Category Archives: ilmu

Balans Roda_Ban
Apr 21 BAB I

PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI

Modul Balans roda / ban ini membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat mengatasi gangguan ban akibat roda yang tidak balans. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliput: (a) mengidentifikasi gangguan pada roda/ ban, (b) memahami pengertian balans static dan balans dinamik, dan (c) membalans roda pada mesin balans. Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang identifikasi gangguan pada roda. Kegiatan belajar 2 membahas tentang pengertian balans static dan balans dinamik, dan kegiatan belajar 3 membahas tentang membalans roda pada mesin balans. Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat memahami cara membalans roda / ban.

B. PRASYARAT Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. Prasyarat mempelajari modul OPKR-40-016B antara lain adalah OPKR-10-017B dan OPKR-10-019B. C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Peserta diklat

Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain :

a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar. b. c. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1). Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku. 2). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 3). Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4). Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. 5). Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6). Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan. 2. Petunjuk Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk : a. b. c. d. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar

Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan

f.

Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan

D. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini peserta diklat diharapkan : 1. 2. Mampu mengidentifikasi gangguan roda dengan baik.

Memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Mampu membalans roda pada mesin balans dengan baik.
E. KOMPETENSI

Uraian subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KERJA A 1 B 1 C 1. D 1 : Balans roda / ban : OPKR-40-016B : 20 Jam @ 45 menit E Batasan konteks F 1 G 1

Standar kompetensi ini digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan di bidang perbengkelan 2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk : Spesialisasi pabrik kendaraan SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan y Kebutuhan pelanggan y Kode area tempat kerja y Spesifikasi produk/komponen pabrik
y

y

3.
y

Pelaksanan K3 harus memenuhi :

Undang-undang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) y Penghargaan di bidang industri 4.
y

Sumber-sumber dapat termasuk :

Peralatan tangan/hand tools, balans roda/ban

5.

Kegiatan

Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:
y

Penilaian, visual, balans statik, dinamik dan kombinasi

Materi Pokok Pembelajaran Sub Kriteria Unjuk Lingkup Kompetensi Kerja Belajar Sikap Pengetahuan Ketrampilan 1. 1. Roda dibalans 1. Prosedur 1. 1. Informasi 1. Membalans tanpa pengoperasia Menerapka teknik yang Mengidentifikas roda/ban. menyebabkan n pembalans n prosedur sesuai i gangguan pada kerusakan roda. kerja sesuai roda terhadap dengan 2. Persyaratan komponen atau 2. Spesifikasi SOP. keamanan 2. Membalans sistem lainnya roda perlengkapan. roda pada mesin 2. balans. Menerapka 3. Persyaratan 2. Informasi yang n benar diakses dari keamanan 3. Penggunaan spesifikasi pabrik keselamatan kendaraan. perlengkapan dan dipahami kerja. balans. 4. Kebijakan 3. Balans perusahaan/pabri k yang sesuai. dilaksanakan sesuai panduan industri yang telah 5. Prinsip balans ditetapkan. secara dinamik 4. Seluruh kegiatan membalans roda/ban dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedure), Undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundangan dan prosedur/kebijaka n perusahaan. 5. Identifikasi 6. Prosedur balans secara statik. 7. Prosedur kombinasi balans secara statik dan dinamik.

balans statis dan dinamis F. CEK KEMAMPUAN

Sebelum mempelajari modul OPKR-40-016B, isilah dengan cek list (Ö) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan : Sub Kompetensi 1. Membalans roda / ban. 2. 1. Pernyataan Saya mampu mengidentifikasi gangguan roda/ ban dengan baik. Saya dapat memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Saya mampu membalans roda pada mesin pembalans dengan baik. Jawaban Ya Tidak

Bila jawa Soal Soal Soal

Apabila peserta diklat menjawab Tidak, pelajari modul ini. BAB II PEMBELAJARAN A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT

Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1. Mengidentifikasi ganguan ban/ roda. 2. Memahami balans static dan balans dinamik 3. Membalans ban/ roda. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

B. KEGIATAN BELAJAR

KEGIATAN BELAJAR 1 : Mengidentifikasi gangguan pada roda / ban yang diakbatkan oleh roda / ban tidak balans

a.

Tujuan Kegiatan Belajar

Pada akhir kegiatan belajar, Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. Menjelaskan tentang penyebab terjadinya ganguan pada roda / ban 2. 3. 4. Menjelaskan jenis keausan ban yang tidak wajar Menjelaskan terjadinya getaran pada ban / roda.

Menjelaskan analisa gangguan dan cara mengatasinya

b.

Uraian Materi

1. GANGGUAN PADA RODA / BAN Mesin rnemutarkan axle shaft atau drive shaft, dan selanjutnya memutar ban. Hal ini rnenunjukkan bahwa ban adalah bagian dari pemindah tenaga. Ban juga mengubah arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi, dari sini dikatakan juga bahwa ban merupakan bagian dari system kemudi. Ditambah lagi karena ban juga menopang berat kendaraan dan meredam getaran dari jalan, ban juga merupakan bagian dari system suspensi. Oleh karena itu, pada saat melakukan troubleshooting pada masalah ban, ketiga system tersebut yaitu ban dan peiek, kemudi, dan suspensi harus juga diperhatikan. Sama pentingnya, kesalahan perawatan ban juga akan menyebabkan gangguan pada ban dan system lainnya yang terkait. Oleh karena itu, langkah pertama pada troubleshooting ban adalah memeriksa apakah ban dipakai dan dirawat dengan baik. Apabila ban/ roda tidak balans, maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil, dalam kecepatan tertentu, akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan, antara lain : pegas rusak/patah, peredam getaran rusak, bantalan-bantalan roda rusak, kerusakan pada ball joint, dan kerusakan pada lengan-lengan

kemudi. Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan, menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. 2. KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 1 Keausan Spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur, seperti diterangkan di bawah. Kalau bearing roda, ball joint, tie rod end, dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan, atau kalau spindle bengkok, ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur, dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban.

Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini, Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik

Perbaiki atau ganti Periksa rem menyeret baik Setel kelurusan roda Periksa wheel alignment tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik .

Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans. run-out yang berlebihan. goncangan akan semakin terasa. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans. steering flutter. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. . dan rigiditas ban yang tidak seragam. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 2 Body bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. maka goncangan biasanya akan hilang. a). bersama-sama dengan getaran tempat duduk. Jika masalah tersebut diperbaiki. Di atas kecepatan ini.Periksa balans roda tidak tepat baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 3. dan steering shimmy. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam.

Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Gambar 3. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar.b). ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda .

ganti aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak baik Periksa hub-to-wheel centering Centerkan kembali off center berlebihan Periksa run-out ban baik baik Periksa run-out pelek run-out berlebihan Ganti hub run-out berlebihan perbaiki Periksa balance off-the car Tidak balans run-out berlebihan .

3) Memeriksa Hub-to-wheel centering Thickness gauge 0. Nilainya tidak boleh melebihi batas maksimum. Pada saat getaran maksimum terjadi. kemungkinan penyebabnya adalah getaran mesin. atau apakah masih terjadi meskipun mobil sudah diperbaiki dan roda sudah dibalans ? 2) Lakukan test jalan untuk diagnosa. Lantai atau tempat duduk. Bila getarannya berlangsung pada saat kendaraan sedang meluncur. dan lain-lain). maka penyebabnya mungkin ban belakang atau pemindah tenaga. . Jalankan kendaraan beberapa kilometer untuk memanaskan ban hingga tercapai temperatur kerja dan menghilangkan ³standing flats³. kemudian jalankan dijalan yang halus pada kecepatan kritis sambil memegang roda kemudi dengan ringan dan arahkan ke kiri-kanan. dianjurkan agar membicarakan dahulu sifat ganggungan dengan pengemudi kendaraan. jenis getaran. tetapi terasa pada body. dan kemudian catat gejala yang disampaikan oleh pengemudi (misalnya kecepatan kritis. Lakukan test jalan untuk memastikan keluhan customer kalau memungkinkan. apakah kaca spion bergetar. apakah tempat duduk bergoncang. Kalau tidak ada getaran yang terasa pada steering wheel.perbaiki Periksa balance on-the-car Tidak balas Adapun rincian langkah analisa trouble-shooting dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Bicarakan gejalanya Sebelum mengatasi segala bentuk getaran.04 in). Tentukan pada tingkat kecepatan berapa getaran terjadi dan dapatkan akibat dari gangguan tersebut. Nilai maksimium : 0. Jalur yang dipakai test jalan harus mempunyai permukaan yang baik dimana kecepatan tertentu dapat dipertahankan. biarkan kendaraan pada kecepatan ini untuk melihat apakah getarannya tetap. Kalau getarannya tidak nyata pada saat meluncur dengan kecepatan kritis. Periksalah clearance disepanjang keliling hub.1 mm 1).1 mm (0. apakah terjadi pada roda kemudi. Periksa hub-to-wheel centering clearance.

002 in) atau kurang Gambar 5.05 mm (0. .002 in) atau kurang Lateral run-out 0. c). Periksa Run-out hub Nilai batas : Radial run-out 0. Cobalah untuk melakukan penyetelan static balance dan dynamic balance ke 0 gram. Rubahlah posisi peiek pada hub dan pasang kan kembali pada posisi yang lerkecil perbedaan sekelilingnya. dan pastikan apakah peiek baik atau tidak. Periksa balance off-the-car 1). Memeriksa clearance hub 4) Perbaiki hub-to-wheel centering clearance a).Gambar 4. Kalau tidak ada penurunan terhadap perbedaan sekeliling walaupun posisi pemasangannya telah dirubah. Perbaiki kembali Run-out Ban 1) Periksa run-out ban Pasangkan ban pada mobil sesuai dengan tanda pemasangannya Ukur radial run-out ban dengan menggunakan dial gauge 2) Perbaiki run-out ban Pasangkan mur hub untuk sementara (kencangkan dengan tangan) dan tempatkan bagian yang mempunyai radial run-out lebih besar di bagian bawah. Periksa Run-out pelek e). dan tempelkan dengan kuat agar tidak jatuh pada saat berjalan. Mengukur run-out hub f). periksa hub run-out. Periksa Run-out ban d). h). Gunakan balancing weight yang sesuai dengan pelek. Perbaiki Run-out ban g). 2).05 mm (0. b).

3) Pemeriksaan dilakukan dengan wheel cap. ball . Keausan spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Periksa balance on-the-car 1) Lakukan pemeriksaan sesuai dengan petunjuk untuk balancer. Kalau bearing roda. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. center ornament dan magnet lock-nut terpasang. seperti diterangkan di bawah. Mengukur balance on-the-car j) Periksa wheel alignment c. Largest run-out i). dan kencangkan kembali mur hub secara merata dengan menggunakan kunci mur hub. Ukur vertical run-out pada ban sekali lagi. tambah kecepatan secara bertahap. 2) Pemeriksaan balance off-the-car dan perbaikannya harus sudah dilakukan sebelum pemeriksaan balance on-the-car. ikuti repair manual yang sesuai. KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR : KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 8. valve cap. 5) Pada saat memeriksa balance pada drive wheel. Rangkuman: GANGGUAN PADA RODA / BAN 1. putarkan roda dengan tenaga mesin. (Lakukan penyetelan yang teliti pada hub dan wheel centering clearance).Turunkan kendaraan sampai ban sedikit menyentuh tanah. dan cocokan hasilnya. Gambar 6 Memeriksa run-out ban 4) Untuk kendaraan dengan full-time four-wheel drive. Gambar 7.

joint. sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur. atau kalau spindle bengkok. Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik Periksa rem Perbaiki atau ganti men yere t baik . dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan. tie rod end. ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi.

Periksa wheel alignment Setel kelurusan roda tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik Peri ksa bala ns roda tidak tepat .

Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans.baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 2. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. run-out yang berlebihan. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. maka goncangan biasanya akan hilang. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. Di atas kecepatan ini. . dan rigiditas ban yang tidak seragam. Jika masalah tersebut diperbaiki. dan steering shimmy. Bodi bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 9. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans. steering flutter. goncangan akan semakin terasa. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam.

Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. Gambar 10. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam. ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda ganti . run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak.STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar.

aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak Centerkan kembali baik Periksa hub-to-wheel centering off center berlebihan Periksa run-out ban baik Periksa run-out pelek baik Periksa run-out hub run-out berlebihan run-out berlebihan Ganti hub perbaiki Periksa balance off-the car Tiak balans perbaiki run-out berlebihan .

Gambar 11. Jelaskan jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? Jelaskan keausan ban yang tidak wajar. 3). Tes Formatif : 1). Getaran pada kendaraan akibat ban/roda tidak balans : a). ball joint. BODY SHAKE (Body Bergoncang) . Kunci Jawaban Formatif : 1. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. Keausan Spot 3. a). teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. seperti : bearing roda. Pegas rusak / patah Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). b). Tug as : Analisalah kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? e.Periksa balance on-the-car Tidak balans d. tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans. Bantalan roda rusak Kerusakan pada ball joint Keausan ban tidak wajar. 2. e). Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. d). Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). yang diakibatkan oleh ban / roda tidak balans? Jelaskan macam-macam getaran ban yang diakibatkan oleh roda/ ban tidak balans? f. 2).

Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. dan rigiditas ban yang tidak seragam. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Lap/majun . Bodi bergoncang b). Gambar 13. Di atas kecepatan ini. run-out yang berlebihan. Satu unit mobil praktek b). maka goncangan biasanya akan hilang.Yang dimaksud dengan goncangan dteini adalah getaran ertical atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. Jika masalah tersebut diperbaiki. Gambar 12. Roda dengan rim 13 ³ c). goncangan akan semakin terasa. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Lembar Kerja : 1. Steering shimmy g. Alat dan Bahan a). Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. Ban yang sudah dibongkar d).

efektif dan seefisien mungkin. Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Tugas a). Setelah selesai. Langkah Kerja a). Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas ! b). baca lembar kerja dengan teliti. Menjelaskan balans statik dan balans dinamik . b). hal yang belum jelas. 3. c). 4. Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan.2. c). b). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Lakukan pemeriksaan komponen yang rusak akibat ban / roda tidak balans d). Tujuan Kegiatan Belajar Setelah melaksanakan kegiatan belajar ini peserta diklat memiliki kemampuan: 1). f). Keselamatan Kerja a). Mintalah penjelasan pada instruktur. Menjelaskan definisi keseragaman ban 2). d). Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. e). bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 1? KEGIATAN BELAJAR 2 : Mengidentifikasi balans statik dan balans dinamik a.

3). Menjelaskan akibat yang ditimbulkan ban / roda tidak balans b. Uraian Materi :

1. KESERAGAMAN BAN Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. wheel balance Keseragaman dalam distribusi beban run-out

keseragaman Keseragaman dimensi

Apabila roda tidak seimbang putarannya, maka dapat menimbulkan ketidak seimbangan pada roda. Ketidak seimbangan roda yang berlebihan dapat mengakibatkan getaran yang dapat mempengaruhi kontrol terhadap kemudi kendaraan. Oleh karena itu, roda dan ban biasanya diperiksa terhadap keseimbangannya sebelum meninggalkan pabrik. Akan tetapi keseimbangan roda dapat berubah karena kerusakan atau karena keausan, terutama pada mobil berkecepatan tinggi. Roda dan ban yang tidak seimbang disamping membuat kendaraan tidak nyaman, juga menimbulkan keausan-keausan tidak normal pada ban (flat sporwear) dan sistem suspensi. Dua efek penting dari keadaan tidak seimbang adalah ³wheel tramp´ (roda bergetar pada arah vertikal) dan ³wheel shimmy´ (getaran pada arah samping). 2. WHEEL BALANCE

Dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mesin, handling dan kemampuan pengereman, juga aerodinamik body, ini memungkinkan kendaraan dapat berjalan dengan kecepatan yang semakin tinggi. Pada kecepatan tinggi. wheel assembly (ban dan peiek) yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini disebut dengan wheel balancing. Wheel balancing dilakukan dengan menggunakan balancing weight bagi keseluruhan wheel assembly, yaitu pelek dengan ban yang terpasang. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3.

STATIC BALANCE

Untuk mengetahui static balance, gambarkan sebuah roda yang setimbang berputar bebas pada porosnya. Kalau berat roda didistribusikan merata pada poros roda, titik tertentu dari roda akan dapat berhenti pada segala posisi. Dalam kondisi semacam ini roda dikatakan static balance. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy

Gambar 14. Roda dalam keadaan balans statik

Spindle centerline

Gambar 15. Roda tidak Balans Statik

Add balance weights here

Corrective weights

Gamba 16. Membalans statik

Radial vibration

Ga mba r 17. Gay a sent rifu gal pada roda yang tidak balans statik

Akan tetapi, kalau ban selalu berhenti dengan titik (A) berada di bawah, berarti bagian tersebut jelas-jelas lebih berat dari sisi lawannya, yaitu titik (B). Jika berat ban tidak terbagi secara merata pada poros roda, berarti roda dapat dikatakan static yang tidak balance (statically unbalanced). Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. Pada kendaraan yang sebenarnya, getaran radial ini diubah menjadi getaran vertikal oleh suspensi, dan diteruskan melalui body ke steering wheel. Balance weight Balance weight Dengan menempelkan bobot (W,) yang sama dengan bobot ekstra A (W,) pada titik B yang posisinya 1800 berhadapan dengan A dan jaraknya sama dan poros, maka getaran ini akan dapat dihilangkan karena W akan bekerja sebagai bobot lawan dari W, Gaya centrifugal yang bekerja pada titik B akan mencegah aksi pada A, sehingga getaran poros dan roda dapat dicegah pada saat roda berputar. Dengan kata lain, static balance disebut sebagai centrifugal balance pada saat roda berputar. Karena penempelan bobot pada tread ban tidaklah memungkinkan, maka dipakai dua counter balance weight dengan ukuran yang sama pada pelek sebelah dalam dan luar dengan posisi berhadapan dengan titik A.

Gambar 18. Membalans gaya sentrifugal

DYNAMIC BALANCE

Dynamic balance balance

Static balance

Kalau static balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah radial pada kondisi statis, dynamic balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. Gambar 19. Roda yang balans statik dan dinamik Sebagai umpama, bobot ekstra A dan B yang sama ditempel pada roda seperti gambar di bawah. Bobot ini akan menyebabkan roda menjadi static balance. A=B

Gambar 20 Roda dengan bobot A dan B dalam keadaan balans statik Akan tetapi, garis yang menghubungkan pusat bobot dari gaya berat G1, dan G2, tidak berada pada sekeliling garis pusat roda. Akibatnya, pada saat roda berputar titik G1, dan G2 cenderung mendekati garis pusat roda karena momen FA dan FB yang bekerja di sekitar titik pusat gaya berat roda (Go). Momen ini terbentuk oleh gaya centrifugal (FA, dan FB;) yang bekerja pada G1, dan G2, Gambar 21. Roda dengan bobot G1 dan G2 tidak balans dinamik Gambar 22. Roda tidak balans dinamik menyebabkan ayunan melingkar Setiap roda berputar 180°, seluruh momen gaya yang ditimbulkan oleh perubahan arah ini membuat getaran lateral mengikuti ayunan putaran roda. Getaran lateral ini mengakibatkan kondisi pada steering wheel yang disebut shimmy yaitu ayunan melingkar dari steering wheel.

Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Balance weight Balance weight

Gambar 23. Balance weight menjadikan balans dinamik
c. Rangkuman :

1. Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. 2. Ban dan pelek yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3. Balans statik, roda / ban dalam keadaan balans statik bila : a) Semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat.

b) Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. c) Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun.

Gambar 24. Roda dalam keadaan balans statik Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. 4. Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dynamic balance balance Gambar 25. Roda yang balans statik dan dinamik Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menem pelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclen bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Static balance D¶ Balance weight Balance weight

Gambar 26. Balance weight menjadikan balans dinamik d. Tugas

Amati akibat yang terjadi pada kendaraan bila roda / ban tidak balans statik dan dinamik? e. Tes Formatif

1. Jelaskan pengertian balans statik pada ban / roda? 2. Apa yang dimaksud dengan balans dinamik dan jelaskan bagaimana caranya mengatasi roda yang tidak balans dinamik ? f. Kunci Jawaban Formatif 2 1. Roda / ban dikatakan dalam keadaan balans statik bila :

a) b) semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Gambar 27. Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. c) Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun. Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Roda dalam keadaan balans statik 2. Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. Dynamic balance Static balance .

bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim. Balance weight untuk mengatasi balans dinamik . Pada mobil yang sebenarnya. sehingga getaran hilang.Gambar 28 . Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO. pada titik C¶ dan D. Balans statik dan dinamik pada sebuah roda Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D.¶ Balance weight Balance weight Gambar 29.

Lakukan pelepasan roda-roda dengan langkah yang efektif! d). 4. c). b). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru. Ikutilah instruksi dari guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. 3. Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas! . Satu unit mobil praktek 2. Langkah Kerja: a). Pastikan kendaraan dalam keadaan kuat ditahan jack stand. f). c). d). Dongkrak b). Identifikasi roda / ban yang tidak balans statik dan dinamik e). Keselamatan Kerja a). Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. Lap / majun e). Lembar Kerja 1. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Setelah selesai.g. Alat dan Bahan a). Tugas : a). efektif dan seefisien mungkin. b). Kunci Roda d). Jack Stand c). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Alat pengukur tekanan udara ban f). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya.

b). balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. Wheel balancer OFF-THE-CAR TYPE . Kedua balancer tersebut mempunyai keistimewaan sebagai berikut: Item Tipe Static balance Dynamic balance Static balance Dynamic balance Ketelitian Kemudahan balancing Off-the-car balance Tinggi Tinggi Mudah Mudah On-the-car balance Tinggi Tidak terlalu tinggi Cukup mudah Cukup sulit (beberapa balancer tidak dapat mengukur dynamic balance dengan tepat) Gambar 30. Penggunaan peralatan pembalans roda / ban Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. Uraian Materi 3. 2. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 2! KEGIATAN BELAJAR 3 : Membalans ban/ roda dengan alat pembalans a. teromol rem dan axle hub. dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. 1. 4. Menjelaskan penggunaan peralatan pembalans roda / ban. Membalans roda secara off-the-car balancer b. Melaksanakan pekerjaan membalans statik roda sesuai spesifikasi. Melaksanakan pekerjaan membalans dinamik roda sesuai spesifikasi. 3. Tujuan Kegiatan Belajar Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. balancing dilakukan secara independent.

lakukan static balance secara tersendiri dengan menggunakan off-the-car balancer. Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. getaran kemudi. off-the-car type balancer dan on-the-car type balancer dipakai sendiri-sendiri untuk memperbaiki balance roda. Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. dan lain-lain) yang terjadi pada kecepatan tinggi. 2. . dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. Pada akhirnya. Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. 3). yang tidak dapat diperbaiki dengan cara terdahulu . dan kemudian lakukan dynamic balance dengan ban terpasang pada kendaraan (on-the-car balancer). ban diperiksa deviasinya dari tengah ban dan masalah lain yang mungkin muncul sebagai deviasi pada static balance. Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). Tetapi sekarang. 2). Perhatian Pada Saat Membalans Roda a. Membalans roda sampai diperoleh harga O g.Gambar 31. pertama periksalah kondisi ban : 1). b. 4). serta yang lain-lain diperbaiki dengan menggunakan on-the-car balancer. Wheel balancer ON-THE-CAR TYPE Dahulu. pertama. 2). Perhatian untuk off-the-car balancing 1). Perhatian sebelum membalans roda Bila membalans roda. untuk memperbaiki getaran yang keras (goncangan body.

Membalans statik 1). Membersihkan kotoran atau bobot penyeimbang dari roda dengan wheel plier (penjepit khusus) 5). gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. Memeriksa keadaan pelek dan ban (bagian yang aus) 7). Memperbaiki keseimbangan statis roda. Perhatian untuk on-the-car balancing 1). Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. Pada kendaraan dengan wheel cap. e. Melepas roda dari hubungan porosnya dengan membuka mur-murnya secara menyilang 4). Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. Menyangga dengan jack stand untuk pengaman 3). apabila keseimbangan statis tidak baik. yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek.3). Melepaskan roda dari kendaraan 2). Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. d. Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. c. Membalans dinamik 1). 3). buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. Melepas adaptor dari poros utama dinamik wheel balancer dengan memutarkan mur pengikat . Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan 5). 2). Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan 3). Mencatat ukuran ban dan ukuran pelek 8). Memeriksa tekanan ban supaya sesuai dengan spesifikasi 6). Setelah membalans roda. 4). Mengangkat mobil pada bagian yang akan dilepas rodanya 2).

9). 15) Mengeset phase meter dalam keadaan berjalan pada kedudukan ³0 16) Memasang roda yang telah terpasang pada adaptor ke sumbu utama dari mesin penyeimbang 17) Mengeraskan mur pengikat pada sumbu utama dengan kekuatan tangan (tidak boleh dengan alat-alat lain) dengan memutar roda dengan tangan 18) Memberi tanda pada roda dengan kapur sesuai dengan pembagian skala yang terdapat pada poros utama 19) Mengatur rim diameter selector sesuai dengan garis tengah ban/roda 20) Mengatur rim width selector sesuai dengan ukuran lebar dari ban/roda 21) Mengatur plane selector untuk menentukan pembebanan.5 atau 3 lubang). Setellah jumlah pemegang universal pada adaptor sesuai dengan jumlah lubang baut dari roda (misalnya : 4. roda gigi yang lain tepat pada tanda panah (sesuai dengan jumlah lubang yang diperlukan) 10) Menempatkan adaptor pada penyanggah roda 11) Menyetel tangkai universal dengan jalan memutarkan salah satu gigi universal sesuai dengan lubang-lubang baut roda dan roda gigi yang akan ikut berputar 12) Memasang roda pada adaptor dilaksanakan di atas penyangga roda Catatan : Bila lubang baut pada roda mempunyai garis tengah lebih besar dari universal dapat dipergunakan selongsong yang tersedia. Roda gigi 1 tepat pada 0. 22) Menekan tombol on alat penyeimbang setelah steker dipasangkan 23) Membaca jumlah gram bobot penyeimbang pada gram meter 24) Membaca tempat kedudukan penyeimbang pada phase meter 25) Menekan tombol off alat penyeimbang dan mengerem sampai roda berhenti . 13) Mengeraskan Flens pengikat dengan menggunakan palu kayu/plastik 14) Mengeset gram meter dalam keadaan mesin berjalan pada kedudukan ³O´. Catatan : Pada angka 1 untuk penyeimbang roda bagian luar Pada angka 2 untuk penyeimbang roda bagian dalam.

Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-lain yang terselip pada alur tread. Rangkuman : 1. roda diputar dengan tangan. (ab) Mengecek pembebanan balancing dengan menghidupkan kembali pesawat penyeimbang. Catatan : Apabila jarum gram meter tidak berada pada daerah hijau maka pengukuran harus dimulai kembali seperti semula. 2. b). (aa) Memasang bobot penyeimbang pada roda sesuai dengan berat dan tempat dari pembacaan gram meter/phase meter. sampai jarum gram meter harus berada pada daerah hijau. pertama periksalah kondisi ban : a). Membalans roda sampai diperoleh harga O g. b). Perhatian untuk on-the-car balancing . Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. d). Perhatian untuk off-the-car balancing a). Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. Setellah adaptor dan roda dilepas dari poros utama. 3. c). Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban Bila membalans roda. (ac) Melepaskan adaptor dari poros utama pesawat penyeimbang roda (ad) Melepaskan roda dari adaptor dengan meletakkan di atas penyangga roda/standart (ae) Memasang kembali roda pada mobil c. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. Mencocokkan angka dari phase meter dengan angka pada sumbu utama. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). c).26). Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat.

Prosedur membalans static Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. Melepaskan roda dari kendaraan b). balancing dilakukan secara independent. Memperbaiki keseimbangan statis roda. Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan c). 4. gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. c) Setelah membalans roda. balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. Jelaskan langkah-langkah membalans statik pada ban/roda ? f. apabila keseimbangan statis tidak baik. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. teromol rem dan axle hub. Jelaskan prosedur yang perlu dilakukan sebelum membalans roda/ban ? 2. dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya.a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). Tugas Lakukan balans roda / ban menggunakan off-the car balancer? e. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. b) Pada kendaraan dengan wheel cap. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. Kunci Jawaban Formatif 1. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. d). Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban . yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. a). d. Tes Formatif 1.

c) Setelah membalans roda. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. Melepaskan roda dari kendaraan b). Membalans statik a). yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada peiek. 2. 3. Memperbaiki keseimbangan statis roda. c) Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. g. Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada pelek sebelum dilakukan penyeimbangan c). Perhatian untuk off-the-car balancing a) Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. Perhatian untuk on-the-car balancing a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). b) Membalans roda sampai diperoleh harga o g. apabila keseimbangan statis tidak baik. Lembar Kerja . d). buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. b) Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. d) Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). 4. c) Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik.Bila membalans roda. gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). pertama periksalah kondisi ban : a) Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. b) Pada kendaraan dengan wheel cap.

4.1. Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. 3. baca lembar kerja dengan teliti. Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas. Alat pembalans ban/roda dan bobot pembalans c). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Langkah Kerja a). Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. b). b). Buku manual penggunaan alat pembalans roda 2. Mobil lengkap dengan roda ban dalam dan peleknya b). Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas! BAB III . Tugas a). Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Lakukan balans ban/ roda sesuai prosedur yang benar! d). e). Kunci ban d). Alat dan Bahan a). efektif dan efisien. e). Gunakanlah jack stand untuk menyangga kendaraan. f). c). Keselamatan Kerja a). Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Dongkrak e). c). Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 3! b). d).

Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. seperti : bearing roda. Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). peredam getaran rusak. ball joint. dan kerusakan pada lengan-lengan kemudi.EVALUASI A. maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. Pegas rusak / patah b). teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. Getaran . Jelaskan gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans? 2. dalam kecepatan tertentu. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. bantalan-bantalan roda rusak. tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. Keausan Spot Apabila ban/ roda tidak balans. a). Bantalan roda rusak d). Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan. 3. PERTANYAAN 1. Keausan ban tidak wajar. menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. Kerusakan pada ball joint e). Jelaskan pengertian roda/ban yang tidak balans dinamik dan akibat yang ditimbulkannya? 3. KUNCI JAWABAN Gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans : 1. Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans. kerusakan pada ball joint. Gambar 32. akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil. Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). antara lain : pegas rusak/patah. Lakukan balans roda secara off-the-car balancer pada sebuah mobil! B. 2.

STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). µsteering flutter. Gambar 33. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. dan rigiditas ban yang tidak seragam. Goncangan shimmy akibat roda tidak balans c) Pengertian tidak balans dinamik 1) Roda tidak sama berat disekeliling penampang lingkaran ban/roda 2) Titik-titik yang lebih berat terletak tidak ditengah-tengah penampang ban/roda Akibat yang ditimbulkan pada kendaraan : . run-out yang berlebihan. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. maka goncangan biasanya akan hilang. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. goncangan akan semakin terasa. a). keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Gambar 34. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. Bodi bergoncang akibat roda tida balans b). bersama-sama dengan getaran tempat duduk. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. Di atas kecepatan ini.Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Jika masalah tersebut diperbaiki. dan steering shimmy.

roda akan bergetar kearah samping 3) Pada roda kemudi akan terasa shimmy C. KRITERIA KELULUSAN Skor Aspek (1-10) Kognitif (soal no 1 dan 2) Ketelitian pemeriksaan gangguan tidak balans Ketepatan prosedur membalans ban/ roda Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 3 2 3 1 1 Syarat lulus. Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. titik-titik yang lebih berat akan tertarik ke garis tengah roda. Sebaliknya. 2) Akibat pada roda. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. BAB IV PENUTUP Modul ini hanyalah salah satu pengantar agar peserta diklat memiliki kemampuan membalans roda. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Bobot Nilai Keterangan Kriteria Kelulusan : 70 s. 100 : : : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan di atas minimal tanpa bimbingan. 79 80 s. Agar peserta diklat menguasai ketrampilan ini dengan baik. maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. 89 90 s. disarankan membaca buku manual tentang alat pembalans roda dan juga buku-buku referensi tentang balans roda serta mengikuti latihan dengan disiplin dan tekun. .d.d.1) Saat roda berputar.d.

Tobold & Larry Johnson. William Harry and Donald L. Anglin. maka peserta diklat berhak memperoleh serfikat kompetensi membalans roda / ban. .Jika peserta diklat telah lulus menempuh modul ini. Automotive Encyyclopedia. (1977). Automotive mechanics. Toyota ± Astra Motor. Anonim. Toyota Service Training Crouse. South Holland : The Good Heart ± Wilcox Company Inc. Materi Pelajaran Chassis Group Step 2. Publisher. (1993). Toyota ± Astra Motor. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Anonim. (1995). Jakarta : PT. Wheel alignment and tires Step 2. Singapore : McGraw-Hill William K. Jakarta : PT. (1995). Jakarta : PT. New Step 1 Training Manual. (1995).

Petunjuk Penggunaan Modul . Prasyarat Sebelum memulai modul ini. sehingga siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. akan mudah mempelajari kompetensikompetensi berikutnya. memahami dan menyampaikan informasi tempat kerja/bengkel. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. Karena modul ini diperuntukkan bagi siswa SMK Otomotif. OPKR. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar dalam berkomunikasi terkait dengan setiap pekerjaan di tempat kerja. sesuai dengan peta kedudukan modul.Posted in ilmu. Deskripsi Modul Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja dengan kode OPKR. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 Memelihara. B. Apabila siswa menguasai kompetensi ini. dan kegiatan belajar 2 Mempertahankan prestasi tempat kerja. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami berbagai macam komunikasi. otomotif Leave a Comment Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. maka materi akan terkait langsung dengan tempat kerja di bidang perotomotifan. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan penunjang dalam menyelesaikan kompetensi-kompetensi yang lain bagi para siswa SMK. 10-018 B membahas tentang pemahaman berkomunikasi di tempat kerja serta bagaimana cara berkomunikasi yang baik untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. peralatan komunikasi dan trampil berkomunikasi dengan benar dan baik.10-016 B tentang K3. C.

saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. siapkan alat dan bahan yang 4) 5) diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. 2. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Setelah selesai praktik. dan bertanya 6) kepada guru apabila ada yang kurang jelas 7) e. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik Sebelum melaksanakan praktik. Siswa dinyatakan menguasai materi. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. g. b. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut c. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi.1. f. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: . Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan)untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar d. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar Bila ada materi yang kurang jelas.

menindak lanjuti komunikasi. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. c. memelihara dan mengkomunikasikan informasi tempat kerja secara efektif dan baik 2. *Informasi diakses dari memahami sumber yang terpercaya untuk dan memastikan menyampai ketramoilan komunikasi yang efektif kan informasi ketika mengirim MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN *Berbagai *Cermat dan *Macam-macam *Berkomunikasi macam teliti dalam jenis komunikasi yang efektif dalam komunikasi menerima dan dan alat menerima dan dan peralatan menindak lanjuti komunikasi. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Membantu siswa dalam memahami konsep. Memelihara. Prosedur penyimpanan data. e. KOMPETENSI SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. informasi. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Dapat mempertahankan prestasi tempat kerja. h. E. d. praktik baru. D. Memahami.a. pengoperasian dan yang efektif. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. Mencatat hasil kemajuan siswa Melaksanakan penilaian internal i. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. informasi. b. g. komunikasi berkomunikasi. pengoperasian *Menerapkan *Proses dan penyimpanan . f. *Prosedur *Proses * Efektif dalam *Melaksanakan komunikasi. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya.

Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan. BAB II PEMELAJARAN A. Tetapi bila belum bisa. *Data disimpan sesuai prosedur tempat kerja dan K3. *Tujuan tempat kerja diidentifikasi dan dipenuhi. Penggunaan *Permintaan dan dari rekan pemeliharaan kerja data tempat dipenuhi kerja. siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. dan menindak 2. dengan senang hati. Memper*Cermat dan lanjuti tahan teliti dalam informasi. menerima. Bila siswa sudah merasa bisa. Cek Kemampuan tempat kerja. Sebelum siswa mempelajari modul ini. F. pengertian di tempat kerja. tempat kerja. maupun menerima informasi.meng*Bantuan kan prestasi dibuat untuk elola dan menyamakan *SOP menyimpan data. Rencana Belajar Siswa . guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. data. guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa.menerima K3 dan SOP.

2. serta cara berkomunikasi yang tepat. macam-macam peralatan komunikasi tempat kerja. a. Pengertian Komunikasi Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Memahami. tertulis maupun dengan isyarat. terlebih manusia yang melakukan aktifitas ataupun pekerjaan tertentu. Jenis Kegiatan 1. Memelihara dan Menyampaikan Informasi Tempat Kerja. Siswa dapat melakukan pemeliharaan b. sehingga tujuan berkomunikasi tercapai. Uraian Materi 1. Komunikator dapat menyampaikan informasi atau pesan secara lisan. memelihara dan menyampaikan informasi tempat kerja 2. . Tujuan Kegiatan Belajar 1.Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Menurut kamus Bahasa Indonesia komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih secara benar. Siswa dapat menjelaskan berbagai jenis komunikasi. B. Memahami. Mempertahankan prestasi tempat kerja. Orang yang menyampaikan informasi disebut komunikator sedang penerima informasi disebut komunikan. Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru Kegiatan Belajar 1.

d. Misalnya isyarat tangan untuk mengatur lalu lintas. Macam-macam komunikasi yang dimaksud antara lain: a. manakala pada suatau tempat atau tempat kerja dengan mobilitas tinggi. c. larangan atau perintah terkait dengan keselamatan kerj. tulisan dinding/poster dan sebagainya. b. c. Komunikasi harus menarik 2. Komunikasi tertulis biasanya berupa surat. Komunikasi tertulis Komunikasi tertulis adalah penyampaian informasi dengan tujuan etrtentu dengan cara ditulis. gambar teknik dan sebagainya. kartu. yaitu dalam bentuk pembicaraan. Komunikasi dalam bentuk pembicaraan. Alat komunikasi yang tepat dan baik e. Komunikator dapat berperan baik Tujuan komunikasi harus jelas Isi komunikasi dikemas secara jelas dan mudah dipahami d. . antara lain: a. lampu tanda lalu lintas dan sebagainya. Komunikasi dengan isyarat Komunikasi dengan isyarat kadangkala lebih efektif. b. diperlukan pembicara yang baik. Komunikasi dengan gambar Komunikasi atau informasi kadangkala lebih tepat dengan menggunakan gambar. Macam-macam Jenis Komunikasi Komunikasi ada beberapa macam atau jenis. Misalkan tanda-tanda penyimpanan bahan berbahaya. baik ditujukan pada seseorang maupun kepada kelompok orang. Masing-masing jenis komunikasi mempunyai kekurangan dan kelebihan. Komunikasi secara lisan Komunikasi lisan adalah komunikasi yang bersifat langsung.Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan suatu komunikasi.

hand phone. a. Seseorang akan mudah berkomunikasi dengan orang lain yang bertempat tinggal jauh dari komunikator dengan peralatan tertentu. . bahkan menjadi sebuah kebutuhan pada jaman moderen ini. c. alat komunikasi ada beberapa macam. Jadi alat komunikasi audio visual adalah alat bantu komunikasi dimana komunikator dapat berkomunikasi dengan komunikan dari jarak jauh dengan masing-masing dapat berbicara. poster. radio. pelanggan/customer atau setiap orang yang melakukan aktifitas pada tempat kerja tersebut. 4.3. Contohnya: Televisi. Untuk memberikan informasi kondisi disekitar tempat kerja dan apa yang harus dilakukan oleh setiap orang yang terkait dengan kondisi serta aktifitas tempat kerja tersebut. Berdasarkan cara menggunakan.gambar teknik. Mikrophone. antara lain: a. maka media visual adalah pilihan yang paling tepat. dibaca sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. b. Alat komunikasi pendengaran dan penglihatan (audio visual) Audio visual artinya dapat didengar dan dilihat. juga tidak terlepas dari tujuan dari komunikasi itu sendiri. Alat komunikasi visual antara lain: surat. Misalnya: Telphon. Hand phone dan sebagainya.mendengar dan melihat secara langsung. Jadi alat komunikasi visual adalah alat bantu komunikasi yang dapat dilihat. tape dan sebagainya. lampu isyarat dan sebagainya. Alat komunikasi audio adalah suatu alat bantu berkomunikasi yang dapat menyiarkan suara sehingga komunikator dapat berbicara dengan komunikan dari jarak jauh. Alat komunikasi pendengaran (Audio) Audio artinya dapat didengar. Alat komunikasi penglihatan (Visual) Visual berarti dapat dilihat. kartu. Memilih dan Menggunakan Alat Komunikasi Penggunaan alat atau media komunikasi di tempat kerja khususnya tempat kerja yang terkait dengan perotomotifan. Media Penglihatan (visual) Media visual adalah alat bantu komunikasi yang paling banyak digunakan baik untuk kepentingan manajemen. Macam-Macam Peralatan/Media Komunikasi Pemilihan dan penggunaan peralatan komunikasi adalah hal yang tidak dapat dihindarkan. pekerja/mekanik.

garansi dan informasi tentang peralatan pada produk tersebut. sehingga sewaktu-waktu diperlukan mudah dicari. faktur dan rekening. surat penerimaan dan pengiriman barang. surat pembayaran.y Surat Surat adalah media komunikasi visual yang selalu digunakan pada suatu tempat kerja. surat pesanan/order. Surat pengenalan produk. dan biasa dikelola oleh bagian administrasi atau Tata usaha. ketentuan perawatan. surat-surat perijinan dan sebagainya. surat tagihan. bila mana setiap surat yang masuk maupun keluar dicatat serta disimpan secara benar. Cara penyimpanan surat yang baik: Surat diberi nomor urut Surat diberi kode tanggal. Contoh salah satu jenis surat (Surat Perjanjian Kerja) y Buku Petunjuk Pemilik Buku petunjuk pemilik biasanya diberikan kepada pembeli produk tertentu oleh manajemen perusahaan. Administrasi yang baik. bulan dan tahun Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. kode tanggal. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci Tidak memakan tempat - Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. khususnya pada perusahaan atau perbengkelan otomotif antara lain: Surat perjanjian jual beli. Macam-macam surat yang dibuat atau digunakan pada tempat kerja. kode penomoran. Buku ini dimaksudkan agar pembeli produk cepat dapat menguasai/mengoperasikan produk yang dibelinya. Buku ini biasanya berisi petunjuk pengoperasian. surat pengaduan. Contoh Buku Petunjuk Pemilik .

3. 6. sekaligus menjaga keutuhan peralatan sehingga peralatan tidak mudah hilang. 10. 14. 8. 13.y Kartu Perawatan/Servis Kartu perawatan atau kartu servis digunakan untuk mengkomunikasikan ketentuan dan waktu servis untuk kendaraan tertentu supaya komunikan/customer mengetahui kapan kendaraan miliknya harus diservis. 7. 4. Contoh Kartu Servis y Kartu Peminjaman Alat Kartu peminjaman alat berguna untuk ketertiban penggunaan alat. 11. . NO. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1. 5. dan apa saja yang perlu diservis. 9. 2. 12.

2. kebersihan dan kenyamanan tempat kerja dalam bentuk ajakan. 4. larangan dan penjelasan bagian-bagian lokasi bengkel tempat kerja. 5. 6.) Contoh Kartu Peminjaman Alat y Kartu Bon Bahan/Komponen/Spart Part Kartu Bon bahan/komponen/part berfungsi untuk mengontrol penggunaan bahan/komponen/part.ketertiban. Jogyakarta««««2005 Peminjam (««««««««««. 7. 8. NO. Jogyakarta««««2005 Pengebon (««««««««««. 3.) Contoh Kartu Bon Bahan/Komponen/Part y Poster/Spanduk Poster atau sepanduk biasa digunakan pada tempat kerja untuk menjaga keselamatan. sehingga dapat digunakan untuk perhitungan beaya servis ataupun biaya pengadaannya kembali. . kelancaran. Poster atau spanduk yang berisi tulisan atau gambar. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1.15.

larangan parkir.ENGINE DEPT. kecepatan kendaraan yang diijinkan. DEPT.CHASIS DEPT. larangan tidak merokok atau gambar jenis material yang berbahaya seperti tegangan listrik dan sebagainya.tulisan atau gambar kode penyimpanan material berbahaya.Adapun macam isi tulisan antara lain: Nama lokasi sesuai jenis aktifitasnya.ELECTRICAL DEPT.BODY Contoh Spanduk Informasi Lokasi P 10 km Contoh Tempat Parkir Dan Informasi Kecepatan Kendaraan . peringatan tentang kebersihan.

KEBERSIHAN TERMASUK SEBAGIAN DARI IMAN Contoh Himbauan Menjaga Kebersihan AWAS ! ! TEMPAT MENYIMPAN BAHAN MUDAH TERBAKAR Contoh Informasi Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar AWAS .

Media Pendengaran (Audio) . Hal tersebut dimaksudkan agar aktifitas lancar dan mengurangi bahaya kecelakaan.TEGANGAN TINGGI Contoh Peringatan bahaya tegangan tinggi y Lampu Isyarat Lampu isyarat biasa digunakan pada tempat kerja/bengkel yang mobilitas kendaraan yang lewat cukup tinggi. Contoh Lampu Isyarat b.

Mikrophone atau Los Speaker. misalkan untuk menghubungi seseorang yang lokasinya jauh dari tempat kerja. Alat komunikasi audio yang paling banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel otomotif antara lain: y Telphone atau Handphone Telephone atau handphone adalah alat komunikasi jarak jauh di mana komunikator dapat berbicara langsung dengan komunikan. Con toh Telp hone /Ha ndp hone y Speaker Speaker dapat berupa Radio.istirahat maupun akhir jam kerja dan sebagainya. peringatan jam masuk. Alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan. istirahat atau berakhirnya jam kerja. Media ini dapat berupa Televisi atau handphone. sehingga beaya dan waktu dapat dihemat dengan menggunakan peralatan ini. Contoh Speaker y Bel Tanda/Alarm Bel tanda banyak digunakan pada tempat kerja untuk menginformasikan waktu masuk kerja. memanggil antrian kustomer bila sudah sampai pada urutannya. atau pemanggilan pekerja/mekanik dan orang-orang yang dibutuhkan saat itu disuatu tempat kerja/bengkel. Contoh Bel Tanda c. Media Audio Visual Media audio visual juga banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel.memanggil atau menginformasikan sesuatu kepada customer. .Media pendengaran/audio kadangkala menjadi pilihan yang paling tepat pada suatu tempat kerja. mekanik atau pekerja yang lain.

e. informasi berupa tulisan pada monitor disertai suara panggilan dan sebagainya. sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. 2. Tujuan komunikasi jelas Isi komunikasi jelas Alat komunikasi tepat Komunikasi menarik Jenis-jenis komunikasi: Komunikasi secara lisan . a. d. c. Contoh Handphone c. dimana komunikator dan komunikan dapat berbicara secara langsung dan saling melihat. Selain itu Televisi juga menjadi sarana hiburan bagi kustomer yang menunggu. Komunikator dapat berperan dengan baik b. alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan atau memanggil kustomer yang melakukan antrian menunggu dan sudah sampai pada gilirannya. agar tidak mengalami kejenuhan. Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar. Hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi: a.y Televisi Pada tempat kerja atau bengkel. Contoh Televisi y Handphone Handphone selain untuk berkomunikasi ada juga yang dapat menampilkan komunikator kepada komunikan. 3. Rangkuman 1.

4.b. Kartu bon barang/komponen/part f. Alat komunikasi Audio visual: a. d. c. Media Audio visual Alat komunikasi visual antara lain: a. Televisi Handphone . a. g. d. c. 6. Buku pemilik Kartu perawatan/servis Kartu peminjaman alat e. Poster/spanduk Lampu isyarat Alat komunikasi Audio: Telphone/hand phone b. c. Radio/Tape 7. Macam-macam surat b. Komunikasi dengan tulisan Komunikasi dengan gambar Komunikasi dengan isyarat Macam-macam jenis alat/media komunikasi: a) b) Media penglihatan (visual) Media pendengaran (Audio) c) 5. b. Speaker Bel tanda atau sirine d.

catatlah jenis yang ada beserta kondisinya dalam buku laporan. Belajarlah membuat media komunikasi untuk menginformasikan tempat kerja/bengkel sekolah dalam rangka kelancaran pekerjaan di tempat kerja/bengkel. c. Cara penyimpanan surat yang baik: a. Infentarisasikan alat/media komunikasi yang ada pada bengkel sekolah. Tidak memakan tempat Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. Sebutkan 8 isi pokok buku petunjuk pemilik! . Tes Formatif 1. g. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci e. bulan dan tahun. kode tanggal. Sebutkan 4 contoh alat komunikasi Audio. e.8. Sebutkan 11 contoh alat komunikasi visual! 5. 2. dan 2 contoh audio visual! 6. kode penomoran. Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. 3. Surat diberi kode tanggal. d. Tugas 1. d. Sebutkan 8 cara penyimpanan arsip/surat yang baik! 7. Apa yang dimaksud dengan komunikasi? Sebutkan 5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi! Sebutkan 4 jenis komunikasi dan berikan contoh masing-masing sebuah! 4. 2. f. h. Surat diberi nomor urut b.

9. Sebutkan 8 isi pokok kartu bon komponen/part! f. . Komunikator dapat berperan dengan baik. 2. Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar.8. 5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi: a. Sebutkan 8 isi pokok kartu servis kendaraan yang paling sederhana! Sebutkan 8 isi pokok nota/kwitansi pembayaran servis kendaraan! 10. Kunci Jawaban 1. sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai.

komunikasi dengan gambar komunikasi dengan isyarat 11 contoh alat komunikasi visual: a. e. Alat komunikasi tepat. k. speaker dan Televisi serta berlayar monitor. b. Isi komunikasi jelas. Komunikasi menarik 4 jenis komunikasi: Komunikasi lisan komunikasi tertulis 3. f. Telphone. g. c. Penyimpanan surat: . 4. kartu bon part e. Tujuan komunikasi jelas. surat jual beli j. radio. c. d. a. d. handphone. tape. faktur h.b. kartu pemilik kartu servis kartu peminjaman alat d. b. lampu isyarat 5. spanduk Poster Rambu peringatan surat perjanjian kerja i. 6. c.

e. tanda tangan mekanik dan tanda tangan pemilik. cara penyimpanan dan masa pemakaian awal. Siswa memahami cara mempertahankan prestasi tempat kerja. Penyimpan dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. identitas kendaraan. b. nomor nota. Mudah dicari bila diperlukan. Nomor. identitas kendaraan. jenis servis dan biaya. 7. perawatan berkala. jumlah beaya total dan tanda tangan mekanik. kode penomoran. Tanggal. 10. harga dan tanda tangan bagian part. kode tanggal. 2. Jenis/merek. 9. Identitas tempat kerja/bengkel. Petunjuk pengoperasian. 8. g. no urut nota. Tidak memakan tempat. Siswa dapat mengelola dan menerapkan berbagai informasi untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. c. jumlah.data servis/penggantian part. petunjuk pemeriksaan sebelum jalan. Kegiatan Belajar 2. Surat diberi kode Tanggal. tanggal pembelian. Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci. h. jaraktempuh. identitas pemilik.a. tanggal servis. Identitas tempat kerja. . Tanggalservis. pengenalan bagian-bagian produk. Merek produk. nama komponen/part. Tujuan Kegiatan Belajar 1. Surat dikelompokkan sesuai jenisnya dan diberi kode. spesifikasi. penggantian part dan biaya. d.bulan dan Tahun. f. Mudah dipindah bila ada pengembangan. Surat diberi kode nomor atau huruf. identitas pemilik. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja a. spesifikasi. bulan dan Tahun.

maka perlu dihindari hal-hal yang dapat menimbulkan kesalah pahaman yang dapat berakibat putusnya sebuah hubungan kerja. seluruh personil/pekerja harus dapat menggunakan berbagai jenis media informasi secara baik dan tepat sesuai dengan jenis atau lingkup kerja masing-masing. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertele-tele. singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y y . Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja Untuk dapat mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. Untuk dapat menerapkan komunikasi yang benar.b. Dengan Pengelolaan Surat Surat menyurat adalah bagian yang tak terpisahkan dari suatu tempat kerja. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. Prestasi tempat kerja dapat diwujudkan dan dipertahankan dengan pengelolaan. Uraian Materi 1. Syarat Pegawai Bagian Persuratan Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. seluruh personil yang terlibat di dalam tempat kerja tersebut harus mampu menerapkan berbagai peralatan komunikasi yang ada dengan tepat. 2. tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur y Karena surat merupakan alat komunikasi yang penting. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. penerapan komunikasi yang benar. Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. Personil/pekerja dibagian ini harus dipilih orang-orang yang terampil dibidang administrasi. a.

baik kepada kustomer atau dari bagian yang satu kepada bagian-bagian yang lain pada tempat kerja. b. Oleh sebab itu manajemen suatu tempat kerja harus benar-benar memahami dan memperhatikan hal berikut: y y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya. Dengan Penggunaan Macam-Macam Kartu Untuk pelayanan/servis. Penggunaan kartu secara tepat sesuai prosedur dan jenis aktifitasnya akan mengefektifkan kinerja perusahaan. kartu adalah media yang paling tepat untuk saling memberikan informasi. sewaktu-waktu akan y Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang Dilakukan secara jelas y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan .y Bahasa tegas dan berwibawa Melalui proses penanganan surat menyurat yang tepat dan baik akan dapat membantu mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. penggunaan komponen/part. dan ketepatan jenis pekerjaan yang dilakukan yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada semua pihak yang terlibat pada suatu pekerjaan. peminjaman alat dan lainnya.

dan keselamatan tempat kerja informasi berupa tulisan. Cara penggunaan yang benar dan tepat akan mempengaruhi lawan bicara sehingga dapat membuat relasi lebih tertarik pada instansi atau tempat kerja yang bersangkutan. Penggunaan Telephone. spanduk. Handphone atau Aiphone. Persyaratan Penempatan Tulisan. sehingga akan membantu keberhasilan pembicaraan yang pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap kinerja perusahaan atau tempat kerja secara keseluruhan. c. y y d. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang y y y perlu diinformasikan Informasi harus singkat. poster.y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihakpihak yang seharusnya menerima y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. karikatur kadangkala lebih efektif. kenyamanan. padatas dan jelas Ilustrasi gambar. Poster. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. tanda peringatan dan lampu isyarat adalah media yang paling efektif yang perlu diterapkan ditempat kerja. Cara Penggunaan Telephone. Spanduk. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. Handphone atau Aiphone Pembicaraan langsung jarak jauh menggunakan peralatan Telephone. Informasi Umum Tempat Kerja Untuk menjaga ketertiban. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan .

««««««««««««««« «««««««.menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak y y penelpon dapat ikut mengecek.. ««««««««««««««« 4.TLP : «««««««««««««. ««««««««««««««« 2. ««««««««««««««« 3.. Penerima . PESAN: 1.. Dari : «««««««««««««.. No. ««««««««««««««« 5. Alamat : «««««««««««««. 2005 JAM: «««««««. y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup.. KARTU PENERIMAAN TELPON Untuk : «««««««««««««.

(««««««««. Penggunaan Speaker Untuk memberikan informasi atau memanggil orang di wilayah tempat kerja. y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. Alat ini akan membantu komunikator menyampaikan pesan atau panggilan lebih cepat dan tanpa harus mendatangi komunikan. f. terlebih bila wilayah tempat kerja tersebut cukup luas. sehingga akan menghemat tenaga maupun waktu. Penggunaan Televisi Penyampaian informasi atau panggilan dengan media Televisi lebih menarik respon komunikan. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja sebaiknya: y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung y . Penggunaan Speaker Yang Baik y Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y y y Informasi seyogyanya singkat dan jelas Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan.) Contoh Kartu Pencatatan Telephone e. selain itu Televisi juga dapat menjadi sarana hiburan ketika sorang kustomer harus menunggu di wilayah tempat kerja. penggunaan speaker adalah langkah yang paling tepat.

Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertel-tele.y Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. sewaktu-waktu akan . yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. y y 4. tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur. 3.singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y Bahasa tegas dan berwibawa. Manajemen Suatu Tempat Kerja Harus Benar-Benar Memahami Memperhatikan hal berikut: y Dan y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. 2. 5. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. Rangkuman 1. c. Syarat Pegawai Bagian Persuratan y Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya.

Cara Penggunaan Telephone. padat dan jelas y Ilustrasi gambar. Persyaratan Penempatan Tulisan. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas y Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang y Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup. y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca y Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas. 8.Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas. 9. Spanduk. y 6. y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan. Poster. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja Sebaiknya: y y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. y y 7. y Penggunaan Speaker Yang Baik Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y Informasi seyogyanya singkat dan jelas y Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali y Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. y Informasi harus singkat.karikatur kadangkala lebih efektif. y .

Apa yang dimaksud dengan prestasi tempat kerja? Sebutkan 6 syarat pekerja pada bagian persuratan! Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat! Sebutkan 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat! 5. 2. suku cadang atau sales kendaraan untuk mendapatkan contoh macam-macam surat dan macam-macam kartu. e. Sebutka 6 hal yang harus dimengerti oleh seorang mekanik sewaktu mengisi kartu servis! 6. sehingga akan meningkatkan atau mempertahankan prestasi tempat kerja. Kunci Jawaban . Sebutkan 4 cara pemasangan televisi yang tepat pada tempat kerja. ketertiban. Buatlaah kartu infentarisasi peralatan dan part. 4. f. kebersihan dan keselamatan. istirahat atau selesai praktek.d. 2. Berkunjunglah ke bengkel-bengkel servis.lakukan infentarisasi peralatan dan part yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. tulisan peringatan atau tanda isyarat dalam rangka mempertahankan prestasi kerja di tempat kerja. Atau dengan speaker untuk memanggil/menginformasikan sesuatu. Tes Formatif 1. 4. 3. 7. Sebutkan 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan sepanduk. 8. Sebutkan 8 cara penggunaan telephone yang baik. Sebutkan 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker di tempat kerja. Lengkapi bengkel sekolah dengan macam-macam tulisan atau poster peringatan dalam rangka kelancaran. Lengkapilah bengkel sekolah dengan tanda-tanda isyarat yang diperlukan seperti bel tanda masuk. 3. poster. Tugas 1. 9. masing-masing 5 buah.

Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas c. Harus cerdas dan cekatan. teliti. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. d. menguasai berbagai jenis media pengarsipan. 2. Gaya penulisan menarik.1. c. tepat dan rapi. Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. agar segera dapat tersedia . berpandangan luas. Sesuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/ prt atau alat yang digunakan Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang f. 5. 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat: a. tidak bertele-tele. singkat dan jelas. dapat menulis cepat. bahasa tegas dan berwibawa. Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. e. e. Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan 6 hal yang harus dimengerti seorang mekanik pada saat mengisi kartu servis: a. Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima g. Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain b. 3. 4. Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya b. memahami struktur organisasi tempat kerja. daya ingat kuat. dan tekun. disiplin dan jujur. yang dapat memuaskan semua pihak d. Situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. tujuan jelas. gaya bahasa mudah dipahami. terkait langsung dengan masalah si penerima.

karikatur kadangkala lebih efektif 7. Informasi harus singkat. Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. padat dan jelas Ilustrasi gambar. Angkatlah telepon saat berdering.6. Hindarkan sapaan atau jawaban ³hallo´ e. Menutup telepon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker: Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan. 8 cara penggunaan telepon yang baik: a. jangan lebih dari tiga kali Telepon diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas d. a. f. Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai denga jenis aktifitasnya c. 8. Bila informasi panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan. Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan d. Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali. e. b. Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek h. c. b. . c. d. b. 9. Catat setiap pesan secara teliti Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang g. Informasi seyogyanya singkat dan jelas. 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasnagn spanduk: a. 4 cara pemasangan televisi yang tepat di tempat kerja: a. Di ruang tunggu wilayah tempat kerja. e.

Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri. Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung. d. Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan.b. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja Tujuan . c.

mistar baja. Tes pen Peralatan pengecatan.1. fungsi dan kondisinya. Alat-alat tulis dan gambar Gergaji besi. 3. Alat 1. Langkah Kerja 1. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya 2. Plat baja 0. 2. 5. Tangga Obeng. Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam media informasi di tempat kerja 2. Buatlah beberapa media visual yang bermanfaat bagi bengkel sekolah . Paku beton. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. gergaji dan gunting plat 3. 2.3 mm atau bahan pengganti yang sesuai 2. Keselamatan Kerja 1. Siapkan peralatan dan bahan Infentarisasikan peralatan komunikasi ataupun media informasi yang ada pada bengkel sekolah. Siswa dapat membuat media informasi visual untuk diterapkan di tempat kerja/bengkel sekolah. komunikasikan dengan guru apa bila ragu-ragu 3. dengan mencatat nama. 4. Sewaktu menggunakan peralatan tenaga. Bahan 1.

2. Siswa dapat merawat/memelihara media informasi sesuai SOP. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel.(konsultasikan dengan guru). Keselamatan Kerja 1. Buatlah alat informasi tanda/isyarat yang sekiranya diperlukan di bengkel sekolah (konsultasikan pada guru) 5. 6. Alat . 2. Siswa dapat menempatkan alat komunikasi pada tempat kerja secara tepat Siswa dapat menggunakan alat komunikasi yang ada pada bengkel sekolah dengan benar 3. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Mempertahankan Prestasi di Tempat Kerja Tujuan 1. Kembalikan peralatan dan bersihkan tempat kerja bila sudah selesai praktik. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya Bertanyalah kepada guru apa bila ragu-ragu/kurang jelas sewaktu akan menggunakan peralatan 3. 4.

Bahan 1. Operasikan Telphone. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Paku beton 3. 6. Tanyakan pada petugas bengkel sekolah tentang penservisan kendaraan atau engine yang ada kemudian isilah data pada kartu servis yang ada dan gantungkan kartu pada kendaraan/engine yang dimaksud. Siapkan peralatan dan bahan 2. 4. Peralatan pengecatan. handphone. atau Aiphone 5. Tangga 3. tes pen dan soldir 4. Telephone. Perangkat bel/alrm atau speaker 4. Pasanglah alat informasi fisual yang ada pada bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya secara benar. 3. Macam-macam media visual untuk tempat kerja/bengkel 2. Obeng. Paku dan kawat baja 2. Macam-macam kartu dan surat yang sesuai dengan aktifitas perotomotifan. 5. Dengan macam kartu yang ada infentarisasikan peralatan dan bahan yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. Langkah Kerja 1.hand phone atau Aiphone yang ada pada bengkel sekolah secara benar.1. BAB III .

Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes Formatif) a. d. 3. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. 3 Dapat mendata alat informasi yang ada pada tempat kerja secara maksimal.EVALUASI A. 2. Dapat membuat alat Dapat membuat alat informasi sederhana komunikasi yang ditentukan dengan benar. Kriteria Penilaian Praktik NO. ASPEK YANG DINILAI 2 Inventarisasi media informasi pada tempat kerja INDIKATOR KEBERHASILAN 2. c. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. untuk tempat kerja * Dapat memasang Menerapkan penggunaan alat 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . b. 1 1.

Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP. * Dapat menggunakan Speaker dengan benar.komunikasi. pengiriman dan penerimaan barang dll. JUMLAH: 4. Hand phone. * Menggunakan kartu servis. * Dapat mengisi surat perjanjian kerja.pencatatan alat dan barang. CATATAN: . * Dapat menggunakan Telephone. peralatan informasi di tempat kerja.kartu peminjaman alat dan sebagainya. atau Aiphone dengan benar.

.1.00 (Lulus Amat Bai k/YA).00 (Lulus Istimewa/YA). 6. NO TES FOR 1 N1 TES FOR 2 N2 TES PRK 1 N3 TES PRK 2 N4 KETERANGAN N= 1. Nilai 7. 3. 3. 9. CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. waktu lebih cepat dan kualitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. NIS : ««««««««««««««««««««««. 4. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : ««««««««««««««««««««««..00 (Lulus Baik/YA). 2. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. 10. 8. Nilai 9. (2xN1)+(2xN2)+(3xN3)+(3xN4) 10 N = «««««. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. . 7. 2. Nilai 8. 5.

Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif. Artinya Anda boleh mengajukan µUji Kompetensi¶ untuk mendapatkan sertifikat bahwa telah menyelesaikan modul ini!. (Tahun 2001). wajib mengulangi belajar pada modul ini. DAFTAR PUSTAKA Daryanto. Bagi Anda yang sudah berhasil lulus mendapatkan nilai akhir minimal 7.00 (tujuh koma nol nol) dapat melanjutkan ke modul berikutnya.BAB IV PENUTUP Bagi Anda yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. Jakarta : Bumi Aksara. . Drs. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan.

Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Buku Petunjuk Pemilik. Jenis Kegiatan 1. Buku Garansi dan Servis. (Tahun 2004). Posted in ilmu. Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor Noname. otomotif Leave a Comment Overhaul Komponen Sistem Pendingin Apr 21 Posted by 66tech BAB. (Tahun 2004). Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor PPM ITB. Melakukan overhaul komponen sistem pendingin Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru . (Tahun 2004). Memahami konstruksi dan cara kerja komponen sistem pendingin 2. II PEMELAJARAN A.Noname. Kontribusi Komunikasi Tempat Kerja. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.

Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja thermostat Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja motor penggerak kipas pendingin. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin air.B. 4. b. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Konstruksi dan Cara Kerja Sistem Pendingin a. 2. Panas yang diserap motor harus dengan segera dibuang ke udara luar. Untuk itu pada motor dilengkapi dengan sistem pendingin yang berfungsi untuk mencegah panas yang berlebihan. Namun kenyataannya hanya sebagian dari panas tersebut yang dimanfaatkan secara efektif. 5. Peserta diklat dapat menjelaskan fungsi sistem pendingin pada motor. Pada motor bensin kira-kira hanya 23 % energi panas dari hasil pembakaran bahan bakar dalam silinder yang dimanfaatkan secara efektif sebagai tenaga. Tujuan Kegiatan Belajar 1. . 3. Sisanya terbuang dalam beberapa bentuk seperti diperlihatkan gambar pada halaman berikut. sebab jika tidak maka motor akan terlalu panas dan komponen motor cepat aus. Peserta diklat dapat menjelaskan kebaikan dan kelemahan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara. 6. Fungsi Sistem Pendingin Panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran di dalam motor dirubah menjadi tenaga gerak. Uraian Materi 1.

Keseimbangan Panas Pada gambar 17 di atas nampak bahwa dari total energi yang dihasilkan oleh proses pembakaran. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. dan akibat gesekan 6 %. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. kerja motor yang kurang baik. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. 2. Secara garis besar fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. Oleh karena itu pada saat motor hidup temperatur kerja harus segera dicapai. hanya 25 % yang dimanfaatkan menjadi kerja efektif. panas yang terbuang akibat proses pendinginan 32 %. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air. akibat pemompaan 3 %. emisi gas buang yang berlebihan. khusunya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor.Gambar 1. Hal tersebut akan terpenuhi apabila pada motor terdapat sistem pendingin yang dilengkapi dengan komponen yang memungkinkan hal tersebut terjadi. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. Panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. a) Sistem Pendingin Udara c) Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan . Macam Sistem Pendingin Sistem pendingin yang biasa digunakan pada motor ada dua macam. Panas yang hilang bersama gas buang kirakira 34 %. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia.

3) Mantel air dan air dapat meredam getaran.). Oleh karena itu di bagian luar dinding silinder dan ruang bakar dibuat mantel-mantel air (water jacket). Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. dsb. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. sedangkan sepeda motor umumnya menggunakan sistem pendingin udara. radiator. Di sisi lain sistem pendingin air mempunyai kerugian yaitu: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. Untuk selanjutnya pada modul ini akan dibahas sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan. Penempatan blower yang digerakkan oleh poros engkol memungkinkan aliran udara yang sebanding dengan putaran mesin sehingga proses pendinginan dapat berlangsung sempurna. maka diperlukan blower yang fungsinya untuk menghembuskan udara. 4) Kemungkinan overheating kecil. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. 2) Waktu pemanasan lebih lama. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. Aliran uadara ini kecepatannya harus sebanding dengan kecepatan putar mesin agar temperatur ideal mesin dapat tercapai sehingga pendinginan dapat berlangsung dengan sempurna. Kebanyakan mobil menggunakan sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan (forced circulation). panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. maka air akan cenderung mendidih dan menguap. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan berarti mesinnya harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin tersebut. Untuk mesin-mesin stasioner dan mesin-mesin yang penempatannya sedemikian rupa sehingga sulit untuk mendapatkan aliran udara. Untuk menciptakan aliran udara. 4) Kemungkinan .ruang bakar tersebut. Secara rinci keunggulan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. walaupun dalam kerja yang berat. Sirkulasi air tersebut ada dua macam yaitu sirkulasi alam atau thermo syphon dan sirkulasi dengan tekanan. 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas.

kipas. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. dan selang karet. pompa air. thermostat. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan.terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating. Gambar 2. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). Ada juga sistem pendingin air yang dilengkapi dengan kopling fluida. Gambar 4. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. tangki air bagian bawah (lower water tank) dan inti radiator (radiator core). pompa air. Cairan pendingin masuk ke tangki air bagian atas melalui selang atas. Pada tangki air bagian bawah dilengkapi dengan lubang penguras untuk mengeluarkan air pendingin pada saat mengganti cairan pendingin. Bagian-bagian radiator antara lain: tangki air bagian atas (upper water tank). Konstruksi Sistem Pendingin Air Pada saat mesin masih dingin. Masing-masing komponen sistem pendingin tersebut akan dibahas pada uraian tersendiri. Gambar 3. pada sistem pendingin air jumlah komponennya lebih banyak. Air mendapat tekanan dari pompa air. 1) Radiator Radiator berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah panas setelah melalui saluran water jacket. radiator. maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass. kipas pendingin. Disamping itu juga dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin . Sistem Pendingin Air Saat Mesin Dingin Pada saat mesin panas. Sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Panas c) Komponen Sistem Pendingin Air Berbeda dengan sistem pendingin udara. Inti radiator terdiri atas pipa-pipa (tube) yang dapat dilalui air dari tangki atas ke tangki bawah. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. thermostat. Pada tangki air bagian atas dilengkapi dengan lubang pengisian air dan saluran kecil yang menuju ke tangki cadangan. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin. Adapun konstruksi sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan dapat dilihat pada gambar 18. tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka.

Tipe plat b. Relief Valve Gambar 9. maka dalam radiator terjadi kevacuman. Pada bagian atas tangki radiator dilengkapi dengan lubang pengisian dan tutup radiator. Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. yaitu tipe plat (flat fin type) dan tipe lekukan (corrugated fin type) seperti terlihat pada gambar 6. . Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Kemudian diikuti dengancairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benarbenar dingin. a. Dengan demikian jika tutup radiator rusak. maka tekanannya juga bertambah.0 kg/cm2 pada 110-120° C. Konstruksi Radiator Ada dua tipe inti radiator yang perbedaannya tergantung bentuk sirip-sirip pendinginnya. tetapi berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas air pendingin dari radiator ke tangki cadangan dan sebaliknya.3±1. Pada tutup radiator dilengkapi dengan dua buah katup yaitu katup relief dan katup vacum. Biasanya radiator terletak di depan kendaraan sehingga radiator dapat didinginkan oleh gerakan kendaraan tersebut. Gambar 5. maka tidak dapat diganti dengan sembarang tutup.(fin) yang fungsinya untuk menyerap panas dari air pendingin. Air Pendingin Saat Panas Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. Gambar 7. Gambar 8. Dalam hal ini tutup radiator tidak hanya berfungsi untuk mencegah agar air pendingin tidak tumpah. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. Tipe lekukan Gambar 6. Tipe Radiator Beberapa kendaaraan modern menggunakan radiator versi terbaru yaitu tipe ³SR³. Tipe SR Inti radiator tipe SR (single row) mempunyai susunan pipa tunggal sehingga bentuk radiator menjadi tipis dan ringan dibanding dengan radiator tipe lain. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan.

Selanjutnya melalui sirkuit by pass kembali ke pompa air. (1) Thermostat yang letaknya di saluran air keluar Apabila temperatur air masih rendah.Gambar 10. Vacum Valve Gambar 11. maka air hanya bersirkulasi dalam water jacket. Pompa air ditempatkan di bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas atau fan belt. Sistem Pendingin Dengan Thermostat di Saluran Air Keluar . Letak thermostat ada dua macam yaitu: thermostat yang letaknya di saluran air masuk (water inlet) dan thermostat yang letaknya di saluran air keluar (water outlet). maka thermostat menutup aliran air pendingin ke radiator. Air Pendingin Saat Dingin 2) Pompa air Pompa air (water pump) berfungsi memompa air pendingin dari water jacket ke radiator yaitu dengan cara menekan cairan pendingin. Air pendingin dipompa oleh pompa air langsung ke blok mesin dan kepala silinder. Komponen yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator dan sebaliknya adalah thermostat. Komponen Pompa Air 3) Thermostat Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa apabila air pendingin masih dalam keadaan dingin. Pada umumnya pompa air yang digunakan adalah jenis pompa sentrifugal (centrifugal pump). Gambar 13. Gambar 12. Apabila temperatur air pendingin telah panas maka air akan mengalir ke raditor untuk didinginkan. Dalam hal ini thermostat berfungsi sebagai katup yang tugasnya membuka dan menutup saluran yang menghubungkan antara water jacket dan radiator.

Tanpa katup bypass Gambar 16. Macam Thermostat 4) Kipas pendingin . thermostat menutup saluran dan by pass valve membuka. Gambar 15. Air yang telah panas mengalir ke radiator untuk didinginkan. Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. selanjutnya kembali ke pompa air melalui sirkuit by pass. Gambar 14. maka thermostat membuka saluran air dan by pass valve menutup. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Sistem Pendingin dengan Letak Thermostat pada Saluran Air Masuk Pada saat temperatur air pendingin menjadi tinggi.Pada saat temperatur air pendingin telah panas. (2) Thermostat yang letaknya di saluran air masuk Apabila temperatur air masih rendah. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. mengakibatkan katup membuka atau menutup. Air pendingin dipompa ke blok silinder melalui kepala silinder. Dengan katup bypass b. maka thermostat membuka sehingga cairan pendingin mengalir melalui thermostat ke radiator untuk didinginkan dan selanjutnya air kembali ke pompa air. Disamping itu air juga mengalir melalui sirkuit by pass. Cara Kerja Thermostat Pada thermostat juga dilengkapi dengan jiggle valve yang digunakan untuk mengalirkan air pada saat menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem. a. Kerja thermostat tergantung oleh suhu. selanjutnya melalui thermostat dan kembali ke pompa air.

Disamping itu juga membantu mengurangi suara bising yang ditimbulkan kipas pendingin. Apabila kunci kontak pada posisi ON. Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Dingin Apabila temperatur air pendingin melebihi 93° C. Gambar 17. mesin berputar dan temperatur air pendingin di bawah 93° C seperti terlihat pada gambar 35. titik kontak coolant temperatur switch dan ke massa. tetapi pendinginannya belum cukup bila kendaraan tidak bergerak. Gambar 18. Pada saat temperatur meningkat pada suatu tingkat yang ditetapkan. (2) Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik Berputarnya kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik terjadi pada saat temperatur air pendingin panas. Dengan demikian kipas akan bekerja pada saat yang dibutuhkan. Kipas Pendingin yang Digerakkan Poros Engkol Putaran kipas belum cukup besar apabila mesin masih berputar lambat. Pada proses pendinginan. tetapi apabila mesin berputar dengan kecepatan tinggi. (1) Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol Kipas pendingin jenis ini digerakkan terus menerus oleh poros engkol melalui tali kipas. Untuk mencegah hal tersebut maka biasanya antara pompa air dan kipas pendingin dipasang sebuah kopling fluida. titik kontak pada coolant temperatur switch akan terbuka yang selanjutnya akan menyebabkan relay tidak bekerja dan titik kontaknya saling . relay. Kipas Pendingin yang digerakkan Motor Listrik Berputarnya kipas pendingin apabila temperatur mesin melebihi 93° C. Temperatur air pendingin dikirimkan ke motor listrik melalui sinyal yang terdapat pada kepala silinder. sehingga temperatur mesin dapat dicapai lebih cepat. Hal tersebut akan menambah tahanan sehingga kehilangan tenaga dan menimbulkan bunyi pada kipas. Arus listrik yang mengalir pada relay akan menyebabkan titik kontak pada relay terbuka sehingga arus listrik yang ke motor listrik tidak mengalir sehingga kipas tidak berputar. Penggerak kipas pendingin adalah mesin itu sendiri melalui sabuk (belt) atau motor listrik. Gambar 19. kipaspun berputar dengan kecepatan tinggi pula. Hal tersebut diatur oleh coolant temperatur switch yang dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator dan relay dari motor listrik. coolant temperatur switch pada keadaan ini titik kontaknya dalam keadaan tertutup sehingga arus listrik mengalir melalui kunci kontak. Kecepatan kipas berubah sesuai dengan kecepatan mesin.Kipas pada sistem pendingin digunakan untuk membantu proses pendinginan yang sudah dilakukan radiator. sinyal tersebut merangsang motor relay untuk menggerakkan motor listrik yang kemudian menggerakkan kipas pendingin. Kipas pendingin ditempatkan di bagian belakang radiator. radiator didinginkan oleh udara luar.

Pada keadaan ini arus listrik akan mengalir dari baterai ke motor listrik melalui kunci kontak dan titik kontak relay sehingga motor berputar bersama dengan kipas yang selanjutnya mengalirkan udara melalui inti radiator seperti terlihat pada gambar 36. kerja motor yang kurang baik. Untuk menciptakan aliran udara. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C.berhubungan. 2. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Panas c. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya . b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Sistem pendingin yang digunakan pada motor pada umumnya ada dua macam yaitu: a) Sistem Pendingin Udara Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. Gambar 20. Fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. emisi gas buang yang berlebihan. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Rangkuman 1.

kipas pendingin. radiator. suara mesin lebih halus selama kipas belum berputar. diantaranya temperatur kerja mesin yang ideal dapat dicapai dengan cepat. maka air akan cenderung mendidih dan menguap. dan selang karet. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. d. 4. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. Jelaskan dengan singkat dan jelas alasannya. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. 2) Proses pemanasan motor lebih cepat. Tugas 1. pompa air. Pada saat mesin panas. 3) Media pendingin yang berupa air dapat meredam suara mesin. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin).temperatur air pendingin tersebut. dan tenaga motor lebih besar karena putaran kipas tidak menyerap tenaga dari poros engkol. Gambarlah sirkuit kelistrikan pada kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik dan jelaskan pula kemungkinan gangguan yang terjadi jika kipas tidak mau berputar pada saat temperatur mesin telah panas (temperatur mesin telah melebihi 93° C). 6. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. thermostat. thermostat. Seorang pengemudi mengeluh bahwa air pendingin yang ada di tangki cadangan tidak mau kembali ke radiator pada saat mesin dingin sehingga setiap saat harus mengisi air pendingin ke radiator. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. kipas. Pada sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. Apabila temperatur mesin masih dingin. . air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. 2. 5. Dalam hal ini yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator adalah thermostat. 3. pompa air. 4) Media pendingin yang panas dapat digunakan sebagai sumber panas untuk memanaskan ruang penumpang. sedang kipas pendingin berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan dengan jalan mensirkulasikan udara yang ada di sekitar radiator agar proses pemindahan panas berlangsung dengan cepat. Disisi lain sistem pendingin air mempunyai beberapa keunggulan antara lain: 1) Temperatur motor di beberapa tempat lebih merata. Kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik mempunyai beberapa keuntungan. sedang pompa air untuk menekan air dari water jacket ke radiator. Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. Radiator berfungsi untuk mendinginkan air yang telah panas dari water jacket.

sehingga komponen motor tersebut akan rusak bahkan dapat berubah bentuk. emisi gas buang yang berlebihan. Jelaskan bagaimana cara kerja sistem pendingin air? 4. . karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C.e. Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada mesin dan bagaimana akibatnya apabila mesin tanpa pendingin? Jelaskan apa saja keuntungan dan kerugian sistem pendingin air dibanding dengan sistem pendingin udara? 3. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Apabila mesin tanpa pendingin maka panas yang dihasilkan motor dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. Tes Formatif 1. 2. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 5. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja thermostat ? f. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. 2. a) Fungsi sistem pendingin pada mesin adalah sebagai berikut: Untuk mengurangi panas motor. a) Keuntungan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara antara lain: Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. kerja motor yang kurang baik.

dsb.3±1. radiator. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. maka tekanannya juga bertambah. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. Air Pendingin Saat Panas . Kerugiannya: a) Bobot mesin lebih berat (air. 4.0 kg/cm2 pada 110-120° C. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik.) b) Waktu pemanasan lebih lama c) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze d) Kemungkinan terjadinya kebocoran air ² > overheating e) Memerlukan kontrol yang lebih rutin 3. maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass. b) Pada saat mesin panas.b) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil c) Mantel air dan air dapat meredam getaran d) Kemungkinan overheating kecil. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. Air mendapat tekanan dari pompa air. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. Relief valve Gambar 22. Gambar 21. tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Pada saat mesin masih dingin. walaupun dalam kerja yang berat e) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas.

Cara Kerja Thermostat g. Kerja thermostat tergantung oleh suhu. Keselamatan Kerja . Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. Gambar 25. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. a) b) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) Kunci sock. Vacum Valve 5. kunci momen c) Tool box d) Radiator cap tester e) f) Thermometer Panci air g) Kompor pemanas h) Lap/majun. Gambar 24. mengakibatkan katup membuka atau menutup. Gambar 23. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. 2. Air Pendingin saat Dingin Cara kerja thermostat adalah sebagai berikut: Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. Lembar Kerja 1. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. maka dalam radiator terjadi kevacuman. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik.b) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti.

c) Mintalah ijin kepada instruktur anda bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja. f) Setelah selesai. . c) Lakukan pemeriksaan pada komponen sistem pendingin! d) Lakukan diskusi tentang cara kerja sistem pendingin! e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktik secara ringkas. d) Bila perlu mintalah buku manual mesin yang dijadikan training object.a) Gunakanlah perlatan servis sesuai dengan fungsinya. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur pemasangan kembali komponen. a) Tugas Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! Kegiatan Belajar 2. 2. b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan oleh guru/ instruktur. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. 3. 3. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur penganalisaan gangguan. Tujuan Kegiatan Belajar 1. efektif dan seefisien mungkin. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur overhoul/pembongkaran komponen. 4. Overhoul Komponen Sistem Pendingin a. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat.

Apabila jumlah air pendingin kurang. Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. (4) Memasang tutup radiator (5) Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran (6) Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. Disamping itu media pendingin juga tidak boleh mengandung minyak pelumas. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). Adapun pemeriksaan kualitas dan kapasitas media pendingin dapat dilakukan sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dapat dilihat pada tangki cadangan (reservoir tank). (3) Menutup lubang penguras. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. Apabila media pendingin terlalu kotor atau banyak mengandung karat (berwarna kuning) harus dilakukan penggantian dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. Uraian Materi 1. mesin harus dalam keadaan dingin. Pada saat membuka tutup radiator.b. kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas media pendingin. Pelepasan. Pemeriksaan kualitas pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. 2. b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator harus sedikit. Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. Pemeriksaan dan Penggantian Pompa Air .

sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. pemeriksaan dan pemasangan pompa air. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. Pelepasan dan pemasangan komponen yang tidak benar akan mengakibatkan kerja pompa tidak optimal. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Gambar 28. a) Prosedur pelepasan pompa air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas tali kipas. alternator. dan- . Apabila diperlukan. kopling fluida (jika ada) dan puli pompa air dengan prosedur sebagai berikut: (a) Merentangkan tali kipas dan mengendurkan mur pengikat tali kipas (b) Mengendorkan pivot dan baut penyetel. Untuk melepas pompa dari sistem pendingin sebaiknya mengikuti prosedur yang benar. Selanjutnya dalam kegiatan belajar ini akan dibahas berturut-turut prosedur pelepasan. kipas.Pompa air perlu diperiksa apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. Pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. Pemeriksaan Kopling Fluida. bearing pompa air harus diganti. Urutan Pembongkaran Pompa Air (3) Melepas pompa air b) Pemeriksaan komponen pompa air: (1) Pemeriksaan pompa air dapat dilakukan dengan cara memutar dudukan puli dan mengamati bahwa bearing pompa air tidak kasar atau berisik. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. Gambar 27. kemudian lepas tali kipas. Dalam kenyataannya seringkali seal pompa tidak tersedia di pasaran. Bagan Pompa Air (2) Pemeriksaan kopling fluida dari kerusakan dan kebocoran minyak silicon. Demikian pula pelepasan komonen-komponen pompa. (c) Melepas mur pengikat kipas dengan kopling fluida dan puli (d) Melepas mur pengikat kipas dari kopling fluida Gambar 26.

Cara Melepas Dudukan Puli (3) Melepas bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menekan poros bearing dan melepas bearing dan rotor dengan menggunakan SST dan mesin press (4) Melepas rakitan seal dengan menggunakan SST dan mesin press d) Prosedur perakitan komponen pompa air: (1) Memasang bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menggunakan SST dan mesin press. Komponen Pompa Air Adapun prosedur pelepasan komponen pompa air adalah sebagai berikut: (1) Melepas plat pompa dengan cara melepas baut pengikatnya (lihat gambar 4) (2) Melepas dudukan puli dengan menggunakan SST dan pres. Cara Melepas Plat Gambar 32. rotor. (2) Memasang seal pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Oleskan seal pada seal baru dan bodi pompa (b) Menggunakan SST dan mesin press. Nama komponen yang diberi tanda ¸ adalah komponen yang tidak dapat digunakan lagi setelah dilakukan pelepasan komponen.Gambar 29. tekan poros bearing dan lepas bearing dan rotor. Permukaan bearing harus rata dengan bodi pompa. gasket dan plat (lihat gambar 3). dudukan puli. Gambar 30. Konstruksi Kopling Fluida c) Prosedur pelepasan komponen pompa air: Komponen pompa air terdiri atas: bodi pompa. satuan seal. pasang seal (3) Memasang dudukan puli menggunakan SST dan mesin . tekan poros bearing dan lepas dudukan puli Gambar 31. bearing.

Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Pemeriksaan dan Pemasangan Thermostat Prosedur pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas saluran air keluar (selang karet atas) (3) Melepas tutup rumah thermostat. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Melepas Tutup Thermostat b) Pemeriksaan thermostat. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup c) Prosedur pemasangan thermostat dengan cara sebagai berikut: (1) Memasang gasket baru pada thermostat .press pada poros bearing pompa. (2) Memeriksa tinggi kenaikan katup. maka termostat perlu diganti. Gambar 34. Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. a) Pelepasan. Gambar 35. dengan cara sebagai berikut: (1) Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. periksa bahwa rotor tidak menyentuh plat pompa. thermostat perlu diganti. Permukaan rotor harus rata dengan permukaan poros bearing (5) Memasang plat pompa. Gambar 33. (6) Memeriksa bahwa pompa air berputar lembut. 3. kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya. (4) Memasang rotor menggunakan mesin press pada poros bearing pompa.

Memasang Gasket Baru (2) Meluruskan jiggle valve pada thermostat dengan tanda di sisi kanan dan masukkan ke dalam rumah saluran. Posisi jiggle valve dapat digeser. Untuk mencegah terjadinya bahaya panas. Gambar 38. Gambar 37. (3) Memasang saluran air keluar. Pemeriksaan dan Pengujian Sistem Pendingin Pemeriksaan dan pengujian dalam sistem pendingin adalah pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin. Alat tersebut disamping dipakai untuk memeriksa kebocoran pada sistem pendingin juga dapat digunakan untuk menentukan kondisi tutup radiator. (2) Memeriksa tutup radiator dengan alat uji tutup radiator. tidak diperkenankan membuka tutup radiator dalam keadaan mesin masih panas. Lakukan pemompaan dan ukurlah tekanan pembukaan katup vakum. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: . a) Pemeriksaan tutup radiator dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Untuk memeriksa kebocoran sistem pendingin diperlukan alat yang disebut ³Radiator Cap Tester³.Gambar 36. 10° ke kiri atau ke kanan dari tanda. kemudian pasang tutup radiator pada radiator cap tester (alat uji tutup radiator). Pemasangan thermostat 4. karena cairan dan uap bertekanan akan menyembur keluar.

dikhawatirkan pompa akan macet (tidak dapat berputar) sehingga proses pendinginan akan terhenti. maka perlu diperiksa blok dan kepala. Apabila kerusakan bearing tidak segera diperbaiki. b) Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Isilah radiator dengan media pendingin. yaitu temperatur mesin berlebihan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen mesin.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan.05 kg/cm2 (10. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. Rangkuman 1. 2.0.6 kg/cm2 (8. Pemeriksaan Kebocoran Pada Sistem Pendingin (2) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. Demikian juga kualitas pendingin sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem pendingin. Kekurangan media pendingin akan menyebabkan mesin overheating. Pemeriksaan komponen pompa air meliputi pemeriksaan bearing pompa. dan periksa bahwa tekanan tidak turun.9 psi) Tekanan pembukaan minimum : 0. . Hal tersebut dapat terjadi karena sistem pelumasan akan terganggu akibat kenaikan suhu yang berlebihan. maka tutup radiator perlu diganti. karena apabila kapasitas dan kualitas air pendingin tidak pernah diperhatikan akan mengganggu proses pendinginan. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar 39. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum. Bearing pompa yang sudah bersuara berisik mengindikasikan bahwa komponen telah rusak dan perlu segera diganti. dan pompa air.1 psi). radiator. Air pendingin yang tidak pernah diganti akan menimbulkan kerak-kerak pada komponen yang dilalui media pendingin sehingga proses pendinginan tidak optimal. dan rotor pompa. c. Gambar 39. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin.2 kg/cm2 (17.7 ± 14. seal pompa.75 ± 1. Akibatnya mesin menjadi overheating yang pada gilirannya komponen mesin menjadi rusak. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin dalam hal ini adalah air pendingin mutlak diperlukan.

Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. padahal media pendingin dalam keadaan penuh. Penyebab lain dari gejala tersebut adalah kerusakan pada pompa air.Dalam melakukan pelepasan dan perakitan pompa air. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan dan penggantian media pendingin? 2. Terjadinya overheating dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karena gangguan pada sistem pendingin. 3. Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. Tes formatif 1. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. Prosedur pemeriksaan thermostat harus dilakukan dengan cermat mengingat cara kerjanya didasarkan atas perubahan suhu. satuan seal. Dengan demikian pada waktu melakukan pengamatan ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu saat membukanya katup dan pada suhu berapa thermostat tersebut membuka. Setelah komponen pompa dilepas ada beberapa komponen yang tidak boleh dipasang lagi. pompa. 1. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. d. Tugas 4. rotor. Jelaskan juga bagaimana cara mengatasi problem tersebut sehingga mesin dapat kembali normal! 2. dan gasket. dimana rotor pompa aus atau keropos sehingga pompa air tidak dapat menekan medi pendingin tersebut. radiator. karena kesalahan pemasangan akan mengakibatkan gangguan proses kerja pompa air. Bagaimana cara anda menentukan kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin mobil tersebut ? Langkah-langkah apa yang harus anda lakukan mulai dari yang paling sederhana sampai pada kasus yang agak kompleks! e. Pemeriksaan thermostat diperlukan manakala air pendingin tidak dapat bersirkulasi. Seorang pemilik mobil mengeluh bahwa mobilnya cepat panas. artinya komponen tersebut harus diganti dengan yang baru. Buatlah ringkasan beberapa penyebab mesin overheating dengan observasi di bengkel umum terhadap kasus-kasus mesin overheating yang masuk ke bengkel tersebut. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. Namun demikian penyebab air tidak dapat bersirkulasi bukan semata-mata disebabkan kerusakan thermostat. Jelaskan mengapa pompa air perlu diperiksa? . harus memperhatikan prosedur atau langkah-langkah yang benar. Komponen tersebut antara lain: bearing. baru nampak adanya kebocoran.

mesin harus dalam keadaan dingin. Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat ? Jelaskan mengapa pemeriksaan kebocoran sistem pendingin harus dengan alat khusus yaitu radiator cap tester? 5. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 6. Adapun prosedur pemeriksaan kualitas air pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. 4. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan tutup radiator? f. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras.3. Apabila jumlah air pendingin kurang. Kunci jawaban tes formatif 1. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. Pada saat membuka tutup radiator. (4) (5) Memasang tutup radiator Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran . Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Pemeriksaan kualitas air pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. (3) Menutup lubang penguras. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas air pendingin dengan cara sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dengan melihat jumlah air pada tangki cadangan (reservoir tank).

maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C : 8 mm atau lebih. Hal tersebut dapat terjadi apabila bantalan pompa telah rusak. thermostat perlu diganti. Pemeriksaan Kebocoran pada Sistem Pendingin . 3. a) Prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin adalah: 4. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap.(6) 2. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Pemeriksaan pompa air diperlukan apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Gambar 40. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin. Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup. baru nampak adanya kebocoran. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. 5. maka termostat perlu diganti. pompa. radiator. Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80°-90° C. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar berikut ini. Dalam kenyataannya seringkali seal perapat pompa tidak tersedia di pasaran. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. Gambar 41. Isilah radiator dengan media pendingin. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. Gambar 42. Pompa air juga perlu diperiksa apabila terdengar suara berisik di sekitar popmpa. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Adakalanya pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air.

05 kg/cm2 (10. Gambar 43.6 kg/cm2 (8. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin.2 kg/cm2 (17. c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. kunci pas/ring atau tang c) Radiator cap tester d) Lap/majun.1 psi). a) Keselamatan Kerja Gunakanlah perlatan tangan sesuai dengan fungsinya. maka tutup radiator perlu diganti. Lembar Kerja 1. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum. g. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. dan pompa air. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. 6. Prosedur pemeriksaan tutup radiator adalah sebagai berikut: Melakukan pemompaan pada radiator cap tester dan mengukur tekanan pembukaan katup vakum.9 psi) Tekanan pembukaan minimum: 0. 2. radiator. a) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) b) Peralatan tangan. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: 0.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan.b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1.7±14. maka perlu diperiksa blok dan kepala silinder. . Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut.75 ± 1.

Bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat? 6. III EVALUASI A. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut? . Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor? Jelaskan kebaikan dan kerugian sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara? Jelaskan dengan gambar cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 4. b) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur. d) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. 3. Tugas a) Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! BAB. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. 2. 3.d) Bila perlu mintalah buku manual motor bensin yang menjadi training object. c) Lakukan pelepasan. PERTANYAAN 1. 4. Apa penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas. pemeriksaan dan penggantian sistem pendingi. e) Setelah selesai. efektif dan seefisien mungkin. Bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 5. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula.

5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. 4) Kemungkinan overheating kecil. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. dsb. 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil. kerja motor yang kurang baik. walaupun dalam kerja yang berat. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C.0 kg/cm2 pada 110-120° C. KUNCI JAWABAN 1.B. 2) Waktu pemanasan lebih lama. 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran . emisi gas buang yang berlebihan. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. c) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. 2. radiator.). khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. maka dalam radiator terjadi kevacuman. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. 4) Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating. 3. a) Fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor adalah: Untuk mengurangi panas motor. Kerugian sistem pendingin air antara lain: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C.3±1. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. maka tekanannya juga bertambah. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar . Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Kebaikan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas.

Penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas adalah: a) Coolant temperatur switch rusak/tidak bekerja b) Relay kipas rusak atau tidak bekerja c) Motor penggerak kipas rusak atau tidak bekerja d) Jaringan kabel penghubung putus atau hubung singkat. maka perlu diperiksa blok dan kepala. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar di bawah.mengganti kevacuman dalam radiator.1 psi). 4. C. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup.d 4) Ketepatan prosedur KRITERIA KELULUSAN Nilai: Bobot Skor x Bobot 5 1 Syarat lulus nilai minimal Keterangan . b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. Skor Kriteria (1-10) Kognitif (soal no 1 s. 5. radiator. thermostat perlu diganti. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. maka termostat perlu diganti. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. a) Prosedur pemeriksaan sistem pendingin adalah sebagai berikut: Isilah radiator dengan air pendingin. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin.2 kg/cm2 (17. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. 6. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. dan pompa air. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi.

apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. 100 (lulus) memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan.d. . 100 Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya.pemeriksaan Hasil pemeriksaan Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 70 2 1 1 Keterangan: Tidak Ya 70 s. maka peserta diklat tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya.d.d.d. 89 : : = 0 (nol) = (tidak lulus) 70 s. IV PENUTUP 90 s. Sebaliknya. 79 80 s. BAB.

dan Anglin. (1995). otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya Apr 21 Posted by 66tech BAB I . New Step 1 Training Manual. Materi Pelajaran Engine Group Step 2. Toboldt. Anonim.DAFTAR PUSTAKA Anonim. New York: Mc Graw Hill. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. (1995). Pedoman Reparasi Mesin 7 K. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Wardan Suyanto. Anonim. William H. Crouse. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Proyek Pengembangan LPTK. (t.). South Holland: The Goodheart Willcox. Jakarta: Depdikbud: Dirjen Dikti. Anonim. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor.th. (1995). Posted in ilmu. 2E. (1993). Pedoman Reparasi Mesin 1E. Materi Pelajaran Engine Group Step 1.. Donald L (1986). Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Automotive Engines. William K.. Automotive Encyclopedia. (1977). Larry. dan Johnson. (1986). Anonim. Teori Motor Bensin.

akan mudah mempelajari sub kompetensi berikutnya yaitu OPKR. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. C.PENDAHULUAN A. 10018 tentang kontribusi.identifikasi jenis-jenis motor dan komponennya. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. 20-001-2 B tentang perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. jenisjenis motor dan komponennya serta dapat mengidentifikasi jenis-jenis motor dan komponenkomponennya.10-016 B tentang K3. kegiatan belajar 2 melakukan identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. . Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prinsip kerja engine dan jenis-jenis engine beserta komponen-komponennya. OPKR. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas. komunikasi di tempat kerja serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. OPKR. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. B. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prinsip kerja motor. Petunjuk Penggunaan Modul 1. yang di industri perotomotifan dikenal dengan sebutan Tune-up engine. 20-001-1 B membahas tentang prinsip kerja motor. b. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan overhaul dan perawatan motor. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR.

kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. 5) Setelah selesai praktik. praktik baru. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. harus meminta ijin guru lebih dahulu. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) 4) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. g. Gunakan alat sesuai prosedur yang pemakaian yang benar Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas.ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.c. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. d. . Membantu siswa dalam memahami konsep. 2. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. d. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. Sebelum melaksanakan praktik. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. Siswa dinyatakan menguasai materi. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. b. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). c. f.

e. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. f.Memelihara/ser *Pemeliharaan/ser vis engine dan vis engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami *Data yang tepat MATERI POKOK PEMELAJARAN PENGETAHU KETRAMPIL SIKAP AN AN *Prinsip *Menerapkan *Prinsip kerja *Melaksa kerja engine engine SOP dalam nakan mengidentifik *Jenis-jenis identifikasi *Kompone asi komponen. 2. Melaksanakan penilaian internal i. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. D. Mencatat hasil kemajuan siswa. E. Memahami prinsip kerja. h.engine dan jenis-jenis nkomponen komponenengine dan komponen engine komponennya komponennya engine *Menerapkan *Persyaratan K3 keamanan *Data spesifikasi peralatan/ pabrik *Melaksanaka komponen dan n kegiatan keselamatan diri yang kompleks dan tidak rutin. jenis-jenis engine/motor dan komponen-komponennya. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. g. jenis-jenis engine/motor dan komponennya. Dapat melakukan identifikasi.menjadi mandiri dan bertanggung LINGKUP BELAJAR . SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1.

Bila siswa sudah merasa bisa. supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. . guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Kemampuan Sebelum siswa mempelajari modul ini. BAB II PEMELAJARAN A. F. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1. Tetapi bila belum bisa. guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Prinsip kerja engine 2 Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru langkah dan 4 langkah.siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban.dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/serv is *Seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan SOP dan K3 jawab untuk pekerjaan yang lainnya. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan.

gas sisa pembakaran akan mengalir ke saluran . Dan yang dimaksud langkah (Stroke) adalah seperti berikut ini : Gambar 1. 1.buang dan penghisapan: Pada langkah ini piston 6 bergerak dari TMB ke TMA. air dan sebagainya menjadi tenaga mekanik. di atas piston terjadi tekanan sehingga ketika piston belum menutup saluran buang 2. listrik. motor yang berkembang saat ini ada motor 2 langkah dan motor 4 langkah. Bila ditinjau dari langkah (Stroke) pada proses pembakarannya.jenis-jenis engine dan komponennya. Jenis-jenis engine dan komponennya. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah. Langkah/stroke motor TDC = Top Death Center atau Titik Mati Atas (TMA) BDC = Bottom Death Centre atau Titik Mati Bawah (TMB) Titik mati atas adalah batasan maksimal gerakan piston ke atas. Sedang motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar. a. b. Sedang motor bensin dan disel termasuk motor pembakaran dalam karena tenaga panas dihasilkan di dalam motor itu sendiri. Uraian Materi Prinsip Kerja Engine Motor/engine /mesin adalah suatu alat yang merubah tenaga panas. Motor bakar dibagi menjadi motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) dan motor pembakaran luar (eksternal combustion chamber). sedang titik mati bawah adalah batasan maksimal gerakan piston ke bawah. Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya B. jenis-jenis engine dan komponennya. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prinsip Kerja Engine. a) Prinsip Kerja motor bensin 2 langkah Langkah kompresi. 2.

di dalam ruang bakar 5 terjadi kompresi. katup buang menutup. Prinsip kerja motor bensin 2 langkah b) Prinsip kerja motor bensin 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. gas sisa pembakaran akan terdorong keluar melalui saluran buang. Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. tenaga pembakaran akan mendorong piston ke bawah dan melalui connecting rod 7 tenaga tersebut dikirim menjadi tenaga mekanik pada crank shaft 8. Prinsip kerja motor bensin 4 langkah . pemasukan dan buang: Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi 4 meloncatkan api sehingga terjadi pembakaran. katup masuk dan katup buang tertutup. katup masuk menutup dan katup buang membuka. Tenaga pembakaran kan mendorong piston dari TMA ke TMB. Di bawah piston terjadi tekanan. Langkah buang: Piston bergerak dari TMB ke TMA. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 3.dan pada saat ini kedua katup dalam keadaan tertutup. campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang engkol 9. di bawah piston terjadi penghisapan. campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang bakar. Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA busi meloncatkan api akan terjadilah pembakaran. Langkah usaha.buang dan ketika piston menutup saluran buang. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 2. katup masuk membuka. tenaga tersebut akan dikirim oleh connecting rod menjadi tenaga putar pada crank shaft. pemasukan campuran baru ke ruang bakar sekaligus mendorong gas bekas keluar melalui saluran buang. Pada saat saluran buang terbuka dan saluran pemasukan tertutup. melalui saluran pemasukan 1 . campuran bahan bakar dan udara dikompresikan dengan tekanan antara 9 Kg/cm2-12 Kg/cm2.

Prinsip kerja motor disel 2 langkah d) Prinsip kerja motor disel 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. katup masuk dan buang menutup. bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder sehingga terjadilah pembakaran (C). saluran buang terbuka (B). dan melalui connecting rod tenaga tersebut dirubah menjadi tenaga putar pada crank shaft (C). Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA. Langkah buang: . bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar. Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. maka udara murni akan mendorong gas bekas keluar dari silinder menuju saluran buang selama saluran buang membuka (B). Pada saat ini saluran buang tertutup (A). katup masuk membuka dan katup buang menutup.Tenaga pembakaran akan mendorong piston dari TMA ke TMB. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut : Gambar 4. dan beberapa derajad sebelum piston mencapai TMA.tenaga panas akan mendorong piston dari TMA ke TMB. Pada saat piston melewati lubang-lubang pemasukan pada didnding silinder. Pada saat saluran buang mulai menutup terjadilah pengkompresian udara murni di atas piston dengan tekanan antara 16 Kg/cm2 ± 22 Kg/cm2. udara murni di ruang bakar terkompresikan (B). tenaga tersebut oleh connecting rod dikirim ke crank shaft menjadi tenaga putar. sehingga terjadi pembakaran. Langkah buang dan kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. Karena saluran buang terbuka. udara murni masuk ke ruang bakar (A). maka terjadilah pemasukan udara murni ke dalam silinder.c) Prinsip kerja motor disel 2 langkah pemasukan: Langkah usaha dan Pada saat tejadi pembakaran di ruang bakar.

empat. tiga. dua. Jenis-jenis engine Motor Bensin Siklus Otto 9-12 Kg/cm2 Sederhana Dicampur dalam karburator Percikan busi Bensin Kecil 22-30 a) Engine ditinjau dari jumlah silindernya Bila ditinjau dari jumlah silindernya ada engine dengan silinder satu. Secara garis besar komponen ± komponen engine bensin dan disel hampir sama. Pada saat ini gas sisa pembakaran akan terdorong keluar dari silinder ke saluran pembuangan (D) Gambar 5. Engine silinder 1 Gambar 7. yang membedakan antara keduanya adalah seperti pada tabel berikut berikut: Item Siklus Pembakaran Tekanan kompresi Ruang bakar Percampuran bahan bakar Metode penyalaan Bahan bakar Getaran suara Efisiensi panas (%) Motor Diesel Siklus Sabathe 16-22 Kg/cm2 Rumit Diinjeksikan pada akhir langkah Terbakar sendiri Solar Besar 30-40 2. Prinsip kerja motor disel 4 langkah e) Perbedaan antara motor bensin dan disel Dari prinsip kerja engine dapat dilihihat perbedaan antara engine bensin dengan disel. enam. katup masuk tertutup dan katup buang membuka. delapan dan seterusnya. Engine bersilinder 2 .Piston bergerak dari TMB ke TMA. Gambar 6.

Engine tipe V . Engine bersilinder 4 Gambar 9.Gambar 8. Engine bersilinder 6 b) Engine ditinjau dari susunan silindernya Bila ditinjau dari susunan silindernya engine terbagi menjadi beberapa Tipe yaitu: tipe in-line. Gambar 10. Engine tipe In-line Gambar 10. tipe V dan tipe horizontal berlawanan.

tipe Over Head Cam shaft (OHC) dan tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC). Mekanisme katup tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC) d) Engine bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya Bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya: dengan penggerak roda gigi. Perhatikan gambar-gambar berikut: . Mekanisme katup tipe Over Head Valve (OHV) Gambar 13. timing chain dan timing belt. Mekanisme katup tipe Over Head Cam shaft (OHC) Gambar 14.Gambar 11. Gambar 12. Engine tipe Horizontal berlawanan c) Engine ditinjau dari penempatan mekanisme katupnya Bila ditinjau dari mekanisme katupnya engine dibagi menjadi: tipe Over Head Valve (OHV).

Gambar 15. Mekanik katup dengan penggerak roda gigi (timing gear) Gambar 16. Mekanik katup dengan penggerak timing chain .

Gambar 17. engine diesel. engine cerosine (motor minyak tanah) dan engine LPG. Mekanik katup dengan penggerak timing belt e) Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya Bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya engine dibagi: Engine gasoline (motor bensin). Gambar 18. Untuk keperluan kendaraan motor bensin dan disel relatif lebih banyak digunakan. Engine Gasoline (motor bensin) Gambar 19. Engine Diesel (motor disel) .

Komponen-komponen Engine Engine terdiri dari komponen-komponen engine dan bagian-bagian pendukung kerja engine. kelengkapan piston. Adjusting shim: penyetel celah katup Valve lifter: Sebagai pengangkat katup Exaust valve: untuk membuka dan menutup saluran buang Valve guide: Untuk penghantar gerakan katup Gasket: sebagai perapat Water jacket: untuk saluran air pendingin Cylinder block: untuk tempat pembakaran/tempat bekerjanya Piston. . Gambar 20. Sedang bagian-bagian penunjang kerja engine meliputi: Sistem pendinginan. Selain itu juga sebagai tempat kerjanya komponen-komponen yang lain seperti piston.3. Pada bagian atas blok silinder dipasang kepala silinder dan pada bagian bawah dipasang panci oli. a) Blok silinder (cylinder block) Pada bagian linernya sebagai tempat terjadinya proses pembakaran. poros nok dan roda penerus. poros nok. poros engkol. Kepala silinder (cylinder head) § Keterangan gambar kepala silinder: Spark plug (Busi): untuk meloncatkan api tegangan tinggi. Pada kepala silinder juga digunakan untuk menempatkan kelengkapan mekanik katup. Yang dimaksud komponen-komponen engine meliputi: Blok silinder. saluran pemasukan dan juga saluran pembuangan. Piston : untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. sistem bahan bakar dan sistem pengapian. Gambar 21. poros engkol. sistem pelumasan. kepala silinder. mekanik katup. Blok silinder (Cylinder Block) b) Kepala silinder (Cylinder Head) Membentuk ruang bakar atau tempat ruang bakar tambahan.

baji.Combustion chamber : untuk tempat pembakaran Valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup Oil seal : Sebagai perapat oli agar tidak masuk ke ruang bakar Intake valve: untuk membuka dan menutup saluran pemasukan. Ada beberapa jenis ruang bakar untuk motor bensin yaitu jenis: setengah bulat. Ruang bakar setengah bulat Gambar 23. To exhaust manifold : disambung dengan manifold buang To intake manifold : disambung dengan manifold masuk Pada kepala silinder juga diletakkan atau dibentuk ruang bakar (Combustion Chamber). Gambar 22. Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup. bak mandi dan pent roof. Ruang bakar Baji .

Ruang bakar kamar pusar . Ruang bakar kamar depan Nozzle (injector): untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang Bakar. Hemispherical dan Spherical Gambar 26. Ruang bakar Bak mandi Gambar 25.Gambar 24. Pre combustion chamber : untuk tempat pembakaran awal Glow plug (Busi pijar) : untuk pemanas ruang bakar untuk tempat pembakaran utama Combustion chamber : Gambar 28. ruang bakar kamar pusar (Swirl chamber) dan model sel udara (Air cell) Gambar 27. Ruang bakar Injeksi langsung Ruang bakar untuk motor disel injeksi tidak langsung (indirect injection) ada: ruang bakar kamar depan (Pre combustion chamber. Ruang bakar Pent Roof Sedangkan jenis ruang bakar untuk motor disel Injeksi langsung (Direct Injection) ada: Multi Spherical.

Adapun fungsi katup untuk membuka dan menutup ruang bakar sesuai proses yang terjadi di dalam silinder.Gambar 29. Metode penggerak mekanik katup menggunakan: timing gear. Model Timing Chain . Timing gear : untuk penghubung putaran poros engkol dengan poros nok. Gambar 30. Ruang bakar sel udara c) Mekanik katup (valve mekanism) Katup pada umumnya diletakkan pada kepala silinder. sekaligus menepatkan posisi katup dengan piston. Gambar 31. Model Timing Gear Model timing gear digunakan pada motor jenis OHV (Over Head Valve) dan menggunakan lifter serta push rod. timing chain atau dengan timing belt.

Model Timing Belt Pada model timing belt.Model timing chain digunakan pada motor jenis OHC (Over Head Cam shaft) atau DOHC (Double Over Head Cam shaft). Poros Noknya terletak pada kepala silinder. d) Kelengkapan Piston (Piston Assy) Piston berfungsi menghisap dan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara pada motor bensin atau udara murni pada motor disel. juga sebagai pembentuk ruang bakar. Gambar 32. Cam shaft dan crank shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. Kelengkapan piston terdiri dari: Piston. poros nok digerakkan oleh sabuk yang Bergigi sebagai pengganti rantai. Selain itu piston juga meneruskan tenaga panas hasil pembakaran menjadi tenaga mekanik pada poros engkol melalui batang piston. . pena piston dan batang piston. Tegangan rantai diatur oleh tensioner dan getarannya diredam oleh Vibration damper. serta Roda gigi sprocket sebagai pengganti timing gear. ring piston. digerakkan oleh rantai. Jenis ini tidak memerlukan tensioner dan pelumasan.

Sedang ring oli untuk menyapu oli pelumas pada dinding silinder agar kembali ke panci oli. Untuk motor dua langkah tidak menggunakan ring oli karena panci oli terpisah dengan ruang engkol. Ring kompresi sebagai perapat kompresi sekaligus Perapat agar pembakaran tidak merambat ke bawah piston. Konstruksi piston (Torak) Compression ring grooves: untuk menempatkan ring kompresi Oil ring grooves: untuk menempatkan ring oli Piston pin boss: untuk bantalan dudukan pena piston Piston pin hole: untuk menempatkan pena piston Lands: sebagai pembatas ring piston Skirt: sebagai penyerap panas. . Ring piston dan alurnya pada piston Ring piston terdiri dari ring kompresi (compression ring) dan ring Oli (oil ring). Gambar 34.Gambar 33.

antara lain: tipe Fixed. full floating dan semi floating Gambar 36. Pena piston (Piston Pin) Pena piston berfungsi menyambung piston dengan batang piston agar dapat bergerak sesuai fungsinya masing-masing. Oleh sebab itu penyambungan pena piston ada beberapa tipe.Gambar 35. Tipe penyam bungan pena piston .

Poros engkol (crank shaft) Oil hole: Untuk saluran pelumasan Crank pin: untuk tempat tumpuan big end batang piston Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor weight: sebagai bobot penyeimbang putaran f) Poros nok (Cam shaft) Counter balance Poros nok adalah sebuah poros yang dilengkapi dengan nok-nok sebagai penggerak mekanik katup. e) Poros engkol (Crank shaft) Poros engkol menerima beban dari piston dan batang piston. akibat tenaga hasil pembakaran. Gambar 39. Batang piston (Conecting Rod) Gambar 38. Gambar 40. ada pula yang sekaligus menggerakkan katup masuk dan buang. Small end : untuk menempatkan pena piston Big end : untuk pemegang pin journal pada poros engkol Conecting rod bearings : sebagai bantalan Oil hole : untuk menyalurkan oli pendingin menuju piston Conecting rod cap : sebagai penahan connecting rod dengan pin Journal.Gambar 37. Poros nok sebagai penggerak mekanik katup ada yang hanya untuk katup buang atau katup masuk saja. Poros ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran ke roda penerus. Poros nok (Cam shaft) Journal: sebagai titik tumpu putaran poros Cam shaft drive gear: sebagai gigi pemutar Cam shaft driven gear: sebagai gigi yang diputarkan . Conecting rod bearing Batang piston berfungsi untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol.

Panci oli (Oil punch) i) Sistem pendinginan (Cooling System) Secara umum sistem pendinginan engine bensin dan disel sama. . Kecual i itu roda penerus juga untuk meneruskan putaran dari motor starter ke poros engkol agar mesin dapat distart. Gambar 42. sistem pendinginan dilengkapi dengan komponen-komponen berikut: Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. Cut-out groove: untuk menggerakkan didtributor g) Roda penerus (Fly wheel) Roda penerus dipasang pada out put poros engkol dan berfungsi sebagai penerus putaran/tenaga dari mesin ke sistem pemindah tenaga kendaraan (Power train). Sedangkan fungsi utama sistem pendinginan adalah untuk mengontrol suhu kerja engine.Intake cam shaft: penggerak mekanik katup masuk Exhaust cam shaft: penggerak mekanik katup buang Cam shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. Gambar 41. Untuk dapat melaksanakan fungsinya. Roda penerus (Fly wheel) h) Panci oli (Oil punch) Panci oli dipasang pada blok motor paling bawah dan berfungsi sebagai penampung oli motor.

Slang bawah radiator: Untuk mengalirkan air ke engine. . Slang atas radiator: Untuk mengalirkan air panas dari engine. Pompa air/Water pump: untuk mensirkulasikan air. Thermostaat: Sebagai pengontrol suhu kerja engine. Tali kipas/Fan belt: Untuk menggerakkan kipas pendingin.

hal ini dimaksudkan agar komponen-komponen engine tidak cepat aus dan kinerja engine tetap terjaga. . Sistem Pendinginan air j) Sistem Pelumasan (Lubrycating System) Sebagian besar mekanik engine yang bergerak memerlukan pelumasan. pompa oli.Gambar 43. saluran oli (hole). saringan oli (Oil filter). Adapun komponen sistem pelumasan meliputi: Saringan (strainer).

Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: Tangki (Fuel tank): sebagai penampung bahan bakar Pompa (Fuel pump): Menyuplai bahan bakar dari tangki ke Karburator. Pompa penyalur (Priming pump): Untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam sistem saat membliding udara. Gambar 45. . Pengendap air (Water cendimeter): Untuk mengendapkan air yang ada pada bahan bakar. Sistem bahan bakar engine bensin menggunakan karburator dan sistem bahan bakar engine disel menggunakan pompa injeksi dan nozel. Karburator: Untuk mencampur udara dan bahan bakar. Saringan (Fuel filter): menyaring bahan bakar. Sistem pelumasan (Lubrycating System) k) Sistem Bahan bakar (Fuel System) Pada prinsipnya sistem bahan bakar berfungsi menyuplai bahan bakar sesuai kebutuhan engine. Pompa injeksi (Injection pump): untuk menyuplai bahan bakar ke nozel dengan tekanan tinggi. Saringan : Untuk menyaring bensin dari kotoran yang ada.Gambar 44. Sistem bahan bakar engine bensin Sedangkan sistem bahan bakar engine disel mempunyai komponen seperti berikut: Tangki (Fuel pump): untuk menampung bahan bakar. Pompa pemindah (Feed pump): menyuplai bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi.

Gambar 46. Sistem bahan bakar engine disel dengan Pompa In-line .Injektor (Nozzle): Menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.

Kondensator: Menyimpan arus primer saat platina menutup. Sistem bahan bakar engine disel dengan pompa rotary l) Sistem Pengapian konvensional Sistem pengapian digunakan pada engine bensin. . Koil: Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan Tinggi. Komponen-komponen sistem pengapian antara lain: Baterai: sebagai penyimpan arus listrik. Distributor: Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. adapun fungsinya memberikan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. dan menyalurkan kembali saat platina membuka.Gambar 47. Kunci kontak (Switch): Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dengan sistem.

Sistem pengapian engine bensin konvensional .Busi: Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Gambar 48.

Motor 2 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 2 langkah piston sekali putaran crank shaft. 6. 8. fly wheel. Engine ditinjau dari jumlaah silindernya ada engine bersilinder Satu. crank shaft. 13. 3. 11. Motor bensin menggunakan siklus otto sedang motor disel menggunakan siklus sabathe. 16. Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya: motor bensin.enam. metode pembakaran dan penggunaan bahan bakar motor terdiri dari motor bensin dan motor disel. Motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) adalah motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. motor terdiri dari motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar. 4. 14.empat. 2. Engine bila ditinjau dari mekanisme katupnya : tipe OHV. 15. valve mekanism. tipe OHC dan DOHC. Komponen utama motor: Cylinder block. Motor 4 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 4 langkah piston atau 2 putaran crank shaft. Ditinjau dari langkah (Stroke) motor terdiri dari motor 2 langkah dan motor 4 langkah. Ditinjau dari siklus pembakaran.c. . 5. motor LPG dan motor disel. Engine bila ditinjau dari susunan silindernya: jenis in-line. piston assy. 1. 12.tiga. Yang dimaksud langkah piston (Stroke) adalah gerak piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya. dua. 10. sedang motor disel dengan kompresi tinggi (terbakar sendiri/self ignition). jenis V dan jenis horizontal berlawanan. cam shaft dan oil punch. Rangkuman Motor bakar adalah motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. motor cerosine.delapan dan seterusnyaa. Ditinjau dari tempat pembakarannya. cylinder head. 7. Metode pembakaran motor bensin dengan percikan api busi. 9. Bahan bakar motor bensin adalah bensin/premium/gasoline sedang motor disel menggunakan solar/light oil.

Piston berfungsi untuk mengkompresi campuran gas atau udara murni. Poros nok untuk menggerakkan mekanik katup 32. Ruang bakar injeksi langsung: model multi pherical. bearing cap dan insert bearing. tempat pembakaran dan menopang komponen engine yang lainnya. bak mandi dan pent roof. 34. kamar pusar dan sel udara. connecting rod. strainer. piston ring. 28. 19. hemispherical dan pherical. Sistem pendinginan terdari dari: radiator. 29. pompa. saringan dan karburator. Roda penerus untuk meneruskan putaran / tenaga motor ke power train dan putaran starter ke poros engkol. 24. Jenis ruang bakar motor bensin: setengah bulat. Batang piston untuk meneruskan gerak lurus piston menjadi gerak putar pada poros engkol. 35. 22. 20. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: tangki. 27. 30. 23. full floating dan semi floating. tutup radiator. saluran oli. tali kipas dan kipas. piston pin. Piston ring kompresi untuk perapat kompresi. juga merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Ruang bakar injeksi tak langsung: model kamar depan. 31. 36. saringan oli. Sistem pelumasan terdiri dari: Pompa oli. Cylinder block sebagai tempat bekerjanya piston. sedang oil ring untuk menyapu oli pada dinding silinder. Kelengkapan piston: piston. 18. Panci oli untuk menampung oli motor. slang radiator. Macam penyambungan pena piston: Fixed. 26. Metode penggerak katup: dengan timing gear. timing chain dan timing belt. Jenis ruang bakar motor disel: injeksi langsung dan tak langsung. 33.baji. 21. Cylinder head untuk menempatkan mekanik katup dan ruang bakar. thermostaat. . 25. Crank shaft untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. mantel air. pompa air. Pena piston untuk menyambung piston dengan connecting rod.17.

Carilah buku pada perpustakan bengkel yang sesuai dengan materi pada modul ini. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari mekanisme katupnya. Sebutkan 4 macam engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya. 2. koil. d.37. 38. 3. Sebutkan 7 perbedaan motor bensin dengan disel 5. pompa pemindah. Siapkan model motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. Sistem pengapian konvensional terdiri dari: baterai. Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah 4. pompa injeksi dan injektor. Tugas 1. dalam buku tugas. Dengan gambar kerja motor disel 2 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder 8. distributor dan busi. Dengan gambar motor disel 4 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder Sebutkan 5 jumlah silinder motor yang paling banyak digunakan pada kendaraan. 9. dalam buku tugas. Jelaskan yang terjadi di bawah dan diatas piston pada motor bensin dua langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB Jelaskan dua kemungkinan yang terjadii di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA. kondensator. Jelaskan secara singkat yang dimaksud motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam. 10. kunci kontak. 11. . cendimeter. Sistem bahan bakar engine disel terdiri dari: tangki. pompa priming. 7. e. 12. pelajarilah dan catatlah hal-hal baru yang ditemukan. 2. 1. Pelajarilah prinsip kerjanya masing-masing secara cermat. Diskusikan dengan teman atau minta penjelasan guru bila diperlukan. saringan. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya. 6. Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar. catatlah perbedaan yang terlihat.

Sebutkan fungsi nozel pada sistem bahan bakar engine disel 30. 15. Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston. Sebutkan 5 komponen sistem pelumasan engine. 22. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing-masing. 19. 2. Sebutkan 7 komponen sistem pendinginan air 26. 18. Sebutkan 2 fungsi panci oli. Motor yang proses pembakarannya terjadi di luar motor tersebut dan Motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin. Sebutkan 3 jenis penggerak mekanik katup. 21.13. Sebutkan fungsi crank shaft dan cam shaft. . 17. 14. Sebutkan 8 komponen engine beserta fungsinya masing-masing. Sebutkan 7 komponen pada sistem pengapian konvensional engine bensin. 1. 27. 16. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi langsung. Sebutkan fungsi roda penerus. 24. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi tak langsung. f. 20. Kunci jawaban Motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. Sebutkan fungsi karburator pada engine bensin. 3. Sebutkan fungsi cendimeter pada sistem bahan bakar engine disel 29. 23. Sebutkan fungsi oil drain pada panci oli. 28. Motor yang sekali usaha memerlukan 2 langkah piston atau sekali putaran crank shaft dan Motor yang sekali usaha memerlukan 4 langkah piston atau 2 kali putaran crank shaft. 25. Sebutkan fungsi pompa priming pada pompa injeksi.

B: Langkah buang. udara baru masuk.4. karena diatas piston terjadi isapan.Suara sederhana di karburator Bensin halus . 2. 4 dan 6 silinder. maka gas bekas akan keluar melalui saluran buang. A: piston bergerak ke bawah. 7. 10. A: langkah usaha dan pemasukan. . maka terjadi langkah usaha D: Piston bergerak ke atas. katup buang membuka. 3. maka gas bekas terdorong keluar lewat saluran buang. maka terjadi pembakaran 8.Siklus Motor bensin Otto Motor disel Sabathe 16-22 Kg/cm2 rumit di ruang bakar Solar kasar s/d 40 . 9. campuran baru terkirim ke ruang bakar. Di bawah piston terjadi tekanan. 6. Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan. katup masuk membuka terjadilah pengisian udara murni B: Piston bergerak ke atas. Item .Percampuran .Ruang bakar . saat piston melewati lubang pemasukaqn. Piston terdorong ke TMB akibat tekanan pembakaran. in-line. C: Langkah kompresi. Piston bergerak semakin ke atas. 1. saluran masuk buang tertutup. sebagian gas bekas akan terdorong keluar oleh gas baru saat lubang pembuangan mulai membuka.Efesiensi panas (%) s/d 30 5. Saat piston bergerak ke atas dan saluran pembuangan membuka. dan kemungkinan kedua langkah kompresi apabila kedua katup menutup.Bahan bakar . udara murni terkompresikan.Tekanan kompresi 9-12 Kg/cm2 . kedua katup menutup terjadilah pengkompresian udara murni C: Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan maka terjadi pembakaran dan piston terdorong ke bawah. V dan horizontal berlawanan. Kemungkinan pertama langkah buang apabila katup buang membuka.

Penerus putaran ke fly wheel dan penggerak mekanik katup. 12. 15. tempat kerja piston. Fixed. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup Fly whhel: untuk meneruskan putaran/tenaga ke power train. kamar pusar dan sel udara. dan putaran starter ke poros engkol. timing chain dan timing belt. Conecting rod: untuk merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar poros engkol. Kamar depan. cerosine. Kepala silinder: membentuk/menempatkan ruang bakar dan mekanik katup. hemispherical dan spherical. Panci oli: untuk menampung oli motor. 18. Poros engkol: Untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. 13. Piston: untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik.11. Dengan timing gear. untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Setengah bulat. OHV. OHC dan DOHC. LPG dan disel. Insert bearing : sebagai bantalan. bak mandi dan pint roof. baji. untuk mengkompresikan campuran gas/udara murni. 17. Pena piston: untuk menyambung piston dan connecting rod. Kelengkapan piston: untuk mengkompresikan campuran gas atau udara murni. 19. full floating dan semi floating. 16. . 20. Ring piston: untuk perapat dan penyapu oli. Motor bensin. 14. Multi spherical. Bearing cap: untuk menempatkan insert bearing dan untuk mengikat connecting rod pada pin journal poros engkol. Mekanik katup: Membuka dan menutup ruang bakar sesuai posisi piston. Blok motor: untuk tempat pembakaran.

Baterai. c. 4. kondensator.pompa oli. Untuk mengendapkan air pada bahan bakar. Identifikasi komponen engine disel pompa rotary. Tugas . Identifikasi komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Untuk mencampur udara dan bahan bakar. tutup radiator. Untuk membliding udara. 26. kabel tegangan tinggi dan busi. 1. 24. distributor. Identifikasi komponen engine disel pompa in-line. koil. 28. 6. saluran oli pada engine. Uraian materi Identifikasi komponen engine bensin pada stand/unit kendaraan. 2. Kegiatan Belajar 2: Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. tali kipas dan kipas. 30. Tujuan kegiatan belajar Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis engine dan komponennya.saringan oli. 25. pompa air. 3. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder. a. Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Untuk mengetap oli. mengendapkan kotoran oli. Menampung oli motor. thermostaat. 29. Rangkuman d. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. Untuk meneruskan tenaga ke power train. dan putaran starter ke poros engkol. kunci kontak. slang radiator. 22. 27. Panci oli.21. b.strainer. 23. Radiator. 5.

4. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. Siapkan bongkaran komponen engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Sebutkan nama komponen engine bensin berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. Sebutkan nama komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing sesuai nomor urutnya. 2. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine bensin 4 langkah 4 silinder. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. Catatlah dalam buku tugas nama komponen dan bagian utama engine tersebut sesuai nomor urutnya. 3. 6. Sebutkan nama komponen dan fungsinya masing-masing sesuai nomor urutnya dan catatlah dalam buku tugas. (pada engine stand/unit kendaraan). Siapkan engine stand/unit kendaraan engine disel dengan pompa in-line. e. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen sistem bahan bakarnya. dan jelaskan fungsunya masing-masing. 5. 1. 3. (Bongkaran komponen lengkap). (pada engine stand/unit kendaraan). tempelkan nomor urut secara acak pada komponen ± komponen tersebut dan catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. (pada engine stand/unit kendaraan). Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa rotary berikutdan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. 2. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder. (Bongkaran komponen lengkap).(Bongkaran komponen lengkap). f. sesuai nomor urutnya. tempelkan nomor urut pada komponen dan bagian utama engine secara acak. Tes formatif (Guru menempelkan nomor urut sesuai kunci) 6. 4. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen dan bagian utama engine yang nampak. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa In-line berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. sesuai nomor urutnya.1. 5. Kunci jawaban . tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing pada buku tugas. Siapkan engine stand / unit kendaraan engine disel dengan pompa rotary.

Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi. poros engkol. 7. 2. 14. pembuangan dan lainnya. 5. Karter/panci oli: untuk menampung oli pelumasan. Baterai: untuk menyimpan arus listrik. 15. Kunci kontak: untuk memutus dan menghubungkan arus listri pada sistem pengapian. 4. 3. . Oil filter: untuk menyaring oli. 4. 9. 12. Kepala silinder untuk tempat ruang bakar dan meletakkan komponen seperti mekanik katup. Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. 3. Tali kipas: untuk menggerakkan kipas pendingin Stik Oli: untuk memeriksa kondisi dan kapasitas oli pelumas. Saringan bahan bakar: menyaring bahan bakar. Busi: untuk meloncatkan api ke ruang bakar. Distributor: untuk membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. 5. Saringan udara: untuk menyaring debu yang terdapat pada udara. kerjanya mekanik engine seperti piston. Tutup radiator: untuk mengontrol tekanan pada radiator. 2. Soal praktik 2 1. Blok silinder: tempat terjadinya proses pembakaran. Koil Untuk merubah arus primer menjadin arus skunder bertegangan tinggi. 13. 8. 6. busi. Tutup katup: penutup katup.Soal praktik 1 1. saluran pemasukan. Karburator: untuk mencampur udara dan bahan bakar. Saringan udara: menyaring udara. 11. 10. Manifal pemasukan: Untuk memasukkan udara murni. nok dan yang lainnya.

Pompa air: untuk Mensirkulasikan air ke sistem. 8. 2. Lubang busi: untuk menempatkan busi. 7. 5. Stik oli: untuk memeriksa tinggi dan kondisi oli. 3. . Sirip pendingin: untuk media pendinginan engine. 6. Injektor/nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. 8. 7. Soal praktik 3 1. Ruang bakar: untuk proses pembakaran. Nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Pipa tekanan tinggi: untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke nozel. 4. 3. 5. Reservoir: untuk menampung air pendingin kelebihan tekanan dari radiator. Glow plug: untuk memanaskan ruang bakar. Sringan bahan bakar: untuk menyaring bahan bakar. 4. 2. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi ke injektor/nozel. Saluran pembilas: untuk mengalirkan gas baru ke ruang bakar. dan menyiapkan kembali saat radiator memerlukan. Saluran pemasukan: untuk memasukkan gas baru ke ruang engkol. Tangki: untuk menampung bahan bakar Pompa priming: untuk membliding udara Pompa pemindah: Untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. Soal praktik 4 1. Saluran pembuangan: untuk menyalurkan gas buang. 9. Cendimeter: untuk mengendapkan air 6.6. 10.

. Puli poros engkol: untuk meneruskan putara ke puli pompa air dan alternator. Water jacket: untuk mengalirkan air pendingin. Ruang bakar muka: untuk pembakaran awal Lubang injektor: untuk menempatkan injektor/nozel. 10. Soal praktik 5 1. Timing belt : untuk penghubung putaran engkol ke poros nok.7. 3. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup. 2. Roda gigi timing: untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. 4. 7. Batang piston: untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. 9. 2. Blok motor: untuk tempat pembakaran dan kerja piston. Oil hole: Untuk saluran oli pelumas. Poros engkol: untuk memindahkan tenaga engine ke power train. 8. 6. Valve guide: penghantar katup. 8. dan merubah tenaga pembakaran menjadi tenaga mekanik. 4. 10. Valve seat: untuk dudukan kepala katup. 5. 3. Soal praktik 6 1. Rocker arm: untuk menggerakkan katup. Push rod: untuk menggerakkan rokcer arm. Lubang busi pijar: untuk menempatkan busi pijar. Piston: untuk menghisap dan mengompresikan campuran udara dan bahan bakar. Lifter: untuk menggerakkan psh rod. 9.

. 2. Sprocket : untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. 3. Pompa oli: untuk mensirkulasikan oli ke sistem. Saluran pemasukkan : untuk mengalirkan udara murni. 8. LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis engine dan komponennya Sub kompetensi : Identifikasi jenis engine dan komponennyal TUJUAN: 1.5. Gasket: untuk perapat antara kepala dan blok silinder. bensin dengan engine Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder 4. Siswa dapat mengidentifikasi engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Dudukan katup buang : untuk mendudukkan kepala katup buang. Saluran pembuangan: untuk mengalirkan gas buang. 9. 7. Siswa dapat mengidentifikasikan perbedaan komponen engine disel. 6. 10.

BAHAN: 1.KESELAMATAN KERJA: 1. 2. . Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Engine stand motor disel atau unit kendaraan. Alat-alat tulis Balok ganjal kendaraan Tempat komponen. Siapkan peralatan dan bahan 2. Mengidentifikasi perbedaan antara motor bensin dengan disel pada engine stand atau pada unit kendaraan. 3. 2. 3. Model belahan motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. 4. LANGKAH KERJA: 1. Kembalikan peralatan dan bahan 5. Pelajari model belahan motor secara cermat mengenai prinsip kerja motor atau perbedaan komponennya. Bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. Jangan menghidupkan motor tanpa seijin guru pembimbing Jangan merubah komponen pada engine tanpa seijin pembimbing. 6. 3. 5. 2. kerja seperti serta lingkungan kerjaseperti semula. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar ALAT: 1. 4. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. 3. Bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. Bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder.

BAB III EVALUASI A. Kriteria Penilaian Praktek NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Engine bensin 4/6 silinder pada engine stand atau unit kendaraan. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. sesuai nomor yang dipasangkan. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). INDIKATOR KEBERHASILAN 2 3 Dapat menyebutkan komponen utama engine yang nampak. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif) : a) b) c) Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %.pengapian. komponen sistem pelumasan yang nampak. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. komponen sistem bahan bakar dan komponen sistem pengapian. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. komponen sistem pendinginan yang nampak. Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen utama engine pompa rotary pada 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . 2.

Sesuai kendaraan nomor yang dipasangkan. poros nok. .kelengkapan katup. (OHV) kelengkapan piston. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN: 1.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 stand atau unit kendaraan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 4 5 6 7 3 yang nampak. poros engkol. poros nok. komponen sistem pelumasan dan komponen sistem bahan bakar. blok 4/6 silinder 4 langkah silinder. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. Sesuai nomor yang dipasangkan. langkah 1 silinder Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi bagian-bagian komponen engine pada : kepala silinder. komponen sistem pendingin. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP. Sesuai nomor yang engine bensin 2 dipasangkan.roda penerus dan panci oli. silinder (OHC) kelengkapan piston. Bongkaran lengkap Dapat menyebut nama dan komponen engine disel fungsi bagian-bagian pada : kepala silinder.00 (lulus baik / YA).poros engkol. Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi komponen komponen utama utama. Nilai 7. Sesuai nomor yang dipasangkan. Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen sistem bahan pompa In-line pada bakar beserta fungsinya stand atau unit masing-masing. roda penerus dan panci oli. blok bensin 4 langkah 4 silinder. kelengkapan katup.

3. Nilai 8. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.2. B. waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai 9.00 (lulus amat baik / YA).20-001-1B . DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 TES FOR1 N1 TES PRK1 N2 TES PRK2 N3 TES PRK3 N4 TES PRK4 N5 : TES PRK5 N6 TES PRK6 N7 KETERANGAN NI= (4xN1) +(N2+N3+N4+N5+N6+N7) dibagi 10 NI = Nilai akhir OPKR.00 (lulus istimewa / YA).

001-1 B .OPKR. BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. 20-001-2 B dan OPKR. 20-001-3 B dimana modul tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari modul OPKR. wajib mengulangi belajar pada modul ini. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. 001-1 B.27 28 29 30 N I = «««. Artinya siswa boleh mengajukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat apabila telah menyelesaikan modul OPKR.20.001-2 B. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. 20.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya Yaitu OPKR. . 20.

Bandung: Angkasa Noname. (1992). Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan pengetahuan dan keterampilan yang sangat menunjang pelaksanaan pekerjaan kompetensi yang lain di bengkel-bengkel industri. Abigain P. (1999). Otomotif Dasar. DAFTAR PUSTAKA Abigain Pakpahan. (1995). Training manual Motor bakar. GE Engine Servis Training Information: Toyota Motors Corporation Noname. (1999). (1984). Apabila siswa menguasai kompetensi ini. (1998). khususnya bengkel perotomotifan.Dan OPKR. 20-001-3 B. Motor Otomotif. Deskripsi Modul Pelaksanaan operasi penanganan secara manual membahas tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual maupun mekanis dan penataan area tempat kerja. Bandung: Angkasa Posted in ilmu. Bandung: Angkasa Yunan Ginting. akan memberikan kemudahan bagi siswa dalam melaksanakan kompetensi yang lain yang membutuhkan teknik- . (1999). Bandung: Angkasa Anggiat Situmorang. Jakarta: PT United Tractor Otim Suprapto. New Step 1 Training Manual. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Servis Kendaraan Ringan. Noname. otomotif Leave a Comment Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. Motor Otomotif jilid 1.

Prasyarat Sebelum memulai modul ini. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini.10-016 B tentang Keselamatan dan kesehatan kerja. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 pemahaman tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen ataupun part. Bila ada materi yang kurang jelas. Sedangkan kegiatan belajar 2: Melakukan pekerjaan pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen atau part. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. Petunjuk Penggunaan Modul 1. b. penanganan area tempat kerja. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. pemindahan dan penyimpanan material yang terdapat di dunia industri perotomotifan. prosedur pemindahan dan penyimpanan material/komponen/part yang aman. prosedur pengangkatan secara mekanis. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur pengangkatan material secara manual. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatanbelajar. C. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. c. sesuai prinsip penanganan area tempat kerja. . d.teknik yang benar dan aman dalam pemindahan material/komponen ataupun part serta penyimpanannya. B. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan pengangkatan. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan.

dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Tujuan Akhir . f. 2. g. e. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. d. h. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain.3) 4) Sebelum melaksanakan praktik. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Membantu siswa dalam memahami konsep. Gunakan alat sesuai prosedur dan pemakaian yang benar. c. praktik baru. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. 5) Setelah selesai praktik. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Siswa dinyatakan menguasai materi. b. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. f. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. harus meminta ijin guru lebih dahulu. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. g. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. D. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. Melaksanakan penilaian internal dan mencatat hasil kemajuan siswa.

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. Memahami prosedur pengangkatan secara manual, prosedur pengangkatan secara mekanis, prosedur memuat dan menurunkan material, prosedur penyimpanan material/komponen/part secara aman. 2. Dapat melakukan pekerjaan pemindahan, pemuatan dan penurunan Material/komponen atau part secara manual maupun mekanis dan Penyimpanan secara aman.

E. SUB KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1.Mengangkat *Pekerjaan dilaksanakan dan tanpa menyebabkan memindahkan kerusakan terhadap material / komponen atau sistem yang lain. Komponen *Berat material /part. ditentukan dengan benar dengan menggunakan teknik yang memadai.

KOMPETENSI

MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Teknik *Cermat dan *Teknik-teknik *Melaksanakan penanganan hati-hati penanganan secara pengangkatan secara dalam manual yang benar/ dan pemindahan manual yang pelaksanaan material/part/ benar dan pengangkatan Prosedur aman. dan pengangkatan dan Komponen. pemindahan pemindahan yang *Teknik material/part/ aman. *Menerapkan pemindahan undang-undang dan *Persyaratan Komponen. keselamatan pengangkatan keamanan kerja. material *Perlengkapan yang *Mematuhi perlengkapan/material. tepat dipilih sesuai sesuai undangdengan kebutuhsn. undang *Persyaratan standar keselamatan keamanan diri. dan *Material/part/komponen tempat kerja. kesehatan yang akan diangkat kerja. diperiksa dari kemungkinan bahaya yang timbul. *Teknik pengangkatan dilakukan di bawah standar kerja Indonesia.

*Material/part/komponen ditempatkan dengan aman pada perlengkapan pemindahan dan penempatan kembali

SUB LINGKUP KRITERIA KINERJA KOMPETENSI BELAJAR dengan memastikan keselamatan petugas dan keamanan dari material/part/komponen.

MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN

F.

Cek Kemampuan

Sebelum siswa mempelajari modul ini, siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Bila siswa sudah merasa bisa, guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Dan apabila siswa benar-benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan, guru pembimbing dapat menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa, supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. BAB II

PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel dibawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1.Teknik pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part serta cara penyimpanannya. 2. Melakukan pengangkatan dan pemindahan material/ part / komponen dan penyimpanannya. B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Teknik pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part dan penyimpanannya. a. Tujuan Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

1. 2.

Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual. Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. 3. Siswa dapat memahami prosedur penanganan area kerja, dan teknik penyimpanan material/komponen atau part secara aman. b. 1. Uraian Materi

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia. Dalam memindah material dari tempat yang satu ke tempat lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat, membawa, menurunkan, mendorong, menarik, menahan dan sebagainya. Untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut secara aman, seseorang harus memahami kekuatan tangan, kaki, badan serta bagaimana cara mengambil posisi. Selain itu seseorang juga harus memahami pengetahuan tentang grafitasi bumi. a) Kekuatan badan/punggung saat mengangkat Gaya tarik bumi yang sering disebut dengan grafitasi, akan cenderung menarik semua benda ke bawah. Apabila seseorang akan mengangkat material yang berupa komponen, part atau benda yang lain, posisi badan harus pada kekuatan maksimal untuk mengatasi gaya grafitasi. Hal tersebut dilakukan melalui tangan, punggung serta posisi kaki sebagai tumpuhan. Tangan sebagai tuas pemegang beban, punggung sebagai pusat tenaga penahan beban dan kaki sebagai tumpuhan. Gaya Otot Gambar 1. Kekuatan badan/punggung saat mengangkat b) Kekuatan pada tangan pada saat mengangkat Sewaktu mengangkat beban, lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot Bisep yang berkaitan dengan tulang hasta oleh ujung otot bisep yang disebut Tendon. Tenaga atau berat beban yang disangga akan disalurkan ke Tendon otot Bisep atas ke tulang belikat. Gambar 2. Pusat kekuatan tangan saat mengangkat c) Kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot Bisep tangan akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena beban tersebut bekerja pada lengan

yan cukup pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung. Apabila beban terlalu berat, otot punggung dapat terkilir atau bahkan dapat merusakkan tulang belakang. Gambar 3. Tulang belakang sebagai penyangga beban badan. d) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: a) b) Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan

Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak

Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan

Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. Beban Gambar 4. Pengangkatan secara manual

2.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis

Material/komponen/part dengan permukaan tidak rata dan berat yang tidak memungkinkan diangkat secara manual dapat diangkat ataupun dipindahkan dengan alat bantu. a) Prosedur pengangkatan secara mekanis

Dalam pengangkatan material dengan alat bantu, tetap harus diperhatikan titik pusat keseimbangan material atau benda tersebut atau yang sering disebut dengan pusat grafitasi benda. Hal tersebut dimaksudkan agar didapat keseimbangan saat benda tersebut diangkat dengan alat bantu pengangkatan. Material atau benda yang memiliki permukaan beraturan mudah ditemukan titik pusat keseimbangannya seperti: lingkaran, bujur sangkar, kotak dan sebagainya. Untuk material yang memiliki permukaan tidak beraturan memerlukan kecermatan dalam menentukan titik keseimbangannya, seperti: Engine, transmisi, unit kendaraan dan sebagainya. Khusus pada engine biasanya sudah disediakan tempat memasang tali atau seling sewaktu diperlukan pengangkatan. Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 5. Titik pusat keseimbangan lingkaran dan bujur sangkar

Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 6. Titik pusat keseimbangan kotak

Gambar 7. Titik pusat keseimbangan engine b) Alat bantu pengangkatan.

Material yang memiliki permukaan tidak beraturan dan berat yang berlebihan dimana tidak mungkin dapat diangkat secara manual dapat diangkat dengan peralatan bantu pengangkatan. Alat bantu pengangkatan yang digunakan pada bengkel perotomotifan antara lain: Pengungkit, forklift, tali/tambang, seling, hook, alat khusus pengangkat engine, kerek/kran, dongkrak, car lift dan sebagainya. 1) Pengungkit.

Pengungkit adalah alat sederhana untuk memindahkan barang. Pengungkit dapat berupa kayu, bambu, besi atau bentuk lain yang dirancang secara khusus. Gambar 8. Pemindahan material dengan pengungkit 2) Forklift/garpu pembawa material

Forklift dapat berupa forklift dorong atau forklift kendaraan. Alat ini digunakan untuk membawa atau memindahkan material dari tempat satu ke tempat yang lain. Gambar 9. Penggunaan forklift dorong 3) Tali/tambang, seling dan hook.

Tali/tambang, seling dan hook digunakan untuk mengikat atau menahan material yang akan diangkat. Pemasangan tali/seling pada engine: a) Tali atau seling ditempatkan pada bagian bawah engine supaya tidak merusak engine saat diangkat. b) c) Upayakan tali/seling dapat menahan beban secara merata.

Pusat pengangkatan sedekat mungkin dengan titik keseimbangan engine. d) Gunakan alat khusus bila ada.

Gambar 10. Pemasangan tali atau seling pada engine. Pemasangan seling dan hook Pada blok engine biasa dipasang pengait/hook untuk memasang tali atau seling sewaktu akan mengangkat engine guna perbaikan. Prosedur pemasangan hook: a) b) c) Bautkan hook pada sudut-sudut blok paling ujung secara silang agar didapat keseimbangan.

Kaitkan pengait pada seling dengan hook secara tepat, sehingga kaitan antara seling dan hook benar-benar kuat. Pastikan bahwa kaitan benar ± benar mati / kuat, baru melakukan pengangkatan engine.

Seling

Hook

Gambar 11. Pemasangan seling dan hook

Gambar 12. Pemasangan alat khusus pengangkat engine 4) Kerek/kran dan Takel

Kerek/kran dan Takel adalah alat untuk mengangkat material/part atau komponen. Pada bengkel otomotif alat ini biasa digunakan untuk mengangkat engine, transmisi sewaktu akan diperbaiki dan memasangkan kembali sewaktu perbaikan sudah selesai. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri, perlu dilakukan secara tim.

perbaikan roda. Kran lantai dan kerek/takel Gambar 14. dongkrak samping. Pengangkatan engine dengan Kran lantai 5) Dongkrak Dongkrak adalah alat pengangkat yang banyak digunakan dalam perawatan atau perbaikan bagian-bagian kendaraan misalanya: sewaktu mengganti oli engine. dongkrak bumper dan sebagainya. dongkrak troli/buaya. Macam-macam dongkrak yang digunakan antara lain: Dongkrak botol. b) Aktifkan rem parkir. . Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. Pengangkatan engine dengan kerek/takel Gambar 15. Upayakan perlahan-lahan dan berhati±hati sewaktu menurunkan material/komponen/part.sistem rem dan bagian-bagian yang lain yang memerlukan pengangkatan kendaraan. dongkrak pantograf. Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. Gambar 13.d) e) f) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang dibawah alat pengangkat.

jangan sampai tergelincir. Dongkrak ini selain digunakan untuk mengangkat kendaraan juga dapat digunakan sebagai alat bantu memindah material/komponen/part. Gambar 16. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. Dongkrak botol adalah dongkrak yan paling banyak digunakan pada kendaraan karena bentuk fisiknya yang relatif kecil dan mudah dibawa atau disimpan pada kendaraan. Dongkrak botol dan penggunaannya. Pastikan klep pengontrol dalam keadaan tertutup rapat. agar kendaraan tidak turun dengan keras. kendorkan klep berlawanan arah jarum jam secara pelan. Bila klep belum rapat putarlah klep searah jarum jam. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. d) e) Gerakkan handel dengan tuas dongkrak secara hati-hati.c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. Gambar 17. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. Dongkrak troli dan penggunaannya: Dongkrak troli/dongkrak buaya adalah dongkrak yang dapat digeser-geser. Bila akan menurunkan. Pompa kaki: untuk menaikkan sadel pengangkat pada pengangkatan beban ringan. e) f) g) OFF kan kunci kontak. b) c) Tepatkan sadel dengan sekrup penyetel. Pemasangan dongkrak botol pada kendaraan. . Dongkrak botol Penggunaan dongkrak botol: a) Pasang sadel pada titik kendaraan yang akan diangkat secara tepat dan kuat. Dongkrak Troli/buaya terdiri dari: Handel: untuk menaikkan sadel/pengangkat pada pengangkatan beban berat.

Penggunaan dongkrak troli saat untuk mengangkat . Gambar 18. Dongkrak Troli/dongkrak buaya Gambar 19. Caster: untuk membelokkan dongkrak sewaktu menggeser beban/material. Sadel dudukan: untuk titik dukung beban yang akan diangkat. Roda: untum memperingan dongkrak saat ditarik/digeser.Klep pengontrol: untuk membocorkan tekanan saat menurunkan beban.

Gambar 20. Penggunaan dongkrak Pantograf Dongkrak samping dan dongkrak bumper Dongkrak samping dan dongkrak bumper digunakan untuk mengangkat kendaraan saat dilakukan perbaikan pada sistem rem. Dongkrak troli saat untuk menggeser/membawa material/komponen/part Dongkrak Pantograf dan penggunaannya: Dongkrak pantograf digunakan untuk mengangkat beban ringan dan mudah dibawa di dalam kendaraan. Gambar 22. Gambar 21. Penggunaan dongkrak samping . roda kendaraan yang hanya membutuhkan pengangkatan sebelah/pada sisi kendaraan.

Pastikan dudukan pengangkat benar-benar kering atau bebas dari minyak. Operasikan alat pengangkat pelan-pelan sampai sadel dudukan bersentuhan dengan titik angkat kendaraan. Langkah pengangkatan: a) Tempatkan kendaraan tepat di tengah alat pengangkat. Tutup pintu kendaraan secara kuat. Operasikan alat pengangkat sampai ketinggian yang diinginkan. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. b) c) d) Aktifkan rem parkir. Jenis-jenis car lift: jenis penggerak mekanis.Gambar 23. Penggunaan dongkrak bumper 6) Car lift Car lift adalah alat pengangkat khusus kendaraan. listrik dan hidrolis peneumatis. e) f) Pastikan kendaraan tidak akan tergelincir. Penempatan kendaraan pada alat pengangkat . Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. Gambar 24. karena mekanik dapat bergerak leluasa di bawah kendaraan. Mengangkat dengan car lift akan mempermudah mekanik dalam memperbaiki ataupun melakukan perawatan kendaraan terutama perbaikan di bawah kendaraan. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal.

Pengangkatan kendaraan dengan Carlift . Penepatan sadeldudukan pada titik pengangkatan kendaraan Gambar 26.Tempatkan telapak di bawah titik pengaman Gambar 25.

Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeliharaan dan penataan agar resiko kecelakaan dapat ditekan menjadi sekecil mungkin. juga untuk menghadapi resiko kebakaran. Bebas dari cairan licin oli. Gambar 29. Bengkel otomotif sama seperti bengkel ± bengkel yang lain memiliki resiko kecelakaan yang cukup tinggi. Area kerja adalah wilayah atau tempat dimana suatu pekerjaan dilakukan.Gambar 27. Pengangkatan dengan car lift 4 penopang Gambar 28. Penanganan Area kerja dan penyimpanan material / komponen / part secara aman. 3. juga bersih dari kotoran yang berserakan. Tempat kerja yang digunakan untuk melakukan pekerjaan perotomotifan disebut bengkel otomotif. Pengangkatan kendaraan dengan Car lift hidrolis pneumatis. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan area kerja : a) b) c) Area kerja harus ditata rapi dan bersih. greas dan lainnya. Membersihkan oli dan cairan pada lantai . Memiliki jalan yang memadai untuk lalu-lintas material atau kendaraan.

Penempatan peralatan sesudah digunakan . Gambar 31. Bersihkan dan tempatkan kembali peralatan sehabis digunakan pada tempatnya.Gambar 30. Membersihkan kotoran pada lantai d) e) Simpan part-part bekas yang sudah tidak terpakai pada tempatnya. Penyimpanan part-part bekas Gambar 32.

4. g) Pastikan peralatan ventilasi udara dan penerangan semua bekerja dengan baik terutama pada area penggunaan atau penyimpanan material yang mengandung zat kimia berbahaya seperti: Bahan bakar. menahan dan sebagainya. secara mekanis menggunakan alat ± alat bantu 6. 3. 2. 1. Memberikan tanda-tanda tulisan yang jelass pada gudang penyimpanan serta tulisan pada wadah penyimpanan terutama untuk material yang berbahaya. disalurkan ke tulang belikat oleh tandon dan diteruskan ke otot punggung atau tulang belakang. Gambar 33. Penyimpanan material/part/komponen. bahan-bahan pelarut. thiner. c. pintu dapat dibuka dan mememnuhi syarat sebagai media ventilasi. Pengangkatan . cat. menurunkan. a) b) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. membawa. Grafitasi bumi adalah gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. 5. mendorong. Penanganan secara manual meliputi: mengangkat. Dalam hal ini paling tidak jendela. Rangkuman h) i) Pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part secara manual banyak mengandalkan tenaga manusia dalam penanganannya. Beban yang diangkat oleh tangan ditopang oleh otot bisep. menarik. Gunakan saluran gas buang secara kolektif bila pada ruang/bengkel kerja digunakan untuk menghidupkan kendaraan.f) Tempatkan material sesuai jenis pada tempat yang aman dengan selalu memperhatikan keselamatan barang dan pekerja.

hok. Alat bantu untuk memindahkan material / komponen/part yang banyak digunakan pada bengkel otomotif adalah: dongkrak troli. car lift dan sebagainya. kran. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. Upayakan jangan ada orang lalu ± lalang di bawah alat pengangkat. 8. dongkrak.alat bantu khusus. 10. tali. takel. b) Aktifkan rem parkir. forklift. seling. e) Upayakan f) Upayakan 9. pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. perlu dilakukan secara tim. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. untuk mengoperasikan peralatan Memeriksa b) c) Jika d) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: . dongkrak ulur dan sebagainya. forklift. 7. kran beroda. material / komponen / part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik.pengangkatan antara lain: Pengungkit. pantograf. a) Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: sumber tenaga yang digunakan pengangkat. perlahan ± lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. dongkrak troli. c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. 11. e) f) g) OFF kan kunci kontak. dongkrak samping. Macam-macam dongkrak : dongkrak botol.dongkrak bumper.

Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan pusat keseimbangan benda. Memiliki f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. 12. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. Tugas sesuai jenisnya. Cobalah membuat lay-out untuk menempatkan / menata material. peralatan sesuai ruangan yang ada sesuai dengan pengetahuan yang anda miliki. Jelaskan secara singkat yang dimaksud gravitasi bumi. 3. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. e. Siapkan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah dan pelajarilah cara mengoperasikannya. tanda ± tanda penyimpanan material d. c) d) e) Bebas dari cairan oli. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai.a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. peralatan dan ruangan yang ada di bengkel Sekolah. . d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. 2. greas dan kotoran lainnya. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. Cermatilah material. 1. i) Memiliki 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja: a) b) Area kerja harus ditata rapi dan bersih Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. 2. Jelaskan secara singkat urutan anggota tubuh yang menahan beban pada waktu seseorang membawa beban pada kedua tangannya.

12. Sebutkan 4 hal yang perlu diperhatikan saat akan menggunakan carlift. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu menggunakan kran atau takel pengangkat. Beban di telapak tangan akan disalurkan melalui tendon bawah. Sebutkan 6 macam jenis dongkrak. a) b) 7 (tujuh) hal yang perlu diperhatikan: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat . Sebutkan 5 kemungkinan penyebab kecelakan yang dapat terjadi terkait dengan penanganan tempat kerja yang kurang baik. 7. 11. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu akan menggunakan dongkrak. Gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. Kunci jawaban Titik pusat gravitasi benda sebagai titik pusat atau titik berat benda saat diangkat. f. Sebutkan 10 macam alat bantu pengangkatan material secara mekanis. Sebutkan 8 hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja. 6. 4. 9. 2. 10. Sebutkan 3 jenis alat bantu untuk menggeser ataupun memindah material yang banyak digunakan di bengkel otomotif. 8.4. Sebutkan 7 hal yang perlu diperhatikan sewaktu seseorang akan mengangkat material secara manual. 3. otot bisep. 1. 5. tulang belikat ke otot punggung dan bermuara di tulang belakang. tendon otot bisep.

8. 4 (empat) hal yang perlu diperhatikan: a) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. seling. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. a) 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: Pastikan dongkrak benar-benar baik. takel . samping dan bumper 7.f) g) 5. tali.dongkrak. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. hook. 9. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. perlu dilakukan secara tim. forklift. ulir. b) c) d) Aktifkan rem parkir. Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. carlift dan alat khusus. . 6. e) f) g) OFF kan kunci kontak. Pengungkit. Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. pantograf. 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. troli. Dongkrak botol. 10. d) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang di bawah alat pengangkat. kran dan forklift. Dongkrak troli. e) f) Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. kran. Upayakan perlahan-lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part.

c) d) e) Bebas dari cairan oli. b) Penerangan yang kurang memadai. i) Memiliki tanda-tanda penyimpanan material sesuai jenisnya. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai. 11. 8 (delapan) hal yang perlu diperhatikan: a) Area kerja harus ditata rapi dan bersih b) Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. Tujuan kegiatan belajar . a. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai. 5 (lima) kemungkinan penyebab kecelakaan: a) Adanya oli atau bahan licin yan tercecer dilantai. c) Tidak adanya tanda atau label pada penyimpanan bahan berbahaya.greas dan kotoran lainnya.b) Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. 12. Memiliki tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. Kegiatan Belajar 2: Melakukan pengangkatan/pemindahan material/komponen/part dan penataan area tempat kerja. d) Peralatan pengangkat yang tidak pernah dirawat. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. e) f) Bahan mudah terbakar berceceran dilantai Penempatan peralatan pengangkat yang tidak standar. f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal.

4. Rangkuman d. 2. e.1. 4. 6. 2. Infentarisaikan hal-hal yang kurang baik berkaitan denga penataan area tempat kerja di bengkel sekolah. f. Tatalah material dan bahan ± bahan berbahaya yang ada di bengkel sekolah pada tempat yang sesuai dengan jenisnya. 3. lakukan perbaikan dan penataan bila diperlukan. Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara manual. Tugas Tatalah material yang ada di bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya dengan mengangkat dan memindahkan secara manual. 3. Lakukan pengangkatankendaraan dengan carlift yang ada dibengkel sekolah. 3. Mengangkat kendaraan dengan alat-alat pengangkat. Lakukan pengangkatan kendaraan dengan macam-macam dongkrak yang ada di bengkel sekolah. c. 1. Menata material atau bahan-bahan berbahaya sesuai jenisnya. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan / pemindahan material/komponen/part secara manual. Lakukan Pengangkatan material/komponen/part dengan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah. b. Siswa dapat melakukan penataan area tempat kerja sesuai standar operasi kerja. Uraian materi 1. 5. Tes formatif Kunci jawaban . Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara mekanis. 2.

Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan.menata material/komponen/part secara manual.LEMBAR KERJA 1 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. .

TUJUAN: 1. Rak/ meja untuk menempatkan material. angkat lah secara tim. Jangan memaksakan diri sekiranya material tidak dapat diangkat sendiri. 3. Kain majun/lap. 2. LEMBAR KERJA 2 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual.menata material/komponen/part secara mekanis. dipindahkan atau disimpan. KESELAMATAN KERJA: 1. Kaos tangan. 4. BAHAN: 1. 2. termasuk lokasi penyimpanannya. LANGKAH KERJA: 1. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. 2. 2. Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. ALAT: 1. 3. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. Letakkan material/komponen/part yang paling berat di tempat yang paling bawah. 2. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. . Macam-macam material/komponen/part otomotif. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara manual. Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara manual. Gunakan peralatan keselematan kerja sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan.

7. Alat pengungkit. hook Rak/ meja untuk menempatkan material. 2. Hati-hati kendaraan jangan sampai tergelincir sewaktu diangkat. Alat-alat pengangkat khusus. Carlift. 3. 4. 5. . ALAT: 1. Macam-macam material/komponen/part otomotif. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan carlift. 3. BAHAN: 1. 6. Tali. Kain majun/lap.TUJUAN: 1. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan macam-macam dongkrak. 2. Unit kendaraan. 2. Forklift. seling. Jangan meninggalkan material/komponen/part tergantung pada alat pengangkat. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara mekanis. LANGKAH KERJA: 1. 2. Macam-macam jenis dongkrak. 3. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. 4. Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. 3. KESELAMATAN KERJA: 1.

3.hook. kran dan takel. Memindahkan barang dengan troli. 4. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. 6. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat.2. . Mengangkat unit kendaraan dengan carlift. termasuk lokasi penyimpanannya. dipindahkan atau disimpan. forklift. 5.seling. Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara mekanis dengan tali.

3. Pastikan tempat penyimpanan sesuai standar operasi kerja. Siswa dapat mengangkat. Hati-hati terhadap cairan berbahaya jangan mengenai kulit. 2. . Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. 2. BAHAN: 1. Macam-macam material/bahan berbahaya otomotif. Siswa dapat menata material/bahan berbahaya otomotif pada tempat yang sesuai standar operasi kerja. Forklift dorong. LANGKAH KERJA: 1. Rak/meja penyimpan material.menata material/bahan berbahaya otomotif.LEMBAR KERJA 3 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. 4.kereta dorong. TUJUAN: 1. memindah material / bahan berbahaya otomotif sesuai jenisnya secara aman. ALAT: 1. Kain majun/lap. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. 2. Simpanlah material yang mudah terbakar menjadi satu dan berilah tulisan area bebas rokok. Gunakan kaos tangan. KESELAMATAN KERJA: 1. 2.

3. 5. 4. Melakukan pengangkatan/pemindahan dan penataan material Membuatkan tulisan-tulisan pada jenis-jenis material berbahaya yang belum ada keterangannya. Membuatkan tulisan-tulisan peringatan di tempat atau gudang penyimpanan. termasuk lokasi penyimpanannya. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat.2. dipindahkan atau disimpan. .

ASPEK YANG DINILAI 2 Mengangkat. PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 NO 1 1 7 4 2 komponen/part secara * 91. operasi kerja.BAB III EVALUASI A. a) b) c) Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. operasi kerja. memindahkan material/ Kriteria Penilaian Praktek INDIKATOR KEBERHASILAN 3 * 70 ± 80 % Sesuai standar operasi kerja. memindahakan * 81-90 % sesuai standar material/ operasi kerja. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. * 70-80 % sesuai standar Mengangkat. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). komponen/part * 91-100 % sesuai standar .100 % sesuai standar manual. 2. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja.

* 81-90 % sesuai standar operasi kerja. Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis dongkrak. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja.kran dan takel. dongkrak troli dan forklift. 6 7 Memindahkan dan menyimpan material/bahan * 81-90 % sesuai standar berbahaya otomotif operasi kerja. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. memindahkan material/ komponen/part memakai pengungkit. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 3 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. 5 Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis carlift. * 70-80 % sesuai dengan standar operasi kerja. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP . * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. Mengangkat. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. 4 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. INDIKATOR KEBERHASILAN 3 operasi kerja. pada area tempat kerja dan menata area tempat kerja. hook.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 memakai tali/ seling.

NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 SOP. Nilai 9. 3. 4.00 (lulus amat bai k / YA).00 (lulus baik / YA). JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN : 1. waktu lebih cepat dan 91-100 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai 7. waktu lebih cepat dan 81-90 % memenuhi Standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai Praktik = Jumlah perolehan nilai dibagi tujuh = «««««« B. Tes Praktik : Berpedoman pada cek list kriteria penilaian Praktik yang ada pada modul ini. tepat waktu dan 70-80 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.00 (lulus istimewa / YA). . 2. Nilai 8.

DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata NILAI FORMATIF 1 N1 NILAI PRAKTIK N2 : KETERANGAN N= (4xN1)+(6xN2) 10 N = «««««««««« .

Posted in ilmu.Noeraniah Akmaloedin. wajib mengulangi belajar pada modul ini. Fatimah Sumanto. Jakarta: Pustaka Ilmu. Jakarta: Bumi Aksara. (2001). (1987). Modul Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Jogyakarta : SMK N 2 Depok. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif. Daryanto. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Biologi 2. Drs. (2004).00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Bahan pelatihan Nasional.CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. Perbaikan Kendaraan Ringan. ). (Th. atau bersama guru pengampu merencanakan uji eksternal untuk mendapatkan pengakuan kompetensi atau sertifikat kompetensi. otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya . Anonim.

serta dapat melakukan perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. 20-001-1 B Prinsip kerja engine dan identifikasi komponen-komponen engine. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. B. modul OPKR. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya. 10-010 B Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur modul OPKR. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. akan mudah mempelajari kompetensi yang lainnya. 20-001-2 B membahas tentang prosedur perawatan/servis engine gasoline/motor bensin secara berkala. Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponen-komponennya secara berkala dan kegiatan belajar 2 prakteik perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya secara berkala. C. langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain: . Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. Petunjuk Penggunaan Modul 1. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. OPKR. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan perawatan/servis engine secara berkala. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. Dalam dunia perotomotifan.10-016 B tentang K3. terutama yang terkait dengan perbaikan engine. perawatan/servis engine secara berkala dikenal dengan sebutan Tune-up engine.Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan.

saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun saat melakukan praktik. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain.a. 6) Setelah selesai praktik. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. praktik baru. Membantu siswa dalam memahami konsep. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. c. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. 2. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. Bila ada materi yang kurang jelas. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. b. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. serta dapat melakukan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Sebelum melaksanakan praktik. c. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. Siswa dinyatakan lulus. Bila belum berhasil siswa wajib mengulang. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. b. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. . d. harus meminta ijin guru lebih dahulu. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. e. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.

mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya. E. peralatan/ spesifikasi komponen. i. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. pabrik. Memahami prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponennya. SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. Melaksanakan penilaian internal. D. *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik. f. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Mencatat hasil kemajuan belajar siswa. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. servis. *Melaksanakan kegiatan yang *Persyaratan *Prosedur komplek dan tidak keamanan dan pemeliharaan/ rutin. e. h. . 2. menjadi keselamatan diri. diperiksa/ engine dan komponennya. Dapat melakukan pekerjaan perawatan/servis engine bensin secara berkala.d. *Seluruh kegiatan KOMPETENSI MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Komponen*Menerapkan *Prosedur *Melakukan komponen pemeliharaan/ perawatan/ engine yang SOP dalam perlu pemeliharaan/servis servis engine dan servis. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. g. diservis. *Persyaratan keamanan *Data *Menerapkan K3.Memelihara/servis *Pemeliharaan/servis engine dan engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. komponennya.

baik proses. Cek Kemampuan AWAL Sebelum siswa mempelajari modul ini.hasil data harus sesuai SOP. Bila siswa merasa dapat mengerjakan soal-soal formatif.servise. guru pembimbing dapat melakukan tes kepada siswa yang bersangkutan dan bila hasilnya benar pembimbing dapat menyediakan bagi siswa tersebut modul berikutnya. Tetapi bila siswa belum bias. siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif. maka harus melanjutkan mempelajari modul ini.K3 F. .

BAB II PEMELAJARAN A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. .

Uraian Materi Prosedur Perawatan Engine Bensin Engine yang sudah dioperasikan akan mengalami perubahan fisik pada komponenkomponennya seperti pada: blok motor. kelengkapan piston. Pada industri perotomotifan perawatan rutin terhadap komponen-komponen engine disebut dengan Tune-up engine.Jenis Kegiatan 1. Perawatan rutin komponen-komponen engine dilakukan tidak secara langsung pada komponen-komponen tersebut di atas. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prosedur Perawatan/servis Engine Bensin a. Adapun perawatan yang dimaksud meliputi: 1. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru B. bahan bakar boros. 2. mekanik katup. Prosedur perawatan/servis engine bensin. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perawatan secara rutin/berkala. kepala silinder. poros nok dan yang lainnya. Melakukan perawatan/servis engine bensin. poros engkol. Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL. b. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan komponen-komponen yang memerlukan perawatan. Perawatan Sistem Pendinginan Gangguan pada sistem pendinginan secara umum akan berakibat meningkatnya suhu kerja engine yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine. agar tingkat perubahan yang terjadi dapat ditekan seminimal mungkin. serta prosedur perawatan engine bensin. komponen-komponen engine mengalami kerusakan pekerjaan perawatan berkala pada sistem pendinginan meliputi: a) Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin Periksa ketinggian air pendingin yang terdapat pada tangki Penampungan (Reservoir). tetapi pada sistem-sistem yang mendukung kinerja engine. Gangguan langsung yang dirasakan antara lain: tenaga berkurang. Perubahan fisik tersebut dapat mengganggu kinerja engine. .

Gambar 2. Tutup perlu diganti bila tekanan pembukaan dibawah angka spesifikasi pabrik. Pemeriksaan kondisi air pendingin c) Memeriksa sistem pendinginan Periksalah kemungkinan terjadi: 1) Kerusakan fisik pada radiator atau slang radiator. Pemeriksaan sistem pendinginan d) Memeriksa kerja tutup radiator Dengan menggunakan alat tes tutup radiator (Radiator cap tester) periksalah kondisi pegas dan katup vakum dari tutup radiator. Gambar 3.05 kg/cm2 Limit : 0.penguras. Pemeriksaan tinggi air b) Memeriksa kondisi air pendingin Periksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli. atau jika secara fisik rusak.75 ± 1. 4) Kebocoran pada pompa air.Gambar 1. pipa radiator (core). 2) Kerusakan pada klem slang radiator. Tekanan pembukaan katup : STD : 0. 3) Kisi-kisi radiator berkarat.6 kg/cm2 (sesuaikan dengan ketentuan manual) .

perubahan bentuk. aus atau terlalu keras.Gambar 4. terkena oli atau paslin/grease. 2) Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli. . Pemeriksaan kerja tutup radiator e) 1) Memeriksa tali kipas Tali kipas diperiksa secara visual kemungkinan terjadi: Retak.

Pemeriksaan tali kipas secara visual f) Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas Dengan tekanan 10 kg/cm2. Tegangan tali kipas : Baru : 100 ± 150 Lbs Lama : 60 ± 100 Lbs. (sesuaikan dengan ketentuan manual) . tekan tali seperti pada gambar defleksi/kelenturan tali : Pompa air ± Alternator : 7 ± 11 mm Engkol ± Kompressor : 11 ± 14 mm Bila tidak memenuhi spesifikasi pabrik lakukan penyetelan tali kipas dengan SST penyetel tali kipas.Gambar 5.

Penyetelan tegangan tali kipas 2. Pemeriksaan tegangan tali kipas Gambar 7.Gambar 6. Membersihkan saringan udara/Air filter Gangguan pada saringan udara akan berakibat tenaga engine berkurang dan bahan bakar boros. Adapun prosedur perawatannya seperti berikut: .

Ketinggian elektrolit harus berada antara garis Uper level dan lower level. Memeriksa Baterai Kemampuan kerja baterai akan mengalami penurunan seiring dengan pemakaian. Kinerja baterai yang kurang baik akan menyebabkan: sulit untuk menstarter engine. 3) Kotak baterai rusak atau bocor. berkarat atau rusak. Terminal longgar. Gambar 8. Membersihkan elemen saringan udara 3.27 pada suhu 200 C 2) Periksa jumlah elektrolit pada setiap sel. gangguan pada sistem penerangan dan peralatan tambahan (assesoris). Perawatan baterai meliputi: a) Pemeriksaan secara visual: Periksa baterai kemungkinan: 1) 2) Penyangga baterai berkarat. Pemeriksaan elektrolit baterai . Gambar 10.a) Melepas saringan udara dari engine. b) c) Hembuskan tekanan udara dari sisi dalam elemen. Gambar 9. Bila elemen rusak atau terlalu kotor supaya diganti. Pemeriksaan baterai secara visual b) 1) Mengukur berat jenis elektrolit Memeriksa berat jenis baterai dengan hydrometer Berat jenis : 1.25 ± 1. Jangan sampai ada benda yang masuk ke karburator.

Gambar 11. Gambar 13. Perawatan pada sistem pelumasan meliputi: a) Memeriksa tinggi oli Tinggi oli harus berada antara garis L dan F. bila kurang ditambah. periksalah kemungkinan ada kebocoran. Melepas saringan oli . 3) Hidupkan mesin dan periksa kebocoran.4. Memeriksa Sistem Pelumasan Sistem pelumasan merupakan bagian vital pada engine. Pemeriksaan tinggi oli b) Memeriksa kondisi oli Periksa oli kemungkinan kotor. Gambar 12. tercemar air atau sudah berubah warna karena terbakar. Gangguan pada sistem pelumasan akan berakibat: suhu engine meningkat berlebihan. komponen-komponen engine cepat aus dan tenaga mesin akan terasa berkurang. 4) Matikan mesin dan periksa tinggi oli. Pemeriksaan kondisi oli c) 1) 2) Mengganti saringan oli (oil filter) Membuka saringan oli dengan SST. dan perbaikilah. bila kurang harus ditambah. Pasang saringan oli baru dengan tangan sampai kencang.

Memeriksa. Bila busi kotor. pincang dan sulit distarter. membersihkan dan menyetel busi Busi adalah komponen yang memberikan loncatan api untuk proses pembakaran. Pemeriksaan busi secara visual b) Membersihkan busi .Gambar 14. Elektroda terbakar atau kotor berlebihan. Perawatan busi meliputi: a) 1) Pemeriksaan busi secara visual Kemungkinan retak. kerusakan pada ulir atau isolator. Gasket rusak atau berubah bentuk. rusak akan berakibat: tenaga engine kurang. engine tidak dapat idel. 2) 3) 4) Keausan pada elektroda. Memasang saringan oli 5. Gambar 15.

1) 2) Jangan menggunakan pembersih busi terlalu lama. Jika diperlukan setelah celah busi dengan membengkokkan elektroda busi. Memeriksa kabel tegangan tinggi . Gambar 16. Gambar 17. Membersihkan busi c) Menyetel celah busi Memeriksa semua celah busi dengan alat pengukur celah. Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara tekan 3) Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator. Penyetelan celah busi 6.

Gangguan kabel tegangan tinggi pengapian akan berakibat: engine sulit distarter. pincang dan tenaga kurang. Hal ini dapat terjadi karena tahanan kabel menjadi sangat besar. Cara melepas kabel busi . tidak dapat idel. Periksalah semua kabel tegangan tinggi tahanan kabel: kurang dari 25 kW. Gambar 18.

yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine: engine sulit distart.Gambar 19. Distributor Gangguan pada distributor akan berakibat kinerja sistem pengapian tidak sempurna. Gambar 20. berkarat. kotor atau terbakar. Pemeriksaan tutup distributor b) Menyetel celah platina atau celah udara . tenaga kurang. Pegas karbon terminal tengah lemah atau macet. panas berlebihan dan komponen-komponen utama engine cepat rusak. Adapun perawatannya meliputi: a) Memeriksa tutup distributor Periksa tutup distributor serta rotor dari kemungkinan: 1) 2) 3) Retak. Cara memeriksa tahanan kabel busi 7. Terminal-terminal kotor atau terbakar.

Cara penyetelan platina atau celah udara .4 mm Gambar 21.2 ± 0. Celah udara : 0. rusak atau terbakar ganti yang baru.1) Jika platina aus.45 mm 3) Stel celah udara antara rotor dan proyeksi koil (pengapian elektronik). 2) Stel celah platina : celah blok : 0.

c) Memeriksa sudut Dwell Periksa sudut dwell dengan Dwell tester. Pada putaran maksimal 950 Rpm saat pengapian antara 50 ±15 0 sebelum TMA (sesuaikan dengan spesifikasi pabrik). Sudut dwell : 50 0 ± 54 0 Gambar 22. Pemeriksaan sudut dwell d) Memeriksa saat pengapian Stel putaran mesin pada putaran idel. . Penyetelan pengapian dengan merubah posisi distributor serta menggunakan alat Timing light. Jangan menyetel dengan Oktan selector. oktan selector pada posisi standar.

Gambar 23. Penyetelan saat pengapian e) 1) Memeriksa kerja governor advancer Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putaran rotor dan dilepas. 2) Rotor tidak boleh terlalu kendor. Gambar 25. Pemeriksaan Governoor advancher dengan engine hidup g) Memeriksa kerja Vacum advancer . Gambar 24. Saat pengapian berubah-ubah sesuai putaran engine. Pemeriksaan Governoor advancer f) Memeriksa governor advancer dengan engine hidup Hidupkan engine dan lepaskan slang vakum pada distributor.

m Baut penumbuk katup: 1. putaran idel terganggu dan suara berisik. Pemeriksaan Vacum advancer 8. Menyetel Celah Katup Perubahan pada setelan celah katup akan berakibat pemasukan gas baru dan pengeluaran gas bekas terganggu dan akan menyebabkan tenaga engine berkurang.Hubungkan slang vakum pada distributor.4 ± 6.8 ± 6.m . Gambar 26. Adapun prosedur penyetelannya sebagai berikut: a) 1) 2) b) Menepatkan tanda timing Panaskan engine kemudian matikan Tepatkan silinder no 1 pada TOP kompresi Mengencangkan baut-baut kepala silinder dan penumbuk katup. Oktan selector akan berubah-ubah sesuai putaran engine.6 kg.6 kg. 1) 2) Baut kepala silinder: 5.

20 mm. Celah katup hisap: 0.Gambar 27. c) Menyetel Celah Katup Celah katup diukur di antara batang katup dengan lengan penumbuk (Rocker arm). Pengencangan baut kepala silinder dan penumbuk katup.30 mm (sesuaikan dengan ketentuan manual) . katup buang: 0.

Gambar 28. Gambar 29. putaran idel tidak baik dan bahan bakar boros. Memeriksa Karburator Untuk penyetelan karburator gunakan manual sesuai jenis karburator dan merek kendaraannya. Perawatan pada sistem karburator meliputi: a) 1) 2) Memeriksa katup trotel Katup trotel harus membuka penuh saat pedal gas ditekan penuh. Penyetelan katup TOP kompresi silinder 1 Putar satu kali putaran (360 0). Penyetelan dilakukan melalui kabel gas atau baut penyetop pedal gas. Penyetelan katup TOP kompresi silinder 4 9. Pemeriksaan katup trotel . Gangguan pada sistem karburator akan berakibat: tenaga engine berkurang. Gambar 30. stel pada TOP kompresi silinder 4.

Pemeriksaan pompa akselerasi. Pemeriksaan katup cuk saat tombol ditarik .Gambar 31. c) Memeriksa Katup Cuk Konvensional Katup cuk harus membuka penuh bila tombol cuk ditarik penuh dan menutup penuh bila tombol dilkembalikan. Gambar 32. Penyetelan pembukaan katup trotel b) Memeriksa Pompa Akselerasi Bensin harus menyemprot keluar dari Jet saat katup trotel terbuka. Gambar 33.

suhu air dibawah 30 0C. dan kembalikan tombol posisi setengah. lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. Pelepasan slang vakum dari penghubung cuk 5) Tarik tombol penuh. penghubung cuk tidak bergerak. matikan lalu lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. Pemeriksaan penghubung cuk 4) Memeriksa BVSV keadaan engine panas. Gambar 35. dan hidupkan engine.Gambar 34. Tombol cuk posisi setengah 6) Pastikan nok idel tinggi pada langkah kedua. . Gambar 36. Gambar 37. Pelepasan slang vakum penarik cuk 2) Menarik tombol cuk. Gambar 39. menekan pedal gas sekali dan menghidupkan engine. Hidupkan mesin sampai suhu kerja. tekan pedal gas sekali. Gambar 38. Pemeriksaan katup cuk saat tombol dilepas d) 1) Memeriksa Pembuka Cuk Otomatis Memeriksa BVSV mesin dalam keadaan dingin. Penarikan tombol cuk engne hidup dan digas 3) Pasang kembali slang vakum.

. Pada saat tombolcuk ditekan habis.Gambar 40. a) Lepaskan slang HIC dan sumbatlah ujung slangnya. putaran engine kembal idel. Pengecekkan nok idel tinggi pada langkah kedua 7) Pasang kembali slang vakum. Penyetelan Putaran dan Campuran Idel (Gunakan selalu buku manual sesuai merek kendaraan dan Tahun pembuatannya). Nok idel tinggi pada langkah ketiga 10. perlu diperhatikan hal-hal berikut: a) b) Saringan udara dalam keadaan terpasang Suhu air pendingin normal (suhu kerja) c) d) Katup cuk terbuka penuh Semua perlengkapan tambahan dimatikan e) f) Semua saluran vakum terpasang Transmisi pada posisi netral g) h) i) Saat pengapian benar-benar tepat (sudah distel) Tachometer dan pengukur vakum terpasang Pengukur CO pada posisi NOL siap pakai. Dalam penyetelan putaran dan campuran idel. Perhatikan gambar berikut: Gambar 41. pastikan linkage cuk bergerak dan nok idel tinggi dibebaskan pada langkah ketiga.

Penyetelan vakum maksimum e) Menyetel putaran dan campuran idel Ulangi penyetelan putaran dan campuran hingga vakum benar-benar maksimum seperti berikut: . Pelepasan slang HIC b) Membuka kap pembatas idel Membuka kap pembatas idel pada skrup pengatur campuran idel jika terpasang seperti gambar berikut: Gambar 43.Gambar 42. Cara membuka kap pembatas idel c) Menyetel idel pada putaran spesifikasi Menyetel putaran idel pada putaran spesifikasi (600-800 Rpm). dengan jalan menyetel sekrup pengatur seperti berikut: Gambar 44. Penyetelan putaran idel d) Menyetel vakum maksimum Stel hingga vakum maksimum dengan memutar sekrup pengatur campuran idel dengan SSTseperti berikut: Gambar 45.

Memeriksa Tekanan Kompresi Engine . kembalikan slang katup HIC seperti semula dan pasang kap pembatas idel yang baru seperti berikut: Gambar 49. Tunggu 1 menit. Pastikan Rpm kembali ke posisi spesifikasi seperti berikut: Gambar 47. a) b) Mengukur Konsentrasi CO Pada Gas Buang Menaikkan putaran sekitar 200 Rpm selama 30 ± 60 detik. Pengukuran harus dilakukan selama 3 menit seperti berikut: Gamba r 48. baru lakukan pengukuran.Gambar 46. 12. Pengu kuran konsen trasi CO c) Jika seluru h pekerjaan penyetelan sudah selesai. Penyetelan putaran dan campuran idel f) Cek putaran dan campuran idel Pengecekan setelan putaran dan campuran idel dengan menarik link gas kemudian melepaskan kembali. Pengecekan setelan putaran dan campuran idel 11. Pemasangan slang katup HIC dan Kap pembatas idel.

Pelepasan kabel tegangan tinggi koil d) Memasang kompresi tester pada lubang busi. Rangkuman Perawatan komponen-komponen engine dilaksanakan dengan pekerjaan Tune-up engine. Pemeri ksaan tekana n kompr esi c.a) Panaskan engine sampai suhu kerja b) Lepas semua busi Gambar 50. 3. Pekerjaan Tune-up meliputi: a) b) Sistem pendingin Tali kipas . Gamba r 52. buka trotel penuh dan start engine pada putaran: 250 Rpm selama maksimal 3 detik. Tune-up engine: mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan memelihara. 2. menyetel dan mengganti komponen yang mendukung kinerja engine. Baca hasil pengukuran antara 9 ± 12 kg/cm2 (sesuaikan dengan manual merek kendaraan) yang diukur. 1. Gambar 51. Melepas busi c) Melepas kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran skunder terputus.

antara engkol dan kompressor. lihat tanda penyesuai. Pemeriksaan distributor meliputi: tutup dan terminal-terminal tutup distributor.c) d) e) f) g) Saringan udara Baterai Oli mesin Busi Kabel tegangan tinggi h) Distributor i) Baut kepala silinder dan penumbuk katup j) k) l) Celah katup Karburator Putaran idel m) Konsentrasi CO n) 4. 9. 8. penyetelan celah platina dan sudut dwell. Alat tes sistem pendinginan adalah Radiator tester.rotor. Perawatan sistem pelumasan: kondisi dan kapasitas oli. 5. pasang timing light. setel katup buang silinder 1 . Prosedur menyetel celah katup: Kencangkan baut kepalasilinder dan penunjang batang penumbuk. 10. 6. Pengukuran tegangan tali kipas antara pompa air dan alternator. Tahanan kabel tegangan tinggi kurang dari 25 kW. governor advancer. 12. tepatkan dengan menggerakkan distributor. menyetel atau mengganti busi. 11. kondisi kotak baterai dan berat jenis elektrolit. 7. vakum advancer. posisikan tanda timing pada TOP kompresi silinder 1. penggantian saringan oli. Pengukuran baterai meliputi: kondisi terminal. Perawatan busi: membersihkan . Tekanan kompresi. Prosedur menyetel pengapian: hidupkan engine.

tacho dan pengukur vakum terpasang dan meteran CO posisi NOL siap pakai. pada TOP kompresi silinder 4 katup mana saja yang bisa disetel? 10. pembuka cuk. Tugas Carilah dan pelajarilah minimal dua buku manual suatu kendaraan bermesin bensin. 4. 1. 8. Sebutkan 4 pemeriksaan pada baterai. Sebutkan 6 pemeriksaan pada karburator.dan 3 dan katup masuk silinder 1 dan 2. e. 3. putaran dan campuran idel. Prosedur tes tekanan kompresi: Panaskan engine. Tes formatif Jelaskan yang dimaksud dengan Tune-up engine. Sebutkan 8 alat tester yang digunakan untuk pekerjaan Tune-upmotor bensin. 11. 13. cuk membuka penuh. Catatlah dalam buku tugas merek kendaraan yang dipelajari. d. transmisi netral. 2. membuka semua busi. tahanan kabel melebihi ketentuan? Sebutkan 8 pemeriksaan/penyetelan terkait dengan distributor. Putar 360 0 Setel katup masuk dan buang yang belum disetel. . Sebutkan 15 pekerjaan Tune-up engine. Pemeriksaan Karburator meliputi: kerja trotel. perlengkapan tambahan mati. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetel putaran dan campuran idel: air filter terpasang. dan bagian komponen yang memerlukan penyetelan serta spesifikasi penyetelannya. Sebutkan 9 ketentuan sebelum menyetel putaran dan campuran idel. memasang alat tes.pompa akselerasi. 15. 6. Apa akibatnya bila kapasitas oli kurang? Apa akibatnya bila busi kotor. Sebutkan 5 pekerjaan tune-up pada sistem pendingin. Engine 4 silinder FO 1342. pelajarilah pada bagian Tune-up engine. 14. 9. 7. melepas kabel tegangan tinggi koil. semua slang vakum terpasang. suhu air normal. pengapian tepat. menstarter engine dan membaca hasil pengukuran. 5. 1. cuk. 2.

pembuka cuk. Radiator cap tester. tutup distributor. cuk.12. celah platina. Hydro meter. 9. 12. rotor. 1. Memeriksa kondisi air. Timing light. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. oli. 11. Engine pada suhu kerja. sistem pendingin. membersihkan dan mengganti komponen. 3. pengapian. Terminal baterai. Dwell tester. komponen engine cepat rusak. 6. 5. Engine panas. celah katup. vakum advancer. pompa akselerasi. terminal-terminal. Kondisi tutup. f. saringan oli. celah platina. 8. menyetel. perlengkapan tambahan mati. busi. Saringan udara terpasang. Trotel membuka penuh. suhu air normal. tutup radiator dan tali kipas. Engine sulit hidup. vakum meter. tegangan dan kebocoran elektrolit. governoor. rotor. Kegiatan belajar 2: Perawatan/servis Engine Bensin a. putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. transmisi netral. Kunci Jawaban Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan. Sebutkan 2 prasyarat pengetesan tekanan kompresi.Tacho dan pengukur vakum terpasang serta CO meter posisi NOL siap pakai. Uraian Materi . slang vakum terpasang. kabel tegangan tinggi. baterai. Compression Tester. b. Memeriksa kondisi air. 2. Trotel. Radiator tester. vakum advancer. cuk membuka penuh. memeriksa. Berat jenis elektrolit. tenaga kurang. Tacho meter. karburator. pengapian tepat. pengapian dan pegas karbon. tali kipas. putaran idel dan campuran idel. 10. 4. governor. 7. CO meter. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat melakukan perawatan/servis engine bensin sesuai ketentuan standar operasi kerja dan K3. kapasitas air. kapasitas air.

4. 2. c. Tes formatif Lakukan pekerjaan Perawatan engine bensin secara berkala sesuai prosedur standar dan prosedur Kesehatan dan keselamatan kerja. Melakukan praktik perawatan/servis engine bensin dengan engine yang ada di bengkel sekolah. e. . Kunci jawaban Berpedoman pada kriteria penilaian praktik pada modul ini dan pada buku manual sesuai yang digunakan untuk praktikum. Laporkan pada guru pembimbing bila sudah menguasai materi untuk dilakukan tes praktik. 3. Lakukan latihan praktik perawatan/servis engine bensin pada engine stand atau pada unit kendaraan yang ada pada bengkel sekolah berulang-ulang sampai benar-benar menguasai materi/trampil. Menerapkan prosedur K3 dalam praktik. Gunakan lembar kerja yang ada pada modul ini untuk pedoman praktik. d. Catatlah dalam buku tugas setiap hasil pemeriksaan dan perbaikan/penyetelan yang dilakukan serta kesimpulan hasilnya.1. 2. bila menggunakan buku manual. Tugas 1. Menggunakan buku manual sesuai engine yang digunakan untuk latihan. 3.

.

Tempat komponen.LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis Engine dan Komponennya. Kompresor udara. 3. : Perawatan Berkala Motor Bensin. ALAT: 1. SST untuk Tune-up. Peralatan tangan standar. Elektrolit baterai jangan sampai kena anggota badan dan pakaian. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya. 2. KESELAMATAN KERJA: 1. . Peralatan Tune-up motor bensin standar. 4. Siswa dapat melakukan pekerjaan perawatan berkala motor bensin. 5. 6. Fender cover. 3. 2. Sub kompetensi TUJUAN: 1.

baut-baut platina. Elektrolit baterai/air baterai. BAHAN: 1. 3. Praktek Tune-up dengan langkah seperti pada manual. 6. Laporkan pada pembimbing bila sudah menguasai materi untuk bersama-sama merencanakan uji kompetensi internal. 3. 5. 4. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. 4. 8. Oli pelumas engine. 2. Catatlah hasil pemeriksaan dan penyetelan komponen pada buku tugas. 2.7. Buku manual sesuai jenis/merek engine yang digunakan. busi. Diskusikan dengan teman atau Tanya pembimbing bila ada yang ragu. Air pendingin. 6. 9. Saringan oli. LANGKAH KERJA: 1. . 7. Kembalikan alat dan bahan seperti semula. Siapkan peralatan dan bahan. Tali kipas. 7. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan. Bersihkan lingkungan kerja seperti semula. Kertas gosok. 5. Kain lap (majun). Ulangi pekerjaan ini sampai benar-benar kompetensi.

BAB III EVALUASI A. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. . a. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes 1 dan Tes 2): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. b. c.

Baterai penyangga. Distributor Pengapian Dapat memeriksa kondisi tutup distributor. . Kriteria Penilaian Praktik NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Sistem Pendinginan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 Dapat memeriksa kondisi dan kapasitas air. kerja governor dan vakum advancer.d. Dapat mengukur tahanan kabel tegangan tinggi. serta dapat menguras dan mengganti air pendingin 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 2 3 4 5 6 7 Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas. kondisi radiator dan slang radiator. kapasitas dan berat jenis elektrolit Dapat memeriksa kapasitas Sistem Pelumasan dan kondisi oli. Dapat memeriksa kondisi Saringan udara dan membersihkan serta mengganti elemen saringan Dapat memeriksa kondisi. tes tekanan sistem dan kerja tutup radiator mengetes. membersihkan dan menyetel busi Kabel tegangan tinggi. memeriksa dan mengganti saringan oli Dapat memeriksa kondisi Busi. kebocoran. busi. memeriksa dan menyetel celah platina.rotor. mengganti oli. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). 2. hubungan dan kondisi terminal. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut.

memeriksa dan menyetel saat pengapian.mengukur dan menyetel katup. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA :««««««««««««« NIS :««««««««««««« NO SOAL NILAI TES 1 NILAI TES PRAKTIK KETERANGAN . 2. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.00 (lulus amat baik/YA). 3. Nilai 8.00 (lulus istimewa/YA). cuk. Nilai 7. Dapat mengukur tekanan kompresi serta menyimpulkan hasilnya Dapat memeriksa dan menyetel trotel. Nilai 9. Mengencangkan baut kepala silinder dan rocker arm.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 memeriksa dan menyetel sudut dwell. Dapat menerapkan K3 dan SOP. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 8 Celah Ktup 9 Tekanan Kompresi 10 Karburator 11 K3 dan SOP CATATAN: 1.00 (lulus baik/YA). waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. pembuka cuk dan menyetel campuran serta putaran idel.pompa akselerasi. Dapat menepatkan timing katup.

putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. karburator.20-001-2 B N II = «««««« CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. vakum advancer. oli. B. tali kipas. baterai. Kunci Jawaban Tes 1 1. Memeriksa kondisi air. saringan oli. kapasitas air. busi. celah katup. pengapian. tutup distributor. 2. membersihkan dan mengganti komponen. menyetel. . celah platina. governor.N1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 RATARATA N2 Nilai = Rata-rata nilai Tes 1 (N1) dikalikan 4 ditambah nilai rata-rata tes praktik (N2) dikalikan 6 kemudian dibagi 10 (4xN1) + (6xN2) N II= 10 NII= Nilai akhir OPKR. rotor. memeriksa. Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan. kabel tegangan tinggi.

Radiator cap tester. BAB IV PENUTUP . vakum advancer. bila menggunakan buku manual. 10. Tacho dan pengukur vakum terpasang dan CO meter posisi NOL siap pakai. tutup radiator dan tali kipas. Timing light. pembuka cuk.3. pompa akselerasi. putaran idel dan campuran idel. CO meter. Engine panas. kapasitas air. 8. governor. Dwell tester. Berat jenis elektrolit. sistem pendingin. komponen engine cepat rusak. Trotel. Trotel membuka penuh. 12. 5. cuk membuka penuh. 11. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. vakum meter. tegangan dan kebocoran elektrolit. 6. perlengkapan tambahan mati. transmisi netral. tenaga kurang. Tes 2 Berpedoman pada criteria penilaian praktik dan buku manual sesuai yang digunakan. Compression Tester. Hydro meter. cuk. Kondisi tutup. rotor. Engine sulit hidup. 9. pengapian tepat. celah platina. Saringan udara terpasang. Radiator tester. terminal-terminal. slang vakum terpasang. Engine pada suhu kerja. Tacho meter. Memeriksa kondisi air. 7. 4. Terminal baterai. suhu air normal. pengapian dan pegas karbon.

(1995). II Pembelajaran A. sebaiknya anda membuat rencana belajar dan mendiskusikan dengan guru/ tutor yang berkaitan dengan modul pemelajaran ini. Toyota Astra Motor. Jakarta: Toyota Motor Corporation Anonim. Sebaliknya bila siswa dinyatakan tidak lulus. Pedoman Reparasi Toyota 2K. Bel. New Step 1 Training Manual.Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Untuk membuat perencanaan kegiatan belajar anda.5K. DAFTAR PUSTAKA Anonim.3K. Anonim. Anonim. (t. 1 Keg. maka siswa tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. maka isilah rencana kegiatan tersebut dalam format berikut ini. Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Tanggal Waktu . 2 Keg. 2 Evaluasi Uji Komp.th. Rencana Belajar Siswa Sebelum anda melanjutkan mempelajari modul ini. Jakarta: PT. Bel. Job Sheet Tune-up Motor Bensin. Posted in ilmu. Jakarta: PT. otomotif Leave a Comment Yogyakarta: SMKN 2 Depok Perbaikan Sistem Rem Apr 21 Posted by 66tech Bab. Jenis Kegiatan Keg. Toyota Astra Motor.4K. (1983). (2003). 1 W Engine Service Training Information.). Bel.

Kendaraan niaga yang besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang antara propeller shaft dan transmisi. Mobil penumpang dan kendaraan niaga yang kecil mempunyai rem parkir tipe roda belakang (rem kaki). stick atau pedal. Mengidentifikasi macam-macam penyetel rem tangan.B. . Uraian Materi 1) Rem Parkir Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan. atau rem parkir ekslusif yang dihubungkan dengan roda-roda belakang. kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan tromol rem dan sepatu yang membangkitkan daya pengereman. Memeriksa. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini. memperbaiki dan menyetel rem tangan. b. Kegiatan Belajar a. Kegiatan Belajar 1 1. Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. diharapkan siswa dapat: 1) 2) 3) Menjelaskan konstruksi dan cara kerja tangan.

yang digunakan bergantung pada design tempat duduk pengemudi dan sistem kerja yang dikehendaki.2) Cara Kerja Mekanisme kerja (operating mechanism) pada rem parkir pada dasarnya sama untuk tipe rem parkir belakang dan tipe center brake. Tuas intermediate (intermediate lever) dipasang untuk menambah daya pengoperasian. Ada beberapa tipe tuas rem parkir seperti diperlihatkan di bawah ini. Tuas rem parkir dilengkapi dengan ratchet utnuk mengatur tuas pada suatu posisi pengetesan. Tuas fortuna rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi dengan menarik tuas rem parkir maka rem bekerja melalui kabel yang dihubungkan dengan tuas. dibagian tengah kabel diberi equalizer untuk menyamakan daya kerjanya tuas pada kedua roda-roda. Kabel rem parkir memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub-assembly. dengan demikian penyetelan jarak tuas dapat dengan mudah distel. Pada rem parkir roda belakang. 3) Body Rem Parkir a) Rem Parkir Tipe Roda Belakang . Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelannya dekat dengan tuas rem.

Cara kerjanya sama dengan tipe rem parkir seperti pada tromol rem. b) Tipe Center Brake Tipe center brake ini banyak digunakan pada kendaraan komersil. atau pada piston pada mobil yang menggunakan disc brake.Bodi rem parkir dikelompokkan menjadi dua tipe structural bergantung pada andilnya tromol rem atau piringan rem (rem kaki) atau komponen rem yang terpisah. y Tipe rem parkir deveted Pada tipe rem parkir ini. gerakan tuas menyebabkan poros tuas (lever shaft) berputar menyebabkan spindle menggerakkan piston. Hubungannya dilakukan secara mekanik dihubungkan pada sepatu rem pada kendaraan yang mempunyai tromol rem. y Kendaraan dengan rem piringan Dalam tipe rem parkir ini. Tipe ini salah satu dari tipe rem tromol tetapi dipasang antara bagian belakang transmisi dan bagian depan propeller shaft. tromol rem parkir terpisah dari rem piringan belakang. Tipe rem ini bekerjanya sama dengan rem parkir tipe sharing pada kendaraan yang menggunakan rem tromol. Pada tempat yang menurun. sepatu rem akan mengembang oleh tuas sepatu rem dan shoe strut (lihat gambar). Pada rem parkir tipe center brake ini daya pengeremannya terjadi pada saat sepatu rem yang diam ditekan dari bagian dalam terhadap tromol yang berputar bersama out put shaft transmisi dan propeller shaft. Kabel rem parkir dipasang pada tuas sepatu rem dan daya kerja dari tuas rem parkir dipindahkan melalui kabel rem parkir ke tuas sepatu rem. pad terdorong menekan rotor piringan (disc rotor). Seperti pada gambar di bawah. mekanisme rem parkir disatukan dalam caliperr rem piringan. Hasilnya. 4) Memperbaiki Rem Tangan Masalah yang biasa terjadi pada rem tangan adalah ketika memarkir kendaraan. Pad menjadi aus dan langkah rem parkir akan bertambah dengan alasan ini. y Pelayanan Rem Tipe Sharing (Rem Kaki) Tipe rem parkir ini digabungkan dengan rem kaki. kendaraan masih juga bergerak. maka dilengkapi mekanisme penyetelan otomatis pada mekanisme rem parkir untuk menjaga langkah spindle agar tetap konstan setiap waktu. seperti pada gambar. Hal umum sebagai penyebab masalah pengereman di antaranya adalah: . y Kendaraan dengan tromol rem Pada tipe rem parkir ini.

Silinder roda 3 dan 9: pegas pengembali 4. c) Penyetelan kurang tepat. b. d) Jarak bidang pengereman antara kanvas rem/ pad dan tromol/ cakram terlalu besar. dapat juga dilakukan penyetelan di bagian penyama (equalizer) di bagian bawah kendaraan. b. Atau bilamana masih baik. melalui pemutaran bintang (star) penyetel yang ada dalam tromol. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan. Gambar tempat perbaikan rem tangan d. lakukan penyetelan pada baut penyetel yang ada di tuas.a) Kawat penarik telah mulur/ kendor atau karat. Oleh karena itu. c. gantilah kawat beserta kelengkapannya. a. yaitu: a. Mur penyetel dengan penghubung berulir 5 dan 11: Penahan 6. sebelum kegiatan perbaikan. pada rem tromol dengan penyetel otomatis. Pastikan seluruh komponen berada pada kondisi normal dan dapat digunakan dengan baik. Tuas penyetel 2. Periksa gerakan tuas rem dengan cara menarik sampai kedudukan pengerem. b) Tempat sambungan kendor atau karat. Bila tarikan kawat melebihi spesifikasi karena setelan. pemeriksaan terhadap komponen dan cara kerjanya harus dilakukan. berikanlah pelumasan jika masih memungkinkan. lakukan perbaikan dan penyetelan. Posisi tuas rem yang benar biasanya setengah dari keseluruhan gerakan tuas. 1. dan terdengar suara ³klik´ sesuai spesifikasi. Sedangkan. jarak bidang pengereman telah dijamin oleh penyetel otomatis. Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem tromol tanpa penyetel otomatis. Bilamana tarikan kawat rem tidak lancar. Tuas rem parkir 7 dan 10: Sepatu rem . Bilamana tarikan kawat melebihi spesifikasi karena kawat mulur. sedangkan kerja rem tidak memperoleh hasil yang memuaskan.

apabila celah sepatu pada keempat rodanya tidak sama pada semua roda-rodanya. menggunakan sekrup penyetel (3) apabila dilakukan. kanvas) Kelancaran jalan kabel rem tangan yang berbeda. Kalau kondisi rem baik. roda masih harus dapat berputar bebas Kontrol Kesamaan Kerja Rem Kanan dan Kiri Tarik tuas tangan. hambatan gesek sama pada kedua roda. rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. Tarik penuh. Rangkuman . c. sampai rem tangan mulai berfungsi. penyetelannya bekerja secara otomatis. sampai roda tak dapat diputar.8. Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem cakram. Bila celah antara tromol dan kanvas terlalu kecil. pengereman. hal itu terjadi dalam waktu bersamaan pada kedua roda. maka kendaraan akan tertarik ke salah satu arah atau roda belakang kendaraan akan seperti ekor ikan (yang mengibas ke kanan dan ke kiri). Tarik tuas rem tangan lagi. gigi per gigi. Penyetelan Rem Tangan Stel pada bagian penyetel sampai tercapai keadaan sesuai dengan gambar-gambar di bawah ini. tuas rem (2) karena tarikan kabel rem akan menekan piston beserta padnya melawan cakram dengan baik. Kalau rem tangan berfungsi dengan baik. penting sekali untuk menyetel secara tepat celah antara tromol dan kanvas sesuai spesifikasi yang dianjurkan dan melakukan perawatan setiap saat. gerak batang 10 ± 20 gigi Kontrol: tarik 3 gigi. Celah Sepatu Rem Celah antara tromol dan kanvas yang besar akan menyebabkan kelambatan pada pengereman. Ketidaksamaan kerja rem dapat berasal dari: Nilai gesekan yang berbeda (tromol. Mur penahan sepatu rem e. Pada beberapa tipe rem. sedangkan untuk tipe lainnya celahnya harus dilakukan secara terbuka. roda masih harus dapat berputar bebas Tarik penuh. Untuk mencegah kejadian ini. Jangkar (Anchor) 12. gigi per gigi. Begitu juga. gerak tuas harus 3 ± 7 gigi Kontrol: tarik 1 gigi.

? Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan. stick atau pedal. 5. ? Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. Tugas Amati sistem rem parkir dan komponen pengoperasian yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif. Test Formatif Jelaskan fungsi rem parkir pada mobil! Sebutkan hal-hal yang menyebabkan kendaraan masih bergerak pada waktu di parkir pada tempat yang menurun! 3. 4. Jelaskan fungsi tuas intermediate (intermediate lever)! Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem parkir! Sebutkan 3 type tuas rem parkir yang banyak dipergunakan pada mobil! Perhatian Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya. Jelaskan cara kerja sistem tersebut dengan disertai gambar! e. 1. kabel atau type mekanisme batang (rod). . 2. tromol rem dan sepatu rem. cocokanlah jawaban anda dengan yang termuat pada halaman berikut. ? Body rem parkir dikelompokkan menjadi 2 type: § Type sharing § Type deveted ? Hal-hal yang menyebabkan masalah pada pengereman: § Kawat penarik molor/ kendur § Tempat sambungan kendur § Penyetelan kurang tepat § Jarak pengereman kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar d.

Diskusikan dengan Tutor Anda. 2. Kunci Jawaban Formatif Fungsi rem parkir untuk memarkir kendaraan agar tidak bergerak. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem tangan Membedakan bermacam-macam sistem penyetel. stick/pedal. a) b) c) Type Tuas Type Stick Type Pedal Perhatian 1.f. Apakah Anda puas dengan jawaban Anda. a) b) Kawat penarik kendor Tempat sambungan kendor/ karat c) Penyetelan kurang tepat d) Jarak bidang pengereman antara kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar. jika belum catat bagian yang Anda tidak puas. tromol rem dan sepatu rem. Tuas rem. Untuk menambah daya pengoperasian. g. 1. 3. Bila puas lanjutkan dengan kegiatan berikutnya. 2. kabel. . 1. 2.

. 3.3. Alat dan Bahan Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) i) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Kunci momen Mobil VET a) Kan oli/ Oil can j) Lap 2. Keselamatan Kerja § Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. agar tidak terjadi kesalahan dalam penyetelan. § Jangan menyetel rem yang panas. § Lakukan prosedur: o Memeriksa fungsi rem tangan o Membedakan bermacam-macam sistem penyetel o Menyetel rem tangan § Mintalah penjelasan pada instruktur hal yang belum jelas § Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. Menyetel rem tangan 1. Langkah Kerja § Siapkan alat dan bahan praktek.

memeriksa. Komponen-Komponen Rem Tromol 1. Uraian Materi 2 Rem Tromol Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda. Karena self ± energizing efect ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangkan sepatu.4. 4. Kegiatan Belajar 2 a. Tromol rem (Brake drum) . 3. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan-kegiatan ini diharapkan siswa dapat: 1. Backing plate Silinder roda (Wheel cylinder) Sepatu rem dan kanvas (Brake shoe and lining) 4. Tugas § Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Memeriksa saluran dan slang rem Membongkar. 2. memperbaiki dan menyetel sistem rem tromol. 2. b. 5. memeriksa dan memperbaiki silinder master dan silinder roda Membongkar. kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang relatif kecil. Menyebutkan komponen-komponen rem tromol Mengontrol fungsi penguat tenaga rem (booster) 3.

Koefisien tersebut sedapat mungkin tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan turun naiknya temperatur dan kelembaban yang silih berganti. Bila timbul tekanan hidraulis pada master cylinder maka akan menggerakkan piston cup.y Backing Plate Backing plate dibuat dari baja press yang dibaut pada axle housing atau axle carrier bagian belakang. Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda. Piston akan menekan kearah sepatu rem kemudian bersama-sama menekan tromol rem. maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik sepatu rem . Bleeder plug disediakan pada silinder roda gunanya untuk membuang udara dari minyak rem. Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk menggerakkan kedua sepatu rem yaitu satu piston untuk setiap sisi silinder roda. y Sepatu Rem dan Kanvas Rem Sepatu rem (brake shoes) seperti juga tromol (drum) memiliki bentuk setengah lingkaran. Apabila rem tidak bekerja. y Silinder Roda Silinder roda (wheel cylinder) terdiri dari beberapa komponen seperti terlihat pada gambar di sebelah kanan. Karena sepatu rem terkait pada backing plate maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate. Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeliling (pada kendaraan besar) atau dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan tromol. Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus serta harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja. sedangkan sistem yang lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya satu sepatu rem. Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran .

sobek dan keras harus diganti . plastik dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu. y Tromol Rem Tromol rem (brake drum) umumnya terbuat dari besi tuang (gray cast iron) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini. bila sudah menonjol dapat ditarik keluar) Pemeriksaan Bersihkan semua komponen dalam air Jika korosi ringan dapat dihoning Jika korosi berat harus diganti Periksa ulir-ulir baut Periksa sil Jika keadaan rusak. maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu setinggi 200 0 C sampai 3000C. Tromol rem ini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa bersentuhan dan berputar bersama roda. Melepas dan Membongkar Silinder Kosongkan tabung reservoir (dengan penyedot) Lepaskan pipa-pipa tekanan Lepaskan master dari booster Lepaskan tabung reservoir dari silinder master (dengan menarik perlahan-lahan) Lepaskan baut penyetop torak 2 sekunder piston (tekan torak dalam-dalam dan lepaskan baut penyetop) Lepaskan ring penjamin (snap ring) dengan menekan torak dan melepas snap ring. lead. Keluarkan torak 1 dan 2 (ketok pada dua balok kayu beri alas kain.fiber metalic dengan brass. Ketika kanvas menekan permukaan bagian dalam tromol bila rem bekerja.

Periksa kebocoran pada sil sekunder. Setelah halus. Jika torak korosi atau pecah harus diganti.! Jangan memutar honing di luar silinder master«!!! Pemeriksaan Kebocoran pada Silinder Master Periksa kebocoran pada sambungan pipa rem dan reservoir. Perbaikan Memperbaiki silinder master korosi Dihoning dengan alat honing (menggunakan bor tangan) Saat menghoning silinder dilumasi dengan air. kaku dan lemah harus diganti. bersihkan dengan udara kompresor. Catatan: Toleransi diamter silinder master + 1 mm. Putaran honing = 1000 rpm Awas«. . Jika ujung silinder dan kelilingnya basah oleh cakram rem.(Catatan: Pada setiap pembongkaran sebaiknya sil-sil diganti dengan yang baru) Periksa torak dan pegas Jika pegas korosi. silinder harus dioverhaul atau diganti.

Lepas tromol hanya pada rem yang sedang diperiksa. katup anti-balik pada penguat tenaga harus dibersihkan/diganti. Jika peda akan terdorong kembali. Periksa hal tersebut.Jika mobil dilengkapi dengan penguat tenaga rem (booster). agar torak-toraknya tidak tertekan keluar. Jika terdapat kebocoran. Juga sewaktu roda depan dalam posisi terbelok. ujung silinder tidak dapat diperiksa tanpa melepas silinder. lepas slang vakum penguat tenaga rem dan cium slang tersebut. kedua kanvas ditahan dengan obeng. Jika ada cairan rem di dalam penguat tenaga rem. Torak-torak pada silinder rem yang diperiksa harus bergerak keluar tampa ada kebocoran di silinder roda. pada saat motor mati. sil sekunder bocor. slang harus diganti. Tromol roda-roda lain harus terpasang. Hidupkan motor sewaktu pedal rem ditekan. Jika permukaannya retak atau tergores. Kontrol Fungsi Penguat Tenaga Rem (Booster) Kontrol ini harus dilaksanakan. . Pemeriksaan Saluran dan Slang Rem - Periksa pipa-pipa rem. Pada tahap ini pedal tidak boleh ada reaksi. Kalau penguat tenaga berfungsi. pipa rem harus diganti. Matikan motor sewaktu pedal rem ditekan. selama tahap tersebut. Perhatikan pada pemasangan slang rem. pedal akan menurun sedikit. Periksa juga di sekeliling flens silinder master pada penguat vakum. jangan bersinggungan dengan roda. lepas silinder pada flensnya untuk pemeriksaan pada sil sekundernya. alat tersebut harus dibersihkan/dioverhaul. Tekan pedal rem beberapa kali. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Periksa slang-slang rem. Jika berbau cairan rem. semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul. Apabila bocor atau berkarat keras. Untuk itu. kalau pedal rem harus ditekan keras sekali untuk mencapai perlambatan/ pengereman mobil yang cukup. Jika basah oleh cairan rem. Pemeriksaan Fungsi Rem Tromol Periksa apakah silinder rem macet.

Maka permukaan harus dibersihkan denga kertas gosok. lihat juga bagian dalam karet pelindung debu silinder rem. semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul atau diganti baru. Tidak perlu digosok. Periksa kebocoran pada silinder rem. Penyetelan Sepatu Rem . nilai gesekannya kurang. Bila berwarna abu-abu sampai hitam. atau berkarat. Kebocoran dapat dilihat pada piringan rem dan pada poros aksel yang basah karena oli. Dilarang menggunakan angin. kanvas harus diganti baru. 5. Jika kurang dari 1. Jika ada.5 mm atau keling kanvas sudah tercoret. Pengunci sepatu Kedudukan pegas Kedudukan ujung sepatu - Periksa tebal kanvas. Permukaan kanvas yang kotor karena oli aksel atau cairan rem biasanya diganti baru. Sil yang bocor harus diganti baru.Periksa permukaan gesek pada tromol rem. Kedudukan pegas Pemasangan batang penghubung 4. Untuk memeriksa kebocoran. 3. Pemeriksaan/ Pembersihan Bagian-bagian Rem Tromol Bersihkan bagian-bagian rem dengan kuas atau sikat. Periksa permukaan kanvas. - Periksa kebocoran pada sil poros aksel (hanya pada aksel rigid dengan penggerak roda). 6. Kalau permukaannya keras dan berkilat. pakai air sabun jika kotor keras. Periksa kondisi dan pemasangan bagian pengikat sepatu rem: 1. Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal. atau lebih baik dengan dibubut/ digerinda. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang normal. nilai geseknya kurang. Kedudukan ujung sepatu 2.

1. jangan sampai bersinggungan dengan roda. d. e. tetapi sering lebih sederhana dengan alat khusus atau obeng yang dibengkokkan sesuai dengan keperluan. 2. roda harus terpasang dengan posisi lubang pelg pada lubang tromol. tromol tertekan teratur pada flensnya) Penyetelan rem biasanya dapat dilakukan melalui lobang paa piringan rem. Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh kanvas rem? 4. roda harus dipasang untuk mendapat hasil penyetelan yang baik. ? Pada waktu pemasangan selang rem. Juga ada mobil dengan lubang penyetel pada tromol (misal: VW. Pada sistem ini. Rangkuman ? Komponen-komponen rem tromol: § Backing plate § Silinder roda § Sepatu rem dan kanvas § Tromol rem ? Kanvas rem harus dapat menahan pana dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Lubang-lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet. Apa fungsi bleeder plug pada silinder roda? . c. Suzuki).Pada sistem pengingkatan tromol dengan flens. mobil selalu bergerak ke arah kiri. Test Formatif Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem tromol! Apa akibatnya apabila celah antara tromol dan kanvas terlalu besar dan terlalu kecil? 3. (Jika roda tidak terpasang. Penyetelan dapat dilakukan dengan obeng. Tugas Apa analisis Anda dan apa yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan di bawah ini: Seorang pengemudi mengeluh saat kecepatan mobil tinggi kemudian direm.

Backing plate b. Kunci Jawaban Formatif 1. Tahan panas dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi.5. 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol 1. Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat sepatu rem? F. a. Lembar Kerja 1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol. 5. Celah yang kecil menyebabkan rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. 4. Untuk membuang udara dari minyak rem. Pelat baja. Silinder roda c. Tromol rem 2. g. 3. Alat dan Bahan a) Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Alat cuci (air) Sikat baja Pistol udara . Celah yang besar menyebabkan kelambatan pada pengereman. Sepatu rem dan kanvas rem d.

i)

Kunci momen j) Mobil

k) l)

Kertas gosok Kan oli

m) VET dan lap 2. Keselamatan Kerja a) b) Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. Dilarang membersihkan rem dengan angin, debu asbes dari kanvas beracun. 3. Langkah Kerja a) Siapkan Alat dan Bahan Praktek b) Lakukan prosedur:

1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur hal-hal yang belum jelas

Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. 4. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Kegiatan Belajar 3 a) Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat: 6. Menyebutkan komponen-komponen rem cakram. 7. Menyebutkan jenis-jenis kaliper.

8.

Membongkar, memeriksa, memperbaiki dan menyetel rem cakram. a. Uraian Materi Rem Cakram

Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat besi tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini disc pad) yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara pad dan cakram (disc).

Karakteristik dari cakram hanya mempunyai sedikit aksi energi sendiri (self± energizing action), daya pengereman itu sedikit dipengaruhi oleh fluktuasi koefisien gesek yang menghasilkan ke stabilan tinggi. Selain itu karena permukaan bidang gesek selalu terkena udara, radiasi panasnya terjamin baik, ini dapat mengurangi dan menjamin dari terkena air. Rem cakram mempunyai batasan pembuatan pada bentuk dan ukurannya. Ukuran disc pad agak terbatas, dan ini berkaitan dengan aksi self± energizing limited. Sehingga perlu tambahan tekanan hidraulis yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efisien. Juga pad akan lebih cepat aus dari pada sepatu rem tromol. Tetapi konstruksi yang sederhana mudah pada perawatannya serta penggantian pad.

Komponen-Komponen Rem Cakram
y

Piringan

Umumnya cakram atau piringan (disc rotor) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) berlubang-lubang untuk ventilasi.

Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, kedua-duanya untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama.
y

Pad Rem

Pad (disc pad) biasanya dibuat campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi. Tipe ini disebut dengan ³Semi Metalic disc pad´. Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diizinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. Pada beberapa pad. Penggunaan metallic plate (disebut dengan anti-squel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi saat berlaku pengereman. Jenis-Jenis Kaliper Caliper juga disebut dengan cylinder body, memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana minyak rem disalurkan ke silinder. Caliper dikelompokkan sebagai berikut menurut jenis pemasangannya: Ä Tipe Fixed Caliper (Double Piston) Caliper dipasangkan tepat pada axle atau strut. Seperti digambarkan di bawah ini, pemasangan caliper dilengkapi dengan sepasang piston. Daya pengereman didapat bila pad ditekan piston secara hidraulis pada kedua ujung piringan atau cakram. Fixed caliper adalah dasar disain yang sangat baik dan dijamin dapat bekerja lebih akurat. Namun demikian radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada antara cakram dan velg, menyebabkan sulit tercapainya pendinginan. Untuk ini membutuhkan penambahan komponen yang banyak. Untuk mengatasi hal tersebut jenis caliper fixed ini, sudah jarang digunakan.

Ä Tipe Floating Caliper (Single Piston) Seperti terlihat pada gambar piston hanya ditempatkan pada satu sisi kaliper saja. Tekanan hidraulis dari master silinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram). Pada saat yang sama tekanan hidraulis menekan sisi pad (reaksi B). ini menyebabkan kaliper bergerak ke kanan dan menjepit cakram dan terjadilah usaha tenaga pengereman. Caliper tipe floating dapat digolongkan sebagai berikut: 1) Tipe Semi-Floating à Tipe PS

2)

Tipe Full-Floating à (Tipe F, Tipe FS, Tipe AD dan Tipe PD)

Caliper tipe semi±floating menerima tenaga pengereman yang dibangkitkan pad bagian luar. Pada caliper tipe full±floating, kemampuannya pengeremannya dibangkitkan oleh kedua pad dengan troque plate. Caliper floating banyak digunakan pada kendaraan penumpang modern. Susunan Rem Cakram Jenis Kaliper Luncur 1. Kaliper Luncur 2. Rangka Tetap 3. Balok Rem (Pad) 4. Batang Pengantar 5. Busing Pengantar Pembongkaran Lepas baut pengunci kaliper 6. Tabung Pengantar 7. Baut Pengantar 8. Karet Pelindung Kotoran 9. Klip

Angkat kaliper dan keluarkan balok-balok rem

Pemeriksaan

-

Periksa kondisi balok rem. Jika kanvas mulai lepas dari plat dudukannya atau jika tebal kanvas kurang dari 2 mm, balok rem harus diganti baru.

Periksa kondisi cakram. Cakram yang berkarat atau hitam pada permukaan gesek, harus digerenda atau diganti baru. Permukaan gesek cakram yang beratur tidak mempengaruhi fungsi rem. Cakram dengan tebal yang kurang harus diganti baru

Tebal baru = 7 ± 12 mm, tebal minimal biasanya tebal baru dikurangi 1 mm.

Periksa fungsi torak. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Pada waktu pedal ditekan, torak harus bergerak keluar. Jika torak macet, kaliper rem harus dioverhaul. Untuk mengembalikan posisi torak, pakai alat penekan khusus atau tang pompa air.

Pada waktu itu cairan rem yang penuh pada reservoir harus dikurangi, untuk menghindari tumpahan cairan rem. Jika menggunakan tang pompa air, perhatikan karet pelindung debu. Karet pelindung yang robek harus diganti baru. Jangan menekan pedal beberapa kali, torak dapat keluar/ lepas. Kaliper kedua harus terpasang atau dipres dengan sebuah klem C. Periksa busing batang dan tabung penghantar. Pasang

kaliper pada kerangka, keraskan baut pengikatnya. Kaliper harus dapat bergerak ke kanan dan ke kiri dengan baik. Jika gerakannya berat atau macet, maka busing batang dan tabung pengantar harus diperbaiki. Pembongkaran Melepas rem luncur Lepaskan kaliper dengan melepas batu pemegangnya. Keluarkan pad dari dudukannya.

Lepaskan pemegang kaliper (Perhatikan pin pengunci pada baut pengantar) Mengeluarkan piston dari kaliper Keluarkan karet penutup. Awas ring pengunci penahan. Keluarkan piston dengan udara tekan (kompresor)

-

Hadapkan piston ke lantai/ meja kerja agar tidak membahayakan.

Keluarkan sil piston dengan obeng. (Awas jangan sampai menggores silinder kaliper)

Bersihkan semua komponen kaliper rem luncur dengan air (bila perlu dengan sabun) Awas jangan menggunakan oli, bensin atau solar.

Pemeriksaan Periksa semua komponen kaliper rem luncur. Periksa cakram kaliper rem luncur

A = Kerusakan kecil masih dapat diperbaiki (dibubut) B = Kerusakan keras (sebaiknya diganti) C = Kerusakan miring rusak (harus diganti) Perbaikan Silinder kaliper rem luincur Silinder yang tergores dan korosi berat harus diganti!

Jika korosi ringan dapat dihoning hingga korosi hilang dari permukaan silinder.

(Gunakan air pada saat menghoning, Awas«! Jangan menghoning berlebihan. Alat honing tidak boleh diputar di luar silinder) Piston kaliper rem luncur Karet penutup yang rusak (keras mengembang atau sobek) harus diganti. Seal piston harus diganti.

Piston yang rusak/ korosi berat harus diganti.

Jika korosi ringan dapat dibersihkan dengan amplas halus.

Cakram kaliper rem luncur Cakram harus diganti jika tebal di bawah batas limit (kurang dari 1 mm) dari tebal stadart.1 à lihat manual) Pad kaliper rem luncur Pad yang mengeras harus diganti dengan yang baru. Batas limit 0. c. Komponen lainnya yang rusak/ korosi berat juga harus diganti. Rangkuman ? Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram (disc). à Dudukkan dial indikator pada bagian yang tetap (suspensi/ chasis) b.(Awas«! jangan mengamplas berlebihan. 1. Tugas Amati sistem rem cakram dan komponen pengoperasiannya pada mobil yang ada di bengkel otomotif kemudian jelaskan cara kerjanya. ? Untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama maka pada piringan dibuat berlubang. ? Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diijinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. d. Test Formatif Sebutkan komponen utama rem cakram! . Ganti pad jika ketebalan di bawah batas limit (2 mm) Pad yang berdebu dibersihkan dengan udara tekan Pemegang kaliper Jika pemegang kaliper rusak atau korosi berat harus diganti dengan yang baru. Run out cakram maksimum 0.1 mm jika lebih dapat dibubut kembali hingga batas limit ketebalan cakram. Cakram tegak memanjang sebaiknya diganti.

Menjamin pendinginan yang baik. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem cakram Memelihara kondisi balok rem. 2. mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang serta tahan lama. 5. Kunci Jawaban Formatif a. Berkurangnya koefisien gesek antara sepatu rem dan pad karena terkena air/ basah. Calliper 2. f. Campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi Type solid. 1. 3. 3. cakram dan kaliper. 4. type ventilasi dan type solid dengan tromol. Pad rem c.2. Sebutkan 3 type piringan yang digunakan pada mobil! e. Alat dan Bahan a) Pengangkat mobil b) Penyangga c) Kunci roda d) Kotak alat e) Sikat baja f) Mistar sorong . 4. 1. Piringan (Disc Rotor) b. Apa yang dimaksud dengan water fading? Jelaskan tujuan cakram dibuat berlubang! Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat pad rem! 5. 3. Membersihkan cakram 1.

3. Keselamatan Kerja a) b) Pemasangan penyangga mobil harus baik. 4. Langkah Kerja a) Siapkan alat dan bahan praktek b) Lakukan prosedur 1) Memeriksa fungsi rem cakram 2) Memeriksa kondisi balok rem. Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. otomotif Leave a Comment Perbaikan Ringan Pada Rangkaian_Sistem Kelistrikan Apr 21 . Hindarkan cat mobil dari cairan rem. cakram dan kaliper 3) Membersihkan cakram c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal-hal yang belum jelas. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! Posted in ilmu. jika terjadi tumpah langsung dibersihkan dengan air.g) Lampu kerja h) Kunci momen i) Mobil dengan rem cakram j) Cairan rem k) Kertas gosok l) VET temperatur tinggi 2.

C. Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. penggantian sekering dan bohlam. Kegiatan belajar 4. kegiatan belajar 5. dan diakhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi. kegiatan belajar 2. Perbaikan rangkaian kabel. perbaikan rangkaian kabel dan conector. PRASYARAT Sebelum mempelajari modul ini diharapkan siswa telah berhasil mencapai kompetensi tentang Pengujian. Uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indikator penguasaan materi. Pemeliharaan/Servis dan Penggantian Baterai kode OPKR 50-001 B. B. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada. I PENDAHULUAN A. materi. dilanjutkan test formatif. Mengganti sekering dan bohlam. pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU. sedangkan uji praktik dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. kegiatan belajar 3. Modul ini disusun dalam 5 kegiatan belajar yaitu: Kegiatan belajar 1.Posted by 66tech BAB. Dasar listrik. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan pada ECU. Setiap kegiatan belajar berisi tujuan. Perbaikan conector. jawaban test kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. DESKRIPSI Modul Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dengan kode OPKR 50-002 B berisi materi dan informasi tentang dasar listrik. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui kompetensi siswa. Uji teoritis siswa menjawab pertanyaan pada soal evaluasi. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL .

Bila anda merasa siap mintalah guru/intruktur untuk menguji kompetensi anda. e. f. bila ada uraian yang kurang tanyakan pada guru/instruktur. sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja. alat. Petunjuk Bagi Guru/Istruktur Guru/intruktur bertindak sebagai fasilitator. motivator. b. klarifikasi hasil jawaban pada lembar jawaban yang ada. TUJUAN AKHIR Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi: . Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar. d. c. b. sebelum membaca modul lebih lengkap. Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat. organisator dan evaluator. Lakukan latihan dengan cermat. memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa. D. Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa. Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul. berlatih keterampilan. dan mencapai kompetensi dengan sempurna c. d. 2. teliti dan hati-hati. training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai. bahan. Kerjakan setiap tes formatif pada setiap kegiatan belajar. Petunjuk Bagi Siswa a. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar. g. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja yang ada. Fasititator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi.1. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai. Jadi guru/intruktur berperan: a. untuk mengetahui seberapa besar pemahaman anda terhadap materi yang disampaikan.

1. KOMPETENSI KOMPETENSI: Melakukan Perbaikan Ringan pada Rangkaian/Sistem Kelistrikan KODE B KOMPETENS I : OPKR 50-002B LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA SIKAP N N R 1. Mengukur tegangan. Merangkai hubungan seri. dapat berfungsi n dan proses § Informasi yang pengujian penyambung § Pengukuran normal tanpa benar di-akses kelistrikan an kabel kelistrikan dan adanya kerusakan dari spesifikasi . 2. tifikasi n diuji tanpa sistem ke. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU. pada komponen prosedur pabrik dan pengujian. elektronik komponen sistem kelistrikan n. pengukura teliti dalam hingga sistem perbaikan. § Jenis pengujian kerusakan § Persyaratan sistem/komponen § Tes/pengujian sistem kekeselamatan ke-listrikan dilakukan untuk listrikan kendaraan. menentukan dan kesalahmetoda § Prosedur untuk § Mengidentifikasi KRITERIA KINERJA . tahanan dan arus 3. E. parallel dan gabungan . Melakukan perbaikan konektor.penggunaan memeriksa dan kesalahan menyebabkan listrikan alat ukur § Prinsip-prinsip mengu-kur sistem/kompone kerusakan otomotif. Menguji dan § § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Melepas. mengidenSistem/kompone kerja teliti dalam undang K 3 membongkar. 4. Melakukan perbaikan pengkabelan 6. terhadap kelistrikan serta komponen atau § Prosedur § Cermat dan merakit kembali § Prosedur sistem lainnya. § Melaksanakan dipahami. Mengganti sekering dan bohlam 5.

KRITERIA KINERJA MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N menghindari kesalahkerusakan pada an/kerusakan ECU (Electrical sistem/ komponen Control Unit) = untuk menenunit pengontrol tukan perbaikan listrik.B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R an/kerusakan perdengan meng. Perbaikan § Perbaikan § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Memperbaiki ringan pada ringan pada kerja teliti dalam undang K 3 rangkaian kabel rangkaian kabel. peralatan dan teKnik yang § Standar sesuai. prosedur keselamat § -an kerja. rang-kaian kabel sistem penggunaan sistem kelistrikan dilaksanakan kelistrikalat ukur § Prinsip-prinsip serta merakit dengan tanpa an elektronik kembali hingga kelistrikan menyebabkan otomotif. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan.baikannya gunakan . 2. undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). sistem dapat kerusakan berfungsi normal § Cermat dan § Prosedur terhadap kompo. nen atau sistem pengukura kerusakan pada proses komponen n dan penyambung § Pengukuran .§ Prosedur teliti dalam tanpa adanya perbaikan. yang di-perlukan § Seluruh kegiatan pengujian dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). Mengidentifikasi kesalahan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

§ Informasi yang benar di-akses dari spesifikasi § Jenis pabrik dan kerusakan dipahami. kerja KRITERIA KINERJA § Seluruh kegiatan perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). . penyetelan dilaksanakan dengan § Standart menggunakan prosedur per-alatan. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan. § Persyaratan keselamatan kendaraan. tehnik keseladan material matan yang sesuai. sistem kelistrikan dan § Perbaikan yang metoda diperlukan. undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). pengujian kelistrikan .B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R lainnya. § Prosedur untuk menghindari kerusakan pada ECU (Electrical Control Unit) = unit pengontrol listrik. MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP an kabel PENGETAHUA KETERAMPILA N N kelistrikan dan prosedur pengujian. perpenggantian komponen dan baikannya .

Cek Kemampuan SubKompetensi 1. tahanan dan arus 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 2. arus dan tegangannya 4) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian seri 5) 6) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian paralel Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak Test Form Test Form . Dasar Listrik § Merangkai hubungan seri. arus dan tegangannya 2) Saya dapat merangkai paralel dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. arus dan tegangannya 3) Saya dapat merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen dan menentukan tahanan.F. parallel dan gabungan Pernyataan Saya dapat menggambarkan struktur benda dan electron bebas dengan benar Saya dapat menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar Saya dapat menjelaskan teori aliran listrik dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan Hukum Ohm dengan benar Saya dapat menjelaskan daya listrik dengan benar 1) Saya dapat merangkai seri dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. Dasar Listrik § Mengukur tegangan.

Perbaikan rangkaian kabel 1) 2) 3) Test form . Penggantian sekering dan bohlam 1) 2) 3) Saya dapat menjelaskan prosedur menghindari kerusakan ECU.SubKompetensi Pernyataan Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak kombinasi 3. Memeriksa 1) saya dapat menyebutkan tiga type gangguan pada kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan rangkaian/system kelistrikan dan 2) Saya dapat menjelaskan penyebab nilai tahanan prosedur menghindari dalam rangkaian menjadi bertambah kerusakan ECU 3) Saya dapat menyebutkan peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian 4) 5) Saya dapat menggunakan jumper wires Saya dapat menggunakan tes lamp Test form 6) Saya dapat menyebutkan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper 7) 4. Saya dapat membedakan sekering type blade dan catridge Saya dapat menunjukkan kondisi sekering yang baik Saya dapat membaca kapasitas dari sekering 4) 5) 6) Saya dapat mengganti sekering putus Test form Saya dapat membedakan bohlam putus dan bohlam baik Saya dapat membaca daya dari bohlam 7) Saya dapat mengganti bohlam Saya dapat menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan Saya dapat mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel Saya dapat menentukan ukuran kabel yang 5.

Mintalah paraf guru/instruktur sebagai tanda persetujuan terhadap rencana belajar anda. silakan konsultasi dengan guru/instruktur untuk menentukan jadwal sesuai tingkat kesulitan. RENCANA BELAJAR Rencanakan kegiatan belajar anda dengan baik.SubKompetensi Pernyataan digunakan 4) 5) 1) 2) Saya dapat menjelaskan metode memperbaiki kabel Saya dapat menyambung kabel dengan benar Saya dapat menyebutkan macam konnkctor Saya dapat melepas dan memasang konnktor 3) 4) Saya dapat memelihara konnektor Saya dapat mengganti konnektor Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak 6. II PEMBELAJARAN A. Perbaikan connector Test form BAB. Jenis Kegiatan Dasar Listrik Memeriksa rangkaian kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU Mengganti sekering dan bohlam Perbaikan rangkaian kabel Perbaikan konektor Uji Kompetensi Tgl Waktu Tempat Alasan Paraf Perubahan Guru . berdasarkan hasil cek kemampuan awal yang telah anda lakukan.

Dasar Listrik a. Uraian Materi . KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. 10) Menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar 11) Menjelaskan teori aliran listrik dengan benar 12) Menjelaskan arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar 13) Menjelaskan tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 14) Menjelaskan tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 15) Menjelaskan Hukum Ohm dengan benar 16) Menjelaskan daya listrik dengan benar 17) Merangkai seri dua atau lebih kompenen kelistrikan 18) Merangkai parallel dua atau lebih kompenen kelistrikan 19) Merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen kelistrikan 20) Menjelaskan karakteristik rangkaian seri 21) Menjelaskan karakteristik rangkaian paralel 22) Menjelaskan karakteristik rangkaian kombinasi b.B. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat: 9) Menjelaskan struktur benda dan electron bebas dengan benar.

misalnya panas. dikatakan bermuatan netral. memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. Sesuai dengan hukum alam. Gambar 2. gesekan atau . cair dan gas. Struktur Atom Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. Jadi atom adalah bagian terkecil dari suatu partikel/benda. Molekul kalau kita pecah lagi akan kita dapatkan beberapa atom. atom akan terjadi tarik menarik antara nucleus sehingga elektron akan tetap berada dalam orbitnya masing-masing. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar.Materi dan Atom Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. Proton dan netron ternyata memiliki muatan listrik. dimana proton memiliki muatan (+) dan elektron memiliki muatan ( ± ). Gambar 1. Elektron Bebas Elektron-elektron yang orbitnya paling jauh dari inti. sedangkan neutron tidak memiliki muatan atau netral. Bentuk materi dan struktur Suatu benda bila kita pecah tanpa meningggalkan sifat aslinya akan kita dapatkan partikel yang disebut molekul. Atom yang memiliki jumlah proton dan elektron yang sama.

namun dampak atau akibat dari energi listrik dapat dilihat seperti sinar atau cahaya bola lampu. Efek listrik Listrik merupakan sumber energi yang paling mudah dikonversi menjadi energi yang lain. pembangkitan magnet dan reaksi kimia). cahaya. sehingga sebagian besar komponen sistem kelistrikan otomotif merupakan konversi energi listrik menjadi energi yang dikehendaki. dibauh seperti bauh dari kabel yang terbakar akibat hubung singkat. Elektron bebas LISTRIK Listrik merupakan salah satu energi yang banyak digunakan untuk menggerakkan berbagai peralatan atau mesin. Gambar 4. Contoh komponen kelistrikan: 1) Baterai merubah energi listrik menjadi energi kimia . Gambar 3. pembangkitan panas. gerakan dari elektron bebas inilah yang menghasilkan bermacam-macam fenomena kelistrikan (seperti loncatan bunga api. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron).reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. didengar seperti suara bel atau radio. Energi listrik tidak dapat dilihat secara langsung. dirasakan seperti saat orang tersengat listrik.

Baterai merupakan sumber listrik arus searah. Tipe AC Gambar 6. Listrik statis dapat dibangkitkan dengan cara menggosokkan sebuah gelas kaca dengan kain sutra. dan sebagainya. Tipe DC b). sedangkan listrik arus bolak-balik elektron bergerak bolak-balik bervariasi secara periodik terhadap waktu. . Listrik arus searah elektron bebas bergerak dengan arah tetap. Gambar 5. sedangkan alternator merupakan sumber arus bolak-balik. a). tidak bergerak hanya berkumpul dipermukaan benda tersebut. Jenis Listrik Listrik dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu: Listrik Statis Listrik statis merupakan suatu keadaan dimana elektron bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing. Listrik dinamis a) Tipe DC b).2) Motor starter merubah energi listrik menjadi energi gerak 3) Lampu merubah energi listrik menjadi cahaya dan panas 4) Pematik rokok merubah energi listrik menjadi panas 5) Solenoid merubah energi listrik menjadi magnet. Listrik statis Listrik Dinamis Listrik dinamis merupakan suatu keadaan terjadinya aliran elektron bebas dimana elektron ini berasal dari elektron yang sudah terpisah dari inti masing-masing. Setelah digosok gelas kaca akan bermuatan positip dan kain sutra akan bermuatan negatip. Elektron bebas tersebut bergerak bolak-balik melewati suatu penghantar. Tipe AC Listrik dinamis dikelompokkan menjadi dua yaitu listrik arus searah (Direct Current) dan arus bolak-balik (Alternating Current).

Aliran listrik . 1 Ampere= Perpindahan elektron sebanyak 6.25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik. Teori konvensional (Conventional theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. Gambar 8. teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini A B Gambar 7. Bila dikaitkan dengan elektron bebas. Teori ini banyak digunakan untuk kepentingan praktis. Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. Arus listrik dinyatakan dengan simbol I (intensitas) dan besarnya diukur dengan satuan ampere (disingkat A). Teori aliran listrik Arus Listrik Besar arus listrik yang mengalir melalui suatu konduktor adalah sama dengan jumlah muatan (elektron bebas) yang mengalir melalui suatu titik penampang konduktor dalam waktu satu detik.Teori Aliran Listrik Terdapat dua teori yang menjelaskan bagaimana listrik mengalir: Teori Electron (Electron theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai.

dihubungkan melalui sebuah pipa maka air akan mengalir dari tabung A ke tabung B (gambar a). maka arus listrik akan mengalir dari kutub A ke kutub B melalui kabel C.000. pemasangan amper meter dilakukan secara seri dengan beban. 0.000.000.000 1 x 1. 1.000 1/1. 000 A = 500. ini disebut dengan tekanan air.000. Perbedaan ini menyebabkan tekanan/tegangan menyebabkan arus listrik mengalir. Hal ini terjadi karena adanya kelebihan muatan positip pada kutub A dan kelebihan muatan negatif pada B yang menyebabkan terjadinya beda potensial (tegangan listrik).000 mA = 1. dimana permukaan air tabung A lebih tinggi dari permukaan air tabung B.000. A = 0.Tabel 1.000 A Gambar 9. 5 A = 5. Tegangan Listrik Tabung A dan B berisi air.001 kA 2).000 1 x 1.000 mA = 5.5 MA = 500 kA = 500.000 mA 3).000 Contoh Konversi: 1). Besarnya aliran air ditentukan oleh perbedaan tinggi permukaan air kedua tabung. Beda tegangan ini biasa disebut Voltage. Hal yang sama juga akan terjadi bila kutub listrik A yang mempunyai muatan positip dihubungkan dengan kutub B yang bermuatan negatif oleh kabel C (gambar b). Satuan arus listrik yang sangat kecil dan besar. 000 A = 1. . Satuan Arus Kecil Arus Besar Dasar Simbol A A mA kA MA Dibaca Ampere Micro Ampere Mili Ampere Kilo Ampere Mega Ampere 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1. Mengukur arus listrik Mengukur besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian menggunakan amper meter.

Gambar 10.78 MV V = 1.000. Tabel 2.000 MV Mega Volt 1 x 106 1 x 1. cara pemasangan alat ukur seperti gambar dibawah ini.000.700. 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. Satuan Tegangan Listrik Satuan Tegangan Kecil Dasar Simbol V V mV Dibaca Volt Micro Volt Mili Volt 1 x 10-6 1 x 10 -3 Perkalian 1 1/ 1. 000 V = 780.7 V = 780 KV = 780. Konsep Tegangan Satuan tegangan Gambar (b) listrik dinyatakan dengan Volt dengan simbol V.000 Contoh Konversi: 1. .000. pengukuran dilakukan secara parallel.000 1/1.000 Tegangan Besar kV Kilo Volt 1 x 103 1 x 1. Tabel dibawah menunjukkan satuan tegangan listrik yang sangat besar dan kecil.000 0. 700 mV = 1.000 mV Mengukur besar tegangan listrik menggunakan volt meter.

Hambatan yang dialami listrik ini disebut tahanan/resistansi listrik. Gambar 12.Gambar 11. Kejadian ini juga berlaku untuk listrik yang mengalir melalui suatu kabel. Konsep Tahanan . Besarnya hambatan ini dikatakan sebagai tahanan pipa. panjang dan permukaan bagian dalamnya kasar. dimana listrik juga akan mengalami hambatan. pendek dan permukaan dalamnya halus dibandingkan dengan bila air dialirkan melalui pipa yang ukurannya kecil. Hal ini karena kondisi dari pipa akan berpengaruh terhadap aliran air. Mengukur tegangan baterai Tahanan/Resistansi Listrik Air dengan tekanan yang sama akan mengalir lebih cepat bila dialirkan melalui pipa yang besar.

000 1 x 1. Hukum ini dapat ditulis: «««.000 W Mengukur tahanan suatu benda maupun rangkaian menggunakan Ohm meter.000 Contoh Konversi: 1. Mengukur tahanan relay HUKUM OHM Tahun 1827 seorang ahli fisika Jerman George Simon Ohm (1787-1854) meneliti tentang resistor.Satuan tahanan listrik dinyatakan dengan huruf R (Resistor) dan diukur dengan satuan OHM (W). (1) V = I x R Gambar 14. Satuan tahanan listrik yang sangat besar dan kecil. Volt meter dan Ohm meter merupakan besaran listrik yang sering diukur.000 1/1.985 mW = 1. 985 W 0. Hukum Ohm menjelaskan bagaimana hubungan antara besar tegangan listrik. Satuan Tegangan Kecil Tegangan Besar Dasar Simbol W W mW kW MW Dibaca Ohm Micro Ohm Mili Ohm Kilo Ohm Mega Ohm 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1.89 MW = 890 kW = 890. besar tahanan dan besar arus yang mengalir. Satu ohm adalah tahanan listrik yang mampu menahan arus listrik yang mengalir sebesar satu amper dengan tegangan 1 V. Gambar 13. Hukum Ohm mengatakan bahwa besar arus mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan.000 1 x 1. Hukum Ohm Contoh: . Tabel 3. Amper meter. untuk itu dibuat alat yang dapat mengukur ketiga parameter tersebut yaitu AVO meter atau multi meter.000.000.

Sebaliknya lampu 12 V dipasang pada sumber baterai 24 V. Tegangan 12 V. maka lampu akan putus kerena terbakar sebab arus yang mengalir terlalu besar. arus maupun tahanan. maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 24/2 = 12 Amper. DAYA LISTRIK Hukum Joule menerangkan tentang daya listrik. Besar daya listrik diukur dalam watt. maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 12/ 2 = 6 Amper Kesimpulan: Bila tahanan tetap sedangkan tegangan turun maka arus yang mengalir juga turun. Hukum Ohm pada tahanan konstan Gambar 16. tahanan lampu 2 Ohm. maka daya listrik: . Terdapat hubungan antara daya listrik dengan tegangan. tahanan lampu tetap 2 Ohm. Sebaliknya bila tahanan tetap tegangan naik maka arus juga naik.Tentukan besar arus (I) yang melewati lampu R= 2 W. Gambar 16. Satu watt merupakan besar arus mengalir sebesar 1 Amper dengan beda potensial 1 volt. Bila lampu untuk 24 V dipasang pada tegangan 12 V maka lampu redup karena arus yang melewati lampu menjadi kecil. seperti gambar di bawah ini: Gambar 15. bila tegangan (V) berubah dari 24 Volt menjadi 12 Volt. Baterai dirangkai seri sehingga tegangan baterai 12 V + 12 V = 24 V . Hukum Joule dapat ditulis «««««««««««««««« (2) P V I = Daya listrik (watt) = Tegangan (Volt) = Arus listrik (Amper) Bila di subtitusikan hukum Ohm dimana V = I R . Hukum Ohm pada tahanan konstan Solusi: Gambar 15.

««««««««««««««. sedangkan saat jarak jauh daya yang diperlukan 60 watt.P = Vx I = IRx I = I 2R P = I 2R . Contoh: Tentukan besar arus yang mengalir pada sebuah lampu kepala 12V 55/60 W. Besar arus arus yang mengalir jarang ditentukan. Solusi: Dengan menggunakan rumus I = P/ V a.58 A .. Arti dari tulisan tersebut adalah bola lampu kepala menggunakan tegangan 12 V. misal bola lampu kepala tertulis 12 V 55/60 W. (3) Bila disubtitusikan hukum Ohm dimana I = V/R. maka: P =RxI2 P = V 2R = R x (V/R)2 = V2 / R ««««««««««« (4) Dari ketiga rumusan tersebut daya listrik dapat dirumuskan: P = VxI P = I 2R P = V2 / R Dalam banyak kasus pada komponen sistem kelistrikan hanya ditentukan tegangan dan daya. saat lampu jarak dekat maupun saat jarak jauh. pada posisi jarak dekat daya yang diperlukan 55 watt. Jarak dekat didapatkan besar arus I dekat = Pdekat / V = 55 / 12 = 4.

Rangkaian seri Karakteristik rangkaian seri: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 «««««««««. paralel dan kombinasi Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu rangkaian seri. Pemahaman jenis dan karakteristik rangkaian sangat penting sebagai dasar memeriksa dan menentukan sumber gangguan pada sistem kelistrikan. Gambar17. rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. Jarak jauh I jauh = P jauh / V = 60 / 12 = 5 A Rangkaian seri. (1) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 ««««««««««««« (2) V I = Rt V t = V1 + V2 «««««««««««« (3) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan : «««««««««««« Besar V1dan V2 adalah: (4) . 1) Rangkaian Seri Aplikasi rangkaian seri sangat banyak digunakan pada kelistrikan otomotif.. Sistem starter. pengatur kecepatan motor kipas evaporator AC merupakan beberapa contoh aplikasi rangkaian seri.b.

3 Amper c) Tegangan total merupakan penjumlahan dari tiap tegangan V1 = R1/ Rt x V = 10/40 x 12 = 3 V V2 = R2/ Rt x V = 30/40 x 12 = 9 V V = V1 + V2 = 3 +9 = 12 V Karena besar I sudah dicari maka besar V1 dan V2 dapat pula ditentukan dengan rumus: V1 = R1 x I = 10 x 0. (6) Tentukan besar Rt.3 = 9 V V = V1 + V2 = 3 + 9 = 12 V 2) Rangkaian Paralel . I .R1 V1 = Rt x V ««««««««««««« R2 V2 = Rt x V (5) ««««««««««««. pada rangkaian seri di atas bila diketahui R1=10 W dan R2= 30 W. I1 . sedangkan sumber tegangan 12V.3 = 3 V V2 = R2 x I = 30 x 0. V1 dan V2. I2. Solusi: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 = 10 + 30 = 40 W b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 I = V / Rt = 12/ 40 = 0. .

. Rangkaian parallel Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama yaitu : V= V1 = V2 ««««««««««««««««« b) Besar arus mengalir adalah: I = I1 + I2 ««««««««««««««««. c) Besar tahanan total (Rt) adalah: V = Rt R1 V1 + R2 karena V = V1 = V 2 maka V2 . yang menyatakan jumlah arus listrik yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar pada titik cabang tersebut. (8) (7) Besar arus mengalir pada rangkaian parallel mengikuti Hukum Kirchoff I.Gambar 18.

(9) Gambar 19.1 = Rt 1 + R1 1 R2 Dengan menggunakan perhitungan aljabar akan diperoleh persamaan ekuvalen: R1 x R2 Rt = «««««««. Tentukan : a) Tahanan klakson LH dan RH b) Tahanan total c) Arus pada klakson LH dan RH d) Arus yang melewati saklar klakson dan yang melalui sekering. Sistem Klakson Tanpa Relay Solusi: a). Tahanan klakson adalah: Klakson LH Klakson RH R1 = V2 / P = 122 / 60 = 2. Besar tahanan total (Rt) adalah: Rt = ( R1 x R2) : (R1 +R2) = (2. klakson LH 12V/ 60 W dan klakson RH 12V/ 36 W.4 W R2 = V2 / P = 122 / 36 = 4 W b).5 W c).4 + 4) = 9.4 = 1.6 : 6.4 x 4) : (2. R1 + R2 Contoh 1: Sistem kelistrikan mempunyai 2 klakson dengan daya berbeda. Besar arus yang mengalir melalui klakson .

4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A d). Gambar 20. Bila diketahui tahanan lilitan relay sebesar 60 W. 4 W R2 (tahanan klakson RH) = 4 W R3 (tahanan relay) = 60 W Dengan rumus (14) besar Rt adalah 1/ Rt = 1/R1 + 1/ R2 + 1/R3 . Besar arus mengalir melalui saklar klakson maupun sekering merupakan total arus yang mengalir melalui kedua klakson. yaitu: I = I1 + I2 = 5+ 3 = 8A atau I = V / Rt = 12 / 1. saklar klakson cepat kotor. tahanan kontak meningkat dan bunyi klakson lemah. Sistem Klakson Dengan Relay Solusi: a) Tahanan total (Rt) Tahanan pada rangkaian terdiri dari: R1 (tahanan klakson LH ) = 2.Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 / 2.5 = 8 A Arus yang mengalir pada saklar klakson sangat besar sehingga percikan api pada kontak saklar klakson besar. tentukan: a) Tahanan total b) Arus pada klakson LH dan RH c) Arus yang melewati saklar klakson d) Arus yang melalui sekering. Guna mengatasi permasalahan tersebut maka rangkaian klakson dipasang relay.

4 W 5A 36 W 4W 3A 0.463 W b) Besar arus yang mengalir melalui klakson Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 /2.8 A 0.2 A 2.4 W 5A 36 W 4W 3A 8A 8A 96 W Dengan relay 60 W 2. Perbandingan besar arus yang melewati komponen dalam sistem klakson Parameter Klakson LH Daya y Tahanan y Arus y No 1 Tanpa relay 60 W 2.2 A 8.4 + 1/ 4 + 1/ 60 = 25/ 60 + 15/ 60 + 1/ 60 = 41/60 Rt = 60/ 41 = 1.2 A Tabel 5.2 A Atau I = V/ Rt = 12 / 1.2 98.463 = 8.2 = 8.4 W 2 Klakson RH Daya y Tahanan y Arus y 3 4 5 Horn switch Fuse Beban rangkaian . 4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A c) Arus yang melalui saklar klakson merupakan arus yang melewati lilitan relay I3 = V/ R3 = 12/ 60 = 0.4 W Selisih 0 0 0 0 0 0 7.2 A d) Arus melewati sekering merupakan total arus yang melewati rangkaian I = I1 + I2 + I 3 = 5 + 3 + 0.1/Rt = 1/2.

5 W .2 A atau beban listrik bertambah 2. Rangkaian Seri±Paralel Gambar 21. 3). Rt = R1 + ( R2 x R3) : (R2 +R3) Tegangan pada rangkaian: V = V1 + VRp V1 = R1 / Rt x V VRp = Rp / Rt x V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp / Rt x V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 Besar arus pada R3 adalah I3 = V3 / R3 «««««««««««««««««««. (12) Contoh: Tentukan besar tahanan total (Rt). R2 dan R3 dan besar arus pada R1.Dari pemasangan relay pada rangkaian tersebut mampu mengurangi arus yang melalui saklar klakson sebesar 7..2 A sehingga saklar klakson lebih awet. Dengan menambah relay arus listrik dari baterai bertambah 0.8 A yaitu dari 8 A menjadi 0. tegangan pada R1. Rangkaian seri parallel Tahanan total (Rt) : Rt = R1 + Rp «««««««««««««««««« (10) Rp merupakan tahanan pengganti untuk R2 dan R3. R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4.4 W. Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) ««««««««««««. R2=10 W dan R3= 30 W (11) .

5 + 7.5 / 12 x 12 = 4. Menentukan arus dan tegangan pada rangkaian seri parallel Solusi: a) Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan pengganti (Rp) untuk R2 dan R3.Gambar 22.5 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 7.5 = 12 W b) Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4.5 W Rt = R1 + Rp = 4.5 V c) Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 12 = 1A . Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (10 x 30) : (10 + 30) = 300 : 40 = 7.5 / 12 x 12 = 7.

75 A e) Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 7. intensitas pengukur cahaya. c. Gambar 23. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat.5 / 10 = 0. Rangkuman Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. Jembatan Wheatstone Contoh: Tentukan tegangan pada Volt meter pada gambar diatas. Penerapan rangkaian ini antara lain pada termometer. Tegangan pada titik A adalah Va = R2/ (R1+R2) x V = 2/ (1+2)x 12= 8 V Tegangan pada titik B adalah Vb = R4/ (R3+R4) x V = 4/ (4+4)x 12= 6 V Tegangan pada Volt meter adalah Va ± Vb = 8 ± 6 = 2 V Dengan konsep diatas bila salah satu nilai tahanan berubah maka tegangan pada Volt meter juga berubah. cair dan gas.25 A Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian seri paralel yang sering digunakan. air flow meter dan sebagainya.5 / 30 = 0.d) Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 7. Tegangan yang ditunjukkan volt meter merupakan selisih tegangan pada titik A dengan titik B. .

tegangan listrik dengan volt meter dan tahanan listrik dengan Ohm meter. proteksi. Hubungan antara besar arus. 2) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). V = V1 = V2 2) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. yaitu: Sumber. Rangkaian seri mempunyai karakteristik: 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). Listrik dapat dikelompokkan menjadi listrik statis dan listrik dinamis. beban. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. listrik dinamis sendiri terdiri dari listrik searah (DC) dan listrik bolak-balik (AC). Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu: rangkaian seri. I = I1 + . Karakteristik rangkaian parallel: 1) Tegangan pada rangkaian sama . dimana I = V/R. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron). Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. 3) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 4) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti.Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda/partikel. kontrol dan konduktor. Daya listrik merupakan tehgangan kali arus listrik P = V x I. Dalam rangkaian kelistrikan terdapar 5 komponen utama. tegangan dan tahanan listrik digambarkan dalam hukum Ohm . 3) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). Arus listrik (I). Arus listrik diukur dengan amper meter. tegangan (V) dan tahanan listrik (R) merupakan besaran utama pada listrik. rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. Teori aliran listrik ada dua yaitu teori konvensional dan teori electron.

Tugas § Cari buku pedoman perawatan dan perbaikan salah satu mesin otomotip. § Sebutkan contoh aplikasi rangkaian seri. a) Tentukan berapa besar arus listrik secara teoritis? b) Bagaimana cara memasang amper meter untuk mengukur besar arus yang mengalir? c) Berapa tahanan lampu secara teoritis? d) Bagaiman cara mengukur tahanan lampunya? e) Bagaiman cara mengukur tegangan baterainya? . apa satuan ukurannya?. (V = V1 + VRp) 3) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) d. satuan ukurannya. parallel dan kombinasi pada sistem kelistrikan mobil. e. Test Formatif 1) Apa yang dimaksud electron bebas berikan ilustrasi? 2) Jelaskan apa perbedaan teori aliran listrik konvensional dengan electron! 3) Jelaskan cara mengukur arus listrik. Gambarkan rangkaian sistem tersebut. lengkap dengan nama alat ukurnya.Rt = R1 + Rp 2) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. apa yang dimaksud dengan 1 volt? 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. tentukan titik-titik mengukur besar tegangan pada rangkaian. serta jelaskan juga apa yang dimaksud dengan 1 amper? 4) Jelaskan bagaimana mengukur tegangan listrik lengkap dengan nama alat ukurnya?. tentukan metode mengukur besar arus yang dibutuhkan untuk tiap sistem yang bekerja. buka bagian wiring diagramnya.

memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. daya masing-masing horn 12V/36W tegangan baterai 12V. Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar. Sedangkan teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. misalnya panas. parallel dan kombinasi 7. Tentukan besar tahanan total (Rt). R2=30 W dan R3= 60 W f. Dua resistor dirangkai secara seri. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 8. Harga R1= 60 dan R2 = 180 . tegangan pada R1.6. R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4 W. R2 dan R3 dan besar arus pada R1. 2) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. gesekan atau reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. Jelaskan karakteristik rangkaian seri. Teori ini banyak digunakan . Kunci Jawaban Formatif 1) Elektron bebas yaitu electron yang orbitnya paling jauh dari inti. Tentukan besar arus listrik yang mengalir pada fuse bila diketahui tahanan lilitan relay 100 . Berapakah tegangan pada titik 5 pada saat horn switch atau tombol OFF dan saat ON? 9.

25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik. c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 I = I1 + . V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. satuan volt. a) Besar arus listrik adalah I = P/V = 36/12 = 3 Amper b) Cara memasang amper meter secara seri seperti gambar berikut ini: c) Tahanan lampu sebesar R = V/I = 12/3 = 4 ? d) Cara mengukur tahanan lampunya dengan melepas lampu. c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). alat ukur arus listrik adalah Amper meter.untuk kepentingan praktis. Rangkaian seri mempunyai karakteristik: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). besar tahanan seperti ditunjukkan pada Ohm meter. Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama . bila menggunakan multi meter atur selector pada tegangan DC pada sekela pengukuran 50V. 4) Mengukur tegangan dengan merangkai secara parallel. satuan amper. kemudian diukur seperti gambar berikut ini. teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini 3) Mengukur arus dengan merangkai secara seri.sebagai berikut: 6. kemudian diukur menggunakan Ohm meter. b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). e) Cara mengukur tegangan baterai adalah dengan menggunakan volt meter. hubungkan colok ukur positip pada positip baterai dan colok negatip pada negatip baterai. 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. pengertian 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. kalibrasi Ohm meter. posisi selector pada 1X . dan pengertian 1 Ampere adalah Perpindahan elektron sebanyak 6. baca hasil pengukuran. alat ukur dengan Volt meter.

Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0. berarti I = P/V = 36/12 = 3 A Beban 3 sama dengan beban 2 yaitu horn 36 W jadi I= 3 A. 8. Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti.12 A Beban 2 adalah horn dengan daya 36W. Besar arus yang mengalir pada fuse merupakan total arus ke beban. Jadi besar arus yang mengalir adalah . (V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/Rt ) 7. Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV =3 V Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V. dimana: Beban 1 lilitan relay dengan R= 100 berarti I = V/R = 12/ 100 = 0.05 A = 50 mA.d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti.

Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan R3. Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi bola lampu 12V/ 3 W. mengukur besar arus listrik dan mengukur besar tahanan. sedangkan saat tombol ON adalah 12Volt.333 A Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 10/ 60 = 0.12 A Tegangan titik 5 saat tombol OFF adalah 0 Volt.5 A Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 10/ 30 = 0. 2 K dan 3 K .167 A g. 2) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K.It = 0. 9. pengganti (Rp) untuk R2 dan Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (30 x 60) : (30 + 60) = 20 Rt = R1 + Rp = 4 + 20 = 24 W Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4 / 24 x 12 = 2 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 20 / 12 x 12 = 10 V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 24 = 0. bola lampu 12V/ 5W dan bola lampu 12V/ 8W. Lembar Kerja Lembar Kerja 1a: Mengukur Tegangan. Arus dan Tahanan Tujuan: Siswa dapat mengukur besar tegangan listrik.12 + 3 + 3 = 6.

2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. 2) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri pada rangkaian lampu seperti gambar dibawah ini. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 3) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. ganti bola lampu dengan ukuran yang berbeda. dengan mengganti lampu dengan resistor. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. baca hasil pengukuran. Cara pemasangan secara seri. Tegangan: V. perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA.3) Multimeter dan Amper meter 0-5 Amper 4) Baterai Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. Beban Bola lampu 12V/3W Bola lampu 12V/5W Bola lampu 12V/8W Arus Beban Tahanan 1K Tahanan 2K Tahanan 3K Arus 4) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1b: Merangkai Seri . kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Komponen Nilai Tahanan Komponen Bola lampu 12V/3W Tahanan 1K Bola lampu 12V/5W Tahanan 2K Bola lampu 12V/8W Tahanan 3K Nilai Tahanan 1) Periksa tegangan baterai yang digunakan.

Cara pemasangan secara seri. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja .Tujuan: Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resistor lebih secara seri 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA.

catat hasil pengukuran Hasil Pengukura n Tegangan Power Suplay Arus V1 V2 V3 Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1c: Merangkai Paralel Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resitor atau lebih secara paralel .1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran a) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. b) Hitung besar arus dan tegangan secara teoritis dari rangkaian percobaan Hasil perhitungan Tegangan Power Suplay 6V Arus V1 V2 V3 3) Buat rangkaian sebagai berikut.

2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian parallel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. Cara pemasangan secara seri. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. 4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini . pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter.

Has il per hitu nga n Tegangan Power Suplay 6V V A A1 A2 A3 5) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan volt meter diatas hasil perhitungan teoritis. Catat hasil pengukuran Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V A A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1d: Merangkai Kombinasi Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 3 resitor lebih secara seri-paralel atau kombinasi 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri-paralel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper .

3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini Hasil perhitungan . perhatikan skala tahanan yang akan diukur. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. Cara pemasangan secara seri. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC.

Tegangan Power Suplay 6V V1 V2 A1 A2 A3 4) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan voltmeter diatas hasil perhitungan teoritis. Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V1 V2 A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Kegiatan Belajar 2. Jika ada komponen yang mengalami gangguan secara cepat . siswa dapat: 1) Mengetahui prosedur menghindari kerusakan pada ECU. sistem pengapian dan injeksi bahan bakar adalah bagian utama yang dikendalikan oleh ECU. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini. 2) Menyebutkan penyebab terjadinya nilai tahanan membesar 3) Menyebutkan penyebab terjadinya hubung singkat 4) Menyebutkan peralatan yang biasa digunakan memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan 5) Menggunakan peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan b. Prosedur menghindari kerusakan ECU dan pada Rangkaian Memeriksa gangguan a. Uraian materi kegiatan belajar Prosedur menghindari kerusakan ECU ECU adalah rangkaian komputer yang dilengkapkan pada mobil-mobil modern untuk mengontrol kerja dari mesin agar optimal. Sensor-sensor memberikan sinyal pada ECU tentang keadaan atau kondisi dari mesin.

Hal ini dimaksudkan untuk menentukan . b. Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. Memeriksa gangguan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan Gangguan pada rangkaian kelistrikan yang umum terjadi ada tiga macam yaitu: 1) Gangguan pada rangkaian karena nilai tahanan membesar 2) Gangguan karena hubung singkat 3) Ganguan dari komponen-komponen kelistrikan itu sendiri. maka diperlukan pemeriksaan pada komponen±komponen rangkaian. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air. f. g. d. Pada umumnya ECU mempunyai program darurat yang dapat mengatasi masalah untuk sementara hingga mesin dibetulkan. Prosedur diagnosa dan pemeriksaan sistem yang dikendalikan oleh ECU menggunakan alat khusus yaitu scan tool. Karena semua program dilakukan oleh ECU maka tidak diperkenankan mengutak-atik ECU tanpa petunjuk dari buku manual mesin yang bersangkutan. maka akan menyebabkan rangkaian kelistrikan tidak bekerja dengan normal atau bahkan akan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah pada komponen±komponen rangkaian. Gangguan ± gangguan ini jika tidak ditangani dengan benar. Agar rangkaian kelistrikan tersebut dapat bekerja secara normal kembali. c. alat ini akan mendeteksi adanya ketidaknormalan kerja mesin dan memberikan informasi tentang bagian-bagian dari komponen yang memerlukan perbaikan atau penggantian.sensor akan memberikan sinyal pada ECU. Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU. sehingga ECU dapat memberikan peringatan dengan menyalakan lampu Indikator yang disediakan pada mobil sehingga pengemudi akan mengetahui bahwa ada gangguan pada mesin. Langkah-langkah menghindari kerusakan ECU: a. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON atau mesin hidup Jangan pernah memeriksa rangakaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual.

dan arus tidak dapat mengalir. Gangguan yang disebabkan nilai tahanan membesar Gambar 24. .a menunjukkan bahwa.dimana gangguan itu terjadi dan penyebabnya. karena nilai tahanan membesar. lampu tidak menyala akibat rangkaian terputus atau terbuka. 1). Gambar 24. Gangguan karena hubung singkat Hubung singkat dapat terjadi apabila ada kabel penghantar yang berhubungan langsung dengan penghantar lain atau pada ground. Sedangkan gambar b lampu tidak menyala/redup diakibatkan arus yang mengalir ke lampu terlalu kecil. dapat juga disebabkan karena kontak saklar yang tidak baik/kotor. Nilai tahanan dapat membesar karena saklar kotor atau sambungan kabel berkarat/korosi. Gangguan rangkaian kelistrikan karena nilai tahanan membesar Gangguan ini biasanya disebabkan Karena rangkaian terbuka atau terjadinya korosi pada bagian± bagian tertentu dari rangkaian. Jika letak dan penyebab gangguan sudah diketahui maka langkah berikutnya adalah melakukan perbaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Gangguan karena kerusakan komponen Kerusakan pada komponen kelistrikan adalah penyebab utama rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. Gangguan karena hubung singkat Gambar 25. sekering pada rangkaian dapat terputus karena arus yang mengalir terlalu besar.a menunjukkan adanya hubung singkat diantara dua kabel penghantar.b lampu pada rangkaian tidak menyala akibat adanya hubung singkat antara kabel dengan ground. Akibat adanya hubung singkat antara kabel lampu atas dan kabel lampu bawah. . sedangkan lampu bawah menyala. Lampu atas seharusnya tidak menyala. Sedangkan gambar 25. maka lampu atas ikut menyala.Gambar 25.

a menerangkan lampu tidak menyala karena filamen lampu terputus.b menunjukan adanya kerusakan pada batere baik pada kotak batere ataupun korosi pada terminal±terminalnya dan ini menjadikan batere tidak dapat mensuplai kebutuhan energi pada rangkaian dan pada akhirnya rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. Gambar 26. Peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian/ system kelistrikan. arus atau tegangan dari suatu rangkaian kelistrikan. . Peralatan ini biasa digunakan untuk memeriksa kontinuitas dari suatu rangkaian dan mengukur nilai tahanan. Macam-macam peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan seperti pada gambar dibawah. Gangguan akibat kerusakan komponen Gambar 26.Gambar 26.

Gambar 27. Macam-macam peralatan pemeriksa rangkaian

Peralatan-peralatan yang biasa digunakan antara lain: a) Jumper wire

b) Test lamp c) Self-Powered test light

d) AVO Digital e) f) AVO Analog

VOLT ± AMP Tester

g) Combination meter/Digital probe

Menggunakan Jumper wires untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan. Sering kali rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja karena tidak adanya kontinuitas pada rangkaian tersebut, untuk memeriksa kontinutas dapat digunakan jumper wires seperti yang terlihat pada gambar 27. Keselamatan kerja yang harus diperhatikan selama menggunakan jumper wires adalah: Jangan pernah melakukan by-pass pada lampu, motor, coil atau beban kelistrikan lainnya. Karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya. Langkah pemeriksaan: 1). Pastikan saklar dalam posisi ON 2). Memby-pass rangkaian dari titik/bagian yang paling dekat dengan sumber 3).Jika dengan langkah ini rangkaian sudah bekerja, maka dapat dipastikan bahwa gangguan itu terjadi pada daerah yang kita periksa tadi (tidak ada kontinuitas pada posisi ini). 4). Jika pada langkah no.2 telah dikerjakan dan rangkaian tetap tidak bekerja maka, mulailah melakukan by-pass pada posisi selanjutnya. Begitu seterusnya sampai ditemukan dimana letak gangguannya. Gambar 28. By-pass dengan Jumper wires Menggunakan Tes lamp Selain dengan jumper wires pemeriksaan kontinuitas dapat dilakukan dengan tes lamp, penggunaan tes lamp lebih menguntungkan dibandingkan jumper karena penggunaan tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen kelistrikan yang sedang diperiksa. Gambar dibawah menunjukkan cara pemeriksaan kontinuitas pada rangkaian, jika tes lamp nyala berarti ada kontinuitas antara titik yang diperiksa dengan sumber arus/positip batere, sebaliknya jika tes lamp tidak nyala berarti tidak ada kontinuitas.

Gambar 29. Pemeriksaan kontinuitas dengan tes lamp Langkah pemeriksaan : 1). Pastikan bahwa batere dalam kondisi baik 2). Pastikan saklar pada posisi ON 2). Hubungkan penjepit dari tes lamp dengan negatip batere/ground 3). Hubungkan colok tes lamp pada terminal sekring, jika lampu tes menyala berarti ada kontinuitas antara positip batere dengan kaki depan sekring jika lampu tidak nyala berarti jaringan kabel antara positip batere dengan kaki sekring terputus. 4). Lakukan pemeriksaan tahap berikutnya pada saklar, konektor seperti gambar 29. sampai menemukan tidak adanya kontinuitas dengan ditandai tes lamp tidak nyala. c. Rangkuman kegiatan belajar

Tiga tipe gangguan yang sering terjadi pada rangkaian/system kelistrikan yaitu: Gangguan karena nilai tahanan naik, hubung singkat dan kerusakan komponen. Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan rangkaian diantaranya jumper wires, tes lamp, AVO digital ataupun analog. Pada saat pemeriksaan ganguan harus diperhatikan cara penggunaan alat yang digunakan sebab jika salah menggunakan alat dapat menyebabkan kerusakan pada komponen yang diperiksa. d. Tugas kegiatan belajar Buatlah tes lamp dari komponen-komponen yang mudah didapat e. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan prosedur menghindari kerusakan pada ECU 2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah. 3) Jelaskan apa yang tidak boleh dilakukan saat pemeriksaan kontinuitas rangkaian menggunakan jumper wire. 4) Bagamana cara menggunakan tes lamp untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan 5) Jelaskan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper wire. f. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Prosedur menghindari kerusakan ECU a. b. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON

Jangan pernah memeriksa rangkaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual kendaraan c. d. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. f. g. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air

Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual.

2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah

a.

Gangguan karena nilai tahanan membesar b. Gangguan karena hubung singkat

c.

Gangguan karena kerusakan komponen

3) Faktor penyebab nilai tahanan bertambah antara lain: a) Adanya rangkaian yang terbuka/terputus b) Timbulnya korosi/karatan pada sambungan 4) Hal yang tidak diperbolehkan dalam pemerikaan kontinuitas dangan jumper wire adalah: Membay-pass beban kelistrikan baik lampu,motor atau beban lain 5) Cara menggunakan tes lamp untuk pemeriksaan kontinuitas rangkaian, adalah: a) Menghubungkan jepit tes lamp dengan negatip batere atau ground b) Menghubungkan colok tes lamp dengan titik pada rangkaian yang akan diperiksa. 5) Keuntungan menggunakan tes lamp dibandingkan jumper wire adalah: tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen rangkaian yang diperiksa. g. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Menggunakan jumper wire 2) Menggunakan tes lamp 3) Menentukan letak gangguan dari hasil pemeriksaan. 4) Menyimpulkan hasil pemeriksaan Alat dan Bahan 4) Trainer kelistrikan body standart 5) Baterai 12V 6) Jumper wire

7) Tes lamp Keselamatan Kerja 1) Tidak diperkenankan Memby-pass batere karena dapat menyebakan kerusakan pada batere. 2) Tidak diperkenankan memby-pass beban kelistrikan. Langkah Kerja 4) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 5) Lakukan pemeriksaan kontinuitas dengan jumper dan tes lamp. Memeriksa kontinuitas dengan jumper: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) By-pass dengan jumper pada bagian titik kabel yang terdekat dengan sumber arus. 3) Perhatikan hasil pemeriksaan ada perubahan kerja atau tidak, 4) Lanjutkan pemeriksaan pada titik±titik berikutnya. Mengukur kontinuitas dengan tes lamp: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) Hubungkan jepit tes lamp dengan negatip sumber arus. 3) Hubungkan colok tes lamp pada titik yang terdekat dengan sumber arus positip. 4) Perhatikan hasil pemeriksaan apakah lampu tes menyala atau tidak. 5) Tarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan 6) Lanjutkan pemeriksaan pada titik berikutnya. 7) Ambil kesimpulan akhir, tentukan letak gangguan rangkaian 8)Bersikah alat dan tempat kerja, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Tugas: Analisisa data hasil pemeriksaan, buatlah laporan

Kegiatan Belajar 3. Mengganti Sekering dan Bohlam

a. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini, siswa dapat: 6) Mengerjakan penggantian fuse/sekering 7) Memeriksa kondisi fuse/sekering 8) Memeriksa ukuran fuse/sekering 4) Mengerjakan penggantian bohlam lampu kepala dengan benar 9) Memeriksa kerja lampu kepala 10)Mengerjakan penggantian lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur dengan benar. 11)Memeriksa kerja lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur. b. Uraian materi kegiatan belajar

1) Mengganti Sekering yang putus

Sekering melindungi semua alat elektrik di dalam mobil: Pada saat aliran arus berlebih, sekering akan ³putus´ sedemikian sehingga arus listrik yang berlebih tidak mengalir pada peralatan. Karena arus yang berlebih itu dapat merusakkan peralatan atau menimbulkan percikan api. Dengan mengganti sekering yang putus akan mengembalikan kerja peralatan seperti semula (sebagai contoh sekering klakson putus akibatnya klakson tidak bunyi, setelah sekering diganti klakson kembali bunyi). Jika sekering putus berulangkali, itu menandakan adanya suatu masalah dalam rangkaian dan ini memerlukan penanganan lebih serius. Ada dua jenis sekering dilihat dari bentuknya yaitu type blade/pipih dan cartridge/tabung. Pada umumnya kendaraan sekarang banyak menggunakan type blade. Gambar 30. Macam sekering Langkah-langkah mengganti sekering

Tekan pelan-pelan hingga sekering duduk dengan tepat pada slotnya. Melepas sekering dengan tang 7. Catut sekering 5. Kapasitas sekering 15 A 9. Gambar 31. Pastikan kapasitas sekering yang dipakai. Gambar 32. Gambar 33. Lepas sekering yang akan diganti dengan menariknya menggunakan catut sekering. Kotak sekering umumnya berbentuk segi empat yang diletakkan di bawah dashboard sebelah kanan. Keselamatan kerja: 1. Gambar 34. Matikan mesin 2. Pasang sekering baru dengan kapasitas yang sama dengan sekering yang diganti. Mencari kotak sekering. Jangan pernah mengganti sekering dengan ukuran amper yang lebih besar. Amati tutup kotak sekering Pada tutup kotak sekering dilengkapi dengan denah lokasi masingmasing sekering dan kapasitas dari sekering. Gambar 38. Memasang sekering 10.1. Kotak sekering 3. Melepas sekering 6. Pada kotak sekering juga dilengkapi dengan catut pelepas dan sekering cadangan. Periksa kondisi sekering Gambar 36. Jika tidak ditemukan catut gunakan tang lancip untuk melepas sekering. Denah letak sekering 4. Pasang tutup sekering. Ini dapat merusakan peralatan yang seharusnya diamankan oleh sekering itu. Gambar 37. . Gambar 35. Sekering baik dan putus 8.

karena pecahan kacanya dapat melukai tangan.2. Mobil-mobil sekarang pada umumnya menggunakan bohlam type halogen yang dapat dengan mudah dilepas dari bagian belakang lampu kepala. Periksa lampu kepala 2. Gambar 39. hati-hati saat melepas atau memasangnya. jika lampu kepala mati maka kemungkinan penyebab utamanya dalah bohlam putus. pada lampu jenis ini penggantiannya harus satu set antara bola lampu dan kaca biasnya. Pada jenis tabung sekering mudah pecah. Mengganti bohlam lampu kepala yang putus relatif gampang. Saklar lampu kepala . 2) Mengganti bohlam lampu kepala Lampu kepala berfungsi sebagai penerangan jalan saat kendaraan digunakan pada malam hari. Tetapi masih ada juga yang menggunakan model sealed beam (khususnya pada mobil-mobil tua). Pastikan bola lampu yang akan diganti Gambar 40. Matikan saklar lampu kepala Gambar 41. Bohlam halogen Langkah-langkah mengganti bohlam lampu kepala: 1.

8. . Lepas soket lampu kepala. 7. Pasang bohlam baru 9. Saat pemasangan bohlam baru pastikan bohlam duduk dengan tepat pada tempatnya. Pasang kembali klip pengikat pada tempatnya Pasang karet pelindung pada dudukannya Gambar Pasang soket lampu kepala (pastikan menancap dengan kuat). Bohlam mati karena terbakar a. 2. dan buka karet pelindung serta lepas klip pengunci Gambar 42. Gambar 43.3. Jangan pernah menyentuh kaca pada bohlam halogen. Jika ada salah satu lampu yang mati. Gambar 45. lampu rem dan mundur Lampu yang dipasang pada mobil mempunyai fungsi yang penting bagi keselamatan berkendaraan di jalan raya. 3. 1. 3) Mengganti bohlam lampu belakang. Langkah-Langkah: Tentukan bagian bohlam yang akan diganti: Pada beberapa type lampu belakang. Keluarkan bohlam dari dudukanya dan siapkan bohlam baru. pastikan tepat pada dudukannya. maka segera harus diganti. Pasang bohlam halogen Yang baru. Keselamatan kerja: 1. persinggungan yang tidak tepat mengakibatkan getaran yang menimbulkan panas sehingga bohlam mudah putus. cover lampu dibuka dari luar dengan melepas sekerup pengikatnya. 44. Daya pada bohlam baru harus sama dengan bohlam lama. 6. Melepas klip 4. Mengeluarkan bohlam 5. Nyalakanlah lampu kepala untuk mengujinya.

Uji kerja lampu dengan menginjak pedal rem dan memutar saklar lampu kota. tekanan yang terlalu kuat dapat memecahkan lampu. c. Periksa bohlam berapa ukuran daya yang dipakai.2. 9. Gambar 49. Pasang bohlam 8. Gambar 48. aliran arus yang berlebih. Sekering mempunyai ukuran kapasita arus yang berbeda. apabila ukuran arus pada sekering diganti lebih besar maka hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan kelistrikan yang ada. Membersihkan konektor 6. Pasang bohlam baru dengan cara menekan masuk lalu diputar. Lepaskan sekerup pengikat. Melepas baut pengikat 3. Selalu gunakan ukuran bohlam yang sama dengan aslinya saat penggantian. Sekering yang rusak/putus harus diganti agar peralatan kelistrikan yang ada pada rangkaian bekerja kembali. Bersihkanlah konektor dengan sikat kawat atau lap dari kotoran atau karatan. Pasang cover lampu belakang. Gambar 46. 7. Gambar 47. Menguji lampu belakang Keselamatan kerja: 1. 5. Lepas bohlam dengan cara menekan dan diputar. Rangkuman kegiatan belajar Sekering berfungsi untuk mengamankan jaringan dari kerusakan akibat. Melepas bohlam 4. . Ambil bohlam baru dengan ukuran sama dengan bohlam lama. 2. Hati saat melepas atau memasang bohlam. Gambar 50.

lampu kota. 7) Faktor yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering: c) Ukuran sekering harus sama dengan sekering yang asli d) Pemasangan harus benar pada tempatnya. b) Dari warna kelihatan hitam habis terbakar 9) Langkah perbaikan lampu rem: a) Pastikan terminal batere terlepas b) Pastikan posisi bohlam lampu rem yang akan diganti. Apabila bohlam putus maka lampu tidak menyala. .Rangkaian sistem kelistrikan diantaranya adalah lampu kepala. lampu rem. Test formatif kegiatan belajar 6) Sebutkan ciri-ciri sekering putus? 7) Faktor apa saja yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering. d. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 6) Ciri sekering putus. e. dengan mengganti bohlam baru maka rangkaian lampu akan menyala kembali. Pasanglah bohlam baru dengan ukuran yang sama dengan aslinya agar tidak mengakibatkan gangguan pada rangakaian kelistrikan yang ada. filamen kelihatan putus dan apabila dilakukan pemeriksaan kontinuitas diantara ke dua ujung sekering tidak ada kontinuitas. Tugas kegiatan belajar Mencari contoh bohlam type sealed-beam dan bohlam halogen yang digunakan pada lampu kepala. f. 10) Apa yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen. 8) Ciri-ciri bohlam mati: a) Filament putus. lampu mundur. 8) Sebutkan ciri-ciri bohlam mati?. 9) Jelaskan langkah perbaikan bohlam lampu rem.

Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menentukan kondisi sekering baik atau rusak 6) Menentukan ukuran sekering 7) Mengganti sekering 8) Menentukan ukuran bohlam 9) Mengganti bohlam Alat dan Bahan 8) Mobil instruksi 9) Test lamp Keselamatan Kerja 3) Lepas terminal batere sebelum pekerjaan penggantian dilakukan.c) Buka cover penutup bohlam. d) Lepas bohlam e) Periksa ukuran bohlam f) Bersihkan dudukan bohlam dari karat/kotoran g) Pasang bohlam baru h) Pasang kembali cover bohlam i) Pasang terminal batere j) Cek kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem 5) Yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen adalah tidak boleh memegang pada kacanya karena dapat menyebabkan cepat putus. . g.

Langkah Kerja 6) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 7) Lakukan Penggantian sekering 8) Lakukan penggantian bohlam Mengganti sekering: 5) Pastikan kunci kontak off dan lepas terminal batere 6) Lepas sekering dengan hati. cek kerja sekering dengan test lamp Mengganti bohlam lampu rem: 8) Pastikan letak bohlam yang akan ganti 9) Lepas terminal batere 10) Pada kendaraan yang dilengkapi dengan ECU posisi kunci kontak harus OFF saat terminal batere dilepas 11) 12) 13) 14) 15) Lepas cover lampu rem Lepas bohlam lampu rem Periksa ukuran daya lampu rem Bersihkan dudukan bohlam dari kotoran ataupun karat Pasang bohlam baru dengan ukuran sama dengan yang diganti .4) Pastikan kunci kontak OFF saat melepas terminal batere. 7) Periksa ukuran sekering 8) Pasang sekering baru dengan ukuran yang sama 9) Pasang kembali terminal batere. karena mudah pecah. 7) Selalu dilakukan pemeriksaan kerja. saat selesai penggantian. 6) Selalu gunakan ukuran yang sama saat penggantian sekering dan bohlam. 5) Hati-hati waktu melepas sekering atau bohlam.

Uraian materi kegiatan belajar Kabel (Wires) Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa dapat: 6) Menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan 7) Mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel 8) Menentukan ukuran kabel yang digunakan 9) Memperbaiki rangkaian kabel b. Terdapat beberapa tipe kabel. Perbaikan Rangkaian Kabel a. Kabel tipe serabut yang paling banyak digunakan pada kelistrikan otomotif.16) 17) 18) Pasang cover lampu rem Pasang terminal batere Periksa kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem Tugas: Cari jenis-jenis sekering dan analisa kapasitas ampere yang dipakai untuk masing-masing komponen kelistrikan. Kabel ini menghubungkan antara blok mesin dengan bodi/ rangka kendaraan. Kegiatan Belajar 4. kabel jenis ini digunakan sebagai kabel bodi/ ground. . diataranya: 1) Kabel yang terbungkus isolator tipe pejal dan tipe serabut. 2) Kabel tanpa isolator.

karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. Berdasarkan pengertian diatas tahanan suatu kabel listrik dapat dihitung dengan rumus berikut: .Gambar 51. Macam kabel Berdasarkan besar arus mengalir kabel dikelompokkan menjadi 2 yaitu : 1) Kabel diameter kecil yaitui kabel yang digunakan untuk beban lampu dan asesoris lainnya. semakin besar pula tahanannya. Contoh: kabel satu warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang. Ini berarti semakin panjang kabel listrik. Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. 2) Kabel diameter besar yaitu kabel yang digunakan untuk kabel baterai. sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). tetapi semakin besar diameter kabel listrik semakin kecil tahanannya. Kode Warna Kabel Guna mempermudah identifikasi maupun penelusuran bila terjadi kerusakan pada rangkaian kelistrikan maka isolator kabel dibuat warna. Tabel 1 Warna Black (hitam) Brown (coklat) Green (hijau) Gray (abu-abu) Blue (biru) Light Blue (hijau muda) Kode B BR G GR L LG Kode Warna Kabel Kode O P R V W Y Warna Orange (oranye) Pink(merah muda) Red (merah) Violet (ungu) White (putih) Yellow (kuning) Hubungan Antara Diameter dan Panjang Kabel dengan Tahanan Listrik Tahanan listrik berbanding lurus dengan panjang kabel tetapi berbanding terbalik dengan diameter kabel.

8 1.68 x 10-8 2. Guna memudahkan pemakaian maka SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) seperti table berikut ini: Tabel 3.8 . Ukuran Kabel Metric (mm2) 0. dan semakin kecil kabel tahanan semakin besar.25 x 10-8 48.7 2.2 x 10-8 3 x 10-5 5 x 10-1 0.44 x 10-8 1. m A = Luas penampang kabel ««. Tahanan jenis pada temperature 20 ºC Bahan Almunium Besi Emas Perak Platina Tembaga r W/m 2.R = Tahanan listrik ««««««.9 4. Wm l = Panjang kabel ««««««.60 109 . m2 Tabel 2.1 . W r = Tahanan jenis ««««««.0 SAE AWG (gage) 20 18 16 14 Ohm per 1000 feet 10.1012 Menentukan Ukuran Kabel Dari rumus di atas dapat dilihat bahwa semakin panjang kabel semakin besar tahanan listriknya..6 x 10-8 1.5 0.75 x 10-8 9.62 x 10-8 10.0 6.69 x 10-8 Bahan Tungsten Mangan Karbon Germanium Silikon Kaca r W/m 5.0 2.

dengan panjang 18 feet.0028 ohm per feet.3.09 Contoh: Tentukan besar tahanan untuk kabel 14 gage. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2. Selain besar arus dan beban juga dipengaruhi jarak antara sumber dengan beban.0 19. Pemilihan kabel yang digunakan pada sistem kelistrikan tergantung dari besar arus yang akan mengalir atau beban.0 40.3 0. sehingga besar tahanan = 0.0 8. Semakin besar arus yang mengalir atau semakin besar beban semakin kesar ukuran kabel yang digunakan.0 50.0028 x 18 = 0.2 0. Guna mempermudah pemilihan SAE mengeluarkan pedoman pemilihan kabel seperti table berikut ini: .14 0.4 0.0 12 10 8 6 4 2 1 0 00 1.7 0.0 13.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0.0 62.8 1.0 5.1 0.05 Ohm.11 0.0 32.

6 A Ukuran kabel untuk daya 200W dengan jarak 18 feet dari table diatas adalah 14 gage atau luas penampang 2.0028 ohm per feet. Tentukan pula penurunan tegangan akibat panjang kabel.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0.Tabel 4.6 x 0.0 mm2 .05 = 0. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2.5 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 15 18 20 22 Daya Watt 12 18 24 36 48 60 72 84 96 120 132 144 180 216 240 264 Panjang Kabel (feet) 7 10 15 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 20 20 18 18 20 18 18 18 20 18 18 16 20 18 16 16 20 18 16 16 20 18 16 14 18 16 14 14 18 16 14 12 16 14 12 12 3 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 5 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 25 20 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 30 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 10 Contoh: Tentukan ukuran kabel untuk lampu penerangan dengan daya 200 W.0028 x 18 = 0. sehingga besar tahanan = 0. Dengan demikian besar voltage drop sebesar V = I x R = 16. 83 Volt. Pedoman Pemilihan Ukuran Kabel (Wire Gage) Arus Amp 1 1. . bila jarak lampu sampai sumber listrik sejauh 18 feet.05 Ohm. Besar arus yang mengalir adalah I = P/V = 200 /12 = 16.

kemudian kawat tersebut dipanaskan dengan api maka lampu tersebut semakin lama akan semakin redup. Bila arus listrik melewati sambungan yang kendor akan menyebabkan sambungan menjadi panas. menempelnya air atau kotoran lain pada isolator. Bila sebuah lampu yang dihubungkan denga baterai dengan sebuah kawat tembaga. Tahanan sambungan dapat diperkecil dengan membersihkan sambungan dan mengeraskan sambungan. Gambar 54. Biasanya tahanan listrik akan naik bila temperatur naik.Hubungan Antara Temperatur dan Tahanan Listrik Tahanan listrik pada konduktor akan berubah dengan adanya perubahan temperatur konduktor/kabel. oleh karena itu terminal ini harus sering diperiksa dan dibersihkan Gambar 53. Terminal baterai merupakan terminal yang paling sering kendor dan kotor akibat korosi yang disebabkan asam sulfar dari uap elektrolit baterai. misalnya karena retak. Gambar 52. Sifat dari bahan-bahan ini disebut kemampuan tahanan isolator dan dinyatakan dengan nilai tahanan. bocoran arus listrik yang akan menimbulkan percikan bunga api dan menimbulkan kotoran. Kerusakan isolator kabel listrik Wire Harness . Dalam kondisi tertentu isolator dapat berubah menjadi penghantar listrik/konduktor. plastik dan porselin dapat digunakan untuk menghalangi arus listrik antara konduktor. Membersihkan terminal baterai Tahanan Isolator Seperti telah dijelaskan bahwa karet. Beberapa FaKtor Yang Mempengaruhi Nilai Tahanan Tahanan Sambungan Tahanan sambungan adalah tahanan yang diakibatkan oleh sambungan yang kendor atau kotor. Hal tersebut dapat dipahami dengan cara berikut. Panas ini akan memperbesar tahanan dan mempercepat timbulnya korosi. Akibat terminal kendor dan kotor menyebabkan tahanan meningkat sehingga menyebabkan gangguan suplai listrik terutama saat mesin distarter. vynil.

Gambar 59. Pada ujung wire harness dipasang konektor sehingga pemasangan sistem perkabelan lebih mudah. Memanaskan heat shrink disambung. kemudian kupas Gambar 56. contoh kabel yang digunakan secara umum 4) Kabel besar . Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang. 3) Buat kabel penyambung yang akan Gambar 58. Mengupas kabel kabel dengan tang pengupas dengan panjang 10 mm 2) Ukur diameter kabel untuk menentukan Gambar 57. Menyolder sambungan kemudian solder sambungan 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang Gambar 60. contoh kabel yang umum digunakan 2) Kabel tanpa isolator. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. contoh kabel baterai Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. Mengukur diameter ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. dimana sekumpulan kabel tersebut dijadikan satu dengan isolator. karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. contoh kabel massa 3) Kabel kecil. Rangkuman kegiatan belajar Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. masukkan heat shrink tube ke kabel penyambung.Wire harness merupakan sekumpulan kabel yang digunakan pada rangkaian kelistrikan. c. Contoh: kabel satu . agar kabel lebih rapih. Memasukkan heat shrink digunakan. Terdapat beberapa tipe kabel diantaranya : 1) Kabel berisolator. Gambar 55. 4) Sambung kedua kabel dengan Crimp mark. Wire Harnes Memperbaiki Kabel 1) Potong kabel yang rusak.

d. ukuran kabel dan tahanan tiap 1000 feet. bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel. bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel. Tiap ujung kabel dipasang konektor. Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan kabel. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Macam kabel yang digunakan pada kendaraan yaitu dilihat dari serabutnya ada dua yaitu kabel serabut dan kabel pejal. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraaan 2) Tentukan ukuran kabel untuk horn. Guna memudahkan menentukan ukuran kabel yang akan digunakan SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) yang berisi nomor gage. jarak antara horn dengan sumber 3 m. jarak antara horn dengan sumber 3 m. dilihat dari ukurannya maka ada kabel kecil dan kabel besar. dari penggunaan isolator yaitu kabel tanpa isolator dan kabel dengan isolator. Selain itu juga ada pedoman yang memuat hubungan arus. bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak.warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white).28 = 9. Tugas kegiatan belajar Cari wiring diagram salah satu tipe kendaraan: 1) Identifikasi ukuran dan warna kabel yang digunakan 2) Identifikasi jenis konektor yang digunakan e.84 feet . 2) Ukuran kabel untuk horn. Panjang kabel : 1 meter= 3. 3) Sebutkan bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel 4) Dimana titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel 5) Apa yang dimaksud heat shrink tube? 6) Bagaimana cara menyambung kabel yang putus? f.28 feet untuk 3 m = 3 x 3. panjang kabel dan nomor gage yang digunakan.

Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 3) Menyambungkabel yang putus 4) Memasang terminal kabel Alat dan Bahan 10) 11) Solder Tang pengupas kabel . klem kabel pada bodi dan terminal kabel 5) Heat shrink tube merupakan salah satu model isolator sambungan kabel dengan metode pemanasan untuk menyusutkan isolator sehingga isolator dapat mengikat dengan kuat sambungan yang diisolasi. c) Ukur panjang kabel yang dibutuhkan dengan diameter sama dengan kabel yang disambung.beban : 12 V/36 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/36 W +12 V/36 W = 12V/72 W . d) Masukkan dua heat shrink tube pada kabel penyambung.5 mm2 3) Bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel antara lain karet. ujung konektor. 6) Cara menyambung kabel yang putus adalah : a) Putus bagian kabel yang rusak dan kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel 20. f) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder dan panasi heat shrink tube. yaitu kabel dengan luasan 0. e) Sambung kabel yang putus. vynil. b) Ukur diameter kabel untuk menentukan diameter kabel penyambung. atau plastik. dan solder sambungan kabel. 4) Titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel antara lain pada sambungan. g.

cepit dengan tang penjepit terminal. heat shring tube Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. 4) Bersikan alat dan tempat kerja. c) Sambung kabel. b) Masukkan heat shrink tube pada kabel. kemudian solder sambungan kabel. tenol. e) Panasi heat shrink tube. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. solder sambungan kabel. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. e) Panasi heat shrink tube. c) Pasang kabel pada terminal kabel. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder.12) Kabel. b) Masukkan heat shrink tube pada salah satu kabel. tempatkan iujung solder pada tempatnya. Tugas . Menyolder sambungan 11) Memanasi heat shrink Latihan memasang terminal a) Potong kabel dengan panjang 100 mm. kembalikan ketempat semula. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. terminal kabel. Langkah Kerja 9) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 10) Latihan menyambung kabel a) Potong dua buah kabel dengan panjang 100 mm. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak.

melindungi sambungan dari karat dan kotoran. dalam rumah tersebut terdapat lubang untuk memasukkan terminal kabel. Memperbaiki Konektor Kabel a. . dan memungkinkan sambungan dipisah lagi dengan mudah. Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan terminal. Konektor terdiri dari konektor laki-laki dan konektor perempuan. Uraian Materi Konektor kabel (Wire conector) Konektor berfungsi tempat penyambungan kabel pada sistem kelistrikan. Kegiatan 5. Bentuk Konektor Bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah membaca modul ini siswa dapat: 1) Menyebutkan macam wire conector 2) Menjelaskan model penguncian wire conector 3) Melepas dan memasang wire conector 4) Memperbaiki wire conector yang rusak b.Apa dampak kualitas sambungan kabel yang buruk pada sistem kelistrikan. sedangkan untuk menjamin agar sambungan lebih kuat maka dipasang pengunci. Agar penyambungan konektor lebih mudah dan tidak salah maka pada konektor terdapat nok sehingga bila posisi tidak tepat maka konektor tidak dapat masuk. rumah konektor terbuat dari plastic. Jumlah terminal pada konektor sangat beragam mulai dari satu terminal sampai puluhan terminal.

Bentuk dan Teknik Penguncian Pada Konektor Kabel. Bagian yang ditarik adalah bagian konektornya. Langkah melepas konektor kabel adalah sebagai berikut . Konektor Saat melepas konektor harus memperhatikan teknik penguncian yang digunakan. dan saat menarik konektor tidak boleh menarik kabelnya. Teknik melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: 1) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik 2) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik 3) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : 1) Di tengah 2) Disamping Gambar 62. Gambar 63. Perhatikan metode penguncian yang digunakan oleh konektor. cara melepas yang salah dapat meyebabkan kabel putus.Gambar 41. jangan menarik kabel saat melepas. Macam Bentuk Konektor dan Jumlah Terminalnya Melepas dan memasang konektor kabel Melepas konektor harus hati-hati.

lihat gambar 64. . untuk mengatasi hal tersebut maka perlu perbaikan konektor kabel. Gambar 64. 3) Pastikan konektor telah terkunci dengan baik dengan cara menarik konektor tanpa menekan pengunci. Memperbaiki Kerusakan Konektor Kabel Terminal konektor maupun kabel pada sambungan terminal sering mengalami gangguan. konektor tidak boleh terlepas. Gangguan pada terminal adalah karat dan terbakar.1) Tekan pengunci badan soket konektor dan pisahkan badan konektor laki dan perempuan (Male dan Famale) 2) Jika sulit terlepas. 3) Menggunakan obeng. masukkan obeng ke dalam bagian depan badan konektor. Melepas Terminal dari Konektor Langkah memasang 1) Perhatikan posisi pengunci maupun posisi nok 2) Masukkan terminal konektor sampai pengunci bunyi klik. angkat anti-back comb dari badan konektor dengan menggunakan obeng. angkat pengunci penahan dari terminal dan tarik kabelnya dari konektor. sedangkan pada sambungan sering kabelnya putus.

dan kupas isolatornya kurang lebih 10 mm. . 3) Potong kabel yang rusak. kemudian solder sambungan 7) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. Gambar 67. Menyambung Kabel Yang Putus 6) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. kupas isolator pada ujung kabel. pasang terminal konektor. 5) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah. kupas ujung kabel. Bentuk konektor ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. Teknik penguncian dengan menekan maupun mengungkit. yaitu konektor laki-laki dan konektor perempuan. Rangkuman Sepasang konektor kabel terdiri dari dua buah. sambung kedua kabel dengan Crimp mark. Gambar 66. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater.Langkah perbaikan adalah sebagai berikut: 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil. kemudian tarik kabel untuk menguci apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. 8) Ungkit pengunci pada terminal konektor. Melepas Terminal Konektor 2) Dorong terminal konektor keluar. Memasang Terminal Konektor c. 4) Ukur diameter kabel untuk menentukan ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. Gambar 65 .

g. menyambung kabel dan memasang terminal konektor pada rumahnya sampai bunyi klik. 4) Mengatasi terminal konektor yang rusak adalah dengan mengganti terminal baru. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah 2) Metode melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: a) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik b) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik c) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : Di tengah konektor dan disamping rumah konektor 3) Yang harus diperhatikan saat melepas adalah melepas penguncian. 4) Bagaimana cara mengatasi bila terdapat satu atau lebih terminal konektor yang rusak? f. Kunci Jawaban Formatif 1) Bentuk konektor kabel ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. Tugas Cari buku pedoman perawatan salah satu kendaraan. Sedangkan saat memasang perhatikan bentuk. jangan menarik konektor pada kabelnya karena dapat menyebabkan kabel putus. rangkum bentuk konektornya dan teknik penguncian yang diaplikasikan.Membuka konektor harus memperhatikan metode penguncianya. memotong kabel terminal yang rusak. d. Test Formatif 1) Sebutkan macam bentuk wire conector 2) Jelaskan metode melepas penguncian pada wire conector 3) Jelaskan yang harus diperhatikan saat melepas dan memasang wire conector. dengan cara mengeluarkan terminal konektor lama. posisi nok dan posisi pengunci. e. menarik rumah konektor kabel dan tidak boleh menarik kabel. membuat sambungan kabel dengan terminal konektor. Lembar Kerja Tujuan : .

6) Ungkit pengunci pada terminal konektor. tenol. kemudian tarik kabel untuk memastikan apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak. tempatkan iujung solder pada tempatnya. 4) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan.Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menyambung kabel yang putus 6) Memasang terminal konektor 7) Memperbaiki terminal kabel Alat dan Bahan 13) 14) 15) Solder Tang pengupas kabel Kabel. kupas ujung kabel. kemudian solder sambungan. 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. Langkah Kerja Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil dan dorong terminal konektor keluar. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. . kupas isolator pada ujung kabel. sambung kedua kabel dengan Crimp mark. 3) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama. dan kupas isolatornya 10 mm. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. heat shring tube 16) Konektor kabel Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. terminal kabel. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. pasang terminal konektor. 2) Potong kabel yang rusak.

tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 15) Sebutkan tiga hal yang sering menjadi gangguan pada rangkaian/system kelistrikan? 16) Sebutkan macam sekring yang biasa digunakan pada mobil 17) 18) Terangkan ciri-ciri bohlam putus Jelaskan titik-titik yang sering menjadi sumber gangguan pada rangkaian kabel . untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam. Harga R1= 60 dan R2 = 180 . Terangkan cara memasang ampere meter. d. Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut! Sebuah bohlam 12 V/23 watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt. parallel dan kombinasi 14) Dua resistor dirangkai secara seri. 13) Berapa tahanan bohlam secara teoritis? Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter. Jelaskan karakteristik rangkaian seri. BAB. SOAL 1. III EVALUASI A. Soal Uji Kompetensi Pengetahuan (Waktu 120 menit) 11) 12) a. Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam. 2) Buatlah laporan kerja. c. Tugas: 1) Identifikasi jenis dan penyebab kerusakan pada konektor kabel.7) Bersihkan tempat kerja. kembalikan alat yang digunakan ke tempat semula. b.

bila diketahui daya klakson 12V/60 W dirangkai paralel. 20) Sebutkan macam bentuk konektor kabel 2.19) Tentukan ukuran kabel untuk klakson. Soal Uji Kompetensi Keterampilan . jarak antara klakson dengan sumber 3 m.

tahanan dan tegangan pada rangkaian yang disediakan.Demonstrasikan dihadapan guru/instruktur kompetensi saudara dalam waktu yang telah ditentukan No 1 2 3 4 5 6 7 Kompetensi Mengukur arus.25 Ohm Waktu 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 70 menit Tahanan bohlam secara teoritis adalah R= V/I = 12 / 1. a) Besar arus listrik adalah I=P/V = 23/12 =1. KUNCI JAWABAN 10) Hukum Ohm mengatakan: besar arus yang mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan. Membuat rangkaian kombinasi 3 resistor Memeriksa kontinuitas pada rangkaian yang disediakan Mengganti sekering pada rangkaian klakson Mengganti bohlam Halogen pada rangkaian lampu kepala Membuat sambungan kabel Mengganti konektor kabel Total B. V = I x R 11) Sebuah bohlam 12 V/23 Watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt.92 d) Mengukur tegangan baterei dengan volt meter atau multi meter § Atur selector pada DC Volt skala 50 § Kalibrasi alat ukur § Hubungkan colok positip/merah ke positi baterei § Hubungkan colok negatip/hitam ke negatip baterei § Baca hasil pengukuran dengan teliti 3) Rangkaian seri mempunyai karakteristik a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan .92 Ampere b) c) Ampere meter dipasang seri terhadap beban = 6.

(V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) 4) Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0. c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti.( Rt = R1 + R2) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2) Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama . V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti.Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V. Nilai tahanan dalam rangkaian membesar I = I1 + .05 A = 50 mA Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV = 3 V . 5) Tiga hal yang sering menyebabkan gangguan pada rangkaian/system kelistrikan adalah: a).

a) Jika diperiksa secara visual. Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel SAE 18. maka pada vilamennya kelihatan terputus b) Jika dilakukan tes kontinuitas antara kutup positip dan negatip tidak ada. Terjadinya hubung singkat c). 9) Ukuran kabel untuk klakson. bila diketahui daya klakson 12V/ 36 W dirangkai paralel. INDIKATOR Dapat menjelaskan hukum Ohm SOAL SKOR SKOR MAKS PEROLEHAN 0. Beban klakson adalah 12 V/ 60 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/ 60 W +12 V/ 60 W = 12V/ 120 W .5 Dasar listrik 2 Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut Dapat mengukur Sebuah bohlam 12 dan menghitung V/23 watt dirangkai secara teoritis besar seri dengan baterei 2 .b). 8) Titik-titik yang menjadi gangguan pada rangkaian kabel antara lain pada sambungan.84 feet.28 feet untuk 3 m = 3 x 3. jarak antara klakson dengan sumber 3 m. yaitu kabel dengan luasan 0. 6) Sekering yang biasa digunakan pada mobil: a) Sekering type blade b) Sekering type cartridge 7) Ciri-ciri bohlam putus. KISI-KISI SOAL PENGETAHUAN NO 1 SUB KOMP. klem kabel pada bodi dan terminal kabel.8 mm2 10) Macam bentuk konektor kabel : a) Bentuk bulat b) Bentuk persegi C.28 = 9. Panjang kabel : 1 meter= 3. ujung konektor. Kerusakan pada komponen kelistrikan.

parallel dan parallel dan gubungan kombinasi Dapat menghitung Dua resistor besar Arus dan dirangkai secara tegangan pada seri. untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam c. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V Prosedur Dapat menyebutkan Sebutkan tiga hal menghindari hal-hal yang sering yang sering menjadi kerusakan ECU menyebabkan gangguan pada dan memeriksa gangguan pada rangkaian/system gangguan pada ranagkaian kelistrikan rangkaian 1 1. Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter Dapat menjelaskan Jelaskan karakteristik karakteristik rangkaian seri.Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam b. rangkaian seri. Tahanan dan Tegangan 12 Volt a. Harga R1= 60 rangkaian dan R2 = 180 . Terangkan cara memasang ampere meter. Berapa tahanan bohlam secara teoritis? 3 4 5 d.5 0.Arus.5 .

5 1 2 0.Dapat menyebutkan Sebutkan macam macam sekering sekring yang biasa Mengganti digunakan pada sekering dan mobil bohlam 7 Dapat menerangkan Terangkan ciri-ciri ciri bohlam putus bohlam putus 8 Dapat menjelaskan Jelaskan titik-titik titik-titik yang yang sering menjadi sering terjadi sumber gangguan gangguan pada pada rangkaian rangkaian kabel kabel 9 Dapat menentukan Tentukan ukuran Rangkaian kabel ukuran kabel sesuai kabel untuk horn. jarak antara klakson dengan sumber 3 m.5 Kisi-Kisi Penilaian Sikap No 1 2 3 4 Komponen yang dinilai Kelengkapan pakaian kerja Penataan alat dan kelengkapan yang memperhatikan pekerja dan alat Menggunakan alat sesuai fungsinya Membersihkan alat dan tempat kerja Nilai akhir Skor Maks 1 2 6 1 Skor Perolehan Kisi-Kisi Penilaian Keterampilan . penggunaan bila diketahui daya horn 12V/60 Watt dirangkai paralel. 10 Konektor Dapat menyebutkan Sebutkan macam bentuk konektor bentuk konektor kabell 6 0.5 0.

5 Dasar Listrik 2 1 Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian § Menggunakan peralatan sesuai SOP 3 § Pemeriksaan dilakukan sesuai SOP § Menyimpulkan hasil pemeriksaan Mengganti sekering § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memeriksa kondisi sekering 1. tahanan dan tegangan § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Mengkalibrasi alat ukur § Membaca hasil pengukuran Membuat rangkaian kombinasi § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Rangkaian benar dan bekerja Memeriksa kontinuitas rangkaian Skor Maks Skor Perolehan 1 1.5 Mengganti sekering dan bohlam 4 1.5 § Menentukan kapasitas sekering § Penggantian sekering sesuai SOP Mengganti Bohlam § Menggunakan peralatan sesuai SOP 1.No Sub Kompetensi Dasar Listrik Komponen yang dinilai Mengukur arus.5 5 Mengganti sekering dan bohlam .

dengan skor setiap aspek minimal 7 Nilai Akhir BAB.5 C. IV PENUTUP .5 Konektor 7 1. KRITERIA KELULUSAN Aspek Sikap Pengetahuan Keterampilan Skor Perolehan Bobot 2 2 6 Nilai Keterangan Syarat kelulusan nilai minimal 7.§ Memeriksa kondisi Bohlam § Menentukan ukuran Bohlam § Penggantian Bohlam sesuai SOP Rangkaian kabel Membuat sambungan kabel § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih ukuran kabel § Menyolder kabel Mengganti konektor § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih konektor § Memasang pin kabel 6 1.

Setelah siswa merasa menguasai sub kompetensi yang ada. WWW. Wiring Diagrams. Autoshop 101. sedangkan uji praktik dengan mendemontrasikan kompetensi yang dimiliki pada guru/instruktur. WWW. Electric Circuit. Uji teoritis dengan cara siswa menjawab pertanyaan soal evaluasi. DAFTAR PUSTAKA Sullivan`s Kalvin R. Electric Fundamentals. WWW. com Sullivan`s Kalvin R. com Sullivan`s Kalvin R.Replacing fuse blown. WWW. parallel dan gabungan . Sub kompetensi tersebut. (2004).Kompetensi perbaikan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dengan kode OPKR 50-002B terdiri dari 6 sub kompetensi dengan durasi 60 jam pelajaran @ 45 menit. Autoshop 101. namun bila syarat minimal kelulusan belum tercapai maka harus mengulang modul ini. (2004). (2004). ehow. com Sullivan`s Kalvin R. dari sini kompetensi siswa dapat diketahui. 2) Mengukur tegangan. Autoshop 101. Wire and Conectors. (2004). WWW. atau bagian yang tidak lulus dan karena tidak diperkenankan mengambil modul berikutnya. com Sullivan`s Kalvin R. tahanan dan arus 3) Pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU 4) Mengganti sekering dan bohlam 5) Perbaikan rangkaian kabel 6) Perbaikan konektor Kompetensi ini merupakan kompetensi dasar guna mempelajari sistem kelistrikan sehingga harus dikuasai dengan baik. Autoshop 101. com . (2004). Autoshop 101. WWW. Diagnosis & Testing. Guru/instruktur akan menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. siswa dapat melaksanakan uji kompetensi. com an. Bagi siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. yaitu : 1) Merangkai hubungan seri.

WWW. Memeriksa sistem/komponen suspensi dan menentukan kondisinya. dengan mengikuti tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jakarta. Rencana Belajar Peserta Diklat Rencana setiap kegiatan belajar anda. Com an.How to replace a car headlight. WWW. Jenis Kegiatan 1.autolamp. brake or reverse light.How to replace a tail.th). Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru . Toyota Astra Motor TEAM (1995). Jakarta.Halogen head light. Mempelajari konstruksi dan cara kerja system suspensi 2. Electrical Group Step 2. Toyota Astra Motor Posted in ilmu. Jakarta . Toyota Astra Motor TEAM (1996). Materi engine group step 2. ehow. com an. ehow.Com Toyota Astra Motor (t. WWW.an. New Step 1 Training Manual. otomotif Leave a Comment Pemeriksaan Sistem Suspensi Apr 21 Posted by 66tech BAB II PEMELAJARAN A.

Namun demikian. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi b. Untuk mengurangi getaran dan goncangan tersebut setiap kendaraan perlu dilengkapi dengan sistem suspensi.B. Sehingga kenyamanan pengendaraan tidak akan dapat dicapai. Tujuan kegiatan belajar a. Kegiatan Belajar 1. sehingga kedua roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan Ada dua macam konstruksi suspensi independent depan yaitu suspensi wishbone dan suspensi mac pherson : 1). Menjelaskan konstruksi dan cara kerja system suspensi Tujuan kegiatan belajar : Menjelaskan konstruksi system suspensi Menjelaskan cara kerja system suspensi 2. 1. Uraian materi Kenyamanan berkendaraan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh pengendara maupun penumpang. Suspensi wishbone pegas coil Suspensi jenis ini menggunakan pegas koil yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm) dan lengan atas (upper arm) . maka akan terjadi hal yang tidak diharapkan. kendaraan akan selalu mengalami getaran atau goncangan yang disebabkan oleh mesin itu sendiri atau karena kondisi jalan yang tidak rata. Gambar 1. Memeriksa system/ komponen system suspensi Memeriksa sistem / komponen suspensi dan menentukan kondisinya. Penggunaan sistem suspensi Pada umumnya system suspensi kendaraan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu suspensi independent dan suspensi rigid Konstruksi dan kerja jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. Apabila salah satu komponen system suspensi mengalami gangguan. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi sesuai dengan SOP 2.

sehingga memungkinkan knucklekemudi dapat diarahkan. b) Kedua ujung luar lengan atas dan lengan bawah yang dipasangkan pada knuckle kemudi menggunakan sambungan peluru. sangat cocok digunakan untuk system suspensi roda depan.Bodi (frame) Lengan atas Penahan benturan Sambungan peluru bawah Gambar 2 : Suspensi wishbone dengan pegas koil Suspensi ini mempunyai sifat : a) Dengan desain yang kompak dari pegas hasil . Suspensi wishbone pegas torsi Suspensi wishbone menggunakan pegas batang torsi yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm ) dan kerangka kendaraan. sehingga memungkinkan arm dapat bergerak ke atas dank ke bawah mengikuti gerakan roda. c) Knuckle kemudi dan spindle yang terpasang dibagian ujung lengan atas dan bawah dipasang menggunakan sambungan peluru. . Kerjanya bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas mengalami pemendekan dan pemanjangan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pemegasan) 2).

Suspensi mac pherson lengan ³melintang´ Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah (lower arm) berbentuk lurus . sedangkan ujung depannya dipasangkan pada lengan bawah (lower arm) dan kedua tempat pemasangannya dibuat mati. Gaya yang diterima lower arm ditahan dengan kemampuan puntiran pegas torsi yang dipasangkan antara lower arm dengan kerangka (frame). Pegas batang torsi (torsion bar) bekerja secara puntiran karena batang torsi dibuat dari baja yang mempunyai elastisitas tinggi Kerjanya : bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke lower arm maupun upper arm melalui knuckle kemudi.Peredam getaran stabiliser Pegas torsi Suspen si ini mempu nyai sifat : a). Pegas batang torsi (torsion bar) digunak an pada kendaraan yang tidak menggunakan pegas koil ataupun pegas atau pegas daun pada suspensi depan b) Pegas batang torsi (torsion bar) pada ujung belakangnya dipasang pada kerangka kendaraan . . salah satu ujung lengan bawah dipasang knuckle kemudi dengan sambungan peluru sedangkan ujung yang lain dipasangkan pada kerangka kendaraan. Suspensi Mac pherson Suspensi ini pegas koil dipasangkan menjadi satu kesatuan dengan shock absorber menggunakan lengan bawah ( lower arm ) sebagai dudukan komponennya Ada dua macam konstruksi suspensi mac pherson yaitu dengan lengan ³melintang´ dan lengan ³L´ a). Untuk memperhalus proses pemegasan (puntiran) pegas torsi maka peredam getaran dipasangkan untuk memperhalus proses pemegasan yang dipasangkan antara lower arm dengan frame kendaraan 3). c).

Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan maka peredam kejut dipasangkan bersama pegas koil antara lower arm dengan rangka ( frame) b) Suspensi mac pherson lengan ³L´ . lengan ini bersama-sama batang penahan (strut bar ) berfungsi mencegah perubahan jejak roda-roda depan Penutup debu Bantalan atas Kerjanya : bila roda- Bodi ( frame) Batang piston Gambar 4 : Suspensi mac pherson dengan lengan melintang roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm melintang sehingga mengakinatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan kerangka ( frame ).Lengan melintang dan kelengkapannya berfungsi meneruskan beban kendaraan keroda dan mengontrol gerakan samping.

Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersaman pegas koil antara lower arm ³L´ dengan rangka (frame) kendaraan . . dengan dua tempat pemasangan terpisah yang berfungsi untuk mencegah gerakan dari arah samping dan gerakan aksial roda. Ada dua macam konstruksi suspensi independent belakang yaitu : Suspensi mac pherson penggerak roda depan dan suspensi mac pherson penggerak roda belakang. Oleh karena itu suspensi jenis ini tidak memerlukan lagi batang penahan (sturt bar) Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka akan diteruskan ke lower arm ³L´ mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pada pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. Konstruksi jenis suspensi independen belakang. b. sehingga roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan.Penopang atas Dudukan pegas Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah ( lower arm ) berbentuk ³L´ yang digunakan pada roda sebagai penggerak ( front wheel drive) dengan engine di depan ( front engine) Lengan bawah Gambar 5 : Suspensi mac pherson dengan lengan ³L´ Peredam getaran Lenga n bawa h³L ³ memp unyai dua tempat pemasangan pada kerangka yang masing-masing dipasangkan menggunakan bushing karet. 1) Suspensi mac pherson penggerak roda depan. Suspensi jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah.

2) Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi Suspensi jenis ini menggunakan poros kaku ( rigid) berbentuk ³ U ³ yang didalamnya dipasangkan batang tiorsi akan bekerja secara puntiran saat terjadi gerakan roda.Suspensi jenis ini dilengkapi lengan bawah ( lower arm) dan lengan penopang (strut bar) Lengan bawah Stabilisator Strut bar Tromol rem Gambar 6 : Suspensi mac pherson bagian belakang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Pemasangan ujung lengan bawah (lower arm) dengan rangka silang kendaraan menggunakan bhusing karet sedangkan ujung yang lainnya dipasangkan pada knuckle kemudi. Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm yang mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasang antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersama pegas antara lower arm dengan rangka (frame ) kendaraan. b) Batang penopang (strut bar) dipasangkan antara kerangka dengan lengan control bawah yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya gaya lateral yang berlebihan. .

Untuk memperhalus proses pemegasan dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan peredam getaran dipasang antara rumah poros roda belakang dengan rangka (frame) kendaraan 3) Suspensi mac pherson penggerak roda belakang. hingga menghasilkan pengemudian yang stabil c) Gerakan puntiran dari ujung lengan-lengan suspensi diteruskan kedalam gerakan puntiran aksel belakang. Puntiran ini sangat menghasilkan gaya reaksi yang berlawanan dengan lenganlengan suspensi Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke rumah poros. Suspensi ini juga disebut aksel berayam Penopang Pegas atas Deferensial Lengan atas Peredam getaran .Penguat poros Batang lateral Gambar 7: Suspensi mac pherson dengan batang torsi Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros semi rigid bersama batang pegas torsi bekerja secara aktif sebagai suspensi b) Pegas koil berfungsi menyempurnakan momen suspensi agar dapat mengurangi roling body. Suspensi jenis ini dilengkapi dengan lengan control bawah ( lower arm) dan lengan control atas (upper arm) hingga dapat berayun secara bebas bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. lengan suspensi sehingga mengakibatkan bagian ini bersama pegas koil berayun terhadap rangka (frame) kendaraan.

pertemuan kedua bagian poros bekerja sebagai tumpuan.Rangka silang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros ( aksel ) Lengan Bawah roda dibuat terpisah. Jenis suspensi rigit roda depan Suspensi jenis ini biasanya dipasangkan pada poros rigit ( kaku) yang terbuat dari baja tempa pejal berbentuk I Roda sebelah kanan dan kiri dipasangkan pada ujung poros tunggal. hingga poros dapat barayun bebas . Ada empat jenis knuckle kemudi yang dipasangkan pada suspensi rigid roda depan yaitu : a) Jenis reverse eliot Jenis ini ujung poros sangat sederhana konstruksinya dan mudah untuk pemasangan komponen rem .sedangkan pada ujung poros berfungsi menahan momen punter karena gaya pengereman Bagian ujung poros ini juga dipasangkan knuckle kemudi dengan menggunakan poros kingpin . Konstruksi jenis suspensi rigid 1). Berat body kendaraan dan komponen yang lain ditopang oleh pegas suspensi Ujung bawah mac pherson dipasang pada lengan kontrrol atas dan bawah juga lengan jejak. Gambar 8 : Poros berayun pada bagian belakang b) c) Differensial ditempatkan pada bagian rangka silang body kendaraan. Untuk memperhalus proses pemegasan pegas koil dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan kejut dipasang antara lower arm dengan rangka (frame) a. Pada bagian tengah poros berfungsi menahan beban kendaraan. lengan control atas dan control bawah yang lain dipasangkan pada kerangka body kendaraan Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm dan upper arm sehinga pegas koil mac pherson mengalami memendekan dan pemanjangan . d) Ujung lengan jejak.

knuckle kemudi dipasangkan ditengah ujung poros dengan c). Kerjanya : bila rodaroda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan keporos depan rigit Gambar 13: Jenis Marmon yang berbentuk ³ I ³ hingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun / ayunan pegas daun yang berlebihan maka dipasangkan peredam getaran antara poros depan dengan rangka (frame). Jenis eliot Jenis ini ujung porosnya dibuat sangat komplek . . Gambar 11: Jenis Eliot karena knuckle kemudi dipasangkan pada ujung poros bagian atas sehingga poros menjadi tambah tinggi e) Jenis marmon Gambar 10 : Jenis Reverse Eliot menggunakan poros kingpin Jenis ini juga tidak memerlukan poros kingpin kare knuckle kemudi dipasangkan pada bagian bawah ujung poros sehingga daya kekuatannya agak berkurang bila dibandingkan dengan jenis yang lain. Jenis Lemoine : Jenis tidak memerlukan poros kingpin.b).

Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan kerumah poros roda belakang yang mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan dan pemanjangan ( konstanta pegas) untuk mengurangi ayunan pegas (oksilasi) yang berlebihan pada suspensi ini dilangkapi peredam getaran yang dipasangkan antara rumah poros dengan kerangka (frame) kendaraan. Pegas daun Pada umumnya pegas daun dipasangkan secara parallel antara rangka dengan poros belakang. harus dilengkapi komponen yang lain seperti : laterar rod dan stabilisator. sehingga tenaga yang dihasilkan oleh motor dipindahkan ke roda-roda melalui poros yang berputar dalam rumah. Sedangkan beban kendaraan yang didukung oleh rangka mobil diteruskan ke rumah poros melalui pegas daun Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka diteruskan kerumah poros belakang yang mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) yang konstruksinya dilengkapi dengan ayunan pegas Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun yang berlebihan maka suspensi ini dilengkapi peredan getaran yang dipasangkan antara penopang pegas daun dengan (frame) Ayunan Pegas Gambar 15: Suspensi pegas daun b). Ada dua jenis pegas yang digunakan pada jenis ini yaitu a). Jenis suspensi rigit roda belakang Suspensi jenis ini biasanya roda-roda dipasangkan pada satu poros.2). Rumah poros Pegas koil belakang . Apabila pegas koil digunakan pada suspensi belakang. tetapi tidak dapat menahan gaya samping atau tekanan samping. Pegas koil Poros kaku dengan pegas koil untuk mengadakan pemegasan dan menahan beban tegak lurus.

knuckle kemudi Komponen ini berfungsi untuk pemasangan roda-roda depan / sumbu roda. Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas dan bersih knuckle kemudi disemprotkan menggunakan penetrant warna untuk meyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak. sehingga memungkinkan kendaraan membelok kekanan dan kekiri. Upper arm . dengan cara disemprot menggunakan penetrant warna untuk menyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak. Upper arm dan lower arm Komponen ini berfungsi untuk menyangga pegas coil. 2. pengujian dan menentuan komponen system suspensi : 1. Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas lower arm dan upper arm. pemasangan knuckle kemudi dan memelihara letak geometris body dan roda-roda.Lengan kontrol atas Batang kontrol Gambar 16: Suspensi pegas koil Ini uraian materi kegiatan belajar 2: Fungsi dan prosedur pemeriksaan.

y Dongkrak bagian depan kendaraan dan di topang dengan penyangga. pemasangannya antara lower arm dengan steering knuck dan upper arm dengan steering knuekle. a) y Pemeriksaan kekendoran ball joint bawah terhadap lower arm. Bila tidak timbul suara yang aneh maka bias dipastikan lower arm dan upper arm dalam keadan baik. Pengujian knuckle kemudi : dalam keadaan terpasang pada lower arm maupun upper arm komponen ini digerakkan kearah samping kiri.Gb. Ball Joint Komponen ini berfungsi sebagai sumbu roda-roda saat kendaraan membentuk. Bila tidak timbul suara aneh maka bias dipastikan knuckle kemudi dalam kondisi baik 3. kanan. Upper arm dan knuckle kemudi . Gerakkan lengan suspensi bawah ke atas dan kebawah dan pastikan tidak ada gerak bebas ball joint (berlebihan) y Gerakkan roda samping kanan samping kiri dan pastikan tidak ada gerakan yang berlebihan. Pengujian lower arm dan upper arm : dalam keadaan lower Knuckle kemudi arm dan upper arm terpasang dalam kerangka (frame) kendaraan komponen ini digerakkan kearah atas atau kearah bawah . 17 Pemeriksaan Lower. y Pastikan kendaraan sudah disangga dengan aman y Pastikan bahwa roda depan telah lurus posisinya dan tekan pedal rem. atas dan bawah . .

Peng ujian ball joint : dalam keadaan roda terpasang gerakkan roda bagian atas kedalam dan bagian bawah keluar atau sebaliknya bila terjadi kekocakan yang berlebihan maka ball joint perlu diganti bila tidak terjadi kekocakan dapat dipastikan ball joint dalam keadaan baik. Gb. Pegas Koil (Coil Spring) Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang diakibatkan dari permukaan jalan tidak rata. Bila pegas lemah. kemudian tekan pegas dengan Gambar 19: Pemeriksaan pegas koil beban tertentu. bila ukuran kurang dari batas limit spesifikasi sesuai yang ditentukan maka pegas perlu diganti. b. pastikan tidak ada kebocoran minyak dan gas. Shock absorber (peredam getaran ) Komponen ini berfungsi untuk mengurangi oksilasai yang berlebihan pada pegas bila kendaraan berjalan dijalan tidak rata. Gambar 18 : Pemerikasan ball joint terhadap lower arm dan upper arm 4. ukur tinggi bebas pegas sesuai dengan buku manual sesuai dengan jenis mobil yang diperiksa . Ukur kembali tinggi bebas pegas .batas limit = 273 mm. 21a Pemeriksaan Shock absorber . Pengujian pegas koil dalam keadaan pegas koil terlepas ukur tinggi bebas pegas. Bila pegas lemah dapat dirasakan ada kejutan tidak normal saat kendaraan melewati jalan yang rata. dan sebaliknya Catatan : a. Pemeriksaan peredam getaran dalam keadaan terlepas dan bersih. Pemeriksaan pegas koil dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak atau aus. penempatannya diantara lower arm dan upperr arm. maka keausan ban menjadi tidak normal 5.

Pemeriksaan kebengkokan : y Letakkan strut bar pada v blok. 6. Kebengkokan tidak boleh melebihi batas limit yang sudah ditentukan pada buku manual dari jenis kendaraan tersebut y y . dan goyangan kesamping harus cepat berhenti Gb. 21b Pemeriksaan Shock absorber b.Pengujian : Dalam keadaan terlepas dengan cara ditekan dan ditarik bila dengan tahanan yang tetap pastikan kondisi peredam gataran dalam keadaan baik . atau saat pemindaan tenaga dari motor. Ukur run out bagian tengah strut bar menggunakan dial indikator magnetik. Pada mobil sedan tekan pada bagian depan mobil kemudian lepas maka getaran tambah setengah dari tekanan semula dan kembali pada posisi sebelumnya. strut bar berupa batangan baja yang dipasang pada lower arm dan frame kendaraan. goyangkan mobil kearah samping. bila ada bushing peredam getaran yang rusak perlu dilakukan penggantian Dalam keadaan terpasang: a. Pemeriksaan strut bar dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak. Strut bar Komponen ini berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan maupun dorongan akibat terjadinya pengereman.

Stabilizer bar Komponen ini berfungsi untuk mengurangi terjadinya kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat membelok atau saat lurus mengurangi tenaga guling.bila tekanan dilepaskan maka kondisi mobil cepat kembali seperti posisi semula pastikan stabilizer masih dalam kedaan normal Bila pengujian diatas timbul suara yang aneh maka bushing pengikat stabilizer dengan rangka perlu diganti. Pemeriksaan stabilizer bar : 1. y Bila ada bagian bushing yang aus/rusak lakukan penggantian. Karet-karet pengikat dalam keadaan terpasang pastikan karet-karet pengikat pada frame tidak ada yang retak Pengujian : Dalam keadaan stabilizer terpasang tekan bagian depan mobil sebelah kanan atau tekan bagian mobil sebelah kiri secara bergantian . aus atau patah. bagian tengahnya diikatkan pada frame / body kendaraan. dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan komponen ini tidak ada bagian yang retak. 2. sehingga beban yang diterima komponen ini saat kendaraan membelok adalah beban puntiran. . Stabilizer ini di pasangkan pada lower arm kiri dan kanan. 7.Pengujian : Dalam keadaan terpasang dan mobil di jack stand dengan aman : y Dengan rem kendaraan diinjak dorong bagian roda yang diuji kedepan atau kebelakang y Pastikan tidak ada bagian bushing strutbar yang aus atau rusak.

b). Dalam keadaan terlepas dan bersih lembaran pegas tidak retak atau pada ujung ± ujungnya tidak terjadi keausan yang berlebihan. Prosedur pemeriksaan komponen sistem suspensi rigid Baut ³U´ Peredam getaran Pegas daun Fungsi dan prosedur pemeriksaan komponen 1. pegas jenis ini mampu menerima beban yang lebih besar bila dibanding dengan pegas koil maupun pegas torsi oleh karena itu pegas daun banyak digunakan pada sistem suspensi bagian belakang kendaraan. Pemeriksaan pegas daun : a).b. Pegas daun Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan yang ditimbulkan permukaan jalan.ujung pegas daun tidak terjadi keausan yang berlebihan . Ujung.

b) Tidak terjadi kebengkokan pada bagian yang lain c) Tidak terjadi keausan pada ulir mur pengikat Baut ³U´ . Pemeriksaan baut ³U´: a) Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir yang aus. Pemeriksaan pegas daun Pengujian : Dalam keadaan terlepas : Ukur NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Beri beban pada masing-masing lembara pegas daun sesuai dengan spesifikasi jenis mobilnya. y Ukur kembali NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Bandingkan pengukuran NIP setelah pembebanan dengan spesifikasi jenis mobilnya. y 2. bengkok maupun kerusakan pada ulirnya. Baut ³U´ Komponen ini berfungsi untuk mengikat tumpukan/ susunan pegas daun dengan poros roda belakang dengan kuat agar tidak terjadi pergeseran bila roda menerima kejutaan dari permukaan jalan. y Bila ukuran NIP setelah pembebanan kurang dari batas limit maka perlu diganti lembaran pegas daunnya dan sebaliknya.Gb. 25.

3. Pemeriksaan bushing karet : dalam keadaan terlepas pastikan bhusing karet tidak pecah atau berubah konstruksinya. Pemasangannya diantara pegas dan frame (kerangka) kendaraan. 26. Kerusakan dan keausan . Bhusing karet Komponen ini berfungsi untuk meredan suara hubungan antara ayunan pegas daun dengan frame bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. Ayunan Pegas Komponen ini berfungsi untuk memungkinkan pegas memanjang dan memendek bila roda menerima kejutan dari jalan. Cek/periksa kembali mur-mur pengikat baut ³U´ bila masih dalam keadaan kendor maka baut U perlu diganti dan sebaliknya. Pengujian : Dalam keadaan ayunan pegas daun terpasang pada rangka kendaraan keraskan murmur pengikat ayunan pegas sesuai dengan spesifikasi buku manual Cek / periksa kembali mur-mur pengikat ayunan pegas bila masih dalam keadaan kendor maka ayunan pegas perlu diganti 4.Ring Mur pengikat Gb. Pemeriksaan ayunan pegas daun: Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir baut dan mur pengikat yang aus. Pemeriks aan baut ³U´ ´ ` Pengujian : Dalam keadaan terpasang kencangkan mur pengikat baut ³U´ dengan momen yang sesuai spesifikasinya pada buku manual.

Sebab sudah terjadi pengerasan 5. Bumper karet Komponen ini berfungsi untuk membatasi ayunan pegas yang berlebihan dan tidak terjadi tumbukan antara poros roda dengan frame/kerangka kendaraan.Gb. Pengujian : Bushing dalam terpasang gerakan ayunan pegas keatas dan kebawah bila pada bagian ini timbul suara yang aneh maka perlu diganti. Pemeriksaan bumper karet :dalam keadaan terpasang pastikan tidak ada bagian yang pecah atau berubah bentuk Bumper karet . 27 Pemeriksaan ayunan pegas dan Bhusing karet. .

Suspensi independen menggunakan dua macam pegas Yaitu : Pegas koil dan pegas torsi . Suspensi Independen (suspensi bebas) b. Suspensi Rigid ( Suspensi kaku ) 3. c. Rangkuman 1.Penguji an : Dalam keadaan terpasa ng beri beban pada bagian belakan g kendara an yang diuji bumper kemudian lepaskan bebannya lakukan beberapa kali . Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda. Sistem suspensi dapat digolongkan menjadi dua jenis a. Menopang body / kerangka pada poros dan memelihara letak geometri antara body dengan roda. bila pada bagian ini timbul suara aneh maka perlu diganti bumper karet tersebut atau sebaliknya C. b. a. Sistem suspensi berfungsi Bersama-sama dengan roda menyerap kejutan dan oksilasi dari permukaan jalan. 2.

Lateral rod Bumper karet 7. Stabilizer bar Strut bar Upper arm Lower arm Ball joint 6. b. D. f. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros rigit E. c. b. d. Pegas koil / torsi Shock absorber (peredam kejut) c. e. Test Formatif . Komponen utama suspensi independen a.4. Komponen utama suspensi rigid a. e. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros independent pada kendaraan 2. b. Pegas daun Pegas koil Shock absorber ( peredam kejut ) d. g. Prosedur pemeriksaan komponen. Pegas daun Pegas koil 5. Suspensi rigid menggunakan dua macam pegas yaitu a. Tugas 1.

Jelaskan kerja suspensi wishbone pegas koil Jelaskan kerja suspensi rigid pegas daun F. V blok g. Kuas Minyak pembersih l. Alat dan Bahan a. Keselamatan Kerja . Dial indicator magnetic h. Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pegas) 2. e.1. Majun / kain lap Penetran warna j. Grease 2. i. 2. Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke rumah poros belakang sehingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan dari bentuk elip mendekati lurus G. b. k. c. Lembar Kerja 1. d. Dongkrak Jack stand Pengungkit Suspensi roda depan Suspensi roda belakang f. Kunci Jawaban Test Formatif 1.

c. Perhatikan instruksi praktek yang disampaikan oleh instruktur. BAB III EVALUASI A. Langkah Kerja a. 3. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. Ikuti intruksi dari instruktur / guru maupun prosedur kerja Jangan bekerja di bawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan kuat. d.a. Apa yang membedakan konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi mac pherson ? Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan suspensi rigid ? Jelaskan kerja suspensi independen wishbone roda depan dengan menggunakan pegas koil ? . b. Tugas a. 4. Lakukan pemeriksaan sistem suspensi dan analisis kerusakan pada komponennya. Setelah selesai. kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Persiapan alat dan bahan praktek secara cermat. b. c. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. TES TULIS Jenis Pekerjaan Nama Peserta Nomor Induk : : : Program Keahlian : 1. efektif dan seefesien mungkin. 2. Buatlah ringkasan pengetahuan yang diperoleh setelah belajar / praktek. e. Buatlah laporan kegiatan praktek secara ringkas dan jelas. 3. b.

No Pertanyaan Lembar penilaian Tes tulis Kunci Jawaban Skor Maks 5 5 Skor Perolehan Keterangan 1 Apa yang membedakan Independen : konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi Poros roda-rodanya mac pherson bebas bergerak antara sebelah kiri dan sebelah kanan Wishbone : pegas koil terpisah dengan peredam kejutnya . TES PRAKTIK Lakukan prosedur pemeriksaan. pengujian dan penentuan kondisi komponen suspensi wishbone A. Jelaskan kerja suspensi poros rigid menggunakan pegas daun ? B.4.

Tempat kerja 2. Alat c. Bahan b.2 Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan rigid Mac pherson : pegas koil disatukan dengan peredam kejutnya Independen : Poros roda-rodanya bebas bergerak antara roda sebelah kiri dan roda sebelah kanan Rigid : 5 5 3 4. Poros roda sebelah kanan dan kiri satu rumah poros Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros independen dijalan tidak rata lower arm bebas bergerak bersama pegas koil Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros rigid dijalan tidak rata roda mendorong poros dan diteruskan ke pegas. pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP 1 Persiapan : a. maka pegas daun akan mengalami pemanjangan Total Skor 5 5 30 B. No Job praktik Lembar penilaian Tes Praktiks Kunci Jawaban Skor Maks 10 10 10 20 20 Skor Perolehan Keterangan 1 Lakukan prosedur pemeriksaan .Cara menggu .

pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP Total skor maksimal 70 BAB IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. (1987). maka Anda berhak untuk mengikuti tes paktik untuk menguji kompetensi yang telah dipelajari.Motor. Dan apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evalusi dalam modul ini. Mintalah pada pengajar/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaiannya dilakukan langsung dari pihak dunia industri atau asosiasi profesi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu. Atau apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul.Toyota±Astra ± Motor. New Step 1 Training Manual. (1995). Jakarta : PT.Pelaksanaan pemeriksaan. Dasar-dasar Automotive. maka hasil yang berupa nilai dari instruktur atau berupa porto folio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi bagi pihak industri atau asosiasi profesi. Jakarta : PT. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standard pemenuhan kompetensi tertentu dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi.nakan alat-alat tangan/ special tools dengan tepat dan benar 3. Toyota ± Astra.Penggunaan buku servis manual Pemeriksaan dan pengujian 5. Anonim.Cara menggunakan alat-angkat tepat dan benar 4. maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. . DAFTAR PUSTAKA Anonim.

Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kerusakan. Anonim. Mitsubishi Colt T120 Workshop Manual. DESKRIPSI Modul ini mempelajari tentang ³Perbaikan poros penggerak roda´ yang meliputi perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid maupun pada suspensi independent. Mitsubishi corporation. (1993). Pusat Pengembangan Guru Teknologi Malang Posted in ilmu.Anonim. PRASYARAT Untuk menempuh kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta diklat diharuskan menguasai OPKR-10-010B (penggunaan alat ukur) atau alat yang lain. Materi Pelajaran chasis group step 2. Anonim. Anonim. otomotif Leave a Comment Perbaikan Poros Penggerak Roda Apr 21 Posted by 66tech BAB. PENUNJUK PENGGUNAAN MODUL . (1995). Macam-macam konstruksi poros penggerak roda yang dipelajari modul sebelumnya adalah sebagai penunjang untuk bisa menguasai modul ini. B. (1982). Jakarta : PT. (1982). Toyota Astra-Motor. Mitsubishi L 300 Workshop Manual. serta telah menyelesaikan kompetensi sebelumnya yaitu OPKR-30-013B. Servis Mobil. C. I PENDAHULUAN A. serta dapat mengganti poros penggerak roda beserta komponen-komponennya. Mitsubishi corporation.

4. Amati dan bantu setiap kegiatan siswa. c. Pada waktu praktek persiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. Bacalah dengan teliti dan cermati modul ini secara keseluruhan. memasang kembali komponen poros penggerak roda sesuai dengan SOP (Standard Operasional Prosedur) yang berlaku pada akhir kegiatan evaluasi. Siswa terampil dalam memasang kembali komponen poros penggerak roda. d. Mencatat kemajuan siswa.1. Bimbing siswa dalam memahami konsep. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan modul ini diharapkan: 1. Konsultasikan pada instruktor hal-hal yang kurang jelas teori maupun praktek. D. Setelah mendongkrak ganjal/topang mobil dengan jack stand atau kayu balok. Siswa dapat membongkar. Petunjuk Bagi Guru a. b. . Setelah selesai kembalikan alat dalam keadaan bersih. 3. Siapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan. 2. 2. 2. Berikan tugas-tugas dalam pelatihan. mengidentifikasi kerusakan. c. e. Melaksanakan penilaian. memperbaiki kerusakan. Cermati langkah kerja dan perhatikan fungsi dan cara kerja masing-masing komponen. maka perhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini: a. Petunjuk Bagi Siswa Untuk mendapatkan hasil yang maksimum. Perhatikan arahan yang diberikan instruktor. b. d.

§ penggunaan). teknik yang dan/atau pengsesuai. memeriksa.Identifikasi pemasangan komponen/ babkan poros kerusakan sistem yang § Menggunakan kerusakan dan metoda penggerak berhubungan peralatan dan terhadap perbaikan. dan kerja poros kerja dalam perbaikan kerusakan pada roda/drive komponen. § Pengukura Penggunaan § Menguji kerja § Informasi alat dan n dan § Prosedur dari yang benar di. proses poros penggerak shafts dan komponennya pembongkara § Konstruksi dan roda/drive shaft komponendilaksanakan n dan dan komponen-nya § kerja dari komponennya. § Perbaikan § § § Prosedur § Membongkar.spesifikasi perlengkapan pengujian. Memperbaiki poros penggerak Konstruksi Menerapkan pembongkaran.penggerak. tanpa menye. prosedur keselamata § Informasi § Perbaikan n kerja.E. yang sesuai yang berhubungan spesifikasi pada final drive § Penilaian pabrik dan § Standar komponen . menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring. dipahami. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. komponen/sistem akses dari toleransi. KOMPETENSI KODE : Perbaikan Poros Penggerak Roda : OPKR-30-014 B DURASI PEMELAJARAN: 40 Jam @ 45 menit LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P KRITERIA PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA KINERJA SIKAP N N R 1. pada mobil pada final drive perlangkapan komponen atau (sesuai pada sesuai standar sistem lain-nya. KOMPETENSI Modul OPKR-30-014B membentuk kompetensi memasang. gantian pada SUB KOMPETEN SI . poros roda/drive dan prinsip prosedur penggantian dan memperbaiki penggerak shafts.

§ Persyaratan keselamatan diri. § Persyaratan keamanan kendaraan/alat industri. § Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N § Persyaratan keamanan peralatan. . § Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan poros penggerak roda. sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik/kendaraa n. undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja).SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang tepat. § Kebijakan pabrik/ perusahaan.

Untuk melepas poros roda mengunakan alat: c. Untuk soal nomor 1. Kunci roda. Pada waktu bekerja dibawah mobil. apabila siswa menjawab ( b ) lanjutkan soal nomor 2 . CEK KEMAMPUAN Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta diklat. Poros primair.SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA peraturan perundangundangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan. Palu besar. Sliding hamer. b. b. Dongkrak ulir. Catatan Pembimbing: a. Kunci momen. 3. Dongkrak hydrolik. d. Poros engkol. Poros propelair. Garage jack. Bagian yang berfungsi menghubungkan putaran dari differential ke roda adalah: a. b. c. Jack stand. 1. d. Poros penggerak roda. c. 2. seharusnya mobil ditumpu dengan: a. d. maka jawablah pertanyaan pilihan ganda berikut ini dengan benar dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang betul: 1. LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N F.

2. BAB. No. II PEMELAJARAN A. apabila siswa menjawab ( a ) siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. Kesimpulan: Karena siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. 1. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid . Mintalah bukti persetujuan guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. SubKompetensi: Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid (kaku) dan independent (bebas). Untuk soal nomor 3. maka siswa dapat mengerjakan modul ini. Untuk soal nomor 2. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi : Perbaikan poros penggerak roda. Jenis Kegiatan Hari Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi independent Tanggal Waktu Alasan Perubahan Paraf Guru 2. apabila siswa menjawab ( d ) lanjutkan soal nomor 3 3.

Pembongkaran Sebelum melakukan pembongkaran lakukan pemeriksaan awal dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Dengan menggunakan alat dial indikator. 2. Kebebasan maksimal adalah 1 mm. Uraian Materi Pada umumnya poros penggerak roda suspensi rigid yang dipaksa pada kendaraan ringan adalah jenis semi floating. Kendorkan mur roda 2. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi rigid apakah masih baik atau harus diganti. Pemeriksaan kebebasan arah aksial. Tujuan Kegiatan Belajar 1. 1. Catatan: Apabila bantalan roda rusak harus segera diganti. Siswa dapat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen poros penggerak roda pada suspensi rigid. Bahaya terhadap pengereman 2.a. Lepas roda dan tromol 4. Bantalan roda bisa pecah atau terbakar 3. 3. Pemeriksaan Gerak Bebas Arsial Poros Roda Belakang. Dongkrak mobil dan tumpu dengan jack stand 3. Siswa dapat melepas dan memasang kembali komponen-komponen yang rusak. Boros pemakaian nahan bakar . Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dan biasanya kebebasan bantalan yang terlalu besar akan terdengar suara gemuruh pada saat mobil berjalan. bila tidak maka akan menyebabkan: 1. b. Gambar 1.

Melepas Baut Pengikat Backing Plat dan Pipa Rem.Pembongkaran dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut: a. Dengan menggunakan SST dan hydrolik pres lepas bantalan dari poros. ganti oli seal dengan yang baru bila sudah aus. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Melepas Bantalan Dengan Pres Hydrolis. d. Pemeriksaan Oli Seal Kerusakan oli seal bisa menyebabkan kebocoran oli differensial/ gardan. Hal ini bisa dilihat sekitar backing plat terdapat tanda-tanda oli keluar. bila bantalan aus atau rusak gantilah dengan yang baru. e. Periksa bantalan atau bearing terhadap keausan atau kerusakan. Keausan oli seal bisa dilihat pada bagian yang berhubungan dengan poros. 2. Gambar 3. Pemeriksaan Dan Perbaikan Komponen Poros Roda Belakang Periksalah dengan cermat dan teliti kemungkinan terjadi kerusakan pada komponen-komponen sebagai berikut: a. b. Gambar 4. dengan menggunakan pahat dan palu potong penahan dan kepastian dari poros. bila masih runcing berarti baik. Menggederenda Penahan Bantalan. Gambar 5. Dengan menggunakan SST lepas oli seal. . Lepas bantalan dengan menggerinda penahan dalam. Gambar 2. Kendorkan mur roda. Lepas gasket poros belakang. Dengan menggunakan SST lepas poros aksel belakang. b. bila sudah rata berarti aus. Lepas baut pengikat backing plat dan pipa rem menggunakan SST. f. hati-hati jangan sampai merusak perapat oli. Lepas roda dan tromol rem. c. Melepas Poros Aksel Belakang.

Pemasangan kembali dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.1 mm. Memeriksa Kebengkokan Poros & Flens. Memasang Bantalan. Pasang poros penggerak roda pada housing axle beserta kelengkapannya yang telah diolesi perapat. e. Dengan menggunakan dial indikator periksa poros roda belakang dari kebengkokkan dan keolengan pada flensnya. Pada poros roda belakang dan komponennya bila terdapat kerusakan tidak dapat diperbaiki oleh karena itu harus kita ganti kecuali pada kebengkokkan ini bisa diperbaiki.Gambar 6. Gambar 8. Pemasang Penahan Bantalan Dengan Pres Hydrolik. b. Melepas Perapat Oli Dari Rumah Poros. Perakitan Dan Pemasangan Poros Roda Belakang Persiapkan komponen-komponen yang telah diperiksa dari kerusakan dan yang baru. Periksa poros roda belakang pada bagian dudukan penahan dalam dan bantalan dari kemungkinan keausan. Pemanas Penahan Bantalan. Memasang Perapat Oli. Pemeriksaan Poros Roda Belakang Periksa alur poros roda belakang dari kemungkinan aus. Menggunakan SST dan preshydrolik pasang penahan bantalan dalam saat masih panas. Kebengkokkan/kelengkungan poros maksimum 1. d. Menggunakan SST pasang oli seal yang telah diolesi gemuk pada kedalaman 6mm. 3. Gambar 7. . Gambar 10. c. Panaskan penahan bantalan dalam hingga kurang lebih 1500C didalam oli pemanas. c. Gambar 9. retak atau puntiran. Menggunakan SST dan pres hydrolik pasang penahan bantalan luar dan bantalan/bearing batu.5 mm Keolengan flens maksimum 0. Gambar 6.

Gambarkan secara sederhana dan jelaskan cara kerjanya. Kegiatan ini meliputi bongkar. Pasang kembali pipa rem. kebengkokan poros. Poros jenis semi floating di pakai pada suspensi rigid penggerak roda belakang.f. Lakukan pembuangan udara pada sistem rem. i. Pasang dan kencangkan baud pengikat backing plat dengan momen pengencangan 670 Kg. 3. Tes Formatif . 4.cm. Pemeriksaan poros penggerak roda meliputi alur poros yang berkaitan dengan side gear. 3. d. Pelajari uraian materi pada lembar kegiatan I tentang perbaikan poros penggerak roda. h. c. Pasang tromol rem. Rangkuman 1. 2. oli seal dan poros. Tugas 1. keausan pada dudukan bantalan maupun penahan bantalan dalam. keolengan pada naf. Komponen-komponen yang diperiksa dan diganti bila rusak adalah bearing. g. pemeriksaan dan pemasangan kembali. e. j. Pasang roda kemudian turunkan mobil dan kencangkan baud-baud roda. 2. Lakukan pengamatan pada kendaraan/mobil yang supensi belakangnya sebagai penggerak roda jenis rigid. Catatan: Pada saat memasukan poros roda belakang lakukan dengan hati-hati jangan sampai marusak oli seal maupun deflektor oli yang terdapat didalam housing axle.

f. 3. 1. g. Bantalan. c. Bearing/bantalan. Perabot oli. b. c. Penahan bantalan dalam. 5. 6. Poros penggerak roda. Persyaratannya adalah sebagai berikut: a. 3. Gasket. 2. 2. . 2. Kunci Jawaban Formatif 1. Penahan bantalan luar.1. Pemeriksaan yang dilakukan adalah: a. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating. 7. Gambarkan unit konstruksi poros roda belakang jenis semi floating dan sebutkan namanama komponennya. Oli seal. Lantai harus bersih dari minyak. 3. Lantai datar. b. Poros roda. 4. Lembar Kerja 1. Persyaratan apa saja yang diperlukan pada waktu bekerja dibawah mobil. 1 unit mobil atau suspensi rigid jenis semi floaling. Mobil harus ditumpu dengan jack stand. Alat dan Bahan a. Backing plat.

e. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. oli dll. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. lap/ majun. kemungkinan perbaikannya. kemungkinan penyebab kerusakan. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Gemuk. Alat ukur (jangka serong. c. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. b. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. lem perapat. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang poros penggerak roda. 3. . d. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. g. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. c. Persiapkan alat dan bahan. 2. Setelah selesai kegiatan bersihkan peralatan dan tempat kerja. e. i. Keselamatan Kerja a. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah dibongkar dengan baik dan benar. f. Minta buku manual bila perlu. Gunakan peralatan sesuai fungsinya. Langkah Kerja a. dongkrak. b. e. Mesin gerinda f. h. Alat pres (hydrolik pres). Peralatan. dial indikator). d. kunci pas/ring (sesuai kebutuhan) SST (sesuai kebutuhan).b. c. Pasir/serbuk gergaji. g. Gunakan alat keselamatan kerja bila diperlukan. kembalikan peralatan dan bahan ke posisi semula. d.

Lepas kaliper dan piringan rem. Uraian Materi Kendaraan yang bersuspensi independent poros penggerak rodanya menggunakan jenis CV joint. Lepas roda. Dalam pemelajaran ini kita menggunakan tipe poros penggerak roda depan. lengkapi dengan analisa dan kesimpulan. . d. 2. CV joint bisa dipakai pada kendaraan tipe poros penggerak roda depan maupun poros penggerak roda belakang. a. Pemeriksaan Kebebasan Bantalan. b. Kegiatan Belajar 2. c.4. Perbaikan Poros Penggerak Roda Pada Suspensi Independent. Gambar 11. Tujuan Pemelajaran 1. Tugas a. Pembongkaran Untuk membongkar ikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. b. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mempelajari materi pada kegiatan ini. 1. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi independent apakah masih baik atau harus diganti. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas. b. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Service yang dilakukan sanggat jarang karena konstruksinya sangat sederhana. Kendorkan mur roda. Siswa dapat memperbaiki atau mengganti unit poros penggerak roda beserta komponenkomponennya pada suspensi independent.

Masukkan poros penggerak roda secara pelan-pelan ujung yang satu ke transaxle ujung yang lain ke hub roda. Pemeriksaan inboard joint harus dapat meluncur dengan lembut arah aksial. Gambar 14. Gambar 13. Periksa kebebasan bantalan dalam arah aksial dengan dial indikator. Pemeriksaan Setelah unit poros penggerak roda terlepas lakukan pemeriksaan sebagai berikut: a. Lepas Conter pin dan mur pengikat bantalan. Memeriksa Poros Penggerak. Pemeriksaan out board tidak boleh ada kekocakan. e. c. 2. 3. Melepas Steering Knucle Dari Lower Arm. Kebebasan maksimum 0. g. Periksa gigi alur dari kemungkinan kerusakan. Pemasangan Kembali/Perakitan Pemasangan kembali/perakitan dapat dilakukan sebagai berikut: a. b. b. Lepas poros penggerak roda dari hubungan. Gambar 16. Gambar 15. h. f. Melepas Poros Penggerak Roda Dari Hub. Melepas Tie-rod End. Kencangkan mur pengikat bantalan dengan momen 800 kg cm. Lepas hubungan tie-rod dengan steering knucle SST. Pemeriksaan poros penggerak roda dari kemungkinan melengkung. Lepas steering knucle dari lower arm. i.05 mm. d. Komponen-komponen dari CV joint tidak bisa diperbaiki bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan maka harus diganti 1 unit CV joint. .e. Periksa kebebasan inboard joint kearah radial tidak terlalu besar. Gambar 12. Pasang steering knucle pada lower arm dan kencangkan mur dengan momen 850 kg cm. Melepas Mur Pengikat Bantalan.

2. 2. d. Bila CV joint rusak tidak bisa diperbaiki harus diganti. f. 3. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan komponen-komponen utamanya? 2. Unit CV joint sangat sederhana dan jarang dilakukan pemeriksaan atau perbaikkan. Pemeriksaan pada CV joint adalah a. d.c. Pasang roda dan mur roda. Rangkuman 1. e. Pasang tie-rod dengan momen 600 kg cm. Pasang kaliper dan piringan rem dengan momen pengencangan 200 kg cm. Lakukan pengamatan pada kendaraan dengan suspensi independent. Kunci Jawaban 1. buat gambar sederhana konstruksi dari poros penggerak rodanya! 2. Suspensi independent menggunakan poros penggerak roda jenis Constan Velocity joint (CV joint). Turunkan mobil dan kencangkan mur roda. c. Test Formatif 1. Kekocakan out board joint . Tugas 1. Jelaskan cara kerja secara singkat poros penggerak rodanya? e. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada CV joint? f.

Gunakan alat keselamatan kerja bila digunakan. b. f. Langkah kerja: a. pasir serbuk gergaji. Persiapkan alat dan bahan. Kebebasan inboard kearah radial. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. 1 unit mobil dengan suspensi independent. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. Gemuk. Lembar kerja 1. kelengkungan poros. e. lap/marjun. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. b. c. c. Gerakan inboard d. d. Alat dan bahan: a. Jaga lantai dari genangan oli. e. d.b. d. g. Keselamatan kerja: a. Alur-alur pada ujung poros. kunci pas/ring(sesuai kebutuhan). Peralatan: dongkrak. c. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. 3. b. dial indikator). Alat ukur (jangka sorong. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. c. SST (sesuai kebutuhan). . Minta buku manual bila perlu. 2.

Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas? Lengkapi dengan analisa dan kesimpulan! Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mengetahui kegiatan ini? BAB. Kunci Jawaban 1. i. f. 2. 4. 3.e. g. Tugas a. kemungkinan penyebab kerusakan. III EVALUASI A. h. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan bagian-bagian utamanya? B. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. Poros penggerak roda semi floating dipakai pada kendaraan bersuspensi rigid dan penggerak rodanya adalah roda belakang. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang CV joint. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Setelah selesai kegiatan dan tempat kerja. Jelaskan pemakaian poros penggerak roda jenis semi floating dan jenis CV joint? Gambarkan dan sebutkan komponen-komponen dari poros penggerak roda jenis semi floating? Pada unit poros penggerak roda belakang pemeriksaan-pemeriksaan apa saja yang dilakukan? 4. b. kemungkinan perbaikkannya. Sedangkan CV joint biasanya dipakai pada kendaraan bersuspensi independent penggerak rodanya depan. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah diperbaiki atau diganti dengan baik dan benar. kembalikan peralatan dan bahan keposisi semula. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. Pertanyaan 1. .

Bearing/bantalan roda. puntiran. 3.d 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s. Poros roda meliputi perlengkungan.d 100: di atas minimal tanpa bimbingan BAB. b.2. Kriteria Kelulusan Aspek Skor (1-10) Kognitif (soal no 1 s/d 4) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur praktik Ketepatan analisis hasil praktik Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Bobot 3 1 2 2 1 1 Nilai Keterangan Syarat lulus. . C. Oli seal. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Kriteria Kelulusan: 70 s. Gambar poros penggerak roda jenis semi floating: Pemeriksaan yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating adalah a.d 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s. c. Gambar konstruksi dari CV joint. 4. IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan siswa mempunyai kemampuan dan ketrampilan mengenai perbaikan poros penggerak roda serta dapat melaksanakan tugas-tugas dalam modul ini. keausan.

DAFTAR PUSTAKA Anonim (1994). Anonim (tt). Apabila siswa dinyatakan lulus maka siswa dapat melanjutkan modul berikutnya sesuai dengan peta kompetensi. Jakarta: Penerbit PT.Dengan menyelesaikan modul kompetensi dan melaksanakan tugas-tugas serta evaluasinya dengan kriteria yang telah ditentukan siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus. Toyota-Astra Motor. Jakarta: Penerbit PT. Anonim (2003). Sedangkan siswa yang dinyatakan tidak lulus maka siswa harus mengulangi modul ini. Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group. N-Step Step 2 Chasis Training Materials Text. otomotif . Posted in ilmu. Training Manual Drive Train Group. Toyota-Astra Motor. Jakarta: Penerbit PT. NISSAN.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful