TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR

Lampiran Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/45/VI/2010 Tanggal 15 Juni 2010

DOKTRIN TENTARA NASIONAL INDONESIA TRIDARMA EKAKARMA (TRIDEK) BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk menjamin tercapainya tujuan nasional tersebut, diperlukan upaya-upaya antara lain, upaya pertahanan dan keamanan negara yang merupakan tanggung jawab bangsa Indonesia. b. Selaras dengan hakikat tujuan nasional tersebut, dalam Pasal 30 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 dan produk perundang-undangan yang berkaitan dengan sistem

6 pertahanan negara sebagaimana termaktub di dalam Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, ditetapkan bahwa peran TNI adalah sebagai alat pertahanan negara. c. Dengan mengacu hal tersebut, untuk mendukung tercapainya tugas pokok TNI, maka diperlukan Doktrin TNI yang merupakan pedoman TNI dalam melaksanakan perannya berdasarkan kepada pengalaman sejarah, nilai-nilai intrinsik perjuangan bangsa dan dengan dukungan mulai dari teori yang bersifat konsepsional sampai dengan yang bersifat operasional implementatif. Sebagai pedoman, Doktrin TNI diperlukan untuk melandasi pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI untuk mempertahankan NKRI, yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 dari berbagai ancaman militer dan nonmiliter terhadap kedaulatan negara dan keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa. 2. Maksud dan Tujuan a. Maksud. Doktrin TNI dimaksudkan sebagai pedoman TNI dalam rangka melaksanakan peran, fungsi, dan tugas pokoknya sebagai alat pertahanan negara.

7 b. Tujuan. Doktrin TNI bertujuan agar TNI mempunyai pedoman yang jelas dan tegas dalam melaksanakan tugasnya sehingga terwujud kesamaan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI. 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Ruang lingkup Doktrin TNI berisi prinsip-prinsip paling fundamental (filosofis) dan implementatif (terapan) meliputi berbagai aspek yang berhubungan dengan pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI yang disusun dengan tata urut sebagai berikut. a. b. c. d. e. f. g. h. i. Pendahuluan Landasan dan Latar Belakang Pemikiran Peran, Fungsi, dan Tugas Pokok TNI Hakikat Ancaman Strategi Militer Pembinaan TNI Penggunaan Kekuatan TNI Tataran Kewenangan dan Tanggung Jawab Penutup “Une Verite gue I’on ne comprend pas, deviant une erreur” “Suatu kebenaran, bila tidak dimengerti dapat menjadi suatu kesalahan”

4. Hakikat Doktrin TNI TRIDARMA EKAKARMA. Hakikat Doktrin TRIDARMA EKAKARMA berasal dari bahasa Sansekerta, tri berarti tiga, darma berarti pengabdian, eka berarti satu dan karma berarti perjuangan. Sehingga Doktrin TRIDARMA

8
EKAKARMA

memberikan suatu pengertian luhur yang merupakan pengabdian tiga matra dalam satu jiwa, tekad dan semangat perjuangan TNI. 5. Kedudukan Doktrin. Doktrin TNI merupakan Doktrin Induk yang berada pada tataran strategis dan menjadi acuan, baik bagi Doktrin Angkatan maupun buku-buku petunjuk pada tataran di bawahnya. 6. Dasar: a. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Negara Kesatuan

b. Undang-Undang RI Nomor 23/Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya. c. Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4169). d. Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4439). e. Peraturan Menteri Pertahanan RI Nomor Per/23/M/XII/2007 tanggal 28 Desember 2007 tentang Doktrin Pertahanan Negara.

tetapi lebih cinta pada kemerdekaan dan kedaulatannya.9 7. dan latar belakang pemikiran yang seiring dengan sejarah TNI serta perkembangan teknologi yang baik secara langsung maupun tidak langsung berdampak kepada terjadinya perubahan Doktrin TNI. Pancasila merupakan falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai moral. Sebagai dasar negara. tercantum pada sublampiran A lampiran peraturan ini. Beberapa istilah yang tertulis dalam Doktrin TNI yang memerlukan kesamaan pemahaman. a. Sebagai ideologi negara. BAB II LANDASAN DAN LATAR BELAKANG PEMIKIRAN 8. 9. Bagi bangsa Indonesia. perang merupakan jalan terakhir dan hanya dilakukan apabila semua usaha penyelesaian damai telah ditempuh dan ternyata tidak membawa hasil. Bangsa Indonesia cinta damai. landasan konstitusional UUD NKRI Tahun 1945. Umum. visional. Landasan Pemikiran. etika dan cita-cita luhur . Pengertian. konstitusional. Dalam melaksanakan tugas. Pancasila adalah dasar negara dan ideologi negara. Pelaksanaan tugas tersebut senantiasa dilandasi oleh landasan pemikiran yang meliputi landasan ideologis. termasuk melakukan peperangan. TNI sebagai kekuatan utama pertahanan negara senantiasa berpedoman kepada paradigma nasional yang mengandung nilai-nilai yang telah disepakati oleh seluruh bangsa berupa landasan ideologis Pancasila. konsep-sional. Pancasila merupakan sumber hukum dasar nasional. Landasan Ideologis.

UUD NKRI Tahun 1945 merupakan dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan negara. tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. 2) Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UndangUndang RI No 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pengejawantahan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berupa nilai-nilai keselarasan.10 serta tujuan yang hendak dicapai bangsa Indonesia. yang pada hakikatnya bangsa Indonesia cinta damai. Kedua undang-undang ini mengatur tentang . Landasan Konstitusional. serta kekeluargaan dan kebersamaan yang senantiasa menjadi landasan filosofis bagi TNI dalam berpikir. keseimbangan dan keserasian. bersikap dan bertindak dalam rangka penyelenggaraan pertahanan negara. Sebagai hukum dasar tertulis Negara Republik Indonesia. 1) Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 30 UUD NKRI Tahun 1945 mengamanatkan bahwa TNI merupakan kekuatan utama dalam sistem pertahanan negara yang bersifat semesta dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Pada Pembukaan UUD NKRI Tahun 1945 tertuang pokok-pokok pikiran tentang penyelenggaraan pertahanan negara yang dijiwai oleh Pancasila. persatuan dan kesatuan. b.

11 penyelenggaraan pertahanan negara. dan bernegara.Jenderal Besar Soedirman nyelenggara di tingkat pusat dan daerah. kelompok. tersebut. buat nunjuk arah dan pedoman hari ini. berbangsa. daya tangkal negara dan bangsa. pengelolaan sistem pertahanan negara serta pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI. Landasan Visional. Sebab Proklamasi itulah yang Wawasan Nusantara berfungsi menjadi dasar dan pokok sebagai penggerak dan pen.pegangan serta pedoman perjuangan bangsa dorong serta rambu-rambu pe. tantangan. Wawasan Nusantara bertujuan menumbuhkembangkan rasa dan sikap nasionalisme yang tinggi. golongan. satu tekad bersama dengan mengutamakan kepentingan nasional tanpa mengorbankan kepentingan perorangan. suku bangsa atau daerah. Sistem pertahanan negara diselenggarakan melalui usaha membangun dan membina kemampuan. sebangsa setanah air. dengan menempatkan TNI sebagai komponen utama sistem pertahanan negara. serta pedoman sikap perilaku setiap warga masyarakat/rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. segala kebijaksanaan dan keputusan oleh para pe. hambatan dan gangguan.Indonesia seluruhnya. buat hari esok dan buat selama-lamanya”. serta menanggulangi setiap ancaman. c. . rasa senasib dan sepenanggungan. Wawasan Nusantara sebagai “Tentara Nasional Indonesia lahir karena landasan visional dijiwai oleh Proklamasi itu dan nilai-nilai yang terkandung bersumpah mati-matian hendak mempertahankan dalam substansi Pembukaan kesucian Proklamasi UUD NKRI Tahun 1945.

TNI lahir dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia dengan merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajah Belanda. 10. baik yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa. akan semakin mantap dan dinamis ketahanan nasionalnya sehingga bangsa tersebut memiliki posisi tawar yang tinggi dalam pergaulan internasional. Pada tanggal 5 Oktober 1945 Pemerintah mengeluarkan maklumat pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang anggotanya berasal dari BKR. indentitas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional. di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman. Ketahanan nasional sebagai landasan konsepsional merupakan aspirasi atau cita-cita nasional yang dilandasi falsafah hidup bangsa Indonesia. Ketahanan nasional sebagai landasan konsepsional merupakan aspirasi atau citacita nasional yang dilandasi falsafah hidup bangsa Indonesia. Latar Belakang Pemikiran. Sejarah TNI.12 d. tantangan. Makin tinggi kekuatan dan kemampuan suatu bangsa. a. Landasan Konsepsional. hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam. TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Dengan pertimbangan bahwa tugas TKR selain memberikan keamanan juga menjaga keselamatan rakyat dan . berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional.

Perubahan ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan susunan bentuk ketentaraan yang disusun atas dasar militer internasional. Pada saat TKR berubah menjadi TRI. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara reguler dengan badan-badan perjuangan rakyat. pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden mengesahkan dengan resmi berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). di dalamnya telah terdapat unsur TRI Darat. Kelahiran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bersamaan dengan kelahiran TNI pada tanggal 5 Oktober 1945 sesuai Maklumat Pemerintah tentang peresmian pembentukan Tentara Kebangsaan yang semula berbentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) diubah menjadi TKR. . TRI Laut. pada tanggal 1 Januari 1946 TKR diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat (TKR). Setelah terjadi penyatuan tentara reguler dengan badan-badan perjuangan rakyat/laskar.13 bangsa. Meskipun TNI AD lahir bersamaan dengan kelahiran TNI. Ketika itu TKR yang anggotanya berintikan unsur darat juga telah mempunyai unsur laut dan udara. dan TRI Udara. Pada tanggal 26 Januari 1946 TKR kembali diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). tetapi menggunakan momentum kemenangan TNI dalam Pertempuran Ambarawa tanggal 15 Desember 1945 yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Juang Kartika TNI AD. TRI Darat berubah namanya menjadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Republik Indonesia (TNI AD RI). sampai saat ini TNI AD tidak memperingati hari lahirnya.

Sejalan dengan itu. Dalam perkembangan selanjutnya TRI AO berganti nama menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dan pada tahun 1969 berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Pada akhir tahun 1949 dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).pun berganti nama menjadi Angkatan Perang RI (APRI). Pada bulan Agustus 1950 RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan. . dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya. APRIS . Secara resmi TKR Laut disahkan pada tanggal 15 November 1945.14 Sejarah kelahiran TNI AL berawal dari BKR Laut yang dibentuk berdasarkan Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945 dan mentransformasikan dirinya menjadi TKR Laut. Kelahiran TNI AU berawal dari BKR Udara yang mentransformasikan diri menjadi TKR Udara yang dikenal namanya ketika itu dengan TKR Jawatan Penerbangan. dan pada tanggal 19 Juli 1946 berubah menjadi TRI Laut. Pada tahun 1950 sebagian bekas anggota KNIL melancarkan pemberontakan di Bandung (pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil/APRA). Pada tanggal 9 April 1946 TKR Jawatan Penerbangan dihapus dan diganti dengan Tentara Republik Indonesia Angkatan Oedara (TRI-AO) sehingga tanggal 9 April sampai saat ini diperingati sebagai hari jadi TNI AU. selanjutnya hasil konferensi Lawang TRI Laut berubah menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Pada tahun 1966 ALRI berganti nama menjadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

. ABRI juga melakukan integrasi eksternal dalam bentuk kemanunggalan ABRI dengan rakyat yang diaplikasikan melalui program ABRI Masuk Desa (AMD). Doktrin ini berimplikasi pada reorganisasi ABRI serta pendidikan dan latihan gabungan antara Angkatan dan Polri. Dalam perkembangan selanjutnya. Pada Tahun 2000 ABRI kembali berubah menjadi TNI setelah dikeluarkannya Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada Tahun 1958 Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta) melakukan pemberontakan di sebagian besar Sumatera dan Sulawesi Utara yang membahayakan integritas nasional. DI/TII Jawa Barat melebarkan pengaruhnya ke Kalimantan Selatan. Upaya menyatukan organisasi angkatan perang dan Kepolisian Negara menjadi organisasi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada Tahun 1962 merupakan bagian yang penting dari sejarah TNI pada dekade tahun enampuluhan. Sementara itu. Sementara itu. Di sisi lain. Langkah pertama adalah mengintegrasikan doktrin yang akhirnya melahirkan Doktrin ABRI Catur Dharma Eka Karma (Cadek). peran. ABRI tetap melakukan pembenahan diri dengan cara memantapkan integrasi internal.15 Makassar (pemberontakan Andi Azis). dan Maluku (pemberontakan Republik Maluku Selatan). Semua pemberontakan itu dapat ditumpas oleh TNI bersama kekuatan komponen bangsa lainnya. fungsi dan tugas TNI mengalami perubahan dan diatur dengan Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Sulawesi Selatan dan Aceh.

dengan rakyat dalam segala persoalannya. mem. semangat Jenderal Besar AH Nasution dan tekad pengabdian sebagai alat pertahanan negara kemudian berkembang sesuai dengan tuntutan zaman dan kebiasaan internasional sehingga TNI memiliki jati diri sebagai berikut: a) Tentara Rakyat. kedaulatan sendiri operasi-operasinya. Identitas TNI.16 b. berdikari dalam kan kemerdeka.Nasional. bahkan biasanya tanpa pimpinan yang dan keutuhan konsepsional dari pusat. TNI merupakan bagian dari rakyat. Secara historis TNI terbentuk melalui proses perjuangan panjang bangsa. lahir. dan menemukan sendiri pola organisasi dan operasinya. dan berjuang bersama “TNI yang secara spontan tumbuh dari haribaan rakyat. yaitu tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia. mencari wilayah NKRI. . yaitu tentara yang berjuang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya. tetapi Perjuangan TNI selalu menghayati perjuangan nasional”. sesungguhnya sejak semula merupakan kekuatan rakyat pertahankan yang otonom. b) Tentara Pejuang.logistiknya. sering memprakarsai an. merebut rakyat dalam serta membela Kemerdekaan merebut. 1) Jati Diri TNI. menunjukkan jiwa. yang berintegrasikan dan menegak.

yaitu tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah. d) Tentara Profesional. setiap prajurit harus memahami dan menjiwai nilai-nilai yang . Oleh karena itu pelanggaran terhadap kode etik TNI merupakan pengingkaran terhadap kehormatan TNI. Sumpah Prajurit. dan “Pelihara TNI. tidak berpolitik praktis. Kode etik TNI yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari meliputi Sapta Marga. kebijakan politik negara yang Jenderal Besar Soedirman menganut prinsip demokrasi. tidak berbisnis.Angkatan Perang kita. diperlengkapi secara baik. Pelihara dijamin kese. golongan dan agama. suku. terdidik.17 c) Tentara Nasional. ras. 2) Kode Etik TNI. Agar dapat mengamalkannya. Delapan Wajib TNI dan Kode Etik Perwira (Budi Bhakti Wira Utama). jangan sampai dikuasai jahteraannya oleh partai politik serta mengikuti manapun juga ”. ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi. supremasi sipil. hak asasi manusia. Kode etik TNI merupakan kode kehormatan prajurit yang harus dijunjung tinggi dalam kehidupan prajurit. yaitu tentara yang terlatih.

Hal-hal tersebut melatarbelakangi dilaksanakannya revisi Doktrin TNI. Isi kode etik prajurit TNI tercantum pada sublampiran B lampiran peraturan ini. telah diterbitkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/2/I/2007 tanggal 12 Januari 2007 tentang Doktrin TNI Tridek. perkembangan lingkungan strategis dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermuara terjadinya Revolution in Military Affairs (RMA) telah berdampak pada perubahan paradigma cara berperang dan memenangkan perang. Pelanggaran terhadap kode etik TNI dapat dikenai sanksi mulai dari sanksi disiplin. Di sisi lain.18 terkandung dalam kode etik TNI. fungsi dan tugas pokoknya sudah tidak sesuai lagi dengan perundang-undangan yang berlaku. dalam perkembangannya doktrin tersebut belum selaras dengan Peraturan Menhan RI Nomor Per/23/M /XII/2007 tanggal 28 Desember 2007 tentang Doktrin Pertahanan Negara. Ketetapan MPR RI Nomor VI/MPR/2000 dan Ketetapan MPR RI Nomor VII/MPR/2000 menetapkan bahwa Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak lagi berada dalam satu wadah organisasi ABRI. Perkembangan Doktrin TNI. administrasi sampai dengan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas keprajuritan. Sebagai tindak lanjut Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. c. Namun. Doktrin Induk Catur Dharma Eka Karma (Cadek 88) dan Doktrin Pelaksanaan Sad Daya Dwi Bhakti Tahun 1994 yang pernah digunakan ABRI sebagai pedoman dalam menyelenggarakan peran. .

TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. DAN TUGAS POKOK TNI 11. Umum. Peran TNI. diperlukan adanya pedoman yang jelas menyangkut peran.19 BAB III PERAN. ditata dan dikembangkan secara profesional agar setiap bagian dari organisasi dapat berperan secara optimal dalam upaya mewujudkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi TNI. Sebagai alat pertahanan negara. Sebagai sebuah organisasi yang modern. keutuhan wilayah. organisasi TNI disusun. . 12. FUNGSI. dan keselamatan bangsa. 13. fungsi. fungsi dan tugas pokok organisasi TNI. Kekuatan TNI yang mempunyai aspek psikologis untuk diperhitungkan oleh lawan sehingga mengurungkan niat lawan sekaligus juga mencegah niat lawan yang akan mengancam kedaulatan negara. Mengingat permasalahan yang dihadapi semakin kompleks dan kondisi lingkungan strategis yang senantiasa berubah secara dinamis. TNI berfungsi sebagai berikut: a. Fungsi TNI. dan tugas pokok tersebut akan memudahkan dalam rantai komando dan proses pengambilan keputusan serta menghindari adanya duplikasi dan inefesiensi yang dapat menghambat pencapaian tujuan dan sasaran organisasi TNI. Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan. Jabaran yang jelas tentang peran. Penangkal. dan keselamatan bangsa. keutuhan wilayah.

a. huru hara. Tugas Pokok TNI. keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. Kekuatan TNI bersama-sama dengan instansi pemerintah lainnya membantu fungsi pemerintah untuk mengembalikan kondisi keamanan negara yang telah terganggu akibat kekacauan keamanan karena perang. Pemulih. c. Penindak terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan.20 b. mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI Tahun 1945. TNI turut berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui upaya penciptaan dan pemeliharaan perdamaian dunia sesuai kebijakan politik luar negeri. dan bencana alam. Operasi Militer untuk Perang merupakan segala bentuk pengerahan dan penggunaan kekuatan TNI untuk melawan kekuatan militer negara lain yang melakukan agresi terhadap Indonesia dan/atau dalam . terorisme. Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan. Berikut adalah pelaksanaan tugas pokok TNI. Penindak. Tugas Pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara. pemberontakan. Dalam konteks internasional. 14. yaitu kekuatan TNI yang mampu menghancurkan kekuatan yang mengancam kedaulatan negara. serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. konflik komunal. keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa.

3) 4) 5) 6) Operasi Darat. 2) Operasi Gabungan TNI yang terdiri atas: a) Operasi Darat Gabungan. Operasi Bantuan. d) Operasi Pendaratan Administrasi. f) Operasi Pertahanan Pantai. e) Operasi Lintas Udara. g) Operasi Pertahanan Udara. b) Operasi Laut Gabungan. b. c) Operasi Amfibi.21 konflik bersenjata dengan satu negara atau lebih yang didahului dengan adanya pernyataan perang dan tunduk pada hukum perang internasional. 2) Operasi dalam rangka pemberontakan bersenjata. mengatasi . Operasi Laut. Operasi Militer Selain Perang merupakan tugastugas TNI melalui pelibatan pengerahan dan penggunaan kekuatan TNI di luar Operasi Militer untuk Perang yang meliputi: 1) Operasi dalam rangka mengatasi gerakan separatis bersenjata. Operasi Udara. Tugas pokok ini meliputi: 1) Kampanye Militer.

. 5) Operasi dalam rangka mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis. 8) Operasi dalam rangka memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini dalam rangka sistem pertahanan semesta. 6) Operasi dalam rangka melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri. 9) Operasi dalam rangka membantu tugas pemerintahan di daerah.22 3) Operasi dalam rangka mengatasi aksi terorisme. 7) Operasi dalam rangka mengamankan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta keluarganya. 11) Operasi dalam rangka mengamankan tamu negara setingkat Kepala Negara dan perwakilan Pemerintah Asing yang sedang berada di Indonesia. 10) Operasi membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang. 4) Operasi dalam rangka mengamankan wilayah perbatasan.

14) Operasi dalam rangka membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan. pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan. pemberdayaan wilayah . 15. 2) Melaksanakan tugas TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dengan negara lain. Tugas-tugas Angkatan. 13) Operasi dalam rangka membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). dan penyelundupan. perompakan. Tugas TNI Angkatan Darat. a. 4) Melaksanakan pertahanan di darat. 1) Melaksanakan tugas TNI matra darat di bidang pertahanan.23 12) Operasi dalam rangka membantu menanggulangi akibat bencana alam. 3) Melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra darat.

24 b. . 1) Melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan. 3) Melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri yang ditetapkan oleh pemerintah. 4) Melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut. 2) Menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi. 2) Menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi. Tugas TNI Angkatan Laut. 1) Melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan. pemberdayaan wilayah Tugas TNI Angkatan Udara. 5) Melaksanakan pertahanan laut. c.

Karena dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis global. regional dan nasional. baik dari dalam negeri maupun luar negeri. untuk menyerang atau melakukan kegiatankegiatan yang dapat mengancam kedaulatan negara. ancaman merupakan setiap upaya dan kegiatan. keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa. yang dinilai mengancam dan/atau membahayakan kedaulatan negara. maka dalam pelaksanaan tugasnya TNI mengelompokkan bentuk ancaman menjadi ancaman militer dan ancaman nonmiliter. Umum. keutuhan wilayah. Pengelompokan ini dimaksudkan agar pengambilan keputusan yang menyangkut penggelaran kekuatan TNI sesuai dengan tingkat eskalasi ancaman yang timbul dapat lebih mudah dilakukan dan tidak menimbulkan keraguraguan bagi satuan TNI dalam bertindak. Bentuk ancaman militer dimaksud adalah sebagai berikut: . 17. serta tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang makin demokratis. Pada hakikatnya. Ancaman Militer. Ancaman militer merupakan ancaman yang dilakukan oleh militer suatu negara pada NKRI berupa penggunaan kekuatan bersenjata maupun tidak bersenjata. 4) Melaksanakan pertahanan udara.25 3) Melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara. pemberdayaan wilayah BAB IV HAKIKAT ANCAMAN 16. dan keselamatan bangsa.

pantai. 7) Pengiriman kelompok bersenjata atau tentara bayaran oleh negara lain untuk melakukan tindakan kekerasan di wilayah NKRI atau melakukan tindakan-tindakan seperti tersebut di atas. 5) Keberadaan atau tindakan unsur kekuatan angkatan bersenjata negara lain dalam wilayah NKRI yang bertentangan dengan ketentuan atau perjanjian yang telah disepakati. Agresi.26 a. dan udara . wilayah udara. 3) Blokade terhadap pelabuhan. laut. 4) Serangan bersenjata negara lain terhadap unsur satuan darat. atau seluruh wilayah NKRI oleh angkatan bersenjata negara lain. 1) Invasi berupa serangan oleh kekuatan bersenjata negara lain terhadap wilayah NKRI. . 6) Tindakan suatu negara yang mengizinkan penggunaan wilayahnya oleh negara lain sebagai daerah persiapan untuk melakukan agresi terhadap NKRI. 2) Bombardemen berupa penggunaan senjata dan lainnya yang dilakukan oleh angkatan bersenjata negara lain terhadap wilayah NKRI.

maupun udara NKRI. d. kewibawaan pemerintah dan ideologi negara. Gerakan separatis. pada eskalasi tertentu dapat mengganggu stabilitas nasional yang pada akhirnya akan mengancam kedaulatan negara. keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. gerakan separatis merupakan ancaman pertahanan negara karena gerakan tersebut secara langsung mengancam keutuhan wilayah NKRI. . laut. Gerakan separatis merupakan bentuk ancaman untuk memisahkan diri dari NKRI dalam perjuangannya mengambil pola mengangkat senjata. melalui jalur politik. 18. Bentukbentuk ancaman nonmiliter adalah sebagai berikut. Suatu kegiatan mata-mata yang dilakukan oleh negara lain untuk mencari dan mendapatkan rahasia militer Tentara Nasional Indonesia. Bagi bangsa Indonesia. a. c. Spionase. b. Aksi radikal. jalur klandestein dan lain-lain. Suatu kegiatan dan tindakan dilakukan oleh militer negara lain untuk merusak dan/atau menghancurkan instalasi penting dan objek vital nasional. Ancaman Nonmiliter. Aksi radikal merupakan bentuk ancaman yang mengatasnamakan rakyat untuk kepentingan pribadi. sosial budaya dan keamanan yang berkembang. ekonomi. atau golongan dengan cara-cara ekstrim yang mengarah pada tindakan anarkis dengan tujuan merongrong stabilitas nasional. Sabotase. politik. kelompok.27 b. Ancaman berdimensi ideologi. Pelanggaran Wilayah. Pelanggaran yang dilakukan oleh militer negara lain di wilayah darat.

Perang saudara merupakan perang yang terjadi antar-kelompok. konflik vertikal maupun perpaduan antara ketiga gejolak tersebut yang pada eskalasi tertentu dapat mengancam stabilitas nasional. g. Ancaman dengan aksi teror yang dilakukan oleh teroris internasional. f. konflik komunal/horizontal. Aksi teroris. Bencana Alam.28 c. Kerusuhan Sosial. Perang Saudara. e. Pemberontakan bersenjata merupakan suatu gerakan bersenjata yang melawan pemerintah Indonesia yang sah. . agama. Pemberontakan Bersenjata. Kerusuhan sosial merupakan ancaman. negara. letusan gunung berapi. tsunami. suku. merongrong kewibawaan negara dan jalannya roda pemerintahan. ras dan golongan di dalam masyarakat dengan menggunakan kekuatan senjata. tanah longsor. banjir. kebakaran dan lain-lain sehingga mengancam kehidupan manusia dan mengganggu stabilitas nasional. d. baik yang timbul sebagai akibat dari gejolak sosial. teroris internasional yang bekerja sama dengan teroris dalam negeri dan teroris dalam negeri secara mandiri yang dapat mengancam keselamatan bangsa. dan masyarakat. Bencana alam adalah suatu bencana yang ditimbulkan akibat terjadinya perubahan alam karena faktor perbuatan manusia ataupun alam itu sendiri dan/atau kedua-duanya sehingga mengakibatkan timbulnya gempa bumi. baik yang dilakukan secara berdiri sendiri oleh pihakpihak tertentu di dalam negeri maupun yang didukung oleh kekuatan asing.

Gangguan/ancaman dimaksud berupa suatu kegiatan sabotase yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu terhadap objek vital nasional yang bersifat strategis dan instalasi strategis lainnya dengan tujuan mengganggu/melumpuhkan fungsinya. Ancaman Keamanan di Laut Yurisdiksi Nasional Indonesia. Gangguan/Ancaman Keamanan Terhadap Objek Vital Nasional yang Bersifat Strategis. amunisi. Ancaman keamanan yang terjadi di wilayah laut yurisdiksi nasional Indonesia dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dapat berupa pembajakan/ perompakan. amunisi. sehingga dapat mengganggu stablitas nasional. dan bahan peledak atau bahan lain yang dapat membahayakan keselamatan bangsa serta memungkinkan terjadinya illegal fishing. illegal logging. Ancaman keamanan yang terjadi di wilayah udara yurisdiksi nasional dilakukan oleh pihak-pihak tertentu berupa pelanggaran wilayah udara. penyelundupan senjata. k. penyelundupan senjata. Gangguan/ancaman dimaksud adalah gangguan/ancaman yang dilakukan oleh pihak- . j. i. illegal migrant. illegal minning dan bentuk-bentuk kegiatan ilegal lainnya yang dapat merugikan negara. Gangguan/Ancaman terhadap Keselamatan dan Keamanan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta Keluarganya. dan bahan peledak atau bahan lain serta bentuk ancaman lain di udara yang dapat membahayakan keselamatan bangsa dan dapat merugikan negara. Ancaman Keamanan di Udara Yurisdiksi Nasional Indonesia. pembajakan.29 h.

. Gangguan/Ancaman terhadap Keselamatan dan Keamanan Tamu Negara Setingkat Kepala Negara dan Perwakilan Negara Asing yang berada di Indonesia. sehingga dalam hal ini pemerintah akan mengeluarkan pernyataan Kondisi Luar Biasa (KLB). Ancaman Lain yang Ditetapkan Presiden Republik Indonesia. Suatu bentuk ancaman yang muncul sewaktuwaktu dan tidak dapat diprediksi.30 pihak tertentu terhadap keamanan dan keselamatan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya untuk mengganggu jalannya roda pemerintahan serta menurunkan/menjatuhkan kewibawaan/harga diri bangsa dan negara. l. 19. Konflik Komunal. Konflik komunal adalah konflik yang terjadi antar-kelompok masyarakat yang dapat membahayakan keselamatan bangsa. Gangguan/ancaman dimaksud adalah gangguan/ancaman yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu terhadap keamanan dan keselamatan Tamu Negara setingkat Kepala Negara dan perwakilan negara asing yang berada di Indonesia untuk menjatuhkan kewibawaan/harga diri bangsa dan negara serta merusak hubungan antarnegara. m.

Strategi kerja sama militer diwujudkan dalam bentuk kegiatan pertemuan rutin. Strategi Kerja Sama Militer. Strategi TNI bertujuan memenangkan setiap peperangan/pertempuran dan menjamin keberhasilan tugas pokok TNI yang dilaksanakan secara terpadu dalam rangka menjaga tetap tegaknya kedaulatan negara. 23. keutuhan wilayah. latihan bersama. baik militer maupun nonmiliter.31 BAB V STRATEGI MILITER 20. Strategi tersebut berupa strategi penangkalan. strategi penindakan. Umum. 21. Strategi TNI pada dasarnya merupakan seluruh upaya yang dilakukan oleh TNI dengan memanfaatkan sumber daya nasional yang tersedia untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan oleh negara. dan keselamatan bangsa. rasa saling . dan strategi pemulihan yang disiapkan untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman. yang mungkin timbul serta ancaman lain yang ditetapkan oleh Presiden RI. Sasaran strategi TNI adalah tertangkal dan terusirnya berbagai bentuk ancaman dari kekuatan militer negara lain yang melakukan agresi terhadap Indonesia dan/atau dalam konflik bersenjata dengan satu negara atau lebih serta teratasinya berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia sesuai dengan tugas pokok TNI. Tujuan. Sasaran. operasi terkoordinasi dan interaksi antara personel atau satuan TNI dengan militer dan masyarakat negara lain untuk membangun komunikasi. 22. Setiap strategi memiliki cara dan tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat eskalasi dan dampak yang ditimbulkannya.

keutuhan wilayah. daya tangkal. dan daya lawan dari seluruh potensi dan komponen kekuatan pertahanan. Efek ke luar adalah tercegahnya keinginan dan kesempatan pihak musuh. sehingga musuh membatalkan niat dan tindakannya untuk melakukan agresi dan/atau konflik bersenjata. 24. TNI sebagai komponen utama pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menggunakan strategi penangkalan. daya cegah. Strategi penangkalan. Strategi penangkalan bertujuan untuk mewujudkan kesiagaan segenap kekuatan dan kemampuan serta gelar TNI yang diharapkan mampu memberikan dampak psikologi yang menampilkan efek tangkal. koordinasi timbal balik guna memelihara hubungan kerja sama yang telah dilaksanakan dalam rangka meminimalkan kemungkinan terjadinya konflik terbuka. dan pemulihan. a. baik ke luar maupun ke dalam.32 percaya. Efek ke dalam adalah terwujudnya daya tahan. strategi yang disiapkan adalah strategi pertahanan berlapis dalam kerangka perang total dengan menempatkan pertahanan militer sebagai inti kekuatan. penindakan. Hal ini dilaksanakan dengan OMP melalui pengerahan dan pendayagunaan segenap kekuatan nasional yang mengintegrasikan kekuatan bersenjata dan perlawanan rakyat secara terpadu dan saling menyokong. Dalam menghadapi ancaman militer. Strategi Menghadapi Ancaman Militer. tukar menukar informasi. Penangkalan diselenggarakan dengan strategi berikut: . terhadap tindakan musuh baik langsung maupun tidak langsung yang bertujuan mengancam kedaulatan negara. keselamatan bangsa dan negara.

Adapun. daerah perbatasan. Pembangunan kekuatan diarahkan pada terwujudnya kualitas dan kuantitas prajurit yang profesional. pertahanan. dalam perjalanan dan yang telah memasuki wilayah nasional. Strategi ini bertujuan untuk dapat menindak setiap ancaman yang nyatanyata telah melaksanakan tindakan permusuhan dan telah mengganggu keselamatan serta keutuhan NKRI dilaksanakan dalam bentuk operasi tempur yang ditujukan terhadap musuh di negaranya. dan daerah rawan konflik. pemberdayaan wilayah pertahanan. Strategi ini berupa pengembangan kemampuan intelijen. Pembangunan kekuatan militer tersebut dilakukan atas dasar analisis risiko kemungkinan ancaman terhadap kedaulatan NKRI serta untuk menghadapi ancaman militer dan ancaman bersenjata. andal. Pengembangan gelar kekuatan TNI diutamakan pada daerah rawan. gelar kekuatan yang dilaksanakan merupakan . 2) Pengembangan kemampuan. b. Strategi Penindakan. dan Alutsista yang modern serta organisasi yang efektif dan efisien. 3) Penggelaran Kekuatan. keamanan. dan kemampuan dukungan dalam rangka pelaksanaan OMP. Strategi ini dilaksanakan dengan cara menggelar kekuatan TNI secara terpusat dan kewilayahan di seluruh wilayah NKRI serta didukung oleh komponen pendukung dan komponen cadangan dalam bingkai Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata).33 1) Pembangunan kekuatan.

34 strategi terpadu guna memudahkan pengerahan kekuatan TNI dalam rangka pelaksanaan tugas operasi dengan tahapan sebagai berikut: 1) Menghancurkan Musuh di Wilayahnya. . 5) Perang Berlarut. sesuai dengan tekad dan niat bangsa Indonesia untuk pantang menyerah. seluruh kekuatan dikerahkan sebagai upaya terakhir. 3) Menghancurkan Musuh saat masuk ZEEI. 4) Menghancurkan Musuh di wilayah NKRI. Kekuatan TNI beserta seluruh komponen pertahanan negara lainnya melakukan perlawanan dalam bentuk perang berlarut/semesta untuk mengungguli kekuatan musuh. 2) Menghancurkan Musuh sebelum masuk ZEEI. kemudian menghancurkan atau mengusir musuh ke luar dari wilayah NKRI. Kekuatan TNI merupakan andalan terakhir apabila kekuatan tempur depan dapat ditembus musuh. Kekuatan tempur sebagai andalan utama untuk merebut inisiatif dalam pertempuran dan mencapai kemenangan saat musuh masuk ZEEI. Kekuatan tempur sebagai andalan utama untuk merebut inisiatif dalam pertempuran dan mencapai kemenangan sebelum musuh masuk ZEEI. Kekuatan TNI sebagai andalan utama untuk mendapatkan kemenangan awal dengan menghancurkan sasaran terpilih atau potensi kemampuan perang musuh sebelum musuh bergerak menyerang Indonesia.

Strategi Pemulihan. 3) Rehabilitasi. 2) Rekonstruksi. Strategi Menghadapi Ancaman NonMiliter. Strategi pemulihan bertujuan untuk mengembalikan kondisi stabilitas keamanan dan kepercayaan masyarakat dengan strategi yang dilakukan antara lain sebagai berikut: 1) Pembinaan.35 c. Satuan kewilayahan bersama instansi departemen terkait melaksanakan pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan tujuan untuk mewujudkan warga negara yang cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara. 25. Dalam keadaan tertentu sesuai . Satuan kewilayahan bersama instansi departemen terkait melaksanakan kegiatan pembangunan kembali prasarana dan sarana sosial masyarakat. Satuan kewilayahan bersama instansi departemen terkait melaksanakan kegiatan perbaikan lingkungan dan rekonsiliasi serta pemulihan sosial psikologi masyarakat dan pemulihan sosial ekonomi budaya. strategi yang dipersiapkan adalah mengedepankan institusi kelembagaan pemerintah nonpertahanan sebagai penjuru dengan dibantu lembaga pemerintah di bidang pertahanan. Sebagai langkah awal dalam menghadapi ancaman nonmiliter.

3) Penggelaran Kekuatan. Strategi Penangkalan. keselamatan bangsa. a. dan daya tangkal serta daya lawan dari seluruh komponen bangsa terhadap ancaman kedaulatan negara. Strategi ini berupa pengembangan kemampuan intelijen. pertahanan. Strategi ini dilaksanakan dengan cara menggelar kekuatan TNI secara terpusat dan kewilayahan di seluruh wilayah NKRI serta didukung oleh komponen . Rasa percaya diri dan kebanggaan akan mewujudkan daya tahan.36 dengan eskalasinya dalam pelaksanaan tugasnya TNI menggunakan strategi penangkalan. Pembangunan kekuatan diarahkan untuk memelihara dan memperbesar kemampuan dan kekuatan TNI sehingga tugas OMSP dapat dilaksanakan secara optimal. pemberdayaan wilayah pertahanan. Penangkalan diselenggarakan dengan strategi berikut: 1) Pembangunan Kekuatan. keutuhan wilayah. Strategi ini bertujuan untuk mewujudkan kesiagaan segenap kekuatan dan kemampuan serta gelar TNI yang mampu memberikan dampak psikologi dan menampilkan efek tangkal serta menimbulkan rasa percaya diri dan kebanggaan segenap bangsa Indonesia. dan pemulihan. daya cegah. keamanan. penindakan. dan kemampuan dukungan dalam rangka pelaksanaan OMSP. dan negara. 2) Pengembangan Kemampuan.

demografi. di wilayahwilayah yang masih memiliki potensi konflik. Kekuatan tempur merupakan andalan utama bersama komponen bangsa lainnya untuk mengatasi setiap ancaman dan gangguan yang membahayakan kedaulatan negara. dan kondisi sosial agar tercipta ruang.37 cadangan dan komponen pendukung dalam bingkai Sishanrata. Berikut adalah strategi yang dilakukan antara lain: 1) Operasi Intelijen. keutuhan wilayah. . Strategi Penindakan. dilakukan penggelaran operasi intelijen dan operasi teritorial terbatas. Satuan kewilayahan yang diperkuat satuan TNI lainnya memberdayakan unsur geografi. Strategi penindakan merupakan penggunaan kekuatan TNI yang diarahkan untuk mengatasi permasalahan yang timbul karena mengganggu kepentingan nasional. keutuhan wilayah. b. Satuan intelijen melaksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap upaya penggalangan pihak lain serta melaksanakan upaya cipta kondisi agar tercipta kondisi yang menguntungkan pihak sendiri. alat. dan keselamatan bangsa. dan kondisi juang yang tangguh sehingga dapat memberikan perlawanan atau menyelesaikan permasalahan terhadap ancaman yang mengganggu dan/atau yang membahayakan kedaulatan negara. 3) Operasi Teritorial. dan keselamatan bangsa Indonesia. 2) Operasi Tempur. Sementara itu.

2) Rekonstruksi. Satuan kewilayahan bersama instansi departemen terkait melaksanakan kegiatan perbaikan lingkungan dan rekonsiliasi serta pemulihan sosial psikologi masyarakat dan pemulihan sosial ekonomi budaya. 3) Rehabilitasi. dan tingkat ancaman yang akan dihadapi. Strategi dalam menghadapi ancaman yang ditetapkan oleh Presiden RI disesuaikan dengan jenis. Satuan kewilayahan bersama instansi departemen terkait melaksanakan kegiatan pembangunan kembali prasarana dan sarana sosial masyarakat.38 c. antara lain. . sebagai berikut: 1) Pembinaan. 26. bentuk. Strategi Pemulihan. Strategi Menghadapi Ancaman Lain yang Ditetapkan Presiden RI. Satuan kewilayahan bersama instansi departemen terkait melaksanakan pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan tujuan untuk mewujudkan warga negara yang cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Strategi pemulihan bertujuan untuk mengembalikan kondisi stabilitas keamanan dan kepercayaan masyarakat dengan strategi yang dilakukan.

Pokok-Pokok Pembinaan TNI. baik terpusat maupun kewilayahan. . Negara Indonesia. kepada untuk setiap jenjang.39 BAB VI PEMBINAAN TNI 27. pembinaan melindungiyang mampu kemerdekaan tersebut dilakukan secara terpadu. dan gelar kekuatan. terprogram. Di setiap eselon. TNI sebagai organisasi yang besar. 28. Ketiga pembinaan ini diarahkan agar TNI mampu melaksanakan tugas pokoknya secara optimal dalam mengatasi setiap ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan negara. meliputi Bangunlah semua aspek yang berpengaruh yang dapat angkatan perang menjadi terhadap pencapaian tugas pokok. dan berkesinambungan. dan keselamatan bangsa Indonesia sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang. kebanggaan dari rakyat Indonesia. menjelang TNI ditujukan untuk mewujudkan wafat di Magelang postur TNI guna mengatasi setiap ancaman militer dan ancaman bersenjata serta mampu melaksanakan tugas OMP dan OMSP. dan metode yang baku Amanat Kolonel TB. Pembinaan tersebut menyangkut pembinaan kekuatan. rakyatmenjamin keamanan Indonesia penahapan sasaran. penerapan Pangsar Soedirman sistem. Umum. keutuhan wilayah. perlu dibina secara terencana. peralatan maupun struktur organisasinya dengan tugas pokok yang sangat menentukan kelangsungan hidup bangsa dan negara. kemampuan. Penyelenggaraan pembinaan TNI dilakukan dalam satu siklus pembinaan secara berkelanjutan. baik jumlah personel. dan dapat terencana dalam penentuan tujuan. Pembinaan Simatupang.

pembinaan profesionalisme. Pembinaan Kekuatan. Dalam pelaksanaan tugas negara bidang pemberdayaan wilayah pertahanan. Pembinaan Organisasi. kuat dan modern sehingga mampu melaksanakan peran dan tugas TNI baik dalam rangka OMP maupun OMSP serta tugas-tugas kematraan sesuai amanat undangundang. Pembinaan kekuatan meliputi hal-hal berikut: a. penindak. Pada hakikatnya.40 29. Metode pembinaan pesonel dilaksanakan melalui pendidikan dan latihan. dan pemulih serta mampu mendukung diplomasi negara dalam setiap penyelesaian konflik. pembinaan personel dalam arti luas mencakup aspek pembinaan tenaga manusia. Organisasi TNI dikembangkan ke arah organisasi yang profesional. pembinaan mental. Pembinaan kekuatan perlu dilakukan terus-menerus untuk menjaga dan meningkatkan kesiagaan operasional dalam melaksanakan tugas pokok. dikembangkan dan dimantapkan untuk memiliki kejiwaan dan kemampuan intelektual serta keterampilan fisik yang andal. Pembinaan organisasi berorientasi pada pencapaian tujuan yang dilaksanakan secara terencana dan bersifat strategis dengan memperhatikan perkembangan lingkungan strategis. b. Kebijakan pembinaan kekuatan TNI diperlukan untuk mendapatkan kemampuan sebagai penangkal. penugasan dan mutasi . pembinaan fungsi personel. Manusia. sebagai pelaku sistem pertahanan negara. pembinaan jasmani dan pembinaan hukum. Pembinaan Personel. TNI menyelenggarakan pelatihan dasar pada penyiapan wajib militer dalam rangka membantu pemerintah untuk membentuk komponen cadangan dan komponen pendukung pertahanan negara.

pemeliharaan. tindakan. Pembinaan Logistik. pembinaan logistik merupakan segenap upaya. penelitian dan pengembangan. distribusi. evakuasi. Pembinaan Sistem dan Doktrin. akuisisi. pengadaan. evakuasi. . pergerakan. pergerakan. objektif. fasilitas/pangkalan. dan penghapusan dalam rangka mewujudkan kesiapan logistik TNI. c. pemeliharaan. pengendalian inventori. urusan kesehatan personel. disposisi terhadap materiil. perencanaan.41 jabatan sesuai dengan diskripsi jabatan dan fungsi yang diemban dalam organisasi yang didasarkan pada pola pembinaan karier yang terarah secara adil. dan jasa secara efektif dan efisien. penyimpanan. pendistribusian. Pada hakikatnya. materiil. pemeliharaan. Pembinaan sistem dan doktrin diarahkan untuk menciptakan prosedur dan mekanisme kerja yang efektif dan efisien dalam rangka pembinaan maupun penggunaan kekuatan TNI. Setiap personel ditempatkan pada jabatan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kapabilitasnya sehingga mampu memberikan kontribusi optimal terhadap tugas pokok TNI. Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan melalui upaya penentuan kebutuhan. dan kegiatan yang terpadu dan terarah sesuai fungsi manajemen dengan sasaran tersedianya elemen dasar logistik yang meliputi desain dan pengembangan. transparan dan akuntabel. d. Pembinaan logistik dikembangkan agar TNI memiliki Alutsista yang andal dan layak pakai secara teknis sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas pokoknya.

pemeliharaan dan peningkatan profesionalisme TNI melalui sistem pendidikan dan latihan TNI. Pembinaan anggaran TNI diarahkan guna menjamin terlaksananya seluruh kegiatan pembinaan TNI yang dibiayai oleh anggaran pertahanan negara yang bersumber dari APBN. taktis. dan teknis disiapkan untuk senantiasa melaksanakan penyelidikan. Pembinaan kemampuan diarahkan terhadap lima kemampuan TNI dengan perincian sebagai berikut: a. Pembinaan Anggaran. 30. Pembinaan Kemampuan. Pembinaan kemampuan TNI dilaksanakan melalui kegiatan pembentukan. Anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas serta efisiensi yang pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengelolaannya dilakukan oleh Sistem Pengawasan Internal/Inspektorat dan Sistem Pengawasan Eksternal (BPK). Kemampuan intelijen strategis. dan penggalangan dalam rangka mendukung pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI. Kemampuan intelijen senantiasa dibina agar mampu memiliki penginderaan dan penilaian atas perkembangan lingkungan strategis di dalam dan luar negeri termasuk kemampuan pengamatan wilayah Nusantara. dengan sasaran tercapainya kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas pokok TNI serta tugas-tugas kematraan sesuai amanat undang-undang. pengamanan.42 e. Kemampuan Intelijen. .

Kemampuan menyelenggarakan operasi militer diarahkan untuk mencegah terjadinya pelanggaran teritorial dan berbagai konflik yang dapat mengancam keutuhan NKRI dalam rangka mewujudkan stabilitas nasional. c. Kemampuan keamanan adalah kemampuan yang dimiliki TNI untuk menyelenggarakan operasi militer dalam rangka penciptaan stabilitas keamanan negara. dan di perbatasan darat serta diplomasi militer dengan militer negara sahabat dalam bentuk pelaksanaan latihan dan kerja sama lainnya. penegakan hukum di laut. Penyelenggaraan latihan gabungan TNI merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu antar Angkatan dalam rangka memelihara serta meningkatkan kesiapan operasional dan/atau kesiagaan operasional. Kemampuan . satuan pemukul strategis. udara. Kemampuan pertahanan adalah kemampuan TNI untuk menyelenggarakan operasi militer dalam sistem pertahanan negara. dan udara baik dilakukan secara gabungan maupun operasi yang dilaksanakan oleh Angkatan masing-masing. Pernika dan Nubika. Pembinaan kemampuan pertahanan senantiasa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan operasi militer di darat. Penyelenggaraan latihan dilaksanakan oleh Angkatan dengan materi latihan khas Angkatan atau latihan gabungan yang melibatkan dua Angkatan atau lebih. penyelenggaraan latihan. pertahanan wilayah. Kemampuan pertahanan ini dibina melalui pembangunan dan penggelaran kekuatan TNI. laut.43 b. Kemampuan Pertahanan. operasi khusus. Kemampuan pertahanan meliputi kemampuan pertahanan udara nasional. Kemampuan Keamanan.

memelihara. pemberdayaan masyarakat sebagai kekuatan pendukung. . dan penyelenggaraan bantuan kemanusiaan.44 ini dapat berupa penyelenggaraan operasi tempur dan operasi nontempur. Kemampuan keamanan meliputi kemampuan pengamanan. cegah dini. dan perbantuan. dan kondisi juang yang tangguh dalam rangka menciptakan. dan meningkatkan kemampuan tangkal. Kemampuan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan. penegakkan hukum. Pembinaan kemampuan keamanan diarahkan sebagai upaya mencegah terjadinya tindakan yang dapat menjadi ancaman sehingga membahayakan stabilitas keamanan negara. penyelenggaraan pelatihan dasar kemiliteran. yang dilaksanakan melalui kegiatan Bakti TNI dengan melibatkan ketiga matra. dan perlawanan wilayah terhadap berbagai perkembangan situasi dan kondisi yang dapat mengganggu stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara dengan memanfaatkan kemampuan dan potensi setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. deteksi dini. Kemampuan pemberdayaan wilayah pertahanan merupakan kemampuan TNI untuk menyiapkan ruang. alat. d. Pemberdayaan wilayah pertahanan dapat dilaksanakan melalui penyiapan potensi wilayah nasional. Penyelenggaraan operasi tempur tersebut dilaksanakan secara baik dan benar sehingga tidak berpotensi melahirkan isu terjadinya pelanggaran HAM.

operasi bersama. latihan. baik konflik yang sedang terjadi maupun pemulihan pasca konflik. kunjungan kerja antarmiliter dengan negara sahabat dalam rangka mencegah niat permusuhan dari negara lain. Kemampuan penguasaan teknologi dan industri militer disiapkan untuk membangun wawasan kemandirian. Kemampuan diplomasi militer disiapkan untuk menunjang operasi militer dan bersifat pencegahan melalui kerja sama di bidang pendidikan. baik untuk kegiatan pembinaan maupun untuk penggunaan kekuatan TNI. 2) Kemampuan Sistem Pembinaan. Kemampuan sistem pembinaan disiapkan untuk memberikan dukungan sistem pembinaan personel. . dan peranti lunak. logistik. Kemampuan Dukungan.45 e. fasilitas. Pembinaan kemampuan dukungan diarahkan untuk mendukung kegiatan pembinaan maupun penggunaan kekuatan TNI yang terdiri atas kemampuan berikut: 1) Kemampuan Diplomasi Militer. anggaran. sarana dan prasarana. sehingga TNI tidak tergantung kepada negara tertentu dan dapat memenuhi kebutuhan Alutsista maupun perlengkapan militer lainnya secara mandiri. Kemampuan diplomasi militer dapat juga dilaksanakan dalam rangka negosiasi penyelesaian konflik. 3) Kemampuan Penguasaan Teknologi dan Industri Militer.

Kemampuan komunikasi dan elektronika disiapkan untuk melaksanakan Siskomlek dan perang elektronika (Pernika). 5) Kemampuan Manajemen. Kemampuan penerangan disiapkan untuk melaksanakan transformasi penerangan TNI secara terpadu tentang kegiatan internal dan eksternal TNI dan melaksanakan kontra-opini yang merugikan serta mendiskreditkan TNI. khususnya kegiatan operasional dalam rangka pengendalian kegiatan sesuai rencana dan dinamika yang terjadi. Kemampuan penelitian dan pengembangan disiapkan untuk peningkatan dan pengembangan perangkat keras serta perangkat lunak dalam rangka mengikuti perkembangan teknologi dan penataan sistem yang dinamis. Kemampuan manajemen disiapkan untuk dapat melaksanakan kegiatan organisasi dengan menggunakan mekanisme dan prosedur baku secara teratur guna menghilangkan keragu-raguan dalam mengambil tindakan yang tepat. 7) Kemampuan Penerangan.46 4) Kemampuan Penelitian dan Pengembangan. dan efisien. 8) Kemampuan Komunikasi dan Elektronika. 6) Kemampuan Penyelenggaraan Komando dan Kendali. . Kemampuan penyelenggaraan komando dan kendali disiapkan untuk melaksanakan kegiatan. efektif.

. 14) Kemampuan perbantuan dukung tugas Pemda dan Polri. Hidro-oceanografi. untuk men- 15) Kemampuan perbantuan internasional untuk turut mewujudkan perdamaian dunia yang direkomendasi dan disupervisi oleh PBB di bawah bendera PBB. Kemampuan pengawasan pemeriksaan disiapkan untuk melaksanakan pengawasan terhadap program kerja dan kegiatan seluruh satuan jajaran TNI guna mencegah terjadinya penyimpangan dari aturan dan perundangundangan yang berlaku. 13) Kemampuan psikologi untuk menghadapi dan mengantisipasi kemajuan dari perkembangan peperangan psikologi (psychologic warefare). 12) Kemampuan untuk melaksanakan operasi bantuan kemanusiaan dan bantuan penanggulangan akibat bencana alam. Kemampuan ini yang meliputi Topografi. dan Foto udara.47 9) Kemampuan Pengawasan Pemeriksaan. Kemampuan ini untuk mencetak personel dengan kebutuhan baik kuantitas maupun kualitas. 10) Kemampuan Survei dan Pemetaan (Surta). 11) Kemampuan Lembaga Pendidikan.

Dukungan hukum baik dalam Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan penggunaan kekuatan TNI. daerah rawan konflik. Kekuatan TNI yang digelar secara kewilayahan merupakan kekuatan gabungan yang terdiri atas unsur-unsur pemukul dan . daerah rawan pelanggaran perbatasan. Kekuatan TNI yang digelar secara terpusat terdiri atas unsur-unsur pemukul strategis dan satuan khusus dari TNI AD. tetapi disesuaikan dengan perkiraan kemungkinan timbulnya ancaman sehingga gelar kekuatan TNI disusun demikian rupa agar mampu merespons dengan cepat setiap ancaman yang terjadi di seluruh wilayah NKRI dalam bentuk kekuatan terpusat dan kekuatan kewilayahan. dan pulau terluar. Gelar kekuatan TNI tidak selalu mengikuti gelar struktur organisasi administrasi pemerintahan. dengan penjelasan sebagai berikut: a. dan TNI AU disiapkan untuk melaksanakan operasi strategis di dalam dan luar negeri. penindak terhadap ancaman di daerah yang tidak dapat diatasi oleh kekuatan kewilayahan dan mampu digerakkan secara cepat ke setiap daerah konflik sesuai dengan intensitas ancaman. penggelaran kekuatan TNI diprioritaskan untuk daerah rawan keamanan. b. 31. Kekuatan Terpusat.48 16) Kemampuan Dukungan Hukum. TNI AL. Berdasarkan pertimbangan terhadap perkembangan lingkungan strategis dan kemampuan dukungan anggaran yang dapat disediakan oleh negara. Kekuatan Kewilayahan. Gelar Kekuatan.

Sementara itu. TNI AL dan TNI AU yang berada di setiap wilayah. Operasi Militer untuk Perang (OMP). Penggunaan kekuatan TNI dengan mengedepankan keterpaduan trimatra dalam rangka melaksanakan Operasi Militer untuk Perang dan Operasi Militer Selain Perang dilakukan untuk kepentingan penyelenggaraan pertahanan negara dan/atau dalam rangka mendukung kepentingan nasional sesuai dengan peraturan perundangundangan. Penggunaan kekuatan TNI pada Operasi Militer untuk Perang dilakukan setelah ada pernyataan perang yang dikeluarkan oleh Presiden melalui mekanisme pengambilan keputusan politik negara. dan tangkal dini. Penggelaran kekuatan gabungan secara kewilayahan diutamakan pada daerah rawan konflik. Penggunaan kekuatan TNI pada Operasi Militer untuk Perang merupakan jalan terakhir yang terpaksa harus dipilih setelah berbagai upaya damai dalam penyelesaian konflik antarnegara tidak .49 pendukung dari TNI AD. 33. dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Tujuan. laut dan udara. baik terhadap setiap ancaman militer maupun nonmiliter. udara antarnegara. dalam rangka tugas perdamaian dunia dilakukan sesuai dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia dan ketentuan hukum nasional. BAB VII PENGGUNAAN KEKUATAN TNI 32. cegah dini. Kekuatan kewilayahan disiapkan untuk mampu merespons secara cepat melalui penginderaan dini. Umum. daerah pelintasan laut. di darat. dan wilayah perbatasan.

serta keselamatan bangsa dan negara dari kekuatan militer negara lain yang melakukan agresi terhadap Indonesia dan/atau dalam konflik bersenjata dengan satu atau beberapa negara lain. Penggunaan kekuatan TNI untuk menghadapi ancaman kekuatan militer negara lain bersifat defensif aktif yang dijabarkan sebagai berikut: 1) Defensif Strategis. . Operasi Militer untuk Perang dilakukan untuk tujuan mempertahankan kedaulatan negara. Sasaran. membatalkan niat musuh. dan menghambat gerakan musuh atau menjebak musuh dengan tujuan mengubah perbandingan dan perimbangan kekuatan TNI menjadi lebih kuat sehingga dapat beralih kepada operasi ofensif strategis. Operasi yang bersifat Defensif Strategis mendahulukan tindakan penangkalan dan pencegahan dini yang dikembangkan untuk meniadakan. Sasaran penggunaan kekuatan TNI pada OMP adalah ter-tangkal dan terusirnya berbagai bentuk ancaman dari kekuatan militer negara lain yang melakukan agresi terhadap Indonesia dan/atau dalam konflik bersenjata dengan satu negara atau lebih.50 dapat dicapai. b. Sifat. c. keutuhan wilayah.

51 2) Ofensif Strategis. Operasi yang bersifat Ofensif Strategis menggelar kekuatan dan kemampuan pertahanan, untuk menghancurkan, melumpuhkan, mendisorganisasikan atau melemahkan kekuatan musuh di tempat asalnya ataupun saat perjalanan, serta menghindari risiko penggunaan wilayah NKRI sebagai ajang peperangan dengan strategi militer menggunakan pertahanan berlapis sebagai berikut: a) Lapis pertama. Pertahanan militer menghadang dan menghancurkan musuh di luar wilayah ZEEI. b) Lapis kedua. Pertahanan militer menghadang dan menghancurkan musuh di wilayah ZEEI. c) Lapis ketiga. Pertahanan militer menghadang dan menghancurkan musuh di wilayah laut teritorial dan perairan kepulauan (archipelagic waters) Negara Kesatuan Republik Indonesia. d) Lapis keempat. Pertahanan militer menghadang dan menghancurkan musuh di daratan. e) Lapis kelima. Perlawanan berlarut.

52 d. Daerah operasi. untuk Perang meliputi: Daerah Operasi Militer

1) Wilayah laut dan udara di atasnya mulai dari batas ZEEI ke arah luar/ laut bebas; 2) Wilayah laut dan udara di atasnya mulai batas ZEEI sampai dengan batas wilayah teritorial Indonesia; 3) Wilayah teritorial di pemukiman masyarakat sipil; luar daerah

4) Seluruh wilayah NKRI merupakan daerah operasi militer sebagai medan perang berlarut. e. Strategi. Penyelenggaraan Operasi Militer untuk Perang dirumuskan dalam bentuk Strategi Pertahanan Nusantara (SPN), yaitu strategi pertahanan yang bersifat semesta yang memadukan unsur-unsur kekuatan TNI dan seluruh sumber daya nasional dalam rangka menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. SPN merupakan pertahanan wilayah mulai dari garis batas terluar yurisdiksi nasional sampai dengan garis pantai dalam wilayah Indonesia yang didasarkan pada konsep pertahanan berlapis, pergeseran wilayah pertahanan dan pertahanan rakyat semesta. SPN diselenggarakan untuk menghadapi serangan dari luar

53 dengan wilayah pertahanan terdiri atas tiga lapis, yaitu Mandala Pertahanan Luar, Mandala Pertahanan Utama dan Mandala Pertahanan Dalam. SPN dirancang berdasarkan strategi penangkalan dan strategi pertahanan berlapis. 1) Strategi penangkalan diarahkan untuk mencegah dan membatalkan niat musuh melakukan invasi atau agresi ke wilayah atau bagian wilayah NKRI. 2) Strategi pertahanan berlapis dilaksanakan dalam bentuk operasi tempur yang disusun dalam bentuk Mandala Perang sebagai berikut. a) Mandala Pertahanan Luar. Mandala Pertahanan Luar adalah kekuatan TNI sebagai andalan awal yang digelar di Mandala Pertahanan Luar, yaitu wilayah laut dan udara di atasnya mulai dari batas ZEEI ke arah luar. b) Mandala Pertahanan Utama. Mandala Pertahanan Utama adalah kekuatan tempur sebagai andalan utama untuk memenangkan waktu dan merebut inisiatif dalam pertempuran, apabila perlu, dengan mengorbankan ruang untuk menjebak dan menghancurkan musuh. Mandala Pertahanan Utama digelar di wilayah laut dan udara di atasnya, mulai batas wilayah laut teritorial Indonesia sampai dengan ZEEI.

54 c) Mandala Pertahanan Dalam. Mandala Pertahanan Dalam adalah kekuatan TNI sebagai andalan terakhir apabila Mandala Pertahanan Luar dan Mandala Pertahanan Utama dapat ditembus musuh. Sebagai benteng terakhir, Mandala Pertahanan Dalam harus mati-matian dengan segala resiko yang harus dipikul, sesuai dengan tekad dan niat bangsa Indonesia untuk pantang menyerah, dengan kegiatan operasi dalam bentuk perang berlarut untuk mengungguli kekuatan musuh, kemudian mengusir musuh ke luar dari wilayah Indonesia. f. Pengerahan Kekuatan TNI. Pengerahan kekuatan TNI pada Operasi Militer untuk Perang dapat dilakukan di wilayah darat, laut dan udara dengan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara bersama dengan komponen bangsa lainnya melaksanakan Operasi Militer untuk Perang dalam rangka perang semesta dengan tetap berpedoman kepada prinsip pengerahan kombatan dan nonkombatan secara proporsional dan pantang menyerah sampai dapat memenangkan perang. g. Asas Perang. Asas-asas yang digunakan TNI dalam pelaksanaan operasi militer untuk perang adalah sebagai berikut:

Tujuan Operasi Militer untuk Perang yang ditetapkan TNI adalah mengalahkan atau menghancurkan kekuatan tempur serta mengusir musuh ke luar dari wilayah Indonesia.55 1) Asas Tujuan. Tindakan keamanan harus senantiasa dilakukan terhadap kegiatan. dan personel dengan tujuan untuk mencegah musuh dapat memperoleh keuntungan. Kekuatan dan penguatan dipusatkan pada daerah operasi dan sasaran tertentu untuk menjamin penyelesaian tugas dalam ruang dan waktu yang ditentukan. 2) Asas Mobilitas. Kemampuan mobilitas diperlukan untuk melaksanakan tugas secara responsif. informasi. Asas mobilitas menetapkan satuan TNI untuk tidak mempertahankan medan operasi secara statis. menjamin kebebasan bertindak. tetapi mampu memproyeksikan kekuatan dari satu daerah ke daerah lain guna mendapatkan keunggulan strategis. mengembangkan hasil yang dicapai. alat utama dan sistem persenjataan. . kemudian melanjutkan tugas pada tahap operasi selanjutnya secara bertahap guna memperoleh keunggulan di setiap tahap. Tugas-tugas TNI harus dilaksanakan secara terukur mengarah pada pencapaian tujuan sesuai penahapan sasaran yang jelas serta realistis. dan mencegah kehancuran pasukan sendiri. 4) Asas Keamanan. 3) Asas Pemusatan.

dan cara-cara yang tidak diharapkan oleh musuh sehingga dapat mengubah imbangan daya tempur. 8) Asas Pendadakan. 6) Asas Informasi. tempat. mempercepat adaptasi terhadap setiap perubahan. Tindakan pendadakan dilaksanakan dengan mempertimbangkan faktor waktu.56 5) Asas Kedalaman. efektif dan efisien sehingga pada tempat yang tepat dapat dikerahkan kekuatan secara tepat dan menentukan dilaksanakan dengan mempertimbangkan faktor waktu. dan cara-cara yang tidak diharapkan oleh musuh sehingga dapat mengubah imbangan daya tempur. serta senantiasa membina dan mengembangkan kesadaran masyarakat untuk melakukan respons dan lapor cepat. Segala faktor harus diperhitungkan dengan cermat. tempat. 7) Asas Penghematan. Asas kedalaman yang diwujudkan dalam penetapan daerah operasi dan penggelaran kekuatan secara berlapis-lapis dilaksanakan untuk menjamin penyelenggaraan pertahanan negara secara berkelanjutan. Dalam perang harus dipertimbangkan penggunaan kekuatan secara proporsional. . Memonitor setiap perkembangan dan situasi serta kondisi yang aktual dan melaporkan informasi secara dini.

dan waktu. kerahasiaan mutlak diperlukan mulai dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan guna memberikan pendadakan sehingga dapat merebut inisiatif. Keunggulan moral merupakan faktor penentu keberhasilan tugas. latihan yang keras. Pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi yang relatif cepat berubah. dukungan yang memadai dan prosedur operasional yang jelas. 13) Asas Kesemestaan. semangat juang pantang menyerah. . 12) Asas Keunggulan Moral. ruang. Semangat pantang menyerah dimaksudkan untuk tetap melakukan perlawanan terhadap kekuatan bersenjata musuh sampai memperoleh kemenangan. 11) Asas Kerahasiaan. 10) Asas Kekenyalan. Perang terikat pada satu tujuan. kesatuan komando mutlak diperlukan. dilandasi motivasi yang kuat. Dalam penyelenggaraan perang dilaksanakan dengan mengerahkan segenap potensi nasional. hubungan atasan dan bawahan yang kohesif. Dalam pelaksanaan perang. pembagian/pemisahan dalam sasaran sehingga diperlukan pengendalian baik terpusat atau desentralisasi pelaksanaan.57 9) Asas Kesatuan Komando. Dalam pelaksanaan perang.

17) Asas Manuver. semangat ofensif harus senantiasa tertanam kuat dalam setiap pelaksanaan operasi militer. . Prinsip dasar bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman atau lawan yang lebih besar sekalipun adalah semangat dan motivasi untuk tidak boleh terhenti sebelum mencapai keberhasilan yang didasari oleh semangat pantang menyerah. Oleh karena itu. dan perintah yang tegas untuk menjamin bahwa perintah yang diberikan dapat dimengerti. perencanaan yang sederhana. 15) Asas Ofensif. Operasi secara massal dapat dilakukan dengan menyinkronisasikan dan mengintegrasikan secara tepat semua kemampuan yang dimiliki pasukan gabungan sehingga dalam waktu singkat dapat diperoleh hasil yang menentukan. Kesederhanaan dilaksanakan dengan menyiapkan rencana yang jelas. Manuver merupakan gerakan pasukan untuk menempatkan musuh pada posisi yang tidak menguntungkan baginya melalui fleksibilitas dalam mengaplikasikan daya tempur yang dimiliki. Tindakan ofensif merupakan cara yang paling efektif dan menentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara jelas.58 14) Asas Tidak Mengenal Menyerah. 16) Asas Massal. 18) Asas Kesederhanaan.

Pelaksanaan perang harus didasari oleh keutuhan dan kesatuan ideologi dan politik karena keanekaragaman ideologi dan politik hanya akan membawa perpecahan dan perpecahan akan selalu berujung pada kehancuran. Namun. Pengendalian merupakan suatu kegiatan pengerahan dan penggunaan kekuatan TNI yang dilaksanakan secara bijak. dalam rangka mendukung tujuan strategis. 20) Asas Ketekunan/Kekerasan Hati. Pelaksanaan operasi militer yang dilaksanakan oleh TNI sudah berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku dan keputusan politik negara. sesuai dengan kebutuhan.59 19) Asas Pengendalian. 22) Asas Perlawanan Teratur Secara Terus Menerus (asas perlawanan secara berlanjut). perjuangan melalui perlawanan yang gigih dan menentukan harus dapat dijaga keberlanjutannya sampai mencapai tujuan. 23) Asas Keutuhan dan Kesatuan Ideologi dan Politik. Perang yang dilaksanakan oleh TNI harus dapat diselesaikan secara cepat untuk menghindari penderitaan rakyat yang besar dan berkelanjutan. 21) Asas Legitimasi. apabila perang tidak dapat diselesaikan secara singkat. Ketekunan merupakan suatu kegiatan secara terukur dari aplikasi kemampuan TNI untuk melaksanakan perang berlarut. .

Sifat. Operasi Militer Selain Perang dilaksanakan oleh TNI bersifat sebagai berikut: yang . Tujuan. menjaga keselamatan bangsa dan negara. Operasi Militer Selain Perang dilakukan TNI secara aktif dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. Sasaran penggunaan kekuatan TNI pada OMSP adalah teratasinya berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dan terlaksananya tugas-tugas yang dibebankan kepada TNI. Penggunaan kekuatan TNI pada Operasi Militer Selain Perang dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sasaran. Operasi Militer Selain Perang (OMSP). 34. Operasi militer yang dilaksanakan oleh TNI dapat berbentuk operasi tempur atau operasi nontempur dalam rangka membantu pemerintah atau tugas perdamaian dunia di bawah naungan PBB dengan pertimbangan sebagai berikut: a.60 Keutuhan dan kesatuan ideologi dan politik harus berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 yang telah diyakini kebenarannya dan telah teruji sepanjang waktu. c. serta membantu meningkatkan kesejahteraan umum. b.

pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (Search and Rescue). Strategi. Operasi nontempur yang dilaksanakan TNI dalam rangka OMSP ditujukan untuk membantu pemerintah dalam upaya memberdayakan wilayah pertahanan. Daerah Operasi. Penggunaan kekuatan TNI dalam OMSP memadukan unsur-unsur kekuatan TNI dan seluruh . dan kekerasan bersenjata lainnya. membantu Kepolisian Negara. membantu tugas pemerintah di daerah.61 1) Operasi tempur. d. baik yang dilaksanakan oleh TNI maupun dilaksanakan oleh institusi lain yang dibantu oleh TNI. konflik komunal. dengan prinsip menghentikan kekerasan bersenjata untuk menghindari korban yang lebih besar. antara lain: aksi terorisme. baik di dalam negeri maupun dalam rangka misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB. Penyelenggaraan OMSP dirumuskan dalam bentuk operasi. e. 2) Operasi nontempur. Operasi tempur yang dilaksanakan oleh TNI dalam rangka OMSP baik berdiri sendiri maupun terpadu dengan lembaga lain ditujukan untuk mengatasi kekerasan bersenjata. Daerah operasi dalam Operasi Militer Selain Perang meliputi seluruh wilayah NKRI atau di luar wilayah NKRI disesuaikan dengan jenis dan macam operasi yang dilaksanakan oleh TNI. menanggulangi akibat bencana alam. pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan.

f. g. Asas Operasi Militer Selain Perang.62 sumber daya nasional dalam rangka mengatasi gangguan dan ancaman yang mengancam kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Pengerahan Kekuatan TNI. 1) Asas Tujuan. sifat. 2) Asas Kesatuan Komando dan Pengendalian. Pengerahan kekuatan TNI dalam OMSP menggunakan kekuatan terpusat dan/atau kekuatan kewilayahan terdiri atas satu matra atau lebih yang dilaksanakan secara efektif dan efisien disesuaikan dengan bentuk. Setiap penyelenggaraan operasi harus memiliki rumusan tujuan/sasaran yang jelas sehingga tidak menimbulkan keraguan dalam pencapaian tugas pokok. Seluruh kegiatan operasi yang dilaksanakan dalam kerangka OMSP berada di bawah satu komando/penanggungjawab dari institusi negara yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. . dan macam operasi serta tingkat permasalahan yang dihadapi.

5) Asas Keterpaduan. 4) Asas Legitimasi. Legitimasi diartikan bahwa pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang yang dilaksanakan oleh TNI sudah berdasar peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan keputusan politik negara. Asas keamanan diterapkan mulai proses perencanaan. . Pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi yang relatif cepat berubah. dan keterpaduan dalam kesatuan dan dukungan. Dalam Operasi Militer Selain Perang harus dipertimbangkan penggunaan kekuatan secara ekonomis.63 3) Asas Keamanan. koordinasi yang tepat. 7) Asas Kekenyalan. Karena Operasi Militer Selain Perang merupakan operasi yang melibatkan institusi di luar TNI. pelaksanaan sampai dengan pengakhiran operasi dengan tujuan untuk menghindari kegagalan dalam pelaksanaan OMSP. oleh karena itu diperlukan adanya persamaan persepsi. Segala faktor harus diperhitungkan dengan cermat sehingga pada pelaksanaannya dapat dikerahkan kekuatan secara efektif dan efisien. 6) Asas Penghematan.

latihan yang keras. semangat juang pantang menyerah. Keunggulan moral merupakan faktor penentu keberhasilan tugas.64 8) Asas Keunggulan Moral. Dalam penyelenggaraan perang dilaksanakan dengan mengerahkan segenap potensi nasional. penting untuk dipahami hubungan antara sipil dan militer pada setiap tingkatan guna menghindari gesekan/hal-hal yang tidak perlu dan kontraproduktif. hubungan atasan dan bawahan yang kohesif. Asas ini ditujukan untuk memperoleh kesatuan upaya dalam setiap operasi yang dilaksanakan. . 10) Asas Tidak Mengenal Menyerah. 9) Asas Kesemestaan. dilandasi motivasi yang kuat. Karena OMSP tidak selalu dilaksanakan pada skala satuan kecil. Penetapan ini akan mendorong seorang komandan pasukan untuk mencari bentuk kerja sama yang dapat mewujudkan kesatuan upaya dalam rangka mencapai tujuan. Prinsip dasar bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman atau lawan yang lebih besar sekalipun adalah semangat dan motivasi untuk tidak boleh terhenti sebelum mencapai keberhasilan yang didasari oleh semangat pantang menyerah. 11) Asas Kesatuan Upaya. Semangat pantang menyerah dimaksudkan untuk tetap melakukan perlawanan terhadap kekuatan bersenjata musuh sampai memperoleh kemenangan. dukungan yang memadai dan prosedur operasional yang jelas.

dan kedudukan TNI dalam pengelolaan sistem pertahanan negara yang diatur dalam Doktrin TNI dalam rangka pelaksanaan pembinaan dan penggunaan TNI secara terarah. Pengerahan pasukan dilakukan secara bijaksana dengan menerapkan prinsip proporsionalitas. 36. Dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militer. TNI Angkatan Laut. Tataran kewenangan.65 12) Asas Proporsional. 13) Asas Pembatasan. dan daerah tempat operasi akan dilaksanakan serta musuh yang dihadapi. BAB VIII TATARAN KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB 35. TNI terdiri atas TNI Angkatan Darat. terkoordinasi. Asas proposional mengatur pengerahan kekuatan militer yang harus sesuai dengan kebutuhan dari aspek macam. dan terkendali. Kedudukan TNI dalam Pengelolaan Sistem Pertahanan Negara. teratur. Umum. sesuai dengan kebutuhan. TNI berkedudukan di bawah Presiden. jenis. sedangkan kebijakan dan strategi pertahanan serta dukungan administrasi. dan TNI Angkatan Udara yang melaksanakan . 14) Asas Keteguhan. tanggung jawab. Asas ini menjelaskan persiapan yang terukur dalam mengaplikasikan penggunaan kemampuan militer secara berlarut untuk mendukung pencapaian tujuan strategis. Asas Pembatasan mengatur penggunaan kekuatan militer secara bijaksana. TNI berada di bawah koordinasi Departemen Pertahanan.

Sebagaimana diatur oleh undangundang. Dalam menetapkan kebijakan umum Presiden mendapat masukan dari suatu lembaga yang memberikan pertimbangan. Pengelolaan sistem pertahanan negara merupakan kewenangan dan tanggung jawab Presiden RI. Panglima TNI berwenang dan . Panglima TNI menyelenggarakan perencanaan strategis militer. memelihara. dan Panglima TNI. Dalam pengelolaan sistem pertahanan negara Presiden menetapkan kebijakan umum pertahanan negara meliputi upaya membangun.66 tugasnya secara matra atau gabungan di bawah pimpinan Panglima TNI dan tiap-tiap Angkatan mempunyai kedudukan sama dan sederajat. pembinaan profesionalisme. Panglima TNI. Presiden RI. Menteri Pertahanan. penyelenggaraan dan pengawasan sistem pertahanan negara. operasi militer. Menteri Pertahanan. dan mengembangkan segenap komponen pertahanan negara secara terpadu dan terarah. dan kekuatan militer serta memelihara kesiagaan operasional. pengelolaan Sistem Pertahanan Negara diamanatkan kepada Presiden. dengan penjelasan sebagai berikut: a. c. b. Kebijakan umum pertahanan negara selanjutnya akan menjadi acuan bagi perencanaan. Menteri Pertahanan membantu Presiden RI dalam merumuskan kebijakan umum pertahanan negara dan menetapkan kebijakan tentang penyelenggaraan pertahanan negara berdasarkan kebijakan umum yang ditetapkan Presiden RI. Berdasarkan keputusan politik negara. penilaian dan penelaahan tentang pertahanan negara.

Tataran Kewenangan dan Tanggung Jawab dalam Pembinaan TNI. Wewenang dan tanggung jawab pembinaan kekuatan TNI sepenuhnya berada pada Panglima TNI. Panglima TNI mendelegasikan wewenang pembinaan matra kepada Kepala Staf Angkatan dalam pembinaan Angkatan. Kesiagaan operasional adalah aspek yang senantiasa harus dikembangkan dan dimantapkan sehingga dapat diperoleh kondisi yang andal dan selalu siap ditugaskan di lingkungan tugas dalam kondisi apapun. Pembinaan dilakukan sesuai dengan sistem dan metode pembinaan dan penyiapan operasional TNI dengan acuan utama adalah penguasaan kemampuan pokok TNI. keamanan. pemberdayaan wilayah pertahanan. 37. Wewenang dan tanggung jawab pembinaan kekuatan TNI meliputi macam dan bentuk sebagai berikut: 1) Kesiagaan Operasional. . Wewenang dan tanggung jawab dalam pembinaan TNI diatur sebagai berikut: a.67 bertanggung jawab dalam penggunaan segenap komponen pertahanan dalam penyelenggaraan Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). pertahanan. dan kemampuan dukungan. yaitu kemampuan intelijen. b. Wewenang dan tanggung jawab pembinaan kemampuan pada tingkat kesiagaan operasional berada pada Panglima TNI. Panglima TNI bertanggung jawab kepada Presiden dalam penggunaan komponen pertahanan negara dan bekerja sama dengan Menteri Pertahanan RI dalam pemenuhan kebutuhan TNI.

Tataran Kewenangan dan Tanggung Jawab dalam Penggunaan Kekuatan TNI. Wewenang dan tanggung jawab dalam menentukan kekuatan TNI yang digelar secara kewilayahan dan terpusat berada pada Panglima TNI sesuai dengan kebijakan yang diatur oleh sistem pertahanan negara. Panglima TNI dapat mendelegasikan kewenangannya kepada Kepala Staf Angkatan dalam menjabarkan rencana dan program penggelaran kekuatan TNI.68 2) Kesiapan Operasional. Wewenang dan tanggung jawab pembinaan kemampuan pada tingkat kesiapan operasional matra berada pada Kepala Staf Angkatan yang dilakukan sesuai dengan sistem dan metode pembinaan dan penyiapan operasional TNI. 38. . Wewenang dan tanggung jawab pengerahan kekuatan TNI berada pada Presiden selaku pemegang kekuasan tertinggi atas Angkatan Darat. dan Angkatan Udara. Tanggung jawab penggunaan kekuatan TNI berada pada Panglima TNI. Tataran kewenangan penggunaan kekuatan TNI secara hierarkis diurutkan sebagai berikut: a. Dalam penggunaan kekuatan TNI Panglima bertanggung jawab kepada Presiden RI. 3) Gelar Kekuatan. b. Angkatan Laut.

Penggunaan kekuatan TNI dalam rangka melaksanakan Operasi Militer untuk Perang dilakukan untuk kepentingan penyelenggaraan pertahanan negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penggunaan kekuatan TNI dalam rangka melaksanakan Operasi Militer Selain Perang dilakukan untuk kepentingan penyelenggaraan pertahanan negara dan/atau dalam rangka mendukung kepentingan nasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan. e. Kepala Staf Angkatan mempunyai wewenang dan tanggung jawab penyiapan kekuatan sesuai matra untuk menjamin terlaksananya tugas TNI. Wewenang dan tanggung jawab penggunaan segenap komponen pertahanan negara berada pada Panglima TNI yang dilakukan dengan menyelenggarakan perencanaan strategi dan operasi militer serta pembinaan profesi dan pembinaan kekuatan militer sesuai peraturan perundang-undangan. baik kekuatan terpusat maupun kekuatan kewilayahan.69 c. Penggunaan kekuatan TNI dalam rangka tugas perdamaian dunia dilakukan sesuai dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia dan ketentuan hukum nasional. . d. h. f. g. Kepala Staf Angkatan memantau secara terus menerus dan siap selalu memberikan dukungan kekuatan yang dibutuhkan.

Kepala Staf Angkatan bertanggung jawab terhadap kesiapan operasional seluruh unsur di Angkatan masing-masing.70 39. penentuan sasaran. Komando dan pengendalian dalam penggunaan kekuatan TNI meliputi kegiatan pengorganisasian. 3) Komando Utama Operasional TNI berada pada Panglima TNI. pengendalian dalam pe- 1) Pernyataan tingkat keadaan damai atau perang untuk sebagian atau seluruh wilayah NKRI berada di tangan Presiden dengan persetujuan DPR. baik untuk kekuatan terpusat maupun kekuatan kewilayahan. Komando dan nyelenggaraan OMP. memegang kendali semua unsur TNI dan penggunaan segenap komponen pertahanan negara lainnya. Panglima TNI bertanggung jawab terhadap kesiagaan operasional seluruh unsur TNI. Komando dan Pengendalian. dan pengawasan sumber daya yang diberikan serta memimpin dengan kewenangan yang dimiliki agar tugas operasi dapat terlaksana sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. 4) Kepala Staf Angkatan membantu Panglima TNI dan memberikan dukungan kekuatan yang dibutuhkan. Kewenangan dan tanggung jawab penggunaan kekuatan TNI baik dalam rangka OMP maupun OMSP berada pada Panglima TNI. pemberian tugas. . a. 2) Komando tertinggi dalam penyelenggaraan OMP berada pada Presiden dibantu Panglima TNI. pengendalian.

Komando dan penyelenggaraan OMSP. b. Kepala Staf Angkatan bertanggung jawab terhadap kesiapan operasional seluruh unsur di Angkatan masing-masing. Panglima TNI bertanggung jawab terhadap kesiagaan operasional seluruh unsur TNI. 5) Kendali Operasional terhadap unsur/ satuan/komando pelaksana yang terlibat dalam OMSP dilaksanakan sesuai dengan bentuk. macam. 2) Komando Utama Operasional TNI berada pada Panglima TNI. 3) Kepala Staf Angkatan memantau secara terus-menerus dan memberikan dukungan kekuatan yang dibutuhkan. 4) Komando Operasional TNI berada pada Pangkotamaops/Pangkogas/Pangkoops yang ditunjuk sebagai pelaksana operasi. baik untuk kekuatan terpusat maupun kekuatan kewilayahan. . memegang kendali terhadap unsur TNI yang terlibat dalam penyelenggaraan OMSP.71 5) Komando operasional TNI berada pada Pangkotamaops/Pangkogas/Pangkoops yang ditunjuk sebagai pelaksana operasi. dan sifat operasi yang dilaksanakan. pengendalian dalam 1) Pernyataan tingkat keadaan darurat untuk sebagian atau seluruh wilayah NKRI berada di tangan Presiden dengan persetujuan DPR.

teknis. Doktrin Tridek sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/2/I/2007 tanggal 12 Januari 2007 dinyatakan tidak berlaku. Autentikasi Kepala Setum TNI Panglima TNI Cap/tertanda M. dan administratif sesuai dengan stratifikasi doktrin di lingkungan TNI. Hal-hal yang tercantum dalam Doktrin TNI ini merupakan pokok-pokok kebijakan tentang peran. fungsi. 42. Dengan berlakunya Doktrin Tridek ini. dan tugas pokok dalam pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI sekaligus menjadi pedoman dalam penyusunan Doktrin dan buku-buku petunjuk pada tingkat operasional. 41.72 BAB IX PENUTUP 40. taktis. Rusdi Zaini Brigadir Jenderal TNI Djoko Santoso Jenderal TNI . Pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalam doktrin ini harus dipedomani dan diberlakukan secara tepat.

4. keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. 2. . bombardemen. keutuhan wilayah. tindakan suatu negara yang mengizinkan penggunaan wilayahnya oleh negara lain untuk melakukan agresi ke wilayah NKRI dan pengiriman kelompok bersenjata untuk melakukan kekerasan di wilayah NKRI. serta keberadaan atau tindakan unsur kekuatan bersenjata asing dalam wilayah NKRI yang bertentangan dengan ketentuan atau perjanjian yang disepakati. Ancaman Militer adalah ancaman yang dilakukan oleh militer suatu negara kepada NKRI. Ancaman Nonmiliter adalah ancaman yang bukan berasal dari militer suatu negara. 3. laut dan udara. keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. dan keselamatan segenap bangsa dalam bentuk atau caracara antara lain invasi. serangan bersenjata terhadap unsur satuan darat. baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai mengancam atau membahayakan kedaulatan negara. Ancaman adalah setiap upaya dan kegiatan. namun dapat mengancam kedaulatan negara.73 TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR Sublampiran A Lampiran Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/45/VI/2010 Tanggal 15 Juni 2010 DAFTAR PENGERTIAN 1. blokade sebagian atau seluruh wilayah NKRI. Agresi adalah penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara.

.74 5. sama) yang berarti tidak setangkup atau tidak sama. 6. petuah. Diplomasi Angkatan Laut adalah fungsi diplomasi sesuai kebijakan politik luar negeri yang melekat pada peran Angkatan Laut secara universal sesuai dengan kebiasaan internasional. nasehat. Ancaman Bersenjata adalah ancaman yang datangnya dari gerakan kekuatan bersenjata. 10. Dalam konteks pengertian militer. 8. Asas adalah dasar tumpuan berpikir atau berpendapat. (Asymmetry). 9. Aktor Nonnegara adalah orang atau kelompok yang berbuat tidak atas nama suatu negara. asimetris diartikan sebagai suatu kondisi yang tidak seimbang. serta sudah menjadi sifat dasar dari setiap kapal perang suatu negara yang berada di negara lain memiliki kekebalan diplomatik dan kedaulatan penuh. contohnya kelompok (kecil) teroris atau pemberontak bersenjata melakukan berbagai tindakan yang mengancam keselamatan jiwa warga negara atau kepentingan suatu negara. merupakan kata benda bentukan dari kata sifat ”simetri” (setangkup. 7. Misalnya pengertian dari ancaman asimetris adalah suatu ancaman yang dilakukan oleh lawan yang memiliki imbangan daya tempur yang tidak sama. segala sesuatu yang dinasehatkan. Asimetris. Ajaran adalah segala sesuatu yang diajarkan.

15. Fungsi adalah sekelompok jenis pekerjaan. keluwesan. kekuatan intelijen. 16. 13. ketidakcanggungan.75 11. . kegiatan dan upaya yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk melaksanakan segi-segi tertentu dari suatu tugas pokok. prinsip. Doktrin adalah ajaran. Gerakan Bersenjata adalah gerakan sekelompok warga negara suatu negara yang bertindak melawan pemerintahan yang sah dengan melakukan perlawanan bersenjata. 12. kekuatan bantuan administrasi. asas. konsepsi yang bersifat mendasar berdasarkan hasil pemikiran terbaik yang mengalir dari teori dan pengalaman untuk diajarkan serta digunakan sebagai pedoman dalam tata kehidupan bangsa dan negara yang bersifat konsepsional falsafi sampai dengan yang bersifat operasional implementatif pada kurun waktu tertentu. Fleksibilitas adalah penyesuaian diri secara mudah dan cepat. kenyataan yang sebenarnya (sesungguhnya). kekuatan teritorial dan kekuatan cadangan yang digelar pada daerah operasi tertentu dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman nyata lawan. Gelar Kekuatan adalah sejumlah kekuatan TNI yang terdiri atas kekuatan tempur. 14. kekuatan bantuan tempur. Hakikat adalah intisari atau dasar.

24. Invasi adalah hal atau perbuatan memasuki wilayah negara lain dengan mengerahkan angkatan bersenjata dengan maksud menyerang atau menguasai negara tersebut. seperti hak untuk hidup. hak untuk memiliki. 22. suku. 23. agama. 19. 21. pernyataaan cita-cita. tujuan. semangat. prinsip atau maksud sehingga garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. penyerbuan ke wilayah negara lain. 20. Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar perencanaan. hak untuk mengeluarkan pendapat 18. Ideologi Negara adalah Pancasila. Konflik Horizontal/Konflik Komunal adalah konflik yang terjadi antar kelompok. hak kemerdekaan. Konflik Vertikal adalah konflik yang terjadi antara kelompok masyarakat tertentu dengan pemerintah. . lahir dan berjuang bersama rakyat demi membela kepentingan negara. dan daya gerak dari dalam yang secara lahiriah ditunjukkan melalui proses perjuangan bangsa dimana TNI merupakan bagian dari rakyat. Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang dilindungi secara internasional (yaitu deklarasi PBB Declaration of Human Rights).76 17. ras atau golongan dalam komunitas masyarakat tertentu. Konflik adalah perselisihan antara dua kekuatan atau lebih yang disebabkan oleh keinginan yang saling bertentangan sehingga mempengaruhi tingkah laku. dalam melaksanakan suatu pekerjaan kepemimpinan dan cara bertindak. Jati Diri TNI adalah identitas TNI yang meliputi jiwa.

Nonlinier. Konstitusi adalah segala ketentuan dan aturan mengenai ketatanegaraan. . Tugas defensif diserahkan kepada komando pertahanan wilayah. medan perang (theater) wilayah negara dan sekitarnya yang langsung terlibat dalam peperangan.77 25. sesuai dengan kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan operasi. gerak perubahan yang terjadi di antara warga masyarakat. Militer adalah kekuatan angkatan perang dari suatu negara yang diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. operasi atau tindakan tersebut dilakukan secara simultan dan ditujukan pada banyak sasaran di tempat dan waktu yang tak terduga. Kerusuhan Sosial adalah konflik komunal atau konflik vertikal dan/atau perpaduan keduanya yang terjadi secara luas sehingga mengganggu stabilitas nasional. Mandala Operasi adalah sebagian dari mandala perang yang perlu bagi operasi militer yang bersifat ofensif. gerakan berpindah-pindah. aksi. undang-undang dasar. 31. 28. 26. Dalam pengertian militer. Mobilitas adalah kesiapsiagaan untuk bergerak. 30. 29. Mandala adalah lingkungan. aksi. Batas-batasnya ditentukan oleh Panglima TNI. operasi atau tindakan yang tidak memiliki tahapan yang jelas. daerah. 27. baik secara fisik maupun secara sosial. kata nonlinier diartikan sebagai suatu rencana. Rencana.

tetapi untuk tugas-tugas lain seperti mengatasi gerakan separatis bersenjata. yang didahului dengan adanya pernyataan perang dan tunduk pada hukum perang internasional.78 32. mengatasi aksi terorisme. dan/atau dalam konflik bersenjata dengan suatu negara lain atau lebih. mengamankan wilayah perbatasan. pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan dan membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan. Operasi Militer Selain Perang adalah operasi militer yang dilaksanakan bukan dalam rangka perang dengan militer negara lain. 33. . Operasi Militer adalah wujud dari pengerahan dan penggunaan yang meliputi kegiatan terencana yang dilaksanakan oleh satuan militer dengan sasaran. Operasional adalah segala usaha. untuk melawan kekuatan militer negara lain yang melakukan agresi terhadap Indonesia. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. memberdayakan wilayah pertahanan. penanggulangan bencana alam. mengatasi pemberontakan bersenjata. tempat dan dukungan logistik yang telah ditetapkan sebelumnya melalui perencanaan terinci. mengamankan tamu negara setingkat Kepala Negara dan Perwakilan Pemerintah Asing yang berada di Indonesia. 35. melaksanakan tugas perdamaian dunia. kegiatan dan tindakan yang dilakukan secara fisik yang terpimpin dan terarah pada suatu tujuan tertentu. membantu tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis. waktu. Operasi Militer untuk Perang adalah segala bentuk pengerahan dan penggunaan kekuatan TNI. membantu tugas pemerintah di daerah. 34.

sistem dan metode secara efektif dan efisien mencakup tujuan untuk memperoleh hasil yang diharapkan secara maksimal dan berhasil guna. pengerahan. petunjuk. sehingga menjadi lebih baik. 39. penyusunan. 38.79 36. tetapi untuk tugas-tugas kemanusiaan. keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. . 37. 41. menanggulangi akibat bencana alam dan untuk kepentingan nasional lainnya. Operasi Tempur adalah operasi militer untuk melawan/menghadapi kekuatan militer dan/atau kekuatan bersenjata. Pembinaan adalah segala usaha dan kegiatan yang dilakukan berhubungan dengan perencanaan. penggunaan serta pengendalian atau program pelaksanaan sesuai ketentuan. Pembinaan Kekuatan adalah upaya mengubah dan membangun ketangguhan dan kemampuan operasional secara bertahap dan berlanjut sehingga menjadi lebih baik. norma. Operasi Nontempur adalah operasi militer yang dilaksanakan bukan dalam rangka melawan/menghadapi kekuatan militer dan atau kekuatan bersenjata. Pembinaan Kemampuan adalah upaya mengubah atau membangun kecakapan dan/atau kesanggupan melaksanakan kegiatan secara bertahap dan berlanjut. 40. Pertahanan Negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara. pembangunan.

Prinsip adalah kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir maupun bertindak. subyek dan obyeknya relatif terbatas.80 42. 49. instalasi air. Perang Saudara adalah perang antara dua kekuatan dl satu bangsa atau satu Negara. Perang Terbatas adalah bentuk perang yang mempunyai tujuan terbatas. metode. 44. Siap Operasional adalah kondisi kemampuan satuan yang sudah siap dioperasikan dengan menggunakan daya tempur secara terpadu dan efektif (terpadu antarcabang) dan telah dilengkapi dengan bekal satuan secara terbatas untuk penugasan dalam lingkungan yang terbatas. 47. 48. 43. listrik dan telepon beserta fasilitas sarana dan prasarana pendukung lainnya. jaringan jalan. kemampuan dan gelar kekuatan TNI sesuai dengan kondisi geografis dan strategi pertahanan. alat. Postur TNI adalah wujud penampilan TNI yang tercermin dari keterpaduan kekuatan. . Siaga Operasional adalah kondisi kemampuan satuan yang telah siap siaga setiap saat untuk dilibatkan dalam operasi gabungan dan telah dipersiapkan dengan dukungan logistik pelayanan dan unsur angkutan dari basis ke daerah operasi secara terpadu antar Angkatan. 46. 45. perumahan. Potensi adalah suatu kemampuan yang mempunyai kemungkinan bisa dikembangkan menjadi nyata atau aktual. Pangkalan adalah segala fasilitas militer yang meliputi bangunan perkantoran. karena itu ruang. pergudangan.

Supremasi Sipil adalah kekuasaan politik yang dimiliki atau melekat pada pemimpin negara yang dipilih rakyat melalui hasil pemilihan umum sesuai dengan asas demokrasi. 55.81 50. ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dalam perang. dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain. 51. Supremasi sipil dalam hubungannya dengan TNI berarti bahwa TNI tunduk pada setiap kebijakan dan keputusan politik yang ditetapkan Presiden melalui proses mekanisme ketatanegaraan. dan seluruh wilayah negara dalam usaha pertahanan negara. 52. Separatisme adalah paham atau gerakan untuk memisahkan diri (mendirikan negara sendiri) 54. dalam kondisi yang menguntungkan. Tridarma Ekakarma adalah Pengabdian Tiga Matra TNI untuk Satu Tujuan Nasional. Semesta adalah pengikutsertaan seluruh warga negara. pemanfaatan seluruh sumber daya nasional. Separatis adalah orang (golongan) yang menghendaki pemisahan diri dari suatu persatuan. atau mengakibatkan . Strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai. 53. golongan (bangsa) untuk mendapat dukungan. Teror adalah tindak kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. 56.

penglihatan. apa yang tampak dalam khayalan. Autentikasi Kepala Setum TNI Panglima TNI Cap/tertanda M. pengamatan.82 kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional. 59. seluruh rakyat mempunyai hak/kewajiban yang sama mengenai perjuangan bangsa. kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan. praktik tindakan teror. 58. Rusdi Zaini Brigadir Jenderal TNI Djoko Santoso Jenderal TNI . 57. Visi adalah Kemampuan untuk melihat pada inti persoalan. Tugas Pokok adalah Sasaran utama yang dibebankan kepada organisasi untuk dicapai. Terorisme adalah Penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik). pandangan atau wawasan ke depan.

Bahwa saya akan taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan. Parama b.83 TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR Sublampiran B Lampiran Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/45/VI/2010 Tanggal 15 Juni 2010 KODE ETIK TNI 1. Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. c. . d. Bahwa saya akan menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada tentara dan Negara Republik Indonesia. Demi Allah/Demi Tuhan/Om Atah Wisesa/Demi Sang Hyang Adhi Budha Saya Bersumpah/berjanji: a. Bahwa saya akan tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan. Sumpah Prajurit. e. Bahwa saya akan memegang segala rahasia tentara sekeras-kerasnya.

b. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia. setia dan menepati janji serta Sumpah Prajurit.84 2. c. kebenaran dan keadilan. serta membela kejujuran. yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mengutamakan keperwiraan di dalam melaksanakan tugas. a. patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan prajurit. adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia. f. Sapta Marga. serta senantiasa siap sedia berbakti kepada negara dan bangsa. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia. d. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia. pendukung serta pembela Ideologi Negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah. g. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia. memegang teguh disiplin. e. Kami Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila. Kami Kesatria Indonesia. Kami Patriot Indonesia. .

bersendikan: 1) 2) 3) b. h. a. Senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaannya. Bersikap sopan santun terhadap rakyat. Bakti. Menjunjung tinggi kehormatan wanita. artinya Perwira TNI berbuat luhur. Delapan Wajib TNI. e. a. Tidak sekali-kali merugikan rakyat. Memiliki sifat-sifat kesederhanaan. 4. b. c. Ketuhanan Yang Maha Esa. . d. f. Bersikap ramah tamah terhadap rakyat. Tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat. Menjaga kehormatan diri di muka umum. artinya Perwira TNI berbakti untuk: 1) Mendukung cita-cita nasional. Kode Etik Perwira “Budhi Bakti Wira Utama”. Membela kebenaran dan keadilan. Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.85 3. g. Budhi.

2) 3) nya. Autentikasi Kepala Setum TNI Panglima TNI Cap/tertanda M. Pemimpin (soko guru) dari bawahannya. artinya Perwira TNI adalah Kesatria: 1) Memegang teguh kesetiaan dan ketaatan. Berani bertanggungjawab atas tindakan- Utama. 3) Menjunjung tinggi kebudayaan Indonesia. Wira. c. d. artinya Perwira TNI adalah: 1) Penegak perikemanusiaan. Rusdi Zaini Brigadir Jenderal TNI Djoko Santoso Jenderal TNI . 4) Setiap saat bersedia membela kepentingan nusa dan bangsa guna mencapai kebahagiaan Rakyat Indonesia.86 2) Mencintai kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia. persaudaraan dan 2) Menjunjung tinggi nama dan kehormatan Korps Perwira TNI.

yaitu tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Takwa. Ing Madya Mangun Karsa. yaitu ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah. Nilai kepemimpinan TNI yang merupakan aktualisasi dalam perjuangan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan dijadikan asas-asas kepemimpinan TNI yang terdiri atas sebelas asas. yaitu mempengaruhi dan memberikan dorongan dari belakang kepada anak buah. . ialah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya. yaitu memberi suri tauladan di hadapan anak buah. d. Ambeg Parama Arta. c. Ing Ngarso Sung Tulodo.87 TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR Sublampiran C Lampiran Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/45/VI/2010 Tanggal 15 Juni 2010 Sebelas Asas Kepemimpinan. yaitu selalu waspada mengawasi serta sanggup dan berani memberi koreksi kepada anak buah. sebagai berikut: a. Prasaja. b. yaitu dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan. f. Waspada Purba Wisesa. e. Tut Wuri Handayani. g.

Belaka. kerelaan dan keberanian untuk mempertanggung-jawabkan. yaitu sikap loyal yang timbal balik dari atasan terhadap bawahan dan bawahan terhadap atasan dan ke samping. Satya. i. Legawa. yaitu kesederhanaan dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan. j. Rusdi Zaini Brigadir Jenderal TNI Djoko Santoso Jenderal TNI . yaitu kemauan. Gemi Nastiti. k. kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab kepada generasi berikutnya. kemauan. Autentikasi Kepala Setum TNI Panglima TNI Cap/tertanda M.88 h. yaitu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful