1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Masalah akhlak dan pembinaanya dalam abad kemajuan pengetahuan dan teknologi ini sangat penting untuk dikaji dan ditingkatkan. Karena fakta menunjukan bahwa kemajuan tersebut membawa dampak negatif di samping dampak positif terhadap tingkah laku manusia. Moral (akhlak) adalah pendidikan mengenai dasar-dasar moral dan keutamaan perangai, tabiat yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa analisa hingga ia menjadi seorang pemuda yang mengarungi lautan kehidupan.1 Hal ini menunjukan bahwa kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati posisi yang sangat penting, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dan bangsa. Jatuh bangunnya suatu bangsa bergantung kepada keadaaan akhlak. Apabila akhlaknya baik maka akan sejahteralah mereka lahir batinnya, tetapi sebaliknya jika akhlaknya buruk bangsa tersebut akan merusak.2 Akhlak merupakan faktor mutlak dalam menegakan keluarga sejahtera. Keluarga yang tidak dibina dengan tonggakkan akhlak yang baik, tidak akan dapat bahagia, sekalipun kekayaan materialnya melimpah ruah. Sebaliknya terkadang
Abdullah Nashih Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak Dalam Islam, diterjemahkan oleh Saifullah Kamalie dan Hery Noer Ali, (Bandung: Asy-Syifa, 1988). Cet ke-1, h. 174
2 Zakiyah Daradjat, Peranan Agama dalam Kesehatan Mental, (Jakarta: Haji Masaagung, 1994). Cet. Ke-12, h. 63 1

1

h. Jika tidak. membela nama baik bangsa dan negara.2 suatu keluarga serba kekurangan dalam ekononi namun dapat bahagia berkat akhlak. keras kepala. Belakangan ini banyak keluhan orang tua. Peranan ibu dalam keluarga amat penting dialah yang mengatur. jalinan cinta kasih. h. Ke-2. Jika suasana dalam keluarga itu baik dan menyenangkan. Segala tantangan dan badai rumah tangga yang sewaktuwaktu datang melanda. 1995). dan Muhammad Alim.3 Kemerosatan akhlak tidak terjadi pada orang dewasa saja. dan orang-orang yang berkecimpung dalam bidang agama dan sosial. Keluarga adalah wadah pertama dan utama baik pertumbuhan dan perkembangan anak. menjadi mitra sejajar yang saling menyayangi dengan suaminya. Terlahir dari akhlak yang luhur. pasangan suami istri akan saling berkerjasama sebagai dua orang sahabat dalam membangun keluarga dan memikul tanggung jawab bersama. nakal. Keharmonisan keluarga. pendidik. dan kasih sayang. tentu akan terhambatlah pertumbuhan anak tersebut. ( Bandung:CV Ruhama. Istri akan mengerjakan kewajibannya yang memang sesuai dengan tabiat dan fitrahnya. 47 3 . 2006) Cet. Pendidikan Agama Islam ( Bandung: Remaja Rosdakarya. Pendidikan Islam dalam Keluarga. berbuat keonaran dan menggangu ketentraman umum. karena banyak anak-anak dan remaja yang suka dikendalikan. akan tetapi pada anak-anak sampai tunas muda yang diharapkan dapat menjadi penerus perjuangan. Ke-1. dapat diatasi dengan rumusan-rumusan akhlak. Cet. maka anak dapat tumbuh dengan baik pula. seperti mengurus urusan rumah. 159 4 Zakiyah Daradjat.4 Dengan perkawinan. Masing-masing akan memahami kewajiban dan saling menyempurnakan pekerjaan yang lain. membuat rumah tangganya menjadi surga bagi anggota keluarga.

yang dimulai dengan berdo’a kepada Allah SWT. pendidikan anak adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. h. Tepat sekali apa yang dikatakan oleh orang bijak sebagaimana dikutip oleh Siti Rofidah: Ibu bagaikan sekolah. ( Ciputat: Wadi Press. Dalam Islam penyemaian rasa agama dimulai sejak pertemuan ibu dan bapak yang membuahkan janin dalam kandungan. tentu akan mengurangi waktunya untuk dapat terkumpul dan bercengkrama dengan keluarga di rumah.5 Setiap keluarga merupakan sekolah kecil. Dalam kenyataanya. Ibu bagaikan sebuah sekolah. Tepat sekali apa yang dikatakan oleh orang bijak. yang juga mempunyai tanggung jawab dalam mengubah masyarakat yang rusak menjadi masyarakat yang islami. tanpa melupakan fungsi sosialnya sebagai anggota masyarakat. hal ini menjadi kehormatan bagi seorang wanita. jika kegiatan ibu harus ditambah dengan kegiatan di luar rumah. selain perhatian dan kasih sayang. 5 Siti Rofidah. tatkala engkau persiapkan dia. 2008). Kerana itu selayaknya ia membesarkan seorang individu dari tempat ini untuk menjadi pembangun masyarakat yang kuat beragama. Cet Ke-2. berarti engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang mempunyai dasar baik. sebuah status yang sangat berharga. Membentuk Anak Shaleh. terlebih pendidikan agama. 6-7 . berarti engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang mempunyai dasar baik. Menyadari bahwa begitu pentingnya peran ibu dalam keluarga. Maka.3 mendidik anak-anaknya. agar janinnya kelak lahir dan besar menjadi anak yang saleh. Selanjutnya memanjatkan do’a dan harapan kepada Allah SWT. tatkala engkau persiapkan dia. Dalam sekolah ini guru yang paling utama adalah sang ibu.

Ali Qaimi. Sebagai penambah penghasilan keluarga antara lain karena dorongan keadaan ekonomi keluarga. kurang mendapat kasih sayang. serta kembali bersemangat untuk bermain dan melakukan berbagai aktivitas. Berkerja sebagai karir bertujuan untuk dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri wanita sehingga terbuka kesempatan yang luas bagi wanita untuk berprestasi dalam menjalani kehidupan. 293. sehingga istri terpaksa harus berkerja untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Menggapai Langit.4 Jika demikian. Berkerja bagi seorang istri dalam hal ini merupakan fungsi exsternal sebagai penambah penghasilan keluarga dan berkembangnya karir ibu. h. sehingga fungsi berkerja bagi seorang ibu adalah bertujuan untuk membuat keluarga menjadi sejahtera. cenderung membisu. Hal ini merupakan bentuk emansipasi bagi wanita indonesia yang dapat mengangkat derajat wanita dalam masyarakat. merekapun langsung bersuka-cita dan bergembira. 2002). Selain itu juga karena meninggalnya suami atau akibat perceraian sehingga biaya hidup seorang istri terpaksa harus berkerja. diterjemahkan oleh Muhammad Bafaqih dari judul aslinya Kudakon E-Syahid. 6 .6 Permasalahan ekonomi yang berlarut-larut menimpa negara Indonesia. Namun sewaktu melihat kedatangan ibunya. dan pendidikannya pun akan terbengkalai. menyebabkan para wanita terpaksa ikut berkerja di luar rumah untuk membantu beban ekonomi keluarga yang semakin berat karena pendapatan suami tidak cukup untuk mamberi nafkah keluarga. mengurung diri. (Bogor: Cahaya. kehilangan semangat bermain. Akan merasa kurang diperhatikan. anak-anak yang jarang didampingi ibunya.

8 Fitri R. Hurlock.7 Apabila pengganti ibu menggunakan metode pendidikan anak yang sesuai dengan metode ibunya. pengaruhnya akan minimal. kecuali jika seorang pengganti ibu yang disukai anak dan yang mendidik anak dengan cara yang tidak akan menyebabkan kebingugan atau kemarahan di pihak anak. Ghozally. (Jakarta: Prestasi Pustak. ( Jakarta: Erlangga Edisi Ke-6. Berdasarkan uraian tersebut di atas. dapat dideskripsikan bahwa peran ibu sebagai pendidik anak-anaknya lah sangat penting. anak itu akan menderita akibat deprivasi maternal. Kewajiban Pria dituntut mencari dan memberikan nafkan Med. Tetapi jika hubungan mesra telah terbentuk. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock sebagaimana dikutip oleh Meltasari Tjandrasa menyatakan: Pengaruh hubungan anak ibu sebagian besar bergantung pada usia anak pada waktu ibu mulai berkerja. Memahami Perkembangan Psikologi Remaj. masing-masing berhasil memainkan perannya. Semua karena adalah keduannya. Orang tua dan anak adalah sebuah hubungan timbal balik yang saling membutuhkan. bukan karena kepandaiannya. tidak demikian bila sebaliknya yang terjadi. maka kemungkinan penolakan adalah kecil. Child Development dan Perkembangan Anak Jilid 2. Jika ibu mulai berkerja sebelum anak telah terbiasa selalu bersamanya atau sebelum suatu hubungan tertentu terbentuk. hal. Kesalahan anak bukanlah semata-mata kesalahan anak. bukan pula karena keberuntungan bekal.5 Berkerja bagi seorang istri baik dengan alasan untuk menambah penghasilan keluarga maupun untuk mengembangkan karir akan berpengaruh pada pola hubungan antara ibu dan anak. dan dengan keberhasilan si anak. 11-12 7 . Cet. 2007).8 Islam telah menentukan kewajiban-kewajiban tersendiri bagi masingmasing suami istri. h. 1990). Meltasari Tjandrasa dan Elizabeth B. Ke-1. Bukan karena kemampuannya. Masing-masing dituntut untuk melaksanakan perannya sehingga dengan begitu bangunan masyarakat akan sempurna baik di dalam rumah maupun di luar. 212.

Ke-1. pakaian. Ke-8. Di sini nampaknya.10 Kepribadian terbentuk melalui semua pengalaman dan nilai-nilai yang diserapnya dalam pertumbuhan dan perkembangannya. terutama pendidikan agama. Dengan demikian dalam pandangan tokoh pendidik ini. Cet. memberikan perhatian. (Jawa Timur: Kelompok Buana Pustaka. mengajari si kecil dan memperhatikan sekolahnya. Perkembangan kepribadian seseorang harus dimulai sejak ia kecil. kepribadian erat kaitannya dengan keyakinan. 2002) Cet. Orang berkepribadian menurutnya adalah orang yang memiliki keyakinan terhadap tuhan. ( Jakarta: kalam Mulia. dan memang sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memenuhi segala kebutuhan anaknya. minuman. kasih sayang. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi anak yang harus dipenuhi. ia sangat membutuhkan orang-orang di sekelilingnya yang akan dapat membantunya dari setiap kebutuhannya. Pada saat anak masih kecil. Psikologi Agama. 2009). mengobati dan merawat bila sakit serta perkerjaan lain yang di khususkan bagi para wanita. terutama pada tahun-tahun 9 Asyraf Muhammad Dawabah dan Ahmad Zulfikar. dan kebutuhan lainnya. 107 . Karena penanaman jiwa agama melalui pendidikan agama yang diberikan orang tua akan terus merkat dalam jiwa anak.9 Sementara wanita dituntut untuk mendidik anak-anaknya. Khoonstamm mengaitkan kepribadian dengan faktor keberagaman seseorang. 106 10 Ramayulis. Hal ini sesuai dengan pendapat Khoonstamm sebagaimana dikutip oleh Ramayulis yang menyatakan : Kepribadian sebagai keyakinan. h. Muslimah Karier. terutama dari keluarga sendiri. pengasuhan dan berbagai perkerjaan yang sesuai dengannya. tempat tinggal. Mereka yang memiliki kepribadian adalah mereka yang pada dirinya hidup kayakinan terhadap Tuhan.6 dengan memberi makanan. Bahkan hingga ia menjadi dewasa dan akan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. penyusuan. h.

62-63 . op. Pendidikan Islam dalam Keluarga. Di sinilah ibu berperan untuk membantu dan membimbing anak untuk memilahnya. h. dan tentu saja sangat bervariasi.7 pertama dari umurnya. Apabila nilai-nilai agama banyak masuk ke dalam pembentukan kepribadian seseorang. berbudi perkerti luhur. cit. Namun apakah ibu yang juga berkarir di luar rumah dapat pula menjalankan perannya dengan baik dalam membina akhlak anak dalam keluarga mengingat waktu yang dimilikinya harus terbagi dua. Demikianlah tidak dapat disangkal lagi bahwa betapa pentingnya pembinaan akhlak dalam lingkungan keluarga bagi perkembangan anak-anak menjadi manusia yang bertakwa dan beriman kepada tuhan. maka tingkah laku orang tersebut akan banyak diarahkan dan dikendalikan oleh nilai-nilai agama.11 Masa perkembangan anak banyak melewati berbagai tahap perkembangan dan sangat memerlukan waktu yang tidak singkat untuk tetapi banyak sekali pengalaman hidup yang dilalui oleh si anak. yaitu untuk aktivitasnya di dalam rumah dan di luar rumah. Di sinilah letak pentingnya pengalaman dan pendidikan agama pada masa-masa pertumbuhan dan perkembangan seseorang. pengalaman baik dan buruk akan dilaluinya dan akan terekam dalam pita kaset perjalanan hidupnya. dan berguna bagi masyarakat. berkepribadian. Dengan latar belakang inilah penulis bermaksud mengadakan penelitian yang dituangkan dalam bentuk skripsi berjudul: 11 Zakiyah Daradjat. sehingga anak akan dapat mengerti mana hal yang baik yang dapt dijadikan contoh dan mana yang buruk yang dapat di jadikan pelajaran agar tidak terjadi pada dirinya.

Identifikasi Masalah Dalam penulisan karya tulis ini. Pendidikan akhlak ternyata sangat penting bagi anak yang mempunyai ibu berkerja ataupun tidak berkerja.8 “PENGARUH WANITA KARIR TERHADAP AKHLAK ANAK’. C. Masalah yang akan timbul terhadap anak jika ibu berkerja di luar rumah 3. Waktu yang dimiliki ibu berkarir tidak bisa diberikan sepenuhnya kepada anak. Materi berlebihan yang diberikan orang tua kepada anak tidak sepenuhnya dapat membahagiakan anak. ( Studi Kasus pada Siswa SDS Model SBI Islamic Village kelas V )” B. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang dikemukakan sebelumnya. Latar belakang seorang wanita atau ibu rumah tangga berkerja di luar rumah 2. Adakah teladan yang diberikan ibu kepada anaknya sebagai contoh perbuatan yang baik. 4. maka peneliti ini dibatasi pada : . 6. penulis mengemukakan beberapa identifikasi masalah sebagai berikut: 1. 5.

2. Ibu yang dimaksud disini adalah seorang ibu rumah tangga yang telah memiliki anak dan juga memiliki kegiatan di luar rumah. Adapun yang dimaksud anak di sini adalah anak usia 5-12 tahun. Wilayah penelitian di SDS Model SBI Islamic Village kelas III dan IV . Apakah ibu yang berkarier dapat melaksanakan perannya dengan baik dalam membina aklah mahmudah (akhlak terpuji) anak dalam keluarga? 2. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. D. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan permasalahan tersebut. baik ia masih bersuami maupun sudah tidak bersuami karena cerai hidup maupun cerai mati. 3. 4.9 1. Peranan ibu karir disini adalah peran dalam hal mendidik akhlak anak. Akhlak disini adalah ahlak mahmudah ( akhlak terpuji ). Bagaimanakah hasil pembinaan akhlak mahmudah (akhlak tepuji) yang dilakukan ibu berkarir terhadap anak dalam keluarga? E. Tujuan Penelitian Penelitian yang dikaji ini bertujuan untuk: .

Sehingga penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan studi tentang wanita berkarir dan keluarga serta dapat menjadai literatur tambahan khususnya bidang pendidikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis.10 a. Juga diharapkan dapat mengantisipasi agar tidak terjadi degradasi dalam pendidikan anak apalagai sampai terjadi dekadensi moral. tentang pengaruh membina akhlak anak dalam keluarga. Mengetahui hasil pembinaan akhlak terpuji yang telah dilaksanakan oleh ibu berkarir terhadap anaknya. Mengetahui apakah peran ibu yang berkarir dapat melaksanakan perannya dengan baik dalam membina akhlak dalam keluarga b. sehingga pada akhirnya mereka (para wanita berperan ganda) dapat terus berkiprah di dalam lingkungan keluarga. Secara teoritis. memberikan sumbangan pemikiran. 2. F. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para wanita berperan ganda khususnya wanita muslim agar dapat mengetahui pengaruh yang timbul dari peran ganda tersebut. Secara praktis. a. b. Metode Penelitian . Manfaat Penelitian.

BAB IV BAB V : Berisi hasil penelitian : Kesimpulan dan saran . alasan wanita berkarir. Sistematika Penulisan Penelitian ini dituangkan dalam beberapa bab yang berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. peranan ibu dalam keluarga. sempel. populasi. identifikasi masalah. pengertian akhlak. pengertian wanita karir. sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari buku-buku yang representatif dan penelitian di lapangan. karena jumlah responden yang ada hanya 30 orang. tujuan pembinaan akhlak. metode pembinaan akhlak dalam keluarga. tujuan dan manfaat penelitian dan sistematika penyusunan. dampak akibat wanita berkerja. pembatasan dan perumusan maslah. yaitu: BAB I : Berisi pendahuluan yang mencakup: latar belakang maslah.11 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. G. BAB II : Berisi landasan teori yang mencakup: pengertian peran ibu. BAB III : Berisi metodologi penelitiaan mecakup: tempat dan wkatu penelitian. macam-macam akhlak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful