Bab 1.Proposal 3

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Masalah akhlak dan pembinaanya dalam abad kemajuan pengetahuan dan teknologi ini sangat penting untuk dikaji dan ditingkatkan. Karena fakta menunjukan bahwa kemajuan tersebut membawa dampak negatif di samping dampak positif terhadap tingkah laku manusia. Moral (akhlak) adalah pendidikan mengenai dasar-dasar moral dan keutamaan perangai, tabiat yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa analisa hingga ia menjadi seorang pemuda yang mengarungi lautan kehidupan.1 Hal ini menunjukan bahwa kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati posisi yang sangat penting, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dan bangsa. Jatuh bangunnya suatu bangsa bergantung kepada keadaaan akhlak. Apabila akhlaknya baik maka akan sejahteralah mereka lahir batinnya, tetapi sebaliknya jika akhlaknya buruk bangsa tersebut akan merusak.2 Akhlak merupakan faktor mutlak dalam menegakan keluarga sejahtera. Keluarga yang tidak dibina dengan tonggakkan akhlak yang baik, tidak akan dapat bahagia, sekalipun kekayaan materialnya melimpah ruah. Sebaliknya terkadang
Abdullah Nashih Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak Dalam Islam, diterjemahkan oleh Saifullah Kamalie dan Hery Noer Ali, (Bandung: Asy-Syifa, 1988). Cet ke-1, h. 174
2 Zakiyah Daradjat, Peranan Agama dalam Kesehatan Mental, (Jakarta: Haji Masaagung, 1994). Cet. Ke-12, h. 63 1

1

dan Muhammad Alim. keras kepala. 47 3 . Belakangan ini banyak keluhan orang tua. akan tetapi pada anak-anak sampai tunas muda yang diharapkan dapat menjadi penerus perjuangan. membuat rumah tangganya menjadi surga bagi anggota keluarga. 159 4 Zakiyah Daradjat.3 Kemerosatan akhlak tidak terjadi pada orang dewasa saja. Pendidikan Agama Islam ( Bandung: Remaja Rosdakarya.2 suatu keluarga serba kekurangan dalam ekononi namun dapat bahagia berkat akhlak. Peranan ibu dalam keluarga amat penting dialah yang mengatur. Ke-2. h. Cet. tentu akan terhambatlah pertumbuhan anak tersebut. h. Keluarga adalah wadah pertama dan utama baik pertumbuhan dan perkembangan anak. membela nama baik bangsa dan negara. Keharmonisan keluarga. pendidik. Segala tantangan dan badai rumah tangga yang sewaktuwaktu datang melanda. menjadi mitra sejajar yang saling menyayangi dengan suaminya. Terlahir dari akhlak yang luhur. dan kasih sayang. Jika suasana dalam keluarga itu baik dan menyenangkan.4 Dengan perkawinan. 2006) Cet. ( Bandung:CV Ruhama. Istri akan mengerjakan kewajibannya yang memang sesuai dengan tabiat dan fitrahnya. nakal. berbuat keonaran dan menggangu ketentraman umum. pasangan suami istri akan saling berkerjasama sebagai dua orang sahabat dalam membangun keluarga dan memikul tanggung jawab bersama. jalinan cinta kasih. 1995). Pendidikan Islam dalam Keluarga. dapat diatasi dengan rumusan-rumusan akhlak. karena banyak anak-anak dan remaja yang suka dikendalikan. maka anak dapat tumbuh dengan baik pula. Ke-1. Masing-masing akan memahami kewajiban dan saling menyempurnakan pekerjaan yang lain. dan orang-orang yang berkecimpung dalam bidang agama dan sosial. Jika tidak. seperti mengurus urusan rumah.

berarti engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang mempunyai dasar baik. yang dimulai dengan berdo’a kepada Allah SWT. 5 Siti Rofidah. Tepat sekali apa yang dikatakan oleh orang bijak. Menyadari bahwa begitu pentingnya peran ibu dalam keluarga. jika kegiatan ibu harus ditambah dengan kegiatan di luar rumah.3 mendidik anak-anaknya. Ibu bagaikan sebuah sekolah. agar janinnya kelak lahir dan besar menjadi anak yang saleh. tatkala engkau persiapkan dia. pendidikan anak adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Kerana itu selayaknya ia membesarkan seorang individu dari tempat ini untuk menjadi pembangun masyarakat yang kuat beragama. Dalam Islam penyemaian rasa agama dimulai sejak pertemuan ibu dan bapak yang membuahkan janin dalam kandungan. tanpa melupakan fungsi sosialnya sebagai anggota masyarakat. tatkala engkau persiapkan dia. Selanjutnya memanjatkan do’a dan harapan kepada Allah SWT. berarti engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang mempunyai dasar baik. h. tentu akan mengurangi waktunya untuk dapat terkumpul dan bercengkrama dengan keluarga di rumah. terlebih pendidikan agama. Cet Ke-2. selain perhatian dan kasih sayang. 6-7 . Dalam sekolah ini guru yang paling utama adalah sang ibu. ( Ciputat: Wadi Press. Membentuk Anak Shaleh. sebuah status yang sangat berharga. 2008). Maka. hal ini menjadi kehormatan bagi seorang wanita.5 Setiap keluarga merupakan sekolah kecil. yang juga mempunyai tanggung jawab dalam mengubah masyarakat yang rusak menjadi masyarakat yang islami. Dalam kenyataanya. Tepat sekali apa yang dikatakan oleh orang bijak sebagaimana dikutip oleh Siti Rofidah: Ibu bagaikan sekolah.

sehingga fungsi berkerja bagi seorang ibu adalah bertujuan untuk membuat keluarga menjadi sejahtera. kehilangan semangat bermain. 293. Berkerja sebagai karir bertujuan untuk dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri wanita sehingga terbuka kesempatan yang luas bagi wanita untuk berprestasi dalam menjalani kehidupan. Ali Qaimi. merekapun langsung bersuka-cita dan bergembira. (Bogor: Cahaya.4 Jika demikian. mengurung diri. anak-anak yang jarang didampingi ibunya. Selain itu juga karena meninggalnya suami atau akibat perceraian sehingga biaya hidup seorang istri terpaksa harus berkerja. sehingga istri terpaksa harus berkerja untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga. diterjemahkan oleh Muhammad Bafaqih dari judul aslinya Kudakon E-Syahid. Menggapai Langit. cenderung membisu.6 Permasalahan ekonomi yang berlarut-larut menimpa negara Indonesia. Akan merasa kurang diperhatikan. dan pendidikannya pun akan terbengkalai. Berkerja bagi seorang istri dalam hal ini merupakan fungsi exsternal sebagai penambah penghasilan keluarga dan berkembangnya karir ibu. Namun sewaktu melihat kedatangan ibunya. Sebagai penambah penghasilan keluarga antara lain karena dorongan keadaan ekonomi keluarga. 6 . menyebabkan para wanita terpaksa ikut berkerja di luar rumah untuk membantu beban ekonomi keluarga yang semakin berat karena pendapatan suami tidak cukup untuk mamberi nafkah keluarga. Hal ini merupakan bentuk emansipasi bagi wanita indonesia yang dapat mengangkat derajat wanita dalam masyarakat. 2002). serta kembali bersemangat untuk bermain dan melakukan berbagai aktivitas. h. kurang mendapat kasih sayang.

pengaruhnya akan minimal.8 Islam telah menentukan kewajiban-kewajiban tersendiri bagi masingmasing suami istri. bukan pula karena keberuntungan bekal. masing-masing berhasil memainkan perannya. Orang tua dan anak adalah sebuah hubungan timbal balik yang saling membutuhkan. Bukan karena kemampuannya. Kewajiban Pria dituntut mencari dan memberikan nafkan Med. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock sebagaimana dikutip oleh Meltasari Tjandrasa menyatakan: Pengaruh hubungan anak ibu sebagian besar bergantung pada usia anak pada waktu ibu mulai berkerja. 8 Fitri R. Tetapi jika hubungan mesra telah terbentuk. ( Jakarta: Erlangga Edisi Ke-6. Meltasari Tjandrasa dan Elizabeth B. 2007). maka kemungkinan penolakan adalah kecil. Masing-masing dituntut untuk melaksanakan perannya sehingga dengan begitu bangunan masyarakat akan sempurna baik di dalam rumah maupun di luar. Cet. dan dengan keberhasilan si anak. Ke-1. kecuali jika seorang pengganti ibu yang disukai anak dan yang mendidik anak dengan cara yang tidak akan menyebabkan kebingugan atau kemarahan di pihak anak. Berdasarkan uraian tersebut di atas. tidak demikian bila sebaliknya yang terjadi. 212. Semua karena adalah keduannya. Hurlock. bukan karena kepandaiannya. Memahami Perkembangan Psikologi Remaj. anak itu akan menderita akibat deprivasi maternal.5 Berkerja bagi seorang istri baik dengan alasan untuk menambah penghasilan keluarga maupun untuk mengembangkan karir akan berpengaruh pada pola hubungan antara ibu dan anak. Kesalahan anak bukanlah semata-mata kesalahan anak. dapat dideskripsikan bahwa peran ibu sebagai pendidik anak-anaknya lah sangat penting. (Jakarta: Prestasi Pustak. Child Development dan Perkembangan Anak Jilid 2. 11-12 7 . Ghozally. hal.7 Apabila pengganti ibu menggunakan metode pendidikan anak yang sesuai dengan metode ibunya. 1990). Jika ibu mulai berkerja sebelum anak telah terbiasa selalu bersamanya atau sebelum suatu hubungan tertentu terbentuk. h.

mengobati dan merawat bila sakit serta perkerjaan lain yang di khususkan bagi para wanita.10 Kepribadian terbentuk melalui semua pengalaman dan nilai-nilai yang diserapnya dalam pertumbuhan dan perkembangannya. terutama pendidikan agama. minuman.6 dengan memberi makanan. Muslimah Karier. tempat tinggal. Dengan demikian dalam pandangan tokoh pendidik ini. dan kebutuhan lainnya. Orang berkepribadian menurutnya adalah orang yang memiliki keyakinan terhadap tuhan. Ke-1. pakaian. Cet. Bahkan hingga ia menjadi dewasa dan akan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. h. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi anak yang harus dipenuhi. penyusuan. Pada saat anak masih kecil. h. Hal ini sesuai dengan pendapat Khoonstamm sebagaimana dikutip oleh Ramayulis yang menyatakan : Kepribadian sebagai keyakinan. (Jawa Timur: Kelompok Buana Pustaka. Ke-8. Di sini nampaknya. terutama pada tahun-tahun 9 Asyraf Muhammad Dawabah dan Ahmad Zulfikar. memberikan perhatian. ( Jakarta: kalam Mulia. 2002) Cet. Karena penanaman jiwa agama melalui pendidikan agama yang diberikan orang tua akan terus merkat dalam jiwa anak. pengasuhan dan berbagai perkerjaan yang sesuai dengannya. kasih sayang. dan memang sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memenuhi segala kebutuhan anaknya. Psikologi Agama. Khoonstamm mengaitkan kepribadian dengan faktor keberagaman seseorang.9 Sementara wanita dituntut untuk mendidik anak-anaknya. terutama dari keluarga sendiri. kepribadian erat kaitannya dengan keyakinan. 106 10 Ramayulis. Perkembangan kepribadian seseorang harus dimulai sejak ia kecil. mengajari si kecil dan memperhatikan sekolahnya. ia sangat membutuhkan orang-orang di sekelilingnya yang akan dapat membantunya dari setiap kebutuhannya. 2009). 107 . Mereka yang memiliki kepribadian adalah mereka yang pada dirinya hidup kayakinan terhadap Tuhan.

dan tentu saja sangat bervariasi.11 Masa perkembangan anak banyak melewati berbagai tahap perkembangan dan sangat memerlukan waktu yang tidak singkat untuk tetapi banyak sekali pengalaman hidup yang dilalui oleh si anak. cit. dan berguna bagi masyarakat. Dengan latar belakang inilah penulis bermaksud mengadakan penelitian yang dituangkan dalam bentuk skripsi berjudul: 11 Zakiyah Daradjat. berkepribadian. berbudi perkerti luhur. sehingga anak akan dapat mengerti mana hal yang baik yang dapt dijadikan contoh dan mana yang buruk yang dapat di jadikan pelajaran agar tidak terjadi pada dirinya. maka tingkah laku orang tersebut akan banyak diarahkan dan dikendalikan oleh nilai-nilai agama. 62-63 . Demikianlah tidak dapat disangkal lagi bahwa betapa pentingnya pembinaan akhlak dalam lingkungan keluarga bagi perkembangan anak-anak menjadi manusia yang bertakwa dan beriman kepada tuhan. Pendidikan Islam dalam Keluarga. Namun apakah ibu yang juga berkarir di luar rumah dapat pula menjalankan perannya dengan baik dalam membina akhlak anak dalam keluarga mengingat waktu yang dimilikinya harus terbagi dua. pengalaman baik dan buruk akan dilaluinya dan akan terekam dalam pita kaset perjalanan hidupnya. yaitu untuk aktivitasnya di dalam rumah dan di luar rumah. Apabila nilai-nilai agama banyak masuk ke dalam pembentukan kepribadian seseorang. Di sinilah ibu berperan untuk membantu dan membimbing anak untuk memilahnya. Di sinilah letak pentingnya pengalaman dan pendidikan agama pada masa-masa pertumbuhan dan perkembangan seseorang. op.7 pertama dari umurnya. h.

Identifikasi Masalah Dalam penulisan karya tulis ini. Waktu yang dimiliki ibu berkarir tidak bisa diberikan sepenuhnya kepada anak. penulis mengemukakan beberapa identifikasi masalah sebagai berikut: 1. 5. Materi berlebihan yang diberikan orang tua kepada anak tidak sepenuhnya dapat membahagiakan anak. Latar belakang seorang wanita atau ibu rumah tangga berkerja di luar rumah 2.8 “PENGARUH WANITA KARIR TERHADAP AKHLAK ANAK’. Masalah yang akan timbul terhadap anak jika ibu berkerja di luar rumah 3. Pendidikan akhlak ternyata sangat penting bagi anak yang mempunyai ibu berkerja ataupun tidak berkerja. Adakah teladan yang diberikan ibu kepada anaknya sebagai contoh perbuatan yang baik. ( Studi Kasus pada Siswa SDS Model SBI Islamic Village kelas V )” B. maka peneliti ini dibatasi pada : . C. 6. 4. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang dikemukakan sebelumnya.

Adapun yang dimaksud anak di sini adalah anak usia 5-12 tahun. D. baik ia masih bersuami maupun sudah tidak bersuami karena cerai hidup maupun cerai mati. Tujuan Penelitian Penelitian yang dikaji ini bertujuan untuk: . Apakah ibu yang berkarier dapat melaksanakan perannya dengan baik dalam membina aklah mahmudah (akhlak terpuji) anak dalam keluarga? 2. Wilayah penelitian di SDS Model SBI Islamic Village kelas III dan IV .9 1. Akhlak disini adalah ahlak mahmudah ( akhlak terpuji ). Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan permasalahan tersebut. 2. Peranan ibu karir disini adalah peran dalam hal mendidik akhlak anak. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Bagaimanakah hasil pembinaan akhlak mahmudah (akhlak tepuji) yang dilakukan ibu berkarir terhadap anak dalam keluarga? E. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. 4. 3. Ibu yang dimaksud disini adalah seorang ibu rumah tangga yang telah memiliki anak dan juga memiliki kegiatan di luar rumah.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis. sehingga pada akhirnya mereka (para wanita berperan ganda) dapat terus berkiprah di dalam lingkungan keluarga. Secara praktis. 2. a. Mengetahui apakah peran ibu yang berkarir dapat melaksanakan perannya dengan baik dalam membina akhlak dalam keluarga b. Mengetahui hasil pembinaan akhlak terpuji yang telah dilaksanakan oleh ibu berkarir terhadap anaknya. Secara teoritis. Sehingga penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan studi tentang wanita berkarir dan keluarga serta dapat menjadai literatur tambahan khususnya bidang pendidikan.10 a. Manfaat Penelitian. Juga diharapkan dapat mengantisipasi agar tidak terjadi degradasi dalam pendidikan anak apalagai sampai terjadi dekadensi moral. tentang pengaruh membina akhlak anak dalam keluarga. b. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para wanita berperan ganda khususnya wanita muslim agar dapat mengetahui pengaruh yang timbul dari peran ganda tersebut. F. memberikan sumbangan pemikiran. Metode Penelitian .

populasi. BAB III : Berisi metodologi penelitiaan mecakup: tempat dan wkatu penelitian. G. sempel. identifikasi masalah. sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari buku-buku yang representatif dan penelitian di lapangan. BAB IV BAB V : Berisi hasil penelitian : Kesimpulan dan saran . dampak akibat wanita berkerja. BAB II : Berisi landasan teori yang mencakup: pengertian peran ibu.11 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. karena jumlah responden yang ada hanya 30 orang. peranan ibu dalam keluarga. Sistematika Penulisan Penelitian ini dituangkan dalam beberapa bab yang berkaitan antara satu dengan yang lainnya. metode pembinaan akhlak dalam keluarga. alasan wanita berkarir. macam-macam akhlak. pengertian wanita karir. pengertian akhlak. tujuan pembinaan akhlak. tujuan dan manfaat penelitian dan sistematika penyusunan. pembatasan dan perumusan maslah. yaitu: BAB I : Berisi pendahuluan yang mencakup: latar belakang maslah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.