Category Archives: ilmu

Balans Roda_Ban
Apr 21 BAB I

PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI

Modul Balans roda / ban ini membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat mengatasi gangguan ban akibat roda yang tidak balans. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliput: (a) mengidentifikasi gangguan pada roda/ ban, (b) memahami pengertian balans static dan balans dinamik, dan (c) membalans roda pada mesin balans. Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang identifikasi gangguan pada roda. Kegiatan belajar 2 membahas tentang pengertian balans static dan balans dinamik, dan kegiatan belajar 3 membahas tentang membalans roda pada mesin balans. Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat memahami cara membalans roda / ban.

B. PRASYARAT Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. Prasyarat mempelajari modul OPKR-40-016B antara lain adalah OPKR-10-017B dan OPKR-10-019B. C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Peserta diklat

Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain :

a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar. b. c. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1). Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku. 2). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 3). Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4). Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. 5). Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6). Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan. 2. Petunjuk Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk : a. b. c. d. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar

Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan

f.

Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan

D. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini peserta diklat diharapkan : 1. 2. Mampu mengidentifikasi gangguan roda dengan baik.

Memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Mampu membalans roda pada mesin balans dengan baik.
E. KOMPETENSI

Uraian subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KERJA A 1 B 1 C 1. D 1 : Balans roda / ban : OPKR-40-016B : 20 Jam @ 45 menit E Batasan konteks F 1 G 1

Standar kompetensi ini digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan di bidang perbengkelan 2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk : Spesialisasi pabrik kendaraan SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan y Kebutuhan pelanggan y Kode area tempat kerja y Spesifikasi produk/komponen pabrik
y

y

3.
y

Pelaksanan K3 harus memenuhi :

Undang-undang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) y Penghargaan di bidang industri 4.
y

Sumber-sumber dapat termasuk :

Peralatan tangan/hand tools, balans roda/ban

5.

Kegiatan

Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:
y

Penilaian, visual, balans statik, dinamik dan kombinasi

Materi Pokok Pembelajaran Sub Kriteria Unjuk Lingkup Kompetensi Kerja Belajar Sikap Pengetahuan Ketrampilan 1. 1. Roda dibalans 1. Prosedur 1. 1. Informasi 1. Membalans tanpa pengoperasia Menerapka teknik yang Mengidentifikas roda/ban. menyebabkan n pembalans n prosedur sesuai i gangguan pada kerusakan roda. kerja sesuai roda terhadap dengan 2. Persyaratan komponen atau 2. Spesifikasi SOP. keamanan 2. Membalans sistem lainnya roda perlengkapan. roda pada mesin 2. balans. Menerapka 3. Persyaratan 2. Informasi yang n benar diakses dari keamanan 3. Penggunaan spesifikasi pabrik keselamatan kendaraan. perlengkapan dan dipahami kerja. balans. 4. Kebijakan 3. Balans perusahaan/pabri k yang sesuai. dilaksanakan sesuai panduan industri yang telah 5. Prinsip balans ditetapkan. secara dinamik 4. Seluruh kegiatan membalans roda/ban dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedure), Undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundangan dan prosedur/kebijaka n perusahaan. 5. Identifikasi 6. Prosedur balans secara statik. 7. Prosedur kombinasi balans secara statik dan dinamik.

balans statis dan dinamis F. CEK KEMAMPUAN

Sebelum mempelajari modul OPKR-40-016B, isilah dengan cek list (Ö) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan : Sub Kompetensi 1. Membalans roda / ban. 2. 1. Pernyataan Saya mampu mengidentifikasi gangguan roda/ ban dengan baik. Saya dapat memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Saya mampu membalans roda pada mesin pembalans dengan baik. Jawaban Ya Tidak

Bila jawa Soal Soal Soal

Apabila peserta diklat menjawab Tidak, pelajari modul ini. BAB II PEMBELAJARAN A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT

Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1. Mengidentifikasi ganguan ban/ roda. 2. Memahami balans static dan balans dinamik 3. Membalans ban/ roda. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

B. KEGIATAN BELAJAR

KEGIATAN BELAJAR 1 : Mengidentifikasi gangguan pada roda / ban yang diakbatkan oleh roda / ban tidak balans

a.

Tujuan Kegiatan Belajar

Pada akhir kegiatan belajar, Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. Menjelaskan tentang penyebab terjadinya ganguan pada roda / ban 2. 3. 4. Menjelaskan jenis keausan ban yang tidak wajar Menjelaskan terjadinya getaran pada ban / roda.

Menjelaskan analisa gangguan dan cara mengatasinya

b.

Uraian Materi

1. GANGGUAN PADA RODA / BAN Mesin rnemutarkan axle shaft atau drive shaft, dan selanjutnya memutar ban. Hal ini rnenunjukkan bahwa ban adalah bagian dari pemindah tenaga. Ban juga mengubah arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi, dari sini dikatakan juga bahwa ban merupakan bagian dari system kemudi. Ditambah lagi karena ban juga menopang berat kendaraan dan meredam getaran dari jalan, ban juga merupakan bagian dari system suspensi. Oleh karena itu, pada saat melakukan troubleshooting pada masalah ban, ketiga system tersebut yaitu ban dan peiek, kemudi, dan suspensi harus juga diperhatikan. Sama pentingnya, kesalahan perawatan ban juga akan menyebabkan gangguan pada ban dan system lainnya yang terkait. Oleh karena itu, langkah pertama pada troubleshooting ban adalah memeriksa apakah ban dipakai dan dirawat dengan baik. Apabila ban/ roda tidak balans, maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil, dalam kecepatan tertentu, akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan, antara lain : pegas rusak/patah, peredam getaran rusak, bantalan-bantalan roda rusak, kerusakan pada ball joint, dan kerusakan pada lengan-lengan

kemudi. Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan, menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. 2. KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 1 Keausan Spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur, seperti diterangkan di bawah. Kalau bearing roda, ball joint, tie rod end, dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan, atau kalau spindle bengkok, ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur, dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban.

Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini, Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik

Perbaiki atau ganti Periksa rem menyeret baik Setel kelurusan roda Periksa wheel alignment tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik .

penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. a). dan steering shimmy. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. goncangan akan semakin terasa. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans. steering flutter. Jika masalah tersebut diperbaiki. . Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam.Periksa balans roda tidak tepat baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 3. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans. dan rigiditas ban yang tidak seragam. Di atas kecepatan ini. maka goncangan biasanya akan hilang. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 2 Body bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. run-out yang berlebihan. bersama-sama dengan getaran tempat duduk.

keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Gambar 3. ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda . Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang.b).

ganti aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak baik Periksa hub-to-wheel centering Centerkan kembali off center berlebihan Periksa run-out ban baik baik Periksa run-out pelek run-out berlebihan Ganti hub run-out berlebihan perbaiki Periksa balance off-the car Tidak balans run-out berlebihan .

. jenis getaran.1 mm (0. apakah kaca spion bergetar. dianjurkan agar membicarakan dahulu sifat ganggungan dengan pengemudi kendaraan. Kalau tidak ada getaran yang terasa pada steering wheel. apakah tempat duduk bergoncang. maka penyebabnya mungkin ban belakang atau pemindah tenaga.perbaiki Periksa balance on-the-car Tidak balas Adapun rincian langkah analisa trouble-shooting dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Bicarakan gejalanya Sebelum mengatasi segala bentuk getaran. Jalur yang dipakai test jalan harus mempunyai permukaan yang baik dimana kecepatan tertentu dapat dipertahankan. Lantai atau tempat duduk. Lakukan test jalan untuk memastikan keluhan customer kalau memungkinkan. Periksalah clearance disepanjang keliling hub. Kalau getarannya tidak nyata pada saat meluncur dengan kecepatan kritis.04 in). dan lain-lain). Bila getarannya berlangsung pada saat kendaraan sedang meluncur. Tentukan pada tingkat kecepatan berapa getaran terjadi dan dapatkan akibat dari gangguan tersebut. tetapi terasa pada body. apakah terjadi pada roda kemudi. kemudian jalankan dijalan yang halus pada kecepatan kritis sambil memegang roda kemudi dengan ringan dan arahkan ke kiri-kanan. Jalankan kendaraan beberapa kilometer untuk memanaskan ban hingga tercapai temperatur kerja dan menghilangkan ³standing flats³. Periksa hub-to-wheel centering clearance. kemungkinan penyebabnya adalah getaran mesin. Nilainya tidak boleh melebihi batas maksimum. biarkan kendaraan pada kecepatan ini untuk melihat apakah getarannya tetap. Pada saat getaran maksimum terjadi. 3) Memeriksa Hub-to-wheel centering Thickness gauge 0. Nilai maksimium : 0. dan kemudian catat gejala yang disampaikan oleh pengemudi (misalnya kecepatan kritis.1 mm 1). atau apakah masih terjadi meskipun mobil sudah diperbaiki dan roda sudah dibalans ? 2) Lakukan test jalan untuk diagnosa.

dan tempelkan dengan kuat agar tidak jatuh pada saat berjalan. periksa hub run-out. Periksa Run-out hub Nilai batas : Radial run-out 0.Gambar 4. b).05 mm (0. Periksa balance off-the-car 1). Kalau tidak ada penurunan terhadap perbedaan sekeliling walaupun posisi pemasangannya telah dirubah. Gunakan balancing weight yang sesuai dengan pelek. dan pastikan apakah peiek baik atau tidak. h). . Mengukur run-out hub f). Cobalah untuk melakukan penyetelan static balance dan dynamic balance ke 0 gram. 2).002 in) atau kurang Lateral run-out 0. Memeriksa clearance hub 4) Perbaiki hub-to-wheel centering clearance a). Periksa Run-out pelek e). Rubahlah posisi peiek pada hub dan pasang kan kembali pada posisi yang lerkecil perbedaan sekelilingnya. Periksa Run-out ban d). Perbaiki Run-out ban g). Perbaiki kembali Run-out Ban 1) Periksa run-out ban Pasangkan ban pada mobil sesuai dengan tanda pemasangannya Ukur radial run-out ban dengan menggunakan dial gauge 2) Perbaiki run-out ban Pasangkan mur hub untuk sementara (kencangkan dengan tangan) dan tempatkan bagian yang mempunyai radial run-out lebih besar di bagian bawah.002 in) atau kurang Gambar 5.05 mm (0. c).

2) Pemeriksaan balance off-the-car dan perbaikannya harus sudah dilakukan sebelum pemeriksaan balance on-the-car. Rangkuman: GANGGUAN PADA RODA / BAN 1. dan cocokan hasilnya. Largest run-out i). 5) Pada saat memeriksa balance pada drive wheel. Ukur vertical run-out pada ban sekali lagi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. (Lakukan penyetelan yang teliti pada hub dan wheel centering clearance). seperti diterangkan di bawah. Periksa balance on-the-car 1) Lakukan pemeriksaan sesuai dengan petunjuk untuk balancer. Keausan spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Gambar 7.Turunkan kendaraan sampai ban sedikit menyentuh tanah. ball . KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR : KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 8. 3) Pemeriksaan dilakukan dengan wheel cap. valve cap. center ornament dan magnet lock-nut terpasang. ikuti repair manual yang sesuai. Mengukur balance on-the-car j) Periksa wheel alignment c. tambah kecepatan secara bertahap. Kalau bearing roda. Gambar 6 Memeriksa run-out ban 4) Untuk kendaraan dengan full-time four-wheel drive. putarkan roda dengan tenaga mesin. dan kencangkan kembali mur hub secara merata dengan menggunakan kunci mur hub.

dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan. Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik Periksa rem Perbaiki atau ganti men yere t baik . tie rod end. Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini. atau kalau spindle bengkok. sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur.joint. ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi.

Periksa wheel alignment Setel kelurusan roda tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik Peri ksa bala ns roda tidak tepat .

Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans.baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 2. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. dan steering shimmy. dan rigiditas ban yang tidak seragam. goncangan akan semakin terasa. run-out yang berlebihan. . tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. Di atas kecepatan ini. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Jika masalah tersebut diperbaiki. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. maka goncangan biasanya akan hilang. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. Bodi bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 9. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans. steering flutter.

ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda ganti . keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang.STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Gambar 10. Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance.

aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak Centerkan kembali baik Periksa hub-to-wheel centering off center berlebihan Periksa run-out ban baik Periksa run-out pelek baik Periksa run-out hub run-out berlebihan run-out berlebihan Ganti hub perbaiki Periksa balance off-the car Tiak balans perbaiki run-out berlebihan .

Gambar 11. Kunci Jawaban Formatif : 1. teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. yang diakibatkan oleh ban / roda tidak balans? Jelaskan macam-macam getaran ban yang diakibatkan oleh roda/ ban tidak balans? f. Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. 2). ball joint. Getaran pada kendaraan akibat ban/roda tidak balans : a). Keausan Spot 3. b). 2. d). Tug as : Analisalah kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? e. a). BODY SHAKE (Body Bergoncang) . Bantalan roda rusak Kerusakan pada ball joint Keausan ban tidak wajar.Periksa balance on-the-car Tidak balans d. Jelaskan jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? Jelaskan keausan ban yang tidak wajar. tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. 3). e). Pegas rusak / patah Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). Tes Formatif : 1). seperti : bearing roda. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans.

Gambar 13. Lembar Kerja : 1. goncangan akan semakin terasa.Yang dimaksud dengan goncangan dteini adalah getaran ertical atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Di atas kecepatan ini. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). Gambar 12. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. dan rigiditas ban yang tidak seragam. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Roda dengan rim 13 ³ c). Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Lap/majun . tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Bodi bergoncang b). bersama-sama dengan getaran tempat duduk. Satu unit mobil praktek b). Alat dan Bahan a). STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Jika masalah tersebut diperbaiki. Steering shimmy g. run-out yang berlebihan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. maka goncangan biasanya akan hilang. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Ban yang sudah dibongkar d). Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam.

Langkah Kerja a). c). baca lembar kerja dengan teliti. Mintalah penjelasan pada instruktur. Setelah selesai. c). efektif dan seefisien mungkin. hal yang belum jelas. e). 3. b). Lakukan pemeriksaan komponen yang rusak akibat ban / roda tidak balans d). Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. f). Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. b). Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 1? KEGIATAN BELAJAR 2 : Mengidentifikasi balans statik dan balans dinamik a. Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. Menjelaskan balans statik dan balans dinamik . Menjelaskan definisi keseragaman ban 2). Tujuan Kegiatan Belajar Setelah melaksanakan kegiatan belajar ini peserta diklat memiliki kemampuan: 1). Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas ! b).2. bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. 4. d). Keselamatan Kerja a). Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Tugas a).

3). Menjelaskan akibat yang ditimbulkan ban / roda tidak balans b. Uraian Materi :

1. KESERAGAMAN BAN Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. wheel balance Keseragaman dalam distribusi beban run-out

keseragaman Keseragaman dimensi

Apabila roda tidak seimbang putarannya, maka dapat menimbulkan ketidak seimbangan pada roda. Ketidak seimbangan roda yang berlebihan dapat mengakibatkan getaran yang dapat mempengaruhi kontrol terhadap kemudi kendaraan. Oleh karena itu, roda dan ban biasanya diperiksa terhadap keseimbangannya sebelum meninggalkan pabrik. Akan tetapi keseimbangan roda dapat berubah karena kerusakan atau karena keausan, terutama pada mobil berkecepatan tinggi. Roda dan ban yang tidak seimbang disamping membuat kendaraan tidak nyaman, juga menimbulkan keausan-keausan tidak normal pada ban (flat sporwear) dan sistem suspensi. Dua efek penting dari keadaan tidak seimbang adalah ³wheel tramp´ (roda bergetar pada arah vertikal) dan ³wheel shimmy´ (getaran pada arah samping). 2. WHEEL BALANCE

Dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mesin, handling dan kemampuan pengereman, juga aerodinamik body, ini memungkinkan kendaraan dapat berjalan dengan kecepatan yang semakin tinggi. Pada kecepatan tinggi. wheel assembly (ban dan peiek) yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini disebut dengan wheel balancing. Wheel balancing dilakukan dengan menggunakan balancing weight bagi keseluruhan wheel assembly, yaitu pelek dengan ban yang terpasang. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3.

STATIC BALANCE

Untuk mengetahui static balance, gambarkan sebuah roda yang setimbang berputar bebas pada porosnya. Kalau berat roda didistribusikan merata pada poros roda, titik tertentu dari roda akan dapat berhenti pada segala posisi. Dalam kondisi semacam ini roda dikatakan static balance. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy

Gambar 14. Roda dalam keadaan balans statik

Spindle centerline

Gambar 15. Roda tidak Balans Statik

Add balance weights here

Corrective weights

Gamba 16. Membalans statik

Radial vibration

Ga mba r 17. Gay a sent rifu gal pada roda yang tidak balans statik

Akan tetapi, kalau ban selalu berhenti dengan titik (A) berada di bawah, berarti bagian tersebut jelas-jelas lebih berat dari sisi lawannya, yaitu titik (B). Jika berat ban tidak terbagi secara merata pada poros roda, berarti roda dapat dikatakan static yang tidak balance (statically unbalanced). Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. Pada kendaraan yang sebenarnya, getaran radial ini diubah menjadi getaran vertikal oleh suspensi, dan diteruskan melalui body ke steering wheel. Balance weight Balance weight Dengan menempelkan bobot (W,) yang sama dengan bobot ekstra A (W,) pada titik B yang posisinya 1800 berhadapan dengan A dan jaraknya sama dan poros, maka getaran ini akan dapat dihilangkan karena W akan bekerja sebagai bobot lawan dari W, Gaya centrifugal yang bekerja pada titik B akan mencegah aksi pada A, sehingga getaran poros dan roda dapat dicegah pada saat roda berputar. Dengan kata lain, static balance disebut sebagai centrifugal balance pada saat roda berputar. Karena penempelan bobot pada tread ban tidaklah memungkinkan, maka dipakai dua counter balance weight dengan ukuran yang sama pada pelek sebelah dalam dan luar dengan posisi berhadapan dengan titik A.

Gambar 18. Membalans gaya sentrifugal

DYNAMIC BALANCE

Dynamic balance balance

Static balance

Kalau static balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah radial pada kondisi statis, dynamic balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. Gambar 19. Roda yang balans statik dan dinamik Sebagai umpama, bobot ekstra A dan B yang sama ditempel pada roda seperti gambar di bawah. Bobot ini akan menyebabkan roda menjadi static balance. A=B

Gambar 20 Roda dengan bobot A dan B dalam keadaan balans statik Akan tetapi, garis yang menghubungkan pusat bobot dari gaya berat G1, dan G2, tidak berada pada sekeliling garis pusat roda. Akibatnya, pada saat roda berputar titik G1, dan G2 cenderung mendekati garis pusat roda karena momen FA dan FB yang bekerja di sekitar titik pusat gaya berat roda (Go). Momen ini terbentuk oleh gaya centrifugal (FA, dan FB;) yang bekerja pada G1, dan G2, Gambar 21. Roda dengan bobot G1 dan G2 tidak balans dinamik Gambar 22. Roda tidak balans dinamik menyebabkan ayunan melingkar Setiap roda berputar 180°, seluruh momen gaya yang ditimbulkan oleh perubahan arah ini membuat getaran lateral mengikuti ayunan putaran roda. Getaran lateral ini mengakibatkan kondisi pada steering wheel yang disebut shimmy yaitu ayunan melingkar dari steering wheel.

Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Balance weight Balance weight

Gambar 23. Balance weight menjadikan balans dinamik
c. Rangkuman :

1. Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. 2. Ban dan pelek yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3. Balans statik, roda / ban dalam keadaan balans statik bila : a) Semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat.

b) Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. c) Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun.

Gambar 24. Roda dalam keadaan balans statik Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. 4. Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dynamic balance balance Gambar 25. Roda yang balans statik dan dinamik Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menem pelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclen bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Static balance D¶ Balance weight Balance weight

Gambar 26. Balance weight menjadikan balans dinamik d. Tugas

Amati akibat yang terjadi pada kendaraan bila roda / ban tidak balans statik dan dinamik? e. Tes Formatif

1. Jelaskan pengertian balans statik pada ban / roda? 2. Apa yang dimaksud dengan balans dinamik dan jelaskan bagaimana caranya mengatasi roda yang tidak balans dinamik ? f. Kunci Jawaban Formatif 2 1. Roda / ban dikatakan dalam keadaan balans statik bila :

Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. Dynamic balance Static balance . Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar.a) b) semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat. c) Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun. Roda dalam keadaan balans statik 2. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Gambar 27. Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti.

Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO. Pada mobil yang sebenarnya. bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim. Balans statik dan dinamik pada sebuah roda Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D.Gambar 28 .¶ Balance weight Balance weight Gambar 29. Balance weight untuk mengatasi balans dinamik . pada titik C¶ dan D. sehingga getaran hilang.

Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru. Jack Stand c). Dongkrak b). Lakukan pelepasan roda-roda dengan langkah yang efektif! d). Langkah Kerja: a). 3. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Identifikasi roda / ban yang tidak balans statik dan dinamik e). Keselamatan Kerja a). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. c). Kunci Roda d).g. Alat pengukur tekanan udara ban f). Tugas : a). d). Ikutilah instruksi dari guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Alat dan Bahan a). c). b). Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas! . Lembar Kerja 1. 4. Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. efektif dan seefisien mungkin. Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. f). Satu unit mobil praktek 2. Setelah selesai. Pastikan kendaraan dalam keadaan kuat ditahan jack stand. Lap / majun e). b).

Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 2! KEGIATAN BELAJAR 3 : Membalans ban/ roda dengan alat pembalans a. balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. 2. Kedua balancer tersebut mempunyai keistimewaan sebagai berikut: Item Tipe Static balance Dynamic balance Static balance Dynamic balance Ketelitian Kemudahan balancing Off-the-car balance Tinggi Tinggi Mudah Mudah On-the-car balance Tinggi Tidak terlalu tinggi Cukup mudah Cukup sulit (beberapa balancer tidak dapat mengukur dynamic balance dengan tepat) Gambar 30. Tujuan Kegiatan Belajar Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. Menjelaskan penggunaan peralatan pembalans roda / ban. 4. dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya.b). teromol rem dan axle hub. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. 1. Wheel balancer OFF-THE-CAR TYPE . Penggunaan peralatan pembalans roda / ban Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. Membalans roda secara off-the-car balancer b. Uraian Materi 3. Melaksanakan pekerjaan membalans dinamik roda sesuai spesifikasi. 3. balancing dilakukan secara independent. Melaksanakan pekerjaan membalans statik roda sesuai spesifikasi.

off-the-car type balancer dan on-the-car type balancer dipakai sendiri-sendiri untuk memperbaiki balance roda. 2. . dan lain-lain) yang terjadi pada kecepatan tinggi. Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. 2).Gambar 31. Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. getaran kemudi. pertama. Perhatian sebelum membalans roda Bila membalans roda. Tetapi sekarang. Pada akhirnya. dan kemudian lakukan dynamic balance dengan ban terpasang pada kendaraan (on-the-car balancer). ban diperiksa deviasinya dari tengah ban dan masalah lain yang mungkin muncul sebagai deviasi pada static balance. lakukan static balance secara tersendiri dengan menggunakan off-the-car balancer. Perhatian Pada Saat Membalans Roda a. Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. Wheel balancer ON-THE-CAR TYPE Dahulu. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). Membalans roda sampai diperoleh harga O g. 2). pertama periksalah kondisi ban : 1). untuk memperbaiki getaran yang keras (goncangan body. b. 3). serta yang lain-lain diperbaiki dengan menggunakan on-the-car balancer. 4). Perhatian untuk off-the-car balancing 1). dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. yang tidak dapat diperbaiki dengan cara terdahulu . Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat.

lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. Perhatian untuk on-the-car balancing 1). Melepas roda dari hubungan porosnya dengan membuka mur-murnya secara menyilang 4). Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan 3). Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan 5). Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). Menyangga dengan jack stand untuk pengaman 3). e. Mencatat ukuran ban dan ukuran pelek 8). buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. Memperbaiki keseimbangan statis roda. Melepaskan roda dari kendaraan 2). Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. 2). apabila keseimbangan statis tidak baik. Membalans statik 1). Melepas adaptor dari poros utama dinamik wheel balancer dengan memutarkan mur pengikat . Mengangkat mobil pada bagian yang akan dilepas rodanya 2). gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. 4). Membalans dinamik 1). Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. d. Membersihkan kotoran atau bobot penyeimbang dari roda dengan wheel plier (penjepit khusus) 5). 3). c. Pada kendaraan dengan wheel cap. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Memeriksa tekanan ban supaya sesuai dengan spesifikasi 6). yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. Setelah membalans roda. Memeriksa keadaan pelek dan ban (bagian yang aus) 7).3).

roda gigi yang lain tepat pada tanda panah (sesuai dengan jumlah lubang yang diperlukan) 10) Menempatkan adaptor pada penyanggah roda 11) Menyetel tangkai universal dengan jalan memutarkan salah satu gigi universal sesuai dengan lubang-lubang baut roda dan roda gigi yang akan ikut berputar 12) Memasang roda pada adaptor dilaksanakan di atas penyangga roda Catatan : Bila lubang baut pada roda mempunyai garis tengah lebih besar dari universal dapat dipergunakan selongsong yang tersedia. Catatan : Pada angka 1 untuk penyeimbang roda bagian luar Pada angka 2 untuk penyeimbang roda bagian dalam. Setellah jumlah pemegang universal pada adaptor sesuai dengan jumlah lubang baut dari roda (misalnya : 4. 22) Menekan tombol on alat penyeimbang setelah steker dipasangkan 23) Membaca jumlah gram bobot penyeimbang pada gram meter 24) Membaca tempat kedudukan penyeimbang pada phase meter 25) Menekan tombol off alat penyeimbang dan mengerem sampai roda berhenti . Roda gigi 1 tepat pada 0.9).5 atau 3 lubang). 15) Mengeset phase meter dalam keadaan berjalan pada kedudukan ³0 16) Memasang roda yang telah terpasang pada adaptor ke sumbu utama dari mesin penyeimbang 17) Mengeraskan mur pengikat pada sumbu utama dengan kekuatan tangan (tidak boleh dengan alat-alat lain) dengan memutar roda dengan tangan 18) Memberi tanda pada roda dengan kapur sesuai dengan pembagian skala yang terdapat pada poros utama 19) Mengatur rim diameter selector sesuai dengan garis tengah ban/roda 20) Mengatur rim width selector sesuai dengan ukuran lebar dari ban/roda 21) Mengatur plane selector untuk menentukan pembebanan. 13) Mengeraskan Flens pengikat dengan menggunakan palu kayu/plastik 14) Mengeset gram meter dalam keadaan mesin berjalan pada kedudukan ³O´.

Catatan : Apabila jarum gram meter tidak berada pada daerah hijau maka pengukuran harus dimulai kembali seperti semula. c). Perhatian untuk on-the-car balancing . c). Perhatian untuk off-the-car balancing a). Rangkuman : 1. Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. sampai jarum gram meter harus berada pada daerah hijau. (ab) Mengecek pembebanan balancing dengan menghidupkan kembali pesawat penyeimbang. Setellah adaptor dan roda dilepas dari poros utama. (aa) Memasang bobot penyeimbang pada roda sesuai dengan berat dan tempat dari pembacaan gram meter/phase meter. 2. b). (ac) Melepaskan adaptor dari poros utama pesawat penyeimbang roda (ad) Melepaskan roda dari adaptor dengan meletakkan di atas penyangga roda/standart (ae) Memasang kembali roda pada mobil c. 3. Mencocokkan angka dari phase meter dengan angka pada sumbu utama.26). Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban Bila membalans roda. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. pertama periksalah kondisi ban : a). Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-lain yang terselip pada alur tread. Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. roda diputar dengan tangan. Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. d). Membalans roda sampai diperoleh harga O g. b).

a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). Tes Formatif 1. teromol rem dan axle hub. Memperbaiki keseimbangan statis roda. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan c). Tugas Lakukan balans roda / ban menggunakan off-the car balancer? e. gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). c) Setelah membalans roda. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. b) Pada kendaraan dengan wheel cap. 4. yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. Jelaskan langkah-langkah membalans statik pada ban/roda ? f. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. a). Prosedur membalans static Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. Jelaskan prosedur yang perlu dilakukan sebelum membalans roda/ban ? 2. Melepaskan roda dari kendaraan b). d). Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. apabila keseimbangan statis tidak baik. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. Kunci Jawaban Formatif 1. d. dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya. balancing dilakukan secara independent. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban .

apabila keseimbangan statis tidak baik. d). Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Melepaskan roda dari kendaraan b). Membalans statik a). b) Membalans roda sampai diperoleh harga o g. Lembar Kerja . c) Setelah membalans roda. Perhatian untuk on-the-car balancing a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). g. c) Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. 3. b) Pada kendaraan dengan wheel cap. c) Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. 2. Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. Memperbaiki keseimbangan statis roda.Bila membalans roda. Perhatian untuk off-the-car balancing a) Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. d) Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). b) Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada pelek sebelum dilakukan penyeimbangan c). pertama periksalah kondisi ban : a) Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). 4. yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada peiek. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan.

3. e). Alat dan Bahan a).1. b). Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas. d). Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. e). Lakukan balans ban/ roda sesuai prosedur yang benar! d). Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. c). 4. Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas! BAB III . Kunci ban d). baca lembar kerja dengan teliti. Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. b). Buku manual penggunaan alat pembalans roda 2. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 3! b). Alat pembalans ban/roda dan bobot pembalans c). Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object. c). efektif dan efisien. Keselamatan Kerja a). Tugas a). Langkah Kerja a). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. f). Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Mobil lengkap dengan roda ban dalam dan peleknya b). Gunakanlah jack stand untuk menyangga kendaraan. Dongkrak e).

antara lain : pegas rusak/patah. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil. Kerusakan pada ball joint e). Keausan Spot Apabila ban/ roda tidak balans. Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. KUNCI JAWABAN Gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans : 1. Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan. Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans. dalam kecepatan tertentu. Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Gambar 32. tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. Getaran . menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. Bantalan roda rusak d). dan kerusakan pada lengan-lengan kemudi. kerusakan pada ball joint. seperti : bearing roda. Jelaskan gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans? 2. ball joint. Pegas rusak / patah b). Keausan ban tidak wajar. akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan. 3. PERTANYAAN 1. maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. peredam getaran rusak.EVALUASI A. 2. Lakukan balans roda secara off-the-car balancer pada sebuah mobil! B. a). bantalan-bantalan roda rusak. Jelaskan pengertian roda/ban yang tidak balans dinamik dan akibat yang ditimbulkannya? 3.

Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. dan steering shimmy. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Gambar 33. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Goncangan shimmy akibat roda tidak balans c) Pengertian tidak balans dinamik 1) Roda tidak sama berat disekeliling penampang lingkaran ban/roda 2) Titik-titik yang lebih berat terletak tidak ditengah-tengah penampang ban/roda Akibat yang ditimbulkan pada kendaraan : . a). Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. µsteering flutter. maka goncangan biasanya akan hilang. Bodi bergoncang akibat roda tida balans b). Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). Gambar 34. Di atas kecepatan ini. dan rigiditas ban yang tidak seragam. Jika masalah tersebut diperbaiki. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance.Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. run-out yang berlebihan. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. goncangan akan semakin terasa. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam.

d. 89 90 s. KRITERIA KELULUSAN Skor Aspek (1-10) Kognitif (soal no 1 dan 2) Ketelitian pemeriksaan gangguan tidak balans Ketepatan prosedur membalans ban/ roda Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 3 2 3 1 1 Syarat lulus.1) Saat roda berputar. 2) Akibat pada roda. Sebaliknya. Agar peserta diklat menguasai ketrampilan ini dengan baik. 79 80 s. 100 : : : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan di atas minimal tanpa bimbingan.d. titik-titik yang lebih berat akan tertarik ke garis tengah roda. BAB IV PENUTUP Modul ini hanyalah salah satu pengantar agar peserta diklat memiliki kemampuan membalans roda.d. maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. roda akan bergetar kearah samping 3) Pada roda kemudi akan terasa shimmy C. . Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Bobot Nilai Keterangan Kriteria Kelulusan : 70 s. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. disarankan membaca buku manual tentang alat pembalans roda dan juga buku-buku referensi tentang balans roda serta mengikuti latihan dengan disiplin dan tekun.

(1995). Toyota ± Astra Motor. Anglin. (1995). William Harry and Donald L. Automotive mechanics. DAFTAR PUSTAKA Anonim.Jika peserta diklat telah lulus menempuh modul ini. Wheel alignment and tires Step 2. (1977). Jakarta : PT. Anonim. Jakarta : PT. Toyota ± Astra Motor. Automotive Encyyclopedia. South Holland : The Good Heart ± Wilcox Company Inc. (1995). Publisher. Jakarta : PT. New Step 1 Training Manual. Tobold & Larry Johnson. Materi Pelajaran Chassis Group Step 2. Anonim. Singapore : McGraw-Hill William K. maka peserta diklat berhak memperoleh serfikat kompetensi membalans roda / ban. Toyota Service Training Crouse. (1993). .

10-018 B membahas tentang pemahaman berkomunikasi di tempat kerja serta bagaimana cara berkomunikasi yang baik untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. Petunjuk Penggunaan Modul . maka materi akan terkait langsung dengan tempat kerja di bidang perotomotifan. Karena modul ini diperuntukkan bagi siswa SMK Otomotif.Posted in ilmu. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. peralatan komunikasi dan trampil berkomunikasi dengan benar dan baik. Deskripsi Modul Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja dengan kode OPKR. sesuai dengan peta kedudukan modul. OPKR.10-016 B tentang K3. dan kegiatan belajar 2 Mempertahankan prestasi tempat kerja. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan penunjang dalam menyelesaikan kompetensi-kompetensi yang lain bagi para siswa SMK. B. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 Memelihara. otomotif Leave a Comment Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. C. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami berbagai macam komunikasi. memahami dan menyampaikan informasi tempat kerja/bengkel. sehingga siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. akan mudah mempelajari kompetensikompetensi berikutnya. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar dalam berkomunikasi terkait dengan setiap pekerjaan di tempat kerja. Apabila siswa menguasai kompetensi ini.

langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. Setelah selesai praktik. b. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik.1. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. 2. dan bertanya 6) kepada guru apabila ada yang kurang jelas 7) e. siapkan alat dan bahan yang 4) 5) diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut c. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. g. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik Sebelum melaksanakan praktik. Siswa dinyatakan menguasai materi. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar Bila ada materi yang kurang jelas. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: . Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan)untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar d. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. f.

D. Memelihara. KOMPETENSI SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. b. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Memahami. *Informasi diakses dari memahami sumber yang terpercaya untuk dan memastikan menyampai ketramoilan komunikasi yang efektif kan informasi ketika mengirim MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN *Berbagai *Cermat dan *Macam-macam *Berkomunikasi macam teliti dalam jenis komunikasi yang efektif dalam komunikasi menerima dan dan alat menerima dan dan peralatan menindak lanjuti komunikasi. menindak lanjuti komunikasi. informasi. pengoperasian dan yang efektif. Membantu siswa dalam memahami konsep. pengoperasian *Menerapkan *Proses dan penyimpanan . *Prosedur *Proses * Efektif dalam *Melaksanakan komunikasi. f. praktik baru. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Dapat mempertahankan prestasi tempat kerja. d. E. Prosedur penyimpanan data. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan.a. memelihara dan mengkomunikasikan informasi tempat kerja secara efektif dan baik 2. g. informasi. c. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mencatat hasil kemajuan siswa Melaksanakan penilaian internal i. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. h. komunikasi berkomunikasi.

guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. *Data disimpan sesuai prosedur tempat kerja dan K3. *Tujuan tempat kerja diidentifikasi dan dipenuhi. dan menindak 2. BAB II PEMELAJARAN A.meng*Bantuan kan prestasi dibuat untuk elola dan menyamakan *SOP menyimpan data. menerima. Sebelum siswa mempelajari modul ini. maupun menerima informasi. data. Cek Kemampuan tempat kerja. dengan senang hati. guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa. pengertian di tempat kerja. siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. Rencana Belajar Siswa . Penggunaan *Permintaan dan dari rekan pemeliharaan kerja data tempat dipenuhi kerja. Memper*Cermat dan lanjuti tahan teliti dalam informasi. F. tempat kerja. Bila siswa sudah merasa bisa.menerima K3 dan SOP. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan.

Komunikator dapat menyampaikan informasi atau pesan secara lisan. Memahami. Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru Kegiatan Belajar 1. Menurut kamus Bahasa Indonesia komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih secara benar. sehingga tujuan berkomunikasi tercapai. serta cara berkomunikasi yang tepat. 2. Mempertahankan prestasi tempat kerja. macam-macam peralatan komunikasi tempat kerja. Siswa dapat menjelaskan berbagai jenis komunikasi. Uraian Materi 1. Memahami. B. memelihara dan menyampaikan informasi tempat kerja 2. terlebih manusia yang melakukan aktifitas ataupun pekerjaan tertentu. Siswa dapat melakukan pemeliharaan b. Pengertian Komunikasi Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. tertulis maupun dengan isyarat. Orang yang menyampaikan informasi disebut komunikator sedang penerima informasi disebut komunikan. Jenis Kegiatan 1. Memelihara dan Menyampaikan Informasi Tempat Kerja. . a.Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Tujuan Kegiatan Belajar 1.

Komunikasi harus menarik 2. diperlukan pembicara yang baik. lampu tanda lalu lintas dan sebagainya. b. . Masing-masing jenis komunikasi mempunyai kekurangan dan kelebihan. b. antara lain: a. Alat komunikasi yang tepat dan baik e. Komunikator dapat berperan baik Tujuan komunikasi harus jelas Isi komunikasi dikemas secara jelas dan mudah dipahami d. gambar teknik dan sebagainya.Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan suatu komunikasi. manakala pada suatau tempat atau tempat kerja dengan mobilitas tinggi. Komunikasi dengan gambar Komunikasi atau informasi kadangkala lebih tepat dengan menggunakan gambar. Macam-macam Jenis Komunikasi Komunikasi ada beberapa macam atau jenis. Komunikasi secara lisan Komunikasi lisan adalah komunikasi yang bersifat langsung. d. Misalnya isyarat tangan untuk mengatur lalu lintas. Komunikasi dengan isyarat Komunikasi dengan isyarat kadangkala lebih efektif. Komunikasi dalam bentuk pembicaraan. tulisan dinding/poster dan sebagainya. c. Misalkan tanda-tanda penyimpanan bahan berbahaya. baik ditujukan pada seseorang maupun kepada kelompok orang. kartu. yaitu dalam bentuk pembicaraan. c. larangan atau perintah terkait dengan keselamatan kerj. Komunikasi tertulis Komunikasi tertulis adalah penyampaian informasi dengan tujuan etrtentu dengan cara ditulis. Macam-macam komunikasi yang dimaksud antara lain: a. Komunikasi tertulis biasanya berupa surat.

Memilih dan Menggunakan Alat Komunikasi Penggunaan alat atau media komunikasi di tempat kerja khususnya tempat kerja yang terkait dengan perotomotifan. c. poster. Alat komunikasi pendengaran dan penglihatan (audio visual) Audio visual artinya dapat didengar dan dilihat.gambar teknik. Alat komunikasi pendengaran (Audio) Audio artinya dapat didengar. Untuk memberikan informasi kondisi disekitar tempat kerja dan apa yang harus dilakukan oleh setiap orang yang terkait dengan kondisi serta aktifitas tempat kerja tersebut. dibaca sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. 4. pekerja/mekanik. Mikrophone. alat komunikasi ada beberapa macam. maka media visual adalah pilihan yang paling tepat. bahkan menjadi sebuah kebutuhan pada jaman moderen ini.3. juga tidak terlepas dari tujuan dari komunikasi itu sendiri. radio. Macam-Macam Peralatan/Media Komunikasi Pemilihan dan penggunaan peralatan komunikasi adalah hal yang tidak dapat dihindarkan. Jadi alat komunikasi visual adalah alat bantu komunikasi yang dapat dilihat. Contohnya: Televisi. Jadi alat komunikasi audio visual adalah alat bantu komunikasi dimana komunikator dapat berkomunikasi dengan komunikan dari jarak jauh dengan masing-masing dapat berbicara. lampu isyarat dan sebagainya. . a. b. Alat komunikasi visual antara lain: surat. Alat komunikasi audio adalah suatu alat bantu berkomunikasi yang dapat menyiarkan suara sehingga komunikator dapat berbicara dengan komunikan dari jarak jauh. pelanggan/customer atau setiap orang yang melakukan aktifitas pada tempat kerja tersebut. hand phone. Hand phone dan sebagainya. Alat komunikasi penglihatan (Visual) Visual berarti dapat dilihat. antara lain: a. Media Penglihatan (visual) Media visual adalah alat bantu komunikasi yang paling banyak digunakan baik untuk kepentingan manajemen. Seseorang akan mudah berkomunikasi dengan orang lain yang bertempat tinggal jauh dari komunikator dengan peralatan tertentu.mendengar dan melihat secara langsung. tape dan sebagainya. kartu. Misalnya: Telphon. Berdasarkan cara menggunakan.

surat tagihan. faktur dan rekening. surat penerimaan dan pengiriman barang. dan biasa dikelola oleh bagian administrasi atau Tata usaha. kode penomoran. Buku ini biasanya berisi petunjuk pengoperasian. Contoh salah satu jenis surat (Surat Perjanjian Kerja) y Buku Petunjuk Pemilik Buku petunjuk pemilik biasanya diberikan kepada pembeli produk tertentu oleh manajemen perusahaan. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci Tidak memakan tempat - Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. Buku ini dimaksudkan agar pembeli produk cepat dapat menguasai/mengoperasikan produk yang dibelinya. khususnya pada perusahaan atau perbengkelan otomotif antara lain: Surat perjanjian jual beli. Surat pengenalan produk. sehingga sewaktu-waktu diperlukan mudah dicari. surat-surat perijinan dan sebagainya. Administrasi yang baik. surat pesanan/order. ketentuan perawatan. Contoh Buku Petunjuk Pemilik . bila mana setiap surat yang masuk maupun keluar dicatat serta disimpan secara benar. surat pembayaran. Macam-macam surat yang dibuat atau digunakan pada tempat kerja. garansi dan informasi tentang peralatan pada produk tersebut. bulan dan tahun Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan.y Surat Surat adalah media komunikasi visual yang selalu digunakan pada suatu tempat kerja. Cara penyimpanan surat yang baik: Surat diberi nomor urut Surat diberi kode tanggal. kode tanggal. surat pengaduan.

3. 5. Contoh Kartu Servis y Kartu Peminjaman Alat Kartu peminjaman alat berguna untuk ketertiban penggunaan alat.y Kartu Perawatan/Servis Kartu perawatan atau kartu servis digunakan untuk mengkomunikasikan ketentuan dan waktu servis untuk kendaraan tertentu supaya komunikan/customer mengetahui kapan kendaraan miliknya harus diservis. 4. 13. dan apa saja yang perlu diservis. 14. 6. sekaligus menjaga keutuhan peralatan sehingga peralatan tidak mudah hilang. 7. 2. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1. 10. NO. . 12. 11. 8. 9.

NO. 6.ketertiban. 3. 4. . kelancaran. 5.) Contoh Kartu Peminjaman Alat y Kartu Bon Bahan/Komponen/Spart Part Kartu Bon bahan/komponen/part berfungsi untuk mengontrol penggunaan bahan/komponen/part. Jogyakarta««««2005 Peminjam (««««««««««. 7. larangan dan penjelasan bagian-bagian lokasi bengkel tempat kerja. kebersihan dan kenyamanan tempat kerja dalam bentuk ajakan. 2. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1.15. 8.) Contoh Kartu Bon Bahan/Komponen/Part y Poster/Spanduk Poster atau sepanduk biasa digunakan pada tempat kerja untuk menjaga keselamatan. Poster atau spanduk yang berisi tulisan atau gambar. Jogyakarta««««2005 Pengebon (««««««««««. sehingga dapat digunakan untuk perhitungan beaya servis ataupun biaya pengadaannya kembali.

CHASIS DEPT.ELECTRICAL DEPT.BODY Contoh Spanduk Informasi Lokasi P 10 km Contoh Tempat Parkir Dan Informasi Kecepatan Kendaraan .tulisan atau gambar kode penyimpanan material berbahaya. peringatan tentang kebersihan. larangan parkir. kecepatan kendaraan yang diijinkan.ENGINE DEPT.Adapun macam isi tulisan antara lain: Nama lokasi sesuai jenis aktifitasnya. larangan tidak merokok atau gambar jenis material yang berbahaya seperti tegangan listrik dan sebagainya. DEPT.

KEBERSIHAN TERMASUK SEBAGIAN DARI IMAN Contoh Himbauan Menjaga Kebersihan AWAS ! ! TEMPAT MENYIMPAN BAHAN MUDAH TERBAKAR Contoh Informasi Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar AWAS .

TEGANGAN TINGGI Contoh Peringatan bahaya tegangan tinggi y Lampu Isyarat Lampu isyarat biasa digunakan pada tempat kerja/bengkel yang mobilitas kendaraan yang lewat cukup tinggi. Hal tersebut dimaksudkan agar aktifitas lancar dan mengurangi bahaya kecelakaan. Contoh Lampu Isyarat b. Media Pendengaran (Audio) .

istirahat maupun akhir jam kerja dan sebagainya. Alat komunikasi audio yang paling banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel otomotif antara lain: y Telphone atau Handphone Telephone atau handphone adalah alat komunikasi jarak jauh di mana komunikator dapat berbicara langsung dengan komunikan. Con toh Telp hone /Ha ndp hone y Speaker Speaker dapat berupa Radio. Alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan. Mikrophone atau Los Speaker. memanggil antrian kustomer bila sudah sampai pada urutannya.Media pendengaran/audio kadangkala menjadi pilihan yang paling tepat pada suatu tempat kerja. peringatan jam masuk.memanggil atau menginformasikan sesuatu kepada customer. Media ini dapat berupa Televisi atau handphone. Contoh Speaker y Bel Tanda/Alarm Bel tanda banyak digunakan pada tempat kerja untuk menginformasikan waktu masuk kerja. Contoh Bel Tanda c. . misalkan untuk menghubungi seseorang yang lokasinya jauh dari tempat kerja. atau pemanggilan pekerja/mekanik dan orang-orang yang dibutuhkan saat itu disuatu tempat kerja/bengkel. Media Audio Visual Media audio visual juga banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel. mekanik atau pekerja yang lain. sehingga beaya dan waktu dapat dihemat dengan menggunakan peralatan ini. istirahat atau berakhirnya jam kerja.

Contoh Televisi y Handphone Handphone selain untuk berkomunikasi ada juga yang dapat menampilkan komunikator kepada komunikan. e. sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan atau memanggil kustomer yang melakukan antrian menunggu dan sudah sampai pada gilirannya. Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar. Tujuan komunikasi jelas Isi komunikasi jelas Alat komunikasi tepat Komunikasi menarik Jenis-jenis komunikasi: Komunikasi secara lisan . a. 3. Contoh Handphone c. informasi berupa tulisan pada monitor disertai suara panggilan dan sebagainya. Rangkuman 1. 2. d.y Televisi Pada tempat kerja atau bengkel. Komunikator dapat berperan dengan baik b. agar tidak mengalami kejenuhan. Hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi: a. c. Selain itu Televisi juga menjadi sarana hiburan bagi kustomer yang menunggu. dimana komunikator dan komunikan dapat berbicara secara langsung dan saling melihat.

6. Poster/spanduk Lampu isyarat Alat komunikasi Audio: Telphone/hand phone b. a. b. 4. Macam-macam surat b. g. c. d. Speaker Bel tanda atau sirine d. c. c. Komunikasi dengan tulisan Komunikasi dengan gambar Komunikasi dengan isyarat Macam-macam jenis alat/media komunikasi: a) b) Media penglihatan (visual) Media pendengaran (Audio) c) 5. d. Buku pemilik Kartu perawatan/servis Kartu peminjaman alat e. Media Audio visual Alat komunikasi visual antara lain: a. Kartu bon barang/komponen/part f. Radio/Tape 7. Alat komunikasi Audio visual: a.b. Televisi Handphone .

Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. catatlah jenis yang ada beserta kondisinya dalam buku laporan.8. Sebutkan 8 isi pokok buku petunjuk pemilik! . d. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci e. Surat diberi nomor urut b. Infentarisasikan alat/media komunikasi yang ada pada bengkel sekolah. bulan dan tahun. kode penomoran. Sebutkan 8 cara penyimpanan arsip/surat yang baik! 7. d. Sebutkan 4 contoh alat komunikasi Audio. Cara penyimpanan surat yang baik: a. Tes Formatif 1. Surat diberi kode tanggal. 2. 2. 3. Tugas 1. Apa yang dimaksud dengan komunikasi? Sebutkan 5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi! Sebutkan 4 jenis komunikasi dan berikan contoh masing-masing sebuah! 4. kode tanggal. g. Sebutkan 11 contoh alat komunikasi visual! 5. Belajarlah membuat media komunikasi untuk menginformasikan tempat kerja/bengkel sekolah dalam rangka kelancaran pekerjaan di tempat kerja/bengkel. h. Tidak memakan tempat Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. e. dan 2 contoh audio visual! 6. c. f.

9. Sebutkan 8 isi pokok kartu bon komponen/part! f. Kunci Jawaban 1. . Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar. 2.8. sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. Sebutkan 8 isi pokok kartu servis kendaraan yang paling sederhana! Sebutkan 8 isi pokok nota/kwitansi pembayaran servis kendaraan! 10. 5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi: a. Komunikator dapat berperan dengan baik.

a. faktur h.b. komunikasi dengan gambar komunikasi dengan isyarat 11 contoh alat komunikasi visual: a. e. 4. surat jual beli j. f. Penyimpanan surat: . kartu bon part e. Komunikasi menarik 4 jenis komunikasi: Komunikasi lisan komunikasi tertulis 3. lampu isyarat 5. handphone. d. Telphone. c. 6. c. spanduk Poster Rambu peringatan surat perjanjian kerja i. b. k. kartu pemilik kartu servis kartu peminjaman alat d. d. Tujuan komunikasi jelas. c. Isi komunikasi jelas. b. tape. Alat komunikasi tepat. speaker dan Televisi serta berlayar monitor. radio. g.

Surat diberi kode nomor atau huruf. tanggal servis. cara penyimpanan dan masa pemakaian awal.a. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja a. Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci. Nomor. 7. kode penomoran. e. jumlah beaya total dan tanda tangan mekanik. Identitas tempat kerja. perawatan berkala. Siswa dapat mengelola dan menerapkan berbagai informasi untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. g. identitas kendaraan. Mudah dicari bila diperlukan.data servis/penggantian part. h. Penyimpan dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. Merek produk. jenis servis dan biaya. d. tanggal pembelian. Identitas tempat kerja/bengkel. Tidak memakan tempat. nama komponen/part. b. Surat dikelompokkan sesuai jenisnya dan diberi kode. identitas pemilik. f. identitas pemilik. identitas kendaraan. Tanggal. 9. Mudah dipindah bila ada pengembangan. harga dan tanda tangan bagian part. spesifikasi. 2. Siswa memahami cara mempertahankan prestasi tempat kerja. Jenis/merek. Tujuan Kegiatan Belajar 1. 10. Kegiatan Belajar 2. spesifikasi. pengenalan bagian-bagian produk. 8.bulan dan Tahun. Tanggalservis. . penggantian part dan biaya. kode tanggal. bulan dan Tahun. jumlah. jaraktempuh. Surat diberi kode Tanggal. no urut nota. tanda tangan mekanik dan tanda tangan pemilik. petunjuk pemeriksaan sebelum jalan. c. nomor nota. Petunjuk pengoperasian.

singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y y . penerapan komunikasi yang benar. a. seluruh personil yang terlibat di dalam tempat kerja tersebut harus mampu menerapkan berbagai peralatan komunikasi yang ada dengan tepat. Syarat Pegawai Bagian Persuratan Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. Dengan Pengelolaan Surat Surat menyurat adalah bagian yang tak terpisahkan dari suatu tempat kerja. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertele-tele. Uraian Materi 1. tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur y Karena surat merupakan alat komunikasi yang penting. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja Untuk dapat mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. Prestasi tempat kerja dapat diwujudkan dan dipertahankan dengan pengelolaan.b. seluruh personil/pekerja harus dapat menggunakan berbagai jenis media informasi secara baik dan tepat sesuai dengan jenis atau lingkup kerja masing-masing. Personil/pekerja dibagian ini harus dipilih orang-orang yang terampil dibidang administrasi. Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. Untuk dapat menerapkan komunikasi yang benar. 2. maka perlu dihindari hal-hal yang dapat menimbulkan kesalah pahaman yang dapat berakibat putusnya sebuah hubungan kerja.

dan ketepatan jenis pekerjaan yang dilakukan yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada semua pihak yang terlibat pada suatu pekerjaan. kartu adalah media yang paling tepat untuk saling memberikan informasi. b. Oleh sebab itu manajemen suatu tempat kerja harus benar-benar memahami dan memperhatikan hal berikut: y y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja.y Bahasa tegas dan berwibawa Melalui proses penanganan surat menyurat yang tepat dan baik akan dapat membantu mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. baik kepada kustomer atau dari bagian yang satu kepada bagian-bagian yang lain pada tempat kerja. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. peminjaman alat dan lainnya. sewaktu-waktu akan y Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang Dilakukan secara jelas y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan . penggunaan komponen/part. Dengan Penggunaan Macam-Macam Kartu Untuk pelayanan/servis. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya. Penggunaan kartu secara tepat sesuai prosedur dan jenis aktifitasnya akan mengefektifkan kinerja perusahaan.

padatas dan jelas Ilustrasi gambar. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. kenyamanan. y y d. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan . Handphone atau Aiphone Pembicaraan langsung jarak jauh menggunakan peralatan Telephone. karikatur kadangkala lebih efektif. spanduk. poster. Spanduk. sehingga akan membantu keberhasilan pembicaraan yang pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap kinerja perusahaan atau tempat kerja secara keseluruhan.y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihakpihak yang seharusnya menerima y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. Cara Penggunaan Telephone. Persyaratan Penempatan Tulisan. Informasi Umum Tempat Kerja Untuk menjaga ketertiban. tanda peringatan dan lampu isyarat adalah media yang paling efektif yang perlu diterapkan ditempat kerja. c. Handphone atau Aiphone. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang y y y perlu diinformasikan Informasi harus singkat. Cara penggunaan yang benar dan tepat akan mempengaruhi lawan bicara sehingga dapat membuat relasi lebih tertarik pada instansi atau tempat kerja yang bersangkutan. Penggunaan Telephone. Poster. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. dan keselamatan tempat kerja informasi berupa tulisan.

««««««««««««««« «««««««.. ««««««««««««««« 5. 2005 JAM: «««««««. Penerima . KARTU PENERIMAAN TELPON Untuk : «««««««««««««. Dari : «««««««««««««.. ««««««««««««««« 3. No.TLP : «««««««««««««. PESAN: 1. ««««««««««««««« 2... Alamat : «««««««««««««. ««««««««««««««« 4. y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup..menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak y y penelpon dapat ikut mengecek.

penggunaan speaker adalah langkah yang paling tepat. f. terlebih bila wilayah tempat kerja tersebut cukup luas. sehingga akan menghemat tenaga maupun waktu. Alat ini akan membantu komunikator menyampaikan pesan atau panggilan lebih cepat dan tanpa harus mendatangi komunikan. Penggunaan Televisi Penyampaian informasi atau panggilan dengan media Televisi lebih menarik respon komunikan.(««««««««.) Contoh Kartu Pencatatan Telephone e. Penggunaan Speaker Untuk memberikan informasi atau memanggil orang di wilayah tempat kerja. selain itu Televisi juga dapat menjadi sarana hiburan ketika sorang kustomer harus menunggu di wilayah tempat kerja. y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja sebaiknya: y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung y . Penggunaan Speaker Yang Baik y Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y y y Informasi seyogyanya singkat dan jelas Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan.

tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur. Rangkuman 1. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. c. 5. 3. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. Syarat Pegawai Bagian Persuratan y Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. Manajemen Suatu Tempat Kerja Harus Benar-Benar Memahami Memperhatikan hal berikut: y Dan y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja.y Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertel-tele. y y 4. 2. sewaktu-waktu akan .singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y Bahasa tegas dan berwibawa. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya.

Spanduk.karikatur kadangkala lebih efektif. Persyaratan Penempatan Tulisan. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. y 6. y . Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja Sebaiknya: y y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan. y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima. y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. y Penggunaan Speaker Yang Baik Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y Informasi seyogyanya singkat dan jelas y Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali y Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang. Cara Penggunaan Telephone. 8. Poster. y y 7. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas y Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang y Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup. padat dan jelas y Ilustrasi gambar. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca y Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan. y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur.Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas. y Informasi harus singkat. 9.

Tugas 1. Sebutkan 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan sepanduk. Berkunjunglah ke bengkel-bengkel servis.lakukan infentarisasi peralatan dan part yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. Sebutkan 8 cara penggunaan telephone yang baik. Sebutkan 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker di tempat kerja. istirahat atau selesai praktek. f. 7. tulisan peringatan atau tanda isyarat dalam rangka mempertahankan prestasi kerja di tempat kerja. Tes Formatif 1. e. ketertiban. 8. Apa yang dimaksud dengan prestasi tempat kerja? Sebutkan 6 syarat pekerja pada bagian persuratan! Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat! Sebutkan 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat! 5. 9. Sebutkan 4 cara pemasangan televisi yang tepat pada tempat kerja. masing-masing 5 buah. poster.d. 2. 4. Lengkapilah bengkel sekolah dengan tanda-tanda isyarat yang diperlukan seperti bel tanda masuk. 4. Lengkapi bengkel sekolah dengan macam-macam tulisan atau poster peringatan dalam rangka kelancaran. Sebutka 6 hal yang harus dimengerti oleh seorang mekanik sewaktu mengisi kartu servis! 6. kebersihan dan keselamatan. Kunci Jawaban . Atau dengan speaker untuk memanggil/menginformasikan sesuatu. sehingga akan meningkatkan atau mempertahankan prestasi tempat kerja. Buatlaah kartu infentarisasi peralatan dan part. suku cadang atau sales kendaraan untuk mendapatkan contoh macam-macam surat dan macam-macam kartu. 3. 2. 3.

teliti. gaya bahasa mudah dipahami. agar segera dapat tersedia .1. Sesuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/ prt atau alat yang digunakan Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang f. tidak bertele-tele. 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat: a. dan tekun. bahasa tegas dan berwibawa. singkat dan jelas. Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan 6 hal yang harus dimengerti seorang mekanik pada saat mengisi kartu servis: a. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. tujuan jelas. Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. berpandangan luas. Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain b. Harus cerdas dan cekatan. 3. Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. 5. 4. disiplin dan jujur. d. Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima g. e. daya ingat kuat. terkait langsung dengan masalah si penerima. Situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. e. memahami struktur organisasi tempat kerja. Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas c. Gaya penulisan menarik. dapat menulis cepat. c. menguasai berbagai jenis media pengarsipan. Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya b. yang dapat memuaskan semua pihak d. 2. tepat dan rapi.

. c. Catat setiap pesan secara teliti Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang g. Menutup telepon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker: Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan. jangan lebih dari tiga kali Telepon diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas d. b. 8. a.6. Bila informasi panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan. Hindarkan sapaan atau jawaban ³hallo´ e. Di ruang tunggu wilayah tempat kerja. karikatur kadangkala lebih efektif 7. e. padat dan jelas Ilustrasi gambar. d. Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali. 8 cara penggunaan telepon yang baik: a. b. Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek h. b. Informasi harus singkat. 9. 4 cara pemasangan televisi yang tepat di tempat kerja: a. f. Angkatlah telepon saat berdering. Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan d. 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasnagn spanduk: a. e. c. Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai denga jenis aktifitasnya c. Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. Informasi seyogyanya singkat dan jelas.

b. d. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja Tujuan . c. Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri. Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung. Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan.

Buatlah beberapa media visual yang bermanfaat bagi bengkel sekolah . dengan mencatat nama. 2. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya 2. Paku beton. Plat baja 0. Bahan 1. Sewaktu menggunakan peralatan tenaga. Tes pen Peralatan pengecatan. 4. 2. mistar baja.1.3 mm atau bahan pengganti yang sesuai 2. Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam media informasi di tempat kerja 2. Siswa dapat membuat media informasi visual untuk diterapkan di tempat kerja/bengkel sekolah. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. Tangga Obeng. 3. Keselamatan Kerja 1. Alat 1. 5. komunikasikan dengan guru apa bila ragu-ragu 3. fungsi dan kondisinya. gergaji dan gunting plat 3. Siapkan peralatan dan bahan Infentarisasikan peralatan komunikasi ataupun media informasi yang ada pada bengkel sekolah. Langkah Kerja 1. Alat-alat tulis dan gambar Gergaji besi.

4.(konsultasikan dengan guru). Buatlah alat informasi tanda/isyarat yang sekiranya diperlukan di bengkel sekolah (konsultasikan pada guru) 5. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya Bertanyalah kepada guru apa bila ragu-ragu/kurang jelas sewaktu akan menggunakan peralatan 3. Siswa dapat merawat/memelihara media informasi sesuai SOP. 2. Keselamatan Kerja 1. Alat . Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. 6. 2. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Mempertahankan Prestasi di Tempat Kerja Tujuan 1. Siswa dapat menempatkan alat komunikasi pada tempat kerja secara tepat Siswa dapat menggunakan alat komunikasi yang ada pada bengkel sekolah dengan benar 3. Kembalikan peralatan dan bersihkan tempat kerja bila sudah selesai praktik. Buatlah laporan kerja pada buku tugas.

Macam-macam kartu dan surat yang sesuai dengan aktifitas perotomotifan. Peralatan pengecatan. Langkah Kerja 1. Pasanglah alat informasi fisual yang ada pada bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya secara benar.hand phone atau Aiphone yang ada pada bengkel sekolah secara benar. Paku beton 3. 5. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. atau Aiphone 5. tes pen dan soldir 4. Telephone. Obeng. 3.1. BAB III . handphone. Macam-macam media visual untuk tempat kerja/bengkel 2. Bahan 1. Dengan macam kartu yang ada infentarisasikan peralatan dan bahan yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. 4. Operasikan Telphone. Tanyakan pada petugas bengkel sekolah tentang penservisan kendaraan atau engine yang ada kemudian isilah data pada kartu servis yang ada dan gantungkan kartu pada kendaraan/engine yang dimaksud. 6. Paku dan kawat baja 2. Tangga 3. Perangkat bel/alrm atau speaker 4. Siapkan peralatan dan bahan 2.

Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes Formatif) a. untuk tempat kerja * Dapat memasang Menerapkan penggunaan alat 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . 1 1. c.EVALUASI A. Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). 3. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. 3 Dapat mendata alat informasi yang ada pada tempat kerja secara maksimal. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. ASPEK YANG DINILAI 2 Inventarisasi media informasi pada tempat kerja INDIKATOR KEBERHASILAN 2. Dapat membuat alat Dapat membuat alat informasi sederhana komunikasi yang ditentukan dengan benar. b. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. d. 2. Kriteria Penilaian Praktik NO.

* Dapat menggunakan Telephone.pencatatan alat dan barang. * Dapat menggunakan Speaker dengan benar. * Dapat mengisi surat perjanjian kerja. peralatan informasi di tempat kerja.komunikasi. Hand phone. * Menggunakan kartu servis.kartu peminjaman alat dan sebagainya. atau Aiphone dengan benar. pengiriman dan penerimaan barang dll. CATATAN: . Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP. JUMLAH: 4.

(2xN1)+(2xN2)+(3xN3)+(3xN4) 10 N = «««««. 5.00 (Lulus Baik/YA). CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. NIS : ««««««««««««««««««««««. 4. 2. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. 6. 3. Nilai 7. Nilai 8. waktu lebih cepat dan kualitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. 3. 2. 7. 9. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : ««««««««««««««««««««««. . NO TES FOR 1 N1 TES FOR 2 N2 TES PRK 1 N3 TES PRK 2 N4 KETERANGAN N= 1.00 (Lulus Amat Bai k/YA). 10.1.00 (Lulus Istimewa/YA). tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. 8. Nilai 9...

BAB IV PENUTUP Bagi Anda yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan.00 (tujuh koma nol nol) dapat melanjutkan ke modul berikutnya. wajib mengulangi belajar pada modul ini. Bagi Anda yang sudah berhasil lulus mendapatkan nilai akhir minimal 7. (Tahun 2001). terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. Jakarta : Bumi Aksara. Drs. . Artinya Anda boleh mengajukan µUji Kompetensi¶ untuk mendapatkan sertifikat bahwa telah menyelesaikan modul ini!. DAFTAR PUSTAKA Daryanto. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif.

Noname. Buku Garansi dan Servis. Memahami konstruksi dan cara kerja komponen sistem pendingin 2. Kontribusi Komunikasi Tempat Kerja. otomotif Leave a Comment Overhaul Komponen Sistem Pendingin Apr 21 Posted by 66tech BAB. II PEMELAJARAN A. (Tahun 2004). Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor Noname. Melakukan overhaul komponen sistem pendingin Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru . (Tahun 2004). Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor PPM ITB. Posted in ilmu. Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Buku Petunjuk Pemilik. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. (Tahun 2004). Jenis Kegiatan 1.

Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator. 6. 3. Uraian Materi 1. Konstruksi dan Cara Kerja Sistem Pendingin a. 4. Pada motor bensin kira-kira hanya 23 % energi panas dari hasil pembakaran bahan bakar dalam silinder yang dimanfaatkan secara efektif sebagai tenaga. b. Untuk itu pada motor dilengkapi dengan sistem pendingin yang berfungsi untuk mencegah panas yang berlebihan. sebab jika tidak maka motor akan terlalu panas dan komponen motor cepat aus. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin air. Namun kenyataannya hanya sebagian dari panas tersebut yang dimanfaatkan secara efektif. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja thermostat Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja motor penggerak kipas pendingin. Peserta diklat dapat menjelaskan kebaikan dan kelemahan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara. .B. Peserta diklat dapat menjelaskan fungsi sistem pendingin pada motor. Fungsi Sistem Pendingin Panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran di dalam motor dirubah menjadi tenaga gerak. Panas yang diserap motor harus dengan segera dibuang ke udara luar. 2. Tujuan Kegiatan Belajar 1. Sisanya terbuang dalam beberapa bentuk seperti diperlihatkan gambar pada halaman berikut. 5.

Panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. 2. Macam Sistem Pendingin Sistem pendingin yang biasa digunakan pada motor ada dua macam. dan akibat gesekan 6 %. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. akibat pemompaan 3 %. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. Hal tersebut akan terpenuhi apabila pada motor terdapat sistem pendingin yang dilengkapi dengan komponen yang memungkinkan hal tersebut terjadi. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. a) Sistem Pendingin Udara c) Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan . d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air. panas yang terbuang akibat proses pendinginan 32 %. Oleh karena itu pada saat motor hidup temperatur kerja harus segera dicapai. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. Keseimbangan Panas Pada gambar 17 di atas nampak bahwa dari total energi yang dihasilkan oleh proses pembakaran. hanya 25 % yang dimanfaatkan menjadi kerja efektif.Gambar 1. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. Secara garis besar fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. Panas yang hilang bersama gas buang kirakira 34 %. kerja motor yang kurang baik. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. emisi gas buang yang berlebihan. khusunya di negara-negara yang mengalami musim dingin.

maka air akan cenderung mendidih dan menguap. 4) Kemungkinan overheating kecil. Untuk selanjutnya pada modul ini akan dibahas sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan.ruang bakar tersebut. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan berarti mesinnya harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. Oleh karena itu di bagian luar dinding silinder dan ruang bakar dibuat mantel-mantel air (water jacket). 2) Waktu pemanasan lebih lama. Sirkulasi air tersebut ada dua macam yaitu sirkulasi alam atau thermo syphon dan sirkulasi dengan tekanan. Kebanyakan mobil menggunakan sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan (forced circulation). 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. dsb. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. 4) Kemungkinan . Di sisi lain sistem pendingin air mempunyai kerugian yaitu: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. Penempatan blower yang digerakkan oleh poros engkol memungkinkan aliran udara yang sebanding dengan putaran mesin sehingga proses pendinginan dapat berlangsung sempurna. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran. sedangkan sepeda motor umumnya menggunakan sistem pendingin udara. Untuk mesin-mesin stasioner dan mesin-mesin yang penempatannya sedemikian rupa sehingga sulit untuk mendapatkan aliran udara. Secara rinci keunggulan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil.). Aliran uadara ini kecepatannya harus sebanding dengan kecepatan putar mesin agar temperatur ideal mesin dapat tercapai sehingga pendinginan dapat berlangsung dengan sempurna. panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. maka diperlukan blower yang fungsinya untuk menghembuskan udara. 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil. walaupun dalam kerja yang berat. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. radiator. Untuk menciptakan aliran udara. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin tersebut. Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal.

Sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. Inti radiator terdiri atas pipa-pipa (tube) yang dapat dilalui air dari tangki atas ke tangki bawah. dan selang karet. pompa air. radiator. Air mendapat tekanan dari pompa air. thermostat. pada sistem pendingin air jumlah komponennya lebih banyak. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Dingin Pada saat mesin panas. Gambar 4. Gambar 3. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Disamping itu juga dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin . Bagian-bagian radiator antara lain: tangki air bagian atas (upper water tank). 1) Radiator Radiator berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah panas setelah melalui saluran water jacket. pompa air. kipas pendingin. kipas. Pada tangki air bagian atas dilengkapi dengan lubang pengisian air dan saluran kecil yang menuju ke tangki cadangan. thermostat. Adapun konstruksi sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan dapat dilihat pada gambar 18. Ada juga sistem pendingin air yang dilengkapi dengan kopling fluida. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass. Konstruksi Sistem Pendingin Air Pada saat mesin masih dingin. Masing-masing komponen sistem pendingin tersebut akan dibahas pada uraian tersendiri. Gambar 2. Cairan pendingin masuk ke tangki air bagian atas melalui selang atas. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Panas c) Komponen Sistem Pendingin Air Berbeda dengan sistem pendingin udara.terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Pada tangki air bagian bawah dilengkapi dengan lubang penguras untuk mengeluarkan air pendingin pada saat mengganti cairan pendingin. tangki air bagian bawah (lower water tank) dan inti radiator (radiator core).

Bila tekanan air pendingin mencapai 0. Gambar 5. Dengan demikian jika tutup radiator rusak. maka tekanannya juga bertambah.0 kg/cm2 pada 110-120° C. Tipe lekukan Gambar 6. Kemudian diikuti dengancairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benarbenar dingin. Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. yaitu tipe plat (flat fin type) dan tipe lekukan (corrugated fin type) seperti terlihat pada gambar 6.3±1. maka dalam radiator terjadi kevacuman. tetapi berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas air pendingin dari radiator ke tangki cadangan dan sebaliknya. . Tipe plat b. Tipe SR Inti radiator tipe SR (single row) mempunyai susunan pipa tunggal sehingga bentuk radiator menjadi tipis dan ringan dibanding dengan radiator tipe lain. Biasanya radiator terletak di depan kendaraan sehingga radiator dapat didinginkan oleh gerakan kendaraan tersebut. Gambar 7. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Dalam hal ini tutup radiator tidak hanya berfungsi untuk mencegah agar air pendingin tidak tumpah. Air Pendingin Saat Panas Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. maka tidak dapat diganti dengan sembarang tutup. a. Pada tutup radiator dilengkapi dengan dua buah katup yaitu katup relief dan katup vacum. Tipe Radiator Beberapa kendaaraan modern menggunakan radiator versi terbaru yaitu tipe ³SR³. Relief Valve Gambar 9. Konstruksi Radiator Ada dua tipe inti radiator yang perbedaannya tergantung bentuk sirip-sirip pendinginnya.(fin) yang fungsinya untuk menyerap panas dari air pendingin. Gambar 8. Pada bagian atas tangki radiator dilengkapi dengan lubang pengisian dan tutup radiator.

Air pendingin dipompa oleh pompa air langsung ke blok mesin dan kepala silinder. Pada umumnya pompa air yang digunakan adalah jenis pompa sentrifugal (centrifugal pump). Gambar 13. (1) Thermostat yang letaknya di saluran air keluar Apabila temperatur air masih rendah. Komponen yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator dan sebaliknya adalah thermostat. Dalam hal ini thermostat berfungsi sebagai katup yang tugasnya membuka dan menutup saluran yang menghubungkan antara water jacket dan radiator. Komponen Pompa Air 3) Thermostat Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa apabila air pendingin masih dalam keadaan dingin. Pompa air ditempatkan di bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas atau fan belt. Selanjutnya melalui sirkuit by pass kembali ke pompa air. Apabila temperatur air pendingin telah panas maka air akan mengalir ke raditor untuk didinginkan. maka thermostat menutup aliran air pendingin ke radiator. Vacum Valve Gambar 11. Air Pendingin Saat Dingin 2) Pompa air Pompa air (water pump) berfungsi memompa air pendingin dari water jacket ke radiator yaitu dengan cara menekan cairan pendingin.Gambar 10. Letak thermostat ada dua macam yaitu: thermostat yang letaknya di saluran air masuk (water inlet) dan thermostat yang letaknya di saluran air keluar (water outlet). maka air hanya bersirkulasi dalam water jacket. Gambar 12. Sistem Pendingin Dengan Thermostat di Saluran Air Keluar .

Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. Cara Kerja Thermostat Pada thermostat juga dilengkapi dengan jiggle valve yang digunakan untuk mengalirkan air pada saat menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem. Air yang telah panas mengalir ke radiator untuk didinginkan. Disamping itu air juga mengalir melalui sirkuit by pass.Pada saat temperatur air pendingin telah panas. a. Air pendingin dipompa ke blok silinder melalui kepala silinder. Macam Thermostat 4) Kipas pendingin . thermostat menutup saluran dan by pass valve membuka. maka thermostat membuka sehingga cairan pendingin mengalir melalui thermostat ke radiator untuk didinginkan dan selanjutnya air kembali ke pompa air. selanjutnya melalui thermostat dan kembali ke pompa air. maka thermostat membuka saluran air dan by pass valve menutup. Tanpa katup bypass Gambar 16. Gambar 15. (2) Thermostat yang letaknya di saluran air masuk Apabila temperatur air masih rendah. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. Sistem Pendingin dengan Letak Thermostat pada Saluran Air Masuk Pada saat temperatur air pendingin menjadi tinggi. Gambar 14. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. Dengan katup bypass b. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. mengakibatkan katup membuka atau menutup. Kerja thermostat tergantung oleh suhu. selanjutnya kembali ke pompa air melalui sirkuit by pass.

Temperatur air pendingin dikirimkan ke motor listrik melalui sinyal yang terdapat pada kepala silinder.Kipas pada sistem pendingin digunakan untuk membantu proses pendinginan yang sudah dilakukan radiator. Kecepatan kipas berubah sesuai dengan kecepatan mesin. Kipas pendingin ditempatkan di bagian belakang radiator. Kipas Pendingin yang digerakkan Motor Listrik Berputarnya kipas pendingin apabila temperatur mesin melebihi 93° C. (1) Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol Kipas pendingin jenis ini digerakkan terus menerus oleh poros engkol melalui tali kipas. Pada saat temperatur meningkat pada suatu tingkat yang ditetapkan. Disamping itu juga membantu mengurangi suara bising yang ditimbulkan kipas pendingin. Hal tersebut akan menambah tahanan sehingga kehilangan tenaga dan menimbulkan bunyi pada kipas. (2) Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik Berputarnya kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik terjadi pada saat temperatur air pendingin panas. tetapi pendinginannya belum cukup bila kendaraan tidak bergerak. radiator didinginkan oleh udara luar. coolant temperatur switch pada keadaan ini titik kontaknya dalam keadaan tertutup sehingga arus listrik mengalir melalui kunci kontak. sinyal tersebut merangsang motor relay untuk menggerakkan motor listrik yang kemudian menggerakkan kipas pendingin. Gambar 18. Apabila kunci kontak pada posisi ON. titik kontak coolant temperatur switch dan ke massa. Gambar 19. Dengan demikian kipas akan bekerja pada saat yang dibutuhkan. mesin berputar dan temperatur air pendingin di bawah 93° C seperti terlihat pada gambar 35. Hal tersebut diatur oleh coolant temperatur switch yang dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator dan relay dari motor listrik. tetapi apabila mesin berputar dengan kecepatan tinggi. Untuk mencegah hal tersebut maka biasanya antara pompa air dan kipas pendingin dipasang sebuah kopling fluida. sehingga temperatur mesin dapat dicapai lebih cepat. Kipas Pendingin yang Digerakkan Poros Engkol Putaran kipas belum cukup besar apabila mesin masih berputar lambat. titik kontak pada coolant temperatur switch akan terbuka yang selanjutnya akan menyebabkan relay tidak bekerja dan titik kontaknya saling . Gambar 17. Pada proses pendinginan. kipaspun berputar dengan kecepatan tinggi pula. Penggerak kipas pendingin adalah mesin itu sendiri melalui sabuk (belt) atau motor listrik. relay. Arus listrik yang mengalir pada relay akan menyebabkan titik kontak pada relay terbuka sehingga arus listrik yang ke motor listrik tidak mengalir sehingga kipas tidak berputar. Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Dingin Apabila temperatur air pendingin melebihi 93° C.

Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Panas c. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya . khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin.berhubungan. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. emisi gas buang yang berlebihan. panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Rangkuman 1. 2. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. Fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. Gambar 20. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. Untuk menciptakan aliran udara. kerja motor yang kurang baik. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. Sistem pendingin yang digunakan pada motor pada umumnya ada dua macam yaitu: a) Sistem Pendingin Udara Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut. Pada keadaan ini arus listrik akan mengalir dari baterai ke motor listrik melalui kunci kontak dan titik kontak relay sehingga motor berputar bersama dengan kipas yang selanjutnya mengalirkan udara melalui inti radiator seperti terlihat pada gambar 36.

Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. radiator. kipas. thermostat. sedang kipas pendingin berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan dengan jalan mensirkulasikan udara yang ada di sekitar radiator agar proses pemindahan panas berlangsung dengan cepat. Apabila temperatur mesin masih dingin. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. dan tenaga motor lebih besar karena putaran kipas tidak menyerap tenaga dari poros engkol. Radiator berfungsi untuk mendinginkan air yang telah panas dari water jacket. 3. kipas pendingin. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). . 3) Media pendingin yang berupa air dapat meredam suara mesin. d.temperatur air pendingin tersebut. pompa air. Pada saat mesin panas. pompa air. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. Tugas 1. Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. Kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik mempunyai beberapa keuntungan. Dalam hal ini yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator adalah thermostat. Seorang pengemudi mengeluh bahwa air pendingin yang ada di tangki cadangan tidak mau kembali ke radiator pada saat mesin dingin sehingga setiap saat harus mengisi air pendingin ke radiator. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. maka air akan cenderung mendidih dan menguap. 4. Jelaskan dengan singkat dan jelas alasannya. 6. diantaranya temperatur kerja mesin yang ideal dapat dicapai dengan cepat. suara mesin lebih halus selama kipas belum berputar. Gambarlah sirkuit kelistrikan pada kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik dan jelaskan pula kemungkinan gangguan yang terjadi jika kipas tidak mau berputar pada saat temperatur mesin telah panas (temperatur mesin telah melebihi 93° C). 2) Proses pemanasan motor lebih cepat. thermostat. 5. sedang pompa air untuk menekan air dari water jacket ke radiator. 2. Pada sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. dan selang karet. 4) Media pendingin yang panas dapat digunakan sebagai sumber panas untuk memanaskan ruang penumpang. Disisi lain sistem pendingin air mempunyai beberapa keunggulan antara lain: 1) Temperatur motor di beberapa tempat lebih merata.

. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. emisi gas buang yang berlebihan. Apabila mesin tanpa pendingin maka panas yang dihasilkan motor dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 5. Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada mesin dan bagaimana akibatnya apabila mesin tanpa pendingin? Jelaskan apa saja keuntungan dan kerugian sistem pendingin air dibanding dengan sistem pendingin udara? 3. a) Fungsi sistem pendingin pada mesin adalah sebagai berikut: Untuk mengurangi panas motor. a) Keuntungan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara antara lain: Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja thermostat ? f. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. sehingga komponen motor tersebut akan rusak bahkan dapat berubah bentuk. Jelaskan bagaimana cara kerja sistem pendingin air? 4. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. 2. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. 2. kerja motor yang kurang baik. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan.e. Tes Formatif 1.

4. Air mendapat tekanan dari pompa air. radiator. walaupun dalam kerja yang berat e) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Pada saat mesin masih dingin. Gambar 21. maka tekanannya juga bertambah.b) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil c) Mantel air dan air dapat meredam getaran d) Kemungkinan overheating kecil. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). Bila tekanan air pendingin mencapai 0. Air Pendingin Saat Panas . tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. b) Pada saat mesin panas. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. Relief valve Gambar 22. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. Kerugiannya: a) Bobot mesin lebih berat (air. maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass.) b) Waktu pemanasan lebih lama c) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze d) Kemungkinan terjadinya kebocoran air ² > overheating e) Memerlukan kontrol yang lebih rutin 3.0 kg/cm2 pada 110-120° C.3±1. dsb.

Keselamatan Kerja . Air Pendingin saat Dingin Cara kerja thermostat adalah sebagai berikut: Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. Gambar 24. 2. mengakibatkan katup membuka atau menutup. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Cara Kerja Thermostat g. kunci momen c) Tool box d) Radiator cap tester e) f) Thermometer Panci air g) Kompor pemanas h) Lap/majun.b) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Gambar 25. a) b) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) Kunci sock. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. Vacum Valve 5. Lembar Kerja 1. Gambar 23. Kerja thermostat tergantung oleh suhu. maka dalam radiator terjadi kevacuman.

efektif dan seefisien mungkin. 4. c) Mintalah ijin kepada instruktur anda bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur pemasangan kembali komponen. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. 2. Tujuan Kegiatan Belajar 1. 3. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. . Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur penganalisaan gangguan. d) Bila perlu mintalah buku manual mesin yang dijadikan training object. Overhoul Komponen Sistem Pendingin a. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur overhoul/pembongkaran komponen. c) Lakukan pemeriksaan pada komponen sistem pendingin! d) Lakukan diskusi tentang cara kerja sistem pendingin! e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktik secara ringkas.a) Gunakanlah perlatan servis sesuai dengan fungsinya. 3. a) Tugas Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! Kegiatan Belajar 2. b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan oleh guru/ instruktur. f) Setelah selesai.

Pelepasan. Uraian Materi 1. Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. 2. Pemeriksaan dan Penggantian Pompa Air . (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. Apabila media pendingin terlalu kotor atau banyak mengandung karat (berwarna kuning) harus dilakukan penggantian dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Pemeriksaan kualitas pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). Disamping itu media pendingin juga tidak boleh mengandung minyak pelumas. kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. mesin harus dalam keadaan dingin. Pada saat membuka tutup radiator. (4) Memasang tutup radiator (5) Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran (6) Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. Apabila jumlah air pendingin kurang. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas media pendingin. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. (3) Menutup lubang penguras. b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator harus sedikit. Adapun pemeriksaan kualitas dan kapasitas media pendingin dapat dilakukan sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dapat dilihat pada tangki cadangan (reservoir tank). Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan.b.

karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Urutan Pembongkaran Pompa Air (3) Melepas pompa air b) Pemeriksaan komponen pompa air: (1) Pemeriksaan pompa air dapat dilakukan dengan cara memutar dudukan puli dan mengamati bahwa bearing pompa air tidak kasar atau berisik. Gambar 27. dan- . Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. Demikian pula pelepasan komonen-komponen pompa. kipas. Pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. alternator. a) Prosedur pelepasan pompa air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas tali kipas. Bagan Pompa Air (2) Pemeriksaan kopling fluida dari kerusakan dan kebocoran minyak silicon. Apabila diperlukan. Dalam kenyataannya seringkali seal pompa tidak tersedia di pasaran. Selanjutnya dalam kegiatan belajar ini akan dibahas berturut-turut prosedur pelepasan. Pemeriksaan Kopling Fluida. Gambar 28. kemudian lepas tali kipas. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. Untuk melepas pompa dari sistem pendingin sebaiknya mengikuti prosedur yang benar. (c) Melepas mur pengikat kipas dengan kopling fluida dan puli (d) Melepas mur pengikat kipas dari kopling fluida Gambar 26. Pelepasan dan pemasangan komponen yang tidak benar akan mengakibatkan kerja pompa tidak optimal. bearing pompa air harus diganti.Pompa air perlu diperiksa apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. pemeriksaan dan pemasangan pompa air. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. kopling fluida (jika ada) dan puli pompa air dengan prosedur sebagai berikut: (a) Merentangkan tali kipas dan mengendurkan mur pengikat tali kipas (b) Mengendorkan pivot dan baut penyetel.

Konstruksi Kopling Fluida c) Prosedur pelepasan komponen pompa air: Komponen pompa air terdiri atas: bodi pompa. tekan poros bearing dan lepas bearing dan rotor. Gambar 30. dudukan puli.Gambar 29. rotor. tekan poros bearing dan lepas dudukan puli Gambar 31. pasang seal (3) Memasang dudukan puli menggunakan SST dan mesin . satuan seal. Nama komponen yang diberi tanda ¸ adalah komponen yang tidak dapat digunakan lagi setelah dilakukan pelepasan komponen. bearing. Permukaan bearing harus rata dengan bodi pompa. (2) Memasang seal pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Oleskan seal pada seal baru dan bodi pompa (b) Menggunakan SST dan mesin press. gasket dan plat (lihat gambar 3). Cara Melepas Dudukan Puli (3) Melepas bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menekan poros bearing dan melepas bearing dan rotor dengan menggunakan SST dan mesin press (4) Melepas rakitan seal dengan menggunakan SST dan mesin press d) Prosedur perakitan komponen pompa air: (1) Memasang bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menggunakan SST dan mesin press. Cara Melepas Plat Gambar 32. Komponen Pompa Air Adapun prosedur pelepasan komponen pompa air adalah sebagai berikut: (1) Melepas plat pompa dengan cara melepas baut pengikatnya (lihat gambar 4) (2) Melepas dudukan puli dengan menggunakan SST dan pres.

(6) Memeriksa bahwa pompa air berputar lembut. maka termostat perlu diganti. dengan cara sebagai berikut: (1) Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Gambar 35. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. Melepas Tutup Thermostat b) Pemeriksaan thermostat. Gambar 33. a) Pelepasan. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Pemeriksaan dan Pemasangan Thermostat Prosedur pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas saluran air keluar (selang karet atas) (3) Melepas tutup rumah thermostat. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup c) Prosedur pemasangan thermostat dengan cara sebagai berikut: (1) Memasang gasket baru pada thermostat . 3. kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya. periksa bahwa rotor tidak menyentuh plat pompa. Gambar 34. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Permukaan rotor harus rata dengan permukaan poros bearing (5) Memasang plat pompa. (2) Memeriksa tinggi kenaikan katup. thermostat perlu diganti.press pada poros bearing pompa. (4) Memasang rotor menggunakan mesin press pada poros bearing pompa.

kemudian pasang tutup radiator pada radiator cap tester (alat uji tutup radiator). (2) Memeriksa tutup radiator dengan alat uji tutup radiator. Pemasangan thermostat 4. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: . 10° ke kiri atau ke kanan dari tanda. tidak diperkenankan membuka tutup radiator dalam keadaan mesin masih panas. Posisi jiggle valve dapat digeser.Gambar 36. Alat tersebut disamping dipakai untuk memeriksa kebocoran pada sistem pendingin juga dapat digunakan untuk menentukan kondisi tutup radiator. Untuk mencegah terjadinya bahaya panas. karena cairan dan uap bertekanan akan menyembur keluar. Memasang Gasket Baru (2) Meluruskan jiggle valve pada thermostat dengan tanda di sisi kanan dan masukkan ke dalam rumah saluran. a) Pemeriksaan tutup radiator dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Pemeriksaan dan Pengujian Sistem Pendingin Pemeriksaan dan pengujian dalam sistem pendingin adalah pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin. Gambar 38. Lakukan pemompaan dan ukurlah tekanan pembukaan katup vakum. (3) Memasang saluran air keluar. Gambar 37. Untuk memeriksa kebocoran sistem pendingin diperlukan alat yang disebut ³Radiator Cap Tester³.

yaitu temperatur mesin berlebihan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen mesin. Pemeriksaan komponen pompa air meliputi pemeriksaan bearing pompa. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. Apabila kerusakan bearing tidak segera diperbaiki. seal pompa. Air pendingin yang tidak pernah diganti akan menimbulkan kerak-kerak pada komponen yang dilalui media pendingin sehingga proses pendinginan tidak optimal. Kekurangan media pendingin akan menyebabkan mesin overheating. Pemeriksaan Kebocoran Pada Sistem Pendingin (2) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1.05 kg/cm2 (10. maka perlu diperiksa blok dan kepala. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar 39.7 ± 14. dan pompa air. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin dalam hal ini adalah air pendingin mutlak diperlukan. maka tutup radiator perlu diganti.0.9 psi) Tekanan pembukaan minimum : 0. Rangkuman 1. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin.6 kg/cm2 (8. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. c. Akibatnya mesin menjadi overheating yang pada gilirannya komponen mesin menjadi rusak. Gambar 39. radiator. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. b) Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Isilah radiator dengan media pendingin.1 psi). Hal tersebut dapat terjadi karena sistem pelumasan akan terganggu akibat kenaikan suhu yang berlebihan. 2.2 kg/cm2 (17.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan. karena apabila kapasitas dan kualitas air pendingin tidak pernah diperhatikan akan mengganggu proses pendinginan. Demikian juga kualitas pendingin sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem pendingin. Bearing pompa yang sudah bersuara berisik mengindikasikan bahwa komponen telah rusak dan perlu segera diganti.75 ± 1. . dan rotor pompa. dikhawatirkan pompa akan macet (tidak dapat berputar) sehingga proses pendinginan akan terhenti.

dimana rotor pompa aus atau keropos sehingga pompa air tidak dapat menekan medi pendingin tersebut. Jelaskan juga bagaimana cara mengatasi problem tersebut sehingga mesin dapat kembali normal! 2. Jelaskan mengapa pompa air perlu diperiksa? . Terjadinya overheating dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karena gangguan pada sistem pendingin. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. artinya komponen tersebut harus diganti dengan yang baru. Tugas 4. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. Namun demikian penyebab air tidak dapat bersirkulasi bukan semata-mata disebabkan kerusakan thermostat. Bagaimana cara anda menentukan kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin mobil tersebut ? Langkah-langkah apa yang harus anda lakukan mulai dari yang paling sederhana sampai pada kasus yang agak kompleks! e. satuan seal. Buatlah ringkasan beberapa penyebab mesin overheating dengan observasi di bengkel umum terhadap kasus-kasus mesin overheating yang masuk ke bengkel tersebut. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. radiator. baru nampak adanya kebocoran. 1. padahal media pendingin dalam keadaan penuh. karena kesalahan pemasangan akan mengakibatkan gangguan proses kerja pompa air. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan dan penggantian media pendingin? 2. Tes formatif 1. Seorang pemilik mobil mengeluh bahwa mobilnya cepat panas.Dalam melakukan pelepasan dan perakitan pompa air. Setelah komponen pompa dilepas ada beberapa komponen yang tidak boleh dipasang lagi. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. harus memperhatikan prosedur atau langkah-langkah yang benar. rotor. dan gasket. Prosedur pemeriksaan thermostat harus dilakukan dengan cermat mengingat cara kerjanya didasarkan atas perubahan suhu. pompa. d. 3. Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin. Penyebab lain dari gejala tersebut adalah kerusakan pada pompa air. Komponen tersebut antara lain: bearing. Pemeriksaan thermostat diperlukan manakala air pendingin tidak dapat bersirkulasi. Dengan demikian pada waktu melakukan pengamatan ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu saat membukanya katup dan pada suhu berapa thermostat tersebut membuka.

mesin harus dalam keadaan dingin. Apabila jumlah air pendingin kurang. 4. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 6. Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. Kunci jawaban tes formatif 1. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat ? Jelaskan mengapa pemeriksaan kebocoran sistem pendingin harus dengan alat khusus yaitu radiator cap tester? 5.3. Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan tutup radiator? f. Pada saat membuka tutup radiator. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. (3) Menutup lubang penguras. kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Pemeriksaan kualitas air pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. Adapun prosedur pemeriksaan kualitas air pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. (4) (5) Memasang tutup radiator Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran . Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas air pendingin dengan cara sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dengan melihat jumlah air pada tangki cadangan (reservoir tank).

baru nampak adanya kebocoran. pompa. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C : 8 mm atau lebih. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. Gambar 40. Pompa air juga perlu diperiksa apabila terdengar suara berisik di sekitar popmpa. Gambar 41. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. Dalam kenyataannya seringkali seal perapat pompa tidak tersedia di pasaran. 3. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. radiator. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar berikut ini. a) Prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin adalah: 4. Adakalanya pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. Isilah radiator dengan media pendingin. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa.(6) 2. Gambar 42. Pemeriksaan Kebocoran pada Sistem Pendingin . Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. maka termostat perlu diganti. Hal tersebut dapat terjadi apabila bantalan pompa telah rusak. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. thermostat perlu diganti. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. 5. Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. Pemeriksaan pompa air diperlukan apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80°-90° C. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup. kemudian periksa temperatur pembukaan katup.

Prosedur pemeriksaan tutup radiator adalah sebagai berikut: Melakukan pemompaan pada radiator cap tester dan mengukur tekanan pembukaan katup vakum.6 kg/cm2 (8. Gambar 43.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan.b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. a) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) b) Peralatan tangan. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin.9 psi) Tekanan pembukaan minimum: 0. radiator. Lembar Kerja 1. kunci pas/ring atau tang c) Radiator cap tester d) Lap/majun. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum. maka tutup radiator perlu diganti. 2.75 ± 1. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. maka perlu diperiksa blok dan kepala silinder. dan pompa air. dan periksa bahwa tekanan tidak turun.1 psi).7±14. 6. . Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. g. c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. a) Keselamatan Kerja Gunakanlah perlatan tangan sesuai dengan fungsinya. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: 0.2 kg/cm2 (17.05 kg/cm2 (10.

pemeriksaan dan penggantian sistem pendingi. Tugas a) Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! BAB. Apa penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas. Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor? Jelaskan kebaikan dan kerugian sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara? Jelaskan dengan gambar cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 4. PERTANYAAN 1. 2. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. c) Lakukan pelepasan. b) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur. efektif dan seefisien mungkin. d) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. 3. 3. e) Setelah selesai.d) Bila perlu mintalah buku manual motor bensin yang menjadi training object. 4. Bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat? 6. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut? . III EVALUASI A. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 5.

walaupun dalam kerja yang berat. a) Fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor adalah: Untuk mengurangi panas motor. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran . b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil. maka dalam radiator terjadi kevacuman. c) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. KUNCI JAWABAN 1. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. radiator. Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik.0 kg/cm2 pada 110-120° C. maka tekanannya juga bertambah. 4) Kemungkinan overheating kecil. 3. emisi gas buang yang berlebihan. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin. Kerugian sistem pendingin air antara lain: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. 2. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. 4) Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating.). kerja motor yang kurang baik. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. Kebaikan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. 2) Waktu pemanasan lebih lama. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar .3±1. dsb. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C.B. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia.

maka perlu diperiksa blok dan kepala.2 kg/cm2 (17. C. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. a) Prosedur pemeriksaan sistem pendingin adalah sebagai berikut: Isilah radiator dengan air pendingin. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Skor Kriteria (1-10) Kognitif (soal no 1 s. Penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas adalah: a) Coolant temperatur switch rusak/tidak bekerja b) Relay kipas rusak atau tidak bekerja c) Motor penggerak kipas rusak atau tidak bekerja d) Jaringan kabel penghubung putus atau hubung singkat.d 4) Ketepatan prosedur KRITERIA KELULUSAN Nilai: Bobot Skor x Bobot 5 1 Syarat lulus nilai minimal Keterangan . 6. Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. radiator. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. dan pompa air. 4. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. thermostat perlu diganti.1 psi).mengganti kevacuman dalam radiator. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. maka termostat perlu diganti. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar di bawah. 5.

79 80 s.d. 100 Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya.d.d. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. Sebaliknya. .d. 89 : : = 0 (nol) = (tidak lulus) 70 s. BAB. 100 (lulus) memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan.pemeriksaan Hasil pemeriksaan Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 70 2 1 1 Keterangan: Tidak Ya 70 s. IV PENUTUP 90 s. maka peserta diklat tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya.

th. (1986). Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Pedoman Reparasi Mesin 7 K. Anonim. Materi Pelajaran Engine Group Step 1. (1977). Anonim. Anonim. (1995). Larry. Materi Pelajaran Engine Group Step 2.DAFTAR PUSTAKA Anonim. otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya Apr 21 Posted by 66tech BAB I . William K. Teori Motor Bensin. Crouse. (t. Anonim.). Posted in ilmu. Pedoman Reparasi Mesin 1E. Automotive Encyclopedia. Automotive Engines. William H. South Holland: The Goodheart Willcox.. Proyek Pengembangan LPTK. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. 2E. dan Anglin. Wardan Suyanto. (1995). dan Johnson.. Toboldt. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Donald L (1986). (1993). (1995). Jakarta: Depdikbud: Dirjen Dikti. New York: Mc Graw Hill. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. New Step 1 Training Manual.

OPKR. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prinsip kerja engine dan jenis-jenis engine beserta komponen-komponennya. jenisjenis motor dan komponennya serta dapat mengidentifikasi jenis-jenis motor dan komponenkomponennya. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar.identifikasi jenis-jenis motor dan komponennya. .10-016 B tentang K3. akan mudah mempelajari sub kompetensi berikutnya yaitu OPKR. b. Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. kegiatan belajar 2 melakukan identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. Bila ada materi yang kurang jelas. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. OPKR. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. B. 20-001-1 B membahas tentang prinsip kerja motor. 10018 tentang kontribusi. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan overhaul dan perawatan motor. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prinsip kerja motor. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. Petunjuk Penggunaan Modul 1. yang di industri perotomotifan dikenal dengan sebutan Tune-up engine.PENDAHULUAN A. komunikasi di tempat kerja serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. 20-001-2 B tentang perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. C.

Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) 4) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. Siswa dinyatakan menguasai materi. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. Gunakan alat sesuai prosedur yang pemakaian yang benar Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. . Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. harus meminta ijin guru lebih dahulu. d. 2. g. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Membantu siswa dalam memahami konsep.c.ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. d. Sebelum melaksanakan praktik. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. f. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 5) Setelah selesai praktik. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. b. c. praktik baru. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e.

engine dan jenis-jenis nkomponen komponenengine dan komponen engine komponennya komponennya engine *Menerapkan *Persyaratan K3 keamanan *Data spesifikasi peralatan/ pabrik *Melaksanaka komponen dan n kegiatan keselamatan diri yang kompleks dan tidak rutin. g. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Melaksanakan penilaian internal i. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. h. D. jenis-jenis engine/motor dan komponennya. 2. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. f. SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1. Memahami prinsip kerja. jenis-jenis engine/motor dan komponen-komponennya.menjadi mandiri dan bertanggung LINGKUP BELAJAR . Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan.e. Mencatat hasil kemajuan siswa. E. Dapat melakukan identifikasi.Memelihara/ser *Pemeliharaan/ser vis engine dan vis engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami *Data yang tepat MATERI POKOK PEMELAJARAN PENGETAHU KETRAMPIL SIKAP AN AN *Prinsip *Menerapkan *Prinsip kerja *Melaksa kerja engine engine SOP dalam nakan mengidentifik *Jenis-jenis identifikasi *Kompone asi komponen.

guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Jenis Kegiatan 1. Kemampuan Sebelum siswa mempelajari modul ini.siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Prinsip kerja engine 2 Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru langkah dan 4 langkah. F. Bila siswa sudah merasa bisa.dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/serv is *Seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan SOP dan K3 jawab untuk pekerjaan yang lainnya. Tetapi bila belum bisa. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan. . supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. BAB II PEMELAJARAN A. guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.

2. a) Prinsip Kerja motor bensin 2 langkah Langkah kompresi. Dan yang dimaksud langkah (Stroke) adalah seperti berikut ini : Gambar 1. listrik. Sedang motor bensin dan disel termasuk motor pembakaran dalam karena tenaga panas dihasilkan di dalam motor itu sendiri. Langkah/stroke motor TDC = Top Death Center atau Titik Mati Atas (TMA) BDC = Bottom Death Centre atau Titik Mati Bawah (TMB) Titik mati atas adalah batasan maksimal gerakan piston ke atas. motor yang berkembang saat ini ada motor 2 langkah dan motor 4 langkah. Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya B. Sedang motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar. a. di atas piston terjadi tekanan sehingga ketika piston belum menutup saluran buang 2. 1. sedang titik mati bawah adalah batasan maksimal gerakan piston ke bawah. Motor bakar dibagi menjadi motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) dan motor pembakaran luar (eksternal combustion chamber).jenis-jenis engine dan komponennya. Bila ditinjau dari langkah (Stroke) pada proses pembakarannya. gas sisa pembakaran akan mengalir ke saluran . jenis-jenis engine dan komponennya. Uraian Materi Prinsip Kerja Engine Motor/engine /mesin adalah suatu alat yang merubah tenaga panas. air dan sebagainya menjadi tenaga mekanik. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prinsip Kerja Engine. Jenis-jenis engine dan komponennya. b.buang dan penghisapan: Pada langkah ini piston 6 bergerak dari TMB ke TMA. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah.

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 3. Prinsip kerja motor bensin 4 langkah .buang dan ketika piston menutup saluran buang. campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang bakar.dan pada saat ini kedua katup dalam keadaan tertutup. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 2. katup masuk dan katup buang tertutup. Langkah buang: Piston bergerak dari TMB ke TMA. katup buang menutup. tenaga tersebut akan dikirim oleh connecting rod menjadi tenaga putar pada crank shaft. Pada saat saluran buang terbuka dan saluran pemasukan tertutup. Prinsip kerja motor bensin 2 langkah b) Prinsip kerja motor bensin 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. di dalam ruang bakar 5 terjadi kompresi. katup masuk membuka. melalui saluran pemasukan 1 . katup masuk menutup dan katup buang membuka. campuran bahan bakar dan udara dikompresikan dengan tekanan antara 9 Kg/cm2-12 Kg/cm2. pemasukan campuran baru ke ruang bakar sekaligus mendorong gas bekas keluar melalui saluran buang. Di bawah piston terjadi tekanan. Langkah usaha. di bawah piston terjadi penghisapan. gas sisa pembakaran akan terdorong keluar melalui saluran buang. campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang engkol 9. Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA busi meloncatkan api akan terjadilah pembakaran. pemasukan dan buang: Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi 4 meloncatkan api sehingga terjadi pembakaran. tenaga pembakaran akan mendorong piston ke bawah dan melalui connecting rod 7 tenaga tersebut dikirim menjadi tenaga mekanik pada crank shaft 8. Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. Tenaga pembakaran kan mendorong piston dari TMA ke TMB.

bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar. Langkah buang dan kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA.c) Prinsip kerja motor disel 2 langkah pemasukan: Langkah usaha dan Pada saat tejadi pembakaran di ruang bakar.Tenaga pembakaran akan mendorong piston dari TMA ke TMB. Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. dan melalui connecting rod tenaga tersebut dirubah menjadi tenaga putar pada crank shaft (C). tenaga tersebut oleh connecting rod dikirim ke crank shaft menjadi tenaga putar. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut : Gambar 4. Pada saat ini saluran buang tertutup (A). bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder sehingga terjadilah pembakaran (C). dan beberapa derajad sebelum piston mencapai TMA. maka udara murni akan mendorong gas bekas keluar dari silinder menuju saluran buang selama saluran buang membuka (B). Pada saat saluran buang mulai menutup terjadilah pengkompresian udara murni di atas piston dengan tekanan antara 16 Kg/cm2 ± 22 Kg/cm2. Prinsip kerja motor disel 2 langkah d) Prinsip kerja motor disel 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. Langkah buang: . katup masuk membuka dan katup buang menutup. sehingga terjadi pembakaran. udara murni masuk ke ruang bakar (A). katup masuk dan buang menutup. Pada saat piston melewati lubang-lubang pemasukan pada didnding silinder.tenaga panas akan mendorong piston dari TMA ke TMB. udara murni di ruang bakar terkompresikan (B). saluran buang terbuka (B). Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA. Karena saluran buang terbuka. maka terjadilah pemasukan udara murni ke dalam silinder.

katup masuk tertutup dan katup buang membuka. Engine bersilinder 2 . Prinsip kerja motor disel 4 langkah e) Perbedaan antara motor bensin dan disel Dari prinsip kerja engine dapat dilihihat perbedaan antara engine bensin dengan disel. dua. empat. tiga. enam. yang membedakan antara keduanya adalah seperti pada tabel berikut berikut: Item Siklus Pembakaran Tekanan kompresi Ruang bakar Percampuran bahan bakar Metode penyalaan Bahan bakar Getaran suara Efisiensi panas (%) Motor Diesel Siklus Sabathe 16-22 Kg/cm2 Rumit Diinjeksikan pada akhir langkah Terbakar sendiri Solar Besar 30-40 2. Jenis-jenis engine Motor Bensin Siklus Otto 9-12 Kg/cm2 Sederhana Dicampur dalam karburator Percikan busi Bensin Kecil 22-30 a) Engine ditinjau dari jumlah silindernya Bila ditinjau dari jumlah silindernya ada engine dengan silinder satu. Pada saat ini gas sisa pembakaran akan terdorong keluar dari silinder ke saluran pembuangan (D) Gambar 5.Piston bergerak dari TMB ke TMA. delapan dan seterusnya. Secara garis besar komponen ± komponen engine bensin dan disel hampir sama. Engine silinder 1 Gambar 7. Gambar 6.

Gambar 10. Engine bersilinder 4 Gambar 9. Engine tipe In-line Gambar 10. Engine tipe V .Gambar 8. Engine bersilinder 6 b) Engine ditinjau dari susunan silindernya Bila ditinjau dari susunan silindernya engine terbagi menjadi beberapa Tipe yaitu: tipe in-line. tipe V dan tipe horizontal berlawanan.

Engine tipe Horizontal berlawanan c) Engine ditinjau dari penempatan mekanisme katupnya Bila ditinjau dari mekanisme katupnya engine dibagi menjadi: tipe Over Head Valve (OHV). Mekanisme katup tipe Over Head Valve (OHV) Gambar 13. Mekanisme katup tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC) d) Engine bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya Bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya: dengan penggerak roda gigi. Gambar 12. Perhatikan gambar-gambar berikut: . Mekanisme katup tipe Over Head Cam shaft (OHC) Gambar 14. timing chain dan timing belt.Gambar 11. tipe Over Head Cam shaft (OHC) dan tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC).

Gambar 15. Mekanik katup dengan penggerak timing chain . Mekanik katup dengan penggerak roda gigi (timing gear) Gambar 16.

engine diesel. Engine Gasoline (motor bensin) Gambar 19. Engine Diesel (motor disel) . engine cerosine (motor minyak tanah) dan engine LPG. Mekanik katup dengan penggerak timing belt e) Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya Bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya engine dibagi: Engine gasoline (motor bensin). Untuk keperluan kendaraan motor bensin dan disel relatif lebih banyak digunakan. Gambar 18.Gambar 17.

Sedang bagian-bagian penunjang kerja engine meliputi: Sistem pendinginan. poros nok. Gambar 21. kepala silinder. Kepala silinder (cylinder head) § Keterangan gambar kepala silinder: Spark plug (Busi): untuk meloncatkan api tegangan tinggi. mekanik katup. Adjusting shim: penyetel celah katup Valve lifter: Sebagai pengangkat katup Exaust valve: untuk membuka dan menutup saluran buang Valve guide: Untuk penghantar gerakan katup Gasket: sebagai perapat Water jacket: untuk saluran air pendingin Cylinder block: untuk tempat pembakaran/tempat bekerjanya Piston. poros engkol. saluran pemasukan dan juga saluran pembuangan. poros engkol. Piston : untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. poros nok dan roda penerus. . Pada kepala silinder juga digunakan untuk menempatkan kelengkapan mekanik katup.3. Komponen-komponen Engine Engine terdiri dari komponen-komponen engine dan bagian-bagian pendukung kerja engine. Yang dimaksud komponen-komponen engine meliputi: Blok silinder. sistem pelumasan. kelengkapan piston. Gambar 20. Selain itu juga sebagai tempat kerjanya komponen-komponen yang lain seperti piston. Blok silinder (Cylinder Block) b) Kepala silinder (Cylinder Head) Membentuk ruang bakar atau tempat ruang bakar tambahan. sistem bahan bakar dan sistem pengapian. Pada bagian atas blok silinder dipasang kepala silinder dan pada bagian bawah dipasang panci oli. a) Blok silinder (cylinder block) Pada bagian linernya sebagai tempat terjadinya proses pembakaran.

Ada beberapa jenis ruang bakar untuk motor bensin yaitu jenis: setengah bulat. To exhaust manifold : disambung dengan manifold buang To intake manifold : disambung dengan manifold masuk Pada kepala silinder juga diletakkan atau dibentuk ruang bakar (Combustion Chamber). bak mandi dan pent roof. Ruang bakar setengah bulat Gambar 23. Gambar 22. Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup.Combustion chamber : untuk tempat pembakaran Valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup Oil seal : Sebagai perapat oli agar tidak masuk ke ruang bakar Intake valve: untuk membuka dan menutup saluran pemasukan. baji. Ruang bakar Baji .

Ruang bakar Bak mandi Gambar 25. Ruang bakar kamar pusar . Ruang bakar kamar depan Nozzle (injector): untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang Bakar. Pre combustion chamber : untuk tempat pembakaran awal Glow plug (Busi pijar) : untuk pemanas ruang bakar untuk tempat pembakaran utama Combustion chamber : Gambar 28. Ruang bakar Injeksi langsung Ruang bakar untuk motor disel injeksi tidak langsung (indirect injection) ada: ruang bakar kamar depan (Pre combustion chamber. Ruang bakar Pent Roof Sedangkan jenis ruang bakar untuk motor disel Injeksi langsung (Direct Injection) ada: Multi Spherical. ruang bakar kamar pusar (Swirl chamber) dan model sel udara (Air cell) Gambar 27.Gambar 24. Hemispherical dan Spherical Gambar 26.

sekaligus menepatkan posisi katup dengan piston. Model Timing Gear Model timing gear digunakan pada motor jenis OHV (Over Head Valve) dan menggunakan lifter serta push rod. Ruang bakar sel udara c) Mekanik katup (valve mekanism) Katup pada umumnya diletakkan pada kepala silinder. Gambar 31. timing chain atau dengan timing belt. Metode penggerak mekanik katup menggunakan: timing gear. Model Timing Chain . Timing gear : untuk penghubung putaran poros engkol dengan poros nok.Gambar 29. Gambar 30. Adapun fungsi katup untuk membuka dan menutup ruang bakar sesuai proses yang terjadi di dalam silinder.

Model Timing Belt Pada model timing belt. pena piston dan batang piston. serta Roda gigi sprocket sebagai pengganti timing gear. Poros Noknya terletak pada kepala silinder. d) Kelengkapan Piston (Piston Assy) Piston berfungsi menghisap dan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara pada motor bensin atau udara murni pada motor disel. ring piston. Jenis ini tidak memerlukan tensioner dan pelumasan. poros nok digerakkan oleh sabuk yang Bergigi sebagai pengganti rantai. Selain itu piston juga meneruskan tenaga panas hasil pembakaran menjadi tenaga mekanik pada poros engkol melalui batang piston. Cam shaft dan crank shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. Gambar 32. digerakkan oleh rantai. juga sebagai pembentuk ruang bakar. . Kelengkapan piston terdiri dari: Piston.Model timing chain digunakan pada motor jenis OHC (Over Head Cam shaft) atau DOHC (Double Over Head Cam shaft). Tegangan rantai diatur oleh tensioner dan getarannya diredam oleh Vibration damper.

Gambar 33. Ring kompresi sebagai perapat kompresi sekaligus Perapat agar pembakaran tidak merambat ke bawah piston. Ring piston dan alurnya pada piston Ring piston terdiri dari ring kompresi (compression ring) dan ring Oli (oil ring). Gambar 34. Konstruksi piston (Torak) Compression ring grooves: untuk menempatkan ring kompresi Oil ring grooves: untuk menempatkan ring oli Piston pin boss: untuk bantalan dudukan pena piston Piston pin hole: untuk menempatkan pena piston Lands: sebagai pembatas ring piston Skirt: sebagai penyerap panas. Untuk motor dua langkah tidak menggunakan ring oli karena panci oli terpisah dengan ruang engkol. Sedang ring oli untuk menyapu oli pelumas pada dinding silinder agar kembali ke panci oli. .

Gambar 35. antara lain: tipe Fixed. Oleh sebab itu penyambungan pena piston ada beberapa tipe. Pena piston (Piston Pin) Pena piston berfungsi menyambung piston dengan batang piston agar dapat bergerak sesuai fungsinya masing-masing. full floating dan semi floating Gambar 36. Tipe penyam bungan pena piston .

Poros nok (Cam shaft) Journal: sebagai titik tumpu putaran poros Cam shaft drive gear: sebagai gigi pemutar Cam shaft driven gear: sebagai gigi yang diputarkan . Poros ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran ke roda penerus. akibat tenaga hasil pembakaran. Gambar 39. Poros nok sebagai penggerak mekanik katup ada yang hanya untuk katup buang atau katup masuk saja. Gambar 40.Gambar 37. e) Poros engkol (Crank shaft) Poros engkol menerima beban dari piston dan batang piston. ada pula yang sekaligus menggerakkan katup masuk dan buang. Batang piston (Conecting Rod) Gambar 38. Poros engkol (crank shaft) Oil hole: Untuk saluran pelumasan Crank pin: untuk tempat tumpuan big end batang piston Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor weight: sebagai bobot penyeimbang putaran f) Poros nok (Cam shaft) Counter balance Poros nok adalah sebuah poros yang dilengkapi dengan nok-nok sebagai penggerak mekanik katup. Small end : untuk menempatkan pena piston Big end : untuk pemegang pin journal pada poros engkol Conecting rod bearings : sebagai bantalan Oil hole : untuk menyalurkan oli pendingin menuju piston Conecting rod cap : sebagai penahan connecting rod dengan pin Journal. Conecting rod bearing Batang piston berfungsi untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol.

Panci oli (Oil punch) i) Sistem pendinginan (Cooling System) Secara umum sistem pendinginan engine bensin dan disel sama. Roda penerus (Fly wheel) h) Panci oli (Oil punch) Panci oli dipasang pada blok motor paling bawah dan berfungsi sebagai penampung oli motor. . Sedangkan fungsi utama sistem pendinginan adalah untuk mengontrol suhu kerja engine.Intake cam shaft: penggerak mekanik katup masuk Exhaust cam shaft: penggerak mekanik katup buang Cam shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. Cut-out groove: untuk menggerakkan didtributor g) Roda penerus (Fly wheel) Roda penerus dipasang pada out put poros engkol dan berfungsi sebagai penerus putaran/tenaga dari mesin ke sistem pemindah tenaga kendaraan (Power train). Untuk dapat melaksanakan fungsinya. sistem pendinginan dilengkapi dengan komponen-komponen berikut: Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. Gambar 41. Gambar 42. Kecual i itu roda penerus juga untuk meneruskan putaran dari motor starter ke poros engkol agar mesin dapat distart.

Slang bawah radiator: Untuk mengalirkan air ke engine. Tali kipas/Fan belt: Untuk menggerakkan kipas pendingin. . Thermostaat: Sebagai pengontrol suhu kerja engine. Pompa air/Water pump: untuk mensirkulasikan air. Slang atas radiator: Untuk mengalirkan air panas dari engine.

.Gambar 43. pompa oli. hal ini dimaksudkan agar komponen-komponen engine tidak cepat aus dan kinerja engine tetap terjaga. Adapun komponen sistem pelumasan meliputi: Saringan (strainer). saluran oli (hole). saringan oli (Oil filter). Sistem Pendinginan air j) Sistem Pelumasan (Lubrycating System) Sebagian besar mekanik engine yang bergerak memerlukan pelumasan.

Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: Tangki (Fuel tank): sebagai penampung bahan bakar Pompa (Fuel pump): Menyuplai bahan bakar dari tangki ke Karburator. Karburator: Untuk mencampur udara dan bahan bakar. Pompa pemindah (Feed pump): menyuplai bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. . Sistem pelumasan (Lubrycating System) k) Sistem Bahan bakar (Fuel System) Pada prinsipnya sistem bahan bakar berfungsi menyuplai bahan bakar sesuai kebutuhan engine. Pengendap air (Water cendimeter): Untuk mengendapkan air yang ada pada bahan bakar.Gambar 44. Saringan : Untuk menyaring bensin dari kotoran yang ada. Pompa injeksi (Injection pump): untuk menyuplai bahan bakar ke nozel dengan tekanan tinggi. Sistem bahan bakar engine bensin menggunakan karburator dan sistem bahan bakar engine disel menggunakan pompa injeksi dan nozel. Saringan (Fuel filter): menyaring bahan bakar. Gambar 45. Sistem bahan bakar engine bensin Sedangkan sistem bahan bakar engine disel mempunyai komponen seperti berikut: Tangki (Fuel pump): untuk menampung bahan bakar. Pompa penyalur (Priming pump): Untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam sistem saat membliding udara.

Gambar 46. Sistem bahan bakar engine disel dengan Pompa In-line .Injektor (Nozzle): Menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.

dan menyalurkan kembali saat platina membuka. adapun fungsinya memberikan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Komponen-komponen sistem pengapian antara lain: Baterai: sebagai penyimpan arus listrik. Distributor: Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. Kunci kontak (Switch): Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dengan sistem. Koil: Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan Tinggi. . Sistem bahan bakar engine disel dengan pompa rotary l) Sistem Pengapian konvensional Sistem pengapian digunakan pada engine bensin.Gambar 47. Kondensator: Menyimpan arus primer saat platina menutup.

Busi: Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Sistem pengapian engine bensin konvensional . Gambar 48.

Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya: motor bensin. valve mekanism. 16. 3. motor cerosine. Motor 4 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 4 langkah piston atau 2 putaran crank shaft. fly wheel. 5.empat.enam. Metode pembakaran motor bensin dengan percikan api busi. 10. dua. Yang dimaksud langkah piston (Stroke) adalah gerak piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya. Motor 2 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 2 langkah piston sekali putaran crank shaft. crank shaft.delapan dan seterusnyaa. cylinder head. Engine bila ditinjau dari susunan silindernya: jenis in-line. cam shaft dan oil punch.c. 9. motor terdiri dari motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar. 1.tiga. motor LPG dan motor disel. sedang motor disel dengan kompresi tinggi (terbakar sendiri/self ignition). jenis V dan jenis horizontal berlawanan. 15. 11. Motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) adalah motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 7. Motor bensin menggunakan siklus otto sedang motor disel menggunakan siklus sabathe. 6. Rangkuman Motor bakar adalah motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. Ditinjau dari langkah (Stroke) motor terdiri dari motor 2 langkah dan motor 4 langkah. 13. 14. Komponen utama motor: Cylinder block. Engine ditinjau dari jumlaah silindernya ada engine bersilinder Satu. 12. metode pembakaran dan penggunaan bahan bakar motor terdiri dari motor bensin dan motor disel. Ditinjau dari tempat pembakarannya. piston assy. 4. 2. tipe OHC dan DOHC. . Engine bila ditinjau dari mekanisme katupnya : tipe OHV. 8. Bahan bakar motor bensin adalah bensin/premium/gasoline sedang motor disel menggunakan solar/light oil. Ditinjau dari siklus pembakaran.

Sistem pelumasan terdiri dari: Pompa oli. bearing cap dan insert bearing. Macam penyambungan pena piston: Fixed. piston ring. Roda penerus untuk meneruskan putaran / tenaga motor ke power train dan putaran starter ke poros engkol. 21. 22. Batang piston untuk meneruskan gerak lurus piston menjadi gerak putar pada poros engkol. Crank shaft untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel.baji. juga merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. saringan dan karburator. timing chain dan timing belt. Metode penggerak katup: dengan timing gear. tali kipas dan kipas. strainer. 28. 30. 36. slang radiator. Piston berfungsi untuk mengkompresi campuran gas atau udara murni. tempat pembakaran dan menopang komponen engine yang lainnya. 29. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: tangki. tutup radiator. Jenis ruang bakar motor bensin: setengah bulat. 34. piston pin.17. 25. 24. Poros nok untuk menggerakkan mekanik katup 32. hemispherical dan pherical. 27. Panci oli untuk menampung oli motor. Kelengkapan piston: piston. 35. saringan oli. 23. . kamar pusar dan sel udara. sedang oil ring untuk menyapu oli pada dinding silinder. Ruang bakar injeksi tak langsung: model kamar depan. Piston ring kompresi untuk perapat kompresi. Ruang bakar injeksi langsung: model multi pherical. saluran oli. bak mandi dan pent roof. Cylinder block sebagai tempat bekerjanya piston. 26. pompa air. Jenis ruang bakar motor disel: injeksi langsung dan tak langsung. full floating dan semi floating. Pena piston untuk menyambung piston dengan connecting rod. thermostaat. 33. pompa. Cylinder head untuk menempatkan mekanik katup dan ruang bakar. 31. 20. connecting rod. 18. Sistem pendinginan terdari dari: radiator. 19. mantel air.

Sebutkan 4 macam engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya. dalam buku tugas. Tugas 1. Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar. . kunci kontak. distributor dan busi. 38. 1. pompa pemindah. kondensator. 6. pompa priming. cendimeter. koil. Dengan gambar kerja motor disel 2 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder 8. Pelajarilah prinsip kerjanya masing-masing secara cermat. 10. Siapkan model motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. pelajarilah dan catatlah hal-hal baru yang ditemukan. 3. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari mekanisme katupnya.37. 9. 7. 11. dalam buku tugas. Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah 4. Sistem bahan bakar engine disel terdiri dari: tangki. Sebutkan 7 perbedaan motor bensin dengan disel 5. Dengan gambar motor disel 4 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder Sebutkan 5 jumlah silinder motor yang paling banyak digunakan pada kendaraan. saringan. 2. 2. catatlah perbedaan yang terlihat. Jelaskan yang terjadi di bawah dan diatas piston pada motor bensin dua langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB Jelaskan dua kemungkinan yang terjadii di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA. pompa injeksi dan injektor. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya. Jelaskan secara singkat yang dimaksud motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam. Sistem pengapian konvensional terdiri dari: baterai. Carilah buku pada perpustakan bengkel yang sesuai dengan materi pada modul ini. e. 12. d. Diskusikan dengan teman atau minta penjelasan guru bila diperlukan.

27. Motor yang proses pembakarannya terjadi di luar motor tersebut dan Motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 19. 3. 2. f. 16. Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston. 22. Kunci jawaban Motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. 1. Sebutkan 5 komponen sistem pelumasan engine. Sebutkan 3 jenis penggerak mekanik katup. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi langsung. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing-masing. Sebutkan fungsi cendimeter pada sistem bahan bakar engine disel 29. Sebutkan fungsi oil drain pada panci oli. 25. 14. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin. Sebutkan 8 komponen engine beserta fungsinya masing-masing. 23. 21. Sebutkan fungsi roda penerus. 24. Sebutkan fungsi nozel pada sistem bahan bakar engine disel 30. Sebutkan fungsi crank shaft dan cam shaft. 15. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi tak langsung. Sebutkan 2 fungsi panci oli. Sebutkan 7 komponen pada sistem pengapian konvensional engine bensin. Sebutkan 7 komponen sistem pendinginan air 26. 17. . 18. Sebutkan fungsi karburator pada engine bensin. 20. 28. Sebutkan fungsi pompa priming pada pompa injeksi. Motor yang sekali usaha memerlukan 2 langkah piston atau sekali putaran crank shaft dan Motor yang sekali usaha memerlukan 4 langkah piston atau 2 kali putaran crank shaft.13.

sebagian gas bekas akan terdorong keluar oleh gas baru saat lubang pembuangan mulai membuka. Item . katup masuk membuka terjadilah pengisian udara murni B: Piston bergerak ke atas. Saat piston bergerak ke atas dan saluran pembuangan membuka. Piston bergerak semakin ke atas.Tekanan kompresi 9-12 Kg/cm2 . saat piston melewati lubang pemasukaqn. dan kemungkinan kedua langkah kompresi apabila kedua katup menutup. Di bawah piston terjadi tekanan. saluran masuk buang tertutup. in-line. kedua katup menutup terjadilah pengkompresian udara murni C: Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan maka terjadi pembakaran dan piston terdorong ke bawah. 10. B: Langkah buang. A: langkah usaha dan pemasukan.Ruang bakar . 3. 7. maka terjadi pembakaran 8. katup buang membuka. campuran baru terkirim ke ruang bakar.4. Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan. udara murni terkompresikan.Efesiensi panas (%) s/d 30 5. Piston terdorong ke TMB akibat tekanan pembakaran.Bahan bakar . 9. . karena diatas piston terjadi isapan.Percampuran .Suara sederhana di karburator Bensin halus . 1.Siklus Motor bensin Otto Motor disel Sabathe 16-22 Kg/cm2 rumit di ruang bakar Solar kasar s/d 40 . Kemungkinan pertama langkah buang apabila katup buang membuka. 2. C: Langkah kompresi. 4 dan 6 silinder. 6. maka gas bekas akan keluar melalui saluran buang. A: piston bergerak ke bawah. maka terjadi langkah usaha D: Piston bergerak ke atas. V dan horizontal berlawanan. maka gas bekas terdorong keluar lewat saluran buang. udara baru masuk.

17. Kamar depan. Dengan timing gear. OHC dan DOHC. Insert bearing : sebagai bantalan. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup Fly whhel: untuk meneruskan putaran/tenaga ke power train. Setengah bulat. tempat kerja piston. OHV. Panci oli: untuk menampung oli motor. 19. LPG dan disel. dan putaran starter ke poros engkol. Blok motor: untuk tempat pembakaran. 20. 16. Kelengkapan piston: untuk mengkompresikan campuran gas atau udara murni. Motor bensin. full floating dan semi floating. Ring piston: untuk perapat dan penyapu oli. kamar pusar dan sel udara. Pena piston: untuk menyambung piston dan connecting rod. . bak mandi dan pint roof. Fixed. Mekanik katup: Membuka dan menutup ruang bakar sesuai posisi piston.11. timing chain dan timing belt. Poros engkol: Untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. Kepala silinder: membentuk/menempatkan ruang bakar dan mekanik katup. 14. untuk mengkompresikan campuran gas/udara murni. 18. 13. hemispherical dan spherical. cerosine. Multi spherical. Conecting rod: untuk merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar poros engkol. baji. Penerus putaran ke fly wheel dan penggerak mekanik katup. Bearing cap: untuk menempatkan insert bearing dan untuk mengikat connecting rod pada pin journal poros engkol. 15. untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Piston: untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. 12.

Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Kegiatan Belajar 2: Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. 3. Baterai. 22. distributor.strainer. Tugas . Rangkuman d. 23. kunci kontak. Identifikasi komponen engine disel pompa in-line. Identifikasi komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Menampung oli motor. 2. saluran oli pada engine. kabel tegangan tinggi dan busi. a. 28. Untuk mencampur udara dan bahan bakar.pompa oli. 29. 30. 1. Untuk meneruskan tenaga ke power train. Identifikasi komponen engine disel pompa rotary. thermostaat. tutup radiator. 25. Untuk membliding udara.21. 24. 27. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder.saringan oli. Untuk mengendapkan air pada bahan bakar. Radiator. tali kipas dan kipas. Uraian materi Identifikasi komponen engine bensin pada stand/unit kendaraan. mengendapkan kotoran oli. b. koil. 26. c. Panci oli. slang radiator. 6. 5. Tujuan kegiatan belajar Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. Untuk mengetap oli. 4. dan putaran starter ke poros engkol. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder. kondensator. pompa air.

(Bongkaran komponen lengkap). 2. Kunci jawaban . tempelkan nomor urut secara acak pada komponen dan bagian utama engine yang nampak. Tes formatif (Guru menempelkan nomor urut sesuai kunci) 6. 5. Sebutkan nama komponen engine bensin berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen sistem bahan bakarnya. 2. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine bensin 4 langkah 4 silinder.1. (pada engine stand/unit kendaraan). 3. 4. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing pada buku tugas. tempelkan nomor urut pada komponen dan bagian utama engine secara acak. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing sesuai nomor urutnya. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. 4. 5. sesuai nomor urutnya. f. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa rotary berikutdan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. (pada engine stand/unit kendaraan). 3. 6. Siapkan engine stand / unit kendaraan engine disel dengan pompa rotary. dan jelaskan fungsunya masing-masing. Siapkan bongkaran komponen engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Sebutkan nama komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine disel dengan pompa in-line. (pada engine stand/unit kendaraan). Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder. Catatlah dalam buku tugas nama komponen dan bagian utama engine tersebut sesuai nomor urutnya. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen ± komponen tersebut dan catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. Sebutkan nama komponen dan fungsinya masing-masing sesuai nomor urutnya dan catatlah dalam buku tugas. 1. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. e. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa In-line berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. sesuai nomor urutnya. (Bongkaran komponen lengkap).(Bongkaran komponen lengkap).

3. 5. Baterai: untuk menyimpan arus listrik. 11. 2.Soal praktik 1 1. Blok silinder: tempat terjadinya proses pembakaran. 10. 6. Saringan udara: untuk menyaring debu yang terdapat pada udara. saluran pemasukan. Distributor: untuk membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. Saringan udara: menyaring udara. Tutup katup: penutup katup. Kunci kontak: untuk memutus dan menghubungkan arus listri pada sistem pengapian. Kepala silinder untuk tempat ruang bakar dan meletakkan komponen seperti mekanik katup. 12. 4. 8. Busi: untuk meloncatkan api ke ruang bakar. 4. Manifal pemasukan: Untuk memasukkan udara murni. . 2. Oil filter: untuk menyaring oli. Karburator: untuk mencampur udara dan bahan bakar. 9. 3. 7. Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. poros engkol. Saringan bahan bakar: menyaring bahan bakar. 14. Koil Untuk merubah arus primer menjadin arus skunder bertegangan tinggi. pembuangan dan lainnya. busi. 15. Tutup radiator: untuk mengontrol tekanan pada radiator. Soal praktik 2 1. nok dan yang lainnya. kerjanya mekanik engine seperti piston. 5. Tali kipas: untuk menggerakkan kipas pendingin Stik Oli: untuk memeriksa kondisi dan kapasitas oli pelumas. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi. Karter/panci oli: untuk menampung oli pelumasan. 13.

Saluran pemasukan: untuk memasukkan gas baru ke ruang engkol. Injektor/nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Saluran pembuangan: untuk menyalurkan gas buang. Ruang bakar: untuk proses pembakaran. Soal praktik 4 1. 7. 7. Soal praktik 3 1. Stik oli: untuk memeriksa tinggi dan kondisi oli. Sirip pendingin: untuk media pendinginan engine. dan menyiapkan kembali saat radiator memerlukan. 2. 3. Pipa tekanan tinggi: untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke nozel.6. . 8. Lubang busi: untuk menempatkan busi. 9. Glow plug: untuk memanaskan ruang bakar. 5. Saluran pembilas: untuk mengalirkan gas baru ke ruang bakar. 3. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi ke injektor/nozel. 10. 4. Cendimeter: untuk mengendapkan air 6. 2. 6. Tangki: untuk menampung bahan bakar Pompa priming: untuk membliding udara Pompa pemindah: Untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. 8. Reservoir: untuk menampung air pendingin kelebihan tekanan dari radiator. 5. 4. Nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Sringan bahan bakar: untuk menyaring bahan bakar. Pompa air: untuk Mensirkulasikan air ke sistem.

Oil hole: Untuk saluran oli pelumas. 3. 10. Ruang bakar muka: untuk pembakaran awal Lubang injektor: untuk menempatkan injektor/nozel. Timing belt : untuk penghubung putaran engkol ke poros nok. Valve guide: penghantar katup. Push rod: untuk menggerakkan rokcer arm. Piston: untuk menghisap dan mengompresikan campuran udara dan bahan bakar. 7. . Water jacket: untuk mengalirkan air pendingin. 2. Soal praktik 6 1. Soal praktik 5 1. Lifter: untuk menggerakkan psh rod. Lubang busi pijar: untuk menempatkan busi pijar. 4. 8. Batang piston: untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. 2. 3. 4. 8. Puli poros engkol: untuk meneruskan putara ke puli pompa air dan alternator. Blok motor: untuk tempat pembakaran dan kerja piston.7. Poros engkol: untuk memindahkan tenaga engine ke power train. dan merubah tenaga pembakaran menjadi tenaga mekanik. Rocker arm: untuk menggerakkan katup. Roda gigi timing: untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. 9. Valve seat: untuk dudukan kepala katup. 10. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup. 9. 6. 5.

Pompa oli: untuk mensirkulasikan oli ke sistem. 8. 6. Gasket: untuk perapat antara kepala dan blok silinder. Saluran pembuangan: untuk mengalirkan gas buang. 3. Siswa dapat mengidentifikasi engine disel 4 langkah 4/6 silinder. 10. 2. bensin dengan engine Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder 4. Sprocket : untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston.5. 7. . Siswa dapat mengidentifikasikan perbedaan komponen engine disel. LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis engine dan komponennya Sub kompetensi : Identifikasi jenis engine dan komponennyal TUJUAN: 1. Dudukan katup buang : untuk mendudukkan kepala katup buang. Saluran pemasukkan : untuk mengalirkan udara murni. 9.

3. BAHAN: 1. LANGKAH KERJA: 1. Engine stand motor disel atau unit kendaraan. Siapkan peralatan dan bahan 2. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar ALAT: 1. Jangan menghidupkan motor tanpa seijin guru pembimbing Jangan merubah komponen pada engine tanpa seijin pembimbing. 5. Pelajari model belahan motor secara cermat mengenai prinsip kerja motor atau perbedaan komponennya. 2. Kembalikan peralatan dan bahan 5. . Bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. 2. 3. Mengidentifikasi perbedaan antara motor bensin dengan disel pada engine stand atau pada unit kendaraan. 3. Alat-alat tulis Balok ganjal kendaraan Tempat komponen. 2. 4. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan.KESELAMATAN KERJA: 1. 6. 3. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Model belahan motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. Bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. kerja seperti serta lingkungan kerjaseperti semula. 4.

sesuai nomor yang dipasangkan.pengapian. komponen sistem pelumasan yang nampak. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %.BAB III EVALUASI A. Kriteria Penilaian Praktek NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Engine bensin 4/6 silinder pada engine stand atau unit kendaraan. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif) : a) b) c) Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. komponen sistem pendinginan yang nampak. Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen utama engine pompa rotary pada 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . INDIKATOR KEBERHASILAN 2 3 Dapat menyebutkan komponen utama engine yang nampak. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. komponen sistem bahan bakar dan komponen sistem pengapian. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. 2.

poros nok. poros nok. Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen sistem bahan pompa In-line pada bakar beserta fungsinya stand atau unit masing-masing. kelengkapan katup.00 (lulus baik / YA). .roda penerus dan panci oli.poros engkol. Sesuai nomor yang engine bensin 2 dipasangkan. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN: 1. Sesuai nomor yang dipasangkan. Sesuai nomor yang dipasangkan.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 stand atau unit kendaraan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 4 5 6 7 3 yang nampak. Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi komponen komponen utama utama. roda penerus dan panci oli. blok bensin 4 langkah 4 silinder. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. silinder (OHC) kelengkapan piston. Bongkaran lengkap Dapat menyebut nama dan komponen engine disel fungsi bagian-bagian pada : kepala silinder. (OHV) kelengkapan piston. poros engkol. blok 4/6 silinder 4 langkah silinder. Nilai 7. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP. komponen sistem pendingin. komponen sistem pelumasan dan komponen sistem bahan bakar.kelengkapan katup. Sesuai kendaraan nomor yang dipasangkan. langkah 1 silinder Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi bagian-bagian komponen engine pada : kepala silinder.

00 (lulus amat baik / YA).2. Nilai 9. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.00 (lulus istimewa / YA). DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 TES FOR1 N1 TES PRK1 N2 TES PRK2 N3 TES PRK3 N4 TES PRK4 N5 : TES PRK5 N6 TES PRK6 N7 KETERANGAN NI= (4xN1) +(N2+N3+N4+N5+N6+N7) dibagi 10 NI = Nilai akhir OPKR. waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. B.20-001-1B . Nilai 8. 3.

BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya Yaitu OPKR. . 20-001-2 B dan OPKR.001-1 B . Artinya siswa boleh mengajukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat apabila telah menyelesaikan modul OPKR. 20. 001-1 B.27 28 29 30 N I = «««. CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. wajib mengulangi belajar pada modul ini.20. 20-001-3 B dimana modul tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari modul OPKR. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. 20.OPKR.001-2 B. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan.

(1995). 20-001-3 B. Otomotif Dasar. Bandung: Angkasa Anggiat Situmorang. (1998). Motor Otomotif jilid 1. Jakarta: PT United Tractor Otim Suprapto. Apabila siswa menguasai kompetensi ini. Bandung: Angkasa Yunan Ginting. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Servis Kendaraan Ringan. GE Engine Servis Training Information: Toyota Motors Corporation Noname. Deskripsi Modul Pelaksanaan operasi penanganan secara manual membahas tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual maupun mekanis dan penataan area tempat kerja.Dan OPKR. DAFTAR PUSTAKA Abigain Pakpahan. akan memberikan kemudahan bagi siswa dalam melaksanakan kompetensi yang lain yang membutuhkan teknik- . (1984). Noname. Training manual Motor bakar. (1992). otomotif Leave a Comment Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan pengetahuan dan keterampilan yang sangat menunjang pelaksanaan pekerjaan kompetensi yang lain di bengkel-bengkel industri. (1999). New Step 1 Training Manual. (1999). (1999). Bandung: Angkasa Noname. Bandung: Angkasa Posted in ilmu. khususnya bengkel perotomotifan. Motor Otomotif. Abigain P.

d. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. prosedur pengangkatan secara mekanis. C. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur pengangkatan material secara manual. .10-016 B tentang Keselamatan dan kesehatan kerja. pemindahan dan penyimpanan material yang terdapat di dunia industri perotomotifan. B.teknik yang benar dan aman dalam pemindahan material/komponen ataupun part serta penyimpanannya. sesuai prinsip penanganan area tempat kerja. penanganan area tempat kerja. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. b. c. Sedangkan kegiatan belajar 2: Melakukan pekerjaan pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen atau part. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan pengangkatan. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatanbelajar. prosedur pemindahan dan penyimpanan material/komponen/part yang aman. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 pemahaman tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen ataupun part. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. Bila ada materi yang kurang jelas. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut.

Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. c. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. g. g. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. f. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Membantu siswa dalam memahami konsep. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. praktik baru. 5) Setelah selesai praktik. harus meminta ijin guru lebih dahulu. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. Siswa dinyatakan menguasai materi. 2. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. D. f. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. e. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Melaksanakan penilaian internal dan mencatat hasil kemajuan siswa. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. Gunakan alat sesuai prosedur dan pemakaian yang benar.3) 4) Sebelum melaksanakan praktik. h. d. Tujuan Akhir .

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. Memahami prosedur pengangkatan secara manual, prosedur pengangkatan secara mekanis, prosedur memuat dan menurunkan material, prosedur penyimpanan material/komponen/part secara aman. 2. Dapat melakukan pekerjaan pemindahan, pemuatan dan penurunan Material/komponen atau part secara manual maupun mekanis dan Penyimpanan secara aman.

E. SUB KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1.Mengangkat *Pekerjaan dilaksanakan dan tanpa menyebabkan memindahkan kerusakan terhadap material / komponen atau sistem yang lain. Komponen *Berat material /part. ditentukan dengan benar dengan menggunakan teknik yang memadai.

KOMPETENSI

MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Teknik *Cermat dan *Teknik-teknik *Melaksanakan penanganan hati-hati penanganan secara pengangkatan secara dalam manual yang benar/ dan pemindahan manual yang pelaksanaan material/part/ benar dan pengangkatan Prosedur aman. dan pengangkatan dan Komponen. pemindahan pemindahan yang *Teknik material/part/ aman. *Menerapkan pemindahan undang-undang dan *Persyaratan Komponen. keselamatan pengangkatan keamanan kerja. material *Perlengkapan yang *Mematuhi perlengkapan/material. tepat dipilih sesuai sesuai undangdengan kebutuhsn. undang *Persyaratan standar keselamatan keamanan diri. dan *Material/part/komponen tempat kerja. kesehatan yang akan diangkat kerja. diperiksa dari kemungkinan bahaya yang timbul. *Teknik pengangkatan dilakukan di bawah standar kerja Indonesia.

*Material/part/komponen ditempatkan dengan aman pada perlengkapan pemindahan dan penempatan kembali

SUB LINGKUP KRITERIA KINERJA KOMPETENSI BELAJAR dengan memastikan keselamatan petugas dan keamanan dari material/part/komponen.

MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN

F.

Cek Kemampuan

Sebelum siswa mempelajari modul ini, siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Bila siswa sudah merasa bisa, guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Dan apabila siswa benar-benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan, guru pembimbing dapat menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa, supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. BAB II

PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel dibawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1.Teknik pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part serta cara penyimpanannya. 2. Melakukan pengangkatan dan pemindahan material/ part / komponen dan penyimpanannya. B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Teknik pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part dan penyimpanannya. a. Tujuan Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

1. 2.

Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual. Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. 3. Siswa dapat memahami prosedur penanganan area kerja, dan teknik penyimpanan material/komponen atau part secara aman. b. 1. Uraian Materi

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia. Dalam memindah material dari tempat yang satu ke tempat lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat, membawa, menurunkan, mendorong, menarik, menahan dan sebagainya. Untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut secara aman, seseorang harus memahami kekuatan tangan, kaki, badan serta bagaimana cara mengambil posisi. Selain itu seseorang juga harus memahami pengetahuan tentang grafitasi bumi. a) Kekuatan badan/punggung saat mengangkat Gaya tarik bumi yang sering disebut dengan grafitasi, akan cenderung menarik semua benda ke bawah. Apabila seseorang akan mengangkat material yang berupa komponen, part atau benda yang lain, posisi badan harus pada kekuatan maksimal untuk mengatasi gaya grafitasi. Hal tersebut dilakukan melalui tangan, punggung serta posisi kaki sebagai tumpuhan. Tangan sebagai tuas pemegang beban, punggung sebagai pusat tenaga penahan beban dan kaki sebagai tumpuhan. Gaya Otot Gambar 1. Kekuatan badan/punggung saat mengangkat b) Kekuatan pada tangan pada saat mengangkat Sewaktu mengangkat beban, lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot Bisep yang berkaitan dengan tulang hasta oleh ujung otot bisep yang disebut Tendon. Tenaga atau berat beban yang disangga akan disalurkan ke Tendon otot Bisep atas ke tulang belikat. Gambar 2. Pusat kekuatan tangan saat mengangkat c) Kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot Bisep tangan akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena beban tersebut bekerja pada lengan

yan cukup pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung. Apabila beban terlalu berat, otot punggung dapat terkilir atau bahkan dapat merusakkan tulang belakang. Gambar 3. Tulang belakang sebagai penyangga beban badan. d) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: a) b) Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan

Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak

Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan

Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. Beban Gambar 4. Pengangkatan secara manual

2.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis

Material/komponen/part dengan permukaan tidak rata dan berat yang tidak memungkinkan diangkat secara manual dapat diangkat ataupun dipindahkan dengan alat bantu. a) Prosedur pengangkatan secara mekanis

Dalam pengangkatan material dengan alat bantu, tetap harus diperhatikan titik pusat keseimbangan material atau benda tersebut atau yang sering disebut dengan pusat grafitasi benda. Hal tersebut dimaksudkan agar didapat keseimbangan saat benda tersebut diangkat dengan alat bantu pengangkatan. Material atau benda yang memiliki permukaan beraturan mudah ditemukan titik pusat keseimbangannya seperti: lingkaran, bujur sangkar, kotak dan sebagainya. Untuk material yang memiliki permukaan tidak beraturan memerlukan kecermatan dalam menentukan titik keseimbangannya, seperti: Engine, transmisi, unit kendaraan dan sebagainya. Khusus pada engine biasanya sudah disediakan tempat memasang tali atau seling sewaktu diperlukan pengangkatan. Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 5. Titik pusat keseimbangan lingkaran dan bujur sangkar

Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 6. Titik pusat keseimbangan kotak

Gambar 7. Titik pusat keseimbangan engine b) Alat bantu pengangkatan.

Material yang memiliki permukaan tidak beraturan dan berat yang berlebihan dimana tidak mungkin dapat diangkat secara manual dapat diangkat dengan peralatan bantu pengangkatan. Alat bantu pengangkatan yang digunakan pada bengkel perotomotifan antara lain: Pengungkit, forklift, tali/tambang, seling, hook, alat khusus pengangkat engine, kerek/kran, dongkrak, car lift dan sebagainya. 1) Pengungkit.

Pengungkit adalah alat sederhana untuk memindahkan barang. Pengungkit dapat berupa kayu, bambu, besi atau bentuk lain yang dirancang secara khusus. Gambar 8. Pemindahan material dengan pengungkit 2) Forklift/garpu pembawa material

Forklift dapat berupa forklift dorong atau forklift kendaraan. Alat ini digunakan untuk membawa atau memindahkan material dari tempat satu ke tempat yang lain. Gambar 9. Penggunaan forklift dorong 3) Tali/tambang, seling dan hook.

Tali/tambang, seling dan hook digunakan untuk mengikat atau menahan material yang akan diangkat. Pemasangan tali/seling pada engine: a) Tali atau seling ditempatkan pada bagian bawah engine supaya tidak merusak engine saat diangkat. b) c) Upayakan tali/seling dapat menahan beban secara merata.

Pusat pengangkatan sedekat mungkin dengan titik keseimbangan engine. d) Gunakan alat khusus bila ada.

Gambar 10. Pemasangan tali atau seling pada engine. Pemasangan seling dan hook Pada blok engine biasa dipasang pengait/hook untuk memasang tali atau seling sewaktu akan mengangkat engine guna perbaikan. Prosedur pemasangan hook: a) b) c) Bautkan hook pada sudut-sudut blok paling ujung secara silang agar didapat keseimbangan.

Kaitkan pengait pada seling dengan hook secara tepat, sehingga kaitan antara seling dan hook benar-benar kuat. Pastikan bahwa kaitan benar ± benar mati / kuat, baru melakukan pengangkatan engine.

Seling

Hook

Gambar 11. Pemasangan seling dan hook

Gambar 12. Pemasangan alat khusus pengangkat engine 4) Kerek/kran dan Takel

Kerek/kran dan Takel adalah alat untuk mengangkat material/part atau komponen. Pada bengkel otomotif alat ini biasa digunakan untuk mengangkat engine, transmisi sewaktu akan diperbaiki dan memasangkan kembali sewaktu perbaikan sudah selesai. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri, perlu dilakukan secara tim.

Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. Kran lantai dan kerek/takel Gambar 14. Gambar 13. perbaikan roda. Pengangkatan engine dengan Kran lantai 5) Dongkrak Dongkrak adalah alat pengangkat yang banyak digunakan dalam perawatan atau perbaikan bagian-bagian kendaraan misalanya: sewaktu mengganti oli engine.d) e) f) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang dibawah alat pengangkat.sistem rem dan bagian-bagian yang lain yang memerlukan pengangkatan kendaraan. Upayakan perlahan-lahan dan berhati±hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. Pengangkatan engine dengan kerek/takel Gambar 15. Macam-macam dongkrak yang digunakan antara lain: Dongkrak botol. dongkrak pantograf. b) Aktifkan rem parkir. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. dongkrak troli/buaya. dongkrak samping. . dongkrak bumper dan sebagainya.

kendorkan klep berlawanan arah jarum jam secara pelan. Gambar 17. Dongkrak botol Penggunaan dongkrak botol: a) Pasang sadel pada titik kendaraan yang akan diangkat secara tepat dan kuat. Dongkrak ini selain digunakan untuk mengangkat kendaraan juga dapat digunakan sebagai alat bantu memindah material/komponen/part. Pompa kaki: untuk menaikkan sadel pengangkat pada pengangkatan beban ringan. Dongkrak troli dan penggunaannya: Dongkrak troli/dongkrak buaya adalah dongkrak yang dapat digeser-geser. d) e) Gerakkan handel dengan tuas dongkrak secara hati-hati. Bila klep belum rapat putarlah klep searah jarum jam. Bila akan menurunkan.c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. agar kendaraan tidak turun dengan keras. e) f) g) OFF kan kunci kontak. Gambar 16. b) c) Tepatkan sadel dengan sekrup penyetel. Dongkrak botol adalah dongkrak yan paling banyak digunakan pada kendaraan karena bentuk fisiknya yang relatif kecil dan mudah dibawa atau disimpan pada kendaraan. . Dongkrak Troli/buaya terdiri dari: Handel: untuk menaikkan sadel/pengangkat pada pengangkatan beban berat. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. Pastikan klep pengontrol dalam keadaan tertutup rapat. Dongkrak botol dan penggunaannya. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. jangan sampai tergelincir. Pemasangan dongkrak botol pada kendaraan.

Caster: untuk membelokkan dongkrak sewaktu menggeser beban/material. Roda: untum memperingan dongkrak saat ditarik/digeser. Sadel dudukan: untuk titik dukung beban yang akan diangkat. Gambar 18. Dongkrak Troli/dongkrak buaya Gambar 19.Klep pengontrol: untuk membocorkan tekanan saat menurunkan beban. Penggunaan dongkrak troli saat untuk mengangkat .

Gambar 22. Penggunaan dongkrak Pantograf Dongkrak samping dan dongkrak bumper Dongkrak samping dan dongkrak bumper digunakan untuk mengangkat kendaraan saat dilakukan perbaikan pada sistem rem. Penggunaan dongkrak samping . Dongkrak troli saat untuk menggeser/membawa material/komponen/part Dongkrak Pantograf dan penggunaannya: Dongkrak pantograf digunakan untuk mengangkat beban ringan dan mudah dibawa di dalam kendaraan. Gambar 21.Gambar 20. roda kendaraan yang hanya membutuhkan pengangkatan sebelah/pada sisi kendaraan.

Gambar 24. Pastikan dudukan pengangkat benar-benar kering atau bebas dari minyak. Penggunaan dongkrak bumper 6) Car lift Car lift adalah alat pengangkat khusus kendaraan. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. Tutup pintu kendaraan secara kuat. Operasikan alat pengangkat sampai ketinggian yang diinginkan. Penempatan kendaraan pada alat pengangkat . Langkah pengangkatan: a) Tempatkan kendaraan tepat di tengah alat pengangkat.Gambar 23. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. b) c) d) Aktifkan rem parkir. e) f) Pastikan kendaraan tidak akan tergelincir. listrik dan hidrolis peneumatis. Mengangkat dengan car lift akan mempermudah mekanik dalam memperbaiki ataupun melakukan perawatan kendaraan terutama perbaikan di bawah kendaraan. Operasikan alat pengangkat pelan-pelan sampai sadel dudukan bersentuhan dengan titik angkat kendaraan. karena mekanik dapat bergerak leluasa di bawah kendaraan. Jenis-jenis car lift: jenis penggerak mekanis.

Tempatkan telapak di bawah titik pengaman Gambar 25. Penepatan sadeldudukan pada titik pengangkatan kendaraan Gambar 26. Pengangkatan kendaraan dengan Carlift .

Pengangkatan dengan car lift 4 penopang Gambar 28. Tempat kerja yang digunakan untuk melakukan pekerjaan perotomotifan disebut bengkel otomotif. Gambar 29. Pengangkatan kendaraan dengan Car lift hidrolis pneumatis. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeliharaan dan penataan agar resiko kecelakaan dapat ditekan menjadi sekecil mungkin. Penanganan Area kerja dan penyimpanan material / komponen / part secara aman.Gambar 27. Bebas dari cairan licin oli. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan area kerja : a) b) c) Area kerja harus ditata rapi dan bersih. Membersihkan oli dan cairan pada lantai . greas dan lainnya. Area kerja adalah wilayah atau tempat dimana suatu pekerjaan dilakukan. juga untuk menghadapi resiko kebakaran. 3. Bengkel otomotif sama seperti bengkel ± bengkel yang lain memiliki resiko kecelakaan yang cukup tinggi. Memiliki jalan yang memadai untuk lalu-lintas material atau kendaraan. juga bersih dari kotoran yang berserakan.

Penyimpanan part-part bekas Gambar 32. Gambar 31. Bersihkan dan tempatkan kembali peralatan sehabis digunakan pada tempatnya. Membersihkan kotoran pada lantai d) e) Simpan part-part bekas yang sudah tidak terpakai pada tempatnya. Penempatan peralatan sesudah digunakan .Gambar 30.

c. menurunkan. Dalam hal ini paling tidak jendela. cat.f) Tempatkan material sesuai jenis pada tempat yang aman dengan selalu memperhatikan keselamatan barang dan pekerja. Penyimpanan material/part/komponen. g) Pastikan peralatan ventilasi udara dan penerangan semua bekerja dengan baik terutama pada area penggunaan atau penyimpanan material yang mengandung zat kimia berbahaya seperti: Bahan bakar. mendorong. Rangkuman h) i) Pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part secara manual banyak mengandalkan tenaga manusia dalam penanganannya. bahan-bahan pelarut. pintu dapat dibuka dan mememnuhi syarat sebagai media ventilasi. Gunakan saluran gas buang secara kolektif bila pada ruang/bengkel kerja digunakan untuk menghidupkan kendaraan. Beban yang diangkat oleh tangan ditopang oleh otot bisep. thiner. Memberikan tanda-tanda tulisan yang jelass pada gudang penyimpanan serta tulisan pada wadah penyimpanan terutama untuk material yang berbahaya. 1. 4. a) b) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. menarik. menahan dan sebagainya. 3. 5. Grafitasi bumi adalah gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. membawa. Pengangkatan . 2. secara mekanis menggunakan alat ± alat bantu 6. Gambar 33. Penanganan secara manual meliputi: mengangkat. disalurkan ke tulang belikat oleh tandon dan diteruskan ke otot punggung atau tulang belakang.

e) f) g) OFF kan kunci kontak. 10. b) Aktifkan rem parkir. car lift dan sebagainya.pengangkatan antara lain: Pengungkit. seling. 7. hok. perlu dilakukan secara tim. tali. 11. a) Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: sumber tenaga yang digunakan pengangkat. c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. forklift. kran beroda. dongkrak ulur dan sebagainya. Macam-macam dongkrak : dongkrak botol. perlahan ± lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part.alat bantu khusus. material / komponen / part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. 8. takel. Alat bantu untuk memindahkan material / komponen/part yang banyak digunakan pada bengkel otomotif adalah: dongkrak troli. Upayakan jangan ada orang lalu ± lalang di bawah alat pengangkat. e) Upayakan f) Upayakan 9. pantograf. dongkrak troli. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. untuk mengoperasikan peralatan Memeriksa b) c) Jika d) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. dongkrak. dongkrak samping. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: . d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya.dongkrak bumper. forklift. kran.

Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan pusat keseimbangan benda. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja: a) b) Area kerja harus ditata rapi dan bersih Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. Cobalah membuat lay-out untuk menempatkan / menata material. 2. Cermatilah material. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai. Jelaskan secara singkat yang dimaksud gravitasi bumi. i) Memiliki 1. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. 2. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. 3. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai. peralatan sesuai ruangan yang ada sesuai dengan pengetahuan yang anda miliki. e. . Tugas sesuai jenisnya. greas dan kotoran lainnya.a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. c) d) e) Bebas dari cairan oli. 1. Memiliki f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. Siapkan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah dan pelajarilah cara mengoperasikannya. Jelaskan secara singkat urutan anggota tubuh yang menahan beban pada waktu seseorang membawa beban pada kedua tangannya. 12. peralatan dan ruangan yang ada di bengkel Sekolah. tanda ± tanda penyimpanan material d.

4. 8. Sebutkan 8 hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja. 12. Sebutkan 10 macam alat bantu pengangkatan material secara mekanis. Sebutkan 7 hal yang perlu diperhatikan sewaktu seseorang akan mengangkat material secara manual. 1. Sebutkan 4 hal yang perlu diperhatikan saat akan menggunakan carlift. tulang belikat ke otot punggung dan bermuara di tulang belakang. 9. 10. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu menggunakan kran atau takel pengangkat. Beban di telapak tangan akan disalurkan melalui tendon bawah. Sebutkan 3 jenis alat bantu untuk menggeser ataupun memindah material yang banyak digunakan di bengkel otomotif. Gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. f. 3. Sebutkan 5 kemungkinan penyebab kecelakan yang dapat terjadi terkait dengan penanganan tempat kerja yang kurang baik. Kunci jawaban Titik pusat gravitasi benda sebagai titik pusat atau titik berat benda saat diangkat. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu akan menggunakan dongkrak. 5. 6. 2. a) b) 7 (tujuh) hal yang perlu diperhatikan: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat . Sebutkan 6 macam jenis dongkrak. tendon otot bisep. 11. otot bisep. 7.4.

9. kran. carlift dan alat khusus. b) c) d) Aktifkan rem parkir. seling. 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. ulir.f) g) 5. e) f) g) OFF kan kunci kontak. pantograf. a) 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: Pastikan dongkrak benar-benar baik. Pengungkit. 10. troli. kran dan forklift. Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. hook. 8. samping dan bumper 7. . e) f) Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. tali. Upayakan perlahan-lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. Dongkrak botol. forklift. 4 (empat) hal yang perlu diperhatikan: a) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. perlu dilakukan secara tim. Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. d) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang di bawah alat pengangkat.dongkrak. 6. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. Dongkrak troli. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. takel . Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya.

5 (lima) kemungkinan penyebab kecelakaan: a) Adanya oli atau bahan licin yan tercecer dilantai. Kegiatan Belajar 2: Melakukan pengangkatan/pemindahan material/komponen/part dan penataan area tempat kerja. d) Peralatan pengangkat yang tidak pernah dirawat. c) d) e) Bebas dari cairan oli. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran.b) Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. 12. Memiliki tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. 11. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai. b) Penerangan yang kurang memadai. i) Memiliki tanda-tanda penyimpanan material sesuai jenisnya. c) Tidak adanya tanda atau label pada penyimpanan bahan berbahaya. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. a. Tujuan kegiatan belajar .greas dan kotoran lainnya. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai. e) f) Bahan mudah terbakar berceceran dilantai Penempatan peralatan pengangkat yang tidak standar. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. 8 (delapan) hal yang perlu diperhatikan: a) Area kerja harus ditata rapi dan bersih b) Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material.

Tes formatif Kunci jawaban . 4. 4. Uraian materi 1. 2. Rangkuman d. Lakukan pengangkatankendaraan dengan carlift yang ada dibengkel sekolah. 2. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. Lakukan Pengangkatan material/komponen/part dengan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah. Menata material atau bahan-bahan berbahaya sesuai jenisnya. 5.1. 6. 3. Mengangkat kendaraan dengan alat-alat pengangkat. c. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan / pemindahan material/komponen/part secara manual. f. Lakukan pengangkatan kendaraan dengan macam-macam dongkrak yang ada di bengkel sekolah. Infentarisaikan hal-hal yang kurang baik berkaitan denga penataan area tempat kerja di bengkel sekolah. Tugas Tatalah material yang ada di bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya dengan mengangkat dan memindahkan secara manual. 2. 3. 3. 1. Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara mekanis. lakukan perbaikan dan penataan bila diperlukan. e. Siswa dapat melakukan penataan area tempat kerja sesuai standar operasi kerja. Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara manual. b. Tatalah material dan bahan ± bahan berbahaya yang ada di bengkel sekolah pada tempat yang sesuai dengan jenisnya.

. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan.LEMBAR KERJA 1 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual.menata material/komponen/part secara manual.

2. Kain majun/lap. termasuk lokasi penyimpanannya. 4. Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara manual. angkat lah secara tim. . ALAT: 1. Macam-macam material/komponen/part otomotif. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. 2. KESELAMATAN KERJA: 1. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara manual. 2. BAHAN: 1. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. LEMBAR KERJA 2 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. Kaos tangan. Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. Rak/ meja untuk menempatkan material. Jangan memaksakan diri sekiranya material tidak dapat diangkat sendiri. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. LANGKAH KERJA: 1. Letakkan material/komponen/part yang paling berat di tempat yang paling bawah. 3. 3. 2.menata material/komponen/part secara mekanis. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. dipindahkan atau disimpan.TUJUAN: 1. Gunakan peralatan keselematan kerja sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan. 2.

seling. . Unit kendaraan. 2. 3. Macam-macam jenis dongkrak. Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. Alat-alat pengangkat khusus. Tali. 3. Alat pengungkit. 3. LANGKAH KERJA: 1. Hati-hati kendaraan jangan sampai tergelincir sewaktu diangkat. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara mekanis. ALAT: 1. 6. 2. KESELAMATAN KERJA: 1. 2. Jangan meninggalkan material/komponen/part tergantung pada alat pengangkat. 2. Macam-macam material/komponen/part otomotif. Forklift. hook Rak/ meja untuk menempatkan material. 7. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan carlift. BAHAN: 1. 4. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan macam-macam dongkrak. 4. 5. Kain majun/lap. Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal.TUJUAN: 1. Carlift. 3. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material.

5. 4. kran dan takel.2. termasuk lokasi penyimpanannya. 6. Mengangkat unit kendaraan dengan carlift. Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara mekanis dengan tali.seling. forklift. . Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. Memindahkan barang dengan troli. 3. dipindahkan atau disimpan.hook.

menata material/bahan berbahaya otomotif. Simpanlah material yang mudah terbakar menjadi satu dan berilah tulisan area bebas rokok. LANGKAH KERJA: 1. Siswa dapat menata material/bahan berbahaya otomotif pada tempat yang sesuai standar operasi kerja. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. TUJUAN: 1. 2. 3. 4. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. ALAT: 1. . Siswa dapat mengangkat. BAHAN: 1. 2. Macam-macam material/bahan berbahaya otomotif. KESELAMATAN KERJA: 1. Forklift dorong. memindah material / bahan berbahaya otomotif sesuai jenisnya secara aman. Kain majun/lap.kereta dorong. Gunakan kaos tangan. Hati-hati terhadap cairan berbahaya jangan mengenai kulit. Rak/meja penyimpan material.LEMBAR KERJA 3 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. 2. 2. Pastikan tempat penyimpanan sesuai standar operasi kerja.

4. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. .2. termasuk lokasi penyimpanannya. Membuatkan tulisan-tulisan peringatan di tempat atau gudang penyimpanan. 5. dipindahkan atau disimpan. Melakukan pengangkatan/pemindahan dan penataan material Membuatkan tulisan-tulisan pada jenis-jenis material berbahaya yang belum ada keterangannya. 3.

komponen/part * 91-100 % sesuai standar . operasi kerja. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. operasi kerja. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. a) b) c) Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. 2. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). * 70-80 % sesuai standar Mengangkat.BAB III EVALUASI A. memindahkan material/ Kriteria Penilaian Praktek INDIKATOR KEBERHASILAN 3 * 70 ± 80 % Sesuai standar operasi kerja. PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 NO 1 1 7 4 2 komponen/part secara * 91. memindahakan * 81-90 % sesuai standar material/ operasi kerja. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %.100 % sesuai standar manual. ASPEK YANG DINILAI 2 Mengangkat.

pada area tempat kerja dan menata area tempat kerja. Mengangkat. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. * 70-80 % sesuai dengan standar operasi kerja. memindahkan material/ komponen/part memakai pengungkit. 4 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja.kran dan takel. dongkrak troli dan forklift. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 3 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis dongkrak. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP . INDIKATOR KEBERHASILAN 3 operasi kerja. 6 7 Memindahkan dan menyimpan material/bahan * 81-90 % sesuai standar berbahaya otomotif operasi kerja. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 memakai tali/ seling. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. 5 Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis carlift. hook. * 70-80 % sesuai standar operasi kerja.

waktu lebih cepat dan 81-90 % memenuhi Standar minimal yang dipersyaratkan.00 (lulus baik / YA). 4. Nilai 7. 2.00 (lulus amat bai k / YA). Nilai 9. . JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN : 1. Tes Praktik : Berpedoman pada cek list kriteria penilaian Praktik yang ada pada modul ini.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 SOP. 3. Nilai 8. waktu lebih cepat dan 91-100 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. tepat waktu dan 70-80 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai Praktik = Jumlah perolehan nilai dibagi tujuh = «««««« B.00 (lulus istimewa / YA).

DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata NILAI FORMATIF 1 N1 NILAI PRAKTIK N2 : KETERANGAN N= (4xN1)+(6xN2) 10 N = «««««««««« .

Anonim. (2004). ). BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. atau bersama guru pengampu merencanakan uji eksternal untuk mendapatkan pengakuan kompetensi atau sertifikat kompetensi.Noeraniah Akmaloedin. Biologi 2. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Pustaka Ilmu. (1987). Fatimah Sumanto. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif. Drs. (Th. Perbaikan Kendaraan Ringan. Posted in ilmu. DAFTAR PUSTAKA Anonim. otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya .00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya.CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. wajib mengulangi belajar pada modul ini. Modul Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Jogyakarta : SMK N 2 Depok. Daryanto. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. (2001). Bahan pelatihan Nasional. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7.

Dalam dunia perotomotifan. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. 20-001-1 B Prinsip kerja engine dan identifikasi komponen-komponen engine. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan perawatan/servis engine secara berkala.10-016 B tentang K3.Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. 10-010 B Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur modul OPKR. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponen-komponennya secara berkala dan kegiatan belajar 2 prakteik perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya secara berkala. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. OPKR. serta dapat melakukan perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. modul OPKR. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. perawatan/servis engine secara berkala dikenal dengan sebutan Tune-up engine. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya. B. C. langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain: . sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. terutama yang terkait dengan perbaikan engine. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. akan mudah mempelajari kompetensi yang lainnya. 20-001-2 B membahas tentang prosedur perawatan/servis engine gasoline/motor bensin secara berkala.

untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. b. Membantu siswa dalam memahami konsep. 6) Setelah selesai praktik. praktik baru. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun saat melakukan praktik. Sebelum melaksanakan praktik. c. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. . 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. c. Siswa dinyatakan lulus. Bila belum berhasil siswa wajib mengulang. d. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. b.a. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. harus meminta ijin guru lebih dahulu. 2. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. e. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Bila ada materi yang kurang jelas. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. serta dapat melakukan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan.

peralatan/ spesifikasi komponen. . mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya. *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik. Mencatat hasil kemajuan belajar siswa. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Memahami prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponennya. E. SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. e. *Seluruh kegiatan KOMPETENSI MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Komponen*Menerapkan *Prosedur *Melakukan komponen pemeliharaan/ perawatan/ engine yang SOP dalam perlu pemeliharaan/servis servis engine dan servis. f. diservis. Melaksanakan penilaian internal. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. diperiksa/ engine dan komponennya. *Persyaratan keamanan *Data *Menerapkan K3. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Dapat melakukan pekerjaan perawatan/servis engine bensin secara berkala. i. g. *Melaksanakan kegiatan yang *Persyaratan *Prosedur komplek dan tidak keamanan dan pemeliharaan/ rutin. pabrik. servis. 2. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan.Memelihara/servis *Pemeliharaan/servis engine dan engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.d. D. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. h. komponennya. menjadi keselamatan diri.

siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif.hasil data harus sesuai SOP. Bila siswa merasa dapat mengerjakan soal-soal formatif. .K3 F. Tetapi bila siswa belum bias.servise.baik proses. guru pembimbing dapat melakukan tes kepada siswa yang bersangkutan dan bila hasilnya benar pembimbing dapat menyediakan bagi siswa tersebut modul berikutnya. maka harus melanjutkan mempelajari modul ini. Cek Kemampuan AWAL Sebelum siswa mempelajari modul ini.

Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.BAB II PEMELAJARAN A. .

Pada industri perotomotifan perawatan rutin terhadap komponen-komponen engine disebut dengan Tune-up engine. Prosedur perawatan/servis engine bensin. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru B. Adapun perawatan yang dimaksud meliputi: 1. poros engkol. komponen-komponen engine mengalami kerusakan pekerjaan perawatan berkala pada sistem pendinginan meliputi: a) Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin Periksa ketinggian air pendingin yang terdapat pada tangki Penampungan (Reservoir). Melakukan perawatan/servis engine bensin. 2. b. poros nok dan yang lainnya. Uraian Materi Prosedur Perawatan Engine Bensin Engine yang sudah dioperasikan akan mengalami perubahan fisik pada komponenkomponennya seperti pada: blok motor. Gangguan langsung yang dirasakan antara lain: tenaga berkurang. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prosedur Perawatan/servis Engine Bensin a. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan komponen-komponen yang memerlukan perawatan. Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL. Perawatan Sistem Pendinginan Gangguan pada sistem pendinginan secara umum akan berakibat meningkatnya suhu kerja engine yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine. . Perawatan rutin komponen-komponen engine dilakukan tidak secara langsung pada komponen-komponen tersebut di atas. kelengkapan piston.Jenis Kegiatan 1. agar tingkat perubahan yang terjadi dapat ditekan seminimal mungkin. bahan bakar boros. serta prosedur perawatan engine bensin. tetapi pada sistem-sistem yang mendukung kinerja engine. kepala silinder. Perubahan fisik tersebut dapat mengganggu kinerja engine. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perawatan secara rutin/berkala. mekanik katup.

75 ± 1.6 kg/cm2 (sesuaikan dengan ketentuan manual) . Pemeriksaan sistem pendinginan d) Memeriksa kerja tutup radiator Dengan menggunakan alat tes tutup radiator (Radiator cap tester) periksalah kondisi pegas dan katup vakum dari tutup radiator. atau jika secara fisik rusak. Tekanan pembukaan katup : STD : 0.05 kg/cm2 Limit : 0.Gambar 1. 2) Kerusakan pada klem slang radiator. Gambar 2. 4) Kebocoran pada pompa air. Gambar 3. Tutup perlu diganti bila tekanan pembukaan dibawah angka spesifikasi pabrik.penguras. Pemeriksaan kondisi air pendingin c) Memeriksa sistem pendinginan Periksalah kemungkinan terjadi: 1) Kerusakan fisik pada radiator atau slang radiator. 3) Kisi-kisi radiator berkarat. pipa radiator (core). Pemeriksaan tinggi air b) Memeriksa kondisi air pendingin Periksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli.

Pemeriksaan kerja tutup radiator e) 1) Memeriksa tali kipas Tali kipas diperiksa secara visual kemungkinan terjadi: Retak. terkena oli atau paslin/grease. 2) Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli. aus atau terlalu keras. .Gambar 4. perubahan bentuk.

tekan tali seperti pada gambar defleksi/kelenturan tali : Pompa air ± Alternator : 7 ± 11 mm Engkol ± Kompressor : 11 ± 14 mm Bila tidak memenuhi spesifikasi pabrik lakukan penyetelan tali kipas dengan SST penyetel tali kipas.Gambar 5. Pemeriksaan tali kipas secara visual f) Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas Dengan tekanan 10 kg/cm2. (sesuaikan dengan ketentuan manual) . Tegangan tali kipas : Baru : 100 ± 150 Lbs Lama : 60 ± 100 Lbs.

Membersihkan saringan udara/Air filter Gangguan pada saringan udara akan berakibat tenaga engine berkurang dan bahan bakar boros. Penyetelan tegangan tali kipas 2.Gambar 6. Pemeriksaan tegangan tali kipas Gambar 7. Adapun prosedur perawatannya seperti berikut: .

Membersihkan elemen saringan udara 3. Terminal longgar. b) c) Hembuskan tekanan udara dari sisi dalam elemen. Memeriksa Baterai Kemampuan kerja baterai akan mengalami penurunan seiring dengan pemakaian. Kinerja baterai yang kurang baik akan menyebabkan: sulit untuk menstarter engine. Gambar 10. Gambar 9.25 ± 1. Jangan sampai ada benda yang masuk ke karburator. Pemeriksaan elektrolit baterai . gangguan pada sistem penerangan dan peralatan tambahan (assesoris). Ketinggian elektrolit harus berada antara garis Uper level dan lower level. 3) Kotak baterai rusak atau bocor. Perawatan baterai meliputi: a) Pemeriksaan secara visual: Periksa baterai kemungkinan: 1) 2) Penyangga baterai berkarat. Bila elemen rusak atau terlalu kotor supaya diganti. Gambar 8.a) Melepas saringan udara dari engine. berkarat atau rusak. Pemeriksaan baterai secara visual b) 1) Mengukur berat jenis elektrolit Memeriksa berat jenis baterai dengan hydrometer Berat jenis : 1.27 pada suhu 200 C 2) Periksa jumlah elektrolit pada setiap sel.

Pemeriksaan tinggi oli b) Memeriksa kondisi oli Periksa oli kemungkinan kotor.4. komponen-komponen engine cepat aus dan tenaga mesin akan terasa berkurang. Gambar 11. Gambar 12. bila kurang harus ditambah. Pasang saringan oli baru dengan tangan sampai kencang. bila kurang ditambah. 4) Matikan mesin dan periksa tinggi oli. Pemeriksaan kondisi oli c) 1) 2) Mengganti saringan oli (oil filter) Membuka saringan oli dengan SST. Memeriksa Sistem Pelumasan Sistem pelumasan merupakan bagian vital pada engine. tercemar air atau sudah berubah warna karena terbakar. periksalah kemungkinan ada kebocoran. Gangguan pada sistem pelumasan akan berakibat: suhu engine meningkat berlebihan. Gambar 13. 3) Hidupkan mesin dan periksa kebocoran. dan perbaikilah. Melepas saringan oli . Perawatan pada sistem pelumasan meliputi: a) Memeriksa tinggi oli Tinggi oli harus berada antara garis L dan F.

pincang dan sulit distarter. rusak akan berakibat: tenaga engine kurang. Gambar 15. Elektroda terbakar atau kotor berlebihan. 2) 3) 4) Keausan pada elektroda. membersihkan dan menyetel busi Busi adalah komponen yang memberikan loncatan api untuk proses pembakaran. Gasket rusak atau berubah bentuk. Memasang saringan oli 5. Perawatan busi meliputi: a) 1) Pemeriksaan busi secara visual Kemungkinan retak. Memeriksa. Bila busi kotor.Gambar 14. engine tidak dapat idel. Pemeriksaan busi secara visual b) Membersihkan busi . kerusakan pada ulir atau isolator.

Gambar 17. Memeriksa kabel tegangan tinggi . Penyetelan celah busi 6. Gambar 16. Jika diperlukan setelah celah busi dengan membengkokkan elektroda busi. Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara tekan 3) Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator.1) 2) Jangan menggunakan pembersih busi terlalu lama. Membersihkan busi c) Menyetel celah busi Memeriksa semua celah busi dengan alat pengukur celah.

Gangguan kabel tegangan tinggi pengapian akan berakibat: engine sulit distarter. Cara melepas kabel busi . pincang dan tenaga kurang. Hal ini dapat terjadi karena tahanan kabel menjadi sangat besar. Periksalah semua kabel tegangan tinggi tahanan kabel: kurang dari 25 kW. Gambar 18. tidak dapat idel.

Terminal-terminal kotor atau terbakar. Cara memeriksa tahanan kabel busi 7. berkarat. Distributor Gangguan pada distributor akan berakibat kinerja sistem pengapian tidak sempurna. Pemeriksaan tutup distributor b) Menyetel celah platina atau celah udara . Pegas karbon terminal tengah lemah atau macet. kotor atau terbakar. tenaga kurang. yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine: engine sulit distart.Gambar 19. Gambar 20. panas berlebihan dan komponen-komponen utama engine cepat rusak. Adapun perawatannya meliputi: a) Memeriksa tutup distributor Periksa tutup distributor serta rotor dari kemungkinan: 1) 2) 3) Retak.

2) Stel celah platina : celah blok : 0.2 ± 0. Cara penyetelan platina atau celah udara .4 mm Gambar 21.1) Jika platina aus.45 mm 3) Stel celah udara antara rotor dan proyeksi koil (pengapian elektronik). rusak atau terbakar ganti yang baru. Celah udara : 0.

Sudut dwell : 50 0 ± 54 0 Gambar 22. . Penyetelan pengapian dengan merubah posisi distributor serta menggunakan alat Timing light. Pemeriksaan sudut dwell d) Memeriksa saat pengapian Stel putaran mesin pada putaran idel.c) Memeriksa sudut Dwell Periksa sudut dwell dengan Dwell tester. oktan selector pada posisi standar. Pada putaran maksimal 950 Rpm saat pengapian antara 50 ±15 0 sebelum TMA (sesuaikan dengan spesifikasi pabrik). Jangan menyetel dengan Oktan selector.

Pemeriksaan Governoor advancer f) Memeriksa governor advancer dengan engine hidup Hidupkan engine dan lepaskan slang vakum pada distributor. Saat pengapian berubah-ubah sesuai putaran engine. Gambar 24. Gambar 25. Pemeriksaan Governoor advancher dengan engine hidup g) Memeriksa kerja Vacum advancer .Gambar 23. Penyetelan saat pengapian e) 1) Memeriksa kerja governor advancer Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putaran rotor dan dilepas. 2) Rotor tidak boleh terlalu kendor.

m .m Baut penumbuk katup: 1. Pemeriksaan Vacum advancer 8. Gambar 26.4 ± 6. Adapun prosedur penyetelannya sebagai berikut: a) 1) 2) b) Menepatkan tanda timing Panaskan engine kemudian matikan Tepatkan silinder no 1 pada TOP kompresi Mengencangkan baut-baut kepala silinder dan penumbuk katup.6 kg.6 kg. Menyetel Celah Katup Perubahan pada setelan celah katup akan berakibat pemasukan gas baru dan pengeluaran gas bekas terganggu dan akan menyebabkan tenaga engine berkurang. 1) 2) Baut kepala silinder: 5. Oktan selector akan berubah-ubah sesuai putaran engine.Hubungkan slang vakum pada distributor.8 ± 6. putaran idel terganggu dan suara berisik.

c) Menyetel Celah Katup Celah katup diukur di antara batang katup dengan lengan penumbuk (Rocker arm).30 mm (sesuaikan dengan ketentuan manual) . Pengencangan baut kepala silinder dan penumbuk katup.20 mm. katup buang: 0. Celah katup hisap: 0.Gambar 27.

Gambar 28. Pemeriksaan katup trotel . Gambar 29. Gambar 30. Penyetelan dilakukan melalui kabel gas atau baut penyetop pedal gas. stel pada TOP kompresi silinder 4. Memeriksa Karburator Untuk penyetelan karburator gunakan manual sesuai jenis karburator dan merek kendaraannya. Gangguan pada sistem karburator akan berakibat: tenaga engine berkurang. Penyetelan katup TOP kompresi silinder 1 Putar satu kali putaran (360 0). Penyetelan katup TOP kompresi silinder 4 9. Perawatan pada sistem karburator meliputi: a) 1) 2) Memeriksa katup trotel Katup trotel harus membuka penuh saat pedal gas ditekan penuh. putaran idel tidak baik dan bahan bakar boros.

Gambar 32. Gambar 33. Pemeriksaan pompa akselerasi. c) Memeriksa Katup Cuk Konvensional Katup cuk harus membuka penuh bila tombol cuk ditarik penuh dan menutup penuh bila tombol dilkembalikan. Pemeriksaan katup cuk saat tombol ditarik . Penyetelan pembukaan katup trotel b) Memeriksa Pompa Akselerasi Bensin harus menyemprot keluar dari Jet saat katup trotel terbuka.Gambar 31.

Gambar 38. . Gambar 39. lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. menekan pedal gas sekali dan menghidupkan engine. tekan pedal gas sekali.Gambar 34. Pelepasan slang vakum dari penghubung cuk 5) Tarik tombol penuh. Gambar 37. matikan lalu lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. dan kembalikan tombol posisi setengah. Hidupkan mesin sampai suhu kerja. Penarikan tombol cuk engne hidup dan digas 3) Pasang kembali slang vakum. dan hidupkan engine. Gambar 35. penghubung cuk tidak bergerak. suhu air dibawah 30 0C. Pemeriksaan penghubung cuk 4) Memeriksa BVSV keadaan engine panas. Pelepasan slang vakum penarik cuk 2) Menarik tombol cuk. Pemeriksaan katup cuk saat tombol dilepas d) 1) Memeriksa Pembuka Cuk Otomatis Memeriksa BVSV mesin dalam keadaan dingin. Gambar 36. Tombol cuk posisi setengah 6) Pastikan nok idel tinggi pada langkah kedua.

pastikan linkage cuk bergerak dan nok idel tinggi dibebaskan pada langkah ketiga. Dalam penyetelan putaran dan campuran idel. . Nok idel tinggi pada langkah ketiga 10. perlu diperhatikan hal-hal berikut: a) b) Saringan udara dalam keadaan terpasang Suhu air pendingin normal (suhu kerja) c) d) Katup cuk terbuka penuh Semua perlengkapan tambahan dimatikan e) f) Semua saluran vakum terpasang Transmisi pada posisi netral g) h) i) Saat pengapian benar-benar tepat (sudah distel) Tachometer dan pengukur vakum terpasang Pengukur CO pada posisi NOL siap pakai. a) Lepaskan slang HIC dan sumbatlah ujung slangnya. Penyetelan Putaran dan Campuran Idel (Gunakan selalu buku manual sesuai merek kendaraan dan Tahun pembuatannya).Gambar 40. Perhatikan gambar berikut: Gambar 41. Pada saat tombolcuk ditekan habis. putaran engine kembal idel. Pengecekkan nok idel tinggi pada langkah kedua 7) Pasang kembali slang vakum.

Gambar 42. Cara membuka kap pembatas idel c) Menyetel idel pada putaran spesifikasi Menyetel putaran idel pada putaran spesifikasi (600-800 Rpm). Penyetelan vakum maksimum e) Menyetel putaran dan campuran idel Ulangi penyetelan putaran dan campuran hingga vakum benar-benar maksimum seperti berikut: . dengan jalan menyetel sekrup pengatur seperti berikut: Gambar 44. Pelepasan slang HIC b) Membuka kap pembatas idel Membuka kap pembatas idel pada skrup pengatur campuran idel jika terpasang seperti gambar berikut: Gambar 43. Penyetelan putaran idel d) Menyetel vakum maksimum Stel hingga vakum maksimum dengan memutar sekrup pengatur campuran idel dengan SSTseperti berikut: Gambar 45.

Memeriksa Tekanan Kompresi Engine . Pengukuran harus dilakukan selama 3 menit seperti berikut: Gamba r 48. Pastikan Rpm kembali ke posisi spesifikasi seperti berikut: Gambar 47. Pengecekan setelan putaran dan campuran idel 11. baru lakukan pengukuran. 12.Gambar 46. Tunggu 1 menit. Pemasangan slang katup HIC dan Kap pembatas idel. a) b) Mengukur Konsentrasi CO Pada Gas Buang Menaikkan putaran sekitar 200 Rpm selama 30 ± 60 detik. kembalikan slang katup HIC seperti semula dan pasang kap pembatas idel yang baru seperti berikut: Gambar 49. Pengu kuran konsen trasi CO c) Jika seluru h pekerjaan penyetelan sudah selesai. Penyetelan putaran dan campuran idel f) Cek putaran dan campuran idel Pengecekan setelan putaran dan campuran idel dengan menarik link gas kemudian melepaskan kembali.

a) Panaskan engine sampai suhu kerja b) Lepas semua busi Gambar 50. Gamba r 52. 3. Pekerjaan Tune-up meliputi: a) b) Sistem pendingin Tali kipas . menyetel dan mengganti komponen yang mendukung kinerja engine. Pemeri ksaan tekana n kompr esi c. 2. Pelepasan kabel tegangan tinggi koil d) Memasang kompresi tester pada lubang busi. Rangkuman Perawatan komponen-komponen engine dilaksanakan dengan pekerjaan Tune-up engine. Baca hasil pengukuran antara 9 ± 12 kg/cm2 (sesuaikan dengan manual merek kendaraan) yang diukur. Melepas busi c) Melepas kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran skunder terputus. buka trotel penuh dan start engine pada putaran: 250 Rpm selama maksimal 3 detik. 1. Tune-up engine: mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan memelihara. Gambar 51.

setel katup buang silinder 1 . menyetel atau mengganti busi. Prosedur menyetel celah katup: Kencangkan baut kepalasilinder dan penunjang batang penumbuk. vakum advancer. Pengukuran tegangan tali kipas antara pompa air dan alternator. 9. Tahanan kabel tegangan tinggi kurang dari 25 kW. Perawatan sistem pelumasan: kondisi dan kapasitas oli. 5. tepatkan dengan menggerakkan distributor. antara engkol dan kompressor. lihat tanda penyesuai. Prosedur menyetel pengapian: hidupkan engine. Pemeriksaan distributor meliputi: tutup dan terminal-terminal tutup distributor. Tekanan kompresi. 10. pasang timing light.rotor. penyetelan celah platina dan sudut dwell. governor advancer. Pengukuran baterai meliputi: kondisi terminal. posisikan tanda timing pada TOP kompresi silinder 1. Alat tes sistem pendinginan adalah Radiator tester. 8. 6. Perawatan busi: membersihkan . kondisi kotak baterai dan berat jenis elektrolit. penggantian saringan oli.c) d) e) f) g) Saringan udara Baterai Oli mesin Busi Kabel tegangan tinggi h) Distributor i) Baut kepala silinder dan penumbuk katup j) k) l) Celah katup Karburator Putaran idel m) Konsentrasi CO n) 4. 11. 7. 12.

4. membuka semua busi. Engine 4 silinder FO 1342. 9. e. 1. Sebutkan 8 alat tester yang digunakan untuk pekerjaan Tune-upmotor bensin. pada TOP kompresi silinder 4 katup mana saja yang bisa disetel? 10. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetel putaran dan campuran idel: air filter terpasang. Sebutkan 6 pemeriksaan pada karburator. Putar 360 0 Setel katup masuk dan buang yang belum disetel. 8.pompa akselerasi. Apa akibatnya bila kapasitas oli kurang? Apa akibatnya bila busi kotor. 14. tacho dan pengukur vakum terpasang dan meteran CO posisi NOL siap pakai. perlengkapan tambahan mati. 13. Prosedur tes tekanan kompresi: Panaskan engine. 2. melepas kabel tegangan tinggi koil. 5. transmisi netral. 11. Sebutkan 9 ketentuan sebelum menyetel putaran dan campuran idel. 6. cuk. 1.dan 3 dan katup masuk silinder 1 dan 2. 3. 15. d. tahanan kabel melebihi ketentuan? Sebutkan 8 pemeriksaan/penyetelan terkait dengan distributor. 2. putaran dan campuran idel. Sebutkan 15 pekerjaan Tune-up engine. cuk membuka penuh. Catatlah dalam buku tugas merek kendaraan yang dipelajari. dan bagian komponen yang memerlukan penyetelan serta spesifikasi penyetelannya. menstarter engine dan membaca hasil pengukuran. pembuka cuk. memasang alat tes. Pemeriksaan Karburator meliputi: kerja trotel. 7. Tes formatif Jelaskan yang dimaksud dengan Tune-up engine. semua slang vakum terpasang. Sebutkan 4 pemeriksaan pada baterai. pelajarilah pada bagian Tune-up engine. Sebutkan 5 pekerjaan tune-up pada sistem pendingin. Tugas Carilah dan pelajarilah minimal dua buku manual suatu kendaraan bermesin bensin. suhu air normal. pengapian tepat. .

cuk. baterai. Dwell tester. 5. celah platina. governoor. Terminal baterai. pengapian tepat. kapasitas air. Trotel membuka penuh.12. Sebutkan 2 prasyarat pengetesan tekanan kompresi. 3. Engine sulit hidup. Memeriksa kondisi air. tenaga kurang. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. celah katup. pembuka cuk. komponen engine cepat rusak. transmisi netral. pompa akselerasi. f. kabel tegangan tinggi. 9. vakum advancer. putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. busi. tegangan dan kebocoran elektrolit. 2. celah platina. karburator. 7. vakum advancer. Trotel. memeriksa. Radiator tester. 11. CO meter. 6. terminal-terminal. Engine pada suhu kerja. suhu air normal. tutup radiator dan tali kipas. perlengkapan tambahan mati. Kunci Jawaban Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan. sistem pendingin. menyetel. membersihkan dan mengganti komponen. tutup distributor. governor. b. 4. slang vakum terpasang. cuk membuka penuh. Uraian Materi . Engine panas. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat melakukan perawatan/servis engine bensin sesuai ketentuan standar operasi kerja dan K3. Compression Tester. Tacho meter.Tacho dan pengukur vakum terpasang serta CO meter posisi NOL siap pakai. Kegiatan belajar 2: Perawatan/servis Engine Bensin a. Kondisi tutup. Timing light. rotor. Saringan udara terpasang. oli. vakum meter. rotor. kapasitas air. Hydro meter. Berat jenis elektrolit. Radiator cap tester. 1. putaran idel dan campuran idel. pengapian. Memeriksa kondisi air. 8. 12. 10. tali kipas. saringan oli. pengapian dan pegas karbon.

Lakukan latihan praktik perawatan/servis engine bensin pada engine stand atau pada unit kendaraan yang ada pada bengkel sekolah berulang-ulang sampai benar-benar menguasai materi/trampil. Laporkan pada guru pembimbing bila sudah menguasai materi untuk dilakukan tes praktik. . Gunakan lembar kerja yang ada pada modul ini untuk pedoman praktik. 2. 3. bila menggunakan buku manual. Menerapkan prosedur K3 dalam praktik. 4. Tugas 1. Kunci jawaban Berpedoman pada kriteria penilaian praktik pada modul ini dan pada buku manual sesuai yang digunakan untuk praktikum. 3. 2. Catatlah dalam buku tugas setiap hasil pemeriksaan dan perbaikan/penyetelan yang dilakukan serta kesimpulan hasilnya. d. Menggunakan buku manual sesuai engine yang digunakan untuk latihan.1. Tes formatif Lakukan pekerjaan Perawatan engine bensin secara berkala sesuai prosedur standar dan prosedur Kesehatan dan keselamatan kerja. e. c. Melakukan praktik perawatan/servis engine bensin dengan engine yang ada di bengkel sekolah.

.

6. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar. Peralatan tangan standar. 4. Sub kompetensi TUJUAN: 1. 2. 3. 2. Elektrolit baterai jangan sampai kena anggota badan dan pakaian. KESELAMATAN KERJA: 1. 5. .LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis Engine dan Komponennya. Tempat komponen. SST untuk Tune-up. Fender cover. Kompresor udara. : Perawatan Berkala Motor Bensin. ALAT: 1. Siswa dapat melakukan pekerjaan perawatan berkala motor bensin. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya. Peralatan Tune-up motor bensin standar. 3.

Ulangi pekerjaan ini sampai benar-benar kompetensi. 7. Catatlah hasil pemeriksaan dan penyetelan komponen pada buku tugas. Saringan oli. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. 4. LANGKAH KERJA: 1. 6. 3. Kertas gosok. 2. Praktek Tune-up dengan langkah seperti pada manual. 9.7. 5. Elektrolit baterai/air baterai. Laporkan pada pembimbing bila sudah menguasai materi untuk bersama-sama merencanakan uji kompetensi internal. Bersihkan lingkungan kerja seperti semula. 7. BAHAN: 1. busi. Kembalikan alat dan bahan seperti semula. 2. . 5. 3. Diskusikan dengan teman atau Tanya pembimbing bila ada yang ragu. Siapkan peralatan dan bahan. 8. Air pendingin. Buku manual sesuai jenis/merek engine yang digunakan. baut-baut platina. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan. 4. Tali kipas. Oli pelumas engine. Kain lap (majun). 6.

Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes 1 dan Tes 2): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %.BAB III EVALUASI A. a. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. c. . b.

Distributor Pengapian Dapat memeriksa kondisi tutup distributor. kebocoran. kondisi radiator dan slang radiator. memeriksa dan mengganti saringan oli Dapat memeriksa kondisi Busi. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). kapasitas dan berat jenis elektrolit Dapat memeriksa kapasitas Sistem Pelumasan dan kondisi oli. Baterai penyangga. 2.rotor. . mengganti oli. membersihkan dan menyetel busi Kabel tegangan tinggi. kerja governor dan vakum advancer. Kriteria Penilaian Praktik NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Sistem Pendinginan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 Dapat memeriksa kondisi dan kapasitas air. serta dapat menguras dan mengganti air pendingin 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 2 3 4 5 6 7 Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas. busi.d. hubungan dan kondisi terminal. tes tekanan sistem dan kerja tutup radiator mengetes. memeriksa dan menyetel celah platina. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. Dapat mengukur tahanan kabel tegangan tinggi. Dapat memeriksa kondisi Saringan udara dan membersihkan serta mengganti elemen saringan Dapat memeriksa kondisi.

waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. pembuka cuk dan menyetel campuran serta putaran idel. Dapat menerapkan K3 dan SOP.pompa akselerasi. 2. Dapat menepatkan timing katup. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai 8. memeriksa dan menyetel saat pengapian. Nilai 9.00 (lulus istimewa/YA). DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA :««««««««««««« NIS :««««««««««««« NO SOAL NILAI TES 1 NILAI TES PRAKTIK KETERANGAN .00 (lulus baik/YA). Nilai 7. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 8 Celah Ktup 9 Tekanan Kompresi 10 Karburator 11 K3 dan SOP CATATAN: 1.mengukur dan menyetel katup.00 (lulus amat baik/YA). Dapat mengukur tekanan kompresi serta menyimpulkan hasilnya Dapat memeriksa dan menyetel trotel. cuk. 3. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. Mengencangkan baut kepala silinder dan rocker arm.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 memeriksa dan menyetel sudut dwell.

rotor. B. memeriksa. menyetel. saringan oli. oli. membersihkan dan mengganti komponen. celah katup. pengapian. tutup distributor. karburator. kabel tegangan tinggi. putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. governor. . tali kipas. Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan.20-001-2 B N II = «««««« CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. baterai. vakum advancer. 2. busi. celah platina. kapasitas air. Kunci Jawaban Tes 1 1. Memeriksa kondisi air.N1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 RATARATA N2 Nilai = Rata-rata nilai Tes 1 (N1) dikalikan 4 ditambah nilai rata-rata tes praktik (N2) dikalikan 6 kemudian dibagi 10 (4xN1) + (6xN2) N II= 10 NII= Nilai akhir OPKR.

12. Radiator cap tester. transmisi netral. Trotel membuka penuh. putaran idel dan campuran idel. tenaga kurang. terminal-terminal. Engine panas. Tes 2 Berpedoman pada criteria penilaian praktik dan buku manual sesuai yang digunakan. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. tegangan dan kebocoran elektrolit. pengapian tepat. Kondisi tutup. 9. bila menggunakan buku manual. Saringan udara terpasang. Radiator tester. vakum advancer. Berat jenis elektrolit. Terminal baterai. cuk membuka penuh. pembuka cuk. 11. Memeriksa kondisi air. 6. tutup radiator dan tali kipas. sistem pendingin. pengapian dan pegas karbon. Engine sulit hidup. vakum meter. 7. Dwell tester. 10. Timing light.3. BAB IV PENUTUP . celah platina. CO meter. perlengkapan tambahan mati. Engine pada suhu kerja. pompa akselerasi. 4. Hydro meter. governor. cuk. Compression Tester. Tacho dan pengukur vakum terpasang dan CO meter posisi NOL siap pakai. Tacho meter. 8. suhu air normal. 5. Trotel. slang vakum terpasang. rotor. komponen engine cepat rusak. kapasitas air.

). maka isilah rencana kegiatan tersebut dalam format berikut ini. Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Tanggal Waktu . Toyota Astra Motor. Pedoman Reparasi Toyota 2K.5K.3K. Anonim. II Pembelajaran A. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jakarta: PT. (t. Toyota Astra Motor. 2 Evaluasi Uji Komp. (2003). Anonim. Jakarta: PT. 2 Keg. Bel. (1983). sebaiknya anda membuat rencana belajar dan mendiskusikan dengan guru/ tutor yang berkaitan dengan modul pemelajaran ini. 1 W Engine Service Training Information. Posted in ilmu. Bel. Jenis Kegiatan Keg. Untuk membuat perencanaan kegiatan belajar anda. New Step 1 Training Manual. 1 Keg. Rencana Belajar Siswa Sebelum anda melanjutkan mempelajari modul ini.4K.th. otomotif Leave a Comment Yogyakarta: SMKN 2 Depok Perbaikan Sistem Rem Apr 21 Posted by 66tech Bab. (1995). Sebaliknya bila siswa dinyatakan tidak lulus. maka siswa tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya.Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Bel. Job Sheet Tune-up Motor Bensin. Jakarta: Toyota Motor Corporation Anonim.

diharapkan siswa dapat: 1) 2) 3) Menjelaskan konstruksi dan cara kerja tangan. Memeriksa. memperbaiki dan menyetel rem tangan. Kendaraan niaga yang besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang antara propeller shaft dan transmisi. Kegiatan Belajar 1 1. atau rem parkir ekslusif yang dihubungkan dengan roda-roda belakang. . Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. b. kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan tromol rem dan sepatu yang membangkitkan daya pengereman.B. Mengidentifikasi macam-macam penyetel rem tangan. Uraian Materi 1) Rem Parkir Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan. Mobil penumpang dan kendaraan niaga yang kecil mempunyai rem parkir tipe roda belakang (rem kaki). Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini. Kegiatan Belajar a. stick atau pedal.

3) Body Rem Parkir a) Rem Parkir Tipe Roda Belakang . Tuas intermediate (intermediate lever) dipasang untuk menambah daya pengoperasian. Tuas fortuna rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi dengan menarik tuas rem parkir maka rem bekerja melalui kabel yang dihubungkan dengan tuas. Kabel rem parkir memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub-assembly. dibagian tengah kabel diberi equalizer untuk menyamakan daya kerjanya tuas pada kedua roda-roda. Tuas rem parkir dilengkapi dengan ratchet utnuk mengatur tuas pada suatu posisi pengetesan. dengan demikian penyetelan jarak tuas dapat dengan mudah distel.2) Cara Kerja Mekanisme kerja (operating mechanism) pada rem parkir pada dasarnya sama untuk tipe rem parkir belakang dan tipe center brake. Pada rem parkir roda belakang. Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelannya dekat dengan tuas rem. yang digunakan bergantung pada design tempat duduk pengemudi dan sistem kerja yang dikehendaki. Ada beberapa tipe tuas rem parkir seperti diperlihatkan di bawah ini.

tromol rem parkir terpisah dari rem piringan belakang. Pada rem parkir tipe center brake ini daya pengeremannya terjadi pada saat sepatu rem yang diam ditekan dari bagian dalam terhadap tromol yang berputar bersama out put shaft transmisi dan propeller shaft. Hubungannya dilakukan secara mekanik dihubungkan pada sepatu rem pada kendaraan yang mempunyai tromol rem. Tipe ini salah satu dari tipe rem tromol tetapi dipasang antara bagian belakang transmisi dan bagian depan propeller shaft. sepatu rem akan mengembang oleh tuas sepatu rem dan shoe strut (lihat gambar). y Tipe rem parkir deveted Pada tipe rem parkir ini.Bodi rem parkir dikelompokkan menjadi dua tipe structural bergantung pada andilnya tromol rem atau piringan rem (rem kaki) atau komponen rem yang terpisah. Hasilnya. Pada tempat yang menurun. y Kendaraan dengan tromol rem Pada tipe rem parkir ini. y Pelayanan Rem Tipe Sharing (Rem Kaki) Tipe rem parkir ini digabungkan dengan rem kaki. y Kendaraan dengan rem piringan Dalam tipe rem parkir ini. Tipe rem ini bekerjanya sama dengan rem parkir tipe sharing pada kendaraan yang menggunakan rem tromol. Cara kerjanya sama dengan tipe rem parkir seperti pada tromol rem. pad terdorong menekan rotor piringan (disc rotor). atau pada piston pada mobil yang menggunakan disc brake. gerakan tuas menyebabkan poros tuas (lever shaft) berputar menyebabkan spindle menggerakkan piston. b) Tipe Center Brake Tipe center brake ini banyak digunakan pada kendaraan komersil. Pad menjadi aus dan langkah rem parkir akan bertambah dengan alasan ini. seperti pada gambar. Hal umum sebagai penyebab masalah pengereman di antaranya adalah: . maka dilengkapi mekanisme penyetelan otomatis pada mekanisme rem parkir untuk menjaga langkah spindle agar tetap konstan setiap waktu. 4) Memperbaiki Rem Tangan Masalah yang biasa terjadi pada rem tangan adalah ketika memarkir kendaraan. mekanisme rem parkir disatukan dalam caliperr rem piringan. kendaraan masih juga bergerak. Kabel rem parkir dipasang pada tuas sepatu rem dan daya kerja dari tuas rem parkir dipindahkan melalui kabel rem parkir ke tuas sepatu rem. Seperti pada gambar di bawah.

1. Bilamana tarikan kawat rem tidak lancar. Gambar tempat perbaikan rem tangan d. c) Penyetelan kurang tepat. Sedangkan. sebelum kegiatan perbaikan. Atau bilamana masih baik. dan terdengar suara ³klik´ sesuai spesifikasi. Tuas penyetel 2. b) Tempat sambungan kendor atau karat. jarak bidang pengereman telah dijamin oleh penyetel otomatis. Bilamana tarikan kawat melebihi spesifikasi karena kawat mulur. c. Mur penyetel dengan penghubung berulir 5 dan 11: Penahan 6. pada rem tromol dengan penyetel otomatis. Tuas rem parkir 7 dan 10: Sepatu rem . a. Periksa gerakan tuas rem dengan cara menarik sampai kedudukan pengerem. Pastikan seluruh komponen berada pada kondisi normal dan dapat digunakan dengan baik. Oleh karena itu. berikanlah pelumasan jika masih memungkinkan.a) Kawat penarik telah mulur/ kendor atau karat. sedangkan kerja rem tidak memperoleh hasil yang memuaskan. melalui pemutaran bintang (star) penyetel yang ada dalam tromol. dapat juga dilakukan penyetelan di bagian penyama (equalizer) di bagian bawah kendaraan. lakukan perbaikan dan penyetelan. lakukan penyetelan pada baut penyetel yang ada di tuas. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan. Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem tromol tanpa penyetel otomatis. b. Bila tarikan kawat melebihi spesifikasi karena setelan. d) Jarak bidang pengereman antara kanvas rem/ pad dan tromol/ cakram terlalu besar. Posisi tuas rem yang benar biasanya setengah dari keseluruhan gerakan tuas. Silinder roda 3 dan 9: pegas pengembali 4. b. gantilah kawat beserta kelengkapannya. yaitu: a. pemeriksaan terhadap komponen dan cara kerjanya harus dilakukan.

c. Jangkar (Anchor) 12. Ketidaksamaan kerja rem dapat berasal dari: Nilai gesekan yang berbeda (tromol. Pada beberapa tipe rem. Bila celah antara tromol dan kanvas terlalu kecil. Kalau kondisi rem baik. Tarik tuas rem tangan lagi. menggunakan sekrup penyetel (3) apabila dilakukan. Rangkuman . hal itu terjadi dalam waktu bersamaan pada kedua roda. gigi per gigi. gerak batang 10 ± 20 gigi Kontrol: tarik 3 gigi. roda masih harus dapat berputar bebas Tarik penuh. penting sekali untuk menyetel secara tepat celah antara tromol dan kanvas sesuai spesifikasi yang dianjurkan dan melakukan perawatan setiap saat. Begitu juga. hambatan gesek sama pada kedua roda. Untuk mencegah kejadian ini. rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. kanvas) Kelancaran jalan kabel rem tangan yang berbeda. pengereman. gerak tuas harus 3 ± 7 gigi Kontrol: tarik 1 gigi. sampai rem tangan mulai berfungsi. Kalau rem tangan berfungsi dengan baik. penyetelannya bekerja secara otomatis. tuas rem (2) karena tarikan kabel rem akan menekan piston beserta padnya melawan cakram dengan baik. sampai roda tak dapat diputar. apabila celah sepatu pada keempat rodanya tidak sama pada semua roda-rodanya.8. gigi per gigi. roda masih harus dapat berputar bebas Kontrol Kesamaan Kerja Rem Kanan dan Kiri Tarik tuas tangan. sedangkan untuk tipe lainnya celahnya harus dilakukan secara terbuka. Tarik penuh. Celah Sepatu Rem Celah antara tromol dan kanvas yang besar akan menyebabkan kelambatan pada pengereman. maka kendaraan akan tertarik ke salah satu arah atau roda belakang kendaraan akan seperti ekor ikan (yang mengibas ke kanan dan ke kiri). Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem cakram. Mur penahan sepatu rem e. Penyetelan Rem Tangan Stel pada bagian penyetel sampai tercapai keadaan sesuai dengan gambar-gambar di bawah ini.

stick atau pedal. tromol rem dan sepatu rem. Tugas Amati sistem rem parkir dan komponen pengoperasian yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif. cocokanlah jawaban anda dengan yang termuat pada halaman berikut. ? Body rem parkir dikelompokkan menjadi 2 type: § Type sharing § Type deveted ? Hal-hal yang menyebabkan masalah pada pengereman: § Kawat penarik molor/ kendur § Tempat sambungan kendur § Penyetelan kurang tepat § Jarak pengereman kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar d. 2.? Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan. 4. 5. Jelaskan cara kerja sistem tersebut dengan disertai gambar! e. Jelaskan fungsi tuas intermediate (intermediate lever)! Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem parkir! Sebutkan 3 type tuas rem parkir yang banyak dipergunakan pada mobil! Perhatian Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya. 1. kabel atau type mekanisme batang (rod). . ? Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. Test Formatif Jelaskan fungsi rem parkir pada mobil! Sebutkan hal-hal yang menyebabkan kendaraan masih bergerak pada waktu di parkir pada tempat yang menurun! 3.

Diskusikan dengan Tutor Anda. jika belum catat bagian yang Anda tidak puas. 2. 1. 1. 2. 2. Untuk menambah daya pengoperasian. Tuas rem. Kunci Jawaban Formatif Fungsi rem parkir untuk memarkir kendaraan agar tidak bergerak. g. a) b) Kawat penarik kendor Tempat sambungan kendor/ karat c) Penyetelan kurang tepat d) Jarak bidang pengereman antara kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar. tromol rem dan sepatu rem. 3. . Bila puas lanjutkan dengan kegiatan berikutnya. stick/pedal. kabel. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem tangan Membedakan bermacam-macam sistem penyetel. Apakah Anda puas dengan jawaban Anda. a) b) c) Type Tuas Type Stick Type Pedal Perhatian 1.f.

3. . § Lakukan prosedur: o Memeriksa fungsi rem tangan o Membedakan bermacam-macam sistem penyetel o Menyetel rem tangan § Mintalah penjelasan pada instruktur hal yang belum jelas § Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. § Jangan menyetel rem yang panas. 3. Keselamatan Kerja § Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. Langkah Kerja § Siapkan alat dan bahan praktek. Alat dan Bahan Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) i) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Kunci momen Mobil VET a) Kan oli/ Oil can j) Lap 2. agar tidak terjadi kesalahan dalam penyetelan. Menyetel rem tangan 1.

b. Kegiatan Belajar 2 a. Karena self ± energizing efect ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangkan sepatu. memeriksa dan memperbaiki silinder master dan silinder roda Membongkar. Komponen-Komponen Rem Tromol 1. 3. Tugas § Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Backing plate Silinder roda (Wheel cylinder) Sepatu rem dan kanvas (Brake shoe and lining) 4.4. Menyebutkan komponen-komponen rem tromol Mengontrol fungsi penguat tenaga rem (booster) 3. Tromol rem (Brake drum) . Uraian Materi 2 Rem Tromol Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda. 4. Memeriksa saluran dan slang rem Membongkar. memperbaiki dan menyetel sistem rem tromol. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan-kegiatan ini diharapkan siswa dapat: 1. memeriksa. 2. kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang relatif kecil. 5. 2.

Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda. Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran . Apabila rem tidak bekerja. sedangkan sistem yang lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya satu sepatu rem. Karena sepatu rem terkait pada backing plate maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate. Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk menggerakkan kedua sepatu rem yaitu satu piston untuk setiap sisi silinder roda. Bleeder plug disediakan pada silinder roda gunanya untuk membuang udara dari minyak rem.y Backing Plate Backing plate dibuat dari baja press yang dibaut pada axle housing atau axle carrier bagian belakang. Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeliling (pada kendaraan besar) atau dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan tromol. y Sepatu Rem dan Kanvas Rem Sepatu rem (brake shoes) seperti juga tromol (drum) memiliki bentuk setengah lingkaran. Koefisien tersebut sedapat mungkin tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan turun naiknya temperatur dan kelembaban yang silih berganti. Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja. maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik sepatu rem . y Silinder Roda Silinder roda (wheel cylinder) terdiri dari beberapa komponen seperti terlihat pada gambar di sebelah kanan. Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus serta harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Bila timbul tekanan hidraulis pada master cylinder maka akan menggerakkan piston cup. Piston akan menekan kearah sepatu rem kemudian bersama-sama menekan tromol rem.

y Tromol Rem Tromol rem (brake drum) umumnya terbuat dari besi tuang (gray cast iron) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini. bila sudah menonjol dapat ditarik keluar) Pemeriksaan Bersihkan semua komponen dalam air Jika korosi ringan dapat dihoning Jika korosi berat harus diganti Periksa ulir-ulir baut Periksa sil Jika keadaan rusak. sobek dan keras harus diganti . Ketika kanvas menekan permukaan bagian dalam tromol bila rem bekerja. Tromol rem ini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa bersentuhan dan berputar bersama roda.fiber metalic dengan brass. lead. plastik dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu. Keluarkan torak 1 dan 2 (ketok pada dua balok kayu beri alas kain. maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu setinggi 200 0 C sampai 3000C. Melepas dan Membongkar Silinder Kosongkan tabung reservoir (dengan penyedot) Lepaskan pipa-pipa tekanan Lepaskan master dari booster Lepaskan tabung reservoir dari silinder master (dengan menarik perlahan-lahan) Lepaskan baut penyetop torak 2 sekunder piston (tekan torak dalam-dalam dan lepaskan baut penyetop) Lepaskan ring penjamin (snap ring) dengan menekan torak dan melepas snap ring.

Jika torak korosi atau pecah harus diganti. kaku dan lemah harus diganti.(Catatan: Pada setiap pembongkaran sebaiknya sil-sil diganti dengan yang baru) Periksa torak dan pegas Jika pegas korosi. silinder harus dioverhaul atau diganti. Periksa kebocoran pada sil sekunder. Setelah halus. Jika ujung silinder dan kelilingnya basah oleh cakram rem.! Jangan memutar honing di luar silinder master«!!! Pemeriksaan Kebocoran pada Silinder Master Periksa kebocoran pada sambungan pipa rem dan reservoir. bersihkan dengan udara kompresor. Perbaikan Memperbaiki silinder master korosi Dihoning dengan alat honing (menggunakan bor tangan) Saat menghoning silinder dilumasi dengan air. . Catatan: Toleransi diamter silinder master + 1 mm. Putaran honing = 1000 rpm Awas«.

Pemeriksaan Fungsi Rem Tromol Periksa apakah silinder rem macet. pipa rem harus diganti. Jika berbau cairan rem. Hidupkan motor sewaktu pedal rem ditekan. slang harus diganti. sil sekunder bocor. lepas silinder pada flensnya untuk pemeriksaan pada sil sekundernya. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Kontrol Fungsi Penguat Tenaga Rem (Booster) Kontrol ini harus dilaksanakan. selama tahap tersebut. Tromol roda-roda lain harus terpasang. semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul. Jika ada cairan rem di dalam penguat tenaga rem. Matikan motor sewaktu pedal rem ditekan. ujung silinder tidak dapat diperiksa tanpa melepas silinder. Tekan pedal rem beberapa kali. pada saat motor mati. Periksa slang-slang rem. Periksa hal tersebut. Torak-torak pada silinder rem yang diperiksa harus bergerak keluar tampa ada kebocoran di silinder roda. Pada tahap ini pedal tidak boleh ada reaksi. jangan bersinggungan dengan roda. Apabila bocor atau berkarat keras. pedal akan menurun sedikit.Jika mobil dilengkapi dengan penguat tenaga rem (booster). . alat tersebut harus dibersihkan/dioverhaul. Lepas tromol hanya pada rem yang sedang diperiksa. kedua kanvas ditahan dengan obeng. Jika permukaannya retak atau tergores. Jika terdapat kebocoran. Juga sewaktu roda depan dalam posisi terbelok. Jika peda akan terdorong kembali. Kalau penguat tenaga berfungsi. Periksa juga di sekeliling flens silinder master pada penguat vakum. katup anti-balik pada penguat tenaga harus dibersihkan/diganti. Pemeriksaan Saluran dan Slang Rem - Periksa pipa-pipa rem. Jika basah oleh cairan rem. lepas slang vakum penguat tenaga rem dan cium slang tersebut. Perhatikan pada pemasangan slang rem. kalau pedal rem harus ditekan keras sekali untuk mencapai perlambatan/ pengereman mobil yang cukup. agar torak-toraknya tidak tertekan keluar. Untuk itu.

Tidak perlu digosok. atau berkarat. Pengunci sepatu Kedudukan pegas Kedudukan ujung sepatu - Periksa tebal kanvas. 6. - Periksa kebocoran pada sil poros aksel (hanya pada aksel rigid dengan penggerak roda). semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul atau diganti baru. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang normal. Periksa kondisi dan pemasangan bagian pengikat sepatu rem: 1. lihat juga bagian dalam karet pelindung debu silinder rem. Kedudukan pegas Pemasangan batang penghubung 4. pakai air sabun jika kotor keras. atau lebih baik dengan dibubut/ digerinda.Periksa permukaan gesek pada tromol rem. Jika ada. Periksa kebocoran pada silinder rem. 5. Kebocoran dapat dilihat pada piringan rem dan pada poros aksel yang basah karena oli. 3. Jika kurang dari 1. Kalau permukaannya keras dan berkilat. Sil yang bocor harus diganti baru. Permukaan kanvas yang kotor karena oli aksel atau cairan rem biasanya diganti baru. Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal. Untuk memeriksa kebocoran.5 mm atau keling kanvas sudah tercoret. Penyetelan Sepatu Rem . Pemeriksaan/ Pembersihan Bagian-bagian Rem Tromol Bersihkan bagian-bagian rem dengan kuas atau sikat. nilai gesekannya kurang. Bila berwarna abu-abu sampai hitam. Periksa permukaan kanvas. nilai geseknya kurang. Dilarang menggunakan angin. Maka permukaan harus dibersihkan denga kertas gosok. Kedudukan ujung sepatu 2. kanvas harus diganti baru.

2. ? Pada waktu pemasangan selang rem. e. tromol tertekan teratur pada flensnya) Penyetelan rem biasanya dapat dilakukan melalui lobang paa piringan rem. jangan sampai bersinggungan dengan roda. Test Formatif Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem tromol! Apa akibatnya apabila celah antara tromol dan kanvas terlalu besar dan terlalu kecil? 3. (Jika roda tidak terpasang. Apa fungsi bleeder plug pada silinder roda? . 1. Lubang-lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet. tetapi sering lebih sederhana dengan alat khusus atau obeng yang dibengkokkan sesuai dengan keperluan. d. Penyetelan dapat dilakukan dengan obeng. Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh kanvas rem? 4. Tugas Apa analisis Anda dan apa yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan di bawah ini: Seorang pengemudi mengeluh saat kecepatan mobil tinggi kemudian direm.Pada sistem pengingkatan tromol dengan flens. Suzuki). Pada sistem ini. roda harus dipasang untuk mendapat hasil penyetelan yang baik. mobil selalu bergerak ke arah kiri. c. roda harus terpasang dengan posisi lubang pelg pada lubang tromol. Juga ada mobil dengan lubang penyetel pada tromol (misal: VW. Rangkuman ? Komponen-komponen rem tromol: § Backing plate § Silinder roda § Sepatu rem dan kanvas § Tromol rem ? Kanvas rem harus dapat menahan pana dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi.

5.5. Tahan panas dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi. a. Lembar Kerja 1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol. Backing plate b. Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat sepatu rem? F. 4. Alat dan Bahan a) Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Alat cuci (air) Sikat baja Pistol udara . Untuk membuang udara dari minyak rem. Silinder roda c. 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol 1. Sepatu rem dan kanvas rem d. Celah yang kecil menyebabkan rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. 3. Celah yang besar menyebabkan kelambatan pada pengereman. Tromol rem 2. g. Kunci Jawaban Formatif 1. Pelat baja.

i)

Kunci momen j) Mobil

k) l)

Kertas gosok Kan oli

m) VET dan lap 2. Keselamatan Kerja a) b) Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. Dilarang membersihkan rem dengan angin, debu asbes dari kanvas beracun. 3. Langkah Kerja a) Siapkan Alat dan Bahan Praktek b) Lakukan prosedur:

1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur hal-hal yang belum jelas

Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. 4. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Kegiatan Belajar 3 a) Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat: 6. Menyebutkan komponen-komponen rem cakram. 7. Menyebutkan jenis-jenis kaliper.

8.

Membongkar, memeriksa, memperbaiki dan menyetel rem cakram. a. Uraian Materi Rem Cakram

Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat besi tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini disc pad) yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara pad dan cakram (disc).

Karakteristik dari cakram hanya mempunyai sedikit aksi energi sendiri (self± energizing action), daya pengereman itu sedikit dipengaruhi oleh fluktuasi koefisien gesek yang menghasilkan ke stabilan tinggi. Selain itu karena permukaan bidang gesek selalu terkena udara, radiasi panasnya terjamin baik, ini dapat mengurangi dan menjamin dari terkena air. Rem cakram mempunyai batasan pembuatan pada bentuk dan ukurannya. Ukuran disc pad agak terbatas, dan ini berkaitan dengan aksi self± energizing limited. Sehingga perlu tambahan tekanan hidraulis yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efisien. Juga pad akan lebih cepat aus dari pada sepatu rem tromol. Tetapi konstruksi yang sederhana mudah pada perawatannya serta penggantian pad.

Komponen-Komponen Rem Cakram
y

Piringan

Umumnya cakram atau piringan (disc rotor) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) berlubang-lubang untuk ventilasi.

Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, kedua-duanya untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama.
y

Pad Rem

Pad (disc pad) biasanya dibuat campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi. Tipe ini disebut dengan ³Semi Metalic disc pad´. Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diizinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. Pada beberapa pad. Penggunaan metallic plate (disebut dengan anti-squel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi saat berlaku pengereman. Jenis-Jenis Kaliper Caliper juga disebut dengan cylinder body, memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana minyak rem disalurkan ke silinder. Caliper dikelompokkan sebagai berikut menurut jenis pemasangannya: Ä Tipe Fixed Caliper (Double Piston) Caliper dipasangkan tepat pada axle atau strut. Seperti digambarkan di bawah ini, pemasangan caliper dilengkapi dengan sepasang piston. Daya pengereman didapat bila pad ditekan piston secara hidraulis pada kedua ujung piringan atau cakram. Fixed caliper adalah dasar disain yang sangat baik dan dijamin dapat bekerja lebih akurat. Namun demikian radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada antara cakram dan velg, menyebabkan sulit tercapainya pendinginan. Untuk ini membutuhkan penambahan komponen yang banyak. Untuk mengatasi hal tersebut jenis caliper fixed ini, sudah jarang digunakan.

Ä Tipe Floating Caliper (Single Piston) Seperti terlihat pada gambar piston hanya ditempatkan pada satu sisi kaliper saja. Tekanan hidraulis dari master silinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram). Pada saat yang sama tekanan hidraulis menekan sisi pad (reaksi B). ini menyebabkan kaliper bergerak ke kanan dan menjepit cakram dan terjadilah usaha tenaga pengereman. Caliper tipe floating dapat digolongkan sebagai berikut: 1) Tipe Semi-Floating à Tipe PS

2)

Tipe Full-Floating à (Tipe F, Tipe FS, Tipe AD dan Tipe PD)

Caliper tipe semi±floating menerima tenaga pengereman yang dibangkitkan pad bagian luar. Pada caliper tipe full±floating, kemampuannya pengeremannya dibangkitkan oleh kedua pad dengan troque plate. Caliper floating banyak digunakan pada kendaraan penumpang modern. Susunan Rem Cakram Jenis Kaliper Luncur 1. Kaliper Luncur 2. Rangka Tetap 3. Balok Rem (Pad) 4. Batang Pengantar 5. Busing Pengantar Pembongkaran Lepas baut pengunci kaliper 6. Tabung Pengantar 7. Baut Pengantar 8. Karet Pelindung Kotoran 9. Klip

Angkat kaliper dan keluarkan balok-balok rem

Pemeriksaan

-

Periksa kondisi balok rem. Jika kanvas mulai lepas dari plat dudukannya atau jika tebal kanvas kurang dari 2 mm, balok rem harus diganti baru.

Periksa kondisi cakram. Cakram yang berkarat atau hitam pada permukaan gesek, harus digerenda atau diganti baru. Permukaan gesek cakram yang beratur tidak mempengaruhi fungsi rem. Cakram dengan tebal yang kurang harus diganti baru

Tebal baru = 7 ± 12 mm, tebal minimal biasanya tebal baru dikurangi 1 mm.

Periksa fungsi torak. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Pada waktu pedal ditekan, torak harus bergerak keluar. Jika torak macet, kaliper rem harus dioverhaul. Untuk mengembalikan posisi torak, pakai alat penekan khusus atau tang pompa air.

Pada waktu itu cairan rem yang penuh pada reservoir harus dikurangi, untuk menghindari tumpahan cairan rem. Jika menggunakan tang pompa air, perhatikan karet pelindung debu. Karet pelindung yang robek harus diganti baru. Jangan menekan pedal beberapa kali, torak dapat keluar/ lepas. Kaliper kedua harus terpasang atau dipres dengan sebuah klem C. Periksa busing batang dan tabung penghantar. Pasang

kaliper pada kerangka, keraskan baut pengikatnya. Kaliper harus dapat bergerak ke kanan dan ke kiri dengan baik. Jika gerakannya berat atau macet, maka busing batang dan tabung pengantar harus diperbaiki. Pembongkaran Melepas rem luncur Lepaskan kaliper dengan melepas batu pemegangnya. Keluarkan pad dari dudukannya.

Lepaskan pemegang kaliper (Perhatikan pin pengunci pada baut pengantar) Mengeluarkan piston dari kaliper Keluarkan karet penutup. Awas ring pengunci penahan. Keluarkan piston dengan udara tekan (kompresor)

-

Hadapkan piston ke lantai/ meja kerja agar tidak membahayakan.

Keluarkan sil piston dengan obeng. (Awas jangan sampai menggores silinder kaliper)

Bersihkan semua komponen kaliper rem luncur dengan air (bila perlu dengan sabun) Awas jangan menggunakan oli, bensin atau solar.

Pemeriksaan Periksa semua komponen kaliper rem luncur. Periksa cakram kaliper rem luncur

A = Kerusakan kecil masih dapat diperbaiki (dibubut) B = Kerusakan keras (sebaiknya diganti) C = Kerusakan miring rusak (harus diganti) Perbaikan Silinder kaliper rem luincur Silinder yang tergores dan korosi berat harus diganti!

Jika korosi ringan dapat dihoning hingga korosi hilang dari permukaan silinder.

(Gunakan air pada saat menghoning, Awas«! Jangan menghoning berlebihan. Alat honing tidak boleh diputar di luar silinder) Piston kaliper rem luncur Karet penutup yang rusak (keras mengembang atau sobek) harus diganti. Seal piston harus diganti.

Piston yang rusak/ korosi berat harus diganti.

Jika korosi ringan dapat dibersihkan dengan amplas halus.

Test Formatif Sebutkan komponen utama rem cakram! . Batas limit 0. Cakram kaliper rem luncur Cakram harus diganti jika tebal di bawah batas limit (kurang dari 1 mm) dari tebal stadart. Komponen lainnya yang rusak/ korosi berat juga harus diganti.(Awas«! jangan mengamplas berlebihan. Cakram tegak memanjang sebaiknya diganti. Rangkuman ? Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram (disc).1 à lihat manual) Pad kaliper rem luncur Pad yang mengeras harus diganti dengan yang baru. 1. Ganti pad jika ketebalan di bawah batas limit (2 mm) Pad yang berdebu dibersihkan dengan udara tekan Pemegang kaliper Jika pemegang kaliper rusak atau korosi berat harus diganti dengan yang baru.1 mm jika lebih dapat dibubut kembali hingga batas limit ketebalan cakram. Run out cakram maksimum 0. ? Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diijinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. c. ? Untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama maka pada piringan dibuat berlubang. Tugas Amati sistem rem cakram dan komponen pengoperasiannya pada mobil yang ada di bengkel otomotif kemudian jelaskan cara kerjanya. d. à Dudukkan dial indikator pada bagian yang tetap (suspensi/ chasis) b.

3. 2. Pad rem c. 1. Alat dan Bahan a) Pengangkat mobil b) Penyangga c) Kunci roda d) Kotak alat e) Sikat baja f) Mistar sorong . 4. type ventilasi dan type solid dengan tromol. Membersihkan cakram 1. Kunci Jawaban Formatif a. Sebutkan 3 type piringan yang digunakan pada mobil! e. mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang serta tahan lama. 4. Apa yang dimaksud dengan water fading? Jelaskan tujuan cakram dibuat berlubang! Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat pad rem! 5. Calliper 2. Berkurangnya koefisien gesek antara sepatu rem dan pad karena terkena air/ basah. 3. 1. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem cakram Memelihara kondisi balok rem. cakram dan kaliper. Menjamin pendinginan yang baik. Campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi Type solid.2. 3. f. Piringan (Disc Rotor) b. 5.

Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! Posted in ilmu. cakram dan kaliper 3) Membersihkan cakram c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal-hal yang belum jelas. Keselamatan Kerja a) b) Pemasangan penyangga mobil harus baik.g) Lampu kerja h) Kunci momen i) Mobil dengan rem cakram j) Cairan rem k) Kertas gosok l) VET temperatur tinggi 2. Hindarkan cat mobil dari cairan rem. otomotif Leave a Comment Perbaikan Ringan Pada Rangkaian_Sistem Kelistrikan Apr 21 . Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. 3. 4. Langkah Kerja a) Siapkan alat dan bahan praktek b) Lakukan prosedur 1) Memeriksa fungsi rem cakram 2) Memeriksa kondisi balok rem. jika terjadi tumpah langsung dibersihkan dengan air.

B. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan pada ECU. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada. pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU. kegiatan belajar 3.Posted by 66tech BAB. dilanjutkan test formatif. perbaikan rangkaian kabel dan conector. DESKRIPSI Modul Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dengan kode OPKR 50-002 B berisi materi dan informasi tentang dasar listrik. I PENDAHULUAN A. Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. kegiatan belajar 2. Modul ini disusun dalam 5 kegiatan belajar yaitu: Kegiatan belajar 1. Perbaikan rangkaian kabel. Dasar listrik. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan. C. Setiap kegiatan belajar berisi tujuan. PRASYARAT Sebelum mempelajari modul ini diharapkan siswa telah berhasil mencapai kompetensi tentang Pengujian. dan diakhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi. Pemeliharaan/Servis dan Penggantian Baterai kode OPKR 50-001 B. penggantian sekering dan bohlam. Uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. materi. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indikator penguasaan materi. sedangkan uji praktik dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Perbaikan conector. jawaban test kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui kompetensi siswa. kegiatan belajar 5. Kegiatan belajar 4. Mengganti sekering dan bohlam. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL . Uji teoritis siswa menjawab pertanyaan pada soal evaluasi.

dan mencapai kompetensi dengan sempurna c. organisator dan evaluator. memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa. Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar. Bila anda merasa siap mintalah guru/intruktur untuk menguji kompetensi anda. Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul. berlatih keterampilan. d. Jadi guru/intruktur berperan: a. c. TUJUAN AKHIR Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi: . klarifikasi hasil jawaban pada lembar jawaban yang ada. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja yang ada. Petunjuk Bagi Siswa a. Petunjuk Bagi Guru/Istruktur Guru/intruktur bertindak sebagai fasilitator. Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat.1. d. bila ada uraian yang kurang tanyakan pada guru/instruktur. Fasititator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi. 2. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar. sebelum membaca modul lebih lengkap. untuk mengetahui seberapa besar pemahaman anda terhadap materi yang disampaikan. D. e. g. bahan. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai. training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai. Kerjakan setiap tes formatif pada setiap kegiatan belajar. Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa. sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya. Lakukan latihan dengan cermat. b. b. motivator. alat. f. teliti dan hati-hati. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja.

tifikasi n diuji tanpa sistem ke. Melakukan perbaikan pengkabelan 6.penggunaan memeriksa dan kesalahan menyebabkan listrikan alat ukur § Prinsip-prinsip mengu-kur sistem/kompone kerusakan otomotif. tahanan dan arus 3. Melakukan perbaikan konektor. § Melaksanakan dipahami. pengukura teliti dalam hingga sistem perbaikan.1. menentukan dan kesalahmetoda § Prosedur untuk § Mengidentifikasi KRITERIA KINERJA . Mengukur tegangan. elektronik komponen sistem kelistrikan n. parallel dan gabungan . pada komponen prosedur pabrik dan pengujian. E. KOMPETENSI KOMPETENSI: Melakukan Perbaikan Ringan pada Rangkaian/Sistem Kelistrikan KODE B KOMPETENS I : OPKR 50-002B LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA SIKAP N N R 1. 4. § Jenis pengujian kerusakan § Persyaratan sistem/komponen § Tes/pengujian sistem kekeselamatan ke-listrikan dilakukan untuk listrikan kendaraan. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU. Mengganti sekering dan bohlam 5. dapat berfungsi n dan proses § Informasi yang pengujian penyambung § Pengukuran normal tanpa benar di-akses kelistrikan an kabel kelistrikan dan adanya kerusakan dari spesifikasi . terhadap kelistrikan serta komponen atau § Prosedur § Cermat dan merakit kembali § Prosedur sistem lainnya. mengidenSistem/kompone kerja teliti dalam undang K 3 membongkar. Menguji dan § § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Melepas. 2. Merangkai hubungan seri.

peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan. 2.B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R an/kerusakan perdengan meng. Perbaikan § Perbaikan § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Memperbaiki ringan pada ringan pada kerja teliti dalam undang K 3 rangkaian kabel rangkaian kabel. undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). yang di-perlukan § Seluruh kegiatan pengujian dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peralatan dan teKnik yang § Standar sesuai.baikannya gunakan . KRITERIA KINERJA MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N menghindari kesalahkerusakan pada an/kerusakan ECU (Electrical sistem/ komponen Control Unit) = untuk menenunit pengontrol tukan perbaikan listrik. nen atau sistem pengukura kerusakan pada proses komponen n dan penyambung § Pengukuran . Mengidentifikasi kesalahan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. prosedur keselamat § -an kerja. sistem dapat kerusakan berfungsi normal § Cermat dan § Prosedur terhadap kompo.§ Prosedur teliti dalam tanpa adanya perbaikan. rang-kaian kabel sistem penggunaan sistem kelistrikan dilaksanakan kelistrikalat ukur § Prinsip-prinsip serta merakit dengan tanpa an elektronik kembali hingga kelistrikan menyebabkan otomotif.

tehnik keseladan material matan yang sesuai.B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R lainnya. penyetelan dilaksanakan dengan § Standart menggunakan prosedur per-alatan. § Informasi yang benar di-akses dari spesifikasi § Jenis pabrik dan kerusakan dipahami. pengujian kelistrikan . MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP an kabel PENGETAHUA KETERAMPILA N N kelistrikan dan prosedur pengujian. kerja KRITERIA KINERJA § Seluruh kegiatan perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). § Prosedur untuk menghindari kerusakan pada ECU (Electrical Control Unit) = unit pengontrol listrik. perpenggantian komponen dan baikannya . . peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan. undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). § Persyaratan keselamatan kendaraan. sistem kelistrikan dan § Perbaikan yang metoda diperlukan.

arus dan tegangannya 4) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian seri 5) 6) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian paralel Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak Test Form Test Form . Dasar Listrik § Mengukur tegangan. Cek Kemampuan SubKompetensi 1. tahanan dan arus 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 2.F. arus dan tegangannya 3) Saya dapat merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. arus dan tegangannya 2) Saya dapat merangkai paralel dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. Dasar Listrik § Merangkai hubungan seri. parallel dan gabungan Pernyataan Saya dapat menggambarkan struktur benda dan electron bebas dengan benar Saya dapat menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar Saya dapat menjelaskan teori aliran listrik dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan Hukum Ohm dengan benar Saya dapat menjelaskan daya listrik dengan benar 1) Saya dapat merangkai seri dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan.

Memeriksa 1) saya dapat menyebutkan tiga type gangguan pada kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan rangkaian/system kelistrikan dan 2) Saya dapat menjelaskan penyebab nilai tahanan prosedur menghindari dalam rangkaian menjadi bertambah kerusakan ECU 3) Saya dapat menyebutkan peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian 4) 5) Saya dapat menggunakan jumper wires Saya dapat menggunakan tes lamp Test form 6) Saya dapat menyebutkan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper 7) 4. Penggantian sekering dan bohlam 1) 2) 3) Saya dapat menjelaskan prosedur menghindari kerusakan ECU.SubKompetensi Pernyataan Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak kombinasi 3. Perbaikan rangkaian kabel 1) 2) 3) Test form . Saya dapat membedakan sekering type blade dan catridge Saya dapat menunjukkan kondisi sekering yang baik Saya dapat membaca kapasitas dari sekering 4) 5) 6) Saya dapat mengganti sekering putus Test form Saya dapat membedakan bohlam putus dan bohlam baik Saya dapat membaca daya dari bohlam 7) Saya dapat mengganti bohlam Saya dapat menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan Saya dapat mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel Saya dapat menentukan ukuran kabel yang 5.

RENCANA BELAJAR Rencanakan kegiatan belajar anda dengan baik. silakan konsultasi dengan guru/instruktur untuk menentukan jadwal sesuai tingkat kesulitan. berdasarkan hasil cek kemampuan awal yang telah anda lakukan. Perbaikan connector Test form BAB. Mintalah paraf guru/instruktur sebagai tanda persetujuan terhadap rencana belajar anda. II PEMBELAJARAN A. Jenis Kegiatan Dasar Listrik Memeriksa rangkaian kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU Mengganti sekering dan bohlam Perbaikan rangkaian kabel Perbaikan konektor Uji Kompetensi Tgl Waktu Tempat Alasan Paraf Perubahan Guru .SubKompetensi Pernyataan digunakan 4) 5) 1) 2) Saya dapat menjelaskan metode memperbaiki kabel Saya dapat menyambung kabel dengan benar Saya dapat menyebutkan macam konnkctor Saya dapat melepas dan memasang konnktor 3) 4) Saya dapat memelihara konnektor Saya dapat mengganti konnektor Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak 6.

Dasar Listrik a. 10) Menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar 11) Menjelaskan teori aliran listrik dengan benar 12) Menjelaskan arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar 13) Menjelaskan tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 14) Menjelaskan tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 15) Menjelaskan Hukum Ohm dengan benar 16) Menjelaskan daya listrik dengan benar 17) Merangkai seri dua atau lebih kompenen kelistrikan 18) Merangkai parallel dua atau lebih kompenen kelistrikan 19) Merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen kelistrikan 20) Menjelaskan karakteristik rangkaian seri 21) Menjelaskan karakteristik rangkaian paralel 22) Menjelaskan karakteristik rangkaian kombinasi b. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat: 9) Menjelaskan struktur benda dan electron bebas dengan benar.B. Uraian Materi . KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1.

gesekan atau .Materi dan Atom Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. Atom yang memiliki jumlah proton dan elektron yang sama. Struktur Atom Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. sedangkan neutron tidak memiliki muatan atau netral. Jadi atom adalah bagian terkecil dari suatu partikel/benda. Bentuk materi dan struktur Suatu benda bila kita pecah tanpa meningggalkan sifat aslinya akan kita dapatkan partikel yang disebut molekul. Elektron Bebas Elektron-elektron yang orbitnya paling jauh dari inti. Gambar 1. Gambar 2. dikatakan bermuatan netral. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. Sesuai dengan hukum alam. dimana proton memiliki muatan (+) dan elektron memiliki muatan ( ± ). atom akan terjadi tarik menarik antara nucleus sehingga elektron akan tetap berada dalam orbitnya masing-masing. memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. Molekul kalau kita pecah lagi akan kita dapatkan beberapa atom. Proton dan netron ternyata memiliki muatan listrik. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar. cair dan gas. misalnya panas.

gerakan dari elektron bebas inilah yang menghasilkan bermacam-macam fenomena kelistrikan (seperti loncatan bunga api. Efek listrik Listrik merupakan sumber energi yang paling mudah dikonversi menjadi energi yang lain. dibauh seperti bauh dari kabel yang terbakar akibat hubung singkat. cahaya. Gambar 4. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron). Elektron bebas LISTRIK Listrik merupakan salah satu energi yang banyak digunakan untuk menggerakkan berbagai peralatan atau mesin. pembangkitan magnet dan reaksi kimia). Energi listrik tidak dapat dilihat secara langsung. Gambar 3. dirasakan seperti saat orang tersengat listrik. Contoh komponen kelistrikan: 1) Baterai merubah energi listrik menjadi energi kimia . didengar seperti suara bel atau radio.reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. pembangkitan panas. sehingga sebagian besar komponen sistem kelistrikan otomotif merupakan konversi energi listrik menjadi energi yang dikehendaki. namun dampak atau akibat dari energi listrik dapat dilihat seperti sinar atau cahaya bola lampu.

Listrik statis Listrik Dinamis Listrik dinamis merupakan suatu keadaan terjadinya aliran elektron bebas dimana elektron ini berasal dari elektron yang sudah terpisah dari inti masing-masing. Setelah digosok gelas kaca akan bermuatan positip dan kain sutra akan bermuatan negatip. Elektron bebas tersebut bergerak bolak-balik melewati suatu penghantar. . Listrik arus searah elektron bebas bergerak dengan arah tetap. Jenis Listrik Listrik dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu: Listrik Statis Listrik statis merupakan suatu keadaan dimana elektron bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing. Tipe AC Listrik dinamis dikelompokkan menjadi dua yaitu listrik arus searah (Direct Current) dan arus bolak-balik (Alternating Current). tidak bergerak hanya berkumpul dipermukaan benda tersebut. Baterai merupakan sumber listrik arus searah. Listrik statis dapat dibangkitkan dengan cara menggosokkan sebuah gelas kaca dengan kain sutra. Listrik dinamis a) Tipe DC b). dan sebagainya. sedangkan alternator merupakan sumber arus bolak-balik. a). Tipe AC Gambar 6. Tipe DC b). Gambar 5. sedangkan listrik arus bolak-balik elektron bergerak bolak-balik bervariasi secara periodik terhadap waktu.2) Motor starter merubah energi listrik menjadi energi gerak 3) Lampu merubah energi listrik menjadi cahaya dan panas 4) Pematik rokok merubah energi listrik menjadi panas 5) Solenoid merubah energi listrik menjadi magnet.

Gambar 8. Teori ini banyak digunakan untuk kepentingan praktis. Arus listrik dinyatakan dengan simbol I (intensitas) dan besarnya diukur dengan satuan ampere (disingkat A). Teori aliran listrik Arus Listrik Besar arus listrik yang mengalir melalui suatu konduktor adalah sama dengan jumlah muatan (elektron bebas) yang mengalir melalui suatu titik penampang konduktor dalam waktu satu detik. Bila dikaitkan dengan elektron bebas. Teori konvensional (Conventional theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. Aliran listrik .Teori Aliran Listrik Terdapat dua teori yang menjelaskan bagaimana listrik mengalir: Teori Electron (Electron theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. 1 Ampere= Perpindahan elektron sebanyak 6. Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini A B Gambar 7.25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik.

000 mA = 1. Satuan Arus Kecil Arus Besar Dasar Simbol A A mA kA MA Dibaca Ampere Micro Ampere Mili Ampere Kilo Ampere Mega Ampere 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1.000 1/1.5 MA = 500 kA = 500. Perbedaan ini menyebabkan tekanan/tegangan menyebabkan arus listrik mengalir. 1. Besarnya aliran air ditentukan oleh perbedaan tinggi permukaan air kedua tabung. A = 0. Beda tegangan ini biasa disebut Voltage. . maka arus listrik akan mengalir dari kutub A ke kutub B melalui kabel C. 0.000 mA 3).000 A Gambar 9. Hal yang sama juga akan terjadi bila kutub listrik A yang mempunyai muatan positip dihubungkan dengan kutub B yang bermuatan negatif oleh kabel C (gambar b).000. Tegangan Listrik Tabung A dan B berisi air. ini disebut dengan tekanan air. Satuan arus listrik yang sangat kecil dan besar. Mengukur arus listrik Mengukur besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian menggunakan amper meter. dihubungkan melalui sebuah pipa maka air akan mengalir dari tabung A ke tabung B (gambar a).000. pemasangan amper meter dilakukan secara seri dengan beban. Hal ini terjadi karena adanya kelebihan muatan positip pada kutub A dan kelebihan muatan negatif pada B yang menyebabkan terjadinya beda potensial (tegangan listrik). 5 A = 5.000 1 x 1.Tabel 1. 000 A = 500.000. 000 A = 1.001 kA 2).000 mA = 5.000 Contoh Konversi: 1).000 1 x 1. dimana permukaan air tabung A lebih tinggi dari permukaan air tabung B.000.000.

Konsep Tegangan Satuan tegangan Gambar (b) listrik dinyatakan dengan Volt dengan simbol V.000 1/1.000 MV Mega Volt 1 x 106 1 x 1. Tabel dibawah menunjukkan satuan tegangan listrik yang sangat besar dan kecil. cara pemasangan alat ukur seperti gambar dibawah ini.000.000 mV Mengukur besar tegangan listrik menggunakan volt meter.700.000 Tegangan Besar kV Kilo Volt 1 x 103 1 x 1.7 V = 780 KV = 780.78 MV V = 1. 700 mV = 1. pengukuran dilakukan secara parallel. 000 V = 780. . 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm.000. Satuan Tegangan Listrik Satuan Tegangan Kecil Dasar Simbol V V mV Dibaca Volt Micro Volt Mili Volt 1 x 10-6 1 x 10 -3 Perkalian 1 1/ 1.000. Tabel 2.000 Contoh Konversi: 1.Gambar 10.000 0.

Mengukur tegangan baterai Tahanan/Resistansi Listrik Air dengan tekanan yang sama akan mengalir lebih cepat bila dialirkan melalui pipa yang besar. Konsep Tahanan . dimana listrik juga akan mengalami hambatan. Kejadian ini juga berlaku untuk listrik yang mengalir melalui suatu kabel. panjang dan permukaan bagian dalamnya kasar.Gambar 11. Besarnya hambatan ini dikatakan sebagai tahanan pipa. pendek dan permukaan dalamnya halus dibandingkan dengan bila air dialirkan melalui pipa yang ukurannya kecil. Hambatan yang dialami listrik ini disebut tahanan/resistansi listrik. Gambar 12. Hal ini karena kondisi dari pipa akan berpengaruh terhadap aliran air.

Tabel 3. Mengukur tahanan relay HUKUM OHM Tahun 1827 seorang ahli fisika Jerman George Simon Ohm (1787-1854) meneliti tentang resistor. Volt meter dan Ohm meter merupakan besaran listrik yang sering diukur. Hukum Ohm mengatakan bahwa besar arus mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan.000 W Mengukur tahanan suatu benda maupun rangkaian menggunakan Ohm meter. Hukum Ohm Contoh: .000. besar tahanan dan besar arus yang mengalir. Satu ohm adalah tahanan listrik yang mampu menahan arus listrik yang mengalir sebesar satu amper dengan tegangan 1 V.985 mW = 1. Amper meter. Satuan tahanan listrik yang sangat besar dan kecil. (1) V = I x R Gambar 14.89 MW = 890 kW = 890.000 1 x 1.000 Contoh Konversi: 1.Satuan tahanan listrik dinyatakan dengan huruf R (Resistor) dan diukur dengan satuan OHM (W).000 1 x 1.000 1/1. untuk itu dibuat alat yang dapat mengukur ketiga parameter tersebut yaitu AVO meter atau multi meter. Satuan Tegangan Kecil Tegangan Besar Dasar Simbol W W mW kW MW Dibaca Ohm Micro Ohm Mili Ohm Kilo Ohm Mega Ohm 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1. 985 W 0. Hukum ini dapat ditulis: «««.000. Hukum Ohm menjelaskan bagaimana hubungan antara besar tegangan listrik. Gambar 13.

Hukum Ohm pada tahanan konstan Gambar 16. tahanan lampu tetap 2 Ohm. Sebaliknya lampu 12 V dipasang pada sumber baterai 24 V. Bila lampu untuk 24 V dipasang pada tegangan 12 V maka lampu redup karena arus yang melewati lampu menjadi kecil. Sebaliknya bila tahanan tetap tegangan naik maka arus juga naik.Tentukan besar arus (I) yang melewati lampu R= 2 W. Hukum Joule dapat ditulis «««««««««««««««« (2) P V I = Daya listrik (watt) = Tegangan (Volt) = Arus listrik (Amper) Bila di subtitusikan hukum Ohm dimana V = I R . Terdapat hubungan antara daya listrik dengan tegangan. DAYA LISTRIK Hukum Joule menerangkan tentang daya listrik. maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 24/2 = 12 Amper. arus maupun tahanan. maka daya listrik: . Baterai dirangkai seri sehingga tegangan baterai 12 V + 12 V = 24 V . tahanan lampu 2 Ohm. Gambar 16. bila tegangan (V) berubah dari 24 Volt menjadi 12 Volt. Satu watt merupakan besar arus mengalir sebesar 1 Amper dengan beda potensial 1 volt. Tegangan 12 V. seperti gambar di bawah ini: Gambar 15. maka lampu akan putus kerena terbakar sebab arus yang mengalir terlalu besar. maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 12/ 2 = 6 Amper Kesimpulan: Bila tahanan tetap sedangkan tegangan turun maka arus yang mengalir juga turun. Besar daya listrik diukur dalam watt. Hukum Ohm pada tahanan konstan Solusi: Gambar 15.

maka: P =RxI2 P = V 2R = R x (V/R)2 = V2 / R ««««««««««« (4) Dari ketiga rumusan tersebut daya listrik dapat dirumuskan: P = VxI P = I 2R P = V2 / R Dalam banyak kasus pada komponen sistem kelistrikan hanya ditentukan tegangan dan daya. (3) Bila disubtitusikan hukum Ohm dimana I = V/R. saat lampu jarak dekat maupun saat jarak jauh. Contoh: Tentukan besar arus yang mengalir pada sebuah lampu kepala 12V 55/60 W. Jarak dekat didapatkan besar arus I dekat = Pdekat / V = 55 / 12 = 4. Arti dari tulisan tersebut adalah bola lampu kepala menggunakan tegangan 12 V.P = Vx I = IRx I = I 2R P = I 2R .««««««««««««««. Solusi: Dengan menggunakan rumus I = P/ V a. sedangkan saat jarak jauh daya yang diperlukan 60 watt.. misal bola lampu kepala tertulis 12 V 55/60 W. Besar arus arus yang mengalir jarang ditentukan.58 A . pada posisi jarak dekat daya yang diperlukan 55 watt.

pengatur kecepatan motor kipas evaporator AC merupakan beberapa contoh aplikasi rangkaian seri.. 1) Rangkaian Seri Aplikasi rangkaian seri sangat banyak digunakan pada kelistrikan otomotif. Pemahaman jenis dan karakteristik rangkaian sangat penting sebagai dasar memeriksa dan menentukan sumber gangguan pada sistem kelistrikan. Gambar17.b. Jarak jauh I jauh = P jauh / V = 60 / 12 = 5 A Rangkaian seri. paralel dan kombinasi Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu rangkaian seri. rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. Rangkaian seri Karakteristik rangkaian seri: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 «««««««««. (1) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 ««««««««««««« (2) V I = Rt V t = V1 + V2 «««««««««««« (3) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan : «««««««««««« Besar V1dan V2 adalah: (4) . Sistem starter.

V1 dan V2. (6) Tentukan besar Rt. I1 . . I .3 Amper c) Tegangan total merupakan penjumlahan dari tiap tegangan V1 = R1/ Rt x V = 10/40 x 12 = 3 V V2 = R2/ Rt x V = 30/40 x 12 = 9 V V = V1 + V2 = 3 +9 = 12 V Karena besar I sudah dicari maka besar V1 dan V2 dapat pula ditentukan dengan rumus: V1 = R1 x I = 10 x 0. pada rangkaian seri di atas bila diketahui R1=10 W dan R2= 30 W. I2.3 = 3 V V2 = R2 x I = 30 x 0.R1 V1 = Rt x V ««««««««««««« R2 V2 = Rt x V (5) ««««««««««««.3 = 9 V V = V1 + V2 = 3 + 9 = 12 V 2) Rangkaian Paralel . sedangkan sumber tegangan 12V. Solusi: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 = 10 + 30 = 40 W b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 I = V / Rt = 12/ 40 = 0.

Gambar 18. (8) (7) Besar arus mengalir pada rangkaian parallel mengikuti Hukum Kirchoff I.. yang menyatakan jumlah arus listrik yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar pada titik cabang tersebut. Rangkaian parallel Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama yaitu : V= V1 = V2 ««««««««««««««««« b) Besar arus mengalir adalah: I = I1 + I2 ««««««««««««««««. c) Besar tahanan total (Rt) adalah: V = Rt R1 V1 + R2 karena V = V1 = V 2 maka V2 .

R1 + R2 Contoh 1: Sistem kelistrikan mempunyai 2 klakson dengan daya berbeda. Besar tahanan total (Rt) adalah: Rt = ( R1 x R2) : (R1 +R2) = (2.4 + 4) = 9.4 W R2 = V2 / P = 122 / 36 = 4 W b).1 = Rt 1 + R1 1 R2 Dengan menggunakan perhitungan aljabar akan diperoleh persamaan ekuvalen: R1 x R2 Rt = «««««««. Tahanan klakson adalah: Klakson LH Klakson RH R1 = V2 / P = 122 / 60 = 2. Tentukan : a) Tahanan klakson LH dan RH b) Tahanan total c) Arus pada klakson LH dan RH d) Arus yang melewati saklar klakson dan yang melalui sekering. (9) Gambar 19. Besar arus yang mengalir melalui klakson .5 W c).4 x 4) : (2. klakson LH 12V/ 60 W dan klakson RH 12V/ 36 W.4 = 1. Sistem Klakson Tanpa Relay Solusi: a).6 : 6.

tahanan kontak meningkat dan bunyi klakson lemah. tentukan: a) Tahanan total b) Arus pada klakson LH dan RH c) Arus yang melewati saklar klakson d) Arus yang melalui sekering. saklar klakson cepat kotor. yaitu: I = I1 + I2 = 5+ 3 = 8A atau I = V / Rt = 12 / 1.5 = 8 A Arus yang mengalir pada saklar klakson sangat besar sehingga percikan api pada kontak saklar klakson besar.4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A d). Sistem Klakson Dengan Relay Solusi: a) Tahanan total (Rt) Tahanan pada rangkaian terdiri dari: R1 (tahanan klakson LH ) = 2. Besar arus mengalir melalui saklar klakson maupun sekering merupakan total arus yang mengalir melalui kedua klakson. Guna mengatasi permasalahan tersebut maka rangkaian klakson dipasang relay. 4 W R2 (tahanan klakson RH) = 4 W R3 (tahanan relay) = 60 W Dengan rumus (14) besar Rt adalah 1/ Rt = 1/R1 + 1/ R2 + 1/R3 . Gambar 20.Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 / 2. Bila diketahui tahanan lilitan relay sebesar 60 W.

4 W 5A 36 W 4W 3A 8A 8A 96 W Dengan relay 60 W 2.463 W b) Besar arus yang mengalir melalui klakson Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 /2.2 A Tabel 5.2 A 2.2 A Atau I = V/ Rt = 12 / 1.2 98.2 A 8. Perbandingan besar arus yang melewati komponen dalam sistem klakson Parameter Klakson LH Daya y Tahanan y Arus y No 1 Tanpa relay 60 W 2.4 W 5A 36 W 4W 3A 0.4 + 1/ 4 + 1/ 60 = 25/ 60 + 15/ 60 + 1/ 60 = 41/60 Rt = 60/ 41 = 1.463 = 8.2 = 8.2 A d) Arus melewati sekering merupakan total arus yang melewati rangkaian I = I1 + I2 + I 3 = 5 + 3 + 0.1/Rt = 1/2.4 W Selisih 0 0 0 0 0 0 7. 4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A c) Arus yang melalui saklar klakson merupakan arus yang melewati lilitan relay I3 = V/ R3 = 12/ 60 = 0.8 A 0.4 W 2 Klakson RH Daya y Tahanan y Arus y 3 4 5 Horn switch Fuse Beban rangkaian .

Rt = R1 + ( R2 x R3) : (R2 +R3) Tegangan pada rangkaian: V = V1 + VRp V1 = R1 / Rt x V VRp = Rp / Rt x V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp / Rt x V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 Besar arus pada R3 adalah I3 = V3 / R3 «««««««««««««««««««.5 W . Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) ««««««««««««. Rangkaian Seri±Paralel Gambar 21. R2=10 W dan R3= 30 W (11) .2 A sehingga saklar klakson lebih awet. Dengan menambah relay arus listrik dari baterai bertambah 0.Dari pemasangan relay pada rangkaian tersebut mampu mengurangi arus yang melalui saklar klakson sebesar 7.2 A atau beban listrik bertambah 2. tegangan pada R1. (12) Contoh: Tentukan besar tahanan total (Rt).. R2 dan R3 dan besar arus pada R1. Rangkaian seri parallel Tahanan total (Rt) : Rt = R1 + Rp «««««««««««««««««« (10) Rp merupakan tahanan pengganti untuk R2 dan R3. 3).4 W.8 A yaitu dari 8 A menjadi 0. R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4.

5 / 12 x 12 = 4.5 = 12 W b) Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4. Menentukan arus dan tegangan pada rangkaian seri parallel Solusi: a) Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan pengganti (Rp) untuk R2 dan R3.5 V c) Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 12 = 1A .5 W Rt = R1 + Rp = 4.Gambar 22.5 / 12 x 12 = 7.5 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 7.5 + 7. Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (10 x 30) : (10 + 30) = 300 : 40 = 7.

Penerapan rangkaian ini antara lain pada termometer. Tegangan pada titik A adalah Va = R2/ (R1+R2) x V = 2/ (1+2)x 12= 8 V Tegangan pada titik B adalah Vb = R4/ (R3+R4) x V = 4/ (4+4)x 12= 6 V Tegangan pada Volt meter adalah Va ± Vb = 8 ± 6 = 2 V Dengan konsep diatas bila salah satu nilai tahanan berubah maka tegangan pada Volt meter juga berubah.5 / 30 = 0. Rangkuman Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. Tegangan yang ditunjukkan volt meter merupakan selisih tegangan pada titik A dengan titik B. Jembatan Wheatstone Contoh: Tentukan tegangan pada Volt meter pada gambar diatas.d) Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 7.25 A Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian seri paralel yang sering digunakan. cair dan gas.75 A e) Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 7. air flow meter dan sebagainya. .5 / 10 = 0. c. Gambar 23. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. intensitas pengukur cahaya.

tegangan dan tahanan listrik digambarkan dalam hukum Ohm . rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. beban. Hubungan antara besar arus. Arus listrik diukur dengan amper meter. Rangkaian seri mempunyai karakteristik: 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). 3) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 4) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. dimana I = V/R. proteksi. tegangan (V) dan tahanan listrik (R) merupakan besaran utama pada listrik. Arus listrik (I).Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda/partikel. kontrol dan konduktor. Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu: rangkaian seri. Karakteristik rangkaian parallel: 1) Tegangan pada rangkaian sama . Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. tegangan listrik dengan volt meter dan tahanan listrik dengan Ohm meter. Listrik dapat dikelompokkan menjadi listrik statis dan listrik dinamis. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron). yaitu: Sumber. I = I1 + . 2) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). listrik dinamis sendiri terdiri dari listrik searah (DC) dan listrik bolak-balik (AC). 3) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). Daya listrik merupakan tehgangan kali arus listrik P = V x I. Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. Teori aliran listrik ada dua yaitu teori konvensional dan teori electron. V = V1 = V2 2) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. Dalam rangkaian kelistrikan terdapar 5 komponen utama.

tentukan metode mengukur besar arus yang dibutuhkan untuk tiap sistem yang bekerja. tentukan titik-titik mengukur besar tegangan pada rangkaian. (V = V1 + VRp) 3) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) d. buka bagian wiring diagramnya. apa yang dimaksud dengan 1 volt? 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. lengkap dengan nama alat ukurnya. Gambarkan rangkaian sistem tersebut. parallel dan kombinasi pada sistem kelistrikan mobil. apa satuan ukurannya?. Test Formatif 1) Apa yang dimaksud electron bebas berikan ilustrasi? 2) Jelaskan apa perbedaan teori aliran listrik konvensional dengan electron! 3) Jelaskan cara mengukur arus listrik. § Sebutkan contoh aplikasi rangkaian seri. Tugas § Cari buku pedoman perawatan dan perbaikan salah satu mesin otomotip. serta jelaskan juga apa yang dimaksud dengan 1 amper? 4) Jelaskan bagaimana mengukur tegangan listrik lengkap dengan nama alat ukurnya?. a) Tentukan berapa besar arus listrik secara teoritis? b) Bagaimana cara memasang amper meter untuk mengukur besar arus yang mengalir? c) Berapa tahanan lampu secara teoritis? d) Bagaiman cara mengukur tahanan lampunya? e) Bagaiman cara mengukur tegangan baterainya? . e.Rt = R1 + Rp 2) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. satuan ukurannya.

R2=30 W dan R3= 60 W f. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 8.6. Harga R1= 60 dan R2 = 180 . tegangan pada R1. 2) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar. Tentukan besar arus listrik yang mengalir pada fuse bila diketahui tahanan lilitan relay 100 . R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4 W. Tentukan besar tahanan total (Rt). Kunci Jawaban Formatif 1) Elektron bebas yaitu electron yang orbitnya paling jauh dari inti. daya masing-masing horn 12V/36W tegangan baterai 12V. Sedangkan teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. gesekan atau reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. Teori ini banyak digunakan . R2 dan R3 dan besar arus pada R1. misalnya panas. Berapakah tegangan pada titik 5 pada saat horn switch atau tombol OFF dan saat ON? 9. Jelaskan karakteristik rangkaian seri. memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. parallel dan kombinasi 7. Dua resistor dirangkai secara seri.

V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. alat ukur dengan Volt meter. hubungkan colok ukur positip pada positip baterai dan colok negatip pada negatip baterai. Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama .untuk kepentingan praktis.sebagai berikut: 6. a) Besar arus listrik adalah I = P/V = 36/12 = 3 Amper b) Cara memasang amper meter secara seri seperti gambar berikut ini: c) Tahanan lampu sebesar R = V/I = 12/3 = 4 ? d) Cara mengukur tahanan lampunya dengan melepas lampu. 4) Mengukur tegangan dengan merangkai secara parallel. besar tahanan seperti ditunjukkan pada Ohm meter. c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 I = I1 + . satuan volt. b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). satuan amper. posisi selector pada 1X . dan pengertian 1 Ampere adalah Perpindahan elektron sebanyak 6. baca hasil pengukuran. 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. kemudian diukur menggunakan Ohm meter. kalibrasi Ohm meter. kemudian diukur seperti gambar berikut ini. c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). e) Cara mengukur tegangan baterai adalah dengan menggunakan volt meter. pengertian 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. alat ukur arus listrik adalah Amper meter.25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik. Rangkaian seri mempunyai karakteristik: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini 3) Mengukur arus dengan merangkai secara seri. bila menggunakan multi meter atur selector pada tegangan DC pada sekela pengukuran 50V.

Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV =3 V Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V. Jadi besar arus yang mengalir adalah . 8. (V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/Rt ) 7.12 A Beban 2 adalah horn dengan daya 36W. berarti I = P/V = 36/12 = 3 A Beban 3 sama dengan beban 2 yaitu horn 36 W jadi I= 3 A. dimana: Beban 1 lilitan relay dengan R= 100 berarti I = V/R = 12/ 100 = 0. Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti.05 A = 50 mA. Besar arus yang mengalir pada fuse merupakan total arus ke beban.d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0.

bola lampu 12V/ 5W dan bola lampu 12V/ 8W.167 A g. Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan R3.12 A Tegangan titik 5 saat tombol OFF adalah 0 Volt. sedangkan saat tombol ON adalah 12Volt. Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi bola lampu 12V/ 3 W. 9. mengukur besar arus listrik dan mengukur besar tahanan. 2 K dan 3 K .It = 0. pengganti (Rp) untuk R2 dan Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (30 x 60) : (30 + 60) = 20 Rt = R1 + Rp = 4 + 20 = 24 W Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4 / 24 x 12 = 2 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 20 / 12 x 12 = 10 V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 24 = 0.12 + 3 + 3 = 6.333 A Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 10/ 60 = 0. Lembar Kerja Lembar Kerja 1a: Mengukur Tegangan. Arus dan Tahanan Tujuan: Siswa dapat mengukur besar tegangan listrik. 2) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K.5 A Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 10/ 30 = 0.

3) Multimeter dan Amper meter 0-5 Amper 4) Baterai Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter. baca hasil pengukuran. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. 3) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri. Cara pemasangan secara seri. perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. Tegangan: V. dengan mengganti lampu dengan resistor. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. Beban Bola lampu 12V/3W Bola lampu 12V/5W Bola lampu 12V/8W Arus Beban Tahanan 1K Tahanan 2K Tahanan 3K Arus 4) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1b: Merangkai Seri . ganti bola lampu dengan ukuran yang berbeda. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Komponen Nilai Tahanan Komponen Bola lampu 12V/3W Tahanan 1K Bola lampu 12V/5W Tahanan 2K Bola lampu 12V/8W Tahanan 3K Nilai Tahanan 1) Periksa tegangan baterai yang digunakan. 2) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri pada rangkaian lampu seperti gambar dibawah ini.

kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja . Cara pemasangan secara seri.Tujuan: Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resistor lebih secara seri 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur.

1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran a) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. b) Hitung besar arus dan tegangan secara teoritis dari rangkaian percobaan Hasil perhitungan Tegangan Power Suplay 6V Arus V1 V2 V3 3) Buat rangkaian sebagai berikut. catat hasil pengukuran Hasil Pengukura n Tegangan Power Suplay Arus V1 V2 V3 Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1c: Merangkai Paralel Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resitor atau lebih secara paralel .

pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter.2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian parallel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. 4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini . Cara pemasangan secara seri. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V.

Catat hasil pengukuran Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V A A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1d: Merangkai Kombinasi Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 3 resitor lebih secara seri-paralel atau kombinasi 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri-paralel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper .Has il per hitu nga n Tegangan Power Suplay 6V V A A1 A2 A3 5) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan volt meter diatas hasil perhitungan teoritis.

2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter.3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. 4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini Hasil perhitungan . pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. Cara pemasangan secara seri. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur.

Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V1 V2 A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Kegiatan Belajar 2. Prosedur menghindari kerusakan ECU dan pada Rangkaian Memeriksa gangguan a. Jika ada komponen yang mengalami gangguan secara cepat . siswa dapat: 1) Mengetahui prosedur menghindari kerusakan pada ECU. 2) Menyebutkan penyebab terjadinya nilai tahanan membesar 3) Menyebutkan penyebab terjadinya hubung singkat 4) Menyebutkan peralatan yang biasa digunakan memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan 5) Menggunakan peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan b. Sensor-sensor memberikan sinyal pada ECU tentang keadaan atau kondisi dari mesin. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini. sistem pengapian dan injeksi bahan bakar adalah bagian utama yang dikendalikan oleh ECU.Tegangan Power Suplay 6V V1 V2 A1 A2 A3 4) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan voltmeter diatas hasil perhitungan teoritis. Uraian materi kegiatan belajar Prosedur menghindari kerusakan ECU ECU adalah rangkaian komputer yang dilengkapkan pada mobil-mobil modern untuk mengontrol kerja dari mesin agar optimal.

Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU. Memeriksa gangguan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan Gangguan pada rangkaian kelistrikan yang umum terjadi ada tiga macam yaitu: 1) Gangguan pada rangkaian karena nilai tahanan membesar 2) Gangguan karena hubung singkat 3) Ganguan dari komponen-komponen kelistrikan itu sendiri. alat ini akan mendeteksi adanya ketidaknormalan kerja mesin dan memberikan informasi tentang bagian-bagian dari komponen yang memerlukan perbaikan atau penggantian.sensor akan memberikan sinyal pada ECU. Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual. b. Prosedur diagnosa dan pemeriksaan sistem yang dikendalikan oleh ECU menggunakan alat khusus yaitu scan tool. Pada umumnya ECU mempunyai program darurat yang dapat mengatasi masalah untuk sementara hingga mesin dibetulkan. Gangguan ± gangguan ini jika tidak ditangani dengan benar. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air. Agar rangkaian kelistrikan tersebut dapat bekerja secara normal kembali. maka akan menyebabkan rangkaian kelistrikan tidak bekerja dengan normal atau bahkan akan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah pada komponen±komponen rangkaian. sehingga ECU dapat memberikan peringatan dengan menyalakan lampu Indikator yang disediakan pada mobil sehingga pengemudi akan mengetahui bahwa ada gangguan pada mesin. Karena semua program dilakukan oleh ECU maka tidak diperkenankan mengutak-atik ECU tanpa petunjuk dari buku manual mesin yang bersangkutan. c. d. f. g. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan . Langkah-langkah menghindari kerusakan ECU: a. Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. maka diperlukan pemeriksaan pada komponen±komponen rangkaian. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON atau mesin hidup Jangan pernah memeriksa rangakaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual.

Gangguan rangkaian kelistrikan karena nilai tahanan membesar Gangguan ini biasanya disebabkan Karena rangkaian terbuka atau terjadinya korosi pada bagian± bagian tertentu dari rangkaian. karena nilai tahanan membesar. Sedangkan gambar b lampu tidak menyala/redup diakibatkan arus yang mengalir ke lampu terlalu kecil. Jika letak dan penyebab gangguan sudah diketahui maka langkah berikutnya adalah melakukan perbaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan. Gambar 24. dan arus tidak dapat mengalir. Gangguan karena hubung singkat Hubung singkat dapat terjadi apabila ada kabel penghantar yang berhubungan langsung dengan penghantar lain atau pada ground. Nilai tahanan dapat membesar karena saklar kotor atau sambungan kabel berkarat/korosi. 1).a menunjukkan bahwa. dapat juga disebabkan karena kontak saklar yang tidak baik/kotor.dimana gangguan itu terjadi dan penyebabnya. . Gangguan yang disebabkan nilai tahanan membesar Gambar 24. lampu tidak menyala akibat rangkaian terputus atau terbuka.

Gangguan karena hubung singkat Gambar 25. Gangguan karena kerusakan komponen Kerusakan pada komponen kelistrikan adalah penyebab utama rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. sedangkan lampu bawah menyala.Gambar 25.a menunjukkan adanya hubung singkat diantara dua kabel penghantar.b lampu pada rangkaian tidak menyala akibat adanya hubung singkat antara kabel dengan ground. sekering pada rangkaian dapat terputus karena arus yang mengalir terlalu besar. Sedangkan gambar 25. Lampu atas seharusnya tidak menyala. Akibat adanya hubung singkat antara kabel lampu atas dan kabel lampu bawah. maka lampu atas ikut menyala. .

.Gambar 26. Gambar 26. Gangguan akibat kerusakan komponen Gambar 26. Macam-macam peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan seperti pada gambar dibawah.b menunjukan adanya kerusakan pada batere baik pada kotak batere ataupun korosi pada terminal±terminalnya dan ini menjadikan batere tidak dapat mensuplai kebutuhan energi pada rangkaian dan pada akhirnya rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. Peralatan ini biasa digunakan untuk memeriksa kontinuitas dari suatu rangkaian dan mengukur nilai tahanan.a menerangkan lampu tidak menyala karena filamen lampu terputus. arus atau tegangan dari suatu rangkaian kelistrikan. Peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian/ system kelistrikan.

Gambar 27. Macam-macam peralatan pemeriksa rangkaian

Peralatan-peralatan yang biasa digunakan antara lain: a) Jumper wire

b) Test lamp c) Self-Powered test light

d) AVO Digital e) f) AVO Analog

VOLT ± AMP Tester

g) Combination meter/Digital probe

Menggunakan Jumper wires untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan. Sering kali rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja karena tidak adanya kontinuitas pada rangkaian tersebut, untuk memeriksa kontinutas dapat digunakan jumper wires seperti yang terlihat pada gambar 27. Keselamatan kerja yang harus diperhatikan selama menggunakan jumper wires adalah: Jangan pernah melakukan by-pass pada lampu, motor, coil atau beban kelistrikan lainnya. Karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya. Langkah pemeriksaan: 1). Pastikan saklar dalam posisi ON 2). Memby-pass rangkaian dari titik/bagian yang paling dekat dengan sumber 3).Jika dengan langkah ini rangkaian sudah bekerja, maka dapat dipastikan bahwa gangguan itu terjadi pada daerah yang kita periksa tadi (tidak ada kontinuitas pada posisi ini). 4). Jika pada langkah no.2 telah dikerjakan dan rangkaian tetap tidak bekerja maka, mulailah melakukan by-pass pada posisi selanjutnya. Begitu seterusnya sampai ditemukan dimana letak gangguannya. Gambar 28. By-pass dengan Jumper wires Menggunakan Tes lamp Selain dengan jumper wires pemeriksaan kontinuitas dapat dilakukan dengan tes lamp, penggunaan tes lamp lebih menguntungkan dibandingkan jumper karena penggunaan tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen kelistrikan yang sedang diperiksa. Gambar dibawah menunjukkan cara pemeriksaan kontinuitas pada rangkaian, jika tes lamp nyala berarti ada kontinuitas antara titik yang diperiksa dengan sumber arus/positip batere, sebaliknya jika tes lamp tidak nyala berarti tidak ada kontinuitas.

Gambar 29. Pemeriksaan kontinuitas dengan tes lamp Langkah pemeriksaan : 1). Pastikan bahwa batere dalam kondisi baik 2). Pastikan saklar pada posisi ON 2). Hubungkan penjepit dari tes lamp dengan negatip batere/ground 3). Hubungkan colok tes lamp pada terminal sekring, jika lampu tes menyala berarti ada kontinuitas antara positip batere dengan kaki depan sekring jika lampu tidak nyala berarti jaringan kabel antara positip batere dengan kaki sekring terputus. 4). Lakukan pemeriksaan tahap berikutnya pada saklar, konektor seperti gambar 29. sampai menemukan tidak adanya kontinuitas dengan ditandai tes lamp tidak nyala. c. Rangkuman kegiatan belajar

Tiga tipe gangguan yang sering terjadi pada rangkaian/system kelistrikan yaitu: Gangguan karena nilai tahanan naik, hubung singkat dan kerusakan komponen. Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan rangkaian diantaranya jumper wires, tes lamp, AVO digital ataupun analog. Pada saat pemeriksaan ganguan harus diperhatikan cara penggunaan alat yang digunakan sebab jika salah menggunakan alat dapat menyebabkan kerusakan pada komponen yang diperiksa. d. Tugas kegiatan belajar Buatlah tes lamp dari komponen-komponen yang mudah didapat e. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan prosedur menghindari kerusakan pada ECU 2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah. 3) Jelaskan apa yang tidak boleh dilakukan saat pemeriksaan kontinuitas rangkaian menggunakan jumper wire. 4) Bagamana cara menggunakan tes lamp untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan 5) Jelaskan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper wire. f. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Prosedur menghindari kerusakan ECU a. b. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON

Jangan pernah memeriksa rangkaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual kendaraan c. d. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. f. g. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air

Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual.

2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah

a.

Gangguan karena nilai tahanan membesar b. Gangguan karena hubung singkat

c.

Gangguan karena kerusakan komponen

3) Faktor penyebab nilai tahanan bertambah antara lain: a) Adanya rangkaian yang terbuka/terputus b) Timbulnya korosi/karatan pada sambungan 4) Hal yang tidak diperbolehkan dalam pemerikaan kontinuitas dangan jumper wire adalah: Membay-pass beban kelistrikan baik lampu,motor atau beban lain 5) Cara menggunakan tes lamp untuk pemeriksaan kontinuitas rangkaian, adalah: a) Menghubungkan jepit tes lamp dengan negatip batere atau ground b) Menghubungkan colok tes lamp dengan titik pada rangkaian yang akan diperiksa. 5) Keuntungan menggunakan tes lamp dibandingkan jumper wire adalah: tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen rangkaian yang diperiksa. g. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Menggunakan jumper wire 2) Menggunakan tes lamp 3) Menentukan letak gangguan dari hasil pemeriksaan. 4) Menyimpulkan hasil pemeriksaan Alat dan Bahan 4) Trainer kelistrikan body standart 5) Baterai 12V 6) Jumper wire

7) Tes lamp Keselamatan Kerja 1) Tidak diperkenankan Memby-pass batere karena dapat menyebakan kerusakan pada batere. 2) Tidak diperkenankan memby-pass beban kelistrikan. Langkah Kerja 4) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 5) Lakukan pemeriksaan kontinuitas dengan jumper dan tes lamp. Memeriksa kontinuitas dengan jumper: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) By-pass dengan jumper pada bagian titik kabel yang terdekat dengan sumber arus. 3) Perhatikan hasil pemeriksaan ada perubahan kerja atau tidak, 4) Lanjutkan pemeriksaan pada titik±titik berikutnya. Mengukur kontinuitas dengan tes lamp: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) Hubungkan jepit tes lamp dengan negatip sumber arus. 3) Hubungkan colok tes lamp pada titik yang terdekat dengan sumber arus positip. 4) Perhatikan hasil pemeriksaan apakah lampu tes menyala atau tidak. 5) Tarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan 6) Lanjutkan pemeriksaan pada titik berikutnya. 7) Ambil kesimpulan akhir, tentukan letak gangguan rangkaian 8)Bersikah alat dan tempat kerja, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Tugas: Analisisa data hasil pemeriksaan, buatlah laporan

Kegiatan Belajar 3. Mengganti Sekering dan Bohlam

a. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini, siswa dapat: 6) Mengerjakan penggantian fuse/sekering 7) Memeriksa kondisi fuse/sekering 8) Memeriksa ukuran fuse/sekering 4) Mengerjakan penggantian bohlam lampu kepala dengan benar 9) Memeriksa kerja lampu kepala 10)Mengerjakan penggantian lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur dengan benar. 11)Memeriksa kerja lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur. b. Uraian materi kegiatan belajar

1) Mengganti Sekering yang putus

Sekering melindungi semua alat elektrik di dalam mobil: Pada saat aliran arus berlebih, sekering akan ³putus´ sedemikian sehingga arus listrik yang berlebih tidak mengalir pada peralatan. Karena arus yang berlebih itu dapat merusakkan peralatan atau menimbulkan percikan api. Dengan mengganti sekering yang putus akan mengembalikan kerja peralatan seperti semula (sebagai contoh sekering klakson putus akibatnya klakson tidak bunyi, setelah sekering diganti klakson kembali bunyi). Jika sekering putus berulangkali, itu menandakan adanya suatu masalah dalam rangkaian dan ini memerlukan penanganan lebih serius. Ada dua jenis sekering dilihat dari bentuknya yaitu type blade/pipih dan cartridge/tabung. Pada umumnya kendaraan sekarang banyak menggunakan type blade. Gambar 30. Macam sekering Langkah-langkah mengganti sekering

Pastikan kapasitas sekering yang dipakai. Kapasitas sekering 15 A 9. Catut sekering 5. Tekan pelan-pelan hingga sekering duduk dengan tepat pada slotnya. Keselamatan kerja: 1. Kotak sekering umumnya berbentuk segi empat yang diletakkan di bawah dashboard sebelah kanan. Ini dapat merusakan peralatan yang seharusnya diamankan oleh sekering itu. Matikan mesin 2. Pasang tutup sekering. Jika tidak ditemukan catut gunakan tang lancip untuk melepas sekering. Melepas sekering 6. Kotak sekering 3. Sekering baik dan putus 8. Gambar 37. Gambar 32. Mencari kotak sekering. Gambar 38. Gambar 31. Gambar 34. Gambar 35. Periksa kondisi sekering Gambar 36. . Melepas sekering dengan tang 7. Amati tutup kotak sekering Pada tutup kotak sekering dilengkapi dengan denah lokasi masingmasing sekering dan kapasitas dari sekering. Gambar 33. Denah letak sekering 4. Pasang sekering baru dengan kapasitas yang sama dengan sekering yang diganti. Lepas sekering yang akan diganti dengan menariknya menggunakan catut sekering. Pada kotak sekering juga dilengkapi dengan catut pelepas dan sekering cadangan. Memasang sekering 10.1. Jangan pernah mengganti sekering dengan ukuran amper yang lebih besar.

Pastikan bola lampu yang akan diganti Gambar 40.2. Tetapi masih ada juga yang menggunakan model sealed beam (khususnya pada mobil-mobil tua). 2) Mengganti bohlam lampu kepala Lampu kepala berfungsi sebagai penerangan jalan saat kendaraan digunakan pada malam hari. Saklar lampu kepala . Matikan saklar lampu kepala Gambar 41. pada lampu jenis ini penggantiannya harus satu set antara bola lampu dan kaca biasnya. Bohlam halogen Langkah-langkah mengganti bohlam lampu kepala: 1. Mengganti bohlam lampu kepala yang putus relatif gampang. Pada jenis tabung sekering mudah pecah. hati-hati saat melepas atau memasangnya. jika lampu kepala mati maka kemungkinan penyebab utamanya dalah bohlam putus. Periksa lampu kepala 2. Mobil-mobil sekarang pada umumnya menggunakan bohlam type halogen yang dapat dengan mudah dilepas dari bagian belakang lampu kepala. karena pecahan kacanya dapat melukai tangan. Gambar 39.

3. Jangan pernah menyentuh kaca pada bohlam halogen. 7. Gambar 43. 2. maka segera harus diganti. dan buka karet pelindung serta lepas klip pengunci Gambar 42. Keluarkan bohlam dari dudukanya dan siapkan bohlam baru. Melepas klip 4. Pasang bohlam baru 9. Lepas soket lampu kepala. 8. Langkah-Langkah: Tentukan bagian bohlam yang akan diganti: Pada beberapa type lampu belakang. Pasang kembali klip pengikat pada tempatnya Pasang karet pelindung pada dudukannya Gambar Pasang soket lampu kepala (pastikan menancap dengan kuat). Gambar 45. cover lampu dibuka dari luar dengan melepas sekerup pengikatnya. 3. 6. persinggungan yang tidak tepat mengakibatkan getaran yang menimbulkan panas sehingga bohlam mudah putus. Bohlam mati karena terbakar a. Daya pada bohlam baru harus sama dengan bohlam lama. Jika ada salah satu lampu yang mati. Pasang bohlam halogen Yang baru. . 1. lampu rem dan mundur Lampu yang dipasang pada mobil mempunyai fungsi yang penting bagi keselamatan berkendaraan di jalan raya. 44. 3) Mengganti bohlam lampu belakang. Keselamatan kerja: 1. Mengeluarkan bohlam 5. Saat pemasangan bohlam baru pastikan bohlam duduk dengan tepat pada tempatnya. Nyalakanlah lampu kepala untuk mengujinya. pastikan tepat pada dudukannya.

2. 5. Gambar 46. Lepaskan sekerup pengikat. Melepas baut pengikat 3. c. Bersihkanlah konektor dengan sikat kawat atau lap dari kotoran atau karatan. Sekering mempunyai ukuran kapasita arus yang berbeda. 9. Pasang cover lampu belakang. Pasang bohlam baru dengan cara menekan masuk lalu diputar. 7. Gambar 49. . Lepas bohlam dengan cara menekan dan diputar. Gambar 48. Menguji lampu belakang Keselamatan kerja: 1. apabila ukuran arus pada sekering diganti lebih besar maka hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan kelistrikan yang ada. Sekering yang rusak/putus harus diganti agar peralatan kelistrikan yang ada pada rangkaian bekerja kembali. aliran arus yang berlebih. Melepas bohlam 4. tekanan yang terlalu kuat dapat memecahkan lampu. Ambil bohlam baru dengan ukuran sama dengan bohlam lama. Hati saat melepas atau memasang bohlam. Uji kerja lampu dengan menginjak pedal rem dan memutar saklar lampu kota. Gambar 47. Rangkuman kegiatan belajar Sekering berfungsi untuk mengamankan jaringan dari kerusakan akibat.2. Membersihkan konektor 6. Pasang bohlam 8. Periksa bohlam berapa ukuran daya yang dipakai. Selalu gunakan ukuran bohlam yang sama dengan aslinya saat penggantian. Gambar 50.

Apabila bohlam putus maka lampu tidak menyala. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 6) Ciri sekering putus. f. 8) Ciri-ciri bohlam mati: a) Filament putus. Pasanglah bohlam baru dengan ukuran yang sama dengan aslinya agar tidak mengakibatkan gangguan pada rangakaian kelistrikan yang ada. lampu kota.Rangkaian sistem kelistrikan diantaranya adalah lampu kepala. lampu mundur. Test formatif kegiatan belajar 6) Sebutkan ciri-ciri sekering putus? 7) Faktor apa saja yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering. lampu rem. b) Dari warna kelihatan hitam habis terbakar 9) Langkah perbaikan lampu rem: a) Pastikan terminal batere terlepas b) Pastikan posisi bohlam lampu rem yang akan diganti. . filamen kelihatan putus dan apabila dilakukan pemeriksaan kontinuitas diantara ke dua ujung sekering tidak ada kontinuitas. 8) Sebutkan ciri-ciri bohlam mati?. 7) Faktor yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering: c) Ukuran sekering harus sama dengan sekering yang asli d) Pemasangan harus benar pada tempatnya. Tugas kegiatan belajar Mencari contoh bohlam type sealed-beam dan bohlam halogen yang digunakan pada lampu kepala. d. 9) Jelaskan langkah perbaikan bohlam lampu rem. 10) Apa yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen. e. dengan mengganti bohlam baru maka rangkaian lampu akan menyala kembali.

. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menentukan kondisi sekering baik atau rusak 6) Menentukan ukuran sekering 7) Mengganti sekering 8) Menentukan ukuran bohlam 9) Mengganti bohlam Alat dan Bahan 8) Mobil instruksi 9) Test lamp Keselamatan Kerja 3) Lepas terminal batere sebelum pekerjaan penggantian dilakukan. g.c) Buka cover penutup bohlam. d) Lepas bohlam e) Periksa ukuran bohlam f) Bersihkan dudukan bohlam dari karat/kotoran g) Pasang bohlam baru h) Pasang kembali cover bohlam i) Pasang terminal batere j) Cek kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem 5) Yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen adalah tidak boleh memegang pada kacanya karena dapat menyebabkan cepat putus.

karena mudah pecah. 7) Periksa ukuran sekering 8) Pasang sekering baru dengan ukuran yang sama 9) Pasang kembali terminal batere. cek kerja sekering dengan test lamp Mengganti bohlam lampu rem: 8) Pastikan letak bohlam yang akan ganti 9) Lepas terminal batere 10) Pada kendaraan yang dilengkapi dengan ECU posisi kunci kontak harus OFF saat terminal batere dilepas 11) 12) 13) 14) 15) Lepas cover lampu rem Lepas bohlam lampu rem Periksa ukuran daya lampu rem Bersihkan dudukan bohlam dari kotoran ataupun karat Pasang bohlam baru dengan ukuran sama dengan yang diganti . saat selesai penggantian.4) Pastikan kunci kontak OFF saat melepas terminal batere. Langkah Kerja 6) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 7) Lakukan Penggantian sekering 8) Lakukan penggantian bohlam Mengganti sekering: 5) Pastikan kunci kontak off dan lepas terminal batere 6) Lepas sekering dengan hati. 5) Hati-hati waktu melepas sekering atau bohlam. 6) Selalu gunakan ukuran yang sama saat penggantian sekering dan bohlam. 7) Selalu dilakukan pemeriksaan kerja.

. Kabel ini menghubungkan antara blok mesin dengan bodi/ rangka kendaraan. Perbaikan Rangkaian Kabel a. 2) Kabel tanpa isolator. diataranya: 1) Kabel yang terbungkus isolator tipe pejal dan tipe serabut. kabel jenis ini digunakan sebagai kabel bodi/ ground. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa dapat: 6) Menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan 7) Mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel 8) Menentukan ukuran kabel yang digunakan 9) Memperbaiki rangkaian kabel b. Uraian materi kegiatan belajar Kabel (Wires) Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. Kegiatan Belajar 4. Kabel tipe serabut yang paling banyak digunakan pada kelistrikan otomotif.16) 17) 18) Pasang cover lampu rem Pasang terminal batere Periksa kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem Tugas: Cari jenis-jenis sekering dan analisa kapasitas ampere yang dipakai untuk masing-masing komponen kelistrikan. Terdapat beberapa tipe kabel.

karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. 2) Kabel diameter besar yaitu kabel yang digunakan untuk kabel baterai.Gambar 51. Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). Kode Warna Kabel Guna mempermudah identifikasi maupun penelusuran bila terjadi kerusakan pada rangkaian kelistrikan maka isolator kabel dibuat warna. Berdasarkan pengertian diatas tahanan suatu kabel listrik dapat dihitung dengan rumus berikut: . Macam kabel Berdasarkan besar arus mengalir kabel dikelompokkan menjadi 2 yaitu : 1) Kabel diameter kecil yaitui kabel yang digunakan untuk beban lampu dan asesoris lainnya. tetapi semakin besar diameter kabel listrik semakin kecil tahanannya. Contoh: kabel satu warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang. Tabel 1 Warna Black (hitam) Brown (coklat) Green (hijau) Gray (abu-abu) Blue (biru) Light Blue (hijau muda) Kode B BR G GR L LG Kode Warna Kabel Kode O P R V W Y Warna Orange (oranye) Pink(merah muda) Red (merah) Violet (ungu) White (putih) Yellow (kuning) Hubungan Antara Diameter dan Panjang Kabel dengan Tahanan Listrik Tahanan listrik berbanding lurus dengan panjang kabel tetapi berbanding terbalik dengan diameter kabel. Ini berarti semakin panjang kabel listrik. semakin besar pula tahanannya.

Guna memudahkan pemakaian maka SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) seperti table berikut ini: Tabel 3.6 x 10-8 1.69 x 10-8 Bahan Tungsten Mangan Karbon Germanium Silikon Kaca r W/m 5.62 x 10-8 10.. m2 Tabel 2.0 SAE AWG (gage) 20 18 16 14 Ohm per 1000 feet 10.0 6.5 0.2 x 10-8 3 x 10-5 5 x 10-1 0. dan semakin kecil kabel tahanan semakin besar.68 x 10-8 2.1 . W r = Tahanan jenis ««««««.25 x 10-8 48.R = Tahanan listrik ««««««.8 .60 109 .1012 Menentukan Ukuran Kabel Dari rumus di atas dapat dilihat bahwa semakin panjang kabel semakin besar tahanan listriknya. m A = Luas penampang kabel ««.8 1. Tahanan jenis pada temperature 20 ºC Bahan Almunium Besi Emas Perak Platina Tembaga r W/m 2.0 2.9 4.75 x 10-8 9. Ukuran Kabel Metric (mm2) 0.44 x 10-8 1.7 2. Wm l = Panjang kabel ««««««.

0 62.0 12 10 8 6 4 2 1 0 00 1.0028 x 18 = 0.3 0.0 13.0 32.0 50.0 40. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0. sehingga besar tahanan = 0.8 1.3.05 Ohm.09 Contoh: Tentukan besar tahanan untuk kabel 14 gage.14 0.0 19.7 0.1 0. dengan panjang 18 feet.0 8. Pemilihan kabel yang digunakan pada sistem kelistrikan tergantung dari besar arus yang akan mengalir atau beban. Semakin besar arus yang mengalir atau semakin besar beban semakin kesar ukuran kabel yang digunakan.2 0. Guna mempermudah pemilihan SAE mengeluarkan pedoman pemilihan kabel seperti table berikut ini: .4 0.0 5.11 0. Selain besar arus dan beban juga dipengaruhi jarak antara sumber dengan beban.0028 ohm per feet.

83 Volt.Tabel 4.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0. Pedoman Pemilihan Ukuran Kabel (Wire Gage) Arus Amp 1 1. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2. Tentukan pula penurunan tegangan akibat panjang kabel. Dengan demikian besar voltage drop sebesar V = I x R = 16.0028 ohm per feet.6 x 0.6 A Ukuran kabel untuk daya 200W dengan jarak 18 feet dari table diatas adalah 14 gage atau luas penampang 2. .0 mm2 .5 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 15 18 20 22 Daya Watt 12 18 24 36 48 60 72 84 96 120 132 144 180 216 240 264 Panjang Kabel (feet) 7 10 15 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 20 20 18 18 20 18 18 18 20 18 18 16 20 18 16 16 20 18 16 16 20 18 16 14 18 16 14 14 18 16 14 12 16 14 12 12 3 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 5 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 25 20 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 30 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 10 Contoh: Tentukan ukuran kabel untuk lampu penerangan dengan daya 200 W.05 = 0.0028 x 18 = 0. Besar arus yang mengalir adalah I = P/V = 200 /12 = 16. sehingga besar tahanan = 0. bila jarak lampu sampai sumber listrik sejauh 18 feet.05 Ohm.

Hubungan Antara Temperatur dan Tahanan Listrik Tahanan listrik pada konduktor akan berubah dengan adanya perubahan temperatur konduktor/kabel. Membersihkan terminal baterai Tahanan Isolator Seperti telah dijelaskan bahwa karet. misalnya karena retak. Panas ini akan memperbesar tahanan dan mempercepat timbulnya korosi. Akibat terminal kendor dan kotor menyebabkan tahanan meningkat sehingga menyebabkan gangguan suplai listrik terutama saat mesin distarter. Bila sebuah lampu yang dihubungkan denga baterai dengan sebuah kawat tembaga. menempelnya air atau kotoran lain pada isolator. Kerusakan isolator kabel listrik Wire Harness . Dalam kondisi tertentu isolator dapat berubah menjadi penghantar listrik/konduktor. Sifat dari bahan-bahan ini disebut kemampuan tahanan isolator dan dinyatakan dengan nilai tahanan. Tahanan sambungan dapat diperkecil dengan membersihkan sambungan dan mengeraskan sambungan. plastik dan porselin dapat digunakan untuk menghalangi arus listrik antara konduktor. Biasanya tahanan listrik akan naik bila temperatur naik. Bila arus listrik melewati sambungan yang kendor akan menyebabkan sambungan menjadi panas. Gambar 52. Gambar 54. Hal tersebut dapat dipahami dengan cara berikut. Terminal baterai merupakan terminal yang paling sering kendor dan kotor akibat korosi yang disebabkan asam sulfar dari uap elektrolit baterai. Beberapa FaKtor Yang Mempengaruhi Nilai Tahanan Tahanan Sambungan Tahanan sambungan adalah tahanan yang diakibatkan oleh sambungan yang kendor atau kotor. bocoran arus listrik yang akan menimbulkan percikan bunga api dan menimbulkan kotoran. oleh karena itu terminal ini harus sering diperiksa dan dibersihkan Gambar 53. kemudian kawat tersebut dipanaskan dengan api maka lampu tersebut semakin lama akan semakin redup. vynil.

contoh kabel baterai Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. Gambar 59. karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. Menyolder sambungan kemudian solder sambungan 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang Gambar 60. contoh kabel yang digunakan secara umum 4) Kabel besar . Terdapat beberapa tipe kabel diantaranya : 1) Kabel berisolator. masukkan heat shrink tube ke kabel penyambung. kemudian kupas Gambar 56. dimana sekumpulan kabel tersebut dijadikan satu dengan isolator. 4) Sambung kedua kabel dengan Crimp mark.Wire harness merupakan sekumpulan kabel yang digunakan pada rangkaian kelistrikan. Contoh: kabel satu . contoh kabel massa 3) Kabel kecil. Mengukur diameter ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. Mengupas kabel kabel dengan tang pengupas dengan panjang 10 mm 2) Ukur diameter kabel untuk menentukan Gambar 57. Pada ujung wire harness dipasang konektor sehingga pemasangan sistem perkabelan lebih mudah. Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang. Wire Harnes Memperbaiki Kabel 1) Potong kabel yang rusak. agar kabel lebih rapih. Rangkuman kegiatan belajar Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. contoh kabel yang umum digunakan 2) Kabel tanpa isolator. 3) Buat kabel penyambung yang akan Gambar 58. Memasukkan heat shrink digunakan. c. Gambar 55. Memanaskan heat shrink disambung.

d.warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). dilihat dari ukurannya maka ada kabel kecil dan kabel besar. Tugas kegiatan belajar Cari wiring diagram salah satu tipe kendaraan: 1) Identifikasi ukuran dan warna kabel yang digunakan 2) Identifikasi jenis konektor yang digunakan e. 3) Sebutkan bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel 4) Dimana titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel 5) Apa yang dimaksud heat shrink tube? 6) Bagaimana cara menyambung kabel yang putus? f. bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel. ukuran kabel dan tahanan tiap 1000 feet. sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). dari penggunaan isolator yaitu kabel tanpa isolator dan kabel dengan isolator. Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan kabel. Tiap ujung kabel dipasang konektor.28 feet untuk 3 m = 3 x 3. 2) Ukuran kabel untuk horn.84 feet . Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Macam kabel yang digunakan pada kendaraan yaitu dilihat dari serabutnya ada dua yaitu kabel serabut dan kabel pejal. bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel.28 = 9. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraaan 2) Tentukan ukuran kabel untuk horn. Selain itu juga ada pedoman yang memuat hubungan arus. Guna memudahkan menentukan ukuran kabel yang akan digunakan SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) yang berisi nomor gage. panjang kabel dan nomor gage yang digunakan. jarak antara horn dengan sumber 3 m. jarak antara horn dengan sumber 3 m. Panjang kabel : 1 meter= 3. bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak.

beban : 12 V/36 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/36 W +12 V/36 W = 12V/72 W . yaitu kabel dengan luasan 0. atau plastik. dan solder sambungan kabel. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 3) Menyambungkabel yang putus 4) Memasang terminal kabel Alat dan Bahan 10) 11) Solder Tang pengupas kabel . b) Ukur diameter kabel untuk menentukan diameter kabel penyambung. 6) Cara menyambung kabel yang putus adalah : a) Putus bagian kabel yang rusak dan kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. vynil. e) Sambung kabel yang putus. g. klem kabel pada bodi dan terminal kabel 5) Heat shrink tube merupakan salah satu model isolator sambungan kabel dengan metode pemanasan untuk menyusutkan isolator sehingga isolator dapat mengikat dengan kuat sambungan yang diisolasi. d) Masukkan dua heat shrink tube pada kabel penyambung. Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel 20. ujung konektor. f) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder dan panasi heat shrink tube.5 mm2 3) Bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel antara lain karet. 4) Titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel antara lain pada sambungan. c) Ukur panjang kabel yang dibutuhkan dengan diameter sama dengan kabel yang disambung.

tempatkan iujung solder pada tempatnya. cepit dengan tang penjepit terminal. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. b) Masukkan heat shrink tube pada salah satu kabel. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak. c) Sambung kabel. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. terminal kabel. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. tenol. Tugas . 4) Bersikan alat dan tempat kerja. b) Masukkan heat shrink tube pada kabel. e) Panasi heat shrink tube. kemudian solder sambungan kabel. Menyolder sambungan 11) Memanasi heat shrink Latihan memasang terminal a) Potong kabel dengan panjang 100 mm.12) Kabel. solder sambungan kabel. heat shring tube Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. e) Panasi heat shrink tube. kembalikan ketempat semula. c) Pasang kabel pada terminal kabel. Langkah Kerja 9) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 10) Latihan menyambung kabel a) Potong dua buah kabel dengan panjang 100 mm.

Agar penyambungan konektor lebih mudah dan tidak salah maka pada konektor terdapat nok sehingga bila posisi tidak tepat maka konektor tidak dapat masuk. . dan memungkinkan sambungan dipisah lagi dengan mudah. Bentuk Konektor Bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak. Jumlah terminal pada konektor sangat beragam mulai dari satu terminal sampai puluhan terminal. Kegiatan 5. Memperbaiki Konektor Kabel a. Uraian Materi Konektor kabel (Wire conector) Konektor berfungsi tempat penyambungan kabel pada sistem kelistrikan. Konektor terdiri dari konektor laki-laki dan konektor perempuan.Apa dampak kualitas sambungan kabel yang buruk pada sistem kelistrikan. rumah konektor terbuat dari plastic. sedangkan untuk menjamin agar sambungan lebih kuat maka dipasang pengunci. melindungi sambungan dari karat dan kotoran. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah membaca modul ini siswa dapat: 1) Menyebutkan macam wire conector 2) Menjelaskan model penguncian wire conector 3) Melepas dan memasang wire conector 4) Memperbaiki wire conector yang rusak b. dalam rumah tersebut terdapat lubang untuk memasukkan terminal kabel. Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan terminal.

Gambar 41. Gambar 63. jangan menarik kabel saat melepas. Langkah melepas konektor kabel adalah sebagai berikut . Perhatikan metode penguncian yang digunakan oleh konektor. Macam Bentuk Konektor dan Jumlah Terminalnya Melepas dan memasang konektor kabel Melepas konektor harus hati-hati. dan saat menarik konektor tidak boleh menarik kabelnya. Konektor Saat melepas konektor harus memperhatikan teknik penguncian yang digunakan. Bagian yang ditarik adalah bagian konektornya. cara melepas yang salah dapat meyebabkan kabel putus. Bentuk dan Teknik Penguncian Pada Konektor Kabel. Teknik melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: 1) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik 2) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik 3) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : 1) Di tengah 2) Disamping Gambar 62.

lihat gambar 64. . 3) Pastikan konektor telah terkunci dengan baik dengan cara menarik konektor tanpa menekan pengunci. Gangguan pada terminal adalah karat dan terbakar. untuk mengatasi hal tersebut maka perlu perbaikan konektor kabel.1) Tekan pengunci badan soket konektor dan pisahkan badan konektor laki dan perempuan (Male dan Famale) 2) Jika sulit terlepas. konektor tidak boleh terlepas. angkat anti-back comb dari badan konektor dengan menggunakan obeng. sedangkan pada sambungan sering kabelnya putus. 3) Menggunakan obeng. Melepas Terminal dari Konektor Langkah memasang 1) Perhatikan posisi pengunci maupun posisi nok 2) Masukkan terminal konektor sampai pengunci bunyi klik. Gambar 64. Memperbaiki Kerusakan Konektor Kabel Terminal konektor maupun kabel pada sambungan terminal sering mengalami gangguan. masukkan obeng ke dalam bagian depan badan konektor. angkat pengunci penahan dari terminal dan tarik kabelnya dari konektor.

Teknik penguncian dengan menekan maupun mengungkit. 5) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama. yaitu konektor laki-laki dan konektor perempuan. Memasang Terminal Konektor c. kupas ujung kabel. dan kupas isolatornya kurang lebih 10 mm. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. Bentuk konektor ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. pasang terminal konektor. kemudian tarik kabel untuk menguci apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. kupas isolator pada ujung kabel.Langkah perbaikan adalah sebagai berikut: 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah. kemudian solder sambungan 7) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. Gambar 65 . Gambar 66. Menyambung Kabel Yang Putus 6) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. sambung kedua kabel dengan Crimp mark. 3) Potong kabel yang rusak. Melepas Terminal Konektor 2) Dorong terminal konektor keluar. Rangkuman Sepasang konektor kabel terdiri dari dua buah. 4) Ukur diameter kabel untuk menentukan ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. 8) Ungkit pengunci pada terminal konektor. . Gambar 67.

Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah 2) Metode melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: a) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik b) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik c) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : Di tengah konektor dan disamping rumah konektor 3) Yang harus diperhatikan saat melepas adalah melepas penguncian. Test Formatif 1) Sebutkan macam bentuk wire conector 2) Jelaskan metode melepas penguncian pada wire conector 3) Jelaskan yang harus diperhatikan saat melepas dan memasang wire conector. memotong kabel terminal yang rusak. Tugas Cari buku pedoman perawatan salah satu kendaraan. menarik rumah konektor kabel dan tidak boleh menarik kabel. jangan menarik konektor pada kabelnya karena dapat menyebabkan kabel putus. dengan cara mengeluarkan terminal konektor lama. Kunci Jawaban Formatif 1) Bentuk konektor kabel ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. 4) Bagaimana cara mengatasi bila terdapat satu atau lebih terminal konektor yang rusak? f. d. e. Lembar Kerja Tujuan : . Sedangkan saat memasang perhatikan bentuk. posisi nok dan posisi pengunci. 4) Mengatasi terminal konektor yang rusak adalah dengan mengganti terminal baru. rangkum bentuk konektornya dan teknik penguncian yang diaplikasikan.Membuka konektor harus memperhatikan metode penguncianya. membuat sambungan kabel dengan terminal konektor. menyambung kabel dan memasang terminal konektor pada rumahnya sampai bunyi klik. g.

kemudian solder sambungan. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak.Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menyambung kabel yang putus 6) Memasang terminal konektor 7) Memperbaiki terminal kabel Alat dan Bahan 13) 14) 15) Solder Tang pengupas kabel Kabel. 6) Ungkit pengunci pada terminal konektor. kupas ujung kabel. sambung kedua kabel dengan Crimp mark. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. 2) Potong kabel yang rusak. 4) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. heat shring tube 16) Konektor kabel Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. Langkah Kerja Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil dan dorong terminal konektor keluar. kemudian tarik kabel untuk memastikan apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. tempatkan iujung solder pada tempatnya. tenol. . kupas isolator pada ujung kabel. 3) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama. dan kupas isolatornya 10 mm. pasang terminal konektor. terminal kabel.

c. III EVALUASI A. BAB. Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut! Sebuah bohlam 12 V/23 watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt. kembalikan alat yang digunakan ke tempat semula. SOAL 1. Soal Uji Kompetensi Pengetahuan (Waktu 120 menit) 11) 12) a. Terangkan cara memasang ampere meter. Jelaskan karakteristik rangkaian seri. b. parallel dan kombinasi 14) Dua resistor dirangkai secara seri. Tugas: 1) Identifikasi jenis dan penyebab kerusakan pada konektor kabel. Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam. 13) Berapa tahanan bohlam secara teoritis? Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 15) Sebutkan tiga hal yang sering menjadi gangguan pada rangkaian/system kelistrikan? 16) Sebutkan macam sekring yang biasa digunakan pada mobil 17) 18) Terangkan ciri-ciri bohlam putus Jelaskan titik-titik yang sering menjadi sumber gangguan pada rangkaian kabel . Harga R1= 60 dan R2 = 180 . 2) Buatlah laporan kerja. untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam.7) Bersihkan tempat kerja. d.

20) Sebutkan macam bentuk konektor kabel 2. jarak antara klakson dengan sumber 3 m. bila diketahui daya klakson 12V/60 W dirangkai paralel.19) Tentukan ukuran kabel untuk klakson. Soal Uji Kompetensi Keterampilan .

25 Ohm Waktu 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 70 menit Tahanan bohlam secara teoritis adalah R= V/I = 12 / 1. Membuat rangkaian kombinasi 3 resistor Memeriksa kontinuitas pada rangkaian yang disediakan Mengganti sekering pada rangkaian klakson Mengganti bohlam Halogen pada rangkaian lampu kepala Membuat sambungan kabel Mengganti konektor kabel Total B. V = I x R 11) Sebuah bohlam 12 V/23 Watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt. a) Besar arus listrik adalah I=P/V = 23/12 =1.Demonstrasikan dihadapan guru/instruktur kompetensi saudara dalam waktu yang telah ditentukan No 1 2 3 4 5 6 7 Kompetensi Mengukur arus.92 Ampere b) c) Ampere meter dipasang seri terhadap beban = 6. tahanan dan tegangan pada rangkaian yang disediakan. KUNCI JAWABAN 10) Hukum Ohm mengatakan: besar arus yang mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan.92 d) Mengukur tegangan baterei dengan volt meter atau multi meter § Atur selector pada DC Volt skala 50 § Kalibrasi alat ukur § Hubungkan colok positip/merah ke positi baterei § Hubungkan colok negatip/hitam ke negatip baterei § Baca hasil pengukuran dengan teliti 3) Rangkaian seri mempunyai karakteristik a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan .

Nilai tahanan dalam rangkaian membesar I = I1 + . Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. (V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) 4) Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0.05 A = 50 mA Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV = 3 V . c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya.( Rt = R1 + R2) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2) Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama .Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V. 5) Tiga hal yang sering menyebabkan gangguan pada rangkaian/system kelistrikan adalah: a).

Terjadinya hubung singkat c).84 feet. a) Jika diperiksa secara visual. klem kabel pada bodi dan terminal kabel. Panjang kabel : 1 meter= 3. ujung konektor. jarak antara klakson dengan sumber 3 m. 6) Sekering yang biasa digunakan pada mobil: a) Sekering type blade b) Sekering type cartridge 7) Ciri-ciri bohlam putus. maka pada vilamennya kelihatan terputus b) Jika dilakukan tes kontinuitas antara kutup positip dan negatip tidak ada. 9) Ukuran kabel untuk klakson. bila diketahui daya klakson 12V/ 36 W dirangkai paralel. yaitu kabel dengan luasan 0. 8) Titik-titik yang menjadi gangguan pada rangkaian kabel antara lain pada sambungan.8 mm2 10) Macam bentuk konektor kabel : a) Bentuk bulat b) Bentuk persegi C. Kerusakan pada komponen kelistrikan. Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel SAE 18. Beban klakson adalah 12 V/ 60 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/ 60 W +12 V/ 60 W = 12V/ 120 W . KISI-KISI SOAL PENGETAHUAN NO 1 SUB KOMP.28 = 9. INDIKATOR Dapat menjelaskan hukum Ohm SOAL SKOR SKOR MAKS PEROLEHAN 0.b).5 Dasar listrik 2 Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut Dapat mengukur Sebuah bohlam 12 dan menghitung V/23 watt dirangkai secara teoritis besar seri dengan baterei 2 .28 feet untuk 3 m = 3 x 3.

Terangkan cara memasang ampere meter. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V Prosedur Dapat menyebutkan Sebutkan tiga hal menghindari hal-hal yang sering yang sering menjadi kerusakan ECU menyebabkan gangguan pada dan memeriksa gangguan pada rangkaian/system gangguan pada ranagkaian kelistrikan rangkaian 1 1. Harga R1= 60 rangkaian dan R2 = 180 . parallel dan parallel dan gubungan kombinasi Dapat menghitung Dua resistor besar Arus dan dirangkai secara tegangan pada seri. untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam c. Berapa tahanan bohlam secara teoritis? 3 4 5 d. Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter Dapat menjelaskan Jelaskan karakteristik karakteristik rangkaian seri.Arus. rangkaian seri.5 0.5 .Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam b. Tahanan dan Tegangan 12 Volt a.

10 Konektor Dapat menyebutkan Sebutkan macam bentuk konektor bentuk konektor kabell 6 0. jarak antara klakson dengan sumber 3 m. penggunaan bila diketahui daya horn 12V/60 Watt dirangkai paralel.5 Kisi-Kisi Penilaian Sikap No 1 2 3 4 Komponen yang dinilai Kelengkapan pakaian kerja Penataan alat dan kelengkapan yang memperhatikan pekerja dan alat Menggunakan alat sesuai fungsinya Membersihkan alat dan tempat kerja Nilai akhir Skor Maks 1 2 6 1 Skor Perolehan Kisi-Kisi Penilaian Keterampilan .Dapat menyebutkan Sebutkan macam macam sekering sekring yang biasa Mengganti digunakan pada sekering dan mobil bohlam 7 Dapat menerangkan Terangkan ciri-ciri ciri bohlam putus bohlam putus 8 Dapat menjelaskan Jelaskan titik-titik titik-titik yang yang sering menjadi sering terjadi sumber gangguan gangguan pada pada rangkaian rangkaian kabel kabel 9 Dapat menentukan Tentukan ukuran Rangkaian kabel ukuran kabel sesuai kabel untuk horn.5 1 2 0.5 0.

tahanan dan tegangan § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Mengkalibrasi alat ukur § Membaca hasil pengukuran Membuat rangkaian kombinasi § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Rangkaian benar dan bekerja Memeriksa kontinuitas rangkaian Skor Maks Skor Perolehan 1 1.5 Dasar Listrik 2 1 Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian § Menggunakan peralatan sesuai SOP 3 § Pemeriksaan dilakukan sesuai SOP § Menyimpulkan hasil pemeriksaan Mengganti sekering § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memeriksa kondisi sekering 1.No Sub Kompetensi Dasar Listrik Komponen yang dinilai Mengukur arus.5 5 Mengganti sekering dan bohlam .5 Mengganti sekering dan bohlam 4 1.5 § Menentukan kapasitas sekering § Penggantian sekering sesuai SOP Mengganti Bohlam § Menggunakan peralatan sesuai SOP 1.

dengan skor setiap aspek minimal 7 Nilai Akhir BAB. IV PENUTUP .§ Memeriksa kondisi Bohlam § Menentukan ukuran Bohlam § Penggantian Bohlam sesuai SOP Rangkaian kabel Membuat sambungan kabel § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih ukuran kabel § Menyolder kabel Mengganti konektor § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih konektor § Memasang pin kabel 6 1. KRITERIA KELULUSAN Aspek Sikap Pengetahuan Keterampilan Skor Perolehan Bobot 2 2 6 Nilai Keterangan Syarat kelulusan nilai minimal 7.5 Konektor 7 1.5 C.

Replacing fuse blown. dari sini kompetensi siswa dapat diketahui. Electric Fundamentals. WWW. WWW. com Sullivan`s Kalvin R. (2004). uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik.Kompetensi perbaikan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dengan kode OPKR 50-002B terdiri dari 6 sub kompetensi dengan durasi 60 jam pelajaran @ 45 menit. namun bila syarat minimal kelulusan belum tercapai maka harus mengulang modul ini. Diagnosis & Testing. (2004). Uji teoritis dengan cara siswa menjawab pertanyaan soal evaluasi. DAFTAR PUSTAKA Sullivan`s Kalvin R. Setelah siswa merasa menguasai sub kompetensi yang ada. WWW. Autoshop 101. sedangkan uji praktik dengan mendemontrasikan kompetensi yang dimiliki pada guru/instruktur. com . Wiring Diagrams. ehow. Autoshop 101. yaitu : 1) Merangkai hubungan seri. parallel dan gabungan . WWW. (2004). WWW. (2004). Wire and Conectors. com Sullivan`s Kalvin R. WWW. Electric Circuit. Bagi siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. tahanan dan arus 3) Pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU 4) Mengganti sekering dan bohlam 5) Perbaikan rangkaian kabel 6) Perbaikan konektor Kompetensi ini merupakan kompetensi dasar guna mempelajari sistem kelistrikan sehingga harus dikuasai dengan baik. siswa dapat melaksanakan uji kompetensi. (2004). com an. com Sullivan`s Kalvin R. Guru/instruktur akan menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Sub kompetensi tersebut. com Sullivan`s Kalvin R. 2) Mengukur tegangan. atau bagian yang tidak lulus dan karena tidak diperkenankan mengambil modul berikutnya. Autoshop 101. Autoshop 101. Autoshop 101.

New Step 1 Training Manual.an. Electrical Group Step 2.Halogen head light. Toyota Astra Motor TEAM (1995). Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru .Com Toyota Astra Motor (t. brake or reverse light. otomotif Leave a Comment Pemeriksaan Sistem Suspensi Apr 21 Posted by 66tech BAB II PEMELAJARAN A. Memeriksa sistem/komponen suspensi dan menentukan kondisinya. Jakarta. Mempelajari konstruksi dan cara kerja system suspensi 2. Toyota Astra Motor Posted in ilmu. ehow. Jenis Kegiatan 1. WWW.th). com an. WWW. Jakarta . Rencana Belajar Peserta Diklat Rencana setiap kegiatan belajar anda. Com an. dengan mengikuti tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.How to replace a tail.autolamp. ehow. Materi engine group step 2.How to replace a car headlight. WWW. Toyota Astra Motor TEAM (1996). Jakarta.

Uraian materi Kenyamanan berkendaraan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh pengendara maupun penumpang. Namun demikian. 1.B. Penggunaan sistem suspensi Pada umumnya system suspensi kendaraan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu suspensi independent dan suspensi rigid Konstruksi dan kerja jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. maka akan terjadi hal yang tidak diharapkan. Suspensi wishbone pegas coil Suspensi jenis ini menggunakan pegas koil yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm) dan lengan atas (upper arm) . Untuk mengurangi getaran dan goncangan tersebut setiap kendaraan perlu dilengkapi dengan sistem suspensi. Kegiatan Belajar 1. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi b. sehingga kedua roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan Ada dua macam konstruksi suspensi independent depan yaitu suspensi wishbone dan suspensi mac pherson : 1). Sehingga kenyamanan pengendaraan tidak akan dapat dicapai. Memeriksa system/ komponen system suspensi Memeriksa sistem / komponen suspensi dan menentukan kondisinya. kendaraan akan selalu mengalami getaran atau goncangan yang disebabkan oleh mesin itu sendiri atau karena kondisi jalan yang tidak rata. Tujuan kegiatan belajar a. Gambar 1. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi sesuai dengan SOP 2. Apabila salah satu komponen system suspensi mengalami gangguan. Menjelaskan konstruksi dan cara kerja system suspensi Tujuan kegiatan belajar : Menjelaskan konstruksi system suspensi Menjelaskan cara kerja system suspensi 2.

Suspensi wishbone pegas torsi Suspensi wishbone menggunakan pegas batang torsi yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm ) dan kerangka kendaraan. sangat cocok digunakan untuk system suspensi roda depan.Bodi (frame) Lengan atas Penahan benturan Sambungan peluru bawah Gambar 2 : Suspensi wishbone dengan pegas koil Suspensi ini mempunyai sifat : a) Dengan desain yang kompak dari pegas hasil . b) Kedua ujung luar lengan atas dan lengan bawah yang dipasangkan pada knuckle kemudi menggunakan sambungan peluru. sehingga memungkinkan knucklekemudi dapat diarahkan. Kerjanya bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas mengalami pemendekan dan pemanjangan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pemegasan) 2). c) Knuckle kemudi dan spindle yang terpasang dibagian ujung lengan atas dan bawah dipasang menggunakan sambungan peluru. . sehingga memungkinkan arm dapat bergerak ke atas dank ke bawah mengikuti gerakan roda.

salah satu ujung lengan bawah dipasang knuckle kemudi dengan sambungan peluru sedangkan ujung yang lain dipasangkan pada kerangka kendaraan. Pegas batang torsi (torsion bar) digunak an pada kendaraan yang tidak menggunakan pegas koil ataupun pegas atau pegas daun pada suspensi depan b) Pegas batang torsi (torsion bar) pada ujung belakangnya dipasang pada kerangka kendaraan . Suspensi Mac pherson Suspensi ini pegas koil dipasangkan menjadi satu kesatuan dengan shock absorber menggunakan lengan bawah ( lower arm ) sebagai dudukan komponennya Ada dua macam konstruksi suspensi mac pherson yaitu dengan lengan ³melintang´ dan lengan ³L´ a). Untuk memperhalus proses pemegasan (puntiran) pegas torsi maka peredam getaran dipasangkan untuk memperhalus proses pemegasan yang dipasangkan antara lower arm dengan frame kendaraan 3). . Pegas batang torsi (torsion bar) bekerja secara puntiran karena batang torsi dibuat dari baja yang mempunyai elastisitas tinggi Kerjanya : bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke lower arm maupun upper arm melalui knuckle kemudi. sedangkan ujung depannya dipasangkan pada lengan bawah (lower arm) dan kedua tempat pemasangannya dibuat mati. Suspensi mac pherson lengan ³melintang´ Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah (lower arm) berbentuk lurus . c). Gaya yang diterima lower arm ditahan dengan kemampuan puntiran pegas torsi yang dipasangkan antara lower arm dengan kerangka (frame).Peredam getaran stabiliser Pegas torsi Suspen si ini mempu nyai sifat : a).

Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan maka peredam kejut dipasangkan bersama pegas koil antara lower arm dengan rangka ( frame) b) Suspensi mac pherson lengan ³L´ . lengan ini bersama-sama batang penahan (strut bar ) berfungsi mencegah perubahan jejak roda-roda depan Penutup debu Bantalan atas Kerjanya : bila roda- Bodi ( frame) Batang piston Gambar 4 : Suspensi mac pherson dengan lengan melintang roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm melintang sehingga mengakinatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan kerangka ( frame ).Lengan melintang dan kelengkapannya berfungsi meneruskan beban kendaraan keroda dan mengontrol gerakan samping.

Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersaman pegas koil antara lower arm ³L´ dengan rangka (frame) kendaraan . Oleh karena itu suspensi jenis ini tidak memerlukan lagi batang penahan (sturt bar) Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka akan diteruskan ke lower arm ³L´ mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pada pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. Konstruksi jenis suspensi independen belakang. Suspensi jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. Ada dua macam konstruksi suspensi independent belakang yaitu : Suspensi mac pherson penggerak roda depan dan suspensi mac pherson penggerak roda belakang. . dengan dua tempat pemasangan terpisah yang berfungsi untuk mencegah gerakan dari arah samping dan gerakan aksial roda.Penopang atas Dudukan pegas Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah ( lower arm ) berbentuk ³L´ yang digunakan pada roda sebagai penggerak ( front wheel drive) dengan engine di depan ( front engine) Lengan bawah Gambar 5 : Suspensi mac pherson dengan lengan ³L´ Peredam getaran Lenga n bawa h³L ³ memp unyai dua tempat pemasangan pada kerangka yang masing-masing dipasangkan menggunakan bushing karet. b. sehingga roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan. 1) Suspensi mac pherson penggerak roda depan.

. Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm yang mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasang antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. b) Batang penopang (strut bar) dipasangkan antara kerangka dengan lengan control bawah yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya gaya lateral yang berlebihan.Suspensi jenis ini dilengkapi lengan bawah ( lower arm) dan lengan penopang (strut bar) Lengan bawah Stabilisator Strut bar Tromol rem Gambar 6 : Suspensi mac pherson bagian belakang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Pemasangan ujung lengan bawah (lower arm) dengan rangka silang kendaraan menggunakan bhusing karet sedangkan ujung yang lainnya dipasangkan pada knuckle kemudi. 2) Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi Suspensi jenis ini menggunakan poros kaku ( rigid) berbentuk ³ U ³ yang didalamnya dipasangkan batang tiorsi akan bekerja secara puntiran saat terjadi gerakan roda. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersama pegas antara lower arm dengan rangka (frame ) kendaraan.

Penguat poros Batang lateral Gambar 7: Suspensi mac pherson dengan batang torsi Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros semi rigid bersama batang pegas torsi bekerja secara aktif sebagai suspensi b) Pegas koil berfungsi menyempurnakan momen suspensi agar dapat mengurangi roling body. lengan suspensi sehingga mengakibatkan bagian ini bersama pegas koil berayun terhadap rangka (frame) kendaraan. Puntiran ini sangat menghasilkan gaya reaksi yang berlawanan dengan lenganlengan suspensi Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke rumah poros. Suspensi ini juga disebut aksel berayam Penopang Pegas atas Deferensial Lengan atas Peredam getaran . Untuk memperhalus proses pemegasan dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan peredam getaran dipasang antara rumah poros roda belakang dengan rangka (frame) kendaraan 3) Suspensi mac pherson penggerak roda belakang. Suspensi jenis ini dilengkapi dengan lengan control bawah ( lower arm) dan lengan control atas (upper arm) hingga dapat berayun secara bebas bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. hingga menghasilkan pengemudian yang stabil c) Gerakan puntiran dari ujung lengan-lengan suspensi diteruskan kedalam gerakan puntiran aksel belakang.

Jenis suspensi rigit roda depan Suspensi jenis ini biasanya dipasangkan pada poros rigit ( kaku) yang terbuat dari baja tempa pejal berbentuk I Roda sebelah kanan dan kiri dipasangkan pada ujung poros tunggal. Pada bagian tengah poros berfungsi menahan beban kendaraan. Berat body kendaraan dan komponen yang lain ditopang oleh pegas suspensi Ujung bawah mac pherson dipasang pada lengan kontrrol atas dan bawah juga lengan jejak. Konstruksi jenis suspensi rigid 1). lengan control atas dan control bawah yang lain dipasangkan pada kerangka body kendaraan Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm dan upper arm sehinga pegas koil mac pherson mengalami memendekan dan pemanjangan .Rangka silang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros ( aksel ) Lengan Bawah roda dibuat terpisah. Ada empat jenis knuckle kemudi yang dipasangkan pada suspensi rigid roda depan yaitu : a) Jenis reverse eliot Jenis ini ujung poros sangat sederhana konstruksinya dan mudah untuk pemasangan komponen rem . d) Ujung lengan jejak. pertemuan kedua bagian poros bekerja sebagai tumpuan. Untuk memperhalus proses pemegasan pegas koil dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan kejut dipasang antara lower arm dengan rangka (frame) a. hingga poros dapat barayun bebas .sedangkan pada ujung poros berfungsi menahan momen punter karena gaya pengereman Bagian ujung poros ini juga dipasangkan knuckle kemudi dengan menggunakan poros kingpin . Gambar 8 : Poros berayun pada bagian belakang b) c) Differensial ditempatkan pada bagian rangka silang body kendaraan.

Jenis Lemoine : Jenis tidak memerlukan poros kingpin. Jenis eliot Jenis ini ujung porosnya dibuat sangat komplek .b). Kerjanya : bila rodaroda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan keporos depan rigit Gambar 13: Jenis Marmon yang berbentuk ³ I ³ hingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun / ayunan pegas daun yang berlebihan maka dipasangkan peredam getaran antara poros depan dengan rangka (frame). . Gambar 11: Jenis Eliot karena knuckle kemudi dipasangkan pada ujung poros bagian atas sehingga poros menjadi tambah tinggi e) Jenis marmon Gambar 10 : Jenis Reverse Eliot menggunakan poros kingpin Jenis ini juga tidak memerlukan poros kingpin kare knuckle kemudi dipasangkan pada bagian bawah ujung poros sehingga daya kekuatannya agak berkurang bila dibandingkan dengan jenis yang lain. knuckle kemudi dipasangkan ditengah ujung poros dengan c).

Sedangkan beban kendaraan yang didukung oleh rangka mobil diteruskan ke rumah poros melalui pegas daun Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka diteruskan kerumah poros belakang yang mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) yang konstruksinya dilengkapi dengan ayunan pegas Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun yang berlebihan maka suspensi ini dilengkapi peredan getaran yang dipasangkan antara penopang pegas daun dengan (frame) Ayunan Pegas Gambar 15: Suspensi pegas daun b). sehingga tenaga yang dihasilkan oleh motor dipindahkan ke roda-roda melalui poros yang berputar dalam rumah.2). Rumah poros Pegas koil belakang . Jenis suspensi rigit roda belakang Suspensi jenis ini biasanya roda-roda dipasangkan pada satu poros. tetapi tidak dapat menahan gaya samping atau tekanan samping. Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan kerumah poros roda belakang yang mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan dan pemanjangan ( konstanta pegas) untuk mengurangi ayunan pegas (oksilasi) yang berlebihan pada suspensi ini dilangkapi peredam getaran yang dipasangkan antara rumah poros dengan kerangka (frame) kendaraan. Pegas koil Poros kaku dengan pegas koil untuk mengadakan pemegasan dan menahan beban tegak lurus. Ada dua jenis pegas yang digunakan pada jenis ini yaitu a). harus dilengkapi komponen yang lain seperti : laterar rod dan stabilisator. Pegas daun Pada umumnya pegas daun dipasangkan secara parallel antara rangka dengan poros belakang. Apabila pegas koil digunakan pada suspensi belakang.

Lengan kontrol atas Batang kontrol Gambar 16: Suspensi pegas koil Ini uraian materi kegiatan belajar 2: Fungsi dan prosedur pemeriksaan. Upper arm . Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas dan bersih knuckle kemudi disemprotkan menggunakan penetrant warna untuk meyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak. sehingga memungkinkan kendaraan membelok kekanan dan kekiri. Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas lower arm dan upper arm. pemasangan knuckle kemudi dan memelihara letak geometris body dan roda-roda. 2. dengan cara disemprot menggunakan penetrant warna untuk menyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak. Upper arm dan lower arm Komponen ini berfungsi untuk menyangga pegas coil. knuckle kemudi Komponen ini berfungsi untuk pemasangan roda-roda depan / sumbu roda. pengujian dan menentuan komponen system suspensi : 1.

y Dongkrak bagian depan kendaraan dan di topang dengan penyangga. atas dan bawah . 17 Pemeriksaan Lower. Gerakkan lengan suspensi bawah ke atas dan kebawah dan pastikan tidak ada gerak bebas ball joint (berlebihan) y Gerakkan roda samping kanan samping kiri dan pastikan tidak ada gerakan yang berlebihan. y Pastikan kendaraan sudah disangga dengan aman y Pastikan bahwa roda depan telah lurus posisinya dan tekan pedal rem. Bila tidak timbul suara aneh maka bias dipastikan knuckle kemudi dalam kondisi baik 3.Gb. Ball Joint Komponen ini berfungsi sebagai sumbu roda-roda saat kendaraan membentuk. Upper arm dan knuckle kemudi . Bila tidak timbul suara yang aneh maka bias dipastikan lower arm dan upper arm dalam keadan baik. Pengujian knuckle kemudi : dalam keadaan terpasang pada lower arm maupun upper arm komponen ini digerakkan kearah samping kiri. pemasangannya antara lower arm dengan steering knuck dan upper arm dengan steering knuekle. a) y Pemeriksaan kekendoran ball joint bawah terhadap lower arm. Pengujian lower arm dan upper arm : dalam keadaan lower Knuckle kemudi arm dan upper arm terpasang dalam kerangka (frame) kendaraan komponen ini digerakkan kearah atas atau kearah bawah . kanan. .

Bila pegas lemah dapat dirasakan ada kejutan tidak normal saat kendaraan melewati jalan yang rata. Pemeriksaan pegas koil dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak atau aus. bila ukuran kurang dari batas limit spesifikasi sesuai yang ditentukan maka pegas perlu diganti. pastikan tidak ada kebocoran minyak dan gas. dan sebaliknya Catatan : a.batas limit = 273 mm.Peng ujian ball joint : dalam keadaan roda terpasang gerakkan roda bagian atas kedalam dan bagian bawah keluar atau sebaliknya bila terjadi kekocakan yang berlebihan maka ball joint perlu diganti bila tidak terjadi kekocakan dapat dipastikan ball joint dalam keadaan baik. kemudian tekan pegas dengan Gambar 19: Pemeriksaan pegas koil beban tertentu. Bila pegas lemah. Ukur kembali tinggi bebas pegas . penempatannya diantara lower arm dan upperr arm. Gb. 21a Pemeriksaan Shock absorber . maka keausan ban menjadi tidak normal 5. Shock absorber (peredam getaran ) Komponen ini berfungsi untuk mengurangi oksilasai yang berlebihan pada pegas bila kendaraan berjalan dijalan tidak rata. Pemeriksaan peredam getaran dalam keadaan terlepas dan bersih. Gambar 18 : Pemerikasan ball joint terhadap lower arm dan upper arm 4. Pegas Koil (Coil Spring) Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang diakibatkan dari permukaan jalan tidak rata. Pengujian pegas koil dalam keadaan pegas koil terlepas ukur tinggi bebas pegas. ukur tinggi bebas pegas sesuai dengan buku manual sesuai dengan jenis mobil yang diperiksa . b.

strut bar berupa batangan baja yang dipasang pada lower arm dan frame kendaraan. Pemeriksaan strut bar dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak. Strut bar Komponen ini berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan maupun dorongan akibat terjadinya pengereman. Pemeriksaan kebengkokan : y Letakkan strut bar pada v blok. dan goyangan kesamping harus cepat berhenti Gb. Ukur run out bagian tengah strut bar menggunakan dial indikator magnetik. Pada mobil sedan tekan pada bagian depan mobil kemudian lepas maka getaran tambah setengah dari tekanan semula dan kembali pada posisi sebelumnya.Pengujian : Dalam keadaan terlepas dengan cara ditekan dan ditarik bila dengan tahanan yang tetap pastikan kondisi peredam gataran dalam keadaan baik . Kebengkokan tidak boleh melebihi batas limit yang sudah ditentukan pada buku manual dari jenis kendaraan tersebut y y . atau saat pemindaan tenaga dari motor. 21b Pemeriksaan Shock absorber b. 6. bila ada bushing peredam getaran yang rusak perlu dilakukan penggantian Dalam keadaan terpasang: a. goyangkan mobil kearah samping.

. dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan komponen ini tidak ada bagian yang retak. y Bila ada bagian bushing yang aus/rusak lakukan penggantian. bagian tengahnya diikatkan pada frame / body kendaraan. Stabilizer bar Komponen ini berfungsi untuk mengurangi terjadinya kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat membelok atau saat lurus mengurangi tenaga guling. Stabilizer ini di pasangkan pada lower arm kiri dan kanan. sehingga beban yang diterima komponen ini saat kendaraan membelok adalah beban puntiran. aus atau patah. 7. 2.bila tekanan dilepaskan maka kondisi mobil cepat kembali seperti posisi semula pastikan stabilizer masih dalam kedaan normal Bila pengujian diatas timbul suara yang aneh maka bushing pengikat stabilizer dengan rangka perlu diganti.Pengujian : Dalam keadaan terpasang dan mobil di jack stand dengan aman : y Dengan rem kendaraan diinjak dorong bagian roda yang diuji kedepan atau kebelakang y Pastikan tidak ada bagian bushing strutbar yang aus atau rusak. Pemeriksaan stabilizer bar : 1. Karet-karet pengikat dalam keadaan terpasang pastikan karet-karet pengikat pada frame tidak ada yang retak Pengujian : Dalam keadaan stabilizer terpasang tekan bagian depan mobil sebelah kanan atau tekan bagian mobil sebelah kiri secara bergantian .

pegas jenis ini mampu menerima beban yang lebih besar bila dibanding dengan pegas koil maupun pegas torsi oleh karena itu pegas daun banyak digunakan pada sistem suspensi bagian belakang kendaraan. Prosedur pemeriksaan komponen sistem suspensi rigid Baut ³U´ Peredam getaran Pegas daun Fungsi dan prosedur pemeriksaan komponen 1. Pemeriksaan pegas daun : a). Pegas daun Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan yang ditimbulkan permukaan jalan. b).b.ujung pegas daun tidak terjadi keausan yang berlebihan . Ujung. Dalam keadaan terlepas dan bersih lembaran pegas tidak retak atau pada ujung ± ujungnya tidak terjadi keausan yang berlebihan.

y Ukur kembali NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Bandingkan pengukuran NIP setelah pembebanan dengan spesifikasi jenis mobilnya. Pemeriksaan baut ³U´: a) Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir yang aus.Gb. y Bila ukuran NIP setelah pembebanan kurang dari batas limit maka perlu diganti lembaran pegas daunnya dan sebaliknya. bengkok maupun kerusakan pada ulirnya. b) Tidak terjadi kebengkokan pada bagian yang lain c) Tidak terjadi keausan pada ulir mur pengikat Baut ³U´ . 25. y 2. Baut ³U´ Komponen ini berfungsi untuk mengikat tumpukan/ susunan pegas daun dengan poros roda belakang dengan kuat agar tidak terjadi pergeseran bila roda menerima kejutaan dari permukaan jalan. Pemeriksaan pegas daun Pengujian : Dalam keadaan terlepas : Ukur NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Beri beban pada masing-masing lembara pegas daun sesuai dengan spesifikasi jenis mobilnya.

Pemeriksaan bushing karet : dalam keadaan terlepas pastikan bhusing karet tidak pecah atau berubah konstruksinya. Pemeriks aan baut ³U´ ´ ` Pengujian : Dalam keadaan terpasang kencangkan mur pengikat baut ³U´ dengan momen yang sesuai spesifikasinya pada buku manual. Pemeriksaan ayunan pegas daun: Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir baut dan mur pengikat yang aus. Bhusing karet Komponen ini berfungsi untuk meredan suara hubungan antara ayunan pegas daun dengan frame bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. 3. Ayunan Pegas Komponen ini berfungsi untuk memungkinkan pegas memanjang dan memendek bila roda menerima kejutan dari jalan. Kerusakan dan keausan . Pemasangannya diantara pegas dan frame (kerangka) kendaraan. 26.Ring Mur pengikat Gb. Pengujian : Dalam keadaan ayunan pegas daun terpasang pada rangka kendaraan keraskan murmur pengikat ayunan pegas sesuai dengan spesifikasi buku manual Cek / periksa kembali mur-mur pengikat ayunan pegas bila masih dalam keadaan kendor maka ayunan pegas perlu diganti 4. Cek/periksa kembali mur-mur pengikat baut ³U´ bila masih dalam keadaan kendor maka baut U perlu diganti dan sebaliknya.

Pemeriksaan bumper karet :dalam keadaan terpasang pastikan tidak ada bagian yang pecah atau berubah bentuk Bumper karet .Gb. Bumper karet Komponen ini berfungsi untuk membatasi ayunan pegas yang berlebihan dan tidak terjadi tumbukan antara poros roda dengan frame/kerangka kendaraan. 27 Pemeriksaan ayunan pegas dan Bhusing karet. Pengujian : Bushing dalam terpasang gerakan ayunan pegas keatas dan kebawah bila pada bagian ini timbul suara yang aneh maka perlu diganti. Sebab sudah terjadi pengerasan 5. .

bila pada bagian ini timbul suara aneh maka perlu diganti bumper karet tersebut atau sebaliknya C. b. Sistem suspensi berfungsi Bersama-sama dengan roda menyerap kejutan dan oksilasi dari permukaan jalan.Penguji an : Dalam keadaan terpasa ng beri beban pada bagian belakan g kendara an yang diuji bumper kemudian lepaskan bebannya lakukan beberapa kali . Sistem suspensi dapat digolongkan menjadi dua jenis a. c. Suspensi Independen (suspensi bebas) b. a. Menopang body / kerangka pada poros dan memelihara letak geometri antara body dengan roda. 2. Suspensi independen menggunakan dua macam pegas Yaitu : Pegas koil dan pegas torsi . Suspensi Rigid ( Suspensi kaku ) 3. Rangkuman 1. Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda.

Pegas daun Pegas koil 5. Pegas koil / torsi Shock absorber (peredam kejut) c. Suspensi rigid menggunakan dua macam pegas yaitu a. f. Komponen utama suspensi independen a. Pegas daun Pegas koil Shock absorber ( peredam kejut ) d. e. Komponen utama suspensi rigid a. Lateral rod Bumper karet 7. e.4. Prosedur pemeriksaan komponen. d. Stabilizer bar Strut bar Upper arm Lower arm Ball joint 6. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros independent pada kendaraan 2. D. Tugas 1. b. g. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros rigit E. b. b. Test Formatif . c.

i. Jelaskan kerja suspensi wishbone pegas koil Jelaskan kerja suspensi rigid pegas daun F. Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke rumah poros belakang sehingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan dari bentuk elip mendekati lurus G. c. Lembar Kerja 1. Keselamatan Kerja . 2. Alat dan Bahan a. Kuas Minyak pembersih l. Grease 2. b. k. Dial indicator magnetic h. Majun / kain lap Penetran warna j.1. Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pegas) 2. e. d. V blok g. Dongkrak Jack stand Pengungkit Suspensi roda depan Suspensi roda belakang f. Kunci Jawaban Test Formatif 1.

b. b. 2. efektif dan seefesien mungkin. kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Ikuti intruksi dari instruktur / guru maupun prosedur kerja Jangan bekerja di bawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan kuat. b. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Tugas a.a. 4. Lakukan pemeriksaan sistem suspensi dan analisis kerusakan pada komponennya. BAB III EVALUASI A. Buatlah laporan kegiatan praktek secara ringkas dan jelas. Buatlah ringkasan pengetahuan yang diperoleh setelah belajar / praktek. d. Langkah Kerja a. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. Persiapan alat dan bahan praktek secara cermat. c. Perhatikan instruksi praktek yang disampaikan oleh instruktur. Setelah selesai. Apa yang membedakan konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi mac pherson ? Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan suspensi rigid ? Jelaskan kerja suspensi independen wishbone roda depan dengan menggunakan pegas koil ? . e. 3. 3. TES TULIS Jenis Pekerjaan Nama Peserta Nomor Induk : : : Program Keahlian : 1. c.

4. Jelaskan kerja suspensi poros rigid menggunakan pegas daun ? B. No Pertanyaan Lembar penilaian Tes tulis Kunci Jawaban Skor Maks 5 5 Skor Perolehan Keterangan 1 Apa yang membedakan Independen : konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi Poros roda-rodanya mac pherson bebas bergerak antara sebelah kiri dan sebelah kanan Wishbone : pegas koil terpisah dengan peredam kejutnya . pengujian dan penentuan kondisi komponen suspensi wishbone A. TES PRAKTIK Lakukan prosedur pemeriksaan.

No Job praktik Lembar penilaian Tes Praktiks Kunci Jawaban Skor Maks 10 10 10 20 20 Skor Perolehan Keterangan 1 Lakukan prosedur pemeriksaan . maka pegas daun akan mengalami pemanjangan Total Skor 5 5 30 B.2 Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan rigid Mac pherson : pegas koil disatukan dengan peredam kejutnya Independen : Poros roda-rodanya bebas bergerak antara roda sebelah kiri dan roda sebelah kanan Rigid : 5 5 3 4. pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP 1 Persiapan : a. Tempat kerja 2.Cara menggu . Alat c. Bahan b. Poros roda sebelah kanan dan kiri satu rumah poros Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros independen dijalan tidak rata lower arm bebas bergerak bersama pegas koil Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros rigid dijalan tidak rata roda mendorong poros dan diteruskan ke pegas.

Toyota ± Astra. Jakarta : PT. maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya.Motor.Cara menggunakan alat-angkat tepat dan benar 4.Pelaksanaan pemeriksaan. Anonim. (1987). (1995).nakan alat-alat tangan/ special tools dengan tepat dan benar 3. Mintalah pada pengajar/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaiannya dilakukan langsung dari pihak dunia industri atau asosiasi profesi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu.Penggunaan buku servis manual Pemeriksaan dan pengujian 5. maka Anda berhak untuk mengikuti tes paktik untuk menguji kompetensi yang telah dipelajari. Atau apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. maka hasil yang berupa nilai dari instruktur atau berupa porto folio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi bagi pihak industri atau asosiasi profesi.Toyota±Astra ± Motor. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standard pemenuhan kompetensi tertentu dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi. New Step 1 Training Manual. pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP Total skor maksimal 70 BAB IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. . Jakarta : PT. Dasar-dasar Automotive. Dan apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evalusi dalam modul ini.

serta telah menyelesaikan kompetensi sebelumnya yaitu OPKR-30-013B. otomotif Leave a Comment Perbaikan Poros Penggerak Roda Apr 21 Posted by 66tech BAB. B. Anonim. (1993). PRASYARAT Untuk menempuh kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta diklat diharuskan menguasai OPKR-10-010B (penggunaan alat ukur) atau alat yang lain. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kerusakan. Servis Mobil. Materi Pelajaran chasis group step 2. DESKRIPSI Modul ini mempelajari tentang ³Perbaikan poros penggerak roda´ yang meliputi perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid maupun pada suspensi independent. Mitsubishi corporation. Toyota Astra-Motor.Anonim. (1982). Mitsubishi Colt T120 Workshop Manual. I PENDAHULUAN A. Anonim. Mitsubishi corporation. Pusat Pengembangan Guru Teknologi Malang Posted in ilmu. (1995). (1982). serta dapat mengganti poros penggerak roda beserta komponen-komponennya. Mitsubishi L 300 Workshop Manual. Anonim. Macam-macam konstruksi poros penggerak roda yang dipelajari modul sebelumnya adalah sebagai penunjang untuk bisa menguasai modul ini. Jakarta : PT. PENUNJUK PENGGUNAAN MODUL . C.

d. 2. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan modul ini diharapkan: 1. Berikan tugas-tugas dalam pelatihan. Setelah mendongkrak ganjal/topang mobil dengan jack stand atau kayu balok. Siswa dapat membongkar. d. 2. Petunjuk Bagi Siswa Untuk mendapatkan hasil yang maksimum. Konsultasikan pada instruktor hal-hal yang kurang jelas teori maupun praktek. memperbaiki kerusakan. Perhatikan arahan yang diberikan instruktor. Amati dan bantu setiap kegiatan siswa. Bimbing siswa dalam memahami konsep. memasang kembali komponen poros penggerak roda sesuai dengan SOP (Standard Operasional Prosedur) yang berlaku pada akhir kegiatan evaluasi. Bacalah dengan teliti dan cermati modul ini secara keseluruhan. c. D. . Mencatat kemajuan siswa. mengidentifikasi kerusakan. Setelah selesai kembalikan alat dalam keadaan bersih. Cermati langkah kerja dan perhatikan fungsi dan cara kerja masing-masing komponen. Melaksanakan penilaian. 4.1. maka perhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini: a. Pada waktu praktek persiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. Petunjuk Bagi Guru a. c. e. 3. 2. b. b. Siswa terampil dalam memasang kembali komponen poros penggerak roda. Siapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan.

spesifikasi perlengkapan pengujian. pada mobil pada final drive perlangkapan komponen atau (sesuai pada sesuai standar sistem lain-nya. § Perbaikan § § § Prosedur § Membongkar. Memperbaiki poros penggerak Konstruksi Menerapkan pembongkaran. § penggunaan). tanpa menye. KOMPETENSI KODE : Perbaikan Poros Penggerak Roda : OPKR-30-014 B DURASI PEMELAJARAN: 40 Jam @ 45 menit LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P KRITERIA PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA KINERJA SIKAP N N R 1. dan kerja poros kerja dalam perbaikan kerusakan pada roda/drive komponen.E.Identifikasi pemasangan komponen/ babkan poros kerusakan sistem yang § Menggunakan kerusakan dan metoda penggerak berhubungan peralatan dan terhadap perbaikan. yang sesuai yang berhubungan spesifikasi pada final drive § Penilaian pabrik dan § Standar komponen . dipahami. prosedur keselamata § Informasi § Perbaikan n kerja. komponen/sistem akses dari toleransi. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.penggerak. memeriksa. poros roda/drive dan prinsip prosedur penggantian dan memperbaiki penggerak shafts. gantian pada SUB KOMPETEN SI . § Pengukura Penggunaan § Menguji kerja § Informasi alat dan n dan § Prosedur dari yang benar di. proses poros penggerak shafts dan komponennya pembongkara § Konstruksi dan roda/drive shaft komponendilaksanakan n dan dan komponen-nya § kerja dari komponennya. teknik yang dan/atau pengsesuai. menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring. KOMPETENSI Modul OPKR-30-014B membentuk kompetensi memasang.

§ Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N § Persyaratan keamanan peralatan.SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang tepat. § Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan poros penggerak roda. § Persyaratan keselamatan diri. sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik/kendaraa n. . § Kebijakan pabrik/ perusahaan. § Persyaratan keamanan kendaraan/alat industri.

Catatan Pembimbing: a. Untuk soal nomor 1. b. Dongkrak ulir. c. apabila siswa menjawab ( b ) lanjutkan soal nomor 2 . Kunci roda. d. Dongkrak hydrolik. c. b. Jack stand. Bagian yang berfungsi menghubungkan putaran dari differential ke roda adalah: a. 1. Garage jack. Kunci momen. Palu besar. d. maka jawablah pertanyaan pilihan ganda berikut ini dengan benar dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang betul: 1. LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N F. Untuk melepas poros roda mengunakan alat: c. Sliding hamer. b. CEK KEMAMPUAN Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta diklat. Poros primair. seharusnya mobil ditumpu dengan: a. 3. Poros engkol. Poros propelair. Pada waktu bekerja dibawah mobil.SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA peraturan perundangundangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan. d. 2. Poros penggerak roda.

Untuk soal nomor 2. BAB. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. apabila siswa menjawab ( d ) lanjutkan soal nomor 3 3. II PEMELAJARAN A. Jenis Kegiatan Hari Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi independent Tanggal Waktu Alasan Perubahan Paraf Guru 2. 1. Kesimpulan: Karena siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. maka siswa dapat mengerjakan modul ini. Untuk soal nomor 3. No. Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid . apabila siswa menjawab ( a ) siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. SubKompetensi: Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid (kaku) dan independent (bebas). Mintalah bukti persetujuan guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi : Perbaikan poros penggerak roda.2.

Uraian Materi Pada umumnya poros penggerak roda suspensi rigid yang dipaksa pada kendaraan ringan adalah jenis semi floating. Pemeriksaan Gerak Bebas Arsial Poros Roda Belakang. bila tidak maka akan menyebabkan: 1. Boros pemakaian nahan bakar . Kebebasan maksimal adalah 1 mm. Pembongkaran Sebelum melakukan pembongkaran lakukan pemeriksaan awal dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Dengan menggunakan alat dial indikator. 3. Siswa dapat melepas dan memasang kembali komponen-komponen yang rusak. Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dan biasanya kebebasan bantalan yang terlalu besar akan terdengar suara gemuruh pada saat mobil berjalan. Bantalan roda bisa pecah atau terbakar 3. Pemeriksaan kebebasan arah aksial. Kendorkan mur roda 2. b. Tujuan Kegiatan Belajar 1. 1. Dongkrak mobil dan tumpu dengan jack stand 3. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi rigid apakah masih baik atau harus diganti. Bahaya terhadap pengereman 2. Lepas roda dan tromol 4. Siswa dapat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen poros penggerak roda pada suspensi rigid. Catatan: Apabila bantalan roda rusak harus segera diganti. 2. Gambar 1.a.

Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. b. Dengan menggunakan SST lepas oli seal. dengan menggunakan pahat dan palu potong penahan dan kepastian dari poros. . Gambar 2. bila masih runcing berarti baik.Pembongkaran dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut: a. Dengan menggunakan SST dan hydrolik pres lepas bantalan dari poros. hati-hati jangan sampai merusak perapat oli. c. Pemeriksaan Dan Perbaikan Komponen Poros Roda Belakang Periksalah dengan cermat dan teliti kemungkinan terjadi kerusakan pada komponen-komponen sebagai berikut: a. Lepas roda dan tromol rem. Lepas bantalan dengan menggerinda penahan dalam. Keausan oli seal bisa dilihat pada bagian yang berhubungan dengan poros. Pemeriksaan Oli Seal Kerusakan oli seal bisa menyebabkan kebocoran oli differensial/ gardan. ganti oli seal dengan yang baru bila sudah aus. Lepas baut pengikat backing plat dan pipa rem menggunakan SST. Menggederenda Penahan Bantalan. Melepas Bantalan Dengan Pres Hydrolis. f. bila sudah rata berarti aus. Lepas gasket poros belakang. Hal ini bisa dilihat sekitar backing plat terdapat tanda-tanda oli keluar. Melepas Baut Pengikat Backing Plat dan Pipa Rem. Dengan menggunakan SST lepas poros aksel belakang. Gambar 4. Periksa bantalan atau bearing terhadap keausan atau kerusakan. bila bantalan aus atau rusak gantilah dengan yang baru. 2. e. d. b. Gambar 3. Gambar 5. Melepas Poros Aksel Belakang. Kendorkan mur roda.

Menggunakan SST dan preshydrolik pasang penahan bantalan dalam saat masih panas. Pemasang Penahan Bantalan Dengan Pres Hydrolik. b.5 mm Keolengan flens maksimum 0. Kebengkokkan/kelengkungan poros maksimum 1. Gambar 6. Memeriksa Kebengkokan Poros & Flens. Pemasangan kembali dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Periksa poros roda belakang pada bagian dudukan penahan dalam dan bantalan dari kemungkinan keausan. c. Memasang Perapat Oli. Dengan menggunakan dial indikator periksa poros roda belakang dari kebengkokkan dan keolengan pada flensnya. d. Perakitan Dan Pemasangan Poros Roda Belakang Persiapkan komponen-komponen yang telah diperiksa dari kerusakan dan yang baru. retak atau puntiran. Gambar 7.Gambar 6. Pasang poros penggerak roda pada housing axle beserta kelengkapannya yang telah diolesi perapat. Pada poros roda belakang dan komponennya bila terdapat kerusakan tidak dapat diperbaiki oleh karena itu harus kita ganti kecuali pada kebengkokkan ini bisa diperbaiki. . Gambar 8. c. Menggunakan SST pasang oli seal yang telah diolesi gemuk pada kedalaman 6mm. Pemanas Penahan Bantalan. 3. Gambar 10. Gambar 9. Memasang Bantalan. Melepas Perapat Oli Dari Rumah Poros. Pemeriksaan Poros Roda Belakang Periksa alur poros roda belakang dari kemungkinan aus.1 mm. Menggunakan SST dan pres hydrolik pasang penahan bantalan luar dan bantalan/bearing batu. Panaskan penahan bantalan dalam hingga kurang lebih 1500C didalam oli pemanas. e.

Pelajari uraian materi pada lembar kegiatan I tentang perbaikan poros penggerak roda. Lakukan pengamatan pada kendaraan/mobil yang supensi belakangnya sebagai penggerak roda jenis rigid. Poros jenis semi floating di pakai pada suspensi rigid penggerak roda belakang. h. e. g. Kegiatan ini meliputi bongkar. 3. Pemeriksaan poros penggerak roda meliputi alur poros yang berkaitan dengan side gear. d. Pasang roda kemudian turunkan mobil dan kencangkan baud-baud roda. pemeriksaan dan pemasangan kembali. j. keausan pada dudukan bantalan maupun penahan bantalan dalam. 4. Tes Formatif . 2. i. Rangkuman 1. Gambarkan secara sederhana dan jelaskan cara kerjanya. Pasang kembali pipa rem. keolengan pada naf. c.cm. oli seal dan poros. 2.f. Tugas 1. Lakukan pembuangan udara pada sistem rem. Komponen-komponen yang diperiksa dan diganti bila rusak adalah bearing. Pasang tromol rem. Catatan: Pada saat memasukan poros roda belakang lakukan dengan hati-hati jangan sampai marusak oli seal maupun deflektor oli yang terdapat didalam housing axle. kebengkokan poros. 3. Pasang dan kencangkan baud pengikat backing plat dengan momen pengencangan 670 Kg.

Lembar Kerja 1. Persyaratannya adalah sebagai berikut: a. f. c. Oli seal. 1. 5. Penahan bantalan luar. b. 6. Poros roda. Bantalan. g. c. Gasket. 3. Backing plat. 2. Persyaratan apa saja yang diperlukan pada waktu bekerja dibawah mobil. Mobil harus ditumpu dengan jack stand. 1 unit mobil atau suspensi rigid jenis semi floaling. 2. Alat dan Bahan a. Gambarkan unit konstruksi poros roda belakang jenis semi floating dan sebutkan namanama komponennya. 4. b. Kunci Jawaban Formatif 1. 3. Bearing/bantalan. 7. .1. Penahan bantalan dalam. Lantai datar. Perabot oli. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating. Lantai harus bersih dari minyak. 3. Poros penggerak roda. 2. Pemeriksaan yang dilakukan adalah: a.

Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. d. g. e. oli dll. d. Alat pres (hydrolik pres). Minta buku manual bila perlu. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. lem perapat. Setelah selesai kegiatan bersihkan peralatan dan tempat kerja. e. b. Persiapkan alat dan bahan. kemungkinan penyebab kerusakan. e. h. 3. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. b. kemungkinan perbaikannya. dial indikator).b. Mesin gerinda f. c. c. i. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah dibongkar dengan baik dan benar. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. Gemuk. Gunakan peralatan sesuai fungsinya. . Keselamatan Kerja a. kunci pas/ring (sesuai kebutuhan) SST (sesuai kebutuhan). 2. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. Langkah Kerja a. c. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. g. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang poros penggerak roda. kembalikan peralatan dan bahan ke posisi semula. dongkrak. Pasir/serbuk gergaji. f. d. Peralatan. Alat ukur (jangka serong. Gunakan alat keselamatan kerja bila diperlukan. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. lap/ majun. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas.

CV joint bisa dipakai pada kendaraan tipe poros penggerak roda depan maupun poros penggerak roda belakang. Siswa dapat memperbaiki atau mengganti unit poros penggerak roda beserta komponenkomponennya pada suspensi independent. Service yang dilakukan sanggat jarang karena konstruksinya sangat sederhana. Lepas roda. Pembongkaran Untuk membongkar ikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Tujuan Pemelajaran 1. Pemeriksaan Kebebasan Bantalan. Perbaikan Poros Penggerak Roda Pada Suspensi Independent. Dalam pemelajaran ini kita menggunakan tipe poros penggerak roda depan. lengkapi dengan analisa dan kesimpulan. . b. c. Uraian Materi Kendaraan yang bersuspensi independent poros penggerak rodanya menggunakan jenis CV joint. Kegiatan Belajar 2. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mempelajari materi pada kegiatan ini. a. Tugas a. Kendorkan mur roda. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas. d. Gambar 11.4. b. 2. Lepas kaliper dan piringan rem. b. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi independent apakah masih baik atau harus diganti. 1.

05 mm. Gambar 15. Kebebasan maksimum 0. 2. Pemeriksaan poros penggerak roda dari kemungkinan melengkung. 3. Melepas Steering Knucle Dari Lower Arm. Gambar 16. g. Gambar 14. Lepas hubungan tie-rod dengan steering knucle SST. Melepas Mur Pengikat Bantalan. Gambar 13. Komponen-komponen dari CV joint tidak bisa diperbaiki bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan maka harus diganti 1 unit CV joint. . Pemeriksaan inboard joint harus dapat meluncur dengan lembut arah aksial. f. Periksa kebebasan bantalan dalam arah aksial dengan dial indikator.e. Lepas steering knucle dari lower arm. b. h. Masukkan poros penggerak roda secara pelan-pelan ujung yang satu ke transaxle ujung yang lain ke hub roda. Periksa gigi alur dari kemungkinan kerusakan. e. Melepas Poros Penggerak Roda Dari Hub. Periksa kebebasan inboard joint kearah radial tidak terlalu besar. Lepas poros penggerak roda dari hubungan. Pemeriksaan Setelah unit poros penggerak roda terlepas lakukan pemeriksaan sebagai berikut: a. d. Melepas Tie-rod End. Pasang steering knucle pada lower arm dan kencangkan mur dengan momen 850 kg cm. Memeriksa Poros Penggerak. i. Pemasangan Kembali/Perakitan Pemasangan kembali/perakitan dapat dilakukan sebagai berikut: a. c. Kencangkan mur pengikat bantalan dengan momen 800 kg cm. Pemeriksaan out board tidak boleh ada kekocakan. Lepas Conter pin dan mur pengikat bantalan. b. Gambar 12.

Kunci Jawaban 1. Pasang tie-rod dengan momen 600 kg cm. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada CV joint? f. d. f. Pasang roda dan mur roda. 2. Test Formatif 1.c. Bila CV joint rusak tidak bisa diperbaiki harus diganti. c. Jelaskan cara kerja secara singkat poros penggerak rodanya? e. Tugas 1. 2. 3. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan komponen-komponen utamanya? 2. e. buat gambar sederhana konstruksi dari poros penggerak rodanya! 2. d. Pemeriksaan pada CV joint adalah a. Unit CV joint sangat sederhana dan jarang dilakukan pemeriksaan atau perbaikkan. Turunkan mobil dan kencangkan mur roda. Suspensi independent menggunakan poros penggerak roda jenis Constan Velocity joint (CV joint). Lakukan pengamatan pada kendaraan dengan suspensi independent. Rangkuman 1. Pasang kaliper dan piringan rem dengan momen pengencangan 200 kg cm. Kekocakan out board joint .

. b. c. c.b. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. b. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. Lembar kerja 1. g. Langkah kerja: a. e. 2. lap/marjun. Keselamatan kerja: a. Jaga lantai dari genangan oli. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. SST (sesuai kebutuhan). b. 1 unit mobil dengan suspensi independent. e. Alat dan bahan: a. Kebebasan inboard kearah radial. d. pasir serbuk gergaji. 3. Alat ukur (jangka sorong. Gunakan alat keselamatan kerja bila digunakan. c. Gemuk. kunci pas/ring(sesuai kebutuhan). Gerakan inboard d. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. c. f. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. Minta buku manual bila perlu. Persiapkan alat dan bahan. d. Alur-alur pada ujung poros. d. dial indikator). kelengkungan poros. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. Peralatan: dongkrak.

III EVALUASI A. i. 4. kemungkinan penyebab kerusakan. Poros penggerak roda semi floating dipakai pada kendaraan bersuspensi rigid dan penggerak rodanya adalah roda belakang. f. Sedangkan CV joint biasanya dipakai pada kendaraan bersuspensi independent penggerak rodanya depan. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah diperbaiki atau diganti dengan baik dan benar. . kembalikan peralatan dan bahan keposisi semula. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. h. Pertanyaan 1. Setelah selesai kegiatan dan tempat kerja. g. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. kemungkinan perbaikkannya. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang CV joint. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan bagian-bagian utamanya? B. Jelaskan pemakaian poros penggerak roda jenis semi floating dan jenis CV joint? Gambarkan dan sebutkan komponen-komponen dari poros penggerak roda jenis semi floating? Pada unit poros penggerak roda belakang pemeriksaan-pemeriksaan apa saja yang dilakukan? 4. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. Kunci Jawaban 1.e. 2. 3. b. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas? Lengkapi dengan analisa dan kesimpulan! Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mengetahui kegiatan ini? BAB. Tugas a.

3. C. puntiran. Kriteria Kelulusan Aspek Skor (1-10) Kognitif (soal no 1 s/d 4) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur praktik Ketepatan analisis hasil praktik Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Bobot 3 1 2 2 1 1 Nilai Keterangan Syarat lulus. keausan. Gambar poros penggerak roda jenis semi floating: Pemeriksaan yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating adalah a.d 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s. 4. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Kriteria Kelulusan: 70 s.d 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s.2. c. Bearing/bantalan roda.d 100: di atas minimal tanpa bimbingan BAB. IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan siswa mempunyai kemampuan dan ketrampilan mengenai perbaikan poros penggerak roda serta dapat melaksanakan tugas-tugas dalam modul ini. Gambar konstruksi dari CV joint. . Poros roda meliputi perlengkungan. b. Oli seal.

Toyota-Astra Motor. N-Step Step 2 Chasis Training Materials Text. NISSAN.Dengan menyelesaikan modul kompetensi dan melaksanakan tugas-tugas serta evaluasinya dengan kriteria yang telah ditentukan siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus. Training Manual Drive Train Group. Anonim (2003). DAFTAR PUSTAKA Anonim (1994). Jakarta: Penerbit PT. Posted in ilmu. otomotif . Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group. Sedangkan siswa yang dinyatakan tidak lulus maka siswa harus mengulangi modul ini. Apabila siswa dinyatakan lulus maka siswa dapat melanjutkan modul berikutnya sesuai dengan peta kompetensi. Anonim (tt). Toyota-Astra Motor. Jakarta: Penerbit PT. Jakarta: Penerbit PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful