P. 1
Category Archives

Category Archives

|Views: 365|Likes:
Published by Rony Ronzz

More info:

Published by: Rony Ronzz on Jun 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2012

pdf

text

original

Category Archives: ilmu

Balans Roda_Ban
Apr 21 BAB I

PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI

Modul Balans roda / ban ini membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat mengatasi gangguan ban akibat roda yang tidak balans. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliput: (a) mengidentifikasi gangguan pada roda/ ban, (b) memahami pengertian balans static dan balans dinamik, dan (c) membalans roda pada mesin balans. Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang identifikasi gangguan pada roda. Kegiatan belajar 2 membahas tentang pengertian balans static dan balans dinamik, dan kegiatan belajar 3 membahas tentang membalans roda pada mesin balans. Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat memahami cara membalans roda / ban.

B. PRASYARAT Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. Prasyarat mempelajari modul OPKR-40-016B antara lain adalah OPKR-10-017B dan OPKR-10-019B. C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Peserta diklat

Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain :

a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar. b. c. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1). Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku. 2). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 3). Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4). Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. 5). Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6). Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan. 2. Petunjuk Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk : a. b. c. d. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar

Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan

f.

Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan

D. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini peserta diklat diharapkan : 1. 2. Mampu mengidentifikasi gangguan roda dengan baik.

Memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Mampu membalans roda pada mesin balans dengan baik.
E. KOMPETENSI

Uraian subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KERJA A 1 B 1 C 1. D 1 : Balans roda / ban : OPKR-40-016B : 20 Jam @ 45 menit E Batasan konteks F 1 G 1

Standar kompetensi ini digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan di bidang perbengkelan 2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk : Spesialisasi pabrik kendaraan SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan y Kebutuhan pelanggan y Kode area tempat kerja y Spesifikasi produk/komponen pabrik
y

y

3.
y

Pelaksanan K3 harus memenuhi :

Undang-undang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) y Penghargaan di bidang industri 4.
y

Sumber-sumber dapat termasuk :

Peralatan tangan/hand tools, balans roda/ban

5.

Kegiatan

Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:
y

Penilaian, visual, balans statik, dinamik dan kombinasi

Materi Pokok Pembelajaran Sub Kriteria Unjuk Lingkup Kompetensi Kerja Belajar Sikap Pengetahuan Ketrampilan 1. 1. Roda dibalans 1. Prosedur 1. 1. Informasi 1. Membalans tanpa pengoperasia Menerapka teknik yang Mengidentifikas roda/ban. menyebabkan n pembalans n prosedur sesuai i gangguan pada kerusakan roda. kerja sesuai roda terhadap dengan 2. Persyaratan komponen atau 2. Spesifikasi SOP. keamanan 2. Membalans sistem lainnya roda perlengkapan. roda pada mesin 2. balans. Menerapka 3. Persyaratan 2. Informasi yang n benar diakses dari keamanan 3. Penggunaan spesifikasi pabrik keselamatan kendaraan. perlengkapan dan dipahami kerja. balans. 4. Kebijakan 3. Balans perusahaan/pabri k yang sesuai. dilaksanakan sesuai panduan industri yang telah 5. Prinsip balans ditetapkan. secara dinamik 4. Seluruh kegiatan membalans roda/ban dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedure), Undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundangan dan prosedur/kebijaka n perusahaan. 5. Identifikasi 6. Prosedur balans secara statik. 7. Prosedur kombinasi balans secara statik dan dinamik.

balans statis dan dinamis F. CEK KEMAMPUAN

Sebelum mempelajari modul OPKR-40-016B, isilah dengan cek list (Ö) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan : Sub Kompetensi 1. Membalans roda / ban. 2. 1. Pernyataan Saya mampu mengidentifikasi gangguan roda/ ban dengan baik. Saya dapat memahami pengertian balans static dan balans dinamik dengan baik. 3. Saya mampu membalans roda pada mesin pembalans dengan baik. Jawaban Ya Tidak

Bila jawa Soal Soal Soal

Apabila peserta diklat menjawab Tidak, pelajari modul ini. BAB II PEMBELAJARAN A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT

Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1. Mengidentifikasi ganguan ban/ roda. 2. Memahami balans static dan balans dinamik 3. Membalans ban/ roda. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

B. KEGIATAN BELAJAR

KEGIATAN BELAJAR 1 : Mengidentifikasi gangguan pada roda / ban yang diakbatkan oleh roda / ban tidak balans

a.

Tujuan Kegiatan Belajar

Pada akhir kegiatan belajar, Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. Menjelaskan tentang penyebab terjadinya ganguan pada roda / ban 2. 3. 4. Menjelaskan jenis keausan ban yang tidak wajar Menjelaskan terjadinya getaran pada ban / roda.

Menjelaskan analisa gangguan dan cara mengatasinya

b.

Uraian Materi

1. GANGGUAN PADA RODA / BAN Mesin rnemutarkan axle shaft atau drive shaft, dan selanjutnya memutar ban. Hal ini rnenunjukkan bahwa ban adalah bagian dari pemindah tenaga. Ban juga mengubah arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi, dari sini dikatakan juga bahwa ban merupakan bagian dari system kemudi. Ditambah lagi karena ban juga menopang berat kendaraan dan meredam getaran dari jalan, ban juga merupakan bagian dari system suspensi. Oleh karena itu, pada saat melakukan troubleshooting pada masalah ban, ketiga system tersebut yaitu ban dan peiek, kemudi, dan suspensi harus juga diperhatikan. Sama pentingnya, kesalahan perawatan ban juga akan menyebabkan gangguan pada ban dan system lainnya yang terkait. Oleh karena itu, langkah pertama pada troubleshooting ban adalah memeriksa apakah ban dipakai dan dirawat dengan baik. Apabila ban/ roda tidak balans, maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil, dalam kecepatan tertentu, akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan, antara lain : pegas rusak/patah, peredam getaran rusak, bantalan-bantalan roda rusak, kerusakan pada ball joint, dan kerusakan pada lengan-lengan

kemudi. Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan, menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan. 2. KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 1 Keausan Spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur, seperti diterangkan di bawah. Kalau bearing roda, ball joint, tie rod end, dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan, atau kalau spindle bengkok, ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur, dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban.

Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini, Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik

Perbaiki atau ganti Periksa rem menyeret baik Setel kelurusan roda Periksa wheel alignment tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik .

goncangan akan semakin terasa. a). bersama-sama dengan getaran tempat duduk.Periksa balans roda tidak tepat baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 3. . Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans. steering flutter. dan rigiditas ban yang tidak seragam. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. dan steering shimmy. Di atas kecepatan ini. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans. BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 2 Body bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. run-out yang berlebihan. Jika masalah tersebut diperbaiki. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. maka goncangan biasanya akan hilang.

STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance.b). keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda . Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Gambar 3. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam.

ganti aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak baik Periksa hub-to-wheel centering Centerkan kembali off center berlebihan Periksa run-out ban baik baik Periksa run-out pelek run-out berlebihan Ganti hub run-out berlebihan perbaiki Periksa balance off-the car Tidak balans run-out berlebihan .

Jalur yang dipakai test jalan harus mempunyai permukaan yang baik dimana kecepatan tertentu dapat dipertahankan. Pada saat getaran maksimum terjadi. apakah kaca spion bergetar. dan lain-lain). dianjurkan agar membicarakan dahulu sifat ganggungan dengan pengemudi kendaraan. jenis getaran. maka penyebabnya mungkin ban belakang atau pemindah tenaga. Kalau tidak ada getaran yang terasa pada steering wheel. Kalau getarannya tidak nyata pada saat meluncur dengan kecepatan kritis. Nilai maksimium : 0.perbaiki Periksa balance on-the-car Tidak balas Adapun rincian langkah analisa trouble-shooting dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Bicarakan gejalanya Sebelum mengatasi segala bentuk getaran.1 mm 1). kemudian jalankan dijalan yang halus pada kecepatan kritis sambil memegang roda kemudi dengan ringan dan arahkan ke kiri-kanan. Nilainya tidak boleh melebihi batas maksimum.1 mm (0. Tentukan pada tingkat kecepatan berapa getaran terjadi dan dapatkan akibat dari gangguan tersebut. 3) Memeriksa Hub-to-wheel centering Thickness gauge 0. Periksalah clearance disepanjang keliling hub. kemungkinan penyebabnya adalah getaran mesin. apakah terjadi pada roda kemudi. apakah tempat duduk bergoncang.04 in). Lantai atau tempat duduk. Jalankan kendaraan beberapa kilometer untuk memanaskan ban hingga tercapai temperatur kerja dan menghilangkan ³standing flats³. Lakukan test jalan untuk memastikan keluhan customer kalau memungkinkan. . Periksa hub-to-wheel centering clearance. biarkan kendaraan pada kecepatan ini untuk melihat apakah getarannya tetap. atau apakah masih terjadi meskipun mobil sudah diperbaiki dan roda sudah dibalans ? 2) Lakukan test jalan untuk diagnosa. dan kemudian catat gejala yang disampaikan oleh pengemudi (misalnya kecepatan kritis. Bila getarannya berlangsung pada saat kendaraan sedang meluncur. tetapi terasa pada body.

Perbaiki Run-out ban g). Kalau tidak ada penurunan terhadap perbedaan sekeliling walaupun posisi pemasangannya telah dirubah. Memeriksa clearance hub 4) Perbaiki hub-to-wheel centering clearance a). b). periksa hub run-out. c).05 mm (0. 2). Periksa balance off-the-car 1). .002 in) atau kurang Gambar 5. h). Periksa Run-out ban d). Periksa Run-out hub Nilai batas : Radial run-out 0.002 in) atau kurang Lateral run-out 0. Cobalah untuk melakukan penyetelan static balance dan dynamic balance ke 0 gram. Mengukur run-out hub f). Periksa Run-out pelek e). Rubahlah posisi peiek pada hub dan pasang kan kembali pada posisi yang lerkecil perbedaan sekelilingnya. Perbaiki kembali Run-out Ban 1) Periksa run-out ban Pasangkan ban pada mobil sesuai dengan tanda pemasangannya Ukur radial run-out ban dengan menggunakan dial gauge 2) Perbaiki run-out ban Pasangkan mur hub untuk sementara (kencangkan dengan tangan) dan tempatkan bagian yang mempunyai radial run-out lebih besar di bagian bawah.05 mm (0. dan pastikan apakah peiek baik atau tidak. dan tempelkan dengan kuat agar tidak jatuh pada saat berjalan.Gambar 4. Gunakan balancing weight yang sesuai dengan pelek.

putarkan roda dengan tenaga mesin. ball . Largest run-out i). Kalau bearing roda. KEAUSAN YANG TIDAK WAJAR : KEAUSAN SPOT [SPOT WEAR (CUPPING)] Gambar 8. valve cap. dan kencangkan kembali mur hub secara merata dengan menggunakan kunci mur hub.Turunkan kendaraan sampai ban sedikit menyentuh tanah. dan cocokan hasilnya. Periksa balance on-the-car 1) Lakukan pemeriksaan sesuai dengan petunjuk untuk balancer. Keausan spot Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Rangkuman: GANGGUAN PADA RODA / BAN 1. ikuti repair manual yang sesuai. Mengukur balance on-the-car j) Periksa wheel alignment c. Gambar 6 Memeriksa run-out ban 4) Untuk kendaraan dengan full-time four-wheel drive. Ukur vertical run-out pada ban sekali lagi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. center ornament dan magnet lock-nut terpasang. Gambar 7. 3) Pemeriksaan dilakukan dengan wheel cap. 5) Pada saat memeriksa balance pada drive wheel. tambah kecepatan secara bertahap. (Lakukan penyetelan yang teliti pada hub dan wheel centering clearance). seperti diterangkan di bawah. 2) Pemeriksaan balance off-the-car dan perbaikannya harus sudah dilakukan sebelum pemeriksaan balance on-the-car.

Periksa bantalan roda Ganti atau setel Aus atau longgar baik Periksa ball joint & tie rod end Ganti Aus baik Periksa rem Perbaiki atau ganti men yere t baik . dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur. dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi. sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Adapun analisa gangguan keausan spot dan cara mengatasinya dapa dilihat pada flow chart di bawah ini. tie rod end.joint. atau kalau spindle bengkok.

Periksa wheel alignment Setel kelurusan roda tidak tepat baik Ganti Periksa spindle bengkok baik Lakukan balans static dan dinamik Peri ksa bala ns roda tidak tepat .

BODY SHAKE (Body Bergoncang) Gambar 9. maka goncangan biasanya akan hilang. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Di atas kecepatan ini. steering flutter.baik Periksa run-out roda ebihan Perbaiki / ganti pelek dan / atau ban berl 2. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. . dan steering shimmy. run-out yang berlebihan. GETARAN Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake. dan rigiditas ban yang tidak seragam. Bodi bergoncang Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. goncangan akan semakin terasa. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balans. Jika masalah tersebut diperbaiki. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balans. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam.

Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Steering shimmy Untuk menganalisa gangguan getaran ban diatas dapat dilihat pada flow chart dibawah ini.STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Gambar 10. ganti Periksa keausan ban Tidak rata baik Periksa tekanan ban Setel tekanan angin ban Terlalu tinggi atau terlalu rendah baik Periksa steering linkage Perbaiki atau ganti Aus atau bergerak berlebihan/bergesekan baik Periksa ball joint & bantalan roda ganti . keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang.

aus baik Periksa peredam kejut ganti rusak Centerkan kembali baik Periksa hub-to-wheel centering off center berlebihan Periksa run-out ban baik Periksa run-out pelek baik Periksa run-out hub run-out berlebihan run-out berlebihan Ganti hub perbaiki Periksa balance off-the car Tiak balans perbaiki run-out berlebihan .

d). Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans. 2. ball joint. BODY SHAKE (Body Bergoncang) . Tes Formatif : 1). yang diakibatkan oleh ban / roda tidak balans? Jelaskan macam-macam getaran ban yang diakibatkan oleh roda/ ban tidak balans? f. Gambar 11. 2). e). Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. Pegas rusak / patah Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). Bantalan roda rusak Kerusakan pada ball joint Keausan ban tidak wajar. tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. b). Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). a). Keausan Spot 3. Kunci Jawaban Formatif : 1. Tug as : Analisalah kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? e. Jelaskan jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan jika roda / ban tidak balans? Jelaskan keausan ban yang tidak wajar.Periksa balance on-the-car Tidak balans d. 3). Getaran pada kendaraan akibat ban/roda tidak balans : a). Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. seperti : bearing roda.

Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu. Di atas kecepatan ini. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). goncangan akan semakin terasa. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Steering shimmy g. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di alas 80 km/jam. dan rigiditas ban yang tidak seragam. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. Bodi bergoncang b). Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. maka goncangan biasanya akan hilang. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Ban yang sudah dibongkar d).Yang dimaksud dengan goncangan dteini adalah getaran ertical atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. Satu unit mobil praktek b). Lap/majun . Jika masalah tersebut diperbaiki. Roda dengan rim 13 ³ c). Gambar 13. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. Lembar Kerja : 1. Gambar 12. Alat dan Bahan a). run-out yang berlebihan.

Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas ! b). Mintalah penjelasan pada instruktur. b). baca lembar kerja dengan teliti. Langkah Kerja a). Tujuan Kegiatan Belajar Setelah melaksanakan kegiatan belajar ini peserta diklat memiliki kemampuan: 1). Lakukan pemeriksaan komponen yang rusak akibat ban / roda tidak balans d).2. d). 4. f). Menjelaskan definisi keseragaman ban 2). Setelah selesai. efektif dan seefisien mungkin. Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. b). c). Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Menjelaskan balans statik dan balans dinamik . Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. Tugas a). Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 1? KEGIATAN BELAJAR 2 : Mengidentifikasi balans statik dan balans dinamik a. Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas. Keselamatan Kerja a). Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. 3. e). hal yang belum jelas. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. c).

3). Menjelaskan akibat yang ditimbulkan ban / roda tidak balans b. Uraian Materi :

1. KESERAGAMAN BAN Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. wheel balance Keseragaman dalam distribusi beban run-out

keseragaman Keseragaman dimensi

Apabila roda tidak seimbang putarannya, maka dapat menimbulkan ketidak seimbangan pada roda. Ketidak seimbangan roda yang berlebihan dapat mengakibatkan getaran yang dapat mempengaruhi kontrol terhadap kemudi kendaraan. Oleh karena itu, roda dan ban biasanya diperiksa terhadap keseimbangannya sebelum meninggalkan pabrik. Akan tetapi keseimbangan roda dapat berubah karena kerusakan atau karena keausan, terutama pada mobil berkecepatan tinggi. Roda dan ban yang tidak seimbang disamping membuat kendaraan tidak nyaman, juga menimbulkan keausan-keausan tidak normal pada ban (flat sporwear) dan sistem suspensi. Dua efek penting dari keadaan tidak seimbang adalah ³wheel tramp´ (roda bergetar pada arah vertikal) dan ³wheel shimmy´ (getaran pada arah samping). 2. WHEEL BALANCE

Dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mesin, handling dan kemampuan pengereman, juga aerodinamik body, ini memungkinkan kendaraan dapat berjalan dengan kecepatan yang semakin tinggi. Pada kecepatan tinggi. wheel assembly (ban dan peiek) yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini disebut dengan wheel balancing. Wheel balancing dilakukan dengan menggunakan balancing weight bagi keseluruhan wheel assembly, yaitu pelek dengan ban yang terpasang. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3.

STATIC BALANCE

Untuk mengetahui static balance, gambarkan sebuah roda yang setimbang berputar bebas pada porosnya. Kalau berat roda didistribusikan merata pada poros roda, titik tertentu dari roda akan dapat berhenti pada segala posisi. Dalam kondisi semacam ini roda dikatakan static balance. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy

Gambar 14. Roda dalam keadaan balans statik

Spindle centerline

Gambar 15. Roda tidak Balans Statik

Add balance weights here

Corrective weights

Gamba 16. Membalans statik

Radial vibration

Ga mba r 17. Gay a sent rifu gal pada roda yang tidak balans statik

Akan tetapi, kalau ban selalu berhenti dengan titik (A) berada di bawah, berarti bagian tersebut jelas-jelas lebih berat dari sisi lawannya, yaitu titik (B). Jika berat ban tidak terbagi secara merata pada poros roda, berarti roda dapat dikatakan static yang tidak balance (statically unbalanced). Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. Pada kendaraan yang sebenarnya, getaran radial ini diubah menjadi getaran vertikal oleh suspensi, dan diteruskan melalui body ke steering wheel. Balance weight Balance weight Dengan menempelkan bobot (W,) yang sama dengan bobot ekstra A (W,) pada titik B yang posisinya 1800 berhadapan dengan A dan jaraknya sama dan poros, maka getaran ini akan dapat dihilangkan karena W akan bekerja sebagai bobot lawan dari W, Gaya centrifugal yang bekerja pada titik B akan mencegah aksi pada A, sehingga getaran poros dan roda dapat dicegah pada saat roda berputar. Dengan kata lain, static balance disebut sebagai centrifugal balance pada saat roda berputar. Karena penempelan bobot pada tread ban tidaklah memungkinkan, maka dipakai dua counter balance weight dengan ukuran yang sama pada pelek sebelah dalam dan luar dengan posisi berhadapan dengan titik A.

Gambar 18. Membalans gaya sentrifugal

DYNAMIC BALANCE

Dynamic balance balance

Static balance

Kalau static balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah radial pada kondisi statis, dynamic balance diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. Gambar 19. Roda yang balans statik dan dinamik Sebagai umpama, bobot ekstra A dan B yang sama ditempel pada roda seperti gambar di bawah. Bobot ini akan menyebabkan roda menjadi static balance. A=B

Gambar 20 Roda dengan bobot A dan B dalam keadaan balans statik Akan tetapi, garis yang menghubungkan pusat bobot dari gaya berat G1, dan G2, tidak berada pada sekeliling garis pusat roda. Akibatnya, pada saat roda berputar titik G1, dan G2 cenderung mendekati garis pusat roda karena momen FA dan FB yang bekerja di sekitar titik pusat gaya berat roda (Go). Momen ini terbentuk oleh gaya centrifugal (FA, dan FB;) yang bekerja pada G1, dan G2, Gambar 21. Roda dengan bobot G1 dan G2 tidak balans dinamik Gambar 22. Roda tidak balans dinamik menyebabkan ayunan melingkar Setiap roda berputar 180°, seluruh momen gaya yang ditimbulkan oleh perubahan arah ini membuat getaran lateral mengikuti ayunan putaran roda. Getaran lateral ini mengakibatkan kondisi pada steering wheel yang disebut shimmy yaitu ayunan melingkar dari steering wheel.

Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Balance weight Balance weight

Gambar 23. Balance weight menjadikan balans dinamik
c. Rangkuman :

1. Keseragaman ban juga berarti keseragaman berat, dimensi, maupun rigiditasnya. Akan tetapi, karena keseragaman berat biasanya disebut wheel balance, dan keseragaman dimensi disebut run-out, maka keseragaman berarti juga keseragaman rigiditas. 2. Ban dan pelek yang tidak balans dapat menimbulkan getaran yang diteruskan ke body melalui komponen suspensi, dan ini tidak nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Untuk itu, wheel balance perlu diperhatikan benar untuk mencegah timbulnya getaran seperti tersebut di atas. Wheel balance dibagi menjadi dua : static balance (jika roda diam ditempat) dan dynamic balance (pada saat roda berputar) .

3. Balans statik, roda / ban dalam keadaan balans statik bila : a) Semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat.

b) Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar. c) Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun.

Gambar 24. Roda dalam keadaan balans statik Jika roda yang dalam keadaan static unbalance berputar, maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik A akan lebih besar dari gaya pada titik-titik lainnya, sehingga A akan cenderung menarik keluar dari poros roda yang akan mengakibatkan bengkoknya poros dan getaran radial pada saat roda berputar. 4. Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Dynamic balance balance Gambar 25. Roda yang balans statik dan dinamik Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menem pelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. Penempclen bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO, sehingga getaran hilang. Pada mobil yang sebenarnya, bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim, pada titik C¶ dan D.¶ Static balance D¶ Balance weight Balance weight

Gambar 26. Balance weight menjadikan balans dinamik d. Tugas

Amati akibat yang terjadi pada kendaraan bila roda / ban tidak balans statik dan dinamik? e. Tes Formatif

1. Jelaskan pengertian balans statik pada ban / roda? 2. Apa yang dimaksud dengan balans dinamik dan jelaskan bagaimana caranya mengatasi roda yang tidak balans dinamik ? f. Kunci Jawaban Formatif 2 1. Roda / ban dikatakan dalam keadaan balans statik bila :

Dengan difinisi ini diterangkan bahwa dynamic unbalance tidak terlihat pada saat roda berhenti. c) Pada kendaraan tidak terjadi getaran naik ± turun. Dynamic balance Static balance . Balans dinamik diartikan sebagai keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar. Roda dalam keadaan balans statik 2. Heavy spot Berat A = berat B Weight heavy Gambar 27.a) b) semua titik disekeliling lingkaran ban sama berat. Gaya sentrifugal yang terjadi disekeliling lingkaran ban sama besar.

sehingga getaran hilang. Penempclan bobot ini akan mencegah momen di sekitar pusat GO.¶ Balance weight Balance weight Gambar 29. Balance weight untuk mengatasi balans dinamik . Pada mobil yang sebenarnya. Balans statik dan dinamik pada sebuah roda Dynamic balance yang tidak tepat diperbaiki dengan jalan menempelkan dua buah bobot pada roda satu dengan bobot yang sama dengan A pada posisi C dan yang lain dengan bobot yang sama dengan B pada posisi D. pada titik C¶ dan D.Gambar 28 . bobot balance dengan ukuran yang benar dipasang pada wheel rim.

Dongkrak b). Langkah Kerja: a). Lembar Kerja 1. Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru. efektif dan seefisien mungkin.g. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. Identifikasi roda / ban yang tidak balans statik dan dinamik e). Jack Stand c). Satu unit mobil praktek 2. Tugas : a). Kunci Roda d). c). Alat pengukur tekanan udara ban f). c). Lakukan pelepasan roda-roda dengan langkah yang efektif! d). Lap / majun e). 3. Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas! . Alat dan Bahan a). f). Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. b). Setelah selesai. 4. Ikutilah instruksi dari guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Keselamatan Kerja a). d). Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. b). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Pastikan kendaraan dalam keadaan kuat ditahan jack stand.

Kedua balancer tersebut mempunyai keistimewaan sebagai berikut: Item Tipe Static balance Dynamic balance Static balance Dynamic balance Ketelitian Kemudahan balancing Off-the-car balance Tinggi Tinggi Mudah Mudah On-the-car balance Tinggi Tidak terlalu tinggi Cukup mudah Cukup sulit (beberapa balancer tidak dapat mengukur dynamic balance dengan tepat) Gambar 30. 1. Menjelaskan penggunaan peralatan pembalans roda / ban. 3. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 2! KEGIATAN BELAJAR 3 : Membalans ban/ roda dengan alat pembalans a. balancing dilakukan secara independent. balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. Melaksanakan pekerjaan membalans dinamik roda sesuai spesifikasi. 4. Wheel balancer OFF-THE-CAR TYPE . teromol rem dan axle hub. Tujuan Kegiatan Belajar Peserta diklat memiliki kemampuan : 1. Melaksanakan pekerjaan membalans statik roda sesuai spesifikasi. Penggunaan peralatan pembalans roda / ban Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil.b). dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. 2. Uraian Materi 3. Membalans roda secara off-the-car balancer b.

Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. serta yang lain-lain diperbaiki dengan menggunakan on-the-car balancer. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak.Gambar 31. pertama periksalah kondisi ban : 1). dan kemudian lakukan dynamic balance dengan ban terpasang pada kendaraan (on-the-car balancer). untuk memperbaiki getaran yang keras (goncangan body. getaran kemudi. lakukan static balance secara tersendiri dengan menggunakan off-the-car balancer. dan lain-lain) yang terjadi pada kecepatan tinggi. Perhatian untuk off-the-car balancing 1). Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. Wheel balancer ON-THE-CAR TYPE Dahulu. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). . 2). Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. pertama. Perhatian Pada Saat Membalans Roda a. 2). Membalans roda sampai diperoleh harga O g. off-the-car type balancer dan on-the-car type balancer dipakai sendiri-sendiri untuk memperbaiki balance roda. yang tidak dapat diperbaiki dengan cara terdahulu . Tetapi sekarang. ban diperiksa deviasinya dari tengah ban dan masalah lain yang mungkin muncul sebagai deviasi pada static balance. 4). 3). 2. Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. b. Pada akhirnya. Perhatian sebelum membalans roda Bila membalans roda.

buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. Perhatian untuk on-the-car balancing 1). d. Mengangkat mobil pada bagian yang akan dilepas rodanya 2). e. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. 3). Memeriksa tekanan ban supaya sesuai dengan spesifikasi 6). Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan 3). Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. Setelah membalans roda. 4). apabila keseimbangan statis tidak baik. Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). berlawanan dengan posisi bagian yang berat. Membersihkan kotoran atau bobot penyeimbang dari roda dengan wheel plier (penjepit khusus) 5). Membalans dinamik 1). Menyangga dengan jack stand untuk pengaman 3). Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. Mencatat ukuran ban dan ukuran pelek 8). Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. Melepaskan roda dari kendaraan 2). Melepas roda dari hubungan porosnya dengan membuka mur-murnya secara menyilang 4). Memeriksa keadaan pelek dan ban (bagian yang aus) 7). gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. Melepas adaptor dari poros utama dinamik wheel balancer dengan memutarkan mur pengikat . Membalans statik 1).3). Pada kendaraan dengan wheel cap. Memperbaiki keseimbangan statis roda. c. 2). Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan 5). Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik.

22) Menekan tombol on alat penyeimbang setelah steker dipasangkan 23) Membaca jumlah gram bobot penyeimbang pada gram meter 24) Membaca tempat kedudukan penyeimbang pada phase meter 25) Menekan tombol off alat penyeimbang dan mengerem sampai roda berhenti . 15) Mengeset phase meter dalam keadaan berjalan pada kedudukan ³0 16) Memasang roda yang telah terpasang pada adaptor ke sumbu utama dari mesin penyeimbang 17) Mengeraskan mur pengikat pada sumbu utama dengan kekuatan tangan (tidak boleh dengan alat-alat lain) dengan memutar roda dengan tangan 18) Memberi tanda pada roda dengan kapur sesuai dengan pembagian skala yang terdapat pada poros utama 19) Mengatur rim diameter selector sesuai dengan garis tengah ban/roda 20) Mengatur rim width selector sesuai dengan ukuran lebar dari ban/roda 21) Mengatur plane selector untuk menentukan pembebanan.9). Roda gigi 1 tepat pada 0. 13) Mengeraskan Flens pengikat dengan menggunakan palu kayu/plastik 14) Mengeset gram meter dalam keadaan mesin berjalan pada kedudukan ³O´. Catatan : Pada angka 1 untuk penyeimbang roda bagian luar Pada angka 2 untuk penyeimbang roda bagian dalam. roda gigi yang lain tepat pada tanda panah (sesuai dengan jumlah lubang yang diperlukan) 10) Menempatkan adaptor pada penyanggah roda 11) Menyetel tangkai universal dengan jalan memutarkan salah satu gigi universal sesuai dengan lubang-lubang baut roda dan roda gigi yang akan ikut berputar 12) Memasang roda pada adaptor dilaksanakan di atas penyangga roda Catatan : Bila lubang baut pada roda mempunyai garis tengah lebih besar dari universal dapat dipergunakan selongsong yang tersedia. Setellah jumlah pemegang universal pada adaptor sesuai dengan jumlah lubang baut dari roda (misalnya : 4.5 atau 3 lubang).

26). Mencocokkan angka dari phase meter dengan angka pada sumbu utama. d). Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban Bila membalans roda. c). (ab) Mengecek pembebanan balancing dengan menghidupkan kembali pesawat penyeimbang. Setellah adaptor dan roda dilepas dari poros utama. Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. Perhatian untuk off-the-car balancing a). Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). 3. pertama periksalah kondisi ban : a). Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-lain yang terselip pada alur tread. roda diputar dengan tangan. Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. c). dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. (ac) Melepaskan adaptor dari poros utama pesawat penyeimbang roda (ad) Melepaskan roda dari adaptor dengan meletakkan di atas penyangga roda/standart (ae) Memasang kembali roda pada mobil c. Membalans roda sampai diperoleh harga O g. Perhatian untuk on-the-car balancing . sampai jarum gram meter harus berada pada daerah hijau. b). Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. b). Catatan : Apabila jarum gram meter tidak berada pada daerah hijau maka pengukuran harus dimulai kembali seperti semula. Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. 2. Rangkuman : 1. (aa) Memasang bobot penyeimbang pada roda sesuai dengan berat dan tempat dari pembacaan gram meter/phase meter.

Memperbaiki keseimbangan statis roda. apabila keseimbangan statis tidak baik. dan on-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya. Jelaskan langkah-langkah membalans statik pada ban/roda ? f. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. dan lain-lain) sementara roda masih terpasang di kendaraan. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membalans roda/ban . 4. c) Setelah membalans roda. teromol rem dan axle hub. balancing dilakukan secara independent. d). Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada peiek sebelum dilakukan penyeimbangan c). Tes Formatif 1. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada pelek. Jelaskan prosedur yang perlu dilakukan sebelum membalans roda/ban ? 2. gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Prosedur membalans static Ada dua tipe wheel balancer yaitu off-the-car balancer yang dalam pengoperasiannya perlu melepaskan ban dan mobil. balancing melibatkan semua bagian yang berputar (pelek. buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi.a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). Tugas Lakukan balans roda / ban menggunakan off-the car balancer? e. Kunci Jawaban Formatif 1. Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. a). Melepaskan roda dari kendaraan b). d. b) Pada kendaraan dengan wheel cap.

Melepaskan seluruh masa bobot yang ada pada pelek sebelum dilakukan penyeimbangan c). Wheel balancer yang tidak bekerja dengan baik harus diperbaiki terlebih dahulu. dan periksalah juga kemungkinan bagian tread pecah atau rusak. Perhatikan agar kendaraan jangan sampai berjalan. yaitu dengan cara menjepitkan bobot timah pada peiek. c) Setelah membalans roda. Memeriksa kembali (menyeimbangkan roda) untuk memastikan hasil yang diinginkan e). pertama periksalah kondisi ban : a) Periksalah kemungkinan ada potongan logam atau batu dan lain-latn yang terselip pada alur tread. c) Periksalah apakah getaran ban jelas terlihat. apabila keseimbangan statis tidak baik. Lembar Kerja . buatlah tanda pemasangan pada hub dan roda sehingga pada waktu pembongkaran dan pemasangan ban dari pelek untuk selanjutnya tidak berubah posisi. Perhatian untuk off-the-car balancing a) Membalans roda dilakukan setelah run-out ban diperbaiki. Memeriksa roda dengan keseimbangan dinamik. Memperbaiki keseimbangan statis roda. d) Periksalah kalau-kalau ada benda asing yang masuk di dalam ban (Dengarkan suara di dalam ban). Melepaskan roda dari kendaraan b). Membalans statik a). Perhatian untuk on-the-car balancing a) Pada saat membalans roda penggerak (drive wheel). gerakkan roda dengan tenaga mesin dan kecepatan ditambah atau dikurangi secara bertahap. b) Membalans roda sampai diperoleh harga o g. 2. 3. d).Bila membalans roda. g. berlawanan dengan posisi bagian yang berat. lakukan perbaikan dengan wheel cap terpasang. b) Periksalah kemungkinan ada lumpur atau pasir yang melekat pada bagian dalam pelek. c) Pakailah selalu wheel balancer yang terawat dengan baik dan mempunyai ketelitian yang tinggi. b) Pada kendaraan dengan wheel cap. 4.

c). Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Buku manual penggunaan alat pembalans roda 2. Gunakanlah jack stand untuk menyangga kendaraan. baca lembar kerja dengan teliti. Alat dan Bahan a). c). Alat pembalans ban/roda dan bobot pembalans c). b). 4. efektif dan efisien. Kunci ban d). f). Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Lakukan balans ban/ roda sesuai prosedur yang benar! d). Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object. e). b). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. e). Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. d). Mobil lengkap dengan roda ban dalam dan peleknya b). Tugas a). Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. Langkah Kerja a). 3. Dongkrak e). Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas! BAB III . Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Keselamatan Kerja a). Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 3! b).1.

Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). Pegas rusak / patah b). akan dapat merusak komponen-komponen kendaraan. menambah rasa aman berkendaraan dan menambah umur kendaraan.EVALUASI A. Jadi ban/ roda yang balans dapat : menjamin keselamatan di jalan. bantalan-bantalan roda rusak. Keausan ban tidak wajar. a). maka akan terjadi keolengan atau getaran pada kendaraan. Getaran yang dipindahkan ke badan mobil. KUNCI JAWABAN Gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans : 1. Peredam getaran rusak ( seal bocor) c). Jelaskan gangguan pada kendaraan yang diakibatkan oleh roda/ban yang tidak balans? 2. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. antara lain : pegas rusak/patah. Kerusakan pada ball joint e). peredam getaran rusak. teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. seperti : bearing roda. ball joint. Keausan Spot Apabila ban/ roda tidak balans. Lakukan balans roda secara off-the-car balancer pada sebuah mobil! B. Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Jenis-jenis kerusakan komponen kendaraan akibat ban / roda tidak balans. Bantalan roda rusak d). kerusakan pada ball joint. Jelaskan pengertian roda/ban yang tidak balans dinamik dan akibat yang ditimbulkannya? 3. dalam kecepatan tertentu. 3. 2. PERTANYAAN 1. tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. Gambar 32. Getaran . dan kerusakan pada lengan-lengan kemudi.

Goncangan pada kecepatan rendah biasanya tidak banyak disebabkan oleh roda yang tidak balance). maka goncangan biasanya akan hilang. Di atas kecepatan ini. Goncangan shimmy akibat roda tidak balans c) Pengertian tidak balans dinamik 1) Roda tidak sama berat disekeliling penampang lingkaran ban/roda 2) Titik-titik yang lebih berat terletak tidak ditengah-tengah penampang ban/roda Akibat yang ditimbulkan pada kendaraan : . dan steering shimmy. Bila masalah ini diperbaiki maka shimmy akan hilang. Kemungkinan penyebab lainnya adalah steering linkage rusak. a). Jika masalah tersebut diperbaiki. Goncangan biasanya tidak dapat dirasakan pada kecepatan di bawah 80 km/jam. Penyebab utama goncangan adalah roda yang tidak balance. dan rigiditas ban yang tidak seragam. Gambar 33. Gambar 34. STEERING SHIMMY DAN FLUTTER Shimmy adalah getaran roda kemudi pada arah memutar. Jika goncangan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam. Bodi bergoncang akibat roda tida balans b). BODY SHAKE (Body Bergoncang) Yang dimaksud dengan goncangan disini adalah getaran vertikal atau lateral yang terjadi pada body kendaraan dan roda kemudi. run-out yang berlebihan. µsteering flutter. Penyebab utama shimmy adalah roda yang tidak balance. keausan suspensi yang berlebihan dan kesalahan wheel alignment. penyebabnya biasanya run-out roda yang berlebihan atau ban yang kurang seragam. run-out yang berlebihan dan/ atau rigiditas ban yang tidak seragam. goncangan akan semakin terasa. Shimmy dibagi menjadi dua tipe yaitu : getaran yang terjadi pada kecepatan yang relatif rendah (20-60 km/jam) dan getaran (yang disebut ³flutter³) yang terjadi pada kecepatan tertentu di atas 80 km/jam. bersama-sama dengan getaran tempat duduk. tetapi kemudian menurun pada kecepatan tertentu.Masalah getaran ban dibagi dalam : Body shake.

Sebaliknya. 2) Akibat pada roda. 79 80 s.d. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Bobot Nilai Keterangan Kriteria Kelulusan : 70 s. BAB IV PENUTUP Modul ini hanyalah salah satu pengantar agar peserta diklat memiliki kemampuan membalans roda.1) Saat roda berputar. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. roda akan bergetar kearah samping 3) Pada roda kemudi akan terasa shimmy C.d. Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. 89 90 s.d. Agar peserta diklat menguasai ketrampilan ini dengan baik. disarankan membaca buku manual tentang alat pembalans roda dan juga buku-buku referensi tentang balans roda serta mengikuti latihan dengan disiplin dan tekun. titik-titik yang lebih berat akan tertarik ke garis tengah roda. maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. KRITERIA KELULUSAN Skor Aspek (1-10) Kognitif (soal no 1 dan 2) Ketelitian pemeriksaan gangguan tidak balans Ketepatan prosedur membalans ban/ roda Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 3 2 3 1 1 Syarat lulus. 100 : : : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan di atas minimal tanpa bimbingan. .

Jakarta : PT. Publisher.Jika peserta diklat telah lulus menempuh modul ini. Automotive mechanics. Anonim. . Automotive Encyyclopedia. Anglin. (1995). Jakarta : PT. Materi Pelajaran Chassis Group Step 2. Tobold & Larry Johnson. (1977). Toyota ± Astra Motor. (1993). South Holland : The Good Heart ± Wilcox Company Inc. maka peserta diklat berhak memperoleh serfikat kompetensi membalans roda / ban. (1995). (1995). Toyota Service Training Crouse. Wheel alignment and tires Step 2. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Singapore : McGraw-Hill William K. Jakarta : PT. William Harry and Donald L. Toyota ± Astra Motor. Anonim. New Step 1 Training Manual.

C. dan kegiatan belajar 2 Mempertahankan prestasi tempat kerja. Apabila siswa menguasai kompetensi ini. otomotif Leave a Comment Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. memahami dan menyampaikan informasi tempat kerja/bengkel. Deskripsi Modul Kontribusi Komunikasi di Tempat Kerja dengan kode OPKR. maka materi akan terkait langsung dengan tempat kerja di bidang perotomotifan. Petunjuk Penggunaan Modul . Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan penunjang dalam menyelesaikan kompetensi-kompetensi yang lain bagi para siswa SMK.10-016 B tentang K3. OPKR. akan mudah mempelajari kompetensikompetensi berikutnya. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar dalam berkomunikasi terkait dengan setiap pekerjaan di tempat kerja. sehingga siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami berbagai macam komunikasi. 10-018 B membahas tentang pemahaman berkomunikasi di tempat kerja serta bagaimana cara berkomunikasi yang baik untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. sesuai dengan peta kedudukan modul. peralatan komunikasi dan trampil berkomunikasi dengan benar dan baik. B. Karena modul ini diperuntukkan bagi siswa SMK Otomotif. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 Memelihara.Posted in ilmu. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja.

perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik Sebelum melaksanakan praktik. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: . ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini.1. 2. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. dan bertanya 6) kepada guru apabila ada yang kurang jelas 7) e. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. siapkan alat dan bahan yang 4) 5) diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. f. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut c. g. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan)untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar d. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. b. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. Siswa dinyatakan menguasai materi. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Setelah selesai praktik. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar Bila ada materi yang kurang jelas. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan.

memelihara dan mengkomunikasikan informasi tempat kerja secara efektif dan baik 2. *Prosedur *Proses * Efektif dalam *Melaksanakan komunikasi. informasi. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. d. Dapat mempertahankan prestasi tempat kerja. Memelihara. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. b. E. KOMPETENSI SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1.a. Prosedur penyimpanan data. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. c. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. praktik baru. g. menindak lanjuti komunikasi. Memahami. *Informasi diakses dari memahami sumber yang terpercaya untuk dan memastikan menyampai ketramoilan komunikasi yang efektif kan informasi ketika mengirim MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN *Berbagai *Cermat dan *Macam-macam *Berkomunikasi macam teliti dalam jenis komunikasi yang efektif dalam komunikasi menerima dan dan alat menerima dan dan peralatan menindak lanjuti komunikasi. pengoperasian dan yang efektif. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Mencatat hasil kemajuan siswa Melaksanakan penilaian internal i. Membantu siswa dalam memahami konsep. f. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. D. informasi. e. komunikasi berkomunikasi. pengoperasian *Menerapkan *Proses dan penyimpanan . h.

Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan. menerima. tempat kerja. Tetapi bila belum bisa.menerima K3 dan SOP. siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Rencana Belajar Siswa . supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. Memper*Cermat dan lanjuti tahan teliti dalam informasi. Bila siswa sudah merasa bisa.meng*Bantuan kan prestasi dibuat untuk elola dan menyamakan *SOP menyimpan data. dan menindak 2. pengertian di tempat kerja. guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. maupun menerima informasi. Sebelum siswa mempelajari modul ini. guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. dengan senang hati. F. *Tujuan tempat kerja diidentifikasi dan dipenuhi. data. Penggunaan *Permintaan dan dari rekan pemeliharaan kerja data tempat dipenuhi kerja. *Data disimpan sesuai prosedur tempat kerja dan K3. BAB II PEMELAJARAN A. Cek Kemampuan tempat kerja.

Komunikator dapat menyampaikan informasi atau pesan secara lisan. Jenis Kegiatan 1. Siswa dapat menjelaskan berbagai jenis komunikasi. . Pengertian Komunikasi Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Memelihara dan Menyampaikan Informasi Tempat Kerja. Siswa dapat melakukan pemeliharaan b. Tujuan Kegiatan Belajar 1. Uraian Materi 1. memelihara dan menyampaikan informasi tempat kerja 2. sehingga tujuan berkomunikasi tercapai. Memahami. B. Mempertahankan prestasi tempat kerja. 2. Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru Kegiatan Belajar 1.Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Menurut kamus Bahasa Indonesia komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih secara benar. a. Memahami. serta cara berkomunikasi yang tepat. terlebih manusia yang melakukan aktifitas ataupun pekerjaan tertentu. macam-macam peralatan komunikasi tempat kerja. Orang yang menyampaikan informasi disebut komunikator sedang penerima informasi disebut komunikan. tertulis maupun dengan isyarat.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan suatu komunikasi. yaitu dalam bentuk pembicaraan. Komunikasi harus menarik 2. larangan atau perintah terkait dengan keselamatan kerj. antara lain: a. c. kartu. b. Misalkan tanda-tanda penyimpanan bahan berbahaya. Macam-macam komunikasi yang dimaksud antara lain: a. Misalnya isyarat tangan untuk mengatur lalu lintas. b. Komunikasi secara lisan Komunikasi lisan adalah komunikasi yang bersifat langsung. Komunikasi tertulis biasanya berupa surat. Komunikasi dalam bentuk pembicaraan. Komunikasi dengan gambar Komunikasi atau informasi kadangkala lebih tepat dengan menggunakan gambar. lampu tanda lalu lintas dan sebagainya. d. Komunikasi dengan isyarat Komunikasi dengan isyarat kadangkala lebih efektif. baik ditujukan pada seseorang maupun kepada kelompok orang. c. Alat komunikasi yang tepat dan baik e. gambar teknik dan sebagainya. tulisan dinding/poster dan sebagainya. Macam-macam Jenis Komunikasi Komunikasi ada beberapa macam atau jenis. manakala pada suatau tempat atau tempat kerja dengan mobilitas tinggi. Komunikasi tertulis Komunikasi tertulis adalah penyampaian informasi dengan tujuan etrtentu dengan cara ditulis. Masing-masing jenis komunikasi mempunyai kekurangan dan kelebihan. Komunikator dapat berperan baik Tujuan komunikasi harus jelas Isi komunikasi dikemas secara jelas dan mudah dipahami d. diperlukan pembicara yang baik. .

gambar teknik. Macam-Macam Peralatan/Media Komunikasi Pemilihan dan penggunaan peralatan komunikasi adalah hal yang tidak dapat dihindarkan. antara lain: a. Hand phone dan sebagainya. lampu isyarat dan sebagainya. 4. Berdasarkan cara menggunakan. Alat komunikasi pendengaran dan penglihatan (audio visual) Audio visual artinya dapat didengar dan dilihat. Jadi alat komunikasi visual adalah alat bantu komunikasi yang dapat dilihat. radio. Alat komunikasi pendengaran (Audio) Audio artinya dapat didengar. . Alat komunikasi penglihatan (Visual) Visual berarti dapat dilihat. pelanggan/customer atau setiap orang yang melakukan aktifitas pada tempat kerja tersebut.3. dibaca sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. hand phone. Memilih dan Menggunakan Alat Komunikasi Penggunaan alat atau media komunikasi di tempat kerja khususnya tempat kerja yang terkait dengan perotomotifan. bahkan menjadi sebuah kebutuhan pada jaman moderen ini.mendengar dan melihat secara langsung. kartu. maka media visual adalah pilihan yang paling tepat. a. Seseorang akan mudah berkomunikasi dengan orang lain yang bertempat tinggal jauh dari komunikator dengan peralatan tertentu. Alat komunikasi audio adalah suatu alat bantu berkomunikasi yang dapat menyiarkan suara sehingga komunikator dapat berbicara dengan komunikan dari jarak jauh. Contohnya: Televisi. Media Penglihatan (visual) Media visual adalah alat bantu komunikasi yang paling banyak digunakan baik untuk kepentingan manajemen. tape dan sebagainya. Mikrophone. Alat komunikasi visual antara lain: surat. Jadi alat komunikasi audio visual adalah alat bantu komunikasi dimana komunikator dapat berkomunikasi dengan komunikan dari jarak jauh dengan masing-masing dapat berbicara. alat komunikasi ada beberapa macam. b. poster. c. Untuk memberikan informasi kondisi disekitar tempat kerja dan apa yang harus dilakukan oleh setiap orang yang terkait dengan kondisi serta aktifitas tempat kerja tersebut. juga tidak terlepas dari tujuan dari komunikasi itu sendiri. Misalnya: Telphon. pekerja/mekanik.

surat pesanan/order. kode penomoran. surat penerimaan dan pengiriman barang. surat pembayaran. bila mana setiap surat yang masuk maupun keluar dicatat serta disimpan secara benar. Buku ini biasanya berisi petunjuk pengoperasian. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci Tidak memakan tempat - Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. Macam-macam surat yang dibuat atau digunakan pada tempat kerja. Contoh Buku Petunjuk Pemilik . Cara penyimpanan surat yang baik: Surat diberi nomor urut Surat diberi kode tanggal. Contoh salah satu jenis surat (Surat Perjanjian Kerja) y Buku Petunjuk Pemilik Buku petunjuk pemilik biasanya diberikan kepada pembeli produk tertentu oleh manajemen perusahaan.y Surat Surat adalah media komunikasi visual yang selalu digunakan pada suatu tempat kerja. garansi dan informasi tentang peralatan pada produk tersebut. surat tagihan. Buku ini dimaksudkan agar pembeli produk cepat dapat menguasai/mengoperasikan produk yang dibelinya. dan biasa dikelola oleh bagian administrasi atau Tata usaha. surat pengaduan. sehingga sewaktu-waktu diperlukan mudah dicari. bulan dan tahun Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. surat-surat perijinan dan sebagainya. Surat pengenalan produk. ketentuan perawatan. faktur dan rekening. Administrasi yang baik. kode tanggal. khususnya pada perusahaan atau perbengkelan otomotif antara lain: Surat perjanjian jual beli.

y Kartu Perawatan/Servis Kartu perawatan atau kartu servis digunakan untuk mengkomunikasikan ketentuan dan waktu servis untuk kendaraan tertentu supaya komunikan/customer mengetahui kapan kendaraan miliknya harus diservis. sekaligus menjaga keutuhan peralatan sehingga peralatan tidak mudah hilang. 2. 10. Contoh Kartu Servis y Kartu Peminjaman Alat Kartu peminjaman alat berguna untuk ketertiban penggunaan alat. 8. 6. 9. 4. 7. dan apa saja yang perlu diservis. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1. 3. . 12. NO. 13. 11. 5. 14.

NO.) Contoh Kartu Bon Bahan/Komponen/Part y Poster/Spanduk Poster atau sepanduk biasa digunakan pada tempat kerja untuk menjaga keselamatan. 6.) Contoh Kartu Peminjaman Alat y Kartu Bon Bahan/Komponen/Spart Part Kartu Bon bahan/komponen/part berfungsi untuk mengontrol penggunaan bahan/komponen/part.ketertiban. 4. . kebersihan dan kenyamanan tempat kerja dalam bentuk ajakan. 5. Poster atau spanduk yang berisi tulisan atau gambar. kelancaran. larangan dan penjelasan bagian-bagian lokasi bengkel tempat kerja. sehingga dapat digunakan untuk perhitungan beaya servis ataupun biaya pengadaannya kembali. 7. 2.15. 3. Jogyakarta««««2005 Peminjam (««««««««««. NAMA ALAT SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN 1. Jogyakarta««««2005 Pengebon (««««««««««. 8.

peringatan tentang kebersihan. DEPT. larangan tidak merokok atau gambar jenis material yang berbahaya seperti tegangan listrik dan sebagainya.BODY Contoh Spanduk Informasi Lokasi P 10 km Contoh Tempat Parkir Dan Informasi Kecepatan Kendaraan .ENGINE DEPT.CHASIS DEPT.ELECTRICAL DEPT. kecepatan kendaraan yang diijinkan.tulisan atau gambar kode penyimpanan material berbahaya. larangan parkir.Adapun macam isi tulisan antara lain: Nama lokasi sesuai jenis aktifitasnya.

KEBERSIHAN TERMASUK SEBAGIAN DARI IMAN Contoh Himbauan Menjaga Kebersihan AWAS ! ! TEMPAT MENYIMPAN BAHAN MUDAH TERBAKAR Contoh Informasi Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar AWAS .

Hal tersebut dimaksudkan agar aktifitas lancar dan mengurangi bahaya kecelakaan. Media Pendengaran (Audio) .TEGANGAN TINGGI Contoh Peringatan bahaya tegangan tinggi y Lampu Isyarat Lampu isyarat biasa digunakan pada tempat kerja/bengkel yang mobilitas kendaraan yang lewat cukup tinggi. Contoh Lampu Isyarat b.

istirahat atau berakhirnya jam kerja.istirahat maupun akhir jam kerja dan sebagainya. sehingga beaya dan waktu dapat dihemat dengan menggunakan peralatan ini.memanggil atau menginformasikan sesuatu kepada customer. misalkan untuk menghubungi seseorang yang lokasinya jauh dari tempat kerja. Media ini dapat berupa Televisi atau handphone. atau pemanggilan pekerja/mekanik dan orang-orang yang dibutuhkan saat itu disuatu tempat kerja/bengkel.Media pendengaran/audio kadangkala menjadi pilihan yang paling tepat pada suatu tempat kerja. Alat komunikasi audio yang paling banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel otomotif antara lain: y Telphone atau Handphone Telephone atau handphone adalah alat komunikasi jarak jauh di mana komunikator dapat berbicara langsung dengan komunikan. . memanggil antrian kustomer bila sudah sampai pada urutannya. Media Audio Visual Media audio visual juga banyak digunakan pada tempat kerja/bengkel. Contoh Speaker y Bel Tanda/Alarm Bel tanda banyak digunakan pada tempat kerja untuk menginformasikan waktu masuk kerja. Mikrophone atau Los Speaker. Contoh Bel Tanda c. peringatan jam masuk. mekanik atau pekerja yang lain. Alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan. Con toh Telp hone /Ha ndp hone y Speaker Speaker dapat berupa Radio.

Rangkuman 1. sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. Komunikator dapat berperan dengan baik b. c. a. dimana komunikator dan komunikan dapat berbicara secara langsung dan saling melihat. informasi berupa tulisan pada monitor disertai suara panggilan dan sebagainya. agar tidak mengalami kejenuhan. 3. Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar. e. 2. Hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi: a. Tujuan komunikasi jelas Isi komunikasi jelas Alat komunikasi tepat Komunikasi menarik Jenis-jenis komunikasi: Komunikasi secara lisan . d. alat ini biasa digunakan untuk menginformasikan atau memanggil kustomer yang melakukan antrian menunggu dan sudah sampai pada gilirannya. Selain itu Televisi juga menjadi sarana hiburan bagi kustomer yang menunggu. Contoh Televisi y Handphone Handphone selain untuk berkomunikasi ada juga yang dapat menampilkan komunikator kepada komunikan. Contoh Handphone c.y Televisi Pada tempat kerja atau bengkel.

Alat komunikasi Audio visual: a. Televisi Handphone . Poster/spanduk Lampu isyarat Alat komunikasi Audio: Telphone/hand phone b. d. Buku pemilik Kartu perawatan/servis Kartu peminjaman alat e. g. d. Kartu bon barang/komponen/part f.b. a. c. Macam-macam surat b. b. Radio/Tape 7. 6. c. Komunikasi dengan tulisan Komunikasi dengan gambar Komunikasi dengan isyarat Macam-macam jenis alat/media komunikasi: a) b) Media penglihatan (visual) Media pendengaran (Audio) c) 5. Media Audio visual Alat komunikasi visual antara lain: a. Speaker Bel tanda atau sirine d. 4. c.

Sebutkan 11 contoh alat komunikasi visual! 5. g. Apa yang dimaksud dengan komunikasi? Sebutkan 5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi! Sebutkan 4 jenis komunikasi dan berikan contoh masing-masing sebuah! 4. Tidak memakan tempat Penyimpana dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. bulan dan tahun Surat dikelompokkan sewsuai jenisnya dan diberi kode Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci e. e. Belajarlah membuat media komunikasi untuk menginformasikan tempat kerja/bengkel sekolah dalam rangka kelancaran pekerjaan di tempat kerja/bengkel. 3. f.8. dan 2 contoh audio visual! 6. bulan dan tahun. c. kode tanggal. Surat diberi kode tanggal. d. Cara penyimpanan surat yang baik: a. Sebutkan 4 contoh alat komunikasi Audio. kode penomoran. Mudah dicari bila diperlukan Mudah dipindah bila ada pengembangan. Surat diberi nomor urut b. catatlah jenis yang ada beserta kondisinya dalam buku laporan. Sebutkan 8 cara penyimpanan arsip/surat yang baik! 7. 2. h. Tugas 1. Tes Formatif 1. d. Sebutkan 8 isi pokok buku petunjuk pemilik! . Infentarisasikan alat/media komunikasi yang ada pada bengkel sekolah. 2.

8. 9. Kunci Jawaban 1. Sebutkan 8 isi pokok kartu bon komponen/part! f. Sebutkan 8 isi pokok kartu servis kendaraan yang paling sederhana! Sebutkan 8 isi pokok nota/kwitansi pembayaran servis kendaraan! 10. Komunikator dapat berperan dengan baik. . Komunikasi adalah penyampaian dan penerimaan informasi secara perorangan atau kelompok dengan benar. 5 hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan berkomunikasi: a. sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. 2.

Penyimpanan surat: . f. 4. spanduk Poster Rambu peringatan surat perjanjian kerja i.b. k. c. c. Alat komunikasi tepat. b. Telphone. 6. a. b. Isi komunikasi jelas. radio. Tujuan komunikasi jelas. speaker dan Televisi serta berlayar monitor. lampu isyarat 5. faktur h. c. e. d. tape. surat jual beli j. komunikasi dengan gambar komunikasi dengan isyarat 11 contoh alat komunikasi visual: a. d. g. kartu pemilik kartu servis kartu peminjaman alat d. handphone. Komunikasi menarik 4 jenis komunikasi: Komunikasi lisan komunikasi tertulis 3. kartu bon part e.

e. Nomor. jaraktempuh.a. Surat diberi kode Tanggal. perawatan berkala. no urut nota. g. tanggal pembelian. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja a. spesifikasi. Kegiatan Belajar 2. b. pengenalan bagian-bagian produk. c. Penyimpan dalam laci sesuai dengan kode jenis surat. jumlah beaya total dan tanda tangan mekanik. Tidak memakan tempat.data servis/penggantian part. Jenis/merek. Petunjuk pengoperasian. Tanggal. penggantian part dan biaya. Surat diberi kode nomor atau huruf. identitas pemilik. Siswa memahami cara mempertahankan prestasi tempat kerja. jumlah. spesifikasi. identitas kendaraan. Identitas tempat kerja. cara penyimpanan dan masa pemakaian awal. f. Surat disimpan di tempat penyimpanan khusus/filing cabinet yang mempunyai beberapa laci. 9. tanggal servis. 8. Mudah dicari bila diperlukan. Identitas tempat kerja/bengkel. Merek produk. Mudah dipindah bila ada pengembangan. Siswa dapat mengelola dan menerapkan berbagai informasi untuk mempertahankan prestasi tempat kerja. nomor nota. petunjuk pemeriksaan sebelum jalan. h. kode penomoran. Tanggalservis. . Surat dikelompokkan sesuai jenisnya dan diberi kode. 10. harga dan tanda tangan bagian part. 2. nama komponen/part.bulan dan Tahun. identitas kendaraan. jenis servis dan biaya. 7. kode tanggal. bulan dan Tahun. Tujuan Kegiatan Belajar 1. identitas pemilik. d. tanda tangan mekanik dan tanda tangan pemilik.

tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur y Karena surat merupakan alat komunikasi yang penting. Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. seluruh personil/pekerja harus dapat menggunakan berbagai jenis media informasi secara baik dan tepat sesuai dengan jenis atau lingkup kerja masing-masing.b. penerapan komunikasi yang benar. Mempertahankan Prestasi Tempat Kerja Untuk dapat mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja. Dengan Pengelolaan Surat Surat menyurat adalah bagian yang tak terpisahkan dari suatu tempat kerja. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertele-tele. maka perlu dihindari hal-hal yang dapat menimbulkan kesalah pahaman yang dapat berakibat putusnya sebuah hubungan kerja. Untuk dapat menerapkan komunikasi yang benar. Personil/pekerja dibagian ini harus dipilih orang-orang yang terampil dibidang administrasi. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. Uraian Materi 1. 2. singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y y . Syarat Pegawai Bagian Persuratan Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. a. Prestasi tempat kerja dapat diwujudkan dan dipertahankan dengan pengelolaan. seluruh personil yang terlibat di dalam tempat kerja tersebut harus mampu menerapkan berbagai peralatan komunikasi yang ada dengan tepat.

dan ketepatan jenis pekerjaan yang dilakukan yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada semua pihak yang terlibat pada suatu pekerjaan. Oleh sebab itu manajemen suatu tempat kerja harus benar-benar memahami dan memperhatikan hal berikut: y y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. penggunaan komponen/part. peminjaman alat dan lainnya. Dengan Penggunaan Macam-Macam Kartu Untuk pelayanan/servis. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya. b. baik kepada kustomer atau dari bagian yang satu kepada bagian-bagian yang lain pada tempat kerja. sewaktu-waktu akan y Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang Dilakukan secara jelas y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan . kartu adalah media yang paling tepat untuk saling memberikan informasi. Penggunaan kartu secara tepat sesuai prosedur dan jenis aktifitasnya akan mengefektifkan kinerja perusahaan.y Bahasa tegas dan berwibawa Melalui proses penanganan surat menyurat yang tepat dan baik akan dapat membantu mempertahankan atau menjaga prestasi tempat kerja.

tanda peringatan dan lampu isyarat adalah media yang paling efektif yang perlu diterapkan ditempat kerja. karikatur kadangkala lebih efektif. Poster.y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihakpihak yang seharusnya menerima y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. spanduk. sehingga akan membantu keberhasilan pembicaraan yang pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap kinerja perusahaan atau tempat kerja secara keseluruhan. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. dan keselamatan tempat kerja informasi berupa tulisan. poster. Penggunaan Telephone. Informasi Umum Tempat Kerja Untuk menjaga ketertiban. Spanduk. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan . c. Cara Penggunaan Telephone. Handphone atau Aiphone. Cara penggunaan yang benar dan tepat akan mempengaruhi lawan bicara sehingga dapat membuat relasi lebih tertarik pada instansi atau tempat kerja yang bersangkutan. padatas dan jelas Ilustrasi gambar. y y d. kenyamanan. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. Handphone atau Aiphone Pembicaraan langsung jarak jauh menggunakan peralatan Telephone. Persyaratan Penempatan Tulisan. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang y y y perlu diinformasikan Informasi harus singkat.

PESAN: 1. ««««««««««««««« 3. ««««««««««««««« 2. ««««««««««««««« 4.. ««««««««««««««« «««««««. 2005 JAM: «««««««.menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak y y penelpon dapat ikut mengecek. No. y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup. KARTU PENERIMAAN TELPON Untuk : «««««««««««««.TLP : «««««««««««««. Dari : «««««««««««««.. Alamat : «««««««««««««.... Penerima . ««««««««««««««« 5.

selain itu Televisi juga dapat menjadi sarana hiburan ketika sorang kustomer harus menunggu di wilayah tempat kerja.(««««««««. Penggunaan Speaker Yang Baik y Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y y y Informasi seyogyanya singkat dan jelas Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan. penggunaan speaker adalah langkah yang paling tepat. Alat ini akan membantu komunikator menyampaikan pesan atau panggilan lebih cepat dan tanpa harus mendatangi komunikan. terlebih bila wilayah tempat kerja tersebut cukup luas. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja sebaiknya: y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung y . Penggunaan Televisi Penyampaian informasi atau panggilan dengan media Televisi lebih menarik respon komunikan. Penggunaan Speaker Untuk memberikan informasi atau memanggil orang di wilayah tempat kerja. y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan.) Contoh Kartu Pencatatan Telephone e. sehingga akan menghemat tenaga maupun waktu. f.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Surat Gaya penulisan menarik y Tujuan jelas y Gaya bahasa mudah dipahami y Tidak bertel-tele. c. teliti dan tekun y Daya ingat kuat y Dapat menulis cepat. Rangkuman 1. Syarat Penggunaan Kartu Yang Baik y Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya.y Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan.singkat dan jelas Terkait langsung dengan masalah si penerima y Bahasa tegas dan berwibawa. 2. 3. Prestasi Tempat Kerja Prestasi tempat kerja adalah situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. sewaktu-waktu akan . 5. tepat dan rapi y Menguasai berbagai jenis media pengarsipan y Disiplin dan jujur. yang dapat memuaskan semua pihak y Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja y Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. Manajemen Suatu Tempat Kerja Harus Benar-Benar Memahami Memperhatikan hal berikut: y Dan y Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern y Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. Syarat Pegawai Bagian Persuratan y Harus cerdas dan cekatan y Memahami struktur organesasi tempat kerja y Berpandangan luas. y y 4.

y 6. Pemasangan Televisi Di Tempat Kerja Sebaiknya: y y Di ruang tunggu wilayah tempat kerja Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri y Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan. agar bila diperlukan akan segera dapat tersedia. Tanda Peringatan dan Lampu Isyarat Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca y Pada tempat yang sesuai dengan jenis aktifitasnya Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan. y Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang.Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas. y Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/prt atau alat yang digunakan. Spanduk. padat dan jelas y Ilustrasi gambar. y y 7. y Penggunaan Speaker Yang Baik Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan y Informasi seyogyanya singkat dan jelas y Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali y Bila informasi atau panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan y Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan.karikatur kadangkala lebih efektif. 8. Persyaratan Penempatan Tulisan. Poster. jangan lebih dari tiga kali y Telephone diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis y Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas y Hindarkan sapaan atau jawaban ³Hallo³ y Catat setiap pesan secara teliti y Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang y Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek y Menutup Telpon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup. y Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima. Handphone dan Aiphone Yang Benar y Angkatlah telephone saat berdiring. y Informasi harus singkat. Cara Penggunaan Telephone. y Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. 9. y . y Seuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas.

3. istirahat atau selesai praktek. Sebutka 6 hal yang harus dimengerti oleh seorang mekanik sewaktu mengisi kartu servis! 6. Sebutkan 4 cara pemasangan televisi yang tepat pada tempat kerja. Buatlaah kartu infentarisasi peralatan dan part. 9. kebersihan dan keselamatan. 3. 2. Sebutkan 8 cara penggunaan telephone yang baik. Lengkapilah bengkel sekolah dengan tanda-tanda isyarat yang diperlukan seperti bel tanda masuk. poster. Berkunjunglah ke bengkel-bengkel servis. 4. 4. 8. ketertiban. Apa yang dimaksud dengan prestasi tempat kerja? Sebutkan 6 syarat pekerja pada bagian persuratan! Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat! Sebutkan 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat! 5. e. Kunci Jawaban . Atau dengan speaker untuk memanggil/menginformasikan sesuatu. Tugas 1.lakukan infentarisasi peralatan dan part yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. 7. tulisan peringatan atau tanda isyarat dalam rangka mempertahankan prestasi kerja di tempat kerja. masing-masing 5 buah. Tes Formatif 1. suku cadang atau sales kendaraan untuk mendapatkan contoh macam-macam surat dan macam-macam kartu. sehingga akan meningkatkan atau mempertahankan prestasi tempat kerja. Sebutkan 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan sepanduk. Lengkapi bengkel sekolah dengan macam-macam tulisan atau poster peringatan dalam rangka kelancaran. f. Sebutkan 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker di tempat kerja.d. 2.

tidak bertele-tele. Setiap identitas yang ada pada kartu harus ditulis secara lengkap dan jelas c. menguasai berbagai jenis media pengarsipan. dan tekun. Surat dapat menjaga hubungan kerja dengan pihak lain b. Arsip harus disimpan secara baik sesuai prosedur. teliti. Gaya penulisan menarik. Surat dapat mengendalikan kegiatan di tempat kerja baik secara intern maupun ekstern Pengurusan surat tepat menunjukkan profesionalisme tempat kerja. Sesuai aktifitas kartu harus diisi dengan macam pekerjaan yang dilakukan secara jelas Sesuai aktifitasnya kartu diisi dengan macam komponen/ prt atau alat yang digunakan Kartu harus ditandatangani secara jelas oleh pihak yang menggunakan atau yang berwenang f. disiplin dan jujur. singkat dan jelas. 5 hal yang perlu dipahami oleh manager tentang manfaat surat: a. tujuan jelas. Harus cerdas dan cekatan. terkait langsung dengan masalah si penerima.1. e. Ketertiban penanganan surat akan menjaga efektifitas kerja Surat adalah bukti autentik yang sewaktu-waktu akan diperlukan 6 hal yang harus dimengerti seorang mekanik pada saat mengisi kartu servis: a. e. tepat dan rapi. agar segera dapat tersedia . daya ingat kuat. Situasi dan kondisi dimana seluruh pekerja. 5. 2. dapat menulis cepat. gaya bahasa mudah dipahami. yang dapat memuaskan semua pihak d. pelanggan dan semua orang yang terlibat dalam aktifitas pada tempat kerja tersebut merasa nyaman sehingga tujuan masing-masing ataupun kelompok pada tempat kerja tersebut dapat tercapai. Seorang pekerja harus mengetahui benar kegunaan kartu sesuai dengan jenis aktifitasnya b. 4. 3. c. d. Tembusan kartu harus diberikan atau dibagikan kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima g. berpandangan luas. memahami struktur organisasi tempat kerja. bahasa tegas dan berwibawa.

Informasi harus singkat. Media harus sesuai dengan jenis aktifitas atau kondisi yang perlu diinformasikan d. jangan lebih dari tiga kali Telepon diangkat dengan tangan kiri dan yang kanan menulis Ucapkan salam dan beritahukan identitas secara singkat dan jelas d. Informasi atau panggilan diulang dua sampai tiga kali. Di ruang tunggu wilayah tempat kerja. Bila informasi panggilan belum mendapat respon seyogyanya memanggil pekerja yang lain untuk melakukan cek di lapangan. 4 cara pemasangan televisi yang tepat di tempat kerja: a. Catat setiap pesan secara teliti Bila ada yang kurang jelas memohon untuk diulang g. e. b. b. Angkatlah telepon saat berdering. Menutup telepon setelah lawan bicara lebih dahulu menutup 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan speaker: Speaker dipasang menghadap pada daerah komunikan. 8 cara penggunaan telepon yang baik: a. 9. e. padat dan jelas Ilustrasi gambar. f. Pada tempat yang mudah dilihat atau dibaca Pada tempat yang sesuai denga jenis aktifitasnya c. d. karikatur kadangkala lebih efektif 7. b. c. c. Hindarkan sapaan atau jawaban ³hallo´ e.6. Informasi seyogyanya singkat dan jelas. . 5 hal yang harus diperhatikan dalam pemasnagn spanduk: a. 8. Informasi atau panggilan sebaiknya ditulis terlebih dahulu sebelum disampaikan. Pesan-pesan penting supaya dikatakan ulang sehingga pihak penelpon dapat ikut mengecek h. a.

b. d. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja Tujuan . Di ruang yang tidak kena sinar matahari secara langsung. c. Di tempelkan pada dinding yang tidak terjangkau oleh orang dewasa yang berdiri. Ukuran disesuaikan dengan luas ruangan.

dengan mencatat nama. 5. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya 2. Keselamatan Kerja 1. Siswa dapat membuat media informasi visual untuk diterapkan di tempat kerja/bengkel sekolah. Siapkan peralatan dan bahan Infentarisasikan peralatan komunikasi ataupun media informasi yang ada pada bengkel sekolah.3 mm atau bahan pengganti yang sesuai 2. 2. gergaji dan gunting plat 3. Tangga Obeng. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. Tes pen Peralatan pengecatan. Alat-alat tulis dan gambar Gergaji besi. Plat baja 0. 2. Buatlah beberapa media visual yang bermanfaat bagi bengkel sekolah . 3. Alat 1. Sewaktu menggunakan peralatan tenaga. Bahan 1. Langkah Kerja 1. 4. komunikasikan dengan guru apa bila ragu-ragu 3. mistar baja. Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam media informasi di tempat kerja 2. fungsi dan kondisinya.1. Paku beton.

Kembalikan peralatan dan bersihkan tempat kerja bila sudah selesai praktik. Keselamatan Kerja 1. 2. 2. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya Bertanyalah kepada guru apa bila ragu-ragu/kurang jelas sewaktu akan menggunakan peralatan 3.(konsultasikan dengan guru). 6. Buatlah alat informasi tanda/isyarat yang sekiranya diperlukan di bengkel sekolah (konsultasikan pada guru) 5. Siswa dapat merawat/memelihara media informasi sesuai SOP. LEMBAR KERJA Kompetensi : Kontribusi dan Komunikasi di Tempat Kerja Sub kompetensi: Mempertahankan Prestasi di Tempat Kerja Tujuan 1. Siswa dapat menempatkan alat komunikasi pada tempat kerja secara tepat Siswa dapat menggunakan alat komunikasi yang ada pada bengkel sekolah dengan benar 3. 4. Gunakan peralatan keselamatan kerja sesuai SOP saat menggunakan peralatan bengkel. Alat .

Telephone. Pasanglah alat informasi fisual yang ada pada bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya secara benar. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. 4. Perangkat bel/alrm atau speaker 4. 5. handphone. Macam-macam media visual untuk tempat kerja/bengkel 2. Operasikan Telphone. Tangga 3. Bahan 1. Dengan macam kartu yang ada infentarisasikan peralatan dan bahan yang ada pada bengkel sekolah secara teliti. Peralatan pengecatan. BAB III . 6. Langkah Kerja 1. Macam-macam kartu dan surat yang sesuai dengan aktifitas perotomotifan. Paku beton 3. Siapkan peralatan dan bahan 2. Paku dan kawat baja 2. Obeng. 3.1. atau Aiphone 5. Tanyakan pada petugas bengkel sekolah tentang penservisan kendaraan atau engine yang ada kemudian isilah data pada kartu servis yang ada dan gantungkan kartu pada kendaraan/engine yang dimaksud. tes pen dan soldir 4.hand phone atau Aiphone yang ada pada bengkel sekolah secara benar.

untuk tempat kerja * Dapat memasang Menerapkan penggunaan alat 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . c. 3 Dapat mendata alat informasi yang ada pada tempat kerja secara maksimal. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. Kriteria Penilaian Praktik NO. 2. 1 1. Dapat membuat alat Dapat membuat alat informasi sederhana komunikasi yang ditentukan dengan benar. 3. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. ASPEK YANG DINILAI 2 Inventarisasi media informasi pada tempat kerja INDIKATOR KEBERHASILAN 2. d.EVALUASI A. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes Formatif) a. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). b.

pencatatan alat dan barang. atau Aiphone dengan benar. * Menggunakan kartu servis. Hand phone. JUMLAH: 4. CATATAN: . * Dapat mengisi surat perjanjian kerja. * Dapat menggunakan Speaker dengan benar. * Dapat menggunakan Telephone. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP.kartu peminjaman alat dan sebagainya.komunikasi. peralatan informasi di tempat kerja. pengiriman dan penerimaan barang dll.

2. 7.00 (Lulus Baik/YA).. (2xN1)+(2xN2)+(3xN3)+(3xN4) 10 N = «««««.00 (Lulus Amat Bai k/YA). 3. NO TES FOR 1 N1 TES FOR 2 N2 TES PRK 1 N3 TES PRK 2 N4 KETERANGAN N= 1. Nilai 8. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. waktu lebih cepat dan kualitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan.. . NIS : ««««««««««««««««««««««. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : ««««««««««««««««««««««. 2.1. 3. 9. 5. Nilai 7.00 (Lulus Istimewa/YA). 10. 6. CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. 8. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. 4. Nilai 9.

terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. Bagi Anda yang sudah berhasil lulus mendapatkan nilai akhir minimal 7.BAB IV PENUTUP Bagi Anda yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan.00 (tujuh koma nol nol) dapat melanjutkan ke modul berikutnya. . Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif. Jakarta : Bumi Aksara. DAFTAR PUSTAKA Daryanto. Drs. Artinya Anda boleh mengajukan µUji Kompetensi¶ untuk mendapatkan sertifikat bahwa telah menyelesaikan modul ini!. (Tahun 2001). wajib mengulangi belajar pada modul ini.

Jenis Kegiatan 1. otomotif Leave a Comment Overhaul Komponen Sistem Pendingin Apr 21 Posted by 66tech BAB. Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor Noname. Departemen Pendidikan Nasional. Melakukan overhaul komponen sistem pendingin Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru .Noname. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. (Tahun 2004). Jogyakarta : PT Sumber Baru Motor PPM ITB. Buku Petunjuk Pemilik. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. (Tahun 2004). Posted in ilmu. Buku Garansi dan Servis. II PEMELAJARAN A. Memahami konstruksi dan cara kerja komponen sistem pendingin 2. (Tahun 2004). Kontribusi Komunikasi Tempat Kerja.

Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator. 4. Pada motor bensin kira-kira hanya 23 % energi panas dari hasil pembakaran bahan bakar dalam silinder yang dimanfaatkan secara efektif sebagai tenaga. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. b. Sisanya terbuang dalam beberapa bentuk seperti diperlihatkan gambar pada halaman berikut. Peserta diklat dapat menjelaskan kebaikan dan kelemahan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara. 3. Uraian Materi 1. Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin air. 6. Peserta diklat dapat menjelaskan fungsi sistem pendingin pada motor. Untuk itu pada motor dilengkapi dengan sistem pendingin yang berfungsi untuk mencegah panas yang berlebihan. 5. Tujuan Kegiatan Belajar 1. sebab jika tidak maka motor akan terlalu panas dan komponen motor cepat aus. Fungsi Sistem Pendingin Panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran di dalam motor dirubah menjadi tenaga gerak. Panas yang diserap motor harus dengan segera dibuang ke udara luar. 2. . Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja thermostat Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja motor penggerak kipas pendingin. Namun kenyataannya hanya sebagian dari panas tersebut yang dimanfaatkan secara efektif. Konstruksi dan Cara Kerja Sistem Pendingin a.B.

Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. hanya 25 % yang dimanfaatkan menjadi kerja efektif.Gambar 1. Panas yang hilang bersama gas buang kirakira 34 %. Panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Secara garis besar fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. a) Sistem Pendingin Udara c) Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan . b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. kerja motor yang kurang baik. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. panas yang terbuang akibat proses pendinginan 32 %. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. dan akibat gesekan 6 %. Oleh karena itu pada saat motor hidup temperatur kerja harus segera dicapai. Hal tersebut akan terpenuhi apabila pada motor terdapat sistem pendingin yang dilengkapi dengan komponen yang memungkinkan hal tersebut terjadi. emisi gas buang yang berlebihan. Keseimbangan Panas Pada gambar 17 di atas nampak bahwa dari total energi yang dihasilkan oleh proses pembakaran. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. akibat pemompaan 3 %. Macam Sistem Pendingin Sistem pendingin yang biasa digunakan pada motor ada dua macam. yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air. 2. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. khusunya di negara-negara yang mengalami musim dingin.

Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal.).ruang bakar tersebut. Aliran uadara ini kecepatannya harus sebanding dengan kecepatan putar mesin agar temperatur ideal mesin dapat tercapai sehingga pendinginan dapat berlangsung dengan sempurna. panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran. 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. 4) Kemungkinan . Untuk mesin-mesin stasioner dan mesin-mesin yang penempatannya sedemikian rupa sehingga sulit untuk mendapatkan aliran udara. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. Secara rinci keunggulan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan berarti mesinnya harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor. radiator. Oleh karena itu di bagian luar dinding silinder dan ruang bakar dibuat mantel-mantel air (water jacket). sedangkan sepeda motor umumnya menggunakan sistem pendingin udara. Untuk menciptakan aliran udara. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin tersebut. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. dsb. 2) Waktu pemanasan lebih lama. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. Di sisi lain sistem pendingin air mempunyai kerugian yaitu: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. maka diperlukan blower yang fungsinya untuk menghembuskan udara. Penempatan blower yang digerakkan oleh poros engkol memungkinkan aliran udara yang sebanding dengan putaran mesin sehingga proses pendinginan dapat berlangsung sempurna. 4) Kemungkinan overheating kecil. Sirkulasi air tersebut ada dua macam yaitu sirkulasi alam atau thermo syphon dan sirkulasi dengan tekanan. walaupun dalam kerja yang berat. maka air akan cenderung mendidih dan menguap. Untuk selanjutnya pada modul ini akan dibahas sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. Kebanyakan mobil menggunakan sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan (forced circulation). 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil.

1) Radiator Radiator berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah panas setelah melalui saluran water jacket. Disamping itu juga dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin . Ada juga sistem pendingin air yang dilengkapi dengan kopling fluida. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. Pada tangki air bagian atas dilengkapi dengan lubang pengisian air dan saluran kecil yang menuju ke tangki cadangan. tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. pada sistem pendingin air jumlah komponennya lebih banyak. thermostat.terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating. Gambar 2. dan selang karet. maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. radiator. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. kipas pendingin. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Panas c) Komponen Sistem Pendingin Air Berbeda dengan sistem pendingin udara. Gambar 3. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). Adapun konstruksi sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan dapat dilihat pada gambar 18. Sistem Pendingin Air Saat Mesin Dingin Pada saat mesin panas. thermostat. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. tangki air bagian bawah (lower water tank) dan inti radiator (radiator core). kipas. Gambar 4. Cairan pendingin masuk ke tangki air bagian atas melalui selang atas. Konstruksi Sistem Pendingin Air Pada saat mesin masih dingin. Sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. Inti radiator terdiri atas pipa-pipa (tube) yang dapat dilalui air dari tangki atas ke tangki bawah. Pada tangki air bagian bawah dilengkapi dengan lubang penguras untuk mengeluarkan air pendingin pada saat mengganti cairan pendingin. pompa air. Air mendapat tekanan dari pompa air. pompa air. Bagian-bagian radiator antara lain: tangki air bagian atas (upper water tank). air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. Masing-masing komponen sistem pendingin tersebut akan dibahas pada uraian tersendiri. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator.

(fin) yang fungsinya untuk menyerap panas dari air pendingin. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. Dengan demikian jika tutup radiator rusak. Pada bagian atas tangki radiator dilengkapi dengan lubang pengisian dan tutup radiator. Relief Valve Gambar 9. Pada tutup radiator dilengkapi dengan dua buah katup yaitu katup relief dan katup vacum. maka tidak dapat diganti dengan sembarang tutup. Biasanya radiator terletak di depan kendaraan sehingga radiator dapat didinginkan oleh gerakan kendaraan tersebut. Tipe plat b.3±1. Gambar 8. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. maka tekanannya juga bertambah. Gambar 7. maka dalam radiator terjadi kevacuman. Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. Kemudian diikuti dengancairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benarbenar dingin. Tipe lekukan Gambar 6. tetapi berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas air pendingin dari radiator ke tangki cadangan dan sebaliknya. Konstruksi Radiator Ada dua tipe inti radiator yang perbedaannya tergantung bentuk sirip-sirip pendinginnya. Tipe SR Inti radiator tipe SR (single row) mempunyai susunan pipa tunggal sehingga bentuk radiator menjadi tipis dan ringan dibanding dengan radiator tipe lain. yaitu tipe plat (flat fin type) dan tipe lekukan (corrugated fin type) seperti terlihat pada gambar 6. Dalam hal ini tutup radiator tidak hanya berfungsi untuk mencegah agar air pendingin tidak tumpah.0 kg/cm2 pada 110-120° C. . Air Pendingin Saat Panas Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. Tipe Radiator Beberapa kendaaraan modern menggunakan radiator versi terbaru yaitu tipe ³SR³. Gambar 5. a.

Komponen Pompa Air 3) Thermostat Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa apabila air pendingin masih dalam keadaan dingin. Gambar 13. Komponen yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator dan sebaliknya adalah thermostat. maka thermostat menutup aliran air pendingin ke radiator. Selanjutnya melalui sirkuit by pass kembali ke pompa air. Apabila temperatur air pendingin telah panas maka air akan mengalir ke raditor untuk didinginkan. Dalam hal ini thermostat berfungsi sebagai katup yang tugasnya membuka dan menutup saluran yang menghubungkan antara water jacket dan radiator. (1) Thermostat yang letaknya di saluran air keluar Apabila temperatur air masih rendah. Vacum Valve Gambar 11. Air Pendingin Saat Dingin 2) Pompa air Pompa air (water pump) berfungsi memompa air pendingin dari water jacket ke radiator yaitu dengan cara menekan cairan pendingin. Pompa air ditempatkan di bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas atau fan belt. Letak thermostat ada dua macam yaitu: thermostat yang letaknya di saluran air masuk (water inlet) dan thermostat yang letaknya di saluran air keluar (water outlet).Gambar 10. Sistem Pendingin Dengan Thermostat di Saluran Air Keluar . Pada umumnya pompa air yang digunakan adalah jenis pompa sentrifugal (centrifugal pump). Gambar 12. Air pendingin dipompa oleh pompa air langsung ke blok mesin dan kepala silinder. maka air hanya bersirkulasi dalam water jacket.

Sistem Pendingin dengan Letak Thermostat pada Saluran Air Masuk Pada saat temperatur air pendingin menjadi tinggi. Kerja thermostat tergantung oleh suhu.Pada saat temperatur air pendingin telah panas. Cara Kerja Thermostat Pada thermostat juga dilengkapi dengan jiggle valve yang digunakan untuk mengalirkan air pada saat menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem. Macam Thermostat 4) Kipas pendingin . Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. maka thermostat membuka saluran air dan by pass valve menutup. Gambar 15. (2) Thermostat yang letaknya di saluran air masuk Apabila temperatur air masih rendah. Gambar 14. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. selanjutnya melalui thermostat dan kembali ke pompa air. maka thermostat membuka sehingga cairan pendingin mengalir melalui thermostat ke radiator untuk didinginkan dan selanjutnya air kembali ke pompa air. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. selanjutnya kembali ke pompa air melalui sirkuit by pass. Air pendingin dipompa ke blok silinder melalui kepala silinder. Air yang telah panas mengalir ke radiator untuk didinginkan. a. Disamping itu air juga mengalir melalui sirkuit by pass. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. mengakibatkan katup membuka atau menutup. Dengan katup bypass b. thermostat menutup saluran dan by pass valve membuka. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. Tanpa katup bypass Gambar 16.

(2) Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik Berputarnya kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik terjadi pada saat temperatur air pendingin panas. Kipas pendingin ditempatkan di bagian belakang radiator. Apabila kunci kontak pada posisi ON. Kecepatan kipas berubah sesuai dengan kecepatan mesin. Kipas Pendingin yang digerakkan Motor Listrik Berputarnya kipas pendingin apabila temperatur mesin melebihi 93° C. Pada saat temperatur meningkat pada suatu tingkat yang ditetapkan. Dengan demikian kipas akan bekerja pada saat yang dibutuhkan. Penggerak kipas pendingin adalah mesin itu sendiri melalui sabuk (belt) atau motor listrik. tetapi pendinginannya belum cukup bila kendaraan tidak bergerak. Hal tersebut akan menambah tahanan sehingga kehilangan tenaga dan menimbulkan bunyi pada kipas. kipaspun berputar dengan kecepatan tinggi pula. Pada proses pendinginan. Gambar 17. sinyal tersebut merangsang motor relay untuk menggerakkan motor listrik yang kemudian menggerakkan kipas pendingin. Temperatur air pendingin dikirimkan ke motor listrik melalui sinyal yang terdapat pada kepala silinder. Gambar 18. sehingga temperatur mesin dapat dicapai lebih cepat. coolant temperatur switch pada keadaan ini titik kontaknya dalam keadaan tertutup sehingga arus listrik mengalir melalui kunci kontak. Untuk mencegah hal tersebut maka biasanya antara pompa air dan kipas pendingin dipasang sebuah kopling fluida. Hal tersebut diatur oleh coolant temperatur switch yang dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator dan relay dari motor listrik. (1) Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol Kipas pendingin jenis ini digerakkan terus menerus oleh poros engkol melalui tali kipas. Gambar 19.Kipas pada sistem pendingin digunakan untuk membantu proses pendinginan yang sudah dilakukan radiator. tetapi apabila mesin berputar dengan kecepatan tinggi. Disamping itu juga membantu mengurangi suara bising yang ditimbulkan kipas pendingin. radiator didinginkan oleh udara luar. relay. titik kontak pada coolant temperatur switch akan terbuka yang selanjutnya akan menyebabkan relay tidak bekerja dan titik kontaknya saling . mesin berputar dan temperatur air pendingin di bawah 93° C seperti terlihat pada gambar 35. Arus listrik yang mengalir pada relay akan menyebabkan titik kontak pada relay terbuka sehingga arus listrik yang ke motor listrik tidak mengalir sehingga kipas tidak berputar. Kipas Pendingin yang Digerakkan Poros Engkol Putaran kipas belum cukup besar apabila mesin masih berputar lambat. Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Dingin Apabila temperatur air pendingin melebihi 93° C. titik kontak coolant temperatur switch dan ke massa.

berhubungan. Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya . b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. Fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut: a) Untuk mengurangi panas motor. panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Cara Kerja Motor Penggerak Kipas saat Mesin Panas c. kerja motor yang kurang baik. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. b) Sistem Pendingin Air Pada sistem ini. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. Sistem pendingin yang digunakan pada motor pada umumnya ada dua macam yaitu: a) Sistem Pendingin Udara Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. Pada keadaan ini arus listrik akan mengalir dari baterai ke motor listrik melalui kunci kontak dan titik kontak relay sehingga motor berputar bersama dengan kipas yang selanjutnya mengalirkan udara melalui inti radiator seperti terlihat pada gambar 36. emisi gas buang yang berlebihan. 2. Gambar 20. Rangkuman 1. Untuk menciptakan aliran udara.

suara mesin lebih halus selama kipas belum berputar.temperatur air pendingin tersebut. Dalam hal ini yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator adalah thermostat. Tugas 1. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. pompa air. radiator. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator. 6. 2) Proses pemanasan motor lebih cepat. Radiator berfungsi untuk mendinginkan air yang telah panas dari water jacket. kipas pendingin. d. Gambarlah sirkuit kelistrikan pada kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik dan jelaskan pula kemungkinan gangguan yang terjadi jika kipas tidak mau berputar pada saat temperatur mesin telah panas (temperatur mesin telah melebihi 93° C). 3) Media pendingin yang berupa air dapat meredam suara mesin. Apabila temperatur mesin masih dingin. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). pompa air. diantaranya temperatur kerja mesin yang ideal dapat dicapai dengan cepat. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. sedang pompa air untuk menekan air dari water jacket ke radiator. dan tenaga motor lebih besar karena putaran kipas tidak menyerap tenaga dari poros engkol. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. 3. 2. 5. Jelaskan dengan singkat dan jelas alasannya. thermostat. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. 4. dan selang karet. 4) Media pendingin yang panas dapat digunakan sebagai sumber panas untuk memanaskan ruang penumpang. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. Kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik mempunyai beberapa keuntungan. Seorang pengemudi mengeluh bahwa air pendingin yang ada di tangki cadangan tidak mau kembali ke radiator pada saat mesin dingin sehingga setiap saat harus mengisi air pendingin ke radiator. maka air akan cenderung mendidih dan menguap. Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. kipas. Disisi lain sistem pendingin air mempunyai beberapa keunggulan antara lain: 1) Temperatur motor di beberapa tempat lebih merata. Pada sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket. thermostat. sedang kipas pendingin berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan dengan jalan mensirkulasikan udara yang ada di sekitar radiator agar proses pemindahan panas berlangsung dengan cepat. Pada saat mesin panas. .

emisi gas buang yang berlebihan.e. khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. a) Keuntungan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara antara lain: Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. a) Fungsi sistem pendingin pada mesin adalah sebagai berikut: Untuk mengurangi panas motor. c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya. Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada mesin dan bagaimana akibatnya apabila mesin tanpa pendingin? Jelaskan apa saja keuntungan dan kerugian sistem pendingin air dibanding dengan sistem pendingin udara? 3. Apabila mesin tanpa pendingin maka panas yang dihasilkan motor dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. Tes Formatif 1. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja thermostat ? f. 2. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 5. d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. sehingga komponen motor tersebut akan rusak bahkan dapat berubah bentuk. . Jelaskan bagaimana cara kerja sistem pendingin air? 4. kerja motor yang kurang baik. 2. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi.

0 kg/cm2 pada 110-120° C. walaupun dalam kerja yang berat e) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air. sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut. maka tekanannya juga bertambah. dsb. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan. Kerugiannya: a) Bobot mesin lebih berat (air. Relief valve Gambar 22. thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin). radiator. b) Pada saat mesin panas. Air Pendingin Saat Panas . Bila tekanan air pendingin mencapai 0. maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass.b) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil c) Mantel air dan air dapat meredam getaran d) Kemungkinan overheating kecil. Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Pada saat mesin masih dingin. kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator.) b) Waktu pemanasan lebih lama c) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze d) Kemungkinan terjadinya kebocoran air ² > overheating e) Memerlukan kontrol yang lebih rutin 3. Air mendapat tekanan dari pompa air. tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Gambar 21. Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut: a) Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. 4. air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup.3±1.

Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik. Cara Kerja Thermostat g. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kirakira pada 80°±90° C. mengakibatkan katup membuka atau menutup. Gambar 24. Kerja thermostat tergantung oleh suhu. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. Vacum Valve 5. Gambar 23. Lembar Kerja 1. 2. apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. Keselamatan Kerja . kunci momen c) Tool box d) Radiator cap tester e) f) Thermometer Panci air g) Kompor pemanas h) Lap/majun. a) b) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) Kunci sock.b) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. maka dalam radiator terjadi kevacuman. Air Pendingin saat Dingin Cara kerja thermostat adalah sebagai berikut: Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. Gambar 25.

Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur penganalisaan gangguan. efektif dan seefisien mungkin. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan oleh guru/ instruktur. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. 2. .a) Gunakanlah perlatan servis sesuai dengan fungsinya. f) Setelah selesai. a) Tugas Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! Kegiatan Belajar 2. 3. Overhoul Komponen Sistem Pendingin a. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur overhoul/pembongkaran komponen. c) Lakukan pemeriksaan pada komponen sistem pendingin! d) Lakukan diskusi tentang cara kerja sistem pendingin! e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktik secara ringkas. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat. 4. d) Bila perlu mintalah buku manual mesin yang dijadikan training object. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur pemasangan kembali komponen. Tujuan Kegiatan Belajar 1. 3. c) Mintalah ijin kepada instruktur anda bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja.

Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas media pendingin. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. mesin harus dalam keadaan dingin. Pemeriksaan dan Penggantian Pompa Air . Apabila media pendingin terlalu kotor atau banyak mengandung karat (berwarna kuning) harus dilakukan penggantian dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). (4) Memasang tutup radiator (5) Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran (6) Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan.b. b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator harus sedikit. Apabila jumlah air pendingin kurang. (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. Pada saat membuka tutup radiator. (3) Menutup lubang penguras. 2. Uraian Materi 1. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. Pemeriksaan kualitas pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. Disamping itu media pendingin juga tidak boleh mengandung minyak pelumas. Pelepasan. Adapun pemeriksaan kualitas dan kapasitas media pendingin dapat dilakukan sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dapat dilihat pada tangki cadangan (reservoir tank).

kipas. Gambar 27. a) Prosedur pelepasan pompa air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas tali kipas. (c) Melepas mur pengikat kipas dengan kopling fluida dan puli (d) Melepas mur pengikat kipas dari kopling fluida Gambar 26. Demikian pula pelepasan komonen-komponen pompa. pemeriksaan dan pemasangan pompa air.Pompa air perlu diperiksa apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. Apabila diperlukan. bearing pompa air harus diganti. kopling fluida (jika ada) dan puli pompa air dengan prosedur sebagai berikut: (a) Merentangkan tali kipas dan mengendurkan mur pengikat tali kipas (b) Mengendorkan pivot dan baut penyetel. dan- . Urutan Pembongkaran Pompa Air (3) Melepas pompa air b) Pemeriksaan komponen pompa air: (1) Pemeriksaan pompa air dapat dilakukan dengan cara memutar dudukan puli dan mengamati bahwa bearing pompa air tidak kasar atau berisik. Gambar 28. Pemeriksaan Kopling Fluida. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. Selanjutnya dalam kegiatan belajar ini akan dibahas berturut-turut prosedur pelepasan. Pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. alternator. kemudian lepas tali kipas. Bagan Pompa Air (2) Pemeriksaan kopling fluida dari kerusakan dan kebocoran minyak silicon. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. Untuk melepas pompa dari sistem pendingin sebaiknya mengikuti prosedur yang benar. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. Pelepasan dan pemasangan komponen yang tidak benar akan mengakibatkan kerja pompa tidak optimal. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Dalam kenyataannya seringkali seal pompa tidak tersedia di pasaran.

Konstruksi Kopling Fluida c) Prosedur pelepasan komponen pompa air: Komponen pompa air terdiri atas: bodi pompa. tekan poros bearing dan lepas bearing dan rotor. rotor. Permukaan bearing harus rata dengan bodi pompa. Nama komponen yang diberi tanda ¸ adalah komponen yang tidak dapat digunakan lagi setelah dilakukan pelepasan komponen. satuan seal. dudukan puli. Cara Melepas Plat Gambar 32. Gambar 30. pasang seal (3) Memasang dudukan puli menggunakan SST dan mesin . tekan poros bearing dan lepas dudukan puli Gambar 31. Cara Melepas Dudukan Puli (3) Melepas bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menekan poros bearing dan melepas bearing dan rotor dengan menggunakan SST dan mesin press (4) Melepas rakitan seal dengan menggunakan SST dan mesin press d) Prosedur perakitan komponen pompa air: (1) Memasang bearing pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Memanaskan bodi pompa secara bertahap sampai mencapai suhu 75° ± 85° C (b) Menggunakan SST dan mesin press. gasket dan plat (lihat gambar 3). bearing. (2) Memasang seal pompa dengan cara sebagai berikut: (a) Oleskan seal pada seal baru dan bodi pompa (b) Menggunakan SST dan mesin press.Gambar 29. Komponen Pompa Air Adapun prosedur pelepasan komponen pompa air adalah sebagai berikut: (1) Melepas plat pompa dengan cara melepas baut pengikatnya (lihat gambar 4) (2) Melepas dudukan puli dengan menggunakan SST dan pres.

periksa bahwa rotor tidak menyentuh plat pompa.press pada poros bearing pompa. Gambar 35. 3. Gambar 34. Melepas Tutup Thermostat b) Pemeriksaan thermostat. Gambar 33. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup c) Prosedur pemasangan thermostat dengan cara sebagai berikut: (1) Memasang gasket baru pada thermostat . Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. Pemeriksaan dan Pemasangan Thermostat Prosedur pelepasan thermostat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Mengeluarkan media pendingin mesin (2) Melepas saluran air keluar (selang karet atas) (3) Melepas tutup rumah thermostat. (6) Memeriksa bahwa pompa air berputar lembut. thermostat perlu diganti. (4) Memasang rotor menggunakan mesin press pada poros bearing pompa. a) Pelepasan. (2) Memeriksa tinggi kenaikan katup. kemudian mengeluarkan thermostat dari rumahnya. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. maka termostat perlu diganti. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. dengan cara sebagai berikut: (1) Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. Permukaan rotor harus rata dengan permukaan poros bearing (5) Memasang plat pompa.

karena cairan dan uap bertekanan akan menyembur keluar. kemudian pasang tutup radiator pada radiator cap tester (alat uji tutup radiator).Gambar 36. Gambar 37. Memasang Gasket Baru (2) Meluruskan jiggle valve pada thermostat dengan tanda di sisi kanan dan masukkan ke dalam rumah saluran. Untuk memeriksa kebocoran sistem pendingin diperlukan alat yang disebut ³Radiator Cap Tester³. 10° ke kiri atau ke kanan dari tanda. Gambar 38. tidak diperkenankan membuka tutup radiator dalam keadaan mesin masih panas. Pemasangan thermostat 4. Lakukan pemompaan dan ukurlah tekanan pembukaan katup vakum. (3) Memasang saluran air keluar. Pemeriksaan dan Pengujian Sistem Pendingin Pemeriksaan dan pengujian dalam sistem pendingin adalah pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: . Untuk mencegah terjadinya bahaya panas. (2) Memeriksa tutup radiator dengan alat uji tutup radiator. a) Pemeriksaan tutup radiator dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Alat tersebut disamping dipakai untuk memeriksa kebocoran pada sistem pendingin juga dapat digunakan untuk menentukan kondisi tutup radiator. Posisi jiggle valve dapat digeser.

Akibatnya mesin menjadi overheating yang pada gilirannya komponen mesin menjadi rusak. b) Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Isilah radiator dengan media pendingin.6 kg/cm2 (8.75 ± 1. Air pendingin yang tidak pernah diganti akan menimbulkan kerak-kerak pada komponen yang dilalui media pendingin sehingga proses pendinginan tidak optimal.05 kg/cm2 (10. Kekurangan media pendingin akan menyebabkan mesin overheating. dan rotor pompa. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar 39. Rangkuman 1. dikhawatirkan pompa akan macet (tidak dapat berputar) sehingga proses pendinginan akan terhenti. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum. Gambar 39. Demikian juga kualitas pendingin sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem pendingin. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. Hal tersebut dapat terjadi karena sistem pelumasan akan terganggu akibat kenaikan suhu yang berlebihan. Pemeriksaan komponen pompa air meliputi pemeriksaan bearing pompa. Apabila kerusakan bearing tidak segera diperbaiki.9 psi) Tekanan pembukaan minimum : 0.7 ± 14. maka tutup radiator perlu diganti.0. seal pompa.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan. Bearing pompa yang sudah bersuara berisik mengindikasikan bahwa komponen telah rusak dan perlu segera diganti. Pemeriksaan dan Penggantian Media Pendingin Pemeriksaan media pendingin dalam hal ini adalah air pendingin mutlak diperlukan.2 kg/cm2 (17. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. maka perlu diperiksa blok dan kepala. 2. yaitu temperatur mesin berlebihan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen mesin. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. radiator. c. karena apabila kapasitas dan kualitas air pendingin tidak pernah diperhatikan akan mengganggu proses pendinginan. Pemeriksaan Kebocoran Pada Sistem Pendingin (2) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. dan pompa air. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut.1 psi). .

Penyebab lain dari gejala tersebut adalah kerusakan pada pompa air. Prosedur pemeriksaan thermostat harus dilakukan dengan cermat mengingat cara kerjanya didasarkan atas perubahan suhu. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. Buatlah ringkasan beberapa penyebab mesin overheating dengan observasi di bengkel umum terhadap kasus-kasus mesin overheating yang masuk ke bengkel tersebut. artinya komponen tersebut harus diganti dengan yang baru. Jelaskan juga bagaimana cara mengatasi problem tersebut sehingga mesin dapat kembali normal! 2. Tes formatif 1. dimana rotor pompa aus atau keropos sehingga pompa air tidak dapat menekan medi pendingin tersebut. dan gasket. Jelaskan mengapa pompa air perlu diperiksa? . rotor.Dalam melakukan pelepasan dan perakitan pompa air. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. 3. Terjadinya overheating dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karena gangguan pada sistem pendingin. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. Seorang pemilik mobil mengeluh bahwa mobilnya cepat panas. Namun demikian penyebab air tidak dapat bersirkulasi bukan semata-mata disebabkan kerusakan thermostat. Setelah komponen pompa dilepas ada beberapa komponen yang tidak boleh dipasang lagi. Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin. padahal media pendingin dalam keadaan penuh. satuan seal. Bagaimana cara anda menentukan kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin mobil tersebut ? Langkah-langkah apa yang harus anda lakukan mulai dari yang paling sederhana sampai pada kasus yang agak kompleks! e. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan dan penggantian media pendingin? 2. baru nampak adanya kebocoran. 1. Tugas 4. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. harus memperhatikan prosedur atau langkah-langkah yang benar. Pemeriksaan thermostat diperlukan manakala air pendingin tidak dapat bersirkulasi. Dengan demikian pada waktu melakukan pengamatan ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu saat membukanya katup dan pada suhu berapa thermostat tersebut membuka. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. karena kesalahan pemasangan akan mengakibatkan gangguan proses kerja pompa air. radiator. Komponen tersebut antara lain: bearing. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. pompa. d.

Apabila jumlah air pendingin kurang. Pemeriksaan media pendingin meliputi pemeriksaan kapasitas dan kualitas air pendingin dengan cara sebagai berikut: a) Pemeriksaan kapasitas media pendingin Kapasitas air pendingin dengan melihat jumlah air pada tangki cadangan (reservoir tank). Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam keadaan mesin dingin. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). b) Pemeriksaan dan penggantian kualitas media pendingin Pemeriksaan kualitas air pendingin meliputi pemeriksaan terhadap endapan karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator. cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar. (3) Menutup lubang penguras. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan tutup radiator? f. Pada saat membuka tutup radiator.3. Kunci jawaban tes formatif 1. Adapun prosedur pemeriksaan kualitas air pendingin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Melepas tutup radiator. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 6. kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. (2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras. (4) (5) Memasang tutup radiator Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran . periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. Jelaskan bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat ? Jelaskan mengapa pemeriksaan kebocoran sistem pendingin harus dengan alat khusus yaitu radiator cap tester? 5. Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan. 4. mesin harus dalam keadaan dingin.

5. radiator.(6) 2. Hal tersebut dapat terjadi karena pada temperatur tinggi tekanan media pendingin naik sehingga mampu menembus bagian tertentu dari sistem pendingin (selang air. Gambar 40. baru nampak adanya kebocoran. thermostat perlu diganti. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. Dalam kenyataannya seringkali seal perapat pompa tidak tersedia di pasaran. Memeriksa Kerja Thermostat Temperatur pembukaan katup: 80°-90° C. Alat tersebut diperlukan karena kadang-kadang pada saat mesin berhenti atau dalam keadaan dingin tidak nampak adanya kebocoran. sehingga apabila terjadi kebocoran air akibat seal pompa. Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C : 8 mm atau lebih. dsb) yang sudah lama umur pemakaiannya. pompa. Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan. Hal tersebut dapat terjadi apabila bantalan pompa telah rusak. tetapi pada saat mesin hidup sampai pada temperatur tertentu. Untuk itu diperlukan alat uji kebocoran dengan jalan memberi tekanan pada sistem pendingin. Isilah radiator dengan media pendingin. Pemeriksaan Tinggi Kenaikan Katup Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin diperlukan alat khusus yang disebut ³Radiator cap tester³ (alat uji raditor) yaitu suatu alat yang dapat memberikan tekanan pada sistem pendingin. karena fungsi pompa air adalah untuk menekan air pendingin sehingga dapat bersirkulasi didalam sistem. Gejala yang ditimbulkan apabila pompa air tidak bekerja adalah temperatur mesin naik dengan cepat pada saat mesin hidup. a) Prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin adalah: 4. Adakalanya pompa air juga perlu diganti apabila seal perapat telah aus atau sudah tidak mampu menahan tekanan air. 3. maka harus mengganti unit pompa secara keseluruhan. Gambar 41. Pemeriksaan Kebocoran pada Sistem Pendingin . a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. Pemeriksaan pompa air diperlukan apabila air dalam sistem pendingin tidak bersirkulasi. Gambar 42. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar berikut ini. Dengan demikian pada saat mesin dingin tidak terjadi kebocoran. tetapi setelah mesin panas kebocoran baru nampak. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. maka termostat perlu diganti. Pompa air juga perlu diperiksa apabila terdengar suara berisik di sekitar popmpa. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup.

a) Alat dan Bahan 1 Unit engine stand (live) b) Peralatan tangan.1 psi).75 ± 1. radiator.b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. kunci pas/ring atau tang c) Radiator cap tester d) Lap/majun.05 kg/cm2 (10.5 psi) Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan. g. maka tutup radiator perlu diganti. 6. Prosedur pemeriksaan tutup radiator adalah sebagai berikut: Melakukan pemompaan pada radiator cap tester dan mengukur tekanan pembukaan katup vakum.6 kg/cm2 (8.9 psi) Tekanan pembukaan minimum: 0. b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. 2. Pemeriksaan Tutup Radiator Tekanan pembukaan standar: 0. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum. maka perlu diperiksa blok dan kepala silinder. Gambar 43. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. a) Keselamatan Kerja Gunakanlah perlatan tangan sesuai dengan fungsinya.7±14. Lembar Kerja 1.2 kg/cm2 (17. . dan periksa bahwa tekanan tidak turun. dan pompa air. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.

Bagaimana prosedur pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin? 5. III EVALUASI A. 3. Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor? Jelaskan kebaikan dan kerugian sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara? Jelaskan dengan gambar cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator? 4.d) Bila perlu mintalah buku manual motor bensin yang menjadi training object. b) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur. 4. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. a) Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. Apa penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas. c) Lakukan pelepasan. d) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. pemeriksaan dan penggantian sistem pendingi. 2. efektif dan seefisien mungkin. e) Setelah selesai. Tugas a) Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar! BAB. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut? . Bagaimana prosedur pemeriksaan thermostat? 6. 3. PERTANYAAN 1.

Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. maka dalam radiator terjadi kevacuman.3±1. Kerugian sistem pendingin air antara lain: 1) Bobot mesin lebih berat (karena adanya air. maka tekanannya juga bertambah. 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze. a) Fungsi sistem pendingin pada kendaraan bermotor adalah: Untuk mengurangi panas motor. 2. 4) Kemungkinan overheating kecil. Kebaikan sistem pendingin air antara lain: 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil. radiator. karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. 2) Waktu pemanasan lebih lama.B. KUNCI JAWABAN 1. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar . d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang. emisi gas buang yang berlebihan. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum. maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. kerja motor yang kurang baik. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor. Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik. walaupun dalam kerja yang berat. 2) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil. Bila tekanan air pendingin mencapai 0. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan. 4) Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating. dsb. c) Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti. sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut. 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran . khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin. komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. 3. b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin.0 kg/cm2 pada 110-120° C.).

Skor Kriteria (1-10) Kognitif (soal no 1 s. Jika kenaikan katup tidak sesuai dengan spesifikasi.1 psi). Spesifikasi kenaikan katup pada 95° C: 8 mm atau lebih. kemudian periksa temperatur pembukaan katup. a) Prosedur pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut: Mencelupkan thermostat ke dalam air dan panaskan air secara bertahap. maka termostat perlu diganti. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. Temperatur pembukaan katup: 80° ± 90° C. thermostat perlu diganti.mengganti kevacuman dalam radiator. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin. dan periksa bahwa tekanan tidak turun. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin. 5.2 kg/cm2 (17. maka perlu diperiksa blok dan kepala. kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator seperti pada gambar di bawah. C. b) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1. a) Prosedur pemeriksaan sistem pendingin adalah sebagai berikut: Isilah radiator dengan air pendingin. b) Memeriksa tinggi kenaikan katup. Penyebab kipas pendingin yang digerakkan dengan motor tidak mau berputar meskipun mesin telah panas adalah: a) Coolant temperatur switch rusak/tidak bekerja b) Relay kipas rusak atau tidak bekerja c) Motor penggerak kipas rusak atau tidak bekerja d) Jaringan kabel penghubung putus atau hubung singkat. 6. radiator. Jika temperatur pembukaan katup tidak sesuai dengan spesifikasi. dan pompa air.d 4) Ketepatan prosedur KRITERIA KELULUSAN Nilai: Bobot Skor x Bobot 5 1 Syarat lulus nilai minimal Keterangan . 4. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut.

79 80 s. Sebaliknya.pemeriksaan Hasil pemeriksaan Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir 70 2 1 1 Keterangan: Tidak Ya 70 s. . BAB.d.d.d. IV PENUTUP 90 s. 100 (lulus) memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan. 100 Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya.d. 89 : : = 0 (nol) = (tidak lulus) 70 s. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus. maka peserta diklat tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya.

dan Johnson. (1977).). William H. (1986). Crouse. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Teori Motor Bensin. (1995). dan Anglin. South Holland: The Goodheart Willcox. (1995). William K. 2E. Materi Pelajaran Engine Group Step 1.th.. New York: Mc Graw Hill. New Step 1 Training Manual. Pedoman Reparasi Mesin 1E. Posted in ilmu. Anonim. Materi Pelajaran Engine Group Step 2. Jakarta: Depdikbud: Dirjen Dikti. (1995). Anonim. otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya Apr 21 Posted by 66tech BAB I . Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Larry. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Proyek Pengembangan LPTK.. Donald L (1986). Anonim.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Pedoman Reparasi Mesin 7 K. (t. Jakarta: PT Toyota±Astra Motor. Automotive Encyclopedia. Automotive Engines. Toboldt. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Anonim. Wardan Suyanto. (1993).

akan mudah mempelajari sub kompetensi berikutnya yaitu OPKR. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja.10-016 B tentang K3. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prinsip kerja engine dan jenis-jenis engine beserta komponen-komponennya. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prinsip kerja motor. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. jenisjenis motor dan komponennya serta dapat mengidentifikasi jenis-jenis motor dan komponenkomponennya. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan.identifikasi jenis-jenis motor dan komponennya. C. 10018 tentang kontribusi. kegiatan belajar 2 melakukan identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan overhaul dan perawatan motor. 20-001-1 B membahas tentang prinsip kerja motor. b. Petunjuk Penggunaan Modul 1. . yang di industri perotomotifan dikenal dengan sebutan Tune-up engine. 20-001-2 B tentang perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini.PENDAHULUAN A. OPKR. B. Bila ada materi yang kurang jelas. OPKR. komunikasi di tempat kerja serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul.

b. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Sebelum melaksanakan praktik. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. d. harus meminta ijin guru lebih dahulu. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). g. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) 4) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. praktik baru. d. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Membantu siswa dalam memahami konsep. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Siswa dinyatakan menguasai materi.ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban.c. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. Gunakan alat sesuai prosedur yang pemakaian yang benar Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. . f. 2. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. c. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. 5) Setelah selesai praktik.

E. Mencatat hasil kemajuan siswa. f. jenis-jenis engine/motor dan komponennya. Memahami prinsip kerja. 2.e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.menjadi mandiri dan bertanggung LINGKUP BELAJAR .Memelihara/ser *Pemeliharaan/ser vis engine dan vis engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami *Data yang tepat MATERI POKOK PEMELAJARAN PENGETAHU KETRAMPIL SIKAP AN AN *Prinsip *Menerapkan *Prinsip kerja *Melaksa kerja engine engine SOP dalam nakan mengidentifik *Jenis-jenis identifikasi *Kompone asi komponen.engine dan jenis-jenis nkomponen komponenengine dan komponen engine komponennya komponennya engine *Menerapkan *Persyaratan K3 keamanan *Data spesifikasi peralatan/ pabrik *Melaksanaka komponen dan n kegiatan keselamatan diri yang kompleks dan tidak rutin. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1. Dapat melakukan identifikasi. jenis-jenis engine/motor dan komponen-komponennya. D. Melaksanakan penilaian internal i. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. g. h.

Kemampuan Sebelum siswa mempelajari modul ini. Jenis Kegiatan 1. BAB II PEMELAJARAN A. supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. Bila siswa sudah merasa bisa. Prinsip kerja engine 2 Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru langkah dan 4 langkah. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Tetapi bila belum bisa.dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/serv is *Seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan SOP dan K3 jawab untuk pekerjaan yang lainnya. F. guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan.siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. .

a. jenis-jenis engine dan komponennya. Sedang motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar. Bila ditinjau dari langkah (Stroke) pada proses pembakarannya. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah. Sedang motor bensin dan disel termasuk motor pembakaran dalam karena tenaga panas dihasilkan di dalam motor itu sendiri.jenis-jenis engine dan komponennya. sedang titik mati bawah adalah batasan maksimal gerakan piston ke bawah. motor yang berkembang saat ini ada motor 2 langkah dan motor 4 langkah. b. listrik. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prinsip Kerja Engine. a) Prinsip Kerja motor bensin 2 langkah Langkah kompresi. Langkah/stroke motor TDC = Top Death Center atau Titik Mati Atas (TMA) BDC = Bottom Death Centre atau Titik Mati Bawah (TMB) Titik mati atas adalah batasan maksimal gerakan piston ke atas.buang dan penghisapan: Pada langkah ini piston 6 bergerak dari TMB ke TMA. 1. air dan sebagainya menjadi tenaga mekanik. Dan yang dimaksud langkah (Stroke) adalah seperti berikut ini : Gambar 1. Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya B. di atas piston terjadi tekanan sehingga ketika piston belum menutup saluran buang 2. gas sisa pembakaran akan mengalir ke saluran . Uraian Materi Prinsip Kerja Engine Motor/engine /mesin adalah suatu alat yang merubah tenaga panas. Motor bakar dibagi menjadi motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) dan motor pembakaran luar (eksternal combustion chamber). Jenis-jenis engine dan komponennya. 2.

di bawah piston terjadi penghisapan. tenaga pembakaran akan mendorong piston ke bawah dan melalui connecting rod 7 tenaga tersebut dikirim menjadi tenaga mekanik pada crank shaft 8. pemasukan campuran baru ke ruang bakar sekaligus mendorong gas bekas keluar melalui saluran buang. campuran bahan bakar dan udara dikompresikan dengan tekanan antara 9 Kg/cm2-12 Kg/cm2. katup masuk membuka. katup masuk dan katup buang tertutup. pemasukan dan buang: Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi 4 meloncatkan api sehingga terjadi pembakaran. Pada saat saluran buang terbuka dan saluran pemasukan tertutup. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 3. katup masuk menutup dan katup buang membuka. katup buang menutup. Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. Di bawah piston terjadi tekanan. Prinsip kerja motor bensin 2 langkah b) Prinsip kerja motor bensin 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. Langkah usaha. di dalam ruang bakar 5 terjadi kompresi. Prinsip kerja motor bensin 4 langkah . tenaga tersebut akan dikirim oleh connecting rod menjadi tenaga putar pada crank shaft. Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA busi meloncatkan api akan terjadilah pembakaran. campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang bakar. melalui saluran pemasukan 1 .dan pada saat ini kedua katup dalam keadaan tertutup. Langkah buang: Piston bergerak dari TMB ke TMA.buang dan ketika piston menutup saluran buang. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 2. campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang engkol 9. gas sisa pembakaran akan terdorong keluar melalui saluran buang. Tenaga pembakaran kan mendorong piston dari TMA ke TMB.

katup masuk membuka dan katup buang menutup. sehingga terjadi pembakaran. maka terjadilah pemasukan udara murni ke dalam silinder. bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar. Langkah buang dan kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. dan beberapa derajad sebelum piston mencapai TMA. tenaga tersebut oleh connecting rod dikirim ke crank shaft menjadi tenaga putar. Pada saat piston melewati lubang-lubang pemasukan pada didnding silinder. Pada saat ini saluran buang tertutup (A). katup masuk dan buang menutup. dan melalui connecting rod tenaga tersebut dirubah menjadi tenaga putar pada crank shaft (C). udara murni di ruang bakar terkompresikan (B). Prinsip kerja motor disel 2 langkah d) Prinsip kerja motor disel 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB.c) Prinsip kerja motor disel 2 langkah pemasukan: Langkah usaha dan Pada saat tejadi pembakaran di ruang bakar. Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA. udara murni masuk ke ruang bakar (A). Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut : Gambar 4. Karena saluran buang terbuka. maka udara murni akan mendorong gas bekas keluar dari silinder menuju saluran buang selama saluran buang membuka (B).Tenaga pembakaran akan mendorong piston dari TMA ke TMB.tenaga panas akan mendorong piston dari TMA ke TMB. Pada saat saluran buang mulai menutup terjadilah pengkompresian udara murni di atas piston dengan tekanan antara 16 Kg/cm2 ± 22 Kg/cm2. Langkah buang: . bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder sehingga terjadilah pembakaran (C). saluran buang terbuka (B). Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA.

Secara garis besar komponen ± komponen engine bensin dan disel hampir sama. Prinsip kerja motor disel 4 langkah e) Perbedaan antara motor bensin dan disel Dari prinsip kerja engine dapat dilihihat perbedaan antara engine bensin dengan disel. katup masuk tertutup dan katup buang membuka. empat. Engine bersilinder 2 . yang membedakan antara keduanya adalah seperti pada tabel berikut berikut: Item Siklus Pembakaran Tekanan kompresi Ruang bakar Percampuran bahan bakar Metode penyalaan Bahan bakar Getaran suara Efisiensi panas (%) Motor Diesel Siklus Sabathe 16-22 Kg/cm2 Rumit Diinjeksikan pada akhir langkah Terbakar sendiri Solar Besar 30-40 2. Engine silinder 1 Gambar 7. tiga. Pada saat ini gas sisa pembakaran akan terdorong keluar dari silinder ke saluran pembuangan (D) Gambar 5. delapan dan seterusnya.Piston bergerak dari TMB ke TMA. Jenis-jenis engine Motor Bensin Siklus Otto 9-12 Kg/cm2 Sederhana Dicampur dalam karburator Percikan busi Bensin Kecil 22-30 a) Engine ditinjau dari jumlah silindernya Bila ditinjau dari jumlah silindernya ada engine dengan silinder satu. Gambar 6. enam. dua.

Engine tipe In-line Gambar 10. Engine bersilinder 4 Gambar 9. tipe V dan tipe horizontal berlawanan. Engine bersilinder 6 b) Engine ditinjau dari susunan silindernya Bila ditinjau dari susunan silindernya engine terbagi menjadi beberapa Tipe yaitu: tipe in-line.Gambar 8. Gambar 10. Engine tipe V .

Mekanisme katup tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC) d) Engine bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya Bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya: dengan penggerak roda gigi. Engine tipe Horizontal berlawanan c) Engine ditinjau dari penempatan mekanisme katupnya Bila ditinjau dari mekanisme katupnya engine dibagi menjadi: tipe Over Head Valve (OHV). timing chain dan timing belt.Gambar 11. tipe Over Head Cam shaft (OHC) dan tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC). Mekanisme katup tipe Over Head Valve (OHV) Gambar 13. Gambar 12. Mekanisme katup tipe Over Head Cam shaft (OHC) Gambar 14. Perhatikan gambar-gambar berikut: .

Mekanik katup dengan penggerak roda gigi (timing gear) Gambar 16.Gambar 15. Mekanik katup dengan penggerak timing chain .

Engine Gasoline (motor bensin) Gambar 19. engine cerosine (motor minyak tanah) dan engine LPG.Gambar 17. Mekanik katup dengan penggerak timing belt e) Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya Bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya engine dibagi: Engine gasoline (motor bensin). engine diesel. Engine Diesel (motor disel) . Gambar 18. Untuk keperluan kendaraan motor bensin dan disel relatif lebih banyak digunakan.

Komponen-komponen Engine Engine terdiri dari komponen-komponen engine dan bagian-bagian pendukung kerja engine. mekanik katup. poros engkol. saluran pemasukan dan juga saluran pembuangan. Pada kepala silinder juga digunakan untuk menempatkan kelengkapan mekanik katup. Piston : untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. . Pada bagian atas blok silinder dipasang kepala silinder dan pada bagian bawah dipasang panci oli. kelengkapan piston. Adjusting shim: penyetel celah katup Valve lifter: Sebagai pengangkat katup Exaust valve: untuk membuka dan menutup saluran buang Valve guide: Untuk penghantar gerakan katup Gasket: sebagai perapat Water jacket: untuk saluran air pendingin Cylinder block: untuk tempat pembakaran/tempat bekerjanya Piston. Kepala silinder (cylinder head) § Keterangan gambar kepala silinder: Spark plug (Busi): untuk meloncatkan api tegangan tinggi. poros nok. a) Blok silinder (cylinder block) Pada bagian linernya sebagai tempat terjadinya proses pembakaran. sistem bahan bakar dan sistem pengapian. Blok silinder (Cylinder Block) b) Kepala silinder (Cylinder Head) Membentuk ruang bakar atau tempat ruang bakar tambahan. poros engkol. Selain itu juga sebagai tempat kerjanya komponen-komponen yang lain seperti piston. kepala silinder. Yang dimaksud komponen-komponen engine meliputi: Blok silinder. poros nok dan roda penerus. Gambar 20.3. sistem pelumasan. Sedang bagian-bagian penunjang kerja engine meliputi: Sistem pendinginan. Gambar 21.

To exhaust manifold : disambung dengan manifold buang To intake manifold : disambung dengan manifold masuk Pada kepala silinder juga diletakkan atau dibentuk ruang bakar (Combustion Chamber). Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup. Ruang bakar setengah bulat Gambar 23.Combustion chamber : untuk tempat pembakaran Valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup Oil seal : Sebagai perapat oli agar tidak masuk ke ruang bakar Intake valve: untuk membuka dan menutup saluran pemasukan. Gambar 22. baji. Ruang bakar Baji . Ada beberapa jenis ruang bakar untuk motor bensin yaitu jenis: setengah bulat. bak mandi dan pent roof.

Ruang bakar kamar pusar . Ruang bakar Injeksi langsung Ruang bakar untuk motor disel injeksi tidak langsung (indirect injection) ada: ruang bakar kamar depan (Pre combustion chamber.Gambar 24. Ruang bakar Bak mandi Gambar 25. Ruang bakar Pent Roof Sedangkan jenis ruang bakar untuk motor disel Injeksi langsung (Direct Injection) ada: Multi Spherical. Ruang bakar kamar depan Nozzle (injector): untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang Bakar. Hemispherical dan Spherical Gambar 26. Pre combustion chamber : untuk tempat pembakaran awal Glow plug (Busi pijar) : untuk pemanas ruang bakar untuk tempat pembakaran utama Combustion chamber : Gambar 28. ruang bakar kamar pusar (Swirl chamber) dan model sel udara (Air cell) Gambar 27.

Gambar 30. sekaligus menepatkan posisi katup dengan piston. Metode penggerak mekanik katup menggunakan: timing gear. Model Timing Chain . Gambar 31.Gambar 29. Timing gear : untuk penghubung putaran poros engkol dengan poros nok. Ruang bakar sel udara c) Mekanik katup (valve mekanism) Katup pada umumnya diletakkan pada kepala silinder. timing chain atau dengan timing belt. Adapun fungsi katup untuk membuka dan menutup ruang bakar sesuai proses yang terjadi di dalam silinder. Model Timing Gear Model timing gear digunakan pada motor jenis OHV (Over Head Valve) dan menggunakan lifter serta push rod.

Model timing chain digunakan pada motor jenis OHC (Over Head Cam shaft) atau DOHC (Double Over Head Cam shaft). Poros Noknya terletak pada kepala silinder. Cam shaft dan crank shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. Jenis ini tidak memerlukan tensioner dan pelumasan. . pena piston dan batang piston. d) Kelengkapan Piston (Piston Assy) Piston berfungsi menghisap dan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara pada motor bensin atau udara murni pada motor disel. poros nok digerakkan oleh sabuk yang Bergigi sebagai pengganti rantai. serta Roda gigi sprocket sebagai pengganti timing gear. digerakkan oleh rantai. Tegangan rantai diatur oleh tensioner dan getarannya diredam oleh Vibration damper. Gambar 32. Selain itu piston juga meneruskan tenaga panas hasil pembakaran menjadi tenaga mekanik pada poros engkol melalui batang piston. ring piston. Model Timing Belt Pada model timing belt. Kelengkapan piston terdiri dari: Piston. juga sebagai pembentuk ruang bakar.

Ring piston dan alurnya pada piston Ring piston terdiri dari ring kompresi (compression ring) dan ring Oli (oil ring). Gambar 34. Untuk motor dua langkah tidak menggunakan ring oli karena panci oli terpisah dengan ruang engkol. Ring kompresi sebagai perapat kompresi sekaligus Perapat agar pembakaran tidak merambat ke bawah piston. Sedang ring oli untuk menyapu oli pelumas pada dinding silinder agar kembali ke panci oli. .Gambar 33. Konstruksi piston (Torak) Compression ring grooves: untuk menempatkan ring kompresi Oil ring grooves: untuk menempatkan ring oli Piston pin boss: untuk bantalan dudukan pena piston Piston pin hole: untuk menempatkan pena piston Lands: sebagai pembatas ring piston Skirt: sebagai penyerap panas.

Oleh sebab itu penyambungan pena piston ada beberapa tipe. full floating dan semi floating Gambar 36. antara lain: tipe Fixed. Pena piston (Piston Pin) Pena piston berfungsi menyambung piston dengan batang piston agar dapat bergerak sesuai fungsinya masing-masing.Gambar 35. Tipe penyam bungan pena piston .

Poros engkol (crank shaft) Oil hole: Untuk saluran pelumasan Crank pin: untuk tempat tumpuan big end batang piston Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor weight: sebagai bobot penyeimbang putaran f) Poros nok (Cam shaft) Counter balance Poros nok adalah sebuah poros yang dilengkapi dengan nok-nok sebagai penggerak mekanik katup. Poros ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran ke roda penerus. Gambar 40. Poros nok (Cam shaft) Journal: sebagai titik tumpu putaran poros Cam shaft drive gear: sebagai gigi pemutar Cam shaft driven gear: sebagai gigi yang diputarkan . ada pula yang sekaligus menggerakkan katup masuk dan buang. Batang piston (Conecting Rod) Gambar 38. Poros nok sebagai penggerak mekanik katup ada yang hanya untuk katup buang atau katup masuk saja. akibat tenaga hasil pembakaran. Gambar 39. e) Poros engkol (Crank shaft) Poros engkol menerima beban dari piston dan batang piston. Small end : untuk menempatkan pena piston Big end : untuk pemegang pin journal pada poros engkol Conecting rod bearings : sebagai bantalan Oil hole : untuk menyalurkan oli pendingin menuju piston Conecting rod cap : sebagai penahan connecting rod dengan pin Journal. Conecting rod bearing Batang piston berfungsi untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol.Gambar 37.

Roda penerus (Fly wheel) h) Panci oli (Oil punch) Panci oli dipasang pada blok motor paling bawah dan berfungsi sebagai penampung oli motor. Gambar 42. Kecual i itu roda penerus juga untuk meneruskan putaran dari motor starter ke poros engkol agar mesin dapat distart. Sedangkan fungsi utama sistem pendinginan adalah untuk mengontrol suhu kerja engine. sistem pendinginan dilengkapi dengan komponen-komponen berikut: Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. .Intake cam shaft: penggerak mekanik katup masuk Exhaust cam shaft: penggerak mekanik katup buang Cam shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. Untuk dapat melaksanakan fungsinya. Gambar 41. Panci oli (Oil punch) i) Sistem pendinginan (Cooling System) Secara umum sistem pendinginan engine bensin dan disel sama. Cut-out groove: untuk menggerakkan didtributor g) Roda penerus (Fly wheel) Roda penerus dipasang pada out put poros engkol dan berfungsi sebagai penerus putaran/tenaga dari mesin ke sistem pemindah tenaga kendaraan (Power train).

Tali kipas/Fan belt: Untuk menggerakkan kipas pendingin. Pompa air/Water pump: untuk mensirkulasikan air.Slang bawah radiator: Untuk mengalirkan air ke engine. Thermostaat: Sebagai pengontrol suhu kerja engine. Slang atas radiator: Untuk mengalirkan air panas dari engine. .

Adapun komponen sistem pelumasan meliputi: Saringan (strainer). hal ini dimaksudkan agar komponen-komponen engine tidak cepat aus dan kinerja engine tetap terjaga. saluran oli (hole). . Sistem Pendinginan air j) Sistem Pelumasan (Lubrycating System) Sebagian besar mekanik engine yang bergerak memerlukan pelumasan. pompa oli. saringan oli (Oil filter).Gambar 43.

Gambar 44. Pompa penyalur (Priming pump): Untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam sistem saat membliding udara. Saringan (Fuel filter): menyaring bahan bakar. Sistem bahan bakar engine bensin Sedangkan sistem bahan bakar engine disel mempunyai komponen seperti berikut: Tangki (Fuel pump): untuk menampung bahan bakar. Sistem bahan bakar engine bensin menggunakan karburator dan sistem bahan bakar engine disel menggunakan pompa injeksi dan nozel. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: Tangki (Fuel tank): sebagai penampung bahan bakar Pompa (Fuel pump): Menyuplai bahan bakar dari tangki ke Karburator. . Saringan : Untuk menyaring bensin dari kotoran yang ada. Pengendap air (Water cendimeter): Untuk mengendapkan air yang ada pada bahan bakar. Sistem pelumasan (Lubrycating System) k) Sistem Bahan bakar (Fuel System) Pada prinsipnya sistem bahan bakar berfungsi menyuplai bahan bakar sesuai kebutuhan engine. Karburator: Untuk mencampur udara dan bahan bakar. Pompa pemindah (Feed pump): menyuplai bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. Gambar 45. Pompa injeksi (Injection pump): untuk menyuplai bahan bakar ke nozel dengan tekanan tinggi.

Injektor (Nozzle): Menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Sistem bahan bakar engine disel dengan Pompa In-line . Gambar 46.

Kunci kontak (Switch): Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dengan sistem. . Koil: Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan Tinggi. adapun fungsinya memberikan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Sistem bahan bakar engine disel dengan pompa rotary l) Sistem Pengapian konvensional Sistem pengapian digunakan pada engine bensin. Distributor: Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. dan menyalurkan kembali saat platina membuka.Gambar 47. Kondensator: Menyimpan arus primer saat platina menutup. Komponen-komponen sistem pengapian antara lain: Baterai: sebagai penyimpan arus listrik.

Busi: Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Gambar 48. Sistem pengapian engine bensin konvensional .

piston assy. Ditinjau dari tempat pembakarannya. 2. Motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) adalah motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. Ditinjau dari siklus pembakaran. Metode pembakaran motor bensin dengan percikan api busi. 5. motor terdiri dari motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar. motor LPG dan motor disel. Engine bila ditinjau dari mekanisme katupnya : tipe OHV. . 15. Motor 2 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 2 langkah piston sekali putaran crank shaft. Motor 4 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 4 langkah piston atau 2 putaran crank shaft. cylinder head. 1. Bahan bakar motor bensin adalah bensin/premium/gasoline sedang motor disel menggunakan solar/light oil. Yang dimaksud langkah piston (Stroke) adalah gerak piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya. Ditinjau dari langkah (Stroke) motor terdiri dari motor 2 langkah dan motor 4 langkah. 10. 6. sedang motor disel dengan kompresi tinggi (terbakar sendiri/self ignition). jenis V dan jenis horizontal berlawanan. dua. Komponen utama motor: Cylinder block. 16. Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya: motor bensin. 9.c.delapan dan seterusnyaa.enam. 12. Rangkuman Motor bakar adalah motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. Motor bensin menggunakan siklus otto sedang motor disel menggunakan siklus sabathe.tiga. motor cerosine. 3. crank shaft. metode pembakaran dan penggunaan bahan bakar motor terdiri dari motor bensin dan motor disel. 7. 14. 11. cam shaft dan oil punch. 4. 8. Engine ditinjau dari jumlaah silindernya ada engine bersilinder Satu. valve mekanism.empat. 13. tipe OHC dan DOHC. Engine bila ditinjau dari susunan silindernya: jenis in-line. fly wheel.

Piston berfungsi untuk mengkompresi campuran gas atau udara murni. Metode penggerak katup: dengan timing gear. piston ring. bearing cap dan insert bearing. 21. Sistem pendinginan terdari dari: radiator. saringan dan karburator. Kelengkapan piston: piston. hemispherical dan pherical. connecting rod. Panci oli untuk menampung oli motor. kamar pusar dan sel udara. juga merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. tutup radiator. Sistem pelumasan terdiri dari: Pompa oli. Jenis ruang bakar motor disel: injeksi langsung dan tak langsung. 22. mantel air. 24. Crank shaft untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. thermostaat. Jenis ruang bakar motor bensin: setengah bulat. Roda penerus untuk meneruskan putaran / tenaga motor ke power train dan putaran starter ke poros engkol. timing chain dan timing belt. 33. Piston ring kompresi untuk perapat kompresi. 18. bak mandi dan pent roof. 36. saringan oli. sedang oil ring untuk menyapu oli pada dinding silinder. Cylinder head untuk menempatkan mekanik katup dan ruang bakar. 29. 28. tali kipas dan kipas. piston pin.baji. 27. Ruang bakar injeksi tak langsung: model kamar depan. pompa air. 30. Cylinder block sebagai tempat bekerjanya piston. 20. saluran oli. pompa. 26. Poros nok untuk menggerakkan mekanik katup 32. 23. Macam penyambungan pena piston: Fixed. 19.17. 25. 35. . Ruang bakar injeksi langsung: model multi pherical. Batang piston untuk meneruskan gerak lurus piston menjadi gerak putar pada poros engkol. slang radiator. 34. Pena piston untuk menyambung piston dengan connecting rod. 31. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: tangki. strainer. tempat pembakaran dan menopang komponen engine yang lainnya. full floating dan semi floating.

38. pompa injeksi dan injektor. distributor dan busi. kondensator. kunci kontak. 9. 3. e. catatlah perbedaan yang terlihat. Pelajarilah prinsip kerjanya masing-masing secara cermat. cendimeter. Sebutkan 7 perbedaan motor bensin dengan disel 5. Jelaskan secara singkat yang dimaksud motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam. pompa priming. dalam buku tugas. Dengan gambar kerja motor disel 2 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder 8. Sebutkan 4 macam engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya. saringan. koil. Diskusikan dengan teman atau minta penjelasan guru bila diperlukan. 2. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya. Sistem bahan bakar engine disel terdiri dari: tangki. Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah 4. 1. pelajarilah dan catatlah hal-hal baru yang ditemukan. pompa pemindah. Sistem pengapian konvensional terdiri dari: baterai. 7.37. Jelaskan yang terjadi di bawah dan diatas piston pada motor bensin dua langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB Jelaskan dua kemungkinan yang terjadii di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA. Siapkan model motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. 6. Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar. 12. dalam buku tugas. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari mekanisme katupnya. Tugas 1. 2. Carilah buku pada perpustakan bengkel yang sesuai dengan materi pada modul ini. Dengan gambar motor disel 4 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder Sebutkan 5 jumlah silinder motor yang paling banyak digunakan pada kendaraan. d. 10. . 11.

f. Sebutkan 8 komponen engine beserta fungsinya masing-masing. 28. 17. Sebutkan fungsi cendimeter pada sistem bahan bakar engine disel 29. 23. Sebutkan fungsi karburator pada engine bensin. Sebutkan 2 fungsi panci oli. 2. 14. 22. Sebutkan fungsi pompa priming pada pompa injeksi. . Sebutkan fungsi nozel pada sistem bahan bakar engine disel 30. 25. 3. 18. Motor yang proses pembakarannya terjadi di luar motor tersebut dan Motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 15. 16. 1.13. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi tak langsung. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi langsung. Sebutkan 7 komponen sistem pendinginan air 26. Sebutkan 5 komponen sistem pelumasan engine. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing-masing. Sebutkan fungsi crank shaft dan cam shaft. Sebutkan fungsi roda penerus. Motor yang sekali usaha memerlukan 2 langkah piston atau sekali putaran crank shaft dan Motor yang sekali usaha memerlukan 4 langkah piston atau 2 kali putaran crank shaft. 24. 19. Sebutkan fungsi oil drain pada panci oli. Sebutkan 3 jenis penggerak mekanik katup. Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin. 27. 20. Sebutkan 7 komponen pada sistem pengapian konvensional engine bensin. 21. Kunci jawaban Motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran.

maka terjadi langkah usaha D: Piston bergerak ke atas. C: Langkah kompresi. 7. saat piston melewati lubang pemasukaqn. udara baru masuk. A: piston bergerak ke bawah.Siklus Motor bensin Otto Motor disel Sabathe 16-22 Kg/cm2 rumit di ruang bakar Solar kasar s/d 40 .Percampuran .Efesiensi panas (%) s/d 30 5. 4 dan 6 silinder. maka gas bekas akan keluar melalui saluran buang. sebagian gas bekas akan terdorong keluar oleh gas baru saat lubang pembuangan mulai membuka. 1.Tekanan kompresi 9-12 Kg/cm2 . Piston bergerak semakin ke atas. saluran masuk buang tertutup. A: langkah usaha dan pemasukan. maka terjadi pembakaran 8. Di bawah piston terjadi tekanan. V dan horizontal berlawanan.Ruang bakar . B: Langkah buang. udara murni terkompresikan. 2. . Kemungkinan pertama langkah buang apabila katup buang membuka. Item . kedua katup menutup terjadilah pengkompresian udara murni C: Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan maka terjadi pembakaran dan piston terdorong ke bawah. Piston terdorong ke TMB akibat tekanan pembakaran. 10.Bahan bakar .4. 3. Saat piston bergerak ke atas dan saluran pembuangan membuka.Suara sederhana di karburator Bensin halus . Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan. maka gas bekas terdorong keluar lewat saluran buang. 6. katup buang membuka. 9. campuran baru terkirim ke ruang bakar. in-line. katup masuk membuka terjadilah pengisian udara murni B: Piston bergerak ke atas. karena diatas piston terjadi isapan. dan kemungkinan kedua langkah kompresi apabila kedua katup menutup.

Conecting rod: untuk merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar poros engkol. Setengah bulat. OHV. untuk mengkompresikan campuran gas/udara murni. Mekanik katup: Membuka dan menutup ruang bakar sesuai posisi piston. Multi spherical. Penerus putaran ke fly wheel dan penggerak mekanik katup. Fixed. Bearing cap: untuk menempatkan insert bearing dan untuk mengikat connecting rod pada pin journal poros engkol. Insert bearing : sebagai bantalan. 13. Blok motor: untuk tempat pembakaran. kamar pusar dan sel udara. 16. Poros engkol: Untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. bak mandi dan pint roof. Dengan timing gear. Piston: untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup Fly whhel: untuk meneruskan putaran/tenaga ke power train. Ring piston: untuk perapat dan penyapu oli. 15. full floating dan semi floating. Kelengkapan piston: untuk mengkompresikan campuran gas atau udara murni. 18.11. Motor bensin. tempat kerja piston. Panci oli: untuk menampung oli motor. . 17. baji. Pena piston: untuk menyambung piston dan connecting rod. dan putaran starter ke poros engkol. LPG dan disel. Kepala silinder: membentuk/menempatkan ruang bakar dan mekanik katup. 14. Kamar depan. OHC dan DOHC. 19. hemispherical dan spherical. timing chain dan timing belt. cerosine. 20. 12.

Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder. 23. 1. Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Tugas . tutup radiator.21. tali kipas dan kipas. Identifikasi komponen engine disel pompa in-line. 24. distributor. c. Radiator. 5. Kegiatan Belajar 2: Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya.pompa oli. kunci kontak. dan putaran starter ke poros engkol. kondensator.saringan oli. 28. Uraian materi Identifikasi komponen engine bensin pada stand/unit kendaraan. Untuk mengetap oli. 6. koil. thermostaat. Tujuan kegiatan belajar Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. Baterai. Rangkuman d. b. Untuk membliding udara. saluran oli pada engine.strainer. Menampung oli motor. 26. 27. 22. a. 29. Untuk mengendapkan air pada bahan bakar. kabel tegangan tinggi dan busi. Panci oli. slang radiator. 3. Untuk meneruskan tenaga ke power train. 30. pompa air. Untuk mencampur udara dan bahan bakar. 25. mengendapkan kotoran oli. 2. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. Identifikasi komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Identifikasi komponen engine disel pompa rotary. 4.

sesuai nomor urutnya. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen sistem bahan bakarnya. f. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. sesuai nomor urutnya. Sebutkan nama komponen dan fungsinya masing-masing sesuai nomor urutnya dan catatlah dalam buku tugas. 4. tempelkan nomor urut pada komponen dan bagian utama engine secara acak. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine disel dengan pompa in-line. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder. (pada engine stand/unit kendaraan). tempelkan nomor urut secara acak pada komponen dan bagian utama engine yang nampak. (Bongkaran komponen lengkap). Siapkan bongkaran komponen engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing pada buku tugas. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine bensin 4 langkah 4 silinder. Sebutkan nama komponen engine bensin berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. e. dan jelaskan fungsunya masing-masing. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa In-line berikut dan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. 5. (pada engine stand/unit kendaraan). (Bongkaran komponen lengkap). 3. Sebutkan nama komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa rotary berikutdan fungsinya sesuai nomor urut masing ± masing. 3. 4. 2. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. Kunci jawaban . 5. Tes formatif (Guru menempelkan nomor urut sesuai kunci) 6. 1.(Bongkaran komponen lengkap). (pada engine stand/unit kendaraan). Catatlah dalam buku tugas nama komponen dan bagian utama engine tersebut sesuai nomor urutnya.1. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing sesuai nomor urutnya. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen ± komponen tersebut dan catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. 2. tempelkan nomor secara acak pada komponen-komponen tersebut. Sebutkan nama komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder berikut beserta fungsinya masing ± masing. Siapkan engine stand / unit kendaraan engine disel dengan pompa rotary. 6.

7. 8. Saringan bahan bakar: menyaring bahan bakar. Oil filter: untuk menyaring oli. poros engkol. Saringan udara: untuk menyaring debu yang terdapat pada udara. Tali kipas: untuk menggerakkan kipas pendingin Stik Oli: untuk memeriksa kondisi dan kapasitas oli pelumas. 5. 6. busi. 3. Karter/panci oli: untuk menampung oli pelumasan. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi. Soal praktik 2 1. Koil Untuk merubah arus primer menjadin arus skunder bertegangan tinggi. 3. 5. 13. 15. nok dan yang lainnya. Distributor: untuk membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. Kepala silinder untuk tempat ruang bakar dan meletakkan komponen seperti mekanik katup. Manifal pemasukan: Untuk memasukkan udara murni. 2. saluran pemasukan. Kunci kontak: untuk memutus dan menghubungkan arus listri pada sistem pengapian.Soal praktik 1 1. 12. Tutup katup: penutup katup. Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. 11. Karburator: untuk mencampur udara dan bahan bakar. 14. 2. 4. 4. Baterai: untuk menyimpan arus listrik. 9. Tutup radiator: untuk mengontrol tekanan pada radiator. 10. Blok silinder: tempat terjadinya proses pembakaran. pembuangan dan lainnya. Saringan udara: menyaring udara. Busi: untuk meloncatkan api ke ruang bakar. kerjanya mekanik engine seperti piston. .

Cendimeter: untuk mengendapkan air 6. Saluran pembuangan: untuk menyalurkan gas buang. 5. dan menyiapkan kembali saat radiator memerlukan. 8. Soal praktik 4 1. 5. Sirip pendingin: untuk media pendinginan engine. . Tangki: untuk menampung bahan bakar Pompa priming: untuk membliding udara Pompa pemindah: Untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. 4.6. Soal praktik 3 1. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi ke injektor/nozel. Pompa air: untuk Mensirkulasikan air ke sistem. 6. 10. 2. 3. 7. Reservoir: untuk menampung air pendingin kelebihan tekanan dari radiator. Stik oli: untuk memeriksa tinggi dan kondisi oli. 2. Ruang bakar: untuk proses pembakaran. 9. 3. Sringan bahan bakar: untuk menyaring bahan bakar. Nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Pipa tekanan tinggi: untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke nozel. Injektor/nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. 7. Glow plug: untuk memanaskan ruang bakar. Saluran pembilas: untuk mengalirkan gas baru ke ruang bakar. 4. 8. Saluran pemasukan: untuk memasukkan gas baru ke ruang engkol. Lubang busi: untuk menempatkan busi.

Blok motor: untuk tempat pembakaran dan kerja piston. Ruang bakar muka: untuk pembakaran awal Lubang injektor: untuk menempatkan injektor/nozel. 9. Lubang busi pijar: untuk menempatkan busi pijar. 10. 4. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup. Batang piston: untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. Valve guide: penghantar katup. 6. 7. 3. Lifter: untuk menggerakkan psh rod. 4. . Soal praktik 5 1. 9. 10. 2. 8. Roda gigi timing: untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. 5. Oil hole: Untuk saluran oli pelumas. Valve seat: untuk dudukan kepala katup. Rocker arm: untuk menggerakkan katup.7. Piston: untuk menghisap dan mengompresikan campuran udara dan bahan bakar. 3. Water jacket: untuk mengalirkan air pendingin. 2. Puli poros engkol: untuk meneruskan putara ke puli pompa air dan alternator. Soal praktik 6 1. Timing belt : untuk penghubung putaran engkol ke poros nok. Push rod: untuk menggerakkan rokcer arm. dan merubah tenaga pembakaran menjadi tenaga mekanik. 8. Poros engkol: untuk memindahkan tenaga engine ke power train.

9. Dudukan katup buang : untuk mendudukkan kepala katup buang. LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis engine dan komponennya Sub kompetensi : Identifikasi jenis engine dan komponennyal TUJUAN: 1. Saluran pemasukkan : untuk mengalirkan udara murni. 8. . Pompa oli: untuk mensirkulasikan oli ke sistem.5. 2. 7. 10. 3. 6. Sprocket : untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. Gasket: untuk perapat antara kepala dan blok silinder. Siswa dapat mengidentifikasikan perbedaan komponen engine disel. Saluran pembuangan: untuk mengalirkan gas buang. Siswa dapat mengidentifikasi engine disel 4 langkah 4/6 silinder. bensin dengan engine Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder 4.

BAHAN: 1. Model belahan motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar ALAT: 1. 4. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. 5. Mengidentifikasi perbedaan antara motor bensin dengan disel pada engine stand atau pada unit kendaraan. Bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. 3. 2. Jangan menghidupkan motor tanpa seijin guru pembimbing Jangan merubah komponen pada engine tanpa seijin pembimbing. 3. Pelajari model belahan motor secara cermat mengenai prinsip kerja motor atau perbedaan komponennya. 3. kerja seperti serta lingkungan kerjaseperti semula. Siapkan peralatan dan bahan 2. LANGKAH KERJA: 1. Alat-alat tulis Balok ganjal kendaraan Tempat komponen. . Kembalikan peralatan dan bahan 5. 2. Bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder.KESELAMATAN KERJA: 1. 6. 3. 2. 4. Bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. Buatlah laporan kerja pada buku tugas. Engine stand motor disel atau unit kendaraan.

komponen sistem bahan bakar dan komponen sistem pengapian. Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen utama engine pompa rotary pada 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 . Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. 2.BAB III EVALUASI A. INDIKATOR KEBERHASILAN 2 3 Dapat menyebutkan komponen utama engine yang nampak. sesuai nomor yang dipasangkan. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. komponen sistem pendinginan yang nampak. komponen sistem pelumasan yang nampak. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. Kriteria Penilaian Praktek NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Engine bensin 4/6 silinder pada engine stand atau unit kendaraan. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh).pengapian. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif) : a) b) c) Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %.

roda penerus dan panci oli. blok bensin 4 langkah 4 silinder. komponen sistem pelumasan dan komponen sistem bahan bakar.roda penerus dan panci oli. poros engkol. Sesuai nomor yang engine bensin 2 dipasangkan. langkah 1 silinder Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi bagian-bagian komponen engine pada : kepala silinder. Sesuai nomor yang dipasangkan. Sesuai nomor yang dipasangkan. Nilai 7. poros nok. komponen sistem pendingin.00 (lulus baik / YA). Bongkaran lengkap Dapat menyebutkan nama dan fungsi komponen komponen utama utama.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 stand atau unit kendaraan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 4 5 6 7 3 yang nampak. Dapat menyebutkan Engine disel dengan komponen sistem bahan pompa In-line pada bakar beserta fungsinya stand atau unit masing-masing.poros engkol. poros nok. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN: 1. Bongkaran lengkap Dapat menyebut nama dan komponen engine disel fungsi bagian-bagian pada : kepala silinder. kelengkapan katup. Sesuai kendaraan nomor yang dipasangkan. . Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP SOP.kelengkapan katup. blok 4/6 silinder 4 langkah silinder. silinder (OHC) kelengkapan piston. (OHV) kelengkapan piston. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.

00 (lulus istimewa / YA).2.00 (lulus amat baik / YA). Nilai 8. 3. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. B. Nilai 9. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 TES FOR1 N1 TES PRK1 N2 TES PRK2 N3 TES PRK3 N4 TES PRK4 N5 : TES PRK5 N6 TES PRK6 N7 KETERANGAN NI= (4xN1) +(N2+N3+N4+N5+N6+N7) dibagi 10 NI = Nilai akhir OPKR. waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan.20-001-1B .

20-001-3 B dimana modul tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari modul OPKR.20. 001-1 B. 20. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan.001-2 B. . CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan.OPKR. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. wajib mengulangi belajar pada modul ini. Artinya siswa boleh mengajukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat apabila telah menyelesaikan modul OPKR.27 28 29 30 N I = «««.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya Yaitu OPKR.001-1 B . 20-001-2 B dan OPKR. 20. BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan.

Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan pengetahuan dan keterampilan yang sangat menunjang pelaksanaan pekerjaan kompetensi yang lain di bengkel-bengkel industri. Abigain P. New Step 1 Training Manual. (1999). DAFTAR PUSTAKA Abigain Pakpahan.Dan OPKR. Otomotif Dasar. otomotif Leave a Comment Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Jakarta: PT United Tractor Otim Suprapto. akan memberikan kemudahan bagi siswa dalam melaksanakan kompetensi yang lain yang membutuhkan teknik- . (1998). (1999). (1999). Deskripsi Modul Pelaksanaan operasi penanganan secara manual membahas tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual maupun mekanis dan penataan area tempat kerja. Training manual Motor bakar. Noname. Bandung: Angkasa Anggiat Situmorang. Apabila siswa menguasai kompetensi ini. Motor Otomotif jilid 1. Bandung: Angkasa Noname. (1984). 20-001-3 B. (1992). GE Engine Servis Training Information: Toyota Motors Corporation Noname. Bandung: Angkasa Posted in ilmu. Bandung: Angkasa Yunan Ginting. (1995). khususnya bengkel perotomotifan. Motor Otomotif. Servis Kendaraan Ringan.

Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 pemahaman tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen ataupun part.teknik yang benar dan aman dalam pemindahan material/komponen ataupun part serta penyimpanannya. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. sesuai prinsip penanganan area tempat kerja. . Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. B. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatanbelajar. b. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. Bila ada materi yang kurang jelas. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Sedangkan kegiatan belajar 2: Melakukan pekerjaan pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen atau part. C. d. pemindahan dan penyimpanan material yang terdapat di dunia industri perotomotifan. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan pengangkatan. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. prosedur pemindahan dan penyimpanan material/komponen/part yang aman. langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. Petunjuk Penggunaan Modul 1. prosedur pengangkatan secara mekanis. Prasyarat Sebelum memulai modul ini.10-016 B tentang Keselamatan dan kesehatan kerja. penanganan area tempat kerja. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. c. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur pengangkatan material secara manual.

Melaksanakan penilaian internal dan mencatat hasil kemajuan siswa. Tujuan Akhir . ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. f. g. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. 2. Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas.3) 4) Sebelum melaksanakan praktik. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. c. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. e. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. f. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik. h. g. 5) Setelah selesai praktik. Siswa dinyatakan menguasai materi. harus meminta ijin guru lebih dahulu. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. D. Gunakan alat sesuai prosedur dan pemakaian yang benar. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. d. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. b. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. praktik baru. Membantu siswa dalam memahami konsep.

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. Memahami prosedur pengangkatan secara manual, prosedur pengangkatan secara mekanis, prosedur memuat dan menurunkan material, prosedur penyimpanan material/komponen/part secara aman. 2. Dapat melakukan pekerjaan pemindahan, pemuatan dan penurunan Material/komponen atau part secara manual maupun mekanis dan Penyimpanan secara aman.

E. SUB KRITERIA KINERJA KOMPETENSI 1.Mengangkat *Pekerjaan dilaksanakan dan tanpa menyebabkan memindahkan kerusakan terhadap material / komponen atau sistem yang lain. Komponen *Berat material /part. ditentukan dengan benar dengan menggunakan teknik yang memadai.

KOMPETENSI

MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Teknik *Cermat dan *Teknik-teknik *Melaksanakan penanganan hati-hati penanganan secara pengangkatan secara dalam manual yang benar/ dan pemindahan manual yang pelaksanaan material/part/ benar dan pengangkatan Prosedur aman. dan pengangkatan dan Komponen. pemindahan pemindahan yang *Teknik material/part/ aman. *Menerapkan pemindahan undang-undang dan *Persyaratan Komponen. keselamatan pengangkatan keamanan kerja. material *Perlengkapan yang *Mematuhi perlengkapan/material. tepat dipilih sesuai sesuai undangdengan kebutuhsn. undang *Persyaratan standar keselamatan keamanan diri. dan *Material/part/komponen tempat kerja. kesehatan yang akan diangkat kerja. diperiksa dari kemungkinan bahaya yang timbul. *Teknik pengangkatan dilakukan di bawah standar kerja Indonesia.

*Material/part/komponen ditempatkan dengan aman pada perlengkapan pemindahan dan penempatan kembali

SUB LINGKUP KRITERIA KINERJA KOMPETENSI BELAJAR dengan memastikan keselamatan petugas dan keamanan dari material/part/komponen.

MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN

F.

Cek Kemampuan

Sebelum siswa mempelajari modul ini, siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Bila siswa sudah merasa bisa, guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Dan apabila siswa benar-benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan, guru pembimbing dapat menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa, supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. BAB II

PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel dibawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan 1.Teknik pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part serta cara penyimpanannya. 2. Melakukan pengangkatan dan pemindahan material/ part / komponen dan penyimpanannya. B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Teknik pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part dan penyimpanannya. a. Tujuan Kegiatan Belajar Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

1. 2.

Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual. Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. 3. Siswa dapat memahami prosedur penanganan area kerja, dan teknik penyimpanan material/komponen atau part secara aman. b. 1. Uraian Materi

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia. Dalam memindah material dari tempat yang satu ke tempat lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat, membawa, menurunkan, mendorong, menarik, menahan dan sebagainya. Untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut secara aman, seseorang harus memahami kekuatan tangan, kaki, badan serta bagaimana cara mengambil posisi. Selain itu seseorang juga harus memahami pengetahuan tentang grafitasi bumi. a) Kekuatan badan/punggung saat mengangkat Gaya tarik bumi yang sering disebut dengan grafitasi, akan cenderung menarik semua benda ke bawah. Apabila seseorang akan mengangkat material yang berupa komponen, part atau benda yang lain, posisi badan harus pada kekuatan maksimal untuk mengatasi gaya grafitasi. Hal tersebut dilakukan melalui tangan, punggung serta posisi kaki sebagai tumpuhan. Tangan sebagai tuas pemegang beban, punggung sebagai pusat tenaga penahan beban dan kaki sebagai tumpuhan. Gaya Otot Gambar 1. Kekuatan badan/punggung saat mengangkat b) Kekuatan pada tangan pada saat mengangkat Sewaktu mengangkat beban, lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot Bisep yang berkaitan dengan tulang hasta oleh ujung otot bisep yang disebut Tendon. Tenaga atau berat beban yang disangga akan disalurkan ke Tendon otot Bisep atas ke tulang belikat. Gambar 2. Pusat kekuatan tangan saat mengangkat c) Kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot Bisep tangan akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena beban tersebut bekerja pada lengan

yan cukup pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung. Apabila beban terlalu berat, otot punggung dapat terkilir atau bahkan dapat merusakkan tulang belakang. Gambar 3. Tulang belakang sebagai penyangga beban badan. d) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: a) b) Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan

Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak

Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan

Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. Beban Gambar 4. Pengangkatan secara manual

2.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis

Material/komponen/part dengan permukaan tidak rata dan berat yang tidak memungkinkan diangkat secara manual dapat diangkat ataupun dipindahkan dengan alat bantu. a) Prosedur pengangkatan secara mekanis

Dalam pengangkatan material dengan alat bantu, tetap harus diperhatikan titik pusat keseimbangan material atau benda tersebut atau yang sering disebut dengan pusat grafitasi benda. Hal tersebut dimaksudkan agar didapat keseimbangan saat benda tersebut diangkat dengan alat bantu pengangkatan. Material atau benda yang memiliki permukaan beraturan mudah ditemukan titik pusat keseimbangannya seperti: lingkaran, bujur sangkar, kotak dan sebagainya. Untuk material yang memiliki permukaan tidak beraturan memerlukan kecermatan dalam menentukan titik keseimbangannya, seperti: Engine, transmisi, unit kendaraan dan sebagainya. Khusus pada engine biasanya sudah disediakan tempat memasang tali atau seling sewaktu diperlukan pengangkatan. Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 5. Titik pusat keseimbangan lingkaran dan bujur sangkar

Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 6. Titik pusat keseimbangan kotak

Gambar 7. Titik pusat keseimbangan engine b) Alat bantu pengangkatan.

Material yang memiliki permukaan tidak beraturan dan berat yang berlebihan dimana tidak mungkin dapat diangkat secara manual dapat diangkat dengan peralatan bantu pengangkatan. Alat bantu pengangkatan yang digunakan pada bengkel perotomotifan antara lain: Pengungkit, forklift, tali/tambang, seling, hook, alat khusus pengangkat engine, kerek/kran, dongkrak, car lift dan sebagainya. 1) Pengungkit.

Pengungkit adalah alat sederhana untuk memindahkan barang. Pengungkit dapat berupa kayu, bambu, besi atau bentuk lain yang dirancang secara khusus. Gambar 8. Pemindahan material dengan pengungkit 2) Forklift/garpu pembawa material

Forklift dapat berupa forklift dorong atau forklift kendaraan. Alat ini digunakan untuk membawa atau memindahkan material dari tempat satu ke tempat yang lain. Gambar 9. Penggunaan forklift dorong 3) Tali/tambang, seling dan hook.

Tali/tambang, seling dan hook digunakan untuk mengikat atau menahan material yang akan diangkat. Pemasangan tali/seling pada engine: a) Tali atau seling ditempatkan pada bagian bawah engine supaya tidak merusak engine saat diangkat. b) c) Upayakan tali/seling dapat menahan beban secara merata.

Pusat pengangkatan sedekat mungkin dengan titik keseimbangan engine. d) Gunakan alat khusus bila ada.

Gambar 10. Pemasangan tali atau seling pada engine. Pemasangan seling dan hook Pada blok engine biasa dipasang pengait/hook untuk memasang tali atau seling sewaktu akan mengangkat engine guna perbaikan. Prosedur pemasangan hook: a) b) c) Bautkan hook pada sudut-sudut blok paling ujung secara silang agar didapat keseimbangan.

Kaitkan pengait pada seling dengan hook secara tepat, sehingga kaitan antara seling dan hook benar-benar kuat. Pastikan bahwa kaitan benar ± benar mati / kuat, baru melakukan pengangkatan engine.

Seling

Hook

Gambar 11. Pemasangan seling dan hook

Gambar 12. Pemasangan alat khusus pengangkat engine 4) Kerek/kran dan Takel

Kerek/kran dan Takel adalah alat untuk mengangkat material/part atau komponen. Pada bengkel otomotif alat ini biasa digunakan untuk mengangkat engine, transmisi sewaktu akan diperbaiki dan memasangkan kembali sewaktu perbaikan sudah selesai. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri, perlu dilakukan secara tim.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. Pengangkatan engine dengan Kran lantai 5) Dongkrak Dongkrak adalah alat pengangkat yang banyak digunakan dalam perawatan atau perbaikan bagian-bagian kendaraan misalanya: sewaktu mengganti oli engine. dongkrak troli/buaya. Macam-macam dongkrak yang digunakan antara lain: Dongkrak botol. dongkrak pantograf. . Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat.sistem rem dan bagian-bagian yang lain yang memerlukan pengangkatan kendaraan. Gambar 13. Pengangkatan engine dengan kerek/takel Gambar 15.d) e) f) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang dibawah alat pengangkat. dongkrak bumper dan sebagainya. Upayakan perlahan-lahan dan berhati±hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. Kran lantai dan kerek/takel Gambar 14. dongkrak samping. perbaikan roda. b) Aktifkan rem parkir.

d) e) Gerakkan handel dengan tuas dongkrak secara hati-hati. Bila klep belum rapat putarlah klep searah jarum jam. Dongkrak ini selain digunakan untuk mengangkat kendaraan juga dapat digunakan sebagai alat bantu memindah material/komponen/part. Pemasangan dongkrak botol pada kendaraan. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. Dongkrak botol dan penggunaannya. . b) c) Tepatkan sadel dengan sekrup penyetel. agar kendaraan tidak turun dengan keras. e) f) g) OFF kan kunci kontak. Dongkrak Troli/buaya terdiri dari: Handel: untuk menaikkan sadel/pengangkat pada pengangkatan beban berat. Pastikan klep pengontrol dalam keadaan tertutup rapat.c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. Gambar 16. Dongkrak botol Penggunaan dongkrak botol: a) Pasang sadel pada titik kendaraan yang akan diangkat secara tepat dan kuat. Dongkrak botol adalah dongkrak yan paling banyak digunakan pada kendaraan karena bentuk fisiknya yang relatif kecil dan mudah dibawa atau disimpan pada kendaraan. Bila akan menurunkan. jangan sampai tergelincir. Pompa kaki: untuk menaikkan sadel pengangkat pada pengangkatan beban ringan. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. Dongkrak troli dan penggunaannya: Dongkrak troli/dongkrak buaya adalah dongkrak yang dapat digeser-geser. Gambar 17. kendorkan klep berlawanan arah jarum jam secara pelan.

Penggunaan dongkrak troli saat untuk mengangkat . Gambar 18. Dongkrak Troli/dongkrak buaya Gambar 19. Caster: untuk membelokkan dongkrak sewaktu menggeser beban/material.Klep pengontrol: untuk membocorkan tekanan saat menurunkan beban. Roda: untum memperingan dongkrak saat ditarik/digeser. Sadel dudukan: untuk titik dukung beban yang akan diangkat.

Gambar 22. Penggunaan dongkrak Pantograf Dongkrak samping dan dongkrak bumper Dongkrak samping dan dongkrak bumper digunakan untuk mengangkat kendaraan saat dilakukan perbaikan pada sistem rem. Dongkrak troli saat untuk menggeser/membawa material/komponen/part Dongkrak Pantograf dan penggunaannya: Dongkrak pantograf digunakan untuk mengangkat beban ringan dan mudah dibawa di dalam kendaraan. roda kendaraan yang hanya membutuhkan pengangkatan sebelah/pada sisi kendaraan. Gambar 21.Gambar 20. Penggunaan dongkrak samping .

d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. Penggunaan dongkrak bumper 6) Car lift Car lift adalah alat pengangkat khusus kendaraan. karena mekanik dapat bergerak leluasa di bawah kendaraan. b) c) d) Aktifkan rem parkir. Mengangkat dengan car lift akan mempermudah mekanik dalam memperbaiki ataupun melakukan perawatan kendaraan terutama perbaikan di bawah kendaraan. listrik dan hidrolis peneumatis. Operasikan alat pengangkat pelan-pelan sampai sadel dudukan bersentuhan dengan titik angkat kendaraan. Operasikan alat pengangkat sampai ketinggian yang diinginkan. Langkah pengangkatan: a) Tempatkan kendaraan tepat di tengah alat pengangkat.Gambar 23. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. Penempatan kendaraan pada alat pengangkat . Gambar 24. Pastikan dudukan pengangkat benar-benar kering atau bebas dari minyak. Jenis-jenis car lift: jenis penggerak mekanis. Tutup pintu kendaraan secara kuat. e) f) Pastikan kendaraan tidak akan tergelincir.

Penepatan sadeldudukan pada titik pengangkatan kendaraan Gambar 26.Tempatkan telapak di bawah titik pengaman Gambar 25. Pengangkatan kendaraan dengan Carlift .

3. Penanganan Area kerja dan penyimpanan material / komponen / part secara aman. juga untuk menghadapi resiko kebakaran. Memiliki jalan yang memadai untuk lalu-lintas material atau kendaraan. juga bersih dari kotoran yang berserakan. Membersihkan oli dan cairan pada lantai . Bengkel otomotif sama seperti bengkel ± bengkel yang lain memiliki resiko kecelakaan yang cukup tinggi. Pengangkatan kendaraan dengan Car lift hidrolis pneumatis.Gambar 27. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan area kerja : a) b) c) Area kerja harus ditata rapi dan bersih. Pengangkatan dengan car lift 4 penopang Gambar 28. Gambar 29. greas dan lainnya. Tempat kerja yang digunakan untuk melakukan pekerjaan perotomotifan disebut bengkel otomotif. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeliharaan dan penataan agar resiko kecelakaan dapat ditekan menjadi sekecil mungkin. Bebas dari cairan licin oli. Area kerja adalah wilayah atau tempat dimana suatu pekerjaan dilakukan.

Gambar 30. Bersihkan dan tempatkan kembali peralatan sehabis digunakan pada tempatnya. Membersihkan kotoran pada lantai d) e) Simpan part-part bekas yang sudah tidak terpakai pada tempatnya. Penempatan peralatan sesudah digunakan . Gambar 31. Penyimpanan part-part bekas Gambar 32.

secara mekanis menggunakan alat ± alat bantu 6. membawa. 4. Rangkuman h) i) Pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part secara manual banyak mengandalkan tenaga manusia dalam penanganannya. Penyimpanan material/part/komponen. 1. pintu dapat dibuka dan mememnuhi syarat sebagai media ventilasi. Memberikan tanda-tanda tulisan yang jelass pada gudang penyimpanan serta tulisan pada wadah penyimpanan terutama untuk material yang berbahaya. mendorong. Dalam hal ini paling tidak jendela. Gambar 33. disalurkan ke tulang belikat oleh tandon dan diteruskan ke otot punggung atau tulang belakang. Penanganan secara manual meliputi: mengangkat. 3. g) Pastikan peralatan ventilasi udara dan penerangan semua bekerja dengan baik terutama pada area penggunaan atau penyimpanan material yang mengandung zat kimia berbahaya seperti: Bahan bakar. menarik. menurunkan. Beban yang diangkat oleh tangan ditopang oleh otot bisep. Pengangkatan . Gunakan saluran gas buang secara kolektif bila pada ruang/bengkel kerja digunakan untuk menghidupkan kendaraan. Grafitasi bumi adalah gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. a) b) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) g) Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. 2. cat. c.f) Tempatkan material sesuai jenis pada tempat yang aman dengan selalu memperhatikan keselamatan barang dan pekerja. menahan dan sebagainya. 5. bahan-bahan pelarut. thiner.

d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. Alat bantu untuk memindahkan material / komponen/part yang banyak digunakan pada bengkel otomotif adalah: dongkrak troli. kran. e) Upayakan f) Upayakan 9. perlu dilakukan secara tim. seling. dongkrak samping. b) Aktifkan rem parkir.alat bantu khusus. hok. 8. Macam-macam dongkrak : dongkrak botol. kran beroda. takel. a) Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: sumber tenaga yang digunakan pengangkat. forklift. Upayakan jangan ada orang lalu ± lalang di bawah alat pengangkat. 10. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. e) f) g) OFF kan kunci kontak. untuk mengoperasikan peralatan Memeriksa b) c) Jika d) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. pantograf. 11. material / komponen / part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat.pengangkatan antara lain: Pengungkit. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. dongkrak ulur dan sebagainya. perlahan ± lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. tali. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. car lift dan sebagainya. forklift. 7. pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: . dongkrak troli.dongkrak bumper. dongkrak.

Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai.a) b) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. . 1. Memiliki f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja: a) b) Area kerja harus ditata rapi dan bersih Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. Cermatilah material. Tugas sesuai jenisnya. 2. Jelaskan secara singkat yang dimaksud gravitasi bumi. e. Tes formatif Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan pusat keseimbangan benda. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. Jelaskan secara singkat urutan anggota tubuh yang menahan beban pada waktu seseorang membawa beban pada kedua tangannya. Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. 3. Siapkan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah dan pelajarilah cara mengoperasikannya. 2. 12. tanda ± tanda penyimpanan material d. i) Memiliki 1. Cobalah membuat lay-out untuk menempatkan / menata material. kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. c) d) e) Bebas dari cairan oli. peralatan sesuai ruangan yang ada sesuai dengan pengetahuan yang anda miliki. greas dan kotoran lainnya. peralatan dan ruangan yang ada di bengkel Sekolah.

1. 2. 7. 3.4. 12. Sebutkan 10 macam alat bantu pengangkatan material secara mekanis. 4. Sebutkan 3 jenis alat bantu untuk menggeser ataupun memindah material yang banyak digunakan di bengkel otomotif. a) b) 7 (tujuh) hal yang perlu diperhatikan: Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) d) Hindarkan gerakan putar yang mendadak Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat . Sebutkan 5 kemungkinan penyebab kecelakan yang dapat terjadi terkait dengan penanganan tempat kerja yang kurang baik. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu akan menggunakan dongkrak. Sebutkan 8 hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan area kerja. 5. otot bisep. 11. 6. tendon otot bisep. f. Sebutkan 7 hal yang perlu diperhatikan sewaktu seseorang akan mengangkat material secara manual. Sebutkan 6 hal yang perlu diperhatikan sewaktu menggunakan kran atau takel pengangkat. Kunci jawaban Titik pusat gravitasi benda sebagai titik pusat atau titik berat benda saat diangkat. Sebutkan 6 macam jenis dongkrak. Beban di telapak tangan akan disalurkan melalui tendon bawah. Sebutkan 4 hal yang perlu diperhatikan saat akan menggunakan carlift. 8. Gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. 10. 9. tulang belikat ke otot punggung dan bermuara di tulang belakang.

Dongkrak troli. takel . 4 (empat) hal yang perlu diperhatikan: a) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. 6. forklift. carlift dan alat khusus. Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. e) f) Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. d) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang di bawah alat pengangkat. Upayakan beban disekitar titik tengah badan Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan.f) g) 5. 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. perlu dilakukan secara tim. 10. 8. b) c) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya.dongkrak. e) f) g) OFF kan kunci kontak. Pengungkit. Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. tali. kran dan forklift. b) c) d) Aktifkan rem parkir. samping dan bumper 7. Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri. Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. 9. kran. a) 6 (enam) hal yang perlu diperhatikan: Pastikan dongkrak benar-benar baik. ulir. . hook. Upayakan perlahan-lahan dan berhati ± hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. pantograf. Dongkrak botol. seling. troli.

Kegiatan Belajar 2: Melakukan pengangkatan/pemindahan material/komponen/part dan penataan area tempat kerja. f) g) Memiliki tempat penyimpanan material sesuai jenisnya. 5 (lima) kemungkinan penyebab kecelakaan: a) Adanya oli atau bahan licin yan tercecer dilantai. Memiliki tempat penyimpanan part bekas yang memadai. d) Peralatan pengangkat yang tidak pernah dirawat. c) d) e) Bebas dari cairan oli. 8 (delapan) hal yang perlu diperhatikan: a) Area kerja harus ditata rapi dan bersih b) Memiliki jalan yang memadai untuk membawa material. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. Memiliki tempat penyimpanan peralatan servis yang memadai. b) Penerangan yang kurang memadai.greas dan kotoran lainnya. i) Memiliki tanda-tanda penyimpanan material sesuai jenisnya. c) Tidak adanya tanda atau label pada penyimpanan bahan berbahaya. 11. Tujuan kegiatan belajar . kendaraan dan jalan bila terjadi kebakaran. 12. a. h) Memiliki saluran gas buang secara kolektif. e) f) Bahan mudah terbakar berceceran dilantai Penempatan peralatan pengangkat yang tidak standar. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal.b) Pastikan dudukan pengangkat benar ± benar kering atau bebas dari minyak. Memiliki ventilasi dan penerangan yang memadai.

e. Siswa dapat melakukan penataan area tempat kerja sesuai standar operasi kerja. b. Tatalah material dan bahan ± bahan berbahaya yang ada di bengkel sekolah pada tempat yang sesuai dengan jenisnya. Tugas Tatalah material yang ada di bengkel sekolah sesuai tempat dan jenisnya dengan mengangkat dan memindahkan secara manual. 5. Infentarisaikan hal-hal yang kurang baik berkaitan denga penataan area tempat kerja di bengkel sekolah. 2. 3. Lakukan pengangkatankendaraan dengan carlift yang ada dibengkel sekolah. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan / pemindahan material/komponen/part secara manual. 3. Menata material atau bahan-bahan berbahaya sesuai jenisnya. Uraian materi 1. Mengangkat kendaraan dengan alat-alat pengangkat. Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara manual. Menata area tempat kerja dengan mengangkat dan memindahkan material/komponen/part secara mekanis. 3. lakukan perbaikan dan penataan bila diperlukan. Rangkuman d. 4. Siswa dapat melakukan pekerjaan pengangkatan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. Lakukan pengangkatan kendaraan dengan macam-macam dongkrak yang ada di bengkel sekolah. Lakukan Pengangkatan material/komponen/part dengan peralatan pengangkat yang ada di bengkel sekolah. 2. Tes formatif Kunci jawaban . 6. 2. c. 1.1. 4. f.

. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan.menata material/komponen/part secara manual.LEMBAR KERJA 1 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual.

LANGKAH KERJA: 1. dipindahkan atau disimpan. Jangan memaksakan diri sekiranya material tidak dapat diangkat sendiri. 3. 2. Gunakan peralatan keselematan kerja sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan. Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara manual. 2. Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya.menata material/komponen/part secara mekanis. termasuk lokasi penyimpanannya. Kaos tangan. . 2. 2. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. Kain majun/lap. LEMBAR KERJA 2 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara manual. KESELAMATAN KERJA: 1. ALAT: 1. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. Macam-macam material/komponen/part otomotif. 2. angkat lah secara tim. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. BAHAN: 1. Rak/ meja untuk menempatkan material. 3.TUJUAN: 1. Letakkan material/komponen/part yang paling berat di tempat yang paling bawah. 4.

3. Alat-alat pengangkat khusus. 2. 3. Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan carlift. Alat pengungkit. 2. 2. 3. 3. . seling. Jangan meninggalkan material/komponen/part tergantung pada alat pengangkat. 5. 6. LANGKAH KERJA: 1. Siswa dapat mengangkat kendaraan dengan macam-macam dongkrak. Forklift. 7. Hati-hati kendaraan jangan sampai tergelincir sewaktu diangkat. BAHAN: 1. Macam-macam material/komponen/part otomotif. Siswa dapat mengangkat dan memindah material / komponen / part secara mekanis. Kain majun/lap. hook Rak/ meja untuk menempatkan material. 4. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. Unit kendaraan. KESELAMATAN KERJA: 1. Siswa dapat menata material/komponen/part sesuai jenisnya. Carlift. 4. Tali.TUJUAN: 1. 2. Macam-macam jenis dongkrak. ALAT: 1.

3.seling. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. Memindahkan barang dengan troli. dipindahkan atau disimpan. 4.2. . forklift. Melakukan pengangkatan/pemindahan material secara mekanis dengan tali. Mengangkat unit kendaraan dengan carlift. 5. Membersihkan material/komponen/part yang akan diangkat atau dipindahkan. kran dan takel. termasuk lokasi penyimpanannya.hook. 6.

Gunakan kaos tangan. 2. Macam-macam material/bahan berbahaya otomotif. TUJUAN: 1. ALAT: 1. LANGKAH KERJA: 1. Rak/meja penyimpan material. Hati-hati terhadap cairan berbahaya jangan mengenai kulit. KESELAMATAN KERJA: 1. Pastikan tempat penyimpanan sesuai standar operasi kerja. Siswa dapat mengangkat. Menyiapkan rak atau meja untuk menempatkan material. 2. 2. 3. Forklift dorong. 2. Siswa dapat menata material/bahan berbahaya otomotif pada tempat yang sesuai standar operasi kerja. BAHAN: 1. Sub kompetensi : Mengangkat dan memindahkan. .kereta dorong. 4.LEMBAR KERJA 3 Kompetensi : Pelaksanaan Operasi Penanganan secara manual. Simpanlah material yang mudah terbakar menjadi satu dan berilah tulisan area bebas rokok.menata material/bahan berbahaya otomotif. Kain majun/lap. memindah material / bahan berbahaya otomotif sesuai jenisnya secara aman.

Membuatkan tulisan-tulisan peringatan di tempat atau gudang penyimpanan. 3. Membuat laporan kerja berupa pencatan macam-macam material yang diangkat. . Melakukan pengangkatan/pemindahan dan penataan material Membuatkan tulisan-tulisan pada jenis-jenis material berbahaya yang belum ada keterangannya. dipindahkan atau disimpan. 5.2. termasuk lokasi penyimpanannya. 4.

* 81-90 % sesuai standar operasi kerja. 2. komponen/part * 91-100 % sesuai standar . ASPEK YANG DINILAI 2 Mengangkat. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. d) e) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). memindahkan material/ Kriteria Penilaian Praktek INDIKATOR KEBERHASILAN 3 * 70 ± 80 % Sesuai standar operasi kerja. memindahakan * 81-90 % sesuai standar material/ operasi kerja. operasi kerja.100 % sesuai standar manual. a) b) c) Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. * 70-80 % sesuai standar Mengangkat. operasi kerja. PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 NO 1 1 7 4 2 komponen/part secara * 91.BAB III EVALUASI A. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1.

* 91-100 % sesuai standar operasi kerja. hook.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 memakai tali/ seling. memindahkan material/ komponen/part memakai pengungkit. Mengangkat. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. Dapat menerapkan K3 dan K3 dan SOP . * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. * 81-90 % sesuai standar operasi kerja. 6 7 Memindahkan dan menyimpan material/bahan * 81-90 % sesuai standar berbahaya otomotif operasi kerja.kran dan takel. * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. * 70-80 % sesuai dengan standar operasi kerja. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 3 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. dongkrak troli dan forklift. 4 * 70-80 % sesuai standar operasi kerja. Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis dongkrak. 5 Mengangkat kendaraan dengan macam-macam jenis carlift. INDIKATOR KEBERHASILAN 3 operasi kerja. * 91-100 % sesuai standar operasi kerja. pada area tempat kerja dan menata area tempat kerja.

waktu lebih cepat dan 91-100 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. Tes Praktik : Berpedoman pada cek list kriteria penilaian Praktik yang ada pada modul ini. Nilai 9.00 (lulus amat bai k / YA). Nilai Praktik = Jumlah perolehan nilai dibagi tujuh = «««««« B. 4. Nilai 8. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 CATATAN : 1.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 SOP. . 2.00 (lulus baik / YA). tepat waktu dan 70-80 % memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai 7.00 (lulus istimewa / YA). 3. waktu lebih cepat dan 81-90 % memenuhi Standar minimal yang dipersyaratkan.

DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata NILAI FORMATIF 1 N1 NILAI PRAKTIK N2 : KETERANGAN N= (4xN1)+(6xN2) 10 N = «««««««««« .

(1987). DAFTAR PUSTAKA Anonim. wajib mengulangi belajar pada modul ini. Jakarta: Pustaka Ilmu. (2001). ). Anonim. BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. (2004). atau bersama guru pengampu merencanakan uji eksternal untuk mendapatkan pengakuan kompetensi atau sertifikat kompetensi.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya.Noeraniah Akmaloedin. Posted in ilmu. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif. Modul Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual Jogyakarta : SMK N 2 Depok. otomotif Leave a Comment PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya . Biologi 2. Fatimah Sumanto. Daryanto. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. Jakarta: Bumi Aksara. Bahan pelatihan Nasional. Drs.CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. Perbaikan Kendaraan Ringan. (Th.

Deskripsi Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. B. 10-010 B Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur modul OPKR. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. modul OPKR. akan mudah mempelajari kompetensi yang lainnya. langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain: . sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. Dalam dunia perotomotifan. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan perawatan/servis engine secara berkala. siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR. serta dapat melakukan perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. terutama yang terkait dengan perbaikan engine. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponen-komponennya secara berkala dan kegiatan belajar 2 prakteik perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya secara berkala. OPKR. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. Prasyarat Sebelum memulai modul ini. perawatan/servis engine secara berkala dikenal dengan sebutan Tune-up engine. Petunjuk Penggunaan Modul 1. 20-001-2 B membahas tentang prosedur perawatan/servis engine gasoline/motor bensin secara berkala.Apr 21 Posted by 66tech BAB I PENDAHULUAN A. serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. 20-001-1 B Prinsip kerja engine dan identifikasi komponen-komponen engine.10-016 B tentang K3. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya. C.

Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil. c. Siswa dinyatakan lulus. saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun saat melakukan praktik. Bila belum berhasil siswa wajib mengulang. Membantu siswa dalam memahami konsep. praktik baru. 6) Setelah selesai praktik. b. perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) 2) 3) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. . b. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik.a. serta dapat melakukan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Bila ada materi yang kurang jelas. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. d. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). harus meminta ijin guru lebih dahulu. e. c. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas. Sebelum melaksanakan praktik. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar. ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. 2. juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut.

. Memahami prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponennya. komponennya.Memelihara/servis *Pemeliharaan/servis engine dan engine komponenkomponennya dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. diservis. D.d. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Tujuan Akhir Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. *Seluruh kegiatan KOMPETENSI MATERI POKOK PEMELAJARAN LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Komponen*Menerapkan *Prosedur *Melakukan komponen pemeliharaan/ perawatan/ engine yang SOP dalam perlu pemeliharaan/servis servis engine dan servis. g. diperiksa/ engine dan komponennya. *Melaksanakan kegiatan yang *Persyaratan *Prosedur komplek dan tidak keamanan dan pemeliharaan/ rutin. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. SUB KRITERIA KOMPETENSI KINERJA 1. Mencatat hasil kemajuan belajar siswa. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik. 2. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. e. Melaksanakan penilaian internal. servis. E. mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya. peralatan/ spesifikasi komponen. i. *Persyaratan keamanan *Data *Menerapkan K3. menjadi keselamatan diri. h. Dapat melakukan pekerjaan perawatan/servis engine bensin secara berkala. pabrik. f.

Cek Kemampuan AWAL Sebelum siswa mempelajari modul ini. guru pembimbing dapat melakukan tes kepada siswa yang bersangkutan dan bila hasilnya benar pembimbing dapat menyediakan bagi siswa tersebut modul berikutnya. siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif.servise. maka harus melanjutkan mempelajari modul ini. Tetapi bila siswa belum bias.K3 F. Bila siswa merasa dapat mengerjakan soal-soal formatif.baik proses. .hasil data harus sesuai SOP.

BAB II PEMELAJARAN A. . Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.

Melakukan perawatan/servis engine bensin. Gangguan langsung yang dirasakan antara lain: tenaga berkurang. Perubahan fisik tersebut dapat mengganggu kinerja engine. agar tingkat perubahan yang terjadi dapat ditekan seminimal mungkin. serta prosedur perawatan engine bensin. poros engkol. 2. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan komponen-komponen yang memerlukan perawatan. Pada industri perotomotifan perawatan rutin terhadap komponen-komponen engine disebut dengan Tune-up engine.Jenis Kegiatan 1. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perawatan secara rutin/berkala. kelengkapan piston. Adapun perawatan yang dimaksud meliputi: 1. Perawatan Sistem Pendinginan Gangguan pada sistem pendinginan secara umum akan berakibat meningkatnya suhu kerja engine yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine. Prosedur perawatan/servis engine bensin. Uraian Materi Prosedur Perawatan Engine Bensin Engine yang sudah dioperasikan akan mengalami perubahan fisik pada komponenkomponennya seperti pada: blok motor. komponen-komponen engine mengalami kerusakan pekerjaan perawatan berkala pada sistem pendinginan meliputi: a) Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin Periksa ketinggian air pendingin yang terdapat pada tangki Penampungan (Reservoir). Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL. Perawatan rutin komponen-komponen engine dilakukan tidak secara langsung pada komponen-komponen tersebut di atas. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prosedur Perawatan/servis Engine Bensin a. mekanik katup. b. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru B. poros nok dan yang lainnya. tetapi pada sistem-sistem yang mendukung kinerja engine. bahan bakar boros. kepala silinder. .

Pemeriksaan kondisi air pendingin c) Memeriksa sistem pendinginan Periksalah kemungkinan terjadi: 1) Kerusakan fisik pada radiator atau slang radiator.05 kg/cm2 Limit : 0. atau jika secara fisik rusak. Tutup perlu diganti bila tekanan pembukaan dibawah angka spesifikasi pabrik. Gambar 3.Gambar 1. Pemeriksaan sistem pendinginan d) Memeriksa kerja tutup radiator Dengan menggunakan alat tes tutup radiator (Radiator cap tester) periksalah kondisi pegas dan katup vakum dari tutup radiator. Pemeriksaan tinggi air b) Memeriksa kondisi air pendingin Periksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli. 3) Kisi-kisi radiator berkarat. pipa radiator (core).penguras. Gambar 2. Tekanan pembukaan katup : STD : 0.75 ± 1. 4) Kebocoran pada pompa air.6 kg/cm2 (sesuaikan dengan ketentuan manual) . 2) Kerusakan pada klem slang radiator.

terkena oli atau paslin/grease. perubahan bentuk. 2) Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli. Pemeriksaan kerja tutup radiator e) 1) Memeriksa tali kipas Tali kipas diperiksa secara visual kemungkinan terjadi: Retak. . aus atau terlalu keras.Gambar 4.

Tegangan tali kipas : Baru : 100 ± 150 Lbs Lama : 60 ± 100 Lbs. Pemeriksaan tali kipas secara visual f) Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas Dengan tekanan 10 kg/cm2. (sesuaikan dengan ketentuan manual) . tekan tali seperti pada gambar defleksi/kelenturan tali : Pompa air ± Alternator : 7 ± 11 mm Engkol ± Kompressor : 11 ± 14 mm Bila tidak memenuhi spesifikasi pabrik lakukan penyetelan tali kipas dengan SST penyetel tali kipas.Gambar 5.

Membersihkan saringan udara/Air filter Gangguan pada saringan udara akan berakibat tenaga engine berkurang dan bahan bakar boros. Pemeriksaan tegangan tali kipas Gambar 7. Penyetelan tegangan tali kipas 2.Gambar 6. Adapun prosedur perawatannya seperti berikut: .

Bila elemen rusak atau terlalu kotor supaya diganti. Ketinggian elektrolit harus berada antara garis Uper level dan lower level. Perawatan baterai meliputi: a) Pemeriksaan secara visual: Periksa baterai kemungkinan: 1) 2) Penyangga baterai berkarat.27 pada suhu 200 C 2) Periksa jumlah elektrolit pada setiap sel. b) c) Hembuskan tekanan udara dari sisi dalam elemen.25 ± 1. Gambar 9. Kinerja baterai yang kurang baik akan menyebabkan: sulit untuk menstarter engine. Gambar 10. 3) Kotak baterai rusak atau bocor. Membersihkan elemen saringan udara 3. Pemeriksaan baterai secara visual b) 1) Mengukur berat jenis elektrolit Memeriksa berat jenis baterai dengan hydrometer Berat jenis : 1. Memeriksa Baterai Kemampuan kerja baterai akan mengalami penurunan seiring dengan pemakaian.a) Melepas saringan udara dari engine. berkarat atau rusak. Terminal longgar. Gambar 8. Jangan sampai ada benda yang masuk ke karburator. gangguan pada sistem penerangan dan peralatan tambahan (assesoris). Pemeriksaan elektrolit baterai .

bila kurang ditambah. Pasang saringan oli baru dengan tangan sampai kencang. Melepas saringan oli . tercemar air atau sudah berubah warna karena terbakar. Gangguan pada sistem pelumasan akan berakibat: suhu engine meningkat berlebihan. Memeriksa Sistem Pelumasan Sistem pelumasan merupakan bagian vital pada engine. Perawatan pada sistem pelumasan meliputi: a) Memeriksa tinggi oli Tinggi oli harus berada antara garis L dan F. Gambar 11. dan perbaikilah. periksalah kemungkinan ada kebocoran. 3) Hidupkan mesin dan periksa kebocoran. Gambar 13.4. Pemeriksaan kondisi oli c) 1) 2) Mengganti saringan oli (oil filter) Membuka saringan oli dengan SST. Gambar 12. Pemeriksaan tinggi oli b) Memeriksa kondisi oli Periksa oli kemungkinan kotor. bila kurang harus ditambah. komponen-komponen engine cepat aus dan tenaga mesin akan terasa berkurang. 4) Matikan mesin dan periksa tinggi oli.

Gasket rusak atau berubah bentuk. kerusakan pada ulir atau isolator. Perawatan busi meliputi: a) 1) Pemeriksaan busi secara visual Kemungkinan retak. Gambar 15. 2) 3) 4) Keausan pada elektroda.Gambar 14. engine tidak dapat idel. Memasang saringan oli 5. Bila busi kotor. Memeriksa. rusak akan berakibat: tenaga engine kurang. membersihkan dan menyetel busi Busi adalah komponen yang memberikan loncatan api untuk proses pembakaran. pincang dan sulit distarter. Pemeriksaan busi secara visual b) Membersihkan busi . Elektroda terbakar atau kotor berlebihan.

Jika diperlukan setelah celah busi dengan membengkokkan elektroda busi. Memeriksa kabel tegangan tinggi . Penyetelan celah busi 6. Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara tekan 3) Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator. Gambar 16.1) 2) Jangan menggunakan pembersih busi terlalu lama. Gambar 17. Membersihkan busi c) Menyetel celah busi Memeriksa semua celah busi dengan alat pengukur celah.

Gambar 18. Cara melepas kabel busi . pincang dan tenaga kurang. Periksalah semua kabel tegangan tinggi tahanan kabel: kurang dari 25 kW. Hal ini dapat terjadi karena tahanan kabel menjadi sangat besar. tidak dapat idel.Gangguan kabel tegangan tinggi pengapian akan berakibat: engine sulit distarter.

Distributor Gangguan pada distributor akan berakibat kinerja sistem pengapian tidak sempurna. panas berlebihan dan komponen-komponen utama engine cepat rusak. Pemeriksaan tutup distributor b) Menyetel celah platina atau celah udara . tenaga kurang. Terminal-terminal kotor atau terbakar. yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine: engine sulit distart. Pegas karbon terminal tengah lemah atau macet.Gambar 19. Cara memeriksa tahanan kabel busi 7. Adapun perawatannya meliputi: a) Memeriksa tutup distributor Periksa tutup distributor serta rotor dari kemungkinan: 1) 2) 3) Retak. kotor atau terbakar. Gambar 20. berkarat.

Cara penyetelan platina atau celah udara .45 mm 3) Stel celah udara antara rotor dan proyeksi koil (pengapian elektronik). 2) Stel celah platina : celah blok : 0. rusak atau terbakar ganti yang baru.4 mm Gambar 21. Celah udara : 0.2 ± 0.1) Jika platina aus.

. Pada putaran maksimal 950 Rpm saat pengapian antara 50 ±15 0 sebelum TMA (sesuaikan dengan spesifikasi pabrik). Penyetelan pengapian dengan merubah posisi distributor serta menggunakan alat Timing light. oktan selector pada posisi standar. Pemeriksaan sudut dwell d) Memeriksa saat pengapian Stel putaran mesin pada putaran idel. Sudut dwell : 50 0 ± 54 0 Gambar 22. Jangan menyetel dengan Oktan selector.c) Memeriksa sudut Dwell Periksa sudut dwell dengan Dwell tester.

Pemeriksaan Governoor advancher dengan engine hidup g) Memeriksa kerja Vacum advancer . Penyetelan saat pengapian e) 1) Memeriksa kerja governor advancer Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putaran rotor dan dilepas. Pemeriksaan Governoor advancer f) Memeriksa governor advancer dengan engine hidup Hidupkan engine dan lepaskan slang vakum pada distributor. 2) Rotor tidak boleh terlalu kendor.Gambar 23. Saat pengapian berubah-ubah sesuai putaran engine. Gambar 24. Gambar 25.

putaran idel terganggu dan suara berisik.6 kg.m Baut penumbuk katup: 1.4 ± 6.m .Hubungkan slang vakum pada distributor. Pemeriksaan Vacum advancer 8. Gambar 26. Oktan selector akan berubah-ubah sesuai putaran engine.6 kg. 1) 2) Baut kepala silinder: 5.8 ± 6. Menyetel Celah Katup Perubahan pada setelan celah katup akan berakibat pemasukan gas baru dan pengeluaran gas bekas terganggu dan akan menyebabkan tenaga engine berkurang. Adapun prosedur penyetelannya sebagai berikut: a) 1) 2) b) Menepatkan tanda timing Panaskan engine kemudian matikan Tepatkan silinder no 1 pada TOP kompresi Mengencangkan baut-baut kepala silinder dan penumbuk katup.

Celah katup hisap: 0.20 mm.30 mm (sesuaikan dengan ketentuan manual) . katup buang: 0. Pengencangan baut kepala silinder dan penumbuk katup. c) Menyetel Celah Katup Celah katup diukur di antara batang katup dengan lengan penumbuk (Rocker arm).Gambar 27.

Gambar 29. Penyetelan katup TOP kompresi silinder 4 9. Gambar 30. Memeriksa Karburator Untuk penyetelan karburator gunakan manual sesuai jenis karburator dan merek kendaraannya.Gambar 28. Perawatan pada sistem karburator meliputi: a) 1) 2) Memeriksa katup trotel Katup trotel harus membuka penuh saat pedal gas ditekan penuh. Penyetelan katup TOP kompresi silinder 1 Putar satu kali putaran (360 0). Gangguan pada sistem karburator akan berakibat: tenaga engine berkurang. putaran idel tidak baik dan bahan bakar boros. stel pada TOP kompresi silinder 4. Pemeriksaan katup trotel . Penyetelan dilakukan melalui kabel gas atau baut penyetop pedal gas.

Penyetelan pembukaan katup trotel b) Memeriksa Pompa Akselerasi Bensin harus menyemprot keluar dari Jet saat katup trotel terbuka. Gambar 32. Gambar 33. Pemeriksaan katup cuk saat tombol ditarik . c) Memeriksa Katup Cuk Konvensional Katup cuk harus membuka penuh bila tombol cuk ditarik penuh dan menutup penuh bila tombol dilkembalikan.Gambar 31. Pemeriksaan pompa akselerasi.

Gambar 36. Penarikan tombol cuk engne hidup dan digas 3) Pasang kembali slang vakum. dan kembalikan tombol posisi setengah.Gambar 34. penghubung cuk tidak bergerak. Pelepasan slang vakum dari penghubung cuk 5) Tarik tombol penuh. lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. matikan lalu lepaskan slang vakum dari pembuka cuk. dan hidupkan engine. Tombol cuk posisi setengah 6) Pastikan nok idel tinggi pada langkah kedua. Gambar 39. menekan pedal gas sekali dan menghidupkan engine. Pemeriksaan penghubung cuk 4) Memeriksa BVSV keadaan engine panas. . Pelepasan slang vakum penarik cuk 2) Menarik tombol cuk. tekan pedal gas sekali. Gambar 38. Gambar 37. Pemeriksaan katup cuk saat tombol dilepas d) 1) Memeriksa Pembuka Cuk Otomatis Memeriksa BVSV mesin dalam keadaan dingin. suhu air dibawah 30 0C. Gambar 35. Hidupkan mesin sampai suhu kerja.

Pengecekkan nok idel tinggi pada langkah kedua 7) Pasang kembali slang vakum. Perhatikan gambar berikut: Gambar 41. Dalam penyetelan putaran dan campuran idel. pastikan linkage cuk bergerak dan nok idel tinggi dibebaskan pada langkah ketiga. putaran engine kembal idel. a) Lepaskan slang HIC dan sumbatlah ujung slangnya. perlu diperhatikan hal-hal berikut: a) b) Saringan udara dalam keadaan terpasang Suhu air pendingin normal (suhu kerja) c) d) Katup cuk terbuka penuh Semua perlengkapan tambahan dimatikan e) f) Semua saluran vakum terpasang Transmisi pada posisi netral g) h) i) Saat pengapian benar-benar tepat (sudah distel) Tachometer dan pengukur vakum terpasang Pengukur CO pada posisi NOL siap pakai. . Nok idel tinggi pada langkah ketiga 10. Pada saat tombolcuk ditekan habis. Penyetelan Putaran dan Campuran Idel (Gunakan selalu buku manual sesuai merek kendaraan dan Tahun pembuatannya).Gambar 40.

Penyetelan vakum maksimum e) Menyetel putaran dan campuran idel Ulangi penyetelan putaran dan campuran hingga vakum benar-benar maksimum seperti berikut: . Cara membuka kap pembatas idel c) Menyetel idel pada putaran spesifikasi Menyetel putaran idel pada putaran spesifikasi (600-800 Rpm). dengan jalan menyetel sekrup pengatur seperti berikut: Gambar 44. Penyetelan putaran idel d) Menyetel vakum maksimum Stel hingga vakum maksimum dengan memutar sekrup pengatur campuran idel dengan SSTseperti berikut: Gambar 45. Pelepasan slang HIC b) Membuka kap pembatas idel Membuka kap pembatas idel pada skrup pengatur campuran idel jika terpasang seperti gambar berikut: Gambar 43.Gambar 42.

12. kembalikan slang katup HIC seperti semula dan pasang kap pembatas idel yang baru seperti berikut: Gambar 49. baru lakukan pengukuran. Pengecekan setelan putaran dan campuran idel 11. Pengukuran harus dilakukan selama 3 menit seperti berikut: Gamba r 48. a) b) Mengukur Konsentrasi CO Pada Gas Buang Menaikkan putaran sekitar 200 Rpm selama 30 ± 60 detik. Memeriksa Tekanan Kompresi Engine . Pemasangan slang katup HIC dan Kap pembatas idel. Tunggu 1 menit. Pastikan Rpm kembali ke posisi spesifikasi seperti berikut: Gambar 47.Gambar 46. Penyetelan putaran dan campuran idel f) Cek putaran dan campuran idel Pengecekan setelan putaran dan campuran idel dengan menarik link gas kemudian melepaskan kembali. Pengu kuran konsen trasi CO c) Jika seluru h pekerjaan penyetelan sudah selesai.

1. Pekerjaan Tune-up meliputi: a) b) Sistem pendingin Tali kipas . Rangkuman Perawatan komponen-komponen engine dilaksanakan dengan pekerjaan Tune-up engine. Gambar 51. Tune-up engine: mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan memelihara. buka trotel penuh dan start engine pada putaran: 250 Rpm selama maksimal 3 detik. menyetel dan mengganti komponen yang mendukung kinerja engine. Gamba r 52. Pelepasan kabel tegangan tinggi koil d) Memasang kompresi tester pada lubang busi. Baca hasil pengukuran antara 9 ± 12 kg/cm2 (sesuaikan dengan manual merek kendaraan) yang diukur.a) Panaskan engine sampai suhu kerja b) Lepas semua busi Gambar 50. 3. Pemeri ksaan tekana n kompr esi c. Melepas busi c) Melepas kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran skunder terputus. 2.

menyetel atau mengganti busi. 12. Prosedur menyetel celah katup: Kencangkan baut kepalasilinder dan penunjang batang penumbuk. penyetelan celah platina dan sudut dwell. Tekanan kompresi.c) d) e) f) g) Saringan udara Baterai Oli mesin Busi Kabel tegangan tinggi h) Distributor i) Baut kepala silinder dan penumbuk katup j) k) l) Celah katup Karburator Putaran idel m) Konsentrasi CO n) 4. 5. tepatkan dengan menggerakkan distributor. kondisi kotak baterai dan berat jenis elektrolit. setel katup buang silinder 1 . antara engkol dan kompressor. Perawatan sistem pelumasan: kondisi dan kapasitas oli. 6.rotor. 10. 11. penggantian saringan oli. posisikan tanda timing pada TOP kompresi silinder 1. Tahanan kabel tegangan tinggi kurang dari 25 kW. 7. governor advancer. Pengukuran tegangan tali kipas antara pompa air dan alternator. Prosedur menyetel pengapian: hidupkan engine. pasang timing light. Perawatan busi: membersihkan . vakum advancer. Pengukuran baterai meliputi: kondisi terminal. 9. lihat tanda penyesuai. Pemeriksaan distributor meliputi: tutup dan terminal-terminal tutup distributor. Alat tes sistem pendinginan adalah Radiator tester. 8.

dan 3 dan katup masuk silinder 1 dan 2. 6. Sebutkan 6 pemeriksaan pada karburator. Sebutkan 4 pemeriksaan pada baterai. e. tahanan kabel melebihi ketentuan? Sebutkan 8 pemeriksaan/penyetelan terkait dengan distributor. menstarter engine dan membaca hasil pengukuran. 9. memasang alat tes. cuk. Pemeriksaan Karburator meliputi: kerja trotel. Prosedur tes tekanan kompresi: Panaskan engine. Engine 4 silinder FO 1342. pengapian tepat. 3. putaran dan campuran idel. tacho dan pengukur vakum terpasang dan meteran CO posisi NOL siap pakai. semua slang vakum terpasang. Sebutkan 8 alat tester yang digunakan untuk pekerjaan Tune-upmotor bensin. pembuka cuk. suhu air normal. melepas kabel tegangan tinggi koil. 14. Catatlah dalam buku tugas merek kendaraan yang dipelajari. perlengkapan tambahan mati. Putar 360 0 Setel katup masuk dan buang yang belum disetel. cuk membuka penuh. 1. dan bagian komponen yang memerlukan penyetelan serta spesifikasi penyetelannya. d. Apa akibatnya bila kapasitas oli kurang? Apa akibatnya bila busi kotor. 15. transmisi netral. 11. 1. pelajarilah pada bagian Tune-up engine. 5. Sebutkan 5 pekerjaan tune-up pada sistem pendingin. Sebutkan 9 ketentuan sebelum menyetel putaran dan campuran idel. membuka semua busi.pompa akselerasi. pada TOP kompresi silinder 4 katup mana saja yang bisa disetel? 10. 7. Tes formatif Jelaskan yang dimaksud dengan Tune-up engine. Tugas Carilah dan pelajarilah minimal dua buku manual suatu kendaraan bermesin bensin. 2. 4. . Sebutkan 15 pekerjaan Tune-up engine. 13. 8. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyetel putaran dan campuran idel: air filter terpasang. 2.

celah katup.Tacho dan pengukur vakum terpasang serta CO meter posisi NOL siap pakai. CO meter. suhu air normal. governoor. putaran idel dan campuran idel. 1. 4. Radiator cap tester. 6. cuk. Engine panas. 10. terminal-terminal. 5. Compression Tester. Timing light. Uraian Materi . celah platina. 3. 11. pompa akselerasi. 2. transmisi netral. kapasitas air. f. Dwell tester. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. Radiator tester. sistem pendingin. kapasitas air. rotor. baterai. cuk membuka penuh. pengapian. oli. vakum meter. Memeriksa kondisi air. busi. komponen engine cepat rusak. Berat jenis elektrolit. Sebutkan 2 prasyarat pengetesan tekanan kompresi. pembuka cuk. 8. Terminal baterai. Engine pada suhu kerja. governor. Kunci Jawaban Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan. kabel tegangan tinggi. membersihkan dan mengganti komponen. 12. putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. Trotel membuka penuh. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat melakukan perawatan/servis engine bensin sesuai ketentuan standar operasi kerja dan K3. Kondisi tutup. b. tegangan dan kebocoran elektrolit. slang vakum terpasang. Memeriksa kondisi air. rotor. Hydro meter. tutup radiator dan tali kipas. 7. vakum advancer. Engine sulit hidup. tutup distributor. Kegiatan belajar 2: Perawatan/servis Engine Bensin a. vakum advancer. pengapian tepat. tali kipas. celah platina. menyetel. pengapian dan pegas karbon. saringan oli. Trotel. Saringan udara terpasang. perlengkapan tambahan mati. karburator. tenaga kurang. Tacho meter.12. memeriksa. 9.

Lakukan latihan praktik perawatan/servis engine bensin pada engine stand atau pada unit kendaraan yang ada pada bengkel sekolah berulang-ulang sampai benar-benar menguasai materi/trampil. Menerapkan prosedur K3 dalam praktik. bila menggunakan buku manual. Gunakan lembar kerja yang ada pada modul ini untuk pedoman praktik. Tugas 1. d. 3. 2. Kunci jawaban Berpedoman pada kriteria penilaian praktik pada modul ini dan pada buku manual sesuai yang digunakan untuk praktikum. Catatlah dalam buku tugas setiap hasil pemeriksaan dan perbaikan/penyetelan yang dilakukan serta kesimpulan hasilnya. 2. Tes formatif Lakukan pekerjaan Perawatan engine bensin secara berkala sesuai prosedur standar dan prosedur Kesehatan dan keselamatan kerja. Menggunakan buku manual sesuai engine yang digunakan untuk latihan.1. e. 3. Melakukan praktik perawatan/servis engine bensin dengan engine yang ada di bengkel sekolah. c. . Laporkan pada guru pembimbing bila sudah menguasai materi untuk dilakukan tes praktik. 4.

.

KESELAMATAN KERJA: 1. 3. 3. Tempat komponen. 4. Kompresor udara. Peralatan Tune-up motor bensin standar. Peralatan tangan standar. . 5. ALAT: 1.LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis Engine dan Komponennya. : Perawatan Berkala Motor Bensin. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar. 2. 6. Siswa dapat melakukan pekerjaan perawatan berkala motor bensin. Elektrolit baterai jangan sampai kena anggota badan dan pakaian. Pergunakan peralatan sesuai fungsinya. Fender cover. Sub kompetensi TUJUAN: 1. 2. SST untuk Tune-up.

5. 9. baut-baut platina. 8. 7. 2. Bersihkan lingkungan kerja seperti semula. 4. 3. Tali kipas. Diskusikan dengan teman atau Tanya pembimbing bila ada yang ragu. 4. Air pendingin. 5. Saringan oli. 2. BAHAN: 1. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. LANGKAH KERJA: 1. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan. 6. busi. Kembalikan alat dan bahan seperti semula. 6.7. Ulangi pekerjaan ini sampai benar-benar kompetensi. 3. Kertas gosok. Kain lap (majun). . Laporkan pada pembimbing bila sudah menguasai materi untuk bersama-sama merencanakan uji kompetensi internal. Catatlah hasil pemeriksaan dan penyetelan komponen pada buku tugas. Buku manual sesuai jenis/merek engine yang digunakan. Elektrolit baterai/air baterai. Praktek Tune-up dengan langkah seperti pada manual. Siapkan peralatan dan bahan. 7. Oli pelumas engine.

Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. a. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes 1 dan Tes 2): Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. . Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. b.BAB III EVALUASI A. c.

mengganti oli. Baterai penyangga. kapasitas dan berat jenis elektrolit Dapat memeriksa kapasitas Sistem Pelumasan dan kondisi oli. kebocoran. Dapat memeriksa kondisi Saringan udara dan membersihkan serta mengganti elemen saringan Dapat memeriksa kondisi. serta dapat menguras dan mengganti air pendingin 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 2 3 4 5 6 7 Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas.d. membersihkan dan menyetel busi Kabel tegangan tinggi. . kondisi radiator dan slang radiator. Distributor Pengapian Dapat memeriksa kondisi tutup distributor. hubungan dan kondisi terminal. Kriteria Penilaian Praktik NO 1 1 ASPEK YANG DINILAI 2 Sistem Pendinginan INDIKATOR KEBERHASILAN 3 Dapat memeriksa kondisi dan kapasitas air. tes tekanan sistem dan kerja tutup radiator mengetes. Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. Dapat mengukur tahanan kabel tegangan tinggi. 2. memeriksa dan mengganti saringan oli Dapat memeriksa kondisi Busi.rotor. kerja governor dan vakum advancer. memeriksa dan menyetel celah platina. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). busi.

Nilai 9.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 INDIKATOR KEBERHASILAN 3 memeriksa dan menyetel sudut dwell. waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 8 Celah Ktup 9 Tekanan Kompresi 10 Karburator 11 K3 dan SOP CATATAN: 1. Dapat menerapkan K3 dan SOP. Dapat mengukur tekanan kompresi serta menyimpulkan hasilnya Dapat memeriksa dan menyetel trotel. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.00 (lulus istimewa/YA).00 (lulus baik/YA). cuk. Dapat menepatkan timing katup.mengukur dan menyetel katup. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA :««««««««««««« NIS :««««««««««««« NO SOAL NILAI TES 1 NILAI TES PRAKTIK KETERANGAN . 2. Nilai 7.pompa akselerasi. 3. Nilai 8. Mengencangkan baut kepala silinder dan rocker arm. memeriksa dan menyetel saat pengapian.00 (lulus amat baik/YA). pembuka cuk dan menyetel campuran serta putaran idel.

B. . Memeriksa kondisi air. kapasitas air. busi. rotor. 2. vakum advancer. karburator. saringan oli. baterai. Kunci Jawaban Tes 1 1. pengapian. kabel tegangan tinggi. putaran idel campuran idel dan tekanan kompresi. menyetel. tutup distributor. celah katup. membersihkan dan mengganti komponen.N1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 RATARATA N2 Nilai = Rata-rata nilai Tes 1 (N1) dikalikan 4 ditambah nilai rata-rata tes praktik (N2) dikalikan 6 kemudian dibagi 10 (4xN1) + (6xN2) N II= 10 NII= Nilai akhir OPKR. celah platina. Mengembalikan kinerja engine secara maksimal dengan.20-001-2 B N II = «««««« CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan. governor. memeriksa. oli. tali kipas.

vakum meter. Terminal baterai. 8. cuk membuka penuh. tutup radiator dan tali kipas. Tacho dan pengukur vakum terpasang dan CO meter posisi NOL siap pakai. 9. putaran idel dan campuran idel. pembuka cuk.3. perlengkapan tambahan mati. Memeriksa kondisi air. Radiator tester. governor. kapasitas air. Hydro meter. 5. 4. 12. Kondisi tutup. Compression Tester. Engine pada suhu kerja. Berat jenis elektrolit. cuk. transmisi netral. pompa akselerasi. tenaga kurang. CO meter. Dwell tester. Timing light. 11. bila menggunakan buku manual. Tacho meter. tegangan dan kebocoran elektrolit. Trotel. 7. Engine sulit hidup. Saringan udara terpasang. pengapian dan pegas karbon. rotor. sistem pendingin. komponen engine cepat rusak. vakum advancer. Engine panas. 10. Trotel membuka penuh. slang vakum terpasang. terminal-terminal. Katup masuk silinder 3 dan 4 serta katup buang silinder 2 dan 4. celah platina. pengapian tepat. suhu air normal. Tes 2 Berpedoman pada criteria penilaian praktik dan buku manual sesuai yang digunakan. 6. BAB IV PENUTUP . Radiator cap tester.

5K. Jakarta: Toyota Motor Corporation Anonim. otomotif Leave a Comment Yogyakarta: SMKN 2 Depok Perbaikan Sistem Rem Apr 21 Posted by 66tech Bab. (1983).4K. sebaiknya anda membuat rencana belajar dan mendiskusikan dengan guru/ tutor yang berkaitan dengan modul pemelajaran ini.Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Tanggal Waktu . Job Sheet Tune-up Motor Bensin. Toyota Astra Motor. New Step 1 Training Manual.). DAFTAR PUSTAKA Anonim.3K. Jenis Kegiatan Keg. Posted in ilmu. Toyota Astra Motor. (2003). Rencana Belajar Siswa Sebelum anda melanjutkan mempelajari modul ini. (t. 2 Evaluasi Uji Komp. (1995). Anonim. II Pembelajaran A. Sebaliknya bila siswa dinyatakan tidak lulus. 1 W Engine Service Training Information. maka isilah rencana kegiatan tersebut dalam format berikut ini. 1 Keg. 2 Keg. maka siswa tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. Pedoman Reparasi Toyota 2K. Bel. Jakarta: PT. Jakarta: PT. Bel. Anonim. Bel. Untuk membuat perencanaan kegiatan belajar anda.th.

b. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini. . atau rem parkir ekslusif yang dihubungkan dengan roda-roda belakang. Mobil penumpang dan kendaraan niaga yang kecil mempunyai rem parkir tipe roda belakang (rem kaki). Uraian Materi 1) Rem Parkir Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan.B. Kegiatan Belajar a. Kendaraan niaga yang besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang antara propeller shaft dan transmisi. Memeriksa. diharapkan siswa dapat: 1) 2) 3) Menjelaskan konstruksi dan cara kerja tangan. stick atau pedal. kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan tromol rem dan sepatu yang membangkitkan daya pengereman. Kegiatan Belajar 1 1. Mengidentifikasi macam-macam penyetel rem tangan. Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. memperbaiki dan menyetel rem tangan.

Ada beberapa tipe tuas rem parkir seperti diperlihatkan di bawah ini. dengan demikian penyetelan jarak tuas dapat dengan mudah distel.2) Cara Kerja Mekanisme kerja (operating mechanism) pada rem parkir pada dasarnya sama untuk tipe rem parkir belakang dan tipe center brake. dibagian tengah kabel diberi equalizer untuk menyamakan daya kerjanya tuas pada kedua roda-roda. Pada rem parkir roda belakang. Tuas fortuna rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi dengan menarik tuas rem parkir maka rem bekerja melalui kabel yang dihubungkan dengan tuas. Tuas intermediate (intermediate lever) dipasang untuk menambah daya pengoperasian. yang digunakan bergantung pada design tempat duduk pengemudi dan sistem kerja yang dikehendaki. Kabel rem parkir memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub-assembly. 3) Body Rem Parkir a) Rem Parkir Tipe Roda Belakang . Tuas rem parkir dilengkapi dengan ratchet utnuk mengatur tuas pada suatu posisi pengetesan. Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelannya dekat dengan tuas rem.

b) Tipe Center Brake Tipe center brake ini banyak digunakan pada kendaraan komersil. y Tipe rem parkir deveted Pada tipe rem parkir ini. Hal umum sebagai penyebab masalah pengereman di antaranya adalah: . Pada rem parkir tipe center brake ini daya pengeremannya terjadi pada saat sepatu rem yang diam ditekan dari bagian dalam terhadap tromol yang berputar bersama out put shaft transmisi dan propeller shaft. kendaraan masih juga bergerak. Tipe ini salah satu dari tipe rem tromol tetapi dipasang antara bagian belakang transmisi dan bagian depan propeller shaft. sepatu rem akan mengembang oleh tuas sepatu rem dan shoe strut (lihat gambar). Hubungannya dilakukan secara mekanik dihubungkan pada sepatu rem pada kendaraan yang mempunyai tromol rem. Pad menjadi aus dan langkah rem parkir akan bertambah dengan alasan ini. maka dilengkapi mekanisme penyetelan otomatis pada mekanisme rem parkir untuk menjaga langkah spindle agar tetap konstan setiap waktu. gerakan tuas menyebabkan poros tuas (lever shaft) berputar menyebabkan spindle menggerakkan piston. Cara kerjanya sama dengan tipe rem parkir seperti pada tromol rem. Seperti pada gambar di bawah. 4) Memperbaiki Rem Tangan Masalah yang biasa terjadi pada rem tangan adalah ketika memarkir kendaraan. y Pelayanan Rem Tipe Sharing (Rem Kaki) Tipe rem parkir ini digabungkan dengan rem kaki. y Kendaraan dengan rem piringan Dalam tipe rem parkir ini. Hasilnya. pad terdorong menekan rotor piringan (disc rotor). seperti pada gambar. Kabel rem parkir dipasang pada tuas sepatu rem dan daya kerja dari tuas rem parkir dipindahkan melalui kabel rem parkir ke tuas sepatu rem.Bodi rem parkir dikelompokkan menjadi dua tipe structural bergantung pada andilnya tromol rem atau piringan rem (rem kaki) atau komponen rem yang terpisah. Pada tempat yang menurun. y Kendaraan dengan tromol rem Pada tipe rem parkir ini. tromol rem parkir terpisah dari rem piringan belakang. atau pada piston pada mobil yang menggunakan disc brake. mekanisme rem parkir disatukan dalam caliperr rem piringan. Tipe rem ini bekerjanya sama dengan rem parkir tipe sharing pada kendaraan yang menggunakan rem tromol.

Periksa gerakan tuas rem dengan cara menarik sampai kedudukan pengerem. Gambar tempat perbaikan rem tangan d. sebelum kegiatan perbaikan. Pastikan seluruh komponen berada pada kondisi normal dan dapat digunakan dengan baik. Oleh karena itu. 1. Bilamana tarikan kawat melebihi spesifikasi karena kawat mulur. Tuas rem parkir 7 dan 10: Sepatu rem . d) Jarak bidang pengereman antara kanvas rem/ pad dan tromol/ cakram terlalu besar. lakukan penyetelan pada baut penyetel yang ada di tuas. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan. c. melalui pemutaran bintang (star) penyetel yang ada dalam tromol. sedangkan kerja rem tidak memperoleh hasil yang memuaskan. Bila tarikan kawat melebihi spesifikasi karena setelan. b. Posisi tuas rem yang benar biasanya setengah dari keseluruhan gerakan tuas. Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem tromol tanpa penyetel otomatis. Tuas penyetel 2. b. b) Tempat sambungan kendor atau karat. dan terdengar suara ³klik´ sesuai spesifikasi. yaitu: a. Bilamana tarikan kawat rem tidak lancar. berikanlah pelumasan jika masih memungkinkan. lakukan perbaikan dan penyetelan. Mur penyetel dengan penghubung berulir 5 dan 11: Penahan 6. pada rem tromol dengan penyetel otomatis. dapat juga dilakukan penyetelan di bagian penyama (equalizer) di bagian bawah kendaraan. c) Penyetelan kurang tepat. jarak bidang pengereman telah dijamin oleh penyetel otomatis. pemeriksaan terhadap komponen dan cara kerjanya harus dilakukan. a. Sedangkan. Atau bilamana masih baik. Silinder roda 3 dan 9: pegas pengembali 4. gantilah kawat beserta kelengkapannya.a) Kawat penarik telah mulur/ kendor atau karat.

Kalau kondisi rem baik. roda masih harus dapat berputar bebas Tarik penuh. rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. Untuk mencegah kejadian ini. penyetelannya bekerja secara otomatis. Tarik penuh. apabila celah sepatu pada keempat rodanya tidak sama pada semua roda-rodanya. pengereman. gerak batang 10 ± 20 gigi Kontrol: tarik 3 gigi. gigi per gigi. maka kendaraan akan tertarik ke salah satu arah atau roda belakang kendaraan akan seperti ekor ikan (yang mengibas ke kanan dan ke kiri).8. Penyetelan Rem Tangan Stel pada bagian penyetel sampai tercapai keadaan sesuai dengan gambar-gambar di bawah ini. hambatan gesek sama pada kedua roda. Celah Sepatu Rem Celah antara tromol dan kanvas yang besar akan menyebabkan kelambatan pada pengereman. penting sekali untuk menyetel secara tepat celah antara tromol dan kanvas sesuai spesifikasi yang dianjurkan dan melakukan perawatan setiap saat. Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem cakram. sedangkan untuk tipe lainnya celahnya harus dilakukan secara terbuka. hal itu terjadi dalam waktu bersamaan pada kedua roda. Pada beberapa tipe rem. menggunakan sekrup penyetel (3) apabila dilakukan. roda masih harus dapat berputar bebas Kontrol Kesamaan Kerja Rem Kanan dan Kiri Tarik tuas tangan. Tarik tuas rem tangan lagi. Rangkuman . Begitu juga. gigi per gigi. Mur penahan sepatu rem e. Bila celah antara tromol dan kanvas terlalu kecil. Ketidaksamaan kerja rem dapat berasal dari: Nilai gesekan yang berbeda (tromol. sampai roda tak dapat diputar. kanvas) Kelancaran jalan kabel rem tangan yang berbeda. sampai rem tangan mulai berfungsi. gerak tuas harus 3 ± 7 gigi Kontrol: tarik 1 gigi. Kalau rem tangan berfungsi dengan baik. c. tuas rem (2) karena tarikan kabel rem akan menekan piston beserta padnya melawan cakram dengan baik. Jangkar (Anchor) 12.

Test Formatif Jelaskan fungsi rem parkir pada mobil! Sebutkan hal-hal yang menyebabkan kendaraan masih bergerak pada waktu di parkir pada tempat yang menurun! 3. ? Body rem parkir dikelompokkan menjadi 2 type: § Type sharing § Type deveted ? Hal-hal yang menyebabkan masalah pada pengereman: § Kawat penarik molor/ kendur § Tempat sambungan kendur § Penyetelan kurang tepat § Jarak pengereman kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar d.? Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan. 5. Jelaskan cara kerja sistem tersebut dengan disertai gambar! e. 1. Tugas Amati sistem rem parkir dan komponen pengoperasian yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif. Jelaskan fungsi tuas intermediate (intermediate lever)! Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem parkir! Sebutkan 3 type tuas rem parkir yang banyak dipergunakan pada mobil! Perhatian Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya. kabel atau type mekanisme batang (rod). ? Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem. stick atau pedal. cocokanlah jawaban anda dengan yang termuat pada halaman berikut. 2. 4. tromol rem dan sepatu rem. .

Kunci Jawaban Formatif Fungsi rem parkir untuk memarkir kendaraan agar tidak bergerak. 3. g. tromol rem dan sepatu rem. jika belum catat bagian yang Anda tidak puas. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem tangan Membedakan bermacam-macam sistem penyetel.f. Untuk menambah daya pengoperasian. 2. a) b) c) Type Tuas Type Stick Type Pedal Perhatian 1. 1. a) b) Kawat penarik kendor Tempat sambungan kendor/ karat c) Penyetelan kurang tepat d) Jarak bidang pengereman antara kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar. stick/pedal. 1. Apakah Anda puas dengan jawaban Anda. 2. . Tuas rem. 2. Diskusikan dengan Tutor Anda. Bila puas lanjutkan dengan kegiatan berikutnya. kabel.

§ Lakukan prosedur: o Memeriksa fungsi rem tangan o Membedakan bermacam-macam sistem penyetel o Menyetel rem tangan § Mintalah penjelasan pada instruktur hal yang belum jelas § Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula.3. Keselamatan Kerja § Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. § Jangan menyetel rem yang panas. . Menyetel rem tangan 1. 3. Langkah Kerja § Siapkan alat dan bahan praktek. agar tidak terjadi kesalahan dalam penyetelan. Alat dan Bahan Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) i) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Kunci momen Mobil VET a) Kan oli/ Oil can j) Lap 2.

2. kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang relatif kecil.4. 5. Menyebutkan komponen-komponen rem tromol Mengontrol fungsi penguat tenaga rem (booster) 3. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan-kegiatan ini diharapkan siswa dapat: 1. Memeriksa saluran dan slang rem Membongkar. Tromol rem (Brake drum) . b. Kegiatan Belajar 2 a. 2. memeriksa. 4. Komponen-Komponen Rem Tromol 1. memperbaiki dan menyetel sistem rem tromol. Uraian Materi 2 Rem Tromol Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda. Backing plate Silinder roda (Wheel cylinder) Sepatu rem dan kanvas (Brake shoe and lining) 4. 3. memeriksa dan memperbaiki silinder master dan silinder roda Membongkar. Tugas § Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Karena self ± energizing efect ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangkan sepatu.

Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus serta harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Apabila rem tidak bekerja. y Silinder Roda Silinder roda (wheel cylinder) terdiri dari beberapa komponen seperti terlihat pada gambar di sebelah kanan. Piston akan menekan kearah sepatu rem kemudian bersama-sama menekan tromol rem. Koefisien tersebut sedapat mungkin tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan turun naiknya temperatur dan kelembaban yang silih berganti. Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda. maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik sepatu rem . Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeliling (pada kendaraan besar) atau dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan tromol. y Sepatu Rem dan Kanvas Rem Sepatu rem (brake shoes) seperti juga tromol (drum) memiliki bentuk setengah lingkaran. Bleeder plug disediakan pada silinder roda gunanya untuk membuang udara dari minyak rem.y Backing Plate Backing plate dibuat dari baja press yang dibaut pada axle housing atau axle carrier bagian belakang. Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk menggerakkan kedua sepatu rem yaitu satu piston untuk setiap sisi silinder roda. Bila timbul tekanan hidraulis pada master cylinder maka akan menggerakkan piston cup. Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja. Karena sepatu rem terkait pada backing plate maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate. Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran . sedangkan sistem yang lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya satu sepatu rem.

Ketika kanvas menekan permukaan bagian dalam tromol bila rem bekerja. Tromol rem ini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa bersentuhan dan berputar bersama roda. bila sudah menonjol dapat ditarik keluar) Pemeriksaan Bersihkan semua komponen dalam air Jika korosi ringan dapat dihoning Jika korosi berat harus diganti Periksa ulir-ulir baut Periksa sil Jika keadaan rusak. lead. Melepas dan Membongkar Silinder Kosongkan tabung reservoir (dengan penyedot) Lepaskan pipa-pipa tekanan Lepaskan master dari booster Lepaskan tabung reservoir dari silinder master (dengan menarik perlahan-lahan) Lepaskan baut penyetop torak 2 sekunder piston (tekan torak dalam-dalam dan lepaskan baut penyetop) Lepaskan ring penjamin (snap ring) dengan menekan torak dan melepas snap ring. maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu setinggi 200 0 C sampai 3000C. y Tromol Rem Tromol rem (brake drum) umumnya terbuat dari besi tuang (gray cast iron) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini.fiber metalic dengan brass. Keluarkan torak 1 dan 2 (ketok pada dua balok kayu beri alas kain. sobek dan keras harus diganti . plastik dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu.

Jika ujung silinder dan kelilingnya basah oleh cakram rem. Jika torak korosi atau pecah harus diganti.(Catatan: Pada setiap pembongkaran sebaiknya sil-sil diganti dengan yang baru) Periksa torak dan pegas Jika pegas korosi.! Jangan memutar honing di luar silinder master«!!! Pemeriksaan Kebocoran pada Silinder Master Periksa kebocoran pada sambungan pipa rem dan reservoir. Setelah halus. kaku dan lemah harus diganti. Periksa kebocoran pada sil sekunder. bersihkan dengan udara kompresor. silinder harus dioverhaul atau diganti. Catatan: Toleransi diamter silinder master + 1 mm. . Perbaikan Memperbaiki silinder master korosi Dihoning dengan alat honing (menggunakan bor tangan) Saat menghoning silinder dilumasi dengan air. Putaran honing = 1000 rpm Awas«.

Lepas tromol hanya pada rem yang sedang diperiksa. Pemeriksaan Fungsi Rem Tromol Periksa apakah silinder rem macet. Untuk itu. . alat tersebut harus dibersihkan/dioverhaul. Periksa slang-slang rem. Tekan pedal rem beberapa kali. Pada tahap ini pedal tidak boleh ada reaksi. sil sekunder bocor. Periksa hal tersebut. Perhatikan pada pemasangan slang rem. pedal akan menurun sedikit. lepas slang vakum penguat tenaga rem dan cium slang tersebut. semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul. Hidupkan motor sewaktu pedal rem ditekan. Kalau penguat tenaga berfungsi. kalau pedal rem harus ditekan keras sekali untuk mencapai perlambatan/ pengereman mobil yang cukup. Apabila bocor atau berkarat keras. Jika basah oleh cairan rem. jangan bersinggungan dengan roda. Juga sewaktu roda depan dalam posisi terbelok. ujung silinder tidak dapat diperiksa tanpa melepas silinder. Tromol roda-roda lain harus terpasang. pipa rem harus diganti. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. katup anti-balik pada penguat tenaga harus dibersihkan/diganti. agar torak-toraknya tidak tertekan keluar. Jika ada cairan rem di dalam penguat tenaga rem. Periksa juga di sekeliling flens silinder master pada penguat vakum. Pemeriksaan Saluran dan Slang Rem - Periksa pipa-pipa rem. Matikan motor sewaktu pedal rem ditekan. Jika permukaannya retak atau tergores. Jika peda akan terdorong kembali. selama tahap tersebut. Jika berbau cairan rem. Torak-torak pada silinder rem yang diperiksa harus bergerak keluar tampa ada kebocoran di silinder roda.Jika mobil dilengkapi dengan penguat tenaga rem (booster). Kontrol Fungsi Penguat Tenaga Rem (Booster) Kontrol ini harus dilaksanakan. slang harus diganti. pada saat motor mati. Jika terdapat kebocoran. lepas silinder pada flensnya untuk pemeriksaan pada sil sekundernya. kedua kanvas ditahan dengan obeng.

nilai geseknya kurang. Penyetelan Sepatu Rem . Periksa permukaan kanvas. 3. nilai gesekannya kurang. Permukaan kanvas yang kotor karena oli aksel atau cairan rem biasanya diganti baru. Bila berwarna abu-abu sampai hitam. atau berkarat. Jika kurang dari 1. 5. Maka permukaan harus dibersihkan denga kertas gosok. Periksa kondisi dan pemasangan bagian pengikat sepatu rem: 1. Dilarang menggunakan angin. Kalau permukaannya keras dan berkilat. Kebocoran dapat dilihat pada piringan rem dan pada poros aksel yang basah karena oli. - Periksa kebocoran pada sil poros aksel (hanya pada aksel rigid dengan penggerak roda). Tidak perlu digosok. Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal. Periksa kebocoran pada silinder rem.5 mm atau keling kanvas sudah tercoret. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang normal. Sil yang bocor harus diganti baru. Untuk memeriksa kebocoran. Kedudukan pegas Pemasangan batang penghubung 4. semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul atau diganti baru. kanvas harus diganti baru. Jika ada. atau lebih baik dengan dibubut/ digerinda. Kedudukan ujung sepatu 2. Pemeriksaan/ Pembersihan Bagian-bagian Rem Tromol Bersihkan bagian-bagian rem dengan kuas atau sikat. 6. lihat juga bagian dalam karet pelindung debu silinder rem. Pengunci sepatu Kedudukan pegas Kedudukan ujung sepatu - Periksa tebal kanvas.Periksa permukaan gesek pada tromol rem. pakai air sabun jika kotor keras.

Suzuki). 1. Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh kanvas rem? 4. mobil selalu bergerak ke arah kiri. Lubang-lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet. tromol tertekan teratur pada flensnya) Penyetelan rem biasanya dapat dilakukan melalui lobang paa piringan rem. (Jika roda tidak terpasang. c. Rangkuman ? Komponen-komponen rem tromol: § Backing plate § Silinder roda § Sepatu rem dan kanvas § Tromol rem ? Kanvas rem harus dapat menahan pana dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Juga ada mobil dengan lubang penyetel pada tromol (misal: VW. Penyetelan dapat dilakukan dengan obeng. ? Pada waktu pemasangan selang rem. Tugas Apa analisis Anda dan apa yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan di bawah ini: Seorang pengemudi mengeluh saat kecepatan mobil tinggi kemudian direm. d. tetapi sering lebih sederhana dengan alat khusus atau obeng yang dibengkokkan sesuai dengan keperluan. Test Formatif Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem tromol! Apa akibatnya apabila celah antara tromol dan kanvas terlalu besar dan terlalu kecil? 3. roda harus terpasang dengan posisi lubang pelg pada lubang tromol. Apa fungsi bleeder plug pada silinder roda? .Pada sistem pengingkatan tromol dengan flens. e. roda harus dipasang untuk mendapat hasil penyetelan yang baik. jangan sampai bersinggungan dengan roda. 2. Pada sistem ini.

Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat sepatu rem? F. Backing plate b. Lembar Kerja 1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol. Tromol rem 2. Alat dan Bahan a) Alat pengangkat b) c) d) e) f) g) h) Penyangga Kotak alat Kunci roda Palu baja Alat cuci (air) Sikat baja Pistol udara .5. Silinder roda c. Pelat baja. g. 3. 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol 1. 4. Kunci Jawaban Formatif 1. Sepatu rem dan kanvas rem d. Celah yang besar menyebabkan kelambatan pada pengereman. 5. Celah yang kecil menyebabkan rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. a. Tahan panas dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Untuk membuang udara dari minyak rem.

i)

Kunci momen j) Mobil

k) l)

Kertas gosok Kan oli

m) VET dan lap 2. Keselamatan Kerja a) b) Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik. Dilarang membersihkan rem dengan angin, debu asbes dari kanvas beracun. 3. Langkah Kerja a) Siapkan Alat dan Bahan Praktek b) Lakukan prosedur:

1) Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol 2) Membersihkan rem tromol 3) Menyetel rem tromol c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur hal-hal yang belum jelas

Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. 4. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! 2. Kegiatan Belajar 3 a) Tujuan Kegiatan Belajar Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat: 6. Menyebutkan komponen-komponen rem cakram. 7. Menyebutkan jenis-jenis kaliper.

8.

Membongkar, memeriksa, memperbaiki dan menyetel rem cakram. a. Uraian Materi Rem Cakram

Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat besi tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini disc pad) yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara pad dan cakram (disc).

Karakteristik dari cakram hanya mempunyai sedikit aksi energi sendiri (self± energizing action), daya pengereman itu sedikit dipengaruhi oleh fluktuasi koefisien gesek yang menghasilkan ke stabilan tinggi. Selain itu karena permukaan bidang gesek selalu terkena udara, radiasi panasnya terjamin baik, ini dapat mengurangi dan menjamin dari terkena air. Rem cakram mempunyai batasan pembuatan pada bentuk dan ukurannya. Ukuran disc pad agak terbatas, dan ini berkaitan dengan aksi self± energizing limited. Sehingga perlu tambahan tekanan hidraulis yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efisien. Juga pad akan lebih cepat aus dari pada sepatu rem tromol. Tetapi konstruksi yang sederhana mudah pada perawatannya serta penggantian pad.

Komponen-Komponen Rem Cakram
y

Piringan

Umumnya cakram atau piringan (disc rotor) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) berlubang-lubang untuk ventilasi.

Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, kedua-duanya untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama.
y

Pad Rem

Pad (disc pad) biasanya dibuat campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi. Tipe ini disebut dengan ³Semi Metalic disc pad´. Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diizinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. Pada beberapa pad. Penggunaan metallic plate (disebut dengan anti-squel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi saat berlaku pengereman. Jenis-Jenis Kaliper Caliper juga disebut dengan cylinder body, memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana minyak rem disalurkan ke silinder. Caliper dikelompokkan sebagai berikut menurut jenis pemasangannya: Ä Tipe Fixed Caliper (Double Piston) Caliper dipasangkan tepat pada axle atau strut. Seperti digambarkan di bawah ini, pemasangan caliper dilengkapi dengan sepasang piston. Daya pengereman didapat bila pad ditekan piston secara hidraulis pada kedua ujung piringan atau cakram. Fixed caliper adalah dasar disain yang sangat baik dan dijamin dapat bekerja lebih akurat. Namun demikian radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada antara cakram dan velg, menyebabkan sulit tercapainya pendinginan. Untuk ini membutuhkan penambahan komponen yang banyak. Untuk mengatasi hal tersebut jenis caliper fixed ini, sudah jarang digunakan.

Ä Tipe Floating Caliper (Single Piston) Seperti terlihat pada gambar piston hanya ditempatkan pada satu sisi kaliper saja. Tekanan hidraulis dari master silinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram). Pada saat yang sama tekanan hidraulis menekan sisi pad (reaksi B). ini menyebabkan kaliper bergerak ke kanan dan menjepit cakram dan terjadilah usaha tenaga pengereman. Caliper tipe floating dapat digolongkan sebagai berikut: 1) Tipe Semi-Floating à Tipe PS

2)

Tipe Full-Floating à (Tipe F, Tipe FS, Tipe AD dan Tipe PD)

Caliper tipe semi±floating menerima tenaga pengereman yang dibangkitkan pad bagian luar. Pada caliper tipe full±floating, kemampuannya pengeremannya dibangkitkan oleh kedua pad dengan troque plate. Caliper floating banyak digunakan pada kendaraan penumpang modern. Susunan Rem Cakram Jenis Kaliper Luncur 1. Kaliper Luncur 2. Rangka Tetap 3. Balok Rem (Pad) 4. Batang Pengantar 5. Busing Pengantar Pembongkaran Lepas baut pengunci kaliper 6. Tabung Pengantar 7. Baut Pengantar 8. Karet Pelindung Kotoran 9. Klip

Angkat kaliper dan keluarkan balok-balok rem

Pemeriksaan

-

Periksa kondisi balok rem. Jika kanvas mulai lepas dari plat dudukannya atau jika tebal kanvas kurang dari 2 mm, balok rem harus diganti baru.

Periksa kondisi cakram. Cakram yang berkarat atau hitam pada permukaan gesek, harus digerenda atau diganti baru. Permukaan gesek cakram yang beratur tidak mempengaruhi fungsi rem. Cakram dengan tebal yang kurang harus diganti baru

Tebal baru = 7 ± 12 mm, tebal minimal biasanya tebal baru dikurangi 1 mm.

Periksa fungsi torak. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Pada waktu pedal ditekan, torak harus bergerak keluar. Jika torak macet, kaliper rem harus dioverhaul. Untuk mengembalikan posisi torak, pakai alat penekan khusus atau tang pompa air.

Pada waktu itu cairan rem yang penuh pada reservoir harus dikurangi, untuk menghindari tumpahan cairan rem. Jika menggunakan tang pompa air, perhatikan karet pelindung debu. Karet pelindung yang robek harus diganti baru. Jangan menekan pedal beberapa kali, torak dapat keluar/ lepas. Kaliper kedua harus terpasang atau dipres dengan sebuah klem C. Periksa busing batang dan tabung penghantar. Pasang

kaliper pada kerangka, keraskan baut pengikatnya. Kaliper harus dapat bergerak ke kanan dan ke kiri dengan baik. Jika gerakannya berat atau macet, maka busing batang dan tabung pengantar harus diperbaiki. Pembongkaran Melepas rem luncur Lepaskan kaliper dengan melepas batu pemegangnya. Keluarkan pad dari dudukannya.

Lepaskan pemegang kaliper (Perhatikan pin pengunci pada baut pengantar) Mengeluarkan piston dari kaliper Keluarkan karet penutup. Awas ring pengunci penahan. Keluarkan piston dengan udara tekan (kompresor)

-

Hadapkan piston ke lantai/ meja kerja agar tidak membahayakan.

Keluarkan sil piston dengan obeng. (Awas jangan sampai menggores silinder kaliper)

Bersihkan semua komponen kaliper rem luncur dengan air (bila perlu dengan sabun) Awas jangan menggunakan oli, bensin atau solar.

Pemeriksaan Periksa semua komponen kaliper rem luncur. Periksa cakram kaliper rem luncur

A = Kerusakan kecil masih dapat diperbaiki (dibubut) B = Kerusakan keras (sebaiknya diganti) C = Kerusakan miring rusak (harus diganti) Perbaikan Silinder kaliper rem luincur Silinder yang tergores dan korosi berat harus diganti!

Jika korosi ringan dapat dihoning hingga korosi hilang dari permukaan silinder.

(Gunakan air pada saat menghoning, Awas«! Jangan menghoning berlebihan. Alat honing tidak boleh diputar di luar silinder) Piston kaliper rem luncur Karet penutup yang rusak (keras mengembang atau sobek) harus diganti. Seal piston harus diganti.

Piston yang rusak/ korosi berat harus diganti.

Jika korosi ringan dapat dibersihkan dengan amplas halus.

? Untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama maka pada piringan dibuat berlubang. Cakram kaliper rem luncur Cakram harus diganti jika tebal di bawah batas limit (kurang dari 1 mm) dari tebal stadart.1 mm jika lebih dapat dibubut kembali hingga batas limit ketebalan cakram. 1. c. Ganti pad jika ketebalan di bawah batas limit (2 mm) Pad yang berdebu dibersihkan dengan udara tekan Pemegang kaliper Jika pemegang kaliper rusak atau korosi berat harus diganti dengan yang baru.(Awas«! jangan mengamplas berlebihan. Komponen lainnya yang rusak/ korosi berat juga harus diganti. d. ? Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diijinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad. Tugas Amati sistem rem cakram dan komponen pengoperasiannya pada mobil yang ada di bengkel otomotif kemudian jelaskan cara kerjanya. à Dudukkan dial indikator pada bagian yang tetap (suspensi/ chasis) b. Cakram tegak memanjang sebaiknya diganti. Run out cakram maksimum 0. Rangkuman ? Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram (disc). Test Formatif Sebutkan komponen utama rem cakram! . Batas limit 0.1 à lihat manual) Pad kaliper rem luncur Pad yang mengeras harus diganti dengan yang baru.

Pad rem c. type ventilasi dan type solid dengan tromol. Menjamin pendinginan yang baik. Kunci Jawaban Formatif a. 3. Sebutkan 3 type piringan yang digunakan pada mobil! e. Apa yang dimaksud dengan water fading? Jelaskan tujuan cakram dibuat berlubang! Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat pad rem! 5.2. Membersihkan cakram 1. 4. cakram dan kaliper. 2. 1. Alat dan Bahan a) Pengangkat mobil b) Penyangga c) Kunci roda d) Kotak alat e) Sikat baja f) Mistar sorong . 3. 5. Lembar Kerja Memeriksa fungsi rem cakram Memelihara kondisi balok rem. mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang serta tahan lama. Calliper 2. 1. Berkurangnya koefisien gesek antara sepatu rem dan pad karena terkena air/ basah. f. 4. Piringan (Disc Rotor) b. Campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi Type solid. 3.

3. cakram dan kaliper 3) Membersihkan cakram c) d) Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal-hal yang belum jelas. Tugas Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar! Posted in ilmu. otomotif Leave a Comment Perbaikan Ringan Pada Rangkaian_Sistem Kelistrikan Apr 21 . 4. Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula. Hindarkan cat mobil dari cairan rem.g) Lampu kerja h) Kunci momen i) Mobil dengan rem cakram j) Cairan rem k) Kertas gosok l) VET temperatur tinggi 2. jika terjadi tumpah langsung dibersihkan dengan air. Keselamatan Kerja a) b) Pemasangan penyangga mobil harus baik. Langkah Kerja a) Siapkan alat dan bahan praktek b) Lakukan prosedur 1) Memeriksa fungsi rem cakram 2) Memeriksa kondisi balok rem.

jawaban test kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. DESKRIPSI Modul Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dengan kode OPKR 50-002 B berisi materi dan informasi tentang dasar listrik. kegiatan belajar 3. Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan pada ECU. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indikator penguasaan materi. B. materi. PRASYARAT Sebelum mempelajari modul ini diharapkan siswa telah berhasil mencapai kompetensi tentang Pengujian. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui kompetensi siswa. Uji teoritis siswa menjawab pertanyaan pada soal evaluasi. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan. Perbaikan conector. Kegiatan belajar 4. C. kegiatan belajar 5. dan diakhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi. Pemeliharaan/Servis dan Penggantian Baterai kode OPKR 50-001 B. Modul ini disusun dalam 5 kegiatan belajar yaitu: Kegiatan belajar 1. kegiatan belajar 2. Mengganti sekering dan bohlam.Posted by 66tech BAB. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada. sedangkan uji praktik dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. dilanjutkan test formatif. I PENDAHULUAN A. perbaikan rangkaian kabel dan conector. penggantian sekering dan bohlam. pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU. Dasar listrik. Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. Perbaikan rangkaian kabel. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL . Setiap kegiatan belajar berisi tujuan.

Fasititator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi. alat. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja yang ada. Kerjakan setiap tes formatif pada setiap kegiatan belajar. e. motivator. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar. Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja. c. sebelum membaca modul lebih lengkap. Jadi guru/intruktur berperan: a. f. Bila anda merasa siap mintalah guru/intruktur untuk menguji kompetensi anda. training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai. organisator dan evaluator. memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa.1. 2. dan mencapai kompetensi dengan sempurna c. sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya. bila ada uraian yang kurang tanyakan pada guru/instruktur. Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat. Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa. g. Petunjuk Bagi Guru/Istruktur Guru/intruktur bertindak sebagai fasilitator. D. Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul. d. TUJUAN AKHIR Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi: . berlatih keterampilan. bahan. Petunjuk Bagi Siswa a. untuk mengetahui seberapa besar pemahaman anda terhadap materi yang disampaikan. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai. klarifikasi hasil jawaban pada lembar jawaban yang ada. d. teliti dan hati-hati. b. b. Lakukan latihan dengan cermat.

Mengukur tegangan. Merangkai hubungan seri. mengidenSistem/kompone kerja teliti dalam undang K 3 membongkar.1. 4. pada komponen prosedur pabrik dan pengujian. Melakukan perbaikan konektor. Melakukan perbaikan pengkabelan 6. menentukan dan kesalahmetoda § Prosedur untuk § Mengidentifikasi KRITERIA KINERJA . terhadap kelistrikan serta komponen atau § Prosedur § Cermat dan merakit kembali § Prosedur sistem lainnya. 2. tahanan dan arus 3.penggunaan memeriksa dan kesalahan menyebabkan listrikan alat ukur § Prinsip-prinsip mengu-kur sistem/kompone kerusakan otomotif. § Jenis pengujian kerusakan § Persyaratan sistem/komponen § Tes/pengujian sistem kekeselamatan ke-listrikan dilakukan untuk listrikan kendaraan. Mengganti sekering dan bohlam 5. elektronik komponen sistem kelistrikan n. KOMPETENSI KOMPETENSI: Melakukan Perbaikan Ringan pada Rangkaian/Sistem Kelistrikan KODE B KOMPETENS I : OPKR 50-002B LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA SIKAP N N R 1. dapat berfungsi n dan proses § Informasi yang pengujian penyambung § Pengukuran normal tanpa benar di-akses kelistrikan an kabel kelistrikan dan adanya kerusakan dari spesifikasi . Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU. § Melaksanakan dipahami. tifikasi n diuji tanpa sistem ke. parallel dan gabungan . pengukura teliti dalam hingga sistem perbaikan. Menguji dan § § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Melepas. E.

2. prosedur keselamat § -an kerja. rang-kaian kabel sistem penggunaan sistem kelistrikan dilaksanakan kelistrikalat ukur § Prinsip-prinsip serta merakit dengan tanpa an elektronik kembali hingga kelistrikan menyebabkan otomotif. sistem dapat kerusakan berfungsi normal § Cermat dan § Prosedur terhadap kompo. nen atau sistem pengukura kerusakan pada proses komponen n dan penyambung § Pengukuran .baikannya gunakan . undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). peralatan dan teKnik yang § Standar sesuai. yang di-perlukan § Seluruh kegiatan pengujian dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R an/kerusakan perdengan meng. Mengidentifikasi kesalahan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. Perbaikan § Perbaikan § Prinsip § Cermat dan § Undang§ Memperbaiki ringan pada ringan pada kerja teliti dalam undang K 3 rangkaian kabel rangkaian kabel.§ Prosedur teliti dalam tanpa adanya perbaikan. KRITERIA KINERJA MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N menghindari kesalahkerusakan pada an/kerusakan ECU (Electrical sistem/ komponen Control Unit) = untuk menenunit pengontrol tukan perbaikan listrik. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan.

sistem kelistrikan dan § Perbaikan yang metoda diperlukan. perpenggantian komponen dan baikannya . kerja KRITERIA KINERJA § Seluruh kegiatan perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). pengujian kelistrikan . peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijak an perusa-haan. § Prosedur untuk menghindari kerusakan pada ECU (Electrical Control Unit) = unit pengontrol listrik. § Persyaratan keselamatan kendaraan. § Informasi yang benar di-akses dari spesifikasi § Jenis pabrik dan kerusakan dipahami. penyetelan dilaksanakan dengan § Standart menggunakan prosedur per-alatan.B KOMPETENS I LINGKU P BELAJA R lainnya. . undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja). tehnik keseladan material matan yang sesuai. MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP an kabel PENGETAHUA KETERAMPILA N N kelistrikan dan prosedur pengujian.

tahanan dan arus 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 2. Cek Kemampuan SubKompetensi 1. arus dan tegangannya 4) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian seri 5) 6) Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian paralel Saya dapat menjelaskan karakteristik rangkaian Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak Test Form Test Form . Dasar Listrik § Merangkai hubungan seri.F. Dasar Listrik § Mengukur tegangan. parallel dan gabungan Pernyataan Saya dapat menggambarkan struktur benda dan electron bebas dengan benar Saya dapat menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar Saya dapat menjelaskan teori aliran listrik dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan pengertian tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar Saya dapat menjelaskan Hukum Ohm dengan benar Saya dapat menjelaskan daya listrik dengan benar 1) Saya dapat merangkai seri dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. arus dan tegangannya 2) Saya dapat merangkai paralel dua atau lebih kompenen dan menentukan tahanan. arus dan tegangannya 3) Saya dapat merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen dan menentukan tahanan.

Penggantian sekering dan bohlam 1) 2) 3) Saya dapat menjelaskan prosedur menghindari kerusakan ECU. Saya dapat membedakan sekering type blade dan catridge Saya dapat menunjukkan kondisi sekering yang baik Saya dapat membaca kapasitas dari sekering 4) 5) 6) Saya dapat mengganti sekering putus Test form Saya dapat membedakan bohlam putus dan bohlam baik Saya dapat membaca daya dari bohlam 7) Saya dapat mengganti bohlam Saya dapat menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan Saya dapat mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel Saya dapat menentukan ukuran kabel yang 5. Memeriksa 1) saya dapat menyebutkan tiga type gangguan pada kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan rangkaian/system kelistrikan dan 2) Saya dapat menjelaskan penyebab nilai tahanan prosedur menghindari dalam rangkaian menjadi bertambah kerusakan ECU 3) Saya dapat menyebutkan peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian 4) 5) Saya dapat menggunakan jumper wires Saya dapat menggunakan tes lamp Test form 6) Saya dapat menyebutkan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper 7) 4.SubKompetensi Pernyataan Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak kombinasi 3. Perbaikan rangkaian kabel 1) 2) 3) Test form .

Perbaikan connector Test form BAB.SubKompetensi Pernyataan digunakan 4) 5) 1) 2) Saya dapat menjelaskan metode memperbaiki kabel Saya dapat menyambung kabel dengan benar Saya dapat menyebutkan macam konnkctor Saya dapat melepas dan memasang konnktor 3) 4) Saya dapat memelihara konnektor Saya dapat mengganti konnektor Jawaban Bila jawaba kerjak Ya Tidak 6. silakan konsultasi dengan guru/instruktur untuk menentukan jadwal sesuai tingkat kesulitan. berdasarkan hasil cek kemampuan awal yang telah anda lakukan. Jenis Kegiatan Dasar Listrik Memeriksa rangkaian kelistrikan serta prosedur menghindari kerusakan ECU Mengganti sekering dan bohlam Perbaikan rangkaian kabel Perbaikan konektor Uji Kompetensi Tgl Waktu Tempat Alasan Paraf Perubahan Guru . II PEMBELAJARAN A. Mintalah paraf guru/instruktur sebagai tanda persetujuan terhadap rencana belajar anda. RENCANA BELAJAR Rencanakan kegiatan belajar anda dengan baik.

Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat: 9) Menjelaskan struktur benda dan electron bebas dengan benar. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. 10) Menjelaskan perbedaan listrik statis dengan listrik dinamis dengan benar 11) Menjelaskan teori aliran listrik dengan benar 12) Menjelaskan arus listrik dan cara mengukurnya dengan benar 13) Menjelaskan tegangan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 14) Menjelaskan tahanan listrik dan cara mengukurnya dengan benar 15) Menjelaskan Hukum Ohm dengan benar 16) Menjelaskan daya listrik dengan benar 17) Merangkai seri dua atau lebih kompenen kelistrikan 18) Merangkai parallel dua atau lebih kompenen kelistrikan 19) Merangkai kombinasi tiga atau lebih kompenen kelistrikan 20) Menjelaskan karakteristik rangkaian seri 21) Menjelaskan karakteristik rangkaian paralel 22) Menjelaskan karakteristik rangkaian kombinasi b. Dasar Listrik a. Uraian Materi .B.

misalnya panas. Proton dan netron ternyata memiliki muatan listrik. Jadi atom adalah bagian terkecil dari suatu partikel/benda. dikatakan bermuatan netral. Molekul kalau kita pecah lagi akan kita dapatkan beberapa atom. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. sedangkan neutron tidak memiliki muatan atau netral. Elektron Bebas Elektron-elektron yang orbitnya paling jauh dari inti. cair dan gas. Gambar 2. gesekan atau . atom akan terjadi tarik menarik antara nucleus sehingga elektron akan tetap berada dalam orbitnya masing-masing. Struktur Atom Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. Bentuk materi dan struktur Suatu benda bila kita pecah tanpa meningggalkan sifat aslinya akan kita dapatkan partikel yang disebut molekul. Gambar 1. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron.Materi dan Atom Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. dimana proton memiliki muatan (+) dan elektron memiliki muatan ( ± ). Atom yang memiliki jumlah proton dan elektron yang sama. Sesuai dengan hukum alam. memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti.

pembangkitan panas. Gambar 4. Elektron bebas LISTRIK Listrik merupakan salah satu energi yang banyak digunakan untuk menggerakkan berbagai peralatan atau mesin. Energi listrik tidak dapat dilihat secara langsung. Gambar 3.reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. dirasakan seperti saat orang tersengat listrik. didengar seperti suara bel atau radio. gerakan dari elektron bebas inilah yang menghasilkan bermacam-macam fenomena kelistrikan (seperti loncatan bunga api. sehingga sebagian besar komponen sistem kelistrikan otomotif merupakan konversi energi listrik menjadi energi yang dikehendaki. cahaya. pembangkitan magnet dan reaksi kimia). namun dampak atau akibat dari energi listrik dapat dilihat seperti sinar atau cahaya bola lampu. Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron). dibauh seperti bauh dari kabel yang terbakar akibat hubung singkat. Efek listrik Listrik merupakan sumber energi yang paling mudah dikonversi menjadi energi yang lain. Contoh komponen kelistrikan: 1) Baterai merubah energi listrik menjadi energi kimia .

Tipe DC b). Listrik arus searah elektron bebas bergerak dengan arah tetap. Gambar 5. tidak bergerak hanya berkumpul dipermukaan benda tersebut. . Listrik dinamis a) Tipe DC b). sedangkan alternator merupakan sumber arus bolak-balik. Baterai merupakan sumber listrik arus searah. Listrik statis dapat dibangkitkan dengan cara menggosokkan sebuah gelas kaca dengan kain sutra. Setelah digosok gelas kaca akan bermuatan positip dan kain sutra akan bermuatan negatip. dan sebagainya. Tipe AC Listrik dinamis dikelompokkan menjadi dua yaitu listrik arus searah (Direct Current) dan arus bolak-balik (Alternating Current).2) Motor starter merubah energi listrik menjadi energi gerak 3) Lampu merubah energi listrik menjadi cahaya dan panas 4) Pematik rokok merubah energi listrik menjadi panas 5) Solenoid merubah energi listrik menjadi magnet. Elektron bebas tersebut bergerak bolak-balik melewati suatu penghantar. Listrik statis Listrik Dinamis Listrik dinamis merupakan suatu keadaan terjadinya aliran elektron bebas dimana elektron ini berasal dari elektron yang sudah terpisah dari inti masing-masing. a). Jenis Listrik Listrik dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu: Listrik Statis Listrik statis merupakan suatu keadaan dimana elektron bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing. sedangkan listrik arus bolak-balik elektron bergerak bolak-balik bervariasi secara periodik terhadap waktu. Tipe AC Gambar 6.

Gambar 8. Teori ini banyak digunakan untuk kepentingan praktis. Aliran listrik . 1 Ampere= Perpindahan elektron sebanyak 6. Arus listrik dinyatakan dengan simbol I (intensitas) dan besarnya diukur dengan satuan ampere (disingkat A). Teori aliran listrik Arus Listrik Besar arus listrik yang mengalir melalui suatu konduktor adalah sama dengan jumlah muatan (elektron bebas) yang mengalir melalui suatu titik penampang konduktor dalam waktu satu detik.25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik. Bila dikaitkan dengan elektron bebas. Teori konvensional (Conventional theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini A B Gambar 7. Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain.Teori Aliran Listrik Terdapat dua teori yang menjelaskan bagaimana listrik mengalir: Teori Electron (Electron theory) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai.

Besarnya aliran air ditentukan oleh perbedaan tinggi permukaan air kedua tabung. 1.000 mA = 5.5 MA = 500 kA = 500.000 mA = 1. ini disebut dengan tekanan air. dimana permukaan air tabung A lebih tinggi dari permukaan air tabung B.000. .000. Hal yang sama juga akan terjadi bila kutub listrik A yang mempunyai muatan positip dihubungkan dengan kutub B yang bermuatan negatif oleh kabel C (gambar b).000.Tabel 1.000 1 x 1. Perbedaan ini menyebabkan tekanan/tegangan menyebabkan arus listrik mengalir.000 mA 3).000. A = 0. 5 A = 5. maka arus listrik akan mengalir dari kutub A ke kutub B melalui kabel C. Beda tegangan ini biasa disebut Voltage.000 A Gambar 9. Satuan Arus Kecil Arus Besar Dasar Simbol A A mA kA MA Dibaca Ampere Micro Ampere Mili Ampere Kilo Ampere Mega Ampere 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1. 000 A = 500.000 Contoh Konversi: 1). 000 A = 1.000 1/1. Hal ini terjadi karena adanya kelebihan muatan positip pada kutub A dan kelebihan muatan negatif pada B yang menyebabkan terjadinya beda potensial (tegangan listrik).000. Tegangan Listrik Tabung A dan B berisi air.001 kA 2). 0. dihubungkan melalui sebuah pipa maka air akan mengalir dari tabung A ke tabung B (gambar a).000 1 x 1. Satuan arus listrik yang sangat kecil dan besar. Mengukur arus listrik Mengukur besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian menggunakan amper meter. pemasangan amper meter dilakukan secara seri dengan beban.

pengukuran dilakukan secara parallel. 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm.7 V = 780 KV = 780.78 MV V = 1. 700 mV = 1.000 0.000 Tegangan Besar kV Kilo Volt 1 x 103 1 x 1.000.700.000 mV Mengukur besar tegangan listrik menggunakan volt meter.000. Tabel 2.000 MV Mega Volt 1 x 106 1 x 1. Tabel dibawah menunjukkan satuan tegangan listrik yang sangat besar dan kecil. 000 V = 780. Satuan Tegangan Listrik Satuan Tegangan Kecil Dasar Simbol V V mV Dibaca Volt Micro Volt Mili Volt 1 x 10-6 1 x 10 -3 Perkalian 1 1/ 1. cara pemasangan alat ukur seperti gambar dibawah ini.000 Contoh Konversi: 1.Gambar 10. .000 1/1. Konsep Tegangan Satuan tegangan Gambar (b) listrik dinyatakan dengan Volt dengan simbol V.000.

Gambar 11. Kejadian ini juga berlaku untuk listrik yang mengalir melalui suatu kabel. Gambar 12. Hambatan yang dialami listrik ini disebut tahanan/resistansi listrik. pendek dan permukaan dalamnya halus dibandingkan dengan bila air dialirkan melalui pipa yang ukurannya kecil. panjang dan permukaan bagian dalamnya kasar. Hal ini karena kondisi dari pipa akan berpengaruh terhadap aliran air. Konsep Tahanan . Mengukur tegangan baterai Tahanan/Resistansi Listrik Air dengan tekanan yang sama akan mengalir lebih cepat bila dialirkan melalui pipa yang besar. Besarnya hambatan ini dikatakan sebagai tahanan pipa. dimana listrik juga akan mengalami hambatan.

000 1 x 1.000.000 1 x 1. besar tahanan dan besar arus yang mengalir. Satuan tahanan listrik yang sangat besar dan kecil.000 W Mengukur tahanan suatu benda maupun rangkaian menggunakan Ohm meter. Hukum Ohm mengatakan bahwa besar arus mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan. Satu ohm adalah tahanan listrik yang mampu menahan arus listrik yang mengalir sebesar satu amper dengan tegangan 1 V.000.000 Contoh Konversi: 1. Satuan Tegangan Kecil Tegangan Besar Dasar Simbol W W mW kW MW Dibaca Ohm Micro Ohm Mili Ohm Kilo Ohm Mega Ohm 1 x 10-6 1 x 10 -3 1 x 103 1 x 106 Perkalian 1 1/ 1. Tabel 3.89 MW = 890 kW = 890. Mengukur tahanan relay HUKUM OHM Tahun 1827 seorang ahli fisika Jerman George Simon Ohm (1787-1854) meneliti tentang resistor. Hukum Ohm menjelaskan bagaimana hubungan antara besar tegangan listrik.Satuan tahanan listrik dinyatakan dengan huruf R (Resistor) dan diukur dengan satuan OHM (W). Hukum Ohm Contoh: .985 mW = 1. Hukum ini dapat ditulis: «««. untuk itu dibuat alat yang dapat mengukur ketiga parameter tersebut yaitu AVO meter atau multi meter. Gambar 13. 985 W 0. Volt meter dan Ohm meter merupakan besaran listrik yang sering diukur.000 1/1. Amper meter. (1) V = I x R Gambar 14.

Gambar 16. Sebaliknya lampu 12 V dipasang pada sumber baterai 24 V. Besar daya listrik diukur dalam watt. DAYA LISTRIK Hukum Joule menerangkan tentang daya listrik. Sebaliknya bila tahanan tetap tegangan naik maka arus juga naik. arus maupun tahanan. Terdapat hubungan antara daya listrik dengan tegangan. tahanan lampu tetap 2 Ohm.Tentukan besar arus (I) yang melewati lampu R= 2 W. Hukum Joule dapat ditulis «««««««««««««««« (2) P V I = Daya listrik (watt) = Tegangan (Volt) = Arus listrik (Amper) Bila di subtitusikan hukum Ohm dimana V = I R . bila tegangan (V) berubah dari 24 Volt menjadi 12 Volt. maka daya listrik: . tahanan lampu 2 Ohm. maka lampu akan putus kerena terbakar sebab arus yang mengalir terlalu besar. Hukum Ohm pada tahanan konstan Gambar 16. seperti gambar di bawah ini: Gambar 15. Bila lampu untuk 24 V dipasang pada tegangan 12 V maka lampu redup karena arus yang melewati lampu menjadi kecil. Satu watt merupakan besar arus mengalir sebesar 1 Amper dengan beda potensial 1 volt. Baterai dirangkai seri sehingga tegangan baterai 12 V + 12 V = 24 V . maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 24/2 = 12 Amper. Tegangan 12 V. Hukum Ohm pada tahanan konstan Solusi: Gambar 15. maka besar arus yang mengalir adalah I = V/R = 12/ 2 = 6 Amper Kesimpulan: Bila tahanan tetap sedangkan tegangan turun maka arus yang mengalir juga turun.

Contoh: Tentukan besar arus yang mengalir pada sebuah lampu kepala 12V 55/60 W. (3) Bila disubtitusikan hukum Ohm dimana I = V/R.P = Vx I = IRx I = I 2R P = I 2R .58 A . saat lampu jarak dekat maupun saat jarak jauh. Solusi: Dengan menggunakan rumus I = P/ V a. Jarak dekat didapatkan besar arus I dekat = Pdekat / V = 55 / 12 = 4. Besar arus arus yang mengalir jarang ditentukan. sedangkan saat jarak jauh daya yang diperlukan 60 watt.. maka: P =RxI2 P = V 2R = R x (V/R)2 = V2 / R ««««««««««« (4) Dari ketiga rumusan tersebut daya listrik dapat dirumuskan: P = VxI P = I 2R P = V2 / R Dalam banyak kasus pada komponen sistem kelistrikan hanya ditentukan tegangan dan daya. pada posisi jarak dekat daya yang diperlukan 55 watt. misal bola lampu kepala tertulis 12 V 55/60 W.««««««««««««««. Arti dari tulisan tersebut adalah bola lampu kepala menggunakan tegangan 12 V.

paralel dan kombinasi Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu rangkaian seri. Sistem starter.. 1) Rangkaian Seri Aplikasi rangkaian seri sangat banyak digunakan pada kelistrikan otomotif.b. Jarak jauh I jauh = P jauh / V = 60 / 12 = 5 A Rangkaian seri. rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. (1) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 ««««««««««««« (2) V I = Rt V t = V1 + V2 «««««««««««« (3) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan : «««««««««««« Besar V1dan V2 adalah: (4) . pengatur kecepatan motor kipas evaporator AC merupakan beberapa contoh aplikasi rangkaian seri. Rangkaian seri Karakteristik rangkaian seri: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 «««««««««. Pemahaman jenis dan karakteristik rangkaian sangat penting sebagai dasar memeriksa dan menentukan sumber gangguan pada sistem kelistrikan. Gambar17.

3 = 3 V V2 = R2 x I = 30 x 0. I . I2. pada rangkaian seri di atas bila diketahui R1=10 W dan R2= 30 W. .R1 V1 = Rt x V ««««««««««««« R2 V2 = Rt x V (5) ««««««««««««. V1 dan V2. sedangkan sumber tegangan 12V. Solusi: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan (Rt ) = R1 + R2 = 10 + 30 = 40 W b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar I = I1 = I2 I = V / Rt = 12/ 40 = 0. (6) Tentukan besar Rt. I1 .3 = 9 V V = V1 + V2 = 3 + 9 = 12 V 2) Rangkaian Paralel .3 Amper c) Tegangan total merupakan penjumlahan dari tiap tegangan V1 = R1/ Rt x V = 10/40 x 12 = 3 V V2 = R2/ Rt x V = 30/40 x 12 = 9 V V = V1 + V2 = 3 +9 = 12 V Karena besar I sudah dicari maka besar V1 dan V2 dapat pula ditentukan dengan rumus: V1 = R1 x I = 10 x 0.

c) Besar tahanan total (Rt) adalah: V = Rt R1 V1 + R2 karena V = V1 = V 2 maka V2 . yang menyatakan jumlah arus listrik yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar pada titik cabang tersebut.Gambar 18. (8) (7) Besar arus mengalir pada rangkaian parallel mengikuti Hukum Kirchoff I.. Rangkaian parallel Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama yaitu : V= V1 = V2 ««««««««««««««««« b) Besar arus mengalir adalah: I = I1 + I2 ««««««««««««««««.

4 + 4) = 9.1 = Rt 1 + R1 1 R2 Dengan menggunakan perhitungan aljabar akan diperoleh persamaan ekuvalen: R1 x R2 Rt = «««««««. Sistem Klakson Tanpa Relay Solusi: a).6 : 6. Tahanan klakson adalah: Klakson LH Klakson RH R1 = V2 / P = 122 / 60 = 2. Tentukan : a) Tahanan klakson LH dan RH b) Tahanan total c) Arus pada klakson LH dan RH d) Arus yang melewati saklar klakson dan yang melalui sekering. Besar tahanan total (Rt) adalah: Rt = ( R1 x R2) : (R1 +R2) = (2. Besar arus yang mengalir melalui klakson .4 W R2 = V2 / P = 122 / 36 = 4 W b). R1 + R2 Contoh 1: Sistem kelistrikan mempunyai 2 klakson dengan daya berbeda. (9) Gambar 19.4 x 4) : (2.4 = 1.5 W c). klakson LH 12V/ 60 W dan klakson RH 12V/ 36 W.

tentukan: a) Tahanan total b) Arus pada klakson LH dan RH c) Arus yang melewati saklar klakson d) Arus yang melalui sekering. tahanan kontak meningkat dan bunyi klakson lemah. Guna mengatasi permasalahan tersebut maka rangkaian klakson dipasang relay. Sistem Klakson Dengan Relay Solusi: a) Tahanan total (Rt) Tahanan pada rangkaian terdiri dari: R1 (tahanan klakson LH ) = 2.5 = 8 A Arus yang mengalir pada saklar klakson sangat besar sehingga percikan api pada kontak saklar klakson besar. Gambar 20. Bila diketahui tahanan lilitan relay sebesar 60 W.Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 / 2. saklar klakson cepat kotor.4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A d). Besar arus mengalir melalui saklar klakson maupun sekering merupakan total arus yang mengalir melalui kedua klakson. yaitu: I = I1 + I2 = 5+ 3 = 8A atau I = V / Rt = 12 / 1. 4 W R2 (tahanan klakson RH) = 4 W R3 (tahanan relay) = 60 W Dengan rumus (14) besar Rt adalah 1/ Rt = 1/R1 + 1/ R2 + 1/R3 .

2 = 8.463 = 8.4 W Selisih 0 0 0 0 0 0 7.2 A 2.463 W b) Besar arus yang mengalir melalui klakson Horn LH Horn RH I1 = V/ R1 = 12 /2.1/Rt = 1/2.4 W 5A 36 W 4W 3A 0.2 A Tabel 5.4 W 2 Klakson RH Daya y Tahanan y Arus y 3 4 5 Horn switch Fuse Beban rangkaian .4 W 5A 36 W 4W 3A 8A 8A 96 W Dengan relay 60 W 2. 4 = 5 A I2 = V / R2 = 12 / 4 = 3A c) Arus yang melalui saklar klakson merupakan arus yang melewati lilitan relay I3 = V/ R3 = 12/ 60 = 0.2 98.2 A d) Arus melewati sekering merupakan total arus yang melewati rangkaian I = I1 + I2 + I 3 = 5 + 3 + 0.2 A Atau I = V/ Rt = 12 / 1.8 A 0.2 A 8. Perbandingan besar arus yang melewati komponen dalam sistem klakson Parameter Klakson LH Daya y Tahanan y Arus y No 1 Tanpa relay 60 W 2.4 + 1/ 4 + 1/ 60 = 25/ 60 + 15/ 60 + 1/ 60 = 41/60 Rt = 60/ 41 = 1.

Rt = R1 + ( R2 x R3) : (R2 +R3) Tegangan pada rangkaian: V = V1 + VRp V1 = R1 / Rt x V VRp = Rp / Rt x V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp / Rt x V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 Besar arus pada R3 adalah I3 = V3 / R3 «««««««««««««««««««. Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) ««««««««««««.8 A yaitu dari 8 A menjadi 0. Rangkaian seri parallel Tahanan total (Rt) : Rt = R1 + Rp «««««««««««««««««« (10) Rp merupakan tahanan pengganti untuk R2 dan R3. 3). tegangan pada R1.2 A sehingga saklar klakson lebih awet.2 A atau beban listrik bertambah 2..4 W.5 W . Dengan menambah relay arus listrik dari baterai bertambah 0. R2=10 W dan R3= 30 W (11) .Dari pemasangan relay pada rangkaian tersebut mampu mengurangi arus yang melalui saklar klakson sebesar 7. Rangkaian Seri±Paralel Gambar 21. R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4. (12) Contoh: Tentukan besar tahanan total (Rt). R2 dan R3 dan besar arus pada R1.

5 V c) Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 12 = 1A .5 / 12 x 12 = 7.5 / 12 x 12 = 4.5 = 12 W b) Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4.5 + 7.Gambar 22.5 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 7. Menentukan arus dan tegangan pada rangkaian seri parallel Solusi: a) Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan pengganti (Rp) untuk R2 dan R3. Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (10 x 30) : (10 + 30) = 300 : 40 = 7.5 W Rt = R1 + Rp = 4.

Penerapan rangkaian ini antara lain pada termometer. c. intensitas pengukur cahaya. Tegangan yang ditunjukkan volt meter merupakan selisih tegangan pada titik A dengan titik B.75 A e) Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 7. Jembatan Wheatstone Contoh: Tentukan tegangan pada Volt meter pada gambar diatas.5 / 30 = 0.d) Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 7.5 / 10 = 0. Gambar 23.25 A Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian seri paralel yang sering digunakan. Rangkuman Semua benda yang mengisi dan membentuk dunia ini yang dapat dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. Secara umum materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat. . Tegangan pada titik A adalah Va = R2/ (R1+R2) x V = 2/ (1+2)x 12= 8 V Tegangan pada titik B adalah Vb = R4/ (R3+R4) x V = 4/ (4+4)x 12= 6 V Tegangan pada Volt meter adalah Va ± Vb = 8 ± 6 = 2 V Dengan konsep diatas bila salah satu nilai tahanan berubah maka tegangan pada Volt meter juga berubah. air flow meter dan sebagainya. cair dan gas.

Listrik dapat dikelompokkan menjadi listrik statis dan listrik dinamis.Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda/partikel. beban. dimana I = V/R. Hubungan antara besar arus. listrik dinamis sendiri terdiri dari listrik searah (DC) dan listrik bolak-balik (AC). Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron). Dalam rangkaian kelistrikan terdapar 5 komponen utama. proteksi. Rangkaian komponen dalam sistem kelistrikan ada tiga macam yaitu: rangkaian seri. I = I1 + . 2) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. 3) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 4) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti. Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata surya. Karakteristik rangkaian parallel: 1) Tegangan pada rangkaian sama . V = V1 = V2 2) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. Daya listrik merupakan tehgangan kali arus listrik P = V x I. Arus listrik diukur dengan amper meter. rangkaian paralel dan rangkaian seri paralel atau kombinasi. 3) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). Rangkaian seri mempunyai karakteristik: 1) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). tegangan listrik dengan volt meter dan tahanan listrik dengan Ohm meter. Arus listrik (I). yaitu: Sumber. kontrol dan konduktor. tegangan dan tahanan listrik digambarkan dalam hukum Ohm . Teori aliran listrik ada dua yaitu teori konvensional dan teori electron. tegangan (V) dan tahanan listrik (R) merupakan besaran utama pada listrik.

§ Sebutkan contoh aplikasi rangkaian seri. lengkap dengan nama alat ukurnya. buka bagian wiring diagramnya. Test Formatif 1) Apa yang dimaksud electron bebas berikan ilustrasi? 2) Jelaskan apa perbedaan teori aliran listrik konvensional dengan electron! 3) Jelaskan cara mengukur arus listrik.Rt = R1 + Rp 2) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. parallel dan kombinasi pada sistem kelistrikan mobil. satuan ukurannya. a) Tentukan berapa besar arus listrik secara teoritis? b) Bagaimana cara memasang amper meter untuk mengukur besar arus yang mengalir? c) Berapa tahanan lampu secara teoritis? d) Bagaiman cara mengukur tahanan lampunya? e) Bagaiman cara mengukur tegangan baterainya? . Gambarkan rangkaian sistem tersebut. Tugas § Cari buku pedoman perawatan dan perbaikan salah satu mesin otomotip. serta jelaskan juga apa yang dimaksud dengan 1 amper? 4) Jelaskan bagaimana mengukur tegangan listrik lengkap dengan nama alat ukurnya?. tentukan metode mengukur besar arus yang dibutuhkan untuk tiap sistem yang bekerja. apa yang dimaksud dengan 1 volt? 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. tentukan titik-titik mengukur besar tegangan pada rangkaian. apa satuan ukurannya?. (V = V1 + VRp) 3) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) d. e.

Kunci Jawaban Formatif 1) Elektron bebas yaitu electron yang orbitnya paling jauh dari inti. Dua resistor dirangkai secara seri. misalnya panas. R2 dan R3 dan besar arus pada R1. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 8.6. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar. Jelaskan karakteristik rangkaian seri. R2=30 W dan R3= 60 W f. Tentukan besar arus listrik yang mengalir pada fuse bila diketahui tahanan lilitan relay 100 . Aliran listrik merupakan perpindahan elektron bebas dari atom satu ke atom yang lain. Sedangkan teori ini menyatakan listrik mengalir dari positip baterai ke negatip baterai. gesekan atau reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain. tegangan pada R1. 2) Teori ini menyatakan listrik mengalir dari negatip baterai ke positip baterai. daya masing-masing horn 12V/36W tegangan baterai 12V. Tentukan besar tahanan total (Rt). Teori ini banyak digunakan . Berapakah tegangan pada titik 5 pada saat horn switch atau tombol OFF dan saat ON? 9. Harga R1= 60 dan R2 = 180 . memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. parallel dan kombinasi 7. R2 dan R3 pada rangkaian di bawah ini bila diketahui R1= 4 W.

dan pengertian 1 Ampere adalah Perpindahan elektron sebanyak 6. kemudian diukur menggunakan Ohm meter. V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya. pengertian 1 Volt adalah tegangan listrik yang mampu mengalirkan arus listrik 1 A pada konduktor dengan hambatan 1 ohm. e) Cara mengukur tegangan baterai adalah dengan menggunakan volt meter. b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2). a) Besar arus listrik adalah I = P/V = 36/12 = 3 Amper b) Cara memasang amper meter secara seri seperti gambar berikut ini: c) Tahanan lampu sebesar R = V/I = 12/3 = 4 ? d) Cara mengukur tahanan lampunya dengan melepas lampu. c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 I = I1 + . kemudian diukur seperti gambar berikut ini. besar tahanan seperti ditunjukkan pada Ohm meter. satuan amper. alat ukur dengan Volt meter. kalibrasi Ohm meter. hubungkan colok ukur positip pada positip baterai dan colok negatip pada negatip baterai. 5) Sebuah lampu 12V/36W dirangkai seperti gambar dibawah ini. bila menggunakan multi meter atur selector pada tegangan DC pada sekela pengukuran 50V. satuan volt.25 x 1018 suatu titik konduktor dalam waktu satu detik.sebagai berikut: 6.untuk kepentingan praktis. c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2). 4) Mengukur tegangan dengan merangkai secara parallel. alat ukur arus listrik adalah Amper meter. baca hasil pengukuran. Rangkaian seri mempunyai karakteristik: a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan ( Rt = R1 + R2). posisi selector pada 1X . teori ini pula yang kita gunakan untuk pembahasan aliran listrik pada buku ini 3) Mengukur arus dengan merangkai secara seri. Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama .

Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV =3 V Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V. 8. Besar arus yang mengalir pada fuse merupakan total arus ke beban. (V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/Rt ) 7. Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. dimana: Beban 1 lilitan relay dengan R= 100 berarti I = V/R = 12/ 100 = 0. berarti I = P/V = 36/12 = 3 A Beban 3 sama dengan beban 2 yaitu horn 36 W jadi I= 3 A. Jadi besar arus yang mengalir adalah .12 A Beban 2 adalah horn dengan daya 36W.d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti.05 A = 50 mA. Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0.

2 K dan 3 K .333 A Besar arus pada R3 adalah I3 = V3/ R3 = 10/ 60 = 0. pengganti (Rp) untuk R2 dan Rp = ( R2 x R3) : (R2 +R3) = (30 x 60) : (30 + 60) = 20 Rt = R1 + Rp = 4 + 20 = 24 W Mencari V1 dengan rumus: V1 = R1 / Rt x V = 4 / 24 x 12 = 2 V Karena R2 dan R3 paralel maka V2 = V3 = Rp/ Rt x V = 20 / 12 x 12 = 10 V Besar arus pada R1 = arus total I = V/ Rt = 12/ 24 = 0.12 + 3 + 3 = 6.5 A Besar arus pada R2 adalah I2 = V2 / R2 = 10/ 30 = 0. Arus dan Tahanan Tujuan: Siswa dapat mengukur besar tegangan listrik.It = 0. Lembar Kerja Lembar Kerja 1a: Mengukur Tegangan. mengukur besar arus listrik dan mengukur besar tahanan.12 A Tegangan titik 5 saat tombol OFF adalah 0 Volt. Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi bola lampu 12V/ 3 W. bola lampu 12V/ 5W dan bola lampu 12V/ 8W. Mencari tahanan total (Rt) ditentukan dahulu besar tahanan R3.167 A g. sedangkan saat tombol ON adalah 12Volt. 2) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. 9.

Tegangan: V. baca hasil pengukuran. 3) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. ganti bola lampu dengan ukuran yang berbeda. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur.3) Multimeter dan Amper meter 0-5 Amper 4) Baterai Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter. dengan mengganti lampu dengan resistor. Cara pemasangan secara seri. Beban Bola lampu 12V/3W Bola lampu 12V/5W Bola lampu 12V/8W Arus Beban Tahanan 1K Tahanan 2K Tahanan 3K Arus 4) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1b: Merangkai Seri . pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. 2) Lakukan pengukuran arus listrik dengan memasang amper meter secara seri pada rangkaian lampu seperti gambar dibawah ini. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Komponen Nilai Tahanan Komponen Bola lampu 12V/3W Tahanan 1K Bola lampu 12V/5W Tahanan 2K Bola lampu 12V/8W Tahanan 3K Nilai Tahanan 1) Periksa tegangan baterai yang digunakan.

3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC.Tujuan: Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resistor lebih secara seri 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja . Cara pemasangan secara seri. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter. perhatikan skala tahanan yang akan diukur.

catat hasil pengukuran Hasil Pengukura n Tegangan Power Suplay Arus V1 V2 V3 Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1c: Merangkai Paralel Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 2 resitor atau lebih secara paralel .1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran a) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. b) Hitung besar arus dan tegangan secara teoritis dari rangkaian percobaan Hasil perhitungan Tegangan Power Suplay 6V Arus V1 V2 V3 3) Buat rangkaian sebagai berikut.

3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter.2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian parallel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. Cara pemasangan secara seri. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. 4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini . 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper 3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter.

Catat hasil pengukuran Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V A A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Lembar Kerja 1d: Merangkai Kombinasi Tujuan: Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Merangkai 3 resitor lebih secara seri-paralel atau kombinasi 2) Mengukur arus dan tegangan pada rangkaian seri-paralel Alat dan Bahan 1) Papan percobaan yang dilengkapi resistor 1 K. 2 K dan 3 K 2) Multimeter dan Amper meter 0-1 Amper .Has il per hitu nga n Tegangan Power Suplay 6V V A A1 A2 A3 5) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan volt meter diatas hasil perhitungan teoritis.

4) Hitung secara teoritis besar arus dan tegangan pada rangkian dibawah ini Hasil perhitungan . kalibrasi alat sebelum digunakan Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2) Lakukan pengukuran tahanan pada komponen berikut ini: Resistor R1 = 1K R2 = 2K R3 = 3K Hasil Pengukuran 3) Atur dan periksa tegangan power suplay yang digunakan pada tegangan 6 V. Cara pemasangan secara seri. 3) Mengukur tahanan dengan Ohm meter. pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan AC ataui DC. perhatikan skala tahanan yang akan diukur. pastikan skala pengukuran diatas tegangan yang akan diukur. 2) Mengukur tegangan pada posisi voltmeter.3) Power suplay Keselamatan Kerja Hati-hati dalam penggunaan multi meter maupun amper meter perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Mengukur arus pada posisi Amper dengan pengukuran maksimal 500 mA.

Sensor-sensor memberikan sinyal pada ECU tentang keadaan atau kondisi dari mesin. Uraian materi kegiatan belajar Prosedur menghindari kerusakan ECU ECU adalah rangkaian komputer yang dilengkapkan pada mobil-mobil modern untuk mengontrol kerja dari mesin agar optimal. siswa dapat: 1) Mengetahui prosedur menghindari kerusakan pada ECU.Tegangan Power Suplay 6V V1 V2 A1 A2 A3 4) Buat rangkaian seperti gambar diatas dengan skala Ampermeter dan voltmeter diatas hasil perhitungan teoritis. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini. Jika ada komponen yang mengalami gangguan secara cepat . 2) Menyebutkan penyebab terjadinya nilai tahanan membesar 3) Menyebutkan penyebab terjadinya hubung singkat 4) Menyebutkan peralatan yang biasa digunakan memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan 5) Menggunakan peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan b. Prosedur menghindari kerusakan ECU dan pada Rangkaian Memeriksa gangguan a. sistem pengapian dan injeksi bahan bakar adalah bagian utama yang dikendalikan oleh ECU. Hasil pengukuran Tegangan Power Suplay V1 V2 A1 A2 A3 6) Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Kegiatan Belajar 2.

sehingga ECU dapat memberikan peringatan dengan menyalakan lampu Indikator yang disediakan pada mobil sehingga pengemudi akan mengetahui bahwa ada gangguan pada mesin. Langkah-langkah menghindari kerusakan ECU: a. c. Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual. Karena semua program dilakukan oleh ECU maka tidak diperkenankan mengutak-atik ECU tanpa petunjuk dari buku manual mesin yang bersangkutan. b. f. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU.sensor akan memberikan sinyal pada ECU. Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON atau mesin hidup Jangan pernah memeriksa rangakaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual. maka akan menyebabkan rangkaian kelistrikan tidak bekerja dengan normal atau bahkan akan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah pada komponen±komponen rangkaian. Prosedur diagnosa dan pemeriksaan sistem yang dikendalikan oleh ECU menggunakan alat khusus yaitu scan tool. Pada umumnya ECU mempunyai program darurat yang dapat mengatasi masalah untuk sementara hingga mesin dibetulkan. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air. maka diperlukan pemeriksaan pada komponen±komponen rangkaian. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan . Agar rangkaian kelistrikan tersebut dapat bekerja secara normal kembali. d. Gangguan ± gangguan ini jika tidak ditangani dengan benar. Memeriksa gangguan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan Gangguan pada rangkaian kelistrikan yang umum terjadi ada tiga macam yaitu: 1) Gangguan pada rangkaian karena nilai tahanan membesar 2) Gangguan karena hubung singkat 3) Ganguan dari komponen-komponen kelistrikan itu sendiri. g. alat ini akan mendeteksi adanya ketidaknormalan kerja mesin dan memberikan informasi tentang bagian-bagian dari komponen yang memerlukan perbaikan atau penggantian.

lampu tidak menyala akibat rangkaian terputus atau terbuka. Gangguan karena hubung singkat Hubung singkat dapat terjadi apabila ada kabel penghantar yang berhubungan langsung dengan penghantar lain atau pada ground. Gambar 24.dimana gangguan itu terjadi dan penyebabnya. 1). Jika letak dan penyebab gangguan sudah diketahui maka langkah berikutnya adalah melakukan perbaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan. karena nilai tahanan membesar. Gangguan yang disebabkan nilai tahanan membesar Gambar 24.a menunjukkan bahwa. Gangguan rangkaian kelistrikan karena nilai tahanan membesar Gangguan ini biasanya disebabkan Karena rangkaian terbuka atau terjadinya korosi pada bagian± bagian tertentu dari rangkaian. Nilai tahanan dapat membesar karena saklar kotor atau sambungan kabel berkarat/korosi. . Sedangkan gambar b lampu tidak menyala/redup diakibatkan arus yang mengalir ke lampu terlalu kecil. dan arus tidak dapat mengalir. dapat juga disebabkan karena kontak saklar yang tidak baik/kotor.

sedangkan lampu bawah menyala.b lampu pada rangkaian tidak menyala akibat adanya hubung singkat antara kabel dengan ground. sekering pada rangkaian dapat terputus karena arus yang mengalir terlalu besar. maka lampu atas ikut menyala.Gambar 25.a menunjukkan adanya hubung singkat diantara dua kabel penghantar. Gangguan karena hubung singkat Gambar 25. Gangguan karena kerusakan komponen Kerusakan pada komponen kelistrikan adalah penyebab utama rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. Sedangkan gambar 25. Akibat adanya hubung singkat antara kabel lampu atas dan kabel lampu bawah. . Lampu atas seharusnya tidak menyala.

b menunjukan adanya kerusakan pada batere baik pada kotak batere ataupun korosi pada terminal±terminalnya dan ini menjadikan batere tidak dapat mensuplai kebutuhan energi pada rangkaian dan pada akhirnya rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja. Gambar 26. Peralatan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian/ system kelistrikan.a menerangkan lampu tidak menyala karena filamen lampu terputus. Gangguan akibat kerusakan komponen Gambar 26. arus atau tegangan dari suatu rangkaian kelistrikan. Peralatan ini biasa digunakan untuk memeriksa kontinuitas dari suatu rangkaian dan mengukur nilai tahanan. .Gambar 26. Macam-macam peralatan yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada rangkaian kelistrikan seperti pada gambar dibawah.

Gambar 27. Macam-macam peralatan pemeriksa rangkaian

Peralatan-peralatan yang biasa digunakan antara lain: a) Jumper wire

b) Test lamp c) Self-Powered test light

d) AVO Digital e) f) AVO Analog

VOLT ± AMP Tester

g) Combination meter/Digital probe

Menggunakan Jumper wires untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan. Sering kali rangkaian kelistrikan tidak dapat bekerja karena tidak adanya kontinuitas pada rangkaian tersebut, untuk memeriksa kontinutas dapat digunakan jumper wires seperti yang terlihat pada gambar 27. Keselamatan kerja yang harus diperhatikan selama menggunakan jumper wires adalah: Jangan pernah melakukan by-pass pada lampu, motor, coil atau beban kelistrikan lainnya. Karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya. Langkah pemeriksaan: 1). Pastikan saklar dalam posisi ON 2). Memby-pass rangkaian dari titik/bagian yang paling dekat dengan sumber 3).Jika dengan langkah ini rangkaian sudah bekerja, maka dapat dipastikan bahwa gangguan itu terjadi pada daerah yang kita periksa tadi (tidak ada kontinuitas pada posisi ini). 4). Jika pada langkah no.2 telah dikerjakan dan rangkaian tetap tidak bekerja maka, mulailah melakukan by-pass pada posisi selanjutnya. Begitu seterusnya sampai ditemukan dimana letak gangguannya. Gambar 28. By-pass dengan Jumper wires Menggunakan Tes lamp Selain dengan jumper wires pemeriksaan kontinuitas dapat dilakukan dengan tes lamp, penggunaan tes lamp lebih menguntungkan dibandingkan jumper karena penggunaan tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen kelistrikan yang sedang diperiksa. Gambar dibawah menunjukkan cara pemeriksaan kontinuitas pada rangkaian, jika tes lamp nyala berarti ada kontinuitas antara titik yang diperiksa dengan sumber arus/positip batere, sebaliknya jika tes lamp tidak nyala berarti tidak ada kontinuitas.

Gambar 29. Pemeriksaan kontinuitas dengan tes lamp Langkah pemeriksaan : 1). Pastikan bahwa batere dalam kondisi baik 2). Pastikan saklar pada posisi ON 2). Hubungkan penjepit dari tes lamp dengan negatip batere/ground 3). Hubungkan colok tes lamp pada terminal sekring, jika lampu tes menyala berarti ada kontinuitas antara positip batere dengan kaki depan sekring jika lampu tidak nyala berarti jaringan kabel antara positip batere dengan kaki sekring terputus. 4). Lakukan pemeriksaan tahap berikutnya pada saklar, konektor seperti gambar 29. sampai menemukan tidak adanya kontinuitas dengan ditandai tes lamp tidak nyala. c. Rangkuman kegiatan belajar

Tiga tipe gangguan yang sering terjadi pada rangkaian/system kelistrikan yaitu: Gangguan karena nilai tahanan naik, hubung singkat dan kerusakan komponen. Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan rangkaian diantaranya jumper wires, tes lamp, AVO digital ataupun analog. Pada saat pemeriksaan ganguan harus diperhatikan cara penggunaan alat yang digunakan sebab jika salah menggunakan alat dapat menyebabkan kerusakan pada komponen yang diperiksa. d. Tugas kegiatan belajar Buatlah tes lamp dari komponen-komponen yang mudah didapat e. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan prosedur menghindari kerusakan pada ECU 2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah. 3) Jelaskan apa yang tidak boleh dilakukan saat pemeriksaan kontinuitas rangkaian menggunakan jumper wire. 4) Bagamana cara menggunakan tes lamp untuk memeriksa kontinuitas rangkaian kelistrikan 5) Jelaskan keuntungan menggunakan tes lamp disbanding jumper wire. f. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Prosedur menghindari kerusakan ECU a. b. Jangan pernah melepas terminal baterei saat kunci kontak ON

Jangan pernah memeriksa rangkaian ECU menggunakan alat yang tidak direkomendasikan oleh buku manual kendaraan c. d. Jangan pernah memberikan tegangan luar pada ECU Jangan pernah menjumper pada pin-pin ECU e. f. g. Hindari ECU dari tegangan induksi Hindari ECU dari terkena air

Jangan pernah melakukan pemeriksaan rangkaian ECU tanpa petunjuk buku manual.

2) Faktor apa saja yang menyebabkan nilai tahanan pada rangakaian kelistrikan bertambah

a.

Gangguan karena nilai tahanan membesar b. Gangguan karena hubung singkat

c.

Gangguan karena kerusakan komponen

3) Faktor penyebab nilai tahanan bertambah antara lain: a) Adanya rangkaian yang terbuka/terputus b) Timbulnya korosi/karatan pada sambungan 4) Hal yang tidak diperbolehkan dalam pemerikaan kontinuitas dangan jumper wire adalah: Membay-pass beban kelistrikan baik lampu,motor atau beban lain 5) Cara menggunakan tes lamp untuk pemeriksaan kontinuitas rangkaian, adalah: a) Menghubungkan jepit tes lamp dengan negatip batere atau ground b) Menghubungkan colok tes lamp dengan titik pada rangkaian yang akan diperiksa. 5) Keuntungan menggunakan tes lamp dibandingkan jumper wire adalah: tes lamp tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen rangkaian yang diperiksa. g. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 1) Menggunakan jumper wire 2) Menggunakan tes lamp 3) Menentukan letak gangguan dari hasil pemeriksaan. 4) Menyimpulkan hasil pemeriksaan Alat dan Bahan 4) Trainer kelistrikan body standart 5) Baterai 12V 6) Jumper wire

7) Tes lamp Keselamatan Kerja 1) Tidak diperkenankan Memby-pass batere karena dapat menyebakan kerusakan pada batere. 2) Tidak diperkenankan memby-pass beban kelistrikan. Langkah Kerja 4) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 5) Lakukan pemeriksaan kontinuitas dengan jumper dan tes lamp. Memeriksa kontinuitas dengan jumper: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) By-pass dengan jumper pada bagian titik kabel yang terdekat dengan sumber arus. 3) Perhatikan hasil pemeriksaan ada perubahan kerja atau tidak, 4) Lanjutkan pemeriksaan pada titik±titik berikutnya. Mengukur kontinuitas dengan tes lamp: 1) Rangkaikan kelistrikan body standart yang akan diperiksa 2) Hubungkan jepit tes lamp dengan negatip sumber arus. 3) Hubungkan colok tes lamp pada titik yang terdekat dengan sumber arus positip. 4) Perhatikan hasil pemeriksaan apakah lampu tes menyala atau tidak. 5) Tarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan 6) Lanjutkan pemeriksaan pada titik berikutnya. 7) Ambil kesimpulan akhir, tentukan letak gangguan rangkaian 8)Bersikah alat dan tempat kerja, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula Tugas: Analisisa data hasil pemeriksaan, buatlah laporan

Kegiatan Belajar 3. Mengganti Sekering dan Bohlam

a. Tujuan kegiatan belajar Setelah mempelajari modul ini, siswa dapat: 6) Mengerjakan penggantian fuse/sekering 7) Memeriksa kondisi fuse/sekering 8) Memeriksa ukuran fuse/sekering 4) Mengerjakan penggantian bohlam lampu kepala dengan benar 9) Memeriksa kerja lampu kepala 10)Mengerjakan penggantian lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur dengan benar. 11)Memeriksa kerja lampu belakang, lampu rem dan lampu mundur. b. Uraian materi kegiatan belajar

1) Mengganti Sekering yang putus

Sekering melindungi semua alat elektrik di dalam mobil: Pada saat aliran arus berlebih, sekering akan ³putus´ sedemikian sehingga arus listrik yang berlebih tidak mengalir pada peralatan. Karena arus yang berlebih itu dapat merusakkan peralatan atau menimbulkan percikan api. Dengan mengganti sekering yang putus akan mengembalikan kerja peralatan seperti semula (sebagai contoh sekering klakson putus akibatnya klakson tidak bunyi, setelah sekering diganti klakson kembali bunyi). Jika sekering putus berulangkali, itu menandakan adanya suatu masalah dalam rangkaian dan ini memerlukan penanganan lebih serius. Ada dua jenis sekering dilihat dari bentuknya yaitu type blade/pipih dan cartridge/tabung. Pada umumnya kendaraan sekarang banyak menggunakan type blade. Gambar 30. Macam sekering Langkah-langkah mengganti sekering

Kotak sekering umumnya berbentuk segi empat yang diletakkan di bawah dashboard sebelah kanan. Pasang sekering baru dengan kapasitas yang sama dengan sekering yang diganti. Jangan pernah mengganti sekering dengan ukuran amper yang lebih besar. Periksa kondisi sekering Gambar 36.1. Pada kotak sekering juga dilengkapi dengan catut pelepas dan sekering cadangan. Kotak sekering 3. Amati tutup kotak sekering Pada tutup kotak sekering dilengkapi dengan denah lokasi masingmasing sekering dan kapasitas dari sekering. Melepas sekering 6. Kapasitas sekering 15 A 9. Denah letak sekering 4. Sekering baik dan putus 8. Melepas sekering dengan tang 7. Gambar 33. Memasang sekering 10. Lepas sekering yang akan diganti dengan menariknya menggunakan catut sekering. Pasang tutup sekering. Ini dapat merusakan peralatan yang seharusnya diamankan oleh sekering itu. Gambar 34. Tekan pelan-pelan hingga sekering duduk dengan tepat pada slotnya. Gambar 35. Gambar 31. Gambar 38. Keselamatan kerja: 1. . Gambar 32. Gambar 37. Matikan mesin 2. Mencari kotak sekering. Catut sekering 5. Pastikan kapasitas sekering yang dipakai. Jika tidak ditemukan catut gunakan tang lancip untuk melepas sekering.

Tetapi masih ada juga yang menggunakan model sealed beam (khususnya pada mobil-mobil tua). Gambar 39. jika lampu kepala mati maka kemungkinan penyebab utamanya dalah bohlam putus. hati-hati saat melepas atau memasangnya. Periksa lampu kepala 2. pada lampu jenis ini penggantiannya harus satu set antara bola lampu dan kaca biasnya.2. Matikan saklar lampu kepala Gambar 41. Bohlam halogen Langkah-langkah mengganti bohlam lampu kepala: 1. Saklar lampu kepala . Pastikan bola lampu yang akan diganti Gambar 40. Mengganti bohlam lampu kepala yang putus relatif gampang. Mobil-mobil sekarang pada umumnya menggunakan bohlam type halogen yang dapat dengan mudah dilepas dari bagian belakang lampu kepala. 2) Mengganti bohlam lampu kepala Lampu kepala berfungsi sebagai penerangan jalan saat kendaraan digunakan pada malam hari. Pada jenis tabung sekering mudah pecah. karena pecahan kacanya dapat melukai tangan.

Keluarkan bohlam dari dudukanya dan siapkan bohlam baru. 2. Nyalakanlah lampu kepala untuk mengujinya. Pasang bohlam halogen Yang baru. Gambar 45. Jangan pernah menyentuh kaca pada bohlam halogen. Bohlam mati karena terbakar a. cover lampu dibuka dari luar dengan melepas sekerup pengikatnya. Saat pemasangan bohlam baru pastikan bohlam duduk dengan tepat pada tempatnya. 1. 7. Mengeluarkan bohlam 5. Jika ada salah satu lampu yang mati. lampu rem dan mundur Lampu yang dipasang pada mobil mempunyai fungsi yang penting bagi keselamatan berkendaraan di jalan raya. persinggungan yang tidak tepat mengakibatkan getaran yang menimbulkan panas sehingga bohlam mudah putus. 3) Mengganti bohlam lampu belakang. Keselamatan kerja: 1. . 44. 8. Langkah-Langkah: Tentukan bagian bohlam yang akan diganti: Pada beberapa type lampu belakang. maka segera harus diganti. Pasang kembali klip pengikat pada tempatnya Pasang karet pelindung pada dudukannya Gambar Pasang soket lampu kepala (pastikan menancap dengan kuat). 3. Pasang bohlam baru 9. pastikan tepat pada dudukannya. 6. Daya pada bohlam baru harus sama dengan bohlam lama. dan buka karet pelindung serta lepas klip pengunci Gambar 42. Gambar 43. Melepas klip 4. Lepas soket lampu kepala.3.

Pasang bohlam 8. tekanan yang terlalu kuat dapat memecahkan lampu. Gambar 46. Menguji lampu belakang Keselamatan kerja: 1. Melepas baut pengikat 3. Sekering yang rusak/putus harus diganti agar peralatan kelistrikan yang ada pada rangkaian bekerja kembali. 5. Ambil bohlam baru dengan ukuran sama dengan bohlam lama. Melepas bohlam 4. Hati saat melepas atau memasang bohlam. Membersihkan konektor 6. Periksa bohlam berapa ukuran daya yang dipakai. . Gambar 48. Bersihkanlah konektor dengan sikat kawat atau lap dari kotoran atau karatan. apabila ukuran arus pada sekering diganti lebih besar maka hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan kelistrikan yang ada. 7. Sekering mempunyai ukuran kapasita arus yang berbeda. Gambar 47. c. Gambar 49. Gambar 50. aliran arus yang berlebih. Pasang bohlam baru dengan cara menekan masuk lalu diputar. 9. Selalu gunakan ukuran bohlam yang sama dengan aslinya saat penggantian. Rangkuman kegiatan belajar Sekering berfungsi untuk mengamankan jaringan dari kerusakan akibat. Pasang cover lampu belakang. Uji kerja lampu dengan menginjak pedal rem dan memutar saklar lampu kota. 2. Lepas bohlam dengan cara menekan dan diputar.2. Lepaskan sekerup pengikat.

filamen kelihatan putus dan apabila dilakukan pemeriksaan kontinuitas diantara ke dua ujung sekering tidak ada kontinuitas. Test formatif kegiatan belajar 6) Sebutkan ciri-ciri sekering putus? 7) Faktor apa saja yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering. 7) Faktor yang perlu diperhatikan saat mengganti sekering: c) Ukuran sekering harus sama dengan sekering yang asli d) Pemasangan harus benar pada tempatnya. Tugas kegiatan belajar Mencari contoh bohlam type sealed-beam dan bohlam halogen yang digunakan pada lampu kepala. 9) Jelaskan langkah perbaikan bohlam lampu rem. f. Pasanglah bohlam baru dengan ukuran yang sama dengan aslinya agar tidak mengakibatkan gangguan pada rangakaian kelistrikan yang ada. d. 8) Sebutkan ciri-ciri bohlam mati?. . Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 6) Ciri sekering putus. lampu mundur. lampu rem. Apabila bohlam putus maka lampu tidak menyala. 8) Ciri-ciri bohlam mati: a) Filament putus. 10) Apa yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen. e. dengan mengganti bohlam baru maka rangkaian lampu akan menyala kembali. b) Dari warna kelihatan hitam habis terbakar 9) Langkah perbaikan lampu rem: a) Pastikan terminal batere terlepas b) Pastikan posisi bohlam lampu rem yang akan diganti. lampu kota.Rangkaian sistem kelistrikan diantaranya adalah lampu kepala.

g. . Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menentukan kondisi sekering baik atau rusak 6) Menentukan ukuran sekering 7) Mengganti sekering 8) Menentukan ukuran bohlam 9) Mengganti bohlam Alat dan Bahan 8) Mobil instruksi 9) Test lamp Keselamatan Kerja 3) Lepas terminal batere sebelum pekerjaan penggantian dilakukan.c) Buka cover penutup bohlam. d) Lepas bohlam e) Periksa ukuran bohlam f) Bersihkan dudukan bohlam dari karat/kotoran g) Pasang bohlam baru h) Pasang kembali cover bohlam i) Pasang terminal batere j) Cek kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem 5) Yang harus diperhatikan saat memegang bohlam halogen adalah tidak boleh memegang pada kacanya karena dapat menyebabkan cepat putus.

7) Periksa ukuran sekering 8) Pasang sekering baru dengan ukuran yang sama 9) Pasang kembali terminal batere. 5) Hati-hati waktu melepas sekering atau bohlam. karena mudah pecah. saat selesai penggantian.4) Pastikan kunci kontak OFF saat melepas terminal batere. Langkah Kerja 6) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 7) Lakukan Penggantian sekering 8) Lakukan penggantian bohlam Mengganti sekering: 5) Pastikan kunci kontak off dan lepas terminal batere 6) Lepas sekering dengan hati. 6) Selalu gunakan ukuran yang sama saat penggantian sekering dan bohlam. cek kerja sekering dengan test lamp Mengganti bohlam lampu rem: 8) Pastikan letak bohlam yang akan ganti 9) Lepas terminal batere 10) Pada kendaraan yang dilengkapi dengan ECU posisi kunci kontak harus OFF saat terminal batere dilepas 11) 12) 13) 14) 15) Lepas cover lampu rem Lepas bohlam lampu rem Periksa ukuran daya lampu rem Bersihkan dudukan bohlam dari kotoran ataupun karat Pasang bohlam baru dengan ukuran sama dengan yang diganti . 7) Selalu dilakukan pemeriksaan kerja.

Kabel ini menghubungkan antara blok mesin dengan bodi/ rangka kendaraan. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari modul ini siswa dapat: 6) Menyebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraan 7) Mengidentifikasi kode warna yang digunakan pada kabel 8) Menentukan ukuran kabel yang digunakan 9) Memperbaiki rangkaian kabel b. Perbaikan Rangkaian Kabel a. Kabel tipe serabut yang paling banyak digunakan pada kelistrikan otomotif. . Terdapat beberapa tipe kabel. diataranya: 1) Kabel yang terbungkus isolator tipe pejal dan tipe serabut. 2) Kabel tanpa isolator. Kegiatan Belajar 4. Uraian materi kegiatan belajar Kabel (Wires) Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik.16) 17) 18) Pasang cover lampu rem Pasang terminal batere Periksa kerja lampu rem dengan menginjak pedal rem Tugas: Cari jenis-jenis sekering dan analisa kapasitas ampere yang dipakai untuk masing-masing komponen kelistrikan. kabel jenis ini digunakan sebagai kabel bodi/ ground.

sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). tetapi semakin besar diameter kabel listrik semakin kecil tahanannya. karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. Kode Warna Kabel Guna mempermudah identifikasi maupun penelusuran bila terjadi kerusakan pada rangkaian kelistrikan maka isolator kabel dibuat warna. Berdasarkan pengertian diatas tahanan suatu kabel listrik dapat dihitung dengan rumus berikut: . 2) Kabel diameter besar yaitu kabel yang digunakan untuk kabel baterai. Contoh: kabel satu warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). Macam kabel Berdasarkan besar arus mengalir kabel dikelompokkan menjadi 2 yaitu : 1) Kabel diameter kecil yaitui kabel yang digunakan untuk beban lampu dan asesoris lainnya. Ini berarti semakin panjang kabel listrik. Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang.Gambar 51. semakin besar pula tahanannya. Tabel 1 Warna Black (hitam) Brown (coklat) Green (hijau) Gray (abu-abu) Blue (biru) Light Blue (hijau muda) Kode B BR G GR L LG Kode Warna Kabel Kode O P R V W Y Warna Orange (oranye) Pink(merah muda) Red (merah) Violet (ungu) White (putih) Yellow (kuning) Hubungan Antara Diameter dan Panjang Kabel dengan Tahanan Listrik Tahanan listrik berbanding lurus dengan panjang kabel tetapi berbanding terbalik dengan diameter kabel.

1012 Menentukan Ukuran Kabel Dari rumus di atas dapat dilihat bahwa semakin panjang kabel semakin besar tahanan listriknya.62 x 10-8 10.R = Tahanan listrik ««««««. Wm l = Panjang kabel ««««««.8 .60 109 .69 x 10-8 Bahan Tungsten Mangan Karbon Germanium Silikon Kaca r W/m 5. Tahanan jenis pada temperature 20 ºC Bahan Almunium Besi Emas Perak Platina Tembaga r W/m 2.75 x 10-8 9.25 x 10-8 48. dan semakin kecil kabel tahanan semakin besar.7 2.2 x 10-8 3 x 10-5 5 x 10-1 0.0 2.44 x 10-8 1.1 . m2 Tabel 2..5 0.8 1. Ukuran Kabel Metric (mm2) 0. m A = Luas penampang kabel ««. W r = Tahanan jenis ««««««.0 6.9 4.0 SAE AWG (gage) 20 18 16 14 Ohm per 1000 feet 10.6 x 10-8 1. Guna memudahkan pemakaian maka SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) seperti table berikut ini: Tabel 3.68 x 10-8 2.

0 8.3.09 Contoh: Tentukan besar tahanan untuk kabel 14 gage. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2.14 0.8 1.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0.7 0.0 32.0 5. Guna mempermudah pemilihan SAE mengeluarkan pedoman pemilihan kabel seperti table berikut ini: . Semakin besar arus yang mengalir atau semakin besar beban semakin kesar ukuran kabel yang digunakan.0 12 10 8 6 4 2 1 0 00 1.4 0.0 62.0 19.0028 ohm per feet.1 0.0 40.0 50. Selain besar arus dan beban juga dipengaruhi jarak antara sumber dengan beban.0 13.0028 x 18 = 0. dengan panjang 18 feet. Pemilihan kabel yang digunakan pada sistem kelistrikan tergantung dari besar arus yang akan mengalir atau beban.3 0.11 0. sehingga besar tahanan = 0.05 Ohm.2 0.

sehingga besar tahanan = 0.6 A Ukuran kabel untuk daya 200W dengan jarak 18 feet dari table diatas adalah 14 gage atau luas penampang 2. Pedoman Pemilihan Ukuran Kabel (Wire Gage) Arus Amp 1 1.0 mm2 .05 Ohm.5 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 15 18 20 22 Daya Watt 12 18 24 36 48 60 72 84 96 120 132 144 180 216 240 264 Panjang Kabel (feet) 7 10 15 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 20 20 18 18 20 18 18 18 20 18 18 16 20 18 16 16 20 18 16 16 20 18 16 14 18 16 14 14 18 16 14 12 16 14 12 12 3 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 5 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 18 25 20 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 30 20 20 20 20 18 18 18 16 16 16 14 14 12 12 10 10 Contoh: Tentukan ukuran kabel untuk lampu penerangan dengan daya 200 W.Tabel 4.05 = 0. 83 Volt.0028 x 18 = 0. Dengan demikian besar voltage drop sebesar V = I x R = 16.8 Ohm tiap 1000 feet atau 0. Tentukan pula penurunan tegangan akibat panjang kabel.6 x 0.0028 ohm per feet. . Besar arus yang mengalir adalah I = P/V = 200 /12 = 16. Dari table diatas dapat diketahui tahanan kabel 14 gage adalah 2. bila jarak lampu sampai sumber listrik sejauh 18 feet.

Terminal baterai merupakan terminal yang paling sering kendor dan kotor akibat korosi yang disebabkan asam sulfar dari uap elektrolit baterai. Akibat terminal kendor dan kotor menyebabkan tahanan meningkat sehingga menyebabkan gangguan suplai listrik terutama saat mesin distarter. bocoran arus listrik yang akan menimbulkan percikan bunga api dan menimbulkan kotoran. Bila arus listrik melewati sambungan yang kendor akan menyebabkan sambungan menjadi panas. plastik dan porselin dapat digunakan untuk menghalangi arus listrik antara konduktor. menempelnya air atau kotoran lain pada isolator. Gambar 54. vynil. oleh karena itu terminal ini harus sering diperiksa dan dibersihkan Gambar 53. Biasanya tahanan listrik akan naik bila temperatur naik. Panas ini akan memperbesar tahanan dan mempercepat timbulnya korosi. kemudian kawat tersebut dipanaskan dengan api maka lampu tersebut semakin lama akan semakin redup. Gambar 52. Tahanan sambungan dapat diperkecil dengan membersihkan sambungan dan mengeraskan sambungan. Hal tersebut dapat dipahami dengan cara berikut. misalnya karena retak. Membersihkan terminal baterai Tahanan Isolator Seperti telah dijelaskan bahwa karet.Hubungan Antara Temperatur dan Tahanan Listrik Tahanan listrik pada konduktor akan berubah dengan adanya perubahan temperatur konduktor/kabel. Bila sebuah lampu yang dihubungkan denga baterai dengan sebuah kawat tembaga. Beberapa FaKtor Yang Mempengaruhi Nilai Tahanan Tahanan Sambungan Tahanan sambungan adalah tahanan yang diakibatkan oleh sambungan yang kendor atau kotor. Kerusakan isolator kabel listrik Wire Harness . Dalam kondisi tertentu isolator dapat berubah menjadi penghantar listrik/konduktor. Sifat dari bahan-bahan ini disebut kemampuan tahanan isolator dan dinyatakan dengan nilai tahanan.

kemudian kupas Gambar 56. Mengupas kabel kabel dengan tang pengupas dengan panjang 10 mm 2) Ukur diameter kabel untuk menentukan Gambar 57. Memasukkan heat shrink digunakan. dimana sekumpulan kabel tersebut dijadikan satu dengan isolator. contoh kabel yang digunakan secara umum 4) Kabel besar . Contoh: kabel satu . 4) Sambung kedua kabel dengan Crimp mark. karena terbatasnya warna maka warna isolator kabel ada yang model diberi garis strip. 3) Buat kabel penyambung yang akan Gambar 58. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. contoh kabel yang umum digunakan 2) Kabel tanpa isolator.Wire harness merupakan sekumpulan kabel yang digunakan pada rangkaian kelistrikan. contoh kabel baterai Pada wiring diagrams warna kabel ditunjukkan dalam kode abjad. Pengkode kabel model ini warna kabel yang dominan diletakan depan sedangkan strip diletakkan dibelakang. c. agar kabel lebih rapih. Terdapat beberapa tipe kabel diantaranya : 1) Kabel berisolator. Menyolder sambungan kemudian solder sambungan 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang Gambar 60. Rangkuman kegiatan belajar Kabel merupakan konduktor digunakan sebagai media mengalirkan listrik. Memanaskan heat shrink disambung. Mengukur diameter ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. Gambar 55. Gambar 59. contoh kabel massa 3) Kabel kecil. Pada ujung wire harness dipasang konektor sehingga pemasangan sistem perkabelan lebih mudah. Wire Harnes Memperbaiki Kabel 1) Potong kabel yang rusak. masukkan heat shrink tube ke kabel penyambung.

Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan kabel. 3) Sebutkan bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel 4) Dimana titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel 5) Apa yang dimaksud heat shrink tube? 6) Bagaimana cara menyambung kabel yang putus? f. dari penggunaan isolator yaitu kabel tanpa isolator dan kabel dengan isolator. jarak antara horn dengan sumber 3 m. Kunci jawaban formatif kegiatan belajar 1) Macam kabel yang digunakan pada kendaraan yaitu dilihat dari serabutnya ada dua yaitu kabel serabut dan kabel pejal. Guna memudahkan menentukan ukuran kabel yang akan digunakan SAE ( Society of Automotive Engineer) mengeluarkan pedoman AWG (American Wire Gauge) yang berisi nomor gage. 2) Ukuran kabel untuk horn. bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak. bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel.28 = 9. Panjang kabel : 1 meter= 3.84 feet . Tiap ujung kabel dipasang konektor. Selain itu juga ada pedoman yang memuat hubungan arus.28 feet untuk 3 m = 3 x 3. jarak antara horn dengan sumber 3 m.warna dengan kode ³B´ berarti warna kabel adalah hitam (black). dilihat dari ukurannya maka ada kabel kecil dan kabel besar. bila diketahui daya horn 12V/ 36 W dirangkai paralel. panjang kabel dan nomor gage yang digunakan. Tugas kegiatan belajar Cari wiring diagram salah satu tipe kendaraan: 1) Identifikasi ukuran dan warna kabel yang digunakan 2) Identifikasi jenis konektor yang digunakan e. ukuran kabel dan tahanan tiap 1000 feet. Test formatif kegiatan belajar 1) Sebutkan macam kabel yang digunakan pada kendaraaan 2) Tentukan ukuran kabel untuk horn. sedangkan kode ³B-W´ berarti warna kabel adalah hitam strip putih (white). d.

b) Ukur diameter kabel untuk menentukan diameter kabel penyambung.beban : 12 V/36 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/36 W +12 V/36 W = 12V/72 W . yaitu kabel dengan luasan 0. Lembar kerja kegiatan belajar Tujuan : Setelah mencoba lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 3) Menyambungkabel yang putus 4) Memasang terminal kabel Alat dan Bahan 10) 11) Solder Tang pengupas kabel . dan solder sambungan kabel. e) Sambung kabel yang putus. ujung konektor. klem kabel pada bodi dan terminal kabel 5) Heat shrink tube merupakan salah satu model isolator sambungan kabel dengan metode pemanasan untuk menyusutkan isolator sehingga isolator dapat mengikat dengan kuat sambungan yang diisolasi.5 mm2 3) Bahan yang sering digunakan untuk isolator kabel antara lain karet. vynil. 4) Titik-titik yang menjadi sumber gangguan pada kabel antara lain pada sambungan. g. c) Ukur panjang kabel yang dibutuhkan dengan diameter sama dengan kabel yang disambung. 6) Cara menyambung kabel yang putus adalah : a) Putus bagian kabel yang rusak dan kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. d) Masukkan dua heat shrink tube pada kabel penyambung. Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel 20. f) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder dan panasi heat shrink tube. atau plastik.

tenol. tempatkan iujung solder pada tempatnya. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. c) Sambung kabel. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak. b) Masukkan heat shrink tube pada kabel.12) Kabel. terminal kabel. kemudian solder sambungan kabel. c) Pasang kabel pada terminal kabel. b) Masukkan heat shrink tube pada salah satu kabel. e) Panasi heat shrink tube. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. kembalikan ketempat semula. e) Panasi heat shrink tube. Langkah Kerja 9) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 10) Latihan menyambung kabel a) Potong dua buah kabel dengan panjang 100 mm. solder sambungan kabel. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. cepit dengan tang penjepit terminal. heat shring tube Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. Menyolder sambungan 11) Memanasi heat shrink Latihan memasang terminal a) Potong kabel dengan panjang 100 mm. d) Geser heat shrink pada sambungan kabel yang telah disolder. kupas isolator pada ujung kabel kurang lebih 10 mm. Tugas . 4) Bersikan alat dan tempat kerja.

Uraian Materi Konektor kabel (Wire conector) Konektor berfungsi tempat penyambungan kabel pada sistem kelistrikan. dalam rumah tersebut terdapat lubang untuk memasukkan terminal kabel. sedangkan untuk menjamin agar sambungan lebih kuat maka dipasang pengunci. melindungi sambungan dari karat dan kotoran. .Apa dampak kualitas sambungan kabel yang buruk pada sistem kelistrikan. Jumlah terminal pada konektor sangat beragam mulai dari satu terminal sampai puluhan terminal. Konektor terdiri dari konektor laki-laki dan konektor perempuan. Kegiatan 5. Bentuk Konektor Bentuk konektor ada bebarapa macam diantara bentuk bulat maupun bentuk kotak. Jumlah kabel dalam satu konektor sangat bervariasi mulai dari satu kabel sampai puluhan terminal. Agar penyambungan konektor lebih mudah dan tidak salah maka pada konektor terdapat nok sehingga bila posisi tidak tepat maka konektor tidak dapat masuk. Memperbaiki Konektor Kabel a. rumah konektor terbuat dari plastic. dan memungkinkan sambungan dipisah lagi dengan mudah. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah membaca modul ini siswa dapat: 1) Menyebutkan macam wire conector 2) Menjelaskan model penguncian wire conector 3) Melepas dan memasang wire conector 4) Memperbaiki wire conector yang rusak b.

jangan menarik kabel saat melepas. Langkah melepas konektor kabel adalah sebagai berikut .Gambar 41. Bentuk dan Teknik Penguncian Pada Konektor Kabel. Gambar 63. Macam Bentuk Konektor dan Jumlah Terminalnya Melepas dan memasang konektor kabel Melepas konektor harus hati-hati. cara melepas yang salah dapat meyebabkan kabel putus. Bagian yang ditarik adalah bagian konektornya. Perhatikan metode penguncian yang digunakan oleh konektor. dan saat menarik konektor tidak boleh menarik kabelnya. Konektor Saat melepas konektor harus memperhatikan teknik penguncian yang digunakan. Teknik melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: 1) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik 2) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik 3) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : 1) Di tengah 2) Disamping Gambar 62.

angkat pengunci penahan dari terminal dan tarik kabelnya dari konektor.1) Tekan pengunci badan soket konektor dan pisahkan badan konektor laki dan perempuan (Male dan Famale) 2) Jika sulit terlepas. . Memperbaiki Kerusakan Konektor Kabel Terminal konektor maupun kabel pada sambungan terminal sering mengalami gangguan. lihat gambar 64. untuk mengatasi hal tersebut maka perlu perbaikan konektor kabel. konektor tidak boleh terlepas. 3) Pastikan konektor telah terkunci dengan baik dengan cara menarik konektor tanpa menekan pengunci. Gambar 64. angkat anti-back comb dari badan konektor dengan menggunakan obeng. sedangkan pada sambungan sering kabelnya putus. Gangguan pada terminal adalah karat dan terbakar. Melepas Terminal dari Konektor Langkah memasang 1) Perhatikan posisi pengunci maupun posisi nok 2) Masukkan terminal konektor sampai pengunci bunyi klik. 3) Menggunakan obeng. masukkan obeng ke dalam bagian depan badan konektor.

yaitu konektor laki-laki dan konektor perempuan. Menyambung Kabel Yang Putus 6) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. kemudian solder sambungan 7) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. 4) Ukur diameter kabel untuk menentukan ukuran kabel penyambung yang akan digunakan. pasang terminal konektor. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. 8) Ungkit pengunci pada terminal konektor. kupas ujung kabel. Gambar 66. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah. 3) Potong kabel yang rusak. . Bentuk konektor ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. Memasang Terminal Konektor c. 5) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama. kemudian tarik kabel untuk menguci apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. Melepas Terminal Konektor 2) Dorong terminal konektor keluar. Gambar 65 . sambung kedua kabel dengan Crimp mark. dan kupas isolatornya kurang lebih 10 mm. Teknik penguncian dengan menekan maupun mengungkit. kupas isolator pada ujung kabel.Langkah perbaikan adalah sebagai berikut: 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil. Gambar 67. Rangkuman Sepasang konektor kabel terdiri dari dua buah.

menyambung kabel dan memasang terminal konektor pada rumahnya sampai bunyi klik. 4) Mengatasi terminal konektor yang rusak adalah dengan mengganti terminal baru. menarik rumah konektor kabel dan tidak boleh menarik kabel. Tugas Cari buku pedoman perawatan salah satu kendaraan. Kunci Jawaban Formatif 1) Bentuk konektor kabel ada berberapa macam diantaranya bentuk bulat dan persegi. Test Formatif 1) Sebutkan macam bentuk wire conector 2) Jelaskan metode melepas penguncian pada wire conector 3) Jelaskan yang harus diperhatikan saat melepas dan memasang wire conector. 4) Bagaimana cara mengatasi bila terdapat satu atau lebih terminal konektor yang rusak? f. g. e.Membuka konektor harus memperhatikan metode penguncianya. memotong kabel terminal yang rusak. d. membuat sambungan kabel dengan terminal konektor. posisi nok dan posisi pengunci. Lembar Kerja Tujuan : . rangkum bentuk konektornya dan teknik penguncian yang diaplikasikan. dengan cara mengeluarkan terminal konektor lama. Jumlah terminal mulai dari satu buah sampai puluhan buah 2) Metode melepas penguncian terminal ada beberapa macam diantaranya: a) Mengangkat pengunci kemudian rumah konektor ditarik b) Menekan pengunci kemudian rumah konektor ditarik c) Langsung menarik rumah konektor Lokasi pengunci : Di tengah konektor dan disamping rumah konektor 3) Yang harus diperhatikan saat melepas adalah melepas penguncian. jangan menarik konektor pada kabelnya karena dapat menyebabkan kabel putus. Sedangkan saat memasang perhatikan bentuk.

Setelah mencobah lembar kerja ini maka siswa harus dapat : 5) Menyambung kabel yang putus 6) Memasang terminal konektor 7) Memperbaiki terminal kabel Alat dan Bahan 13) 14) 15) Solder Tang pengupas kabel Kabel. Jangan memegang ujung solder untuk memastikan solder berfungsi atau tidak. tenol. hindari ujung solder mengenai kabel listrik. kupas ujung kabel. kemudian tarik kabel untuk memastikan apakah terminal konektor sudah terpasang dengan baik. sambung kedua kabel dengan Crimp mark. tempatkan iujung solder pada tempatnya. 6) Ungkit pengunci pada terminal konektor. 5) Geser heat shrink tube ke kabel yang disambung. kemudian panasi heat shrink tube dengan heater. terminal kabel. 2) Potong kabel yang rusak. masukkan terminal konektor ke rumah konektor sampai bunyi klik. . kemudian solder sambungan. pasang terminal konektor. 4) Potong kabel penyambung dengan panjang sesuai kabel yang dibutuhkan. kupas isolator pada ujung kabel. dan kupas isolatornya 10 mm. Langkah Kerja Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 1) Keluarkan terminal konektor dari rumah konenektor dengan cara menekan pengunci menggunakan kawat atau obeng (-) ukuran kecil dan dorong terminal konektor keluar. heat shring tube 16) Konektor kabel Keselamatan Kerja Hati-hati terhadap ujung solder saat panas. 3) Buat kabel penyambung dengan ukuran kabel yang sama.

Harga R1= 60 dan R2 = 180 . parallel dan kombinasi 14) Dua resistor dirangkai secara seri. SOAL 1. kembalikan alat yang digunakan ke tempat semula. III EVALUASI A. 13) Berapa tahanan bohlam secara teoritis? Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter. Jelaskan karakteristik rangkaian seri. untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam. BAB. b.7) Bersihkan tempat kerja. d. Terangkan cara memasang ampere meter. Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut! Sebuah bohlam 12 V/23 watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt. c. 2) Buatlah laporan kerja. Tugas: 1) Identifikasi jenis dan penyebab kerusakan pada konektor kabel. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V 15) Sebutkan tiga hal yang sering menjadi gangguan pada rangkaian/system kelistrikan? 16) Sebutkan macam sekring yang biasa digunakan pada mobil 17) 18) Terangkan ciri-ciri bohlam putus Jelaskan titik-titik yang sering menjadi sumber gangguan pada rangkaian kabel . Soal Uji Kompetensi Pengetahuan (Waktu 120 menit) 11) 12) a. Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam.

bila diketahui daya klakson 12V/60 W dirangkai paralel. 20) Sebutkan macam bentuk konektor kabel 2. Soal Uji Kompetensi Keterampilan . jarak antara klakson dengan sumber 3 m.19) Tentukan ukuran kabel untuk klakson.

KUNCI JAWABAN 10) Hukum Ohm mengatakan: besar arus yang mengalir berbanding lurus dengan besar tegangan dan berbanding terbalik dengan besar tahanan.92 Ampere b) c) Ampere meter dipasang seri terhadap beban = 6. Membuat rangkaian kombinasi 3 resistor Memeriksa kontinuitas pada rangkaian yang disediakan Mengganti sekering pada rangkaian klakson Mengganti bohlam Halogen pada rangkaian lampu kepala Membuat sambungan kabel Mengganti konektor kabel Total B.Demonstrasikan dihadapan guru/instruktur kompetensi saudara dalam waktu yang telah ditentukan No 1 2 3 4 5 6 7 Kompetensi Mengukur arus. V = I x R 11) Sebuah bohlam 12 V/23 Watt dirangkai seri dengan baterei 12 Volt. tahanan dan tegangan pada rangkaian yang disediakan.92 d) Mengukur tegangan baterei dengan volt meter atau multi meter § Atur selector pada DC Volt skala 50 § Kalibrasi alat ukur § Hubungkan colok positip/merah ke positi baterei § Hubungkan colok negatip/hitam ke negatip baterei § Baca hasil pengukuran dengan teliti 3) Rangkaian seri mempunyai karakteristik a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan semua tahanan . a) Besar arus listrik adalah I=P/V = 23/12 =1.25 Ohm Waktu 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 70 menit Tahanan bohlam secara teoritis adalah R= V/I = 12 / 1.

c) Besar arus mengalir merupakan total arus yang mengalir setiap percabangannya I2 d) Besar tahanan total (Rt) atau tahanan pengganti adalah: R1 x R2 Rt = R1 + R2 Karakteristik rangkaian Seri Paralel atau kombinasi a) Tahanan total (Rt) merupakan penjumlahan tahanan dengan tahanan pengganti.( Rt = R1 + R2) b) Arus yang mengalir pada rangkaian sama besar (It = I1 = I2) c) Tegangan total (Vt) merupakan penjumlahan tegangan (Vt = V1 +V2) Karakteristik rangkaian parallel: a) Tegangan pada rangkaian sama . Nilai tahanan dalam rangkaian membesar I = I1 + . V = V1 = V2 b) Besar arus yang mengalir tergantung bebannya.Tegangan pada R2 yaitu V2 = R2 x I = 180 x 50 = 9000 mV = 9 V. Rt = R1 + Rp b) Tegangan total pada rangkaian merupakan penjumlahan tegangan pada tahanan dan tahanan pengganti. (V = V1 + VRp) c) Besar arus pada rangkaian adalah tegangan dibagi tahanan total (I = V/ Rt ) 4) Besar arus yang mengalir I = V/Rt = 12 / (60+180) = 0.05 A = 50 mA Tegangan pada R1 yaitu V1 = R1 x I = 60 x 50 = 3000 mV = 3 V . 5) Tiga hal yang sering menyebabkan gangguan pada rangkaian/system kelistrikan adalah: a).

Panjang kabel : 1 meter= 3. 9) Ukuran kabel untuk klakson. jarak antara klakson dengan sumber 3 m. Kerusakan pada komponen kelistrikan. 6) Sekering yang biasa digunakan pada mobil: a) Sekering type blade b) Sekering type cartridge 7) Ciri-ciri bohlam putus.8 mm2 10) Macam bentuk konektor kabel : a) Bentuk bulat b) Bentuk persegi C. 8) Titik-titik yang menjadi gangguan pada rangkaian kabel antara lain pada sambungan.28 = 9.28 feet untuk 3 m = 3 x 3. a) Jika diperiksa secara visual. Dari data tersebut diklarifikasi dengan tabel diperoleh ukuran kabel SAE 18. ujung konektor. klem kabel pada bodi dan terminal kabel.5 Dasar listrik 2 Sebutkan bunyi hukum Ohm dan tuliskan hukum Ohm tersebut Dapat mengukur Sebuah bohlam 12 dan menghitung V/23 watt dirangkai secara teoritis besar seri dengan baterei 2 . bila diketahui daya klakson 12V/ 36 W dirangkai paralel.b). KISI-KISI SOAL PENGETAHUAN NO 1 SUB KOMP. Beban klakson adalah 12 V/ 60 W dirangkai paralel sehingga beban 12 V/ 60 W +12 V/ 60 W = 12V/ 120 W . INDIKATOR Dapat menjelaskan hukum Ohm SOAL SKOR SKOR MAKS PEROLEHAN 0. maka pada vilamennya kelihatan terputus b) Jika dilakukan tes kontinuitas antara kutup positip dan negatip tidak ada.84 feet. yaitu kabel dengan luasan 0. Terjadinya hubung singkat c).

5 0. parallel dan parallel dan gubungan kombinasi Dapat menghitung Dua resistor besar Arus dan dirangkai secara tegangan pada seri.Hitunglah berapa besar arus listrik secara teoritis yang mengalir pada bohlam b. tentukan besar arus listrik yang mengalir dan besar tegangan pada masing masing resistor bila tegangan sumber sebesar 12V Prosedur Dapat menyebutkan Sebutkan tiga hal menghindari hal-hal yang sering yang sering menjadi kerusakan ECU menyebabkan gangguan pada dan memeriksa gangguan pada rangkaian/system gangguan pada ranagkaian kelistrikan rangkaian 1 1. Terangkan cara memasang ampere meter. Terangkan cara mengukur tegangan baterei dengan Volt meter Dapat menjelaskan Jelaskan karakteristik karakteristik rangkaian seri. rangkaian seri. Berapa tahanan bohlam secara teoritis? 3 4 5 d.Arus. Harga R1= 60 rangkaian dan R2 = 180 .5 . Tahanan dan Tegangan 12 Volt a. untuk mengukur arus listrik yang mengalir ke bohlam c.

penggunaan bila diketahui daya horn 12V/60 Watt dirangkai paralel.5 1 2 0.5 0.5 Kisi-Kisi Penilaian Sikap No 1 2 3 4 Komponen yang dinilai Kelengkapan pakaian kerja Penataan alat dan kelengkapan yang memperhatikan pekerja dan alat Menggunakan alat sesuai fungsinya Membersihkan alat dan tempat kerja Nilai akhir Skor Maks 1 2 6 1 Skor Perolehan Kisi-Kisi Penilaian Keterampilan . jarak antara klakson dengan sumber 3 m.Dapat menyebutkan Sebutkan macam macam sekering sekring yang biasa Mengganti digunakan pada sekering dan mobil bohlam 7 Dapat menerangkan Terangkan ciri-ciri ciri bohlam putus bohlam putus 8 Dapat menjelaskan Jelaskan titik-titik titik-titik yang yang sering menjadi sering terjadi sumber gangguan gangguan pada pada rangkaian rangkaian kabel kabel 9 Dapat menentukan Tentukan ukuran Rangkaian kabel ukuran kabel sesuai kabel untuk horn. 10 Konektor Dapat menyebutkan Sebutkan macam bentuk konektor bentuk konektor kabell 6 0.

tahanan dan tegangan § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Mengkalibrasi alat ukur § Membaca hasil pengukuran Membuat rangkaian kombinasi § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Rangkaian benar dan bekerja Memeriksa kontinuitas rangkaian Skor Maks Skor Perolehan 1 1.5 5 Mengganti sekering dan bohlam .No Sub Kompetensi Dasar Listrik Komponen yang dinilai Mengukur arus.5 Mengganti sekering dan bohlam 4 1.5 Dasar Listrik 2 1 Memeriksa kerusakan ringan pada rangkaian § Menggunakan peralatan sesuai SOP 3 § Pemeriksaan dilakukan sesuai SOP § Menyimpulkan hasil pemeriksaan Mengganti sekering § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memeriksa kondisi sekering 1.5 § Menentukan kapasitas sekering § Penggantian sekering sesuai SOP Mengganti Bohlam § Menggunakan peralatan sesuai SOP 1.

§ Memeriksa kondisi Bohlam § Menentukan ukuran Bohlam § Penggantian Bohlam sesuai SOP Rangkaian kabel Membuat sambungan kabel § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih ukuran kabel § Menyolder kabel Mengganti konektor § Menggunakan peralatan sesuai SOP § Memilih konektor § Memasang pin kabel 6 1. dengan skor setiap aspek minimal 7 Nilai Akhir BAB.5 Konektor 7 1.5 C. KRITERIA KELULUSAN Aspek Sikap Pengetahuan Keterampilan Skor Perolehan Bobot 2 2 6 Nilai Keterangan Syarat kelulusan nilai minimal 7. IV PENUTUP .

Wiring Diagrams. WWW. (2004). com Sullivan`s Kalvin R. ehow. Autoshop 101. (2004). sedangkan uji praktik dengan mendemontrasikan kompetensi yang dimiliki pada guru/instruktur. WWW. Autoshop 101. WWW. Autoshop 101. Electric Fundamentals. com Sullivan`s Kalvin R. WWW. com Sullivan`s Kalvin R. Setelah siswa merasa menguasai sub kompetensi yang ada. com Sullivan`s Kalvin R. Sub kompetensi tersebut. Diagnosis & Testing. namun bila syarat minimal kelulusan belum tercapai maka harus mengulang modul ini. (2004). DAFTAR PUSTAKA Sullivan`s Kalvin R. dari sini kompetensi siswa dapat diketahui. tahanan dan arus 3) Pemeriksaan kerusakan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dan prosedur menghindari kerusakan ECU 4) Mengganti sekering dan bohlam 5) Perbaikan rangkaian kabel 6) Perbaikan konektor Kompetensi ini merupakan kompetensi dasar guna mempelajari sistem kelistrikan sehingga harus dikuasai dengan baik. com an. parallel dan gabungan . Bagi siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Guru/instruktur akan menilai berdasarkan lembar observasi yang ada.Replacing fuse blown. uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. Autoshop 101. WWW.Kompetensi perbaikan ringan pada rangkaian/system kelistrikan dengan kode OPKR 50-002B terdiri dari 6 sub kompetensi dengan durasi 60 jam pelajaran @ 45 menit. com . Uji teoritis dengan cara siswa menjawab pertanyaan soal evaluasi. Electric Circuit. atau bagian yang tidak lulus dan karena tidak diperkenankan mengambil modul berikutnya. siswa dapat melaksanakan uji kompetensi. WWW. (2004). Autoshop 101. 2) Mengukur tegangan. Wire and Conectors. yaitu : 1) Merangkai hubungan seri. (2004).

Materi engine group step 2. Toyota Astra Motor TEAM (1996). WWW. Toyota Astra Motor TEAM (1995). otomotif Leave a Comment Pemeriksaan Sistem Suspensi Apr 21 Posted by 66tech BAB II PEMELAJARAN A. Toyota Astra Motor Posted in ilmu. ehow. Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru . New Step 1 Training Manual. Com an. brake or reverse light.How to replace a tail. ehow. Jenis Kegiatan 1. Memeriksa sistem/komponen suspensi dan menentukan kondisinya. Jakarta .autolamp. WWW. WWW.Com Toyota Astra Motor (t. Electrical Group Step 2. dengan mengikuti tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.an.Halogen head light. com an. Jakarta.th).How to replace a car headlight. Rencana Belajar Peserta Diklat Rencana setiap kegiatan belajar anda. Jakarta. Mempelajari konstruksi dan cara kerja system suspensi 2.

Kegiatan Belajar 1. Untuk mengurangi getaran dan goncangan tersebut setiap kendaraan perlu dilengkapi dengan sistem suspensi. Gambar 1. Uraian materi Kenyamanan berkendaraan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh pengendara maupun penumpang. 1. Suspensi wishbone pegas coil Suspensi jenis ini menggunakan pegas koil yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm) dan lengan atas (upper arm) . kendaraan akan selalu mengalami getaran atau goncangan yang disebabkan oleh mesin itu sendiri atau karena kondisi jalan yang tidak rata. Namun demikian. Tujuan kegiatan belajar a. Apabila salah satu komponen system suspensi mengalami gangguan.B. Penggunaan sistem suspensi Pada umumnya system suspensi kendaraan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu suspensi independent dan suspensi rigid Konstruksi dan kerja jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. sehingga kedua roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan Ada dua macam konstruksi suspensi independent depan yaitu suspensi wishbone dan suspensi mac pherson : 1). Menjelaskan konstruksi dan cara kerja system suspensi Tujuan kegiatan belajar : Menjelaskan konstruksi system suspensi Menjelaskan cara kerja system suspensi 2. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi b. Peserta diklat mampu melaksanakan pemeriksaan system suspensi sesuai dengan SOP 2. maka akan terjadi hal yang tidak diharapkan. Memeriksa system/ komponen system suspensi Memeriksa sistem / komponen suspensi dan menentukan kondisinya. Sehingga kenyamanan pengendaraan tidak akan dapat dicapai.

Suspensi wishbone pegas torsi Suspensi wishbone menggunakan pegas batang torsi yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm ) dan kerangka kendaraan. sehingga memungkinkan knucklekemudi dapat diarahkan. sehingga memungkinkan arm dapat bergerak ke atas dank ke bawah mengikuti gerakan roda. Kerjanya bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas mengalami pemendekan dan pemanjangan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pemegasan) 2). c) Knuckle kemudi dan spindle yang terpasang dibagian ujung lengan atas dan bawah dipasang menggunakan sambungan peluru. . sangat cocok digunakan untuk system suspensi roda depan. b) Kedua ujung luar lengan atas dan lengan bawah yang dipasangkan pada knuckle kemudi menggunakan sambungan peluru.Bodi (frame) Lengan atas Penahan benturan Sambungan peluru bawah Gambar 2 : Suspensi wishbone dengan pegas koil Suspensi ini mempunyai sifat : a) Dengan desain yang kompak dari pegas hasil .

c). sedangkan ujung depannya dipasangkan pada lengan bawah (lower arm) dan kedua tempat pemasangannya dibuat mati. salah satu ujung lengan bawah dipasang knuckle kemudi dengan sambungan peluru sedangkan ujung yang lain dipasangkan pada kerangka kendaraan. Suspensi Mac pherson Suspensi ini pegas koil dipasangkan menjadi satu kesatuan dengan shock absorber menggunakan lengan bawah ( lower arm ) sebagai dudukan komponennya Ada dua macam konstruksi suspensi mac pherson yaitu dengan lengan ³melintang´ dan lengan ³L´ a). Gaya yang diterima lower arm ditahan dengan kemampuan puntiran pegas torsi yang dipasangkan antara lower arm dengan kerangka (frame). Suspensi mac pherson lengan ³melintang´ Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah (lower arm) berbentuk lurus . Pegas batang torsi (torsion bar) digunak an pada kendaraan yang tidak menggunakan pegas koil ataupun pegas atau pegas daun pada suspensi depan b) Pegas batang torsi (torsion bar) pada ujung belakangnya dipasang pada kerangka kendaraan . . Pegas batang torsi (torsion bar) bekerja secara puntiran karena batang torsi dibuat dari baja yang mempunyai elastisitas tinggi Kerjanya : bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke lower arm maupun upper arm melalui knuckle kemudi. Untuk memperhalus proses pemegasan (puntiran) pegas torsi maka peredam getaran dipasangkan untuk memperhalus proses pemegasan yang dipasangkan antara lower arm dengan frame kendaraan 3).Peredam getaran stabiliser Pegas torsi Suspen si ini mempu nyai sifat : a).

lengan ini bersama-sama batang penahan (strut bar ) berfungsi mencegah perubahan jejak roda-roda depan Penutup debu Bantalan atas Kerjanya : bila roda- Bodi ( frame) Batang piston Gambar 4 : Suspensi mac pherson dengan lengan melintang roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm melintang sehingga mengakinatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan kerangka ( frame ).Lengan melintang dan kelengkapannya berfungsi meneruskan beban kendaraan keroda dan mengontrol gerakan samping. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan maka peredam kejut dipasangkan bersama pegas koil antara lower arm dengan rangka ( frame) b) Suspensi mac pherson lengan ³L´ .

Suspensi jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah. 1) Suspensi mac pherson penggerak roda depan. sehingga roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan. dengan dua tempat pemasangan terpisah yang berfungsi untuk mencegah gerakan dari arah samping dan gerakan aksial roda. b. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersaman pegas koil antara lower arm ³L´ dengan rangka (frame) kendaraan . Konstruksi jenis suspensi independen belakang. Oleh karena itu suspensi jenis ini tidak memerlukan lagi batang penahan (sturt bar) Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka akan diteruskan ke lower arm ³L´ mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pada pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. Ada dua macam konstruksi suspensi independent belakang yaitu : Suspensi mac pherson penggerak roda depan dan suspensi mac pherson penggerak roda belakang.Penopang atas Dudukan pegas Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah ( lower arm ) berbentuk ³L´ yang digunakan pada roda sebagai penggerak ( front wheel drive) dengan engine di depan ( front engine) Lengan bawah Gambar 5 : Suspensi mac pherson dengan lengan ³L´ Peredam getaran Lenga n bawa h³L ³ memp unyai dua tempat pemasangan pada kerangka yang masing-masing dipasangkan menggunakan bushing karet. .

2) Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi Suspensi jenis ini menggunakan poros kaku ( rigid) berbentuk ³ U ³ yang didalamnya dipasangkan batang tiorsi akan bekerja secara puntiran saat terjadi gerakan roda. .Suspensi jenis ini dilengkapi lengan bawah ( lower arm) dan lengan penopang (strut bar) Lengan bawah Stabilisator Strut bar Tromol rem Gambar 6 : Suspensi mac pherson bagian belakang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Pemasangan ujung lengan bawah (lower arm) dengan rangka silang kendaraan menggunakan bhusing karet sedangkan ujung yang lainnya dipasangkan pada knuckle kemudi. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersama pegas antara lower arm dengan rangka (frame ) kendaraan. b) Batang penopang (strut bar) dipasangkan antara kerangka dengan lengan control bawah yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya gaya lateral yang berlebihan. Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm yang mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasang antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan.

lengan suspensi sehingga mengakibatkan bagian ini bersama pegas koil berayun terhadap rangka (frame) kendaraan. Suspensi jenis ini dilengkapi dengan lengan control bawah ( lower arm) dan lengan control atas (upper arm) hingga dapat berayun secara bebas bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. Untuk memperhalus proses pemegasan dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan peredam getaran dipasang antara rumah poros roda belakang dengan rangka (frame) kendaraan 3) Suspensi mac pherson penggerak roda belakang. Puntiran ini sangat menghasilkan gaya reaksi yang berlawanan dengan lenganlengan suspensi Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke rumah poros. Suspensi ini juga disebut aksel berayam Penopang Pegas atas Deferensial Lengan atas Peredam getaran .Penguat poros Batang lateral Gambar 7: Suspensi mac pherson dengan batang torsi Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros semi rigid bersama batang pegas torsi bekerja secara aktif sebagai suspensi b) Pegas koil berfungsi menyempurnakan momen suspensi agar dapat mengurangi roling body. hingga menghasilkan pengemudian yang stabil c) Gerakan puntiran dari ujung lengan-lengan suspensi diteruskan kedalam gerakan puntiran aksel belakang.

Rangka silang Suspensi ini mempunyai sifat : a) Poros ( aksel ) Lengan Bawah roda dibuat terpisah. hingga poros dapat barayun bebas . lengan control atas dan control bawah yang lain dipasangkan pada kerangka body kendaraan Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm dan upper arm sehinga pegas koil mac pherson mengalami memendekan dan pemanjangan . Konstruksi jenis suspensi rigid 1). Gambar 8 : Poros berayun pada bagian belakang b) c) Differensial ditempatkan pada bagian rangka silang body kendaraan. Berat body kendaraan dan komponen yang lain ditopang oleh pegas suspensi Ujung bawah mac pherson dipasang pada lengan kontrrol atas dan bawah juga lengan jejak.sedangkan pada ujung poros berfungsi menahan momen punter karena gaya pengereman Bagian ujung poros ini juga dipasangkan knuckle kemudi dengan menggunakan poros kingpin . pertemuan kedua bagian poros bekerja sebagai tumpuan. Pada bagian tengah poros berfungsi menahan beban kendaraan. d) Ujung lengan jejak. Jenis suspensi rigit roda depan Suspensi jenis ini biasanya dipasangkan pada poros rigit ( kaku) yang terbuat dari baja tempa pejal berbentuk I Roda sebelah kanan dan kiri dipasangkan pada ujung poros tunggal. Untuk memperhalus proses pemegasan pegas koil dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan kejut dipasang antara lower arm dengan rangka (frame) a. Ada empat jenis knuckle kemudi yang dipasangkan pada suspensi rigid roda depan yaitu : a) Jenis reverse eliot Jenis ini ujung poros sangat sederhana konstruksinya dan mudah untuk pemasangan komponen rem .

knuckle kemudi dipasangkan ditengah ujung poros dengan c). Kerjanya : bila rodaroda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan keporos depan rigit Gambar 13: Jenis Marmon yang berbentuk ³ I ³ hingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun / ayunan pegas daun yang berlebihan maka dipasangkan peredam getaran antara poros depan dengan rangka (frame). Jenis Lemoine : Jenis tidak memerlukan poros kingpin. . Gambar 11: Jenis Eliot karena knuckle kemudi dipasangkan pada ujung poros bagian atas sehingga poros menjadi tambah tinggi e) Jenis marmon Gambar 10 : Jenis Reverse Eliot menggunakan poros kingpin Jenis ini juga tidak memerlukan poros kingpin kare knuckle kemudi dipasangkan pada bagian bawah ujung poros sehingga daya kekuatannya agak berkurang bila dibandingkan dengan jenis yang lain. Jenis eliot Jenis ini ujung porosnya dibuat sangat komplek .b).

sehingga tenaga yang dihasilkan oleh motor dipindahkan ke roda-roda melalui poros yang berputar dalam rumah. Apabila pegas koil digunakan pada suspensi belakang. Jenis suspensi rigit roda belakang Suspensi jenis ini biasanya roda-roda dipasangkan pada satu poros. Pegas daun Pada umumnya pegas daun dipasangkan secara parallel antara rangka dengan poros belakang. tetapi tidak dapat menahan gaya samping atau tekanan samping. Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan kerumah poros roda belakang yang mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan dan pemanjangan ( konstanta pegas) untuk mengurangi ayunan pegas (oksilasi) yang berlebihan pada suspensi ini dilangkapi peredam getaran yang dipasangkan antara rumah poros dengan kerangka (frame) kendaraan. Sedangkan beban kendaraan yang didukung oleh rangka mobil diteruskan ke rumah poros melalui pegas daun Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka diteruskan kerumah poros belakang yang mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) yang konstruksinya dilengkapi dengan ayunan pegas Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun yang berlebihan maka suspensi ini dilengkapi peredan getaran yang dipasangkan antara penopang pegas daun dengan (frame) Ayunan Pegas Gambar 15: Suspensi pegas daun b). harus dilengkapi komponen yang lain seperti : laterar rod dan stabilisator.2). Ada dua jenis pegas yang digunakan pada jenis ini yaitu a). Pegas koil Poros kaku dengan pegas koil untuk mengadakan pemegasan dan menahan beban tegak lurus. Rumah poros Pegas koil belakang .

Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas lower arm dan upper arm. pengujian dan menentuan komponen system suspensi : 1. knuckle kemudi Komponen ini berfungsi untuk pemasangan roda-roda depan / sumbu roda. pemasangan knuckle kemudi dan memelihara letak geometris body dan roda-roda. Upper arm dan lower arm Komponen ini berfungsi untuk menyangga pegas coil. sehingga memungkinkan kendaraan membelok kekanan dan kekiri. dengan cara disemprot menggunakan penetrant warna untuk menyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak. Upper arm . 2.Lengan kontrol atas Batang kontrol Gambar 16: Suspensi pegas koil Ini uraian materi kegiatan belajar 2: Fungsi dan prosedur pemeriksaan. Pemeriksaan : Dalam keadaan terlepas dan bersih knuckle kemudi disemprotkan menggunakan penetrant warna untuk meyakinkan bahwa komponen ini masih dalam keadaan baik atau retak.

Gerakkan lengan suspensi bawah ke atas dan kebawah dan pastikan tidak ada gerak bebas ball joint (berlebihan) y Gerakkan roda samping kanan samping kiri dan pastikan tidak ada gerakan yang berlebihan. Pengujian knuckle kemudi : dalam keadaan terpasang pada lower arm maupun upper arm komponen ini digerakkan kearah samping kiri. 17 Pemeriksaan Lower. Bila tidak timbul suara yang aneh maka bias dipastikan lower arm dan upper arm dalam keadan baik. a) y Pemeriksaan kekendoran ball joint bawah terhadap lower arm. y Pastikan kendaraan sudah disangga dengan aman y Pastikan bahwa roda depan telah lurus posisinya dan tekan pedal rem.Gb. . y Dongkrak bagian depan kendaraan dan di topang dengan penyangga. Ball Joint Komponen ini berfungsi sebagai sumbu roda-roda saat kendaraan membentuk. pemasangannya antara lower arm dengan steering knuck dan upper arm dengan steering knuekle. atas dan bawah . Upper arm dan knuckle kemudi . Pengujian lower arm dan upper arm : dalam keadaan lower Knuckle kemudi arm dan upper arm terpasang dalam kerangka (frame) kendaraan komponen ini digerakkan kearah atas atau kearah bawah . kanan. Bila tidak timbul suara aneh maka bias dipastikan knuckle kemudi dalam kondisi baik 3.

maka keausan ban menjadi tidak normal 5. Shock absorber (peredam getaran ) Komponen ini berfungsi untuk mengurangi oksilasai yang berlebihan pada pegas bila kendaraan berjalan dijalan tidak rata. Gambar 18 : Pemerikasan ball joint terhadap lower arm dan upper arm 4. Bila pegas lemah dapat dirasakan ada kejutan tidak normal saat kendaraan melewati jalan yang rata.batas limit = 273 mm. bila ukuran kurang dari batas limit spesifikasi sesuai yang ditentukan maka pegas perlu diganti. ukur tinggi bebas pegas sesuai dengan buku manual sesuai dengan jenis mobil yang diperiksa . pastikan tidak ada kebocoran minyak dan gas. Ukur kembali tinggi bebas pegas . Pegas Koil (Coil Spring) Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang diakibatkan dari permukaan jalan tidak rata. kemudian tekan pegas dengan Gambar 19: Pemeriksaan pegas koil beban tertentu. 21a Pemeriksaan Shock absorber . Pemeriksaan pegas koil dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak atau aus. Pemeriksaan peredam getaran dalam keadaan terlepas dan bersih. penempatannya diantara lower arm dan upperr arm. dan sebaliknya Catatan : a.Peng ujian ball joint : dalam keadaan roda terpasang gerakkan roda bagian atas kedalam dan bagian bawah keluar atau sebaliknya bila terjadi kekocakan yang berlebihan maka ball joint perlu diganti bila tidak terjadi kekocakan dapat dipastikan ball joint dalam keadaan baik. b. Pengujian pegas koil dalam keadaan pegas koil terlepas ukur tinggi bebas pegas. Bila pegas lemah. Gb.

atau saat pemindaan tenaga dari motor. Strut bar Komponen ini berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan maupun dorongan akibat terjadinya pengereman. Pemeriksaan strut bar dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak. 21b Pemeriksaan Shock absorber b. Ukur run out bagian tengah strut bar menggunakan dial indikator magnetik. Pada mobil sedan tekan pada bagian depan mobil kemudian lepas maka getaran tambah setengah dari tekanan semula dan kembali pada posisi sebelumnya. dan goyangan kesamping harus cepat berhenti Gb. 6. strut bar berupa batangan baja yang dipasang pada lower arm dan frame kendaraan. Pemeriksaan kebengkokan : y Letakkan strut bar pada v blok.Pengujian : Dalam keadaan terlepas dengan cara ditekan dan ditarik bila dengan tahanan yang tetap pastikan kondisi peredam gataran dalam keadaan baik . bila ada bushing peredam getaran yang rusak perlu dilakukan penggantian Dalam keadaan terpasang: a. Kebengkokan tidak boleh melebihi batas limit yang sudah ditentukan pada buku manual dari jenis kendaraan tersebut y y . goyangkan mobil kearah samping.

Pemeriksaan stabilizer bar : 1. aus atau patah. Stabilizer ini di pasangkan pada lower arm kiri dan kanan. bagian tengahnya diikatkan pada frame / body kendaraan. sehingga beban yang diterima komponen ini saat kendaraan membelok adalah beban puntiran. Karet-karet pengikat dalam keadaan terpasang pastikan karet-karet pengikat pada frame tidak ada yang retak Pengujian : Dalam keadaan stabilizer terpasang tekan bagian depan mobil sebelah kanan atau tekan bagian mobil sebelah kiri secara bergantian . 7. .bila tekanan dilepaskan maka kondisi mobil cepat kembali seperti posisi semula pastikan stabilizer masih dalam kedaan normal Bila pengujian diatas timbul suara yang aneh maka bushing pengikat stabilizer dengan rangka perlu diganti. Stabilizer bar Komponen ini berfungsi untuk mengurangi terjadinya kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat membelok atau saat lurus mengurangi tenaga guling.Pengujian : Dalam keadaan terpasang dan mobil di jack stand dengan aman : y Dengan rem kendaraan diinjak dorong bagian roda yang diuji kedepan atau kebelakang y Pastikan tidak ada bagian bushing strutbar yang aus atau rusak. 2. dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan komponen ini tidak ada bagian yang retak. y Bila ada bagian bushing yang aus/rusak lakukan penggantian.

b). Pemeriksaan pegas daun : a). Pegas daun Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan yang ditimbulkan permukaan jalan. Ujung.ujung pegas daun tidak terjadi keausan yang berlebihan .b. Prosedur pemeriksaan komponen sistem suspensi rigid Baut ³U´ Peredam getaran Pegas daun Fungsi dan prosedur pemeriksaan komponen 1. pegas jenis ini mampu menerima beban yang lebih besar bila dibanding dengan pegas koil maupun pegas torsi oleh karena itu pegas daun banyak digunakan pada sistem suspensi bagian belakang kendaraan. Dalam keadaan terlepas dan bersih lembaran pegas tidak retak atau pada ujung ± ujungnya tidak terjadi keausan yang berlebihan.

y Ukur kembali NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Bandingkan pengukuran NIP setelah pembebanan dengan spesifikasi jenis mobilnya.Gb. Pemeriksaan pegas daun Pengujian : Dalam keadaan terlepas : Ukur NIP pada masing-masing lembaran pegas daun y Beri beban pada masing-masing lembara pegas daun sesuai dengan spesifikasi jenis mobilnya. bengkok maupun kerusakan pada ulirnya. Pemeriksaan baut ³U´: a) Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir yang aus. 25. y Bila ukuran NIP setelah pembebanan kurang dari batas limit maka perlu diganti lembaran pegas daunnya dan sebaliknya. y 2. b) Tidak terjadi kebengkokan pada bagian yang lain c) Tidak terjadi keausan pada ulir mur pengikat Baut ³U´ . Baut ³U´ Komponen ini berfungsi untuk mengikat tumpukan/ susunan pegas daun dengan poros roda belakang dengan kuat agar tidak terjadi pergeseran bila roda menerima kejutaan dari permukaan jalan.

Pengujian : Dalam keadaan ayunan pegas daun terpasang pada rangka kendaraan keraskan murmur pengikat ayunan pegas sesuai dengan spesifikasi buku manual Cek / periksa kembali mur-mur pengikat ayunan pegas bila masih dalam keadaan kendor maka ayunan pegas perlu diganti 4. Pemeriks aan baut ³U´ ´ ` Pengujian : Dalam keadaan terpasang kencangkan mur pengikat baut ³U´ dengan momen yang sesuai spesifikasinya pada buku manual. Ayunan Pegas Komponen ini berfungsi untuk memungkinkan pegas memanjang dan memendek bila roda menerima kejutan dari jalan. Pemeriksaan ayunan pegas daun: Dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian ulir baut dan mur pengikat yang aus. Pemeriksaan bushing karet : dalam keadaan terlepas pastikan bhusing karet tidak pecah atau berubah konstruksinya. Pemasangannya diantara pegas dan frame (kerangka) kendaraan. 26. Kerusakan dan keausan . Cek/periksa kembali mur-mur pengikat baut ³U´ bila masih dalam keadaan kendor maka baut U perlu diganti dan sebaliknya. 3.Ring Mur pengikat Gb. Bhusing karet Komponen ini berfungsi untuk meredan suara hubungan antara ayunan pegas daun dengan frame bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan.

Bumper karet Komponen ini berfungsi untuk membatasi ayunan pegas yang berlebihan dan tidak terjadi tumbukan antara poros roda dengan frame/kerangka kendaraan. Sebab sudah terjadi pengerasan 5. . 27 Pemeriksaan ayunan pegas dan Bhusing karet. Pemeriksaan bumper karet :dalam keadaan terpasang pastikan tidak ada bagian yang pecah atau berubah bentuk Bumper karet . Pengujian : Bushing dalam terpasang gerakan ayunan pegas keatas dan kebawah bila pada bagian ini timbul suara yang aneh maka perlu diganti.Gb.

Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda. Suspensi independen menggunakan dua macam pegas Yaitu : Pegas koil dan pegas torsi . 2. b. bila pada bagian ini timbul suara aneh maka perlu diganti bumper karet tersebut atau sebaliknya C. c.Penguji an : Dalam keadaan terpasa ng beri beban pada bagian belakan g kendara an yang diuji bumper kemudian lepaskan bebannya lakukan beberapa kali . Sistem suspensi berfungsi Bersama-sama dengan roda menyerap kejutan dan oksilasi dari permukaan jalan. Menopang body / kerangka pada poros dan memelihara letak geometri antara body dengan roda. a. Sistem suspensi dapat digolongkan menjadi dua jenis a. Suspensi Independen (suspensi bebas) b. Suspensi Rigid ( Suspensi kaku ) 3. Rangkuman 1.

Komponen utama suspensi independen a. D. Test Formatif . Suspensi rigid menggunakan dua macam pegas yaitu a.4. Lateral rod Bumper karet 7. b. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros independent pada kendaraan 2. c. Pegas koil / torsi Shock absorber (peredam kejut) c. Pegas daun Pegas koil Shock absorber ( peredam kejut ) d. Pegas daun Pegas koil 5. Tugas 1. f. Sebutkan dua macam konstruksi suspensi poros rigit E. Prosedur pemeriksaan komponen. d. g. b. Komponen utama suspensi rigid a. Stabilizer bar Strut bar Upper arm Lower arm Ball joint 6. e. b. e.

Kuas Minyak pembersih l. Kunci Jawaban Test Formatif 1. Majun / kain lap Penetran warna j. Dongkrak Jack stand Pengungkit Suspensi roda depan Suspensi roda belakang f. V blok g. Keselamatan Kerja . Dial indicator magnetic h. Lembar Kerja 1. Jelaskan kerja suspensi wishbone pegas koil Jelaskan kerja suspensi rigid pegas daun F. b. Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pegas) 2. Alat dan Bahan a. c. k. Grease 2. 2. d. i.1. e. Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke rumah poros belakang sehingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan dari bentuk elip mendekati lurus G.

Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. Perhatikan instruksi praktek yang disampaikan oleh instruktur. TES TULIS Jenis Pekerjaan Nama Peserta Nomor Induk : : : Program Keahlian : 1. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. b. d. kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. efektif dan seefesien mungkin. Buatlah laporan kegiatan praktek secara ringkas dan jelas. Langkah Kerja a. 3. Buatlah ringkasan pengetahuan yang diperoleh setelah belajar / praktek. Setelah selesai. c.a. c. Apa yang membedakan konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi mac pherson ? Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan suspensi rigid ? Jelaskan kerja suspensi independen wishbone roda depan dengan menggunakan pegas koil ? . Lakukan pemeriksaan sistem suspensi dan analisis kerusakan pada komponennya. BAB III EVALUASI A. 4. Persiapan alat dan bahan praktek secara cermat. 3. Ikuti intruksi dari instruktur / guru maupun prosedur kerja Jangan bekerja di bawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan kuat. e. b. 2. Tugas a. b.

TES PRAKTIK Lakukan prosedur pemeriksaan. Jelaskan kerja suspensi poros rigid menggunakan pegas daun ? B. No Pertanyaan Lembar penilaian Tes tulis Kunci Jawaban Skor Maks 5 5 Skor Perolehan Keterangan 1 Apa yang membedakan Independen : konstruksi suspensi wishbone dengan suspensi Poros roda-rodanya mac pherson bebas bergerak antara sebelah kiri dan sebelah kanan Wishbone : pegas koil terpisah dengan peredam kejutnya . pengujian dan penentuan kondisi komponen suspensi wishbone A.4.

Bahan b. No Job praktik Lembar penilaian Tes Praktiks Kunci Jawaban Skor Maks 10 10 10 20 20 Skor Perolehan Keterangan 1 Lakukan prosedur pemeriksaan . Tempat kerja 2. Alat c.Cara menggu . pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP 1 Persiapan : a. Poros roda sebelah kanan dan kiri satu rumah poros Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros independen dijalan tidak rata lower arm bebas bergerak bersama pegas koil Jelaskan kerja suspensi Bila roda berjalan poros rigid dijalan tidak rata roda mendorong poros dan diteruskan ke pegas.2 Apa yang membedakan konstruksi suspensi independen dan rigid Mac pherson : pegas koil disatukan dengan peredam kejutnya Independen : Poros roda-rodanya bebas bergerak antara roda sebelah kiri dan roda sebelah kanan Rigid : 5 5 3 4. maka pegas daun akan mengalami pemanjangan Total Skor 5 5 30 B.

. maka Anda berhak untuk mengikuti tes paktik untuk menguji kompetensi yang telah dipelajari. Jakarta : PT. (1987). maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standard pemenuhan kompetensi tertentu dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi.Penggunaan buku servis manual Pemeriksaan dan pengujian 5. Dasar-dasar Automotive. Atau apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul.Cara menggunakan alat-angkat tepat dan benar 4. maka hasil yang berupa nilai dari instruktur atau berupa porto folio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi bagi pihak industri atau asosiasi profesi. DAFTAR PUSTAKA Anonim.Toyota±Astra ± Motor.Pelaksanaan pemeriksaan. Dan apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evalusi dalam modul ini. New Step 1 Training Manual. (1995). Anonim. Mintalah pada pengajar/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaiannya dilakukan langsung dari pihak dunia industri atau asosiasi profesi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu. Toyota ± Astra.nakan alat-alat tangan/ special tools dengan tepat dan benar 3. Jakarta : PT.Motor. pengujian dan penentuan kondisi komponen sistem suspensi sesuai SOP Total skor maksimal 70 BAB IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini.

PENUNJUK PENGGUNAAN MODUL . (1982). Servis Mobil. Anonim. Toyota Astra-Motor. (1993). B.Anonim. C. Mitsubishi corporation. (1982). PRASYARAT Untuk menempuh kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta diklat diharuskan menguasai OPKR-10-010B (penggunaan alat ukur) atau alat yang lain. Mitsubishi Colt T120 Workshop Manual. Anonim. Macam-macam konstruksi poros penggerak roda yang dipelajari modul sebelumnya adalah sebagai penunjang untuk bisa menguasai modul ini. Jakarta : PT. Mitsubishi corporation. serta dapat mengganti poros penggerak roda beserta komponen-komponennya. otomotif Leave a Comment Perbaikan Poros Penggerak Roda Apr 21 Posted by 66tech BAB. (1995). Anonim. Materi Pelajaran chasis group step 2. DESKRIPSI Modul ini mempelajari tentang ³Perbaikan poros penggerak roda´ yang meliputi perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid maupun pada suspensi independent. serta telah menyelesaikan kompetensi sebelumnya yaitu OPKR-30-013B. Mitsubishi L 300 Workshop Manual. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kerusakan. I PENDAHULUAN A. Pusat Pengembangan Guru Teknologi Malang Posted in ilmu.

Siswa dapat membongkar. . Setelah mendongkrak ganjal/topang mobil dengan jack stand atau kayu balok. D. Pada waktu praktek persiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. d. b. Petunjuk Bagi Siswa Untuk mendapatkan hasil yang maksimum. Konsultasikan pada instruktor hal-hal yang kurang jelas teori maupun praktek. e. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan modul ini diharapkan: 1. c. Berikan tugas-tugas dalam pelatihan. Bimbing siswa dalam memahami konsep. Cermati langkah kerja dan perhatikan fungsi dan cara kerja masing-masing komponen. maka perhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini: a. 2. Bacalah dengan teliti dan cermati modul ini secara keseluruhan. c. d. Setelah selesai kembalikan alat dalam keadaan bersih. 2. Petunjuk Bagi Guru a. Mencatat kemajuan siswa. Perhatikan arahan yang diberikan instruktor. Siapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan. Siswa terampil dalam memasang kembali komponen poros penggerak roda. 2. 4. memperbaiki kerusakan. mengidentifikasi kerusakan. memasang kembali komponen poros penggerak roda sesuai dengan SOP (Standard Operasional Prosedur) yang berlaku pada akhir kegiatan evaluasi.1. b. Melaksanakan penilaian. 3. Amati dan bantu setiap kegiatan siswa.

E. Memperbaiki poros penggerak Konstruksi Menerapkan pembongkaran. gantian pada SUB KOMPETEN SI . dipahami.Identifikasi pemasangan komponen/ babkan poros kerusakan sistem yang § Menggunakan kerusakan dan metoda penggerak berhubungan peralatan dan terhadap perbaikan. tanpa menye. proses poros penggerak shafts dan komponennya pembongkara § Konstruksi dan roda/drive shaft komponendilaksanakan n dan dan komponen-nya § kerja dari komponennya. komponen/sistem akses dari toleransi. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. KOMPETENSI Modul OPKR-30-014B membentuk kompetensi memasang.spesifikasi perlengkapan pengujian. menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring. § penggunaan). pada mobil pada final drive perlangkapan komponen atau (sesuai pada sesuai standar sistem lain-nya. § Pengukura Penggunaan § Menguji kerja § Informasi alat dan n dan § Prosedur dari yang benar di. dan kerja poros kerja dalam perbaikan kerusakan pada roda/drive komponen. yang sesuai yang berhubungan spesifikasi pada final drive § Penilaian pabrik dan § Standar komponen . poros roda/drive dan prinsip prosedur penggantian dan memperbaiki penggerak shafts. prosedur keselamata § Informasi § Perbaikan n kerja. memeriksa. § Perbaikan § § § Prosedur § Membongkar.penggerak. KOMPETENSI KODE : Perbaikan Poros Penggerak Roda : OPKR-30-014 B DURASI PEMELAJARAN: 40 Jam @ 45 menit LINGKU MATERI POKOK PEMELAJARAN P KRITERIA PENGETAHUA KETERAMPILA BELAJA KINERJA SIKAP N N R 1. teknik yang dan/atau pengsesuai.

LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N § Persyaratan keamanan peralatan. § Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik/kendaraa n. § Persyaratan keamanan kendaraan/alat industri. § Kebijakan pabrik/ perusahaan. . undang-undang K3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja).SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang tepat. § Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan poros penggerak roda. § Persyaratan keselamatan diri.

Dongkrak ulir. 3.SUB KOMPETEN SI KRITERIA KINERJA peraturan perundangundangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan. Jack stand. b. apabila siswa menjawab ( b ) lanjutkan soal nomor 2 . c. c. 2. Palu besar. Poros propelair. LINGKU P BELAJA R MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUA KETERAMPILA N N F. CEK KEMAMPUAN Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta diklat. Untuk melepas poros roda mengunakan alat: c. maka jawablah pertanyaan pilihan ganda berikut ini dengan benar dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang betul: 1. Kunci momen. Garage jack. Untuk soal nomor 1. Poros engkol. Dongkrak hydrolik. Sliding hamer. seharusnya mobil ditumpu dengan: a. b. Poros penggerak roda. 1. b. Kunci roda. Catatan Pembimbing: a. d. Pada waktu bekerja dibawah mobil. d. Poros primair. Bagian yang berfungsi menghubungkan putaran dari differential ke roda adalah: a. d.

Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid . maka siswa dapat mengerjakan modul ini. No. apabila siswa menjawab ( d ) lanjutkan soal nomor 3 3. 1. apabila siswa menjawab ( a ) siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. Untuk soal nomor 3. Untuk soal nomor 2. SubKompetensi: Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid (kaku) dan independent (bebas). Mintalah bukti persetujuan guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.2. II PEMELAJARAN A. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Jenis Kegiatan Hari Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi independent Tanggal Waktu Alasan Perubahan Paraf Guru 2. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi : Perbaikan poros penggerak roda. Kesimpulan: Karena siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. BAB.

bila tidak maka akan menyebabkan: 1. Siswa dapat melepas dan memasang kembali komponen-komponen yang rusak. Lepas roda dan tromol 4. 2. Pemeriksaan kebebasan arah aksial. Kendorkan mur roda 2. Tujuan Kegiatan Belajar 1. Bantalan roda bisa pecah atau terbakar 3. Pemeriksaan Gerak Bebas Arsial Poros Roda Belakang. Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dan biasanya kebebasan bantalan yang terlalu besar akan terdengar suara gemuruh pada saat mobil berjalan. Dongkrak mobil dan tumpu dengan jack stand 3. Catatan: Apabila bantalan roda rusak harus segera diganti. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi rigid apakah masih baik atau harus diganti. Dengan menggunakan alat dial indikator. Bahaya terhadap pengereman 2. 1. Siswa dapat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen poros penggerak roda pada suspensi rigid. Kebebasan maksimal adalah 1 mm. 3. Uraian Materi Pada umumnya poros penggerak roda suspensi rigid yang dipaksa pada kendaraan ringan adalah jenis semi floating.a. Boros pemakaian nahan bakar . Pembongkaran Sebelum melakukan pembongkaran lakukan pemeriksaan awal dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Gambar 1. b.

bila sudah rata berarti aus. Lepas gasket poros belakang. b. bila masih runcing berarti baik. Gambar 3. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. dengan menggunakan pahat dan palu potong penahan dan kepastian dari poros. Melepas Poros Aksel Belakang. Pemeriksaan Dan Perbaikan Komponen Poros Roda Belakang Periksalah dengan cermat dan teliti kemungkinan terjadi kerusakan pada komponen-komponen sebagai berikut: a. d. Pemeriksaan Oli Seal Kerusakan oli seal bisa menyebabkan kebocoran oli differensial/ gardan. Hal ini bisa dilihat sekitar backing plat terdapat tanda-tanda oli keluar. Dengan menggunakan SST lepas oli seal. Gambar 2. Gambar 5. Menggederenda Penahan Bantalan. Melepas Baut Pengikat Backing Plat dan Pipa Rem. Gambar 4. Dengan menggunakan SST lepas poros aksel belakang. Lepas roda dan tromol rem. Lepas baut pengikat backing plat dan pipa rem menggunakan SST. ganti oli seal dengan yang baru bila sudah aus. e.Pembongkaran dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut: a. c. Melepas Bantalan Dengan Pres Hydrolis. . Keausan oli seal bisa dilihat pada bagian yang berhubungan dengan poros. Lepas bantalan dengan menggerinda penahan dalam. b. bila bantalan aus atau rusak gantilah dengan yang baru. f. Kendorkan mur roda. 2. hati-hati jangan sampai merusak perapat oli. Dengan menggunakan SST dan hydrolik pres lepas bantalan dari poros. Periksa bantalan atau bearing terhadap keausan atau kerusakan.

Pemanas Penahan Bantalan. b. c. c. Gambar 6. e. retak atau puntiran.Gambar 6. Gambar 8. Gambar 9. Periksa poros roda belakang pada bagian dudukan penahan dalam dan bantalan dari kemungkinan keausan. Memasang Perapat Oli. . Pemasangan kembali dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Gambar 10. Melepas Perapat Oli Dari Rumah Poros. Memasang Bantalan. Menggunakan SST dan preshydrolik pasang penahan bantalan dalam saat masih panas. Kebengkokkan/kelengkungan poros maksimum 1. Menggunakan SST pasang oli seal yang telah diolesi gemuk pada kedalaman 6mm. d. 3. Menggunakan SST dan pres hydrolik pasang penahan bantalan luar dan bantalan/bearing batu.5 mm Keolengan flens maksimum 0.1 mm. Pada poros roda belakang dan komponennya bila terdapat kerusakan tidak dapat diperbaiki oleh karena itu harus kita ganti kecuali pada kebengkokkan ini bisa diperbaiki. Memeriksa Kebengkokan Poros & Flens. Pasang poros penggerak roda pada housing axle beserta kelengkapannya yang telah diolesi perapat. Panaskan penahan bantalan dalam hingga kurang lebih 1500C didalam oli pemanas. Dengan menggunakan dial indikator periksa poros roda belakang dari kebengkokkan dan keolengan pada flensnya. Pemasang Penahan Bantalan Dengan Pres Hydrolik. Pemeriksaan Poros Roda Belakang Periksa alur poros roda belakang dari kemungkinan aus. Gambar 7. Perakitan Dan Pemasangan Poros Roda Belakang Persiapkan komponen-komponen yang telah diperiksa dari kerusakan dan yang baru.

Gambarkan secara sederhana dan jelaskan cara kerjanya. g. Kegiatan ini meliputi bongkar. Pasang roda kemudian turunkan mobil dan kencangkan baud-baud roda. c. e. Pasang tromol rem. 4. j. Tugas 1. Catatan: Pada saat memasukan poros roda belakang lakukan dengan hati-hati jangan sampai marusak oli seal maupun deflektor oli yang terdapat didalam housing axle. Komponen-komponen yang diperiksa dan diganti bila rusak adalah bearing. Pasang dan kencangkan baud pengikat backing plat dengan momen pengencangan 670 Kg. h. 3. d. keolengan pada naf. Pelajari uraian materi pada lembar kegiatan I tentang perbaikan poros penggerak roda. 3.cm. Lakukan pengamatan pada kendaraan/mobil yang supensi belakangnya sebagai penggerak roda jenis rigid. i. Rangkuman 1. Poros jenis semi floating di pakai pada suspensi rigid penggerak roda belakang. 2. Tes Formatif . Pasang kembali pipa rem. oli seal dan poros.f. kebengkokan poros. Pemeriksaan poros penggerak roda meliputi alur poros yang berkaitan dengan side gear. keausan pada dudukan bantalan maupun penahan bantalan dalam. Lakukan pembuangan udara pada sistem rem. pemeriksaan dan pemasangan kembali. 2.

1. c. 6. 3. 2. 2. 7. f. 1. Bantalan. c. Persyaratannya adalah sebagai berikut: a. Perabot oli. Bearing/bantalan. Gambarkan unit konstruksi poros roda belakang jenis semi floating dan sebutkan namanama komponennya. 1 unit mobil atau suspensi rigid jenis semi floaling. Lantai harus bersih dari minyak. Persyaratan apa saja yang diperlukan pada waktu bekerja dibawah mobil. b. Penahan bantalan luar. Kunci Jawaban Formatif 1. Pemeriksaan yang dilakukan adalah: a. Mobil harus ditumpu dengan jack stand. 3. Poros roda. 2. . Backing plat. g. 5. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating. Poros penggerak roda. Lembar Kerja 1. b. Alat dan Bahan a. Oli seal. Penahan bantalan dalam. Gasket. Lantai datar. 3. 4.

Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. g.b. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. kemungkinan perbaikannya. d. Alat ukur (jangka serong. c. oli dll. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. Gunakan alat keselamatan kerja bila diperlukan. c. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. Gunakan peralatan sesuai fungsinya. Keselamatan Kerja a. e. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang poros penggerak roda. e. 2. f. Persiapkan alat dan bahan. dial indikator). h. i. b. g. d. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah dibongkar dengan baik dan benar. Pasir/serbuk gergaji. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. b. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. lem perapat. Setelah selesai kegiatan bersihkan peralatan dan tempat kerja. Minta buku manual bila perlu. c. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. Alat pres (hydrolik pres). . dongkrak. kunci pas/ring (sesuai kebutuhan) SST (sesuai kebutuhan). kembalikan peralatan dan bahan ke posisi semula. d. Langkah Kerja a. e. Peralatan. 3. kemungkinan penyebab kerusakan. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. Mesin gerinda f. lap/ majun. Gemuk.

d. Siswa dapat memperbaiki atau mengganti unit poros penggerak roda beserta komponenkomponennya pada suspensi independent. Kendorkan mur roda. b. Tugas a. a. c. Uraian Materi Kendaraan yang bersuspensi independent poros penggerak rodanya menggunakan jenis CV joint. lengkapi dengan analisa dan kesimpulan. Pembongkaran Untuk membongkar ikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. Dalam pemelajaran ini kita menggunakan tipe poros penggerak roda depan. 2. Kegiatan Belajar 2. Tujuan Pemelajaran 1. Lepas roda. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mempelajari materi pada kegiatan ini.4. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas. Gambar 11. b. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi independent apakah masih baik atau harus diganti. Lepas kaliper dan piringan rem. . 1. Service yang dilakukan sanggat jarang karena konstruksinya sangat sederhana. Pemeriksaan Kebebasan Bantalan. CV joint bisa dipakai pada kendaraan tipe poros penggerak roda depan maupun poros penggerak roda belakang. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Perbaikan Poros Penggerak Roda Pada Suspensi Independent. b.

Lepas hubungan tie-rod dengan steering knucle SST. d. Gambar 16. Pemeriksaan poros penggerak roda dari kemungkinan melengkung. Kebebasan maksimum 0. 3. Lepas Conter pin dan mur pengikat bantalan. h. Pemeriksaan inboard joint harus dapat meluncur dengan lembut arah aksial. Gambar 14. Periksa kebebasan bantalan dalam arah aksial dengan dial indikator. Periksa gigi alur dari kemungkinan kerusakan. c.e. Lepas steering knucle dari lower arm. 2. . f. Melepas Poros Penggerak Roda Dari Hub. Pemeriksaan Setelah unit poros penggerak roda terlepas lakukan pemeriksaan sebagai berikut: a. Pemeriksaan out board tidak boleh ada kekocakan. Komponen-komponen dari CV joint tidak bisa diperbaiki bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan maka harus diganti 1 unit CV joint. Pemasangan Kembali/Perakitan Pemasangan kembali/perakitan dapat dilakukan sebagai berikut: a. Melepas Mur Pengikat Bantalan. Gambar 15. e. Gambar 12. Lepas poros penggerak roda dari hubungan. Memeriksa Poros Penggerak. Masukkan poros penggerak roda secara pelan-pelan ujung yang satu ke transaxle ujung yang lain ke hub roda. Gambar 13. g. Melepas Steering Knucle Dari Lower Arm. Melepas Tie-rod End. b. Kencangkan mur pengikat bantalan dengan momen 800 kg cm. Periksa kebebasan inboard joint kearah radial tidak terlalu besar. Pasang steering knucle pada lower arm dan kencangkan mur dengan momen 850 kg cm. b.05 mm. i.

Rangkuman 1. Pasang roda dan mur roda. Pasang tie-rod dengan momen 600 kg cm. d.c. Jelaskan cara kerja secara singkat poros penggerak rodanya? e. Test Formatif 1. Pasang kaliper dan piringan rem dengan momen pengencangan 200 kg cm. Suspensi independent menggunakan poros penggerak roda jenis Constan Velocity joint (CV joint). 2. f. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan komponen-komponen utamanya? 2. Lakukan pengamatan pada kendaraan dengan suspensi independent. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada CV joint? f. buat gambar sederhana konstruksi dari poros penggerak rodanya! 2. c. d. Turunkan mobil dan kencangkan mur roda. Bila CV joint rusak tidak bisa diperbaiki harus diganti. Kunci Jawaban 1. Pemeriksaan pada CV joint adalah a. e. Unit CV joint sangat sederhana dan jarang dilakukan pemeriksaan atau perbaikkan. 3. 2. Tugas 1. Kekocakan out board joint .

lap/marjun. Gerakan inboard d. Alur-alur pada ujung poros. kunci pas/ring(sesuai kebutuhan). pasir serbuk gergaji. f. e. c. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. 3. Gemuk. Perhatikan petunjuk instruktur/guru.b. 2. Persiapkan alat dan bahan. c. Langkah kerja: a. c. . g. d. d. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. kelengkungan poros. 1 unit mobil dengan suspensi independent. e. b. Kebebasan inboard kearah radial. Keselamatan kerja: a. Alat ukur (jangka sorong. Lembar kerja 1. c. Jaga lantai dari genangan oli. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. b. dial indikator). b. Peralatan: dongkrak. SST (sesuai kebutuhan). d. Minta buku manual bila perlu. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. Gunakan alat keselamatan kerja bila digunakan. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. Alat dan bahan: a.

4. i. Jelaskan pemakaian poros penggerak roda jenis semi floating dan jenis CV joint? Gambarkan dan sebutkan komponen-komponen dari poros penggerak roda jenis semi floating? Pada unit poros penggerak roda belakang pemeriksaan-pemeriksaan apa saja yang dilakukan? 4. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang CV joint. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan bagian-bagian utamanya? B. b. III EVALUASI A. 2. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. kembalikan peralatan dan bahan keposisi semula. 3. kemungkinan perbaikkannya. Kunci Jawaban 1. Setelah selesai kegiatan dan tempat kerja. g. Pertanyaan 1. Poros penggerak roda semi floating dipakai pada kendaraan bersuspensi rigid dan penggerak rodanya adalah roda belakang. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. Tugas a. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas? Lengkapi dengan analisa dan kesimpulan! Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mengetahui kegiatan ini? BAB. Sedangkan CV joint biasanya dipakai pada kendaraan bersuspensi independent penggerak rodanya depan. .e. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah diperbaiki atau diganti dengan baik dan benar. kemungkinan penyebab kerusakan. h. f.

b. puntiran. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Kriteria Kelulusan: 70 s. c. 4. Bearing/bantalan roda. IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan siswa mempunyai kemampuan dan ketrampilan mengenai perbaikan poros penggerak roda serta dapat melaksanakan tugas-tugas dalam modul ini. Poros roda meliputi perlengkungan. 3. C. . Oli seal.2.d 100: di atas minimal tanpa bimbingan BAB. keausan.d 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s. Kriteria Kelulusan Aspek Skor (1-10) Kognitif (soal no 1 s/d 4) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur praktik Ketepatan analisis hasil praktik Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Bobot 3 1 2 2 1 1 Nilai Keterangan Syarat lulus. Gambar konstruksi dari CV joint. Gambar poros penggerak roda jenis semi floating: Pemeriksaan yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating adalah a.d 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s.

Apabila siswa dinyatakan lulus maka siswa dapat melanjutkan modul berikutnya sesuai dengan peta kompetensi. Training Manual Drive Train Group. Toyota-Astra Motor. otomotif . Anonim (tt). Jakarta: Penerbit PT. Anonim (2003). Posted in ilmu. N-Step Step 2 Chasis Training Materials Text. Jakarta: Penerbit PT. Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group. Toyota-Astra Motor. NISSAN. DAFTAR PUSTAKA Anonim (1994).Dengan menyelesaikan modul kompetensi dan melaksanakan tugas-tugas serta evaluasinya dengan kriteria yang telah ditentukan siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus. Jakarta: Penerbit PT. Sedangkan siswa yang dinyatakan tidak lulus maka siswa harus mengulangi modul ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->