SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

NO

URAIAN

HAL

3.1

SYARAT-SYARAT UMUM SISTEM INSTALASI PLAMBING

3-8

3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7

PEKERJAAN PLAMBING PEKERJAAN PERPIPAAN PEKERJAAN SISTEM AIR BERSIH PEKERJAAN SISTEM AIR LIMBAH PEKERJAAN SISTEM TATA UDARA PEKERJAAN SISTEM PEMADAMAN KEBAKARAN SISTEM INSTALASI ELEKTRIKAL

3-15 3-16 3-25 3-32 3-36 3-53

4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9

PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT PEKERJAAN PENANGKAL PETIR PEKERJAAN DIESEL GENERATING SET PEKERJAAN FIRE ALARM PEKERJAAN TATA SUARA PEKERJAAN TELEPON PEKERJAAN MASTER ANTENE PEKERJAAN CCTV

3-61 3-37 3-74 3-82 3-87 3-89 3-92 3-93 3-96

PEKERJAAN LAN PEKERJAAN TRANPORTASI VERTIKAL

5.1 5.1

PERATURAN UMUM PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT

3-104 3-108

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

PERSYARATAN TEKNIS UMUM
1.1. UMUM Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila ada klausul dari persyaratan ini yang dituliskan kembali dalam persyaratan teknis ini, berarti menuntut perhatian khusus pada klausul-klausul tersebut dan bukan berarti menghilangkan klausulklausul lainnya dari syarat-syarat umum. 1.2. PERATURAN DAN ACUAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi atau mengacu kepada Peraturan Daerah maupun Nasional, Keputusan Menteri, Assosiasi Profesi Internasional, Standar Nasional maupun Internasional yang terkait. Pelaksana Pekerjaan dianggap sudah mengenal dengan baik standard dan acuan nasional maupun internasional dari Amerika dan Australia dalam spesifikasi ini. Adapun standar atau acuan yang dipakai, tetapi tidak terbatas, antara lain seperti dibawah ini : 1.2.1. Listrik Arus Kuat (L.A.K) • SNI-04-0227-1994 tentang Tegangan Standar. • SNI-04-0255-200 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik. • SNI-03-7015-2004 tentang Sistem Proteksi Petir pada Bangunan. • SNI-03-6197-2000 tentang Konversi Energi Sistem Pencahayaan. • SNI-03-6574-2001 tentang Tata Cara Perancangan PencahayaanDarurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan. • SNI-03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan. • SNI-03-7018-2004 tentang Sistem Pasokan Daya darurat Listrik Arus Lemah (L.A.L) • SNI-03-3985-2000 tentang Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran. • KepMen PU 10/KPTS/2000 tg. 1-03-2000 tentang Ketentuan Teknis Pengaman Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. • UU No. 32/1999 tentang Telekomunikasi dgn PP No. 52/2000 tentang Telekomunikasi Indonesia. • Wolsey, Planning for TV Distribution System • Wisi, CATV System Refference • Sony, CATV Equipment • National, Cable Master Antenna System • AVE, VOE, PI, UIL Plambing
• • • • •

1.2.2.

1.2.3.

Peraturan Daerah (PERDA) setempat Peraturan-peraturan Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum Perencanaan & Pemeliharaan Sistem Plambing, Soufyan Nurbambang & Morimura. Pedoman Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 atau edisi terakhir. SNI 03-6481-2000 atau edisi terakhir tentang Sistem Plambing

1.2.4.

Pemadam Kebakaran • SNI-03-1745-2000 tentang Pipa tegak dan Slang. • SNI-03-3989-2000 tentang Sprinkler Otomatik. • Perda Pemda setempat • Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dalam Wilayah Setempat • Departemen Pekerjaan Umum, Skep Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
3-8

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • •

LITERATURE DAN / ATAU REFERENCE National Fire Codes : NFPA-10, Standard for Portable Fire Extinguisher NFPA-13, Standard for The Installation Sprinkler Systems NFPA-14, Standard for The Installation Standpipe and Hose Systems NFPA-20, Standard for The Installation Centrifugal Fire Pumps Mc. Guiness, Stein & Reynolds Mechanical & Electrical for Buildings

1.2.5.

Tata Udara Gedung (T.U.G) • SNI-03-6390-2000 tentang Konservasi Energi Sistem Tata Udara • SNI-03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. • SNI-03-6571-2001 tentang Sistem Pengendalian Asap pada Bagunan Gedung. • SNI-03-7012-2004 tentang Sistem Manajemen Asap di dalam MAL, Atrium dan Ruangan Bervolume Besar. • ASHRAE 62-2001 Standard of Ventilation for Acceptable IAQ. • CARRIER, Hand Book of Air Conditioning System Design. • ASHRAE HVAC Design Manual for Hospital and Clinics. • ASHRAE Handbook Series Transportasi Dalam Gedung (T.D.G) • SNI-03-2190-1999 Kostruksi Lift Penumpang dengan Motor Traksi • SNI-03-6248-2000 Konstrusi Eskalator. • Peraturan Depnaker tentang Lift Listrik, Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. • Strakosch, Vertical Transfortation. • Gina Barney, Elevator Traffic • Luonir Janovsky, Elevator Mechanical Design.

1.2.6.

1.3. GAMBAR-GAMBAR a. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. b. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada, petunjuk instalasi dari pabrik pembuat dan mempertimbangkan juga kemudahan pengoperasian serta pemeliharaannya jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan. c. Gambar-gambar Arsitek, Struktur dan Interior serta Specialis lainnya (bila ada) harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail finishing instalasi. d. Sebelum pekerjaan dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan gambar kerja dan detail, “Shop Drawing” kepada Konsultan Pengawas untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu sebanyak 3 (tiga) set. Dengan mengajukan gambar-gambar tersebut, Pelaksana Pekerjaan dianggap telah mempelajari situasi dari instalasi lain yang berhubungan dengan instalasi ini. Persetujuan tersebut tidak berarti membebaskan Pelaksana Pekerjaan dari kesalahan yang mungkin terjadi dan dari tanggung jawab atas pemenuhan kontrak. e. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus membuat gambar-gambar terinstalasi, “As-built Drawings” disertai dengan Operating Instruction, Technical and Maintenance Manual, harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas pada saat penyerahan pertama pekerjaan dalam rangkap 5 (lima) terdiri dari atas 1 (satu) asli kalkir berikut diskettenya dan 4 (empat) cetak biru dan dijilid serta dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A0 atau A1 atau disebutkan lain dalam proyek ini. As-built Drawing ini harus benar-benar menunjukkan secara detail seluruh instalasi M & E yang ada termasuk dimensi perletakan dan lokasi peralatan, gambar kerja bengkel, nomor seri, tipe peralatan dan informasi lainnya sehingga jelas.
3-9
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

f.

Operating Instruction, Technical and Maintenance Manuals harus cetakan asli (original) berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebanyak 5 (lima) set dan dijilid dan dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A4.

1.4. KOORDINASI Pelaksana Pekerjaan instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan Pelaksana Pekerjaan lainnya, agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan a. Koordinasi yang baik perlu ada agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajuan instalasi lain. b. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini tidak mengindahkan koordinasi dari Konsultan Pengawas, sehingga menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibat menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan ini. 1.5. RAPAT KOORDINASI LAPANGAN Wakil Pelaksana Pekerjaan harus selalu hadir dalam setiap rapat koordinasi proyek yang diatur oleh Konsultan Pengawas. Peserta rapat koordinasi harus mengetahui situasi dan kondisi lapangan serta bisa memberi keputusan terhadap sebagian masalah. 1.6. PERALATAN DAN MATERiAL Semua peralatan dan bahan harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan, sesuai dengan spesifikasi yang diuraikan, maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. 1.6.1. Persetujuan Peralatan dan Material 1. Dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah menerima Surat Perintah Kerja (SPK), dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan maupun material, Pelaksana Pekerjaan diharuskan menyerahkan daftar dari material-material yang akan digunakan. Daftar ini harus dibuat rangkap 4 (empat) yang didalamnya tercantum nama-nama dan alamat manufacture, catalog dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana antara lain : - Manufacturer Data Meliputi brosur-brosur, spesifikasi dan informasi-informasi yang tercetak jelas cukup detail sehubungan dengan pemenuhan spesifikasi. - Performance Data Data-data kemampuan dari unit yang terbaca dari suatu table atau kurva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menyeleksi peralatanperalatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. - Quality Assurance Suatu pembuktian dari pabrik pembuat atau distributor utama terhadap kualitas dari unit berupa produk dari unit ini sudah diproduksi beberapa tahun, telah dipasang di beberapa lokasi dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. 2. Persetujuan oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas akan diberikan atas dasar atau sesuai dengan ketentuan diatas. Contoh Peralatan dan Material 1. Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan dipasang kepada Konsultan Pengawas paling lama 2 (dua) minggu setelah daftar material disetujui. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan.

1.6.2.

3 - 10
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2.

Konsultan Pengawas tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang tidak berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh / dokumen ini.

1.6.3.

Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama harus diproduksi pabrik (bermerk), sehingga memberikan kemungkinan saling dapat dipertukarkan. Penggantian Peralatan dan Material 1. Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender sudah memenuhi spesifikasi, walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkinan ada peralatan dan bahan belum memenuhi spesifikasi, tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pelaksana Pekerjaan pelaksana pekerjaan. 2. Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi, karena suatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti, maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik ( equal or better ) yang disetujui. 3. Bila Konsultan Pengawas membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik, maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pelaksana Pekerjaan. Pengujian dan Penerimaan 1. Khusus peralatan utama, harus ditest dahulu oleh Pemilik dan didampingi Konsultan Perencana di pabrik masing-masing yang sebelumnya sudah ditest oleh pabrik yang bersangkutan dan disetujui untuk dikirim ke lapangan. 2. Semua peralatan-peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini dikirim dan dipasang dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan pengetesan dengan baik, Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan - peralatan yang terpasang, dan jika sudah ditest dan memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari kontrak, maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan berdasarkan Berita Acara oleh Konsultan Pengawas. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan / material, sistem dan lain-lain oleh Pelaksana Pekerjaan, Pemilik dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya.

1.6.4.

1.6.5.

1.6.6.

1.7. IJIN-IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 1.7.1. Pelaksanaan pemasangan a. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Yang dimaksud gambar kerja disini adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan, lengkap dengan dimensi peralatan, jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak terhadap dinding, jarak pipa terhadap lantai, dinding dan peralatan, dimensi aksesoris yang dipakai. Konsultan Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. b. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran / kapasitas peralatan (equipment) yang akan dipasang. Apabila terdapat keraguan-keraguan, Pelaksana Pekerjaan harus segera menghubungi Konsultan Pengawas untuk berkonsultasi. c. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas, apabila terjadi kekeliruan maka hal
3 - 11
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

d.

tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atas rekomendasi Konsultan Perencana. Pada beberapa peralatan tertentu ada asumsi yang digunakan konsultan dalam menentukan performnya, asumsi-asumsi ini harus diganti oleh Pelaksana Pekerjaan sesuai actual dari peralatan yang dipilih maupun kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan wajib menghitung kembali performanya dari peralatan tersebut dan memintakan persetujuan kepada Konsultan Pengawas.

1.7.2.

Penambahan / Pengurangan / Perubahan Instalasi 1. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana karena penyesuaian dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. 2. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada kepada Konsultan Pengawas sebanyak rangkap 3 (tiga) set yang akan dikirim oleh Konsultan Pengawas kepada Konsultan Perencana. 3. Perubahan material dan lain-lainnya, harus diajukan oleh Pelaksana Pekerjaan kepada Konsultan Pengawas secara tertulis dan jika terjadi pekerjaan tambah / kurang / perubahan yang ada harus disetujui oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas secara tertulis. Sleeves dan inserts Semua sleeves menembus lantai beton untuk instalasi sistem elektrikal harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Semua inserts beton yang diperlukan untuk memasang peralatan, termasuk inserts untuk penggantung ( hangers ) dan penyangga lainnya harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Pembobokan, Pengelasan dan Pengeboran 1. Pembobokan tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya ke kondisi semula, menjadi lingkup pekerjaan Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. 2. Pembobokan / pengelasan / pengeboran hanya dapat dilaksanakan apabila ada persetujuan dari pihak Konsultan Pengawas secara tertulis. Pengecatan Semua peralatan dan bahan yang dicat, kemudian lecet karena pengangkutan atau pemasangan harus segera ditutup dengan dempul dan dicat dengan warna yang sama, sehingga nampak seperti baru kembali. Penanggung Jawab Pelaksanaan a. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu ada di lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari Pelaksana Pekerjaan dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh Konsultan Pengawas. b. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada ditempat pekerjaan pada saat diperlukan / dikehendaki oleh Konsultan Pengawas.

1.7.3.

1.7.4.

1.7.5.

1.7.6.

1.8. PENGAWASAN a. Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Konsultan Pengawas. b. Konsultan Pengawas harus dapat mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan, bahan dan peralatan. Pelaksana Pekerjaan harus mengadakan fasilitasfasilitas yang diperlukan.

3 - 12
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

9. dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung.11. Permohonan untuk mengadakan pengawasan tersebut harus dengan surat yang disampaikan kepada Konsultan Pengawas.2.00 ). agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi surat perjanjian Pelaksanaaan Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. dan hari libur maka segala biaya yang diperlukan untuk hal tersebut menjadi beban Pelaksana Pekerjaan yang perhitungannya disesuaikan dengan peraturan pemerintah. Pemeriksaan khusus dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 ( tiga ) mengenai hal-hal sebagai berikut : • Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi. Pelaksana Pekerjaan diharuskan untuk membuat kantor. Laporan Harian dan Mingguan 1. Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditandatangani oleh manajer proyek harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk diketahui / disetujui. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. tegangan. penyimpanan barang / bahan serta peralatan kerja dan sebagai area / tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar). untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan. b. Pembuatan kantor. b. kuat arus.9. apabila ada permintaan dari pihak Konsultan Pengawas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. tekanan. atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. 1. 1. Konsultan Pengawas menempatkan petugas-petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan. Ciptanusa Buana Sentosa . KANTOR PELAKSANA PEKERJAAN.9. dll.10. e. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengamatan Konsultan Pengawas adalah tetap menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.00 sampai dengan 16. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini secara periodik dan tidak kurang dari tiap 2 (dua) minggu. LAPORAN-LAPORAN 1. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas. d. 1. • Hasil pengetesan mesin atau peralatan • Hasil pengetesan kabel • Hasil pengetesan kapasitas aliran udara. • Jumlah tenaga kerja dan keahliannya • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah / kurang • Prestasi rencana dan yang terpasang 2. Laporan Pengetesan 1. gudang dan los kerja ini dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemberi tugas / Konsultan Pengawas. Jika diperlukan pengawasan oleh Pengawas harian diluar jam-jam kerja ( 08. 3 . Pelaksana Pekerjaan wajib membuat laporan harian dan mingguan yang memberikan gambaran mengenai: • Kegiatan fisik • Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun tertulis.1. 1. Ditempat pekerjaan. 2. • Jumlah material masuk / ditolak.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. LOS KERJA DAN GUDANG a. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS a.13 PT.

b. Bila menggunakan daya listrik dari bangunan existing.14. Pada kantor. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja ( gudang lapangan ) b. Ciptanusa Buana Sentosa .4.12.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). Semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan termasuk daya listrik untuk testing.11. Pelaksana Pekerjaan wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan.14 PT. Semua kebutuhan air yang diperlukan dalam setiap bagian pekerjaan dan sebagainya harus disediakan oleh pihak Pelaksana Pekerjaan. gudang. 1. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN a. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan. Penerangan dan Sumber Daya / listrik kerja a. Air kerja a. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus melakukan semua testing dan commissioning yang dianggap perlu untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang diminta. 3 . serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departement yang bersangkutan / berwenang (dalam hal ini Polisi dan Department Tenaga Kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.3. harus selalu dalam keadaan bersih.11.11. kantor. dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu.1. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. c. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak saat penyerahan pertama. Penjagaan a. Kebersihan dan Ketertiban a. peralatan.13. 1. sesuai dengan prosedur testing dan commissioning dari pabrik pembuat dan instansi yang berwenang b. 1. harus dilengkapi dengan KWh meter dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. bila Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas menentukan lain. TESTING DAN COMMISSIONING a. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung.11. 1. harus diberi penerangan yang cukup. Apabila menggunakan sumber air yang sudah ada (eksisting) harus dilengkapi dengan meter air. maka yang terakhir ini yang akan berlaku. 1.2. 1. Peralatan dan sistem instalasi ini harus digaransi selama 1 (satu) tahun terhitung sejak saat penyerahan pertama. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. maka Pelaksana Pekerjaan diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. los kerja. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga /daya kerja harus diusahakan oleh Pelaksana Pekerjaan. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Penimbunan / penyimpanan barang. b. b. b. b.

15. • Semua gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) beserta Operating Instruction. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan sepenuhnya. d. Selama masa pemeliharaan ini. GARANSI Setiap sertifikat pengetesan harus diserahkan oleh pabrik pembuatnya. segala sesuatunya atas biaya Pelaksana Pekerjaan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. maka pabrik pembuat bertanggung jawab terhadap peralatan yang diserahkan. TRAINING Sebelum penyerahan pertama pekerjaan. maka Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan daftar komponen / part list seluruh komponen yang akan dipasang dan dilengkapi dengan gambar detail / photo dari masing-masing komponen tersebut. i. Selama masa pemeliharaan. Pelaksana Pekerjaan instalasi harus melatih petugaspetugas yang ditunjuk oleh Pemilik dalam teori dan praktek sehingga dapat mengenali sistem instalasi dan dapat melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaannya. untuk seluruh instalasi ini Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengatasi segala kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya. maka Konsultan Pengawas berhak menyerahkan perbaikan / penggantian / penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya Pelaksana Pekerjaan instalasi ini.15 PT. Pelaksana Pekerjaan harus menyelenggarakan semacam pendidikan dan latihan serta petunjuk praktis operasi kepada orang yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan perawatan lengkap dengan 3 copies buku Operating Maintenance.16. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti pemeriksaan dengan hasil yang baik yang ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. f. Bila peralatan mengalami kegagalan dalam pengetesan-pengetesan yang disyaratkan didalam spesifikasi teknis ini. apabila Pelaksana Pekerjaan instalasi tidak melaksanakan teguran dari Konsultan Pengawas atas perbaikan / penggantian / penyetelan yang diperlukan. ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. Selama masa pemeliharaan ini. Daftar komponen tersebut diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas masing-masing 1 (satu) set. h. Repair Manual dan As-built drawing. setelah mengalami pengetesan ulang dan sertifikat pengetesan telah diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. g. Pada waktu unit-unit mesin tiba di lokasi. 1. sampai peralatan tersebut memenuhi syarat-syarat. Ciptanusa Buana Sentosa . Technical dan Maintenance Manuals rangkap 5 (lima) terdiri atas 1 (satu) set asli dan 4 (empat) copy telah diserahkan kepada Konsultan Pengawas. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah : • Berita acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini dalam keadaan baik. PEKERJAAN PLAMBING 3 . e. lengkap dengan manualnya. Selama masa pemeliharaan ini. 1. SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI MEKANIKAL 2.

Gambar Instalasi Terpasang Setiap tahapan penyelesaian pekerjaan. 2. SISTEM PERPIPAAN SPESIFIKASI PERPIPAAN Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi : 1. kontraktor akan memberi tanda sesuai jalur terpasang pada Re-Kalkir gambar tender maupun gambar kerja.bahan utama dan pembantu serta pengujian.3. Instalasi Sistem Air Bersih 2. Penggantung dan penumpu 7. perlengkapan dan fixtures. Detail lain yang diminta oleh Pemberi Tugas.2. terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya. 3. Strainer 5. Galian 10. Seluruh pekerjaan. 3. 2. Instalasi Sistem Air Limbah 3. sehingga diperoleh instalasi yang lengkap dan baik sesuai dengan spesifikasi.1. Peralatan Bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta arah dari masing.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. 2. Pengecatan 11. Detail denah perpipaan Detail denah perkabelan Detail penempatan sparing. akan menyerahkan gambar kerja antara lain sebagai berikut: Denah tata ruang dan detail pemasangan dari peralatan utama.1. gambar dan bill of quantity.3. Uraian Pekerjaan Lingkup pekerjaan secara garis besar sebagai berikut : 1. Sleeve 8.2. 3. Pengujian 13. Pipa 2. Instalasi Sistem Pengolahan Air Limbah Gambar Kerja Sebelum kontraktor melaksanakan suatu bagian pekerjaan lapangan.1. Katup 4. pembuatan.1.peralatan bahan. peralatan. 3. 3. Pengakhiran 12. Sambungan 3. Sambungan fleksibel 6. transportasi.4.1. pemasangan.masing sistem pipa. Umum Yang dimaksud disini dengan pekerjaan instalasi mekanikal plambing secara keseluruhan adalah pengadaan. tembok dll.1. 3 . Lubang pembersihan 9. atap. sehingga pada akhir penyelesaian pemasangan sudah tersedia gambar terpasang yang mendekati keadaan sebenarnya. Ciptanusa Buana Sentosa . sleeve yang menembus lantai.16 PT.

ONORM B. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran.4.10 B. selain disebut diatas harus juga terlindung dari cahaya matahari. Std. Polypropelene Random Copolymer. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik. 3. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin didalam gedung Tekanan standard 12.1.100° L-PN. air karat dan stress sebelum.2.40 PV-10 PV-10 PV-10 PV-5 Spesifikasi Isolasi IA IA IA IA IA IA IA Pipa Header HD/ Pompa dan pipa ABK 10 10 15 GIP IA Air Limbah Luar /AK Catatan IA = tidak diisolasi IB = diisolasi GRV = GRAVITASI Tekanan uji tidak terbatas pada table ini namun juga harus mengacu pada tekanan actual pompa 3.2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3.5174 Temp : 95 . Untuk pipa baja dibawah tanah diberi lapisan anti karat densotape dengan ketebalan 2-3 mm.10 PN. 3 .5174 PN : PN.2. selama dan sesudah pemasangan. welding joint.1.17 PT. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb.1. Type : 3 DIN 16928.50 15 10 10 10 Tek. Kerja 10 10 10 5 5 5 Tek. 3. ONORM B. Type : 3 DIN 16928.5. 3. Bahan 12. Ciptanusa Buana Sentosa . SPESIFIKASI BAHAN PERPIPAAN Daftar Spesifikasi Bahan Perpipaan SISTEM Air dingin Dalam gedung Air dingin Diluar gedung Hidran di luar gedung Air limbah pengaliran gravitasi Air hujan Air limbah gravitasi toilet Vent Kode Sistem AB AB IH/OH ABK AH AK VT Tek.10 Sambungan/fitting : Electric Welding.2.1. Uji 15 15 20 15 15 15 Rendam Spesifikasi Pipa PN.50 12. 3.5 bar.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat.6.

2.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb.3.2. ONORM B. 3. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin diluar gedung Tekanan standard 12. welding joint.5174 Temp : 95 .4. 3 .BS 21/ ANSI B 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah.malleable cast Strainer iron body class 300 lb dengan sambungan ulir. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. ASTM A 53. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb. Tekanan standard 10 bar. Type : 3 DIN 16928.5174 PN : PN. Sambungan/fitting : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16.5 bar. Dia 50 mm keatas. Polypropelene Random Copolymer.BS 21/ ANSI B 2. Reducer : PVC injection moulded sanitary fitting concentric.screwed end. Valves & Strainer : Dia 40 mm kebawah. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 300 lb. sch 40. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges. 3.2.screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 300 lb. Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges.10 Sambungan/fitting : Electric Welding.1.9. Dia 50 mm keatas. Spesifikasi B 40 Penggunaan : Hydrant Tekanan Standard 15 bar Uraian Keterangan Pipa : Black steel pipe ERW.BS 21/ ANSI B 2. Dia 40 mm kebawah screwed end Dia 50 mm keatas plain end. Penggunaan : Air Limbah pengaliran gravitasi. Dia 50 mm keatas.3 class 300 lb. Dia 50 mm keatas. Spesifikasi PV 10. Solvent Cement Joint Type.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir. bronze atau strainer A. Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius.1. bronze atau strainer A.1. 3.cast iron body class 300 lb dengan sambungan flanges. Ciptanusa Buana Sentosa .18 PT.100° L-PN. welding joint. wrought steel Butt weld fitting ANSI B 16. ONORM B.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir. Solvent Cement joint type. Type : 3 DIN 16928.5. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar.

Valve&strainer : Dia 40 mm ke bawah. Penggunaan : Air hujan Tekanan Standard 10 bar. Skedule katup PEMAKAIAN Katup < 40 mm dia Isolasi 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Pengatur 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Searah 50 mm ke atas 3 . Spesifikasi GIP Penggunaan : Header pada Pompa dan Pipa Air limbah Tekanan standard 10 Bar Uraian Keterangan Pipa : Galvanized Steel pipe BS 1387/1967 class medium.1.9. Ciptanusa Buana Sentosa .2. model concentric.7.10. Fitting : PVC Injection Moulded pressure fitting. Specifikasi PV 10 Penggunaan: .2. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting.3 class 150 lb.2. bronze atau A-metal body class 150 lb dengan sambungan ulir BS 21/ANSI B 2. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 5 bar.6.Air Limbah Grafitasi Toilet Tekanan Standard 10 bar. cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges 3. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah Galvanized malleable cast iron RF class 150 lb. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. 3. Welding joint.2.9. wrought steel butt weld fitting ANSI B 16. Reducer : Seperti diatas.8. 3. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Reducer : Seperti diatas.19 PT. model concentric. Spesifikasi PV 10. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type. 3. Fitting dan sambungan : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16. Dia 50 mm keatas. Spesifikasi PV Penggunaan : Pipa Venting Tekanan standard 5 bar (klas AW). Screwed Dia 50 mm keatas forged steel RF class 150 lb. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type.2. Solvent Joint type. Dia 50 mm keatas. model concentric. screwed end. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Reducer : Seperti diatas.

G = Gas.1.2. Ciptanusa Buana Sentosa . O = Oil. 3 . kerapihan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Air bersih di dalam gedung Air bersih di luar gedung Air panas di dalam gedung Hydrant Drain Gate Gate Gate Gate Gate Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Globe Globe Globe Globe Globe Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Swing Swing Swing Swing Swing Guided membrane Guided membrane Guided membrane Guided membrane Double disc 3. serta memperkecil banyaknya penyilangan. PERSYARATAN PEMASANGAN Globe Globe Globe Swing check Globe check double swing check disk check “Y” type “Bucket” type Die and flow type Dial type Umum 1.11. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan.20 PT. ketinggian yang benar minimum 250 mm dari lantai.3. 3. Persyaratan jenis peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan di sini adalah sebagai berikut : Fungsi peralatan Katup penutup (stop valve) Ukuran & Joint s/d 40 mm screwed W.O & G Ball Butterfly Gate Diaphargm Butterfly Gate Globe Butterfly Diaphargm Butterfly Globe Steam Globe 50 mm ke atas flanged Katup pengatur (Regulating valve) s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Non return valve s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Strainer Pressure Reducer Pressure Indicator Dial dia 100 mm Note : W = water.3. 3.

Untuk setiap pipa yang menembus dinding harus menggunakan pipa flexible untuk melindungi dari vibrasi akibat terjadinya penurunan struktur gedung. Katup-katup dan fittings pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh. 16. a. Selubung pipa harus disediakan di mana pipa-pipa menembus dinding. kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar. Ciptanusa Buana Sentosa 2. pengatur. membersihkan semua kotoran.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar.100 mm2 atau lebih kecil : 1%-2% b. 9. harus dibuat dudukan beton pada jarak 2 .5 m dan pada belokan-belokan atau fitting-fitting. Di bagian luar bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1 % 8. 3. lantai. Pekerjaan perpipaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagian penyempitan. 3 . Pada pemasangan alat-alat pemuaian. angkur-angkur pipa dan pengarah-pengarah pipa harus secukupnya disediakan agar pemuaian serta perenggangan terjadi pada alat-alat tersebut. katup balik dan sebagainya. Pegangan katup (valve handled) tidak boleh menukik. 10. harus ditutup dengan menggunakan caps atau plugs untuk mencegah masuknya benda-benda lain. 7. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang. Sambungan-sambungan fleksibel pada sistem pemipaan harus dipasang sedemikian rupa dan angkur pipa secukupnya harus disediakan guna mencegah tegangan pada pipa atau alat-alat yang dihubungkan oleh gaya yang bekerja ke arah memanjang. . kolom atau langit-langit. Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan. harus dilengkapi dengan water mur atau flens. 13. Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal 15-30 cm untuk bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru diurug dengan tanah tanpa batu-batuan atau benda keras yang lain. Semua galian.21 PT. kemudian harus ditambahkan sealant agar kedap air. Di bagian dalam bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % c. Untuk pipa di dalam tanah pada tanah yang labil. 17. Di bagian dalam toilet Garis tengah 50 mm2 . Untuk pembuatan vent pembuangan hendaknya dicari titik terendah dan dibuat cekung. 4. 6. Pipa pembuangan dan ven harus disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. benda-benda tajam/ runcing serta penghalang lainnya. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun ke arah titik buangan. 12. Kedalaman pipa air minum minimum 60 cm di bawah permukaan tanah. celah kosong di antara selubung dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rock-wool atau bahan tahan api yang lain. 11. tidak kurang dari 50 mm di antara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan. Sambungan lengkung. sesuai dengan permintaan & persyaratan pabrik.2. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup. bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam pekerjaan perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan. Di mana pipa-pipa melalui dinding tahan api. Kemiringan menurun dari pekerjaan perpipaan air limbah harus seperti berikut. 5. balok. harus juga termasuk pengurugan serta pemadatan kembali sehingga kembali seperti kondisi semula. Selama pemasangan. 14. Instalasi pekerjaan pipa jaringan luar diletakkan pada struktur bangunan. 15. reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik . sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar.

0 4 ---------------------------------------------------------200 atau lebih 5.2.3. Gantungan ganda 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas Penunjang pipa lebih dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap dari 2 kekuatan puncak. Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger.9 1. Penggantung dan Penumpu Pipa 1. Setiap perubahan arah aliran untuk perpipaan air kotor yang membentuk sudut 90 °.0 4 ---------------------------------------------------------100 s/d 150 4. b. ----------------------------------------------------------------------------------------------3 . Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : a. 3. saringan dan hal-hal lain yang sejenis. Perubahan perubahan arah Titik percabangan.5 150 1.22 PT. 3.8 2 ---------------------------------------------------------25 s/d 40 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18.6 0.8 2.0 3 ---------------------------------------------------------Pipa GIP 50 s/d 80 3. 2.2 Pipa PVC 100 1.2 1. maka jarak interval yang dipergunakan harus berdasarkan jarak interval pipa ukuran terkecil yang ada. brackets atau sadel dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini : --------------------------------------------------------------------------------------------Jenis Pipa Ukuran Pipa Batas Maximum Ruang (mm) ----------------------------Interval Interval Mendatar Tegak (m) (m) --------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 1.0 4 --------------------------------------------------------------------------------------------50 0. Diameter Batang ------------------------------------------------------------------------------------------------Ukuran Pipa Batang -----------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 mm 6 mm 25 mm s/d 50 mm 9 mm 65 mm s/d 150 mm 13 mm 200 mm s/d 300 mm 15 mm 300 mm atau lebih besar dihitung dengan faktor keamanan 5. Beban-beban terpusat karena katup.9 80 0. harus digunakan 2 buah elbow 45 ° dan dilengkapi dengan clean out serta arah dan jalur aliran agar diberi tanda. Penunjang atau Penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini : a.1 --------------------------------------------------------------------------------------------Catatan : Bila dalam suatu kelompok pipa yang terdiri dari bermacam-macam ukuran. Ciptanusa Buana Sentosa .

3. 5. Sampai 75 mm 20 mm 100 mm s/d 200 mm 40 mm 250 mm atau lebih besar 50 mm Lain-lain. penumpu sebelum dicat. 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b.3. Pemasangan Pengukur Tekanan. Katup-katup pengurang tekanan. harus memakai dasar zinchromat dan pengecatan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. pada urugan pipa bagian atas harus dilindungi plat beton bertulang setebal 10 cm yang dipasang sedemikian rupa sehingga plat beton tidak bertumpu pada pipa dan tidak mengganggu konstruksi jalan. kemudian baru ditimbun dengan baik sampai padat. 5. Pipa yang telah tersambung diletakkan di atas dasar pipa.3. JENIS CAIRAN Air Bersih Air Kotor Air Bekas Air Pemadam Kebakaran Pipa Gas WARNA PIPA Biru Hitam Coklat Merah Kuning Cara pemasangan pipa dalam tanah. 7. Dibuat blok beton setiap interval 2 meter. Ciptanusa Buana Sentosa . 2. c. b. Pemasangan sambungan fleksibel. Di ruang Mesin UKURAN PIPA UKURAN KATUP 3. Untuk air dingin : Split ring type atau Clevis type. 3. Pemasangan Katup-katup.4. 4.katup Pengaman harus sumber tekanan. 2.3.6. 4.5. Pipa yang melintasi jalan kendaraan. disediakan di tempat-tempat yang dekat dengan 3. Pemasangan Katup-katup Pengaman.3. 3. Semua pipa dan gantungan. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik. spesifikasi dan untuk bagianbagian berikut ini : a. Katup . Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda. 3. Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup.benda keras/ tajam.titik rendah. Sambungan fleksibel harus disediakan untuk menghilangkan getaran dan menghindari terjadinya retak/patah pipa akibat penurunan tanah dan struktur bangunan. 3 . PT. NO. 1. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan adukan semen. Urugan pasir sekeliling dasar pipa dan dipadatkan. 6. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak. Bentuk gantungan.3. 5.7. Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar. Pengukur tekanan harus disediakan dan di tempatkan pada lokasi dimana tekanan yang ada perlu diketahui : a.23 3. 3. 1. Sambungan masuk dan keluar peralatan. ukuran katup 20 mm Katup by-pass.

Setiap pompa d. Setiap bejana tekan Diameter pengukur tekanan kali tekanan kerja.3. 5. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting. di tempat-tempat yang mungkin timbul 3. 3.8. Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda. 3. 6.3. Katup-katup Pelepasan Tekanan harus disediakan kelebihan tekanan.alat saniter sebagai berikut : Antara Lavatory Faucet dan Supply Valve Pada waste fitting dan Siphon. Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zink white dengan campuran minyak. minimum Dia.3. Ciptanusa Buana Sentosa . Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm. 3. 6. Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada Direksi contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis.3. mempergunakan lem yang sesuai dengan jenis pipa.9. Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu. Ven udara otomatis harus disediakan di tempat. Pada sambungan ini kerapatan diperoleh dengan adanya paking dan bukan seal threat. Sambungan expansi harus disediakan pada penyambungan antara pipa dari luar bangunan dengan pipa dari dalam bangunan untuk menghindari terjadinya patah ataupun bengkok akibat terjadinya penurunan tanah ataupun struktur bangunan. 3 . Kawat las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas. Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut penilaian Direksi. Pemasangan katup-katup Pelepasan Tekanan.12. c.3. Sambungan yang mudah dibuka Sambungan ini dipergunakan pada alat.14. 2. 2. 4. Penyambungan antara pipa dan fitting PVC. Sistem sambungan las hanya berlaku untuk saluran bukan air minum.13.10. maka untuk ini harus dipergunakan alat press khusus. 3. 2. Pemasangan sambungan expansi. Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai surat ijin tertulis dari Direksi. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer.11. serta 3. Pemasangan Ven Udara Otomatis. udara. 3. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari pabrik pipa. sesuai rekomendasi dari pabrik pipa. Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir. Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fittinglas.tempat tertinggi dan kantong ditempatkan yang bebas untuk melepaskan udara dari dalam.24 PT. Katup-katup pengontrol. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan.3. 5. 3.3. Selain itu pemotongan pipa harus menggunakan alat pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b. Sambungan lem 1. 75 dengan pembagian skala ukur maksimum 2 Sambungan ulir 1. Sambungan Las 1. 3. 4. 3.

b. Ciptanusa Buana Sentosa . 2. Setelah alat plambing dipasang.3. pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama. Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja. f. Setelah itu dibersihkan ( dibilas ) dengan air bersih.3. 1. Untuk pipa-pipa yang akan menembus konstruksi bangunan yang mempunyai lapisan kedap air ( water proofing ) harus dari jenis "Flushing Sleeves". menggunakan cara.sebagian. dilakukan pengujian sistem aliran sampai tercapai pengukuran yang diminta dalam perencanaan seperti kapasitas pompa.3. 2. Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat. Selubung Pipa. c. Tags untuk katup harus disediakan di tempat-tempat penting guna operasi dan pemeliharaan. Katup Label (Valve Tag) 1.0. h. Pemeriksaan sebagian. Pemeriksaan setelah pemasangan.cara/ metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda. Selubung untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton. 2.16. Setelah pipa dan tangki diuji. 5. 3. tekanan air keluar kran dia. Fungsi-fungsi seperti "Normally Open" atau "Normally Close" harus ditunjukkan di tags katup. b. kebisingan pompa ( ± 60 dB ). 3.15. Ven udara otomatis harus disediakan ditempat. Pemasangan Ven Udara Otomatis. Tangki air setelah dibersihkan harus diuji selama 24 jam tanpa ada penurunan tinggi air. Pembersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan. Desinfeksi : Dari 50 mg/l chlor selama 24 jam setelah itu dibilas atau dari 200 mg/l chlor selama 1 jam setelah itu dibilas.4. Untuk yang mempunyai kedap air harus digunakan sayap. 3. dites selama ± 2 menit tanpa penurunan tekanan. a.tempat tertinggi dan kantong udara. Tujuannya untuk mengetahui apa konstruksi dan fungsinya serta sistem sudah memenuhi dan sesuai dengan rencana.2 ppm atau lebih. dengan bagian perbagian.17. Pipa yang akan ditanam atau dipasang di luar harus dites terlebih dahulu sebelum diurug. g. Pengisian pipa dengan air dilakukan sedikit demi sedikit dengan pompa khusus untuk pengetesan. e.3. Untuk bak air dipoles dengan cairan 200 mg/l chlor selama 1 jam dan setelah itu dibilas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. PENGUJIAN 1.18.benda asing disingkirkan. 3 . Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi. 3. d. Sebelum dilakukan testing dilakukan dahulu : a. baik yang di pipa atau di tangki. dibersihkan dan dilakukan desinfeksi sesuai PPI dengan sisa kadar chloor 0. dengan tekanan 1 1/2 x tekanan kerja selama 1 jam tanpa ada penurunan tekanan (antara 10 kg/cm2) dan dilanjutkan pengujian per sistem.25 PT. berlaku untuk umum kecuali untuk monoblock dan faucet dan ditentukan oleh pengawas. Pemborong harus melakukan pengujian terhadap setiap jenis alat.3 kg/ cm2 ) dan lain-lain. Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau "Caulk" 3. Untuk mengetahui setiap alat berfungsi sesuai perencanaan. 4. 3.

Semua pengetesan disaksikan sertifikat oleh Pemberi Tugas. Penyambungan ke peralatan plambing. 4. 2. perlengkapan yang perlu untuk testing merupakan tanggung jawab pemborong. oleh Pemberi Tugas dan akan dikeluarkan PENGECATAN Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut: Pipa servis Support pipa dan peralatan Konstruksi besi Flens Peralatan yang belum dicat dari pabrik Peralatan yang catnya harus diperbarui Pengecatan pada pipa air bersih dan air panas hanya di beri tanda arah panah jalur pipa tersebut.1. 3 . TESTING DAN COMMISSIONING 1. untuk mengetahui apakah seluruh instalasi yang sudah dilaksanakaan berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Semua tenaga. Pemborong pekerjaan instalasi akan melakukan semua testing pengukuran secara partial dan secara system. Tangki Persediaan Air Bersih b.1. Peralatan Instrument dan pengendalian g. sehingga semua persyaratan test yang dianjurkan oleh pabrik hingga dapat dilakukan dan diketahui hasil test sesuai persyaratan yang ditentukan. Pemipaan d. Untuk pipa pemadam pengecatan harus berwarna merah dan harus dapat memberi indikasi adanya Instalasi Peadam Kebakaran. 3. 3.6.5. SISTEM AIR BERSIH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : a. 3. Pengkabelan e. bahan. Pompa Suplai c.26 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i. 4. Ciptanusa Buana Sentosa . Penyambungan ke peralatan penunjang h.5. Panel Listrik f.

f. Sistem Pengendalian q Muka air dalam tangki air atas mengendalikan pompa pemindah. pipa penguras. d. Untuk memperkecil volume air mati pada pipa isap pompa. f. Tanpa sudut tajam c. Sistem pompa pemindah sekurang-kurangnya terdiri dari 2 ( dua ) pompa.3. Pedoman Plambing Indonesia tahun 1975 b. Depnaker. b.3 4.27 PT. d. Depkes. atau dengan konstruksi beton yang kedap air. c. b. Setiap pompa pemindah antara lain terdiri dari : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Inlet dan Outlet headers. Membuat kemiringan pada lantai. pipa isap. dengan kualitas sesuai standart Depkes RI tahun 1990. PU e. kabel dsb. Tangki persediaan air bersih terletak di area service Basement (Ground Water Tank).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Tangki air bawah dapat dibuat dari beton berlapis fiberglass reinforced plastic.3. National Plumbing Code Handbook . Permukaan dinding licin dan bersih c.1 4. sehingga terjadi aliran air minimum selama 20 menit. Mempunyai bak pengurasan pada dasar tangki d. Ciptanusa Buana Sentosa . Tangki air bawah berfungsi untuk menyediakan air untuk kebutuhan cadangan selama 2 (dua) hari. q Pompa akan hidup pada saat air turun mencapai muka air tertentu q Pompa akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap 4. Mencegah air tanah dan air hujan masuk ke dalam tangki e.2. q Panel daya dan Pengendalian 3 . Tangki air harus dibuat dari konstruksi higenis dengan ketentuan sebagai berikut : a. Sumur Hisap.2. Pompa Transfer a.1975. b. maka harus dibuat sumur hisap pada tangki air. Pompa pemindah berfungsi untuk memindahkan air dari tangki air bawah ke tangki air atas. PERATURAN DAN REFERENSI Peraturan & Referensi yang dipergunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain adalah: a. e. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing (Soufyan & Moimura) c. q Katup – katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet Strainers. d. Pompa pemindah akan bekerja otomatis oleh level switch yang dipasang di tangki bawah maupun tangki atas. Tangki air harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga q Pipa Vent penghubung maupun vent ke udara luar q Pipa peluap dan pipa penguras q Indicator muka air q Selubung untuk laluan pipa masuk. PERALATAN UTAMA Tangki Persediaan Air Bersih a.

Pompa yang sedang bekerja dapat tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki hisap turun sampai batas LL. . untuk laju aliran sampai dengan 40 m3/jam boleh mempergunakan Pressure Control System. q Level switch untuk ON / OFF. .Mengurus semua izin terkait yang diperlukan.Penentuan daerah kerja pompa juga ditentukan oleh kurva pemilihan pompa yang akan dipakai. q Level switch untuk proteksi pompa q Pengkabelan q Penunjuk tekanan pada inlet dan outlet pompa q Dudukan pompa.4. Pompa Suplai (Deep Well) Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : .3. d. PT. . Setiap booster pump antara lain terdiri dari peralatan sbb : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Tangki tekan dengan tipe membrane q Inlet dan Outlet header q Katup-katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet strainers per pompa q Panel daya dan pengendalian q Pressure switch / flow monitor switch q Pressure gauges pada inlet dan outlet pompa q Pengkabelan q Dudukan pompa f. Setiap boster pump harus mempunyai sekurang-kurangnya terdiri dari 2 pompa dan paling banyak 4 pompa yang bekerja pararel sedangkan laju aliran masing-masing pompa dalam berdasarkan standard pabrik perakit booster pump.Pengadaan. Pompa Booster berfungsi untuk mengalirkan air ke alat.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL e. pemasangan dan pengujian Pompa sumur dalam . 3 . b. Peralatan kendali. Pengaturan pompa adalah sebagai berikut : q Pompa bekerja apabila muka air di tangki atas turun mencapai level L dan akan stop apabila muka air naik sampai level H.3. q Semua pompa akan tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki bawah turun sampai level LL.Penyambungan ke semua peralatan penunjang. .Pengadaan.28 4. PS2dan seterusnya. 4. . pemasangan dan pengujian Panel listrik. pemasangan dan pengujian Pengkabelan. Pengaturan pompa pada sistem pressure control . . dan harus mampu menjaga tekanan air didalam pipa pada setiap lantai merata. pemasangan dan pengujian peralatan instrumen dan control. kedua dan seterusnya berhenti apabila tekanan air di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H di PS1. c. dan akan kembali normal apabila muka air naik sampai batas “ L ”.Pompa kedua bekerja apabila tekanan air di jaringan masih turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 2 ) dan seterusnya. e.Pembuatan sumur dalam dan pengujiannya.3 Pompa Booster/Distribusi a. . .Pompa pertama bekerja apabila tekanan air dijaringan turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 1 ). Ciptanusa Buana Sentosa .Pengadaan.Pompa pertama. .alat plambing pada lantai-lantai yang membutuhkan.Pengadaan. Pompa Booster harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap variasi laju aliran pada setiap saat secara otomatis.

pemborong sumur bor harus mempunyai surat izin perusahaan Pengeboran air tanah yang dikeluarkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan Departemen Pertambangan dan Energi. b. Batu karang * Bila pengeboran menembus batu karang didaerah pipa naik maka diluar pipa naik setebal batu karang harus dicor beton agar sumber air yang melalui batu karang tidak diambil. ditetapkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan ( minimal 3 buah ). * Pengujian pemulihan kedalaman muka air ( Recovery Test ). Pemborong harus mengurus semua perizinan pengeboran air tanah.kurangnya sebagai berikut : * Pipa jambang 150 mm sedalam 60 meter. Peralatan Utama 1. maka lubang pada batu karang harus ditutup kembali dengan beton cor.29 PT. 2. SIPP di wilayah setempat dan izin-izin lainnya yang diwajibkan. Peralatan pengeboran. Perijinan. Izin Pengeboran. 10 meter bagian luar atas di cor beton. Ciptanusa Buana Sentosa . Izin Usaha. Peraturan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain: b. 1. ukuran pipa 100 mm. dan ujung sumur akan berhenti diatas batu karang. Biaya pengurusan dan biaya perizinan dibebankan kepada Pemborong. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Penyambungan ke semua peralatan pemakai. * Pipa naik 100 mm sedalam 90 meter dari ujung jambang. Peraturan dan persyaratan teknis yang terkait sebagaimana ditentukan di RKS untuk Pekerjaan Sistem Plambing. a. * Jumlah pipa saringan yang menggunakan Stainless steel 304. Peralatan pengeboran yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pengeboran harus mempergunakan mesin bor yang memadahi dan sesuai dengan rekayasa. agar air pada kedalaman ini tidak masuk ke sumur. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh PAM maupun Direktorat Geologi. 3 . Peraturan dan Refrensi. Pembuatan shops drawings Pembuatan As Built Drawings a. c. c. d. e Bahan pipa dan saringan sebagai berikut : * Pipa jambang dan pipa naik menggunakan Galvanized Steel Pipe ( GSP ) BS 1387 class medium. Sebelum memulai pengeboran. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja. Setiap sumur harus mampu mengeluarkan air sebanyak 12 m³/jam dan 240 m³/hari. pemborong harus menyampaikan gambar kerja kepada pengawas untuk mendapat persetujuan yang menunjukkan letak sumur maupun konstruksi pengeboran. Kedalaman sumur diperkirakan 150 meter. konstruksi dan keadaan tanah. disebelah luarnya diisi koral / pasir cuci. d. Sumur dalam. Konstruksi sumur dibuat sekurang . f. * Bila pengeboran menembus batu karang pada bagian ujung sumur. Testing dan Commissioning 1 Pemborong harus melakukan pengujian lengkap antara lain : * Pengujian debit dan penurunan muka air ( Drawdown Test ).

3 . Peralatan uji yang digunakan harus dapat diandalkan.7 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - * Pengujian terus menerus 3 kali 24 jam.Pengukur debit.Seluruh laporan hasil pengujian. Sand filter berfungsi meningkatkan mutu air. sudah ditera dan mudah dibaca secara terus menerus.Penduga permukaan air.3.5 4. Kapasitas Sand Filter 0.Gambar sumur terpasang secara detail. . dengan membran tekan atau sistem electroda lampu listrik arus lemah. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell. pada saat beban pemakaian air surut. 5. 2. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. multi media automatic / manual backwash. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type. Pemborong harus melakukan pengujian yang diwajibkan oleh Instansi Pemerintah yang berwenang. 3. 2. 2.6 SPESIFIKASI PERPIPAAN Lihat “Spesifikasi Perpipaan” SAND FILTER 1. . semua peralatan uji. Perpipaan CARBON FILTER 1. peralatan uji tersebut antara lain : .3. multi media automatic / manual backwash. 4. Carbon filter berfungsi menghilangkan bau yang terdapat didalam air. * Pengujian kwalitas air oleh laboratorium. Perlengkapan sumur dalam. 3. Peralatan uji. . Ciptanusa Buana Sentosa 4.Katup pengatur .Vent sumur . * Pengujian yang diwajibkan oleh instansi Pemerintah yang berwenang.3. 3 Rekayasa Serah terima pekerjaan harus disertai rekayasa sebagai berikut : . Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. Selain pengujian diatas. Sumur dalam harus mempunyai kelengkapan antara lain : .30 PT.Katup penahan aliran balik. 4.Manometer. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7.Katup pelepas udara otomatis. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type. 4. 6. sumber daya dan biaya uji dibebankan kepada Pemborong.3 m3 / menit 8. pada saat beban pemakaian air surut. dengan meter air putar atau meter air Venturi. 4. .

Sand q q q q : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Submersible Pump Direct Coupled with Electro Motor 0. Perpipaan 4. 380/III Phase/ 50 Hz Shaft Seal : Mechanical Casing : Cast Iron/Standard Manufacturer Speed : 2900 rpm Base Frame : Cast Iron or Steel Efisiensi : Minimum 80% : : : : Vertical Cylinder Tank 0. Lengkap dengan tangki tekan. 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm. 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm. Pompa Distribusi q Type q q q q q q q q 4. Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell Centrifugal End Suction Pump Direct Coupled with Electro Motor 0. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell. Pompa Transfer q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 3. Pompa Deep Well q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 2. 6.31 Filter ( SF ) Type Kapasitas Tekanan Material PT.3 m3/ menit 160 m.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5.22 m3/menit Tekanan : 35 m AQ Motor Rated : 2.8 SKEDUL PERALATAN AIR BERSIH 1.2 kw . 15 kw .3 m3 / menit 8. Ciptanusa Buana Sentosa .3. 3.35 m3/ menit 35 m. Variable Speed System Kapasitas : 0. Kapasitas Sand Filter 0. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7.7 kw . Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell : Packaged Booster Pump Standard Manufacturer ( Out Door Type ).4 m3/menit 37 m FRP 3 .

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. Clean Out 5.2.32 5.4 m3/menit q Tekanan : 37 m q Material : FRP 6. Bak Sump Pit harus dilengkapi sbb : Sleeve untuk pipa sewage masuk dan keluar Sleeve untuk pipa ven Sleeve untuk kabel-kabel. 5. Bak Sump Pit harus dibuat dari konstruksi beton bertulang. 3. sampai saluran halaman melalui septik tank.0. Khusus fitting air hujan mempergunakan cast iron.3. Floor Drain 4. 5. Penyambungan dengan peralatan Plambing 3. 2. 3. Perpipaan 2. Tank ( RT ) Gedung Utama Type : Cubical Fiber Tank Kapasitas : 8 m3 Tekanan :-m Material : FRP SISTEM AIR LIMBAH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan dalam sistem air limbah disini antara lain adalah sbb : 1. Setiap bagian Sum Pit harus dapat dipompa. 2. Air Hujan.1. Jenis pipa lihat "SPESIFIKASI PERPIPAAN". dan Floor Drain. 5. 4. Urinal. Limbah Saniter Perpipaan Limbah Saniter mulai dari Alat Saniter antara lain Kloset. PT. Level switches untuk kendali pompa. Umum Macam perpipaan air limbah adalah. badan rapat air sedangkan tutup harus rapat udara. Ciptanusa Buana Sentosa . maka harus dibuat bak Sump Pit seperti diuraikan disini. Setiap bak Sump Pit minimum harus dipasang dua buah pompa Submersible. Level switch untuk alarm banjir. Carbon Filter ( CF ) q Type : Vertical Cylinder Tank q Kapasitas : 0. Lavatory. Apabila ditentukan dalam gambar perencanaan. Roof q q q q 5. 3 . maka dasar bak harus miring 1 : 10 kearah pompa sedangkan semua ujung sudut dibuat 135 °. Tangga monyet Manhole untuk laluan pompa (2 buah) POMPA SUMP PIT 1. Limbah Air Hujan Perpipaan air hujan mulai dari roof drain dan kanopy drain diatap dialirkan kedalam sumur resapan sebelum dialirkan kesaluran kota. BAK SEWAGE / SUMP PIT 1. Limbah Dapur. Air Limbah Saniter. Roof Drain PERPIPAAN 1.

4. Tutup sumur periksa dapat terbuat dari Stainless steel atau baja yang dilapisi anti karat. maka bidang rembesan harus berada dilapisan pasir kasar. cabang atau belokan.4. Tutup dibuat dari plat beton/ plat baja Diantara tanah dan dinding luar harus diisi koral dan ijuk sesuai gambar. 2. maka satu pompa bekerja secara bergantian. Rembesan hanya dapat berfungsi dengan baik didaerah yang mempunyai lapisan pasir kasar. SUMUR PERIKSA (CONTROL BOX). 3. 2. 2. Konstruksi sumur rembesan antara lain sbb : Dasar sumur berupa batu kerikil Dinding sumur berupa dinding berlubang yang dibuat dari beton atau beton blok berlubang. 5. Spesifikasi motor sbb : Squirrel cage induction type ( IP 68 ) Winding insulation class F Water tight Vertically mounted 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. 3 . sehingga setelah diisi grease akan terbentuk penahan bau. Sumur periksa harus dibuat dari konstruksi beton.5. Sumur periksa harus dilengkapi dengan tangga monyet. Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah. Rembesan yang dimaksud disini adalah untuk memasukkan air hujan yang berasal dari pipa riser sebelum dialirkan over flow nya ke selokan kota. pekerjaan sumur rembesan akan merupakan pekerjaan divisi sipil/ konstruksi. Stainless steel shaft Silicon Carbide Heavy duty grease lubricated bearing Stainless steel casing guide rail support Quick discharge coupling 3. Manhole terdiri dari rangka dan tutup dibuat dari besi tuang serta dilapis cat bitumen. MANHOLE 1. Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan. Ciptanusa Buana Sentosa . 5.6. 4. 1. SUMUR RESAPAN 1. 5. Rangka dan tutup harus membentuk perangkap. Air yang akan dimasukkan dalam rembesan adalah air hujan. 3. Finishing permukaan manhole harus disesuaikan dengan peruntukan lokasi. 5. 5. Diameter lubang untuk laluan orang sebesar minimum 500 mm sedangkan untuk laluan peralatan harus sesuai dengan besaran peralatan tersebut. Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 500 x 1000 mm serta harus dibuat beralur sesuai fungsi saluran yaitu. Sistem kendali motor pompa Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di bak sewage. Apabila beban aliran kecil. Pengaturan kerja pompa dilakukan dari panel kontrol pompa. 5. manhole dan pipa vent. Jenis rembesan yang dimaksud disini adalah sumur rembesan.7. Tipe pompa harus Submersible Sewage dengan komponen sbb : Cast Iron Casing Cast iron vortex type Impeller with knife. Apabila beban aliran besar. 4.33 PT. maka pompa bekerja bersamaan. Tutup untuk manhole terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel. 3. PERANGKAP LEMAK (GREASE INTERCEPTOR) 5. lurus.

10. 2. selanjutnya secara berkala akan diangkat oleh petugas pembersihan. Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karet sehingga mudah dibuka dan ditutup.: Outlet diameter Cover diameter 2" 4" 3" 6" 4" 8" FLOOR CLEAN OUT 1. Tinggi Air minimum pada Trap 8 cm. Grease Interceptor harus dibuat dengan konstruksi higenis sesuai dengan standard DIN 4040 jenis kombinasi. 3. screw outlet connection with flange for waterprooving. Grease Interceptor dapat dibuat dari stainless steel atau fiber glass dengan kapasitas 15 liter. 4.9. Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb. 3. Ciptanusa Buana Sentosa 5. 5. P" TRAP yang digunakan disini harus dibuat dari PVC class 5 kg/cm2. Roof Drain harus terdiri atas 3 bagian sebagai berikut : Bitumen Coated Cast Iron Body dengan water prooved flange. P" TRAP P" TRAP yang digunakan disini harus jenis single inlet. 5. Floor Drain terdiri dari: Chromium plated bronze cover and ring. 2.12. Water Prooved type dengan 50mm Water Seal dan dilengkapi dengan U trap. Luas laluan air pada tutup roof drain ialah sebesar dua kali luas penampang pipa bangunan.11. Lemak harus dapat berkumpul dalam bak lemak dan selanjutnya secara berkala akan dikeluarkan oleh petugas pembersihan. Bitumen Coated Neck for adjustable fixing. 5. 3. . 3 . Floor Clean Out yang dipergunakan disini adalah Surface Opening Waterprooved Type 2. ROOF DRAIN 1. Floor drain yang dipergunakan disini harus jenis Bucket Trap. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. PVC neck Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange for water prooving. Grease Interceptor harus berfungsi untuk mengumpulkan serta mengeluarkan kandungan padat dan lemak maupun kandungan ringan yang terbawa dalam limbah dapur. 5.34 PT. 3.8. Endapan padat harus dapat berkumpul dalam basket. FLOOR DRAIN 1. Bitumen Coated cover dome type CANOPY DRAIN Canopy Drain yang dipergunakan adalah Floor Drain Bucket Trap Type (lihat skematik Floor Drain). Floor Clean Out terdiri dari: Chromium plated bronze cover and ring heavy duty type PVC neck Bitumen coated cast iron body. 5. Pemasangan P” TRAP pada setiap FD kamar mandi dan pada jalur utama pipa buangan air limbah yang menuju bak sewage. Roof Drain yang dipergunakan harus dibuat dari Cast Iron dengan konstruksi waterproove.

Sigma) FKK. 5. Bio Master Bakrie. Sistem kerja septik tank yaitu air limbah yang masuk harus dapat diurai dengan menggunakan bakteri pengurai sehingga air yang dihasilkan dari dalam septic tank tersebut layak untuk untuk dibuang ke saluran kota (tidak berbau) PRODUK INSTALASI PLAMBING NO.13. Spindo (PT. Benka. 4. 3. Paragon. Ebara Equal. Paragon. Teral. Mitra Utama Sentosa. Bohemi 3 . 2. Bestindo Aquatek Sejahtera. SEWAGE TREATMENT PLANT 1. PT. Septik tank menggunakan system pengolahan dengan menggunakan bakteri pengurai. Ebara CV. Teral. 6.35 PT. Dwi Prima Engineering PT. 3. Bahan septic tank dapat terbuat dari fiber glass ataupun beton concrete.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. HE/ TG. Equal. PT. URAIAN Pompa Centrifugal dan pompa booster (paket) Pompa Submersible Filter Air Bersih Sewage Treatment Plant Pipa Galvanized GIP Fitting Class 10 K MERK 1. Ciptanusa Buana Sentosa . 2.

18. code dan standard yang berlaku di Indonesia wajib dijadikan pedoman untuk instalasi maupun peralatan.5 Kg/ Cm Fitting Pipa PVC Safety Valve Flow Switch Gate Valve Class 20 K Class 10 K Globe Valve Class 20 K Class 10 K Air Vent Valve Flexible Joint Class 10 K Level Switch Pressure Gauge Roof Drain “P” Trap Water meter Roof tank Wavin. 15. 12. Fushiman. Pemborong wajib mengikuti Standard codes atau Publikasi International yang berlaku dan merupakan edisi terakhir antara lain seperti : . Socla PENN. 20.SMACNA .bagian yang dalam pelaksanaannya berhubungan dengan instalasi tata udara. Publikasi code dan Standard Publikasi. Pipa PVC Class AW 12. Rucika. Gambar-gambar dan spesifikasi adalah ketentuan spesifik yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. Slumberger. 16. Honeywell Yoshitake. Sam Yang Proco. 9. 6. Austindo Kimco.1. Untuk Publikasi.ketentuan yang perlu diikuti untuk semua bagian. Whale Tank 6. 10. Kitz (PT.85 . PT. Sinar Mas Andhika). SISTEM INSTALASI TATA UDARA KETENTUAN UMUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM TATA UDARA Umum Pasal-pasal di bawah ini menjelaskan secara umum ketentuan. Fushiman. Weistinghouse Enduro. Ciptanusa Buana Sentosa . 6. Pralon Rucika. 11. 13. 19.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. 17. Potter Toyo. 14. Tosen Fanal Nagano Antasan Rucika.ASHRAE . Sinar Mas Andhika).2. 8. Kitz (PT. Pralon Yoshitake.1.36 6. Honeywell Toyo.1. Code atau Standard yang belum ada di Indonesia.1.Guide and Data Book 3 .

baik dan dapat dipertanggung jawabkan serta sesuai dengan petunjuk dan instruksi pada brosur atau publikasi yang dikeluarkan pabrik dari peralatan ataupun alat.1. Semua peralatan ataupun peralatan bantu dalam prinsip pemasangannya harus mudah untuk bisa diamati. Umum.bagian peralatan maupun motor yang berada diluar landasan. Semua peralatan maupun instalasi yang mengharuskan diperlukan tahan terhadap api dalam jangka waktu tertentu.7. 7.45 NC Perlindungan Kebakaran. NFPA . 7. Noise Criteria Ruang Rapat Ruang Kerja 7.1. atau dikeling ke frame sehingga cukup kuat. maka platform harus diperkuat dengan suatu frame besi kanal (siku) yang dilas atau dibautkan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. Untuk itu kontraktor dalam pemasangannya wajib memperhatikan posisi yang terbaik dari peralatan dan accessories tsb. di service dan mudah dicapai dalam perbaikan. PT.4. Kondisi udara luar Temperatur Relative Humidity 35 ° C 65 % 2. termasuk juga accessories duct seperti damper. pipa.1.40 NC 35 . yang berlaku untuk bagian-bagian peralatan yang Kondisi Perancangan 1. filter dll. Platforms. 3. Landasan Peralatan.alat bantu tersebut. Ciptanusa Buana Sentosa . venting harus dilengkapi dengan pinggiran beton ( curb ) sekeliling bagian – bagian instalasi tersebut sehingga konstruksinya betul – betul kedap air.1. Pencapaian Peralatan Untuk Service. 2. ukurannya sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian. sehingga tujuan yang dimaksud tercapai.90A ARI AMCA CTI Dan lain. Semua peralatan dan alat-alat bantu harus dipasang sesuai dengan cara-cara pemasangan yang secara teknis praktis. maupun terhadap penyebaran api disebabkan adanya celah-celah antara pipa atau duct dengan dinding atau lantai harus menggunakan material yang sesuai untuk tujuan tersebut. kaku dan tidak bergetar dalam operasinya.lain standard belum tercantum diatas. 30 . Kondisi dalam ruangan yang di kondisikan Temperatur 20 ° C ± 2 ° C Relative Humidity 55 % ± 5 % RH 3. Semua landasan untuk peralatan dan motor.3. 3 .1.5.37 7. Untuk peralatan seperti fan dan sejenis yang menggantung dan duduk pada suatu platform. Berat peralatan diartikan berat dalam operasinya. Instalasi 1.6. Penetrasi Atap semua bagian instalasi yang menembus atap seperti duct.

Bahan. 3 .1. Bila ada peralatan atau accessories yang belum mempunyai kode nama dan nomor. Penomoran. Sebelum penyerahan. sleeve dan lain-lain yang diperlukan tertanam atau menembus concrete atau tembok harus dipasang dan dilengkapi sesuai petunjuk dagang.1. yaitu zinchromate dan selanjutnya cat finish dengan warna yang ditentukan.2. cacat ataupun mengganggu situasi sekitarnya ataupun oleh alam (hujan. sesuai seperti yang dicantumkan pada daftar peralatan atau data sheet atau sabagai tercantum pada gambar rencana. maka penggeseran untuk posisi yang tepat dari acces panel tsb sehubungan dengan letak peralatan / accessories dan kaitannya dengan arsitek/interior perlu dibicarakan dengan Direksi untuk disetujui. Landasan penyangga peralatan (steel bases). 7. seluruhnya harus bersih dari bebas las-lasan. pasir. 7. Ciptanusa Buana Sentosa . conditioning).2.9. Semua baut. kontraktor wajib mengusulkan kepada Direksi dan semua ini sudah harus tercantum dalam as built drawing. 7. debu. pengaturan dan pengujian semua peralatan tata udara (air 7. Peralatan dan bahan yang rusak atau cacat karena tidak dilakukan perlindungan yang benar adalah merupakan bagian instalasi yang tidak bisa diterima (serah terima belum 100%). Perlindungan Peralatan. 7.11. peralatan yang tertanam didinding. 7.2. beserta ukuran dan lokasi yang tepat.8. yang berasal dari besi dan sebelumnya tidak diperlakukan untuk anti karat ( semacam penggantung. maupun belum terpasang bila diperkirakan bisa rusak. Pengadaan. landasan. posisi yang disiapkan untuk keperluan tsb harus dikonsultasikan dengan Direksi dan disertai gambar detail.10.2. Nama Peralatan/Accessories Semua peralatan terpasang dan accessoriesnya harus diberi code nama peralatan dan nomor. Bila dalam gambar rencana sudah ditunjukkan ada acces panel yang diperlukan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Disamping itu kontraktor harus mengusulkan kepada Direksi (bila belum ditunjukkan pada gambar) pintu-pintu service (acces panel). Anti Karat Semua peralatan bantu instalasi.1. mur dan washer haruslah zinc electroplated.1. flens dan lain sebagainya) harus dicat dengan cat anti karat. dicat dasar dengan zinchromate dan cat akhir (finish) 2 lapis.1. clereance tetap dibutuhkan 20 mm antara isolasi dan sleeve menembus atap harus diperpanjang ± 200 mm diatas atap lantai. Untuk itu ukuran. untuk setiap peralatan dan accessories yang berada dalam shaft atau ceiling yang memerlukannya. Peralatan bantu.38 PT. lembab) ataupun oleh bahan-bahan kimia sekitarnya. Semua ducting atau pipa tembus dinding harus menggunakan sleeve dengan clereance 20 mm jika duct atau pipa berisolasi. pemasangan. bahan-bahan baik yang sudah. PERSYARATAN TEKNIS PERALATAN DAN INSTALASI. Lingkup pekerjaan instalasi ini secara garis besarnya adalah sebagai berikut : Pengadaan dan Pemasangan 1. Menjadi tanggung jawab dan keharusan bagi kontraktor untuk melindungi peralatan-peralatan. instalasi dibersihkan atau ditest dan diajust kembali untuk membuktikan bahwa peralatan dan bahan beroperasi dengn baik. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan instalasi ini meliputi seluruh pekerjaan pengadaan dan pemasangan Instalasi Tata Udara (Air Conditioning). dudukan. Ventilasi Mekanis (Mechanical Ventilation) secara lengkap termasuk semua perlengkapan dan sarana penunjangnya. sehingga diperoleh suatu instalasi yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama dan siap untuk dipergunakan. 7. Sleeve.

13. dimana setiap indoor unit mempunya kemampuan untuk mendinginkan ruangan secara independent. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi ducting lengkap dengan fire damper. yang ditunjuk mengenai cara – cara menjalankan dan memelihara instalasi ini. pengaturan dan pengujian peralatan ventilasi mekanikal ( Mechanical ventilation ) seperti : Centrifugal fan. Mendidik petugas dari pemilik gedung. Pengadaan. spliter damper. dan system bisa beroperasi pada minimum koneksi beban pendinginan 2. pengaturan dan pengujian interlock sistim instalasi tata udara dan ventilasi dengan sistim fire alarm yang ada. Melakukan pekerjaan atau ketentuan lain yang tercantum dalam dokumen ini beserta addendumnya.3. terdiri dari satu outdoor unit dengan sejumlah indoor unit .39 PT. Pengadaan. pemasangan. humidistat dll. Menyerahkan gembar-gambar. volume control damper. 7. Outdoor dan indoor harus mempunyai fleksibilitas design dan sampai ke 64 unit indoor bisa tersambung kepada 1 refrigeration sirkuit dan dikontrol secara independent Condensing unit harus dilengkapi dengan inverter. Memberikan garansi terhadap mesin / peralatan yang terpasang. Pengadaan. Outdoor unit harus bisa terkoneksi dengan berbagai model indoor sebagai berikut : • Ceiling Mounted Cassette Type (Double Flow) • Ceiling Mounted Cassette Type (Multi Flow) • Ceiling Mounted Cassette Corner Type • Slim Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Mounted Built-In Type • Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Suspended Type • Wall Mounted Type • Floor Standing Type • Concealed Floor Standing Type • Ceiling Suspended Cassette Type (Connection Unit Series) Nilai COP system pada beban 50% harus = 4. pemasangan. pemasangan. Pengadaan dan pemasangan semua pekerjaan sipil yang terjadi akibat instalasi ini seperti tercantum dalam dokumen ini. thermostat ruangan. 3. VAC SYSTEM VRV Jenis AC adalah VRV system. return air grille. 12.2 Kw dan mempunyai kemampuan untuk merubah putaran motor compressor sesuai dengan beban pendinginan. 5. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. Isolasi panas/suara dll. 10. sensor.0* atau lebih tinggi 3 . pengaturan dan pengujian seluruh instalasi pemipaan air pengembunan ( drainage ) sampai kesaluran air terdekat lengkap dengan fitting. Propeller fan. filter. Pengadaan. pemasangan. access panel. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik bagi instalasi ini seperti kabel dan panel tata udara. gauge. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi kontrol sistem Indoor Unit dan Outdoor Unit dan kontrol komponen seperti katup. back drap damper ( non return damper ) supply air diffuser/register/grille/slot/integrated. isolasi panas dll. damper. 6. Pengadaan. 9. Attenuator dll. Filter. air cooled type. 7. Ciptanusa Buana Sentosa . Axial fan. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. pemasangan. pemasangan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. 14. 8. Perbaikan kembali semua kerusakan dan finishing yang diakibatkan oleh pekerjaan instalasi ini. Pengadaan . 4. memakai inverter. 11.

fusible plug. control circuit fuses. PRESSURE TESTING 3 . Heat Exchanger Heat exchanger harus terbuat dari tube tembaga yang terpasang secara mekanis ke Fin alumunium yang dilapisi resin film anti korosi dengan ketebalan antara 2 sampai 3 micron Refrigerant Circuit Terdiri atas Liquid dan Gas shut off valve dan solenoid Valve dan komponen lain untuk keperluan safety Fan Motor Motor Outdoor unit harus memiliki multispeed operation dengan inverter DC. instalasi harus sesuai dengan standard BS EN378: 2999 bagian 1 – 4.3. unit harus dilengkapi dengan Sub cooling.2. 7. • • • • Outdoor unit harus memiliki 2 atau 3 compressor SCROLL dan tetap bisa beroperasi jika 1 compressor rusak Outdoor dengan ukuran 5 HP dan 8 HP memiliki 1 kompressor SCROLL Indoor yang terkoneksi ke outdoor mempunyai kapasitas dari 0. terukur 1 meter secara horizontal dan 1. Casing outdoor haruslah wheatherproof terbuat dari baja anti karat dilapisi dengan Baked Enamel.Pada saat temperature outdoor 35 C dan suhu indoor 27 C DB/19 C WB System yang ditawarkan harus bisa melakukan automatic test operation system. 7.40 PT. System ini haruslah dipasang dipabrik.8 HP sampai 10 HP. Outdoor unit harus terisi R410A dari pabrik. Ciptanusa Buana Sentosa . shutoff valves. thermal protectors for compressor dan fan motors. Oil recovery cycle akan secara otomatis beroperasi setelah 1 jam sejak startup dan seterusnya setiap 6 jam operasi. over current protection for the inverter and anti-recycling timers.3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL *.5 meter diatas pondasi. Untuk melakukan pengecekan system secara otomatis yang meliputi pengecekan : control wirings.1. Untuk memastikan liquid refrigerant tidak menguap saat menuju indoor unit. sensors dan refrigerant volume. Outdoor harusnya model modular dan bisa dipasang secara berderet di setiap sisinya Compressor Compressor haruslah type hermetic dengan effisiensi tinggi dan dilengkapi dengan inverter control yang berfungsi untuk merubah kecepatan putaran yang menyesuaikan dengan cooling load yang dibutuhkan. Magnet Neodymium harus dipakai di rotor compressor untuk menambah torsi compressor Pada konfigurasi system dengan outdoor lebih dari 1 unit. crank case heaters. dengan kemampuan maximum static pressure = 78 Ps Condensing unit harus mempunyai kemampuan untuk beroperasi dengan noise lebih rendah pada saat malam hari baik secara otomatis maupun dengan manual setting Safety Devices Outdoor unit haruslah mempunyai peralatan safety sebagai berikut : high pressure switch. secara otomatis compressor inverter dengan jam operasi terendah yang akan start lebih dulu pada setiap kali operasi. CONDENSING UNIT System ini harus bisa terkoneksi dengan pipa refrigerant harus bisa sepanjang 165 meter dengan beda ketinggian 90 m tanpa oil trap Baik indoor maupun outdoor harus dirakit dan ditest di pabrik. Noise level outdoor tidak boleh melebihi 68 DB(A) pada saat operasi normal.

Insulasi pipa refrigerant yang dipakai adalah type close cell XLPE dengan fire rated Class “O” dengan ketebalan minimal 10 mm untuk Suction lines dan 10 mm untuk Liquid lines dan mesti 3 . Pengisian refrigerant ini harus dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan dibawah pengawasan dari perwakilan pabrik.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah pekerjaan pemipaan dilakukan. 7. Ciptanusa Buana Sentosa .cm kontraktor pemasang dan diawasi Size oleh perwakilan dari pabrik ¼ 144~176 1420~1720 Pressure test harus dilakukan oleh 3/8 333~407 3270~3990 kontraktor pemasang dan diawasi oleh perwakilan pabrik ½ 504~616 4950~6030 Proses vacuum system pemipaan harus 5/8 630~770 6180~7540 dilakukan oleh kontraktor pemasang 3/4 990~1210 9270~11860 dan diawasi oleh perwakilan pabrik. sebelum disambungkan ke outdoor unit. PIPE MATERIAL Pipa refrigerant haruslah de-oxidized phosphorous seamless copper pipe sesuai dengan standard JIS H300 .3.2 torr (-755mmHg) Dan ditahan pada kondisi ini selama 1 jam minimal sampai pada 4 jam tergantung dari panjang pipa dengan memakai 2 stage Vacuum Pump. Pekerjaan pemipaan harus di test tekanan dengan memakai dry nitrogen sesuai table di bawah ini dan dicek ulang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi : Step1 Step2 Step3 Pressurize to 10. Pengerjaan ini harus dilakukan sebelum indoor unit disambungkan pada koneksi listrik.3 Bar (149 Psi) Pressurize to 21.5 Bar (312 Psi) Pressurize to 38 Bar (551 Psi) 3 minutes or longer 5 minutes or longer Approx 24 HOURS minimum Allows discovery of minor leaks Allows discovery of major leaks Outdoor unit haruslah dipasangkan ke pemipaan system dengan memakai torque wrench dengan torsi pemasangan yang sesuai dengan table dibawah ini.cm N. Jumlah tambahan refrigerant (HFC R410A) harus dihitung berdasarkan standard dari pabrik dan ditimbang dengan mempertimbangkan panjang pipa actual yang terpasang dengan merefer ke installation manual dari pabrik. Sebelum pembungkusan pipa dengan insulasi dan sebelum VRV system dinyalakan. System pemipaan kemudian harus divacuumed sampai 0.C1220T. Dry Nitrogen (OFN) harus dialirkan kedalam system pemipaan selama dilakukan brazing sehingga tidak terbentuk karbon didalam pipa yang nantinya bisa merusak compressor. Baik bagian suction maupun gas haruslah diinsulasi dengan insulasi yang sesuai dengan rekomendasi pabrik sehingga tidak terjadi kondensasi Seluruh koneksi shut off valve di dalam outdoor unit haruslah di brazed untuk mencegah kebocoran refrigerant Peralatan kerja untuk instalasi refrigerasi system haruslah dipakai. Jumlah tambahan dari Flare Standard Tightening Torque refrigerant ini harus disupply oleh Nut Kgf.41 PT.3.

fuses ) and labour dari tanggal startup atau 18 months setelah unit dikapalkan dari pabrik terhitung yang mana yang lebih dahulu 3 kali warranty visit harus dilakukan selama masa warranty untuk memeriksa kondisi unit ( tidak termasuk pekerjaan pembersihan ). lebih disukai insulation yang 1 merk dengan pipa refrigerant yang disupply Pekerjaan brazing harus dilakukan oleh kontraktor pemasang dengan diawasi oleh perwakilan dari pabrik. 7. Fasilitas Auto swing untuk tipe wall. FAN COIL UNITS Indoor unit haruslah dari jenis dan kapasitas yang sesuai dengan yang ada didalam BQ sesuai dengan design condition Terdiri dari komponen dasar : Fan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dilindungi dengan penutup pada bagian yang terexpose dengan sinar matahari. 7. Electronic proportional expansion valve harus bisa mengontrol aliran refrigerant kedalam unit indoor sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan oleh ruangan. 7. Sistem control juga harus dilengkapi dengan automatic address setting function yang merupakan standard Remote control untuk indoor unit haruslah bisa melakukan fungsi : on/off switching.3. Juga bisa menampilkan malfunction code untuk keperluan maintenance Kontraktor pemasang haruslah sudah pernah mengikuti training pemasangan yang dilakukan oleh perwakilan pabrik dan mendapatkan sertifikat tanda keberhasilan dalam training yang diikutinya EQUIPMENT COMPLIANT WITH RoHS DIRECTIVE Material yand dipakai untuk membuat unit outdoor dan indoor haruslah memenuhi the RoHS Directive (Restriction of Harzardous Substances) pada komponen electrical dan electronicnya. EQUIPMENT MAINTENANCE & WARRANTY Supplier harus memberikan garansi 12 months warranty unit ( tidak termasuk consumable materials seperti : Refrigerant.75mm2 .3.3. Evaporator koil dan electronic proportional expansion valve. air filter. Laporan tertulis harus diberikan kepada pemilik paling lambat 1 minggu setelah setiap visit dilakukan Kontraktor pemasang harus memberikan garansi pemasangan selama 12 bulan terhitung dari tanggal hand over 7.5.6.4.3. CONTROL Sistem control harus memakai 2 kabel dengan diameter inti 0. operational mode.7.8. fan speed selector. cassette dan under ceiling haruslah standard dari pabrik Pipa 25 mm yang terinsulasi haruslah dipasangkan sebagai pipa drain dari setiap indoor unit menuju ke daerah pembuangan air drain. Control response harus memakai tipe Proportional Integral Derivative (PID) Fan haruslah direct drive centrifugal. 1 phase dan 50 Hz.25mm2 tipe PVC non screened CY flexible control cabling dari indoor unit ke outdoor unit. 7.3.1. Dengan tegangan operasi 220 – 240 volt AC . thermostat setting dan merupakan tipe liquid crystal display yang menampilkan temperature setting.42 PT. Indoor type ducted haruslah mempunyai static pressure external yang sesuai dengan spesifikasi di gambar dan di BQ Filter udara untuk type Ducted haruslah disupply oleh kontraktor pemasang. BUILDING CENTRALIZED CONTROL SYSTEM – (Optional) Sebuah Screen Touch operated system centralized controller dengan merk yang sama dengan unit AC haruslah mempunyai fungsi sebagai berikut : • Monitoring operasional dari system AC 3 . malfunction code and filter cleaning timing. Filter udara untuk model ductless harus disupply dari pabrik Koil evaporator haruslah type DX yang terbuat dari icopper tubes yang dipasangkan ke alumunium fin secara mekanis. Ciptanusa Buana Sentosa . Oil.

Kontraktor dapat memperlihatkan proyek – proyek yang sudah menggunakan VRV atau siap melakukan survey ke proyek – proyek tersebut bisa dilakukan jika diperlukan 7.11.4. fan speed dari seluruh indoor unit 1 tahun schedule dari operational system Bisa menggunakan fire alarm signal untuk mematikan seluruh AC CALL CENTER Supplier AC haruslah memiliki sebuah call center yang beroperasi selama 24 hours sehari. . adjustable pitch dan harus digerakan langsung.1. adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus diikuti. sesuai standard yang berlaku dinegara dimana fan tersebut dibuat untuk testing dan rating (performance) seperti sebagai contoh AMCA standard 210 .mild steel hot dipped galvanized . kemampuan (performance) peralatan. 7.cast . Honeywell 7. kelengkapan dan lainnya dapat dilihat pada lembar gambar rencana "Daftar Peralatan" ataupun data sheet bila dilampirkan. Sedangkan ketentuan ketentuan spesifik terhadap type. Material fan : .10 E 12 watt pada octave band mid freq. 7 hari seminggu dan 365 hari setahun untuk mensupport pelayanan purna jual dan memberikan jaminan sepenuhnya kepada kontraktor pemasang 7. operation mode. dan dalam batas.shaft . remote.3.10 MERK YANG DISETUJUI a. AC VRV = Daikin b. FAN Lingkup Pekerjaan Pengadaan dan pemasangan peralatan ventilasi (fan) untuk proyek ini seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini.4.4. Insulation : Armaflex.batas yang normal.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • 7.3.4. Refrigerant : Dupont.9. INABA DENKO d. 60 . Bilamana ternyata noise levelnya tinggi harus diberi tambahan noise silencer (sound Attenuator) tanpa adanya tambahan biaya sehingga sound pressure level (SPL) yang dihasilkan tidak lebih dari 60 dba dari jarak 3 m.3.casing . on off switch dan pilot lamp.43 PT. KONTRAKTOR PEMASANG Haruslah sudah berpengalaman dalam melakukan pemasangan AC VRV minimal selama 5 tahun dengan melakukan minimal 10 proyek dengan hasil yang memuaskan.impeller . • Fan harus sudah mendapatkan sertifikat.2. 7. Ciptanusa Buana Sentosa 7. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan dibawah ini. • Dasarnya semua fan harus mempunyai noise level yang rendah dalam operasinya. didaerah outletnya harus diberi kawat nyamuk Stainless Steel yang bisa dibuka untuk dibersihkan.74 di Amerika.4000 hz. Start/Stop untuk semua indoor unit Kontrol setting: temperature.3.carbon steel 3 . Spesifikasi Teknis Axial Fan Impeller fan dari type airfoil blade. Pipa refrigerant : INABA DENKO c.alluminium die. • Bagian fan yang berhubungan dengan udara luar. • Sound pressure level harus dilengkapi dalam DB dengan Re . • Pemasangan fan termasuk instalasi kabel dari panel.

7. Untuk fan dinding yang berhubungan dengan luar lengkap dengan automatic shutter dari jenis alluminium (bila ditunjukkan dalam gambar rencana atau data sheet).5. PEREDAM GETARAN Lingkup Pekerjaan 3 . Indoor Unit dan Fan Coil Unit seperti yang ditunjukkan dalam spesifikasi teknik ini. d) Tahanan aliran udara mula-mula pada kecepatan 1. Propeller Fan (wall atau ceiling fan) Fan dari tipe propeller untuk dinding maupun ceiling. 7. Instalasi filter harus sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat.1.3. c) Filter yang akan dipasang harus dapat dibuktikan dari brosur merk filter tersebut terhadap type dan effisiensinya. Acces harus disediakan untuk tujuan inspeksi atau pembersihan. FILTER / SARINGAN UDARA Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan Filter/saringan udara yang masuk/inlet ke Fan.44 PT.52 m/s (300 fpm) tidak boleh lebih dari 20 Pa (0.4 mm minimum) mild steel lengkap dengan flange di kedua sisinya untuk menyambung ke ducting dan dicat akhir dengan epoxy powder. Fan harus digerakan langsung. Filter harus dapat dioperasikan pada kecepatan aliran udara sampai 500 fpm tanpa mengalami kerusakan. 7. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan berikut ini adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi Spesifikasi Teknis a) Pre filter untuk Indoor Unit.5. Semua filter harus underwriter laboratory class 1 atau setara.5. Fan lengkap dengan counter flens untuk peyambungan ke ducting. Tidak dibolehkan adanya celah yang ditutup dengan plat disebabkan kurangnya ukuran filter. • Fan harus statis dan dinamis balance dari pabriknya.2. • Casing terbuat dari heavy gauge (1. Ciptanusa Buana Sentosa 7.1. fresh air fan harus dari bahan tipe metallic. bacward curve dari plate allumunium dan digerakan langsung. rangka fan dari baja yang dicat anti karat dengan impeller dari alluminium diecast. . 52-76).5. Inl. Casing fan harus dilengkapi dengan acces panel.6. kecuali bila dinyatakan ceiling fan dari type centrifugal seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet. harus fire resistance dan washable tebal 50 mm dengan effisiensi 30-35 % dan arrestance 94-96 % dalam keadaan low velocity (ASHARAE teest std. isolasi kelas F. 7. 7. Untuk fan diameter 500 ke atas.5” WG).6. • Fan harus dilengkapi dengan speed kontrol.pelumasan . Motor dari jenis TEFC. b) Filter harus dipasang rapat satu sama lainnya dan begitu juga terhadap frame.08” WG) dan tahanan udara pada akhirnya maksimum 125 Pa (0. IP 54.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . Untuk fan dinding dengan kapasitas besar dan static pressure tinggi (high pressure fan). Dilengkapi dengan accessories bell mouth (inlet cone) bila inlet suction tidak disambungkan ke duct (seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet).line centrifugal Fan • Blade fan harus dirancang aerodinamis. • Motor harus tahan beroperasi sampai temperatur 40 C dan 95 % RH.grease ball bearing Bisa dilakukan speed kontrol motor fan.

spliter damper.6. c. Jalur-jalur ducting yang terlihat pada gambar rencana adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran ducting. Ciptanusa Buana Sentosa . Publikasi. Konstruksi Duct. ASHRAE.4. Spring Isolators. grilles. 7. d.7. 7.1. the Guide and Data Book.2. Umum a.dan attenuator berikut alat-alat bantu yang menunjang pekerjaan tersebut seperti ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. SMACNA (Sheet Metal and Air ConditioningContractors National Association). support dan lain-lain komponen/ accessories yang diperlukan untuk melengkapi instalasi ini. diffuser. b. Pipe Hanger dll.021 W/m. Jika tidak diterangkan secara khusus istilah ducting secara umum berarti pekerjaan duct. Bahan duct dari pipa PVC. Split System Unit.7. Neoprene Mounts. Peredam getaran yang terpasang haruslah sesuai dengan persyaratan/ rekomindasi pabrik pembuat alat/mesin.2. Carrier Air Conditioning Hand Book. Ketebalan panel Ketebalan alumunium Density dari polyurethane Tahanan tekanan Konduktivitas panas Ketahanan api Koefisien gesek Berat Suhu optimal penggunaan Kelembaban Tekanan max. fitting. 80 micron setelah coating 52 ± 2 Kg/m3 200 N/mm2 0. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya. • Bahan isolasi • • • • • • • • • • • • 7. Restrain Isolators. damper.7. berarti penampang harus diperbesar sesuai ketebalan lining. Spesifikasi Teknis Alat peredam getaran (Vibration Isolator) ini harus dapat meredam getaran mesin dengan effisiensi 90 %.7. Jenis peredam getaran yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan mesin/unit yang akan diredam getarannya.°C B1 (terbakar tapi tidak merambatkan api) 0. Peredam getaran dapat berupa Neoprene Pad. 7. Ukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar adalah ukuran bersih dan penampang laluan udara. register. Fan dan kalau dirasa perlu juga untuk duct dll. density: 52 Kg/ M3 3 .3. dalam duct Air flow max.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan alat peredam getaran (Vibration Isolation/ Eliminator) untuk semua mesin yang bergetar seperti Indoor Unit.7. volume damper.5.45 PT. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapatkan persetujuan dari Direksi/ Konsultan sebelum dilaksanakan. 7. standard yang digunakan. 7.4 Kg/m2 -50 – +80 °C 0 – 100 % 2000 Pa 12 m/s 7. Out Door Unit. = = = = = = = = = = = = = Polyurethane dilapis sandwich dengan alumunium foil yang dicoating lapisan anti bakteri 20 mm 75 mikron.7. Ducting panel tebal 20 mm. PEKERJAAN DUCTING Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan untuk butir ini adalah pengadaan dan pemasangan (termasuk fabrikasi) duct lengkap dengan isolasi/tanpa isolasi. Instalasi Ducting 1.0135 1. Jika diperlukan internal lining untuk ukuran duct tersebut.

Lubang pengetesan. Straight jack plane. kelembaban serta static dan velocity pressure.6 m-1m 8.46 PT. Penguat menggunakan profil Sharped disk aluminium dan reinforcement bar aluminium. antara lain: .000 Fpm (10 m/s). Elbow. semua elboww harus dari type full radius elbouw. Bentangan < 0.Noise test : test kebisingan suara (DB meter disiapkan pihak owner) . e. cara penggantungan duct harus sedemikian rupa sehingga praktis tidak terjadi lendutan-lendutan getaran-getaran dan deformasi. apabila tidak ada cahaya maka ducting ok. Pada main supply dan return duct harus dibuat lobang pengetesan untuk mengukur temperatur. jari—jari (R t) sama dengan lebar duct. Setelah selesai ditutup kembali dengan plastik probe yang diisolasi. Run Test : akan dilakukan beberapa test. Percabangan (take off) harus memakai splitter damper yang dapat diatur dan dikunci pada kedudukannya. g. kecuali kalau ditentukan hal-hal yang harus dipenuhi diluar standard tersebut. Reducer (transition). Penggantung duct. . Instalasi : • Sambungan antar ducting menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan grille menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan volume damper menggunakan profil “F” Sambungan antar ducting dengan FCU menggunakan profil chair section bar aluminium dan terpal Noise yang timbul dalam ducting tergantung pada desain serta ukuran dalam ducting. 4. 7. semua duct yang berukuran lebih besar 500 mm permukaannya harus dibuat cross broken ( patah silang ). f. dibuat sesuai gambar spesifikasi atau gambar detail.Vibration test : test vibrasi yang ditimbulkan oleh getaran FCU (by others) . kemiringan duct dibuat tidak lebih dari 14 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Reinforcement : Reinforcement (penguat) ducting tambahan akan diberikan sesuai dengan ukuran ducting dan tekanan udara dalam ducting. 6.Leaking test : test kebocoran dengan menggunakan lampu dari dalam ducting kemudian diamati dari luar apakah ada cahaya yang tembus. Right jack plane. Konstruksi duct harus mengikuti standard SMACNA. Ciptanusa Buana Sentosa .6 m 0. V jack plane. h. Bending : Pembentukan elbow & branch menggunakan alat khusus yaitu manual bending tool Gluing : Penyambungan antar bagian TD duct dan pemasangan invisible flange menggunakan lem khusus dengan ditambahkan aluminium tape untuk Vapour Barrier dan kerapihan Sealant : Sealant diberikan pada setiap sudut bagian dalam ducting untuk menambahkan kemampuan menahan kebocoran Support / hanger : besi siku 30x30x3 (galvanized) dan As Drat putih Ø8mm (galvanized) • Bahan hanger / suport besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm Jarak maksimum 4m 2m section bar aluminium 3. Konstruksi duct adalah untuk low velocity (low pressure duct) dengan static pressure didalam duct sampai 2” WG (500 pa) dengan kecepatan maksimum 2. Untuk keadaan dimana harus 3 . 5. Untuk kondisi tertentu yang memerlukan isolasi suara dengan pemakaian isolasi dalam. 9. Penguatan duct. c. d. b. Alat kerja : Cutting : Pemotongan materian TD lembaran menggunakan 4 buah macam pisau: Left jack plane.Pemeriksaan kekuatan support a.

Panjang flexible connection tak lebih dari 2 m. g) Damper dari diffuser adalah galvanized iron sheet BJLS 80 type : “Opposed blade damper”. Bila slot diffuser adalah menerus (continous) maka sambungan antara harus memakai alignment strip. Alumunium Flexible Round Duct. Slot harus mempunyai pengarah aliran ( deflector ) yang baik dalam konstruksinya sehingga fungsi deflector betul-betul membentuk pola aliran yang memenuhi standartnya dan tidak berubah posisi karena aliran udara. menggunakan short radius elbouw ( R t lebih kecil dari lebar duct ) harus memakai turning vanes. l. j) Slot diffuser dari tipe 1.2. j. grille dan register harus terbuat dari bahan alumunium anodized profile.65 mm atau lebih. e) Supply register harus mempunyai vertical dan horizontal blade yang dapat diatur defleksinya dan memakai volume damper. sehingga tidak menyebabkan pengecilan luas penampang. material adalah alumunium anodized dengan warna yang akan ditentukan oleh arsitek. maka type diffuser harus khusus untuk pemakain dengan VAV.10. Untuk elbow tegak lurus harus memakai guide vanes double thickness. c) Untuk diffuser yang supply udaranya berasal dari VAV. cara pemasangan harus dalam satu garis lurus sedemikian rupa. 7. Tekanan kerja max. tanpa memakai volume damper.47 PT. 5 inch H20.10. k. d) Warna untuk diffuser. Sambungan flexible. f) Grille sama seperti supply register dalam konsstruksinya. fire resistant ke duct yang masuk keluar dari fan atau AHU/FCU. PLENUM a) Pleneum sesuai dengan dimensinya harus menggunakan material sesuai dengan ketentuan yang tersebut terdahulu.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i. 7. Turning vanes jumlah dan posisinya ditentukan dengan chart logaritma atas dasar (RT)/(RH). GRILLE. Ciptanusa Buana Sentosa . Finishing : di cat hitam h) Konstruksi hendaknya cukup kaku dan tidak bergetar karena aliran udara. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pada butir ini adalah pengadaan dan pemasangan instalasi pemipaan lengkap dengan fitting-fitting.1. atau 3 slot. acessories dengan isolasi atau tanpa isolasi sesuai seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. Flexible duct ke peralatan memakai klem khusus ( quick klem ) dari bahan plastic. PEKERJAAN PEMIPAAN 7. Untuk mengikat konstruksi penggantung ke beton dipergunakan ramset / dynabolt.9. 7. grille dan register di anodized dengan warna akan ditentukan kemudian oleh Arsitek / Direksi. b) Seluruh sisi plenum harus diperkuat dengan besi siku 40 x 40 x 3 dan kalau perlu memakai bracing pada sisi yang paling panjang. serta dapat dikunci pada kedudukan yang dikehendaki. i) Tidak dibenarkan memakai baut pada permukaan dari diffuser / grille / register. sesuai gambar detail.8. alumunium flexible round duct dari type 2 lapis alumunium laminate incapsulating dengan steel spring helix dan wire spacing 2 mm jenis fire resistance. REGISTER & DIFFUSER a) Pada setiap main duct harus disiapkan volume damper untuk pengaturan udara b) Diffuser. Pemasangan diffuser/ grille ke plafond harus memakai rubber sponge tebal 6 mm. 3 . pemborong harus memasang sambungan flexible connection dari bahan double sheet glass cloth tebal 0. alat-alat bantu. dan tidak menimbulkan kebocoran pada sambungan.

sebelum dipasang semua bagian harus sudah bersih. nyala api atau lainnya yang sesuai untuk pipa refrigerant.11. Pipa refrigerant harus dipasang sesuai dengan persyaratan "Ashrae Guide Book" dan atau persyaratan pabrik. • Sumur dari thermometer harus betul-betul tercelup kedalam media yang diukur terutama bila ada isolasi pipa. Lingkup pekerjaan untuk elektrikal/ kontrol ini adalah pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi listrik (termasuk motor listrik) pengkabelan. 7. kering dan bebas dari debu dan kotoran dan hendaknya dipasang sependek mungkin. 10. Pipa Condensate 2. solder tintead 95-5" dapat dipergunakan kecuali pada pipa discharge gas panas.3.48 PT. 6. Kontraktor sudah harus memperhitungkan adanya perbedaan tinggi antara Kondensing dan Evaporator terhadap adanya panjang pipa yang melebihi dari standard. Pada pipa "precharged refrigerant lines" yang disediakan oleh pabriknya maka harus dipasang sesuai dengan persyaratan pabrik.12. 9. • Thermometer yang dipasang cocok untuk batas-batas temperatus yang diperlukan dari media ini.2. 1. jalur-jalur pipa yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran pipa. Pipa jenis "soft drawn tubing" dapat disambung dengan solder. Fitting untuk flare points hendaknya jenis standard SAE forged brass flare menurut ARI standard 720 dengan unit short shank flare. Pipa Refrigerant 7. Pipa refrigerant harus disangga dan digantung dengan baik untuk mencegah melentur dan meneruskan getaran mesin kepada bangunan. 3. 4.10. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya.10. PEKERJAAN LISTRIK/ KONTROL 7.1. panel-panel dan instrumentasi kontrol seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar rencana/ diagram yang melengkapi dokumen ini.12. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapat persetujuan dari Pihak Pemberi Tugas dan MK sebelum dilaksanakan. Solder lunak "tintead 50-50" tidak boleh dipergunakan. Sambungan pipa jenis "hard drawn tubing” harus disambung dengan perantaraan wrought copper fitting atau non porbus brass fittings. : Pipa Tembaga (Copper) ASTM B280 type L/M 7. dan dianjurkan dipakai solder perak dengan meniupkan gas mulia seperti nitrogrn kering ke dalam pipa yang sedang disambung untuk menghindarkan terbentuknya kerak oksida di dalam pipa. 8. Umum Seperti apa yang ditunjukkan dalam gambar rencana. 7. (refrigerant dan drain/kondensasi) termasuk fitting-fitting dan alat-alat bantu). 2. Strainer hendaknya dipasang dalam jaringan refrigerant sebelum masuk ke thermostatic expansion valve. Menyediakan dan memasang instalasi pemipaan untuk seluruh system AC. • Thermometer harus dikalibrasi dulu sebelum dipasang. ALAT – ALAT BANTU. Ciptanusa Buana Sentosa . • Mempunyai dua bacaan dalam F dan C • Type thermometer adalah Industrial type dengan posisi sudut pembacaan yang dapat dirubah-rubah kedudukannya. 3 . 7. Thermometer • Dipasang seperti ditunjukkna dalam gambar.10. 5. : Pipa PVC klas AW. Lingkup Pekerjaan. Konstruksi Pemipaan Refrigerant & Drain untuk Split System. Hendaknya semua pipa refrigerant harus dikerjakan secara hati-hati dan sebaik mungkin. M a t e r i a l 1.4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7.

set point scale . Putaran motor maximum 1450 rpm (untuk motor-motor tsb.1 mA b. jalur.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. Peralatan Listrik Motor Listrik Motor untuk FCU (IU) : . .13.2.Ambient temp/RH .Temperatur detector dari type thermistar.Jenis induction motor.max.detail yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan Direksi.8. Pemborong wajib mengikuti peraturan. Umum Seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana. Panelstarter harus dilengkapi dengan pilot lamp (green.49 PT. 2. dan JIS (Jepang).jalur kabel dan perletakan panel dan motor seperti yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route.5 HP keatas.Control input Input voltage/current : PI : ° C pada range ° C to 32 ° C : 16 V DC/10 mA : max. (motor satu permanent split capacitor packaged dengan dengan thermal overload FCU) protector.Motor yang menjadi satu dengan fan. voltmeter serta ampermeter dengan selector switch untuk 3 phase. lokasi panel dan perletakan instrument kontrol.Temp. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalurjalur instalasi lainnya berikut detail. Spesifikasi Teknis 1.Fungsi control . diatas).5 HP. temp. B.1 ph/220 V/50 Hz . Semua motor listrik yang digunakan untuk proyek ini mempunyai power faktor minimum 0.3 tingkat kecepatan .peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh : Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lembaga Masalah Ketenagaan (LMK) Dinas Pemadam Kebakaran Lembaga Pengujian Bahan Dinas Keselamatan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya 7. . 100 ° C. 50 ° C 90 % RH : 2 .Supply voltage/ current . Panel Starter Star Delta Starter : Bila motor kapasitas 7.Insulation class E Motor Fan : . jumlah phasa tergantung kapasitas fan. Temperatur Sensor (TS) . DIN (Jerman).S (Inggris).plat nama untuk peralatan yang dilayani serta push button ON. 0. Motor-motor yang digunakan disini harus sudah memenuhi standard NEMA (Amerika). Peralatan Kontrol a.Control output (Output voltage ) . OFF dan disconneting switch bila memakai remote starstop.10 V : 0-16 V DC/max. Pemborong AC harus menyiapkan kabel control dari thermostat menuju Outdoor Unit dan Indoor Unit dan melakukan penyambungan kabel power dari panel ke Outdoor/Indoor Unit.12. Direct on Line : Bila motor kapasitas dibawah 7. Temperatur Controller (TC) . Ciptanusa Buana Sentosa .red. 3 .3.white).

Pemborong AC harus menyerahkan gambar layout beserta ukuran pondasi untuk masing-masing peralatan sebelum dilaksanakan oleh pihak lain kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui.red.14. Kabel yang dipasang pada dinding luar harus memakai metal conduit dan diklem rapi ke dinding memakai klem pipa. Pada route kabel. Jari.50 PT. white. Kabel yang dapat digunakan adalah buatan Kabel metal atau Kabelindo.jari pembelokan kabel. Panel remote harus dilengkapi untuk masing. Pemborong AC harus menyediakan dan memasang peredam getaran (vibration eliminators) untuk melindungi. Kabel.peralatan lainnya harus mengikuti petunjuk-petunjuk/ pedoman pabrik pembuat peralatan-peralatan tersebut. jenis NYFGbY harus dipasang sekurangkurangnya sedalam 75 cm dengan pasir sebagai alas dan pelindung. Pilot lamp.1. Kabel yang dipasang didalam tanah.mesin. green. 7. Wiring diagram hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan peralatan AC yang bersangkutan. Semua panel star delta dilengkapi dengan : Pilot lamp . harus dilindungi dengan pipa galvanis kelas medium.kabel yang digantung pada plat beton harus memakai klem penggantung dan wire rod yang diramset ke beton. Ukuran-ukuran lebih kecil cukup dengan tang press tangan. P o n d a s i Semua pondasi beton yang diperlukan untuk mesin-mesin Condensing Unit (Outdoor Unit ) tidak termasuk dalam pekerjaan pemborong AC. kemudian dilindungi dengan batu pelindung sebelum diurug kembali. Ciptanusa Buana Sentosa . Ampere meter .untuk 3 ph dengan selector phase switch Disconnecting switch untuk remote star stop.14. bangunan dari suara berisik dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin. Setiap kabel yang menuju terminal peralatan harus dilindungi memakai metal flexible conduit. Pondasi peralatan. 3. Voltmeter .untuk 3 ph dengan selector phase witch. Untuk kabel yang menyeberangi selokan. Menghubungkan kabel pada terminal harus menggunakan "kabel schoen" harus kabel 25 mm keatas pemasangan "kabel schoen" harus menggunakan timah pateri lalu dipres hydraulis. Wiring Wiring untuk instalasi listrik dan control harus dipasang dalam PVC conduit JIS standard. jalan raya atau instalasi lainnya. hendaknya minimum 15 kali diameter kabel. -R-S-T Centralized Remote Star Stop Remote star stop untuk peralatan-peralatan yang ditunjukkan pada panel diagram ditempatkan diruang control. sesuai dengan detail drawing. tiap-tiap 50 m dan setiap belokan supaya diberi tanda adanya galian kabel dan tanda arah kabel. green.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Catatan : Temperatur Controller (TC) dan Temperatur Sensor (TS) atau gabungan dari TC dan TS (Thermostat) adalah dari merek yang sama dan dari jenis yang sesuai untuk kebutuhannya.masing Peralatan dengan pilot lamp ( red. 3 . Ditiap tarikan kabel tidak boleh ada sambungan. white )dan plat nama masing-masing Peralatan dll. PEKERJAAN LAIN-LAIN 7.

Peralatan Ukur.2. atau gambar kerja yang disetujui) semua dudukan (support) atau penggantung (hanger) untuk mesin.Hood untuk mengukur udara didiffuser. batang (rod) atau strip sesuai dengan gambar rencana atau kerja yang disetujui. Pengukuran putaran (rpm) .15. Pengukuran laju aliran udara .bagiannya. Pemborong harus bertanggung jawab atas modifikasi. Pemborong AC harus menjamin bahwa instalasi yang dipasangnya tidak akan menyebabkan penerusan suara dan getaran (vibration & noise transmission) kedalam ruanganruangan yang dihuni.1.penggantung tersebut harus dibuat dari konstruksi pipa.mesin. dudukan-dudukan atau penggantung. profil.51 PT. 7.besaran pengukuran yang sesuai seperti yang terlihat dalam gambar-gambar rencana sehingga sistem betul. Pengukuran temperatur udara . Pengukuran listrik .modifikasi yang perlu untuk memenuhi syarat tersebut.Barometer / pressure gauge 6.Tachometer atau sejenisnya 4. antara lain : 1.besaran pengukuran yang sesuai atau mendekati besaran besaran yang ditentukan dalam rencana. Dalam hal ini dilakukan oleh ahli atau tenaga ahli yang ditunjuk. Pelaksanaan TAB Sacara detail TAB harus dilaksanakan terhadap seluruh sistim dan bagian.15.kondisi setempat. Untuk menyesuaikan dengan kondisi. alat. 7. Ciptanusa Buana Sentosa . 7. 3 .tegangan yang tidak wajar. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini adalah pelaksanaan testing. Semua penggantung harus dipasang pada balok atau pada rangka baja dan harus berkonsultasi dengan Direksi dan Pemborong Sipil.Voltmeter . 7.Pitot tube dengan inclined manometer Anemometer dan sejenisnya. Tool (alat-alat kerja) yang diperlukan dalam merubah setting/ kedudukan dari peralatan balancing.15.15. Pengukuran tekanan . sehingga didapatkan besaran.3. 2. TESTING ADJUSTING DAN BALANCING 7.Thermometer 3.betul dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan rencana.peralatan ukur yang memenuhi untuk pelaksanaan TAB tsb. Umum Pelaksanaan TAB (testing adjusting dan balancing) secara mendasar maksimal harus mengikuti standard/ atau petunjuk yang berlaku secara umum seperti tandard NEBB.Ampermeter / ampertang 5. pipa yang diperlukan. Pembebanan pada balok atau pelat struktur yang ditimbulkan oleh dudukandudukan atau penggantung-penggantung tersebut hendaknya dijaga agar dapat terbagi cukup merata sehingga tidak menimbulkan tegangan. .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pemborong AC harus menyediakan dan memasang (sesuai dengan gambar rencana. Minimal peralatan ukur sperti dibawah ini harus dimiliki oleh kontraktor ybs.4.15. ASHRAE dan SMACNA dengan menggunakan peralatan.Sling psychrometric . adjusting dan balancing untuk seluruh sistem tata udara dan ventilasi mekanis sehingga didapatkan besaran.alat. Semua dudukan harus mempunyai pelat-pelat (flanges) yang cukup dan dibuat pada lantai.

2. 2. type. dan prosedure ini agar dibicarakan dengan pihak Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya. 5. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari MK/Direksi. Prosedure Testing and Adjusting. Sebelum melaksanakan TAB. Test dan sesuaikan putaran blower sesuai kebutuhan design. Pelaksanaan TAB dilakukan oleh tenaga engineer yang betul-betul sudah berpengalaman dalam pelaksanaan TAB ini.besaran yang tidak tercantum dalam gambar rencana.pengukuran terhadap besaran-besaran lainnya yang tidak tercantum dalam gambar rencana harus dituangkan dalam suatu laporan yang bentuknya (formnya) sudah disetujui oleh pengawas. PRODUK INSTALASI TATA UDARA Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasi ke MK/Direksi. Siemens National. Test dan sesuaikan masing-masing diffuser/grille terhadap kapasitas dalam batas % yang dibolehkan. 7. d b dan w b dari udara masuk dan keluar dari coil. Sesuaikan kebutuhan cfm untuk masing-masing zone 10. Test dan catat static pressure pada inlet dan outlet dari fan. Semua pelaksanaan TAB maupun pengukuran. disamping pengukuran yang dilakukan terhadap besaran-besaran yang ditentukan dalam design. 11. 4. NUG. Balancing System Distribusi Udara. 1. Kruger 3 . 6. harus selalu didampingi oleh tenaga pengawas. Test dan sesuaikan cfm atau l/s untuk sirkulasi udara. Sesuaikan cfm yang dibutuhkan pada semua cabang-cabang utama 9. 8.15.52 PT. 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Dalam pelaksanaan TAB. Sebelum melaksanakan TAB. Test dan catat motor full load amper. Lakukan pengukuran dengan pitot tube (tube traverse) untuk mendapatkan cfm dan fan sesuai design. Test dan catat temp. 1. 7. KDK.masing FCU/ FAN. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : NO. Kontraktor sudah harus menyiapkan suatu bentuk formulir yang berisi item. tapi besaran ini sangat diperlukan dalam penentuan kondisi dan kemampuan peralatan dan juga sebagai data data yang diperlukan bagi pihak maintenance dan operation. Indentifikasi ukuran. Kontrator harus membuat suatu rencana kerja.item yang akan dilakukan untuk masing-masing system yang akan dilakukan pengetesan. masing-masing diffuser dan lakukan recheck terhadap performance dari jenis diffuser. dimana hasil. Dalam pelaksanaan TAB.hasil pengukuran dan pengamatan yang dilakukan juga disaksikan oleh pengawas tsb dan dalam laporannya ikut menanda tangani. URAIAN AC Sistem VRV Motor Fan MERK Daikin.5. mengenai prosedure pelaksanaan TAB untuk masing-masing bagian pekerjaan. 3. juga diwajibkan melaksanakan pengukuran terhadap besaran. Ciptanusa Buana Sentosa . Mitsubitshi AEG (GAE). Test dan sesuaikan kebutuhan udara luar untuk masing.

Wangi. ACI TD Pre-Insulated Alumunium Duct. Pekerjaan lain yang berhubungan ( contoh : Pondasi. 8. Thermaflex. Thermofoil 731 DEC Insulated. Springkler Control Valve Set 6. 9. Isolasi Ducting Ducting Komponen Panel Listrik Isolasi Pipa Pipa Tembaga Pipa PVC Kabel Listrik Grille Diffuser Aluminium Foil Flexible Duct Filter Isolasi Ducting Peredam Getaran Paramount. Parawoll. ALP Active. Confordaire Prima Prima Wangi. Mason.2. 6. Fire Pump test ventui flow tube. 15.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Sisalation 436. 10. 12. Kabel Metal. TDI Duct MG. ABB Armaflex. Pemadam api Ringan ( PAR / PEE ) 11. Valved Connection to main Water supply source 4. Perlengkapan Fire Water Tank 5. ACI Kinetek. 8. Crane Pralon. Spingkler Head 7. Confordaire Sigma Cool. 8. control system dan Fire Resistence Cable 14. yang telah dibuat sebelumnya. 14. 5. 8. Pillar hydrant dan Kotak Hydrant Halaman 9. Pekerjaan listrik yang berhubungan ( contoh : Panel ) 12.53 PT. Tangki Air Pemadam Kebakaran berfungsi untuk menyediakan air dengan volume tertentu setiap saat. Supreme Sigma Cool. 13. 16. 2. pengecatan. Wavin Voksel. 17. Rucika. concrete blok ) 13. TANGKI AIR PEMADAM KEBAKARAN ( TANGKI BAWAH ) 1. Fire Water Tank harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga monyet 3 . Sambungan dengan pemadam Kebakaran Kota ( Siamese Connection ) 10. 7. Panel listrik. Insulflex Kembla. 11. Tangki Air unutk cadangan pemadam kebakaran merupakan tangki existing. Pompa kebakaran dengan penggerak listrik 2. Infoil.1. National SISTEM PEMADAM KEBAKARAN LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan sistem Pemadam Kebakaran antara lain adalah sbb : 1. Pompa kebakaran dengan penggerak Diesel 3. Ciptanusa Buana Sentosa . Parawoll. Insflex AAF atau setara Paramount. Hydrant Box 8.

54 PT. Ciptanusa Buana Sentosa . pipa isap. indicating lamp • Main pump On. 3. System pemadam kebakaran yang digunakan merupakan system terpisah. Motor Pompa q Motor pompa harus mendapat sumber daya dari PLN dan Genset secara otomatis q Sumber daya dari PLN harus diambil dari switch khusus sebelum main switch. POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. kabel listrik dan sebagainya q Exhaust fan 3. Pengaturan pada sambungan ke sumber air yang dipasang secara permanent adalah sebagai berikut : Apabila permukaan air dalam fire water tank telah naik mencapai ambang batas H. alarm horn. Pompa pemadam kebakaran antara lain harus terdiri dari perlatan sbb : q Jockey pump dengan motor q Main pump dengan motor q Diesel fire pump dengan menggunakan diesel engine q Inlet dan Outlet header q Inlet dan Outlet valves q Check valve against water hammer q Inlet strainers q Power and control panels q Flow regulator q Pressure switches q Pressure gauges q Hydraulic connections q Electric connections q Best frame q Announciating pump status : • Jockey pump On. maka fire water tank harus dapat diisi secara cepat dari beberapa macam sumber air maupun persediaan air yang ada termasuk dari kolam renang. 4. 4. alarm horn & indicating lamp • Water level too low.3. maka fire water tank harus diisi. Untuk pompa utama jenisnya dapat Horizontal Split Case atau centrifugal End Suction dan vertical multi stages untuk pompa jockey dengan flanged connection dan komponen sebagai berikut : q Cast iron casing q Bronze impeller q Heavy duty steel shaft q Mechanical seal q Heavy duty grease lubricated bearings 5. 6. alarm horn & indicating lamp • Water level drop. pipa penguras.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar Pipa peluap Water level indicator Sleeve untuk laluan pipa masuk. q q q q 8. indicating lamp 3 . masukan air harus berhenti. Pompa pemadam kebakaran harus mampu memasok kebutuhan air pemadam kebakaran sampai batas maksimum kemampuan pompa pada setiap saat secara otomatis. untuk masing-masing system hydrant dan springkler 2. sebaliknya apabila turun mencapai L. Air pengisi Fire Water Tank Apabila terjadi kebakaran. Pompa pemadam kebakaran harus terdiri dari satu atau lebih pompa utama dan satu pompa joki. dimana akan menggunakan 1 (satu) set pompa pemadam kebakaran standart NFPA 20.

Main Control Valve Set q Main Control Valve Set harus dipasang setiap maksimum 500 kepala springkler untuk bahaya kebakaran ringan dan 1000 kepala springkler untuk bahaya kebakaran sedang. q Main Control Valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm system maupun dengan mechanical alarm gong apabila terjadi suatu aliran air sebesar satu kepala springkler q Main Control Valve set antara lain harus terdiri dar peralatan sbb : • Main stop valve lockable • Wet alarm valve • Alarm gong set • Flow switch • Pressure indicators • Test valve set 3. sampai ambang batas yang telah ditentukan maka pompa joki akan start dan akan stop otomatis diambang batas tekanan yang juga telah ditentukan. Pengaturan pompa pemadam kebakaran adalah sbb : q Apabila tekanan air dalam jaringan turun disebabkan adanya kebocoran. SPRINGKLER CONTROL VALVE SET 1.55 PT. q Branch control valve sat antara lain harus terdiri dari peralatan sbb : • Branch stop valve lockable • Flow switch. q Branch control valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm systrm apabila terjadi aliran air sebesar satu kepala sprinkler. Engine driven fire pump harus diuji coba minimal sekali seminggu selama satu jam Engine driven fire pump harus merupakan satu paket yang dirancang khusus untuk keperluan pemadam kebakaran yang antara lain terdiri dari : • Centrifugal fire pump • Gasoline or diesel engine • Starting device with pully or motor starter • Battery starter and outside battery charger • Engine speed control devixe • Fuel oil tank • Hydraulic connections • Electric connections • Control board • Instrumentations 8. Brance Control Valve Set q Branch control valve set harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan. calibrated • Test valve lockable • Drain valve lockable 3 . Springkler control valve set terdiri dari dua keperluan yaitu main control valve set dan branch control valve set. 9. maka satu atau dua main pump start sampai stop secara manual oleh operator apabila uji coba atau pemadam telah selesai.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. 8. q Apabila tekanan air dalam jaringan terus turun karena dibukanya satu atau lebih katup hidran atau bekerjanya beberapa kepala springkler.4. uji coba springkler maupun springkler flushing. Ciptanusa Buana Sentosa . Standard pompa dan kontrol panel harus NFPA 20 Approve Engine Driven Fire Pump Engine driven fire pump berfungsi untuk memasok kebutuhan air pemadam kebakaran pada saat pompa listrik gagal atau diperlukan lebih banyak air untuk pemadam. 2.

8. Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. FIRE BRIGADE CONNECTION 1. 1500 mm T & 270 mm D dicat powder coating warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper.one type size 40 mm x 30 meter including couplings. chronium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. Sprinkler Flushing q Sprinkler flushing harus dipasang diibagian ujung dari branch main pipe atau branch sub main pipe. 1500 mm T & 250 mm D dicat duco warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. SPRINKLER HEAD Sprinkler head yang dipergunakan disini dari jenis glass bulb dengan temperatur pecah 68 0C. 3 .8. Hose rack untuk slang 40 mm. Hydrant valve. (Jenis kopling disesuaikan dengan jenis Dinas Pemadam Kebakaraan DKI). Setiap pillar hydrant harus dilengkapi dengan gate valve untuk memudahkan maintenance. Outdoor hydrant box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : Steel box outdoor type. Fire brigade connection yang dipergunakan disini adalah two way siamese connection untuk pemasangan free standing dengan ukuran 100 x 65 x 65 mm.8 dengan modifikasi. Indoor Hydrant Box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : Steel box recessed type. q Springkler flushing dimaksud untuk membuang air mati dalam jaringan pipa springkler. "JET" Firehose A. chromium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. q Springkler flushing terdiri dari pipa drain diameter 25 mm yang ditap dari ujung branch main atau submain ke springkler drain riser melalui valve. 8. Hydrant valve. Sprinkler Test Valve & Drain ( STV & D ) q STV & D harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan q Test valve harus diset pada laju aliran sebesar satu kepala sprinkler terkaiit q Drain Valve harus dapat mengalairkan alir mati dalam jaringan pipa sprinkler q STV & D terdiri dari lockable Test Valve dan Lockable Drain Valve.7. ukuran 750 mm L. Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. kecuali daerah gudang dan parkir boleh mempergunakan bronze finish. ukuran 750 mm. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box.56 PT. Box harus dilengkapi Alarm Push Button. PILLAR HIDRAN Pillar hydrant yang dipergunakan disini adalah jenis short type two way dengan main valve dan branch valves ukuran 100 x 65 x 65 mm. B. Hose rack untuk slang 40 mm. dibuat dari Chromium plated brass yang dilengkapi dengan flushing flange. 8. Alarm Lamp dan Alarm Horn. 8.B. Ciptanusa Buana Sentosa .5. "JET" Firehose A-one type size 40 mm x 30 meter including couplings. BOX HIDRAN 1. Jenis coupling harus disesuaikan dengan model yang dipergunakan oleh Mobil Dinas Kebakaran Kota. Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 2.6.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 8. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box.

3. Untuk ruangan mesin disediakan 1 bh PAR jenis CO2 kapasitas 5 kg untuk setiap luas 100 m2. 8. PAR disediakan sebagai sarana pemadaman awal yang dapat dilakukan oleh setiap penghuni bangunan.57 PT. . Ciptanusa Buana Sentosa 8.11. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK LISTRIK ( PU 2101 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 9 bar Type : Centrifugal End Suction Impeller : Bronze Packing : Mechanical Seal Shaft : Steel ( SAE 1045 ) Bearing : Steel ball bearing self lubricated Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Standard motor : NEMA Standard Rotor : Squiirel cage Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 72 kw Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch.9. SKEDUL PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. Siamese connection dibuat dari bronze lengkap dengan built-in check valve dan outlet coupling yang sesuai dengan standard yang dipergunakan oleh Dinas Pemadam Kota. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan pompa : q Pipa isap dan pipa tekan dengan sambungan kaku dan lentur dengan Victaulic coupling sesuai standard UL / Fm q Manometer tekan dan isap q Pressure switch q Panel control pompa ( UL / FM standar ) q Automatic aiir relief valve POMPA PACU ( UP – 01 ) Kapasitas : 25 GPM Head : 10 bar Type : Vertical Multi Stage Centrifugal pump Housing : Cast iron Impeller : Cast Bronze Packing / Seal : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealled ball bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Rotor : Squiirel cage 3 . 2. Untuk daerah umum dalam bangunan disediakan 1 bh PAR jenis bubuk kering kapasitas minimal 3 kg setiap luas 100 m2. 2. PEMADAM API RINGAN (PAR/PFE) 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.

pipa q Engine control drive terdiri dari : • Manual / automatic starter • High and low water temperatur • High and low oil temperatur • Indicator tekanan minyak pelumas • Perlengkapan standar lain sesuai dengan standar pabrik pembuat. 3. . kabel dan kontrol q Pemipaan isap dan tekan dengan sambungan kaku dan lentur dari Victaulic.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 3 kw Sistem operasi : Automatic start stop dengan pressure switch. q Manometer isap dan tekan.58 PT. 5. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard DIESEL PENGGERAK POMPA KEBAKARAN Type : Watercoled Diesel Kapasitas Prime : 150 KVA ( maksimum ) Putaran : 1500 RPM / 50 Hz Aspiration : Turbocharged Air To Air Aftercooled Cycle : Four Stroke Cyclinder : 6. Governor : Hydrant Mechanical Fuel System : Direct Injection without glow plug Fuel Consumption : .9 l / hr ( 100 % ) . Starting : Battery 24 V. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK DIESEL ( PU 2103 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 8 bar Type : Horozontal Split Casing Housing : Cast Iron Impeller : Cast Iron Packing : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealed Ball Bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch.63.47 l / hr ( 75 % ) Perlengkapan : q 2 set of lead acid battery dengan standar pabrik q Maintenance standar tool steel q Battery charger yang terintegrasi dengan unit diesel penggerak pompa q Tangki bahan bakar harian dengan kapasitas cukup untuk operasi 6 jam terus menerus yang dilengkapi dengan bracket. Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan Pompa : q Unit panel daya. HYDRANT PILLAR DENGAN KATUP UTAMA Ukuran : 65 X 65 X 100 mm Tipe sambungan : Machino coupling KOTAK HYDRANT KEBAKARAN LUAR GEDUNG 3 . Ciptanusa Buana Sentosa 4.

Variable jet & spray nozzle dia. 6” & 8” SPRAY NOZZLE Size : 1 1 / 2 “ & 2 1 / 2” HOSE PRESSURE SWITCH PRESSURE GAUGE 3 .Hose rack 6. 10. KOTAK HYDRANT KEBAKARAN DALAM GEDUNG Ukuran : 1300 X 750 X 200 mm Bahan : Mild steel ukuran 1.Hose rack SAMBUNGAN KEMBAR SIAM / SIAMESSE CONNECTION Ukuran : 100 X 65 X 65 mm Type : Free standing type dengan chromium plated finish atau cast Iron free standing type dengan lapisan anti karat.8 mm Perlengkapan : .Variable jet & spray nozzle dia. 9. 65 mm X 30 mm . Sambungan : Jenis coupling harus disesuaikan dengan dinas kebakaran Setempat. 15. Ciptanusa Buana Sentosa . 8.Machino coupling dia. 40 mm X 30 m .Stop valve . 13. 17. 40 mm . 65 mm . 16.Machino coupling dia. Perlengkapan :. 40 mm . 65 mm .Bak kontrol dan tutup.8 mm : . 12.59 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Ukuran Bahan Perlengkapan : 950 X 660 X 200 mm : Mild steel ukuran 1. MAIN CONTROL VALVE Size : 4”.Linen Hose dia.Linen Hose dia. 14. 11. PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 3 kg Jenis : Dry powder multi purpose PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 5 dan 7 kg Jenis : CO2 PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 25 kg Jenis : CO2 SPRINKLER Type HYDRANT VALVE Size : Up right & Pendent : 1 ½” & 2 ½” 7.

Lowara Notifier. Grinel. 1. Central Bakrie. 17. Grinnel Vitaulic. Sigma) Grinel. Grinnel Central. viking. Viking. 5. 9. 16. 14. 15. 12.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PRODUK PEMADAM KEBAKARAN NO. Chubb Ozeki. TA. Central Potter. Vitaulic. Spindo (PT. Alpindo Ozeki. 6. 11. Grinnel. Siemens. 4. Wormald. Appron. 2. Toyo. Ciptanusa Buana Sentosa Globe Valve Class 20 Indoor Hydrant Box Fire Extinguisher Pillar Hydrant Siammesse Connection Branch Control Valve Main Control Valve Joint Coupling . Yamato Yamato.60 PT. Kitz NBC. Notifier Toyo. 8. Teral. Du Pont Viking. 7. Keystone NBC. Nippon Steel. Toyo. Patterson Equal. Fire pump Jockey Pump Fire Suppession Sistem Springkler Head Black Steel pipe SCH. 3 . nagano. 10. Alpindo Central. 40 Safety Valve / Relieve Valve / Release Valve Flowswicth Buttefly Gate Valve Class 16 K Class 20 URAIAN MERK Ideal Pump. 3. Kitz Ozeki. 13. Viking. Appron. Central. Appron. Sanwell.

21. Fuji Danfos. PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT UMUM j. . armature. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Pengadaan. 20. Menyelenggarakan pemeriksaan. LINGKUP PEKERJAAN m. Grinnel. dan pengesahan seluruh instalasi listrik yang terpasang. o. Central. pemasangan dan mengecek ulang atas design.61 PT. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Appron Radox. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. saklar dan seluruh stop-kontak. pemasangan dan pengaturan dari perlengkapan dan bahan yang disebutkan dalam gambar atau Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini.1. 19. Pengadaan. 1. Landing Valve Hose Reel Kabel FRC Control Valve Automatic Air Vent Ozeki.2. baik yang telah disebutkan dalam gambar / Rencana Kerja dan Syarat-syarat maupun yang tidak disebutkan namun secara umum / teknis diperlukan untuk memperoleh suatu sistim yang sempurna. Ciptanusa Buana Sentosa 1. Menyerahkan gambar instalasi yang terpasang (As-built drawings).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18. l.Belimo Toyo. aman. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. p. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. siap pakai dan handal. Central Ozeki. • Kabel feeder untuk panel penerangan dan panel-panel tenaga • Panel-panel penerangan. Dwier SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI ELEKTRIKAL 1. titik nyala lampu. Welson. 22. • Pengadaan dan pemasangan peralatan kontrol berikut panelnya. Panel-panel tenaga. k. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. • Pekerjaan pentanahan / grounding n. pengujian. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Panel Distribusi Utama (PDTR) secara lengkap. antara lain : • Sistim penerangan secara lengkap termasuk di dalamnya pengkawatan dan konduit. 3 .

62 PT. VDE/DIN. NEMA dan sebagainya.Outgoing pada PDTR . 3 phasa. KETENTUAN BAHAN dan PERALATAN 1. • Bus bar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut : Phasa : Merah. Spare space harus disediakan seusai gambar. IEC. 4. • Bus bar adalah batang tembaga murni dengan minimum conduktivitas 98%.3. Ciptanusa Buana Sentosa . 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. 3 .Outgoing pada • Circiuit breaker harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal dan instantaneouse magnetic unit • Main Circuit Breaker dari setiap panel emergensi harus dilengkapi shunt trip terminal.3. Untuk itu penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam PUIL. • Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. Panel-panel yang dimaksud untuk beroperasi pada 220/380V.Breaking capasity sesuai dengan gambar perencanaan. 50 Hz dan solidly grounded dan harus dibuat mengikuti standard PUIL. Panel-panel harus dibuat dari plat besi setebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di zinchromate dan di duco 2 kali dan harus di cat dengan cat bakar. Pintu panelpanel harus dilengkapi dengan master key. Besarnya busbar harus diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan kenaikkan suhu lebih besar dari 65° C. penyambungan-penyambungan pada komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya. Komponen panel : Accessories Bus bar. 8. dimana lapisan warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang timbul. Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluannya dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas. 4 kawat. warna dan cat akan ditentukan kemudian oleh pihak Owner. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga perbaikan-perbaikan. 5. Panel Tegangan Rendah 3. Kuning dan Hitam Netral : Biru Ground : Hijau / Kuning Circuit breaker • Penggunaan MCCB untuk : . BS.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. rating amper sesuai gambar.Incoming pada panel beban sampai dengan minimal 20A 1 phase . 7. Busbar • Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-S-T. terminal terminal. 6. Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang harus ada seperti yang ditunjukkan pada gambar.1. Body / badan panel harus ditanahkan secara sempurna. isolator switch dan perlengkapan lainnya harus buatan pabrik dan berkualitas dan dipasang di dalam panel dengan kuat dan tidak boleh ada bagian yang bergetar. • Penggunaan MCB : .

Pintu dari panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan master key. Komponen-komponen pengukuran yang dipakai : KW meter Ampermeter Voltmeter Frequency Meter Cos Phi Meter 1. warna abu – abu Kanzai atau akan ditentukan kemudian oleh pihak Perencana / Pemberi Tugas. sehingga bila perlu dilaksanakan perbaikan . Panel Kontrol Genset ( PKG ) 1. Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. lapisan yang dipergunakan untuk memberi warna busbar dan seluruh harus spasi dari jenis yang tahan terhadap kenaikan suhu yang diperbolehkan. Panel-panel harus dibuat dari plat besi tebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di Zinchromate dan di duco 2 kali dan harus dipakai cat dengan powder coating. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa. besarnya busbar harus diperhitungkan untuk besar arus yang akan mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan suhu yang lebih dari 65°C. penyambungan . PKG harus mampu melayani dan mengontrol genset seperti yang dijelaskan pada spesifikasi teknis diesel genset. untuk Ampere meter dan Volt meter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas dari pengaruh induksi serta ada sertifikat tera dari LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). Ciptanusa Buana Sentosa .perbaikan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Alat Ukur Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak tahan getaran. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding.3.penyambungan pada komponenkomponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen komponen lainnya.2.63 PT. Umum Panel tegangan rendah harus mengikuti standard VDE / DIN dan juga harus mengikuti peraturan IEC dan PUIL 2000. 3 . sesuai dengan yang telah disetujui oleh Konsultan pengawas / Perencana. Start Blocking pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari sistem MCFA gedung. Panel control dilengkapi dengan peralatan proteksi seperti : Short circuit Over current Under voltage dan Over voltage Ground fault (earth fault current) Over load Reverse power relay Gangguan lain sesuai standard pabrik pembuat Emergency shut-down system Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluan . Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semiflush mounting dalam kotak tahan getaran. Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-ST. Untuk Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas pengaruh induksi serta bersertifikat tera dari LMK / PLN ( minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur).

Semua panel harus ditanahkan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.64 PT. seperti dijelaskan dalam lingkup pekerjaan diesel generating set . Untuk fungsi engine shutt-down pada saat terjadi kelainan operasi mesin. Automatic load sharing Type : Free standing. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Ketentuan Teknis Bahan dan peralatan Panel Kontrol Generator ( PKG ). PKG terdiri atas beberapa cubicle paling kurang sebagai berikut: 1 Cubicle Incoming G1 1 Cubicle Outgoing G1 Instalasi Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata (horizontal). 4. AMF. earth fault relay dan reserve power relay. Untuk pengaturan diesel genset secara otomatik. pada waktu PLN padam dan auto stop pada saat PLN sudah hidup kembali. auto load sharing. auto synchron. Protection : IP 23 Measuring Device : • Ammeter c/w current transformator • Voltmeter c/w 7 step selector switch • Frequency meter • Power factor meter • KWH meter • KW meter • Hours meter • DC Volt meter • DC Ampere meter Signal Lamps : Main CB “ON” • Main Failure • Genset Running • Genset on Load • Alarm Enable • Battery On • Low Oil Pressure • Over Temperatur • Engine Over Speed • Start Failure • Under Voltage • 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . under voltage dan over voltage relay. Fungsi Operasi PKG + AMF Untuk pengaturan diesel genset secara manual baik untuk keperluan operasi ataupun pengetesan berkala. Sistem Operasi PKG PKG harus dapat mengontrol unit genset. 5. Main CB outgoing / beban PKG tidak akan bekerja atau ON pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari system MCFA gedung. 3. front operated Tegangan : 380 – 415 V Protection device : Circuit breaker minimum 24 kA dengan over current Short circuit.

NYA. BCC.2 mm.7 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 3. 9. 7. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2. 0. kabel penerangan dipergunakan kabel NYM sedangkan untuk kabel grounding dari jenis BCC 11. NYFGbY. Lampu Baret • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.3.65 PT. kabel dan peralatan bantu lainnya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas. Ciptanusa Buana Sentosa . • Louver dibuat dari alaumunium anodized double mirror (M4) • Daya yang dipakai adalah sesuai dengan gambar perencanaan.4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • Charge Failure Reverse Power Emergency Stop CB Tripped Push Button : Signal Lamp Test • Signal Reset • Emergency Stop • CB “ Closed” • CB “ Open” • 1. NYMHY. 10. Lampu TL Balk • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. Reccessed Mounted (RM) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.5 KV untuk kabel NYM 12. Kabel Tegangan Rendah 9. • Reflector dibuat dari alumunium mirror tebal 0.3. Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan min. Sebelum dipergunakan.5 mm² 1. FRC.3 mm dengan cat powder coating warna putih • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Lighting Fixtures 6.6 KV dan 0. Lampu Tabung ( Down Light ) • Lighting fixtures harus dilengkapi dengan reflector alluminium tebal minimal 1. 8. NYM. • Braket penggantung terbuat dari plat baja tebal 0.5 mm dengan cat powder coating warna putih. Pada prinsipnya kabel-kabel yang dipergunakan adalah jenis NYY.45 mm.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kabel FRC (kabel tahan api) harus mempunyai karakteristik sebagai berikut : Fire Resistance Fire Retardant Low Smoke Halogen Free Low toxicity Low corrosivity Ambient Temperature : 20 – 60ºC 13. Untuk kabel feeder / power dari jenis NYY.8 mm finishing 3 . • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas.3.

Lampu Emergency Sesuai dengan gambar perencanaan yang dilengkapi dengan nicad battery dengan kapasitas mem back-up lampu minimal sampai dengan 2 jam.5. 3 . Kotak-kontak dinding yang dipasang 300 mm dari permukaan lantai kecuali ditentukan lain dan ruang-ruang yang basah / lembab harus jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar dipasang 1. 11.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 10. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah jenis Cool Daylight / 54 atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas . Lampu Taman • Casing luar terbuat dari acrylic opal tebal 3 mm. Kotak-kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 13 A dan mengikuti standard VDE.7. 1. Rak kabel terbuat dari plat digalvanis dan buatan pabrik. 20. Konduit Konduit instalasi penerangan yang dipakai adalah dari jenis PVC High Impact. sedangkan kotak-kontak khusus tenaga (outbow) mempunyai rating 15 A dan mengikuti standard BS (3 pin) dengan lubang bulat.500 mm dari permukaan lantai atau sesuai gambar 1.5 mm dengan cat powder coating warna putih. Ciptanusa Buana Sentosa . jarak antar penggantung maximum 1 meter. • Cover terbuat dari acrylic dengan tebal 2. Factor pengisian konduit harus mengikuti ketentuan pada PUIL.1 mm. • • 1. • Tiang terbuat dari pipa baja diameter 1 1/4” – 1 ½ “ dengan cat khusus. Diameter dari kap lampu minimal 150 mm. Penggantung harus rapi & kuat sehingga bila ada pembebanan tidak akan berubah bentuk. Contoh harus disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. 12. 17.3. 16.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Penggantung harus dicat dasar anti karat sebelum dicat akhir dengan warna abu-abu.3. 19. kotak-kontak dinding dan push button harus dipakai dari jenis bahan blakely atau metal. Penggantung dibuat dari Hanger Rod. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah tipe pemasangan masuk / inbow ( flush mounting ). Flush-box ( inbow doos ) untuk tempat saklar.66 PT. Lampu Exit • Rumah lampu dari plat baja/besi tebal minimal 0. Kotak-Kontak dan Saklar 14. • Fitting lampu standard E-27. • Lampu harus dilengkapi dengan nicad battery.27. Bahan bahan untuk rak kabel dan penggantung harus buatan pabrik. • Frame terbuat dari allumunium extrusion tanpa cat dengan tebal 1. Lamp holder menggunakan standard E .3.5 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 2.0 mm. 15. Rak kabel / cable Tray 18. • Braket tiang terbuat dari plastik pabrikan. Lampu Wastafel (GMS) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.6. • Lampu yang dipakai dari jenis lampu incandescent dan PLC atau sesuai gambar. 13. • Lampu yang digunakan jenis Inscandescesnt Lamp.

1. r. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. 1. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Letak panel seperti yang ditunjukan dalam gambar. Ciptanusa Buana Sentosa .warna kabel harus sama. 36.5. 24. 31. Ketinggian panel yang dipasang pada dinding (wall-mounted) = 1. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya. 35. diklem dan disusun rapi. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat dan harus rata ( horizontal ).5. Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam junction box / doos. Panel-panel 21.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. harus mengajukan gambar kerja untuk mendapatkan persetujuan perencana dan Konsultan Pengawas. kabel-kabel dari / ke terminal panel harus melalui tangga kabel. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri.4. t.5. handal dan mudah perawatan.67 PT. Sebelum pemesanan/pembuatan panel. 30.600 mm dari lantai terhadap as panel. Sedangkan untuk panel yang dipasang menempel tembok ( outbow ). 3 . 27. 22. Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi instalasi agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan. Juction box / doos yang digunakan harus cukup besar dan dilengkapi tutup pengaman. Kabel – Kabel 29. 1. s. Semua panel harus ditanahkan. PERLENGKAPAN INSTALASI q. Untuk panel yang dipasang tertanam ( inbow ) kabel . 28.kabel dari / ke terminal panel harus dilindungi pipa PVC High Impact yang tertanam dalam tembok secara kuat dan teratur rapi. 32. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. Seluruh klem kabel yang digunakan harus buatan pabrik. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan ketentuan PUIL. dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. 33. 25. 23.2. Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Kabel daya yang dipasang horizontal / vertical harus dipasang pada tangga kabel. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. 26. 34. Penyambungan kabel ke terminal harus menggunakan sepatu kabel ( cable lug ) yang sesuai. kecuali pada Tdoos untuk instalasi penerangan.

43. Kabel tegangan rendah yang akan dipasang harus mempunyai serifikat lulus uji dari PLN yang terutama menjamin bahan isolasi kabel sudah memenuhi persyaratan. Setelah pengurugan selesai setiap 15 meter harus dipasang patok beton 20 x 20 x 60 cm dan bertuliskan “KABEL TANAH”. 41. Ciptanusa Buana Sentosa . Di atas belokan tersebut diletakan patok beton bertuliskan “KABEL TANAH” dan arah belok. Kabel penerangan yang terletak di atas rak kabel harus tetap di dalam konduit. Penyusunan konduit di atas rak kabel harus rapih dan tidak saling menyilang. Kabel tidak boleh dibelokan dengan radius kurang dari 15 x diameternya. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya. 42. Instalasi Kabel Tenaga Letak pasti dari peralatan atau mesin-mesin di sesuaikan dengan gambar dan kondisi setempat apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut dapat meminta petunjuk Konsultan Pengawas. • Instalasi Kabel Bawah Tanah Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 100 cm minimum. kecuali dinyatakan lain dalam gambar. Tidak diperkenankan melakukan pengurugan sebelum Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui perletakan kabel tersebut. Pengujian dengan Megger harus tetap dilaksanakan dengan nilai tahanan isolasi minimum 500 kilo ohm. Patok-patok ini dicat kuning dan bertulisan merah. Kabel tidak boleh terpuntir dan diberi label yang menunjukan arah disetiap jarak 1 meter. Semua kabel yang dipasang di atas langit-langit harus diletakkan pada suatu rak kabel. Penyambungan kabel menggunakan las doop. Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda arah jalannya kabel. Tarikan kabel yang melalui trench harus diatur dengan baik / rapi sehingga tidak saling tindih dan membelit. Lebar galian minimum adalah 40 cm yang disesuaikan dengan jumlah kabel. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. pipa ini minimal dari Metal ( Pipa GIP ). 39.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 37. 38. 40. Penanaman kabel harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. Kabel harus utuh menerus tanpa sambungan. Pelaksana Pekerjaan wajib memasang kabel sampai dengan peralatan tersebut. Penyambungan kabel feeder tidak diperbolehkan. Kabel-kabel yang menembus dinding atau lantai harus menggunakan pipa sleeve. Penanaman tidak boleh dilakukan di malam hari.68 • PT. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak-kontak harus di dalam kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan bahan konduitnya dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana tebal kotak terminal tadi minimum 4 cm. dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm dan di atasnya diamankan dengan batu bata press sebagai pelindungnya. Agar diusahakan pipa pelindung tidak bergoyang maka harus dilengkapi 3 . Tarikan kabel yang menuju peralatan yang tidak melalui trench atau yang menelusuri dinding ( outbow ) harus dilindungi dengan pipa pelindung.

3.6. Kotak-kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab / basah harus dari tipe water dicht ( bila ada ). Kotak-kontak yang khusus dipasang pada kolom beton harus terlebih dahulu dipersiapkan sparing untuk pengkabelannya disamping metal doos tang harus terpasang pada saat pengecoran kolom tersebut 1. 15 x diameter kabel. 45. Kabel yang ada di atas harus diletakkan pada rak kabel dan warna kabel harus disesuaikan dengan phasanya. harus diadakan pengujian secara individual. 1.5. 1. Kotak – Kontak dan Saklar 44. Pentanahan (Grounding) 47. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya. belokan harus dengan radius min. Sebelum semua peralatan utama dari system dipasang.5. 95 mm². yang diukur setelah tidak hujan selama 3 (tiga) hari berturut-turut. penyambungan ke panel harus menggunakan sepatu kabel (cable lug).kontak dan 1. agar dicapai harga tahanan tanah (ground resistance) dibawah 2 (dua) ohm. Dalamnya pentanahan minimal 12 meter dan ujung elektroda pentanahan harus mencapai permukaan air tanah. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan PUIL. Penghantar pentanahan pada panel-panel menggunakan BCC dengan ukuran min. 48. Pengukuran Pentanahan tanah dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. 3 . Kabel daya yang dipasang di shaft harus dipasang pada tangga kabel (cable ladder). Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. Pada setiap belokan pipa pelindung yang lebih besar dari 1 inchi harus menggunakan pipa fleksibel. Ciptanusa Buana Sentosa . 50. 46. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dengan klem-klem dan perlengkapan penahan lainnya. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipakai adalah tipe pemasangan masuk dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari level lantai untuk kontak . harus diadakan pengujian secara menyeluruh dari system untuk menjamin bahwa system berfungsi dengan baik.69 PT. Setelah peralatan tersebut dipasang. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya.500 mm untuk saklar atau sesuai gambar detail. 6 mm² dan max. PENGUJIAN u. Seluruh panel dan peralatan harus ditanahkan. Pada setiap sambungan ke peralatan harus menggunakan pipa fleksibel. diklem dan disusun rapi. Sistem pentanahan harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. Pengukuran ini harus disaksikan Konsultan Pengawas. sehingga nampak rapi.4. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik dari pabrik pembuat dan LMK / PLN serta instansi lainnya yang berwenang untuk itu. 49. Untuk kabel feeder yang dipasang didalam trench harus mempergunakan kabel support minimum setiap 50 cm.

• Test pompa-pompa seluruhnya. GAE 3 . yang dilaksanakan bersama-sama sub pekerjaan pompa pompa. FULL LOAD TEST (TEST BEBAN PENUH) Test beban penuh ini harus dilaksanakan Pelaksana Pekerjaan sebelum penyerahan pertama pekerjaan.8. Selesai test 3 x 24 jam harus dibuatkan Berita Acara test jam untuk lampiran penyerahan pertama pekerjaan.70 4 Measuring Device Ampermeter PT. GEM 3 Capasitor Bank Komponen Panel Maker Capasitor 525 V Nokian. dan semua biaya dan tanggung jawab teknik sepenuhnya menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Apabila hasil pengujian dinyatakan baik. Test meliputi : Test Beban Kosong ( No Load Test ) Test Beban Penuh ( Full Load Test ) NO LOAD TEST Test ini dilakukan tanpa beban artinya peralatan di test satu per satu seperti misal pengujian Instalasi 0.000 Volt • Pengukuran tahanan pentanahan Dan harus diberikan hasil test berupa Laporan Pengetesan / hasil pengujian pemeriksaan. Pelaksana Pekerjaan baru dapat mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. GEM SACI. MG Rickstar. Ciptanusa Buana Sentosa . 1. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. Semua biaya yang timbul dari pelaksanakan pengujian menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan v.000 Volt • Pengukuran tahanan instalasi dengan megger 1. Test ini meliputi : • Test nyala lampu-lampu dengan nyala semuanya.6/1 KV (Kabel Tegangan Rendah): • Pengukuran tahanan isolasi dengan megger 1.7. maka test berikutnya harus dilaksanakan secara keseluruhan ( Full Load Test ). ABB Komponen Panel TR MCB MCCB Fixed MCCB Adjustable Rating ACB Adjustable Rating 2 Panel Manufacturer Free standing & wall mounted Finishing box powder : * Powder coating Rickstar. CIC. Ega Tekelindo. Alpivar. dengan schedule / pengaturan waktu oleh Konsultan Pengawas. • Test peralatan (beban) lainnya.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Hasil test harus mendapat pengesahan dari Perencana dan Konsultan Pengawas. pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Spesifikasi Teknis Merk / Produk MG. GE . Produk bahan dan peralatan. Ega Tekelindo. Hasna Prima. Lamanya test ini harus dilakukan 3 x 24 jam non stop dengan beban penuh. PRODUK INSTALASI LISTRIK ARUS KUAT Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Hasna Prima.

Schwabe Creation. Vossloh 3 . Philips. GAE Telemecanique / Omron / Axle Omron/National/ Telemecanique Telemecanique / AEG / Siemens 5 6 7 8 9 10 11 12 Push Button & Pilot Lamp Control Relay Contactor. Interlite Philips Philips Philips Philips. Kabelindo. Interlite Philips Philips Philips Philips. NYMHY. Interlite Philips Creation. Radox Ega. Nexans.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Voltmeter Frequency Meter Cos phi meter Merk / Produk SACI. Philips. CIC. GAE SACI. DOL Control Fuse Kabel – kabel Konduit Cable Mark Lampu TL TKI /Balk Standard 4A NYY. Interlite Philips Philips Philips Philips. Vossloh Philips. Philips. Clipsal 3M. Vossloh. ballast. Legrand Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Lampu. Philips. CIC. Schwabe Creation. Vossloh Philips. Schwabe Creation. Star Delta starter. CIC. NYA. GAE SACI. Vossloh. Vossloh. Kabel Metal. Voksel Fuji. Vossloh Philips.71 13 Down Light PLC 14 Recced Mounted RM 300 M4 15 Lampu Baret 16 Lampu GMS PT. Ciptanusa Buana Sentosa . NYM FRC PVC Higt Impact Risesun/ Omron / MG Supreme. fitting Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Philips Philips Philips Philips.

MK.1. Schwabe Creation. dd. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. . Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Ciptanusa Buana Sentosa 2. Hits Berker. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. LINGKUP PEKERJAAN aa. x.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Ballast Armature Merk / Produk Philips. Vossloh Philips. UMUM w. electroda pentanahan dan peralatan lainnya seperti yang ditunjukan dalam gambar rencana. Schwabe Creation. peralatan dan 3 . Clipsal. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PENANGKAL PETIR 2. z. instalasi dan testing terhadap seluruh material. penghantar down conductor. Philips. down conductor pentanahan/grounding dan bak kontrolnya serta peralatan lain yang berkaitan dengannya sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang dispesifikasikan. Interlite Manvier. pemasangan bahan. Metosu 2. cc. Interlite 17 Lampu Exit Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Minimal 2 jam Philips Philips Philips Philips. Interack. termasuk air terminal (batang penerima). Vossloh. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan instalasi penangkal petir jenis non radioaktif. Saklar Kabel tray / kabel ladder Galvanized Tri Abadi. Vossloh. y. material. Philips.72 PT. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. Yang dimaksud dengan sistem penangkal petir dalam pekerjaan ini ialah semua penyediaan dan pemasangan sistem penangkal petir. Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum didalam gambar maupun pada spesifikasi/syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan kedalam pekerjaan ini. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. WA. National 18 19 20 Nicad Battery Stop kontak. bb. serah terima dan pemeliharaan selama 12 bulan. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. termasuk disini air terminal. Termasuk didalam pekerjaan ini adalah pengadaan barang/material. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek ini adalah pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek.2.

BATANG PENINGGI Sistem penangkal petir dipasang setinggi 5 (satu) meter dari atap bangunan. 2.7. . gg. 2.5. Dilengkapi dengan FRP Support Mast. 2. 2. Penghantar dari batang peninggi / tiang ke bak kontrol pentanahan seperti gambar rencana. Air terminal harus tidak mengalami korosi pada atmosfir normal.9. PENTANAHAN Tahanan tanah harus lebih kecil dari 2 Ohm. jj.11. Bak kontrol banyaknya sesuai gambar rencana. Seluruh saluran penghantar. SAMBUNGAN PADA BAK KONTROL Sambungan pada bak kontrol harus menjamin suatu kontak yang baik antar penghantar yang disambung dan tidak mudah lepas. harus diusahakan tidak ada sambungan baik yang horizontal maupun yang vertical / jalur menara.3. 2. 2. SURAT IJIN kk. Sambungan harus diusahakan agar dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan atau pengetesan tahanan tanah (ground resistance). Secara keseluruhan air terminal harus terisolasikan dari bangunan yang dilindunginya pada seluruh kondisi. ditanamkan kedalam tanah secara vertikal sedalam minimal 12 (dua belas) meter dan harus mencapai air tanah.6. Ground rod harus terbuat dari tembaga seperti gambar rencana. sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya. dengan kata lain kabel tersebut harus menerus dan utuh tanpa sambungan. AIR TERMINAL ee. Pelaksana Pekerjaan berkewajiban dan bertanggung jawab atas pengurusan perijinan instalasi sistem penangkal petir oleh instalasi Depnaker wilayah setempat hingga memperoleh sertifikasi / rekomendasi 3 . lurus dan rapi dan ditambatkan pada rangka/dinding bangunan.10. 2. Saluran penghantar ini mampu mencegah terjadinya side flashing dan electrification building. ll.8. Air terminal dari jenis non rdioaktif dengan radius minimal 70 meter ff.4. Sambungan dari Down Conductor ke elektroda Pentanahan harus dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan tahanan tanah. SALURAN / PENGHANTAR ii. dan harus di sesuaikan dengan gambar arsitek. Pelaksana Pekerjaan harus mempunyai ijin khusus dan berpengalaman dalam pemasangan penangkal petir dan dibuktikan dengan memberikan daftar proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL perlengkapan sistem penangkal petir sesuai dengan peraturan/standar yang berlaku seperti yang ditunjukkan pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem/peralatan. PENAMBAT / KLEM Kabel yang turun kebawah vertikal harus diklem agar kuat. hh. Sambungan/klem penyambungan harus dari bahan tembaga.73 PT. PEMASANGAN AIR TERMINAL/PENANGKAL PETIR Pemasangan air terminal (head) dipasang sesuai gambar rencana. BAK KONTROL Pada setiap ground road harus dibuatkan bak pemeriksaan (bak kontrol). walaupun tidak tercantum pada syarat-syarat teknis khusus atau gambar dokumen. Saluran / penghantar haruslah memenuhi test standard IEC 60 – 1 : 1989 dari kabel high voltage shielded 50 mm². 2. Ciptanusa Buana Sentosa 2.

Bila PLN padam. termasuk gambar-gambar. Pengetesan yang harus dilakukan : • Grounding Resistant test : Ukuran tahanan dari pentanahan dengan mempergunakan metode standard. 1 (satu) Unit Diesel Generating set kapasitas 150 KVA Prime Power disediakan sebagai sumber daya cadangan bila PLN padam. petunjuk operasi dan pemeliharaan serta latihan petugas instalasi ini dari pihak Pemilik bangunan.Medium Class 4 besar PPI. pemasangan. sertifikasi. Lingkup pekerjaan ini akan meliputi pengadaan. qq. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. • Continuity test : Pelaksana Pekerjaan harus memberikan laporan hasil testing tersebut. petunjuk dari pabrik pembuat. Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab untuk mengenali dengan baik semua persyaratan yang diminta didalam spesifikasi ini. merupakan kewajiban Pemorong untuk penggantinya tanpa ada penggantian biaya SISTEM KERJA GENSET pp. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Air Terminal (Batang Penerima) 2 3 Conductor Pipa Galvanized Spesifikasi Teknis Jenis Non Radio aktif Radius Perlindungan minmal 70 meter Dilengkapi dengan FRP Support Mast HV Shielded Cable 50 mm² . nn. System 3000.74 PT. maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya maupun terhadap sistem pentanahannya. SPESIFIKASI TEKNIS DIESEL GENERATING SET 3. oo. Ciptanusa Buana Sentosa 3.2. standard dan peraturan yang terkait. Spindo Produk LPI Guardian. .1. maka Genset masih akan terus melayani beban untuk waktu tidak kurang dari 15 menit. service. penyediaan gambar terinstalasi (As-built Drawing). perincian penawaran ( Bills of Quantity ). pemeliharaan. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. UMUM mm. rr. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi peralatan dan material yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. maka Genset akan start secara otomatis (Auto Start) dalam waktu 10 – 15 detik (adjustable). Bakrie. Prevectron 3. pengujian. Ketika PLN sudah hidup kembali. setelah itu baru terjadi pemindahan beban kembali ke 3 . Klaim yang terjadi atas pengabaian hal-hal di atas tidak akan diterima. PRODUK INSTALASI PENANGKAL PETIR Peralatan.12. PENGUJIAN / PENGETESAN Untuk mengetahui baik atau tidaknya sistem penangkal petir yang dipasang.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. garansi. peraturan setempat dan perintah dari Konsultan pengawas selama masa pelaksanaan pekerjaan.

Pengadaan. single operation.1.1. 68. Lingkup Pekerjaan Terminasi 61. Melaksanakan terminasi kabel feeder dari Genset ke PKG 63. 58.3.5.4. Mengurus perijinan ke Instansi Depnaker dan Ditjen Pertambangan & Energi sehubungan dengan pekerjaan ini (biaya perizinan dan pengurusannya termasuk lingkup Pelaksana Pekerjaan ini). 3. Handling Genset di atas pondasi 65.2. Pengadaan dan Pemasangan kabel feeder dari Genset ke PKG lengkap dengan kabel ladder / tray termasuk terminasi. Pengadaan. 67. Melakukan testing dan commissioning instalasi tersebut 57. Setting dan aligment peredam getaran (Anti Vibration Mounting).3. Lingkup Pekerjaan Yang Terkait 64. ) 3. pemasangan dan pengujian sistem pentanahan unit Genset dan PKG 56. dimana tempratur keliling tidak melebihi 45° C dan rata-rata temperature keliling adalah 40° C. Pengadaan. DIESEL GENERATOR 69.. Menyerahkan Tools Kit 3. Setting dan aligment kedudukan Genset.4.3.4. Membuat As-built Drawing 59. harus 3 .3.. Lingkup Pekerjaan Utama 51.. pemasangan dan pengujian kabel daya dan kontrol dari unit Genset ke PKG 55. 53. Membuat buku petunjuk operasi dan pemeliharaan serta trouble shooting 60.3.. Mengadakan pelatihan operator. Ciptanusa Buana Sentosa 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PLN dan Genset akan mati setelah melalui waktu pendinginan/cooling down time sekitar 300 detik (adjustable). dengan pertimbangan agar rectifier perangkat tidak mengalami perubahan catu daya dalam waktu pendek. sesuai standard DIN 6270 A. 3. LINGKUP PEKERJAAN 3. KVA dan . 52. KVA Prime Power.3. Lingkup Pekerjaan Instalasi Operasi Sistem Genset 54. termasuk anchor 66. Koordinasi dengan Pelaksana Pekerjaan lain maupun Instalasi terkait untuk menjamin bahwa instalasi tersebut sudah lengkap.. pemasangan dan pengujian 1 (satu) unit Diesel Generating Set kapasitas . dimana antara mesin dengan dudukan dan antar dudukan dengan pondasi mesin yang akan disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan. Pekerjaan sipil ( bobokan dan perapihan kembali dll.75 PT. Mesin Diesel Generator harus dilengkapi dengan suatu dudukan yang terbuat dari bahan baja. Pekerjaan sipil dan finishing yang diperlukan dan perapihan kembali yang diakibatkan oleh instalasi ini. 70. Lingkup Pekerjaan Pemilik Menyediakan surat yang diperlukan untuk perizinan ke Instansi terkait (bila dipersyaratkan) 3. Umum . Menyediakan kontrol terminal untuk sensor PLN ke PKG 62. benar dan memenuhi persyaratan 3. Silent type. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan suatu daya listrik dengan kapasitas tidak kurang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana untuk tipe pemakaian secara terus-menerus pada kondisi kerja setempat.3.

Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus merupakan peralatan yang selalu siap dipergunakan pada setiap saat. 80. Ciptanusa Buana Sentosa . alat pengisi muatan battery dengan catu daya yang berasal dari Generator dan yang berasal dari PLN. dimana untuk selanjutnya akan disebut Automatic Main Failure ( AMF ) type Digital. Perhitungan system peredam suara. untuk itu mesin ini harus mempunyai perlengkapan berupa pompa sirkulasi minyak pelumas otomatis dan manual. saluran udara buang dan saluran asap harus dilampirkan pada surat penawaran. 3 . peredam suara pada saluran gas buang ( max 65 dB ± 5 dB ). ventilasi ruangan. 74. 72. 78. Hubungan kumparan stator Generator hendaknya hubungan bintang dimana reaktansi hubung singkatnya tidak lebih 15 %. 77. Rangkaian elektronik yang dimaksud dalam butir di atas harus mampu mengatur tegangan Generator secara terus-menerus pada tegangan nominal sebesar 220/380 Volt dengan toleransi tidak lebih dari 1. serta harus dilengkapi dengan brosur / manual asli dari pabrik sebagai dasar perhitungan. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan peralatan yang dapat mengatur putaran mesin secara otomatis sehingga mesin akan selalu bekerja pada putaran nominalnya pada kondisi beban antara beban nol dan beban penuh dengan toleransi tidak lebih dari 2 %. 79. 76. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan filter bahan bakar dan filter udara pembakaran. 83. AMF module ini bisa disuplai oleh Pelaksana Pekerjaan Genset yang pemasangannya dilakukan oleh Panel Maker atau pengadaannya oleh panel maker dan pemasangan oleh Pelaksana Pekerjaan. Mesin Diesel Generator secara keseluruhan harus mampu dioperasikan dari Panel Kontrol Generator. ventilasi ruangan. 75.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 71. 82. PKG harus mempunyai bagian yang dapat mengoperasikan mesin secara otomatis pada saat terjadi gangguan pada sumber daya yang berasal dari PLN. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system saluran udara buang dan saluran asap sehingga tidak akan mengurangi kapasitas mesin untuk membangkitkan daya sesuai yang diminta. 73. dimana rangkaian medan magnitnya mendapatkan catu daya dari terminal Generator melalui suatu rangkaian elektronik dengan tidak mempergunakan sikat komutator. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan alat pengaman guna menghentikan operasi mesin dan atau memberikan indikasi adanya gangguan untuk setiap gangguan sebagai berikut : • Putaran kerja melebihi 110 % putaran nominal. Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan daya listrik sesuai dengan kondisi terpasang yang ditunjukkan didalam Gambar Rencana secara terus-menerus pada putaran nominal mesin Diesel dan pada tegangan nominal Generator yang dipergunakan harus dibuat untuk pemakaian dalam ruangan dengan kelas pengamanan tidak kurang dari IP 23 dan dapat menahan kelebihan beban 10 % selam 1 jam dalam selang waktu 12 jam. 84. saluran udara buang dan saluran asap sehubungan dengan spesifikasi mesin Diesel Generator set yang diusulkan.5 %. disediakan bahan peredam getaran tipe gabungan pegas dan karet perdam getaran. • Dan lain-lain pengaman yang dinilai perlu dan sesuai dengan rekomendasi pabrik Generator yang dipergunakan harus mampu membangkitkan tegangan tanpa bantuan sumber daya lain. • Tekanan kerja minyak pelumas lebih kecil dari nilai nominalnya (tidak kurang dari 3 kg/cm²) • Temperatur kerja air pendingin melebihi nilai nominalnya (tidak kurang dari 75 °C). 81.76 PT. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system peredam suara.

Posisi Diesel Genset harus lurus baik secara vertical maupun horizontal. Waktu start Diesel Genset adalah sekitar 10 – 15 detik kemudian. 92. 14. Ciptanusa Buana Sentosa 3. 95.4.4. termasuk rak dan tangga kabel dan pintu-pintu ruangan yang terbuat dari logam sesuai dengan ketentuan ini.3. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan titik pentanahan bagi mesin Diesel Generator.keadaan berikut : • Alat penghubung beban tersambung / terputus • Kegagalan start • Gangguan pada rangkaian pengisi battery • Kapasitas battery lemah • Gangguan operasi lainnya 86. 88. 89. AMF Digital harus dilengkapi dengan fasilitas peralatan sebagai berikut: • Saklar pemilih operasi manual / otomatis • Tombol penghenti bunyi bel • Tombol reset • Tombol penghenti operasi mesin • Tombol penguji lampu indicator dan bel • Dan lain-lain 87. Spring anti vibration mounting harus mempunyai effisiensi tidak kurang dari 95%. Sambungan pipa ke mesin harus mempergunakan flexible joint. AMF harus dapat menghentikan pelayanan Diesel pada waktu pelayanan dari PLN telah normal kembali dan kemudian menghentikan Diesel dengan kelambatan waktu operasi tidak kurang dari 10 menit. 93. titik netral Generator.2. 3. Test pabrik pembuat harus dilakukan menurut standard pabrik dan minimal meliputi testing : • Insulation level • Squence • Protection device • Operation • Full load running ( Load Bank / Building Load ) • Temperature rise • Governour control • Sound pressure level 15. AMF Digital yang dipergunakan harus dapat memberikan indikasi mengenai keadaan . PKG dan semua bagian logam didalam Ruang Diesel. Anchor dari Diesel Genset harus benar-benar tepat pada lubang pondasi yang telah ditetapkan dan dicek dengan baik dan kuat.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 85. 91.77 PT. Instalasi 90. Pipa exhaust dan Silencer harus diisolasi dengan Rockwool 2” density 60 kg/m³ dan dibungkus dengan galvanized sheet di sepanjang pipa ( jacketing ). 94. Test lapangan harus dilakukan minimal meliputi : • Squence • Protection device • Operation • Sound pressure level • Load running ( Load Bank / Building Load ) : 3 . Diesel Genset harus didudukan di atas pondasi dengan mempergunakan spring atau rubber mounting yang direkomendasikan oleh pabik pembuat. Pengujian . AMF Digital harus mampu menjalankan Diesel Genset pada waktu tegangan PLN mencapai batas 80 % dari tegangan nominalnya tanpa kelambatan waktu operasi.

Safety Device vv.25% selama 1 jam tanpa interupsi. Perlengkapan :.. Jumlah Unit xx. Ciptanusa Buana Sentosa . KETENTUAN TEKNIS BAHAN DAN PERALATAN ss.50% selama 1 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test .110% selama 1 jam tanpa interupsi .75% selama 2 jam tanpa interupsi . akan dilakukan uji beban nyata selama 2 hari ( 2 x 24 jam) 3. by Manufacture Warranty tt. Silent Type Kapasitas Prime : 500 KVA dan 50 KVA Prime Power Putaran : 1500 RPM Pendinginan : Radiator Aspiration : Turbocharger + Intercooler Starting : Battery 24 V Jumlah Silinder : 8 Type of engine : In-Line Governor : Electronic Fuel System : Direct Injection Konsumsi Bahan bakar : Maksimum ± 50 liter / jam pada beban 75%.nya .30% Load : 380 – 415 V : 50 Hz : 0.100% selama 3 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test Setelah lulus uji dengan load bank.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • .0% selama 15 menit tanpa interupsi.Exhaust muffler Critical type with counter flange .78 PT.Battery dan charger . Measuring Device ::Oil Pressure Gauge Oil Temperatur Gauge Water Temperatur Gauge Charging Ammeter Tachometer Fuel Oil Pressure Gauge Thermometer untuk discharge gas di turbo charger Low Oil Pressure High Water Temperatur Over Speed Lampu Indikator dan horn pada panel generator uu. .100% selama 1 jam tanpa interupsi .Droop Kit : 1 ( satu ) : Minimum 25% . Diesel Engine (Single Operation) Type : Open..5. Country of Origin : Complete Built up.8 : Star dan Netral Grounded – 4 terminal : IP 21 : Class H : 10% selama 1 jam dalam setiap 12 jam kerja ww. . Alternator • Output kontinyu • Tegangan • Frekwensi • Power Factor • Connection • Protection • Insulation • Overload capacity 3 .

103.6. pipa pengembalian (return) bahan bakar. dengan penyambungan pipa ulir.2.75 HP. Tangki penyimpanan bahan bakar harus mempunyai sarana penyambungan pipa pengisian dari tangki bahan bakar mingguan. Katup operasi yang diameter lebih bedar dari 50 mm harus terbuat dari bahan besi cor dengan sambungan-sambungan jenis Flange 105. pipa pembuangan gas ( ventilasi ). Sistem Bahan Bakar 96. pipa pemakaian (supply). Ukuran alat ini harus sesuai dengan pipa yang terhubung. 101. Pipa bahan bakar secara keseluruhan harus dilapis dengan lapisan anti karat Zinchromate dari ICI sebanyak 2 lapis dan cat finishing. 104.0.5 % rated solid state type with rotating silicon Controlled rectifier ( brush – less ).6. dan digerakkan oleh motor listrik sesuai dengan kebutuhan serta dilengkapi dengan panel kontrol operasi otomatis dan manual. Diameter alat ini ditunjukkan dalam Gambar Rencana sesuai dengan ukuran pipanya. Warna cat akan ditentukan kemudian. Check Valve yang dipergunakan harus dapat menahan aliran balik dari bahan bakar.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • Voltage regulation : +/.79 PT. three phase sensing 3. kecuali pada tempat penyambungan tangki penyimpanan bahan bakar. 99. Tangki penyimpanan bahan bakar harian harus mempunyai kapasitas minimum tidak kurang dari 500 liter. 106. Penyambungan Flange juga diharuskaan pada pemipaan yang panjangnya lebih dari 12 m. Pipa bahan bakar yang dipergunakan adalah pipa baja hitam. Untuk hubungan dengan peralatan tersebut dipergunakan tipe penyambungan Flange. dimana penyambungannya dengan system flange. 102. Pelaksana Pekerjaan membongkar dan memasang kembali pompa bahan bakar manual existing dengan pemipaan secara parallel dilengkapi Gate Valve dan Check Valve. Tangki ini harus terbuat dari bahan Mild Steel Plate melalui proses anti karat. 3 ph. Spesifikasi Pompa Bahan Bakar Type : Gear Laju Aliran : 50 liter / jam Tekanan : 1. Setiap hubungan pipa dengan pompa harus dilengkapi dengan pipa flexible. Umum 3. 97. alat pengukur isi tangki dan pengatur operasi pompa bahan bakar alasan sebagai indicator low level lengkap dengan alarm / buzzer. Ciptanusa Buana Sentosa .6. 3.1.50 / 0. Pelaksana Pekerjaan wajib memberikan lapisan anti karat Zinchromate buatan ICI atau setara sebanyak 2 lapis dan cat akhir berwarna coklat pada dudukan tanki di atas. Pompa bahan bakar adalah jenis Gear Pump yang sesuai untuk pemakaian bahan bakar berkapasitas tidak kurang dari yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana ( 50 liter / menit ). 220 V / 380 V. 100. medium class. pompa bahan bakar dan peralatan-peralatan lainnya. 50 Hz On / Off : Pompa dapat bekerja secara manual & automatic 3 . Diameter pipa bahan bakar yang dipergunakan harus sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana dan mempunyai perlengkapan katub operasi seperti tertera dalam Gambar Rencana. yang terbuat dari bahan karet khusus untuk bahan bakar.5 bar Motor : 0. 98.

ccc. Sistem Gas Buang yy. Sistem Pendingin ddd. Sistem Ventilasi Ruang mmm. Khusus untuk pemasangan peredam yang akan ditempatkan pada ruang peredam suara. 3 . Pelaksana Pekerjaan diwajibkan membuat perhitungan kembali system peredaman suara ini untuk menentukan ukuran sound attenuator berdasarkan noise level yang telah ditentukan tersebut di atas. nnn. Apabila tidak ditentukan lain oleh Konsultan pengawas. Pipa pembuangan gas buang harus diisolasi untuk menahan radiasi panas yang mungkin timbul dengan Rockwool berbentuk Preform (setengah pipa) setebal tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m³ dan dilapis lagi dengan alumunium Jacketing tahan temperature sampai dengan 1000° C aaa.9. Untuk kelengkapan system peredaman suara ini maka pintu-pintu ruang Genset haruslah memiliki Transmission loss ( TL ) 40 dB. 3. 3. Sistem ventilasi ruangan ( Intake air dan Exhaust air ) harus sedemikian rupa sehingga dalam keadaan semua mesin beroperasi maka rata-rata temperature keliling tidak melebihi 40 °C atau batas temperature yang akan mengganggu operasi mesin. jjj. berbentuk sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana lengkap dengan penghubung flexible dan pengarah aliran udara serta diisolasi sesuai dengan ketentuan ini. Pada permukaan bahan peredam suara. Bahan peredam suara yang dipergunakan pada dinding ruangan adalah rockwool dengan ketebalan tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m3. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan cerobong udara bebas pendingin mesin dengan bahan plat baja galvanis kelas BJLS 100. iii. kkk. ggg. maka Pelaksana Pekerjaan wajib mempergunakan baja strip berukuran 1 x 3/8” sebagai penahan peredam suara ke dinding ruangan dimana pemasangan bagian harus mempergunakan Fisher tipe S-10. Pelaksana Pekerjaan wajib menempatkan lapisan Glasscloth. harus dilengkapi dengan penghubung flexible seperti yang telah direncanakan oleh pabrik pembuatnya. Ujung cerobong saluran udara ini harus dilengkapi dengan wiremesh sebagaimana tertera di Gambar Rencana. hhh. Pelaksana Pekerjaan harus mempergunakan baja siku 40 x 40 x 4 mm sebagai rangka dudukannya.8. Sistem ventilasi ruangan mengandalkan Intake air louver yang akan memasukkan udara ke dalam ruangan Genset. Pipa pembuangan gas buang adalah jenis pipa baja hitam kelas medium berdiameter yang cukup untuk tidak mengakibatkan terjadinya back pressure yang akan mempengaruhi terjadinya pengurangan kapasitas mesin pada pemasangan seperti ditunjukkan dalam Gambar Rencana. eee. Isolasi tersebut harus dipasang mulai dari pipa flexible penghubung mesin dengan peredam suara sampai 50 cm dari ujung pipa gas buang. Ciptanusa Buana Sentosa . 3. 3 meter dari jarak dinding perimeter. Hubungan pipa gas buang antara mesin dan peredam suara (Silincer).7. Peredam suara (Silincer) yang dipergunakan hendaknya tidak menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu operasi bangunan dan disyaratkan tidak melebihi batas 65 dB diukur pada jarak 3 meter dari ujung pipa gas buang pada kondisi beban mesin nominal. zz. Sistem Peredam Suara fff.10. bbb.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. lll.80 PT. Penghubung flexible ini tidak perlu diisolasi. Lubang ventilasi ( Intake air maupun Exhaust air ) harus dilengkapi dengan sound attenuator sehingga kebisingan di sisi-sisi tersebut tidak lebih dari 60 dB.

AVK. Nitech SACI. Atau setara Deep Sea. DEIF. Celsa. Marathon Power Factor : 0. AEG. AEG Omron.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ooo. EASIGen 3 Komponen Panel 4 AMF Module 5 KWH Meter Fuji.8 MCCB Adjustable Rating MCB Digital Standard Standard Merlin Gerlin ( MG ). Daewoo. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. PRODUKSI INSTALASI GENSET Peralatan. Ntional. Omron 3 . Deutz . bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Sistem exhaust ventilasi Ruang Genset untuk sirkulasi udara didalam ruangan pada kondisi Genset stand by dan system exhaust ventilasi tidak beroperasi saat generator operasi. Circutor. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No.81 PT. Ciptanusa Buana Sentosa . National Hager. Cater Pillar. 1 Uraian Diesel Generator Spesifikasi Terknis Kapasitas : 150 KVA Prime Power Type Putaran : Open : 1500 rpm Merk / Produk Perkins. MG. Telemecanique. Omron 6 7 Control Relay Control Fuse 8 9 Current Transformer Measuring Device Voltage meter Ampere meter KWH meter Axle. Mitsubishi Pendingin : Radiator Tegangan Frekuensi : 380 ~ 415 V : 50 Hz 2 Alternator Stamford. K2 Power. Siemens.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No. rrr. Fire alarm system ini menerima signal kebakaran yang diberikan baik secara otomatis dari detector maupun secara manual dari push button box. sehingga dapat diambil tindakan pencegahan sedini mungkin. UMUM ppp. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN FIRE ALARM 4. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Peralatan utama yang terdapat dalam sistem Fire Alarm ini adalah : • Thermal Detector Conventional • Smoke Detector Conventional • Manual Push Button (Break Glass) • Alarm Bell • Zone Indicator • Indicator Lamp • Module • Master Control Panel Adresssable 4. 10 Uraian Kabel-kabel Spesifikasi Terknis Merk / Produk Kabelindo. PENJELASAN SISTEM sss. Interack 4. 3 .2. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Ciptanusa Buana Sentosa .3. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.82 PT. LINGKUP PEKERJAAN Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan instalasi ini harus melaksanakan pengadaan.4. qqq. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. ttt. Tranka 11 Ladder & tray Tri Abadi.1. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. pemasangan & pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap untuk dipakai. dimana pada waktu terjadi kebakaran akan memberikan indikasi secara audio (bell) maupun visual (lampu warna merah) dari mana asal kebakaran tersebut dimulai. 4. 4. Fungsi sistem deteksi dan alarm kebakaran adalah sistem deteksi awal apabila terjadi kebakaran. Bahan-bahan dan peralatan-peralatan pembantu instalasi fire alarm system harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan pekerjaan dan gambar instalasi fire alarm system. Supreme Kabel Metal. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini.

Jenis yang dipakai adalah prinsip photoelectric yang memiliki 2 buah response lamp dan mempunyai karateristik sensitivitas yang rata (flat response technology).+50ºC . Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu. Jenis yang digunakan adalah Rate of Rise detector dan Fixed Temperature detector yang memiliki response lamp di base.Quescent Current : ± 0.Alarm Current : ± 25. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu. gangguan elektromagnetis. 108. Memiliki kepekaan homogen untuk membedakan jenis asap. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. perubahan suhum kelembaban dan karatan.0 mA EMC : ± 10 V/m Activation Temperature : 67ºC Operating Temperature : -10 ~ +50º C Storage Temperature : -30 ~ +75º C Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Input Module (Mini Module) 115. 109.0 mA .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Smoke Detector Conventional 111. Data teknis lainnya : . Input dimonitor untuk sirkuit terbuka. 117. gangguan elektromagnetis.Frequency Test : dapat dipakai berulang kali . Data-data teknis lainnya : . perubahan suhum kelembaban dan karatan. 114.13 VDC .Operating Voltage : 16 – 32 VDC .1mA . 112. Signal akan dipancarkan ke pengontrol dan pemicu sesuai dengan pengesetan.83 PT.EMC : ± 10V/m . Sirkit dan sensor mempunyai performa yang tinggi dalam pendeteksian temperature ditetapkan.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) . 110. Ciptanusa Buana Sentosa . 116.Output Voltage : 5 .13 VDC Quescent Current : ± 0.1mA Alarm Current : ± 25.Activation Current : ± 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Thermal Detector Conventional 107. 113. 118.Working Temperature : -10 . 119.6 mA .Storage Temperature : -30 ~ +75º C . Data Teknis lainnya : Frequency Test : dapat dipakai berulang kali Operating Voltage : 16 – 32 VDC Output Voltage : 5 . Input signal harus bebas dari prioritas signal digital .Operating Voltage : 16 – 32 VDC .Quiescent Current : ± 0.EOL : ± 100 KΩ 3 .Operating Temperature : -10 ~ +50º C .0 mA .

125. Dapat mengaktifkan peralatan eksternal oleh logika yang telah ditetapkan lebih dulu. 121.+50ºC .Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC . fault.0A .7V – 16.5 mm² Collective Input Module (Monitor Module) Collective input module (monitor module) ini dapat menghubungkan detector conventional/collective ke peralatan utama fire alarm. Input dimonitor untuk sirkuit terbuka. Ciptanusa Buana Sentosa .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) . 80 mA 3 . Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. juga mempunyai indikasi pada modul.Quiescent Current : ± 4.Alarm Voltage : 3.5 mA . 125VAC/1.7 VDC .1 VDC .7 mA .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) . flashing .0 – 1.Working Temperature : -10 .Alarm Current : ± 16.Fault Voltage (short) : 0V .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Output Module (Control Module) Output Module adalah alat untuk mengaktifkan peralatan external menurut ungkapan logika yang telah ditetapkan lebih dulu dan juga diharapkan menerima konfirmasi aktifasi tersebut. Dapat memancarkan alarm.3.Wiring Capacity : 1. steady on : Pulse Output .4 VDC . 120. output dapat berupa denyut atau signal menurut set-up Dip-Switch.0 – 1. jika terjadi penekanan. 122. L129.Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC . batas signal bahaya normal kepada unit MCFA. 127.0A .84 PT. Alarm Bell Persyaratan teknis harus dipenuhi : Konstruksi : Anti karat Operating Voltage : 18 s/d 36 V DC Curent Consumption : max. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich.0 mA .Working Temperature : -10 . Data teknis lainnya : . Indikator alarm dapat dihubungkan dengan L+. 130. Data teknis lainnya : . 128.Fault voltage (open) : > 22.5 mm² Manual Push Button Jenis yang dipakai merupakan surface mounted dan dilengkapi dengan reset switch.+50ºC . Tidak direkomendasikan penggunaan modul ini untuk memadamkan kendali/kontrol secara langsung.Quiescent Current : ± 0. 123. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol.Activation Current : ± 2.Wiring Capacity : 1. 124. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich.0 mA . 126.Relay Rating : 30V/2.Confirmation Led : Steady output .

20 mm.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Power Consumption Desibel Rating : 1. Kabel untuk instalasi telepon jack menggunakan kabel ITC 2 x 0. Pemasangan pipa konduit vertikal harus inbow. Seluruh saluran ini harus terpisah dengan sistem saluran lainnya yang terdapat pada bangunan ini.5 mm². Pemasangan Terminal Box harus dikoordinasikan dengan Konsultan Pengawas dan Pember Tugas Pipa Konduit Semua kabel harus dipasang didalam pipa konduit PVC High impact dia. Power supply charger yang mempunyai voltmeter DC. baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton ( vertikal ). at 3 m Zone Indicator Zone Indicator ini menunjukan zone mana yang bekerja. Ciptanusa Buana Sentosa . MCFA harus mempunyai pintu dengan jendela penglihat (LCD).2 Watt : 85 dB. Kabel untuk instalasi circuit antar detector dan break glass digunakan kabel NYA dengan diameter minimum 2 x 1. dan lain-lain harus dipasang tutup sehingga tidak akan masuk benda-benda lain kedalam kotak tersebut.6 mm². persimpangan. Seluruh kotak sambungan. Main Control Fire Alarm (MCFA) MCFA yang digunakan memakai Sistem Addressable 2 loops dengan Detector Convensional kapasitas 40 zones. Indicator Lamp Indicator Lamp merupakan lampu indikator yang dipasang paralel dengan group detector. Zone Indicator ini ditutup dengan plastik dan pada tutup ini terdapat tulisan Zone Number (Nomor Zone) yang disesuaikan dengan letak zone indicator tersebut. Sealed Acid Battery. Kelengkapan MCFA antara lain Fireman intercom. Synthetic Sound. MCFA ini harus mempunyai fasilitas lampu tanda : Bell Off Reset Testing Lamp test Fault Signal General Signal for Alarm Condition Signal for “Zone Off” MCFA ini harus mempunyai output berupa : Visible/Audible Alarm Visible/Audible Fault Alarm Test Signal (Visible) Optical Signal “Zone Off” Terminal Box (Kotak Sambung) Terminal Box terbuat dari plat baja dengan tebal minimal 2 mm Ukuran dari Terminal Box menyesuaikan dengan kebutuhan dan mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atau Pemberi Tugas. Lampu indicator ini akan menyala hanya jika group detector yang bersangkutan bekerja.85 PT. 3 . Kabel Kabel untuk main Power Supply dari setiap perlengkapan dalam sistem menggunakan NYM dengan ukuran minimal 3 x 2.5 mm².

zzz. Edward. dilengkapi : . baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton (vertical). dipasang pada ketinggian 1.Battery charger Alarm Bell Manual Break Glass Local lamp Detector Coventional Jack Telephone Kabel-kabel Spesifikasi Teknis Tipe : Konvensional Kap. Ditempat pekerjaan. TESTING / COMMISSIONING yyy. www. Semua kabel harus dipasang didalam conduit.86 PT. Satu persatu detector ditest. LAIN-LAIN Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan.5 m di bawah plafond. Edward. 4.ITC STP AWG 18 3 . vvv. yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi teknis.5 m dari lantai. Edward.Power supply .6. Fixed / Head Esser. 4. ditest satu persatu dan diberi nomor urutan zonenya. Siemens Esser. Siemens 2 3 4 5 6 7 Sound press level bell ± 90 dB Standard model Rating AC/DC 2V.7.5. harus dilakukan testing / pengetesan. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN uuu. Siemens Kabelindo.Sealed Acid Battery . pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi Surat Perjanjian serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. Disekitar detector harus ada ruangan bebas sekurang kurangnya pada jarak 0. Siemens Esser. Kabel Metal. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Voksel NYA. Ukuran conduit dan kabel harus sesuai gambar rencana. Siemens Esser. Edward. Ciptanusa Buana Sentosa . 4. Edward. Tiap-tiap zone. dimana letak yang pasti dijelaskan pada gambar. : 2 loops Produk Esser.6 m dari detector tanpa ada timbunan barang atau alat-alat lainnya. Untuk manual push button. 21mA Colour : Red Smoke. PRODUKSI SISTEM FIRE ALARM Peralatan. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Siemens Esser. ROR . xxx. Denah setiap lantai menunjukan lokasi perkiraan letak detector dan peralatan-peralatan lain dari sistem ini. aaaa. Supreme. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian MCFA . Edward. NYM. Setelah pekerjaan Fire Alarm ini diselesaikan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Kabel untuk instalasi Main Bell dan Red Lamp menggunakan kabel NYM 3 x 2.5 mm². dengan menggunakan alat pemanas dan untuk smoke detector menggunakan asap. Alarm Bell dipasang kira-kira 0.

Power input = 15W. Pengadaan dan pemasangan peralatan utama tata suara seperti yang tertuang dalam sIstem perencanaan.processor yang mampu memprogram sinyal informasi evakuasi dari perintah panel Fire Alarm serta mampu memutar ulang pemberitahuan evakuasi dalam bahasa English dan bahasa Indonesia. • Untuk di luar (parkir area). sehingga berfungsi dengan baik dan memuaskan. Loud speaker harus mempunyai frekwensi antara 80 Hz sampai dengan 12 kHz. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Input Range : 0.3. dengan sensitivitas tidak kurang dari 96 dB. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Power Amplifier. 3 .5 W ~ 60 W atau disesuaikan dengan kebutuhan. Mixer Pre Amplifier. Horn Speaker Horn speaker harus mempunyai frekuensi 350 Hz – 10 kHz. Volume Control/Attenuator mempunyai 5 step pembesaran volume. Loud speaker dilengkapi dengan matching trafo 70 V/ 100 V dan ditap pada 1 watt dan 3 watt. Pemasangan Sound System sesuai dengan gambar rencana antara lain sebagai berikut . Power Amplifier haruslah memiliki output total seperti ditunjuk dalam gambar rencana dan tegangan output 70 V/100 V dan frekwensi response antara 20 Hz sampai dengan 20 kHz. Digital Announcer / Message Manager Berbasis pada micro . LINGKUP PEKERJAAN. Impedance ± 4 ohm Microphone. • Untuk di dalam bangunan dipasang seperti gambar rencana. Pengadaan.2. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. dengan sound pressure level ± 114 dB. Distortion kurang dari 1% pada batas frekwensi. Frekwensi respone antara 50 Hz sampai dengan 15 kHz.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No 8 Konduit Uraian Spesifikasi Teknis PVC high impact Produk Ega. Mempunyai diameter 6 inchi.87 PT. memenuhi standard EVAC. pemasangan instalasi Sound System. Pagging Microphone type Dynamic Microphone dengan Patern Omini Directional. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TATA SUARA (PUBLIC ADDRESS) 5. Clipsal 5. Volume Control/Attenuator. Ceiling Loud Speaker.87 mV. dipasang car calling ( pemanggil sopir / pengendara mobil). Microphone harus dilengkapi dengan Heavy Duty Press to Talk Switch. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Mixer Pre Amplifier harus memiliki 10 input channel dengan modul-modul yang akan mempunyai input sensitive variable 1 mV . 5. .1. Ciptanusa Buana Sentosa 5. PERSYARATAN TEKNIS.

Semua kabel yang terpasang dalam tembok adalah inbow. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. dynabolt. hhhh. menggunakan ramset. menggunakan pipa high Impact dia.5 mm2. cccc. bbbb. Rack Cabinet terpasang free standing diruang monitor.5. Semua equipment yang dipasang harus ditest sehingga bekerja dengan sempurna.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Contact relay Power : : Emergency active relay. Cassete Recorder Cassette Player/CD Player. 20 mm dengan menggunakan kabel NYMHY 2 x 1. cccc. 5. FM 5. Ciptanusa Buana Sentosa . dddd. DC 24 Volt. sesuai gambar rencana. PEMASANGAN INSTALASI. eeee. gggg. Semua equipment harus diketanahkan yang dihubungkan dengan kawat BCC dari sistem pentanahan. dengan kabel NYMHY 2 x 1. Semua kabel yang melalui shaft adalah outbow. bbbb. Output level : .5 mm2.5 mm2. 5. Penyambungan-penyambungan harus dilakukan dalam kotak penyambungan dengan menggunakan Electrical Spring Connector. Frequency Response Distortion S/N Ratio Capacity player T u n e r. 20 mm dengan kabel NYMHY 2 x 1. ffff. fault relay.20 dB Output impedance : 10 K ohm Distortion : 1% S/N Ratio : 65 dB Receiver Frequency : AM. Semua ceiling loud speaker di dalam bangunan dihindari dari cacat/ dalam box dan dilindungi dari cacat dalam box dipasang sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika ruang. Instalasi ke Semua kabel yang terpasang dibawah plat beton adalah out bow menggunakan pipa High Impact dia. Pengetesan dilakukan bersama-sama Konsultan Pengawas. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. 3 . Klem yang dipakai ke plat beton. call active relay. 220 Volt + 10% . PENGUJIAN / TESTING COMISSIONING.88 PT. Jalur seluruh kabel diatur sejajar dan dekat jalur kabel listrik. GAMBAR KERJA.50/60 Hz : : : : 30 – 10. Semua perlengkapan untuk mengadakan pengetesan harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan yang bersangkutan. Durados atau Cable Connection. iiii. Instalasi ini diklem ke rak besi siku atau tangga kabel. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi 5. Ditempat pekerjaan. Instalasi ini klem setiap jarak 60 cm. Semua instalasi sound system yang dipasang harus ditest secara sempurna sehingga impedansinya sesuai dengan yang diinginkan. dan klem setiap 100 cm.20 mm .7. jjjj. MP3/MP4.4. LAIN-LAIN.6. Gambar kerja harus mendapat persetujuan perencana / Konsultan Pengawas sebelum dilaksanakan. menggunakan pipa High Impact dia.000 Hz 1% 50 dB CD. Begitu juga pemasangan column speaker harus disesuaikan dengan sudut pancaran speakernya.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Surat Perjanjian Pelaksana Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat. Tri Abadi 10 Digital Announcer 11 Volume Control 12 Kabel 13 Conduit 14 Kabel Rack NYA. TOA Bosch. Panasonic. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. NYMHY.1. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Ciptanusa Buana Sentosa . Panasonic. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Ceiling Loud Speaker. Kabel Metal. Panasonic. TOA Bosch. TOA Bosch. TOA Bosch. PRODUK SISTEM TATA SUARA Peralatan. TOA Bosch. Panasonic. nnnn. Panasonic. Panasonic. Supreme. Voksel Ega. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. oooo. serta cermat. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Double H. TOA Kabelindo. TOA Bosch. PVC High Impact dia 20 mm 6. Panasonic. Column Speaker Horn Speaker Spesifikasi Teknis Produk Bosch. TOA Bosch. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TELEPON 6. TOA Bosch. Clipsal Interack. Panasonic. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. TOA Bosch. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. TOA Bosch. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Panasonic. Panasonic. UMUM mmmm.89 PT. 3 . Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian Cassette Tape Player Radio Tuner AM/FM Reciever Pre Amplifier Graphic Equalizer Power Amplifier Microphone. Panasonic.

seandainya terjadi kerusakan saluran dan atau untuk menampung perkembangan dikemudian hari. Mengurus ijin penyambungan. 138. termasuk penyediaan suku cadang selama waktu minimal 3 tahun. Baik pesawat standard maupun executive harus bekerja secara full digital. Telkom. Power Supply dan MDF dll. Kabel Telepon. maka box terminal harus diberi pelindung dari bahan anti karat dengan pintu-pintu yang kedap udara.3. Mengadakan test sistem secara menyeluruh. PERSYARATAN TEKNIS Key Telpon 131. Tipe executive harus mempunyai display digital. meliputi penyediaan dan pemasangan: Kabel dan pipa instalasi telepon Kabel feeder telepon Kotak kontak telepon Kelengkapan-kelengkapan lainnya yang menunjang pekerjaan ini. 16 digital extention card. 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . 132. Pesawat-pesawat telepon yang disediakan adalah tipe standard dan tipe executive. banyak sambungan 16 (delapan) nomer telepon atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. Menyelenggarakan pemeliharaan terhadap sistem. Pengadaan dan pemasangan terminal box telepon uuuu. Pengadaan dan pemasangan Key Telpon kapasitas 16 / 64 ext lengkap dengan MDF. Pengadaan dan pemasangan pesawat standard dan pesawat eksekutif lengkap dengan display dan hands free atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. tttt. Key Telpon mempunyai 16 analog trunk card. Telkom. 135. sehingga sistem berfungsi dengan baik. Sistem pemasangan terdiri atas 2 jenis yaitu pemasangan meja dan pemasangan dinding. Pesawat yang ditawarkan harus dinyatakan baik oleh PT. hands free dan kelebihan lainnya. 6. Pesawat Telepon 134. wwww. Hal ini saat mengajukan approval material harus dilengkapi dengan fotocopy surat lulus dari PT. 139. qqqq. LINGKUP PEKERJAAN pppp. Mengadakan training bagaimana menggunakan sistem telepon. Telkom. 137.6 mm². rrrr. Mempersiapkan jaringan dalam (indoor wiring system). Semua kabel harus mempunyai kabel cadangan untuk pengganti. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. serta mampu bekerja secara normal pada jaringan lokal PT.90 PT.2. digital dan 64 extention analog. Terminal 136.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. Untuk setiap penyambungan kabel telepon harus dengan metoda jumpering dan memakai terminal-terminal berisolasi sesuai standard TELKOM. Untuk penggunaan didalam bangunan digunakan jenis ITC (indoor-telepone cable) dengan diameter minimal 0. Aksesories lainnya antara lain : Surge Aresster. jjjj. sehingga sistem telepon tersebut dapat berfungsi dengan tepat dan benar. Untuk terminal yang ditempatkan pada lokasi berkelembaban tinggi. Key telpon dilengkapi dengan key phone digital display 133. vvvv.

dapat dimintakan petunjuk Konsultan Pengawas. 141. Letak outlet telepon seperti yang ditunjukkan dengan gambar dan disesuaikan dengan keadaan setempat. tttt.5. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. Tidak diperkenankan mengganti jenis. elbouw dan peralatan bantu lain yang sesuai serta dipasang dengan cara yang benar. harus dilakukan Testing dan Commissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. 143. 145. tanpa ada persetujuan Konsultan Pengawas. TESTING / COMMISSIONING bbbbb. Setiap sambungan harus dilakukan pada kotak sambung (doos) yang dilengkapi tutup. Toshiba. 6.5 mm. 142. Conduit Telepon. PRODUK SISTEM TELEPON Peralatan. Kabel telepon dimasukkan kedalam pipa pelindung / konduit dari pipa PVC High Impact berdiameter minimum 20 mm. Dilengkapi box baja galvanized tebal minimum 3. kuat dan teratur.91 2 Kabel indoor/outdoor PT. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. 148. Terbuat dari bahan plastik warna putih yang tahan panas. Pemasangan konduit harus dilengkapi klem. Kabel Metal. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Pemasangan konduit yang berada didalam kolom dilaksanakan sebelum pengecoran sedangkan yang berada didinding dilaksanakan sebelum dinding diplester. qqqq. maka konduit kabel telepon harus dicat warna biru selebar 3 cm disetiap jarak lebih kurang 1 meter. Siemens Supreme. aaaaa. Setelah pekerjaan Telephone ini diselesaikan. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 1 Key Telpon Kapasitas 16 /64 Jenis ITC/UTC – pair Panasonic. ukuran dan jumlah inti kabel.4. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Konduit tersebut dilengkapi kawat pancingan dan dijaga agar tidak pecah.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 140. 6. 144. Pemasangan konduit harus rapi. Untuk penggunaan diluar bangunan dan tertanam digunakan UTC (Underground telepon cable) dengan diameter minimal 0. Untuk mempermudah pengenalan. Penarikan saluran (dalam konduit) harus dikelompokkan secara rapi dengan kode nomor yang berurutan sesuai lokasi (nomor) pesawat telepon. Kabelindo. Ciptanusa Buana Sentosa . Tranka 3 .6 mm². Outlet 147. Apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut. 146. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN xxxx. flush mounting dan bukan jenis claw fix. pppp.

2. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : Modulator Selectable Output Channel Colour System : PAL / SECAM/ NTSC Audio Operatio Module : Mono / Stereo/Dua Input frequency : 50 – 858. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MASTER ANTENE 7. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Legrand 7. eeeee. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. National Ega. Clipsal 3 M. MK. Clipsal. ggggg.92 PT. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 3 4 5 Outlet telepon Conduit PVC Cable marking Tipe : Flush & jack Hight impact dia. Ciptanusa Buana Sentosa . 20 mm Berker. UMUM ddddd. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. fffff.5 Mhz Input Level : 40. 3 . Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Instalasi dari instansi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya san suatu daftar referensi pemasangn harus dilampirkan dalam surat penawaran KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang di syaratkan. Double H. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini.1.5 ~ 84 dBm Output Frequency Range : 47 – 862 Mhz Output Level : 75 ~ 90 Mhz Supply Voltage : + 12 VDC Active Combiner Number of Input Frequency Range Input / output impedance Gain Regulation :4 : 4 . untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan.862 Mhz : 75 ohm : 20 dB 7.

Maruichi 8.2 dB PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN Peralatan Utama dari MATV system (Divider. Fagor. PRODUKSI SISTEN MAV Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Shikoku. Ikusi Coaxial 5 C dan 7 C PVC High Impat Fuji. dimana perusahaan tersebut harus memberikan surat jaminan atas bekerjanya system setelah ternyata hasil pengujian adalah baik. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Spur unit (Distributor) ditempatkan sesuai fungsi dan kemudahan maintenance. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN CCTV 3 . Pengukuran video signal level dilakukan dengan dB Gain Meter. PAL. – p) : VHF / UHF 75 ohm : CCIR standard. Ikusi Nexus.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL TV Reciever set Video Input : 1V (p Input Antena Receive Syestem Dimension Screen Facility TV Oultlet Model Side Loss 7.93 PT. Tee unit/coupler/splitter ditempatkan dilokasi yang cukup terlindung Mempunyai jarak yang cukup aman dari pengaruh interferensi instalasi listrik (yang memerlukan supply 220 VAC/ 50 Hz) terutama di atas plafond (ceiling). NTSC : 21 “ : Audio/Video with infra red remote control : Single : 0. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang disyaratkan. Double-H. PENGUJIAN Semua peralatan dalam system suara ini harus diuji oleh perusahaan pemegang keagenan peralatan tersebut. SECAM. Ciptanusa Buana Sentosa . Sistem MTAV harus bisa untuk output video. Belden Ega. Modulator.4 dB – 1. Clipsal National. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Bahan / Peralatan Peralatan Oultet Kabel Pipa conduit Conduit metal Spesifikasi Teknis Merk / Pabrik Pembuat Nexus. Fagor. 7. Active Combiner dll) ditempatkan pada ruangan khusus (ruang kontrol administrasi).3.4. Penempatan receiver amplifier (booster) harus disesuaikan dengan losses yang ada dan level input ke TV set yang diharuskan yaitu antara 60 – 80 dB V.

LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan instalasi ini adalah Pengadaan. 8. Ciptanusa Buana Sentosa . PENJELASAN UMUM Sistem Closed Circuit Television System dipergunakan untuk membantu pengawasan dengan cara mengamati kegiatan operasi suatu gedung melalui video camera. Posisi camera yang tidak diamati dapat di bypass tanpa merubah urutan pengamatan maupun waktu interval.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8.4 AGC On Signal to Noise Ratio : 44 dB. 8. Monitor Adalah merupakan alat yang mentransfer isyarat elektronik yang dikirim oleh camera menjadi gambar pada sebuah layar televisi. Monitor.4 Minimum Illumination : 10 lux at F 1. tanpa ada gangguan atau cacat instalasi. AGC On (Luminance) 3 . 8. Ini hanya berfungsi untuk memberikan gambar dari lokasi yang diamati ke monitor melalui kabel video. Sistem CCTV yang direncanakan adalah berwarna (colour).1. DATA TEKNIS PERALATAN UTAMA SPESIFIKASI TEKNIS COLOUR CAMERA Type Colour Camera : PAL – NTSC Power Supply : To be Supplied from the specified Camera Drive Unit Horizontal Resolution : 470 TVL Scene Ilumination : 22 lux Pick-up Device : Interline Transfer CCD with -512(H) x 582(V) pixels Scanning System : 2 : 1 interlace Frame Frequency : 25 Hz Resolution (at centre) : Horizontal: More than 330 lines Vertical : More than 400 lines Recommended Illumination : 150 lux at F 1. sehingga pengamat dapat memilih hasil gambar mana yang akan ditampilkan pada layar monitor. Penyetelan dan Pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap pakai.3. Pemasangan. Sistem CCTV ini terdiri dari Camera.2. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Kamera Adalah merupakan alat pengamat dari sistem CCTV yang sudah dilengkapi dengan lensa. Switcher Alat yang dipakai untuk menghubungkan 2 (dua) atau lebih camera ke monitor tunggal.4. Kamera yang digunakan adalah type fixed colour camera.94 PT. Hasil gambar dapat diamati melalui TV monitor. Termasuk didalam peralatan tersebut adalah sebagai berikut : • Colour Camera • Colour Monitor • Digital Video Recorder Pelaksana Pekerjaan harus melengkapi dan merakit peralatan tersebut dan bila perlu harus melengkapi dengan peralatan tambahan sesuai persyaratan pabrik pembuatnya.

Built-in 16 ch multiplex recording system. harus dilakukan Testing dan Comissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Gain Control ALC Lens Select Switch Lens Mount Ambient Operating : : : : AGC On/Off Switchable DC/Video Switchable CS – Mount -10 Derajat Celcius Temperature +50 Derajat Celcius COLOUR MONITOR ( TV MODULATOR ) Function : Accept baseband video and audio signals and converts than to any cannel Transmission standard : PAL and or NTSC Spurious standar : Less than . seperti ditunjuk dalam gambar rencana. camera drive unit. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Video Output : 16 terminal. 20 mm TESTING / COMMISSIONING Setelah pekerjaan CCTV ini diselesaikan. Built-in 160 GB HDD. 1V (p-p)/75 ohm. PRODUK SISTEM CCTV Peralatan. Colour monitor dan Time lapse VTR. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana 3 . Video Input : 16 terminal. kabel power menggunakan NYMHY 2 x 1. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Spot Output : 1 terminal . 1V (p-p)/75 ohm. Ciptanusa Buana Sentosa . Peralatan utama seperti . Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Sequential switcher. 1 V (p-p) / 75 ohm Audio Input/Output : . 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Synch Output : 1 VBS.95 PT. Kabel instalasi yang digunakan untuk isyarat video dan untuk keperluan control menggunakan coaxial cable RG 59/U. Pelaksana Pekerjaan dapat mengajukan usulan lain untuk penempatan colour camera ini. Cara pemasangan colour camera tersebut digantung pada ceiling atau plafond dengan rangka penguat/ hanger yang diperkuat pada dak beton. unbalanced External Storage : SCSI Interface Copy : SCSI Interface 8.230 MHz Output level : + 95 dBuV Video input level : 1 Vp-p (3 dB) Video frequency response : 25 Hz to 5. 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Multi screen output : 1 terminal .10 dB. PEMASANGAN Pemasangan colour camera dipasang sesuai petunjuk gambar.0 MHz (1 dB) Audio input level : 300 mV RMS Power requirement : + 12 Vdc . diletakan pada ruang kontrol (ruang administrasi) lantai satu.150 mA DIGITAL VIDEO RECORDER ( DVR) Digital Recording.60 dB Output frequency : 47 .6. 4 way JPEG compression recording modes. 8.5 mm² yang semuanya dalam pelaksanaan harus dimasukkan dalam pipa PVC high impact dia.5.

ONI Metosu Produk Bosch. Sanyo. Honeywell 3 4 Conduit Kabel Rack PVC high impact dia. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Peralatan Utama Spesifikasi Teknis Digital Video Recorder 16 Ch 160 GB Monitor LCD 21” 2 Kabel-kabel Coaxial RG59U NYMHY . Komunikasi antar lantai menggunakan switch/hub. 2. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. LINGKUP PEKERJAAN 1.3. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. 20 mm 9. 3.Juri Kabelindo. Kabel Metal. Double H. iiiii. Supreme.96 PT. Server KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN 9. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. 9. Tranka Ega. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini.2. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. 3 . SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN LAN 9.multi core untuk motorized Belden. Ciptanusa Buana Sentosa . Komunikasi data intern di dalam gedung. jjjjj.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.1. Clipsal Three stars. UMUM hhhhh.

Material dan Peralatan Utama 1. 850-nm wavelength : : : : : : : Rack/2U Intel® Xeon Quad Core E5405 146GB 15K 3. : : : : : : : : IEEE 802. Semua pentanahan dari system harus dilakukan pengukuran tahanan dengan maksimum 2 ohm pada masing-masing pentanahan dan dilakukan pada keadaan cuaca tidak turun hujan selama minimal 3 hari berturut-turut. 5. Untuk kabel UTP dan Fiber Optik. Hub Switch • Standard • Type • • • • • • • • 3. fasa nol.11g AIR-LAP1131AG-x-K9 (Cisco IOS Software) 2. link speed. 802. : Close Rack 19” 45U & Wall mount 15U : 1100mm & 470mm 3 .3 in (19. Peralatan dan Bahan 1.3.5in HS SAS Raid-5 Integrated dual Gigabit Ethernet 3 Years Windows Server 2003 Standard Server • Form factor/height • Processor • Hard disk • RAID • Network Interface • Warranty • OS Rack Mount • Type • Dimension 4. overcurrent.11b. and 802.1 x 19.3cm) 1. 6.97 PT.5 in x 7. sertifikat lulus pengujian harus dari Principal atau Distributor yang ditunjuk untuk dapat mengeluarkan sertifikat Kelaikan barang.1. Penomoran harus dilakukan serapi mungkin dan penomoran harus berurutan sesuai dengan kondisi ruangan.2.6 UTP : Internal-Power-Supply Connector : System-status LEDs: System. Panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat lulus pengujian dari pembuat panel yang menjamin bahwa setiap peralatan dalam panel tersebut berfungsi baik dan bekerja sempurna dalam keadaan operasional maupun gangguan berupa undervoltage. fasa netral. multilayer switch : IP Base Software feature set (IPB) : 24/48 users : 32 Gbps forwading bandwidth : 1000BASE-T. RJ-45 connectors. link status. 50-60Hz (power supply) Wi-Fi Certification : IEEE 802.11a. PoE indicators : GLC-SX-MM. 1000BASE-SX SFP transceiver module for MMF. Ciptanusa Buana Sentosa .1 x 3. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 9. Semua titik data harus diberi nomor agar mudah dalam perawatannya termasuk juga kabel backbone / fiber optik.3. four-pair Cat. Wireless • Standard • Type • Antennas • Dimensions • Weight • System Memory • Input Power • Wi-Fi Certification 2. overthermis. link duplex. short circuit dan lain-lainnya serta merger antara fasa. Rack IP Base Support Performance Connectors & Cabling Power Connectors Indicators Modul Tambahan 9. RPS.67 kg) 32 MB RAM 100-240 VAC.1s 1000BASE-X (SFP) : 24/48 Ethernet 10/100/1000 ports & 4 SFP-based Gigabit Ethernet ports : 1RU fixed-configuration.5 in x 1. 3. Semua sambungan kabel harus terhindari dan gesekan langsung dengan kabel arus kuat atau listrik.4 GHz 7.5 lb (0. 4.

Terminasi kabel UTP dilakukan di semua titik di dalam rack mount dengan menggunakan punch tools yang telah disesuaikan dengan standarisasi Installasi Structure Cabling System. Besaran pipa conduit adalah 20mm. Label pada patch panel harus disusun berurutan demikian pula dengan yang di sisi user harus pula disesuaikan dengan nomor yang terpadat pada patch panel. 17. juga harus kuat. Tahanan pentanahan yang dipasang pada rack mount maksimum 2 ohm. 7. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. 20. 12. 6. 11. Setiap pemasangan kabel-kabel data harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m setiap ujungnya.98 PT. Rack Mount 42U dan Wallmount Rack harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata ( horizontal ). 3. 9. Semua kabel yang dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan diameter minimal 2. 19. 14. Kabel backbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke rack mount di setiap ruangan ME di setiap lantai.4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • 5. Penyambungan pipa conduit kabel menggunakan sock yang ukurannya sesuai dengan besaran pipa conduit.5 kali penampang kabel. agar kita dapat mengetahui instalasi tersebut dapat berfungsi dengan baik. Rack mount harus dilengkapi dengan grounding untuk menghindari adanya gelombang elektromagnetik yang mempengaruhi arus kabel data. 10. 9. 13. Untuk memperkuat wall mount rack digunakan dynabolt ukuran S8. 2. Pemasangan kabel ledder ditempel pada tembok di bawah rack mount ayng menghubungkan antar rack mount dengan titik. 16. Power Outlet 12 hole : EIA 568 : UTP Category 6 : 2000nm : Fiber Optic Multimode : OM3 : 19” Rack 2U : 2KVA : Support Ethernet 10/100 Cabling • Standard • Type Backbone • Standard • Type • Technology Backbone • Type • Capacity • Connection 6. 15. Penyusunan pipa conduit kabel diatas kabel tray harus rapih dan tidak boleh saling menyilang. Accessories : Fan. Pemasangan Wall mount rack harus rapi dan tidak boleh miring. Kabel yang dipasang diatas trunking dan kabel ladder harus diklem dengan klem-klem kabel anti ultra violet. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. Semua kabel harus terlindungi oleh pipa atau kanal guna menghindari gesekan atau pertemuan dengan kabel listrik yang mempunyai arus lebih kuat. 7. 8. Setelah semua instalasi terpasang maka harus dilakukan mergering pada setiap titik instalasi. 4. Kabel yang masuk / keluar dari rack mount harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Kabel UTP dan kabel bacbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke semua titik di setiap ruangan di setiap lantai. Prosedur Kerja Pekerjaan Kabel Data 3 . 18. Ciptanusa Buana Sentosa . Terminasi kabel fiber optik untuk backbone dilakukan di semua titik di dalam rack mount. 5.

harus di adakan pengetesan yang di laksanakan oleh pemborong disaksikan 3 . Pengonekan • Tarik kabel ke dalam pipa yang sudah dipasang • Lakukan penarikan dengan kawat pancing • Pilih kawat pancing yang kuat dan lentur • Pastikan jumlah kabel untuk pipa pada jumlah yang benar • Pemakaian box untuk tempat kabel • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Pastikan installasi tidak ada yang tertinggal e.5. • Pastikan klem pada instalasi kencang ( pipa tidak bergerak ) d. Tujuan: • Memastikan kebenaran pekerjaan instalasi kabel data pada sebuah ini gedung.1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Ciptanusa Buana Sentosa . TESTING / COMMISSIONING Tahap–tahap Pengetesan Kabel dan Unit LAN Setelah instalasi seluruh kabel dan komponen LAN telah diselesaikan dan siap untuk dioperasikan. 9. Pemilihan alat dan bahan • Periksa alat yang akan digunakan dan pastikan alat tersebut layak digunakan • Pilih material yang sesuai dengan spek dan sudah disetujui • Hindari pemakaian bahan material yang rusak/bekas c. 3. 9. Testing • Lakukan magger test dan test instalasi • Pastikan instalasi benar f. Rekaman-Rekaman • Berita acara test commisioning • Chek list pekerjaan 2.99 PT.5. Pelajari gambar • Pelajari gambar kerja dan pastikan gambar tidak ada perubahan dan sudah dikoordinasi dengan pekerjaan lain • Hitung jumlah material yang digunakan • Pastikan persediaan material cukup sesuai gambar b. Pemipaan • Beri tanda dilapangan ( marking ) • Lakukan pembentukan pipa ( bending ) pada daerah yang diperlukan • Lakukan pengeboran tempat untuk klem • Pemberian warna sesuai warna instalasi kabel data. Alat-alat: • Tang potong • Tang Kombinasi • Obeng -/+ • Pisau kater • Magger test • Tester • Dll Urutan kerja a. • Memudahkan pelaksanaan pekerjaan instalasi kabel data .

(Gb.4). pada ujung kabel serat optik. Ukur loss dari arah yang lain. Kabel jumper 4 core Digunakan untuk koneksi equipment dan kabel serat optik 3.2. Infrared viewing device Digunakan untuk menentukan adanya sinyal optis 2. lakukan kurang lebih dari 20 detik untuk menyelesaikan pengaturan ini (Gb. (Gb. Pada kedua lokasi OLTS harus diset ke nilai nol . atau pada ujung kabel yang terhubung ke alat pengukur loss. Juga dilakukan pengecekan pada peralatan dan kondisi konektor pada jumper . 4. Pengetesan Kabel Serat Optik Alat–alat yang dibutuhkan untuk pengetesan kabel serat Optik : 1. 3. Ulangi procedure diatas. Transmission loss adalah rata-rata dari loss pada kedua arah tersebut. Loss dalam arah B ke A diukur pada lokasi A. pasang sebuah jumper antara outlet sumber dan outlet detector OLTS pada lokasi A . Lepaskan jumper S1 dari jalur fiber pada lokasi A. hasil pengukuran tidak boleh melewati nilai seperti yang tercantum pada technical specification. 5. Set OLTS sesuai dengan instalasi pada buku panduan pemakaian test set . 9. LAN cable tester. 1. Hubungkan test jumper antara ujung kabel serat optic dan outlet detector pada lokasi B .1) Tekan tombol zero Set terus menerus selama 1 detik atau lebih . maka semua konektor harus dibersihkan dan pengetesan diulang kembali.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL bersama – sama pihak BSG dan perencana. Hubungkan jumper S2 ke jalur kabel fiber . Jumper D1 dihubungkan dari outlet detector pada OLTS di lokasi A ke jalur fiber . dan category kabel. Pada lokasi A. Untuk mengeset OLTS kenilai nol. Pada lokasi B. 7. lepas jumper dari lokasi detektor. 3. Los pada arah A ke B diukur pada lokasi B. dengan tujuan untuk menghilangkan tegangan offset yang bias menyebabkan error pada saat pengukuran cahaya yang rendah levelnya . Juga mampu mengukur NEXT (Near End Crosstalk). Atur OLTS ke nilai nol. Lakukan hal yang sama pada ujung kabel di lokasi B. 3. Pengesetan ke nilai nol juga menghilangkan losses pada kabel jumper. Ukur loss pada satu arah.2). (Gb.3). Catat semua data. Testing dan commissioning jaringan kabel di lakukan tahap demi tahap dari tiap outlet ke patch panel pada satu lantai (horizontal testing) dan dari masing– masing lantai ke main patch panel (vertical testing). Pengetesan Loss Kabel Serat Optik Pada saat melakukan pengetesan harus dihindari melihat secara langsung pada keluaran sumber optik. pengukuran meliputi panjang kabel dan koneksi kabel. Ciptanusa Buana Sentosa . atenuasi. 8.100 PT. 1. Pengetesan karakteristik kabel UTP 3 . Lepaskan jumper D2 dari jalur kabel fiber pada lokasi B. alat ukur yang mempunyai kemampuan untukmengukur empat pair kabel.1. 2. 6. Alat – alat yang di gunakan dalam pengetesan kabel UTP 1. Optical Loss Test Set ( OLTS ) 2. Pengetesan Kabel UTP 3. lepas jumper dari outlet detector OLTS dan hubungkan ke kabel serat optik. sedangkan testing dan commissioning untuk komponen LAN akan di lakukan di setiap lantai dan dikeseluruhan system sampai system tersebut berjalan dengan baik dan disetujui oleh pihak MK/Owner. Jika data hasil pengukuran menunjukan nilai yang lebih tinggi dari pengukuran pertama.

1. 9.2. 3. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pengukuran NEXT dan atenuasi dilakukan pada satu system koneksi dari panel terminasi kabel sampai ke outlet.101 PT. Network Management Software harus dapat menampilkan aktifitas dari tiap segment. 2. Tahap–tahap pengetesan : 1. Dengan menggunakan PC workstation yang ada di lantai 1. Setelah login selesai. 2. Serah Terima Pekerjaan LAN/Office Automation 3 . panggil salah satu aplikasi yang ada dilantai tersebut. 2. Pengetesan fungsi Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation harus dilaksanakan dengan melakukan testing hubungan secara system antara PC workstation di tiap lantai dengan Netware File Server di Network Center. Router Router harus berfungsi sebagai pengatur Interworking traffic dan Router tersebut dapat dikatakan bekerja dengan baik bila PC workstation dilantai 1 dapat melakukan hubungan dengan Netware File Server yang tiadk berada dalam satu segment dan berada dilantai lain. 1. Bila aplikasi tersebut bisa berjalan dengan baik berarti Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation telah bekerja dengan sempurna. Network Management Sofware dapat meng-disable atau enable port dari Network hub pada tiap lantai . Network Management Software harus dapat mengubah segmentasi Local Area Network (LAN). Contoh : User dari Accounting melakukan login ke file Server untuk Aplikasi Kredit. Network Center Hub dan Network Management Softwar 1. 3. Network Management Software harus dapat menampilkan status panel dari Network Center hub.5. Tahap–tahap Pengetesan Sistem Dalam system networking. dilakukan Login ke Netware File Server yang dihubungkan dengan segmen LAN PC workstation tersebut. 4. 3. Local Network Hub & Fiber Optic Installation Seluruh PC (Personal Computer) workstation yang ada disetiap lantai dihubungkan dengan Intelligent hub tersebut dihubungkan dengan Network Center Hub untuk kemudian dengan Netware File Server. Pengukuran panjang kabel dilakukan untuk mangecek apakah ada kabel yang terputus atau tidak. 3. Dengan menggunakan PC workstation yang ada dilantai 1 dilakukan login ke Netware File Server yang tidak ada dalam segment yang sama. Ciptanusa Buana Sentosa . pengujian dilakukan perbagian system karena cara kerja dari masing–masing part terkait satu sama lain. Langkah diatas diulangi untuk PC workstation pada lantai lain dan File Server yang berbeda. Pengukuran koneksi harus dilakukan untuk mengecek apakah ada kabel yang salah koneksinya. Tahap-tahap pengetesan : 1. Semua hasil pengukuran dicatat dan hasilnya tidak boleh melebihi nilai yang tercantum pada spesifikasi teknis. 2.

Cabling. 9.7. Untuk masuk kepada Critical Care Program dan harus menjamin tersedianya sparepart untuk seluruh produk jaringan yang terpasang. etc. Next Readings. Nortel. BGS net akan masuk dalam periode garansi. Belden. PRODUK SISTEM LAN Peralatan.3. 7. etc) Gambar jaringan secara lengkap (physical & logical) Serial numbers Quick Reference Sheets Manual 9.6. Instalasi Checklist Problem dan Event Log Daftar Inventary Peralatan Daftar Lokasi Peralatan Hasil kabel testing (dB Loss.) dan selama 90 hari untuk produk software. 9. 9. Cisco. Nortel. Cisco. Northern Telecom. Router. Ethernet Connectivity Certification c. 9. end-toend. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. 2 3 4. 3 . Siemens. Ini harus dilakukan sebelum penandatanganan uji searah terima. HP. Upsonic. HP. Local/Remote Router Certification Maintenance Selama masa garansi pemborong harus menyediakan Support dan Maintenance Service “Free of Charge” untuk spare parts dan tenaga kerjanya. 3. Paling sedikit harus dilakukan 50% random test untuk tiap lantai . Comscope. 8. Setelah habis masa garansi pemborong hrus menawarkan pilihan kepada ………. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1. Hal ini untuk menjamin konektivitas dan performance dari jaringan secara keseluruhan. 9.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah semua jaringan terpasang. Merlin Gerin. 5.2. 4.P.102 PT. DOKUMENTASI Pemborong harus menyediakan dokumentasi dari keseluruhan jaringan computer yang telah di install yang terdiri dari : 1. Liebert. 2. Ciptanusa Buana Sentosa . testing harus dilakukan 24-hour burn in test.6. Garansi Garansi diberikan selama satu tahun untuk seluruh hardware produk (Hub. TRAINING PEMELIHARAAN DAN GARANSI Training Pemborong harus menyediakan fasilitas training meliputi : a. Introduction to Network b. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.6.1.6.M. Setelah penandatangan uji serah terima. I. 6. Uraian Structure Cabling Network Hubs Router Bridge UPS Spesifikasi Teknis AT&T.

103 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Exide. Spesifikasi Teknis 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . Iwatec.

Pemborong harus menyerahkan shop drawing. Struktur/Sipil maupun Interior harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang. Gambar-gambar Arsitek. sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada. 1978 4. 1975. Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Pemasangan Instalasi Elevator dan Escalator dari Instalasi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya. dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan ataupun material.3 th. Pedoman Pengawasan Instalasi Lift No. Keputusan Gubernur Kepala Daerah DKI Jakarta No. Yang dimaksud gambar kerja adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan. KOORDINASI 1. PERALATAN DAN DOKUMEN YANG DISERAHKAN 1.2.17. jarak terhadap dinding dan dimensi accessories yang dipakai. Suatu daftar referensi pemasangan harus dilampirkan dalam Surat Penawaran. 5. Umum Dalam jangka waktu 90 hari setelah menerima SPK. 7. . MK/Direksi Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. BRITISH STANDARD 2. lengkap dengan dimensi peralatan. daftar peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini untuk disetujui oleh MK/Direksi Pengawas. agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajukan instalasi yang lain. 1. 1978. 1. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain. 2. PERATURAN UMUM PERATURAN PEMASANGAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut: 1.53 th 1987.1. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.1173 th. Pemborong harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada pemilik dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui.378/KPTS/1978 sebagai SKBI – 3. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan. PELAKSANAAN PEMASANGAN 1. 2.1 3.4. ANSI Code A. 1. 3. 1.104 PT. Apabila ada sesuatu yang diragukan. 2. Peraturan Daerah DKI No.3. maka semua akibatnya menjadi tanggung jawab pemborong. 6. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai. Gambar-gambar rencana dan persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan pemborong instalasi lainnya.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PEKERJAAN TRANSPORTASI VERTIKAL 1. GAMBAR – GAMBAR 1. th. jarak peralatan satu dengan lainnyya. 3 . pemborong harus segera menghubungi MK/Direksi Pengawas.4. PERSETUJUAN MATERIAL. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. 3. Ciptanusa Buana Sentosa 1. Koordinasi yang baik perlu ada.5.

tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pemborong. Daftar Peralatan dan Bahan Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini harus diserahkan untuk mendapat persetujuan MK/Direksi Pengawas dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data-data teknis. Pemborong harus melengkapi dengan seleksi data dan menyerahkan dalam rangkap 3 (tiga). Shop Drawings Pemborong harus mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan yang diperlukan untuk diperiksa dan disetujui. 3. 4. Umum Semua peralatan dari bahan maupun komponennya harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang diuraikan maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. . Quality Asurance Suatu pembuktian dari pabrik atau Supplier setempat terhadap kualitas produk. Performance Data Data-data kemapuan dari unit yang terbaca dari suatu tabel atau curva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menseleksi peralatan-peralatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. sehingga memberikan kemungkinan dapat dipertukarkan. Penggantian Peralatan dan Bahan Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender pada dasarnya harus sudah memenuhi spesifikasi walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkikan ada peralatan dan bahan yang belum memenuhi spesifikasi. Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama. Yang menyatakan bahwa produk ini sudah diproduksi beberapa tahun. 2. Seleksi Data Untuk persetujuan bahan dan peralatan. 2. Ciptanusa Buana Sentosa 3. Daftar peralatan dan bahan yang diajukan harus memenuhi spesifikasi.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pemilik tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh/dokumen ini. Data-data pemilihan meliputi : Manufacturer Data Berupa brosur-brosur. telah terpasang di beberapa lokasi.105 PT. Arsitek maupun gambar-gambar instalasi lainnya serta sudah menghasilkan kondisi yang sebenarnya di proyek. performance dari peralatan. spesifikasi dan informasi yang tercetak jelas dan cukup detail sehubungan dengan persyaratan/ketentuan spesifikasi. 3 .6. Pemborong harus menunjukkan dalam brosur unit yang dipilih dengan memberikan tanda. Dengan mengajukan gambar-gambar kerja ini berarti pemborong sudah mempelajari dengan seksama gambar-gambar Struktur. PERALATAN DAN BAHAN 1. 1. harus diproduksi oleh pabrik (merk) yang sama. dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik.

Pemborong harus menunjukkan pada satu set gambar cetak biru dari Gambar Kontrak terhadap deviasi-deviasi. dinding dan lain sebagainya. LAPORAN-LAPORAN 1. As built ini harus menunjukkan lokasi dan posisi yang tepat dari seluruh bagian-bagian instalasi referensi yang digunakan seperti kolom. Gambar as built drawing ini lengkap untuk seluruh instalasi terpasang pada proyek ini. Bila pihak MK/Direksi Pengawas. 1. dan lain sebagainya. harus tercantum : Nama Pemilik Judul gambar/dan bagian dari bangunan Nomor gambar Nomor lembar gambar dan jumlah lembar gambar Tanggal 1. Laporan Harian dan Mingguan Pemborong wajib membuat laporan harian dan laporan mingguan yang memberikan gambaran mengenai : Kegiatan fisik Catatan dan perintah MK/Direksi Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis. As Build Drawing ( Gambar instalasi terpasang ) Pemborong haru menyerahkan 1 (satu) set as built drawings berupa gambar transparant daln 3 (tiga) set gambar cetak birunya. 4. Pada setiap gambar “as built”.8. yang bertindak sebagai wakil dari pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. berikut gambar-gambar detail dan gambar potongan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi.106 PT. pengembangan dan revisirevisi yang terjadi semasa pelaksanaan. 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pemborong. Jumlah material masuk/ditolak Keadaan cuaca Pekerjaan tambah/kurang Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditanda tangani oleh Project Manager harus diserahkan kepada MK/Direksi Pengawas untuk diketahui/disetujui. PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN Penanggung jawab instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada di lapangan. maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik yang disetujui. membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik. 2. karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada di tempat pekerjaan pada saat diperlukan/dikehendaki.7. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. Laporan Pengetesan Pemborong instalasi ini harus menyerahkan kepada MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai hal-hal sebagai berikut : Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi Hasil pengetesan peralatan Hasil pengetesan kabel.

MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN 1. PEMBOBOKAN. 1. Ciptanusa Buana Sentosa 1. 1. maka motor tersebut harus diganti dengan yang baru dan tidak boleh wiringnya digulung baru. Selama masa pemeliharaan ini. Semua point a s/d f harus dibundel dalam satu bundel dan diserahkan sebanyak 3 (tiga) sets. Data test report e. bila terjadi kerusakan atau kegagalan pekerjaan instalasi. harus dikonsultasikan dengan MK/Direksi Pengawas. 1. baik yang belum atau yang sudah diperingatkan sebelumnya tanpa adanya tambahan biaya. As built drawing b. Nama-nama supplier peralatan dan kontrol yang terlibat dalam proyek ini lengkap dengan alamat dan nomor telepon. PENAMBAHAN/PENGURANGAN/PERUBAHAN INSTALASI 1. IJIN – IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab pemborong.10.11. Pembobokan tembok.9. Selama masa pemeliharaan ini. Brosur-brosur peralatan dan kontrol yang berisi antara lain : q Brosur Teknis q Maintenance Manual q Operator Manual q Elektrikal wiring/kontrol c. GARANSI Semua peralatan. Bila terdapat kerusakan pada peralatan sehingga perlu diperbaiki atau diganti maka garansi tetap berlaku semenjak penggantian atau perbaikan tersebut. Pemborong instalasi ini harus menyerahakan setiap gambar perubahan yang ada kepada pihak MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga). Spare part dan tools. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Pembobokan/pengelasan/pengeboran tersebut diatas baru dapat dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari pihak pemilik secara tertulis. 1.14. lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini. PENGELASAN DAN PENGEBORAN 1.13. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama enam bulan terhitung sejak saat penyerahan pertama. 3. Pemborong wajib mengganti atau memperbaiki kerusakan atas biaya sendiri. Pemborong instalasi ini diwajibkan memperbaiki dan melaksanakan bagian-bagian pekerjaan yang tidak sempurna. dan lain-lainnya harus mendapat instruksi dari pemilik secara tertulis sebelum dilaksanakan. Sertifikat jaminan peralatan dan instalasi f. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS 3 . 4. Perubahan material. . d. Bila terjadi kerusakan pada peralatan utama (mis : motor terbakar ). Pelaksanaan Instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pemborong harus menyerahkan dokumen lengkap pada saat serah terima pekerjaan pertama berupa : a. 3. Dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh MK/Direksi Pengawas secara tertulis.107 PT. Sejak penyerahan pertama tersebut sampai masa garansi berakahir. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab pemborong sepenuhnya. harus dikembalikan ke kondisi semula dan menjadi lingkup pekerjaan instalasi ini. bahan dan mutu hasil pekerjaan harus digaransi selama minimum 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal penyerahan pertama. 2.12. 2.

5. Pengadaaan dan pemasangan semua material.108 PT. maka perbaikan dapat diberikan kepada orang lain dengan beban biaya ditanggung oleh Pemborong.2. Pengadaan. 3. 4. 2. Seluruh peralatan yang direncanakan dalam instalasi ini adalah untuk bekerja pada frekwensi 50 Hz 2 Hz dan tegangan 220/380 Volt 10 % LINGKUP PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT UMUM Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar terlampir. Garis besar lingkup pekerjaan instalasi Lift/Elevator yang dimaksud adalah sebgai berikut : 1. Yang menjadi lingkup pekerjaan dari Pemborong Instalasi Lift/Elevator adalah sebagai berikut: 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Menyerahkan gambar-gambar. 2. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik. 1. pengaturan dan pengujian serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. pemasangan. Ciptanusa Buana Sentosa .1. Pemborong pekerjaan instalasi Lift/Elevator harus melakukan pengadaan. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pemborong instalasi secara periodik dan minimum 1 kali tiap minggu. pemasangan. 6. Memberikan garansi terhadap mesin/peralatan. URAIAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan Elevator sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana dan spesifikasi. 3. Pengadaan. LINGKUP PEKERJAAN PEMBORONG 2. Pekerjaan Instalasi Listrik yang termasuk pekerjaan ini adalah sistem instalasi listrik secara lengkap sehingga instalasi ini dapat berjalan dengan baik dan aman. dan instalasinya yang terpasang selama 1 (satu) tahun sejak serah terima pertama. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang ditawarkan/dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan maka pemborong wajib memberitahukan hal tersebut merupakan kewajiban pemborong untuk melengkapi peralatan tersebut sehingga sempurna. lengkap dengan kontrol dan accessoriesnya. 3. pemasangan. peralatan utama serta perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pemasangan instalasi ini sesuai dengan jumlah Lift/Elevator yang tergambar ataupun terurai dalam spesifikasi teknis sehingga didapatkan suatu instalasi yang baik dan sempurna dalam pemasangannya. Pemeriksaan khusus dalam waktu pemeliharaan harus dilaksanakan oleh pemborong instalasi ini. Pemborong agar menawarkan peralatan yang sesuai untuk digunakan dengan ketentuanketentuan pada spesifikasi ini. 2. 2. sehingga pada waktu serah terima pertama instalasi tersebut harus sudah dapat dipergunakan oleh pemilik. 2. pengaturan dan pengujian Lift/Elevator.15. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK 1. panel-panel. pemasangan semua pekerjaan sipil yang diperlukan dari instalasi Lift/Elevator ini. apabila ada permintaan dari pihak MK/Direksi Pengawas/Pemberi Tugas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. 3 . Pengadaan. Teknisi pelaksanaan pekerjaan ini harus sudah tiba di lapangan dalam waktu 1x24 jam sejak waktu dipanggil. Bila tidak. peralatan control dan lain-lain bagi instalasi ini. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2. 3. 4. 5.

6.

Penyediaan dan pemasangan serta penambahan semua profil baja untuk tumpuan/pengikat guide rail pada sisi kereta, dan profil baja yang diperlukan untuk dudukan traction machine ( semua profil baja harus dicat anti karat ). Mengadakan testing dan commissioning lengkap dengan pengadaan peralatan serta perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan tersebut. Training meliputi operation, maintenance sampai dengan trouble shooting untuk tenaga-tenaga yang ditunjuk oleh pemilik. Pengadaan dokumen yang diperlukan sebanyak 3 (tiga) set yang terdiri dari antara lain : Operation manual Maintenance manual Daftar suku cadang yang perlu disediakan Gambar as built drawing Semua electronic dan electric wiring dll. Semua pengurusan izin-izin dari pihak yang berwenang sehubungan dengan pemasangan instalasi ini dan yang menyangkut biaya pengurusannya sudah harus termasuk dalam penawaran pekerjaan ini .

3.1.

DATA KERETA LIFT/ELEVATOR 1. Rangka kereta Elevator Terbuat atas profil baja yang dicat anti karat. Pada rangka ini terdapat paling sedikit empat buah sliding type guide shoes, dimana dua buah terletak pada bagian atas kereta dan yang lain pada bagian bawah kereta tepat di Guide Rail. Gide Shoes yang dipakai adalah tipe Roller Setiap guide shoes harus dilengkapi dengan sistem pelumas sendiri ( self lubrication ) untuk mencegah cepatnya ke-ausan. Pada rangka bagian bawah yang merupakan tempat tumpuan lantai kereta, harus terdapat bantalan karet. Lantai Kereta Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat dan dilapisi dengan heavy duty tile, warna ditentukan kemudian. Bagian bawahnya dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. Ukuran dan kekuatan dari lantai ini harus sesuai dengan kapasitas angkut elevator Dinding Kereta Elevator Dinding dalam konstruksinya harus sedemikan rupa sehingga mudah dipasang atau dilepas, sehingga memudahkan dalam perakitan di lapangan. Pada bagian luarnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. Langit-langit Kereta Lift/Elevator Ketinggian langit-langit kereta ini tidak berkurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. Terdapat lampu untuk penerangan normal dan untuk penerangan darurat dengan sumber daya dari batere tipe NI-CAD dry cell lengkap dengan automatic chargernya. Jenis lampu disesuaikan dengan interior yang dipilih oleh Architect, kecuali belum ditentukan, maka dapat digunakan sebagai acuan adalah type Flourescent ligthting circular milky white acrylic cover ( khusus untuk lift penumpang ), atau 2 buah flourescent (TL) 2x20 watt dengan milky white acrylic cover. Terdapat exhaust Grille dengan Exhaust Fan yang diletakkan diatas kereta. Pada bagian atas harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara.
3 - 109

2.

3.

4.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

5.

Pintu Kereta Lift/Elevator Terdiri atas dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti tergambar untuk lift dengan type Single Door. Terdiri atas masing-masing dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti pada gambar untuk lift dengan type Through Door. Penggerak pintu kereta adalah motor listrik yang dilengkapi alat pengukur kecepatan. Pada bagian dalamnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara Indikator Kereta Lift/Elevator Terletak diatas pintu kereta yang dilengkapi dengan penunjuk arah perjalanan kereta, indicator posisi sangkar elevator dengan tipe digital disertai bunyi bel. Car Operating Panel Terbuat dari stainless steel plate finish Push button yang dipakai merupakan soft touch button yang menyala bila tersentuh. Untuk Lift dengan type Trough Door setiap bagian dari pintu lift dilengkapi dengan Car Operating Panel. Terdiri atas peralatan sebagai berikut : ∗ Push button untuk setiap lantai ∗ Push button untuk membuka pintu kereta ∗ Push button untuk menutup pintu kerete ∗ Push button untuk emergency stop ∗ On-Off switch untuk independent operation ∗ Key switch untuk independet operation ∗ Lampu tanda kelebihan penumpang yang dilengkapi dengan buzzer ∗ Plat nama dari pabrik pembuat lift ∗ Tulisan kapasitas lift penumpang Pintu Lift dan Pintu Shaft Lift harus dilengkapi dengan sistem pintu yang bekerja secara otomatis. Pintu harus mempunyai mekanisme kerja membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. Pintu kereta dan pintu shaft harus membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. Pada saat lift bergerak, pintu kereta tidak bolah dapat dibuka dari dalam kabin, meskipun tombol pembuka pintu ditekan. Pada saat lift bergerak, motor listrik penggerak pintu harus memberikan torsi yang cukup kuat pada daun pintu, untuk mencegah pintu dibuka secara paksa dari dalam kabin. Pada saat tidak ada sumber daya listrik, pintu-pintu harus dapat dibuka secara paksa dengan tangan dari dalam kabin dan dari luar shaft. Setiap pintu shaft harus dilengkapi dengan suatu sistem interlock jenis electro mechanical, yang mencegah pintu dibuka secara paksa, kecuali dengan kunci khusus yang disediakan untuk melepas sistem interlock tersebut. Sistem interlock electro mechanical pada pintu shaft tersebut harus dapat dibuka dari kabin, pada saat lift berhenti pada suatu lantai. Sistem interlock harus dibuat sedemikian sehinggaa dapat dilepas dari dalam kabin, pada saat tidak ada sumber daya listrik. Semua peralatan interlock dan kunci dari pintu kereta dan pintu shaft harus dapat diperiksa, ditest dan diganti bagian-bagiannya, apabila rusak. Semua pintu lift harus dilengkapi dengan kontak-kontak listrik yang mencegah lift bergerak kecuali apabila pintu-pintu telah tertutup rapat. Kontak-kontak ini harus
3 - 110

6.

7.

8.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dicapai oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Untuk lift tertentu pintu lift dilengkapi dengan kaca. Pintu lift harus dilengkapi dengan “safety edge” yang terpasang dari ujung atas sampai ujung bawah panel pintu. Apabila peralatan ini menyentuh orang atau benda pada saat pintu sedang menutup, maka pintu kereta dan pintu shaft secara otomatis harus kembali pada posisi membuka penuh. Pintu baru akan menutup kembali secara otomatis, setelah melampaui waktu yang ditentukan. 3.2. DATA PERALATAN DI SHAFT 1. Magnetitic Landing Device Untuk memberhentikan kereta elevator pada setiap lantai yang dituju dengan toleransi maksimum sebesar 5 mm dari level lantai yang bersangkutan. Landing Door Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu keretanya Dilengkapi dengan narrow jamb Terbuat dari stainless steel Harus dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara electric dan mekanis serta dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weight closer. Door Sills dan Toe Guards Terletak dibawah pintu, terbuat dari Extruded aluminium natural control, yang didudukkan pada beton yang telah disediakan. Hall Button Hanya ada satu buah disetiap lantai ∗ Untuk lantai yang paling bawah hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah atas. ∗ Untuk lantai yang paling atas hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah bawah. ∗ Untuk lantai yang lainnya terdapat dua buah push button untuk operasi ke arah atas bawah. Push button merupakan soft touch button yang menyala bila ditekan. Car Position Indicator Terdapat diatas pintu setiap lantai dengan tipe Digital. Harus dilengkapi dengan Hall Lantern dan gong yang hanya menyala dan berbunyi pada saat kedatangan kereta. Buffer Buffer yang dipakai harus dari jenis oil buffer dimana pada bagian atasnya diberikan karet setebal 5 mm. Untuk setiap elevator minimum dipergunakan empat buah buffer dimana dua buah untuk car buffer dan yang lain untuk counter weight buffer. Buffer ini ditempatkan di atas suatu dudukan beton yang disediakan sendiri oleh pemborong pekerjaan lift (tidak boleh di angkur langsung ke lantai beton struktur yang ada). Guide Rail Pemborong pekerjaan Lift agar memberikan data-data untuk Rail, bracket dan peralatannya sebagai contohnya adalah sebagai berikut :
3 - 111
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Campensating Terdiri dari rope yang terbuat dari kawat baja dengan inti kawat baja yang dilengkapi dengan rope tensioning. Setiap sepatu penuntun harus bergerak pada permukaan rel penuntun dengan halus. Kontraktor Lift harus menyediakan satu alat yang gunanya khusus untuk melepas rem secara manual setelah kereta lift berhenti secara darurat. 9. Rail harus dilapis dengan suatu bahan anti karat dan pemegang rail harus dicat anti karat. Isi counter weight adalah sebesar Kereta Elevator ditambah dengan 50 % dari kapasitas beban (balancing 50%). Sepatu Penuntun ( Guide Shoes ) Sepatu penuntun harus berbentuk roda atau bentuk lain yang sesuai dengan standart pabrik dan terikat secara kuat pada bagian atas dan bawah dari kereta lift dan counter weigth. Selain ketentuan tersebut diatas. konstruksi dari rail harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dari pabrik. Untuk Counter Weight ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Untuk Kereta Lift/Elevator. ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. Rem Rem harus menggunakan sistem arus listrik. Sepatu rem harus bekerja tanpa menimbulkan suara keras. ketinggian dan berat nominal. Sirkuit sistem kontrol rem harus saling mengunci (interlock) secara elektris dengan sirkuit kontrol motor traksi dan harus direncanakan dan diatur sehingga rem hanya bekerja untuk memegang kabin lift pada saat lift telah berhenti di suatu lantai dan rem tidak digunakan untuk memberhentikan lift. Rangka counter weight harus dicat anti karat dan isinya dilapis dengan suatu bahan anti karat. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut 5/8”. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut ¾”. ketinggian dan berat nominal sesuai standart kapasitas. 8.5” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal 1” dan panjangnya 14. Counter Weight Rangka counter weight terbuat dari profil baja. DATA MESIN PENGGERAK 3 . 11. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. 3. diletakkan di pit dan dilengkapi dengan safety switch. Ciptanusa Buana Sentosa .3. Semua rem harus dirancangkan untuk dapat bekerja pada kapasitas normal dan sanggup memegang dan memberhentikan lift pada kondisi yang paling berat/sukar. yang terbuat dari besi cor. Rope tensioning berupa pulley yang diberikan beban. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal ½” dan panjangnya 12” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. 10.112 PT. sesuai standart kapasitas.

apabila pengaman ini bekerja maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak dan baru dapat dijalankan kembali bila secara manual posisi kereta dikembalikan ke kedudukkan normal. 3 . 2. Pemindahan rangkaian dari jaringan listrik PLN ke Diesel Emergency Set dilakukan secara otomatis di panel utama dan pekerjaan ini termasuk tugas Kontraktor Listrik. apabila pengamanan ini bekerja. Jenis alat kontrol yang harus dipakai adalah CV – GEAR LESS. yang sekaligus sebagai kontrol induk yang akan mengendalikan elevator di dalam sistem kontrolnya. 2. 3. kereta lift secara tiba-tiba akan berhenti. dengan mendapat sumber daya dari batere. SAFETY DEVICE 1. Pengaman pada pintu kereta elevator. Safety gear sebanyak empat buah yang terletak dibagian bawah dari pengimbang. Secepatnya setelah menerima daya listrik dari Diesel Generating Set Emergency. Pengamanan terhadap kelebihan penumpang. Ketinggian langit-langit kereta ini tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. Pengaman terhadap ketegangan rope. sistem intercom dan bel alarm harus tetap berfungsi. dimana secara otomatis akan membunyikan buzzer yang diletakkan di car board. Pada saat demikian. 2. maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak.113 PT. 6. KONTROL SISTEM Setiap elevator harus mempunyai sebuah panel kontrol untuk mengoperasikan kereta Elevator. akan bekerja bila tersentuh. ROPE 1. Mesin penggerak ini dilengkapi dengan suatu base frame yang duduk diatas penyangga beton dan ditempatkan di ruang mesin elevator diatas shaft. Berat dan kereta akan mengadakan pengereman di rail dan micro switch yang ada disana akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. semua lift harus dapat bekerja kembali secara normal. 5. 3. Sertifikat kawat penggantung harus diserahkan kepada pemilik sebelum pelaksanaan.5. 3. Mesin penggerak kereta elevator terdiri dari motor arus bolak balik 3 phase 380 V dengan toleransi 10 % Volt 50 Hz.6. Ciptanusa Buana Sentosa . Panel kontrol lift ini harus bisa dihubungkan dengan card reader dari system Access Control. berupa : Door safety edges sebanyak 2 buah. dimana pada waktu mesin bekerja defleksi dari karet tersebut tidak boleh lebih besar dari 3 mm. 3. 3. Pengaman terhadap kelebihan perjalanan. Sistem pemasangan rope adalah 2 : 1 dimana ujung dari pada rope dipasangkan pada rope end (detch and Hitch) yang terletak pada suatu profil baja dengan dilapisi karet setebal 25 mm dan dilengkapi safetay switch dan per. Rope yang dipakai adalah kawat baja dengan inti kawat baja. apabila terjadi kelebihan kecepatan maka: Centrifugal switch yang ada di speed governor akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. dan Level 10 cm di atas level lantai teratas. Pengaman lift pada saat Sumber Daya listrik PLN terputus : Pada saat sumber daya listrik utama dari PLN terputus. Diameter minimum dari rope yang dipakai disesuaikan dengan kapasitas lift secara standart. lampu darurat didalam kereta harus menyala secara otomatis.4. harus ditempatkan bantalan karet sebagai peredam getaran. Pembatasan yang ada yaitu : Level 6 cm di bawah level lantai terbawah. Antara base frame dan penyangga. Pengaman terhadap kelebihan kecepatan. 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 3. 4.

7.8. PT. Lengkapi dengan peralatan ALD ( Automatic Landing Device ). Ciptanusa Buana Sentosa . 2. Semua komponen kontrol harus dapat bekerja dengan baik pada temperatur maksimum 40 oC dan RH maksimum 95 %. Didalam operasinya setiap cabang dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil setiap cabang. Penyediaan kabel FRC/MICC untuk fire lift oleh kontraktor listrik. 6. di masing-masing ruang mesin elevator dan di ruang Control Engineering. 2. Perlu dilengkapi Supervisory panel dengan 3 buah intercom yang diletakkan di Ruang Mesin. Sakelar ini harus diberi tulisan yang jelas untuk kedudukan “ON” atau “OFF”. 4. 4. INSTALASI LISTRIK Pekerjaan instalasi listrik yang termasuk lingkup kerja dari pemborong instalasi ini adalah: 1. Alat kontrol harus dilengkapi dengan suatu alat pencegah interferensi dengan gelombang pemancar yang ada. diatas dan dibawah kereta lift. PANEL KONTROL LIFT 1. Dengan mendudukkan sakelar pada posisi Sakelar pada posisi “ON”. Penambahan batere tipe NI – CAD dry cell lengkap dengan Automatik Charger. lift akan berhenti sesaat dan secepatnya setelah mendapatkan aliran listrik. Lampu dan switch di pit elevator. 3. Setelah membuka pintu di lantai dasar dan melepas penumpang-penumpangnya. maka lift akan bekerja secara normal kembali. dengan cabang pada masing-masing kereta. 5. Ruang Maintenance dan Ruang Security. Panel kontrol ini adalah dari jenis free standing close type dengan lubang ventilasi secukupnya. Intercom dengan master station. Box panel harus terbuat dari plat baja tebal 2 mm dengan rangka penguat dan dicat anti karat. 3. Pada saat pemindahan tersebut.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Bila sumber listrik utama dari PLN telah terhubung kembali maka rangkaian akan dipindahkan ke keadaan semula pada panel utama listrik di lantai Basement. Semua kabel yang masuk atau keluar panel ini harus dilengkapi dengan cable gland. Untuk mengoperasikan sakelar tersebut tidak boleh menggunakan kunci dan harus diletakkan didalam kotak besi yang mempunyai panel depan terbuat dari stainless steel hairline finish dan tutup kaca yang mudah dipecahkan. maka lift akan bekerja sebagai berikut : Semua panggilan lift dan permintaan lantai akan dibatalkan. 3 . 7. 5. Panel daya (tebal 2 mm ) untuk masing-masing lift beserta kabel feeder dari panel daya ke panel kontrol elevator. tanpa berhenti di lantai-lantai lain. Tanpa melihat arah geraknya.114 3. Sistem kerja lift akan berubah dari kontrol secara kolektif menjadi tidak kolektif. Pengaman Bila Terjadi Kebakaran Di lantai Dasar harus disediakan dan dipasang Sakelar khusus untuk petuga-petugas pemadam kebakaran dengan tulisan dalam Bahasa Indonesia “SAKELAR KEBAKARAN”. lift secara otomatis akan bergerak turun ke lantai dasar. Kabel kontrol dari panel kontrol elevator ke setiap bagian yang memerlukannya. Earth Quick Protection. lift akan berhenti bekerja. Panel kontrol akan diletakkan di atas suatu dudukan beton ringan yang akan disediakan oleh pemborong lift dan harus dilapisi karet setebal 5 mm dan hanya dapat dilayani dari depan. 6. Untuk selanjutnya pengoperasian lift tersebut hanya dapat dilakukan dari dalam kereta dan lift tidak akan melayani panggilan dari luar kereta/lantai. Penarikan kabel untuk paging system yang langsung dikontrol/dihubungkan dengan paging sentral oleh Kontraktor sound system.7. 7. dan tidak ada panggilan atau permintaan baru terdaftar. 3.

KELENGKAPAN LIFT 3 . 9. Variable Freq) Seperti pada gambar Center Opening Automatic Doors AC 7.1 & LF-PK.1.2) Jumlah Lift Fungsi Tipe Lift Kapasitas Kecepatan Penggerak Kontrol Lantai yang dilayani Tipe Pintu Sumber Tenaga (V/Hz) Sumber Penerangan (V/Hz) Application Codes Matrials & Wirings Sistem Penomoran KETENTUAN DIMENSI Ukuran Kereta Elevator Ukuran Bukaan Pintu (mm) Ukuran Hoistway (mm) Kedalam Pit (mm) Tinggi Overhead (mm) Ukuran R. Continous test : 1 x 24 jam LAIN . Masa jaminan seluruh peralatan adalah 1 tahun. ANSI code A17.2. 50 Hz BS. JIS Ditentukan kemudian : Stainless steel hair line position indikator operating Panel : Standard type heavy duty Dot type/stainless steel hairline finish Faceplate : Soft touch button : Door safety edge Entrance Hall Car Positioan Indicator : Push Button Hall Lantern : Vertical circular type setiap lantai Arrival gong : setiap lantai Face plate of signal : Stainless steel Face plate of signal : Stainless steel 4. 50 Hz AC 1 phase.1. 11% dari kapasitas beban kereta lift. ANSI code A17. JIS BS.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8. 220V.5 Kw. Ciptanusa Buana Sentosa . 3 phase.1. 4. 220/380V.Mesin Elevator ENTRANCE DESIGN Model Entrance Landing Doors Landing Sills SIGNAL FIXTURES Dalam Kereta Lift Face plate of car Hall Car position and direction Indicator Car operating Panel Pengaman ujung pintu : NARROW JAMB with Painted Powder Coating : Painted : Extruded hard alumunium : : : : : : Disesuaikan dengan masing-masing produk 800 mm Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) : : : : : : : : : : : : : 2 Unit Lift Penumpang Type Standard Passenger Passenger Lift 680 Kg ( 10 Orang ) 60 mpm AC – VVVF (Variable Voltage. Testing Comissioning.LAIN DATA LIFT DATA LIFT PENUMPANG (LF-PK.115 PT. 4.

1. Pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah. Ciptanusa Buana Sentosa . NO.116 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Eemergency car lighting with automatic Charger Interphone system and Emergency Paging System Overload Protection Divice Electric Fan ARD (Automatic Rescue Device) Arrival gong Auxiliary car Operating Panel Single phasing protection Manhole (car) Switch Pit switch Maintenance switch (di dalam & di luar car) Nuisance Call Cancellation (untuk menghapus panggilan semu. Mitsubitshi 3 . berdasarkan proteksi dari beban) Non reverse phase sequence protection Lampu di atas dan di bawah car lift berikut kawat pengaman & stop kontak Emergency alarm Rope ditandai untuk tanda di lantai mana car berada PRODUK INSTALASI TRANSPORTASI DALAM GEDUNG Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis. PERALATAN Elevator / Lift MERK / PEMBUAT Sigma.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful