P. 1
Kelas 12 Sosiologi 3 Suhardi Sri Sunarti

Kelas 12 Sosiologi 3 Suhardi Sri Sunarti

|Views: 39,345|Likes:
Published by iyuskokod

More info:

Published by: iyuskokod on Jun 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2015

pdf

text

original

Evolusi masyarakat berlangsung lama dan terdiri dari rentetan perubahan-

perubahan kecil yang berkelanjutan. Perubahan itu terjadi secara alami tanpa

direncanakan oleh manusia. Kebutuhan-kebutuhan manusia yang selalu berubah

dari waktu ke waktu menuntut terjadinya penyesuaian-penyesuaian oleh berbagai

unsur masyarakat. Para ahli sosiologi telah berusaha menjelaskan terjadinya

evolusi masyarakat dengan berbagai teori.

1

Masyarakat desa bersifat dinamis, karena sudah

ada radio dan televisi yang mendorong warga-

nya berubah.

2

Pada dasarnya, perubahan sosial sama dengan

perubahan budaya.

3

Pertumbuhan penduduk tidak termasuk ruang

lingkup proses perubahan sosial.

4

Apabila masyarakat berubah, maka kebudayaan-

nya juga berubah.

5

Perubahan sosial bersifat konstan, artinya selalu

terjadi perubahan terus menerus di masyarakat.

No.

Pernyataan

S TSR

9

Perubahan Sosial

Secara evolutif, perubahan sosial memiliki arah tetap, setiap masyarakat

melewati jalur yang bermula dari tahap perkembangan awal dan menuju tahap

perkembangan akhir. Apabila telah mencapai tahap akhir maka perubahan

evolusioner berhenti. Teori ini dikemukakan oleh Auguste Comte (1798 – 1857),

Herbert Spencer (1820 – 1903), Lewis Henry Morgan (1818 – 1881) dan

Karl Marx (1818 – 1882).

Auguste Comte menjelaskan bahwa perubahan sosial melalui tiga tahap,

yaitu tahap teologis, tahap metafisika, dan tahap positif. Ketiga tahap ini dikenal

dengan sebutan Hukum Tiga Jenjang. Pada tahap teologis, masyarakat

diarahkan oleh nilai-nilai adikodrati (supranatural). Pada tahap ini, perubahan

sosial dianggap sebagai proses yang dikendalikan oleh Tuhan. Pada tahap

metafisika, kepercayaan adikodrati digeser oleh prinsip-prinsip abstrak yang

berperan sebagai dasar perkembangan masyarakat. Pada tahap ini, manusia

mulai mencoba memahami perubahan sosial dengan pemikiran-pemikiran

abstrak dalam bentuk filsafat. .ilsafat mencoba mencari jawaban atas segala

sesuatu yang terjadi di masyarakat berdasarkan pemikiran abstrak dan tidak

didukung bukti hasil pengamatan. Pada tahap positif atau tahap ilmiah, masyara-

kat diarahkan kepada kenyataan yang didukung oleh prinsip-prinsip ilmu penge-

tahuan. Pada tahap ketiga inilah, perubahan sosial dipahami secara realistis

melalui kajian ilmiah berdasarkan bukti-bukti yang dapat ditemui di masyarakat.

Untuk menjelaskan evolusi sosial, Herbert Spencer mengadopsi teori evolusi

biologis yang dikembangkan oleh Charles Darwin. Menurut dia, masyarakat

bermula dalam bentuk kelompok suku yang homogen dan sederhana (primitif)

ke tahap masyarakat modern yang kompleks. Spencer juga mengadopsi pen-

dapat Darwin yang menyatakan, bahwa hanya individu yang kuatlah yang mam-

pu bertahan. Sehingga, dalam perubahan sosial hanya orang-orang (masyarakat)

yang kuat yang menang dalam persaingan hidup, sedangkan orang-orang (ma-

syarakat) yang lemah dan malas akan tersisih.

Senada dengan Herbert Spencer, Karl Marx juga menyatakan bahwa peru-

bahan masyarakat bermula dari tahap masyarakat primitif menuju tahap tek-

nologi modern yang kompleks. Setiap tahap perubahan, memiliki metode

produksi yang cocok dengan perkembangan saat itu, dan unsur-unsur budaya

diselaraskan dengan cara tersebut. Karl Marx juga memandang, bahwa dalam

masyarakat selalu terjadi konflik, maka menurut dia setiap tahap memiliki unsur

pengubah. Unsur pengubah itu berupa konflik sosial yang akan menimbulkan

perubahan sosial untuk menuju keadaan masyarakat berikutnya. Dengan teori

LAHIR

BERKEMBANG

MATI

Gambar 1.3Bagan perkembangan peradaban menurut teori evolusi.

10

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

konflik atau dialektika sosialnya, Karl Marx meramalkan bahwa masyarakat

kapitalis akan runtuh dan digantikan oleh masyarakat komunis. Namun, ternyata

teori ini tidak terbukti.

Menurut Paul B. Horton, semua teori tersebut memiliki kelemahan. Per-

tama, data yang menunjang penentuan tahap perubahan masyarakat sering

tidak cermat. Kedua, urutan tahap tidak sepenuhnya tegas. Ada masyarakat

yang melangkah beberapa tahap perubahan dan langsung memasuki tahap in-

dustri. Sementara itu, beberapa masyarakat lainnya justru mundur ke tahap se-

belumnya. Ketiga, pendapat yang menyatakan bahwa perubahan akan berakhir

pada tahapan ‘terakhir’ ternyata tidak terbukti, karena perubahan selalu terjadi

terus menerus tanpa henti.

Bentuk perubahan evolutif juga pernah diyakini berlangsung dalam suatu

perputaran, atau siklus. Teori siklus menjelaskan bahwa perubahan sosial melalui

beberapa tahap, namun tidak berakhir pada tahap ‘terakhir’ yang dianggap

telah tercapainya kesempurnaan perubahan. Menurut teori siklus, setelah peru-

bahan sosial mencapai tahap akhir maka perubahan akan kembali berulang

mulai tahap pertama. Begitu seterusnya, sehingga merupakan suatu siklus.

Teori seperti ini dikembangkan oleh Oswald Spengler (1880 – 1936), Pitirim

A. Sorokin (1889 – 1968) dan Arnold Toynbee (1889 – 1975).

Menurut Oswald Spengler, setiap peradaban besar mengalami proses pen-

tahapan mulai dari kelahiran, pertumbuhan, dan keruntuhan. Proses perputaran

dari pertumbuhan menuju keruntuhan memakan waktu selama seribu tahun.

Setelah itu akan muncul peradaban baru. Berdasarkan teorinya, Spengler pernah

meramalkan terjadinya hari kiamat.

Pitirim A. Sorokin berpenda-

pat, bahwa semua peradaban besar

berada dalam siklus tiga sistem

kebudayaan yang berputar tanpa

akhir, yaitu kebudayaan ideasional,

kebudayaan idealistis, dan kebuda-

yaan sensasi. Kebudayaan ideasio-

nal yang didasari oleh nilai-nilai dan

unsur-unsur adikodrati. Kebuda-

yaan idealistis merupakan gabungan

unsur kepercayaan adikodrati dan

unsur rasionalitas yang berdasarkan

fakta dalam usaha menciptakan

masyarakat ideal. Kebudayaan sen-

sasi mendasarkan pada pemikiran pokok bahwa dunia material yang kita rasakan

dengan indra merupakan satu-satunya kenyataan yang ada.

LAHIR

RUNTUH

PUNAH

TUMBUH

BERJAYA

Gambar 1.4 Bagan siklus perubahan peradaban.

11

Perubahan Sosial

Arnold Toynbee juga berpendapat, bahwa peradaban besar berada dalam

siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan, dan kematian. Menurut dia, di dunia

ini pernah ada dua puluh satu peradaban besar yang telah punah dan tinggal

peradaban Barat yang sekarang sedang menuju kepunahan.

Ketiga teori siklus di atas juga dinilai meragukan, karena tidak didukung

oleh data yang terpercaya. Di samping itu, teori-teori tersebut tidak dapat men-

jawab mengapa peradaban mengalami perubahan dan mengapa respon setiap

masyarakat terhadap perubahan dilakukan secara berbeda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->