P. 1
Peningkatan Pronounciation

Peningkatan Pronounciation

|Views: 11,930|Likes:
Published by Sayid Sidik

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Sayid Sidik on Jun 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2015

pdf

text

original

Pada dasarnya metode Audio-Lingual hampir sama dengan metode

lainnya. Adapun metode yang muncul sebelum metode ini adalah metode Direct

(Direct Method).

The Audio-Lingual method is the method which focuses in repetition some

words to memorize.24

Audio-Lingual method is a method which use drills and pattern practice

in teaching language.25

Adapun Jill Kerper Mora dari San Diego University

menyebutkan:

"This method26

is based on the principles of behavior psychology. It
adapted many of the principles and procedures of the Direct Method, in
part as a reaction to the lack of speaking skills of the Reading Approach"27

Metode Audio-Lingual ini merupakan sebuah metode yang

pelaksanaannya terfokus pada kegiatan latihan, drill, menghafal kosa kata, dialog,

24

Diane Larsen and Freeman, Techniques and Principles in Language Teaching,
(Oxford: Oford University Press, 1986), hlm. 31
25

Richards,.Op. Cit., hlm. 44

26

Audio-Lingual Method

27

Jill Kreper Mora, Second-Language Teaching Method (http://www.edweb.sdsu.edu,
diakses pada tanggal 20 Februari 2009)

23

teks bacaan. Adapun dalam praktiknya siswa diajak belajar (dalam hal ini bahasa

Inggris secara langsung) tanpa harus mendatangkan native language.

Dasar dan prosedur pengajaran dalam metode ini juga banyak diambil dari

metode yang telah ada sebelumnya yaitu metode langsung (Direct Method). Selain

itu, tujuan Audio-Lingual pun juga tidak berbeda dengan Direct Method yaitu

untuk menciptakan kompetensi komunikatif dalam diri siswa.

Sebagaimana diketahui, pengucapan (pronunciation), susunan serta aspek-

aspek lain antara bahasa asing dan bahasa ibu sangatlah berbeda. Oleh karenanya,

dalam pembelajaran bahasa asing (dalam hal ini bahasa Inggris) para siswa

diharuskan mengucapkan dan atau membaca berulang-ulang kata demi kata yang

diberikan oleh guru agar sebisa mungkin tidak terpengaruh dengan bahasa ibu.

Pengulangan-pengulangan yang dilakukan lama-kelamaan akan menjadi sebuah

kebiasaan (habit). Begitu juga dalam hal melafalkan kata-kata bahasa asing

(bahasa Inggris), jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan, siswa akan secara

otomatis dan refleks dapat melakukannya. Sehingga dalam pelaksanaannya, agar

usaha tersebut dapat berjalan lancar maka diperlukan memerlukan keseriusan baik

dari guru maupun siswa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->