P. 1
perubahan budaya organisasi

perubahan budaya organisasi

|Views: 1,350|Likes:
Published by Kiw K Pemenang

More info:

Published by: Kiw K Pemenang on Jun 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Budaya Organisasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan

berorganisasi, Budaya organisasi dapat mempengaruhi cara orang dalam berperilaku dan harus menjadi patokan dalam setiap program pengembangan organisasi dan kebijakan yang diambil. Hal ini terkait dengan bagaimana budaya itu mempengaruhi organisasi dan bagaimana suatu budaya itu dapat dikelola oleh organisasi. Budaya organisasi mengacu pada hubungan yang unik dari norma -norma, nilai-nilai, kepercayaan dan cara berperilaku yang menjadi ciri bagaimana kelompok dan individu dalam menyelesaikan sesuatu. Eldridge dan Crombie (dalam Nasution 2010) Menurut Jusi (dalam Nasution, 2010) Budaya organisasi adalah norma-norma dan kebiasaan yang diterima sebagai suatu kebenaran oleh semua orang dalam organisasi. Budaya organisasi tumbuh dari waktu ke waktu. Orang ada yang merasa nyaman dan ada juga yang merasa tidak nyaman dengan budaya organisasi yang baru. Bagi orang yang mempertimbangkan perubahan budaya, biasanya kejadian yang signifikan harus terjadi. Kejadian yang mengguncang dunia mereka, seperti kebangkrutan, kehilangan sales dan konsumen yang signifikan, atau rugi jutaan dollar, akan menarik perhatian banyak orang. Budaya organisasi tidak selalu tetap dan perlu selalu disesuaikan dengan perkembangan lingkungan agar organisasi tetap survive. Orang yang mendirikan organisasi tidak hanya berharap organisasinya hanya sekedar hidup dan menjalankan kegiatannya, namun juga berharap organisasinya terus tumbuh berkelanju tan (sustainable growth) oleh karenanya Organisasi harus dapat melakukan perubahan perubahan termasuk perubahan budaya Organisasi yang diharapkan memberikan dampak positif pada kinerja organisasi.

PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI

Page 1

Penulis menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis. penulis menggunakan metode kepustakaan.4 Metode Penulisan Dari banyak metode yang penulis ketahui. dan berorientasi rekayasa dan mengubahnya menjadi budaya yang berorientasi tindakan. Lee Iacocca masuk Chrysler Corp. tanggap pasar. Diperlukan waktu lima tahun tetapi ia menerima budaya Chrysler yang konservatif. 1. Misalnya. ketika perusahaan itu tampak tertinggal beberapa pekan lagi akan bangkrut. I. efektif. PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 2 .Merubah budaya organisasi luar biasa sulitnya. melihat ke dalam. tetapi budaya-budaya itu dapat diubah.2 Rumusan Masalah - Strategi Generik Perubahan Budaya Pengertian dan tujuan Budaya Organisasi Siklus hidup Organisasi dan perubahan budayanya I. serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data ² data tentang topik ataupun materi yang penulis gunakan untuk makalah ini.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah y Melatih mahasiswa membuat makalah dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa. Cerita ini sudah diketahui banyak orang. Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet). Dalam tahun 1978. efisien. y Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang Perubahan Budaya Organisasi.

evolutif. 2. Pada tahap ini biasanya terjadi shock therapy dan mendramatisir pemaparan perlunya perubahan budaya . Perubahan budaya dengan menggunakan pendekatan kekuasaan.Menurut Schein disebut pendekatan structural karena mencabut akar-akar budaya yang ada. b. d. Deformative (Tahap gagasan perubahan) yaitu perubahan budaya belum benar-benar terjadi. 2010) menawarkan 4 (empat) pendekatan perubahan budaya yaitu : a. 2010)menyampaikan ada 5 (lima) tahap perubahan buda ya yaitu : 1. tidak terencana. non-kolaboratif. integratif dan memperkenalkan budaya yang baru terlebih dahulu sebelum mengganti budaya yang lama. B. Strategi Generik Perubahan Budaya Secara umum Paul Bate (Nasution. dipecahkan bersama. maka Paul Bate (Nasution.1 A. koalisi dan mengandalkan networking. politis. Perubahan budaya dilakukan secara kolaboratif.BAB II KERANGKA TEORITIK 2. c. Pada tahap ini terjadinya PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 3 . Pendekatan jalan damai (Conciliative approach). membuat konflik. sifatnya dipaksakan. Reconsiliative (Tahap dukungan gagasan perubahan) yaitu Adanya dukungan berbagai pihak terhadap gagasan perubahan budaya. Pendekatan korosif (Corrosive approach. Pendekatan yang bersifat normatif dengan menggunakan program pelatihan dan pendidikan ulang terhadap pemahaman budaya yang baru. Budaya lama sedikit demi sedikit dirusak dan diganti dengan budaya baru. Berdasarkan pendekatan tersebut diatas. baru sebatas gagasan yang menegaskan bahwa perubahan budaya perlu dilakukan. Pendekatan indoktrinasi (Indoctrinative approachI). Pendekatan agresif (Aggressive approach). Perubahan budaya yang dilaukan dengan pendekatan informal. sifatnya win-lose. unilateral dan menggunakan dekrit. win-win.

Dimensi struktural (budaya yang akan dirubah).negosiasi terhadap pelaku budaya baik dari pihak inisiator atau pendorong perubahan maupun pihak yang tidak setuju perubahan budaya 3. Tujuannya bukan hanya sekedar mengetahui budaya yang ada tetapi juga agar pelaku perubahan bisa belajar tentang pola pikir irganisasi dan orang-orang yang terlibat di dalamnya b. Pada tahap ini perlu dilakukan proses sosialisasi dan edukasi untuk membantu penetrasi perubahan budaya 4. Formative (Tahap pembentukan struktur dan bentuk budaya) yaitu saat membentuk dan mendesain struktur budaya sehingga budaya yang dulunya invisible menjadi visible bagi semua anggaota organisasi. pembahasan dan diskusi tentang budaya baru. Menrut Paul Bate (Nasution. Tujuannya agar dalam perubahan budaya tidak terjadi kesalahan yang sama di masa datang c. Pelaksanaan ini terdapat 2 (dua) bentu yaitu personal enactment (masing-masing individu melakukan tindakan yang memungkinkan budaya menjadi bagian dari kehidupan mereka) dan collective enactment (para pelaku budaya secara bersama-sama memecahkan persoalan cultural yang selama ini masih menggantung) 5. 2010)Dalam melaksanakan perubahan budaya perlu memperhatikan beberapa dimensi perubahan antara lain : a. Dimensi ruang dan waktu (asal muasal terbentuknya budaya dan perjalanannya sepanjang waktu). Dimensi subyektif (tujaun dan keterlibatan orang per orang dalam perubahan) PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 4 . Dimensi proses perubahan (posisi budaya dalam siklus kehidupan budaya) d. Acculturative (Tahap komunikasi dan komitmen) yaitu terjadinya komunikasi yang intensif terhadap kesepakatan yang diperloleh pada tahap sebelumnya untuk menciptakan komitmen. C. Dimensi konstekstual (situasi lingkungan di mana budaya berada) e. Enactive (Tahap pelaksanaan perubahan) yaitu pelaksanaan hasil pemikiran.

Perubahan harus mendapat dukungan dari Bawahan yang merupakan anggota organisasi. Komitmen para pemimpinan / manajer. bila adanya hal ² hal sebagai berikut: 1. 2.Disamping itu untuk menilai efektifitas perubahan budaya Paul Bate juga menentukan parameternya antara lain : 1. Daya komonolitas yaitu kemampuan untuk membentuk satu set nilai 3. 3. Daya penetrasi yaitu kemampuan untuk menembus berbagai level organisasi 4. 2010)Proses perubahan budaya akan membawa hasil. Menurut Paul Bate (Nasution. D. Komitmen dari semua pihak merupakan sebuah syarat mutlak agar terjadinya peubahan budaya yang membawa perubahan positif Organisasi. Komunikasi yang jelas Dalam melaksanakan perubahan komunikasi harus terjalin dengan baik baik vertiakal maupun horizontal. Daya ekspresi yaitu kemampuan untuk menyampaikan ide-ide baru 2. Kepemimpinan yang kuat. Daya tahan yaitu kemampuan untuk menciptakan perubahan yang hasilnya bisa tahan lama. Pemimpin harus membangun komitmen yang dimulai dari dirinya sendiri. terhadap kinerja PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 5 . Daya adaptif yaitu kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah 5. 4. Mendapat dukungan dari bawahan.

Keyakinan adalah semua asumsi dan persepsi tentang sesuatu. sedangkan Pola Perilaku adalah cara orang bertindak terhadap orang lain. orang dan organisasi secara keseluruhan dan diterima sebagai sesuatu yang benar. sosial dan moral yang mendasari setiap tindakan dalam organisasi dan di bentuk oleh kepercayaan sikap dan perioritas anggotanya.merupakan norma yang terdiri dari keyakinan. menciptakan keterikatan emosional antara organisasi dan karyawan yang terlibat di dalamnya. PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 6 . Core value adalah nilai ² nilai dominan yang diterima di seluruh organisasi. peranan budaya organisasi adalah membantu menciptakan rasa memiliki terhadap organisasi.1 Pengertian dan Tujuan Budaya Organisasi Menurut Jusi (dalam Nasution.BAB III PEMBAHASAN 3. sikap. menciptakan jati diri anggota organisasi.2001)Pemahaman budaya organisasi sebagai kesepakatan bersama mengenai nilai-nilai yang mengikat semua individu dalam sebuah organisasi seharusnya menentukan batas-batas normatif perilaku angota organisasi. core value dan pola perilaku dalam organisasi. 2010) Budaya Organisasi adalah norma ² norma perilaku. Tujuan Keberadaan budaya organisasi adalah melengkapi para anggotanya dengan rasa (Identitas ) Organisasi dan menimbulkan komitmen terhadap nilai ² nilai yang dianut organisasi. Menurut Robbins ( Nasution. Dengan demikian budaya organisasi berpengaruh kuat terhadap perilaku para anggotanya. Secara spesifik. membantu menciptakan stabilitas organisasi sebagai sistem sosial dan menemukan pola pedoman perilaku sebagai hasil dari norma-norma kebiasaan yang terbentuk dalam keseharian.

Tujuan memahami siklus hidup organisasi adalah agar dapat memahami karakteristik dan budaya pada setiap tahapan dalam siklus hidup organisasi. karena setiap tahapan mempunyai perbedaan. Setelah melewati masa kritis. siklus organisasi berlanjut ketingkat berikutnya yaitu tumbuh dan menjadi besar (growth stage). bisa survive dan eksis. PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 7 . Namun sebaliknya jika situasi ini terus berlanjut bukan tidak mungkin siklus akan berlanjut ke tahap penurunan (declining stage) dan boleh jadi sampai ke tahap kematian (death). Dengan kata lain perubahan budaya hampir selalu berhadapan dengan resistensi para karyawan. Disamping itu tujuan memahami siklus hidup organisasi adalah agar setiap orang lebih memiliki keterlibatan dalam organisasi. karena sekali budaya sudah terkristalisasi ke dalam masing-masing anggota organisasi dan tersistem dalam kehidupan organisasi. sehingga manajer lebih mudah menetapkan kapan dan bagaimana perubahan dilakukan untuk mempertahankan hidup organisasi dan menjamin keberlangsungan organisasi. Setiap orang yang mendirikan organisasi tidak hanya berharap organisasinya hanya sekedar hidup dan menjalankan kegiatannya.3. sehingga perubahan budaya seringkali berjalan secara gradual dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Merubah budaya organisasi bukan perkara mudah. Jika situasi kejenuhan ini bisa diatasi maka organisasi akan bangkit kembali ( revival stage). Dengan memahami karakteristik ini. namun sangat diharapkan dapat hidup tanpa batas waktu meski kita tidak tahu kapan organisasi bisa terus tumbuh dan kapan kita terpaksa menghentikan kegiatan organisasi. maka para anggota organisasi akan cenderung mempertahankannya tanpa memperhatikan apakah budaya organisasi tersebut functional atau dysfunctional terhadap kehidupan organisasi.2 Siklus Hidup Organisasi dan Perubahan Budaya Organisasi Siklus organisasi tidak berhenti sampai organisasi tersebut lahir dan bisa berjalan. namun juga berharap organisasinya terus tubuh berkelanjutan (sustainable growth). Siklus hidup organisasi (SHO) bermula dari sebuah organisasi didirikan ( birth stage). maka setiap manajer akan lebih mudah menetapkan skala prioritas yang berbeda pada setiap tahapan. Pertumbuhan organisasi ini pada titik tertentu akan berhenti(stagnant karena mengalami kejenuhan (maturity stagnant).

sehingga keberadaannya dapat diterima semua pihak. Untuk perubahan ini diperlukan bantuan orang dalam yang sudah lama bergabung dengan perusahan. Mekanisme perubahan pada tahap perkembangan Pada tahap ini tujuan perubahan budaya adalah untuk melakukan adaptasi eksternal yang dilakukan secara sistematis dan terencana. Perubahan budaya karena adanya kesadaran akan pentingnya memantau terus kondisi internal organisasi. Perubahan revolutif terkendali dengan bantuan pihak luar organisas. Perubahan budaya dengan membiarkan budaya lama tetap eksis namun pada saat yang bersamaan mulai diperkenalkan budaya baru sampai pada saatnya nanti budaya baru benar-benar bisa menggantikan budaya yang lama. 4. melakukan penilaian dan evaluasi sehingga mengetahui kelemahan dan kelebihan organisasi. sehingga budaya organisasi merupakan cerminan nilai ² nilai dan pandangan para pendiri dan para pekerja yang datang belakangan hanya sekedar mengikuti. Perubahan budaya yang bersifat natural tanpa adanya rekayasa perencanaan sebelumnya dan lebih berorientasi internal dalam kerangka memperkokoh nilai-nilai yang sudah ada. Perubahan ini bisa dikatakan revolusioner karena perubahanya melibatkan orang luar meski perubahannya masih dalam batas kendali organisasi (para pendiri). Perubahan evolutif yang bersifat natural. mempelajari dan mengikuti saja seolah -olah tidak mempunyai peran dalam membangun budaya organisasi. 2.a. Perubahan evolutif dengan hybrids. Adapun mekanisme yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 8 . Mekanisme perubahan pada tahap berdiri dan pertumbuhan Pada tahap ini organisasi belum begitu kompleks dan peran pendiri dan atau keluarganya sangat dominant. Perubahan evolutif yang dipandu dari dalam organisasi (self guided) dengan menggunakan terapi organisasi. Ada 4 (empat) mekanisme perubahan yang bisa digunakan yaitu : 1. 3. b. Bagi para pendiri budaya organisasi lebih berfungsi sebagai alat untuk mengintegrasikan pekerja dengan organisasi.

3. Perubahan budaya melalui strategi penyehatan organisasi (turnaround). Perubahan dilakukan dengan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada dalam upayanya untuk mempengaruhi semua pihak yang terlibat dalam perusahan sehingga tujuan akhir tercapai. Perubahan dilakukan dengan mengembangkan asumsi atau mitos lain yang lebih relevan dalam menjalankan aktifitas perusahaan. Perubahan terencana dan pengembangan organisasi (Planned change and organizational development). 4. Perubahan budaya dengan memaparkan sisi negative dari mitos yang selama ini berkembang di dalam organisasi. Perubahan yang dilakukan secara terencana untuk menselaraskan budaya dengan perkeambangan organisasi di masa yang akan datang. Perubahan ini biasanya dilakukan dengan mulai memperkenalkan budaya baru dengan cara meng-edukasi dan coaching para anggota organisasi. Perubahan budaya dikarenakan adanya perubahan penggunaan teknologi baru. Perubahan teknologi akan mendorong perubahan perilaku yang merupakan hasil adopsi nilai. Pada situasi seperti ini biasanya perubahan dilakukan secara structural atau radikal dengan 2 (dua) opsi yang berkembang yaitu transformasi dan destruksi. merubah struktur PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 9 . c. Perubahan sedikit demi sedikit tetapi konsisten (Incrementalism).1. Perubahan budaya dengan memperkenalkan teknologi baru (technological seduction). 2. keyakinan dan asumsi baru dalam menjalankan aktifitas perusahaan. Hal ini dikarenakan perkembangan organisasi tidak sesuai lagi dengan budaya organisasi yang ada. Adapun mekanisme perubahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Mekanisme perubahan pada tahap penurunan Penurunan biasanya diawali dengan adanya krisis organisasi yang disebabkan perubahan internal dan eksternal organisasi. Perubahan dengan memaksa orang membuka pbikirannya agar bisa memotivasi dirinya untuk mencari informasi baru sehingga ia bisa mendefinisikan ulang kedudukan dirinya dan menentukan apa yang dilakukannya. Perubahan yang bersifat persuasi dengan sedikit ancaman (coercive persuasion). 2.

3. PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 10 . misi dan tujuan jangka panjang serta pergantian kepemimpinan. Perubahan budaya melalui reorganisasi dan melahirkan kembali organisasi baru (reorganization and rebirth). menciptakan slogan disamping memberikan sedikit ancaman bagi mereka yang tidak mau berubah. Perubahan ini dimulai dengan pembubaran organisasi kemudian membentuk organisasi yang baru baik secara simbolik yaitu dengan cara menata ulang visi.dan proses organisasi. memberi perhatian dan penghargaan. Sedangkan secara riil berupa berbentuk akuisisi dan merger bahkan joint venture (aliansi strategis).

PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 11 . Pimpinan dituntut kemampuannya untuk menerjemahkan perubahan dalam lingkungan eksternal maupun lingkungan internal organisasi.BAB IV PENUTUP 4. Keterlibatan dalam membangun dan mengembankan organisasi.1 Kesimpulan Perubahan budaya organisasi tidak bisa dilakukan secara serampangan. merumuskan nilainilai dan sistem sebagai basis budaya yang kuat. menjadi nilai -nilai utama bagi anggotanya. Penelaahan ini tentu saja melibatkan semua yang terlibat dalam organisasi (stakeholder). serta merumuskan arah jangka panjang organisasi. Penelaahan budaya suatu organisasi ini perlu dilakukan oleh pimpinan secara periodikal karena lingkungan selalu berubah. yang diartikan pula bahwa budaya organisasi dalam batas-batas tertentu harus bisa menyesuaikan diri. Ada hal-hal penting yang harus dipertimbangkan. agar proses perubahan tersebut berjalan sesuai rencana.

Nur (2010).2 DAFTAR PUSTAKA y y y Nasution.M.com www.Manajemen Perubahan.Bo gor:Ghalia Indonesia.4.Rastodio.wikipedia. www.org PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI Page 12 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->