SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

NO

URAIAN

HAL

3.1

SYARAT-SYARAT UMUM SISTEM INSTALASI PLAMBING

3-8

3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7

PEKERJAAN PLAMBING PEKERJAAN PERPIPAAN PEKERJAAN SISTEM AIR BERSIH PEKERJAAN SISTEM AIR LIMBAH PEKERJAAN SISTEM TATA UDARA PEKERJAAN SISTEM PEMADAMAN KEBAKARAN SISTEM INSTALASI ELEKTRIKAL

3-15 3-16 3-25 3-32 3-36 3-53

4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9

PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT PEKERJAAN PENANGKAL PETIR PEKERJAAN DIESEL GENERATING SET PEKERJAAN FIRE ALARM PEKERJAAN TATA SUARA PEKERJAAN TELEPON PEKERJAAN MASTER ANTENE PEKERJAAN CCTV

3-61 3-37 3-74 3-82 3-87 3-89 3-92 3-93 3-96

PEKERJAAN LAN PEKERJAAN TRANPORTASI VERTIKAL

5.1 5.1

PERATURAN UMUM PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT

3-104 3-108

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

PERSYARATAN TEKNIS UMUM
1.1. UMUM Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila ada klausul dari persyaratan ini yang dituliskan kembali dalam persyaratan teknis ini, berarti menuntut perhatian khusus pada klausul-klausul tersebut dan bukan berarti menghilangkan klausulklausul lainnya dari syarat-syarat umum. 1.2. PERATURAN DAN ACUAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi atau mengacu kepada Peraturan Daerah maupun Nasional, Keputusan Menteri, Assosiasi Profesi Internasional, Standar Nasional maupun Internasional yang terkait. Pelaksana Pekerjaan dianggap sudah mengenal dengan baik standard dan acuan nasional maupun internasional dari Amerika dan Australia dalam spesifikasi ini. Adapun standar atau acuan yang dipakai, tetapi tidak terbatas, antara lain seperti dibawah ini : 1.2.1. Listrik Arus Kuat (L.A.K) • SNI-04-0227-1994 tentang Tegangan Standar. • SNI-04-0255-200 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik. • SNI-03-7015-2004 tentang Sistem Proteksi Petir pada Bangunan. • SNI-03-6197-2000 tentang Konversi Energi Sistem Pencahayaan. • SNI-03-6574-2001 tentang Tata Cara Perancangan PencahayaanDarurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan. • SNI-03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan. • SNI-03-7018-2004 tentang Sistem Pasokan Daya darurat Listrik Arus Lemah (L.A.L) • SNI-03-3985-2000 tentang Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran. • KepMen PU 10/KPTS/2000 tg. 1-03-2000 tentang Ketentuan Teknis Pengaman Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. • UU No. 32/1999 tentang Telekomunikasi dgn PP No. 52/2000 tentang Telekomunikasi Indonesia. • Wolsey, Planning for TV Distribution System • Wisi, CATV System Refference • Sony, CATV Equipment • National, Cable Master Antenna System • AVE, VOE, PI, UIL Plambing
• • • • •

1.2.2.

1.2.3.

Peraturan Daerah (PERDA) setempat Peraturan-peraturan Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum Perencanaan & Pemeliharaan Sistem Plambing, Soufyan Nurbambang & Morimura. Pedoman Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 atau edisi terakhir. SNI 03-6481-2000 atau edisi terakhir tentang Sistem Plambing

1.2.4.

Pemadam Kebakaran • SNI-03-1745-2000 tentang Pipa tegak dan Slang. • SNI-03-3989-2000 tentang Sprinkler Otomatik. • Perda Pemda setempat • Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dalam Wilayah Setempat • Departemen Pekerjaan Umum, Skep Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
3-8

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • •

LITERATURE DAN / ATAU REFERENCE National Fire Codes : NFPA-10, Standard for Portable Fire Extinguisher NFPA-13, Standard for The Installation Sprinkler Systems NFPA-14, Standard for The Installation Standpipe and Hose Systems NFPA-20, Standard for The Installation Centrifugal Fire Pumps Mc. Guiness, Stein & Reynolds Mechanical & Electrical for Buildings

1.2.5.

Tata Udara Gedung (T.U.G) • SNI-03-6390-2000 tentang Konservasi Energi Sistem Tata Udara • SNI-03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. • SNI-03-6571-2001 tentang Sistem Pengendalian Asap pada Bagunan Gedung. • SNI-03-7012-2004 tentang Sistem Manajemen Asap di dalam MAL, Atrium dan Ruangan Bervolume Besar. • ASHRAE 62-2001 Standard of Ventilation for Acceptable IAQ. • CARRIER, Hand Book of Air Conditioning System Design. • ASHRAE HVAC Design Manual for Hospital and Clinics. • ASHRAE Handbook Series Transportasi Dalam Gedung (T.D.G) • SNI-03-2190-1999 Kostruksi Lift Penumpang dengan Motor Traksi • SNI-03-6248-2000 Konstrusi Eskalator. • Peraturan Depnaker tentang Lift Listrik, Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. • Strakosch, Vertical Transfortation. • Gina Barney, Elevator Traffic • Luonir Janovsky, Elevator Mechanical Design.

1.2.6.

1.3. GAMBAR-GAMBAR a. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. b. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada, petunjuk instalasi dari pabrik pembuat dan mempertimbangkan juga kemudahan pengoperasian serta pemeliharaannya jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan. c. Gambar-gambar Arsitek, Struktur dan Interior serta Specialis lainnya (bila ada) harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail finishing instalasi. d. Sebelum pekerjaan dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan gambar kerja dan detail, “Shop Drawing” kepada Konsultan Pengawas untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu sebanyak 3 (tiga) set. Dengan mengajukan gambar-gambar tersebut, Pelaksana Pekerjaan dianggap telah mempelajari situasi dari instalasi lain yang berhubungan dengan instalasi ini. Persetujuan tersebut tidak berarti membebaskan Pelaksana Pekerjaan dari kesalahan yang mungkin terjadi dan dari tanggung jawab atas pemenuhan kontrak. e. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus membuat gambar-gambar terinstalasi, “As-built Drawings” disertai dengan Operating Instruction, Technical and Maintenance Manual, harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas pada saat penyerahan pertama pekerjaan dalam rangkap 5 (lima) terdiri dari atas 1 (satu) asli kalkir berikut diskettenya dan 4 (empat) cetak biru dan dijilid serta dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A0 atau A1 atau disebutkan lain dalam proyek ini. As-built Drawing ini harus benar-benar menunjukkan secara detail seluruh instalasi M & E yang ada termasuk dimensi perletakan dan lokasi peralatan, gambar kerja bengkel, nomor seri, tipe peralatan dan informasi lainnya sehingga jelas.
3-9
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

f.

Operating Instruction, Technical and Maintenance Manuals harus cetakan asli (original) berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebanyak 5 (lima) set dan dijilid dan dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A4.

1.4. KOORDINASI Pelaksana Pekerjaan instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan Pelaksana Pekerjaan lainnya, agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan a. Koordinasi yang baik perlu ada agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajuan instalasi lain. b. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini tidak mengindahkan koordinasi dari Konsultan Pengawas, sehingga menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibat menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan ini. 1.5. RAPAT KOORDINASI LAPANGAN Wakil Pelaksana Pekerjaan harus selalu hadir dalam setiap rapat koordinasi proyek yang diatur oleh Konsultan Pengawas. Peserta rapat koordinasi harus mengetahui situasi dan kondisi lapangan serta bisa memberi keputusan terhadap sebagian masalah. 1.6. PERALATAN DAN MATERiAL Semua peralatan dan bahan harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan, sesuai dengan spesifikasi yang diuraikan, maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. 1.6.1. Persetujuan Peralatan dan Material 1. Dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah menerima Surat Perintah Kerja (SPK), dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan maupun material, Pelaksana Pekerjaan diharuskan menyerahkan daftar dari material-material yang akan digunakan. Daftar ini harus dibuat rangkap 4 (empat) yang didalamnya tercantum nama-nama dan alamat manufacture, catalog dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana antara lain : - Manufacturer Data Meliputi brosur-brosur, spesifikasi dan informasi-informasi yang tercetak jelas cukup detail sehubungan dengan pemenuhan spesifikasi. - Performance Data Data-data kemampuan dari unit yang terbaca dari suatu table atau kurva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menyeleksi peralatanperalatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. - Quality Assurance Suatu pembuktian dari pabrik pembuat atau distributor utama terhadap kualitas dari unit berupa produk dari unit ini sudah diproduksi beberapa tahun, telah dipasang di beberapa lokasi dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. 2. Persetujuan oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas akan diberikan atas dasar atau sesuai dengan ketentuan diatas. Contoh Peralatan dan Material 1. Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan dipasang kepada Konsultan Pengawas paling lama 2 (dua) minggu setelah daftar material disetujui. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan.

1.6.2.

3 - 10
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2.

Konsultan Pengawas tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang tidak berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh / dokumen ini.

1.6.3.

Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama harus diproduksi pabrik (bermerk), sehingga memberikan kemungkinan saling dapat dipertukarkan. Penggantian Peralatan dan Material 1. Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender sudah memenuhi spesifikasi, walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkinan ada peralatan dan bahan belum memenuhi spesifikasi, tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pelaksana Pekerjaan pelaksana pekerjaan. 2. Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi, karena suatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti, maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik ( equal or better ) yang disetujui. 3. Bila Konsultan Pengawas membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik, maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pelaksana Pekerjaan. Pengujian dan Penerimaan 1. Khusus peralatan utama, harus ditest dahulu oleh Pemilik dan didampingi Konsultan Perencana di pabrik masing-masing yang sebelumnya sudah ditest oleh pabrik yang bersangkutan dan disetujui untuk dikirim ke lapangan. 2. Semua peralatan-peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini dikirim dan dipasang dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan pengetesan dengan baik, Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan - peralatan yang terpasang, dan jika sudah ditest dan memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari kontrak, maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan berdasarkan Berita Acara oleh Konsultan Pengawas. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan / material, sistem dan lain-lain oleh Pelaksana Pekerjaan, Pemilik dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya.

1.6.4.

1.6.5.

1.6.6.

1.7. IJIN-IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 1.7.1. Pelaksanaan pemasangan a. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Yang dimaksud gambar kerja disini adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan, lengkap dengan dimensi peralatan, jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak terhadap dinding, jarak pipa terhadap lantai, dinding dan peralatan, dimensi aksesoris yang dipakai. Konsultan Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. b. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran / kapasitas peralatan (equipment) yang akan dipasang. Apabila terdapat keraguan-keraguan, Pelaksana Pekerjaan harus segera menghubungi Konsultan Pengawas untuk berkonsultasi. c. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas, apabila terjadi kekeliruan maka hal
3 - 11
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

d.

tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atas rekomendasi Konsultan Perencana. Pada beberapa peralatan tertentu ada asumsi yang digunakan konsultan dalam menentukan performnya, asumsi-asumsi ini harus diganti oleh Pelaksana Pekerjaan sesuai actual dari peralatan yang dipilih maupun kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan wajib menghitung kembali performanya dari peralatan tersebut dan memintakan persetujuan kepada Konsultan Pengawas.

1.7.2.

Penambahan / Pengurangan / Perubahan Instalasi 1. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana karena penyesuaian dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. 2. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada kepada Konsultan Pengawas sebanyak rangkap 3 (tiga) set yang akan dikirim oleh Konsultan Pengawas kepada Konsultan Perencana. 3. Perubahan material dan lain-lainnya, harus diajukan oleh Pelaksana Pekerjaan kepada Konsultan Pengawas secara tertulis dan jika terjadi pekerjaan tambah / kurang / perubahan yang ada harus disetujui oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas secara tertulis. Sleeves dan inserts Semua sleeves menembus lantai beton untuk instalasi sistem elektrikal harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Semua inserts beton yang diperlukan untuk memasang peralatan, termasuk inserts untuk penggantung ( hangers ) dan penyangga lainnya harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Pembobokan, Pengelasan dan Pengeboran 1. Pembobokan tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya ke kondisi semula, menjadi lingkup pekerjaan Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. 2. Pembobokan / pengelasan / pengeboran hanya dapat dilaksanakan apabila ada persetujuan dari pihak Konsultan Pengawas secara tertulis. Pengecatan Semua peralatan dan bahan yang dicat, kemudian lecet karena pengangkutan atau pemasangan harus segera ditutup dengan dempul dan dicat dengan warna yang sama, sehingga nampak seperti baru kembali. Penanggung Jawab Pelaksanaan a. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu ada di lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari Pelaksana Pekerjaan dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh Konsultan Pengawas. b. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada ditempat pekerjaan pada saat diperlukan / dikehendaki oleh Konsultan Pengawas.

1.7.3.

1.7.4.

1.7.5.

1.7.6.

1.8. PENGAWASAN a. Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Konsultan Pengawas. b. Konsultan Pengawas harus dapat mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan, bahan dan peralatan. Pelaksana Pekerjaan harus mengadakan fasilitasfasilitas yang diperlukan.

3 - 12
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditandatangani oleh manajer proyek harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk diketahui / disetujui. Permohonan untuk mengadakan pengawasan tersebut harus dengan surat yang disampaikan kepada Konsultan Pengawas. b. • Jumlah material masuk / ditolak. 2. 1. agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi surat perjanjian Pelaksanaaan Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini secara periodik dan tidak kurang dari tiap 2 (dua) minggu. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan.9. 1. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas.2. gudang dan los kerja ini dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemberi tugas / Konsultan Pengawas. Ditempat pekerjaan. Pemeriksaan khusus dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. tekanan. d. Ciptanusa Buana Sentosa . PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS a.10. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. Jika diperlukan pengawasan oleh Pengawas harian diluar jam-jam kerja ( 08. LOS KERJA DAN GUDANG a.9. 1.1. Laporan Harian dan Mingguan 1.00 sampai dengan 16. apabila ada permintaan dari pihak Konsultan Pengawas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. Laporan Pengetesan 1.9. penyimpanan barang / bahan serta peralatan kerja dan sebagai area / tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar). Pelaksana Pekerjaan diharuskan untuk membuat kantor. • Jumlah tenaga kerja dan keahliannya • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah / kurang • Prestasi rencana dan yang terpasang 2. b. LAPORAN-LAPORAN 1. tegangan. dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 ( tiga ) mengenai hal-hal sebagai berikut : • Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi. kuat arus. dll.00 ). Konsultan Pengawas menempatkan petugas-petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan.11. • Hasil pengetesan mesin atau peralatan • Hasil pengetesan kabel • Hasil pengetesan kapasitas aliran udara. e. atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengamatan Konsultan Pengawas adalah tetap menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan wajib membuat laporan harian dan mingguan yang memberikan gambaran mengenai: • Kegiatan fisik • Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. 1. 3 . dan hari libur maka segala biaya yang diperlukan untuk hal tersebut menjadi beban Pelaksana Pekerjaan yang perhitungannya disesuaikan dengan peraturan pemerintah. Pembuatan kantor. KANTOR PELAKSANA PEKERJAAN.13 PT.

b. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga /daya kerja harus diusahakan oleh Pelaksana Pekerjaan. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. Penjagaan a. harus dilengkapi dengan KWh meter dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak saat penyerahan pertama. 1.11. b. 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. TESTING DAN COMMISSIONING a. los kerja. Apabila menggunakan sumber air yang sudah ada (eksisting) harus dilengkapi dengan meter air. harus selalu dalam keadaan bersih.13. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Semua kebutuhan air yang diperlukan dalam setiap bagian pekerjaan dan sebagainya harus disediakan oleh pihak Pelaksana Pekerjaan. Air kerja a. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. gudang. maka yang terakhir ini yang akan berlaku. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus melakukan semua testing dan commissioning yang dianggap perlu untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang diminta.1.11. Penerangan dan Sumber Daya / listrik kerja a. b. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. c. 3 . Pada kantor. harus diberi penerangan yang cukup. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan. 1.4. Peralatan dan sistem instalasi ini harus digaransi selama 1 (satu) tahun terhitung sejak saat penyerahan pertama. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja ( gudang lapangan ) b. Ciptanusa Buana Sentosa . kantor.11. b. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman).14. sesuai dengan prosedur testing dan commissioning dari pabrik pembuat dan instansi yang berwenang b. Penimbunan / penyimpanan barang.2. peralatan.14 PT. Bila menggunakan daya listrik dari bangunan existing. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN a. 1. maka Pelaksana Pekerjaan diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban.12. dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu.3. b. Kebersihan dan Ketertiban a. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departement yang bersangkutan / berwenang (dalam hal ini Polisi dan Department Tenaga Kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.11. 1. Pelaksana Pekerjaan wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. bila Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas menentukan lain. 1. Semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan termasuk daya listrik untuk testing.

1. sampai peralatan tersebut memenuhi syarat-syarat. Pelaksana Pekerjaan instalasi harus melatih petugaspetugas yang ditunjuk oleh Pemilik dalam teori dan praktek sehingga dapat mengenali sistem instalasi dan dapat melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaannya. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan sepenuhnya. Technical dan Maintenance Manuals rangkap 5 (lima) terdiri atas 1 (satu) set asli dan 4 (empat) copy telah diserahkan kepada Konsultan Pengawas. Selama masa pemeliharaan ini. setelah mengalami pengetesan ulang dan sertifikat pengetesan telah diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Ciptanusa Buana Sentosa . d. e. apabila Pelaksana Pekerjaan instalasi tidak melaksanakan teguran dari Konsultan Pengawas atas perbaikan / penggantian / penyetelan yang diperlukan. Repair Manual dan As-built drawing. Selama masa pemeliharaan ini. Bila peralatan mengalami kegagalan dalam pengetesan-pengetesan yang disyaratkan didalam spesifikasi teknis ini.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. maka Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan daftar komponen / part list seluruh komponen yang akan dipasang dan dilengkapi dengan gambar detail / photo dari masing-masing komponen tersebut. 1. SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI MEKANIKAL 2. maka pabrik pembuat bertanggung jawab terhadap peralatan yang diserahkan. Pelaksana Pekerjaan harus menyelenggarakan semacam pendidikan dan latihan serta petunjuk praktis operasi kepada orang yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan perawatan lengkap dengan 3 copies buku Operating Maintenance. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti pemeriksaan dengan hasil yang baik yang ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. f. PEKERJAAN PLAMBING 3 . ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. untuk seluruh instalasi ini Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengatasi segala kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya. Daftar komponen tersebut diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas masing-masing 1 (satu) set.15 PT. TRAINING Sebelum penyerahan pertama pekerjaan. i. maka Konsultan Pengawas berhak menyerahkan perbaikan / penggantian / penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. • Semua gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) beserta Operating Instruction. Selama masa pemeliharaan ini. segala sesuatunya atas biaya Pelaksana Pekerjaan.16. Selama masa pemeliharaan. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah : • Berita acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini dalam keadaan baik. GARANSI Setiap sertifikat pengetesan harus diserahkan oleh pabrik pembuatnya. lengkap dengan manualnya. g.15. Pada waktu unit-unit mesin tiba di lokasi. h.

kontraktor akan memberi tanda sesuai jalur terpasang pada Re-Kalkir gambar tender maupun gambar kerja. Pengujian 13. sleeve yang menembus lantai. Sambungan fleksibel 6. perlengkapan dan fixtures. Sambungan 3. akan menyerahkan gambar kerja antara lain sebagai berikut: Denah tata ruang dan detail pemasangan dari peralatan utama.2.1. Ciptanusa Buana Sentosa . peralatan. Penggantung dan penumpu 7. pemasangan. Pipa 2.peralatan bahan. Instalasi Sistem Air Bersih 2. tembok dll. 3. Pengecatan 11. 3. Instalasi Sistem Air Limbah 3. Peralatan Bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta arah dari masing.1. Sleeve 8. terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya. SISTEM PERPIPAAN SPESIFIKASI PERPIPAAN Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi : 1. 2. Lubang pembersihan 9.3. sehingga pada akhir penyelesaian pemasangan sudah tersedia gambar terpasang yang mendekati keadaan sebenarnya. Galian 10.1.16 PT.masing sistem pipa.bahan utama dan pembantu serta pengujian. atap. 3 . Seluruh pekerjaan. sehingga diperoleh instalasi yang lengkap dan baik sesuai dengan spesifikasi. gambar dan bill of quantity. Strainer 5. transportasi. 3. 2. Umum Yang dimaksud disini dengan pekerjaan instalasi mekanikal plambing secara keseluruhan adalah pengadaan. Uraian Pekerjaan Lingkup pekerjaan secara garis besar sebagai berikut : 1. Detail lain yang diminta oleh Pemberi Tugas.1.3.4. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.2. Instalasi Sistem Pengolahan Air Limbah Gambar Kerja Sebelum kontraktor melaksanakan suatu bagian pekerjaan lapangan. Katup 4.1. 3. pembuatan. Pengakhiran 12. Detail denah perpipaan Detail denah perkabelan Detail penempatan sparing.1. 3. Gambar Instalasi Terpasang Setiap tahapan penyelesaian pekerjaan.

2. Polypropelene Random Copolymer. selama dan sesudah pemasangan. Type : 3 DIN 16928. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin didalam gedung Tekanan standard 12. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran. Std. air karat dan stress sebelum. ONORM B.1. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. Untuk pipa baja dibawah tanah diberi lapisan anti karat densotape dengan ketebalan 2-3 mm. 3. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik.2. Uji 15 15 20 15 15 15 Rendam Spesifikasi Pipa PN. 3.5174 Temp : 95 . Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer.10 Sambungan/fitting : Electric Welding. selain disebut diatas harus juga terlindung dari cahaya matahari.1. Kerja 10 10 10 5 5 5 Tek.10 PN.5174 PN : PN.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb.5 bar.40 PV-10 PV-10 PV-10 PV-5 Spesifikasi Isolasi IA IA IA IA IA IA IA Pipa Header HD/ Pompa dan pipa ABK 10 10 15 GIP IA Air Limbah Luar /AK Catatan IA = tidak diisolasi IB = diisolasi GRV = GRAVITASI Tekanan uji tidak terbatas pada table ini namun juga harus mengacu pada tekanan actual pompa 3. 3. 3.100° L-PN. Bahan 12.4. ONORM B.2.10 B.1. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb.50 12. Type : 3 DIN 16928. 3 .2. SPESIFIKASI BAHAN PERPIPAAN Daftar Spesifikasi Bahan Perpipaan SISTEM Air dingin Dalam gedung Air dingin Diluar gedung Hidran di luar gedung Air limbah pengaliran gravitasi Air hujan Air limbah gravitasi toilet Vent Kode Sistem AB AB IH/OH ABK AH AK VT Tek.6.50 15 10 10 10 Tek. welding joint.5.17 PT.1. Ciptanusa Buana Sentosa .

bronze atau strainer A.BS 21/ ANSI B 2.screwed end.5 bar. Polypropelene Random Copolymer.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb.BS 21/ ANSI B 2.1. Sambungan/fitting : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16.5174 PN : PN. 3 . bronze atau strainer A. welding joint. Dia 50 mm keatas. ONORM B. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar.screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 300 lb. ASTM A 53.100° L-PN. Ciptanusa Buana Sentosa . Type : 3 DIN 16928. Solvent Cement Joint Type. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer.BS 21/ ANSI B 2.3. Dia 50 mm keatas. Solvent Cement joint type. 3.1. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 300 lb.4. Dia 50 mm keatas.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir.5174 Temp : 95 . Tekanan standard 10 bar.2.2.5.1. Dia 50 mm keatas.18 PT. wrought steel Butt weld fitting ANSI B 16.3 class 300 lb. ONORM B.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir. Penggunaan : Air Limbah pengaliran gravitasi.9.10 Sambungan/fitting : Electric Welding. Dia 40 mm kebawah screwed end Dia 50 mm keatas plain end.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges. 3. welding joint. Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius. Reducer : PVC injection moulded sanitary fitting concentric.2.cast iron body class 300 lb dengan sambungan flanges. Valves & Strainer : Dia 40 mm kebawah. Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Spesifikasi PV 10. Type : 3 DIN 16928.malleable cast Strainer iron body class 300 lb dengan sambungan ulir. sch 40. Spesifikasi B 40 Penggunaan : Hydrant Tekanan Standard 15 bar Uraian Keterangan Pipa : Black steel pipe ERW.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin diluar gedung Tekanan standard 12. 3.

Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Reducer : Seperti diatas. 3. cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges 3. model concentric.2.2. bronze atau A-metal body class 150 lb dengan sambungan ulir BS 21/ANSI B 2.19 PT. Fitting : PVC Injection Moulded pressure fitting.2. Reducer : Seperti diatas. Fitting dan sambungan : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16.2. wrought steel butt weld fitting ANSI B 16. model concentric. Specifikasi PV 10 Penggunaan: . Dia 50 mm keatas. Screwed Dia 50 mm keatas forged steel RF class 150 lb. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 5 bar. Reducer : Seperti diatas. Valve&strainer : Dia 40 mm ke bawah. Skedule katup PEMAKAIAN Katup < 40 mm dia Isolasi 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Pengatur 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Searah 50 mm ke atas 3 . Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. Spesifikasi PV Penggunaan : Pipa Venting Tekanan standard 5 bar (klas AW).7.1.6. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah Galvanized malleable cast iron RF class 150 lb.2. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type.Air Limbah Grafitasi Toilet Tekanan Standard 10 bar.3 class 150 lb. Welding joint. Dia 50 mm keatas. Spesifikasi GIP Penggunaan : Header pada Pompa dan Pipa Air limbah Tekanan standard 10 Bar Uraian Keterangan Pipa : Galvanized Steel pipe BS 1387/1967 class medium. Ciptanusa Buana Sentosa . screwed end. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting. 3.9.8. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting. Penggunaan : Air hujan Tekanan Standard 10 bar.9. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type. Spesifikasi PV 10. model concentric. 3.10. Solvent Joint type.

20 PT.11.1.2.3. serta memperkecil banyaknya penyilangan.O & G Ball Butterfly Gate Diaphargm Butterfly Gate Globe Butterfly Diaphargm Butterfly Globe Steam Globe 50 mm ke atas flanged Katup pengatur (Regulating valve) s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Non return valve s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Strainer Pressure Reducer Pressure Indicator Dial dia 100 mm Note : W = water. ketinggian yang benar minimum 250 mm dari lantai. G = Gas. Persyaratan jenis peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan di sini adalah sebagai berikut : Fungsi peralatan Katup penutup (stop valve) Ukuran & Joint s/d 40 mm screwed W. 3. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan. PERSYARATAN PEMASANGAN Globe Globe Globe Swing check Globe check double swing check disk check “Y” type “Bucket” type Die and flow type Dial type Umum 1. kerapihan. O = Oil. Ciptanusa Buana Sentosa . 3 . 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Air bersih di dalam gedung Air bersih di luar gedung Air panas di dalam gedung Hydrant Drain Gate Gate Gate Gate Gate Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Globe Globe Globe Globe Globe Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Swing Swing Swing Swing Swing Guided membrane Guided membrane Guided membrane Guided membrane Double disc 3.3.

bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam pekerjaan perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan. lantai. Pegangan katup (valve handled) tidak boleh menukik. Pekerjaan perpipaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagian penyempitan.5 m dan pada belokan-belokan atau fitting-fitting. 16. sesuai dengan permintaan & persyaratan pabrik. Di mana pipa-pipa melalui dinding tahan api. 6. 13. 14. Untuk pembuatan vent pembuangan hendaknya dicari titik terendah dan dibuat cekung. 5. Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan. Kemiringan menurun dari pekerjaan perpipaan air limbah harus seperti berikut. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup. Di bagian dalam toilet Garis tengah 50 mm2 . Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik . Selama pemasangan. kolom atau langit-langit. membersihkan semua kotoran. benda-benda tajam/ runcing serta penghalang lainnya. 10. Di bagian luar bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1 % 8. 4. 15. Ciptanusa Buana Sentosa 2. 9. harus ditutup dengan menggunakan caps atau plugs untuk mencegah masuknya benda-benda lain. 17. 11. Di bagian dalam bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % c. Selubung pipa harus disediakan di mana pipa-pipa menembus dinding. Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. Untuk pipa di dalam tanah pada tanah yang labil.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar. Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal 15-30 cm untuk bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru diurug dengan tanah tanpa batu-batuan atau benda keras yang lain. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun ke arah titik buangan. Sambungan-sambungan fleksibel pada sistem pemipaan harus dipasang sedemikian rupa dan angkur pipa secukupnya harus disediakan guna mencegah tegangan pada pipa atau alat-alat yang dihubungkan oleh gaya yang bekerja ke arah memanjang. katup balik dan sebagainya. Kedalaman pipa air minum minimum 60 cm di bawah permukaan tanah. kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar. celah kosong di antara selubung dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rock-wool atau bahan tahan api yang lain. angkur-angkur pipa dan pengarah-pengarah pipa harus secukupnya disediakan agar pemuaian serta perenggangan terjadi pada alat-alat tersebut. kemudian harus ditambahkan sealant agar kedap air.21 PT. harus dilengkapi dengan water mur atau flens. harus juga termasuk pengurugan serta pemadatan kembali sehingga kembali seperti kondisi semula. 3. sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar. reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. 7. Untuk setiap pipa yang menembus dinding harus menggunakan pipa flexible untuk melindungi dari vibrasi akibat terjadinya penurunan struktur gedung. Pada pemasangan alat-alat pemuaian. balok. Sambungan lengkung.2. Semua galian. 12. 3 . Pipa pembuangan dan ven harus disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. Instalasi pekerjaan pipa jaringan luar diletakkan pada struktur bangunan. tidak kurang dari 50 mm di antara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan. pengatur. . harus dibuat dudukan beton pada jarak 2 . Katup-katup dan fittings pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh.100 mm2 atau lebih kecil : 1%-2% b. a.

3.0 3 ---------------------------------------------------------Pipa GIP 50 s/d 80 3.1 --------------------------------------------------------------------------------------------Catatan : Bila dalam suatu kelompok pipa yang terdiri dari bermacam-macam ukuran. Gantungan ganda 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas Penunjang pipa lebih dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap dari 2 kekuatan puncak. harus digunakan 2 buah elbow 45 ° dan dilengkapi dengan clean out serta arah dan jalur aliran agar diberi tanda.6 0.2.2 1.0 4 ---------------------------------------------------------100 s/d 150 4. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : a. maka jarak interval yang dipergunakan harus berdasarkan jarak interval pipa ukuran terkecil yang ada. brackets atau sadel dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini : --------------------------------------------------------------------------------------------Jenis Pipa Ukuran Pipa Batas Maximum Ruang (mm) ----------------------------Interval Interval Mendatar Tegak (m) (m) --------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 1.3.9 1. Beban-beban terpusat karena katup. 2.22 PT. 3. saringan dan hal-hal lain yang sejenis. Diameter Batang ------------------------------------------------------------------------------------------------Ukuran Pipa Batang -----------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 mm 6 mm 25 mm s/d 50 mm 9 mm 65 mm s/d 150 mm 13 mm 200 mm s/d 300 mm 15 mm 300 mm atau lebih besar dihitung dengan faktor keamanan 5.8 2.2 Pipa PVC 100 1.5 150 1. Penggantung dan Penumpu Pipa 1. Perubahan perubahan arah Titik percabangan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18.0 4 --------------------------------------------------------------------------------------------50 0. Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger. Ciptanusa Buana Sentosa . Penunjang atau Penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini : a.0 4 ---------------------------------------------------------200 atau lebih 5. b.8 2 ---------------------------------------------------------25 s/d 40 2. Setiap perubahan arah aliran untuk perpipaan air kotor yang membentuk sudut 90 °.9 80 0. ----------------------------------------------------------------------------------------------3 .

Sampai 75 mm 20 mm 100 mm s/d 200 mm 40 mm 250 mm atau lebih besar 50 mm Lain-lain. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak. harus memakai dasar zinchromat dan pengecatan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.katup Pengaman harus sumber tekanan. pada urugan pipa bagian atas harus dilindungi plat beton bertulang setebal 10 cm yang dipasang sedemikian rupa sehingga plat beton tidak bertumpu pada pipa dan tidak mengganggu konstruksi jalan. JENIS CAIRAN Air Bersih Air Kotor Air Bekas Air Pemadam Kebakaran Pipa Gas WARNA PIPA Biru Hitam Coklat Merah Kuning Cara pemasangan pipa dalam tanah. Semua pipa dan gantungan. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan adukan semen. 1. b. Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda. Di ruang Mesin UKURAN PIPA UKURAN KATUP 3. 3 .benda keras/ tajam. Katup-katup pengurang tekanan. 3. Sambungan fleksibel harus disediakan untuk menghilangkan getaran dan menghindari terjadinya retak/patah pipa akibat penurunan tanah dan struktur bangunan. Pipa yang telah tersambung diletakkan di atas dasar pipa. spesifikasi dan untuk bagianbagian berikut ini : a. Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup. Pemasangan Katup-katup Pengaman. 5. Pemasangan Katup-katup. Pipa yang melintasi jalan kendaraan. Bentuk gantungan.3. PT. Sambungan masuk dan keluar peralatan. penumpu sebelum dicat.6. 4. Pemasangan Pengukur Tekanan. 5. Urugan pasir sekeliling dasar pipa dan dipadatkan. Pemasangan sambungan fleksibel. 1. kemudian baru ditimbun dengan baik sampai padat. Katup .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b. c. Untuk air dingin : Split ring type atau Clevis type. 4.7. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik. 4. 3.3. Dibuat blok beton setiap interval 2 meter. 6. 5. Pengukur tekanan harus disediakan dan di tempatkan pada lokasi dimana tekanan yang ada perlu diketahui : a. Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar. 3.3.titik rendah.23 3.3. Ciptanusa Buana Sentosa .3.5.4.3. 2. 2. NO. ukuran katup 20 mm Katup by-pass. 3. 7. disediakan di tempat-tempat yang dekat dengan 3.

Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer. c. 3. Pemasangan Ven Udara Otomatis. Sambungan expansi harus disediakan pada penyambungan antara pipa dari luar bangunan dengan pipa dari dalam bangunan untuk menghindari terjadinya patah ataupun bengkok akibat terjadinya penurunan tanah ataupun struktur bangunan. 3.3. Sambungan lem 1. 75 dengan pembagian skala ukur maksimum 2 Sambungan ulir 1.3.11. Pemasangan sambungan expansi. Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fittinglas. 3. Selain itu pemotongan pipa harus menggunakan alat pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa. 2. Penyambungan antara pipa dan fitting PVC. Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir. 2. 5. 3. Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm. minimum Dia. Sambungan yang mudah dibuka Sambungan ini dipergunakan pada alat.10.3. 6. Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda. udara. Katup-katup Pelepasan Tekanan harus disediakan kelebihan tekanan. Setiap bejana tekan Diameter pengukur tekanan kali tekanan kerja. 5.8. serta 3. Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut penilaian Direksi. 6.12. di tempat-tempat yang mungkin timbul 3. 3. Kawat las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas. 4. maka untuk ini harus dipergunakan alat press khusus. Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada Direksi contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis. Sistem sambungan las hanya berlaku untuk saluran bukan air minum. mempergunakan lem yang sesuai dengan jenis pipa.14. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan.24 PT. Setiap pompa d. 3 . 2.13. Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai surat ijin tertulis dari Direksi. Ciptanusa Buana Sentosa .3. sesuai rekomendasi dari pabrik pipa. Sambungan Las 1. Ven udara otomatis harus disediakan di tempat. 3. Pada sambungan ini kerapatan diperoleh dengan adanya paking dan bukan seal threat. 3. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b.alat saniter sebagai berikut : Antara Lavatory Faucet dan Supply Valve Pada waste fitting dan Siphon.9. Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zink white dengan campuran minyak. 4.tempat tertinggi dan kantong ditempatkan yang bebas untuk melepaskan udara dari dalam.3. Pemasangan katup-katup Pelepasan Tekanan. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari pabrik pipa.3. Katup-katup pengontrol. 3.3.

5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja. dibersihkan dan dilakukan desinfeksi sesuai PPI dengan sisa kadar chloor 0. dites selama ± 2 menit tanpa penurunan tekanan. Tangki air setelah dibersihkan harus diuji selama 24 jam tanpa ada penurunan tinggi air.3 kg/ cm2 ) dan lain-lain. d.3. g. Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi. Desinfeksi : Dari 50 mg/l chlor selama 24 jam setelah itu dibilas atau dari 200 mg/l chlor selama 1 jam setelah itu dibilas. Untuk bak air dipoles dengan cairan 200 mg/l chlor selama 1 jam dan setelah itu dibilas. Pipa yang akan ditanam atau dipasang di luar harus dites terlebih dahulu sebelum diurug. menggunakan cara. h.3.17. 2. b. Pemeriksaan setelah pemasangan. 3.benda asing disingkirkan.3. Setelah itu dibersihkan ( dibilas ) dengan air bersih. tekanan air keluar kran dia. baik yang di pipa atau di tangki. 3. PENGUJIAN 1. Setelah pipa dan tangki diuji. Pemasangan Ven Udara Otomatis.3. 1.18. Selubung Pipa. berlaku untuk umum kecuali untuk monoblock dan faucet dan ditentukan oleh pengawas. Katup Label (Valve Tag) 1.16.0. Untuk mengetahui setiap alat berfungsi sesuai perencanaan. a. e. 4.tempat tertinggi dan kantong udara.sebagian. kebisingan pompa ( ± 60 dB ).cara/ metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda. Pengisian pipa dengan air dilakukan sedikit demi sedikit dengan pompa khusus untuk pengetesan. dengan tekanan 1 1/2 x tekanan kerja selama 1 jam tanpa ada penurunan tekanan (antara 10 kg/cm2) dan dilanjutkan pengujian per sistem. f. Tujuannya untuk mengetahui apa konstruksi dan fungsinya serta sistem sudah memenuhi dan sesuai dengan rencana. c. 3 .15. Untuk yang mempunyai kedap air harus digunakan sayap. Setelah alat plambing dipasang. Ven udara otomatis harus disediakan ditempat. dengan bagian perbagian. 2. Tags untuk katup harus disediakan di tempat-tempat penting guna operasi dan pemeliharaan.2 ppm atau lebih. dilakukan pengujian sistem aliran sampai tercapai pengukuran yang diminta dalam perencanaan seperti kapasitas pompa. Fungsi-fungsi seperti "Normally Open" atau "Normally Close" harus ditunjukkan di tags katup. Pemborong harus melakukan pengujian terhadap setiap jenis alat. Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau "Caulk" 3. Selubung untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton.4. Pemeriksaan sebagian. Sebelum dilakukan testing dilakukan dahulu : a. 3. Pembersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan. 3. Ciptanusa Buana Sentosa . 2. Untuk pipa-pipa yang akan menembus konstruksi bangunan yang mempunyai lapisan kedap air ( water proofing ) harus dari jenis "Flushing Sleeves". pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama. 3. Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat.25 PT. b.

2. Pemborong pekerjaan instalasi akan melakukan semua testing pengukuran secara partial dan secara system. Untuk pipa pemadam pengecatan harus berwarna merah dan harus dapat memberi indikasi adanya Instalasi Peadam Kebakaran. Semua pengetesan disaksikan sertifikat oleh Pemberi Tugas.1. Ciptanusa Buana Sentosa . 3. 4. Penyambungan ke peralatan penunjang h. Panel Listrik f. Penyambungan ke peralatan plambing. Tangki Persediaan Air Bersih b. Pengkabelan e. perlengkapan yang perlu untuk testing merupakan tanggung jawab pemborong. 4. sehingga semua persyaratan test yang dianjurkan oleh pabrik hingga dapat dilakukan dan diketahui hasil test sesuai persyaratan yang ditentukan. SISTEM AIR BERSIH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : a.5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i. TESTING DAN COMMISSIONING 1. 3. untuk mengetahui apakah seluruh instalasi yang sudah dilaksanakaan berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. oleh Pemberi Tugas dan akan dikeluarkan PENGECATAN Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut: Pipa servis Support pipa dan peralatan Konstruksi besi Flens Peralatan yang belum dicat dari pabrik Peralatan yang catnya harus diperbarui Pengecatan pada pipa air bersih dan air panas hanya di beri tanda arah panah jalur pipa tersebut. bahan. 3.5. Semua tenaga. Pemipaan d. Pompa Suplai c. Peralatan Instrument dan pengendalian g.26 PT. 3 .1.6.

National Plumbing Code Handbook . Tangki air bawah berfungsi untuk menyediakan air untuk kebutuhan cadangan selama 2 (dua) hari. Pompa Transfer a.1 4. f. Depkes. q Panel daya dan Pengendalian 3 . dengan kualitas sesuai standart Depkes RI tahun 1990. d. Sistem pompa pemindah sekurang-kurangnya terdiri dari 2 ( dua ) pompa. Permukaan dinding licin dan bersih c. Mempunyai bak pengurasan pada dasar tangki d. Tangki air harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga q Pipa Vent penghubung maupun vent ke udara luar q Pipa peluap dan pipa penguras q Indicator muka air q Selubung untuk laluan pipa masuk. Untuk memperkecil volume air mati pada pipa isap pompa. kabel dsb. PERATURAN DAN REFERENSI Peraturan & Referensi yang dipergunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain adalah: a. q Pompa akan hidup pada saat air turun mencapai muka air tertentu q Pompa akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap 4. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing (Soufyan & Moimura) c. q Katup – katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet Strainers. pipa isap. PERALATAN UTAMA Tangki Persediaan Air Bersih a. Ciptanusa Buana Sentosa . c. d. Tangki air bawah dapat dibuat dari beton berlapis fiberglass reinforced plastic. e. pipa penguras. Tangki air harus dibuat dari konstruksi higenis dengan ketentuan sebagai berikut : a.3.3. f. b. Pedoman Plambing Indonesia tahun 1975 b. d. Pompa pemindah berfungsi untuk memindahkan air dari tangki air bawah ke tangki air atas. Tangki persediaan air bersih terletak di area service Basement (Ground Water Tank).1975. atau dengan konstruksi beton yang kedap air. sehingga terjadi aliran air minimum selama 20 menit.3 4. Depnaker.2. Setiap pompa pemindah antara lain terdiri dari : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Inlet dan Outlet headers. Tanpa sudut tajam c. b. PU e. Sumur Hisap.2. maka harus dibuat sumur hisap pada tangki air. Membuat kemiringan pada lantai.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Pompa pemindah akan bekerja otomatis oleh level switch yang dipasang di tangki bawah maupun tangki atas.27 PT. Mencegah air tanah dan air hujan masuk ke dalam tangki e. b. Sistem Pengendalian q Muka air dalam tangki air atas mengendalikan pompa pemindah.

b. . Pompa Suplai (Deep Well) Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : . . Pengaturan pompa pada sistem pressure control . . Pompa Booster harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap variasi laju aliran pada setiap saat secara otomatis. Setiap booster pump antara lain terdiri dari peralatan sbb : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Tangki tekan dengan tipe membrane q Inlet dan Outlet header q Katup-katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet strainers per pompa q Panel daya dan pengendalian q Pressure switch / flow monitor switch q Pressure gauges pada inlet dan outlet pompa q Pengkabelan q Dudukan pompa f.Penyambungan ke semua peralatan penunjang.Pompa yang sedang bekerja dapat tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki hisap turun sampai batas LL. q Level switch untuk ON / OFF. pemasangan dan pengujian peralatan instrumen dan control.Pengadaan. untuk laju aliran sampai dengan 40 m3/jam boleh mempergunakan Pressure Control System.Pompa kedua bekerja apabila tekanan air di jaringan masih turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 2 ) dan seterusnya. Pengaturan pompa adalah sebagai berikut : q Pompa bekerja apabila muka air di tangki atas turun mencapai level L dan akan stop apabila muka air naik sampai level H. .4. .3.Penentuan daerah kerja pompa juga ditentukan oleh kurva pemilihan pompa yang akan dipakai. kedua dan seterusnya berhenti apabila tekanan air di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H di PS1. pemasangan dan pengujian Pengkabelan. dan akan kembali normal apabila muka air naik sampai batas “ L ”. q Semua pompa akan tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki bawah turun sampai level LL.28 4. d.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL e.Pompa pertama bekerja apabila tekanan air dijaringan turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 1 ).Mengurus semua izin terkait yang diperlukan. dan harus mampu menjaga tekanan air didalam pipa pada setiap lantai merata. pemasangan dan pengujian Panel listrik. PT. Setiap boster pump harus mempunyai sekurang-kurangnya terdiri dari 2 pompa dan paling banyak 4 pompa yang bekerja pararel sedangkan laju aliran masing-masing pompa dalam berdasarkan standard pabrik perakit booster pump.Pompa pertama. PS2dan seterusnya. . e. Pompa Booster berfungsi untuk mengalirkan air ke alat. c. .3 Pompa Booster/Distribusi a. .Pengadaan.alat plambing pada lantai-lantai yang membutuhkan.Pengadaan. .Pengadaan.Pembuatan sumur dalam dan pengujiannya. pemasangan dan pengujian Pompa sumur dalam . Peralatan kendali. q Level switch untuk proteksi pompa q Pengkabelan q Penunjuk tekanan pada inlet dan outlet pompa q Dudukan pompa.3. 4. Ciptanusa Buana Sentosa . 3 .

disebelah luarnya diisi koral / pasir cuci. agar air pada kedalaman ini tidak masuk ke sumur. c. dan ujung sumur akan berhenti diatas batu karang. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh PAM maupun Direktorat Geologi. Testing dan Commissioning 1 Pemborong harus melakukan pengujian lengkap antara lain : * Pengujian debit dan penurunan muka air ( Drawdown Test ). Izin Pengeboran. * Jumlah pipa saringan yang menggunakan Stainless steel 304. konstruksi dan keadaan tanah. maka lubang pada batu karang harus ditutup kembali dengan beton cor. Setiap sumur harus mampu mengeluarkan air sebanyak 12 m³/jam dan 240 m³/hari. Sumur dalam. Peralatan pengeboran yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pengeboran harus mempergunakan mesin bor yang memadahi dan sesuai dengan rekayasa. Peralatan pengeboran. Peraturan dan Refrensi.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Penyambungan ke semua peralatan pemakai. Pemborong harus mengurus semua perizinan pengeboran air tanah. Biaya pengurusan dan biaya perizinan dibebankan kepada Pemborong. Pembuatan shops drawings Pembuatan As Built Drawings a. a. * Bila pengeboran menembus batu karang pada bagian ujung sumur. Peraturan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain: b. * Pipa naik 100 mm sedalam 90 meter dari ujung jambang. e Bahan pipa dan saringan sebagai berikut : * Pipa jambang dan pipa naik menggunakan Galvanized Steel Pipe ( GSP ) BS 1387 class medium. * Pengujian pemulihan kedalaman muka air ( Recovery Test ). Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja. c. Kedalaman sumur diperkirakan 150 meter. Sebelum memulai pengeboran. pemborong harus menyampaikan gambar kerja kepada pengawas untuk mendapat persetujuan yang menunjukkan letak sumur maupun konstruksi pengeboran. Batu karang * Bila pengeboran menembus batu karang didaerah pipa naik maka diluar pipa naik setebal batu karang harus dicor beton agar sumber air yang melalui batu karang tidak diambil. d.kurangnya sebagai berikut : * Pipa jambang 150 mm sedalam 60 meter. ukuran pipa 100 mm. Peraturan dan persyaratan teknis yang terkait sebagaimana ditentukan di RKS untuk Pekerjaan Sistem Plambing.29 PT. Peralatan Utama 1. f. 1. Ciptanusa Buana Sentosa . ditetapkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan ( minimal 3 buah ). pemborong sumur bor harus mempunyai surat izin perusahaan Pengeboran air tanah yang dikeluarkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan Departemen Pertambangan dan Energi. 2. Konstruksi sumur dibuat sekurang . d. b. SIPP di wilayah setempat dan izin-izin lainnya yang diwajibkan. Izin Usaha. 2. 10 meter bagian luar atas di cor beton. Perijinan. 3 .

Ciptanusa Buana Sentosa 4. Pemborong harus melakukan pengujian yang diwajibkan oleh Instansi Pemerintah yang berwenang. * Pengujian kwalitas air oleh laboratorium. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type.6 SPESIFIKASI PERPIPAAN Lihat “Spesifikasi Perpipaan” SAND FILTER 1. peralatan uji tersebut antara lain : . Peralatan uji.3 m3 / menit 8. Kapasitas Sand Filter 0. 5. 2.Gambar sumur terpasang secara detail. dengan meter air putar atau meter air Venturi.Manometer.3.Katup penahan aliran balik. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. 4. sudah ditera dan mudah dibaca secara terus menerus. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell.Vent sumur . .Seluruh laporan hasil pengujian.Penduga permukaan air. sumber daya dan biaya uji dibebankan kepada Pemborong. multi media automatic / manual backwash. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. 4. pada saat beban pemakaian air surut.5 4.3. 3. 4.Katup pelepas udara otomatis. Carbon filter berfungsi menghilangkan bau yang terdapat didalam air. . . semua peralatan uji. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7. Selain pengujian diatas. 4. 2. Sand filter berfungsi meningkatkan mutu air.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - * Pengujian terus menerus 3 kali 24 jam. Sumur dalam harus mempunyai kelengkapan antara lain : . Perpipaan CARBON FILTER 1. Perlengkapan sumur dalam. pada saat beban pemakaian air surut. * Pengujian yang diwajibkan oleh instansi Pemerintah yang berwenang. 3 Rekayasa Serah terima pekerjaan harus disertai rekayasa sebagai berikut : . Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type.7 . multi media automatic / manual backwash.3. dengan membran tekan atau sistem electroda lampu listrik arus lemah. . Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. 3.Katup pengatur . 3 .Pengukur debit. Peralatan uji yang digunakan harus dapat diandalkan. 6. 2. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit.30 PT.

8 SKEDUL PERALATAN AIR BERSIH 1. Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell : Packaged Booster Pump Standard Manufacturer ( Out Door Type ).3 m3/ menit 160 m. Ciptanusa Buana Sentosa . Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell Centrifugal End Suction Pump Direct Coupled with Electro Motor 0.3 m3 / menit 8. Pompa Deep Well q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 2.22 m3/menit Tekanan : 35 m AQ Motor Rated : 2.35 m3/ menit 35 m. Sand q q q q : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Submersible Pump Direct Coupled with Electro Motor 0. 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm. 380/III Phase/ 50 Hz Shaft Seal : Mechanical Casing : Cast Iron/Standard Manufacturer Speed : 2900 rpm Base Frame : Cast Iron or Steel Efisiensi : Minimum 80% : : : : Vertical Cylinder Tank 0. Pompa Transfer q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 3. 15 kw .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. Variable Speed System Kapasitas : 0.3. 6. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7. Pompa Distribusi q Type q q q q q q q q 4.7 kw . Perpipaan 4. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell.31 Filter ( SF ) Type Kapasitas Tekanan Material PT.4 m3/menit 37 m FRP 3 . 3. Lengkap dengan tangki tekan. Kapasitas Sand Filter 0.2 kw . 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm.

Penyambungan dengan peralatan Plambing 3. Bak Sump Pit harus dilengkapi sbb : Sleeve untuk pipa sewage masuk dan keluar Sleeve untuk pipa ven Sleeve untuk kabel-kabel. Floor Drain 4. 2. Air Hujan. Carbon Filter ( CF ) q Type : Vertical Cylinder Tank q Kapasitas : 0. Perpipaan 2. 5. Tangga monyet Manhole untuk laluan pompa (2 buah) POMPA SUMP PIT 1. Setiap bak Sump Pit minimum harus dipasang dua buah pompa Submersible. Level switch untuk alarm banjir. 5. Roof Drain PERPIPAAN 1. Urinal. 3. Air Limbah Saniter. badan rapat air sedangkan tutup harus rapat udara. 5. Limbah Saniter Perpipaan Limbah Saniter mulai dari Alat Saniter antara lain Kloset. PT. dan Floor Drain.4 m3/menit q Tekanan : 37 m q Material : FRP 6. Bak Sump Pit harus dibuat dari konstruksi beton bertulang. Khusus fitting air hujan mempergunakan cast iron.3. Clean Out 5. Apabila ditentukan dalam gambar perencanaan. Umum Macam perpipaan air limbah adalah. 3 . 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. Lavatory. 2. Level switches untuk kendali pompa. Limbah Air Hujan Perpipaan air hujan mulai dari roof drain dan kanopy drain diatap dialirkan kedalam sumur resapan sebelum dialirkan kesaluran kota. Limbah Dapur.1. Roof q q q q 5. maka harus dibuat bak Sump Pit seperti diuraikan disini.32 5. Setiap bagian Sum Pit harus dapat dipompa. Tank ( RT ) Gedung Utama Type : Cubical Fiber Tank Kapasitas : 8 m3 Tekanan :-m Material : FRP SISTEM AIR LIMBAH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan dalam sistem air limbah disini antara lain adalah sbb : 1. BAK SEWAGE / SUMP PIT 1. maka dasar bak harus miring 1 : 10 kearah pompa sedangkan semua ujung sudut dibuat 135 °. 4. Jenis pipa lihat "SPESIFIKASI PERPIPAAN".2. sampai saluran halaman melalui septik tank.0. Ciptanusa Buana Sentosa .

Manhole terdiri dari rangka dan tutup dibuat dari besi tuang serta dilapis cat bitumen. 5.4. 1. MANHOLE 1. Sumur periksa harus dibuat dari konstruksi beton. Pengaturan kerja pompa dilakukan dari panel kontrol pompa. Apabila beban aliran kecil. SUMUR PERIKSA (CONTROL BOX). 2. 2. Konstruksi sumur rembesan antara lain sbb : Dasar sumur berupa batu kerikil Dinding sumur berupa dinding berlubang yang dibuat dari beton atau beton blok berlubang.6. Air yang akan dimasukkan dalam rembesan adalah air hujan. Tutup dibuat dari plat beton/ plat baja Diantara tanah dan dinding luar harus diisi koral dan ijuk sesuai gambar. 5. 5. Stainless steel shaft Silicon Carbide Heavy duty grease lubricated bearing Stainless steel casing guide rail support Quick discharge coupling 3. Sumur periksa harus dilengkapi dengan tangga monyet. Tipe pompa harus Submersible Sewage dengan komponen sbb : Cast Iron Casing Cast iron vortex type Impeller with knife. Finishing permukaan manhole harus disesuaikan dengan peruntukan lokasi. Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah. 3. Rangka dan tutup harus membentuk perangkap. Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 500 x 1000 mm serta harus dibuat beralur sesuai fungsi saluran yaitu. maka bidang rembesan harus berada dilapisan pasir kasar. Ciptanusa Buana Sentosa . Diameter lubang untuk laluan orang sebesar minimum 500 mm sedangkan untuk laluan peralatan harus sesuai dengan besaran peralatan tersebut. Spesifikasi motor sbb : Squirrel cage induction type ( IP 68 ) Winding insulation class F Water tight Vertically mounted 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Rembesan yang dimaksud disini adalah untuk memasukkan air hujan yang berasal dari pipa riser sebelum dialirkan over flow nya ke selokan kota. sehingga setelah diisi grease akan terbentuk penahan bau. 4. manhole dan pipa vent. 2. 5. Jenis rembesan yang dimaksud disini adalah sumur rembesan. 5. 3. cabang atau belokan. lurus. SUMUR RESAPAN 1. PERANGKAP LEMAK (GREASE INTERCEPTOR) 5. Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan. 3.33 PT. maka pompa bekerja bersamaan. pekerjaan sumur rembesan akan merupakan pekerjaan divisi sipil/ konstruksi. Rembesan hanya dapat berfungsi dengan baik didaerah yang mempunyai lapisan pasir kasar. Apabila beban aliran besar. maka satu pompa bekerja secara bergantian.5. Sistem kendali motor pompa Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di bak sewage. 5. 4.7. Tutup sumur periksa dapat terbuat dari Stainless steel atau baja yang dilapisi anti karat. 3 . Tutup untuk manhole terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel. 4.

Bitumen Coated cover dome type CANOPY DRAIN Canopy Drain yang dipergunakan adalah Floor Drain Bucket Trap Type (lihat skematik Floor Drain). 3. Roof Drain yang dipergunakan harus dibuat dari Cast Iron dengan konstruksi waterproove. Grease Interceptor harus dibuat dengan konstruksi higenis sesuai dengan standard DIN 4040 jenis kombinasi. 3 . Bitumen Coated Neck for adjustable fixing. Floor Clean Out terdiri dari: Chromium plated bronze cover and ring heavy duty type PVC neck Bitumen coated cast iron body. FLOOR DRAIN 1. 5. P" TRAP yang digunakan disini harus dibuat dari PVC class 5 kg/cm2. 3.11. Pemasangan P” TRAP pada setiap FD kamar mandi dan pada jalur utama pipa buangan air limbah yang menuju bak sewage. ROOF DRAIN 1. Grease Interceptor harus berfungsi untuk mengumpulkan serta mengeluarkan kandungan padat dan lemak maupun kandungan ringan yang terbawa dalam limbah dapur. Lemak harus dapat berkumpul dalam bak lemak dan selanjutnya secara berkala akan dikeluarkan oleh petugas pembersihan. Floor Clean Out yang dipergunakan disini adalah Surface Opening Waterprooved Type 2.34 PT. 2. 5. 5. screw outlet connection with flange for waterprooving. Tinggi Air minimum pada Trap 8 cm.12. Water Prooved type dengan 50mm Water Seal dan dilengkapi dengan U trap. 2. Luas laluan air pada tutup roof drain ialah sebesar dua kali luas penampang pipa bangunan. 5. Endapan padat harus dapat berkumpul dalam basket. Grease Interceptor dapat dibuat dari stainless steel atau fiber glass dengan kapasitas 15 liter. P" TRAP P" TRAP yang digunakan disini harus jenis single inlet.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Floor drain yang dipergunakan disini harus jenis Bucket Trap. 4. 2. 3. Roof Drain harus terdiri atas 3 bagian sebagai berikut : Bitumen Coated Cast Iron Body dengan water prooved flange.9. Floor Drain terdiri dari: Chromium plated bronze cover and ring. Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb.8.10. Ciptanusa Buana Sentosa 5. Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karet sehingga mudah dibuka dan ditutup.: Outlet diameter Cover diameter 2" 4" 3" 6" 4" 8" FLOOR CLEAN OUT 1. 5. . selanjutnya secara berkala akan diangkat oleh petugas pembersihan. PVC neck Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange for water prooving. 3.

35 PT. Bahan septic tank dapat terbuat dari fiber glass ataupun beton concrete. Ciptanusa Buana Sentosa . Bohemi 3 . SEWAGE TREATMENT PLANT 1. Ebara CV. Bio Master Bakrie. 2. Paragon. PT. Ebara Equal. Bestindo Aquatek Sejahtera. PT. 2. Sistem kerja septik tank yaitu air limbah yang masuk harus dapat diurai dengan menggunakan bakteri pengurai sehingga air yang dihasilkan dari dalam septic tank tersebut layak untuk untuk dibuang ke saluran kota (tidak berbau) PRODUK INSTALASI PLAMBING NO. Equal. Mitra Utama Sentosa. Benka. HE/ TG.13. 5. Sigma) FKK. URAIAN Pompa Centrifugal dan pompa booster (paket) Pompa Submersible Filter Air Bersih Sewage Treatment Plant Pipa Galvanized GIP Fitting Class 10 K MERK 1. Septik tank menggunakan system pengolahan dengan menggunakan bakteri pengurai.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. 3. 3. Paragon. 6. Teral. Teral. 4. Dwi Prima Engineering PT. Spindo (PT.

Tosen Fanal Nagano Antasan Rucika. Slumberger. SISTEM INSTALASI TATA UDARA KETENTUAN UMUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM TATA UDARA Umum Pasal-pasal di bawah ini menjelaskan secara umum ketentuan. Honeywell Toyo. Weistinghouse Enduro. Socla PENN. 11. code dan standard yang berlaku di Indonesia wajib dijadikan pedoman untuk instalasi maupun peralatan.1.2. 19. 15. Sinar Mas Andhika). 6. 17. 16. Untuk Publikasi. PT.1.5 Kg/ Cm Fitting Pipa PVC Safety Valve Flow Switch Gate Valve Class 20 K Class 10 K Globe Valve Class 20 K Class 10 K Air Vent Valve Flexible Joint Class 10 K Level Switch Pressure Gauge Roof Drain “P” Trap Water meter Roof tank Wavin.Guide and Data Book 3 .ketentuan yang perlu diikuti untuk semua bagian. Fushiman.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. Ciptanusa Buana Sentosa . 14. 9.bagian yang dalam pelaksanaannya berhubungan dengan instalasi tata udara.1. Fushiman. Honeywell Yoshitake. Whale Tank 6. Sinar Mas Andhika). 10. 18. 12.36 6. Pipa PVC Class AW 12. Pralon Yoshitake.1. Rucika. Pralon Rucika. Gambar-gambar dan spesifikasi adalah ketentuan spesifik yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.SMACNA . 8. 6. Austindo Kimco. 13. Pemborong wajib mengikuti Standard codes atau Publikasi International yang berlaku dan merupakan edisi terakhir antara lain seperti : . Potter Toyo. Publikasi code dan Standard Publikasi.85 . Code atau Standard yang belum ada di Indonesia. 20.ASHRAE . Kitz (PT. Sam Yang Proco. Kitz (PT.

Kondisi dalam ruangan yang di kondisikan Temperatur 20 ° C ± 2 ° C Relative Humidity 55 % ± 5 % RH 3.1. Semua peralatan ataupun peralatan bantu dalam prinsip pemasangannya harus mudah untuk bisa diamati. Pencapaian Peralatan Untuk Service. Semua peralatan maupun instalasi yang mengharuskan diperlukan tahan terhadap api dalam jangka waktu tertentu. Landasan Peralatan. kaku dan tidak bergetar dalam operasinya. termasuk juga accessories duct seperti damper. 7.90A ARI AMCA CTI Dan lain. NFPA . yang berlaku untuk bagian-bagian peralatan yang Kondisi Perancangan 1.4.40 NC 35 .1.3. 3. Umum. 7. Semua peralatan dan alat-alat bantu harus dipasang sesuai dengan cara-cara pemasangan yang secara teknis praktis. PT. maka platform harus diperkuat dengan suatu frame besi kanal (siku) yang dilas atau dibautkan. atau dikeling ke frame sehingga cukup kuat.5. filter dll. Untuk peralatan seperti fan dan sejenis yang menggantung dan duduk pada suatu platform.alat bantu tersebut.lain standard belum tercantum diatas.1. Penetrasi Atap semua bagian instalasi yang menembus atap seperti duct.7. Kondisi udara luar Temperatur Relative Humidity 35 ° C 65 % 2.37 7. Instalasi 1. Semua landasan untuk peralatan dan motor. 2. pipa. di service dan mudah dicapai dalam perbaikan. venting harus dilengkapi dengan pinggiran beton ( curb ) sekeliling bagian – bagian instalasi tersebut sehingga konstruksinya betul – betul kedap air. Noise Criteria Ruang Rapat Ruang Kerja 7. Platforms.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. ukurannya sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian.1. Untuk itu kontraktor dalam pemasangannya wajib memperhatikan posisi yang terbaik dari peralatan dan accessories tsb. Ciptanusa Buana Sentosa .45 NC Perlindungan Kebakaran.1.6. Berat peralatan diartikan berat dalam operasinya. maupun terhadap penyebaran api disebabkan adanya celah-celah antara pipa atau duct dengan dinding atau lantai harus menggunakan material yang sesuai untuk tujuan tersebut. baik dan dapat dipertanggung jawabkan serta sesuai dengan petunjuk dan instruksi pada brosur atau publikasi yang dikeluarkan pabrik dari peralatan ataupun alat. sehingga tujuan yang dimaksud tercapai. 30 .bagian peralatan maupun motor yang berada diluar landasan. 3 .

debu.1. flens dan lain sebagainya) harus dicat dengan cat anti karat. seluruhnya harus bersih dari bebas las-lasan. 7. Bila ada peralatan atau accessories yang belum mempunyai kode nama dan nomor. pengaturan dan pengujian semua peralatan tata udara (air 7. clereance tetap dibutuhkan 20 mm antara isolasi dan sleeve menembus atap harus diperpanjang ± 200 mm diatas atap lantai. Menjadi tanggung jawab dan keharusan bagi kontraktor untuk melindungi peralatan-peralatan. Sleeve. Pengadaan. sleeve dan lain-lain yang diperlukan tertanam atau menembus concrete atau tembok harus dipasang dan dilengkapi sesuai petunjuk dagang. Peralatan bantu.1. sesuai seperti yang dicantumkan pada daftar peralatan atau data sheet atau sabagai tercantum pada gambar rencana. Bahan.11. 7. pemasangan. mur dan washer haruslah zinc electroplated. lembab) ataupun oleh bahan-bahan kimia sekitarnya.2. Semua ducting atau pipa tembus dinding harus menggunakan sleeve dengan clereance 20 mm jika duct atau pipa berisolasi. yaitu zinchromate dan selanjutnya cat finish dengan warna yang ditentukan. Bila dalam gambar rencana sudah ditunjukkan ada acces panel yang diperlukan.9. Peralatan dan bahan yang rusak atau cacat karena tidak dilakukan perlindungan yang benar adalah merupakan bagian instalasi yang tidak bisa diterima (serah terima belum 100%). 7. 7. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan instalasi ini meliputi seluruh pekerjaan pengadaan dan pemasangan Instalasi Tata Udara (Air Conditioning). pasir. Sebelum penyerahan. Landasan penyangga peralatan (steel bases). maupun belum terpasang bila diperkirakan bisa rusak. conditioning). bahan-bahan baik yang sudah. Ventilasi Mekanis (Mechanical Ventilation) secara lengkap termasuk semua perlengkapan dan sarana penunjangnya.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Disamping itu kontraktor harus mengusulkan kepada Direksi (bila belum ditunjukkan pada gambar) pintu-pintu service (acces panel). maka penggeseran untuk posisi yang tepat dari acces panel tsb sehubungan dengan letak peralatan / accessories dan kaitannya dengan arsitek/interior perlu dibicarakan dengan Direksi untuk disetujui. cacat ataupun mengganggu situasi sekitarnya ataupun oleh alam (hujan. 7. sehingga diperoleh suatu instalasi yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama dan siap untuk dipergunakan.10. Untuk itu ukuran.2.2. Penomoran. Ciptanusa Buana Sentosa .1. 7. posisi yang disiapkan untuk keperluan tsb harus dikonsultasikan dengan Direksi dan disertai gambar detail.8. 3 . beserta ukuran dan lokasi yang tepat. kontraktor wajib mengusulkan kepada Direksi dan semua ini sudah harus tercantum dalam as built drawing. Semua baut.1. untuk setiap peralatan dan accessories yang berada dalam shaft atau ceiling yang memerlukannya. Lingkup pekerjaan instalasi ini secara garis besarnya adalah sebagai berikut : Pengadaan dan Pemasangan 1. peralatan yang tertanam didinding.2. PERSYARATAN TEKNIS PERALATAN DAN INSTALASI.38 PT. Nama Peralatan/Accessories Semua peralatan terpasang dan accessoriesnya harus diberi code nama peralatan dan nomor. landasan. dicat dasar dengan zinchromate dan cat akhir (finish) 2 lapis. Perlindungan Peralatan. dudukan.1. yang berasal dari besi dan sebelumnya tidak diperlakukan untuk anti karat ( semacam penggantung. instalasi dibersihkan atau ditest dan diajust kembali untuk membuktikan bahwa peralatan dan bahan beroperasi dengn baik. Anti Karat Semua peralatan bantu instalasi.

3. Memberikan garansi terhadap mesin / peralatan yang terpasang. 7. spliter damper. Axial fan. pemasangan. yang ditunjuk mengenai cara – cara menjalankan dan memelihara instalasi ini.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.3. humidistat dll. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik bagi instalasi ini seperti kabel dan panel tata udara. VAC SYSTEM VRV Jenis AC adalah VRV system. thermostat ruangan. Pengadaan. dimana setiap indoor unit mempunya kemampuan untuk mendinginkan ruangan secara independent. Outdoor unit harus bisa terkoneksi dengan berbagai model indoor sebagai berikut : • Ceiling Mounted Cassette Type (Double Flow) • Ceiling Mounted Cassette Type (Multi Flow) • Ceiling Mounted Cassette Corner Type • Slim Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Mounted Built-In Type • Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Suspended Type • Wall Mounted Type • Floor Standing Type • Concealed Floor Standing Type • Ceiling Suspended Cassette Type (Connection Unit Series) Nilai COP system pada beban 50% harus = 4. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi kontrol sistem Indoor Unit dan Outdoor Unit dan kontrol komponen seperti katup. 12. Mendidik petugas dari pemilik gedung.2 Kw dan mempunyai kemampuan untuk merubah putaran motor compressor sesuai dengan beban pendinginan. Pengadaan . 13. dan system bisa beroperasi pada minimum koneksi beban pendinginan 2. pemasangan. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi pemipaan air pengembunan ( drainage ) sampai kesaluran air terdekat lengkap dengan fitting. 14. Pengadaan. terdiri dari satu outdoor unit dengan sejumlah indoor unit . Filter. filter. Pengadaan dan pemasangan semua pekerjaan sipil yang terjadi akibat instalasi ini seperti tercantum dalam dokumen ini. pengaturan dan pengujian interlock sistim instalasi tata udara dan ventilasi dengan sistim fire alarm yang ada. damper. Perbaikan kembali semua kerusakan dan finishing yang diakibatkan oleh pekerjaan instalasi ini. back drap damper ( non return damper ) supply air diffuser/register/grille/slot/integrated. Ciptanusa Buana Sentosa . 7. Outdoor dan indoor harus mempunyai fleksibilitas design dan sampai ke 64 unit indoor bisa tersambung kepada 1 refrigeration sirkuit dan dikontrol secara independent Condensing unit harus dilengkapi dengan inverter. 9. isolasi panas dll. gauge. 5. pemasangan. pemasangan. sensor.0* atau lebih tinggi 3 . pengaturan dan pengujian peralatan ventilasi mekanikal ( Mechanical ventilation ) seperti : Centrifugal fan. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi ducting lengkap dengan fire damper. Pengadaan. 8. Menyerahkan gembar-gambar. 4. memakai inverter. 11. Propeller fan. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. pemasangan. return air grille. air cooled type. pemasangan. access panel. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. Pengadaan. Isolasi panas/suara dll. Attenuator dll. Pengadaan.39 PT. volume control damper. Melakukan pekerjaan atau ketentuan lain yang tercantum dalam dokumen ini beserta addendumnya. 6. 10.

Untuk memastikan liquid refrigerant tidak menguap saat menuju indoor unit. Heat Exchanger Heat exchanger harus terbuat dari tube tembaga yang terpasang secara mekanis ke Fin alumunium yang dilapisi resin film anti korosi dengan ketebalan antara 2 sampai 3 micron Refrigerant Circuit Terdiri atas Liquid dan Gas shut off valve dan solenoid Valve dan komponen lain untuk keperluan safety Fan Motor Motor Outdoor unit harus memiliki multispeed operation dengan inverter DC.3. sensors dan refrigerant volume. crank case heaters. 7.3. • • • • Outdoor unit harus memiliki 2 atau 3 compressor SCROLL dan tetap bisa beroperasi jika 1 compressor rusak Outdoor dengan ukuran 5 HP dan 8 HP memiliki 1 kompressor SCROLL Indoor yang terkoneksi ke outdoor mempunyai kapasitas dari 0. Outdoor unit harus terisi R410A dari pabrik. 7. fusible plug.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL *. Outdoor harusnya model modular dan bisa dipasang secara berderet di setiap sisinya Compressor Compressor haruslah type hermetic dengan effisiensi tinggi dan dilengkapi dengan inverter control yang berfungsi untuk merubah kecepatan putaran yang menyesuaikan dengan cooling load yang dibutuhkan. shutoff valves.40 PT. Noise level outdoor tidak boleh melebihi 68 DB(A) pada saat operasi normal. over current protection for the inverter and anti-recycling timers. System ini haruslah dipasang dipabrik. thermal protectors for compressor dan fan motors.1. Casing outdoor haruslah wheatherproof terbuat dari baja anti karat dilapisi dengan Baked Enamel. CONDENSING UNIT System ini harus bisa terkoneksi dengan pipa refrigerant harus bisa sepanjang 165 meter dengan beda ketinggian 90 m tanpa oil trap Baik indoor maupun outdoor harus dirakit dan ditest di pabrik.8 HP sampai 10 HP. Ciptanusa Buana Sentosa . Magnet Neodymium harus dipakai di rotor compressor untuk menambah torsi compressor Pada konfigurasi system dengan outdoor lebih dari 1 unit. dengan kemampuan maximum static pressure = 78 Ps Condensing unit harus mempunyai kemampuan untuk beroperasi dengan noise lebih rendah pada saat malam hari baik secara otomatis maupun dengan manual setting Safety Devices Outdoor unit haruslah mempunyai peralatan safety sebagai berikut : high pressure switch. control circuit fuses.Pada saat temperature outdoor 35 C dan suhu indoor 27 C DB/19 C WB System yang ditawarkan harus bisa melakukan automatic test operation system. instalasi harus sesuai dengan standard BS EN378: 2999 bagian 1 – 4. unit harus dilengkapi dengan Sub cooling. Untuk melakukan pengecekan system secara otomatis yang meliputi pengecekan : control wirings. PRESSURE TESTING 3 . secara otomatis compressor inverter dengan jam operasi terendah yang akan start lebih dulu pada setiap kali operasi. terukur 1 meter secara horizontal dan 1.5 meter diatas pondasi.2. Oil recovery cycle akan secara otomatis beroperasi setelah 1 jam sejak startup dan seterusnya setiap 6 jam operasi.

Jumlah tambahan dari Flare Standard Tightening Torque refrigerant ini harus disupply oleh Nut Kgf.cm kontraktor pemasang dan diawasi Size oleh perwakilan dari pabrik ¼ 144~176 1420~1720 Pressure test harus dilakukan oleh 3/8 333~407 3270~3990 kontraktor pemasang dan diawasi oleh perwakilan pabrik ½ 504~616 4950~6030 Proses vacuum system pemipaan harus 5/8 630~770 6180~7540 dilakukan oleh kontraktor pemasang 3/4 990~1210 9270~11860 dan diawasi oleh perwakilan pabrik.5 Bar (312 Psi) Pressurize to 38 Bar (551 Psi) 3 minutes or longer 5 minutes or longer Approx 24 HOURS minimum Allows discovery of minor leaks Allows discovery of major leaks Outdoor unit haruslah dipasangkan ke pemipaan system dengan memakai torque wrench dengan torsi pemasangan yang sesuai dengan table dibawah ini. Pengisian refrigerant ini harus dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan dibawah pengawasan dari perwakilan pabrik.41 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah pekerjaan pemipaan dilakukan.3.3 Bar (149 Psi) Pressurize to 21.2 torr (-755mmHg) Dan ditahan pada kondisi ini selama 1 jam minimal sampai pada 4 jam tergantung dari panjang pipa dengan memakai 2 stage Vacuum Pump.cm N. Jumlah tambahan refrigerant (HFC R410A) harus dihitung berdasarkan standard dari pabrik dan ditimbang dengan mempertimbangkan panjang pipa actual yang terpasang dengan merefer ke installation manual dari pabrik. sebelum disambungkan ke outdoor unit.3. Pekerjaan pemipaan harus di test tekanan dengan memakai dry nitrogen sesuai table di bawah ini dan dicek ulang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi : Step1 Step2 Step3 Pressurize to 10. Dry Nitrogen (OFN) harus dialirkan kedalam system pemipaan selama dilakukan brazing sehingga tidak terbentuk karbon didalam pipa yang nantinya bisa merusak compressor. PIPE MATERIAL Pipa refrigerant haruslah de-oxidized phosphorous seamless copper pipe sesuai dengan standard JIS H300 . Baik bagian suction maupun gas haruslah diinsulasi dengan insulasi yang sesuai dengan rekomendasi pabrik sehingga tidak terjadi kondensasi Seluruh koneksi shut off valve di dalam outdoor unit haruslah di brazed untuk mencegah kebocoran refrigerant Peralatan kerja untuk instalasi refrigerasi system haruslah dipakai. Ciptanusa Buana Sentosa . 7. System pemipaan kemudian harus divacuumed sampai 0. Pengerjaan ini harus dilakukan sebelum indoor unit disambungkan pada koneksi listrik. Sebelum pembungkusan pipa dengan insulasi dan sebelum VRV system dinyalakan. Insulasi pipa refrigerant yang dipakai adalah type close cell XLPE dengan fire rated Class “O” dengan ketebalan minimal 10 mm untuk Suction lines dan 10 mm untuk Liquid lines dan mesti 3 .C1220T.

5.4. thermostat setting dan merupakan tipe liquid crystal display yang menampilkan temperature setting. fuses ) and labour dari tanggal startup atau 18 months setelah unit dikapalkan dari pabrik terhitung yang mana yang lebih dahulu 3 kali warranty visit harus dilakukan selama masa warranty untuk memeriksa kondisi unit ( tidak termasuk pekerjaan pembersihan ). fan speed selector. Laporan tertulis harus diberikan kepada pemilik paling lambat 1 minggu setelah setiap visit dilakukan Kontraktor pemasang harus memberikan garansi pemasangan selama 12 bulan terhitung dari tanggal hand over 7. 7.3.1. Evaporator koil dan electronic proportional expansion valve. malfunction code and filter cleaning timing. Electronic proportional expansion valve harus bisa mengontrol aliran refrigerant kedalam unit indoor sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan oleh ruangan.75mm2 .42 PT.3. cassette dan under ceiling haruslah standard dari pabrik Pipa 25 mm yang terinsulasi haruslah dipasangkan sebagai pipa drain dari setiap indoor unit menuju ke daerah pembuangan air drain. operational mode. Juga bisa menampilkan malfunction code untuk keperluan maintenance Kontraktor pemasang haruslah sudah pernah mengikuti training pemasangan yang dilakukan oleh perwakilan pabrik dan mendapatkan sertifikat tanda keberhasilan dalam training yang diikutinya EQUIPMENT COMPLIANT WITH RoHS DIRECTIVE Material yand dipakai untuk membuat unit outdoor dan indoor haruslah memenuhi the RoHS Directive (Restriction of Harzardous Substances) pada komponen electrical dan electronicnya. 7. 7. Oil. 7.3. EQUIPMENT MAINTENANCE & WARRANTY Supplier harus memberikan garansi 12 months warranty unit ( tidak termasuk consumable materials seperti : Refrigerant. 1 phase dan 50 Hz.3. Dengan tegangan operasi 220 – 240 volt AC . Control response harus memakai tipe Proportional Integral Derivative (PID) Fan haruslah direct drive centrifugal.8. air filter. Filter udara untuk model ductless harus disupply dari pabrik Koil evaporator haruslah type DX yang terbuat dari icopper tubes yang dipasangkan ke alumunium fin secara mekanis.3. BUILDING CENTRALIZED CONTROL SYSTEM – (Optional) Sebuah Screen Touch operated system centralized controller dengan merk yang sama dengan unit AC haruslah mempunyai fungsi sebagai berikut : • Monitoring operasional dari system AC 3 . lebih disukai insulation yang 1 merk dengan pipa refrigerant yang disupply Pekerjaan brazing harus dilakukan oleh kontraktor pemasang dengan diawasi oleh perwakilan dari pabrik. Fasilitas Auto swing untuk tipe wall. Ciptanusa Buana Sentosa . CONTROL Sistem control harus memakai 2 kabel dengan diameter inti 0. Sistem control juga harus dilengkapi dengan automatic address setting function yang merupakan standard Remote control untuk indoor unit haruslah bisa melakukan fungsi : on/off switching. FAN COIL UNITS Indoor unit haruslah dari jenis dan kapasitas yang sesuai dengan yang ada didalam BQ sesuai dengan design condition Terdiri dari komponen dasar : Fan.25mm2 tipe PVC non screened CY flexible control cabling dari indoor unit ke outdoor unit.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dilindungi dengan penutup pada bagian yang terexpose dengan sinar matahari.6. Indoor type ducted haruslah mempunyai static pressure external yang sesuai dengan spesifikasi di gambar dan di BQ Filter udara untuk type Ducted haruslah disupply oleh kontraktor pemasang.7.

adjustable pitch dan harus digerakan langsung.carbon steel 3 . Kontraktor dapat memperlihatkan proyek – proyek yang sudah menggunakan VRV atau siap melakukan survey ke proyek – proyek tersebut bisa dilakukan jika diperlukan 7.10 E 12 watt pada octave band mid freq. remote.impeller . KONTRAKTOR PEMASANG Haruslah sudah berpengalaman dalam melakukan pemasangan AC VRV minimal selama 5 tahun dengan melakukan minimal 10 proyek dengan hasil yang memuaskan. 60 . Start/Stop untuk semua indoor unit Kontrol setting: temperature. INABA DENKO d.10 MERK YANG DISETUJUI a. sesuai standard yang berlaku dinegara dimana fan tersebut dibuat untuk testing dan rating (performance) seperti sebagai contoh AMCA standard 210 . Ciptanusa Buana Sentosa 7.casing . adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus diikuti. AC VRV = Daikin b.2.cast .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • 7.4. • Sound pressure level harus dilengkapi dalam DB dengan Re . Sedangkan ketentuan ketentuan spesifik terhadap type. Material fan : . Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan dibawah ini. Spesifikasi Teknis Axial Fan Impeller fan dari type airfoil blade.3. didaerah outletnya harus diberi kawat nyamuk Stainless Steel yang bisa dibuka untuk dibersihkan.4000 hz.1.4.3. kemampuan (performance) peralatan. on off switch dan pilot lamp. 7 hari seminggu dan 365 hari setahun untuk mensupport pelayanan purna jual dan memberikan jaminan sepenuhnya kepada kontraktor pemasang 7. FAN Lingkup Pekerjaan Pengadaan dan pemasangan peralatan ventilasi (fan) untuk proyek ini seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. • Fan harus sudah mendapatkan sertifikat. fan speed dari seluruh indoor unit 1 tahun schedule dari operational system Bisa menggunakan fire alarm signal untuk mematikan seluruh AC CALL CENTER Supplier AC haruslah memiliki sebuah call center yang beroperasi selama 24 hours sehari.batas yang normal.3. Honeywell 7. dan dalam batas. 7. operation mode. 7.alluminium die.3. Refrigerant : Dupont. Pipa refrigerant : INABA DENKO c.43 PT.shaft .11. • Dasarnya semua fan harus mempunyai noise level yang rendah dalam operasinya. • Bagian fan yang berhubungan dengan udara luar.74 di Amerika. • Pemasangan fan termasuk instalasi kabel dari panel. Insulation : Armaflex. .4. kelengkapan dan lainnya dapat dilihat pada lembar gambar rencana "Daftar Peralatan" ataupun data sheet bila dilampirkan.mild steel hot dipped galvanized .9.4. Bilamana ternyata noise levelnya tinggi harus diberi tambahan noise silencer (sound Attenuator) tanpa adanya tambahan biaya sehingga sound pressure level (SPL) yang dihasilkan tidak lebih dari 60 dba dari jarak 3 m.

kecuali bila dinyatakan ceiling fan dari type centrifugal seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . 52-76). 7.6. 7.4 mm minimum) mild steel lengkap dengan flange di kedua sisinya untuk menyambung ke ducting dan dicat akhir dengan epoxy powder. Propeller Fan (wall atau ceiling fan) Fan dari tipe propeller untuk dinding maupun ceiling. Semua filter harus underwriter laboratory class 1 atau setara.line centrifugal Fan • Blade fan harus dirancang aerodinamis. Untuk fan diameter 500 ke atas.08” WG) dan tahanan udara pada akhirnya maksimum 125 Pa (0.2. d) Tahanan aliran udara mula-mula pada kecepatan 1.5” WG).44 PT. • Fan harus statis dan dinamis balance dari pabriknya. rangka fan dari baja yang dicat anti karat dengan impeller dari alluminium diecast.pelumasan . FILTER / SARINGAN UDARA Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan Filter/saringan udara yang masuk/inlet ke Fan.1. Motor dari jenis TEFC. 7. PEREDAM GETARAN Lingkup Pekerjaan 3 . IP 54. b) Filter harus dipasang rapat satu sama lainnya dan begitu juga terhadap frame.6.5. Fan harus digerakan langsung. Fan lengkap dengan counter flens untuk peyambungan ke ducting. Tidak dibolehkan adanya celah yang ditutup dengan plat disebabkan kurangnya ukuran filter. Untuk fan dinding dengan kapasitas besar dan static pressure tinggi (high pressure fan). . 7.52 m/s (300 fpm) tidak boleh lebih dari 20 Pa (0. Instalasi filter harus sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat. harus fire resistance dan washable tebal 50 mm dengan effisiensi 30-35 % dan arrestance 94-96 % dalam keadaan low velocity (ASHARAE teest std. • Motor harus tahan beroperasi sampai temperatur 40 C dan 95 % RH. Casing fan harus dilengkapi dengan acces panel.5. Dilengkapi dengan accessories bell mouth (inlet cone) bila inlet suction tidak disambungkan ke duct (seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet). Ciptanusa Buana Sentosa 7.1. Untuk fan dinding yang berhubungan dengan luar lengkap dengan automatic shutter dari jenis alluminium (bila ditunjukkan dalam gambar rencana atau data sheet). fresh air fan harus dari bahan tipe metallic. Acces harus disediakan untuk tujuan inspeksi atau pembersihan. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan berikut ini adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi Spesifikasi Teknis a) Pre filter untuk Indoor Unit.5. Inl.5.grease ball bearing Bisa dilakukan speed kontrol motor fan. Indoor Unit dan Fan Coil Unit seperti yang ditunjukkan dalam spesifikasi teknik ini. • Casing terbuat dari heavy gauge (1. isolasi kelas F. bacward curve dari plate allumunium dan digerakan langsung. • Fan harus dilengkapi dengan speed kontrol.3. c) Filter yang akan dipasang harus dapat dibuktikan dari brosur merk filter tersebut terhadap type dan effisiensinya. 7. Filter harus dapat dioperasikan pada kecepatan aliran udara sampai 500 fpm tanpa mengalami kerusakan.

Ciptanusa Buana Sentosa . Peredam getaran yang terpasang haruslah sesuai dengan persyaratan/ rekomindasi pabrik pembuat alat/mesin.1.7. 7.7. register. 7. Publikasi.0135 1.dan attenuator berikut alat-alat bantu yang menunjang pekerjaan tersebut seperti ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. Carrier Air Conditioning Hand Book. PEKERJAAN DUCTING Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan untuk butir ini adalah pengadaan dan pemasangan (termasuk fabrikasi) duct lengkap dengan isolasi/tanpa isolasi. Spring Isolators.7.7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan alat peredam getaran (Vibration Isolation/ Eliminator) untuk semua mesin yang bergetar seperti Indoor Unit. Jalur-jalur ducting yang terlihat pada gambar rencana adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran ducting. SMACNA (Sheet Metal and Air ConditioningContractors National Association). • Bahan isolasi • • • • • • • • • • • • 7. Restrain Isolators.6. Spesifikasi Teknis Alat peredam getaran (Vibration Isolator) ini harus dapat meredam getaran mesin dengan effisiensi 90 %. volume damper. Out Door Unit. 7. Instalasi Ducting 1. support dan lain-lain komponen/ accessories yang diperlukan untuk melengkapi instalasi ini.°C B1 (terbakar tapi tidak merambatkan api) 0. Konstruksi Duct. 7. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya. d.021 W/m. Ketebalan panel Ketebalan alumunium Density dari polyurethane Tahanan tekanan Konduktivitas panas Ketahanan api Koefisien gesek Berat Suhu optimal penggunaan Kelembaban Tekanan max. density: 52 Kg/ M3 3 . berarti penampang harus diperbesar sesuai ketebalan lining. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapatkan persetujuan dari Direksi/ Konsultan sebelum dilaksanakan. Pipe Hanger dll. spliter damper. ASHRAE. b. diffuser. Jika diperlukan internal lining untuk ukuran duct tersebut. = = = = = = = = = = = = = Polyurethane dilapis sandwich dengan alumunium foil yang dicoating lapisan anti bakteri 20 mm 75 mikron. c.45 PT.4 Kg/m2 -50 – +80 °C 0 – 100 % 2000 Pa 12 m/s 7. 80 micron setelah coating 52 ± 2 Kg/m3 200 N/mm2 0. Ducting panel tebal 20 mm. Ukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar adalah ukuran bersih dan penampang laluan udara. Jika tidak diterangkan secara khusus istilah ducting secara umum berarti pekerjaan duct. dalam duct Air flow max. Fan dan kalau dirasa perlu juga untuk duct dll. Neoprene Mounts. damper.5. Peredam getaran dapat berupa Neoprene Pad.2. fitting. standard yang digunakan. 7.2. Bahan duct dari pipa PVC.3. Jenis peredam getaran yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan mesin/unit yang akan diredam getarannya.4. the Guide and Data Book. Umum a. Split System Unit.7.7. grilles.

apabila tidak ada cahaya maka ducting ok. V jack plane. Straight jack plane. Untuk keadaan dimana harus 3 . 6. Konstruksi duct harus mengikuti standard SMACNA. Lubang pengetesan. kecuali kalau ditentukan hal-hal yang harus dipenuhi diluar standard tersebut.6 m 0. f. b. Penguatan duct. d. Penguat menggunakan profil Sharped disk aluminium dan reinforcement bar aluminium. Percabangan (take off) harus memakai splitter damper yang dapat diatur dan dikunci pada kedudukannya. semua elboww harus dari type full radius elbouw. semua duct yang berukuran lebih besar 500 mm permukaannya harus dibuat cross broken ( patah silang ). 9. Setelah selesai ditutup kembali dengan plastik probe yang diisolasi.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Ciptanusa Buana Sentosa . Instalasi : • Sambungan antar ducting menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan grille menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan volume damper menggunakan profil “F” Sambungan antar ducting dengan FCU menggunakan profil chair section bar aluminium dan terpal Noise yang timbul dalam ducting tergantung pada desain serta ukuran dalam ducting. dibuat sesuai gambar spesifikasi atau gambar detail. kemiringan duct dibuat tidak lebih dari 14 0. h. 4. Pada main supply dan return duct harus dibuat lobang pengetesan untuk mengukur temperatur. Penggantung duct. Elbow. Bending : Pembentukan elbow & branch menggunakan alat khusus yaitu manual bending tool Gluing : Penyambungan antar bagian TD duct dan pemasangan invisible flange menggunakan lem khusus dengan ditambahkan aluminium tape untuk Vapour Barrier dan kerapihan Sealant : Sealant diberikan pada setiap sudut bagian dalam ducting untuk menambahkan kemampuan menahan kebocoran Support / hanger : besi siku 30x30x3 (galvanized) dan As Drat putih Ø8mm (galvanized) • Bahan hanger / suport besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm Jarak maksimum 4m 2m section bar aluminium 3. .6 m-1m 8. 5. e. Bentangan < 0. Reinforcement : Reinforcement (penguat) ducting tambahan akan diberikan sesuai dengan ukuran ducting dan tekanan udara dalam ducting. g. antara lain: . Untuk kondisi tertentu yang memerlukan isolasi suara dengan pemakaian isolasi dalam. Right jack plane. jari—jari (R t) sama dengan lebar duct.46 PT.000 Fpm (10 m/s).Pemeriksaan kekuatan support a.Noise test : test kebisingan suara (DB meter disiapkan pihak owner) .Vibration test : test vibrasi yang ditimbulkan oleh getaran FCU (by others) . cara penggantungan duct harus sedemikian rupa sehingga praktis tidak terjadi lendutan-lendutan getaran-getaran dan deformasi. Reducer (transition).Leaking test : test kebocoran dengan menggunakan lampu dari dalam ducting kemudian diamati dari luar apakah ada cahaya yang tembus. Konstruksi duct adalah untuk low velocity (low pressure duct) dengan static pressure didalam duct sampai 2” WG (500 pa) dengan kecepatan maksimum 2. kelembaban serta static dan velocity pressure. Run Test : akan dilakukan beberapa test. 7. Alat kerja : Cutting : Pemotongan materian TD lembaran menggunakan 4 buah macam pisau: Left jack plane. c.

maka type diffuser harus khusus untuk pemakain dengan VAV. b) Seluruh sisi plenum harus diperkuat dengan besi siku 40 x 40 x 3 dan kalau perlu memakai bracing pada sisi yang paling panjang. Untuk mengikat konstruksi penggantung ke beton dipergunakan ramset / dynabolt. 7. e) Supply register harus mempunyai vertical dan horizontal blade yang dapat diatur defleksinya dan memakai volume damper.65 mm atau lebih. Flexible duct ke peralatan memakai klem khusus ( quick klem ) dari bahan plastic. material adalah alumunium anodized dengan warna yang akan ditentukan oleh arsitek.47 PT. Sambungan flexible. sesuai gambar detail. grille dan register harus terbuat dari bahan alumunium anodized profile. grille dan register di anodized dengan warna akan ditentukan kemudian oleh Arsitek / Direksi. PLENUM a) Pleneum sesuai dengan dimensinya harus menggunakan material sesuai dengan ketentuan yang tersebut terdahulu. c) Untuk diffuser yang supply udaranya berasal dari VAV. Tekanan kerja max. g) Damper dari diffuser adalah galvanized iron sheet BJLS 80 type : “Opposed blade damper”. 7. fire resistant ke duct yang masuk keluar dari fan atau AHU/FCU. REGISTER & DIFFUSER a) Pada setiap main duct harus disiapkan volume damper untuk pengaturan udara b) Diffuser. Slot harus mempunyai pengarah aliran ( deflector ) yang baik dalam konstruksinya sehingga fungsi deflector betul-betul membentuk pola aliran yang memenuhi standartnya dan tidak berubah posisi karena aliran udara. atau 3 slot. tanpa memakai volume damper. j. Alumunium Flexible Round Duct.10. acessories dengan isolasi atau tanpa isolasi sesuai seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. Panjang flexible connection tak lebih dari 2 m. j) Slot diffuser dari tipe 1. Turning vanes jumlah dan posisinya ditentukan dengan chart logaritma atas dasar (RT)/(RH). f) Grille sama seperti supply register dalam konsstruksinya. 5 inch H20.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i. dan tidak menimbulkan kebocoran pada sambungan. Bila slot diffuser adalah menerus (continous) maka sambungan antara harus memakai alignment strip. serta dapat dikunci pada kedudukan yang dikehendaki. i) Tidak dibenarkan memakai baut pada permukaan dari diffuser / grille / register.9. alumunium flexible round duct dari type 2 lapis alumunium laminate incapsulating dengan steel spring helix dan wire spacing 2 mm jenis fire resistance. cara pemasangan harus dalam satu garis lurus sedemikian rupa.8. sehingga tidak menyebabkan pengecilan luas penampang. PEKERJAAN PEMIPAAN 7.2. d) Warna untuk diffuser. 7. Finishing : di cat hitam h) Konstruksi hendaknya cukup kaku dan tidak bergetar karena aliran udara. 3 . Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pada butir ini adalah pengadaan dan pemasangan instalasi pemipaan lengkap dengan fitting-fitting.1. GRILLE. k. menggunakan short radius elbouw ( R t lebih kecil dari lebar duct ) harus memakai turning vanes. alat-alat bantu. l.10. Ciptanusa Buana Sentosa . pemborong harus memasang sambungan flexible connection dari bahan double sheet glass cloth tebal 0. Pemasangan diffuser/ grille ke plafond harus memakai rubber sponge tebal 6 mm. Untuk elbow tegak lurus harus memakai guide vanes double thickness.

3 . 9. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapat persetujuan dari Pihak Pemberi Tugas dan MK sebelum dilaksanakan.11. Pipa Refrigerant 7.4. ALAT – ALAT BANTU. 1. 7. Ciptanusa Buana Sentosa . Hendaknya semua pipa refrigerant harus dikerjakan secara hati-hati dan sebaik mungkin. Umum Seperti apa yang ditunjukkan dalam gambar rencana. 6. Thermometer • Dipasang seperti ditunjukkna dalam gambar. 5. nyala api atau lainnya yang sesuai untuk pipa refrigerant.3. : Pipa Tembaga (Copper) ASTM B280 type L/M 7. Pipa Condensate 2.10. 7. Kontraktor sudah harus memperhitungkan adanya perbedaan tinggi antara Kondensing dan Evaporator terhadap adanya panjang pipa yang melebihi dari standard. Pipa refrigerant harus dipasang sesuai dengan persyaratan "Ashrae Guide Book" dan atau persyaratan pabrik. PEKERJAAN LISTRIK/ KONTROL 7. Fitting untuk flare points hendaknya jenis standard SAE forged brass flare menurut ARI standard 720 dengan unit short shank flare.48 PT. 2. : Pipa PVC klas AW. Sambungan pipa jenis "hard drawn tubing” harus disambung dengan perantaraan wrought copper fitting atau non porbus brass fittings.12. 3. 7. sebelum dipasang semua bagian harus sudah bersih.10. 10. Solder lunak "tintead 50-50" tidak boleh dipergunakan. Pipa refrigerant harus disangga dan digantung dengan baik untuk mencegah melentur dan meneruskan getaran mesin kepada bangunan. • Mempunyai dua bacaan dalam F dan C • Type thermometer adalah Industrial type dengan posisi sudut pembacaan yang dapat dirubah-rubah kedudukannya. panel-panel dan instrumentasi kontrol seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar rencana/ diagram yang melengkapi dokumen ini.2. Lingkup pekerjaan untuk elektrikal/ kontrol ini adalah pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi listrik (termasuk motor listrik) pengkabelan. Menyediakan dan memasang instalasi pemipaan untuk seluruh system AC. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya. M a t e r i a l 1. dan dianjurkan dipakai solder perak dengan meniupkan gas mulia seperti nitrogrn kering ke dalam pipa yang sedang disambung untuk menghindarkan terbentuknya kerak oksida di dalam pipa.10. kering dan bebas dari debu dan kotoran dan hendaknya dipasang sependek mungkin. Pada pipa "precharged refrigerant lines" yang disediakan oleh pabriknya maka harus dipasang sesuai dengan persyaratan pabrik. 4. jalur-jalur pipa yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran pipa. solder tintead 95-5" dapat dipergunakan kecuali pada pipa discharge gas panas. • Sumur dari thermometer harus betul-betul tercelup kedalam media yang diukur terutama bila ada isolasi pipa. 8. Strainer hendaknya dipasang dalam jaringan refrigerant sebelum masuk ke thermostatic expansion valve. Pipa jenis "soft drawn tubing" dapat disambung dengan solder.12. • Thermometer harus dikalibrasi dulu sebelum dipasang. • Thermometer yang dipasang cocok untuk batas-batas temperatus yang diperlukan dari media ini.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. Konstruksi Pemipaan Refrigerant & Drain untuk Split System.1. (refrigerant dan drain/kondensasi) termasuk fitting-fitting dan alat-alat bantu). Lingkup Pekerjaan.

Putaran motor maximum 1450 rpm (untuk motor-motor tsb.10 V : 0-16 V DC/max.3 tingkat kecepatan . jalur. DIN (Jerman). Direct on Line : Bila motor kapasitas dibawah 7. Umum Seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana. Peralatan Listrik Motor Listrik Motor untuk FCU (IU) : .Control input Input voltage/current : PI : ° C pada range ° C to 32 ° C : 16 V DC/10 mA : max. Temperatur Controller (TC) . Ciptanusa Buana Sentosa .Fungsi control .Ambient temp/RH . Pemborong wajib mengikuti peraturan.red. 100 ° C.S (Inggris). lokasi panel dan perletakan instrument kontrol. diatas).Control output (Output voltage ) .49 PT.13.white).Supply voltage/ current . temp. dan JIS (Jepang).1 ph/220 V/50 Hz .2.set point scale . jumlah phasa tergantung kapasitas fan.jalur kabel dan perletakan panel dan motor seperti yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route.Insulation class E Motor Fan : . . OFF dan disconneting switch bila memakai remote starstop.Temp.3. 2. Spesifikasi Teknis 1. B.max. Motor-motor yang digunakan disini harus sudah memenuhi standard NEMA (Amerika). voltmeter serta ampermeter dengan selector switch untuk 3 phase. Peralatan Kontrol a.Jenis induction motor.1 mA b.peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh : Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lembaga Masalah Ketenagaan (LMK) Dinas Pemadam Kebakaran Lembaga Pengujian Bahan Dinas Keselamatan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya 7. 50 ° C 90 % RH : 2 . Panelstarter harus dilengkapi dengan pilot lamp (green.5 HP keatas. 3 . Panel Starter Star Delta Starter : Bila motor kapasitas 7.5 HP.Temperatur detector dari type thermistar.8. Pemborong AC harus menyiapkan kabel control dari thermostat menuju Outdoor Unit dan Indoor Unit dan melakukan penyambungan kabel power dari panel ke Outdoor/Indoor Unit. 0.plat nama untuk peralatan yang dilayani serta push button ON. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalurjalur instalasi lainnya berikut detail. (motor satu permanent split capacitor packaged dengan dengan thermal overload FCU) protector.detail yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. . Semua motor listrik yang digunakan untuk proyek ini mempunyai power faktor minimum 0. Temperatur Sensor (TS) .12.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7.Motor yang menjadi satu dengan fan.

untuk 3 ph dengan selector phase switch Disconnecting switch untuk remote star stop. Ditiap tarikan kabel tidak boleh ada sambungan. kemudian dilindungi dengan batu pelindung sebelum diurug kembali.mesin.peralatan lainnya harus mengikuti petunjuk-petunjuk/ pedoman pabrik pembuat peralatan-peralatan tersebut. Kabel yang dipasang didalam tanah. jenis NYFGbY harus dipasang sekurangkurangnya sedalam 75 cm dengan pasir sebagai alas dan pelindung.14. Pada route kabel. white )dan plat nama masing-masing Peralatan dll. Voltmeter . Kabel. Jari. Pilot lamp. PEKERJAAN LAIN-LAIN 7. Kabel yang dapat digunakan adalah buatan Kabel metal atau Kabelindo. Wiring Wiring untuk instalasi listrik dan control harus dipasang dalam PVC conduit JIS standard. Panel remote harus dilengkapi untuk masing. Ampere meter . bangunan dari suara berisik dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Catatan : Temperatur Controller (TC) dan Temperatur Sensor (TS) atau gabungan dari TC dan TS (Thermostat) adalah dari merek yang sama dan dari jenis yang sesuai untuk kebutuhannya. 3.untuk 3 ph dengan selector phase witch. Ukuran-ukuran lebih kecil cukup dengan tang press tangan. green.1.14. Ciptanusa Buana Sentosa .masing Peralatan dengan pilot lamp ( red. Pondasi peralatan. 7. harus dilindungi dengan pipa galvanis kelas medium. Pemborong AC harus menyerahkan gambar layout beserta ukuran pondasi untuk masing-masing peralatan sebelum dilaksanakan oleh pihak lain kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui.jari pembelokan kabel. Kabel yang dipasang pada dinding luar harus memakai metal conduit dan diklem rapi ke dinding memakai klem pipa.red. white. sesuai dengan detail drawing. Setiap kabel yang menuju terminal peralatan harus dilindungi memakai metal flexible conduit. Menghubungkan kabel pada terminal harus menggunakan "kabel schoen" harus kabel 25 mm keatas pemasangan "kabel schoen" harus menggunakan timah pateri lalu dipres hydraulis. Pemborong AC harus menyediakan dan memasang peredam getaran (vibration eliminators) untuk melindungi. 3 . hendaknya minimum 15 kali diameter kabel.50 PT. jalan raya atau instalasi lainnya. -R-S-T Centralized Remote Star Stop Remote star stop untuk peralatan-peralatan yang ditunjukkan pada panel diagram ditempatkan diruang control.kabel yang digantung pada plat beton harus memakai klem penggantung dan wire rod yang diramset ke beton. Semua panel star delta dilengkapi dengan : Pilot lamp . green. Wiring diagram hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan peralatan AC yang bersangkutan. tiap-tiap 50 m dan setiap belokan supaya diberi tanda adanya galian kabel dan tanda arah kabel. Untuk kabel yang menyeberangi selokan. P o n d a s i Semua pondasi beton yang diperlukan untuk mesin-mesin Condensing Unit (Outdoor Unit ) tidak termasuk dalam pekerjaan pemborong AC.

Semua penggantung harus dipasang pada balok atau pada rangka baja dan harus berkonsultasi dengan Direksi dan Pemborong Sipil. Pemborong harus bertanggung jawab atas modifikasi.Thermometer 3.Hood untuk mengukur udara didiffuser.bagiannya.1. Pengukuran putaran (rpm) .tegangan yang tidak wajar.Ampermeter / ampertang 5. antara lain : 1.15.Barometer / pressure gauge 6. sehingga didapatkan besaran. Tool (alat-alat kerja) yang diperlukan dalam merubah setting/ kedudukan dari peralatan balancing. batang (rod) atau strip sesuai dengan gambar rencana atau kerja yang disetujui.4.3.15.51 PT.modifikasi yang perlu untuk memenuhi syarat tersebut. ASHRAE dan SMACNA dengan menggunakan peralatan. . Semua dudukan harus mempunyai pelat-pelat (flanges) yang cukup dan dibuat pada lantai. Pengukuran tekanan .2. Pelaksanaan TAB Sacara detail TAB harus dilaksanakan terhadap seluruh sistim dan bagian. Pemborong AC harus menjamin bahwa instalasi yang dipasangnya tidak akan menyebabkan penerusan suara dan getaran (vibration & noise transmission) kedalam ruanganruangan yang dihuni. Umum Pelaksanaan TAB (testing adjusting dan balancing) secara mendasar maksimal harus mengikuti standard/ atau petunjuk yang berlaku secara umum seperti tandard NEBB.besaran pengukuran yang sesuai seperti yang terlihat dalam gambar-gambar rencana sehingga sistem betul. Pengukuran laju aliran udara . 3 . Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini adalah pelaksanaan testing.kondisi setempat.Pitot tube dengan inclined manometer Anemometer dan sejenisnya.penggantung tersebut harus dibuat dari konstruksi pipa. Pembebanan pada balok atau pelat struktur yang ditimbulkan oleh dudukandudukan atau penggantung-penggantung tersebut hendaknya dijaga agar dapat terbagi cukup merata sehingga tidak menimbulkan tegangan. Peralatan Ukur.Sling psychrometric . TESTING ADJUSTING DAN BALANCING 7. profil. 7. 2. pipa yang diperlukan. atau gambar kerja yang disetujui) semua dudukan (support) atau penggantung (hanger) untuk mesin.mesin. Untuk menyesuaikan dengan kondisi. Pengukuran listrik .besaran pengukuran yang sesuai atau mendekati besaran besaran yang ditentukan dalam rencana.alat.peralatan ukur yang memenuhi untuk pelaksanaan TAB tsb. Ciptanusa Buana Sentosa . 7.Voltmeter .betul dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan rencana.15. dudukan-dudukan atau penggantung. Minimal peralatan ukur sperti dibawah ini harus dimiliki oleh kontraktor ybs.Tachometer atau sejenisnya 4.15. adjusting dan balancing untuk seluruh sistem tata udara dan ventilasi mekanis sehingga didapatkan besaran.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pemborong AC harus menyediakan dan memasang (sesuai dengan gambar rencana. alat. Pengukuran temperatur udara . 7. Dalam hal ini dilakukan oleh ahli atau tenaga ahli yang ditunjuk.15. 7.

disamping pengukuran yang dilakukan terhadap besaran-besaran yang ditentukan dalam design.pengukuran terhadap besaran-besaran lainnya yang tidak tercantum dalam gambar rencana harus dituangkan dalam suatu laporan yang bentuknya (formnya) sudah disetujui oleh pengawas. type. Kruger 3 . tapi besaran ini sangat diperlukan dalam penentuan kondisi dan kemampuan peralatan dan juga sebagai data data yang diperlukan bagi pihak maintenance dan operation. 2. Test dan sesuaikan masing-masing diffuser/grille terhadap kapasitas dalam batas % yang dibolehkan.hasil pengukuran dan pengamatan yang dilakukan juga disaksikan oleh pengawas tsb dan dalam laporannya ikut menanda tangani. 5. KDK. Balancing System Distribusi Udara. harus selalu didampingi oleh tenaga pengawas. 1. Test dan sesuaikan putaran blower sesuai kebutuhan design. Mitsubitshi AEG (GAE). Sesuaikan cfm yang dibutuhkan pada semua cabang-cabang utama 9. Siemens National. 3. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : NO. Test dan catat motor full load amper. dimana hasil.15. Kontrator harus membuat suatu rencana kerja. URAIAN AC Sistem VRV Motor Fan MERK Daikin.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Dalam pelaksanaan TAB.52 PT. Sebelum melaksanakan TAB. juga diwajibkan melaksanakan pengukuran terhadap besaran. 3. 1. masing-masing diffuser dan lakukan recheck terhadap performance dari jenis diffuser. Prosedure Testing and Adjusting. Test dan catat static pressure pada inlet dan outlet dari fan.masing FCU/ FAN. PRODUK INSTALASI TATA UDARA Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasi ke MK/Direksi. Test dan catat temp. Ciptanusa Buana Sentosa . NUG. 7. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari MK/Direksi. 8. 4. mengenai prosedure pelaksanaan TAB untuk masing-masing bagian pekerjaan. Test dan sesuaikan kebutuhan udara luar untuk masing.5. Test dan sesuaikan cfm atau l/s untuk sirkulasi udara. 2. Sebelum melaksanakan TAB. d b dan w b dari udara masuk dan keluar dari coil. dan prosedure ini agar dibicarakan dengan pihak Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya. Lakukan pengukuran dengan pitot tube (tube traverse) untuk mendapatkan cfm dan fan sesuai design. Sesuaikan kebutuhan cfm untuk masing-masing zone 10. 7. Indentifikasi ukuran. Kontraktor sudah harus menyiapkan suatu bentuk formulir yang berisi item. Semua pelaksanaan TAB maupun pengukuran.besaran yang tidak tercantum dalam gambar rencana. 6.item yang akan dilakukan untuk masing-masing system yang akan dilakukan pengetesan. Pelaksanaan TAB dilakukan oleh tenaga engineer yang betul-betul sudah berpengalaman dalam pelaksanaan TAB ini. 11. Dalam pelaksanaan TAB.

8. Kabel Metal. Pekerjaan listrik yang berhubungan ( contoh : Panel ) 12. 17. 9. ABB Armaflex. ALP Active. Fire Water Tank harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga monyet 3 . TDI Duct MG. Wavin Voksel. ACI TD Pre-Insulated Alumunium Duct. Parawoll. Pekerjaan lain yang berhubungan ( contoh : Pondasi. Thermaflex. 8. Thermofoil 731 DEC Insulated. 15. Panel listrik. yang telah dibuat sebelumnya. 12. Rucika. Wangi. 16. Mason. 11. ACI Kinetek. Sambungan dengan pemadam Kebakaran Kota ( Siamese Connection ) 10.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Pompa kebakaran dengan penggerak listrik 2. Insflex AAF atau setara Paramount. 14. Parawoll.1. Crane Pralon.2. Springkler Control Valve Set 6. pengecatan. Hydrant Box 8. Confordaire Sigma Cool. 8. Confordaire Prima Prima Wangi. 2. 6. 8. Perlengkapan Fire Water Tank 5. Supreme Sigma Cool. 10. Pillar hydrant dan Kotak Hydrant Halaman 9. Insulflex Kembla. concrete blok ) 13. Ciptanusa Buana Sentosa . National SISTEM PEMADAM KEBAKARAN LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan sistem Pemadam Kebakaran antara lain adalah sbb : 1. 5. Pompa kebakaran dengan penggerak Diesel 3.53 PT. Tangki Air Pemadam Kebakaran berfungsi untuk menyediakan air dengan volume tertentu setiap saat. Pemadam api Ringan ( PAR / PEE ) 11. control system dan Fire Resistence Cable 14. Spingkler Head 7. 7. TANGKI AIR PEMADAM KEBAKARAN ( TANGKI BAWAH ) 1. 13. Tangki Air unutk cadangan pemadam kebakaran merupakan tangki existing. Infoil. Isolasi Ducting Ducting Komponen Panel Listrik Isolasi Pipa Pipa Tembaga Pipa PVC Kabel Listrik Grille Diffuser Aluminium Foil Flexible Duct Filter Isolasi Ducting Peredam Getaran Paramount. Fire Pump test ventui flow tube. Sisalation 436. Valved Connection to main Water supply source 4.

POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. maka fire water tank harus diisi. Pompa pemadam kebakaran harus terdiri dari satu atau lebih pompa utama dan satu pompa joki. q q q q 8.3. 6. kabel listrik dan sebagainya q Exhaust fan 3. Air pengisi Fire Water Tank Apabila terjadi kebakaran. Untuk pompa utama jenisnya dapat Horizontal Split Case atau centrifugal End Suction dan vertical multi stages untuk pompa jockey dengan flanged connection dan komponen sebagai berikut : q Cast iron casing q Bronze impeller q Heavy duty steel shaft q Mechanical seal q Heavy duty grease lubricated bearings 5. alarm horn & indicating lamp • Water level too low. alarm horn. Pompa pemadam kebakaran harus mampu memasok kebutuhan air pemadam kebakaran sampai batas maksimum kemampuan pompa pada setiap saat secara otomatis. pipa penguras. 4. untuk masing-masing system hydrant dan springkler 2. 4. sebaliknya apabila turun mencapai L. dimana akan menggunakan 1 (satu) set pompa pemadam kebakaran standart NFPA 20. indicating lamp 3 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar Pipa peluap Water level indicator Sleeve untuk laluan pipa masuk. alarm horn & indicating lamp • Water level drop. Pengaturan pada sambungan ke sumber air yang dipasang secara permanent adalah sebagai berikut : Apabila permukaan air dalam fire water tank telah naik mencapai ambang batas H. Pompa pemadam kebakaran antara lain harus terdiri dari perlatan sbb : q Jockey pump dengan motor q Main pump dengan motor q Diesel fire pump dengan menggunakan diesel engine q Inlet dan Outlet header q Inlet dan Outlet valves q Check valve against water hammer q Inlet strainers q Power and control panels q Flow regulator q Pressure switches q Pressure gauges q Hydraulic connections q Electric connections q Best frame q Announciating pump status : • Jockey pump On. indicating lamp • Main pump On. pipa isap. masukan air harus berhenti.54 PT. maka fire water tank harus dapat diisi secara cepat dari beberapa macam sumber air maupun persediaan air yang ada termasuk dari kolam renang. System pemadam kebakaran yang digunakan merupakan system terpisah. Motor Pompa q Motor pompa harus mendapat sumber daya dari PLN dan Genset secara otomatis q Sumber daya dari PLN harus diambil dari switch khusus sebelum main switch. Ciptanusa Buana Sentosa . 3.

Brance Control Valve Set q Branch control valve set harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan. q Branch control valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm systrm apabila terjadi aliran air sebesar satu kepala sprinkler. Pengaturan pompa pemadam kebakaran adalah sbb : q Apabila tekanan air dalam jaringan turun disebabkan adanya kebocoran. Engine driven fire pump harus diuji coba minimal sekali seminggu selama satu jam Engine driven fire pump harus merupakan satu paket yang dirancang khusus untuk keperluan pemadam kebakaran yang antara lain terdiri dari : • Centrifugal fire pump • Gasoline or diesel engine • Starting device with pully or motor starter • Battery starter and outside battery charger • Engine speed control devixe • Fuel oil tank • Hydraulic connections • Electric connections • Control board • Instrumentations 8. sampai ambang batas yang telah ditentukan maka pompa joki akan start dan akan stop otomatis diambang batas tekanan yang juga telah ditentukan. Springkler control valve set terdiri dari dua keperluan yaitu main control valve set dan branch control valve set. q Branch control valve sat antara lain harus terdiri dari peralatan sbb : • Branch stop valve lockable • Flow switch. Main Control Valve Set q Main Control Valve Set harus dipasang setiap maksimum 500 kepala springkler untuk bahaya kebakaran ringan dan 1000 kepala springkler untuk bahaya kebakaran sedang. 8.4. maka satu atau dua main pump start sampai stop secara manual oleh operator apabila uji coba atau pemadam telah selesai. uji coba springkler maupun springkler flushing.55 PT. Standard pompa dan kontrol panel harus NFPA 20 Approve Engine Driven Fire Pump Engine driven fire pump berfungsi untuk memasok kebutuhan air pemadam kebakaran pada saat pompa listrik gagal atau diperlukan lebih banyak air untuk pemadam. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. q Apabila tekanan air dalam jaringan terus turun karena dibukanya satu atau lebih katup hidran atau bekerjanya beberapa kepala springkler. q Main Control Valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm system maupun dengan mechanical alarm gong apabila terjadi suatu aliran air sebesar satu kepala springkler q Main Control Valve set antara lain harus terdiri dar peralatan sbb : • Main stop valve lockable • Wet alarm valve • Alarm gong set • Flow switch • Pressure indicators • Test valve set 3. 2. calibrated • Test valve lockable • Drain valve lockable 3 . 9. SPRINGKLER CONTROL VALVE SET 1.

8. ukuran 750 mm L.8. Hose rack untuk slang 40 mm.B. "JET" Firehose A-one type size 40 mm x 30 meter including couplings. FIRE BRIGADE CONNECTION 1. q Springkler flushing terdiri dari pipa drain diameter 25 mm yang ditap dari ujung branch main atau submain ke springkler drain riser melalui valve. Setiap pillar hydrant harus dilengkapi dengan gate valve untuk memudahkan maintenance. q Springkler flushing dimaksud untuk membuang air mati dalam jaringan pipa springkler.56 PT. Hose rack untuk slang 40 mm. Box harus dilengkapi Alarm Push Button. Sprinkler Flushing q Sprinkler flushing harus dipasang diibagian ujung dari branch main pipe atau branch sub main pipe. Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No.6. B. ukuran 750 mm. "JET" Firehose A. chronium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. Ciptanusa Buana Sentosa .7. Hydrant valve. 8. PILLAR HIDRAN Pillar hydrant yang dipergunakan disini adalah jenis short type two way dengan main valve dan branch valves ukuran 100 x 65 x 65 mm. Outdoor hydrant box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : Steel box outdoor type.8 dengan modifikasi. SPRINKLER HEAD Sprinkler head yang dipergunakan disini dari jenis glass bulb dengan temperatur pecah 68 0C.one type size 40 mm x 30 meter including couplings.8. Hydrant valve. Sprinkler Test Valve & Drain ( STV & D ) q STV & D harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan q Test valve harus diset pada laju aliran sebesar satu kepala sprinkler terkaiit q Drain Valve harus dapat mengalairkan alir mati dalam jaringan pipa sprinkler q STV & D terdiri dari lockable Test Valve dan Lockable Drain Valve. BOX HIDRAN 1. 1500 mm T & 250 mm D dicat duco warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. 1500 mm T & 270 mm D dicat powder coating warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. Alarm Lamp dan Alarm Horn. Jenis coupling harus disesuaikan dengan model yang dipergunakan oleh Mobil Dinas Kebakaran Kota. dibuat dari Chromium plated brass yang dilengkapi dengan flushing flange. 3 . chromium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 8. 8. Indoor Hydrant Box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : Steel box recessed type. kecuali daerah gudang dan parkir boleh mempergunakan bronze finish. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4.5. Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 2. Fire brigade connection yang dipergunakan disini adalah two way siamese connection untuk pemasangan free standing dengan ukuran 100 x 65 x 65 mm. (Jenis kopling disesuaikan dengan jenis Dinas Pemadam Kebakaraan DKI). chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box.

POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK LISTRIK ( PU 2101 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 9 bar Type : Centrifugal End Suction Impeller : Bronze Packing : Mechanical Seal Shaft : Steel ( SAE 1045 ) Bearing : Steel ball bearing self lubricated Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Standard motor : NEMA Standard Rotor : Squiirel cage Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 72 kw Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch. SKEDUL PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. Ciptanusa Buana Sentosa 8.11. 8. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan pompa : q Pipa isap dan pipa tekan dengan sambungan kaku dan lentur dengan Victaulic coupling sesuai standard UL / Fm q Manometer tekan dan isap q Pressure switch q Panel control pompa ( UL / FM standar ) q Automatic aiir relief valve POMPA PACU ( UP – 01 ) Kapasitas : 25 GPM Head : 10 bar Type : Vertical Multi Stage Centrifugal pump Housing : Cast iron Impeller : Cast Bronze Packing / Seal : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealled ball bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Rotor : Squiirel cage 3 .9. Untuk ruangan mesin disediakan 1 bh PAR jenis CO2 kapasitas 5 kg untuk setiap luas 100 m2. 3. Untuk daerah umum dalam bangunan disediakan 1 bh PAR jenis bubuk kering kapasitas minimal 3 kg setiap luas 100 m2. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Siamese connection dibuat dari bronze lengkap dengan built-in check valve dan outlet coupling yang sesuai dengan standard yang dipergunakan oleh Dinas Pemadam Kota. PEMADAM API RINGAN (PAR/PFE) 1.57 PT. 2. PAR disediakan sebagai sarana pemadaman awal yang dapat dilakukan oleh setiap penghuni bangunan. .

47 l / hr ( 75 % ) Perlengkapan : q 2 set of lead acid battery dengan standar pabrik q Maintenance standar tool steel q Battery charger yang terintegrasi dengan unit diesel penggerak pompa q Tangki bahan bakar harian dengan kapasitas cukup untuk operasi 6 jam terus menerus yang dilengkapi dengan bracket. Governor : Hydrant Mechanical Fuel System : Direct Injection without glow plug Fuel Consumption : . pipa q Engine control drive terdiri dari : • Manual / automatic starter • High and low water temperatur • High and low oil temperatur • Indicator tekanan minyak pelumas • Perlengkapan standar lain sesuai dengan standar pabrik pembuat.58 PT. HYDRANT PILLAR DENGAN KATUP UTAMA Ukuran : 65 X 65 X 100 mm Tipe sambungan : Machino coupling KOTAK HYDRANT KEBAKARAN LUAR GEDUNG 3 .9 l / hr ( 100 % ) . 5.63. Starting : Battery 24 V.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 3 kw Sistem operasi : Automatic start stop dengan pressure switch. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard DIESEL PENGGERAK POMPA KEBAKARAN Type : Watercoled Diesel Kapasitas Prime : 150 KVA ( maksimum ) Putaran : 1500 RPM / 50 Hz Aspiration : Turbocharged Air To Air Aftercooled Cycle : Four Stroke Cyclinder : 6. 3. . q Manometer isap dan tekan. kabel dan kontrol q Pemipaan isap dan tekan dengan sambungan kaku dan lentur dari Victaulic. Ciptanusa Buana Sentosa 4. Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan Pompa : q Unit panel daya. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK DIESEL ( PU 2103 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 8 bar Type : Horozontal Split Casing Housing : Cast Iron Impeller : Cast Iron Packing : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealed Ball Bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch.

40 mm . 65 mm . 65 mm X 30 mm . 15.Hose rack SAMBUNGAN KEMBAR SIAM / SIAMESSE CONNECTION Ukuran : 100 X 65 X 65 mm Type : Free standing type dengan chromium plated finish atau cast Iron free standing type dengan lapisan anti karat.8 mm : . KOTAK HYDRANT KEBAKARAN DALAM GEDUNG Ukuran : 1300 X 750 X 200 mm Bahan : Mild steel ukuran 1. MAIN CONTROL VALVE Size : 4”. Ciptanusa Buana Sentosa .Variable jet & spray nozzle dia. Sambungan : Jenis coupling harus disesuaikan dengan dinas kebakaran Setempat.Linen Hose dia. 40 mm X 30 m . 10. 8.Stop valve . 6” & 8” SPRAY NOZZLE Size : 1 1 / 2 “ & 2 1 / 2” HOSE PRESSURE SWITCH PRESSURE GAUGE 3 . 12. 16.Variable jet & spray nozzle dia. PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 3 kg Jenis : Dry powder multi purpose PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 5 dan 7 kg Jenis : CO2 PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 25 kg Jenis : CO2 SPRINKLER Type HYDRANT VALVE Size : Up right & Pendent : 1 ½” & 2 ½” 7.Bak kontrol dan tutup. 9.8 mm Perlengkapan : . 11.Machino coupling dia.59 PT. 40 mm . 14.Machino coupling dia. Perlengkapan :. 65 mm . 13. 17.Hose rack 6.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Ukuran Bahan Perlengkapan : 950 X 660 X 200 mm : Mild steel ukuran 1.Linen Hose dia.

Kitz NBC. viking. 12. Nippon Steel. 16. 2. Patterson Equal. 8. Grinel. Chubb Ozeki. Kitz Ozeki. Teral. Toyo. Ciptanusa Buana Sentosa Globe Valve Class 20 Indoor Hydrant Box Fire Extinguisher Pillar Hydrant Siammesse Connection Branch Control Valve Main Control Valve Joint Coupling . Keystone NBC. 15. Central Bakrie. 11. Central Potter. Spindo (PT. Sanwell. 5. 17. nagano. TA. Wormald.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PRODUK PEMADAM KEBAKARAN NO. Alpindo Central. 7. Yamato Yamato. Central. Toyo. 6. Du Pont Viking. 10. 13. Viking. Appron. 40 Safety Valve / Relieve Valve / Release Valve Flowswicth Buttefly Gate Valve Class 16 K Class 20 URAIAN MERK Ideal Pump. Appron. 3 .60 PT. Grinnel Central. Vitaulic. 9. 4. Sigma) Grinel. Notifier Toyo. Fire pump Jockey Pump Fire Suppession Sistem Springkler Head Black Steel pipe SCH. 3. Alpindo Ozeki. Appron. 14. Lowara Notifier. Grinnel Vitaulic. Viking. Siemens. 1. Grinnel.

• Kabel feeder untuk panel penerangan dan panel-panel tenaga • Panel-panel penerangan. o. Fuji Danfos. Ciptanusa Buana Sentosa 1. armature. 20. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Panel Distribusi Utama (PDTR) secara lengkap. 21. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. LINGKUP PEKERJAAN m. Pengadaan. aman. Panel-panel tenaga. Grinnel. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. Welson. Menyerahkan gambar instalasi yang terpasang (As-built drawings). • Pengadaan dan pemasangan peralatan kontrol berikut panelnya. Central.1. Central Ozeki. . PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT UMUM j. p. saklar dan seluruh stop-kontak.61 PT. Dwier SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI ELEKTRIKAL 1. pemasangan dan pengaturan dari perlengkapan dan bahan yang disebutkan dalam gambar atau Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini. siap pakai dan handal. • Pekerjaan pentanahan / grounding n. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. pengujian. k. Menyelenggarakan pemeriksaan.Belimo Toyo.2. baik yang telah disebutkan dalam gambar / Rencana Kerja dan Syarat-syarat maupun yang tidak disebutkan namun secara umum / teknis diperlukan untuk memperoleh suatu sistim yang sempurna. 3 . 1. dan pengesahan seluruh instalasi listrik yang terpasang. antara lain : • Sistim penerangan secara lengkap termasuk di dalamnya pengkawatan dan konduit. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. 19. pemasangan dan mengecek ulang atas design. titik nyala lampu. Pengadaan. Landing Valve Hose Reel Kabel FRC Control Valve Automatic Air Vent Ozeki. Appron Radox.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18. 22. l.

Outgoing pada • Circiuit breaker harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal dan instantaneouse magnetic unit • Main Circuit Breaker dari setiap panel emergensi harus dilengkapi shunt trip terminal. IEC. Panel-panel yang dimaksud untuk beroperasi pada 220/380V. terminal terminal. Panel Tegangan Rendah 3. Panel-panel harus dibuat dari plat besi setebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di zinchromate dan di duco 2 kali dan harus di cat dengan cat bakar. • Bus bar adalah batang tembaga murni dengan minimum conduktivitas 98%. 6. • Penggunaan MCB : . Ciptanusa Buana Sentosa . Spare space harus disediakan seusai gambar. BS. Busbar • Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-S-T.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 3 . 5. 4. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. VDE/DIN. • Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN.3.Breaking capasity sesuai dengan gambar perencanaan. penyambungan-penyambungan pada komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya. Body / badan panel harus ditanahkan secara sempurna. dimana lapisan warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang timbul. • Bus bar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut : Phasa : Merah. 7. Untuk itu penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam PUIL. 3 phasa. rating amper sesuai gambar.Outgoing pada PDTR . Besarnya busbar harus diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan kenaikkan suhu lebih besar dari 65° C. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga perbaikan-perbaikan. isolator switch dan perlengkapan lainnya harus buatan pabrik dan berkualitas dan dipasang di dalam panel dengan kuat dan tidak boleh ada bagian yang bergetar. Kuning dan Hitam Netral : Biru Ground : Hijau / Kuning Circuit breaker • Penggunaan MCCB untuk : . Komponen panel : Accessories Bus bar. KETENTUAN BAHAN dan PERALATAN 1. 50 Hz dan solidly grounded dan harus dibuat mengikuti standard PUIL. Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang harus ada seperti yang ditunjukkan pada gambar. Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluannya dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas. NEMA dan sebagainya. 4 kawat.3. Pintu panelpanel harus dilengkapi dengan master key.Incoming pada panel beban sampai dengan minimal 20A 1 phase .62 PT.1. warna dan cat akan ditentukan kemudian oleh pihak Owner. 8.

perbaikan.penyambungan pada komponenkomponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen komponen lainnya. penyambungan . Start Blocking pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari sistem MCFA gedung. Komponen-komponen pengukuran yang dipakai : KW meter Ampermeter Voltmeter Frequency Meter Cos Phi Meter 1. Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-ST.3. Panel Kontrol Genset ( PKG ) 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Alat Ukur Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak tahan getaran. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa. besarnya busbar harus diperhitungkan untuk besar arus yang akan mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan suhu yang lebih dari 65°C. Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semiflush mounting dalam kotak tahan getaran. sehingga bila perlu dilaksanakan perbaikan . Umum Panel tegangan rendah harus mengikuti standard VDE / DIN dan juga harus mengikuti peraturan IEC dan PUIL 2000. PKG harus mampu melayani dan mengontrol genset seperti yang dijelaskan pada spesifikasi teknis diesel genset. warna abu – abu Kanzai atau akan ditentukan kemudian oleh pihak Perencana / Pemberi Tugas. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. Pintu dari panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan master key. Panel-panel harus dibuat dari plat besi tebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di Zinchromate dan di duco 2 kali dan harus dipakai cat dengan powder coating.63 PT. Untuk Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas pengaruh induksi serta bersertifikat tera dari LMK / PLN ( minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur).2. Panel control dilengkapi dengan peralatan proteksi seperti : Short circuit Over current Under voltage dan Over voltage Ground fault (earth fault current) Over load Reverse power relay Gangguan lain sesuai standard pabrik pembuat Emergency shut-down system Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluan . Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. lapisan yang dipergunakan untuk memberi warna busbar dan seluruh harus spasi dari jenis yang tahan terhadap kenaikan suhu yang diperbolehkan. sesuai dengan yang telah disetujui oleh Konsultan pengawas / Perencana. 3 . untuk Ampere meter dan Volt meter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas dari pengaruh induksi serta ada sertifikat tera dari LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). Ciptanusa Buana Sentosa .

seperti dijelaskan dalam lingkup pekerjaan diesel generating set . under voltage dan over voltage relay. front operated Tegangan : 380 – 415 V Protection device : Circuit breaker minimum 24 kA dengan over current Short circuit. Protection : IP 23 Measuring Device : • Ammeter c/w current transformator • Voltmeter c/w 7 step selector switch • Frequency meter • Power factor meter • KWH meter • KW meter • Hours meter • DC Volt meter • DC Ampere meter Signal Lamps : Main CB “ON” • Main Failure • Genset Running • Genset on Load • Alarm Enable • Battery On • Low Oil Pressure • Over Temperatur • Engine Over Speed • Start Failure • Under Voltage • 3 . auto load sharing. Fungsi Operasi PKG + AMF Untuk pengaturan diesel genset secara manual baik untuk keperluan operasi ataupun pengetesan berkala. 5. 4. 3. Untuk fungsi engine shutt-down pada saat terjadi kelainan operasi mesin. Main CB outgoing / beban PKG tidak akan bekerja atau ON pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari system MCFA gedung. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam.64 PT. Ketentuan Teknis Bahan dan peralatan Panel Kontrol Generator ( PKG ). Sistem Operasi PKG PKG harus dapat mengontrol unit genset. Semua panel harus ditanahkan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. earth fault relay dan reserve power relay. Automatic load sharing Type : Free standing. AMF. Ciptanusa Buana Sentosa . Untuk pengaturan diesel genset secara otomatik. pada waktu PLN padam dan auto stop pada saat PLN sudah hidup kembali. auto synchron. PKG terdiri atas beberapa cubicle paling kurang sebagai berikut: 1 Cubicle Incoming G1 1 Cubicle Outgoing G1 Instalasi Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata (horizontal).

4. • Reflector dibuat dari alumunium mirror tebal 0. Lampu Baret • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. NYFGbY. 9. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas. Ciptanusa Buana Sentosa . 10.3.7 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 3. Pada prinsipnya kabel-kabel yang dipergunakan adalah jenis NYY. Kabel FRC (kabel tahan api) harus mempunyai karakteristik sebagai berikut : Fire Resistance Fire Retardant Low Smoke Halogen Free Low toxicity Low corrosivity Ambient Temperature : 20 – 60ºC 13.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2.2 mm.5 mm dengan cat powder coating warna putih.65 PT.45 mm.3 mm dengan cat powder coating warna putih • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Sebelum dipergunakan. NYM. 7. 0. • Louver dibuat dari alaumunium anodized double mirror (M4) • Daya yang dipakai adalah sesuai dengan gambar perencanaan. Lighting Fixtures 6.3. NYA. NYMHY. • Braket penggantung terbuat dari plat baja tebal 0. 8. Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan min.8 mm finishing 3 . BCC. kabel penerangan dipergunakan kabel NYM sedangkan untuk kabel grounding dari jenis BCC 11. Lampu TL Balk • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.5 mm² 1. Lampu Tabung ( Down Light ) • Lighting fixtures harus dilengkapi dengan reflector alluminium tebal minimal 1. Reccessed Mounted (RM) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. FRC. Untuk kabel feeder / power dari jenis NYY.5 KV untuk kabel NYM 12. Kabel Tegangan Rendah 9.3. kabel dan peralatan bantu lainnya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas.6 KV dan 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • Charge Failure Reverse Power Emergency Stop CB Tripped Push Button : Signal Lamp Test • Signal Reset • Emergency Stop • CB “ Closed” • CB “ Open” • 1.

11.7. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah jenis Cool Daylight / 54 atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas .5 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 2. Diameter dari kap lampu minimal 150 mm.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 10. Bahan bahan untuk rak kabel dan penggantung harus buatan pabrik.5 mm dengan cat powder coating warna putih. Flush-box ( inbow doos ) untuk tempat saklar. Kotak-kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 13 A dan mengikuti standard VDE.0 mm. jarak antar penggantung maximum 1 meter.1 mm. • Lampu yang digunakan jenis Inscandescesnt Lamp. Kotak-Kontak dan Saklar 14.500 mm dari permukaan lantai atau sesuai gambar 1. Lampu Taman • Casing luar terbuat dari acrylic opal tebal 3 mm. Lampu Emergency Sesuai dengan gambar perencanaan yang dilengkapi dengan nicad battery dengan kapasitas mem back-up lampu minimal sampai dengan 2 jam. Lamp holder menggunakan standard E .3. 19. • • 1.66 PT.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kotak-kontak dinding yang dipasang 300 mm dari permukaan lantai kecuali ditentukan lain dan ruang-ruang yang basah / lembab harus jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar dipasang 1. Ciptanusa Buana Sentosa .5. 20. 12. • Frame terbuat dari allumunium extrusion tanpa cat dengan tebal 1. Rak kabel / cable Tray 18. • Lampu harus dilengkapi dengan nicad battery. • Braket tiang terbuat dari plastik pabrikan. Rak kabel terbuat dari plat digalvanis dan buatan pabrik.3. • Cover terbuat dari acrylic dengan tebal 2. 15. Lampu Exit • Rumah lampu dari plat baja/besi tebal minimal 0. 1. 3 . Penggantung harus rapi & kuat sehingga bila ada pembebanan tidak akan berubah bentuk. Konduit Konduit instalasi penerangan yang dipakai adalah dari jenis PVC High Impact. sedangkan kotak-kontak khusus tenaga (outbow) mempunyai rating 15 A dan mengikuti standard BS (3 pin) dengan lubang bulat.3. kotak-kontak dinding dan push button harus dipakai dari jenis bahan blakely atau metal. Factor pengisian konduit harus mengikuti ketentuan pada PUIL. • Fitting lampu standard E-27. 17.27.6. Penggantung dibuat dari Hanger Rod. Penggantung harus dicat dasar anti karat sebelum dicat akhir dengan warna abu-abu. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah tipe pemasangan masuk / inbow ( flush mounting ). • Tiang terbuat dari pipa baja diameter 1 1/4” – 1 ½ “ dengan cat khusus. Lampu Wastafel (GMS) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. 16. 13. • Lampu yang dipakai dari jenis lampu incandescent dan PLC atau sesuai gambar. ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. Contoh harus disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas.

PERLENGKAPAN INSTALASI q. Semua panel harus ditanahkan. 30. harus mengajukan gambar kerja untuk mendapatkan persetujuan perencana dan Konsultan Pengawas. 23. 33. 32.5. Ciptanusa Buana Sentosa . Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. s. 34.5. dapat disesuaikan dengan kondisi setempat.67 PT. Penyambungan kabel ke terminal harus menggunakan sepatu kabel ( cable lug ) yang sesuai. Ketinggian panel yang dipasang pada dinding (wall-mounted) = 1. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. kabel-kabel dari / ke terminal panel harus melalui tangga kabel. r. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan ketentuan PUIL. Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi instalasi agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan. 24. 27. Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Sedangkan untuk panel yang dipasang menempel tembok ( outbow ). 36. 22. Seluruh klem kabel yang digunakan harus buatan pabrik. Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam junction box / doos. 1. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat dan harus rata ( horizontal ). Letak panel seperti yang ditunjukan dalam gambar. 26.4. Kabel daya yang dipasang horizontal / vertical harus dipasang pada tangga kabel. Untuk panel yang dipasang tertanam ( inbow ) kabel .600 mm dari lantai terhadap as panel. t. 25. Sebelum pemesanan/pembuatan panel. 31. 1.warna kabel harus sama. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Juction box / doos yang digunakan harus cukup besar dan dilengkapi tutup pengaman.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 35.2. handal dan mudah perawatan. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. 28. 3 .5.kabel dari / ke terminal panel harus dilindungi pipa PVC High Impact yang tertanam dalam tembok secara kuat dan teratur rapi. diklem dan disusun rapi. Panel-panel 21.1. kecuali pada Tdoos untuk instalasi penerangan. Kabel – Kabel 29.

Agar diusahakan pipa pelindung tidak bergoyang maka harus dilengkapi 3 . Penyambungan kabel menggunakan las doop. Kabel penerangan yang terletak di atas rak kabel harus tetap di dalam konduit.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 37. 43. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak-kontak harus di dalam kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan bahan konduitnya dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana tebal kotak terminal tadi minimum 4 cm. Instalasi Kabel Tenaga Letak pasti dari peralatan atau mesin-mesin di sesuaikan dengan gambar dan kondisi setempat apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut dapat meminta petunjuk Konsultan Pengawas. Semua kabel yang dipasang di atas langit-langit harus diletakkan pada suatu rak kabel. Di atas belokan tersebut diletakan patok beton bertuliskan “KABEL TANAH” dan arah belok. Pelaksana Pekerjaan wajib memasang kabel sampai dengan peralatan tersebut. Patok-patok ini dicat kuning dan bertulisan merah. Tarikan kabel yang melalui trench harus diatur dengan baik / rapi sehingga tidak saling tindih dan membelit. dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm dan di atasnya diamankan dengan batu bata press sebagai pelindungnya. Lebar galian minimum adalah 40 cm yang disesuaikan dengan jumlah kabel. Pengujian dengan Megger harus tetap dilaksanakan dengan nilai tahanan isolasi minimum 500 kilo ohm. Ciptanusa Buana Sentosa .68 • PT. Setelah pengurugan selesai setiap 15 meter harus dipasang patok beton 20 x 20 x 60 cm dan bertuliskan “KABEL TANAH”. Tidak diperkenankan melakukan pengurugan sebelum Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui perletakan kabel tersebut. Kabel-kabel yang menembus dinding atau lantai harus menggunakan pipa sleeve. • Instalasi Kabel Bawah Tanah Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 100 cm minimum. Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda arah jalannya kabel. pipa ini minimal dari Metal ( Pipa GIP ). Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Kabel tegangan rendah yang akan dipasang harus mempunyai serifikat lulus uji dari PLN yang terutama menjamin bahan isolasi kabel sudah memenuhi persyaratan. Penanaman kabel harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. 41. Penanaman tidak boleh dilakukan di malam hari. Kabel tidak boleh terpuntir dan diberi label yang menunjukan arah disetiap jarak 1 meter. Kabel harus utuh menerus tanpa sambungan. Kabel tidak boleh dibelokan dengan radius kurang dari 15 x diameternya. Penyusunan konduit di atas rak kabel harus rapih dan tidak saling menyilang. kecuali dinyatakan lain dalam gambar. 38. 42. 39. Penyambungan kabel feeder tidak diperbolehkan. 40. Tarikan kabel yang menuju peralatan yang tidak melalui trench atau yang menelusuri dinding ( outbow ) harus dilindungi dengan pipa pelindung. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya.

Ciptanusa Buana Sentosa . Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. yang diukur setelah tidak hujan selama 3 (tiga) hari berturut-turut.6.kontak dan 1. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik dari pabrik pembuat dan LMK / PLN serta instansi lainnya yang berwenang untuk itu. Pengukuran Pentanahan tanah dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. 48. belokan harus dengan radius min. sehingga nampak rapi. Seluruh panel dan peralatan harus ditanahkan. penyambungan ke panel harus menggunakan sepatu kabel (cable lug). Penghantar pentanahan pada panel-panel menggunakan BCC dengan ukuran min. Kotak-kontak yang khusus dipasang pada kolom beton harus terlebih dahulu dipersiapkan sparing untuk pengkabelannya disamping metal doos tang harus terpasang pada saat pengecoran kolom tersebut 1. Sistem pentanahan harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. 6 mm² dan max. 15 x diameter kabel. 1. 50.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dengan klem-klem dan perlengkapan penahan lainnya. PENGUJIAN u. Dalamnya pentanahan minimal 12 meter dan ujung elektroda pentanahan harus mencapai permukaan air tanah. Sebelum semua peralatan utama dari system dipasang.4. diklem dan disusun rapi. Untuk kabel feeder yang dipasang didalam trench harus mempergunakan kabel support minimum setiap 50 cm.5. harus diadakan pengujian secara menyeluruh dari system untuk menjamin bahwa system berfungsi dengan baik. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. Kotak – Kontak dan Saklar 44. harus diadakan pengujian secara individual. 95 mm². 46. agar dicapai harga tahanan tanah (ground resistance) dibawah 2 (dua) ohm.5.500 mm untuk saklar atau sesuai gambar detail.69 PT. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. Setelah peralatan tersebut dipasang. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya. Pentanahan (Grounding) 47. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan PUIL. Pada setiap sambungan ke peralatan harus menggunakan pipa fleksibel. Kotak-kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab / basah harus dari tipe water dicht ( bila ada ). 1. 3 . Kabel yang ada di atas harus diletakkan pada rak kabel dan warna kabel harus disesuaikan dengan phasanya. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya. 49. Kabel daya yang dipasang di shaft harus dipasang pada tangga kabel (cable ladder). Pengukuran ini harus disaksikan Konsultan Pengawas. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipakai adalah tipe pemasangan masuk dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari level lantai untuk kontak . 45.3. Pada setiap belokan pipa pelindung yang lebih besar dari 1 inchi harus menggunakan pipa fleksibel.

FULL LOAD TEST (TEST BEBAN PENUH) Test beban penuh ini harus dilaksanakan Pelaksana Pekerjaan sebelum penyerahan pertama pekerjaan. PRODUK INSTALASI LISTRIK ARUS KUAT Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Apabila hasil pengujian dinyatakan baik. dan semua biaya dan tanggung jawab teknik sepenuhnya menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Ega Tekelindo. • Test pompa-pompa seluruhnya.6/1 KV (Kabel Tegangan Rendah): • Pengukuran tahanan isolasi dengan megger 1. MG Rickstar. GAE 3 .8. CIC. Test meliputi : Test Beban Kosong ( No Load Test ) Test Beban Penuh ( Full Load Test ) NO LOAD TEST Test ini dilakukan tanpa beban artinya peralatan di test satu per satu seperti misal pengujian Instalasi 0. GEM SACI. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. Pelaksana Pekerjaan baru dapat mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. • Test peralatan (beban) lainnya. Lamanya test ini harus dilakukan 3 x 24 jam non stop dengan beban penuh. ABB Komponen Panel TR MCB MCCB Fixed MCCB Adjustable Rating ACB Adjustable Rating 2 Panel Manufacturer Free standing & wall mounted Finishing box powder : * Powder coating Rickstar. 1. GEM 3 Capasitor Bank Komponen Panel Maker Capasitor 525 V Nokian.000 Volt • Pengukuran tahanan instalasi dengan megger 1. yang dilaksanakan bersama-sama sub pekerjaan pompa pompa.70 4 Measuring Device Ampermeter PT. dengan schedule / pengaturan waktu oleh Konsultan Pengawas. maka test berikutnya harus dilaksanakan secara keseluruhan ( Full Load Test ). Hasna Prima. Ciptanusa Buana Sentosa .7. Test ini meliputi : • Test nyala lampu-lampu dengan nyala semuanya. GE . Produk bahan dan peralatan. Semua biaya yang timbul dari pelaksanakan pengujian menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan v. Selesai test 3 x 24 jam harus dibuatkan Berita Acara test jam untuk lampiran penyerahan pertama pekerjaan. pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Spesifikasi Teknis Merk / Produk MG. Ega Tekelindo. Alpivar. Hasil test harus mendapat pengesahan dari Perencana dan Konsultan Pengawas. Hasna Prima.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1.000 Volt • Pengukuran tahanan pentanahan Dan harus diberikan hasil test berupa Laporan Pengetesan / hasil pengujian pemeriksaan.

Ciptanusa Buana Sentosa . Philips. Vossloh Philips. Interlite Philips Philips Philips Philips. Interlite Philips Philips Philips Philips. fitting Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Philips Philips Philips Philips. Schwabe Creation. CIC. NYMHY. GAE SACI. Philips. Philips. Interlite Philips Philips Philips Philips. Schwabe Creation. Vossloh Philips. NYA. Interlite Philips Creation. Schwabe Creation. ballast. Kabelindo. Philips.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Voltmeter Frequency Meter Cos phi meter Merk / Produk SACI. Voksel Fuji. Clipsal 3M.71 13 Down Light PLC 14 Recced Mounted RM 300 M4 15 Lampu Baret 16 Lampu GMS PT. Kabel Metal. Star Delta starter. DOL Control Fuse Kabel – kabel Konduit Cable Mark Lampu TL TKI /Balk Standard 4A NYY. GAE SACI. Vossloh 3 . NYM FRC PVC Higt Impact Risesun/ Omron / MG Supreme. Vossloh. Vossloh. Radox Ega. Legrand Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Lampu. Nexans. Vossloh. CIC. CIC. GAE Telemecanique / Omron / Axle Omron/National/ Telemecanique Telemecanique / AEG / Siemens 5 6 7 8 9 10 11 12 Push Button & Pilot Lamp Control Relay Contactor. Vossloh Philips.

Interlite 17 Lampu Exit Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Minimal 2 jam Philips Philips Philips Philips. termasuk disini air terminal. Vossloh. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. penghantar down conductor. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Termasuk didalam pekerjaan ini adalah pengadaan barang/material. Saklar Kabel tray / kabel ladder Galvanized Tri Abadi. termasuk air terminal (batang penerima). dd.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Ballast Armature Merk / Produk Philips. x. Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum didalam gambar maupun pada spesifikasi/syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan kedalam pekerjaan ini. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PENANGKAL PETIR 2. MK. material. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Clipsal. Hits Berker. National 18 19 20 Nicad Battery Stop kontak. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. down conductor pentanahan/grounding dan bak kontrolnya serta peralatan lain yang berkaitan dengannya sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang dispesifikasikan. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek ini adalah pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Interlite Manvier. electroda pentanahan dan peralatan lainnya seperti yang ditunjukan dalam gambar rencana. Vossloh Philips. Metosu 2. pemasangan bahan. Interack. Philips. peralatan dan 3 . LINGKUP PEKERJAAN aa. y. Philips. serah terima dan pemeliharaan selama 12 bulan.2. Schwabe Creation. . Lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan instalasi penangkal petir jenis non radioaktif. z. cc. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. instalasi dan testing terhadap seluruh material. bb.72 PT. Vossloh. UMUM w. WA. Ciptanusa Buana Sentosa 2.1. Schwabe Creation. Yang dimaksud dengan sistem penangkal petir dalam pekerjaan ini ialah semua penyediaan dan pemasangan sistem penangkal petir.

Air terminal dari jenis non rdioaktif dengan radius minimal 70 meter ff.73 PT. SALURAN / PENGHANTAR ii. walaupun tidak tercantum pada syarat-syarat teknis khusus atau gambar dokumen. ditanamkan kedalam tanah secara vertikal sedalam minimal 12 (dua belas) meter dan harus mencapai air tanah. Sambungan harus diusahakan agar dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan atau pengetesan tahanan tanah (ground resistance). PENTANAHAN Tahanan tanah harus lebih kecil dari 2 Ohm. PEMASANGAN AIR TERMINAL/PENANGKAL PETIR Pemasangan air terminal (head) dipasang sesuai gambar rencana. Dilengkapi dengan FRP Support Mast. harus diusahakan tidak ada sambungan baik yang horizontal maupun yang vertical / jalur menara. AIR TERMINAL ee. SURAT IJIN kk. Ground rod harus terbuat dari tembaga seperti gambar rencana. 2.10. gg. BATANG PENINGGI Sistem penangkal petir dipasang setinggi 5 (satu) meter dari atap bangunan. Saluran penghantar ini mampu mencegah terjadinya side flashing dan electrification building. jj.4.8. Penghantar dari batang peninggi / tiang ke bak kontrol pentanahan seperti gambar rencana. ll. Bak kontrol banyaknya sesuai gambar rencana. dengan kata lain kabel tersebut harus menerus dan utuh tanpa sambungan. PENAMBAT / KLEM Kabel yang turun kebawah vertikal harus diklem agar kuat. lurus dan rapi dan ditambatkan pada rangka/dinding bangunan. 2.11. 2. Sambungan dari Down Conductor ke elektroda Pentanahan harus dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan tahanan tanah. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL perlengkapan sistem penangkal petir sesuai dengan peraturan/standar yang berlaku seperti yang ditunjukkan pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem/peralatan. Pelaksana Pekerjaan berkewajiban dan bertanggung jawab atas pengurusan perijinan instalasi sistem penangkal petir oleh instalasi Depnaker wilayah setempat hingga memperoleh sertifikasi / rekomendasi 3 . Sambungan/klem penyambungan harus dari bahan tembaga. dan harus di sesuaikan dengan gambar arsitek. BAK KONTROL Pada setiap ground road harus dibuatkan bak pemeriksaan (bak kontrol).5. SAMBUNGAN PADA BAK KONTROL Sambungan pada bak kontrol harus menjamin suatu kontak yang baik antar penghantar yang disambung dan tidak mudah lepas. 2. hh. Secara keseluruhan air terminal harus terisolasikan dari bangunan yang dilindunginya pada seluruh kondisi. 2.9.7. Saluran / penghantar haruslah memenuhi test standard IEC 60 – 1 : 1989 dari kabel high voltage shielded 50 mm².3. Seluruh saluran penghantar.6. 2. 2. sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya. Ciptanusa Buana Sentosa 2. Air terminal harus tidak mengalami korosi pada atmosfir normal. . Pelaksana Pekerjaan harus mempunyai ijin khusus dan berpengalaman dalam pemasangan penangkal petir dan dibuktikan dengan memberikan daftar proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan.

perincian penawaran ( Bills of Quantity ).74 PT. Spindo Produk LPI Guardian. Ciptanusa Buana Sentosa 3. . termasuk gambar-gambar.Medium Class 4 besar PPI. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Air Terminal (Batang Penerima) 2 3 Conductor Pipa Galvanized Spesifikasi Teknis Jenis Non Radio aktif Radius Perlindungan minmal 70 meter Dilengkapi dengan FRP Support Mast HV Shielded Cable 50 mm² . maka Genset masih akan terus melayani beban untuk waktu tidak kurang dari 15 menit. Klaim yang terjadi atas pengabaian hal-hal di atas tidak akan diterima.2. Bakrie. Bila PLN padam. Pengetesan yang harus dilakukan : • Grounding Resistant test : Ukuran tahanan dari pentanahan dengan mempergunakan metode standard. petunjuk operasi dan pemeliharaan serta latihan petugas instalasi ini dari pihak Pemilik bangunan. oo. petunjuk dari pabrik pembuat. pengujian. qq. standard dan peraturan yang terkait. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Lingkup pekerjaan ini akan meliputi pengadaan. peraturan setempat dan perintah dari Konsultan pengawas selama masa pelaksanaan pekerjaan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.12. service. SPESIFIKASI TEKNIS DIESEL GENERATING SET 3. UMUM mm. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi peralatan dan material yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. pemeliharaan. penyediaan gambar terinstalasi (As-built Drawing). System 3000. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. pemasangan. maka Genset akan start secara otomatis (Auto Start) dalam waktu 10 – 15 detik (adjustable). Prevectron 3. sertifikasi.1. Ketika PLN sudah hidup kembali. nn. maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya maupun terhadap sistem pentanahannya. Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab untuk mengenali dengan baik semua persyaratan yang diminta didalam spesifikasi ini. merupakan kewajiban Pemorong untuk penggantinya tanpa ada penggantian biaya SISTEM KERJA GENSET pp. rr. PENGUJIAN / PENGETESAN Untuk mengetahui baik atau tidaknya sistem penangkal petir yang dipasang. setelah itu baru terjadi pemindahan beban kembali ke 3 . • Continuity test : Pelaksana Pekerjaan harus memberikan laporan hasil testing tersebut. PRODUK INSTALASI PENANGKAL PETIR Peralatan. 1 (satu) Unit Diesel Generating set kapasitas 150 KVA Prime Power disediakan sebagai sumber daya cadangan bila PLN padam. garansi.

. Koordinasi dengan Pelaksana Pekerjaan lain maupun Instalasi terkait untuk menjamin bahwa instalasi tersebut sudah lengkap. KVA Prime Power.. Lingkup Pekerjaan Terminasi 61.3.3.4.. 3. Lingkup Pekerjaan Pemilik Menyediakan surat yang diperlukan untuk perizinan ke Instansi terkait (bila dipersyaratkan) 3. dengan pertimbangan agar rectifier perangkat tidak mengalami perubahan catu daya dalam waktu pendek.3. 53.3. Pengadaan dan Pemasangan kabel feeder dari Genset ke PKG lengkap dengan kabel ladder / tray termasuk terminasi. Melakukan testing dan commissioning instalasi tersebut 57. 67. KVA dan .2. pemasangan dan pengujian sistem pentanahan unit Genset dan PKG 56. benar dan memenuhi persyaratan 3. Pengadaan. 3. 52. pemasangan dan pengujian kabel daya dan kontrol dari unit Genset ke PKG 55. LINGKUP PEKERJAAN 3. sesuai standard DIN 6270 A. Mesin Diesel Generator harus dilengkapi dengan suatu dudukan yang terbuat dari bahan baja. dimana antara mesin dengan dudukan dan antar dudukan dengan pondasi mesin yang akan disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan. dimana tempratur keliling tidak melebihi 45° C dan rata-rata temperature keliling adalah 40° C. Pekerjaan sipil ( bobokan dan perapihan kembali dll. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan suatu daya listrik dengan kapasitas tidak kurang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana untuk tipe pemakaian secara terus-menerus pada kondisi kerja setempat. Pengadaan. 70. Ciptanusa Buana Sentosa 3. Melaksanakan terminasi kabel feeder dari Genset ke PKG 63. Setting dan aligment kedudukan Genset. Lingkup Pekerjaan Utama 51. pemasangan dan pengujian 1 (satu) unit Diesel Generating Set kapasitas .. Silent type. Menyediakan kontrol terminal untuk sensor PLN ke PKG 62. Umum . termasuk anchor 66. 58. Lingkup Pekerjaan Instalasi Operasi Sistem Genset 54. Membuat buku petunjuk operasi dan pemeliharaan serta trouble shooting 60. harus 3 . Pengadaan.3. Mengurus perijinan ke Instansi Depnaker dan Ditjen Pertambangan & Energi sehubungan dengan pekerjaan ini (biaya perizinan dan pengurusannya termasuk lingkup Pelaksana Pekerjaan ini).4.1. Handling Genset di atas pondasi 65. Setting dan aligment peredam getaran (Anti Vibration Mounting). Pekerjaan sipil dan finishing yang diperlukan dan perapihan kembali yang diakibatkan oleh instalasi ini. ) 3.3.75 PT. Membuat As-built Drawing 59. single operation.4. Mengadakan pelatihan operator. 68.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PLN dan Genset akan mati setelah melalui waktu pendinginan/cooling down time sekitar 300 detik (adjustable)..5. DIESEL GENERATOR 69. Menyerahkan Tools Kit 3.1. Lingkup Pekerjaan Yang Terkait 64.3.

ventilasi ruangan. 3 . dimana untuk selanjutnya akan disebut Automatic Main Failure ( AMF ) type Digital. serta harus dilengkapi dengan brosur / manual asli dari pabrik sebagai dasar perhitungan. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus merupakan peralatan yang selalu siap dipergunakan pada setiap saat. Hubungan kumparan stator Generator hendaknya hubungan bintang dimana reaktansi hubung singkatnya tidak lebih 15 %. 81. ventilasi ruangan. Perhitungan system peredam suara. 78. Mesin Diesel Generator secara keseluruhan harus mampu dioperasikan dari Panel Kontrol Generator. saluran udara buang dan saluran asap harus dilampirkan pada surat penawaran. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan peralatan yang dapat mengatur putaran mesin secara otomatis sehingga mesin akan selalu bekerja pada putaran nominalnya pada kondisi beban antara beban nol dan beban penuh dengan toleransi tidak lebih dari 2 %. peredam suara pada saluran gas buang ( max 65 dB ± 5 dB ). 84.76 PT. disediakan bahan peredam getaran tipe gabungan pegas dan karet perdam getaran. Ciptanusa Buana Sentosa . 75. 72. saluran udara buang dan saluran asap sehubungan dengan spesifikasi mesin Diesel Generator set yang diusulkan. 83. • Tekanan kerja minyak pelumas lebih kecil dari nilai nominalnya (tidak kurang dari 3 kg/cm²) • Temperatur kerja air pendingin melebihi nilai nominalnya (tidak kurang dari 75 °C). Mesin Diesel harus dilengkapi dengan filter bahan bakar dan filter udara pembakaran. Rangkaian elektronik yang dimaksud dalam butir di atas harus mampu mengatur tegangan Generator secara terus-menerus pada tegangan nominal sebesar 220/380 Volt dengan toleransi tidak lebih dari 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 71. 80. alat pengisi muatan battery dengan catu daya yang berasal dari Generator dan yang berasal dari PLN. 82. 77. dimana rangkaian medan magnitnya mendapatkan catu daya dari terminal Generator melalui suatu rangkaian elektronik dengan tidak mempergunakan sikat komutator. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan alat pengaman guna menghentikan operasi mesin dan atau memberikan indikasi adanya gangguan untuk setiap gangguan sebagai berikut : • Putaran kerja melebihi 110 % putaran nominal. • Dan lain-lain pengaman yang dinilai perlu dan sesuai dengan rekomendasi pabrik Generator yang dipergunakan harus mampu membangkitkan tegangan tanpa bantuan sumber daya lain. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system saluran udara buang dan saluran asap sehingga tidak akan mengurangi kapasitas mesin untuk membangkitkan daya sesuai yang diminta. 76.5 %. Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan daya listrik sesuai dengan kondisi terpasang yang ditunjukkan didalam Gambar Rencana secara terus-menerus pada putaran nominal mesin Diesel dan pada tegangan nominal Generator yang dipergunakan harus dibuat untuk pemakaian dalam ruangan dengan kelas pengamanan tidak kurang dari IP 23 dan dapat menahan kelebihan beban 10 % selam 1 jam dalam selang waktu 12 jam. AMF module ini bisa disuplai oleh Pelaksana Pekerjaan Genset yang pemasangannya dilakukan oleh Panel Maker atau pengadaannya oleh panel maker dan pemasangan oleh Pelaksana Pekerjaan. 73. 74. PKG harus mempunyai bagian yang dapat mengoperasikan mesin secara otomatis pada saat terjadi gangguan pada sumber daya yang berasal dari PLN. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system peredam suara. untuk itu mesin ini harus mempunyai perlengkapan berupa pompa sirkulasi minyak pelumas otomatis dan manual. 79.

termasuk rak dan tangga kabel dan pintu-pintu ruangan yang terbuat dari logam sesuai dengan ketentuan ini. Pengujian . Test pabrik pembuat harus dilakukan menurut standard pabrik dan minimal meliputi testing : • Insulation level • Squence • Protection device • Operation • Full load running ( Load Bank / Building Load ) • Temperature rise • Governour control • Sound pressure level 15. PKG dan semua bagian logam didalam Ruang Diesel. AMF Digital yang dipergunakan harus dapat memberikan indikasi mengenai keadaan . AMF Digital harus dilengkapi dengan fasilitas peralatan sebagai berikut: • Saklar pemilih operasi manual / otomatis • Tombol penghenti bunyi bel • Tombol reset • Tombol penghenti operasi mesin • Tombol penguji lampu indicator dan bel • Dan lain-lain 87. Diesel Genset harus didudukan di atas pondasi dengan mempergunakan spring atau rubber mounting yang direkomendasikan oleh pabik pembuat.3. Ciptanusa Buana Sentosa 3.77 PT.4. Spring anti vibration mounting harus mempunyai effisiensi tidak kurang dari 95%. 88. Posisi Diesel Genset harus lurus baik secara vertical maupun horizontal. Instalasi 90. 14. 3.keadaan berikut : • Alat penghubung beban tersambung / terputus • Kegagalan start • Gangguan pada rangkaian pengisi battery • Kapasitas battery lemah • Gangguan operasi lainnya 86. Sambungan pipa ke mesin harus mempergunakan flexible joint. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan titik pentanahan bagi mesin Diesel Generator.2. titik netral Generator. Anchor dari Diesel Genset harus benar-benar tepat pada lubang pondasi yang telah ditetapkan dan dicek dengan baik dan kuat. AMF harus dapat menghentikan pelayanan Diesel pada waktu pelayanan dari PLN telah normal kembali dan kemudian menghentikan Diesel dengan kelambatan waktu operasi tidak kurang dari 10 menit. AMF Digital harus mampu menjalankan Diesel Genset pada waktu tegangan PLN mencapai batas 80 % dari tegangan nominalnya tanpa kelambatan waktu operasi. Test lapangan harus dilakukan minimal meliputi : • Squence • Protection device • Operation • Sound pressure level • Load running ( Load Bank / Building Load ) : 3 . Pipa exhaust dan Silencer harus diisolasi dengan Rockwool 2” density 60 kg/m³ dan dibungkus dengan galvanized sheet di sepanjang pipa ( jacketing ). 95. 94. Waktu start Diesel Genset adalah sekitar 10 – 15 detik kemudian. 89. 91. 93.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 85.4. 92.

110% selama 1 jam tanpa interupsi .Droop Kit : 1 ( satu ) : Minimum 25% .25% selama 1 jam tanpa interupsi..100% selama 3 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test Setelah lulus uji dengan load bank. .50% selama 1 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test . Ciptanusa Buana Sentosa .75% selama 2 jam tanpa interupsi . Perlengkapan :.nya . Diesel Engine (Single Operation) Type : Open. KETENTUAN TEKNIS BAHAN DAN PERALATAN ss. Alternator • Output kontinyu • Tegangan • Frekwensi • Power Factor • Connection • Protection • Insulation • Overload capacity 3 . akan dilakukan uji beban nyata selama 2 hari ( 2 x 24 jam) 3. Safety Device vv. by Manufacture Warranty tt. .78 PT.. Country of Origin : Complete Built up. Jumlah Unit xx. Measuring Device ::Oil Pressure Gauge Oil Temperatur Gauge Water Temperatur Gauge Charging Ammeter Tachometer Fuel Oil Pressure Gauge Thermometer untuk discharge gas di turbo charger Low Oil Pressure High Water Temperatur Over Speed Lampu Indikator dan horn pada panel generator uu.Exhaust muffler Critical type with counter flange .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • .30% Load : 380 – 415 V : 50 Hz : 0.8 : Star dan Netral Grounded – 4 terminal : IP 21 : Class H : 10% selama 1 jam dalam setiap 12 jam kerja ww.0% selama 15 menit tanpa interupsi.Battery dan charger .100% selama 1 jam tanpa interupsi .5. Silent Type Kapasitas Prime : 500 KVA dan 50 KVA Prime Power Putaran : 1500 RPM Pendinginan : Radiator Aspiration : Turbocharger + Intercooler Starting : Battery 24 V Jumlah Silinder : 8 Type of engine : In-Line Governor : Electronic Fuel System : Direct Injection Konsumsi Bahan bakar : Maksimum ± 50 liter / jam pada beban 75%.

98.6.75 HP. Katup operasi yang diameter lebih bedar dari 50 mm harus terbuat dari bahan besi cor dengan sambungan-sambungan jenis Flange 105. 100. 106. Spesifikasi Pompa Bahan Bakar Type : Gear Laju Aliran : 50 liter / jam Tekanan : 1. medium class. Pelaksana Pekerjaan wajib memberikan lapisan anti karat Zinchromate buatan ICI atau setara sebanyak 2 lapis dan cat akhir berwarna coklat pada dudukan tanki di atas. Tangki ini harus terbuat dari bahan Mild Steel Plate melalui proses anti karat. yang terbuat dari bahan karet khusus untuk bahan bakar.1. 3. Pipa bahan bakar yang dipergunakan adalah pipa baja hitam. Diameter alat ini ditunjukkan dalam Gambar Rencana sesuai dengan ukuran pipanya.6. dengan penyambungan pipa ulir. 104.6. pipa pengembalian (return) bahan bakar. 99. pipa pemakaian (supply). Tangki penyimpanan bahan bakar harian harus mempunyai kapasitas minimum tidak kurang dari 500 liter. pipa pembuangan gas ( ventilasi ). Penyambungan Flange juga diharuskaan pada pemipaan yang panjangnya lebih dari 12 m. Pelaksana Pekerjaan membongkar dan memasang kembali pompa bahan bakar manual existing dengan pemipaan secara parallel dilengkapi Gate Valve dan Check Valve.0.5 bar Motor : 0. pompa bahan bakar dan peralatan-peralatan lainnya. dan digerakkan oleh motor listrik sesuai dengan kebutuhan serta dilengkapi dengan panel kontrol operasi otomatis dan manual. Warna cat akan ditentukan kemudian.2. Pompa bahan bakar adalah jenis Gear Pump yang sesuai untuk pemakaian bahan bakar berkapasitas tidak kurang dari yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana ( 50 liter / menit ). Setiap hubungan pipa dengan pompa harus dilengkapi dengan pipa flexible. kecuali pada tempat penyambungan tangki penyimpanan bahan bakar. Ciptanusa Buana Sentosa . 97. 103. alat pengukur isi tangki dan pengatur operasi pompa bahan bakar alasan sebagai indicator low level lengkap dengan alarm / buzzer.50 / 0. Tangki penyimpanan bahan bakar harus mempunyai sarana penyambungan pipa pengisian dari tangki bahan bakar mingguan.79 PT. Diameter pipa bahan bakar yang dipergunakan harus sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana dan mempunyai perlengkapan katub operasi seperti tertera dalam Gambar Rencana. 3 ph. Check Valve yang dipergunakan harus dapat menahan aliran balik dari bahan bakar. 220 V / 380 V. three phase sensing 3. Pipa bahan bakar secara keseluruhan harus dilapis dengan lapisan anti karat Zinchromate dari ICI sebanyak 2 lapis dan cat finishing. Ukuran alat ini harus sesuai dengan pipa yang terhubung. 101. dimana penyambungannya dengan system flange.5 % rated solid state type with rotating silicon Controlled rectifier ( brush – less ). Umum 3. 50 Hz On / Off : Pompa dapat bekerja secara manual & automatic 3 . 102.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • Voltage regulation : +/. Sistem Bahan Bakar 96. Untuk hubungan dengan peralatan tersebut dipergunakan tipe penyambungan Flange.

eee. Khusus untuk pemasangan peredam yang akan ditempatkan pada ruang peredam suara. Sistem ventilasi ruangan ( Intake air dan Exhaust air ) harus sedemikian rupa sehingga dalam keadaan semua mesin beroperasi maka rata-rata temperature keliling tidak melebihi 40 °C atau batas temperature yang akan mengganggu operasi mesin. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan membuat perhitungan kembali system peredaman suara ini untuk menentukan ukuran sound attenuator berdasarkan noise level yang telah ditentukan tersebut di atas. iii. Hubungan pipa gas buang antara mesin dan peredam suara (Silincer). Pada permukaan bahan peredam suara. Lubang ventilasi ( Intake air maupun Exhaust air ) harus dilengkapi dengan sound attenuator sehingga kebisingan di sisi-sisi tersebut tidak lebih dari 60 dB. jjj. Sistem Ventilasi Ruang mmm. zz.80 PT. Isolasi tersebut harus dipasang mulai dari pipa flexible penghubung mesin dengan peredam suara sampai 50 cm dari ujung pipa gas buang. Ujung cerobong saluran udara ini harus dilengkapi dengan wiremesh sebagaimana tertera di Gambar Rencana. Pelaksana Pekerjaan harus mempergunakan baja siku 40 x 40 x 4 mm sebagai rangka dudukannya. kkk. lll. ccc. 3 . Sistem ventilasi ruangan mengandalkan Intake air louver yang akan memasukkan udara ke dalam ruangan Genset.9. Penghubung flexible ini tidak perlu diisolasi. maka Pelaksana Pekerjaan wajib mempergunakan baja strip berukuran 1 x 3/8” sebagai penahan peredam suara ke dinding ruangan dimana pemasangan bagian harus mempergunakan Fisher tipe S-10. ggg. Sistem Pendingin ddd. Bahan peredam suara yang dipergunakan pada dinding ruangan adalah rockwool dengan ketebalan tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m3. Pipa pembuangan gas buang adalah jenis pipa baja hitam kelas medium berdiameter yang cukup untuk tidak mengakibatkan terjadinya back pressure yang akan mempengaruhi terjadinya pengurangan kapasitas mesin pada pemasangan seperti ditunjukkan dalam Gambar Rencana.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. Sistem Peredam Suara fff. hhh.7. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan cerobong udara bebas pendingin mesin dengan bahan plat baja galvanis kelas BJLS 100.8. Sistem Gas Buang yy. Pipa pembuangan gas buang harus diisolasi untuk menahan radiasi panas yang mungkin timbul dengan Rockwool berbentuk Preform (setengah pipa) setebal tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m³ dan dilapis lagi dengan alumunium Jacketing tahan temperature sampai dengan 1000° C aaa. 3. Apabila tidak ditentukan lain oleh Konsultan pengawas. Untuk kelengkapan system peredaman suara ini maka pintu-pintu ruang Genset haruslah memiliki Transmission loss ( TL ) 40 dB. berbentuk sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana lengkap dengan penghubung flexible dan pengarah aliran udara serta diisolasi sesuai dengan ketentuan ini. nnn. harus dilengkapi dengan penghubung flexible seperti yang telah direncanakan oleh pabrik pembuatnya.10. bbb. 3. Pelaksana Pekerjaan wajib menempatkan lapisan Glasscloth. 3 meter dari jarak dinding perimeter. 3. Peredam suara (Silincer) yang dipergunakan hendaknya tidak menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu operasi bangunan dan disyaratkan tidak melebihi batas 65 dB diukur pada jarak 3 meter dari ujung pipa gas buang pada kondisi beban mesin nominal. Ciptanusa Buana Sentosa .

Sistem exhaust ventilasi Ruang Genset untuk sirkulasi udara didalam ruangan pada kondisi Genset stand by dan system exhaust ventilasi tidak beroperasi saat generator operasi. Marathon Power Factor : 0. DEIF. K2 Power.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ooo. Cater Pillar. Siemens. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Omron 6 7 Control Relay Control Fuse 8 9 Current Transformer Measuring Device Voltage meter Ampere meter KWH meter Axle. AVK. National Hager. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. Mitsubishi Pendingin : Radiator Tegangan Frekuensi : 380 ~ 415 V : 50 Hz 2 Alternator Stamford. Telemecanique. Nitech SACI. Deutz . Daewoo. EASIGen 3 Komponen Panel 4 AMF Module 5 KWH Meter Fuji. AEG.8 MCCB Adjustable Rating MCB Digital Standard Standard Merlin Gerlin ( MG ). MG. 1 Uraian Diesel Generator Spesifikasi Terknis Kapasitas : 150 KVA Prime Power Type Putaran : Open : 1500 rpm Merk / Produk Perkins. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No.81 PT. Ciptanusa Buana Sentosa . Celsa. Ntional. PRODUKSI INSTALASI GENSET Peralatan. Circutor. Omron 3 . AEG Omron. Atau setara Deep Sea.

PENJELASAN SISTEM sss.1. rrr.2. Fire alarm system ini menerima signal kebakaran yang diberikan baik secara otomatis dari detector maupun secara manual dari push button box. LINGKUP PEKERJAAN Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan instalasi ini harus melaksanakan pengadaan. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. 4. Tranka 11 Ladder & tray Tri Abadi. qqq. 3 . KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Peralatan utama yang terdapat dalam sistem Fire Alarm ini adalah : • Thermal Detector Conventional • Smoke Detector Conventional • Manual Push Button (Break Glass) • Alarm Bell • Zone Indicator • Indicator Lamp • Module • Master Control Panel Adresssable 4. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. pemasangan & pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap untuk dipakai. 10 Uraian Kabel-kabel Spesifikasi Terknis Merk / Produk Kabelindo. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Supreme Kabel Metal. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. UMUM ppp. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. ttt. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN FIRE ALARM 4. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No.82 PT.3. Interack 4. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. sehingga dapat diambil tindakan pencegahan sedini mungkin. Bahan-bahan dan peralatan-peralatan pembantu instalasi fire alarm system harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan pekerjaan dan gambar instalasi fire alarm system. dimana pada waktu terjadi kebakaran akan memberikan indikasi secara audio (bell) maupun visual (lampu warna merah) dari mana asal kebakaran tersebut dimulai.4. Fungsi sistem deteksi dan alarm kebakaran adalah sistem deteksi awal apabila terjadi kebakaran. Ciptanusa Buana Sentosa .

13 VDC .Operating Temperature : -10 ~ +50º C .Quescent Current : ± 0.Working Temperature : -10 .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Smoke Detector Conventional 111.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .Operating Voltage : 16 – 32 VDC . perubahan suhum kelembaban dan karatan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Thermal Detector Conventional 107. Data teknis lainnya : .EOL : ± 100 KΩ 3 .1mA Alarm Current : ± 25.EMC : ± 10V/m . Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. Jenis yang digunakan adalah Rate of Rise detector dan Fixed Temperature detector yang memiliki response lamp di base. 116. perubahan suhum kelembaban dan karatan.1mA . Jenis yang dipakai adalah prinsip photoelectric yang memiliki 2 buah response lamp dan mempunyai karateristik sensitivitas yang rata (flat response technology). Data Teknis lainnya : Frequency Test : dapat dipakai berulang kali Operating Voltage : 16 – 32 VDC Output Voltage : 5 . Ciptanusa Buana Sentosa . 119.6 mA .Output Voltage : 5 . Input dimonitor untuk sirkuit terbuka.83 PT. 117.0 mA EMC : ± 10 V/m Activation Temperature : 67ºC Operating Temperature : -10 ~ +50º C Storage Temperature : -30 ~ +75º C Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Input Module (Mini Module) 115. 109.Storage Temperature : -30 ~ +75º C .Quiescent Current : ± 0.Activation Current : ± 4. gangguan elektromagnetis. 112. 114.13 VDC Quescent Current : ± 0.0 mA . Signal akan dipancarkan ke pengontrol dan pemicu sesuai dengan pengesetan. Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich.0 mA .Frequency Test : dapat dipakai berulang kali . 108. Memiliki kepekaan homogen untuk membedakan jenis asap. Data-data teknis lainnya : . 113.Alarm Current : ± 25.Operating Voltage : 16 – 32 VDC . 110. gangguan elektromagnetis. Sirkit dan sensor mempunyai performa yang tinggi dalam pendeteksian temperature ditetapkan. Input signal harus bebas dari prioritas signal digital .+50ºC . 118. Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu.

batas signal bahaya normal kepada unit MCFA. 80 mA 3 .Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC .Working Temperature : -10 .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .Quiescent Current : ± 0.0 mA .Confirmation Led : Steady output .Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC .Fault Voltage (short) : 0V . 121.7 VDC . jika terjadi penekanan. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich.Activation Current : ± 2.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) . L129.Alarm Voltage : 3. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. juga mempunyai indikasi pada modul.0A .4 VDC . Dapat memancarkan alarm.7 mA .0 – 1. 124. Data teknis lainnya : .Quiescent Current : ± 4. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. Indikator alarm dapat dihubungkan dengan L+.1 VDC . output dapat berupa denyut atau signal menurut set-up Dip-Switch.Alarm Current : ± 16. steady on : Pulse Output .0 – 1. fault. 125.Relay Rating : 30V/2. flashing . 120. Ciptanusa Buana Sentosa . Dapat mengaktifkan peralatan eksternal oleh logika yang telah ditetapkan lebih dulu.0A .3.7V – 16. 130.+50ºC .84 PT. 126. Tidak direkomendasikan penggunaan modul ini untuk memadamkan kendali/kontrol secara langsung.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Output Module (Control Module) Output Module adalah alat untuk mengaktifkan peralatan external menurut ungkapan logika yang telah ditetapkan lebih dulu dan juga diharapkan menerima konfirmasi aktifasi tersebut. 127. Input dimonitor untuk sirkuit terbuka.Working Temperature : -10 . Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol.5 mm² Collective Input Module (Monitor Module) Collective input module (monitor module) ini dapat menghubungkan detector conventional/collective ke peralatan utama fire alarm.Wiring Capacity : 1.5 mm² Manual Push Button Jenis yang dipakai merupakan surface mounted dan dilengkapi dengan reset switch.5 mA .0 mA . Data teknis lainnya : .Fault voltage (open) : > 22. 125VAC/1.Wiring Capacity : 1. Alarm Bell Persyaratan teknis harus dipenuhi : Konstruksi : Anti karat Operating Voltage : 18 s/d 36 V DC Curent Consumption : max. 123.+50ºC . 128. 122.

persimpangan.5 mm². Synthetic Sound. Kabel untuk instalasi circuit antar detector dan break glass digunakan kabel NYA dengan diameter minimum 2 x 1. Pemasangan pipa konduit vertikal harus inbow. baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton ( vertikal ). 3 . at 3 m Zone Indicator Zone Indicator ini menunjukan zone mana yang bekerja. Pemasangan Terminal Box harus dikoordinasikan dengan Konsultan Pengawas dan Pember Tugas Pipa Konduit Semua kabel harus dipasang didalam pipa konduit PVC High impact dia.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Power Consumption Desibel Rating : 1. Lampu indicator ini akan menyala hanya jika group detector yang bersangkutan bekerja.6 mm². MCFA ini harus mempunyai fasilitas lampu tanda : Bell Off Reset Testing Lamp test Fault Signal General Signal for Alarm Condition Signal for “Zone Off” MCFA ini harus mempunyai output berupa : Visible/Audible Alarm Visible/Audible Fault Alarm Test Signal (Visible) Optical Signal “Zone Off” Terminal Box (Kotak Sambung) Terminal Box terbuat dari plat baja dengan tebal minimal 2 mm Ukuran dari Terminal Box menyesuaikan dengan kebutuhan dan mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atau Pemberi Tugas. Power supply charger yang mempunyai voltmeter DC. Indicator Lamp Indicator Lamp merupakan lampu indikator yang dipasang paralel dengan group detector. dan lain-lain harus dipasang tutup sehingga tidak akan masuk benda-benda lain kedalam kotak tersebut. Kabel Kabel untuk main Power Supply dari setiap perlengkapan dalam sistem menggunakan NYM dengan ukuran minimal 3 x 2. Zone Indicator ini ditutup dengan plastik dan pada tutup ini terdapat tulisan Zone Number (Nomor Zone) yang disesuaikan dengan letak zone indicator tersebut. Sealed Acid Battery.5 mm². Kabel untuk instalasi telepon jack menggunakan kabel ITC 2 x 0. Seluruh saluran ini harus terpisah dengan sistem saluran lainnya yang terdapat pada bangunan ini.85 PT. Seluruh kotak sambungan. Ciptanusa Buana Sentosa . 20 mm. MCFA harus mempunyai pintu dengan jendela penglihat (LCD). Main Control Fire Alarm (MCFA) MCFA yang digunakan memakai Sistem Addressable 2 loops dengan Detector Convensional kapasitas 40 zones.2 Watt : 85 dB. Kelengkapan MCFA antara lain Fireman intercom.

baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton (vertical). Denah setiap lantai menunjukan lokasi perkiraan letak detector dan peralatan-peralatan lain dari sistem ini. PRODUKSI SISTEM FIRE ALARM Peralatan.Sealed Acid Battery . Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian MCFA . PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN uuu. dimana letak yang pasti dijelaskan pada gambar. Siemens Esser. TESTING / COMMISSIONING yyy. NYM. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi Surat Perjanjian serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. ROR . Edward. aaaa. 4. 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Kabel untuk instalasi Main Bell dan Red Lamp menggunakan kabel NYM 3 x 2.7. Ditempat pekerjaan. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi teknis. LAIN-LAIN Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan.6 m dari detector tanpa ada timbunan barang atau alat-alat lainnya.Battery charger Alarm Bell Manual Break Glass Local lamp Detector Coventional Jack Telephone Kabel-kabel Spesifikasi Teknis Tipe : Konvensional Kap. Tiap-tiap zone. zzz.5 m dari lantai.Power supply .ITC STP AWG 18 3 . dengan menggunakan alat pemanas dan untuk smoke detector menggunakan asap. Setelah pekerjaan Fire Alarm ini diselesaikan. Disekitar detector harus ada ruangan bebas sekurang kurangnya pada jarak 0.5 m di bawah plafond. Ukuran conduit dan kabel harus sesuai gambar rencana. Siemens Esser.5.6. Edward.86 PT. ditest satu persatu dan diberi nomor urutan zonenya. yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Edward. Supreme. Kabel Metal. Alarm Bell dipasang kira-kira 0. Voksel NYA. Untuk manual push button. xxx. Edward. 21mA Colour : Red Smoke. dilengkapi : . Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. harus dilakukan testing / pengetesan. Siemens 2 3 4 5 6 7 Sound press level bell ± 90 dB Standard model Rating AC/DC 2V. dipasang pada ketinggian 1. vvv. Siemens Esser. Satu persatu detector ditest. www.5 mm². Siemens Esser. Siemens Kabelindo. Ciptanusa Buana Sentosa . Semua kabel harus dipasang didalam conduit. Edward. Fixed / Head Esser. : 2 loops Produk Esser. Edward. 4.

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TATA SUARA (PUBLIC ADDRESS) 5. PERSYARATAN TEKNIS. pemasangan instalasi Sound System. • Untuk di luar (parkir area). Pengadaan dan pemasangan peralatan utama tata suara seperti yang tertuang dalam sIstem perencanaan. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan.2.5 W ~ 60 W atau disesuaikan dengan kebutuhan. Ceiling Loud Speaker. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Power Amplifier haruslah memiliki output total seperti ditunjuk dalam gambar rencana dan tegangan output 70 V/100 V dan frekwensi response antara 20 Hz sampai dengan 20 kHz.1. LINGKUP PEKERJAAN. Mempunyai diameter 6 inchi. Pagging Microphone type Dynamic Microphone dengan Patern Omini Directional. sehingga berfungsi dengan baik dan memuaskan. Microphone harus dilengkapi dengan Heavy Duty Press to Talk Switch. Horn Speaker Horn speaker harus mempunyai frekuensi 350 Hz – 10 kHz. Loud speaker harus mempunyai frekwensi antara 80 Hz sampai dengan 12 kHz. Pengadaan.3. Clipsal 5. Mixer Pre Amplifier. Frekwensi respone antara 50 Hz sampai dengan 15 kHz.87 PT. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. dengan sensitivitas tidak kurang dari 96 dB. • Untuk di dalam bangunan dipasang seperti gambar rencana. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Power Amplifier.processor yang mampu memprogram sinyal informasi evakuasi dari perintah panel Fire Alarm serta mampu memutar ulang pemberitahuan evakuasi dalam bahasa English dan bahasa Indonesia. dengan sound pressure level ± 114 dB. Input Range : 0. Distortion kurang dari 1% pada batas frekwensi. Ciptanusa Buana Sentosa 5. Volume Control/Attenuator. Loud speaker dilengkapi dengan matching trafo 70 V/ 100 V dan ditap pada 1 watt dan 3 watt. Power input = 15W. . Digital Announcer / Message Manager Berbasis pada micro .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No 8 Konduit Uraian Spesifikasi Teknis PVC high impact Produk Ega. 5. memenuhi standard EVAC. Mixer Pre Amplifier harus memiliki 10 input channel dengan modul-modul yang akan mempunyai input sensitive variable 1 mV . dipasang car calling ( pemanggil sopir / pengendara mobil). 3 . Pemasangan Sound System sesuai dengan gambar rencana antara lain sebagai berikut . Volume Control/Attenuator mempunyai 5 step pembesaran volume. Impedance ± 4 ohm Microphone.87 mV.

20 mm dengan kabel NYMHY 2 x 1. Output level : . eeee.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Contact relay Power : : Emergency active relay. cccc. Semua kabel yang melalui shaft adalah outbow.5 mm2. jjjj. call active relay. menggunakan pipa high Impact dia. Pengetesan dilakukan bersama-sama Konsultan Pengawas. Semua kabel yang terpasang dalam tembok adalah inbow. gggg.5. iiii.5 mm2.000 Hz 1% 50 dB CD.20 mm . Semua equipment yang dipasang harus ditest sehingga bekerja dengan sempurna.20 dB Output impedance : 10 K ohm Distortion : 1% S/N Ratio : 65 dB Receiver Frequency : AM. MP3/MP4. dddd. dynabolt. 20 mm dengan menggunakan kabel NYMHY 2 x 1. DC 24 Volt.50/60 Hz : : : : 30 – 10. Frequency Response Distortion S/N Ratio Capacity player T u n e r. menggunakan ramset. Rack Cabinet terpasang free standing diruang monitor. Jalur seluruh kabel diatur sejajar dan dekat jalur kabel listrik.88 PT. 5. hhhh. LAIN-LAIN. Begitu juga pemasangan column speaker harus disesuaikan dengan sudut pancaran speakernya. Semua instalasi sound system yang dipasang harus ditest secara sempurna sehingga impedansinya sesuai dengan yang diinginkan.6. 5. FM 5. Ciptanusa Buana Sentosa . Instalasi ini klem setiap jarak 60 cm. Cassete Recorder Cassette Player/CD Player. 220 Volt + 10% . cccc. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi 5. Semua perlengkapan untuk mengadakan pengetesan harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan yang bersangkutan. PENGUJIAN / TESTING COMISSIONING. dan klem setiap 100 cm. fault relay. Gambar kerja harus mendapat persetujuan perencana / Konsultan Pengawas sebelum dilaksanakan. menggunakan pipa High Impact dia.7. Penyambungan-penyambungan harus dilakukan dalam kotak penyambungan dengan menggunakan Electrical Spring Connector. PEMASANGAN INSTALASI. Klem yang dipakai ke plat beton. Instalasi ke Semua kabel yang terpasang dibawah plat beton adalah out bow menggunakan pipa High Impact dia.5 mm2. dengan kabel NYMHY 2 x 1.4. 3 . bbbb. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Ditempat pekerjaan. bbbb. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Semua equipment harus diketanahkan yang dihubungkan dengan kawat BCC dari sistem pentanahan. GAMBAR KERJA. Instalasi ini diklem ke rak besi siku atau tangga kabel. ffff. Durados atau Cable Connection. Semua ceiling loud speaker di dalam bangunan dihindari dari cacat/ dalam box dan dilindungi dari cacat dalam box dipasang sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika ruang. sesuai gambar rencana.

TOA Bosch. Panasonic. TOA Bosch. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Ciptanusa Buana Sentosa . PRODUK SISTEM TATA SUARA Peralatan. PVC High Impact dia 20 mm 6. Voksel Ega. TOA Bosch. TOA Kabelindo. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Panasonic. Clipsal Interack. Ceiling Loud Speaker. oooo. 3 . haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Panasonic. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Column Speaker Horn Speaker Spesifikasi Teknis Produk Bosch. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian Cassette Tape Player Radio Tuner AM/FM Reciever Pre Amplifier Graphic Equalizer Power Amplifier Microphone. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Supreme. Kabel Metal. Panasonic. NYMHY. UMUM mmmm. nnnn. Double H. Tri Abadi 10 Digital Announcer 11 Volume Control 12 Kabel 13 Conduit 14 Kabel Rack NYA. TOA Bosch.89 PT. TOA Bosch.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Surat Perjanjian Pelaksana Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TELEPON 6. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Panasonic. TOA Bosch. Panasonic. TOA Bosch.1. TOA Bosch. Panasonic. Panasonic. TOA Bosch. Panasonic. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. TOA Bosch. Panasonic. serta cermat. Panasonic.

Kabel Telepon. Untuk setiap penyambungan kabel telepon harus dengan metoda jumpering dan memakai terminal-terminal berisolasi sesuai standard TELKOM. Mempersiapkan jaringan dalam (indoor wiring system).90 PT. 139. 16 digital extention card. Pengadaan dan pemasangan Key Telpon kapasitas 16 / 64 ext lengkap dengan MDF. meliputi penyediaan dan pemasangan: Kabel dan pipa instalasi telepon Kabel feeder telepon Kotak kontak telepon Kelengkapan-kelengkapan lainnya yang menunjang pekerjaan ini. Terminal 136. rrrr. Untuk penggunaan didalam bangunan digunakan jenis ITC (indoor-telepone cable) dengan diameter minimal 0. Pengadaan dan pemasangan pesawat standard dan pesawat eksekutif lengkap dengan display dan hands free atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. Key Telpon mempunyai 16 analog trunk card. Telkom. PERSYARATAN TEKNIS Key Telpon 131. Ciptanusa Buana Sentosa .6 mm². Mengadakan training bagaimana menggunakan sistem telepon. 138. 137. Telkom. hands free dan kelebihan lainnya. maka box terminal harus diberi pelindung dari bahan anti karat dengan pintu-pintu yang kedap udara.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. Telkom. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. Aksesories lainnya antara lain : Surge Aresster. 6. Pesawat yang ditawarkan harus dinyatakan baik oleh PT. Mengadakan test sistem secara menyeluruh. qqqq. 135. digital dan 64 extention analog. Baik pesawat standard maupun executive harus bekerja secara full digital. LINGKUP PEKERJAAN pppp. 132. tttt. vvvv. sehingga sistem berfungsi dengan baik. sehingga sistem telepon tersebut dapat berfungsi dengan tepat dan benar. wwww. Pengadaan dan pemasangan terminal box telepon uuuu. 3 . termasuk penyediaan suku cadang selama waktu minimal 3 tahun. Semua kabel harus mempunyai kabel cadangan untuk pengganti.3. Untuk terminal yang ditempatkan pada lokasi berkelembaban tinggi. jjjj. Sistem pemasangan terdiri atas 2 jenis yaitu pemasangan meja dan pemasangan dinding. seandainya terjadi kerusakan saluran dan atau untuk menampung perkembangan dikemudian hari. banyak sambungan 16 (delapan) nomer telepon atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. Pesawat Telepon 134. serta mampu bekerja secara normal pada jaringan lokal PT. Menyelenggarakan pemeliharaan terhadap sistem. Power Supply dan MDF dll. Tipe executive harus mempunyai display digital. Pesawat-pesawat telepon yang disediakan adalah tipe standard dan tipe executive. Mengurus ijin penyambungan.2. Hal ini saat mengajukan approval material harus dilengkapi dengan fotocopy surat lulus dari PT. Key telpon dilengkapi dengan key phone digital display 133.

Siemens Supreme. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 1 Key Telpon Kapasitas 16 /64 Jenis ITC/UTC – pair Panasonic. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. 143.91 2 Kabel indoor/outdoor PT. Setiap sambungan harus dilakukan pada kotak sambung (doos) yang dilengkapi tutup. aaaaa. harus dilakukan Testing dan Commissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. dapat dimintakan petunjuk Konsultan Pengawas. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. qqqq. flush mounting dan bukan jenis claw fix. PRODUK SISTEM TELEPON Peralatan. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. Conduit Telepon. Terbuat dari bahan plastik warna putih yang tahan panas. 6. pppp. 144. Pemasangan konduit harus dilengkapi klem. Kabel Metal. Konduit tersebut dilengkapi kawat pancingan dan dijaga agar tidak pecah. Toshiba.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 140. Letak outlet telepon seperti yang ditunjukkan dengan gambar dan disesuaikan dengan keadaan setempat. elbouw dan peralatan bantu lain yang sesuai serta dipasang dengan cara yang benar. 142. ukuran dan jumlah inti kabel. TESTING / COMMISSIONING bbbbb. 145.5. 146. Penarikan saluran (dalam konduit) harus dikelompokkan secara rapi dengan kode nomor yang berurutan sesuai lokasi (nomor) pesawat telepon. Tidak diperkenankan mengganti jenis. Apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut. tttt. Outlet 147. Pemasangan konduit harus rapi.5 mm. Kabel telepon dimasukkan kedalam pipa pelindung / konduit dari pipa PVC High Impact berdiameter minimum 20 mm. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN xxxx.4. Untuk penggunaan diluar bangunan dan tertanam digunakan UTC (Underground telepon cable) dengan diameter minimal 0. Dilengkapi box baja galvanized tebal minimum 3. Untuk mempermudah pengenalan. Tranka 3 . Kabelindo. 6. 148. tanpa ada persetujuan Konsultan Pengawas. kuat dan teratur. 141. Setelah pekerjaan Telephone ini diselesaikan. maka konduit kabel telepon harus dicat warna biru selebar 3 cm disetiap jarak lebih kurang 1 meter. Pemasangan konduit yang berada didalam kolom dilaksanakan sebelum pengecoran sedangkan yang berada didinding dilaksanakan sebelum dinding diplester.6 mm². Ciptanusa Buana Sentosa .

Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar.862 Mhz : 75 ohm : 20 dB 7. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan.1. UMUM ddddd. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Instalasi dari instansi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya san suatu daftar referensi pemasangn harus dilampirkan dalam surat penawaran KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi.5 ~ 84 dBm Output Frequency Range : 47 – 862 Mhz Output Level : 75 ~ 90 Mhz Supply Voltage : + 12 VDC Active Combiner Number of Input Frequency Range Input / output impedance Gain Regulation :4 : 4 . Clipsal 3 M. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MASTER ANTENE 7. fffff. Double H.2. National Ega. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : Modulator Selectable Output Channel Colour System : PAL / SECAM/ NTSC Audio Operatio Module : Mono / Stereo/Dua Input frequency : 50 – 858.5 Mhz Input Level : 40.92 PT. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Clipsal. MK. 3 . Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 3 4 5 Outlet telepon Conduit PVC Cable marking Tipe : Flush & jack Hight impact dia. ggggg. 20 mm Berker. Legrand 7. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang di syaratkan. eeeee. Ciptanusa Buana Sentosa .

PAL. NTSC : 21 “ : Audio/Video with infra red remote control : Single : 0. Double-H. Fagor. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Bahan / Peralatan Peralatan Oultet Kabel Pipa conduit Conduit metal Spesifikasi Teknis Merk / Pabrik Pembuat Nexus. 7.3. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN CCTV 3 . dimana perusahaan tersebut harus memberikan surat jaminan atas bekerjanya system setelah ternyata hasil pengujian adalah baik. Sistem MTAV harus bisa untuk output video.2 dB PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN Peralatan Utama dari MATV system (Divider. Fagor. Pengukuran video signal level dilakukan dengan dB Gain Meter. Ikusi Coaxial 5 C dan 7 C PVC High Impat Fuji.4.93 PT. Belden Ega. Ciptanusa Buana Sentosa . Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang disyaratkan. Maruichi 8.4 dB – 1. Penempatan receiver amplifier (booster) harus disesuaikan dengan losses yang ada dan level input ke TV set yang diharuskan yaitu antara 60 – 80 dB V. Tee unit/coupler/splitter ditempatkan dilokasi yang cukup terlindung Mempunyai jarak yang cukup aman dari pengaruh interferensi instalasi listrik (yang memerlukan supply 220 VAC/ 50 Hz) terutama di atas plafond (ceiling). PRODUKSI SISTEN MAV Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL TV Reciever set Video Input : 1V (p Input Antena Receive Syestem Dimension Screen Facility TV Oultlet Model Side Loss 7. PENGUJIAN Semua peralatan dalam system suara ini harus diuji oleh perusahaan pemegang keagenan peralatan tersebut. Shikoku. Clipsal National. Modulator. Spur unit (Distributor) ditempatkan sesuai fungsi dan kemudahan maintenance. Active Combiner dll) ditempatkan pada ruangan khusus (ruang kontrol administrasi). SECAM. – p) : VHF / UHF 75 ohm : CCIR standard. Ikusi Nexus.

4 AGC On Signal to Noise Ratio : 44 dB.4.4 Minimum Illumination : 10 lux at F 1.94 PT. Switcher Alat yang dipakai untuk menghubungkan 2 (dua) atau lebih camera ke monitor tunggal.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8. Penyetelan dan Pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap pakai. Ini hanya berfungsi untuk memberikan gambar dari lokasi yang diamati ke monitor melalui kabel video.2.1. PENJELASAN UMUM Sistem Closed Circuit Television System dipergunakan untuk membantu pengawasan dengan cara mengamati kegiatan operasi suatu gedung melalui video camera. Sistem CCTV yang direncanakan adalah berwarna (colour). Sistem CCTV ini terdiri dari Camera. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan instalasi ini adalah Pengadaan. 8. sehingga pengamat dapat memilih hasil gambar mana yang akan ditampilkan pada layar monitor. Posisi camera yang tidak diamati dapat di bypass tanpa merubah urutan pengamatan maupun waktu interval. Termasuk didalam peralatan tersebut adalah sebagai berikut : • Colour Camera • Colour Monitor • Digital Video Recorder Pelaksana Pekerjaan harus melengkapi dan merakit peralatan tersebut dan bila perlu harus melengkapi dengan peralatan tambahan sesuai persyaratan pabrik pembuatnya. tanpa ada gangguan atau cacat instalasi.3. Hasil gambar dapat diamati melalui TV monitor. 8. Ciptanusa Buana Sentosa . DATA TEKNIS PERALATAN UTAMA SPESIFIKASI TEKNIS COLOUR CAMERA Type Colour Camera : PAL – NTSC Power Supply : To be Supplied from the specified Camera Drive Unit Horizontal Resolution : 470 TVL Scene Ilumination : 22 lux Pick-up Device : Interline Transfer CCD with -512(H) x 582(V) pixels Scanning System : 2 : 1 interlace Frame Frequency : 25 Hz Resolution (at centre) : Horizontal: More than 330 lines Vertical : More than 400 lines Recommended Illumination : 150 lux at F 1. Monitor. Pemasangan. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Kamera Adalah merupakan alat pengamat dari sistem CCTV yang sudah dilengkapi dengan lensa. 8. Monitor Adalah merupakan alat yang mentransfer isyarat elektronik yang dikirim oleh camera menjadi gambar pada sebuah layar televisi. Kamera yang digunakan adalah type fixed colour camera. AGC On (Luminance) 3 .

4 way JPEG compression recording modes. 1V (p-p)/75 ohm.6.230 MHz Output level : + 95 dBuV Video input level : 1 Vp-p (3 dB) Video frequency response : 25 Hz to 5.5 mm² yang semuanya dalam pelaksanaan harus dimasukkan dalam pipa PVC high impact dia. diletakan pada ruang kontrol (ruang administrasi) lantai satu. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Spot Output : 1 terminal . seperti ditunjuk dalam gambar rencana. Sequential switcher. 8.0 MHz (1 dB) Audio input level : 300 mV RMS Power requirement : + 12 Vdc . Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan.150 mA DIGITAL VIDEO RECORDER ( DVR) Digital Recording. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Video Output : 16 terminal. 1 V (p-p) / 75 ohm Audio Input/Output : . 1V (p-p)/75 ohm. Built-in 16 ch multiplex recording system. unbalanced External Storage : SCSI Interface Copy : SCSI Interface 8.10 dB.60 dB Output frequency : 47 . 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Multi screen output : 1 terminal . Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana 3 . Peralatan utama seperti . kabel power menggunakan NYMHY 2 x 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Gain Control ALC Lens Select Switch Lens Mount Ambient Operating : : : : AGC On/Off Switchable DC/Video Switchable CS – Mount -10 Derajat Celcius Temperature +50 Derajat Celcius COLOUR MONITOR ( TV MODULATOR ) Function : Accept baseband video and audio signals and converts than to any cannel Transmission standard : PAL and or NTSC Spurious standar : Less than . Ciptanusa Buana Sentosa . 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Synch Output : 1 VBS. PEMASANGAN Pemasangan colour camera dipasang sesuai petunjuk gambar. harus dilakukan Testing dan Comissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Built-in 160 GB HDD. Kabel instalasi yang digunakan untuk isyarat video dan untuk keperluan control menggunakan coaxial cable RG 59/U. 20 mm TESTING / COMMISSIONING Setelah pekerjaan CCTV ini diselesaikan.5.95 PT. Colour monitor dan Time lapse VTR. PRODUK SISTEM CCTV Peralatan. Video Input : 16 terminal. camera drive unit. Cara pemasangan colour camera tersebut digantung pada ceiling atau plafond dengan rangka penguat/ hanger yang diperkuat pada dak beton. Pelaksana Pekerjaan dapat mengajukan usulan lain untuk penempatan colour camera ini. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi.

Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. UMUM hhhhh. 20 mm 9. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN LAN 9. LINGKUP PEKERJAAN 1. Komunikasi antar lantai menggunakan switch/hub. Supreme. Ciptanusa Buana Sentosa . dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. jjjjj. Kabel Metal. Clipsal Three stars. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Peralatan Utama Spesifikasi Teknis Digital Video Recorder 16 Ch 160 GB Monitor LCD 21” 2 Kabel-kabel Coaxial RG59U NYMHY . Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Server KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN 9.Juri Kabelindo.multi core untuk motorized Belden. iiiii. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. 3 . 9. Tranka Ega. Honeywell 3 4 Conduit Kabel Rack PVC high impact dia. ONI Metosu Produk Bosch. 2. Komunikasi data intern di dalam gedung.96 PT.2. 3.3.1. Double H. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Sanyo.

3.1 x 3.2. overthermis. sertifikat lulus pengujian harus dari Principal atau Distributor yang ditunjuk untuk dapat mengeluarkan sertifikat Kelaikan barang. 5.67 kg) 32 MB RAM 100-240 VAC. fasa netral.3cm) 1. Semua titik data harus diberi nomor agar mudah dalam perawatannya termasuk juga kabel backbone / fiber optik.5 in x 7. multilayer switch : IP Base Software feature set (IPB) : 24/48 users : 32 Gbps forwading bandwidth : 1000BASE-T. Hub Switch • Standard • Type • • • • • • • • 3.1. 850-nm wavelength : : : : : : : Rack/2U Intel® Xeon Quad Core E5405 146GB 15K 3. short circuit dan lain-lainnya serta merger antara fasa.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 9. Semua pentanahan dari system harus dilakukan pengukuran tahanan dengan maksimum 2 ohm pada masing-masing pentanahan dan dilakukan pada keadaan cuaca tidak turun hujan selama minimal 3 hari berturut-turut. link duplex. : : : : : : : : IEEE 802. and 802. four-pair Cat. link status. 802.4 GHz 7.11b. Peralatan dan Bahan 1. 6. 3. Untuk kabel UTP dan Fiber Optik. overcurrent. Ciptanusa Buana Sentosa . fasa nol. : Close Rack 19” 45U & Wall mount 15U : 1100mm & 470mm 3 .11g AIR-LAP1131AG-x-K9 (Cisco IOS Software) 2. Panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat lulus pengujian dari pembuat panel yang menjamin bahwa setiap peralatan dalam panel tersebut berfungsi baik dan bekerja sempurna dalam keadaan operasional maupun gangguan berupa undervoltage. 2. Semua sambungan kabel harus terhindari dan gesekan langsung dengan kabel arus kuat atau listrik.11a. Penomoran harus dilakukan serapi mungkin dan penomoran harus berurutan sesuai dengan kondisi ruangan. 1000BASE-SX SFP transceiver module for MMF.5 lb (0. PoE indicators : GLC-SX-MM.1 x 19. RPS. Wireless • Standard • Type • Antennas • Dimensions • Weight • System Memory • Input Power • Wi-Fi Certification 2.5 in x 1.1s 1000BASE-X (SFP) : 24/48 Ethernet 10/100/1000 ports & 4 SFP-based Gigabit Ethernet ports : 1RU fixed-configuration.3 in (19.3. 50-60Hz (power supply) Wi-Fi Certification : IEEE 802. RJ-45 connectors.97 PT. link speed. Material dan Peralatan Utama 1. 4. Rack IP Base Support Performance Connectors & Cabling Power Connectors Indicators Modul Tambahan 9.5in HS SAS Raid-5 Integrated dual Gigabit Ethernet 3 Years Windows Server 2003 Standard Server • Form factor/height • Processor • Hard disk • RAID • Network Interface • Warranty • OS Rack Mount • Type • Dimension 4.6 UTP : Internal-Power-Supply Connector : System-status LEDs: System.

Terminasi kabel fiber optik untuk backbone dilakukan di semua titik di dalam rack mount. 11. Setiap pemasangan kabel-kabel data harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m setiap ujungnya. Pemasangan Wall mount rack harus rapi dan tidak boleh miring. Rack mount harus dilengkapi dengan grounding untuk menghindari adanya gelombang elektromagnetik yang mempengaruhi arus kabel data. 20. Kabel yang masuk / keluar dari rack mount harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Accessories : Fan. Terminasi kabel UTP dilakukan di semua titik di dalam rack mount dengan menggunakan punch tools yang telah disesuaikan dengan standarisasi Installasi Structure Cabling System. 7. Penyambungan pipa conduit kabel menggunakan sock yang ukurannya sesuai dengan besaran pipa conduit. 6. 5. Ciptanusa Buana Sentosa . PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. 2. 10. Label pada patch panel harus disusun berurutan demikian pula dengan yang di sisi user harus pula disesuaikan dengan nomor yang terpadat pada patch panel. Kabel yang dipasang diatas trunking dan kabel ladder harus diklem dengan klem-klem kabel anti ultra violet. 17. 9. Tahanan pentanahan yang dipasang pada rack mount maksimum 2 ohm. 18. Penyusunan pipa conduit kabel diatas kabel tray harus rapih dan tidak boleh saling menyilang. Semua kabel yang dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan diameter minimal 2. 13. 4. Prosedur Kerja Pekerjaan Kabel Data 3 . 15. 14. 12. 7.5 kali penampang kabel. Kabel backbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke rack mount di setiap ruangan ME di setiap lantai.4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • 5. 16. 19. Rack Mount 42U dan Wallmount Rack harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata ( horizontal ). 3. Power Outlet 12 hole : EIA 568 : UTP Category 6 : 2000nm : Fiber Optic Multimode : OM3 : 19” Rack 2U : 2KVA : Support Ethernet 10/100 Cabling • Standard • Type Backbone • Standard • Type • Technology Backbone • Type • Capacity • Connection 6. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. 8. 9. juga harus kuat. Semua kabel harus terlindungi oleh pipa atau kanal guna menghindari gesekan atau pertemuan dengan kabel listrik yang mempunyai arus lebih kuat. Pemasangan kabel ledder ditempel pada tembok di bawah rack mount ayng menghubungkan antar rack mount dengan titik.98 PT. Besaran pipa conduit adalah 20mm. agar kita dapat mengetahui instalasi tersebut dapat berfungsi dengan baik. Setelah semua instalasi terpasang maka harus dilakukan mergering pada setiap titik instalasi. Untuk memperkuat wall mount rack digunakan dynabolt ukuran S8. Kabel UTP dan kabel bacbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke semua titik di setiap ruangan di setiap lantai.

Pengonekan • Tarik kabel ke dalam pipa yang sudah dipasang • Lakukan penarikan dengan kawat pancing • Pilih kawat pancing yang kuat dan lentur • Pastikan jumlah kabel untuk pipa pada jumlah yang benar • Pemakaian box untuk tempat kabel • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Pastikan installasi tidak ada yang tertinggal e.1.5. Pemilihan alat dan bahan • Periksa alat yang akan digunakan dan pastikan alat tersebut layak digunakan • Pilih material yang sesuai dengan spek dan sudah disetujui • Hindari pemakaian bahan material yang rusak/bekas c. 9. Pemipaan • Beri tanda dilapangan ( marking ) • Lakukan pembentukan pipa ( bending ) pada daerah yang diperlukan • Lakukan pengeboran tempat untuk klem • Pemberian warna sesuai warna instalasi kabel data. Ciptanusa Buana Sentosa . Pelajari gambar • Pelajari gambar kerja dan pastikan gambar tidak ada perubahan dan sudah dikoordinasi dengan pekerjaan lain • Hitung jumlah material yang digunakan • Pastikan persediaan material cukup sesuai gambar b. harus di adakan pengetesan yang di laksanakan oleh pemborong disaksikan 3 . • Memudahkan pelaksanaan pekerjaan instalasi kabel data . 9. Alat-alat: • Tang potong • Tang Kombinasi • Obeng -/+ • Pisau kater • Magger test • Tester • Dll Urutan kerja a. • Pastikan klem pada instalasi kencang ( pipa tidak bergerak ) d. TESTING / COMMISSIONING Tahap–tahap Pengetesan Kabel dan Unit LAN Setelah instalasi seluruh kabel dan komponen LAN telah diselesaikan dan siap untuk dioperasikan. Rekaman-Rekaman • Berita acara test commisioning • Chek list pekerjaan 2.99 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 3. Testing • Lakukan magger test dan test instalasi • Pastikan instalasi benar f.5. Tujuan: • Memastikan kebenaran pekerjaan instalasi kabel data pada sebuah ini gedung.

Juga dilakukan pengecekan pada peralatan dan kondisi konektor pada jumper . hasil pengukuran tidak boleh melewati nilai seperti yang tercantum pada technical specification. dan category kabel. Pengesetan ke nilai nol juga menghilangkan losses pada kabel jumper. pengukuran meliputi panjang kabel dan koneksi kabel. 1. 7. Lepaskan jumper D2 dari jalur kabel fiber pada lokasi B. Pengetesan karakteristik kabel UTP 3 . sedangkan testing dan commissioning untuk komponen LAN akan di lakukan di setiap lantai dan dikeseluruhan system sampai system tersebut berjalan dengan baik dan disetujui oleh pihak MK/Owner.4). 3. dengan tujuan untuk menghilangkan tegangan offset yang bias menyebabkan error pada saat pengukuran cahaya yang rendah levelnya . Ulangi procedure diatas. Alat – alat yang di gunakan dalam pengetesan kabel UTP 1.2.1. Pengetesan Kabel UTP 3. Jumper D1 dihubungkan dari outlet detector pada OLTS di lokasi A ke jalur fiber . (Gb. (Gb. Loss dalam arah B ke A diukur pada lokasi A. Pada lokasi A. alat ukur yang mempunyai kemampuan untukmengukur empat pair kabel. lakukan kurang lebih dari 20 detik untuk menyelesaikan pengaturan ini (Gb. lepas jumper dari lokasi detektor. Set OLTS sesuai dengan instalasi pada buku panduan pemakaian test set . maka semua konektor harus dibersihkan dan pengetesan diulang kembali. Pada lokasi B. Los pada arah A ke B diukur pada lokasi B. atau pada ujung kabel yang terhubung ke alat pengukur loss. Hubungkan jumper S2 ke jalur kabel fiber . Lakukan hal yang sama pada ujung kabel di lokasi B. 4. Kabel jumper 4 core Digunakan untuk koneksi equipment dan kabel serat optik 3. 2. pada ujung kabel serat optik. Ukur loss pada satu arah. Testing dan commissioning jaringan kabel di lakukan tahap demi tahap dari tiap outlet ke patch panel pada satu lantai (horizontal testing) dan dari masing– masing lantai ke main patch panel (vertical testing).2). Atur OLTS ke nilai nol. 3. 8. Infrared viewing device Digunakan untuk menentukan adanya sinyal optis 2. Pada kedua lokasi OLTS harus diset ke nilai nol . Pengetesan Kabel Serat Optik Alat–alat yang dibutuhkan untuk pengetesan kabel serat Optik : 1. atenuasi. Pengetesan Loss Kabel Serat Optik Pada saat melakukan pengetesan harus dihindari melihat secara langsung pada keluaran sumber optik. pasang sebuah jumper antara outlet sumber dan outlet detector OLTS pada lokasi A . Juga mampu mengukur NEXT (Near End Crosstalk). Ciptanusa Buana Sentosa . 9.100 PT. LAN cable tester. (Gb. Optical Loss Test Set ( OLTS ) 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL bersama – sama pihak BSG dan perencana.1) Tekan tombol zero Set terus menerus selama 1 detik atau lebih . 1. 3. Ukur loss dari arah yang lain. Hubungkan test jumper antara ujung kabel serat optic dan outlet detector pada lokasi B . 5. Catat semua data. Untuk mengeset OLTS kenilai nol. 6. Transmission loss adalah rata-rata dari loss pada kedua arah tersebut. Jika data hasil pengukuran menunjukan nilai yang lebih tinggi dari pengukuran pertama.3). lepas jumper dari outlet detector OLTS dan hubungkan ke kabel serat optik. Lepaskan jumper S1 dari jalur fiber pada lokasi A.

Network Management Software harus dapat mengubah segmentasi Local Area Network (LAN). Contoh : User dari Accounting melakukan login ke file Server untuk Aplikasi Kredit. Langkah diatas diulangi untuk PC workstation pada lantai lain dan File Server yang berbeda. Network Management Software harus dapat menampilkan aktifitas dari tiap segment. Setelah login selesai. 2. Pengetesan fungsi Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation harus dilaksanakan dengan melakukan testing hubungan secara system antara PC workstation di tiap lantai dengan Netware File Server di Network Center. 9. Serah Terima Pekerjaan LAN/Office Automation 3 . 1. 2.2. Bila aplikasi tersebut bisa berjalan dengan baik berarti Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation telah bekerja dengan sempurna. Tahap–tahap Pengetesan Sistem Dalam system networking. 3. Local Network Hub & Fiber Optic Installation Seluruh PC (Personal Computer) workstation yang ada disetiap lantai dihubungkan dengan Intelligent hub tersebut dihubungkan dengan Network Center Hub untuk kemudian dengan Netware File Server.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pengukuran NEXT dan atenuasi dilakukan pada satu system koneksi dari panel terminasi kabel sampai ke outlet. Pengukuran panjang kabel dilakukan untuk mangecek apakah ada kabel yang terputus atau tidak. Network Management Software harus dapat menampilkan status panel dari Network Center hub. Network Management Sofware dapat meng-disable atau enable port dari Network hub pada tiap lantai . Ciptanusa Buana Sentosa . pengujian dilakukan perbagian system karena cara kerja dari masing–masing part terkait satu sama lain. Pengukuran koneksi harus dilakukan untuk mengecek apakah ada kabel yang salah koneksinya. Tahap–tahap pengetesan : 1. 3. Dengan menggunakan PC workstation yang ada dilantai 1 dilakukan login ke Netware File Server yang tidak ada dalam segment yang sama.101 PT. 2. 4. 3. Network Center Hub dan Network Management Softwar 1. 2. Dengan menggunakan PC workstation yang ada di lantai 1. 1. Router Router harus berfungsi sebagai pengatur Interworking traffic dan Router tersebut dapat dikatakan bekerja dengan baik bila PC workstation dilantai 1 dapat melakukan hubungan dengan Netware File Server yang tiadk berada dalam satu segment dan berada dilantai lain. Semua hasil pengukuran dicatat dan hasilnya tidak boleh melebihi nilai yang tercantum pada spesifikasi teknis. panggil salah satu aplikasi yang ada dilantai tersebut. 2. Tahap-tahap pengetesan : 1.5. dilakukan Login ke Netware File Server yang dihubungkan dengan segmen LAN PC workstation tersebut. 3.

Introduction to Network b. Northern Telecom. 9. Cisco.3. Siemens.7. Setelah habis masa garansi pemborong hrus menawarkan pilihan kepada ………. BGS net akan masuk dalam periode garansi. Ini harus dilakukan sebelum penandatanganan uji searah terima. 3. 9. Upsonic. Comscope. Local/Remote Router Certification Maintenance Selama masa garansi pemborong harus menyediakan Support dan Maintenance Service “Free of Charge” untuk spare parts dan tenaga kerjanya. HP. 9. Hal ini untuk menjamin konektivitas dan performance dari jaringan secara keseluruhan. Garansi Garansi diberikan selama satu tahun untuk seluruh hardware produk (Hub. Cabling. 2 3 4.6. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. 4. Ethernet Connectivity Certification c. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1. Nortel. DOKUMENTASI Pemborong harus menyediakan dokumentasi dari keseluruhan jaringan computer yang telah di install yang terdiri dari : 1. etc) Gambar jaringan secara lengkap (physical & logical) Serial numbers Quick Reference Sheets Manual 9.6. end-toend. HP.) dan selama 90 hari untuk produk software. Cisco. Liebert. Paling sedikit harus dilakukan 50% random test untuk tiap lantai .6. I.2. 3 . Router. Next Readings.M. Merlin Gerin. etc. Instalasi Checklist Problem dan Event Log Daftar Inventary Peralatan Daftar Lokasi Peralatan Hasil kabel testing (dB Loss. 5. Untuk masuk kepada Critical Care Program dan harus menjamin tersedianya sparepart untuk seluruh produk jaringan yang terpasang. Nortel. 7. 8. TRAINING PEMELIHARAAN DAN GARANSI Training Pemborong harus menyediakan fasilitas training meliputi : a.P.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah semua jaringan terpasang.102 PT. PRODUK SISTEM LAN Peralatan. Setelah penandatangan uji serah terima. 2. 9. 6. Belden.6. Uraian Structure Cabling Network Hubs Router Bridge UPS Spesifikasi Teknis AT&T. 9. testing harus dilakukan 24-hour burn in test. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.1. Ciptanusa Buana Sentosa .

Ciptanusa Buana Sentosa . Spesifikasi Teknis 3 . Iwatec.103 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Exide.

PERATURAN UMUM PERATURAN PEMASANGAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut: 1. 3. Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Pemasangan Instalasi Elevator dan Escalator dari Instalasi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya. BRITISH STANDARD 2.104 PT.53 th 1987. Struktur/Sipil maupun Interior harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan. 1. 1.5. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Yang dimaksud gambar kerja adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan. GAMBAR – GAMBAR 1.1 3. PERALATAN DAN DOKUMEN YANG DISERAHKAN 1.4. maka semua akibatnya menjadi tanggung jawab pemborong. 2. agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajukan instalasi yang lain. 3. 5. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai. Pemborong harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada pemilik dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. 3 . Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan. 6. jarak terhadap dinding dan dimensi accessories yang dipakai. Suatu daftar referensi pemasangan harus dilampirkan dalam Surat Penawaran. PELAKSANAAN PEMASANGAN 1. th. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain. daftar peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini untuk disetujui oleh MK/Direksi Pengawas.3. 1975. 1978.1.17. 1. PERSETUJUAN MATERIAL. Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan pemborong instalasi lainnya. Gambar-gambar Arsitek.2. Pedoman Pengawasan Instalasi Lift No.3 th. Peraturan Daerah DKI No. Koordinasi yang baik perlu ada. Apabila ada sesuatu yang diragukan. lengkap dengan dimensi peralatan. Keputusan Gubernur Kepala Daerah DKI Jakarta No. 7. Ciptanusa Buana Sentosa 1. sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada. 1. dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan ataupun material. jarak peralatan satu dengan lainnyya.1173 th. pemborong harus segera menghubungi MK/Direksi Pengawas. MK/Direksi Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. ANSI Code A. Gambar-gambar rencana dan persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. 2. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. . Pemborong harus menyerahkan shop drawing. 2. 1978 4.4.378/KPTS/1978 sebagai SKBI – 3. KOORDINASI 1. Umum Dalam jangka waktu 90 hari setelah menerima SPK.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PEKERJAAN TRANSPORTASI VERTIKAL 1.

Seleksi Data Untuk persetujuan bahan dan peralatan. Shop Drawings Pemborong harus mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan yang diperlukan untuk diperiksa dan disetujui. dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. Dengan mengajukan gambar-gambar kerja ini berarti pemborong sudah mempelajari dengan seksama gambar-gambar Struktur. spesifikasi dan informasi yang tercetak jelas dan cukup detail sehubungan dengan persyaratan/ketentuan spesifikasi. tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pemborong. Pemborong harus menunjukkan dalam brosur unit yang dipilih dengan memberikan tanda. 2. PERALATAN DAN BAHAN 1. harus diproduksi oleh pabrik (merk) yang sama. 1. telah terpasang di beberapa lokasi.6.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pemilik tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh/dokumen ini. Ciptanusa Buana Sentosa 3. . Data-data pemilihan meliputi : Manufacturer Data Berupa brosur-brosur. Daftar Peralatan dan Bahan Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini harus diserahkan untuk mendapat persetujuan MK/Direksi Pengawas dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data-data teknis. Pemborong harus melengkapi dengan seleksi data dan menyerahkan dalam rangkap 3 (tiga). Yang menyatakan bahwa produk ini sudah diproduksi beberapa tahun. 4. 2. Arsitek maupun gambar-gambar instalasi lainnya serta sudah menghasilkan kondisi yang sebenarnya di proyek. 3. Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama. Penggantian Peralatan dan Bahan Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender pada dasarnya harus sudah memenuhi spesifikasi walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkikan ada peralatan dan bahan yang belum memenuhi spesifikasi. Performance Data Data-data kemapuan dari unit yang terbaca dari suatu tabel atau curva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menseleksi peralatan-peralatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut.105 PT. 3 . performance dari peralatan. Quality Asurance Suatu pembuktian dari pabrik atau Supplier setempat terhadap kualitas produk. Umum Semua peralatan dari bahan maupun komponennya harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang diuraikan maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. Daftar peralatan dan bahan yang diajukan harus memenuhi spesifikasi. sehingga memberikan kemungkinan dapat dipertukarkan.

As built ini harus menunjukkan lokasi dan posisi yang tepat dari seluruh bagian-bagian instalasi referensi yang digunakan seperti kolom. pengembangan dan revisirevisi yang terjadi semasa pelaksanaan. berikut gambar-gambar detail dan gambar potongan.7. Pada setiap gambar “as built”. Bila pihak MK/Direksi Pengawas. dinding dan lain sebagainya. maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pemborong. LAPORAN-LAPORAN 1.8. maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik yang disetujui. karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti. 3 . Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada di tempat pekerjaan pada saat diperlukan/dikehendaki. Laporan Harian dan Mingguan Pemborong wajib membuat laporan harian dan laporan mingguan yang memberikan gambaran mengenai : Kegiatan fisik Catatan dan perintah MK/Direksi Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis.106 PT. 4. Pemborong harus menunjukkan pada satu set gambar cetak biru dari Gambar Kontrak terhadap deviasi-deviasi. As Build Drawing ( Gambar instalasi terpasang ) Pemborong haru menyerahkan 1 (satu) set as built drawings berupa gambar transparant daln 3 (tiga) set gambar cetak birunya. Gambar as built drawing ini lengkap untuk seluruh instalasi terpasang pada proyek ini. membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik. Ciptanusa Buana Sentosa . 2. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi. PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN Penanggung jawab instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada di lapangan. 1. Jumlah material masuk/ditolak Keadaan cuaca Pekerjaan tambah/kurang Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditanda tangani oleh Project Manager harus diserahkan kepada MK/Direksi Pengawas untuk diketahui/disetujui. Laporan Pengetesan Pemborong instalasi ini harus menyerahkan kepada MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai hal-hal sebagai berikut : Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi Hasil pengetesan peralatan Hasil pengetesan kabel. dan lain sebagainya. yang bertindak sebagai wakil dari pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. harus tercantum : Nama Pemilik Judul gambar/dan bagian dari bangunan Nomor gambar Nomor lembar gambar dan jumlah lembar gambar Tanggal 1.

.10. Brosur-brosur peralatan dan kontrol yang berisi antara lain : q Brosur Teknis q Maintenance Manual q Operator Manual q Elektrikal wiring/kontrol c. Pemborong harus menyerahkan dokumen lengkap pada saat serah terima pekerjaan pertama berupa : a. Pembobokan tembok. Pemborong instalasi ini diwajibkan memperbaiki dan melaksanakan bagian-bagian pekerjaan yang tidak sempurna. Ciptanusa Buana Sentosa 1. Pelaksanaan Instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.11. bila terjadi kerusakan atau kegagalan pekerjaan instalasi. Selama masa pemeliharaan ini. 2.12.13. dan lain-lainnya harus mendapat instruksi dari pemilik secara tertulis sebelum dilaksanakan. Semua point a s/d f harus dibundel dalam satu bundel dan diserahkan sebanyak 3 (tiga) sets. 1. d. As built drawing b. IJIN – IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab pemborong. Pembobokan/pengelasan/pengeboran tersebut diatas baru dapat dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari pihak pemilik secara tertulis. Pemborong wajib mengganti atau memperbaiki kerusakan atas biaya sendiri. PEMBOBOKAN.14. Dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh MK/Direksi Pengawas secara tertulis. harus dikonsultasikan dengan MK/Direksi Pengawas. 1. lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini. GARANSI Semua peralatan. Spare part dan tools. Selama masa pemeliharaan ini. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab pemborong sepenuhnya.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Pemborong instalasi ini harus menyerahakan setiap gambar perubahan yang ada kepada pihak MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga). Data test report e. 4. PENGELASAN DAN PENGEBORAN 1. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama enam bulan terhitung sejak saat penyerahan pertama. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN 1. baik yang belum atau yang sudah diperingatkan sebelumnya tanpa adanya tambahan biaya. Perubahan material. Sejak penyerahan pertama tersebut sampai masa garansi berakahir.9. maka motor tersebut harus diganti dengan yang baru dan tidak boleh wiringnya digulung baru. Sertifikat jaminan peralatan dan instalasi f. 2. 1. PENAMBAHAN/PENGURANGAN/PERUBAHAN INSTALASI 1.107 PT. 2. 3. Bila terdapat kerusakan pada peralatan sehingga perlu diperbaiki atau diganti maka garansi tetap berlaku semenjak penggantian atau perbaikan tersebut. Bila terjadi kerusakan pada peralatan utama (mis : motor terbakar ). 1. 3. harus dikembalikan ke kondisi semula dan menjadi lingkup pekerjaan instalasi ini. Nama-nama supplier peralatan dan kontrol yang terlibat dalam proyek ini lengkap dengan alamat dan nomor telepon. bahan dan mutu hasil pekerjaan harus digaransi selama minimum 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal penyerahan pertama. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS 3 .

Bila tidak. 6. Yang menjadi lingkup pekerjaan dari Pemborong Instalasi Lift/Elevator adalah sebagai berikut: 1. 3. Menyerahkan gambar-gambar. 5. pemasangan. pengaturan dan pengujian Lift/Elevator. 2. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. panel-panel. Pengadaaan dan pemasangan semua material. dan instalasinya yang terpasang selama 1 (satu) tahun sejak serah terima pertama. apabila ada permintaan dari pihak MK/Direksi Pengawas/Pemberi Tugas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK 1.108 PT. Memberikan garansi terhadap mesin/peralatan. Ciptanusa Buana Sentosa . Pemborong pekerjaan instalasi Lift/Elevator harus melakukan pengadaan. 2. 2. Pemborong agar menawarkan peralatan yang sesuai untuk digunakan dengan ketentuanketentuan pada spesifikasi ini. 2. Pemeriksaan khusus dalam waktu pemeliharaan harus dilaksanakan oleh pemborong instalasi ini.2. Seluruh peralatan yang direncanakan dalam instalasi ini adalah untuk bekerja pada frekwensi 50 Hz 2 Hz dan tegangan 220/380 Volt 10 % LINGKUP PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT UMUM Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar terlampir. peralatan utama serta perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pemasangan instalasi ini sesuai dengan jumlah Lift/Elevator yang tergambar ataupun terurai dalam spesifikasi teknis sehingga didapatkan suatu instalasi yang baik dan sempurna dalam pemasangannya. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pemborong instalasi secara periodik dan minimum 1 kali tiap minggu. Pengadaan. pemasangan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. pemasangan. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik. 3 .1. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang ditawarkan/dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan maka pemborong wajib memberitahukan hal tersebut merupakan kewajiban pemborong untuk melengkapi peralatan tersebut sehingga sempurna. LINGKUP PEKERJAAN PEMBORONG 2. lengkap dengan kontrol dan accessoriesnya. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. Garis besar lingkup pekerjaan instalasi Lift/Elevator yang dimaksud adalah sebgai berikut : 1. maka perbaikan dapat diberikan kepada orang lain dengan beban biaya ditanggung oleh Pemborong. Pengadaan. Teknisi pelaksanaan pekerjaan ini harus sudah tiba di lapangan dalam waktu 1x24 jam sejak waktu dipanggil. pengaturan dan pengujian serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. Pengadaan. 4. 2.15. pemasangan semua pekerjaan sipil yang diperlukan dari instalasi Lift/Elevator ini. 3. 3. peralatan control dan lain-lain bagi instalasi ini. sehingga pada waktu serah terima pertama instalasi tersebut harus sudah dapat dipergunakan oleh pemilik. Pekerjaan Instalasi Listrik yang termasuk pekerjaan ini adalah sistem instalasi listrik secara lengkap sehingga instalasi ini dapat berjalan dengan baik dan aman. URAIAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan Elevator sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana dan spesifikasi. 1.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2. 3. 4. 5.

6.

Penyediaan dan pemasangan serta penambahan semua profil baja untuk tumpuan/pengikat guide rail pada sisi kereta, dan profil baja yang diperlukan untuk dudukan traction machine ( semua profil baja harus dicat anti karat ). Mengadakan testing dan commissioning lengkap dengan pengadaan peralatan serta perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan tersebut. Training meliputi operation, maintenance sampai dengan trouble shooting untuk tenaga-tenaga yang ditunjuk oleh pemilik. Pengadaan dokumen yang diperlukan sebanyak 3 (tiga) set yang terdiri dari antara lain : Operation manual Maintenance manual Daftar suku cadang yang perlu disediakan Gambar as built drawing Semua electronic dan electric wiring dll. Semua pengurusan izin-izin dari pihak yang berwenang sehubungan dengan pemasangan instalasi ini dan yang menyangkut biaya pengurusannya sudah harus termasuk dalam penawaran pekerjaan ini .

3.1.

DATA KERETA LIFT/ELEVATOR 1. Rangka kereta Elevator Terbuat atas profil baja yang dicat anti karat. Pada rangka ini terdapat paling sedikit empat buah sliding type guide shoes, dimana dua buah terletak pada bagian atas kereta dan yang lain pada bagian bawah kereta tepat di Guide Rail. Gide Shoes yang dipakai adalah tipe Roller Setiap guide shoes harus dilengkapi dengan sistem pelumas sendiri ( self lubrication ) untuk mencegah cepatnya ke-ausan. Pada rangka bagian bawah yang merupakan tempat tumpuan lantai kereta, harus terdapat bantalan karet. Lantai Kereta Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat dan dilapisi dengan heavy duty tile, warna ditentukan kemudian. Bagian bawahnya dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. Ukuran dan kekuatan dari lantai ini harus sesuai dengan kapasitas angkut elevator Dinding Kereta Elevator Dinding dalam konstruksinya harus sedemikan rupa sehingga mudah dipasang atau dilepas, sehingga memudahkan dalam perakitan di lapangan. Pada bagian luarnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. Langit-langit Kereta Lift/Elevator Ketinggian langit-langit kereta ini tidak berkurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. Terdapat lampu untuk penerangan normal dan untuk penerangan darurat dengan sumber daya dari batere tipe NI-CAD dry cell lengkap dengan automatic chargernya. Jenis lampu disesuaikan dengan interior yang dipilih oleh Architect, kecuali belum ditentukan, maka dapat digunakan sebagai acuan adalah type Flourescent ligthting circular milky white acrylic cover ( khusus untuk lift penumpang ), atau 2 buah flourescent (TL) 2x20 watt dengan milky white acrylic cover. Terdapat exhaust Grille dengan Exhaust Fan yang diletakkan diatas kereta. Pada bagian atas harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara.
3 - 109

2.

3.

4.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

5.

Pintu Kereta Lift/Elevator Terdiri atas dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti tergambar untuk lift dengan type Single Door. Terdiri atas masing-masing dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti pada gambar untuk lift dengan type Through Door. Penggerak pintu kereta adalah motor listrik yang dilengkapi alat pengukur kecepatan. Pada bagian dalamnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara Indikator Kereta Lift/Elevator Terletak diatas pintu kereta yang dilengkapi dengan penunjuk arah perjalanan kereta, indicator posisi sangkar elevator dengan tipe digital disertai bunyi bel. Car Operating Panel Terbuat dari stainless steel plate finish Push button yang dipakai merupakan soft touch button yang menyala bila tersentuh. Untuk Lift dengan type Trough Door setiap bagian dari pintu lift dilengkapi dengan Car Operating Panel. Terdiri atas peralatan sebagai berikut : ∗ Push button untuk setiap lantai ∗ Push button untuk membuka pintu kereta ∗ Push button untuk menutup pintu kerete ∗ Push button untuk emergency stop ∗ On-Off switch untuk independent operation ∗ Key switch untuk independet operation ∗ Lampu tanda kelebihan penumpang yang dilengkapi dengan buzzer ∗ Plat nama dari pabrik pembuat lift ∗ Tulisan kapasitas lift penumpang Pintu Lift dan Pintu Shaft Lift harus dilengkapi dengan sistem pintu yang bekerja secara otomatis. Pintu harus mempunyai mekanisme kerja membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. Pintu kereta dan pintu shaft harus membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. Pada saat lift bergerak, pintu kereta tidak bolah dapat dibuka dari dalam kabin, meskipun tombol pembuka pintu ditekan. Pada saat lift bergerak, motor listrik penggerak pintu harus memberikan torsi yang cukup kuat pada daun pintu, untuk mencegah pintu dibuka secara paksa dari dalam kabin. Pada saat tidak ada sumber daya listrik, pintu-pintu harus dapat dibuka secara paksa dengan tangan dari dalam kabin dan dari luar shaft. Setiap pintu shaft harus dilengkapi dengan suatu sistem interlock jenis electro mechanical, yang mencegah pintu dibuka secara paksa, kecuali dengan kunci khusus yang disediakan untuk melepas sistem interlock tersebut. Sistem interlock electro mechanical pada pintu shaft tersebut harus dapat dibuka dari kabin, pada saat lift berhenti pada suatu lantai. Sistem interlock harus dibuat sedemikian sehinggaa dapat dilepas dari dalam kabin, pada saat tidak ada sumber daya listrik. Semua peralatan interlock dan kunci dari pintu kereta dan pintu shaft harus dapat diperiksa, ditest dan diganti bagian-bagiannya, apabila rusak. Semua pintu lift harus dilengkapi dengan kontak-kontak listrik yang mencegah lift bergerak kecuali apabila pintu-pintu telah tertutup rapat. Kontak-kontak ini harus
3 - 110

6.

7.

8.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dicapai oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Untuk lift tertentu pintu lift dilengkapi dengan kaca. Pintu lift harus dilengkapi dengan “safety edge” yang terpasang dari ujung atas sampai ujung bawah panel pintu. Apabila peralatan ini menyentuh orang atau benda pada saat pintu sedang menutup, maka pintu kereta dan pintu shaft secara otomatis harus kembali pada posisi membuka penuh. Pintu baru akan menutup kembali secara otomatis, setelah melampaui waktu yang ditentukan. 3.2. DATA PERALATAN DI SHAFT 1. Magnetitic Landing Device Untuk memberhentikan kereta elevator pada setiap lantai yang dituju dengan toleransi maksimum sebesar 5 mm dari level lantai yang bersangkutan. Landing Door Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu keretanya Dilengkapi dengan narrow jamb Terbuat dari stainless steel Harus dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara electric dan mekanis serta dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weight closer. Door Sills dan Toe Guards Terletak dibawah pintu, terbuat dari Extruded aluminium natural control, yang didudukkan pada beton yang telah disediakan. Hall Button Hanya ada satu buah disetiap lantai ∗ Untuk lantai yang paling bawah hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah atas. ∗ Untuk lantai yang paling atas hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah bawah. ∗ Untuk lantai yang lainnya terdapat dua buah push button untuk operasi ke arah atas bawah. Push button merupakan soft touch button yang menyala bila ditekan. Car Position Indicator Terdapat diatas pintu setiap lantai dengan tipe Digital. Harus dilengkapi dengan Hall Lantern dan gong yang hanya menyala dan berbunyi pada saat kedatangan kereta. Buffer Buffer yang dipakai harus dari jenis oil buffer dimana pada bagian atasnya diberikan karet setebal 5 mm. Untuk setiap elevator minimum dipergunakan empat buah buffer dimana dua buah untuk car buffer dan yang lain untuk counter weight buffer. Buffer ini ditempatkan di atas suatu dudukan beton yang disediakan sendiri oleh pemborong pekerjaan lift (tidak boleh di angkur langsung ke lantai beton struktur yang ada). Guide Rail Pemborong pekerjaan Lift agar memberikan data-data untuk Rail, bracket dan peralatannya sebagai contohnya adalah sebagai berikut :
3 - 111
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Setiap sepatu penuntun harus bergerak pada permukaan rel penuntun dengan halus.5” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. Rope tensioning berupa pulley yang diberikan beban. konstruksi dari rail harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dari pabrik. Ciptanusa Buana Sentosa . diletakkan di pit dan dilengkapi dengan safety switch. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut 5/8”.112 PT. 3. ketinggian dan berat nominal. Rem Rem harus menggunakan sistem arus listrik. Sepatu rem harus bekerja tanpa menimbulkan suara keras. Semua rem harus dirancangkan untuk dapat bekerja pada kapasitas normal dan sanggup memegang dan memberhentikan lift pada kondisi yang paling berat/sukar. ketinggian dan berat nominal sesuai standart kapasitas. Rail harus dilapis dengan suatu bahan anti karat dan pemegang rail harus dicat anti karat. 10. DATA MESIN PENGGERAK 3 . 9.3. Counter Weight Rangka counter weight terbuat dari profil baja. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. Rangka counter weight harus dicat anti karat dan isinya dilapis dengan suatu bahan anti karat. Kontraktor Lift harus menyediakan satu alat yang gunanya khusus untuk melepas rem secara manual setelah kereta lift berhenti secara darurat. ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. Sirkuit sistem kontrol rem harus saling mengunci (interlock) secara elektris dengan sirkuit kontrol motor traksi dan harus direncanakan dan diatur sehingga rem hanya bekerja untuk memegang kabin lift pada saat lift telah berhenti di suatu lantai dan rem tidak digunakan untuk memberhentikan lift. yang terbuat dari besi cor. Sepatu Penuntun ( Guide Shoes ) Sepatu penuntun harus berbentuk roda atau bentuk lain yang sesuai dengan standart pabrik dan terikat secara kuat pada bagian atas dan bawah dari kereta lift dan counter weigth. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut ¾”. sesuai standart kapasitas. Isi counter weight adalah sebesar Kereta Elevator ditambah dengan 50 % dari kapasitas beban (balancing 50%). ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal 1” dan panjangnya 14. 8. Untuk Counter Weight ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. Campensating Terdiri dari rope yang terbuat dari kawat baja dengan inti kawat baja yang dilengkapi dengan rope tensioning.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Untuk Kereta Lift/Elevator. 11. Selain ketentuan tersebut diatas. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal ½” dan panjangnya 12” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya.

Pengaman terhadap kelebihan perjalanan. 3. Ciptanusa Buana Sentosa . 2. Sertifikat kawat penggantung harus diserahkan kepada pemilik sebelum pelaksanaan. Pemindahan rangkaian dari jaringan listrik PLN ke Diesel Emergency Set dilakukan secara otomatis di panel utama dan pekerjaan ini termasuk tugas Kontraktor Listrik. dimana secara otomatis akan membunyikan buzzer yang diletakkan di car board.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 2. yang sekaligus sebagai kontrol induk yang akan mengendalikan elevator di dalam sistem kontrolnya. apabila terjadi kelebihan kecepatan maka: Centrifugal switch yang ada di speed governor akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. 3. Mesin penggerak ini dilengkapi dengan suatu base frame yang duduk diatas penyangga beton dan ditempatkan di ruang mesin elevator diatas shaft. berupa : Door safety edges sebanyak 2 buah. 3. Pengaman lift pada saat Sumber Daya listrik PLN terputus : Pada saat sumber daya listrik utama dari PLN terputus.4. 3. 2. sistem intercom dan bel alarm harus tetap berfungsi. 4.113 PT. Mesin penggerak kereta elevator terdiri dari motor arus bolak balik 3 phase 380 V dengan toleransi 10 % Volt 50 Hz. Secepatnya setelah menerima daya listrik dari Diesel Generating Set Emergency. Pada saat demikian. 6. Jenis alat kontrol yang harus dipakai adalah CV – GEAR LESS. harus ditempatkan bantalan karet sebagai peredam getaran. Pengamanan terhadap kelebihan penumpang.6. 4. maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak. apabila pengaman ini bekerja maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak dan baru dapat dijalankan kembali bila secara manual posisi kereta dikembalikan ke kedudukkan normal. semua lift harus dapat bekerja kembali secara normal. apabila pengamanan ini bekerja. 3. 3 . Safety gear sebanyak empat buah yang terletak dibagian bawah dari pengimbang. kereta lift secara tiba-tiba akan berhenti. KONTROL SISTEM Setiap elevator harus mempunyai sebuah panel kontrol untuk mengoperasikan kereta Elevator. dengan mendapat sumber daya dari batere. Pengaman terhadap kelebihan kecepatan. 5. dimana pada waktu mesin bekerja defleksi dari karet tersebut tidak boleh lebih besar dari 3 mm. Panel kontrol lift ini harus bisa dihubungkan dengan card reader dari system Access Control. Ketinggian langit-langit kereta ini tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. dan Level 10 cm di atas level lantai teratas. lampu darurat didalam kereta harus menyala secara otomatis. Pembatasan yang ada yaitu : Level 6 cm di bawah level lantai terbawah. SAFETY DEVICE 1.5. Pengaman terhadap ketegangan rope. Pengaman pada pintu kereta elevator. Antara base frame dan penyangga. akan bekerja bila tersentuh. ROPE 1. Berat dan kereta akan mengadakan pengereman di rail dan micro switch yang ada disana akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. 3. Diameter minimum dari rope yang dipakai disesuaikan dengan kapasitas lift secara standart. Rope yang dipakai adalah kawat baja dengan inti kawat baja. Sistem pemasangan rope adalah 2 : 1 dimana ujung dari pada rope dipasangkan pada rope end (detch and Hitch) yang terletak pada suatu profil baja dengan dilapisi karet setebal 25 mm dan dilengkapi safetay switch dan per.

7. PANEL KONTROL LIFT 1. Perlu dilengkapi Supervisory panel dengan 3 buah intercom yang diletakkan di Ruang Mesin. Kabel kontrol dari panel kontrol elevator ke setiap bagian yang memerlukannya. Sistem kerja lift akan berubah dari kontrol secara kolektif menjadi tidak kolektif. 7. Sakelar ini harus diberi tulisan yang jelas untuk kedudukan “ON” atau “OFF”. di masing-masing ruang mesin elevator dan di ruang Control Engineering. Untuk selanjutnya pengoperasian lift tersebut hanya dapat dilakukan dari dalam kereta dan lift tidak akan melayani panggilan dari luar kereta/lantai. Dengan mendudukkan sakelar pada posisi Sakelar pada posisi “ON”. 4. 6. Untuk mengoperasikan sakelar tersebut tidak boleh menggunakan kunci dan harus diletakkan didalam kotak besi yang mempunyai panel depan terbuat dari stainless steel hairline finish dan tutup kaca yang mudah dipecahkan. dengan cabang pada masing-masing kereta. 6. Box panel harus terbuat dari plat baja tebal 2 mm dengan rangka penguat dan dicat anti karat. Penarikan kabel untuk paging system yang langsung dikontrol/dihubungkan dengan paging sentral oleh Kontraktor sound system. Panel daya (tebal 2 mm ) untuk masing-masing lift beserta kabel feeder dari panel daya ke panel kontrol elevator. 4. 3. Ruang Maintenance dan Ruang Security.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Bila sumber listrik utama dari PLN telah terhubung kembali maka rangkaian akan dipindahkan ke keadaan semula pada panel utama listrik di lantai Basement. 2. Intercom dengan master station. 5. Panel kontrol ini adalah dari jenis free standing close type dengan lubang ventilasi secukupnya. Panel kontrol akan diletakkan di atas suatu dudukan beton ringan yang akan disediakan oleh pemborong lift dan harus dilapisi karet setebal 5 mm dan hanya dapat dilayani dari depan. Didalam operasinya setiap cabang dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil setiap cabang.8. Lampu dan switch di pit elevator. lift secara otomatis akan bergerak turun ke lantai dasar. tanpa berhenti di lantai-lantai lain. lift akan berhenti sesaat dan secepatnya setelah mendapatkan aliran listrik. Earth Quick Protection.7. maka lift akan bekerja secara normal kembali. Semua kabel yang masuk atau keluar panel ini harus dilengkapi dengan cable gland. Penambahan batere tipe NI – CAD dry cell lengkap dengan Automatik Charger. Pengaman Bila Terjadi Kebakaran Di lantai Dasar harus disediakan dan dipasang Sakelar khusus untuk petuga-petugas pemadam kebakaran dengan tulisan dalam Bahasa Indonesia “SAKELAR KEBAKARAN”. 3. 2. Alat kontrol harus dilengkapi dengan suatu alat pencegah interferensi dengan gelombang pemancar yang ada. Semua komponen kontrol harus dapat bekerja dengan baik pada temperatur maksimum 40 oC dan RH maksimum 95 %. Penyediaan kabel FRC/MICC untuk fire lift oleh kontraktor listrik. 7. Lengkapi dengan peralatan ALD ( Automatic Landing Device ).114 3. 3. 3 . maka lift akan bekerja sebagai berikut : Semua panggilan lift dan permintaan lantai akan dibatalkan. Setelah membuka pintu di lantai dasar dan melepas penumpang-penumpangnya. PT. Pada saat pemindahan tersebut. INSTALASI LISTRIK Pekerjaan instalasi listrik yang termasuk lingkup kerja dari pemborong instalasi ini adalah: 1. 5. diatas dan dibawah kereta lift. Tanpa melihat arah geraknya. lift akan berhenti bekerja. dan tidak ada panggilan atau permintaan baru terdaftar. Ciptanusa Buana Sentosa .

9. 3 phase. 220/380V. Ciptanusa Buana Sentosa . 220V. Continous test : 1 x 24 jam LAIN . 50 Hz BS.1. 4.1. Testing Comissioning.1.2) Jumlah Lift Fungsi Tipe Lift Kapasitas Kecepatan Penggerak Kontrol Lantai yang dilayani Tipe Pintu Sumber Tenaga (V/Hz) Sumber Penerangan (V/Hz) Application Codes Matrials & Wirings Sistem Penomoran KETENTUAN DIMENSI Ukuran Kereta Elevator Ukuran Bukaan Pintu (mm) Ukuran Hoistway (mm) Kedalam Pit (mm) Tinggi Overhead (mm) Ukuran R. ANSI code A17. Variable Freq) Seperti pada gambar Center Opening Automatic Doors AC 7.LAIN DATA LIFT DATA LIFT PENUMPANG (LF-PK.Mesin Elevator ENTRANCE DESIGN Model Entrance Landing Doors Landing Sills SIGNAL FIXTURES Dalam Kereta Lift Face plate of car Hall Car position and direction Indicator Car operating Panel Pengaman ujung pintu : NARROW JAMB with Painted Powder Coating : Painted : Extruded hard alumunium : : : : : : Disesuaikan dengan masing-masing produk 800 mm Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) : : : : : : : : : : : : : 2 Unit Lift Penumpang Type Standard Passenger Passenger Lift 680 Kg ( 10 Orang ) 60 mpm AC – VVVF (Variable Voltage.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8. JIS BS.115 PT. KELENGKAPAN LIFT 3 . JIS Ditentukan kemudian : Stainless steel hair line position indikator operating Panel : Standard type heavy duty Dot type/stainless steel hairline finish Faceplate : Soft touch button : Door safety edge Entrance Hall Car Positioan Indicator : Push Button Hall Lantern : Vertical circular type setiap lantai Arrival gong : setiap lantai Face plate of signal : Stainless steel Face plate of signal : Stainless steel 4. 11% dari kapasitas beban kereta lift. 4. 50 Hz AC 1 phase.1 & LF-PK. ANSI code A17. Masa jaminan seluruh peralatan adalah 1 tahun.5 Kw.2.

Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah. Pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan.116 PT. Ciptanusa Buana Sentosa . Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis. NO.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Eemergency car lighting with automatic Charger Interphone system and Emergency Paging System Overload Protection Divice Electric Fan ARD (Automatic Rescue Device) Arrival gong Auxiliary car Operating Panel Single phasing protection Manhole (car) Switch Pit switch Maintenance switch (di dalam & di luar car) Nuisance Call Cancellation (untuk menghapus panggilan semu. Mitsubitshi 3 . berdasarkan proteksi dari beban) Non reverse phase sequence protection Lampu di atas dan di bawah car lift berikut kawat pengaman & stop kontak Emergency alarm Rope ditandai untuk tanda di lantai mana car berada PRODUK INSTALASI TRANSPORTASI DALAM GEDUNG Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. 1. PERALATAN Elevator / Lift MERK / PEMBUAT Sigma.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful