JUDI dilarang dalam agama Hindu.

Kitab suci Manawa Dharmasastra Buku IX (Atha Nawano dhyayah) sloka 221, 222, 223, 224, 225, 226, 227 dan 228 dengan jelas menyebutkan adanya larangan itu. Sloka 223 membedakan antara perjudian dengan pertaruhan. Bila objeknya benda-benda tak berjiwa disebut perjudian, sedangkan bila objeknya makhluk hidup disebut pertaruhan. Benda tak berjiwa misalnya uang, mobil, tanah, rumah dan sebagainya. Makhluk hidup misalnya binatang peliharaan, manusia, bahkan istri sendiri. Seperti yang dilakukan oleh Panca Pandawa dalam epos Bharatayuda ketika Dewi Drupadi dijadikan objek pertaruhan melawan Korawa.Pemerintah berwenang mengawasi agar larangan judi ditaati sebagaimana ditulis dalam Manawa Dharmasastra IX.221: Dyutam samahwayam caiwa, raja ratranniwarayet, rajanta karana wetau dwau, dosau prithiviksitam. Perjudian dan pertaruhan supaya benar-benar dikeluarkan dari wilayah pemerintahannya karena kedua hal itu menyebabkan kehancuran kerajaan dan putra mahkota. Istilah kerajaan dan putra mahkota zaman sekarang dapat ditafsirkan sebagai negara dan generasi penerus, sedangkan istilah pemerintah dapat ditafsirkan sebagai penguasa, mulai klian adat, kepala lingkungan, lurah, camat, bupati, sampai gubernur. Para penjudi dan peminum minuman keras digolongkan sebagai orang-orang sramana kota (sloka 225) disebut pencuri-pencuri tersamar (sloka 226) yang mengganggu ketenteraman hidup orang baik-baik. Judi menimbulkan pencurian (sloka 222), permusuhan (sloka 227) dan kejahatan (sloka 228). Para penguasa khususnya di Bali diharap memahami benar tentang jenis-jenis judi agar tidak terkecoh dengan dalih pelaksanaan adat dan upacara agama. Ada kegiatan penggalian dana dengan mengadakan tajen, ada kegiatan piodalan di pura dilengkapi dengan tajen, dan kebiasaan maceki pada waktu melek di acara menjelang ngaben, bahkan pada hari-hari raya seperti Galungan, Kuningan, Nyepi, Pagerwesi, dan lain-lain. Tabuh Rah-Tajen Tabuh rah tidak sama dengan tajen. Tabuh rah adalah bagian dari upacara agama khususnya dalam upacara pacaruan. Tajen adalah adu ayam bertujuan judi dan pertaruhan. Mengenai tabuh rah, sudah diatur dalam Kesatuan Tafsir terhadap Aspekaspek Agama Hindu hasil Seminar PHDI tahun 1976 di Denpasar. Sumber sastra tabuh rah adalah Lontar Siwatattwapurana dan Yadnyaprakerti. Pelaksanaan tabuh rah adalah upakara (banten) diiringi puja mantra yang dilengkapi dengan taburan darah binatang korban antara lain ayam, itik, babi, kerbau, di mana darahnya keluar sesudah di-sambleh atau di perang sata, dilanjutkan dengan mengadu kemiri, telur, kelapa. Perang sata (adu ayam) dalam tabuh rah hanya dilaksanakan tiga ronde (telung perahatan) di tempat melaksanakan upacara agama. Dapat menggunakan toh (taruhan) tetapi hasil kemenangan taruhan itu seluruhnya diaturkan sebagai dana punia kepada sang Yajamana. Adu ayam yang pelaksanaannya menyimpang dari ketentuan-ketentuan di atas tidak dapat disebut sebagai tabuh rah.

muktasangah samacara: Kecuali pekerjaan yang dilakukan sebagai dan untuk yadnya. Yang dimaksud dengan bekerja menurut agama Hindu adalah pekerjaan yang berhubungan dengan yadnya sebagaimana ditulis dalam Bhagawadgita Bab III. Laki-laki yang tidak bisa berjudi dianggap banci. Dampak negatif dalam hal ini seolah-olah membenarkan tajen sebagai objek wisata. mada (kemabukan). Berjudi juga sering menjadi simbol eksistensi kejantanan. rajogunasamudbhavah. loko yam karmabandhanah. terutama yang menyangkut tattwa dan susila. Bhagawadgita Bab III. khususnya tajen. Hal ini antara lain terlihat dari banyaknya lukisan atau patung kayu yang menggambarkan dua ekor ayam sedang bertarung. dan matsarya. Jadi jika hormat pada leluhur harusnya meuruti pula hobi leluhurnya. Walaupun dalam judi ada unsur untung-untungan atau sesuatu yang tidak pasti. lakukanlah pekerjaanmu sebagai yadnya. Contoh lain. malah makin mendorong keinginan mereka berspekulasi dengan harapan hampa mendapat kemenangan. Raja-raja Bali khusus menggaji seorang juru kurung untuk merawat ayam aduannya. Dengan demikian mereka yang ingin mendapat hasil tanpa bekerja tergolong orang tamasik. Oleh karena itu bila tidak turut berjudi dapat tersisih dari pergaulan. dengki. mada. irihati). suatu ketika saya kaget mendengar pernyataan seseorang bahwa ia harus pandai berjudi karena leluhurnya terkenal sebagai penjudi. Atau gambaran seorang tua sedang mengelus-elus ayam kesayangannya. pada dirinya dan yang kalah menguatkan kroda. Penjudi yang menang menguatkan kama. lobha. bebaskan diri dari semua ikatan. mempererat tali kekeluargaan dalam satu banjar. Sadripu adalah kama (nafsu tak terkendali). sudah mentradisi di Bali. Judi juga menjadi sarana pergaulan. Sadripu Kalah atau menang dalam berjudi membawa dampak munculnya sadripu (enam musuh) pada diri seseorang. kroda (kemarahan). tidak menyurutkan keberanian orang-orang tamasik berjudi. lobha (serakah).37: Kama esa kroda esa. Di zaman dulu sering pula status sosial seseorang diukur dari banyaknya memiliki ayam aduan.9: Yajnarthat karmano nyatra.Awidya Maraknya judi di seluruh pelosok Bali bukan disebabkan umat Hindu di Bali tidak taat beragama. kurang disebarkan ke masyarakat. Ketidaktahuan atau awidya bahwa judi dilarang agama Hindu antara lain karena pengetahuan agama. dunia ini juga terikat dengan hukum karma. tetapi karena tidak tahu bahwa judi itu dilarang dalam agama. tadartham karma kaunteya. Tamasik Motivasi lain berjudi adalah keinginan untuk mendapatkan uang dengan cepat tanpa bekerja. Judi. moha (sombong) dan matsarya (cemburu). Oleh karenanya Oh Arjuna. dan moha. mahasano mahapapma. . dianggap tidak bisa menyama beraya.

Sebagai usulan. Oleh karena itu menjadi tugas para sulinggih atau pemimpin-pemimpin umat untuk meningkatkan kualitas beragama. Masyarakat penjudi adalah masyarakat yang sakit sebagaimana diuraikan dalam Manawa Dharmasastra IX. Masyarakat yang ingin berenang di sungai atau di laut airnya pun sudah tercemar limbah atau sampah. Jl. Pantai Lingga. Untuk menjaga kesehatan rohani masyarakat. Di Buleleng dulu ada tradisi yang sangat baik yaitu pada hari Galungan ada perlombaan magoak-goakan yang sangat meriah dan mengundang gelak tawa kegirangan. dan penyuluhan-penyuluhan yang intensif. Tetapi akan lebih berhasil jika disertai dengan dharmawacana-dharmatula. Penulis. lomba lari karung. salah satu upaya mungkin dapat ditempuh misalnya pemerintah menyediakan fasilitas hiburan atau rekreasi yang sehat. Oleh karena itu perkataan lain untuk berjudi adalah makelecan (kelecan artinya hiburan). tua. Gianyar dan Karangasem ada permaiann ayunan jantera yang ramai dkunjungi oleh anak-anak. Jarang sekali di desa-desa ada lapangan voli. Pemerintah agar berupaya mengalihkan keinginan masyarakat mencari hiburan dari berjudi kepada bentuk hiburan lain yang sehat. antara lain fasilitas olah raga. fasilitas itu dibuat oleh warga setempat. dan lain-lain yang dikelola oleh pemerintah. Pendapat ini disepakati oleh pemerintah dan tokoh-tokoh agama. muda pada hari-hari raya. Bentuk hiburan zaman sekarang yang mahal dan mewah belum tentu membawa kegembiraan dan kesehatan rohani. Pada hari-hari raya misalnya diadakan pertandingan olah raga antarbanjar. misalnya para penjudi (bebotoh) di tiap desa didata dan secara periodik dikumpulkan kemudian diberikan siraman-siraman rohani yang menekankan bahwa judi itu adalah dosa.221. tinggal di Geriya Tamansari Lingga Ashrama. Jika ada. bulu tangkis. meja pingpong. Memberantas perjudian tidak dapat dengan paksaan atau kekuasaan berdasarkan Undangundang saja. Bentuk olah raga dipilih yang murah meriah misalnya tarik tambang. naik pedana (pohon pinang licin yang di puncaknya diisi berbagai hadiah). Ironisnya belum ada upaya-upaya preventif dan represif yang sifatnya mendidik untuk menyembuhkan penyakit rohani ini. antara lain menyadarkan masyarakat akan dosa berjudi.viddhy enam iha vairinam: Kuatnya keinginan dan kemarahan yang lahir dari nafsu rajaguna menjadikan lobha dan berdosa yang merupakan musuh di dunia. sulinggih. desa. Singaraja Source : HDNet . Kebanggaan sebagian masyarakat sebagai penjudi sedikit demi sedikit dikikis sehingga masyarakat menjadi malu berjudi. Di Klungkung. klub-klub atau perusahaan. sepak bola. Salah satu alasan masyarakat berjudi di zaman dulu adalah karena kurangnya fasilitas hiburan atau rekreasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful