PROPOSAL PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN A.

PENDAHULUAN Saat ini minat baca masih menjadi masalah yang belum terselesaikan bagi bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan bangsa berbudaya baca, maka bangsa ini perlu melakukan pembinaa minat baca anak. Pembinaan minat baca anak merupakan langkah awal sekaligus cara yang efektif menuju bangsa berbudaya baca. Masa anak – anak merupakan masa yang tepat untuk menanamkan sebuah kebiasaan, dan kebiasaan ini akan terbawa hingga anak tumbuh dewasa atau menjadi orang tua. Dengan kata lain, apabila sejak kecil seseorang terbiasa membaca maka kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa. Pada usia sekolah dasar, anak mulai dikenalkan dengan hutuf, belajar mengeja kata dan kemudian belajar memaknai kata – kata tersebut dalam satu kesatuan kalimat yang memiliki arti. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak. Setelah anak – anak mampu membaca, anak – anak perlu diberikan bahan bacaan yang menarik sehingga mampu menggugah minat anak untuk membaca buku. Minat baca anak perlu dipupuk dengan menyediakan buku – buku yang menarik dan representative bagi perkembangan anak sehingga minat membaca tersebut akan membentuk kebiasaan membaca. Apabila kebiasaan membaca telah tertanam pada diri anak maka setelah dewasa anak tersebut akan merasa kehilangan apabila sehari saja tidak membaca. Dari kebiasaan individu ini kemudian akan berkembang menjadi budaya baca masyarakat. Akan tetapi pembinaan minat baca anak saat ini sering terbentur dengan masalah ketersediaan sarana baca. Tidak semua anak – anak mampu mendapatkan buku yang mampu menggugah minat mereka membaca. Faktor ekonomi atau minimnya kesadaran orang tua untuk menyediakan buku bagi anak menyebabkan anak – anak tidak mendapatkan buku yang dibutuhkan. Tidak tersedianya sarana baca merupakan masalah besar dalam pembinaan minat baca anak. Anak – anak tidak dapat memanjakan minat bacanya karena tidak tersedia sarana baca yang mampu menggugah minat anak untuk membaca. Padahal pembinaan minat baca anak merupakan modal dasar untuk memperbaiki kondisi minat baca masyarakat saat ini. Untuk mengatasi masalah ketersediaan sarana baca anak dapat dilakukan dengan memanfaatkan eksistensi perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah dapat difungsikan sebagai institusi penyedia sarana baca cuma – cuma bagi anak – anak. Melalui koleksi yang dihimpun perpustakaan, perpustakaan sekolah mampu menumbuhkan kebiasaan membaca anak. Tetapi amat disayangkan, perpustakaan sekolah yang dijadikan ujung tombak dalam pembinaan minat baca anak justru dalam kondisi yang memprihatinkan. Bahkan saat ini banyak sekolah dasar yang belum memiliki perpustakaan. Data Deputi Pengembangan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengungkapkan bahwa hanya 1% dari 260.000 sekolah dasar negeri yang memiliki perpustakaan (Kompas, 25/7/02). Keadaan ini tentu bertolak belakang dengan Undang – undang Nomor 2 pasal 35 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa setiap sekolah diwajibkan memiliki perpustakaan yang menyediakan buku sebagai sarana baca bagi siswa (anak). Mengacu pada hal diatas, perlu kiranya pemikiran mengenai faktor – faktor yang dapat mendukung keberhasilan proses belajar dan mengajar. Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar sekolah merupakan faktor – faktor yang sangat mendukung keberhasilan dalam proses belajar dan mengajar di sekolah. Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar di karenakan sarana baca yang menunjang di sekolah. Dengan adanya Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar sekolah diharapkan dapat menunjang keberhsailan proses belajar dan mengajar.

Pengertian ini memusatkan perhatian pada pemerataan dalam peningkatan kemampuan manusia dan pemanfaatan kemampuan itu. Rumusan itu menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia tidak hanya sekedar meningkatkan kemampuan tetapi juga menyangkut pemanfaatan kemampuan tersebut. Menurut Effendi (1995), pengembangan sumber daya manusia termasuk di dalamnya adalah peningkatan partisipasi manusia melalui peluasan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan, peluang kerja dan berusaha. Paradigma pendidikan yang memberikan kewenangan luas kepada sekolah dalam mengembangkan berbagai potensinya memerlukan peningkatan kemampuan kepala sekolah, guru dan siswa dalam berbagai aspek pengetahuannya, agar dapat mencapai tujuan yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatan kualitas pendidikan. Seperti diungkapkan Supriadi (1998:346) bahwa “erat hubungannya antara mutu kepala sekolah dengan berbagai aspek kehidupan sekolah seperti disiplin sekolah, iklim budaya sekolah, dan menurutnya perilaku nakal peserta didik.” Oleh karena itu, kepala sekolah bertanggung jawab atas manajemen pendidikan secara mikro, yang secara langsung berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah. Segala hal yang diungkapkan diatas menjadi lebih penting sejalan dengan semakin kompleknya tuntutan tugas kepala sekolah, yang menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisien. Di samping itu, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang diterapkan dalam pendidikan di sekolah juga cenderung bergerak maju semakin pesat sehingga menurut penguasaan secara profesional. Menyadari hal tersebut, setiap kepala sekolah dihadapkan pada tantangan untuk melaksanakan pengembangan pendidikan secara terarah, terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam rangka inilah dirasakan perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar sekolah. Dan hal ini diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran di sekolah sehingga tercapai hasil belajar yang maksimal. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Dengan adanya sarana rumah baca (perpustakaan), sekolah dapat memacu dan meningkatkan minat baca siswa, menambah wawasan pengetahuan dan teknologi, terampil serta dapat memebentuk kepribadian luhur yang sehat jasmani maupun rohani sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan. 2. Tujuan Khusus 2.1 Meningkatkan Minat Baca Siswa Bahwa dengan adanya perpustakaan ini, diharapkan agar siswa dapat meningkat minat bacanya, hal ini dimungkinkan karena fasilitas yang nantinya akan dilengkapi dengan media informasi lainnya secara bertahap dan terprogram, semua akan mendukung minat baca siswa dan akan menjadi tamu rutin bagi perpustakaan nantinya. 2.2 Meningkatkan Mutu Pengembangan Profesi Guru Bahwa guru akan lebih mudah menemukan bahan ajar yang diperlukan untuk menyusun program pengajaran yang dikemas dalam RPP (Rencana Program Pengajaran), serta dapat dengan mudah mengakses bahan – bahan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku maupun memberikan bahan – bahan pengayaan bagi siswa – siswi.

2. 19660305 198902 2 003 .3 Meningkatkan Mutu Kegiatan Pembelajaran / KBM Hal ini sangat dimungkinkan sebab dengan adanya pengetahuan tentang lingkungan yang sehat dan bersih. PENUTUP Demikian proposal ini di buat dengan sebenar – benarnya sesuai dengan kondisi real di lapangan. MARLINA. 04 April 2011 Kepala Sekolah.Pd NIP. C. Hj. S. Pontianak. siswa dan guru dapat menjalani kegiatan belajar dan mengajar di kelas masing – masing dengan baik.

000 7.000.000.000 5.000.000 150.000 20.000 PENDAMPING 5.REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA Pekerjaan Alokasi Tahun Anggaran Sumber Dana : Pembangunan Perpustakaan : SD Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat : 2011 : Dana Dekonsentrasi BIAYA (Rp) APBN 95.000.000 10.000 5.000 TOTAL 100. Pengawas dan Biaya Umum JUMLAH .000.000.000.000 15.000.000.000 10.000 7.000 3.000. Kit Multimedia Interaktif Perencanaan.000.000.000 140.000.000.000 20.000.000 NO 1 2 3 4 5 6 KEGIATAN Pembangunan Perpustakaan / PSB 56 m2 Penyediaan Meubelair Buku Pengayaan Keterampilan dan Pengetahuan Buku Referensi Alat Peraga Pendidikan.000 3.000.000.000 5.

vibrator. Gambar – gambar Lokasi Pembangunan Pada RKS ini dilampirkan antara lain : 1. pihak sekolah sebagai pelaksana pekerjaan harus menyediakan : a. Alat – alat bantu seperti beton molen. Pasal 2 2. UKS (UNIT KESEHATAN SEKOLAH). b. c. Penyediaan bahan – bahan bangunan dalam jumlah yang cukup untuk setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan tepat pada waktunya.Rencana Kerja dan Syarat – syarat Teknis RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT PEMBANGUNAN RUANG PERPUSTAKAAN.1 Berita acara pemilihan dan pembentukan tim pembangunan ruang Perpustakaan. Cara Pelaksanaan Pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh keahliaan. sesuai dengan ketentuan – ketentuan dalam rencana kerja dan syarat – syarat (RKS).1 1. penjelasan pekerjaan serta mengikuti petunjuk dan keputusan Konsultan Perencanaan. mesin giling dan peralatan lain yang dipergunakan untuk pelaksanaan pekerjaan di lapanngan.1 Jenis Dan Mutu Bahan Jenis dan mutu bahan yang dipakai diutamakan dari produksi dalam negeri sesuai dengaan keputusan menteri dan Koperasi dan Menetri perindustrian.3 Pasal 4 . pompa air. Tenaga kerja / tenaga ahli yang cukup memadai sesuai dengan pekerjaan yang akan dilasanakan. 1. mesin las. gambar – gambar.2 Lingkungan Pekerjaan Pekerjaan yang akan dilasanakan adalah : − Pembanguanan Ruanagan Perpustakaan SD Sarana Bekerja Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Pasal 3 Profil Sekolah. alat – alat pengangkut.2 Gambar – gamabar lokasi pemabangunan ruang Perpustakaan Sekolah. DAN PEMASANGAN KERAMIK PADA LANTAI SD NEGERI 13 PONTIANAK BARAT PERSYARATAN TEKNIS UMUM Pasal 1 Uraian Pekerjaan 1. 1.

kecuali bila lain dalam Rencana Kerja dan syarat – syarat (RKS) ini. Rencana kerja dan Syarat – syarat (RKS).1 Dalam melaksanakan pekerjaan. d. Gambar dan bestek yang telah dibuat oleh Konsultan Perencanaan yang sudah disahkan oleh Pemberi tugas termasuk juga gambar – gamabar detail. h. tentang tata cara Perhitungan Struktur Beton untuk bangunan gedung atau PBI (Peraturan Beton Indonesia) 1971. dan pihak sekolah harus mengikuti keputusannya. berlaku dan mengikuti ketentuan – ketentuan di bawah ini termasuk segala perubahan dan tambahannya yaitu sebagai berikut : a. Bila suatu gambar tidak cocok dengan gambar yang lain. c. SNI. Pasal 5 Penjelasan RKS Dan Gambar 5. tentang peraturan Instalasi Listrik 1987.Peraturan Teknis Bangunan Yang Digunakan 1. Persyaratan Umum dari Dewan Teknik Pembangunan Gedung Indonesia (DPTI – 1980). Peraturan Umum tentang Pelaksanaan Pembangunan di Indonesia atau Alegmene Voorwaarden Voor De Witvoering Bij Aanneming Van Openbare Weken (AV) 1941. 1. e. SNI. c.1 5. d. b. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Proivinsi Kalimantan Barat tentang Sekolah Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Perpustakaan. berlaku dan meningkat pula.2 5. g. f. Bila gambar tidak sesuai denag Rencana Kerja dan Syarat – syarat (RKS). antara lain : a. UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dan Pemasangan Keramik pada Lantai Sekolah Dasar.3 Pihak sekolah wajib meneliti semua gambar dan rencana kerja dan syarat – syarat (RKS) termasuk tambahan dan perubahannya. Peraturan Muatan Indonesia (PMI) i. Ketentuan dan peraturan lain yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah setempat yang bersangkutan dengan permasalahan bangunan.2 Pasal 6 . Bila perbedaan – pebedaan tersebut menimbulkan keragu – raguan sehingga dalam pelaksanaannya menimbulkan kesalahan. maka pihak sekolah wajib menanyakan kepada konsultan Perencanaan dan atau pihak proyek. Penjelaasan pekerjaan dari Konsultan Perencanaan. Surat Perjanjian Penggunaan Dana (SPPD) bantuan Pembangunan Ruang Perpustakaan. e. UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dan Pemasangan Keramik Pada Lantai Sekolah Dasar. maka gambar yang mempunyai skala besar yang berlaku. Pedoman Tata Cara Penyelenggaraan Pembangunan Gedung Negara oleh Departemen Pekerjaan Umum. 03 – 2847 – 1992. 0255 – 1978D. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PPKI) 1961. Pada pelaksanaan pekerjaan dalam pasal 1 ayat (2) tersebut diatas. maka yang mengikat/berlaku adalah ketentuan yang ada dalam RKS. b.

Bila terjadi kehilangan bahan – bahan bangunan yang telah terpasang atau belum terpasang maka hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak sekolah dan tidak diperhitungkan dalam biaya pekerjaan tambahan. Apabila terjadi kebakaran. Pasal 9 Jaminan Dan Keselamatan Kerja 9.4 Pihak sekolah wajib menjaga keamanan di lapangan terhadap barang – barang dalam pelaksanaan pekerjaan. tidak berarti pihak bahwa sekolah lepas tanggung jawab dari sebagian maupun keseluruhan kewajibannya. maka akan diberitahukan kepada Pihak Sekolah secara tertulis untuk mengganti pelaksana pekerjaan.1 7. Bila kemudian hari. kamar mandi dan WC serta air bersih yang alayak bagi semua petugas dan pekerja yang ada di lapangan. 9. Pasal 8 Panjagaan Keamanan lapangan Pekerjaan 8. baik yang berupa barang – barang maupun keselamatan jiwa.2 9. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja wajib diberikaan Pihak Sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku. pihak sekolah harus pagar pengaman dari kayu atau bahan lain yang biayanya ditanggung pihak sekolah. pihak sekolah bertanggung jawab atas akibatnya. Pasal 7 Kuasa Pihak Sekolah Di Lapangan 7.3 Di lapangan pekerjaan. Dengan adanya Pelaksana Lapangan. Pelaksana kurang mampu atau tidak cakap memimpin pekerjaan.3 8. pihak sekolah wajib menunjuk seorang kuasa sekolah atau biasa di sebut Pelaksana Lapangan yang cakap untuk memimpin pelaksanaan pekerjaan – pekerjaan di lapangan dan mendapat kuasa penuh dari pihak sekolah.2 7. Membuat tempat penginapan di dalam lapangan pekerjaan untuk menjaga keamanan.3 Pasal 10 . Untuk maksud tersebut.2 8. menurut pendapat pihak proyek dan konsultan. Untuk itu pihak sekolah di wajibkan menyediakan alat – alat pemadam kebakaran yang siap.1 Pihak sekolah diwajibkan menyediakan obat – obatan menurut syarat – syarat Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (PPPTK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dan pekerja yang ada di lapangan.1 8. Pihak sekolah wajib menyediakan air minum yang cukup bersi dan memenuhi syarat – syarat kesehatan.Jadwal Pelaksanaan Pihak sekolah wajib mengikuti dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Syrat Perjanjian Penggunaan Dana (SPPD).

11. Ukuran satuan yang digunakan disini semuanya dinatakan dalam cm. sifat dan luasnya pekerjaan dan hal – hal lain yang dapat mempengaruhi harga pelaksanaan pekerjaan.2 Sebelum memulai pekerjaan lanjutannya yang apabila pekerjaan ini telah selesai. b. Bahan bangunan yang telah didatangkan Pihak Sekolah di lapangan pekerjaan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan harus segera dikeluarkan dan selanjutnya dibongkar atas biaya Pihak Sekolah dalam waktu 2 x 24 jam.2 12. Pasal 11 Situasi Dan Ukuran 11. kecuali ukuran – ukuran untuk bahan bangunan tertentu yang dinyatakan dalam inci atau mm.1 Situasi a.1 12.1 13. Ukuran a. Pihak sekolah wajib meneliti tapak. baru Pihak Sekolah dapat meneruskan pekerjaan. b. Biaya pembongkaran dan pemasangan kembali menjadi tanggungan Pihak Sekolah. Pasal 13 Pemeriksaan Pekerjaan 13. Kelalaian atau kurang telitinya Pihak Sekolah dalam hal ini tidak dijadikan alasan untuk mengajukan alasan tuntutan. Pihak sekolah wajib memperlihatkan contoh bahan yang akan digunakan di lapangan. Contoh – contoh ini harus mendapatkan persetujuan dari pihak proyek. terutama keadaan tanah bangunan.1 Semua alat – alat pelaksanaan pekerjaan harus disediakan oleh Pihak Sekolah. Peil (permukaan) alas lantai mengikuti bangunan yang sudah ada. Pihak sekolah wajib memintakan persetujuan kepada pihak proyek. Bila pihak sekolah melanggar ayat 1 pasal ini. akan tetapi belum diperiksa oleh pihak proyek.3 Semua bahan bangunan yang didatangkan harus memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan.2 Pasal 14 . pihak proyek berhak menyuruh membongkar bagian pekerjaan sebgaian atau seluruhnya untuk diperbaiki. Pasal 12 Syarat – syarat Pemeriksaan bahan Bangunan 12.Alat – alat Pelaksanaan 10. sebelum pekerjaan secara fisik dimulai dalam keadaan baik dan siap dipakai.

Pemasangan keramik harus benar – benar rata dan rapi diatas speci campuran semen dan pasir. Pasal 17 Pekerjaan Lantai 17. Persyaratan Teknis Khusus Pasal 15 Pekerjaan Persiapan Di Lapangan 15.2 Pekerjaan pemasangan keramik pada lantai bangunan. Pasal 16 Pekerjaan Pendahuluan 16. b.2 14.3 14. Untuk pekerjaan ini. Untuk plesteran digunakan campuran semen 1 pc : 4 ps dan ditentukan tebal plesteran 1. Semua permukaan plesteran harus rapi / tidak bergelombang dan pertemuan sudut harus membentuk sudut 90 derajat. ketentuan pekerjaan plesteran adalah sebagai berikut : a.Pekerjaan Tambah / Kurang 14.1 Pekerjaan Persiapan dan Pembersihan Lokasi Pekerjaan Perisapan dan Pembersihan Lokasi dikerjakan pada daerah disekitar bangunan yang sudah ada tanpa merusak bangunan lainnya. Pasal 18 14. menggunakan keramik ukuran 30 x 30 cm. Pihak Sekolah harus menyediakan segala alat bantu yang diperlukan baik peralatan maupun perancah – perancah yang aman.1 Tugas mengerjakan pekerjaan tambah / kurang diberitahukan dengan tertulis atau ditulis oleh pihak sekolah dan disetujui Pemberi Tugas.1 17. Adanya pekerjaan tambahan yang tidak dapat dijadikan alasan sebagai penyebab keterlambatan penyerahan pekerjaan. Pekerjaan tambah / kurang hanya berlaku bila memang ternyata ada perintah tertulis dari pihak sekolah.4 . Pekerjaan pemasangan keramik dikerjakan sesuai dengan gambar kerja yang ada.5 cm. Biaya pekerjaan tambah / kurang akan diperhitungkan menurut daftar harga satuan yang dimasukkan oleh Pihak Sekolah dalam suatu daftar. untuk pekerjaan tambah yang harga satuannya tidak tercantum dalam harga satuan yang dimasukkan dalam penawaran. tetapi pihak proyek dapat mempertimbangkan perpanjangan waktu karena adanya pekerjaan tambah tersebut.1 Pembersihan Lokasi Pekerjaan Pihak sekolah harus membersihkan lokasi kerja dari segala sesuatu yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan. sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan plesteran halus lantai pada lantai selasar belakang. harga satuannya akan ditentukan lebih lanjut oleh Pihak Sekolah dengan persetujuan Pihak Proyek. yang pembayarannya diperhitungkan bersama dengan angsuran terakhir.

Seragam dan tidak cacat. Untuk semua pekerjaan pintu. jendela.1 Pekerjaan pengecatan dikerjakan pada seluruh bangunan.2 21. Oleh karena itu engsel harus sama spesifiasinya dengan yang sudah ada.1 20.Pekerjaan Plafond 18. 2. slot serta engsel pintu 4 (empat) inch dan untuk 1 (satu) buah pintu di pasang 4 (empat) buah engsel. Pengecatan dengan cat kilap baru dikerjakan pada bagaian permukaan bidang yang terlihat Ketentuan ukuran pengecatan adalah sebagai berikut : 18. Bahan penggantung plafond dari bahan kayu dengan ukuran 4 x 6 cm dan 5 x 5 cm.2 19. pekerjaan pengecatan ini antara lain : 1. Pasal 19 Pekerjaan Pintu Dan Jendela 19.1 Pekerjaan pintu panel kayu klas 1 dua daun dengan rangka kayu klas 1. Semua bentuk dan ukuran pada pekerjaan plafond ini disesuaikan dengan gambar kerja yang ada atau sesuai dengan petunjuk direksi atau pengelola proyek. dilengkapi dengan kunci pintu 2 slagh. setiap pintu dipasang 4 (empat) buah engsel ukuran 4 inch. Pasal 20 Pekerjaan Pengunci Dan Penggantung 20. bentuk serta ukuran disesuaikan dengan gambar kerja yang sudah ada. letak. Pekerjaan engsel pintu sebanyak 2 set ex dorma harus dilakukan dengan penuh ketelitian.3 21.3 19. Semua plafond dipasang mengikuti bentuk yang sudah ada sebelumnya atau sesuai dengan gambar kerja yang ada. menggunakan papan kayu klas 1 yang diketam halus kedua sisinya.1 Perkerjaan plafond menggunakan GRC yang berkualitas baik. Pengecatan dengan cat kilap baru Syarat – syarat pengerjaannya : 1. Pengecatan dengan cat tembok baru 2. dipasang sesuai dengan gambar kerja.2 Pintu menggunakan egsel jenis ring nylon. mempunayi sisi yang lurus. siku.2 18. semua pintu yang dikerjakan pada semua ruangan menggunakan kunci pintu tanam double slagh.3 . Pasal 21 Pekerjaan Pengecatan 21. Pemasangan engsel yang tidak tepat ukuran dan spepsifikasinya menyebabkan pintu menjadi berat untuk di gerakkan dan berbunyi. di pasang door closer masing – masing satu buah. Pengecatan dengan cat tembok baru dikerjakan pada dinding plesteran bagian luar dan bagian dalam juga pada bagaian plafond dan pagar tangga yang dibangun.

Pasal 24 Pekerjaan lain – lain 24. Apabila terjadi kebocoran setelah pemasangan. Pasal 22 22. Bahan yang digunakan a. 2. maka bagaian yang bocor tersebut harus diperbaiki. Pekerjaan instalasi listrik terdiri dari kabel dan proses pemasangan instalasi listrik (perangkaian komponen – komponen listrik). Seng Gelombang BJLS 20 b. Sebelum dilakukan pengecatan bagian yang akan dicat harus diplamar atau didempul terlebih dahulu. Setelah pekerjaan tersebut selesai.1.1 23. 3. 2.1 Pekerjaan pembersihan lapangan setelah pekerjaan selesai dikerjakan. Pemasangan harus rapi dan memenuhi persyaratan sehingga tidak mengakibatkan kebocoran. untuk warna cat disesuaikan dengan petunjuk konsultan pengawas atas persetujuan direksi / pemberi tugas. b. Semua pekerjaan listrik tersebut dikerjakan pada bangunan. Satu kali pengecatan dasar dengan 2 x cat tembok dan 2 x cat kilap. Semua pemasangan lampu – lampu harus lengkap dengan instalasinya. Seng Datar BJLS 30 Pedoman Pelaksanaan a. Pemasaanagan lampu TL 20 Watt setara merk Philip sebanyak 3 buah lengkap dengan komponen pendukungnya dan lampu pijar 40 Watt. 3. 4. 2. Pihak Sekolah harus segera menyerahkan gambar instalasi dari instalatir yang disahkan oleh PLN. Pekerjaan instalasi listrik harus dikerjakan oleh teknisi / instalatir yang berpengalaman dan terdaftar pada PLN setempat dan memiliki ijin yang berlaku serta harus mengikuti ketentuan peraturan dan syarat – syarat yang telah ditetapkan oleh PLN. Cat yang digunakan adalah cat buatan dalam negeri yang berkualitas baik. Syarat – syarat Pelaksasnaan : 1.2 23. Pasal 23 Pekerjaan Penutup Atap 23. Pemasangan atap dipakukan pada rangka atap / langsung pada reng dengan menggunakan paku seng.1 Pekerjaan Listrik Meliputi : 1.3 Lingkup Pekerjaan Bagaian pekerjaan yang dilaksanakan adalah menutup pada bagian teritis bangunan.2 Pasal 25 . 22.

5 Demikian persyaratan teknis / bestek ini dibuat untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya dengan rasa penuh tanggung jawab.1 Pihak Sekolah sebagai pelaksana pekerjaan di lapangan.3 25. Jika masih terdapat pos pekerjaan yang belum masuk atau terabaikan menurut analissa dalam BQ (lampiran buku RKS ini. 19660305 198902 2 003 PROFIL SEKOLAH .Ketentuan Tambahan dan Penutup 25. Harga yang ditawarkan dalam pelelangan ini merupakan biaya langsung dan sudah termasuk pajak – pajak. dan apabila diperlukan akan dibicarakan bersama dengan konsultan perencana. asuransi pelaksanaan dan biaya perijinan yang berhubungan langsung dengan pekerjaan ini.4 25. 25. Hal – hal yang timbul dalam pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan penyelesaian di lapangan akan dibicarakan dan diatur oleh pihak proyek pada Pihak Sekolah. dalam melaksanakan pekerjaannya harus melengkapi dan menyediakan peralatan – peralatan tambahan yang diperlukan di lapangan walaupun tidak di gambar atau di sebutkan dalam RKS ini. keuntungan.Pd NIP. Pekerjaan yang dikerjakan dilapangan ini harus dilaksanakan oleh pelaksana yang berpengalaman serta pekerja atau tenaga ahli yang sesuai dengan bidang pada masing – masing pekerjaan yang akan dikerjakan. S. maka Pihak Sekolah berhak menambahkan atau merubahnya karena BQ yang dibuat hanya sebagai acuan dalam penilaian penawaran). MARLINA. sehingga pihak sekolah dapat bekerja dengan baik dan pekerjaannya dapat dipertangunngjawabkan.2 25. Hj. Pontianak. 04 April 2011 Kepala Sekolah.

Sumber Air Bersih : Air Hujan . 2. 5. 3. 2 2 3 3 3 2 Data Bangunan / Ruang Lainnya  Ruang baca / perpustakaan  Ruang UKS Data Guru No 1 2 3 Status Guru Guru Tetap Guru Tidak Tetap Guru Bantu Jumlah : akan dibangun : tidak ada 9. Nama Sekolah Alamat Tahun didirikan Status Tanah Luas Tanah Jumlah Siswa : Sekolah Dasar Negeri 72 Kec. Pontianak Barat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV Kelurahan Sungai Beliung : : Hak Pakai / Tanah Negara : KELAS I II III IV V VI JUMLAH 7.1.2011 JUMLAH ROMBONGAN BELAJAR KONDISI RUANG I II III IV V VI 8. 4. 6. Tingkat Pendidikan SLTA D1 D2 D3 S1 S2 S3 10. Data Ruang Kelas KELAS JUMLAH SISWA 2010 .

11. Dana Operasional & Perawatan : Dana Bos 12. S. 19660305 198902 2 003 .Pd NIP. MARLINA. 04 April 2011 Kepala SD N 72 Hj. Foto Pembangunan Gedung / Ruang Yang Diusulkan Pontianak.

RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN LOKAS I PEMBA NGUN AN PERPU STAKA AN Keterangan : Rencana lokasi pembangunan perpustakaan : Ukuran Panjang : 20 meter Ukuran lebar : 12 meter .

TAMPAK DARI DEPAN SD N 13 KECAMATAN PONTIANAK BARAT LOKAS I PEMBA NGUN AN PERPU STAKA AN Keterangan : Rencana lokasi pembangunan perpustakaan : Ukuran Panjang : 20 meter Ukuran lebar : 12 meter .

MEMUTUSKAN Mengingat : 1. Bahwa dalam rangka memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar di SD Negeri 13 Kecamatan Pontianak Barat Tahun Pelajaran 2010 s. S. 3. 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No : 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Memperhatikan Hasil Rapat SD Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat tentang Pembentukan Komite Sekolah Priode 2010 / 2011. 4.Pd NIP.d 2011 di pandang perlu untuk dibentuk pengurus Komite. 39 Tahun 1992 Tentang Pendidikan Nasional PP No. 2.PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 72 PONTIANAK BARAT NOMOR : 421. Ditetapkan di : Pontianak Tanggal : KEPALA SEKOLAH Hj. PP No. Mendiknas No. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Tahun Pelajaran 2010/2011 sesuai Kep. Menetapkan Pertama Kedua Ketiga : : : : Menunjuk nama – nama tersebut dalam lampiran I sebagai Pengurus Komite Sekolah Dasar Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat Tahun Pengabdian 2010 s/d 2011. b. Untuk tata tertib dan lancar kegiatan tersebut. 19660305 198902 2 003 .2 / / SDN 72 / 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PENGURUS KOMITE TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011 SD NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT Menimbang : a. maka dipandang perlu untuk dibentuk Pengurus Komite yang ditetapkan dengan surat keputusan.044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Keputusan ini berlaku sejak tanggal Surat Keputusan ini ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. MARLINA.

PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH NOMOR : 421. 19660305 198902 2 003 PEMERINTAH KOTA PONTIANAK .Pd NIP. MARLINA. S.2/ / SDN 72/ 2011 TANGGAL : NO 1 2 3 4 5 6 7 NAMA JABATAN DALAM KOMITE PENASEHAT KETUA SEKRETARIS BENDAHARA PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN SDM JARINGAN KERJASAMA DAN KOMUNIKASI USAHA DAN DANA KETERANGAN KEPALA SEKOLAH ORANG TUA MURID GURU SD N 13 GURU SD N 13 ORANG TUA MURID ORANG TUA MURID TOKOH MASYARAKAT KEPALA SEKOLAH Hj.

MARLINA. Hitung (CALISTUNG) “ Pengetahuan dan Keterampilan dasar yang bermanfaat bagi Siswa sebagai bekal kejenjang yang lebih tinggi. S. perpustakaan dan sarana prasarana lain. Keberhasilan dibidang pendidikan merupakan tanggung jawab bersama secara serentak antara sekolah. Pontianak. integral dan berwawasan jauh ke depan sebagai implementasi kebijakan pemerintah dan untuk peningkatan pendidikan perlu pasilitas pendukung sekolah seperti laboratorium. Tulis. Amin. sehingga diharapkan tujuan sekolah dapat secara bertahap dicapai dan dilaksanakan dalam membentuk Sebagai pusat keunggulan yang bisa menyiapkan dengan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berkualitas di Bidang IPTEK dan IMTAQ sehingga dapat Memberikan bekal kemampuan dasar “ Baca. masyarakat dan pemerintah. Hj. Akhirnya marilah kita tunaikan tugas masing – masing secara baik dan benar semoga Allah selalu menyertai kita.Pd NIP. Untuk mewujudkan tujuan ini maka kami ingin sekali membangun Ruang Perpustakaan Sekolah karena minat baca yang ada di Sekolah Dasar Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat sangat tinggi sekali. 19660305 198902 2 003 PEMERINTAH KOTA PONTIANAK .DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 KATA PENGANTAR Dalam rangka memenuhi kebutuhan layanan di bidang Pendidikan dengan berpedoman pada pembekalan siswa lebih spesifik. Kepala Sekolah. diharapkan dapat memberikan konstribusi positif untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang handal. karenanya diperlukan dukungan secara rasional disetiap bentuk usaha peningkatan mutu pendidikan Memperhatikan keadaan tersebut Sekolah Dasar Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat sebagai lembaga yang bergerak di dunia pendidikan selalu berupaya untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah dalam hal ini agar mendapatkan daya saing yang tinggi dan kepercayaan masyarakat setempat khususnya dan masyarakat luas umumnya bagi Sekolah Dasar Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat sarana dan prasarana tersebut sangat penting.

Surat Pernyataan belum mempunyai Ruang Perpustakaan. H. 3. M. Drs. 2.Pd NIP. NIP. Proposal Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Barat Up. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1. Si. MULYADI. Mengetahui : Kepala Dinas PendidikanKota Pontianak Kepala Sekolah. 4. 19640421 198903 1 013 Hj.DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 Nomor Lampiran Perihal Kepada : : 422. Profil Sekolah. 19660305 198902 2 003 . MARLINA. Kepala Bidang TK. SD dan PLB Di – Pontianak Sehubungan dengan adanya program pemberian Subsidi Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar Sekolah Dasar melalui Dana Dekonstruksi Tahun 2011.2/ /SDN 72/ 2011 : 1 ( Satu ) Berkas : Permohonan Subsidi Ruang Perpustakaan dan Pusat Sumber Belajar Yth. Atas perhatian dan pertimbangan. kami ucapkan terima kasih. Gambar Site Plan Sekolah. kami mengajukan permohonan agar dapat memperoleh Dana Subsidi tersebut untuk Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar di Sekolah kami. S. Pontianak.

M.PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 LEMBAR PENGESAHAN Judul Proposal Nama Sekolah Status Akreditasi Alamat Sekolah : Pembangunan Ruang Perpustakaan dan Pusat Sumber Belajar : Sekolah Dasar Negeri 72 Kecamatan Pontianak Barat : Negeri : Terakreditasi B : Jln.Pd NIP. Majapahit IV Pontianak Barat Pontianak. MULYADI. Atot Achmad Gg. Kepala Sekolah. Si. 19640421 198903 1 013 . S. MULYONO Hj. Mengetahui : Komite Sekolah. 19660305 198902 2 003 Mengetahui : Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Drs. H. MARLINA. Pembina Utama Muda / IV C NIP.

Hj. Tebu Manis No. Kami sanggup untuk menyediakan Dana Shearing. MARLINA. Kepala Sekolah. Pontianak Barat : Jln. APBD maupun sumber Dana lainnya. Sekolah kami di atas lahan milik sendiri dan tidak bermasalah dengan pihak manapun. Sekolah yang kami usulkan untuk di bangun Ruang Perpustakaan dan Sumber Belajar melalui Dana Dekonstruksi Tahun 2011 ini. 17. 19660305 198902 2 003 . S.PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI 72 KECAMATAN PONTIANAK BARAT NSS : 101136004072 Alamat : Jalan Atot Achmad Gang Majapahit IV  0561 – 771678 NPSN : 30105051 Kode pos 78113 SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIP Jabatan Alamat Kantor Rumah : Hj. Majapahit IV Kec. 2.Pd NIP. Pontianak. S.Pd : 19660305 198902 2 003 : Kepala Sekolah : Jln. MARLINA. Pontianak Barat Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa : 1. Atot Achmad Gg. Demikian Surat Pernyataan ini kami buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari pihak tertentu. 3. Tidak menerima Dana Subsidi dari APBN.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful