P. 1
KALIMANTAN SELATAN

KALIMANTAN SELATAN

|Views: 464|Likes:
Published by Malik Muchamad

More info:

Published by: Malik Muchamad on Jun 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2013

pdf

text

original

KALIMANTAN SELATAN Propinsi Kalimantan Selatan dengan ibukotanya Banjarmasin terletak di sebelah selatan pulau Kalimantan dengan batas

-batas: sebelah barat dengan propinsi Kalimantan Tengah, sebelah timur dengan Selat Makasar, sebelah selatan dengan Laut Jawa dan di sebelah utara dengan propinsi Kalimantan Timur.

PROPINSI/ DARAT LAUTAN KABUPATEN/ (KM²) KOTA Kab. Tanah Laut 3,729.30 Banjar Kab. Tanah Bumbu 5,066.96 Banjar HSU, Selat Kotabaru 9,422.73 Makasar Laut Jawa Banjar, Tala HSU, Banjar 4,672.68 HST HSU, Tapin Hulu Sungai 1,804.94 Selatan Hulu Sungai 1,472.00 HSU HSU HST Kotabaru, HSS 2,174.95 HST HST, Kotabaru, Tapin Tapin HSU, HSS Banjar Kuala HSU, Kotabaru Kab. HST, Tapin Tapin Barito HSU, HST, Bumbu Kab. Tanah Laut Jawa Jawa Laut (KM²) UTARA TIMUR SELATAN BARAT (KM) DARAT

Tengah Hulu Sungai 892.70 Utara Balangan Tabalong Barito Kuala Kota 367.12 Banjarmasin Kota Banjarbaru 72.67 Kalimantan 37,530.52 Selatan Kaltim Kuala Banjar 3,599.95 1,878.30 2,376.22 Tapin Barito Kaltim HSU,

Balangan Tabalong Kotabaru

HSS HST, HSS Kalteng

Kaltim Banjar, Kota

HSU Laut Jawa

Kalteng Kalteng

Banjarmasin Kab. Banjar Banjar Banjar Selat Laut Jawa Makasar Kalteng Tanah Laut Banjar Batola

Ekspor nonmigas Kalsel selama lima tahun terakhir periode 2002-2006 memperlihatkan pertumbuhan menggembirakan. Ekspor tumbuh rata-rata 21,55 persen, berada di atas pertumbuhan ekspor nasional yang dipatok antara lima sampai tujuh persen. Bahkan dua tahun terakhir, yaitu tahun 2005 tumbuh 26,24 persen dengan perolehan devisa US $21 miliar. Sedangkan pada 2006, perolehan devisa meningkat menjadi US $26 miliar atau tumbuh 25,51 persen. Prestasi inilah yang menempatkan Kalsel menjadi salah satu penyumbang devisa ekspor nonmigas terbesar di Indonesia. Realisasi nilai ekspor nonmigas Kalsel berdasarkan kelompok komoditi pada 2006, mencakup produk karet US $94,1 juta, produk kayu US $284 juta, produk rotan US $8,97 juta, produk perikanan US $11,9 juta, produk tambang US $1,7 miliar dan produk lainnya US $508, 2 juta. Sedangkan realisasi nilai ekspor dari Januari sampai Juli 2007 mencapai US $1,73 miliar, yang disumbang produk karet US $72,6 juta, produk kayu US $302,8 juta, produk rotan US $5,3 juta,

produk perikanan US $11,1 juta, produk tambang US $1,2 miliar dan produk lainnya US $130,9 juta. Kerajinan, Komoditas Ekspor Potensial Produk kerajinan menjadi salah satu komoditas ekspor Kalsel yang potensial dikembangkan, karena produk ini cukup diminati di pasar dunia sehingga permintaannya cukup besar. Namun produk kerajinan hingga kini masih belum mampu memenuhi permintaan pasar, akibat terkendala dengan masalah desain, kualitas produk dan lainnya, termasuk kesulitan memenuhi permintaan dalam jumlah besar PERTANIAN Potensi Pertanian di Kalimantan Selatan Sektor pertanian merupakan sektor yang masih dominan dalam sektor-sektor ekonomi pembentuk PDRB, karena sektor ini memberikan kontribusi sebesar 22,50% terhadap PDRB yang meliputi subsektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan. Sektor pertanian merupakan sektor basis/dasar untuk kemajuan ekonomi wilayah, karena ia mampu menyediakan komoditas-komoditas yang dapat diolah menjadi barang/produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Sub Sektor Tanaman Pangan Subsektor tanaman pangan yang menjadi unggulan Kalimantan Selatan adalah padi yang dapat dikembangkan diseluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan kecuali Kota Banjarmasin. Sejak tahun 2006 Kalimantan Selatan tercatat telah mengalami surplus produksi beras yang pada tahun

2006 mencapai sebesar 426.094 ton, tahun 2007 sebesar 641.721 ton, dan tahun 2008 mengalami surplus sebesar 656.573 ton (Angka Ramalan Sementara). Secara keseluruhan produksi, maupun produktvitas padi di Kalimantan Selatan pada tahun 2008 mengalami kenaikan dibanding tahun 2007 baik luas tanam maupun produksinya. Produksi pada tahun 2008 meningkat 1,22 % yaitu 1.977.789 ton dibanding tahun 2007 yang hanya 1.953.868 ton, dan produktvitas juga meningkat dari 38,63 kw/ha tahun 2007 menjadi 38,75 kw/ha pada tahun 2008. Untuk luas tanam padi di Kalimantan Selatan pada tahun 2008 juga mengalami peningkatan dibanding tahun 2007 yaitu dari 505.846 ha menjadi 510.373 ha atau naik 0,89 %. Kinerja keprograman pada tahun anggaran 2008 dapat dilihat dari keragaan produksi tanaman pangan berikut ini.

PADI SAWAH ATAP Uraian (1) Luas Panen (Ha) Hasil Per Hektar (ku/ha) Produksi (ton) 2007 (2) 458.995 39,88 2008 (3) 455.721 39,71 2009 (4) 459.853 40,03 1.809.584 2009 (5) 459.641 41,02 1.885.367 ATAP ARAM I ARAM II

1.830.409 1.809

Angka tetap tahun2008 produksi sawah mengalami sedikit penurunan dibangkan tahun 2007

yaitu 20.825 ton atau turun 1,14 persen. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan luas panen sebesar 3.274 ha atau turun sebesar 0,71 persen. Disamping itu penuruna produktivitasjuga mempunyai andil dalam menurunkan produksi padi yaitu dari 39,88 ku/ha tahun 2007 menjadi 39,71 ku/ha pada tahun 2008 atau turun sebesar 0,43 persen.Penyebab penurunan luas panen pada tahun 2008 dibandingkan tahun2007 disebabkan terkendalanya penanaman di lahan lebar seperti di Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan . PADI LADANG ATAP Uraian (1) Luas Panen (Ha) Hasil Per Hektar (ku/ha) Produksi (ton) 2007 (2) 46.851 26,35 123.459 2008 (3) 51.598 28,04 144.699 2009 (4) 54.814 29,12 159.625 2009 (5) 44.886 28,30 127.032 ATAP ARAM I ARAM II

Produksi padi ladang tahun 2008 (ATAP 2008) mencapai 144.699 ton mengalami kenaikan dari ATAP 2007 yang sebesar 123.459 ton. Produksi mengalami kenaikan sebesar 21.240 ton atau naik 17,20 persen, kenaikan produksi ini dikarenakan adanya kenaikan luas panen sebesar 4.747 ha atau 10,13 persen. Sedangkan produktivitas juga mengalami kenaiakan dari 26,35 ku/ha tahun 2007 menjadi 28,04 ku/ha. Terjadinya kenaikan luas panen ini karena adanya perubahan penggunaan lahan, dari yang sebelumnya ditanami kacang tanah, berpindah menjadi ditanami padi ladang. Kondisi curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun 2008 lebih merangsang petani untuk menanam padi ladang yang perawatannya lebih mudah dibandingkan kacang tanah.

Produksi padi ladang pada tahun 2009 diperkirakan akan mencapai 127.032 ton atau mengalami penurunan 12,21 persen dari produksi tahun 2008. Penurunan produksi ini dipicu oleh penurunan luas panen sebanyak 6.172 ha atau turun 13,01 persen. Penurunan luas panen terjadi diperkirakan tidak ada lagi penanaman pada bulan Mei. Pada beberapa Kabupaten pada lahan kering mengalami alih fungsi lahan seperti di Kabupaten Tapin di Kecamatan Piani, Hatungan, Tapin Uatara dan Lok Paikat, lahan pertanian beralih fungsi menjadi perkebunan karet dan lahan batu bara/stockfile.

PADI (SAWAH + LADANG) ATAP Uraian 2007 (1) (2) Luas Panen (Ha) 505.846 Hasil Per Hektar 38,63 (ku/ha) Produksi (ton) 1.953.868 2008 (3) 507.319 38,52 2009 (4) 514.667 38,86 2009 (5) 504.527 39,89 2.012.399 ATAP ARAM I ARAM II

1.954.283 2.000.239

Secara total produksi padi (sawah + ladang) tahun 2008 mencapai 1.954.283 ton (ATAP 2008) sedikit mengalami kenaikan dibandingkan dari ATAP 2007. Produsi naik sebesar 415 ton. Kenaikan produksi ini dikarenakan adanya peningakatan luas panen sebesar 1.473 ha atau naik 0,29 persen meski produktivitas menurun sebesar 0,11 ku/ha atau turun 0,28 persen. JAGUNG Uraian ATAP ATAP ARAM I ARAM II

(1) Luas Panen (Ha) Hasil Per Hektar (ku/ha) Produksi (ton)

2007 (2) 22.241 45,39 100.957

2008 (3) 20.116 47,26 95.064

2009 (4) 20.374 46,51 94.769

2009 (5) 21.405 46,25 97.326

Produksi jagung pada tahun 2008 mencapai 95.064 ton (ATAP 2008) mengalami sedikit penurunan dari produksi 2007. Produksi turun sebesar 5.893 ton atau turun 5,84 persen. Penurunan produksi ini disebabkan karena adanya penurunan luas panen yang cukup besar yaitu 2.125 ha meskipun hasil perhektar meninngkat 1,87 ku/ha. Penurunan luas panen ini disebabkan oleh panen muda yang dilakukan oleh petani sentar jagung di Kabupaten Tabalong, Kotabaru dan Banjar. Pada tahun 2009 diperkirakan produksi jagung akan mencapai 97.326 ton. Hasil produksi ini meningkat, yaitu sebesar 2.262 ton dibandingkan produksi tahun yang lalu. KACANG TANAH ATAP Uraian (1) Luas Panen (Ha) Hasil Per Hektar (ku/ha) Produksi (ton) 2007 (2) 15.842 11,50 18.214 2008 (3) 14.161 11,63 16.476 2009 (4) 14.650 11,95 1.809.584 2009 (5) 13.689 12,16 1.885.367 ATAP ARAM I ARAM II

Pada periode 2007-2008 penurunan pada produksi kacang tanah terjadi disebabkan karena iklim. Curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan pertanaman kacang tanah di lahan lebak tidak maksimal, Serta disebabkan bergesernya penggunaa lahan kacan tanah menjadi lahan padi ladang. ATAP 2008 memperlihatkan terjadinya penuruna dibandingkan dengan ATAP 2007.

Dibanding produksi tahun 2007 produksi kacng tanah turun 1.738 ton atau 9,54 persen. Penuruna ini lebih disebabkan oleh turunnya luas panen yang mencapai 1.681 ha atau 10,61 persen. Walaupun hasil perhektar mengalami kenaikan sebesar 0,13 ku/ha tetapi hal tersebut masih belum bisa mengurangi penurunan produksi yang terjadi karena peningkatan yang terjadi relatif kecil (1,13 persen). KACANG HIJAU ATAP Uraian (1) Luas Panen (Ha) Hasil Per Hektar (ku/ha) Produksi (ton) 2007 (2) 1.517 10,20 1.548 2008 (3) 1.482 10,31 1.529 2009 (4) 1.510 10,83 1.635 2009 (5) 1.442 10,69 1.542 ATAP ARAM I ARAM II

Produksi kacang hijau tahun 2008 sebesar 1.529 ton (ATAP 2008). Produksi turun sedikit sebesar 19 ton atau 1,23 persen. Andil dari penurunan produksi ini adalah luas panen yang turun dari 1.517 ha tahun 2007 menjadi 1.482 ha atau turun 2,31 persen. Meskipun produktivitas naik 0,11 ku/ha atau 1,08 persen tetapi hal tesebut belum bisa menyebabkan kenaikan terhadap produksi kacang hijau pada tahun 2008. Penyebab turunnya produksi kacang hijau pada taun 2008 ini disebabkan tingginya curah hujan yang berakibat luas panen di daerah lebak seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah menjadi kurang maksimal. Pada ARAM II 2009 produksi diperkirakan akan mengalami peningkatan dari tahun 2008 walaupun kenaikannya relatif kecil. Produksi diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar

0,85 persen sehingga pada tahun 2009 diharapkan produksi akan mencapai 1.542 ton. Di Kalimantan Selatan tanaman ini berkembang hanya secara alami sehingga kurang optimal. UBI KAYU ATAP Uraian (1) Luas Panen (Ha) Hasil Per Hektar (ku/ha) Produksi (ton) 2007 (2) 8.205 142,99 117.322 2008 (3) 8.123 146,60 119.085 2009 (4) 8.661 146,44 126.830 2009 (5) 9.414 147,75 139.093 ATAP ARAM I ARAM II

Produksi ubi kayu tahun 2008 sedikit lebih tinggi dari produksi tahun 2007. Kenaikan produksi sebesar 1.763 ton atau 1,50 persen. Kenaikan produksi ini dipicu oleh naiknya hasil per hektar yaitu 3,61 ku/ha atau 2,52 persen, meskipun luas panen sedikit mengalami penuruna yaitu sebesar 82 ha (turun sebesar 1,00 persen). Peningkatan hasil per hektar ini disebabkan program perbaikan varietas ubi kayu di Kabupaten Tanah Laut sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pabrik pengolahan tepung tapioka. Bila dibandingkan dengan angka ATAP 2008, produksi ubi kayu tahun 2009 (ARAM II 2009) juga diperkirakan akan mengalami peningkatan. Peningkatan produksi tahun 2009 diperkirakan .

Sektor Perikanan dan Kelautan: Potensi Yang Menggiurkan

Potensi di sektor perikanan dan kelautan Kalimantan Selatan (Kalsel) boleh dibilang berlimpah dan akan menjadi sumber pendapatan yang menggiurkan bila digarap maksimal, apalagi dilengkapi dengan sentuhan tehnologi canggih. Potensi sektor ini cukup besar, yaitu memiliki Garis Pantai : 1.330 Km, Perairan Umum : 1 Juta Ha, Kolam : 2.400 Ha, Tambak: 53.382 ha dan Mina Padi : 3.752 Ha, sedangkan dari produksi dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2005 – 2008) terakhir terjadi peningkatan produksi perikanan. Pada tahun 2007 menunjukkan total produksi perikanan sebanyak 114.876 Ton meningkat menjadi 178.924 Ton pada tahun 2008. Produksi pada tahun 2008*) dapat dilihat pada tabel berikut : NO. KEGIATAN 1 Penangkapan - Laut - Perairan umum 2 Budidaya - Tambak - Kolam - Karamba - Minapadi/sawah - Jaring apung - Budidaya laut JUMLAH PRODUKSI (TON) 154.536 98.897 55.639 24.572 6.274 7.897 4.538 286 594 4.790 178.924

Produksi hasil perikanan, disamping sebagai konsumsi lokal, maupun dipasarkan sebagai komoditi ekspor antar pulau, sedangkan konsumsi per kapita tahun 2008 masih diatas standar Nasional, hal ini dapat dilihat pada tabel berikut : Konsumsi Produksi Penduduk Non Tahun (Ton) (ribu) Konsumsi**) (Ton) (Kg) (Kg) okal PerKapita Nasional Konsumsi Standar

2004 2005 2006 2007 2008*)

176.643 199.860 184.071 174.816 178.924

3.219.398 3.240.100 3.345.784 3.396.680 3.464.618

121.709.766 139.837.262 129.565.432 122.139.631 124.547.324

121.886.408 140.037.122 129.749.504 122.314.447 124.726.248

38 43 39 36 36

26,5 26,5 26,5 26,5 26,5

Sumber : Dinas Perikanan Prov.Kalsel *) Angka Sementara Sektor Pertambangan Kandungan logam yang terdapat di Provinsi Kalimantan Selatan diantaranya besi, mangan, nikel, kromit dan batuan granitis. Untuk sumber energi, terdapat batubara dan gambut. Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai potensi yang besar dalam pengusahaan pertambangan bahan galian. Batubara merupakan salah satu komoditi yang diunggulkan provinsi ini. Sumber dari ESDM 2005 untuk Kalimantan Selatan kualitas sumber daya dan cadangan yang sudah tereka 5474,06 juta ton, tertunjuk 222,04 juta ton, terukur 3171,20 juta ton dan masih ada cadangan 1803,33 juta ton. Produksi 2003 (ton) 4,242,369.74 (Sumber Data: Peta Komoditi Utama Sektor Primer dan Pengkajian Peluang Pasar serta Peluang Investasinya di Indonesia) Sektor pertambangan menyumbang sekitar 17,56 % dari Produk Domestik Bruto Provinsi Kalimantan Selatan pada Tahun 2003. Batubara merupakan produk pertambangan andalan yang menarik bagi investor dan akan berkembang pada tahun-tahun mendatang seiring dengan harga batubara yang bagus. Eksplorasi mineral bijih besi telah dilakukan di Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Balangan dan akan mulai dieksploitasi saat kondisinya memungkinkan. Masih banyak jenis mineral lainnya seperti intan, emas, marmer, lempung, serpentinit yang terbuka bagi eksploitasi. Produk turunan dari mineral tersebut akan memberikan nilai tambah ekonomi dibanding memasarkan langsung mineral tersebut. Dari data-data yang saya peroleh, pertambangan yang berpotensi di Kalimantan selatan adalah :

1.BESI Banyak Ketersediaan No. Lokasi (TONS) Fe : 50,60 – 62,57 1 Tanah Laut 3.429.500 S : 0,03 – 0,25 P : 0,04 – 0,10 Fe : 44,2 – 47,0 TiO2 : 0,24 – 0,4 2 Tanah Bumbu 100.000.000 Cr2O3 : 2,43 – 2,6 MnO : 0,40 – 0,78 SiO2 : 1,20 – 9,0 Fe : 46,76 Cr2O3 : 1,44 SiO2 : 2,49 3 Kotabaru 86.120.700 Ni : 0,37 Co : 0,04 AI2O3 : 8,88 Fe : 54,86 – 58,75 4 Balangan 86.120.700 S : 0,07 – 0,61 P : 0,03 – 0,05 Kwalitas %

2. MANGAN Lokasi Banyak Ketersediaan Kwalitas (%) (TONS)

No.

SiO2 : 3,37 – 28,51 MnO2 : 4,11 – 68,64 1 Tanah Laut Unknown H2O : 0,2 – 6,2 AI2O3 : 11,89 Fe2O3 : 0,98 –18,59

3. NIKEL

Banyak Ketersediaan No. Lokasi 1 Tanah Laut 2 Tanah Bumbu 3 Banjar 4. KROMIT 5. BATUAN GRANIT (MILLIONS TONS) Indicated: Unknown Unknown Kwalitas Ni : 1,2 Ni : 1,12 Ni :

Banyak Ketersediaan No. LOKASI 1 2 3 4 Hulu Sungai Tengah Hulu Sungai Selatan Banjar Tanah Laut (m³) Hypothetical : 00.000 Hypothetical : 481.582.400 Unknown Unknown Kwalitas -

A. Bidang Energi 1. BATU BARA LOKASI No. (REGENCY) (TONS) IM : 3,17 – 22,04 Ash : 0,42 – 20,99 FC : 29,17 – 51,1 1 Kotabaru S : 0,4 – 4,18 VM : 33,91 – 50,4 Kal : 4.821,8 – 7.280 kal/gr IM : 7,58 – 16,51 Ash : 1,21 – 24,29 FC : 25,94 – 46,62 S : 1,35 – 2,30 2 Tanah Laut 325.031 VM : 34,23 – 46,62 Kal : 4.714 – 6.316 kal/gr Stut : 0,28 – 1,62 HGI : 52 – 91 N.Cal : 5612 – 6415 kal/gr IM : 2,87 – 18,6 Ash : 1,57 – 34,65 BANYAK KETERSEDIAAN KWALITAS

3

Banjar

VM : 9,40 – 48,40 Kal : 4.030 – 7.908 kal/gr S : 0,25 – 1,5 IM : 5,00 – 37,75 Ash : 0,40 – 20,80 VM : 32,91 – 53,90 4 Tapin Kal : 4.442 – 7.340 kal/gr S : 0,02 – 4,24 HGI : 48 FC : 22,90 – 50,45 IM : 2,05 – 22,20 Ash : 0,58 – 10,46 VM : 2,45 – 45,84 5 Hulu Sungai Selatan Kal : 5.416 – 7.457 kal/gr S : 0,24 – 1,44 FC : 4,21 – 50,41 IM : 6,70 – 21,43 Ash : 1,00 – 11,74 VM : 34,15 – 46,80 6 Balangan 780.000.000 Kal : 4.806 – 7.111 kal/gr S : 0,07 – 2,90 FC : 37,28 – 52,50 IM : 6,37 – 22,01 Ash : 2,36 – 24,09 VM : 29,06 – 42,71

7

Tabalong

Kal : 4.208 – 6.912 kal/gr S : 0,28 – 9,35 FC : 31,16 – 51,42 IM : 8,11 – 21,31 Ash : 0,72 – 13,91 VM : 36,14 – 46,28 8 Hulu Sungai Tengah Kal : 5.946 – 6.980 kal/gr S : 0,25 – 1,54 FC : 31,97 – 51,98

2. LAHAN GAMBUT LOKASI No. (REGENCY) (m³) IM : 79,60 – 91,78 Ash : 0,17 – 7,78 1 Banjar 13.682.000 FC : 6,67 – 17,03 S : 0,01 – 0,05 Kal : 372 – 989 kal/gr IM : 10,74 – 14,43 Ash : 42,44 – 56,08 2 Tapin Unknown FC : 9,53 – 12,15 S : 0,25 – 0,54 Kal : 663 – 3.585 kal/gr IM : 9,74 Ash : 4,79 BANYAK KETERSEDIAAN KWALITAS

3

Hulu Sungai Utara

350.069.000

VM : 54,29 Kal : 4.950 kal/gr IM : 11,25 – 12,82 Ash : 11,88 – 24,65 4 Balangan Hypothetical : 112.000.000 VM : 47,07 – 51,54 Kal : 3.238 – 4.637 kal/gr FC : 15,46 – 25,33 Potensi Daerah yang Paling Berpotensial di Provinsi Kalimantan Selatan Tanah Laut Potensi Pertambangan Wilayah Kabupaten Tanah Laut menyimpan berbagai jenis bahan tambang baik golongan A, B dan C. Beberapa jenis bahan galian strategis dan vital yang memiliki deposit cukup tinggi adalah batu bara, biji besi, emas, platina dan mangan. Sedangkan bahan galian golongan C terdiri dari pasir kwarsa, batu gamping, lempung, marmer, granit, oker, andesit, periodotit, basalt, dan diorit. Saat ini terdapat 6 perusahaan yang sedang melakukan penyelidikan umum, 27 perusahaan yang melakukan kegiatan eksplorasi, dan 9 perusahaan yang melakukan kegiatan eksploitasi, pengangkutan dan penjualan.

Cadangan Bahan Tambang dan Galian Kabupaten Tanah Laut

NO

JENIS BAHAN

CADANGAN

Bahan Galian untuk Industri (Juta Metrik Ton)

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Pasir Kwarsa Batu Gamping Lempung Marmer Granit Oker Andesit Periodotit Basalt

20,4 102,0 117,6 7,3 5,0 3,9 13.420,0 944 1.600 541 Bahan Galian Strategis dan Vital

10 Diotrit

1 2 3 4 5

Batubara Biji Besi Emas Platina Mangan

Tersebar di areal 314,4 juta m² 3,59 Tersebar cukup banyak di areal lebih dari 100 Ha Tersebar tidak merata dengan cadangan cukup banyak Cukup banyak

Kelautan dan Perikanan

Sektor produksi lain yang tidak kalah pentingnya dalam membangun ketahanan pangan dan gizi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah sektor kelautan dan perikanan. Potensi pantai

sepanjang 200 km membentang disebelah barat dan selatan Kabupaten Tanah Laut, dengan sumber daya ikan yang melimpah merupakan anugerah bagi masyarakat Tala. Dalam rangka memanfaatkan potensi sektor kelautan dan perikanan tersebut pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya diantaranya modernisasi alat tangkap, bantuan kapal, peningkatan akses permodalan melalui koperasi Swamitra Mina dimana tahun 2009 lalu tidak kurang sudah dikucurkan kredit nelayan sebesar 2 milyar rupiah lebih, peningkatan SDM nelayan dan lain lain. Dari upaya upaya tersebut telah berdampak pada tingkat produktifitas nelayan, dimana pada tahun 2009 tersebut produksi ikan tangkapan perikanan laut mencapai 24.562 ton, sedangkan tahun 2010 hingga bulan September telah mencapai 19.655 ton. untuk ikan perairan umum pada tahun 2009 sebanyak 1.662 ton, dan hingga september 2010 sebanyak 1.211 ton. Untuk produksi ikan budidaya pada tahun 2009 sebanyak 708 ton dan tahun 2009 sampai september 2010 telah mencapai 788 ton. Semakin membaiknya hasil tangkapan nelayan, khususnya perairan umum maupun budi daya tentunya Saat ini telah terdapat 5 perusahaan yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan, yaitu PT. Suri Tani Pemuka, PT. Isotop Bangun Sejahtera, PT. Ocean Gemindo, PT. Borneo Surya Abadi dan PT. Karimatan Timur. Peluang Investasi
• •

Industri Perikanan air tawar dan laut Pengembangan Pelabuhan Laut

Kabupaten Barito Kuala Luas Hutan Wilayah Kabupaten Barito Kuala merupakan areal hutan rawa gambut, dengan dominasi berupa hutan galam, luasnya sekitar 60.000 ha, tiap tahun rata rata diproduksi ± 22.000 m3 kayu, dengan berbagai ukuran dan diameter.

Potensi Lahan Kehutanan dan Perkebunan Potensi bidang perkebunan meliputi potensi alam spesifik yaitu lahan rawa gambut, yang dapat dimanfaatkan sebagai usaha perkebunan seluas 59.000 ha, dan luas lahan yang dimanfaatkan oleh setiap kecamatan adalah 15.541,25 ha. Salah satu potensi yang prospektif dikembangkan, adalah komoditi kelapa sawit. Hal ini ditunjang oleh sarana aksesibilitas untuk mendukung pendistribusian sarana produksi dan pengangkutan hasil tanaman kelapa sawit yang terdapat hampir di semua lokasi pencadangan yakni sungai sungai besar, anak sungai, sungai / kanal buatan berupa saluran primer, sekunder, tersier dan jalan darat yang dapat mencapai lokasi. Potensi ini didukung pula oleh tersedianya lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Pabrik CPO (Crude Palm Oil ) dengan letak yang strategis, yakni berdekatan dengan alur Sungai Barito dan Jalan Trans Kahmantan dengan tingkat aksesibilitas yang memadai.

Tenaga kerja yang jumlahnya cukup besar, karena Kabupaten Barito Kuala memiliki jumlah penduduk yang relatif besar juga didukung oleh program transmigrasi sehingga menambah angkatan kerja yang dapat dipekerjakan pada pengembangan kelapa sawit. Tanaman Andalan Jenis tanaman komoditas yang dominan adalah perkebunan kelapa rakyat, yang terdiri dari jenis Kelapa Dalam seluas 14.654 ha, dan jenis Kelapa Hibrida seluas 114 ha. Daerah perkebunan kelapa tersebut terdapat di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Alalak, sebagian kecil Kecamatan Anjir Muara dan Kecamatan Anjir Pasar. Komoditas perkebunan lain yang dikembangkan, walaupun tidak intensif dan dominan adalah pinang, sagu, kopi, karet, dan cengkeh. Luasan penanaman masing masing komoditas relatif kecil, sehingga belum dapat dijadikan andalan bagi usaha masyarakat. Komoditas baru yang saat ini dicoba dikembangkan adalah kenaf atau tanaman serat sebagai bahan baku karung goni, luasnya baru mencapai 20 Ha, dengan total produksi 15,61 ton per tahun. Produksi Perkebunan Areal perkebunan yang telah dimanfaatkan dengan penanaman budidaya berbagai komoditas perkebunan seluas 15.541,25 ha, dengan produksi 11.945 ton per tahun. -Bidang Perindustrian

--Meningkatkan usaha produktif kelembagaan IKRT. --Mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian. --Mengendalikan produksi industri primer pengolahan kayu. --Menyediakan data dan informasi guna mendukung sistem informasi pembangunan. -Bidang Perdagangan --Memfasilitasi upaya pemasaran produk unggulan daerah. --Mengadakan promosi produk unggulan daerah. --Menyediakan data dan informasi bidang perdagangan. -Bidang Pengembangan Pasar --Meningkatkan pengelolaan pemanfaatan pasar Handil Bakti. --Mengintensifkan penjualan ruko pasar Handil Bakti. --Mengembangkan fasilitas pasar kecamatan. --Menyediakan data dan informasi pengelolaan pasar. -Bidang Penanaman Modal --Mengakomodasikan investasi kegiatan pembangunan. --Melaksanakan pemantauan dan evaluasi perkembangan realisasi investasi.

--Menyusun perangkat hukum dan kebijakan dalam rangka menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi. --Melaksanakan promosi investasi.

Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sejalan pelaksanaan otonomi daerah yang disertai adanya pergeseran paradigma usaha koperasi dari koperasi pedesaan kearah koperasi konsumen dan distribusi, pemerintah memberikan kesempatan yang seluasluasnya kepada masyarakat membentuk dan mengelola koperasi agar koperasi lebih mandiri dan bebas melakukan aktivitasnya tanpa campur tangan pemerintah. Kebijakan pembangunan Koperasi dan UKM di Kabupaten Barito Kuala diarahkan : -Pemberdayaan Koperasi dan UKM dengan memberikan dukungan perkuatan bagi Koperasi dan UKM. -Menumbuhkan iklim berusaha yang kondusif bagi Koperasi dan UKM. -Pengembangan sistem ekonomi kerakyatan.

Beberapa upaya yang telah dan sedang dilaksanakan dalam memantapkan keberadaan dan pemberdayaan Koperasi dan UKM dalam memanfaatkan peluang dan menjawab tantangan antara lain : - Meningkatkan akses permodalan baik perbankan, BUMN maupun Pemerintah Daerah. - Meningkatkan akses dan memperbesar pangsa pasar melalui kegiatan temu konsultasi dan pameran. - Meningkatkan kemampuan manajemen, organisasi serta sumber daya manusia. - Meningkatkan dan memantapkan kemitraan serta pemasyarakatan kewirausahaan.

Kabupaten Balangan INVESTASI KECAMATAN AWAYAN Di Wilayah Kecamatan Awayan yang dapat dijadikan investasi guna menunjang khususnya untuk pembangunan diwilayah Kecamatan Awayan dan umumnya Kabupaten Balangan adalah : a). Bendungan Pitap yang ada di Desa Nungka. b). Pertambangan seperti batubara, batu kapur, batu kali, beji besi, batu koral, timah dan sebagainya. c). Pertanian dan perkebunan seperti karet, padi, gula aren dan sebagainya.

d). Kehutanan seperti kayu. e). Wisata baik itu wisata alam seperti adanya Benteng Tundakan dan wisata religius yaitu adanya Makam Temanggung Jalil. f). Perbaikan dan perluasan jalan. B. INVESTASI BIDANG PERINDUSTRIAN PERDAGANAN DAN KOPERASI Peluang Investasi yang dapat dikembangkan oleh Dinas Perindistrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Balangan. a. Bidang Perindustrian Industri pengolahan karet dari bahan latek menjadi lembaran Ret Imokset (RIS) dengan program peningkatan kualitas mutu karet :

Pengadaan sarana dan prasarana pengolahan (Tempat Pengolahan Karet) TPK, dengan sentra pengolahan

Memfasilitasi ekspor dengan prosedur Ekspor dan Mitra Usaha eksportir Banjarmasin.

PELUANG INVESTASI BIDANG TAN NAK KAN 1. Pembukaan lahan seperti cetak sawah dan kawasan agrowisata. 2. Produksi padi/ beras yang melimpah bisa dikembangkan ke arah industri tepung beras. 3. Produksi pisang (talas, kepok) dan labu/ waluh bisa dikembangkan ke arah industri makanan ringan.

4. Pengembangan peternakan (sapi dan kambing) bisa dikembangkan di lahan bawah karet dan sawit. 5. Pengembangan perikanan darat bisa dikembangkan di sungai-sungai dengan keramba, kolam-kolam di darat dan jaring apung serta keramba di bendung pitap yang sebentar lagi dibangun.

Kota Banjar Baru Pertanian Tanaman Pangan Perkembangan pembangunan tanaman pangan memberikan kontribusi paling besar terhadap sektor pertanian di Kota Banjarbaru, terutama untuk pertanian padi sawah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Jenis Tanaman Padi Sawah Jagung Kacang Tanah Ubi Kayu Ubi Jalar Sayuran Buah-buahan

Tahun (Ton) 2004 8.506,4 85,0 67,0 2.425,0 10.554,0 5.955,0 2005 12.266,0 141,3 66,0 50,5 1.414,5 6.322,0 2006 12.575,5 963,5 27,5 2.114,7 88,6 1.615,9 5.284,2 2007 12.610,0 660,1 61,2 2.504,0 218,5 3.060,4 6.711,5 2008 14.099,8 1.345,8 11,8 624,0 10,5 6.354,2 15,6

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa dalam periode tahun 2004-2008 secara keseluruhan luas taman padi sawah di Kota Banjarbaru mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, demikian pula dengan produksinya. Untuk tanaman jagung, kacang tanah dan ubi jalar luas tanam berfluktuatif dari tahun ke tahun, kecuali untuk tanaman sayuran luas tanam dan produksi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Perkebunan Perkebunan di Kota Banjarbaru masih belum dilakukan oleh perusahaan swasta akan tetapi dilakukan oleh masyarakat sendiri. Kegiatan perkebunan yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya merupakan kebun campuran, namun memiliki dominasi komoditi tertentu, Luas lahan perkebunan di Kota Banjarbaru pada tahun 2008 mencapai 987,25 ha untuk berbagai jenis komoditi. Untuk lebih jelasnya luas lahan perkebunan di Kota Banjarbaru Tahun 2004-2008 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

KOMODITI Karet Kelapa Dalam Kelapa Hibrida Kelapa Sawit Kopi Melinjo Kencur

TAHUN (Ha) 2004 477 208 38 16 2005 477 208 38 16 2006 464 208 38 16 2007 577 208 38 16 2008 577 208 38 16 29 7

Cengkeh Lada Jumlah

739

7 746

7 7 753

7 864

7 987

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa secara umum terjadi peningkatan luas tanam perkebunan rakyat pada periode tahun 2004-2008 sebesar 248 Ha atau 33 %, akan tetapi peningkatan tersebut lebih cenderung pada penambahan jenis komoditi. Peningkatan luas tanam yang terlihat jelas adalah komoditi karet. Luas tanam komoditi karet tahun 2004 sebanyak 477 ha menjadi 577 ha pada tahun 2008 atau mengalami kenaikan sebanyak 100 ha atau 20%. Kehutanan Hutan mempunyai peranan yang penting bagi stabilitas keadaan susunan tanah dan isinya untuk itu pembangunan kehutanan dilaksanakan dalam rangka kelestarian dan kelangsungan fungsi hutan. Perkembangan pembangunan kehutanan memberikan kontribusi paling kecil terhadap sektor pertanian di Kota Banjarbaru. Potensi hutan rakyat di Kota Banjarbaru terdiri dari Akasia, Galam, Jati, Sengon, Mahoni dan lainnya. Data potensi kehutanan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

KOMODITI Akasia

TAHUN (Pohon) 2003 1600 2004 19.182 2005 19.182 2006 19.182 2007 19.182

Galam Jati Sengon Mahoni Jenis Lain

100.000 6.089 45.700 23.300 500

10.842 7.770 62.550 39.198 125.100

10.842 7.770 62.550 39.198 125.100

10.842 7.770 62.550 39.198 125.100

2.502 13.320 75.060 47.538 125.100

Peternakan Perkembangan pembangunan peternakan di Kota Banjarbaru terdiri dari ternak besar yaitu kerbau dan sapi, ternak kecil yaitu kambing dan babi. Selain itu juga terdapat ternak unggas yang terdiri dari ayam buras, ayam potong, ayam petelur, burung puyuh, angsa dan itik. Komoditi peternakan dari sektor ternak unggas memberikan kontribusi produksi yang cukup tinggi. Produksi peternakan di Kota Banjarbaru tahun 2008 menghasilkan sebesar 3.103.131 ekor. Kontribusi paling tinggi berasal dari ternak unggas ayam potong sejumlah 1.996.970 ekor dan kontribusi paling rendah dari ternak besar kerbau sejumlah 47 ekor. Perkembangan populasi peternakan di Kota Banjarbaru periode tahun 2004-2008 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

KOMODITI Kerbau Sapi Kambing Babi

TAHUN (Ekor) 2004 1.782 1.027 304 2005 35 4.419 2.967 282 2006 3 4.728 5.175 4.392 2007 43 7.757 8.003 3.975 2008 47 7.801 8.599 7.535

Ayam Buras Ayam Potong Ayam Petelur Puyuh Angsa Itik

109.035 2.334.437 59.546 105.225 142 4.967

416.394 2.963.840 143.603 146.800 665 9.146

421.435 3.398.890 60.440 107.200 934 14.792

604.739 2.212.070 242.320 143.800 1.478 18.883

569.678 1.996.970 355.540 143.800 1.478 18.883

Tabel di atas memberikan informasi kepada kita bahwa perkembangan populasi ternak besar dan kecil di Kota Banjarbaru secara umum mengalami peningkatan pada periode tahun 2004-2008. Pupulasi terendah dalam kurun waktu tahun 2004-2008 terjadi pada tahun 2006 yaitu pada ternak kerbau namun pada tahun berikutnya terjadi peningkatan kembali. Populasi unggas terbesar di Kota Banjarbaru adalah ayam potong walaupun perkembangan pada periode tahun 2004-2008 terjadi penurunan populasi.

Perikanan Produksi perikanan di Kota Banjarbaru terdiri dari 3 jenis kegiatan yaitu penangkapan perairan umum, budidaya dan pembenihan. Perkembangan produksi perikanan di Kota Banjarbaru tahun 2004-2008 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

KOMODITI Perairan Umum Budidaya Pembenihan

TAHUN (ton) 2004 50 171 13 2005 50 186 13 2006 50 185 13 2007 50 185 13 2008 40,47 289,595 13

Dari tabel di atas diketahui bahwa produksi perikanan yang dihasilkan pada periode tahun 20042008 di Kota Banjarbaru tidak begitu mengalami peningkatan yang berarti. Peningkatan terjadi pada tahun 2008 pada jenis budidaya yang mampu meningkat hingga 69 % dari tahun 2004. Industri dan Perdagangan Jumlah unit usaha Industri di Kota Banjarbaru pada tahun 2008 sebanyak 857 buah. Sementara itu jumlah sarana perdagangan sebanyak 636 perusahaan. Pusat perbelanjaan modern terus tumbuh berkembang di Kota Banjarbaru. Selain itu, pasar tradisional sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi yang penting bagi masyarakat juga tetap dipertahankan dan dikembangkan. Persentase Jumlah Perusahaan Industri Menurut Jenisnya di Kota Banjarbaru Tahun 2008

Perkembangan perusahaan perdagangan di Kota Banjarbaru dalam kurun waktu tahun 20042008 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Kelompok Pedagang Besar Menengah Kecil Jumlah

Tahun 2004 53 67 157 277 2005 29 95 200 324 2006 39 88 207 334 2007 98 137 359 594 2008 109 149 378 636

Dari tabel di atas diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah perusahaan selama kurun waktu tahun 2004-2008 di Kota Banjarbaru. Kecenderungan ini terjadi dari tahun ketahun kecuali untuk Kelompok Pedagang Besar pada tahun 2005 terjadi penurunan namun pada tahun-tahun berikutnya terjadi peningkatan yang positif kembali. Perusahaan yang ada di Kota Banjarbaru di dominasi pada sektor perdagangan, Hotel dan Rumah Makan (56%), kemudian pada sektor Jasa-Jasa (13%) dan sisanya pada sektor lainnya sebesar31%. Kabupaten Banjar Potensi Batu Mulia Martapura Martapura adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Indonesia. Martapura adalah ibukota kabupaten Banjar yang terdiri atas kecamatan Martapura, Martapura Barat dan Martapura Timur.

Kota ini terkenal sebagai kota santri di Kalimantan, karena terdapat pesantren Darussalam. Kota Martapura semula bernama Kayutangi yang merupakan ibukota Kesultanan Banjar (terakhir di masa pemerintahan Sultan Adam). Julukan Kota Martapura sebagai kota Intan merupakan kebanggan tersediri bagi para masyarakat dan pemerintah daerah kaupaten Banjar. Bercermin pada perjalanan sejarah perkembangan kota Martapura yang juga merupakan ibu kota kabupaten Banjar sangatlah beralasan. Potensi batu mulia di kota Martapura ini dapat dibuktikan sejak tahun 1950 sampai dengan sekarang banyak para pedagang intan tradisional melakukan kegiatan dagang dan transaksinya di kota ini. Batu mulia, seperti intan dan permata adalah ciri khas Martapura. Oleh sebab itu kota ini sering dikunjungi wisatawan karena merupakan pusat transaksi penjualan intan dan tempat penggosokan intan utama di Kalimantan, serta menyediakan banyak cenderamata batu mulia. Perlunya Peningkatan Kualitas

Dikarenakan batu mulia seperti intan dan permata adalah ciri khas Martapura, semuanya tidak luput dari eksistensi dan keberadaan para penambang dan pengrajin yang secara turun temurun bergelut pada aktivitas tersebut. Namun sayang, pengrajin di kota ini belum mampu meningkatkan kualitas intan dan permata, sehingga saat diperjualbelikan harganya sangat murah. Di samping persoalan mutu, konsumen batu permata juga mempersoalkan garansi produk, harga murah bukan lagi menjadi pilihan pertama.

Keberadaan Lembaga Pengembangan dan Sertifikasi Batu mulia (LPSB) Banjar, diharap dapat membangkitkan kembali usaha batu permata yang sebelumnya sempat terpuruk. Seiring dengan keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi penggosokan batu mulia, seni kerajinan dan penggosokan mengalami penyesuaian. Yang kerap menjadi persoalan klasik, pola dan sistem yang dipakai masih menggunakan sistem sederhana dan dengan menggunakan peralatan sederhana pula. Disini, para pengrajin mulai dituntut menggunakan alat pengolahan yang modern, serta motif-motif dan polesan yang lebih menarik. Hal ini didasari dengan kebutuhan selera pasar, yang saat ini menuntut inovasi baru, baik pada motif, bentuk serta variasi khas dari setiap batu permata, yang dapat ditampilkan oleh setiap pengrajin. Beberapa hal yang harus dilakukan terkait dengan pengembangan potensi batu mulia di Martapura. 1. Mengembangkan mekanisme investasi terkait batu mulia adalah elemen sumber daya yang memiliki prospek investasi ke depan. 2. Menjadikan potensi batu mulia sebagai salah satu hal yang harus di analisis lebih mendalam untuk pengembangannya sehingga dapat menarik investor baik dalam negeri maupun luar negeri. 3. Mengembangkan sentra-sentra produksi batu mulia yang masih sporadis dan berskala kecil sehingga pemberdayaannya dapat menambah lapangan kerja dan menambah pendapatan daerah.

Objek Wisata Kalimantan Selatan A. Kota Banjarmasin Propinsi Kalimantan Selatan Ibukotanya Kota Banjarmasin dan wilayah ini banyak dilalui sungai besar dan sungai kecil (kanal). Banyak sekali kegiatan masyarakat yang dilakukan di sungai termasuk kegiatan perdagangan yang dikenal dengan pasar terapung. Penduduk kota Banjarmasin masih banyak yang tinggal di atas air. Rumah-rumah penduduk dibangun diatas tiang atau diatas rakit dipinggir sungai. Budaya sungai terus berkembang, memberikan corak budaya tersendiri dan menarik. Salah satu kegiatan wisata paling menarik di kota Banjarmasin adalah berjalan-jalan menyusuri sungai dan kanal. Daerah pinggiran kota pemandangan alam sungainya masih asli dan wisatawan dapat menyusuri sepanjang sungai Martapura dan sungai Barito dengan menggunakan perahu Klotok dan Speedboat. Pusat Kota Banjarmasin terletak di sepanjang jalan Pasar Baru, sementara kawasan perkantoran khususnya Bank terdapat di jalan Lambung Mangkurat. Sungai Barito berada di sebelah Baratnya dari pusat kota. Sebagian besar kegiatan masyarakat di Banjarmasin terjadi sungai atau disekitar sungai. Oleh karena itu sangatlah menarik menyaksikan kehidupan Kota dari tengah sungai. Wisatawan dapat menyewakan perahu motor yang mangkal di tepi sungai dengan tarif sekitar Rp. 75.000 per jam

guna memulai perjalanan menyusuri sungai melewati sejumlah lokasi penarikan dengan waktu tempuh dua hingga tiga jam. Perjalanan di mulai dengan melewati Mesjid Raya Sabilal Muhtadin menuju kepasar kuin dimana air sungai Kuin mengalir menuju sungai Barito. Wisatawan dapat juga singgah di Pulau Kembang dan kemudian melanjutkan perjalanan melalui penggergajian kayu di sungai Alalak dan kembali ke Pusat Kota melalui Sungai Andai. Pasar Terapung adalah pasar tradisional yang sudah ada sejak dulu dan merupakan refleksi budaya sungai orang Banjar. Pasar yang khas lagi unik ini tempat melakukan transaksi di atas air dengan menggunakan perahu besar maupun kecil yang berdatangan dari berbagai pelosok. Pasar Terapung hanya berlangsung pada pagi hari sekitar jam 05.00 hingga 09.00 setiap hari. Dan dengan perahu Klotok dari Kota Banjarmasin dapat dicapai sekitar 30 menit. Wisatawan harus datang pagi-pagi untuk dapat melihat kesibukan Pasar Terapung ini. Salah satu Pasar Terapung di Banjarmasin adalah Pasar Kuin yang terletak di persimpangan antara Sungai Kuin dan Sungai Barito. Sejak dahulu Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan terkenal dengan hasil kayu dan rotan. Pada masa lalu kayu yang ditebang langsung dikirim keluar Kalimantan, tetapi saat ini sebelum dikirim keluar daerah terlebih dahulu diolah menjadi bahan setengah jadi, demikian juga untuk industri rotan. Sasirangan adalah batik khas Kalimantan Selatan yang pada jaman dahulu digunakan untuk mengusir roh jahat dan hanya dipakai oleh kalangan orang-orang terdahulu seperti keturunan raja

dan bangsawan. Proses pembuatan masih dikerjakan secara tradisional. Lokasi penjualannya di kecamatan Banjar Timur, 20 menit dari pusat Kota Banjarmasin. Salah satu Landmark Kota Banjarmaisn adalah Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang berada dijalan Jendral Sudirman. Mesjid Raya Sabilal Muhtadin berdiri megah dijantung kota Banjarmasin menghadap Sungai Martapura. Bangunan Masjid arsitektur modern dengan di kelilingi lima menara yang menjulang tinggi serta taman masjid yang luas dan indah. Masjid Raya Sabilal Muhtadin berlantai dua mempunyai kapasitas tempat sholat untuk 15.000 jemaah dan merupakan masjid kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan dan pusat pengkajian agama Islam. B. Kota Banjarbaru Kota yang terletak di sebelah Tenggara Kota banjarmasin ini memiliki sebuah Museum yang berisi benda-benda peninggalanSuku Banjar dan Dayak. Patung-patung yang berasal dari Candi Hindu yang ada di Kalimantan juga terdapat di Museum Lambung Mangkurat ini. Juga terdapat meriam, pedang dan benda-benda lain sisa-sisa perang melawan Belanda. Koleksi Museum Lambung Mangkurat lainnya adalah peralatan Sunat Tradisional Banjar seperti Pisau dan Daun yang digunakan sebagai Antibiotic. Museum Lambung Mangkurat terletak di Kota Banjarbaru sekitar 35 km dari Kota Banjarmasin, menyimpan berbagai peninggalan sejarah dan budaya serta gambaran dari pada wajah Kalimantan Selatan dalam berbagai aspek kehidupan alam dan potensial alamnya. Koleksi paling menarik dari Museum Lambung Mangkurat ini adalah benda-benda hasil penggalian dari Candi-Candi Hindu seperti Candi Laras di Rantau dan Candi Agung di Amuntai.

Di Kalimantan Timur antara lain Patung Sapi Nandi dan Symbol Alat Kelamin Dewa Syiwa yang disebut Lingang. Sisa-sisa Candi Laras terdapat di Desa Margasari, di dekat Kota Rantau, sedangkan sisa-sisa Candi Agung terdapat di Kota Amuntai yang berjarak 150 km dari Banjarmasin. Barang koleksi Museum terdiri dari peninggalan Sultan Banjar, benda purbakala dari Candi Agung dan Candi Laras, Perkakas dari Batu, Ukiran Kayu Ulin, Perkakas Pertanian dan Perabot Rumah Tangga, Alat Musik Tradisional dan sebagainya. Bangunan Museum ini perpaduan bentuk rumah tradisional yang bergaya modern diresmikan pada tahun 1979. Pendulangan Kawasan Pendulangan Intan Tradisional berada di Kecamatan Cempaka. Bagi penduduk Desa Cempaka, mendulang intan merupakan mata pencaharian turun temurun. Para pendulang biasanya berkelompok-kelompok mengali lobang pada kedalam sekitar 10-12 meter dengan menggunakan perkakas tradisional dan metode lama. Mereka bekerja keras mengadu nasib. Bahan galian tersebut selanjutnya dicuci untuk mencari sebutir Intan, terkadang pendulang menemukan pula Batu Akik dan Pasir Emas. Cempaka adalah kawasan penambangan intan dan emas yang terletak 47 km dari Kota Banjarmasin dan 7 km dari Kota Banjarbaru. Di tempat ini pengunjung dapat melihat langsung bagaimana para pekerja mencari Intan atau Emas di lobang-lobang penuh galian dan penuh lumpur. Dari catatan sejarah di tambang ini pernah ditemukan intan terbesar seberat 20 karat

pada tahun 1846, rekor ini kemudian dipecahkan pada tahun 1850 dengan ditemukannya intan yang lebih besar lagi seberat 167,5 karat. C. Kabupaten Banjar Daya tarik Kota yang terletak di dekat Kota Banjarbaru ini adalah suasana pasar tradisional yang hanya digelar setiap hari Jumat. Pasar ini ramai dikunjungi para wanita Banjar dengan pakaian tradisional mereka yang berwarna-warni. Di lokasi pasar ini terdapat sebuah bangunan pasar berbentuk tradisional Banjar dengan atapnya yang berwarna biru. Di pasar yang luas ini, wanita Banjar menjual aneka barang termasuk berbagai jenis makanan. Jika anda penggemar batu permata, pasar ini adalah tempatnya. Pedagang batu permata menyediakan berbagai macam bentuk batu seperti intan dan batu permata lainnya, baik yang sudah di asah ataupun yang masih kasar. Berbagai bentuk manik-manik juga tersedia dan juga perhiasan perak. Anda juga dapat mengunjungi penggosokan intan Kayu Tangi di Jalan Sukaramai, yang berada di belakang pasar ini. Di jantung Kota Martapura banyak ditemukan rumah-rumah tempat penggosokan intan baik secara tradisional maupun modern yang terkenal adalah penggosokan Intan Tradisional Kayu Tangi Martapura. Di sini intan dan batu-batuan di bawa dan di gosok secara tradisional dengan berbagai macam bentuk. Selain terdapat penggosokan Batu Aji, tidak kalah menariknya adalah kerajinan Manik-manik atau hiasan Arguci yang dikerjakan secara unik dan berkelompok-kelompok oleh para pengrajin di Desa Melayu, Kecamatan Martapura. Pemasarannya sampai ke Negara Malaysia dan Brunai Darussalam.

Danau Riam Kanan merupakan bagian dari Taman Hutan Raya Sultan Adam yang berlokasi di Desa Aranio, Kecamatan Aranio. Berjarak sekitar 65 km dari Kota Banjarmasin. Pegunungan Meratus yang indah dan hijau mengelilingi Danau Riam Kanan yang luasnya 8000 hektar. Pulau Pinus yang terletak di tengah danau merupakan tempat-tempat ideal untuk berekreasi keluarga sambil menikmati kedamaian alam. Air danau yang jernih dan tenang sangatlah ideal pula untuk bertamasya air, berenang, maupun memancing. Tidak jauh dari Kota Martapura terdapat obyek wisata budaya yaitu Desa Kelampayan Kecamatan Astambul, sebuah Makam Ulama besar yaitu Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, penyebar agama Islam di Kalimantan, makam ini banyak dikunjungi peziarah yang datang dari Malaysia dan Brunai Darussalam. Pasar Terapung Lok Baintan berada di Sungai Martapura. Kegiatannya hampir sama dengan Pasar Terapung yang ada di tepi Sungai Barito dan yang membedakannya hanya para pedagang menggunakan topi yang disebut Tanggui. Taman Hutan Pinus letaknya sekitar sekitar 35 km dari Kota Banjarmasin. Rekreasi di bawah Hutan Pinus yang rindang, sehingga sangat baik duduk di bawah pohon sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan. Taman Hutan Pinus merupakan penghijauan kota dan kebun pembinaan. Taman Hutan Raya Sultan Adam terletak di Desa Mandiangin Kecamatan Karang Intan, sekitar 55 km dari Kota Banjarmasin yang mempunyai luas 106.400 ha. Selain itu terdapat dua peninggalan jaman Belanda yang terletak 2 km dari Tahura. Di sana ada Gajah Kampung, Rusa dan Buaya yang dilindungi. Pengunjung datang setiap hari libur untuk menikmati alam yang indah dan sejuk, juga sebagai tempat penelitian dan perkemahan bagi pelajar dan mahasiswa.

D. Kabupaten Tapin 1. Goa Batu Hapu Goa Batu Hapu yang terletak di Desa Batu Hapu Kecamatan Hatungun merupakan goa yang mempunyai panorama luar biasa yang mempunyai stalagnit dan stalagmit menghiasi dalam goa yang dapat menggugah kebesaran Allah SWT dalam ciptaanNya sebagai pelajaran pengetahuan alam, goa ini telah mendapatkan sentuhan perbaikan dan penataan, Pemerintah Daerah sehubungan kerusakan yang diakibatkan keserakahan oknum manusia yang hanya mengejar keuntungan ekonomi sesaat tanpamensyukuri nikmat lainnya yang disediakan oleh alam. Goa Batu Hapu letaknya dari pasar Binuang masuk sejauh 16 km dengan jalan yang sudah cukup baik, ditempuh dengan jalan santai sambil menikmati pemandangan kehidupan pedesaan dan nuansa alam pegunungan selama 30 menit, goa ini terletak dipegunungan sehingga yang mempunyai hobi tantangan panjat tebing disinilah nyalinya diuji, tetapi resiko ditanggung sendiri karena belum di asuransikan, masyarakat disekitar goa siap bermitra dengan waisatawan yang berkeinginan bermalam sambil menikmati makanan dan kehidupan masyarakat pedesaan. Event hiburan diadakan pada saat liburan dan hari-hari besar yaitu pada hari Raya Idul Fitri ke 2, Tahun Baru dan Liburan sekolah. 2. Makam Datu-datu atau Ulama Makam Datu Sanggul Makam Datu atau Ulama telah di renovasi dan mendapatkan penambahan fasilitas sebagai upaya memfasilitasi peziarah yang merupakan salah satu budaya masyarakat yang bernuansa keagamaan, yang merupakan kekuatan pengembangan obyek wisata kabupaten Tapin sebagai

wisata relegius. Pengembangan wisata ini sebagai upaya mengenal dan mengenang kembali sejarah, karena sebagai bangsa yang ingin maju tidak boleh melupakan sejarah perjuangan pendahulu kita, khususnya para Datu atau Ulama yang telah berjuang menyebarkan pengetahuan keagamaan dan kehidupan. Makam sebagai tujuan wisata ziarah antara lain makam Datu Nuraya yang merupakan makam panjang bahkan mungkin makam terpanjang di dunia (± 60 meter) dan haulannya (peringatan tahunan) adalah pada tanggal 14 Dzulhijjah. Makam ini terletak di Kecamatan Tapin Selatan. Selanjutnya adalah ziarah ke makam Datu Sanggul terletak di Desa Tatakan Kabupaten Tapin, haulannya setiap tanggal 21 Dzulhijjah, dari lokasi yang berdekatan perjalanan ziarah dilanjutkan ke makam Datu Suban yang dikenal sebagai guru Datu Sanggul haulannya setiap bulan Syawal setiap tahun, kemudian perjalanan diteruskan ke makam Syech Salman Alfarizi yang dikenal sebagai tokoh pendidikan juga ahli dalam bidang pertanian dari desa Gadung Kecamatan Bakarangan (± dari makam Datu Suban jaraknya 14 km) event haulannya setiap tanggal 9 Dzulhijjah. E. Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kandangan merupakan kota transit bagi kendaraan Kota Banjarmasin yang akan menuju ke Kota Nagara atau sebaliknya. Kota kecil ini memiliki terminal yang cukup sibuk dan sebuah bangunan pasar tua dengan bentuk arsitektur yang mengesankan peninggalan era kolonial. Jika anda singgah di kota ini, cobalah makanan khas Kabupaten Kandangan yang lezat yaitu Ketupat yang dimakan dengan Gulai Ikan Haruan. Nagara merupakan kota kecil yang ditempati Sungai Nagara (cabang Sungai Barito) dan sering meluap. Karena itu, rumah penduduk di tenpat ini umumnya adalah rumah yang dibangun di atas tiang-tiang tinggi. Pada saat musim hujan, hampir seluruh bagian kota tertutupair kecuali jalan

yang sengaja dibuat tinggi, namun pada puncak musim hujan, permukaan jalan juga tertutup air sehingga Nagara berubah menjadi semacam “Kota Air”. Menurut catatan sejarah, Nagara yang terletak tidak jauh dari kota Kandangan, merupakan ibukota dari kerajaan pertama di Kalimantan Selatan bernama Nagara Dipa sebelum dipindahkan oleh Pangeran Samudera ke Bandarmasih yang kemudian berkembang menjadi Kota Banjarmasin saat ini. Nagara juga menjadi pusat kerajinan senjata tajam seperti pedang, golok dan keris. Para pengrajin ditempat ini mampu menghasilkan berbagai jenis senjata tajam seperti Mandau dengan bentuk yang indah dilengkapi dengan sarungnya. Mandau adalah pedang tradisional suku Dayak yang dibuat di Desa Hadirau dan Tumbukan Banyu. Pembuatannya memnggunakan peralatan sederhana dan diselesaikan sekelompok pengrajin dan Mandau hanya di buat untuk hiasan. Tapi adapula Mandau yang khas dibuat sendiri oleh ahlinya dan pedang ini dipercayai memiliki kekuatan magis yang diisi melalui upacara ritual. Pembuatan gerabah terletak di Desa Bayanan tidak jauh dari Pasar Nagara, pengunjung bisa menyaksikan setiap tahapan pembuatan dengan peralatan sederhana atau bahkan pengunjung bisa memcoba ikut untuk pembuatannya. Pengrajin biasanya membuat bermacam-macam bentuk Tembikar dan yang terkenal adalah Dapur Nagara atau Anglo. Gunung Kentawan lebih dikenal sebagai lambang sari kawasan Loksado karena letaknya strategis dan dapat dilihat dari berbagai penjuru. Gunung ini adalah kawasan hutaqn lindung berupa gunung batu yang ditumbuhi pepohonan disekelilingnya, letak kawasan ini sekitar 28 Km dari kota Kandangan, dan untuk mencapainyahanya jalan kaki lewat Desa Lumpangi, muara

Hanip atau Datar Belimbing (Hulu Banyu). Dengan memiliki luas sekitar 245 ha, didalamnya terdapat aneka jenis flora termasuk anggrek Hutan dan fauna yang dilindungi seperti Bekantan, Owa-Owa, Raja Udang (Halcyon SP)dll. Air Panas Tanuhi merupakan obyek wisata yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi, disamping pemandangan yang indah juga tersedia beberapa fasilitas seperti : Cottag Type A dan B, Gazebo, Aula untuk pertemuaan, Kolam Renang, Kolam Berendam, Kolam Air Panas dari Panas Alam, Cafetaria, Lapangan Tenis dan Tempat Bermain Anak. Akses jalan menuju tempat lokasi sangat mudah dari Ibukota Propinsi Banjarmasin 168 km bisa ditempuh dengan roda 4 selama 4 jam. Balai Adat Malaris adalah yang paling besar diantara bali yang lain dikawasan Loksado, berbeda dengan balia adat lainnya, balai ini masih dihuni dimana ada 40 keluarga besar. Berjarak 2,5 km dari Loksado. Tidak jauh dari Balai Malaris terdapat sebuah bendungan pembangkit tenaga listrik dan sebuah riam untuk bemandi ria, yaitu Riam Berajang dan Riam Anai. Kawasan Loksado memiliki hutan primer banyak ditumbuhi pepohonan dan kayu-kayuan yang beraneka ragam. Jenis pohon yang tumbuh diwilayah ini adalah seperti: Meranti, Sungkai, Ulin, Karet, Kayu Manis, dan jenis pohon buah-buahan serta aneka jenis bunga Anggrek. Didalam hutan juga hidup berbagai satwa, seperti: Kijang, Kancil, Macam, Beruang, aneka jenis kera termasuk Bekantan, Satwa Melata dan jenis burung, seperti: Raja Udang, Enggang, Ayam, Hutan dll. Begitu pula dengan Kupu-Kupu dengan aneka warna yang menawan. Arung Jeram dengan rakit bambu di sungai Amandit adalah puncak dari kegiatan perjalanan setelah beberapa hari. Kegiatan inilah yang paling banyak disukai oleh banyak wisatawan dan

yang palinng mengesankan. Ada beberapa lokasi yang bagus untuk memulai perjalanan dengan tingkat kesulitan dan waktu tempuh yang bervariasi tergantung dari keinginan wisatawan itu sendiri. Air terjun Haratai terletak di desa lebih kurang 15 menit perjalanan dari Balai Haratai, dapat ditempuh dengan memasuki hutan bambu dan perkebuna karet atau kayu manis. Air terjun tersebut bertingkat tiga dengan ketinggian masing-masing 13 meter. Pengunjung dapat bermandi ria pada telaga, tetapi dibagian bawah air terjunnya, atau hanya duduk-dudk diatas bebatuan besar. Tersedia juga tempat ganti pakaian dan shel teruntuk beristirahat. Air Terjun Riam Anai ± 2 km dari desa Malaris Kecamatan Loksado merupakan air terjun yang sangat deras dengan ketinggian 4 meter. Air Terjun Kilat Api terletak di deas Tanuhi 4 km dari penginapan/cottage Tanuhi. Bisa ditempuh dengan kendaraan roda 4 atau roda 2. F. Kabupaten Hulu Sungai Tengah Mesjid Al-A'la di desa Jatuh, Kecamatan Pandawan merupakan mesjid tertua di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Masjid ini merupakan cikal bakal berkibarnya bendera dakwah syiar agama Islam. Masih di Kecamatan ini terdapat pula masjid tua yang disebut Masjid Keramat dan keunggulan dari tempat ibadah ini konon memberikan rasa khusyu. Wisata religius lainnya yang dapat dilakukan adalah mengunjungi Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih yang mendidik ribuan calon ulama muda dan pemimpin umat masa depan.

Mengunjungi makam keramat Wali Katum juga menarik karena selalu mendapat kunjungan ziarah dari masyarakat Kalimantan Selatan dan juga wisatawan. Untuk kegiatan wisata alam ada obyek wisata air panas di kaki bukit yang hijau dimana terdapat sumber air panas yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Di sini terdapat pula kolam okan dan kolam pancing yang selalu ramai di kunjungi masyarakat setempat. Obyek wisata Pagat Batu Benawa memiliki panorama alam yang indah. Alamnya yang indah, air yang jernih, dan alamnya yang damai membuat lokasi wisata ini banyak dikunjungi wisatawan. Lok Laga Ria adalah obyek yang berada di Kecamatan Haruyan dikelilingi hutan. Sungainya banyak memiliki jeram. Kawasan wisata Nateh di Kecamatan Batang Alai Timur, sekitar 15 km dari Kota Barabai memiliki panorama alam yang indah. Di sini bertebaran bukit-bukit batu raksasa yang kaya dengan pesona goa dan sungai berair jernih. Goa Liang Hadangan memiliki stalagnit dan stalagmit dengan panorama alam yang sangat mengesankan dan lokasinya sekitar 10 km dari Kota Barabai yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Gunung Batu Benawa merupakan lokasi perkemahan yang digemari para pecinta alam, letaknya sekitar 9 km dari Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. G. Kabupaten Hulu Sungai Utara Kota Amuntai, Ibukotanya Kabupaten Hulu Sungai Utara diapit dua sungai yaitu sungai Tabalong dan Balangan. Untuk wisata kota, wisatawan dapat mengunjungi Masjid Raya

Amuntai, Pantai Amuntai atau melongok Taman Kota Junjung Buih, berkunjung ke Monumen Perjuangan/melihat Monumen Itik Alabio yang menghiasi kota. Obyek wisata di daerah ini adalah Situs Candi Agung, peninggalan dari kerajaan Negara Dipa yang dibangun oleh Empu Jatmika pada abad ke XIV Masehi. Dari kerajaan inilah akhirnya melahirkan Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Kota Banjarmasin. Menyaksikan lomba renang unik yaitu lomba renang Kerbau Rawa yang menjadi atraksi yang menarik. Kerbau Rawa atau biasa disebut Kebau Kalang yang hidupnya lebuh banyak di air. Untuk menarik kunjungan wisatawan maka dilakukan terobosan dengan membuat lomba renang kerbau rawa. Masjid Jami Sungai Banar merupakan masjid tertua di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang dibangun tahun 1218 H. selain tempat ibadah juga pernah dipergunakan para pejuang kemerdekaan RI untuk menyusun strategi melawan penjajah Belanda, masjid ini sudah masuk dalam daftar cagarbudaya dan banyak di kunjungi orang untuk berziarah. H. Kabupaten Tabalong Obyek wisata dalam Kinarum Indah sangat menarik karena riak dan hempasan air yang mengalir di sela-sela batu hampar yang luas. Batu ini mempunyai legenda tersendiri sesuai dengan beda warnanya. Dari alkisah masyarakat, batu tersebut jatuh ketika sedang di bawa oleh seorang sakti yang bermaksud membendung Sungai Jaing guna mencari sang Putri. Hingga sekarang lokasi Kinarum Indah sering dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat meminta hajat/doa keselamatan

sesuai dengan adat budaya masyarakat Dayak setempat. Lokasi obyek wisata ini terletak di Desa Kinarum dan ditempuh dalam jarak 45 km dari ibukota Kabupaten dan 6 km dari ibukota Kecamatan Upau. Topografi wilayah di kawasan ini berbukit dan bergunung dengan panorama alamnya yang cukup indah dikelilingi hutan yang lebat. Jarak tempuh obyek wisata ini dari ibukota Propinsi 330 km dan dari ibukota Kabupaten 85 km, dengan jalan aspal hotmix berada pada sisi lintas jurusan Kota Banjarmasin dan Kota Balikpapan. I. Kabupaten Tanah Laut 1. Pantai Swarangan Pantai Swarangan terletak di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong. Aksesibilitas ke obyek tersebut dapat ditempuh melalui transportasi darat dengan jarak tempuh ± 52 km dari ibukota Kabupayen Tanah Laut ( Pelaihari). 2. Pantai Batu Lima Pantai Batu Lima terletak di Desa Kuala Tambangan Kecamatan Takisung, dari ibukota Kabupaten Tanah Laut (Pelaihari) berjarak ± 35 km. sarana yang tersedia di objek ini seperti : Play Ground, Shelter dan Cottage yang berjumlah 18 buah. 3. Bukit Khayangan Bukit Khayangan memiliki pesona yang memukau dengan pemandangan perbukitan dan hamparan perkebunan Kelapa Sawit. Aksesibilitas darat dapat ditempuh ± 55 km dari Kota

Banjarmasin tepatnya sebelum kita menuju/memasuki Kota Pelaihari tentunya melewati objek wisata tersebut. Sarana yang tersedia saat ini berupa tempat ibadah (Mushola), dan jenis wisata yang bisa dikembangkan berupa wisata MICE (Wisata Meeting and Conference). J. Kabupaten Tanah Bumbu Kabupaten Tanah Bumbu mempunyai Pantai yang cukup panjang sekitar 200 km, dengan panorama yang indah. Masyarakat yang datang ke Kabupaten Tanah Bumbu setelah melewati Kecamatan Sungai Loban menuju Pagatan akan disambut dengan sejuknya udara laut. Ada tiga lokasi yang sementara ini dijadikan sebagai obyek wisata pantai antara lain wisata Pantai Rindu Alam, Pulau Salak dan Pulau Pagatan. Obyek wisata alam lainnya adalah sebuah pulau yang terletak di selat laut dan berbatasan dengan Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru dengan luas wilayah sekitar 4500 m² dengan panjang sekitar 15 km terletak memisah. Kita dapat mengelilingi pulau tersebut naik perahu motor sekitar 1 jam. Konon kabarnya pada tahun 1970 seseorang peneliti dari Amerika pernah mengadakan penelitian dari hasil survey dan observasi terdapat kandungan nikel dan batubara. Di pulau ini terdapat sumber mata air tawar. Ini menjadi pendapatan masyarakat yang bertempat tinggal disana dengan menjual air tawar ke Batulicin jika musim kemarau. Produksi air bersih rata-rata 40 m³ per hari, kendati kemarau sumber ini tidak pernah kering dengan kualitas air yang jernih.

Di pulau ini juga ada 2 buah lubang yang kedalamannya sekitar 15 m mengarah ke dalam dan apabila kita berjalan di atas lubang tersebut terdengar bunyi dengungan yang memantulkan bahwa lubang tersebut besar. Menarik untuk menjadi tantangan bagi pecinta alam, serta kita yang ingin menikmati keindahan alam Pulau Sewangi dengan lebatnya hutan di pulau ini, maka ini dikatakan sebagai paruparunya kabupaten Tanah Bumbu. Di Kabupaten Tanah Bumbu juga terdapat Goa Sugung yang terjadi dari proses alam terletak di km 44, jalan Kadeco Kecamatan Mentewe dengan luas sekitar 12 ha, dan jarak dari ibukota dapat ditempuh kurang lebih 1,5 jam dengan kendaraan roda 4 dan roda 2. Sebuah pemandangan yang jarang kita temui disini, kita dapat merasakan kesejukan saat berada di dalam goa, pada hari libur tidak jarang Goa Sugung menjadi pilihan bagi masyarakat sekitar untuk berekreasi. Bagi pecinta goa tempat ini merupakan tantangan tersendiri dan menjadi wahana atau objek penelitian. K. Kabupaten Kotabaru Belum lengkap kalu wisata ke Kabupaten Kotabaru kalau kita belum mengunjungi pantai Gedambaan 14 km dari Kota Kotabaru dengan pemandangan yang khas dan ditambah sarana pendukung seperti Cottage (penginapan), Mushola, Kolam Pemancingan dan Warung Makan serta tempat duduk yang banyak tersedia. Dengan sarana parkir yang luas akan memudahkan kita untuk berpiknik di Pantai Gedambaan. Dan tidur di Cottage Pantai Gedambaan.

Batu Jodoh terletak di Pantai Aru Kecamatan Pulau Laut Selatan merupakan tempat yang dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat terkabul segala ikrar sepasang kekasih. Perjanjian atau ikrar dilakukan dengan duduk di atas kedua batu tersebut kemudian sepasang kekasih tersebut saling berikrar dengan begitu mereka meyakini bahwa ikrar mereka tersebut dapat terkabul. Keyakinan ini sudah dipercaya masyarakat secara turun temurun sehingga banyak wisatawan yang melakukan ikrar di atas batu tersebut sebagai pembuktian dari keyakinan masyarakat. L. Kabupaten Barito Kuala Pulau Kaget terletak sekitar 12 km ke arah hulu dari Sungai Barito yang merupakan habitat dari hewan unik yaitu Monyet Besar Berhidung Panjang atau oleh penduduk setempat disebut dengan Kera Belanda/Bekantan karena hidungnya panjang, mukanya merah serta perutnya yang gendut. Pulau Kembang dapat dicapai dengan menggunakan perahu motor selama 30 menit dari pusat Kota Banjarmasin. Di pulau ini terdapat sebuah Vihara Cina yang sudah sangat tua dan banyak dikunjungi keluarga Cina untuk beribadah. Umumnya para pengunjung datang pada hari Minggu dan Vihara ini dijaga oleh sekumpulan kera berekor panjang yang banyak mendapatkan makanan dari pengunjung seperti kacang, pisang dan telur. Kabupaten Marabahan adalah sebuah kota kecil yang terletak sekitar 65 km dari Kota Banjarmasin ke Hulu Sungai Barito. Di kota ini wisatawan dapat melihat rumah-rumah tua bergaya tradisional Banjar yang terbuat dari kayu di pinggir sungai dengan suasana kehidupan masyarakat disekitar sungai. Dari Marabahan anda dapat menyewa perahu motor ke Margasari yaitu sebuah desa yang menghasilkan aneka barang kerajinan tangan terbuat dari rotan dan bambu seperti Tas, Bakul, Kipas Tangan dan Topi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->