PROPOSAL PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN A.

PENDAHULUAN Saat ini minat baca masih menjadi masalah yang belum terselesaikan bagi bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan bangsa berbudaya baca, maka bangsa ini perlu melakukan pembinaa minat baca anak. Pembinaan minat baca anak merupakan langkah awal sekaligus cara yang efektif menuju bangsa berbudaya baca. Masa anak – anak merupakan masa yang tepat untuk menanamkan sebuah kebiasaan, dan kebiasaan ini akan terbawa hingga anak tumbuh dewasa atau menjadi orang tua. Dengan kata lain, apabila sejak kecil seseorang terbiasa membaca maka kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa. Pada usia sekolah dasar, anak mulai dikenalkan dengan hutuf, belajar mengeja kata dan kemudian belajar memaknai kata – kata tersebut dalam satu kesatuan kalimat yang memiliki arti. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak. Setelah anak – anak mampu membaca, anak – anak perlu diberikan bahan bacaan yang menarik sehingga mampu menggugah minat anak untuk membaca buku. Minat baca anak perlu dipupuk dengan menyediakan buku – buku yang menarik dan representative bagi perkembangan anak sehingga minat membaca tersebut akan membentuk kebiasaan membaca. Apabila kebiasaan membaca telah tertanam pada diri anak maka setelah dewasa anak tersebut akan merasa kehilangan apabila sehari saja tidak membaca. Dari kebiasaan individu ini kemudian akan berkembang menjadi budaya baca masyarakat. Akan tetapi pembinaan minat baca anak saat ini sering terbentur dengan masalah ketersediaan sarana baca. Tidak semua anak – anak mampu mendapatkan buku yang mampu menggugah minat mereka membaca. Faktor ekonomi atau minimnya kesadaran orang tua untuk menyediakan buku bagi anak menyebabkan anak – anak tidak mendapatkan buku yang dibutuhkan. Tidak tersedianya sarana baca merupakan masalah besar dalam pembinaan minat baca anak. Anak – anak tidak dapat memanjakan minat bacanya karena tidak tersedia sarana baca yang mampu menggugah minat anak untuk membaca. Padahal pembinaan minat baca anak merupakan modal dasar untuk memperbaiki kondisi minat baca masyarakat saat ini. Untuk mengatasi masalah ketersediaan sarana baca anak dapat dilakukan dengan memanfaatkan eksistensi perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah dapat difungsikan sebagai institusi penyedia sarana baca cuma – cuma bagi anak – anak. Melalui koleksi yang dihimpun perpustakaan, perpustakaan sekolah mampu menumbuhkan kebiasaan membaca anak. Tetapi amat disayangkan, perpustakaan sekolah yang dijadikan ujung tombak dalam pembinaan minat baca anak justru dalam kondisi yang memprihatinkan. Bahkan saat ini banyak sekolah dasar yang belum memiliki perpustakaan. Data Deputi Pengembangan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengungkapkan bahwa hanya 1% dari 260.000 sekolah dasar negeri yang memiliki perpustakaan (Kompas, 25/7/02). Keadaan ini tentu bertolak belakang dengan Undang – undang Nomor 2 pasal 35 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa setiap sekolah diwajibkan memiliki perpustakaan yang menyediakan buku sebagai sarana baca bagi siswa (anak). Mengacu pada hal diatas, perlu kiranya pemikiran mengenai faktor – faktor yang dapat mendukung keberhasilan proses belajar dan mengajar. Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar sekolah merupakan faktor – faktor yang sangat mendukung keberhasilan dalam proses belajar dan mengajar di sekolah. Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar di karenakan sarana baca yang menunjang di sekolah. Dengan adanya Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar sekolah diharapkan dapat menunjang keberhsailan proses belajar dan mengajar.

Pengertian ini memusatkan perhatian pada pemerataan dalam peningkatan kemampuan manusia dan pemanfaatan kemampuan itu. Rumusan itu menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia tidak hanya sekedar meningkatkan kemampuan tetapi juga menyangkut pemanfaatan kemampuan tersebut. Menurut Effendi (1995), pengembangan sumber daya manusia termasuk di dalamnya adalah peningkatan partisipasi manusia melalui peluasan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan, peluang kerja dan berusaha. Paradigma pendidikan yang memberikan kewenangan luas kepada sekolah dalam mengembangkan berbagai potensinya memerlukan peningkatan kemampuan kepala sekolah, guru dan siswa dalam berbagai aspek pengetahuannya, agar dapat mencapai tujuan yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatan kualitas pendidikan. Seperti diungkapkan Supriadi (1998:346) bahwa “erat hubungannya antara mutu kepala sekolah dengan berbagai aspek kehidupan sekolah seperti disiplin sekolah, iklim budaya sekolah, dan menurutnya perilaku nakal peserta didik.” Oleh karena itu, kepala sekolah bertanggung jawab atas manajemen pendidikan secara mikro, yang secara langsung berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah. Segala hal yang diungkapkan diatas menjadi lebih penting sejalan dengan semakin kompleknya tuntutan tugas kepala sekolah, yang menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisien. Di samping itu, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang diterapkan dalam pendidikan di sekolah juga cenderung bergerak maju semakin pesat sehingga menurut penguasaan secara profesional. Menyadari hal tersebut, setiap kepala sekolah dihadapkan pada tantangan untuk melaksanakan pengembangan pendidikan secara terarah, terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam rangka inilah dirasakan perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar sekolah. Dan hal ini diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran di sekolah sehingga tercapai hasil belajar yang maksimal. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Dengan adanya sarana rumah baca (perpustakaan), sekolah dapat memacu dan meningkatkan minat baca siswa, menambah wawasan pengetahuan dan teknologi, terampil serta dapat memebentuk kepribadian luhur yang sehat jasmani maupun rohani sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan. 2. Tujuan Khusus 2.1 Meningkatkan Minat Baca Siswa Bahwa dengan adanya perpustakaan ini, diharapkan agar siswa dapat meningkat minat bacanya, hal ini dimungkinkan karena fasilitas yang nantinya akan dilengkapi dengan media informasi lainnya secara bertahap dan terprogram, semua akan mendukung minat baca siswa dan akan menjadi tamu rutin bagi perpustakaan nantinya. 2.2 Meningkatkan Mutu Pengembangan Profesi Guru Bahwa guru akan lebih mudah menemukan bahan ajar yang diperlukan untuk menyusun program pengajaran yang dikemas dalam RPP (Rencana Program Pengajaran), serta dapat dengan mudah mengakses bahan – bahan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku maupun memberikan bahan – bahan pengayaan bagi siswa – siswi.

19660305 198902 2 003 .2. S. PENUTUP Demikian proposal ini di buat dengan sebenar – benarnya sesuai dengan kondisi real di lapangan. MARLINA. Hj.Pd NIP. Pontianak.3 Meningkatkan Mutu Kegiatan Pembelajaran / KBM Hal ini sangat dimungkinkan sebab dengan adanya pengetahuan tentang lingkungan yang sehat dan bersih. siswa dan guru dapat menjalani kegiatan belajar dan mengajar di kelas masing – masing dengan baik. C. 04 April 2011 Kepala Sekolah.

000 3.000.000 PENDAMPING 5.000.000 TOTAL 100.000.000.000.000.000.000 NO 1 2 3 4 5 6 KEGIATAN Pembangunan Perpustakaan / PSB 56 m2 Penyediaan Meubelair Buku Pengayaan Keterampilan dan Pengetahuan Buku Referensi Alat Peraga Pendidikan.000 7.000 15. Kit Multimedia Interaktif Perencanaan.000 5.000.000 150.000.000.000.000 5. Pengawas dan Biaya Umum JUMLAH .000 20.000.000 10.000.000 20.000 7.000 140.REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA Pekerjaan Alokasi Tahun Anggaran Sumber Dana : Pembangunan Perpustakaan : SD Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat : 2011 : Dana Dekonsentrasi BIAYA (Rp) APBN 95.000.000.000 3.000.000 5.000 10.000.

vibrator. b. Gambar – gambar Lokasi Pembangunan Pada RKS ini dilampirkan antara lain : 1. UKS (UNIT KESEHATAN SEKOLAH).2 Lingkungan Pekerjaan Pekerjaan yang akan dilasanakan adalah : − Pembanguanan Ruanagan Perpustakaan SD Sarana Bekerja Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 1. alat – alat pengangkut. 1.2 Gambar – gamabar lokasi pemabangunan ruang Perpustakaan Sekolah. Cara Pelaksanaan Pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh keahliaan. mesin las. mesin giling dan peralatan lain yang dipergunakan untuk pelaksanaan pekerjaan di lapanngan.3 Pasal 4 . DAN PEMASANGAN KERAMIK PADA LANTAI SD NEGERI 13 PONTIANAK BARAT PERSYARATAN TEKNIS UMUM Pasal 1 Uraian Pekerjaan 1. Pasal 2 2.Rencana Kerja dan Syarat – syarat Teknis RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT PEMBANGUNAN RUANG PERPUSTAKAAN.1 Berita acara pemilihan dan pembentukan tim pembangunan ruang Perpustakaan. pompa air. Penyediaan bahan – bahan bangunan dalam jumlah yang cukup untuk setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan tepat pada waktunya. c. gambar – gambar. penjelasan pekerjaan serta mengikuti petunjuk dan keputusan Konsultan Perencanaan.1 1. pihak sekolah sebagai pelaksana pekerjaan harus menyediakan : a.1 Jenis Dan Mutu Bahan Jenis dan mutu bahan yang dipakai diutamakan dari produksi dalam negeri sesuai dengaan keputusan menteri dan Koperasi dan Menetri perindustrian. sesuai dengan ketentuan – ketentuan dalam rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). Tenaga kerja / tenaga ahli yang cukup memadai sesuai dengan pekerjaan yang akan dilasanakan. Pasal 3 Profil Sekolah. Alat – alat bantu seperti beton molen.

maka yang mengikat/berlaku adalah ketentuan yang ada dalam RKS. b. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja. e. Peraturan Muatan Indonesia (PMI) i. Bila suatu gambar tidak cocok dengan gambar yang lain. 1. SNI. Pedoman Tata Cara Penyelenggaraan Pembangunan Gedung Negara oleh Departemen Pekerjaan Umum. maka gambar yang mempunyai skala besar yang berlaku.3 Pihak sekolah wajib meneliti semua gambar dan rencana kerja dan syarat – syarat (RKS) termasuk tambahan dan perubahannya. UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dan Pemasangan Keramik pada Lantai Sekolah Dasar. berlaku dan meningkat pula. dan pihak sekolah harus mengikuti keputusannya. b. tentang tata cara Perhitungan Struktur Beton untuk bangunan gedung atau PBI (Peraturan Beton Indonesia) 1971. c. e.1 5. Penjelaasan pekerjaan dari Konsultan Perencanaan. d. tentang peraturan Instalasi Listrik 1987. antara lain : a. g. Bila perbedaan – pebedaan tersebut menimbulkan keragu – raguan sehingga dalam pelaksanaannya menimbulkan kesalahan.1 Dalam melaksanakan pekerjaan. h. Peraturan Umum tentang Pelaksanaan Pembangunan di Indonesia atau Alegmene Voorwaarden Voor De Witvoering Bij Aanneming Van Openbare Weken (AV) 1941. 03 – 2847 – 1992. Gambar dan bestek yang telah dibuat oleh Konsultan Perencanaan yang sudah disahkan oleh Pemberi tugas termasuk juga gambar – gamabar detail. Rencana kerja dan Syarat – syarat (RKS). Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PPKI) 1961. d. kecuali bila lain dalam Rencana Kerja dan syarat – syarat (RKS) ini. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Proivinsi Kalimantan Barat tentang Sekolah Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Perpustakaan.2 5. Pada pelaksanaan pekerjaan dalam pasal 1 ayat (2) tersebut diatas. maka pihak sekolah wajib menanyakan kepada konsultan Perencanaan dan atau pihak proyek.2 Pasal 6 . 0255 – 1978D. c. Surat Perjanjian Penggunaan Dana (SPPD) bantuan Pembangunan Ruang Perpustakaan. Ketentuan dan peraturan lain yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah setempat yang bersangkutan dengan permasalahan bangunan. SNI. Pasal 5 Penjelasan RKS Dan Gambar 5. UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dan Pemasangan Keramik Pada Lantai Sekolah Dasar. berlaku dan mengikuti ketentuan – ketentuan di bawah ini termasuk segala perubahan dan tambahannya yaitu sebagai berikut : a. Bila gambar tidak sesuai denag Rencana Kerja dan Syarat – syarat (RKS).Peraturan Teknis Bangunan Yang Digunakan 1. Persyaratan Umum dari Dewan Teknik Pembangunan Gedung Indonesia (DPTI – 1980). f.

Bila terjadi kehilangan bahan – bahan bangunan yang telah terpasang atau belum terpasang maka hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak sekolah dan tidak diperhitungkan dalam biaya pekerjaan tambahan. 9.1 Pihak sekolah diwajibkan menyediakan obat – obatan menurut syarat – syarat Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (PPPTK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dan pekerja yang ada di lapangan. pihak sekolah wajib menunjuk seorang kuasa sekolah atau biasa di sebut Pelaksana Lapangan yang cakap untuk memimpin pelaksanaan pekerjaan – pekerjaan di lapangan dan mendapat kuasa penuh dari pihak sekolah. Pelaksana kurang mampu atau tidak cakap memimpin pekerjaan.1 8.2 8. Apabila terjadi kebakaran.Jadwal Pelaksanaan Pihak sekolah wajib mengikuti dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Syrat Perjanjian Penggunaan Dana (SPPD). menurut pendapat pihak proyek dan konsultan. Membuat tempat penginapan di dalam lapangan pekerjaan untuk menjaga keamanan. Bila kemudian hari. pihak sekolah harus pagar pengaman dari kayu atau bahan lain yang biayanya ditanggung pihak sekolah. Pasal 7 Kuasa Pihak Sekolah Di Lapangan 7.4 Pihak sekolah wajib menjaga keamanan di lapangan terhadap barang – barang dalam pelaksanaan pekerjaan. baik yang berupa barang – barang maupun keselamatan jiwa. Pihak sekolah wajib menyediakan air minum yang cukup bersi dan memenuhi syarat – syarat kesehatan.3 Pasal 10 . tidak berarti pihak bahwa sekolah lepas tanggung jawab dari sebagian maupun keseluruhan kewajibannya. pihak sekolah bertanggung jawab atas akibatnya. kamar mandi dan WC serta air bersih yang alayak bagi semua petugas dan pekerja yang ada di lapangan.2 9. maka akan diberitahukan kepada Pihak Sekolah secara tertulis untuk mengganti pelaksana pekerjaan. Pasal 8 Panjagaan Keamanan lapangan Pekerjaan 8.1 7. Untuk maksud tersebut. Pasal 9 Jaminan Dan Keselamatan Kerja 9. Dengan adanya Pelaksana Lapangan.3 8.2 7. Untuk itu pihak sekolah di wajibkan menyediakan alat – alat pemadam kebakaran yang siap.3 Di lapangan pekerjaan. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja wajib diberikaan Pihak Sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

3 Semua bahan bangunan yang didatangkan harus memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan. Pihak sekolah wajib memperlihatkan contoh bahan yang akan digunakan di lapangan. Contoh – contoh ini harus mendapatkan persetujuan dari pihak proyek. b. Pasal 12 Syarat – syarat Pemeriksaan bahan Bangunan 12. sebelum pekerjaan secara fisik dimulai dalam keadaan baik dan siap dipakai. akan tetapi belum diperiksa oleh pihak proyek. Ukuran satuan yang digunakan disini semuanya dinatakan dalam cm. Pihak sekolah wajib meneliti tapak. Bahan bangunan yang telah didatangkan Pihak Sekolah di lapangan pekerjaan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan harus segera dikeluarkan dan selanjutnya dibongkar atas biaya Pihak Sekolah dalam waktu 2 x 24 jam. Kelalaian atau kurang telitinya Pihak Sekolah dalam hal ini tidak dijadikan alasan untuk mengajukan alasan tuntutan.2 12. terutama keadaan tanah bangunan. baru Pihak Sekolah dapat meneruskan pekerjaan.2 Sebelum memulai pekerjaan lanjutannya yang apabila pekerjaan ini telah selesai.1 13.1 Situasi a. pihak proyek berhak menyuruh membongkar bagian pekerjaan sebgaian atau seluruhnya untuk diperbaiki.1 12.2 Pasal 14 . kecuali ukuran – ukuran untuk bahan bangunan tertentu yang dinyatakan dalam inci atau mm.1 Semua alat – alat pelaksanaan pekerjaan harus disediakan oleh Pihak Sekolah. Pasal 13 Pemeriksaan Pekerjaan 13. sifat dan luasnya pekerjaan dan hal – hal lain yang dapat mempengaruhi harga pelaksanaan pekerjaan.Alat – alat Pelaksanaan 10. Pihak sekolah wajib memintakan persetujuan kepada pihak proyek. Biaya pembongkaran dan pemasangan kembali menjadi tanggungan Pihak Sekolah. Ukuran a. b. 11. Bila pihak sekolah melanggar ayat 1 pasal ini. Pasal 11 Situasi Dan Ukuran 11. Peil (permukaan) alas lantai mengikuti bangunan yang sudah ada.

Pekerjaan plesteran halus lantai pada lantai selasar belakang. untuk pekerjaan tambah yang harga satuannya tidak tercantum dalam harga satuan yang dimasukkan dalam penawaran.1 Tugas mengerjakan pekerjaan tambah / kurang diberitahukan dengan tertulis atau ditulis oleh pihak sekolah dan disetujui Pemberi Tugas. Untuk pekerjaan ini.1 17. menggunakan keramik ukuran 30 x 30 cm. Semua permukaan plesteran harus rapi / tidak bergelombang dan pertemuan sudut harus membentuk sudut 90 derajat. b. sesuai dengan gambar kerja.2 14.4 .5 cm.1 Pembersihan Lokasi Pekerjaan Pihak sekolah harus membersihkan lokasi kerja dari segala sesuatu yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan. tetapi pihak proyek dapat mempertimbangkan perpanjangan waktu karena adanya pekerjaan tambah tersebut. harga satuannya akan ditentukan lebih lanjut oleh Pihak Sekolah dengan persetujuan Pihak Proyek.2 Pekerjaan pemasangan keramik pada lantai bangunan. Pihak Sekolah harus menyediakan segala alat bantu yang diperlukan baik peralatan maupun perancah – perancah yang aman. Adanya pekerjaan tambahan yang tidak dapat dijadikan alasan sebagai penyebab keterlambatan penyerahan pekerjaan. Persyaratan Teknis Khusus Pasal 15 Pekerjaan Persiapan Di Lapangan 15.1 Pekerjaan Persiapan dan Pembersihan Lokasi Pekerjaan Perisapan dan Pembersihan Lokasi dikerjakan pada daerah disekitar bangunan yang sudah ada tanpa merusak bangunan lainnya. Pasal 16 Pekerjaan Pendahuluan 16. Pekerjaan pemasangan keramik dikerjakan sesuai dengan gambar kerja yang ada. Pasal 17 Pekerjaan Lantai 17.3 14.Pekerjaan Tambah / Kurang 14. Pekerjaan tambah / kurang hanya berlaku bila memang ternyata ada perintah tertulis dari pihak sekolah.Pemasangan keramik harus benar – benar rata dan rapi diatas speci campuran semen dan pasir. Pasal 18 14. ketentuan pekerjaan plesteran adalah sebagai berikut : a. yang pembayarannya diperhitungkan bersama dengan angsuran terakhir. Biaya pekerjaan tambah / kurang akan diperhitungkan menurut daftar harga satuan yang dimasukkan oleh Pihak Sekolah dalam suatu daftar. Untuk plesteran digunakan campuran semen 1 pc : 4 ps dan ditentukan tebal plesteran 1.

semua pintu yang dikerjakan pada semua ruangan menggunakan kunci pintu tanam double slagh. menggunakan papan kayu klas 1 yang diketam halus kedua sisinya. pekerjaan pengecatan ini antara lain : 1. Semua bentuk dan ukuran pada pekerjaan plafond ini disesuaikan dengan gambar kerja yang ada atau sesuai dengan petunjuk direksi atau pengelola proyek.3 19. Pasal 19 Pekerjaan Pintu Dan Jendela 19. dipasang sesuai dengan gambar kerja. Pemasangan engsel yang tidak tepat ukuran dan spepsifikasinya menyebabkan pintu menjadi berat untuk di gerakkan dan berbunyi. Bahan penggantung plafond dari bahan kayu dengan ukuran 4 x 6 cm dan 5 x 5 cm. setiap pintu dipasang 4 (empat) buah engsel ukuran 4 inch.1 20.3 .1 Pekerjaan pintu panel kayu klas 1 dua daun dengan rangka kayu klas 1. dilengkapi dengan kunci pintu 2 slagh.1 Pekerjaan pengecatan dikerjakan pada seluruh bangunan. letak. Seragam dan tidak cacat.2 Pintu menggunakan egsel jenis ring nylon. slot serta engsel pintu 4 (empat) inch dan untuk 1 (satu) buah pintu di pasang 4 (empat) buah engsel. Semua plafond dipasang mengikuti bentuk yang sudah ada sebelumnya atau sesuai dengan gambar kerja yang ada. Pengecatan dengan cat kilap baru dikerjakan pada bagaian permukaan bidang yang terlihat Ketentuan ukuran pengecatan adalah sebagai berikut : 18.3 21. Pengecatan dengan cat kilap baru Syarat – syarat pengerjaannya : 1. Untuk semua pekerjaan pintu.2 19. Pengecatan dengan cat tembok baru 2. Pasal 21 Pekerjaan Pengecatan 21. jendela. Oleh karena itu engsel harus sama spesifiasinya dengan yang sudah ada. mempunayi sisi yang lurus.2 21. Pasal 20 Pekerjaan Pengunci Dan Penggantung 20. di pasang door closer masing – masing satu buah.1 Perkerjaan plafond menggunakan GRC yang berkualitas baik. bentuk serta ukuran disesuaikan dengan gambar kerja yang sudah ada. siku. 2. Pekerjaan engsel pintu sebanyak 2 set ex dorma harus dilakukan dengan penuh ketelitian. Pengecatan dengan cat tembok baru dikerjakan pada dinding plesteran bagian luar dan bagian dalam juga pada bagaian plafond dan pagar tangga yang dibangun.2 18.Pekerjaan Plafond 18.

Pemasangan harus rapi dan memenuhi persyaratan sehingga tidak mengakibatkan kebocoran. 2. Syarat – syarat Pelaksasnaan : 1. Pemasangan atap dipakukan pada rangka atap / langsung pada reng dengan menggunakan paku seng. Pekerjaan instalasi listrik terdiri dari kabel dan proses pemasangan instalasi listrik (perangkaian komponen – komponen listrik). 2. Setelah pekerjaan tersebut selesai. 3. Seng Datar BJLS 30 Pedoman Pelaksanaan a.1 Pekerjaan pembersihan lapangan setelah pekerjaan selesai dikerjakan. Pemasaanagan lampu TL 20 Watt setara merk Philip sebanyak 3 buah lengkap dengan komponen pendukungnya dan lampu pijar 40 Watt.2 23. Pekerjaan instalasi listrik harus dikerjakan oleh teknisi / instalatir yang berpengalaman dan terdaftar pada PLN setempat dan memiliki ijin yang berlaku serta harus mengikuti ketentuan peraturan dan syarat – syarat yang telah ditetapkan oleh PLN. 3.1 23. Pasal 22 22.2 Pasal 25 . Sebelum dilakukan pengecatan bagian yang akan dicat harus diplamar atau didempul terlebih dahulu. Satu kali pengecatan dasar dengan 2 x cat tembok dan 2 x cat kilap. Apabila terjadi kebocoran setelah pemasangan. b. Pasal 23 Pekerjaan Penutup Atap 23. 2. Pihak Sekolah harus segera menyerahkan gambar instalasi dari instalatir yang disahkan oleh PLN. Seng Gelombang BJLS 20 b. Semua pekerjaan listrik tersebut dikerjakan pada bangunan. Semua pemasangan lampu – lampu harus lengkap dengan instalasinya.3 Lingkup Pekerjaan Bagaian pekerjaan yang dilaksanakan adalah menutup pada bagian teritis bangunan. untuk warna cat disesuaikan dengan petunjuk konsultan pengawas atas persetujuan direksi / pemberi tugas.1. Bahan yang digunakan a. Pasal 24 Pekerjaan lain – lain 24.1 Pekerjaan Listrik Meliputi : 1. Cat yang digunakan adalah cat buatan dalam negeri yang berkualitas baik. 22. maka bagaian yang bocor tersebut harus diperbaiki. 4.

S. Pontianak.5 Demikian persyaratan teknis / bestek ini dibuat untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya dengan rasa penuh tanggung jawab. 25.Pd NIP. MARLINA. keuntungan. Harga yang ditawarkan dalam pelelangan ini merupakan biaya langsung dan sudah termasuk pajak – pajak. 04 April 2011 Kepala Sekolah.4 25.1 Pihak Sekolah sebagai pelaksana pekerjaan di lapangan.2 25. Hal – hal yang timbul dalam pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan penyelesaian di lapangan akan dibicarakan dan diatur oleh pihak proyek pada Pihak Sekolah. Jika masih terdapat pos pekerjaan yang belum masuk atau terabaikan menurut analissa dalam BQ (lampiran buku RKS ini. Hj. asuransi pelaksanaan dan biaya perijinan yang berhubungan langsung dengan pekerjaan ini. sehingga pihak sekolah dapat bekerja dengan baik dan pekerjaannya dapat dipertangunngjawabkan.Ketentuan Tambahan dan Penutup 25.3 25. dan apabila diperlukan akan dibicarakan bersama dengan konsultan perencana. 19660305 198902 2 003 PROFIL SEKOLAH . dalam melaksanakan pekerjaannya harus melengkapi dan menyediakan peralatan – peralatan tambahan yang diperlukan di lapangan walaupun tidak di gambar atau di sebutkan dalam RKS ini. Pekerjaan yang dikerjakan dilapangan ini harus dilaksanakan oleh pelaksana yang berpengalaman serta pekerja atau tenaga ahli yang sesuai dengan bidang pada masing – masing pekerjaan yang akan dikerjakan. maka Pihak Sekolah berhak menambahkan atau merubahnya karena BQ yang dibuat hanya sebagai acuan dalam penilaian penawaran).

Nama Sekolah Alamat Tahun didirikan Status Tanah Luas Tanah Jumlah Siswa : Sekolah Dasar Negeri 72 Kec.1. 4. Tingkat Pendidikan SLTA D1 D2 D3 S1 S2 S3 10. 2.2011 JUMLAH ROMBONGAN BELAJAR KONDISI RUANG I II III IV V VI 8. Data Ruang Kelas KELAS JUMLAH SISWA 2010 . Pontianak Barat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV Kelurahan Sungai Beliung : : Hak Pakai / Tanah Negara : KELAS I II III IV V VI JUMLAH 7. 5. 2 2 3 3 3 2 Data Bangunan / Ruang Lainnya  Ruang baca / perpustakaan  Ruang UKS Data Guru No 1 2 3 Status Guru Guru Tetap Guru Tidak Tetap Guru Bantu Jumlah : akan dibangun : tidak ada 9. Sumber Air Bersih : Air Hujan . 3. 6.

MARLINA. 19660305 198902 2 003 . S. 04 April 2011 Kepala SD N 72 Hj. Foto Pembangunan Gedung / Ruang Yang Diusulkan Pontianak.Pd NIP. Dana Operasional & Perawatan : Dana Bos 12.11.

RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN LOKAS I PEMBA NGUN AN PERPU STAKA AN Keterangan : Rencana lokasi pembangunan perpustakaan : Ukuran Panjang : 20 meter Ukuran lebar : 12 meter .

TAMPAK DARI DEPAN SD N 13 KECAMATAN PONTIANAK BARAT LOKAS I PEMBA NGUN AN PERPU STAKA AN Keterangan : Rencana lokasi pembangunan perpustakaan : Ukuran Panjang : 20 meter Ukuran lebar : 12 meter .

044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Keputusan ini berlaku sejak tanggal Surat Keputusan ini ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Bahwa dalam rangka memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar di SD Negeri 13 Kecamatan Pontianak Barat Tahun Pelajaran 2010 s. Untuk tata tertib dan lancar kegiatan tersebut. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Tahun Pelajaran 2010/2011 sesuai Kep. 19660305 198902 2 003 . MARLINA. Mendiknas No. b. PP No. 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No : 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Memperhatikan Hasil Rapat SD Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat tentang Pembentukan Komite Sekolah Priode 2010 / 2011. Ditetapkan di : Pontianak Tanggal : KEPALA SEKOLAH Hj. 3. 39 Tahun 1992 Tentang Pendidikan Nasional PP No. 4.2 / / SDN 72 / 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PENGURUS KOMITE TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011 SD NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT Menimbang : a. 2. maka dipandang perlu untuk dibentuk Pengurus Komite yang ditetapkan dengan surat keputusan.PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 72 PONTIANAK BARAT NOMOR : 421.Pd NIP. Menetapkan Pertama Kedua Ketiga : : : : Menunjuk nama – nama tersebut dalam lampiran I sebagai Pengurus Komite Sekolah Dasar Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat Tahun Pengabdian 2010 s/d 2011. MEMUTUSKAN Mengingat : 1.d 2011 di pandang perlu untuk dibentuk pengurus Komite. S.

Pd NIP.2/ / SDN 72/ 2011 TANGGAL : NO 1 2 3 4 5 6 7 NAMA JABATAN DALAM KOMITE PENASEHAT KETUA SEKRETARIS BENDAHARA PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN SDM JARINGAN KERJASAMA DAN KOMUNIKASI USAHA DAN DANA KETERANGAN KEPALA SEKOLAH ORANG TUA MURID GURU SD N 13 GURU SD N 13 ORANG TUA MURID ORANG TUA MURID TOKOH MASYARAKAT KEPALA SEKOLAH Hj.PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH NOMOR : 421. 19660305 198902 2 003 PEMERINTAH KOTA PONTIANAK . MARLINA. S.

Pontianak. integral dan berwawasan jauh ke depan sebagai implementasi kebijakan pemerintah dan untuk peningkatan pendidikan perlu pasilitas pendukung sekolah seperti laboratorium.Pd NIP. Amin. Hitung (CALISTUNG) “ Pengetahuan dan Keterampilan dasar yang bermanfaat bagi Siswa sebagai bekal kejenjang yang lebih tinggi. S. masyarakat dan pemerintah. Tulis. perpustakaan dan sarana prasarana lain. diharapkan dapat memberikan konstribusi positif untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang handal. sehingga diharapkan tujuan sekolah dapat secara bertahap dicapai dan dilaksanakan dalam membentuk Sebagai pusat keunggulan yang bisa menyiapkan dengan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berkualitas di Bidang IPTEK dan IMTAQ sehingga dapat Memberikan bekal kemampuan dasar “ Baca. Hj. Akhirnya marilah kita tunaikan tugas masing – masing secara baik dan benar semoga Allah selalu menyertai kita.DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 KATA PENGANTAR Dalam rangka memenuhi kebutuhan layanan di bidang Pendidikan dengan berpedoman pada pembekalan siswa lebih spesifik. MARLINA. karenanya diperlukan dukungan secara rasional disetiap bentuk usaha peningkatan mutu pendidikan Memperhatikan keadaan tersebut Sekolah Dasar Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat sebagai lembaga yang bergerak di dunia pendidikan selalu berupaya untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah dalam hal ini agar mendapatkan daya saing yang tinggi dan kepercayaan masyarakat setempat khususnya dan masyarakat luas umumnya bagi Sekolah Dasar Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat sarana dan prasarana tersebut sangat penting. Keberhasilan dibidang pendidikan merupakan tanggung jawab bersama secara serentak antara sekolah. Untuk mewujudkan tujuan ini maka kami ingin sekali membangun Ruang Perpustakaan Sekolah karena minat baca yang ada di Sekolah Dasar Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat sangat tinggi sekali. Kepala Sekolah. 19660305 198902 2 003 PEMERINTAH KOTA PONTIANAK .

MULYADI. kami ucapkan terima kasih. Si. S. kami mengajukan permohonan agar dapat memperoleh Dana Subsidi tersebut untuk Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar di Sekolah kami. M. 19660305 198902 2 003 . Mengetahui : Kepala Dinas PendidikanKota Pontianak Kepala Sekolah. Drs. Atas perhatian dan pertimbangan. Pontianak. 3. Surat Pernyataan belum mempunyai Ruang Perpustakaan. 4. SD dan PLB Di – Pontianak Sehubungan dengan adanya program pemberian Subsidi Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar Sekolah Dasar melalui Dana Dekonstruksi Tahun 2011. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Barat Up. Proposal Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar. Kepala Bidang TK. Gambar Site Plan Sekolah. H.DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 Nomor Lampiran Perihal Kepada : : 422. MARLINA.Pd NIP.2/ /SDN 72/ 2011 : 1 ( Satu ) Berkas : Permohonan Subsidi Ruang Perpustakaan dan Pusat Sumber Belajar Yth. NIP. 19640421 198903 1 013 Hj. Profil Sekolah. 2. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1.

MARLINA. 19660305 198902 2 003 Mengetahui : Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Drs. Pembina Utama Muda / IV C NIP. Si.PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 LEMBAR PENGESAHAN Judul Proposal Nama Sekolah Status Akreditasi Alamat Sekolah : Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Pusat Sumber Belajar : Sekolah Dasar Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat : Negeri : Terakreditasi B : Jln. M. H. Kepala Sekolah. Majapahit IV Pontianak Barat Pontianak. MULYONO Hj. MULYADI. Mengetahui : Komite Sekolah. Atot Achmad Gg. 19640421 198903 1 013 . S.Pd NIP.

Majapahit IV Kec. Kami sanggup untuk menyediakan Dana Shearing. Sekolah kami di atas lahan milik sendiri dan tidak bermasalah dengan pihak manapun.Pd : 19660305 198902 2 003 : Kepala Sekolah : Jln. MARLINA. Demikian Surat Pernyataan ini kami buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari pihak tertentu. Hj. 19660305 198902 2 003 . APBD maupun sumber Dana lainnya. MARLINA. Pontianak. Tebu Manis No.Pd NIP. Atot Achmad Gg. 3. S. S. Pontianak Barat : Jln. 2. Tidak menerima Dana Subsidi dari APBN. Pontianak Barat Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa : 1. Sekolah yang kami usulkan untuk di bangun Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar melalui Dana Dekonstruksi Tahun 2011 ini. Kepala Sekolah.PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat Kantor Rumah : Hj. 17.