KERANGKA TEORITIS DAN PENYUSUNAN HIPOTESIS

Kerangka teoritis adalah suatu model yang menerangkan bagaimana hubungan suatu teori dengan faktor-faktor yang penting yang telah diketahui dalam suatu masalah tertentu.

1

Variabel: Definisi, Klasifikasi dan Skala Pengukuran 
Variabel adalah sesuatu yang dapat membedakan atau mengubah nilai. Nilai dapat berbeda pada waktu yang berbeda untuk objek atau orang yang sama, atau nilai dapat berbeda dalam waktu yang sama untuk orang atau objek yang berbeda.  Klasifikasi Variabel:
Variabel Dependen: variabel yang menjadi perhatian utama dalam sebuah pengamatan. Variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen Variabel Independen: Variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen dan mempunyai hubungan yang positip maupun negatip bagi variabel dependen lainnya. Variabel Moderating: Variabel yang mempunyai dampak kontijensi yang kuat pada hubungan variabel independen dan variabel dependen. Variabel Intervening: Variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan tidak langsung. Variabel Ekstrani: Variabel yang tidak diharapkan yang mempengaruhi hubungan antara independen dan dependen variabel.

2

tidak menjelaskan nilai peringkat. Skala Ordinal: Skala pengukuran yang tidak hanya menyatakan katagori tetapi juga menyatakan peringkat konstruk yang diukur.Variabel: Definisi. Skala rasio menggunakan nilai absolut. peringkat. Skala Interval: Skala pengukuran yang menyatakan katagori. kelompok atau klasifikasi konstruk yang diukur dalam bentuk variabel. sehingga memperbaiki skala interval yang menggunakan nilai relatif. Skala Rasio: Skala pengukuran yang menunjukkan katagori. atau perbandingan. 3 . peringkat dan jarak konstruk yang diukur tetapi tidak menggunakan angka nol sebagai titik awal perhitungan dan bukan angka absolut. Klasifikasi dan Skala Pengukuran  Skala Pengukuran: Skala Nominal: Skala pengukuran yang menyatakan katagori. jarak dan perbandingan konstruk yang diukur. Nilai variabel dengan skala nominal hanya menjelaskan katagori. jarak.

disangkal atau diuji kebenarannya mengenai konsep atau konstruk yang menjelaskan atau memprediksi fenomena-fenomena. ‡ Fungsi hipotesis dalam penelitian kuantitatif adalah:     Menjelaskan masalah penelitian dan pemecahannya secara rasional Menyatakan variabel-variabel penelitian Sebagai pedoman untuk memilih metode pengujian data Menjadi dasar untuk membuat kesimpulan ‡ Rumusan hipotesis dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk:  Pernyataan ³jika ± maka´ (if-then statement) atau proposisi  Hipotesis nol (null hypotheses)  Hipotesis alternatif (alternative hypotheses) 4 .Hipotesis:Definisi.Fungsi dan Rumusan ‡ Hipotesis adalah proposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris. Proposisi merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat dipercaya.

DISAIN PENELITIAN ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Tujuan Penelitian Tipe Hubungan antar Variabel Setting atau Lingkungan Penelitian Unit Analisis Pengukuran Konstruk Metode Pengumpulan Data Pengendalian Variabel oleh Peneliti Dimensi Waktu Ruang Lingkup Topik Bahasan 5 .

Survei Pengalaman Studi Eksplorasi Analisis Data Sekunder Tujuan Studi Studi Diskriptif Studi Kasus Pengujian Hipotesis Uji Coba (pilot study) 6 .

Korelasional Tipe Hubungan Antar Variabel Sebab Akibat 7 .

DISAIN PENELITIAN Setting Alamiah Studi Lapangan Setting Penelitian Eksperimen Lapangan Setting Artifisial Eksperimen Laboratorium 8 .

DISAIN PENELITIAN Individual Unit Analisis Kelompok Organisasional 9 .

Disain Penelitian Skala Sederhana: Pengukuran yang menggunakan skala nominal Skala Katagori: Pengukuran sikap yang berisi bbrp Alternatif katagori pendapat yang memungkinkan Responden untuk memberi alternatif penilaian Metode Pengukuran Sikap Skala Numeris:Metode yang terdiri atas 5 atau 7 alternatif nomor untuk mengukur sikap responden Terhadap subjek. objek atau kejadian tertentu Skala Grafis:Pengukuran sikap yang disajikan dalam bentuk grafis atau gambar. Skala Likert: Pengukuran sikap dengan menyatakan setuju atau ketidaksetujuan terhadap subjek. objek atau kejadian tertentu Skala Perbedaan Sematis: Pengukuran sikap dengan Menggunakan skala penilaian tujuh butir yang menyatakan secara vertikal 2 kutup penilaian ekstrim 10 .

 Penentuan populasi berbeda dengan penentuan unit analysis.  Jika penelitian ini bersifat merusak 11 . dan tenaga yang banyak. kejadian.  Alasan Penelitian Sampel:  Jika elemen populasi relatif banyak. karena relatif dilakukan lebih teliti. Anggota populasi disebut elemen populasi.  Sensus digunakan jika elemen populasi relatif sedikit.  Kualitas data yang dihasilkan penelitan sampel sering lebih baik dibandingkan sensus.  Waktu yang digunakan lebih sedikit dalam proses data.  Jika peneliti menggunakan seluruh elemen populasi menjadi data penelitian. sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu. hingga memerlukan biaya.Pemilihan (Data) Sampel Penelitian  Populasi: sekelompok orang. dan bersifat heterogen. jika tidak saja disebut sampel. maka disebut sensus. meskipun keduanya berkaitan dengan unit data yang dianalisis.

Nominal 2. Internal EKsternal Primer Sekunder 12 . Interval 2. 3. Cross-Section 3. 4.Jenis Data Kuantitatif 1. Time-Series 2. 2. Pooling Sumber 1. Rasio Kualitatif Data 1. Ordinal Dimensi Waktu 1.

Prosedur Pemilihan Sampel Mengidentifikasi Populasi Target Memilih Kerangka Pemilihan Sampel Menentukan Metode Pemilihan Sampel Merencanakan Prosedur Pemilihan Unit Sampel Menentukan Ukuran Sampel Menentukan Unit Sampel 13 .

Populasi Target Populasi target yaitu populasi spesifik yang relevan dengan tujuan atau masalah penelitian. berarti manajer perusahaan jasa dan dagang bukan populasi target dalam penelitian ini 14 . Misalnya. populasi targetnya adalah manajer perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Jakarta.

Misalnya. ada kemungkinan daftar tersebut belum memuat nama mahasiswa baru. Kerangka sampel sering berbeda dengan populasi target. 15 .Kerangka sampel adalah daftar elemen-elemen populasi yang dijadikan dasar untuk mengambil sampel. jika peneliti menggunakan daftar mahasiswa FE-USU. populasi target adalah mahasiswa FE-USU.

Simple Random Sampling Systematic Sampling Stratified Sampling Cluster Sampling Multistage Area Sampling 1. 3. 2. Convenience Sampling Judgement Sampling Quota Sampling Snowball Sampling 16 . 4.Jenis Disain Sampel Probabilitas Non Probabilitas 1. 4. 2. 5. 3.

Jenis Sampel Simple Random Sampling Systematic Sampling Diskripsi Setiap elemen populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel Menyeleksi sampel dari populasi sejak awal dan mengikuti pemilihan sampel berdasarkan urutan elemen. 17 Stratified Sampling Cluster Sampling Multistage Area Sampling . Semua elemen hasil random tersebut diteliti. Peneliti membagi populasi menjadi beberapa kelompok dan secara random memilih subsampel dari setiap kelompok. Peneliti memilih area yang kecil untuk setiap tahapnya dan mengkombinasikan keempat teknik sampel diatas. Kelompok yang mempunyai sifat heterogen diidentifikasi lebih dahulu lalu dipilih secara random.

Peneliti memilih elemen dari setiap subkelompok secara random Sumber: Cooper & Schindler (2001) 2. Peneliti memilih jumlah subkelompok secara random 18 .Perbedaan Sampel Kluster dan Stratifikasi Sampel Stratifikasi Sampel Kluster 1. Peneliti membagi populasi menjadi menjadi beberapa subkelompok beberapa subkelompok berdasarkan kriteria yang berdasarkan kriteria yang berhubungan dengan variabel sederhana atau tersedia dalam data dalam penelitian tersebut dan setiap subkelompok terdiri dari beberapa elemen 2. Peneliti berusaha mempertahankan hogogenitas dalam satu subkelompok dan heterogenitas antar subkelompok 3. Peneliti membagi populasi 1. Peneliti berusaha menjaga heterogenitas dalam satu subkelompok dan homogenitas antar subkelompok 3.

Sampel Nonprobabilitas Jenis Sampel Convenience Sampling Diskripsi Peneliti menggunakan sampel yang paling sederhana dan ekonomis Peneliti ahli atau berpengalaman memilih sampel untuk memenuhi tujuannya. seperti meyakinkan bahwa semua populasi mempunyai karakteristik tertentu Peneliti mengklasifikasikan populasi menurut kriteria tertentu. menetapkan kuota untuk setiap pewawancara Responden awal dipilih dengan sampel probabilitas sedangkan responden berikutnya diperoleh dari usulan responden sebelumnya 19 Judgement Sampling Quota Sampling Snowball Sampling . menentukan proporsi sampel yang dikehendaki untuk tiap kelas.

maka akan semakin besar pula ukuran sampel yang diperlukan agar estimasi terhadap parameter populasi dapat dilakukan dengan akurat dan presisi. Semakin besar dispersi atau variasi suatu populasi. Pendapat itu kurang tepat. ukuran sampel dipengaruhi oleh tingkat keyakinan Peneliti dalam melakukan estimasi. karena ukuran sampel tergantung pada variasi populasinya.Penentuan Ukuran Sampel Berapa besar sampel yang diperlukan? Ada yang menyatakan paling sedikit 10% dari populasi. 20 . Disamping itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful