SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI (STIFAR) RIAU 2010

1.

2.

3.

4.

5.

Farmasi Fisika, Drs. Moehtar, Apt, Bagian Struktur Atom dan Molekul Zat Padat dan Mikromeritika, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, 1990. Farmasi Fisika, Drs. Moehtar, Apt, Bagian Kelarutan dan Sistem Dispersi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, 1990. Kimia Fisika, P.W. Atkins; Alih Bahasa Irma I. Kartohadiprojo, Editor Purnomo Wahyu Indarto, Edisi 4, Jakarta, Erlangga,1996. Kimia Fisika, Bird Tony, Kimia Fisik Untuk Universitas, alih bahasa Kwee le Tjien, Cetakan I, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 1987. Farmasi Fisik, Alfred Martin, James Swarbrick, Arthur Cammarata, penerjemah Yoshita, Cetakan I, Jakarta, UIPress,1990

FARMASI FISIK Ilmu Farmasi Fisika atau yang dinamakan juga Ilmu Farmasi Teoritik Mempelajari kaidah-kaidah kimia fisika secara kuantitatif dan teoritik untuk diterapkan dalam praktek kefarmasian. Kimia Fisika Ilmu Pengetahuan yang melakukan studi tentang sifat-sifat fisika dan struktur zat yang berhubungan hukum-hukum interaksi kimiawi dan teori-teori yang melandasi hukum-hukum tersebut.

Ilmu Farmasi Fisika . Sarjana Farmasi yang ingin mengembangkan studinya lebih lanjut harus bekerja diperbatasan antara berbagai ilmu pengetahuan dan dia harus mengikuti perkembangan perkembangan dalam bidang-bidang fisika. kimia. biologi dan lainnya. . ilmu terapan. dalam menentukan kadar dan kecepatan dan dalam menentukan faktor-faktor pengontrolnya. Ilmu Farmasi . tersusun dari kaidah-kaidah dan metode-metode yang diambil dari displin-disiplin ilmu lain. menyusun hubungan-hubungan energi yang diperoleh dalam transformasi fisika dan kimia.

Farmasi Fisika mengintegrasikan pengetahuan ilmu farmasi yang terutama diambil dari kimia fisika serta ilmu lainnya. Sarjana Farmasi akan dapat meramalkan kelarutan. kecepatan absorpsi serta lamanya aksi obat yang dibuat atau akan dibuatnya. stabilitas. Pengetahuan Farmasi Fisika . Selain itu dapat mengembangkan obat-obat baru dan bentuk bentuk sediaan obat serta memperbaiki berbagai cara pemakaian obat. .

4. 3. 5. 2. PENDAHULUAN KIMIA FISIK KRISTALOGRAFI SIFAT FISIK MOLEKUL OBAT FENOMENA KELARUTAN RHEOLOGI .FARMASI FISIKA 1.

PENDAHULUAN DIMENSI DAN SATUAN 2. METODE STATISTIKA DAN ANALISIS KESALAHAN 1. . UNSUR MATEMATIKA 3.

. ANTARAKSI DUA ATAU LEBIH BAHAN OBAT 1. CAIRAN. PADATAN DAN KRISTALIN) 4. DIMENSI DAN ENERGI IKATAN 3. KONDISI MATERI (GAS.KIMIA FISIK DAN KRISTALOGRAFI ENERGI IKATAN ANTAR ATOM 2.

MOMEN DIPOLE PERMANEN DARI MOLEKULMOLEKUL POLAR 4. . INDEKS BIAS DAN BIAS MOLAR 1.SIFAT FISIK MOLEKUL OBAT TETAPAN DIELEKTRIK 2. POLARISASI TERINDUKSI 3.

5. 4. INTERAKSI PELARUT DAN ZAT TERLARUT KELARUTAN GAS DALAM ZAT CAIR KELARUTAN CAIRAN DALAM CAIRAN KELARUTAN ZAT PADAT DALAM CAIRAN DISTRIBUSI ZAT TERLARUT DIANTARA PELARUT-PELARUT TIDAK TERCAMPUR .KELARUTAN DAN GEJALA DISTRIBUSI 1. 2. 3.

3. 5. PENDAHULUAN SISTEM NEWTONIAN SISTEM NONNEWTONIAN TIKSOTROPI PENENTUAN SIFAT RHEOLOGI DAN VISKOSITAS VISKOELASTISITAS PSIKORHEOLOGI APLIKASI RHEOLOGI DALAM FARMASI . 4. 6.RHEOLOGI 1. 8. 2. 7.

PENDAHULUAN Farmasi farmakologi. industri. Kemampuan pengembangan obat dan bentuk sediaan baru serta untuk memperbaiki berbagai cara pemberian obat. . fisika. dan aksi biologi obat. tercampurnya obat. biokimia. mengajar. rumah sakit dan kegiatan profesinya Farmasi Fisik prinsip ± prinsip penjumlahan dan Teoritis Penggunaan dalam meramalkan kelarutan. kimia dan lainnya. apotek. kimia organik. Farmasi kegiatan penelitian. kestabilan.

waktu. bersesuaian dengan satuan cm. Besaran terukur yang umum . Besaran yang dapat diukur Panjang (l) Massa (m) Waktu (t) Lambang dimensi L M T cgs SI Sentimeter (cm) Meter (m) Gram (g) Detik (s) Kilogram (kg) Detik (s) . kerapatan. cm2 .energi tersatukan dari ketiga sifat besaran diatas. luas dan volume diukur dalam dimensi panjang (L).DIMENSI DAN SATUAN Besaran yang umum digunakan . dan cm 3 The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) telah memperkenalkan suatu Sistem Internasional atau satuan SI dalam usaha menetapkan suatu satuan internasional yang seragam. sentimeter (cm). massa. Panjang kuadrat (L2). Hasil pengerjaan pengukuran untuk setiap sifat ditetapkan suatu dimensi yaitu yang besarnya dinyatakan dalam satuan. Panjang kubik(L3). gram(g). Besaran panjang. luas. tekanan. panjang. Satuan yang umum digunakan . dan detik (sec).

Panjang dan Luas Panjang dinyatakan dalam satuan dasar Adalah meter didefinisikan sebagai jarak antara dua garis pada penyekat platinairidium yang disimpan di International Bureau of Weights and Measures di Sevres. Luas adalah panjang kuadrat pengali 1012 109 106 103 10-3 10-6 10-9 10-12 awalan tera giga mega kilo mili mikro nano piko simbol T G M k m u n p . nanometer dan angstrom. Dalam pengamatan mikroskopis panjang dinyatakan dalam mikrometer. prancis.

001 um = 0.1 Km .1 angstrom .001 Tm = 0.001 Tm .1 Gm = 1 x 10-3 mm = 0.1 Mm .000001 um = 1000 Gm = 1000 Mm = 1000 Km = 0.1 Gm .000006 Gm = 1000000 Km = 0..1 nm .1 nm = 0.1 Gm .1 Gm .1 um .001 Mm = 0.1 Km .1 pm .1 Mm .1 Tm .001 Gm = 0.

g/cm3 . y Kerapatan : besaran yang menyangkut satuan massa dan volume. dalam cgs adalah gram (g). satuan cgs adalah cc/cm3 y Massa : satuan standar masa adalah kilogram. yaitu massa persatuan volume pada temperatur dan tekanan tertentu. kehidupan sehari-hari seperti dorongan atau tarikan yang dibutuhkan untuk pergerakan badan. Makin besar massa tubuh dan makin besar percepatan yang dibutuhkan. satuannya adalah dyne/cm2 . y Gaya : seseorang akrab dengan gaya dalam. y Berat jenis : didefinisikan sebagai perbandingan kerapatan dari suatu zat terhadap kerapatan air. makin besar pula gaya yang harus dipunyai seseorang f = m x a dengan satuan gaya cgs dalam adalah dyne y Tekanan : adalah gaya persatuan luas .y Volume : besaran yang dapat diukur dengan satuan dasar/rujukan baku meter kubik. Massa sering dinyatakan sebagai berat dari suatu benda. dinyatakan dalam cgs.

Dalam suatu resep tertulis R/ H2O2 3 % 100ml? jika diketahui persediaan H2O2 50% (jawaban 6 ml H2O2 50% + WFI 94 ml). Berap gram kalori terdapat dalam 3.184 joule (Jawaban 0.y *Beberapa unsur matematika y A. Pembagian dan perbandingan y 1). B.00 joule? Jika diketahui 1 cal = y y y y y y y y y y y y y y 4. Aturan mengenai pangkat a x a x a = a3 a2/a4=a2-4=a-2=1/a2 a2 x a3 = a2+3 = a5 a2/a2=a2-2=a0=1 (a2) 3=a2 x a2x a2=a6 a1/2 = a (a/b) 3= a3/b3 a 1/2x a1/2 = a1/2+1/2=a1=a a5/a 2= a5-2=a3 a2/3 = (a2) 1/3=3 a2 a5/a4=a5-4=a1=a .717 kal) 2).

jika b dipangkatkan dengan angka x maka menghasilkan a.778 log 6000 = 3.303 log a log a = x sehingga a = 10 x ln a = ln 10x = x ln 10 ln 10 =2. logaritma 6000 adalah 6.222 ..00 x 101 pangkat dari 10 menjadi karakteristik dan harga dari tabel logaritma menjadi mantissa.778 angka 1 pada 1. bilangan 60.778 = -1. bilangan 0. Bilangan 0.0600= -2+ 0.303 maka ln a =2. bilangan 1000 sebagai antilogaritma bilangan 3. bx = a maka logb a = x.303 x ‡ Log 60.0 = 1. maka logaritma terhadap bilangan dasar b dari a adalah x .778 adalah mantissa dan didapatkan pada tabel logaritma umum.0600 6.0 kepunyaan golongan bilangan yang besarnya 101 .LOGARITMA *Kesamaan dari 103 = 1000 dalam logaritma dinyatakan log10 1000 = 3 pangkat 3 dengan bilangan dasar 10 dipangkatkan menghasilkan 1000. bilangan 60.000 x 10 3 maka karakteristik adalah 3 dengan mantissa dari tabel adalah 0.778. ln a = 2.0 lebih mudah dengan 6.00 x 10-2 karakteristik bisa negatif sedangkan mantissa selalu positif log 0.778 adalah karakteristik.

778 bilangan yang bersesuai dengan mantissa 0.778 dalam tabel logaritma adalah yaitu 6. dari tabel logritma bilangan yang bersesuaian dengan mantissa 0. -1.7404 adalah 5.222 = (-1) +(.7404.TUGAS MAHASISWA .222) .50 x 10-1= 55. ANTILOGARITMA DARI -2. maka antilogaritma adalah 5. . Karakteristik adalah 1.699 .0..00 x 10-2 .7404 Karakteristik adalah 1 dan mantissa 0.50 .222= (-1 -1) + (-0.222 dalam hal ini adalah di ingat bahwa mantissa selalu positif -1.0.Mencari antilogaritma dari bilangan -1.00 karakteristk diamati adalah -2 maka hasil akhir adalah 6.222 +1) = -2.Berapa harga a jika log a = 1..

Aturan Logaritma : Log ab = log a + log b Log a/b = log a log b Log 1 = 0 jika 100 = 1 Log a -2 = -2 log a = 2 log 1/2 Log 1/a=log 1 log a= -log a Log a2= log a + log a = 2 log a Log a=log a1/2 = ½ log a .7404.50. dari tabel logaritma bilangan yang bersesuaian dengan mantissa 0. maka antilogaritma adalah 5.0.7404 karakteristik dalam bilangan ini adalah 1 dan mantissa 0.LOGARITMA y Berapa harga a jika log a = 1.7404 adalah 5.50 x 101 atau 55.

Data diplot pada grafik dan garis halus digambarkan melalui titik-titik. x variabel bebas. Harga x dari setiap titik disebut koordinat x (absis). jika a positif garis memotong sumbu y diatas sumbu x . makin besar harga b makin curam kemiringan. jika b =1 maka garis membentuk sudut 450 terhadap sumbu x.Tetapan b adalah kemiringan garis.METODE GRAFIK y Besarnya variabel bebas (variabel prediktor) diukur sepanjang skala koordinat y y y y horizontal yang disebut x Besarnya variabel tidak bebas (variabel respon) diukur sepanjang skala koordinat vertikal yang disebut y. dan a serta b adalah tetapan . jika b=0 garis akan horizontal sejajar sumbu x . harga y dari setiap titik disebut koordinat y (ordinat).Tetapan a adalah intersep dan merupakan titik dimana garis berpotongan dengan sumbu y. Hubungan yang paling sederhana antara dua variabel adalah persamaan garis lurus yang dinyatakan y=a+bx .y adalah variabel tidak bebas.

x2) y Contoh : Hasil penentuan indeks bias dari larutan benzena yang mengandung karbontetraklorida dengan konsentrasi naik.481 1.0 33.0 1. (X) Konsentrasi (Y) Indeks CCl4 (volume bias %) 1.497 1.491 1.501 1.480 1.475 INDEKS BIAS 10.500 1.Metode pemilihan dua titik yang terpisah jauh (y1.00 X 10-4 x + 1.0 .488 1.0 50.477 y = -4.0 60.0 60.0 33.490 1.470 1.465 10.0 25.x1) dan (y2.485 1.0 50.495 1.0 25.

Nilai relatif dari efek antara kedua zat ini dinyatakan oleh indeks bias (n) sin i Kecepatan cahaya dalam zat pertama n = ----.INDEKS BIAS Cahaya berjalan lebih lambat melalui suatu zat dibandingkan melalui ruang hampa. Apabila cahaya memasuki suatu zat yang lebih rapat pada suatu sudut. cahaya itu akan dibiaskan menjauhi antar muka. Apabila cahaya memasuki suatu zat yang lebih rapat. gelombanggelombang yang diteruskan pada antarpermukaan dimodifikasi menjadi saling mendekat karena kecepatannya yang lebih lambat dan panjang gelombang yang lebih pendek. ada bagian dar i gelombang segera berjalan lebih lambat begitu melewati antar muka dan menghasilkan penekukan gelombang menuju antar muka maka gejala ini disebut pembiasan. Apabila cahaya memasuki suatu zat yang kurang rapat.= ---------------------------------------------sin r Kecepatan cahaya dalam zat kedua .

00 X 10-4 (x-10. maka : 1.477 1.497 pada y1.0 10. misalkan x1 adalah 10 % dan harga y = 1.PERSAMAAN GARIS DUA TITIK Persamaan garis diperoleh menggunakan persamaan garis dengan dua titik y2 y1 y y1 = (x-x1) x2 x1 pada gambar grafik .497 = (x-10. dan x2 adalah 60.00 X 10-4 x + 1.497 = -4.477.501 .497 y 1.0) 60.0 % dan y2 adalah 1.0) y = -4.00 y 1.

Pencatatan data Variabel bebas (X) X1 X2 X3 X4 X5 Variabel tak bebas (y) Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 .y SECARA STATISTIKA UNTUK SOAL INDEKS BIAS CCL4 Dalam statitiska ada dua hal dalam penentuan persamaan regresi sehingga dapat dikatakan persamaan tersebut adalah regresi linear. Metoda pertama adalah metoda tangan bebas 2. Metoda kuadrat terkecil Pada soal indeks bias CCL4 kita gunakan metode kuadrat terkecil : 1. 1.

2. Koefisien atau tetapan regresi a dan b untuk regresi linear dalam statitistik adalah : (dihitung mahasiswa) ( yi)( xi2) .96 x 10-4 .499 n xi yi ( xi) ( yi) b = n ( xi2) ( xi)2 b= -3.( xi)( xi yi) a = n ( xi2) ( xi)2 a = 1. Dari pencatatan data didapat pasangan antara x dan y dan n sebagai jumlah data atau ukuran sampel.

0 25.477 Y = 7.0 33.434 XY 14.0 X =178 Y 1. maka tetapan a dapat pula ditentukan oleh rumus : a = Y bX 3.97 37.0 60.05 88.019 X2 100 625 1089 2500 3600 X2 = 7914 .481 1.275 49.Jika tetapan b dapat dihitung dan diketahui.491 1.0 50.497 1.62 XY=264. Tentukan semua bilangan yang diperlukan X 10.104 74.488 1.

98 1.00 0.0000 0.CONTOH ANALISIS STATISTIK TEKNIK PERACIKAN SERBUK TERBAGI SOAL : Seorang apoteker menerima resep yang meminta tujuh serbuk terbagi.0362 .0004 0.0000 0. Dengan maksud untukmengecek Kemampuannya mengisi serbuk.32 Rata-rata 0.046 Kuadrat simpangan (xi x ) 2 0.0004 0.84 Rata rata 0.00 1.0049 0.05 0.02 0.02 = 6.98 0. Berat isi serbuk(gr) Deviasi (xi x) 1.07 0. ia mengeluarkan semua isi setiap bungkus sesudah mengisi resep dengan metoda membagi dengan mata.81 0.0016 = 0. dimana isinya masing-masing harus ditimbang 1.0289 0.00 0. kemudian ditimbangnya satu persatu dengan hati-hati.00 gr.02 0.04 = 0.00 0.98 1.17 0.

Simpangan rata-rata d (deviasi) sampel yaitu simpangan dari pengamatan sendiri dari rata-rata hitung sampel. -Xi . didapatkan _ dengan menghitung selisih setiap nilai X dan rata rata hitung X kemudian menjumlahkan selisih dan membagi jumlahnya dengan jumlah sampel untuk mendapatkan rata-rata. .Rata-rata hitung adalah rata-rata menyatakan suatu titik terdekat dengan pusat sasaran _ (Xi) X = -------N 2. Range adalah perbedaan antara nilai terbesar dan terkecil di dalam kelompok data 3.X d = -----------N 1.

Simpangan baku adalah akar kuadrat dari rata-rata simpangan.4.5% dengan ± 2 simpangan baku. -( Xi X)2 s = -----------N untuk sampel kecil : -s = ( Xi X)2 ------------ N-1 Ahli statistik berpendapat bahwa kesalahan secara kebetulan untuk 68 % semua hasil adalah akan berkurang satu simpangan baku. .7 % dengan ± 3 simpangan baku. biasanya digunakan dalam banyak sampel dan data. untuk 95. Sebagai contoh dalam pengukuran berat dari isi beberapa ribu dan juta kapsul (makin kecil simpangan baku makin tepat pengerjaan peracikan). dan 99.

02 gr Tanda positif menunjukan bahwa nilai sebenarnya lebih besar dari nilai rata-rata.5.0. E = 1.0.Perbedaan antara sampel rata-rata hitung dan nilai sebenarnya memberikan ukuran ketelitian dalam suatu data dan dikenal sebagai kesalahan rata-rata.98 = + 0. .

sehingga kesalahan yang tidak lebih besar dari 0.Dari data pada slide hal 21 Maka simpangan baku dapat dihitung: 0. farmasi berharap secara kasar 90 % sampai 95% nilai sampel akan jatuh dengan ± 0.078 gr (7-1) Dengan ketentuan ± 2 simpangan baku.156 gr .00362 S = ----------.= 0.5% sampai 1% merupakan batas yang dikehendaki dan masuk akal. Kesepakatan dalam membiarkan kesalahan 5% dalam pengerjaan penimbangan dan pengukuran hanya didasarkan pada prosedur pengamatan semata. .

Dalam mengisi kapsul. ketepatan adalah ukuran kemampuan ahli farmasi untuk memasukkan obat dengan jumlah sama dalam setiap kapsul dan untuk mengulangi hasilnya pada pengerjaan berikutnya. .Simpangan baku Makin kecil nilai simpangan baku atau simpangan rata-rata makin tepat pengerjaan peracikan.

ANALISIS GARIS REGRESI DATA dalam slide hal 16 secara jelas menunjukan adanya hubungan garis antara indeks bias dan volume dalam % CCL4 dalam benzen. Akan tetapi jika data diplot dalam kertas grafik Penghamburan penggambaran garis secara analisis tidak terlihat. . Garis lurus yang menghubungkan secara nyata semua titik dapat digambarkan dengan mudah dengan menghubungkan titik-titik dengan sebuah mistar dan menghasilkan garis yang meyakinkan.

Analisis regresi linear diperlukan jika kita mempunyai data yang terdiri atas duaatau lebih variabel. Hubungan yang didapat padaumumnyadinyatakan dalam bentuk persamaan matematika yang menyatakan hubunganfungsional antara variabel-variabel. Dua jenis variabel yaitu variabel bebas atau variabel prediktor dan variabel tak bebas atau variabel respon. sewajarnya adalah untuk mempelajari bagaimana variabel variabel tersebut berhubungan. Variabel yang mudah didapat atau tersedia sering dapat digolongkan sebagai variabel bebas sedangkan variabel yang terjadi karena variabel bebas itu adalah variabel tidak bebas .

Menghitung koefisien relasi --( X X)2 (Y Y) 2 r = ------------------------------( X X)2 (Y Y) 2 Jika diantara kedua variabel ini ada hubungan yang pasti.y Langkah penentuan apakah data cocok untuk sebuah garis lurus? 1. maka r =1 . . yaitu hubungan garis lurus.

470 1.0 33.495 1.0 33.0 50.0 INDEKS BIAS 10.(X) Konsentrasi (Y) Indeks CCl4 (volume bias %) 1.0 1.488 1.0 60.0 50.475 1.0 60.485 1.0 25.480 1.491 1.500 1.477 .0 25.490 1.465 10.497 1.481 1.

2. (slope) ----(x x) (y y ) b = -------------------------------(x . dengan memasukan harga b pada persamaan dibawah ini kita mendapatkan intersep (a). ----y = a + b (x x) .x)2 b adalah koefisien regresi / slope. Menghitung kemiringan garis (Koefisien regresi ).

070 +0.000121 0.X)2 676.0 9.0 26.0 Y 1.0 61.X 10.007 .486 --(Y Y) + 0.693 .001 .000081 = 0.430 ---Y = 1.497 1.0 = 1606.0 + 14.0 33.485 1.0 = 180.009 =0 --(Y Y)2 0.493 1.0.0.000064 0.0 100.0.0 =0 --(X .003 -0.0 --X = 36.0 -10.000049 0.225 = -0.477 = 7.478 1.112 -0.0 50.000001 0.0 196.011 + 0.000316 ----(X X)-(Y-Y) -0.008 .0 +25.0 -3.0 625.0 --(X X) -26.286 -0.

97 1606.486 -4.0 Intersep pada sumbu y = 1.315 x 10-4 (0 36)= + 1.486 -4.693 b = ----------------------.= .0 x 0.693 r = ----------------------.497 .315 x 10-4 (10 36) = 1.= -4.486 -4.315 x 10-4 1606.315 x 10-4 ( 26) = 1.0..000316 .0.502 Maka jika x = 10 Y = 1.0.

TERIMA KASIH .

. Partikel padatan hanya dapat bergerak disekitar tempat tertentu. Padatan dengan tekanan uap tinggi. Cair dan padatan. sedangkan proses sebaliknya adalah kondensasi yaitu kembali kebentuk padat. apabila temperatur zat padat naik. seperti iodium dan kamfer. Jika sejumlah energi yang cukup diberikan lagi.FARMASI FISIKA (KULIAH 2) WUJUD ZAT Tiga macam wujud zat adalah Gas. Molekul. antaratom atau antarion. molekul akan berubah menjadi bentuk gas. dapat berubah langsung dari bentuk padat ke bentuk gas tanpa pencairan. Proses ini dikenal dengan proses sublimasi. partikel membutuhkan energi yang cukup untuk memecahkan susunan kisi-kisi yang teratur dan berubah menjadi bentuk cairan. atom dan ion dalam wujud padatan terikat berdekatan oleh gaya antarmolekular.

GAS Gas bergerak dengan gerakan yang kuat dan cepat. Charles dan Gay lussac. molekul gas bergerak dalam arah yang tidak beraturan.seringkali bertumbukan satu sama lain dan bertumbukan dengan didinding wadah dimana gas tersebut ditempatkan. persamaan dalam hukum gas adalah P1V1 = P2V2 -------. Sehingga gas menghasilkan tekanan yaitu gaya persatuan luas dinyatakan dalam dyne percm2. Hukum-hukum gas disusun oleh Boyle.------T1 T2 .

0ml pada temperatur 200C dan tekanan 740 mm Hg.2 ml .16 KELVIN) 740 x 30.0 760 x v2 ----------.= -----------273+20 273 V2 = 27.CONTOH SOAL Dalam penentuan spiritus etilnitrit. Berapakah volumenya pada 00C dan 760 mm Hg? (TEMPERATUR NOL DERAJAT CELCIUS = 273. gas oksida nitrat yang dibebaskan dari spiritus dikumpulkan pada sebuah buret gas dengan volume 30.

PV = nRT 1 atm x 22. Persamaan ini hanya untuk 1 mol gas (yaitu 1 gr berat molekul).PV = RT Dimana R adalah harga tetapan untuk perbandingan PV/T .08205 liter atm/mol derajat .414 liter = 1 mol x R x 273.Dalam persamaan PV/T pada keaadaan pertama sama dengan PV/T pada keadaan kedua dan seterusnya.V dan T berubah perbandingan PV/T adalah konstan dan dapat dinyatakan secara : PV/T =R ----.16 K R = 0. untuk n molekul menjadi : PV = nRT Volume gas ideal yaitu 1 mol gas ideal pada keadaan temperatur dan tekanan standar yaitu pada 00C dan 760 mm Hg adalah 22. sehingga walaupun P.414 liter.

314 joule/mol derajat : 4.314 x 107 erg/mol derajat Karena 1 joule = 107erg maka R = 8. R biasanya dinyatakan dalam liter atm/mol derajat.414 cm3.184 joule/kal = 1.987 kal/mol derajat Dalam soal mengenai hukum gas. R=PV/T R= (1.0133 x 106) x 22. sedangkan dalam perhitungan termodinamika biasanya dipakai dalam satuan kal/mol derajat atau joule/mol derajat.314 joule/mol derajat Tetapan dapat juga dinyatakan dalam kal/mol derajat dengan menggunakan kesetaraan 1 kal = 4. .16 = 8..414 : 273.184 joule..0133 x 106 dyne/cm2) dan volume dalam satuan cm3 = 22. R = 8. Maka .Tetapan gas molar (R) dapat juga diberikan dalam satuan energi dengan mengganti satuan tekanan dalam dyne/cm2 (1 atm = 1.

Jumlah mol gas diganti dengan g/M.65 liter.08205 liter atm/mol derajat) X298k V = 47.Contoh Soal # Berapa volume 2 mol gas ideal pada 250C dan tekanan 780 mm Hg? (780 mm /760 mm atm-1) x V = 2 mol x (0. g PV = ---. Berat molekul kira-kira dari suatu gas dapat ditentukan dengan menggunakan hukum gas ideal.RT M M = gRT/PV . dimana g adalah berat gas dalam gram dan M adalah berat Molekul.

30 g etil alkohol dalam bentuk uap mempunyai volume 200 ml dengan tekanan 1 atm dan temperatur 1000C.30 x 0. berapakah berat molekul etil alkohol? Jawab : 0.2 = 46.0082 x 373 K M =-----------------------1 x 0.0 .Contoh soal # Jika 0.

00980 C t 3 TEMPERATUR 0 C (DIAGRAM FASE AIR) t2 t1 UAP .58 mm 0.O 4.B padat cair A p1 -----------------------------------------------------------.E P2 ------------------------------------------------------------D ------------------------------------.

# Kurva OA sebagai kurva tekanan uap, batas tertinggi adalah temperatur kritik, untuk air 374 derajat celcius, dan ujung bawahnya berakhir pada suhu 0,0098 derajat celcius disebut titik triple. Sepanjang kurva tekanan uap, uap dan cairan berada dalam kesetimbangan. # Kurva OC adalah kurva sublimasi, pada kurva ini uap dan padat berada dalam kesetimbangan. # Kurva OB adalah titik leleh, pada kurva ini cairan dan padatan dalam kesetimbangan., kemiringan OB yang negatif menunjukan bahwa titik beku air turun dengan naiknya tekanan dari luar. Dalam diagram jika temperatur dijaga konstan pada t1 , dimana air berada dalam wujud gas diatas temperatur kritik, tidak perduli berapapun kenaikannya sistem tetap berada dalam wujud gas. Pada temperatur t2 di bawah temperatur kritik, uap air berubah menjadi cair dengan naiknya tekanan.

AEROSOL
# Gas dapat dicairkan dengan menaikkan tekanan, dengan temperatur dibawah temperatur kritik. Jika tekanan dikurangi maka cairan berubah ke wujud gas. Perubahan wujud bolak-balik ini merupakan prinsip dasar yang digunakan dalam penyiapan sediaan aerosol. # Dalam aerosol, obat dilarutkan atau disuspensikan di dalam propellant, propellant adalah suatu bahan yang cair di bawah tekanan yang terdapat dalam wadah tetapi membentuk gas di bawah kondisi atmosfer normal. # Wadah aerosol dirancang sedemikian rupa, sehingga dengan menekan katub, beberapa campuran popellant obat diusir karena kelebihan tekanan didalam wadah. Jika obat tidak mudah menguap, ia membentuk semprotan halus ketika meninggalkan lubang katup dan pada saat yang sama propellant cair menguap. # Wadah diisi dengan cara mendinginkan propelan dan obat bersama-sama dalam wadah pada temperatur rendah, kemudian ditutup dengan katup, atau dengan cara memasukkan dan menutup obat dalam wadah pada temperatur kamar kemudian mendorong sejumlah propelan yang dibutuhkan dalam wadah tersebut dengan tekanan.

ZAT PADAT
ZAT padat dibagi menjadi dua kategori 1. Zat padat kristalen; seperti es, natrium klorida dan mentol adalah zat padat dimana satuan-satuan strukturalnya tersusun dalam pola-pola geometrik tertentu atau yang dinamakan dengan kisi. Zat padat kristalen mempunyai titik lebur tertentu, terlihat tajam diantara keadaan padat dan keadaan cairnya. 2. Zat padat amorf ; meskipun mempunyai persamaan dengan zat padat kristalen dalam berbagai ciri-cirinya seperti bentuk tertentu, keras, rapuh, tetapi tidak tersusun dalam suatu konfigurasi tertentu. Berdasarkan hal ini sebenarnya zat padat amorf tidak dianggap sebagai zat padat sejati melainkan dianggap sebagai zat cair yang mempunyai viskositas tinggi, dihasilkan dari zat cair yang dilewat dinginkan dimana molekul-molekulnya tersusun secara acak seperti dalam keadaan cair. Zat-zat seperti gelas, karet alam dan plastik-plastik sintetis. Zat padat amorf cenderung mengalir jika diberi tekanan cukup dalam periode waktu tertentu dan tidak mempunyai titik lebur yang pasti.

Jika temperatur zat padat dinaikan. Bentuk tertentu ini disebabkan karena satuan-satuan strukturnya dibatasi oleh posisi kesetimbangan tertentu didalam kristalnya. .Molekul-molekul. atom-atom. interatomik dan ionik. maka susunan satuan-satuan strukturnya memiliki cukup energi untuk meninggalkan susunan kisinya secara teratur dan berubah menjadi cair. Zat padat memiliki volume dan bentuk tertentu. dan ion-ion dalam keadaan padat dapat tersusun berdekatan satu sama lain diikat oleh gaya-gaya intermolekuler. Akhirnya jika energi diberikan lagi maka molekul-molekulnya akan berubah menjadi gas.

bidang-bidang yang membentuk permukaan luar kristalnya selalu berpotongan pada suatu sudut tertentu dan sudut tersebut akan tetap konstan meski bagaimanapun permukaan kristal berkembang. 2. Yang didasarkan atas hukum fundamental : 1. . sifat-sifat dan Struktur kristal dan zat padat kristalen.KRISTALOGRAFI Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang ukuran (geometri). Kristalografi geometrik berkepentingan dengan susunan bidang-bidang dan bentuk geometri kristal. Hukum simetri menyatakan bahwa semua kristal dari zat yang sama tentu mempunyai unsur-unsur simetri yang sama. Hukum kekonstanan sudut interfasial untuk suatu zat tertentu.

Satuan jarak a=b=c (iodoform. dan sumbu ketiga tegak lurus pada sumbu-sumbu tersebut dan panjangnya tidak sama. Tetragonal : ketiga sumbu saling tegak lurus. Heksagonal : dua sumbu sama panjang dalam satu bidang membentuk sudut 120 derajat satu sama lain. satuan jarak a=b=c (NaCl. PbCO3. 10 H2O) 7. (H3BO3. semua membentuk sudut pada sudut yang tidak sama dengan 90 derajat. dua sumbu saling tegak lurus. dengan sudut semua sama tapi besarnya 90 derajat (CaCO3. Kubik : ketiga sumbu saling tegak lurus. K2Cr2O7) . Triklinik : ketiga sumbu tidak sama panjang. kassiterit) 3. Br2. hanya dua yang sama panjang. Mg) 4. 2. Rombohedral : ketiga sumbu sama panjang. Satuan jarak a=b=c (urea. KCl. Berlian). ZnO. BaSO4) 6. Na2SO4. yang ketiga membentuk sudut dengan kedua sumbu tersebut yang besarnya tidak 90 derajat (sukrosa. Ortorombik : ketiga sumbu saling tegak lurus. tapi panjangnya tidak sama (iodium. Monoklinik : ketiga sumbu tidak sama. NaNO3) 5.ADA TUJUH SISTEM KRISTAL 1.

gaya tarik menarik dari molekul-molekulnya sudah cukup besar untuk melawan energi translasionalnya dan molekul-molekul tersebut dipaksa untuk menyusun dirinya dalam suatu konfigurasi atau pola geometrik tertentu. pada saat pola geometrik tersusun dikatakan terjadi kristalisasi. Temperaturnya akan turun sampai pada titik bekunya.pola geometrik itu bersifat karakteristik untuk setiap zat. .# KRISTALISASI Zat cair murni jika didingikan pada tekanan konstan akan mengalami penurunan dalam energi translasional rata-rata dari molekulnya. Pada temperatur ini. Temperatur dimana zat cair murni berubah menjadi zat padat dinamakan titik beku.

. . Pada temperatur ini.# PELEBURAN Kebalikan dari kristalisasi adalah fusi atau peleburan.Jumlah panas yang diabsorpsi pada waktu peleburan dari 1 mol zat padat menjadi 1 mol zat cair dinamakan panas peleburan. sudah ada beberapa partikel yang mempunyai energi vibrasi cukup besar untuk melawan gaya-gaya yang membatasi ruang geraknya sehingga meninggalkan konfigurasi geometriknya dan dikatakan zat padat tersebut mulai melebur. Jika zat padat murni dipanaskan. . maka energi vibrasional rataratanya (energi getaran rata-ratanya) akan bertambah sampai pada titik leburnya.Temperatur dimana zat padat murni berubah menjadi zat cair dinamakan titik lebur.

oleum cacao. namun ada beberapa zat. . contoh : bentuk sulfur rombik dan sulfur monoklinik. Eksistensi suatu zat dalam lebih dari satu modifikasi dikenal sebagai polimorfisme. terdapat dalam lebih dari satu modifikasi zat atau mengalami perubahan bentuk kristalen jika dipanaskan atau diberi tekanan. seperti karbon atau belerang.# POLIMORFISME Kebanyakan zat padat terdapat dalam bentuk kristalen tunggal.

. dan suppositoria meleleh pada 22-24 derajat.RIEGELMAN menunjukan adanya hubungan antara polimrfisme dam pembuatan suppositoria dari oleum cacao.# OLEUM CACAO . Jika oleum cacao dipanaskan sampai pada titik dimana melebur sempurna(kurang lebih 35 derajat) maka inti kristal beta stabil akan rusak dan massanya tidak akan dapat mengkristal sampai dilewatjenuhkan hingga kurang lebih 15 derajat kristal yang mula-mula terbentuk adalah kristal gamma kemudian kristal alfa dan kristal beta aksen.5 derajat. bentuk beta aksen melebur pada 28 derajat dan bentuk beta stabil pada 34. melebur pada jarak temperatur yang sempit (34 s/d 36 derajat).Oleum cacao adalah lemak alam yang bersifat polimorfik. Terdiri dari gliserida tunggal (monogliserida). yaitu bentuk gamma yang tidak stabil melebur pada 18 derajat. . bentuk alfa melebur pada 22 derajat. Oleum cacao dapat terjadi dalam 4 bentuk poliforfik.

..Metoda pembuatan yang benar adalah melelehkan oleum cacao pada temperatur 33 derajat.5 derajat. selanjutnya massa tersebut didinginkan dalam cetakan. maka akan didapatkan suppositoria yang stabil terdiri dari kristal-kristal beta dan melebur pada 34. massanya sudah cukup cair untuk dapat dituang namun inti bentuk beta stabil nya tidak rusak.

b dd gtt v ods .R/ SOL H2O2 3 % 100 ml S.

WFI 25 ml OTSUKA .

.Dalam suatu zat cair gaya tarik-menarik antar molekulnya cukup kuat untuk membatasi molekul-molekul tersebut bergerak dalam suatu volume tertentu. berubah menjadi zat cair. Partikelpartikel tersebut (molekul-molekul atau ion-ion) akan bergerak lebih cepat sehingga akhirnya gaya tarik-menarik tidak lagi mampu mengikat mereka dalam konfigurasi geometrik yang mengakibatkan zat padat tersebut kemudian meleleh. sehingga bebas bergerak yang memungkinkan zat cair dapat mengalir. tetapi tidak cukup kuat untuk menyebabkan molekul-molekul itu dapat mengatur diri dalam posisi tertentu.ZAT CAIR .Jika energi panas ditambahkan pada suatu zat padat maka energikinetik dari molekul-molekul atau ion-ion yang menduduki konfigurasi geometrik zat padat tersebut bertambah. .

. . molekul-molekul zat cair yang satu akan berdifusi melalui molekul-molekul zat cair lainnya dengan kecepatan yang jauh lebih kecil daripada dua gas yang dicampurkan. Sehingga molekul yang berada dipermukaan zat cair hanya mengalami gaya tarik menarik dari arah dalam zat cair yang menyebabkan molekul-molekul permukaan tersebut ditarik tenggelam. Tegangan Permukaan .Jika dua macam zat cair bercampur. sehingga kecenderungan zatcair untuk memperkecil daerah permukaan dapat digunakan untuk menerangkan mengapa air menggerombol menjadi noktah-noktah air bila diulaskan pada permukaan padat yang licin bersih. .Situasi yang paling stabil terjadi jika jumlah molekul yang mengalami gaya tarik menarik pada permukaan zat cair mencapai suatu kondisi dimana luas daerah permukaan zat cair sekecil mungkin. tetesan air hujan .Molekul zat cair dipengaruhi oleh molekul tetangganya. (contoh adalah jika diteteskan sejumlah volume kecil tinta kedalam air).DIFUSI . molekul yang ada dipermukaan zat cair tidak dikelilingi seluruhnya oleh molekul tetangganya dan dia hanya mengalami gaya tarik menarik dari molekul-molekul disamping dan dibawahnya.Difusi terjadi karena molekul-molekul kedua zat cair mampu bergerak didalam wadah.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful