SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

NO

URAIAN

HAL

3.1

SYARAT-SYARAT UMUM SISTEM INSTALASI PLAMBING

3-8

3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7

PEKERJAAN PLAMBING PEKERJAAN PERPIPAAN PEKERJAAN SISTEM AIR BERSIH PEKERJAAN SISTEM AIR LIMBAH PEKERJAAN SISTEM TATA UDARA PEKERJAAN SISTEM PEMADAMAN KEBAKARAN SISTEM INSTALASI ELEKTRIKAL

3-15 3-16 3-25 3-32 3-36 3-53

4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9

PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT PEKERJAAN PENANGKAL PETIR PEKERJAAN DIESEL GENERATING SET PEKERJAAN FIRE ALARM PEKERJAAN TATA SUARA PEKERJAAN TELEPON PEKERJAAN MASTER ANTENE PEKERJAAN CCTV

3-61 3-37 3-74 3-82 3-87 3-89 3-92 3-93 3-96

PEKERJAAN LAN PEKERJAAN TRANPORTASI VERTIKAL

5.1 5.1

PERATURAN UMUM PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT

3-104 3-108

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

PERSYARATAN TEKNIS UMUM
1.1. UMUM Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila ada klausul dari persyaratan ini yang dituliskan kembali dalam persyaratan teknis ini, berarti menuntut perhatian khusus pada klausul-klausul tersebut dan bukan berarti menghilangkan klausulklausul lainnya dari syarat-syarat umum. 1.2. PERATURAN DAN ACUAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi atau mengacu kepada Peraturan Daerah maupun Nasional, Keputusan Menteri, Assosiasi Profesi Internasional, Standar Nasional maupun Internasional yang terkait. Pelaksana Pekerjaan dianggap sudah mengenal dengan baik standard dan acuan nasional maupun internasional dari Amerika dan Australia dalam spesifikasi ini. Adapun standar atau acuan yang dipakai, tetapi tidak terbatas, antara lain seperti dibawah ini : 1.2.1. Listrik Arus Kuat (L.A.K) • SNI-04-0227-1994 tentang Tegangan Standar. • SNI-04-0255-200 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik. • SNI-03-7015-2004 tentang Sistem Proteksi Petir pada Bangunan. • SNI-03-6197-2000 tentang Konversi Energi Sistem Pencahayaan. • SNI-03-6574-2001 tentang Tata Cara Perancangan PencahayaanDarurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan. • SNI-03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan. • SNI-03-7018-2004 tentang Sistem Pasokan Daya darurat Listrik Arus Lemah (L.A.L) • SNI-03-3985-2000 tentang Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran. • KepMen PU 10/KPTS/2000 tg. 1-03-2000 tentang Ketentuan Teknis Pengaman Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. • UU No. 32/1999 tentang Telekomunikasi dgn PP No. 52/2000 tentang Telekomunikasi Indonesia. • Wolsey, Planning for TV Distribution System • Wisi, CATV System Refference • Sony, CATV Equipment • National, Cable Master Antenna System • AVE, VOE, PI, UIL Plambing
• • • • •

1.2.2.

1.2.3.

Peraturan Daerah (PERDA) setempat Peraturan-peraturan Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum Perencanaan & Pemeliharaan Sistem Plambing, Soufyan Nurbambang & Morimura. Pedoman Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 atau edisi terakhir. SNI 03-6481-2000 atau edisi terakhir tentang Sistem Plambing

1.2.4.

Pemadam Kebakaran • SNI-03-1745-2000 tentang Pipa tegak dan Slang. • SNI-03-3989-2000 tentang Sprinkler Otomatik. • Perda Pemda setempat • Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dalam Wilayah Setempat • Departemen Pekerjaan Umum, Skep Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
3-8

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • •

LITERATURE DAN / ATAU REFERENCE National Fire Codes : NFPA-10, Standard for Portable Fire Extinguisher NFPA-13, Standard for The Installation Sprinkler Systems NFPA-14, Standard for The Installation Standpipe and Hose Systems NFPA-20, Standard for The Installation Centrifugal Fire Pumps Mc. Guiness, Stein & Reynolds Mechanical & Electrical for Buildings

1.2.5.

Tata Udara Gedung (T.U.G) • SNI-03-6390-2000 tentang Konservasi Energi Sistem Tata Udara • SNI-03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. • SNI-03-6571-2001 tentang Sistem Pengendalian Asap pada Bagunan Gedung. • SNI-03-7012-2004 tentang Sistem Manajemen Asap di dalam MAL, Atrium dan Ruangan Bervolume Besar. • ASHRAE 62-2001 Standard of Ventilation for Acceptable IAQ. • CARRIER, Hand Book of Air Conditioning System Design. • ASHRAE HVAC Design Manual for Hospital and Clinics. • ASHRAE Handbook Series Transportasi Dalam Gedung (T.D.G) • SNI-03-2190-1999 Kostruksi Lift Penumpang dengan Motor Traksi • SNI-03-6248-2000 Konstrusi Eskalator. • Peraturan Depnaker tentang Lift Listrik, Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. • Strakosch, Vertical Transfortation. • Gina Barney, Elevator Traffic • Luonir Janovsky, Elevator Mechanical Design.

1.2.6.

1.3. GAMBAR-GAMBAR a. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. b. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada, petunjuk instalasi dari pabrik pembuat dan mempertimbangkan juga kemudahan pengoperasian serta pemeliharaannya jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan. c. Gambar-gambar Arsitek, Struktur dan Interior serta Specialis lainnya (bila ada) harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail finishing instalasi. d. Sebelum pekerjaan dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan gambar kerja dan detail, “Shop Drawing” kepada Konsultan Pengawas untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu sebanyak 3 (tiga) set. Dengan mengajukan gambar-gambar tersebut, Pelaksana Pekerjaan dianggap telah mempelajari situasi dari instalasi lain yang berhubungan dengan instalasi ini. Persetujuan tersebut tidak berarti membebaskan Pelaksana Pekerjaan dari kesalahan yang mungkin terjadi dan dari tanggung jawab atas pemenuhan kontrak. e. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus membuat gambar-gambar terinstalasi, “As-built Drawings” disertai dengan Operating Instruction, Technical and Maintenance Manual, harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas pada saat penyerahan pertama pekerjaan dalam rangkap 5 (lima) terdiri dari atas 1 (satu) asli kalkir berikut diskettenya dan 4 (empat) cetak biru dan dijilid serta dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A0 atau A1 atau disebutkan lain dalam proyek ini. As-built Drawing ini harus benar-benar menunjukkan secara detail seluruh instalasi M & E yang ada termasuk dimensi perletakan dan lokasi peralatan, gambar kerja bengkel, nomor seri, tipe peralatan dan informasi lainnya sehingga jelas.
3-9
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

f.

Operating Instruction, Technical and Maintenance Manuals harus cetakan asli (original) berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebanyak 5 (lima) set dan dijilid dan dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A4.

1.4. KOORDINASI Pelaksana Pekerjaan instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan Pelaksana Pekerjaan lainnya, agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan a. Koordinasi yang baik perlu ada agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajuan instalasi lain. b. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini tidak mengindahkan koordinasi dari Konsultan Pengawas, sehingga menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibat menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan ini. 1.5. RAPAT KOORDINASI LAPANGAN Wakil Pelaksana Pekerjaan harus selalu hadir dalam setiap rapat koordinasi proyek yang diatur oleh Konsultan Pengawas. Peserta rapat koordinasi harus mengetahui situasi dan kondisi lapangan serta bisa memberi keputusan terhadap sebagian masalah. 1.6. PERALATAN DAN MATERiAL Semua peralatan dan bahan harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan, sesuai dengan spesifikasi yang diuraikan, maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. 1.6.1. Persetujuan Peralatan dan Material 1. Dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah menerima Surat Perintah Kerja (SPK), dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan maupun material, Pelaksana Pekerjaan diharuskan menyerahkan daftar dari material-material yang akan digunakan. Daftar ini harus dibuat rangkap 4 (empat) yang didalamnya tercantum nama-nama dan alamat manufacture, catalog dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana antara lain : - Manufacturer Data Meliputi brosur-brosur, spesifikasi dan informasi-informasi yang tercetak jelas cukup detail sehubungan dengan pemenuhan spesifikasi. - Performance Data Data-data kemampuan dari unit yang terbaca dari suatu table atau kurva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menyeleksi peralatanperalatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. - Quality Assurance Suatu pembuktian dari pabrik pembuat atau distributor utama terhadap kualitas dari unit berupa produk dari unit ini sudah diproduksi beberapa tahun, telah dipasang di beberapa lokasi dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. 2. Persetujuan oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas akan diberikan atas dasar atau sesuai dengan ketentuan diatas. Contoh Peralatan dan Material 1. Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan dipasang kepada Konsultan Pengawas paling lama 2 (dua) minggu setelah daftar material disetujui. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan.

1.6.2.

3 - 10
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2.

Konsultan Pengawas tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang tidak berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh / dokumen ini.

1.6.3.

Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama harus diproduksi pabrik (bermerk), sehingga memberikan kemungkinan saling dapat dipertukarkan. Penggantian Peralatan dan Material 1. Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender sudah memenuhi spesifikasi, walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkinan ada peralatan dan bahan belum memenuhi spesifikasi, tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pelaksana Pekerjaan pelaksana pekerjaan. 2. Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi, karena suatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti, maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik ( equal or better ) yang disetujui. 3. Bila Konsultan Pengawas membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik, maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pelaksana Pekerjaan. Pengujian dan Penerimaan 1. Khusus peralatan utama, harus ditest dahulu oleh Pemilik dan didampingi Konsultan Perencana di pabrik masing-masing yang sebelumnya sudah ditest oleh pabrik yang bersangkutan dan disetujui untuk dikirim ke lapangan. 2. Semua peralatan-peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini dikirim dan dipasang dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan pengetesan dengan baik, Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan - peralatan yang terpasang, dan jika sudah ditest dan memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari kontrak, maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan berdasarkan Berita Acara oleh Konsultan Pengawas. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan / material, sistem dan lain-lain oleh Pelaksana Pekerjaan, Pemilik dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya.

1.6.4.

1.6.5.

1.6.6.

1.7. IJIN-IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 1.7.1. Pelaksanaan pemasangan a. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Yang dimaksud gambar kerja disini adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan, lengkap dengan dimensi peralatan, jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak terhadap dinding, jarak pipa terhadap lantai, dinding dan peralatan, dimensi aksesoris yang dipakai. Konsultan Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. b. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran / kapasitas peralatan (equipment) yang akan dipasang. Apabila terdapat keraguan-keraguan, Pelaksana Pekerjaan harus segera menghubungi Konsultan Pengawas untuk berkonsultasi. c. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas, apabila terjadi kekeliruan maka hal
3 - 11
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

d.

tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atas rekomendasi Konsultan Perencana. Pada beberapa peralatan tertentu ada asumsi yang digunakan konsultan dalam menentukan performnya, asumsi-asumsi ini harus diganti oleh Pelaksana Pekerjaan sesuai actual dari peralatan yang dipilih maupun kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan wajib menghitung kembali performanya dari peralatan tersebut dan memintakan persetujuan kepada Konsultan Pengawas.

1.7.2.

Penambahan / Pengurangan / Perubahan Instalasi 1. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana karena penyesuaian dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. 2. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada kepada Konsultan Pengawas sebanyak rangkap 3 (tiga) set yang akan dikirim oleh Konsultan Pengawas kepada Konsultan Perencana. 3. Perubahan material dan lain-lainnya, harus diajukan oleh Pelaksana Pekerjaan kepada Konsultan Pengawas secara tertulis dan jika terjadi pekerjaan tambah / kurang / perubahan yang ada harus disetujui oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas secara tertulis. Sleeves dan inserts Semua sleeves menembus lantai beton untuk instalasi sistem elektrikal harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Semua inserts beton yang diperlukan untuk memasang peralatan, termasuk inserts untuk penggantung ( hangers ) dan penyangga lainnya harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Pembobokan, Pengelasan dan Pengeboran 1. Pembobokan tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya ke kondisi semula, menjadi lingkup pekerjaan Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. 2. Pembobokan / pengelasan / pengeboran hanya dapat dilaksanakan apabila ada persetujuan dari pihak Konsultan Pengawas secara tertulis. Pengecatan Semua peralatan dan bahan yang dicat, kemudian lecet karena pengangkutan atau pemasangan harus segera ditutup dengan dempul dan dicat dengan warna yang sama, sehingga nampak seperti baru kembali. Penanggung Jawab Pelaksanaan a. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu ada di lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari Pelaksana Pekerjaan dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh Konsultan Pengawas. b. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada ditempat pekerjaan pada saat diperlukan / dikehendaki oleh Konsultan Pengawas.

1.7.3.

1.7.4.

1.7.5.

1.7.6.

1.8. PENGAWASAN a. Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Konsultan Pengawas. b. Konsultan Pengawas harus dapat mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan, bahan dan peralatan. Pelaksana Pekerjaan harus mengadakan fasilitasfasilitas yang diperlukan.

3 - 12
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

b. Laporan Pengetesan 1. Jika diperlukan pengawasan oleh Pengawas harian diluar jam-jam kerja ( 08. Permohonan untuk mengadakan pengawasan tersebut harus dengan surat yang disampaikan kepada Konsultan Pengawas. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan.9. dan hari libur maka segala biaya yang diperlukan untuk hal tersebut menjadi beban Pelaksana Pekerjaan yang perhitungannya disesuaikan dengan peraturan pemerintah. • Hasil pengetesan mesin atau peralatan • Hasil pengetesan kabel • Hasil pengetesan kapasitas aliran udara.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. Ciptanusa Buana Sentosa . b. gudang dan los kerja ini dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemberi tugas / Konsultan Pengawas. 1. 1. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS a. apabila ada permintaan dari pihak Konsultan Pengawas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini.9. KANTOR PELAKSANA PEKERJAAN. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengamatan Konsultan Pengawas adalah tetap menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. LAPORAN-LAPORAN 1. Pemeriksaan khusus dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. Konsultan Pengawas menempatkan petugas-petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan.11. e. 1. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini secara periodik dan tidak kurang dari tiap 2 (dua) minggu. Laporan Harian dan Mingguan 1. tekanan. • Jumlah material masuk / ditolak. d. dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. 3 . penyimpanan barang / bahan serta peralatan kerja dan sebagai area / tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar). kuat arus. Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditandatangani oleh manajer proyek harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk diketahui / disetujui. atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas.2. dll.10. agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi surat perjanjian Pelaksanaaan Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat.00 sampai dengan 16. LOS KERJA DAN GUDANG a. Pembuatan kantor. 2. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Pelaksana Pekerjaan wajib membuat laporan harian dan mingguan yang memberikan gambaran mengenai: • Kegiatan fisik • Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. • Jumlah tenaga kerja dan keahliannya • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah / kurang • Prestasi rencana dan yang terpasang 2. tegangan.9. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 ( tiga ) mengenai hal-hal sebagai berikut : • Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi. 1.13 PT. Pelaksana Pekerjaan diharuskan untuk membuat kantor. Ditempat pekerjaan.1.00 ).

maka Pelaksana Pekerjaan diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. Peralatan dan sistem instalasi ini harus digaransi selama 1 (satu) tahun terhitung sejak saat penyerahan pertama. Penjagaan a.11. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak saat penyerahan pertama. harus selalu dalam keadaan bersih. dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. Pelaksana Pekerjaan wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. 1. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. Air kerja a. 1. maka yang terakhir ini yang akan berlaku. b. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. 1.13. Semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan termasuk daya listrik untuk testing. TESTING DAN COMMISSIONING a. Penerangan dan Sumber Daya / listrik kerja a. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). kantor.12.11. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. b.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 1.3. bila Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas menentukan lain. b. gudang. los kerja.14 PT. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja ( gudang lapangan ) b. Kebersihan dan Ketertiban a. b. 1. c. Apabila menggunakan sumber air yang sudah ada (eksisting) harus dilengkapi dengan meter air.11. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departement yang bersangkutan / berwenang (dalam hal ini Polisi dan Department Tenaga Kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ciptanusa Buana Sentosa . Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga /daya kerja harus diusahakan oleh Pelaksana Pekerjaan.14. harus dilengkapi dengan KWh meter dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus melakukan semua testing dan commissioning yang dianggap perlu untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang diminta. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. harus diberi penerangan yang cukup. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. Semua kebutuhan air yang diperlukan dalam setiap bagian pekerjaan dan sebagainya harus disediakan oleh pihak Pelaksana Pekerjaan. Bila menggunakan daya listrik dari bangunan existing. 1. Pada kantor. b.2. 3 . Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Penimbunan / penyimpanan barang. peralatan.4. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN a. sesuai dengan prosedur testing dan commissioning dari pabrik pembuat dan instansi yang berwenang b.11. menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.1.

g. maka pabrik pembuat bertanggung jawab terhadap peralatan yang diserahkan. Bila peralatan mengalami kegagalan dalam pengetesan-pengetesan yang disyaratkan didalam spesifikasi teknis ini. Selama masa pemeliharaan. Daftar komponen tersebut diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas masing-masing 1 (satu) set. maka Konsultan Pengawas berhak menyerahkan perbaikan / penggantian / penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. apabila Pelaksana Pekerjaan instalasi tidak melaksanakan teguran dari Konsultan Pengawas atas perbaikan / penggantian / penyetelan yang diperlukan. untuk seluruh instalasi ini Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengatasi segala kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya. Pelaksana Pekerjaan harus menyelenggarakan semacam pendidikan dan latihan serta petunjuk praktis operasi kepada orang yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan perawatan lengkap dengan 3 copies buku Operating Maintenance. f. Repair Manual dan As-built drawing. ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI MEKANIKAL 2. Technical dan Maintenance Manuals rangkap 5 (lima) terdiri atas 1 (satu) set asli dan 4 (empat) copy telah diserahkan kepada Konsultan Pengawas. e. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti pemeriksaan dengan hasil yang baik yang ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan sepenuhnya. d. GARANSI Setiap sertifikat pengetesan harus diserahkan oleh pabrik pembuatnya. • Semua gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) beserta Operating Instruction. setelah mengalami pengetesan ulang dan sertifikat pengetesan telah diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. i. 1. 1.15 PT. Selama masa pemeliharaan ini. lengkap dengan manualnya. maka Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan daftar komponen / part list seluruh komponen yang akan dipasang dan dilengkapi dengan gambar detail / photo dari masing-masing komponen tersebut. h. Pada waktu unit-unit mesin tiba di lokasi. PEKERJAAN PLAMBING 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . TRAINING Sebelum penyerahan pertama pekerjaan.15. Selama masa pemeliharaan ini. Selama masa pemeliharaan ini. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah : • Berita acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini dalam keadaan baik. sampai peralatan tersebut memenuhi syarat-syarat. segala sesuatunya atas biaya Pelaksana Pekerjaan.16. Pelaksana Pekerjaan instalasi harus melatih petugaspetugas yang ditunjuk oleh Pemilik dalam teori dan praktek sehingga dapat mengenali sistem instalasi dan dapat melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaannya.

atap. pemasangan. 2. 3. Detail denah perpipaan Detail denah perkabelan Detail penempatan sparing. Peralatan Bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta arah dari masing. 3. Uraian Pekerjaan Lingkup pekerjaan secara garis besar sebagai berikut : 1. Gambar Instalasi Terpasang Setiap tahapan penyelesaian pekerjaan. Instalasi Sistem Air Limbah 3. kontraktor akan memberi tanda sesuai jalur terpasang pada Re-Kalkir gambar tender maupun gambar kerja. Sambungan 3.1.1.2. Umum Yang dimaksud disini dengan pekerjaan instalasi mekanikal plambing secara keseluruhan adalah pengadaan. Katup 4. Instalasi Sistem Air Bersih 2.1.1. SISTEM PERPIPAAN SPESIFIKASI PERPIPAAN Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi : 1. Lubang pembersihan 9. terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya. Penggantung dan penumpu 7. Ciptanusa Buana Sentosa . Strainer 5.peralatan bahan. sehingga pada akhir penyelesaian pemasangan sudah tersedia gambar terpasang yang mendekati keadaan sebenarnya. gambar dan bill of quantity. akan menyerahkan gambar kerja antara lain sebagai berikut: Denah tata ruang dan detail pemasangan dari peralatan utama. Detail lain yang diminta oleh Pemberi Tugas. 2.bahan utama dan pembantu serta pengujian. Sleeve 8.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. 3.1. 3 . Galian 10. transportasi. peralatan.3. Pipa 2. sehingga diperoleh instalasi yang lengkap dan baik sesuai dengan spesifikasi. Sambungan fleksibel 6. perlengkapan dan fixtures.1. Pengakhiran 12.3. Seluruh pekerjaan. tembok dll. Instalasi Sistem Pengolahan Air Limbah Gambar Kerja Sebelum kontraktor melaksanakan suatu bagian pekerjaan lapangan.masing sistem pipa.4. 3.2. sleeve yang menembus lantai. Pengecatan 11. 3. 2. Pengujian 13.16 PT. pembuatan.

3 .6.40 PV-10 PV-10 PV-10 PV-5 Spesifikasi Isolasi IA IA IA IA IA IA IA Pipa Header HD/ Pompa dan pipa ABK 10 10 15 GIP IA Air Limbah Luar /AK Catatan IA = tidak diisolasi IB = diisolasi GRV = GRAVITASI Tekanan uji tidak terbatas pada table ini namun juga harus mengacu pada tekanan actual pompa 3.1.5174 PN : PN.2.17 PT.1.10 Sambungan/fitting : Electric Welding. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran. Uji 15 15 20 15 15 15 Rendam Spesifikasi Pipa PN.2.50 15 10 10 10 Tek. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin didalam gedung Tekanan standard 12.2. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik. ONORM B.5 bar. Std. 3.1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3.1. ONORM B. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb. Kerja 10 10 10 5 5 5 Tek. welding joint.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb. Untuk pipa baja dibawah tanah diberi lapisan anti karat densotape dengan ketebalan 2-3 mm. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer. 3.50 12. 3. Type : 3 DIN 16928.10 B. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat. air karat dan stress sebelum. SPESIFIKASI BAHAN PERPIPAAN Daftar Spesifikasi Bahan Perpipaan SISTEM Air dingin Dalam gedung Air dingin Diluar gedung Hidran di luar gedung Air limbah pengaliran gravitasi Air hujan Air limbah gravitasi toilet Vent Kode Sistem AB AB IH/OH ABK AH AK VT Tek.2.10 PN. 3. Type : 3 DIN 16928.100° L-PN. selama dan sesudah pemasangan.4. Bahan 12. Polypropelene Random Copolymer.5174 Temp : 95 . selain disebut diatas harus juga terlindung dari cahaya matahari.5. Ciptanusa Buana Sentosa .

wrought steel Butt weld fitting ANSI B 16.1. Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges. bronze atau strainer A.5174 Temp : 95 . Ciptanusa Buana Sentosa .3. Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius. welding joint.2.BS 21/ ANSI B 2. 3 . Type : 3 DIN 16928.5 bar. 3. Reducer : PVC injection moulded sanitary fitting concentric. sch 40. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb. ASTM A 53.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges.3 class 300 lb. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir.100° L-PN. Dia 40 mm kebawah screwed end Dia 50 mm keatas plain end. Dia 50 mm keatas. Type : 3 DIN 16928. Polypropelene Random Copolymer. 3. ONORM B. Sambungan/fitting : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16.18 PT. Penggunaan : Air Limbah pengaliran gravitasi. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin diluar gedung Tekanan standard 12.9.5174 PN : PN. Tekanan standard 10 bar.screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 300 lb. ONORM B. Spesifikasi PV 10.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah.2.malleable cast Strainer iron body class 300 lb dengan sambungan ulir.screwed end. bronze atau strainer A. welding joint. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer. Dia 50 mm keatas.2.1.5. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 300 lb. Solvent Cement joint type. Dia 50 mm keatas.BS 21/ ANSI B 2.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb. Dia 50 mm keatas.4. Solvent Cement Joint Type. Valves & Strainer : Dia 40 mm kebawah.cast iron body class 300 lb dengan sambungan flanges.BS 21/ ANSI B 2.10 Sambungan/fitting : Electric Welding.1. Spesifikasi B 40 Penggunaan : Hydrant Tekanan Standard 15 bar Uraian Keterangan Pipa : Black steel pipe ERW. 3.

10. Dia 50 mm keatas.Air Limbah Grafitasi Toilet Tekanan Standard 10 bar. Fitting : PVC Injection Moulded pressure fitting. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting.19 PT. Specifikasi PV 10 Penggunaan: .9. wrought steel butt weld fitting ANSI B 16. Screwed Dia 50 mm keatas forged steel RF class 150 lb.7. 3.6. model concentric. Fitting dan sambungan : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting. Reducer : Seperti diatas. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. screwed end. model concentric. Ciptanusa Buana Sentosa . model concentric. Reducer : Seperti diatas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. bronze atau A-metal body class 150 lb dengan sambungan ulir BS 21/ANSI B 2. 3. Welding joint.8.3 class 150 lb. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah Galvanized malleable cast iron RF class 150 lb. 3. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Skedule katup PEMAKAIAN Katup < 40 mm dia Isolasi 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Pengatur 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Searah 50 mm ke atas 3 . Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 5 bar. Spesifikasi PV Penggunaan : Pipa Venting Tekanan standard 5 bar (klas AW).2.2. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type. Spesifikasi PV 10. Penggunaan : Air hujan Tekanan Standard 10 bar. Valve&strainer : Dia 40 mm ke bawah. Solvent Joint type. Dia 50 mm keatas.9. Reducer : Seperti diatas.2. cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges 3. Spesifikasi GIP Penggunaan : Header pada Pompa dan Pipa Air limbah Tekanan standard 10 Bar Uraian Keterangan Pipa : Galvanized Steel pipe BS 1387/1967 class medium. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type.2. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.1.2.

Ciptanusa Buana Sentosa . PERSYARATAN PEMASANGAN Globe Globe Globe Swing check Globe check double swing check disk check “Y” type “Bucket” type Die and flow type Dial type Umum 1. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan.3. kerapihan.O & G Ball Butterfly Gate Diaphargm Butterfly Gate Globe Butterfly Diaphargm Butterfly Globe Steam Globe 50 mm ke atas flanged Katup pengatur (Regulating valve) s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Non return valve s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Strainer Pressure Reducer Pressure Indicator Dial dia 100 mm Note : W = water. Persyaratan jenis peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan di sini adalah sebagai berikut : Fungsi peralatan Katup penutup (stop valve) Ukuran & Joint s/d 40 mm screwed W.1.20 PT. 3 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Air bersih di dalam gedung Air bersih di luar gedung Air panas di dalam gedung Hydrant Drain Gate Gate Gate Gate Gate Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Globe Globe Globe Globe Globe Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Swing Swing Swing Swing Swing Guided membrane Guided membrane Guided membrane Guided membrane Double disc 3. serta memperkecil banyaknya penyilangan. G = Gas. 3. ketinggian yang benar minimum 250 mm dari lantai.2.3. O = Oil. 3.11.

13. 9. balok.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar. . membersihkan semua kotoran. 3. bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam pekerjaan perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan. Di bagian luar bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1 % 8. Di mana pipa-pipa melalui dinding tahan api. reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. harus dibuat dudukan beton pada jarak 2 . Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan. kemudian harus ditambahkan sealant agar kedap air. 17. Kemiringan menurun dari pekerjaan perpipaan air limbah harus seperti berikut. Kedalaman pipa air minum minimum 60 cm di bawah permukaan tanah. 6. Pipa pembuangan dan ven harus disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. Untuk setiap pipa yang menembus dinding harus menggunakan pipa flexible untuk melindungi dari vibrasi akibat terjadinya penurunan struktur gedung. harus dilengkapi dengan water mur atau flens. harus ditutup dengan menggunakan caps atau plugs untuk mencegah masuknya benda-benda lain.100 mm2 atau lebih kecil : 1%-2% b. sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar. Untuk pembuatan vent pembuangan hendaknya dicari titik terendah dan dibuat cekung. Pegangan katup (valve handled) tidak boleh menukik. angkur-angkur pipa dan pengarah-pengarah pipa harus secukupnya disediakan agar pemuaian serta perenggangan terjadi pada alat-alat tersebut. Untuk pipa di dalam tanah pada tanah yang labil. 3 . 16. Katup-katup dan fittings pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh.5 m dan pada belokan-belokan atau fitting-fitting. katup balik dan sebagainya. 7. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun ke arah titik buangan. 15. Pada pemasangan alat-alat pemuaian. Selubung pipa harus disediakan di mana pipa-pipa menembus dinding. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup. Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang. a. kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar. Pekerjaan perpipaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagian penyempitan. 12. 5. lantai. Semua galian. Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal 15-30 cm untuk bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru diurug dengan tanah tanpa batu-batuan atau benda keras yang lain. benda-benda tajam/ runcing serta penghalang lainnya. Sambungan-sambungan fleksibel pada sistem pemipaan harus dipasang sedemikian rupa dan angkur pipa secukupnya harus disediakan guna mencegah tegangan pada pipa atau alat-alat yang dihubungkan oleh gaya yang bekerja ke arah memanjang. pengatur. harus juga termasuk pengurugan serta pemadatan kembali sehingga kembali seperti kondisi semula. Di bagian dalam toilet Garis tengah 50 mm2 . Instalasi pekerjaan pipa jaringan luar diletakkan pada struktur bangunan. Sambungan lengkung. 4. 14. 10.2. 11. tidak kurang dari 50 mm di antara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan. sesuai dengan permintaan & persyaratan pabrik. Ciptanusa Buana Sentosa 2. celah kosong di antara selubung dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rock-wool atau bahan tahan api yang lain. Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik .21 PT. kolom atau langit-langit. Selama pemasangan. Di bagian dalam bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % c.

0 4 ---------------------------------------------------------200 atau lebih 5. Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger. Penunjang atau Penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini : a. Diameter Batang ------------------------------------------------------------------------------------------------Ukuran Pipa Batang -----------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 mm 6 mm 25 mm s/d 50 mm 9 mm 65 mm s/d 150 mm 13 mm 200 mm s/d 300 mm 15 mm 300 mm atau lebih besar dihitung dengan faktor keamanan 5.8 2. 3. Gantungan ganda 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas Penunjang pipa lebih dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap dari 2 kekuatan puncak. Perubahan perubahan arah Titik percabangan. Ciptanusa Buana Sentosa .8 2 ---------------------------------------------------------25 s/d 40 2.0 4 --------------------------------------------------------------------------------------------50 0. maka jarak interval yang dipergunakan harus berdasarkan jarak interval pipa ukuran terkecil yang ada.9 1.0 3 ---------------------------------------------------------Pipa GIP 50 s/d 80 3. Beban-beban terpusat karena katup.9 80 0.5 150 1. harus digunakan 2 buah elbow 45 ° dan dilengkapi dengan clean out serta arah dan jalur aliran agar diberi tanda.22 PT. Setiap perubahan arah aliran untuk perpipaan air kotor yang membentuk sudut 90 °.6 0. 2.3. ----------------------------------------------------------------------------------------------3 . 3.1 --------------------------------------------------------------------------------------------Catatan : Bila dalam suatu kelompok pipa yang terdiri dari bermacam-macam ukuran. b.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18.2 1. brackets atau sadel dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini : --------------------------------------------------------------------------------------------Jenis Pipa Ukuran Pipa Batas Maximum Ruang (mm) ----------------------------Interval Interval Mendatar Tegak (m) (m) --------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 1.2. Penggantung dan Penumpu Pipa 1.2 Pipa PVC 100 1. saringan dan hal-hal lain yang sejenis.0 4 ---------------------------------------------------------100 s/d 150 4. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : a.

kemudian baru ditimbun dengan baik sampai padat. 1.5. Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar. Katup . 3. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak. 5. Sampai 75 mm 20 mm 100 mm s/d 200 mm 40 mm 250 mm atau lebih besar 50 mm Lain-lain.3. Untuk air dingin : Split ring type atau Clevis type. Pemasangan sambungan fleksibel. ukuran katup 20 mm Katup by-pass. Sambungan fleksibel harus disediakan untuk menghilangkan getaran dan menghindari terjadinya retak/patah pipa akibat penurunan tanah dan struktur bangunan. b. penumpu sebelum dicat. 3. 2. Sambungan masuk dan keluar peralatan. c.katup Pengaman harus sumber tekanan. 7. disediakan di tempat-tempat yang dekat dengan 3. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan adukan semen.benda keras/ tajam. 3. Pipa yang melintasi jalan kendaraan. 6. 4.titik rendah.3. 4. NO. Semua pipa dan gantungan. Dibuat blok beton setiap interval 2 meter. 2. Pemasangan Katup-katup. 3 . pada urugan pipa bagian atas harus dilindungi plat beton bertulang setebal 10 cm yang dipasang sedemikian rupa sehingga plat beton tidak bertumpu pada pipa dan tidak mengganggu konstruksi jalan. Katup-katup pengurang tekanan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b.3. Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup. spesifikasi dan untuk bagianbagian berikut ini : a. PT. 5. Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda. Pemasangan Katup-katup Pengaman. Urugan pasir sekeliling dasar pipa dan dipadatkan.3. Pengukur tekanan harus disediakan dan di tempatkan pada lokasi dimana tekanan yang ada perlu diketahui : a. Bentuk gantungan.3. 1. Pemasangan Pengukur Tekanan.7. 5. Ciptanusa Buana Sentosa .6. Pipa yang telah tersambung diletakkan di atas dasar pipa. harus memakai dasar zinchromat dan pengecatan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.3. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik.4. JENIS CAIRAN Air Bersih Air Kotor Air Bekas Air Pemadam Kebakaran Pipa Gas WARNA PIPA Biru Hitam Coklat Merah Kuning Cara pemasangan pipa dalam tanah. 3. 4. Di ruang Mesin UKURAN PIPA UKURAN KATUP 3.23 3.

Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai surat ijin tertulis dari Direksi. c. Pemasangan Ven Udara Otomatis. 2.3. mempergunakan lem yang sesuai dengan jenis pipa. Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fittinglas. serta 3.3. 2.3.8. 3. Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut penilaian Direksi. Katup-katup Pelepasan Tekanan harus disediakan kelebihan tekanan.14.3.3. Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada Direksi contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis. Pemasangan sambungan expansi. 6.13. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari pabrik pipa.11. Setiap pompa d. 6. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b.alat saniter sebagai berikut : Antara Lavatory Faucet dan Supply Valve Pada waste fitting dan Siphon.10. Sambungan yang mudah dibuka Sambungan ini dipergunakan pada alat. Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm. Penyambungan antara pipa dan fitting PVC. 3. Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu.tempat tertinggi dan kantong ditempatkan yang bebas untuk melepaskan udara dari dalam. 2. Ciptanusa Buana Sentosa . 3. Sistem sambungan las hanya berlaku untuk saluran bukan air minum. 3. Ven udara otomatis harus disediakan di tempat.3. Setiap bejana tekan Diameter pengukur tekanan kali tekanan kerja. 3. sesuai rekomendasi dari pabrik pipa. di tempat-tempat yang mungkin timbul 3. Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zink white dengan campuran minyak. Sambungan expansi harus disediakan pada penyambungan antara pipa dari luar bangunan dengan pipa dari dalam bangunan untuk menghindari terjadinya patah ataupun bengkok akibat terjadinya penurunan tanah ataupun struktur bangunan. udara. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer. 5. 3 . Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda.9. 75 dengan pembagian skala ukur maksimum 2 Sambungan ulir 1. 3.12. 5. 4. Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir. Pada sambungan ini kerapatan diperoleh dengan adanya paking dan bukan seal threat. minimum Dia. Kawat las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas.24 PT. maka untuk ini harus dipergunakan alat press khusus. 3. 4.3. Katup-katup pengontrol. Selain itu pemotongan pipa harus menggunakan alat pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa. 3. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting. Sambungan lem 1. Sambungan Las 1. Pemasangan katup-katup Pelepasan Tekanan.

3. c. berlaku untuk umum kecuali untuk monoblock dan faucet dan ditentukan oleh pengawas. menggunakan cara.cara/ metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda. Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau "Caulk" 3. Pembersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan. Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja. 5. 3. 1.18. 3 . Untuk bak air dipoles dengan cairan 200 mg/l chlor selama 1 jam dan setelah itu dibilas.25 PT. Pemborong harus melakukan pengujian terhadap setiap jenis alat. Desinfeksi : Dari 50 mg/l chlor selama 24 jam setelah itu dibilas atau dari 200 mg/l chlor selama 1 jam setelah itu dibilas. b. Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat. Sebelum dilakukan testing dilakukan dahulu : a. Pemeriksaan setelah pemasangan. Selubung untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton. Ven udara otomatis harus disediakan ditempat. Pemeriksaan sebagian. Setelah pipa dan tangki diuji. h. Tujuannya untuk mengetahui apa konstruksi dan fungsinya serta sistem sudah memenuhi dan sesuai dengan rencana. 4.15.3. baik yang di pipa atau di tangki. f. g. Pipa yang akan ditanam atau dipasang di luar harus dites terlebih dahulu sebelum diurug. Ciptanusa Buana Sentosa .17. Selubung Pipa.3. kebisingan pompa ( ± 60 dB ). dibersihkan dan dilakukan desinfeksi sesuai PPI dengan sisa kadar chloor 0. Setelah alat plambing dipasang. 3.16. e. b. Katup Label (Valve Tag) 1.0. dengan bagian perbagian. Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi. dilakukan pengujian sistem aliran sampai tercapai pengukuran yang diminta dalam perencanaan seperti kapasitas pompa. Pemasangan Ven Udara Otomatis.4. d. dengan tekanan 1 1/2 x tekanan kerja selama 1 jam tanpa ada penurunan tekanan (antara 10 kg/cm2) dan dilanjutkan pengujian per sistem. Setelah itu dibersihkan ( dibilas ) dengan air bersih. 2. Tags untuk katup harus disediakan di tempat-tempat penting guna operasi dan pemeliharaan.3. 2. Tangki air setelah dibersihkan harus diuji selama 24 jam tanpa ada penurunan tinggi air. Pengisian pipa dengan air dilakukan sedikit demi sedikit dengan pompa khusus untuk pengetesan. 3.3 kg/ cm2 ) dan lain-lain. Untuk mengetahui setiap alat berfungsi sesuai perencanaan. 3. Fungsi-fungsi seperti "Normally Open" atau "Normally Close" harus ditunjukkan di tags katup. dites selama ± 2 menit tanpa penurunan tekanan. tekanan air keluar kran dia. 2. pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama. PENGUJIAN 1.sebagian. 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3.2 ppm atau lebih. Untuk pipa-pipa yang akan menembus konstruksi bangunan yang mempunyai lapisan kedap air ( water proofing ) harus dari jenis "Flushing Sleeves". a.tempat tertinggi dan kantong udara.benda asing disingkirkan. Untuk yang mempunyai kedap air harus digunakan sayap.

Penyambungan ke peralatan plambing. 4.5. Tangki Persediaan Air Bersih b.6. 3. untuk mengetahui apakah seluruh instalasi yang sudah dilaksanakaan berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. perlengkapan yang perlu untuk testing merupakan tanggung jawab pemborong. Pemborong pekerjaan instalasi akan melakukan semua testing pengukuran secara partial dan secara system. sehingga semua persyaratan test yang dianjurkan oleh pabrik hingga dapat dilakukan dan diketahui hasil test sesuai persyaratan yang ditentukan. 2. Pengkabelan e. 3. TESTING DAN COMMISSIONING 1. oleh Pemberi Tugas dan akan dikeluarkan PENGECATAN Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut: Pipa servis Support pipa dan peralatan Konstruksi besi Flens Peralatan yang belum dicat dari pabrik Peralatan yang catnya harus diperbarui Pengecatan pada pipa air bersih dan air panas hanya di beri tanda arah panah jalur pipa tersebut.26 PT.5. Pompa Suplai c. Untuk pipa pemadam pengecatan harus berwarna merah dan harus dapat memberi indikasi adanya Instalasi Peadam Kebakaran.1. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i.1. Pemipaan d. Peralatan Instrument dan pengendalian g. Semua tenaga. Panel Listrik f. bahan. Semua pengetesan disaksikan sertifikat oleh Pemberi Tugas. SISTEM AIR BERSIH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : a. 4. 3 . 3. Penyambungan ke peralatan penunjang h.

Tangki persediaan air bersih terletak di area service Basement (Ground Water Tank). Untuk memperkecil volume air mati pada pipa isap pompa. e. atau dengan konstruksi beton yang kedap air. f. PERATURAN DAN REFERENSI Peraturan & Referensi yang dipergunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain adalah: a. Pompa Transfer a.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Depkes. Pedoman Plambing Indonesia tahun 1975 b. pipa isap.3 4. Tangki air bawah berfungsi untuk menyediakan air untuk kebutuhan cadangan selama 2 (dua) hari. Sistem Pengendalian q Muka air dalam tangki air atas mengendalikan pompa pemindah. Permukaan dinding licin dan bersih c.2. National Plumbing Code Handbook . PERALATAN UTAMA Tangki Persediaan Air Bersih a. d. Tangki air harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga q Pipa Vent penghubung maupun vent ke udara luar q Pipa peluap dan pipa penguras q Indicator muka air q Selubung untuk laluan pipa masuk.1975. d. Mencegah air tanah dan air hujan masuk ke dalam tangki e.3. Tangki air harus dibuat dari konstruksi higenis dengan ketentuan sebagai berikut : a. Sumur Hisap. Ciptanusa Buana Sentosa . Pompa pemindah akan bekerja otomatis oleh level switch yang dipasang di tangki bawah maupun tangki atas. f. sehingga terjadi aliran air minimum selama 20 menit. q Katup – katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet Strainers. c.2. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing (Soufyan & Moimura) c.1 4. b. Sistem pompa pemindah sekurang-kurangnya terdiri dari 2 ( dua ) pompa. pipa penguras. Depnaker. b. maka harus dibuat sumur hisap pada tangki air. dengan kualitas sesuai standart Depkes RI tahun 1990. d. Mempunyai bak pengurasan pada dasar tangki d. PU e. q Panel daya dan Pengendalian 3 .3. Pompa pemindah berfungsi untuk memindahkan air dari tangki air bawah ke tangki air atas. Tanpa sudut tajam c. Setiap pompa pemindah antara lain terdiri dari : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Inlet dan Outlet headers. kabel dsb. q Pompa akan hidup pada saat air turun mencapai muka air tertentu q Pompa akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap 4.27 PT. Tangki air bawah dapat dibuat dari beton berlapis fiberglass reinforced plastic. b. Membuat kemiringan pada lantai.

. .3. 3 .Pengadaan. q Level switch untuk proteksi pompa q Pengkabelan q Penunjuk tekanan pada inlet dan outlet pompa q Dudukan pompa. . PS2dan seterusnya. dan akan kembali normal apabila muka air naik sampai batas “ L ”. pemasangan dan pengujian Panel listrik.Pembuatan sumur dalam dan pengujiannya.Pompa pertama. pemasangan dan pengujian Pengkabelan.4. Pompa Suplai (Deep Well) Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : .Pompa yang sedang bekerja dapat tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki hisap turun sampai batas LL. Pengaturan pompa pada sistem pressure control . pemasangan dan pengujian peralatan instrumen dan control. 4. Peralatan kendali. dan harus mampu menjaga tekanan air didalam pipa pada setiap lantai merata.Pengadaan.Penentuan daerah kerja pompa juga ditentukan oleh kurva pemilihan pompa yang akan dipakai. q Level switch untuk ON / OFF. PT. Setiap booster pump antara lain terdiri dari peralatan sbb : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Tangki tekan dengan tipe membrane q Inlet dan Outlet header q Katup-katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet strainers per pompa q Panel daya dan pengendalian q Pressure switch / flow monitor switch q Pressure gauges pada inlet dan outlet pompa q Pengkabelan q Dudukan pompa f. Pompa Booster berfungsi untuk mengalirkan air ke alat. e. Ciptanusa Buana Sentosa . . untuk laju aliran sampai dengan 40 m3/jam boleh mempergunakan Pressure Control System. b.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL e. Pengaturan pompa adalah sebagai berikut : q Pompa bekerja apabila muka air di tangki atas turun mencapai level L dan akan stop apabila muka air naik sampai level H. q Semua pompa akan tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki bawah turun sampai level LL. .Pompa kedua bekerja apabila tekanan air di jaringan masih turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 2 ) dan seterusnya.28 4. kedua dan seterusnya berhenti apabila tekanan air di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H di PS1.alat plambing pada lantai-lantai yang membutuhkan. c. d.Pengadaan. . Pompa Booster harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap variasi laju aliran pada setiap saat secara otomatis. Setiap boster pump harus mempunyai sekurang-kurangnya terdiri dari 2 pompa dan paling banyak 4 pompa yang bekerja pararel sedangkan laju aliran masing-masing pompa dalam berdasarkan standard pabrik perakit booster pump. .Penyambungan ke semua peralatan penunjang.3 Pompa Booster/Distribusi a.Pompa pertama bekerja apabila tekanan air dijaringan turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 1 ).Mengurus semua izin terkait yang diperlukan.Pengadaan. . . pemasangan dan pengujian Pompa sumur dalam .3.

Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh PAM maupun Direktorat Geologi. Peraturan dan persyaratan teknis yang terkait sebagaimana ditentukan di RKS untuk Pekerjaan Sistem Plambing.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Penyambungan ke semua peralatan pemakai. Setiap sumur harus mampu mengeluarkan air sebanyak 12 m³/jam dan 240 m³/hari. e Bahan pipa dan saringan sebagai berikut : * Pipa jambang dan pipa naik menggunakan Galvanized Steel Pipe ( GSP ) BS 1387 class medium. ditetapkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan ( minimal 3 buah ). konstruksi dan keadaan tanah. * Bila pengeboran menembus batu karang pada bagian ujung sumur. Konstruksi sumur dibuat sekurang . a. Perijinan. Peralatan Utama 1. * Pengujian pemulihan kedalaman muka air ( Recovery Test ). Peralatan pengeboran. Kedalaman sumur diperkirakan 150 meter. Pembuatan shops drawings Pembuatan As Built Drawings a. d. disebelah luarnya diisi koral / pasir cuci. Peraturan dan Refrensi. * Jumlah pipa saringan yang menggunakan Stainless steel 304. Peralatan pengeboran yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pengeboran harus mempergunakan mesin bor yang memadahi dan sesuai dengan rekayasa. Biaya pengurusan dan biaya perizinan dibebankan kepada Pemborong. ukuran pipa 100 mm. Sumur dalam. 1. Izin Usaha. Pemborong harus mengurus semua perizinan pengeboran air tanah. b. pemborong sumur bor harus mempunyai surat izin perusahaan Pengeboran air tanah yang dikeluarkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan Departemen Pertambangan dan Energi. * Pipa naik 100 mm sedalam 90 meter dari ujung jambang. 2. Batu karang * Bila pengeboran menembus batu karang didaerah pipa naik maka diluar pipa naik setebal batu karang harus dicor beton agar sumber air yang melalui batu karang tidak diambil. Sebelum memulai pengeboran. Peraturan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain: b. 10 meter bagian luar atas di cor beton. d. c. Testing dan Commissioning 1 Pemborong harus melakukan pengujian lengkap antara lain : * Pengujian debit dan penurunan muka air ( Drawdown Test ).kurangnya sebagai berikut : * Pipa jambang 150 mm sedalam 60 meter. dan ujung sumur akan berhenti diatas batu karang. 3 .29 PT. pemborong harus menyampaikan gambar kerja kepada pengawas untuk mendapat persetujuan yang menunjukkan letak sumur maupun konstruksi pengeboran. 2. f. maka lubang pada batu karang harus ditutup kembali dengan beton cor. Ciptanusa Buana Sentosa . agar air pada kedalaman ini tidak masuk ke sumur. SIPP di wilayah setempat dan izin-izin lainnya yang diwajibkan. Izin Pengeboran. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja. c.

4. 4.Katup pelepas udara otomatis.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - * Pengujian terus menerus 3 kali 24 jam. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7.Vent sumur . Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type.3. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type.Gambar sumur terpasang secara detail. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. 3 Rekayasa Serah terima pekerjaan harus disertai rekayasa sebagai berikut : .3. 2. * Pengujian yang diwajibkan oleh instansi Pemerintah yang berwenang. Carbon filter berfungsi menghilangkan bau yang terdapat didalam air. 2. 2. Selain pengujian diatas. Sumur dalam harus mempunyai kelengkapan antara lain : . . Perlengkapan sumur dalam. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. 3. 4. sudah ditera dan mudah dibaca secara terus menerus. Kapasitas Sand Filter 0. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. 5. Sand filter berfungsi meningkatkan mutu air. dengan membran tekan atau sistem electroda lampu listrik arus lemah. 3 . 6.Penduga permukaan air.Pengukur debit. Peralatan uji yang digunakan harus dapat diandalkan. . pada saat beban pemakaian air surut. 4. dengan meter air putar atau meter air Venturi. Ciptanusa Buana Sentosa 4. Peralatan uji. . multi media automatic / manual backwash.3 m3 / menit 8.Seluruh laporan hasil pengujian.Katup penahan aliran balik.30 PT. peralatan uji tersebut antara lain : .5 4.3.Manometer.Katup pengatur . Perpipaan CARBON FILTER 1. semua peralatan uji. sumber daya dan biaya uji dibebankan kepada Pemborong. 3.7 .6 SPESIFIKASI PERPIPAAN Lihat “Spesifikasi Perpipaan” SAND FILTER 1. multi media automatic / manual backwash. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell. * Pengujian kwalitas air oleh laboratorium. Pemborong harus melakukan pengujian yang diwajibkan oleh Instansi Pemerintah yang berwenang. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. pada saat beban pemakaian air surut. .

35 m3/ menit 35 m. Perpipaan 4. 6. 380/III Phase/ 50 Hz Shaft Seal : Mechanical Casing : Cast Iron/Standard Manufacturer Speed : 2900 rpm Base Frame : Cast Iron or Steel Efisiensi : Minimum 80% : : : : Vertical Cylinder Tank 0.8 SKEDUL PERALATAN AIR BERSIH 1. 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm. Pompa Deep Well q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 2.3. Sand q q q q : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Submersible Pump Direct Coupled with Electro Motor 0. Pompa Distribusi q Type q q q q q q q q 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5.4 m3/menit 37 m FRP 3 .3 m3/ menit 160 m.31 Filter ( SF ) Type Kapasitas Tekanan Material PT. Pompa Transfer q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 3. Ciptanusa Buana Sentosa . Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell : Packaged Booster Pump Standard Manufacturer ( Out Door Type ). Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell Centrifugal End Suction Pump Direct Coupled with Electro Motor 0. 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm. Lengkap dengan tangki tekan. 15 kw .3 m3 / menit 8. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell. Kapasitas Sand Filter 0.22 m3/menit Tekanan : 35 m AQ Motor Rated : 2. Variable Speed System Kapasitas : 0.2 kw . 3.7 kw . Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7.

3 . maka dasar bak harus miring 1 : 10 kearah pompa sedangkan semua ujung sudut dibuat 135 °. 5. 3. Jenis pipa lihat "SPESIFIKASI PERPIPAAN". 3. 2. Level switches untuk kendali pompa. Umum Macam perpipaan air limbah adalah.2. Bak Sump Pit harus dilengkapi sbb : Sleeve untuk pipa sewage masuk dan keluar Sleeve untuk pipa ven Sleeve untuk kabel-kabel. Roof q q q q 5. Setiap bagian Sum Pit harus dapat dipompa. Carbon Filter ( CF ) q Type : Vertical Cylinder Tank q Kapasitas : 0. Limbah Saniter Perpipaan Limbah Saniter mulai dari Alat Saniter antara lain Kloset. 4. maka harus dibuat bak Sump Pit seperti diuraikan disini. Clean Out 5. 5. Roof Drain PERPIPAAN 1. Limbah Air Hujan Perpipaan air hujan mulai dari roof drain dan kanopy drain diatap dialirkan kedalam sumur resapan sebelum dialirkan kesaluran kota. Penyambungan dengan peralatan Plambing 3. Ciptanusa Buana Sentosa . Urinal.0. BAK SEWAGE / SUMP PIT 1. dan Floor Drain. Air Limbah Saniter. badan rapat air sedangkan tutup harus rapat udara. Apabila ditentukan dalam gambar perencanaan. 5. Tangga monyet Manhole untuk laluan pompa (2 buah) POMPA SUMP PIT 1. Air Hujan. Tank ( RT ) Gedung Utama Type : Cubical Fiber Tank Kapasitas : 8 m3 Tekanan :-m Material : FRP SISTEM AIR LIMBAH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan dalam sistem air limbah disini antara lain adalah sbb : 1.32 5. Level switch untuk alarm banjir. Khusus fitting air hujan mempergunakan cast iron. Perpipaan 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. Limbah Dapur.3. sampai saluran halaman melalui septik tank. Floor Drain 4. Bak Sump Pit harus dibuat dari konstruksi beton bertulang. PT. Lavatory.4 m3/menit q Tekanan : 37 m q Material : FRP 6. Setiap bak Sump Pit minimum harus dipasang dua buah pompa Submersible. 2.1.

Stainless steel shaft Silicon Carbide Heavy duty grease lubricated bearing Stainless steel casing guide rail support Quick discharge coupling 3. Jenis rembesan yang dimaksud disini adalah sumur rembesan. pekerjaan sumur rembesan akan merupakan pekerjaan divisi sipil/ konstruksi. Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah. cabang atau belokan.7. 5. 5. maka bidang rembesan harus berada dilapisan pasir kasar. 2. Tutup dibuat dari plat beton/ plat baja Diantara tanah dan dinding luar harus diisi koral dan ijuk sesuai gambar. lurus. Diameter lubang untuk laluan orang sebesar minimum 500 mm sedangkan untuk laluan peralatan harus sesuai dengan besaran peralatan tersebut. sehingga setelah diisi grease akan terbentuk penahan bau. SUMUR PERIKSA (CONTROL BOX). 5. PERANGKAP LEMAK (GREASE INTERCEPTOR) 5. 3. Konstruksi sumur rembesan antara lain sbb : Dasar sumur berupa batu kerikil Dinding sumur berupa dinding berlubang yang dibuat dari beton atau beton blok berlubang. manhole dan pipa vent. Air yang akan dimasukkan dalam rembesan adalah air hujan. 2. Rangka dan tutup harus membentuk perangkap. Pengaturan kerja pompa dilakukan dari panel kontrol pompa. Rembesan yang dimaksud disini adalah untuk memasukkan air hujan yang berasal dari pipa riser sebelum dialirkan over flow nya ke selokan kota. Manhole terdiri dari rangka dan tutup dibuat dari besi tuang serta dilapis cat bitumen. 4. Sumur periksa harus dibuat dari konstruksi beton. 5. Sistem kendali motor pompa Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di bak sewage.5. 3 . Rembesan hanya dapat berfungsi dengan baik didaerah yang mempunyai lapisan pasir kasar. Spesifikasi motor sbb : Squirrel cage induction type ( IP 68 ) Winding insulation class F Water tight Vertically mounted 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Finishing permukaan manhole harus disesuaikan dengan peruntukan lokasi. 3.4. maka satu pompa bekerja secara bergantian. Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 500 x 1000 mm serta harus dibuat beralur sesuai fungsi saluran yaitu. 1. Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan.6. 2. Tipe pompa harus Submersible Sewage dengan komponen sbb : Cast Iron Casing Cast iron vortex type Impeller with knife. Sumur periksa harus dilengkapi dengan tangga monyet. maka pompa bekerja bersamaan. 4.33 PT. Apabila beban aliran besar. Tutup sumur periksa dapat terbuat dari Stainless steel atau baja yang dilapisi anti karat. 5. 3. Apabila beban aliran kecil. 4. MANHOLE 1. 5. Tutup untuk manhole terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel. SUMUR RESAPAN 1. Ciptanusa Buana Sentosa .

PVC neck Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange for water prooving. ROOF DRAIN 1. Grease Interceptor harus dibuat dengan konstruksi higenis sesuai dengan standard DIN 4040 jenis kombinasi. screw outlet connection with flange for waterprooving. 5. 5.9.8. Floor Drain terdiri dari: Chromium plated bronze cover and ring. Pemasangan P” TRAP pada setiap FD kamar mandi dan pada jalur utama pipa buangan air limbah yang menuju bak sewage. Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karet sehingga mudah dibuka dan ditutup. . Endapan padat harus dapat berkumpul dalam basket. 2. 4. Floor drain yang dipergunakan disini harus jenis Bucket Trap. FLOOR DRAIN 1. 2. 3. 5.10.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Tinggi Air minimum pada Trap 8 cm. Lemak harus dapat berkumpul dalam bak lemak dan selanjutnya secara berkala akan dikeluarkan oleh petugas pembersihan.34 PT. Water Prooved type dengan 50mm Water Seal dan dilengkapi dengan U trap. Ciptanusa Buana Sentosa 5. Luas laluan air pada tutup roof drain ialah sebesar dua kali luas penampang pipa bangunan. Roof Drain harus terdiri atas 3 bagian sebagai berikut : Bitumen Coated Cast Iron Body dengan water prooved flange. Floor Clean Out terdiri dari: Chromium plated bronze cover and ring heavy duty type PVC neck Bitumen coated cast iron body. Bitumen Coated cover dome type CANOPY DRAIN Canopy Drain yang dipergunakan adalah Floor Drain Bucket Trap Type (lihat skematik Floor Drain). 3. Bitumen Coated Neck for adjustable fixing. Floor Clean Out yang dipergunakan disini adalah Surface Opening Waterprooved Type 2.: Outlet diameter Cover diameter 2" 4" 3" 6" 4" 8" FLOOR CLEAN OUT 1.12. Grease Interceptor dapat dibuat dari stainless steel atau fiber glass dengan kapasitas 15 liter. 3 . 3. 5. 3. Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb. P" TRAP yang digunakan disini harus dibuat dari PVC class 5 kg/cm2. Grease Interceptor harus berfungsi untuk mengumpulkan serta mengeluarkan kandungan padat dan lemak maupun kandungan ringan yang terbawa dalam limbah dapur. selanjutnya secara berkala akan diangkat oleh petugas pembersihan. P" TRAP P" TRAP yang digunakan disini harus jenis single inlet. 5.11. 2. Roof Drain yang dipergunakan harus dibuat dari Cast Iron dengan konstruksi waterproove.

Spindo (PT. SEWAGE TREATMENT PLANT 1. Sigma) FKK. Paragon. URAIAN Pompa Centrifugal dan pompa booster (paket) Pompa Submersible Filter Air Bersih Sewage Treatment Plant Pipa Galvanized GIP Fitting Class 10 K MERK 1. Bahan septic tank dapat terbuat dari fiber glass ataupun beton concrete. Septik tank menggunakan system pengolahan dengan menggunakan bakteri pengurai. 2.13. Bohemi 3 . Bio Master Bakrie. Teral. PT. Bestindo Aquatek Sejahtera. 5. Equal. Benka. HE/ TG. 3. PT. 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. 6. Paragon. Ciptanusa Buana Sentosa . Ebara CV.35 PT. Sistem kerja septik tank yaitu air limbah yang masuk harus dapat diurai dengan menggunakan bakteri pengurai sehingga air yang dihasilkan dari dalam septic tank tersebut layak untuk untuk dibuang ke saluran kota (tidak berbau) PRODUK INSTALASI PLAMBING NO. 4. Dwi Prima Engineering PT. Teral. Ebara Equal. Mitra Utama Sentosa. 2.

ketentuan yang perlu diikuti untuk semua bagian. Untuk Publikasi. Kitz (PT.SMACNA .ASHRAE . Sinar Mas Andhika). Weistinghouse Enduro. SISTEM INSTALASI TATA UDARA KETENTUAN UMUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM TATA UDARA Umum Pasal-pasal di bawah ini menjelaskan secara umum ketentuan. 13. Slumberger. Pipa PVC Class AW 12. 18. Ciptanusa Buana Sentosa . Fushiman. Pralon Yoshitake.36 6. 14. 12. Rucika.bagian yang dalam pelaksanaannya berhubungan dengan instalasi tata udara. Tosen Fanal Nagano Antasan Rucika. PT. Pemborong wajib mengikuti Standard codes atau Publikasi International yang berlaku dan merupakan edisi terakhir antara lain seperti : . Socla PENN. Fushiman.2.1. Honeywell Yoshitake. Gambar-gambar dan spesifikasi adalah ketentuan spesifik yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. 11.Guide and Data Book 3 . Potter Toyo. 8. 9. 15. 10. Sam Yang Proco. 20. Whale Tank 6. Sinar Mas Andhika).5 Kg/ Cm Fitting Pipa PVC Safety Valve Flow Switch Gate Valve Class 20 K Class 10 K Globe Valve Class 20 K Class 10 K Air Vent Valve Flexible Joint Class 10 K Level Switch Pressure Gauge Roof Drain “P” Trap Water meter Roof tank Wavin. code dan standard yang berlaku di Indonesia wajib dijadikan pedoman untuk instalasi maupun peralatan.1. 6. Honeywell Toyo. 6. Code atau Standard yang belum ada di Indonesia. 16.1.1. Kitz (PT. Austindo Kimco. 17. Publikasi code dan Standard Publikasi. 19.85 . Pralon Rucika.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7.

5. Pencapaian Peralatan Untuk Service.45 NC Perlindungan Kebakaran. 7. Berat peralatan diartikan berat dalam operasinya. Semua peralatan maupun instalasi yang mengharuskan diperlukan tahan terhadap api dalam jangka waktu tertentu.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. 2. Landasan Peralatan. Noise Criteria Ruang Rapat Ruang Kerja 7. kaku dan tidak bergetar dalam operasinya. Untuk itu kontraktor dalam pemasangannya wajib memperhatikan posisi yang terbaik dari peralatan dan accessories tsb. yang berlaku untuk bagian-bagian peralatan yang Kondisi Perancangan 1. maka platform harus diperkuat dengan suatu frame besi kanal (siku) yang dilas atau dibautkan.7.37 7. venting harus dilengkapi dengan pinggiran beton ( curb ) sekeliling bagian – bagian instalasi tersebut sehingga konstruksinya betul – betul kedap air. Penetrasi Atap semua bagian instalasi yang menembus atap seperti duct. ukurannya sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian. 3.lain standard belum tercantum diatas.1.bagian peralatan maupun motor yang berada diluar landasan. atau dikeling ke frame sehingga cukup kuat. sehingga tujuan yang dimaksud tercapai.3. NFPA .6.alat bantu tersebut. 30 .1.40 NC 35 . termasuk juga accessories duct seperti damper. di service dan mudah dicapai dalam perbaikan. pipa. maupun terhadap penyebaran api disebabkan adanya celah-celah antara pipa atau duct dengan dinding atau lantai harus menggunakan material yang sesuai untuk tujuan tersebut. Platforms. baik dan dapat dipertanggung jawabkan serta sesuai dengan petunjuk dan instruksi pada brosur atau publikasi yang dikeluarkan pabrik dari peralatan ataupun alat. Untuk peralatan seperti fan dan sejenis yang menggantung dan duduk pada suatu platform. 7.90A ARI AMCA CTI Dan lain.1. Semua peralatan dan alat-alat bantu harus dipasang sesuai dengan cara-cara pemasangan yang secara teknis praktis. Kondisi dalam ruangan yang di kondisikan Temperatur 20 ° C ± 2 ° C Relative Humidity 55 % ± 5 % RH 3. PT. filter dll. Instalasi 1.1. 3 . Kondisi udara luar Temperatur Relative Humidity 35 ° C 65 % 2.4.1. Ciptanusa Buana Sentosa . Semua landasan untuk peralatan dan motor. Semua peralatan ataupun peralatan bantu dalam prinsip pemasangannya harus mudah untuk bisa diamati. Umum.

kontraktor wajib mengusulkan kepada Direksi dan semua ini sudah harus tercantum dalam as built drawing. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan instalasi ini meliputi seluruh pekerjaan pengadaan dan pemasangan Instalasi Tata Udara (Air Conditioning). 7.1. 3 . Semua baut. 7.11.8. dudukan. landasan. Penomoran. PERSYARATAN TEKNIS PERALATAN DAN INSTALASI. instalasi dibersihkan atau ditest dan diajust kembali untuk membuktikan bahwa peralatan dan bahan beroperasi dengn baik. cacat ataupun mengganggu situasi sekitarnya ataupun oleh alam (hujan. yaitu zinchromate dan selanjutnya cat finish dengan warna yang ditentukan.2. Sebelum penyerahan. yang berasal dari besi dan sebelumnya tidak diperlakukan untuk anti karat ( semacam penggantung.1. pasir. bahan-bahan baik yang sudah.10. Bila dalam gambar rencana sudah ditunjukkan ada acces panel yang diperlukan. Bila ada peralatan atau accessories yang belum mempunyai kode nama dan nomor. Sleeve. Perlindungan Peralatan.2. posisi yang disiapkan untuk keperluan tsb harus dikonsultasikan dengan Direksi dan disertai gambar detail. dicat dasar dengan zinchromate dan cat akhir (finish) 2 lapis. Nama Peralatan/Accessories Semua peralatan terpasang dan accessoriesnya harus diberi code nama peralatan dan nomor. 7. seluruhnya harus bersih dari bebas las-lasan. pengaturan dan pengujian semua peralatan tata udara (air 7.1.2. beserta ukuran dan lokasi yang tepat. Pengadaan. flens dan lain sebagainya) harus dicat dengan cat anti karat. sleeve dan lain-lain yang diperlukan tertanam atau menembus concrete atau tembok harus dipasang dan dilengkapi sesuai petunjuk dagang.1. 7. 7. Bahan. Lingkup pekerjaan instalasi ini secara garis besarnya adalah sebagai berikut : Pengadaan dan Pemasangan 1. Untuk itu ukuran.9.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Disamping itu kontraktor harus mengusulkan kepada Direksi (bila belum ditunjukkan pada gambar) pintu-pintu service (acces panel). maupun belum terpasang bila diperkirakan bisa rusak. Ventilasi Mekanis (Mechanical Ventilation) secara lengkap termasuk semua perlengkapan dan sarana penunjangnya. Semua ducting atau pipa tembus dinding harus menggunakan sleeve dengan clereance 20 mm jika duct atau pipa berisolasi. 7. Peralatan dan bahan yang rusak atau cacat karena tidak dilakukan perlindungan yang benar adalah merupakan bagian instalasi yang tidak bisa diterima (serah terima belum 100%). sehingga diperoleh suatu instalasi yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama dan siap untuk dipergunakan. Menjadi tanggung jawab dan keharusan bagi kontraktor untuk melindungi peralatan-peralatan. Peralatan bantu. sesuai seperti yang dicantumkan pada daftar peralatan atau data sheet atau sabagai tercantum pada gambar rencana. debu. clereance tetap dibutuhkan 20 mm antara isolasi dan sleeve menembus atap harus diperpanjang ± 200 mm diatas atap lantai. untuk setiap peralatan dan accessories yang berada dalam shaft atau ceiling yang memerlukannya. Anti Karat Semua peralatan bantu instalasi. peralatan yang tertanam didinding. mur dan washer haruslah zinc electroplated.2. Ciptanusa Buana Sentosa . Landasan penyangga peralatan (steel bases). pemasangan.1. maka penggeseran untuk posisi yang tepat dari acces panel tsb sehubungan dengan letak peralatan / accessories dan kaitannya dengan arsitek/interior perlu dibicarakan dengan Direksi untuk disetujui.38 PT. conditioning). lembab) ataupun oleh bahan-bahan kimia sekitarnya.

7. 10. pemasangan.39 PT. thermostat ruangan. Melakukan pekerjaan atau ketentuan lain yang tercantum dalam dokumen ini beserta addendumnya. 8. Pengadaan dan pemasangan semua pekerjaan sipil yang terjadi akibat instalasi ini seperti tercantum dalam dokumen ini. Filter. Pengadaan. memakai inverter. Pengadaan. VAC SYSTEM VRV Jenis AC adalah VRV system. Memberikan garansi terhadap mesin / peralatan yang terpasang. dan system bisa beroperasi pada minimum koneksi beban pendinginan 2. Propeller fan. air cooled type. pengaturan dan pengujian peralatan ventilasi mekanikal ( Mechanical ventilation ) seperti : Centrifugal fan. pengaturan dan pengujian interlock sistim instalasi tata udara dan ventilasi dengan sistim fire alarm yang ada. back drap damper ( non return damper ) supply air diffuser/register/grille/slot/integrated. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi pemipaan air pengembunan ( drainage ) sampai kesaluran air terdekat lengkap dengan fitting. access panel. volume control damper. Menyerahkan gembar-gambar. 3. isolasi panas dll. 9. Attenuator dll. 7. Pengadaan. Perbaikan kembali semua kerusakan dan finishing yang diakibatkan oleh pekerjaan instalasi ini. Mendidik petugas dari pemilik gedung. Pengadaan . terdiri dari satu outdoor unit dengan sejumlah indoor unit . 13. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi ducting lengkap dengan fire damper.2 Kw dan mempunyai kemampuan untuk merubah putaran motor compressor sesuai dengan beban pendinginan. Axial fan. filter. Pengadaan. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi kontrol sistem Indoor Unit dan Outdoor Unit dan kontrol komponen seperti katup. Outdoor dan indoor harus mempunyai fleksibilitas design dan sampai ke 64 unit indoor bisa tersambung kepada 1 refrigeration sirkuit dan dikontrol secara independent Condensing unit harus dilengkapi dengan inverter. gauge. spliter damper. pemasangan. 5. 11. dimana setiap indoor unit mempunya kemampuan untuk mendinginkan ruangan secara independent. 6. 14. sensor. 4. Ciptanusa Buana Sentosa . damper. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan.3. pemasangan. pemasangan. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik bagi instalasi ini seperti kabel dan panel tata udara. humidistat dll. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. Isolasi panas/suara dll. Pengadaan. pemasangan. return air grille. Outdoor unit harus bisa terkoneksi dengan berbagai model indoor sebagai berikut : • Ceiling Mounted Cassette Type (Double Flow) • Ceiling Mounted Cassette Type (Multi Flow) • Ceiling Mounted Cassette Corner Type • Slim Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Mounted Built-In Type • Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Suspended Type • Wall Mounted Type • Floor Standing Type • Concealed Floor Standing Type • Ceiling Suspended Cassette Type (Connection Unit Series) Nilai COP system pada beban 50% harus = 4. yang ditunjuk mengenai cara – cara menjalankan dan memelihara instalasi ini.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. 12. pemasangan.0* atau lebih tinggi 3 .

Heat Exchanger Heat exchanger harus terbuat dari tube tembaga yang terpasang secara mekanis ke Fin alumunium yang dilapisi resin film anti korosi dengan ketebalan antara 2 sampai 3 micron Refrigerant Circuit Terdiri atas Liquid dan Gas shut off valve dan solenoid Valve dan komponen lain untuk keperluan safety Fan Motor Motor Outdoor unit harus memiliki multispeed operation dengan inverter DC. terukur 1 meter secara horizontal dan 1. • • • • Outdoor unit harus memiliki 2 atau 3 compressor SCROLL dan tetap bisa beroperasi jika 1 compressor rusak Outdoor dengan ukuran 5 HP dan 8 HP memiliki 1 kompressor SCROLL Indoor yang terkoneksi ke outdoor mempunyai kapasitas dari 0.5 meter diatas pondasi. shutoff valves.40 PT. Casing outdoor haruslah wheatherproof terbuat dari baja anti karat dilapisi dengan Baked Enamel. sensors dan refrigerant volume.8 HP sampai 10 HP. thermal protectors for compressor dan fan motors.1. control circuit fuses. Oil recovery cycle akan secara otomatis beroperasi setelah 1 jam sejak startup dan seterusnya setiap 6 jam operasi. 7. Untuk melakukan pengecekan system secara otomatis yang meliputi pengecekan : control wirings.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL *. Ciptanusa Buana Sentosa . Magnet Neodymium harus dipakai di rotor compressor untuk menambah torsi compressor Pada konfigurasi system dengan outdoor lebih dari 1 unit. crank case heaters. secara otomatis compressor inverter dengan jam operasi terendah yang akan start lebih dulu pada setiap kali operasi. System ini haruslah dipasang dipabrik. instalasi harus sesuai dengan standard BS EN378: 2999 bagian 1 – 4.3. Outdoor harusnya model modular dan bisa dipasang secara berderet di setiap sisinya Compressor Compressor haruslah type hermetic dengan effisiensi tinggi dan dilengkapi dengan inverter control yang berfungsi untuk merubah kecepatan putaran yang menyesuaikan dengan cooling load yang dibutuhkan.Pada saat temperature outdoor 35 C dan suhu indoor 27 C DB/19 C WB System yang ditawarkan harus bisa melakukan automatic test operation system. 7. Outdoor unit harus terisi R410A dari pabrik. CONDENSING UNIT System ini harus bisa terkoneksi dengan pipa refrigerant harus bisa sepanjang 165 meter dengan beda ketinggian 90 m tanpa oil trap Baik indoor maupun outdoor harus dirakit dan ditest di pabrik. fusible plug.2. over current protection for the inverter and anti-recycling timers.3. Untuk memastikan liquid refrigerant tidak menguap saat menuju indoor unit. Noise level outdoor tidak boleh melebihi 68 DB(A) pada saat operasi normal. unit harus dilengkapi dengan Sub cooling. PRESSURE TESTING 3 . dengan kemampuan maximum static pressure = 78 Ps Condensing unit harus mempunyai kemampuan untuk beroperasi dengan noise lebih rendah pada saat malam hari baik secara otomatis maupun dengan manual setting Safety Devices Outdoor unit haruslah mempunyai peralatan safety sebagai berikut : high pressure switch.

3.C1220T. Sebelum pembungkusan pipa dengan insulasi dan sebelum VRV system dinyalakan.3.2 torr (-755mmHg) Dan ditahan pada kondisi ini selama 1 jam minimal sampai pada 4 jam tergantung dari panjang pipa dengan memakai 2 stage Vacuum Pump. 7.41 PT. Pekerjaan pemipaan harus di test tekanan dengan memakai dry nitrogen sesuai table di bawah ini dan dicek ulang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi : Step1 Step2 Step3 Pressurize to 10.cm N. Ciptanusa Buana Sentosa . Pengisian refrigerant ini harus dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan dibawah pengawasan dari perwakilan pabrik. PIPE MATERIAL Pipa refrigerant haruslah de-oxidized phosphorous seamless copper pipe sesuai dengan standard JIS H300 .cm kontraktor pemasang dan diawasi Size oleh perwakilan dari pabrik ¼ 144~176 1420~1720 Pressure test harus dilakukan oleh 3/8 333~407 3270~3990 kontraktor pemasang dan diawasi oleh perwakilan pabrik ½ 504~616 4950~6030 Proses vacuum system pemipaan harus 5/8 630~770 6180~7540 dilakukan oleh kontraktor pemasang 3/4 990~1210 9270~11860 dan diawasi oleh perwakilan pabrik.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah pekerjaan pemipaan dilakukan. Dry Nitrogen (OFN) harus dialirkan kedalam system pemipaan selama dilakukan brazing sehingga tidak terbentuk karbon didalam pipa yang nantinya bisa merusak compressor. Jumlah tambahan refrigerant (HFC R410A) harus dihitung berdasarkan standard dari pabrik dan ditimbang dengan mempertimbangkan panjang pipa actual yang terpasang dengan merefer ke installation manual dari pabrik. Baik bagian suction maupun gas haruslah diinsulasi dengan insulasi yang sesuai dengan rekomendasi pabrik sehingga tidak terjadi kondensasi Seluruh koneksi shut off valve di dalam outdoor unit haruslah di brazed untuk mencegah kebocoran refrigerant Peralatan kerja untuk instalasi refrigerasi system haruslah dipakai.5 Bar (312 Psi) Pressurize to 38 Bar (551 Psi) 3 minutes or longer 5 minutes or longer Approx 24 HOURS minimum Allows discovery of minor leaks Allows discovery of major leaks Outdoor unit haruslah dipasangkan ke pemipaan system dengan memakai torque wrench dengan torsi pemasangan yang sesuai dengan table dibawah ini. Insulasi pipa refrigerant yang dipakai adalah type close cell XLPE dengan fire rated Class “O” dengan ketebalan minimal 10 mm untuk Suction lines dan 10 mm untuk Liquid lines dan mesti 3 . sebelum disambungkan ke outdoor unit. System pemipaan kemudian harus divacuumed sampai 0. Jumlah tambahan dari Flare Standard Tightening Torque refrigerant ini harus disupply oleh Nut Kgf. Pengerjaan ini harus dilakukan sebelum indoor unit disambungkan pada koneksi listrik.3 Bar (149 Psi) Pressurize to 21.

fuses ) and labour dari tanggal startup atau 18 months setelah unit dikapalkan dari pabrik terhitung yang mana yang lebih dahulu 3 kali warranty visit harus dilakukan selama masa warranty untuk memeriksa kondisi unit ( tidak termasuk pekerjaan pembersihan ). 7. Evaporator koil dan electronic proportional expansion valve.3. Sistem control juga harus dilengkapi dengan automatic address setting function yang merupakan standard Remote control untuk indoor unit haruslah bisa melakukan fungsi : on/off switching.4. BUILDING CENTRALIZED CONTROL SYSTEM – (Optional) Sebuah Screen Touch operated system centralized controller dengan merk yang sama dengan unit AC haruslah mempunyai fungsi sebagai berikut : • Monitoring operasional dari system AC 3 .75mm2 . CONTROL Sistem control harus memakai 2 kabel dengan diameter inti 0. Indoor type ducted haruslah mempunyai static pressure external yang sesuai dengan spesifikasi di gambar dan di BQ Filter udara untuk type Ducted haruslah disupply oleh kontraktor pemasang.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dilindungi dengan penutup pada bagian yang terexpose dengan sinar matahari. EQUIPMENT MAINTENANCE & WARRANTY Supplier harus memberikan garansi 12 months warranty unit ( tidak termasuk consumable materials seperti : Refrigerant. FAN COIL UNITS Indoor unit haruslah dari jenis dan kapasitas yang sesuai dengan yang ada didalam BQ sesuai dengan design condition Terdiri dari komponen dasar : Fan. Dengan tegangan operasi 220 – 240 volt AC . thermostat setting dan merupakan tipe liquid crystal display yang menampilkan temperature setting.6.1. fan speed selector. Control response harus memakai tipe Proportional Integral Derivative (PID) Fan haruslah direct drive centrifugal. cassette dan under ceiling haruslah standard dari pabrik Pipa 25 mm yang terinsulasi haruslah dipasangkan sebagai pipa drain dari setiap indoor unit menuju ke daerah pembuangan air drain. 7. 7. air filter.7.3.3.3. Ciptanusa Buana Sentosa . 1 phase dan 50 Hz.8.3. Electronic proportional expansion valve harus bisa mengontrol aliran refrigerant kedalam unit indoor sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan oleh ruangan. Filter udara untuk model ductless harus disupply dari pabrik Koil evaporator haruslah type DX yang terbuat dari icopper tubes yang dipasangkan ke alumunium fin secara mekanis.42 PT. Fasilitas Auto swing untuk tipe wall. lebih disukai insulation yang 1 merk dengan pipa refrigerant yang disupply Pekerjaan brazing harus dilakukan oleh kontraktor pemasang dengan diawasi oleh perwakilan dari pabrik.5. malfunction code and filter cleaning timing. 7. operational mode. Juga bisa menampilkan malfunction code untuk keperluan maintenance Kontraktor pemasang haruslah sudah pernah mengikuti training pemasangan yang dilakukan oleh perwakilan pabrik dan mendapatkan sertifikat tanda keberhasilan dalam training yang diikutinya EQUIPMENT COMPLIANT WITH RoHS DIRECTIVE Material yand dipakai untuk membuat unit outdoor dan indoor haruslah memenuhi the RoHS Directive (Restriction of Harzardous Substances) pada komponen electrical dan electronicnya. Laporan tertulis harus diberikan kepada pemilik paling lambat 1 minggu setelah setiap visit dilakukan Kontraktor pemasang harus memberikan garansi pemasangan selama 12 bulan terhitung dari tanggal hand over 7. Oil.25mm2 tipe PVC non screened CY flexible control cabling dari indoor unit ke outdoor unit.

4000 hz.3. Pipa refrigerant : INABA DENKO c. INABA DENKO d.batas yang normal.9. Start/Stop untuk semua indoor unit Kontrol setting: temperature.74 di Amerika. FAN Lingkup Pekerjaan Pengadaan dan pemasangan peralatan ventilasi (fan) untuk proyek ini seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. 7 hari seminggu dan 365 hari setahun untuk mensupport pelayanan purna jual dan memberikan jaminan sepenuhnya kepada kontraktor pemasang 7. adjustable pitch dan harus digerakan langsung. Spesifikasi Teknis Axial Fan Impeller fan dari type airfoil blade. Insulation : Armaflex. KONTRAKTOR PEMASANG Haruslah sudah berpengalaman dalam melakukan pemasangan AC VRV minimal selama 5 tahun dengan melakukan minimal 10 proyek dengan hasil yang memuaskan. Material fan : .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • 7. 7. Sedangkan ketentuan ketentuan spesifik terhadap type.impeller .3. • Pemasangan fan termasuk instalasi kabel dari panel.alluminium die. Honeywell 7.1.4. • Fan harus sudah mendapatkan sertifikat.4. didaerah outletnya harus diberi kawat nyamuk Stainless Steel yang bisa dibuka untuk dibersihkan.11. 60 . 7.3. AC VRV = Daikin b. sesuai standard yang berlaku dinegara dimana fan tersebut dibuat untuk testing dan rating (performance) seperti sebagai contoh AMCA standard 210 . remote. dan dalam batas.casing . fan speed dari seluruh indoor unit 1 tahun schedule dari operational system Bisa menggunakan fire alarm signal untuk mematikan seluruh AC CALL CENTER Supplier AC haruslah memiliki sebuah call center yang beroperasi selama 24 hours sehari.2. • Bagian fan yang berhubungan dengan udara luar. kemampuan (performance) peralatan. Ciptanusa Buana Sentosa 7. Refrigerant : Dupont. kelengkapan dan lainnya dapat dilihat pada lembar gambar rencana "Daftar Peralatan" ataupun data sheet bila dilampirkan. Kontraktor dapat memperlihatkan proyek – proyek yang sudah menggunakan VRV atau siap melakukan survey ke proyek – proyek tersebut bisa dilakukan jika diperlukan 7.4.43 PT. • Sound pressure level harus dilengkapi dalam DB dengan Re .shaft .10 E 12 watt pada octave band mid freq. on off switch dan pilot lamp.3. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan dibawah ini.mild steel hot dipped galvanized . operation mode. adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus diikuti.cast . • Dasarnya semua fan harus mempunyai noise level yang rendah dalam operasinya.10 MERK YANG DISETUJUI a. .4.carbon steel 3 . Bilamana ternyata noise levelnya tinggi harus diberi tambahan noise silencer (sound Attenuator) tanpa adanya tambahan biaya sehingga sound pressure level (SPL) yang dihasilkan tidak lebih dari 60 dba dari jarak 3 m.

Instalasi filter harus sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat. isolasi kelas F.4 mm minimum) mild steel lengkap dengan flange di kedua sisinya untuk menyambung ke ducting dan dicat akhir dengan epoxy powder.3.5. 7. Semua filter harus underwriter laboratory class 1 atau setara.5. Motor dari jenis TEFC. FILTER / SARINGAN UDARA Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan Filter/saringan udara yang masuk/inlet ke Fan. IP 54. 7. . Untuk fan dinding dengan kapasitas besar dan static pressure tinggi (high pressure fan).6. fresh air fan harus dari bahan tipe metallic. bacward curve dari plate allumunium dan digerakan langsung. kecuali bila dinyatakan ceiling fan dari type centrifugal seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet. 7.1. rangka fan dari baja yang dicat anti karat dengan impeller dari alluminium diecast. Dilengkapi dengan accessories bell mouth (inlet cone) bila inlet suction tidak disambungkan ke duct (seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet). • Fan harus statis dan dinamis balance dari pabriknya.grease ball bearing Bisa dilakukan speed kontrol motor fan. 7. d) Tahanan aliran udara mula-mula pada kecepatan 1. Ciptanusa Buana Sentosa 7. Propeller Fan (wall atau ceiling fan) Fan dari tipe propeller untuk dinding maupun ceiling. • Fan harus dilengkapi dengan speed kontrol. Fan harus digerakan langsung.5” WG).52 m/s (300 fpm) tidak boleh lebih dari 20 Pa (0. • Casing terbuat dari heavy gauge (1. Untuk fan dinding yang berhubungan dengan luar lengkap dengan automatic shutter dari jenis alluminium (bila ditunjukkan dalam gambar rencana atau data sheet).5. Fan lengkap dengan counter flens untuk peyambungan ke ducting. Untuk fan diameter 500 ke atas.2.44 PT. Casing fan harus dilengkapi dengan acces panel. Indoor Unit dan Fan Coil Unit seperti yang ditunjukkan dalam spesifikasi teknik ini. Tidak dibolehkan adanya celah yang ditutup dengan plat disebabkan kurangnya ukuran filter. harus fire resistance dan washable tebal 50 mm dengan effisiensi 30-35 % dan arrestance 94-96 % dalam keadaan low velocity (ASHARAE teest std. Inl.line centrifugal Fan • Blade fan harus dirancang aerodinamis.08” WG) dan tahanan udara pada akhirnya maksimum 125 Pa (0. c) Filter yang akan dipasang harus dapat dibuktikan dari brosur merk filter tersebut terhadap type dan effisiensinya. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan berikut ini adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi Spesifikasi Teknis a) Pre filter untuk Indoor Unit. 7. Filter harus dapat dioperasikan pada kecepatan aliran udara sampai 500 fpm tanpa mengalami kerusakan. Acces harus disediakan untuk tujuan inspeksi atau pembersihan.pelumasan .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . b) Filter harus dipasang rapat satu sama lainnya dan begitu juga terhadap frame. 52-76). PEREDAM GETARAN Lingkup Pekerjaan 3 .6. • Motor harus tahan beroperasi sampai temperatur 40 C dan 95 % RH.5.1.

7. Konstruksi Duct. Carrier Air Conditioning Hand Book. Ukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar adalah ukuran bersih dan penampang laluan udara. Split System Unit.7.6. ASHRAE. Umum a. Instalasi Ducting 1. support dan lain-lain komponen/ accessories yang diperlukan untuk melengkapi instalasi ini. register. 7. 7.2.°C B1 (terbakar tapi tidak merambatkan api) 0. Jika diperlukan internal lining untuk ukuran duct tersebut. Peredam getaran dapat berupa Neoprene Pad. 7. 7. grilles. Fan dan kalau dirasa perlu juga untuk duct dll.7. 80 micron setelah coating 52 ± 2 Kg/m3 200 N/mm2 0. Spring Isolators.0135 1. the Guide and Data Book. Publikasi. spliter damper.45 PT. diffuser. Ciptanusa Buana Sentosa .3. Ducting panel tebal 20 mm. volume damper.4 Kg/m2 -50 – +80 °C 0 – 100 % 2000 Pa 12 m/s 7. fitting. dalam duct Air flow max. Jalur-jalur ducting yang terlihat pada gambar rencana adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran ducting. d. Neoprene Mounts. c. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapatkan persetujuan dari Direksi/ Konsultan sebelum dilaksanakan. Restrain Isolators. 7. standard yang digunakan. Ketebalan panel Ketebalan alumunium Density dari polyurethane Tahanan tekanan Konduktivitas panas Ketahanan api Koefisien gesek Berat Suhu optimal penggunaan Kelembaban Tekanan max. • Bahan isolasi • • • • • • • • • • • • 7. Peredam getaran yang terpasang haruslah sesuai dengan persyaratan/ rekomindasi pabrik pembuat alat/mesin. Out Door Unit. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya. PEKERJAAN DUCTING Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan untuk butir ini adalah pengadaan dan pemasangan (termasuk fabrikasi) duct lengkap dengan isolasi/tanpa isolasi. berarti penampang harus diperbesar sesuai ketebalan lining.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan alat peredam getaran (Vibration Isolation/ Eliminator) untuk semua mesin yang bergetar seperti Indoor Unit.4.1.dan attenuator berikut alat-alat bantu yang menunjang pekerjaan tersebut seperti ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. Spesifikasi Teknis Alat peredam getaran (Vibration Isolator) ini harus dapat meredam getaran mesin dengan effisiensi 90 %.5.2. Pipe Hanger dll. damper.7. b. = = = = = = = = = = = = = Polyurethane dilapis sandwich dengan alumunium foil yang dicoating lapisan anti bakteri 20 mm 75 mikron. Jika tidak diterangkan secara khusus istilah ducting secara umum berarti pekerjaan duct. Bahan duct dari pipa PVC.021 W/m. Jenis peredam getaran yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan mesin/unit yang akan diredam getarannya.7. SMACNA (Sheet Metal and Air ConditioningContractors National Association).7. density: 52 Kg/ M3 3 .

b.Vibration test : test vibrasi yang ditimbulkan oleh getaran FCU (by others) . semua elboww harus dari type full radius elbouw. h. cara penggantungan duct harus sedemikian rupa sehingga praktis tidak terjadi lendutan-lendutan getaran-getaran dan deformasi. Bentangan < 0. 9. kemiringan duct dibuat tidak lebih dari 14 0. Untuk keadaan dimana harus 3 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Konstruksi duct harus mengikuti standard SMACNA. kelembaban serta static dan velocity pressure. Reinforcement : Reinforcement (penguat) ducting tambahan akan diberikan sesuai dengan ukuran ducting dan tekanan udara dalam ducting. Run Test : akan dilakukan beberapa test. Right jack plane. Reducer (transition). 7. semua duct yang berukuran lebih besar 500 mm permukaannya harus dibuat cross broken ( patah silang ). 5. Penguatan duct. Elbow. c. Bending : Pembentukan elbow & branch menggunakan alat khusus yaitu manual bending tool Gluing : Penyambungan antar bagian TD duct dan pemasangan invisible flange menggunakan lem khusus dengan ditambahkan aluminium tape untuk Vapour Barrier dan kerapihan Sealant : Sealant diberikan pada setiap sudut bagian dalam ducting untuk menambahkan kemampuan menahan kebocoran Support / hanger : besi siku 30x30x3 (galvanized) dan As Drat putih Ø8mm (galvanized) • Bahan hanger / suport besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm Jarak maksimum 4m 2m section bar aluminium 3. Pada main supply dan return duct harus dibuat lobang pengetesan untuk mengukur temperatur. kecuali kalau ditentukan hal-hal yang harus dipenuhi diluar standard tersebut. jari—jari (R t) sama dengan lebar duct. f. Ciptanusa Buana Sentosa . antara lain: . Penggantung duct. 4. e. V jack plane.6 m 0. Lubang pengetesan. g. Untuk kondisi tertentu yang memerlukan isolasi suara dengan pemakaian isolasi dalam. Setelah selesai ditutup kembali dengan plastik probe yang diisolasi.Pemeriksaan kekuatan support a. Percabangan (take off) harus memakai splitter damper yang dapat diatur dan dikunci pada kedudukannya.46 PT.6 m-1m 8.Leaking test : test kebocoran dengan menggunakan lampu dari dalam ducting kemudian diamati dari luar apakah ada cahaya yang tembus. d.000 Fpm (10 m/s). Instalasi : • Sambungan antar ducting menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan grille menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan volume damper menggunakan profil “F” Sambungan antar ducting dengan FCU menggunakan profil chair section bar aluminium dan terpal Noise yang timbul dalam ducting tergantung pada desain serta ukuran dalam ducting.Noise test : test kebisingan suara (DB meter disiapkan pihak owner) . Alat kerja : Cutting : Pemotongan materian TD lembaran menggunakan 4 buah macam pisau: Left jack plane. Konstruksi duct adalah untuk low velocity (low pressure duct) dengan static pressure didalam duct sampai 2” WG (500 pa) dengan kecepatan maksimum 2. Penguat menggunakan profil Sharped disk aluminium dan reinforcement bar aluminium. dibuat sesuai gambar spesifikasi atau gambar detail. apabila tidak ada cahaya maka ducting ok. . Straight jack plane. 6.

8. j) Slot diffuser dari tipe 1. PEKERJAAN PEMIPAAN 7.10. k. tanpa memakai volume damper. acessories dengan isolasi atau tanpa isolasi sesuai seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. 7. maka type diffuser harus khusus untuk pemakain dengan VAV.10. cara pemasangan harus dalam satu garis lurus sedemikian rupa. 5 inch H20. b) Seluruh sisi plenum harus diperkuat dengan besi siku 40 x 40 x 3 dan kalau perlu memakai bracing pada sisi yang paling panjang. Finishing : di cat hitam h) Konstruksi hendaknya cukup kaku dan tidak bergetar karena aliran udara.65 mm atau lebih. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pada butir ini adalah pengadaan dan pemasangan instalasi pemipaan lengkap dengan fitting-fitting. g) Damper dari diffuser adalah galvanized iron sheet BJLS 80 type : “Opposed blade damper”. Pemasangan diffuser/ grille ke plafond harus memakai rubber sponge tebal 6 mm. c) Untuk diffuser yang supply udaranya berasal dari VAV. serta dapat dikunci pada kedudukan yang dikehendaki. Tekanan kerja max. menggunakan short radius elbouw ( R t lebih kecil dari lebar duct ) harus memakai turning vanes. j. Ciptanusa Buana Sentosa . Untuk elbow tegak lurus harus memakai guide vanes double thickness. pemborong harus memasang sambungan flexible connection dari bahan double sheet glass cloth tebal 0. material adalah alumunium anodized dengan warna yang akan ditentukan oleh arsitek. Slot harus mempunyai pengarah aliran ( deflector ) yang baik dalam konstruksinya sehingga fungsi deflector betul-betul membentuk pola aliran yang memenuhi standartnya dan tidak berubah posisi karena aliran udara. f) Grille sama seperti supply register dalam konsstruksinya.47 PT. 7. i) Tidak dibenarkan memakai baut pada permukaan dari diffuser / grille / register. Untuk mengikat konstruksi penggantung ke beton dipergunakan ramset / dynabolt. 3 .2. alumunium flexible round duct dari type 2 lapis alumunium laminate incapsulating dengan steel spring helix dan wire spacing 2 mm jenis fire resistance. 7.9. grille dan register harus terbuat dari bahan alumunium anodized profile. e) Supply register harus mempunyai vertical dan horizontal blade yang dapat diatur defleksinya dan memakai volume damper. alat-alat bantu. Flexible duct ke peralatan memakai klem khusus ( quick klem ) dari bahan plastic. atau 3 slot. Sambungan flexible. dan tidak menimbulkan kebocoran pada sambungan. PLENUM a) Pleneum sesuai dengan dimensinya harus menggunakan material sesuai dengan ketentuan yang tersebut terdahulu. GRILLE. REGISTER & DIFFUSER a) Pada setiap main duct harus disiapkan volume damper untuk pengaturan udara b) Diffuser. l. Alumunium Flexible Round Duct. grille dan register di anodized dengan warna akan ditentukan kemudian oleh Arsitek / Direksi. Turning vanes jumlah dan posisinya ditentukan dengan chart logaritma atas dasar (RT)/(RH).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i.1. fire resistant ke duct yang masuk keluar dari fan atau AHU/FCU. sesuai gambar detail. Bila slot diffuser adalah menerus (continous) maka sambungan antara harus memakai alignment strip. Panjang flexible connection tak lebih dari 2 m. d) Warna untuk diffuser. sehingga tidak menyebabkan pengecilan luas penampang.

7.12. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya. jalur-jalur pipa yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran pipa. 4. Konstruksi Pemipaan Refrigerant & Drain untuk Split System. Fitting untuk flare points hendaknya jenis standard SAE forged brass flare menurut ARI standard 720 dengan unit short shank flare. • Sumur dari thermometer harus betul-betul tercelup kedalam media yang diukur terutama bila ada isolasi pipa. Sambungan pipa jenis "hard drawn tubing” harus disambung dengan perantaraan wrought copper fitting atau non porbus brass fittings. Pipa jenis "soft drawn tubing" dapat disambung dengan solder. • Thermometer harus dikalibrasi dulu sebelum dipasang. panel-panel dan instrumentasi kontrol seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar rencana/ diagram yang melengkapi dokumen ini. 3 . solder tintead 95-5" dapat dipergunakan kecuali pada pipa discharge gas panas. Ciptanusa Buana Sentosa . Solder lunak "tintead 50-50" tidak boleh dipergunakan. Lingkup pekerjaan untuk elektrikal/ kontrol ini adalah pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi listrik (termasuk motor listrik) pengkabelan. Hendaknya semua pipa refrigerant harus dikerjakan secara hati-hati dan sebaik mungkin. M a t e r i a l 1. nyala api atau lainnya yang sesuai untuk pipa refrigerant. : Pipa PVC klas AW. 2. PEKERJAAN LISTRIK/ KONTROL 7. 1.11. Pipa Condensate 2. 5. • Thermometer yang dipasang cocok untuk batas-batas temperatus yang diperlukan dari media ini.10. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapat persetujuan dari Pihak Pemberi Tugas dan MK sebelum dilaksanakan. Kontraktor sudah harus memperhitungkan adanya perbedaan tinggi antara Kondensing dan Evaporator terhadap adanya panjang pipa yang melebihi dari standard.48 PT. 6.1. • Mempunyai dua bacaan dalam F dan C • Type thermometer adalah Industrial type dengan posisi sudut pembacaan yang dapat dirubah-rubah kedudukannya. 7. 8. 7. kering dan bebas dari debu dan kotoran dan hendaknya dipasang sependek mungkin. sebelum dipasang semua bagian harus sudah bersih. ALAT – ALAT BANTU. Thermometer • Dipasang seperti ditunjukkna dalam gambar. Pipa Refrigerant 7. 3. Strainer hendaknya dipasang dalam jaringan refrigerant sebelum masuk ke thermostatic expansion valve. Pada pipa "precharged refrigerant lines" yang disediakan oleh pabriknya maka harus dipasang sesuai dengan persyaratan pabrik. Umum Seperti apa yang ditunjukkan dalam gambar rencana. Menyediakan dan memasang instalasi pemipaan untuk seluruh system AC. (refrigerant dan drain/kondensasi) termasuk fitting-fitting dan alat-alat bantu).4.10. Lingkup Pekerjaan. 9. : Pipa Tembaga (Copper) ASTM B280 type L/M 7.10. 10.12.2. Pipa refrigerant harus dipasang sesuai dengan persyaratan "Ashrae Guide Book" dan atau persyaratan pabrik.3. Pipa refrigerant harus disangga dan digantung dengan baik untuk mencegah melentur dan meneruskan getaran mesin kepada bangunan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. dan dianjurkan dipakai solder perak dengan meniupkan gas mulia seperti nitrogrn kering ke dalam pipa yang sedang disambung untuk menghindarkan terbentuknya kerak oksida di dalam pipa.

Direct on Line : Bila motor kapasitas dibawah 7. 50 ° C 90 % RH : 2 . Panel Starter Star Delta Starter : Bila motor kapasitas 7. (motor satu permanent split capacitor packaged dengan dengan thermal overload FCU) protector. jalur. . voltmeter serta ampermeter dengan selector switch untuk 3 phase.Supply voltage/ current . 2. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalurjalur instalasi lainnya berikut detail. Pemborong wajib mengikuti peraturan. B.Ambient temp/RH . diatas).49 PT. Spesifikasi Teknis 1.3 tingkat kecepatan .white). Temperatur Controller (TC) . 0. 3 .red. 100 ° C.detail yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan Direksi.1 ph/220 V/50 Hz . Semua motor listrik yang digunakan untuk proyek ini mempunyai power faktor minimum 0.jalur kabel dan perletakan panel dan motor seperti yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route. DIN (Jerman). Motor-motor yang digunakan disini harus sudah memenuhi standard NEMA (Amerika).Temp. OFF dan disconneting switch bila memakai remote starstop. Pemborong AC harus menyiapkan kabel control dari thermostat menuju Outdoor Unit dan Indoor Unit dan melakukan penyambungan kabel power dari panel ke Outdoor/Indoor Unit. Panelstarter harus dilengkapi dengan pilot lamp (green.Fungsi control .Control output (Output voltage ) . Umum Seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana. Ciptanusa Buana Sentosa .8.Control input Input voltage/current : PI : ° C pada range ° C to 32 ° C : 16 V DC/10 mA : max. lokasi panel dan perletakan instrument kontrol.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. dan JIS (Jepang). .set point scale . Temperatur Sensor (TS) .13.plat nama untuk peralatan yang dilayani serta push button ON. jumlah phasa tergantung kapasitas fan.12.Insulation class E Motor Fan : .Jenis induction motor.5 HP.max. Putaran motor maximum 1450 rpm (untuk motor-motor tsb.10 V : 0-16 V DC/max.5 HP keatas.3. temp.peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh : Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lembaga Masalah Ketenagaan (LMK) Dinas Pemadam Kebakaran Lembaga Pengujian Bahan Dinas Keselamatan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya 7.Temperatur detector dari type thermistar. Peralatan Listrik Motor Listrik Motor untuk FCU (IU) : .2.S (Inggris).1 mA b. Peralatan Kontrol a.Motor yang menjadi satu dengan fan.

Pada route kabel. green. tiap-tiap 50 m dan setiap belokan supaya diberi tanda adanya galian kabel dan tanda arah kabel. Pilot lamp.red. Pondasi peralatan.1.untuk 3 ph dengan selector phase switch Disconnecting switch untuk remote star stop. Kabel. Ciptanusa Buana Sentosa .mesin. 3. jenis NYFGbY harus dipasang sekurangkurangnya sedalam 75 cm dengan pasir sebagai alas dan pelindung. Pemborong AC harus menyediakan dan memasang peredam getaran (vibration eliminators) untuk melindungi. Ditiap tarikan kabel tidak boleh ada sambungan. kemudian dilindungi dengan batu pelindung sebelum diurug kembali. Untuk kabel yang menyeberangi selokan. P o n d a s i Semua pondasi beton yang diperlukan untuk mesin-mesin Condensing Unit (Outdoor Unit ) tidak termasuk dalam pekerjaan pemborong AC.jari pembelokan kabel. -R-S-T Centralized Remote Star Stop Remote star stop untuk peralatan-peralatan yang ditunjukkan pada panel diagram ditempatkan diruang control. 3 . PEKERJAAN LAIN-LAIN 7. sesuai dengan detail drawing. Wiring diagram hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan peralatan AC yang bersangkutan. Panel remote harus dilengkapi untuk masing.14. Kabel yang dapat digunakan adalah buatan Kabel metal atau Kabelindo. white. Jari.masing Peralatan dengan pilot lamp ( red.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Catatan : Temperatur Controller (TC) dan Temperatur Sensor (TS) atau gabungan dari TC dan TS (Thermostat) adalah dari merek yang sama dan dari jenis yang sesuai untuk kebutuhannya. Wiring Wiring untuk instalasi listrik dan control harus dipasang dalam PVC conduit JIS standard. Menghubungkan kabel pada terminal harus menggunakan "kabel schoen" harus kabel 25 mm keatas pemasangan "kabel schoen" harus menggunakan timah pateri lalu dipres hydraulis. Voltmeter .peralatan lainnya harus mengikuti petunjuk-petunjuk/ pedoman pabrik pembuat peralatan-peralatan tersebut. bangunan dari suara berisik dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin. green. Pemborong AC harus menyerahkan gambar layout beserta ukuran pondasi untuk masing-masing peralatan sebelum dilaksanakan oleh pihak lain kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui. Kabel yang dipasang pada dinding luar harus memakai metal conduit dan diklem rapi ke dinding memakai klem pipa. Ukuran-ukuran lebih kecil cukup dengan tang press tangan. hendaknya minimum 15 kali diameter kabel. jalan raya atau instalasi lainnya.untuk 3 ph dengan selector phase witch. white )dan plat nama masing-masing Peralatan dll. Semua panel star delta dilengkapi dengan : Pilot lamp .kabel yang digantung pada plat beton harus memakai klem penggantung dan wire rod yang diramset ke beton. Setiap kabel yang menuju terminal peralatan harus dilindungi memakai metal flexible conduit. harus dilindungi dengan pipa galvanis kelas medium. Ampere meter .14.50 PT. 7. Kabel yang dipasang didalam tanah.

Pemborong AC harus menjamin bahwa instalasi yang dipasangnya tidak akan menyebabkan penerusan suara dan getaran (vibration & noise transmission) kedalam ruanganruangan yang dihuni. 2. . sehingga didapatkan besaran.bagiannya. Dalam hal ini dilakukan oleh ahli atau tenaga ahli yang ditunjuk.alat.1. antara lain : 1. Pengukuran temperatur udara .3.besaran pengukuran yang sesuai seperti yang terlihat dalam gambar-gambar rencana sehingga sistem betul.Ampermeter / ampertang 5. Umum Pelaksanaan TAB (testing adjusting dan balancing) secara mendasar maksimal harus mengikuti standard/ atau petunjuk yang berlaku secara umum seperti tandard NEBB.15. dudukan-dudukan atau penggantung.besaran pengukuran yang sesuai atau mendekati besaran besaran yang ditentukan dalam rencana. ASHRAE dan SMACNA dengan menggunakan peralatan.modifikasi yang perlu untuk memenuhi syarat tersebut.betul dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan rencana. Pemborong harus bertanggung jawab atas modifikasi. 7. Semua dudukan harus mempunyai pelat-pelat (flanges) yang cukup dan dibuat pada lantai. 7.peralatan ukur yang memenuhi untuk pelaksanaan TAB tsb. Tool (alat-alat kerja) yang diperlukan dalam merubah setting/ kedudukan dari peralatan balancing.tegangan yang tidak wajar. profil.Hood untuk mengukur udara didiffuser.kondisi setempat. batang (rod) atau strip sesuai dengan gambar rencana atau kerja yang disetujui.4. Pembebanan pada balok atau pelat struktur yang ditimbulkan oleh dudukandudukan atau penggantung-penggantung tersebut hendaknya dijaga agar dapat terbagi cukup merata sehingga tidak menimbulkan tegangan. pipa yang diperlukan.15.2. Pengukuran listrik . 7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pemborong AC harus menyediakan dan memasang (sesuai dengan gambar rencana.penggantung tersebut harus dibuat dari konstruksi pipa.Barometer / pressure gauge 6. 3 .51 PT. 7.Thermometer 3. Pelaksanaan TAB Sacara detail TAB harus dilaksanakan terhadap seluruh sistim dan bagian. TESTING ADJUSTING DAN BALANCING 7. Peralatan Ukur. Pengukuran putaran (rpm) . adjusting dan balancing untuk seluruh sistem tata udara dan ventilasi mekanis sehingga didapatkan besaran.15. Pengukuran laju aliran udara . atau gambar kerja yang disetujui) semua dudukan (support) atau penggantung (hanger) untuk mesin.Voltmeter . Pengukuran tekanan . alat.Tachometer atau sejenisnya 4.Sling psychrometric . Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini adalah pelaksanaan testing.Pitot tube dengan inclined manometer Anemometer dan sejenisnya. Untuk menyesuaikan dengan kondisi.15.mesin.15. Minimal peralatan ukur sperti dibawah ini harus dimiliki oleh kontraktor ybs. Ciptanusa Buana Sentosa . Semua penggantung harus dipasang pada balok atau pada rangka baja dan harus berkonsultasi dengan Direksi dan Pemborong Sipil.

PRODUK INSTALASI TATA UDARA Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasi ke MK/Direksi. 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Dalam pelaksanaan TAB. type. NUG.item yang akan dilakukan untuk masing-masing system yang akan dilakukan pengetesan. Test dan sesuaikan masing-masing diffuser/grille terhadap kapasitas dalam batas % yang dibolehkan. Test dan catat static pressure pada inlet dan outlet dari fan. Siemens National. 4. Test dan catat temp. 3.5. Pelaksanaan TAB dilakukan oleh tenaga engineer yang betul-betul sudah berpengalaman dalam pelaksanaan TAB ini. KDK. Test dan sesuaikan kebutuhan udara luar untuk masing. Test dan catat motor full load amper.pengukuran terhadap besaran-besaran lainnya yang tidak tercantum dalam gambar rencana harus dituangkan dalam suatu laporan yang bentuknya (formnya) sudah disetujui oleh pengawas. Ciptanusa Buana Sentosa . Sesuaikan kebutuhan cfm untuk masing-masing zone 10. 7. Prosedure Testing and Adjusting. Test dan sesuaikan putaran blower sesuai kebutuhan design.hasil pengukuran dan pengamatan yang dilakukan juga disaksikan oleh pengawas tsb dan dalam laporannya ikut menanda tangani. Dalam pelaksanaan TAB. dan prosedure ini agar dibicarakan dengan pihak Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya. Sebelum melaksanakan TAB. Sebelum melaksanakan TAB. 6. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari MK/Direksi. juga diwajibkan melaksanakan pengukuran terhadap besaran. Kontraktor sudah harus menyiapkan suatu bentuk formulir yang berisi item. 8.52 PT.15. URAIAN AC Sistem VRV Motor Fan MERK Daikin. Semua pelaksanaan TAB maupun pengukuran. d b dan w b dari udara masuk dan keluar dari coil. masing-masing diffuser dan lakukan recheck terhadap performance dari jenis diffuser.besaran yang tidak tercantum dalam gambar rencana. 2. harus selalu didampingi oleh tenaga pengawas. Sesuaikan cfm yang dibutuhkan pada semua cabang-cabang utama 9. Indentifikasi ukuran. tapi besaran ini sangat diperlukan dalam penentuan kondisi dan kemampuan peralatan dan juga sebagai data data yang diperlukan bagi pihak maintenance dan operation. 5. 2. Kontrator harus membuat suatu rencana kerja. Kruger 3 . Balancing System Distribusi Udara. 7. dimana hasil. Test dan sesuaikan cfm atau l/s untuk sirkulasi udara. Lakukan pengukuran dengan pitot tube (tube traverse) untuk mendapatkan cfm dan fan sesuai design. Mitsubitshi AEG (GAE). mengenai prosedure pelaksanaan TAB untuk masing-masing bagian pekerjaan. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : NO. 11. disamping pengukuran yang dilakukan terhadap besaran-besaran yang ditentukan dalam design. 1. 3.masing FCU/ FAN.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. pengecatan. 7.1. Springkler Control Valve Set 6. Hydrant Box 8. control system dan Fire Resistence Cable 14. Pemadam api Ringan ( PAR / PEE ) 11. Ciptanusa Buana Sentosa . Insulflex Kembla. 16. 15. 11. 13. 17. Supreme Sigma Cool. Isolasi Ducting Ducting Komponen Panel Listrik Isolasi Pipa Pipa Tembaga Pipa PVC Kabel Listrik Grille Diffuser Aluminium Foil Flexible Duct Filter Isolasi Ducting Peredam Getaran Paramount. Mason. Panel listrik. Valved Connection to main Water supply source 4. Pompa kebakaran dengan penggerak listrik 2. 8. Confordaire Prima Prima Wangi. Tangki Air Pemadam Kebakaran berfungsi untuk menyediakan air dengan volume tertentu setiap saat. Kabel Metal. 8. Spingkler Head 7. Infoil.53 PT. 8. Insflex AAF atau setara Paramount. Parawoll. Thermaflex. 5. ACI Kinetek. 8. ACI TD Pre-Insulated Alumunium Duct. Perlengkapan Fire Water Tank 5. Tangki Air unutk cadangan pemadam kebakaran merupakan tangki existing. 6. Wangi. Pompa kebakaran dengan penggerak Diesel 3. yang telah dibuat sebelumnya. TDI Duct MG. 10.2. Sambungan dengan pemadam Kebakaran Kota ( Siamese Connection ) 10. 9. 14. Parawoll. 2. Rucika. National SISTEM PEMADAM KEBAKARAN LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan sistem Pemadam Kebakaran antara lain adalah sbb : 1. Pekerjaan listrik yang berhubungan ( contoh : Panel ) 12. Pillar hydrant dan Kotak Hydrant Halaman 9. TANGKI AIR PEMADAM KEBAKARAN ( TANGKI BAWAH ) 1. concrete blok ) 13. Fire Pump test ventui flow tube. Thermofoil 731 DEC Insulated. Sisalation 436. Wavin Voksel. Crane Pralon. Confordaire Sigma Cool. ABB Armaflex. 12. Fire Water Tank harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga monyet 3 . ALP Active. Pekerjaan lain yang berhubungan ( contoh : Pondasi.

Pompa pemadam kebakaran antara lain harus terdiri dari perlatan sbb : q Jockey pump dengan motor q Main pump dengan motor q Diesel fire pump dengan menggunakan diesel engine q Inlet dan Outlet header q Inlet dan Outlet valves q Check valve against water hammer q Inlet strainers q Power and control panels q Flow regulator q Pressure switches q Pressure gauges q Hydraulic connections q Electric connections q Best frame q Announciating pump status : • Jockey pump On. Untuk pompa utama jenisnya dapat Horizontal Split Case atau centrifugal End Suction dan vertical multi stages untuk pompa jockey dengan flanged connection dan komponen sebagai berikut : q Cast iron casing q Bronze impeller q Heavy duty steel shaft q Mechanical seal q Heavy duty grease lubricated bearings 5. Ciptanusa Buana Sentosa . 4. dimana akan menggunakan 1 (satu) set pompa pemadam kebakaran standart NFPA 20. pipa penguras. alarm horn & indicating lamp • Water level drop. System pemadam kebakaran yang digunakan merupakan system terpisah. untuk masing-masing system hydrant dan springkler 2. Air pengisi Fire Water Tank Apabila terjadi kebakaran.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar Pipa peluap Water level indicator Sleeve untuk laluan pipa masuk. Pompa pemadam kebakaran harus terdiri dari satu atau lebih pompa utama dan satu pompa joki. Motor Pompa q Motor pompa harus mendapat sumber daya dari PLN dan Genset secara otomatis q Sumber daya dari PLN harus diambil dari switch khusus sebelum main switch. maka fire water tank harus diisi. alarm horn & indicating lamp • Water level too low. 3. alarm horn. maka fire water tank harus dapat diisi secara cepat dari beberapa macam sumber air maupun persediaan air yang ada termasuk dari kolam renang. 4. 6. kabel listrik dan sebagainya q Exhaust fan 3. pipa isap. indicating lamp • Main pump On. POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. sebaliknya apabila turun mencapai L. q q q q 8.3. Pompa pemadam kebakaran harus mampu memasok kebutuhan air pemadam kebakaran sampai batas maksimum kemampuan pompa pada setiap saat secara otomatis.54 PT. Pengaturan pada sambungan ke sumber air yang dipasang secara permanent adalah sebagai berikut : Apabila permukaan air dalam fire water tank telah naik mencapai ambang batas H. masukan air harus berhenti. indicating lamp 3 .

sampai ambang batas yang telah ditentukan maka pompa joki akan start dan akan stop otomatis diambang batas tekanan yang juga telah ditentukan. Pengaturan pompa pemadam kebakaran adalah sbb : q Apabila tekanan air dalam jaringan turun disebabkan adanya kebocoran. Brance Control Valve Set q Branch control valve set harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan. Springkler control valve set terdiri dari dua keperluan yaitu main control valve set dan branch control valve set. 2. Ciptanusa Buana Sentosa . uji coba springkler maupun springkler flushing. Engine driven fire pump harus diuji coba minimal sekali seminggu selama satu jam Engine driven fire pump harus merupakan satu paket yang dirancang khusus untuk keperluan pemadam kebakaran yang antara lain terdiri dari : • Centrifugal fire pump • Gasoline or diesel engine • Starting device with pully or motor starter • Battery starter and outside battery charger • Engine speed control devixe • Fuel oil tank • Hydraulic connections • Electric connections • Control board • Instrumentations 8. q Branch control valve sat antara lain harus terdiri dari peralatan sbb : • Branch stop valve lockable • Flow switch.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. Standard pompa dan kontrol panel harus NFPA 20 Approve Engine Driven Fire Pump Engine driven fire pump berfungsi untuk memasok kebutuhan air pemadam kebakaran pada saat pompa listrik gagal atau diperlukan lebih banyak air untuk pemadam.4. q Apabila tekanan air dalam jaringan terus turun karena dibukanya satu atau lebih katup hidran atau bekerjanya beberapa kepala springkler. SPRINGKLER CONTROL VALVE SET 1. q Main Control Valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm system maupun dengan mechanical alarm gong apabila terjadi suatu aliran air sebesar satu kepala springkler q Main Control Valve set antara lain harus terdiri dar peralatan sbb : • Main stop valve lockable • Wet alarm valve • Alarm gong set • Flow switch • Pressure indicators • Test valve set 3.55 PT. maka satu atau dua main pump start sampai stop secara manual oleh operator apabila uji coba atau pemadam telah selesai. 9. calibrated • Test valve lockable • Drain valve lockable 3 . 8. q Branch control valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm systrm apabila terjadi aliran air sebesar satu kepala sprinkler. Main Control Valve Set q Main Control Valve Set harus dipasang setiap maksimum 500 kepala springkler untuk bahaya kebakaran ringan dan 1000 kepala springkler untuk bahaya kebakaran sedang.

Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. 3 .8 dengan modifikasi. chronium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. ukuran 750 mm. Alarm Lamp dan Alarm Horn. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box. BOX HIDRAN 1. 8. Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 2. Hydrant valve. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box. Setiap pillar hydrant harus dilengkapi dengan gate valve untuk memudahkan maintenance. Sprinkler Test Valve & Drain ( STV & D ) q STV & D harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan q Test valve harus diset pada laju aliran sebesar satu kepala sprinkler terkaiit q Drain Valve harus dapat mengalairkan alir mati dalam jaringan pipa sprinkler q STV & D terdiri dari lockable Test Valve dan Lockable Drain Valve. 1500 mm T & 250 mm D dicat duco warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. 8. Box harus dilengkapi Alarm Push Button. Hydrant valve. PILLAR HIDRAN Pillar hydrant yang dipergunakan disini adalah jenis short type two way dengan main valve dan branch valves ukuran 100 x 65 x 65 mm. chromium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. kecuali daerah gudang dan parkir boleh mempergunakan bronze finish. Jenis coupling harus disesuaikan dengan model yang dipergunakan oleh Mobil Dinas Kebakaran Kota. Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 8. SPRINKLER HEAD Sprinkler head yang dipergunakan disini dari jenis glass bulb dengan temperatur pecah 68 0C.B. Hose rack untuk slang 40 mm.8. 8. q Springkler flushing dimaksud untuk membuang air mati dalam jaringan pipa springkler. "JET" Firehose A. Fire brigade connection yang dipergunakan disini adalah two way siamese connection untuk pemasangan free standing dengan ukuran 100 x 65 x 65 mm. Indoor Hydrant Box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : Steel box recessed type. ukuran 750 mm L.one type size 40 mm x 30 meter including couplings. Ciptanusa Buana Sentosa . Outdoor hydrant box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : Steel box outdoor type.7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. q Springkler flushing terdiri dari pipa drain diameter 25 mm yang ditap dari ujung branch main atau submain ke springkler drain riser melalui valve. Hose rack untuk slang 40 mm. "JET" Firehose A-one type size 40 mm x 30 meter including couplings. B.56 PT.6. (Jenis kopling disesuaikan dengan jenis Dinas Pemadam Kebakaraan DKI).8. dibuat dari Chromium plated brass yang dilengkapi dengan flushing flange. FIRE BRIGADE CONNECTION 1. 1500 mm T & 270 mm D dicat powder coating warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper.5. Sprinkler Flushing q Sprinkler flushing harus dipasang diibagian ujung dari branch main pipe atau branch sub main pipe.

Siamese connection dibuat dari bronze lengkap dengan built-in check valve dan outlet coupling yang sesuai dengan standard yang dipergunakan oleh Dinas Pemadam Kota.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK LISTRIK ( PU 2101 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 9 bar Type : Centrifugal End Suction Impeller : Bronze Packing : Mechanical Seal Shaft : Steel ( SAE 1045 ) Bearing : Steel ball bearing self lubricated Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Standard motor : NEMA Standard Rotor : Squiirel cage Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 72 kw Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan pompa : q Pipa isap dan pipa tekan dengan sambungan kaku dan lentur dengan Victaulic coupling sesuai standard UL / Fm q Manometer tekan dan isap q Pressure switch q Panel control pompa ( UL / FM standar ) q Automatic aiir relief valve POMPA PACU ( UP – 01 ) Kapasitas : 25 GPM Head : 10 bar Type : Vertical Multi Stage Centrifugal pump Housing : Cast iron Impeller : Cast Bronze Packing / Seal : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealled ball bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Rotor : Squiirel cage 3 . . 8. 2. 3. 2.9. Untuk ruangan mesin disediakan 1 bh PAR jenis CO2 kapasitas 5 kg untuk setiap luas 100 m2. PEMADAM API RINGAN (PAR/PFE) 1.57 PT. Ciptanusa Buana Sentosa 8. Untuk daerah umum dalam bangunan disediakan 1 bh PAR jenis bubuk kering kapasitas minimal 3 kg setiap luas 100 m2.11. PAR disediakan sebagai sarana pemadaman awal yang dapat dilakukan oleh setiap penghuni bangunan. SKEDUL PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1.

HYDRANT PILLAR DENGAN KATUP UTAMA Ukuran : 65 X 65 X 100 mm Tipe sambungan : Machino coupling KOTAK HYDRANT KEBAKARAN LUAR GEDUNG 3 . Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan Pompa : q Unit panel daya.9 l / hr ( 100 % ) . . q Manometer isap dan tekan. 3. 5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 3 kw Sistem operasi : Automatic start stop dengan pressure switch. Starting : Battery 24 V. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK DIESEL ( PU 2103 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 8 bar Type : Horozontal Split Casing Housing : Cast Iron Impeller : Cast Iron Packing : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealed Ball Bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch.63.47 l / hr ( 75 % ) Perlengkapan : q 2 set of lead acid battery dengan standar pabrik q Maintenance standar tool steel q Battery charger yang terintegrasi dengan unit diesel penggerak pompa q Tangki bahan bakar harian dengan kapasitas cukup untuk operasi 6 jam terus menerus yang dilengkapi dengan bracket. Ciptanusa Buana Sentosa 4. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard DIESEL PENGGERAK POMPA KEBAKARAN Type : Watercoled Diesel Kapasitas Prime : 150 KVA ( maksimum ) Putaran : 1500 RPM / 50 Hz Aspiration : Turbocharged Air To Air Aftercooled Cycle : Four Stroke Cyclinder : 6. pipa q Engine control drive terdiri dari : • Manual / automatic starter • High and low water temperatur • High and low oil temperatur • Indicator tekanan minyak pelumas • Perlengkapan standar lain sesuai dengan standar pabrik pembuat. Governor : Hydrant Mechanical Fuel System : Direct Injection without glow plug Fuel Consumption : . kabel dan kontrol q Pemipaan isap dan tekan dengan sambungan kaku dan lentur dari Victaulic.58 PT.

8 mm Perlengkapan : .8 mm : .Variable jet & spray nozzle dia.Machino coupling dia. 16. PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 3 kg Jenis : Dry powder multi purpose PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 5 dan 7 kg Jenis : CO2 PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 25 kg Jenis : CO2 SPRINKLER Type HYDRANT VALVE Size : Up right & Pendent : 1 ½” & 2 ½” 7. 40 mm .Machino coupling dia. 8. 40 mm X 30 m . 13.Hose rack 6. 65 mm X 30 mm . 12. 10. 65 mm . 15.Hose rack SAMBUNGAN KEMBAR SIAM / SIAMESSE CONNECTION Ukuran : 100 X 65 X 65 mm Type : Free standing type dengan chromium plated finish atau cast Iron free standing type dengan lapisan anti karat.Linen Hose dia. 17.Stop valve . 14.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Ukuran Bahan Perlengkapan : 950 X 660 X 200 mm : Mild steel ukuran 1.Bak kontrol dan tutup. 6” & 8” SPRAY NOZZLE Size : 1 1 / 2 “ & 2 1 / 2” HOSE PRESSURE SWITCH PRESSURE GAUGE 3 . 9. Ciptanusa Buana Sentosa .Variable jet & spray nozzle dia.Linen Hose dia. 11. 65 mm . KOTAK HYDRANT KEBAKARAN DALAM GEDUNG Ukuran : 1300 X 750 X 200 mm Bahan : Mild steel ukuran 1. Perlengkapan :.59 PT. Sambungan : Jenis coupling harus disesuaikan dengan dinas kebakaran Setempat. MAIN CONTROL VALVE Size : 4”. 40 mm .

Central Potter. Toyo. Vitaulic. 14. Grinnel. 10. Alpindo Ozeki. Grinnel Vitaulic. 3. Kitz NBC. Grinnel Central. Notifier Toyo. Chubb Ozeki. viking. Patterson Equal.60 PT. 12. Appron. 40 Safety Valve / Relieve Valve / Release Valve Flowswicth Buttefly Gate Valve Class 16 K Class 20 URAIAN MERK Ideal Pump. Appron. Appron. 3 . Viking. Sanwell. Kitz Ozeki. Du Pont Viking. 13. 7. Yamato Yamato. Ciptanusa Buana Sentosa Globe Valve Class 20 Indoor Hydrant Box Fire Extinguisher Pillar Hydrant Siammesse Connection Branch Control Valve Main Control Valve Joint Coupling . 6. Toyo. Siemens. 8. Central Bakrie. 9. Viking. Spindo (PT. Central. Grinel. 1. Alpindo Central. Teral. Lowara Notifier. 17. 2. Fire pump Jockey Pump Fire Suppession Sistem Springkler Head Black Steel pipe SCH. 16. Wormald. 5. 11. TA. 15. nagano.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PRODUK PEMADAM KEBAKARAN NO. Sigma) Grinel. Nippon Steel. 4. Keystone NBC.

p.1. aman. pemasangan dan mengecek ulang atas design. 19. Panel Distribusi Utama (PDTR) secara lengkap. • Kabel feeder untuk panel penerangan dan panel-panel tenaga • Panel-panel penerangan. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. l. Pengadaan. Fuji Danfos. armature. • Pengadaan dan pemasangan peralatan kontrol berikut panelnya. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini.61 PT. Landing Valve Hose Reel Kabel FRC Control Valve Automatic Air Vent Ozeki. antara lain : • Sistim penerangan secara lengkap termasuk di dalamnya pengkawatan dan konduit. Welson. Central. 20. baik yang telah disebutkan dalam gambar / Rencana Kerja dan Syarat-syarat maupun yang tidak disebutkan namun secara umum / teknis diperlukan untuk memperoleh suatu sistim yang sempurna. o. Menyelenggarakan pemeriksaan. 1. Appron Radox. dan pengesahan seluruh instalasi listrik yang terpasang.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18. Pengadaan. • Pekerjaan pentanahan / grounding n. 22. 3 . sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Dwier SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI ELEKTRIKAL 1. Panel-panel tenaga. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. .2. k. Grinnel. PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT UMUM j. Central Ozeki. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. siap pakai dan handal. Menyerahkan gambar instalasi yang terpasang (As-built drawings). 21. pengujian. titik nyala lampu. saklar dan seluruh stop-kontak. pemasangan dan pengaturan dari perlengkapan dan bahan yang disebutkan dalam gambar atau Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini.Belimo Toyo. Ciptanusa Buana Sentosa 1. LINGKUP PEKERJAAN m.

Body / badan panel harus ditanahkan secara sempurna. Panel-panel yang dimaksud untuk beroperasi pada 220/380V. Panel-panel harus dibuat dari plat besi setebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di zinchromate dan di duco 2 kali dan harus di cat dengan cat bakar. 50 Hz dan solidly grounded dan harus dibuat mengikuti standard PUIL. Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang harus ada seperti yang ditunjukkan pada gambar. Kuning dan Hitam Netral : Biru Ground : Hijau / Kuning Circuit breaker • Penggunaan MCCB untuk : . IEC. 4 kawat. 5.1. Besarnya busbar harus diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan kenaikkan suhu lebih besar dari 65° C. terminal terminal.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 6. Spare space harus disediakan seusai gambar. 8. Busbar • Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-S-T. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga perbaikan-perbaikan. VDE/DIN. 7. Pintu panelpanel harus dilengkapi dengan master key. Ciptanusa Buana Sentosa . isolator switch dan perlengkapan lainnya harus buatan pabrik dan berkualitas dan dipasang di dalam panel dengan kuat dan tidak boleh ada bagian yang bergetar. penyambungan-penyambungan pada komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya. 3 .Outgoing pada PDTR . warna dan cat akan ditentukan kemudian oleh pihak Owner. Untuk itu penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam PUIL. 3 phasa.62 PT.3. KETENTUAN BAHAN dan PERALATAN 1.3. • Penggunaan MCB : .Outgoing pada • Circiuit breaker harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal dan instantaneouse magnetic unit • Main Circuit Breaker dari setiap panel emergensi harus dilengkapi shunt trip terminal. dimana lapisan warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang timbul. 4. Panel Tegangan Rendah 3. • Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. Komponen panel : Accessories Bus bar. Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluannya dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas. • Bus bar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut : Phasa : Merah. • Bus bar adalah batang tembaga murni dengan minimum conduktivitas 98%.Breaking capasity sesuai dengan gambar perencanaan. NEMA dan sebagainya.Incoming pada panel beban sampai dengan minimal 20A 1 phase . BS. rating amper sesuai gambar.

Panel control dilengkapi dengan peralatan proteksi seperti : Short circuit Over current Under voltage dan Over voltage Ground fault (earth fault current) Over load Reverse power relay Gangguan lain sesuai standard pabrik pembuat Emergency shut-down system Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluan . Panel Kontrol Genset ( PKG ) 1. 3 . Umum Panel tegangan rendah harus mengikuti standard VDE / DIN dan juga harus mengikuti peraturan IEC dan PUIL 2000.63 PT. Pintu dari panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan master key. lapisan yang dipergunakan untuk memberi warna busbar dan seluruh harus spasi dari jenis yang tahan terhadap kenaikan suhu yang diperbolehkan. Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-ST. Untuk Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas pengaruh induksi serta bersertifikat tera dari LMK / PLN ( minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN.penyambungan pada komponenkomponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen komponen lainnya.3. Ciptanusa Buana Sentosa . Panel-panel harus dibuat dari plat besi tebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di Zinchromate dan di duco 2 kali dan harus dipakai cat dengan powder coating. Start Blocking pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari sistem MCFA gedung. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding.2. untuk Ampere meter dan Volt meter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas dari pengaruh induksi serta ada sertifikat tera dari LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). besarnya busbar harus diperhitungkan untuk besar arus yang akan mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan suhu yang lebih dari 65°C. warna abu – abu Kanzai atau akan ditentukan kemudian oleh pihak Perencana / Pemberi Tugas.perbaikan. Komponen-komponen pengukuran yang dipakai : KW meter Ampermeter Voltmeter Frequency Meter Cos Phi Meter 1. penyambungan . Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa. sehingga bila perlu dilaksanakan perbaikan . Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semiflush mounting dalam kotak tahan getaran.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Alat Ukur Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak tahan getaran. PKG harus mampu melayani dan mengontrol genset seperti yang dijelaskan pada spesifikasi teknis diesel genset. sesuai dengan yang telah disetujui oleh Konsultan pengawas / Perencana.

Automatic load sharing Type : Free standing. 5. auto synchron. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. pada waktu PLN padam dan auto stop pada saat PLN sudah hidup kembali. Ciptanusa Buana Sentosa . Untuk fungsi engine shutt-down pada saat terjadi kelainan operasi mesin. Sistem Operasi PKG PKG harus dapat mengontrol unit genset.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. under voltage dan over voltage relay. 3. Protection : IP 23 Measuring Device : • Ammeter c/w current transformator • Voltmeter c/w 7 step selector switch • Frequency meter • Power factor meter • KWH meter • KW meter • Hours meter • DC Volt meter • DC Ampere meter Signal Lamps : Main CB “ON” • Main Failure • Genset Running • Genset on Load • Alarm Enable • Battery On • Low Oil Pressure • Over Temperatur • Engine Over Speed • Start Failure • Under Voltage • 3 . Semua panel harus ditanahkan. earth fault relay dan reserve power relay. auto load sharing. AMF. Untuk pengaturan diesel genset secara otomatik. Ketentuan Teknis Bahan dan peralatan Panel Kontrol Generator ( PKG ). Main CB outgoing / beban PKG tidak akan bekerja atau ON pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari system MCFA gedung. Fungsi Operasi PKG + AMF Untuk pengaturan diesel genset secara manual baik untuk keperluan operasi ataupun pengetesan berkala. front operated Tegangan : 380 – 415 V Protection device : Circuit breaker minimum 24 kA dengan over current Short circuit. PKG terdiri atas beberapa cubicle paling kurang sebagai berikut: 1 Cubicle Incoming G1 1 Cubicle Outgoing G1 Instalasi Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata (horizontal). 4.64 PT. seperti dijelaskan dalam lingkup pekerjaan diesel generating set .

Kabel Tegangan Rendah 9. • Braket penggantung terbuat dari plat baja tebal 0. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas.2 mm. Ciptanusa Buana Sentosa .6 KV dan 0. BCC.3 mm dengan cat powder coating warna putih • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas.65 PT. Untuk kabel feeder / power dari jenis NYY. 9. Pada prinsipnya kabel-kabel yang dipergunakan adalah jenis NYY.3. 8. Reccessed Mounted (RM) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. NYMHY. 10.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • Charge Failure Reverse Power Emergency Stop CB Tripped Push Button : Signal Lamp Test • Signal Reset • Emergency Stop • CB “ Closed” • CB “ Open” • 1.3. NYM. kabel dan peralatan bantu lainnya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas.5 KV untuk kabel NYM 12. Kabel FRC (kabel tahan api) harus mempunyai karakteristik sebagai berikut : Fire Resistance Fire Retardant Low Smoke Halogen Free Low toxicity Low corrosivity Ambient Temperature : 20 – 60ºC 13. • Louver dibuat dari alaumunium anodized double mirror (M4) • Daya yang dipakai adalah sesuai dengan gambar perencanaan. Sebelum dipergunakan.8 mm finishing 3 . Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan min. kabel penerangan dipergunakan kabel NYM sedangkan untuk kabel grounding dari jenis BCC 11.45 mm. FRC. • Reflector dibuat dari alumunium mirror tebal 0. Lampu Tabung ( Down Light ) • Lighting fixtures harus dilengkapi dengan reflector alluminium tebal minimal 1. Lampu Baret • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. NYA.5 mm dengan cat powder coating warna putih. Lampu TL Balk • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. 7.4.3.7 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 3. Lighting Fixtures 6. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2. 0. NYFGbY.5 mm² 1.

1. • Tiang terbuat dari pipa baja diameter 1 1/4” – 1 ½ “ dengan cat khusus. Ciptanusa Buana Sentosa .1 mm. • • 1. Diameter dari kap lampu minimal 150 mm. kotak-kontak dinding dan push button harus dipakai dari jenis bahan blakely atau metal. 11. Penggantung dibuat dari Hanger Rod. • Lampu yang dipakai dari jenis lampu incandescent dan PLC atau sesuai gambar.3. Penggantung harus dicat dasar anti karat sebelum dicat akhir dengan warna abu-abu.7.27. • Frame terbuat dari allumunium extrusion tanpa cat dengan tebal 1. • Braket tiang terbuat dari plastik pabrikan. Factor pengisian konduit harus mengikuti ketentuan pada PUIL. 15. ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. 19. Lampu Exit • Rumah lampu dari plat baja/besi tebal minimal 0. Flush-box ( inbow doos ) untuk tempat saklar. Kotak-Kontak dan Saklar 14. Kotak-kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 13 A dan mengikuti standard VDE. • Fitting lampu standard E-27.5 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 2. Rak kabel terbuat dari plat digalvanis dan buatan pabrik. Rak kabel / cable Tray 18.3. • Lampu harus dilengkapi dengan nicad battery. 20. jarak antar penggantung maximum 1 meter.500 mm dari permukaan lantai atau sesuai gambar 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 10.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah tipe pemasangan masuk / inbow ( flush mounting ). Konduit Konduit instalasi penerangan yang dipakai adalah dari jenis PVC High Impact. • Cover terbuat dari acrylic dengan tebal 2. Lampu Wastafel (GMS) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. 13. 17.5 mm dengan cat powder coating warna putih.0 mm.6. 16.66 PT. Kotak-kontak dinding yang dipasang 300 mm dari permukaan lantai kecuali ditentukan lain dan ruang-ruang yang basah / lembab harus jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar dipasang 1. Bahan bahan untuk rak kabel dan penggantung harus buatan pabrik. 3 . Lampu Taman • Casing luar terbuat dari acrylic opal tebal 3 mm. Lamp holder menggunakan standard E . Contoh harus disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. 12.3. Penggantung harus rapi & kuat sehingga bila ada pembebanan tidak akan berubah bentuk. Lampu Emergency Sesuai dengan gambar perencanaan yang dilengkapi dengan nicad battery dengan kapasitas mem back-up lampu minimal sampai dengan 2 jam.5. sedangkan kotak-kontak khusus tenaga (outbow) mempunyai rating 15 A dan mengikuti standard BS (3 pin) dengan lubang bulat. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah jenis Cool Daylight / 54 atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas . • Lampu yang digunakan jenis Inscandescesnt Lamp.

67 PT. Penyambungan kabel ke terminal harus menggunakan sepatu kabel ( cable lug ) yang sesuai. Panel-panel 21. harus mengajukan gambar kerja untuk mendapatkan persetujuan perencana dan Konsultan Pengawas. Sebelum pemesanan/pembuatan panel.1.5. PERLENGKAPAN INSTALASI q. Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam junction box / doos. 23. Semua panel harus ditanahkan. r. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. Untuk panel yang dipasang tertanam ( inbow ) kabel . Sedangkan untuk panel yang dipasang menempel tembok ( outbow ). Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya.kabel dari / ke terminal panel harus dilindungi pipa PVC High Impact yang tertanam dalam tembok secara kuat dan teratur rapi.600 mm dari lantai terhadap as panel. 30. 3 . Juction box / doos yang digunakan harus cukup besar dan dilengkapi tutup pengaman. 1. 36.5. 24. s. Letak panel seperti yang ditunjukan dalam gambar.2. kabel-kabel dari / ke terminal panel harus melalui tangga kabel. Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. 35. 25. Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi instalasi agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. Kabel daya yang dipasang horizontal / vertical harus dipasang pada tangga kabel. dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. t. 27.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan ketentuan PUIL. Ciptanusa Buana Sentosa . diklem dan disusun rapi. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Seluruh klem kabel yang digunakan harus buatan pabrik. 26. 1.warna kabel harus sama. 28. 22. Kabel – Kabel 29. 33.4. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. kecuali pada Tdoos untuk instalasi penerangan. 34. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat dan harus rata ( horizontal ).5. Ketinggian panel yang dipasang pada dinding (wall-mounted) = 1. 32. handal dan mudah perawatan. 31.

42. Lebar galian minimum adalah 40 cm yang disesuaikan dengan jumlah kabel. Tidak diperkenankan melakukan pengurugan sebelum Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui perletakan kabel tersebut. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda arah jalannya kabel. Instalasi Kabel Tenaga Letak pasti dari peralatan atau mesin-mesin di sesuaikan dengan gambar dan kondisi setempat apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut dapat meminta petunjuk Konsultan Pengawas. 43. Penyusunan konduit di atas rak kabel harus rapih dan tidak saling menyilang. Di atas belokan tersebut diletakan patok beton bertuliskan “KABEL TANAH” dan arah belok. Kabel tegangan rendah yang akan dipasang harus mempunyai serifikat lulus uji dari PLN yang terutama menjamin bahan isolasi kabel sudah memenuhi persyaratan. 41. Penyambungan kabel feeder tidak diperbolehkan. Penyambungan kabel menggunakan las doop. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya. Kabel penerangan yang terletak di atas rak kabel harus tetap di dalam konduit. 38. Setelah pengurugan selesai setiap 15 meter harus dipasang patok beton 20 x 20 x 60 cm dan bertuliskan “KABEL TANAH”.68 • PT. dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm dan di atasnya diamankan dengan batu bata press sebagai pelindungnya. Agar diusahakan pipa pelindung tidak bergoyang maka harus dilengkapi 3 . Kabel-kabel yang menembus dinding atau lantai harus menggunakan pipa sleeve. Tarikan kabel yang menuju peralatan yang tidak melalui trench atau yang menelusuri dinding ( outbow ) harus dilindungi dengan pipa pelindung.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 37. • Instalasi Kabel Bawah Tanah Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 100 cm minimum. Kabel tidak boleh dibelokan dengan radius kurang dari 15 x diameternya. pipa ini minimal dari Metal ( Pipa GIP ). Pelaksana Pekerjaan wajib memasang kabel sampai dengan peralatan tersebut. Tarikan kabel yang melalui trench harus diatur dengan baik / rapi sehingga tidak saling tindih dan membelit. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak-kontak harus di dalam kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan bahan konduitnya dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana tebal kotak terminal tadi minimum 4 cm. Penanaman kabel harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. Penanaman tidak boleh dilakukan di malam hari. 40. Patok-patok ini dicat kuning dan bertulisan merah. Kabel harus utuh menerus tanpa sambungan. Kabel tidak boleh terpuntir dan diberi label yang menunjukan arah disetiap jarak 1 meter. kecuali dinyatakan lain dalam gambar. 39. Semua kabel yang dipasang di atas langit-langit harus diletakkan pada suatu rak kabel. Pengujian dengan Megger harus tetap dilaksanakan dengan nilai tahanan isolasi minimum 500 kilo ohm. Ciptanusa Buana Sentosa .

3 . harus diadakan pengujian secara menyeluruh dari system untuk menjamin bahwa system berfungsi dengan baik. Penghantar pentanahan pada panel-panel menggunakan BCC dengan ukuran min. Pengukuran ini harus disaksikan Konsultan Pengawas. Pada setiap sambungan ke peralatan harus menggunakan pipa fleksibel. penyambungan ke panel harus menggunakan sepatu kabel (cable lug). Seluruh panel dan peralatan harus ditanahkan. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya.5. Sistem pentanahan harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS.500 mm untuk saklar atau sesuai gambar detail. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik dari pabrik pembuat dan LMK / PLN serta instansi lainnya yang berwenang untuk itu. 48. Untuk kabel feeder yang dipasang didalam trench harus mempergunakan kabel support minimum setiap 50 cm.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dengan klem-klem dan perlengkapan penahan lainnya. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. 49. 95 mm². yang diukur setelah tidak hujan selama 3 (tiga) hari berturut-turut.69 PT. Kotak-kontak yang khusus dipasang pada kolom beton harus terlebih dahulu dipersiapkan sparing untuk pengkabelannya disamping metal doos tang harus terpasang pada saat pengecoran kolom tersebut 1.kontak dan 1. diklem dan disusun rapi. Kotak-kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab / basah harus dari tipe water dicht ( bila ada ).3. PENGUJIAN u. 45. 15 x diameter kabel. 6 mm² dan max. Kotak – Kontak dan Saklar 44. 46. harus diadakan pengujian secara individual. Kabel yang ada di atas harus diletakkan pada rak kabel dan warna kabel harus disesuaikan dengan phasanya. Ciptanusa Buana Sentosa . sehingga nampak rapi. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. Dalamnya pentanahan minimal 12 meter dan ujung elektroda pentanahan harus mencapai permukaan air tanah. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan PUIL. Kabel daya yang dipasang di shaft harus dipasang pada tangga kabel (cable ladder). 1. agar dicapai harga tahanan tanah (ground resistance) dibawah 2 (dua) ohm.5. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipakai adalah tipe pemasangan masuk dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari level lantai untuk kontak . 50. Setelah peralatan tersebut dipasang.4. Pada setiap belokan pipa pelindung yang lebih besar dari 1 inchi harus menggunakan pipa fleksibel.6. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya. Pentanahan (Grounding) 47. Sebelum semua peralatan utama dari system dipasang. belokan harus dengan radius min. 1. Pengukuran Pentanahan tanah dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.

GE . • Test pompa-pompa seluruhnya. yang dilaksanakan bersama-sama sub pekerjaan pompa pompa. dengan schedule / pengaturan waktu oleh Konsultan Pengawas. GEM 3 Capasitor Bank Komponen Panel Maker Capasitor 525 V Nokian. Hasna Prima. ABB Komponen Panel TR MCB MCCB Fixed MCCB Adjustable Rating ACB Adjustable Rating 2 Panel Manufacturer Free standing & wall mounted Finishing box powder : * Powder coating Rickstar.6/1 KV (Kabel Tegangan Rendah): • Pengukuran tahanan isolasi dengan megger 1. Produk bahan dan peralatan.000 Volt • Pengukuran tahanan instalasi dengan megger 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Pelaksana Pekerjaan baru dapat mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. • Test peralatan (beban) lainnya.8. GAE 3 . 1. GEM SACI. Ega Tekelindo. Semua biaya yang timbul dari pelaksanakan pengujian menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan v. CIC.000 Volt • Pengukuran tahanan pentanahan Dan harus diberikan hasil test berupa Laporan Pengetesan / hasil pengujian pemeriksaan. MG Rickstar. dan semua biaya dan tanggung jawab teknik sepenuhnya menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. maka test berikutnya harus dilaksanakan secara keseluruhan ( Full Load Test ).7. Apabila hasil pengujian dinyatakan baik. pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Spesifikasi Teknis Merk / Produk MG. Test meliputi : Test Beban Kosong ( No Load Test ) Test Beban Penuh ( Full Load Test ) NO LOAD TEST Test ini dilakukan tanpa beban artinya peralatan di test satu per satu seperti misal pengujian Instalasi 0. Ciptanusa Buana Sentosa . Alpivar. Test ini meliputi : • Test nyala lampu-lampu dengan nyala semuanya. Hasna Prima. Ega Tekelindo. Hasil test harus mendapat pengesahan dari Perencana dan Konsultan Pengawas.70 4 Measuring Device Ampermeter PT. Selesai test 3 x 24 jam harus dibuatkan Berita Acara test jam untuk lampiran penyerahan pertama pekerjaan. FULL LOAD TEST (TEST BEBAN PENUH) Test beban penuh ini harus dilaksanakan Pelaksana Pekerjaan sebelum penyerahan pertama pekerjaan. Lamanya test ini harus dilakukan 3 x 24 jam non stop dengan beban penuh. PRODUK INSTALASI LISTRIK ARUS KUAT Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan.

Voksel Fuji. Vossloh 3 . Interlite Philips Philips Philips Philips. Clipsal 3M. Ciptanusa Buana Sentosa . NYMHY. CIC. Vossloh Philips. DOL Control Fuse Kabel – kabel Konduit Cable Mark Lampu TL TKI /Balk Standard 4A NYY. ballast. GAE Telemecanique / Omron / Axle Omron/National/ Telemecanique Telemecanique / AEG / Siemens 5 6 7 8 9 10 11 12 Push Button & Pilot Lamp Control Relay Contactor. Philips. Philips. GAE SACI. NYA. Kabel Metal. Vossloh Philips. Interlite Philips Creation. Vossloh. Kabelindo. Schwabe Creation. Philips. CIC. fitting Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Philips Philips Philips Philips. Radox Ega. Legrand Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Lampu. Star Delta starter. Interlite Philips Philips Philips Philips.71 13 Down Light PLC 14 Recced Mounted RM 300 M4 15 Lampu Baret 16 Lampu GMS PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Voltmeter Frequency Meter Cos phi meter Merk / Produk SACI. Nexans. CIC. NYM FRC PVC Higt Impact Risesun/ Omron / MG Supreme. Vossloh. Schwabe Creation. Philips. Schwabe Creation. Interlite Philips Philips Philips Philips. Vossloh Philips. GAE SACI. Vossloh.

z. peralatan dan 3 . Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum didalam gambar maupun pada spesifikasi/syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan kedalam pekerjaan ini. Lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan instalasi penangkal petir jenis non radioaktif. Philips. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. UMUM w. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PENANGKAL PETIR 2. Schwabe Creation. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Termasuk didalam pekerjaan ini adalah pengadaan barang/material.72 PT. down conductor pentanahan/grounding dan bak kontrolnya serta peralatan lain yang berkaitan dengannya sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang dispesifikasikan. Hits Berker. Philips. cc. Yang dimaksud dengan sistem penangkal petir dalam pekerjaan ini ialah semua penyediaan dan pemasangan sistem penangkal petir. y. Vossloh. Metosu 2.2. Clipsal. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. x. Vossloh Philips. material. bb. Interlite 17 Lampu Exit Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Minimal 2 jam Philips Philips Philips Philips. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. pemasangan bahan. Ciptanusa Buana Sentosa 2. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Saklar Kabel tray / kabel ladder Galvanized Tri Abadi. Vossloh. National 18 19 20 Nicad Battery Stop kontak. electroda pentanahan dan peralatan lainnya seperti yang ditunjukan dalam gambar rencana. termasuk disini air terminal. . MK. Interlite Manvier. WA. LINGKUP PEKERJAAN aa. Interack.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Ballast Armature Merk / Produk Philips. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. dd. penghantar down conductor. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek ini adalah pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek. termasuk air terminal (batang penerima).1. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Schwabe Creation. instalasi dan testing terhadap seluruh material. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. serah terima dan pemeliharaan selama 12 bulan.

Ground rod harus terbuat dari tembaga seperti gambar rencana. Sambungan harus diusahakan agar dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan atau pengetesan tahanan tanah (ground resistance).7. Penghantar dari batang peninggi / tiang ke bak kontrol pentanahan seperti gambar rencana.10. gg. SURAT IJIN kk. ll. SALURAN / PENGHANTAR ii. PENTANAHAN Tahanan tanah harus lebih kecil dari 2 Ohm. Dilengkapi dengan FRP Support Mast. dengan kata lain kabel tersebut harus menerus dan utuh tanpa sambungan. walaupun tidak tercantum pada syarat-syarat teknis khusus atau gambar dokumen.3. lurus dan rapi dan ditambatkan pada rangka/dinding bangunan. .4. Air terminal harus tidak mengalami korosi pada atmosfir normal. harus diusahakan tidak ada sambungan baik yang horizontal maupun yang vertical / jalur menara. Sambungan/klem penyambungan harus dari bahan tembaga. Pelaksana Pekerjaan berkewajiban dan bertanggung jawab atas pengurusan perijinan instalasi sistem penangkal petir oleh instalasi Depnaker wilayah setempat hingga memperoleh sertifikasi / rekomendasi 3 .9. PENAMBAT / KLEM Kabel yang turun kebawah vertikal harus diklem agar kuat. sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya. Seluruh saluran penghantar.8.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL perlengkapan sistem penangkal petir sesuai dengan peraturan/standar yang berlaku seperti yang ditunjukkan pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem/peralatan. 2. dan harus di sesuaikan dengan gambar arsitek. ditanamkan kedalam tanah secara vertikal sedalam minimal 12 (dua belas) meter dan harus mencapai air tanah. jj. BATANG PENINGGI Sistem penangkal petir dipasang setinggi 5 (satu) meter dari atap bangunan. Pelaksana Pekerjaan harus mempunyai ijin khusus dan berpengalaman dalam pemasangan penangkal petir dan dibuktikan dengan memberikan daftar proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan.73 PT. AIR TERMINAL ee. 2. 2. Sambungan dari Down Conductor ke elektroda Pentanahan harus dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan tahanan tanah.6. 2. hh.5. 2. 2. PEMASANGAN AIR TERMINAL/PENANGKAL PETIR Pemasangan air terminal (head) dipasang sesuai gambar rencana. SAMBUNGAN PADA BAK KONTROL Sambungan pada bak kontrol harus menjamin suatu kontak yang baik antar penghantar yang disambung dan tidak mudah lepas. Saluran penghantar ini mampu mencegah terjadinya side flashing dan electrification building. Ciptanusa Buana Sentosa 2. BAK KONTROL Pada setiap ground road harus dibuatkan bak pemeriksaan (bak kontrol). 2. Bak kontrol banyaknya sesuai gambar rencana. Saluran / penghantar haruslah memenuhi test standard IEC 60 – 1 : 1989 dari kabel high voltage shielded 50 mm². Air terminal dari jenis non rdioaktif dengan radius minimal 70 meter ff. Secara keseluruhan air terminal harus terisolasikan dari bangunan yang dilindunginya pada seluruh kondisi. 2.11.

oo. PENGUJIAN / PENGETESAN Untuk mengetahui baik atau tidaknya sistem penangkal petir yang dipasang. termasuk gambar-gambar. PRODUK INSTALASI PENANGKAL PETIR Peralatan. Ciptanusa Buana Sentosa 3. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Air Terminal (Batang Penerima) 2 3 Conductor Pipa Galvanized Spesifikasi Teknis Jenis Non Radio aktif Radius Perlindungan minmal 70 meter Dilengkapi dengan FRP Support Mast HV Shielded Cable 50 mm² . Lingkup pekerjaan ini akan meliputi pengadaan. 1 (satu) Unit Diesel Generating set kapasitas 150 KVA Prime Power disediakan sebagai sumber daya cadangan bila PLN padam. . nn. petunjuk operasi dan pemeliharaan serta latihan petugas instalasi ini dari pihak Pemilik bangunan. Spindo Produk LPI Guardian.1. pemasangan. standard dan peraturan yang terkait.12. service. maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya maupun terhadap sistem pentanahannya. SPESIFIKASI TEKNIS DIESEL GENERATING SET 3. Klaim yang terjadi atas pengabaian hal-hal di atas tidak akan diterima.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. • Continuity test : Pelaksana Pekerjaan harus memberikan laporan hasil testing tersebut. setelah itu baru terjadi pemindahan beban kembali ke 3 . Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab untuk mengenali dengan baik semua persyaratan yang diminta didalam spesifikasi ini. qq. perincian penawaran ( Bills of Quantity ). sertifikasi. Bakrie. Ketika PLN sudah hidup kembali. peraturan setempat dan perintah dari Konsultan pengawas selama masa pelaksanaan pekerjaan. maka Genset masih akan terus melayani beban untuk waktu tidak kurang dari 15 menit. pengujian. Bila PLN padam. Prevectron 3. pemeliharaan. maka Genset akan start secara otomatis (Auto Start) dalam waktu 10 – 15 detik (adjustable). Pengetesan yang harus dilakukan : • Grounding Resistant test : Ukuran tahanan dari pentanahan dengan mempergunakan metode standard.2. merupakan kewajiban Pemorong untuk penggantinya tanpa ada penggantian biaya SISTEM KERJA GENSET pp. System 3000. rr. garansi.Medium Class 4 besar PPI.74 PT. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi peralatan dan material yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. UMUM mm. petunjuk dari pabrik pembuat. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. penyediaan gambar terinstalasi (As-built Drawing).

Ciptanusa Buana Sentosa 3.1. Handling Genset di atas pondasi 65. DIESEL GENERATOR 69.1.3. Pengadaan dan Pemasangan kabel feeder dari Genset ke PKG lengkap dengan kabel ladder / tray termasuk terminasi. 58. Mesin Diesel Generator harus dilengkapi dengan suatu dudukan yang terbuat dari bahan baja. KVA dan .. 70.3. Koordinasi dengan Pelaksana Pekerjaan lain maupun Instalasi terkait untuk menjamin bahwa instalasi tersebut sudah lengkap. Membuat buku petunjuk operasi dan pemeliharaan serta trouble shooting 60. benar dan memenuhi persyaratan 3. Melakukan testing dan commissioning instalasi tersebut 57. LINGKUP PEKERJAAN 3.3. Setting dan aligment peredam getaran (Anti Vibration Mounting). Pengadaan. 3. 52.4. pemasangan dan pengujian sistem pentanahan unit Genset dan PKG 56. ) 3. dengan pertimbangan agar rectifier perangkat tidak mengalami perubahan catu daya dalam waktu pendek. Menyediakan kontrol terminal untuk sensor PLN ke PKG 62. Membuat As-built Drawing 59. Pengadaan. pemasangan dan pengujian 1 (satu) unit Diesel Generating Set kapasitas . pemasangan dan pengujian kabel daya dan kontrol dari unit Genset ke PKG 55. Lingkup Pekerjaan Terminasi 61.4.2. harus 3 . Silent type. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan suatu daya listrik dengan kapasitas tidak kurang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana untuk tipe pemakaian secara terus-menerus pada kondisi kerja setempat. Menyerahkan Tools Kit 3. Umum .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PLN dan Genset akan mati setelah melalui waktu pendinginan/cooling down time sekitar 300 detik (adjustable)..4.3.3. single operation. Mengadakan pelatihan operator. Mengurus perijinan ke Instansi Depnaker dan Ditjen Pertambangan & Energi sehubungan dengan pekerjaan ini (biaya perizinan dan pengurusannya termasuk lingkup Pelaksana Pekerjaan ini).. Pengadaan. Setting dan aligment kedudukan Genset.3. 67. Lingkup Pekerjaan Utama 51. Melaksanakan terminasi kabel feeder dari Genset ke PKG 63. 68.5.. Pekerjaan sipil dan finishing yang diperlukan dan perapihan kembali yang diakibatkan oleh instalasi ini.75 PT. Pekerjaan sipil ( bobokan dan perapihan kembali dll. Lingkup Pekerjaan Instalasi Operasi Sistem Genset 54. dimana antara mesin dengan dudukan dan antar dudukan dengan pondasi mesin yang akan disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan. Lingkup Pekerjaan Yang Terkait 64. 3. 53. dimana tempratur keliling tidak melebihi 45° C dan rata-rata temperature keliling adalah 40° C.3. termasuk anchor 66. Lingkup Pekerjaan Pemilik Menyediakan surat yang diperlukan untuk perizinan ke Instansi terkait (bila dipersyaratkan) 3.. KVA Prime Power. sesuai standard DIN 6270 A.

76 PT. AMF module ini bisa disuplai oleh Pelaksana Pekerjaan Genset yang pemasangannya dilakukan oleh Panel Maker atau pengadaannya oleh panel maker dan pemasangan oleh Pelaksana Pekerjaan. 80.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 71. 84. • Dan lain-lain pengaman yang dinilai perlu dan sesuai dengan rekomendasi pabrik Generator yang dipergunakan harus mampu membangkitkan tegangan tanpa bantuan sumber daya lain. • Tekanan kerja minyak pelumas lebih kecil dari nilai nominalnya (tidak kurang dari 3 kg/cm²) • Temperatur kerja air pendingin melebihi nilai nominalnya (tidak kurang dari 75 °C). 79. dimana rangkaian medan magnitnya mendapatkan catu daya dari terminal Generator melalui suatu rangkaian elektronik dengan tidak mempergunakan sikat komutator. saluran udara buang dan saluran asap harus dilampirkan pada surat penawaran. 78. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan peralatan yang dapat mengatur putaran mesin secara otomatis sehingga mesin akan selalu bekerja pada putaran nominalnya pada kondisi beban antara beban nol dan beban penuh dengan toleransi tidak lebih dari 2 %. ventilasi ruangan. 83. 81. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan filter bahan bakar dan filter udara pembakaran. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus merupakan peralatan yang selalu siap dipergunakan pada setiap saat. serta harus dilengkapi dengan brosur / manual asli dari pabrik sebagai dasar perhitungan. 75. Ciptanusa Buana Sentosa . Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system saluran udara buang dan saluran asap sehingga tidak akan mengurangi kapasitas mesin untuk membangkitkan daya sesuai yang diminta. Perhitungan system peredam suara. Mesin Diesel Generator secara keseluruhan harus mampu dioperasikan dari Panel Kontrol Generator. 3 . dimana untuk selanjutnya akan disebut Automatic Main Failure ( AMF ) type Digital. alat pengisi muatan battery dengan catu daya yang berasal dari Generator dan yang berasal dari PLN. 77. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan alat pengaman guna menghentikan operasi mesin dan atau memberikan indikasi adanya gangguan untuk setiap gangguan sebagai berikut : • Putaran kerja melebihi 110 % putaran nominal. 74. disediakan bahan peredam getaran tipe gabungan pegas dan karet perdam getaran. Hubungan kumparan stator Generator hendaknya hubungan bintang dimana reaktansi hubung singkatnya tidak lebih 15 %. 72. untuk itu mesin ini harus mempunyai perlengkapan berupa pompa sirkulasi minyak pelumas otomatis dan manual. PKG harus mempunyai bagian yang dapat mengoperasikan mesin secara otomatis pada saat terjadi gangguan pada sumber daya yang berasal dari PLN. 73. ventilasi ruangan. Rangkaian elektronik yang dimaksud dalam butir di atas harus mampu mengatur tegangan Generator secara terus-menerus pada tegangan nominal sebesar 220/380 Volt dengan toleransi tidak lebih dari 1. Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan daya listrik sesuai dengan kondisi terpasang yang ditunjukkan didalam Gambar Rencana secara terus-menerus pada putaran nominal mesin Diesel dan pada tegangan nominal Generator yang dipergunakan harus dibuat untuk pemakaian dalam ruangan dengan kelas pengamanan tidak kurang dari IP 23 dan dapat menahan kelebihan beban 10 % selam 1 jam dalam selang waktu 12 jam. 82. 76. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system peredam suara. saluran udara buang dan saluran asap sehubungan dengan spesifikasi mesin Diesel Generator set yang diusulkan. peredam suara pada saluran gas buang ( max 65 dB ± 5 dB ).5 %.

Test lapangan harus dilakukan minimal meliputi : • Squence • Protection device • Operation • Sound pressure level • Load running ( Load Bank / Building Load ) : 3 . PKG dan semua bagian logam didalam Ruang Diesel. Pengujian . AMF harus dapat menghentikan pelayanan Diesel pada waktu pelayanan dari PLN telah normal kembali dan kemudian menghentikan Diesel dengan kelambatan waktu operasi tidak kurang dari 10 menit. AMF Digital yang dipergunakan harus dapat memberikan indikasi mengenai keadaan .keadaan berikut : • Alat penghubung beban tersambung / terputus • Kegagalan start • Gangguan pada rangkaian pengisi battery • Kapasitas battery lemah • Gangguan operasi lainnya 86. Pipa exhaust dan Silencer harus diisolasi dengan Rockwool 2” density 60 kg/m³ dan dibungkus dengan galvanized sheet di sepanjang pipa ( jacketing ). Ciptanusa Buana Sentosa 3. 3.4. Posisi Diesel Genset harus lurus baik secara vertical maupun horizontal. 89.4. AMF Digital harus mampu menjalankan Diesel Genset pada waktu tegangan PLN mencapai batas 80 % dari tegangan nominalnya tanpa kelambatan waktu operasi. Diesel Genset harus didudukan di atas pondasi dengan mempergunakan spring atau rubber mounting yang direkomendasikan oleh pabik pembuat. 95. titik netral Generator. Test pabrik pembuat harus dilakukan menurut standard pabrik dan minimal meliputi testing : • Insulation level • Squence • Protection device • Operation • Full load running ( Load Bank / Building Load ) • Temperature rise • Governour control • Sound pressure level 15. 91. 92. 88. termasuk rak dan tangga kabel dan pintu-pintu ruangan yang terbuat dari logam sesuai dengan ketentuan ini. Instalasi 90.3. Anchor dari Diesel Genset harus benar-benar tepat pada lubang pondasi yang telah ditetapkan dan dicek dengan baik dan kuat.2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 85. Spring anti vibration mounting harus mempunyai effisiensi tidak kurang dari 95%. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan titik pentanahan bagi mesin Diesel Generator. AMF Digital harus dilengkapi dengan fasilitas peralatan sebagai berikut: • Saklar pemilih operasi manual / otomatis • Tombol penghenti bunyi bel • Tombol reset • Tombol penghenti operasi mesin • Tombol penguji lampu indicator dan bel • Dan lain-lain 87. 14.77 PT. 93. Waktu start Diesel Genset adalah sekitar 10 – 15 detik kemudian. Sambungan pipa ke mesin harus mempergunakan flexible joint. 94.

8 : Star dan Netral Grounded – 4 terminal : IP 21 : Class H : 10% selama 1 jam dalam setiap 12 jam kerja ww. by Manufacture Warranty tt.50% selama 1 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test .. akan dilakukan uji beban nyata selama 2 hari ( 2 x 24 jam) 3.30% Load : 380 – 415 V : 50 Hz : 0. KETENTUAN TEKNIS BAHAN DAN PERALATAN ss.75% selama 2 jam tanpa interupsi . Ciptanusa Buana Sentosa .100% selama 3 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test Setelah lulus uji dengan load bank.100% selama 1 jam tanpa interupsi . Country of Origin : Complete Built up.78 PT..0% selama 15 menit tanpa interupsi.5.Droop Kit : 1 ( satu ) : Minimum 25% . Measuring Device ::Oil Pressure Gauge Oil Temperatur Gauge Water Temperatur Gauge Charging Ammeter Tachometer Fuel Oil Pressure Gauge Thermometer untuk discharge gas di turbo charger Low Oil Pressure High Water Temperatur Over Speed Lampu Indikator dan horn pada panel generator uu. .110% selama 1 jam tanpa interupsi .nya . Diesel Engine (Single Operation) Type : Open. .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • . Jumlah Unit xx. Alternator • Output kontinyu • Tegangan • Frekwensi • Power Factor • Connection • Protection • Insulation • Overload capacity 3 . Perlengkapan :.Battery dan charger .25% selama 1 jam tanpa interupsi. Safety Device vv. Silent Type Kapasitas Prime : 500 KVA dan 50 KVA Prime Power Putaran : 1500 RPM Pendinginan : Radiator Aspiration : Turbocharger + Intercooler Starting : Battery 24 V Jumlah Silinder : 8 Type of engine : In-Line Governor : Electronic Fuel System : Direct Injection Konsumsi Bahan bakar : Maksimum ± 50 liter / jam pada beban 75%.Exhaust muffler Critical type with counter flange .

0. 99. Pompa bahan bakar adalah jenis Gear Pump yang sesuai untuk pemakaian bahan bakar berkapasitas tidak kurang dari yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana ( 50 liter / menit ).5 % rated solid state type with rotating silicon Controlled rectifier ( brush – less ). 50 Hz On / Off : Pompa dapat bekerja secara manual & automatic 3 . 102. Ukuran alat ini harus sesuai dengan pipa yang terhubung.50 / 0. Check Valve yang dipergunakan harus dapat menahan aliran balik dari bahan bakar. 3 ph. Penyambungan Flange juga diharuskaan pada pemipaan yang panjangnya lebih dari 12 m.1. Ciptanusa Buana Sentosa .6. 98. Warna cat akan ditentukan kemudian.79 PT. 101. three phase sensing 3. Pipa bahan bakar yang dipergunakan adalah pipa baja hitam. kecuali pada tempat penyambungan tangki penyimpanan bahan bakar.5 bar Motor : 0. dan digerakkan oleh motor listrik sesuai dengan kebutuhan serta dilengkapi dengan panel kontrol operasi otomatis dan manual. Tangki ini harus terbuat dari bahan Mild Steel Plate melalui proses anti karat. Tangki penyimpanan bahan bakar harian harus mempunyai kapasitas minimum tidak kurang dari 500 liter. 97.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • Voltage regulation : +/. 220 V / 380 V. dimana penyambungannya dengan system flange. pompa bahan bakar dan peralatan-peralatan lainnya. Pipa bahan bakar secara keseluruhan harus dilapis dengan lapisan anti karat Zinchromate dari ICI sebanyak 2 lapis dan cat finishing. Pelaksana Pekerjaan wajib memberikan lapisan anti karat Zinchromate buatan ICI atau setara sebanyak 2 lapis dan cat akhir berwarna coklat pada dudukan tanki di atas. yang terbuat dari bahan karet khusus untuk bahan bakar. Sistem Bahan Bakar 96. Untuk hubungan dengan peralatan tersebut dipergunakan tipe penyambungan Flange. Spesifikasi Pompa Bahan Bakar Type : Gear Laju Aliran : 50 liter / jam Tekanan : 1. pipa pemakaian (supply). 106. medium class. pipa pengembalian (return) bahan bakar. 100.6.75 HP. Katup operasi yang diameter lebih bedar dari 50 mm harus terbuat dari bahan besi cor dengan sambungan-sambungan jenis Flange 105.6. 103. dengan penyambungan pipa ulir. alat pengukur isi tangki dan pengatur operasi pompa bahan bakar alasan sebagai indicator low level lengkap dengan alarm / buzzer.2. Tangki penyimpanan bahan bakar harus mempunyai sarana penyambungan pipa pengisian dari tangki bahan bakar mingguan. Umum 3. 104. Diameter pipa bahan bakar yang dipergunakan harus sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana dan mempunyai perlengkapan katub operasi seperti tertera dalam Gambar Rencana. pipa pembuangan gas ( ventilasi ). Pelaksana Pekerjaan membongkar dan memasang kembali pompa bahan bakar manual existing dengan pemipaan secara parallel dilengkapi Gate Valve dan Check Valve. Diameter alat ini ditunjukkan dalam Gambar Rencana sesuai dengan ukuran pipanya. 3. Setiap hubungan pipa dengan pompa harus dilengkapi dengan pipa flexible.

Pada permukaan bahan peredam suara. kkk. 3. Untuk kelengkapan system peredaman suara ini maka pintu-pintu ruang Genset haruslah memiliki Transmission loss ( TL ) 40 dB. maka Pelaksana Pekerjaan wajib mempergunakan baja strip berukuran 1 x 3/8” sebagai penahan peredam suara ke dinding ruangan dimana pemasangan bagian harus mempergunakan Fisher tipe S-10.10. zz. nnn. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan cerobong udara bebas pendingin mesin dengan bahan plat baja galvanis kelas BJLS 100.7. Ujung cerobong saluran udara ini harus dilengkapi dengan wiremesh sebagaimana tertera di Gambar Rencana.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. berbentuk sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana lengkap dengan penghubung flexible dan pengarah aliran udara serta diisolasi sesuai dengan ketentuan ini. 3. jjj. Sistem Peredam Suara fff. Lubang ventilasi ( Intake air maupun Exhaust air ) harus dilengkapi dengan sound attenuator sehingga kebisingan di sisi-sisi tersebut tidak lebih dari 60 dB. 3 . Pelaksana Pekerjaan diwajibkan membuat perhitungan kembali system peredaman suara ini untuk menentukan ukuran sound attenuator berdasarkan noise level yang telah ditentukan tersebut di atas. Khusus untuk pemasangan peredam yang akan ditempatkan pada ruang peredam suara. Pelaksana Pekerjaan wajib menempatkan lapisan Glasscloth. hhh. Hubungan pipa gas buang antara mesin dan peredam suara (Silincer). Apabila tidak ditentukan lain oleh Konsultan pengawas. Peredam suara (Silincer) yang dipergunakan hendaknya tidak menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu operasi bangunan dan disyaratkan tidak melebihi batas 65 dB diukur pada jarak 3 meter dari ujung pipa gas buang pada kondisi beban mesin nominal.8. Pipa pembuangan gas buang harus diisolasi untuk menahan radiasi panas yang mungkin timbul dengan Rockwool berbentuk Preform (setengah pipa) setebal tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m³ dan dilapis lagi dengan alumunium Jacketing tahan temperature sampai dengan 1000° C aaa. 3. Sistem ventilasi ruangan ( Intake air dan Exhaust air ) harus sedemikian rupa sehingga dalam keadaan semua mesin beroperasi maka rata-rata temperature keliling tidak melebihi 40 °C atau batas temperature yang akan mengganggu operasi mesin. Isolasi tersebut harus dipasang mulai dari pipa flexible penghubung mesin dengan peredam suara sampai 50 cm dari ujung pipa gas buang. eee. Sistem Ventilasi Ruang mmm. Sistem ventilasi ruangan mengandalkan Intake air louver yang akan memasukkan udara ke dalam ruangan Genset. Ciptanusa Buana Sentosa . ccc. Penghubung flexible ini tidak perlu diisolasi. ggg. Sistem Gas Buang yy. lll. harus dilengkapi dengan penghubung flexible seperti yang telah direncanakan oleh pabrik pembuatnya.9. Bahan peredam suara yang dipergunakan pada dinding ruangan adalah rockwool dengan ketebalan tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m3. Pelaksana Pekerjaan harus mempergunakan baja siku 40 x 40 x 4 mm sebagai rangka dudukannya. Sistem Pendingin ddd. Pipa pembuangan gas buang adalah jenis pipa baja hitam kelas medium berdiameter yang cukup untuk tidak mengakibatkan terjadinya back pressure yang akan mempengaruhi terjadinya pengurangan kapasitas mesin pada pemasangan seperti ditunjukkan dalam Gambar Rencana. iii.80 PT. bbb. 3 meter dari jarak dinding perimeter.

Telemecanique. Mitsubishi Pendingin : Radiator Tegangan Frekuensi : 380 ~ 415 V : 50 Hz 2 Alternator Stamford. AEG. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No. DEIF. Omron 6 7 Control Relay Control Fuse 8 9 Current Transformer Measuring Device Voltage meter Ampere meter KWH meter Axle. Daewoo. Nitech SACI. EASIGen 3 Komponen Panel 4 AMF Module 5 KWH Meter Fuji. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas.8 MCCB Adjustable Rating MCB Digital Standard Standard Merlin Gerlin ( MG ).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ooo.81 PT. Atau setara Deep Sea. AVK. Sistem exhaust ventilasi Ruang Genset untuk sirkulasi udara didalam ruangan pada kondisi Genset stand by dan system exhaust ventilasi tidak beroperasi saat generator operasi. Circutor. Ciptanusa Buana Sentosa . Ntional. Siemens. National Hager. Celsa. 1 Uraian Diesel Generator Spesifikasi Terknis Kapasitas : 150 KVA Prime Power Type Putaran : Open : 1500 rpm Merk / Produk Perkins. K2 Power. Cater Pillar. MG. PRODUKSI INSTALASI GENSET Peralatan. Deutz . AEG Omron. Omron 3 . Marathon Power Factor : 0. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi.

qqq. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Bahan-bahan dan peralatan-peralatan pembantu instalasi fire alarm system harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan pekerjaan dan gambar instalasi fire alarm system. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. ttt.82 PT. pemasangan & pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap untuk dipakai. Tranka 11 Ladder & tray Tri Abadi. Ciptanusa Buana Sentosa . 10 Uraian Kabel-kabel Spesifikasi Terknis Merk / Produk Kabelindo. dimana pada waktu terjadi kebakaran akan memberikan indikasi secara audio (bell) maupun visual (lampu warna merah) dari mana asal kebakaran tersebut dimulai. 3 . Interack 4.2. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. LINGKUP PEKERJAAN Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan instalasi ini harus melaksanakan pengadaan.4. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN FIRE ALARM 4.1. rrr. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Peralatan utama yang terdapat dalam sistem Fire Alarm ini adalah : • Thermal Detector Conventional • Smoke Detector Conventional • Manual Push Button (Break Glass) • Alarm Bell • Zone Indicator • Indicator Lamp • Module • Master Control Panel Adresssable 4. sehingga dapat diambil tindakan pencegahan sedini mungkin. Fire alarm system ini menerima signal kebakaran yang diberikan baik secara otomatis dari detector maupun secara manual dari push button box. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. 4. Fungsi sistem deteksi dan alarm kebakaran adalah sistem deteksi awal apabila terjadi kebakaran.3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. 4. UMUM ppp. PENJELASAN SISTEM sss. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Supreme Kabel Metal.

110. Jenis yang digunakan adalah Rate of Rise detector dan Fixed Temperature detector yang memiliki response lamp di base.13 VDC . Data teknis lainnya : . Ciptanusa Buana Sentosa .+50ºC .13 VDC Quescent Current : ± 0. perubahan suhum kelembaban dan karatan. Input signal harus bebas dari prioritas signal digital . gangguan elektromagnetis.0 mA . 112. gangguan elektromagnetis.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .1mA .Alarm Current : ± 25. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. 118. 109.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Thermal Detector Conventional 107. 108.1mA Alarm Current : ± 25.0 mA EMC : ± 10 V/m Activation Temperature : 67ºC Operating Temperature : -10 ~ +50º C Storage Temperature : -30 ~ +75º C Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Input Module (Mini Module) 115. Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu. Jenis yang dipakai adalah prinsip photoelectric yang memiliki 2 buah response lamp dan mempunyai karateristik sensitivitas yang rata (flat response technology).Operating Voltage : 16 – 32 VDC .EMC : ± 10V/m .Operating Temperature : -10 ~ +50º C . Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu. Sirkit dan sensor mempunyai performa yang tinggi dalam pendeteksian temperature ditetapkan.Quiescent Current : ± 0.Quescent Current : ± 0.Working Temperature : -10 . 117. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. Memiliki kepekaan homogen untuk membedakan jenis asap. Signal akan dipancarkan ke pengontrol dan pemicu sesuai dengan pengesetan. perubahan suhum kelembaban dan karatan.Operating Voltage : 16 – 32 VDC . Data-data teknis lainnya : . Data Teknis lainnya : Frequency Test : dapat dipakai berulang kali Operating Voltage : 16 – 32 VDC Output Voltage : 5 . 116.Output Voltage : 5 . 114.Frequency Test : dapat dipakai berulang kali .Activation Current : ± 4.EOL : ± 100 KΩ 3 .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Smoke Detector Conventional 111.Storage Temperature : -30 ~ +75º C . Input dimonitor untuk sirkuit terbuka. 113.0 mA .83 PT.6 mA . 119.

120. 127.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Output Module (Control Module) Output Module adalah alat untuk mengaktifkan peralatan external menurut ungkapan logika yang telah ditetapkan lebih dulu dan juga diharapkan menerima konfirmasi aktifasi tersebut. 125VAC/1. 123. flashing . fault. batas signal bahaya normal kepada unit MCFA. Tidak direkomendasikan penggunaan modul ini untuk memadamkan kendali/kontrol secara langsung.Fault voltage (open) : > 22.Quiescent Current : ± 0.Quiescent Current : ± 4.Working Temperature : -10 . jika terjadi penekanan. 121. L129.Fault Voltage (short) : 0V .0 – 1. Data teknis lainnya : .Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC .0 mA . 126.0A . output dapat berupa denyut atau signal menurut set-up Dip-Switch.5 mA .5 mm² Collective Input Module (Monitor Module) Collective input module (monitor module) ini dapat menghubungkan detector conventional/collective ke peralatan utama fire alarm. 124.Alarm Current : ± 16.Activation Current : ± 2.4 VDC .Working Temperature : -10 . Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. 128.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) . Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. Indikator alarm dapat dihubungkan dengan L+.Wiring Capacity : 1. 122. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. steady on : Pulse Output .+50ºC . Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. Alarm Bell Persyaratan teknis harus dipenuhi : Konstruksi : Anti karat Operating Voltage : 18 s/d 36 V DC Curent Consumption : max.5 mm² Manual Push Button Jenis yang dipakai merupakan surface mounted dan dilengkapi dengan reset switch. 80 mA 3 .3.0 mA . juga mempunyai indikasi pada modul.84 PT.Confirmation Led : Steady output .7 mA . Data teknis lainnya : .7V – 16.7 VDC . 130.0 – 1.Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC .+50ºC .1 VDC . Ciptanusa Buana Sentosa . 125.Wiring Capacity : 1.Relay Rating : 30V/2.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .Alarm Voltage : 3. Input dimonitor untuk sirkuit terbuka. Dapat mengaktifkan peralatan eksternal oleh logika yang telah ditetapkan lebih dulu.0A . Dapat memancarkan alarm.

2 Watt : 85 dB. MCFA harus mempunyai pintu dengan jendela penglihat (LCD). 20 mm. MCFA ini harus mempunyai fasilitas lampu tanda : Bell Off Reset Testing Lamp test Fault Signal General Signal for Alarm Condition Signal for “Zone Off” MCFA ini harus mempunyai output berupa : Visible/Audible Alarm Visible/Audible Fault Alarm Test Signal (Visible) Optical Signal “Zone Off” Terminal Box (Kotak Sambung) Terminal Box terbuat dari plat baja dengan tebal minimal 2 mm Ukuran dari Terminal Box menyesuaikan dengan kebutuhan dan mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atau Pemberi Tugas.85 PT. persimpangan. Pemasangan Terminal Box harus dikoordinasikan dengan Konsultan Pengawas dan Pember Tugas Pipa Konduit Semua kabel harus dipasang didalam pipa konduit PVC High impact dia.5 mm². dan lain-lain harus dipasang tutup sehingga tidak akan masuk benda-benda lain kedalam kotak tersebut. Kabel untuk instalasi telepon jack menggunakan kabel ITC 2 x 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Power Consumption Desibel Rating : 1. Zone Indicator ini ditutup dengan plastik dan pada tutup ini terdapat tulisan Zone Number (Nomor Zone) yang disesuaikan dengan letak zone indicator tersebut. Pemasangan pipa konduit vertikal harus inbow. Synthetic Sound. Seluruh saluran ini harus terpisah dengan sistem saluran lainnya yang terdapat pada bangunan ini. Kabel untuk instalasi circuit antar detector dan break glass digunakan kabel NYA dengan diameter minimum 2 x 1. at 3 m Zone Indicator Zone Indicator ini menunjukan zone mana yang bekerja. Power supply charger yang mempunyai voltmeter DC. Seluruh kotak sambungan. Ciptanusa Buana Sentosa . Lampu indicator ini akan menyala hanya jika group detector yang bersangkutan bekerja. Main Control Fire Alarm (MCFA) MCFA yang digunakan memakai Sistem Addressable 2 loops dengan Detector Convensional kapasitas 40 zones. 3 . Kabel Kabel untuk main Power Supply dari setiap perlengkapan dalam sistem menggunakan NYM dengan ukuran minimal 3 x 2. Kelengkapan MCFA antara lain Fireman intercom. Indicator Lamp Indicator Lamp merupakan lampu indikator yang dipasang paralel dengan group detector. Sealed Acid Battery.5 mm².6 mm². baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton ( vertikal ).

6. baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton (vertical). yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Siemens Esser.Power supply .5. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi Surat Perjanjian serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. Siemens Kabelindo. xxx.Battery charger Alarm Bell Manual Break Glass Local lamp Detector Coventional Jack Telephone Kabel-kabel Spesifikasi Teknis Tipe : Konvensional Kap.Sealed Acid Battery . Edward. Edward. vvv. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. dilengkapi : .7. Alarm Bell dipasang kira-kira 0. 4. Fixed / Head Esser. Siemens Esser. Ciptanusa Buana Sentosa . 4. PRODUKSI SISTEM FIRE ALARM Peralatan.ITC STP AWG 18 3 .86 PT. harus dilakukan testing / pengetesan. Voksel NYA. dipasang pada ketinggian 1. dimana letak yang pasti dijelaskan pada gambar. Edward. www.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Kabel untuk instalasi Main Bell dan Red Lamp menggunakan kabel NYM 3 x 2. dengan menggunakan alat pemanas dan untuk smoke detector menggunakan asap. ditest satu persatu dan diberi nomor urutan zonenya. Edward. Edward. Siemens Esser. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian MCFA . aaaa. Supreme. Ukuran conduit dan kabel harus sesuai gambar rencana. 21mA Colour : Red Smoke. Edward. Satu persatu detector ditest. zzz. Tiap-tiap zone. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi teknis.5 m di bawah plafond. 4. TESTING / COMMISSIONING yyy.5 m dari lantai. Disekitar detector harus ada ruangan bebas sekurang kurangnya pada jarak 0. Kabel Metal.5 mm². Ditempat pekerjaan. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN uuu. : 2 loops Produk Esser. LAIN-LAIN Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Semua kabel harus dipasang didalam conduit. NYM. Setelah pekerjaan Fire Alarm ini diselesaikan.6 m dari detector tanpa ada timbunan barang atau alat-alat lainnya. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Siemens 2 3 4 5 6 7 Sound press level bell ± 90 dB Standard model Rating AC/DC 2V. ROR . Siemens Esser. Untuk manual push button. Denah setiap lantai menunjukan lokasi perkiraan letak detector dan peralatan-peralatan lain dari sistem ini.

Pengadaan dan pemasangan peralatan utama tata suara seperti yang tertuang dalam sIstem perencanaan. Impedance ± 4 ohm Microphone. • Untuk di dalam bangunan dipasang seperti gambar rencana. Ciptanusa Buana Sentosa 5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No 8 Konduit Uraian Spesifikasi Teknis PVC high impact Produk Ega. Mempunyai diameter 6 inchi. dengan sensitivitas tidak kurang dari 96 dB. Mixer Pre Amplifier harus memiliki 10 input channel dengan modul-modul yang akan mempunyai input sensitive variable 1 mV . untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Power Amplifier haruslah memiliki output total seperti ditunjuk dalam gambar rencana dan tegangan output 70 V/100 V dan frekwensi response antara 20 Hz sampai dengan 20 kHz.87 mV. Digital Announcer / Message Manager Berbasis pada micro . haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti.2. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TATA SUARA (PUBLIC ADDRESS) 5. Power input = 15W. .5 W ~ 60 W atau disesuaikan dengan kebutuhan. • Untuk di luar (parkir area). Microphone harus dilengkapi dengan Heavy Duty Press to Talk Switch. Pagging Microphone type Dynamic Microphone dengan Patern Omini Directional.87 PT. memenuhi standard EVAC. 3 . Distortion kurang dari 1% pada batas frekwensi. Loud speaker dilengkapi dengan matching trafo 70 V/ 100 V dan ditap pada 1 watt dan 3 watt.1. LINGKUP PEKERJAAN. Mixer Pre Amplifier. 5. Pengadaan. sehingga berfungsi dengan baik dan memuaskan. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Horn Speaker Horn speaker harus mempunyai frekuensi 350 Hz – 10 kHz. Ceiling Loud Speaker. Pemasangan Sound System sesuai dengan gambar rencana antara lain sebagai berikut . dipasang car calling ( pemanggil sopir / pengendara mobil). Volume Control/Attenuator mempunyai 5 step pembesaran volume.3. dengan sound pressure level ± 114 dB. pemasangan instalasi Sound System.processor yang mampu memprogram sinyal informasi evakuasi dari perintah panel Fire Alarm serta mampu memutar ulang pemberitahuan evakuasi dalam bahasa English dan bahasa Indonesia. PERSYARATAN TEKNIS. Loud speaker harus mempunyai frekwensi antara 80 Hz sampai dengan 12 kHz. Frekwensi respone antara 50 Hz sampai dengan 15 kHz. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Power Amplifier. Input Range : 0. Volume Control/Attenuator. Clipsal 5.

Rack Cabinet terpasang free standing diruang monitor. hhhh. Pengetesan dilakukan bersama-sama Konsultan Pengawas. call active relay. iiii. Semua kabel yang terpasang dalam tembok adalah inbow.50/60 Hz : : : : 30 – 10. LAIN-LAIN. Klem yang dipakai ke plat beton.000 Hz 1% 50 dB CD. 20 mm dengan kabel NYMHY 2 x 1. Penyambungan-penyambungan harus dilakukan dalam kotak penyambungan dengan menggunakan Electrical Spring Connector. 20 mm dengan menggunakan kabel NYMHY 2 x 1. Ciptanusa Buana Sentosa . Instalasi ke Semua kabel yang terpasang dibawah plat beton adalah out bow menggunakan pipa High Impact dia.20 mm . MP3/MP4. Semua instalasi sound system yang dipasang harus ditest secara sempurna sehingga impedansinya sesuai dengan yang diinginkan. Jalur seluruh kabel diatur sejajar dan dekat jalur kabel listrik. 3 . Semua perlengkapan untuk mengadakan pengetesan harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan yang bersangkutan. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. menggunakan ramset. 5. bbbb.7. PENGUJIAN / TESTING COMISSIONING. Semua kabel yang melalui shaft adalah outbow. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Output level : . Frequency Response Distortion S/N Ratio Capacity player T u n e r.5 mm2. Semua equipment yang dipasang harus ditest sehingga bekerja dengan sempurna. Semua equipment harus diketanahkan yang dihubungkan dengan kawat BCC dari sistem pentanahan.88 PT. Semua ceiling loud speaker di dalam bangunan dihindari dari cacat/ dalam box dan dilindungi dari cacat dalam box dipasang sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika ruang. bbbb.5 mm2. Cassete Recorder Cassette Player/CD Player. PEMASANGAN INSTALASI. GAMBAR KERJA. FM 5. cccc. eeee. Instalasi ini klem setiap jarak 60 cm. Durados atau Cable Connection. ffff. 5. menggunakan pipa High Impact dia. dddd.6. menggunakan pipa high Impact dia.4. jjjj. cccc. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi 5. DC 24 Volt. dan klem setiap 100 cm. 220 Volt + 10% .5. fault relay. Begitu juga pemasangan column speaker harus disesuaikan dengan sudut pancaran speakernya. Instalasi ini diklem ke rak besi siku atau tangga kabel. dynabolt. gggg. Ditempat pekerjaan.5 mm2. Gambar kerja harus mendapat persetujuan perencana / Konsultan Pengawas sebelum dilaksanakan.20 dB Output impedance : 10 K ohm Distortion : 1% S/N Ratio : 65 dB Receiver Frequency : AM. sesuai gambar rencana. dengan kabel NYMHY 2 x 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Contact relay Power : : Emergency active relay.

3 . TOA Bosch. Panasonic. Panasonic. Panasonic. Ciptanusa Buana Sentosa . Panasonic. TOA Bosch. TOA Kabelindo.89 PT. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Kabel Metal. oooo. PRODUK SISTEM TATA SUARA Peralatan. Panasonic. TOA Bosch. UMUM mmmm. Panasonic. TOA Bosch. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Tri Abadi 10 Digital Announcer 11 Volume Control 12 Kabel 13 Conduit 14 Kabel Rack NYA.1. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Ceiling Loud Speaker. NYMHY. nnnn. Panasonic. Panasonic. PVC High Impact dia 20 mm 6. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Voksel Ega. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian Cassette Tape Player Radio Tuner AM/FM Reciever Pre Amplifier Graphic Equalizer Power Amplifier Microphone. Clipsal Interack. TOA Bosch. Panasonic. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Panasonic. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. TOA Bosch. Column Speaker Horn Speaker Spesifikasi Teknis Produk Bosch. TOA Bosch. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TELEPON 6. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. TOA Bosch. Panasonic.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Surat Perjanjian Pelaksana Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat. TOA Bosch. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Supreme. TOA Bosch. Double H. serta cermat.

maka box terminal harus diberi pelindung dari bahan anti karat dengan pintu-pintu yang kedap udara. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. vvvv. Aksesories lainnya antara lain : Surge Aresster. sehingga sistem telepon tersebut dapat berfungsi dengan tepat dan benar. digital dan 64 extention analog. sehingga sistem berfungsi dengan baik. Mengurus ijin penyambungan. Mengadakan test sistem secara menyeluruh. Key Telpon mempunyai 16 analog trunk card. seandainya terjadi kerusakan saluran dan atau untuk menampung perkembangan dikemudian hari. Untuk terminal yang ditempatkan pada lokasi berkelembaban tinggi. LINGKUP PEKERJAAN pppp. tttt. Hal ini saat mengajukan approval material harus dilengkapi dengan fotocopy surat lulus dari PT. Ciptanusa Buana Sentosa . Power Supply dan MDF dll. Menyelenggarakan pemeliharaan terhadap sistem. 137.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. wwww. 135. 139. termasuk penyediaan suku cadang selama waktu minimal 3 tahun. Sistem pemasangan terdiri atas 2 jenis yaitu pemasangan meja dan pemasangan dinding. qqqq. Telkom. Pengadaan dan pemasangan Key Telpon kapasitas 16 / 64 ext lengkap dengan MDF. rrrr.2. Terminal 136. Tipe executive harus mempunyai display digital. Untuk setiap penyambungan kabel telepon harus dengan metoda jumpering dan memakai terminal-terminal berisolasi sesuai standard TELKOM. Telkom. meliputi penyediaan dan pemasangan: Kabel dan pipa instalasi telepon Kabel feeder telepon Kotak kontak telepon Kelengkapan-kelengkapan lainnya yang menunjang pekerjaan ini. Pengadaan dan pemasangan terminal box telepon uuuu. 3 . Telkom. 6. 16 digital extention card. 138.6 mm². Pesawat yang ditawarkan harus dinyatakan baik oleh PT. Mempersiapkan jaringan dalam (indoor wiring system).3. Pesawat-pesawat telepon yang disediakan adalah tipe standard dan tipe executive. PERSYARATAN TEKNIS Key Telpon 131. banyak sambungan 16 (delapan) nomer telepon atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. Mengadakan training bagaimana menggunakan sistem telepon. jjjj. serta mampu bekerja secara normal pada jaringan lokal PT. Pesawat Telepon 134. 132. hands free dan kelebihan lainnya. Baik pesawat standard maupun executive harus bekerja secara full digital. Pengadaan dan pemasangan pesawat standard dan pesawat eksekutif lengkap dengan display dan hands free atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas.90 PT. Kabel Telepon. Key telpon dilengkapi dengan key phone digital display 133. Untuk penggunaan didalam bangunan digunakan jenis ITC (indoor-telepone cable) dengan diameter minimal 0. Semua kabel harus mempunyai kabel cadangan untuk pengganti.

Dilengkapi box baja galvanized tebal minimum 3. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi.4. pppp. tttt. 143. Pemasangan konduit yang berada didalam kolom dilaksanakan sebelum pengecoran sedangkan yang berada didinding dilaksanakan sebelum dinding diplester. flush mounting dan bukan jenis claw fix. Terbuat dari bahan plastik warna putih yang tahan panas. Pemasangan konduit harus rapi. 142. tanpa ada persetujuan Konsultan Pengawas.5 mm. Untuk mempermudah pengenalan. Setelah pekerjaan Telephone ini diselesaikan. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.91 2 Kabel indoor/outdoor PT. 146. PRODUK SISTEM TELEPON Peralatan. 145. harus dilakukan Testing dan Commissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. aaaaa. TESTING / COMMISSIONING bbbbb. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 1 Key Telpon Kapasitas 16 /64 Jenis ITC/UTC – pair Panasonic. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. 6. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN xxxx. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. Conduit Telepon. Ciptanusa Buana Sentosa . Setiap sambungan harus dilakukan pada kotak sambung (doos) yang dilengkapi tutup. elbouw dan peralatan bantu lain yang sesuai serta dipasang dengan cara yang benar. 141. Apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut. qqqq.6 mm².5. Letak outlet telepon seperti yang ditunjukkan dengan gambar dan disesuaikan dengan keadaan setempat. dapat dimintakan petunjuk Konsultan Pengawas. Penarikan saluran (dalam konduit) harus dikelompokkan secara rapi dengan kode nomor yang berurutan sesuai lokasi (nomor) pesawat telepon. Pemasangan konduit harus dilengkapi klem. Kabel Metal.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 140. kuat dan teratur. 6. maka konduit kabel telepon harus dicat warna biru selebar 3 cm disetiap jarak lebih kurang 1 meter. Tidak diperkenankan mengganti jenis. Kabel telepon dimasukkan kedalam pipa pelindung / konduit dari pipa PVC High Impact berdiameter minimum 20 mm. Konduit tersebut dilengkapi kawat pancingan dan dijaga agar tidak pecah. Kabelindo. Tranka 3 . Untuk penggunaan diluar bangunan dan tertanam digunakan UTC (Underground telepon cable) dengan diameter minimal 0. 148. Toshiba. ukuran dan jumlah inti kabel. Outlet 147. 144. Siemens Supreme.

dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Ciptanusa Buana Sentosa . fffff. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti.5 ~ 84 dBm Output Frequency Range : 47 – 862 Mhz Output Level : 75 ~ 90 Mhz Supply Voltage : + 12 VDC Active Combiner Number of Input Frequency Range Input / output impedance Gain Regulation :4 : 4 . Clipsal 3 M. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Clipsal. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Legrand 7. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. MK.5 Mhz Input Level : 40.862 Mhz : 75 ohm : 20 dB 7. National Ega.92 PT. 20 mm Berker. Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Instalasi dari instansi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya san suatu daftar referensi pemasangn harus dilampirkan dalam surat penawaran KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. 3 . Double H. UMUM ddddd.2. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang di syaratkan. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.1. eeeee. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : Modulator Selectable Output Channel Colour System : PAL / SECAM/ NTSC Audio Operatio Module : Mono / Stereo/Dua Input frequency : 50 – 858.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 3 4 5 Outlet telepon Conduit PVC Cable marking Tipe : Flush & jack Hight impact dia. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. ggggg. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MASTER ANTENE 7.

PENGUJIAN Semua peralatan dalam system suara ini harus diuji oleh perusahaan pemegang keagenan peralatan tersebut. Fagor. Double-H.93 PT. Spur unit (Distributor) ditempatkan sesuai fungsi dan kemudahan maintenance. Tee unit/coupler/splitter ditempatkan dilokasi yang cukup terlindung Mempunyai jarak yang cukup aman dari pengaruh interferensi instalasi listrik (yang memerlukan supply 220 VAC/ 50 Hz) terutama di atas plafond (ceiling). – p) : VHF / UHF 75 ohm : CCIR standard.3. PRODUKSI SISTEN MAV Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Fagor. 7. Shikoku. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Bahan / Peralatan Peralatan Oultet Kabel Pipa conduit Conduit metal Spesifikasi Teknis Merk / Pabrik Pembuat Nexus. dimana perusahaan tersebut harus memberikan surat jaminan atas bekerjanya system setelah ternyata hasil pengujian adalah baik. Pengukuran video signal level dilakukan dengan dB Gain Meter. Ciptanusa Buana Sentosa . Modulator. NTSC : 21 “ : Audio/Video with infra red remote control : Single : 0. Sistem MTAV harus bisa untuk output video. Maruichi 8. Active Combiner dll) ditempatkan pada ruangan khusus (ruang kontrol administrasi).4.2 dB PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN Peralatan Utama dari MATV system (Divider. PAL. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN CCTV 3 . Penempatan receiver amplifier (booster) harus disesuaikan dengan losses yang ada dan level input ke TV set yang diharuskan yaitu antara 60 – 80 dB V. Belden Ega.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL TV Reciever set Video Input : 1V (p Input Antena Receive Syestem Dimension Screen Facility TV Oultlet Model Side Loss 7. Ikusi Nexus. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang disyaratkan. Clipsal National. Ikusi Coaxial 5 C dan 7 C PVC High Impat Fuji. SECAM.4 dB – 1. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.

Monitor. Pemasangan. Sistem CCTV ini terdiri dari Camera. 8.2. Hasil gambar dapat diamati melalui TV monitor. 8.3. Monitor Adalah merupakan alat yang mentransfer isyarat elektronik yang dikirim oleh camera menjadi gambar pada sebuah layar televisi. AGC On (Luminance) 3 . 8. Posisi camera yang tidak diamati dapat di bypass tanpa merubah urutan pengamatan maupun waktu interval. Penyetelan dan Pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap pakai.1. sehingga pengamat dapat memilih hasil gambar mana yang akan ditampilkan pada layar monitor. tanpa ada gangguan atau cacat instalasi.4. Termasuk didalam peralatan tersebut adalah sebagai berikut : • Colour Camera • Colour Monitor • Digital Video Recorder Pelaksana Pekerjaan harus melengkapi dan merakit peralatan tersebut dan bila perlu harus melengkapi dengan peralatan tambahan sesuai persyaratan pabrik pembuatnya. Ciptanusa Buana Sentosa .94 PT. Sistem CCTV yang direncanakan adalah berwarna (colour). Kamera yang digunakan adalah type fixed colour camera.4 Minimum Illumination : 10 lux at F 1. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan instalasi ini adalah Pengadaan. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Kamera Adalah merupakan alat pengamat dari sistem CCTV yang sudah dilengkapi dengan lensa. PENJELASAN UMUM Sistem Closed Circuit Television System dipergunakan untuk membantu pengawasan dengan cara mengamati kegiatan operasi suatu gedung melalui video camera. Ini hanya berfungsi untuk memberikan gambar dari lokasi yang diamati ke monitor melalui kabel video.4 AGC On Signal to Noise Ratio : 44 dB. DATA TEKNIS PERALATAN UTAMA SPESIFIKASI TEKNIS COLOUR CAMERA Type Colour Camera : PAL – NTSC Power Supply : To be Supplied from the specified Camera Drive Unit Horizontal Resolution : 470 TVL Scene Ilumination : 22 lux Pick-up Device : Interline Transfer CCD with -512(H) x 582(V) pixels Scanning System : 2 : 1 interlace Frame Frequency : 25 Hz Resolution (at centre) : Horizontal: More than 330 lines Vertical : More than 400 lines Recommended Illumination : 150 lux at F 1. Switcher Alat yang dipakai untuk menghubungkan 2 (dua) atau lebih camera ke monitor tunggal.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8.

1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Synch Output : 1 VBS.5 mm² yang semuanya dalam pelaksanaan harus dimasukkan dalam pipa PVC high impact dia. 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Multi screen output : 1 terminal .6. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Video Output : 16 terminal. 8. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana 3 .230 MHz Output level : + 95 dBuV Video input level : 1 Vp-p (3 dB) Video frequency response : 25 Hz to 5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Gain Control ALC Lens Select Switch Lens Mount Ambient Operating : : : : AGC On/Off Switchable DC/Video Switchable CS – Mount -10 Derajat Celcius Temperature +50 Derajat Celcius COLOUR MONITOR ( TV MODULATOR ) Function : Accept baseband video and audio signals and converts than to any cannel Transmission standard : PAL and or NTSC Spurious standar : Less than . Built-in 160 GB HDD. harus dilakukan Testing dan Comissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Built-in 16 ch multiplex recording system. Sequential switcher. 1V (p-p)/75 ohm.60 dB Output frequency : 47 .0 MHz (1 dB) Audio input level : 300 mV RMS Power requirement : + 12 Vdc . Pelaksana Pekerjaan dapat mengajukan usulan lain untuk penempatan colour camera ini. 1 V (p-p) / 75 ohm Audio Input/Output : . seperti ditunjuk dalam gambar rencana. Video Input : 16 terminal. 1V (p-p)/75 ohm. Colour monitor dan Time lapse VTR. Ciptanusa Buana Sentosa . PEMASANGAN Pemasangan colour camera dipasang sesuai petunjuk gambar. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Spot Output : 1 terminal . Peralatan utama seperti . bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. PRODUK SISTEM CCTV Peralatan. Cara pemasangan colour camera tersebut digantung pada ceiling atau plafond dengan rangka penguat/ hanger yang diperkuat pada dak beton. 4 way JPEG compression recording modes. camera drive unit. diletakan pada ruang kontrol (ruang administrasi) lantai satu.150 mA DIGITAL VIDEO RECORDER ( DVR) Digital Recording. Kabel instalasi yang digunakan untuk isyarat video dan untuk keperluan control menggunakan coaxial cable RG 59/U.5. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. 20 mm TESTING / COMMISSIONING Setelah pekerjaan CCTV ini diselesaikan. kabel power menggunakan NYMHY 2 x 1.10 dB.95 PT. unbalanced External Storage : SCSI Interface Copy : SCSI Interface 8.

Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Sanyo. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN LAN 9.multi core untuk motorized Belden. jjjjj. 2.3. iiiii. 3. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Peralatan Utama Spesifikasi Teknis Digital Video Recorder 16 Ch 160 GB Monitor LCD 21” 2 Kabel-kabel Coaxial RG59U NYMHY . Ciptanusa Buana Sentosa . Double H. Kabel Metal.1. Komunikasi antar lantai menggunakan switch/hub. Clipsal Three stars. UMUM hhhhh. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. ONI Metosu Produk Bosch. Honeywell 3 4 Conduit Kabel Rack PVC high impact dia. LINGKUP PEKERJAAN 1. 9. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini.Juri Kabelindo. Tranka Ega. Server KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN 9. Komunikasi data intern di dalam gedung.2. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Supreme. 3 .96 PT. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. 20 mm 9.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.

RJ-45 connectors.4 GHz 7. Peralatan dan Bahan 1.1. 2. 6.11g AIR-LAP1131AG-x-K9 (Cisco IOS Software) 2. Rack IP Base Support Performance Connectors & Cabling Power Connectors Indicators Modul Tambahan 9. RPS. link status. Semua titik data harus diberi nomor agar mudah dalam perawatannya termasuk juga kabel backbone / fiber optik. Panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat lulus pengujian dari pembuat panel yang menjamin bahwa setiap peralatan dalam panel tersebut berfungsi baik dan bekerja sempurna dalam keadaan operasional maupun gangguan berupa undervoltage. 1000BASE-SX SFP transceiver module for MMF. fasa netral.3.3.1 x 3.11a.5in HS SAS Raid-5 Integrated dual Gigabit Ethernet 3 Years Windows Server 2003 Standard Server • Form factor/height • Processor • Hard disk • RAID • Network Interface • Warranty • OS Rack Mount • Type • Dimension 4.5 in x 1. 802. multilayer switch : IP Base Software feature set (IPB) : 24/48 users : 32 Gbps forwading bandwidth : 1000BASE-T.67 kg) 32 MB RAM 100-240 VAC.2. Wireless • Standard • Type • Antennas • Dimensions • Weight • System Memory • Input Power • Wi-Fi Certification 2.6 UTP : Internal-Power-Supply Connector : System-status LEDs: System.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 9. 3. short circuit dan lain-lainnya serta merger antara fasa. Untuk kabel UTP dan Fiber Optik. link duplex. sertifikat lulus pengujian harus dari Principal atau Distributor yang ditunjuk untuk dapat mengeluarkan sertifikat Kelaikan barang. overthermis. Semua sambungan kabel harus terhindari dan gesekan langsung dengan kabel arus kuat atau listrik. overcurrent.3cm) 1. 850-nm wavelength : : : : : : : Rack/2U Intel® Xeon Quad Core E5405 146GB 15K 3. PoE indicators : GLC-SX-MM. and 802.3 in (19. Ciptanusa Buana Sentosa . 50-60Hz (power supply) Wi-Fi Certification : IEEE 802.1s 1000BASE-X (SFP) : 24/48 Ethernet 10/100/1000 ports & 4 SFP-based Gigabit Ethernet ports : 1RU fixed-configuration.11b. 4. : Close Rack 19” 45U & Wall mount 15U : 1100mm & 470mm 3 .5 lb (0.1 x 19. : : : : : : : : IEEE 802. Semua pentanahan dari system harus dilakukan pengukuran tahanan dengan maksimum 2 ohm pada masing-masing pentanahan dan dilakukan pada keadaan cuaca tidak turun hujan selama minimal 3 hari berturut-turut. fasa nol.5 in x 7. link speed. four-pair Cat. 5. Material dan Peralatan Utama 1. Penomoran harus dilakukan serapi mungkin dan penomoran harus berurutan sesuai dengan kondisi ruangan.97 PT. Hub Switch • Standard • Type • • • • • • • • 3.

7. juga harus kuat. 15. Kabel UTP dan kabel bacbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke semua titik di setiap ruangan di setiap lantai. 8. 10. Penyambungan pipa conduit kabel menggunakan sock yang ukurannya sesuai dengan besaran pipa conduit. Penyusunan pipa conduit kabel diatas kabel tray harus rapih dan tidak boleh saling menyilang. Setiap pemasangan kabel-kabel data harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m setiap ujungnya. 3. Besaran pipa conduit adalah 20mm. 16. 11. Tahanan pentanahan yang dipasang pada rack mount maksimum 2 ohm. 9. agar kita dapat mengetahui instalasi tersebut dapat berfungsi dengan baik. Power Outlet 12 hole : EIA 568 : UTP Category 6 : 2000nm : Fiber Optic Multimode : OM3 : 19” Rack 2U : 2KVA : Support Ethernet 10/100 Cabling • Standard • Type Backbone • Standard • Type • Technology Backbone • Type • Capacity • Connection 6. 17. Pemasangan kabel ledder ditempel pada tembok di bawah rack mount ayng menghubungkan antar rack mount dengan titik. 6. Untuk memperkuat wall mount rack digunakan dynabolt ukuran S8.5 kali penampang kabel.98 PT. 4. Setelah semua instalasi terpasang maka harus dilakukan mergering pada setiap titik instalasi. 9. Ciptanusa Buana Sentosa . Accessories : Fan. 14. 20. Semua kabel yang dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan diameter minimal 2. Rack Mount 42U dan Wallmount Rack harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata ( horizontal ). 12. Semua kabel harus terlindungi oleh pipa atau kanal guna menghindari gesekan atau pertemuan dengan kabel listrik yang mempunyai arus lebih kuat. 13. Terminasi kabel fiber optik untuk backbone dilakukan di semua titik di dalam rack mount. Pemasangan Wall mount rack harus rapi dan tidak boleh miring. Terminasi kabel UTP dilakukan di semua titik di dalam rack mount dengan menggunakan punch tools yang telah disesuaikan dengan standarisasi Installasi Structure Cabling System. Label pada patch panel harus disusun berurutan demikian pula dengan yang di sisi user harus pula disesuaikan dengan nomor yang terpadat pada patch panel. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. Prosedur Kerja Pekerjaan Kabel Data 3 . 7. 18. 19. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • 5. Kabel backbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke rack mount di setiap ruangan ME di setiap lantai. Kabel yang masuk / keluar dari rack mount harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Rack mount harus dilengkapi dengan grounding untuk menghindari adanya gelombang elektromagnetik yang mempengaruhi arus kabel data. 2.4. 5. Kabel yang dipasang diatas trunking dan kabel ladder harus diklem dengan klem-klem kabel anti ultra violet.

Pelajari gambar • Pelajari gambar kerja dan pastikan gambar tidak ada perubahan dan sudah dikoordinasi dengan pekerjaan lain • Hitung jumlah material yang digunakan • Pastikan persediaan material cukup sesuai gambar b.5.99 PT. 9. Pemipaan • Beri tanda dilapangan ( marking ) • Lakukan pembentukan pipa ( bending ) pada daerah yang diperlukan • Lakukan pengeboran tempat untuk klem • Pemberian warna sesuai warna instalasi kabel data. Ciptanusa Buana Sentosa . Testing • Lakukan magger test dan test instalasi • Pastikan instalasi benar f. Pemilihan alat dan bahan • Periksa alat yang akan digunakan dan pastikan alat tersebut layak digunakan • Pilih material yang sesuai dengan spek dan sudah disetujui • Hindari pemakaian bahan material yang rusak/bekas c.1. 3. TESTING / COMMISSIONING Tahap–tahap Pengetesan Kabel dan Unit LAN Setelah instalasi seluruh kabel dan komponen LAN telah diselesaikan dan siap untuk dioperasikan. • Memudahkan pelaksanaan pekerjaan instalasi kabel data . Alat-alat: • Tang potong • Tang Kombinasi • Obeng -/+ • Pisau kater • Magger test • Tester • Dll Urutan kerja a. • Pastikan klem pada instalasi kencang ( pipa tidak bergerak ) d. 9. Tujuan: • Memastikan kebenaran pekerjaan instalasi kabel data pada sebuah ini gedung. harus di adakan pengetesan yang di laksanakan oleh pemborong disaksikan 3 . Rekaman-Rekaman • Berita acara test commisioning • Chek list pekerjaan 2.5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Pengonekan • Tarik kabel ke dalam pipa yang sudah dipasang • Lakukan penarikan dengan kawat pancing • Pilih kawat pancing yang kuat dan lentur • Pastikan jumlah kabel untuk pipa pada jumlah yang benar • Pemakaian box untuk tempat kabel • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Pastikan installasi tidak ada yang tertinggal e.

Pada lokasi A. pasang sebuah jumper antara outlet sumber dan outlet detector OLTS pada lokasi A . Pengesetan ke nilai nol juga menghilangkan losses pada kabel jumper. Atur OLTS ke nilai nol. Lepaskan jumper D2 dari jalur kabel fiber pada lokasi B. Transmission loss adalah rata-rata dari loss pada kedua arah tersebut. lepas jumper dari lokasi detektor.1. hasil pengukuran tidak boleh melewati nilai seperti yang tercantum pada technical specification.1) Tekan tombol zero Set terus menerus selama 1 detik atau lebih . Pengetesan Kabel Serat Optik Alat–alat yang dibutuhkan untuk pengetesan kabel serat Optik : 1. Pengetesan Loss Kabel Serat Optik Pada saat melakukan pengetesan harus dihindari melihat secara langsung pada keluaran sumber optik. 3. Hubungkan jumper S2 ke jalur kabel fiber . Ciptanusa Buana Sentosa . Optical Loss Test Set ( OLTS ) 2. Ulangi procedure diatas.4). Lakukan hal yang sama pada ujung kabel di lokasi B. Testing dan commissioning jaringan kabel di lakukan tahap demi tahap dari tiap outlet ke patch panel pada satu lantai (horizontal testing) dan dari masing– masing lantai ke main patch panel (vertical testing). 2. 6. Hubungkan test jumper antara ujung kabel serat optic dan outlet detector pada lokasi B .100 PT. Pengetesan karakteristik kabel UTP 3 . sedangkan testing dan commissioning untuk komponen LAN akan di lakukan di setiap lantai dan dikeseluruhan system sampai system tersebut berjalan dengan baik dan disetujui oleh pihak MK/Owner. Juga mampu mengukur NEXT (Near End Crosstalk). 5. 8. Set OLTS sesuai dengan instalasi pada buku panduan pemakaian test set . Jumper D1 dihubungkan dari outlet detector pada OLTS di lokasi A ke jalur fiber . atau pada ujung kabel yang terhubung ke alat pengukur loss. dengan tujuan untuk menghilangkan tegangan offset yang bias menyebabkan error pada saat pengukuran cahaya yang rendah levelnya . Juga dilakukan pengecekan pada peralatan dan kondisi konektor pada jumper . Catat semua data. Kabel jumper 4 core Digunakan untuk koneksi equipment dan kabel serat optik 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL bersama – sama pihak BSG dan perencana. dan category kabel. Los pada arah A ke B diukur pada lokasi B. Ukur loss pada satu arah. Loss dalam arah B ke A diukur pada lokasi A. Jika data hasil pengukuran menunjukan nilai yang lebih tinggi dari pengukuran pertama. pada ujung kabel serat optik. lepas jumper dari outlet detector OLTS dan hubungkan ke kabel serat optik. Pada lokasi B. 4. alat ukur yang mempunyai kemampuan untukmengukur empat pair kabel. LAN cable tester. 9. Ukur loss dari arah yang lain. 3. 1.3). Alat – alat yang di gunakan dalam pengetesan kabel UTP 1. atenuasi. (Gb. Pengetesan Kabel UTP 3. (Gb. Infrared viewing device Digunakan untuk menentukan adanya sinyal optis 2. 7. maka semua konektor harus dibersihkan dan pengetesan diulang kembali. Untuk mengeset OLTS kenilai nol. 1. Lepaskan jumper S1 dari jalur fiber pada lokasi A. Pada kedua lokasi OLTS harus diset ke nilai nol . (Gb. lakukan kurang lebih dari 20 detik untuk menyelesaikan pengaturan ini (Gb. pengukuran meliputi panjang kabel dan koneksi kabel.2).2. 3.

4. Bila aplikasi tersebut bisa berjalan dengan baik berarti Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation telah bekerja dengan sempurna. 9. Langkah diatas diulangi untuk PC workstation pada lantai lain dan File Server yang berbeda. panggil salah satu aplikasi yang ada dilantai tersebut. Network Management Software harus dapat menampilkan aktifitas dari tiap segment. 3. Network Management Sofware dapat meng-disable atau enable port dari Network hub pada tiap lantai . Router Router harus berfungsi sebagai pengatur Interworking traffic dan Router tersebut dapat dikatakan bekerja dengan baik bila PC workstation dilantai 1 dapat melakukan hubungan dengan Netware File Server yang tiadk berada dalam satu segment dan berada dilantai lain. 1. Tahap–tahap pengetesan : 1. Pengukuran koneksi harus dilakukan untuk mengecek apakah ada kabel yang salah koneksinya. 3. 1. Dengan menggunakan PC workstation yang ada dilantai 1 dilakukan login ke Netware File Server yang tidak ada dalam segment yang sama. 2. 2. 2. 2. 3. Pengukuran panjang kabel dilakukan untuk mangecek apakah ada kabel yang terputus atau tidak. 2. Ciptanusa Buana Sentosa . Network Management Software harus dapat mengubah segmentasi Local Area Network (LAN). Serah Terima Pekerjaan LAN/Office Automation 3 . Contoh : User dari Accounting melakukan login ke file Server untuk Aplikasi Kredit. Pengetesan fungsi Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation harus dilaksanakan dengan melakukan testing hubungan secara system antara PC workstation di tiap lantai dengan Netware File Server di Network Center. dilakukan Login ke Netware File Server yang dihubungkan dengan segmen LAN PC workstation tersebut. Tahap–tahap Pengetesan Sistem Dalam system networking. Network Management Software harus dapat menampilkan status panel dari Network Center hub. Tahap-tahap pengetesan : 1. Local Network Hub & Fiber Optic Installation Seluruh PC (Personal Computer) workstation yang ada disetiap lantai dihubungkan dengan Intelligent hub tersebut dihubungkan dengan Network Center Hub untuk kemudian dengan Netware File Server.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pengukuran NEXT dan atenuasi dilakukan pada satu system koneksi dari panel terminasi kabel sampai ke outlet. Semua hasil pengukuran dicatat dan hasilnya tidak boleh melebihi nilai yang tercantum pada spesifikasi teknis. Dengan menggunakan PC workstation yang ada di lantai 1. Network Center Hub dan Network Management Softwar 1. pengujian dilakukan perbagian system karena cara kerja dari masing–masing part terkait satu sama lain.2.101 PT.5. 3. Setelah login selesai.

6.P. Hal ini untuk menjamin konektivitas dan performance dari jaringan secara keseluruhan. 4. 6. end-toend. 8. Siemens.6. Garansi Garansi diberikan selama satu tahun untuk seluruh hardware produk (Hub. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. 7. 9. 9. Paling sedikit harus dilakukan 50% random test untuk tiap lantai .2. Uraian Structure Cabling Network Hubs Router Bridge UPS Spesifikasi Teknis AT&T. Instalasi Checklist Problem dan Event Log Daftar Inventary Peralatan Daftar Lokasi Peralatan Hasil kabel testing (dB Loss. Cisco. 5.6. 3. Local/Remote Router Certification Maintenance Selama masa garansi pemborong harus menyediakan Support dan Maintenance Service “Free of Charge” untuk spare parts dan tenaga kerjanya. Next Readings. Comscope. PRODUK SISTEM LAN Peralatan. 9.) dan selama 90 hari untuk produk software. Introduction to Network b. Ciptanusa Buana Sentosa .3. etc.1. HP. Cisco. etc) Gambar jaringan secara lengkap (physical & logical) Serial numbers Quick Reference Sheets Manual 9. Router. 2 3 4. Northern Telecom. 3 . Setelah penandatangan uji serah terima. Nortel. Upsonic. testing harus dilakukan 24-hour burn in test. I. Untuk masuk kepada Critical Care Program dan harus menjamin tersedianya sparepart untuk seluruh produk jaringan yang terpasang. Merlin Gerin. Cabling. Ini harus dilakukan sebelum penandatanganan uji searah terima. Liebert. Belden. 9. DOKUMENTASI Pemborong harus menyediakan dokumentasi dari keseluruhan jaringan computer yang telah di install yang terdiri dari : 1.6. Setelah habis masa garansi pemborong hrus menawarkan pilihan kepada ………. HP.7. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Nortel. BGS net akan masuk dalam periode garansi. TRAINING PEMELIHARAAN DAN GARANSI Training Pemborong harus menyediakan fasilitas training meliputi : a. 2. Ethernet Connectivity Certification c. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah semua jaringan terpasang.102 PT.M. 9.

Iwatec. Ciptanusa Buana Sentosa .103 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Exide. Spesifikasi Teknis 3 .

agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajukan instalasi yang lain. 1. Keputusan Gubernur Kepala Daerah DKI Jakarta No. jarak terhadap dinding dan dimensi accessories yang dipakai. Ciptanusa Buana Sentosa 1. 3. Struktur/Sipil maupun Interior harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan. KOORDINASI 1. 1975.1173 th. 2. Apabila ada sesuatu yang diragukan. 6. PERALATAN DAN DOKUMEN YANG DISERAHKAN 1. 1978 4. daftar peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini untuk disetujui oleh MK/Direksi Pengawas. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan. jarak peralatan satu dengan lainnyya.3 th. 1. Koordinasi yang baik perlu ada.1 3. Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Pemasangan Instalasi Elevator dan Escalator dari Instalasi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya. Yang dimaksud gambar kerja adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan. BRITISH STANDARD 2.4. PERATURAN UMUM PERATURAN PEMASANGAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut: 1. Gambar-gambar Arsitek. Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan pemborong instalasi lainnya. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain. 3.3.5. . Gambar-gambar rencana dan persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.4. PERSETUJUAN MATERIAL. 1. Peraturan Daerah DKI No. MK/Direksi Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PEKERJAAN TRANSPORTASI VERTIKAL 1.378/KPTS/1978 sebagai SKBI – 3. 1978. maka semua akibatnya menjadi tanggung jawab pemborong.1. th. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 2. Pemborong harus menyerahkan shop drawing. Umum Dalam jangka waktu 90 hari setelah menerima SPK. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan ataupun material.17. GAMBAR – GAMBAR 1. lengkap dengan dimensi peralatan. Pemborong harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada pemilik dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. 3 . pemborong harus segera menghubungi MK/Direksi Pengawas. 1. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai. 2. ANSI Code A.2. Pedoman Pengawasan Instalasi Lift No. 5. sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada. Suatu daftar referensi pemasangan harus dilampirkan dalam Surat Penawaran.53 th 1987. PELAKSANAAN PEMASANGAN 1.104 PT. 7.

Pemborong harus melengkapi dengan seleksi data dan menyerahkan dalam rangkap 3 (tiga). Data-data pemilihan meliputi : Manufacturer Data Berupa brosur-brosur. Ciptanusa Buana Sentosa 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pemilik tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh/dokumen ini. dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. 1. Shop Drawings Pemborong harus mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan yang diperlukan untuk diperiksa dan disetujui. 3. Seleksi Data Untuk persetujuan bahan dan peralatan. 4. . sehingga memberikan kemungkinan dapat dipertukarkan. Umum Semua peralatan dari bahan maupun komponennya harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang diuraikan maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. telah terpasang di beberapa lokasi. Daftar peralatan dan bahan yang diajukan harus memenuhi spesifikasi. Performance Data Data-data kemapuan dari unit yang terbaca dari suatu tabel atau curva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menseleksi peralatan-peralatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. Dengan mengajukan gambar-gambar kerja ini berarti pemborong sudah mempelajari dengan seksama gambar-gambar Struktur. Yang menyatakan bahwa produk ini sudah diproduksi beberapa tahun. 3 . 2. harus diproduksi oleh pabrik (merk) yang sama. PERALATAN DAN BAHAN 1. Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama. performance dari peralatan. Daftar Peralatan dan Bahan Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini harus diserahkan untuk mendapat persetujuan MK/Direksi Pengawas dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data-data teknis. tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pemborong. Pemborong harus menunjukkan dalam brosur unit yang dipilih dengan memberikan tanda. spesifikasi dan informasi yang tercetak jelas dan cukup detail sehubungan dengan persyaratan/ketentuan spesifikasi. Arsitek maupun gambar-gambar instalasi lainnya serta sudah menghasilkan kondisi yang sebenarnya di proyek. Quality Asurance Suatu pembuktian dari pabrik atau Supplier setempat terhadap kualitas produk.105 PT. Penggantian Peralatan dan Bahan Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender pada dasarnya harus sudah memenuhi spesifikasi walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkikan ada peralatan dan bahan yang belum memenuhi spesifikasi.6. 2.

Jumlah material masuk/ditolak Keadaan cuaca Pekerjaan tambah/kurang Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditanda tangani oleh Project Manager harus diserahkan kepada MK/Direksi Pengawas untuk diketahui/disetujui.8. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada di tempat pekerjaan pada saat diperlukan/dikehendaki.7. 3 . Laporan Harian dan Mingguan Pemborong wajib membuat laporan harian dan laporan mingguan yang memberikan gambaran mengenai : Kegiatan fisik Catatan dan perintah MK/Direksi Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis. maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik yang disetujui. Ciptanusa Buana Sentosa . LAPORAN-LAPORAN 1. Gambar as built drawing ini lengkap untuk seluruh instalasi terpasang pada proyek ini. As Build Drawing ( Gambar instalasi terpasang ) Pemborong haru menyerahkan 1 (satu) set as built drawings berupa gambar transparant daln 3 (tiga) set gambar cetak birunya. yang bertindak sebagai wakil dari pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN Penanggung jawab instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada di lapangan. karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti. As built ini harus menunjukkan lokasi dan posisi yang tepat dari seluruh bagian-bagian instalasi referensi yang digunakan seperti kolom.106 PT. berikut gambar-gambar detail dan gambar potongan. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi. maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pemborong. Bila pihak MK/Direksi Pengawas. Pemborong harus menunjukkan pada satu set gambar cetak biru dari Gambar Kontrak terhadap deviasi-deviasi. 1. 4. Pada setiap gambar “as built”. Laporan Pengetesan Pemborong instalasi ini harus menyerahkan kepada MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai hal-hal sebagai berikut : Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi Hasil pengetesan peralatan Hasil pengetesan kabel. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. harus tercantum : Nama Pemilik Judul gambar/dan bagian dari bangunan Nomor gambar Nomor lembar gambar dan jumlah lembar gambar Tanggal 1. dan lain sebagainya. pengembangan dan revisirevisi yang terjadi semasa pelaksanaan. dinding dan lain sebagainya. membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik.

Brosur-brosur peralatan dan kontrol yang berisi antara lain : q Brosur Teknis q Maintenance Manual q Operator Manual q Elektrikal wiring/kontrol c.13. Selama masa pemeliharaan ini. baik yang belum atau yang sudah diperingatkan sebelumnya tanpa adanya tambahan biaya. Pembobokan/pengelasan/pengeboran tersebut diatas baru dapat dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari pihak pemilik secara tertulis. Pemborong wajib mengganti atau memperbaiki kerusakan atas biaya sendiri. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab pemborong sepenuhnya. Dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh MK/Direksi Pengawas secara tertulis. 4. 3. harus dikembalikan ke kondisi semula dan menjadi lingkup pekerjaan instalasi ini. Sejak penyerahan pertama tersebut sampai masa garansi berakahir. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN 1.12. Bila terdapat kerusakan pada peralatan sehingga perlu diperbaiki atau diganti maka garansi tetap berlaku semenjak penggantian atau perbaikan tersebut. IJIN – IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab pemborong. Nama-nama supplier peralatan dan kontrol yang terlibat dalam proyek ini lengkap dengan alamat dan nomor telepon. Selama masa pemeliharaan ini. 1. maka motor tersebut harus diganti dengan yang baru dan tidak boleh wiringnya digulung baru. Spare part dan tools. Pembobokan tembok. Data test report e. PEMBOBOKAN. 1. PENAMBAHAN/PENGURANGAN/PERUBAHAN INSTALASI 1. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS 3 . Pelaksanaan Instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. harus dikonsultasikan dengan MK/Direksi Pengawas. . 2. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama enam bulan terhitung sejak saat penyerahan pertama. Pemborong harus menyerahkan dokumen lengkap pada saat serah terima pekerjaan pertama berupa : a. bila terjadi kerusakan atau kegagalan pekerjaan instalasi. 3. 2. lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini.11.14. Pemborong instalasi ini diwajibkan memperbaiki dan melaksanakan bagian-bagian pekerjaan yang tidak sempurna.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1.10. 1. d. GARANSI Semua peralatan. Semua point a s/d f harus dibundel dalam satu bundel dan diserahkan sebanyak 3 (tiga) sets. Ciptanusa Buana Sentosa 1. bahan dan mutu hasil pekerjaan harus digaransi selama minimum 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal penyerahan pertama. 2.9. Bila terjadi kerusakan pada peralatan utama (mis : motor terbakar ). As built drawing b. PENGELASAN DAN PENGEBORAN 1. Perubahan material.107 PT. dan lain-lainnya harus mendapat instruksi dari pemilik secara tertulis sebelum dilaksanakan. 1. Pemborong instalasi ini harus menyerahakan setiap gambar perubahan yang ada kepada pihak MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga). Sertifikat jaminan peralatan dan instalasi f.

URAIAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan Elevator sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana dan spesifikasi. Pemborong pekerjaan instalasi Lift/Elevator harus melakukan pengadaan.108 PT. 5. Pemeriksaan khusus dalam waktu pemeliharaan harus dilaksanakan oleh pemborong instalasi ini. Ciptanusa Buana Sentosa . Menyerahkan gambar-gambar. Teknisi pelaksanaan pekerjaan ini harus sudah tiba di lapangan dalam waktu 1x24 jam sejak waktu dipanggil. Bila tidak. pemasangan. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. 3. Pengadaan. pemasangan. pengaturan dan pengujian serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK 1. 3 . Pengadaaan dan pemasangan semua material. lengkap dengan kontrol dan accessoriesnya. Yang menjadi lingkup pekerjaan dari Pemborong Instalasi Lift/Elevator adalah sebagai berikut: 1. 2. Pekerjaan Instalasi Listrik yang termasuk pekerjaan ini adalah sistem instalasi listrik secara lengkap sehingga instalasi ini dapat berjalan dengan baik dan aman. Garis besar lingkup pekerjaan instalasi Lift/Elevator yang dimaksud adalah sebgai berikut : 1. 6. pemasangan semua pekerjaan sipil yang diperlukan dari instalasi Lift/Elevator ini. Seluruh peralatan yang direncanakan dalam instalasi ini adalah untuk bekerja pada frekwensi 50 Hz 2 Hz dan tegangan 220/380 Volt 10 % LINGKUP PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT UMUM Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar terlampir. Memberikan garansi terhadap mesin/peralatan. maka perbaikan dapat diberikan kepada orang lain dengan beban biaya ditanggung oleh Pemborong. 2. apabila ada permintaan dari pihak MK/Direksi Pengawas/Pemberi Tugas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. 4. 1. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. 3. Pengadaan. Pemborong agar menawarkan peralatan yang sesuai untuk digunakan dengan ketentuanketentuan pada spesifikasi ini. sehingga pada waktu serah terima pertama instalasi tersebut harus sudah dapat dipergunakan oleh pemilik. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pemborong instalasi secara periodik dan minimum 1 kali tiap minggu. pemasangan. peralatan utama serta perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pemasangan instalasi ini sesuai dengan jumlah Lift/Elevator yang tergambar ataupun terurai dalam spesifikasi teknis sehingga didapatkan suatu instalasi yang baik dan sempurna dalam pemasangannya. 2. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik. peralatan control dan lain-lain bagi instalasi ini. panel-panel.2. dan instalasinya yang terpasang selama 1 (satu) tahun sejak serah terima pertama. 3. LINGKUP PEKERJAAN PEMBORONG 2. pengaturan dan pengujian Lift/Elevator. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang ditawarkan/dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan maka pemborong wajib memberitahukan hal tersebut merupakan kewajiban pemborong untuk melengkapi peralatan tersebut sehingga sempurna.1. 2.15.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Pengadaan. 2.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2. 3. 4. 5.

6.

Penyediaan dan pemasangan serta penambahan semua profil baja untuk tumpuan/pengikat guide rail pada sisi kereta, dan profil baja yang diperlukan untuk dudukan traction machine ( semua profil baja harus dicat anti karat ). Mengadakan testing dan commissioning lengkap dengan pengadaan peralatan serta perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan tersebut. Training meliputi operation, maintenance sampai dengan trouble shooting untuk tenaga-tenaga yang ditunjuk oleh pemilik. Pengadaan dokumen yang diperlukan sebanyak 3 (tiga) set yang terdiri dari antara lain : Operation manual Maintenance manual Daftar suku cadang yang perlu disediakan Gambar as built drawing Semua electronic dan electric wiring dll. Semua pengurusan izin-izin dari pihak yang berwenang sehubungan dengan pemasangan instalasi ini dan yang menyangkut biaya pengurusannya sudah harus termasuk dalam penawaran pekerjaan ini .

3.1.

DATA KERETA LIFT/ELEVATOR 1. Rangka kereta Elevator Terbuat atas profil baja yang dicat anti karat. Pada rangka ini terdapat paling sedikit empat buah sliding type guide shoes, dimana dua buah terletak pada bagian atas kereta dan yang lain pada bagian bawah kereta tepat di Guide Rail. Gide Shoes yang dipakai adalah tipe Roller Setiap guide shoes harus dilengkapi dengan sistem pelumas sendiri ( self lubrication ) untuk mencegah cepatnya ke-ausan. Pada rangka bagian bawah yang merupakan tempat tumpuan lantai kereta, harus terdapat bantalan karet. Lantai Kereta Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat dan dilapisi dengan heavy duty tile, warna ditentukan kemudian. Bagian bawahnya dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. Ukuran dan kekuatan dari lantai ini harus sesuai dengan kapasitas angkut elevator Dinding Kereta Elevator Dinding dalam konstruksinya harus sedemikan rupa sehingga mudah dipasang atau dilepas, sehingga memudahkan dalam perakitan di lapangan. Pada bagian luarnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. Langit-langit Kereta Lift/Elevator Ketinggian langit-langit kereta ini tidak berkurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. Terdapat lampu untuk penerangan normal dan untuk penerangan darurat dengan sumber daya dari batere tipe NI-CAD dry cell lengkap dengan automatic chargernya. Jenis lampu disesuaikan dengan interior yang dipilih oleh Architect, kecuali belum ditentukan, maka dapat digunakan sebagai acuan adalah type Flourescent ligthting circular milky white acrylic cover ( khusus untuk lift penumpang ), atau 2 buah flourescent (TL) 2x20 watt dengan milky white acrylic cover. Terdapat exhaust Grille dengan Exhaust Fan yang diletakkan diatas kereta. Pada bagian atas harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara.
3 - 109

2.

3.

4.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

5.

Pintu Kereta Lift/Elevator Terdiri atas dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti tergambar untuk lift dengan type Single Door. Terdiri atas masing-masing dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti pada gambar untuk lift dengan type Through Door. Penggerak pintu kereta adalah motor listrik yang dilengkapi alat pengukur kecepatan. Pada bagian dalamnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara Indikator Kereta Lift/Elevator Terletak diatas pintu kereta yang dilengkapi dengan penunjuk arah perjalanan kereta, indicator posisi sangkar elevator dengan tipe digital disertai bunyi bel. Car Operating Panel Terbuat dari stainless steel plate finish Push button yang dipakai merupakan soft touch button yang menyala bila tersentuh. Untuk Lift dengan type Trough Door setiap bagian dari pintu lift dilengkapi dengan Car Operating Panel. Terdiri atas peralatan sebagai berikut : ∗ Push button untuk setiap lantai ∗ Push button untuk membuka pintu kereta ∗ Push button untuk menutup pintu kerete ∗ Push button untuk emergency stop ∗ On-Off switch untuk independent operation ∗ Key switch untuk independet operation ∗ Lampu tanda kelebihan penumpang yang dilengkapi dengan buzzer ∗ Plat nama dari pabrik pembuat lift ∗ Tulisan kapasitas lift penumpang Pintu Lift dan Pintu Shaft Lift harus dilengkapi dengan sistem pintu yang bekerja secara otomatis. Pintu harus mempunyai mekanisme kerja membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. Pintu kereta dan pintu shaft harus membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. Pada saat lift bergerak, pintu kereta tidak bolah dapat dibuka dari dalam kabin, meskipun tombol pembuka pintu ditekan. Pada saat lift bergerak, motor listrik penggerak pintu harus memberikan torsi yang cukup kuat pada daun pintu, untuk mencegah pintu dibuka secara paksa dari dalam kabin. Pada saat tidak ada sumber daya listrik, pintu-pintu harus dapat dibuka secara paksa dengan tangan dari dalam kabin dan dari luar shaft. Setiap pintu shaft harus dilengkapi dengan suatu sistem interlock jenis electro mechanical, yang mencegah pintu dibuka secara paksa, kecuali dengan kunci khusus yang disediakan untuk melepas sistem interlock tersebut. Sistem interlock electro mechanical pada pintu shaft tersebut harus dapat dibuka dari kabin, pada saat lift berhenti pada suatu lantai. Sistem interlock harus dibuat sedemikian sehinggaa dapat dilepas dari dalam kabin, pada saat tidak ada sumber daya listrik. Semua peralatan interlock dan kunci dari pintu kereta dan pintu shaft harus dapat diperiksa, ditest dan diganti bagian-bagiannya, apabila rusak. Semua pintu lift harus dilengkapi dengan kontak-kontak listrik yang mencegah lift bergerak kecuali apabila pintu-pintu telah tertutup rapat. Kontak-kontak ini harus
3 - 110

6.

7.

8.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dicapai oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Untuk lift tertentu pintu lift dilengkapi dengan kaca. Pintu lift harus dilengkapi dengan “safety edge” yang terpasang dari ujung atas sampai ujung bawah panel pintu. Apabila peralatan ini menyentuh orang atau benda pada saat pintu sedang menutup, maka pintu kereta dan pintu shaft secara otomatis harus kembali pada posisi membuka penuh. Pintu baru akan menutup kembali secara otomatis, setelah melampaui waktu yang ditentukan. 3.2. DATA PERALATAN DI SHAFT 1. Magnetitic Landing Device Untuk memberhentikan kereta elevator pada setiap lantai yang dituju dengan toleransi maksimum sebesar 5 mm dari level lantai yang bersangkutan. Landing Door Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu keretanya Dilengkapi dengan narrow jamb Terbuat dari stainless steel Harus dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara electric dan mekanis serta dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weight closer. Door Sills dan Toe Guards Terletak dibawah pintu, terbuat dari Extruded aluminium natural control, yang didudukkan pada beton yang telah disediakan. Hall Button Hanya ada satu buah disetiap lantai ∗ Untuk lantai yang paling bawah hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah atas. ∗ Untuk lantai yang paling atas hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah bawah. ∗ Untuk lantai yang lainnya terdapat dua buah push button untuk operasi ke arah atas bawah. Push button merupakan soft touch button yang menyala bila ditekan. Car Position Indicator Terdapat diatas pintu setiap lantai dengan tipe Digital. Harus dilengkapi dengan Hall Lantern dan gong yang hanya menyala dan berbunyi pada saat kedatangan kereta. Buffer Buffer yang dipakai harus dari jenis oil buffer dimana pada bagian atasnya diberikan karet setebal 5 mm. Untuk setiap elevator minimum dipergunakan empat buah buffer dimana dua buah untuk car buffer dan yang lain untuk counter weight buffer. Buffer ini ditempatkan di atas suatu dudukan beton yang disediakan sendiri oleh pemborong pekerjaan lift (tidak boleh di angkur langsung ke lantai beton struktur yang ada). Guide Rail Pemborong pekerjaan Lift agar memberikan data-data untuk Rail, bracket dan peralatannya sebagai contohnya adalah sebagai berikut :
3 - 111
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Setiap sepatu penuntun harus bergerak pada permukaan rel penuntun dengan halus. Isi counter weight adalah sebesar Kereta Elevator ditambah dengan 50 % dari kapasitas beban (balancing 50%). Sirkuit sistem kontrol rem harus saling mengunci (interlock) secara elektris dengan sirkuit kontrol motor traksi dan harus direncanakan dan diatur sehingga rem hanya bekerja untuk memegang kabin lift pada saat lift telah berhenti di suatu lantai dan rem tidak digunakan untuk memberhentikan lift. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut 5/8”. Rangka counter weight harus dicat anti karat dan isinya dilapis dengan suatu bahan anti karat. Kontraktor Lift harus menyediakan satu alat yang gunanya khusus untuk melepas rem secara manual setelah kereta lift berhenti secara darurat.5” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. Rope tensioning berupa pulley yang diberikan beban. konstruksi dari rail harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dari pabrik. Campensating Terdiri dari rope yang terbuat dari kawat baja dengan inti kawat baja yang dilengkapi dengan rope tensioning. ketinggian dan berat nominal. Semua rem harus dirancangkan untuk dapat bekerja pada kapasitas normal dan sanggup memegang dan memberhentikan lift pada kondisi yang paling berat/sukar.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Untuk Kereta Lift/Elevator. diletakkan di pit dan dilengkapi dengan safety switch. ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. Selain ketentuan tersebut diatas. 9. Untuk Counter Weight ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal ½” dan panjangnya 12” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. Ciptanusa Buana Sentosa . 8. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut ¾”. ketinggian dan berat nominal sesuai standart kapasitas. 3. 11. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. Sepatu rem harus bekerja tanpa menimbulkan suara keras.112 PT. DATA MESIN PENGGERAK 3 . 10. Rem Rem harus menggunakan sistem arus listrik. Counter Weight Rangka counter weight terbuat dari profil baja. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. Rail harus dilapis dengan suatu bahan anti karat dan pemegang rail harus dicat anti karat. yang terbuat dari besi cor.3. Sepatu Penuntun ( Guide Shoes ) Sepatu penuntun harus berbentuk roda atau bentuk lain yang sesuai dengan standart pabrik dan terikat secara kuat pada bagian atas dan bawah dari kereta lift dan counter weigth. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal 1” dan panjangnya 14. sesuai standart kapasitas.

4. Ketinggian langit-langit kereta ini tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. Jenis alat kontrol yang harus dipakai adalah CV – GEAR LESS. 4. Pada saat demikian. semua lift harus dapat bekerja kembali secara normal. Pengaman lift pada saat Sumber Daya listrik PLN terputus : Pada saat sumber daya listrik utama dari PLN terputus. Berat dan kereta akan mengadakan pengereman di rail dan micro switch yang ada disana akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. apabila pengamanan ini bekerja. berupa : Door safety edges sebanyak 2 buah. dimana secara otomatis akan membunyikan buzzer yang diletakkan di car board. 2.6. ROPE 1. Ciptanusa Buana Sentosa . Pengaman terhadap kelebihan kecepatan. 2. dengan mendapat sumber daya dari batere. apabila terjadi kelebihan kecepatan maka: Centrifugal switch yang ada di speed governor akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. Panel kontrol lift ini harus bisa dihubungkan dengan card reader dari system Access Control. sistem intercom dan bel alarm harus tetap berfungsi.5. Pemindahan rangkaian dari jaringan listrik PLN ke Diesel Emergency Set dilakukan secara otomatis di panel utama dan pekerjaan ini termasuk tugas Kontraktor Listrik. Pengaman terhadap kelebihan perjalanan. yang sekaligus sebagai kontrol induk yang akan mengendalikan elevator di dalam sistem kontrolnya. Mesin penggerak ini dilengkapi dengan suatu base frame yang duduk diatas penyangga beton dan ditempatkan di ruang mesin elevator diatas shaft. dan Level 10 cm di atas level lantai teratas. Secepatnya setelah menerima daya listrik dari Diesel Generating Set Emergency. kereta lift secara tiba-tiba akan berhenti. Sistem pemasangan rope adalah 2 : 1 dimana ujung dari pada rope dipasangkan pada rope end (detch and Hitch) yang terletak pada suatu profil baja dengan dilapisi karet setebal 25 mm dan dilengkapi safetay switch dan per. 3.113 PT. Sertifikat kawat penggantung harus diserahkan kepada pemilik sebelum pelaksanaan. 2. apabila pengaman ini bekerja maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak dan baru dapat dijalankan kembali bila secara manual posisi kereta dikembalikan ke kedudukkan normal. Safety gear sebanyak empat buah yang terletak dibagian bawah dari pengimbang. Pengaman pada pintu kereta elevator. dimana pada waktu mesin bekerja defleksi dari karet tersebut tidak boleh lebih besar dari 3 mm. 3. maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 3 . akan bekerja bila tersentuh. 3. SAFETY DEVICE 1. 3. Rope yang dipakai adalah kawat baja dengan inti kawat baja. KONTROL SISTEM Setiap elevator harus mempunyai sebuah panel kontrol untuk mengoperasikan kereta Elevator. Antara base frame dan penyangga. 6. Diameter minimum dari rope yang dipakai disesuaikan dengan kapasitas lift secara standart. Pembatasan yang ada yaitu : Level 6 cm di bawah level lantai terbawah. Pengaman terhadap ketegangan rope. lampu darurat didalam kereta harus menyala secara otomatis. 4. Pengamanan terhadap kelebihan penumpang. Mesin penggerak kereta elevator terdiri dari motor arus bolak balik 3 phase 380 V dengan toleransi 10 % Volt 50 Hz. harus ditempatkan bantalan karet sebagai peredam getaran. 3. 5. 3.

Tanpa melihat arah geraknya. Semua kabel yang masuk atau keluar panel ini harus dilengkapi dengan cable gland.7. maka lift akan bekerja secara normal kembali. Dengan mendudukkan sakelar pada posisi Sakelar pada posisi “ON”. Setelah membuka pintu di lantai dasar dan melepas penumpang-penumpangnya. 4. 2. lift secara otomatis akan bergerak turun ke lantai dasar. Earth Quick Protection. Sistem kerja lift akan berubah dari kontrol secara kolektif menjadi tidak kolektif. Box panel harus terbuat dari plat baja tebal 2 mm dengan rangka penguat dan dicat anti karat.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Bila sumber listrik utama dari PLN telah terhubung kembali maka rangkaian akan dipindahkan ke keadaan semula pada panel utama listrik di lantai Basement. INSTALASI LISTRIK Pekerjaan instalasi listrik yang termasuk lingkup kerja dari pemborong instalasi ini adalah: 1. tanpa berhenti di lantai-lantai lain. 3. Perlu dilengkapi Supervisory panel dengan 3 buah intercom yang diletakkan di Ruang Mesin. Lampu dan switch di pit elevator. lift akan berhenti sesaat dan secepatnya setelah mendapatkan aliran listrik. Penambahan batere tipe NI – CAD dry cell lengkap dengan Automatik Charger. lift akan berhenti bekerja. Semua komponen kontrol harus dapat bekerja dengan baik pada temperatur maksimum 40 oC dan RH maksimum 95 %. diatas dan dibawah kereta lift. 2. maka lift akan bekerja sebagai berikut : Semua panggilan lift dan permintaan lantai akan dibatalkan. Penarikan kabel untuk paging system yang langsung dikontrol/dihubungkan dengan paging sentral oleh Kontraktor sound system.8. Ciptanusa Buana Sentosa . Sakelar ini harus diberi tulisan yang jelas untuk kedudukan “ON” atau “OFF”. 7. 6. dengan cabang pada masing-masing kereta.114 3. Alat kontrol harus dilengkapi dengan suatu alat pencegah interferensi dengan gelombang pemancar yang ada. PT. Kabel kontrol dari panel kontrol elevator ke setiap bagian yang memerlukannya. Panel kontrol ini adalah dari jenis free standing close type dengan lubang ventilasi secukupnya. 6. di masing-masing ruang mesin elevator dan di ruang Control Engineering. 5. 3. 4. Pada saat pemindahan tersebut. 5. 3. PANEL KONTROL LIFT 1. Panel kontrol akan diletakkan di atas suatu dudukan beton ringan yang akan disediakan oleh pemborong lift dan harus dilapisi karet setebal 5 mm dan hanya dapat dilayani dari depan. dan tidak ada panggilan atau permintaan baru terdaftar. Untuk mengoperasikan sakelar tersebut tidak boleh menggunakan kunci dan harus diletakkan didalam kotak besi yang mempunyai panel depan terbuat dari stainless steel hairline finish dan tutup kaca yang mudah dipecahkan. Ruang Maintenance dan Ruang Security. Didalam operasinya setiap cabang dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil setiap cabang. Penyediaan kabel FRC/MICC untuk fire lift oleh kontraktor listrik. Untuk selanjutnya pengoperasian lift tersebut hanya dapat dilakukan dari dalam kereta dan lift tidak akan melayani panggilan dari luar kereta/lantai. Pengaman Bila Terjadi Kebakaran Di lantai Dasar harus disediakan dan dipasang Sakelar khusus untuk petuga-petugas pemadam kebakaran dengan tulisan dalam Bahasa Indonesia “SAKELAR KEBAKARAN”. Lengkapi dengan peralatan ALD ( Automatic Landing Device ). 7. 7. Intercom dengan master station. 3 . Panel daya (tebal 2 mm ) untuk masing-masing lift beserta kabel feeder dari panel daya ke panel kontrol elevator.

ANSI code A17. 220/380V. JIS Ditentukan kemudian : Stainless steel hair line position indikator operating Panel : Standard type heavy duty Dot type/stainless steel hairline finish Faceplate : Soft touch button : Door safety edge Entrance Hall Car Positioan Indicator : Push Button Hall Lantern : Vertical circular type setiap lantai Arrival gong : setiap lantai Face plate of signal : Stainless steel Face plate of signal : Stainless steel 4. 4. KELENGKAPAN LIFT 3 . 11% dari kapasitas beban kereta lift. 220V. 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8.1.5 Kw.2. Testing Comissioning. ANSI code A17.LAIN DATA LIFT DATA LIFT PENUMPANG (LF-PK.115 PT. 3 phase. Continous test : 1 x 24 jam LAIN .1 & LF-PK.Mesin Elevator ENTRANCE DESIGN Model Entrance Landing Doors Landing Sills SIGNAL FIXTURES Dalam Kereta Lift Face plate of car Hall Car position and direction Indicator Car operating Panel Pengaman ujung pintu : NARROW JAMB with Painted Powder Coating : Painted : Extruded hard alumunium : : : : : : Disesuaikan dengan masing-masing produk 800 mm Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) : : : : : : : : : : : : : 2 Unit Lift Penumpang Type Standard Passenger Passenger Lift 680 Kg ( 10 Orang ) 60 mpm AC – VVVF (Variable Voltage. Variable Freq) Seperti pada gambar Center Opening Automatic Doors AC 7.2) Jumlah Lift Fungsi Tipe Lift Kapasitas Kecepatan Penggerak Kontrol Lantai yang dilayani Tipe Pintu Sumber Tenaga (V/Hz) Sumber Penerangan (V/Hz) Application Codes Matrials & Wirings Sistem Penomoran KETENTUAN DIMENSI Ukuran Kereta Elevator Ukuran Bukaan Pintu (mm) Ukuran Hoistway (mm) Kedalam Pit (mm) Tinggi Overhead (mm) Ukuran R. 9. 50 Hz AC 1 phase. Masa jaminan seluruh peralatan adalah 1 tahun. 50 Hz BS. JIS BS.1.1. Ciptanusa Buana Sentosa .

NO.116 PT. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah. PERALATAN Elevator / Lift MERK / PEMBUAT Sigma. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis. Ciptanusa Buana Sentosa . Mitsubitshi 3 . Pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. berdasarkan proteksi dari beban) Non reverse phase sequence protection Lampu di atas dan di bawah car lift berikut kawat pengaman & stop kontak Emergency alarm Rope ditandai untuk tanda di lantai mana car berada PRODUK INSTALASI TRANSPORTASI DALAM GEDUNG Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Eemergency car lighting with automatic Charger Interphone system and Emergency Paging System Overload Protection Divice Electric Fan ARD (Automatic Rescue Device) Arrival gong Auxiliary car Operating Panel Single phasing protection Manhole (car) Switch Pit switch Maintenance switch (di dalam & di luar car) Nuisance Call Cancellation (untuk menghapus panggilan semu. 1.