan perawatan rutin terhadap komponen-komponen engine disebut dengan Tune-up engine. Adapun perawatan yang dimaksud meliputi: 1. . agar tingkat perubahan yang terjadi dapat ditekan seminimal mungkin. Melakukan perawatan/servis engine bensin. Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL. Gangguan langsung yang dirasakan antara lain: tenaga berkurang. kelengkapan piston. 2. b. serta prosedur perawatan engine bensin. poros engkol. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perawatan secara rutin/berkala. Perubahan fisik tersebut dapat mengganggu kinerja engine. kepala silinder. tetapi pada sistem-sistem yang mendukung kinerja engine. poros nok dan yang lainnya.Jenis Kegiatan 1. bahan bakar boros. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru B.

Pemeriksaan tinggi air b) Memeriksa kondisi air pendingin Periksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli.6 kg/cm2 (sesuaikan dengan ketentuan manual) . Gambar 3.Gambar 1. Gambar 2. atau jika secara fisik rusak. Pemeriksaan sistem pendinginan d) Memeriksa kerja tutup radiator Dengan menggunakan alat tes tutup radiator (Radiator cap tester) periksalah kondisi pegas dan katup vakum dari tutup radiator. pipa radiator (core). 3) Kisi-kisi radiator berkarat.05 kg/cm2 Limit : 0. Pemeriksaan kondisi air pendingin c) Memeriksa sistem pendinginan Periksalah kemungkinan terjadi: 1) Kerusakan fisik pada radiator atau slang radiator. 2) Kerusakan pada klem slang radiator. Tutup perlu diganti bila tekanan pembukaan dibawah angka spesifikasi pabrik. Tekanan pembukaan katup : STD : 0.penguras. 4) Kebocoran pada pompa air.75 ± 1.

Gambar 4. 2) Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli. perubahan bentuk. terkena oli atau paslin/grease. Pemeriksaan kerja tutup radiator e) 1) Memeriksa tali kipas Tali kipas diperiksa secara visual kemungkinan terjadi: Retak. . aus atau terlalu keras.

Pemeriksaan tali kipas secara visual f) Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas Dengan tekanan 10 kg/cm2. tekan tali seperti pada gambar defleksi/kelenturan tali : Pompa air ± Alternator : 7 ± 11 mm Engkol ± Kompressor : 11 ± 14 mm Bila tidak memenuhi spesifikasi pabrik lakukan penyetelan tali kipas dengan SST penyetel tali kipas. Tegangan tali kipas : Baru : 100 ± 150 Lbs Lama : 60 ± 100 Lbs.Gambar 5. (sesuaikan dengan ketentuan manual) .

Membersihkan saringan udara/Air filter Gangguan pada saringan udara akan berakibat tenaga engine berkurang dan bahan bakar boros. Pemeriksaan tegangan tali kipas Gambar 7. Penyetelan tegangan tali kipas 2. Adapun prosedur perawatannya seperti berikut: .Gambar 6.

Membersihkan elemen saringan udara 3. b) c) Hembuskan tekanan udara dari sisi dalam elemen. Pemeriksaan elektrolit baterai .25 ± 1. Terminal longgar.a) Melepas saringan udara dari engine.27 pada suhu 200 C 2) Periksa jumlah elektrolit pada setiap sel. Gambar 10. Bila elemen rusak atau terlalu kotor supaya diganti. Gambar 9. Gambar 8. berkarat atau rusak. Jangan sampai ada benda yang masuk ke karburator. Kinerja baterai yang kurang baik akan menyebabkan: sulit untuk menstarter engine. gangguan pada sistem penerangan dan peralatan tambahan (assesoris). 3) Kotak baterai rusak atau bocor. Memeriksa Baterai Kemampuan kerja baterai akan mengalami penurunan seiring dengan pemakaian. Ketinggian elektrolit harus berada antara garis Uper level dan lower level. Perawatan baterai meliputi: a) Pemeriksaan secara visual: Periksa baterai kemungkinan: 1) 2) Penyangga baterai berkarat. Pemeriksaan baterai secara visual b) 1) Mengukur berat jenis elektrolit Memeriksa berat jenis baterai dengan hydrometer Berat jenis : 1.

4. bila kurang harus ditambah. Pemeriksaan tinggi oli b) Memeriksa kondisi oli Periksa oli kemungkinan kotor. 3) Hidupkan mesin dan periksa kebocoran. Gambar 12. dan perbaikilah. Pasang saringan oli baru dengan tangan sampai kencang. komponen-komponen engine cepat aus dan tenaga mesin akan terasa berkurang. Memeriksa Sistem Pelumasan Sistem pelumasan merupakan bagian vital pada engine. Gambar 13. Pemeriksaan kondisi oli c) 1) 2) Mengganti saringan oli (oil filter) Membuka saringan oli dengan SST. periksalah kemungkinan ada kebocoran. Gangguan pada sistem pelumasan akan berakibat: suhu engine meningkat berlebihan. bila kurang ditambah. Gambar 11. Melepas saringan oli . tercemar air atau sudah berubah warna karena terbakar. 4) Matikan mesin dan periksa tinggi oli. Perawatan pada sistem pelumasan meliputi: a) Memeriksa tinggi oli Tinggi oli harus berada antara garis L dan F.

rusak akan berakibat: tenaga engine kurang. 2) 3) 4) Keausan pada elektroda. Memasang saringan oli 5.Gambar 14. Gambar 15. engine tidak dapat idel. kerusakan pada ulir atau isolator. Memeriksa. Bila busi kotor. Pemeriksaan busi secara visual b) Membersihkan busi . Perawatan busi meliputi: a) 1) Pemeriksaan busi secara visual Kemungkinan retak. pincang dan sulit distarter. membersihkan dan menyetel busi Busi adalah komponen yang memberikan loncatan api untuk proses pembakaran. Gasket rusak atau berubah bentuk. Elektroda terbakar atau kotor berlebihan.

1) 2) Jangan menggunakan pembersih busi terlalu lama. Membersihkan busi c) Menyetel celah busi Memeriksa semua celah busi dengan alat pengukur celah. Penyetelan celah busi 6. Memeriksa kabel tegangan tinggi . Gambar 16. Gambar 17. Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara tekan 3) Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator. Jika diperlukan setelah celah busi dengan membengkokkan elektroda busi.

Cara melepas kabel busi . Periksalah semua kabel tegangan tinggi tahanan kabel: kurang dari 25 kW.Gangguan kabel tegangan tinggi pengapian akan berakibat: engine sulit distarter. tidak dapat idel. Gambar 18. Hal ini dapat terjadi karena tahanan kabel menjadi sangat besar. pincang dan tenaga kurang.

berkarat. Adapun perawatannya meliputi: a) Memeriksa tutup distributor Periksa tutup distributor serta rotor dari kemungkinan: 1) 2) 3) Retak.Gambar 19. yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine: engine sulit distart. Pegas karbon terminal tengah lemah atau macet. Distributor Gangguan pada distributor akan berakibat kinerja sistem pengapian tidak sempurna. Pemeriksaan tutup distributor b) Menyetel celah platina atau celah udara . kotor atau terbakar. Terminal-terminal kotor atau terbakar. Cara memeriksa tahanan kabel busi 7. tenaga kurang. Gambar 20. panas berlebihan dan komponen-komponen utama engine cepat rusak.

1) Jika platina aus.45 mm 3) Stel celah udara antara rotor dan proyeksi koil (pengapian elektronik). Celah udara : 0. Cara penyetelan platina atau celah udara .2 ± 0.4 mm Gambar 21. rusak atau terbakar ganti yang baru. 2) Stel celah platina : celah blok : 0.

Pemeriksaan sudut dwell d) Memeriksa saat pengapian Stel putaran mesin pada putaran idel. . Sudut dwell : 50 0 ± 54 0 Gambar 22. Pada putaran maksimal 950 Rpm saat pengapian antara 50 ±15 0 sebelum TMA (sesuaikan dengan spesifikasi pabrik). oktan selector pada posisi standar. Penyetelan pengapian dengan merubah posisi distributor serta menggunakan alat Timing light.c) Memeriksa sudut Dwell Periksa sudut dwell dengan Dwell tester. Jangan menyetel dengan Oktan selector.

Gambar 23. 2) Rotor tidak boleh terlalu kendor. Pemeriksaan Governoor advancer f) Memeriksa governor advancer dengan engine hidup Hidupkan engine dan lepaskan slang vakum pada distributor. Saat pengapian berubah-ubah sesuai putaran engine. Gambar 25. Penyetelan saat pengapian e) 1) Memeriksa kerja governor advancer Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putaran rotor dan dilepas. Pemeriksaan Governoor advancher dengan engine hidup g) Memeriksa kerja Vacum advancer . Gambar 24.

m . Gambar 26. Menyetel Celah Katup Perubahan pada setelan celah katup akan berakibat pemasukan gas baru dan pengeluaran gas bekas terganggu dan akan menyebabkan tenaga engine berkurang.6 kg. 1) 2) Baut kepala silinder: 5. Pemeriksaan Vacum advancer 8. putaran idel terganggu dan suara berisik.6 kg.4 ± 6.8 ± 6. Oktan selector akan berubah-ubah sesuai putaran engine. Adapun prosedur penyetelannya sebagai berikut: a) 1) 2) b) Menepatkan tanda timing Panaskan engine kemudian matikan Tepatkan silinder no 1 pada TOP kompresi Mengencangkan baut-baut kepala silinder dan penumbuk katup.Hubungkan slang vakum pada distributor.m Baut penumbuk katup: 1.

20 mm.Gambar 27. c) Menyetel Celah Katup Celah katup diukur di antara batang katup dengan lengan penumbuk (Rocker arm).30 mm (sesuaikan dengan ketentuan manual) . Celah katup hisap: 0. Pengencangan baut kepala silinder dan penumbuk katup. katup buang: 0.

stel pada TOP kompresi silinder 4. Pemeriksaan katup trotel . Perawatan pada sistem karburator meliputi: a) 1) 2) Memeriksa katup trotel Katup trotel harus membuka penuh saat pedal gas ditekan penuh. Memeriksa Karburator Untuk penyetelan karburator gunakan manual sesuai jenis karburator dan merek kendaraannya.Gambar 28. Penyetelan katup TOP kompresi silinder 1 Putar satu kali putaran (360 0). Gambar 29. Gangguan pada sistem karburator akan berakibat: tenaga engine berkurang. Penyetelan katup TOP kompresi silinder 4 9. Penyetelan dilakukan melalui kabel gas atau baut penyetop pedal gas. putaran idel tidak baik dan bahan bakar boros. Gambar 30.

Gambar 32. Gambar 33. c) Memeriksa Katup Cuk Konvensional Katup cuk harus membuka penuh bila tombol cuk ditarik penuh dan menutup penuh bila tombol dilkembalikan. Penyetelan pembukaan katup trotel b) Memeriksa Pompa Akselerasi Bensin harus menyemprot keluar dari Jet saat katup trotel terbuka. Pemeriksaan katup cuk saat tombol ditarik .Gambar 31. Pemeriksaan pompa akselerasi.

Penarikan tombol cuk engne hidup dan digas 3) Pasang kembali slang vakum. . Pemeriksaan katup cuk saat tombol dilepas d) 1) Memeriksa Pembuka Cuk Otomatis Memeriksa BVSV mesin dalam keadaan dingin. penghubung cuk tidak bergerak. menekan pedal gas sekali dan menghidupkan engine. Gambar 39. Tombol cuk posisi setengah 6) Pastikan nok idel tinggi pada langkah kedua. dan hidupkan engine. suhu air dibawah 30 0C. Gambar 36. Gambar 37. matikan lalu lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. Gambar 35. lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. Gambar 38. dan kembalikan tombol posisi setengah. Pelepasan slang vakum penarik cuk 2) Menarik tombol cuk. tekan pedal gas sekali.Gambar 34. Pemeriksaan penghubung cuk 4) Memeriksa BVSV keadaan engine panas. Pelepasan slang vakum dari penghubung cuk 5) Tarik tombol penuh. Hidupkan mesin sampai suhu kerja.

Gambar 40. a) Lepaskan slang HIC dan sumbatlah ujung slangnya. Dalam penyetelan putaran dan campuran idel. Pada saat tombolcuk ditekan habis. Penyetelan Putaran dan Campuran Idel (Gunakan selalu buku manual sesuai merek kendaraan dan Tahun pembuatannya). Pengecekkan nok idel tinggi pada langkah kedua 7) Pasang kembali slang vakum. Nok idel tinggi pada langkah ketiga 10. putaran engine kembal idel. Perhatikan gambar berikut: Gambar 41. . perlu diperhatikan hal-hal berikut: a) b) Saringan udara dalam keadaan terpasang Suhu air pendingin normal (suhu kerja) c) d) Katup cuk terbuka penuh Semua perlengkapan tambahan dimatikan e) f) Semua saluran vakum terpasang Transmisi pada posisi netral g) h) i) Saat pengapian benar-benar tepat (sudah distel) Tachometer dan pengukur vakum terpasang Pengukur CO pada posisi NOL siap pakai. pastikan linkage cuk bergerak dan nok idel tinggi dibebaskan pada langkah ketiga.

Penyetelan vakum maksimum e) Menyetel putaran dan campuran idel Ulangi penyetelan putaran dan campuran hingga vakum benar-benar maksimum seperti berikut: . Penyetelan putaran idel d) Menyetel vakum maksimum Stel hingga vakum maksimum dengan memutar sekrup pengatur campuran idel dengan SSTseperti berikut: Gambar 45. Cara membuka kap pembatas idel c) Menyetel idel pada putaran spesifikasi Menyetel putaran idel pada putaran spesifikasi (600-800 Rpm). Pelepasan slang HIC b) Membuka kap pembatas idel Membuka kap pembatas idel pada skrup pengatur campuran idel jika terpasang seperti gambar berikut: Gambar 43.Gambar 42. dengan jalan menyetel sekrup pengatur seperti berikut: Gambar 44.

baru lakukan pengukuran. Penyetelan putaran dan campuran idel f) Cek putaran dan campuran idel Pengecekan setelan putaran dan campuran idel dengan menarik link gas kemudian melepaskan kembali. Pengukuran harus dilakukan selama 3 menit seperti berikut: Gamba r 48. Tunggu 1 menit. 12.Gambar 46. Pastikan Rpm kembali ke posisi spesifikasi seperti berikut: Gambar 47. a) b) Mengukur Konsentrasi CO Pada Gas Buang Menaikkan putaran sekitar 200 Rpm selama 30 ± 60 detik. Pengu kuran konsen trasi CO c) Jika seluru h pekerjaan penyetelan sudah selesai. kembalikan slang katup HIC seperti semula dan pasang kap pembatas idel yang baru seperti berikut: Gambar 49. Memeriksa Tekanan Kompresi Engine . Pengecekan setelan putaran dan campuran idel 11. Pemasangan slang katup HIC dan Kap pembatas idel.

Melepas busi c) Melepas kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran skunder terputus. 2. Gambar 51. Rangkuman Perawatan komponen-komponen engine dilaksanakan dengan pekerjaan Tune-up engine. Gamba r 52. Pekerjaan Tune-up meliputi: a) b) Sistem pendingin Tali kipas . Pelepasan kabel tegangan tinggi koil d) Memasang kompresi tester pada lubang busi. Baca hasil pengukuran antara 9 ± 12 kg/cm2 (sesuaikan dengan manual merek kendaraan) yang diukur. 1. menyetel dan mengganti komponen yang mendukung kinerja engine. buka trotel penuh dan start engine pada putaran: 250 Rpm selama maksimal 3 detik. 3. Pemeri ksaan tekana n kompr esi c.a) Panaskan engine sampai suhu kerja b) Lepas semua busi Gambar 50. Tune-up engine: mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan memelihara.

Tahanan kabel tegangan tinggi kurang dari 25 kW. antara engkol dan kompressor. penyetelan celah platina dan sudut dwell. Tekanan kompresi. 7.rotor. Pengukuran tegangan tali kipas antara pompa air dan alternator. Perawatan busi: membersihkan . vakum advancer. penggantian saringan oli. kondisi kotak baterai dan berat jenis elektrolit. governor advancer. Pengukuran baterai meliputi: kondisi terminal. Prosedur menyetel pengapian: hidupkan engine. 9. menyetel atau mengganti busi. Pemeriksaan distributor meliputi: tutup dan terminal-terminal tutup distributor.c) d) e) f) g) Saringan udara Baterai Oli mesin Busi Kabel tegangan tinggi h) Distributor i) Baut kepala silinder dan penumbuk katup j) k) l) Celah katup Karburator Putaran idel m) Konsentrasi CO n) 4. posisikan tanda timing pada TOP kompresi silinder 1. Prosedur menyetel celah katup: Kencangkan baut kepalasilinder dan penunjang batang penumbuk. 11. pasang timing light. 5. setel katup buang silinder 1 . 6. 12. Alat tes sistem pendinginan adalah Radiator tester. lihat tanda penyesuai. Perawatan sistem pelumasan: kondisi dan kapasitas oli. 10. tepatkan dengan menggerakkan distributor. 8.

pompa akselerasi. 3. 8. 15. Pemeriksaan Karburator meliputi: kerja trotel. pembuka cuk. e. 6. Prosedur tes tekanan kompresi: Panaskan engine. semua slang vakum terpasang. 9. Apa akibatnya bila kapasitas oli kurang? Apa akibatnya bila busi kotor. 14. Tes formatif Jelaskan yang dimaksud dengan Tune-up engine. membuka semua busi. 13. 11. memasang alat tes. 2. dan bagian komponen yang memerlukan penyetelan serta spesifikasi penyetelannya. Sebutkan 4 pemeriksaan pada baterai. 7. Putar 360 0 Setel katup masuk dan buang yang belum disetel. pada TOP kompresi silinder 4 katup mana saja yang bisa disetel? 10. pelajarilah pada bagian Tune-up engine. 4. d. . Sebutkan 5 pekerjaan tune-up pada sistem pendingin.dan 3 dan katup masuk silinder 1 dan 2. transmisi netral. 5. Tugas Carilah dan pelajarilah minimal dua buku manual suatu kendaraan bermesin bensin. Sebutkan 8 alat tester yang digunakan untuk pekerjaan Tune-upmotor bensin. perlengkapan tambahan mati. cuk membuka penuh. 1. Sebutkan 9 ketentuan sebelum menyetel putaran dan campuran idel. melepas kabel tegangan tinggi koil. menstarter engine dan membaca hasil pengukuran. putaran dan campuran idel. tacho dan pengukur vakum terpasang dan meteran CO posisi NOL siap pakai. cuk. Sebutkan 6 pemeriksaan pada karburator. Engine 4 silinder FO 1342. 1. 2. Sebutkan 15 pekerjaan Tune-up engine. tahanan kabel melebihi ketentuan? Sebutkan 8 pemeriksaan/penyetelan terkait dengan distributor. Catatlah dalam buku tugas merek kendaraan yang dipelajari. pengapian tepat. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetel putaran dan campuran idel: air filter terpasang. suhu air normal.

cuk. 2. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat melakukan perawatan/servis engine bensin sesuai ketentuan standar operasi kerja dan K3. slang vakum terpasang. tutup distributor. komponen engine cepat rusak. oli. 9. saringan oli. kapasitas air. Timing light.Tacho dan pengukur vakum terpasang serta CO meter posisi NOL siap pakai. vakum advancer. Uraian Materi . tali kipas. Hydro meter. Tacho meter. Compression Tester. Engine panas. Trotel membuka penuh. 12. putaran idel dan campuran idel. pompa akselerasi. menyetel. b. 4. Dwell tester. CO meter. 11. pembuka cuk. Kegiatan belajar 2: Perawatan/servis Engine Bensin a. Kunci Jawaban Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan. celah platina. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. Berat jenis elektrolit. Memeriksa kondisi air. kapasitas air. perlengkapan tambahan mati. 1. tutup radiator dan tali kipas. Radiator cap tester. 7. 5. pengapian dan pegas karbon. putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. tenaga kurang. busi. governor. tegangan dan kebocoran elektrolit. terminal-terminal. membersihkan dan mengganti komponen. 8. vakum advancer.12. Kondisi tutup. sistem pendingin. Saringan udara terpasang. 6. Sebutkan 2 prasyarat pengetesan tekanan kompresi. Engine sulit hidup. Memeriksa kondisi air. rotor. pengapian tepat. kabel tegangan tinggi. memeriksa. cuk membuka penuh. Trotel. 10. celah katup. celah platina. Terminal baterai. Radiator tester. governoor. Engine pada suhu kerja. baterai. vakum meter. suhu air normal. rotor. f. transmisi netral. pengapian. karburator. 3.

Melakukan praktik perawatan/servis engine bensin dengan engine yang ada di bengkel sekolah. 3. Kunci jawaban Berpedoman pada kriteria penilaian praktik pada modul ini dan pada buku manual sesuai yang digunakan untuk praktikum. 2. Menerapkan prosedur K3 dalam praktik. Catatlah dalam buku tugas setiap hasil pemeriksaan dan perbaikan/penyetelan yang dilakukan serta kesimpulan hasilnya. . Menggunakan buku manual sesuai engine yang digunakan untuk latihan. 2. bila menggunakan buku manual. Tes formatif Lakukan pekerjaan Perawatan engine bensin secara berkala sesuai prosedur standar dan prosedur Kesehatan dan keselamatan kerja. Tugas 1. c.1. e. 3. Gunakan lembar kerja yang ada pada modul ini untuk pedoman praktik. Lakukan latihan praktik perawatan/servis engine bensin pada engine stand atau pada unit kendaraan yang ada pada bengkel sekolah berulang-ulang sampai benar-benar menguasai materi/trampil. d. Laporkan pada guru pembimbing bila sudah menguasai materi untuk dilakukan tes praktik. 4.

.

3. Siswa dapat melakukan pekerjaan perawatan berkala motor bensin. 4. 6. ALAT: 1. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar. Fender cover. 3. 5. Elektrolit baterai jangan sampai kena anggota badan dan pakaian. KESELAMATAN KERJA: 1. SST untuk Tune-up. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya. Peralatan Tune-up motor bensin standar. Kompresor udara. . : Perawatan Berkala Motor Bensin. 2. Sub kompetensi TUJUAN: 1. 2.LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis Engine dan Komponennya. Peralatan tangan standar. Tempat komponen.

Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan. Saringan oli. 7. baut-baut platina.7. 4. 9. Buku manual sesuai jenis/merek engine yang digunakan. busi. Kain lap (majun). 2. 5. 3. 3. . Laporkan pada pembimbing bila sudah menguasai materi untuk bersama-sama merencanakan uji kompetensi internal. Air pendingin. Tali kipas. Siapkan peralatan dan bahan. Oli pelumas engine. LANGKAH KERJA: 1. Kertas gosok. 6. Kembalikan alat dan bahan seperti semula. Praktek Tune-up dengan langkah seperti pada manual. Diskusikan dengan teman atau Tanya pembimbing bila ada yang ragu. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. Catatlah hasil pemeriksaan dan penyetelan komponen pada buku tugas. Bersihkan lingkungan kerja seperti semula. 2. 8. 6. Elektrolit baterai/air baterai. BAHAN: 1. 7. Ulangi pekerjaan ini sampai benar-benar kompetensi. 5. 4.

BAB III EVALUASI A. . Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. c. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. a. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes 1 dan Tes 2): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. b. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %.

tes tekanan sistem dan kerja tutup radiator mengetes. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. Dapat mengukur tahanan kabel tegangan tinggi. serta dapat menguras dan mengganti air pendingin 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 2 3 4 5 6 7 Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas. kerja governor dan vakum advancer. membersihkan dan menyetel busi Kabel tegangan tinggi. memeriksa dan mengganti saringan oli Dapat memeriksa kondisi Busi. busi. hubungan dan kondisi terminal. kebocoran. kondisi radiator dan slang radiator.d. Kriteria Penilaian Praktik NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Sistem Pendinginan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 Dapat memeriksa kondisi dan kapasitas air. 2. . kapasitas dan berat jenis elektrolit Dapat memeriksa kapasitas Sistem Pelumasan dan kondisi oli.rotor. Distributor Pengapian Dapat memeriksa kondisi tutup distributor. memeriksa dan menyetel celah platina. Dapat memeriksa kondisi Saringan udara dan membersihkan serta mengganti elemen saringan Dapat memeriksa kondisi. mengganti oli. Baterai penyangga. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh).

Dapat menerapkan K3 dan SOP. memeriksa dan menyetel saat pengapian. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 8 Celah Ktup 9 Tekanan Kompresi 10 Karburator 11 K3 dan SOP CATATAN: 1. Nilai 7. Dapat mengukur tekanan kompresi serta menyimpulkan hasilnya Dapat memeriksa dan menyetel trotel. pembuka cuk dan menyetel campuran serta putaran idel. cuk. 2.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 memeriksa dan menyetel sudut dwell. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA :««««««««««««« NIS :««««««««««««« NO SOAL NILAI TES 1 NILAI TES PRAKTIK KETERANGAN . Nilai 9. 3.mengukur dan menyetel katup. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. Dapat menepatkan timing katup.00 (lulus amat baik/YA).00 (lulus istimewa/YA). Nilai 8.00 (lulus baik/YA). Mengencangkan baut kepala silinder dan rocker arm.pompa akselerasi.

baterai. . rotor. pengapian. vakum advancer. saringan oli. Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan. membersihkan dan mengganti komponen. Memeriksa kondisi air. governor. busi. Kunci Jawaban Tes 1 1. B.20-001-2 B N II = «««««« CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. kapasitas air. memeriksa. karburator. tali kipas. 2. putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. kabel tegangan tinggi. menyetel. tutup distributor.N1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 RATARATA N2 Nilai = Rata-rata nilai Tes 1 (N1) dikalikan 4 ditambah nilai rata-rata tes praktik (N2) dikalikan 6 kemudian dibagi 10 (4xN1) + (6xN2) N II= 10 NII= Nilai akhir OPKR. celah katup. celah platina. oli.

Terminal baterai. governor. 6. bila menggunakan buku manual. Dwell tester. Trotel membuka penuh. Hydro meter. Tacho meter. 8. Engine sulit hidup. 5. tutup radiator dan tali kipas. celah platina. Saringan udara terpasang. rotor. Radiator tester. Compression Tester. Radiator cap tester. Trotel. transmisi netral.3. Timing light. slang vakum terpasang. suhu air normal. putaran idel dan campuran idel. pembuka cuk. Tacho dan pengukur vakum terpasang dan CO meter posisi NOL siap pakai. vakum meter. pengapian tepat. CO meter. tegangan dan kebocoran elektrolit. BAB IV PENUTUP . 7. tenaga kurang. perlengkapan tambahan mati. Tes 2 Berpedoman pada criteria penilaian praktik dan buku manual sesuai yang digunakan. 4. sistem pendingin. Berat jenis elektrolit. vakum advancer. kapasitas air. pengapian dan pegas karbon. terminal-terminal. pompa akselerasi. Engine pada suhu kerja. 12. cuk membuka penuh. komponen engine cepat rusak. Memeriksa kondisi air. cuk. 9. Kondisi tutup. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. 11. Engine panas. 10.

maka isilah rencana kegiatan tersebut dalam format berikut ini. Jakarta: PT.Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. 1 Keg. (2003).5K. Toyota Astra Motor. Toyota Astra Motor. Bel. (1983). Bel. 2 Keg. Anonim. New Step 1 Training Manual. Jakarta: PT. Pedoman Reparasi Toyota 2K.). (1995). Untuk membuat perencanaan kegiatan belajar anda. Jenis Kegiatan Keg. Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Tanggal Waktu . DAFTAR PUSTAKA Anonim.4K. Sebaliknya bila siswa dinyatakan tidak lulus. 2 Evaluasi Uji Komp. 1 W Engine Service Training Information.th. Anonim. Job Sheet Tune-up Motor Bensin. II Pembelajaran A. sebaiknya anda membuat rencana belajar dan mendiskusikan dengan guru/ tutor yang berkaitan dengan modul pemelajaran ini. Posted in ilmu.3K. otomotif Leave a Comment Yogyakarta: SMKN 2 Depok Perbaikan Sistem Rem Apr 21 Posted by 66tech Bab. maka siswa tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. Jakarta: Toyota Motor Corporation Anonim. (t. Rencana Belajar Siswa Sebelum anda melanjutkan mempelajari modul ini. Bel.

Uraian Materi 1) Rem Parkir Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan.B. b. kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan tromol rem dan sepatu yang membangkitkan daya pengereman. Mengidentifikasi macam-macam penyetel rem tangan. Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. Kegiatan Belajar 1 1. diharapkan siswa dapat: 1) 2) 3) Menjelaskan konstruksi dan cara kerja tangan. Kendaraan niaga yang besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang antara propeller shaft dan transmisi. Mobil penumpang dan kendaraan niaga yang kecil mempunyai rem parkir tipe roda belakang (rem kaki). stick atau pedal. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini. atau rem parkir ekslusif yang dihubungkan dengan roda-roda belakang. memperbaiki dan menyetel rem tangan. Memeriksa. . Kegiatan Belajar a.

yang digunakan bergantung pada design tempat duduk pengemudi dan sistem kerja yang dikehendaki. 3) Body Rem Parkir a) Rem Parkir Tipe Roda Belakang . Tuas rem parkir dilengkapi dengan ratchet utnuk mengatur tuas pada suatu posisi pengetesan. Tuas fortuna rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi dengan menarik tuas rem parkir maka rem bekerja melalui kabel yang dihubungkan dengan tuas.2) Cara Kerja Mekanisme kerja (operating mechanism) pada rem parkir pada dasarnya sama untuk tipe rem parkir belakang dan tipe center brake. Ada beberapa tipe tuas rem parkir seperti diperlihatkan di bawah ini. dibagian tengah kabel diberi equalizer untuk menyamakan daya kerjanya tuas pada kedua roda-roda. dengan demikian penyetelan jarak tuas dapat dengan mudah distel. Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelannya dekat dengan tuas rem. Pada rem parkir roda belakang. Tuas intermediate (intermediate lever) dipasang untuk menambah daya pengoperasian. Kabel rem parkir memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub-assembly.

Hasilnya. sepatu rem akan mengembang oleh tuas sepatu rem dan shoe strut (lihat gambar). Tipe ini salah satu dari tipe rem tromol tetapi dipasang antara bagian belakang transmisi dan bagian depan propeller shaft. Pad menjadi aus dan langkah rem parkir akan bertambah dengan alasan ini. atau pada piston pada mobil yang menggunakan disc brake. Hal umum sebagai penyebab masalah pengereman di antaranya adalah: . y Tipe rem parkir deveted Pada tipe rem parkir ini. Pada tempat yang menurun. Cara kerjanya sama dengan tipe rem parkir seperti pada tromol rem. Hubungannya dilakukan secara mekanik dihubungkan pada sepatu rem pada kendaraan yang mempunyai tromol rem. Tipe rem ini bekerjanya sama dengan rem parkir tipe sharing pada kendaraan yang menggunakan rem tromol. mekanisme rem parkir disatukan dalam caliperr rem piringan. Kabel rem parkir dipasang pada tuas sepatu rem dan daya kerja dari tuas rem parkir dipindahkan melalui kabel rem parkir ke tuas sepatu rem. maka dilengkapi mekanisme penyetelan otomatis pada mekanisme rem parkir untuk menjaga langkah spindle agar tetap konstan setiap waktu.Bodi rem parkir dikelompokkan menjadi dua tipe structural bergantung pada andilnya tromol rem atau piringan rem (rem kaki) atau komponen rem yang terpisah. kendaraan masih juga bergerak. 4) Memperbaiki Rem Tangan Masalah yang biasa terjadi pada rem tangan adalah ketika memarkir kendaraan. b) Tipe Center Brake Tipe center brake ini banyak digunakan pada kendaraan komersil. tromol rem parkir terpisah dari rem piringan belakang. y Pelayanan Rem Tipe Sharing (Rem Kaki) Tipe rem parkir ini digabungkan dengan rem kaki. Seperti pada gambar di bawah. gerakan tuas menyebabkan poros tuas (lever shaft) berputar menyebabkan spindle menggerakkan piston. Pada rem parkir tipe center brake ini daya pengeremannya terjadi pada saat sepatu rem yang diam ditekan dari bagian dalam terhadap tromol yang berputar bersama out put shaft transmisi dan propeller shaft. seperti pada gambar. y Kendaraan dengan tromol rem Pada tipe rem parkir ini. pad terdorong menekan rotor piringan (disc rotor). y Kendaraan dengan rem piringan Dalam tipe rem parkir ini.

lakukan perbaikan dan penyetelan. Mur penyetel dengan penghubung berulir 5 dan 11: Penahan 6. Oleh karena itu. b. Pastikan seluruh komponen berada pada kondisi normal dan dapat digunakan dengan baik. c. gantilah kawat beserta kelengkapannya. pada rem tromol dengan penyetel otomatis. lakukan penyetelan pada baut penyetel yang ada di tuas. Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem tromol tanpa penyetel otomatis. melalui pemutaran bintang (star) penyetel yang ada dalam tromol. pemeriksaan terhadap komponen dan cara kerjanya harus dilakukan. Atau bilamana masih baik. Silinder roda 3 dan 9: pegas pengembali 4. berikanlah pelumasan jika masih memungkinkan. Bilamana tarikan kawat melebihi spesifikasi karena kawat mulur. Periksa gerakan tuas rem dengan cara menarik sampai kedudukan pengerem. Bila tarikan kawat melebihi spesifikasi karena setelan. b) Tempat sambungan kendor atau karat.a) Kawat penarik telah mulur/ kendor atau karat. Bilamana tarikan kawat rem tidak lancar. c) Penyetelan kurang tepat. yaitu: a. dapat juga dilakukan penyetelan di bagian penyama (equalizer) di bagian bawah kendaraan. dan terdengar suara ³klik´ sesuai spesifikasi. Tuas rem parkir 7 dan 10: Sepatu rem . b. sebelum kegiatan perbaikan. Gambar tempat perbaikan rem tangan d. a. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan. d) Jarak bidang pengereman antara kanvas rem/ pad dan tromol/ cakram terlalu besar. Posisi tuas rem yang benar biasanya setengah dari keseluruhan gerakan tuas. Sedangkan. sedangkan kerja rem tidak memperoleh hasil yang memuaskan. 1. Tuas penyetel 2. jarak bidang pengereman telah dijamin oleh penyetel otomatis.

hal itu terjadi dalam waktu bersamaan pada kedua roda. apabila celah sepatu pada keempat rodanya tidak sama pada semua roda-rodanya. roda masih harus dapat berputar bebas Tarik penuh. Penyetelan Rem Tangan Stel pada bagian penyetel sampai tercapai keadaan sesuai dengan gambar-gambar di bawah ini. Tarik tuas rem tangan lagi. gerak batang 10 ± 20 gigi Kontrol: tarik 3 gigi. kanvas) Kelancaran jalan kabel rem tangan yang berbeda. c. gerak tuas harus 3 ± 7 gigi Kontrol: tarik 1 gigi.8. penting sekali untuk menyetel secara tepat celah antara tromol dan kanvas sesuai spesifikasi yang dianjurkan dan melakukan perawatan setiap saat. Untuk mencegah kejadian ini. Celah Sepatu Rem Celah antara tromol dan kanvas yang besar akan menyebabkan kelambatan pada pengereman. tuas rem (2) karena tarikan kabel rem akan menekan piston beserta padnya melawan cakram dengan baik. Mur penahan sepatu rem e. Jangkar (Anchor) 12. gigi per gigi. sedangkan untuk tipe lainnya celahnya harus dilakukan secara terbuka. rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem cakram. penyetelannya bekerja secara otomatis. sampai rem tangan mulai berfungsi. Tarik penuh. hambatan gesek sama pada kedua roda. sampai roda tak dapat diputar. menggunakan sekrup penyetel (3) apabila dilakukan. Kalau rem tangan berfungsi dengan baik. Rangkuman . maka kendaraan akan tertarik ke salah satu arah atau roda belakang kendaraan akan seperti ekor ikan (yang mengibas ke kanan dan ke kiri). roda masih harus dapat berputar bebas Kontrol Kesamaan Kerja Rem Kanan dan Kiri Tarik tuas tangan. Pada beberapa tipe rem. Bila celah antara tromol dan kanvas terlalu kecil. Kalau kondisi rem baik. pengereman. Ketidaksamaan kerja rem dapat berasal dari: Nilai gesekan yang berbeda (tromol. gigi per gigi. Begitu juga.

Tugas Amati sistem rem parkir dan komponen pengoperasian yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif. cocokanlah jawaban anda dengan yang termuat pada halaman berikut. tromol rem dan sepatu rem. stick atau pedal. kabel atau type mekanisme batang (rod). 5. . Test Formatif Jelaskan fungsi rem parkir pada mobil! Sebutkan hal-hal yang menyebabkan kendaraan masih bergerak pada waktu di parkir pada tempat yang menurun! 3.? Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan. 1. Jelaskan fungsi tuas intermediate (intermediate lever)! Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem parkir! Sebutkan 3 type tuas rem parkir yang banyak dipergunakan pada mobil! Perhatian Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya. 2. 4. Jelaskan cara kerja sistem tersebut dengan disertai gambar! e. ? Body rem parkir dikelompokkan menjadi 2 type: § Type sharing § Type deveted ? Hal-hal yang menyebabkan masalah pada pengereman: § Kawat penarik molor/ kendur § Tempat sambungan kendur § Penyetelan kurang tepat § Jarak pengereman kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar d. ? Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem.

Diskusikan dengan Tutor Anda. 1. Bila puas lanjutkan dengan kegiatan berikutnya. 3. 2. Untuk menambah daya pengoperasian. g. a) b) Kawat penarik kendor Tempat sambungan kendor/ karat c) Penyetelan kurang tepat d) Jarak bidang pengereman antara kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar.f. kabel. tromol rem dan sepatu rem. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem tangan Membedakan bermacam-macam sistem penyetel. Tuas rem. 2. stick/pedal. 2. a) b) c) Type Tuas Type Stick Type Pedal Perhatian 1. Apakah Anda puas dengan jawaban Anda. Kunci Jawaban Formatif Fungsi rem parkir untuk memarkir kendaraan agar tidak bergerak. 1. jika belum catat bagian yang Anda tidak puas. .

agar tidak terjadi kesalahan dalam penyetelan. . Langkah Kerja § Siapkan alat dan bahan praktek. Alat dan Bahan Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) i) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Kunci momen Mobil VET a) Kan oli/ Oil can j) Lap 2. Keselamatan Kerja § Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. Menyetel rem tangan 1. § Jangan menyetel rem yang panas. § Lakukan prosedur: o Memeriksa fungsi rem tangan o Membedakan bermacam-macam sistem penyetel o Menyetel rem tangan § Mintalah penjelasan pada instruktur hal yang belum jelas § Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. 3.3.

Karena self ± energizing efect ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangkan sepatu. Backing plate Silinder roda (Wheel cylinder) Sepatu rem dan kanvas (Brake shoe and lining) 4. 5. 2. Memeriksa saluran dan slang rem Membongkar. b. Menyebutkan komponen-komponen rem tromol Mengontrol fungsi penguat tenaga rem (booster) 3. Uraian Materi 2 Rem Tromol Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda. 4. Kegiatan Belajar 2 a. 3. Tugas § Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Tromol rem (Brake drum) . kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang relatif kecil. Komponen-Komponen Rem Tromol 1. memperbaiki dan menyetel sistem rem tromol. memeriksa. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan-kegiatan ini diharapkan siswa dapat: 1.4. memeriksa dan memperbaiki silinder master dan silinder roda Membongkar. 2.

Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja. y Sepatu Rem dan Kanvas Rem Sepatu rem (brake shoes) seperti juga tromol (drum) memiliki bentuk setengah lingkaran. Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeliling (pada kendaraan besar) atau dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan tromol. Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus serta harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Bleeder plug disediakan pada silinder roda gunanya untuk membuang udara dari minyak rem. Karena sepatu rem terkait pada backing plate maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate. Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran . y Silinder Roda Silinder roda (wheel cylinder) terdiri dari beberapa komponen seperti terlihat pada gambar di sebelah kanan.y Backing Plate Backing plate dibuat dari baja press yang dibaut pada axle housing atau axle carrier bagian belakang. Koefisien tersebut sedapat mungkin tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan turun naiknya temperatur dan kelembaban yang silih berganti. sedangkan sistem yang lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya satu sepatu rem. Apabila rem tidak bekerja. Bila timbul tekanan hidraulis pada master cylinder maka akan menggerakkan piston cup. Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda. maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik sepatu rem . Piston akan menekan kearah sepatu rem kemudian bersama-sama menekan tromol rem. Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk menggerakkan kedua sepatu rem yaitu satu piston untuk setiap sisi silinder roda.

lead. maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu setinggi 200 0 C sampai 3000C. sobek dan keras harus diganti . Ketika kanvas menekan permukaan bagian dalam tromol bila rem bekerja. bila sudah menonjol dapat ditarik keluar) Pemeriksaan Bersihkan semua komponen dalam air Jika korosi ringan dapat dihoning Jika korosi berat harus diganti Periksa ulir-ulir baut Periksa sil Jika keadaan rusak. plastik dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu. y Tromol Rem Tromol rem (brake drum) umumnya terbuat dari besi tuang (gray cast iron) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Tromol rem ini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa bersentuhan dan berputar bersama roda.fiber metalic dengan brass. Keluarkan torak 1 dan 2 (ketok pada dua balok kayu beri alas kain. Melepas dan Membongkar Silinder Kosongkan tabung reservoir (dengan penyedot) Lepaskan pipa-pipa tekanan Lepaskan master dari booster Lepaskan tabung reservoir dari silinder master (dengan menarik perlahan-lahan) Lepaskan baut penyetop torak 2 sekunder piston (tekan torak dalam-dalam dan lepaskan baut penyetop) Lepaskan ring penjamin (snap ring) dengan menekan torak dan melepas snap ring.

(Catatan: Pada setiap pembongkaran sebaiknya sil-sil diganti dengan yang baru) Periksa torak dan pegas Jika pegas korosi. silinder harus dioverhaul atau diganti. Periksa kebocoran pada sil sekunder. Perbaikan Memperbaiki silinder master korosi Dihoning dengan alat honing (menggunakan bor tangan) Saat menghoning silinder dilumasi dengan air. . Putaran honing = 1000 rpm Awas«. Jika ujung silinder dan kelilingnya basah oleh cakram rem. Jika torak korosi atau pecah harus diganti. Setelah halus. kaku dan lemah harus diganti.! Jangan memutar honing di luar silinder master«!!! Pemeriksaan Kebocoran pada Silinder Master Periksa kebocoran pada sambungan pipa rem dan reservoir. Catatan: Toleransi diamter silinder master + 1 mm. bersihkan dengan udara kompresor.

sil sekunder bocor. Kontrol Fungsi Penguat Tenaga Rem (Booster) Kontrol ini harus dilaksanakan. pedal akan menurun sedikit. Hidupkan motor sewaktu pedal rem ditekan. Jika permukaannya retak atau tergores. kedua kanvas ditahan dengan obeng. Juga sewaktu roda depan dalam posisi terbelok. pipa rem harus diganti. Matikan motor sewaktu pedal rem ditekan. . Torak-torak pada silinder rem yang diperiksa harus bergerak keluar tampa ada kebocoran di silinder roda. Perhatikan pada pemasangan slang rem. lepas slang vakum penguat tenaga rem dan cium slang tersebut. Pemeriksaan Saluran dan Slang Rem - Periksa pipa-pipa rem. semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul. Periksa slang-slang rem. jangan bersinggungan dengan roda. Untuk itu. ujung silinder tidak dapat diperiksa tanpa melepas silinder. Pada tahap ini pedal tidak boleh ada reaksi. Jika ada cairan rem di dalam penguat tenaga rem. Tekan pedal rem beberapa kali. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Jika terdapat kebocoran. Periksa hal tersebut. agar torak-toraknya tidak tertekan keluar. katup anti-balik pada penguat tenaga harus dibersihkan/diganti. kalau pedal rem harus ditekan keras sekali untuk mencapai perlambatan/ pengereman mobil yang cukup. selama tahap tersebut. Kalau penguat tenaga berfungsi. lepas silinder pada flensnya untuk pemeriksaan pada sil sekundernya. slang harus diganti. Tromol roda-roda lain harus terpasang. Jika peda akan terdorong kembali. Jika berbau cairan rem. Pemeriksaan Fungsi Rem Tromol Periksa apakah silinder rem macet. Jika basah oleh cairan rem. pada saat motor mati. alat tersebut harus dibersihkan/dioverhaul. Lepas tromol hanya pada rem yang sedang diperiksa. Periksa juga di sekeliling flens silinder master pada penguat vakum.Jika mobil dilengkapi dengan penguat tenaga rem (booster). Apabila bocor atau berkarat keras.

pakai air sabun jika kotor keras. Jika kurang dari 1. Penyetelan Sepatu Rem . Kedudukan pegas Pemasangan batang penghubung 4. atau berkarat. 6. Kedudukan ujung sepatu 2. Pengunci sepatu Kedudukan pegas Kedudukan ujung sepatu - Periksa tebal kanvas. Periksa kebocoran pada silinder rem. 5. Permukaan kanvas yang kotor karena oli aksel atau cairan rem biasanya diganti baru. Bila berwarna abu-abu sampai hitam. atau lebih baik dengan dibubut/ digerinda. nilai geseknya kurang. Maka permukaan harus dibersihkan denga kertas gosok. Periksa kondisi dan pemasangan bagian pengikat sepatu rem: 1. - Periksa kebocoran pada sil poros aksel (hanya pada aksel rigid dengan penggerak roda). Kebocoran dapat dilihat pada piringan rem dan pada poros aksel yang basah karena oli. Pemeriksaan/ Pembersihan Bagian-bagian Rem Tromol Bersihkan bagian-bagian rem dengan kuas atau sikat. Dilarang menggunakan angin. Sil yang bocor harus diganti baru. lihat juga bagian dalam karet pelindung debu silinder rem. Tidak perlu digosok.Periksa permukaan gesek pada tromol rem. nilai gesekannya kurang. kanvas harus diganti baru. Jika ada. Periksa permukaan kanvas. Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang normal. 3.5 mm atau keling kanvas sudah tercoret. Untuk memeriksa kebocoran. semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul atau diganti baru. Kalau permukaannya keras dan berkilat.

Pada sistem ini. c. Lubang-lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet. jangan sampai bersinggungan dengan roda. Penyetelan dapat dilakukan dengan obeng. roda harus terpasang dengan posisi lubang pelg pada lubang tromol. Rangkuman ? Komponen-komponen rem tromol: § Backing plate § Silinder roda § Sepatu rem dan kanvas § Tromol rem ? Kanvas rem harus dapat menahan pana dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Tugas Apa analisis Anda dan apa yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan di bawah ini: Seorang pengemudi mengeluh saat kecepatan mobil tinggi kemudian direm. 1. Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh kanvas rem? 4. d. (Jika roda tidak terpasang. tetapi sering lebih sederhana dengan alat khusus atau obeng yang dibengkokkan sesuai dengan keperluan. Juga ada mobil dengan lubang penyetel pada tromol (misal: VW.Pada sistem pengingkatan tromol dengan flens. ? Pada waktu pemasangan selang rem. 2. mobil selalu bergerak ke arah kiri. Suzuki). roda harus dipasang untuk mendapat hasil penyetelan yang baik. Apa fungsi bleeder plug pada silinder roda? . Test Formatif Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem tromol! Apa akibatnya apabila celah antara tromol dan kanvas terlalu besar dan terlalu kecil? 3. tromol tertekan teratur pada flensnya) Penyetelan rem biasanya dapat dilakukan melalui lobang paa piringan rem. e.

Untuk membuang udara dari minyak rem. Silinder roda c. Kunci Jawaban Formatif 1. Celah yang kecil menyebabkan rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. 4. Celah yang besar menyebabkan kelambatan pada pengereman. Pelat baja. 3. Sepatu rem dan kanvas rem d. Tromol rem 2.5. a. Tahan panas dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Alat dan Bahan a) Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Alat cuci (air) Sikat baja Pistol udara . 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol 1. Backing plate b. Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat sepatu rem? F. g. 5. Lembar Kerja 1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol.

i)

Kunci momen j) Mobil

k) l)

Kertas gosok Kan oli

m) VET dan lap 2. Keselamatan Kerja a) b) Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. Dilarang membersihkan rem dengan angin, debu asbes dari kanvas beracun. 3. Langkah Kerja a) Siapkan Alat dan Bahan Praktek b) Lakukan prosedur:

1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur hal-hal yang belum jelas

Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. 4. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Kegiatan Belajar 3 a) Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat: 6. Menyebutkan komponen-komponen rem cakram. 7. Menyebutkan jenis-jenis kaliper.

8.

Membongkar, memeriksa, memperbaiki dan menyetel rem cakram. a. Uraian Materi Rem Cakram

Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat besi tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini disc pad) yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara pad dan cakram (disc).

Karakteristik dari cakram hanya mempunyai sedikit aksi energi sendiri (self± energizing action), daya pengereman itu sedikit dipengaruhi oleh fluktuasi koefisien gesek yang menghasilkan ke stabilan tinggi. Selain itu karena permukaan bidang gesek selalu terkena udara, radiasi panasnya terjamin baik, ini dapat mengurangi dan menjamin dari terkena air. Rem cakram mempunyai batasan pembuatan pada bentuk dan ukurannya. Ukuran disc pad agak terbatas, dan ini berkaitan dengan aksi self± energizing limited. Sehingga perlu tambahan tekanan hidraulis yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efisien. Juga pad akan lebih cepat aus dari pada sepatu rem tromol. Tetapi konstruksi yang sederhana mudah pada perawatannya serta penggantian pad.

Komponen-Komponen Rem Cakram
y

Piringan

Umumnya cakram atau piringan (disc rotor) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) berlubang-lubang untuk ventilasi.

Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, kedua-duanya untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama.
y

Pad Rem

Pad (disc pad) biasanya dibuat campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi. Tipe ini disebut dengan ³Semi Metalic disc pad´. Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diizinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. Pada beberapa pad. Penggunaan metallic plate (disebut dengan anti-squel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi saat berlaku pengereman. Jenis-Jenis Kaliper Caliper juga disebut dengan cylinder body, memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana minyak rem disalurkan ke silinder. Caliper dikelompokkan sebagai berikut menurut jenis pemasangannya: Ä Tipe Fixed Caliper (Double Piston) Caliper dipasangkan tepat pada axle atau strut. Seperti digambarkan di bawah ini, pemasangan caliper dilengkapi dengan sepasang piston. Daya pengereman didapat bila pad ditekan piston secara hidraulis pada kedua ujung piringan atau cakram. Fixed caliper adalah dasar disain yang sangat baik dan dijamin dapat bekerja lebih akurat. Namun demikian radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada antara cakram dan velg, menyebabkan sulit tercapainya pendinginan. Untuk ini membutuhkan penambahan komponen yang banyak. Untuk mengatasi hal tersebut jenis caliper fixed ini, sudah jarang digunakan.

Ä Tipe Floating Caliper (Single Piston) Seperti terlihat pada gambar piston hanya ditempatkan pada satu sisi kaliper saja. Tekanan hidraulis dari master silinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram). Pada saat yang sama tekanan hidraulis menekan sisi pad (reaksi B). ini menyebabkan kaliper bergerak ke kanan dan menjepit cakram dan terjadilah usaha tenaga pengereman. Caliper tipe floating dapat digolongkan sebagai berikut: 1) Tipe Semi-Floating à Tipe PS

2)

Tipe Full-Floating à (Tipe F, Tipe FS, Tipe AD dan Tipe PD)

Caliper tipe semi±floating menerima tenaga pengereman yang dibangkitkan pad bagian luar. Pada caliper tipe full±floating, kemampuannya pengeremannya dibangkitkan oleh kedua pad dengan troque plate. Caliper floating banyak digunakan pada kendaraan penumpang modern. Susunan Rem Cakram Jenis Kaliper Luncur 1. Kaliper Luncur 2. Rangka Tetap 3. Balok Rem (Pad) 4. Batang Pengantar 5. Busing Pengantar Pembongkaran Lepas baut pengunci kaliper 6. Tabung Pengantar 7. Baut Pengantar 8. Karet Pelindung Kotoran 9. Klip

Angkat kaliper dan keluarkan balok-balok rem

Pemeriksaan

-

Periksa kondisi balok rem. Jika kanvas mulai lepas dari plat dudukannya atau jika tebal kanvas kurang dari 2 mm, balok rem harus diganti baru.

Periksa kondisi cakram. Cakram yang berkarat atau hitam pada permukaan gesek, harus digerenda atau diganti baru. Permukaan gesek cakram yang beratur tidak mempengaruhi fungsi rem. Cakram dengan tebal yang kurang harus diganti baru

Tebal baru = 7 ± 12 mm, tebal minimal biasanya tebal baru dikurangi 1 mm.

Periksa fungsi torak. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Pada waktu pedal ditekan, torak harus bergerak keluar. Jika torak macet, kaliper rem harus dioverhaul. Untuk mengembalikan posisi torak, pakai alat penekan khusus atau tang pompa air.

Pada waktu itu cairan rem yang penuh pada reservoir harus dikurangi, untuk menghindari tumpahan cairan rem. Jika menggunakan tang pompa air, perhatikan karet pelindung debu. Karet pelindung yang robek harus diganti baru. Jangan menekan pedal beberapa kali, torak dapat keluar/ lepas. Kaliper kedua harus terpasang atau dipres dengan sebuah klem C. Periksa busing batang dan tabung penghantar. Pasang

kaliper pada kerangka, keraskan baut pengikatnya. Kaliper harus dapat bergerak ke kanan dan ke kiri dengan baik. Jika gerakannya berat atau macet, maka busing batang dan tabung pengantar harus diperbaiki. Pembongkaran Melepas rem luncur Lepaskan kaliper dengan melepas batu pemegangnya. Keluarkan pad dari dudukannya.

Lepaskan pemegang kaliper (Perhatikan pin pengunci pada baut pengantar) Mengeluarkan piston dari kaliper Keluarkan karet penutup. Awas ring pengunci penahan. Keluarkan piston dengan udara tekan (kompresor)

-

Hadapkan piston ke lantai/ meja kerja agar tidak membahayakan.

Keluarkan sil piston dengan obeng. (Awas jangan sampai menggores silinder kaliper)

Bersihkan semua komponen kaliper rem luncur dengan air (bila perlu dengan sabun) Awas jangan menggunakan oli, bensin atau solar.

Pemeriksaan Periksa semua komponen kaliper rem luncur. Periksa cakram kaliper rem luncur

A = Kerusakan kecil masih dapat diperbaiki (dibubut) B = Kerusakan keras (sebaiknya diganti) C = Kerusakan miring rusak (harus diganti) Perbaikan Silinder kaliper rem luincur Silinder yang tergores dan korosi berat harus diganti!

Jika korosi ringan dapat dihoning hingga korosi hilang dari permukaan silinder.

(Gunakan air pada saat menghoning, Awas«! Jangan menghoning berlebihan. Alat honing tidak boleh diputar di luar silinder) Piston kaliper rem luncur Karet penutup yang rusak (keras mengembang atau sobek) harus diganti. Seal piston harus diganti.

Piston yang rusak/ korosi berat harus diganti.

Jika korosi ringan dapat dibersihkan dengan amplas halus.

Cakram kaliper rem luncur Cakram harus diganti jika tebal di bawah batas limit (kurang dari 1 mm) dari tebal stadart. Cakram tegak memanjang sebaiknya diganti.1 à lihat manual) Pad kaliper rem luncur Pad yang mengeras harus diganti dengan yang baru. Rangkuman ? Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram (disc). à Dudukkan dial indikator pada bagian yang tetap (suspensi/ chasis) b.1 mm jika lebih dapat dibubut kembali hingga batas limit ketebalan cakram. Ganti pad jika ketebalan di bawah batas limit (2 mm) Pad yang berdebu dibersihkan dengan udara tekan Pemegang kaliper Jika pemegang kaliper rusak atau korosi berat harus diganti dengan yang baru. Run out cakram maksimum 0.(Awas«! jangan mengamplas berlebihan. ? Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diijinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. ? Untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama maka pada piringan dibuat berlubang. d. Tugas Amati sistem rem cakram dan komponen pengoperasiannya pada mobil yang ada di bengkel otomotif kemudian jelaskan cara kerjanya. Test Formatif Sebutkan komponen utama rem cakram! . Komponen lainnya yang rusak/ korosi berat juga harus diganti. Batas limit 0. 1. c.

Piringan (Disc Rotor) b. mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang serta tahan lama. 4. Kunci Jawaban Formatif a. cakram dan kaliper. 3. Berkurangnya koefisien gesek antara sepatu rem dan pad karena terkena air/ basah. 2. 3. 1.2. Sebutkan 3 type piringan yang digunakan pada mobil! e. 5. Pad rem c. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem cakram Memelihara kondisi balok rem. Campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi Type solid. f. type ventilasi dan type solid dengan tromol. 1. 3. Membersihkan cakram 1. Alat dan Bahan a) Pengangkat mobil b) Penyangga c) Kunci roda d) Kotak alat e) Sikat baja f) Mistar sorong . 4. Calliper 2. Apa yang dimaksud dengan water fading? Jelaskan tujuan cakram dibuat berlubang! Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat pad rem! 5. Menjamin pendinginan yang baik.

3. Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. Hindarkan cat mobil dari cairan rem.g) Lampu kerja h) Kunci momen i) Mobil dengan rem cakram j) Cairan rem k) Kertas gosok l) VET temperatur tinggi 2. Langkah Kerja a) Siapkan alat dan bahan praktek b) Lakukan prosedur 1) Memeriksa fungsi rem cakram 2) Memeriksa kondisi balok rem. cakram dan kaliper 3) Membersihkan cakram c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal-hal yang belum jelas. otomotif Leave a Comment Perbaikan Ringan Pada Rangkaian_Sistem Kelistrikan Apr 21 . Keselamatan Kerja a) b) Pemasangan penyangga mobil harus baik. jika terjadi tumpah langsung dibersihkan dengan air. 4. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! Posted in ilmu.

I PENDAHULUAN A. penggantian sekering dan bohlam. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan. dilanjutkan test formatif. sedangkan uji praktik dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indikator penguasaan materi. B. Setiap kegiatan belajar berisi tujuan. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada.Posted by 66tech BAB. Mengganti sekering dan bohlam. Dasar listrik. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui kompetensi siswa. kegiatan belajar 2. DESKRIPSI Modul Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dengan kode OPKR 50-002 B berisi materi dan informasi tentang dasar listrik. Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. materi. jawaban test kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. C. perbaikan rangkaian kabel dan conector. PRASYARAT Sebelum mempelajari modul ini diharapkan siswa telah berhasil mencapai kompetensi tentang Pengujian. pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL . kegiatan belajar 5. kegiatan belajar 3. Perbaikan conector. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan pada ECU. dan diakhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi. Perbaikan rangkaian kabel. Uji teoritis siswa menjawab pertanyaan pada soal evaluasi. Pemeliharaan/Servis dan Penggantian Baterai kode OPKR 50-001 B. Modul ini disusun dalam 5 kegiatan belajar yaitu: Kegiatan belajar 1. Kegiatan belajar 4.

Petunjuk Bagi Siswa a. b. alat. bahan. D. e. d. g. dan mencapai kompetensi dengan sempurna c. f. training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai. untuk mengetahui seberapa besar pemahaman anda terhadap materi yang disampaikan. Lakukan latihan dengan cermat. Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja yang ada. Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar. berlatih keterampilan. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja. d. Fasititator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi. memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa. b. c. Bila anda merasa siap mintalah guru/intruktur untuk menguji kompetensi anda. Kerjakan setiap tes formatif pada setiap kegiatan belajar. 2. sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya. bila ada uraian yang kurang tanyakan pada guru/instruktur. organisator dan evaluator. motivator. teliti dan hati-hati. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai. sebelum membaca modul lebih lengkap. Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul.1. TUJUAN AKHIR Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi: . klarifikasi hasil jawaban pada lembar jawaban yang ada. Jadi guru/intruktur berperan: a. Petunjuk Bagi Guru/Istruktur Guru/intruktur bertindak sebagai fasilitator. Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa.

E. mengidenSistem/kompone kerja teliti dalam undang K 3 membongkar. Mengukur tegangan.penggunaan memeriksa dan kesalahan menyebabkan listrikan alat ukur § Prinsip-prinsip mengu-kur sistem/kompone kerusakan otomotif. Menguji dan § § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Melepas. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU. parallel dan gabungan . Melakukan perbaikan konektor. pada komponen prosedur pabrik dan pengujian. terhadap kelistrikan serta komponen atau § Prosedur § Cermat dan merakit kembali § Prosedur sistem lainnya. menentukan dan kesalahmetoda § Prosedur untuk § Mengidentifikasi KRITERIA KINERJA . elektronik komponen sistem kelistrikan n. KOMPETENSI KOMPETENSI: Melakukan Perbaikan Ringan pada Rangkaian/Sistem Kelistrikan KODE B KOMPETENS I : OPKR 50-002B LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA SIKAP N N R 1. tahanan dan arus 3. § Melaksanakan dipahami. dapat berfungsi n dan proses § Informasi yang pengujian penyambung § Pengukuran normal tanpa benar di-akses kelistrikan an kabel kelistrikan dan adanya kerusakan dari spesifikasi . Mengganti sekering dan bohlam 5.1. Melakukan perbaikan pengkabelan 6. § Jenis pengujian kerusakan § Persyaratan sistem/komponen § Tes/pengujian sistem kekeselamatan ke-listrikan dilakukan untuk listrikan kendaraan. 2. Merangkai hubungan seri. pengukura teliti dalam hingga sistem perbaikan. tifikasi n diuji tanpa sistem ke. 4.

sistem dapat kerusakan berfungsi normal § Cermat dan § Prosedur terhadap kompo. peralatan dan teKnik yang § Standar sesuai. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan. yang di-perlukan § Seluruh kegiatan pengujian dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). KRITERIA KINERJA MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N menghindari kesalahkerusakan pada an/kerusakan ECU (Electrical sistem/ komponen Control Unit) = untuk menenunit pengontrol tukan perbaikan listrik.baikannya gunakan .§ Prosedur teliti dalam tanpa adanya perbaikan.B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R an/kerusakan perdengan meng. prosedur keselamat § -an kerja. Mengidentifikasi kesalahan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. nen atau sistem pengukura kerusakan pada proses komponen n dan penyambung § Pengukuran . 2. rang-kaian kabel sistem penggunaan sistem kelistrikan dilaksanakan kelistrikalat ukur § Prinsip-prinsip serta merakit dengan tanpa an elektronik kembali hingga kelistrikan menyebabkan otomotif. undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). Perbaikan § Perbaikan § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Memperbaiki ringan pada ringan pada kerja teliti dalam undang K 3 rangkaian kabel rangkaian kabel.

B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R lainnya. kerja KRITERIA KINERJA § Seluruh kegiatan perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). perpenggantian komponen dan baikannya . sistem kelistrikan dan § Perbaikan yang metoda diperlukan. § Prosedur untuk menghindari kerusakan pada ECU (Electrical Control Unit) = unit pengontrol listrik. . pengujian kelistrikan . § Informasi yang benar di-akses dari spesifikasi § Jenis pabrik dan kerusakan dipahami. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan. § Persyaratan keselamatan kendaraan. penyetelan dilaksanakan dengan § Standart menggunakan prosedur per-alatan. tehnik keseladan material matan yang sesuai. undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP an kabel PENGETAHUA KETERAMPILA N N kelistrikan dan prosedur pengujian.

arus dan tegangannya 4) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian seri 5) 6) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian paralel Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak Test Form Test Form . Dasar Listrik § Mengukur tegangan.F. arus dan tegangannya 3) Saya dapat merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. arus dan tegangannya 2) Saya dapat merangkai paralel dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. Cek Kemampuan SubKompetensi 1. parallel dan gabungan Pernyataan Saya dapat menggambarkan struktur benda dan electron bebas dengan benar Saya dapat menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar Saya dapat menjelaskan teori aliran listrik dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan Hukum Ohm dengan benar Saya dapat menjelaskan daya listrik dengan benar 1) Saya dapat merangkai seri dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. Dasar Listrik § Merangkai hubungan seri. tahanan dan arus 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 2.

Memeriksa 1) saya dapat menyebutkan tiga type gangguan pada kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan rangkaian/system kelistrikan dan 2) Saya dapat menjelaskan penyebab nilai tahanan prosedur menghindari dalam rangkaian menjadi bertambah kerusakan ECU 3) Saya dapat menyebutkan peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian 4) 5) Saya dapat menggunakan jumper wires Saya dapat menggunakan tes lamp Test form 6) Saya dapat menyebutkan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper 7) 4. Saya dapat membedakan sekering type blade dan catridge Saya dapat menunjukkan kondisi sekering yang baik Saya dapat membaca kapasitas dari sekering 4) 5) 6) Saya dapat mengganti sekering putus Test form Saya dapat membedakan bohlam putus dan bohlam baik Saya dapat membaca daya dari bohlam 7) Saya dapat mengganti bohlam Saya dapat menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan Saya dapat mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel Saya dapat menentukan ukuran kabel yang 5.SubKompetensi Pernyataan Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak kombinasi 3. Penggantian sekering dan bohlam 1) 2) 3) Saya dapat menjelaskan prosedur menghindari kerusakan ECU. Perbaikan rangkaian kabel 1) 2) 3) Test form .

silakan konsultasi dengan guru/instruktur untuk menentukan jadwal sesuai tingkat kesulitan. Jenis Kegiatan Dasar Listrik Memeriksa rangkaian kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU Mengganti sekering dan bohlam Perbaikan rangkaian kabel Perbaikan konektor Uji Kompetensi Tgl Waktu Tempat Alasan Paraf Perubahan Guru . berdasarkan hasil cek kemampuan awal yang telah anda lakukan. RENCANA BELAJAR Rencanakan kegiatan belajar anda dengan baik. Mintalah paraf guru/instruktur sebagai tanda persetujuan terhadap rencana belajar anda. Perbaikan connector Test form BAB. II PEMBELAJARAN A.SubKompetensi Pernyataan digunakan 4) 5) 1) 2) Saya dapat menjelaskan metode memperbaiki kabel Saya dapat menyambung kabel dengan benar Saya dapat menyebutkan macam konnkctor Saya dapat melepas dan memasang konnktor 3) 4) Saya dapat memelihara konnektor Saya dapat mengganti konnektor Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak 6.

KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Dasar Listrik a. Uraian Materi .B. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat: 9) Menjelaskan struktur benda dan electron bebas dengan benar. 10) Menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar 11) Menjelaskan teori aliran listrik dengan benar 12) Menjelaskan arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar 13) Menjelaskan tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 14) Menjelaskan tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 15) Menjelaskan Hukum Ohm dengan benar 16) Menjelaskan daya listrik dengan benar 17) Merangkai seri dua atau lebih kompenen kelistrikan 18) Merangkai parallel dua atau lebih kompenen kelistrikan 19) Merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen kelistrikan 20) Menjelaskan karakteristik rangkaian seri 21) Menjelaskan karakteristik rangkaian paralel 22) Menjelaskan karakteristik rangkaian kombinasi b.

gesekan atau . Proton dan netron ternyata memiliki muatan listrik. Elektron Bebas Elektron-elektron yang orbitnya paling jauh dari inti. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. dimana proton memiliki muatan (+) dan elektron memiliki muatan ( ± ). atom akan terjadi tarik menarik antara nucleus sehingga elektron akan tetap berada dalam orbitnya masing-masing. Sesuai dengan hukum alam. Gambar 1. misalnya panas. Struktur Atom Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. cair dan gas. Bentuk materi dan struktur Suatu benda bila kita pecah tanpa meningggalkan sifat aslinya akan kita dapatkan partikel yang disebut molekul. Molekul kalau kita pecah lagi akan kita dapatkan beberapa atom. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. Atom yang memiliki jumlah proton dan elektron yang sama. Gambar 2. sedangkan neutron tidak memiliki muatan atau netral.Materi dan Atom Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. Jadi atom adalah bagian terkecil dari suatu partikel/benda. dikatakan bermuatan netral. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar.

Elektron bebas LISTRIK Listrik merupakan salah satu energi yang banyak digunakan untuk menggerakkan berbagai peralatan atau mesin. cahaya. Efek listrik Listrik merupakan sumber energi yang paling mudah dikonversi menjadi energi yang lain. Contoh komponen kelistrikan: 1) Baterai merubah energi listrik menjadi energi kimia . Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron). namun dampak atau akibat dari energi listrik dapat dilihat seperti sinar atau cahaya bola lampu. Gambar 3. Gambar 4. gerakan dari elektron bebas inilah yang menghasilkan bermacam-macam fenomena kelistrikan (seperti loncatan bunga api.reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. sehingga sebagian besar komponen sistem kelistrikan otomotif merupakan konversi energi listrik menjadi energi yang dikehendaki. pembangkitan magnet dan reaksi kimia). Energi listrik tidak dapat dilihat secara langsung. pembangkitan panas. didengar seperti suara bel atau radio. dibauh seperti bauh dari kabel yang terbakar akibat hubung singkat. dirasakan seperti saat orang tersengat listrik.

Listrik arus searah elektron bebas bergerak dengan arah tetap. Jenis Listrik Listrik dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu: Listrik Statis Listrik statis merupakan suatu keadaan dimana elektron bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing. Tipe AC Gambar 6. Tipe DC b). sedangkan alternator merupakan sumber arus bolak-balik. Setelah digosok gelas kaca akan bermuatan positip dan kain sutra akan bermuatan negatip. Listrik dinamis a) Tipe DC b). dan sebagainya. tidak bergerak hanya berkumpul dipermukaan benda tersebut. Listrik statis dapat dibangkitkan dengan cara menggosokkan sebuah gelas kaca dengan kain sutra. Gambar 5.2) Motor starter merubah energi listrik menjadi energi gerak 3) Lampu merubah energi listrik menjadi cahaya dan panas 4) Pematik rokok merubah energi listrik menjadi panas 5) Solenoid merubah energi listrik menjadi magnet. Elektron bebas tersebut bergerak bolak-balik melewati suatu penghantar. Baterai merupakan sumber listrik arus searah. a). sedangkan listrik arus bolak-balik elektron bergerak bolak-balik bervariasi secara periodik terhadap waktu. . Listrik statis Listrik Dinamis Listrik dinamis merupakan suatu keadaan terjadinya aliran elektron bebas dimana elektron ini berasal dari elektron yang sudah terpisah dari inti masing-masing. Tipe AC Listrik dinamis dikelompokkan menjadi dua yaitu listrik arus searah (Direct Current) dan arus bolak-balik (Alternating Current).

Teori ini banyak digunakan untuk kepentingan praktis. Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain.25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik.Teori Aliran Listrik Terdapat dua teori yang menjelaskan bagaimana listrik mengalir: Teori Electron (Electron theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. Gambar 8. 1 Ampere= Perpindahan elektron sebanyak 6. Aliran listrik . Teori aliran listrik Arus Listrik Besar arus listrik yang mengalir melalui suatu konduktor adalah sama dengan jumlah muatan (elektron bebas) yang mengalir melalui suatu titik penampang konduktor dalam waktu satu detik. Teori konvensional (Conventional theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. Arus listrik dinyatakan dengan simbol I (intensitas) dan besarnya diukur dengan satuan ampere (disingkat A). teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini A B Gambar 7. Bila dikaitkan dengan elektron bebas.

Hal ini terjadi karena adanya kelebihan muatan positip pada kutub A dan kelebihan muatan negatif pada B yang menyebabkan terjadinya beda potensial (tegangan listrik).000 1 x 1.000 mA = 5.000.000. Tegangan Listrik Tabung A dan B berisi air. 1.000 1/1. ini disebut dengan tekanan air. 0. Satuan arus listrik yang sangat kecil dan besar.000.001 kA 2). dimana permukaan air tabung A lebih tinggi dari permukaan air tabung B. dihubungkan melalui sebuah pipa maka air akan mengalir dari tabung A ke tabung B (gambar a). Satuan Arus Kecil Arus Besar Dasar Simbol A A mA kA MA Dibaca Ampere Micro Ampere Mili Ampere Kilo Ampere Mega Ampere 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1.000. . Beda tegangan ini biasa disebut Voltage.5 MA = 500 kA = 500.000 mA 3). Mengukur arus listrik Mengukur besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian menggunakan amper meter. 000 A = 500. Besarnya aliran air ditentukan oleh perbedaan tinggi permukaan air kedua tabung.000 1 x 1.000 mA = 1.000 A Gambar 9. pemasangan amper meter dilakukan secara seri dengan beban. 000 A = 1. Hal yang sama juga akan terjadi bila kutub listrik A yang mempunyai muatan positip dihubungkan dengan kutub B yang bermuatan negatif oleh kabel C (gambar b). maka arus listrik akan mengalir dari kutub A ke kutub B melalui kabel C. 5 A = 5. A = 0.Tabel 1.000.000 Contoh Konversi: 1). Perbedaan ini menyebabkan tekanan/tegangan menyebabkan arus listrik mengalir.

700. 000 V = 780.000.000 Tegangan Besar kV Kilo Volt 1 x 103 1 x 1.000 1/1.78 MV V = 1.000 mV Mengukur besar tegangan listrik menggunakan volt meter. Tabel 2. Satuan Tegangan Listrik Satuan Tegangan Kecil Dasar Simbol V V mV Dibaca Volt Micro Volt Mili Volt 1 x 10-6 1 x 10 -3 Perkalian 1 1/ 1.000 MV Mega Volt 1 x 106 1 x 1. 700 mV = 1. . pengukuran dilakukan secara parallel.000 Contoh Konversi: 1. Tabel dibawah menunjukkan satuan tegangan listrik yang sangat besar dan kecil. cara pemasangan alat ukur seperti gambar dibawah ini.000.7 V = 780 KV = 780.Gambar 10.000 0. 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. Konsep Tegangan Satuan tegangan Gambar (b) listrik dinyatakan dengan Volt dengan simbol V.000.

Hal ini karena kondisi dari pipa akan berpengaruh terhadap aliran air. Mengukur tegangan baterai Tahanan/Resistansi Listrik Air dengan tekanan yang sama akan mengalir lebih cepat bila dialirkan melalui pipa yang besar. Besarnya hambatan ini dikatakan sebagai tahanan pipa.Gambar 11. pendek dan permukaan dalamnya halus dibandingkan dengan bila air dialirkan melalui pipa yang ukurannya kecil. dimana listrik juga akan mengalami hambatan. Gambar 12. Kejadian ini juga berlaku untuk listrik yang mengalir melalui suatu kabel. Hambatan yang dialami listrik ini disebut tahanan/resistansi listrik. panjang dan permukaan bagian dalamnya kasar. Konsep Tahanan .

89 MW = 890 kW = 890. Hukum Ohm menjelaskan bagaimana hubungan antara besar tegangan listrik.000 W Mengukur tahanan suatu benda maupun rangkaian menggunakan Ohm meter. Mengukur tahanan relay HUKUM OHM Tahun 1827 seorang ahli fisika Jerman George Simon Ohm (1787-1854) meneliti tentang resistor.000 1/1. 985 W 0.000. Volt meter dan Ohm meter merupakan besaran listrik yang sering diukur. Tabel 3.000.000 Contoh Konversi: 1. (1) V = I x R Gambar 14. Hukum ini dapat ditulis: «««. Hukum Ohm mengatakan bahwa besar arus mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan.985 mW = 1. Satu ohm adalah tahanan listrik yang mampu menahan arus listrik yang mengalir sebesar satu amper dengan tegangan 1 V. Satuan Tegangan Kecil Tegangan Besar Dasar Simbol W W mW kW MW Dibaca Ohm Micro Ohm Mili Ohm Kilo Ohm Mega Ohm 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1.Satuan tahanan listrik dinyatakan dengan huruf R (Resistor) dan diukur dengan satuan OHM (W). Satuan tahanan listrik yang sangat besar dan kecil. besar tahanan dan besar arus yang mengalir.000 1 x 1. Gambar 13.000 1 x 1. Amper meter. Hukum Ohm Contoh: . untuk itu dibuat alat yang dapat mengukur ketiga parameter tersebut yaitu AVO meter atau multi meter.

maka daya listrik: . Gambar 16. Sebaliknya lampu 12 V dipasang pada sumber baterai 24 V. Bila lampu untuk 24 V dipasang pada tegangan 12 V maka lampu redup karena arus yang melewati lampu menjadi kecil. DAYA LISTRIK Hukum Joule menerangkan tentang daya listrik. maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 12/ 2 = 6 Amper Kesimpulan: Bila tahanan tetap sedangkan tegangan turun maka arus yang mengalir juga turun. Hukum Ohm pada tahanan konstan Gambar 16.Tentukan besar arus (I) yang melewati lampu R= 2 W. Satu watt merupakan besar arus mengalir sebesar 1 Amper dengan beda potensial 1 volt. Sebaliknya bila tahanan tetap tegangan naik maka arus juga naik. Baterai dirangkai seri sehingga tegangan baterai 12 V + 12 V = 24 V . Tegangan 12 V. tahanan lampu tetap 2 Ohm. bila tegangan (V) berubah dari 24 Volt menjadi 12 Volt. Hukum Joule dapat ditulis «««««««««««««««« (2) P V I = Daya listrik (watt) = Tegangan (Volt) = Arus listrik (Amper) Bila di subtitusikan hukum Ohm dimana V = I R . maka lampu akan putus kerena terbakar sebab arus yang mengalir terlalu besar. Hukum Ohm pada tahanan konstan Solusi: Gambar 15. maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 24/2 = 12 Amper. seperti gambar di bawah ini: Gambar 15. tahanan lampu 2 Ohm. arus maupun tahanan. Terdapat hubungan antara daya listrik dengan tegangan. Besar daya listrik diukur dalam watt.

misal bola lampu kepala tertulis 12 V 55/60 W. Jarak dekat didapatkan besar arus I dekat = Pdekat / V = 55 / 12 = 4.58 A . Arti dari tulisan tersebut adalah bola lampu kepala menggunakan tegangan 12 V.. pada posisi jarak dekat daya yang diperlukan 55 watt. (3) Bila disubtitusikan hukum Ohm dimana I = V/R. sedangkan saat jarak jauh daya yang diperlukan 60 watt. Besar arus arus yang mengalir jarang ditentukan.««««««««««««««. Contoh: Tentukan besar arus yang mengalir pada sebuah lampu kepala 12V 55/60 W.P = Vx I = IRx I = I 2R P = I 2R . saat lampu jarak dekat maupun saat jarak jauh. maka: P =RxI2 P = V 2R = R x (V/R)2 = V2 / R ««««««««««« (4) Dari ketiga rumusan tersebut daya listrik dapat dirumuskan: P = VxI P = I 2R P = V2 / R Dalam banyak kasus pada komponen sistem kelistrikan hanya ditentukan tegangan dan daya. Solusi: Dengan menggunakan rumus I = P/ V a.

paralel dan kombinasi Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu rangkaian seri. Rangkaian seri Karakteristik rangkaian seri: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 «««««««««. 1) Rangkaian Seri Aplikasi rangkaian seri sangat banyak digunakan pada kelistrikan otomotif. (1) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 ««««««««««««« (2) V I = Rt V t = V1 + V2 «««««««««««« (3) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan : «««««««««««« Besar V1dan V2 adalah: (4) . Sistem starter. rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi.b. pengatur kecepatan motor kipas evaporator AC merupakan beberapa contoh aplikasi rangkaian seri. Pemahaman jenis dan karakteristik rangkaian sangat penting sebagai dasar memeriksa dan menentukan sumber gangguan pada sistem kelistrikan. Gambar17.. Jarak jauh I jauh = P jauh / V = 60 / 12 = 5 A Rangkaian seri.

. pada rangkaian seri di atas bila diketahui R1=10 W dan R2= 30 W.3 Amper c) Tegangan total merupakan penjumlahan dari tiap tegangan V1 = R1/ Rt x V = 10/40 x 12 = 3 V V2 = R2/ Rt x V = 30/40 x 12 = 9 V V = V1 + V2 = 3 +9 = 12 V Karena besar I sudah dicari maka besar V1 dan V2 dapat pula ditentukan dengan rumus: V1 = R1 x I = 10 x 0.3 = 9 V V = V1 + V2 = 3 + 9 = 12 V 2) Rangkaian Paralel .3 = 3 V V2 = R2 x I = 30 x 0.R1 V1 = Rt x V ««««««««««««« R2 V2 = Rt x V (5) ««««««««««««. I2. (6) Tentukan besar Rt. Solusi: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 = 10 + 30 = 40 W b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 I = V / Rt = 12/ 40 = 0. I1 . V1 dan V2. sedangkan sumber tegangan 12V. I .

Gambar 18. c) Besar tahanan total (Rt) adalah: V = Rt R1 V1 + R2 karena V = V1 = V 2 maka V2 . Rangkaian parallel Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama yaitu : V= V1 = V2 ««««««««««««««««« b) Besar arus mengalir adalah: I = I1 + I2 ««««««««««««««««.. yang menyatakan jumlah arus listrik yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar pada titik cabang tersebut. (8) (7) Besar arus mengalir pada rangkaian parallel mengikuti Hukum Kirchoff I.

Sistem Klakson Tanpa Relay Solusi: a).4 x 4) : (2.6 : 6. Besar arus yang mengalir melalui klakson . (9) Gambar 19.1 = Rt 1 + R1 1 R2 Dengan menggunakan perhitungan aljabar akan diperoleh persamaan ekuvalen: R1 x R2 Rt = «««««««. R1 + R2 Contoh 1: Sistem kelistrikan mempunyai 2 klakson dengan daya berbeda. Tentukan : a) Tahanan klakson LH dan RH b) Tahanan total c) Arus pada klakson LH dan RH d) Arus yang melewati saklar klakson dan yang melalui sekering.5 W c).4 W R2 = V2 / P = 122 / 36 = 4 W b). klakson LH 12V/ 60 W dan klakson RH 12V/ 36 W.4 + 4) = 9. Tahanan klakson adalah: Klakson LH Klakson RH R1 = V2 / P = 122 / 60 = 2. Besar tahanan total (Rt) adalah: Rt = ( R1 x R2) : (R1 +R2) = (2.4 = 1.

4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A d).5 = 8 A Arus yang mengalir pada saklar klakson sangat besar sehingga percikan api pada kontak saklar klakson besar. tahanan kontak meningkat dan bunyi klakson lemah. Guna mengatasi permasalahan tersebut maka rangkaian klakson dipasang relay. Bila diketahui tahanan lilitan relay sebesar 60 W. Sistem Klakson Dengan Relay Solusi: a) Tahanan total (Rt) Tahanan pada rangkaian terdiri dari: R1 (tahanan klakson LH ) = 2. Gambar 20. saklar klakson cepat kotor.Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 / 2. tentukan: a) Tahanan total b) Arus pada klakson LH dan RH c) Arus yang melewati saklar klakson d) Arus yang melalui sekering. Besar arus mengalir melalui saklar klakson maupun sekering merupakan total arus yang mengalir melalui kedua klakson. 4 W R2 (tahanan klakson RH) = 4 W R3 (tahanan relay) = 60 W Dengan rumus (14) besar Rt adalah 1/ Rt = 1/R1 + 1/ R2 + 1/R3 . yaitu: I = I1 + I2 = 5+ 3 = 8A atau I = V / Rt = 12 / 1.

1/Rt = 1/2.8 A 0.2 A 2.2 A Tabel 5.2 = 8.4 + 1/ 4 + 1/ 60 = 25/ 60 + 15/ 60 + 1/ 60 = 41/60 Rt = 60/ 41 = 1.463 = 8.4 W 5A 36 W 4W 3A 8A 8A 96 W Dengan relay 60 W 2. Perbandingan besar arus yang melewati komponen dalam sistem klakson Parameter Klakson LH Daya y Tahanan y Arus y No 1 Tanpa relay 60 W 2.463 W b) Besar arus yang mengalir melalui klakson Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 /2.2 A 8.2 A d) Arus melewati sekering merupakan total arus yang melewati rangkaian I = I1 + I2 + I 3 = 5 + 3 + 0.4 W 5A 36 W 4W 3A 0.4 W Selisih 0 0 0 0 0 0 7.2 98. 4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A c) Arus yang melalui saklar klakson merupakan arus yang melewati lilitan relay I3 = V/ R3 = 12/ 60 = 0.4 W 2 Klakson RH Daya y Tahanan y Arus y 3 4 5 Horn switch Fuse Beban rangkaian .2 A Atau I = V/ Rt = 12 / 1.

Dengan menambah relay arus listrik dari baterai bertambah 0.Dari pemasangan relay pada rangkaian tersebut mampu mengurangi arus yang melalui saklar klakson sebesar 7.2 A sehingga saklar klakson lebih awet. Rt = R1 + ( R2 x R3) : (R2 +R3) Tegangan pada rangkaian: V = V1 + VRp V1 = R1 / Rt x V VRp = Rp / Rt x V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp / Rt x V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 Besar arus pada R3 adalah I3 = V3 / R3 «««««««««««««««««««. Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) ««««««««««««.8 A yaitu dari 8 A menjadi 0. R2 dan R3 dan besar arus pada R1. Rangkaian Seri±Paralel Gambar 21..2 A atau beban listrik bertambah 2.5 W . R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4. Rangkaian seri parallel Tahanan total (Rt) : Rt = R1 + Rp «««««««««««««««««« (10) Rp merupakan tahanan pengganti untuk R2 dan R3. R2=10 W dan R3= 30 W (11) . 3).4 W. tegangan pada R1. (12) Contoh: Tentukan besar tahanan total (Rt).

5 W Rt = R1 + Rp = 4. Menentukan arus dan tegangan pada rangkaian seri parallel Solusi: a) Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan pengganti (Rp) untuk R2 dan R3.Gambar 22.5 / 12 x 12 = 4. Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (10 x 30) : (10 + 30) = 300 : 40 = 7.5 + 7.5 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 7.5 / 12 x 12 = 7.5 V c) Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 12 = 1A .5 = 12 W b) Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4.

5 / 30 = 0.25 A Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian seri paralel yang sering digunakan. . c.75 A e) Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 7. Tegangan yang ditunjukkan volt meter merupakan selisih tegangan pada titik A dengan titik B. Jembatan Wheatstone Contoh: Tentukan tegangan pada Volt meter pada gambar diatas. Penerapan rangkaian ini antara lain pada termometer. Tegangan pada titik A adalah Va = R2/ (R1+R2) x V = 2/ (1+2)x 12= 8 V Tegangan pada titik B adalah Vb = R4/ (R3+R4) x V = 4/ (4+4)x 12= 6 V Tegangan pada Volt meter adalah Va ± Vb = 8 ± 6 = 2 V Dengan konsep diatas bila salah satu nilai tahanan berubah maka tegangan pada Volt meter juga berubah. cair dan gas. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. Gambar 23. intensitas pengukur cahaya.5 / 10 = 0. Rangkuman Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat.d) Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 7. air flow meter dan sebagainya.

Rangkaian seri mempunyai karakteristik: 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). 3) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 4) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti.Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda/partikel. beban. yaitu: Sumber. 2) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). V = V1 = V2 2) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. 3) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). Arus listrik diukur dengan amper meter. Listrik dapat dikelompokkan menjadi listrik statis dan listrik dinamis. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. kontrol dan konduktor. Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. proteksi. Teori aliran listrik ada dua yaitu teori konvensional dan teori electron. Daya listrik merupakan tehgangan kali arus listrik P = V x I. I = I1 + . tegangan listrik dengan volt meter dan tahanan listrik dengan Ohm meter. Karakteristik rangkaian parallel: 1) Tegangan pada rangkaian sama . Hubungan antara besar arus. dimana I = V/R. Dalam rangkaian kelistrikan terdapar 5 komponen utama. Arus listrik (I). tegangan dan tahanan listrik digambarkan dalam hukum Ohm . tegangan (V) dan tahanan listrik (R) merupakan besaran utama pada listrik. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron). Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu: rangkaian seri. rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. listrik dinamis sendiri terdiri dari listrik searah (DC) dan listrik bolak-balik (AC).

tentukan titik-titik mengukur besar tegangan pada rangkaian. buka bagian wiring diagramnya. Tugas § Cari buku pedoman perawatan dan perbaikan salah satu mesin otomotip. apa yang dimaksud dengan 1 volt? 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. apa satuan ukurannya?. satuan ukurannya. Gambarkan rangkaian sistem tersebut. serta jelaskan juga apa yang dimaksud dengan 1 amper? 4) Jelaskan bagaimana mengukur tegangan listrik lengkap dengan nama alat ukurnya?. e. parallel dan kombinasi pada sistem kelistrikan mobil. Test Formatif 1) Apa yang dimaksud electron bebas berikan ilustrasi? 2) Jelaskan apa perbedaan teori aliran listrik konvensional dengan electron! 3) Jelaskan cara mengukur arus listrik. (V = V1 + VRp) 3) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) d. § Sebutkan contoh aplikasi rangkaian seri. tentukan metode mengukur besar arus yang dibutuhkan untuk tiap sistem yang bekerja. a) Tentukan berapa besar arus listrik secara teoritis? b) Bagaimana cara memasang amper meter untuk mengukur besar arus yang mengalir? c) Berapa tahanan lampu secara teoritis? d) Bagaiman cara mengukur tahanan lampunya? e) Bagaiman cara mengukur tegangan baterainya? . lengkap dengan nama alat ukurnya.Rt = R1 + Rp 2) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti.

Kunci Jawaban Formatif 1) Elektron bebas yaitu electron yang orbitnya paling jauh dari inti. 2) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. misalnya panas. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 8.6. gesekan atau reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. Sedangkan teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. R2 dan R3 dan besar arus pada R1. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar. parallel dan kombinasi 7. R2=30 W dan R3= 60 W f. Tentukan besar tahanan total (Rt). Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. Teori ini banyak digunakan . tegangan pada R1. R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4 W. Tentukan besar arus listrik yang mengalir pada fuse bila diketahui tahanan lilitan relay 100 . daya masing-masing horn 12V/36W tegangan baterai 12V. Harga R1= 60 dan R2 = 180 . memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. Dua resistor dirangkai secara seri. Berapakah tegangan pada titik 5 pada saat horn switch atau tombol OFF dan saat ON? 9. Jelaskan karakteristik rangkaian seri.

besar tahanan seperti ditunjukkan pada Ohm meter. kemudian diukur seperti gambar berikut ini. teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini 3) Mengukur arus dengan merangkai secara seri. b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). kalibrasi Ohm meter. Rangkaian seri mempunyai karakteristik: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). alat ukur arus listrik adalah Amper meter. baca hasil pengukuran. a) Besar arus listrik adalah I = P/V = 36/12 = 3 Amper b) Cara memasang amper meter secara seri seperti gambar berikut ini: c) Tahanan lampu sebesar R = V/I = 12/3 = 4 ? d) Cara mengukur tahanan lampunya dengan melepas lampu. kemudian diukur menggunakan Ohm meter. satuan amper. bila menggunakan multi meter atur selector pada tegangan DC pada sekela pengukuran 50V.25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik.untuk kepentingan praktis. Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama . satuan volt. 4) Mengukur tegangan dengan merangkai secara parallel. c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 I = I1 + .sebagai berikut: 6. posisi selector pada 1X . V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). hubungkan colok ukur positip pada positip baterai dan colok negatip pada negatip baterai. 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. dan pengertian 1 Ampere adalah Perpindahan elektron sebanyak 6. pengertian 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. e) Cara mengukur tegangan baterai adalah dengan menggunakan volt meter. alat ukur dengan Volt meter.

Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0. Besar arus yang mengalir pada fuse merupakan total arus ke beban. Jadi besar arus yang mengalir adalah .12 A Beban 2 adalah horn dengan daya 36W. 8. berarti I = P/V = 36/12 = 3 A Beban 3 sama dengan beban 2 yaitu horn 36 W jadi I= 3 A. dimana: Beban 1 lilitan relay dengan R= 100 berarti I = V/R = 12/ 100 = 0.05 A = 50 mA.d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV =3 V Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V. Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. (V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/Rt ) 7.

2) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. 2 K dan 3 K . sedangkan saat tombol ON adalah 12Volt.It = 0. mengukur besar arus listrik dan mengukur besar tahanan. pengganti (Rp) untuk R2 dan Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (30 x 60) : (30 + 60) = 20 Rt = R1 + Rp = 4 + 20 = 24 W Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4 / 24 x 12 = 2 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 20 / 12 x 12 = 10 V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 24 = 0.12 A Tegangan titik 5 saat tombol OFF adalah 0 Volt. bola lampu 12V/ 5W dan bola lampu 12V/ 8W.333 A Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 10/ 60 = 0. Arus dan Tahanan Tujuan: Siswa dapat mengukur besar tegangan listrik.5 A Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 10/ 30 = 0. 9.167 A g.12 + 3 + 3 = 6. Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan R3. Lembar Kerja Lembar Kerja 1a: Mengukur Tegangan. Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi bola lampu 12V/ 3 W.

Beban Bola lampu 12V/3W Bola lampu 12V/5W Bola lampu 12V/8W Arus Beban Tahanan 1K Tahanan 2K Tahanan 3K Arus 4) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1b: Merangkai Seri . perhatikan skala tahanan yang akan diukur. Cara pemasangan secara seri. ganti bola lampu dengan ukuran yang berbeda. perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. baca hasil pengukuran. 3) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri. Tegangan: V. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Komponen Nilai Tahanan Komponen Bola lampu 12V/3W Tahanan 1K Bola lampu 12V/5W Tahanan 2K Bola lampu 12V/8W Tahanan 3K Nilai Tahanan 1) Periksa tegangan baterai yang digunakan. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC.3) Multimeter dan Amper meter 0-5 Amper 4) Baterai Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter. 2) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri pada rangkaian lampu seperti gambar dibawah ini. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. dengan mengganti lampu dengan resistor.

2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA.Tujuan: Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resistor lebih secara seri 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. Cara pemasangan secara seri. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja . perhatikan skala tahanan yang akan diukur. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter.

1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran a) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. b) Hitung besar arus dan tegangan secara teoritis dari rangkaian percobaan Hasil perhitungan Tegangan Power Suplay 6V Arus V1 V2 V3 3) Buat rangkaian sebagai berikut. catat hasil pengukuran Hasil Pengukura n Tegangan Power Suplay Arus V1 V2 V3 Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1c: Merangkai Paralel Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resitor atau lebih secara paralel .

Cara pemasangan secara seri. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter.2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian parallel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini . pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC.

2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper . Catat hasil pengukuran Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V A A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1d: Merangkai Kombinasi Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 3 resitor lebih secara seri-paralel atau kombinasi 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri-paralel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K.Has il per hitu nga n Tegangan Power Suplay 6V V A A1 A2 A3 5) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan volt meter diatas hasil perhitungan teoritis.

3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. 4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini Hasil perhitungan . 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. Cara pemasangan secara seri.3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA.

siswa dapat: 1) Mengetahui prosedur menghindari kerusakan pada ECU. 2) Menyebutkan penyebab terjadinya nilai tahanan membesar 3) Menyebutkan penyebab terjadinya hubung singkat 4) Menyebutkan peralatan yang biasa digunakan memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan 5) Menggunakan peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan b. Prosedur menghindari kerusakan ECU dan pada Rangkaian Memeriksa gangguan a. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini. Uraian materi kegiatan belajar Prosedur menghindari kerusakan ECU ECU adalah rangkaian komputer yang dilengkapkan pada mobil-mobil modern untuk mengontrol kerja dari mesin agar optimal. Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V1 V2 A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Kegiatan Belajar 2. Jika ada komponen yang mengalami gangguan secara cepat . Sensor-sensor memberikan sinyal pada ECU tentang keadaan atau kondisi dari mesin. sistem pengapian dan injeksi bahan bakar adalah bagian utama yang dikendalikan oleh ECU.Tegangan Power Suplay 6V V1 V2 A1 A2 A3 4) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan voltmeter diatas hasil perhitungan teoritis.

Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON atau mesin hidup Jangan pernah memeriksa rangakaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual. Gangguan ± gangguan ini jika tidak ditangani dengan benar. Pada umumnya ECU mempunyai program darurat yang dapat mengatasi masalah untuk sementara hingga mesin dibetulkan. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air.sensor akan memberikan sinyal pada ECU. sehingga ECU dapat memberikan peringatan dengan menyalakan lampu Indikator yang disediakan pada mobil sehingga pengemudi akan mengetahui bahwa ada gangguan pada mesin. maka akan menyebabkan rangkaian kelistrikan tidak bekerja dengan normal atau bahkan akan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah pada komponen±komponen rangkaian. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan . Memeriksa gangguan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan Gangguan pada rangkaian kelistrikan yang umum terjadi ada tiga macam yaitu: 1) Gangguan pada rangkaian karena nilai tahanan membesar 2) Gangguan karena hubung singkat 3) Ganguan dari komponen-komponen kelistrikan itu sendiri. alat ini akan mendeteksi adanya ketidaknormalan kerja mesin dan memberikan informasi tentang bagian-bagian dari komponen yang memerlukan perbaikan atau penggantian. d. Langkah-langkah menghindari kerusakan ECU: a. Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. Agar rangkaian kelistrikan tersebut dapat bekerja secara normal kembali. c. maka diperlukan pemeriksaan pada komponen±komponen rangkaian. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU. Karena semua program dilakukan oleh ECU maka tidak diperkenankan mengutak-atik ECU tanpa petunjuk dari buku manual mesin yang bersangkutan. Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual. f. b. g. Prosedur diagnosa dan pemeriksaan sistem yang dikendalikan oleh ECU menggunakan alat khusus yaitu scan tool.

dapat juga disebabkan karena kontak saklar yang tidak baik/kotor. Sedangkan gambar b lampu tidak menyala/redup diakibatkan arus yang mengalir ke lampu terlalu kecil. Gangguan yang disebabkan nilai tahanan membesar Gambar 24. Nilai tahanan dapat membesar karena saklar kotor atau sambungan kabel berkarat/korosi. Jika letak dan penyebab gangguan sudah diketahui maka langkah berikutnya adalah melakukan perbaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan. Gangguan rangkaian kelistrikan karena nilai tahanan membesar Gangguan ini biasanya disebabkan Karena rangkaian terbuka atau terjadinya korosi pada bagian± bagian tertentu dari rangkaian. . 1). Gangguan karena hubung singkat Hubung singkat dapat terjadi apabila ada kabel penghantar yang berhubungan langsung dengan penghantar lain atau pada ground.a menunjukkan bahwa. dan arus tidak dapat mengalir. karena nilai tahanan membesar.dimana gangguan itu terjadi dan penyebabnya. lampu tidak menyala akibat rangkaian terputus atau terbuka. Gambar 24.

b lampu pada rangkaian tidak menyala akibat adanya hubung singkat antara kabel dengan ground. maka lampu atas ikut menyala. Gangguan karena hubung singkat Gambar 25. Lampu atas seharusnya tidak menyala. . Gangguan karena kerusakan komponen Kerusakan pada komponen kelistrikan adalah penyebab utama rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. Sedangkan gambar 25. sedangkan lampu bawah menyala.a menunjukkan adanya hubung singkat diantara dua kabel penghantar. Akibat adanya hubung singkat antara kabel lampu atas dan kabel lampu bawah. sekering pada rangkaian dapat terputus karena arus yang mengalir terlalu besar.Gambar 25.

Gangguan akibat kerusakan komponen Gambar 26.Gambar 26. arus atau tegangan dari suatu rangkaian kelistrikan. Macam-macam peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan seperti pada gambar dibawah.a menerangkan lampu tidak menyala karena filamen lampu terputus. . Peralatan ini biasa digunakan untuk memeriksa kontinuitas dari suatu rangkaian dan mengukur nilai tahanan. Peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian/ system kelistrikan.b menunjukan adanya kerusakan pada batere baik pada kotak batere ataupun korosi pada terminal±terminalnya dan ini menjadikan batere tidak dapat mensuplai kebutuhan energi pada rangkaian dan pada akhirnya rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. Gambar 26.

Gambar 27. Macam-macam peralatan pemeriksa rangkaian

Peralatan-peralatan yang biasa digunakan antara lain: a) Jumper wire

b) Test lamp c) Self-Powered test light

d) AVO Digital e) f) AVO Analog

VOLT ± AMP Tester

g) Combination meter/Digital probe

Menggunakan Jumper wires untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan. Sering kali rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja karena tidak adanya kontinuitas pada rangkaian tersebut, untuk memeriksa kontinutas dapat digunakan jumper wires seperti yang terlihat pada gambar 27. Keselamatan kerja yang harus diperhatikan selama menggunakan jumper wires adalah: Jangan pernah melakukan by-pass pada lampu, motor, coil atau beban kelistrikan lainnya. Karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya. Langkah pemeriksaan: 1). Pastikan saklar dalam posisi ON 2). Memby-pass rangkaian dari titik/bagian yang paling dekat dengan sumber 3).Jika dengan langkah ini rangkaian sudah bekerja, maka dapat dipastikan bahwa gangguan itu terjadi pada daerah yang kita periksa tadi (tidak ada kontinuitas pada posisi ini). 4). Jika pada langkah no.2 telah dikerjakan dan rangkaian tetap tidak bekerja maka, mulailah melakukan by-pass pada posisi selanjutnya. Begitu seterusnya sampai ditemukan dimana letak gangguannya. Gambar 28. By-pass dengan Jumper wires Menggunakan Tes lamp Selain dengan jumper wires pemeriksaan kontinuitas dapat dilakukan dengan tes lamp, penggunaan tes lamp lebih menguntungkan dibandingkan jumper karena penggunaan tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen kelistrikan yang sedang diperiksa. Gambar dibawah menunjukkan cara pemeriksaan kontinuitas pada rangkaian, jika tes lamp nyala berarti ada kontinuitas antara titik yang diperiksa dengan sumber arus/positip batere, sebaliknya jika tes lamp tidak nyala berarti tidak ada kontinuitas.

Gambar 29. Pemeriksaan kontinuitas dengan tes lamp Langkah pemeriksaan : 1). Pastikan bahwa batere dalam kondisi baik 2). Pastikan saklar pada posisi ON 2). Hubungkan penjepit dari tes lamp dengan negatip batere/ground 3). Hubungkan colok tes lamp pada terminal sekring, jika lampu tes menyala berarti ada kontinuitas antara positip batere dengan kaki depan sekring jika lampu tidak nyala berarti jaringan kabel antara positip batere dengan kaki sekring terputus. 4). Lakukan pemeriksaan tahap berikutnya pada saklar, konektor seperti gambar 29. sampai menemukan tidak adanya kontinuitas dengan ditandai tes lamp tidak nyala. c. Rangkuman kegiatan belajar

Tiga tipe gangguan yang sering terjadi pada rangkaian/system kelistrikan yaitu: Gangguan karena nilai tahanan naik, hubung singkat dan kerusakan komponen. Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan rangkaian diantaranya jumper wires, tes lamp, AVO digital ataupun analog. Pada saat pemeriksaan ganguan harus diperhatikan cara penggunaan alat yang digunakan sebab jika salah menggunakan alat dapat menyebabkan kerusakan pada komponen yang diperiksa. d. Tugas kegiatan belajar Buatlah tes lamp dari komponen-komponen yang mudah didapat e. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan prosedur menghindari kerusakan pada ECU 2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah. 3) Jelaskan apa yang tidak boleh dilakukan saat pemeriksaan kontinuitas rangkaian menggunakan jumper wire. 4) Bagamana cara menggunakan tes lamp untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan 5) Jelaskan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper wire. f. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Prosedur menghindari kerusakan ECU a. b. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON

Jangan pernah memeriksa rangkaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual kendaraan c. d. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. f. g. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air

Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual.

2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah

a.

Gangguan karena nilai tahanan membesar b. Gangguan karena hubung singkat

c.

Gangguan karena kerusakan komponen

3) Faktor penyebab nilai tahanan bertambah antara lain: a) Adanya rangkaian yang terbuka/terputus b) Timbulnya korosi/karatan pada sambungan 4) Hal yang tidak diperbolehkan dalam pemerikaan kontinuitas dangan jumper wire adalah: Membay-pass beban kelistrikan baik lampu,motor atau beban lain 5) Cara menggunakan tes lamp untuk pemeriksaan kontinuitas rangkaian, adalah: a) Menghubungkan jepit tes lamp dengan negatip batere atau ground b) Menghubungkan colok tes lamp dengan titik pada rangkaian yang akan diperiksa. 5) Keuntungan menggunakan tes lamp dibandingkan jumper wire adalah: tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen rangkaian yang diperiksa. g. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Menggunakan jumper wire 2) Menggunakan tes lamp 3) Menentukan letak gangguan dari hasil pemeriksaan. 4) Menyimpulkan hasil pemeriksaan Alat dan Bahan 4) Trainer kelistrikan body standart 5) Baterai 12V 6) Jumper wire

7) Tes lamp Keselamatan Kerja 1) Tidak diperkenankan Memby-pass batere karena dapat menyebakan kerusakan pada batere. 2) Tidak diperkenankan memby-pass beban kelistrikan. Langkah Kerja 4) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 5) Lakukan pemeriksaan kontinuitas dengan jumper dan tes lamp. Memeriksa kontinuitas dengan jumper: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) By-pass dengan jumper pada bagian titik kabel yang terdekat dengan sumber arus. 3) Perhatikan hasil pemeriksaan ada perubahan kerja atau tidak, 4) Lanjutkan pemeriksaan pada titik±titik berikutnya. Mengukur kontinuitas dengan tes lamp: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) Hubungkan jepit tes lamp dengan negatip sumber arus. 3) Hubungkan colok tes lamp pada titik yang terdekat dengan sumber arus positip. 4) Perhatikan hasil pemeriksaan apakah lampu tes menyala atau tidak. 5) Tarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan 6) Lanjutkan pemeriksaan pada titik berikutnya. 7) Ambil kesimpulan akhir, tentukan letak gangguan rangkaian 8)Bersikah alat dan tempat kerja, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Tugas: Analisisa data hasil pemeriksaan, buatlah laporan

Kegiatan Belajar 3. Mengganti Sekering dan Bohlam

a. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini, siswa dapat: 6) Mengerjakan penggantian fuse/sekering 7) Memeriksa kondisi fuse/sekering 8) Memeriksa ukuran fuse/sekering 4) Mengerjakan penggantian bohlam lampu kepala dengan benar 9) Memeriksa kerja lampu kepala 10)Mengerjakan penggantian lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur dengan benar. 11)Memeriksa kerja lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur. b. Uraian materi kegiatan belajar

1) Mengganti Sekering yang putus

Sekering melindungi semua alat elektrik di dalam mobil: Pada saat aliran arus berlebih, sekering akan ³putus´ sedemikian sehingga arus listrik yang berlebih tidak mengalir pada peralatan. Karena arus yang berlebih itu dapat merusakkan peralatan atau menimbulkan percikan api. Dengan mengganti sekering yang putus akan mengembalikan kerja peralatan seperti semula (sebagai contoh sekering klakson putus akibatnya klakson tidak bunyi, setelah sekering diganti klakson kembali bunyi). Jika sekering putus berulangkali, itu menandakan adanya suatu masalah dalam rangkaian dan ini memerlukan penanganan lebih serius. Ada dua jenis sekering dilihat dari bentuknya yaitu type blade/pipih dan cartridge/tabung. Pada umumnya kendaraan sekarang banyak menggunakan type blade. Gambar 30. Macam sekering Langkah-langkah mengganti sekering

Melepas sekering 6. Gambar 37. Memasang sekering 10. Gambar 31. Pada kotak sekering juga dilengkapi dengan catut pelepas dan sekering cadangan. Tekan pelan-pelan hingga sekering duduk dengan tepat pada slotnya. Kotak sekering umumnya berbentuk segi empat yang diletakkan di bawah dashboard sebelah kanan. Sekering baik dan putus 8. Amati tutup kotak sekering Pada tutup kotak sekering dilengkapi dengan denah lokasi masingmasing sekering dan kapasitas dari sekering. Lepas sekering yang akan diganti dengan menariknya menggunakan catut sekering. Gambar 32. Pastikan kapasitas sekering yang dipakai. Gambar 33. Pasang tutup sekering. Melepas sekering dengan tang 7. Jika tidak ditemukan catut gunakan tang lancip untuk melepas sekering. Gambar 38. Pasang sekering baru dengan kapasitas yang sama dengan sekering yang diganti. Denah letak sekering 4. . Periksa kondisi sekering Gambar 36. Gambar 34. Ini dapat merusakan peralatan yang seharusnya diamankan oleh sekering itu. Matikan mesin 2. Gambar 35.1. Jangan pernah mengganti sekering dengan ukuran amper yang lebih besar. Mencari kotak sekering. Kotak sekering 3. Keselamatan kerja: 1. Kapasitas sekering 15 A 9. Catut sekering 5.

2. Pastikan bola lampu yang akan diganti Gambar 40. Pada jenis tabung sekering mudah pecah. Periksa lampu kepala 2. Bohlam halogen Langkah-langkah mengganti bohlam lampu kepala: 1. Saklar lampu kepala . pada lampu jenis ini penggantiannya harus satu set antara bola lampu dan kaca biasnya. jika lampu kepala mati maka kemungkinan penyebab utamanya dalah bohlam putus. Mengganti bohlam lampu kepala yang putus relatif gampang. Tetapi masih ada juga yang menggunakan model sealed beam (khususnya pada mobil-mobil tua). hati-hati saat melepas atau memasangnya. Gambar 39. 2) Mengganti bohlam lampu kepala Lampu kepala berfungsi sebagai penerangan jalan saat kendaraan digunakan pada malam hari. Matikan saklar lampu kepala Gambar 41. karena pecahan kacanya dapat melukai tangan. Mobil-mobil sekarang pada umumnya menggunakan bohlam type halogen yang dapat dengan mudah dilepas dari bagian belakang lampu kepala.

Jika ada salah satu lampu yang mati. Saat pemasangan bohlam baru pastikan bohlam duduk dengan tepat pada tempatnya. Bohlam mati karena terbakar a. Melepas klip 4. maka segera harus diganti. cover lampu dibuka dari luar dengan melepas sekerup pengikatnya. persinggungan yang tidak tepat mengakibatkan getaran yang menimbulkan panas sehingga bohlam mudah putus. Mengeluarkan bohlam 5.3. 6. 1. Pasang bohlam baru 9. 7. . Gambar 45. lampu rem dan mundur Lampu yang dipasang pada mobil mempunyai fungsi yang penting bagi keselamatan berkendaraan di jalan raya. Gambar 43. Daya pada bohlam baru harus sama dengan bohlam lama. Keselamatan kerja: 1. 3) Mengganti bohlam lampu belakang. pastikan tepat pada dudukannya. Pasang kembali klip pengikat pada tempatnya Pasang karet pelindung pada dudukannya Gambar Pasang soket lampu kepala (pastikan menancap dengan kuat). Jangan pernah menyentuh kaca pada bohlam halogen. Lepas soket lampu kepala. 44. 8. 3. Pasang bohlam halogen Yang baru. Nyalakanlah lampu kepala untuk mengujinya. dan buka karet pelindung serta lepas klip pengunci Gambar 42. Keluarkan bohlam dari dudukanya dan siapkan bohlam baru. Langkah-Langkah: Tentukan bagian bohlam yang akan diganti: Pada beberapa type lampu belakang. 2.

Gambar 47. Ambil bohlam baru dengan ukuran sama dengan bohlam lama. Gambar 46. Selalu gunakan ukuran bohlam yang sama dengan aslinya saat penggantian. Gambar 50. Gambar 48. Bersihkanlah konektor dengan sikat kawat atau lap dari kotoran atau karatan. c. Menguji lampu belakang Keselamatan kerja: 1. 7. tekanan yang terlalu kuat dapat memecahkan lampu. Melepas bohlam 4. Hati saat melepas atau memasang bohlam. Uji kerja lampu dengan menginjak pedal rem dan memutar saklar lampu kota. Pasang bohlam 8. 2. Melepas baut pengikat 3. Rangkuman kegiatan belajar Sekering berfungsi untuk mengamankan jaringan dari kerusakan akibat. Pasang cover lampu belakang. Sekering yang rusak/putus harus diganti agar peralatan kelistrikan yang ada pada rangkaian bekerja kembali. Lepaskan sekerup pengikat. Membersihkan konektor 6. 5. 9. aliran arus yang berlebih. Sekering mempunyai ukuran kapasita arus yang berbeda.2. apabila ukuran arus pada sekering diganti lebih besar maka hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan kelistrikan yang ada. Periksa bohlam berapa ukuran daya yang dipakai. Gambar 49. . Pasang bohlam baru dengan cara menekan masuk lalu diputar. Lepas bohlam dengan cara menekan dan diputar.

Rangkaian sistem kelistrikan diantaranya adalah lampu kepala. Apabila bohlam putus maka lampu tidak menyala. lampu mundur. b) Dari warna kelihatan hitam habis terbakar 9) Langkah perbaikan lampu rem: a) Pastikan terminal batere terlepas b) Pastikan posisi bohlam lampu rem yang akan diganti. lampu rem. 7) Faktor yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering: c) Ukuran sekering harus sama dengan sekering yang asli d) Pemasangan harus benar pada tempatnya. 10) Apa yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen. 9) Jelaskan langkah perbaikan bohlam lampu rem. d. filamen kelihatan putus dan apabila dilakukan pemeriksaan kontinuitas diantara ke dua ujung sekering tidak ada kontinuitas. Test formatif kegiatan belajar 6) Sebutkan ciri-ciri sekering putus? 7) Faktor apa saja yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering. 8) Sebutkan ciri-ciri bohlam mati?. lampu kota. f. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 6) Ciri sekering putus. . 8) Ciri-ciri bohlam mati: a) Filament putus. e. Pasanglah bohlam baru dengan ukuran yang sama dengan aslinya agar tidak mengakibatkan gangguan pada rangakaian kelistrikan yang ada. dengan mengganti bohlam baru maka rangkaian lampu akan menyala kembali. Tugas kegiatan belajar Mencari contoh bohlam type sealed-beam dan bohlam halogen yang digunakan pada lampu kepala.

d) Lepas bohlam e) Periksa ukuran bohlam f) Bersihkan dudukan bohlam dari karat/kotoran g) Pasang bohlam baru h) Pasang kembali cover bohlam i) Pasang terminal batere j) Cek kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem 5) Yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen adalah tidak boleh memegang pada kacanya karena dapat menyebabkan cepat putus. . g.c) Buka cover penutup bohlam. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menentukan kondisi sekering baik atau rusak 6) Menentukan ukuran sekering 7) Mengganti sekering 8) Menentukan ukuran bohlam 9) Mengganti bohlam Alat dan Bahan 8) Mobil instruksi 9) Test lamp Keselamatan Kerja 3) Lepas terminal batere sebelum pekerjaan penggantian dilakukan.

6) Selalu gunakan ukuran yang sama saat penggantian sekering dan bohlam. cek kerja sekering dengan test lamp Mengganti bohlam lampu rem: 8) Pastikan letak bohlam yang akan ganti 9) Lepas terminal batere 10) Pada kendaraan yang dilengkapi dengan ECU posisi kunci kontak harus OFF saat terminal batere dilepas 11) 12) 13) 14) 15) Lepas cover lampu rem Lepas bohlam lampu rem Periksa ukuran daya lampu rem Bersihkan dudukan bohlam dari kotoran ataupun karat Pasang bohlam baru dengan ukuran sama dengan yang diganti . 5) Hati-hati waktu melepas sekering atau bohlam.4) Pastikan kunci kontak OFF saat melepas terminal batere. 7) Selalu dilakukan pemeriksaan kerja. karena mudah pecah. saat selesai penggantian. Langkah Kerja 6) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 7) Lakukan Penggantian sekering 8) Lakukan penggantian bohlam Mengganti sekering: 5) Pastikan kunci kontak off dan lepas terminal batere 6) Lepas sekering dengan hati. 7) Periksa ukuran sekering 8) Pasang sekering baru dengan ukuran yang sama 9) Pasang kembali terminal batere.

Terdapat beberapa tipe kabel. . Kegiatan Belajar 4. Kabel tipe serabut yang paling banyak digunakan pada kelistrikan otomotif.16) 17) 18) Pasang cover lampu rem Pasang terminal batere Periksa kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem Tugas: Cari jenis-jenis sekering dan analisa kapasitas ampere yang dipakai untuk masing-masing komponen kelistrikan. 2) Kabel tanpa isolator. Perbaikan Rangkaian Kabel a. Kabel ini menghubungkan antara blok mesin dengan bodi/ rangka kendaraan. diataranya: 1) Kabel yang terbungkus isolator tipe pejal dan tipe serabut. kabel jenis ini digunakan sebagai kabel bodi/ ground. Uraian materi kegiatan belajar Kabel (Wires) Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa dapat: 6) Menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan 7) Mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel 8) Menentukan ukuran kabel yang digunakan 9) Memperbaiki rangkaian kabel b.

karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. 2) Kabel diameter besar yaitu kabel yang digunakan untuk kabel baterai. Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang.Gambar 51. Tabel 1 Warna Black (hitam) Brown (coklat) Green (hijau) Gray (abu-abu) Blue (biru) Light Blue (hijau muda) Kode B BR G GR L LG Kode Warna Kabel Kode O P R V W Y Warna Orange (oranye) Pink(merah muda) Red (merah) Violet (ungu) White (putih) Yellow (kuning) Hubungan Antara Diameter dan Panjang Kabel dengan Tahanan Listrik Tahanan listrik berbanding lurus dengan panjang kabel tetapi berbanding terbalik dengan diameter kabel. Berdasarkan pengertian diatas tahanan suatu kabel listrik dapat dihitung dengan rumus berikut: . Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. Contoh: kabel satu warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). tetapi semakin besar diameter kabel listrik semakin kecil tahanannya. semakin besar pula tahanannya. sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). Ini berarti semakin panjang kabel listrik. Kode Warna Kabel Guna mempermudah identifikasi maupun penelusuran bila terjadi kerusakan pada rangkaian kelistrikan maka isolator kabel dibuat warna. Macam kabel Berdasarkan besar arus mengalir kabel dikelompokkan menjadi 2 yaitu : 1) Kabel diameter kecil yaitui kabel yang digunakan untuk beban lampu dan asesoris lainnya.

Tahanan jenis pada temperature 20 ºC Bahan Almunium Besi Emas Perak Platina Tembaga r W/m 2. Wm l = Panjang kabel ««««««. Guna memudahkan pemakaian maka SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) seperti table berikut ini: Tabel 3.9 4.62 x 10-8 10.60 109 .68 x 10-8 2.5 0.69 x 10-8 Bahan Tungsten Mangan Karbon Germanium Silikon Kaca r W/m 5. m A = Luas penampang kabel ««.0 6..1 .75 x 10-8 9.25 x 10-8 48. dan semakin kecil kabel tahanan semakin besar. m2 Tabel 2.0 2.0 SAE AWG (gage) 20 18 16 14 Ohm per 1000 feet 10.R = Tahanan listrik ««««««.8 .2 x 10-8 3 x 10-5 5 x 10-1 0.44 x 10-8 1. Ukuran Kabel Metric (mm2) 0.8 1.7 2. W r = Tahanan jenis ««««««.6 x 10-8 1.1012 Menentukan Ukuran Kabel Dari rumus di atas dapat dilihat bahwa semakin panjang kabel semakin besar tahanan listriknya.

Pemilihan kabel yang digunakan pada sistem kelistrikan tergantung dari besar arus yang akan mengalir atau beban. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2.0 50.1 0.3 0.0 19.09 Contoh: Tentukan besar tahanan untuk kabel 14 gage.0 12 10 8 6 4 2 1 0 00 1.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0.2 0.05 Ohm.3.0 40. Guna mempermudah pemilihan SAE mengeluarkan pedoman pemilihan kabel seperti table berikut ini: . sehingga besar tahanan = 0.0 32.0028 x 18 = 0. Semakin besar arus yang mengalir atau semakin besar beban semakin kesar ukuran kabel yang digunakan.0 13. Selain besar arus dan beban juga dipengaruhi jarak antara sumber dengan beban.7 0.0 8.14 0. dengan panjang 18 feet.4 0.8 1.11 0.0 5.0 62.0028 ohm per feet.

83 Volt. Dengan demikian besar voltage drop sebesar V = I x R = 16. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2. Tentukan pula penurunan tegangan akibat panjang kabel. Pedoman Pemilihan Ukuran Kabel (Wire Gage) Arus Amp 1 1.05 = 0.0 mm2 .0028 x 18 = 0.05 Ohm.0028 ohm per feet. bila jarak lampu sampai sumber listrik sejauh 18 feet. .Tabel 4.6 x 0.6 A Ukuran kabel untuk daya 200W dengan jarak 18 feet dari table diatas adalah 14 gage atau luas penampang 2. sehingga besar tahanan = 0. Besar arus yang mengalir adalah I = P/V = 200 /12 = 16.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0.5 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 15 18 20 22 Daya Watt 12 18 24 36 48 60 72 84 96 120 132 144 180 216 240 264 Panjang Kabel (feet) 7 10 15 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 20 20 18 18 20 18 18 18 20 18 18 16 20 18 16 16 20 18 16 16 20 18 16 14 18 16 14 14 18 16 14 12 16 14 12 12 3 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 5 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 25 20 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 30 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 10 Contoh: Tentukan ukuran kabel untuk lampu penerangan dengan daya 200 W.

Membersihkan terminal baterai Tahanan Isolator Seperti telah dijelaskan bahwa karet. Beberapa FaKtor Yang Mempengaruhi Nilai Tahanan Tahanan Sambungan Tahanan sambungan adalah tahanan yang diakibatkan oleh sambungan yang kendor atau kotor. plastik dan porselin dapat digunakan untuk menghalangi arus listrik antara konduktor. bocoran arus listrik yang akan menimbulkan percikan bunga api dan menimbulkan kotoran. Sifat dari bahan-bahan ini disebut kemampuan tahanan isolator dan dinyatakan dengan nilai tahanan. Bila sebuah lampu yang dihubungkan denga baterai dengan sebuah kawat tembaga. Tahanan sambungan dapat diperkecil dengan membersihkan sambungan dan mengeraskan sambungan. Gambar 52. Terminal baterai merupakan terminal yang paling sering kendor dan kotor akibat korosi yang disebabkan asam sulfar dari uap elektrolit baterai. misalnya karena retak. Gambar 54. Bila arus listrik melewati sambungan yang kendor akan menyebabkan sambungan menjadi panas. Panas ini akan memperbesar tahanan dan mempercepat timbulnya korosi.Hubungan Antara Temperatur dan Tahanan Listrik Tahanan listrik pada konduktor akan berubah dengan adanya perubahan temperatur konduktor/kabel. Dalam kondisi tertentu isolator dapat berubah menjadi penghantar listrik/konduktor. Biasanya tahanan listrik akan naik bila temperatur naik. vynil. menempelnya air atau kotoran lain pada isolator. kemudian kawat tersebut dipanaskan dengan api maka lampu tersebut semakin lama akan semakin redup. oleh karena itu terminal ini harus sering diperiksa dan dibersihkan Gambar 53. Hal tersebut dapat dipahami dengan cara berikut. Kerusakan isolator kabel listrik Wire Harness . Akibat terminal kendor dan kotor menyebabkan tahanan meningkat sehingga menyebabkan gangguan suplai listrik terutama saat mesin distarter.

Pada ujung wire harness dipasang konektor sehingga pemasangan sistem perkabelan lebih mudah. contoh kabel massa 3) Kabel kecil. Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang.Wire harness merupakan sekumpulan kabel yang digunakan pada rangkaian kelistrikan. karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. 4) Sambung kedua kabel dengan Crimp mark. c. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. Contoh: kabel satu . Rangkuman kegiatan belajar Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. Wire Harnes Memperbaiki Kabel 1) Potong kabel yang rusak. Menyolder sambungan kemudian solder sambungan 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang Gambar 60. 3) Buat kabel penyambung yang akan Gambar 58. dimana sekumpulan kabel tersebut dijadikan satu dengan isolator. Memasukkan heat shrink digunakan. Mengupas kabel kabel dengan tang pengupas dengan panjang 10 mm 2) Ukur diameter kabel untuk menentukan Gambar 57. contoh kabel yang umum digunakan 2) Kabel tanpa isolator. contoh kabel yang digunakan secara umum 4) Kabel besar . masukkan heat shrink tube ke kabel penyambung. Memanaskan heat shrink disambung. contoh kabel baterai Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. Gambar 55. kemudian kupas Gambar 56. Gambar 59. Terdapat beberapa tipe kabel diantaranya : 1) Kabel berisolator. Mengukur diameter ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. agar kabel lebih rapih.

d. dilihat dari ukurannya maka ada kabel kecil dan kabel besar. Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan kabel. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraaan 2) Tentukan ukuran kabel untuk horn. jarak antara horn dengan sumber 3 m. bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak. Selain itu juga ada pedoman yang memuat hubungan arus. 3) Sebutkan bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel 4) Dimana titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel 5) Apa yang dimaksud heat shrink tube? 6) Bagaimana cara menyambung kabel yang putus? f. Panjang kabel : 1 meter= 3. ukuran kabel dan tahanan tiap 1000 feet. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Macam kabel yang digunakan pada kendaraan yaitu dilihat dari serabutnya ada dua yaitu kabel serabut dan kabel pejal. jarak antara horn dengan sumber 3 m. dari penggunaan isolator yaitu kabel tanpa isolator dan kabel dengan isolator. panjang kabel dan nomor gage yang digunakan.warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel. Tiap ujung kabel dipasang konektor. bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel.28 feet untuk 3 m = 3 x 3.84 feet . 2) Ukuran kabel untuk horn.28 = 9. sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). Tugas kegiatan belajar Cari wiring diagram salah satu tipe kendaraan: 1) Identifikasi ukuran dan warna kabel yang digunakan 2) Identifikasi jenis konektor yang digunakan e. Guna memudahkan menentukan ukuran kabel yang akan digunakan SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) yang berisi nomor gage.

atau plastik.beban : 12 V/36 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/36 W +12 V/36 W = 12V/72 W . d) Masukkan dua heat shrink tube pada kabel penyambung. c) Ukur panjang kabel yang dibutuhkan dengan diameter sama dengan kabel yang disambung. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 3) Menyambungkabel yang putus 4) Memasang terminal kabel Alat dan Bahan 10) 11) Solder Tang pengupas kabel . 6) Cara menyambung kabel yang putus adalah : a) Putus bagian kabel yang rusak dan kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm.5 mm2 3) Bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel antara lain karet. ujung konektor. klem kabel pada bodi dan terminal kabel 5) Heat shrink tube merupakan salah satu model isolator sambungan kabel dengan metode pemanasan untuk menyusutkan isolator sehingga isolator dapat mengikat dengan kuat sambungan yang diisolasi. e) Sambung kabel yang putus. 4) Titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel antara lain pada sambungan. f) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder dan panasi heat shrink tube. b) Ukur diameter kabel untuk menentukan diameter kabel penyambung. vynil. Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel 20. dan solder sambungan kabel. yaitu kabel dengan luasan 0. g.

solder sambungan kabel. 4) Bersikan alat dan tempat kerja. e) Panasi heat shrink tube. kemudian solder sambungan kabel. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. heat shring tube Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. e) Panasi heat shrink tube.12) Kabel. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. tempatkan iujung solder pada tempatnya. b) Masukkan heat shrink tube pada kabel. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. c) Sambung kabel. Langkah Kerja 9) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 10) Latihan menyambung kabel a) Potong dua buah kabel dengan panjang 100 mm. b) Masukkan heat shrink tube pada salah satu kabel. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak. Tugas . cepit dengan tang penjepit terminal. c) Pasang kabel pada terminal kabel. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. kembalikan ketempat semula. terminal kabel. Menyolder sambungan 11) Memanasi heat shrink Latihan memasang terminal a) Potong kabel dengan panjang 100 mm. tenol.

. melindungi sambungan dari karat dan kotoran. Agar penyambungan konektor lebih mudah dan tidak salah maka pada konektor terdapat nok sehingga bila posisi tidak tepat maka konektor tidak dapat masuk. Jumlah terminal pada konektor sangat beragam mulai dari satu terminal sampai puluhan terminal. dalam rumah tersebut terdapat lubang untuk memasukkan terminal kabel. dan memungkinkan sambungan dipisah lagi dengan mudah. Memperbaiki Konektor Kabel a. Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan terminal. Uraian Materi Konektor kabel (Wire conector) Konektor berfungsi tempat penyambungan kabel pada sistem kelistrikan.Apa dampak kualitas sambungan kabel yang buruk pada sistem kelistrikan. Konektor terdiri dari konektor laki-laki dan konektor perempuan. Bentuk Konektor Bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak. Kegiatan 5. sedangkan untuk menjamin agar sambungan lebih kuat maka dipasang pengunci. rumah konektor terbuat dari plastic. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah membaca modul ini siswa dapat: 1) Menyebutkan macam wire conector 2) Menjelaskan model penguncian wire conector 3) Melepas dan memasang wire conector 4) Memperbaiki wire conector yang rusak b.

Konektor Saat melepas konektor harus memperhatikan teknik penguncian yang digunakan. Perhatikan metode penguncian yang digunakan oleh konektor. cara melepas yang salah dapat meyebabkan kabel putus. jangan menarik kabel saat melepas.Gambar 41. Gambar 63. dan saat menarik konektor tidak boleh menarik kabelnya. Bagian yang ditarik adalah bagian konektornya. Teknik melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: 1) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik 2) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik 3) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : 1) Di tengah 2) Disamping Gambar 62. Bentuk dan Teknik Penguncian Pada Konektor Kabel. Langkah melepas konektor kabel adalah sebagai berikut . Macam Bentuk Konektor dan Jumlah Terminalnya Melepas dan memasang konektor kabel Melepas konektor harus hati-hati.

3) Pastikan konektor telah terkunci dengan baik dengan cara menarik konektor tanpa menekan pengunci. untuk mengatasi hal tersebut maka perlu perbaikan konektor kabel. Memperbaiki Kerusakan Konektor Kabel Terminal konektor maupun kabel pada sambungan terminal sering mengalami gangguan. sedangkan pada sambungan sering kabelnya putus. Melepas Terminal dari Konektor Langkah memasang 1) Perhatikan posisi pengunci maupun posisi nok 2) Masukkan terminal konektor sampai pengunci bunyi klik. Gambar 64. Gangguan pada terminal adalah karat dan terbakar. lihat gambar 64. konektor tidak boleh terlepas. angkat anti-back comb dari badan konektor dengan menggunakan obeng. angkat pengunci penahan dari terminal dan tarik kabelnya dari konektor. masukkan obeng ke dalam bagian depan badan konektor. 3) Menggunakan obeng.1) Tekan pengunci badan soket konektor dan pisahkan badan konektor laki dan perempuan (Male dan Famale) 2) Jika sulit terlepas. .

dan kupas isolatornya kurang lebih 10 mm. Gambar 67. 5) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama. kemudian solder sambungan 7) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. Gambar 66. kupas isolator pada ujung kabel. 8) Ungkit pengunci pada terminal konektor. Rangkuman Sepasang konektor kabel terdiri dari dua buah. Bentuk konektor ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. kupas ujung kabel. Gambar 65 .Langkah perbaikan adalah sebagai berikut: 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil. yaitu konektor laki-laki dan konektor perempuan. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. . Melepas Terminal Konektor 2) Dorong terminal konektor keluar. sambung kedua kabel dengan Crimp mark. pasang terminal konektor. 3) Potong kabel yang rusak. Menyambung Kabel Yang Putus 6) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. kemudian tarik kabel untuk menguci apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. Teknik penguncian dengan menekan maupun mengungkit. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah. 4) Ukur diameter kabel untuk menentukan ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. Memasang Terminal Konektor c.

Membuka konektor harus memperhatikan metode penguncianya. menarik rumah konektor kabel dan tidak boleh menarik kabel. 4) Bagaimana cara mengatasi bila terdapat satu atau lebih terminal konektor yang rusak? f. rangkum bentuk konektornya dan teknik penguncian yang diaplikasikan. 4) Mengatasi terminal konektor yang rusak adalah dengan mengganti terminal baru. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah 2) Metode melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: a) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik b) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik c) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : Di tengah konektor dan disamping rumah konektor 3) Yang harus diperhatikan saat melepas adalah melepas penguncian. posisi nok dan posisi pengunci. e. memotong kabel terminal yang rusak. Test Formatif 1) Sebutkan macam bentuk wire conector 2) Jelaskan metode melepas penguncian pada wire conector 3) Jelaskan yang harus diperhatikan saat melepas dan memasang wire conector. g. menyambung kabel dan memasang terminal konektor pada rumahnya sampai bunyi klik. dengan cara mengeluarkan terminal konektor lama. membuat sambungan kabel dengan terminal konektor. Lembar Kerja Tujuan : . Tugas Cari buku pedoman perawatan salah satu kendaraan. jangan menarik konektor pada kabelnya karena dapat menyebabkan kabel putus. d. Kunci Jawaban Formatif 1) Bentuk konektor kabel ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. Sedangkan saat memasang perhatikan bentuk.

pasang terminal konektor. kupas isolator pada ujung kabel. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak. . 4) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. terminal kabel. tempatkan iujung solder pada tempatnya. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. 3) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama. kupas ujung kabel.Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menyambung kabel yang putus 6) Memasang terminal konektor 7) Memperbaiki terminal kabel Alat dan Bahan 13) 14) 15) Solder Tang pengupas kabel Kabel. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. Langkah Kerja Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil dan dorong terminal konektor keluar. kemudian tarik kabel untuk memastikan apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. 6) Ungkit pengunci pada terminal konektor. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. dan kupas isolatornya 10 mm. heat shring tube 16) Konektor kabel Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. 2) Potong kabel yang rusak. 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. kemudian solder sambungan. sambung kedua kabel dengan Crimp mark. tenol.

BAB. kembalikan alat yang digunakan ke tempat semula. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 15) Sebutkan tiga hal yang sering menjadi gangguan pada rangkaian/system kelistrikan? 16) Sebutkan macam sekring yang biasa digunakan pada mobil 17) 18) Terangkan ciri-ciri bohlam putus Jelaskan titik-titik yang sering menjadi sumber gangguan pada rangkaian kabel . Harga R1= 60 dan R2 = 180 . Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam. Terangkan cara memasang ampere meter. Jelaskan karakteristik rangkaian seri. d. III EVALUASI A. SOAL 1. Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut! Sebuah bohlam 12 V/23 watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt. parallel dan kombinasi 14) Dua resistor dirangkai secara seri. Tugas: 1) Identifikasi jenis dan penyebab kerusakan pada konektor kabel. untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam. 2) Buatlah laporan kerja. c. 13) Berapa tahanan bohlam secara teoritis? Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter.7) Bersihkan tempat kerja. b. Soal Uji Kompetensi Pengetahuan (Waktu 120 menit) 11) 12) a.

19) Tentukan ukuran kabel untuk klakson. jarak antara klakson dengan sumber 3 m. Soal Uji Kompetensi Keterampilan . bila diketahui daya klakson 12V/60 W dirangkai paralel. 20) Sebutkan macam bentuk konektor kabel 2.

V = I x R 11) Sebuah bohlam 12 V/23 Watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt. a) Besar arus listrik adalah I=P/V = 23/12 =1. KUNCI JAWABAN 10) Hukum Ohm mengatakan: besar arus yang mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan. Membuat rangkaian kombinasi 3 resistor Memeriksa kontinuitas pada rangkaian yang disediakan Mengganti sekering pada rangkaian klakson Mengganti bohlam Halogen pada rangkaian lampu kepala Membuat sambungan kabel Mengganti konektor kabel Total B.92 Ampere b) c) Ampere meter dipasang seri terhadap beban = 6.25 Ohm Waktu 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 70 menit Tahanan bohlam secara teoritis adalah R= V/I = 12 / 1.Demonstrasikan dihadapan guru/instruktur kompetensi saudara dalam waktu yang telah ditentukan No 1 2 3 4 5 6 7 Kompetensi Mengukur arus.92 d) Mengukur tegangan baterei dengan volt meter atau multi meter § Atur selector pada DC Volt skala 50 § Kalibrasi alat ukur § Hubungkan colok positip/merah ke positi baterei § Hubungkan colok negatip/hitam ke negatip baterei § Baca hasil pengukuran dengan teliti 3) Rangkaian seri mempunyai karakteristik a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan . tahanan dan tegangan pada rangkaian yang disediakan.

Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V.( Rt = R1 + R2) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2) Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama .05 A = 50 mA Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV = 3 V . Nilai tahanan dalam rangkaian membesar I = I1 + . (V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) 4) Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0. c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. 5) Tiga hal yang sering menyebabkan gangguan pada rangkaian/system kelistrikan adalah: a). Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya.

klem kabel pada bodi dan terminal kabel. 9) Ukuran kabel untuk klakson. INDIKATOR Dapat menjelaskan hukum Ohm SOAL SKOR SKOR MAKS PEROLEHAN 0. 8) Titik-titik yang menjadi gangguan pada rangkaian kabel antara lain pada sambungan. maka pada vilamennya kelihatan terputus b) Jika dilakukan tes kontinuitas antara kutup positip dan negatip tidak ada.b). 6) Sekering yang biasa digunakan pada mobil: a) Sekering type blade b) Sekering type cartridge 7) Ciri-ciri bohlam putus. jarak antara klakson dengan sumber 3 m. Kerusakan pada komponen kelistrikan. Beban klakson adalah 12 V/ 60 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/ 60 W +12 V/ 60 W = 12V/ 120 W .84 feet.8 mm2 10) Macam bentuk konektor kabel : a) Bentuk bulat b) Bentuk persegi C. a) Jika diperiksa secara visual. Panjang kabel : 1 meter= 3. bila diketahui daya klakson 12V/ 36 W dirangkai paralel. yaitu kabel dengan luasan 0.5 Dasar listrik 2 Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut Dapat mengukur Sebuah bohlam 12 dan menghitung V/23 watt dirangkai secara teoritis besar seri dengan baterei 2 .28 = 9. Terjadinya hubung singkat c). KISI-KISI SOAL PENGETAHUAN NO 1 SUB KOMP. ujung konektor. Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel SAE 18.28 feet untuk 3 m = 3 x 3.

Berapa tahanan bohlam secara teoritis? 3 4 5 d.5 0.5 . Terangkan cara memasang ampere meter. parallel dan parallel dan gubungan kombinasi Dapat menghitung Dua resistor besar Arus dan dirangkai secara tegangan pada seri.Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam b. Tahanan dan Tegangan 12 Volt a.Arus. rangkaian seri. Harga R1= 60 rangkaian dan R2 = 180 . tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V Prosedur Dapat menyebutkan Sebutkan tiga hal menghindari hal-hal yang sering yang sering menjadi kerusakan ECU menyebabkan gangguan pada dan memeriksa gangguan pada rangkaian/system gangguan pada ranagkaian kelistrikan rangkaian 1 1. untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam c. Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter Dapat menjelaskan Jelaskan karakteristik karakteristik rangkaian seri.

penggunaan bila diketahui daya horn 12V/60 Watt dirangkai paralel.5 1 2 0. jarak antara klakson dengan sumber 3 m.5 Kisi-Kisi Penilaian Sikap No 1 2 3 4 Komponen yang dinilai Kelengkapan pakaian kerja Penataan alat dan kelengkapan yang memperhatikan pekerja dan alat Menggunakan alat sesuai fungsinya Membersihkan alat dan tempat kerja Nilai akhir Skor Maks 1 2 6 1 Skor Perolehan Kisi-Kisi Penilaian Keterampilan .5 0. 10 Konektor Dapat menyebutkan Sebutkan macam bentuk konektor bentuk konektor kabell 6 0.Dapat menyebutkan Sebutkan macam macam sekering sekring yang biasa Mengganti digunakan pada sekering dan mobil bohlam 7 Dapat menerangkan Terangkan ciri-ciri ciri bohlam putus bohlam putus 8 Dapat menjelaskan Jelaskan titik-titik titik-titik yang yang sering menjadi sering terjadi sumber gangguan gangguan pada pada rangkaian rangkaian kabel kabel 9 Dapat menentukan Tentukan ukuran Rangkaian kabel ukuran kabel sesuai kabel untuk horn.

5 5 Mengganti sekering dan bohlam .No Sub Kompetensi Dasar Listrik Komponen yang dinilai Mengukur arus.5 § Menentukan kapasitas sekering § Penggantian sekering sesuai SOP Mengganti Bohlam § Menggunakan peralatan sesuai SOP 1. tahanan dan tegangan § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Mengkalibrasi alat ukur § Membaca hasil pengukuran Membuat rangkaian kombinasi § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Rangkaian benar dan bekerja Memeriksa kontinuitas rangkaian Skor Maks Skor Perolehan 1 1.5 Dasar Listrik 2 1 Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian § Menggunakan peralatan sesuai SOP 3 § Pemeriksaan dilakukan sesuai SOP § Menyimpulkan hasil pemeriksaan Mengganti sekering § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memeriksa kondisi sekering 1.5 Mengganti sekering dan bohlam 4 1.

§ Memeriksa kondisi Bohlam § Menentukan ukuran Bohlam § Penggantian Bohlam sesuai SOP Rangkaian kabel Membuat sambungan kabel § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih ukuran kabel § Menyolder kabel Mengganti konektor § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih konektor § Memasang pin kabel 6 1.5 C.5 Konektor 7 1. KRITERIA KELULUSAN Aspek Sikap Pengetahuan Keterampilan Skor Perolehan Bobot 2 2 6 Nilai Keterangan Syarat kelulusan nilai minimal 7. dengan skor setiap aspek minimal 7 Nilai Akhir BAB. IV PENUTUP .

2) Mengukur tegangan.Kompetensi perbaikan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dengan kode OPKR 50-002B terdiri dari 6 sub kompetensi dengan durasi 60 jam pelajaran @ 45 menit. Autoshop 101. com . Guru/instruktur akan menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. parallel dan gabungan . WWW. Autoshop 101. Bagi siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. Diagnosis & Testing. DAFTAR PUSTAKA Sullivan`s Kalvin R. yaitu : 1) Merangkai hubungan seri.Replacing fuse blown. Uji teoritis dengan cara siswa menjawab pertanyaan soal evaluasi. Electric Circuit. WWW. namun bila syarat minimal kelulusan belum tercapai maka harus mengulang modul ini. Electric Fundamentals. (2004). atau bagian yang tidak lulus dan karena tidak diperkenankan mengambil modul berikutnya. (2004). WWW. Autoshop 101. WWW. siswa dapat melaksanakan uji kompetensi. com Sullivan`s Kalvin R. com an. com Sullivan`s Kalvin R. Autoshop 101. tahanan dan arus 3) Pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU 4) Mengganti sekering dan bohlam 5) Perbaikan rangkaian kabel 6) Perbaikan konektor Kompetensi ini merupakan kompetensi dasar guna mempelajari sistem kelistrikan sehingga harus dikuasai dengan baik. (2004). Autoshop 101. com Sullivan`s Kalvin R. (2004). (2004). dari sini kompetensi siswa dapat diketahui. com Sullivan`s Kalvin R. WWW. Sub kompetensi tersebut. Wiring Diagrams. ehow. Wire and Conectors. WWW. Setelah siswa merasa menguasai sub kompetensi yang ada. sedangkan uji praktik dengan mendemontrasikan kompetensi yang dimiliki pada guru/instruktur.

th). Jenis Kegiatan 1. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru . brake or reverse light. Memeriksa sistem/komponen suspensi dan menentukan kondisinya. Com an. New Step 1 Training Manual. Jakarta. Mempelajari konstruksi dan cara kerja system suspensi 2. WWW. WWW.Com Toyota Astra Motor (t.an.How to replace a car headlight. WWW. Electrical Group Step 2. Jakarta. Toyota Astra Motor Posted in ilmu.How to replace a tail. dengan mengikuti tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Rencana Belajar Peserta Diklat Rencana setiap kegiatan belajar anda.autolamp. Toyota Astra Motor TEAM (1995).Halogen head light. ehow. Jakarta . Toyota Astra Motor TEAM (1996). otomotif Leave a Comment Pemeriksaan Sistem Suspensi Apr 21 Posted by 66tech BAB II PEMELAJARAN A. com an. Materi engine group step 2. ehow.

Tujuan kegiatan belajar a. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi b. Apabila salah satu komponen system suspensi mengalami gangguan. Kegiatan Belajar 1. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi sesuai dengan SOP 2. sehingga kedua roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan Ada dua macam konstruksi suspensi independent depan yaitu suspensi wishbone dan suspensi mac pherson : 1). Gambar 1.B. Suspensi wishbone pegas coil Suspensi jenis ini menggunakan pegas koil yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm) dan lengan atas (upper arm) . Menjelaskan konstruksi dan cara kerja system suspensi Tujuan kegiatan belajar : Menjelaskan konstruksi system suspensi Menjelaskan cara kerja system suspensi 2. 1. Memeriksa system/ komponen system suspensi Memeriksa sistem / komponen suspensi dan menentukan kondisinya. Namun demikian. maka akan terjadi hal yang tidak diharapkan. Sehingga kenyamanan pengendaraan tidak akan dapat dicapai. kendaraan akan selalu mengalami getaran atau goncangan yang disebabkan oleh mesin itu sendiri atau karena kondisi jalan yang tidak rata. Penggunaan sistem suspensi Pada umumnya system suspensi kendaraan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu suspensi independent dan suspensi rigid Konstruksi dan kerja jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. Untuk mengurangi getaran dan goncangan tersebut setiap kendaraan perlu dilengkapi dengan sistem suspensi. Uraian materi Kenyamanan berkendaraan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh pengendara maupun penumpang.

sehingga memungkinkan arm dapat bergerak ke atas dank ke bawah mengikuti gerakan roda. Kerjanya bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas mengalami pemendekan dan pemanjangan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pemegasan) 2). b) Kedua ujung luar lengan atas dan lengan bawah yang dipasangkan pada knuckle kemudi menggunakan sambungan peluru. Suspensi wishbone pegas torsi Suspensi wishbone menggunakan pegas batang torsi yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm ) dan kerangka kendaraan. sangat cocok digunakan untuk system suspensi roda depan. .Bodi (frame) Lengan atas Penahan benturan Sambungan peluru bawah Gambar 2 : Suspensi wishbone dengan pegas koil Suspensi ini mempunyai sifat : a) Dengan desain yang kompak dari pegas hasil . c) Knuckle kemudi dan spindle yang terpasang dibagian ujung lengan atas dan bawah dipasang menggunakan sambungan peluru. sehingga memungkinkan knucklekemudi dapat diarahkan.

Untuk memperhalus proses pemegasan (puntiran) pegas torsi maka peredam getaran dipasangkan untuk memperhalus proses pemegasan yang dipasangkan antara lower arm dengan frame kendaraan 3). Suspensi Mac pherson Suspensi ini pegas koil dipasangkan menjadi satu kesatuan dengan shock absorber menggunakan lengan bawah ( lower arm ) sebagai dudukan komponennya Ada dua macam konstruksi suspensi mac pherson yaitu dengan lengan ³melintang´ dan lengan ³L´ a). salah satu ujung lengan bawah dipasang knuckle kemudi dengan sambungan peluru sedangkan ujung yang lain dipasangkan pada kerangka kendaraan. Gaya yang diterima lower arm ditahan dengan kemampuan puntiran pegas torsi yang dipasangkan antara lower arm dengan kerangka (frame). Pegas batang torsi (torsion bar) bekerja secara puntiran karena batang torsi dibuat dari baja yang mempunyai elastisitas tinggi Kerjanya : bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke lower arm maupun upper arm melalui knuckle kemudi. Suspensi mac pherson lengan ³melintang´ Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah (lower arm) berbentuk lurus . Pegas batang torsi (torsion bar) digunak an pada kendaraan yang tidak menggunakan pegas koil ataupun pegas atau pegas daun pada suspensi depan b) Pegas batang torsi (torsion bar) pada ujung belakangnya dipasang pada kerangka kendaraan .Peredam getaran stabiliser Pegas torsi Suspen si ini mempu nyai sifat : a). c). sedangkan ujung depannya dipasangkan pada lengan bawah (lower arm) dan kedua tempat pemasangannya dibuat mati. .

Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan maka peredam kejut dipasangkan bersama pegas koil antara lower arm dengan rangka ( frame) b) Suspensi mac pherson lengan ³L´ .Lengan melintang dan kelengkapannya berfungsi meneruskan beban kendaraan keroda dan mengontrol gerakan samping. lengan ini bersama-sama batang penahan (strut bar ) berfungsi mencegah perubahan jejak roda-roda depan Penutup debu Bantalan atas Kerjanya : bila roda- Bodi ( frame) Batang piston Gambar 4 : Suspensi mac pherson dengan lengan melintang roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm melintang sehingga mengakinatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan kerangka ( frame ).

Penopang atas Dudukan pegas Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah ( lower arm ) berbentuk ³L´ yang digunakan pada roda sebagai penggerak ( front wheel drive) dengan engine di depan ( front engine) Lengan bawah Gambar 5 : Suspensi mac pherson dengan lengan ³L´ Peredam getaran Lenga n bawa h³L ³ memp unyai dua tempat pemasangan pada kerangka yang masing-masing dipasangkan menggunakan bushing karet. Oleh karena itu suspensi jenis ini tidak memerlukan lagi batang penahan (sturt bar) Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka akan diteruskan ke lower arm ³L´ mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pada pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. . Konstruksi jenis suspensi independen belakang. Ada dua macam konstruksi suspensi independent belakang yaitu : Suspensi mac pherson penggerak roda depan dan suspensi mac pherson penggerak roda belakang. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersaman pegas koil antara lower arm ³L´ dengan rangka (frame) kendaraan . sehingga roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan. Suspensi jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. dengan dua tempat pemasangan terpisah yang berfungsi untuk mencegah gerakan dari arah samping dan gerakan aksial roda. b. 1) Suspensi mac pherson penggerak roda depan.

Suspensi jenis ini dilengkapi lengan bawah ( lower arm) dan lengan penopang (strut bar) Lengan bawah Stabilisator Strut bar Tromol rem Gambar 6 : Suspensi mac pherson bagian belakang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Pemasangan ujung lengan bawah (lower arm) dengan rangka silang kendaraan menggunakan bhusing karet sedangkan ujung yang lainnya dipasangkan pada knuckle kemudi. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersama pegas antara lower arm dengan rangka (frame ) kendaraan. b) Batang penopang (strut bar) dipasangkan antara kerangka dengan lengan control bawah yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya gaya lateral yang berlebihan. . Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm yang mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasang antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. 2) Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi Suspensi jenis ini menggunakan poros kaku ( rigid) berbentuk ³ U ³ yang didalamnya dipasangkan batang tiorsi akan bekerja secara puntiran saat terjadi gerakan roda.

Suspensi jenis ini dilengkapi dengan lengan control bawah ( lower arm) dan lengan control atas (upper arm) hingga dapat berayun secara bebas bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. hingga menghasilkan pengemudian yang stabil c) Gerakan puntiran dari ujung lengan-lengan suspensi diteruskan kedalam gerakan puntiran aksel belakang.Penguat poros Batang lateral Gambar 7: Suspensi mac pherson dengan batang torsi Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros semi rigid bersama batang pegas torsi bekerja secara aktif sebagai suspensi b) Pegas koil berfungsi menyempurnakan momen suspensi agar dapat mengurangi roling body. Suspensi ini juga disebut aksel berayam Penopang Pegas atas Deferensial Lengan atas Peredam getaran . Untuk memperhalus proses pemegasan dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan peredam getaran dipasang antara rumah poros roda belakang dengan rangka (frame) kendaraan 3) Suspensi mac pherson penggerak roda belakang. lengan suspensi sehingga mengakibatkan bagian ini bersama pegas koil berayun terhadap rangka (frame) kendaraan. Puntiran ini sangat menghasilkan gaya reaksi yang berlawanan dengan lenganlengan suspensi Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke rumah poros.

Rangka silang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros ( aksel ) Lengan Bawah roda dibuat terpisah. hingga poros dapat barayun bebas . Gambar 8 : Poros berayun pada bagian belakang b) c) Differensial ditempatkan pada bagian rangka silang body kendaraan. d) Ujung lengan jejak. Berat body kendaraan dan komponen yang lain ditopang oleh pegas suspensi Ujung bawah mac pherson dipasang pada lengan kontrrol atas dan bawah juga lengan jejak.sedangkan pada ujung poros berfungsi menahan momen punter karena gaya pengereman Bagian ujung poros ini juga dipasangkan knuckle kemudi dengan menggunakan poros kingpin . Ada empat jenis knuckle kemudi yang dipasangkan pada suspensi rigid roda depan yaitu : a) Jenis reverse eliot Jenis ini ujung poros sangat sederhana konstruksinya dan mudah untuk pemasangan komponen rem . Untuk memperhalus proses pemegasan pegas koil dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan kejut dipasang antara lower arm dengan rangka (frame) a. Jenis suspensi rigit roda depan Suspensi jenis ini biasanya dipasangkan pada poros rigit ( kaku) yang terbuat dari baja tempa pejal berbentuk I Roda sebelah kanan dan kiri dipasangkan pada ujung poros tunggal. pertemuan kedua bagian poros bekerja sebagai tumpuan. lengan control atas dan control bawah yang lain dipasangkan pada kerangka body kendaraan Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm dan upper arm sehinga pegas koil mac pherson mengalami memendekan dan pemanjangan . Konstruksi jenis suspensi rigid 1). Pada bagian tengah poros berfungsi menahan beban kendaraan.

b). Jenis eliot Jenis ini ujung porosnya dibuat sangat komplek . . Kerjanya : bila rodaroda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan keporos depan rigit Gambar 13: Jenis Marmon yang berbentuk ³ I ³ hingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun / ayunan pegas daun yang berlebihan maka dipasangkan peredam getaran antara poros depan dengan rangka (frame). knuckle kemudi dipasangkan ditengah ujung poros dengan c). Gambar 11: Jenis Eliot karena knuckle kemudi dipasangkan pada ujung poros bagian atas sehingga poros menjadi tambah tinggi e) Jenis marmon Gambar 10 : Jenis Reverse Eliot menggunakan poros kingpin Jenis ini juga tidak memerlukan poros kingpin kare knuckle kemudi dipasangkan pada bagian bawah ujung poros sehingga daya kekuatannya agak berkurang bila dibandingkan dengan jenis yang lain. Jenis Lemoine : Jenis tidak memerlukan poros kingpin.

Pegas koil Poros kaku dengan pegas koil untuk mengadakan pemegasan dan menahan beban tegak lurus. Apabila pegas koil digunakan pada suspensi belakang. Sedangkan beban kendaraan yang didukung oleh rangka mobil diteruskan ke rumah poros melalui pegas daun Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka diteruskan kerumah poros belakang yang mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) yang konstruksinya dilengkapi dengan ayunan pegas Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun yang berlebihan maka suspensi ini dilengkapi peredan getaran yang dipasangkan antara penopang pegas daun dengan (frame) Ayunan Pegas Gambar 15: Suspensi pegas daun b). Rumah poros Pegas koil belakang . Pegas daun Pada umumnya pegas daun dipasangkan secara parallel antara rangka dengan poros belakang. Jenis suspensi rigit roda belakang Suspensi jenis ini biasanya roda-roda dipasangkan pada satu poros. Ada dua jenis pegas yang digunakan pada jenis ini yaitu a). Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan kerumah poros roda belakang yang mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan dan pemanjangan ( konstanta pegas) untuk mengurangi ayunan pegas (oksilasi) yang berlebihan pada suspensi ini dilangkapi peredam getaran yang dipasangkan antara rumah poros dengan kerangka (frame) kendaraan. sehingga tenaga yang dihasilkan oleh motor dipindahkan ke roda-roda melalui poros yang berputar dalam rumah. harus dilengkapi komponen yang lain seperti : laterar rod dan stabilisator. tetapi tidak dapat menahan gaya samping atau tekanan samping.2).

sehingga memungkinkan kendaraan membelok kekanan dan kekiri. Upper arm dan lower arm Komponen ini berfungsi untuk menyangga pegas coil. pemasangan knuckle kemudi dan memelihara letak geometris body dan roda-roda. Upper arm . 2.Lengan kontrol atas Batang kontrol Gambar 16: Suspensi pegas koil Ini uraian materi kegiatan belajar 2: Fungsi dan prosedur pemeriksaan. Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas lower arm dan upper arm. pengujian dan menentuan komponen system suspensi : 1. knuckle kemudi Komponen ini berfungsi untuk pemasangan roda-roda depan / sumbu roda. Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas dan bersih knuckle kemudi disemprotkan menggunakan penetrant warna untuk meyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak. dengan cara disemprot menggunakan penetrant warna untuk menyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak.

kanan. Gerakkan lengan suspensi bawah ke atas dan kebawah dan pastikan tidak ada gerak bebas ball joint (berlebihan) y Gerakkan roda samping kanan samping kiri dan pastikan tidak ada gerakan yang berlebihan. Upper arm dan knuckle kemudi . pemasangannya antara lower arm dengan steering knuck dan upper arm dengan steering knuekle. atas dan bawah . y Dongkrak bagian depan kendaraan dan di topang dengan penyangga. Pengujian knuckle kemudi : dalam keadaan terpasang pada lower arm maupun upper arm komponen ini digerakkan kearah samping kiri. y Pastikan kendaraan sudah disangga dengan aman y Pastikan bahwa roda depan telah lurus posisinya dan tekan pedal rem. 17 Pemeriksaan Lower. Ball Joint Komponen ini berfungsi sebagai sumbu roda-roda saat kendaraan membentuk. . Bila tidak timbul suara aneh maka bias dipastikan knuckle kemudi dalam kondisi baik 3. Pengujian lower arm dan upper arm : dalam keadaan lower Knuckle kemudi arm dan upper arm terpasang dalam kerangka (frame) kendaraan komponen ini digerakkan kearah atas atau kearah bawah . a) y Pemeriksaan kekendoran ball joint bawah terhadap lower arm.Gb. Bila tidak timbul suara yang aneh maka bias dipastikan lower arm dan upper arm dalam keadan baik.

kemudian tekan pegas dengan Gambar 19: Pemeriksaan pegas koil beban tertentu. dan sebaliknya Catatan : a. maka keausan ban menjadi tidak normal 5. bila ukuran kurang dari batas limit spesifikasi sesuai yang ditentukan maka pegas perlu diganti. Bila pegas lemah dapat dirasakan ada kejutan tidak normal saat kendaraan melewati jalan yang rata. b. 21a Pemeriksaan Shock absorber .batas limit = 273 mm. pastikan tidak ada kebocoran minyak dan gas. Shock absorber (peredam getaran ) Komponen ini berfungsi untuk mengurangi oksilasai yang berlebihan pada pegas bila kendaraan berjalan dijalan tidak rata. Ukur kembali tinggi bebas pegas . Bila pegas lemah.Peng ujian ball joint : dalam keadaan roda terpasang gerakkan roda bagian atas kedalam dan bagian bawah keluar atau sebaliknya bila terjadi kekocakan yang berlebihan maka ball joint perlu diganti bila tidak terjadi kekocakan dapat dipastikan ball joint dalam keadaan baik. Pemeriksaan peredam getaran dalam keadaan terlepas dan bersih. Pemeriksaan pegas koil dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak atau aus. Gambar 18 : Pemerikasan ball joint terhadap lower arm dan upper arm 4. Pengujian pegas koil dalam keadaan pegas koil terlepas ukur tinggi bebas pegas. penempatannya diantara lower arm dan upperr arm. Gb. Pegas Koil (Coil Spring) Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang diakibatkan dari permukaan jalan tidak rata. ukur tinggi bebas pegas sesuai dengan buku manual sesuai dengan jenis mobil yang diperiksa .

Kebengkokan tidak boleh melebihi batas limit yang sudah ditentukan pada buku manual dari jenis kendaraan tersebut y y . Strut bar Komponen ini berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan maupun dorongan akibat terjadinya pengereman. atau saat pemindaan tenaga dari motor. Pada mobil sedan tekan pada bagian depan mobil kemudian lepas maka getaran tambah setengah dari tekanan semula dan kembali pada posisi sebelumnya. Ukur run out bagian tengah strut bar menggunakan dial indikator magnetik.Pengujian : Dalam keadaan terlepas dengan cara ditekan dan ditarik bila dengan tahanan yang tetap pastikan kondisi peredam gataran dalam keadaan baik . 21b Pemeriksaan Shock absorber b. 6. goyangkan mobil kearah samping. dan goyangan kesamping harus cepat berhenti Gb. Pemeriksaan kebengkokan : y Letakkan strut bar pada v blok. Pemeriksaan strut bar dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak. strut bar berupa batangan baja yang dipasang pada lower arm dan frame kendaraan. bila ada bushing peredam getaran yang rusak perlu dilakukan penggantian Dalam keadaan terpasang: a.

2. bagian tengahnya diikatkan pada frame / body kendaraan. sehingga beban yang diterima komponen ini saat kendaraan membelok adalah beban puntiran. Stabilizer ini di pasangkan pada lower arm kiri dan kanan. Pemeriksaan stabilizer bar : 1. aus atau patah. dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan komponen ini tidak ada bagian yang retak. Stabilizer bar Komponen ini berfungsi untuk mengurangi terjadinya kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat membelok atau saat lurus mengurangi tenaga guling. Karet-karet pengikat dalam keadaan terpasang pastikan karet-karet pengikat pada frame tidak ada yang retak Pengujian : Dalam keadaan stabilizer terpasang tekan bagian depan mobil sebelah kanan atau tekan bagian mobil sebelah kiri secara bergantian . y Bila ada bagian bushing yang aus/rusak lakukan penggantian. 7.Pengujian : Dalam keadaan terpasang dan mobil di jack stand dengan aman : y Dengan rem kendaraan diinjak dorong bagian roda yang diuji kedepan atau kebelakang y Pastikan tidak ada bagian bushing strutbar yang aus atau rusak.bila tekanan dilepaskan maka kondisi mobil cepat kembali seperti posisi semula pastikan stabilizer masih dalam kedaan normal Bila pengujian diatas timbul suara yang aneh maka bushing pengikat stabilizer dengan rangka perlu diganti. .

b).b. Pemeriksaan pegas daun : a). Ujung.ujung pegas daun tidak terjadi keausan yang berlebihan . Pegas daun Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan yang ditimbulkan permukaan jalan. pegas jenis ini mampu menerima beban yang lebih besar bila dibanding dengan pegas koil maupun pegas torsi oleh karena itu pegas daun banyak digunakan pada sistem suspensi bagian belakang kendaraan. Dalam keadaan terlepas dan bersih lembaran pegas tidak retak atau pada ujung ± ujungnya tidak terjadi keausan yang berlebihan. Prosedur pemeriksaan komponen sistem suspensi rigid Baut ³U´ Peredam getaran Pegas daun Fungsi dan prosedur pemeriksaan komponen 1.

Baut ³U´ Komponen ini berfungsi untuk mengikat tumpukan/ susunan pegas daun dengan poros roda belakang dengan kuat agar tidak terjadi pergeseran bila roda menerima kejutaan dari permukaan jalan. 25. b) Tidak terjadi kebengkokan pada bagian yang lain c) Tidak terjadi keausan pada ulir mur pengikat Baut ³U´ . y Bila ukuran NIP setelah pembebanan kurang dari batas limit maka perlu diganti lembaran pegas daunnya dan sebaliknya.Gb. y Ukur kembali NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Bandingkan pengukuran NIP setelah pembebanan dengan spesifikasi jenis mobilnya. bengkok maupun kerusakan pada ulirnya. y 2. Pemeriksaan baut ³U´: a) Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir yang aus. Pemeriksaan pegas daun Pengujian : Dalam keadaan terlepas : Ukur NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Beri beban pada masing-masing lembara pegas daun sesuai dengan spesifikasi jenis mobilnya.

Ring Mur pengikat Gb. Bhusing karet Komponen ini berfungsi untuk meredan suara hubungan antara ayunan pegas daun dengan frame bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. Pemeriks aan baut ³U´ ´ ` Pengujian : Dalam keadaan terpasang kencangkan mur pengikat baut ³U´ dengan momen yang sesuai spesifikasinya pada buku manual. Ayunan Pegas Komponen ini berfungsi untuk memungkinkan pegas memanjang dan memendek bila roda menerima kejutan dari jalan. Kerusakan dan keausan . Pengujian : Dalam keadaan ayunan pegas daun terpasang pada rangka kendaraan keraskan murmur pengikat ayunan pegas sesuai dengan spesifikasi buku manual Cek / periksa kembali mur-mur pengikat ayunan pegas bila masih dalam keadaan kendor maka ayunan pegas perlu diganti 4. Pemeriksaan bushing karet : dalam keadaan terlepas pastikan bhusing karet tidak pecah atau berubah konstruksinya. 3. Pemasangannya diantara pegas dan frame (kerangka) kendaraan. Cek/periksa kembali mur-mur pengikat baut ³U´ bila masih dalam keadaan kendor maka baut U perlu diganti dan sebaliknya. 26. Pemeriksaan ayunan pegas daun: Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir baut dan mur pengikat yang aus.

. 27 Pemeriksaan ayunan pegas dan Bhusing karet. Pengujian : Bushing dalam terpasang gerakan ayunan pegas keatas dan kebawah bila pada bagian ini timbul suara yang aneh maka perlu diganti. Pemeriksaan bumper karet :dalam keadaan terpasang pastikan tidak ada bagian yang pecah atau berubah bentuk Bumper karet . Sebab sudah terjadi pengerasan 5.Gb. Bumper karet Komponen ini berfungsi untuk membatasi ayunan pegas yang berlebihan dan tidak terjadi tumbukan antara poros roda dengan frame/kerangka kendaraan.

Sistem suspensi dapat digolongkan menjadi dua jenis a. b. bila pada bagian ini timbul suara aneh maka perlu diganti bumper karet tersebut atau sebaliknya C. 2. a. c. Suspensi Rigid ( Suspensi kaku ) 3. Suspensi Independen (suspensi bebas) b. Suspensi independen menggunakan dua macam pegas Yaitu : Pegas koil dan pegas torsi . Rangkuman 1.Penguji an : Dalam keadaan terpasa ng beri beban pada bagian belakan g kendara an yang diuji bumper kemudian lepaskan bebannya lakukan beberapa kali . Sistem suspensi berfungsi Bersama-sama dengan roda menyerap kejutan dan oksilasi dari permukaan jalan. Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda. Menopang body / kerangka pada poros dan memelihara letak geometri antara body dengan roda.

Stabilizer bar Strut bar Upper arm Lower arm Ball joint 6. Pegas daun Pegas koil 5. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros rigit E. Komponen utama suspensi rigid a. Pegas daun Pegas koil Shock absorber ( peredam kejut ) d.4. b. f. c. e. b. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros independent pada kendaraan 2. b. Tugas 1. Lateral rod Bumper karet 7. Suspensi rigid menggunakan dua macam pegas yaitu a. Prosedur pemeriksaan komponen. Test Formatif . Pegas koil / torsi Shock absorber (peredam kejut) c. d. Komponen utama suspensi independen a. g. e. D.

Keselamatan Kerja . Dial indicator magnetic h. c. k. b. Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pegas) 2. 2. V blok g. e. Lembar Kerja 1. i. Jelaskan kerja suspensi wishbone pegas koil Jelaskan kerja suspensi rigid pegas daun F. Kunci Jawaban Test Formatif 1.1. Majun / kain lap Penetran warna j. Kuas Minyak pembersih l. Alat dan Bahan a. Grease 2. Dongkrak Jack stand Pengungkit Suspensi roda depan Suspensi roda belakang f. Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke rumah poros belakang sehingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan dari bentuk elip mendekati lurus G. d.

Persiapan alat dan bahan praktek secara cermat. e. BAB III EVALUASI A. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. c. kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. efektif dan seefesien mungkin. d. Buatlah laporan kegiatan praktek secara ringkas dan jelas. 2. TES TULIS Jenis Pekerjaan Nama Peserta Nomor Induk : : : Program Keahlian : 1. Setelah selesai. b. Lakukan pemeriksaan sistem suspensi dan analisis kerusakan pada komponennya. c. Langkah Kerja a. Perhatikan instruksi praktek yang disampaikan oleh instruktur. b. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. 3. Apa yang membedakan konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi mac pherson ? Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan suspensi rigid ? Jelaskan kerja suspensi independen wishbone roda depan dengan menggunakan pegas koil ? . 4.a. Buatlah ringkasan pengetahuan yang diperoleh setelah belajar / praktek. b. Tugas a. 3. Ikuti intruksi dari instruktur / guru maupun prosedur kerja Jangan bekerja di bawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan kuat.

pengujian dan penentuan kondisi komponen suspensi wishbone A. Jelaskan kerja suspensi poros rigid menggunakan pegas daun ? B.4. TES PRAKTIK Lakukan prosedur pemeriksaan. No Pertanyaan Lembar penilaian Tes tulis Kunci Jawaban Skor Maks 5 5 Skor Perolehan Keterangan 1 Apa yang membedakan Independen : konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi Poros roda-rodanya mac pherson bebas bergerak antara sebelah kiri dan sebelah kanan Wishbone : pegas koil terpisah dengan peredam kejutnya .

Tempat kerja 2. Bahan b. No Job praktik Lembar penilaian Tes Praktiks Kunci Jawaban Skor Maks 10 10 10 20 20 Skor Perolehan Keterangan 1 Lakukan prosedur pemeriksaan .Cara menggu .2 Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan rigid Mac pherson : pegas koil disatukan dengan peredam kejutnya Independen : Poros roda-rodanya bebas bergerak antara roda sebelah kiri dan roda sebelah kanan Rigid : 5 5 3 4. Poros roda sebelah kanan dan kiri satu rumah poros Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros independen dijalan tidak rata lower arm bebas bergerak bersama pegas koil Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros rigid dijalan tidak rata roda mendorong poros dan diteruskan ke pegas. maka pegas daun akan mengalami pemanjangan Total Skor 5 5 30 B. pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP 1 Persiapan : a. Alat c.

maka Anda berhak untuk mengikuti tes paktik untuk menguji kompetensi yang telah dipelajari. Atau apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul.nakan alat-alat tangan/ special tools dengan tepat dan benar 3. (1987). Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standard pemenuhan kompetensi tertentu dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi.Pelaksanaan pemeriksaan. .Penggunaan buku servis manual Pemeriksaan dan pengujian 5. Jakarta : PT. pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP Total skor maksimal 70 BAB IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. Toyota ± Astra. New Step 1 Training Manual. maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya.Toyota±Astra ± Motor.Cara menggunakan alat-angkat tepat dan benar 4. Jakarta : PT. (1995).Motor. Mintalah pada pengajar/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaiannya dilakukan langsung dari pihak dunia industri atau asosiasi profesi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu. Dan apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evalusi dalam modul ini. Dasar-dasar Automotive. maka hasil yang berupa nilai dari instruktur atau berupa porto folio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi bagi pihak industri atau asosiasi profesi. Anonim. DAFTAR PUSTAKA Anonim.

(1982). Toyota Astra-Motor. I PENDAHULUAN A.Anonim. (1995). otomotif Leave a Comment Perbaikan Poros Penggerak Roda Apr 21 Posted by 66tech BAB. Mitsubishi Colt T120 Workshop Manual. serta telah menyelesaikan kompetensi sebelumnya yaitu OPKR-30-013B. PENUNJUK PENGGUNAAN MODUL . Anonim. Servis Mobil. Macam-macam konstruksi poros penggerak roda yang dipelajari modul sebelumnya adalah sebagai penunjang untuk bisa menguasai modul ini. Materi Pelajaran chasis group step 2. serta dapat mengganti poros penggerak roda beserta komponen-komponennya. Anonim. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kerusakan. PRASYARAT Untuk menempuh kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta diklat diharuskan menguasai OPKR-10-010B (penggunaan alat ukur) atau alat yang lain. DESKRIPSI Modul ini mempelajari tentang ³Perbaikan poros penggerak roda´ yang meliputi perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid maupun pada suspensi independent. Mitsubishi corporation. Pusat Pengembangan Guru Teknologi Malang Posted in ilmu. B. Mitsubishi corporation. (1993). Mitsubishi L 300 Workshop Manual. C. (1982). Anonim. Jakarta : PT.

Setelah selesai kembalikan alat dalam keadaan bersih. Bimbing siswa dalam memahami konsep. Mencatat kemajuan siswa. b. Siapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan. e. Siswa terampil dalam memasang kembali komponen poros penggerak roda. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan modul ini diharapkan: 1. D. Siswa dapat membongkar. Bacalah dengan teliti dan cermati modul ini secara keseluruhan. mengidentifikasi kerusakan. Melaksanakan penilaian. Konsultasikan pada instruktor hal-hal yang kurang jelas teori maupun praktek. b. d. Petunjuk Bagi Guru a. Perhatikan arahan yang diberikan instruktor. 2. memasang kembali komponen poros penggerak roda sesuai dengan SOP (Standard Operasional Prosedur) yang berlaku pada akhir kegiatan evaluasi. 2. c. Pada waktu praktek persiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. Setelah mendongkrak ganjal/topang mobil dengan jack stand atau kayu balok. 3. Cermati langkah kerja dan perhatikan fungsi dan cara kerja masing-masing komponen. memperbaiki kerusakan.1. c. 4. d. Petunjuk Bagi Siswa Untuk mendapatkan hasil yang maksimum. Berikan tugas-tugas dalam pelatihan. 2. maka perhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini: a. . Amati dan bantu setiap kegiatan siswa.

Identifikasi pemasangan komponen/ babkan poros kerusakan sistem yang § Menggunakan kerusakan dan metoda penggerak berhubungan peralatan dan terhadap perbaikan. teknik yang dan/atau pengsesuai.E. gantian pada SUB KOMPETEN SI . memeriksa. tanpa menye. § Pengukura Penggunaan § Menguji kerja § Informasi alat dan n dan § Prosedur dari yang benar di. KOMPETENSI KODE : Perbaikan Poros Penggerak Roda : OPKR-30-014 B DURASI PEMELAJARAN: 40 Jam @ 45 menit LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P KRITERIA PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA KINERJA SIKAP N N R 1. poros roda/drive dan prinsip prosedur penggantian dan memperbaiki penggerak shafts. KOMPETENSI Modul OPKR-30-014B membentuk kompetensi memasang. dipahami. § penggunaan).penggerak. proses poros penggerak shafts dan komponennya pembongkara § Konstruksi dan roda/drive shaft komponendilaksanakan n dan dan komponen-nya § kerja dari komponennya. prosedur keselamata § Informasi § Perbaikan n kerja. § Perbaikan § § § Prosedur § Membongkar. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.spesifikasi perlengkapan pengujian. yang sesuai yang berhubungan spesifikasi pada final drive § Penilaian pabrik dan § Standar komponen . Memperbaiki poros penggerak Konstruksi Menerapkan pembongkaran. pada mobil pada final drive perlangkapan komponen atau (sesuai pada sesuai standar sistem lain-nya. dan kerja poros kerja dalam perbaikan kerusakan pada roda/drive komponen. menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring. komponen/sistem akses dari toleransi.

§ Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). § Kebijakan pabrik/ perusahaan. § Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan poros penggerak roda. § Persyaratan keamanan kendaraan/alat industri. § Persyaratan keselamatan diri. sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik/kendaraa n. .SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang tepat. LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N § Persyaratan keamanan peralatan.

Kunci roda. d. Untuk melepas poros roda mengunakan alat: c. Jack stand.SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA peraturan perundangundangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan. Dongkrak ulir. Catatan Pembimbing: a. Poros engkol. apabila siswa menjawab ( b ) lanjutkan soal nomor 2 . c. d. Pada waktu bekerja dibawah mobil. Bagian yang berfungsi menghubungkan putaran dari differential ke roda adalah: a. 1. b. Untuk soal nomor 1. seharusnya mobil ditumpu dengan: a. CEK KEMAMPUAN Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta diklat. Palu besar. c. Poros primair. Poros penggerak roda. maka jawablah pertanyaan pilihan ganda berikut ini dengan benar dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang betul: 1. Kunci momen. b. LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N F. Garage jack. Dongkrak hydrolik. 3. d. Sliding hamer. b. Poros propelair. 2.

Kesimpulan: Karena siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Untuk soal nomor 2. SubKompetensi: Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid (kaku) dan independent (bebas). apabila siswa menjawab ( d ) lanjutkan soal nomor 3 3. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi : Perbaikan poros penggerak roda. Jenis Kegiatan Hari Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi independent Tanggal Waktu Alasan Perubahan Paraf Guru 2. Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid . Untuk soal nomor 3. BAB. No. II PEMELAJARAN A. Mintalah bukti persetujuan guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. 1.2. apabila siswa menjawab ( a ) siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. maka siswa dapat mengerjakan modul ini.

Pemeriksaan kebebasan arah aksial. Lepas roda dan tromol 4. Gambar 1. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi rigid apakah masih baik atau harus diganti. Boros pemakaian nahan bakar . Kebebasan maksimal adalah 1 mm. Pembongkaran Sebelum melakukan pembongkaran lakukan pemeriksaan awal dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 3. Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dan biasanya kebebasan bantalan yang terlalu besar akan terdengar suara gemuruh pada saat mobil berjalan. Uraian Materi Pada umumnya poros penggerak roda suspensi rigid yang dipaksa pada kendaraan ringan adalah jenis semi floating. Tujuan Kegiatan Belajar 1. bila tidak maka akan menyebabkan: 1. Pemeriksaan Gerak Bebas Arsial Poros Roda Belakang. 2. Bantalan roda bisa pecah atau terbakar 3. Siswa dapat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen poros penggerak roda pada suspensi rigid.a. Siswa dapat melepas dan memasang kembali komponen-komponen yang rusak. Dengan menggunakan alat dial indikator. Dongkrak mobil dan tumpu dengan jack stand 3. Bahaya terhadap pengereman 2. b. 1. Kendorkan mur roda 2. Catatan: Apabila bantalan roda rusak harus segera diganti.

Lepas bantalan dengan menggerinda penahan dalam. Gambar 2. Melepas Baut Pengikat Backing Plat dan Pipa Rem. Periksa bantalan atau bearing terhadap keausan atau kerusakan. Dengan menggunakan SST lepas poros aksel belakang. Gambar 5. f. dengan menggunakan pahat dan palu potong penahan dan kepastian dari poros. Lepas gasket poros belakang. Gambar 3. Gambar 4. bila sudah rata berarti aus. Hal ini bisa dilihat sekitar backing plat terdapat tanda-tanda oli keluar. b. bila bantalan aus atau rusak gantilah dengan yang baru. Pemeriksaan Dan Perbaikan Komponen Poros Roda Belakang Periksalah dengan cermat dan teliti kemungkinan terjadi kerusakan pada komponen-komponen sebagai berikut: a. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Melepas Bantalan Dengan Pres Hydrolis. Melepas Poros Aksel Belakang. Keausan oli seal bisa dilihat pada bagian yang berhubungan dengan poros. .Pembongkaran dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut: a. Dengan menggunakan SST dan hydrolik pres lepas bantalan dari poros. Menggederenda Penahan Bantalan. bila masih runcing berarti baik. hati-hati jangan sampai merusak perapat oli. d. Lepas roda dan tromol rem. c. ganti oli seal dengan yang baru bila sudah aus. Lepas baut pengikat backing plat dan pipa rem menggunakan SST. Dengan menggunakan SST lepas oli seal. Kendorkan mur roda. b. e. Pemeriksaan Oli Seal Kerusakan oli seal bisa menyebabkan kebocoran oli differensial/ gardan. 2.

Menggunakan SST dan preshydrolik pasang penahan bantalan dalam saat masih panas. Gambar 7. Gambar 10.5 mm Keolengan flens maksimum 0. retak atau puntiran. d. Pemeriksaan Poros Roda Belakang Periksa alur poros roda belakang dari kemungkinan aus. e. Menggunakan SST pasang oli seal yang telah diolesi gemuk pada kedalaman 6mm. Perakitan Dan Pemasangan Poros Roda Belakang Persiapkan komponen-komponen yang telah diperiksa dari kerusakan dan yang baru. Pemanas Penahan Bantalan. Melepas Perapat Oli Dari Rumah Poros. Memasang Bantalan. Pasang poros penggerak roda pada housing axle beserta kelengkapannya yang telah diolesi perapat. Kebengkokkan/kelengkungan poros maksimum 1. c. b.1 mm. Gambar 6. Dengan menggunakan dial indikator periksa poros roda belakang dari kebengkokkan dan keolengan pada flensnya. Gambar 8. Panaskan penahan bantalan dalam hingga kurang lebih 1500C didalam oli pemanas. Pemasangan kembali dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. c. Gambar 9.Gambar 6. Memasang Perapat Oli. Pemasang Penahan Bantalan Dengan Pres Hydrolik. Memeriksa Kebengkokan Poros & Flens. . Menggunakan SST dan pres hydrolik pasang penahan bantalan luar dan bantalan/bearing batu. Periksa poros roda belakang pada bagian dudukan penahan dalam dan bantalan dari kemungkinan keausan. Pada poros roda belakang dan komponennya bila terdapat kerusakan tidak dapat diperbaiki oleh karena itu harus kita ganti kecuali pada kebengkokkan ini bisa diperbaiki. 3.

Gambarkan secara sederhana dan jelaskan cara kerjanya. Pasang tromol rem. 4.f. Tes Formatif . kebengkokan poros. g. d. e. c.cm. Pasang dan kencangkan baud pengikat backing plat dengan momen pengencangan 670 Kg. Pelajari uraian materi pada lembar kegiatan I tentang perbaikan poros penggerak roda. 3. Pasang kembali pipa rem. Rangkuman 1. Lakukan pengamatan pada kendaraan/mobil yang supensi belakangnya sebagai penggerak roda jenis rigid. 2. h. Poros jenis semi floating di pakai pada suspensi rigid penggerak roda belakang. Pemeriksaan poros penggerak roda meliputi alur poros yang berkaitan dengan side gear. Tugas 1. i. pemeriksaan dan pemasangan kembali. 2. 3. Kegiatan ini meliputi bongkar. keolengan pada naf. Catatan: Pada saat memasukan poros roda belakang lakukan dengan hati-hati jangan sampai marusak oli seal maupun deflektor oli yang terdapat didalam housing axle. j. Lakukan pembuangan udara pada sistem rem. Komponen-komponen yang diperiksa dan diganti bila rusak adalah bearing. Pasang roda kemudian turunkan mobil dan kencangkan baud-baud roda. oli seal dan poros. keausan pada dudukan bantalan maupun penahan bantalan dalam.

Penahan bantalan luar. 2. Poros roda. Perabot oli. 4. c. c. Mobil harus ditumpu dengan jack stand. 7. f. 1. Gasket. 3. Bantalan. 6. b. Persyaratan apa saja yang diperlukan pada waktu bekerja dibawah mobil. Oli seal. 2. 1 unit mobil atau suspensi rigid jenis semi floaling. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating. 5. b. Poros penggerak roda. 2. Kunci Jawaban Formatif 1. Gambarkan unit konstruksi poros roda belakang jenis semi floating dan sebutkan namanama komponennya. Persyaratannya adalah sebagai berikut: a. 3. Backing plat. Alat dan Bahan a. Lantai harus bersih dari minyak. 3. Lembar Kerja 1. g. Pemeriksaan yang dilakukan adalah: a. Lantai datar. . Bearing/bantalan.1. Penahan bantalan dalam.

dial indikator). b. lem perapat. Pasir/serbuk gergaji. c. Gemuk. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen.b. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. f. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. d. lap/ majun. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. g. e. c. b. i. d. g. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. 3. kemungkinan penyebab kerusakan. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang poros penggerak roda. kunci pas/ring (sesuai kebutuhan) SST (sesuai kebutuhan). h. Minta buku manual bila perlu. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. Keselamatan Kerja a. Alat pres (hydrolik pres). Persiapkan alat dan bahan. kembalikan peralatan dan bahan ke posisi semula. Langkah Kerja a. e. Peralatan. dongkrak. Gunakan alat keselamatan kerja bila diperlukan. Gunakan peralatan sesuai fungsinya. Alat ukur (jangka serong. . Perhatikan petunjuk instruktur/guru. oli dll. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah dibongkar dengan baik dan benar. Setelah selesai kegiatan bersihkan peralatan dan tempat kerja. kemungkinan perbaikannya. Mesin gerinda f. 2. d. c. e. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru.

Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Kegiatan Belajar 2. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi independent apakah masih baik atau harus diganti. Dalam pemelajaran ini kita menggunakan tipe poros penggerak roda depan. 1. . Tujuan Pemelajaran 1.4. CV joint bisa dipakai pada kendaraan tipe poros penggerak roda depan maupun poros penggerak roda belakang. d. a. Kendorkan mur roda. Pemeriksaan Kebebasan Bantalan. Gambar 11. Pembongkaran Untuk membongkar ikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. Perbaikan Poros Penggerak Roda Pada Suspensi Independent. b. Lepas roda. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas. c. b. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mempelajari materi pada kegiatan ini. 2. Uraian Materi Kendaraan yang bersuspensi independent poros penggerak rodanya menggunakan jenis CV joint. Service yang dilakukan sanggat jarang karena konstruksinya sangat sederhana. Siswa dapat memperbaiki atau mengganti unit poros penggerak roda beserta komponenkomponennya pada suspensi independent. b. Tugas a. Lepas kaliper dan piringan rem. lengkapi dengan analisa dan kesimpulan.

Gambar 16. Gambar 15. Pemasangan Kembali/Perakitan Pemasangan kembali/perakitan dapat dilakukan sebagai berikut: a. e. Periksa kebebasan inboard joint kearah radial tidak terlalu besar. Melepas Steering Knucle Dari Lower Arm. Lepas Conter pin dan mur pengikat bantalan. Gambar 12. 2. Periksa kebebasan bantalan dalam arah aksial dengan dial indikator. Lepas steering knucle dari lower arm. Melepas Mur Pengikat Bantalan. Lepas poros penggerak roda dari hubungan. d. Melepas Poros Penggerak Roda Dari Hub. i.05 mm. Masukkan poros penggerak roda secara pelan-pelan ujung yang satu ke transaxle ujung yang lain ke hub roda. Pemeriksaan inboard joint harus dapat meluncur dengan lembut arah aksial. Pemeriksaan out board tidak boleh ada kekocakan. Pemeriksaan Setelah unit poros penggerak roda terlepas lakukan pemeriksaan sebagai berikut: a. c. Pemeriksaan poros penggerak roda dari kemungkinan melengkung. b. 3. Lepas hubungan tie-rod dengan steering knucle SST. h. Periksa gigi alur dari kemungkinan kerusakan. Memeriksa Poros Penggerak. Kencangkan mur pengikat bantalan dengan momen 800 kg cm.e. Kebebasan maksimum 0. Komponen-komponen dari CV joint tidak bisa diperbaiki bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan maka harus diganti 1 unit CV joint. Gambar 14. . Pasang steering knucle pada lower arm dan kencangkan mur dengan momen 850 kg cm. b. g. Gambar 13. f. Melepas Tie-rod End.

Rangkuman 1. Turunkan mobil dan kencangkan mur roda. d. Unit CV joint sangat sederhana dan jarang dilakukan pemeriksaan atau perbaikkan.c. Jelaskan cara kerja secara singkat poros penggerak rodanya? e. Kunci Jawaban 1. Pasang kaliper dan piringan rem dengan momen pengencangan 200 kg cm. 2. Pasang tie-rod dengan momen 600 kg cm. Tugas 1. Bila CV joint rusak tidak bisa diperbaiki harus diganti. d. Kekocakan out board joint . Lakukan pengamatan pada kendaraan dengan suspensi independent. Suspensi independent menggunakan poros penggerak roda jenis Constan Velocity joint (CV joint). Pemeriksaan pada CV joint adalah a. 2. f. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan komponen-komponen utamanya? 2. c. 3. e. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada CV joint? f. Test Formatif 1. buat gambar sederhana konstruksi dari poros penggerak rodanya! 2. Pasang roda dan mur roda.

c. Keselamatan kerja: a. lap/marjun. d. . Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. e. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. b. 1 unit mobil dengan suspensi independent. dial indikator). kelengkungan poros. d. d. Lembar kerja 1. Persiapkan alat dan bahan. 2. Alat dan bahan: a. Gemuk. Alat ukur (jangka sorong. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. c. f. b. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. Gunakan alat keselamatan kerja bila digunakan. Peralatan: dongkrak. Alur-alur pada ujung poros. e. Minta buku manual bila perlu. c. g. Langkah kerja: a.b. Jaga lantai dari genangan oli. pasir serbuk gergaji. kunci pas/ring(sesuai kebutuhan). Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. b. Gerakan inboard d. 3. Kebebasan inboard kearah radial. SST (sesuai kebutuhan). c.

kembalikan peralatan dan bahan keposisi semula. Sedangkan CV joint biasanya dipakai pada kendaraan bersuspensi independent penggerak rodanya depan.e. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang CV joint. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan bagian-bagian utamanya? B. i. Kunci Jawaban 1. Tugas a. kemungkinan perbaikkannya. h. 2. III EVALUASI A. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah diperbaiki atau diganti dengan baik dan benar. 3. Setelah selesai kegiatan dan tempat kerja. kemungkinan penyebab kerusakan. Poros penggerak roda semi floating dipakai pada kendaraan bersuspensi rigid dan penggerak rodanya adalah roda belakang. . g. 4. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. Jelaskan pemakaian poros penggerak roda jenis semi floating dan jenis CV joint? Gambarkan dan sebutkan komponen-komponen dari poros penggerak roda jenis semi floating? Pada unit poros penggerak roda belakang pemeriksaan-pemeriksaan apa saja yang dilakukan? 4. b. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas? Lengkapi dengan analisa dan kesimpulan! Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mengetahui kegiatan ini? BAB. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. Pertanyaan 1. f.

Oli seal. Bearing/bantalan roda. Gambar poros penggerak roda jenis semi floating: Pemeriksaan yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating adalah a. b.d 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s. Gambar konstruksi dari CV joint.d 100: di atas minimal tanpa bimbingan BAB. Poros roda meliputi perlengkungan. puntiran. Kriteria Kelulusan Aspek Skor (1-10) Kognitif (soal no 1 s/d 4) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur praktik Ketepatan analisis hasil praktik Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Bobot 3 1 2 2 1 1 Nilai Keterangan Syarat lulus. IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan siswa mempunyai kemampuan dan ketrampilan mengenai perbaikan poros penggerak roda serta dapat melaksanakan tugas-tugas dalam modul ini.d 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s. c. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Kriteria Kelulusan: 70 s. 3. 4. C.2. . keausan.

Jakarta: Penerbit PT. Jakarta: Penerbit PT. N-Step Step 2 Chasis Training Materials Text. Toyota-Astra Motor.Dengan menyelesaikan modul kompetensi dan melaksanakan tugas-tugas serta evaluasinya dengan kriteria yang telah ditentukan siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus. otomotif . Sedangkan siswa yang dinyatakan tidak lulus maka siswa harus mengulangi modul ini. Anonim (tt). Anonim (2003). DAFTAR PUSTAKA Anonim (1994). Posted in ilmu. Apabila siswa dinyatakan lulus maka siswa dapat melanjutkan modul berikutnya sesuai dengan peta kompetensi. Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group. Jakarta: Penerbit PT. NISSAN. Training Manual Drive Train Group. Toyota-Astra Motor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful