Category Archives: ilmu

Balans Roda_Ban
Apr 21 BAB I

PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI

Modul Balans roda / ban ini membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat mengatasi gangguan ban akibat roda yang tidak balans. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliput: (a) mengidentifikasi gangguan pada roda/ ban, (b) memahami pengertian balans static dan balans dinamik, dan (c) membalans roda pada mesin balans. Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang identifikasi gangguan pada roda. Kegiatan belajar 2 membahas tentang pengertian balans static dan balans dinamik, dan kegiatan belajar 3 membahas tentang membalans roda pada mesin balans. Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat memahami cara membalans roda / ban.

B. PRASYARAT Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. Prasyarat mempelajari modul OPKR-40-016B antara lain adalah OPKR-10-017B dan OPKR-10-019B. C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Peserta diklat

Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain :

a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar. b. c. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1). Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku. 2). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 3). Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4). Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. 5). Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6). Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan. 2. Petunjuk Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk : a. b. c. d. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar

Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan

f.

Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan

D. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini peserta diklat diharapkan : 1. 2. Mampu mengidentifikasi gangguan roda dengan baik.

Memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Mampu membalans roda pada mesin balans dengan baik.
E. KOMPETENSI

Uraian subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KERJA A 1 B 1 C 1. D 1 : Balans roda / ban : OPKR-40-016B : 20 Jam @ 45 menit E Batasan konteks F 1 G 1

Standar kompetensi ini digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan di bidang perbengkelan 2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk : Spesialisasi pabrik kendaraan SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan y Kebutuhan pelanggan y Kode area tempat kerja y Spesifikasi produk/komponen pabrik
y

y

3.
y

Pelaksanan K3 harus memenuhi :

Undang-undang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) y Penghargaan di bidang industri 4.
y

Sumber-sumber dapat termasuk :

Peralatan tangan/hand tools, balans roda/ban

5.

Kegiatan

Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:
y

Penilaian, visual, balans statik, dinamik dan kombinasi

Materi Pokok Pembelajaran Sub Kriteria Unjuk Lingkup Kompetensi Kerja Belajar Sikap Pengetahuan Ketrampilan 1. 1. Roda dibalans 1. Prosedur 1. 1. Informasi 1. Membalans tanpa pengoperasia Menerapka teknik yang Mengidentifikas roda/ban. menyebabkan n pembalans n prosedur sesuai i gangguan pada kerusakan roda. kerja sesuai roda terhadap dengan 2. Persyaratan komponen atau 2. Spesifikasi SOP. keamanan 2. Membalans sistem lainnya roda perlengkapan. roda pada mesin 2. balans. Menerapka 3. Persyaratan 2. Informasi yang n benar diakses dari keamanan 3. Penggunaan spesifikasi pabrik keselamatan kendaraan. perlengkapan dan dipahami kerja. balans. 4. Kebijakan 3. Balans perusahaan/pabri k yang sesuai. dilaksanakan sesuai panduan industri yang telah 5. Prinsip balans ditetapkan. secara dinamik 4. Seluruh kegiatan membalans roda/ban dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedure), Undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundangan dan prosedur/kebijaka n perusahaan. 5. Identifikasi 6. Prosedur balans secara statik. 7. Prosedur kombinasi balans secara statik dan dinamik.

balans statis dan dinamis F. CEK KEMAMPUAN

Sebelum mempelajari modul OPKR-40-016B, isilah dengan cek list (Ö) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan : Sub Kompetensi 1. Membalans roda / ban. 2. 1. Pernyataan Saya mampu mengidentifikasi gangguan roda/ ban dengan baik. Saya dapat memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Saya mampu membalans roda pada mesin pembalans dengan baik. Jawaban Ya Tidak

Bila jawa Soal Soal Soal

Apabila peserta diklat menjawab Tidak, pelajari modul ini. BAB II PEMBELAJARAN A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT

Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1. Mengidentifikasi ganguan ban/ roda. 2. Memahami balans static dan balans dinamik 3. Membalans ban/ roda. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

B. KEGIATAN BELAJAR

KEGIATAN BELAJAR 1 : Mengidentifikasi gangguan pada roda / ban yang diakbatkan oleh roda / ban tidak balans

a.

Tujuan Kegiatan Belajar

Pada akhir kegiatan belajar, Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. Menjelaskan tentang penyebab terjadinya ganguan pada roda / ban 2. 3. 4. Menjelaskan jenis keausan ban yang tidak wajar Menjelaskan terjadinya getaran pada ban / roda.

Menjelaskan analisa gangguan dan cara mengatasinya

b.

Uraian Materi

1. GANGGUAN PADA RODA / BAN Mesin rnemutarkan axle shaft atau drive shaft, dan selanjutnya memutar ban. Hal ini rnenunjukkan bahwa ban adalah bagian dari pemindah tenaga. Ban juga mengubah arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi, dari sini dikatakan juga bahwa ban merupakan bagian dari system kemudi. Ditambah lagi karena ban juga menopang berat kendaraan dan meredam getaran dari jalan, ban juga merupakan bagian dari system suspensi. Oleh karena itu, pada saat melakukan troubleshooting pada masalah ban, ketiga system tersebut yaitu ban dan peiek, kemudi, dan suspensi harus juga diperhatikan. Sama pentingnya, kesalahan perawatan ban juga akan menyebabkan gangguan pada ban dan system lainnya yang terkait. Oleh karena itu, langkah pertama pada troubleshooting ban adalah memeriksa apakah ban dipakai dan dirawat dengan baik. Apabila ban/ roda tidak balans, maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil, dalam kecepatan tertentu, akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan, antara lain : pegas rusak/patah, peredam getaran rusak, bantalan-bantalan roda rusak, kerusakan pada ball joint, dan kerusakan pada lengan-lengan

kemudi. Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan, menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. 2. KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 1 Keausan Spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur, seperti diterangkan di bawah. Kalau bearing roda, ball joint, tie rod end, dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan, atau kalau spindle bengkok, ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur, dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban.

Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini, Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik

Perbaiki atau ganti Periksa rem menyeret baik Setel kelurusan roda Periksa wheel alignment tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik .

BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 2 Body bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. dan steering shimmy. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans.Periksa balans roda tidak tepat baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 3. a). goncangan akan semakin terasa. run-out yang berlebihan. Di atas kecepatan ini. . penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Jika masalah tersebut diperbaiki. dan rigiditas ban yang tidak seragam. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. maka goncangan biasanya akan hilang. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. steering flutter.

STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda . Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak.b). Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Gambar 3.

ganti aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak baik Periksa hub-to-wheel centering Centerkan kembali off center berlebihan Periksa run-out ban baik baik Periksa run-out pelek run-out berlebihan Ganti hub run-out berlebihan perbaiki Periksa balance off-the car Tidak balans run-out berlebihan .

apakah tempat duduk bergoncang. apakah terjadi pada roda kemudi. biarkan kendaraan pada kecepatan ini untuk melihat apakah getarannya tetap. Jalankan kendaraan beberapa kilometer untuk memanaskan ban hingga tercapai temperatur kerja dan menghilangkan ³standing flats³. Kalau getarannya tidak nyata pada saat meluncur dengan kecepatan kritis. . kemudian jalankan dijalan yang halus pada kecepatan kritis sambil memegang roda kemudi dengan ringan dan arahkan ke kiri-kanan. 3) Memeriksa Hub-to-wheel centering Thickness gauge 0. dan kemudian catat gejala yang disampaikan oleh pengemudi (misalnya kecepatan kritis. atau apakah masih terjadi meskipun mobil sudah diperbaiki dan roda sudah dibalans ? 2) Lakukan test jalan untuk diagnosa.1 mm (0. dianjurkan agar membicarakan dahulu sifat ganggungan dengan pengemudi kendaraan.perbaiki Periksa balance on-the-car Tidak balas Adapun rincian langkah analisa trouble-shooting dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Bicarakan gejalanya Sebelum mengatasi segala bentuk getaran. Jalur yang dipakai test jalan harus mempunyai permukaan yang baik dimana kecepatan tertentu dapat dipertahankan. Tentukan pada tingkat kecepatan berapa getaran terjadi dan dapatkan akibat dari gangguan tersebut. Bila getarannya berlangsung pada saat kendaraan sedang meluncur.1 mm 1). tetapi terasa pada body. Lakukan test jalan untuk memastikan keluhan customer kalau memungkinkan. Nilainya tidak boleh melebihi batas maksimum. Pada saat getaran maksimum terjadi. Periksalah clearance disepanjang keliling hub. apakah kaca spion bergetar. maka penyebabnya mungkin ban belakang atau pemindah tenaga. Lantai atau tempat duduk. Periksa hub-to-wheel centering clearance. Kalau tidak ada getaran yang terasa pada steering wheel. kemungkinan penyebabnya adalah getaran mesin. jenis getaran. dan lain-lain). Nilai maksimium : 0.04 in).

Periksa Run-out ban d). Kalau tidak ada penurunan terhadap perbedaan sekeliling walaupun posisi pemasangannya telah dirubah. periksa hub run-out. h). Memeriksa clearance hub 4) Perbaiki hub-to-wheel centering clearance a). Periksa Run-out hub Nilai batas : Radial run-out 0.05 mm (0. 2).Gambar 4. Mengukur run-out hub f).05 mm (0. c). Cobalah untuk melakukan penyetelan static balance dan dynamic balance ke 0 gram. Perbaiki Run-out ban g). Periksa Run-out pelek e).002 in) atau kurang Gambar 5.002 in) atau kurang Lateral run-out 0. b). Periksa balance off-the-car 1). Rubahlah posisi peiek pada hub dan pasang kan kembali pada posisi yang lerkecil perbedaan sekelilingnya. dan pastikan apakah peiek baik atau tidak. Gunakan balancing weight yang sesuai dengan pelek. . Perbaiki kembali Run-out Ban 1) Periksa run-out ban Pasangkan ban pada mobil sesuai dengan tanda pemasangannya Ukur radial run-out ban dengan menggunakan dial gauge 2) Perbaiki run-out ban Pasangkan mur hub untuk sementara (kencangkan dengan tangan) dan tempatkan bagian yang mempunyai radial run-out lebih besar di bagian bawah. dan tempelkan dengan kuat agar tidak jatuh pada saat berjalan.

Rangkuman: GANGGUAN PADA RODA / BAN 1. Periksa balance on-the-car 1) Lakukan pemeriksaan sesuai dengan petunjuk untuk balancer. ball . Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. dan kencangkan kembali mur hub secara merata dengan menggunakan kunci mur hub. tambah kecepatan secara bertahap. 5) Pada saat memeriksa balance pada drive wheel. 3) Pemeriksaan dilakukan dengan wheel cap. Mengukur balance on-the-car j) Periksa wheel alignment c. Ukur vertical run-out pada ban sekali lagi. 2) Pemeriksaan balance off-the-car dan perbaikannya harus sudah dilakukan sebelum pemeriksaan balance on-the-car. seperti diterangkan di bawah. Kalau bearing roda. dan cocokan hasilnya. valve cap. Keausan spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. putarkan roda dengan tenaga mesin. ikuti repair manual yang sesuai. center ornament dan magnet lock-nut terpasang.Turunkan kendaraan sampai ban sedikit menyentuh tanah. Gambar 6 Memeriksa run-out ban 4) Untuk kendaraan dengan full-time four-wheel drive. Largest run-out i). (Lakukan penyetelan yang teliti pada hub dan wheel centering clearance). Gambar 7. KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR : KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 8.

Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik Periksa rem Perbaiki atau ganti men yere t baik . dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi. Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini. dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan. tie rod end. sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. atau kalau spindle bengkok. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur.joint.

Periksa wheel alignment Setel kelurusan roda tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik Peri ksa bala ns roda tidak tepat .

GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. maka goncangan biasanya akan hilang. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. dan steering shimmy. Jika masalah tersebut diperbaiki. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. run-out yang berlebihan. dan rigiditas ban yang tidak seragam. goncangan akan semakin terasa. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu.baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 2. . penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 9. Di atas kecepatan ini. steering flutter. Bodi bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans.

Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Gambar 10. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda ganti . Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam.STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam.

aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak Centerkan kembali baik Periksa hub-to-wheel centering off center berlebihan Periksa run-out ban baik Periksa run-out pelek baik Periksa run-out hub run-out berlebihan run-out berlebihan Ganti hub perbaiki Periksa balance off-the car Tiak balans perbaiki run-out berlebihan .

2). teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. seperti : bearing roda. Getaran pada kendaraan akibat ban/roda tidak balans : a). 2. 3). Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans.Periksa balance on-the-car Tidak balans d. yang diakibatkan oleh ban / roda tidak balans? Jelaskan macam-macam getaran ban yang diakibatkan oleh roda/ ban tidak balans? f. Tes Formatif : 1). Jelaskan jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? Jelaskan keausan ban yang tidak wajar. Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). Bantalan roda rusak Kerusakan pada ball joint Keausan ban tidak wajar. Tug as : Analisalah kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? e. b). a). tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. BODY SHAKE (Body Bergoncang) . Gambar 11. d). ball joint. Keausan Spot 3. Kunci Jawaban Formatif : 1. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. e). Pegas rusak / patah Peredam getaran rusak ( seal bocor) c).

run-out yang berlebihan. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. maka goncangan biasanya akan hilang.Yang dimaksud dengan goncangan dteini adalah getaran ertical atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Roda dengan rim 13 ³ c). Steering shimmy g. Di atas kecepatan ini. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Ban yang sudah dibongkar d). Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). Lembar Kerja : 1. Satu unit mobil praktek b). Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Gambar 13. Lap/majun . Alat dan Bahan a). Jika masalah tersebut diperbaiki. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Gambar 12. Bodi bergoncang b). goncangan akan semakin terasa. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. dan rigiditas ban yang tidak seragam. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak.

c). d). Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Menjelaskan balans statik dan balans dinamik . Tujuan Kegiatan Belajar Setelah melaksanakan kegiatan belajar ini peserta diklat memiliki kemampuan: 1). Keselamatan Kerja a). Lakukan pemeriksaan komponen yang rusak akibat ban / roda tidak balans d). hal yang belum jelas. Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 1? KEGIATAN BELAJAR 2 : Mengidentifikasi balans statik dan balans dinamik a. Langkah Kerja a). Setelah selesai. b). Tugas a). Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas ! b). Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. f). bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas. e). 4. Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. c). Menjelaskan definisi keseragaman ban 2).2. 3. Mintalah penjelasan pada instruktur. Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. baca lembar kerja dengan teliti. b). Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. efektif dan seefisien mungkin.

3). Menjelaskan akibat yang ditimbulkan ban / roda tidak balans b. Uraian Materi :

1. KESERAGAMAN BAN Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. wheel balance Keseragaman dalam distribusi beban run-out

keseragaman Keseragaman dimensi

Apabila roda tidak seimbang putarannya, maka dapat menimbulkan ketidak seimbangan pada roda. Ketidak seimbangan roda yang berlebihan dapat mengakibatkan getaran yang dapat mempengaruhi kontrol terhadap kemudi kendaraan. Oleh karena itu, roda dan ban biasanya diperiksa terhadap keseimbangannya sebelum meninggalkan pabrik. Akan tetapi keseimbangan roda dapat berubah karena kerusakan atau karena keausan, terutama pada mobil berkecepatan tinggi. Roda dan ban yang tidak seimbang disamping membuat kendaraan tidak nyaman, juga menimbulkan keausan-keausan tidak normal pada ban (flat sporwear) dan sistem suspensi. Dua efek penting dari keadaan tidak seimbang adalah ³wheel tramp´ (roda bergetar pada arah vertikal) dan ³wheel shimmy´ (getaran pada arah samping). 2. WHEEL BALANCE

Dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mesin, handling dan kemampuan pengereman, juga aerodinamik body, ini memungkinkan kendaraan dapat berjalan dengan kecepatan yang semakin tinggi. Pada kecepatan tinggi. wheel assembly (ban dan peiek) yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini disebut dengan wheel balancing. Wheel balancing dilakukan dengan menggunakan balancing weight bagi keseluruhan wheel assembly, yaitu pelek dengan ban yang terpasang. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3.

STATIC BALANCE

Untuk mengetahui static balance, gambarkan sebuah roda yang setimbang berputar bebas pada porosnya. Kalau berat roda didistribusikan merata pada poros roda, titik tertentu dari roda akan dapat berhenti pada segala posisi. Dalam kondisi semacam ini roda dikatakan static balance. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy

Gambar 14. Roda dalam keadaan balans statik

Spindle centerline

Gambar 15. Roda tidak Balans Statik

Add balance weights here

Corrective weights

Gamba 16. Membalans statik

Radial vibration

Ga mba r 17. Gay a sent rifu gal pada roda yang tidak balans statik

Akan tetapi, kalau ban selalu berhenti dengan titik (A) berada di bawah, berarti bagian tersebut jelas-jelas lebih berat dari sisi lawannya, yaitu titik (B). Jika berat ban tidak terbagi secara merata pada poros roda, berarti roda dapat dikatakan static yang tidak balance (statically unbalanced). Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. Pada kendaraan yang sebenarnya, getaran radial ini diubah menjadi getaran vertikal oleh suspensi, dan diteruskan melalui body ke steering wheel. Balance weight Balance weight Dengan menempelkan bobot (W,) yang sama dengan bobot ekstra A (W,) pada titik B yang posisinya 1800 berhadapan dengan A dan jaraknya sama dan poros, maka getaran ini akan dapat dihilangkan karena W akan bekerja sebagai bobot lawan dari W, Gaya centrifugal yang bekerja pada titik B akan mencegah aksi pada A, sehingga getaran poros dan roda dapat dicegah pada saat roda berputar. Dengan kata lain, static balance disebut sebagai centrifugal balance pada saat roda berputar. Karena penempelan bobot pada tread ban tidaklah memungkinkan, maka dipakai dua counter balance weight dengan ukuran yang sama pada pelek sebelah dalam dan luar dengan posisi berhadapan dengan titik A.

Gambar 18. Membalans gaya sentrifugal

DYNAMIC BALANCE

Dynamic balance balance

Static balance

Kalau static balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah radial pada kondisi statis, dynamic balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. Gambar 19. Roda yang balans statik dan dinamik Sebagai umpama, bobot ekstra A dan B yang sama ditempel pada roda seperti gambar di bawah. Bobot ini akan menyebabkan roda menjadi static balance. A=B

Gambar 20 Roda dengan bobot A dan B dalam keadaan balans statik Akan tetapi, garis yang menghubungkan pusat bobot dari gaya berat G1, dan G2, tidak berada pada sekeliling garis pusat roda. Akibatnya, pada saat roda berputar titik G1, dan G2 cenderung mendekati garis pusat roda karena momen FA dan FB yang bekerja di sekitar titik pusat gaya berat roda (Go). Momen ini terbentuk oleh gaya centrifugal (FA, dan FB;) yang bekerja pada G1, dan G2, Gambar 21. Roda dengan bobot G1 dan G2 tidak balans dinamik Gambar 22. Roda tidak balans dinamik menyebabkan ayunan melingkar Setiap roda berputar 180°, seluruh momen gaya yang ditimbulkan oleh perubahan arah ini membuat getaran lateral mengikuti ayunan putaran roda. Getaran lateral ini mengakibatkan kondisi pada steering wheel yang disebut shimmy yaitu ayunan melingkar dari steering wheel.

Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Balance weight Balance weight

Gambar 23. Balance weight menjadikan balans dinamik
c. Rangkuman :

1. Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. 2. Ban dan pelek yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3. Balans statik, roda / ban dalam keadaan balans statik bila : a) Semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat.

b) Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. c) Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun.

Gambar 24. Roda dalam keadaan balans statik Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. 4. Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dynamic balance balance Gambar 25. Roda yang balans statik dan dinamik Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menem pelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclen bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Static balance D¶ Balance weight Balance weight

Gambar 26. Balance weight menjadikan balans dinamik d. Tugas

Amati akibat yang terjadi pada kendaraan bila roda / ban tidak balans statik dan dinamik? e. Tes Formatif

1. Jelaskan pengertian balans statik pada ban / roda? 2. Apa yang dimaksud dengan balans dinamik dan jelaskan bagaimana caranya mengatasi roda yang tidak balans dinamik ? f. Kunci Jawaban Formatif 2 1. Roda / ban dikatakan dalam keadaan balans statik bila :

Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. c) Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun. Dynamic balance Static balance . Roda dalam keadaan balans statik 2.a) b) semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Gambar 27.

Balans statik dan dinamik pada sebuah roda Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D.Gambar 28 . Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO. Balance weight untuk mengatasi balans dinamik . pada titik C¶ dan D. sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya.¶ Balance weight Balance weight Gambar 29. bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim.

Keselamatan Kerja a). efektif dan seefisien mungkin. d). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. b). Satu unit mobil praktek 2.g. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Ikutilah instruksi dari guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Setelah selesai. c). b). Pastikan kendaraan dalam keadaan kuat ditahan jack stand. 3. Jack Stand c). Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. Lembar Kerja 1. Kunci Roda d). Alat dan Bahan a). c). Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. 4. Lakukan pelepasan roda-roda dengan langkah yang efektif! d). f). Lap / majun e). Langkah Kerja: a). bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Tugas : a). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru. Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas! . Dongkrak b). Identifikasi roda / ban yang tidak balans statik dan dinamik e). Alat pengukur tekanan udara ban f).

3. Uraian Materi 3. Tujuan Kegiatan Belajar Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. Membalans roda secara off-the-car balancer b. Kedua balancer tersebut mempunyai keistimewaan sebagai berikut: Item Tipe Static balance Dynamic balance Static balance Dynamic balance Ketelitian Kemudahan balancing Off-the-car balance Tinggi Tinggi Mudah Mudah On-the-car balance Tinggi Tidak terlalu tinggi Cukup mudah Cukup sulit (beberapa balancer tidak dapat mengukur dynamic balance dengan tepat) Gambar 30. Menjelaskan penggunaan peralatan pembalans roda / ban. Melaksanakan pekerjaan membalans statik roda sesuai spesifikasi. Melaksanakan pekerjaan membalans dinamik roda sesuai spesifikasi. teromol rem dan axle hub. 1. balancing dilakukan secara independent. Wheel balancer OFF-THE-CAR TYPE .b). Penggunaan peralatan pembalans roda / ban Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya. 2. 4. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 2! KEGIATAN BELAJAR 3 : Membalans ban/ roda dengan alat pembalans a.

pertama. dan kemudian lakukan dynamic balance dengan ban terpasang pada kendaraan (on-the-car balancer). Perhatian Pada Saat Membalans Roda a. serta yang lain-lain diperbaiki dengan menggunakan on-the-car balancer. dan lain-lain) yang terjadi pada kecepatan tinggi. b. Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. 2). Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. Pada akhirnya. 2. Perhatian sebelum membalans roda Bila membalans roda. ban diperiksa deviasinya dari tengah ban dan masalah lain yang mungkin muncul sebagai deviasi pada static balance. 3). lakukan static balance secara tersendiri dengan menggunakan off-the-car balancer. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). Membalans roda sampai diperoleh harga O g. off-the-car type balancer dan on-the-car type balancer dipakai sendiri-sendiri untuk memperbaiki balance roda. Perhatian untuk off-the-car balancing 1). Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. yang tidak dapat diperbaiki dengan cara terdahulu . untuk memperbaiki getaran yang keras (goncangan body. . Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. getaran kemudi. 4). pertama periksalah kondisi ban : 1). Wheel balancer ON-THE-CAR TYPE Dahulu. 2). Tetapi sekarang.Gambar 31. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak.

Menyangga dengan jack stand untuk pengaman 3). Perhatian untuk on-the-car balancing 1). Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. 2). e. Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). c. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. Mencatat ukuran ban dan ukuran pelek 8). 3). Memeriksa keadaan pelek dan ban (bagian yang aus) 7). yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. Membalans dinamik 1). d. Melepas roda dari hubungan porosnya dengan membuka mur-murnya secara menyilang 4). Pada kendaraan dengan wheel cap. Membersihkan kotoran atau bobot penyeimbang dari roda dengan wheel plier (penjepit khusus) 5). Melepas adaptor dari poros utama dinamik wheel balancer dengan memutarkan mur pengikat . apabila keseimbangan statis tidak baik. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. 4). Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan 5). Membalans statik 1). gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan 3).3). Memperbaiki keseimbangan statis roda. Setelah membalans roda. Melepaskan roda dari kendaraan 2). Mengangkat mobil pada bagian yang akan dilepas rodanya 2). Memeriksa tekanan ban supaya sesuai dengan spesifikasi 6).

Catatan : Pada angka 1 untuk penyeimbang roda bagian luar Pada angka 2 untuk penyeimbang roda bagian dalam. 22) Menekan tombol on alat penyeimbang setelah steker dipasangkan 23) Membaca jumlah gram bobot penyeimbang pada gram meter 24) Membaca tempat kedudukan penyeimbang pada phase meter 25) Menekan tombol off alat penyeimbang dan mengerem sampai roda berhenti . Roda gigi 1 tepat pada 0. 13) Mengeraskan Flens pengikat dengan menggunakan palu kayu/plastik 14) Mengeset gram meter dalam keadaan mesin berjalan pada kedudukan ³O´. roda gigi yang lain tepat pada tanda panah (sesuai dengan jumlah lubang yang diperlukan) 10) Menempatkan adaptor pada penyanggah roda 11) Menyetel tangkai universal dengan jalan memutarkan salah satu gigi universal sesuai dengan lubang-lubang baut roda dan roda gigi yang akan ikut berputar 12) Memasang roda pada adaptor dilaksanakan di atas penyangga roda Catatan : Bila lubang baut pada roda mempunyai garis tengah lebih besar dari universal dapat dipergunakan selongsong yang tersedia. 15) Mengeset phase meter dalam keadaan berjalan pada kedudukan ³0 16) Memasang roda yang telah terpasang pada adaptor ke sumbu utama dari mesin penyeimbang 17) Mengeraskan mur pengikat pada sumbu utama dengan kekuatan tangan (tidak boleh dengan alat-alat lain) dengan memutar roda dengan tangan 18) Memberi tanda pada roda dengan kapur sesuai dengan pembagian skala yang terdapat pada poros utama 19) Mengatur rim diameter selector sesuai dengan garis tengah ban/roda 20) Mengatur rim width selector sesuai dengan ukuran lebar dari ban/roda 21) Mengatur plane selector untuk menentukan pembebanan.5 atau 3 lubang).9). Setellah jumlah pemegang universal pada adaptor sesuai dengan jumlah lubang baut dari roda (misalnya : 4.

Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. Membalans roda sampai diperoleh harga O g. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). sampai jarum gram meter harus berada pada daerah hijau. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban Bila membalans roda. Perhatian untuk off-the-car balancing a). Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. c). Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-lain yang terselip pada alur tread. (aa) Memasang bobot penyeimbang pada roda sesuai dengan berat dan tempat dari pembacaan gram meter/phase meter. b). Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. c). Setellah adaptor dan roda dilepas dari poros utama. d). Mencocokkan angka dari phase meter dengan angka pada sumbu utama. Catatan : Apabila jarum gram meter tidak berada pada daerah hijau maka pengukuran harus dimulai kembali seperti semula. (ac) Melepaskan adaptor dari poros utama pesawat penyeimbang roda (ad) Melepaskan roda dari adaptor dengan meletakkan di atas penyangga roda/standart (ae) Memasang kembali roda pada mobil c. roda diputar dengan tangan.26). Rangkuman : 1. Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. b). (ab) Mengecek pembebanan balancing dengan menghidupkan kembali pesawat penyeimbang. 3. pertama periksalah kondisi ban : a). 2. Perhatian untuk on-the-car balancing .

dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan c). teromol rem dan axle hub. d). Melepaskan roda dari kendaraan b). lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. balancing dilakukan secara independent. dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya. Kunci Jawaban Formatif 1. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. 4. b) Pada kendaraan dengan wheel cap. Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). d.a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). c) Setelah membalans roda. Tugas Lakukan balans roda / ban menggunakan off-the car balancer? e. Jelaskan prosedur yang perlu dilakukan sebelum membalans roda/ban ? 2. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. Prosedur membalans static Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. apabila keseimbangan statis tidak baik. balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. a). gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. Tes Formatif 1. Memperbaiki keseimbangan statis roda. Jelaskan langkah-langkah membalans statik pada ban/roda ? f. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban .

Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Memperbaiki keseimbangan statis roda. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. b) Pada kendaraan dengan wheel cap. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. Membalans statik a). yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada peiek. c) Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. d) Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). b) Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. d). Perhatian untuk off-the-car balancing a) Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki.Bila membalans roda. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. g. 3. Melepaskan roda dari kendaraan b). Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada pelek sebelum dilakukan penyeimbangan c). apabila keseimbangan statis tidak baik. Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. Perhatian untuk on-the-car balancing a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). pertama periksalah kondisi ban : a) Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. b) Membalans roda sampai diperoleh harga o g. 4. c) Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. Lembar Kerja . lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. 2. c) Setelah membalans roda.

Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas! BAB III . Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 3! b). Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. Buku manual penggunaan alat pembalans roda 2. Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas. Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. d). Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Keselamatan Kerja a). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Lakukan balans ban/ roda sesuai prosedur yang benar! d). b). Mobil lengkap dengan roda ban dalam dan peleknya b). efektif dan efisien. b). 3. Dongkrak e). 4. c). Kunci ban d). e). f). Langkah Kerja a). Gunakanlah jack stand untuk menyangga kendaraan. e). Alat pembalans ban/roda dan bobot pembalans c). Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas.1. baca lembar kerja dengan teliti. Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object. c). Alat dan Bahan a). Tugas a).

Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. Jelaskan pengertian roda/ban yang tidak balans dinamik dan akibat yang ditimbulkannya? 3. teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. kerusakan pada ball joint. akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan. PERTANYAAN 1. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil. Keausan ban tidak wajar. Lakukan balans roda secara off-the-car balancer pada sebuah mobil! B. a). dan kerusakan pada lengan-lengan kemudi. Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Pegas rusak / patah b). antara lain : pegas rusak/patah. ball joint. seperti : bearing roda. bantalan-bantalan roda rusak. menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. peredam getaran rusak. Kerusakan pada ball joint e). Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans. Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan. Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). Jelaskan gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans? 2. Gambar 32. 3. Getaran . Bantalan roda rusak d). tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. dalam kecepatan tertentu. KUNCI JAWABAN Gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans : 1. Keausan Spot Apabila ban/ roda tidak balans. 2.EVALUASI A.

Gambar 34. Jika masalah tersebut diperbaiki. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam. dan rigiditas ban yang tidak seragam. µsteering flutter. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. run-out yang berlebihan. maka goncangan biasanya akan hilang. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Di atas kecepatan ini. Bodi bergoncang akibat roda tida balans b). Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). goncangan akan semakin terasa. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. Gambar 33. dan steering shimmy. a).Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. Goncangan shimmy akibat roda tidak balans c) Pengertian tidak balans dinamik 1) Roda tidak sama berat disekeliling penampang lingkaran ban/roda 2) Titik-titik yang lebih berat terletak tidak ditengah-tengah penampang ban/roda Akibat yang ditimbulkan pada kendaraan : .

roda akan bergetar kearah samping 3) Pada roda kemudi akan terasa shimmy C. BAB IV PENUTUP Modul ini hanyalah salah satu pengantar agar peserta diklat memiliki kemampuan membalans roda. Sebaliknya.d.1) Saat roda berputar. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Bobot Nilai Keterangan Kriteria Kelulusan : 70 s.d. Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. 2) Akibat pada roda. 100 : : : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan di atas minimal tanpa bimbingan. 89 90 s. maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. . KRITERIA KELULUSAN Skor Aspek (1-10) Kognitif (soal no 1 dan 2) Ketelitian pemeriksaan gangguan tidak balans Ketepatan prosedur membalans ban/ roda Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 3 2 3 1 1 Syarat lulus. 79 80 s.d. titik-titik yang lebih berat akan tertarik ke garis tengah roda. Agar peserta diklat menguasai ketrampilan ini dengan baik. disarankan membaca buku manual tentang alat pembalans roda dan juga buku-buku referensi tentang balans roda serta mengikuti latihan dengan disiplin dan tekun. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus.

Anonim. Tobold & Larry Johnson. (1995). (1995). Automotive Encyyclopedia. (1995).Jika peserta diklat telah lulus menempuh modul ini. Toyota ± Astra Motor. Jakarta : PT. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Publisher. . Wheel alignment and tires Step 2. New Step 1 Training Manual. Anglin. Jakarta : PT. (1993). Toyota ± Astra Motor. Jakarta : PT. maka peserta diklat berhak memperoleh serfikat kompetensi membalans roda / ban. Singapore : McGraw-Hill William K. South Holland : The Good Heart ± Wilcox Company Inc. (1977). Materi Pelajaran Chassis Group Step 2. William Harry and Donald L. Automotive mechanics. Toyota Service Training Crouse. Anonim.

Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami berbagai macam komunikasi. Apabila siswa menguasai kompetensi ini. B. OPKR. memahami dan menyampaikan informasi tempat kerja/bengkel. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar dalam berkomunikasi terkait dengan setiap pekerjaan di tempat kerja. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan penunjang dalam menyelesaikan kompetensi-kompetensi yang lain bagi para siswa SMK. Karena modul ini diperuntukkan bagi siswa SMK Otomotif. 10-018 B membahas tentang pemahaman berkomunikasi di tempat kerja serta bagaimana cara berkomunikasi yang baik untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. maka materi akan terkait langsung dengan tempat kerja di bidang perotomotifan. Petunjuk Penggunaan Modul . sehingga siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. peralatan komunikasi dan trampil berkomunikasi dengan benar dan baik. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 Memelihara. sesuai dengan peta kedudukan modul.10-016 B tentang K3. dan kegiatan belajar 2 Mempertahankan prestasi tempat kerja. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. C. Deskripsi Modul Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja dengan kode OPKR.Posted in ilmu. akan mudah mempelajari kompetensikompetensi berikutnya. otomotif Leave a Comment Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. Prasyarat Sebelum memulai modul ini.

Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. f. g. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut c. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: . Siswa dinyatakan menguasai materi. siapkan alat dan bahan yang 4) 5) diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban.1. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik Sebelum melaksanakan praktik. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. b. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar Bila ada materi yang kurang jelas. Setelah selesai praktik. dan bertanya 6) kepada guru apabila ada yang kurang jelas 7) e. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. 2. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan)untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar d. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar.

*Informasi diakses dari memahami sumber yang terpercaya untuk dan memastikan menyampai ketramoilan komunikasi yang efektif kan informasi ketika mengirim MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN *Berbagai *Cermat dan *Macam-macam *Berkomunikasi macam teliti dalam jenis komunikasi yang efektif dalam komunikasi menerima dan dan alat menerima dan dan peralatan menindak lanjuti komunikasi. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. memelihara dan mengkomunikasikan informasi tempat kerja secara efektif dan baik 2. g. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Memahami. Mencatat hasil kemajuan siswa Melaksanakan penilaian internal i. Membantu siswa dalam memahami konsep. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. praktik baru. pengoperasian dan yang efektif. komunikasi berkomunikasi. h. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1.a. Prosedur penyimpanan data. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. menindak lanjuti komunikasi. e. Dapat mempertahankan prestasi tempat kerja. d. informasi. f. c. D. E. KOMPETENSI SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. Memelihara. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. informasi. pengoperasian *Menerapkan *Proses dan penyimpanan . b. *Prosedur *Proses * Efektif dalam *Melaksanakan komunikasi. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.

guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Memper*Cermat dan lanjuti tahan teliti dalam informasi. Cek Kemampuan tempat kerja. pengertian di tempat kerja. maupun menerima informasi.meng*Bantuan kan prestasi dibuat untuk elola dan menyamakan *SOP menyimpan data. *Tujuan tempat kerja diidentifikasi dan dipenuhi. BAB II PEMELAJARAN A. menerima. Sebelum siswa mempelajari modul ini. dengan senang hati. data. dan menindak 2. F. tempat kerja. Tetapi bila belum bisa.menerima K3 dan SOP. Bila siswa sudah merasa bisa. Penggunaan *Permintaan dan dari rekan pemeliharaan kerja data tempat dipenuhi kerja. guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Rencana Belajar Siswa . supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan. *Data disimpan sesuai prosedur tempat kerja dan K3. siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban.

a. Jenis Kegiatan 1. Pengertian Komunikasi Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. . Memahami.Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. memelihara dan menyampaikan informasi tempat kerja 2. tertulis maupun dengan isyarat. B. macam-macam peralatan komunikasi tempat kerja. terlebih manusia yang melakukan aktifitas ataupun pekerjaan tertentu. serta cara berkomunikasi yang tepat. Siswa dapat menjelaskan berbagai jenis komunikasi. Uraian Materi 1. Memelihara dan Menyampaikan Informasi Tempat Kerja. Orang yang menyampaikan informasi disebut komunikator sedang penerima informasi disebut komunikan. Siswa dapat melakukan pemeliharaan b. Komunikator dapat menyampaikan informasi atau pesan secara lisan. Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru Kegiatan Belajar 1. sehingga tujuan berkomunikasi tercapai. Memahami. Menurut kamus Bahasa Indonesia komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih secara benar. 2. Mempertahankan prestasi tempat kerja. Tujuan Kegiatan Belajar 1.

manakala pada suatau tempat atau tempat kerja dengan mobilitas tinggi. Komunikasi dalam bentuk pembicaraan. Misalnya isyarat tangan untuk mengatur lalu lintas. Komunikasi harus menarik 2. tulisan dinding/poster dan sebagainya. Komunikasi dengan gambar Komunikasi atau informasi kadangkala lebih tepat dengan menggunakan gambar. . gambar teknik dan sebagainya. Komunikasi secara lisan Komunikasi lisan adalah komunikasi yang bersifat langsung. Masing-masing jenis komunikasi mempunyai kekurangan dan kelebihan. Macam-macam komunikasi yang dimaksud antara lain: a. diperlukan pembicara yang baik. d. Komunikasi tertulis biasanya berupa surat. Komunikasi tertulis Komunikasi tertulis adalah penyampaian informasi dengan tujuan etrtentu dengan cara ditulis. b. lampu tanda lalu lintas dan sebagainya. antara lain: a. Komunikasi dengan isyarat Komunikasi dengan isyarat kadangkala lebih efektif. yaitu dalam bentuk pembicaraan. c. Komunikator dapat berperan baik Tujuan komunikasi harus jelas Isi komunikasi dikemas secara jelas dan mudah dipahami d. baik ditujukan pada seseorang maupun kepada kelompok orang. kartu. larangan atau perintah terkait dengan keselamatan kerj. c. Alat komunikasi yang tepat dan baik e.Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan suatu komunikasi. Macam-macam Jenis Komunikasi Komunikasi ada beberapa macam atau jenis. Misalkan tanda-tanda penyimpanan bahan berbahaya. b.

Media Penglihatan (visual) Media visual adalah alat bantu komunikasi yang paling banyak digunakan baik untuk kepentingan manajemen. Jadi alat komunikasi audio visual adalah alat bantu komunikasi dimana komunikator dapat berkomunikasi dengan komunikan dari jarak jauh dengan masing-masing dapat berbicara. lampu isyarat dan sebagainya. Mikrophone. . Untuk memberikan informasi kondisi disekitar tempat kerja dan apa yang harus dilakukan oleh setiap orang yang terkait dengan kondisi serta aktifitas tempat kerja tersebut. maka media visual adalah pilihan yang paling tepat.3. bahkan menjadi sebuah kebutuhan pada jaman moderen ini. Hand phone dan sebagainya. kartu. radio. hand phone. Alat komunikasi pendengaran (Audio) Audio artinya dapat didengar. Alat komunikasi penglihatan (Visual) Visual berarti dapat dilihat. c. Jadi alat komunikasi visual adalah alat bantu komunikasi yang dapat dilihat. Berdasarkan cara menggunakan. tape dan sebagainya.mendengar dan melihat secara langsung. juga tidak terlepas dari tujuan dari komunikasi itu sendiri. pekerja/mekanik. b.gambar teknik. Seseorang akan mudah berkomunikasi dengan orang lain yang bertempat tinggal jauh dari komunikator dengan peralatan tertentu. Alat komunikasi visual antara lain: surat. Memilih dan Menggunakan Alat Komunikasi Penggunaan alat atau media komunikasi di tempat kerja khususnya tempat kerja yang terkait dengan perotomotifan. a. antara lain: a. poster. 4. pelanggan/customer atau setiap orang yang melakukan aktifitas pada tempat kerja tersebut. Misalnya: Telphon. dibaca sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. Alat komunikasi pendengaran dan penglihatan (audio visual) Audio visual artinya dapat didengar dan dilihat. Alat komunikasi audio adalah suatu alat bantu berkomunikasi yang dapat menyiarkan suara sehingga komunikator dapat berbicara dengan komunikan dari jarak jauh. Macam-Macam Peralatan/Media Komunikasi Pemilihan dan penggunaan peralatan komunikasi adalah hal yang tidak dapat dihindarkan. Contohnya: Televisi. alat komunikasi ada beberapa macam.

Administrasi yang baik. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci Tidak memakan tempat - Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. surat-surat perijinan dan sebagainya. surat penerimaan dan pengiriman barang. Macam-macam surat yang dibuat atau digunakan pada tempat kerja. Buku ini biasanya berisi petunjuk pengoperasian. Contoh Buku Petunjuk Pemilik .y Surat Surat adalah media komunikasi visual yang selalu digunakan pada suatu tempat kerja. surat tagihan. ketentuan perawatan. garansi dan informasi tentang peralatan pada produk tersebut. kode tanggal. surat pesanan/order. kode penomoran. surat pengaduan. Buku ini dimaksudkan agar pembeli produk cepat dapat menguasai/mengoperasikan produk yang dibelinya. Cara penyimpanan surat yang baik: Surat diberi nomor urut Surat diberi kode tanggal. Contoh salah satu jenis surat (Surat Perjanjian Kerja) y Buku Petunjuk Pemilik Buku petunjuk pemilik biasanya diberikan kepada pembeli produk tertentu oleh manajemen perusahaan. sehingga sewaktu-waktu diperlukan mudah dicari. Surat pengenalan produk. surat pembayaran. bulan dan tahun Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. khususnya pada perusahaan atau perbengkelan otomotif antara lain: Surat perjanjian jual beli. dan biasa dikelola oleh bagian administrasi atau Tata usaha. faktur dan rekening. bila mana setiap surat yang masuk maupun keluar dicatat serta disimpan secara benar.

2. 11. NO. 14. 12. dan apa saja yang perlu diservis.y Kartu Perawatan/Servis Kartu perawatan atau kartu servis digunakan untuk mengkomunikasikan ketentuan dan waktu servis untuk kendaraan tertentu supaya komunikan/customer mengetahui kapan kendaraan miliknya harus diservis. Contoh Kartu Servis y Kartu Peminjaman Alat Kartu peminjaman alat berguna untuk ketertiban penggunaan alat. 7. 6. 13. . 5. 9. 3. sekaligus menjaga keutuhan peralatan sehingga peralatan tidak mudah hilang. 4. 8. 10. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1.

larangan dan penjelasan bagian-bagian lokasi bengkel tempat kerja. 7. Poster atau spanduk yang berisi tulisan atau gambar. 3.ketertiban.15. 5. kelancaran. NO. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1. kebersihan dan kenyamanan tempat kerja dalam bentuk ajakan. 8. 2. . 4. 6. Jogyakarta««««2005 Pengebon (««««««««««.) Contoh Kartu Bon Bahan/Komponen/Part y Poster/Spanduk Poster atau sepanduk biasa digunakan pada tempat kerja untuk menjaga keselamatan. sehingga dapat digunakan untuk perhitungan beaya servis ataupun biaya pengadaannya kembali. Jogyakarta««««2005 Peminjam (««««««««««.) Contoh Kartu Peminjaman Alat y Kartu Bon Bahan/Komponen/Spart Part Kartu Bon bahan/komponen/part berfungsi untuk mengontrol penggunaan bahan/komponen/part.

larangan tidak merokok atau gambar jenis material yang berbahaya seperti tegangan listrik dan sebagainya.BODY Contoh Spanduk Informasi Lokasi P 10 km Contoh Tempat Parkir Dan Informasi Kecepatan Kendaraan . kecepatan kendaraan yang diijinkan.tulisan atau gambar kode penyimpanan material berbahaya. DEPT.CHASIS DEPT. peringatan tentang kebersihan. larangan parkir.Adapun macam isi tulisan antara lain: Nama lokasi sesuai jenis aktifitasnya.ENGINE DEPT.ELECTRICAL DEPT.

KEBERSIHAN TERMASUK SEBAGIAN DARI IMAN Contoh Himbauan Menjaga Kebersihan AWAS ! ! TEMPAT MENYIMPAN BAHAN MUDAH TERBAKAR Contoh Informasi Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar AWAS .

Hal tersebut dimaksudkan agar aktifitas lancar dan mengurangi bahaya kecelakaan. Contoh Lampu Isyarat b. Media Pendengaran (Audio) .TEGANGAN TINGGI Contoh Peringatan bahaya tegangan tinggi y Lampu Isyarat Lampu isyarat biasa digunakan pada tempat kerja/bengkel yang mobilitas kendaraan yang lewat cukup tinggi.

Media ini dapat berupa Televisi atau handphone. Alat komunikasi audio yang paling banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel otomotif antara lain: y Telphone atau Handphone Telephone atau handphone adalah alat komunikasi jarak jauh di mana komunikator dapat berbicara langsung dengan komunikan. memanggil antrian kustomer bila sudah sampai pada urutannya.memanggil atau menginformasikan sesuatu kepada customer. Mikrophone atau Los Speaker. . misalkan untuk menghubungi seseorang yang lokasinya jauh dari tempat kerja. Media Audio Visual Media audio visual juga banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel. peringatan jam masuk. mekanik atau pekerja yang lain. Contoh Bel Tanda c. Contoh Speaker y Bel Tanda/Alarm Bel tanda banyak digunakan pada tempat kerja untuk menginformasikan waktu masuk kerja. Con toh Telp hone /Ha ndp hone y Speaker Speaker dapat berupa Radio.Media pendengaran/audio kadangkala menjadi pilihan yang paling tepat pada suatu tempat kerja. atau pemanggilan pekerja/mekanik dan orang-orang yang dibutuhkan saat itu disuatu tempat kerja/bengkel. istirahat atau berakhirnya jam kerja. sehingga beaya dan waktu dapat dihemat dengan menggunakan peralatan ini.istirahat maupun akhir jam kerja dan sebagainya. Alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan.

Tujuan komunikasi jelas Isi komunikasi jelas Alat komunikasi tepat Komunikasi menarik Jenis-jenis komunikasi: Komunikasi secara lisan . Hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi: a. Contoh Handphone c. Contoh Televisi y Handphone Handphone selain untuk berkomunikasi ada juga yang dapat menampilkan komunikator kepada komunikan. d. Selain itu Televisi juga menjadi sarana hiburan bagi kustomer yang menunggu. a. sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. 2. e. Rangkuman 1. alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan atau memanggil kustomer yang melakukan antrian menunggu dan sudah sampai pada gilirannya. c. dimana komunikator dan komunikan dapat berbicara secara langsung dan saling melihat. informasi berupa tulisan pada monitor disertai suara panggilan dan sebagainya. agar tidak mengalami kejenuhan. 3. Komunikator dapat berperan dengan baik b. Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar.y Televisi Pada tempat kerja atau bengkel.

g. Speaker Bel tanda atau sirine d. Televisi Handphone . 6. b. 4. c. Macam-macam surat b.b. a. c. d. Media Audio visual Alat komunikasi visual antara lain: a. Alat komunikasi Audio visual: a. c. Buku pemilik Kartu perawatan/servis Kartu peminjaman alat e. Komunikasi dengan tulisan Komunikasi dengan gambar Komunikasi dengan isyarat Macam-macam jenis alat/media komunikasi: a) b) Media penglihatan (visual) Media pendengaran (Audio) c) 5. Kartu bon barang/komponen/part f. Radio/Tape 7. Poster/spanduk Lampu isyarat Alat komunikasi Audio: Telphone/hand phone b. d.

Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. Sebutkan 8 cara penyimpanan arsip/surat yang baik! 7. Surat diberi kode tanggal. Infentarisasikan alat/media komunikasi yang ada pada bengkel sekolah. Apa yang dimaksud dengan komunikasi? Sebutkan 5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi! Sebutkan 4 jenis komunikasi dan berikan contoh masing-masing sebuah! 4. Sebutkan 4 contoh alat komunikasi Audio. c. 3. dan 2 contoh audio visual! 6. catatlah jenis yang ada beserta kondisinya dalam buku laporan. d. f. Sebutkan 11 contoh alat komunikasi visual! 5. Cara penyimpanan surat yang baik: a. Belajarlah membuat media komunikasi untuk menginformasikan tempat kerja/bengkel sekolah dalam rangka kelancaran pekerjaan di tempat kerja/bengkel. e. h. 2. g. kode penomoran. bulan dan tahun. Tidak memakan tempat Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. Tes Formatif 1. kode tanggal.8. d. Tugas 1. 2. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci e. Surat diberi nomor urut b. Sebutkan 8 isi pokok buku petunjuk pemilik! .

Komunikator dapat berperan dengan baik. 9. . Sebutkan 8 isi pokok kartu servis kendaraan yang paling sederhana! Sebutkan 8 isi pokok nota/kwitansi pembayaran servis kendaraan! 10. 2. Kunci Jawaban 1. Sebutkan 8 isi pokok kartu bon komponen/part! f.8. sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar. 5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi: a.

f. Tujuan komunikasi jelas. Penyimpanan surat: . c. komunikasi dengan gambar komunikasi dengan isyarat 11 contoh alat komunikasi visual: a. Komunikasi menarik 4 jenis komunikasi: Komunikasi lisan komunikasi tertulis 3. a. Alat komunikasi tepat. tape. 6. surat jual beli j. g. lampu isyarat 5. spanduk Poster Rambu peringatan surat perjanjian kerja i. kartu bon part e. kartu pemilik kartu servis kartu peminjaman alat d. handphone. b. 4. e. faktur h. b. c. Telphone. speaker dan Televisi serta berlayar monitor.b. d. c. Isi komunikasi jelas. k. d. radio.

pengenalan bagian-bagian produk. g. d. h. bulan dan Tahun. Siswa dapat mengelola dan menerapkan berbagai informasi untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. kode tanggal. . identitas kendaraan.data servis/penggantian part. 2. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja a. 8. spesifikasi. identitas pemilik. Merek produk. penggantian part dan biaya. Identitas tempat kerja/bengkel. jaraktempuh. jumlah beaya total dan tanda tangan mekanik. Tujuan Kegiatan Belajar 1. nomor nota. Kegiatan Belajar 2. Mudah dicari bila diperlukan. Tanggalservis. Surat diberi kode Tanggal. 9. identitas pemilik. 7. Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci. Mudah dipindah bila ada pengembangan. jumlah. Jenis/merek. identitas kendaraan. Tidak memakan tempat. tanggal servis. no urut nota. Identitas tempat kerja.a. tanda tangan mekanik dan tanda tangan pemilik. kode penomoran. nama komponen/part. b. cara penyimpanan dan masa pemakaian awal. Surat diberi kode nomor atau huruf. Surat dikelompokkan sesuai jenisnya dan diberi kode. petunjuk pemeriksaan sebelum jalan. 10. Siswa memahami cara mempertahankan prestasi tempat kerja.bulan dan Tahun. f. jenis servis dan biaya. Penyimpan dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. harga dan tanda tangan bagian part. c. spesifikasi. Petunjuk pengoperasian. Tanggal. e. perawatan berkala. Nomor. tanggal pembelian.

Untuk dapat menerapkan komunikasi yang benar. Uraian Materi 1. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja Untuk dapat mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. penerapan komunikasi yang benar. seluruh personil yang terlibat di dalam tempat kerja tersebut harus mampu menerapkan berbagai peralatan komunikasi yang ada dengan tepat. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertele-tele. maka perlu dihindari hal-hal yang dapat menimbulkan kesalah pahaman yang dapat berakibat putusnya sebuah hubungan kerja. Dengan Pengelolaan Surat Surat menyurat adalah bagian yang tak terpisahkan dari suatu tempat kerja. 2. singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y y .b. a. seluruh personil/pekerja harus dapat menggunakan berbagai jenis media informasi secara baik dan tepat sesuai dengan jenis atau lingkup kerja masing-masing. Prestasi tempat kerja dapat diwujudkan dan dipertahankan dengan pengelolaan. tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur y Karena surat merupakan alat komunikasi yang penting. Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. Syarat Pegawai Bagian Persuratan Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. Personil/pekerja dibagian ini harus dipilih orang-orang yang terampil dibidang administrasi.

Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya. sewaktu-waktu akan y Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang Dilakukan secara jelas y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan . peminjaman alat dan lainnya. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. Penggunaan kartu secara tepat sesuai prosedur dan jenis aktifitasnya akan mengefektifkan kinerja perusahaan. penggunaan komponen/part. baik kepada kustomer atau dari bagian yang satu kepada bagian-bagian yang lain pada tempat kerja. b.y Bahasa tegas dan berwibawa Melalui proses penanganan surat menyurat yang tepat dan baik akan dapat membantu mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. Oleh sebab itu manajemen suatu tempat kerja harus benar-benar memahami dan memperhatikan hal berikut: y y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. kartu adalah media yang paling tepat untuk saling memberikan informasi. dan ketepatan jenis pekerjaan yang dilakukan yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada semua pihak yang terlibat pada suatu pekerjaan. Dengan Penggunaan Macam-Macam Kartu Untuk pelayanan/servis.

jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan . sehingga akan membantu keberhasilan pembicaraan yang pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap kinerja perusahaan atau tempat kerja secara keseluruhan. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. Cara Penggunaan Telephone. karikatur kadangkala lebih efektif. Cara penggunaan yang benar dan tepat akan mempengaruhi lawan bicara sehingga dapat membuat relasi lebih tertarik pada instansi atau tempat kerja yang bersangkutan. tanda peringatan dan lampu isyarat adalah media yang paling efektif yang perlu diterapkan ditempat kerja. c. padatas dan jelas Ilustrasi gambar. Handphone atau Aiphone. Spanduk. poster.y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihakpihak yang seharusnya menerima y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. Poster. dan keselamatan tempat kerja informasi berupa tulisan. Persyaratan Penempatan Tulisan. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang y y y perlu diinformasikan Informasi harus singkat. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. Handphone atau Aiphone Pembicaraan langsung jarak jauh menggunakan peralatan Telephone. Penggunaan Telephone. kenyamanan. Informasi Umum Tempat Kerja Untuk menjaga ketertiban. y y d. spanduk.

No. ««««««««««««««« 3. 2005 JAM: «««««««...menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak y y penelpon dapat ikut mengecek.. Dari : «««««««««««««.TLP : «««««««««««««. Alamat : «««««««««««««. Penerima . KARTU PENERIMAAN TELPON Untuk : «««««««««««««. ««««««««««««««« 4. PESAN: 1.. ««««««««««««««« 5. y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup. ««««««««««««««« «««««««.. ««««««««««««««« 2.

sehingga akan menghemat tenaga maupun waktu. selain itu Televisi juga dapat menjadi sarana hiburan ketika sorang kustomer harus menunggu di wilayah tempat kerja.(««««««««. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja sebaiknya: y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung y . Penggunaan Speaker Untuk memberikan informasi atau memanggil orang di wilayah tempat kerja.) Contoh Kartu Pencatatan Telephone e. f. Penggunaan Speaker Yang Baik y Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y y y Informasi seyogyanya singkat dan jelas Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan. Alat ini akan membantu komunikator menyampaikan pesan atau panggilan lebih cepat dan tanpa harus mendatangi komunikan. Penggunaan Televisi Penyampaian informasi atau panggilan dengan media Televisi lebih menarik respon komunikan. y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. terlebih bila wilayah tempat kerja tersebut cukup luas. penggunaan speaker adalah langkah yang paling tepat.

Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. y y 4. Rangkuman 1. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan.y Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. 2. 5. 3. tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. sewaktu-waktu akan .singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y Bahasa tegas dan berwibawa. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertel-tele. c. Manajemen Suatu Tempat Kerja Harus Benar-Benar Memahami Memperhatikan hal berikut: y Dan y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. Syarat Pegawai Bagian Persuratan y Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas.

karikatur kadangkala lebih efektif. Cara Penggunaan Telephone. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca y Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan. y 6. y Informasi harus singkat. y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas. y y 7. Spanduk. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja Sebaiknya: y y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas y Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang y Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup. y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. y Penggunaan Speaker Yang Baik Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y Informasi seyogyanya singkat dan jelas y Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali y Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia.Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas. Persyaratan Penempatan Tulisan. y . y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan. 9. 8. y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang. Poster. padat dan jelas y Ilustrasi gambar.

Sebutkan 4 cara pemasangan televisi yang tepat pada tempat kerja. 4. 2.d. 3. 3. 8. Kunci Jawaban . 2. Berkunjunglah ke bengkel-bengkel servis. istirahat atau selesai praktek. Atau dengan speaker untuk memanggil/menginformasikan sesuatu. sehingga akan meningkatkan atau mempertahankan prestasi tempat kerja. e. Sebutkan 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan sepanduk. Sebutka 6 hal yang harus dimengerti oleh seorang mekanik sewaktu mengisi kartu servis! 6. poster. ketertiban. Buatlaah kartu infentarisasi peralatan dan part. Lengkapilah bengkel sekolah dengan tanda-tanda isyarat yang diperlukan seperti bel tanda masuk. masing-masing 5 buah. Tes Formatif 1. 7. Sebutkan 8 cara penggunaan telephone yang baik. f. 9. tulisan peringatan atau tanda isyarat dalam rangka mempertahankan prestasi kerja di tempat kerja. suku cadang atau sales kendaraan untuk mendapatkan contoh macam-macam surat dan macam-macam kartu. kebersihan dan keselamatan. Sebutkan 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker di tempat kerja. 4.lakukan infentarisasi peralatan dan part yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. Tugas 1. Lengkapi bengkel sekolah dengan macam-macam tulisan atau poster peringatan dalam rangka kelancaran. Apa yang dimaksud dengan prestasi tempat kerja? Sebutkan 6 syarat pekerja pada bagian persuratan! Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat! Sebutkan 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat! 5.

gaya bahasa mudah dipahami. singkat dan jelas. disiplin dan jujur. 3. e.1. c. tujuan jelas. tepat dan rapi. dan tekun. agar segera dapat tersedia . Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan 6 hal yang harus dimengerti seorang mekanik pada saat mengisi kartu servis: a. d. Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. daya ingat kuat. Sesuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/ prt atau alat yang digunakan Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang f. menguasai berbagai jenis media pengarsipan. berpandangan luas. Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain b. teliti. Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima g. Gaya penulisan menarik. e. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas c. yang dapat memuaskan semua pihak d. Harus cerdas dan cekatan. 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat: a. Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya b. terkait langsung dengan masalah si penerima. memahami struktur organisasi tempat kerja. 5. Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. 4. dapat menulis cepat. bahasa tegas dan berwibawa. 2. Situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. tidak bertele-tele.

Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai denga jenis aktifitasnya c. b. Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. b. 9. b. Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali.6. Hindarkan sapaan atau jawaban ³hallo´ e. Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan d. c. Di ruang tunggu wilayah tempat kerja. 8. Informasi harus singkat. d. Catat setiap pesan secara teliti Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang g. 8 cara penggunaan telepon yang baik: a. f. 4 cara pemasangan televisi yang tepat di tempat kerja: a. Informasi seyogyanya singkat dan jelas. . Menutup telepon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker: Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan. padat dan jelas Ilustrasi gambar. Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek h. e. e. jangan lebih dari tiga kali Telepon diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas d. Bila informasi panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan. Angkatlah telepon saat berdering. c. a. karikatur kadangkala lebih efektif 7. 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasnagn spanduk: a.

Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung.b. c. Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri. d. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja Tujuan . Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan.

Tangga Obeng. Keselamatan Kerja 1. 3. Siapkan peralatan dan bahan Infentarisasikan peralatan komunikasi ataupun media informasi yang ada pada bengkel sekolah. mistar baja. komunikasikan dengan guru apa bila ragu-ragu 3. Bahan 1. Alat 1. Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam media informasi di tempat kerja 2. Langkah Kerja 1. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. Buatlah beberapa media visual yang bermanfaat bagi bengkel sekolah . Plat baja 0. gergaji dan gunting plat 3. Alat-alat tulis dan gambar Gergaji besi. fungsi dan kondisinya. Siswa dapat membuat media informasi visual untuk diterapkan di tempat kerja/bengkel sekolah.3 mm atau bahan pengganti yang sesuai 2. 5. Sewaktu menggunakan peralatan tenaga.1. 2. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya 2. Tes pen Peralatan pengecatan. 2. 4. dengan mencatat nama. Paku beton.

4. 2. Keselamatan Kerja 1. Alat . Buatlah alat informasi tanda/isyarat yang sekiranya diperlukan di bengkel sekolah (konsultasikan pada guru) 5. Siswa dapat merawat/memelihara media informasi sesuai SOP.(konsultasikan dengan guru). 6. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Mempertahankan Prestasi di Tempat Kerja Tujuan 1. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Kembalikan peralatan dan bersihkan tempat kerja bila sudah selesai praktik. Siswa dapat menempatkan alat komunikasi pada tempat kerja secara tepat Siswa dapat menggunakan alat komunikasi yang ada pada bengkel sekolah dengan benar 3. 2. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya Bertanyalah kepada guru apa bila ragu-ragu/kurang jelas sewaktu akan menggunakan peralatan 3.

Bahan 1. Macam-macam media visual untuk tempat kerja/bengkel 2. atau Aiphone 5. Perangkat bel/alrm atau speaker 4. Paku beton 3.hand phone atau Aiphone yang ada pada bengkel sekolah secara benar. Telephone. Paku dan kawat baja 2. Macam-macam kartu dan surat yang sesuai dengan aktifitas perotomotifan. Operasikan Telphone. BAB III . Langkah Kerja 1. Tanyakan pada petugas bengkel sekolah tentang penservisan kendaraan atau engine yang ada kemudian isilah data pada kartu servis yang ada dan gantungkan kartu pada kendaraan/engine yang dimaksud. 5. Dengan macam kartu yang ada infentarisasikan peralatan dan bahan yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. 4. Siapkan peralatan dan bahan 2. handphone. tes pen dan soldir 4. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Obeng. Pasanglah alat informasi fisual yang ada pada bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya secara benar. Peralatan pengecatan. 3. Tangga 3.1. 6.

untuk tempat kerja * Dapat memasang Menerapkan penggunaan alat 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . 1 1. Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes Formatif) a. c. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). d. Dapat membuat alat Dapat membuat alat informasi sederhana komunikasi yang ditentukan dengan benar. 2.EVALUASI A. 3. 3 Dapat mendata alat informasi yang ada pada tempat kerja secara maksimal. Kriteria Penilaian Praktik NO. ASPEK YANG DINILAI 2 Inventarisasi media informasi pada tempat kerja INDIKATOR KEBERHASILAN 2. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. b. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %.

atau Aiphone dengan benar. CATATAN: . * Dapat menggunakan Speaker dengan benar. peralatan informasi di tempat kerja. JUMLAH: 4. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP.pencatatan alat dan barang. * Menggunakan kartu servis.kartu peminjaman alat dan sebagainya. Hand phone.komunikasi. * Dapat mengisi surat perjanjian kerja. * Dapat menggunakan Telephone. pengiriman dan penerimaan barang dll.

8. Nilai 9. NO TES FOR 1 N1 TES FOR 2 N2 TES PRK 1 N3 TES PRK 2 N4 KETERANGAN N= 1. 5. 2.00 (Lulus Istimewa/YA). 7. 9. Nilai 7. 2.00 (Lulus Amat Bai k/YA). waktu lebih cepat dan kualitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. 10. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : ««««««««««««««««««««««. NIS : ««««««««««««««««««««««.. Nilai 8.. 6. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.1. (2xN1)+(2xN2)+(3xN3)+(3xN4) 10 N = «««««. 3.00 (Lulus Baik/YA). . 3. 4. CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan.

. Drs. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif. wajib mengulangi belajar pada modul ini.00 (tujuh koma nol nol) dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Bagi Anda yang sudah berhasil lulus mendapatkan nilai akhir minimal 7. DAFTAR PUSTAKA Daryanto. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. Jakarta : Bumi Aksara. (Tahun 2001).BAB IV PENUTUP Bagi Anda yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. Artinya Anda boleh mengajukan µUji Kompetensi¶ untuk mendapatkan sertifikat bahwa telah menyelesaikan modul ini!.

Jenis Kegiatan 1. (Tahun 2004). (Tahun 2004). Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor PPM ITB.Noname. Memahami konstruksi dan cara kerja komponen sistem pendingin 2. Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Kontribusi Komunikasi Tempat Kerja. Melakukan overhaul komponen sistem pendingin Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru . Buku Petunjuk Pemilik. (Tahun 2004). RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Posted in ilmu. Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor Noname. otomotif Leave a Comment Overhaul Komponen Sistem Pendingin Apr 21 Posted by 66tech BAB. II PEMELAJARAN A. Buku Garansi dan Servis.

Fungsi Sistem Pendingin Panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran di dalam motor dirubah menjadi tenaga gerak. Peserta diklat dapat menjelaskan kebaikan dan kelemahan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara. 2. 6. 4. Tujuan Kegiatan Belajar 1. 3. Panas yang diserap motor harus dengan segera dibuang ke udara luar. Pada motor bensin kira-kira hanya 23 % energi panas dari hasil pembakaran bahan bakar dalam silinder yang dimanfaatkan secara efektif sebagai tenaga. Namun kenyataannya hanya sebagian dari panas tersebut yang dimanfaatkan secara efektif. sebab jika tidak maka motor akan terlalu panas dan komponen motor cepat aus. 5. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja thermostat Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja motor penggerak kipas pendingin. Untuk itu pada motor dilengkapi dengan sistem pendingin yang berfungsi untuk mencegah panas yang berlebihan. Peserta diklat dapat menjelaskan fungsi sistem pendingin pada motor. Uraian Materi 1. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator.B. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin air. . KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Sisanya terbuang dalam beberapa bentuk seperti diperlihatkan gambar pada halaman berikut. b. Konstruksi dan Cara Kerja Sistem Pendingin a.

Hal tersebut akan terpenuhi apabila pada motor terdapat sistem pendingin yang dilengkapi dengan komponen yang memungkinkan hal tersebut terjadi. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. emisi gas buang yang berlebihan. 2. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. panas yang terbuang akibat proses pendinginan 32 %. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air. Panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. a) Sistem Pendingin Udara c) Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan . Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. akibat pemompaan 3 %. hanya 25 % yang dimanfaatkan menjadi kerja efektif. khusunya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. Secara garis besar fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor.Gambar 1. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. Oleh karena itu pada saat motor hidup temperatur kerja harus segera dicapai. Panas yang hilang bersama gas buang kirakira 34 %. Keseimbangan Panas Pada gambar 17 di atas nampak bahwa dari total energi yang dihasilkan oleh proses pembakaran. Macam Sistem Pendingin Sistem pendingin yang biasa digunakan pada motor ada dua macam. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. dan akibat gesekan 6 %. kerja motor yang kurang baik. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat.

5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. Aliran uadara ini kecepatannya harus sebanding dengan kecepatan putar mesin agar temperatur ideal mesin dapat tercapai sehingga pendinginan dapat berlangsung dengan sempurna. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. Untuk mesin-mesin stasioner dan mesin-mesin yang penempatannya sedemikian rupa sehingga sulit untuk mendapatkan aliran udara. 2) Waktu pemanasan lebih lama. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. radiator. 4) Kemungkinan . maka diperlukan blower yang fungsinya untuk menghembuskan udara. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. maka air akan cenderung mendidih dan menguap. walaupun dalam kerja yang berat. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin tersebut. Secara rinci keunggulan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan berarti mesinnya harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor.ruang bakar tersebut. Sirkulasi air tersebut ada dua macam yaitu sirkulasi alam atau thermo syphon dan sirkulasi dengan tekanan. dsb. panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar.). 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil. Di sisi lain sistem pendingin air mempunyai kerugian yaitu: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. Untuk selanjutnya pada modul ini akan dibahas sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. sedangkan sepeda motor umumnya menggunakan sistem pendingin udara. Oleh karena itu di bagian luar dinding silinder dan ruang bakar dibuat mantel-mantel air (water jacket). Kebanyakan mobil menggunakan sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan (forced circulation). Untuk menciptakan aliran udara. 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran. Penempatan blower yang digerakkan oleh poros engkol memungkinkan aliran udara yang sebanding dengan putaran mesin sehingga proses pendinginan dapat berlangsung sempurna. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. 4) Kemungkinan overheating kecil. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi.

1) Radiator Radiator berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah panas setelah melalui saluran water jacket. thermostat. Pada tangki air bagian bawah dilengkapi dengan lubang penguras untuk mengeluarkan air pendingin pada saat mengganti cairan pendingin. Ada juga sistem pendingin air yang dilengkapi dengan kopling fluida. pada sistem pendingin air jumlah komponennya lebih banyak. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. thermostat.terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating. kipas pendingin. Air mendapat tekanan dari pompa air. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Dingin Pada saat mesin panas. Cairan pendingin masuk ke tangki air bagian atas melalui selang atas. dan selang karet. kipas. Sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. Konstruksi Sistem Pendingin Air Pada saat mesin masih dingin. Masing-masing komponen sistem pendingin tersebut akan dibahas pada uraian tersendiri. radiator. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass. Disamping itu juga dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin . Inti radiator terdiri atas pipa-pipa (tube) yang dapat dilalui air dari tangki atas ke tangki bawah. tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. tangki air bagian bawah (lower water tank) dan inti radiator (radiator core). Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Panas c) Komponen Sistem Pendingin Air Berbeda dengan sistem pendingin udara. Gambar 3. Gambar 4. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin. Bagian-bagian radiator antara lain: tangki air bagian atas (upper water tank). Adapun konstruksi sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan dapat dilihat pada gambar 18. pompa air. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. pompa air. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. Gambar 2. Pada tangki air bagian atas dilengkapi dengan lubang pengisian air dan saluran kecil yang menuju ke tangki cadangan.

Tipe plat b. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Gambar 8. tetapi berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas air pendingin dari radiator ke tangki cadangan dan sebaliknya. Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. Air Pendingin Saat Panas Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. Pada bagian atas tangki radiator dilengkapi dengan lubang pengisian dan tutup radiator. Tipe SR Inti radiator tipe SR (single row) mempunyai susunan pipa tunggal sehingga bentuk radiator menjadi tipis dan ringan dibanding dengan radiator tipe lain. Gambar 7. Dalam hal ini tutup radiator tidak hanya berfungsi untuk mencegah agar air pendingin tidak tumpah. a. Dengan demikian jika tutup radiator rusak. Gambar 5. Biasanya radiator terletak di depan kendaraan sehingga radiator dapat didinginkan oleh gerakan kendaraan tersebut. Konstruksi Radiator Ada dua tipe inti radiator yang perbedaannya tergantung bentuk sirip-sirip pendinginnya. Tipe Radiator Beberapa kendaaraan modern menggunakan radiator versi terbaru yaitu tipe ³SR³. Kemudian diikuti dengancairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benarbenar dingin. Relief Valve Gambar 9.0 kg/cm2 pada 110-120° C. Tipe lekukan Gambar 6. Pada tutup radiator dilengkapi dengan dua buah katup yaitu katup relief dan katup vacum.3±1. . maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. maka tidak dapat diganti dengan sembarang tutup. yaitu tipe plat (flat fin type) dan tipe lekukan (corrugated fin type) seperti terlihat pada gambar 6. maka tekanannya juga bertambah. maka dalam radiator terjadi kevacuman.(fin) yang fungsinya untuk menyerap panas dari air pendingin.

Komponen Pompa Air 3) Thermostat Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa apabila air pendingin masih dalam keadaan dingin. Letak thermostat ada dua macam yaitu: thermostat yang letaknya di saluran air masuk (water inlet) dan thermostat yang letaknya di saluran air keluar (water outlet). maka air hanya bersirkulasi dalam water jacket. Air pendingin dipompa oleh pompa air langsung ke blok mesin dan kepala silinder. Dalam hal ini thermostat berfungsi sebagai katup yang tugasnya membuka dan menutup saluran yang menghubungkan antara water jacket dan radiator. maka thermostat menutup aliran air pendingin ke radiator. Vacum Valve Gambar 11. Komponen yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator dan sebaliknya adalah thermostat. Sistem Pendingin Dengan Thermostat di Saluran Air Keluar . Pada umumnya pompa air yang digunakan adalah jenis pompa sentrifugal (centrifugal pump). Apabila temperatur air pendingin telah panas maka air akan mengalir ke raditor untuk didinginkan. Selanjutnya melalui sirkuit by pass kembali ke pompa air. Gambar 12.Gambar 10. (1) Thermostat yang letaknya di saluran air keluar Apabila temperatur air masih rendah. Air Pendingin Saat Dingin 2) Pompa air Pompa air (water pump) berfungsi memompa air pendingin dari water jacket ke radiator yaitu dengan cara menekan cairan pendingin. Pompa air ditempatkan di bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas atau fan belt. Gambar 13.

a. (2) Thermostat yang letaknya di saluran air masuk Apabila temperatur air masih rendah. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Macam Thermostat 4) Kipas pendingin . Air pendingin dipompa ke blok silinder melalui kepala silinder. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. Gambar 15. Cara Kerja Thermostat Pada thermostat juga dilengkapi dengan jiggle valve yang digunakan untuk mengalirkan air pada saat menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem. mengakibatkan katup membuka atau menutup. Dengan katup bypass b. Sistem Pendingin dengan Letak Thermostat pada Saluran Air Masuk Pada saat temperatur air pendingin menjadi tinggi. Kerja thermostat tergantung oleh suhu. Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. maka thermostat membuka sehingga cairan pendingin mengalir melalui thermostat ke radiator untuk didinginkan dan selanjutnya air kembali ke pompa air. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. thermostat menutup saluran dan by pass valve membuka. Tanpa katup bypass Gambar 16. Gambar 14. selanjutnya melalui thermostat dan kembali ke pompa air. Air yang telah panas mengalir ke radiator untuk didinginkan.Pada saat temperatur air pendingin telah panas. maka thermostat membuka saluran air dan by pass valve menutup. selanjutnya kembali ke pompa air melalui sirkuit by pass. Disamping itu air juga mengalir melalui sirkuit by pass.

Hal tersebut diatur oleh coolant temperatur switch yang dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator dan relay dari motor listrik. relay. kipaspun berputar dengan kecepatan tinggi pula. titik kontak coolant temperatur switch dan ke massa. Penggerak kipas pendingin adalah mesin itu sendiri melalui sabuk (belt) atau motor listrik. Disamping itu juga membantu mengurangi suara bising yang ditimbulkan kipas pendingin. (2) Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik Berputarnya kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik terjadi pada saat temperatur air pendingin panas. Temperatur air pendingin dikirimkan ke motor listrik melalui sinyal yang terdapat pada kepala silinder. Hal tersebut akan menambah tahanan sehingga kehilangan tenaga dan menimbulkan bunyi pada kipas. Kipas pendingin ditempatkan di bagian belakang radiator. Kipas Pendingin yang digerakkan Motor Listrik Berputarnya kipas pendingin apabila temperatur mesin melebihi 93° C. Pada saat temperatur meningkat pada suatu tingkat yang ditetapkan.Kipas pada sistem pendingin digunakan untuk membantu proses pendinginan yang sudah dilakukan radiator. sinyal tersebut merangsang motor relay untuk menggerakkan motor listrik yang kemudian menggerakkan kipas pendingin. Untuk mencegah hal tersebut maka biasanya antara pompa air dan kipas pendingin dipasang sebuah kopling fluida. Gambar 17. tetapi pendinginannya belum cukup bila kendaraan tidak bergerak. Pada proses pendinginan. Gambar 18. Kecepatan kipas berubah sesuai dengan kecepatan mesin. Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Dingin Apabila temperatur air pendingin melebihi 93° C. Gambar 19. (1) Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol Kipas pendingin jenis ini digerakkan terus menerus oleh poros engkol melalui tali kipas. coolant temperatur switch pada keadaan ini titik kontaknya dalam keadaan tertutup sehingga arus listrik mengalir melalui kunci kontak. mesin berputar dan temperatur air pendingin di bawah 93° C seperti terlihat pada gambar 35. Dengan demikian kipas akan bekerja pada saat yang dibutuhkan. tetapi apabila mesin berputar dengan kecepatan tinggi. Arus listrik yang mengalir pada relay akan menyebabkan titik kontak pada relay terbuka sehingga arus listrik yang ke motor listrik tidak mengalir sehingga kipas tidak berputar. titik kontak pada coolant temperatur switch akan terbuka yang selanjutnya akan menyebabkan relay tidak bekerja dan titik kontaknya saling . sehingga temperatur mesin dapat dicapai lebih cepat. radiator didinginkan oleh udara luar. Kipas Pendingin yang Digerakkan Poros Engkol Putaran kipas belum cukup besar apabila mesin masih berputar lambat. Apabila kunci kontak pada posisi ON.

2.berhubungan. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Rangkuman 1. Gambar 20. emisi gas buang yang berlebihan. Pada keadaan ini arus listrik akan mengalir dari baterai ke motor listrik melalui kunci kontak dan titik kontak relay sehingga motor berputar bersama dengan kipas yang selanjutnya mengalirkan udara melalui inti radiator seperti terlihat pada gambar 36. panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. kerja motor yang kurang baik. Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Panas c. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. Untuk menciptakan aliran udara. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya . Sistem pendingin yang digunakan pada motor pada umumnya ada dua macam yaitu: a) Sistem Pendingin Udara Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut.

pompa air. Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. Dalam hal ini yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator adalah thermostat. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. 4. sedang pompa air untuk menekan air dari water jacket ke radiator. Apabila temperatur mesin masih dingin. Pada sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. Jelaskan dengan singkat dan jelas alasannya. suara mesin lebih halus selama kipas belum berputar. d. maka air akan cenderung mendidih dan menguap. 4) Media pendingin yang panas dapat digunakan sebagai sumber panas untuk memanaskan ruang penumpang. 3. Gambarlah sirkuit kelistrikan pada kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik dan jelaskan pula kemungkinan gangguan yang terjadi jika kipas tidak mau berputar pada saat temperatur mesin telah panas (temperatur mesin telah melebihi 93° C). dan selang karet. Tugas 1. kipas. sedang kipas pendingin berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan dengan jalan mensirkulasikan udara yang ada di sekitar radiator agar proses pemindahan panas berlangsung dengan cepat. thermostat. kipas pendingin. 2. 2) Proses pemanasan motor lebih cepat. pompa air. dan tenaga motor lebih besar karena putaran kipas tidak menyerap tenaga dari poros engkol. thermostat. 5. . Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. 6. Disisi lain sistem pendingin air mempunyai beberapa keunggulan antara lain: 1) Temperatur motor di beberapa tempat lebih merata. Radiator berfungsi untuk mendinginkan air yang telah panas dari water jacket. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik mempunyai beberapa keuntungan.temperatur air pendingin tersebut. 3) Media pendingin yang berupa air dapat meredam suara mesin. Seorang pengemudi mengeluh bahwa air pendingin yang ada di tangki cadangan tidak mau kembali ke radiator pada saat mesin dingin sehingga setiap saat harus mengisi air pendingin ke radiator. diantaranya temperatur kerja mesin yang ideal dapat dicapai dengan cepat. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. radiator. Pada saat mesin panas. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator.

b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada mesin dan bagaimana akibatnya apabila mesin tanpa pendingin? Jelaskan apa saja keuntungan dan kerugian sistem pendingin air dibanding dengan sistem pendingin udara? 3. Tes Formatif 1. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 5.e. . 2. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. emisi gas buang yang berlebihan. Jelaskan bagaimana cara kerja sistem pendingin air? 4. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja thermostat ? f. a) Keuntungan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara antara lain: Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. a) Fungsi sistem pendingin pada mesin adalah sebagai berikut: Untuk mengurangi panas motor. kerja motor yang kurang baik. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. 2. sehingga komponen motor tersebut akan rusak bahkan dapat berubah bentuk. Apabila mesin tanpa pendingin maka panas yang dihasilkan motor dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor.

Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass.3±1.0 kg/cm2 pada 110-120° C. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. 4. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Bila tekanan air pendingin mencapai 0.) b) Waktu pemanasan lebih lama c) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze d) Kemungkinan terjadinya kebocoran air ² > overheating e) Memerlukan kontrol yang lebih rutin 3. b) Pada saat mesin panas. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. dsb. tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Gambar 21. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan.b) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil c) Mantel air dan air dapat meredam getaran d) Kemungkinan overheating kecil. Relief valve Gambar 22. Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Pada saat mesin masih dingin. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. maka tekanannya juga bertambah. Air mendapat tekanan dari pompa air. Kerugiannya: a) Bobot mesin lebih berat (air. walaupun dalam kerja yang berat e) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. Air Pendingin Saat Panas . radiator.

Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. 2. Air Pendingin saat Dingin Cara kerja thermostat adalah sebagai berikut: Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. mengakibatkan katup membuka atau menutup. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Keselamatan Kerja . Vacum Valve 5. Gambar 24. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. Gambar 25. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. Kerja thermostat tergantung oleh suhu. Lembar Kerja 1.b) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. a) b) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) Kunci sock. kunci momen c) Tool box d) Radiator cap tester e) f) Thermometer Panci air g) Kompor pemanas h) Lap/majun. Cara Kerja Thermostat g. maka dalam radiator terjadi kevacuman. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Gambar 23.

bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. a) Tugas Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! Kegiatan Belajar 2. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur penganalisaan gangguan. . b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan oleh guru/ instruktur. 2. f) Setelah selesai. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat. d) Bila perlu mintalah buku manual mesin yang dijadikan training object.a) Gunakanlah perlatan servis sesuai dengan fungsinya. c) Lakukan pemeriksaan pada komponen sistem pendingin! d) Lakukan diskusi tentang cara kerja sistem pendingin! e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktik secara ringkas. Overhoul Komponen Sistem Pendingin a. 4. c) Mintalah ijin kepada instruktur anda bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja. 3. 3. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur pemasangan kembali komponen. efektif dan seefisien mungkin. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur overhoul/pembongkaran komponen. Tujuan Kegiatan Belajar 1.

Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). mesin harus dalam keadaan dingin. Disamping itu media pendingin juga tidak boleh mengandung minyak pelumas. Pada saat membuka tutup radiator. 2. (4) Memasang tutup radiator (5) Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran (6) Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. Apabila jumlah air pendingin kurang. (3) Menutup lubang penguras. (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas media pendingin. Uraian Materi 1. Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. Pemeriksaan kualitas pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. Pemeriksaan dan Penggantian Pompa Air . Pelepasan.b. Adapun pemeriksaan kualitas dan kapasitas media pendingin dapat dilakukan sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dapat dilihat pada tangki cadangan (reservoir tank). Apabila media pendingin terlalu kotor atau banyak mengandung karat (berwarna kuning) harus dilakukan penggantian dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator harus sedikit. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL.

kopling fluida (jika ada) dan puli pompa air dengan prosedur sebagai berikut: (a) Merentangkan tali kipas dan mengendurkan mur pengikat tali kipas (b) Mengendorkan pivot dan baut penyetel. dan- . kipas. Urutan Pembongkaran Pompa Air (3) Melepas pompa air b) Pemeriksaan komponen pompa air: (1) Pemeriksaan pompa air dapat dilakukan dengan cara memutar dudukan puli dan mengamati bahwa bearing pompa air tidak kasar atau berisik. Pelepasan dan pemasangan komponen yang tidak benar akan mengakibatkan kerja pompa tidak optimal. bearing pompa air harus diganti.Pompa air perlu diperiksa apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. a) Prosedur pelepasan pompa air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas tali kipas. Pemeriksaan Kopling Fluida. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Selanjutnya dalam kegiatan belajar ini akan dibahas berturut-turut prosedur pelepasan. Dalam kenyataannya seringkali seal pompa tidak tersedia di pasaran. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. Demikian pula pelepasan komonen-komponen pompa. (c) Melepas mur pengikat kipas dengan kopling fluida dan puli (d) Melepas mur pengikat kipas dari kopling fluida Gambar 26. Bagan Pompa Air (2) Pemeriksaan kopling fluida dari kerusakan dan kebocoran minyak silicon. alternator. kemudian lepas tali kipas. Gambar 27. Apabila diperlukan. pemeriksaan dan pemasangan pompa air. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. Pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. Untuk melepas pompa dari sistem pendingin sebaiknya mengikuti prosedur yang benar. Gambar 28.

tekan poros bearing dan lepas bearing dan rotor. Konstruksi Kopling Fluida c) Prosedur pelepasan komponen pompa air: Komponen pompa air terdiri atas: bodi pompa. Permukaan bearing harus rata dengan bodi pompa. (2) Memasang seal pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Oleskan seal pada seal baru dan bodi pompa (b) Menggunakan SST dan mesin press. Gambar 30. bearing. satuan seal. dudukan puli.Gambar 29. rotor. tekan poros bearing dan lepas dudukan puli Gambar 31. pasang seal (3) Memasang dudukan puli menggunakan SST dan mesin . Nama komponen yang diberi tanda ¸ adalah komponen yang tidak dapat digunakan lagi setelah dilakukan pelepasan komponen. Cara Melepas Dudukan Puli (3) Melepas bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menekan poros bearing dan melepas bearing dan rotor dengan menggunakan SST dan mesin press (4) Melepas rakitan seal dengan menggunakan SST dan mesin press d) Prosedur perakitan komponen pompa air: (1) Memasang bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menggunakan SST dan mesin press. gasket dan plat (lihat gambar 3). Komponen Pompa Air Adapun prosedur pelepasan komponen pompa air adalah sebagai berikut: (1) Melepas plat pompa dengan cara melepas baut pengikatnya (lihat gambar 4) (2) Melepas dudukan puli dengan menggunakan SST dan pres. Cara Melepas Plat Gambar 32.

(2) Memeriksa tinggi kenaikan katup. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. maka termostat perlu diganti. thermostat perlu diganti. Pemeriksaan dan Pemasangan Thermostat Prosedur pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas saluran air keluar (selang karet atas) (3) Melepas tutup rumah thermostat.press pada poros bearing pompa. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup c) Prosedur pemasangan thermostat dengan cara sebagai berikut: (1) Memasang gasket baru pada thermostat . periksa bahwa rotor tidak menyentuh plat pompa. kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya. (4) Memasang rotor menggunakan mesin press pada poros bearing pompa. Permukaan rotor harus rata dengan permukaan poros bearing (5) Memasang plat pompa. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. dengan cara sebagai berikut: (1) Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. Gambar 34. Melepas Tutup Thermostat b) Pemeriksaan thermostat. (6) Memeriksa bahwa pompa air berputar lembut. a) Pelepasan. Gambar 35. Gambar 33. Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. 3. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi.

(2) Memeriksa tutup radiator dengan alat uji tutup radiator. Memasang Gasket Baru (2) Meluruskan jiggle valve pada thermostat dengan tanda di sisi kanan dan masukkan ke dalam rumah saluran. Posisi jiggle valve dapat digeser. kemudian pasang tutup radiator pada radiator cap tester (alat uji tutup radiator). (3) Memasang saluran air keluar.Gambar 36. Gambar 37. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: . tidak diperkenankan membuka tutup radiator dalam keadaan mesin masih panas. Pemasangan thermostat 4. Pemeriksaan dan Pengujian Sistem Pendingin Pemeriksaan dan pengujian dalam sistem pendingin adalah pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin. Alat tersebut disamping dipakai untuk memeriksa kebocoran pada sistem pendingin juga dapat digunakan untuk menentukan kondisi tutup radiator. Gambar 38. 10° ke kiri atau ke kanan dari tanda. Untuk mencegah terjadinya bahaya panas. karena cairan dan uap bertekanan akan menyembur keluar. a) Pemeriksaan tutup radiator dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Untuk memeriksa kebocoran sistem pendingin diperlukan alat yang disebut ³Radiator Cap Tester³. Lakukan pemompaan dan ukurlah tekanan pembukaan katup vakum.

2 kg/cm2 (17. Hal tersebut dapat terjadi karena sistem pelumasan akan terganggu akibat kenaikan suhu yang berlebihan.9 psi) Tekanan pembukaan minimum : 0. karena apabila kapasitas dan kualitas air pendingin tidak pernah diperhatikan akan mengganggu proses pendinginan. radiator. Akibatnya mesin menjadi overheating yang pada gilirannya komponen mesin menjadi rusak.0. maka tutup radiator perlu diganti. 2. seal pompa.75 ± 1. Bearing pompa yang sudah bersuara berisik mengindikasikan bahwa komponen telah rusak dan perlu segera diganti.6 kg/cm2 (8. . Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. maka perlu diperiksa blok dan kepala. dan pompa air. Pemeriksaan komponen pompa air meliputi pemeriksaan bearing pompa.1 psi). Rangkuman 1. Gambar 39. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar 39. dan rotor pompa. Kekurangan media pendingin akan menyebabkan mesin overheating. b) Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Isilah radiator dengan media pendingin. yaitu temperatur mesin berlebihan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen mesin. c.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. Air pendingin yang tidak pernah diganti akan menimbulkan kerak-kerak pada komponen yang dilalui media pendingin sehingga proses pendinginan tidak optimal. Apabila kerusakan bearing tidak segera diperbaiki.05 kg/cm2 (10. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. Demikian juga kualitas pendingin sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem pendingin.7 ± 14. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. dikhawatirkan pompa akan macet (tidak dapat berputar) sehingga proses pendinginan akan terhenti. Pemeriksaan Kebocoran Pada Sistem Pendingin (2) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin dalam hal ini adalah air pendingin mutlak diperlukan.

radiator. 1. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. dimana rotor pompa aus atau keropos sehingga pompa air tidak dapat menekan medi pendingin tersebut. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan dan penggantian media pendingin? 2. karena kesalahan pemasangan akan mengakibatkan gangguan proses kerja pompa air. Jelaskan mengapa pompa air perlu diperiksa? . Seorang pemilik mobil mengeluh bahwa mobilnya cepat panas. satuan seal. rotor. Bagaimana cara anda menentukan kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin mobil tersebut ? Langkah-langkah apa yang harus anda lakukan mulai dari yang paling sederhana sampai pada kasus yang agak kompleks! e. Dengan demikian pada waktu melakukan pengamatan ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu saat membukanya katup dan pada suhu berapa thermostat tersebut membuka. baru nampak adanya kebocoran. Pemeriksaan thermostat diperlukan manakala air pendingin tidak dapat bersirkulasi. Terjadinya overheating dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karena gangguan pada sistem pendingin. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. Tugas 4. Tes formatif 1. Setelah komponen pompa dilepas ada beberapa komponen yang tidak boleh dipasang lagi. Prosedur pemeriksaan thermostat harus dilakukan dengan cermat mengingat cara kerjanya didasarkan atas perubahan suhu.Dalam melakukan pelepasan dan perakitan pompa air. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. padahal media pendingin dalam keadaan penuh. Namun demikian penyebab air tidak dapat bersirkulasi bukan semata-mata disebabkan kerusakan thermostat. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. d. pompa. dan gasket. 3. Komponen tersebut antara lain: bearing. Penyebab lain dari gejala tersebut adalah kerusakan pada pompa air. artinya komponen tersebut harus diganti dengan yang baru. harus memperhatikan prosedur atau langkah-langkah yang benar. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. Jelaskan juga bagaimana cara mengatasi problem tersebut sehingga mesin dapat kembali normal! 2. Buatlah ringkasan beberapa penyebab mesin overheating dengan observasi di bengkel umum terhadap kasus-kasus mesin overheating yang masuk ke bengkel tersebut. Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak.

cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. (3) Menutup lubang penguras. Apabila jumlah air pendingin kurang. Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas.3. Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas air pendingin dengan cara sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dengan melihat jumlah air pada tangki cadangan (reservoir tank). kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. mesin harus dalam keadaan dingin. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). Pada saat membuka tutup radiator. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat ? Jelaskan mengapa pemeriksaan kebocoran sistem pendingin harus dengan alat khusus yaitu radiator cap tester? 5. (4) (5) Memasang tutup radiator Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran . (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. Kunci jawaban tes formatif 1. Adapun prosedur pemeriksaan kualitas air pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Pemeriksaan kualitas air pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. 4. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 6. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan tutup radiator? f.

dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. maka termostat perlu diganti. radiator. baru nampak adanya kebocoran. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C : 8 mm atau lebih. Pompa air juga perlu diperiksa apabila terdengar suara berisik di sekitar popmpa. thermostat perlu diganti. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. 3. Gambar 42. Adakalanya pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem.(6) 2. a) Prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin adalah: 4. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar berikut ini. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. Pemeriksaan Kebocoran pada Sistem Pendingin . Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80°-90° C. pompa. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. Dalam kenyataannya seringkali seal perapat pompa tidak tersedia di pasaran. Isilah radiator dengan media pendingin. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup. Hal tersebut dapat terjadi apabila bantalan pompa telah rusak. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. Pemeriksaan pompa air diperlukan apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. Gambar 40. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. Gambar 41. 5. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin.

dan periksa bahwa tekanan tidak turun. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. maka tutup radiator perlu diganti. g. dan pompa air. 2. Prosedur pemeriksaan tutup radiator adalah sebagai berikut: Melakukan pemompaan pada radiator cap tester dan mengukur tekanan pembukaan katup vakum. Lembar Kerja 1. 6. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. a) Keselamatan Kerja Gunakanlah perlatan tangan sesuai dengan fungsinya. a) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) b) Peralatan tangan. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut.75 ± 1.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan.9 psi) Tekanan pembukaan minimum: 0. .b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. radiator.05 kg/cm2 (10. Gambar 43. kunci pas/ring atau tang c) Radiator cap tester d) Lap/majun. maka perlu diperiksa blok dan kepala silinder.1 psi).7±14. c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum.6 kg/cm2 (8. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: 0.2 kg/cm2 (17.

3. pemeriksaan dan penggantian sistem pendingi. Bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat? 6. Tugas a) Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! BAB. 3. III EVALUASI A. PERTANYAAN 1. d) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. 2. efektif dan seefisien mungkin. e) Setelah selesai.d) Bila perlu mintalah buku manual motor bensin yang menjadi training object. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. 4. Bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 5. c) Lakukan pelepasan. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Apa penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas. b) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut? . Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor? Jelaskan kebaikan dan kerugian sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara? Jelaskan dengan gambar cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 4.

sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut.B. 2. c) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar . 3. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat.3±1. 2) Waktu pemanasan lebih lama. 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C.0 kg/cm2 pada 110-120° C. maka dalam radiator terjadi kevacuman. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. 4) Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating. dsb. maka tekanannya juga bertambah. 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran . b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. 4) Kemungkinan overheating kecil. kerja motor yang kurang baik. a) Fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor adalah: Untuk mengurangi panas motor. radiator. Kebaikan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. KUNCI JAWABAN 1. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. walaupun dalam kerja yang berat. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin.). Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. Kerugian sistem pendingin air antara lain: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. emisi gas buang yang berlebihan.

kemudian periksa temperatur pembukaan katup. b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup. Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. 6. radiator. a) Prosedur pemeriksaan sistem pendingin adalah sebagai berikut: Isilah radiator dengan air pendingin. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. dan pompa air. Skor Kriteria (1-10) Kognitif (soal no 1 s.d 4) Ketepatan prosedur KRITERIA KELULUSAN Nilai: Bobot Skor x Bobot 5 1 Syarat lulus nilai minimal Keterangan . Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. maka perlu diperiksa blok dan kepala. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut.2 kg/cm2 (17.mengganti kevacuman dalam radiator. 4.1 psi). Penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas adalah: a) Coolant temperatur switch rusak/tidak bekerja b) Relay kipas rusak atau tidak bekerja c) Motor penggerak kipas rusak atau tidak bekerja d) Jaringan kabel penghubung putus atau hubung singkat. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar di bawah. thermostat perlu diganti. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. maka termostat perlu diganti. C. 5.

apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. 100 (lulus) memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan. 100 Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya.d. IV PENUTUP 90 s.d. maka peserta diklat tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya.d.pemeriksaan Hasil pemeriksaan Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 70 2 1 1 Keterangan: Tidak Ya 70 s.d. Sebaliknya. . BAB. 79 80 s. 89 : : = 0 (nol) = (tidak lulus) 70 s.

. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Automotive Engines. New Step 1 Training Manual. (1993). William H. Proyek Pengembangan LPTK. otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya Apr 21 Posted by 66tech BAB I . (1995). Posted in ilmu. Anonim. (1995). New York: Mc Graw Hill.). (1995). Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Teori Motor Bensin.th. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. dan Anglin. dan Johnson. William K. Pedoman Reparasi Mesin 7 K. (1977). 2E. South Holland: The Goodheart Willcox. Anonim. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Crouse. Donald L (1986). Anonim. Jakarta: Depdikbud: Dirjen Dikti. Materi Pelajaran Engine Group Step 2. Pedoman Reparasi Mesin 1E.DAFTAR PUSTAKA Anonim. (1986). Wardan Suyanto. Larry.. Anonim. (t. Automotive Encyclopedia. Materi Pelajaran Engine Group Step 1. Toboldt. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor.

B. komunikasi di tempat kerja serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. akan mudah mempelajari sub kompetensi berikutnya yaitu OPKR. 10018 tentang kontribusi. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. yang di industri perotomotifan dikenal dengan sebutan Tune-up engine. Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. . 20-001-2 B tentang perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. OPKR. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. C. jenisjenis motor dan komponennya serta dapat mengidentifikasi jenis-jenis motor dan komponenkomponennya. Petunjuk Penggunaan Modul 1. 20-001-1 B membahas tentang prinsip kerja motor. Bila ada materi yang kurang jelas. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prinsip kerja engine dan jenis-jenis engine beserta komponen-komponennya. kegiatan belajar 2 melakukan identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya.10-016 B tentang K3.PENDAHULUAN A. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan overhaul dan perawatan motor. b. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. OPKR.identifikasi jenis-jenis motor dan komponennya. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prinsip kerja motor.

2.ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. . b. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. c. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. Sebelum melaksanakan praktik. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. f. 5) Setelah selesai praktik. Membantu siswa dalam memahami konsep. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Siswa dinyatakan menguasai materi. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. praktik baru. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.c. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. g. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. d. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) 4) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. Gunakan alat sesuai prosedur yang pemakaian yang benar Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. harus meminta ijin guru lebih dahulu. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. d. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.

D. SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. jenis-jenis engine/motor dan komponennya. jenis-jenis engine/motor dan komponen-komponennya. g. Melaksanakan penilaian internal i. E. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1.e. 2. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Mencatat hasil kemajuan siswa.engine dan jenis-jenis nkomponen komponenengine dan komponen engine komponennya komponennya engine *Menerapkan *Persyaratan K3 keamanan *Data spesifikasi peralatan/ pabrik *Melaksanaka komponen dan n kegiatan keselamatan diri yang kompleks dan tidak rutin. f.Memelihara/ser *Pemeliharaan/ser vis engine dan vis engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami *Data yang tepat MATERI POKOK PEMELAJARAN PENGETAHU KETRAMPIL SIKAP AN AN *Prinsip *Menerapkan *Prinsip kerja *Melaksa kerja engine engine SOP dalam nakan mengidentifik *Jenis-jenis identifikasi *Kompone asi komponen. h.menjadi mandiri dan bertanggung LINGKUP BELAJAR . Memahami prinsip kerja. Dapat melakukan identifikasi.

Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan. guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Bila siswa sudah merasa bisa. Prinsip kerja engine 2 Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru langkah dan 4 langkah. Kemampuan Sebelum siswa mempelajari modul ini. supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. F. Tetapi bila belum bisa.siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. BAB II PEMELAJARAN A.dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/serv is *Seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan SOP dan K3 jawab untuk pekerjaan yang lainnya. . Jenis Kegiatan 1.

jenis-jenis engine dan komponennya. 1. listrik. sedang titik mati bawah adalah batasan maksimal gerakan piston ke bawah. motor yang berkembang saat ini ada motor 2 langkah dan motor 4 langkah. 2. Uraian Materi Prinsip Kerja Engine Motor/engine /mesin adalah suatu alat yang merubah tenaga panas. Dan yang dimaksud langkah (Stroke) adalah seperti berikut ini : Gambar 1. Bila ditinjau dari langkah (Stroke) pada proses pembakarannya. di atas piston terjadi tekanan sehingga ketika piston belum menutup saluran buang 2. Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya B.buang dan penghisapan: Pada langkah ini piston 6 bergerak dari TMB ke TMA. Jenis-jenis engine dan komponennya. b. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah. Sedang motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prinsip Kerja Engine. a. Sedang motor bensin dan disel termasuk motor pembakaran dalam karena tenaga panas dihasilkan di dalam motor itu sendiri. air dan sebagainya menjadi tenaga mekanik. gas sisa pembakaran akan mengalir ke saluran . jenis-jenis engine dan komponennya. a) Prinsip Kerja motor bensin 2 langkah Langkah kompresi. Langkah/stroke motor TDC = Top Death Center atau Titik Mati Atas (TMA) BDC = Bottom Death Centre atau Titik Mati Bawah (TMB) Titik mati atas adalah batasan maksimal gerakan piston ke atas. Motor bakar dibagi menjadi motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) dan motor pembakaran luar (eksternal combustion chamber).

Prinsip kerja motor bensin 2 langkah b) Prinsip kerja motor bensin 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. katup masuk dan katup buang tertutup. Langkah usaha. Di bawah piston terjadi tekanan. pemasukan dan buang: Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi 4 meloncatkan api sehingga terjadi pembakaran. di dalam ruang bakar 5 terjadi kompresi. tenaga tersebut akan dikirim oleh connecting rod menjadi tenaga putar pada crank shaft. katup buang menutup. di bawah piston terjadi penghisapan.dan pada saat ini kedua katup dalam keadaan tertutup. tenaga pembakaran akan mendorong piston ke bawah dan melalui connecting rod 7 tenaga tersebut dikirim menjadi tenaga mekanik pada crank shaft 8. Prinsip kerja motor bensin 4 langkah . campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang engkol 9. gas sisa pembakaran akan terdorong keluar melalui saluran buang. campuran bahan bakar dan udara dikompresikan dengan tekanan antara 9 Kg/cm2-12 Kg/cm2. pemasukan campuran baru ke ruang bakar sekaligus mendorong gas bekas keluar melalui saluran buang. campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang bakar. katup masuk membuka. katup masuk menutup dan katup buang membuka. Langkah buang: Piston bergerak dari TMB ke TMA.buang dan ketika piston menutup saluran buang. Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. Tenaga pembakaran kan mendorong piston dari TMA ke TMB. Pada saat saluran buang terbuka dan saluran pemasukan tertutup. Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA busi meloncatkan api akan terjadilah pembakaran. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 3. melalui saluran pemasukan 1 . Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 2.

Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. katup masuk membuka dan katup buang menutup.c) Prinsip kerja motor disel 2 langkah pemasukan: Langkah usaha dan Pada saat tejadi pembakaran di ruang bakar. Pada saat piston melewati lubang-lubang pemasukan pada didnding silinder. sehingga terjadi pembakaran. Prinsip kerja motor disel 2 langkah d) Prinsip kerja motor disel 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. tenaga tersebut oleh connecting rod dikirim ke crank shaft menjadi tenaga putar. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut : Gambar 4. Karena saluran buang terbuka. maka terjadilah pemasukan udara murni ke dalam silinder. dan melalui connecting rod tenaga tersebut dirubah menjadi tenaga putar pada crank shaft (C).Tenaga pembakaran akan mendorong piston dari TMA ke TMB.tenaga panas akan mendorong piston dari TMA ke TMB. katup masuk dan buang menutup. saluran buang terbuka (B). Langkah buang: . bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar. udara murni di ruang bakar terkompresikan (B). Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA. maka udara murni akan mendorong gas bekas keluar dari silinder menuju saluran buang selama saluran buang membuka (B). Langkah buang dan kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder sehingga terjadilah pembakaran (C). Pada saat ini saluran buang tertutup (A). dan beberapa derajad sebelum piston mencapai TMA. Pada saat saluran buang mulai menutup terjadilah pengkompresian udara murni di atas piston dengan tekanan antara 16 Kg/cm2 ± 22 Kg/cm2. udara murni masuk ke ruang bakar (A).

tiga. dua. Prinsip kerja motor disel 4 langkah e) Perbedaan antara motor bensin dan disel Dari prinsip kerja engine dapat dilihihat perbedaan antara engine bensin dengan disel. yang membedakan antara keduanya adalah seperti pada tabel berikut berikut: Item Siklus Pembakaran Tekanan kompresi Ruang bakar Percampuran bahan bakar Metode penyalaan Bahan bakar Getaran suara Efisiensi panas (%) Motor Diesel Siklus Sabathe 16-22 Kg/cm2 Rumit Diinjeksikan pada akhir langkah Terbakar sendiri Solar Besar 30-40 2. Engine bersilinder 2 . Engine silinder 1 Gambar 7. katup masuk tertutup dan katup buang membuka. delapan dan seterusnya. Jenis-jenis engine Motor Bensin Siklus Otto 9-12 Kg/cm2 Sederhana Dicampur dalam karburator Percikan busi Bensin Kecil 22-30 a) Engine ditinjau dari jumlah silindernya Bila ditinjau dari jumlah silindernya ada engine dengan silinder satu. Secara garis besar komponen ± komponen engine bensin dan disel hampir sama. enam. empat.Piston bergerak dari TMB ke TMA. Pada saat ini gas sisa pembakaran akan terdorong keluar dari silinder ke saluran pembuangan (D) Gambar 5. Gambar 6.

Engine tipe V .Gambar 8. Engine tipe In-line Gambar 10. Engine bersilinder 4 Gambar 9. tipe V dan tipe horizontal berlawanan. Engine bersilinder 6 b) Engine ditinjau dari susunan silindernya Bila ditinjau dari susunan silindernya engine terbagi menjadi beberapa Tipe yaitu: tipe in-line. Gambar 10.

Perhatikan gambar-gambar berikut: . Mekanisme katup tipe Over Head Valve (OHV) Gambar 13. timing chain dan timing belt.Gambar 11. Mekanisme katup tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC) d) Engine bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya Bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya: dengan penggerak roda gigi. Mekanisme katup tipe Over Head Cam shaft (OHC) Gambar 14. Engine tipe Horizontal berlawanan c) Engine ditinjau dari penempatan mekanisme katupnya Bila ditinjau dari mekanisme katupnya engine dibagi menjadi: tipe Over Head Valve (OHV). tipe Over Head Cam shaft (OHC) dan tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC). Gambar 12.

Mekanik katup dengan penggerak timing chain .Gambar 15. Mekanik katup dengan penggerak roda gigi (timing gear) Gambar 16.

Gambar 17. Mekanik katup dengan penggerak timing belt e) Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya Bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya engine dibagi: Engine gasoline (motor bensin). Untuk keperluan kendaraan motor bensin dan disel relatif lebih banyak digunakan. Gambar 18. Engine Diesel (motor disel) . Engine Gasoline (motor bensin) Gambar 19. engine diesel. engine cerosine (motor minyak tanah) dan engine LPG.

3. Selain itu juga sebagai tempat kerjanya komponen-komponen yang lain seperti piston. Sedang bagian-bagian penunjang kerja engine meliputi: Sistem pendinginan. poros nok. Adjusting shim: penyetel celah katup Valve lifter: Sebagai pengangkat katup Exaust valve: untuk membuka dan menutup saluran buang Valve guide: Untuk penghantar gerakan katup Gasket: sebagai perapat Water jacket: untuk saluran air pendingin Cylinder block: untuk tempat pembakaran/tempat bekerjanya Piston. sistem bahan bakar dan sistem pengapian. poros engkol. a) Blok silinder (cylinder block) Pada bagian linernya sebagai tempat terjadinya proses pembakaran. . Pada kepala silinder juga digunakan untuk menempatkan kelengkapan mekanik katup. mekanik katup. kepala silinder. saluran pemasukan dan juga saluran pembuangan. poros engkol. Pada bagian atas blok silinder dipasang kepala silinder dan pada bagian bawah dipasang panci oli. Piston : untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Gambar 21. sistem pelumasan. kelengkapan piston. Gambar 20. poros nok dan roda penerus. Komponen-komponen Engine Engine terdiri dari komponen-komponen engine dan bagian-bagian pendukung kerja engine. Blok silinder (Cylinder Block) b) Kepala silinder (Cylinder Head) Membentuk ruang bakar atau tempat ruang bakar tambahan. Yang dimaksud komponen-komponen engine meliputi: Blok silinder. Kepala silinder (cylinder head) § Keterangan gambar kepala silinder: Spark plug (Busi): untuk meloncatkan api tegangan tinggi.

To exhaust manifold : disambung dengan manifold buang To intake manifold : disambung dengan manifold masuk Pada kepala silinder juga diletakkan atau dibentuk ruang bakar (Combustion Chamber). Ruang bakar setengah bulat Gambar 23. Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup.Combustion chamber : untuk tempat pembakaran Valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup Oil seal : Sebagai perapat oli agar tidak masuk ke ruang bakar Intake valve: untuk membuka dan menutup saluran pemasukan. Ruang bakar Baji . Ada beberapa jenis ruang bakar untuk motor bensin yaitu jenis: setengah bulat. Gambar 22. baji. bak mandi dan pent roof.

Ruang bakar kamar depan Nozzle (injector): untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang Bakar. Ruang bakar Injeksi langsung Ruang bakar untuk motor disel injeksi tidak langsung (indirect injection) ada: ruang bakar kamar depan (Pre combustion chamber. Ruang bakar Pent Roof Sedangkan jenis ruang bakar untuk motor disel Injeksi langsung (Direct Injection) ada: Multi Spherical.Gambar 24. Hemispherical dan Spherical Gambar 26. Pre combustion chamber : untuk tempat pembakaran awal Glow plug (Busi pijar) : untuk pemanas ruang bakar untuk tempat pembakaran utama Combustion chamber : Gambar 28. Ruang bakar Bak mandi Gambar 25. Ruang bakar kamar pusar . ruang bakar kamar pusar (Swirl chamber) dan model sel udara (Air cell) Gambar 27.

Timing gear : untuk penghubung putaran poros engkol dengan poros nok. Adapun fungsi katup untuk membuka dan menutup ruang bakar sesuai proses yang terjadi di dalam silinder.Gambar 29. Ruang bakar sel udara c) Mekanik katup (valve mekanism) Katup pada umumnya diletakkan pada kepala silinder. timing chain atau dengan timing belt. Model Timing Gear Model timing gear digunakan pada motor jenis OHV (Over Head Valve) dan menggunakan lifter serta push rod. Gambar 31. Gambar 30. Metode penggerak mekanik katup menggunakan: timing gear. sekaligus menepatkan posisi katup dengan piston. Model Timing Chain .

Model Timing Belt Pada model timing belt. Tegangan rantai diatur oleh tensioner dan getarannya diredam oleh Vibration damper.Model timing chain digunakan pada motor jenis OHC (Over Head Cam shaft) atau DOHC (Double Over Head Cam shaft). serta Roda gigi sprocket sebagai pengganti timing gear. digerakkan oleh rantai. Kelengkapan piston terdiri dari: Piston. Cam shaft dan crank shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. pena piston dan batang piston. . Poros Noknya terletak pada kepala silinder. Gambar 32. d) Kelengkapan Piston (Piston Assy) Piston berfungsi menghisap dan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara pada motor bensin atau udara murni pada motor disel. Selain itu piston juga meneruskan tenaga panas hasil pembakaran menjadi tenaga mekanik pada poros engkol melalui batang piston. poros nok digerakkan oleh sabuk yang Bergigi sebagai pengganti rantai. ring piston. Jenis ini tidak memerlukan tensioner dan pelumasan. juga sebagai pembentuk ruang bakar.

Untuk motor dua langkah tidak menggunakan ring oli karena panci oli terpisah dengan ruang engkol. Konstruksi piston (Torak) Compression ring grooves: untuk menempatkan ring kompresi Oil ring grooves: untuk menempatkan ring oli Piston pin boss: untuk bantalan dudukan pena piston Piston pin hole: untuk menempatkan pena piston Lands: sebagai pembatas ring piston Skirt: sebagai penyerap panas. Ring piston dan alurnya pada piston Ring piston terdiri dari ring kompresi (compression ring) dan ring Oli (oil ring). Gambar 34. . Sedang ring oli untuk menyapu oli pelumas pada dinding silinder agar kembali ke panci oli. Ring kompresi sebagai perapat kompresi sekaligus Perapat agar pembakaran tidak merambat ke bawah piston.Gambar 33.

Tipe penyam bungan pena piston . antara lain: tipe Fixed. Pena piston (Piston Pin) Pena piston berfungsi menyambung piston dengan batang piston agar dapat bergerak sesuai fungsinya masing-masing.Gambar 35. Oleh sebab itu penyambungan pena piston ada beberapa tipe. full floating dan semi floating Gambar 36.

Gambar 39. akibat tenaga hasil pembakaran. Small end : untuk menempatkan pena piston Big end : untuk pemegang pin journal pada poros engkol Conecting rod bearings : sebagai bantalan Oil hole : untuk menyalurkan oli pendingin menuju piston Conecting rod cap : sebagai penahan connecting rod dengan pin Journal.Gambar 37. ada pula yang sekaligus menggerakkan katup masuk dan buang. Gambar 40. Poros engkol (crank shaft) Oil hole: Untuk saluran pelumasan Crank pin: untuk tempat tumpuan big end batang piston Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor weight: sebagai bobot penyeimbang putaran f) Poros nok (Cam shaft) Counter balance Poros nok adalah sebuah poros yang dilengkapi dengan nok-nok sebagai penggerak mekanik katup. Poros nok (Cam shaft) Journal: sebagai titik tumpu putaran poros Cam shaft drive gear: sebagai gigi pemutar Cam shaft driven gear: sebagai gigi yang diputarkan . Batang piston (Conecting Rod) Gambar 38. Poros ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran ke roda penerus. Poros nok sebagai penggerak mekanik katup ada yang hanya untuk katup buang atau katup masuk saja. Conecting rod bearing Batang piston berfungsi untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. e) Poros engkol (Crank shaft) Poros engkol menerima beban dari piston dan batang piston.

Intake cam shaft: penggerak mekanik katup masuk Exhaust cam shaft: penggerak mekanik katup buang Cam shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. sistem pendinginan dilengkapi dengan komponen-komponen berikut: Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. Cut-out groove: untuk menggerakkan didtributor g) Roda penerus (Fly wheel) Roda penerus dipasang pada out put poros engkol dan berfungsi sebagai penerus putaran/tenaga dari mesin ke sistem pemindah tenaga kendaraan (Power train). Panci oli (Oil punch) i) Sistem pendinginan (Cooling System) Secara umum sistem pendinginan engine bensin dan disel sama. . Kecual i itu roda penerus juga untuk meneruskan putaran dari motor starter ke poros engkol agar mesin dapat distart. Roda penerus (Fly wheel) h) Panci oli (Oil punch) Panci oli dipasang pada blok motor paling bawah dan berfungsi sebagai penampung oli motor. Gambar 42. Untuk dapat melaksanakan fungsinya. Gambar 41. Sedangkan fungsi utama sistem pendinginan adalah untuk mengontrol suhu kerja engine.

Pompa air/Water pump: untuk mensirkulasikan air. Thermostaat: Sebagai pengontrol suhu kerja engine. . Slang atas radiator: Untuk mengalirkan air panas dari engine.Slang bawah radiator: Untuk mengalirkan air ke engine. Tali kipas/Fan belt: Untuk menggerakkan kipas pendingin.

.Gambar 43. pompa oli. hal ini dimaksudkan agar komponen-komponen engine tidak cepat aus dan kinerja engine tetap terjaga. saluran oli (hole). Adapun komponen sistem pelumasan meliputi: Saringan (strainer). saringan oli (Oil filter). Sistem Pendinginan air j) Sistem Pelumasan (Lubrycating System) Sebagian besar mekanik engine yang bergerak memerlukan pelumasan.

Saringan (Fuel filter): menyaring bahan bakar. Sistem pelumasan (Lubrycating System) k) Sistem Bahan bakar (Fuel System) Pada prinsipnya sistem bahan bakar berfungsi menyuplai bahan bakar sesuai kebutuhan engine.Gambar 44. Pompa injeksi (Injection pump): untuk menyuplai bahan bakar ke nozel dengan tekanan tinggi. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: Tangki (Fuel tank): sebagai penampung bahan bakar Pompa (Fuel pump): Menyuplai bahan bakar dari tangki ke Karburator. Pompa penyalur (Priming pump): Untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam sistem saat membliding udara. Sistem bahan bakar engine bensin menggunakan karburator dan sistem bahan bakar engine disel menggunakan pompa injeksi dan nozel. Pompa pemindah (Feed pump): menyuplai bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. Saringan : Untuk menyaring bensin dari kotoran yang ada. Gambar 45. . Karburator: Untuk mencampur udara dan bahan bakar. Sistem bahan bakar engine bensin Sedangkan sistem bahan bakar engine disel mempunyai komponen seperti berikut: Tangki (Fuel pump): untuk menampung bahan bakar. Pengendap air (Water cendimeter): Untuk mengendapkan air yang ada pada bahan bakar.

Gambar 46. Sistem bahan bakar engine disel dengan Pompa In-line .Injektor (Nozzle): Menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.

Distributor: Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. Kondensator: Menyimpan arus primer saat platina menutup. adapun fungsinya memberikan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. dan menyalurkan kembali saat platina membuka. Sistem bahan bakar engine disel dengan pompa rotary l) Sistem Pengapian konvensional Sistem pengapian digunakan pada engine bensin. Komponen-komponen sistem pengapian antara lain: Baterai: sebagai penyimpan arus listrik. Koil: Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan Tinggi. Kunci kontak (Switch): Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dengan sistem. .Gambar 47.

Gambar 48.Busi: Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Sistem pengapian engine bensin konvensional .

Rangkuman Motor bakar adalah motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. motor LPG dan motor disel. Komponen utama motor: Cylinder block.tiga. 13. motor terdiri dari motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar. Ditinjau dari siklus pembakaran. 3. 15. 6. cylinder head. 4. 5. jenis V dan jenis horizontal berlawanan. Motor bensin menggunakan siklus otto sedang motor disel menggunakan siklus sabathe. Engine bila ditinjau dari susunan silindernya: jenis in-line. 11. motor cerosine. Motor 2 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 2 langkah piston sekali putaran crank shaft. 1. . 8. piston assy. 16. 9. Metode pembakaran motor bensin dengan percikan api busi. sedang motor disel dengan kompresi tinggi (terbakar sendiri/self ignition). dua. Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya: motor bensin.enam. 10.delapan dan seterusnyaa. Bahan bakar motor bensin adalah bensin/premium/gasoline sedang motor disel menggunakan solar/light oil. crank shaft.empat. cam shaft dan oil punch. Ditinjau dari tempat pembakarannya. 14. Engine ditinjau dari jumlaah silindernya ada engine bersilinder Satu. fly wheel. Yang dimaksud langkah piston (Stroke) adalah gerak piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya. Motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) adalah motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 12. Engine bila ditinjau dari mekanisme katupnya : tipe OHV.c. Ditinjau dari langkah (Stroke) motor terdiri dari motor 2 langkah dan motor 4 langkah. metode pembakaran dan penggunaan bahan bakar motor terdiri dari motor bensin dan motor disel. Motor 4 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 4 langkah piston atau 2 putaran crank shaft. tipe OHC dan DOHC. 2. 7. valve mekanism.

28. strainer. 24. 20. saringan dan karburator. full floating dan semi floating. 18. bearing cap dan insert bearing. piston pin. Piston berfungsi untuk mengkompresi campuran gas atau udara murni. pompa. Poros nok untuk menggerakkan mekanik katup 32. Cylinder block sebagai tempat bekerjanya piston. 31. 21. mantel air. timing chain dan timing belt. saringan oli. Kelengkapan piston: piston. Ruang bakar injeksi tak langsung: model kamar depan. Crank shaft untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. 35. 26. sedang oil ring untuk menyapu oli pada dinding silinder. 23. tutup radiator. connecting rod. thermostaat. 22. Jenis ruang bakar motor bensin: setengah bulat. Cylinder head untuk menempatkan mekanik katup dan ruang bakar. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: tangki. Sistem pendinginan terdari dari: radiator.baji. 36. pompa air. Batang piston untuk meneruskan gerak lurus piston menjadi gerak putar pada poros engkol. 34. . tempat pembakaran dan menopang komponen engine yang lainnya. 27. hemispherical dan pherical. 19. juga merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. 33. Ruang bakar injeksi langsung: model multi pherical. Panci oli untuk menampung oli motor. Metode penggerak katup: dengan timing gear. Sistem pelumasan terdiri dari: Pompa oli.17. 29. Piston ring kompresi untuk perapat kompresi. 30. saluran oli. 25. kamar pusar dan sel udara. tali kipas dan kipas. Macam penyambungan pena piston: Fixed. bak mandi dan pent roof. Roda penerus untuk meneruskan putaran / tenaga motor ke power train dan putaran starter ke poros engkol. Jenis ruang bakar motor disel: injeksi langsung dan tak langsung. Pena piston untuk menyambung piston dengan connecting rod. piston ring. slang radiator.

saringan. kunci kontak. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya. Dengan gambar motor disel 4 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder Sebutkan 5 jumlah silinder motor yang paling banyak digunakan pada kendaraan. kondensator. koil. Jelaskan yang terjadi di bawah dan diatas piston pada motor bensin dua langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB Jelaskan dua kemungkinan yang terjadii di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA. Diskusikan dengan teman atau minta penjelasan guru bila diperlukan. distributor dan busi. Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar. Pelajarilah prinsip kerjanya masing-masing secara cermat. Tugas 1. 2. 11. d. 10. 7. pompa pemindah. pelajarilah dan catatlah hal-hal baru yang ditemukan. 9. Dengan gambar kerja motor disel 2 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder 8. pompa injeksi dan injektor. e. Sebutkan 7 perbedaan motor bensin dengan disel 5. 12. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari mekanisme katupnya. Sistem bahan bakar engine disel terdiri dari: tangki. 3.37. Sebutkan 4 macam engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya. dalam buku tugas. pompa priming. . 38. Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah 4. Jelaskan secara singkat yang dimaksud motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam. Carilah buku pada perpustakan bengkel yang sesuai dengan materi pada modul ini. 2. 1. catatlah perbedaan yang terlihat. cendimeter. dalam buku tugas. 6. Siapkan model motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. Sistem pengapian konvensional terdiri dari: baterai.

Kunci jawaban Motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston. 27. 22. 2. . Sebutkan fungsi roda penerus. Motor yang proses pembakarannya terjadi di luar motor tersebut dan Motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. Sebutkan fungsi pompa priming pada pompa injeksi. Sebutkan 3 jenis penggerak mekanik katup. f. 17. Sebutkan fungsi cendimeter pada sistem bahan bakar engine disel 29. 18. 28. Sebutkan fungsi nozel pada sistem bahan bakar engine disel 30. Sebutkan fungsi crank shaft dan cam shaft. 16. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi langsung. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing-masing. 19.13. Sebutkan 5 komponen sistem pelumasan engine. 15. Sebutkan 7 komponen pada sistem pengapian konvensional engine bensin. Sebutkan fungsi oil drain pada panci oli. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin. Sebutkan 7 komponen sistem pendinginan air 26. Sebutkan fungsi karburator pada engine bensin. 23. 21. 20. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi tak langsung. 3. Sebutkan 8 komponen engine beserta fungsinya masing-masing. Motor yang sekali usaha memerlukan 2 langkah piston atau sekali putaran crank shaft dan Motor yang sekali usaha memerlukan 4 langkah piston atau 2 kali putaran crank shaft. 25. 24. 14. Sebutkan 2 fungsi panci oli. 1.

Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan. maka terjadi pembakaran 8. Saat piston bergerak ke atas dan saluran pembuangan membuka. 4 dan 6 silinder. maka gas bekas terdorong keluar lewat saluran buang. 3. kedua katup menutup terjadilah pengkompresian udara murni C: Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan maka terjadi pembakaran dan piston terdorong ke bawah. udara baru masuk. B: Langkah buang. in-line. katup buang membuka. 7. 10. Kemungkinan pertama langkah buang apabila katup buang membuka. saluran masuk buang tertutup. Piston terdorong ke TMB akibat tekanan pembakaran.Tekanan kompresi 9-12 Kg/cm2 . A: langkah usaha dan pemasukan. maka gas bekas akan keluar melalui saluran buang. Piston bergerak semakin ke atas. katup masuk membuka terjadilah pengisian udara murni B: Piston bergerak ke atas.Efesiensi panas (%) s/d 30 5. Item . campuran baru terkirim ke ruang bakar. dan kemungkinan kedua langkah kompresi apabila kedua katup menutup. A: piston bergerak ke bawah. . saat piston melewati lubang pemasukaqn.4.Bahan bakar . C: Langkah kompresi. V dan horizontal berlawanan. 6. sebagian gas bekas akan terdorong keluar oleh gas baru saat lubang pembuangan mulai membuka. udara murni terkompresikan.Suara sederhana di karburator Bensin halus .Percampuran . karena diatas piston terjadi isapan.Ruang bakar .Siklus Motor bensin Otto Motor disel Sabathe 16-22 Kg/cm2 rumit di ruang bakar Solar kasar s/d 40 . 9. 1. 2. Di bawah piston terjadi tekanan. maka terjadi langkah usaha D: Piston bergerak ke atas.

OHV. Ring piston: untuk perapat dan penyapu oli. Mekanik katup: Membuka dan menutup ruang bakar sesuai posisi piston. 16. Bearing cap: untuk menempatkan insert bearing dan untuk mengikat connecting rod pada pin journal poros engkol. OHC dan DOHC. kamar pusar dan sel udara. Kelengkapan piston: untuk mengkompresikan campuran gas atau udara murni. untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Blok motor: untuk tempat pembakaran. Pena piston: untuk menyambung piston dan connecting rod. Piston: untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Dengan timing gear. Kepala silinder: membentuk/menempatkan ruang bakar dan mekanik katup. Penerus putaran ke fly wheel dan penggerak mekanik katup. Setengah bulat. untuk mengkompresikan campuran gas/udara murni. Conecting rod: untuk merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar poros engkol. Insert bearing : sebagai bantalan. 14.11. baji. Motor bensin. 19. timing chain dan timing belt. 20. 18. 17. Poros engkol: Untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. hemispherical dan spherical. tempat kerja piston. Panci oli: untuk menampung oli motor. 13. . Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup Fly whhel: untuk meneruskan putaran/tenaga ke power train. bak mandi dan pint roof. 12. 15. Fixed. Kamar depan. LPG dan disel. cerosine. Multi spherical. full floating dan semi floating. dan putaran starter ke poros engkol.

b. 25. Identifikasi komponen engine disel pompa in-line. 5.strainer. thermostaat. Menampung oli motor. slang radiator. Rangkuman d. Identifikasi komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Untuk mengetap oli. Panci oli. Untuk membliding udara. Baterai. Untuk mencampur udara dan bahan bakar. pompa air. c.pompa oli. 2. Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. 30.21. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. tutup radiator. Untuk meneruskan tenaga ke power train. 4. kunci kontak. distributor. 22. Kegiatan Belajar 2: Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. 28. kondensator. 6. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder. Tugas . 1. 3. 24. mengendapkan kotoran oli. saluran oli pada engine. 27. Uraian materi Identifikasi komponen engine bensin pada stand/unit kendaraan.saringan oli. 23. tali kipas dan kipas. 26. koil. dan putaran starter ke poros engkol. Radiator. kabel tegangan tinggi dan busi. Untuk mengendapkan air pada bahan bakar. 29. a. Tujuan kegiatan belajar Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. Identifikasi komponen engine disel pompa rotary.

Siapkan bongkaran komponen engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa In-line berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. 4. Siapkan engine stand / unit kendaraan engine disel dengan pompa rotary. 3. Catatlah dalam buku tugas nama komponen dan bagian utama engine tersebut sesuai nomor urutnya. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing pada buku tugas. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. Sebutkan nama komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing. (pada engine stand/unit kendaraan). (Bongkaran komponen lengkap). Siapkan engine stand/unit kendaraan engine disel dengan pompa in-line. Kunci jawaban . sesuai nomor urutnya.1. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen dan bagian utama engine yang nampak. Sebutkan nama komponen dan fungsinya masing-masing sesuai nomor urutnya dan catatlah dalam buku tugas. 3.(Bongkaran komponen lengkap). 4. Tes formatif (Guru menempelkan nomor urut sesuai kunci) 6. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen ± komponen tersebut dan catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. 5. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. e. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder. f. 6. sesuai nomor urutnya. (pada engine stand/unit kendaraan). tempelkan nomor urut secara acak pada komponen sistem bahan bakarnya. tempelkan nomor urut pada komponen dan bagian utama engine secara acak. 1. 5. 2. 2. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing sesuai nomor urutnya. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa rotary berikutdan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. Sebutkan nama komponen engine bensin berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. (Bongkaran komponen lengkap). Siapkan engine stand/unit kendaraan engine bensin 4 langkah 4 silinder. dan jelaskan fungsunya masing-masing. (pada engine stand/unit kendaraan).

7. 3. Baterai: untuk menyimpan arus listrik. Busi: untuk meloncatkan api ke ruang bakar. pembuangan dan lainnya. busi. Tali kipas: untuk menggerakkan kipas pendingin Stik Oli: untuk memeriksa kondisi dan kapasitas oli pelumas. Manifal pemasukan: Untuk memasukkan udara murni. 8. 5. Oil filter: untuk menyaring oli. 2. Saringan bahan bakar: menyaring bahan bakar. 5. . Tutup radiator: untuk mengontrol tekanan pada radiator. 14. 13. 11. Distributor: untuk membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi.Soal praktik 1 1. 4. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi. Karburator: untuk mencampur udara dan bahan bakar. Soal praktik 2 1. 2. 4. 10. poros engkol. kerjanya mekanik engine seperti piston. 15. Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. 12. nok dan yang lainnya. saluran pemasukan. 6. Blok silinder: tempat terjadinya proses pembakaran. Karter/panci oli: untuk menampung oli pelumasan. Saringan udara: untuk menyaring debu yang terdapat pada udara. Kunci kontak: untuk memutus dan menghubungkan arus listri pada sistem pengapian. Saringan udara: menyaring udara. Kepala silinder untuk tempat ruang bakar dan meletakkan komponen seperti mekanik katup. Tutup katup: penutup katup. 3. 9. Koil Untuk merubah arus primer menjadin arus skunder bertegangan tinggi.

3. Reservoir: untuk menampung air pendingin kelebihan tekanan dari radiator. 2. 5. Stik oli: untuk memeriksa tinggi dan kondisi oli. dan menyiapkan kembali saat radiator memerlukan. Soal praktik 3 1. Pompa air: untuk Mensirkulasikan air ke sistem. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi ke injektor/nozel. 9. 3. . Sringan bahan bakar: untuk menyaring bahan bakar. 2. Ruang bakar: untuk proses pembakaran. 8. 5.6. Sirip pendingin: untuk media pendinginan engine. Cendimeter: untuk mengendapkan air 6. 6. 7. 10. Tangki: untuk menampung bahan bakar Pompa priming: untuk membliding udara Pompa pemindah: Untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. Lubang busi: untuk menempatkan busi. Saluran pembuangan: untuk menyalurkan gas buang. Soal praktik 4 1. 7. 8. Injektor/nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. 4. Nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Saluran pemasukan: untuk memasukkan gas baru ke ruang engkol. Glow plug: untuk memanaskan ruang bakar. Pipa tekanan tinggi: untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke nozel. Saluran pembilas: untuk mengalirkan gas baru ke ruang bakar. 4.

Batang piston: untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. Valve guide: penghantar katup. 2. Oil hole: Untuk saluran oli pelumas. Valve seat: untuk dudukan kepala katup. 8. 5. Piston: untuk menghisap dan mengompresikan campuran udara dan bahan bakar. 7. 3. Timing belt : untuk penghubung putaran engkol ke poros nok. Soal praktik 5 1. Puli poros engkol: untuk meneruskan putara ke puli pompa air dan alternator. 2.7. 9. Poros engkol: untuk memindahkan tenaga engine ke power train. 10. 9. Push rod: untuk menggerakkan rokcer arm. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup. 6. . 4. dan merubah tenaga pembakaran menjadi tenaga mekanik. 10. Blok motor: untuk tempat pembakaran dan kerja piston. Lifter: untuk menggerakkan psh rod. 8. Lubang busi pijar: untuk menempatkan busi pijar. Soal praktik 6 1. 4. Ruang bakar muka: untuk pembakaran awal Lubang injektor: untuk menempatkan injektor/nozel. Roda gigi timing: untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. Water jacket: untuk mengalirkan air pendingin. 3. Rocker arm: untuk menggerakkan katup.

8. LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis engine dan komponennya Sub kompetensi : Identifikasi jenis engine dan komponennyal TUJUAN: 1. Saluran pembuangan: untuk mengalirkan gas buang. 9. Saluran pemasukkan : untuk mengalirkan udara murni. Pompa oli: untuk mensirkulasikan oli ke sistem. Siswa dapat mengidentifikasi engine disel 4 langkah 4/6 silinder. 6. 2. Sprocket : untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. Gasket: untuk perapat antara kepala dan blok silinder.5. 3. Dudukan katup buang : untuk mendudukkan kepala katup buang. Siswa dapat mengidentifikasikan perbedaan komponen engine disel. 7. . bensin dengan engine Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder 4. 10.

3. 4. 3. Bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. BAHAN: 1. 3. Pelajari model belahan motor secara cermat mengenai prinsip kerja motor atau perbedaan komponennya. Model belahan motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. Kembalikan peralatan dan bahan 5. 2. kerja seperti serta lingkungan kerjaseperti semula. 2. 2. Mengidentifikasi perbedaan antara motor bensin dengan disel pada engine stand atau pada unit kendaraan. Bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder.KESELAMATAN KERJA: 1. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. Siapkan peralatan dan bahan 2. . Engine stand motor disel atau unit kendaraan. 6. Bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Alat-alat tulis Balok ganjal kendaraan Tempat komponen. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar ALAT: 1. LANGKAH KERJA: 1. 4. 3. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. 5. Jangan menghidupkan motor tanpa seijin guru pembimbing Jangan merubah komponen pada engine tanpa seijin pembimbing.

BAB III EVALUASI A. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif) : a) b) c) Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. 2. Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen utama engine pompa rotary pada 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . komponen sistem pendinginan yang nampak. Kriteria Penilaian Praktek NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Engine bensin 4/6 silinder pada engine stand atau unit kendaraan. komponen sistem pelumasan yang nampak.pengapian. sesuai nomor yang dipasangkan. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. INDIKATOR KEBERHASILAN 2 3 Dapat menyebutkan komponen utama engine yang nampak. komponen sistem bahan bakar dan komponen sistem pengapian. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %.

komponen sistem pelumasan dan komponen sistem bahan bakar. Sesuai nomor yang engine bensin 2 dipasangkan. roda penerus dan panci oli. komponen sistem pendingin. Bongkaran lengkap Dapat menyebut nama dan komponen engine disel fungsi bagian-bagian pada : kepala silinder.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 stand atau unit kendaraan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 4 5 6 7 3 yang nampak. Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen sistem bahan pompa In-line pada bakar beserta fungsinya stand atau unit masing-masing. Sesuai nomor yang dipasangkan. Nilai 7. Sesuai kendaraan nomor yang dipasangkan.00 (lulus baik / YA). Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi komponen komponen utama utama. blok bensin 4 langkah 4 silinder. (OHV) kelengkapan piston. blok 4/6 silinder 4 langkah silinder. langkah 1 silinder Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi bagian-bagian komponen engine pada : kepala silinder. Sesuai nomor yang dipasangkan.poros engkol. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. poros engkol. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP.roda penerus dan panci oli. poros nok. silinder (OHC) kelengkapan piston. kelengkapan katup.kelengkapan katup. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN: 1. poros nok. .

3. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.00 (lulus amat baik / YA). Nilai 8.2. Nilai 9. waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 TES FOR1 N1 TES PRK1 N2 TES PRK2 N3 TES PRK3 N4 TES PRK4 N5 : TES PRK5 N6 TES PRK6 N7 KETERANGAN NI= (4xN1) +(N2+N3+N4+N5+N6+N7) dibagi 10 NI = Nilai akhir OPKR. B.00 (lulus istimewa / YA).20-001-1B .

BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan.001-1 B .27 28 29 30 N I = «««. 20-001-3 B dimana modul tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari modul OPKR. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya Yaitu OPKR. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. Artinya siswa boleh mengajukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat apabila telah menyelesaikan modul OPKR.20. .001-2 B. 20. wajib mengulangi belajar pada modul ini. CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. 20. 001-1 B. 20-001-2 B dan OPKR.OPKR.

(1998). DAFTAR PUSTAKA Abigain Pakpahan. New Step 1 Training Manual. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan pengetahuan dan keterampilan yang sangat menunjang pelaksanaan pekerjaan kompetensi yang lain di bengkel-bengkel industri. GE Engine Servis Training Information: Toyota Motors Corporation Noname. khususnya bengkel perotomotifan. (1992). otomotif Leave a Comment Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. Motor Otomotif. (1999). (1999). Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Deskripsi Modul Pelaksanaan operasi penanganan secara manual membahas tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual maupun mekanis dan penataan area tempat kerja. Apabila siswa menguasai kompetensi ini. Bandung: Angkasa Noname. Otomotif Dasar. (1995). Bandung: Angkasa Anggiat Situmorang. Bandung: Angkasa Yunan Ginting. (1984). Training manual Motor bakar. Servis Kendaraan Ringan. Jakarta: PT United Tractor Otim Suprapto. Abigain P. Noname. 20-001-3 B. Motor Otomotif jilid 1. (1999).Dan OPKR. Bandung: Angkasa Posted in ilmu. akan memberikan kemudahan bagi siswa dalam melaksanakan kompetensi yang lain yang membutuhkan teknik- .

Prasyarat Sebelum memulai modul ini. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini.10-016 B tentang Keselamatan dan kesehatan kerja. b. d. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. C. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan pengangkatan. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. penanganan area tempat kerja. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. c. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 pemahaman tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen ataupun part. prosedur pemindahan dan penyimpanan material/komponen/part yang aman. . Petunjuk Penggunaan Modul 1. B. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. pemindahan dan penyimpanan material yang terdapat di dunia industri perotomotifan. Bila ada materi yang kurang jelas. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan.teknik yang benar dan aman dalam pemindahan material/komponen ataupun part serta penyimpanannya. sesuai prinsip penanganan area tempat kerja. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. prosedur pengangkatan secara mekanis. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur pengangkatan material secara manual. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatanbelajar. Sedangkan kegiatan belajar 2: Melakukan pekerjaan pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen atau part.

f. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.3) 4) Sebelum melaksanakan praktik. e. Membantu siswa dalam memahami konsep. f. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. harus meminta ijin guru lebih dahulu. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. 2. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. 5) Setelah selesai praktik. b. Melaksanakan penilaian internal dan mencatat hasil kemajuan siswa. d. h. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. praktik baru. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. Gunakan alat sesuai prosedur dan pemakaian yang benar. D. Siswa dinyatakan menguasai materi. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. c. Tujuan Akhir . g. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). g. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar.

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. Memahami prosedur pengangkatan secara manual, prosedur pengangkatan secara mekanis, prosedur memuat dan menurunkan material, prosedur penyimpanan material/komponen/part secara aman. 2. Dapat melakukan pekerjaan pemindahan, pemuatan dan penurunan Material/komponen atau part secara manual maupun mekanis dan Penyimpanan secara aman.

E. SUB KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1.Mengangkat *Pekerjaan dilaksanakan dan tanpa menyebabkan memindahkan kerusakan terhadap material / komponen atau sistem yang lain. Komponen *Berat material /part. ditentukan dengan benar dengan menggunakan teknik yang memadai.

KOMPETENSI

MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Teknik *Cermat dan *Teknik-teknik *Melaksanakan penanganan hati-hati penanganan secara pengangkatan secara dalam manual yang benar/ dan pemindahan manual yang pelaksanaan material/part/ benar dan pengangkatan Prosedur aman. dan pengangkatan dan Komponen. pemindahan pemindahan yang *Teknik material/part/ aman. *Menerapkan pemindahan undang-undang dan *Persyaratan Komponen. keselamatan pengangkatan keamanan kerja. material *Perlengkapan yang *Mematuhi perlengkapan/material. tepat dipilih sesuai sesuai undangdengan kebutuhsn. undang *Persyaratan standar keselamatan keamanan diri. dan *Material/part/komponen tempat kerja. kesehatan yang akan diangkat kerja. diperiksa dari kemungkinan bahaya yang timbul. *Teknik pengangkatan dilakukan di bawah standar kerja Indonesia.

*Material/part/komponen ditempatkan dengan aman pada perlengkapan pemindahan dan penempatan kembali

SUB LINGKUP KRITERIA KINERJA KOMPETENSI BELAJAR dengan memastikan keselamatan petugas dan keamanan dari material/part/komponen.

MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN

F.

Cek Kemampuan

Sebelum siswa mempelajari modul ini, siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Bila siswa sudah merasa bisa, guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Dan apabila siswa benar-benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan, guru pembimbing dapat menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa, supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. BAB II

PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel dibawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1.Teknik pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part serta cara penyimpanannya. 2. Melakukan pengangkatan dan pemindahan material/ part / komponen dan penyimpanannya. B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Teknik pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part dan penyimpanannya. a. Tujuan Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

1. 2.

Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual. Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. 3. Siswa dapat memahami prosedur penanganan area kerja, dan teknik penyimpanan material/komponen atau part secara aman. b. 1. Uraian Materi

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia. Dalam memindah material dari tempat yang satu ke tempat lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat, membawa, menurunkan, mendorong, menarik, menahan dan sebagainya. Untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut secara aman, seseorang harus memahami kekuatan tangan, kaki, badan serta bagaimana cara mengambil posisi. Selain itu seseorang juga harus memahami pengetahuan tentang grafitasi bumi. a) Kekuatan badan/punggung saat mengangkat Gaya tarik bumi yang sering disebut dengan grafitasi, akan cenderung menarik semua benda ke bawah. Apabila seseorang akan mengangkat material yang berupa komponen, part atau benda yang lain, posisi badan harus pada kekuatan maksimal untuk mengatasi gaya grafitasi. Hal tersebut dilakukan melalui tangan, punggung serta posisi kaki sebagai tumpuhan. Tangan sebagai tuas pemegang beban, punggung sebagai pusat tenaga penahan beban dan kaki sebagai tumpuhan. Gaya Otot Gambar 1. Kekuatan badan/punggung saat mengangkat b) Kekuatan pada tangan pada saat mengangkat Sewaktu mengangkat beban, lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot Bisep yang berkaitan dengan tulang hasta oleh ujung otot bisep yang disebut Tendon. Tenaga atau berat beban yang disangga akan disalurkan ke Tendon otot Bisep atas ke tulang belikat. Gambar 2. Pusat kekuatan tangan saat mengangkat c) Kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot Bisep tangan akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena beban tersebut bekerja pada lengan

yan cukup pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung. Apabila beban terlalu berat, otot punggung dapat terkilir atau bahkan dapat merusakkan tulang belakang. Gambar 3. Tulang belakang sebagai penyangga beban badan. d) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: a) b) Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan

Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak

Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan

Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. Beban Gambar 4. Pengangkatan secara manual

2.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis

Material/komponen/part dengan permukaan tidak rata dan berat yang tidak memungkinkan diangkat secara manual dapat diangkat ataupun dipindahkan dengan alat bantu. a) Prosedur pengangkatan secara mekanis

Dalam pengangkatan material dengan alat bantu, tetap harus diperhatikan titik pusat keseimbangan material atau benda tersebut atau yang sering disebut dengan pusat grafitasi benda. Hal tersebut dimaksudkan agar didapat keseimbangan saat benda tersebut diangkat dengan alat bantu pengangkatan. Material atau benda yang memiliki permukaan beraturan mudah ditemukan titik pusat keseimbangannya seperti: lingkaran, bujur sangkar, kotak dan sebagainya. Untuk material yang memiliki permukaan tidak beraturan memerlukan kecermatan dalam menentukan titik keseimbangannya, seperti: Engine, transmisi, unit kendaraan dan sebagainya. Khusus pada engine biasanya sudah disediakan tempat memasang tali atau seling sewaktu diperlukan pengangkatan. Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 5. Titik pusat keseimbangan lingkaran dan bujur sangkar

Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 6. Titik pusat keseimbangan kotak

Gambar 7. Titik pusat keseimbangan engine b) Alat bantu pengangkatan.

Material yang memiliki permukaan tidak beraturan dan berat yang berlebihan dimana tidak mungkin dapat diangkat secara manual dapat diangkat dengan peralatan bantu pengangkatan. Alat bantu pengangkatan yang digunakan pada bengkel perotomotifan antara lain: Pengungkit, forklift, tali/tambang, seling, hook, alat khusus pengangkat engine, kerek/kran, dongkrak, car lift dan sebagainya. 1) Pengungkit.

Pengungkit adalah alat sederhana untuk memindahkan barang. Pengungkit dapat berupa kayu, bambu, besi atau bentuk lain yang dirancang secara khusus. Gambar 8. Pemindahan material dengan pengungkit 2) Forklift/garpu pembawa material

Forklift dapat berupa forklift dorong atau forklift kendaraan. Alat ini digunakan untuk membawa atau memindahkan material dari tempat satu ke tempat yang lain. Gambar 9. Penggunaan forklift dorong 3) Tali/tambang, seling dan hook.

Tali/tambang, seling dan hook digunakan untuk mengikat atau menahan material yang akan diangkat. Pemasangan tali/seling pada engine: a) Tali atau seling ditempatkan pada bagian bawah engine supaya tidak merusak engine saat diangkat. b) c) Upayakan tali/seling dapat menahan beban secara merata.

Pusat pengangkatan sedekat mungkin dengan titik keseimbangan engine. d) Gunakan alat khusus bila ada.

Gambar 10. Pemasangan tali atau seling pada engine. Pemasangan seling dan hook Pada blok engine biasa dipasang pengait/hook untuk memasang tali atau seling sewaktu akan mengangkat engine guna perbaikan. Prosedur pemasangan hook: a) b) c) Bautkan hook pada sudut-sudut blok paling ujung secara silang agar didapat keseimbangan.

Kaitkan pengait pada seling dengan hook secara tepat, sehingga kaitan antara seling dan hook benar-benar kuat. Pastikan bahwa kaitan benar ± benar mati / kuat, baru melakukan pengangkatan engine.

Seling

Hook

Gambar 11. Pemasangan seling dan hook

Gambar 12. Pemasangan alat khusus pengangkat engine 4) Kerek/kran dan Takel

Kerek/kran dan Takel adalah alat untuk mengangkat material/part atau komponen. Pada bengkel otomotif alat ini biasa digunakan untuk mengangkat engine, transmisi sewaktu akan diperbaiki dan memasangkan kembali sewaktu perbaikan sudah selesai. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri, perlu dilakukan secara tim.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. b) Aktifkan rem parkir. dongkrak troli/buaya.sistem rem dan bagian-bagian yang lain yang memerlukan pengangkatan kendaraan. dongkrak bumper dan sebagainya. dongkrak samping. Macam-macam dongkrak yang digunakan antara lain: Dongkrak botol. Gambar 13. dongkrak pantograf. Pengangkatan engine dengan kerek/takel Gambar 15.d) e) f) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang dibawah alat pengangkat. Kran lantai dan kerek/takel Gambar 14. Pengangkatan engine dengan Kran lantai 5) Dongkrak Dongkrak adalah alat pengangkat yang banyak digunakan dalam perawatan atau perbaikan bagian-bagian kendaraan misalanya: sewaktu mengganti oli engine. perbaikan roda. Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. Upayakan perlahan-lahan dan berhati±hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. .

Dongkrak troli dan penggunaannya: Dongkrak troli/dongkrak buaya adalah dongkrak yang dapat digeser-geser. agar kendaraan tidak turun dengan keras. e) f) g) OFF kan kunci kontak. Dongkrak ini selain digunakan untuk mengangkat kendaraan juga dapat digunakan sebagai alat bantu memindah material/komponen/part. b) c) Tepatkan sadel dengan sekrup penyetel. Dongkrak botol dan penggunaannya. Dongkrak Troli/buaya terdiri dari: Handel: untuk menaikkan sadel/pengangkat pada pengangkatan beban berat.c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. Dongkrak botol Penggunaan dongkrak botol: a) Pasang sadel pada titik kendaraan yang akan diangkat secara tepat dan kuat. Dongkrak botol adalah dongkrak yan paling banyak digunakan pada kendaraan karena bentuk fisiknya yang relatif kecil dan mudah dibawa atau disimpan pada kendaraan. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. Bila klep belum rapat putarlah klep searah jarum jam. kendorkan klep berlawanan arah jarum jam secara pelan. Gambar 16. Bila akan menurunkan. d) e) Gerakkan handel dengan tuas dongkrak secara hati-hati. jangan sampai tergelincir. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. Pastikan klep pengontrol dalam keadaan tertutup rapat. . Pemasangan dongkrak botol pada kendaraan. Pompa kaki: untuk menaikkan sadel pengangkat pada pengangkatan beban ringan. Gambar 17.

Klep pengontrol: untuk membocorkan tekanan saat menurunkan beban. Penggunaan dongkrak troli saat untuk mengangkat . Sadel dudukan: untuk titik dukung beban yang akan diangkat. Caster: untuk membelokkan dongkrak sewaktu menggeser beban/material. Dongkrak Troli/dongkrak buaya Gambar 19. Gambar 18. Roda: untum memperingan dongkrak saat ditarik/digeser.

roda kendaraan yang hanya membutuhkan pengangkatan sebelah/pada sisi kendaraan. Penggunaan dongkrak Pantograf Dongkrak samping dan dongkrak bumper Dongkrak samping dan dongkrak bumper digunakan untuk mengangkat kendaraan saat dilakukan perbaikan pada sistem rem. Gambar 21. Dongkrak troli saat untuk menggeser/membawa material/komponen/part Dongkrak Pantograf dan penggunaannya: Dongkrak pantograf digunakan untuk mengangkat beban ringan dan mudah dibawa di dalam kendaraan. Gambar 22.Gambar 20. Penggunaan dongkrak samping .

Operasikan alat pengangkat sampai ketinggian yang diinginkan. Jenis-jenis car lift: jenis penggerak mekanis. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. Langkah pengangkatan: a) Tempatkan kendaraan tepat di tengah alat pengangkat. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. e) f) Pastikan kendaraan tidak akan tergelincir. Operasikan alat pengangkat pelan-pelan sampai sadel dudukan bersentuhan dengan titik angkat kendaraan. listrik dan hidrolis peneumatis. Gambar 24. Tutup pintu kendaraan secara kuat. Pastikan dudukan pengangkat benar-benar kering atau bebas dari minyak. karena mekanik dapat bergerak leluasa di bawah kendaraan. Penempatan kendaraan pada alat pengangkat . Mengangkat dengan car lift akan mempermudah mekanik dalam memperbaiki ataupun melakukan perawatan kendaraan terutama perbaikan di bawah kendaraan. Penggunaan dongkrak bumper 6) Car lift Car lift adalah alat pengangkat khusus kendaraan.Gambar 23. b) c) d) Aktifkan rem parkir. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal.

Pengangkatan kendaraan dengan Carlift .Tempatkan telapak di bawah titik pengaman Gambar 25. Penepatan sadeldudukan pada titik pengangkatan kendaraan Gambar 26.

Area kerja adalah wilayah atau tempat dimana suatu pekerjaan dilakukan. juga untuk menghadapi resiko kebakaran. Memiliki jalan yang memadai untuk lalu-lintas material atau kendaraan. greas dan lainnya. Gambar 29. Pengangkatan kendaraan dengan Car lift hidrolis pneumatis. Tempat kerja yang digunakan untuk melakukan pekerjaan perotomotifan disebut bengkel otomotif. Pengangkatan dengan car lift 4 penopang Gambar 28. Penanganan Area kerja dan penyimpanan material / komponen / part secara aman. Bengkel otomotif sama seperti bengkel ± bengkel yang lain memiliki resiko kecelakaan yang cukup tinggi. 3. Bebas dari cairan licin oli. Membersihkan oli dan cairan pada lantai .Gambar 27. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeliharaan dan penataan agar resiko kecelakaan dapat ditekan menjadi sekecil mungkin. juga bersih dari kotoran yang berserakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan area kerja : a) b) c) Area kerja harus ditata rapi dan bersih.

Penyimpanan part-part bekas Gambar 32. Penempatan peralatan sesudah digunakan .Gambar 30. Membersihkan kotoran pada lantai d) e) Simpan part-part bekas yang sudah tidak terpakai pada tempatnya. Bersihkan dan tempatkan kembali peralatan sehabis digunakan pada tempatnya. Gambar 31.

a) b) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. menarik. c. Rangkuman h) i) Pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part secara manual banyak mengandalkan tenaga manusia dalam penanganannya. Penanganan secara manual meliputi: mengangkat. bahan-bahan pelarut. 4. Dalam hal ini paling tidak jendela. pintu dapat dibuka dan mememnuhi syarat sebagai media ventilasi. cat. menahan dan sebagainya. Gunakan saluran gas buang secara kolektif bila pada ruang/bengkel kerja digunakan untuk menghidupkan kendaraan. Gambar 33. Beban yang diangkat oleh tangan ditopang oleh otot bisep. Pengangkatan . Grafitasi bumi adalah gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. 1.f) Tempatkan material sesuai jenis pada tempat yang aman dengan selalu memperhatikan keselamatan barang dan pekerja. 3. Penyimpanan material/part/komponen. thiner. secara mekanis menggunakan alat ± alat bantu 6. menurunkan. 2. Memberikan tanda-tanda tulisan yang jelass pada gudang penyimpanan serta tulisan pada wadah penyimpanan terutama untuk material yang berbahaya. g) Pastikan peralatan ventilasi udara dan penerangan semua bekerja dengan baik terutama pada area penggunaan atau penyimpanan material yang mengandung zat kimia berbahaya seperti: Bahan bakar. 5. mendorong. membawa. disalurkan ke tulang belikat oleh tandon dan diteruskan ke otot punggung atau tulang belakang.

11. Macam-macam dongkrak : dongkrak botol. 10. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. b) Aktifkan rem parkir. c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya.dongkrak bumper. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. Upayakan jangan ada orang lalu ± lalang di bawah alat pengangkat. e) Upayakan f) Upayakan 9. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. 7. untuk mengoperasikan peralatan Memeriksa b) c) Jika d) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. seling. a) Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: sumber tenaga yang digunakan pengangkat.pengangkatan antara lain: Pengungkit. material / komponen / part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. forklift. 8.alat bantu khusus. tali. dongkrak samping. e) f) g) OFF kan kunci kontak. takel. perlahan ± lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. Alat bantu untuk memindahkan material / komponen/part yang banyak digunakan pada bengkel otomotif adalah: dongkrak troli. kran beroda. kran. dongkrak troli. forklift. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. pantograf. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: . car lift dan sebagainya. dongkrak ulur dan sebagainya. dongkrak. perlu dilakukan secara tim. hok.

1. Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. c) d) e) Bebas dari cairan oli. e. Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan pusat keseimbangan benda.a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. Memiliki f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai. Cobalah membuat lay-out untuk menempatkan / menata material. Siapkan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah dan pelajarilah cara mengoperasikannya. Tugas sesuai jenisnya. peralatan dan ruangan yang ada di bengkel Sekolah. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. 2. i) Memiliki 1. . peralatan sesuai ruangan yang ada sesuai dengan pengetahuan yang anda miliki. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. 3. greas dan kotoran lainnya. Cermatilah material. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja: a) b) Area kerja harus ditata rapi dan bersih Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. 12. 2. Jelaskan secara singkat yang dimaksud gravitasi bumi. tanda ± tanda penyimpanan material d. Jelaskan secara singkat urutan anggota tubuh yang menahan beban pada waktu seseorang membawa beban pada kedua tangannya.

8. 10. 3. a) b) 7 (tujuh) hal yang perlu diperhatikan: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat . 9. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu menggunakan kran atau takel pengangkat. 2. Sebutkan 8 hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja. 7. Beban di telapak tangan akan disalurkan melalui tendon bawah. Sebutkan 7 hal yang perlu diperhatikan sewaktu seseorang akan mengangkat material secara manual. Sebutkan 10 macam alat bantu pengangkatan material secara mekanis. otot bisep. Gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. Sebutkan 6 macam jenis dongkrak. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu akan menggunakan dongkrak. 11. Sebutkan 4 hal yang perlu diperhatikan saat akan menggunakan carlift. 1. Sebutkan 3 jenis alat bantu untuk menggeser ataupun memindah material yang banyak digunakan di bengkel otomotif. Sebutkan 5 kemungkinan penyebab kecelakan yang dapat terjadi terkait dengan penanganan tempat kerja yang kurang baik. 6. tulang belikat ke otot punggung dan bermuara di tulang belakang. 5. Kunci jawaban Titik pusat gravitasi benda sebagai titik pusat atau titik berat benda saat diangkat. tendon otot bisep.4. f. 4. 12.

perlu dilakukan secara tim. seling. Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. forklift. e) f) Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. kran. troli. Dongkrak botol.dongkrak. carlift dan alat khusus. takel . kran dan forklift. 6. a) 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: Pastikan dongkrak benar-benar baik. ulir. Upayakan perlahan-lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. pantograf. samping dan bumper 7. d) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang di bawah alat pengangkat. Pengungkit. 9. tali. hook. 8. Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. . Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak.f) g) 5. 10. 4 (empat) hal yang perlu diperhatikan: a) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. e) f) g) OFF kan kunci kontak. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. Dongkrak troli. b) c) d) Aktifkan rem parkir.

f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. a. b) Penerangan yang kurang memadai. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. 11. c) d) e) Bebas dari cairan oli. Memiliki tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. i) Memiliki tanda-tanda penyimpanan material sesuai jenisnya. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai. 5 (lima) kemungkinan penyebab kecelakaan: a) Adanya oli atau bahan licin yan tercecer dilantai.b) Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. 8 (delapan) hal yang perlu diperhatikan: a) Area kerja harus ditata rapi dan bersih b) Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. 12. d) Peralatan pengangkat yang tidak pernah dirawat. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai. Tujuan kegiatan belajar . Kegiatan Belajar 2: Melakukan pengangkatan/pemindahan material/komponen/part dan penataan area tempat kerja. e) f) Bahan mudah terbakar berceceran dilantai Penempatan peralatan pengangkat yang tidak standar. c) Tidak adanya tanda atau label pada penyimpanan bahan berbahaya.greas dan kotoran lainnya.

1. f. 5. 3. Lakukan pengangkatankendaraan dengan carlift yang ada dibengkel sekolah. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan / pemindahan material/komponen/part secara manual. lakukan perbaikan dan penataan bila diperlukan.1. 4. Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara mekanis. e. Uraian materi 1. Tes formatif Kunci jawaban . 2. Mengangkat kendaraan dengan alat-alat pengangkat. 2. Siswa dapat melakukan penataan area tempat kerja sesuai standar operasi kerja. 3. Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara manual. 3. Menata material atau bahan-bahan berbahaya sesuai jenisnya. Infentarisaikan hal-hal yang kurang baik berkaitan denga penataan area tempat kerja di bengkel sekolah. Lakukan pengangkatan kendaraan dengan macam-macam dongkrak yang ada di bengkel sekolah. 6. Tugas Tatalah material yang ada di bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya dengan mengangkat dan memindahkan secara manual. c. Tatalah material dan bahan ± bahan berbahaya yang ada di bengkel sekolah pada tempat yang sesuai dengan jenisnya. Rangkuman d. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. b. 2. Lakukan Pengangkatan material/komponen/part dengan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah. 4.

menata material/komponen/part secara manual.LEMBAR KERJA 1 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. .

3. 2. 2. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. BAHAN: 1. 2. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. Kain majun/lap. dipindahkan atau disimpan. Gunakan peralatan keselematan kerja sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. LANGKAH KERJA: 1. LEMBAR KERJA 2 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. Letakkan material/komponen/part yang paling berat di tempat yang paling bawah. 2. KESELAMATAN KERJA: 1. termasuk lokasi penyimpanannya. angkat lah secara tim. Jangan memaksakan diri sekiranya material tidak dapat diangkat sendiri. Kaos tangan. Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. 3. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara manual.TUJUAN: 1.menata material/komponen/part secara mekanis. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. 2. ALAT: 1. . Rak/ meja untuk menempatkan material. 4. Macam-macam material/komponen/part otomotif. Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara manual.

Macam-macam jenis dongkrak. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. 3. Carlift. BAHAN: 1. Jangan meninggalkan material/komponen/part tergantung pada alat pengangkat. Kain majun/lap. Alat-alat pengangkat khusus. 7. Macam-macam material/komponen/part otomotif. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan macam-macam dongkrak. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara mekanis. 3. ALAT: 1. LANGKAH KERJA: 1. 2. seling. 3. Forklift. Tali. Alat pengungkit. hook Rak/ meja untuk menempatkan material. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan carlift.TUJUAN: 1. KESELAMATAN KERJA: 1. . Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. 4. Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. 5. 2. 2. 6. Unit kendaraan. 3. 2. 4. Hati-hati kendaraan jangan sampai tergelincir sewaktu diangkat.

5. termasuk lokasi penyimpanannya. Memindahkan barang dengan troli. 3. . kran dan takel. 4. 6.hook.seling. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. forklift. Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara mekanis dengan tali. dipindahkan atau disimpan.2. Mengangkat unit kendaraan dengan carlift.

Rak/meja penyimpan material.kereta dorong. 4. LANGKAH KERJA: 1. ALAT: 1.menata material/bahan berbahaya otomotif. Pastikan tempat penyimpanan sesuai standar operasi kerja. 2. Siswa dapat menata material/bahan berbahaya otomotif pada tempat yang sesuai standar operasi kerja. Macam-macam material/bahan berbahaya otomotif. Simpanlah material yang mudah terbakar menjadi satu dan berilah tulisan area bebas rokok. 3.LEMBAR KERJA 3 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. Siswa dapat mengangkat. TUJUAN: 1. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. memindah material / bahan berbahaya otomotif sesuai jenisnya secara aman. 2. 2. 2. KESELAMATAN KERJA: 1. Forklift dorong. Gunakan kaos tangan. BAHAN: 1. Hati-hati terhadap cairan berbahaya jangan mengenai kulit. Kain majun/lap. .

Membuatkan tulisan-tulisan peringatan di tempat atau gudang penyimpanan. Melakukan pengangkatan/pemindahan dan penataan material Membuatkan tulisan-tulisan pada jenis-jenis material berbahaya yang belum ada keterangannya. . 5. termasuk lokasi penyimpanannya. dipindahkan atau disimpan.2. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. 4. 3.

komponen/part * 91-100 % sesuai standar . memindahkan material/ Kriteria Penilaian Praktek INDIKATOR KEBERHASILAN 3 * 70 ± 80 % Sesuai standar operasi kerja. 2. a) b) c) Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 NO 1 1 7 4 2 komponen/part secara * 91. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut.100 % sesuai standar manual.BAB III EVALUASI A. ASPEK YANG DINILAI 2 Mengangkat. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. * 70-80 % sesuai standar Mengangkat. operasi kerja. operasi kerja. memindahakan * 81-90 % sesuai standar material/ operasi kerja. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %.

NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 memakai tali/ seling. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP . hook. Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis dongkrak. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. 5 Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis carlift. 6 7 Memindahkan dan menyimpan material/bahan * 81-90 % sesuai standar berbahaya otomotif operasi kerja. pada area tempat kerja dan menata area tempat kerja. * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. memindahkan material/ komponen/part memakai pengungkit. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. Mengangkat. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 3 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. * 70-80 % sesuai dengan standar operasi kerja. INDIKATOR KEBERHASILAN 3 operasi kerja. dongkrak troli dan forklift. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja.kran dan takel. 4 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja.

waktu lebih cepat dan 81-90 % memenuhi Standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai 9. tepat waktu dan 70-80 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. .00 (lulus baik / YA).00 (lulus amat bai k / YA).00 (lulus istimewa / YA). Nilai 7. Tes Praktik : Berpedoman pada cek list kriteria penilaian Praktik yang ada pada modul ini. 4. 3. 2. waktu lebih cepat dan 91-100 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 SOP. Nilai 8. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN : 1. Nilai Praktik = Jumlah perolehan nilai dibagi tujuh = «««««« B.

DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata NILAI FORMATIF 1 N1 NILAI PRAKTIK N2 : KETERANGAN N= (4xN1)+(6xN2) 10 N = «««««««««« .

Posted in ilmu. Modul Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Jogyakarta : SMK N 2 Depok. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. atau bersama guru pengampu merencanakan uji eksternal untuk mendapatkan pengakuan kompetensi atau sertifikat kompetensi. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif. Jakarta: Pustaka Ilmu. Biologi 2. (2001). BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. Bahan pelatihan Nasional. (2004). (1987). wajib mengulangi belajar pada modul ini. Jakarta: Bumi Aksara.CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. ). Fatimah Sumanto. Perbaikan Kendaraan Ringan. Daryanto. Drs.Noeraniah Akmaloedin. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Anonim. otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya . (Th.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan.

B. langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain: . Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan perawatan/servis engine secara berkala. modul OPKR. serta dapat melakukan perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponen-komponennya secara berkala dan kegiatan belajar 2 prakteik perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya secara berkala. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Dalam dunia perotomotifan.Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. akan mudah mempelajari kompetensi yang lainnya. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya. 20-001-2 B membahas tentang prosedur perawatan/servis engine gasoline/motor bensin secara berkala. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. C. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. Petunjuk Penggunaan Modul 1. perawatan/servis engine secara berkala dikenal dengan sebutan Tune-up engine. Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. 20-001-1 B Prinsip kerja engine dan identifikasi komponen-komponen engine. OPKR. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini.10-016 B tentang K3. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. 10-010 B Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur modul OPKR. terutama yang terkait dengan perbaikan engine.

d. c. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. . harus meminta ijin guru lebih dahulu. serta dapat melakukan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Siswa dinyatakan lulus. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. b. praktik baru. 6) Setelah selesai praktik. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun saat melakukan praktik. Sebelum melaksanakan praktik. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). c. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. b.a. Membantu siswa dalam memahami konsep. Bila belum berhasil siswa wajib mengulang. e. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. 2. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. Bila ada materi yang kurang jelas. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik.

D. Dapat melakukan pekerjaan perawatan/servis engine bensin secara berkala. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. *Seluruh kegiatan KOMPETENSI MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Komponen*Menerapkan *Prosedur *Melakukan komponen pemeliharaan/ perawatan/ engine yang SOP dalam perlu pemeliharaan/servis servis engine dan servis. diperiksa/ engine dan komponennya. pabrik. Memahami prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponennya. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. g. E. e. 2. Melaksanakan penilaian internal. h. . *Melaksanakan kegiatan yang *Persyaratan *Prosedur komplek dan tidak keamanan dan pemeliharaan/ rutin. diservis. f. *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik.Memelihara/servis *Pemeliharaan/servis engine dan engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. servis. mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya.d. menjadi keselamatan diri. komponennya. *Persyaratan keamanan *Data *Menerapkan K3. Mencatat hasil kemajuan belajar siswa. peralatan/ spesifikasi komponen. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. i.

siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif. guru pembimbing dapat melakukan tes kepada siswa yang bersangkutan dan bila hasilnya benar pembimbing dapat menyediakan bagi siswa tersebut modul berikutnya. . maka harus melanjutkan mempelajari modul ini.servise. Bila siswa merasa dapat mengerjakan soal-soal formatif.K3 F. Tetapi bila siswa belum bias. Cek Kemampuan AWAL Sebelum siswa mempelajari modul ini.hasil data harus sesuai SOP.baik proses.

.BAB II PEMELAJARAN A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.

serta prosedur perawatan engine bensin. poros engkol. Gangguan langsung yang dirasakan antara lain: tenaga berkurang. Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL. 2. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prosedur Perawatan/servis Engine Bensin a. b. agar tingkat perubahan yang terjadi dapat ditekan seminimal mungkin. . komponen-komponen engine mengalami kerusakan pekerjaan perawatan berkala pada sistem pendinginan meliputi: a) Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin Periksa ketinggian air pendingin yang terdapat pada tangki Penampungan (Reservoir). Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perawatan secara rutin/berkala. Prosedur perawatan/servis engine bensin. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan komponen-komponen yang memerlukan perawatan. tetapi pada sistem-sistem yang mendukung kinerja engine. kepala silinder. poros nok dan yang lainnya. Perubahan fisik tersebut dapat mengganggu kinerja engine. Uraian Materi Prosedur Perawatan Engine Bensin Engine yang sudah dioperasikan akan mengalami perubahan fisik pada komponenkomponennya seperti pada: blok motor. kelengkapan piston. Melakukan perawatan/servis engine bensin. bahan bakar boros. mekanik katup. Adapun perawatan yang dimaksud meliputi: 1. Perawatan rutin komponen-komponen engine dilakukan tidak secara langsung pada komponen-komponen tersebut di atas. Perawatan Sistem Pendinginan Gangguan pada sistem pendinginan secara umum akan berakibat meningkatnya suhu kerja engine yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine.Jenis Kegiatan 1. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru B. Pada industri perotomotifan perawatan rutin terhadap komponen-komponen engine disebut dengan Tune-up engine.

Pemeriksaan kondisi air pendingin c) Memeriksa sistem pendinginan Periksalah kemungkinan terjadi: 1) Kerusakan fisik pada radiator atau slang radiator. pipa radiator (core).penguras. 2) Kerusakan pada klem slang radiator. Gambar 3. 3) Kisi-kisi radiator berkarat. Gambar 2. Pemeriksaan tinggi air b) Memeriksa kondisi air pendingin Periksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli. Tekanan pembukaan katup : STD : 0.Gambar 1. Pemeriksaan sistem pendinginan d) Memeriksa kerja tutup radiator Dengan menggunakan alat tes tutup radiator (Radiator cap tester) periksalah kondisi pegas dan katup vakum dari tutup radiator.6 kg/cm2 (sesuaikan dengan ketentuan manual) .05 kg/cm2 Limit : 0. atau jika secara fisik rusak. 4) Kebocoran pada pompa air. Tutup perlu diganti bila tekanan pembukaan dibawah angka spesifikasi pabrik.75 ± 1.

Gambar 4. aus atau terlalu keras. terkena oli atau paslin/grease. 2) Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli. Pemeriksaan kerja tutup radiator e) 1) Memeriksa tali kipas Tali kipas diperiksa secara visual kemungkinan terjadi: Retak. perubahan bentuk. .

Gambar 5. tekan tali seperti pada gambar defleksi/kelenturan tali : Pompa air ± Alternator : 7 ± 11 mm Engkol ± Kompressor : 11 ± 14 mm Bila tidak memenuhi spesifikasi pabrik lakukan penyetelan tali kipas dengan SST penyetel tali kipas. Pemeriksaan tali kipas secara visual f) Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas Dengan tekanan 10 kg/cm2. Tegangan tali kipas : Baru : 100 ± 150 Lbs Lama : 60 ± 100 Lbs. (sesuaikan dengan ketentuan manual) .

Pemeriksaan tegangan tali kipas Gambar 7.Gambar 6. Penyetelan tegangan tali kipas 2. Adapun prosedur perawatannya seperti berikut: . Membersihkan saringan udara/Air filter Gangguan pada saringan udara akan berakibat tenaga engine berkurang dan bahan bakar boros.

Gambar 9. Gambar 8. Pemeriksaan elektrolit baterai . Memeriksa Baterai Kemampuan kerja baterai akan mengalami penurunan seiring dengan pemakaian. Ketinggian elektrolit harus berada antara garis Uper level dan lower level. Kinerja baterai yang kurang baik akan menyebabkan: sulit untuk menstarter engine. Terminal longgar. Bila elemen rusak atau terlalu kotor supaya diganti. Jangan sampai ada benda yang masuk ke karburator. Membersihkan elemen saringan udara 3. gangguan pada sistem penerangan dan peralatan tambahan (assesoris). Gambar 10.27 pada suhu 200 C 2) Periksa jumlah elektrolit pada setiap sel.25 ± 1. b) c) Hembuskan tekanan udara dari sisi dalam elemen. berkarat atau rusak. Pemeriksaan baterai secara visual b) 1) Mengukur berat jenis elektrolit Memeriksa berat jenis baterai dengan hydrometer Berat jenis : 1. 3) Kotak baterai rusak atau bocor. Perawatan baterai meliputi: a) Pemeriksaan secara visual: Periksa baterai kemungkinan: 1) 2) Penyangga baterai berkarat.a) Melepas saringan udara dari engine.

bila kurang harus ditambah. dan perbaikilah. Pasang saringan oli baru dengan tangan sampai kencang. Pemeriksaan kondisi oli c) 1) 2) Mengganti saringan oli (oil filter) Membuka saringan oli dengan SST. periksalah kemungkinan ada kebocoran. Gambar 13. bila kurang ditambah.4. Memeriksa Sistem Pelumasan Sistem pelumasan merupakan bagian vital pada engine. Melepas saringan oli . Gangguan pada sistem pelumasan akan berakibat: suhu engine meningkat berlebihan. Gambar 11. Gambar 12. tercemar air atau sudah berubah warna karena terbakar. Perawatan pada sistem pelumasan meliputi: a) Memeriksa tinggi oli Tinggi oli harus berada antara garis L dan F. 4) Matikan mesin dan periksa tinggi oli. 3) Hidupkan mesin dan periksa kebocoran. Pemeriksaan tinggi oli b) Memeriksa kondisi oli Periksa oli kemungkinan kotor. komponen-komponen engine cepat aus dan tenaga mesin akan terasa berkurang.

rusak akan berakibat: tenaga engine kurang. Gambar 15. Bila busi kotor. engine tidak dapat idel. Gasket rusak atau berubah bentuk. Pemeriksaan busi secara visual b) Membersihkan busi .Gambar 14. Memeriksa. Perawatan busi meliputi: a) 1) Pemeriksaan busi secara visual Kemungkinan retak. Elektroda terbakar atau kotor berlebihan. 2) 3) 4) Keausan pada elektroda. pincang dan sulit distarter. kerusakan pada ulir atau isolator. Memasang saringan oli 5. membersihkan dan menyetel busi Busi adalah komponen yang memberikan loncatan api untuk proses pembakaran.

Gambar 16.1) 2) Jangan menggunakan pembersih busi terlalu lama. Jika diperlukan setelah celah busi dengan membengkokkan elektroda busi. Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara tekan 3) Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator. Gambar 17. Memeriksa kabel tegangan tinggi . Penyetelan celah busi 6. Membersihkan busi c) Menyetel celah busi Memeriksa semua celah busi dengan alat pengukur celah.

Periksalah semua kabel tegangan tinggi tahanan kabel: kurang dari 25 kW. Hal ini dapat terjadi karena tahanan kabel menjadi sangat besar. tidak dapat idel. pincang dan tenaga kurang. Gambar 18. Cara melepas kabel busi .Gangguan kabel tegangan tinggi pengapian akan berakibat: engine sulit distarter.

Gambar 19. berkarat. Pemeriksaan tutup distributor b) Menyetel celah platina atau celah udara . Pegas karbon terminal tengah lemah atau macet. Terminal-terminal kotor atau terbakar. panas berlebihan dan komponen-komponen utama engine cepat rusak. Adapun perawatannya meliputi: a) Memeriksa tutup distributor Periksa tutup distributor serta rotor dari kemungkinan: 1) 2) 3) Retak. yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine: engine sulit distart. Distributor Gangguan pada distributor akan berakibat kinerja sistem pengapian tidak sempurna. kotor atau terbakar. Cara memeriksa tahanan kabel busi 7. tenaga kurang. Gambar 20.

1) Jika platina aus. Cara penyetelan platina atau celah udara .2 ± 0.4 mm Gambar 21. Celah udara : 0. 2) Stel celah platina : celah blok : 0.45 mm 3) Stel celah udara antara rotor dan proyeksi koil (pengapian elektronik). rusak atau terbakar ganti yang baru.

Sudut dwell : 50 0 ± 54 0 Gambar 22.c) Memeriksa sudut Dwell Periksa sudut dwell dengan Dwell tester. Pemeriksaan sudut dwell d) Memeriksa saat pengapian Stel putaran mesin pada putaran idel. oktan selector pada posisi standar. Penyetelan pengapian dengan merubah posisi distributor serta menggunakan alat Timing light. . Jangan menyetel dengan Oktan selector. Pada putaran maksimal 950 Rpm saat pengapian antara 50 ±15 0 sebelum TMA (sesuaikan dengan spesifikasi pabrik).

Gambar 23. Gambar 25. Saat pengapian berubah-ubah sesuai putaran engine. Pemeriksaan Governoor advancher dengan engine hidup g) Memeriksa kerja Vacum advancer . Penyetelan saat pengapian e) 1) Memeriksa kerja governor advancer Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putaran rotor dan dilepas. Pemeriksaan Governoor advancer f) Memeriksa governor advancer dengan engine hidup Hidupkan engine dan lepaskan slang vakum pada distributor. Gambar 24. 2) Rotor tidak boleh terlalu kendor.

6 kg.m Baut penumbuk katup: 1.6 kg. 1) 2) Baut kepala silinder: 5. putaran idel terganggu dan suara berisik. Gambar 26.Hubungkan slang vakum pada distributor.8 ± 6.4 ± 6. Pemeriksaan Vacum advancer 8. Adapun prosedur penyetelannya sebagai berikut: a) 1) 2) b) Menepatkan tanda timing Panaskan engine kemudian matikan Tepatkan silinder no 1 pada TOP kompresi Mengencangkan baut-baut kepala silinder dan penumbuk katup. Oktan selector akan berubah-ubah sesuai putaran engine. Menyetel Celah Katup Perubahan pada setelan celah katup akan berakibat pemasukan gas baru dan pengeluaran gas bekas terganggu dan akan menyebabkan tenaga engine berkurang.m .

30 mm (sesuaikan dengan ketentuan manual) . Pengencangan baut kepala silinder dan penumbuk katup. c) Menyetel Celah Katup Celah katup diukur di antara batang katup dengan lengan penumbuk (Rocker arm).20 mm. katup buang: 0. Celah katup hisap: 0.Gambar 27.

Penyetelan dilakukan melalui kabel gas atau baut penyetop pedal gas. putaran idel tidak baik dan bahan bakar boros. Penyetelan katup TOP kompresi silinder 1 Putar satu kali putaran (360 0). Gambar 30. Perawatan pada sistem karburator meliputi: a) 1) 2) Memeriksa katup trotel Katup trotel harus membuka penuh saat pedal gas ditekan penuh. stel pada TOP kompresi silinder 4. Memeriksa Karburator Untuk penyetelan karburator gunakan manual sesuai jenis karburator dan merek kendaraannya.Gambar 28. Penyetelan katup TOP kompresi silinder 4 9. Pemeriksaan katup trotel . Gangguan pada sistem karburator akan berakibat: tenaga engine berkurang. Gambar 29.

Pemeriksaan katup cuk saat tombol ditarik . c) Memeriksa Katup Cuk Konvensional Katup cuk harus membuka penuh bila tombol cuk ditarik penuh dan menutup penuh bila tombol dilkembalikan. Gambar 33. Penyetelan pembukaan katup trotel b) Memeriksa Pompa Akselerasi Bensin harus menyemprot keluar dari Jet saat katup trotel terbuka. Gambar 32. Pemeriksaan pompa akselerasi.Gambar 31.

tekan pedal gas sekali. Pelepasan slang vakum dari penghubung cuk 5) Tarik tombol penuh. Gambar 39. Penarikan tombol cuk engne hidup dan digas 3) Pasang kembali slang vakum. Gambar 37. Pelepasan slang vakum penarik cuk 2) Menarik tombol cuk. Gambar 35. dan hidupkan engine. Tombol cuk posisi setengah 6) Pastikan nok idel tinggi pada langkah kedua. matikan lalu lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. Hidupkan mesin sampai suhu kerja. menekan pedal gas sekali dan menghidupkan engine. Gambar 36. Gambar 38. suhu air dibawah 30 0C.Gambar 34. Pemeriksaan penghubung cuk 4) Memeriksa BVSV keadaan engine panas. lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. . penghubung cuk tidak bergerak. Pemeriksaan katup cuk saat tombol dilepas d) 1) Memeriksa Pembuka Cuk Otomatis Memeriksa BVSV mesin dalam keadaan dingin. dan kembalikan tombol posisi setengah.

Gambar 40. Dalam penyetelan putaran dan campuran idel. pastikan linkage cuk bergerak dan nok idel tinggi dibebaskan pada langkah ketiga. Perhatikan gambar berikut: Gambar 41. Nok idel tinggi pada langkah ketiga 10. a) Lepaskan slang HIC dan sumbatlah ujung slangnya. Pengecekkan nok idel tinggi pada langkah kedua 7) Pasang kembali slang vakum. . Pada saat tombolcuk ditekan habis. Penyetelan Putaran dan Campuran Idel (Gunakan selalu buku manual sesuai merek kendaraan dan Tahun pembuatannya). perlu diperhatikan hal-hal berikut: a) b) Saringan udara dalam keadaan terpasang Suhu air pendingin normal (suhu kerja) c) d) Katup cuk terbuka penuh Semua perlengkapan tambahan dimatikan e) f) Semua saluran vakum terpasang Transmisi pada posisi netral g) h) i) Saat pengapian benar-benar tepat (sudah distel) Tachometer dan pengukur vakum terpasang Pengukur CO pada posisi NOL siap pakai. putaran engine kembal idel.

Penyetelan putaran idel d) Menyetel vakum maksimum Stel hingga vakum maksimum dengan memutar sekrup pengatur campuran idel dengan SSTseperti berikut: Gambar 45. dengan jalan menyetel sekrup pengatur seperti berikut: Gambar 44. Pelepasan slang HIC b) Membuka kap pembatas idel Membuka kap pembatas idel pada skrup pengatur campuran idel jika terpasang seperti gambar berikut: Gambar 43.Gambar 42. Cara membuka kap pembatas idel c) Menyetel idel pada putaran spesifikasi Menyetel putaran idel pada putaran spesifikasi (600-800 Rpm). Penyetelan vakum maksimum e) Menyetel putaran dan campuran idel Ulangi penyetelan putaran dan campuran hingga vakum benar-benar maksimum seperti berikut: .

Pengu kuran konsen trasi CO c) Jika seluru h pekerjaan penyetelan sudah selesai. Pengecekan setelan putaran dan campuran idel 11. Penyetelan putaran dan campuran idel f) Cek putaran dan campuran idel Pengecekan setelan putaran dan campuran idel dengan menarik link gas kemudian melepaskan kembali. 12. kembalikan slang katup HIC seperti semula dan pasang kap pembatas idel yang baru seperti berikut: Gambar 49. a) b) Mengukur Konsentrasi CO Pada Gas Buang Menaikkan putaran sekitar 200 Rpm selama 30 ± 60 detik. Pemasangan slang katup HIC dan Kap pembatas idel. Memeriksa Tekanan Kompresi Engine . Pengukuran harus dilakukan selama 3 menit seperti berikut: Gamba r 48. baru lakukan pengukuran. Tunggu 1 menit.Gambar 46. Pastikan Rpm kembali ke posisi spesifikasi seperti berikut: Gambar 47.

2. buka trotel penuh dan start engine pada putaran: 250 Rpm selama maksimal 3 detik. Tune-up engine: mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan memelihara. Pelepasan kabel tegangan tinggi koil d) Memasang kompresi tester pada lubang busi. Rangkuman Perawatan komponen-komponen engine dilaksanakan dengan pekerjaan Tune-up engine. 1. Gamba r 52.a) Panaskan engine sampai suhu kerja b) Lepas semua busi Gambar 50. 3. Gambar 51. Pemeri ksaan tekana n kompr esi c. Melepas busi c) Melepas kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran skunder terputus. menyetel dan mengganti komponen yang mendukung kinerja engine. Pekerjaan Tune-up meliputi: a) b) Sistem pendingin Tali kipas . Baca hasil pengukuran antara 9 ± 12 kg/cm2 (sesuaikan dengan manual merek kendaraan) yang diukur.

Tahanan kabel tegangan tinggi kurang dari 25 kW. 5. penyetelan celah platina dan sudut dwell. 11. Perawatan sistem pelumasan: kondisi dan kapasitas oli. posisikan tanda timing pada TOP kompresi silinder 1. penggantian saringan oli. 7. vakum advancer. antara engkol dan kompressor. 8. menyetel atau mengganti busi. setel katup buang silinder 1 . kondisi kotak baterai dan berat jenis elektrolit. 12.c) d) e) f) g) Saringan udara Baterai Oli mesin Busi Kabel tegangan tinggi h) Distributor i) Baut kepala silinder dan penumbuk katup j) k) l) Celah katup Karburator Putaran idel m) Konsentrasi CO n) 4. 10. lihat tanda penyesuai. Pemeriksaan distributor meliputi: tutup dan terminal-terminal tutup distributor. pasang timing light. 6. governor advancer. Prosedur menyetel pengapian: hidupkan engine. Pengukuran tegangan tali kipas antara pompa air dan alternator. Tekanan kompresi. Prosedur menyetel celah katup: Kencangkan baut kepalasilinder dan penunjang batang penumbuk. Pengukuran baterai meliputi: kondisi terminal. Perawatan busi: membersihkan .rotor. tepatkan dengan menggerakkan distributor. 9. Alat tes sistem pendinginan adalah Radiator tester.

7. Apa akibatnya bila kapasitas oli kurang? Apa akibatnya bila busi kotor. 2. Tugas Carilah dan pelajarilah minimal dua buku manual suatu kendaraan bermesin bensin. perlengkapan tambahan mati. 1. Catatlah dalam buku tugas merek kendaraan yang dipelajari. Sebutkan 4 pemeriksaan pada baterai. Prosedur tes tekanan kompresi: Panaskan engine. suhu air normal. 8. Sebutkan 9 ketentuan sebelum menyetel putaran dan campuran idel. menstarter engine dan membaca hasil pengukuran. 6. 9. 1. 5. Tes formatif Jelaskan yang dimaksud dengan Tune-up engine. 13. transmisi netral.dan 3 dan katup masuk silinder 1 dan 2. putaran dan campuran idel. d. 11. pelajarilah pada bagian Tune-up engine.pompa akselerasi. cuk membuka penuh. Sebutkan 5 pekerjaan tune-up pada sistem pendingin. memasang alat tes. . melepas kabel tegangan tinggi koil. pengapian tepat. semua slang vakum terpasang. Engine 4 silinder FO 1342. membuka semua busi. 14. pada TOP kompresi silinder 4 katup mana saja yang bisa disetel? 10. 2. Sebutkan 6 pemeriksaan pada karburator. tacho dan pengukur vakum terpasang dan meteran CO posisi NOL siap pakai. cuk. Putar 360 0 Setel katup masuk dan buang yang belum disetel. e. 4. Sebutkan 8 alat tester yang digunakan untuk pekerjaan Tune-upmotor bensin. 3. Sebutkan 15 pekerjaan Tune-up engine. dan bagian komponen yang memerlukan penyetelan serta spesifikasi penyetelannya. pembuka cuk. Pemeriksaan Karburator meliputi: kerja trotel. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetel putaran dan campuran idel: air filter terpasang. 15. tahanan kabel melebihi ketentuan? Sebutkan 8 pemeriksaan/penyetelan terkait dengan distributor.

komponen engine cepat rusak. Uraian Materi . sistem pendingin. Memeriksa kondisi air. governoor. Radiator cap tester.12. baterai. 1. kapasitas air. saringan oli. membersihkan dan mengganti komponen. Engine panas. tutup distributor. 6. Engine sulit hidup. vakum advancer. celah katup. Terminal baterai. terminal-terminal.Tacho dan pengukur vakum terpasang serta CO meter posisi NOL siap pakai. Memeriksa kondisi air. rotor. vakum advancer. 11. 10. celah platina. Tacho meter. Trotel membuka penuh. 5. Kunci Jawaban Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan. pompa akselerasi. Dwell tester. Kegiatan belajar 2: Perawatan/servis Engine Bensin a. pengapian tepat. kabel tegangan tinggi. vakum meter. celah platina. transmisi netral. 8. f. tutup radiator dan tali kipas. Trotel. Timing light. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat melakukan perawatan/servis engine bensin sesuai ketentuan standar operasi kerja dan K3. Kondisi tutup. busi. pengapian dan pegas karbon. 3. tali kipas. Hydro meter. tenaga kurang. b. karburator. oli. 2. 4. Compression Tester. cuk. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. Saringan udara terpasang. slang vakum terpasang. Berat jenis elektrolit. Sebutkan 2 prasyarat pengetesan tekanan kompresi. putaran idel dan campuran idel. CO meter. putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. Engine pada suhu kerja. Radiator tester. tegangan dan kebocoran elektrolit. kapasitas air. rotor. 7. governor. pembuka cuk. 9. perlengkapan tambahan mati. suhu air normal. cuk membuka penuh. pengapian. memeriksa. 12. menyetel.

e. Kunci jawaban Berpedoman pada kriteria penilaian praktik pada modul ini dan pada buku manual sesuai yang digunakan untuk praktikum. Gunakan lembar kerja yang ada pada modul ini untuk pedoman praktik. Melakukan praktik perawatan/servis engine bensin dengan engine yang ada di bengkel sekolah. Lakukan latihan praktik perawatan/servis engine bensin pada engine stand atau pada unit kendaraan yang ada pada bengkel sekolah berulang-ulang sampai benar-benar menguasai materi/trampil. Laporkan pada guru pembimbing bila sudah menguasai materi untuk dilakukan tes praktik.1. Menerapkan prosedur K3 dalam praktik. Tes formatif Lakukan pekerjaan Perawatan engine bensin secara berkala sesuai prosedur standar dan prosedur Kesehatan dan keselamatan kerja. Tugas 1. Menggunakan buku manual sesuai engine yang digunakan untuk latihan. d. Catatlah dalam buku tugas setiap hasil pemeriksaan dan perbaikan/penyetelan yang dilakukan serta kesimpulan hasilnya. c. bila menggunakan buku manual. 4. 2. 3. 2. . 3.

.

: Perawatan Berkala Motor Bensin.LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis Engine dan Komponennya. ALAT: 1. Peralatan Tune-up motor bensin standar. 3. 6. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar. Tempat komponen. 2. KESELAMATAN KERJA: 1. 3. SST untuk Tune-up. Fender cover. Siswa dapat melakukan pekerjaan perawatan berkala motor bensin. Elektrolit baterai jangan sampai kena anggota badan dan pakaian. 4. 2. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya. Kompresor udara. Sub kompetensi TUJUAN: 1. 5. . Peralatan tangan standar.

Siapkan peralatan dan bahan. Air pendingin. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. 2. 9. 4. 5. Buku manual sesuai jenis/merek engine yang digunakan. Laporkan pada pembimbing bila sudah menguasai materi untuk bersama-sama merencanakan uji kompetensi internal. 4. Diskusikan dengan teman atau Tanya pembimbing bila ada yang ragu. Bersihkan lingkungan kerja seperti semula. 7. Praktek Tune-up dengan langkah seperti pada manual. Catatlah hasil pemeriksaan dan penyetelan komponen pada buku tugas. Ulangi pekerjaan ini sampai benar-benar kompetensi. . 5. baut-baut platina. 3. Saringan oli. Elektrolit baterai/air baterai. Oli pelumas engine. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan. BAHAN: 1. 6. 6. Kain lap (majun). Kembalikan alat dan bahan seperti semula. Tali kipas. busi. 7. 8. Kertas gosok.7. LANGKAH KERJA: 1. 3. 2.

c. b. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes 1 dan Tes 2): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. a.BAB III EVALUASI A. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. . Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %.

Distributor Pengapian Dapat memeriksa kondisi tutup distributor. kerja governor dan vakum advancer.rotor. Baterai penyangga. Dapat memeriksa kondisi Saringan udara dan membersihkan serta mengganti elemen saringan Dapat memeriksa kondisi. membersihkan dan menyetel busi Kabel tegangan tinggi. 2. memeriksa dan menyetel celah platina. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). busi. Kriteria Penilaian Praktik NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Sistem Pendinginan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 Dapat memeriksa kondisi dan kapasitas air. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. memeriksa dan mengganti saringan oli Dapat memeriksa kondisi Busi. Dapat mengukur tahanan kabel tegangan tinggi. kapasitas dan berat jenis elektrolit Dapat memeriksa kapasitas Sistem Pelumasan dan kondisi oli. serta dapat menguras dan mengganti air pendingin 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 2 3 4 5 6 7 Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas. kondisi radiator dan slang radiator. . hubungan dan kondisi terminal. mengganti oli. kebocoran. tes tekanan sistem dan kerja tutup radiator mengetes.d.

cuk.mengukur dan menyetel katup. pembuka cuk dan menyetel campuran serta putaran idel. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 8 Celah Ktup 9 Tekanan Kompresi 10 Karburator 11 K3 dan SOP CATATAN: 1. Nilai 7. Nilai 8. waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA :««««««««««««« NIS :««««««««««««« NO SOAL NILAI TES 1 NILAI TES PRAKTIK KETERANGAN . Dapat menerapkan K3 dan SOP. Dapat mengukur tekanan kompresi serta menyimpulkan hasilnya Dapat memeriksa dan menyetel trotel. Mengencangkan baut kepala silinder dan rocker arm.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 memeriksa dan menyetel sudut dwell.00 (lulus istimewa/YA).00 (lulus baik/YA). memeriksa dan menyetel saat pengapian.pompa akselerasi. Nilai 9. 2. Dapat menepatkan timing katup. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. 3.00 (lulus amat baik/YA).

tutup distributor. saringan oli.20-001-2 B N II = «««««« CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. celah katup. putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. memeriksa. kabel tegangan tinggi. celah platina. baterai. busi. . 2. membersihkan dan mengganti komponen. kapasitas air. Memeriksa kondisi air. Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan. governor. Kunci Jawaban Tes 1 1. karburator.N1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 RATARATA N2 Nilai = Rata-rata nilai Tes 1 (N1) dikalikan 4 ditambah nilai rata-rata tes praktik (N2) dikalikan 6 kemudian dibagi 10 (4xN1) + (6xN2) N II= 10 NII= Nilai akhir OPKR. oli. menyetel. rotor. pengapian. vakum advancer. B. tali kipas.

vakum advancer. tegangan dan kebocoran elektrolit. kapasitas air. 7. 9. Compression Tester. komponen engine cepat rusak. Timing light. suhu air normal. governor. pengapian tepat. Radiator tester. Tacho meter. Trotel. transmisi netral. cuk. cuk membuka penuh. Radiator cap tester. 10. 12. perlengkapan tambahan mati. Dwell tester. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. 11. 8. terminal-terminal. slang vakum terpasang. pompa akselerasi. tenaga kurang. Engine panas. putaran idel dan campuran idel. sistem pendingin. rotor. BAB IV PENUTUP . celah platina. pembuka cuk. Berat jenis elektrolit. Tes 2 Berpedoman pada criteria penilaian praktik dan buku manual sesuai yang digunakan. Terminal baterai. Tacho dan pengukur vakum terpasang dan CO meter posisi NOL siap pakai. Engine pada suhu kerja. bila menggunakan buku manual. Kondisi tutup. Hydro meter. Engine sulit hidup. Trotel membuka penuh. 5. CO meter. pengapian dan pegas karbon.3. 6. Saringan udara terpasang. Memeriksa kondisi air. 4. tutup radiator dan tali kipas. vakum meter.

3K. maka siswa tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. II Pembelajaran A. Job Sheet Tune-up Motor Bensin. (1983).4K. 1 Keg. Toyota Astra Motor.th.). (2003). Bel. Toyota Astra Motor. Untuk membuat perencanaan kegiatan belajar anda. Jenis Kegiatan Keg. New Step 1 Training Manual. Posted in ilmu. (t. Jakarta: Toyota Motor Corporation Anonim. otomotif Leave a Comment Yogyakarta: SMKN 2 Depok Perbaikan Sistem Rem Apr 21 Posted by 66tech Bab. Bel. (1995). Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Tanggal Waktu . 1 W Engine Service Training Information. sebaiknya anda membuat rencana belajar dan mendiskusikan dengan guru/ tutor yang berkaitan dengan modul pemelajaran ini. Sebaliknya bila siswa dinyatakan tidak lulus. Jakarta: PT. 2 Keg. Rencana Belajar Siswa Sebelum anda melanjutkan mempelajari modul ini. Bel. Pedoman Reparasi Toyota 2K.Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2 Evaluasi Uji Komp.5K. maka isilah rencana kegiatan tersebut dalam format berikut ini. Jakarta: PT. Anonim. Anonim.

stick atau pedal. memperbaiki dan menyetel rem tangan.B. diharapkan siswa dapat: 1) 2) 3) Menjelaskan konstruksi dan cara kerja tangan. Memeriksa. Kendaraan niaga yang besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang antara propeller shaft dan transmisi. Kegiatan Belajar a. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini. . Mengidentifikasi macam-macam penyetel rem tangan. Kegiatan Belajar 1 1. atau rem parkir ekslusif yang dihubungkan dengan roda-roda belakang. b. kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan tromol rem dan sepatu yang membangkitkan daya pengereman. Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. Mobil penumpang dan kendaraan niaga yang kecil mempunyai rem parkir tipe roda belakang (rem kaki). Uraian Materi 1) Rem Parkir Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan.

Tuas fortuna rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi dengan menarik tuas rem parkir maka rem bekerja melalui kabel yang dihubungkan dengan tuas. dibagian tengah kabel diberi equalizer untuk menyamakan daya kerjanya tuas pada kedua roda-roda. yang digunakan bergantung pada design tempat duduk pengemudi dan sistem kerja yang dikehendaki.2) Cara Kerja Mekanisme kerja (operating mechanism) pada rem parkir pada dasarnya sama untuk tipe rem parkir belakang dan tipe center brake. 3) Body Rem Parkir a) Rem Parkir Tipe Roda Belakang . Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelannya dekat dengan tuas rem. Tuas rem parkir dilengkapi dengan ratchet utnuk mengatur tuas pada suatu posisi pengetesan. Pada rem parkir roda belakang. Tuas intermediate (intermediate lever) dipasang untuk menambah daya pengoperasian. Ada beberapa tipe tuas rem parkir seperti diperlihatkan di bawah ini. dengan demikian penyetelan jarak tuas dapat dengan mudah distel. Kabel rem parkir memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub-assembly.

Bodi rem parkir dikelompokkan menjadi dua tipe structural bergantung pada andilnya tromol rem atau piringan rem (rem kaki) atau komponen rem yang terpisah. mekanisme rem parkir disatukan dalam caliperr rem piringan. y Kendaraan dengan rem piringan Dalam tipe rem parkir ini. Pada tempat yang menurun. gerakan tuas menyebabkan poros tuas (lever shaft) berputar menyebabkan spindle menggerakkan piston. Kabel rem parkir dipasang pada tuas sepatu rem dan daya kerja dari tuas rem parkir dipindahkan melalui kabel rem parkir ke tuas sepatu rem. Pad menjadi aus dan langkah rem parkir akan bertambah dengan alasan ini. 4) Memperbaiki Rem Tangan Masalah yang biasa terjadi pada rem tangan adalah ketika memarkir kendaraan. sepatu rem akan mengembang oleh tuas sepatu rem dan shoe strut (lihat gambar). Seperti pada gambar di bawah. Hasilnya. Hubungannya dilakukan secara mekanik dihubungkan pada sepatu rem pada kendaraan yang mempunyai tromol rem. pad terdorong menekan rotor piringan (disc rotor). y Tipe rem parkir deveted Pada tipe rem parkir ini. Hal umum sebagai penyebab masalah pengereman di antaranya adalah: . Pada rem parkir tipe center brake ini daya pengeremannya terjadi pada saat sepatu rem yang diam ditekan dari bagian dalam terhadap tromol yang berputar bersama out put shaft transmisi dan propeller shaft. Tipe rem ini bekerjanya sama dengan rem parkir tipe sharing pada kendaraan yang menggunakan rem tromol. maka dilengkapi mekanisme penyetelan otomatis pada mekanisme rem parkir untuk menjaga langkah spindle agar tetap konstan setiap waktu. b) Tipe Center Brake Tipe center brake ini banyak digunakan pada kendaraan komersil. Cara kerjanya sama dengan tipe rem parkir seperti pada tromol rem. seperti pada gambar. tromol rem parkir terpisah dari rem piringan belakang. kendaraan masih juga bergerak. atau pada piston pada mobil yang menggunakan disc brake. Tipe ini salah satu dari tipe rem tromol tetapi dipasang antara bagian belakang transmisi dan bagian depan propeller shaft. y Kendaraan dengan tromol rem Pada tipe rem parkir ini. y Pelayanan Rem Tipe Sharing (Rem Kaki) Tipe rem parkir ini digabungkan dengan rem kaki.

Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem tromol tanpa penyetel otomatis. Bilamana tarikan kawat rem tidak lancar. Pastikan seluruh komponen berada pada kondisi normal dan dapat digunakan dengan baik. Posisi tuas rem yang benar biasanya setengah dari keseluruhan gerakan tuas. Periksa gerakan tuas rem dengan cara menarik sampai kedudukan pengerem. b. c) Penyetelan kurang tepat. Tuas penyetel 2. Bila tarikan kawat melebihi spesifikasi karena setelan. b) Tempat sambungan kendor atau karat. gantilah kawat beserta kelengkapannya. sebelum kegiatan perbaikan. berikanlah pelumasan jika masih memungkinkan. b. dapat juga dilakukan penyetelan di bagian penyama (equalizer) di bagian bawah kendaraan. Tuas rem parkir 7 dan 10: Sepatu rem . c. 1.a) Kawat penarik telah mulur/ kendor atau karat. Silinder roda 3 dan 9: pegas pengembali 4. Bilamana tarikan kawat melebihi spesifikasi karena kawat mulur. melalui pemutaran bintang (star) penyetel yang ada dalam tromol. Sedangkan. jarak bidang pengereman telah dijamin oleh penyetel otomatis. pemeriksaan terhadap komponen dan cara kerjanya harus dilakukan. a. lakukan penyetelan pada baut penyetel yang ada di tuas. dan terdengar suara ³klik´ sesuai spesifikasi. sedangkan kerja rem tidak memperoleh hasil yang memuaskan. d) Jarak bidang pengereman antara kanvas rem/ pad dan tromol/ cakram terlalu besar. Gambar tempat perbaikan rem tangan d. Atau bilamana masih baik. Oleh karena itu. Mur penyetel dengan penghubung berulir 5 dan 11: Penahan 6. yaitu: a. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan. lakukan perbaikan dan penyetelan. pada rem tromol dengan penyetel otomatis.

gigi per gigi. gerak tuas harus 3 ± 7 gigi Kontrol: tarik 1 gigi. tuas rem (2) karena tarikan kabel rem akan menekan piston beserta padnya melawan cakram dengan baik. sedangkan untuk tipe lainnya celahnya harus dilakukan secara terbuka. Tarik penuh. Kalau rem tangan berfungsi dengan baik. sampai roda tak dapat diputar. Ketidaksamaan kerja rem dapat berasal dari: Nilai gesekan yang berbeda (tromol. Penyetelan Rem Tangan Stel pada bagian penyetel sampai tercapai keadaan sesuai dengan gambar-gambar di bawah ini. apabila celah sepatu pada keempat rodanya tidak sama pada semua roda-rodanya. Mur penahan sepatu rem e. Jangkar (Anchor) 12. Tarik tuas rem tangan lagi. hambatan gesek sama pada kedua roda. hal itu terjadi dalam waktu bersamaan pada kedua roda. maka kendaraan akan tertarik ke salah satu arah atau roda belakang kendaraan akan seperti ekor ikan (yang mengibas ke kanan dan ke kiri). kanvas) Kelancaran jalan kabel rem tangan yang berbeda. Celah Sepatu Rem Celah antara tromol dan kanvas yang besar akan menyebabkan kelambatan pada pengereman. Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem cakram. penting sekali untuk menyetel secara tepat celah antara tromol dan kanvas sesuai spesifikasi yang dianjurkan dan melakukan perawatan setiap saat. gerak batang 10 ± 20 gigi Kontrol: tarik 3 gigi. rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. penyetelannya bekerja secara otomatis. Bila celah antara tromol dan kanvas terlalu kecil. gigi per gigi. Begitu juga.8. Untuk mencegah kejadian ini. sampai rem tangan mulai berfungsi. Rangkuman . pengereman. Pada beberapa tipe rem. roda masih harus dapat berputar bebas Kontrol Kesamaan Kerja Rem Kanan dan Kiri Tarik tuas tangan. Kalau kondisi rem baik. c. menggunakan sekrup penyetel (3) apabila dilakukan. roda masih harus dapat berputar bebas Tarik penuh.

cocokanlah jawaban anda dengan yang termuat pada halaman berikut. ? Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. tromol rem dan sepatu rem. Jelaskan cara kerja sistem tersebut dengan disertai gambar! e. . stick atau pedal. Jelaskan fungsi tuas intermediate (intermediate lever)! Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem parkir! Sebutkan 3 type tuas rem parkir yang banyak dipergunakan pada mobil! Perhatian Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya. Test Formatif Jelaskan fungsi rem parkir pada mobil! Sebutkan hal-hal yang menyebabkan kendaraan masih bergerak pada waktu di parkir pada tempat yang menurun! 3. ? Body rem parkir dikelompokkan menjadi 2 type: § Type sharing § Type deveted ? Hal-hal yang menyebabkan masalah pada pengereman: § Kawat penarik molor/ kendur § Tempat sambungan kendur § Penyetelan kurang tepat § Jarak pengereman kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar d. 4.? Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan. Tugas Amati sistem rem parkir dan komponen pengoperasian yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif. kabel atau type mekanisme batang (rod). 1. 2. 5.

stick/pedal. 2. 3.f. Tuas rem. tromol rem dan sepatu rem. Untuk menambah daya pengoperasian. 1. jika belum catat bagian yang Anda tidak puas. Bila puas lanjutkan dengan kegiatan berikutnya. . a) b) c) Type Tuas Type Stick Type Pedal Perhatian 1. 2. Apakah Anda puas dengan jawaban Anda. g. Diskusikan dengan Tutor Anda. Kunci Jawaban Formatif Fungsi rem parkir untuk memarkir kendaraan agar tidak bergerak. 1. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem tangan Membedakan bermacam-macam sistem penyetel. a) b) Kawat penarik kendor Tempat sambungan kendor/ karat c) Penyetelan kurang tepat d) Jarak bidang pengereman antara kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar. 2. kabel.

§ Jangan menyetel rem yang panas. . agar tidak terjadi kesalahan dalam penyetelan. Langkah Kerja § Siapkan alat dan bahan praktek. § Lakukan prosedur: o Memeriksa fungsi rem tangan o Membedakan bermacam-macam sistem penyetel o Menyetel rem tangan § Mintalah penjelasan pada instruktur hal yang belum jelas § Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. Alat dan Bahan Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) i) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Kunci momen Mobil VET a) Kan oli/ Oil can j) Lap 2. Menyetel rem tangan 1.3. Keselamatan Kerja § Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. 3.

4. Menyebutkan komponen-komponen rem tromol Mengontrol fungsi penguat tenaga rem (booster) 3. Memeriksa saluran dan slang rem Membongkar. 2. memeriksa. Tromol rem (Brake drum) .4. Tugas § Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Backing plate Silinder roda (Wheel cylinder) Sepatu rem dan kanvas (Brake shoe and lining) 4. b. memperbaiki dan menyetel sistem rem tromol. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan-kegiatan ini diharapkan siswa dapat: 1. Kegiatan Belajar 2 a. 3. 5. Komponen-Komponen Rem Tromol 1. Uraian Materi 2 Rem Tromol Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda. 2. kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang relatif kecil. memeriksa dan memperbaiki silinder master dan silinder roda Membongkar. Karena self ± energizing efect ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangkan sepatu.

Karena sepatu rem terkait pada backing plate maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate. y Silinder Roda Silinder roda (wheel cylinder) terdiri dari beberapa komponen seperti terlihat pada gambar di sebelah kanan. Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja. maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik sepatu rem . y Sepatu Rem dan Kanvas Rem Sepatu rem (brake shoes) seperti juga tromol (drum) memiliki bentuk setengah lingkaran. Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda. Apabila rem tidak bekerja. Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran . sedangkan sistem yang lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya satu sepatu rem. Piston akan menekan kearah sepatu rem kemudian bersama-sama menekan tromol rem. Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeliling (pada kendaraan besar) atau dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan tromol. Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk menggerakkan kedua sepatu rem yaitu satu piston untuk setiap sisi silinder roda. Koefisien tersebut sedapat mungkin tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan turun naiknya temperatur dan kelembaban yang silih berganti.y Backing Plate Backing plate dibuat dari baja press yang dibaut pada axle housing atau axle carrier bagian belakang. Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus serta harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Bleeder plug disediakan pada silinder roda gunanya untuk membuang udara dari minyak rem. Bila timbul tekanan hidraulis pada master cylinder maka akan menggerakkan piston cup.

maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu setinggi 200 0 C sampai 3000C. bila sudah menonjol dapat ditarik keluar) Pemeriksaan Bersihkan semua komponen dalam air Jika korosi ringan dapat dihoning Jika korosi berat harus diganti Periksa ulir-ulir baut Periksa sil Jika keadaan rusak. sobek dan keras harus diganti .fiber metalic dengan brass. Ketika kanvas menekan permukaan bagian dalam tromol bila rem bekerja. y Tromol Rem Tromol rem (brake drum) umumnya terbuat dari besi tuang (gray cast iron) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini. lead. Keluarkan torak 1 dan 2 (ketok pada dua balok kayu beri alas kain. plastik dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu. Tromol rem ini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa bersentuhan dan berputar bersama roda. Melepas dan Membongkar Silinder Kosongkan tabung reservoir (dengan penyedot) Lepaskan pipa-pipa tekanan Lepaskan master dari booster Lepaskan tabung reservoir dari silinder master (dengan menarik perlahan-lahan) Lepaskan baut penyetop torak 2 sekunder piston (tekan torak dalam-dalam dan lepaskan baut penyetop) Lepaskan ring penjamin (snap ring) dengan menekan torak dan melepas snap ring.

bersihkan dengan udara kompresor. Catatan: Toleransi diamter silinder master + 1 mm.! Jangan memutar honing di luar silinder master«!!! Pemeriksaan Kebocoran pada Silinder Master Periksa kebocoran pada sambungan pipa rem dan reservoir. Jika ujung silinder dan kelilingnya basah oleh cakram rem.(Catatan: Pada setiap pembongkaran sebaiknya sil-sil diganti dengan yang baru) Periksa torak dan pegas Jika pegas korosi. kaku dan lemah harus diganti. silinder harus dioverhaul atau diganti. Setelah halus. Periksa kebocoran pada sil sekunder. . Jika torak korosi atau pecah harus diganti. Putaran honing = 1000 rpm Awas«. Perbaikan Memperbaiki silinder master korosi Dihoning dengan alat honing (menggunakan bor tangan) Saat menghoning silinder dilumasi dengan air.

kedua kanvas ditahan dengan obeng. sil sekunder bocor. Hidupkan motor sewaktu pedal rem ditekan. Pemeriksaan Saluran dan Slang Rem - Periksa pipa-pipa rem. Matikan motor sewaktu pedal rem ditekan. Apabila bocor atau berkarat keras. Tromol roda-roda lain harus terpasang. Torak-torak pada silinder rem yang diperiksa harus bergerak keluar tampa ada kebocoran di silinder roda. pipa rem harus diganti. slang harus diganti. . katup anti-balik pada penguat tenaga harus dibersihkan/diganti. alat tersebut harus dibersihkan/dioverhaul. lepas silinder pada flensnya untuk pemeriksaan pada sil sekundernya. Pemeriksaan Fungsi Rem Tromol Periksa apakah silinder rem macet. agar torak-toraknya tidak tertekan keluar. Jika terdapat kebocoran. Jika permukaannya retak atau tergores. Jika berbau cairan rem. Untuk itu. Lepas tromol hanya pada rem yang sedang diperiksa. pedal akan menurun sedikit. Jika basah oleh cairan rem. ujung silinder tidak dapat diperiksa tanpa melepas silinder. Jika peda akan terdorong kembali. jangan bersinggungan dengan roda. Kontrol Fungsi Penguat Tenaga Rem (Booster) Kontrol ini harus dilaksanakan. Periksa hal tersebut. Periksa juga di sekeliling flens silinder master pada penguat vakum. Tekan pedal rem beberapa kali. pada saat motor mati. Juga sewaktu roda depan dalam posisi terbelok. Pada tahap ini pedal tidak boleh ada reaksi. kalau pedal rem harus ditekan keras sekali untuk mencapai perlambatan/ pengereman mobil yang cukup. lepas slang vakum penguat tenaga rem dan cium slang tersebut. selama tahap tersebut.Jika mobil dilengkapi dengan penguat tenaga rem (booster). semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul. Kalau penguat tenaga berfungsi. Jika ada cairan rem di dalam penguat tenaga rem. Periksa slang-slang rem. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Perhatikan pada pemasangan slang rem.

Jika kurang dari 1. Penyetelan Sepatu Rem . Bila berwarna abu-abu sampai hitam. Pemeriksaan/ Pembersihan Bagian-bagian Rem Tromol Bersihkan bagian-bagian rem dengan kuas atau sikat. Kebocoran dapat dilihat pada piringan rem dan pada poros aksel yang basah karena oli.Periksa permukaan gesek pada tromol rem. atau lebih baik dengan dibubut/ digerinda. lihat juga bagian dalam karet pelindung debu silinder rem. 5.5 mm atau keling kanvas sudah tercoret. Maka permukaan harus dibersihkan denga kertas gosok. 3. - Periksa kebocoran pada sil poros aksel (hanya pada aksel rigid dengan penggerak roda). Dilarang menggunakan angin. Periksa permukaan kanvas. Periksa kondisi dan pemasangan bagian pengikat sepatu rem: 1. nilai gesekannya kurang. Kedudukan ujung sepatu 2. Kalau permukaannya keras dan berkilat. Untuk memeriksa kebocoran. Periksa kebocoran pada silinder rem. nilai geseknya kurang. pakai air sabun jika kotor keras. Pengunci sepatu Kedudukan pegas Kedudukan ujung sepatu - Periksa tebal kanvas. kanvas harus diganti baru. Sil yang bocor harus diganti baru. Tidak perlu digosok. atau berkarat. semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul atau diganti baru. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang normal. Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal. 6. Jika ada. Permukaan kanvas yang kotor karena oli aksel atau cairan rem biasanya diganti baru. Kedudukan pegas Pemasangan batang penghubung 4.

roda harus terpasang dengan posisi lubang pelg pada lubang tromol. Tugas Apa analisis Anda dan apa yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan di bawah ini: Seorang pengemudi mengeluh saat kecepatan mobil tinggi kemudian direm. tetapi sering lebih sederhana dengan alat khusus atau obeng yang dibengkokkan sesuai dengan keperluan. Test Formatif Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem tromol! Apa akibatnya apabila celah antara tromol dan kanvas terlalu besar dan terlalu kecil? 3. d. Pada sistem ini. Lubang-lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet. 1. Penyetelan dapat dilakukan dengan obeng. mobil selalu bergerak ke arah kiri. 2. e. jangan sampai bersinggungan dengan roda. tromol tertekan teratur pada flensnya) Penyetelan rem biasanya dapat dilakukan melalui lobang paa piringan rem. Rangkuman ? Komponen-komponen rem tromol: § Backing plate § Silinder roda § Sepatu rem dan kanvas § Tromol rem ? Kanvas rem harus dapat menahan pana dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Suzuki). roda harus dipasang untuk mendapat hasil penyetelan yang baik. Apa fungsi bleeder plug pada silinder roda? . Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh kanvas rem? 4. c. (Jika roda tidak terpasang. ? Pada waktu pemasangan selang rem.Pada sistem pengingkatan tromol dengan flens. Juga ada mobil dengan lubang penyetel pada tromol (misal: VW.

5. Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat sepatu rem? F. Pelat baja. Kunci Jawaban Formatif 1. Untuk membuang udara dari minyak rem. Tahan panas dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi. 5. Alat dan Bahan a) Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Alat cuci (air) Sikat baja Pistol udara . Lembar Kerja 1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol. a. Sepatu rem dan kanvas rem d. Backing plate b. 4. 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol 1. Celah yang kecil menyebabkan rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. g. Silinder roda c. Tromol rem 2. 3. Celah yang besar menyebabkan kelambatan pada pengereman.

i)

Kunci momen j) Mobil

k) l)

Kertas gosok Kan oli

m) VET dan lap 2. Keselamatan Kerja a) b) Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. Dilarang membersihkan rem dengan angin, debu asbes dari kanvas beracun. 3. Langkah Kerja a) Siapkan Alat dan Bahan Praktek b) Lakukan prosedur:

1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur hal-hal yang belum jelas

Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. 4. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Kegiatan Belajar 3 a) Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat: 6. Menyebutkan komponen-komponen rem cakram. 7. Menyebutkan jenis-jenis kaliper.

8.

Membongkar, memeriksa, memperbaiki dan menyetel rem cakram. a. Uraian Materi Rem Cakram

Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat besi tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini disc pad) yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara pad dan cakram (disc).

Karakteristik dari cakram hanya mempunyai sedikit aksi energi sendiri (self± energizing action), daya pengereman itu sedikit dipengaruhi oleh fluktuasi koefisien gesek yang menghasilkan ke stabilan tinggi. Selain itu karena permukaan bidang gesek selalu terkena udara, radiasi panasnya terjamin baik, ini dapat mengurangi dan menjamin dari terkena air. Rem cakram mempunyai batasan pembuatan pada bentuk dan ukurannya. Ukuran disc pad agak terbatas, dan ini berkaitan dengan aksi self± energizing limited. Sehingga perlu tambahan tekanan hidraulis yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efisien. Juga pad akan lebih cepat aus dari pada sepatu rem tromol. Tetapi konstruksi yang sederhana mudah pada perawatannya serta penggantian pad.

Komponen-Komponen Rem Cakram
y

Piringan

Umumnya cakram atau piringan (disc rotor) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) berlubang-lubang untuk ventilasi.

Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, kedua-duanya untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama.
y

Pad Rem

Pad (disc pad) biasanya dibuat campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi. Tipe ini disebut dengan ³Semi Metalic disc pad´. Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diizinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. Pada beberapa pad. Penggunaan metallic plate (disebut dengan anti-squel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi saat berlaku pengereman. Jenis-Jenis Kaliper Caliper juga disebut dengan cylinder body, memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana minyak rem disalurkan ke silinder. Caliper dikelompokkan sebagai berikut menurut jenis pemasangannya: Ä Tipe Fixed Caliper (Double Piston) Caliper dipasangkan tepat pada axle atau strut. Seperti digambarkan di bawah ini, pemasangan caliper dilengkapi dengan sepasang piston. Daya pengereman didapat bila pad ditekan piston secara hidraulis pada kedua ujung piringan atau cakram. Fixed caliper adalah dasar disain yang sangat baik dan dijamin dapat bekerja lebih akurat. Namun demikian radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada antara cakram dan velg, menyebabkan sulit tercapainya pendinginan. Untuk ini membutuhkan penambahan komponen yang banyak. Untuk mengatasi hal tersebut jenis caliper fixed ini, sudah jarang digunakan.

Ä Tipe Floating Caliper (Single Piston) Seperti terlihat pada gambar piston hanya ditempatkan pada satu sisi kaliper saja. Tekanan hidraulis dari master silinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram). Pada saat yang sama tekanan hidraulis menekan sisi pad (reaksi B). ini menyebabkan kaliper bergerak ke kanan dan menjepit cakram dan terjadilah usaha tenaga pengereman. Caliper tipe floating dapat digolongkan sebagai berikut: 1) Tipe Semi-Floating à Tipe PS

2)

Tipe Full-Floating à (Tipe F, Tipe FS, Tipe AD dan Tipe PD)

Caliper tipe semi±floating menerima tenaga pengereman yang dibangkitkan pad bagian luar. Pada caliper tipe full±floating, kemampuannya pengeremannya dibangkitkan oleh kedua pad dengan troque plate. Caliper floating banyak digunakan pada kendaraan penumpang modern. Susunan Rem Cakram Jenis Kaliper Luncur 1. Kaliper Luncur 2. Rangka Tetap 3. Balok Rem (Pad) 4. Batang Pengantar 5. Busing Pengantar Pembongkaran Lepas baut pengunci kaliper 6. Tabung Pengantar 7. Baut Pengantar 8. Karet Pelindung Kotoran 9. Klip

Angkat kaliper dan keluarkan balok-balok rem

Pemeriksaan

-

Periksa kondisi balok rem. Jika kanvas mulai lepas dari plat dudukannya atau jika tebal kanvas kurang dari 2 mm, balok rem harus diganti baru.

Periksa kondisi cakram. Cakram yang berkarat atau hitam pada permukaan gesek, harus digerenda atau diganti baru. Permukaan gesek cakram yang beratur tidak mempengaruhi fungsi rem. Cakram dengan tebal yang kurang harus diganti baru

Tebal baru = 7 ± 12 mm, tebal minimal biasanya tebal baru dikurangi 1 mm.

Periksa fungsi torak. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Pada waktu pedal ditekan, torak harus bergerak keluar. Jika torak macet, kaliper rem harus dioverhaul. Untuk mengembalikan posisi torak, pakai alat penekan khusus atau tang pompa air.

Pada waktu itu cairan rem yang penuh pada reservoir harus dikurangi, untuk menghindari tumpahan cairan rem. Jika menggunakan tang pompa air, perhatikan karet pelindung debu. Karet pelindung yang robek harus diganti baru. Jangan menekan pedal beberapa kali, torak dapat keluar/ lepas. Kaliper kedua harus terpasang atau dipres dengan sebuah klem C. Periksa busing batang dan tabung penghantar. Pasang

kaliper pada kerangka, keraskan baut pengikatnya. Kaliper harus dapat bergerak ke kanan dan ke kiri dengan baik. Jika gerakannya berat atau macet, maka busing batang dan tabung pengantar harus diperbaiki. Pembongkaran Melepas rem luncur Lepaskan kaliper dengan melepas batu pemegangnya. Keluarkan pad dari dudukannya.

Lepaskan pemegang kaliper (Perhatikan pin pengunci pada baut pengantar) Mengeluarkan piston dari kaliper Keluarkan karet penutup. Awas ring pengunci penahan. Keluarkan piston dengan udara tekan (kompresor)

-

Hadapkan piston ke lantai/ meja kerja agar tidak membahayakan.

Keluarkan sil piston dengan obeng. (Awas jangan sampai menggores silinder kaliper)

Bersihkan semua komponen kaliper rem luncur dengan air (bila perlu dengan sabun) Awas jangan menggunakan oli, bensin atau solar.

Pemeriksaan Periksa semua komponen kaliper rem luncur. Periksa cakram kaliper rem luncur

A = Kerusakan kecil masih dapat diperbaiki (dibubut) B = Kerusakan keras (sebaiknya diganti) C = Kerusakan miring rusak (harus diganti) Perbaikan Silinder kaliper rem luincur Silinder yang tergores dan korosi berat harus diganti!

Jika korosi ringan dapat dihoning hingga korosi hilang dari permukaan silinder.

(Gunakan air pada saat menghoning, Awas«! Jangan menghoning berlebihan. Alat honing tidak boleh diputar di luar silinder) Piston kaliper rem luncur Karet penutup yang rusak (keras mengembang atau sobek) harus diganti. Seal piston harus diganti.

Piston yang rusak/ korosi berat harus diganti.

Jika korosi ringan dapat dibersihkan dengan amplas halus.

1. d. c. à Dudukkan dial indikator pada bagian yang tetap (suspensi/ chasis) b. Cakram tegak memanjang sebaiknya diganti. ? Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diijinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. Test Formatif Sebutkan komponen utama rem cakram! . Batas limit 0. Komponen lainnya yang rusak/ korosi berat juga harus diganti. Rangkuman ? Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram (disc). Cakram kaliper rem luncur Cakram harus diganti jika tebal di bawah batas limit (kurang dari 1 mm) dari tebal stadart. Run out cakram maksimum 0. ? Untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama maka pada piringan dibuat berlubang. Tugas Amati sistem rem cakram dan komponen pengoperasiannya pada mobil yang ada di bengkel otomotif kemudian jelaskan cara kerjanya.(Awas«! jangan mengamplas berlebihan.1 à lihat manual) Pad kaliper rem luncur Pad yang mengeras harus diganti dengan yang baru.1 mm jika lebih dapat dibubut kembali hingga batas limit ketebalan cakram. Ganti pad jika ketebalan di bawah batas limit (2 mm) Pad yang berdebu dibersihkan dengan udara tekan Pemegang kaliper Jika pemegang kaliper rusak atau korosi berat harus diganti dengan yang baru.

cakram dan kaliper. 2. 1. 4. Pad rem c. type ventilasi dan type solid dengan tromol. 3. f. Kunci Jawaban Formatif a. 4. Campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi Type solid. Alat dan Bahan a) Pengangkat mobil b) Penyangga c) Kunci roda d) Kotak alat e) Sikat baja f) Mistar sorong . Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem cakram Memelihara kondisi balok rem. Calliper 2. Menjamin pendinginan yang baik. Piringan (Disc Rotor) b. 1. Membersihkan cakram 1. 3. mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang serta tahan lama. Berkurangnya koefisien gesek antara sepatu rem dan pad karena terkena air/ basah. Sebutkan 3 type piringan yang digunakan pada mobil! e. Apa yang dimaksud dengan water fading? Jelaskan tujuan cakram dibuat berlubang! Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat pad rem! 5. 5. 3.2.

Langkah Kerja a) Siapkan alat dan bahan praktek b) Lakukan prosedur 1) Memeriksa fungsi rem cakram 2) Memeriksa kondisi balok rem. Hindarkan cat mobil dari cairan rem. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! Posted in ilmu. 3. jika terjadi tumpah langsung dibersihkan dengan air. Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. cakram dan kaliper 3) Membersihkan cakram c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal-hal yang belum jelas.g) Lampu kerja h) Kunci momen i) Mobil dengan rem cakram j) Cairan rem k) Kertas gosok l) VET temperatur tinggi 2. otomotif Leave a Comment Perbaikan Ringan Pada Rangkaian_Sistem Kelistrikan Apr 21 . 4. Keselamatan Kerja a) b) Pemasangan penyangga mobil harus baik.

Uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. kegiatan belajar 5. materi. Pemeliharaan/Servis dan Penggantian Baterai kode OPKR 50-001 B. sedangkan uji praktik dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Modul ini disusun dalam 5 kegiatan belajar yaitu: Kegiatan belajar 1. I PENDAHULUAN A. Perbaikan conector. kegiatan belajar 2. B. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan pada ECU. C. pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU.Posted by 66tech BAB. Perbaikan rangkaian kabel. Dasar listrik. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui kompetensi siswa. perbaikan rangkaian kabel dan conector. Kegiatan belajar 4. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL . Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indikator penguasaan materi. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan. kegiatan belajar 3. dilanjutkan test formatif. Uji teoritis siswa menjawab pertanyaan pada soal evaluasi. Mengganti sekering dan bohlam. PRASYARAT Sebelum mempelajari modul ini diharapkan siswa telah berhasil mencapai kompetensi tentang Pengujian. jawaban test kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. Setiap kegiatan belajar berisi tujuan. DESKRIPSI Modul Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dengan kode OPKR 50-002 B berisi materi dan informasi tentang dasar listrik. penggantian sekering dan bohlam. Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. dan diakhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi.

f. alat. b. untuk mengetahui seberapa besar pemahaman anda terhadap materi yang disampaikan. motivator. Petunjuk Bagi Siswa a. Fasititator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi.1. Bila anda merasa siap mintalah guru/intruktur untuk menguji kompetensi anda. Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa. d. d. c. Lakukan latihan dengan cermat. b. TUJUAN AKHIR Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi: . organisator dan evaluator. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja. teliti dan hati-hati. Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul. D. bila ada uraian yang kurang tanyakan pada guru/instruktur. berlatih keterampilan. 2. Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai. memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa. g. klarifikasi hasil jawaban pada lembar jawaban yang ada. Jadi guru/intruktur berperan: a. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja yang ada. sebelum membaca modul lebih lengkap. sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya. e. Kerjakan setiap tes formatif pada setiap kegiatan belajar. bahan. dan mencapai kompetensi dengan sempurna c. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar. training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai. Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar. Petunjuk Bagi Guru/Istruktur Guru/intruktur bertindak sebagai fasilitator.

menentukan dan kesalahmetoda § Prosedur untuk § Mengidentifikasi KRITERIA KINERJA . Melakukan perbaikan pengkabelan 6. KOMPETENSI KOMPETENSI: Melakukan Perbaikan Ringan pada Rangkaian/Sistem Kelistrikan KODE B KOMPETENS I : OPKR 50-002B LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA SIKAP N N R 1. Merangkai hubungan seri. Mengukur tegangan. E. parallel dan gabungan . Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU. 2. terhadap kelistrikan serta komponen atau § Prosedur § Cermat dan merakit kembali § Prosedur sistem lainnya. Mengganti sekering dan bohlam 5. mengidenSistem/kompone kerja teliti dalam undang K 3 membongkar. pada komponen prosedur pabrik dan pengujian. pengukura teliti dalam hingga sistem perbaikan. § Jenis pengujian kerusakan § Persyaratan sistem/komponen § Tes/pengujian sistem kekeselamatan ke-listrikan dilakukan untuk listrikan kendaraan. elektronik komponen sistem kelistrikan n. Melakukan perbaikan konektor. 4. tahanan dan arus 3. Menguji dan § § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Melepas. dapat berfungsi n dan proses § Informasi yang pengujian penyambung § Pengukuran normal tanpa benar di-akses kelistrikan an kabel kelistrikan dan adanya kerusakan dari spesifikasi . tifikasi n diuji tanpa sistem ke.1. § Melaksanakan dipahami.penggunaan memeriksa dan kesalahan menyebabkan listrikan alat ukur § Prinsip-prinsip mengu-kur sistem/kompone kerusakan otomotif.

undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan. yang di-perlukan § Seluruh kegiatan pengujian dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). 2. Mengidentifikasi kesalahan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. prosedur keselamat § -an kerja. sistem dapat kerusakan berfungsi normal § Cermat dan § Prosedur terhadap kompo. KRITERIA KINERJA MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N menghindari kesalahkerusakan pada an/kerusakan ECU (Electrical sistem/ komponen Control Unit) = untuk menenunit pengontrol tukan perbaikan listrik.B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R an/kerusakan perdengan meng.baikannya gunakan . rang-kaian kabel sistem penggunaan sistem kelistrikan dilaksanakan kelistrikalat ukur § Prinsip-prinsip serta merakit dengan tanpa an elektronik kembali hingga kelistrikan menyebabkan otomotif. peralatan dan teKnik yang § Standar sesuai. Perbaikan § Perbaikan § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Memperbaiki ringan pada ringan pada kerja teliti dalam undang K 3 rangkaian kabel rangkaian kabel.§ Prosedur teliti dalam tanpa adanya perbaikan. nen atau sistem pengukura kerusakan pada proses komponen n dan penyambung § Pengukuran .

perpenggantian komponen dan baikannya . tehnik keseladan material matan yang sesuai. kerja KRITERIA KINERJA § Seluruh kegiatan perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan. undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). penyetelan dilaksanakan dengan § Standart menggunakan prosedur per-alatan. . pengujian kelistrikan .B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R lainnya. § Informasi yang benar di-akses dari spesifikasi § Jenis pabrik dan kerusakan dipahami. § Prosedur untuk menghindari kerusakan pada ECU (Electrical Control Unit) = unit pengontrol listrik. sistem kelistrikan dan § Perbaikan yang metoda diperlukan. MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP an kabel PENGETAHUA KETERAMPILA N N kelistrikan dan prosedur pengujian. § Persyaratan keselamatan kendaraan.

Cek Kemampuan SubKompetensi 1. arus dan tegangannya 2) Saya dapat merangkai paralel dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. Dasar Listrik § Mengukur tegangan.F. Dasar Listrik § Merangkai hubungan seri. arus dan tegangannya 4) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian seri 5) 6) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian paralel Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak Test Form Test Form . tahanan dan arus 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 2. arus dan tegangannya 3) Saya dapat merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. parallel dan gabungan Pernyataan Saya dapat menggambarkan struktur benda dan electron bebas dengan benar Saya dapat menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar Saya dapat menjelaskan teori aliran listrik dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan Hukum Ohm dengan benar Saya dapat menjelaskan daya listrik dengan benar 1) Saya dapat merangkai seri dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan.

SubKompetensi Pernyataan Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak kombinasi 3. Penggantian sekering dan bohlam 1) 2) 3) Saya dapat menjelaskan prosedur menghindari kerusakan ECU. Perbaikan rangkaian kabel 1) 2) 3) Test form . Memeriksa 1) saya dapat menyebutkan tiga type gangguan pada kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan rangkaian/system kelistrikan dan 2) Saya dapat menjelaskan penyebab nilai tahanan prosedur menghindari dalam rangkaian menjadi bertambah kerusakan ECU 3) Saya dapat menyebutkan peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian 4) 5) Saya dapat menggunakan jumper wires Saya dapat menggunakan tes lamp Test form 6) Saya dapat menyebutkan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper 7) 4. Saya dapat membedakan sekering type blade dan catridge Saya dapat menunjukkan kondisi sekering yang baik Saya dapat membaca kapasitas dari sekering 4) 5) 6) Saya dapat mengganti sekering putus Test form Saya dapat membedakan bohlam putus dan bohlam baik Saya dapat membaca daya dari bohlam 7) Saya dapat mengganti bohlam Saya dapat menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan Saya dapat mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel Saya dapat menentukan ukuran kabel yang 5.

silakan konsultasi dengan guru/instruktur untuk menentukan jadwal sesuai tingkat kesulitan. RENCANA BELAJAR Rencanakan kegiatan belajar anda dengan baik. berdasarkan hasil cek kemampuan awal yang telah anda lakukan. Perbaikan connector Test form BAB.SubKompetensi Pernyataan digunakan 4) 5) 1) 2) Saya dapat menjelaskan metode memperbaiki kabel Saya dapat menyambung kabel dengan benar Saya dapat menyebutkan macam konnkctor Saya dapat melepas dan memasang konnktor 3) 4) Saya dapat memelihara konnektor Saya dapat mengganti konnektor Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak 6. Mintalah paraf guru/instruktur sebagai tanda persetujuan terhadap rencana belajar anda. II PEMBELAJARAN A. Jenis Kegiatan Dasar Listrik Memeriksa rangkaian kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU Mengganti sekering dan bohlam Perbaikan rangkaian kabel Perbaikan konektor Uji Kompetensi Tgl Waktu Tempat Alasan Paraf Perubahan Guru .

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Uraian Materi . 10) Menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar 11) Menjelaskan teori aliran listrik dengan benar 12) Menjelaskan arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar 13) Menjelaskan tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 14) Menjelaskan tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 15) Menjelaskan Hukum Ohm dengan benar 16) Menjelaskan daya listrik dengan benar 17) Merangkai seri dua atau lebih kompenen kelistrikan 18) Merangkai parallel dua atau lebih kompenen kelistrikan 19) Merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen kelistrikan 20) Menjelaskan karakteristik rangkaian seri 21) Menjelaskan karakteristik rangkaian paralel 22) Menjelaskan karakteristik rangkaian kombinasi b. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat: 9) Menjelaskan struktur benda dan electron bebas dengan benar. Dasar Listrik a.

Materi dan Atom Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. gesekan atau . Gambar 1. dimana proton memiliki muatan (+) dan elektron memiliki muatan ( ± ). Proton dan netron ternyata memiliki muatan listrik. Atom yang memiliki jumlah proton dan elektron yang sama. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. Gambar 2. Jadi atom adalah bagian terkecil dari suatu partikel/benda. Sesuai dengan hukum alam. atom akan terjadi tarik menarik antara nucleus sehingga elektron akan tetap berada dalam orbitnya masing-masing. sedangkan neutron tidak memiliki muatan atau netral. Struktur Atom Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. Elektron Bebas Elektron-elektron yang orbitnya paling jauh dari inti. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. cair dan gas. misalnya panas. dikatakan bermuatan netral. Molekul kalau kita pecah lagi akan kita dapatkan beberapa atom. memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. Bentuk materi dan struktur Suatu benda bila kita pecah tanpa meningggalkan sifat aslinya akan kita dapatkan partikel yang disebut molekul. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar.

Gambar 3. dirasakan seperti saat orang tersengat listrik.reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. gerakan dari elektron bebas inilah yang menghasilkan bermacam-macam fenomena kelistrikan (seperti loncatan bunga api. Energi listrik tidak dapat dilihat secara langsung. namun dampak atau akibat dari energi listrik dapat dilihat seperti sinar atau cahaya bola lampu. cahaya. Elektron bebas LISTRIK Listrik merupakan salah satu energi yang banyak digunakan untuk menggerakkan berbagai peralatan atau mesin. dibauh seperti bauh dari kabel yang terbakar akibat hubung singkat. pembangkitan magnet dan reaksi kimia). didengar seperti suara bel atau radio. pembangkitan panas. sehingga sebagian besar komponen sistem kelistrikan otomotif merupakan konversi energi listrik menjadi energi yang dikehendaki. Efek listrik Listrik merupakan sumber energi yang paling mudah dikonversi menjadi energi yang lain. Gambar 4. Contoh komponen kelistrikan: 1) Baterai merubah energi listrik menjadi energi kimia . Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron).

Tipe AC Listrik dinamis dikelompokkan menjadi dua yaitu listrik arus searah (Direct Current) dan arus bolak-balik (Alternating Current). dan sebagainya. Tipe DC b). Elektron bebas tersebut bergerak bolak-balik melewati suatu penghantar. Setelah digosok gelas kaca akan bermuatan positip dan kain sutra akan bermuatan negatip. Listrik dinamis a) Tipe DC b).2) Motor starter merubah energi listrik menjadi energi gerak 3) Lampu merubah energi listrik menjadi cahaya dan panas 4) Pematik rokok merubah energi listrik menjadi panas 5) Solenoid merubah energi listrik menjadi magnet. Gambar 5. Jenis Listrik Listrik dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu: Listrik Statis Listrik statis merupakan suatu keadaan dimana elektron bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing. Tipe AC Gambar 6. Listrik statis dapat dibangkitkan dengan cara menggosokkan sebuah gelas kaca dengan kain sutra. . a). Baterai merupakan sumber listrik arus searah. Listrik arus searah elektron bebas bergerak dengan arah tetap. Listrik statis Listrik Dinamis Listrik dinamis merupakan suatu keadaan terjadinya aliran elektron bebas dimana elektron ini berasal dari elektron yang sudah terpisah dari inti masing-masing. sedangkan alternator merupakan sumber arus bolak-balik. sedangkan listrik arus bolak-balik elektron bergerak bolak-balik bervariasi secara periodik terhadap waktu. tidak bergerak hanya berkumpul dipermukaan benda tersebut.

Bila dikaitkan dengan elektron bebas. Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini A B Gambar 7. 1 Ampere= Perpindahan elektron sebanyak 6. Aliran listrik . Arus listrik dinyatakan dengan simbol I (intensitas) dan besarnya diukur dengan satuan ampere (disingkat A). Gambar 8.25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik.Teori Aliran Listrik Terdapat dua teori yang menjelaskan bagaimana listrik mengalir: Teori Electron (Electron theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. Teori ini banyak digunakan untuk kepentingan praktis. Teori aliran listrik Arus Listrik Besar arus listrik yang mengalir melalui suatu konduktor adalah sama dengan jumlah muatan (elektron bebas) yang mengalir melalui suatu titik penampang konduktor dalam waktu satu detik. Teori konvensional (Conventional theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai.

000. 1. 5 A = 5. ini disebut dengan tekanan air. Besarnya aliran air ditentukan oleh perbedaan tinggi permukaan air kedua tabung. Mengukur arus listrik Mengukur besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian menggunakan amper meter.000 1 x 1.Tabel 1.000.000 mA = 1. Beda tegangan ini biasa disebut Voltage. A = 0.000 1/1. dimana permukaan air tabung A lebih tinggi dari permukaan air tabung B. Perbedaan ini menyebabkan tekanan/tegangan menyebabkan arus listrik mengalir. maka arus listrik akan mengalir dari kutub A ke kutub B melalui kabel C. dihubungkan melalui sebuah pipa maka air akan mengalir dari tabung A ke tabung B (gambar a).001 kA 2).5 MA = 500 kA = 500. pemasangan amper meter dilakukan secara seri dengan beban. Satuan arus listrik yang sangat kecil dan besar. Tegangan Listrik Tabung A dan B berisi air.000 Contoh Konversi: 1).000 mA = 5.000. Satuan Arus Kecil Arus Besar Dasar Simbol A A mA kA MA Dibaca Ampere Micro Ampere Mili Ampere Kilo Ampere Mega Ampere 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1.000. . 000 A = 500. 000 A = 1. Hal ini terjadi karena adanya kelebihan muatan positip pada kutub A dan kelebihan muatan negatif pada B yang menyebabkan terjadinya beda potensial (tegangan listrik).000 A Gambar 9.000 1 x 1.000. 0.000 mA 3). Hal yang sama juga akan terjadi bila kutub listrik A yang mempunyai muatan positip dihubungkan dengan kutub B yang bermuatan negatif oleh kabel C (gambar b).

000 0.000 Tegangan Besar kV Kilo Volt 1 x 103 1 x 1. 700 mV = 1.000 mV Mengukur besar tegangan listrik menggunakan volt meter.000 Contoh Konversi: 1.000 MV Mega Volt 1 x 106 1 x 1. cara pemasangan alat ukur seperti gambar dibawah ini.78 MV V = 1. 000 V = 780.000 1/1.700.000. 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm.7 V = 780 KV = 780. . Satuan Tegangan Listrik Satuan Tegangan Kecil Dasar Simbol V V mV Dibaca Volt Micro Volt Mili Volt 1 x 10-6 1 x 10 -3 Perkalian 1 1/ 1. Tabel 2.Gambar 10.000. Tabel dibawah menunjukkan satuan tegangan listrik yang sangat besar dan kecil. Konsep Tegangan Satuan tegangan Gambar (b) listrik dinyatakan dengan Volt dengan simbol V. pengukuran dilakukan secara parallel.000.

Kejadian ini juga berlaku untuk listrik yang mengalir melalui suatu kabel. Besarnya hambatan ini dikatakan sebagai tahanan pipa. Konsep Tahanan . panjang dan permukaan bagian dalamnya kasar. Hal ini karena kondisi dari pipa akan berpengaruh terhadap aliran air. Gambar 12. Mengukur tegangan baterai Tahanan/Resistansi Listrik Air dengan tekanan yang sama akan mengalir lebih cepat bila dialirkan melalui pipa yang besar. pendek dan permukaan dalamnya halus dibandingkan dengan bila air dialirkan melalui pipa yang ukurannya kecil. Hambatan yang dialami listrik ini disebut tahanan/resistansi listrik.Gambar 11. dimana listrik juga akan mengalami hambatan.

000 1/1. Hukum ini dapat ditulis: «««. Gambar 13. Mengukur tahanan relay HUKUM OHM Tahun 1827 seorang ahli fisika Jerman George Simon Ohm (1787-1854) meneliti tentang resistor. Tabel 3. besar tahanan dan besar arus yang mengalir. Volt meter dan Ohm meter merupakan besaran listrik yang sering diukur.000. Satuan tahanan listrik yang sangat besar dan kecil.000 1 x 1. 985 W 0. Satu ohm adalah tahanan listrik yang mampu menahan arus listrik yang mengalir sebesar satu amper dengan tegangan 1 V. Hukum Ohm menjelaskan bagaimana hubungan antara besar tegangan listrik. (1) V = I x R Gambar 14.000 1 x 1. Amper meter. Hukum Ohm mengatakan bahwa besar arus mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan.000 W Mengukur tahanan suatu benda maupun rangkaian menggunakan Ohm meter.000 Contoh Konversi: 1. Hukum Ohm Contoh: .985 mW = 1. Satuan Tegangan Kecil Tegangan Besar Dasar Simbol W W mW kW MW Dibaca Ohm Micro Ohm Mili Ohm Kilo Ohm Mega Ohm 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1.Satuan tahanan listrik dinyatakan dengan huruf R (Resistor) dan diukur dengan satuan OHM (W).000.89 MW = 890 kW = 890. untuk itu dibuat alat yang dapat mengukur ketiga parameter tersebut yaitu AVO meter atau multi meter.

maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 24/2 = 12 Amper. tahanan lampu 2 Ohm. Terdapat hubungan antara daya listrik dengan tegangan.Tentukan besar arus (I) yang melewati lampu R= 2 W. Baterai dirangkai seri sehingga tegangan baterai 12 V + 12 V = 24 V . DAYA LISTRIK Hukum Joule menerangkan tentang daya listrik. Sebaliknya bila tahanan tetap tegangan naik maka arus juga naik. Hukum Ohm pada tahanan konstan Gambar 16. Tegangan 12 V. Hukum Joule dapat ditulis «««««««««««««««« (2) P V I = Daya listrik (watt) = Tegangan (Volt) = Arus listrik (Amper) Bila di subtitusikan hukum Ohm dimana V = I R . bila tegangan (V) berubah dari 24 Volt menjadi 12 Volt. Gambar 16. Sebaliknya lampu 12 V dipasang pada sumber baterai 24 V. Satu watt merupakan besar arus mengalir sebesar 1 Amper dengan beda potensial 1 volt. maka lampu akan putus kerena terbakar sebab arus yang mengalir terlalu besar. Bila lampu untuk 24 V dipasang pada tegangan 12 V maka lampu redup karena arus yang melewati lampu menjadi kecil. tahanan lampu tetap 2 Ohm. seperti gambar di bawah ini: Gambar 15. maka daya listrik: . Besar daya listrik diukur dalam watt. arus maupun tahanan. Hukum Ohm pada tahanan konstan Solusi: Gambar 15. maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 12/ 2 = 6 Amper Kesimpulan: Bila tahanan tetap sedangkan tegangan turun maka arus yang mengalir juga turun.

saat lampu jarak dekat maupun saat jarak jauh. sedangkan saat jarak jauh daya yang diperlukan 60 watt. misal bola lampu kepala tertulis 12 V 55/60 W. Arti dari tulisan tersebut adalah bola lampu kepala menggunakan tegangan 12 V. Jarak dekat didapatkan besar arus I dekat = Pdekat / V = 55 / 12 = 4. Contoh: Tentukan besar arus yang mengalir pada sebuah lampu kepala 12V 55/60 W. maka: P =RxI2 P = V 2R = R x (V/R)2 = V2 / R ««««««««««« (4) Dari ketiga rumusan tersebut daya listrik dapat dirumuskan: P = VxI P = I 2R P = V2 / R Dalam banyak kasus pada komponen sistem kelistrikan hanya ditentukan tegangan dan daya..58 A . Solusi: Dengan menggunakan rumus I = P/ V a. (3) Bila disubtitusikan hukum Ohm dimana I = V/R. Besar arus arus yang mengalir jarang ditentukan.««««««««««««««. pada posisi jarak dekat daya yang diperlukan 55 watt.P = Vx I = IRx I = I 2R P = I 2R .

. pengatur kecepatan motor kipas evaporator AC merupakan beberapa contoh aplikasi rangkaian seri. Rangkaian seri Karakteristik rangkaian seri: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 «««««««««.b. Sistem starter. rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. paralel dan kombinasi Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu rangkaian seri. 1) Rangkaian Seri Aplikasi rangkaian seri sangat banyak digunakan pada kelistrikan otomotif. Gambar17. Pemahaman jenis dan karakteristik rangkaian sangat penting sebagai dasar memeriksa dan menentukan sumber gangguan pada sistem kelistrikan. (1) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 ««««««««««««« (2) V I = Rt V t = V1 + V2 «««««««««««« (3) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan : «««««««««««« Besar V1dan V2 adalah: (4) . Jarak jauh I jauh = P jauh / V = 60 / 12 = 5 A Rangkaian seri.

pada rangkaian seri di atas bila diketahui R1=10 W dan R2= 30 W. sedangkan sumber tegangan 12V. (6) Tentukan besar Rt.3 = 3 V V2 = R2 x I = 30 x 0.3 = 9 V V = V1 + V2 = 3 + 9 = 12 V 2) Rangkaian Paralel . Solusi: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 = 10 + 30 = 40 W b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 I = V / Rt = 12/ 40 = 0.3 Amper c) Tegangan total merupakan penjumlahan dari tiap tegangan V1 = R1/ Rt x V = 10/40 x 12 = 3 V V2 = R2/ Rt x V = 30/40 x 12 = 9 V V = V1 + V2 = 3 +9 = 12 V Karena besar I sudah dicari maka besar V1 dan V2 dapat pula ditentukan dengan rumus: V1 = R1 x I = 10 x 0. V1 dan V2. I . I2. I1 .R1 V1 = Rt x V ««««««««««««« R2 V2 = Rt x V (5) ««««««««««««. .

. c) Besar tahanan total (Rt) adalah: V = Rt R1 V1 + R2 karena V = V1 = V 2 maka V2 .Gambar 18. Rangkaian parallel Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama yaitu : V= V1 = V2 ««««««««««««««««« b) Besar arus mengalir adalah: I = I1 + I2 ««««««««««««««««. yang menyatakan jumlah arus listrik yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar pada titik cabang tersebut. (8) (7) Besar arus mengalir pada rangkaian parallel mengikuti Hukum Kirchoff I.

Sistem Klakson Tanpa Relay Solusi: a). R1 + R2 Contoh 1: Sistem kelistrikan mempunyai 2 klakson dengan daya berbeda. (9) Gambar 19.1 = Rt 1 + R1 1 R2 Dengan menggunakan perhitungan aljabar akan diperoleh persamaan ekuvalen: R1 x R2 Rt = «««««««. Besar tahanan total (Rt) adalah: Rt = ( R1 x R2) : (R1 +R2) = (2.4 x 4) : (2.4 + 4) = 9.6 : 6.4 W R2 = V2 / P = 122 / 36 = 4 W b).5 W c).4 = 1. Tentukan : a) Tahanan klakson LH dan RH b) Tahanan total c) Arus pada klakson LH dan RH d) Arus yang melewati saklar klakson dan yang melalui sekering. Tahanan klakson adalah: Klakson LH Klakson RH R1 = V2 / P = 122 / 60 = 2. Besar arus yang mengalir melalui klakson . klakson LH 12V/ 60 W dan klakson RH 12V/ 36 W.

4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A d). Gambar 20. saklar klakson cepat kotor. Besar arus mengalir melalui saklar klakson maupun sekering merupakan total arus yang mengalir melalui kedua klakson. Bila diketahui tahanan lilitan relay sebesar 60 W. 4 W R2 (tahanan klakson RH) = 4 W R3 (tahanan relay) = 60 W Dengan rumus (14) besar Rt adalah 1/ Rt = 1/R1 + 1/ R2 + 1/R3 . tentukan: a) Tahanan total b) Arus pada klakson LH dan RH c) Arus yang melewati saklar klakson d) Arus yang melalui sekering. yaitu: I = I1 + I2 = 5+ 3 = 8A atau I = V / Rt = 12 / 1.Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 / 2. tahanan kontak meningkat dan bunyi klakson lemah. Sistem Klakson Dengan Relay Solusi: a) Tahanan total (Rt) Tahanan pada rangkaian terdiri dari: R1 (tahanan klakson LH ) = 2. Guna mengatasi permasalahan tersebut maka rangkaian klakson dipasang relay.5 = 8 A Arus yang mengalir pada saklar klakson sangat besar sehingga percikan api pada kontak saklar klakson besar.

4 W 2 Klakson RH Daya y Tahanan y Arus y 3 4 5 Horn switch Fuse Beban rangkaian .463 = 8.8 A 0. Perbandingan besar arus yang melewati komponen dalam sistem klakson Parameter Klakson LH Daya y Tahanan y Arus y No 1 Tanpa relay 60 W 2.4 + 1/ 4 + 1/ 60 = 25/ 60 + 15/ 60 + 1/ 60 = 41/60 Rt = 60/ 41 = 1.2 = 8.4 W 5A 36 W 4W 3A 8A 8A 96 W Dengan relay 60 W 2.463 W b) Besar arus yang mengalir melalui klakson Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 /2.2 A d) Arus melewati sekering merupakan total arus yang melewati rangkaian I = I1 + I2 + I 3 = 5 + 3 + 0.4 W 5A 36 W 4W 3A 0.1/Rt = 1/2.2 A Tabel 5.4 W Selisih 0 0 0 0 0 0 7.2 98.2 A Atau I = V/ Rt = 12 / 1.2 A 8. 4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A c) Arus yang melalui saklar klakson merupakan arus yang melewati lilitan relay I3 = V/ R3 = 12/ 60 = 0.2 A 2.

Rt = R1 + ( R2 x R3) : (R2 +R3) Tegangan pada rangkaian: V = V1 + VRp V1 = R1 / Rt x V VRp = Rp / Rt x V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp / Rt x V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 Besar arus pada R3 adalah I3 = V3 / R3 «««««««««««««««««««. Rangkaian seri parallel Tahanan total (Rt) : Rt = R1 + Rp «««««««««««««««««« (10) Rp merupakan tahanan pengganti untuk R2 dan R3.2 A atau beban listrik bertambah 2.Dari pemasangan relay pada rangkaian tersebut mampu mengurangi arus yang melalui saklar klakson sebesar 7. Dengan menambah relay arus listrik dari baterai bertambah 0.. Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) ««««««««««««. R2=10 W dan R3= 30 W (11) .4 W. R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4. Rangkaian Seri±Paralel Gambar 21.5 W . (12) Contoh: Tentukan besar tahanan total (Rt). 3).8 A yaitu dari 8 A menjadi 0. R2 dan R3 dan besar arus pada R1. tegangan pada R1.2 A sehingga saklar klakson lebih awet.

5 W Rt = R1 + Rp = 4.Gambar 22.5 / 12 x 12 = 4.5 = 12 W b) Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4.5 / 12 x 12 = 7.5 V c) Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 12 = 1A .5 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 7. Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (10 x 30) : (10 + 30) = 300 : 40 = 7.5 + 7. Menentukan arus dan tegangan pada rangkaian seri parallel Solusi: a) Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan pengganti (Rp) untuk R2 dan R3.

Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. Tegangan pada titik A adalah Va = R2/ (R1+R2) x V = 2/ (1+2)x 12= 8 V Tegangan pada titik B adalah Vb = R4/ (R3+R4) x V = 4/ (4+4)x 12= 6 V Tegangan pada Volt meter adalah Va ± Vb = 8 ± 6 = 2 V Dengan konsep diatas bila salah satu nilai tahanan berubah maka tegangan pada Volt meter juga berubah. cair dan gas. Gambar 23. Tegangan yang ditunjukkan volt meter merupakan selisih tegangan pada titik A dengan titik B.5 / 30 = 0. c. Rangkuman Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. . Penerapan rangkaian ini antara lain pada termometer.25 A Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian seri paralel yang sering digunakan. intensitas pengukur cahaya.75 A e) Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 7. Jembatan Wheatstone Contoh: Tentukan tegangan pada Volt meter pada gambar diatas.d) Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 7.5 / 10 = 0. air flow meter dan sebagainya.

Karakteristik rangkaian parallel: 1) Tegangan pada rangkaian sama . I = I1 + . Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron). rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. dimana I = V/R. Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu: rangkaian seri. Listrik dapat dikelompokkan menjadi listrik statis dan listrik dinamis. Dalam rangkaian kelistrikan terdapar 5 komponen utama. beban. tegangan dan tahanan listrik digambarkan dalam hukum Ohm . kontrol dan konduktor. Daya listrik merupakan tehgangan kali arus listrik P = V x I. tegangan listrik dengan volt meter dan tahanan listrik dengan Ohm meter. Teori aliran listrik ada dua yaitu teori konvensional dan teori electron. Rangkaian seri mempunyai karakteristik: 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). 2) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). Arus listrik diukur dengan amper meter. V = V1 = V2 2) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. 3) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 4) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. 3) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). Hubungan antara besar arus.Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda/partikel. tegangan (V) dan tahanan listrik (R) merupakan besaran utama pada listrik. Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. yaitu: Sumber. Arus listrik (I). proteksi. listrik dinamis sendiri terdiri dari listrik searah (DC) dan listrik bolak-balik (AC).

tentukan titik-titik mengukur besar tegangan pada rangkaian. (V = V1 + VRp) 3) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) d. a) Tentukan berapa besar arus listrik secara teoritis? b) Bagaimana cara memasang amper meter untuk mengukur besar arus yang mengalir? c) Berapa tahanan lampu secara teoritis? d) Bagaiman cara mengukur tahanan lampunya? e) Bagaiman cara mengukur tegangan baterainya? . apa satuan ukurannya?. Gambarkan rangkaian sistem tersebut. Test Formatif 1) Apa yang dimaksud electron bebas berikan ilustrasi? 2) Jelaskan apa perbedaan teori aliran listrik konvensional dengan electron! 3) Jelaskan cara mengukur arus listrik. parallel dan kombinasi pada sistem kelistrikan mobil.Rt = R1 + Rp 2) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. serta jelaskan juga apa yang dimaksud dengan 1 amper? 4) Jelaskan bagaimana mengukur tegangan listrik lengkap dengan nama alat ukurnya?. e. satuan ukurannya. lengkap dengan nama alat ukurnya. Tugas § Cari buku pedoman perawatan dan perbaikan salah satu mesin otomotip. tentukan metode mengukur besar arus yang dibutuhkan untuk tiap sistem yang bekerja. § Sebutkan contoh aplikasi rangkaian seri. buka bagian wiring diagramnya. apa yang dimaksud dengan 1 volt? 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini.

R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4 W. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 8. Tentukan besar arus listrik yang mengalir pada fuse bila diketahui tahanan lilitan relay 100 . daya masing-masing horn 12V/36W tegangan baterai 12V. Teori ini banyak digunakan . Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. gesekan atau reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. Berapakah tegangan pada titik 5 pada saat horn switch atau tombol OFF dan saat ON? 9.6. Jelaskan karakteristik rangkaian seri. Harga R1= 60 dan R2 = 180 . misalnya panas. tegangan pada R1. Tentukan besar tahanan total (Rt). 2) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. R2=30 W dan R3= 60 W f. Dua resistor dirangkai secara seri. parallel dan kombinasi 7. memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. R2 dan R3 dan besar arus pada R1. Kunci Jawaban Formatif 1) Elektron bebas yaitu electron yang orbitnya paling jauh dari inti. Sedangkan teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar.

alat ukur arus listrik adalah Amper meter. c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. Rangkaian seri mempunyai karakteristik: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). satuan volt.25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik. c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 I = I1 + . 4) Mengukur tegangan dengan merangkai secara parallel. b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini 3) Mengukur arus dengan merangkai secara seri. a) Besar arus listrik adalah I = P/V = 36/12 = 3 Amper b) Cara memasang amper meter secara seri seperti gambar berikut ini: c) Tahanan lampu sebesar R = V/I = 12/3 = 4 ? d) Cara mengukur tahanan lampunya dengan melepas lampu. kemudian diukur seperti gambar berikut ini. pengertian 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. satuan amper. e) Cara mengukur tegangan baterai adalah dengan menggunakan volt meter. posisi selector pada 1X . besar tahanan seperti ditunjukkan pada Ohm meter. dan pengertian 1 Ampere adalah Perpindahan elektron sebanyak 6.untuk kepentingan praktis. baca hasil pengukuran. kemudian diukur menggunakan Ohm meter.sebagai berikut: 6. kalibrasi Ohm meter. alat ukur dengan Volt meter. hubungkan colok ukur positip pada positip baterai dan colok negatip pada negatip baterai. 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. bila menggunakan multi meter atur selector pada tegangan DC pada sekela pengukuran 50V. Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama .

(V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/Rt ) 7. dimana: Beban 1 lilitan relay dengan R= 100 berarti I = V/R = 12/ 100 = 0.12 A Beban 2 adalah horn dengan daya 36W. Besar arus yang mengalir pada fuse merupakan total arus ke beban. 8. berarti I = P/V = 36/12 = 3 A Beban 3 sama dengan beban 2 yaitu horn 36 W jadi I= 3 A. Jadi besar arus yang mengalir adalah . Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV =3 V Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V.d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti.05 A = 50 mA. Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0.

It = 0. 2) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi bola lampu 12V/ 3 W.12 + 3 + 3 = 6.5 A Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 10/ 30 = 0. sedangkan saat tombol ON adalah 12Volt.333 A Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 10/ 60 = 0.167 A g. 2 K dan 3 K .12 A Tegangan titik 5 saat tombol OFF adalah 0 Volt. pengganti (Rp) untuk R2 dan Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (30 x 60) : (30 + 60) = 20 Rt = R1 + Rp = 4 + 20 = 24 W Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4 / 24 x 12 = 2 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 20 / 12 x 12 = 10 V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 24 = 0. Lembar Kerja Lembar Kerja 1a: Mengukur Tegangan. Arus dan Tahanan Tujuan: Siswa dapat mengukur besar tegangan listrik. Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan R3. mengukur besar arus listrik dan mengukur besar tahanan. 9. bola lampu 12V/ 5W dan bola lampu 12V/ 8W.

perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. Tegangan: V. dengan mengganti lampu dengan resistor. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur.3) Multimeter dan Amper meter 0-5 Amper 4) Baterai Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. baca hasil pengukuran. 2) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri pada rangkaian lampu seperti gambar dibawah ini. ganti bola lampu dengan ukuran yang berbeda. Beban Bola lampu 12V/3W Bola lampu 12V/5W Bola lampu 12V/8W Arus Beban Tahanan 1K Tahanan 2K Tahanan 3K Arus 4) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1b: Merangkai Seri . kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Komponen Nilai Tahanan Komponen Bola lampu 12V/3W Tahanan 1K Bola lampu 12V/5W Tahanan 2K Bola lampu 12V/8W Tahanan 3K Nilai Tahanan 1) Periksa tegangan baterai yang digunakan. Cara pemasangan secara seri. 3) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter.

2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja . Cara pemasangan secara seri.Tujuan: Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resistor lebih secara seri 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. perhatikan skala tahanan yang akan diukur.

catat hasil pengukuran Hasil Pengukura n Tegangan Power Suplay Arus V1 V2 V3 Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1c: Merangkai Paralel Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resitor atau lebih secara paralel .1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran a) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. b) Hitung besar arus dan tegangan secara teoritis dari rangkaian percobaan Hasil perhitungan Tegangan Power Suplay 6V Arus V1 V2 V3 3) Buat rangkaian sebagai berikut.

4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini . pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA.2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian parallel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. Cara pemasangan secara seri. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter.

Has il per hitu nga n Tegangan Power Suplay 6V V A A1 A2 A3 5) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan volt meter diatas hasil perhitungan teoritis. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper . Catat hasil pengukuran Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V A A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1d: Merangkai Kombinasi Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 3 resitor lebih secara seri-paralel atau kombinasi 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri-paralel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K.

kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V.3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. 4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini Hasil perhitungan . 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. Cara pemasangan secara seri. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC.

Sensor-sensor memberikan sinyal pada ECU tentang keadaan atau kondisi dari mesin. Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V1 V2 A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Kegiatan Belajar 2. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini.Tegangan Power Suplay 6V V1 V2 A1 A2 A3 4) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan voltmeter diatas hasil perhitungan teoritis. siswa dapat: 1) Mengetahui prosedur menghindari kerusakan pada ECU. Uraian materi kegiatan belajar Prosedur menghindari kerusakan ECU ECU adalah rangkaian komputer yang dilengkapkan pada mobil-mobil modern untuk mengontrol kerja dari mesin agar optimal. 2) Menyebutkan penyebab terjadinya nilai tahanan membesar 3) Menyebutkan penyebab terjadinya hubung singkat 4) Menyebutkan peralatan yang biasa digunakan memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan 5) Menggunakan peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan b. Jika ada komponen yang mengalami gangguan secara cepat . Prosedur menghindari kerusakan ECU dan pada Rangkaian Memeriksa gangguan a. sistem pengapian dan injeksi bahan bakar adalah bagian utama yang dikendalikan oleh ECU.

Memeriksa gangguan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan Gangguan pada rangkaian kelistrikan yang umum terjadi ada tiga macam yaitu: 1) Gangguan pada rangkaian karena nilai tahanan membesar 2) Gangguan karena hubung singkat 3) Ganguan dari komponen-komponen kelistrikan itu sendiri. g. Agar rangkaian kelistrikan tersebut dapat bekerja secara normal kembali. c. Pada umumnya ECU mempunyai program darurat yang dapat mengatasi masalah untuk sementara hingga mesin dibetulkan. f. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON atau mesin hidup Jangan pernah memeriksa rangakaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual. d. maka akan menyebabkan rangkaian kelistrikan tidak bekerja dengan normal atau bahkan akan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah pada komponen±komponen rangkaian. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU. Karena semua program dilakukan oleh ECU maka tidak diperkenankan mengutak-atik ECU tanpa petunjuk dari buku manual mesin yang bersangkutan. b. sehingga ECU dapat memberikan peringatan dengan menyalakan lampu Indikator yang disediakan pada mobil sehingga pengemudi akan mengetahui bahwa ada gangguan pada mesin.sensor akan memberikan sinyal pada ECU. Langkah-langkah menghindari kerusakan ECU: a. alat ini akan mendeteksi adanya ketidaknormalan kerja mesin dan memberikan informasi tentang bagian-bagian dari komponen yang memerlukan perbaikan atau penggantian. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan . Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual. Prosedur diagnosa dan pemeriksaan sistem yang dikendalikan oleh ECU menggunakan alat khusus yaitu scan tool. Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. Gangguan ± gangguan ini jika tidak ditangani dengan benar. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air. maka diperlukan pemeriksaan pada komponen±komponen rangkaian.

karena nilai tahanan membesar. dapat juga disebabkan karena kontak saklar yang tidak baik/kotor.a menunjukkan bahwa. Jika letak dan penyebab gangguan sudah diketahui maka langkah berikutnya adalah melakukan perbaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan. Gambar 24. Gangguan karena hubung singkat Hubung singkat dapat terjadi apabila ada kabel penghantar yang berhubungan langsung dengan penghantar lain atau pada ground. .dimana gangguan itu terjadi dan penyebabnya. 1). Nilai tahanan dapat membesar karena saklar kotor atau sambungan kabel berkarat/korosi. Gangguan yang disebabkan nilai tahanan membesar Gambar 24. Sedangkan gambar b lampu tidak menyala/redup diakibatkan arus yang mengalir ke lampu terlalu kecil. dan arus tidak dapat mengalir. Gangguan rangkaian kelistrikan karena nilai tahanan membesar Gangguan ini biasanya disebabkan Karena rangkaian terbuka atau terjadinya korosi pada bagian± bagian tertentu dari rangkaian. lampu tidak menyala akibat rangkaian terputus atau terbuka.

Sedangkan gambar 25. Akibat adanya hubung singkat antara kabel lampu atas dan kabel lampu bawah. Gangguan karena kerusakan komponen Kerusakan pada komponen kelistrikan adalah penyebab utama rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja.b lampu pada rangkaian tidak menyala akibat adanya hubung singkat antara kabel dengan ground. sedangkan lampu bawah menyala. sekering pada rangkaian dapat terputus karena arus yang mengalir terlalu besar. maka lampu atas ikut menyala. Gangguan karena hubung singkat Gambar 25. .Gambar 25. Lampu atas seharusnya tidak menyala.a menunjukkan adanya hubung singkat diantara dua kabel penghantar.

a menerangkan lampu tidak menyala karena filamen lampu terputus. arus atau tegangan dari suatu rangkaian kelistrikan. . Macam-macam peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan seperti pada gambar dibawah. Peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian/ system kelistrikan. Gambar 26.b menunjukan adanya kerusakan pada batere baik pada kotak batere ataupun korosi pada terminal±terminalnya dan ini menjadikan batere tidak dapat mensuplai kebutuhan energi pada rangkaian dan pada akhirnya rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. Gangguan akibat kerusakan komponen Gambar 26. Peralatan ini biasa digunakan untuk memeriksa kontinuitas dari suatu rangkaian dan mengukur nilai tahanan.Gambar 26.

Gambar 27. Macam-macam peralatan pemeriksa rangkaian

Peralatan-peralatan yang biasa digunakan antara lain: a) Jumper wire

b) Test lamp c) Self-Powered test light

d) AVO Digital e) f) AVO Analog

VOLT ± AMP Tester

g) Combination meter/Digital probe

Menggunakan Jumper wires untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan. Sering kali rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja karena tidak adanya kontinuitas pada rangkaian tersebut, untuk memeriksa kontinutas dapat digunakan jumper wires seperti yang terlihat pada gambar 27. Keselamatan kerja yang harus diperhatikan selama menggunakan jumper wires adalah: Jangan pernah melakukan by-pass pada lampu, motor, coil atau beban kelistrikan lainnya. Karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya. Langkah pemeriksaan: 1). Pastikan saklar dalam posisi ON 2). Memby-pass rangkaian dari titik/bagian yang paling dekat dengan sumber 3).Jika dengan langkah ini rangkaian sudah bekerja, maka dapat dipastikan bahwa gangguan itu terjadi pada daerah yang kita periksa tadi (tidak ada kontinuitas pada posisi ini). 4). Jika pada langkah no.2 telah dikerjakan dan rangkaian tetap tidak bekerja maka, mulailah melakukan by-pass pada posisi selanjutnya. Begitu seterusnya sampai ditemukan dimana letak gangguannya. Gambar 28. By-pass dengan Jumper wires Menggunakan Tes lamp Selain dengan jumper wires pemeriksaan kontinuitas dapat dilakukan dengan tes lamp, penggunaan tes lamp lebih menguntungkan dibandingkan jumper karena penggunaan tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen kelistrikan yang sedang diperiksa. Gambar dibawah menunjukkan cara pemeriksaan kontinuitas pada rangkaian, jika tes lamp nyala berarti ada kontinuitas antara titik yang diperiksa dengan sumber arus/positip batere, sebaliknya jika tes lamp tidak nyala berarti tidak ada kontinuitas.

Gambar 29. Pemeriksaan kontinuitas dengan tes lamp Langkah pemeriksaan : 1). Pastikan bahwa batere dalam kondisi baik 2). Pastikan saklar pada posisi ON 2). Hubungkan penjepit dari tes lamp dengan negatip batere/ground 3). Hubungkan colok tes lamp pada terminal sekring, jika lampu tes menyala berarti ada kontinuitas antara positip batere dengan kaki depan sekring jika lampu tidak nyala berarti jaringan kabel antara positip batere dengan kaki sekring terputus. 4). Lakukan pemeriksaan tahap berikutnya pada saklar, konektor seperti gambar 29. sampai menemukan tidak adanya kontinuitas dengan ditandai tes lamp tidak nyala. c. Rangkuman kegiatan belajar

Tiga tipe gangguan yang sering terjadi pada rangkaian/system kelistrikan yaitu: Gangguan karena nilai tahanan naik, hubung singkat dan kerusakan komponen. Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan rangkaian diantaranya jumper wires, tes lamp, AVO digital ataupun analog. Pada saat pemeriksaan ganguan harus diperhatikan cara penggunaan alat yang digunakan sebab jika salah menggunakan alat dapat menyebabkan kerusakan pada komponen yang diperiksa. d. Tugas kegiatan belajar Buatlah tes lamp dari komponen-komponen yang mudah didapat e. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan prosedur menghindari kerusakan pada ECU 2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah. 3) Jelaskan apa yang tidak boleh dilakukan saat pemeriksaan kontinuitas rangkaian menggunakan jumper wire. 4) Bagamana cara menggunakan tes lamp untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan 5) Jelaskan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper wire. f. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Prosedur menghindari kerusakan ECU a. b. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON

Jangan pernah memeriksa rangkaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual kendaraan c. d. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. f. g. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air

Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual.

2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah

a.

Gangguan karena nilai tahanan membesar b. Gangguan karena hubung singkat

c.

Gangguan karena kerusakan komponen

3) Faktor penyebab nilai tahanan bertambah antara lain: a) Adanya rangkaian yang terbuka/terputus b) Timbulnya korosi/karatan pada sambungan 4) Hal yang tidak diperbolehkan dalam pemerikaan kontinuitas dangan jumper wire adalah: Membay-pass beban kelistrikan baik lampu,motor atau beban lain 5) Cara menggunakan tes lamp untuk pemeriksaan kontinuitas rangkaian, adalah: a) Menghubungkan jepit tes lamp dengan negatip batere atau ground b) Menghubungkan colok tes lamp dengan titik pada rangkaian yang akan diperiksa. 5) Keuntungan menggunakan tes lamp dibandingkan jumper wire adalah: tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen rangkaian yang diperiksa. g. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Menggunakan jumper wire 2) Menggunakan tes lamp 3) Menentukan letak gangguan dari hasil pemeriksaan. 4) Menyimpulkan hasil pemeriksaan Alat dan Bahan 4) Trainer kelistrikan body standart 5) Baterai 12V 6) Jumper wire

7) Tes lamp Keselamatan Kerja 1) Tidak diperkenankan Memby-pass batere karena dapat menyebakan kerusakan pada batere. 2) Tidak diperkenankan memby-pass beban kelistrikan. Langkah Kerja 4) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 5) Lakukan pemeriksaan kontinuitas dengan jumper dan tes lamp. Memeriksa kontinuitas dengan jumper: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) By-pass dengan jumper pada bagian titik kabel yang terdekat dengan sumber arus. 3) Perhatikan hasil pemeriksaan ada perubahan kerja atau tidak, 4) Lanjutkan pemeriksaan pada titik±titik berikutnya. Mengukur kontinuitas dengan tes lamp: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) Hubungkan jepit tes lamp dengan negatip sumber arus. 3) Hubungkan colok tes lamp pada titik yang terdekat dengan sumber arus positip. 4) Perhatikan hasil pemeriksaan apakah lampu tes menyala atau tidak. 5) Tarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan 6) Lanjutkan pemeriksaan pada titik berikutnya. 7) Ambil kesimpulan akhir, tentukan letak gangguan rangkaian 8)Bersikah alat dan tempat kerja, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Tugas: Analisisa data hasil pemeriksaan, buatlah laporan

Kegiatan Belajar 3. Mengganti Sekering dan Bohlam

a. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini, siswa dapat: 6) Mengerjakan penggantian fuse/sekering 7) Memeriksa kondisi fuse/sekering 8) Memeriksa ukuran fuse/sekering 4) Mengerjakan penggantian bohlam lampu kepala dengan benar 9) Memeriksa kerja lampu kepala 10)Mengerjakan penggantian lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur dengan benar. 11)Memeriksa kerja lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur. b. Uraian materi kegiatan belajar

1) Mengganti Sekering yang putus

Sekering melindungi semua alat elektrik di dalam mobil: Pada saat aliran arus berlebih, sekering akan ³putus´ sedemikian sehingga arus listrik yang berlebih tidak mengalir pada peralatan. Karena arus yang berlebih itu dapat merusakkan peralatan atau menimbulkan percikan api. Dengan mengganti sekering yang putus akan mengembalikan kerja peralatan seperti semula (sebagai contoh sekering klakson putus akibatnya klakson tidak bunyi, setelah sekering diganti klakson kembali bunyi). Jika sekering putus berulangkali, itu menandakan adanya suatu masalah dalam rangkaian dan ini memerlukan penanganan lebih serius. Ada dua jenis sekering dilihat dari bentuknya yaitu type blade/pipih dan cartridge/tabung. Pada umumnya kendaraan sekarang banyak menggunakan type blade. Gambar 30. Macam sekering Langkah-langkah mengganti sekering

Melepas sekering 6. Tekan pelan-pelan hingga sekering duduk dengan tepat pada slotnya. Matikan mesin 2. Pastikan kapasitas sekering yang dipakai. Periksa kondisi sekering Gambar 36. Keselamatan kerja: 1. Jangan pernah mengganti sekering dengan ukuran amper yang lebih besar. .1. Lepas sekering yang akan diganti dengan menariknya menggunakan catut sekering. Kapasitas sekering 15 A 9. Pada kotak sekering juga dilengkapi dengan catut pelepas dan sekering cadangan. Ini dapat merusakan peralatan yang seharusnya diamankan oleh sekering itu. Gambar 35. Gambar 33. Pasang sekering baru dengan kapasitas yang sama dengan sekering yang diganti. Catut sekering 5. Sekering baik dan putus 8. Gambar 31. Denah letak sekering 4. Jika tidak ditemukan catut gunakan tang lancip untuk melepas sekering. Mencari kotak sekering. Melepas sekering dengan tang 7. Pasang tutup sekering. Gambar 37. Gambar 32. Memasang sekering 10. Kotak sekering 3. Gambar 34. Amati tutup kotak sekering Pada tutup kotak sekering dilengkapi dengan denah lokasi masingmasing sekering dan kapasitas dari sekering. Gambar 38. Kotak sekering umumnya berbentuk segi empat yang diletakkan di bawah dashboard sebelah kanan.

2. Mobil-mobil sekarang pada umumnya menggunakan bohlam type halogen yang dapat dengan mudah dilepas dari bagian belakang lampu kepala. hati-hati saat melepas atau memasangnya. Mengganti bohlam lampu kepala yang putus relatif gampang. Pada jenis tabung sekering mudah pecah. Bohlam halogen Langkah-langkah mengganti bohlam lampu kepala: 1. pada lampu jenis ini penggantiannya harus satu set antara bola lampu dan kaca biasnya. 2) Mengganti bohlam lampu kepala Lampu kepala berfungsi sebagai penerangan jalan saat kendaraan digunakan pada malam hari. Gambar 39. Periksa lampu kepala 2. karena pecahan kacanya dapat melukai tangan. Matikan saklar lampu kepala Gambar 41. jika lampu kepala mati maka kemungkinan penyebab utamanya dalah bohlam putus. Tetapi masih ada juga yang menggunakan model sealed beam (khususnya pada mobil-mobil tua). Pastikan bola lampu yang akan diganti Gambar 40. Saklar lampu kepala .

Bohlam mati karena terbakar a. Melepas klip 4. 1.3. cover lampu dibuka dari luar dengan melepas sekerup pengikatnya. lampu rem dan mundur Lampu yang dipasang pada mobil mempunyai fungsi yang penting bagi keselamatan berkendaraan di jalan raya. 8. 44. 2. maka segera harus diganti. Pasang kembali klip pengikat pada tempatnya Pasang karet pelindung pada dudukannya Gambar Pasang soket lampu kepala (pastikan menancap dengan kuat). 6. persinggungan yang tidak tepat mengakibatkan getaran yang menimbulkan panas sehingga bohlam mudah putus. Gambar 45. Langkah-Langkah: Tentukan bagian bohlam yang akan diganti: Pada beberapa type lampu belakang. Keselamatan kerja: 1. Pasang bohlam baru 9. Saat pemasangan bohlam baru pastikan bohlam duduk dengan tepat pada tempatnya. Pasang bohlam halogen Yang baru. pastikan tepat pada dudukannya. Daya pada bohlam baru harus sama dengan bohlam lama. . Jangan pernah menyentuh kaca pada bohlam halogen. Gambar 43. 3. 7. Keluarkan bohlam dari dudukanya dan siapkan bohlam baru. Jika ada salah satu lampu yang mati. 3) Mengganti bohlam lampu belakang. Lepas soket lampu kepala. Mengeluarkan bohlam 5. dan buka karet pelindung serta lepas klip pengunci Gambar 42. Nyalakanlah lampu kepala untuk mengujinya.

Bersihkanlah konektor dengan sikat kawat atau lap dari kotoran atau karatan. apabila ukuran arus pada sekering diganti lebih besar maka hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan kelistrikan yang ada. . Gambar 47. 7. Lepaskan sekerup pengikat. Gambar 49. Gambar 48. Gambar 50. Ambil bohlam baru dengan ukuran sama dengan bohlam lama. Pasang cover lampu belakang. Melepas bohlam 4. Periksa bohlam berapa ukuran daya yang dipakai. Gambar 46. 5. c. Lepas bohlam dengan cara menekan dan diputar. Pasang bohlam baru dengan cara menekan masuk lalu diputar. 9. Melepas baut pengikat 3. Hati saat melepas atau memasang bohlam. Menguji lampu belakang Keselamatan kerja: 1. Pasang bohlam 8.2. Uji kerja lampu dengan menginjak pedal rem dan memutar saklar lampu kota. 2. tekanan yang terlalu kuat dapat memecahkan lampu. Sekering mempunyai ukuran kapasita arus yang berbeda. Rangkuman kegiatan belajar Sekering berfungsi untuk mengamankan jaringan dari kerusakan akibat. Sekering yang rusak/putus harus diganti agar peralatan kelistrikan yang ada pada rangkaian bekerja kembali. aliran arus yang berlebih. Membersihkan konektor 6. Selalu gunakan ukuran bohlam yang sama dengan aslinya saat penggantian.

7) Faktor yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering: c) Ukuran sekering harus sama dengan sekering yang asli d) Pemasangan harus benar pada tempatnya. e. Pasanglah bohlam baru dengan ukuran yang sama dengan aslinya agar tidak mengakibatkan gangguan pada rangakaian kelistrikan yang ada. lampu mundur. b) Dari warna kelihatan hitam habis terbakar 9) Langkah perbaikan lampu rem: a) Pastikan terminal batere terlepas b) Pastikan posisi bohlam lampu rem yang akan diganti. . 8) Sebutkan ciri-ciri bohlam mati?. filamen kelihatan putus dan apabila dilakukan pemeriksaan kontinuitas diantara ke dua ujung sekering tidak ada kontinuitas. f. d. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 6) Ciri sekering putus. 8) Ciri-ciri bohlam mati: a) Filament putus. 10) Apa yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen.Rangkaian sistem kelistrikan diantaranya adalah lampu kepala. Apabila bohlam putus maka lampu tidak menyala. lampu kota. Tugas kegiatan belajar Mencari contoh bohlam type sealed-beam dan bohlam halogen yang digunakan pada lampu kepala. dengan mengganti bohlam baru maka rangkaian lampu akan menyala kembali. 9) Jelaskan langkah perbaikan bohlam lampu rem. Test formatif kegiatan belajar 6) Sebutkan ciri-ciri sekering putus? 7) Faktor apa saja yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering. lampu rem.

. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menentukan kondisi sekering baik atau rusak 6) Menentukan ukuran sekering 7) Mengganti sekering 8) Menentukan ukuran bohlam 9) Mengganti bohlam Alat dan Bahan 8) Mobil instruksi 9) Test lamp Keselamatan Kerja 3) Lepas terminal batere sebelum pekerjaan penggantian dilakukan.c) Buka cover penutup bohlam. d) Lepas bohlam e) Periksa ukuran bohlam f) Bersihkan dudukan bohlam dari karat/kotoran g) Pasang bohlam baru h) Pasang kembali cover bohlam i) Pasang terminal batere j) Cek kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem 5) Yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen adalah tidak boleh memegang pada kacanya karena dapat menyebabkan cepat putus. g.

Langkah Kerja 6) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 7) Lakukan Penggantian sekering 8) Lakukan penggantian bohlam Mengganti sekering: 5) Pastikan kunci kontak off dan lepas terminal batere 6) Lepas sekering dengan hati. 6) Selalu gunakan ukuran yang sama saat penggantian sekering dan bohlam. 7) Selalu dilakukan pemeriksaan kerja.4) Pastikan kunci kontak OFF saat melepas terminal batere. 7) Periksa ukuran sekering 8) Pasang sekering baru dengan ukuran yang sama 9) Pasang kembali terminal batere. cek kerja sekering dengan test lamp Mengganti bohlam lampu rem: 8) Pastikan letak bohlam yang akan ganti 9) Lepas terminal batere 10) Pada kendaraan yang dilengkapi dengan ECU posisi kunci kontak harus OFF saat terminal batere dilepas 11) 12) 13) 14) 15) Lepas cover lampu rem Lepas bohlam lampu rem Periksa ukuran daya lampu rem Bersihkan dudukan bohlam dari kotoran ataupun karat Pasang bohlam baru dengan ukuran sama dengan yang diganti . karena mudah pecah. 5) Hati-hati waktu melepas sekering atau bohlam. saat selesai penggantian.

2) Kabel tanpa isolator.16) 17) 18) Pasang cover lampu rem Pasang terminal batere Periksa kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem Tugas: Cari jenis-jenis sekering dan analisa kapasitas ampere yang dipakai untuk masing-masing komponen kelistrikan. . kabel jenis ini digunakan sebagai kabel bodi/ ground. Kegiatan Belajar 4. Perbaikan Rangkaian Kabel a. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa dapat: 6) Menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan 7) Mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel 8) Menentukan ukuran kabel yang digunakan 9) Memperbaiki rangkaian kabel b. Uraian materi kegiatan belajar Kabel (Wires) Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. Terdapat beberapa tipe kabel. diataranya: 1) Kabel yang terbungkus isolator tipe pejal dan tipe serabut. Kabel tipe serabut yang paling banyak digunakan pada kelistrikan otomotif. Kabel ini menghubungkan antara blok mesin dengan bodi/ rangka kendaraan.

Contoh: kabel satu warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). Kode Warna Kabel Guna mempermudah identifikasi maupun penelusuran bila terjadi kerusakan pada rangkaian kelistrikan maka isolator kabel dibuat warna. tetapi semakin besar diameter kabel listrik semakin kecil tahanannya. Macam kabel Berdasarkan besar arus mengalir kabel dikelompokkan menjadi 2 yaitu : 1) Kabel diameter kecil yaitui kabel yang digunakan untuk beban lampu dan asesoris lainnya. Berdasarkan pengertian diatas tahanan suatu kabel listrik dapat dihitung dengan rumus berikut: . Tabel 1 Warna Black (hitam) Brown (coklat) Green (hijau) Gray (abu-abu) Blue (biru) Light Blue (hijau muda) Kode B BR G GR L LG Kode Warna Kabel Kode O P R V W Y Warna Orange (oranye) Pink(merah muda) Red (merah) Violet (ungu) White (putih) Yellow (kuning) Hubungan Antara Diameter dan Panjang Kabel dengan Tahanan Listrik Tahanan listrik berbanding lurus dengan panjang kabel tetapi berbanding terbalik dengan diameter kabel. Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang. Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. Ini berarti semakin panjang kabel listrik.Gambar 51. semakin besar pula tahanannya. 2) Kabel diameter besar yaitu kabel yang digunakan untuk kabel baterai.

m2 Tabel 2..25 x 10-8 48.5 0.1012 Menentukan Ukuran Kabel Dari rumus di atas dapat dilihat bahwa semakin panjang kabel semakin besar tahanan listriknya.9 4.68 x 10-8 2. Tahanan jenis pada temperature 20 ºC Bahan Almunium Besi Emas Perak Platina Tembaga r W/m 2.1 .60 109 .R = Tahanan listrik ««««««.7 2. m A = Luas penampang kabel ««. Wm l = Panjang kabel ««««««.69 x 10-8 Bahan Tungsten Mangan Karbon Germanium Silikon Kaca r W/m 5.2 x 10-8 3 x 10-5 5 x 10-1 0.8 .75 x 10-8 9. Ukuran Kabel Metric (mm2) 0.0 6. dan semakin kecil kabel tahanan semakin besar.8 1.62 x 10-8 10. W r = Tahanan jenis ««««««.44 x 10-8 1.6 x 10-8 1.0 2. Guna memudahkan pemakaian maka SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) seperti table berikut ini: Tabel 3.0 SAE AWG (gage) 20 18 16 14 Ohm per 1000 feet 10.

3 0.8 1.0028 x 18 = 0. sehingga besar tahanan = 0.0 5.2 0.14 0.0 32. dengan panjang 18 feet. Pemilihan kabel yang digunakan pada sistem kelistrikan tergantung dari besar arus yang akan mengalir atau beban. Guna mempermudah pemilihan SAE mengeluarkan pedoman pemilihan kabel seperti table berikut ini: .0 40. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2. Selain besar arus dan beban juga dipengaruhi jarak antara sumber dengan beban.0 13. Semakin besar arus yang mengalir atau semakin besar beban semakin kesar ukuran kabel yang digunakan.09 Contoh: Tentukan besar tahanan untuk kabel 14 gage.4 0.0 12 10 8 6 4 2 1 0 00 1.05 Ohm.0 50.0 62.7 0.0028 ohm per feet.0 8.3.0 19.1 0.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0.11 0.

05 Ohm.6 x 0.5 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 15 18 20 22 Daya Watt 12 18 24 36 48 60 72 84 96 120 132 144 180 216 240 264 Panjang Kabel (feet) 7 10 15 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 20 20 18 18 20 18 18 18 20 18 18 16 20 18 16 16 20 18 16 16 20 18 16 14 18 16 14 14 18 16 14 12 16 14 12 12 3 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 5 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 25 20 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 30 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 10 Contoh: Tentukan ukuran kabel untuk lampu penerangan dengan daya 200 W.05 = 0. Besar arus yang mengalir adalah I = P/V = 200 /12 = 16. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2. Pedoman Pemilihan Ukuran Kabel (Wire Gage) Arus Amp 1 1. bila jarak lampu sampai sumber listrik sejauh 18 feet. Tentukan pula penurunan tegangan akibat panjang kabel.0 mm2 .0028 x 18 = 0. Dengan demikian besar voltage drop sebesar V = I x R = 16. . sehingga besar tahanan = 0. 83 Volt.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0.6 A Ukuran kabel untuk daya 200W dengan jarak 18 feet dari table diatas adalah 14 gage atau luas penampang 2.0028 ohm per feet.Tabel 4.

Tahanan sambungan dapat diperkecil dengan membersihkan sambungan dan mengeraskan sambungan. Membersihkan terminal baterai Tahanan Isolator Seperti telah dijelaskan bahwa karet. oleh karena itu terminal ini harus sering diperiksa dan dibersihkan Gambar 53. kemudian kawat tersebut dipanaskan dengan api maka lampu tersebut semakin lama akan semakin redup. Kerusakan isolator kabel listrik Wire Harness . Panas ini akan memperbesar tahanan dan mempercepat timbulnya korosi. misalnya karena retak. Beberapa FaKtor Yang Mempengaruhi Nilai Tahanan Tahanan Sambungan Tahanan sambungan adalah tahanan yang diakibatkan oleh sambungan yang kendor atau kotor. Gambar 54.Hubungan Antara Temperatur dan Tahanan Listrik Tahanan listrik pada konduktor akan berubah dengan adanya perubahan temperatur konduktor/kabel. bocoran arus listrik yang akan menimbulkan percikan bunga api dan menimbulkan kotoran. plastik dan porselin dapat digunakan untuk menghalangi arus listrik antara konduktor. vynil. Gambar 52. Hal tersebut dapat dipahami dengan cara berikut. Terminal baterai merupakan terminal yang paling sering kendor dan kotor akibat korosi yang disebabkan asam sulfar dari uap elektrolit baterai. Bila arus listrik melewati sambungan yang kendor akan menyebabkan sambungan menjadi panas. Sifat dari bahan-bahan ini disebut kemampuan tahanan isolator dan dinyatakan dengan nilai tahanan. Bila sebuah lampu yang dihubungkan denga baterai dengan sebuah kawat tembaga. menempelnya air atau kotoran lain pada isolator. Biasanya tahanan listrik akan naik bila temperatur naik. Dalam kondisi tertentu isolator dapat berubah menjadi penghantar listrik/konduktor. Akibat terminal kendor dan kotor menyebabkan tahanan meningkat sehingga menyebabkan gangguan suplai listrik terutama saat mesin distarter.

Memanaskan heat shrink disambung. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. 3) Buat kabel penyambung yang akan Gambar 58. Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang. Rangkuman kegiatan belajar Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. dimana sekumpulan kabel tersebut dijadikan satu dengan isolator. kemudian kupas Gambar 56. Menyolder sambungan kemudian solder sambungan 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang Gambar 60. Gambar 59. Memasukkan heat shrink digunakan.Wire harness merupakan sekumpulan kabel yang digunakan pada rangkaian kelistrikan. Terdapat beberapa tipe kabel diantaranya : 1) Kabel berisolator. c. contoh kabel baterai Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. 4) Sambung kedua kabel dengan Crimp mark. masukkan heat shrink tube ke kabel penyambung. agar kabel lebih rapih. Mengukur diameter ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. Pada ujung wire harness dipasang konektor sehingga pemasangan sistem perkabelan lebih mudah. contoh kabel massa 3) Kabel kecil. Mengupas kabel kabel dengan tang pengupas dengan panjang 10 mm 2) Ukur diameter kabel untuk menentukan Gambar 57. Gambar 55. karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. Wire Harnes Memperbaiki Kabel 1) Potong kabel yang rusak. Contoh: kabel satu . contoh kabel yang umum digunakan 2) Kabel tanpa isolator. contoh kabel yang digunakan secara umum 4) Kabel besar .

dilihat dari ukurannya maka ada kabel kecil dan kabel besar. sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan kabel. d. bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel. bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Macam kabel yang digunakan pada kendaraan yaitu dilihat dari serabutnya ada dua yaitu kabel serabut dan kabel pejal. jarak antara horn dengan sumber 3 m. panjang kabel dan nomor gage yang digunakan. dari penggunaan isolator yaitu kabel tanpa isolator dan kabel dengan isolator.84 feet . jarak antara horn dengan sumber 3 m.warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black).28 = 9. 3) Sebutkan bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel 4) Dimana titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel 5) Apa yang dimaksud heat shrink tube? 6) Bagaimana cara menyambung kabel yang putus? f. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraaan 2) Tentukan ukuran kabel untuk horn. bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak. Tugas kegiatan belajar Cari wiring diagram salah satu tipe kendaraan: 1) Identifikasi ukuran dan warna kabel yang digunakan 2) Identifikasi jenis konektor yang digunakan e. Selain itu juga ada pedoman yang memuat hubungan arus. Panjang kabel : 1 meter= 3. ukuran kabel dan tahanan tiap 1000 feet.28 feet untuk 3 m = 3 x 3. Tiap ujung kabel dipasang konektor. Guna memudahkan menentukan ukuran kabel yang akan digunakan SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) yang berisi nomor gage. 2) Ukuran kabel untuk horn.

5 mm2 3) Bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel antara lain karet. vynil. klem kabel pada bodi dan terminal kabel 5) Heat shrink tube merupakan salah satu model isolator sambungan kabel dengan metode pemanasan untuk menyusutkan isolator sehingga isolator dapat mengikat dengan kuat sambungan yang diisolasi.beban : 12 V/36 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/36 W +12 V/36 W = 12V/72 W . 6) Cara menyambung kabel yang putus adalah : a) Putus bagian kabel yang rusak dan kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. ujung konektor. b) Ukur diameter kabel untuk menentukan diameter kabel penyambung. e) Sambung kabel yang putus. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 3) Menyambungkabel yang putus 4) Memasang terminal kabel Alat dan Bahan 10) 11) Solder Tang pengupas kabel . Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel 20. g. d) Masukkan dua heat shrink tube pada kabel penyambung. dan solder sambungan kabel. yaitu kabel dengan luasan 0. atau plastik. c) Ukur panjang kabel yang dibutuhkan dengan diameter sama dengan kabel yang disambung. 4) Titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel antara lain pada sambungan. f) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder dan panasi heat shrink tube.

Tugas . 4) Bersikan alat dan tempat kerja. Langkah Kerja 9) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 10) Latihan menyambung kabel a) Potong dua buah kabel dengan panjang 100 mm. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. b) Masukkan heat shrink tube pada salah satu kabel. e) Panasi heat shrink tube. e) Panasi heat shrink tube. cepit dengan tang penjepit terminal. kembalikan ketempat semula.12) Kabel. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. solder sambungan kabel. b) Masukkan heat shrink tube pada kabel. kemudian solder sambungan kabel. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak. c) Pasang kabel pada terminal kabel. tempatkan iujung solder pada tempatnya. Menyolder sambungan 11) Memanasi heat shrink Latihan memasang terminal a) Potong kabel dengan panjang 100 mm. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. terminal kabel. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. c) Sambung kabel. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. heat shring tube Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. tenol.

Apa dampak kualitas sambungan kabel yang buruk pada sistem kelistrikan. Jumlah terminal pada konektor sangat beragam mulai dari satu terminal sampai puluhan terminal. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah membaca modul ini siswa dapat: 1) Menyebutkan macam wire conector 2) Menjelaskan model penguncian wire conector 3) Melepas dan memasang wire conector 4) Memperbaiki wire conector yang rusak b. Agar penyambungan konektor lebih mudah dan tidak salah maka pada konektor terdapat nok sehingga bila posisi tidak tepat maka konektor tidak dapat masuk. rumah konektor terbuat dari plastic. Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan terminal. . sedangkan untuk menjamin agar sambungan lebih kuat maka dipasang pengunci. Memperbaiki Konektor Kabel a. Uraian Materi Konektor kabel (Wire conector) Konektor berfungsi tempat penyambungan kabel pada sistem kelistrikan. Konektor terdiri dari konektor laki-laki dan konektor perempuan. melindungi sambungan dari karat dan kotoran. dalam rumah tersebut terdapat lubang untuk memasukkan terminal kabel. Bentuk Konektor Bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak. dan memungkinkan sambungan dipisah lagi dengan mudah. Kegiatan 5.

cara melepas yang salah dapat meyebabkan kabel putus. Langkah melepas konektor kabel adalah sebagai berikut . Macam Bentuk Konektor dan Jumlah Terminalnya Melepas dan memasang konektor kabel Melepas konektor harus hati-hati. Gambar 63. Perhatikan metode penguncian yang digunakan oleh konektor.Gambar 41. Bagian yang ditarik adalah bagian konektornya. Bentuk dan Teknik Penguncian Pada Konektor Kabel. dan saat menarik konektor tidak boleh menarik kabelnya. Konektor Saat melepas konektor harus memperhatikan teknik penguncian yang digunakan. jangan menarik kabel saat melepas. Teknik melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: 1) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik 2) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik 3) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : 1) Di tengah 2) Disamping Gambar 62.

Gangguan pada terminal adalah karat dan terbakar. masukkan obeng ke dalam bagian depan badan konektor. lihat gambar 64. . angkat pengunci penahan dari terminal dan tarik kabelnya dari konektor. konektor tidak boleh terlepas. Melepas Terminal dari Konektor Langkah memasang 1) Perhatikan posisi pengunci maupun posisi nok 2) Masukkan terminal konektor sampai pengunci bunyi klik. 3) Pastikan konektor telah terkunci dengan baik dengan cara menarik konektor tanpa menekan pengunci. 3) Menggunakan obeng.1) Tekan pengunci badan soket konektor dan pisahkan badan konektor laki dan perempuan (Male dan Famale) 2) Jika sulit terlepas. untuk mengatasi hal tersebut maka perlu perbaikan konektor kabel. Gambar 64. sedangkan pada sambungan sering kabelnya putus. Memperbaiki Kerusakan Konektor Kabel Terminal konektor maupun kabel pada sambungan terminal sering mengalami gangguan. angkat anti-back comb dari badan konektor dengan menggunakan obeng.

. Gambar 66. kemudian solder sambungan 7) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. Memasang Terminal Konektor c. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. kemudian tarik kabel untuk menguci apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. Teknik penguncian dengan menekan maupun mengungkit. Gambar 65 . sambung kedua kabel dengan Crimp mark. Bentuk konektor ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. 5) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. Melepas Terminal Konektor 2) Dorong terminal konektor keluar. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah. pasang terminal konektor. kupas ujung kabel. 3) Potong kabel yang rusak. dan kupas isolatornya kurang lebih 10 mm. Rangkuman Sepasang konektor kabel terdiri dari dua buah. Menyambung Kabel Yang Putus 6) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. 8) Ungkit pengunci pada terminal konektor. 4) Ukur diameter kabel untuk menentukan ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. Gambar 67. yaitu konektor laki-laki dan konektor perempuan. kupas isolator pada ujung kabel.Langkah perbaikan adalah sebagai berikut: 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil.

rangkum bentuk konektornya dan teknik penguncian yang diaplikasikan. 4) Bagaimana cara mengatasi bila terdapat satu atau lebih terminal konektor yang rusak? f. jangan menarik konektor pada kabelnya karena dapat menyebabkan kabel putus. Lembar Kerja Tujuan : . membuat sambungan kabel dengan terminal konektor. memotong kabel terminal yang rusak. menarik rumah konektor kabel dan tidak boleh menarik kabel. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah 2) Metode melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: a) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik b) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik c) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : Di tengah konektor dan disamping rumah konektor 3) Yang harus diperhatikan saat melepas adalah melepas penguncian. d. dengan cara mengeluarkan terminal konektor lama. e. Tugas Cari buku pedoman perawatan salah satu kendaraan. Kunci Jawaban Formatif 1) Bentuk konektor kabel ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. posisi nok dan posisi pengunci. Test Formatif 1) Sebutkan macam bentuk wire conector 2) Jelaskan metode melepas penguncian pada wire conector 3) Jelaskan yang harus diperhatikan saat melepas dan memasang wire conector.Membuka konektor harus memperhatikan metode penguncianya. 4) Mengatasi terminal konektor yang rusak adalah dengan mengganti terminal baru. Sedangkan saat memasang perhatikan bentuk. menyambung kabel dan memasang terminal konektor pada rumahnya sampai bunyi klik. g.

hindari ujung solder mengenai kabel listrik. terminal kabel. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. 6) Ungkit pengunci pada terminal konektor. kemudian solder sambungan. kupas ujung kabel. pasang terminal konektor. sambung kedua kabel dengan Crimp mark. kemudian tarik kabel untuk memastikan apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. 3) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama.Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menyambung kabel yang putus 6) Memasang terminal konektor 7) Memperbaiki terminal kabel Alat dan Bahan 13) 14) 15) Solder Tang pengupas kabel Kabel. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak. heat shring tube 16) Konektor kabel Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. tempatkan iujung solder pada tempatnya. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. kupas isolator pada ujung kabel. 4) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. tenol. . dan kupas isolatornya 10 mm. 2) Potong kabel yang rusak. Langkah Kerja Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil dan dorong terminal konektor keluar.

c. Harga R1= 60 dan R2 = 180 . tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 15) Sebutkan tiga hal yang sering menjadi gangguan pada rangkaian/system kelistrikan? 16) Sebutkan macam sekring yang biasa digunakan pada mobil 17) 18) Terangkan ciri-ciri bohlam putus Jelaskan titik-titik yang sering menjadi sumber gangguan pada rangkaian kabel . untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam. III EVALUASI A.7) Bersihkan tempat kerja. 2) Buatlah laporan kerja. 13) Berapa tahanan bohlam secara teoritis? Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter. Jelaskan karakteristik rangkaian seri. Terangkan cara memasang ampere meter. Soal Uji Kompetensi Pengetahuan (Waktu 120 menit) 11) 12) a. Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut! Sebuah bohlam 12 V/23 watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt. Tugas: 1) Identifikasi jenis dan penyebab kerusakan pada konektor kabel. parallel dan kombinasi 14) Dua resistor dirangkai secara seri. SOAL 1. BAB. kembalikan alat yang digunakan ke tempat semula. b. Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam. d.

bila diketahui daya klakson 12V/60 W dirangkai paralel.19) Tentukan ukuran kabel untuk klakson. 20) Sebutkan macam bentuk konektor kabel 2. jarak antara klakson dengan sumber 3 m. Soal Uji Kompetensi Keterampilan .

25 Ohm Waktu 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 70 menit Tahanan bohlam secara teoritis adalah R= V/I = 12 / 1.92 d) Mengukur tegangan baterei dengan volt meter atau multi meter § Atur selector pada DC Volt skala 50 § Kalibrasi alat ukur § Hubungkan colok positip/merah ke positi baterei § Hubungkan colok negatip/hitam ke negatip baterei § Baca hasil pengukuran dengan teliti 3) Rangkaian seri mempunyai karakteristik a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan . V = I x R 11) Sebuah bohlam 12 V/23 Watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt. Membuat rangkaian kombinasi 3 resistor Memeriksa kontinuitas pada rangkaian yang disediakan Mengganti sekering pada rangkaian klakson Mengganti bohlam Halogen pada rangkaian lampu kepala Membuat sambungan kabel Mengganti konektor kabel Total B. a) Besar arus listrik adalah I=P/V = 23/12 =1.92 Ampere b) c) Ampere meter dipasang seri terhadap beban = 6.Demonstrasikan dihadapan guru/instruktur kompetensi saudara dalam waktu yang telah ditentukan No 1 2 3 4 5 6 7 Kompetensi Mengukur arus. tahanan dan tegangan pada rangkaian yang disediakan. KUNCI JAWABAN 10) Hukum Ohm mengatakan: besar arus yang mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan.

(V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) 4) Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0. Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti.( Rt = R1 + R2) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2) Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama .Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V. Nilai tahanan dalam rangkaian membesar I = I1 + .05 A = 50 mA Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV = 3 V . c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. 5) Tiga hal yang sering menyebabkan gangguan pada rangkaian/system kelistrikan adalah: a).

Kerusakan pada komponen kelistrikan. klem kabel pada bodi dan terminal kabel. 8) Titik-titik yang menjadi gangguan pada rangkaian kabel antara lain pada sambungan. maka pada vilamennya kelihatan terputus b) Jika dilakukan tes kontinuitas antara kutup positip dan negatip tidak ada. 9) Ukuran kabel untuk klakson. Panjang kabel : 1 meter= 3. Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel SAE 18. Beban klakson adalah 12 V/ 60 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/ 60 W +12 V/ 60 W = 12V/ 120 W . Terjadinya hubung singkat c).28 feet untuk 3 m = 3 x 3.b).8 mm2 10) Macam bentuk konektor kabel : a) Bentuk bulat b) Bentuk persegi C. a) Jika diperiksa secara visual. jarak antara klakson dengan sumber 3 m. yaitu kabel dengan luasan 0.84 feet. ujung konektor.28 = 9. INDIKATOR Dapat menjelaskan hukum Ohm SOAL SKOR SKOR MAKS PEROLEHAN 0. KISI-KISI SOAL PENGETAHUAN NO 1 SUB KOMP. bila diketahui daya klakson 12V/ 36 W dirangkai paralel. 6) Sekering yang biasa digunakan pada mobil: a) Sekering type blade b) Sekering type cartridge 7) Ciri-ciri bohlam putus.5 Dasar listrik 2 Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut Dapat mengukur Sebuah bohlam 12 dan menghitung V/23 watt dirangkai secara teoritis besar seri dengan baterei 2 .

Berapa tahanan bohlam secara teoritis? 3 4 5 d.5 0. Harga R1= 60 rangkaian dan R2 = 180 . Terangkan cara memasang ampere meter. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V Prosedur Dapat menyebutkan Sebutkan tiga hal menghindari hal-hal yang sering yang sering menjadi kerusakan ECU menyebabkan gangguan pada dan memeriksa gangguan pada rangkaian/system gangguan pada ranagkaian kelistrikan rangkaian 1 1.5 . rangkaian seri.Arus. Tahanan dan Tegangan 12 Volt a. parallel dan parallel dan gubungan kombinasi Dapat menghitung Dua resistor besar Arus dan dirangkai secara tegangan pada seri. Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter Dapat menjelaskan Jelaskan karakteristik karakteristik rangkaian seri. untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam c.Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam b.

5 0.Dapat menyebutkan Sebutkan macam macam sekering sekring yang biasa Mengganti digunakan pada sekering dan mobil bohlam 7 Dapat menerangkan Terangkan ciri-ciri ciri bohlam putus bohlam putus 8 Dapat menjelaskan Jelaskan titik-titik titik-titik yang yang sering menjadi sering terjadi sumber gangguan gangguan pada pada rangkaian rangkaian kabel kabel 9 Dapat menentukan Tentukan ukuran Rangkaian kabel ukuran kabel sesuai kabel untuk horn. 10 Konektor Dapat menyebutkan Sebutkan macam bentuk konektor bentuk konektor kabell 6 0.5 1 2 0. penggunaan bila diketahui daya horn 12V/60 Watt dirangkai paralel.5 Kisi-Kisi Penilaian Sikap No 1 2 3 4 Komponen yang dinilai Kelengkapan pakaian kerja Penataan alat dan kelengkapan yang memperhatikan pekerja dan alat Menggunakan alat sesuai fungsinya Membersihkan alat dan tempat kerja Nilai akhir Skor Maks 1 2 6 1 Skor Perolehan Kisi-Kisi Penilaian Keterampilan . jarak antara klakson dengan sumber 3 m.

No Sub Kompetensi Dasar Listrik Komponen yang dinilai Mengukur arus.5 § Menentukan kapasitas sekering § Penggantian sekering sesuai SOP Mengganti Bohlam § Menggunakan peralatan sesuai SOP 1. tahanan dan tegangan § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Mengkalibrasi alat ukur § Membaca hasil pengukuran Membuat rangkaian kombinasi § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Rangkaian benar dan bekerja Memeriksa kontinuitas rangkaian Skor Maks Skor Perolehan 1 1.5 Mengganti sekering dan bohlam 4 1.5 5 Mengganti sekering dan bohlam .5 Dasar Listrik 2 1 Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian § Menggunakan peralatan sesuai SOP 3 § Pemeriksaan dilakukan sesuai SOP § Menyimpulkan hasil pemeriksaan Mengganti sekering § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memeriksa kondisi sekering 1.

5 C.§ Memeriksa kondisi Bohlam § Menentukan ukuran Bohlam § Penggantian Bohlam sesuai SOP Rangkaian kabel Membuat sambungan kabel § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih ukuran kabel § Menyolder kabel Mengganti konektor § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih konektor § Memasang pin kabel 6 1.5 Konektor 7 1. IV PENUTUP . dengan skor setiap aspek minimal 7 Nilai Akhir BAB. KRITERIA KELULUSAN Aspek Sikap Pengetahuan Keterampilan Skor Perolehan Bobot 2 2 6 Nilai Keterangan Syarat kelulusan nilai minimal 7.

Replacing fuse blown. 2) Mengukur tegangan. WWW. Autoshop 101. WWW. com an. WWW. Autoshop 101. com Sullivan`s Kalvin R. com Sullivan`s Kalvin R. WWW. com Sullivan`s Kalvin R. yaitu : 1) Merangkai hubungan seri. namun bila syarat minimal kelulusan belum tercapai maka harus mengulang modul ini. Bagi siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Autoshop 101. (2004). (2004). Electric Circuit. tahanan dan arus 3) Pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU 4) Mengganti sekering dan bohlam 5) Perbaikan rangkaian kabel 6) Perbaikan konektor Kompetensi ini merupakan kompetensi dasar guna mempelajari sistem kelistrikan sehingga harus dikuasai dengan baik. atau bagian yang tidak lulus dan karena tidak diperkenankan mengambil modul berikutnya. Sub kompetensi tersebut. Diagnosis & Testing. Autoshop 101. sedangkan uji praktik dengan mendemontrasikan kompetensi yang dimiliki pada guru/instruktur. DAFTAR PUSTAKA Sullivan`s Kalvin R. WWW. WWW.Kompetensi perbaikan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dengan kode OPKR 50-002B terdiri dari 6 sub kompetensi dengan durasi 60 jam pelajaran @ 45 menit. parallel dan gabungan . (2004). com . Setelah siswa merasa menguasai sub kompetensi yang ada. Electric Fundamentals. Wiring Diagrams. Guru/instruktur akan menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. Autoshop 101. siswa dapat melaksanakan uji kompetensi. Uji teoritis dengan cara siswa menjawab pertanyaan soal evaluasi. com Sullivan`s Kalvin R. Wire and Conectors. ehow. dari sini kompetensi siswa dapat diketahui. (2004). (2004).

New Step 1 Training Manual.an.th). otomotif Leave a Comment Pemeriksaan Sistem Suspensi Apr 21 Posted by 66tech BAB II PEMELAJARAN A. Jakarta . Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru . Jakarta. WWW. ehow. com an. Toyota Astra Motor TEAM (1995). brake or reverse light. Materi engine group step 2. Com an.autolamp.Halogen head light. Jenis Kegiatan 1. dengan mengikuti tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.How to replace a tail.Com Toyota Astra Motor (t. Jakarta. Electrical Group Step 2. Memeriksa sistem/komponen suspensi dan menentukan kondisinya. Toyota Astra Motor Posted in ilmu. WWW. Mempelajari konstruksi dan cara kerja system suspensi 2.How to replace a car headlight. Rencana Belajar Peserta Diklat Rencana setiap kegiatan belajar anda. WWW. ehow. Toyota Astra Motor TEAM (1996).

B. Kegiatan Belajar 1. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi sesuai dengan SOP 2. Sehingga kenyamanan pengendaraan tidak akan dapat dicapai. Menjelaskan konstruksi dan cara kerja system suspensi Tujuan kegiatan belajar : Menjelaskan konstruksi system suspensi Menjelaskan cara kerja system suspensi 2. Penggunaan sistem suspensi Pada umumnya system suspensi kendaraan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu suspensi independent dan suspensi rigid Konstruksi dan kerja jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. Gambar 1. Suspensi wishbone pegas coil Suspensi jenis ini menggunakan pegas koil yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm) dan lengan atas (upper arm) . Apabila salah satu komponen system suspensi mengalami gangguan. maka akan terjadi hal yang tidak diharapkan. 1. Untuk mengurangi getaran dan goncangan tersebut setiap kendaraan perlu dilengkapi dengan sistem suspensi. kendaraan akan selalu mengalami getaran atau goncangan yang disebabkan oleh mesin itu sendiri atau karena kondisi jalan yang tidak rata. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi b. Namun demikian. Tujuan kegiatan belajar a. Memeriksa system/ komponen system suspensi Memeriksa sistem / komponen suspensi dan menentukan kondisinya. sehingga kedua roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan Ada dua macam konstruksi suspensi independent depan yaitu suspensi wishbone dan suspensi mac pherson : 1). Uraian materi Kenyamanan berkendaraan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh pengendara maupun penumpang.

sehingga memungkinkan knucklekemudi dapat diarahkan. Kerjanya bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas mengalami pemendekan dan pemanjangan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pemegasan) 2).Bodi (frame) Lengan atas Penahan benturan Sambungan peluru bawah Gambar 2 : Suspensi wishbone dengan pegas koil Suspensi ini mempunyai sifat : a) Dengan desain yang kompak dari pegas hasil . Suspensi wishbone pegas torsi Suspensi wishbone menggunakan pegas batang torsi yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm ) dan kerangka kendaraan. sehingga memungkinkan arm dapat bergerak ke atas dank ke bawah mengikuti gerakan roda. . c) Knuckle kemudi dan spindle yang terpasang dibagian ujung lengan atas dan bawah dipasang menggunakan sambungan peluru. sangat cocok digunakan untuk system suspensi roda depan. b) Kedua ujung luar lengan atas dan lengan bawah yang dipasangkan pada knuckle kemudi menggunakan sambungan peluru.

c). . Suspensi Mac pherson Suspensi ini pegas koil dipasangkan menjadi satu kesatuan dengan shock absorber menggunakan lengan bawah ( lower arm ) sebagai dudukan komponennya Ada dua macam konstruksi suspensi mac pherson yaitu dengan lengan ³melintang´ dan lengan ³L´ a). Gaya yang diterima lower arm ditahan dengan kemampuan puntiran pegas torsi yang dipasangkan antara lower arm dengan kerangka (frame). salah satu ujung lengan bawah dipasang knuckle kemudi dengan sambungan peluru sedangkan ujung yang lain dipasangkan pada kerangka kendaraan. Pegas batang torsi (torsion bar) bekerja secara puntiran karena batang torsi dibuat dari baja yang mempunyai elastisitas tinggi Kerjanya : bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke lower arm maupun upper arm melalui knuckle kemudi. sedangkan ujung depannya dipasangkan pada lengan bawah (lower arm) dan kedua tempat pemasangannya dibuat mati. Pegas batang torsi (torsion bar) digunak an pada kendaraan yang tidak menggunakan pegas koil ataupun pegas atau pegas daun pada suspensi depan b) Pegas batang torsi (torsion bar) pada ujung belakangnya dipasang pada kerangka kendaraan .Peredam getaran stabiliser Pegas torsi Suspen si ini mempu nyai sifat : a). Suspensi mac pherson lengan ³melintang´ Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah (lower arm) berbentuk lurus . Untuk memperhalus proses pemegasan (puntiran) pegas torsi maka peredam getaran dipasangkan untuk memperhalus proses pemegasan yang dipasangkan antara lower arm dengan frame kendaraan 3).

lengan ini bersama-sama batang penahan (strut bar ) berfungsi mencegah perubahan jejak roda-roda depan Penutup debu Bantalan atas Kerjanya : bila roda- Bodi ( frame) Batang piston Gambar 4 : Suspensi mac pherson dengan lengan melintang roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm melintang sehingga mengakinatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan kerangka ( frame ). Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan maka peredam kejut dipasangkan bersama pegas koil antara lower arm dengan rangka ( frame) b) Suspensi mac pherson lengan ³L´ .Lengan melintang dan kelengkapannya berfungsi meneruskan beban kendaraan keroda dan mengontrol gerakan samping.

Penopang atas Dudukan pegas Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah ( lower arm ) berbentuk ³L´ yang digunakan pada roda sebagai penggerak ( front wheel drive) dengan engine di depan ( front engine) Lengan bawah Gambar 5 : Suspensi mac pherson dengan lengan ³L´ Peredam getaran Lenga n bawa h³L ³ memp unyai dua tempat pemasangan pada kerangka yang masing-masing dipasangkan menggunakan bushing karet. dengan dua tempat pemasangan terpisah yang berfungsi untuk mencegah gerakan dari arah samping dan gerakan aksial roda. sehingga roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersaman pegas koil antara lower arm ³L´ dengan rangka (frame) kendaraan . . b. Oleh karena itu suspensi jenis ini tidak memerlukan lagi batang penahan (sturt bar) Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka akan diteruskan ke lower arm ³L´ mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pada pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. Ada dua macam konstruksi suspensi independent belakang yaitu : Suspensi mac pherson penggerak roda depan dan suspensi mac pherson penggerak roda belakang. Konstruksi jenis suspensi independen belakang. Suspensi jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. 1) Suspensi mac pherson penggerak roda depan.

Suspensi jenis ini dilengkapi lengan bawah ( lower arm) dan lengan penopang (strut bar) Lengan bawah Stabilisator Strut bar Tromol rem Gambar 6 : Suspensi mac pherson bagian belakang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Pemasangan ujung lengan bawah (lower arm) dengan rangka silang kendaraan menggunakan bhusing karet sedangkan ujung yang lainnya dipasangkan pada knuckle kemudi. . Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersama pegas antara lower arm dengan rangka (frame ) kendaraan. b) Batang penopang (strut bar) dipasangkan antara kerangka dengan lengan control bawah yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya gaya lateral yang berlebihan. Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm yang mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasang antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. 2) Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi Suspensi jenis ini menggunakan poros kaku ( rigid) berbentuk ³ U ³ yang didalamnya dipasangkan batang tiorsi akan bekerja secara puntiran saat terjadi gerakan roda.

hingga menghasilkan pengemudian yang stabil c) Gerakan puntiran dari ujung lengan-lengan suspensi diteruskan kedalam gerakan puntiran aksel belakang.Penguat poros Batang lateral Gambar 7: Suspensi mac pherson dengan batang torsi Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros semi rigid bersama batang pegas torsi bekerja secara aktif sebagai suspensi b) Pegas koil berfungsi menyempurnakan momen suspensi agar dapat mengurangi roling body. Suspensi ini juga disebut aksel berayam Penopang Pegas atas Deferensial Lengan atas Peredam getaran . lengan suspensi sehingga mengakibatkan bagian ini bersama pegas koil berayun terhadap rangka (frame) kendaraan. Puntiran ini sangat menghasilkan gaya reaksi yang berlawanan dengan lenganlengan suspensi Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke rumah poros. Suspensi jenis ini dilengkapi dengan lengan control bawah ( lower arm) dan lengan control atas (upper arm) hingga dapat berayun secara bebas bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. Untuk memperhalus proses pemegasan dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan peredam getaran dipasang antara rumah poros roda belakang dengan rangka (frame) kendaraan 3) Suspensi mac pherson penggerak roda belakang.

Berat body kendaraan dan komponen yang lain ditopang oleh pegas suspensi Ujung bawah mac pherson dipasang pada lengan kontrrol atas dan bawah juga lengan jejak. d) Ujung lengan jejak. Jenis suspensi rigit roda depan Suspensi jenis ini biasanya dipasangkan pada poros rigit ( kaku) yang terbuat dari baja tempa pejal berbentuk I Roda sebelah kanan dan kiri dipasangkan pada ujung poros tunggal. Konstruksi jenis suspensi rigid 1).Rangka silang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros ( aksel ) Lengan Bawah roda dibuat terpisah.sedangkan pada ujung poros berfungsi menahan momen punter karena gaya pengereman Bagian ujung poros ini juga dipasangkan knuckle kemudi dengan menggunakan poros kingpin . hingga poros dapat barayun bebas . Gambar 8 : Poros berayun pada bagian belakang b) c) Differensial ditempatkan pada bagian rangka silang body kendaraan. Ada empat jenis knuckle kemudi yang dipasangkan pada suspensi rigid roda depan yaitu : a) Jenis reverse eliot Jenis ini ujung poros sangat sederhana konstruksinya dan mudah untuk pemasangan komponen rem . lengan control atas dan control bawah yang lain dipasangkan pada kerangka body kendaraan Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm dan upper arm sehinga pegas koil mac pherson mengalami memendekan dan pemanjangan . pertemuan kedua bagian poros bekerja sebagai tumpuan. Pada bagian tengah poros berfungsi menahan beban kendaraan. Untuk memperhalus proses pemegasan pegas koil dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan kejut dipasang antara lower arm dengan rangka (frame) a.

knuckle kemudi dipasangkan ditengah ujung poros dengan c). Kerjanya : bila rodaroda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan keporos depan rigit Gambar 13: Jenis Marmon yang berbentuk ³ I ³ hingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun / ayunan pegas daun yang berlebihan maka dipasangkan peredam getaran antara poros depan dengan rangka (frame).b). Gambar 11: Jenis Eliot karena knuckle kemudi dipasangkan pada ujung poros bagian atas sehingga poros menjadi tambah tinggi e) Jenis marmon Gambar 10 : Jenis Reverse Eliot menggunakan poros kingpin Jenis ini juga tidak memerlukan poros kingpin kare knuckle kemudi dipasangkan pada bagian bawah ujung poros sehingga daya kekuatannya agak berkurang bila dibandingkan dengan jenis yang lain. Jenis Lemoine : Jenis tidak memerlukan poros kingpin. Jenis eliot Jenis ini ujung porosnya dibuat sangat komplek . .

Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan kerumah poros roda belakang yang mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan dan pemanjangan ( konstanta pegas) untuk mengurangi ayunan pegas (oksilasi) yang berlebihan pada suspensi ini dilangkapi peredam getaran yang dipasangkan antara rumah poros dengan kerangka (frame) kendaraan. Rumah poros Pegas koil belakang . Ada dua jenis pegas yang digunakan pada jenis ini yaitu a). Pegas koil Poros kaku dengan pegas koil untuk mengadakan pemegasan dan menahan beban tegak lurus. sehingga tenaga yang dihasilkan oleh motor dipindahkan ke roda-roda melalui poros yang berputar dalam rumah. Jenis suspensi rigit roda belakang Suspensi jenis ini biasanya roda-roda dipasangkan pada satu poros. Sedangkan beban kendaraan yang didukung oleh rangka mobil diteruskan ke rumah poros melalui pegas daun Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka diteruskan kerumah poros belakang yang mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) yang konstruksinya dilengkapi dengan ayunan pegas Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun yang berlebihan maka suspensi ini dilengkapi peredan getaran yang dipasangkan antara penopang pegas daun dengan (frame) Ayunan Pegas Gambar 15: Suspensi pegas daun b). Apabila pegas koil digunakan pada suspensi belakang. tetapi tidak dapat menahan gaya samping atau tekanan samping.2). harus dilengkapi komponen yang lain seperti : laterar rod dan stabilisator. Pegas daun Pada umumnya pegas daun dipasangkan secara parallel antara rangka dengan poros belakang.

Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas dan bersih knuckle kemudi disemprotkan menggunakan penetrant warna untuk meyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak. pengujian dan menentuan komponen system suspensi : 1. sehingga memungkinkan kendaraan membelok kekanan dan kekiri. pemasangan knuckle kemudi dan memelihara letak geometris body dan roda-roda. dengan cara disemprot menggunakan penetrant warna untuk menyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak. Upper arm dan lower arm Komponen ini berfungsi untuk menyangga pegas coil.Lengan kontrol atas Batang kontrol Gambar 16: Suspensi pegas koil Ini uraian materi kegiatan belajar 2: Fungsi dan prosedur pemeriksaan. knuckle kemudi Komponen ini berfungsi untuk pemasangan roda-roda depan / sumbu roda. Upper arm . Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas lower arm dan upper arm. 2.

Gb. Bila tidak timbul suara aneh maka bias dipastikan knuckle kemudi dalam kondisi baik 3. kanan. . Pengujian knuckle kemudi : dalam keadaan terpasang pada lower arm maupun upper arm komponen ini digerakkan kearah samping kiri. 17 Pemeriksaan Lower. Pengujian lower arm dan upper arm : dalam keadaan lower Knuckle kemudi arm dan upper arm terpasang dalam kerangka (frame) kendaraan komponen ini digerakkan kearah atas atau kearah bawah . Ball Joint Komponen ini berfungsi sebagai sumbu roda-roda saat kendaraan membentuk. a) y Pemeriksaan kekendoran ball joint bawah terhadap lower arm. pemasangannya antara lower arm dengan steering knuck dan upper arm dengan steering knuekle. Gerakkan lengan suspensi bawah ke atas dan kebawah dan pastikan tidak ada gerak bebas ball joint (berlebihan) y Gerakkan roda samping kanan samping kiri dan pastikan tidak ada gerakan yang berlebihan. Upper arm dan knuckle kemudi . y Dongkrak bagian depan kendaraan dan di topang dengan penyangga. atas dan bawah . y Pastikan kendaraan sudah disangga dengan aman y Pastikan bahwa roda depan telah lurus posisinya dan tekan pedal rem. Bila tidak timbul suara yang aneh maka bias dipastikan lower arm dan upper arm dalam keadan baik.

Pemeriksaan pegas koil dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak atau aus. b.Peng ujian ball joint : dalam keadaan roda terpasang gerakkan roda bagian atas kedalam dan bagian bawah keluar atau sebaliknya bila terjadi kekocakan yang berlebihan maka ball joint perlu diganti bila tidak terjadi kekocakan dapat dipastikan ball joint dalam keadaan baik. dan sebaliknya Catatan : a. Bila pegas lemah dapat dirasakan ada kejutan tidak normal saat kendaraan melewati jalan yang rata. kemudian tekan pegas dengan Gambar 19: Pemeriksaan pegas koil beban tertentu. bila ukuran kurang dari batas limit spesifikasi sesuai yang ditentukan maka pegas perlu diganti. maka keausan ban menjadi tidak normal 5. Gb. Pemeriksaan peredam getaran dalam keadaan terlepas dan bersih. Shock absorber (peredam getaran ) Komponen ini berfungsi untuk mengurangi oksilasai yang berlebihan pada pegas bila kendaraan berjalan dijalan tidak rata. pastikan tidak ada kebocoran minyak dan gas. Pegas Koil (Coil Spring) Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang diakibatkan dari permukaan jalan tidak rata. ukur tinggi bebas pegas sesuai dengan buku manual sesuai dengan jenis mobil yang diperiksa . 21a Pemeriksaan Shock absorber . penempatannya diantara lower arm dan upperr arm.batas limit = 273 mm. Pengujian pegas koil dalam keadaan pegas koil terlepas ukur tinggi bebas pegas. Bila pegas lemah. Gambar 18 : Pemerikasan ball joint terhadap lower arm dan upper arm 4. Ukur kembali tinggi bebas pegas .

goyangkan mobil kearah samping. Kebengkokan tidak boleh melebihi batas limit yang sudah ditentukan pada buku manual dari jenis kendaraan tersebut y y . Pemeriksaan strut bar dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak. bila ada bushing peredam getaran yang rusak perlu dilakukan penggantian Dalam keadaan terpasang: a. Strut bar Komponen ini berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan maupun dorongan akibat terjadinya pengereman. dan goyangan kesamping harus cepat berhenti Gb.Pengujian : Dalam keadaan terlepas dengan cara ditekan dan ditarik bila dengan tahanan yang tetap pastikan kondisi peredam gataran dalam keadaan baik . Pemeriksaan kebengkokan : y Letakkan strut bar pada v blok. 6. Ukur run out bagian tengah strut bar menggunakan dial indikator magnetik. 21b Pemeriksaan Shock absorber b. Pada mobil sedan tekan pada bagian depan mobil kemudian lepas maka getaran tambah setengah dari tekanan semula dan kembali pada posisi sebelumnya. strut bar berupa batangan baja yang dipasang pada lower arm dan frame kendaraan. atau saat pemindaan tenaga dari motor.

. sehingga beban yang diterima komponen ini saat kendaraan membelok adalah beban puntiran. Pemeriksaan stabilizer bar : 1. aus atau patah. Stabilizer bar Komponen ini berfungsi untuk mengurangi terjadinya kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat membelok atau saat lurus mengurangi tenaga guling. 7. y Bila ada bagian bushing yang aus/rusak lakukan penggantian.bila tekanan dilepaskan maka kondisi mobil cepat kembali seperti posisi semula pastikan stabilizer masih dalam kedaan normal Bila pengujian diatas timbul suara yang aneh maka bushing pengikat stabilizer dengan rangka perlu diganti. Karet-karet pengikat dalam keadaan terpasang pastikan karet-karet pengikat pada frame tidak ada yang retak Pengujian : Dalam keadaan stabilizer terpasang tekan bagian depan mobil sebelah kanan atau tekan bagian mobil sebelah kiri secara bergantian .Pengujian : Dalam keadaan terpasang dan mobil di jack stand dengan aman : y Dengan rem kendaraan diinjak dorong bagian roda yang diuji kedepan atau kebelakang y Pastikan tidak ada bagian bushing strutbar yang aus atau rusak. 2. dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan komponen ini tidak ada bagian yang retak. Stabilizer ini di pasangkan pada lower arm kiri dan kanan. bagian tengahnya diikatkan pada frame / body kendaraan.

Pemeriksaan pegas daun : a). pegas jenis ini mampu menerima beban yang lebih besar bila dibanding dengan pegas koil maupun pegas torsi oleh karena itu pegas daun banyak digunakan pada sistem suspensi bagian belakang kendaraan. Dalam keadaan terlepas dan bersih lembaran pegas tidak retak atau pada ujung ± ujungnya tidak terjadi keausan yang berlebihan. Prosedur pemeriksaan komponen sistem suspensi rigid Baut ³U´ Peredam getaran Pegas daun Fungsi dan prosedur pemeriksaan komponen 1.b. b).ujung pegas daun tidak terjadi keausan yang berlebihan . Pegas daun Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan yang ditimbulkan permukaan jalan. Ujung.

25. Baut ³U´ Komponen ini berfungsi untuk mengikat tumpukan/ susunan pegas daun dengan poros roda belakang dengan kuat agar tidak terjadi pergeseran bila roda menerima kejutaan dari permukaan jalan. y 2. Pemeriksaan pegas daun Pengujian : Dalam keadaan terlepas : Ukur NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Beri beban pada masing-masing lembara pegas daun sesuai dengan spesifikasi jenis mobilnya.Gb. y Bila ukuran NIP setelah pembebanan kurang dari batas limit maka perlu diganti lembaran pegas daunnya dan sebaliknya. y Ukur kembali NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Bandingkan pengukuran NIP setelah pembebanan dengan spesifikasi jenis mobilnya. b) Tidak terjadi kebengkokan pada bagian yang lain c) Tidak terjadi keausan pada ulir mur pengikat Baut ³U´ . Pemeriksaan baut ³U´: a) Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir yang aus. bengkok maupun kerusakan pada ulirnya.

26. Pemasangannya diantara pegas dan frame (kerangka) kendaraan. Pengujian : Dalam keadaan ayunan pegas daun terpasang pada rangka kendaraan keraskan murmur pengikat ayunan pegas sesuai dengan spesifikasi buku manual Cek / periksa kembali mur-mur pengikat ayunan pegas bila masih dalam keadaan kendor maka ayunan pegas perlu diganti 4. Pemeriks aan baut ³U´ ´ ` Pengujian : Dalam keadaan terpasang kencangkan mur pengikat baut ³U´ dengan momen yang sesuai spesifikasinya pada buku manual. Bhusing karet Komponen ini berfungsi untuk meredan suara hubungan antara ayunan pegas daun dengan frame bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. Pemeriksaan bushing karet : dalam keadaan terlepas pastikan bhusing karet tidak pecah atau berubah konstruksinya.Ring Mur pengikat Gb. Ayunan Pegas Komponen ini berfungsi untuk memungkinkan pegas memanjang dan memendek bila roda menerima kejutan dari jalan. Kerusakan dan keausan . 3. Pemeriksaan ayunan pegas daun: Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir baut dan mur pengikat yang aus. Cek/periksa kembali mur-mur pengikat baut ³U´ bila masih dalam keadaan kendor maka baut U perlu diganti dan sebaliknya.

27 Pemeriksaan ayunan pegas dan Bhusing karet.Gb. Bumper karet Komponen ini berfungsi untuk membatasi ayunan pegas yang berlebihan dan tidak terjadi tumbukan antara poros roda dengan frame/kerangka kendaraan. Pengujian : Bushing dalam terpasang gerakan ayunan pegas keatas dan kebawah bila pada bagian ini timbul suara yang aneh maka perlu diganti. Pemeriksaan bumper karet :dalam keadaan terpasang pastikan tidak ada bagian yang pecah atau berubah bentuk Bumper karet . . Sebab sudah terjadi pengerasan 5.

Penguji an : Dalam keadaan terpasa ng beri beban pada bagian belakan g kendara an yang diuji bumper kemudian lepaskan bebannya lakukan beberapa kali . c. Menopang body / kerangka pada poros dan memelihara letak geometri antara body dengan roda. Sistem suspensi dapat digolongkan menjadi dua jenis a. a. Suspensi Rigid ( Suspensi kaku ) 3. Sistem suspensi berfungsi Bersama-sama dengan roda menyerap kejutan dan oksilasi dari permukaan jalan. Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda. Suspensi independen menggunakan dua macam pegas Yaitu : Pegas koil dan pegas torsi . b. Rangkuman 1. 2. bila pada bagian ini timbul suara aneh maka perlu diganti bumper karet tersebut atau sebaliknya C. Suspensi Independen (suspensi bebas) b.

Stabilizer bar Strut bar Upper arm Lower arm Ball joint 6. Tugas 1. Pegas daun Pegas koil 5. Pegas daun Pegas koil Shock absorber ( peredam kejut ) d. Prosedur pemeriksaan komponen. f. g.4. e. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros independent pada kendaraan 2. Komponen utama suspensi independen a. Suspensi rigid menggunakan dua macam pegas yaitu a. Pegas koil / torsi Shock absorber (peredam kejut) c. D. Lateral rod Bumper karet 7. c. Komponen utama suspensi rigid a. Test Formatif . d. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros rigit E. b. b. e. b.

b. Alat dan Bahan a. Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pegas) 2. c. 2. Grease 2. Jelaskan kerja suspensi wishbone pegas koil Jelaskan kerja suspensi rigid pegas daun F. Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke rumah poros belakang sehingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan dari bentuk elip mendekati lurus G. e. Keselamatan Kerja . i. Dongkrak Jack stand Pengungkit Suspensi roda depan Suspensi roda belakang f. Majun / kain lap Penetran warna j. k.1. d. V blok g. Dial indicator magnetic h. Lembar Kerja 1. Kunci Jawaban Test Formatif 1. Kuas Minyak pembersih l.

3. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. 3. Tugas a. TES TULIS Jenis Pekerjaan Nama Peserta Nomor Induk : : : Program Keahlian : 1. Langkah Kerja a. BAB III EVALUASI A. Ikuti intruksi dari instruktur / guru maupun prosedur kerja Jangan bekerja di bawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan kuat. e. Persiapan alat dan bahan praktek secara cermat. 2.a. Perhatikan instruksi praktek yang disampaikan oleh instruktur. b. c. b. Buatlah ringkasan pengetahuan yang diperoleh setelah belajar / praktek. kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. 4. efektif dan seefesien mungkin. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Setelah selesai. Buatlah laporan kegiatan praktek secara ringkas dan jelas. Apa yang membedakan konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi mac pherson ? Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan suspensi rigid ? Jelaskan kerja suspensi independen wishbone roda depan dengan menggunakan pegas koil ? . Lakukan pemeriksaan sistem suspensi dan analisis kerusakan pada komponennya. b. c. d.

4. Jelaskan kerja suspensi poros rigid menggunakan pegas daun ? B. pengujian dan penentuan kondisi komponen suspensi wishbone A. TES PRAKTIK Lakukan prosedur pemeriksaan. No Pertanyaan Lembar penilaian Tes tulis Kunci Jawaban Skor Maks 5 5 Skor Perolehan Keterangan 1 Apa yang membedakan Independen : konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi Poros roda-rodanya mac pherson bebas bergerak antara sebelah kiri dan sebelah kanan Wishbone : pegas koil terpisah dengan peredam kejutnya .

maka pegas daun akan mengalami pemanjangan Total Skor 5 5 30 B. pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP 1 Persiapan : a. Tempat kerja 2.Cara menggu . Bahan b.2 Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan rigid Mac pherson : pegas koil disatukan dengan peredam kejutnya Independen : Poros roda-rodanya bebas bergerak antara roda sebelah kiri dan roda sebelah kanan Rigid : 5 5 3 4. Poros roda sebelah kanan dan kiri satu rumah poros Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros independen dijalan tidak rata lower arm bebas bergerak bersama pegas koil Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros rigid dijalan tidak rata roda mendorong poros dan diteruskan ke pegas. No Job praktik Lembar penilaian Tes Praktiks Kunci Jawaban Skor Maks 10 10 10 20 20 Skor Perolehan Keterangan 1 Lakukan prosedur pemeriksaan . Alat c.

Dasar-dasar Automotive. Mintalah pada pengajar/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaiannya dilakukan langsung dari pihak dunia industri atau asosiasi profesi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu. New Step 1 Training Manual. maka hasil yang berupa nilai dari instruktur atau berupa porto folio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi bagi pihak industri atau asosiasi profesi. Toyota ± Astra.Motor. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standard pemenuhan kompetensi tertentu dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi. Atau apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul.nakan alat-alat tangan/ special tools dengan tepat dan benar 3. Dan apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evalusi dalam modul ini. (1995). (1987).Toyota±Astra ± Motor. Anonim.Cara menggunakan alat-angkat tepat dan benar 4.Penggunaan buku servis manual Pemeriksaan dan pengujian 5. pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP Total skor maksimal 70 BAB IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini.Pelaksanaan pemeriksaan. maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. . maka Anda berhak untuk mengikuti tes paktik untuk menguji kompetensi yang telah dipelajari. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jakarta : PT. Jakarta : PT.

C. (1993). Jakarta : PT. (1995). serta dapat mengganti poros penggerak roda beserta komponen-komponennya. serta telah menyelesaikan kompetensi sebelumnya yaitu OPKR-30-013B. Mitsubishi corporation. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kerusakan. Materi Pelajaran chasis group step 2. PRASYARAT Untuk menempuh kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta diklat diharuskan menguasai OPKR-10-010B (penggunaan alat ukur) atau alat yang lain.Anonim. (1982). B. Mitsubishi L 300 Workshop Manual. Mitsubishi Colt T120 Workshop Manual. I PENDAHULUAN A. Anonim. PENUNJUK PENGGUNAAN MODUL . Servis Mobil. Toyota Astra-Motor. (1982). DESKRIPSI Modul ini mempelajari tentang ³Perbaikan poros penggerak roda´ yang meliputi perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid maupun pada suspensi independent. Anonim. Mitsubishi corporation. otomotif Leave a Comment Perbaikan Poros Penggerak Roda Apr 21 Posted by 66tech BAB. Macam-macam konstruksi poros penggerak roda yang dipelajari modul sebelumnya adalah sebagai penunjang untuk bisa menguasai modul ini. Anonim. Pusat Pengembangan Guru Teknologi Malang Posted in ilmu.

e. Siapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan. Petunjuk Bagi Guru a. mengidentifikasi kerusakan. D. 4. Pada waktu praktek persiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. d. 2. c. 2. Berikan tugas-tugas dalam pelatihan. Cermati langkah kerja dan perhatikan fungsi dan cara kerja masing-masing komponen. b. Siswa terampil dalam memasang kembali komponen poros penggerak roda.1. Setelah selesai kembalikan alat dalam keadaan bersih. memasang kembali komponen poros penggerak roda sesuai dengan SOP (Standard Operasional Prosedur) yang berlaku pada akhir kegiatan evaluasi. Bacalah dengan teliti dan cermati modul ini secara keseluruhan. Siswa dapat membongkar. Amati dan bantu setiap kegiatan siswa. memperbaiki kerusakan. Perhatikan arahan yang diberikan instruktor. maka perhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini: a. Melaksanakan penilaian. Setelah mendongkrak ganjal/topang mobil dengan jack stand atau kayu balok. d. 3. . Petunjuk Bagi Siswa Untuk mendapatkan hasil yang maksimum. Konsultasikan pada instruktor hal-hal yang kurang jelas teori maupun praktek. 2. b. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan modul ini diharapkan: 1. c. Bimbing siswa dalam memahami konsep. Mencatat kemajuan siswa.

menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring. prosedur keselamata § Informasi § Perbaikan n kerja. yang sesuai yang berhubungan spesifikasi pada final drive § Penilaian pabrik dan § Standar komponen . komponen/sistem akses dari toleransi. pada mobil pada final drive perlangkapan komponen atau (sesuai pada sesuai standar sistem lain-nya. KOMPETENSI KODE : Perbaikan Poros Penggerak Roda : OPKR-30-014 B DURASI PEMELAJARAN: 40 Jam @ 45 menit LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P KRITERIA PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA KINERJA SIKAP N N R 1.spesifikasi perlengkapan pengujian. teknik yang dan/atau pengsesuai. dan kerja poros kerja dalam perbaikan kerusakan pada roda/drive komponen.E. tanpa menye.Identifikasi pemasangan komponen/ babkan poros kerusakan sistem yang § Menggunakan kerusakan dan metoda penggerak berhubungan peralatan dan terhadap perbaikan. § penggunaan). § Perbaikan § § § Prosedur § Membongkar.penggerak. poros roda/drive dan prinsip prosedur penggantian dan memperbaiki penggerak shafts. Memperbaiki poros penggerak Konstruksi Menerapkan pembongkaran. dipahami. § Pengukura Penggunaan § Menguji kerja § Informasi alat dan n dan § Prosedur dari yang benar di. memeriksa. gantian pada SUB KOMPETEN SI . KOMPETENSI Modul OPKR-30-014B membentuk kompetensi memasang. proses poros penggerak shafts dan komponennya pembongkara § Konstruksi dan roda/drive shaft komponendilaksanakan n dan dan komponen-nya § kerja dari komponennya. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.

§ Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan poros penggerak roda. undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik/kendaraa n. LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N § Persyaratan keamanan peralatan. § Persyaratan keselamatan diri. § Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). .SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang tepat. § Persyaratan keamanan kendaraan/alat industri. § Kebijakan pabrik/ perusahaan.

3. maka jawablah pertanyaan pilihan ganda berikut ini dengan benar dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang betul: 1. LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N F. b. d. b. d. Catatan Pembimbing: a. Pada waktu bekerja dibawah mobil. 2. Sliding hamer. Jack stand. Kunci momen.SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA peraturan perundangundangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan. d. Kunci roda. apabila siswa menjawab ( b ) lanjutkan soal nomor 2 . CEK KEMAMPUAN Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta diklat. seharusnya mobil ditumpu dengan: a. 1. Poros primair. c. Dongkrak ulir. Bagian yang berfungsi menghubungkan putaran dari differential ke roda adalah: a. Garage jack. Untuk soal nomor 1. Untuk melepas poros roda mengunakan alat: c. c. Poros penggerak roda. Dongkrak hydrolik. Palu besar. Poros engkol. b. Poros propelair.

Untuk soal nomor 2. BAB. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Kesimpulan: Karena siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. apabila siswa menjawab ( a ) siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar.2. 1. Untuk soal nomor 3. maka siswa dapat mengerjakan modul ini. No. Jenis Kegiatan Hari Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi independent Tanggal Waktu Alasan Perubahan Paraf Guru 2. apabila siswa menjawab ( d ) lanjutkan soal nomor 3 3. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi : Perbaikan poros penggerak roda. Mintalah bukti persetujuan guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. SubKompetensi: Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid (kaku) dan independent (bebas). II PEMELAJARAN A. Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid .

Siswa dapat melepas dan memasang kembali komponen-komponen yang rusak. Pemeriksaan Gerak Bebas Arsial Poros Roda Belakang. Catatan: Apabila bantalan roda rusak harus segera diganti.a. Tujuan Kegiatan Belajar 1. Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dan biasanya kebebasan bantalan yang terlalu besar akan terdengar suara gemuruh pada saat mobil berjalan. Lepas roda dan tromol 4. Boros pemakaian nahan bakar . Kendorkan mur roda 2. Pemeriksaan kebebasan arah aksial. Siswa dapat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen poros penggerak roda pada suspensi rigid. b. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi rigid apakah masih baik atau harus diganti. Dengan menggunakan alat dial indikator. Bantalan roda bisa pecah atau terbakar 3. Gambar 1. Bahaya terhadap pengereman 2. bila tidak maka akan menyebabkan: 1. Kebebasan maksimal adalah 1 mm. Uraian Materi Pada umumnya poros penggerak roda suspensi rigid yang dipaksa pada kendaraan ringan adalah jenis semi floating. 3. Dongkrak mobil dan tumpu dengan jack stand 3. Pembongkaran Sebelum melakukan pembongkaran lakukan pemeriksaan awal dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. 1.

Lepas bantalan dengan menggerinda penahan dalam. 2. Gambar 2. Pemeriksaan Dan Perbaikan Komponen Poros Roda Belakang Periksalah dengan cermat dan teliti kemungkinan terjadi kerusakan pada komponen-komponen sebagai berikut: a. Dengan menggunakan SST dan hydrolik pres lepas bantalan dari poros. . b. c. Kendorkan mur roda. Menggederenda Penahan Bantalan. f. b. Dengan menggunakan SST lepas poros aksel belakang. Pemeriksaan Oli Seal Kerusakan oli seal bisa menyebabkan kebocoran oli differensial/ gardan. bila sudah rata berarti aus. Hal ini bisa dilihat sekitar backing plat terdapat tanda-tanda oli keluar. Melepas Baut Pengikat Backing Plat dan Pipa Rem. bila bantalan aus atau rusak gantilah dengan yang baru. Melepas Poros Aksel Belakang. Lepas gasket poros belakang. Melepas Bantalan Dengan Pres Hydrolis. Periksa bantalan atau bearing terhadap keausan atau kerusakan. Gambar 5. Gambar 4. Gambar 3. Keausan oli seal bisa dilihat pada bagian yang berhubungan dengan poros. Lepas baut pengikat backing plat dan pipa rem menggunakan SST. Lepas roda dan tromol rem. Dengan menggunakan SST lepas oli seal. ganti oli seal dengan yang baru bila sudah aus.Pembongkaran dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut: a. e. d. bila masih runcing berarti baik. dengan menggunakan pahat dan palu potong penahan dan kepastian dari poros. hati-hati jangan sampai merusak perapat oli. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand.

Kebengkokkan/kelengkungan poros maksimum 1. Dengan menggunakan dial indikator periksa poros roda belakang dari kebengkokkan dan keolengan pada flensnya. Menggunakan SST pasang oli seal yang telah diolesi gemuk pada kedalaman 6mm. Gambar 9. Memasang Bantalan. Pada poros roda belakang dan komponennya bila terdapat kerusakan tidak dapat diperbaiki oleh karena itu harus kita ganti kecuali pada kebengkokkan ini bisa diperbaiki. Menggunakan SST dan preshydrolik pasang penahan bantalan dalam saat masih panas. Perakitan Dan Pemasangan Poros Roda Belakang Persiapkan komponen-komponen yang telah diperiksa dari kerusakan dan yang baru. Memeriksa Kebengkokan Poros & Flens. Pemanas Penahan Bantalan. Menggunakan SST dan pres hydrolik pasang penahan bantalan luar dan bantalan/bearing batu. b. Pasang poros penggerak roda pada housing axle beserta kelengkapannya yang telah diolesi perapat. Pemeriksaan Poros Roda Belakang Periksa alur poros roda belakang dari kemungkinan aus. Gambar 10.5 mm Keolengan flens maksimum 0. c. Melepas Perapat Oli Dari Rumah Poros. retak atau puntiran. Pemasangan kembali dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. e. 3. Periksa poros roda belakang pada bagian dudukan penahan dalam dan bantalan dari kemungkinan keausan.Gambar 6. Pemasang Penahan Bantalan Dengan Pres Hydrolik. c. Gambar 8. Panaskan penahan bantalan dalam hingga kurang lebih 1500C didalam oli pemanas. Memasang Perapat Oli. Gambar 6. d. . Gambar 7.1 mm.

4. Komponen-komponen yang diperiksa dan diganti bila rusak adalah bearing. j. 3. 3. Kegiatan ini meliputi bongkar. kebengkokan poros. Pasang kembali pipa rem.f. Catatan: Pada saat memasukan poros roda belakang lakukan dengan hati-hati jangan sampai marusak oli seal maupun deflektor oli yang terdapat didalam housing axle. Tugas 1. pemeriksaan dan pemasangan kembali. i. Pemeriksaan poros penggerak roda meliputi alur poros yang berkaitan dengan side gear. keolengan pada naf. Gambarkan secara sederhana dan jelaskan cara kerjanya. Pasang roda kemudian turunkan mobil dan kencangkan baud-baud roda. e. Lakukan pembuangan udara pada sistem rem. h. c. d. g. Pelajari uraian materi pada lembar kegiatan I tentang perbaikan poros penggerak roda. 2. Pasang dan kencangkan baud pengikat backing plat dengan momen pengencangan 670 Kg. Pasang tromol rem. Lakukan pengamatan pada kendaraan/mobil yang supensi belakangnya sebagai penggerak roda jenis rigid. Tes Formatif . oli seal dan poros. keausan pada dudukan bantalan maupun penahan bantalan dalam. Poros jenis semi floating di pakai pada suspensi rigid penggerak roda belakang.cm. Rangkuman 1. 2.

f. Persyaratannya adalah sebagai berikut: a. Penahan bantalan dalam. 3. 5. 1. b. Poros roda. Lembar Kerja 1. 3. Backing plat. Penahan bantalan luar. Perabot oli. 3. Pemeriksaan yang dilakukan adalah: a. 4. Poros penggerak roda. Lantai datar. c. Mobil harus ditumpu dengan jack stand. Bearing/bantalan. g. Gambarkan unit konstruksi poros roda belakang jenis semi floating dan sebutkan namanama komponennya. Oli seal. Alat dan Bahan a. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating. Lantai harus bersih dari minyak. b. Kunci Jawaban Formatif 1. 2. Persyaratan apa saja yang diperlukan pada waktu bekerja dibawah mobil. 6. 7. 2. c. Gasket. Bantalan. . 2. 1 unit mobil atau suspensi rigid jenis semi floaling.1.

3. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. e. h. Langkah Kerja a. Keselamatan Kerja a. oli dll. b. dongkrak. kemungkinan perbaikannya. lem perapat. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah dibongkar dengan baik dan benar. Gemuk. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. Gunakan peralatan sesuai fungsinya. d. b. c. dial indikator). d. 2. Peralatan. e. kembalikan peralatan dan bahan ke posisi semula. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. kemungkinan penyebab kerusakan. c. Persiapkan alat dan bahan. Mesin gerinda f. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Alat ukur (jangka serong. kunci pas/ring (sesuai kebutuhan) SST (sesuai kebutuhan). Setelah selesai kegiatan bersihkan peralatan dan tempat kerja. d. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. i. c. Pasir/serbuk gergaji. e.b. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang poros penggerak roda. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. lap/ majun. Gunakan alat keselamatan kerja bila diperlukan. Minta buku manual bila perlu. g. . Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. f. Alat pres (hydrolik pres). g.

Pemeriksaan Kebebasan Bantalan. Kendorkan mur roda. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas. Perbaikan Poros Penggerak Roda Pada Suspensi Independent. b. c. Lepas roda. b. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. lengkapi dengan analisa dan kesimpulan. Service yang dilakukan sanggat jarang karena konstruksinya sangat sederhana. Uraian Materi Kendaraan yang bersuspensi independent poros penggerak rodanya menggunakan jenis CV joint. Dalam pemelajaran ini kita menggunakan tipe poros penggerak roda depan. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mempelajari materi pada kegiatan ini. b. d. 2. Kegiatan Belajar 2. Pembongkaran Untuk membongkar ikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. CV joint bisa dipakai pada kendaraan tipe poros penggerak roda depan maupun poros penggerak roda belakang.4. a. Tujuan Pemelajaran 1. Tugas a. Siswa dapat memperbaiki atau mengganti unit poros penggerak roda beserta komponenkomponennya pada suspensi independent. . Lepas kaliper dan piringan rem. 1. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi independent apakah masih baik atau harus diganti. Gambar 11.

Pemeriksaan Setelah unit poros penggerak roda terlepas lakukan pemeriksaan sebagai berikut: a. h. f. Pemasangan Kembali/Perakitan Pemasangan kembali/perakitan dapat dilakukan sebagai berikut: a. Melepas Mur Pengikat Bantalan. b. Gambar 13. Gambar 14. Lepas poros penggerak roda dari hubungan. Pemeriksaan out board tidak boleh ada kekocakan. Masukkan poros penggerak roda secara pelan-pelan ujung yang satu ke transaxle ujung yang lain ke hub roda. 2. Periksa kebebasan inboard joint kearah radial tidak terlalu besar. Melepas Poros Penggerak Roda Dari Hub. . g. b. Gambar 12. i. Periksa kebebasan bantalan dalam arah aksial dengan dial indikator. Melepas Steering Knucle Dari Lower Arm. Periksa gigi alur dari kemungkinan kerusakan. Melepas Tie-rod End. Lepas hubungan tie-rod dengan steering knucle SST. 3. Komponen-komponen dari CV joint tidak bisa diperbaiki bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan maka harus diganti 1 unit CV joint. Lepas steering knucle dari lower arm. Gambar 15. Gambar 16. Kebebasan maksimum 0. d. Memeriksa Poros Penggerak. c.e. Kencangkan mur pengikat bantalan dengan momen 800 kg cm.05 mm. Pasang steering knucle pada lower arm dan kencangkan mur dengan momen 850 kg cm. Pemeriksaan inboard joint harus dapat meluncur dengan lembut arah aksial. e. Lepas Conter pin dan mur pengikat bantalan. Pemeriksaan poros penggerak roda dari kemungkinan melengkung.

buat gambar sederhana konstruksi dari poros penggerak rodanya! 2. Kekocakan out board joint . d. Turunkan mobil dan kencangkan mur roda. 2. Rangkuman 1. Kunci Jawaban 1. Test Formatif 1. f. Bila CV joint rusak tidak bisa diperbaiki harus diganti. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan komponen-komponen utamanya? 2. Pasang roda dan mur roda. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada CV joint? f. Jelaskan cara kerja secara singkat poros penggerak rodanya? e. Pasang kaliper dan piringan rem dengan momen pengencangan 200 kg cm. d. Pasang tie-rod dengan momen 600 kg cm. Pemeriksaan pada CV joint adalah a. Unit CV joint sangat sederhana dan jarang dilakukan pemeriksaan atau perbaikkan. 2.c. e. Lakukan pengamatan pada kendaraan dengan suspensi independent. Suspensi independent menggunakan poros penggerak roda jenis Constan Velocity joint (CV joint). Tugas 1. c. 3.

b. Gunakan alat keselamatan kerja bila digunakan. 2. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. Persiapkan alat dan bahan. dial indikator). . SST (sesuai kebutuhan). c. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. Jaga lantai dari genangan oli. Kebebasan inboard kearah radial. 3. Keselamatan kerja: a. Alur-alur pada ujung poros. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. Peralatan: dongkrak. d. c.b. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. b. g. c. d. d. e. kelengkungan poros. Gemuk. Minta buku manual bila perlu. lap/marjun. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. c. Gerakan inboard d. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. kunci pas/ring(sesuai kebutuhan). Alat ukur (jangka sorong. e. 1 unit mobil dengan suspensi independent. Langkah kerja: a. b. f. pasir serbuk gergaji. Alat dan bahan: a. Lembar kerja 1.

Jelaskan pemakaian poros penggerak roda jenis semi floating dan jenis CV joint? Gambarkan dan sebutkan komponen-komponen dari poros penggerak roda jenis semi floating? Pada unit poros penggerak roda belakang pemeriksaan-pemeriksaan apa saja yang dilakukan? 4. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. kemungkinan penyebab kerusakan. 4. 2. III EVALUASI A. kemungkinan perbaikkannya. i. kembalikan peralatan dan bahan keposisi semula. Sedangkan CV joint biasanya dipakai pada kendaraan bersuspensi independent penggerak rodanya depan. b. f. Tugas a.e. . Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang CV joint. Poros penggerak roda semi floating dipakai pada kendaraan bersuspensi rigid dan penggerak rodanya adalah roda belakang. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan bagian-bagian utamanya? B. g. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. Setelah selesai kegiatan dan tempat kerja. Kunci Jawaban 1. h. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah diperbaiki atau diganti dengan baik dan benar. Pertanyaan 1. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas? Lengkapi dengan analisa dan kesimpulan! Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mengetahui kegiatan ini? BAB. 3.

c. b. Gambar poros penggerak roda jenis semi floating: Pemeriksaan yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating adalah a. IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan siswa mempunyai kemampuan dan ketrampilan mengenai perbaikan poros penggerak roda serta dapat melaksanakan tugas-tugas dalam modul ini. Bearing/bantalan roda.d 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s.2. Kriteria Kelulusan Aspek Skor (1-10) Kognitif (soal no 1 s/d 4) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur praktik Ketepatan analisis hasil praktik Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Bobot 3 1 2 2 1 1 Nilai Keterangan Syarat lulus. Gambar konstruksi dari CV joint. 4. keausan. Poros roda meliputi perlengkungan.d 100: di atas minimal tanpa bimbingan BAB. 3.d 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s. Oli seal. puntiran. . C. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Kriteria Kelulusan: 70 s.

Sedangkan siswa yang dinyatakan tidak lulus maka siswa harus mengulangi modul ini. Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group. otomotif . Toyota-Astra Motor. N-Step Step 2 Chasis Training Materials Text. NISSAN. Posted in ilmu. Jakarta: Penerbit PT. Jakarta: Penerbit PT. Training Manual Drive Train Group. DAFTAR PUSTAKA Anonim (1994). Anonim (2003).Dengan menyelesaikan modul kompetensi dan melaksanakan tugas-tugas serta evaluasinya dengan kriteria yang telah ditentukan siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus. Anonim (tt). Toyota-Astra Motor. Apabila siswa dinyatakan lulus maka siswa dapat melanjutkan modul berikutnya sesuai dengan peta kompetensi. Jakarta: Penerbit PT.